• coklatx.blogspot.com

    www.coklatx.blogspot.com

  • berasx.blogspot.com

    www.berasx.blogspot.com

  • kacangx.blogspot.com

    www.kacangx.blogspot.com

Tampilkan postingan dengan label di dalam alkitab 6. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label di dalam alkitab 6. Tampilkan semua postingan

di dalam alkitab 6


 Segenap hatimu.” 

 Seperti telah diterangkan, bahwa “kayu” melambangkan “keumat an,” sedangkan “emas” yang 

menyalutnya yaitu  lambang dari “kemuliaan Allah” atau “sifat Ilahi.” Maka papan-papan yang terbuat 

dari kayu sittim untuk Kemah Suci yaitu  lambang dari Orang-orang pilihan yang disalut kemuliaan 

Tuhan (Roh Kudus!) sehingga menjadi benteng kekudusan Gereja-Nya. 

1Pet.4:12-14 “Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang 

kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu. Sebaliknya, 

 

_________ 28 

bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh 

bergembira dan bersukacita pada waktu Ia berkata kata  kemuliaan-Nya. Berbahagialah kamu, jika kamu 

dinista sebab  nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.” 

 Emas penyalut papan-papan dari kayu sittim tsb tentunya yaitu  emas yang telah dimurnikan; dan 

cara pemurniannya yaitu  dengan api. Sejajar dengan itu, dalam kehidupan rohani, iman perlu 

dimurnikan supaya memiliki  kadar “iman akan kemuliaan Allah,” dan itulah iman yang rela 

menderita sebab  kebenaran! Iman murni yaitu  iman yang menguduskan hati: “Ia sama sekali tidak 

mengadakan perbedaan antara kita dengan mereka, sesudah Ia menyucikan hati mereka oleh iman” 

(Kis.15:9). Jadi, iman sejati, yang benar, yaitu  iman yang bertujuan mencari kemuliaan-Nya, dan bukan 

mencari hal-hal duniawi. 

Yoh.5:44 “Bagaimanakah kamu dapat percaya, kamu yang menerima kemuliaan seorang dari yang lain dan yang 

tidak mencari kemuliaan yang datang dari Allah yang Esa?” 

Yoh.7:18 “Barangsiapa berkata-kata dari dirinya sendiri, ia mencari hormat bagi dirinya sendiri, namun  barangsiapa 

mencari hormat bagi Dia yang mengutusnya, ia benar dan tidak ada ketidakbenaran padanya.” 

Orang-orang percaya pencari kemuliaan Tuhan dilambangkan oleh papan-papan 

dalam Kemah Suci, yang disalut emas dan menjadi benteng kesucian bagi Gereja-

Nya. Dengan para pelayan Tuhan yang telah teruji imannya ini, maka nama Tuhan 

akan dipermuliakan! 

 

BERDIRI TEGAK DALAM KESUCIAN 

 Firman Tuhan mengatakan: “Haruslah engkau membuat untuk Kemah Suci papan dari kayu 

penaga yang berdiri tegak, sepuluh hasta panjangnya satu papan dan satu setengah hasta lebarnya 

tiap-tiap papan” (Kel.26:15-16).  

 Satu hasta sama dengan 54 cm. Jadi, papan-papan yang dipakai sebagai dinding Kemah Suci 

tingginya yaitu  10 hasta = 5,4 meter. Suatu ukuran yang cukup tinggi bagi suatu ruangan. namun  

mengandung resiko roboh bila tidak dapat berdiri tegak, apalagi Kemah Suci ini didirikan di padang 

gurun yang berhembus angin yang cukup kencang! 

 Demikian pula halnya dengan kehidupan orang-orang percaya, yang lalu  dipilih Tuhan 

untuk menjadi penunjang kekudusan dalam Gereja Tuhan! Sebagaimana dengan papan-papan yang 

disalut emas, begitu juga dengan Orang-orang pilihan yang disalut Kemuliaan Allah, yakni Roh Kudus, 

yang yaitu  “Roh Kemuliaan,” maka perlu mereka menuruti pimpinan Roh agar memiliki kehidupan 

rohani yang dapat berdiri teguh di tengah badai hidup dunia ini. 

 Rahasia yang disembunyikan Tuhan dalam diskripsi papan-papan dalam Tabernakel, dapat 

menjadi arahan hidup rohani! Sebab, seperti papan-papan yang berdiri tegak, begitulah seharusnya 

kehidupan iman orang-orang pilihan-Nya yang mau berpartisipasi dalam pembangunan Tubuh Kristus, 

Kemah Suci! 

Flp.1:27 “Hanya, hendaklah hidupmu berpadanan dengan Injil Kristus, supaya, apabila aku datang aku melihat, dan 

apabila aku tidak datang aku mendengar, bahwa kamu teguh berdiri dalam satu roh, dan sehati sejiwa 

berjuang untuk iman yang timbul dari Berita Injil.” 

 Yang sanggup berdiri teguh yaitu  mereka yang hidupnya berpadanan dengan Injil Kristus, 

sebab  memiliki iman yang timbul dari Berita Injil. Itulah orang-orang yang percaya Injil, yang 

berkata kata  bahwa Yesus yaitu : Allah yang menjadi umat , mati bagi dosa umat , bangkit dan 

naik ke sorga dan akan datang kembali sebagai Raja dan Hakim atas seluruh umat umat ! Secara 

khusus disebut “Injil Kristus” sebab  berhubungan dengan Pribadi Yesus yang diurapi Allah, dilantik, 

menjadi Penguasa atas seluruh umat  (Wah.12:10)! 

Miliki iman dari Injil Kristus, yakni iman yang mempercayai dan metaati Yesus, yang 

telah dijadikan oleh Allah Bapa sebagai Tuhan dan Kristus (Kis.2:36), sebab Dia 

yaitu  “Tuan segala tuan dan Raja segala raja” (Wah.17:14; 19:16).  

Iman yang timbul dari berita Injil tentu memiliki standard Injil; dan bila iman mutu ini dimiliki 

orang percaya, pastilah mereka dapat berdiri tegak bersama, seperti halnya dengan papan-papan Kemah 

Suci tsb. Paulus mengatakan dalam surat Roma 12:3: Berdasarkan kasih karunia yang dianugerahkan 

kepadaku, aku berkata kepada setiap orang di antara kamu: Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang 

 

_________ 29 

lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, namun  hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga 

kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing.” 

Ukuran yang diberikan Tuhan bagi papan-papan yaitu  10 hasta panjangnya dan 1,5 atau 3/2 

hasta lebarnya. Sebagai Perencana dari Kemah Suci, yang menetapkan ukuran-ukuran, tentunya Allah 

“menyembunyikan rahasia” ini bagi orang banyak, seperti dinyatakan Yesus saat berbicara tentang 

perumpamaan-perumpamaan: “Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, 

namun  kepada mereka tidak” (Mat.13:11). 

Angka 10 memiliki  arti “kesempurnaan hukum ilahi.” Sebagaimana halnya dengan Torat 

yang memiliki 10 hukum dinyatakan demikian: “Taurat Tuhan itu sempurna ……” (Maz.19:8). Itulah 

sebabnya Allah memberikan kepada umat  tangan yang berjari 10, untuk memperingatkan mereka agar 

yang dilakukan sesuai dengan hukum Tuhan; begitu juga dengan jari kaki yang berjumlah 10, agar 

umat  berdiri atau memiliki  pendirian diatas hukum ilahi! 

Angka 1,5 atau 3/2 memiliki arti “mengikuti jalan Yesus.” Sebab Yesus sendiripun sebagai Allah 

(angka tiga merujuk kepada Tritunggal Allah), telah rela menjadi umat  (Yesus yaitu  pribadi kedua 

dari Tritunggal Allah). Setiap orang percaya yang mau taat kepada Allah harus bersedia mengikuti Jalan 

Inkarnasi yang dipraktekkan Yesus dengan Menyangkal diri dan memikul salib (Luk.9:23). Ukuran satu 

setengah hasta dapat kita temukan dalam ukuran tinggi dari beberapa perabot di Kemah Suci: 

1. Kisi-kisi, yakni jala-jala tembaga dari Mezbah Korban Bakaran, tempat korban-korban 

dibakar, yang diletakkan setengah dari tinggi ukuran mezbah, yang 3 hasta (Kel.38:1, 4). Dan 

kita tahu, bahwa Mezbah Korban Bakaran yaitu  lambang dari korban Yesus di atas kayu 

salib. Ini berarti, mengikuti jalan Yesus yaitu  mengikuti jalan salib! 

