nya. Feremenatos berhasil mempersatukan
orang-orang Kristen yang terpencar-pencar. Lalu ia
ditahbiskan uskup oleh Santo Atanasios dari
Alexandria (Mesir) dan menjadi ‘Rasul Etiopia’.
B: Frumentius; P: 27 Oktober
SANTO FIDELIS OFM Cap dari
SIGMARINGEN (1578-1622)
Namanya ialah Mark Rey. Ia dilahirkan di
Jerman pada tahun 1578. Mark menuntut ilmu di
Universitas Freigburg yang termashyur untuk
menjadi seorang pengacara. Semasa masih
mahasiswa, ia sering mengunjungi mereka yang
sakit dan yang miskin. Setiap hari ia selalu
meluangkan waktu untuk
berdoa. Saudaranya
memutuskan untuk menjadi
seorang imam Fransiskan
Kapusin. Sebaliknya, Mark
menamatkan kuliahnya dan
menjadi seorang pengacara
terkenal.
Mark seringkali
membela perkara kaum
miskin yang tidak memiliki
uang untuk membayar. Oleh
sebab itulah ia dijuluki,
“Pengacara Orang Miskin.”
sebab Mark seorang yang jujur, ia menjadi muak
dengan ketidakjujuran yang terjadi dalam
pengadilan. Ia memutuskan untuk mengikuti jejak
saudaranya dan menjadi seorang imam. Mark
menerima jubahnya dan memilih nama Fidelis, yang
berarti “setia.” Pastor Fidelis bersukacita saat ia
diutus ke Swiss, di sana banyak orang yang
memusuhi iman Katolik. Pastor Fidelis ingin
memenangkan jiwa mereka dan membawa mereka
kembali ke pangkuan Gereja. Khotbah-khotbahnya
membawa hasil yang menakjubkan. Banyak orang
bertobat. Musuh Gereja Katolik amat marah dengan
keberhasilannya.
St. Fidelis tahu bahwa hidupnya ada dalam
bahaya, namun demikian ia terus saja berkhotbah.
Suatu hari, tengah ia berkhotbah, sebuah peluru
ditembakkan, namun meleset. Pastor Fidelis tahu
bahwa ia harus meninggalkan kota saat itu juga.
Dan ia melakukannya, namun , saat ia sedang dalam
perjalanan ke kota terdekat, gerombolan orang yang
marah menghentikannya. Mereka
memerintahkannya untuk mengingkari iman Katolik.
St. Fidelis menjawab dengan tegas, “Aku tidak akan
mengingkari iman Katolik.” Orang-orang
menyerangnya dengan tongkat, pentung dan senjata
lainnya.
Dalam keadaan terluka sang imam
memaksakan dirinya untuk berlutut. Ia berdoa:
“Tuhan, ampunilah musuh-musuhku. Mereka tidak
tahu apa yang mereka perbuat. Tuhan Yesus,
kasihanilah aku! Bunda Maria yang kudus, Bundaku,
tolonglah aku!” Orang banyak itu kembali
menyerangnya hingga mereka yakin bahwa ia sudah
tewas. St. Fidelis wafat sebagai martir pada tahun
1622 dalam usia empat puluh empat tahun. Ia
dinyatakan kudus oleh Paus Benediktus XIV pada
tahun 1746.
A: yang setia; L: pentung dan pedang; P: 24 April
FILEAS († 305)
Uskup yang pandai dari Mesir ini menulis
surat kepada umatnya berisikan kisah hidup para
martir Alexandria. Bersama Santo Filoromus –
seorang pejabat tinggi yang memprotes perlakuan
pemerintah terhadap uskup ini – ia dihukum mati,
meskipun hakim telah membujuknya agar
mengingat nasib anak dan isterinya.
P: 4 Februari
FILEMON (abad ke-1)
yaitu ‘kawan dan teman sekerja’ Santo
Paulus di Kolosa (Turki). Rumahnya sering
digunakan untuk perayaan ekaristi kudus. (Lihat
Surat kepada Filemon dalam Perjanjian Baru). Konon
orang yang senang berbuat amal ini menjadi uskup
dan mati syahid.
A: yang tercinta (Y); P: 22 Nopember
FILEMON (abad ke-3)
Menurut kisah kuno Filemon disuap oleh
diakon Apolonios yang takut mati itu untuk
memberikan persembahan kepada dewa-dewa
dengan menggunakan pakaian Apolonios. Sebab,
Filemon sendiri masih kafir. namun di muka mezbah
dewa, Filemon sekonyong-konyong tergerak oleh
rahmat dan berubah mengaku beriman kepada
Kristus. Lalu Apolonios bertobat dan mereka berdua
mati sebagai saksi iman.
P: 8 Maret
FILIBERTUS (610-685)
Dalam usia muda sudah dipilih menjadi
abbas. Namun sebab para biarawan tak mau
tunduk. Ia meninggalkan biara itu dan mengunjungi
biara-biara lain untuk memperdalam hidup rohani.
Kemudian Filibertus mendirikan biara baru. namun ia
segera dipenjarakan oleh seorang pejabat tinggi
yang dicelanya. Ia pindah tempat dan merintis biara
baru lagi di muara sungai Loire Perancis
P: 20 Agustus
FILIP (1507-1569)
Masuk biara pada usia 30 tahun. Bekas
pedagang kaya ini dipilih menjadi abbas, sebab
kepandaiannya dalam hal rohani, administrasi dan
irigasi. Tahun 1565 ia diangkat menjadi kepala
Gereja Ortodox Rusia. Dua tahun kemudian
terjadilah pembunuhan missal yang dilakukan oleh
Tzar Ivan IV. Filip menegurnya secara pribadi, namun
Ivan tambah marah. Suatu hari Ivan mau
menyambut komuni di katedral Moskow. Uskup Filip
lantang berkata: “Di atas altar ini kami
mempersembahkan kurban murni tak berdarah demi
penyelamatan manusia. namun di luar gereja ini
darah orang Kristen tak bersalah ditumpahkan.
Tuhan menolak orang yang tidak mencintai sesame
manusia. Dan aku wajib mengatakan demikian
kepada Baginda dan aku bersedia mati sebab nya.”
Pembunuhan berjalan terus dan uskup Filip pun
tetap memprotes. Akhirnya Filip dipecat, diborgol
dan dipenjarakan. Dua hari sebelum Natal, utusan
Tsar mencekiknya hingga tewas.
P (di Gereja Ortodox): 9 Januari
SANTO FILIPUS dan SANTO YAKOBUS,
RASUL († 62)
Kedua orang
kudus ini termasuk dalam
kedua belas rasul Yesus.
Filipus merupakan salah
seorang dari para rasul-
Nya yang pertama. Ia
dilahirkan di Betsaida, di
wilayah Galilea. Tuhan
Yesus bertemu
dengannya dan berkata, “Ikutlah Aku!” Filipus
sangat bersukacita bersama Yesus. Ia ingin
membagikan sukacitanya itu kepada sahabatnya,
Natanael. “Kami telah menemukan Dia, yang disebut
oleh Musa dalam kitab Taurat dan oleh para nabi,”
kata Filipus, “yaitu Yesus dari Nazaret.” Natanael
tidak ikut bergembira. Nazaret hanyalah sebuah kota
kecil, dan bukannya suatu kota besar dan penting
seperti Yerusalem. Jadi, kata Natanael, “Mungkinkah
sesuatu yang baik datang dari Nazaret?” namun ,
Filipus tidak marah mendengar jawaban sahabatnya
itu. Ia hanya mengatakan, “Mari dan lihatlah!”
Natanael pergi menjumpai Yesus. sesudah berbicara
dengan-Nya, Natanael juga menjadi seorang
pengikut Kristus yang setia.
St. Yakobus yaitu putera Alfeus dan saudara
sepupu Yesus. sesudah kenaikan Yesus ke surga,
Yakobus menjadi Uskup
Yerusalem. Orang banyak
sangat menghormatinya dan
memberinya julukan “Yakobus
si Adil,” yang berarti “Yakobus
yang Kudus.” Ia juga dijuluki
“Yakobus Muda,” sebab ia
lebih muda dari seorang rasul
lainnya yang juga bernama
Yakobus. Yakobus yang lain
itu dijuluki “Yakobus Tua”
sebab ia lebih tua usianya.
St. Yakobus seorang
yang lemah lembut dan
pemaaf. Ia menghabiskan banyak waktunya untuk
berdoa. Terus-menerus ia memohon kepada Tuhan
untuk mengampuni mereka yang menganiaya para
pengikut Kristus. Bahkan saat para penganiaya
umat Kristen menjatuhkan hukuman mati atasnya,
Yakobus memohonkan ampun bagi mereka kepada
Tuhan. St. Yakobus wafat sebagai martir pada tahun
62.
Filipus Rasul, makamnya dihormati di Gereja
Duabelas Rasul di Roma; A: penyayang kuda;
B: Filip; L: tongkat dengan salib; P: 3 Mei
FILIPOS († 304)
saat polisi mengunci gereja, uskup tua itu
dengan tenang mengatakan, bahwa Tuhan
bersemayam dalam hati setiap manusia dan bukan
dalam gedung. Ia terus mengumpulkan umat susaha
beribadat di luar gereja, sehingga gubernur
menuntut agar piala-piala dan Kitab-kitab Suci untuk
ibadat diserahkan. Namun Filipos menolak.
