• coklatx.blogspot.com

    www.coklatx.blogspot.com

  • berasx.blogspot.com

    www.berasx.blogspot.com

  • kacangx.blogspot.com

    www.kacangx.blogspot.com

Tampilkan postingan dengan label Torah 1. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Torah 1. Tampilkan semua postingan

Torah 1

 


Torah 

Lima Kitab Mosheh 

Kata Torah (ה  biasanya diterjemahkan sebagai “hukum”, namun arti sesungguhnya (ּתֹור 

yaitu  “ajaran”, “arahan”, “instruksi”, “cara”, “petunjuk”, “arah”. Kata Torah (ה  (ּתֹור 

berasal dari akar kata yarah (ה  ,”yang artinya “menembakkan (anak panah) (י ר 

“mengenai sasaran”, “melontarkan (ke sasaran)”, “menunjuk (dengan telunjuk)”, 

“mengajar”. Jadi bisa dimaknai, kata Torah itu artinya “pengajaran” atau “instruksi.” 

Mengajar berhubungan dengan Roh Kudus, sama seperti Elohim mengajar (ה  (yarah י ר 

Mosheh apa yang harus dilakukan dan dikatakan (Kel. 4:15). Dan sangatlah jelas bahwa 

Yeshua Mesias kita mengambil gelar Rabbi dan melakukan pelayanan-Nya sebagai Guru 

(Yoh. 1:38). Torah yaitu  pusat “pengajaran” bagi orang Yahudi.  

Torah terdiri dari “Lima Kitab Mosheh”: 

י • ֵראשִׁ תב   Bereshit (Kejadian) 

Kisah penciptaan alam semesta oleh Elohim Yisra’el, dan bagaimana Dia memilih 

anak-anak Yisra’el untuk menjadi umat perjanjian-Nya sendiri. Bereshit artinya 

“dalam permulaan.” 

מֹות •  Shemot (Keluaran) ש 

Kisah pembebasan anak-anak Yisra’el dari perbudakan di Mitzrayim. Pemberian 

perjanjian Mosheh kepada Yisra’el. Shemot artinya “nama-nama”. 

א • ר  ִׁק   Vaiyiqra (Imamat) וַי

Instruksi-instruksi terperinci untuk imamat kuno tentang bagaimana Yisra’el 

dapat mendekati Elohim melalui ritual-ritual di mishkan (tabernakel). Vaiyiqra 

artinya “dan Dia memanggil.” 

ַבר • ד  מִׁ  Bamidbar (Bilangan) ב 

Kisah tentang bagaimana Mosheh memimpin anak-anak Yisra’el mengembara 

melalui padang gurun Sinai. Bamidbar artinya “di padang gurun.” 

ים • רִׁ ב   Devarim (Ulangan) ד 

Pembaruan perjanjian Mosheh dengan berkat-berkat untuk ketaatan dan 

konsekuensi-konsekuensi untuk ketidaktaatan. Devarim artinya “kata-kata” dan 

disebut oleh orang Yahudi sebagai “pengulangan” Torah. 

Fakta Tentang Gulungan Kitab Torah 

• Ada 304.805 huruf dalam Sefer Torah (yaitu, gulungan kitab Torah). Huruf yang 

paling banyak yaitu  (י) Yod; huruf yang paling sedikit yaitu  (ט) Tet. 

• Ada lebih dari 4.000 hukum yang harus diketahui oleh seorang sofer (juru tulis) 

sebelum dia mulai menulis Sefer Torah. Hukum-hukum ini secara kolektif disebut 

soferut. 

• Gulungan Kitab Torah yang ada dalam tabut sinagoga Yahudi yaitu  kesaksian 

yang kuat tentang keakuratan dan integritas Firman YHVH, seperti yang 

disampaikan kepada Mosheh. 

• Gulungan Kitab Torah ditulis di atas lembaran kulit sapi yang ditulisi kaligrafi 

Ibrani dengan tinta hitam khusus dengan pena bulu kosher. Perkamen kosher 

yang disebut klaf ini disiapkan secara khusus untuk Sefer Torah. Setiap halaman 

kemudian dijahit ke halaman sebelumnya menggunakan usus dari hewan kosher. 

• Sefer Torah secara keseluruhan bisa membutuhkan sekitar 80 lembaran kulit atau 

lebih. Bukan materialnya yang luar biasa, namun  tulisan itu sendiri. Teks yang 

menakjubkan ini yaitu  dokumen kuno yang paling akurat di dunia. Ini juga berisi 

sejumlah besar kode-kode informasi di luar teks itu sendiri. 

• Seorang Sofer membuat sendiri pena bulu untuk menulis Sefer Torah. Bulu-

bulunya harus berasal dari burung kosher, dan angsa merupakan burung pilihan 

bagi banyak juru tulis. Sofer dengan hati-hati dan sabar mengukir satu titik di 

ujung bulu, dan dia akan menggunakan banyak pena bulu dalam menulis satu 

Sefer Torah. Sofer juga menyiapkan tinta untuk menulis Sefer Torah dengan 

mencampur bubuk gallnut, kristal tembaga sulfat, bubuk gom Arab, dan air. Ia 

hanya menyiapkan sedikit demi sedikit, sehingga tinta akan selalu segar. Tinta 

segar berwarna hitam pekat, dan hanya ini yang dapat diterima untuk menulis 

Sefer Torah. 

• Seorang Sofer akan membuat setidaknya tiga sampai empat kolom pada setiap 

lembar perkamen – disebut amudim (dari kata amud – kolom). Ada 248 amudim 

dalam Sefer Torah dan masing-masing memiliki 42 baris. 

• Tidak ada huruf yang boleh menyentuh satu sama lain. Jika satu huruf saja 

ketinggalan, maka seluruh Torah dinyatakan pasul (tidak Kosher). 

• Rata-rata Torah membutuhkan waktu 6 bulan hingga satu tahun untuk 

diselesaikan. 

• Pada zaman Ezra, gaya aksara Ibrani diubah dari “aksara Ivri” menjadi “aksara 

Ashuri”. Ada dua jenis aksara Ibrani, yaitu aksara Ivri kuno yang ditemukan pada 

koin-koin dan tulisan kuno, dan “aksara Ashuri” yang telah dipakai  sejak zaman 

Ezra dalam Sifrei Torah dan teks-teks suci, dan telah menjadi format standar 

untuk semua tulisan Ibrani. 

Huruf-huruf Besar dan Kecil dalam Torah 

Gulungan Torah berisi banyak huruf yang tidak standar dalam hal ukuran, penempatan, 

dan orientasi. Karakter yang tidak biasa ini sama persis dari satu gulungan Torah kepada 

gulungan Torah berikutnya. Ini bukan kesalahan, melainkan, mereka mengandung 

sejumlah besar informasi yang digali oleh Orang-orang Bijak dan dipakai  untuk 

menyampaikan Firman YHVH kepada umat-Nya. 

Huruf-huruf Torah ada dalam tiga ukuran: besar, kecil, dan huruf standar yang 

dipakai  untuk menulis sebagian besar Torah. Huruf Alef besar disebut sebagai Alef 

Rabbati, Alef kecil disebut Alef Ze’ira. Alef berukuran sedang disebut Alef Regila (Alef 

reguler). 

Ada sekitar 100 huruf abnormal dalam teks Masoret Alkitab—banyak di antaranya dalam 

Pentateukh—yang selalu disalin oleh para juru tulis, dan muncul juga dalam edisi cetak. 

Di antara huruf-huruf ini yaitu : “Vav” patah (terbelah dua) dalam kata ֽלֹום  ,shalom) ש 

“damai sejahtera”; Bil 25:12); “Mem” sofit/akhir (ם) dalam kata ֵבה  ,le’marbeh) ל ַםר 

“pertambahan”, “bertambah besar”; Yes 9:6); “Nun” terbalik (׆) dalam sembilan bagian 

(Bil 10:35, 36; Maz 107:23-28, 40); Qof yang berbentuk khusus (Kel 32:25, Bil 7:2); dan 

Huruf-huruf yang Tergantung atau Ditinggikan. 

Huruf-huruf yang secara tradisional ditulis besar (rabbati): 

• Kej 1:1; Kej 30:42; Kej 34:31; Kej 49:12; Kej 50:23 

• Kel 2:2; Kel 11:8; Kel 28:36; Kel 34:7; Kel 34:11; Kel 34:14 

• Im 11:30; Im 11:42; Im 13:33 

• Bil 3:16; Bil 13:30; Bil 14:17; Bil 24:5; Bil 27:5 

• Ul 2:33; Ul 3:11; Ul 6:4; Ul 18:13; Ul 22:6; Ul 28:68; Ul 29:28; Ul 32:4; Ul 32:5; Ul 

32:6; Ul 33:29 

Huruf-huruf yang secara tradisional ditulis kecil (ze’ira): 

• Kej 2:4; Kej 23:2; Kej 27:46 

• Kel 32:25 

• Im 1:1; Im 6:9 

• Bil 25:11  

• Ul 9:24; Ul 32:18  

Gulungan Kitab Torah 

Torah tertulis dari Mosheh disebut Sefer Torah, atau Gulungan Kitab Torah, dan 

merupakan objek paling suci dari kehidupan Yahudi. Gulungan perkamen panjang 

digulung mengelilingi dua batang kayu berukir (etz chayim; literal “pohon kehidupan”) 

yang direkatkan pada kedua ujung gulungan perkamen. 

