Membangun kembali kota itu.
Ketika pada akhirnya ia pergi ke Yerusalem, ia bertugas sebagai gubernur sipil dengan
kuasa dari raja Persia.
ESTER
“Allah mengatur di belakang layar”
RINGKASAN CERITA
Ester, anak angkat pamannya, Mordekhai dijadikan ratu oleh Raja Persia Xerxes, yang juga
dikenal dengan nama raja Ahasyweros. Perdana menterinya, Haman, membenci orang
Yahudi dan bersekongkol untuk melenyapkan mereka. Sasaran utamanya ialah Mordekhai.
Ester dengan kepintarannya membuat raja mengalihkan keputusannya terhadap bangsa
Yahudi, dan Haman akhirnya digantung. Mordekhai kemudian diberi kekuasaan dan bangsa
Yahudi memperingati peristiwa itu dengan perayaan.
TEMPAT KEJADIAN
Kisah ini terjadi di ibu kota Persia, Susan, pada masa pemerintahan Raja Ahasyweros yang
memerintah pada tahun 486-465 S.M.
TUJUAN KITAB ESTER
Ada tiga alasan mengapa kitab ini ditulis:
1. Alasan yang paling utama ialah untuk menerangkan kepada bangsa Yahudi mengenai
asal mula Perayaan Purim yang mereka rayakan antara tanggal 13 dan 15 bulan Adar
(Februari-Maret). Lihat Ester 9:20-32 dan Est 3:7.
2. Alasan lain yang jelas mengapa kitab itu ditulis ialah untuk memperingatkan umat
terhadap anti-Semitisme. Bangsa Yahudi adalah umat Allah yang istimewa, yang
menduduki tempat yang unik dalam sejarah dan memiliki kuasa untuk bertahan
melawan segala yang jahat. Ester merupakan salah satu episoda sejarah yang
menarik.
3. Kitab ini juga memperlihatkan kuasa Allah untuk mengendalikan peristiwa dan
memelihara umat-Nya, bahkan pada saat segala sesuatu tampaknya tak bersahabat
dengan mereka.
CIRI-CIRI ISTIMEWA
1. Kitab ini tidak pernah sekali pun menyebut-nyebut Allah, namun kehadiran-Nya
terasa di mana-mana.
2. Kitab ini menggambarkan istana Persia dan adat-istiadatnya secara mendetail.
3. Kitab ini merupakan salah satu dari dua kitab dalam Alkitab yang judulnya diambil
dari nama wanita.
4. Banyak orang meragukan nilai kitab ini, sebab nasionalisme Yahudinya yang sangat
kuat dan kurangnya acuan kepada Allah. Namun kisah dan pesan yang disampaikan
tidak boleh diabaikan.
AYUB
“Mengapa orang tak berdosa harus menderita”
ORANG-ORANG ISRAEL YANG BIJAKSANA
Selain oleh para nabi dan imam, umat Allah juga dilayani oleh sekelompok orang yang
dinamakan "Orang-orang berhikmat". Mereka ini adalah para pembimbing dan penasihat
yang menghabiskan waktu mereka untuk memutuskan cara-cara yang paling bijaksana dan
paling benar untuk menjalani kehidupan dan menjalankan pemerintahan. Hasil penelitian
mereka selalu diterapkan dalam kehidupan nyata. Kita mengetahui hal ini dari kitab-kitab
mereka yang biasanya disebut "Kitab Hikmat" (Ayub, Amsal, Pengkhotbah, ditambah
beberapa Mazmur). Kadangkala mereka memberikan nasihat mereka dalam bentuk pepatah
yang singkat dan jelas atau "amsal". Selain itu mereka juga berbicara mengenai masalah-
masalah besar dalam kehidupan, terutama masalah penderitaan.
SIAPAKAH AYUB?
Apa yang kita ketahui mengenai Ayub tidak lebih daripada apa yang digambarkan pada
permulaan kitab itu. Rupanya ia orang yang terkenal (Yeh 14:14,20), namun oleh sebab
tidak ada acuan terhadap sejarah orang Israel, Ayub mungkin hidup jauh sebelum umat
Allah bermukim di Kanaan. Beberapa orang berpendapat bahwa kisah mengenai
penderitaannya dipakai oleh beberapa penulis yang tak dikenal sebagai latar belakang
untuk membicarakan masalah penderitaan. Kita pun tidak tahu kapan kitab itu ditulis. Minat
terhadap hikmat Allah sudah ada sejak zaman Salomo, dan kitab ini mungkin ditulis pada
zaman pemerintahannya.
POKOK PERMASALAHAN
Kitab ini menyangkut suatu pertanyaan abadi yaitu "Mengapa orang yang tak berdosa harus
menderita?" Ayub adalah seorang yang baik yang tiba-tiba kehilangan segalanya. Seperti
banyak dari penderitaan kita, rasanya hal ini tidak adil. Jawaban baku teman-temannya --
bahwa Allah menghakimi orang yang jahat, dan oleh sebab nya pasti Ayub telah melakukan
kejahatan -- sama sekali tidak cocok. Mereka mengatakannya dengan berbagai cara. Elifas
sopan dan sedikit berbau mistik. Bildad, seorang tradisionalis, mengutarakannya
berdasarkan pendapat yang sudah lama dikenal, sementara Zofar adalah pembantah Allah
yang kurang ajar dan kasar. Ketiga mereka pada akhirnya kehilangan kesabaran terhadap
Ayub. Sesungguhnya, pada percakapan ketiga, Bildad hanya berbicara sedikit sekali,
sementara Zofar menolak untuk berbicara lagi. Ayub berdebat dengan kedua orang itu dan
dengan Allah; dan dengan demikian ia mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang hanya
dapat dijawab dalam Perjanjian Baru. Oleh sebab Elihu masih muda, ia tidak dihargai oleh
yang lain. Argumentasinya penuh dengan keyakinan orang muda, namun juga agak kacau
dan tidak matang. Percakapan dengan Elihu mungkin baru belakangan ditambahkan pada
kitab itu.