Akibatnya, ia bersama diakon Hermes di cambuk dan
selama tujuh bulan dikurung dalam penjara untuk
disiksa. saat tiba saatnya menjalani hukuman
mati, mereka begitu lemah sehingga terpaksa
diusung ke tempat pembakaran. Hari berikutnya
seorang Kristen lain, Severus namanya, menjalani
nasib yang sama.
P: 22 Oktober
FILIPUS BENIZI (1225-1285)
Semula pembesar ordo Servit ini yaitu
mahasiswa kedokteran yang mau menjadi bruder.
namun akhirnya malah ditahbiskan menjadi imam.
saat konklav mengusulkan Filipus menjadi paus
baru, ia menyembunyikan diri ke pegunungan.
Sebagai pengkotbah dan pendamai jasanya
sangat besar. Suatu hari, saat sedang
mengadakan misi perdamaian, ia ditempeleng oleh
Peregrine Laziosi (1345). Melihat Filipus begitu
tenang, Peregrine insaf, lalu bertobat dan masuk
ordo Servit juga. Filipus sangat tekun berdoa dan
sabar dalam menanggung penderitaan, sehingga
dinyatakan sebagai Santo Pelindung penderita sakit
kronis
P: 23 Agustus; Peregrine P: 1 Mei
SANTO FILIPUS NERI (22 Juli 1515-26 Mei
1595)
Filipus Neri dilahirkan pada tanggal 22 Juli
1515 di Florence, Italia. Ayahnya, Fransiskus Neri,
bekerja sebagai seorang notaris. Ia termasuk
golongan bangsawan, namun keluarganya sendiri
hidup miskin.
Filipus kecil suka sekali berkelakar! Bagi
teman-temannya, sentuhan tangan Filipus atau
bahkan kehadirannya saja
sudah cukup untuk
menyembuhkan hati siapa
saja yang sedang berduka.
Filipus kecil juga suka
bertindak seturut kata
hatinya. sebab
kelakuannya itu hampir saja
sebuah kecelakaan
merenggut nyawanya.
Filipus melihat seekor
keledai beban dengan
gerobaknya yang sarat
dengan buah-buahan; tiba-
tiba saja ia meloncat naik ke atas punggung keledai.
Keledai yang terkejut itu kehilangan
keseimbangannya dan terpeleset. Sedetik kemudian,
keledai, gerobak dan buah-buah muatannya serta
Filipus jatuh terguling-guling ke gudang bawah
tanah dengan Filipus tertindih keledai dan gerobak!
Pada tahun 1533, saat usianya delapan
belas tahun Filipus dikirim ke San Germano, kepada
seorang sanak, untuk belajar berdagang. namun
tidak ada sama sekali minatnya dalam berdagang. Ia
malahan lebih sering menggunakan waktunya untuk
berdoa di sebuah kapel di atas bukit. Filipus
memperoleh nubuat dalam suatu penglihatan bahwa
ia mendapat panggilan merasul di Roma, jadi ia
meninggalkan keluarganya dan pindah ke Roma.
Di Roma, Filipus belajar Filsafat dan Teologi
selama tiga tahun, sebelum akhirnya memutuskan
untuk hidup layaknya seorang pertapa. Suatu saat ,
sedang Filipus berdoa di Katakomba St. Sebastianus
di jalan Appian Way, sebuah bola api masuk ke
dalam hatinya. Pengalaman mistik ini memberinya
kekuatan yang luar biasa hingga ia mulai
mewartakan Tuhan dengan penuh semangat kepada
semua orang.
Pada tahun 1548, Filipus membentuk
kelompok Persaudaraan Tritunggal Maha Kudus.
Kelompok ini beranggotakan kaum awam yang
menawarkan bantuan bagi para peziarah yang
datang ke Roma. Organisasi ini berjalan baik dan
kelak menjadi rumah sakit Santa Trinita dei
Pellegrini yang terkenal di Roma. sebab merasakan
panggilan yang kuat untuk menjadi imam, Filipus
masuk biara dan pada tahun 1551 ditahbiskan
menjadi seorang imam. Kemudian Romo Neri
ditugaskan di gereja San Girolamo.
Bagi umatnya, Romo Neri yaitu seorang
imam yang spontan, tak dapat ditebak,
menyenangkan serta penuh humor. Semua orang
kudus selalu penuh pengharapan dan sukacita,
namun pada Neri pengharapan dan sukacita itu
tampak lebih nyata. Ia selalu melihat sisi baik dari
semua peristiwa, baik peristiwa gembira maupun
sedih yang dialaminya. Lelucon-leluconnya, biasanya
idenya sendiri, selalu dikenang.
Demi pertumbuhan rohani umatnya, Romo
Neri senantiasa menyediakan waktu bagi siapa saja
dan kapan saja. Ia memperhatikan mereka dan
memberikan dukungan serta nasehat menurut
kepentingan mereka masing-masing. Nasehat-
nasehatnya itu membawa dampak yang besar
sehingga berguna bagi perkembangan gereja secara
menyeluruh. Rm Neri amat popular sebagai seorang
bapa pengakuan sebab ia pandai membaca hati
orang dan memberikan penitensi yang membantu
mereka berbalik dari dosa-dosa mereka. Ia
membantu umatnya mengatasi kelemahan-
kelemahan mereka dengan membuat mereka
tertawa!
Sukacita Rm. Neri segera memikat hati
umatnya, terutama kaum muda. Ia mengadakan
kegiatan-kegiatan untuk membimbing hidup
kerohanian mereka: doa, Misa, diskusi, pendalaman
iman, paduan suara, dsbnya. Ia mengadakan prosesi
kunjungan ke Tujuh Gereja di Roma dengan
perhentian-perhentian di masing-masing gereja
untuk berdoa, devosi, menyanyi, menari dan
berpiknik (piknik yang dihadiri oleh ± 6000 orang)!
Jumlah kaum muda yang bergabung semakin lama
semakin banyak, di antara mereka banyak pula yang
kemudian tertarik untuk menjadi imam, hingga pada
akhirnya terbentuklah Konggregasi Oratorian. Nama
Oratorian dipilih sebab mereka biasa berkumpul
secara teratur di sebuah ruang kecil yang disebut
oratory (“ora” yaitu bahasa Latin yang berarti
“berdoa”; oratory artinya tempat doa). Rm Neri dan
Oratorian segera menjadi pusat kehidupan beriman
di Roma.
Beberapa penguasa gereja yang iri kepada
Rm Neri merasa terancam dengan berkembangnya
gerakan Oratorian. Oleh sebab itu Rm Neri
diperintahkan untuk menghentikan segala kegiatan
Oratorian. Rm Neri tentu saja kecewa, namun ia
menghadapi semua rintangan itu dengan humor,
kerendahan hati dan ketaatan. Akhirnya, pada tahun
1575, Paus Gregorius XIII merestui Konggregasi
Oratorian dan mengijinkannya untuk melakukan
segala kegiatannya kembali. Mereka bahkan
dihadiahi gereja Santa Maria dari Vallicella, namun
lebih dikenal hingga sekarang sebagai “Chiesa
Nuova” (artinya gereja baru). Pada hari mereka
memasuki gereja baru mereka pada tahun 1577,
para Oratorian melakukan arak-arakan di kota
dengan membawa serta segala tetak-bengek
peralatan rumah tangga mereka (sendok, mangkuk,
kursi yang seluruhnya terbuat dari kayu). Di barisan
depan parade yang aneh ini tampaklah Rm Neri,
berarak sambil menendang-nendang bola sepak.
Rm Neri memahami betapa pentingnya
berbicara dengan bijaksana. Suatu hari seseorang
datang kepadanya. Orang itu memiliki masalah
tidak dapat menghentikan kebiasaan buruknya yaitu
bergosip dan menceritakan keburukan-keburukan
orang lain. Rm Neri menyuruhnya naik ke atap
rumah dengan satu tas besar penuh dengan bulu
burung. Kemudian Romo memintanya untuk
membuka tas serta menggoncang-goncangkan tas
ini agar bulu-bulu itu dapat keluar semuanya.
Baru saja ia melakukannya, maka angin segera
meniup bulu-bulu itu dan membawanya terbang
hingga jauh menyebar ke seluruh penjuru kota.
Sesudahnya, Rm Neri memintanya untuk pergi
mengumpulkan setiap bulu yang telah terbang
terbawa angin. Orang itu memandang Rm Neri
dengan terkejut dan gugup. Rm Neri berkata, “Kata-
kata yang jahat sama seperti bulu-bulu itu. Begitu
keluar dari tas, mereka menyebar ke segala penjuru
kota dan tidak pernah bisa ditarik kembali!”
Suatu hari seorang anak muda yang
dibimbingnya datang kepada Rm Neri dan bertanya
apakah ia diperkenankan mengenakan baju kasar
(dalam upacara kuno wajib dikenakan oleh pendosa
berat yang belum diampuni dosanya oleh gereja).
Rm Neri menyadari bahwa kegiatan yang tampak
seperti “laku silih” pun dapat menjadi sumber
kesombongan, padahal Rm Neri senantiasa menjauhi
sikap bangga dan tinggi hati. Oleh sebab nya Rm
Neri memberinya ijin dengan syarat bahwa baju
kasar ini harus dikenakan di luar kemejanya!