2. Meja Roti Pertunjukan, yang dibuat dari kayu penaga berukuran “dua hasta panjangnya, 

sehasta lebarnya dan satu setengah hasta tingginya” (Kel.25:23),  merupakan kiasan dari 

persekutuan dengan Firman Sepenuh. Perlu diketahui, bahwa roti yang ada di atas meja ini 

berjumlah 12; dan angka 12 itu memiliki  arti “kesempurnaan pemerintahan ilahi.” Sebab, 

bila pembaca menelusuri diskripsi pemerintahan Allah di Yerusalem Baru (baca Wah.21:9-

27), maka akan ditemukan serba angka 12! Bahkan, konstelasi bumipun dilingkupi dengan 12 

bintang (Zodiac), dengan pengaturan waktu 12 bulan (satu tahun), 5x12 menit (satu jam), 5x12 

detik (satu menit). Di takhta Allahpun kita melihat adanya 24 = 2x12 tua-tua bersama dengan 

Dia (Wah.4:10). 

3. Tabut Perjanjian, yang keterangannya demikian: “Haruslah mereka membuat tabut dari kayu 

penaga, dua setengah hasta panjangnya, satu setengah hasta lebarnya dan satu setengah 

hasta tingginya” (Kel.25:10). Tabut Perjanjian yaitu  kiasan dari Persekutuan yang 

sempurna dengan Kristus sebagai Mempelai. Jadi Tuhan menghendaki orang percaya 

menanjak menuju kepada persekutuan yang sempurna sebagai Pengantin wanita  dengan 

Kristus, Sang Mempelai laki-laki. 

 Papan-papan kayu penaga pilihan, yang merupakan bayangan dari orang percaya, yang terpilih 

menjadi “Benteng Kesucian Gereja Tuhan,” yaitu  mereka yang memiliki iman dari Berita Injil 

Seutuhnya (Full Gospel), sebab  beroleh berita dari Pemberita “yang memberitakan sepenuhnya Injil 

Kristus” (Paulus: “I have fully preached the Gospel of Christ” Rom 15:19), dan “dilakukan dengan 

penuh berkat Kristus” (in the fullness of the blessing of the Gospel of Christ Rom.15:29). Itulah berkat 

persatuan bagi orang-orang pilihan-Nya, yang mau hidup dalam kekudusan Tuhan. Haleluyah! 

Orang percaya yang dipilih Tuhan menjadi “Benteng Kesucian Jemaat Tuhan,” yaitu  

mereka yang:  

1. Mengikuti jalan Yesus, jalan salib. 

2. Masuk dalam persekutuan Injil Sepenuh (Full Gospel). 

3. Mendambakan persekutuan dengan Kristus sebagai Mempelai. 

 

  

 

 

 

_________ 30 

 

 

 

  

          

 

 

 

 

 

 Ada dua alasan, yang menyebabkan papan-papan itu dapat berdiri tegak. Yang pertama, sebab  

papan-papan tersebut bergandengan satu sama lain, seperti dituliskan dalam Kel.26:17 “Tiap-tiap papan 

harus ada dua pasaknya (yad) yang disengkang satu sama lain; demikianlah harus kauperbuat dengan 

segala papan Kemah Suci.” Yang kedua, sebab  setiap papan berdiri diatas dua alas perak: “Dan 

haruslah kaubuat empat puluh alas perak di bawah kedua puluh papan itu, dua alas di bawah satu papan 

untuk kedua pasaknya (yad), dan seterusnya dua alas di bawah setiap papan untuk kedua pasaknya (yad) 

(Kel.26:19). 

 Alasan pertama, yang membuat rohani berdiri tegak, dicontohkan oleh Paulus setelah ia bertobat. 

Dia tidak ingin membuat suatu aliran baru tanpa melibatkan rasul-rasul awal, walaupun ia mendapat 

wahyu jauh melebihi mereka, namun ia berlaku seperti papan-papan yang disengkang atau dibuat rapat 

dengan dua pasak/tangan. sebab  itu, ia justru menemui Yakobus, Kefas dan Yohanes untuk berjabat 

tangan sebagai tanda persekutuan! (Gal.2:9). 

Orang-orang pilihan Tuhan yang dapat berdiri teguh dalam kekudusan, yaitu  

mereka yang berusaha melakukan persekutuan kudus, seperti dinyatakan dalam 

Maz.119:63 “Aku bersekutu dengan semua orang yang takut kepada-Mu, dan dengan 

orang-orang yang berpegang pada titah-titah-Mu.” 

Alasan kedua, yang membuat papan-papan berdiri tegak dituliskan dalam dalam Kel.38:27 

“Seratus talenta perak dipakai untuk menuang alas-alas tempat kudus dan alas-alas tiang tabir itu, 

seratus alas sesuai dengan seratus talenta itu, jadi satu talenta untuk satu alas.” Sedangkan alas papan, 

dalam Kel.26:19 dituliskan: “dua alas di bawah satu papan.” Jadi setiap papan didirikan di atas dua 

talenta perak. Ukuran berat talenta ada bermacam-macam, namun  dapat disimpulkan dari 2Raj.5:23, bobot 

tersebut dapat dipikul satu orang, kira-kira 35-40 kg. 

Alkitab juga memberi rahasia rohani untuk logam perak dalam Bil.3:48 “Berikanlah perak itu 

kepada Harun dan anak-anaknya sebagai uang tebusan untuk orang-orang yang kelebihan itu." Jelas, 

dalam arti rohani, logam perak melambangkan penebusan.  

jika  papan-papan itu berdiri di atas dua alas perak dengan dua pasak/tangannya, maka hal itu 

berarti setiap orang percaya yang terpilih menjadi “Benteng kekudusan bagi Jemaat” hanya dapat 

terpelihara dalam kekudusan bila tetap bersekutu dengan Yesus, yang telah membayar harga tebusan 

dengan darah-Nya! sebab  itu, Paulus memperingatkan jemaat di Galatia, agar mereka tidak bergeser dari 

hidup menurut Roh kepada hidup menurut daging dengan firman ini: “Hai orang-orang Galatia yang 

bodoh, siapakah yang telah mempesona kamu? Bukankah Yesus Kristus yang disalibkan itu telah 

dilukiskan dengan terang di depanmu?” (Gal.3:1). 

Orang-orang pilihan Tuhan yang dapat berdiri teguh dalam kekudusan, yaitu  

mereka yang tetap bersekutu dengan Yesus, sebab  menghormati Sang Penebus, 

yang menebus bukan dengan emas atau perak, melainkan dengan darah-Nya yang 

mahal! (1Pet.1:18-19). 

 

BERDIRI TEGAK DENGAN PERJANJIAN DARAH 

 Firman Tuhan mengatakan: “Haruslah engkau membuat untuk Kemah Suci papan dari kayu 

penaga yang berdiri tegak, sepuluh hasta panjangnya satu papan dan satu setengah hasta lebarnya tiap-

tiap papan” (Kel.26:15-16).  

 

_________ 31 

 Telah diterangkan di depan, bahwa papan-papan dari kayu penaga yang tersalut dengan emas 

murni dan berukuran cukup tinggi tersebut dapat berdiri tegak, sebab  mereka disekang satu sama lain 

dan masing-masing berdiri di atas dua alas perak, yang berbobot satu talenta setiap alas. Namun, ada 

lagi satu alasan lainnya. Dan berikut ini yaitu  keterangan yang diberikan oleh firman Tuhan. 

Kel.26:26-30 " Juga haruslah kaubuat kayu lintang dari kayu penaga: lima untuk papan-papan pada sisi yang 

satu dari Kemah Suci, 27 lima kayu lintang untuk papan-papan pada sisi yang kedua dari Kemah Suci, dan 

lima kayu lintang untuk papan-papan pada sisi Kemah Suci yang merupakan sisi belakangnya, pada sebelah 

barat. 28 Dan kayu lintang yang di tengah, di tengah-tengah papan-papan itu, haruslah melintang terus dari 

ujung ke ujung. 29 Papan-papan itu haruslah kausalut dengan emas, gelang-gelang itu haruslah kaubuat dari 

emas sebagai tempat memasukkan kayu-kayu lintang itu, dan kayu-kayu lintang itu haruslah kausalut 

dengan emas. 30 lalu  haruslah kaudirikan Kemah Suci sesuai dengan rancangan yang telah 

ditunjukkan kepadamu di atas gunung itu." 