MAZMUR
“Pujian dan ucapan syukur”
BAGAIMANA MAZMUR DIKUMPULKAN
Mazmur merupakan kumpulan puji-pujian dan doa yang dikumpulkan selama kurun waktu
yang panjang dalam sejarah umat Israel, paling tidak sejak zaman Daud sampai sesudah
pembuangan ke Babel. Kita boleh juga menamakannya sebagai 'kumpulan dari kumpulan-
kumpulan', sebab seratus lima puluh mazmur itu dibagi dalam lima buku: Maz 1:1-
41:13; Maz 42:1-72:20; Maz 73:1-89:52; Maz 90:1-106:48; Maz 107:1-150:6. Walaupun para
ahli Alkitab melihat adanya beberapa perbedaan dalam kelompok-kelompok Mazmur ini,
namun itu jelas bukan mengenai isi pokoknya. Lain dengan buku nyanyian kita, Mazmur
berisi doa dan ucapan syukur, permohonan dan puji-pujian yang tidak beraturan urutannya.
Beberapa Mazmur ditulis lebih dari satu kali, Sebagai contoh, Mazmur 14 = Mazmur 53;
Mazmur 60:5-12 = Mazmur 108:6-13; Mazmur 14 = Mazmur 40:13-17. Kita menemukan
beberapa Mazmur yang diulang dalam kitab- kitab lain dalam Perjanjian Lama, dan kita juga
menemukan Mazmur yang tidak berada dalam kumpulan utama. Dalam penelitian ini kita
akan mengelompokkan mazmur-mazmur berdasarkan pokok yang berbeda, dan melihat apa
saja yang dapat kita pelajari darinya dewasa ini.
PUISI IBRANI
Sebagian besar puisi masa kini bersanjak, namun tidak demikian halnya dengan puisi Israel
kuno. Para penyair cenderung untuk membandingkan suatu ungkapan dengan ungkapan
yang lain, kadang-kadang hal yang sama diulang dengan cara yang berbeda, kadangkala
dengan kebalikannya. Sebagai contoh, lihatlah Mazmur 146:3: "Janganlah percaya kepada
para bangsawan, kepada anak manusia yang tidak dapat memberikan keselamatan."
atau Mazmur 11:5: "Tuhan menguji orang benar dan orang fasik, dan Ia membenci orang
yang mencintai kekerasan." Kadang pemikiran itu dilanjutkan dalam ayat berikutnya. Puisi
semacam ini tidak terlalu banyak kehilangan arti pada waktu diterjemahkan ke dalam
bahasa lain dan ini berarti bahwa kita tetap dapat menikmatinya pada masa kini. Beberapa
pemazmur mulai menulis setiap baris atau sejumlah baris dengan huruf yang
sama. Mazmur 119 memakai hampir seluruh alfabet Ibrani dengan cara ini.
MAZMUR DAN PENYEMBAHAN
Sejumlah besar mazmur pada mulanya merupakan doa-doa atau puji-pujian pribadi, namun
banyak yang kemudian ditulis untuk penyembahan umum. Ada yang ditujukan untuk
pemimpin biduan atau untuk para penyanyi Rumah Tuhan seperti 'bani korah'. Mazmur-
mazmur itu dipakai untuk upacara penyembahan di Rumah Tuhan, terutama pada waktu
diadakan upacara-upacara besar. Seperti halnya buku nyanyian kita yang berisi beraneka
macam pujian yang ditulis oleh penggubah yang berbeda-beda, pada tempat dan situasi
yang berbeda pula, Mazmur berisi penyembahan bangsa Israel sepanjang zaman.
AMSAL
“Jadilah bijaksana!”
KITAB KEBIJAKSANAAN
Amsal merupakan hasil karya beberapa penulis, tiga di antaranya dikenal dengan nama --
Salomo, Agur dan Lemuel. Paling sedikit satu bagian dari kitab ini ditulis oleh orang yang
tidak dikenal. Kitab ini kebanyakan berisi petuah-petuah Salomo (Ams 10:1-22:16; 25:1-
29:27). Dia dikenal sebagai penulis 3.000 Amsal dan 1.005 lagu-lagu (1Ra 4:31-32). Kitab ini
berisi hasil penelitian lengkap yang telah dikumpulkan oleh Salomo dan para penulis lainnya
dari berbagai sumber, ditambah dengan pengalaman hidup mereka sendiri. Tujuan dari
kitab ini jelas terangkum dalam pembukaannya (Ams 1:2-6). Penekanan yang sering
diulang-ulang dalam kitab ini adalah takut akan Tuhan.
APAKAH AMSAL ITU?
Pengajaran dengan memakai Amsal merupakan salah satu cara mengajar yang paling kuno
di dunia ini. Dalam pengajaran seperti itu dipakai kalimat-kalimat sederhana, yang mudah
diingat dan diturunkan dari generasi ke generasi. Salomo adalah seorang yang mepunyai
keahlian dalam berbagai bidang. Dia bukan hanya seorang raja, namun juga seorang filsuf
yang memiliki kemampuan intuisi dan pengertian yang luar biasa, dan ia juga seorang
ilmuwan murni. namun sayang, dalam kehidupan pribadinya, ia tidak selalu hidup sesuai
dengan hikmat yang diketahuinya.
HIKMAT DARI ALLAH
Dalam Amsal, hikmat dikatakan sudah ada bersama Allah sepanjang zaman. Hikmat
dipersonifikasikan sehingga seringkali dianggap pelambang Kristus (Ams 8:23-31; lihat Yoh
1:2; Ibr 1:2; Kol 2:3). Dijelaskan bahwa hikmat tersedia bagi semua orang. Orang yang
bijaksana adalah mereka yang tanggap pada perintah Allah, sedangkan orang yang bodoh
mengabaikannya. Hikmat sangat penting di dalam dunia kehidupan (Ams 4:7).
BENTUK
Banyak usaha dilakukan untuk menganalisis Kitab Amsal. Beberapa komentator
mengemukakan tiga bagian yang ditandai dengan judul 'amsal salomo' (Ams 1:1; 10:1;
25:1). Selanjutnya ada pendapat bahwa amsal dengan kata ganti orang kedua adalah amsal
yang diperuntukkan bagi Salomo yang diajarkan oleh guru-gurunya, sedangkan amsal
dengan kata ganti orang ketiga adalah amsal yang dibuat oleh Salomo sendiri. Namun
demikian, hal ini sukar dipastikan.
PENGKHOTBAH
“Apa sebenarnya hidup ini?”
APA ISI PENGKHOTBAH?