Dengan demikian baju kasar ini bukan saja
memicu ketidaknyamanan di tubuhnya namun
juga memicu nya diperolok dan ditertawakan
orang-orang di sekitarnya. Kisah ini menjadi
terkenal, sebab kelak di kemudian hari, pemuda itu
menyatakan dengan penuh syukur bahwa “laku silih”
yang dianjurkan Rm Neri mengajarkan kepadanya
arti sebenarnya dari penderitaan dan dengan
demikian mengubah hidupnya.
Seorang pemuda bangsawan jatuh sakit dan
mendadak meninggal. Ibunya sangat sedih, sebab
puteranya belum menerima Sakramen Pengurapan
Orang Sakit serta Sakramen Pengakuan Dosa. Ia
memohon agar Rm Neri berdoa bagi puteranya. Rm
Neri mendekati jenasah pemuda itu dan memegang
tangannya seraya berkata, "Paulo, Paulo!" Maka
pemuda itu pun bangun dan hidup kembali selama
setengah jam sehingga dapat menerima kedua
sakramen yang amat diperlukan bagi perjalanannya
menuju surga.
Tuhan melakukan banyak mukjizat-Nya
melalui Rm Neri. Namun demikian yang ingin
dilakukan Rm Neri hanyalah membawa sebanyak-
banyaknya orang kepada Yesus. Oleh sebab itulah,
guna menghindari rasa kagum umatnya, Rm Neri
seringkali berlagak tolol. Ia mengenakan pakaian
yang modelnya menggelikan atau pernah suatu
saat ia mencukur separuh janggutnya sebelum
pergi ke suatu pesta perjamuan yang
diselenggarakan khusus untuk menghormatinya.
Atau, saat para tamu dari Polandia datang untuk
bertemu dengan orang kudus yang amat popular ini,
mereka malahan mendapatkan Rm Neri sedang
duduk mendengarkan seorang imam lain
membacakan lelucon dari artikel -artikel humor. Rm
Neri ingin orang lain menertawakannya dan dengan
segera lupa bahwa ia yaitu seorang kudus.
Kepada para pengikutnya Rm Neri sering
berkata, “Bersukacitalah senantiasa, sebab sukacita
yaitu jalan untuk berkembang dalam kebajikan.”
Meskipun Rm Neri seorang yang penuh humor,
namun ia sangat serius dalam kehidupan doanya. Rm
Neri mudah sekali mengalami `ekstase' (keadaan
orang yang sedang terpengaruh Roh Kudus,
sehingga berbuat sesuatu yang luar biasa); berjam-
jam dalam sehari dihabiskannya untuk berdoa. Jika
seseorang bertanya bagaimana caranya berdoa, Rm
Neri akan menjawab, “Rendah hati serta taat, maka
Roh Kudus akan membimbingmu.”
Pada tanggal 26 Mei 1595, sesudah menderita
sakit cukup lama, Rm Neri meninggal dunia dalam
usia delapan puluh tahun. Ia dimakamkan di Chiesa
Nuova. Seluruh kota Roma berduka. Namun,
sekarang kota Roma tampak amat berbeda
dibandingkan 60 tahun sebelumnya. Ada iman yang
tumbuh dari kota ini yang segera menyebar
dan mempengaruhi umat Katolik di seluruh dunia.
Sebagai ungkapan syukur, Paus menyatakan Rm
Filipus Neri sebagai Rasul kota Roma yang kedua
sesudah Santo Petrus.
Rm Filipus Neri dibeatifikasi pada tahun 1615
oleh Paus Paulus V dan dikanonisasi pada tahun
1622 oleh Paus Gregorius XV. Pesta St Filipus Neri
dirayakan setiap tanggal 26 Mei.
FILIPUS DAN BOLA API
Filipus memiliki semangat doa yang luar
biasa. Tidak peduli di mana pun ia berada, ia dapat
dengan mudah berkomunikasi dengan Tuhan -
bahkan dikatakan bahwa hatinya seolah-olah siap
meledak sebab cintanya yang meluap-luap kepada
Tritunggal Maha Kudus! Pernyataan ini
memang tidak berlebihan sebab didasarkan pada
suatu kejadian yang amat menakjubkan:
Pada tahun 1544, menjelang Hari Raya
Pentakosta, Filipus sedang berlutut dan
berdoa memohon
Karunia-karunia
Roh Kudus di
Katakomba St
Sebastianus.
Tiba-tiba sebuah
bola api muncul
dan secepat kilat
masuk ke dalam
mulutnya, lalu
meluncur ke
dalam hatinya. Filipus merasakan hatinya
membesar, namun ia sendiri tidak merasa
sakit. Sejak itu, setiap kali Filipus mengalami
suatu peristiwa mistik (persatuan dengan
Tuhan secara mendalam), maka hatinya akan
berdebar kencang memicu seluruh
tubuhnya bergetar. Di saat-saat seperti itu
Filipus akan memohon kepada Tuhan untuk
menenangkan hasratnya atau membawanya
pulang ke surga. Kadang kala dada Filipus
menjadi demikian panas terbakar sehingga ia
harus melemparkan dirinya ke dalam salju.
Sesudah Filipus wafat pada tahun 1595, para dokter
membedah dadanya. Hati orang kudus itu
sedemikian besarnya hingga dua tulang rusuk di
atasnya patah dan menonjol keluar. Namun
demikian para dokter tidak menemukan adanya
tanda-tanda suatu penyakit.
Seluruh kota Roma menghormati Filipus, kita
pun juga. Dengan teladan St. Filipus Neri kita semua
disadarkan bahwa masing-masing dari kita dipanggil
bukan saja untuk menjadi kudus, namun juga untuk
senantiasa penuh sukacita.
Filipus Neri (1515-1595), pendiri perkumpulan
‘Oratorium’ dan tokoh pembaharuan; lahir di
Firenze dan meninggal di Roma. L: imam
Oratorium dengan hati yang berkobar-kobar di
tengah-tengah anak yang riang gembira; P: 26
Mei. Hari pestanya dinyatakan sebagai hari
besar rakyat Roma sampai kini.
SANTA FINA (SERAPHINA) († 12 Maret
1253)
Fina dilahirkan di sebuah kota kecil di Italia
bernama San Geminiano. Pada mulanya,
orangtuanya termasuk golongan berada, namun
kemudian mereka jatuh miskin. Seraphina, atau
Fina, begitu ia biasa dipanggil, yaitu puteri mereka.
Fina seorang gadis manis yang lincah. Ia seorang
yang murah hati. Setiap hari Fina menyisihkan
sebagian makanannya untuk diberikan kepada
seseorang di kotanya yang lebih miskin darinya.
Siang hari ia menjahit serta memintal untuk
membantu keluarganya membayar hutang-hutang
mereka. Malam hari, ia biasa mempergunakan
waktunya untuk berdoa lama kepada Yesus dan
Maria.
saat masih muda usianya, ayahnya
meninggal dunia. Fina terserang suatu penyakit yang
menjadikannya cacat serta lumpuh. Ia hampir tidak
dapat bergerak sama sekali dan sebab nya Fina
harus tergolek di atas papan kayu selama enam
tahun lamanya. Rasa sakit menjalar di seluruh
tubuhnya. Satu-satunya cara bagi Fina agar ia dapat
tabah menghadapi penderitaannya yaitu dengan
merenungkan sengsara Yesus sementara Ia dipaku
pada kayu salib. “Aku mempersatukan seluruh
penderitaanku dengan penderitaan-Mu, ya Yesus,”
demikian ia berbisik. Kadang kala, saat rasa sakit
menyerangnya dengan dahsyat, ia akan berkata, “Ini
bukanlah luka-lukaku, namun luka-luka-Mu, ya
Kristus, yang menyakiti aku.” Fina ditinggalkan
seorang diri berjam-jam lamanya setiap hari sebab
ibunya harus pergi untuk bekerja atau untuk
meminta-minta. Para tetangga mengetahui
penderitaan Fina, namun luka-lukanya mengeluarkan
bau amat busuk sehingga mereka memiliki berbagai
macam alasan untuk tidak menjenguknya.
Tak disangka, ibunya pun meninggal dunia.
Sekarang Fina sebatang kara. Hanya seorang
tetangga, yaitu sahabat baiknya yang bernama
Beldia, datang untuk merawatnya. Beldia berusaha
memberikan perhatian kepada Fina sebanyak yang
ia mampu, namun pada umumnya Fina ditinggalkan
seorang diri. Sudah jelas nyata bahwa ia tidak akan
dapat hidup lebih lama lagi. Namun demikian, Fina
tidak mau patah semangat. Seseorang menceritakan
kepadanya tentang penderitaan hebat yang harus
ditanggung oleh Santo Gregorius Agung. Fina
kemudian berdevosi kepadanya. Konon, suatu hari,
sementara ia mengerang kesakitan, Santo Gregorius
menampakkan diri kepadanya. Dengan lembut ia
berkata kepada Fina, “Puteriku, pada hari pestaku
Tuhan akan memberimu istirahat.” Menurut
penanggalan liturgi lama, pesta St. Gregorius Agung
dirayakan pada tanggal 12 Maret sebab ia wafat
pada tanggal ini pada tahun 604. Jadi, pada
tanggal 12 Maret 1253, St. Gregorius datang untuk
membawa Fina pulang ke surga.
