• coklatx.blogspot.com

    www.coklatx.blogspot.com

  • berasx.blogspot.com

    www.berasx.blogspot.com

  • kacangx.blogspot.com

    www.kacangx.blogspot.com

Tampilkan postingan dengan label perjanjian lama 6. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label perjanjian lama 6. Tampilkan semua postingan

perjanjian lama 6

 




D. Beberapa Pelajaran tentang Menikmati Hidup Pkh 11:9-12:8 

 

IX. PENUTUP PKH 12:9-14 

A. Tujuan Sang #/TB Pkh 12:9,10 

B. Pujian Atas Ajaran-ajarannya Pkh 12:11,12 

C. Kesimpulan dari Soal ini  Pkh 12:13,14 

 

 

 

 

KIDUNG AGUNG 

  

 

NAMA, KEPENULISAN, DAN INTEGRITAS.  

 

Kitab ini termasuk dalam lima megilloth, atau kitab-kitab gulungan, yang tiap tahun dibaca oleh 

bangsa Yahudi pada hari kedelapan dari Paskah. Judul Kidung Agung (Kid 1:1) merupakan 

terjemahan harfiah dari bahasa Ibrani Shîr hashshîrîm. Pengulangan kata benda dalam bentuk jamak 

genitif yaitu  gaya Ibrani untuk menunjukkan sifat khusus Kidung itu: yakni yang paling bagus atau 

paling unggul dari antara semua kidung (bdg. Kej 9:25; Kel 26:33; Pkh 1:2).  

 

Walaupun ayat pertama dari pasal Kid 1 dapat juga dibaca: "Kidung Agung tentang atau mengenai 

Salomo," pandangan tradisional menganggap Raja Salomo sebagai penulis Kidung Agung, sebab  isi 

kitab ini cocok sekali dengan karunia hikmat luar biasa yang kita tahu dimiliki oleh Salomo  

(1Raj 4:32,33), dan tidak. ada cukup alasan untuk menyimpang dari pendapat sejarah ini.  

 

Kesatuan kitab ini hampir tidak dapat dibantah. Pengulangan-pengulangan yang sama ada  dalam 

Kid 2:7; 3:5; 8:4; penggambarannya sama di sepanjang kitab ini; dan tokoh-tokoh yang sama muncul 

berulang-ulang.  

 

PENAFSIRAN.  

 

Mengenai gaya sastranya, Kidung Agung jelas merupakan syair asmara. Yang sulit ialah bagaimana 

menafsirkannya. Berikut ini yaitu  beberapa dari banyak penafsiran yang telah dikemukakan.  

 

1. ALEGORIS.  

Ini yaitu  penafsiran yang lazim di antara bangsa Yahudi dari zaman kuno, dan dari mereka 

penafsiran itu diteruskan kepada Gereja Kristen. Orang-orang Yahudi menganggap Kidung itu 

sebagai mengekspresikan hubungan kasih antara Allah dengan umat-Nya. Gereja Kristen melihat 

di dalam Kidung ini refleksi kasih antara Kristus dengan Gereja. Pada dasarnya Hengstenberg dan 

Keil mendukung pendapat ini.  

2. PANDANGAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN DRAMA.  

Inti dari pandangan ini, sebagaimana disokong oleh Franz Delitzsch, yaitu  bahwa Kidung ini 

merupakan sebuah drama yang menggambarkan Salomo telah jatuh cinta kepada seorang gadis 

dusun, wanita  Sulam, yang diboyongnya ke istana raja di Yerusalem. Suatu bentuk khusus 

dari pandangan ini, hipotesis gembala, memperkenalkan tokoh ketiga, yaitu seorang gembala, ke 

dalam Kidung ini, yang kepadanya si gadis Sulam tetap setia, walaupun Salomo merayunya.  

 

3. PANDANGAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN LAMBANG.  

Pandangan ini juga berpendapat bahwa di dalam Kidung itu digambarkan hubungan kasih yang 

agung antara Kristus dengan Jemaat. Raja Salomo dianggap sebagai lambang untuk Kristus, 

sedang mempelai wanita  melambangkan Jemaat. Pandangan ini berbeda dengan pandangan 

alegoris, sebab berusaha menggunakan dengan sebaik-baiknya bahasa asli Kidung Agung tanpa 

mencari makna khusus dalam setiap frasa, seperti pandangan alegoris.  

 

4. PANDANGAN ALAMIAH ATAU PANDANGAN HARFIAH.  

Prinsip dasar pandangan ini yaitu  bahwa Kidung ini merupakan syair yang memuji cinta 

manusia. Dari titik itu, oleh sebab  kitab ini termasuk dalam kanon Alkitab, maka para penganut 

pandangan ini mungkin sangat berbeda pendapat mengenai pentingnya kidung cinta ini. Tafsiran 

ini dibuat berdasar  asumsi bahwa pandangan alamiah yaitu  benar.  

 

Dengan menerima pendekatan ini, arti kanonik dari Kidung Agung bisa dinyatakan sebagai berikut;  

 

a. Kitab ini dinamakan "kidung agung," dan dapat dipahami demikian. Ini yaitu  kidung yang 

mungkin sekali dinyanyikan oleh Adam di Firdaus, saat  Tuhan dengan pemeliharaan-Nya yang 

bijaksana membawa Hawa kepadanya untuk menjadi istri. Dengan bahasa yang teras terang namun 

bersih kitab ini memuji kasih timbal balik antara suami dan istri; dan sebab nya mengajar kita 

untuk tidak merendahkan keindahan fisik dan kasih dalam pernikahan sebagai kasih yang rendah 

derajatnya. sebab  semua itu yaitu  anugerah dari sang Pencipta kepada makhluk ciptaan-Nya 

(bdg Yak 1:17), maka hal-hal itu yaitu  baik dan sempurna pada tempatnya dan untuk tujuannya. 

Kitab ini memberi  peringatan keras terhadap dualisme tidak alkitabiah yang menganggap hal-

hal fisik dan materi kurang bernilai dibandingkan dengan hal-hal rohani, dan yang memuji keadaan 

tidak menikah sebagai lebih mulia daripada keadaan menikah.  

 

b. Sebagai imbangan dari (a), Kidung ini mengajar kita untuk tidak mengagungkan keindahan fisik 

dan mengidolakan aspek biologis dari perkawinan. Meskipun kecantikan dan keindahan fisik 

digambarkan secara terus terang, hubungan kasih yang digambarkan dalam Kidung ini bersifat 

mulia. Di mana pun, gambarannya tidak ada yang mendekati apa yang mungkin dianggap cabul 

dan tak bermoral. Jadi, kepada kita Kidung ini menunjukkan hubungan kasih yang ideal dalam 

perkawinan. (Mengenai terpisahnya dua kekasih yang dibicarakan itu, lihat tafsirannya). Rasul 

Paulus memakai perkawinan untuk mengilustrasikan sifat kasih antara Kristus dan Jemaat-Nya  

(Ef 5), namun  tentu tidak semua perkawinan mencerminkan ikatan kasih yang intim ini. Hanya 

hubungan perkawinan yang sesuci yang digambarkan dalam Kidung ini yang dapat bermanfaat 

untuk tujuan ini.  

 

c. Membaca kitab ini, tanpa membangkitkan pikiran-pikiran Yang menjurus pada kenikmatan 

indriawi, semestinya akan membuat kita memuliakan sang Pencipta yang menjadikan manusia 

menurut gambar-Nya, yang menciptakan tubuh manusia indah, Yang membuat Adam 

menginginkan teman seperti dirinya namun  berjenis lain, dan yang membawa pengantin wanita  

pertama-puncak dari karya penciptaan-kepada mempelai laki-laki yang mengaguminya. Membaca 

kitab ini semestinya juga menyadarkan kita akan berbagai kelalaian penuh dosa dalam sikap kita 

terhadap lawan jenis secara umum, dan khususnya dosa-dosa kedagingan kita dalam pernikahan. 