Seseorang yang membaca Pengkhotbah untuk pertama kalinya akan kaget dengan adanya
perpaduan yang aneh antara iman dan fatalisme yang terdapat dalam kitab itu. Kadang-
kadang penulis seakan-akan pasrah pada semua kegagalan dan kesia-siaan hidup; pada
kesempatan lain ia seakan-akan menasihatkan kita untuk menikmati hidup selagi masih
bisa dilakukan; dan sementara itu terdapat banyak petunjuk bahwa Allah mengetahui apa
yang sedang terjadi dan bahwa kita harus bergantung pada-Nya serta melayani Dia, dan
bahwa pada suatu ketika kita harus bertanggung jawab kepada-Nya. Beberapa orang
berpendapat bahwa perbedaan pandangan ini merupakan hasil pemikiran dari beberapa
penulis, yang masing-masing mencoba untuk saling memperbaiki, dan bukan hanya hasil
seorang penulis. Mereka melihat bahwa kitab ini bertentangan dengan isinya sendiri dan
dengan banyak ajaran alkitabiah lainnya. namun , kita tidak perlu mengambil kesimpulan
seperti itu jika kita mengerti bahwa Pengkhotbah merupakan semacam traktat Perjanjian
Lama yang diperuntukkan bagi orang-orang dunia. Para penulis seakan-akan berkata:
"Kalau begitu marilah kita melihat bagaimana rasanya hidup tanpa Allah. Apa yang akan
Anda peroleh jika hanya hidup untuk hal-hal duniawi? Hidup menjadi sia-sia dan tanpa arti,
menjengkelkan dan penuh dengan penderitaan. namun , Allah bisa mengubah semua itu!
SIAPA PENULIS PENGKHOTBAH DAN KAPAN DITULIS?
Penulis mengatakan bahwa ia adalah anak Daud (Pengk 1:1) dan raja Yerusalem. Sementara
orang berpendapat bahwa ia tentu Salomo, walaupun namanya tidak ditulis dalam kitab itu.
Jelas bahwa cara hidup dan perhatiannya terhadap kebijaksanaan tercermin di sini, dan hal
ini merupakan kesimpulan yang kita harapkan dari padanya setelah ia menjalani kehidupan
panjang yang seringkali bersifat duniawi. Kesulitan dengan pandangan ini ialah bahwa ia
berbicara mengenai para penerusnya di Yerusalem (Pengk 2:9), dan yang jelas hanya ada
seorang penerus. Hal lain ialah bahwa bahasa yang dipakai untuk menulis kitab ini
digunakan jauh sesudah zaman Salomo. Oleh sebab nya jika Pengkhotbah merupakan hasil
karyanya, maka kemungkinan bahasanya diperbarui. Atau mungkin juga, seperti
diperkirakan oleh sementara orang, kitab ini merupakan suatu studi berdasarkan nasihat-
nasihat Salomo. Oleh sebab hal-hal di atas, maka penentuan tahun penulisan secara tepat
menjadi sangat sukar. Jika betul kitab itu tulisan Salomo pada masa-masa akhir hidupnya,
maka kemungkinannya ialah bahwa kitab itu ditulis paling awal sekitar tahun 940 SM.
Apabila kitab itu hasil karya orang lain, maka kemungkinannya ditulis paling lambat sekitar
tahun 200 SM.
SI PENGKHOTBAH
Penulis biasa memanggil dirinya Kohelet, kata yang boleh jadi berarti pengkhotbah, guru,
juru debat atau bahkan berarti pemimpin suatu parlemen (Pengk 1:1). Pada waktu
membicarakan masalah hidup dan mati, yang ada dalam pikirannya adalah kepentingan
orang lain (Pengk 12:9-12). Oleh sebab itu, kita juga dapat mengambil pelajaran dari
pengalaman dan nasihatnya pada saat kita membaca kitab ini.
KIDUNG AGUNG
“Sebuah kisah cinta”
JUDUL
Nama Kidung Agung merupakan terjemahan harafiah dari judul dalam bahasa Ibrani yang
artinya cara untuk menyatakan lagu yang terbaik atau terindah.
PENULIS
Ada delapan acuan kepada Salomo dalam Kidung Agung, dan secara tradisional ia danggap
sebagai penulisnya. Bait pertama dapat berarti nyanyian itu ditulis oleh Salomo, namun
dapat juga berati "untuk" atau "tentang" Salomo. Selain nama Salomo, tidak diberikan latar
belakang sejarah lainnya. Oleh sebab itu, tidak mungkin untuk menentukan penulis atau
waktu penulisan kitab itu dengan pasti. Namun demikian, tidak ada hal dalam kitab ini yang
menolak bahwa waktu penulisan terjadi pada masa Salomo.
ISI
Kidung Agung pada dasarnya merupakan puisi cinta. Isinya merupakan puji-pujian dan
penyataan sukacita dalam kisah cinta antara seorang pria dan wanita. Bahasanya berbobot
dan ekspresif; di dalamnya terkandung suatu apresiasi terhadap daya tarik fisik yang ditulis
dengan gamblang dan tanpa tedeng aling-aling. Nama Allah tidak disebut-sebut dalam
Kidung Agung dan banyak orang menganggap bahwa kitab ini dimasukkan dalam Alkitab
oleh sebab kitab ini merupakan gambaran nyata dari kasih Allah kepada umat-Nya. Namun,
Kidung Agung sendiri tidak mengandung maksud agar pembaca mencari arti tersembunyi di
dalamnya.
BENTUK
Para ahli Alkitab akan melihat suatu kesatuan dalam kitab ini; dan jelas bahwa pengulangan
kata-kata, ungkapan dan buah pikiran menunjukkan karya penulisan yang biasa. Tidak
selalu mudah untuk mengidentifikasikan tokoh-tokoh yang berbeda, atau mengetahui siapa
yang sedang berbicara dan kapan berbicaranya. Di samping dua orang kekasih itu, rupanya
terdapat sekelompok teman yang berada bersama mereka pada saat-saat tertentu, di
antaranya adalah putri-putri Yerusalem, demikian juga dengan warga Yerusalem.
LATAR BELAKANG
Latar belakang syair kebanyakan di daerah pedesaan, boleh jadi pada musim semi,
walaupun hal ini boleh jadi ditulis semata-mata sebagai bagian dari puisi. Si penulis pasti
sangat akrab dengan cerita-cerita rakyat; ia menyebutkan dua puluh satu jenis tanaman
dan lima belas kelompok binatang.
