• coklatx.blogspot.com

    www.coklatx.blogspot.com

  • berasx.blogspot.com

    www.berasx.blogspot.com

  • kacangx.blogspot.com

    www.kacangx.blogspot.com

Tampilkan postingan dengan label perjanjian lama 7. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label perjanjian lama 7. Tampilkan semua postingan

perjanjian lama 7

 


ng picik (Yer 22:13-

15,17-19). Dia memberontak terhadap Nebukadnezar pada tahun 602 SM dan diganggu oleh bangsa-

bangsa di sekitarnya (2Raj 24:1). Dia mati secara tidak terhormat sebelum serangan hukuman oleh 

Nebukadnezar mencapai Yehuda (Yer 22:19).  

 

Yoyakhin (Yekoniah atau Koniah) anak Yoyakim, memerintah tiga bulan dan kemudian menyerah 

kepada Nebukadnezar (2Raj 24:8-17; Yer 22:24-30; Yeh 19:5-9). Setelah merampok Yerusalem, 

penguasa Kasdim membuang beberapa ribu penduduk kelas atas ke Babel. Oleh Yeremia, orang-

orang ini diumpamakan sebagai "buah ara yang baik," harapan bagi masa depan Israel, lawan dari 

"buah ara yang jelek," kaum termiskin dari bangsa Israel, yang ditinggalkan (Yer 24;  29). Termasuk 

dalam kelompok yang dibuang yaitu  Yehezkiel, yang memberi tanggal untuk pesan-pesannya dari 

tahun pembuangan Yoyakhin (Yeh 1:1,2; 3:16; 8:1; 20:1; 24:1; 26:1; 29:1; 29:17; 30:20; 31:1; 

32:17; 33:21; 40:1). "Batu tulis Yoyakhin," yang diterbitkan pada tahun 1939, menunjuk pada 

"Yaukin raja Yahud" dan anak-anaknya (bdg. W.F. Albright, "King Joiakin in Exile," BA, V Des 

1942, hlm. 49-55). Dia dibebaskan dari pemenjaraannya oleh Amel-Marduk, anak Nebukadnezar, 

pada tahun 560 SM, tahun ke-37 dari pembuangannya.  

 

Raja Yehuda ke-19 dan terakhir yaitu  Zedekia (597-586), anak ketiga dari Yosia (2Raj 24:17-25:7; 

Yeh 19:11-14), seorang raja yang lemah (Yer 37;  38), yang dengan segera melanggar sumpah 

setianya kepada Nebukadnezar dengan bergabung dalam sebuah koalisi bangsa-bangsa yang 

memberontak (Yeh 17:13-15; Yer 27:1-11). Kebodohan ini menyebabkan bangsa Kasdim yang 

Page 87 of 130

hendak membalas dendam datang ke Yerusalem. Setelah pengepungan selama satu setengah tahun 

(2Raj 25:1-3), terbebas selama waktu yang singkat sebab  desas-desus tentang kedatangan tentara 

Mesir di bawah FiraunHofra (Yer 34:3; 37:5-8), kota Yerusalem dihancurkan, Bait Suci dirampok 

dan dibakar, Zedekia ditawan, dan beberapa  orang dibuang ke Babel ( 2Raj 25:1-21). Yeremia 

memilih untuk tetap tinggal di tanah Yehuda bersama orang-orang yang masih bertahan hidup dan 

sengsara di bawah pemerintahan Gedalya di Mizpa. Setelah Gedalya terbunuh secara curang, orang-

orang ini , sebab  takut akan pembalasan, pindah ke Mesir, dengan mengabaikan nasihat Yeremia 

(Yer 40; 41; 42; 43; 44).  

 

Alkitab menceritakan sedikit sekali tentang pembuangan, dan Yehezkiel khususnya tidak bersedia 

mengungkapkan lebih banyak tentang itu. Beberapa orang pasti menjadi buruh atau budak, sementara 

yang lainnya menjadi makmur, sebagaimana ditunjukkan dalam batu-batu tulis berisi perjanjian dari 

Nippur (lih. pada Yeh 1:1). Pemimpin-pemimpin seperti Zerubabel, Ezra, dan Nehemia muncul dari 

gold (orang-orang buangan). Banyak orang buangan yang rupanya tinggal di rumah-rumah mereka 

sendiri (Yer 29:1-7), di berbagai pemukiman (Ezr 2:59; Neh 7:61), dan memiliki suatu organisasi 

para tua-tua (Yeh 3:15,24; 8:1; 14:1; 20:1; 33:31). Beberapa orang kehilangan iman; namun  bagi 

mereka yang tetap setia, Yehezkiel menjadi menara kekuatan. Tidaklah mengherankan bahwa, meski 

telah disingkirkan dari negeri mereka, dari Bait Allah, dan dari berbagai kurban persembahan, mereka 

tetap mengutamakan puasa, hari Sabat, serta sunat, dan bahwa doa, pembacaan Kitab Suci, serta 

pengidungan mazmur, yakni cikal bakal sinagoge, terus ditekankan.  

 

PRIBADI. Yehezkiel (Allah meneguhkan),  anak Busi, berasal dari keluarga imam, mungkin dari bani 

Zadok (Yeh 1:3; 40:46; 44:15). Dia menunjukkan hubungannya yang sangat dekat dengan 

Yerusalem, di mana dia menghabiskan tahun-tahun pertamanya, dan dengan Bait Sucinya. Pada tahun 

597 SM dia dibuang ke Babel oleh Nebukadnezar, bersama dengan Raja Yoyakhin dan orang-orang 

penting dari Yerusalem. Rumahnya di Tel-Abib, koloni terpenting dari orang-orang buangan, di 

Sungai Kebar atau "Kanal Besar" (Yeh 1:1; 3:15), dekat kota Nipur, sebelah tenggara Babel. Dia 

memiliki istri yang tercinta namun  tidak memiliki anak (Yeh 24:16-18). Sebagai orang yang 

tampaknya dihormati, kediamannya menjadi tempat pertemuan para tua-tua dari orang-orang buangan 

(Yeh 3:24; 8:1; 14:1; 20:1).  

 

Sebagai tanggapan terhadap suatu penampakan Allah yang indah (Yeh 1:4-28), dia ditugaskan 

menjadi juru bicara Allah dan penjaga atas orang-orang buangan (ps. 2; 3). Pelayanannya berlangsung 

sejak tahun kelima dari pembuangan Yoyakhin, 592 SM, sampai tahun ke-27, 570 SM (Yeh 1:2; 

29:17). Sebelum kejatuhan Yerusalem pada tahun 586 SM, dia terutama merupakan seorang 

pengkhotbah mengenai pertobatan dan penghakiman (ps. 1-24). Bagi suatu masyarakat yang 

pemberontak, yang cenderung menyembah berhala, dan yang dengan mudah dipengaruhi oleh 

lingkungan kafir, Yehezkiel terus-menerus memberi  peringatan (Yeh 2:3 dst.; Yeh 3:4-11; 13; 

14:1 dst.; Yeh 18:2,25; 20:1 dst.). Dia mengingatkan para buangan bahwa orang-orang yang masih 

hidup di Yerusalem punya keyakinan yang salah yaitu tentang tidak akan diganggu gugatnya Bait 

Suci dan tanah Israel (Yeh 11:1-15), serta menganggap masih sangat jauhnya hari pembalasan (Yeh 

12:21-28*). Bagi para pendengarnya yang berputus asa, setelah kejatuhan Yerusalem (Yeh 24:21 dst.; 

Yeh 33:10,17; 37:11*), dia menjadi seorang penghibur, pembawa berita keselamatan, seorang yang 

memaparkan pentingnya agama dalam batin, seorang nabi bagi orang-orang Israel yang dikumpulkan 

kembali, dan seorang yang mendapat penglihatan mengenai pemulihan yang dilakukan Allah terhadap 

Bait Suci, ibadah, dan tanah bagi bangsa Israel yang sudah ditebus dan disucikan (Yeh 33:11;  34; 

36:25-31; 37; 40-48). Dia menggambarkan hukuman yang jatuh atas bangsa-bangsa musuh yang 

dipimpin oleh Gog dan Magog (ps. 38; 39), namun  memberi petunjuk tentang pertobatan bangsa-

bangsa lain, misalnya, Sodom dan Samaria (Yeh 16:53 dst.), dan melihat sebelumnya tentang banyak 

bangsa yang datang bernaung, seperti burung-burung, di bawah pohon aras yang besar, Sang Mesias 

(Yeh 17:22-24).  

Yehezkiel menyampaikan pesannya dengan metode-metode yang begitu mengesankan, seperti 

perumpamaan (ps. 15; 16; Yeh 17:1-21; 19; 21:1-17; 23; 24:1-14), tindakan-tindakan simbolis  

Page 88 of 130

(Yeh 4:1-5:4; 12:1-7,17-20; 21:18-23; 24:3-5,15-24; 37:15-17), dan penglihatan-penglihatan 

(Yeh 1:4-28; 2:9-3:3; 3:22,23; 8-11; ). Sebagaimana bagi Zakharia, begitu juga bagi Yehezkiel, 

seorang malaikat yang memberi  penafsiran pun penting dalam penglihatan-penglihatannya (sering 

kali dalam 40-48; mis., Yeh 40:3,4; 43:6,7; 47:1 dst.). Gambaran apokaliptik muncul berulang kali 

(Yeh 7:5-12; 20:33-44; 28:25,26; 34:25-31; 36:8-15,33-36; 38; 39; 47:1-12). Penguasaan Yehezkiel 

akan banyak bentuk prosa dan puisi menunjukkan persiapan dan pemikiran yang seksama.  