Sefer Torah ditulis tangan dengan cermat dalam kaligrafi Ibrani dengan tagin 

(“mahkota”) pada perkamen kosher. Cara penulisan ini dikenal sebagai STA”M (״ם ת   ,(ס 

singkatan dari זּוזֹות ּומ  פִׁלִׁין,ֶ ּת  ש,ֶ קֹוד  פ ֵריֶ  sifrei qodesh, tefillin um’zuzot; artinya) סִׁ

gulungan-gulungan kitab kudus, tefilin (tali sembahyang) dan mezuzot (bentuk jamak 

dari mezuzah, arti literalnya “tiang pintu”)). Lihat perintah YHVH dalam Ulangan 6:4-9. 

Huruf-huruf Bermahkota 

 שעט נת גצץ

Dalam Gulungan Torah, delapan huruf Ibrani diberi perhiasan khusus dengan 

menambahkan tiga “tagin” atau mahkota kecil ke atasnya. Secara kolektif huruf-huruf ini 

sering disebut huruf-huruf “sha'atnetgetz” (singkatan dari shin, ayin, tet, nun, tav, gimel, 

tzadeh). Beberapa orang menyebut bahwa mahkota-mahkota kecil ini yaitu  “keraia” 

yang disebut oleh Yeshua dalam Matius 5:18, meskipun belum jelas apakah tagin itu 

sudah dipakai  pada zaman Tuhan Yeshua. Lebih mungkin bahwa “keraia” itu mengacu 

pada “qotz” atau “duri” atau “kaki” (serif) yang menyembul dari sebuah huruf Ibrani. 

Aron Qodesh 

Gulungan Torah disimpan dengan ditutupi kain dan seringkali dihiasi dengan mahkota 

perak pada pegangan gulungan dan penutup dada perak di bagian depan – dengan 

dihiasi, seperti imam besar yang digambarkan dalam Vaiyiqra (Imamat). Gulungan 

Torah dililitkan di seputar etz chayim, gagang yang terbuat dari kayu, kemudian 

gulungan Torah disimpan dalam lemari khusus di sinagoga yang disebut “Aron Qodesh,” 

yang artinya “peti kudus” atau “tabut”. 

Torah Tertulis, Lisan, dan Mistis 

1. Torah Shebal Peh ֶ ַעלֶ ב  ש  הֶ פ הּתֹור   (Torah Lisan). Yaitu Talmud. Tradisi 

mengatakan bahwa dua bentuk Torah, Torah shebikhtav dan Torah shebal peh, 

telah ada berdampingan sejak pewahyuan di gunung Sinai. Torah Lisan, yang tidak 

diberikan untuk dituliskan selama berabad-abad sebelum Mishnah disusun, 

diturunkan secara lisan secara berantai oleh orang-orang bijak dan pewaris tradisi. 

2. Torah shebikhtav ב כ ת  בִׁ הֶש   Torah tertulis; Tulisan-tulisan .(Torah Tertulis) ּתֹור 

Mosheh; kadang-kadang dipakai  secara sinonim dengan 24 buku yang 

membentuk Tanakh. 

3. Torat HaNistar  ֶרֶֶתּתֹור ּת  ַהנִׁס   (Torah Tersembunyi). Torah “tersembunyi” 

dikatakan memiliki asal usul dari patriark Abraham (dan bahkan Adam di Taman 

Eden), meskipun paling jelas diwujudkan dalam sefer haZohar. Torah yang 

tersembunyi juga disebut “Torat HaSod,” Torah rahasia. 

Garis Besar Torah dalam Lima Kata 

Jika Anda menghubungkan kata terakhir dari setiap kitab Torah, itu akan menceritakan 

keseluruhan kitab Torah... Kejadian diakhiri dengan kata יִׁם ר ֽ צ  מִׁ  be'mitzrayim, “di ב 

Mitzrayim”; Keluaran diakhiri dengan kata ֶם ֵעיה ֽ  mas’eihem, “perjalanan-perjalanan ַמס 

mereka”; Imamat diakhiri dengan kata י ינ ֽ ֶו Sinai; Bilangan diakhiri dengan kata“ סִׁ  י ֵרח ֽ

“Yerekho”, dan Ulangan diakhiri dengan kata ֶל ֵאֽ ר  ִׁש   Yisra’el”. Jika Anda merangkai“ י

kata-kata ini menjadi satu, Anda akan mendapatkan pengertian, “Yisra’el keluar dari 

Mitzrayim, mereka melakukan perjalanan-perjalanan di padang gurun, mereka 

mendengar suara YHVH Elohim di gunung Sinai, mereka menyeberangi Yarden menuju 

Negeri Perjanjian dan memperoleh kemenangan pertama mereka di Yerekho, dan 

akhirnya mereka menetap di negeri yang telah YHVH janjikan di Negeri Perjanjian, yang 

menjadi Tanah Yisra’el.” 

Hati Bapa 

Huruf pertama dalam Torah yaitu  Bet (ב) dalam kata ית ֵראשִׁ  bereshit (dalam ב 

permulaan), dan huruf terakhir dari Torah yaitu  Lamed (ל) dalam kata ֵאל ר  ִׁש   .Yisra’el י

Dengan menyatukan kedua huruf Ibrani ini, kita mendapatkan kata לֵב lev, yang artinya 

“hati” atau “jantung”, yang menunjukkan bahwa keseluruhan Torah – dari huruf pertama 

hingga huruf terakhir – mengungkapkan hati dan kasih Elohim bagi kita.  

Demikian juga, huruf pertama dari Alkitab yaitu  Bet (ב), seperti yang dijelaskan di atas, 

dan huruf terakhir yaitu  Nun (ן) dalam kata ֵמֶן  amen, yang jika  disatukan akan א 

membentuk kata בן ben (anak laki-laki, putra) sehingga keseluruhan Alkitab – dari 

permulaan hingga akhir – menyingkapkan Pribadi Elohim Putra (ן  – yakni, Yeshua – (ב 

bagi kita. 

Bagian Torah Mingguan 

Memahami Bagian Torah Mingguan (Parashat HaShavuah) 

Setiap hari Sabtu di sinagoga di seluruh dunia, suatu bagian dari Torah (disebut 

parashah) dibacakan secara umum. Torah dibagi menjadi 54 parashiyot, sehingga dalam 

perjalanan satu tahun Ibrani (dimulai dan diakhiri pada hari raya Simchat Torah) seluruh 

gulungan kitab Torah telah dibacakan selama ibadah-ibadah Shabbat. 

Jemaah membaca dan mempelajari bagian Torah yang diberikan sebelum dibacakan 

selama ibadah pagi Shabbat. Perlu dicatat bahwa selain pembacaan Sabtu pagi, bagian 

awal bacaan untuk minggu berikutnya dibacakan selama ibadah Sabtu sore dan selama 

ibadah Senin dan Kamis pagi. Pembacaan Torah di depan umum (disebut keriat 

HaTorah) yaitu  suatu ritual keagamaan, yang berbeda dari studi Torah, yang disebut 

talmud Torah. 

Tahun kabisat Yahudi terdiri dari 54 minggu, namun  tahun non-kabisat hanya memiliki 

50 minggu. Pada tahun kabisat Yahudi ada tambahan bulan yang disebut Adar II, 

ditambahkan kepada bulan Adar yang biasa, sehingga ada 13 bulan dalam 1 tahun kabisat 

Yahudi. Selama minggu Paskah dan minggu Sukkot, bagian Torah yang berbeda 

dibacakan, sehingga tersisa 52 minggu untuk 54 bacaan (jadi ada 2 minggu yang memiliki 

bagian bacaan ganda), dan pada tahun non kabisat hanya ada 48 minggu untuk 54 bacaan 

(jadi ada 6 minggu yang memiliki porsi dua kali lipat). Selalu konsultasikan dengan 

Kalender Ibrani yang baik untuk mendapatkan jadwal bacaan Torah mingguan. 

Asal Usul Bagian Torah  

Tradisi Yahudi menyatakan bahwa Ezra sang Ahli Torah (dan 120 tua-tua Majelis Agung 

[abad ke-4 sebelum Mesias]) yaitu  pencetus jadwal pembacaan Torah mingguan untuk 

bangsa Yisra’el. Majelis Agung (di antaranya termasuk Mordekhai (bapa angkat Ester), 

Daniel, Nehemyah, Zekharyah, dan Zerubabel) juga dikatakan telah melembagakan 

praktek tradisional lainnya seperti pembacaan Kiddush (pada hari Shabbat); gagasan 

bahwa doa harus dilakukan tiga kali sehari; struktur doa Amidah; pembacaan berbagai 

ucapan berkat sebelum makan, dan sebagainya. 