YESAYA
“Keselamatan dan penghakiman”
PESANNYA
"Yesaya" berarti "Tuhan adalah keselamatan" dan dia adalah nabi keselamatan. Namun,
keselamatan dan penghakiman selalu bersama-sama dalam Alkitab; jika Anda tidak mau
diselamatkan, maka Anda akan dihakimi. Oleh sebab itu, Yesaya menggabungkan kedua
tema ini: penghakiman (Yes 1:1-35:10) dan keselamatan (Yes 40:1-66:24). Kedua tema
utama ini dipadukan dengan adanya bagian bersejarah tentang Raja Hizkia (Yes 36:1-39:8).
WAKTU
Yesaya menerima visinya pada masa pemerintahan empat orang raja yaitu Uzia, Yotam,
Ahas dan Hizkia (Yes 1:1). Raja Uzia wafat pada tahun 740 sebelum Masehi (lihat Yes 6:1),
dan Hizkia pada tahun 687 sebelum Masehi, dengan demikian visi-visi Yesaya mencakup
kurun waktu setengah abad.
NUBUATAN
Yesaya adalah seorang nabi, bukan semata-mata seorang pengkhotbah dan Kitab Yesaya
merupakan buku nubuatan, bukan hanya buku sejarah. Yesaya tidak hanya mampu
menganalisis keadaan, namun juga memiliki banyak visi. Nubuatan mengatakan bahwa
ada Allah yang mengetahui hari depan dan yang mengungkapkan sebagian rencana-Nya
kepada para nabi.
LATAR BELAKANG
Waktu Yesaya mulai bekerja, Israel sedang berada di ambang kehancuran. Dalam tahun 722
sebelum Masehi kerajaan utara dengan kesepuluh sukunya dikalahkan oleh bangsa Asyur
(2Ra 17). namun kerajaan selatan, Yehuda, sedang menuju nasib yang sama. Secara sosial,
politis mereka sudah rusak, demikian juga iman percaya mereka. Kerajaan utama telah
dihukum dan musnah. namun , Yehuda berbeda. Negeri itu harus dihakimi, namun oleh sebab
adanya perjanjian abadi dengan Allah, maka Yehuda juga akan diselamatkan. Pada suatu
saat, dari Yehuda akan datang seorang Hamba Tuhan, Sang Juruselamat yang akan
menyelamatkan bukan hanya Yehuda, namun seluruh dunia.
CARA PENULISAN DAN KESATUAN
Menurut pasal Yes 1:1, penulisnya ialah Yesaya. Namun demikian, seringkali orang
beranggapan bahwa ketiga bagian kitab Yesaya (Yes 1:1-35:10; Yes 36:1-39:8; Yes 40:1-
46:13) ditulis oleh penulis yang berbeda-beda. Alasan ini didasarkan pada bentuk penulisan
yang jelas berbeda antara pasal Yes 1:1-35:10 dengan bagian lain, juga munculnya nama-
nama Bel dan Nebo, dewa-dewa Babel dan bahkan nama Koresy, penakluk dari kerajaan
Babel dan nubuatan Yesaya mengenai kembalinya bangsa Yehuda dari pembuangan jauh
sebelum pembuangan itu sendiri terjadi. namun kitab itu sendiri menekankan mengenai
kemampuan Allah untuk mengungkapkan hari depan (misalnya Yes 41:21-27; 42:8,9; 44:6-
8; 48:3). Tidak ada bukti tertulis bahwa terdapat dua atau lebih kitab Yesaya dan tidak ada
bukti tentang penulis-penulis lainnya. Perjanjian Baru mengutip dari berbagai bagian dari
kitab ini dan mengacunya ke Yesaya.
YEREMIA
“Kesia-siaan formalitas”
MASALAH NUBUATAN
Kitab Yeremia sulit dibaca secara berurutan sebab panjang dan tidak memiliki pola
kronologis yang teratur.
PENJELASAN
Pertama, tidak ada alasan mengapa suatu buku harus dibuat dalam urutan kronologis yang
teratur. Kitab ini tidak dimaksudkan sebagai buku sejarah, walaupun berisi fakta-fakta
sejarah. Yeremia merupakan kitab nubuatan, bukan semata-mata buku sejarah. Kedua,
dalam pasal Yer 36 diterangkan bahwa telah terjadi penulisan kembali dari kitab aslinya.
Raja Yoyakim membaca naskah aslinya, namun kemudian dibakarnya. Secara umum dapat
dikatakan bahwa pasal Yer 1:1-20:18 kebanyakan ditulis pada masa pemerintahan Yosia dan
sisanya dari masa pemerintahan Yoyakim, yaitu Yoyakim dan Zedekia. Selain itu, bagian
pertama terutama berisi nubuatan ditambah dengan sedikit biografi dan sejarah, namun
bagian kedua merupakan biografi dan sejarah ditambah sedikit nubuatan.
KEHIDUPAN DAN ZAMAN YEREMIA
Yeremia menjadi nabi selama lebih dari empat puluh tahun: dari tahun ketiga belas Raja
Yosia, yaitu tahun 627 SM sampai penghancuran kota Yerusalem dan permulaan masa
pengasingan dalam tahun 587/6 SM. Yeremia dibesarkan pada masa pemerintahan Raja
Manasye yang membelot dari Tuhan, dan melihat sedikit perbaikan pada zaman reformasi
Yosia, namun tidak terjadi pertobatan secara nasional. Pada permulaan masa ini Asyur dan
Mesir merupakan dua kekuatan besar. Bangsa Asyur dikalahkan oleh Babel pada tahun 612
SM dan demikian halnya dengan Mesir yang dihancurkan di Karkemis pada tahun 605 SM.
Sejak saat itu Yeremia terus menerus mendorong Yehuda untuk menyerah kepada Babel,
untuk menerima segala konsekuensi dari dosa-dosa mereka yaitu Pembuangan. Dia tahu
bahwa masa Pembuangan akan berakhir dengan pengampunan dan pemulihan Allah secara
dramatis.
PESIMIS ATAU OPTIMIS?