 

Selama generasi terakhir, para ahli mengajukan teori-teori yang sangat berbeda mengenai Yehezkiel: 

bahwa orang seperti dia tidak ada namun  kitab itu yaitu  suatu pseudepigrafa (karya sastra Yahudi 

yang tidak termasuk dalam kanon Alkitab maupun dalam apokrif) dari 230 SM (C.C. Torrey); bahwa 

dia hidup pada masa Manasye, berasal dari Israel Utara, dan menulis kepada diaspora Asyur (James 

Smith); bahwa semua pelayanannya bertempat di Palestina namun  setelah tahun 586 SM di Babel 

(Bertholet, Auvray, Van den Born, Oesterley dan Robinson); bahwa dia memiliki beberapa tempat 

kediaman (I.G. Matthews, Fisher, Freedman); dan bahwa dia seorang dari Israel Utara pada tahun 400 

SM (Messel). Ketidakmampuan para ahli untuk menghasilkan sebuah teori yang lebih baik daripada 

pandangan tradisional, ditambah dengan bukti yang kuat untuk itu, menunJukkan bahwa tidak ada 

perubahan yang diperlukan berkaitan dengan tempat kediaman Yehezkiel (bdg., Carl G. Howie, "The 

Residence of Ezekiel," dalam The Date and Composition of Ezekiel, hlm. 5-26).  

 

Berbagai usaha telah diupayakan untuk membuktikan bahwa Yehezkiel yaitu  seorang psikopat. E.C. 

Broome, yang menulis dalam "Ezekiel Abnormal Personality" (JBL, 65 1946, hlm. 272-292), . 

mendiagnosanya sebagai terganggu oleh katatonik atau schizofrenia paranoid! Howie secara seksama 

telah membandingkan apa yang disebutnya bukti untuk penyakit schizofrenia Yehezkiel dengan 

kesamaan-kesamaan antara Yehezkiel dan penganut aliran mistik lainnya ("Psychological Aspects of 

Ezekiel and His Prophecy," op. cit.,  hlm. 69-84). Dia menunjukkan betapa tidak masuk akalnya bagi 

seorang siswa psikiatri non-profesional untuk. menyatakan diri berhasil melakukan psikoanalisis 

terhadap seorang yang telah meninggal selama 2500 tahun!  

 

Howie berkata: "Yehezkiel… pada dasarnya yaitu  seorang penganut aliran mistik dengan suatu 

imajinasi yang sensitif dan artistik yang menghasilkan beberapa penglihatannya yang terkenal dan 

kata-kata kiasan simbolis dalam sastra Alkitab… Dia berperilaku sangat berbeda dengan ‘norma’ 

namun  dia tidak benar-benar menderita psikopat. Tidak ada nabi yang normal, kalau tidak dia tentu 

tidak akan menjadi seorang nabi. Keanehan atau ketidaknormalan Yehezkiel tampaknya merupakan 

rahasia dari kebesarannya" (ibid.,  hlm. 84).  

 

Nabi Yehezkiel disebut sebagai "orang pertama yang mengekspresikan dogma secara kuat dalam 

Perjanjian Lama," "Calvin Perjanjian Lama," "orang yang paling berpengaruh dalam seluruh 

perjalanan sejarah Ibrani," "bapak Yudaisme," "nabi dengan tanggung jawab pribadi," dan lain-lain. 

Orang yang secara serius menyelidiki Kitab Yehezkiel bisa dengan mudah melihat bagaimana pujian-

pujian semacam itu bisa digunakan untuk imam, nabi, dan gembala ini.  

 

KITAB-PENULIS DAN KESATUAN.  

 

Kitab ini , kecuali untuk penjelasan redaksional, oleh sebagian besar ahli dianggap sebagai 

berasal dari Yehezkiel di gôlâ Babel; namun  para ahli modern sering kali menentang soal kesatuan dan 

penulis tunggal Bari kitab ini.  

 

Oeder, pada tahun 1771, tidak mengakui keaslian pasal Yeh 40:48, dan selain itu Carrodi (1791) 

menolak pasal Yeh 38;  39. Zunz (1831) menempatkan kitab ini  dalam periode Persia, sekitar 

tahun 440-400 SM, dengan pasal Yeh 25; 26; 27; 28 ditulis pada tahun 332 SM. Seinecke (1876-

1884) menilai Kitab Yehezkiel sebagai pseudepigrafa dari tahun 163 SM. Kraetzschmar (1900) dan 

Hermann (1908) berpendapat bahwa ada dua perbaikan teks dari kitab ini . Gustav Holscher, 

pada tahun 1924, mengemukakan pandangan yang radikal bahwa hanya pesan-pesan mengenai 

bencana yang ditulis dalam bentuk qina puitis yang bisa dihubungkan dengan Yehezkiel secara pasti. 

sebab  itu, katanya, 6/7 bagian kitab ini merupakan editorial, hanya 170 dari keseluruhan 1273 ayat 

yang memang ditulis oleh nabi ini . C. C. Torrey (1930) menilai kitab ini  sebagai 

pseudepigrafa yang berasal dari tahun 230 SM, namun  dinyatakan berasal dari zaman Manasye. Dalam 

mendukung pandangan-pandangannya, dia mengutip Talmud dari abad ke-4 M yang diterima tanpa 

diselidiki terlebih dulu, Baba Bathra 14b-15a, yang membicarakan tentang pembuangan Babel 

sebagai sebuah isapan jempol (bertentangan dengan penemuan-penemuan arkeologi; banding’kan W. 

F. Albright, "The American Excavations at Tell Beit Mirsim," ZAW, 6 1929, hlm. 16), dan 

menemukan banyak pengaruh bahasa Aram yang belakangan di dalam kitab ini . Untuk melihat 

jawaban atas hal itu, bacalah buku Howie, "The Aramaic of the Book of Ezekiel" (op. cit.,  hlm. 47-

68). W. A. Irwin (1943) menganggap hanya 251 ayat dalam bentuk puitis dari pasal Yeh 1; 2; 3; 4; 5; 

6; 7; 8; 9; 10; 11; 12; 13; 14; 15; 16; 17; 18; 19; 20; 21; 22; 23; 24; 25; 26; 27; 28; 29; 30; 31; 32; 

33; 34; 35; 36; 37; 38; 39 yang berasal dari Yehezkiel. Menurutnya, sisa berupa 80 persen dari kitab 

ini , yaitu  "tafsiran yang palsu," yang menunjukkan banyak tambahan dari banyak penulis 

selama periode waktu yang lama.  

 

Perlu diperhatikan secara serius catatan peringatan yang diserukan oleh H. G. May. dalam tafsirannya 

tentang Yehezkiel: "Kritik sastra dan sejarah bukanlah suatu ilmu pasti… Elemen subjektif 

menyertainya, sebab  dalam sebuah kitab seperti Yehezkiel, para ahli dipengaruhi oleh seluruh 

konsep mereka tentang perkembangan dan karakteristik agama dan sejarah Ibrani" (IB, VI, 45).  

 

Berbagai referensi sejarah yang tidak langsung, sifat bahasa yang digunakan, bukti bahwa Yehezkiel 

hidup sebelum Bait Salomo dihancurkan, semuanya merupakan bukti positif untuk mendukung 

penanggalan tradisional dari kitab ini  (bdg. Howie, "The Date of the Prophecy," op. cit. hlm. 27-

46).  

 

Teks Masoret (TM, teks Ibrani yang diterima, dipelihara, dan diberi tanda-tanda baca huruf hidup oleh 

para juru tulis antara tahun 600 dan 900 M) memiliki banyak perubahan tekstual, sebagaimana 

diindikasikan dalam tafsiran. Para ahli terpaksa melihat pada beberapa versi, terutama Septuaginta 

(LXX), dalam upaya memulihkan teks ini . Kodeks Papirus LXX 967, papirus Chester Beatty, 

yang berisi Yeh 11; 12; 13; 14; 15; 16; 17 dengan bagian yang hilang, dan koleksi John H. Scheide, 

yang berisi sebagian besar Yeh 19:12-39:29, dan bertanggal sebelum Hexapla karya Origenus dari 

abad ke-3 M, merupakan dokumen-dokumen yang sangat bermanfaat. Diharapkan bahwa penjelasan 

mengenai teks Yehezkiel akan segera datang dari naskah-naskah dan penggalan-penggalan Gulungan-

gulungan Kitab Laut Mati.  

 

KITAB-ISI.  

 

Keterangan singkat tentang isi Kitab Yehezkiel ada tersusun. Ada banyak kemiripan antara Yeremia 

dan Yehezkiel dalam pemakaian bahasa, lambang, dan ide. Dalam suatu diagram sinoptik, G. Currey 

menunjukkan suatu perbandingan antara Yehezkiel, Daniel, Zakharia, dan Wahyu. (Ezekiel in The 

Speaker’s Commentary, hlm. 12-16).  

 

Beberapa perikop yang menonjol dari Kitab Yehezkiel, ditulis per pasal, yaitu : 1; 2; Yeh 3:16-21 

(bdg. Yeh 33:1-9); 8 Yeh 9; 11:19 dst. (bdg. Yeh 18:31; 24:7; ); Yeh 14:14,15; 16; 17:22-24; 18 

(bdg. 33); Yeh 21:8-17; 21:18-27; 23; 27; 28; 31; 32:17-22; 34; 36:16-38; 37; 38; 39; 47.  