Jadi, melalui kitab inilah Roh Kudus akan membawa orang berdosa kepada Kristus, yang yaitu  

juga Penebus dan Pengudus ikatan pernikahan suci. Melihat serta mengalami kemurnian dan 

kekudusan ikatan kasih duniawi ini juga akan membuat kita lebih memahami hubungan kasih yang 

surgawi dan kekal, yaitu ikatan kasih yang murni tanpa cela dan yang tak dapat dibinasakan antara 

Kristus dan Jemaat-Nya.  

 

KIDUNG AGUNG 

 

 

 

 (KITAB INI TIDAK MENUNJUKKAN PEMBAGIAN YANG JELAS. BERIKUT INI yaitu  

GARIS BESAR YANG DIUSULKAN)  

 

 

I. KASIH TIMBAL BALIK ANTARA MEMPELAI wanita  DAN MEMPELAI 

LAKI-LAKI (KID 1:1-2:7). 

II. MEMPELAI wanita  BERCERITA TENTANG MEMPELAI LAKI-LAKINYA. 

IMPIAN PERTAMANYA TENTANG DIA (KID 2:8-3:5). 

III. PUJIAN SELANJUTNYA DARI MEMPELAI LAKI-LAKI TERHADAP KECANTIKAN 

MEMPELAI wanita NYA. KERINDUAN MEMPELAI wanita  AKAN 

MEMPELAI LAKI-LAKI (KID 6:4-8:4). 

IV. PERNYATAAN-PERNYATAAN TERAKHIR MENGENAI KASIH TIMBAL BALIK 

(KID 8:5-14). 

 

 

YESAYA 

  

Yesaya bin Amos rupanya yaitu  orang sangat terhormat di Yerusalem yang mempunyai kebebasan 

untuk masuk ke istana raja, dan merupakan penasihat kepercayaan Raja Hizkia. Pelayanannya dimulai 

sejak Raja Uzia meninggal pada tahun 740 SM (kalau tidak lebih awal lagi) sampai masa 

pemerintahan Raja Manasye yang menyembah berhala. Barangkali dia dianiaya dan dibunuh sebagai 

martir oleh raja ini. Menurut cerita tradisi, dia dibunuh dengan digergaji hingga hancur  

(bdg Ibr 11:37*). Kelihatannya dia tidak lagi berkhotbah di muka umum setelah Manasye naik takhta 

tahun 698 SM, namun  membatasi penyampaian pesannya dalam bentuk tertulis yang tersimpan dalam 

pasal Yes 40* sampai 66. Pengaruh politiknya yang menonjol terjadi pada tahun yang genting, yaitu 

701 SM saat  bangsa Asyur menyerbu serta mengancam akan menghancurkan Kerajaan Yehuda dan 

membawa penduduknya sebagai budak ke pembuangan. Melalui doa syafaatnya kepada Allah, bahaya 

mengerikan ini hilang secara ajaib. Sisa-sisa pasukan Sanherib mundur secara memalukan ke Niniwe.  

 

LATAR BELAKANG SEJARAH.  

 

Selama masa genting pada separuh terakhir abad kedelapan SM inilah, Israel, yaitu Kerajaan Utara 

(Kesepuluh Suku) mengalami kemerosotan drastis dan menyedihkan sesudah Raja Yerobeam II yang 

dihormati itu mangkat. Samaria akhirnya hancur sesudah serangan hebat tahun 722 SM. Rentetan 

panjang pemerintahan raja-raja yang fasik dan teras berkurangnya iman yang alkitabiah 

mengakibatkan kejatuhan Israel. Yehuda di bawah pimpinan Raja Ahaz yang korup dan berakhlak 

rendah tampaknya siap mengikuti contoh menyedihkan kemurtadan Israel, dan meminta perlindungan 

serta pertolongan kepada bangsa Asyur yang kafir, bukan kepada Allah perjanjian mereka, yaitu 

TUHAN (Yahweh). Yesaya dan Mikha dengan tekun mengecam keras ketidaksetiaan seperti ini. Pada 

tahun 726 SM kerajaan diperintah oleh Hizkia bin Ahaz yang takut akan Allah. Dia memusnahkan 

sebagian besar bukit-bukit pengurbanan tempat pemujaan berhala, bahkan yang didedikasikan untuk 

TUHAN (bertentangan dengan Taurat-Nya) dan meningkatkan keadaan melek Alkitab pada seluruh 

bangsa. Penyakit yang hampir merenggut nyawanya telah membuat Hizkia makin saleh dan gerakan 

pembaharuan pun berlanjut. namun , Yehuda masih mengikuti politik yang menyesatkan, dengan 

bersandar kepada sekutu-sekutunya yaitu bangsa kafir, walaupun Yesaya dengan tulus memberi  

peringatan terhadap persekongkolan dengan Mesir. Sebagaimana dinubuatkan sang nabi, 

mengandalkan kekuatan duniawi bangsa Mesir (dan bukan mengandalkan perlindungan Allah saja) 

terbukti nyaris fatal. Pasukan Mesir tercerai-berai oleh serangan gencar mesin perang Sanherib, dan 

hanya campur tangan ilahi yang menyelamatkan kerajaan Hizkia dari kehancuran. Pada saat yang 

kritis inilah raja ini  benar-benar berbalik dari kecenderungannya mengabaikan peringatan-

peringatan Allah (yang disampaikan Yesaya kepadanya), dan bangkit mencapai tingkat iman yang 

demikian tinggi serta kepercayaan yang demikian murni sehingga Tuhan melihat layak untuk 

mengabulkan doanya.  

 

Hizkia mampu mempertahankan saat mulia ini beberapa tahun saja. Kemudian anak laki-lakinya yang 

keras kepala, Manasye, memegang tampuk kekuasaan. Dia siap mendengar nasihat kaum bangsawan 

yang berpikiran duniawi, yang sudah lama mendongkol sebab  keharusan menjalani kemurnian 

agama yang diberlakukan oleh ayahnya; dengan semangat "berpikiran luas" dia mengizinkan lagi 

praktik penyembahan berhala. Perlahan-lahan dia sendiri menyembah berhala, lalu secara kejam 

menyiksa orang-orang yang setia mempertahankan iman sebagaimana dimiliki ayahnya. Bangsa ini 

menyimpang dari ajaran Tuhan dan mengalami kehancuran moral secara umum. Raja dan para 

bangsawannya, yang mengeksploitasi warga  banyak untuk kepentingan sendiri, memenuhi Yerusalem 

dengan pertumpahan darah dan perampasan. Dalam keadaan moral yang bejat dan merosot ini Yesaya 

diberi serangkaian penyataan luar biasa yaitu melihat ke depan pada serbuan bangsa Babel pada abad 

Page 71 of 130

berikutnya, dan lebih jauh kepada zaman Pemulihan, saat  Persemakmuran Bangsa Yahudi Kedua 

akan didirikan di Negeri Perjanjian.  

 

TEORI-TEORI KRITIS TENTANG KEPENULISAN.  

 

Sebagian besar berdasar  asumsi bahwa nubuat bersifat ramalan yang asli yaitu  mustahil, 

penganut rasionalis yang meneliti Alkitab dari segi sejarah dan sastra telah membantah keaslian dari 

Yes 40; 41; 42; 43; 44; 45; 46; 47; 48; 49; 50; 51; 52; 53; 54; 55; 56; 57; 58; 59; 60; 61; 62; 63; 

64; 65; 66 sejak abad delapan belas. Penulis pasal-pasal ini kelihatannya mengetahui tentang 

kejatuhan Yerusalem (satu abad sesudah Yesaya meninggal), juga tentang pemulihan atau kepulangan 

kembali bangsa Yahudi ke Yerusalem dari pembuangan, sesudah Babel jatuh ke tangan bangsa Persia 

pada tahun 539 SM. sebab  itu, bagian mengenai "Yesaya" ini pasti ditulis oleh pengarang tidak 

dikenal-"Deutero-Yesaya" -yang hidup setidak-tidaknya 130 tahun sesudah kematian nabi abad 

delapan SM itu.  