Ucapan Berkat Torah dan Aliyot 

Bagian Torah dibagi menjadi beberapa bagian, yang disebut aliyot (secara literal artinya, 

“kenaikan”). Dalam sinagoga Yahudi, merupakan suatu tradisi bagi seorang gabbai 

(pejabat sinagoga) untuk memanggil orang-orang dari jemaah untuk mengucapkan 

berkat sebelum dan sesudah pembacaan suatu bagian. Untuk ibadah Shabbat, setiap 

parashah dibagi dalam tujuh aliyot, dengan bagian penutup (disebut Maftir) dibacakan 

oleh orang yang juga akan membacakan ucapan berkat Haftarah. Ini berarti bahwa pada 

suatu hari Shabbat, delapan orang akan dipanggil untuk mengucapkan berkat atas Torah. 

Tata Cara Melakukan Aliyah 

Dalam sinagoga Yahudi, orang yang ditugaskan aliyah dipanggil ke bimah (meja 

pembacaan Torah) dengan nama Ibraninya. Sang pelantun Torah kemudian akan 

menunjuk kepada kata pertama dalam gulungan kitab yang memulai bagian bacaan. 

Orang tersebut kemudian menyentuh area margin yang paling dekat dengan titik itu 

dengan tzitzit-nya dan kemudian menyentuhkan tzitzit ke bibirnya. Berdiri tepat di depan 

gulungan kitab dengan kedua tangan memegang pegangan (etz chayim), dia 

membacakan Barekhu dan berkat Torah pertama. Dia kemudian melepaskan etz chayim 

dan bergeser ke kanan untuk memberi tempat kepada sang pelantun Torah membaca 

bagiannya. saat pelantun selesai, orang itu kembali memegang kedua etz chayim dan 

membacakan berkat Torah kedua. Setelah ini, orang berikutnya dipanggil ke bimah dan 

prosesnya berulang sampai ketujuh aliyot dan maftir penutup selesai. 

Apa itu Bagian Haftarah? 

Bagian Torah mingguan (Parashat HaShavuah) diikuti oleh bagian tambahan dari 

Nevi'im (kitab para Nabi) yang disebut Haftarah. Diperkirakan bahwa bacaan Haftarah 

diturunkan saat Dinasti Hasmonean Yunani (akhir periode Bait Suci Kedua, sekitar 

200 tahun SM), memerintah atas tanah Yisra’el. Orang-orang Helenis ini melarang 

pembacaan Torah di depan umum untuk memusnahkan pengaruh Yahudi di bawah 

kekuasaan mereka. Jadi, alih-alih membaca bagian Torah mingguan, para pemimpin 

Yahudi yang cerdik melembagakan pembacaan mingguan bagian dari Nevi'im yang 

mengandung isi yang serupa dengan bacaan Torah minggu itu. 

Kalender parashah tidak mencakup keseluruhan kitab para nabi. Bacaan Haftarah jauh 

lebih sedikit daripada bagian Torah, biasanya hanya mencakup satu pasal atau kurang. 

Baik bagian Torah maupun Haftarah sudah diatur tatanannya. Artinya, petikan yang 

sama dari kitab para Nabi selalu mengikuti kutipan yang sama dari Torah. 

Maftir dan Haftarah 

Maftir (tambahan) yaitu  aliyah terakhir dari ibadah pembacaan Torah pada hari 

Shabbat, yang biasanya terdiri dari beberapa ayat terakhir dari bagian Torah minggu ini 

(pada hari-hari raya dan Shabbat-shabbat khusus, maftir memiliki bacaan yang berbeda: 

lihat tabel di bawah). Orang yang menerima maftir juga membacakan Haftarah (bacaan 

dari kitab para Nabi) dan berkah Haftarah yang menyertainya. Haftarah dan maftir 

dihubungkan untuk menunjukkan bahwa kitab-kitab para Nabi harus didasarkan pada 

studi Torah. 

Seremoni Pembacaan Torah 

Seremoni pembacaan Torah dan Haftarah dilakukan sebagai berikut: Gulungan Torah 

diambil dari Tabut dan diarak mengelilingi ruangan sebelum dibawa untuk diistirahatkan 

di atas bimah (mimbar pembacaan Torah). Bagian Torah mingguan (Parashat 

HaShavuah) dibagi menjadi beberapa bagian (pasukim), dan beberapa anggota jemaah 

dipanggil untuk membacakan ucapan berkat atas bagian yang ditugaskan kepada mereka 

dari bacaan minggu tersebut. Kehormatan ini disebut sebagai aliyah (secara literal, 

artinya kenaikan atau panggilan ke atas). 

Aliyah pertama dari bacaan Torah pada hari apa pun dikhususkan bagi kohen (yaitu, 

seseorang yang diturunkan dari garis keturunan imamat Aharon, saudara Mosheh), 

aliyah kedua dikhususkan bagi orang Levi, dan aliyot berikutnya biasanya diberikan 

kepada orang-orang yang merayakan peristiwa kehidupan besar, seperti pernikahan atau 

kelahiran anak.  

Yeshua dan Torah: Memahami Brit Chadashah (Perjanjian Baru) 

Simchat Torah (“sukacita Torah”) merupakan hari raya yang menandai akhir dari siklus 

pembacaan satu tahun dan awal dari siklus berikutnya. Begitu satu siklus berakhir, siklus 

berikutnya dimulai. Siklus pembacaan Torah yang tidak pernah berakhir ini 

menunjukkan peran sentralnya dalam Yudaisme. Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan, 

dan Ulangan yaitu  dasar bagi seluruh pemikiran keagamaan Yahudi. 

Jemaah Yahudi Mesianik (pengikut Yeshua) menambahkan kutipan dari Brit 

Chadashah, atau Perjanjian Baru. Membaca Perjanjian Baru di samping Torah dan Para 


Nabi membuktikan klaim penting—baik Kitab Suci Ibrani (Tanakh atau Perjanjian Lama) 

dan Perjanjian Baru memiliki pijakan yang setara. Tidak hanya mengakui bahwa setiap 

bagian dari Kitab Suci merupakan Firman Elohim, namun  semua tulisan ini menunjuk dan 

menyatakan pesan yang konsisten—Yeshua yaitu  Mesias. Petrus, misalnya, menulis 

tentang surat-surat Paulus dan “kitab-kitab yang lainnya juga” (2 Pet. 3:16). Pernyataan 

ini menyiratkan bahwa ajaran para rasul patut dihormati dan dipelajari sebagaimana 

Torah dan Kitab Para Nabi. 

Meskipun berbagai kelompok Mesianik telah mengajukan saran kutipan, tidak ada 

pengaturan baku tentang kalender bacaan Brit Chadashah seperti yang ada untuk bagian 

Torah dan Haftarah. Jemaah Mesianik tertentu mungkin memiliki bacaan Perjanjian 

Baru alternatif untuk minggu yang sama. Kalender apa pun yang dipakai  kelompok 

Mesianik tertentu, kutipan Brit Chadashah biasanya akan berhubungan dengan bagian 

Torah atau Haftarah minggu itu. Misalnya, bagian Torah untuk Parashat Mishpatim 

yaitu  Keluaran 21:1–24:18. Di bagian itu, Yisra’el berkumpul di sekitar Gunung Sinai 

dan bersedia untuk mengikuti hukum-hukum yang YHVH berikan kepada mereka 

melalui Mosheh (Keluaran 24). 

Bacaan Perjanjian Barunya yaitu  Matius 17:1-11. Bagian ini menceritakan transfigurasi, 

saat Mosheh dan Eliyahu berbicara dengan Yeshua di atas gunung. Kedua teks tersebut 

menyoroti peran Mosheh. Matius, tentu saja, menunjukkan bahwa Yeshua, Anak Elohim 

(Mat 17:5), lebih besar daripada Mosheh. Membaca Torah, Haftarah, dan Brit Chadashah 

bersama-sama yaitu  cara terbaik untuk melihat tema-tema yang mencakup seluruh 

Alkitab. 

Demikian juga, para pengikut Mesias harus mengingat bahwa keseluruhan bagian lain 

dari Kitab Suci kita dibangun di atas dasar kitab-kitab Torah. Perhatikan hal Penciptaan, 

permulaan dosa, perjanjian Elohim dengan Avraham, pembebasan dari Mitzrayim, dan 

Yisra’el menduduki negeri perjanjian. Tema-tema ini dimulai dalam Torah, namun  mereka 

bergema di seluruh Alkitab. Yeshua sendiri berkata-kata , “Janganlah mengira bahwa Aku 

datang untuk membatalkan Torah atau kitab para nabi. Aku datang tidak untuk 

membatalkan, melainkan untuk menggenapinya. Sebab, sesungguhnya Aku berkata-kata  

kepadamu: Sampai langit dan bumi berlalu, satu iota atau satu keraia pun dari Torah 

sekali-kali tidak akan lenyap, sampai segala sesuatu terjadi” (Mat. 5:17-18). [Lihat bagian 

“Iota dan Keraia Torah”.] 