Yeremia sering disebut "Nabi Kehancuran". namun dia juga "Nabi yang Pengharapannya tak
pernah goyah". Hukuman atas dosa tidak dapat dihindari, namun di atas semua itu Yeremia
melihat bahwa Allah selalu menunggu untuk mengampuni. Yeremia membeberkan tiga dosa
yang utama:
penyembahan berhala. Yer 7:30-8:3; 19:1-15
amoralitas. Yer 5:1-9
nubuatan palsu: Yer 7:3-11; 14:11-16; 23:9-40
Ajaran Yeremia yang utama ialah bahwa tidaklah cukup hanya mengetahui dosa-dosa kita
atau bahkan menyesalinya saja. Pertobatanlah yang dituntut oleh Allah.
RATAPAN
“Kota yang sedang berduka”
JUDUL
Kitab ini tidak memiliki judul dalam kitab Perjanjian Lama Ibrani, namun dikenal dengan
kata pertamanya, yaitu "How". Judul "Nyanyian pemakaman" atau "Ratapan" diberikan oleh
rabi-rabi bangsa Yahudi yang mula-mula.
PENULIS
Penulisnya tidak dikenal. Kitab ini ditempatkan sesudah Yeremia dalam Septuaginta,
kemungkinan besar hal ini disebabkan oleh hubungan sejarah kedua kitab tersebut.
Pandangan penulis terhadap raja yang bertakhta pada masa itu (Rat 4:20) dan mengenai
ketergantungan kepada bangsa-bangsa lain berbeda dari pandangan Yeremia. namun ,
penulis dan Yeremia (yang dijuluki "nabi cengeng") memiliki temperamen yang serupa,
dan keduanya melihat penghakiman Tuhan di balik tragedi yang mereka tulis (lihat Rat 2:1-
8). Jika kitab ini merupakan suatu kesatuan, sudah hampir pasti bahwa penulisnya hidup
pada zaman yang sama dengan Yeremia.
WAKTU
Penentuan waktu penulisan secara tepat tergantung kepada apakah karangan ini ditulis
oleh seorang atau beberapa penulis. Pendapat yang masuk akal ialah bahwa pasal Rat 1-
4 ditulis oleh seorang saksi mata pada waktu jatuhnya Yerusalem dan pemulaan masa
Pembuangan (yaitu tahun 587 SM), dan bahwa pasal Rat 5 ditambahkan pada tahun 550 SM
waktu mereka sudah menjalani masa Pembuangan untuk beberapa waktu.
BENTUK
Kitab ini merupakan suatu koleksi puisi yang tersusun rapi, sebagian besar ditulis dalam
bentuk "nyanyian pemakaman" -- kecuali pasal Rat 5. Pasal Rat 1-4 merupakan puisi
"akrostik", setiap baik berikutnya dimulai dengan sebuah huruf dari alfabet Ibrani secara
beraturan. (Terdapat sedikit pengecualian terhadap aturan ini dan pasal Rat 3 merupakan
puisi akrostik yang lebih lengkap). Boleh jadi pola ini sebagian dimaksudkan untuk
memudahkan penghafalan dalam tata ibadah.
LATAR BELAKANG DAN TUJUAN
2Ra 25:8-12 harus dibaca sebagai latar belakang kisah Kitab Ratapan. Pembuangan
merupakan suatu kejadian yang luar biasa dalam sejarah kaum Yehuda, dan merupakan
salah satu pengaruh terbesar dalam mengembangkan pengertian mereka tentang Allah.
Kejatuhan Yerusalem yang menghancurkan dalam tahun 587 SM menuntut penjelasan dan
inilah yang diberikan oleh si penulis. Sebagian besar dari tanda-tanda yang kelihatan
mengenai pilihan Tuhan atas Yehuda sudah dihancurkan (kota, Bait Allah, kebaktian-
kebaktian dll.). Dengan berani penulis menghadapi kenyataan pahit dari dosa orang Yeuda,
dan maksud Allah yang terssembunyi daalam pemurnian melalui penghakiman. Jawaban
atas pertanyaan (yang sering diajukan oleh mereka yang berada dalam pencobaan) "Di
manakah Tuhan?", dijawab oleh penulis dengan tantangan yang berarti dalam, yaitu:
"Cobalah untuk mengerti apa yang sedang dikerjakan oleh Tuhan".
YEHEZKIEL
“Laporan seorang penjaga”
LATAR BELAKANG
Dalam tahun 597 SM raja Babel, Nebukadnezar mengangkut raja Yoyakim ke Babel bersama
dengan sepuluh ribu penduduk utama bangsa Israel. Pemerintahan boneka yang
ditinggalkannya di Yerusalem memberontak, dan dalam tahun 587 SM Nebukadnezar
menghancurkan seluruh kota dan mengangkut lebih banyak penduduk ke pembuangan.
PENULIS
Diperkirakan bahwa kitab Yehezkiel disusun oleh beberapa pengarang atau ditulis lama
sesudah pengarangnya meninggal, namun pemakaian kata ganti orang pertama, waktu yang
tepat, data pribadi yang diberikan secara rinci, dan gaya penulisan yang sama dalam
keseluruhan kitab merupakan indikasi kuat bahwa Yehezkiel sendiri yang memastikan
bahwa semua nubuatannya ditulis dan menjelang akhir hidupnya ia menyusunnya dengan
cermaat ke dalam bentuk buku. Yehezkiel dibesarkan di Yehuda dan boleh jadi pada masa
remajanya ia dipengaruhi oleh pembaruan raja Yosia dan nubuatan Yeremia. Dia seorang
imam yang dibuang ke Babel pada tahun 597 SM, kemungkinan bersama-sama dengan raja
Yoyakim, dan tulisannya sangat dipengaruhi oleh latar belakang keimamannya. Dalam
pembuangan ia bermukim di Tel-Abib di tepi sungai Kedar. Lima tahun kemudian, pada
waktu ia berumur tiga puluh tahun, ia mendapat penglihatan dari Tuhan dan dipanggil
menjadi nabi. Dia mungkin saja memiliki kedudukan penting (Yeh 8:1; 14:1), walaupun
kebanyakan orang menolak peringatannya (Yeh 3:25), atau tidak menganggapnya
denganserius (Yeh 33:30-32).
