Torah
Lima Kitab Mosheh
Kata Torah (ה biasanya diterjemahkan sebagai “hukum”, namun arti sesungguhnya (ּתֹור
yaitu “ajaran”, “arahan”, “instruksi”, “cara”, “petunjuk”, “arah”. Kata Torah (ה (ּתֹור
berasal dari akar kata yarah (ה ,”yang artinya “menembakkan (anak panah) (י ר
“mengenai sasaran”, “melontarkan (ke sasaran)”, “menunjuk (dengan telunjuk)”,
“mengajar”. Jadi bisa dimaknai, kata Torah itu artinya “pengajaran” atau “instruksi.”
Mengajar berhubungan dengan Roh Kudus, sama seperti Elohim mengajar (ה (yarah י ר
Mosheh apa yang harus dilakukan dan dikatakan (Kel. 4:15). Dan sangatlah jelas bahwa
Yeshua Mesias kita mengambil gelar Rabbi dan melakukan pelayanan-Nya sebagai Guru
(Yoh. 1:38). Torah yaitu pusat “pengajaran” bagi orang Yahudi.
Torah terdiri dari “Lima Kitab Mosheh”:
י • ֵראשִׁ תב Bereshit (Kejadian)
Kisah penciptaan alam semesta oleh Elohim Yisra’el, dan bagaimana Dia memilih
anak-anak Yisra’el untuk menjadi umat perjanjian-Nya sendiri. Bereshit artinya
“dalam permulaan.”
מֹות • Shemot (Keluaran) ש
Kisah pembebasan anak-anak Yisra’el dari perbudakan di Mitzrayim. Pemberian
perjanjian Mosheh kepada Yisra’el. Shemot artinya “nama-nama”.
א • ר ִׁק Vaiyiqra (Imamat) וַי
Instruksi-instruksi terperinci untuk imamat kuno tentang bagaimana Yisra’el
dapat mendekati Elohim melalui ritual-ritual di mishkan (tabernakel). Vaiyiqra
artinya “dan Dia memanggil.”
ַבר • ד מִׁ Bamidbar (Bilangan) ב
Kisah tentang bagaimana Mosheh memimpin anak-anak Yisra’el mengembara
melalui padang gurun Sinai. Bamidbar artinya “di padang gurun.”
ים • רִׁ ב Devarim (Ulangan) ד
Pembaruan perjanjian Mosheh dengan berkat-berkat untuk ketaatan dan
konsekuensi-konsekuensi untuk ketidaktaatan. Devarim artinya “kata-kata” dan
disebut oleh orang Yahudi sebagai “pengulangan” Torah.
Fakta Tentang Gulungan Kitab Torah
• Ada 304.805 huruf dalam Sefer Torah (yaitu, gulungan kitab Torah). Huruf yang
paling banyak yaitu (י) Yod; huruf yang paling sedikit yaitu (ט) Tet.
• Ada lebih dari 4.000 hukum yang harus diketahui oleh seorang sofer (juru tulis)
sebelum dia mulai menulis Sefer Torah. Hukum-hukum ini secara kolektif disebut
soferut.
• Gulungan Kitab Torah yang ada dalam tabut sinagoga Yahudi yaitu kesaksian
yang kuat tentang keakuratan dan integritas Firman YHVH, seperti yang
disampaikan kepada Mosheh.
• Gulungan Kitab Torah ditulis di atas lembaran kulit sapi yang ditulisi kaligrafi
Ibrani dengan tinta hitam khusus dengan pena bulu kosher. Perkamen kosher
yang disebut klaf ini disiapkan secara khusus untuk Sefer Torah. Setiap halaman
kemudian dijahit ke halaman sebelumnya menggunakan usus dari hewan kosher.
• Sefer Torah secara keseluruhan bisa membutuhkan sekitar 80 lembaran kulit atau
lebih. Bukan materialnya yang luar biasa, namun tulisan itu sendiri. Teks yang
menakjubkan ini yaitu dokumen kuno yang paling akurat di dunia. Ini juga berisi
sejumlah besar kode-kode informasi di luar teks itu sendiri.
• Seorang Sofer membuat sendiri pena bulu untuk menulis Sefer Torah. Bulu-
bulunya harus berasal dari burung kosher, dan angsa merupakan burung pilihan
bagi banyak juru tulis. Sofer dengan hati-hati dan sabar mengukir satu titik di
ujung bulu, dan dia akan menggunakan banyak pena bulu dalam menulis satu
Sefer Torah. Sofer juga menyiapkan tinta untuk menulis Sefer Torah dengan
mencampur bubuk gallnut, kristal tembaga sulfat, bubuk gom Arab, dan air. Ia
hanya menyiapkan sedikit demi sedikit, sehingga tinta akan selalu segar. Tinta
segar berwarna hitam pekat, dan hanya ini yang dapat diterima untuk menulis
Sefer Torah.
• Seorang Sofer akan membuat setidaknya tiga sampai empat kolom pada setiap
lembar perkamen – disebut amudim (dari kata amud – kolom). Ada 248 amudim
dalam Sefer Torah dan masing-masing memiliki 42 baris.
• Tidak ada huruf yang boleh menyentuh satu sama lain. Jika satu huruf saja
ketinggalan, maka seluruh Torah dinyatakan pasul (tidak Kosher).
• Rata-rata Torah membutuhkan waktu 6 bulan hingga satu tahun untuk
diselesaikan.
• Pada zaman Ezra, gaya aksara Ibrani diubah dari “aksara Ivri” menjadi “aksara
Ashuri”. Ada dua jenis aksara Ibrani, yaitu aksara Ivri kuno yang ditemukan pada
koin-koin dan tulisan kuno, dan “aksara Ashuri” yang telah dipakai sejak zaman
Ezra dalam Sifrei Torah dan teks-teks suci, dan telah menjadi format standar
untuk semua tulisan Ibrani.
Huruf-huruf Besar dan Kecil dalam Torah
Gulungan Torah berisi banyak huruf yang tidak standar dalam hal ukuran, penempatan,
dan orientasi. Karakter yang tidak biasa ini sama persis dari satu gulungan Torah kepada
gulungan Torah berikutnya. Ini bukan kesalahan, melainkan, mereka mengandung
sejumlah besar informasi yang digali oleh Orang-orang Bijak dan dipakai untuk
menyampaikan Firman YHVH kepada umat-Nya.
Huruf-huruf Torah ada dalam tiga ukuran: besar, kecil, dan huruf standar yang
dipakai untuk menulis sebagian besar Torah. Huruf Alef besar disebut sebagai Alef
Rabbati, Alef kecil disebut Alef Ze’ira. Alef berukuran sedang disebut Alef Regila (Alef
reguler).
Ada sekitar 100 huruf abnormal dalam teks Masoret Alkitab—banyak di antaranya dalam
Pentateukh—yang selalu disalin oleh para juru tulis, dan muncul juga dalam edisi cetak.
Di antara huruf-huruf ini yaitu : “Vav” patah (terbelah dua) dalam kata ֽלֹום ,shalom) ש
“damai sejahtera”; Bil 25:12); “Mem” sofit/akhir (ם) dalam kata ֵבה ,le’marbeh) ל ַםר
“pertambahan”, “bertambah besar”; Yes 9:6); “Nun” terbalik (׆) dalam sembilan bagian
(Bil 10:35, 36; Maz 107:23-28, 40); Qof yang berbentuk khusus (Kel 32:25, Bil 7:2); dan
Huruf-huruf yang Tergantung atau Ditinggikan.
Huruf-huruf yang secara tradisional ditulis besar (rabbati):
• Kej 1:1; Kej 30:42; Kej 34:31; Kej 49:12; Kej 50:23
• Kel 2:2; Kel 11:8; Kel 28:36; Kel 34:7; Kel 34:11; Kel 34:14
• Im 11:30; Im 11:42; Im 13:33
• Bil 3:16; Bil 13:30; Bil 14:17; Bil 24:5; Bil 27:5
• Ul 2:33; Ul 3:11; Ul 6:4; Ul 18:13; Ul 22:6; Ul 28:68; Ul 29:28; Ul 32:4; Ul 32:5; Ul
32:6; Ul 33:29
Huruf-huruf yang secara tradisional ditulis kecil (ze’ira):
• Kej 2:4; Kej 23:2; Kej 27:46
• Kel 32:25
• Im 1:1; Im 6:9
• Bil 25:11
• Ul 9:24; Ul 32:18
Gulungan Kitab Torah
Torah tertulis dari Mosheh disebut Sefer Torah, atau Gulungan Kitab Torah, dan
merupakan objek paling suci dari kehidupan Yahudi. Gulungan perkamen panjang
digulung mengelilingi dua batang kayu berukir (etz chayim; literal “pohon kehidupan”)
yang direkatkan pada kedua ujung gulungan perkamen.