 

Untuk mendukung pendapat ini dikemukakan argumen:  

a. Bahwa pandangan tentang masa akan datang tidak mungkin dipertahankan pada beberapa  besar 

pasal seperti itu;  

b. Bahwa nama sebenarnya dari raja Persia yang menyerbu, yaitu Pertama, Koresy yang ditentukan 

untuk membebaskan bangsa Yahudi dari pembuangan tidak mungkin sudah diketahui satu 

setengah abad sebelum peristiwa itu sendiri. Akan namun , sebetulnya pandangan tentang masa akan 

datang sama sekali tidak dipertahankan sepanjang dua puluh tujuh pasal ini; banyak bagian 

berbicara mengenai persoalan-persoalan yang sezaman dengan Yesaya yang sesuai sejarah. 

Kedua, Kitab Suci tidak ragu-ragu memberitahukan sebelumnya nama-nama tertentu bila perlu. 

Seorang nabi atau abdi Allah dari Yehuda sudah meramalkan atau menyebutkan nama Raja Yosia 

tiga abad sebelum zamannya (1Raj 13:2) untuk memberi  kepastian bahwa kehancuran yang 

akan terjadi atas mezbah berhala Yerobeam di Betel merupakan ketetapan Allah. Nama Betlehem 

secara spesifik disebutkan sebagai tempat lahir Mesias (Mi 5:2,3) tujuh abad sebelum kejadiannya. 

Lagi pula, harus diakui bahwa di seluruh Kitab Yesaya yang terdiri atas enam puluh enam pasal 

itu, penekanan yang luar biasa diberikan pada nubuat bersifat ramalan sebagai jaminan ilham 

Allah. Beberapa ramalan segera digenapi (terluputnya Yerusalem dari serbuan Sanherib melalui 

cara yang adikodrati-Yes 37:33-35; penaklukan Damsyik dalam tiga tahun oleh bangsa Asyur; 

penghancuran Samaria selama dua belas tahun-Yes 7:16; mundurnya bayang-bayang pada jam 

matahari-Yes 38:8). Nubuat-nubuat yang lain dimaksudkan untuk waktu akan datang yang lebih 

jauh (mis., kemuliaan yang pasti turun ke Galilea sehubungan dengan Mesias-Yes 9:2,3; bdg. Mat 

4:15,16; penghancuran Babel oleh bangsa Media atau orang Madai sampai akhirnya hancur sama 

sekali sehingga menjadi tempat terkutuk dan tidak dihuni orang selamanya-Yes 13:17,19,20). 

Hendaknya diperhatikan bahwa tepat pada masa pemerintahan Manasye yang fasik itulah (696-641 

SM) kelangsungan hidup iman yang sejati benar-benar diuji. sebab nya, inilah waktu yang paling 

tepat bagi TUHAN sang Penggenap janji untuk mendemonstrasikan kemahakuasaan-Nya dan 

otoritas-Nya dengan memberitahukan satu abad atau dua abad sebelumnya hukuman apa yang 

akan dijatuhkan-Nya kepada Yehuda yang murtad dan kepada Babel yang menentang Allah. Tes 

mengenai penggenapan nubuat ini akan memberi  bukti yang tidak dapat disangkal mengenai 

pesan Yesaya yang mengandung otoritas ilahi: "Siapakah seperti Aku? Biarlah ia menyerukannya, 

biarlah ia memberitahukannya… hal-hal yang akan datang? Apa yang akan tiba, biarlah mereka 

berhala-berhala memberitahukannya… sebab memang dari dahulu telah Kukabarkan dan 

Kuberitahukan hal itu kepadamu. Kamulah saksi-saksi-Ku!" (Yes 44:7,8). (Bdg. Yes 41:21-23,26; 

42:9,23; 43:9,12.)  

 

Diduga bahwa "Deutero-Yesaya" hipotetis ini yaitu  salah seorang Yahudi dalam pembuangan 

sekitar tahun 550 SM, jadi ia tinggal dan menulis di Babel. namun , itu tidak mungkin cocok dengan 

bukti internal. Yes 40; 41; 42; 43; 44; 45; 46; 47; 48; 49; 50; 51; 52; 53; 54; 55; 56; 57; 58; 59; 60; 

61; 62; 63; 64; 65; 66 menunjukkan kalau penulisnya kurang mengenal geografi Babel, namun  dia 

sangat mengenai geografi Palestina. Pohon-pohon yang disebut yaitu  asli Palestina dan tidak dikenal 

di Babel (pohon aras, pohon saru, pohon tarbantin-Yes 44:14; 41:19). Sudut pandangnya yaitu  dari 

Palestina, sebab dikatakan bahwa Tuhan menyampaikan pesan ke Babel  

(Yes 43:14); Israel digambarkan sebagai benih Abraham yang diambil Tuhan dari "ujung-ujung 

bumi" (Yes 41:9), atau dari "timur," atau dari "negeri yang jauh" (Yes 46:11). Orang-orang yang 

sezaman dengan sang nabi diasumsikan tinggal di Palestina, bukan di negeri pengasingan. Misalnya: 

"Bukan! Berpuasa yang Kukehendaki, ialah supaya engkau membuka belenggu-belenggu kelaliman, 

dan melepaskan tali-tali kuk." Kesimpulan yang tidak bisa dibantah di sini yaitu  bahwa bangsa 

Yahudi masih mempertahankan sistem peradilan dan pengelolaan keadilan (atau ketidakadilan) 

mereka sebagai bangsa merdeka, bukan sebagai tawanan yang hidup di negara asing.  

 

Beberapa kritikus yang lebih belakangan (seperti Bernhard Duhm) telah meninggalkan pendapat 

bahwa bagian dari Yes 40; 41; 42; 43; 44; 45; 46; 47; 48; 49; 50; 51; 52; 53; 54; 55; 56; 57; 58; 59; 

60; 61; 62; 63; 64; 65; 66 ditulis di Babel, namun  tetap berpendapat bahwa itu baru ditulis pada bagian 

akhir dari masa Pembuangan atau bahkan satu. abad kemudian dari masa Pembuangan. namun  teori 

ini juga bertentangan dengan data dari teks itu sendiri. Kejahatan-kejahatan yang disebut dalam Yes 1 

masih tercatat merajalela dalam dua puluh tujuh pasal terakhir. Kemunafikan berjaya dalam agama 

(bdg. Yes 29:13; 58:2-4); pertumpahan darah dan kekerasan yaitu  hal biasa setiap hari (Yes 1:15; 

59:3,7); tipu daya, ketidakadilan dan penindasan merajalela tak terkendali (Yes 10:1,2; 59:3-9). 

Kemerosotan akhlak dan kebejatan moral yang sama dicatat dalam Yes 59:1-8 sebagai ciri 

pemerintahan Manasye, yang "mencurahkan darah orang yang tidak bersalah… hingga dipenuhinya 

Yerusalem dari ujung ke ujung" (2Raj 21:16). Yang paling menentukan dari semua ialah kenyataan 

bahwa dalam Kitab Yesaya bagian II, penyembahan berhala muncul sebagai kejahatan yang umum 

dan meluas di antara orang-orang Yahudi yang sezaman dengan sang nabi. "Tentang siapakah kamu 

berkelakar… hai orang-orang yang terbakar oleh hawa nafsu dekat pohon-pohon keramat, di bawah 

setiap pohon yang rimbun, hai orang-orang yang menyembelih anak-anak di lembah-lembah, di dalam 

celah-celah bukit batu" (Yes 57:4,5; bdg Yes 65:2,3; 66:17 yang juga berbicara tentang kebiasaan 

orang Yahudi sezamannya). Para kritikus dari berbagai aliran hampir secara universal mengakui 

bahwa Yehuda terbebas sama sekali dari praktik penyembahan berhala sesudah pembuangan ke 

Babel. Banyak kejahatan lain dan dosa-dosa bangsa dicela dan dibahas dalam catatan-catatan pasca-

Pembuangan, Ezra, Nehemia, dan Maleakhi, seperti perkawinan dengan wanita  asing, penindasan 

orang miskin oleh orang kaya, pelanggaran terhadap peraturan hari Sabat, dan menahan persepuluhan. 

namun , penyembahan berhala tidak pernah disebut dalam bentuk apa pun, walaupun dalam catatan-

catatan pra-Pembuangan banyak dibicarakan serta dicela keras sebagai dosa nomor satu Israel. Satu-

satunya kesimpulan logis yang bisa ditarik dari bukti ini yaitu  bahwa bagian-bagian yang anti 

penyembahan berhala ini ditulis sebelum zaman Pembuangan. Dan oleh sebab  bagian-bagian 

ini  ada  dalam konteks dari bagian selebihnya dari Yesaya bagian II (demikian juga Yes 

44:9-20 dan bagian-bagian lain), maka yaitu  benar-benar masuk akal jika diasumsikan bahwa dua 

puluh tujuh pasal ini  ditulis sebelum jatuhnya Yerusalem pada tahun 587 SM. Tidak ada 

sedikitpun bukti internal yang mendukung teori mengenai Yesaya Kedua, terlepas dari prasangka 

filosofis yang menentang kemungkinan adanya nubuat bersifat ramalan. Pada setiap aspek yang 

diteliti, satu-satunya tempat asli yang memenuhi data teks yaitu  Palestina; dan satu-satunya waktu 

penulisan yang cocok dengan bukti internal ialah tanggal sebelum pembuangan, dan secara lebih 

khusus yaitu  pada masa pemerintahan Manasye.  