ISI KITAB
Dalam kitab Yehezkiel, kita dapat membaca kisah kehidupan nabi itu dan nubuat-nubuatnya
yang mencakup kurun waktu mulai dari tahun 597 sampai 570 SM. Kitab Yehezkiel terbagi
dalam empat bagian penting. Pasal Yeh 1-24 khususnya berisi nubuatan yang diberikan
sebelum tahun 587 SM pada waktu Yehezkiel memperhadapkan umat dengan dosa mereka,
serta menunjukkan bahwa kejatuhan Yerusalem tidak dapat dihindari dan merupakan dosa
yang sepatutnya mereka terima. Pasal Yeh 25:1-32:32 merupakan nubuatan tentang
penghakiman terhadap bangsa- bangsa yang ada di sekeliling Yerusalem. Pasal Yeh 33:1-
39:29 ditulis setelah kejatuhan Yerusalem dan Yehezkiel mendorong orang-orang buangan
untuk bertobat dari dosa-dosa lama mereka, dan menjadi anggota masyarakat baru yang
menyerahkan diri untuk melayani Tuhan. Bagian akhir berisi harapan tentang kembalinya
bangsa Israel dari pembuatan sampai padda akhir zaman, dan berisi penglihatan Yehezkiel
tentang Yerusalem baru. Kita akan lebih banyak belajar dari kitab Yehezkiel jika kita
melihatnya sebagai pesan kepada suatu bangsa yang istimewa, yang sungguh-sungguh
memerlukan pertolongan dalam suatu keadaan yang nyata.
DANIEL
“Orang yang diberi karunia penglihatan”
SIAPAKAH DANIEL
Daniel adalah seorang tawanan perang yang ditangkap oleh Nebukadnezar, raja Babel,
pada waktu Yerusalem jatuh. Bersama-sama dengan orang Yahudi dari golongan atas
lainnya, Daniel diangkut ke Babel, dididik, dan dipekerjakan pada pemerintah. Dia bekerja di
bawah Nebukadnezar, Belsyazar dan Darius dari tahun 605 SM sampai 536. Namanya
berarti "Allah adalah hakimku", namun di Babel ia diberi nama baru. Seperti nama aslinya
yang mengandung nama Allah Israel, yaitu El, maka nama barunya pun mengandung nama
dewa Babel, Bel. Beltsazar mungkin berarti "Semoga dewa Bel melindungi raja". Perhatikan
tiga hal mengenai Daniel, yaitu dia adalah seorang yang sangat bijaksana, sangat mudah
bergaul dan rajin berdoa.
JAWABAN ATAS PERTANYAAN YANG MENGIBAKAN
Mazmur 137, sama seperti halnya nubuatan ini, ditulis di Babel: "Di tepi sungai-sungai Babel
di sanalah kita duduk sambil menangis, apabila kita mengingat Sion." Hidup dalam
pengasingan sangat menghancurkan moral bangsa Yahudi. Mereka merasa bahwa Allah
telah meninggalkan mereka. Oleh sebab itu, mereka menggantungkan harpa mereka dan
menolak untuk bernyanyi: "Bagaimanakah kita menyanyikan nyanyian Tuhan di negeri
asing?" Itulah pertanyaan mereka yang mengibakan. Daniel menjawab pertanyaan mereka.
Ia menunjukkan bahwa Allah tetap Allah, walaupun mereka berada di Babel.
DANIEL DAN ANTIOKUS EFIFANUS
Bagian kedua kitab Daniel berisi gambaran yang mengandung nubuatan yang dapat kita
lihat sudah digenapi secara detail dalam pemerintahan Antiokus Efifanus, yang memerintah
sebagian besar Asia Kecil, Siria dan Palestina dari tahun 175 sampai 164 SM. Banyak penulis
tentang Daniel menolak adanya nubuatan di kitab kedua ini dan berpendapat bahwa kitab
ini, sebenarnya, ditulis sekitar tahun 165 SM, bukan oleh Daniel namun oleh seorang penulis
tak dikenal. Keberatan mereka yang utama rupanya menyangkut konsep nubuatan sebagai
ramalan mengenai apa yang akan terjadi di masa depan, khususnya nubuatan yang sangat
rinci. namun nubuatan-nubuatan ini mendapat perhatian sungguh-sungguh dari Tuhan Yesus
(Matius 24:15) dan harus diakui bahwa paling tidak dua, mungkin tiga nubuatan digenapi: di
zaman dan pada Akhir Zaman. Keempat binatang buas yang dilukiskan dalam Daniel
7 boleh jadi ditafsirkan dalam tiga cara, yaitu sebagai kerajaan-kerajaan besar dunia, masa
lalui, sekarang dan masa yang akan datang.
HOSEA
“Umat yang tidak setia; Allah yang setia”
WAKTU PENULISAN
Raja-raja yang disebutkan dalam Hos 1:1 merupakan petunjuk tentang kurun waktu
terpanjang bagi berlakunya nubuatan Hosea, yaitu dari 780-692 SM, namun rupanya
sebagian besar karyanya ditulis dalam periode antara tahun-tahun terakhir pemerintahan
Yerobeam dan jatuhnya Samarian -- yaitu dari kira-kira tahun 755-722 SM. Hosea
merupakan penulis kedua dari empat penulis yang dikenal sebagai nabi abad kedelapan
(Amos, Hosea, Yesaya dan Mikha).
PENULISNYA
Hosea adalah satu-satunya nabi dari kerajaan Israel utara yang tulisannya dapat
diselamatkan. Ayahnya bernama Beeri, namun tidak diceritakan mengenai kota kelahirannya
atau latar belakang masa mudanya. Beberapa orang berpendapat bahwa Hosea adalah
seorang tukang roti, sebab ia menunjukkan pengetahuan yang terinci mengenai usaha ini
(Hos 7:4-8). namun ia juga memiliki banyak pengetahuan mengenai perladangan (Hos
10:11-13; 13:3), oleh sebab nya kita tidak dapat menentukan secara pasti. Mungkin yang
paling ialah bahwa Hosea bekerja sebagai seorang nabi profesional.
UNTUK SITUASI BAGAIMANA TULISANNYA DITUJUKAN
Hampir semua nubuatan dalam Hosea ditujukan bagi bangsa Israel (biasanya disebut Efraim
-- nama suku terbesar), walaupun ada beberapa yang ditujukan kepada Yehuda. Agama
orang Israel sudah sedemikian bobrok; secara resmi mereka menyembah Allah, namun di
mana-mana ibadah mereka bercampur dengan penyembahan berhala dan paham Baalisme.