                   

            

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 Umat Israel yang dipimpin Musa keluar dari negeri perbudakan Mesir, pada saat tiba di gunung 

Horeb, maka oleh Tuhan dilakukan ikatan perjanjian dengan mereka. Namun, sebab  mereka melalaikan 

perjanjian Tuhan (Ul.29:25), maka sebagian besar dari mereka mati di padang gurun. Itulah sebabnya, 

sebelum memasuki tanah perjanjian, maka Musa mengadakan lagi ikatan perjanjian yang baru dengan 

mereka, yang terdiri kebanyakan dari generasi baru. Marilah kita membacanya.                         

Ul.29:1, 12 "Inilah perkataan perjanjian yang diikat Musa dengan orang Israel di tanah Moab sesuai dengan 

perintah TUHAN, selain perjanjian yang telah diikat-Nya dengan mereka di gunung Horeb...... untuk masuk ke 

dalam perjanjian TUHAN, Allahmu, yakni sumpah janji-Nya, yang diikat TUHAN, Allahmu, dengan engkau 

pada hari ini." 

Untuk mengesahkan perjanjian, maka Allah memakai darah! Hal ini dijelaskan dalam surat 

Ibrani 9:15-20 “sebab  itu Ia yaitu  Pengantara dari suatu perjanjian yang baru, supaya mereka yang 

telah terpanggil dapat menerima bagian kekal yang dijanjikan, sebab Ia telah mati untuk menebus 

pelanggaran-pelanggaran yang telah dilakukan selama perjanjian yang pertama. Sebab di mana ada 

wasiat, di situ harus diberitahukan tentang kematian pembuat wasiat itu. sebab  suatu wasiat barulah 

sah, kalau pembuat wasiat itu telah mati, sebab ia tidak berlaku, selama pembuat wasiat itu masih hidup. 

Itulah sebabnya, maka perjanjian yang pertama tidak disahkan tanpa darah. Sebab sesudah Musa 

memberitahukan semua perintah hukum Taurat kepada seluruh umat, ia mengambil darah anak lembu 

dan darah domba jantan serta air, dan bulu merah dan hisop, lalu memerciki kitab itu sendiri dan 

seluruh umat, sambil berkata: "Inilah darah perjanjian yang ditetapkan Allah bagi kamu." 

Supaya kita dapat berdiri tegak dalam iman, seperti halnya dengan papan-papan Kemah Suci yang 

terpalang dengan kayu lintang, maka kita harus terikat dalam satu ikatan kasih Kristus sebab  korban 

darah-Nya di atas kayu salib!  

Hanya mereka yang senantiasa memandang kepada Kristus yang tersalib akan selalu 

hidup menurut Roh dan tidak menuruti nafsu dagingnya (Bacalah Gal.3:1-5), sehingga 

 

_________ 32 

dalam satu Roh kita bersekutu dalam satu tubuh dan satu pengharapan akan 

kemuliaan sesuai dengan perjanjian-Nya! (Kol.1:27).  

BERDIRI TEGAK OLEH PELAYANAN KASIH 

 yaitu  suatu fakta, yang bukan menjadi rahasia lagi, bahwa orang-orang dapat dipersatukan bila 

ada pelayanan yang baik dalam persekutuan. Itulah sebabnya, Tuhan juga menggambarkan Gereja-Nya 

sebagai Tubuh-Nya, yang terdiri dari bermacam-macam anggota tubuh, yang harus berfungsi dengan baik 

untuk dapat saling melayani. Untuk maksud itulah Allah memberikan rupa-rupa karunia bagi orang 

percaya, seperti dinyatakan dalam firman-Nya ini. 

1Kor.12:4-6 “Ada rupa-rupa karunia, namun  satu Roh. Dan ada rupa-rupa pelayanan, namun  satu Tuhan. Dan ada 

berbagai-bagai perbuatan ajaib, namun  Allah yaitu  satu yang mengerjakan semuanya dalam semua orang.” 

 Karunia-karunia, yang diberikan oleh Roh Kudus dimaksudkan oleh Tuhan agar setiap orang 

percaya dapat melakukan pelayanan yang dianugerahkan kepadanya, sehingga Gereja-Nya secara ajaib 

dapat tetap berdiri tegak dalam kesucian, walaupun diterpa oleh pelbagai kejahatan dan kehancuran 

moral. Dan semuanya itu tentunya bermuara dari satu Tuhan, yakni Yesus Kristus yang telah tersalib. 

Sehingga dapat dikatakan, bahwa karunia-karunia Roh yang dianugerahkan, itu juga bersumber dari salib 

Kristus. Dan korban-Nya di kayu salib itu juga memberikan dorongan bagi orang percaya untuk berani 

berkorban dalam pelayan.  

Ingatlah, walaupun seseorang sudah menerima karunia, namun bila hatinya tidak memiliki  

dorongan, mereka akan “menyimpan” atau “memendam dalam tanah” karunia-karunia tsb, seperti telah 

dilakukan oleh “orang yang menerima satu talenta” dalam perumpamaan Injil Mat.25:24-30. 

Kasih Kristus, yang telah dibuktikan di atas kayu salib, yaitu  dorongan super-kuat 

bagi setiap orang percaya untuk melayani Tubuh Kristus, sehingga dengan demikian 

orang-orang pilihan-Nya akan berdiri tegak oleh “Pelayanan Kasih,” bagaikan kayu 

lintang yang memalang papan-papan Kemah Suci! 

Rasul Paulus berkata kepada jemaat di Korintus demikian: “Sebab kasih Kristus yang menguasai 

kami, sebab  kami telah mengerti, bahwa jika satu orang sudah mati untuk semua orang, maka mereka 

semua sudah mati. Dan Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi 

hidup untuk dirinya sendiri, namun  untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka” 

(2Kor.5:14-15). 

 Itulah sebabnya, Paulus meminta murid-muridnya melakukan “Pelayanan Kasih” yang akan 

memuliakan nama Tuhan. 

2Kor.8:6-7 “Sebab itu kami mendesak kepada Titus, supaya ia mengunjungi kamu dan menyelesaikan pelayanan 

kasih itu sebagaimana ia telah memulainya. Maka sekarang, sama seperti kamu kaya dalam segala sesuatu, 

-- dalam iman, dalam perkataan, dalam pengetahuan, dalam kesungguhan untuk membantu, dan dalam 

kasihmu terhadap kami -- demikianlah juga hendaknya kamu kaya dalam pelayanan kasih ini.” 

Demikian juga saat menerangkan tentang Kesatuan Tubuh Kristus kepada jemaat di Efesus, maka 

hal itu akan dapat terjadi, jika  setiap anggota jemaat berfungsi dengan baik dalam pelayanan, yang 

disertai dengan kasih!  

Efs.4:16 "Dari pada-Nyalah seluruh tubuh, -- yang rapi tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua 

bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota -- menerima pertumbuhannya dan membangun 

dirinya dalam kasih." 

Kayu-kayu lintang yang terbuat dari kayu penaga yang disalut emas yaitu  

bayangan dari orang-orang pilihan-Nya, yang bersedia menjadi pengikat orang-orang 

pilihan-Nya (yang dilambangkan oleh papan-papan), sehingga dengan Pelayanan 

Kasih yang beralaskan salib-Nya, membuat Gereja Tuhan berdiri tegak! 

XI. MEJA ROTI PERTUNJUKAN YANG DISALUT EMAS 

 Kayu sittim yang dipilih Tuhan secara khusus untuk Kemah Suci, bukan hanya dipakai  sebagai 

perabot di _________ – untuk Mezbah Korban Bakaran yang disalut tembaga –  dan untuk papan-papan 

dinding Ruangan Suci di ketiga sisinya, yang disalut emas, namun juga untuk perabot Meja Roti 

Pertunjukan. Dan inilah diskripsinya dalam kitab Keluaran.  