 

Perikop-perikop Mesianis yang utama yaitu : Yeh 11:16-20, Tuhan, tempat ibadah; Yeh 17:22-24, 

pohon aras yang besar; Yeh 21:26,27, raja yang adil; Yeh 34:11-31, gembala yang setia; Yeh 36:25-

35, penyucian besar; Yeh 37:1-14, kebangkitan besar; Yeh 37:21-28, penyatuan kembali yang besar; 

38 Yeh 39, penaklukan Gog; Yeh 47:1-12, aliran air yang memberi hidup yang keluar dari Bait Allah.  

 

Ajaran-ajaran dasar dari Yehezkiel bisa dikelompokkan sebagai berikut:  

1) Ide-ide mengenai Allah: kemuliaan-Nya, pasal Yeh 1;  10;  43; nama-Nya, Yeh 20:8,9,14,22; 

36:22,23; kekudusan-Nya, Yeh 20:41; 28:22-25. 

2) Penekanan pada tanggung jawab pribadi, Yeh 18:2,5-9,19,20, suatu pengembangan dari Yer 

31:29,30.  

3) Keadaan berdosa Israel pada permulaan sejarahnya, Yeh 20:8,9; 23:3 dst.  

4) Janji-janji pemulihan; penghakiman atas bangsa-bangsa, 25-32; 38 Yer 39; pemberian tanah 

dengan kesuburan yang luar biasa, Yeh 36:8,9,29,30,34,35; kelahiran baru secara rohani, Yeh 

36:25-27; pemulihan orang-orang buangan, Yeh 37:1-14; pemerintahan Mesianis, Yeh 34:11-

22,23,24; 37:22 dst.; kembalinya Tuhan kepada umat yang sudah lahir baru, Yeh 37:26,27; 43:1-

12.  

5) Kelompok masyarakat yang dipulihkan, 40-48. Yehezkiel, yang menulis sebagai seorang imam di 

bawah perjanjian lama (old covenant),’ menggambarkan Bait Allah, imam-imam, dan sistem 

persembahan kurban yang sudah dibaharui itu sebagai alat di mana Allah berhubungan dengan 

umat tebusan-Nya.  

 

 


YEHEZKIEL 

 

 

Kitab Yehezkiel terdiri dari dua bagian: pasal Yeh 1:1-24:27, serangkaian pesan yang disampaikan 

sebelum kejatuhan Yerusalem, yang isinya secara umum yaitu  tentang "malapetaka"; pasal Yeh 

25:1-48:35, disampaikan setelah kejatuhan Yerusalem, dengan tema dasar tentang "pengharapan." 

Kitab Yehezkiel lebih cocok dipelajari dalam empat judul: pasal Yeh 1:1-24:27, Nubuat tentang 

Penghukuman atas Yehuda dan Yerusalem; pasal Yeh 25:1-32:32, Nubuat Melawan Bangsa-bangsa 

Sekitar; pasal Yeh 33:1-39:29, Nubuat tentang Pemulihan Israel; pasal Yeh 40:1-48:35, Penglihatan-

penglihatan tentang Bait Suci Yang Baru dan Hukum Yang Baru bagi Orang-orang Tebusan.  

 

.I NUBUAT MELAWAN YEHUDA DAN YERUSALEM. YEH 1:1-24:27. 

A. Pendahuluan: Panggilan Yeh 1:1-3:27. 

1. Tulisan awal. Yeh 1:1-3. 

2. Penglihatan pengukuhan sang nabi: Teofani. Yeh 1:4-28 

3. Masa inisiasinya menuju jabatan nabi. Yeh 2:1-3:27. 

B. Kejatuhan kota dan bangsa itu dinubuatkan Yeh 4:1-7:27. 

1. Empat tindakan simbolis tentang Yerusalem. Yeh 4:1-5:17 

2. Nubuat melawan gunung-gunung Israel, tempat pemujaan berhala. Yeh 6:1-14 

3. Ratapan atas kejatuhan Yehuda. Yeh 7:1-27. 

C. Dosa dan nasib Yerusalem. Yeh 8:1-11:25. 

1. Penglihatan tentang empat kejijikan yang dilakukan di Bait Suci. Yeh 8:1-18 

2. Penglihatan tentang penduduk yang dibantai oleh beberapa pembalas ilahi. Yeh 9:1-11 

3. Penglihatan tentang Yerusalem yang dihancurkan oleh api. Yeh 10:1-22 

4. Penglihatan tentang kondisi di dalam kota dan kepergian Tuhan dari kota itu. Yeh 11:1-25 

D. Perlunya pembuangan itu secara moral. Yeh 12:1-19:14. 

1. Tindakan-tindakan simbolis yang menunjukkan pembuangan dan penyerbuan. Yeh 12:1-20 

2. Nubuat dan kekejaman-kekejaman di dalamnya. Yeh 12:21-14:23 

3. Perumpamaan tentang pohon anggur. Yeh 15:1-8 

4. Perumpamaan tentang anak yang diketemukan. Yeh 16:1-63 

5. Perumpamaan tentang pohon anggur dan dua ekor rajawali. Yeh 17:1-24 

6. Keadilan Allah ditunjukkan dalam perlakuan-Nya terhadap individu. Yeh 18:1-32 

7. Perumpamaan tentang dua ekor singa dan pohon anggur. Yeh 19:1-14. 

E. Kejatuhan Israel yang akan datang tidak terelakkan dan perlu. Yeh 20:1-24:27. 

1. Tinjauan tentang ketidaksetiaan Israel, dan pemeliharaan atas Israel. Yeh 20:1-44 

2. Israel akan dihukum oleh pedang amarah Allah. Yeh 20:45-21:32 

3. Dosa-dosa Yerusalem akan dihakimi dalam peleburan logam. Yeh 22:1-31 

4. Perumpamaan tentang Ohola dan Oholiba. Yeh 23:1-49 

5. Simbol-simbol tentang pengepungan terakhir terhadap Yerusalem. Yeh 24:1-27. 

 


.II NUBUATAN-NUBUATAN MELAWAN BANGSA-BANGSA ASING: KEDAULATAN 

UNIVERSAL ALLAH. YEH 25:1-32:32. 

A. Amon. Yeh 25:1-7. 

B. Moab. Yeh 25:8-11. 

C. Edom. Yeh 25:12-14. 

D. Filistin. Yeh 25:15-17. 

E. Tirus. Yeh 26:1-28:19. 

1. Nubuat tentang kehancuran Tirus. Yeh 26:1-21. 

2. Ratapan atas kejatuhan Tirus. Yeh 27:1-36. 

3. Kejatuhan raja Tirus. Yeh 28:1-19. 

4. Sidon. Yeh 28:20-26. 

5. Mesir akan diserahkan kepada Nebukadnezar sebagai imbalan. Yeh 29:17-21. 

6. Kehancuran Mesir dan sekutunya. Yeh 30:1-19. 

7. Kekuatan Firaun akan dihancurkan. Yeh 30:20-26 

8. Perumpamaan tentang pohon aras yang besar. Yeh 31:1-18 

9. Ratapan untuk Firaun, sang naga. Yeh 32:1-16 

10. Ratapan atas turunnya Firaun ke dunia orang mati. Yeh 32:17-32. 

 

.III NUBUATAN TENTANG PEMULIHAN ISRAEL. YEH 33:1-39:29. 

A. Sang nabi: Fungsinya dalam mempersiapkan zaman baru. Yeh 33:1-33 

B. Keluarga rajani: Gembala-gembala Israel yang mementingkan diri sendiri dan Gembala yang 

Baik. Yeh 34:1-31. 

1. Edom yang jahat akan dihancurkan. Yeh 35:1-15 

2. Israel akan dimuliakan dan diberkati. Yeh 36:1-15 

3. Prinsip-prinsip penebusan digambarkan. Yeh 36:16-38. 

C. Bangsa: Kebangkitan tulang-tulang kering Israel; penyatuan kembali Yehuda dan Israel. Yeh 

37:1-2 

D. Damai Sejahtera: Tuhan akan membela Israel terhadap serangan Gog. Yeh 38:1-39:29. 

1. Serangan Gog dan kehancurannya. Yeh 38:1-23 

2. Kelanjutan nubuat melawan Gog. Yeh 39:1-29. 

 

.IV PENGLIHATAN TENTANG MASYARAKAT YANG DIPULIHKAN: BAIT SUCI YANG 

BARU DAN HUKUM YANG BARU. YEH 40:1-48:35 

A. Gambaran tentang Bait Suci yang baru. Yeh 40:1-43:27. 

1. Bait Suci yang baru dengan pelataran-pelataran dan kamar-kamarnya. Yeh 40:1-42:20. 

a. Pelataran, tembok, dan serambi. Yeh 40:1-49 

b. Bait Suci dan Ruang Mahakudus. Yeh 41:1-26 

c. Kamar untuk para imam. Yeh 42:1-20 

2. Kembalinya Tuhan ke Bait Suci. Yeh 43:1-12 

3. Mezbah dan persediaan untuk persembahan Bait Suci,Yeh 43:13-27. 

B. Ibadah penyembahan yang baru dengan pelayanan dan sistem persembahan kurban yang ideal. 

Yeh 44:1-46:24. 

1. Orang-orang yang boleh melayani di dalam Bait Suci. Yeh 44:1-31. 

2. Bagian tanah untuk para imam, kaum Lewi, dan raja; dan hal-hal yang harus dibayarkan 

kepada raja. Yeh 45:1-17. 