Negeri itu cukup stabil dan makmur di bawah pemerintahan Yerobeam, namun beberapa
tahun sesudah kematiannya terjadi kemunduran yang sangat cepat, baik dalam bidang
ekonomi maupun politik. Mereka terombang-ambing di antara kekuasaan Asyur dan Mesir,
namun mereka mengabaikan Allah. Akhirnya mereka dikalahkan oleh Asyur dalam tahun 721
SM.
KELUARGANYA
Hidup kekeluargaan Hosea agar tragis. Allah memerintahkannya untuk menikahi seorang
wanita yang tidak setia kepadanya. Hosea mencintai istrinya, Gomer, dan mereka
memperoleh tiga orang anak yang nama-namanya sungguh-sungguh merupakan pesan
bagi Israel. Namun, tak lama kemudian Gomer melarikan diri dan menjadi seorang pelacur.
Hosea masih mencintainya, dan pada akhirnya, waktu Gomer menjadi budak, ia
membelinya kembali. Status Gomer sebagai istrinya kemudian dipulihkan, walaupun
sebelumnya ia harus menjalani masa penyucian terlebih dahulu.
PESANNYA
Hubungan perkawinan Hosea sendiri memberikan gambaran yang jelas mengenai hubungan
antara Allah dan Israel. Allah mengasihi Israel dan bahkan pada waktu mereka
meninggalkan Dia dan menyembah dewa-dewa lain, Allah masih mengasihi mereka dan
rindu untuk memulihkan mereka menjadi umat-Nya kembali. Oleh sebab penderitaan yang
dialaminya, Hosea dapat menjelaskan betapa Allah menderita sebab kasih-Nya kepada
umat yang tidak setia. Oleh sebab itu, Hosea menyerang penyembahan berhala yang
dilakukan oleh orang Israel dan memanggil mereka untuk bertobat serta kembali
menyembah Allah yang mengasihi mereka dan yang dengan penuh sukacita akan
mengampuni mereka serta memulihkan mereka.
YOEL
“Penghakiman dan belas kasihan”
SIAPAKAH YOEL?
Nama Yoel berarti "Yehova adalah Allah". Itulah nama anak tertua Samuel (1Sa 8:2), namun
tidak banyak yang kita ketahui tentang nabi Yoel selain gambaran singkat mengenai dirinya
sendiri dalam Yoe 1:1. Umum berpendapat bahwa ia adalah salah satu dari sekian banyak
nabi Perjanjian Lama yang terdahulu. Boleh jadi ia telah mengenal baik nabi Elia maupun
Elisa di masa mudanya. Ia bernubuat di kerajaan selatan, yaitu Yehuda, mungkin dalam
zaman pemerintahan Yoas (2Ra 11 dan 2Ra 12).
APA LATAR BELAKANGNYA?
Ungkapan kuncinya adalah "Hari Tuhan". Negeri ini baru saja dihancurkan oleh hama
belalang, dan bagi Yoel peristiwa ini mengandung makna spiritual. Ia percaya bahwa
belalang-belalang itu merupakan hukuman ilahi, yaitu reaksi Allah terhadap dosa manusia.
namun hukuman yang lebih besar akan segera tiba: Yehuda dikelilingi oleh bangsa-bangsa
yang jahat bagaikan sekumpulan belalang. Harapan mereka satu-satunya hanya
pertobatan. Kitab ini memfokuskan penghakiman yang sudah lampau (belalang),
penghakiman yang sedang dihadapi (bangsa-bangsa), tersedianya belas kasihan Allah dan
panggilan Allah untuk bertobat (Yoe 1:13-20; 2:12-17).
APA PESANNYA?
Walaupun demikian, Yoel adalah seorang nabi harapan. Sebenarnya ia dinamakan "nabi
kebangunan rohani" (Yoe 2:18-32). Kita dapat melihat hal ini terutama dalam peristiwa Hari
Pentakosta pada waktu nubuatan Yoel digenapi. Tentu saja beberapa nubuatan masih
menunggu penggenapannya (Yoe 2:28,29; Kis 2:16-21). namun kita juga dapat melihat
dalam kitab Yoel suatu ramalan mengenai berkumpulnya kembali orang Israel di tanah
leluhur mereka dan mengenai penghakiman atas bangsa-bangsa (Yoe 3:2-7; Mat 25:32).
KITAB NUBUATAN YANG SANGAT INDAH
Sebagai literatur, Yoel merupakan kitab yang indah. Tidak pernah ditemukan dalam kitab-
kitab lain gambaran yang begitu terperinci mengenai kehancuran yang disebabkan oleh
awan belalang yang bergulung-gulung. Dan berkat kepandaiannya, Yoel melihat kumpulan
belalang ini sebagai suatu ilustrasi yang luar biasa mengenai rombongan musuh yang
mengelilingi Yehuda yang akan membawa penghukuman dari Allah.
AMOS
“Nabi bagi masyarakat yang makmur”
SANG NABI
Amos bukan seorang nabi profesional. Ia seorang penggembala (Amo 1:1) dan boleh jadi
seorang peternak domba yang senantiasa pergi ke pasar untuk menjual domba-dombanya.
Mungkin dalam rangka perjalanan niaganya itulah ia mulai berkhotbah. Tempat tinggalnya
di Tekoa, dua belas mil di sebelah selatan Yerusalem. sebab ia berkhotbah di kerajaan
Israel bagian utara, maka tentu saja ia tidak diterima dengan baik -- orang selatan
berkhotbah di utara (Amo 7:12)! Walaupun ia bukan seorang nabi profesional (Amo 7:14), ia
telah mendengar suara Allah dan ia merasa tidak memiliki pilihan lain selain berkhotbah
(Amo 1:12).
WAKTU PENULISAN
Amos menandai waktu khotbahnya dengan "dua tahun sebelum gempa bumi". Gempa bumi
itu merupakan suatu peristiwa bersejarah yang penting (lihat Amo 8:8; 9:5; Zak 14:5),
namun waktunya yang tepat tidak lagi dapat dilacak. Waktunya mungkin sekitar tahun 760
SM. Dua orang Raja disebutkan di sini, yaitu Uzia yang memerintah dari tahun 783-742 SM
dan Yerobeam II dari tahun 786-746 SM.