Kel.25:23-30 “Lagi haruslah engkau membuat meja dari kayu penaga, dua hasta panjangnya, sehasta lebarnya 

dan satu setengah hasta tingginya. 24 Haruslah engkau menyalutnya dengan emas murni dan membuat 

bingkai emas sekelilingnya. 25 Haruslah engkau membuat sekelilingnya jalur pinggir yang setapak tangan 

lebarnya dan kaubuatlah bingkai emas sekeliling jalur pinggirnya itu. 26 Haruslah engkau membuat untuk 

meja itu empat gelang emas dan kaupasanglah gelang-gelang itu di keempat penjurunya, pada keempat 

kakinya. 27 Gelang itu haruslah dekat ke jalur pinggirnya sebagai tempat memasukkan kayu pengusung, 

supaya meja itu dapat diangkut. 28 Haruslah engkau membuat kayu pengusung itu dari kayu penaga dan 

menyalutnya dengan emas, dan dengan itulah meja harus diangkut. 29 Haruslah engkau membuat 

pinggannya, cawannya, kendinya dan pialanya, yang dipakai untuk persembahan curahan; haruslah engkau 

membuat semuanya itu dari emas murni. 30 Dan haruslah engkau tetap meletakkan roti sajian di atas 

meja itu di hadapan-Ku." Keterangan serupa diulangi lagi dalam Kel.37:10-16. 

 Meja ini ditempatkan dalam Ruangan Suci pada sisi utara, seperti dinyatakan dalam Kel.26:35 

“Meja itu haruslah kautaruh di depan tabir itu, dan kandil itu berhadapan dengan meja itu pada sisi 

selatan dari Kemah Suci, dan meja itu haruslah kautempatkan pada sisi utara.” 

  

 

TEMPAT UNTUK ROTI SAJIAN 

 Meja yaitu  perabot yang dipergunakan untuk pelbagai keperluan. Namun, khusus yang di 

Ruangan Suci dipakai untuk meletakkan roti sajian, yang disebut “Roti Pertunjukan” atau “Shewbread.” 

Dan perintah-Nya berbunyi: “Dan haruslah engkau tetap meletakkan roti sajian di atas meja itu di 

hadapan-Ku." Terjemahan KJV berbunyi: “And thou shalt set upon the table shewbread before Me 

always” (Kel.25:30).  

 Dalam arti rohani, “roti” jelas menunjukkan Firman Tuhan, sebab  itu Tuhan Yesus juga 

berkata kata  diri-Nya sebagai “Roti Hidup,” seperti dinyatakan dalam Yoh.6:35 Kata Yesus kepada 

mereka: "Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa 

percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.” Juga dalam Yoh.6:48, 51 “Akulah roti hidup…… Akulah 

roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-

lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia." 

 Sebagai roti atau makanan untuk kehidupan umat , demikian juga Firman-Nya diberikan 

kepada orang percaya, agar mereka memperoleh kehidupan kekal. Namun untuk maksud tersebut, sebab  

Dia sendiri telah naik ke sorga, maka diperlukan adanya orang-orang pilihan-Nya, yang dapat menjadi 

perwakilan-Nya, bahwa Firman Hidup itu ada dalam kehidupan mereka. Atau dapat bersaksi, bahwa 

“Kristus yang hidup di dalam diriku!”  

Hal itu terjadi dalam diri Paulus, sehingga ia berkata “Aku telah disalibkan dengan Kristus; 

namun aku hidup, namun  bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. 

Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, yaitu  hidup oleh iman dalam Anak Allah (=I 

live by the faith of the Son of God = aku hidup oleh iman dari Anak Allah), yang telah mengasihi aku dan 

menyerahkan diri-Nya untuk aku” (Gal.2:19b-20). 

“Aku telah disalibkan dengan Kristus” menunjukkan dirinya yang lama telah “mati,” namun 

hidup dalam suatu hidup yang berbeda, sebab “bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus 

yang hidup di dalam aku,” bahkan hidupnya bukan lagi dikendalikan dengan imannya – “bukan lagi iman 

Paulus,” – namun  “iman Kristus”  

 Sebagai orang pilihan-Nya, bagaikan kayu sittim yang dipilih menjadi “Meja” dari “Roti 

Pertunjukan” demikianlah hidup Paulus, yang berkata kata  Kristus hidup dalam dirinya, meminta 

kepada jemaat Filipi keinginan ini: “Hanya, hendaklah hidupmu berpadanan dengan Injil Kristus, 

supaya, apabila aku datang aku melihat, dan apabila aku tidak datang aku mendengar, bahwa kamu 

teguh berdiri dalam satu roh, dan sehati sejiwa berjuang untuk iman yang timbul dari Berita Injil.” 

Jadilah orang pilihan yang diliputi sifat ilahi – seperti kayu sittim yang disalut emas – 

sehingga menjadi kesaksian bahwa Kristus hidup dalam diri anda, sebab  Firman-Nya 

nampak dalam praktek hidupmu. Itulah “hidup yang berpadanan dengan Injil 

Kristus.” 

 

TUNJUKKAN WAJAH-NYA 

 Seperti halnya kayu sittim yang disalut emas dan dijadikan Meja, yang di atasnya terletak “Roti 

Sajian/Pertunjukan” sehingga disebut “Meja Roti Pertunjukan,” begitulah seharusnya kehidupan orang-

orang pilihan-Nya. Kata “sajian” atau “shew” – “pertunjukan,” diterjemahkan dari kata “pânı̂ym,” yang 

sebenarnya berarti “muka.” Kayu sittim yang ada dalam Kemah Suci itulah lambang orang-orang  

pilihan-Nya, yang menunjukkan wajah Kristus kepada umat , agar mereka percaya dan taat kepada-

Nya.   

 

A. WAJAH-NYA NAMPAK DALAM PERSEKUTUAN FIRMAN. 

 Salah satu pemakaian perabot meja yaitu  untuk makan. Di meja makanlah orang-orang selain 

berkumpul untuk makan, juga bercakap-cakap dalam suasana menyenangkan. Bahkan, Tuhan Yesus 

sendiri menjanjikan ini kepada murid-murid-Nya: “bahwa kamu akan makan dan minum semeja dengan 

Aku di dalam Kerajaan-Ku dan kamu akan duduk di atas takhta untuk menghakimi kedua belas suku 

Israel” (Luk.22:30). Memerintah bersama Tuhan dirahasiakan dalam kata “meja itu haruslah kautempatkan 

pada sisi utara,” sesuai dengan Maz.48:3 “Gunung-Nya yang kudus, yang menjulang permai, yaitu  

kegirangan bagi seluruh bumi; gunung Sion itu, jauh di sebelah utara, kota Raja Besar.” 

 Istilah “makan minum semeja” menunjuk kepada persekutuan pribadi, yang tentu disertai 

percakapan, percakapan melalui persekutuan doa dan firman-Nya. Sedangkan janji memerintah bersama-

Nya hanya berlaku bagi yang setia mengikut Dia sampai akhir, walaupun mengalami pencobaan-

pencobaan, seperti dinyatakan dalam ayat 28: “Kamulah yang tetap tinggal bersama-sama dengan Aku 

dalam segala pencobaan yang Aku alami.” Haleluyah! 

Ketaatan anda kepada firman-Nya akan menyucikan jiwamu (1Pet.1:22)! Dan ini membutuhkan 

kesediaan untuk rela menderita, saat firman-Nya bertentangan dengan pikiran, perasaan dan kehendak 

kita! Itulah yang dimaksud Tuhan saat mengatakan kalimat: “Kamulah yang tetap tinggal bersama-sama 

dengan Aku dalam segala pencobaan yang Aku alami.”  

Anak Allah menjelma menjadi pribadi Yesus, agar umat  dapat bersekutu erat 

sehingga menjadi serupa dengan Dia dalam kekudusan jiwa (1Yoh.2:2-3)! Tunjukkan 

wajah-jiwa-Nya dalam hidupmu! Itulah kerinduan Tuhan. 