Sefer Torah ditulis tangan dengan cermat dalam kaligrafi Ibrani dengan tagin
(“mahkota”) pada perkamen kosher. Cara penulisan ini dikenal sebagai STA”M (״ם ת ,(ס
singkatan dari זּוזֹות ּומ פִׁלִׁין,ֶ ּת ש,ֶ קֹוד פ ֵריֶ sifrei qodesh, tefillin um’zuzot; artinya) סִׁ
gulungan-gulungan kitab kudus, tefilin (tali sembahyang) dan mezuzot (bentuk jamak
dari mezuzah, arti literalnya “tiang pintu”)). Lihat perintah YHVH dalam Ulangan 6:4-9.
Huruf-huruf Bermahkota
שעט נת גצץ
Dalam Gulungan Torah, delapan huruf Ibrani diberi perhiasan khusus dengan
menambahkan tiga “tagin” atau mahkota kecil ke atasnya. Secara kolektif huruf-huruf ini
sering disebut huruf-huruf “sha'atnetgetz” (singkatan dari shin, ayin, tet, nun, tav, gimel,
tzadeh). Beberapa orang menyebut bahwa mahkota-mahkota kecil ini yaitu “keraia”
yang disebut oleh Yeshua dalam Matius 5:18, meskipun belum jelas apakah tagin itu
sudah dipakai pada zaman Tuhan Yeshua. Lebih mungkin bahwa “keraia” itu mengacu
pada “qotz” atau “duri” atau “kaki” (serif) yang menyembul dari sebuah huruf Ibrani.
Aron Qodesh
Gulungan Torah disimpan dengan ditutupi kain dan seringkali dihiasi dengan mahkota
perak pada pegangan gulungan dan penutup dada perak di bagian depan – dengan
dihiasi, seperti imam besar yang digambarkan dalam Vaiyiqra (Imamat). Gulungan
Torah dililitkan di seputar etz chayim, gagang yang terbuat dari kayu, kemudian
gulungan Torah disimpan dalam lemari khusus di sinagoga yang disebut “Aron Qodesh,”
yang artinya “peti kudus” atau “tabut”.
Torah Tertulis, Lisan, dan Mistis
1. Torah Shebal Peh ֶ ַעלֶ ב ש הֶ פ הּתֹור (Torah Lisan). Yaitu Talmud. Tradisi
mengatakan bahwa dua bentuk Torah, Torah shebikhtav dan Torah shebal peh,
telah ada berdampingan sejak pewahyuan di gunung Sinai. Torah Lisan, yang tidak
diberikan untuk dituliskan selama berabad-abad sebelum Mishnah disusun,
diturunkan secara lisan secara berantai oleh orang-orang bijak dan pewaris tradisi.
2. Torah shebikhtav ב כ ת בִׁ הֶש Torah tertulis; Tulisan-tulisan .(Torah Tertulis) ּתֹור
Mosheh; kadang-kadang dipakai secara sinonim dengan 24 buku yang
membentuk Tanakh.
3. Torat HaNistar ֶרֶֶתּתֹור ּת ַהנִׁס (Torah Tersembunyi). Torah “tersembunyi”
dikatakan memiliki asal usul dari patriark Abraham (dan bahkan Adam di Taman
Eden), meskipun paling jelas diwujudkan dalam sefer haZohar. Torah yang
tersembunyi juga disebut “Torat HaSod,” Torah rahasia.
Garis Besar Torah dalam Lima Kata
Jika Anda menghubungkan kata terakhir dari setiap kitab Torah, itu akan menceritakan
keseluruhan kitab Torah... Kejadian diakhiri dengan kata יִׁם ר ֽ צ מִׁ be'mitzrayim, “di ב
Mitzrayim”; Keluaran diakhiri dengan kata ֶם ֵעיה ֽ mas’eihem, “perjalanan-perjalanan ַמס
mereka”; Imamat diakhiri dengan kata י ינ ֽ ֶו Sinai; Bilangan diakhiri dengan kata“ סִׁ י ֵרח ֽ
“Yerekho”, dan Ulangan diakhiri dengan kata ֶל ֵאֽ ר ִׁש Yisra’el”. Jika Anda merangkai“ י
kata-kata ini menjadi satu, Anda akan mendapatkan pengertian, “Yisra’el keluar dari
Mitzrayim, mereka melakukan perjalanan-perjalanan di padang gurun, mereka
mendengar suara YHVH Elohim di gunung Sinai, mereka menyeberangi Yarden menuju
Negeri Perjanjian dan memperoleh kemenangan pertama mereka di Yerekho, dan
akhirnya mereka menetap di negeri yang telah YHVH janjikan di Negeri Perjanjian, yang
menjadi Tanah Yisra’el.”
Hati Bapa
Huruf pertama dalam Torah yaitu Bet (ב) dalam kata ית ֵראשִׁ bereshit (dalam ב
permulaan), dan huruf terakhir dari Torah yaitu Lamed (ל) dalam kata ֵאל ר ִׁש .Yisra’el י
Dengan menyatukan kedua huruf Ibrani ini, kita mendapatkan kata לֵב lev, yang artinya
“hati” atau “jantung”, yang menunjukkan bahwa keseluruhan Torah – dari huruf pertama
hingga huruf terakhir – mengungkapkan hati dan kasih Elohim bagi kita.
Demikian juga, huruf pertama dari Alkitab yaitu Bet (ב), seperti yang dijelaskan di atas,
dan huruf terakhir yaitu Nun (ן) dalam kata ֵמֶן amen, yang jika disatukan akan א
membentuk kata בן ben (anak laki-laki, putra) sehingga keseluruhan Alkitab – dari
permulaan hingga akhir – menyingkapkan Pribadi Elohim Putra (ן – yakni, Yeshua – (ב
bagi kita.
Bagian Torah Mingguan
Memahami Bagian Torah Mingguan (Parashat HaShavuah)
Setiap hari Sabtu di sinagoga di seluruh dunia, suatu bagian dari Torah (disebut
parashah) dibacakan secara umum. Torah dibagi menjadi 54 parashiyot, sehingga dalam
perjalanan satu tahun Ibrani (dimulai dan diakhiri pada hari raya Simchat Torah) seluruh
gulungan kitab Torah telah dibacakan selama ibadah-ibadah Shabbat.
Jemaah membaca dan mempelajari bagian Torah yang diberikan sebelum dibacakan
selama ibadah pagi Shabbat. Perlu dicatat bahwa selain pembacaan Sabtu pagi, bagian
awal bacaan untuk minggu berikutnya dibacakan selama ibadah Sabtu sore dan selama
ibadah Senin dan Kamis pagi. Pembacaan Torah di depan umum (disebut keriat
HaTorah) yaitu suatu ritual keagamaan, yang berbeda dari studi Torah, yang disebut
talmud Torah.
Tahun kabisat Yahudi terdiri dari 54 minggu, namun tahun non-kabisat hanya memiliki
50 minggu. Pada tahun kabisat Yahudi ada tambahan bulan yang disebut Adar II,
ditambahkan kepada bulan Adar yang biasa, sehingga ada 13 bulan dalam 1 tahun kabisat
Yahudi. Selama minggu Paskah dan minggu Sukkot, bagian Torah yang berbeda
dibacakan, sehingga tersisa 52 minggu untuk 54 bacaan (jadi ada 2 minggu yang memiliki
bagian bacaan ganda), dan pada tahun non kabisat hanya ada 48 minggu untuk 54 bacaan
(jadi ada 6 minggu yang memiliki porsi dua kali lipat). Selalu konsultasikan dengan
Kalender Ibrani yang baik untuk mendapatkan jadwal bacaan Torah mingguan.
Asal Usul Bagian Torah
Tradisi Yahudi menyatakan bahwa Ezra sang Ahli Torah (dan 120 tua-tua Majelis Agung
[abad ke-4 sebelum Mesias]) yaitu pencetus jadwal pembacaan Torah mingguan untuk
bangsa Yisra’el. Majelis Agung (di antaranya termasuk Mordekhai (bapa angkat Ester),
Daniel, Nehemyah, Zekharyah, dan Zerubabel) juga dikatakan telah melembagakan
praktek tradisional lainnya seperti pembacaan Kiddush (pada hari Shabbat); gagasan
bahwa doa harus dilakukan tiga kali sehari; struktur doa Amidah; pembacaan berbagai
ucapan berkat sebelum makan, dan sebagainya.
