• coklatx.blogspot.com

    www.coklatx.blogspot.com

  • berasx.blogspot.com

    www.berasx.blogspot.com

  • kacangx.blogspot.com

    www.kacangx.blogspot.com

Tampilkan postingan dengan label mesianik di Indonesia 8. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mesianik di Indonesia 8. Tampilkan semua postingan

mesianik di Indonesia 8


pengajar 

bida’ahאdanאsesat.אNamun,אdiאsisiאlain,אsebab אmerekaאmasing-masing kembali kepada 

Mshikha dan Para Rasul-Nya, kita melihat bahwa Kebaikan-Nya yaitu  sedemikian 

rupa bahkan dosa terburuk manusia sekalipun akan diri mereka sendiri tidak bisa 

menjadikan Tahbisan batal. Jika ada orang telah menerima Tahbisan Sah maka tidak 

ada dan tak seorang pun di bumi bisa mengubah hal itu; tidak organisasi gerejawi dan 

/atau Sinode Keuskupan apapun.  

Mengapa?  

Tahbisan Suksesi Rasuliah tidak dilahirkan oleh Gereja, namun  Ruakh ha-Kodesh. Para 

Uskupאhanyaאpipaא saluranאanugerahא IlahiאbagiאuskupאBaruאTertahbis,א sebabא“Bundaא

Gereja”א yaitu א Ruakhא ha-Kodesh yang melahirkan Uskup pengganti Para Rasul di 

bumi bagi Jemaat. Bunda Gereja bukan Maria, dan bukan pula Sinode Keuskupan 

dengan kepalanya Patriak/Paus. Siapa yang berani membatalkan Suksesi Rasuliah 

Uskup yang dilahirkan Ruakh ha-Kodesh?    

Realitas besar dari kedua persfektif ini dari Gereja Rasuliah dan Ortodoks, Satu Kudus 

Katolik, baik itu di Timur dan Barat yaitu  intisari elemen-elemen dari Tahbisan Uskup, 

meskipun keduanya memiliki perihal pokok argumentasi dan pertentangan antara saudara-

saudara Roma Katolik dan Ortodoks bagian Timur (Eastern), satu sama lain tidak eksklusif.  

Satu sisi ditujukan untuk menyatu dengan yang lain (Khususnya dalam persfektif Ortodoks 

bagian Timur). Kedua aspek, pemahaman Barat dan Timur (eastern), doktrin dan Iman, dari 

Jemaat Tak terbagi terdiri dari keseluruhan kebenaran dari apa yang disebut Suksesi 

Rasuliah, dan apa adanya, bagi jemaat secara keseluruhan.   

Tragis, Gereja Roma menghapuskan otoritas dari Para Uskup untuk bertindak tanpa ijin dan 

otoritas kepausan, tapi kita harus mengingat bahwa keabsahan sacramental juga yaitu  

bagian sangat penting dari keuskupan.  

saat  kita melihat tragedi dari gereja tak terbagi dan Kekeristenan, kita masih bisa seringkali 

berkata di mana Gereja "ada." Kita bisa melakukan itu dengan melalui dan melihat apa yang 

diajarkan, diyakini, dan dipraktekkan dalam istilah-istilah Iman tradisional dari Jemaat 

Rasuliah dan Katolik, Ortodoks, Kudus, dan Satu.  

Namun, ini juga bisa dikatakan bahwa kita tidak selalu berkata, dengan keyakinan, di mana 

Gereja tidak ada.  

Jemaat Rasuliah dan Katolik, Ortodoks, Kudus, Satu dari Maran kita, Juruselamat dan 

MarYah Yeshua Mshikha bar Alaha tidak bisa pernah dibubarkan sebagai Jemaat oleh sebab  

jemaat terbagi, lemah dan/ atau gagal dalam suatu bagian atau dalam suatu aspek.95 Apa yang 

                                                          

95  Jemaat Rasuliah tidak bisa bubar sebelum Kedatangan Maran Yeshua ke Bumi. Jemaat Rasuliah bisa saja 

gagal melakukan Perintah-perintahאMaranא Yeshua,א danא bahkanא mengajarkanא “Ajaran-ajaranא Sesat”א sepertiא

kita ketahui dalam Sejarah Gereja selama 2000 tahun.  

Contoh, Gereja-gereja Ortodoks bagian Timur dan Oriental melihat Gereja-gereja Barat: Gereja Roma 

Katolik, Anglikan, Katolik Lama dan Gereja-gereja Ortodoks Katolik Independen serta kelompok-kelompok 

Protestantismeאdipandangאsesatאdanאbida’ah.א 

Namun sebaliknya, Gereja-gereja ini  juga memandang hal yang sama terhadap Gereja-gereja Ortodoks 

bagianאTimurאdanאOriental.אSemuaאsalingאtuduhא“bida’ah”אdanא“sesat”אsehinggaאsemuaאsesat.אTidakאadaאyangא

tidak jatuh dalam kesesatan dalam pandang pihak lain namun  diri sendiri melihatnya tidak ada cacat sama 

sekali. 

Sebenarnya, setiap zaman para diakon, imam, uskup, uskup agung, patriak, dan paus yaitu  manusia biasa 

yang bisa jatuh dalam perbuatan dosa dan seringkali berbuat dosa oleh sebab  kelemahan daging manusia. 

(Igeret Roma 7:19-20) namun  apakah kelemahan para Pelayan Maran ini mencemari Suksesi Rasuliah dan 

Pengakuan Iman, kitab Suci, Tradisi Kudus, dan Wahyu dan bahkan Alaha sendiri? Tidak sama sekali. 

Mengapa?אSebabאDosaא terkaitא kepadaא “pribadiא individual”א siא pelayanא ituא sendiri.א Sekalipunא seorangאUskupא

sesat dalam mengajar dan moralnya bobrok tidak bisa mengkhamiri Suksesi Rasuliah yang ada dalam dirinya. 

IniאdisebabkanאSuksesiאRasuliahאyaitu א“dayaאkuasa”אAlaha sendiri yang dicurahkan oleh Ruakh ha-Kodesh 

pada diri seorang uskup. Ruakh ha-Kodesh tidak bisa dipenjara oleh manusia melalui perbuatan dosa-

dosanya, Ruakh ha-Kodesh bebas tak tersentuh oleh apapun. Letak persoalannya, jika uskupnya penuh dosa, 

hatinya penuh kebencian, dan pikirannya dipenuhi agenda politik gerejawi, maka yang bisa sesat yaitu  

ajaran-ajaran yang dikembangkannya menjadi ajaran-ajaran dan moral gereja seperti halnya Konsili-konsili 

Gereja yang merupakan formulasi consensus rasional manusia yang bisa salah sebab semua hasil rumusan itu 

bukan Wahyu-wahyu Ilahi melainkan Tafsir Kolektif, dan begitu juga hasil pemikiran Tafsir Subyektif 

Individual jelas bisa sangat salah. Oleh sebab itu, Gereja Nasrani Ortodoks Katolik negara kita  tidak bisa 

menerima begitu saja semua ajaran-ajaran dari Gereja Rasuliah, dan apa lagi ajaran-ajaran Gereja Reformasi 

Protestantisme; hanya dua saja yang bisa diterima secara sah yaitu  Suksesi Rasuliah dan Pengakuan Iman 

Rasuli (tahun 70 M) yang dijabarkan dalam Pengakuan Iman Nikea (325 M), selebihnya dahi harus 

dikrenyitkan dengan penuh curiga. Dan begitu juga Tradisi Yudaisme itu sendiri yang berasal dari Yahudi 

Rabbinik harus diwaspadai memilah mana yang benar dan mana yang salah, dan ini yaitu  tugas Uskup 

beserta Dewan Keuskupan untuk menentukan, bukan tugas umat awam.     

Kalau begitu masih adakah yang murni? Ada. Jemaat Rasuliah Setia tetap ada sepanjang zaman sebab Maran 

Yeshua berjanji akan menyertainya. Kriteria yang dilihat utamanya: Jemaat Rasuliah tetap mengacu kepada 

Yudaisme Perjanjian Baru dengan menjalankan apa yang dilakukan Para Rasul-Nya. Contoh, Para Rasul 

membentuknya sebagai Jemaat dari Maran kita Yeshua Mshikha yaitu  kemanunggalan total 

dengan Mshikha, kelanjutan jemaat yang bisa dilihat dengan Para Rasul-Nya dan para 

pengganti mereka – dalam Iman yang mereka ajarkan, dan dalam partisipasi jemaat dalam 

Liturgi Qurbana dalam komunitas.  

Dalam ringkasan ini, kita berdoa bahwa melalui "pernyataan" ini perihal keuskupan Jemaat 

dan apa yang kita percaya dan pegang erat sebagai pusat kebenaran-kebenaran mengenai 

pemahaman kuno perihal Tahbisan Kudus Uskup, yang lainnya juga sama seperti pikiran 

kita, yang kita temukan pada diri mereka sendiri dalam kesepakatan dengan posisi doktrinal 

yang diterbitkan pada iman rasuliah akan lebih baik lagi tahu dan memahami siapa kita 

melalui apa yang kita ajarkan, nyatakan dan akui dalam: Gereja Nasrani negara kita  dalam 

kesatuannya dengan Gereja Ortodoks Katolik Australia, via Sinode Para Uskup Internasional, 

Rohaniawan dan orang beriman.  

 

Bab VI -- Uskup Berkeliling (Vagante Episcopi) 

Jabatan Uskup yaitu  setua Kekeristenan itu sendiri. Awal tahun 90-an Masehi, Mar 

Klementinus dari Roma, dalam suatu Surat Kirimannya yang ditujukan kepada komunitas 

Jemaat Rasuliah di Korintus, mengingatkan saudara-saudaranya kaum Mshikhanim (Kristen) 

bahwa Para Rasul telah melantik dan mengurapi para uskup sebagai para pengganti mereka 

yang sah, dan hal itu akan melawan kehendak Alaha sendiri jika ada orang menghilangkan 

jabatan mereka. Pada awal Kekeristenan, para laki-laki disebut episkopoi (Ibrani, mebaqqer) 

menerima otoritas dari para pendahulu mereka dengan tumpang tangan untuk melaksanakan 

kepenuhan kuasa spiritual yang dianugerahkan oleh Yeshua Mshikha pada Para Rasul-Nya. 