FLABIANOS († 449)
Uskup Agung Konstatinopel ini dipenjarakan
oleh kaisar, sebab membela kebenaran iman
terhadap bidaah monofisit. Dua tahun sesudah
kematiannya, Ratu Santa Pulkeria memakamkan
mayatnya dalam geraja para Rasul.
P: 18 Februari
SANTO FLANNAN
Flannan hidup sekitar abad ketujuh. Ia yaitu
putera seorang kepala suku Irlandia bernama
Turlough. Flannan dididik oleh para biarawan. Ia
juga belajar pertanian dari mereka. Di Roma, Paus
Yohanes IV menjadikannya seorang uskup. Paus
melakukan ini sebab ia mengenali kebijaksanaan dan
kekudusan Flannan. saat Santo Flannan kembali
ke Irlandia, semua orang di wilayahnya, Killaloe,
datang menyongsong. Mereka antusias untuk
mendengarkan pengajaran yang dibawa Santo
Flannan dari paus di Roma.
Uskup Flannan mengajar umatnya begitu
baik, bahkan ayahnya memutuskan untuk menjadi
seorang biarawan. Kepala suku yang sudah lanjut
usia ini pergi kepada Santo Colman untuk
mendapatkan pengajaran dalam hidup membiara.
Pada saat yang sama, ia mohon berkat bagi
keluarganya, sebab tiga dari puteranya tewas
terbunuh. Santo Colman menubuatkan, “dibandingkan mu
akan bangkit tujuh raja.” Dan kelak terjadilah
demikian.
Santo Flannan khawatir, sebab ia yaitu
bagian dari keluarga, kalau-kalau ia menjadi raja
juga. Jadi ia berdoa agar menjadi buruk rupa. Dan
segeralah wajahnya menjadi bopeng. Ia
memanjatkan permohonan yang aneh ini sebab ia
ingin bebas untuk mengikuti panggilannya. Ia rindu
membaktikan diri sepenuhnya demi melayani Tuhan
dan umat-Nya.
FLAVIA DOMITILLA (abad ke-1)
yaitu puteri dari wangsa/ dinasti kekaisaran
Romawi. Ia dibuang oleh kaisar sebab menjadi
Kristen. Bersama dengan dua pelayannya bekas
tentara Romawi, yaitu Nereus dan Achilles dikirim
ke pembuangan dan bebrapa tahun kemudian
disiksa dan dipenggal
P: 12 Mei
FLORA († 851)
Dia difitnah oleh saudara lelakinya yang
beragama Muslim. Akibatnya ia ditahan dan didera
bersama temannya, yaitu Maria. Santo Eulogius
mengirim surat kepada kedua tawanan ini: “Jangan
takut! Walaupun diancam dibuang ke tempat
pelacuran, tiada noda akan mencemarkan jiwa anda,
sekalipun badan dinodai dengan paksa.” Hakim Abd-
Rahman memerintahkan algojo memenggal kepala
mereka di Cordoba (Spanyol).
A: kembang, bunga (L); P: 24 Nopember
FLORENTINA
Dididik oleh Santo Leander dan dipilih
menjadi abbas.
A: yang berbunga; P: 27 September
SANTO FLORIANUS († 304)
yaitu sekretaris gubernur Romawi di Lorch
Jerman. saat mau membantu orang-orang Kristen
yang ditangkap, ia ditahan dan ditenggelamkan ke
dalam sungai. Florianus dihirmati sebagai santo
pelindung terhadap bahaya kebakaran dan
kebanjiran.
A: flora = kembang/bunga (L); L: batu giling
pada leher; P: 4 Mei
SANTA FLORA dari
BEAULIEU
Orang kudus dari
Perancis ini hidup pada abad
keempatbelas. Ia berasal dari
sebuah keluarga yang
harmonis dan di kemudian
hari menggabungkan diri dalam sebuah biara para
biarawati di Beaulieu pada tahun 1324. Ia seorang
gadis yang baik dan polos, yang menolak rencana
orangtua untuk menikahkannya. namun , begitu ia
mempersembahkan diri kepada Tuhan sebagai
mempelai-Nya, Ia memperkenankannya untuk
membuktikan kasihnya dengan menghadapi
berbagai macam pencobaan dan pergulatan hidup.
Terkadang bagi Sr Flora tampaknya ia sedang
melewatkan suatu kehidupan yang teramat nyaman.
Di lain waktu, ia harus menghadapi kehidupan yang
sulit. Maka ia pun tergoda untuk pulang ke rumah
demi menyenangkan diri. Namun demikian, sebab ia
tak kenal lelah berusaha mengasihi Tuhan, Sr Flora
semakin dan semakin berkenan bagi-Nya. Pada
akhirnya, Ia menganugerahinya dengan penglihatan-
penglihatan yang menakjubkan dan karunia
mengetahui kejadian di masa mendatang. Segera
saja, orang banyak menyadari bahwa Sr Flora
yaitu seorang yang sungguh kudus. Mereka datang
untuk meminta doa dan nasehatnya. Santa kita ini
juga menerima anugerah istimewa sengsara luka-
luka Kristus di salib. Tampaknya ia merasakan
sesuatu menembusinya, meninggalkan suatu luka di
lambungnya. Dengan sukacita ia menerima sengsara
ini demi kasihnya yang teramat besar bagi Yesus.
SANTO FOILLAN
Foillan yaitu seorang biarawan Irlandia yang
hidup pada abad ketujuh. Kedua saudaranya juga
telah dimaklumkan sebagai santo. Mereka yaitu
sebagian dari banyak rasul Irlandia yang berkobar-
kobar dalam semangat. Mereka meninggalkan tanah
air guna membantu negeri-negeri lain yang memiliki
lebih sedikit imam dibandingkan Irlandia. Santo
Foillan, Santo Fursey dan Santo Ultan terlebih
dahulu pergi ke Inggris. Mereka mendirikan sebuah
biara di Benteng Burgh. Dari tempat ini, mereka
melakukan karya-karya misionaris di kalangan
penduduk East Angles. saat para penyerang
wilayah itu merampok segala yang dimiliki biara,
Santo Foillan dan Santo Ultan memutuskan untuk
mewartakan Injil di Perancis.
Saudara mereka yang lain, Santo
Fursey, telah bekerja sebagai
seorang misionaris dan wafat di
sana.
Raja Clovis II menyambut
kedua misionaris kudus itu
sebagaimana ia menyambut
saudara mereka yang datang
sebelumnya. Beata Itta dan
puterinya memberikan sebidang
tanah kepada Foillan. Santa
Gertrude memintanya untuk
berkhotbah kepada para biarawati
di biara di mana ia menjabat
sebagai pemimpin biara. Foillan
melakukanya dan mendatangkan
pengaruh besar atas mereka. Ia
juga melakukan karya misionaris di
tengah warga . Sesungguhnya, Santo Foillan
yaitu seorang santo Irlandia yang sangat terkenal
di Eropa.
Suatu hari, seusai mempersembahkan Misa
untuk Santa Gertrude dan para biarawatinya, Pater
Foillan berangkat bersama tiga orang rekan untuk
suatu perjalanan. Mereka hendak menengok Santo
Ultan yang mewartakan Injil di daerah lain.
Sementara melintasi suatu hutan, mereka diserang
oleh segerombolan penyamun dan mati terbunuh.
Dua setengah bulan kemudian barulah tubuh mereka
diketemukan. Santa Gertrude memakamkannya
dengan penuh hormat di biara yang didirikan Foillan.
FOEBE (abad ke-1)
yaitu diakon wanita yang membantu Santo
Paulus dan umat (Roma 16,1 dst). Ia mengantarkan
surat Santo Paulus ke Roma.
P: 3 September
FRANCOIS JOSEPH dan PIERRE LOUIS
ROCHEFOUCAOULD
Mereka berdua dengan tegas-tegas membela
Gereja dari kesewenang-wenangan para penindas,
saat Revolusi Perancis mengganas. Kedua uskup
kakak beradik ini dibunuh pada tahun1792 di Paris.
P: 2 September
BEATO FRANCOIS de MONTMORENCY
LAVAL
(1623-1708)
Beato Francois yaitu uskup pertama Quebec
City, Canada. Ia dilahirkan pada tahun 1623 di
sebuah kota kecil di
Perancis. Ia mendapatkan
pendidikan Katolik yang
baik. Ia melanjutkan belajar
di Yesuit dan lalu pergi ke
Paris guna menyelesaikan
persiapannya ke jenjang
imamat. Pada bulan Mei
1647 Francois ditahbiskan
sebagai imam dan pada tanggal 8 Desember 1658
ditahbiskan sebagai uskup. Pada tahun 1659 ia tiba
di New France.
Uskup Laval memiliki semangat misioner
yang tinggi. Terlebih lagi, ia memiliki keberanian
untuk memikul tugas tanggung jawab yang berat. Ia
dipercaya untuk mengorganisir Gereja di Canada
yang masih merupakan daerah misi. Uskup Laval
meminta para misionaris Yesuit untuk melayani
penduduk setempat. Ia membentuk paroki-paroki
baru bagi umat Katolik yang berbahasa Perancis.
Pada tahun 1663, ia mendirikan seminari di Quebec.
Ini merupakan langkah yang amat penting
mengingat seminari yang baik diperlukan untuk
mendidik calon-calon imam bagi umat Allah.