Ucapan Berkat Torah dan Aliyot
Bagian Torah dibagi menjadi beberapa bagian, yang disebut aliyot (secara literal artinya,
“kenaikan”). Dalam sinagoga Yahudi, merupakan suatu tradisi bagi seorang gabbai
(pejabat sinagoga) untuk memanggil orang-orang dari jemaah untuk mengucapkan
berkat sebelum dan sesudah pembacaan suatu bagian. Untuk ibadah Shabbat, setiap
parashah dibagi dalam tujuh aliyot, dengan bagian penutup (disebut Maftir) dibacakan
oleh orang yang juga akan membacakan ucapan berkat Haftarah. Ini berarti bahwa pada
suatu hari Shabbat, delapan orang akan dipanggil untuk mengucapkan berkat atas Torah.
Tata Cara Melakukan Aliyah
Dalam sinagoga Yahudi, orang yang ditugaskan aliyah dipanggil ke bimah (meja
pembacaan Torah) dengan nama Ibraninya. Sang pelantun Torah kemudian akan
menunjuk kepada kata pertama dalam gulungan kitab yang memulai bagian bacaan.
Orang tersebut kemudian menyentuh area margin yang paling dekat dengan titik itu
dengan tzitzit-nya dan kemudian menyentuhkan tzitzit ke bibirnya. Berdiri tepat di depan
gulungan kitab dengan kedua tangan memegang pegangan (etz chayim), dia
membacakan Barekhu dan berkat Torah pertama. Dia kemudian melepaskan etz chayim
dan bergeser ke kanan untuk memberi tempat kepada sang pelantun Torah membaca
bagiannya. saat pelantun selesai, orang itu kembali memegang kedua etz chayim dan
membacakan berkat Torah kedua. Setelah ini, orang berikutnya dipanggil ke bimah dan
prosesnya berulang sampai ketujuh aliyot dan maftir penutup selesai.
Apa itu Bagian Haftarah?
Bagian Torah mingguan (Parashat HaShavuah) diikuti oleh bagian tambahan dari
Nevi'im (kitab para Nabi) yang disebut Haftarah. Diperkirakan bahwa bacaan Haftarah
diturunkan saat Dinasti Hasmonean Yunani (akhir periode Bait Suci Kedua, sekitar
200 tahun SM), memerintah atas tanah Yisra’el. Orang-orang Helenis ini melarang
pembacaan Torah di depan umum untuk memusnahkan pengaruh Yahudi di bawah
kekuasaan mereka. Jadi, alih-alih membaca bagian Torah mingguan, para pemimpin
Yahudi yang cerdik melembagakan pembacaan mingguan bagian dari Nevi'im yang
mengandung isi yang serupa dengan bacaan Torah minggu itu.
Kalender parashah tidak mencakup keseluruhan kitab para nabi. Bacaan Haftarah jauh
lebih sedikit daripada bagian Torah, biasanya hanya mencakup satu pasal atau kurang.
Baik bagian Torah maupun Haftarah sudah diatur tatanannya. Artinya, petikan yang
sama dari kitab para Nabi selalu mengikuti kutipan yang sama dari Torah.
Maftir dan Haftarah
Maftir (tambahan) yaitu aliyah terakhir dari ibadah pembacaan Torah pada hari
Shabbat, yang biasanya terdiri dari beberapa ayat terakhir dari bagian Torah minggu ini
(pada hari-hari raya dan Shabbat-shabbat khusus, maftir memiliki bacaan yang berbeda:
lihat tabel di bawah). Orang yang menerima maftir juga membacakan Haftarah (bacaan
dari kitab para Nabi) dan berkah Haftarah yang menyertainya. Haftarah dan maftir
dihubungkan untuk menunjukkan bahwa kitab-kitab para Nabi harus didasarkan pada
studi Torah.
Seremoni Pembacaan Torah
Seremoni pembacaan Torah dan Haftarah dilakukan sebagai berikut: Gulungan Torah
diambil dari Tabut dan diarak mengelilingi ruangan sebelum dibawa untuk diistirahatkan
di atas bimah (mimbar pembacaan Torah). Bagian Torah mingguan (Parashat
HaShavuah) dibagi menjadi beberapa bagian (pasukim), dan beberapa anggota jemaah
dipanggil untuk membacakan ucapan berkat atas bagian yang ditugaskan kepada mereka
dari bacaan minggu tersebut. Kehormatan ini disebut sebagai aliyah (secara literal,
artinya kenaikan atau panggilan ke atas).
Aliyah pertama dari bacaan Torah pada hari apa pun dikhususkan bagi kohen (yaitu,
seseorang yang diturunkan dari garis keturunan imamat Aharon, saudara Mosheh),
aliyah kedua dikhususkan bagi orang Levi, dan aliyot berikutnya biasanya diberikan
kepada orang-orang yang merayakan peristiwa kehidupan besar, seperti pernikahan atau
kelahiran anak.
Yeshua dan Torah: Memahami Brit Chadashah (Perjanjian Baru)
Simchat Torah (“sukacita Torah”) merupakan hari raya yang menandai akhir dari siklus
pembacaan satu tahun dan awal dari siklus berikutnya. Begitu satu siklus berakhir, siklus
berikutnya dimulai. Siklus pembacaan Torah yang tidak pernah berakhir ini
menunjukkan peran sentralnya dalam Yudaisme. Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan,
dan Ulangan yaitu dasar bagi seluruh pemikiran keagamaan Yahudi.
Jemaah Yahudi Mesianik (pengikut Yeshua) menambahkan kutipan dari Brit
Chadashah, atau Perjanjian Baru. Membaca Perjanjian Baru di samping Torah dan Para
Nabi membuktikan klaim penting—baik Kitab Suci Ibrani (Tanakh atau Perjanjian Lama)
dan Perjanjian Baru memiliki pijakan yang setara. Tidak hanya mengakui bahwa setiap
bagian dari Kitab Suci merupakan Firman Elohim, namun semua tulisan ini menunjuk dan
menyatakan pesan yang konsisten—Yeshua yaitu Mesias. Petrus, misalnya, menulis
tentang surat-surat Paulus dan “kitab-kitab yang lainnya juga” (2 Pet. 3:16). Pernyataan
ini menyiratkan bahwa ajaran para rasul patut dihormati dan dipelajari sebagaimana
Torah dan Kitab Para Nabi.
Meskipun berbagai kelompok Mesianik telah mengajukan saran kutipan, tidak ada
pengaturan baku tentang kalender bacaan Brit Chadashah seperti yang ada untuk bagian
Torah dan Haftarah. Jemaah Mesianik tertentu mungkin memiliki bacaan Perjanjian
Baru alternatif untuk minggu yang sama. Kalender apa pun yang dipakai kelompok
Mesianik tertentu, kutipan Brit Chadashah biasanya akan berhubungan dengan bagian
Torah atau Haftarah minggu itu. Misalnya, bagian Torah untuk Parashat Mishpatim
yaitu Keluaran 21:1–24:18. Di bagian itu, Yisra’el berkumpul di sekitar Gunung Sinai
dan bersedia untuk mengikuti hukum-hukum yang YHVH berikan kepada mereka
melalui Mosheh (Keluaran 24).
Bacaan Perjanjian Barunya yaitu Matius 17:1-11. Bagian ini menceritakan transfigurasi,
saat Mosheh dan Eliyahu berbicara dengan Yeshua di atas gunung. Kedua teks tersebut
menyoroti peran Mosheh. Matius, tentu saja, menunjukkan bahwa Yeshua, Anak Elohim
(Mat 17:5), lebih besar daripada Mosheh. Membaca Torah, Haftarah, dan Brit Chadashah
bersama-sama yaitu cara terbaik untuk melihat tema-tema yang mencakup seluruh
Alkitab.
Demikian juga, para pengikut Mesias harus mengingat bahwa keseluruhan bagian lain
dari Kitab Suci kita dibangun di atas dasar kitab-kitab Torah. Perhatikan hal Penciptaan,
permulaan dosa, perjanjian Elohim dengan Avraham, pembebasan dari Mitzrayim, dan
Yisra’el menduduki negeri perjanjian. Tema-tema ini dimulai dalam Torah, namun mereka
bergema di seluruh Alkitab. Yeshua sendiri berkata-kata , “Janganlah mengira bahwa Aku
datang untuk membatalkan Torah atau kitab para nabi. Aku datang tidak untuk
membatalkan, melainkan untuk menggenapinya. Sebab, sesungguhnya Aku berkata-kata
kepadamu: Sampai langit dan bumi berlalu, satu iota atau satu keraia pun dari Torah
sekali-kali tidak akan lenyap, sampai segala sesuatu terjadi” (Mat. 5:17-18). [Lihat bagian
“Iota dan Keraia Torah”.]