Pembacaan Kitab Suci di depan umum selalu menjadi pusat dari sinagoga. Institusi 

keagamaan ini kemungkinan besar dimulai sejak pengasingan Yisra’el. Tradisi Yahudi 

menyatakan bahwa Ezra yaitu  pencetus jadwal pembacaan Torah mingguan untuk 

bangsa Yisra’el. Suatu pertemuan untuk mengadakan doa bersama dan pengajaran Torah 

tidak ada bandingannya sebelum kemunculan gereja-gereja, yang dengan sendirinya 

mengikuti pola sinagoga. 

Yeshua secara teratur pergi ke sinagoga. Lukas pasal empat menyingkapkan sekilas 

ibadah Shabbat abad pertama. Yeshua membaca sebuah bagian dari gulungan kitab 

Yesaya dan kemudian mengomentari teks tersebut dan meneguhkannya. 

Dan, Dia datang ke Nazaret, tempat Dia telah dibesarkan. Dan pada hari Shabbat, sesuai 

dengan kebiasaan-Nya, Dia masuk ke sinagoga, dan berdiri untuk membaca. Dan 

diberikanlah kepada-Nya kitab Nabi Yesaya. Dan setelah membuka kitab itu, Dia 

menemukan bagian yang telah tertulis, “Roh YHVH ada pada-Ku, sebab  Dia telah 

mengurapi Aku, untuk menginjil kepada orang-orang miskin, Dia telah mengutus Aku, 

untuk menyembuhkan orang-orang yang hancur hati, untuk mengkhotbahkan 

pembebasan bagi para tawanan, dan pemulihan penglihatan bagi orang-orang buta, 

untuk mengutus dalam kebebasan orang-orang yang tertindas” (Luk. 4:16-18). 

Tidak jelas apakah Yeshua memilih kutipan itu atau apakah itu bagian dari kalender 

bacaan yang ditetapkan. Mishnah, sumber hukum Yahudi abad ketiga, menyiratkan 

jadwal standar pembacaan Kitab Suci di sinagoga. 

Kitab Kisah Para Rasul juga mengacu pada parashah. Misalnya, “Dan setelah pembacaan 

Torah dan Kitab Para Nabi, para pemimpin sinagoga mengutus orang kepada mereka 

(Paulus dan Barnabas) sambil berkata-kata , “Hai para pria, hai saudara-saudara, jika di antara 

kamu ada suatu perkataan nasihat bagi umat ini, katakanlah!” (Kis. 13:15). 

Kemudian, Yakobus menyebutkan, “Sebab, Mosheh mempunyai orang-orang yang 

memberitakan dia dari generasi yang lampau di setiap kota, dengan dibacakannya di 

sinagoga-sinagoga pada setiap hari Shabbat” (Kis. 15:21). 

Tidak jelas kapan tepatnya kalender parashah modern muncul. Namun, praktek 

membaca Kitab Suci di sinagoga-sinagoga sudah ada sejak lampau. 

Tabel Parashah Tradisional 

Tabel berikut mencantumkan 54 bagian Torah menurut nama transliterasi konvensional. 

Setiap bagian Torah biasanya diberi nama dari kata unik pertama dari teks Kitab Suci 

Ibrani. Untuk menemukan bacaan Torah minggu ini, Anda harus berkonsultasi dengan 

Kalender Ibrani yang mencantumkan parashah (Yahudi) untuk minggu (Gregorian) 

tertentu.  

* Bagian yang ditandai dengan tanda bintang dapat ditambahkan kepada bacaan Torah 

minggu berikutnya. 

Ada 54 bagian Torah, satu bagian untuk setiap minggu di dalam tahun kabisat, sehingga 

dalam satu tahun Ibrani, dimulai dan diakhiri pada hari raya Simchat Torah, kita 

membaca seluruh Torah dalam ibadah kita. Pada tahun-tahun non-kabisat, akan ada 50 

minggu, jadi beberapa bagian Torah yang pendek digabungkan dengan bagian bacaan 

minggu berikutnya. (Tahun kabisat Ibrani menambahkan satu bulan tambahan (terdiri 

dari 4 minggu) yang disebut Adar II; dengan demikian akan ada bulan Adar I dan Adar 

II dalam kalender Ibrani, yang mana ini akan menunjukkan bahwa ia yaitu  tahun 

kabisat). 

Pada minggu Paskah dan minggu Sukkot, bagian Torah yang berbeda dibacakan, 

sehingga dalam sebuah tahun kabisat akan tersisa 52 minggu untuk 54 bagian Torah (ada 

2 minggu yang memiliki bagian bacaan ganda), dan pada tahun non kabisat akan 

menyisakan 48 minggu untuk 54 bagian Torah (ada 6 minggu yang memiliki bagian 

bacaan ganda). 

Parashiyot Tambahan untuk Hari-hari Raya 

Di bawah ini yaitu  bacaan tambahan untuk hari-hari raya dan shabbat-shabbat khusus. 

Perhatikan bahwa pada hari-hari raya, bagian maftir (M) berbeda dari bacaan Torah 

biasanya. 

Berkat Pembacaan Torah 

Melakukan Aliyah kepada Torah 

לֹום  ב   שָׁ ֶתָך  ְלֹאֲהֵבי   רָׁ מֹו   ־ ְוֵאין תֹורָׁ  ִמְכשֹול:  לָׁ

shalom    rav    le’ohavei   toratekha   ve’ein-   lamo    mikhshol 

Setiap Shabbat, sebuah bagian mingguan dari Torah (disebut parashah) dilantunkan 

selama ibadah pagi. Bagian Torah ini sendiri dibagi-bagi lagi menjadi bagian-bagian yang 

lebih kecil yang disebut aliyot (literal, “kenaikan”), dan merupakan tradisi untuk 

memanggil orang-orang dari jemaah (disebut olim) untuk membacakan berkat sebelum 

dan sesudah setiap bagian diucapkan oleh seorang pelantun atau pembaca Torah. 

Untuk ibadah Shabbat, setiap parashah dibagi dalam tujuh aliyot dengan bagian penutup 

(disebut Maftir) yang dibacakan oleh orang yang juga akan membacakan berkat 

Haftarah. Ini berarti bahwa dalam suatu ibadah Pembacaan Torah Shabbat, delapan 

orang akan dipanggil untuk membacakan berkat atas Torah (pada ibadah pagi hari kerja 

(Senin dan Kamis), tiga aliyot pertama dari bagian Shabbat yang akan datang dibacakan). 

Untuk mengingat kembali peranan ibadah di Bait Suci Yahudi kuno, merupakan suatu 

tradisi untuk mempersembahkan aliyah pertama kepada seorang Kohen (yaitu, seorang 

imam keturunan Aharon, saudara laki-laki Mosheh), yang kedua kepada seorang Levi 

(yaitu, seorang keturunan dari suku Levi), dan aliyot yang tersisa (dari shlishi ke shevi'i) 

kepada Yisra’elim (yaitu, orang Yahudi yang bukan Kohen atau Levi). Seorang gabbai 

(pejabat sinagoga) akan memberitahukan terlebih dahulu nomor aliyah yang keberapa. 

Jika Anda diberi kehormatan dipanggil untuk sebuah aliyah, Anda harus mengucapkan 

berkat sebelum dan sesudah pembacaan Torah (oleh seorang pelantun). Berikut panduan 

singkat untuk melakukan kehormatan ini: 

1. saat nama Anda diumumkan oleh gabbai, berjalanlah ke arah bimah. Ambil rute 

yang paling dekat. 

2. Jika Anda mengenakan selendang doa (tallit gadol), Pelantun atau ba'al keri'ah akan 

menunjuk kepada kata di gulungan Torah di mana ia akan mulai membaca. Ambil tzitzit 

(jumbai) dari tepian selendang doa (tallit gadol) Anda dan sentuhkan kepada kata itu; 

Anda dapat menyentuhkan tzitzit ke bibir Anda sebagai ungkapan cinta Anda kepada 

Torah. 