Kemudian Para Uskup mendelegasikan fungsi khusus, seperti ajaran, pengampunan dosa-

dosa, kesembuhan, dan konseling, kepada para pelayan yang bertindak sebagai para penolong 

mereka. Jabatan uskup dengan demikian lebih kuno dari pada Imam dan Diakon, atau 

tahbisan-tahbisan kecil lainnya dalam Jemaat, semua ini akhirnya menjadi mapan pada abad 

ke-2 M., yang kemudian disebut ketetapan rasuliah tahbisan uskup. 

Para Rasul dan Para Pengganti mereka berfungsi dalam dua hal: 1) Beberapa yaitu  

permanen melekat pada kota khusus dan wilayah geografis di mana mereka melayani bagi 

kesejahteraan spiritual suatu komunitas orang percaya Mshikha (Mshikhanim), 2) sementara 

itu lainnya, diilhami oleh sabda-sabda dari Pendiri mereka memerintahkan mereka mengajar 

semua orang dan bangsa, melakukan perjalanan ke wilayah-wilayah negeri jauh 

menyebarluaskan pesan Iman mereka. Para pemimpin ini menjelajah jauh dari Timur Tengah 

kantong Kekeristenan (Mshikhanuth), menembus bahkan ke negeri-negeri terjauh seperti 

India, sebagaimana dilakukan Shliakh Mar Thoma. Para Rasul Yeshua seperti Mar Thoma, 

Mar Tulmai (Bartholomew), Mar Shimon Keipha, Thaddeus (Mar Addai), Mar Mari, dan 

Mar Andreos,yang tidak tetap tinggal dalam suatu wilayah untuk melayani bagi suatu 

komunitas yang mapan, dengan demikian mereka ini dipandang sebagai pengelana pertama, 

                                                                                                                                                                                    

beribadah hari Sabat. Mempertahankan Suksesi Rasuliah, Kepemimpinan Jemaat hanya ada pada Uskup dan 

tidak mengenal adanya Kepatriakan atau Kepausan. Jemaat dipimpin oleh Mebaqqer, Zakan, dan Shamasha. 

Setiapא keuskupanא yaitu א “Independen”א tidakא adaא Uskupא diא atasא uskup.א Selaluא adaא Nabi-nabi untuk 

membimbing Jemaat dalam kebenaran, dll.     

atau Uskup-uskup "berkelana" (Wandering Bishops). Dan semua Para Rasul sebenarnya 

yaitu  “Uskup-uskup Berkelana” yang tidak tinggal diam pada satu tempat, kecuali 

“Uskup” Mar Ya’aqub ha-Tzadik saudara Maran yang ditahbiskan dan dipilih oleh Maran 

Yeshua Mshikha , dan Para Rasul sebagai “Uskup Berdiam Tetap” di Yerusalem untuk 

menjaga Pusat administrasi Jemaat dari semua Jemaat-jemaat Mshikha yang didirikan Para 

Rasul Mshikha di seluruh dunia. Jemaat Yerusalem atau dikenal sebagai Nasrani Yahudi para 

pengikut Jalan Tuhan atau Jalan Nasrani, sebab Yeshua yaitu  Orang Nasrani (Kisah 20:5; 

22:8). Jemaat Yerusalem mengutus Duta-duta Besarnya (Shlikhim) ke seluruh dunia sesuai 

Amanah Agung Maryah Yeshua (Mattai 28:16-20). Fungsi kedudukan Uskup Pertama dalam 

JemaatאMshikhaאyaitu אsebagaiא“Penilik”אterhadapאsemuaאParaאRasulאsebagaimanaאdijelaskanא

dalam tulisan Mar Klementinus.  96 

                                                          

96 Surat Kiriman Mar Klemintinus dalamא tulisanא ‘Pengakuan-pengakuan’אmenjelaskanא kepadaא kitaא tentangא

kepemimpinanאMarאYa’aqubאsebagaiאMebaqqerאJemaatאYerusalem: 

“....Dia menerima laporan (I:66; cf. II:73), menangani persoalan (I:66-69), mengirimkan Surat-surat 

otorisasi dengan perwakilan-perwakilan resmi (IV:35), dan bahkan memberi  tugas khusus 

kepada Shimon Keipha (I:72). Mar Ya’aqub dirujuk sebagai “Kepala dari Uskup-uskup” (Primus 

Inter Pares) dan dia ini digambarkan seperti kedudukan "Kayafas … kepala dari Imam-imam." 

Aturan kepemimpinannya, bahkan membawahi Rasul-rasul (Shlikhim), juga dijelaskan pada Kisah 

Rasul 21:17-22:23 di mana dia yaitu  sosok pemimpin yang mengeluarkan titah atau aturan-aturan 

untuk diikuti oleh para petobat non-Yahudi. Dia yang memanggil Paulus (Shaul) sebab  berselisih 

terhadap para pengikut Yahudi dengan kabar berita meniadakan Torah dengan menyuruhnya 

melakukan ritual pentahiran empat orang yang sedang melaksanakan kaul Nazar, dan selanjutnya 

memerintahkan Paulus, "namun  bagi mereka Orang-orang non-Yahudi yang telah menjadi percaya, 

kami mengirimkan Surat dengan keputusan kami bahwa mereka harus berhenti dari apa saja yang 

dipersembahkan kepada berhala-berhala dan dari darah dan dari apa yang dicekik [contoh., daging 

dari binatang yang secara ritual tidak disembelih dengan pisau seperti yang diwajibkan oleh Torah] 

dan dari percabulan" (Kisah. 21:25). 

  DalamאKitabאMa’aseiאha’SheelahאMarאThomaאdikatakan: 

"Pada waktu itu semua Rasul-rasul (Shlikhim) kita berada di Yerusalem, Simon yang disebut Keipha 

dan Andreos saudaranya, Ya’aqub anak dari Zebedee dan Yokhanan saudaranya, Filipus dan 

Bartholomeus (Tulmai), Thoma dan Mattityahu pemungut cukai, Ya’aqub anak Alphaeus dan Simon 

orang Kanaan, dan Yudas saudara Ya’aqub: dan kami membagi wilayah-wilayah dari dunia ini, 

bahwa setiap orang satu dari kami harus pergi ke wilayah yang jatuh kepada dia dan kepada bangsa 

ke mana Tuhan mengutus dia. – Kisah Rasul Mar Thoma 1:1 Peshitta AESV 

Jadi awalnya semua Para Rasul yaitu  Uskup-uskup Berkelana (Wandering Bishop) atau sering disebut 

Episcopi Vagante dan bahkan Maran Yeshua sendiri yaitu  Uskup Vagante sebagai Rasul Alaha sang Bapa 

(Yokhanan 5:36-37). Dia tak punya murid, dan sesudah  bertemua dengan Shimon Keipha dan Andreas 

saudaranya, Filipus, dan lainnya barulah punya murid-murid. Maran Yeshua berkelana dari satu desa ke desa 

lain dari satu kota ke kota lain, tidak ada tempat pusat pengajaran tetap dan permanen semacam pusat pertemuan 

ibadah dan gedung Gereja.  

Jadi seorang uskup harus melayani dan memiliki wilayah keuskupan hanyalah sesudah  komunitas-komunitas 

orang percaya Mshikha terbentuk sehingga perlu pelayan yang tetap tinggal di suatu wilayah, namun, tidaklah 

keharusan seorang Uskup wajib ditahbiskan dalam bagi suatu wilayah dan Uskup untuk pentahbis harus 

memiliki wilayah keuskupan. Ini hanyalah aturan administratif Gereja mapan dikemudian hari, dan bukan 

sesuatu yang wajib dan mutlak.  

Kemudian, kategori lainnya para uskup berkelana masuk dalam pemandangan ini. Kaisar Konstantinus 

menetapkan Kekeristenan sebagai Agama Negara dalam Edik Milano tahun 313 M., dan mulai memaksakan 

kesatuan semu pada Komunitas-komunitas Kristen. Sebelum pada masa ini, ada orientasi pluralistik yang kuat 

dari komunitas-komunitas dan dari para pemimpin mereka. Mengakui devosi umum terhadap Mshikha dan 

ajaran-ajaran-Nya, mereka berbeda luas dalam doktrin dan praktek. Dengan persyaratan Konstantinus telah 

mengubah; "ortodoksi" yang dideklarasikan sebagai yang mengikat atas semua. Mereka yang tidak mau 

berkompromi dengan Kaisar dipaksa meninggalkan komunitas dan meninggalkan tempat tinggal mereka. 

Mereka menjadi para pengelana. Gnostik, Arian, Nestorian, Monofisit, dan para pemimpin Kristen lainnya yang 

tak mau berkompromi menjadi uskup-uskup berkelana. Suatu trend baru terjadi. Mereka yang berkompromi 

terhadap Kaisar dan Uskup-uskup diijinkan tetap tinggal di tempat tinggal dan jabatan mereka dan menikmati 

dukungan negara, sementara itu mereka yang berselisih diminta untuk pergi dan menjadi para pengelana. 

Namun, para pengelana itu tidak tanpa para pengikut, bagi keluarga, rohaniawan yang berselisih dan kumpulan-

kumpulan mengikuti mereka kemana pun mereka pergi, seringkali mendorong para pihak berwenang ortodoks 

bertindak dengan menganiaya mereka. Kisah lainnya yaitu  akrab dan menyedihkan. Salah satu Gereja yang 

banyak berkompromi dengan Kekaisaran Byzantium Romawi Timur yaitu  Uskup-uskup Kepatriakan Gereja 

Ortodoks Byzantium-Yunani yang berkedudukan di Konstantinople. Contoh, Uskup-uskup kompromis ini 

setuju dengan menghilangkan doktrin Reinkarnasi dalam Jemaat Ortodoks Awal yang umum diyakini sejak 

abad ke-1 sampai ke-6 M. 

Catatan sejarah bahwa jemaat Kristen awal percaya pada Reinkarnasi (Ibrani: Gilgulim) dan perjalanan jiwa-

jiwa kembali kepada kesatuan dengan Alaha. Ini semua diubah oleh dekrit Kekaisaran sesudah  lebih 500 tahun 

dipercayai umum dalam dunia Kristen sesudah  kematian Mshikha, dan bahkan Bapa – bapa Gereja Kuno juga 

meyakini dan menuliskannya dalam Tulisan-tulisan mereka.  