Uskup Laval mengasihi umatnya di
wilayahnya yang amat luas. Ia seorang uskup yang
penuh perhatian dan hidup dalam doa. Salibnya
yang teristimewa yaitu campur-tangan terus-
menerus dari otoritas sipil. Ia khususnya berbicara
lantang mengenai pengaruh buruk perdagangan
minuman keras.
Pada tahun 1688, ia pensiun dan digantikan
oleh Uskup de Saint-Vallier. Uskup Laval
membaktikan duapuluh tahun terakhir hidupnya
dalam karya-karya belas kasih dan pelayanan
rohani. Ia wafat pada tahun 1708. Para peziarah
datang berdoa di makamnya dan banyak mukjizat
dilaporkan terjadi. Paus Yohanes Paulus II
memaklumkan Uskup Laval sebagai “beato” pada
tanggal 22 Juni 1980.
FRANKA (abad ke-11)
Rubiah Italia ini melarikan diri ke tempat
yang sangat sepi sebab diganggu oleh dua imam
jahat.
P: 1 Oktober
SANTA FRANSISKA dari ROMA (1384-9
Maret 1440)
St Fransiska dilahirkan pada tahun 1384.
Orangtuanya, Paul Bussa dan Jacobella de'
Roffredeschi, yaitu
bangsawan yang kaya
raya, namun mereka
mengajarkan pada
Fransiska untuk
menaruh perhatian pada
sesama dan
mengamalkan hidup
Kristiani yang saleh. Ia
yaitu seorang gadis
kecil yang cerdas.
saat usianya sebelas
tahun, Fransiska
memberitahukan
kepada orangtuanya bahwa ia telah memutuskan
untuk menjadi seorang biarawati. Namun, kedua
orangtuanya malahan mendorong Fransiska untuk
memikirkan hidup perkawinan. Seperti kebiasaan
pada masa itu, mereka memilih seorang pemuda
yang baik untuk menjadi suami Fransiska. Pemuda
itu baru tigabelas tahun usianya.
Fransiska dan suaminya, Lorenzo Ponziano,
saling jatuh cinta. Meski pernikahan mereka yaitu
sebab perjodohan, mereka hidup bahagia dalam
perkawinan selama empatpuluh tahun lamanya.
Lorenzo mengagumi isterinya, dan juga saudari
iparnya - Vannozza. Fransiska dan Vannozza berdoa
setiap hari dan melakukan matiraga bagi Gereja
Yesus, yang menghadapi banyak pencobaan pada
masa itu. Kedua saudari ini juga mengunjungi
mereka yang miskin dan merawat mereka yang
sakit. Mereka membawakan makanan dan juga kayu
bakar bagi orang-orang yang membutuhkannya.
Para wanita kaya lainnya terinspirasi oleh
teladan kedua bersaudari ini untuk lebih memaknai
hidup mereka pula. Sementara itu, Fransiska
bertekun dalam doa. Ia semakin akrab bergaul
dengan Yesus dan Maria dalam hidup sehari-hari.
Fransiska dan Lorenzo yaitu orang-orang
yang penuh belas kasih. Mereka tahu bagaimana
rasanya menderita. Mereka kehilangan dua dari
ketiga anak mereka sebab wabah. Hal ini
menjadikan mereka terlebih lagi peka terhadap
kebutuhan mereka yang menderita. Semasa
pertikaian antara paus yang sah dengan anti-paus,
Lorenzo memimpin pasukan yang membela paus
yang benar. Sementara ia pergi berperang, para
musuh memusnahkan harta milik dan kekayaannya.
Bahkan meski demikian, Fransiska membereskan
satu bagian dari villa keluarga yang telah dirusak
dan mempergunakannya sebagai rumah sakit. Hidup
terasa berat bagi keluarganya, namun demikian
orang-orang di jalanan jauh terlebih lagi
membutuhkan pertolongan. Lorenzo terluka dan
pulang ke rumah untuk dirawat oleh isterinya
tercinta agar sehat kembali. Lorenzo wafat pada
tahun 1438. Fransiska menghabiskan empat tahun
sisa hidupnya dalam kongregasi religius yang ia
bantu pembentukannya.
St Fransiska dari Roma wafat pada tanggal 9
Maret 1440. Ia dimaklumkan sebagai santa oleh
Paus Paulus V pada tahun 1608. Pada pesta
peringatannya, para imam biasa memberikan berkat
mobil oleh sebab St Fransiska dianggap sebagai
pelindung mobil dan para pengemudi. Tentu saja St
Fransiska tidak pernah mengemudi, namun menurut
kisah legenda, jika ia pergi keluar pada malam
hari, maka malaikat pelindung mendahuluinya
menerangi jalan dengan sebuah lampu besar serupa
lentera. Semasa hidupnya St Fransiska mendiktekan
97 penglihatan, di mana ia melihat banyak siksa
neraka.
SANTA FRANSISKA XAVERIA CABRINI
(15 Juli 1850-23 Desember 1917)
Fransiska dilahirkan pada tanggal 15 Juli
1850. Sebagai seorang anak yang dibesarkan di
Italia, ia berangan-angan untuk
suatu hari kelak menjadi seorang
misionaris yang diutus ke Cina.
Ia menghanyutkan perahu-
perahu kertasnya ke sungai
untuk menghidupkan
”khayalannya” Perahu-perahu
kertas itu berlayar untuk
membawa para misionaris ke
Cina. Dan Fransiska pun mulai
berpantang permen sebab di
Cina mungkin ia tidak akan lagi
dapat menikmatinya. Namun
demikian, saat Fransiska telah
dewasa, ia tidak diterima di kedua biara di mana ia
ingin bergabung. Kesehatannya tidaklah terlalu
bagus. Ia mengajar di sekolah untuk beberapa
waktu lamanya. Kemudian seorang imam
memintanya untuk membantu di sebuah panti
asuhan kecil. Amatlah berat bagi Fransiska
membantu di sana oleh sebab wanita pengurus
panti ini . namun , Fransiska tetap bertahan.
Beberapa wanita yang baik hati bergabung
dengannya. Bersama-sama, mereka mengucapkan
kaul.
Pada akhirnya, Bapa Uskup meminta
Fransiska untuk membentuk kongregasi para
biarawati misionaris. Tanpa ragu sedikit pun
Fransiska segera mulai. Kongregasi yang
dibentuknya itu diberi nama Suster-suster Misionaris
Hati Kudus. Tidak lama berselang, kongregasinya
mulai berkembang, pertama-tama di Italia dan
kemudian di banyak negara lain. Fransiska, yang
sekarang dipanggil Moeder (=Ibu) Cabrini,
senantiasa rindu untuk pergi ke Cina. namun
tampaknya Tuhan berkehendak agar ia pergi ke
Amerika. saat Paus Leo XIII mengatakan
kepadanya, “Pergilah ke barat, dan bukan ke timur,”
masalahnya telah selesai. St. Fransiska Xaveria
Cabrini berlayar ke Amerika Serikat dan menjadi
warga negara Amerika. Ia terutama membantu
banyak sekali para imigran Italia. Bagi mereka,
Moeder Cabrini yaitu ibu mereka, sekaligus
sahabat mereka.
Pada mulanya, Moeder Cabrini beserta para
susternya harus menghadapi banyak kesulitan.
Uskup Agung New York bahkan mengusulkan agar
mereka pulang kembali ke Italia. namun , Moeder
Cabrini menjawab, “Yang mulia, Bapa Suci mengutus
saya ke sini dan di sinilah saya harus tinggal.” Bapa
Uskup Agung mengagumi semangat juangnya, dan
dengan demikian ia beserta para susternya diberi ijin
untuk memulai karya mulia mereka bagi Tuhan.
Banyak sekolah, rumah sakit serta panti asuhan
didirikannya di berbagai negara bagian Amerika.
Bersama dengan berlalunya waktu, Moeder Cabrini
melakukan banyak perjalanan untuk
mengembangkan kongregasi serta karya-karya
mereka. Selalu saja ada kesulitan-kesulitan, namun ia
mempercayakan diri sepenuhnya kepada Hati Kudus
Yesus. ”Dia-lah yang melakukan segala sesuatu,
bukan kita,” demikian ia akan berkata. Moeder
Cabrini wafat di Chicago pada tanggal 23 Desember
1917. Ia dinyatakan kudus oleh Paus Pius XII pada
tahun 1946.
P: 13 Nopember
SANTO FRANSISKUS dari ASSISI (1181-3
Oktober 1226)
Santo Fransiskus yaitu seorang santo yang
hebat yang cocok untuk kamu jadikan teladan
hidupmu. Bahkan
hingga kini Ordo
Fransiskan (O.F.M. =
Ordo Fratrum
Minorum = Ordo Friars
Minor = Ordo
Saudara-saudara
Dina) yang
didirikannya masih
terus tumbuh dan
berkembang.
Fransiskus
dilahirkan di kota
Assisi, Italia pada
tahun 1181. Ayahnya bernama Pietro Bernardone,
seorang pedagang kain yang kaya raya, dan ibunya
bernama Donna Pica. Di masa mudanya, Fransiskus
lebih suka bersenang-senang dan menghambur-
hamburkan harta ayahnya dibandingkan belajar. saat
usianya 20 tahun, Fransiskus ikut maju berperang
melawan Perugia. Ia tertangkap dan disekap selama
satu tahun hingga jatuh sakit. Pada masa itulah ia
mendekatkan diri kepada Tuhan. sesudah Fransiskus
dibebaskan, ia mendapat suatu mimpi yang aneh.