Pembacaan Kitab Suci di depan umum selalu menjadi pusat dari sinagoga. Institusi
keagamaan ini kemungkinan besar dimulai sejak pengasingan Yisra’el. Tradisi Yahudi
menyatakan bahwa Ezra yaitu pencetus jadwal pembacaan Torah mingguan untuk
bangsa Yisra’el. Suatu pertemuan untuk mengadakan doa bersama dan pengajaran Torah
tidak ada bandingannya sebelum kemunculan gereja-gereja, yang dengan sendirinya
mengikuti pola sinagoga.
Yeshua secara teratur pergi ke sinagoga. Lukas pasal empat menyingkapkan sekilas
ibadah Shabbat abad pertama. Yeshua membaca sebuah bagian dari gulungan kitab
Yesaya dan kemudian mengomentari teks tersebut dan meneguhkannya.
Dan, Dia datang ke Nazaret, tempat Dia telah dibesarkan. Dan pada hari Shabbat, sesuai
dengan kebiasaan-Nya, Dia masuk ke sinagoga, dan berdiri untuk membaca. Dan
diberikanlah kepada-Nya kitab Nabi Yesaya. Dan setelah membuka kitab itu, Dia
menemukan bagian yang telah tertulis, “Roh YHVH ada pada-Ku, sebab Dia telah
mengurapi Aku, untuk menginjil kepada orang-orang miskin, Dia telah mengutus Aku,
untuk menyembuhkan orang-orang yang hancur hati, untuk mengkhotbahkan
pembebasan bagi para tawanan, dan pemulihan penglihatan bagi orang-orang buta,
untuk mengutus dalam kebebasan orang-orang yang tertindas” (Luk. 4:16-18).
Tidak jelas apakah Yeshua memilih kutipan itu atau apakah itu bagian dari kalender
bacaan yang ditetapkan. Mishnah, sumber hukum Yahudi abad ketiga, menyiratkan
jadwal standar pembacaan Kitab Suci di sinagoga.
Kitab Kisah Para Rasul juga mengacu pada parashah. Misalnya, “Dan setelah pembacaan
Torah dan Kitab Para Nabi, para pemimpin sinagoga mengutus orang kepada mereka
(Paulus dan Barnabas) sambil berkata-kata , “Hai para pria, hai saudara-saudara, jika di antara
kamu ada suatu perkataan nasihat bagi umat ini, katakanlah!” (Kis. 13:15).
Kemudian, Yakobus menyebutkan, “Sebab, Mosheh mempunyai orang-orang yang
memberitakan dia dari generasi yang lampau di setiap kota, dengan dibacakannya di
sinagoga-sinagoga pada setiap hari Shabbat” (Kis. 15:21).
Tidak jelas kapan tepatnya kalender parashah modern muncul. Namun, praktek
membaca Kitab Suci di sinagoga-sinagoga sudah ada sejak lampau.
Tabel Parashah Tradisional
Tabel berikut mencantumkan 54 bagian Torah menurut nama transliterasi konvensional.
Setiap bagian Torah biasanya diberi nama dari kata unik pertama dari teks Kitab Suci
Ibrani. Untuk menemukan bacaan Torah minggu ini, Anda harus berkonsultasi dengan
Kalender Ibrani yang mencantumkan parashah (Yahudi) untuk minggu (Gregorian)
tertentu.
* Bagian yang ditandai dengan tanda bintang dapat ditambahkan kepada bacaan Torah
minggu berikutnya.
Ada 54 bagian Torah, satu bagian untuk setiap minggu di dalam tahun kabisat, sehingga
dalam satu tahun Ibrani, dimulai dan diakhiri pada hari raya Simchat Torah, kita
membaca seluruh Torah dalam ibadah kita. Pada tahun-tahun non-kabisat, akan ada 50
minggu, jadi beberapa bagian Torah yang pendek digabungkan dengan bagian bacaan
minggu berikutnya. (Tahun kabisat Ibrani menambahkan satu bulan tambahan (terdiri
dari 4 minggu) yang disebut Adar II; dengan demikian akan ada bulan Adar I dan Adar
II dalam kalender Ibrani, yang mana ini akan menunjukkan bahwa ia yaitu tahun
kabisat).
Pada minggu Paskah dan minggu Sukkot, bagian Torah yang berbeda dibacakan,
sehingga dalam sebuah tahun kabisat akan tersisa 52 minggu untuk 54 bagian Torah (ada
2 minggu yang memiliki bagian bacaan ganda), dan pada tahun non kabisat akan
menyisakan 48 minggu untuk 54 bagian Torah (ada 6 minggu yang memiliki bagian
bacaan ganda).
Parashiyot Tambahan untuk Hari-hari Raya
Di bawah ini yaitu bacaan tambahan untuk hari-hari raya dan shabbat-shabbat khusus.
Perhatikan bahwa pada hari-hari raya, bagian maftir (M) berbeda dari bacaan Torah
biasanya.
Berkat Pembacaan Torah
Melakukan Aliyah kepada Torah
לֹום ב שָׁ ֶתָך ְלֹאֲהֵבי רָׁ מֹו ־ ְוֵאין תֹורָׁ ִמְכשֹול: לָׁ
shalom rav le’ohavei toratekha ve’ein- lamo mikhshol
Setiap Shabbat, sebuah bagian mingguan dari Torah (disebut parashah) dilantunkan
selama ibadah pagi. Bagian Torah ini sendiri dibagi-bagi lagi menjadi bagian-bagian yang
lebih kecil yang disebut aliyot (literal, “kenaikan”), dan merupakan tradisi untuk
memanggil orang-orang dari jemaah (disebut olim) untuk membacakan berkat sebelum
dan sesudah setiap bagian diucapkan oleh seorang pelantun atau pembaca Torah.
Untuk ibadah Shabbat, setiap parashah dibagi dalam tujuh aliyot dengan bagian penutup
(disebut Maftir) yang dibacakan oleh orang yang juga akan membacakan berkat
Haftarah. Ini berarti bahwa dalam suatu ibadah Pembacaan Torah Shabbat, delapan
orang akan dipanggil untuk membacakan berkat atas Torah (pada ibadah pagi hari kerja
(Senin dan Kamis), tiga aliyot pertama dari bagian Shabbat yang akan datang dibacakan).
Untuk mengingat kembali peranan ibadah di Bait Suci Yahudi kuno, merupakan suatu
tradisi untuk mempersembahkan aliyah pertama kepada seorang Kohen (yaitu, seorang
imam keturunan Aharon, saudara laki-laki Mosheh), yang kedua kepada seorang Levi
(yaitu, seorang keturunan dari suku Levi), dan aliyot yang tersisa (dari shlishi ke shevi'i)
kepada Yisra’elim (yaitu, orang Yahudi yang bukan Kohen atau Levi). Seorang gabbai
(pejabat sinagoga) akan memberitahukan terlebih dahulu nomor aliyah yang keberapa.
Jika Anda diberi kehormatan dipanggil untuk sebuah aliyah, Anda harus mengucapkan
berkat sebelum dan sesudah pembacaan Torah (oleh seorang pelantun). Berikut panduan
singkat untuk melakukan kehormatan ini:
1. saat nama Anda diumumkan oleh gabbai, berjalanlah ke arah bimah. Ambil rute
yang paling dekat.
2. Jika Anda mengenakan selendang doa (tallit gadol), Pelantun atau ba'al keri'ah akan
menunjuk kepada kata di gulungan Torah di mana ia akan mulai membaca. Ambil tzitzit
(jumbai) dari tepian selendang doa (tallit gadol) Anda dan sentuhkan kepada kata itu;
Anda dapat menyentuhkan tzitzit ke bibir Anda sebagai ungkapan cinta Anda kepada
Torah.