Kaisar Yustinianus pada tahun 545 M., dengan kemampuannya dan kekuasaanya sebagai Kaisar Romawi 

menghentikan keyakinan reinkarnasi. Dia memaksa para cardinal yang memerintah untuk menyusun titah paus 

bahwa jika ada orang yang percaya bahwa jiwa-jiwa datang dari Alaha dan kembali kepada Alaha akan 

dihukum mati.  

“Jika ada orang menyakini pra-keberadaan yang menakjubkan jiwa-jiwa, dan yakin restorasi 

semesta yang dahsyat (Ibrani: Tikkun Olam) yang terjadi kemudian: biarlah ia di anathema.” 

(Anathemas melawan Origenes), mencantumkan titah-titah dari Konsili Ekumenis Kelima, 545 M, 

dalam Bapa-bapaאNikeaאdanאPaskahאNikea,2אdאser.,318א:14א).”  

Apa artinya ini mengatakan restorasi semesta? Bagian ini ditujukan langsung pada ajaran yang diterus 

sampaikan dari Yeshua ha-Mashyakh kepada Murid-murid-Nya bahwa umat manusia berasal dari Alaha dan 

ditakdirkan menjadi satu dengan Alaha sebagaimana ia yaitu  satu dengan Alaha. Itulah sebabnya Yeshua 

berkata,א kitaא yaitu א “Anak-anakאTerang”א sebab  roh kita diciptakan dari Terang Ilahi itu sendiri. Saat orang 

yahudi mencoba hendak merajam Dia dengan batu sebab  menyebut diri-Nya sang Anak Alaha, Yeshua 

mereposn mereka dengan mengingatkan mereka bahwa kita semua yaitu  Alaha-Alaha (elohim). 

Yeshua berkata kepada mereka: Bukankah ada tertulis dalam kitab Torahmu, Aku berkata, Engkau 

yaitu  alah-Alaha (elohim)? Jika Dia menyebut mereka Alaha-Alaha (elohim), sebab sabda Alaha 

(divarאd’Alaha) ada bersama mereka, dan Kitab Suci tidak bisa dihapuskan; Masihkah kamu berkata 

kepada Dia, yang sang Bapa telah sucikan dan utus ke dalam dunia, Engkau menghujat; sebab Aku 

berkataאkepadamu,א“Akuאyaitu אsangאAnakאAlaha”?— Beshora Mar Yokhanan 10:34-36; Mazmur 

8:6Peshitta AESV 


                                                                                                                                                                                    

Kemudian, sebelum Mshikha disalibkan, Ia menyingkapkan dalam doa bahwa Ia ingin murid-murid-Nya 

menjadi satu dengan Alaha sama seperti Dia adanya.  

20 Tidak hanya bagi mereka Aku berdoa, tapi juga bagi mereka yang akan percaya pada-Ku melalui 

pemberitaan mereka ini; 21 agar mereka semua menjadi SATU;sebagaimana Engkau, 

BapaKu,[yaitu ] dalam Aku, dan Aku di dalam-Mu; agar MEREKA juga menjadi SATU dalam 

KITA; agar dunia bisa percaya, bahwa Engkau telah mengutus Aku.  21 agar mereka semua menjadi 

SATU; sebagaimana Engkau, Bapa-Ku, [yaitu ] dalam Aku, dan Aku didalam Engkau; sehingga 

MEREKA juga menjadi SATU dalam KITA; agar dunia bisa percaya, bahwa Engkau mengutus Aku. 

22 Dan kemuliaan yang Engkau berikan kepada-Ku, Aku berikan kepada mereka; agar mereka 

menjadi SATU,sebagaimana KITA yaitu  SATU. 23 AKU DI DALAM MEREKA, dan Engkau di 

dalam Aku; agar mereka sempurna menjadi SATU; dan agar dunia bisa mengetahui bahwa Engkau 

mengutus Aku, bahwa Engkau mengasihi mereka sebagaimana juga Engkau mengasihi Aku. – 

Beshora Mar Yokhanan 17:20-23 Peshitta AESV 

Kesatuan “roh-roh Manusia” yaitu  dalam sang Anak Alaha, bukan dalam sang Bapa dan Roh Kudus. Sebab 

segala sesuatu diciptakan di dalam dan melalui Dia (sang Anak) – Kolose 1: 16-17; Yokhanan 1:3.  

Selanjutnyaאdikatakan,א“Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku 

di dalam dia.”א(Yokhanan6:56א) 

Kitaאtinggalאdalamא“GambarאAlaha”א(Tselemאha-Elohim), kita semua manusia diciptakan dalam Gambar Alaha, 

yaitu sang Anak Alaha yang kita kenal MarYah Yeshua Mshikha sebagai perwujudan Kemanusiaan-Nya, dan 

dalam Keilahian-Nya kita dimanunggalkan. Pemanunggalan ini sudah dimulai di bumi melalui pemanunggalan 

Tubuh dan Darah Yeshua dalam ibadat Qurbana Kudus.  

Selanjutnya, Archbishop JSM Ward mengajarkan dalam penjelasan Pengakuan Iman Rasuli dan Pengakuan 

Iman Nikea, pasal 1:   

Kami percaya pada Satu Keilahian Tak Berwujud, Tak Terbatas, Kekal dan mencakup Semua; Dia 

yang sebelum semua Waktu, Menjelma langsung sebagai sang Tlitayutha dari Hakikat Ehad, agar 

Alaha bisa berkarya dalam Ciptaan: yang pada Mulanya sang Ehad menjadi Dua, Bapa dan Bunda, 

dan dari Mereka Memperanakkan sang Anak melalui Dia diciptakan Waktu dan Ruang dan semua 

Ciptaan, lima belas Jagat Keberadaan1: dan saat  itu Menjelmakan langsung, Alaha berdiam dalam 

Jagat-jagat tertinggi ini. 

Kami percaya bahwa tiap jiwa yaitu  abadi dan berisi dalam jiwa itu sendiri suatu Percikan Api 

Ilahi, yang bersumber dari Alaha dan akhirnya akan kembali kepada Alaha. Bahwa tiap 

Percikan Ilahi turun melalui semua Jagat-jagat Lebih Tinggi hingga jiwa itu menjadi tenggelam 

dalam benda pada Jagat Fisik. Bahwa melalui hidup fisik tak terbilang jiwa itu berkembang hingga 

jiwa tidak lagi membutuhkan kembali kepada Jagat Fisik: yang kemudian jiwa itu, melintas naik ke 

atas melalui semua Jagat-jagat Para Orang Kudus dan Para Malaikat kembali bersekutu kembali 

dengan Alaha. Bahwa dalam proses ini jiwa dicobai, diuji dan diperdayai oleh mereka yang Alaha 

tugaskan melaksanakan tugas-tugas itu, hingga jiwa belajar untuk berbalik dari yang jahat dan hingga 

jiwa itu akhirnya kembali dari mana jiwa itu datang. 

Kami percaya pada Anak Ilahi yang secara berkala turun melalui semua Jagat-jagat Fisik, agar Dia 

bisa menolong saudara-saudari-Nya yang rendah hati, dan membawa kepada masing-masing alam 

wahyu lebih tinggi tentang Kebenaran. Dia yang terakhir turun ke dunia ini3 sebagai Maran Yeshua 

Mshikha Kita, Dia yang yaitu  Alaha dan Manusia: dilahirkan dari seorang Perawan, Dia dicobai, 

menderita dan Mati di kayu Salib, sehingga dengan demikian Dia bisa menebus demi kita bagi orang 

benarאuntukאKeselamatan….. 

                                                                                                                                                                                    

Percikanא Apiא Ilahiא merupakanא “roh-rohא manusia”א yangא diciptakanא dariא Terangא Alaha sendiri melalui dan di 

dalamא sangא Anak,א sehinggaא manusiaא diא sebutא “Alaha-Alaha”א dalamא bentukא pluralא sebagaimana ditegaskan 

kembali oleh Maran Yeshua kepada para ahli Torah dan Rabbi-rabbi Farisi yang telah merombak Isi Alkitab. 

Denganא demikianא “percikan-percikanא Ilahiא iniא disebutא “Saudara-saudari-Nya”א sehinggaא Iaא disebutא olehא Marא

Shaul bahwa Dia yaitu  GAMBAR ALAHA yang tidak kelihatan, yang SULUNG, lebih utama dari segala yang 

diciptakan,…א(Kolose1:15א).א 

Alaha menciptakan segala sesuatu membuat BLUE PRINT (Rancang Bangun) dahulu seperrti seorang arsitek 

sebelum membangun suatu bangunan. Rancang Bangun inilah disebut sebagai Gambar Alaha yang Hidup dan di 

dalam dan melalui Rancang Bangun inilah segala sesuatu diciptakan. Dan Yeshua sebagai Gambar Alaha Hidup 

yaitu  yang pertama diciptakan, sehingga disebut SULUNG dari semua ciptaan. Gambar Alaha yang Hidup ini 

memang diciptakan di dalam sang Anak Alaha, yaitu Hikmat Alaha sendiri di dalam Pikiran Bapa, dan dalam 

Hidup Ruakh ha-Kodesh. Namun, sang Anak Alaha tidaklah diciptakan sebab Ia yaitu  Terang Sejati dari 

Terang itu sendiri. Waspyaitu  dengan istilah Gambar Alaha di sini, yaitu  memang tercipta dan dalam Gambar 

Alaha yang tercipta inilah segala sesuatu diciptakan dan akan kembali kepada Sumber Gambar Alaha sendiri. 

Inilah yang disebut roh-roh kembali manunggal dengan Gambar Alaha, yang Sulung itu dalam sang Anak. Sang 

Anak di dalam Bapa dan Roh Kudus. Sang Anak Alaha yaitu  Terang Sejati, maka Gambar-Nya yang Tercipta 

itupun yaitu  Terang Ilahi sehingga dari sinilah terjadi Percikan-percikanא Ilahiא yangא disebutא “roh-roh”א yangא

menjadi manusia yang tercipta sesudah  roh bertemua dan masuk dalam BENDA membentuk tubuh manusia. 

Gambar Alaha Tercipta itu, yang SULUNG menjelma menjadi Anak Manusia yang disebut Yeshua Mshikha di 

bumi. 