Dalam mimpinya, ia mendengar suara yang berkata,
"layanilah majikan dan bukannya pelayan."
sesudah itu Fransiskus memutuskan untuk
hidup miskin. Ia pergi ke Roma dan menukarkan
bajunya yang mahal dengan seorang pengemis,
sesudah itu seharian ia mengemis. Semua hasilnya
dimasukkan Fransiskus ke dalam kotak
persembahan untuk orang-orang miskin di Kubur
Para Rasul. Ia pulang tanpa uang sama sekali di
sakunya. Suatu hari, saat sedang berdoa di Gereja
St. Damiano, Fransiskus mendengar suara Tuhan,
"Fransiskus, perbaikilah Gereja-Ku yang hampir
roboh". Jadi, Fransiskus pergi untuk melaksanakan
perintah Tuhan. Ia menjual setumpuk kain ayahnya
yang mahal untuk membeli bahan-bahan guna
membangun gereja yang telah tua itu.
Pak Bernardone marah sekali! Fransiskus
dikurungnya di dalam kamar. Fransiskus, dengan
bantuan ibunya, berhasil melarikan diri dan pergi
kepada Uskup Guido, yaitu Uskup kota Assisi. Pak
Bernardone segera menyusulnya. Ia mengancam
jika Fransiskus tidak mau pulang bersamanya, ia
tidak akan mengakui Fransiskus sebagai anaknya
dan dengan demikian tidak akan memberikan
warisan barang sepeser pun kepada Fransiskus.
Mendengar itu, Fransiskus malahan melepaskan baju
yang menempel di tubuhnya dan mengembalikannya
kepada ayahnya.
Kelak, sesudah menjadi seorang biarawan,
Fransiskus baru menyadari bahwa yang
dimaksudkan Tuhan dengan membangun Gereja-Nya
ialah membangun semangat ke-Kristenan. Pada
tanggal 3 Oktober 1226, dalam usianya yang ke
empatpuluh lima tahun Fransiskus meninggal
dengan stigmata (Luka-luka Kristus) di tubuhnya.
Tidak ada seorang pun dari pengikutnya yang
menyerah dan mengundurkan diri sesudah kematian
Fransiskus, namun mereka semua melanjutkan karya
cinta kasihnya dengan semangat kerendahan hati
dan meneruskan kerinduannya untuk memanggil
semua orang menjadi pengikut Kristus yang sejati.
Santo Fransiskus yaitu santo pelindung binatang
dan anak-anak. Pestanya dirayakan setiap tanggal 4
Oktober.
DOA ST. FRANSISKUS DARI ASSISI
TUHAN, jadikanlah aku pembawa DAMAI.
Bila terjadi kebencian, jadikanlah aku pembawa cinta
kasih.
Bila terjadi penghinaan, jadikanlah aku pembawa
pengampunan.
Bila terjadi perselisihan, jadikanlah aku pembawa
kerukunan.
Bila terjadi kesesatan, jadikanlah aku pembawa
kebenaran.
Bila terjadi kebimbangan, jadikanlah aku pembawa
kepastian.
Bila terjadi keputus-asaan, jadikanlah aku pembawa
harapan.
Bila terjadi kegelapan, jadikanlah aku pembawa
terang.
Bila terjadi kesedihan, jadikanlah aku pembawa
sukacita.
Banyak cerita yang mengisahkan bagaimana
Santo Fransiskus dari Assisi (1182-1226) dapat
berkomunikasi dengan binatang-binatang dan
menyatu dengan semua ciptaan. Berikut yaitu
beberapa cerita yang pertama kali ditulis oleh
Thomas Celano pada abad ke-13 dan diceritakan
kembali oleh John Bookser Feister.
ST. FRANSISKUS BERKHOTBAH KEPADA
BURUNG-BURUNG
Fransiskus dan pengikut-pengikutnya sedang
dalam perjalanan ke Lembah Spoleto dekat kota
Bevagna. Tiba-tiba Fransiskus melihat serombongan
besar burung-burung dari berbagai jenis. Di
antaranya ada merpati, gagak dan jenis-jenis yang
lain. Terpesona dengan pemandangan itu,
Fransiskus meninggalkan teman-temannya di pinggir
jalan dan berlari mengejar rombongan burung yang
dengan sabar menunggu kedatangannya. Seperti
biasa Fransiskus menyapa
mereka, ia pikir burung-burung
itu akan segera beterbangan di
udara saat ia menyapanya.
namun mereka semua tetap
diam di tempatnya masing-
masing.
Dipenuhi rasa kagum,
Fransiskus bertanya apakah
mereka mau tinggal sebentar
bersamanya untuk
mendengarkan Sabda Tuhan.
Katanya kepada mereka,
"Saudara dan saudari burung,
hendaklah kalian memuji Pencipta-mu dan
mengasihi-Nya selalu. Ia memberimu bulu-bulu
sebagai mantel, sayap untuk terbang dan memenuhi
segala kebutuhanmu. Tuhan-lah yang menjadikan
engkau mulia di antara segala makhluk, menjadikan
udara yang halus bersih sebagai rumahmu. Tanpa
menabur atau pun menuai, kalian memperoleh
bimbingan dan perlindungan dari Tuhan."
Mendengar kata-katanya, burung-burung itu
mengepak-ngepakan sayap mereka, menjulurkan
leher mereka sambil memandang Fransiskus. Mereka
bersukacita memuji Tuhan dengan cara yang
demikian indah sesuai kodrat mereka. Kemudian
Fransiskus berjalan di tengah-tengah burung-burung
itu, berkeliling dan kembali, menyentuh kepala dan
badan burung-burung itu dengan jubahnya.
Kemudian ia memberkati mereka dan membuat
tanda salib bagi mereka. Kemudian burung-burung
itu beterbangan di udara dan Fransiskus dengan
penuh sukacita berterima kasih kepada Tuhan, lalu
melanjutkan perjalanannya.
sesudah kembali kepada teman-temannya,
Fransiskus menggumam dengan keras mengapa
selama ini ia tidak pernah berkhotbah kepada
burung-burung. Maka, sejak saat itu, Fransiskus
membiasakan diri untuk meminta kepada burung-
burung, segala jenis binatang serta reptil untuk
memuji dan mengasihi Pencipta-nya. Dalam hidup
Fransiskus seringkali terjadi peristiwa-peristiwa luar
biasa di mana ia berbicara kepada binatang-
binatang. Di antaranya, saat St. Fransiskus
menghardik serombongan burung yang berisik
sehingga mengganggu upacara gereja! Yang
mengherankan, burung-burung itu kemudian tinggal
tenang sampai Fransiskus menyelesaikan
khotbahnya.
ST. FRANSISKUS, KELINCI DAN IKAN
Suatu hari seorang rahib membawa seekor
kelinci yang terjebak perangkap kepada St.
Fransiskus. Ia menasehati kelinci agar lebih berhati-
hati di waktu yang akan datang,
kemudian dikeluarkannya kelinci dari
dalam perangkap dan diletakkannya di
atas tanah susaha ia pergi. namun
kelinci itu kembali dan melompat ke
atas pangkuan Fransiskus, berharap
agar ia boleh tinggal di dekatnya. Fransiskus
membawa kelinci itu ke sebuah hutan dan
melepaskannya kembali. namun kelinci itu kembali
lagi ke tempat di mana Fransiskus duduk dan
melompat ke atas pangkuannya lagi! Akhirnya
Fransiskus meminta salah seorang rahibnya untuk
membawa kelinci masuk ke dalam hutan dan
melepaskannya. Kali ini usahanya berhasil. Hal-hal
seperti ini terjadi berkali-kali dalam hidup Fransiskus
- di mana ia melihatnya sebagai suatu kesempatan
untuk memuji kemuliaan Tuhan. Jika seekor
makhluk yang begitu sederhana dapat begitu
dilimpahi oleh keajaiban Tuhan, alangkah terlebih
lagi manusia!
Ikan-ikan juga patuh pada Fransiskus. Setiap
kali seekor ikan tertangkap dan Fransiskus berada di
sekitar tempat itu, ia akan melepaskan ikan itu
kembali ke air sambil memperingatkannya agar
berhati-hati susaha tidak tertangkap lagi. Sering
terjadi, ikan akan tinggal di sekitar perahu
Fransiskus untuk mendengarkannya berkhotbah
sampai Fransiskus mengijinkannya untuk pergi.
Barulah mereka berenang pergi. Di setiap karya
ciptaan, demikianlah St. Fransiskus menyebut
semua makhluk hidup, ia akan memuji sang
seniman, yaitu Sang Pencipta yang terkasih.
ST. FRANSISKUS DAN SERIGALA
Barangkali kisah Santo Fransiskus yang
paling terkenal yaitu kisahnya menjinakkan
serigala yang meneror rakyat
kota Gubbio. saat Fransiskus
tinggal di kota itu ia mendapati
ada seekor serigala yang
sangat ganas. Ia tidak saja
memburu dan memangsa
binatang, namun juga manusia.