 

B. WAJAH-NYA NAMPAK DALAM KEPENUHAN KRISTUS. 

Persekutuan pribadi pasti didambakan oleh mereka yang ingin mencapai hidup serupa Kristus atau 

mencapai ukuran rohani serupa Kristus, seperti halnya dengan ukuran Meja Roti Pertunjukan tsb, yang 

dua hasta panjangnya, sehasta lebarnya dan satu setengah hasta tingginya. Ukuran yang ditentukan 

Pencipta ini tentu mengandung maksud rohani, untuk berkata kata  inilah ukuran rohani yang layak bagi 

persekutuan dengan Firman, sehingga seseorang dapat menjadi saksi kehidupan, sebab wajah Kristus 

nyata dalam dirinya! 

 Angka “dua” yaitu  angka yang menunjuk kepada pribadi kedua dari Allah, Tuhan Yesus! 

Penjelmaan-Nya selain dimaksud untuk menebus, juga memberi teladan hidup, agar orang percaya 

bertindak serupa Dia. Haleluyah! 

Efs.4:7, 11-13 “namun  kepada kita masing-masing telah dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian 

Kristus. 11.Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil 

maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, 12 untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi 

pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus, 13 sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman 

dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai 

dengan kepenuhan Kristus.” 

 Kepenuhan Kristus nyata jika  setiap anggota tubuh-Nya berada di bawah otoritas Kristus 

sebagai Kepala! Dan hal ini dicapai melalui pembangunan rohani serta pekerjaan pelayanan, sampai 

tercapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Alah. 

Orang pilihan-Nya yang mau taat mengikuti perintah-perintah Tuhan Yesus dan 

bimbingan para pejabat yang dianugerahkan Tuhan, hidupnya akan masuk dalam 

kesatuan Tubuh Kristus, seperti halnya dengan kayu sittim yang dikerjakan orang-

orang yang diurapi Roh sehingga tepat menurut ukuran Tuhan (Kel.31:1-11). 

C. WAJAH-NYA NAMPAK DALAM KESATUAN KUDUS GEREJA-NYA. 

Ukuran lebar dari Meja Roti Pertunjukan yaitu  satu hasta. Angka satu, selain menunjuk kepada 

pribadi Pertama dari Allah Tritunggal, Allah Bapa, juga berkata kata  hal kesatuan! Dan kesatuan yang 

sejati yaitu  persatuan yang berdasarkan kebenaran! Dengarkan pernyataan Pemazmur tentang 

persekutuan yang dilakukannya.  

Maz.119:63 “Aku bersekutu dengan semua orang yang takut kepada-Mu, dan dengan orang-orang yang berpegang pada 

titah-titah-Mu.” 

 Orang yang takut akan Tuhan yaitu  mereka, yang percaya bahwa Firman-Nya pasti akan menjadi 

kenyataan, seperti dinyatakan dalam Maz.33:8-9 “Biarlah segenap bumi takut kepada TUHAN, biarlah 

semua penduduk dunia gentar terhadap Dia! Sebab Dia berfirman, maka semuanya jadi; Dia memberi 

perintah, maka semuanya ada.”  

Takut terhadap ucapan Allah, yang pasti terjadi, disebabkan ada rasa penghormatan kepada 

Pribadi yang berfirman itu Benar. Inilah yang disebut “Ketakutan yang suci”! Sebab hanya dengan 

“roh takut akan Tuhan,” maka seseorang dapat mentaati firman-Nya dan dengan demikian menguduskan 

jiwanya (1Pet.1:22), bahkan menyempurnakan kesucian hidupnya, sesuai dengan pernyataan firman-Nya 

ini. 

2Kor.7:1 “Saudara-saudaraku yang kekasih, sebab  kita sekarang memiliki janji-janji itu, marilah kita menyucikan diri kita dari 

semua pencemaran jasmani dan rohani, dan dengan demikian menyempurnakan kekudusan kita dalam takut akan 

Allah.” 

Tentunya hal ini sangat berbeda dengan kesatuan yang tidak suci, yang dibuat orang-orang 

berdosa justru untuk melawan hukum-hukum Tuhan. Mereka kelak diliputi ketakutan luar biasa, sebab 

akan menghadapi penghukuman dari Tuhan, yang tampil sebagai Hakim atas dunia. Dan itulah yang telah 

dinubuatkan, saat Tuhan berkata kata  diri-Nya! 

Wah.6:15-17 Dan raja-raja di bumi dan pembesar-pembesar serta perwira-perwira, dan orang-orang kaya serta orang-orang 

berkuasa, dan semua budak serta orang merdeka bersembunyi ke dalam gua-gua dan celah-celah batu karang di 

gunung. Dan mereka berkata kepada gunung-gunung dan kepada batu-batu karang itu: "Runtuhlah menimpa kami dan 

sembunyikanlah kami terhadap Dia, yang duduk di atas takhta dan terhadap murka Anak Domba itu." Sebab sudah tiba 

hari besar murka mereka dan siapakah yang dapat bertahan? 

 Bukti ketaatan seseorang yaitu  menuruti nasihat dan perintah-perintah Tuhan! Sebab merupakan 

kerinduan Bapa di sorga, bahwa setiap orang yang telah ditebus oleh darah Anak-Nya akan menghormati 

Anak itu, Yesus (Yoh.5:23), dan menjadikan Dia sebagai teladan hidup dengan menyelaraskan pikiran 

mereka dengan pikiran Kristus, sehingga diubah menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya tsb 

(2Kor.3:18)! Sebab itu, Paulus menasihatkan demikian: 

Flp.2:1-5 “Jadi sebab  dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas 

kasihan, 2 sebab  itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu 

jiwa, satu tujuan, 3 dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah 

dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; 4 dan janganlah tiap-tiap 

orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, namun  kepentingan orang lain juga. 5 Hendaklah kamu dalam 

hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus.” 

 Dengan menjadikan Yesus sebagai Tuhan atau Tuan, berarti juga menjadikan Dia sebagai Kepala 

bagi Gereja-Nya, “Tubuh Kristus,” yang terdiri dari banyak anggota, namun dalam satu kesatuan yang 

kudus. Dan hal ini disebabkan sebab  setiap anggota Tubuh-Nya berada dalam pimpinan Roh Kudus. 

Haleluyah! 

 Seperti halnya dengan Meja Roti Pertunjukan, yang dibuat dari kayu sittim dalam ukuran yang 

ditetapkan, begitulah juga setiap anggota Tubuh-Nya harus mengalami “pemotongan ke-akuannya” 

sehingga sesuai dengan standard firman-Nya! Penderitaan sebab  menuruti kehendak Roh itulah yang 

membuat Roh-Nya, Roh Kemuliaan, dicurahkan kepada mereka, seperti dinyatakan oleh rasul Petrus ini: 

“Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya 

kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia berkata kata  kemuliaan-Nya. Berbahagialah 

kamu, jika kamu dinista sebab  nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu” 

(1Pet.4:13-14). 

Ketahuilah, bahwa “Roh Kemuliaan” khususnya dilimpahkan kepada mereka, yang rela 

menderita sebab  masuk dalam kesatuan Tubuh Kristus, seperti halnya dengan kesatuan 

suami-isteri, sebab  komitmen untuk bersatu bagi kemuliaan Yesus! 

Apa kata Tuhan Yesus dalam doa-Nya menjelang berpisah dari murid-murid-Nya untuk lalu  

disalibkan? Dengarkanlah ucapan ini: “Dan bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, namun  juga untuk 

orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka; supaya mereka semua menjadi satu, 

sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, 

supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku. Dan Aku telah memberikan kepada 

mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita 

yaitu  satu: Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, 

 

_________ 36 

• Meja Roti Pertunjukan dibuat dari kayu sittim/penaga, yang 

disalut emas murni. Ukurannya: panjang 2 hasta, lebar 1 hasta, 

tinggi 1,5 hasta (Kel.25:23-30) – Bayangan orang-2 pilihan-Nya

yang disalut kemuliaan ilahi (Roh Kudus). Mencapai: Kepenuhan

Kristus (Efs.4:13), Kesatuan Roh, Pemotongan daging.

 Akan dipahalai dengan Kemuliaan: “a crown of gold round 

about” (Kel.25:24-25).

agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama 

seperti Engkau mengasihi Aku” (Yoh.17:20-23). 