Maka pemanunggalan itu harus terejawantahkan melalui Kesatuan Tubuh dan Darah Yeshua. Dengan demikian, 

pemanunggalan Insan dan Khalik terjadi dalam Gambar Alaha Tercipta itu sendiri, bukan dalam Keilahian 

Abadi sang Alaha Tlithayutha Kudus sebagaimana disalahpahami banyak orang Kristen dan Non-Kristen.  

Wujud proses pemanunggalan ini terkait erat dengan doktrin reinkarnasi saat roh-roh telah mengalami 

kesempurnaanא danאmelaluiא restorasiא semestawiא (Tikkunא l’Olam).א Justruא yangא takאmeyakiniא reinkarnasiא inilahא

yang disebut pikiran sesat seperti yang diyakini Uskup-uskup Ortodoks Timur dan Kaisar Yustinianus.      

Seorang teolog terkenal Origenes yang menulis sekitar tahun 250 M., tentang pra-keberadaan jiwa. Ia 

mengajarkan bahwa sumber sejati jiwa yaitu  Alaha dan jiwa melakukan perjalanan kembali untuk 

pemanunggalan dengan Alaha melalui pelajaran-pelajaran yang dipelajari dalam berkali lipat ganda kehidupan. 

Dia mengajarkan bahwa Mshikha datang untuk memperlihatkan kepada kita apa yang kita bisa perbuat dan 

menjadi. Selama berabad-abad ini menjadi sudut pandang arus utama Kekeristenan tapi 300 tahun kemudian 

ajaran ini menjadi isu besar dan keyakinan ini dijadikan illegal sebab kaisar Konstantinus percaya ajaran ini 

yaitu א berbahayaא bagiא Kekaisaranא untukא percayaא padaא reinkarnasi.א Padaא halא iniא akibatא “rasaא ketakutannya”א

sendiri akan menjelma kembali sesuai dengan perbuatan dan kekejaman yang dialkukan akan menuai akibat 

perbuatan dalam kehidupan mendatang. Sehingga ia melawan agar menghibur hatinya yang gelisah sebab  

ketakutan akibat Tabur Tuai yang diterimanya kelak. Pada umumnya semua para pemimpin ketakutan akan 

Tabur Tuai akibat perbuatan mereka, cenderung untuk melenyapkan doktrin Reinkarnasi untuk menutupi rasa 

takut mereka sendiri, bukan sebab  doktrin reinkarnasi salah dan sesat, melainkan didukung Alaha sendiri, oleh 

Yeshua dan Para Rasul dan banyak datanya dalam catatan Kitab Suci dan tulisan-tulisan Para Bapa Gereja. 

Pada abad ke-6 M., Kaisar Yustinianus dan Paus Vigilius tidak sepakat atas apakah atau tidak ajaran-ajaran 

Origenesא harusא dikutukא sebagaiא bida’ah.א Pausא mendukungא ajaranא itu sebagai konsisten dengan ajaran-ajaran 

Mshikha. Kaisar memutuskan untuk membasmi keyakinan itu meskipun Paus dan Gereja percaya kepada 

Reinkarnasi. Fakta bahwa doktrin reinkarnasi yaitu  bagian dari teologi Kristen selama 500 tahun lebih tidak 

menggoyahkan tekad Kaisar.  


                                                                                                                                                                                    

Kaisar Yutinianus menginginkan karya-karya tulis Origenes dan ajaran-ajarannya dikutuk dan dilenyapkan tapi 

Paus Vigilius dari gereja Roma Katolik menolak untuk menandatangani dekrit kepausan mengutuk ajaran-ajaran 

Origenes perihal reinkarnasi. Sebagai hasil dari ketidaksetujuannya, Kaisar menangkap Paus dan dijebloskan ke 

dalam penjara. Pada tahun 543 M, Yustinianus meminta diselenggarakan Konsili Umum Kelima  Gereja dan 

memberitahukan Paus agar ia akan menandatangani apa pun doktrin yang ditetapkan konsili. Dalam hal itu, 

dibawah pengawalan, Paus meloloskan diri untuk menghindari dipaksa untuk mengutuk karya tulis Origenes. 

Kaisar memerintahkan konsili untuk melanjutkan meskipun Paus menolak hadir.  

Ada alasan logis mengapa Kaisar melawan konsep bahwa semua umat manusia aslinya berasal dari Alaha dan 

kembali kepada Alaha via siklus kelahiran dan kematian. Yustinianus diyakinkan oleh para cardinal pejabat 

tinggi bahwa ini bukan minat kekaisaran untuk membiarkan karya tulis Origenes berlanjut disalin dan 

didistribusikan. Kelompok berkuasa dari Kardinal dan uskup menjelaskan bahwa jika setiap jiwa suatu kali 

pra-ada bersama dengan Alaha, kemudian Mshikha bukan sesuatu yang khusus yang datang dari Alaha. 

Para Kardinal ini meyakinkan Kaisar bahwa jika masyarakat menyadari mereka yaitu  anak-anak Alaha 

mereka mungkin akan mulai percaya bahwa mereka tidak membutuhkan lagi seorang Kaisar, atau 

membayar pajak, atau mematuhi Gereja Kudus. Tapi sejak mereka meyakini bahwa hanya Mshikha yang 

datang dari Alaha dan Alaha menciptakan jenis jiwa-jiwa baru pada suatu waktu konsepsi dan hanya Gereja 

Kudus bisa membawa jiwa-jiwa kepada Alaha. Dengan demikian memproteksi Kekaisaran  atau tuntunan 

gereja, semua orang akan dijebloskan ke Neraka selama-lamanya dan terputus dari Alaha. Doktrin ini bisa 

diterima Kaisar. Suatu kali Yustinianus memahaminya sebagai bahaya politik inheren dalam ajaran-ajaran 

Origenes, sisanya yaitu  pemikiran Kaisar sendiri. Di sinilah kita melihat sudut kepentingan politis gerejawi 

bermain api dengan bersekongkol dengan Kaisar demi mempertahankan jabatan dan kedudukan gereja. 

Justru para Uskup-uskup kompromistis inilah yang mengajarkan dan mencekoki Kaisar dengan ajaran-ajaran 

sesat demi kepentingan gereja. Ini salah satu kesesatan para uskup Gereja Ortodoks Timur Byzantium – Yunani 

dan Roma yang kita benci perbuatan busuk mereka ini, dengan ajaran-ajaran sesatnya.  

Konsili, sebagaimana diinstruksikan oleh Kaisar, menghasilkan empat belas kutuk baru dan paling pertama 

mengutuk reinkarnasi dan konsep jiwa-jiwa pra-ada dengan Alaha. Paskah Konsili-konsili dan binasanya 

Kekaisaran Byzantium Romawi Timur oleh kehendak Alaha, para uskup Ortodoks Timur yang sesat tidak bisa 

lagi bersekongkol dengan Kaisar dan semua ajaran-ajaran Konsili-konsili wajib dan mutlak dikritisi kembali 

latar belakang sejarah lahirnya dekrit-dekrit ini . Para Uskup ini serinhkali membuat dalil ucapan dalam 

Kisahא Rasulא א15:28 “Sebabא yaitu א keputusanא Ruakhא ha-Kodeshא danא keputusanא kami,...”א yaitu א hasilא Konsiliא

Yerusalem tahun 50 M., dan tidak boleh dipakai sebagai landasan teori pembenaran untuk Konsili-konsili 

lainnya, harus ada suara Roh Kudus sendiri yang mensahkan suatu keputusan Gerejawi Ekumenis melalui 

Wahyu – wahyu dari Alaha, jika tidak ada, maka keputusan ini א yaitu א “lemah”א danא “bersifatא lokalא danא

relatifאsementaraאsaja.”א 

Dengan demikian, hasil rumusan Konsili-konsili Ekumenis sejak tahun 325 M sampai 787 M yang diyakini 

Gereja-gereja Ortodoks Timur Kalsedon yaitu  tidak normatif bagi semua orang percaya. Pemaksaan ajaran-

ajaran Konsili Ekumenis yaitu  pelanggaran berat bagi Hak Azasi Manusia, maka penjajahan semacam ini 

mutlak dihapuskan dari muka bumi ini. Kita bersyukur Gereja-gereja Ortodoks Oriental tidak ikut 

terkontaminasi dosa-dosa dari Gereja-gereja Ortodoks Kalsedonia yang sombong dan angkuh itu, sejak Konsili 

Ekumenis ke-3 M., di Efesus, contohnya Gereja Rasuliah Assyria yang ada di wilayah Kerajaan Persia. Sebab 

Konsili Efesus 341 M., mengajarkan ajaran sesat yang tidak pernah diajarkan Para Rasul dan Maran Yeshua. 

Ajaran keyakinan kultus Bunda Maria pengganti dewi orang Yunani – Efesus, dewi Arthemis yang bergelar 

Theotokos (Bunda Alaha) sesuatu yang tak pernah menjadi ajaran Jemaat Awal, kecuali ajaran yang 

dikembangkan kemudian.  

Pra-328 M., Dionisyus Alexander dari Gereja Ortodoks Koptik Alexandria – Mesir menyebut Maria sebagai 

Theotokos ("Pelahir Alaha "). (McNally TJ.  What Every Catholic Should Know about Mary.  Xlibris 

Corporation, 2009 , p. 186). 

Dari zaman awal, transmisi otoritas rasuliah ada di luar dari arus utama Gereja-gereja Roma, 

Konstantinople, Antiokia, dan lainnya. Banyak dari transmisi ini dikutuk oleh "saudari-

saudariא kelompokא besar"א lainnyaא sebagaiא bida’ah.א Sebaliknya,א validitas tahbisan-tahbisan 

rasuliah mereka diakui oleh mereka para pengkritik. Sehubungan tradisi awal, dengan pandai 

mereka bersilat lidah tapi tidak diciptakan oleh Mar Augustinus, ortodoksi dan validitas 

suksesi rasuliah tidak dipandang identik. Para Uskup bisa jadi Bidat-bidat, namun bisa 

menjalankan jabatan mereka sebagai pelayan-pelayan sakramen dalam tata cara yang sah. 