3. Berdirilah tepat di depan gulungan Torah dengan kedua tangan pada pegangan (etz
chayim) dan bacakan berkat berikut ini:
Barekhu Sebelum Pembacaan Torah:
ְרכּו ְך ְייָׁ ֶאתˉ בָׁ ַהְמֹברָׁ
barekhu et- Adonai hammevorakh
Jemaah menjawab:
ְך ְייָׁ רּוְך בָׁ ם ַהְמֹברָׁ ֶעד ְלעֹולָׁ וָׁ
barukh Adonai hammevorakh le’olam va’ed
4. Sekarang Anda akan membacakan berkat berikut ini:
Berkat Sebelum Pembacaan Torah:
רּוְך ה בָׁ ם ֶמֶלְך ֱאֹלֵהינּו ְיהוָׁה ַאתָׁ עֹולָׁ הָׁ
barukh attah Adonai eloheinu melekh ha’olam
diberkatilah engkau YHVH elohim kami raja semesta
ַחר ֲאֶשר נּו בָׁ ל בָׁ ַעִמים ִמכָׁ הָׁ
asher bachar banu mikkol ha’ammim
yang dia memilih dalam kami dari segala kaum-kaum
נּו ןְונָׁתַ תֹו ֶאת לָׁ תֹורָׁ
venatan lanu et torato
dan memberikan kepada kami » torahnya
רּוְך ה בָׁ ה נֹוֵתן ְיהוָׁה ַאתָׁ ַהתֹורָׁ
barukh attah Adonai noten hattorah
diberkatilah engkau YHVH yang memberi torah
Bergeserlah ke kanan untuk memberi tempat kepada pelantun untuk melantunkan
bagian dari Sefer Torah (gulungan kitab Torah).
5. Pada penghabisan, pelantun akan menunjuk kata terakhir yang dibacakan. Sekali lagi,
sentuh dengan tzitzit seperti yang disebutkan di atas.
6. Ucapkan berkat berikut:
Berkat Sesudah Pembacaan Torah:
רּוְך ה בָׁ ם ֶמֶלְך ֱאֹלֵהינּו ְיהוָׁה ַאתָׁ עֹולָׁ הָׁ
barukh attah Adonai eloheinu melekh ha’olam
diberkatilah engkau YHVH elohim kami raja semesta
נּו נַָׁתן ֲאֶשר ֱאֶמת תֹוַרת לָׁ
asher natan lanu torat emet
yang memberikan kepada kami torah kebenaran
ם ְוַחֵיי ְבתֹוֵכנּו נַָׁטע עֹולָׁ
vechaiyei ‘olam nata’ betokhenu
dan kehidupan kekal menanam di tengah-tengah kami
רּוְך ה בָׁ ה נֹוֵתן ְיהוָׁה ַאתָׁ ַהתֹורָׁ
barukh attah Adonai noten hattorah
diberkatilah engkau YHVH yang memberi torah
7. Setelah membaca berkat ini, bergantung pada minhag ha-maqom (kebiasaan tempat
itu), Anda dapat kembali ke tempat duduk Anda atau tetap berada di bimah sementara
oleh berikutnya melakukan aliyahnya.
Mazal Tov! – Anda baru saja selesai melakukan “Aliyah.”
Istilah-istilah:
Aliyah – (jamak: “Aliyot”); naik, ke atas; kenaikan; teradap lokasi atau terhadap
kedudukan atau tingkatan; seperti “Aliyah l'Eretz Yisra’el,” “Naik untuk tinggal di Negeri
Israel” atau “Aliyah La'Torah,” “Naik untuk melakukan berkat atas Torah.” Pada ibadah
pembacaan Torah (Shabbat), ada tujuh aliyot yang dibacakan (yaitu, tujuh bagian
berbeda dari parashah mingguan yang dibacakan selama ibadah Pembacaan Torah).
Bimah: Sebuah panggung di mana Torah dibaca (biasanya di depan Tabut, tapi pada
sinagoga-sinagoga Sephardik kemungkinan berada di tengah ruangan).
Mazal Tov! “Selamat!” Ekspresi ucapan selamat atau harapan yang baik (misal: “Mazel
Tov untuk bayi yang baru lahir!”).
Tallit Gadol: Selendang doa bersudut empat yang dikenakan oleh orang dewasa saat
ibadah pagi. Setiap sudut Tallit Gadol memiliki jumbai yang disebut tzitzit. Mengenakan
tallit membantu kita membentuk suasana untuk berdoa, seperti tempat persembunyian
di mana kita bertemu dengan Bapa di surga (Maz. 91:1). Paragraf ketiga dari doa Shema
berisi perintah untuk memakai tzitzit (Ul. 6:8). Di bagian atas tallit terdapat atarah, atau
pita lebar. Fungsi dari atarah yaitu untuk memastikan kita tidak mengenakan tallit
secara terbalik (demikian juga untuk mengucapkan kata-kata berkat Ibrani yang
dibacakan saat mengenakan tallit gadol). Atarah dilepas saat tallit dipakai untuk
mengubur orang mati. Orang Yahudi tradisional juga memakai tallit katan (tallit kecil).
Disebut juga arbah kanfot (empat penjuru), yaitu pakaian khusus seperti pakaian dalam.
Ini juga memiliki empat sudut berjumbai. Bagi orang-orang Yahudi Tradisional, tallit
gadol dan tallit katan hanya dikenakan oleh pria.
Barekhu
Panggilan untuk Ibadah
Barekhu yaitu panggilan untuk beribadah di sinagoga, dan secara tradisional
dilantunkan oleh seorang pelantun (atau chazzan) di hadapan minyan, kelompok
sepuluh orang laki-laki yang bar mitzvah. Persyaratan untuk sepuluh laki-laki ini berasal
dari kisah syafaat Avraham untuk Sedom, di mana YHVH bersedia jika ada sepuluh orang
benar di kota itu, Dia akan menyelamatkan kota-kota itu dari kehancuran. Barekhu juga
diucapkan oleh seseorang yang dipanggil untuk membaca Torah di depan jemaah.
Pelantun (atau oleh) akan melantunkan kata-kata berikut:
ְרכּו ְך ְייָׁ ֶאת־ בָׁ ַהְמֹברָׁ
barekhu et- Adonai hammerovakh
Dan minyan akan menjawab dengan kata-kata berikut:
רּוְך ְך ְייָׁ בָׁ ם ַהְמֹברָׁ ֶעד ְלעֹולָׁ וָׁ
barukh Adonai hammevorakh le’olam va’ed
Berkat Haftarah -
Berkat Maftir untuk Pembacaan Kitab Para Nabi
ַרי ְוֻחַקי ֲאֶשר ִצִּויִתי ַדי ַהְנִביִאים ֲהלֹוא ִהִשיגּו ַאְך ׀ ְדבָׁ ֶאת־ֲעבָׁ
ֲאֹבֵתיֶכם
Haftarah yaitu tradisi membaca dari Nevi'im (kitab para nabi) segera sesudah ibadah
Torah dilakukan pada hari Shabbat atau hari-hari raya. Orang yang menerima
kehormatan membaca Haftarah disebut Ba'al Haftarah atau Maftir, “orang yang
mengakhiri” pembacaan Torah.
Haftarah berasal dari akar kata fatar, yang artinya “memberhentikan”, atau
“mengakhiri”, atau “menyimpulkan”. Haftarah diibaratkan sebagai makanan penutup,
sebab pembacaan kitab para Nabi melengkapi pembacaan Torah pada ibadah tersebut.
Biasanya Haftarah yaitu tentang topik yang berhubungan dengan bagian Torah (kecuali
pada hari-hari raya, saat bacaan biasanya berhubungan dengan hari-hari raya). Di
beberapa sinagoga, Maftir pertama-tama akan membacakan aliyot Torah terakhir (dari
tujuh aliyot) dan kemudian membacakan berkat sebelum Haftarah.
Catatan: Orang yang membacakan Haftarah juga membaca Maftir aliyah. Alasan kenapa
Ba'al Haftarah menerima maftir aliyah tambahan ketimbang salah satu dari tujuh aliyot
yang diamanatkan yaitu untuk menghindari kesan bahwa Haftarah (yang berasal dari
bagian kenabian dari Alkitab Ibrani) memiliki kesucian yang setara dengan bagian Torah.
Dalam pandangan Yahudi, dengan membaca pengulangan pendek dari bacaan Torah dan
bagian dari para Nabi, menunjukkan bahwa Haftarah memiliki kesucian yang lebih
rendah ketimbang bacaan Torah utama. Pada hari-hari raya dan shabbat-shabbat khusus,
maftir memiliki bacaan yang berbeda yang diambil dari bagian lain dari Torah.