Wajah Kristus akan nampak dalam Gereja-Nya, suatu Kesatuan yang kudus dari anggota-

anggota Tubuh-Nya, bila Dia menjadi Kepala, sehingga dunia akan tahu, bahwa Yesus 

telah ditetapkan/dipredestinasikan sebagai Kepala segala sesuatu (Efs.1:9-10). 

D. WAJAH-NYA NAMPAK DALAM KESEDIAAN “DIPECAHKAN.” 

           Ukuran tinggi 1,5 hasta sama dengan 3 hasta dibagi 2. Angka 3 yaitu  angka Tritunggal, yang 

sedia dibagi atau diremukkan. Dan hal itu terjadi dalam diri Anak Allah, pribadi Allah kedua, yang 

menjadi Roti Hidup bagi umat , agar orang percaya masuk ke dalam persekutuan Tubuh-Nya, seperti 

yang kita lakukan dalam Perjamuan Suci: “Bukankah cawan pengucapan syukur, yang atasnya kita ucapkan 

syukur, yaitu  persekutuan dengan darah Kristus? Bukankah roti yang kita pecah-pecahkan yaitu  

persekutuan dengan tubuh Kristus?” (1Kor.10:16). 

 Pengikut Tuhan sejati yaitu  mereka, yang rela mengikuti gaya hidup-Nya, sedia dipecahkan 

keinginan dagingnya demi persatuan Tubuh Kristus! Paulus berkata kata  kepada jemaat di Galatia firman 

Tuhan ini: “Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa 

nafsu dan keinginannya” (Gal. 5:24). 

Seperti kayu sittim yang dipotong dengan ukuran tinggi 1,5 hasta, begitulah sikap setiap 

orang pilihan yang ingin menampilkan wajah Kristus dalam persekutuan Jemaat Tuhan; 

mereka sedia dipotong keinginan dagingnya demi supaya Kristus, sebagai Kepala Gereja, 

nyata kepada dunia. 

E. WAJAH-NYA NAMPAK DALAM KEMULIAAN ILAHI GEREJA-NYA. 

Bila seseorang suka bersekutu dengan Allah yang Mahamulia dalam doa dan firman, maka 

pastilah kemuliaan-Nya terimbas dalam hidupnya. Hal ini telah dialami oleh Musa, tatkala ia tinggal 

bersama Tuhan di atas gunung selama 40 hari 40 malam.  

Kel.34:29 “saat  Musa turun dari gunung Sinai -- kedua loh hukum Allah ada di tangan Musa saat  ia turun dari gunung itu -- 

tidaklah ia tahu, bahwa kulit mukanya bercahaya oleh sebab  ia telah berbicara dengan TUHAN.” 

 Hal ini bukan terjadi hanya bagi Musa, namun  juga bagi Stefanus, seperti yang kita baca ini: 

“Semua orang yang duduk dalam sidang Mahkamah Agama itu menatap Stefanus, lalu mereka melihat 

muka Stefanus sama seperti muka seorang malaikat” (Kis.6:15). Bahkan, Tuhan Yesus sendiri saat 

berada di atas gunung berdoa bersama ketiga murid-Nya, Matius mencatat demikian: “Enam hari 

lalu  Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes saudaranya, dan bersama-sama dengan mereka 

Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendiri saja. Lalu Yesus berubah rupa di depan 

mata mereka; wajah-Nya bercahaya seperti matahari dan pakaian-Nya menjadi putih bersinar seperti 

terang” (Mat.17:1-2). 

 Bayangan kemuliaan ini dinyatakan dalam pembuatan Meja Roti Pertunjukan, yang dibuat dengan 

“bingkai emas sekelilingnya” – atau dalam terjemahan bahasa Inggris ditulis: “a golden crown round 

about,” seperti yang kita baca di bawah ini. 

Kel.25:23-25 "Lagi haruslah engkau membuat meja dari kayu penaga, dua hasta panjangnya, sehasta lebarnya dan satu 

setengah hasta tingginya. Haruslah engkau menyalutnya dengan emas murni dan membuat bingkai emas sekelilingnya 

(and make thereto a crown of gold round about). Haruslah engkau membuat sekelilingnya jalur pinggir yang setapak 

tangan lebarnya dan kaubuatlah bingkai emas sekeliling jalur pinggirnya itu (and thou shalt make a golden crown to 

the border thereof round about).” 

               

Jadilah orang pilihan yang rela diproses melalui 

“penderitaan Kristus,” sampai anda dapat 

memancarkan “Wajah Kristus” kepada dunia, 

sebab  hidup anda sesuai Firman-Nya, sehingga 

Kristus dipermuliakan dan juga diri anda. 

Haleluyah! 

 

XII. MEZBAH DUPA YANG DISALUT EMAS 

 Perabot berikutnya di dalam Ruangan Suci dari Kemah Suci, yang dibuat dari kayu sittim tersalut 

emas, yaitu  Mezbah Dupa. Untuk diskripsinya kita dapat membaca dalam ayat-ayat berikut ini. 

Kel.30:1-6 “1.Haruslah kaubuat mezbah, tempat pembakaran ukupan; haruslah kaubuat itu dari kayu penaga; 

2.sehasta panjangnya dan sehasta lebarnya, sehingga menjadi empat persegi, namun  haruslah dua hasta 

 

_________ 37 

tingginya; tanduk-tanduknya haruslah seiras dengan mezbah itu. 3.Haruslah kausalut itu dengan emas 

murni, bidang atasnya dan bidang-bidang sisinya sekelilingnya, serta tanduk-tanduknya. Haruslah kaubuat 

bingkai emas sekelilingnya. 4.Haruslah kaubuat dua gelang emas untuk mezbah itu di bawah bingkainya; 

pada kedua rusuknya haruslah kaubuat gelang itu, pada kedua bidang sisinya, dan haruslah gelang itu 

menjadi tempat memasukkan kayu pengusung, supaya dengan itu mezbah dapat diangkut. 5.Haruslah 

kaubuat kayu pengusung itu dari kayu penaga dan kausalutlah dengan emas. 6.Haruslah kautaruh tempat 

pembakaran itu di depan tabir penutup tabut hukum, di depan tutup pendamaian yang di atas loh hukum, di 

mana Aku akan bertemu dengan engkau.” 

 Bahan dasar dari Mezbah Dupa yaitu  kayu penaga/sittim, yang melambangkan  keumat an, 

namun terpilih sebab  mau dipanggil untuk hidup kudus, seperti dikatakan dalam 1Pet.1:14-16 

“Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu 

kebodohanmu, namun  hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang 

kudus, yang telah memanggil kamu, sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus” (1Pet.1:14-

16). 

 Dan tatkala mereka menanggapi panggilan tersebut dengan mentaati firman-Nya serta tidak 

menuruti hawa nafsunya, atau dengan perkata lain “berani memisahkan dirinya dari kehidupan 

lamanya,” maka Tuhan akan memilih orang percaya tersebut untuk menjadi alat-alatnya, serupa dengan 

kayu sittim yang dijadikan perabot dalam Kemah Suci! 

 Untuk membuat orang-orang pilihan-Nya berbeda dengan umat  duniawi, maka Allah sumber 

segala anugerah, menganugerahkan sifat-sifat ilahi-Nya, seperti halnya dengan perabot-perabot dalam 

Ruangan Suci yang disalut emas, seperti dinyatakan dalam surat Kolose ini. 

Kol.3:12-14 “sebab  itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah 

belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran. Sabarlah kamu seorang 

terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap 

yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian. Dan di atas 

semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.” 

 Kata “kenakanlah” dari bahasa Yunani enduō, memiliki  makna menenggelamkan ke dalam 

penutup badan, seperti halnya dengan “pakaian” yang dianugerahkan kepada imam besar dalam Kel.28:2 

“Haruslah engkau membuat pakaian kudus bagi Harun, abangmu, sebagai perhiasan kemuliaan,” 

Begitulah yang terjadi dengan Tuhan Yesus saat menjadi umat  dan juga orang-orang percaya, yang 

terpilih untuk melayani. Roh Kudus dianugerahkan agar mereka disalut dengan “pakaian kudus” yakni 

sifat-sifat ilahi yang mulia: belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran 

serta kasih ilahi/agape sebagai pengikat yang menyempurnakan. Haleluyah!  