Doktrin ini (dikenal sebagai doktrin tahbisan menurut konsep Augustinus) dipegang hingga 

sekarang ini oleh Gereja Roma Katolik. Disediakan bagi "uskup-uskup berkelana" dengan 

memegang intensi yang sama saat mentahbiskan para pengganti mereka sebagaimana secara 

tradisional dipegang oleh dunia Kekristenan sakramentalis selama berabad-abad, mereka bisa 

menerus sampaikan daya kuasa suci mereka dan melayankan sakramen-sakramen dalam hal 

yang para paus akan akui sebagai yang sah. Hal semacam itu yaitu  ciri dan status dari yang 

disebut uskup-uskup berkelana sebagaimana ada masa kini.  

Bab VII -- Keuskupan Berkelana Modern 

Uskup-uskup berkelana ada sepanjang sejarah. Pada Abad 

Pertengahan, uskup-uskup lokal sering mengeluh kepada Paus tentang 

perjalanan uskup yang berpergian untuk melaksanakan fungsi jabatan 

                                                                                                                                                                                    

Tahun 430 M, seorang uskup Katolik memperingatkan: Jika Maria disebut Bunda Alaha (Theotokos), ia akan 

dijadikan seorang sosok dewi, dan Bangsa-bangsa akan tersandung. (Chapman, John. "Nestorius and 

Nestorianism." The Catholic Encyclopedia. Vol. 10. New York: Robert Appleton Company, 1911. 4 Aug. 2011  

Uskup ini lebih suka menyebut istilah “pelahir Mshikha” (Kristotokos) - (Ott L. Fundamentals of Catholic 

Dogma, 4th ed . TAN Books, Rockford (IL), Nihil Obstat:אJeremiahאJ.אO’אSullivan.  Imprimatur: + Cornelius, 7 

October 1954.,  Printed 1974, TAN Books, p. 196). 

Meskipun ada keberatan ini, istilah Theotokos tampaknya menjadi lebih meluas diterima pada abad ke-5 M. 

Kebundaan ilahiah Maria diproklamasikan dalam Konsili Efesus 431 M...Kebundaan Ilahi Maria bukan obyek 

independen atau deklarasi dogmatik eksklusif. Pernyataan ditambahkan dalam teks mendefenisikan pribadi dan 

kodrat Yeshua Mshikha. (The Four Marian Dogmas. Catholic News Agency. 

Banyak sarjana percaya bahwa Maria dideklarasikan Bunda Alaha dan diijinkan dihormati tinggi sebab  

kebutuhan dunia Hellenis bagi prinsip jenis kelamin perempuan sorgawi. Mereka berkata ini yaitu  kompromi 

denganא penyembahanא berhalaא dalamא aturanא bagiא Kekeristenanא untukא menjadiא dapatא diterimaא…iniא memangא

benarא sekaliא …(Rozettא E.  Mother Mary and the Goddess.  

http://www.interfaithmary.com/pages/mary_goddess.html viewed 08/05/11) 

Persoalannya,א sebab א dalamא bahasaא Yunani,א kataא untukא Rohא Kudusא yaitu א “Pneuma”א dalamא jenisא kelaminא

NETRAL (tidak perempuan ataupun laki-laki, sedangkan dalam bahasa Ibrani-Aramaik, tidak ada masalah 

sebab Ruakh ha-Kodesh atau Rukha d’Kudsha yaitu  berjenis kelamin perempuan). Ini juga terjadi dalam 

bahasanא Latin,א “Spiritus”א yaitu א dalamא jenisא kelaminא laki-laki. Inilah efek bias yang terjadi melupakan akar 

budaya Kekeristenan dalam budaya Ibrani-Aramaik Yudaisme Alkitabiah.   

ke berabagai wilayah untuk menyediakan para uskup, seperti meneguhkan orang muda dan 

menahbiskan ima  m dan diakon. Pada zaman modern, seiring Reformasi, kegiatan ini  

kadang-kadang menjadi penyebab komunitas besar meninggalkan Gereja Roma. Salah satu 

sebab celebrant seperti melibatkan Uskup  Perancis, Dominique Marie Varlet (1724-1767), 

Uskup dari Babilon saat bepergian melalui Belanda, mulai melayani kelompok terisolasi 

dalam minoritas Katolik yang tersisa di negeri Kalvinis. Uskup Varlet akhirnya dibujuk untuk 

melimpahkan keuskupan pada pemimpin kelompok Katolik Belanda dengan mentahbiskan 

Petrus Codde  (1688-1704), dan pada tahun 1724, Gereja Katolik Lama Belanda lahir. 

Dengan gigih, komunitas saleh ini tetap mempertahankan identitasnya sebagai gereja Katolik 

yang terpisah dari Roma, namun itu enggan diakui sebagai tubuh Katolik sah oleh para paus, 

dan masih mempertahankan status ini hingga hari ini. Dalam catatan dewan terbaru dari 

Gereja Katolik Roma (dikenal sebagai Konsili Vatikan II), Gereja Katolik Lama kecil - 

Belanda terdaftar di bagian atas daftar para pengamat, jauh di depan seperti lembaga-lembaga 

keagamaan Protestan besar sebagaimana Gereja Anglikan atau Presbiterian, sebab  validitas 

dipertanyakan. 

Tempat lain di mana berkelana uskup-uskup yang berlimpah ada di wilayah misionaris 

Kristen kuno selatan India, di mana, menurut tradisi lokal, yang terbesar dan paling kuat dari 

semua uskup berkelana, Rasul Mar Thoma, terletak pada sebuah makam tidak jauh dari kota 

Madras. 

Orang-orang Kristen dari Mar Thoma, awalnya 

Brahmana dari pantai Malabar, terus selama 

berabad-abad sebagai rangkaian komunitas-

komunitas yangsangat independen, menegaskan 

hak-hak mereka terhadap paus dan leluhur yang 

mengklaim yurisdiksi atas mereka. Dan 

terjadilah seorang imam Katolik Lama Belanda 

yang keras pendiriannya datang ke India dan 

faksi orang-orang Kristen India Selatan melihat 

hal tak wajar Paus yang berkedudukan di 

Vatikan – Roma menjadi nenek moyang 

mereka dari komunitas yang independen 

sebelumnya mejadi dibawah tekanan, sehingga uskup-uskup mereka akhirnya meninggalkan 

Gereja Roma Katolik bergabung dengan Gereja Syria Ortodoks Malankara India beserta 

ribuan umat, dibawah pimpinan Uskup Agung Antonio Francisco Xavier Alvares (1836 –

1923), menerima Imam Joseph Rene Vilatte dari Gereja Katolik Lama Belanda yang berada 

dalam misi di Amerika Utara dengan mentahbiskannya menjadi Uskup bagi Katolik Lama - 

Amerika. 

Pada perkembangan Keuskupan-keuskupan di Amerika Utara selanjutnya ada dua tokoh pada 

abad ke-20 yang mengembangkan Keuskupan-keuskupan Independen, satu jalur Inggris, 

yakni Suksesi Rasuliah dari Archbishop Arnold Harris Matthew (1852-1919) yang 

mendirikan Gereja Roma Lama Katolik di Inggris dari suksesi rasuliah Gereja Katolik Lama 

Belanda. Kemudian penggantinya Pangeran – Uskup Rudolph de Landes-Berghes tahun 

1914 membawa misi ke Amerika. Satunya lagi, Prancis Amerika, yakni Archbishop Joseph 

René Vilatte (1854-1929) akhir abad ke-19 yang telah menerima tahbisan dari Uskup Agung 

Antonio Francisco Xavier Alvares dari India Selatan. Vilatte membawa arus suksesi Syria 

asli dari Gereja India Selatan ke Amerika Serikat. Tidak terikat oleh aturan-aturan tradisional 

dan batasan-batasan mengenai konsekrasi para uskup lainnya, dari kedua tokoh inilah 

melahirkan banyak Uskup-uskup berkelana di seluruh dunia. Juga ada tokoh-tokoh Uskup-

uskup dari Gereja Ortodoks Russia Amerika, Armenia, Syro-Kaldea, Koptik, dll. Semua 

melebur menjadi satu dalam satu keuskupan dengan multi-tahbisan yang disebut Gereja-

gereja Ortodoks Katolik Independen dengan berbagai nama yurisdiksionalnya di seluruh 

dunia.  

 

 

Bab VIII -- Otoritas Rasuliah dan Suksesi 

I. Para Pemimpin Tertahbis Melaksanakan Pelayanan dan Otoritas Yeshua 

Mattai 10:1, 40 – Yeshua menyatakan kepada Para Murid-Nya, "ia yang menerima kamu, 

menerima Aku, dan ia yang menolak kamu, menolak Aku dan sang Bapa mengutus Aku." 

Yeshua memberi  otoritas-Nya dengan bebas kepada para rasul kuasa bagi mereka untuk 

mempertobatkan dunia dengan efektif.  

Mattai 16:19; 18:18 - para rasul diberi otoritas Mshikha untuk membuat keputusan yang 

terlihat di bumi yang akan disahkan di surga. Alaha membangkitkan manusia di dalam 

Mshikha dengan meninggikan pemimpin yang dipilihnya dan memberkati mereka dengan 

otoritas dan anugerah yang mereka butuhkan untuk membawa tentang pertobatan bagi semua. 

Tanpa otoritas pusat di Jemaat, akan ada kekacauan (seperti yang ada pada Protestan). 

Lukas 9: 1; 10:19 - Yeshua memberi  para rasul otoritas mengatasi alam dan supranatural 

(penyakit, setan, ular, dan kalajengking). 

Lukas 10:16 – Yeshua memberitahu para rasul-Nya, "orang yang mendengarkanmu, 

mendengarkan Aku." saat  kita mendengar pengajaran para uskup perihal iman, kita 

mendengar Mshikha sendiri. 

Lukas 22:29; Mattai 16:19 – Sang Bapa memberi  kerajaan kepada sang Anak, dan sang 

Anak memberi  kerajaan kepada para rasul. Karunia ditransfer dari sang Bapa kepada sang 

Anak kepada para rasul. 

Bilangan 16:28 - otoritas sang Bapa ditransfer kepada Musa. Musa tidak berbicara atas 

dirinya sendiri. Ini yaitu  transfer riil otoritas. 