Berkat Sebelum Haftarah
Ucapan berkat berikut ini dibacakan (dilantunkan) sebelum membaca bagian Haftarah:
רּו ה ְך בָׁ ם ֶמֶלְך ֱאֹלֵהינּו ְייָׁ ַאתָׁ עֹולָׁ הָׁ
barukh attah Adonai eloheinu melekh ha’olam
diberkatilah engkau YHVH elohim kami raja semesta
ַחר ֲאֶשר ה טֹוִבים ִבְנִביִאים בָׁ צָׁ ְורָׁ
asher bachar binvi’im tovim veratzah
yang dia memilih dalam nabi-nabi yang baik dan berkenan
ִרים ְבִדְבֵריֶהם ֶבֱאֶמת ַהֶנֱאמָׁ
vedivreihem hane’emarim be’emet
dalam kata-kata mereka yang dikatakan dalam kesetiaan
רּוְך ה בָׁ ה ַהבֹוֵחר ְייָׁ ַאתָׁ ַבתֹורָׁ
barukh attah Adonai habbocher battorah
diberkatilah engkau YHVH yang memilih dalam torah
ֵאל ַעְבדֹו ּוְבֹמֶשה ַעמֹו ּוְבִיְשרָׁ
uvemosheh ‘avdo uveyisra’el ‘ammo
dan dalam Mosheh hambanya dan dalam Yisra’el umatnya
ֱאֶמת יֵאי ּוִבְנבִ ֶצֶדק הָׁ וָׁ
uvinvi’ei ha’emet vatzedeq
dan dalam nabi-nabi setia dan benar
Berkat Sesudah Haftarah
Berikut ini dibacakan (dilantunkan) setelah membaca bagian Haftarah:
רּוְך ה בָׁ ם ֶמֶלְך ֱאֹלֵהינּו ְייָׁ ַאתָׁ עֹולָׁ הָׁ
barukh attah Adonai eloheinu melekh ha’olam
diberkatilah engkau YHVH elohim kami raja semesta
ל צּור ִמים כָׁ עֹולָׁ ל ַצִדיק הָׁ ְבכָׁ
tzur kol ha’olamim tzaddiq bekhol
gunung batu segala kekekalan benar dalam seluruh
ֵאל ַהדֹורֹות ן הָׁ אֹוֵמר ַהֶנֱאמָׁ הָׁ
haddorot ha’el hanne’eman ha’omer
generasi-generasi El yang setia yang berkata-kata
ּוְמַקֵים ַהְמַדֵבר ְוֹעֶשה
ve’oseh hamdabber umeqaiyem
dan yang melakukan yang berbicara dan yang menegakkan
ל יו ֶשכָׁ רָׁ ְוֶצֶדק ֱאֶמת ְדבָׁ
shekol devarav emet vetzedeq
yang seluruh kata-katanya kesetiaan dan kebenaran
ן ה ֶנֱאמָׁ ִנים ֱאֹלֵהינּו ְייָׁ ַאתָׁ ְוֶנֱאמָׁ
ne’eman attah Adonai eloheinu vene’emanim
terpercaya engkau YHVH elohim kami dan terpercaya
ֶריָך ר ְדבָׁ בָׁ ד ְודָׁ ֶריָך ֶאחָׁ חֹור ִמְדבָׁ אָׁ
devareikha vedavar echad midevareikha achor
kata-katamu dan kata satu dari kata-katamu ke belakang
ם יָׁשּוב לֹא ן ֶמֶלְך ֵאל ִכי ֵריקָׁ ֶנֱאמָׁ
lo yashuv reiqam ki el melekh ne’eman
tidak dia kembali kosong bahwa El raja setia
ן ְוַרחֲ ה מָׁ תָׁ רּוְך אָׁ ה בָׁ ְייָׁ ַאתָׁ
verachaman attah barukh attah Adonai
dan berbelas kasihan engkau diberkatilah engkau YHVH
ֵאל ן הָׁ ל ַהֶנֱאמָׁ יו ְבכָׁ רָׁ ְדבָׁ
ha’el hane’eman bekhol devarav
El yang terpercaya dalam segala kata-katanya
Ucapan Berkat Sebelum Studi Torah
י - ָמה יא ַהּיֹום - ָכל תֹוָרֶתָך ָאַהְבתִּ י: הִּ יָחתִּ שִּ
mah- ahavti toratekha kol- haiyom hi sichati
Merupakan tradisi untuk mengucapkan berkat sebelum masuk dalam Talmud Torah –
studi Torah. Dalam ucapan berkat berikut, perhatikan kata לֲַעסֹוק la'asoq, yang artinya
“menyibukkan diri”, “terlibat dalam”, atau “membenamkan diri” (berasal dari akar kata
Ibrani עִׁסּוק ‘isuq, yang artinya “sibuk”). Maka berkat ini, yaitu tentang ‘menyibukkan’
diri kita dengan mempelajari Torah, memperhatikan instruksi Tuhan bagi hidup kita:
רּוְך ה בָׁ ם ֶמֶלְך ֱאֹלֵהינּו ְיהוָׁה ַאתָׁ עֹולָׁ הָׁ
barukh attah Adonai eloheinu melekh ha’olam
diberkatilah engkau YHVH elohim kami raja semesta
נּו ֲאֶשר יו ִקְדשָׁ ְבִמְצֹותָׁ
asher qiddeshanu bemitzvotav
yang menguduskan kami dalam perintah-perintahnya
נּו ה ְבִדְבֵרי ַלֲעסֹוק ְוִצּוָׁ תֹורָׁ
vetzivvanu la’asoq bedivrei torah
dan dia memerintahkan kami untuk sibuk dalam kata-kata torah
Orang-orang bijak bertanya, mengapa menggunakan kata לֲַעסֹוק la'asoq ketimbang
menggunakan kata לֹוֵמד lomed (belajar, mempelajari) dalam kata-kata berkat ini?
Mengapa tidak mengatakan, ... vetzivvanu lomed be'divrei torah? Mereka menjawab
bahwa meskipun tidak semua orang memiliki waktu atau tenaga untuk mempelajari
Torah sebagaimana arti kata לֹוֵמד lomed, setiap orang dapat hadir, terlibat,
menenggelamkan diri, atau menyibukkan diri dalam hal-hal mempraktekkan Torah. Dan
sebab itu, kata לֲַעסֹוק la'asoq dipakai .