 

JADILAH PENYEMBAH YANG BENAR 

 Salah satu pelayanan terpenting dalam Tubuh Kristus yaitu  menjadi “Penyembah-penyembah,” 

seperti dikatakan oleh Tuhan sendiri: “namun  saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa 

penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa 

menghendaki penyembah-penyembah demikian. Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus 

menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran" (Yoh.4:23-24). 

 Penyembah yang dikategorikan sebagai “penyembah benar,” yaitu  yang menyembah dalam roh 

dan kebenaran. Mereka yaitu  orang-orang pilihan, yang memiliki iman seperti bapak Abraham, bukan 

seperti para penyembah berhala, seperti dinyatakan oleh Yosua: Berkatalah Yosua kepada seluruh bangsa 

itu: "Beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Dahulu kala di seberang sungai Efrat, di situlah diam nenek 

moyangmu, yakni Terah, ayah Abraham dan ayah Nahor, dan mereka beribadah kepada allah lain. 

namun  Aku mengambil Abraham, bapamu itu, dari seberang sungai Efrat, dan menyuruh dia 

menjelajahi seluruh tanah Kanaan. Aku membuat banyak keturunannya dan memberikan Ishak 

kepadanya” (Yos.24:2-3). 

 Bapa “Abraham diambil,” berarti Dipisahkan Allah dari bangsanya untuk menjadi “Bangsa 

Pilihan” yang kudus, yang menyembah kepada Allah yang benar. sebab  itu, setelah Abraham pergi 

menurut firman-Nya, maka Alkitab mencatat demikian: saat  itu TUHAN menampakkan diri kepada 

Abram dan berfirman: "Aku akan memberikan negeri ini kepada keturunanmu." Maka didirikannya di 

situ mezbah bagi TUHAN yang telah menampakkan diri kepadanya. lalu  ia pindah dari situ ke 

 

_________ 38 

pegunungan di sebelah timur Betel. Ia memasang kemahnya dengan Betel di sebelah barat dan Ai di 

sebelah timur, lalu ia mendirikan di situ mezbah bagi TUHAN dan memanggil nama TUHAN (Kej.12:7-

8). 

 Apa bedanya antara penduduk di seberang sungai Efrat dengan Abraham? Perbedaan terbesar 

terletak kepada sesembahan yang mereka sembah! Para “Penyembah berhala” membuat berhala, 

sedangkan Abraham membuat mezbah setelah Allah berkata kata  diri-Nya, seperti tertulis ini: saat  

itu TUHAN menampakkan diri kepada Abram dan berfirman: "Aku akan memberikan negeri ini kepada 

keturunanmu." Maka didirikannya di situ mezbah bagi TUHAN yang telah menampakkan diri kepadanya. 

Para penyembah berhala berusaha “mencari allah,” namun  Allah mencari Abraham, dengan 

menampakkan diri kepadanya serta memberikan Perjanjian! 

 Jelas sudah, bahwa Allah memberikan perjanjian yang tidak mungkin diterima secara lahiriah, 

sebab dirinya sudah tua dan isterinya mandul serta sudah berhenti haid (Roma 4:19), namun  hanya 

mungkin diterima melalui iman. Itulah sebabnya, Allah mempertegas perjanjian itu justru pada saat 

Abraham dan Sarah sangat lanjut usianya dengan “Perjanjian darah,” sebab Abraham diminta untuk 

menyunat setiap laki-laki dalam keluarganya: “Inilah perjanjian-Ku, yang harus kamu pegang, 

perjanjian antara Aku dan kamu serta keturunanmu, yaitu setiap laki-laki di antara kamu harus disunat; 

haruslah dikerat kulit khatanmu dan itulah akan menjadi tanda perjanjian antara Aku dan kamu” 

(Kej.17:10-11). 

 Disebut “perjanjian” sebab dua pihak yang berjanji harus memenuhi kewajibannya. Dari pihak 

Allah, Dia akan menggenapi apa yang dijanjikan; namun dari pihak umat  harus memotong kulit 

khatannya, yang tentunya sangat sakit! Begitulah bila anda ingin menjadi orang pilihan-Nya, anda harus 

berani menderita dalam jiwamu, saat mentaati firman-Nya! Bila tidak, rohani akan mati, artinya 

hubungan dengan Tuhan terputus! Sebab Tuhan berkata: “Dan orang yang tidak disunat, yakni laki-laki 

yang tidak dikerat kulit khatannya, maka orang itu harus dilenyapkan dari antara orang-orang 

sebangsanya: ia telah mengingkari perjanjian-Ku" (Kej.17:14). 

 Dan itulah yang terjadi dalam kehidupan Musa, yang hampir dibunuh Tuhan, seperti tertulis dalam  

Kel.4:24-25 “namun  di tengah jalan, di suatu tempat bermalam, TUHAN bertemu dengan Musa dan berikhtiar untuk 

membunuhnya. Lalu Zipora mengambil pisau batu, dipotongnya kulit khatan anaknya, lalu  disentuhnya 

dengan kulit itu kaki Musa sambil berkata: "Sesungguhnya engkau pengantin darah bagiku." 

 Rupanya Zipora tidak tega dengan peraturan sunat, sehingga menolak saran Musa untuk 

menyunatkan anak mereka. Namun saat diketahui, bahwa Tuhan justru akan membunuh Musa, maka 

Zipora rela mentaati perintah tsb. Dan hal ini pasti dilakukan dengan dengan hati yang pedih! 

Bukankah hal inipun dilakukan Tuhan Yesus saat Dia harus mengikuti kehendak Bapa? 

 Praktik membuat perjanjian dengan sunat lahiriah ini sekarang tidak dilakukan orang percaya, 

sebab Tuhan ingin kita melakukan secara rohaniah, yakni “sunat hati” (Kis.7:51), dan hal ini dialami 

dalam penyembahan yang benar: “sebab  kitalah orang-orang bersunat, yang beribadah oleh Roh Allah 

(which worship God in the spirit = menyembah Allah di dalam roh), dan bermegah dalam Kristus Yesus 

dan tidak menaruh percaya pada hal-hal lahiriah (have no confidence in the flesh)” (Flp.3:3). 

 Abraham, bapa orang percaya berani memisahkan diri dari keluarganya, bangsanya, bahkan 

negerinya, bahkan juga dalam melakukan sunat atas dirinya dan keluarganya, sebab  adanya janji Tuhan, 

seperti dinyatakan dalam Ibrani 11:16 “namun  sekarang mereka merindukan tanah air yang lebih baik 

yaitu satu tanah air sorgawi. Sebab itu Allah tidak malu disebut Allah mereka, sebab  Ia telah 

mempersiapkan sebuah kota bagi mereka.” Itulah “Kota Allah” seperti dinubuatkan dalam Mazmur 46:5 

“Kota Allah, kediaman Yang Mahatinggi, disukakan oleh aliran-aliran sebuah sungai.” 

Sunat hati – berpisah dari hal-hal duniawi, untuk membuat perjanjian-Nya menjadi 

efektif dalam kehidupan orang-orang pilihan-Nya, harus dilakukan para penyembah 

yang beriman kepada hal-hal sorgawi, dan tidak berharap hal-hal lahiriah, yakni 

merindukan untuk berdiam bersama Allah dalam “Kota Allah.” 

GLADI BERSIH DAHULU! 

 Dalam setiap acara besar, agar dapat berjalan dengan baik, maka perlu dilakukan latihan-latihan. 

Mendekati hari-hari puncaknya dilakukan sekian kali gladi kotor, dan akhirnya menjelang puncaknya 

dilakukan gladi bersih. Acara terbesar yang akan datang yaitu  pertemuan yang amat meriah antara 

 

_________ 39 

Gereja-Nya, sebagai “Mempelai wanita ,” dengan Tuhan Yesus sebagai “Mempelai Laki-laki.” 

Apakah anda sudah melakukan latihan-latihan bagi pertemuan paling puncak ini? Dengarkanlah firman 

nubuat ini. 

Wah.19:6-8 Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti 

deru guruh yang hebat, katanya: "Haleluya! sebab  Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi 

Raja. Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! sebab  hari perkawinan Anak 

Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia. Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain 

lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!" [Lenan halus itu yaitu  perbuatan-perbuatan yang 

benar dari orang-orang kudus.] 