Rakyat kota itu mengangkat
senjata untuk
membinasakannya, namun
mereka yang pergi menghadapi
serigala itu lenyap oleh taring-taringnya yang tajam.
Maka penduduk menjadi sangat takut dan tidak
berani keluar dari tembok kota.
Fransiskus merasa iba kepada penduduk kota
dan memutuskan untuk pergi menemui serigala.
Penduduk mencegahnya dengan sangat, namun
Fransiskus bersikeras bahwa Tuhan akan
menjaganya. Seorang rahib yang pemberani dan
beberapa petani menemani Fransiskus sampai ke
gerbang luar kota. namun segera saja petani-petani
itu merasa gentar dan tidak berani melanjutkan
perjalanan.
Fransiskus dan rahibnya mulai berjalan. Tiba-
tiba serigala, dengan rahangnya ternganga, muncul
dari hutan dan datang menyerang kedua biarawan
itu. Fransiskus membuat Tanda Salib ke arah
serigala. Dengan kuasa Tuhan, serigala itu segera
memperlambat larinya dan mengatupkan rahangnya.
Kemudian Fransiskus berteriak: "Datanglah
kepadaku, Saudara Serigala. Dalam nama Yesus,
aku memerintahkan kamu untuk tidak lagi menyakiti
siapa pun." Maka pada saat itu juga serigala
menundukkan kepalanya dan datang berbaring di
bawah kaki St. Fransiskus. Serigala itu menjadi jinak
seperti seekor anak domba.
St. Fransiskus menjelaskan kepada serigala
bahwa serigala telah menakutkan penduduk kota,
sebab ia tidak saja memangsa binatang, namun juga
manusia yang diciptakan seturut gambaran Allah.
"Saudara Serigala," kata Fransiskus, "aku ingin
mengadakan perdamaian antara kamu dan
penduduk Gubbio. Mereka tidak akan menyakiti
kamu dan kamu juga tidak boleh lagi menyakiti
mereka. Semua kejahatan di masa lampau harap
dimaafkan."
Serigala menyatakan persetujuannya dengan
menggoyang-goyangkan badannya dan
menggangguk-anggukkan kepalanya. Dan puncak
dari peristiwa yang menakjubkan itu, Fransiskus
meminta serigala untuk membuat janji. Sementara
Fransiskus mengulurkan tangannya untuk menerima
janji, serigala mengulurkan kaki depannya dan
meletakkannya di atas tangan orang kudus itu.
Kemudian, Fransiskus memerintahkan serigala untuk
mengikutinya masuk ke dalam kota untuk
mengadakan perjanjian damai dengan penduduk
kota. Maka tanpa melawan sedikit pun serigala
mengikuti St. Fransiskus.
saat mereka tiba di alun-alun kota, semua
orang datang untuk menyaksikan peristiwa yang
ajaib itu. Dengan serigala di sisinya, Fransiskus
berkhotbah kepada penduduk kota mengenai cinta
kasih Tuhan yang luar biasa serta ajaib, yang
memanggil mereka semua untuk bertobat dari
semua dosa-dosa mereka. Kemudian atas nama
serigala, Fransiskus menawarkan perdamaian
kepada penduduk kota. Penduduk berjanji dengan
suara lantang bahwa mereka akan menyediakan
makanan bagi serigala. Kemudian Fransiskus
bertanya kepada serigala apakah ia mau hidup
berdamai dengan syarat-syarat ini . Serigala
menundukkan kepalanya dalam-dalam dan
merenggangkan badannya untuk meyakinkan semua
orang bahwa ia menerima janji itu. Kemudian sekali
lagi serigala meletakkan tangannya di atas tangan
Fransiskus sebagai tanda ikatan perjanjian.
Sejak saat itu penduduk kota menepati janji yang
mereka buat. Serigala tinggal selama dua tahun
lamanya di antara penduduk kota, pergi dari satu
rumah ke rumah lain untuk meminta makanan.
Serigala tidak menyakiti siapa pun dan tak seorang
307
pun menyakitinya. Bahkan anjing-anjing pun tidak
menyalak kepadanya. saat akhirnya serigala mati
sebab telah tua umurnya, sangat sedihlah
penduduk kota Gubbio. Cara hidup serigala yang
penuh damai menjadi peringatan bagi mereka akan
pengaruh, kesabaran, keteladanan dan kekudusan
St. Fransiskus yang menjadi simbol nyata kekuasaan
dan pemeliharaan Tuhan Allah yang hidup.
Fransiskus Assisi (1181-1226), pendiri Ordo
Saudara-saudara Hina-Dina atau Fransiskan; L:
biarawan dengan stigmata (= lima luka Jesus);
P: 4 Oktober
FRANSISKO CAPILLUS (1607-1648)
yaitu martir pertama di Tiongkok. Sesudah
bekarya di propinsi Fukien dengan hasil gemilang, ia
ditangkap, disiksa dan akhirnya dipenggal.
P: 15 Januari
SANTO FRANSISKUS dari PAOLA (1416-
1507)
St. Fransiskus dilahirkan di sebuah dusun
kecil di Paola, Italia sekitar tahun 1416.
Orangtuanya miskin, namun
bersahaja dan kudus. Mereka
mohon bantuan doa St.
Fransiskus dari Asisi agar
dikaruniai seorang putera.
saat ia akhirnya dilahirkan, ia
diberi nama Fransiskus. Anak itu
tumbuh besar dan pergi ke
sekolah di mana para
pengajarnya yaitu imam-imam
Fransiskan. Di sanalah
Fransiskus belajar membaca. saat berusia
limabelas tahun, seijin orangtuanya, Fransiskus
tinggal di sebuah gua. Ia ingin menjadi seorang
pertapa dan melewatkan hidupnya hanya bersama
Tuhan saja.
saat usianya duapuluh tahun, pemuda-
pemuda lain ikut bergabung dengannya. St.
Fransiskus meninggalkan gua kediamannya.
Penduduk kota Paola membangun sebuah gereja dan
juga biara untuk Fransiskus dan para pengikutnya.
Ia menyebut ordo religiusnya yang baru dengan
nama “Minims”. “Minims” artinya “yang terkecil dari
semuanya.”
Semua orang mengasihi St. Fransiskus. Ia
berdoa bagi mereka dan melakukan banyak
mukjizat. Ia menasehati para pengikutnya agar
senantiasa lemah lembut dan rendah hati, serta
melakukan banyak matiraga. Ia sendiri merupakan
teladan terbaik dari segala keutamaan yang
diajarkannya. Suatu saat , seorang yang
mengunjungi Fransiskus menghinanya. saat orang
itu selesai berbicara, Fransiskus melakukan sesuatu
yang aneh. Dengan tenang diambilnya batu bara
panas dari tempat perapian dan digenggamnya
dengan erat dalam tangannya. Namun demikian, ia
tidak terbakar sedikit pun. “Mari, hangatkanlah
dirimu,” katanya dengan lembut kepada
pendakwanya. “Engkau gemetar oleh sebab engkau
membutuhkan sedikit belas kasihan.” Sesaat
terjadilah sesuatu yang ajaib, tamu ini
berubah pandangan mengenai Fransiskus. Sejak
saat itu, ia amat mengagumi St. Fransiskus.
Raja Louis XI dari Perancis tidak hidup
dengan baik. saat raja sedang sekarat, ia meminta
St. Fransiskus datang kepadanya. Pikiran akan
segera menemui ajalnya telah membuat raja
gemetar ketakutan. Ia menghendaki agar Fransiskus
melakukan mukjizat dan menyembuhkannya.
Sebaliknya, yang dilakukan orang kudus ini
yaitu dengan lemah lembut membantu raja yang
ketakutan itu mempersiapkan diri sebaik-baiknya
agar dapat meninggal dengan kudus. Hati raja
berubah. Ia menerima kehendak Tuhan dan wafat
dengan tenang dalam pelukan Fransiskus.
St. Fransiskus menikmati umur panjang
untuk memuliakan serta mengasihi Tuhan. Ia wafat
pada hari Jumat Agung pada tahun 1507, dalam usia
sembilan puluh satu tahun.
P: 2 April
“Yesus terkasih, lindungilah orang-orang benar,
luruskanlah orang-orang berdosa; berbelas kasihanlah
kepada semua orang beriman - baik yang hidup maupun
yang sudah mati -; berbelas kasihanlah kepadaku,
meskipun aku tidak lebih dari seorang pendosa yang tak
berguna.” St. Fransiskus dari Paola
FRANSISKO SAVERIO BIANCHI (1743-
1815)
yaitu mahaguru, mistikus dan pembaharu
kehidupan keagamaan di Napoli Italia
P: 31 Januari
SANTO FRANSISKUS ANTONIUS FASANI
(1681-1742)
Orang kudus ini, yang lahir pada tahun 1681,
dipanggil Johnny semasa kecilnya. Ia yaitu putera
seorang petani Italia. Ayahnya meninggal dunia
sebelum usianya mencapai sepuluh tahun. Suami-
kedua ibunya bersikap baik kepadanya. Ia mengirim
anak itu agar mendapatkan pendidikan dari para
Fransiskan.
saat usianya limabelas tahun, Johnny minta
agar diperkenankan bergabung dengan ordo
Fransiskan. Ia menjadi Frater Fransiskus Antonius.