3. Persembahan-persembahan yang harus dilakukan pada hari-hari raya dan masa-masa yang 

ditetapkan lainnya. Yeh 45:18-46:24 

4. Aliran air yang memberi hidup keluar dari Bait Suci. Yeh 47:1-12 

5. Batas-batas dan pembagian tanah suci. Yeh 47:13-23 

6. Bagian wilayah suku-suku, imam-imam, kota, dan raja. Yeh 48:1-35. 

 



DANIEL 

   

NAMA KITAB.  

 

Dalam Alkitab bahasa Inggris judul bagian Alkitab ini yaitu  "The Book of Daniel" ("Kitab Daniel"). 

Dalam Alkitab Ibrani judulnya hanyalah, ""Daniel," yang-sesuai dengan kebiasaan yang dianut dalam 

Kitab Nabi-nabi Besar dan Kecil-yaitu  nama penulis kitab ini . Sebagaimana dalam beberapa 

kitab nubuatan lainnya (mis., Yeremia dan Hosea), penulisnya juga merupakan pelaku utama dalam 

peristiwa-peristiwa yang ditulis. Tulisan-tulisan Perjanjian Lama ini memuat nama-nama ini dalam 

daftar dan ayat-ayat paling awal. Yesus menyebut nubuat-nubuat dalam kitab ini sebagai 

"disampaikan oleh Nabi Daniel" (Mat 24:15; Mrk 13:14). Kesaksian Tuhan kita bukan hanya bahwa 

kitab itu diberi nama mengikuti nama Daniel, namun  juga bahwa nubuat-nubuatnya diucapkan olehnya.  

 

Nama Daniel telah dikenal dalam literatur dari beberapa bahasa kuno lainnya yaitu Akad, Sabaean, 

Palmyrene, Nabataean (J. A. Montgomery, A Critical and Exegetical Commentary on the Book of 

Daniel, ICC., hlm. 128), dan dalam literatur Kanaan dari Ras Syamra, di mana seorang pahlawan 

bernama Daniel muncul (Tale of Aqhat, ANET, 149-155).  

 

Para ahli injili lazimnya menyebut penulis kitab kita dengan Daniel yang disebut dalam Yeh 

14:14,20; 28:3*, di mana dia disebutkan bersama dengan Nuh dan Ayub, sebagai contoh orang benar. 

Orang-orang yang menyangkali keaslian Daniel menganggap bahwa Daniel dalam Kitab Yehezkiel 

yaitu  "tokoh dari tradisi kuno dan tersebar di seluruh dunia, seperti Nuh-Utnapishtim dari kisah air 

bah," dan lain-lain (Montgomery, ICC, hlm. 2). Namun, Ayub dan Nuh dalam Kitab Yehezkiel, 

yaitu  tokoh-tokoh Alkitab, bukan tokoh dunia. sebab nya, kita boleh menganggap bahwa Daniel 

dalam Kitab Yehezkiel juga penulis kitab kita. (Untuk makna nama itu, lih. cat. dalam Dan 1:6.)  

 

PENANGGALAN DAN PENULIS.  

 

Sejak abad ketiga dari Zaman Kristen, penanggalan dan penulis Kitab Daniel telah menjadi 

perdebatan antara mereka yang menerima pernyataan-pernyataan Alkitab untuk dirinya sendiri dan 

mereka yang tidak. Sebelumnya, sebagaimana sekarang diketahui, semua orang Yahudi dan Kristen 

mula-mula menerima bahwa kitab itu ditulis dalam zaman Babel dan Persia dari abad keenam, di dan 

dekat kota Babel, seperti yang disebutkan oleh kitab itu. Perjanjian Baru dan beberapa tulisan yang 

bukan kanon Alkitab, menerima begitu saja keaslian kitab itu. Seorang filsuf Neo-Plato, Porphyry 

(233-304 M), bertentangan dengan orang-orang Kristen, memandang bahwa kitab itu secara tepat 

menghubungkan cerita dari peristiwa-peristiwa yang terjadi antara abad kelima dan awal abad kedua. 

Secara khusus, kitab itu berbicara tentang kedatangan kekaisaran Media-Persia dan Yunani, terutama 

rincian karier seorang raja Siria, Antiokhus Epifanes, 175-163 SM, dalam perselisihannya dengan raja 

Mesir dan orang-orang Yahudi di Palestina. Jadi Porphyry, yang menyangkal bahwa kitab itu ditulis 

sebagaimana diyakini, berpendapat bahwa kitab itu ditulis di Palestina oleh seorang Yahudi yang 

hidup pada zaman Antiokhus, dan bahwa apa yang ditulis sebagai nubuatan sebenarnya yaitu  

sejarah. Selanjutnya, dia menyatakan bahwa kitab itu akurat sebagai sejarah sebelum Antiokhus, 

namun  tidak akurat setelah itu. Eusebius dari Kaisarea, Apolinaris, Methodius, dan yang paling khusus, 

Jerome, menulis jawaban jawaban untuk Porphyry (lih. Jerome’s Commentary on Daniel, Prolog).  

 

Dalam zaman modern munculnya ketidakpercayaan di lingkungan gereja telah menyebabkan 

timbulnya berbagai argumentasi baik dari Porphyry maupun lawannya. Seperti yang ditulis oleh E. B. 

Pusey, hampir seabad lalu: "Kemampuan manusia menemukan hal-hal rohani atau bukan rohani 

sangatlah terbatas. Mungkin akan sulit untuk menemukan suatu ajaran sesat yang baru. Orang-orang 

yang menolak pada zaman dahulu kala sama telitinya atau lebih teliti daripada orang-orang yang 

menolak sekarang; sehingga landasannya hampir habis" (Daniel the Prophet, hlm. iii).  

Page 94 of 130

Alasan mendasar mengapa beberapa ahli menyangkal keaslian Kitab Daniel yaitu  sebab  mereka 

sudah lebih dulu menolak kemungkinan nubuatan yang bersifat ramalan (lih. J. E. H. Thomson, 

Daniel in Pulpit Commentary, hlm. xiii). Sekalipun biasanya tidak diungkapkan, kadang-kadang hal 

ini  diakui secara terbuka (mis., Robert H. Pfeiffer, Introduction to the Old Testament, hlm. 755). 

Argumentasi yang banyak diberikan untuk mendukung pandangan negatif itu terutama yaitu  sebagai 

berikut:  

1) Penulis membuat kesalahan-kesalahan historis.  

2) Kitab Daniel dalam bahasa Ibrani dan Aram yaitu  dari tipe yang jauh lebih belakangan 

daripada abad keenam.  

3) Beberapa istilah yang dipakai yaitu  kata-kata Persia dan Yunani di mana seorang penulis 

Yahudi dari abad keenam tidak mungkin mengetahuinya.  

4) Posisi kitab itu dalam bagian ketiga (Tulisan-tulisan atau Karangan-karangan Suci) dari 

Perjanjian Lama menunjukkan asal-usulnya yang belakangan, yakni setelah kitab nabi-nabi 

diakhiri.  

5) Tidak ada kesaksian eksternal tentang keberadaan Daniel sebelum abad kedua.  

6) Gagasan teologis dari kitab ini terlalu maju untuk abad keenam.  

7) Cerita-ceritanya bersifat khayalan, tidak ada dalam sejarah, dan tidak nyata.  

8) Literatur apokaliptis, di mana Kitab Daniel merupakan sebuah contoh, tidak muncul sebelum 

"turun dalam zaman Helenistis" (Montgomery, ICC, hlm. 80).  

 

Argumentasi yang dipakai oleh para apologet untuk mendukung keaslian Kitab Daniel yaitu  sebagai 

berikut:  

1) Bukti yang jelas dari kesaksian kitab itu;  

2) Penerimaannya dalam kanon, yang membuktikan fakta bahwa orang-orang Yahudi sebelum 

abad-abad Kristen yakin akan keasliannya;  

3) Kesaksian yang seragam dari Perjanjian Baru, termasuk pendapat yang dikemukakan oleh 

Tuhan kita sendiri;  

4) Kesaksian eksternal dan langsung dari zaman dulu (termasuk Yeh 14:14,20; 28:3; I Makabe 

2:59, 60; dan beberapa bagian dalam Josephus);  

5) Bukti tentang pengaruh Daniel sebelum tahun 165 SM;  

6) Penolakan argumentasi negatif mengenai gagasan dan sejarah kitab itu. Ini terutama 

didasarkan pada dukungan yang kuat dari arkeologi. Sebagian besar dari keberatan historis 

telah dibungkam oleh Boutflower dan Dougherty (Charles Boutflower, In and Around the 

Book of Daniel;  R. H. Dougherty, Nabonidus and Belshazzar). Perhatikan khususnya 

pengakuan yang cukup negatif dari Montgomey (ICC, hlm. 72, paragraf penuh kedua).  

 

STRUKTUR KITAB.  

 

Pengamatan sepintas mungkin membagi kitab itu menjadi dua bagian utama, yang masing-masing 

memiliki enam sub-bagian dari setiap pasal yaitu: pasal Dan 1; 2; 3; 4; 5; 6, Sejarah Daniel; pasal 

Dan 7; 8; 9; 10; 11; 12, Nubuat Daniel. Namun, sebagaimana biasanya garis besar yang rapi 

semacam itu, pembagian dua bagian ini lebih dibuat-buat daripada semestinya. Pasal Dan 10; 11; 12 

sendiri sebenarnya merupakan suatu kesatuan penting.  