3. Berdirilah tepat di depan gulungan Torah dengan kedua tangan pada pegangan (etz 

chayim) dan bacakan berkat berikut ini: 

Barekhu Sebelum Pembacaan Torah: 

ְרכּו  ְך       ְייָׁ   ֶאתˉ   בָׁ  ַהְמֹברָׁ

barekhu    et-    Adonai    hammevorakh 

Jemaah menjawab: 

ְך        ְייָׁ   רּוְך בָׁ  ם      ַהְמֹברָׁ ֶעד   ְלעֹולָׁ  וָׁ

barukh    Adonai    hammevorakh    le’olam      va’ed 

4. Sekarang Anda akan membacakan berkat berikut ini: 

Berkat Sebelum Pembacaan Torah: 

רּוְך  ה        בָׁ ם    ֶמֶלְך     ֱאֹלֵהינּו    ְיהוָׁה    ַאתָׁ עֹולָׁ     הָׁ

barukh         attah      Adonai    eloheinu       melekh    ha’olam      

diberkatilah    engkau    YHVH    elohim kami    raja       semesta      

ַחר   ֲאֶשר  נּו         בָׁ ל           בָׁ ַעִמים        ִמכָׁ       הָׁ

asher    bachar         banu           mikkol        ha’ammim      

yang     dia memilih    dalam kami    dari segala    kaum-kaum     

 

 

נּו                ןְונָׁתַ  תֹו   ֶאת            לָׁ  תֹורָׁ

venatan             lanu            et      torato 

dan memberikan    kepada kami     »      torahnya 

רּוְך  ה        בָׁ ה           נֹוֵתן    ְיהוָׁה    ַאתָׁ  ַהתֹורָׁ

barukh         attah      Adonai    noten            hattorah 

diberkatilah    engkau    YHVH    yang memberi    torah 

Bergeserlah ke kanan untuk memberi tempat kepada pelantun untuk melantunkan 

bagian dari Sefer Torah (gulungan kitab Torah). 

5. Pada penghabisan, pelantun akan menunjuk kata terakhir yang dibacakan. Sekali lagi, 

sentuh dengan tzitzit seperti yang disebutkan di atas. 

6. Ucapkan berkat berikut: 

Berkat Sesudah Pembacaan Torah: 

רּוְך  ה        בָׁ ם    ֶמֶלְך     ֱאֹלֵהינּו    ְיהוָׁה     ַאתָׁ עֹולָׁ     הָׁ

barukh         attah      Adonai    eloheinu       melekh    ha’olam      

diberkatilah    engkau    YHVH    elohim kami    raja       semesta      

נּו           נַָׁתן   ֲאֶשר          ֱאֶמת   תֹוַרת            לָׁ

asher    natan          lanu           torat      emet           

yang     memberikan    kepada kami    torah     kebenaran     

ם             ְוַחֵיי   ְבתֹוֵכנּו        נַָׁטע    עֹולָׁ

vechaiyei          ‘olam      nata’         betokhenu 

dan kehidupan    kekal       menanam    di tengah-tengah kami 

רּוְך  ה        בָׁ ה           נֹוֵתן    ְיהוָׁה    ַאתָׁ  ַהתֹורָׁ

barukh         attah      Adonai    noten            hattorah 

diberkatilah    engkau    YHVH    yang memberi    torah 

7. Setelah membaca berkat ini, bergantung pada minhag ha-maqom (kebiasaan tempat 

itu), Anda dapat kembali ke tempat duduk Anda atau tetap berada di bimah sementara 

oleh berikutnya melakukan aliyahnya. 

Mazal Tov! – Anda baru saja selesai melakukan “Aliyah.” 

Istilah-istilah: 

Aliyah – (jamak: “Aliyot”); naik, ke atas; kenaikan; teradap lokasi atau terhadap 

kedudukan atau tingkatan; seperti “Aliyah l'Eretz Yisra’el,” “Naik untuk tinggal di Negeri 

Israel” atau “Aliyah La'Torah,” “Naik untuk melakukan berkat atas Torah.” Pada ibadah 

pembacaan Torah (Shabbat), ada tujuh aliyot yang dibacakan (yaitu, tujuh bagian 

berbeda dari parashah mingguan yang dibacakan selama ibadah Pembacaan Torah). 


Bimah: Sebuah panggung di mana Torah dibaca (biasanya di depan Tabut, tapi pada 

sinagoga-sinagoga Sephardik kemungkinan berada di tengah ruangan). 

Mazal Tov! “Selamat!” Ekspresi ucapan selamat atau harapan yang baik (misal: “Mazel 

Tov untuk bayi yang baru lahir!”). 

Tallit Gadol: Selendang doa bersudut empat yang dikenakan oleh orang dewasa saat 

ibadah pagi. Setiap sudut Tallit Gadol memiliki jumbai yang disebut tzitzit. Mengenakan 

tallit membantu kita membentuk suasana untuk berdoa, seperti tempat persembunyian 

di mana kita bertemu dengan Bapa di surga (Maz. 91:1). Paragraf ketiga dari doa Shema 

berisi perintah untuk memakai tzitzit (Ul. 6:8). Di bagian atas tallit terdapat atarah, atau 

pita lebar. Fungsi dari atarah yaitu  untuk memastikan kita tidak mengenakan tallit 

secara terbalik (demikian juga untuk mengucapkan kata-kata berkat Ibrani yang 

dibacakan saat mengenakan tallit gadol). Atarah dilepas saat tallit dipakai  untuk 

mengubur orang mati. Orang Yahudi tradisional juga memakai tallit katan (tallit kecil). 

Disebut juga arbah kanfot (empat penjuru), yaitu pakaian khusus seperti pakaian dalam. 

Ini juga memiliki empat sudut berjumbai. Bagi orang-orang Yahudi Tradisional, tallit 

gadol dan tallit katan hanya dikenakan oleh pria. 

Barekhu 

Panggilan untuk Ibadah 

Barekhu yaitu  panggilan untuk beribadah di sinagoga, dan secara tradisional 

dilantunkan oleh seorang pelantun (atau chazzan) di hadapan minyan, kelompok 

sepuluh orang laki-laki yang bar mitzvah. Persyaratan untuk sepuluh laki-laki ini berasal 

dari kisah syafaat Avraham untuk Sedom, di mana YHVH bersedia jika ada sepuluh orang 

benar di kota itu, Dia akan menyelamatkan kota-kota itu dari kehancuran. Barekhu juga 

diucapkan oleh seseorang yang dipanggil untuk membaca Torah di depan jemaah. 

Pelantun (atau oleh) akan melantunkan kata-kata berikut: 

ְרכּו  ְך         ְייָׁ  ֶאת־  בָׁ  ַהְמֹברָׁ

barekhu   et-    Adonai    hammerovakh 

Dan minyan akan menjawab dengan kata-kata berikut: 

רּוְך  ְך        ְייָׁ   בָׁ ם      ַהְמֹברָׁ ֶעד  ְלעֹולָׁ  וָׁ

barukh    Adonai    hammevorakh    le’olam     va’ed 

Berkat Haftarah - 

Berkat Maftir untuk Pembacaan Kitab Para Nabi 

ַרי ְוֻחַקי ֲאֶשר ִצִּויִתי  ַדי ַהְנִביִאים ֲהלֹוא ִהִשיגּו ַאְך ׀ ְדבָׁ ֶאת־ֲעבָׁ

 ֲאֹבֵתיֶכם

Haftarah yaitu  tradisi membaca dari Nevi'im (kitab para nabi) segera sesudah ibadah 

Torah dilakukan pada hari Shabbat atau hari-hari raya. Orang yang menerima 

kehormatan membaca Haftarah disebut Ba'al Haftarah atau Maftir, “orang yang 

mengakhiri” pembacaan Torah. 

Haftarah berasal dari akar kata fatar, yang artinya “memberhentikan”, atau 

“mengakhiri”, atau “menyimpulkan”. Haftarah diibaratkan sebagai makanan penutup, 

sebab  pembacaan kitab para Nabi melengkapi pembacaan Torah pada ibadah tersebut. 

Biasanya Haftarah yaitu  tentang topik yang berhubungan dengan bagian Torah (kecuali 

pada hari-hari raya, saat bacaan biasanya berhubungan dengan hari-hari raya). Di 

beberapa sinagoga, Maftir pertama-tama akan membacakan aliyot Torah terakhir (dari 

tujuh aliyot) dan kemudian membacakan berkat sebelum Haftarah. 

Catatan: Orang yang membacakan Haftarah juga membaca Maftir aliyah. Alasan kenapa 

Ba'al Haftarah menerima maftir aliyah tambahan ketimbang salah satu dari tujuh aliyot 

yang diamanatkan yaitu  untuk menghindari kesan bahwa Haftarah (yang berasal dari 

bagian kenabian dari Alkitab Ibrani) memiliki kesucian yang setara dengan bagian Torah. 

Dalam pandangan Yahudi, dengan membaca pengulangan pendek dari bacaan Torah dan 

bagian dari para Nabi, menunjukkan bahwa Haftarah memiliki kesucian yang lebih 

rendah ketimbang bacaan Torah utama. Pada hari-hari raya dan shabbat-shabbat khusus, 

maftir memiliki bacaan yang berbeda yang diambil dari bagian lain dari Torah. 