 

Gelar "Yang Mahakudus, Allah Israel," yang dipakai secara dominan oleh Yesaya untuk menyebut 

Allah menguatkan kesatuan penulisan dari keenam puluh enam pasal Kitab Yesaya. Gelar atau 

sebutan ini  hanya muncul lima kali pada bagian selebihnya dari Perjanjian Lama, namun  muncul 

dua belas kali dalam tiga puluh sembilan pasal pertama Kitab Yesaya dan dua puluh empat kali dalam 

Page 73 of 130

dua puluh tujuh pasal terakhir. Banyak frasa dan gaya bahasa kiasan yang unik yang dipakai di bagian 

pertama kitab ini  muncul kembali di bagian kedua (bdg. Yes 55:10; 51:11; 11:9; 65:25; 

1:11,14; 43:24). Kesatuan ini juga dikuatkan oleh keterangan-keterangan dalam Perjanjian Baru, 

khususnya dalam Yoh 12:38-41,  di mana Yohanes mengutip mula-mula dari Yes 53:1 dan kemudian 

dari Yes 6:9 lalu disusul dengan komentarnya, "Hal ini (yakni, dua kutipan ini) dikatakan Yesaya, 

sebab  ia telah melihat kemuliaan-Nya dan telah berkata-kata tentang Dia." Seandainya yang menulis 

dua bagian Kitab Yesaya ini bukan pengarang yang sama maka pasti rasul yang diilhami ini keliru, 

dan seluruh catatan Injilnya terbuka untuk dicurigai sebagai tidak dapat dipercaya.  

 

 

 

 

 

YESAYA 

  

 

BAGIAN-BAGIAN POKOK GARIS BESAR INI MENGIKUTI ANALISIS SANGAT BAGUS 

DARI B. F. COPASS DALAM THE PRINCE OF THE PROPHETS. 

 

 

JILID I. TEGURAN DAN JANJI, Yes 1:1-6:13 

• Khotbah I. Pemberontakan Diperhadapkan dengan Hukuman dan Anugerah Yes 1:1-31 

• Khotbah II. Hukuman atas Dosa sebagai Persiapan untuk Menyongsong Kemuliaan Yes 2:14:6 

• Khotbah III. Hukuman dan Pembuangan yang Akan Menimpa Israel Yes 5:1-30 

• Khotbah IV. Sang Nabi Disucikan dan Ditugaskan oleh Allah Yes 6:1-13 

 

JILID II. IMANUEL Yes 7:1-12:6 

• Khotbah I. lmanuel Ditolak oleh Hikmat Duniawi Yes 7:1-25 

• Khotbah II. Penyelamatan oleh Mesias Digambarkan Sebelumnya Yes 8:1-9:8 

• Khotbah III. Samaria yang Congkak Dihukum dalam Pembuangan Yes 9:9-10:4 

• Khotbah IV. Kerajaan Dunia Hancur; Kerajaan Mulia akan Datang Yes 10:5-12:6 

A. Alat Allah untuk Menghukum pada Gilirannya Dihukum Yes 10:5-34 

B. Mesias akan Memulihkan dan Memerintah Yes 11:1-16 

C. Nyanyian Syukur dan Kemenangan Orang-orang yang Ditebus Kristus Yes 12:1-6 

 

JILID III. BERBAGAI UCAPAN ILAHI TENTANG HUKUMAN ATAS BANGSA-

BANGSA LAIN Yes 13:1-23:18 

•  Ucapan Ilahi I. Kejatuhan Babel; Rajanya Dibuang ke dalam Dunia Orang Mati Yes 13:1-14:27 

• Ucapan Ilahi II. Kehancuran Filistea Yes 14:28-32 

• Ucapan Ilahi III. Kehancuran Moab Yes 15:1-16:14 

• Ucapan Ilahi IV. Kehancuran Damsyik dan Samaria Yes 17:1-14 

• Ucapan Ilahi V. Kehancuran dan Pertobatan Etiopia Yes 18:1-7 

• Ucapan Ilahi VII. Babel akan Ditaklukkan dan Berhala-berhalanya Dihancurkan Yes 21:1-10 

• Ucapan Ilahi VIII. Kekalahan bagi Edom; Kemenangan bagi Israel Yes 21:11,12 

• Ucapan Ilahi IX. Dedan dan Kedar akan Dihancurkan Yes 21:13-17 

• Ucapan Ilahi X. Kejatuhan Yerusalem Diramalkan; Elyakim akan Menggantikan Sebna Yes 22:1-

25 

• Ucapan Ilahi XI. Kehancuran serta Perbudakan atas Tirus Yes 23:1-18. 

 

JILID IV. TEGURAN DAN JANJI UMUM, I. (Yes 24:1-27:13) 

• Khotbah I. Hukuman Universal terhadap Dosa Universal Yes 24:1-23 

• Khotbah II. TUHAN Dipuji sebagai Penyelamat dan Penghibur dari Sion Yes 25:1-12 

• Khotbah III. Para Penindas akan Dihukum, namun  Umat Allah Diselamatkan Yes 27:1-13 

 

JILID IV. UCAPAN CELAKA ATAS ORANG ISRAEL YANG TIDAK PERCAYA 

Yes 28:1-33:24 

• Khotbah I. Hukuman Bagi Pemabuk-pemabuk Efraim dan Orang Yahudi Pencemooh Yes 28:1-29 

• Khotbah II. Malapetaka yang Akan Datang bagi Orang-orang Munafik Yes 29:1-24 

• Khotbah III. Mengandalkan Kekuatan Mesir versus Mengandalkan Allah Yes 30:1-33 

• Khotbah IV. Allah, Bukan Mesir yang akan Merupakan Perlindungan bagi Yerusalem Yes 31:1-9 

• Khotbah V. Puncak Keselamatan Israel dan Pemulihan Rohaninya Yes 32:1-20 

• Khotbah VI. Hukuman bagi Para Pengkhianat dan Kemenangan Kristus Yes 33:1-24 

 

JILID VI. TEGURAN DAN JANJI UMUM, II. YES 34:1-35:10 

• Khotbah I. Kehancuran Total Penguasa-penguasa Dunia Yes 34:1-17 

• Khotbah II. Berkat pada Jalan Kekudusan Yes 35:1-10* 

 

JILID VII. MENGENAI HIZKIA YES 36:1-39:8 

• Yehuda Terhindar dari Kehancuran Yes 36:1-37:38 

Adegan 1. Asyur sebagai Kekuatan Dunia Menantang TUHAN Yes 36:1-22 

Adegan 2. Tuhan Menjawab dan Menghukum Asyur Yes 37:1-38 

• Raja Yehuda Terhindar dari Kehancuran Yes 38:1-39:8 

Adegan 1. Hizkia Sembuh dari Penyakit Mematikan Yes 38:1-22 

Adegan 2. Kesombongan Bodoh Hizkia dan Teguran Allah Yes 39:1-8. 