 

Dasar pembagian yang benar harus dicari dalam fakta bahwa Bagian Dan 1:1-2:4a memakai bahasa 

Ibrani, Bagian Dan 2:4b-Dan 7:28 memakai bahasa Aram (Siria, Kasdim), dan Bagian Dan 8:1-

12:13 memakai bahasa Ibrani. Penggunaan dua bahasa secara aneh ini, meskipun bersifat misterius, 

merupakan maksud Allah dan mengandung makna tertentu. Dengan mengikuti C. A. Auberlen (The 

Prophecies of Daniel and the Revelation of St. John, 1857) dan S. P. Tregelles (Remarks on the 

Prophetic Visions in the Book of Daniel, 1864) dalam memandang perubahan bahasa sebagai kunci 

untuk mengetahui struktur pemikiran-sepanjang ada suatu struktur-kami melihat bahwa Kitab Daniel 

membawa pesan penghakiman dan penaklukan bagi bangsa-bangsa bukan Yahudi, yang wakil 

utamanya pada zaman sang nabi yaitu  Nebukadnezar, Belsyazar, Darius, dan Koresy. Bahasa yang 

Page 95 of 130

tepat dalam bagian yang condong kepada bangsa-bangsa bukan Yahudi ini (Dan 2:4b-Dan 7:28) 

yaitu  Aram, bahasa diplomatik dan perdagangan pada zaman itu. Kitab itu berisi juga suatu pesan 

lain, yaitu pesan tentang pengharapan dan pembebasan bagi umat Allah yang tertindas namun  berharga 

dan kudus, yakni bangsa Ibrani. Untuk bagian yang condong kepada orang Ibrani bahasa yang tepat 

yaitu  bahasa Ibrani. Ini bukan untuk mengatakan bahwa orang-orang Ibrani tidak muncul dalam 

pasal Dan 2; 3; 4; 5; 6; 7 atau bangsa-bangsa bukan Yahudi tidak ada dalam pasal Dan 8; 9; 10; 11; 

12. Itu hanya berarti bahwa sudut pandang dasarnya berubah.  

 

Seluruh Kitab Daniel yaitu  kitab nubuat. Dari sudut pandang Alkitab, ini hanya berarti bahwa 

penulisnya yaitu  seorang nabi (Mat 24:15; bdg Ibr 1:1,2). sebab  itu, pada waktu nubuat Alkitab 

mencakup ramalan, Kitab Daniel lebih dari sekadar ramalan. Kitab itu mungkin berhubungan dengan 

peristiwa-peristiwa pada masa lampau, sekarang atau masa depan. Kitab itu selalu disajikan dari sudut 

pandang moral dan spiritual yang diberikan secara ilahi. Jadi, bagian-bagian historis dan nasihat 

bersifat nubuat sekaligus ramalan.  

 

Atas dasar ini analisis berikut muncul.  

 

LATAR BELAKANG HISTORIS.  

 

Kitab Yehezkiel dan Kitab Daniel ditulis dalam masa Pembuangan, nama yang biasanya diberikan 

untuk zaman selama orang-orang Yahudi dari kerajaan Yehuda dipindahkan dari negara mereka 

setelah penghancuran Bait Suci, ibu kota, dan kerajaan mereka oleh Nebukadnezar. Penghancuran ini 

datang dalam tiga tahap: Pertama, pada tahun 605 SM, Nebukadnezar menaklukkan Yoyakim dan 

membawa para tawanan, di antaranya Daniel dan tiga rekannya (Dan 1:1-6; lih. di bawah pada  

Dan 1:1). Belakangan, pada tahun 597 SM, dalam perjalanan lain ke Palestina, setelah tindakan 

pemberontakan dari raja Yehuda, Yoyakim dan Yoyakhin perlu dihukum, Nebukadnezar sekali lagi 

membuat Yerusalem takluk. Kali ini dia membawa 10.000 tawanan, di antaranya Raja Yoyakhin dan 

nabi muda Yehezkiel (Yeh 1:1-3; bdg. 2Taw 36:10; 2Raj 24:8-20). Akhirnya, pada tahun 587 SM, 

setelah pengepungan Yang lama, Nebukadnezar menghancurkan kota itu beserta Bait Allah dan 

mencerai-beraikan seluruh masyarakat Yahudi (2Raj 25:1-7; Yer 34:1-7; 39:1-7; 52:2-11).  

 

Pemulihan negeri itu dimulai pada tahun 538 SM, saat  sang pemenang Koresy, raja dari kerajaan 

Media-Persia yang baru dan penakluk Babel, sesuai dengan kebijakan umum tentang pemulihan 

memulangkan orang-orang tawanan ke negeri mereka, mengeluarkan keputusan bahwa orang-orang 

Yahudi boleh pulang (2Taw 36:22,23; Ezr 1:1-4). Sekalipun beberapa orang Yahudi tetap tinggal 

dalam pembuangan bertahun-tahun setelah izin pulang mereka diberikan (tentu, sebagian besar tidak 

pernah kembali sebagai penduduk), pembuangan itu sendiri, selama mana orang-orang buangan 

dilarang bermukim di Yerusalem, berlangsung hanya kira-kira 48 tahun. Namun, Bait Allah tetap 

tidak dibangun kembali sampai kira-kira tahun 515 SM (lih. Ezr 6:15), kira-kira 70 tahun setelah 

kehancurannya pada tahun 587 SM. Akan namun  nubuat Yeremia tentang "tujuh puluh tahun," 

berhubungan dengan masa perbudakan di Babel (Yer 25:11) dan bukan hanya mencakup Yehuda, 

namun  juga negara-negara di sekitarnya. Inilah masa dari tahun 605 sampai 538 SM, dibulatkan, "tujuh 

puluh tahun" (bdg Dan 9:1,2, yang tanggalnya yaitu  539/538 SM).  

 

Banyak perubahan budaya dan agama menimpa orang-orang Yahudi melalui pembuangan mereka. Di 

antaranya yaitu  munculnya ibadah sinagoge sebagai pengganti ibadah di Bait Suci, dan setidaknya 

suatu permulaan menuju penggunaan bahasa kedua, yaitu Aram (juga disebut Siria atau Kasdim). 

beberapa  bukti membawa pada kesimpulan bahwa bahasa Abram sebenarnya yaitu  Aram. 

Pernyataan-pernyataan Alkitab (Ul 26:5; Kej 31:4) menunjukkan bahwa keluarga yang darinya 

Abram, Ishak, dan Yakub berasal, menggunakan bahasa Aram. Bukti-bukti arkeologi (mis., Batu-batu 

Moab, Dokumen-dokumen Ras Syamra) menunjukkan bahwa bangsa Kanaan menggunakan suatu 

bahasa yang hampir sama dengan bahasa Ibrani. Jadi orang-orang Yahudi, pada zaman sebelumnya, 

bahkan sebelum tinggal di Kanaan, telah mengambil "bahasa Kanaan," yang, dengan sedikit 

Page 96 of 130

perubahan, menjadi bahasa Ibrani. Di Babel, mereka menemukan bahasa Aram sebagai bahasa 

perdagangan. Itu juga menjadi bahasa diplomasi selama beberapa masa (bdg. Yes 36:11,12). Jadi, 

agaknya orang-orang Yahudi mengambil bahasa Aram, yang benar-benar sangat serupa dengan 

bahasa Ibrani (meski tidak seluruhnya sama; lih. 2Raj 18:26) dan selama beberapa waktu mereka 

memakai dwibahasa. Situasi ini tampaknya yang melatarbelakangi fakta bahwa enam pasal Kitab 

Daniel yaitu  dalam bahasa Ibrani.  

 

Bentuk Literatur. Kitab Daniel yaitu  kitab Apokalips pertama yang luar biasa. Sekalipun apocalypse 

hanyalah sebuah kata Yunani yang berarti "penyingkapan" atau "wahyu" dan sebab nya cukup tepat 

menjadi nama untuk seluruh Alkitab, khususnya bagian-bagian yang berkaitan dengan masa depan, 

biasanya para ahli teologi dan penafsir sekarang memakainya secara khusus untuk jenis literatur 

tertentu di mana Daniel yaitu  satu-satunya contoh Perjanjian Lama dan Wahyu satu-satunya contoh 

Perjanjian Baru. Ada bagian-bagian apokalips dalam kitab-kitab lainnya (mis. Za 1:7-6:8), namun  

tidak ada kitab Apokalips lainnya di dalam Alkitab. Tidak ada ahli konservatif yang bisa membatasi 

suatu definisi Apokalips yang bisa diterima oleh sifat naturalistis dari banyak pengetahuan Alkitab 

saat ini. sebab  kaum rasionalis yakin bahwa penulis dan penanggalan yang keliru yaitu  sifat dasar 

dari Apokaliptis sebagaimana literatur apokaliptis Yahudi yang bukan termasuk kanon Alkitab dari 

dua abad sebelum Kristus.  

 

1) Orang-orang yang memandang Daniel dan Wahyu sebagai asli dan benar, menganggap 

literatur Apokaliptis Alkitab sebagai suatu bentuk nubuatan tentang masa depan. Itu 

dibedakan terutama oleh: Penggunaan penglihatan yang dilaporkan apa adanya (bukannya 

dicerna dan diringkas seperti kebanyakan nubuatan).  

2) Pemakaian simbol-simbol terutama sebagai sarana Pewahyuan, entah ditafsirkan (seperti 

tentang domba jantan dan kambing jantan dalam Dan 8), atau tanpa ditafsirkan (seperti 

wanita  yang berselubung matahari dalam Why 12).  