KEADAAN SAAT ITU
Amos berkhotbah kepada suatu masyarakat yang belum pernah mengalami keadaan sebaik
itu.
1. Masa damai. Kerajaan Asyur yang penuh kuasa dipimpin oleh penguasa-penguasa
yang lemah, sehingga Israel dibiarkan begitu saja.
2. Masa kemakmuran. Perdagangan maju dan untuk beberapa waktu Israel cukup
makmur.
3. Masa penuh masalah. Kekayaan tidak dibagi rata dalam masyarakat. Si kaya
bertambah kaya, sedangkan si miskin bukan hanya bertambah miskin, namun dengan
sengaja ditindas oleh si kaya. Pada waktu yang bersamaan mereka mulai melupakan
Allah dalam kehidupan mereka. Mereka tetap menampilkan sikap beragama mereka,
namun semua itu tidak berarti apa-apa bagi mereka.
GAYANYA
Amos tentunya seorang pemberani. Khotbahnya langsung pada sasaran. Ia tidak pernah
berpura-pura dengan kata-katanya, bahkan waktu berdebat dengan seorang imam (Amo
7:17). Nubuatannya penuh dengan penghakiman dan kebinasaan. Ia menggambarkan Allah
sebagai seekor singa yang mengaum-aum, dan kita dapat membayangkan bagaimana ia
menyampaikan khotbahnya bak singa sedang mengaum kepada para pendengar yang
enggan mendengar dan malu, yang ketenteramannya sudah diganggunya dengan kasar.
Secara keseluruhan, ada saat-saat kelembutan di dalam nubuatnya dan kitab ini diakhiri
dengan suatu pesan pengharapan.
OBAJA
“Si Penuntut balas sudah datang”
PENULIS
OBAJA. Namanya berarti "hamba Tuhan", namun jati dirinya yang sebenarnya tidak
jelas. Beberapa orang dalam Perjanjian Baru memakai nama ini.
NAHUM. Namanya berarti "penghibur". Tidak ada yang diketahui tentang dia, kecuali
bahwa ia adalah penduduk asli Elkosy, mungkin sebuah kota yang letaknya duapuluh
mil di sebelah barat daya Yerusalem. Sebenarnya, kedua "nama" tersebut lebih
menunjukkan fungsi kedua nabi tersebut daripada tentang jati diri mereka.
WAKTU PENULISAN
OBAJA. Penentuan waktu penulisan banyak bergantung pada waktu penaklukkan
Yerusalem yang dimaksud dalam ayat Oba 1:10-14. Penaklukkan ini mungkin yang
dilakukan oleh bangsa Babel dalam tahun 587 SM (jika demikian halnya, maka Obaja
ditulis pada pertengahan abad keenam), atau penaklukkan oleh bangsa Arab dan
Filistin di abad kesembilan. Kebanyakan ahli berpegang pada abad keenam.
NAHUM. Waktu penulisan ialah antara tahun 663 SM, ketika Tebe ditaklukkan oleh
bangsa Asyur (lihat Nah 3:8-10) dan kekalahan Niniwe, ibukota Asyur, oleh tentara
gabungan antara Medes dan orang Babilonia di tahun 612 SM seperti digambarkan
dengan jelas dalam Nah 2:6-8.
LATAR BELAKANG
Kesamaan yang terdapat dalam kedua kitab itu ialah suasana kebencian dari musuh-musuh
umat Allah. Obaja menyerang Edom dan Nahum, Asyur. Kedua bangsa yang sedang berada
di puncak kekuasaan itu bersikap congkak dan menindas. Bangsa Edom adalah "sepupu
dekat" bangsa Israel -- Esau, nenek moyang bangsa Edom adalah saudara Yakub -- dan
permusuhan antara kedua bersaudara itu tercermin dalam peperangan yang sering terjadi
antara Israel dan Edom. Asyur yang berada di puncak kejayaannya merupakan sumber
ketakutan bagi seluruh Asia barat, dan bertanggung jawab atas kekejaman yang luar biasa
dalam peperangan, terutama terhadap Mesir.
CIRI-CIRI
Kedua kitab nubuatan ini ditulis dalam bentuk puisi, dan berisi gambaran yang paling
realistis mengenai pengepungan dan penyerangan terhadap sebuah kota dalam seluruh
Perjanjian Lama. Kedua nabi mengungkapkan keinginan untuk membalas dendam,
membayangkan dengan penuh sukacita setiap detail dari keruntuhan musuh-musuh bangsa
Israel. Hal yang tidak biasa dari kedua kitab ini ialah tidak adanya tulisan mengenai
hukuman terhadap bangsa Israel dan panggilan untuk bertobat yang merupakan hal yang
umum dalam tulisan-tulisan Amos dan Mikha di abad kedelapan. Dalam Perjanjian Baru
tidak terdapat acuan langsung terhadap kedua kitab ini.
YUNUS
“Bagaimana mungkin Allah memberkati orang jahat?”
NABI YANG LAIN DARIPADA YANG LAIN
Walaupun kitab Yunus dimasukkan dalam kumpulan kitab nabi-nabi dalam Perjanjian Lama,
kitab ini lain daripada yang lain. Pertama, kitab ini merupakan kisah tentang insiden yang
terjadi dalam kehidupan sang nabi. Pesan yang sebenarnya pendek sekali (Yun 3:4). Juga,
rupa-rupanya kitab ini ditulis oleh orang lain yang berbicara tentang Yunus sebagai orang
ketiga, tidak seperti kitab-kitab lainnya dalam Alkitab. Selain dari kitab ini, yang kita ketahui
tentang Yunus ialah bahwa ia berkhotbah di kerajaan utara pada waktu pemerintahan
Yerobeam II (2Raj 14:25), yaitu sekitar tahun 780 SM. namun hal ini tidak berarti bahwa kitab
ini disusun seawal itu. Boleh jadi kitab ini ditulis lama sesudah itu, yaitu ketika bangsa Israel
memerlukan pelajaran yang oleh Yunus harus dipelajari dengan susah payah.
BAGAIMANA HALNYA DENGAN IKAN PAUS ITU?
Orang-orang modern sukar untuk menerima kisah Yunus, sebab tidak mudah bagi mereka
mempercayai bahwa ia dapa