Ia berhasil amat baik dalam seluruh pelajaran dan
ditahbiskan menjadi seorang imam. P Fransiskus
Antonius menjadi terkenal sebagai seorang guru dan
pengkhotbah. Di kemudian hari, ia juga diangkat
sebagai superior. Ia
berusaha semaksimal
mungkin menjadi pelayan
kasih bagi segenap
biarawan.
P Fransiskus
Antonius secara istimewa
menaruh perhatian pada
para tahanan. Penjara-
penjara di masa itu
sungguh merupakan tempat
yang mengerikan. Dengan
segala daya usaha ia
berusaha membantu para
tahanan yang malang. Kasihnya mengalir bagi siapa
saja yang membutuhkan. Dialah yang memulai
kebiasaan mengumpulkan hadiah-hadiah di masa
Natal untuk dibagikan kepada keluarga-keluarga
miskin. Di Lucera, di kota di mana ia melewatkan
hidupnya, orang biasa mengatakan, “Jika engkau
ingin melihat St Fransiskus dari Assisi, lihat saja P
Fransiskus Antonius!”
St Fransiskus Antonius memiliki devosi yang
mendalam kepada Bunda Maria. Ia biasa
menyampaikan penghormatan istimewa kepada
Santa Perawan Maria dengan gelarnya Yang
Dikandung Tanpa Dosa. Pada permulaan novena
menyambut hari raya inilah ia wafat. Beberapa
waktu sebelumnya, kala kesehatannya masih prima,
ia mengatakan bahwa ia akan segera meninggal
dunia. Ia bahkan mengatakan kepada seorang rekan
imam bahwa ia akan ikut bersamanya. Rekan imam
yang baik ini dengan agak terperanjat menjawab,
“Dengar, Pater, jika engkau hendak meninggalkan
dunia ini, itu urusanmu, namun aku tidak akan
tergesa-gesa!” Apakah jawab orang kudus kita?
“Kita berdua harus melakukan perjalanan ini,”
katanya, “aku dulu dan engkau menyusul.” Dan
tepat inilah yang terjadi. Rekan imam itu hidup
hanya dua bulan sesudah St Fransiskus Antonius
pergi mendapatkan ganjaran abadinya. P Fransiskus
Antonius wafat pada tahun 1742 dan dimaklumkan
sebagai “beato” oleh Paus Pius XII pada tahun 1951
dan sebagai “santo” pada tahun 1986 oleh Paus
Yohanes Paulus II.
FRANSISKUS BORGIA (1510-1572)
saat Ratu Isabela meninggal, jenasahnya
harus di boyong ke Granada, tempat
peristirahatannya yang terakhir. Tugas mengawal
dipercayakan kepada Raja Muda dari Catalonia,
Fransiskus de Borgia.
Sebelum dimasukkan ke liang lahat peti jenazah
harus dibuka untuk membuktikan, bahwa sungguh
jenazah ratulah yang akan dimakamkan. Begitu peti
mayat dibuka, Fransiskus hamper pingsan oleh bau
busuk yang menusuk hidung. Ia juga menyaksikan
kehancuran mayat ratu yang dulu begitu cantik,
bahkan dipujanya. Serta-merta Fransiskus berikrar
tak lagi akan mengabdi kepada seorang raja
duniawi, yang dapat mati dan hancur tubuhnya.
Fransiskus dilahirkan dari keluarga
bangsawan tinggi Italia dan masih memiliki
hubungan darah dengan keluarga kerajaan Spanyol.
Ayah neneknya yaitu Paus Alexander VI (1492-
1503), yang sebelum dipilh menjadi paus telah
memiliki beberapa anak. Tingkahlaku dan cara
hidup paus ini menurunkan derajat nama keluarga
Borgia. Neneknya terbunuh di Roma (1497).
Fransiskus dididik di istana kaisar dan kemudian
diangkat menjadi gubernur. Walaupun Fransiskus
gubernur yang baik, namun banyak orang tidak
menyukainya. Sebab, ia tegas-tegas menindak para
bangsawan dan pejabat korup. Sesudah isterinya
meninggal, ia diam-diam masuk Serikat Jesus.
Sebelumnya gelar dan kekayaannya diwariskan
kepada anaknya yang sulung, dan dapat menjamin
kehidupan ketujuh anakanya yang lain. Pada usia 41
tahun ia ditahbiskan imam. Ia berusaha keras agar
orang melupakan asal-usulnya yang tinggi. Namun
sia-sia saja. Ia sangat berhasil dalam kotbah-
kotbahnya di Spanyol dan Potugal. Tiga tahun
kemudian ia ditunjuk oleh Santo Ignatius de Loyola
memimpin para Jesuit di kedua Negara ini .
Kemudian ia dipanggil ke Roma dan empat tahun
berikutnya diminta menjadi Jenderal Serikat Jesus.
Meski masa kepemimpinannya pendek, namun
sangat memajukan serikat.
Ia mencurahkan perhatian banyak pada
Koleso Romawi (sekarang Universitas Gregoriana).
saat berusia 61 tahun ia mendapat tugas dari Paus
Pius V susaha menghubungi para raja Kristen, agar
bersatu menghadapi ancaman tentara Turki atas
wilayah-wilayah Kristen. Ia patuh dan berangkat.
namun tenaganya semakin lemah dan sesudah
memberikan berkat bagi anak-anak dan cucunya, ia
menghembuskan napas terakhir di Roma.
Fransiskus de Borgia (1510-1572), raja muda
dan Jendral Serikat Jesus. Makamnya di Madrid
dirusak dan dibakar oleh kaum ateis pada tahun
1931; L: tengkorak dengan mahkota; P: 3
Oktober
SANTO FRANSISKUS CARACCIOLO
(13 Oktober 1563-1607)
Fransiskus dilahirkan di daerah Abruzzi, Italia
pada tanggal 13 Oktober 1563. Ayahnya seorang
pangeran Neapolitan. Ibunya
menyatakan memiliki
hubungan dengan keluarga
Aquino darimana Santo
Thomas Aquinas, seorang
kudus dari abad ketiga belas,
berasal. Fransiskus menikmati
masa kanak-kanak yang
menyenangkan. Ia aktif dalam
kegiatan olahraga. Kemudian,
saat usianya dua puluh dua
tahun, suatu penyakit, sejenis
penyakit kusta, menyerangnya
hingga hampir membawa
kematian. Pada waktu sakit itu, Fransiskus
memikirkan hampanya kesenangan-kesenangan
duniawi. Ia menjadi sadar bahwa kebahagiaan sejati
hanya dapat ditemukan dalam sesuatu yang lebih
mendalam. Fransiskus berjanji bahwa jika
kesehatannya membaik, ia akan mempersembahkan
hidupnya bagi Tuhan. Penyakitnya tiba-tiba lenyap
begitu saja bagaikan suatu mukjizat. Fransiskus
menepati janjinya. Ia mulai belajar untuk menjadi
seorang imam.
Sebagai seorang imam yang baru
ditahbiskan, Pastor Fransiskus bergabung dalam
suatu kelompok yang membaktikan diri demi
pewartaan bagi orang-orang di penjara. Mereka
memberikan perhatian pada para narapidana serta
mempersiapkan para hukuman agar dapat
meninggal dengan baik. Ia, bersama Pastor Yohanes
Agustinus Adorno, membentuk suatu kongregasi
religius. saat Pastor Adorno wafat, Fransiskus
dipilih menjadi pemimpin biara. Ia sama sekali tidak
merasa nyaman dengan jabatan barunya itu. St.
Fransiskus demikian rendah hati hingga ia
menandatangani surat-suratnya dengan,
“Fransiskus, orang berdosa”. Ia juga mendapatkan
giliran, bersama dengan para imam yang lain,
menyapu lantai membersihkan tempat tidur dan
mencuci piring.
Pastor Fransiskus acapkali melewatkan nyaris
sepanjang malam dengan berdoa di gereja. Ia
menghendaki agar semua imam melewatkan
sekurang-kurangnya satu jam setiap hari di hadapan
Sakramen Mahakudus. St. Fransiskus begitu sering
dan begitu fasih berbicara tentang kasih Allah bagi
kita, hingga ia dikenal sebagai “pewarta kasih Allah.”
St. Fransiskus tidak berumur panjang. Ia
wafat pada tahun 1607 dalam usia empat puluh
empat tahun. Menjelang wafatnya, tiba-tia ia
berseru, “Mari kita pergi!” “Ke manakah engkau
hendak pergi?” tanya imam yang berada di sisi
pembaringannya. “Ke surga! Ke surga!” demikian
jawabnya dengan suara tegas serta penuh sukacita.
Beberapa saat kemudian ia pun wafat. St.
Fransiskus Caracciolo dinyatakan kudus oleh Paus
Pius VII pada tahun 1807.
SANTO FRANSISKUS de SALES
(21 Agustus 1567-28 Desember 1622)
Fransiskus dilahirkan di kastil keluarga de
Sales di Savoy, Perancis, pada tanggal 21 Agustus
1567. Keluarganya yang kaya membekalinya dengan
pendidikan yang tinggi. Pada usia duapuluh empat
tahun, Fransiskus telah meraih gelar Doktor Hukum.
Ia kembali ke Savoy dan hidup dengan bekerja
keras. namun , kelihatannya Fransiskus tidak tertarik
pada kedudukan yang tinggi dalam warga . Di
hatinya, Fransiskus
mendengar adanya suatu