Berkat Sebelum Haftarah 

Ucapan berkat berikut ini dibacakan (dilantunkan) sebelum membaca bagian Haftarah: 

רּו ה        ְך בָׁ ם     ֶמֶלְך     ֱאֹלֵהינּו        ְייָׁ    ַאתָׁ עֹולָׁ  הָׁ

barukh         attah      Adonai    eloheinu       melekh     ha’olam 

diberkatilah    engkau    YHVH    elohim kami    raja        semesta 

ַחר   ֲאֶשר  ה     טֹוִבים         ִבְנִביִאים         בָׁ צָׁ  ְורָׁ

asher    bachar         binvi’im            tovim       veratzah 

yang     dia memilih    dalam nabi-nabi    yang baik   dan berkenan 

ִרים            ְבִדְבֵריֶהם   ֶבֱאֶמת       ַהֶנֱאמָׁ

vedivreihem               hane’emarim      be’emet 

dalam kata-kata mereka    yang dikatakan    dalam kesetiaan 

רּוְך  ה        בָׁ ה        ַהבֹוֵחר        ְייָׁ     ַאתָׁ    ַבתֹורָׁ

barukh         attah      Adonai    habbocher       battorah     

diberkatilah    engkau    YHVH    yang memilih    dalam torah        

ֵאל     ַעְבדֹו           ּוְבֹמֶשה           ַעמֹו         ּוְבִיְשרָׁ

uvemosheh            ‘avdo         uveyisra’el            ‘ammo        

dan dalam Mosheh    hambanya    dan dalam Yisra’el    umatnya        

ֱאֶמת             יֵאי ּוִבְנבִ  ֶצֶדק    הָׁ  וָׁ

uvinvi’ei                ha’emet      vatzedeq 

dan dalam nabi-nabi    setia         dan benar 


 

Berkat Sesudah Haftarah 

Berikut ini dibacakan (dilantunkan) setelah membaca bagian Haftarah: 

רּוְך ה         בָׁ ם    ֶמֶלְך     ֱאֹלֵהינּו        ְייָׁ    ַאתָׁ עֹולָׁ  הָׁ

barukh         attah      Adonai    eloheinu       melekh    ha’olam 

diberkatilah    engkau    YHVH    elohim kami    raja       semesta 

ל          צּור  ִמים     כָׁ עֹולָׁ ל   ַצִדיק   הָׁ  ְבכָׁ

tzur            kol       ha’olamim      tzaddiq    bekhol     

gunung batu    segala    kekekalan      benar     dalam seluruh     

ֵאל         ַהדֹורֹות  ן  הָׁ אֹוֵמר       ַהֶנֱאמָׁ  הָׁ

haddorot           ha’el    hanne’eman    ha’omer    

generasi-generasi   El      yang setia      yang berkata-kata   

  ּוְמַקֵים      ַהְמַדֵבר                ְוֹעֶשה 

ve’oseh                 hamdabber       umeqaiyem    

dan yang melakukan    yang berbicara    dan yang menegakkan  

ל  יו          ֶשכָׁ רָׁ  ְוֶצֶדק     ֱאֶמת         ְדבָׁ

shekol          devarav         emet        vetzedeq   

yang seluruh    kata-katanya    kesetiaan    dan kebenaran   

ן ה         ֶנֱאמָׁ ִנים       ֱאֹלֵהינּו       ְייָׁ    ַאתָׁ  ְוֶנֱאמָׁ

ne’eman       attah      Adonai    eloheinu       vene’emanim   

terpercaya     engkau    YHVH    elohim kami    dan terpercaya    

ֶריָך ר       ְדבָׁ בָׁ ד     ְודָׁ ֶריָך  ֶאחָׁ חֹור         ִמְדבָׁ  אָׁ

devareikha      vedavar    echad    midevareikha        achor  

kata-katamu     dan kata   satu      dari kata-katamu    ke belakang   

ם         יָׁשּוב    לֹא  ן     ֶמֶלְך   ֵאל        ִכי  ֵריקָׁ   ֶנֱאמָׁ

lo       yashuv         reiqam    ki         el      melekh    ne’eman    

tidak    dia kembali     kosong    bahwa    El     raja       setia   

ן ְוַרחֲ  ה              מָׁ תָׁ רּוְך     אָׁ ה        בָׁ      ְייָׁ    ַאתָׁ

verachaman            attah      barukh         attah      Adonai   

dan berbelas kasihan    engkau    diberkatilah    engkau    YHVH  

ֵאל  ן  הָׁ ל          ַהֶנֱאמָׁ יו           ְבכָׁ רָׁ  ְדבָׁ

ha’el    hane’eman        bekhol          devarav 

El      yang terpercaya    dalam segala    kata-katanya 


Ucapan Berkat Sebelum Studi Torah 

י    - ָמה יא    ַהּיֹום -  ָכל   תֹוָרֶתָך   ָאַהְבתִּ י:  הִּ יָחתִּ  שִּ

mah-    ahavti       toratekha    kol-    haiyom    hi      sichati 

Merupakan tradisi untuk mengucapkan berkat sebelum masuk dalam Talmud Torah – 

studi Torah. Dalam ucapan berkat berikut, perhatikan kata לֲַעסֹוק la'asoq, yang artinya 

“menyibukkan diri”, “terlibat dalam”, atau “membenamkan diri” (berasal dari akar kata 

Ibrani עִׁסּוק ‘isuq, yang artinya “sibuk”). Maka berkat ini, yaitu  tentang ‘menyibukkan’ 

diri kita dengan mempelajari Torah, memperhatikan instruksi Tuhan bagi hidup kita: 

רּוְך  ה        בָׁ ם     ֶמֶלְך       ֱאֹלֵהינּו    ְיהוָׁה    ַאתָׁ עֹולָׁ  הָׁ

barukh         attah      Adonai    eloheinu       melekh    ha’olam 

diberkatilah    engkau    YHVH    elohim kami    raja       semesta 

נּו   ֲאֶשר  יו              ִקְדשָׁ  ְבִמְצֹותָׁ

asher    qiddeshanu            bemitzvotav     

yang     menguduskan kami    dalam perintah-perintahnya 

נּו  ה        ְבִדְבֵרי      ַלֲעסֹוק                         ְוִצּוָׁ  תֹורָׁ

vetzivvanu                     la’asoq         bedivrei           torah 

dan dia memerintahkan kami    untuk sibuk    dalam kata-kata   torah 

Orang-orang bijak bertanya, mengapa menggunakan kata לֲַעסֹוק la'asoq ketimbang 

menggunakan kata לֹוֵמד lomed (belajar, mempelajari) dalam kata-kata berkat ini? 

Mengapa tidak mengatakan, ... vetzivvanu lomed be'divrei torah? Mereka menjawab 

bahwa meskipun tidak semua orang memiliki waktu atau tenaga untuk mempelajari 

Torah sebagaimana arti kata לֹוֵמד lomed, setiap orang dapat hadir, terlibat, 

menenggelamkan diri, atau menyibukkan diri dalam hal-hal mempraktekkan Torah. Dan 

sebab  itu, kata לֲַעסֹוק la'asoq dipakai . 

Untuk versi sinagoga dari ucapan Berkat Mempelajari Torah (Birkat HaTorah), lihat 

keterangan di bawah: 

Birkat HaTorah 

Berkat Mempelajari Torah 

Talmud Torah memiliki arti mempelajari Torah. Pengetahuan Torah yaitu  fondasi 

untuk menghidupi kehidupan Yahudi yang sesungguhnya dan merupakan salah satu 

tanggung jawab paling dasar seorang Yahudi. Doa di bawah ini diucapkan sebagai bagian 

dari ibadah shacharit di sinagoga: 

 

 

רּוְך  ה        בָׁ ם     ֶמֶלְך     ֱאֹלֵהינּו    ְיהוָׁה     ַאתָׁ עֹולָׁ  הָׁ

barukh         attah      Adonai    eloheinu       melekh    ha’olam 

diberkatilah    engkau    YHVH    elohim kami    raja       semesta 

נּו   ֲאֶשר  יו               ִקְדשָׁ  ְבִמְצֹותָׁ

asher    qiddeshanu            bemitzvotav     

yang     menguduskan kami    dalam perintah-perintahnya 

ה          ְבִדְבֵרי     ַלֲעסֹוק                      נּו ְוִצּוָׁ   תֹורָׁ

vetzivvanu                  la’asoq         bedivrei            torah 

dan memerintahkan kami    untuk sibuk    dalam kata-kata    torah 

 ִדְבֵרי ֶאת     ֱאֹלֵהינּו    ְיהוָׁה       נָׁא            ְוַהֲעֶרב 

veha’arev             na        Adonai    eloheinu       et     divrei 

dan buatlah manis    mohon    YHVH    elohim kami    »     kata-kata  

ֶתָך        ֵבית       ַעְמָך              ּוְבִפי              ִפינּו בְ  תֹורָׁ