3) Ramalan tentang masa depan umat Allah (entah Israel atau Gereja) dalam kaitannya dengan 

bangsa-bangsa di bumi yang digenapi dengan kedatangan Mesias.  

4) Karakteristik gaya prosa dan bukan gaya puitis dari bagian-bagian profetik lainnya dalam 

Perjanjian Lama.  

 

PENAFSIRAN APOKALIPS.  

 

Karakter khusus dari Apokalips menuntut upaya terbaik dari penafsir dan kebergantungannya kepada 

Allah disertai kerendahan hati. Belum ada aturan hermeneutik khusus yang telah berhasil dibuat untuk 

menangani literatur Apokalips. Ketelitian yang sungguh-sungguh harus digunakan agar aturan-aturan 

untuk menafsirkan apokalips yang di luar Alkitab tidak dipindahkan begitu saja ke dalam penafsiran 

Apokalips Alkitab. Akhirnya, hanya tulisan-tulisan yang diilhamkan dari Daniel dan Yohaneslah yang 

merupakan apokalips yang sejati. Yang lainnya palsu; dan sekalipun bermanfaat dalam memberi  

latar belakang Perjanjian Baru atau menarik bagi orang-orang yang senang dengan literatur khayalan, 

tulisan-tulisan itu tetap merupakan pseudepigrafa, yaitu tulisan-tulisan palsu. Semua tulisan itu tiruan 

yang disengaja dari Apokalips yang benar, di mana Kitab Daniel merupakan contoh Alkitab yang 

menonjol.  

 

DANIEL 

 

JUDUL: Nubuatan Tentang Bangsa-Bangsa di Dunia dan tentang Masa Depan Israel yang Berkaitan 

dengan Mereka dalam Rencana Allah.  

 

 

.I PENGANTAR SEJARAH. DAN 1:1-2:4a. 

.II BANGSA-BANGSA DI DUNIA-KARAKTER, HUBUNGAN, KEBERHASILAN, DAN 

MASA DEPAN MEREKA. DAN 2:4B-DAN 7:28. 

1. Mimpi Nebukadnezar tentang patung besar: Sebuah nubuat tentang "zaman bangsa-bangsa 

yang tidak mengenal Allah." Dan 2:1-49 

2. Pencobaan Nebukadnezar terhadap iman orang-orang yang mengaku percaya: Sebuah 

pelajaran tentang iman yang teguh. Dan 3:1-30 

3. Penglihatan Nebukadnezar tentang pohon yang tinggi: Sebuah pelajaran tentang kerendahan 

hati. Dan 4:1-37 

4. Perjamuan Belsyazar: Sebuah pelajaran tentang dosa dan hukumannya. Dan 5:1-31 

5. Darius orang Media dalam peran sebagai penganiaya agama: Sebuah pelajaran tentang iman 

dan doa. Dan 5:31-6:27 

6. Sebuah penglihatan tentang empat binatang, Yang Lanjut Usianya, dan Anak Manusia: 

Konflik antara Kristus dan Antikristus. Dan 7:1-28. 

.III BANGSA IBRANI, HUBUNGANNYA DENGAN KEKUASAAN BANGSA KAFIR, DAN 

MASA DEPANNYA DALAM RENCANA ALLAH. DAN 8:1-12:13. 

1. Seekor domba jantan, seekor kambing jantan, dan sebuah tanduk kecil: Israel berselisih 

dengan Antikristus Perjanjian Lama. Dan 8:1-27 

2. Nubuat tentang tujuh puluh masa: Masa depan Israel dalam rencana Allah. Dan 9:1-27 

3. Penglihatan terakhir: Israel sepanjang abad dan pada penggenapan di tangan musuh-musuh 

dan di tangan Allah. Dan 10:1-12:13. 

 


HOSEA 

   

 

P E N U L I S  

 

Pengetahuan kita tentang kehidupan Hosea, anak Beeri, hanya bersumber dari kitab yang menyandang 

namanya. Ia bernubuat kepada Kerajaan Utara (Israel, atau Efraim) tepat pada waktu Yesaya sedang 

bernubuat di Yehuda (Hos 1:1; bdg. Yes 1:1). Amos (Am 1:1) yang hidup sezaman dengan dia, 

yaitu  penduduk asli Yehuda yang bernubuat di Israel. Namun Hosea yaitu  nabi yang juga seorang 

penulis dari Kerajaan Utara yang menyapa bangsanya sendiri. Ia berbicara kepada mereka dengan hati 

hancur. Ia bernubuat tentang pembuangan yang akan mereka alami (Hos 3:4). Visi profetiknya 

melihat melewati pembuangan, kepada pemulihan, saat  umat yang telah dihajar kembali mengakui 

hak-hak prerogatif Tuhan (Hos 3:5). sebab  kejatuhan Samaria tidak disebutkan sebagai fakta yang 

telah terjadi oleh Hosea, orang berpendapat bahwa ia melayani sebagian besar sebelum 722 SM. 

Kebanyakan dari pelayanannya sebagai nabi jelas dilakukan di antara 750 sampai 725 SM. Hos 1 ayat 

Hos 1:1 membuktikan bahwa ia masih hidup dan bernubuat pada zaman Raja Hizkia (mulai sekitar 

715 SM).  

 

PERNIKAHAN HOSEA.  

 

Ketidaksetiaan Israel kepada Tuhan digambarkan oleh Hosea dengan kiasan seorang istri yang 

meninggalkan suaminya yang setia demi mengikuti kekasih-kekasihnya yang jahat. Kiasan ini diambil 

dari pengalaman Hosea sendiri, sebab  Hos 1:2 memberi tahu kita bahwa Tuhan berbicara kepada 

Hosea, "Pergilah, kawinilah seorang wanita  sundal." Tafsiran yang banyak sehubungan dengan 

perkataan yang aneh ini umumnya termasuk dalam tiga kategori:  

1) Sebagian orang berpendapat bahwa perkataan itu dimaksudkan untuk menyajikan sebuah alegori 

yang dirancang untuk menanamkan pelajaran spiritual tentang ketidaksetiaan Israel, dan bahwa 

Hosea tidak benar-benar menikah seperti itu. Pakar-pakar yang berpendapat begini antara lain 

yaitu  Calvin, Keil, von Hoonacher, Reuss, Gressman, Robert Pfeiffer, dan E. J. Young.  

2) Sebagian lain bersikeras bahwa Hosea benar-benar menikah dengan seorang pelacur, mungkin 

pelacur kuil. T. H. Robinson dan T. Laetsch menyokong pandangan ini.  

3) Banyak pakar berpendapat bahwa Hosea menikah dengan seorang wanita yang tadinya ia kira suci, 

namun  belakangan mengetahui bahwa sang istri tidak setia. Menurut pandangan ini, ungkapan 

"wanita  sundal" (Hos 1:2) dipakai secara profetik. Pada waktu menulis buku ini, Hosea 

melihat bahwa tangan Allah yang telah membuat suatu pernikahan yang dari sudut pandang 

manusia merupakan tragedi yang berat. Dengan harapan-harapan besar Hosea menikahi Gomer, 

hanya. untuk mengetahui kecenderungan sang istri untuk berzina. Mereka kemudian bercerai, Hos 

2:2 sebetulnya berisi formula perceraian-"Dia bukan istri-Ku, dan Aku ini bukan suaminya." 

Hosea tetap mencintainya, dan menikah lagi dengannya (Hos 3:1). Ini paralel dengan cara Allah 

menghadapi Israel. Setelah bersumpah setia pada Hukum Tuhan, Israel masih teras mengejar-

ngejar Baal dan dewa-dewa Kanaan lain sampai Allah menolaknya untuk sementara 

(Pembuangan). Setelah Israel dihajar seperti itu, ia dikembalikan kepada kasih Allah di tanah 

Yudea. Pandangan ini menyamakan wanita  dalam Hos 3:1 dengan "wanita  sundal" dalam 

Hos 1:2. Dengan sedikit perbedaan, pendapat ini didukung oleh Ehrlich, Marti, W. R. Harper, dan 

G. W. Anderson. Tafsiran dalam buku ini ditulis dari sudut pandang ini.  

 

 

ZAMAN HOSEA.  

 

Nubuat-nubuat Hosea mula-mula diucapkan pada waktu pemerintahan Yerobeam II yang kacau, 

saat  Israel menikmati kesejahteraan lahiriah, namun  menderita kerusakan batiniah. Kuil-kuil penuh 

dengan orang-orang yang berbakti (Am 4:4,5), namun  orang-orang miskin ditindas (Am 4:1) oleh 

orang-orang yang agamanya hanya bersifat lahiriah saja. Selama hari-hari sejahtera Yerobeam, 

penghakiman tampak jauh dari Israel, namun kekuasaan Asyur akan segera dirasakan di Asia barat. 

Tahun berikutnya setelah kematian Yerobeam, Tiglat-pileser III menaiki takhta Asyur (745 SM). Pada 

tahun 732 SM Damsyik jatuh ke tangan Asyur, lalu satu dasawarsa kemudian Samaria, ibu kota Israel, 

jatuh dan penduduknya dikirim ke pembuangan. Amos dan Hosea bernubuat selama tahun-tahun 

terakhir Kerajaan Utara, sama seperti Yeremia dari Yerusalem bernubuat pada saat-saat terakhir 

sejarah Yehuda.  