Pikei Avot 1:1-2 Maryah memberi  Torah kepada Mosha di Sinai dan Mosha 

mewariskannya kepada Yoshua. Yoshua mewariskan Torah itu kepada Tua-tua, Tua-tua 

kepada Nabi-nabi, dan Nabi-nabi mempercayakan Torah itu kepada Tua-tua Majelis 

Sanhedrin. Tua-tua Sanhedrin akan selalu mengatakan tiga hal ini: Cermat dalam pengadilan. 

Jadikan banyak talmidim (Murid-murid). Dan bangunlah pagar tembok perlindungan 

sekeliling Torah.  2. Dunia tidak lenyap oleh sebab  tiga perkara: Torah, ibadat kepada 

Alaha, dan perbuatan baik. Sang Bapa memberi  Ajaran-ajaran kepada sang Anak, sang 

Anak memberi nya kepada para Rasul-Nya dan selanjutnya para Rasul melanjutkannya 

kepada para pengganti mereka (Kisah 14:23) sebagaimana dikatakan dalam Pengakuan Iman 

Sefasha tahun 100 M., dari Jemaat Yerusalem: “Aku menyatakan bahwa Masorah dan Torah 

yang diberikan kepada kami melalui Dua Belas Terpilih akan terus ada dalam hatiku dan 

pada mulutku, sebab merekalah yang memberi nya kepada kami, melalui Maran Yeshua 

…” (Sefasha, butir 11). 

Yokhanan 5:30 – Sama halnya, Yeshua sebagai manusia tidak melakukan apapun dari diri-

Nya sendiri, namun  Dia bertindak di bawah otoritas dari sang Bapa. 

Yokhanan 7: 16-17 - Yeshua sebagai manusia menyatakan bahwa otoritas-Nya bukan milik-

Nya sendiri, melainkan dari Alaha sang Bapa. Dia mentransfer otoritas ini untuk orang lain. 

Yokhanan 8:28 – Yeshua mengatakan Dia tidak melakukan apapun pada otoritas-Nya 

sendiri. Demikian pula, para rasul tidak akan melakukan apa pun pada otoritas mereka 

sendiri. Otoritas mereka berasal dari Alaha. 

Yokhanan12:49 - Otoritas sang Bapa ditransfer kepada sang Anak. Sang Anak tidak dari 

diri-Nya sendiri. Ini yaitu  pengalihan wewenang ilahi. 

Yokhanan 13:20 – Yeshua berkata, "dia yang menerima siapa pun yang Aku utus, menerima 

Aku." Dia yang menerima para rasul, menerima Mshikha sendiri. Dia yang menolak para 

rasul dan penerus mereka, menolak Mshikha. Kasus yang terjadi masih dalam masa Rasul 

Yokhanan di Efesus, di mana Diotrefes menganggap dirinya lebih tinggi, lebih berkuasa dan 

otoritatif dari rasul Yokhanan sehingga ia menolak sang Rasul (3 Yokhanan 1:9-11), maka 

diaא yaitu א menolakא Mshikhaא danא disebutkanא sebagaiא “anti-Mshikha”א א1) Yokhananא א.(2:8

Barangsiapa menolak Suksesi Rasuliah mereka yaitu  anti-mshikha (anti-Kristus).    

Yokhanan 14:10 - Yeshua mengatakan Sabda Dia berbicara tidak atas kuasa-Nya sendiri, 

namun  dari sang Bapa. Karunia ini yaitu  dari sang Bapa kepada Yeshua kepada para rasul. 

Yokhanan 16: 14-15 - Apa yang sang Bapa punya, sang Anak memiliki, dan sang Anak 

memberi  kepada para rasul. Otoritas tidak berkurang atau dikurangi. 

Yokhanan17:18; 20:21 – Sebagaimana sang Bapa mengutus sang Anak, sang Anak 

mengutus para rasul. Otoritas ilahiah Para rasul telah ditetapkan.  

Kisah Para Rasul 20:28 - Para Rasul yaitu  para gembala dan wali yang ditunjuk oleh Roh 

Kudus / 1 Keipha 2:25 – Yeshua yaitu  Gembala dan Penjaga. Para rasul, oleh kuasa sang 

Roh, melaksanakan pelayanan dan otoritas Mshikha. 

Yeremia 23: 1-8; Yehezkiel 34: 1-10 – Para gembala harus menggembalakan domba, sebab  

mereka akan dimintai pertanggungjawaban oleh Alaha. 

Yokhanan 21:15-17 – Yeshuaא berkataא kepadaא Shimonא Keipha,א “Gembalakanlahא Domba-

domba-Ku”אsebanyakא tigaאkali.אShimonאKeiphaאyaitu אseorangא rasulאMshikhaאyangאdisebutא

jugaא sebagaiא “penilik”א (Uskup).א Banyakא kelompokא Kristenא Protestanא saatא membacaא Injilא

Mattai hanya membaca Mandat Yeshua,pasal 28:19-20, namun  tidak mau memperhatikan ayat 

16 bahwa perintah itu diberikan kepada 11 Rasul. Mandat Agung Yeshua kepada Para Rasul-

Nya; pergilah, jadikanlah semua bangsa muridku, baptislah, ajarlah mereka melakukan segala 

sesuatu yang Akuא perintahkanא kepadamuא…אPerkataanא iniא ditujukanא kepadaא א11 rasulא saja,א

bukan kepada setiap pembaca Injil. Sebelum Kitab Injil dituliskan orang-orang percaya tidak 

mengutip perkataan Yeshua ini, mereka tunduk dan taat kepada Ajaran-ajaran Rasul. Sebab 

Para Rasul telah memberitahukan bahwa Mandat Agung itu diberikan kepada para rasul saja 

(Mattai 28:16, 20; Markus 16: 14-20; Kisah 1:8-11).  

Namun, 1600 tahun kemudian kelompok Reformasi Protestan telah memutarbalik dan 

menyelewengkan Ayat-ayat ini ditujukan bagi Pembaca kitab Injil sebab yang ada di depan 

mata mereka bukan Mshikha yang Hidup, namun  Kitab Suci Tertulis benda mati yang dengan 

mudah dibelokkan pengertian tiap ayat yang ada di dalamnya. Efeknya lahirlah Jemaat-

jemaat Tafsir Kitab Suci dan ini bukan yang disebut Jemaat-jemaat Rasuliah dan tidak 

dibangun di atas Para Nabi, para Rasul, dan Yeshua Mshikha sebagai batu penjuru landasan 

Jemaat yang dibangun-Nya (Mattai 16:18; Efesus 2:20). Gereja-gereja Protestan dibangun 

di atas landasan tafsir Alkitab dan batu penjurunya yaitu  para pendiri gereja mereka 

sendiri.     

Efesus 2:20 - Iman Mshikhanim (Kristen Sejati) dibangun di atas dasar para rasul. Kata 

"landasan" membuktikan bahwa itu tidak mati seiring dengan para rasul telah wafat semua, 

namun  diterus sampaikan melalui suksesi. 

Efesus 2:19-20; Wahyu 21: 9,14 - kata-kata "rumah tangga," "Mempelai Anak Domba," dan 

"Yerusalem baru" semua metafora bagi Jemaat yang dasarnya yaitu  para rasul. Kitab Suci 

sama sekali tidak ada menyebutkan Iman Reformasi Protestantisme, justru melawan 

Reformasiא Protestantismeא denganא berkata;א א…“ supayaא kamuא tetapא berjuangא untukא

mempertahankan Iman yang satu kali disampaikan kepada orang-orangאkudus.”(Yudasא1:3א

Peshitta AESV). 

 

 

 

II. Otoritas Ditransmisi melalui Sakramen Tahbisan  

Kisah Para Rasul 1: 15-26 - Hal pertama Simon Keipha* lakukan sesudah  Yeshua naik ke 

surga yaitu  dilaksanakannya suksesi rasuliah. Mar Matthias ditahbiskan dengan otoritas 

rasuliah sepenuhnya. Hanya Jemaat Katolik (Seutuhnya) yang bisa menunjukkan garis 

keturunan rasuliah tak terputus kepada para rasul dalam persatuan dengan semua para rasul 

melalui sakramen tahbisan dan dengan demikian mengklaim untuk mengajar dengan otoritas 

Mshikha sendiri. 

*Catatan: Mengapa Shimon Keipha selalu tampil di depan dan pertama kali diantara para rasul? Ini 

disebabkan umur Shimon Keipha paling tua diantara semua Para Rasul dan Yakub ha-Tzadik lebih 

tua 20 tahun dari semua para rasul. Dalam Tradisi Yahudi yang disebut “Tua-tua” yaitu  mereka 

yang telah berusia 50 tahun ke atas dan dipandang sepuh serta dihormati yang lebih muda sebagai 

wujud dari pelaksanaan perintah “Hormatilah orang tuamu.” Perilaku ini yaitu  umum bagi 

masyarakat Yahudi dan umumnya diantara bangsa-bangsa Asia. namun  dalam tradisi Yunani-Latin 

mereka yang dihormati sebab  pengetahuan filsafatnya yang tinggi.  

Sebaliknya, dalam Tradisi Yahudi bukan “pengetahuan” yang menjadi utama namun  etika yang lebih 

tua. Jadi ini bertabrakan pemahaman Gereja-gereja Yunani-Latin melihat sosok Shimon Keipha 

sehingga mereka berpikir wewenang dan keutamaan Shimon Keipha dilihat dari pengetahuannya. 

namun  ternyata mereka salah sebab Shimon Keipha dalam sikap dan pengetahuan masih berada 

dibawah Rav Mar Shaul sehingga Keipha ditegur oleh Mar Shaul. (Galatia 2:11-12) Begitu pula 

pengetahuan Shleeha Mar Yokhanan lebih tinggi dari pengetahuan Shimon Keipha.  

Kemudian, Keipha yaitu  eks-gerilyawan Zeloti (Sicarii) yang sudah terbiasa dalam kepemimpinan 

olah keprajuritan dalam garis komando militer. Dua faktor ini yang membuat Shimon Keipha selalu 

harus berada di ujung tombak barisan kepemimpinan, sebagai penggerak utama dari Para Rasul 

sehingga ia diberikan amanah oleh Maran Yeshua untuk menolong saudara-saudaranya, bukan 

berarti semua harus tunduk dalam keutamaan Shimon Keipha. Sebaliknya, Yakub ha-Tzadik yang 

terpilih sebagai penentu dalam Sidang Konsili Yerusalem (Kisah 15) dan juga sebagai Uskup Jemaat 

Perdana Rasuliah Yahudi di Yerusalem dan bukan Shimon Keipha. 