Untuk versi sinagoga dari ucapan Berkat Mempelajari Torah (Birkat HaTorah), lihat
keterangan di bawah:
Birkat HaTorah
Berkat Mempelajari Torah
Talmud Torah memiliki arti mempelajari Torah. Pengetahuan Torah yaitu fondasi
untuk menghidupi kehidupan Yahudi yang sesungguhnya dan merupakan salah satu
tanggung jawab paling dasar seorang Yahudi. Doa di bawah ini diucapkan sebagai bagian
dari ibadah shacharit di sinagoga:
רּוְך ה בָׁ ם ֶמֶלְך ֱאֹלֵהינּו ְיהוָׁה ַאתָׁ עֹולָׁ הָׁ
barukh attah Adonai eloheinu melekh ha’olam
diberkatilah engkau YHVH elohim kami raja semesta
נּו ֲאֶשר יו ִקְדשָׁ ְבִמְצֹותָׁ
asher qiddeshanu bemitzvotav
yang menguduskan kami dalam perintah-perintahnya
ה ְבִדְבֵרי ַלֲעסֹוק נּו ְוִצּוָׁ תֹורָׁ
vetzivvanu la’asoq bedivrei torah
dan memerintahkan kami untuk sibuk dalam kata-kata torah
ִדְבֵרי ֶאת ֱאֹלֵהינּו ְיהוָׁה נָׁא ְוַהֲעֶרב
veha’arev na Adonai eloheinu et divrei
dan buatlah manis mohon YHVH elohim kami » kata-kata
ֶתָך ֵבית ַעְמָך ּוְבִפי ִפינּו בְ תֹורָׁ
toratekha befinu uvefi ammekha beit
torahmu dalam mulut kami dan dalam mulut umatmu rumah
ֵאל ְוֶצֱאֶצֵאינּו ֲאַנְחנּו ְוִנְהֶיה ִיְשרָׁ
Yisra’el venihyeh anachnu vetze’etze’einu
Yisra’el dan kami akan ada kami dan keturunan-keturunan kami
ֵאי ֵאל ֵבית ַעְמָך ְוֶצֱאצָׁ ִיְשרָׁ
vetze’etza’ei ammekha beit Yisra’el
dan keturunan-keturunan umatmu rumah Yisra’el
נּו ֶתָך ְולֹוְמֵדי ֶמָך שְ יֹוְדֵעי ֻכלָׁ תֹורָׁ
kullanu yode’ei shemekha velomdei toratekha
seluruh kami mengenal namamu dan belajar torahmu
ה רּוְך ִלְשמָׁ ה בָׁ ַהְמַלֵמד ְיהוָׁה ַאתָׁ
lishmah barukh attah Adonai hammelammed
untuk namanya diberkati engkau YHVH yang mengajar
ה ֵאל ְלַעמֹו תֹורָׁ ִיְשרָׁ
torah le’ammo Yisra’el
torah kepada umatnya Yisra’el
רּוְך ה בָׁ ם ֶמֶלְך ֱאֹלֵהינּו ְיהוָׁה ַאתָׁ עֹולָׁ הָׁ
barukh attah Adonai eloheinu melekh ha’olam
diberkatilah engkau YHVH elohim kami raja semesta
ַחר ֲאֶשר נּו בָׁ ל בָׁ ַעִמים ִמכָׁ הָׁ
asher bachar banu mikkol ha’ammim
yang dia memilih dalam kami dari seluruh kaum-kaum
נּו ְונַָׁתן תֹו ֶאת לָׁ תֹורָׁ
venatan lanu et torato
dan dia memberikan kepada kami » torahnya
רּוְך ה בָׁ ה נֹוֵתן ְיהוָׁה ַאתָׁ ַהתֹורָׁ
barukh attah Adonai noten hattorah
diberkatilah engkau YHVH yang memberikan torah
ֶרְכָך ְוִיְשְמֶרָך ְיהוָׁה ְיבָׁ
yevarekhkha Adonai veyishmerekha
dia memberkati engkau YHVH dan dia menjaga engkau
נָׁיו ְיהוָׁה יֵָׁאר ֵאֶליָך פָׁ
ya’er Adonai panav eleikha
dia membuat terang YHVH wajahnya atasmu
א ִויֻחֶנָך נָׁיו ְיהוָׁה ִישָׁ פָׁ
vichunnekha yisa Adonai panav
dan dia berkemurahan kepadamu dia mengangkat YHVH wajahnya
לֹום ְלָך ְויֵָׁשם ֵאֶליָך שָׁ
eleikha veyasem lekha shalom
atasmu dan dia menempatkan kepadamu damai sejahtera
Transliterasi:
Kutipan Orang-orang Bijak:
“Di atas tiga hal ini dunia berdiri; di atas Torah, di atas penyembahan, dan di atas
tindakan kebaikan” (Shim’on haTzaddiq, Pirkei Avot).
“Yisra’el dimahkotai dengan tiga mahkota: mahkota Torah, mahkota keimaman, dan
mahkota kerajaan. Aharon layak mendapatkan mahkota keimaman, seperti dikatakan,
“Bagi dia dan bagi benihnya sesudah dia, suatu perjanjian keimaman kekal” (Bil. 25:13).
David layak mendapatkan mahkota kerajaan, seperti dikatakan, “Keturunannya akan
kekal, dan takhtanya bagaikan matahari di hadapan-Ku” (Maz. 89:36). Mahkota Torah
tinggal, berdiri dan menantikan setiap orang Yisra’el, seperti dikatakan, “Mosheh
memerintahkan Torah kepada kita, suatu warisan jemaah Ya’aqov” (Ula. 33:4). Siapa pun
yang menginginkannya harus datang dan mengambil bagian. Mungkin seseorang akan
berkata-kata bahwa mahkota-mahkota lainnya lebih besar dari mahkota Torah? Namun,
dikatakan, “Olehku, raja-raja memerintah dan para penguasa menetapkan kebenaran.
Para penguasa dan pembesar memerintah sebab aku” (Ams. 8:15-17). Dari sini kita
belajar bahwa mahkota Torah melebihi keduanya” (Maimonides).
Rabbi Meir berkata-kata : Siapa pun yang terlibat dalam Torah demi Torah itu sendiri,
mendapatkan banyak hal; lebih jauh lagi, dia layak mendapatkan seluruh dunia. Dia
disebut sahabat, kekasih, dan intim dengan Tuhan, kekasih umat manusia; itu
membungkusnya dalam kerendahan hati dan penghormatan, menjadikannya layak
untuk menjadi orang benar, suci, lurus, dan setia; itu menjauhkannya dari dosa dan
mendekatkannya kepada kebajikan, dan dari dia orang-orang meminta nasihat dan
pengetahuan yang baik, pengertian, dan ketabahan, sebab ada tertulis, 'Nasihat yaitu
milikku dan pengetahuan yang baik, aku memahami, aku tangguh.' Dan itu memberinya
kedudukan sebagai raja, kekuasaan, dan kebijaksanaan; kepadanya disingkapkan
rahasia-rahasia Torah, dan dia menjadi seperti mata air yang tidak pernah kering, sungai
yang tidak pernah berhenti mengalir; ia menjadi rendah hati, panjang sabar, dan pemaaf
terhadap hinaan; dan itu membesarkan dia dan meninggikan dia di atas segala sesuatu
(Pirkei Avot 6:1).
Iota dan Keraia Torah
Dalam khotbah-Nya di atas bukit, Tuhan Yeshua berkata-kata kepada kerumunan orang
banyak dan murid-murid-Nya bahwa tidak ada satu “iota” atau “keraia” pun yang akan
berlalu dari Torah hingga semuanya digenapi.
Matius 5:18 dalam terjemahan Aramaik:
ܡܼܝܢ ܝܪ ܼܐܲ ܹ݁ ܪ ܓ ݂ ݈ܐܵܢܐ ܵܐܼܡܲ ܵܡ݂ܐ ܘ݂ܲܢܠܟ ܼܲ ܥܕ
ܲ
ܼ ܪܘ݂ܲܢ ܕ ܸܢܥܒ ܵܝܐ ܕ ܐܪܵܥܐ ܫܼܡܲ ݂ ܼܘܲ ܵܐ ܝܲܘܕ ܵܐܘ ܚܕ
݂ ܕ ݂ ܸܣܪܵܛܐ ܼܚܲ
ܵ
ܪ ܠ ܼܲ ܵܡܐ ܵܢܡܲܘܵܣܐ ܼܡܢ ܸܢܥܒ ܼܲ ܠ ܥܕ ܼ ܟ ܐ ܕ ݂܀ ܢܹ݁ܗܘܹ݁
amin geir amar na l'kun da'dama d'ne'brun sh'maya va'r'a yud chda av chad serta la
ne'bar men namusa dama d'kul nehve
Kata yang diterjemahkan “iota” mengacu pada huruf Ibrani terkecil, yaitu י (יֹוד “Yod”),
dan kata yang diterjemahkan “keraia” (diterjemahkan ‘titik’ dalam Alkitab Terjemahan
Baru LAI) mengacu pada “tanduk,” atau קֹוץ “Qotz”, yaitu coretan terkecil dari suatu
huruf Ibrani; kemungkinan mirip “serif” (huruf kaki) dalam tipografi bahasa Inggris atau
Indonesia modern kita.
↑ ↑ ↑ ↑
serif serif serif serif
Dalam tipografi, serif yaitu garis kecil atau coretan yang secara tetap dibubuhkan pada
akhir goresan yang lebih besar dalam sebuah huruf atau simbol dalam font tertentu atau
kelompok font tertentu.
Huruf Ibrani י “Yod” yaitu huruf Ibrani terkecil dari alephbet Ibrani. Huruf י “Yod”
terdiri dari tiga bagian: cabang atas (tag), garis melengkung ke bawah, dan bagian tengah.
Tag atas menunjuk ke arah Elohim, garis melengkung ke bawah menunjuk ke bumi, dan
bagian tengah menyatukan bagian-bagian itu dalam satu kesatuan.
cabang atas atau tag →
wajah →
← kepala
qotz →
.Yod” yaitu huruf terkecil dalam Kitab Suci dan juga yang paling sering muncul“ י
sebab begitu kecilnya, Yod dihiasi dengan cabang kecil yang menunjuk ke atas, ke arah
Elohim. “Qotz dari Yod” (לֶיֹוד yaitu serif kecil di bagian bawah “wajah” kepala (קֹוצֹוֶש
Yod dan merupakan tanda terkecil dari semua tanda yang dibuat dalam teks Ibrani.
Tanda קֹוץ “Qotz” inilah yang merujuk pada “keraia” yang Yeshua bicarakan dalam
Matius 5:18 dan Lukas 16:17.