 

HOSEA 

  

 

 

I. KEHIDUPAN PERKAWINAN SANG NABI. HOS 1:1-3:5 

A. Perkawinannya dengan Gomer. Hos 1:1-9 

B. Berita pengharapan. Hos 1:10-11 

C. Penghakiman atas Israel yang tidak setia. Hos 2:2-13 

D. Pemulihan Israel yang tidak setia. Hos 2:14-23 

E. Hosea menebus istrinya yang tidak setia. Hos 3:1-5 

 

II. KETIDAKSETIAAN ISRAEL DAN HUKUMAN YANG DIAKIBATKANNYA HOS 4:1-

13:16 

A. Kesalahan bangsa itu. Hos 4:1-3 

B. Kesalahan imam-imam. Hos 4:4-8 

C. Penghukuman untuk semua. Hos 4:9,10 

D. Praktik-praktik pemujaan yang amoral. Hos 4:11-19 

E. Penghakiman atas raja-raja dan imam-imam sebab  menyesatkan bangsa itu. Hos 5:1-7 

F. Kebijakan-kebijakan luar negeri Efraim (Israel) dan Yehuda yang mendatangkan malapetaka. 

Hos 5:8-15 

G. Permohonan Israel dan jawaban Allah. Hos 6:1-6 

H. Kejahatan-kejahatan Israel. Hos 6:7-7:7 

I. Kebijakan luar negeri Israel yang mendatangkan malapetaka. Hos 7:8-8:3 

J. Penyembahan Berhala dan sekutu-sekutu jahat Israel. Hos 8:4-14 

K. Pembuangan Israel dinubuatkan. Hos 9:1-9 

L. Kemurtadan Israel dahulu di Baal-Peor. Hos 9:10-14 

M. Kemurtadan Israel di Gilgal. Hos 9:15-17 

N. Kehancuran pemujaan Baal dinubuatkan. Hos 10:1-8 

O.  Dosa di Gibea. Hos 10:9-10 

P. Kehancuran Israel. Hos 10:11-15 

Q. Kasih Allah; Israel tak tahu berterima kasih. Hos 11:1-7 

R. Belas kasihan Allah kepada umat-Nya. Hos 11:8-11 

S. Dosa-dosa Yakub. Hos 11:12-12:14 

T. Pemujaan anak lembu yang berarti kejahatan. Hos 13:1-3 

U. Allah yang penuh anugerah akan mendatangkan kehancuran. Hos 13:4-11 

V. Kehancuran yang tak terelakkan. Hos 13:12-15. 

 

III. PERTOBATAN DAN PEMBAHARUAN ISRAEL. HOS 14:1-9. 

A. Panggilan untuk bertobat. Hos 14:1-3 

B. Janji pengampunan. Hos 14:4-8. 

C. Nasihat terakhir. Hos 14:9. 

 

 

YOEL 

  

 

NAMA DAN SEJARAH PRIBADI PENULIS.  

 

Penulis disebut ‘Yoel anak Petuel’ (Yl 1:1). Dalam bahasa Ibrani nama Yô’e-l (LXX; lõél, Vulg.) 

berarti: "Yahweh (atau Yehovah) yaitu  Allah". Jadi seperti nama Mikha, nama ini mungkin 

menunjukkan pengakuan iman pihak orang tua si anak.  

 

Sejarah pribadi Yoel terbatas pada apa yang ditunjukkan dalam nubuatannya sendiri. Meskipun ada 

tiga belas orang lain dalam Perjanjian Lama yang bernama Yoel, nabi ini tidak dapat diidentifikasikan 

dengan salah seorang di antara mereka. Pesan yang ia sampaikan terutama berhubungan dengan 

Yerusalem dan Yehuda. Berbagai acuannya pada negeri dan kota itu menunjukkan bahwa ia yaitu  

warga Palestina selatan dan mungkin penduduk Yerusalem (lih. "Sion,Yl 2:1,15,32; 3:16,17,18,20*; 

"bani Sion," Yl 2:23; "Yehuda" dan "Yerusalem," Yl 2:32; 3:1,16,17,18,20; "orang-orang Yehuda" 

dan Yerusalem. Yl 3:6,8,19). Ia menunjukkan pengetahuannya yang cermat tentang Bait Suci, ibadah-

ibadahnya dan petugas-petugasnya (mis. Yl 1:9,13,14,16; 2:14,17). Namun kritikannya yang tajam 

terhadap imam-imam menunjukkan bahwa ia bukan anggota golongan ini.  

 

WAKTU PENULISAN.  

 

Sampai saat ini belum ada kesatuan pendapat di antara para pakar tentang waktu penulisan Kitab 

Yoel. Namun, dari pelbagai waktu yang diajukan, ada dua pendapat utama: 1. Waktu yang sudah lama 

lalu, selama pemerintahan Yoas di Yehuda, kira-kira 830 SM. 2. Pasca Pembuangan, kira-kira 400 

SM, yaitu selama masa Persia. Ada beberapa argumentasi logis untuk mendukung waktu yang lebih 

belakangan. Salah satunya ialah sebab  tidak ada keterangan dalam ayat judul (Yl 1:1) mengenai raja 

yang sedang memerintah seperti pada kitab nabi-nabi lain dari masa pra-Pembuangan. Juga, Kerajaan 

Utara (Samaria) tidak disebutkan, jadi jelas waktu itu kerajaan itu telah lama tidak ada. Yoel memakai 

kata Israel untuk mengacu kepada Yehuda, yang tidak pernah dilakukan oleh seorang pun dari para 

nabi pra-Pembuangan. Istilah ini hanya dipakai untuk kesepuluh suku di utara sebelum 722 SM 

(jatuhnya Samaria). Imam-imam, bukan para pemuka atau raja, merupakan pemimpin-pemimpin 

dalam masyarakat pasca-Pembuangan. Acuan dalam Yl 3:6 pada orang Yunani menunjukkan suatu 

masa saat  orang-orang Yahudi berhubungan dengan mereka. Juga ayat-ayat Yl 1:1,2,17 dari Yl 3 

menunjukkan bahwa peristiwa Pembuangan telah terjadi.  

 

Sebaliknya, argumentasi-argumentasi yang mendukung waktu pra-Pembuangan cukup kuat. 

Menonjolnya imam-imam dan absennya para pemuka dan raja disebabkan oleh fakta bahwa Yoyada, 

sang imam besar, sedang memerintah untuk Raja Yoas yang masih anak-anak. Argumentasi bahwa 

tidak ditemukan keterangan apa-apa (lih. tentang Samaria di atas) yaitu  tidak berbobot, sebab  sang 

penulis bukan hanya menaruh perhatian terhadap kejadian-kejadian di Kerajaan Utara. Istilah Israel 

bisa dipakai secara tepat untuk Yehuda sebagai ahli waris sah atas berkat-berkat spiritual Yakub. 

Hubungan. antara Yunani dan Tirus bisa saja terjadi pada waktu awal, sebab  di sini Yunani tidak 

diacu sebagai bangsa. Kata Ibrani, Yãwãn, dapat mengacu kepada suatu kelompok dan berbagai 

gerombolan pedagang budak dari negeri yang jauh. Memulihkan keadaan (#/TB Yl 3:1*) dapat 

dibandingkan dengan Ayb 42:10. Dalam Yl 3 tidak ada penggambaran yang tidak cocok dengan masa 

pra-Pembuangan. Yl 3:4-6 mengacu kepada kejadian-kejadian yang sama seperti yang digambarkan 

dalam Kitab Obaja. Musuh-musuh yang disebutkan bukanlah negeri-negeri Pembuangan (Asyur, 

Babel, dan Samaria), melainkan negeri-negeri pra-Pembuangan (Fenisia dan Filistin; bdg. 2Taw 

21:16,17).  

 

 

KEPENULISAN.  

 

Kitab Yoel diterima oleh tradisi sebagai buah karya satu orang penulis saja. Namun, kira-kira pada 

tahun 1870, seorang pakar yang bernama M. Vernes menunjukkan bahwa Yl 2:28-3:21 (dalam 

Alkitab Ibrani, yaitu  pasal-pasal Yl 3), tidak ditulis oleh penulis Yl 1:2-2:27 (dalam Alkitab Ibrani, 

Yl 1:1-2:18). Belakangan, ia memperbaiki pandangan ini dan mengakui bahwa penulis yang sama 

menulis kedua bagian itu. Namun ia tetap berpendapat bawa ada perbedaan yang mencolok di antara 

kedua bagian itu. Usaha-usaha kurang berarti lainnya telah dilakukan untuk membuktikan bahwa 

kitab ini bukan sebuah unit sastra yang utuh. Nowack, Marti dan pakar-pakar lain yang telah berhasil 

mempertanyakan keabsahan aliran pemikiran ini berpendapat bahwa Kitab Yoel merupakan satu unit 

utuh. Pandangan berdasar  penelitian Alkitab dan segi sejarah dan sastra yang umumnya diterima 

pada zaman ini yaitu  bahwa Yoel kemungkinan besar merupakan sang penulis kitab ini, namun  

bahwa belakangan mungkin terjadi beberapa  modifikasi, perluasan dan interpolasi sepanjang abad-

abad di mana Alkitab disebarkan.  

 

GAYA PENULISAN.  

 

Gaya penulisan Kitab Yoel yaitu  klasik, mirip gaya penulisan Kitab Amos dan Mikha. Apakah Yoel 

yang banyak meminjam dari nabi-nabi terdahulu itu, atau apakah justru Yoel yang merupakan sumber 

tempat mereka mengambil data dan gaya penulisan, tidak dapat ditentukan dengan pasti; namun  

persamaan gaya tulisannya memang kuat. Bandingkan Yl 3:18 dengan Am 9:13; Yl 1:4 dengan Am 

4:9; Yl 2:11 dengan Zef 1:14,15, Yl 2:3 dengan Yeh 36:35 dan Yes 51:3; Yl 2:11 dengan Mal 3:2; 

Yl 3:10 dengan Yes 2:4.  