Propaganda Gereja Roma Katolik yang menekankan supremasi kedudukan Shimon Keipha (Petrus) 

yaitu  salah total sebab  ketidakpahaman tradisi Yahudi dan kontekstual siapa Shimon Keipha. 

Tidak ada mandat Maran Yeshua semua Para Rasul tunduk kepada Shimon Keipha. Sebaliknya, 

dalam naskah tulisan Mar Klementinus mengatakan: “....Dia menerima laporan (I:66; cf. II:73), 

menangani persoalan (I:66-69), mengirimkan Surat-surat otorisasi dengan perwakilan-perwakilan 

resmi (IV:35), dan bahkan memberi  tugas khusus kepada Shimon Keipha (I:72). Mar Ya’aqub 

dirujuk sebagai “Kepala dari Uskup-uskup” (Primus Inter Pares) dan dia ini digambarkan seperti 

kedudukan "Kayafas … kepala dari Imam-imam." Aturan kepemimpinannya, bahkan membawahi 

Rasul-rasul (Shlikhim), juga dijelaskan pada Kisah Rasul 21:17-22:23 di mana dia yaitu  sosok 

pemimpin yang mengeluarkan titah atau aturan-aturan untuk diikuti oleh para petobat non-

Yahudi. Dia yang memanggil Paulus (Shaul) sebab  berselisih terhadap para pengikut Yahudi 

dengan kabar berita meniadakan Torah dengan menyuruhnya melakukan ritual pentahiran empat 

orang yang sedang melaksanakan kaul Nazar,….. 

Kisah 1:20 - Penerus Yudas Iskariot dipilih. Kewenangan jabatannya ("keuskupan") 

dihormati meskipun dosanya mengerikan. Keharusan untuk memiliki suksesi rasuliah agar 

Jemaat bertahan hidup dipahami oleh semua. Alaha tidak pernah berkata, "Aku akan 

memberi  kepadamu pemimpin dengan otoritas selama 400 tahun, tapi sesudah  Alkitab 

dikompilasi, kamu semua lakukanlah menurut kehendakmu sendiri."  

Kesalahan dan dosa Reformasi Protestan yaitu  Bibliolatria (penyembahan Alkitab/kultus 

Alkitab) di mana tiap orang boleh menafsirkan ayat-ayat sesuka hati mereka tanpa ketaatan 

kepada Jemaat Rasuliah dan tak memiliki suksesi rasuliah, namun  mereka tiap orang menjadi 

punya otoritas dan hak mendirikan jemaat dan membangun doktrin sesuai keinginannya 

sendiri. Jika kita menjelaskan suksesi rasuliah selalu mereka akan melawan dan menolak agar 

mereka tetap bisa berbuat sesuai keinginannya dengan menafsirkan sendiri isi Kitab Suci.      

Kisah Para Rasul 1:22 - Secara harfiah, "seseorang harus ditahbiskan" untuk menjadi saksi 

dengan kami tentang kebangkitan-Nya. Pentahbisan Rasuliah diperlukan untuk mengajar 

dengan otoritas Mshikha. 

Catatan: Kesaksian itu ada dua bentuk. Pertama, Kesaksian Tertulis merupakan catatan Tertulis kita 

sebut Alkitab dan Lisan dalam berbagai ekspresi lainnya seperti Sakramen-sakramen (Qadishothim), 

Ritus, Doa-doa, Shahadat, Masora dan Limuda, dan semua praktek kehidupan jemaat. Kedua, Para 

Pengganti Rasul (Uskup, Imam, dan Diakon) melalui Tahbisan Suksesi Rasuliah sebagai Kelanjutan 

Saksi-saksi Mata Hidup yang bisa dibuktikan dalam catatan sejarah silsilah para pengganti otentik 

sampai kepada salah satu Rasul itu sendiri sepanjang abad. Kesaksian Tertulis bisa dimanipulasi dan 

ditafsirkan dengan segala macam tafsir dan klaim, namun  Kelanjutan Saksi-saksi Mata Hidup tidak 

bisa dimanipulasi sama sekali sebab dengan ketat dilestarikan sepanjang abad dan tidak bisa 

dibohongi. 

Kisah Para Rasul 6: 6 - Otoritas kerasulan ditransfer melalui penumpangan tangan 

(Pentahbisan). Otoritas ini telah menerus sampaikan diseberang dua belas rasul sebagai 

Jemaat telah tumbuh. 

Kisah Para Rasul 9: 17-19; Kisah 13:1-3 - Bahkan Paulus, yang dipilih langsung oleh 

Mshikha, hanya menjadi pelayan sesudah  penumpangan tangan oleh uskup. Ini yaitu  bukti-

teks yang kuat untuk kebutuhan Pentahbisan sakramental untuk menjadi penerus sah dari para 

rasul. 

Kisah Para Rasul 13: 3 - Otoritas kerasulan ditransfer melalui penumpangan tangan 

(Pentahbisan). Otoritas ini harus datang dari seorang uskup Jemaat Rasuliah. 

Kisah Para Rasul 14:23 - Para rasul dan orang-orang yang baru-ditahbiskan ditunjuk para 

tetua untuk memiliki otoritas di seluruh Jemaat. 

Kisah Para Rasul 15: 22-27 – Para pengkhotbah Sabda harus diutus oleh para uskup dalam 

kesatuan dengan Jemaat. Kita harus menelusuri kuasa itu kepada para rasul. 

2 Korintus 1: 21-22 – Rav Mar Shaul menulis bahwa Alaha telah menugaskan orang-orang 

tertentu dan memeteraikan mereka dengan Roh Kudus sebagai jaminan. 

Kolose 1:25 - Paulus menyebut jabatannya sebagai "jabatan Ilahi." Jabatan yang memiliki 

para penerus. Jabatan itu tidak berakhir pada kematiannya. Atau itu bukan jabatan hanya pada 

dirinya sendiri. Lihat juga Ibrani 7:23 – jabatan berlanjut dengan penggantinya yang lain 

sesudah  wafat pemegang jabatan sebelumnya. 

1 Timotius 3: 1 - Paulus memakai  kata "mebaqqer" (episcopoi/penilik/uskup) yang 

menuntut suatu jabatan. Semua orang mengerti bahwa Paulus memakai  mebaqqer dan  

jabatan ini dimaksudkan untuk melanjutkan sesudah  kematiannya oleh orang-orang yang akan 

menggantikannya. 

1 Timotius 4:14 – Dan otoritas rasuliah ditransfer melalui penumpangan tangan 

(Pentahbisan), tidak hanya menumpangkan tangan, namun  banyak lagi tata cara bagaimana 

melakukan pentahbisan ini. Hanya untuk mempersingkat bahasa tulisan disebutkan 

“menumpangkanאtangan”א(Ibrani:א“semikhah”).אBagiאmerekaאpenganutאdoktrin Sola Skriptura 

(hanyaאAlkitab)א akanא terjebakאdalamא apaא yangא ‘tersurat’א sajaא danא takאmengenalא bagaimanaא

sebenarnya proses pentahbisan yang sebenarnya.  

Contoh, Saatא siswaא sekolahאmelakukanא ‘upacaraא benderaא17אAgustus’א adaאbanyakא tahapan-

tahapan dan isi bagaimana upacara itu dilakukan dan tata cara itu sudah dibakukan menjadi 

tradisiא17אAgustus.אnamun אucapanאringkasnyaאhanyaאmengatakanא“upacaraאbendera”,אapakahא

hanya menaikkan bendera? Tentu saja tidak. Sayangnya para penganut Hanya Alkitab 

melakukanא“tumpangאtangan”אhanyaאtumpangאtanganאsajaאdiikutiאdoa-dosa dalam pelantikan 

para pelayan gereja mereka. Ini suatu kesalahan TAFSIR. Tapi sayangnya saat kita beritahu 

yangאbenar,אmerekaאspontanאmenolakאsebab אfaktorאpsikologisאmerasaא“malu”אtelahאmeakukanא

kesalahan.   

1 Timotius 5:22 - Paulus mendesak Uskup Timotius untuk berhati-hati dalam penumpangan 

tangan (menahbiskan orang lain). Karunia otoritas yaitu  kenyataan dan tidak dapat 

digunakan tanpa pandang bulu. Artinya, tahbisan suksesi rasuliah dianugerahkan kesetiap 

orang yang dipilih diantara anggota jemaat yang mampu dan cakap memimpin, bermoral 

baik, dan layak dijadikan teladan. Pemilihan ini tak boleh bersifat pilih kasih dengan 

membedakan suku, bangsa dan bahasa. Hal ini kita bisa baca dalam nasihat Paulus bagi calon 

pentahbisan USKUP (1 Timotius 3:1-7), dan bagi IMAM dan DIAKON (1 Timotius 3:8-13).  

Ini jelas sekali menyebutkan kriteria yang pantas ditahbiskan. Juga sekaligus ini yaitu  

FAKTA bahwa Suksesi Rasuliah itu yaitu  realitas nyata disebutkan dalam Alkitab. Bagi 

orang-orang Kristen yang menolak Tradisi Kudus Suksesi Rasuliah identik dengan 

menginjak-injak Alkitab itu sendiri dan merasa dirinya lebih benar dari pada pernyataan 

Kitab Suci serta menutup mata bagi fakta obyektif ini, dan semakin tertutup sikapnya maka 

semakin tenggelam kedalam dosa menghujat Ruakh ha-Kodesh kendatipun hidupnya 

kelihatan seorang Kristen yang baik, namun  ia penghujat Roh Kudus.    

2 Timotius 1: 6 - Paulus kembali lagi mengingatkan Timotius karunia Alaha yang unik yang 

ia terima melalui penumpangan tangan (pentahbisan). 

2 Timotius 4: 1-6 - Pada akhir kehidupan Paulus, Paulus menugaskan Uskup Timotius 

dengan jabatan pelayanannya. Kita harus menelusuri garis keturunan rasuliah benar kembali 

ke seorang uskup awal kepada Para Rasul sendiri. Setiap Uskup punya daftar silsilah tercatat 

dari abad kea bad tanpa putus, dan bisa ditelusuri siapa pentahbisnya dan siapa yang 

ditahbiskan. Dan begitulah turun temurun dari satu uskup ke uskup lain.  