 Umat Tuhan, khususnya para “Pelayan Kristus,” yang ingin memastikan dirinya sebagai 

“Mempelai wanita ,” atau “Tubuh Kristus,” harus melatih dirinya masing-masing dalam ibadah, 

seperti diperintahkan Tuhan dalam surat Paulus kepada anak rohaninya. 

1Tim.4:6-10 “Dengan selalu mengingatkan hal-hal itu kepada saudara-saudara kita, engkau akan menjadi seorang 

pelayan Kristus Yesus yang baik, terdidik dalam soal-soal pokok iman kita dan dalam ajaran sehat yang 

telah kauikuti selama ini. namun  jauhilah takhayul dan dongeng nenek-nenek tua. Latihlah dirimu beribadah. 

Latihan badani terbatas gunanya, namun  ibadah itu berguna dalam segala hal, sebab  mengandung janji, baik 

untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang. Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya. 

Itulah sebabnya kita berjerih payah dan berjuang, sebab  kita menaruh pengharapan kita kepada Allah 

yang hidup, Juruselamat semua umat , terutama mereka yang percaya.” 

 Terdidik dalam soal-soal pokok iman dan ajaran sehat tidak hanya dengan mendengarkan dan 

belajar firman-Nya, namun harus dengan melatih diri dalam ibadah. Sebagaimana kita ketahui, bahwa 

ibadah itu menyangkut tiga sisi umat : roh, jiwa dan tubuh. Injil Matius pasal enam, menjelaskan 

bahwa ada tiga bentuk ibadah, yakni: pemberian/derma (korban materi), doa dan puasa.  

Untuk melakukan ketiga bentuk ibadah ini, dibutuhkan latihan yang disertai dengan jerih payah 

dan perjuangan! Semua ini harus dilakukan dengan sungguh-sungguh, bila seseorang berpengharapan 

mencapai kemuliaan seperti dikatakan firman-Nya: “Kristus yang yaitu  pengharapan akan kemuliaan!” 

(Kol.1:27). Dan itulah yang dilakukan rasul Paulus, seperti yang kita baca dalam ayat-ayat berikut ini.  

2Kor.11:27 “Aku banyak berjerih lelah dan bekerja berat; kerap kali aku tidak tidur; aku lapar dan dahaga; kerap 

kali aku berpuasa, kedinginan dan tanpa pakaian.” 

Flm.1:6 “Dan aku berdoa, agar persekutuanmu di dalam iman turut mengerjakan pengetahuan akan yang baik di 

antara kita untuk Kristus.” 

  

MELATIH DIRI MEMUJI DALAM PENYEMBAHAN 

 Hal ini khususnya sangat penting, tatkala kita mengalami masalah-masalah dalam perjalanan iman 

yang wajib dilakukan. Bukannya seperti umat Israel di padang gurun yang acapkali menggerutu, sehingga 

banyak diantara mereka dibinasakan (1Kor.10:10); namun  lakukanlah seperti Daud, walaupun sedang 

berada dalam bahaya diserang orang Filistin, dikejar-kejar raja Saul, bahkan oleh anaknya sendiri, 

Absalom, ia tidak lupa memuji Tuhan. 

Maz.56:1-5 “Untuk pemimpin biduan. Menurut lagu: Merpati di pohon-pohon tarbantin yang jauh 

(Jonathelemrechokim = dove of silence of distances = Merpati membisu di tempat jauh). Miktam dari Daud, 

saat  orang Filistin menangkap dia di Gat. Kasihanilah aku, ya Allah, sebab orang-orang menginjak-injak aku, 

sepanjang hari orang memerangi dan mengimpit aku! Seteru-seteruku menginjak-injak aku sepanjang hari, 

bahkan banyak orang yang memerangi aku dengan sombong. Waktu aku takut, aku ini percaya kepada-Mu; 

kepada Allah, yang firman-Nya kupuji, kepada Allah aku percaya, aku tidak takut. Apakah yang dapat 

dilakukan umat  terhadap aku?” 

 Sebagaimana dengan Tuhan Yesus yang dikiaskan sebagai “Domba yang kelu,” maka saat 

dikejar-kejar Saul, Daud mengkiaskan dirinya sebagai “Merpati membisu.” Untuk mengamankan dirinya 

dari kejaran itulah Daud menyingkir ke Gat, ke daerah musuh Saul. Inspirasi yang dituliskan dalam 

Mazmur ini berkata kata , bahwa Tuhan menilai Daud memiliki “ketulusan hati” dan bukannya kebencian 

dalam menghadapi ayah mertuanya, Saul! Bahkan, dalam keadaan terjepit seperti ini, dia justru memuji-

muji Firman-Nya, sebab  percaya bahwa Allah akan menggenapi janji-Nya, yang telah menetapkan 

dirinya sebagai raja (melalui nubuat nabi Samuel). 

 

_________ 40 

Penyembahan kepada Allah, yang disertai puji-pujian atas Firman-Nya dan ketulusan 

hati, walaupun harus melalui “jalur penderitaan dalam pimpinan-Nya,” sungguh-

sungguh merupakan bau yang sangat harum bagi-Nya! 

Daud dapat menerima cara Tuhan menangani hidupnya sebab  menyadari, bahwa sebagai 

kandidat raja dirinya perlu diuji dan dilatih untuk mempercayai Firman Nubuat sebagai dasar 

pemerintahannya. Sebab itu, walaupun diuji melalui jalur derita, ia rindu “mempersembahkan hidup yang 

berbau harum.” Dan hal itu dibuktikan saat ia berpeluang kedua kalinya untuk membunuh mertuanya, 

yang tertidur pulas “sebab  Tuhan membuat mereka (Saul dan tentaranya) tidur nyenyak” (1Sam.26:12).  

           Setelah mengambil tombak dan kendi dari sebelah kepala Saul, pergilah Daud dan Abisai ke 

seberang jauh di puncak gunung, lalu mengatakan perkataan ini: “Mengapa pula tuanku mengejar 

hambanya ini? Apa yang telah kuperbuat? Apakah kejahatan yang melekat pada tanganku? Oleh sebab 

itu, kiranya tuanku raja mendengarkan perkataan hambanya ini. Jika TUHAN yang membujuk engkau 

melawan aku, maka biarlah Ia mencium bau korban persembahan” (1Sam.26:18-19a). 

 Daud mempercayai, bahwa Tuhan bukan hanya sebagai Allah Pencipta, namun juga sebagai Raja 

di atas segala raja, yang patut dipuji-puji dan disembah. Sebab itu, dalam Mazmur yang dinyanyikannya 

dikatakannya demikian: Orang melihat perarakan-Mu, ya Allah, perarakan Allahku, Rajaku, ke dalam 

tempat kudus. Di depan berjalan penyanyi-penyanyi, di belakang pemetik-pemetik kecapi, di tengah-

tengah dayang-dayang yang memalu rebana. "Dalam jemaah pujilah Allah, yakni TUHAN, hai kamu 

yang berasal dari sumber Israel!" …… Kerahkanlah kekuatan-Mu, ya Allah, tunjukkanlah kekuatan-Mu, 

ya Allah, Engkau yang telah bertindak bagi kami. Demi bait-Mu di Yerusalem, raja-raja menyampaikan 

persembahan kepada-Mu” (Maz.68:25-30). 

 Bau harum yang berada dalam Ruangan Suci memang dihasilkan oleh pembakaran ukupan, yang 

diletakkan di atas Mezbah Dupa, yang disalut emas, dengan ukuran seperti dinyatakan dalam Kel.30:1-3, 

yang berbunyi: “Haruslah kaubuat mezbah, tempat pembakaran ukupan; haruslah kaubuat itu dari kayu 

penaga; sehasta panjangnya dan sehasta lebarnya, sehingga menjadi empat persegi, namun  haruslah 

dua hasta tingginya; tanduk-tanduknya haruslah seiras dengan mezbah itu. Haruslah kausalut itu dengan 

emas murni, bidang atasnya dan bidang-bidang sisinya sekelilingnya, serta tanduk-tanduknya. Haruslah 

kaubuat bingkai emas sekelilingnya.” 

 Dalam pelajaran numerology (Biblical Numerics), angka 4 menunjuk kepada ciptaan. Sebab 4 

yaitu  angka setelah