 


 

Alasan langsung untuk penulisan kitab ini yaitu  penghancuran negeri itu oleh malapetaka ganda, 

yaitu wabah belalang dan kekeringan. Dengan nada puitis yang amat indah dan kuat, sang nabi 

menggambarkan serbuan belalang dalam kiasan tentang sebuah bala tentara, dengan menunjukkan 

bahwa mereka merupakan pertanda datangnya hari Tuhan. Ia menghimbau agar seluruh lapisan 

masyarakat bertobat, dan berjanji kepada mereka bahwa jika mereka memenuhi syarat kepatuhan 

kepada Allah, tanah itu akan dipulihkan kepada kesuburannya yang dulu. Juga Roh Allah akan 

dicurahkan ke atas semua orang, umat perjanjian itu akhirnya akan menang atas segala musuhnya, dan 

suatu era kekudusan dan damai yang universal akan muncul.  

 

PENGAJARAN.  

 

Bahwa "Hari TUHAN" akan datang yaitu  ajaran pokok kitab ini, yaitu hari di mana Tuhan 

menyatakan diri dalam penghancuran musuh-musuh-Nya dan peninggian sahabat-sahabat-Nya. Hari 

ini akan disertai oleh guncangan bumi secara hebat serta suatu pertunjukan fenomena alam yang luar 

biasa (Yl 2:30,31). Sikap hati dan kehidupan manusia di depan Tuhan akan merupakan faktor yang 

menentukan reaksinya terhadap hari itu. Hari itu yaitu  hari kengerian bagi orang berdosa (Yl 1:15; 

2:11) dan hari berkat bagi orang-orang kudus (Yl 2:12-14,19-29). Orang-orang yang berseru kepada 

nama Tuhan akan dibebaskan, namun  musuh-musuh umat itu akan dimusnahkan (ps. 3).  

 

 

YOEL 

 

 

AYAT JUDUL: PENULIS NUBUAT. YL 1:1  

 

 

I. WABAH BELALANG SEBAGAI PERTANDA HARI TUHAN. YL 1:2-2:17. 

A. Malapetaka tiga rangkap: belalang, kekeringan, dan kebakaran. Yl 1:2-2:17 

1. Serbuan belalang. Yl 1:2-12 

2. Himbauan untuk bertobat. Yl 1:13,14 

3. Kengerian Hari Tuhan.Yl 1:15-20 

B. Bencana yang mengawali hari penghakiman. Yl 2:1-17 

1. Gambaran jelas tentang penghakiman mendatang. Yl 2:1-11 

2. Nasihat untuk bertobat. Yl 2:12-17. 

 

II. PENGHINDARAN PENGHAKIMAN DAN PEMBERIAN BERKAT-BERKAT YL 2:18-

3:21 

A. Berkat-berkat pada masa depan yang dekat. Yl 2:18-27 

B. Pencurahan Roh ilahi. Yl 2:28-32 

C. Penghakiman atas bangsa-bangsa. Yl 3:1-17 

1. Pembalasan atas kejahatan-kejahatan yang dilakukan terhadap orang-orang Yahudi. Yl 

3:1-3 

2. Penghakiman atas Fenisia. Yl 3:4-8 

3. Penghakiman dunia. Yl 3:9-17 

D. Berkat yang mengikuti penghakiman. Yl 3:18-21 

 

 

AMOS 

  

TANGGAL PENULISAN DAN LATAR BELAKANG.  

 

Ayat pertama dari nubuat Amos, bersama dengan Am 7:10-13, menempatkan sang nabi pada 

pertengahan abad kedelapan SM, sezaman dengan Uzia dari Yehuda, dan Yerobeam II dari Israel. 

Uzia, raja Yehuda, memerintah kira-kira lima puluh tahun (791-740 SM) dan berhasil dalam beberapa 

hal. Ia mengalahkan musuh-musuh Yehuda dan menguatkan tembok-tembok Yerusalem. Negeri itu 

sejahtera di bawah kepemimpinannya, dan untuk satu kurun waktu pengaruh Amos bersifat 

konstruktif secara rohani.  

 

namun  Uzia mungkin dipengaruhi oleh Yerobeam, raja Israel. Yerobeam memerintah kira-kira empat 

puluh tahun (793-753 SM) dan amat sangat, sukses. Pengaruhnya jauh melebihi pengaruh Uzia 

hampir dalam segala bidang. Dalam kepemimpinannya di bidang agama, Yerobeam, seperti 

Yerobeam I, anak Nebat, dengan sengaja mendorong praktik-praktik pemujaan dewa kesuburan (2Raj 

14:24-25). Ia tidak meninggalkan pemujaan terhadap Yehovah, namun  menjadikannya berhala dengan 

menambahkan dengan tiang-tiang pemujaan, patung-patung dan terafim (Hos 2:14,17,18; 3:4; 4:12; 

10:2; 11:2). Kehidupan sosial bangsa itu ditandai dengan perzinaan, perampokan, dan pembunuhan. 

Kemewahan orang-orang kaya dibangun di atas ketidakadilan dan penindasan terhadap orang-orang 

miskin (Am 2:6-8; 3:15; 4:1; 5:7-12; 6:3-6; 8:4,6; Hos 4:1,2,11-13; 6:8,9; 12:6,7).  

 

Pada umumnya orang berpendapat bahwa Amos bernubuat sekitar 760 SM. Zaman Amos merupakan 

suatu masa keamanan politik bagi Israel, yang dicerminkan dalam kesombongan dan kesembronoan 

golongan yang berkuasa. Peperangan dengan Siria telah berakhir dengan kemenangan Israel. 

Yerobeam "mengembalikan daerah Israel, dari jalan masuk ke Hamat sampai ke Laut Araba" (2Raj 

14:25). Sikap sembrono ini merupakan ciri dari tahun-tahun akhir pemerintahan Yerobeam, bukan 

tahun-tahun awalnya. Ancaman kekuasaan Asyur di bawah Tiglat-pileser III (745-727 SM; lih. 

Tafsiran atas Am 1:14) belum muncul. Gempa bumi yang disebut dalam Am 1:1 tidak menolong 

untuk menentukan tanggal yang lebih pasti dari pelayanan nabi ini.  

 

Kehidupan Amos. Amos yaitu  penduduk asli Tekoa, yang terletak di padang gurun Yehuda, dua 

belas mil sebelah selatan Yerusalem. Ia yaitu  seorang gembala, yang menambah penghasilannya 

dengan memungut buah ara (ara hutan) (Am 1:1; 7:14,15). Tidak ada catatan tentang keluarganya. 

Panggilan Allah datang kepadanya saat  ia sedang menggembalakan kawanan ternaknya. 

Pengakuannya bahwa Tuhan memanggilnya secara langsung (Am 7:15) membuat dia dapat 

disejajarkan dengan semua nabi yang mengalami penyataan langsung dari Allah. Meskipun Amos 

berasal dari Yehuda, ia bernubuat di Kerajaan Utara. Meskipun demikian, pemberitaannya 

membangkitkan antagonisme atau pertentangan sedemikian rupa sehingga ia kembali ke Yehuda, 

tempat ia melakukan pemberitaannya secara tertulis.  

 

Tulisan Amos menunjukkan bahwa ia bukan seorang desa yang tidak berpendidikan. Ia menunjukkan 

pengetahuan yang dalam tentang sejarah dan tentang problem-problem zamannya. Bahasanya, yang 

kaya dengan bahasa kiasan serta lambang-lambang, setaraf dengan gaya sastra terindah pada zaman 

Perjanjian Lama.  

 


PEMBERITAAN AMOS.  

 

Proklamasi besar pada awal nubuat ini (Am 1:2) menetapkan nada dari pemberitaan Amos. Suara 

Tuhan, seperti auman singa, akan terdengar dalam penghakiman dari Sion. Sang nabi menunjukkan 

rusaknya rohani di bawah formalisme agama dan kekayaan materi masa itu (Am 5:12,21). Ia 

mengritik keras para pemimpin sebab  memburuknya keadilan sosial dan moralitas (Am 2:7,8) serta 

menunjukkan pengabaian total mereka terhadap hak-hak azasi dan kepribadian manusia (Am 2:6). Ia 

menandaskan bahwa umat Allah harus mencari Tuhan dan bertobat serta menegakkan keadilan, 

jikalau mereka ingin tetap hidup (Am 5:14,15). namun  sebab  orang-orang Israel tidak mau bertobat, 

maka bagi mereka hanya ada penghancuran (Am 9:1-8). Hari Tuhan akan merupakan, penegasan 

tentang berbagai tuntutan sifat moral Allah terhadap orang-orang yang telah menolak Dia. Kalau ini 

disadari, kemuliaan kerajaan Daud yang telah dijanjikan akan didirikan; dan hari itu tak dapat 

dielakkan (Am 9:11-15). Pemberitaan Amos sebagian besar yaitu  "teriakan meminta keadilan."  

 

 

AMOS 

  

 

I. NUBUAT-NUBUAT MELAWAN BANGSA-BANGSA. AM 1:1-2:16. 

A. Tulisan awal dan proklamasi. Am 1:1,2 

B. Tuduhan terhadap bangsa bangsa tetangga. Am 1:3-2:3. 

C. Tuduhan terhadap