 

JILID VIII. MENGENAI PENGHIBURAN YES 40:1-66:24 

 

Bagian I. Tujuan Damai Sejahtera Yes 40:1-48:22 

• Khotbah I. Keagungan Tertinggi TUHAN, Sang Penghibur Yes 40:1-31 

• Khotbah II. Tantangan Allah pada Para Penyembah Berhala Yes 41:1-29 

• Khotbah III. Hamba TUHAN-Pribadi maupun Bangsa Yes 42:1-25 

• Khotbah IV. Bangsa Saksi Tuhan Diselamatkan dari Perbudakan Bangsa Kasdim Yes 43:1-28 

• Khotbah V. Kesaksian Israel bagi Allah Melawan Berhala-berhala Yes 44:1-28 

• Khotbah VI. Datangnya Pelepas dari Bangsa Lain, dan Pertobatan Orang-orang Kafir Yes 45:1-25 

• Khotbah VII. Babel Runtuh dan Israel Terpelihara Yes 46:1-47:15 

• Khotbah VIII. Kehormatan Allah akan Dijunjung Tinggi sebab  Kelepasan Israel Yes 48:1-22 

 

BAGIAN II. Raja Damai Yes 49:1-57:21 

• Khotbah I. Mesias akan Memulihkan Israel dan memberi  Terang bagi Bangsa-bangsa Lain Yes 

49:1-26 

• Khotbah II. Keadaan Berdosa Israel dan Ketaatan Hamba TUHAN Yes 50:1-11 

• Khotbah III. Dorongan Agar Bersandar kepada Allah, Bukan Takut kepada Manusia Yes 51:1-16 

• Khotbah IV. Israel Diminta untuk Bangun dan Berpaling pada Kebaikan Allah Yes 51:17-52:12 

• Khotbah V. Hamba TUHAN Mengadakan Pendamaian Mengganti Orang Lain Yes 52:13-53:12 

• Khotbah VI. Berkat-berkat yang Dihasilkan bagi Israel dan Gereja Yes 54:1-17 

• Khotbah VII. Anugerah Allah kepada Orang-orang Berdosa, Bertobat Yes 55:1-13 

• Khotbah VIII. Bangsa-bangsa Lain akan Ikut Menerima Berkat Keselamatan Israel Yes 56:1-8 

• Khotbah IX. Celaan Terhadap Para Pemimpin Israel yang Fasik Yes 56:9-57:21 

 

BAGIAN III. Rencana Damai Sejahtera Yes 58:1-66:24 

• Khotbah I. Ibadah Palsu Dibedakan dengan Ibadah yang Sejati Yes 58:1-14 

• Khotbah II. Pengakuan Israel dan Penyelamatan oleh Allah Yes 59:1-21 

• Khotbah III. Terang dan Damai Sejahtera Umat yang Ditebus Allah Yes 60:1-22 

• Khotbah IV. Injil Pembawa Sukacita dari Oknum Yang Diurapi Yes 61:1-11 

• Khotbah V. Pemulihan Sion; Kebinasaan Bangsa Kafir Yes 62:1-63:6 

• Khotbah VI. Permohonan Israel akan Pertolongan, berdasar  Kasih Setia TUHAN pada Masa 

Lalu Yes 63:7-64:12 

• Khotbah VII. Kasih Setia Allah Disediakan bagi Israel Rohani Yes 65:1-25 

• Khotbah VIII. Berkat bagi Orang Beriman Sejati pada Zaman Akhir Yes 66:1-24 

 

 

YEREMIA 

  

MASA HIDUP YEREMIA.  

 

Setelah wafatnya Salomo dan terpecahnya kerajaannya, sejarah Kerajaan Yehuda kelihatan mencatat 

empat kemerosotan keagamaan dan tiga kebangunan rohani. Yosia (640-609 SM) yaitu  raja terakhir 

yang baik. Selama pemerintahannya terjadi kebangunan rohani terkenal, sebab  penemuan gulungan 

kitab Hukum Taurat. Ini merupakan kebangunan rohani terakhir. Sesudah zaman ini sejarah Yehuda 

mencatat kemerosotan politik, moral, serta keagamaan secara terus-menerus, dan mencapai 

puncaknya pada pembuangan ke Babel. Periode terakhir kemerosotan ini merupakan masa pelayanan 

Nabi Yeremia.  

 

Ini yaitu  periode di mana kerajaan Babel baru itu muncul. Pada pertengahan periode Kerajaan yang 

Terbagi Dua, Asyur menguasai kawasan "Bulan Sabit yang Subur." namun , sesudah ibu kota Niniwe 

jatuh tahun 612 SM, Kerajaan Asyur terpecah, plan Babel menjadi pusat peradaban dunia. Upaya sia-

sia bangsa Mesir memanfaatkan kekuasaannya selama terjadi krisis pada kerajaan-kerajaan ini 

meninggalkan bekas pada kisah Alkitab. Sebetulnya, menurut sumber-sumber Alkitab ada dua 

kelompok di istana Yerusalem. Kelompok pro-Mesir menganggap Mesir sedang bangkit sebagai 

kekuatan dunia, dan bangsa Yahudi hendaknya mengandalkan Mesir sebagai pertahanan terhadap 

serangan Babel. Sementara kelompok pro-Babel melihat bahwa Babel yang sedang naik bintangnya 

ini mempunyai kekuatan tak terkalahkan dan mereka mendesak agar tunduk kepada Babel sebagai 

harga untuk kelangsungan hidup bangsa Yahudi. Nabi memperingatkan bangsanya untuk tidak 

mengandalkan Mesir maupun Babel, melainkan mengandalkan Allah.  

 

Yeremia memulai pelayanannya dalam tahun ketiga belas pemerintahan Yosia (626 SM), lima tahun 

sesudah kebangunan rohani. Pelayanannya berlanjut sampai tahun-tahun awal Pembuangan. Dia 

meninggal di Mesir, barangkali beberapa tahun sesudah penghancuran Yerusalem tahun 587 SM.  

 

Yosia terbunuh di Megido pada tahun 609 SM dalam usahanya yang gagal untuk menghentikan 

Firaun Nekho, yang sedang. dalam perjalanan hendak mendukung Kerajaan Asyur yang hampir 

runtuh. Yoahas, putra Yosia, menggantikan ayahnya di Yerusalem. Nekho rupanya menganggap 

Yoahas pro-Babel, sebab  dia membawanya ke Mesir (setelah memerintah tiga bulan) dan 

mengangkat Yoyakim sebagai raja (609-598 SM). Yoyakim yaitu  penguasa yang kuat dan sangat 

fasik. Dalam beberapa  kejadian dia berusaha membungkam Yeremia. Selama pemerintahannya, 

Yeremia mendiktekan kitab pertamanya, yang dimusnahkan oleh raja itu (Yer 36). Selama 

pemerintahannya juga, pecah pertempuran Karkemis (605 SM), di mana Mesir dipukul oleh putra 

mahkota Babel, Nebukadnezar, yang tidak lama kemudian menjadi raja Babel. Lalu kerajaan Babel 

mulai menguasai dunia yang dikenal pada waktu itu.  

 

Sesudah menang dalam pertempuran Karkemis, selanjutnya Nebukadnezar menaklukkan Palestina 

sehingga Yehuda masuk lingkup pengaruh Babel. Beberapa orang Yahudi (di antaranya Daniel) 

dibawa ke Babel pada zaman itu. Belakangan Yoyakim memberontak. Kemudian Yehuda banyak 

mengalami kesengsaraan, mungkin termasuk serbuan Babel yang lain terhadap Yerusalem. Yoyakim 

meninggal di tengah kerusuhan itu-barangkali menjadi korban kudeta di istana-setelah sebelas tahun 

dia memerintah.  

 

Yoyakhin, putra Yoyakim, naik takhta menggantikan ayahnya. Yeremia menyebut raja itu sebagai 

Konya dan Yekhonya (Yer 22:24,28; 24:1; 27:20; 29:2). Yoyakhin baru memerintah tiga bulan 

saat  bangsa Babel menyerang Yerusalem (ini merupakan usaha yang terlambat untuk memukul 

pemberontakan Yoyakim) dan membawa Yoyakhin ke Babel (597 SM) bersama pemuka-pemuka 

Page 77 of 130

orang Yahudi dan banyak tenaga terampil. Sesudah tiga puluh tujuh tahun dikurung di. sana, 

Yoyakhin dilepaskan dari penjara di Babel.  