toratekha   befinu               uvefi                ammekha    beit        

torahmu    dalam mulut kami    dan dalam mulut    umatmu      rumah  

ֵאל              ְוֶצֱאֶצֵאינּו     ֲאַנְחנּו              ְוִנְהֶיה   ִיְשרָׁ

Yisra’el      venihyeh             anachnu    vetze’etze’einu           

Yisra’el      dan kami akan ada    kami        dan keturunan-keturunan kami     

ֵאי ֵאל    ֵבית        ַעְמָך                  ְוֶצֱאצָׁ  ִיְשרָׁ

vetze’etza’ei                 ammekha    beit       Yisra’el 

dan keturunan-keturunan    umatmu      rumah    Yisra’el 

נּו  ֶתָך     ְולֹוְמֵדי       ֶמָך שְ      יֹוְדֵעי          ֻכלָׁ  תֹורָׁ

kullanu         yode’ei       shemekha    velomdei      toratekha 

seluruh kami    mengenal    namamu     dan belajar    torahmu 

ה  רּוְך           ִלְשמָׁ ה     בָׁ  ַהְמַלֵמד    ְיהוָׁה    ַאתָׁ

lishmah           barukh      attah      Adonai    hammelammed   

untuk namanya    diberkati    engkau    YHVH    yang mengajar 

ה  ֵאל             ְלַעמֹו  תֹורָׁ  ִיְשרָׁ

torah     le’ammo           Yisra’el  

torah     kepada umatnya    Yisra’el 

רּוְך  ה        בָׁ ם     ֶמֶלְך       ֱאֹלֵהינּו    ְיהוָׁה    ַאתָׁ עֹולָׁ  הָׁ

barukh         attah      Adonai    eloheinu       melekh    ha’olam 

diberkatilah    engkau    YHVH    elohim kami    raja       semesta 

ַחר   ֲאֶשר  נּו         בָׁ ל           בָׁ ַעִמים         ִמכָׁ  הָׁ

asher    bachar         banu           mikkol         ha’ammim     

yang     dia memilih    dalam kami    dari seluruh    kaum-kaum 

נּו                   ְונַָׁתן  תֹו   ֶאת            לָׁ  תֹורָׁ

venatan                 lanu           et      torato 

dan dia memberikan     kepada kami    »      torahnya 


 

רּוְך  ה        בָׁ ה              נֹוֵתן     ְיהוָׁה    ַאתָׁ  ַהתֹורָׁ

barukh         attah      Adonai    noten                hattorah 

diberkatilah    engkau    YHVH    yang memberikan     torah 

ֶרְכָך                  ְוִיְשְמֶרָך    ְיהוָׁה                ְיבָׁ

yevarekhkha              Adonai    veyishmerekha             

dia memberkati engkau   YHVH    dan dia menjaga engkau     

נָׁיו    ְיהוָׁה                 יֵָׁאר    ֵאֶליָך       פָׁ

ya’er                  Adonai    panav       eleikha    

dia membuat terang    YHVH    wajahnya    atasmu    

א                             ִויֻחֶנָך  נָׁיו    ְיהוָׁה             ִישָׁ    פָׁ

vichunnekha                       yisa               Adonai    panav   

dan dia berkemurahan kepadamu    dia mengangkat   YHVH    wajahnya   

לֹום        ְלָך                   ְויֵָׁשם    ֵאֶליָך   שָׁ

eleikha     veyasem                 lekha        shalom 

atasmu     dan dia menempatkan    kepadamu    damai sejahtera   

Transliterasi: 

Kutipan Orang-orang Bijak: 

“Di atas tiga hal ini dunia berdiri; di atas Torah, di atas penyembahan, dan di atas 

tindakan kebaikan” (Shim’on haTzaddiq, Pirkei Avot). 

“Yisra’el dimahkotai dengan tiga mahkota: mahkota Torah, mahkota keimaman, dan 

mahkota kerajaan. Aharon layak mendapatkan mahkota keimaman, seperti dikatakan, 

“Bagi dia dan bagi benihnya sesudah dia, suatu perjanjian keimaman kekal” (Bil. 25:13). 

David layak mendapatkan mahkota kerajaan, seperti dikatakan, “Keturunannya akan 

kekal, dan takhtanya bagaikan matahari di hadapan-Ku” (Maz. 89:36). Mahkota Torah 

tinggal, berdiri dan menantikan setiap orang Yisra’el, seperti dikatakan, “Mosheh 

 

memerintahkan Torah kepada kita, suatu warisan jemaah Ya’aqov” (Ula. 33:4). Siapa pun 

yang menginginkannya harus datang dan mengambil bagian. Mungkin seseorang akan 

berkata-kata  bahwa mahkota-mahkota lainnya lebih besar dari mahkota Torah? Namun, 

dikatakan, “Olehku, raja-raja memerintah dan para penguasa menetapkan kebenaran. 

Para penguasa dan pembesar memerintah sebab  aku” (Ams. 8:15-17). Dari sini kita 

belajar bahwa mahkota Torah melebihi keduanya” (Maimonides). 

Rabbi Meir berkata-kata : Siapa pun yang terlibat dalam Torah demi Torah itu sendiri, 

mendapatkan banyak hal; lebih jauh lagi, dia layak mendapatkan seluruh dunia. Dia 

disebut sahabat, kekasih, dan intim dengan Tuhan, kekasih umat manusia; itu 

membungkusnya dalam kerendahan hati dan penghormatan, menjadikannya layak 

untuk menjadi orang benar, suci, lurus, dan setia; itu menjauhkannya dari dosa dan 

mendekatkannya kepada kebajikan, dan dari dia orang-orang meminta nasihat dan 

pengetahuan yang baik, pengertian, dan ketabahan, sebab  ada tertulis, 'Nasihat yaitu  

milikku dan pengetahuan yang baik, aku memahami, aku tangguh.' Dan itu memberinya 

kedudukan sebagai raja, kekuasaan, dan kebijaksanaan; kepadanya disingkapkan 

rahasia-rahasia Torah, dan dia menjadi seperti mata air yang tidak pernah kering, sungai 

yang tidak pernah berhenti mengalir; ia menjadi rendah hati, panjang sabar, dan pemaaf 

terhadap hinaan; dan itu membesarkan dia dan meninggikan dia di atas segala sesuatu 

(Pirkei Avot 6:1). 

 Iota dan Keraia Torah 

Dalam khotbah-Nya di atas bukit, Tuhan Yeshua berkata-kata  kepada kerumunan orang 

banyak dan murid-murid-Nya bahwa tidak ada satu “iota” atau “keraia” pun yang akan 

berlalu dari Torah hingga semuanya digenapi. 

Matius 5:18 dalam terjemahan Aramaik: 

ܡܼܝܢ ܝܪ ܼܐܲ ܹ݁ ܪ ܓ  ݂ ݈ܐܵܢܐ ܵܐܼܡܲ ܵܡ݂ܐ ܘ݂ܲܢܠܟ  ܼܲ ܥܕ 

ܲ

ܼ ܪܘ݂ܲܢ ܕ  ܸܢܥܒ  ܵܝܐ ܕ  ܐܪܵܥܐ ܫܼܡܲ ݂ ܼܘܲ ܵܐ ܝܲܘܕ   ܵܐܘ ܚܕ 

݂ ܕ  ݂ ܸܣܪܵܛܐ ܼܚܲ

ܵ

ܪ ܠ ܼܲ ܵܡܐ ܵܢܡܲܘܵܣܐ ܼܡܢ ܸܢܥܒ  ܼܲ ܠ ܥܕ  ܼ ܟ  ܐ ܕ   ݂܀ ܢܹ݁ܗܘܹ݁

amin geir amar na l'kun da'dama d'ne'brun sh'maya va'r'a yud chda av chad serta la 

ne'bar men namusa dama d'kul nehve 

Kata yang diterjemahkan “iota” mengacu pada huruf Ibrani terkecil, yaitu י (יֹוד “Yod”), 

dan kata yang diterjemahkan “keraia” (diterjemahkan ‘titik’ dalam Alkitab Terjemahan 

Baru LAI) mengacu pada “tanduk,” atau קֹוץ “Qotz”, yaitu coretan terkecil dari suatu 

huruf Ibrani; kemungkinan mirip “serif” (huruf kaki) dalam tipografi bahasa Inggris atau 

Indonesia modern kita.  

 

                                    ↑   ↑       ↑    ↑ 

                                  serif serif   serif serif 

Dalam tipografi, serif yaitu  garis kecil atau coretan yang secara tetap dibubuhkan pada 

akhir goresan yang lebih besar dalam sebuah huruf atau simbol dalam font tertentu atau 

kelompok font tertentu. 

Huruf Ibrani י “Yod” yaitu  huruf Ibrani terkecil dari alephbet Ibrani. Huruf י “Yod” 

terdiri dari tiga bagian: cabang atas (tag), garis melengkung ke bawah, dan bagian tengah. 

Tag atas menunjuk ke arah Elohim, garis melengkung ke bawah menunjuk ke bumi, dan 

bagian tengah menyatukan bagian-bagian itu dalam satu kesatuan.  

 

         cabang atas atau tag → 

                       wajah → 

 ← kepala                                 

                            qotz →

 

 

 .Yod” yaitu  huruf terkecil dalam Kitab Suci dan juga yang paling sering muncul“ י

sebab  begitu kecilnya, Yod dihiasi dengan cabang kecil yang menunjuk ke atas, ke arah 

Elohim. “Qotz dari Yod” (לֶיֹוד  yaitu  serif kecil di bagian bawah “wajah” kepala (קֹוצֹוֶש 

Yod dan merupakan tanda terkecil dari semua tanda yang dibuat dalam teks Ibrani. 