Dalam Lukas 16:17, kita membaca Tuhan Yeshua berkata-kata tentang keraia (atau קֹוץ
“Qotz”) dari Torah:
Dalam aturan-aturan seni tulis Yahudi yang dikenal sebagai Soferut, sebuah Gulungan
Torah akan dinyatakan tidak valid (pasul) bahkan jika hanya tidak memiliki serif (“Qotz”
atau “keraia”) dari Yod ini (Menachot 29a):
יֹוד ֶשל קֹוצֹו
qotzo shel yod
coretan dari Yod
Jadi, meskipun sangat kecil, Yod sangatlah penting, sebab bahkan tanpa “Qotz dari Yod”
יֹוד) לֶ ש qotzo shel yod) seluruh Gulungan Torah menjadi dianggap tidak valid קֹוצֹוֶ
(pasul).
Misteri Yod
Tergantung di tengah-tengah, Yod yaitu huruf Ibrani terkecil, “atom” dari konsonan
Ibrani, dan bentuk yang dari padanya semua huruf Ibrani lainnya dimulai dan diakhiri:
Dalam tradisi Yahudi, Yod mewakili sebuah titik belaka, titik energi Ilahi. sebab Yod
dipakai untuk membentuk semua huruf lainnya, dan sebab Elohim menggunakan
huruf-huruf Ibrani sebagai blok-blok penyusun Ciptaan, Yod menunjukkan
kemahahadiran Elohim.
Bahkan, kata דיֹו (Yod) itu sendiri menggambarkan sesuatu dari geometri penciptaan. Itu
dimulai dengan ֶי “Yod” itu sendiri, sebagai sebuah titik, dan kemudian bergerak ke
bawah, dari yang Ilahi menuju kepada tatanan Ciptaan untuk membentuk ו “Vav”
("pasak" dari Penciptaan). Akhirnya ia bergerak keluar di alam horizontal sebagai ד
“Dalet” ("pintu" dari Penciptaan). Lebih jelas lihat ilustrasi berikut:
Lebar Panjang Titik
ד ֹו י
Goresan terkecil (קֹוץ “Qotz”) dari huruf Ibrani terkecil (י “Yod”) dari Kitab Suci itu begitu
penting bagi Tuhan Yeshua. Jika kita menghargai Kitab Suci seperti halnya Tuhan Yeshua
menghargai Kitab Suci, kita juga akan memperhatikan perincian-perincian Kitab Suci.
Dan biarlah pengertian ini mendorong kita untuk mau terus belajar perintah-perintah
Torah-Nya.
ܠ ܼ ܢ ܟ ܝܠ ܼܡܲ ܹ݁ ܐ ܵܗܟ ܸܢܫܪܹ݁ ݂ ܕ ܕ ܢܹ݁ܐ ܼܡܢ ܼܚܲ
ܵ ܲܘܩܕ ܝܢ ܦ ܐ ܵܗܠܹ݁ ݂ ܙܥܲܘܪܹ݁ ܸܠܦ
ܵܢܐ ܘܼܢܲ ܼܲ ܝܵܢܵܫܐ ܵܗܟ ܼܢܲ ܒ
ܲ
ܐ ܼܠ
ܵ
ܨܼܝܪ ܒ
ܐ ܩܪܹ݁ ܐ ܸܢܬ ܵ
ܲܘܬ ܠܟ ܼܡܲ ܵܝܐ ܒ ܫܼܡܲ ܼܲ ܠ ܕ ܼ ܝܢ ܟ ܹ݁ ݂ ܕ ܕ ܸ ܸܢܥܒ ݂ ܕ ܸܠܦ
݂ܐ ܵܗܵܢܐ ܘܼܢܲ ܵ ܒ
ܲ
ܐ ܼܪ ܩܪܹ݁ ܐ ܸܢܬ ܵ
ܲܘܬ ܠܟ ܼܡܲ ܒ
ܵܝܐ ܫܼܡܲ ܼܲ ݂܀ ܕ
kul man hakil d’neshre chad men puqdane halein z’ure v’nalef hakana lavnaynasha
b’tzira netqre bamalkuta dashmaya kul dein d’nabed v’nalef hana rabba netqre
b’malkuta dashmaya
7 Alasan Kristen Perlu Belajar Torah
Seringkali orang-orang Kristen berpikir bahwa “Perjanjian Lama” hampir-hampir tidak
relevan saat ini, sebab doktrin-doktrin Gereja dibuat secara eksplisit dalam tulisan-
tulisan Perjanjian Baru. Namun, ini yaitu kesalahan serius, sebagaimana fakta-fakta
berikut menunjukkan:
1. Yeshua dan semua murid-Nya yaitu orang Yahudi yang memelihara Torah. Kitab
Suci yang mereka pelajari, cintai, dan kutip yaitu Torah, Para Nabi, dan Tulisan-
Tulisan (yaitu, Tanakh Yahudi). Bahkan, Yeshua mengutip dari kitab Ulangan
(dari Torah) lebih banyak daripada kitab-kitab lain di dalam Kitab Suci. Sebagai
seorang anak, Yeshua akan mempelajari Torah dan menghafalnya bersama anak-
anak Yahudi lainnya. Dia juga terbiasa dengan ajaran orang-orang bijak Yahudi
Yisra’el awal.
saat ditanya apa perintah YHVH yang terutama, Yeshua menjawab dengan
mengutip bagian ve’ahavta dari Shema, “Yang terutama dari semua perintah
yaitu :
ַמע הֹוה ֶאָחד׃שְׁ הֹוה ֱאֹלֵהינּו יְׁ ָרֵאל יְׁ ִישְׁ
shema Yisra'el Adonai eloheinu Adonai echad”, “Dengarlah, Yisra’el, YHVH itu
Elohim kita, YHVH itu satu.”
ָך׃ ֹאֶדֶֽ ָכל־מְׁ ָך ּובְׁ שְׁ ָכל־ַנפְׁ ָך ּובְׁ ָבבְׁ ָכל־לְׁ הָוה ֱאֹלֶהיָך בְׁ ָת ֵאת יְׁ ָאַהבְׁ וְׁ
“ve’ahavta ‘et Adonai ‘eloheikha bekhol levavekha, uvekhol nafshekha, uvekhol
me’odekha”, “Dan engkau akan mengasihi » YHVH, Elohimmu, dengan segenap
hatimu, dan dengan segenap jiwamu, dan dengan segenap segala sesuatumu” (Ul.
6:5), dan kemudian Dia menambahkan perintah:
ה׃ הָוֶֽ ֵרֲעָך ָכמֹוָך ֲאִני יְׁ ָת לְׁ ַהבְׁ ָאֶֽ וְׁ
“ve’ahavta lere’akha kamokha ‘ani Adonai”, “Dan engkau akan mengasihi kepada
rekanmu seperti dirimu sendiri; Aku YHVH” (Im. 19:18)
Kedua perintah ini berasal langsung dari Torah.
Bahkan, Yeshua berkata-kata bahwa Dia datang bukan untuk meniadakan Torah atau
Para Nabi, namun untuk menggenapi mereka (Mat. 5:17-19). Dia kemudian
memberi tahu seorang calon pengikut-Nya, “Jika engkau ingin masuk ke dalam
hidup, peliharalah perintah-perintah” (Mat. 19:17). saat Dia ditanya lebih lanjut,
“Perintah yang mana?”, Yeshua menjawab dengan mengutip Sepuluh Perintah dan
meminta orang itu untuk mengikuti-Nya (Mat. 19:18-21).
2. Yeshua berkata-kata bahwa Kitab Suci Yahudi dengan jelas memberikan kesaksian
tentang Dia (Yoh. 5:39). Sebagai pengikut-Nya, kita harus memahami apa artinya
ini dan bagaimana mereka benar-benar memberikan kesaksian tentang Dia
sebagai Raja orang Yahudi (Mat. 2:2; 27:11). Selain itu, dengan mempelajari Torah,
kita dapat lebih sepenuhnya menghargai kemuliaan dan kasih karunia
sebagaimana yang dinyatakan di dalam Pribadi dan Perbuatan Mashiach kita yang
terkasih. Sebagai contoh, kita dapat lebih merasakan peranan sistem pengurbanan
dan bagaimana Yeshua menggenapi seluruh persyaratan kudus Elohim demi kita
sebagai Kohen Gadol (Imam Besar) dari perjanjian baru.
3. saat dua orang murid sedang dalam perjalanan ke kota Emaus membahas
implikasi-implikasi dari penya