 

Nebukadnezar mengangkat Zedekia, paman Yoyakhin, menggantikan Yoyakhin. Selama sebelas 

tahun dia mempertahankan jabatan yang sulit sebagai taklukan Nebukadnezar. Zedekia seorang yang 

lemah, namun dia melindungi Yeremia dari usaha para bangsawan yang ingin membunuhnya dan dia 

menerima nasihat Yeremia, walaupun dia tidak pernah mampu untuk melaksanakannya. Tak dapat 

disangkal, dia juga mengejar cita-cita untuk merdeka, sehingga harus memberontak. Pada tahun 

kesembilan pemerintahan Zedekia, Nebukadnezar memulai pengepungan terakhir atas Yerusalem; 

dalam tahun kesebelas (587 SM) pemerintahan Zedekia, kota ini  direbut dan dihancurkan. 

Zedekia yang dibuat buta dibawa ke Babel bersama banyak orang sebangsanya.  

 

Mengenai berbagai peristiwa di Yehuda setelah penghancuran Yerusalem, kita nyaris hanya 

bergantung pada Kitab Yeremia (ps. 40-45). Yeremia dan banyak warga  biasa ditinggalkan di negeri 

itu di bawah pimpinan Gedalya, gubernur boneka untuk wilayah itu. Sesudah kerusuhan sipil, di mana 

Gedalya terbunuh, orang-orang Yahudi tertentu-tidak diragukan mereka yaitu  sisa-sisa dari 

kelompok pro-Mesir-lari ke Mesir, dengan memaksa Yeremia untuk menyertai mereka ke sana. Di 

Mesir sang nabi meninggal.  

 

Kematian Yeremia mengakhiri sejarah kerajaan Ibrani. Perintah Koresy untuk mengizinkan orang-

orang buangan kembali ke Yehuda merupakan tanda awal dari zaman baru Persemakmuran Kedua.  

 

YEREMIA DAN PESANNYA.  

 

Imam Yeremia dipanggil untuk jabatan nabi pada suatu masa yang sangat tidak enak. Kebangunan 

rohani Yosia sudah berakhir dan pengaruhnya hanya sebentar. Kemerosotan jelas sedang terjadi. 

saat  nabi dipanggil untuk jabatan itu, ada isyarat bahwa pesannya pasti tentang hukuman dan bukan 

tentang keselamatan. Sepanjang pelayanan panjangnya yang lebih dari 40 tahun, khotbahnya 

mencerminkan tema hukuman ini. Sejak awal, Allah telah bangkit dan mengutus hamba-hamba-Nya 

yakni para nabi, namun  Israel tidak mau mendengarkan. Kini nasib yang diramalkan untuk bangsa 

murtad itu dalam Ul 28; 29; 30 tak dapat dihindarkan. Babel akan menyerbu Yehuda, sebab nya yang 

paling baik bagi bangsa itu ialah menyerah secara baik-baik, dengan demikian jiwa mereka selamat.  

 

Pesan ini, yang berasal dari orang-orang yang hanya bersandar pada nasionalisme nekat yang mereka 

miliki, sama sekali ditolak, dan sang pembawa pesan ditolak bersama pesannya. Yeremia dianggap 

sebagai pengkhianat dan tukang ikut campur; orang banyak, para bangsawan, raja-raja berusaha 

mencelakakan dia.  

 

Kita memahami kepribadian Yeremia lebih jelas daripada kepribadian nabi lainnya. Ini disebabkan 

oleh fakta bahwa kitabnya penuh dengan bagian-bagian otobiografi-"pengakuan-pengakuan 

Yeremia." Berbagai curahan suasana hati manusia ini merupakan sebagian dari pernyataan-pernyataan 

paling tajam serta menyedihkan mengenai ketegangan orang yang mendapat perintah ilahi, yang bisa 

ditemukan di mana saja dalam Alkitab. Curahan hati itu dicatat di bawah ini, yang menunjukkan 

kepada kita seorang Yeremia yang lelah, sensitif, takut dengan "muka-muka" orang, seorang yang 

akan kita anggap sangat tidak cocok untuk pelayanan yang ditugaskan kepadanya. Bahwa dia dengan 

gigih memegang teguh tugas yang diberikan kepadanya selama bertahun-tahun di tengah-tengah 

penolakan dan penganiayaan merupakan suatu penghormatan baik untuk semangat orang ini maupun 

untuk anugerah Allah, yang tanpanya kepribadian orang ini pasti sudah hancur.  

 

PENGAKUAN-PENGAKUAN YEREMIA   

 

1. Yer 10:23,24   

2. Yer 11:18-12:6  

3. Yer 15:10-21   

4. Yer 17:9-11,14-18 

5. Yer 20:7-18   

   

 

 

SUSUNAN KITAB.  

 

Kitab Yeremia tidak disusun menurut urutan kronologis. Tafsiran ini memberi  tanggal dari 

masing-masing bagian atau pasal, yakni waktu terjadinya peristiwa-peristiwa atau nubuat yang 

diberitahukan, apabila tanggal itu diketahui. Kita tidak mengetahui mengapa kitab ini disusun 

demikian. Semua garis besar Kitab Yeremia agak bersifat seenaknya. Garis besar yang diberikan di 

bawah ini berusaha memperlihatkan kesatuan kitab ini .  

 

Dalam keadaan pengetahuan kita sekarang ini, mustahil kita menjelaskan berbagai keadaan waktu 

penulisan kitab ini. Banyak penafsir modem menganggap bagian-bagian tertentu bukan ditulis oleh 

Yeremia, melainkan oleh para penulis yang belakangan, yang sudut pandangnya jelas berbeda dengan 

sudut pandang sang nabi. Sudut pandang tafsiran ini yaitu  bahwa da alasan yang cukup untuk 

mengikuti sikap konservatif terhadap kepenulisan kitab ini-yaitu bahwa dalam keadaannya sekarang, 

kitab ini pada dasarnya yaitu  karya Yeremia dan asistennya, Barukh (bdg. Yer 45:1*).  

 

tannya mungkin kitab ini telah mengalami beberapa kali penulisan, dan setiap edisinya memuat bahan 

tambahan. Cerita dalam tulisan edisi pertamanya, pemusnahannya, dan penyusunan edisi kedua, 

dengan penambahan, diceritakan dalam pasal Yer 36*. Tidak diragukan. ada revisi-revisi secara 

berturut-turut. Telah lama diketahui bahwa terjemahan Kitab Yeremia dalam bahasa Yunani, 

sebagaimana muncul dalam Septuaginta yang dibuat di Mesir sebelum 132 SM, jauh lebih pendek 

daripada kitab bahasa Ibraninya, dari mana terjemahan bahasa Inggris dibuat. Selanjutnya, 

Septuaginta menghilangkan banyak pengulangan yang ada pada salinan berbahasa Ibrani, dan sedikit 

menyusun ulang materinya. yaitu  mustahil sekarang untuk mencapai kesimpulan yang pasti tentang 

hubungan antara Septuaginta dengan teks Ibraninya, dan tafsiran ini yang didasarkan pada Alkitab 

bahasa Inggris, mengikuti Kitab Yeremia bahasa Ibrani.  

 

MUSUH DARI UTARA. Pada seluruh khotbahnya, Yeremia menyebut tentang musuh dari utara 

yang akan menghancurkan Yehuda dan menawannya. Pasal Yer 4 merupakan contoh dari nubuat-

nubuat ini: Musuh itu akan menghancurkan seperti singa atau angin ribut, dan meninggalkan 

kerusakan di negeri itu, seperti kekacauan zaman purba. Siapakah musuh yang menghancurkan ini? 