Tanda קֹוץ “Qotz” inilah yang merujuk pada “keraia” yang Yeshua bicarakan dalam 

Matius 5:18 dan Lukas 16:17. 

Dalam Lukas 16:17, kita membaca Tuhan Yeshua berkata-kata  tentang keraia (atau קֹוץ 

“Qotz”) dari Torah: 

Dalam aturan-aturan seni tulis Yahudi yang dikenal sebagai Soferut, sebuah Gulungan 

Torah akan dinyatakan tidak valid (pasul) bahkan jika hanya tidak memiliki serif (“Qotz” 

atau “keraia”) dari Yod ini (Menachot 29a): 

 יֹוד   ֶשל     קֹוצֹו 

qotzo      shel    yod 

coretan    dari    Yod 

Jadi, meskipun sangat kecil, Yod sangatlah penting, sebab  bahkan tanpa “Qotz dari Yod” 

יֹוד) לֶ ש   qotzo shel yod) seluruh Gulungan Torah menjadi dianggap tidak valid קֹוצֹוֶ

(pasul). 

 

Misteri Yod 

Tergantung di tengah-tengah, Yod yaitu  huruf Ibrani terkecil, “atom” dari konsonan 

Ibrani, dan bentuk yang dari padanya semua huruf Ibrani lainnya dimulai dan diakhiri: 

Dalam tradisi Yahudi, Yod mewakili sebuah titik belaka, titik energi Ilahi. sebab  Yod 

dipakai  untuk membentuk semua huruf lainnya, dan sebab  Elohim menggunakan 

huruf-huruf Ibrani sebagai blok-blok penyusun Ciptaan, Yod menunjukkan 

kemahahadiran Elohim. 

Bahkan, kata דיֹו  (Yod) itu sendiri menggambarkan sesuatu dari geometri penciptaan. Itu 

dimulai dengan ֶי “Yod” itu sendiri, sebagai sebuah titik, dan kemudian bergerak ke 

bawah, dari yang Ilahi menuju kepada tatanan Ciptaan untuk membentuk ו “Vav” 

("pasak" dari Penciptaan). Akhirnya ia bergerak keluar di alam horizontal sebagai ד 

“Dalet” ("pintu" dari Penciptaan). Lebih jelas lihat ilustrasi berikut: 

                           Lebar   Panjang  Titik 

 ד      ֹו      י

Goresan terkecil (קֹוץ “Qotz”) dari huruf Ibrani terkecil (י “Yod”) dari Kitab Suci itu begitu 

penting bagi Tuhan Yeshua. Jika kita menghargai Kitab Suci seperti halnya Tuhan Yeshua 

menghargai Kitab Suci, kita juga akan memperhatikan perincian-perincian Kitab Suci. 

Dan biarlah pengertian ini mendorong kita untuk mau terus belajar perintah-perintah 

Torah-Nya. 

ܠ ܼ ܢ ܟ  ܝܠ ܼܡܲ ܹ݁ ܐ ܵܗܟ  ܸܢܫܪܹ݁ ݂ ܕ  ܕ  ܢܹ݁ܐ ܼܡܢ ܼܚܲ

ܵ ܲܘܩܕ  ܝܢ ܦ  ܐ ܵܗܠܹ݁ ݂ ܙܥܲܘܪܹ݁ ܸܠܦ 

ܵܢܐ ܘܼܢܲ ܼܲ ܝܵܢܵܫܐ ܵܗܟ  ܼܢܲ ܒ 

ܲ

ܐ ܼܠ

ܵ

ܨܼܝܪ  ܒ 

ܐ ܩܪܹ݁ ܐ ܸܢܬ  ܵ

ܲܘܬ  ܠܟ  ܼܡܲ ܵܝܐ ܒ  ܫܼܡܲ ܼܲ ܠ ܕ  ܼ ܝܢ ܟ  ܹ݁ ݂ ܕ  ܕ  ܸ ܸܢܥܒ  ݂ ܕ  ܸܠܦ 

݂ܐ ܵܗܵܢܐ ܘܼܢܲ ܵ ܒ 

ܲ

ܐ ܼܪ ܩܪܹ݁ ܐ ܸܢܬ  ܵ

ܲܘܬ  ܠܟ  ܼܡܲ  ܒ 

ܵܝܐ ܫܼܡܲ ܼܲ  ݂܀ ܕ 

kul man hakil d’neshre chad men puqdane halein z’ure v’nalef hakana lavnaynasha 

b’tzira netqre bamalkuta dashmaya kul dein d’nabed v’nalef hana rabba netqre 

b’malkuta dashmaya 

7 Alasan Kristen Perlu Belajar Torah 

Seringkali orang-orang Kristen berpikir bahwa “Perjanjian Lama” hampir-hampir tidak 

relevan saat ini, sebab  doktrin-doktrin Gereja dibuat secara eksplisit dalam tulisan-

tulisan Perjanjian Baru. Namun, ini yaitu  kesalahan serius, sebagaimana fakta-fakta 

berikut menunjukkan: 

1. Yeshua dan semua murid-Nya yaitu  orang Yahudi yang memelihara Torah. Kitab 

Suci yang mereka pelajari, cintai, dan kutip yaitu  Torah, Para Nabi, dan Tulisan-

Tulisan (yaitu, Tanakh Yahudi). Bahkan, Yeshua mengutip dari kitab Ulangan 

(dari Torah) lebih banyak daripada kitab-kitab lain di dalam Kitab Suci. Sebagai 

seorang anak, Yeshua akan mempelajari Torah dan menghafalnya bersama anak-

anak Yahudi lainnya. Dia juga terbiasa dengan ajaran orang-orang bijak Yahudi 

Yisra’el awal.  

saat ditanya apa perintah YHVH yang terutama, Yeshua menjawab dengan 

mengutip bagian ve’ahavta dari Shema, “Yang terutama dari semua perintah 

yaitu : 

ַמע  הֹוה ֶאָחד׃שְׁ הֹוה ֱאֹלֵהינּו יְׁ ָרֵאל יְׁ  ִישְׁ

shema Yisra'el Adonai eloheinu Adonai echad”, “Dengarlah, Yisra’el, YHVH itu 

Elohim kita, YHVH itu satu.” 

ָך׃ ֹאֶדֶֽ ָכל־מְׁ ָך ּובְׁ שְׁ ָכל־ַנפְׁ ָך ּובְׁ ָבבְׁ ָכל־לְׁ הָוה ֱאֹלֶהיָך בְׁ ָת ֵאת יְׁ ָאַהבְׁ  וְׁ

“ve’ahavta ‘et Adonai ‘eloheikha bekhol levavekha, uvekhol nafshekha, uvekhol 

me’odekha”, “Dan engkau akan mengasihi » YHVH, Elohimmu, dengan segenap 

hatimu, dan dengan segenap jiwamu, dan dengan segenap segala sesuatumu” (Ul. 

6:5), dan kemudian Dia menambahkan perintah:  

ה׃  הָוֶֽ ֵרֲעָך ָכמֹוָך ֲאִני יְׁ ָת לְׁ ַהבְׁ ָאֶֽ  וְׁ

“ve’ahavta lere’akha kamokha ‘ani Adonai”, “Dan engkau akan mengasihi kepada 

rekanmu seperti dirimu sendiri; Aku YHVH” (Im. 19:18) 

Kedua perintah ini berasal langsung dari Torah. 

Bahkan, Yeshua berkata-kata  bahwa Dia datang bukan untuk meniadakan Torah atau 

Para Nabi, namun  untuk menggenapi mereka (Mat. 5:17-19). Dia kemudian 

memberi tahu seorang calon pengikut-Nya, “Jika engkau ingin masuk ke dalam 

hidup, peliharalah perintah-perintah” (Mat. 19:17). saat Dia ditanya lebih lanjut, 

“Perintah yang mana?”, Yeshua menjawab dengan mengutip Sepuluh Perintah dan 

meminta orang itu untuk mengikuti-Nya (Mat. 19:18-21). 

2. Yeshua berkata-kata  bahwa Kitab Suci Yahudi dengan jelas memberikan kesaksian 

tentang Dia (Yoh. 5:39). Sebagai pengikut-Nya, kita harus memahami apa artinya 

ini dan bagaimana mereka benar-benar memberikan kesaksian tentang Dia 

sebagai Raja orang Yahudi (Mat. 2:2; 27:11). Selain itu, dengan mempelajari Torah, 

kita dapat lebih sepenuhnya menghargai kemuliaan dan kasih karunia 

sebagaimana yang dinyatakan di dalam Pribadi dan Perbuatan Mashiach kita yang 

terkasih. Sebagai contoh, kita dapat lebih merasakan peranan sistem pengurbanan 

dan bagaimana Yeshua menggenapi seluruh persyaratan kudus Elohim demi kita 

sebagai Kohen Gadol (Imam Besar) dari perjanjian baru. 

3. saat dua orang murid sedang dalam perjalanan ke kota Emaus membahas 

 

implikasi-implikasi dari penya