Ini yang menandai bahwa suatu Jemaat itu sah yaitu  Jemaat yang dibangun di atas para 

nabi, para rasul dan Yeshua Mshikha sebagai landasan Batu Karang Utama. (Efesus 2:20; 

Mattai 16:18-19). Jika ada pelayan yang mengaku sebagai hamba Tuhan tak punya silsilah 

ini, maka ia yaitu  pelayan palsu (2 Korintus 11: 12-15) yang mengangkat dirinya sendiri 

sebagai pelayan. Sekalipun ia bisa melakukan berbagai mujizat, Yeshua sudah mengantisipasi 

hal ini dengan berkata: Enyahlah Aku tak mengenalmu! (Mattai 7:21-23), maka sia-sialah 

pekerjaan kita yang kita sangka menuju kebenaran namun  ternyata menuju jurang maut.    

2 Timotius 2: 2 - Ayat ini menunjukkan maksud Alaha yaitu  untuk mengalihkan kekuasaan 

kepada penerus (di sini, Paulus kepada Timotius untuk generasi ke-3 dan ke-4). Ini terus 

berlanjut sesudah  kematian para rasul hingga hari ini. 

Titus 1: 5; Lukas 10: 1 – Zakanim (Para Penatua) Jemaat ditahbiskan dan memegang 

otoritas. Alaha punya anak-anakNya berpartisipasi dalam pekerjaan Mshikha. Para Rasul 

yaitu  Para Pengganti Mshikha di bumi yang melanjutkan pekerjaan Mshikha, demikianlah 

seterusnya wewenang dan amanah yang dimiliki para rasul didelegasikan kepada para 

pengganti rasul, yakni diakon, Imam, dan Uskup yang berkarya melayani pekerjaan Mshikha 

di bumi. (Yokhanan 13:19-20). Tanda Pengutusan Mshikha bagi pelayan bukan hanya 

‘perasaanא fiktifא emosional’א namun א harusא terbuktiא lewatא catatanא silsilahא sejarahא danא prosesא

pentahbisan yang nyata dengan saksi-saksi dari para pentahbis yang sah juga. Dengan 

demikianא “merekaא inilahא yangא diutusאMshikha.”אAdaא banyakא yangאmengakuiא “diutus”א tapiא

hanya fiktif, mereka akan mempertanggungjawabkan semuanya kelak sebab ini yaitu  dusta 

yang disengaja.   

1 Yokhanan 4: 6 – Barangsiapa mengenal Alaha mendengarkan kita (para uskup dan 

penerus para rasul). Ini yaitu  cara kita melihat kebenaran dan kesalahan (bukan hanya 

dengan membaca Alkitab dan menafsirkannya untuk diri kita sendiri). Jika kita telusuri 

sebenarnya, bila kita jujur bahwa tidak ada satu ayat pun dalam Alkitab berbicara kepada diri 

pribadi kita langsung sebab anda belum lahir pada waktu 2000 tahun lalu. Anda mengutip 

ayat-ayat Alkitab hanya seperti kutipan ucapan-ucapan seseorang yang anda anggap 

bijaksana dan bermanfaat dan anda yakini serta jadikan pedoman hidup. Apakah perkatan itu 

ditujukan kepada anda? Tidak sama sekali. Jika kita mengutip perkataan seseorang tanpa ijin 

bukankah ini tindakan mencuri? Anda berniat baik namun  perilaku anda mencuri. Bisakah ini 

dibenarkan, sekalipun itu yaitu  isi Alkitab? Tidak. Ini yaitu  dosa mencuri. Bagaimana agar 

anda tidak jatuh dalam dosa mencuri? Masuklah kedalam Jemaat Rasuliah itu sendiri yang 

yaitu  kelanjutan umat Perjanjian Baru di mana para rasul mengalamatkan surat-surat 

Kirimannya dan begitu juga umat Israel dalam kitab Tanakh milik mereka yang sudah 

digenapi dalam Yeshua dengan mendirikan Jemaat Perjanjian Baru yang dilayani Para Rasul 

dan Penggantinya.  

Keluaran 18: 25-26 - Musa menunjuk berbagai kepala atas umat Alaha. Kita melihat hirarki, 

transfer otoritas dan suksesi. Jadi tidak ada petunjuk mengangkat diri sendiri di sini. Tokoh 

Reformasi Protestantisme seperti Martin Luther, John Calvin, Ulrich Zwingly, dll. yaitu  

orang-orangyang mengangkat dirinya sendiri menjadi pemimpin sebab mereka bukan 

USKUP (hanya Martin Luther yang yaitu  Imam yang tak punya otoritas mendirikan Jemaat 

dan mentahbiskan para pelayan), sikap ini diikuti semua orang yang mengambil kesempatan 

dalam keadaan kaca balau saat itu di Eropa abad ke-16 hingga saat ini. Akhirnya untuk 

melegalkan entitas pergerakan  Reformasi Protestantisme dan kelompok-kelompok sempalannya 

mereka memformulasi Menolak Suksesi Rasuliah dan menutup mata mereka dengan sengaja 

terhadap fakta Alkitabiah dengan memutarbalikkan tafsir dan kenyataan sejarah, lalu berbalik 

menyerang Gereja-gereja Rasuliah.   

Keluaran 40:15 - Urapan Fisik menunjukkan bahwa Alaha memaksudkan suatu imamat 

abadi dengan suksesi tak terputus yang bisa diidentifikasi. Jemaat (Ibrani: Qahal) bukan suatu 

entitas fiktif dan khayalan dalam dunia ide Platonisme, namun  harus ada garis benang merah 

sejarah yang tak putus sepanjang abad.  

Bilangan 3: 3 - Anak-anak Harun yang secara resmi menjadi Imam-imam "diurapi" dan 

menerima "pentahbisan" untuk melayani dalam jabatan '"Imam-imam." Ini yaitu  perintah 

Maryah Alaha sendiri yang memisahkan satu suku keturunan Lewi untuk menjadi Imam-

imam yang melayani Dia dan mengantarai antara umat dan Alaha.  

Demikian pula, Maryah Yeshua Mshikha telah memilih dan mentahbiskan Dua Belas Rasul 

dan Tujuh Puluh Murid menjadi Pelayan Keimamatan menurut Aturan Melkisedek selama-

lamanya. (Markus 3:14- 19; Kisah 1:24-26; Lukas 10:1; Yokhanan 15:16; Ibrani 7-9) Jika 

Yeshua seperti pemimpin Agama-agama lainnya, tentu Dia tak perlu memilih dan 

mentahbiskan Para Murid-Nya secara khusus, namun  faktanya Dia memilih dan mentahbiskan 

khusus. (Mattai16:18-19; Markus 4:11; Yokhanan 20:21-23) dan juga memilih Rabbi Shaul 

sebagai rasul (Kisah 9). Sebagaimana masa Keimamatan Harun harus memiliki silsilah 

jabatan Imam demikian pula keimamatan dari para imam Melkisedek dalam Perjanjian baru 

memiliki SILSILAH dari para Uskup sepanjang sejarah. Ini bukti yang tak bisa direkayasa 

sepanjang masa. Ini merupakan BUKTI OTENTIK sebagai Pelayan – Imam Sah dipilih dan 

ditahbiskan Ruakh ha-Kodesh melalui proses pentahbisan (Semikhah). Tanpa ada bukti sah 

ini, maka mereka akan menjadi para pelayan palsu – imam palsu. Ini sangat menyakitkan hati 

merekaא yangא sudahא merasaא dirinyaא menjadiא “pelayan”א atauא “rohaniawan”א namun  FAKTA 

TIDAK BISA DISANGKAL. Ini membutuhkan kerendahan hati dan pertobatan jika memang 

orang ini  mengakui beriman kepada Yeshua Mshikha, kecuali dia menjadi pelayan 

malaikat Terang Palsu dengan memakai nama Yeshua Mshikha dalam ajaran-ajaran 

keagamaannya.  

Bilangan 16:40 - Menunjukkan maksud Alaha perihal suksesi tak terputus dalam kerajaan-

Nya di bumi. Jika seorang imam tidak ditahbiskan oleh Harun dan keturunannya, ia tidak 

memiliki otoritas.  

Suatu Kerajaan atau Negara harus melantik resmi para pengganti penerus kepemimpinan dan 

tidak bisa tiap orang mengangkat dirinya sendiri, jika ini dilakukan maka orang lain pun akan 

melakukan hal yang sama, sehingga terjadilah kekacauan dan perang. Masing-masing 

membuat kerajaan-kerajaannya sendiri lalu memerangi yang lain. Dalam gereja Kristen 

Reformasi Protestantisme dan sempalannya; jika seseorang tidak setuju dengan pemimpinnya 

maka orang ini akan membuat organisasi tandingan dan ajaran-ajaran baru menurut tafsirnya 

sendiri sehingga kita heran jumlah sekte-sekte kelompok reformasi Protestan sudah mencapai 

44.000 di seluruh dunia dengan masing-masing berbeda tafsir satu sama lain. Gereja-gereja 

Reformasi Awal (Abad ke-16) sudah lenyap dan tidak diketahui lagi yang mana sekarang ini.  

Bilangan 27: 18-20 - menunjukkan maksud Alaha bahwa, melalui "penumpangan tangan," 

orang itu yang ditugaskan dan memiliki kewenangan. 

Ulangan 34: 9 - Musa meletakkan tangan di atas Yoshua, dan sebab  ini, Yosua dipatuhi 

sebagai penggantinya, penuh dengan roh kebijaksanaan. Dalam Alkitab tercatat bahwa Rasul 

yang diurapi dilawan oleh Diotrefes (3 Yokhanan 1:9), orang yang melawan Rasul dan 

penggantinyaאdisebutאyaitu אsebagaiא“anti-mshikha”א(antikristus)1 –א Yokhanan 2:18-19, dan 

mereka yang menentang Suksesi Rasuliah yaitu  perwujudan dari para anti-mshikha. 

Sirakh 45:15 - Musa menahbiskan Harun dan mengurapi dia dengan minyak. Ada 

pengalihan wewenang melalui pentahbisan formal. 

 

“GEREJA TANPA TAHBISAN SUKSESI 

RASULIAH BUKAN GEREJA MARAN 

EASHOA MSHEEKHA (TUHAN YESUS 

KRISTUS)”