Penggenapan nubuat itu menunjukkan bahwa musuh dari utara ini  yaitu  Babel. Kendatipun 

posisi Babel pada garis lintang sama dengan Samaria, namun serangannya ke Palestina selalu datang 

dari utara, sebab padang gurun yang memisahkan keduanya tidak dapat dilewati. Pendapat bahwa 

pada beberapa tempat dalam kitab ini bangsa Skit yang disebut sebagai musuh dari utara itu 

tampaknya tidak akan terlalu banyak diikuti pada masa kini, sebagaimana yang pernah terjadi, dan 

bisa dengan aman ditolak.  

 

Kadang-kadang, utara dipakai sebagai asal para penakluk Babel (Yer 50:3,9,41; 51:48). Pemakaian 

seperti ini dari kata ini  sulit dijelaskan. Bangsa Persia sebagai pelaku utama yang menawan 

Babel, datang dari timur. Utara di sini barangkali telah menjadi suatu ungkapan untuk menunjuk 

setiap sumber kesusahan, dan dipakai demikian sebab  sejak lama kesusahan-kesusahan Israel berasal 

dari arah itu. Penjelasan selanjutnya bisa dilihat pada fakta bahwa bangsa Media, yang terletak di 

utara, bergabung dengan Babel waktu merebut Niniwe. Lihat tafsiran atas Yer 50:11.  

Page 79 of 130

SURAT-SURAT LAKHIS.  

 

Lakhis, di kaki bukit Yudea, yaitu  satu dari rangkaian benteng yang dibuat untuk membela 

Yerusalem terhadap serangan dari Dataran Mediterania. Itu merupakan satu dari kota-kota terakhir 

yang jatuh ke tangan bangsa Babel sebelum mereka akhirnya menguasai dan menghancurkan 

Yerusalem (Yer 34:7, tafsiran). Penemuan puing-puing reruntuhan Lakhis kuno telah memberi  

penjelasan menarik mengenai hari-hari keributan terakhir dari sejarah Yehuda. saat  kota itu digali 

(tahun 1932 sampai 1938), ditemukan di dalam ruang jaga pada pintu gerbang luar dua puluh satu 

surat yang tertulis pada pecahan-pecahan tembikar. Surat-surat itu ditulis dalam tulisan (aksara) Ibrani 

kuno, dengan tinta besi karbon, dan bertanggal sezaman dengan Yeremia, saat  Lakhis mengalami 

pengepungan terakhir.  

 

Banyak dari surat-surat ini ditulis oleh seorang yang bernama Hosaya, seorang perwira militer di 

suatu pos terdepan dekat Lakhis, kepada Yaos, komandan di Lakhis. Bahasanya mirip sekali dengan 

bahasa dalam Kitab Yeremia. Hosaya selalu membela diri di hadapan atasannya. Mungkin dia 

dicurigai telah menyeberang kepada bangsa Babel. Pernah dia menggambarkan salah satu dari para 

pemuka itu dengan kata-kata yang nyaris mirip dengan yang digunakan oleh para pemuka ini  

terhadap Yeremia (Yer 38:4). Ada disebut tentang "sang nabi" yang pesannya yaitu : "Berhati-

hatilah." Apakah ini menunjuk pada Yeremia, kita tidak mengetahui. Menurut Kitab Yeremia, ada 

banyak nabi pada zaman yang penuh dengan kesusahan itu. Surat lain menyebut bahwa Hosaya tidak 

dapat melihat isyarat asap dari Aseka, walaupun dia masih melihat isyarat asap dari Lakhis. 

Barangkali saat itu Aseka telah jatuh (bdg Yer 34:7). Walaupun arti spesifik dari banyak keterangan 

mengenai surat-surat ini tidak bisa kita tangkap, surat-surat itu memberi  informasi yang jelas 

mengenai hari-hari penuh kegelisahan dan menakutkan menjelang jatuhnya kerajaan Yehuda. 

(Mengenai terjemahan dari surat-menyurat ini, lihat Ancient Near Eastern Texts Relating to the Old 

Testament, penyunting, James B. Pritchard, edisi kedua).  

 

SASTRA DALAM KITAB YEREMIA.  

 

Para penafsir kitab ini bisa dibagi dua kelompok. Para penafsir lama umumnya menganggap nubuat 

yaitu  ilham ilahi dan menjelaskan nubuat-nubuat atas dasar itu, namun  mereka ketinggalan dalam hal 

latar belakang sejarah. Mengenai hal-hal ini yang terbaik barangkali yaitu  tetap karya C. F. Keil, The 

Prophecies of Jeremiah, Edinburgh, 1883, terakhir dicetak ulang oleh penerbit Eerdmans, Keil and 

Delitzsch Commentaries Series.  

 

Sebagian besar tafsiran yang lebih baru, yang menggunakan pendekatan alamiah, menganggap pesan 

nubuat itu berasal dari pikiran sang nabi, yang intuisi cemerlangnya merupakan bentuk ilham 

tertinggi. Tafsiran-tafsiran ini  biasanya memasukkan penemuan-penemuan arkeologis terbaru 

sehingga memberi  orientasi yang lebih baik bagi bahan historis yang banyak jumlahnya dalam 

kitab ini. Artikel "Jeremiah" dalam The Interpreter’s Bible (1956),  dengan pengantar dan eksegese 

oleh James Philip Hyatt, memperlihatkan metode ini dengan paling bagus.  

 

Bab berjudul "The Doom of the Nation" dalam Understanding the Old Testament, oleh Bernard W. 

Anderson, memberi  rangkuman yang bagus tentang isi kitab ini menurut latar belakang 

sejarahnya, disertai gambaran yang simpatik mengenai karakter Yeremia.  

 

Edward J. Young dalam bukunya Introduction to the Old Testament menyusun materi kitab ini 

menurut urutan kronologisnya, dan memberi  suatu pembahasan tentang masalah kepenulisan dari 

sudut pandang Kristen konservatif.  

 


YEREMIA 

   

 

 

.I NUBUAT MELAWAN TEOKRASI (YER 1:1-25:38) 

A. Panggilan bagi Sang Nabi (Yer 1:1-19) 

B. Teguran dan Peringatan-peringatan, Sebagian Besar dari Zaman Yosia (Yer 2:1-20:18) 

1. Israel Mengabaikan Allah (Yer 2:1-3:5) 

2. Yehuda Diperingatkan melalui Hukuman atas Kerajaan Utara (Yer 3:6-6:30) 

3. Praktik Agama yang Keliru di Yerusalem (Yer 7:1-10:25) 

4. Israel Ditolak sebab  Melanggar Perjanjian Allah (Yer 11:1-13:27) 

5. Doa Syafaat Nabi Tidak Dapat Mencegah Hukuman (Yer 14:1-17:27) 

6. Dua Khotbah Simbolis dan Pemenjaraan (Yer 18:1-20:18) 

C. Nubuat-nubuat yang Belakangan (Yer 21:1-25:38) 

1. Soal Pengepungan (Yer 21:1-14) 

2. Nasihat kepada Raja dan warga  (Yer 22:1-9) 

3. Nasib Salum (Yer 22:10-12) 

4. Nubuat Melawan Yoyakim (Yer 22:13-23) 

5. Nubuat Melawan Yoyakhin Konya (Yer 22:24-30) 

6. Mesias, sang Raja (Yer 23:1-18) 

7. Menentang Nabi-nabi Palsu (Yer 23:9-40) 

8. Penglihatan tentang Buah Ara (Yer 24:1-10) 

9. Hukuman atas Yehuda dan Semua Bangsa (Yer 25:1-38) 

 

.II PERISTIWA-PERISTIWA DALAM KEHIDUPAN YEREMIA (YER 26:1-45:5) 

A. Khotbah tentang Bait Suci dan Penahanan Yeremia (Yer 26:1-24) 

B. Kuk Babel (Yer 27:1-29:32) 

C. Kitab Penghiburan (Yer 30:1-33:26) 

1. Hari Tuhan: Kengerian dan Kelepasan pada Saat Itu (Yer 30:1-24) 

2. Pemulihan Bangsa Itu, dan Perjanjian yang Baru (Yer 31:1-40) 

3. Yeremia Membeli Ladang di Anatot (Yer 32:1-44) 

4. Janji-janji Lagi Tentang Pemulihan (Yer 33:1-26) 

D. Beberapa Pengalaman Yeremia sebelum Yerusalem Jatuh (Yer 34:1-36:32) 

1. Nubuat untuk Zedekia (Yer 34:1-7) 

2. Pelanggaran Perjanjian tentang Budak-budak Ibrani (Yer 34:8-22) 

3. Teladan dari Orang-orang Rekhab (Yer 35:1-19) 

4. Nubuat-nubuat Yeremia didiktekan kepada Barukh (Yer 36:1-32) 

E. Yeremia Selama Pengepungan dan Penghancuran Yerusalem (Yer 37:1-39:18) 

1. Yeremia Dipenjarakan (Yer 37:1-21) 

2. Yeremia Diselamatkan dari Perigi (Yer 38:1-28) 

3. Jatuhnya Yerusalem (Yer 39:1-18) 

F. Tahun-tahun Terakhir Yeremia (Yer 40:1-45:5) 

1. Masa Gedalya Menjadi Gubernur dan Pembunuhannya (Yer 40:1-41:18) 

2. Migrasi Para Pengungsi ke Mesir (Yer 42:1-43:7) 

3. Yeremia di Mesir (Yer 43:8-44:30) 

4. Nubuat Yeremia untuk Barukh (Yer 45:1-5) 

 

 

.III NUBUAT-NUBUAT YEREMIA TENTANG BANGSA-BANGSA LAIN (YER 46:1-51:64) 

A. Nubuat Melawan Mesir (Yer 46:1-28) 

B. Nubuat Melawan Filistin (Yer 47:1-7) 

C. Nubuat Melawan Moab (Yer 48:1-17) 

D. Nubuat Melawan Bani Amon (Yer 49:1-6) 

E. Nubuat Melawan Edom (Yer 49:7-22) 

F. Nubuat Melawan Damsyik (Yer 49:23-27) 

G. Nubuat Melawan Kedar dan Hazor (Yer 49:28-33) 

H. Nubuat Melawan Elam (Yer 49:34-39) 

I. Nubuat Melawan Babel (Yer 50:1-51:64) 

 

.IV APENDIKS: JATUHNYA YERUSALEM DAN PERISTIWA-PERISTIWA YANG 

BERKAITAN (YER 52:1-34) 

 

 

 

RATAPAN 

  

 

Lima pasal dari Kitab Ratapan merupakan lima elegi atau syair ratapan yang indah dan penting, yang 

mengekspresikan kepedihan mendalam warga  Yahudi melihat keruntuhan total kota mereka beserta 

Bait Sucinya dan penduduknya akibat penaklukan oleh bangsa Babel pada tahun 596 SM.  

 


 

Dalam bahasa Ibrani judul kitab ini ada  pada kata pertama dari pasal Rat 1;  2;  4 - ’ êkâ, secara 

harfiah artinya Aduh. Dalam Perjanjian Lama versi Yunani, Septuaginta (LXX), Kitab Ratapan 

dikaitkan dengan nubuat Yeremia, seperti dalam Alkitab berbahasa Inggris. namun , Alkitab Ibrani 

menempatkan kitab ini pada kelompok ketiga dari tulisan-tulisan kudus. Tuhan kita menyebut tiga 

kelompok tulisan itu sebagai "Kitab Taurat… kitab nabi-nabi dan Kitab Mazmur" (Luk 24:44).  

 

Judul bahasa Yunani untuk syair-syair ini dalam LXX yaitu  thre-noi, bentuk jamak dari thre-nos, 

"ratapan." Kata benda ini berasal dari kata kerja Yunani threomai, "berseru dengan nyaring, atau 

meratap." Kata Ibrani untuk ratapan yaitu  qînâ, dan Matra atau irama khas syair-syair dalam kitab 

ini disebut qînôt. Itu setara dengan Matra elegi atau irama ratapan. Demikianlah dalam Talmud Babel 

kitab ini muncul dengan judul Qînôt-"Ratapan." Dalam Alkitab bahasa Latin judul kitab ini yaitu  

Liber Threnorum, "Kitab Ratapan." Dalam bahasa Inggris kata "threnody" berarti "ratapan" atau 

"nyanyian perkabungan."  

 

BENTUK SASTRA DAN GAYA.  

 

Kitab ini berisi lima syair indah, tiap pasal satu syair. Empat syair pertama merupakan nyanyian 

ratapan atau nyanyian perkabungan, namun  yang kelima lebih menyerupai syair doa. Empat yang 

pertama tersusun secara alfabetis (akrostis), masing-masing mempunyai dua puluh dua stanza atau 

bait (ayat-ayat dalam Alkitab Indonesia dan AV, kecuali pasal Rat 3, di mana setiap stanza dibagi 

dalam tiga ayat), dan masing-masing stanza diawali dengan huruf dari abjad Ibrani. Pasal kelima juga 

terdiri atas dua puluh dua stanza atau bait, namun  kurang memiliki susuran yang alfabetis.  

(Bdg. Susunan alfabetis bagian-bagian dalam Mzm 119). Ayat-ayat pada pasal satu Kitab Ratapan 

mengikuti susunan yang telah mantap dari abjad Ibrani, namun  pada pasal Rat 2;  4 letak atau posisi 

huruf ayin dan huruf pe dibalik. Tidak ditemukan penjelasan yang memuaskan kenapa terjadi 

pembalikan letak ini.  

 

Dalam pasal Rat 1;  2, masing-masing stanza mempunyai tiga anggota dan unsur, namun  hanya yang 

pertama yang diawali huruf dari abjad Ibrani yang tepat. Dalam pasal Rat 3 masing-masing stanza 

memiliki tiga anggota. sebab  masing-masing anggota diberi notasi tersendiri dalam Alkitab kita, 

maka dalam pasal ketiga ini kita memiliki enam puluh enam ayat. Stanza-stanza dalam pasal Rat 4 

mempunyai dua anggota, namun  lagi-lagi di sini hanya anggota pertama diawali huruf dari abjad Ibrani 

yang tepat. Empat pasal pertama menggunakan irama ratapan, sementara yang kedua dari dua unsur 

yang paralel (dalam hal ini baris pada puisi) satu ketukan lebih pendek daripada yang pertama. Ini 

biasanya membuat sebuah ayat berirama 4 ketukan seimbang dengan ayat atau baris yang memiliki 3 

ketukan. Pasal Rat 5 menggunakan matra atau irama Ibrani normal, dengan empat ketukan untuk 

setiap ayat, atau setiap setengah bagian dari paralelisme.  

 

Nyanyian-nyanyian ratapan dengan "irama timpang" seperti itu digunakan pada zaman-zaman Alkitab 

oleh wanita -wanita  peratap dalam nyanyian-nyanyian perkabungan di belakang orang yang 

meninggal. Demikian juga, nyanyian-nyanyian koor pendek yang digubah dengan irama sayu dan 

melankolis seperti itu kelihatannya merupakan cara yang cocok untuk meratapi kehancuran kota 

Yerusalem tercinta yang kini penuh timbunan reruntuhan. Barangkali ini membantu menjelaskan 

kenapa himne-himne kebangsaan ini melahirkan kepedihan dengan cara yang indah dan telah digubah 

Page 83 of 130

dengan kesadaran seni seperti itu. Bentuk ayat ratapan Ibrani secara mengagumkan cocok untuk 

mengekspresikan bencana nasional itu. Dalam himne-himne patriotik ini kita mendengarkan ratapan 

maut tentang Sion yang terpukul.  

 

Melalui gaya ini  ada banyak pemakaian paralelisme dalam syair-syair ini, pengulangan-

pengulangan, antitesis, dan apostrof, dan permainan kata serta permainan frasa. Perumpamaan yang 

jelas berdenyut di seluruh bagian. Pembaca diajak untuk melihat penderitaan ini  dan merasakan 

penderitaan Sion yang menjadi janda dan menangis.  

 

PENULIS.  

 

Kendatipun kitab ini sendiri tidak menyebutkan siapa penulisnya, namun  2Taw 35:25 secara jelas 

mengaitkan bentuk sastra bergaya ratapan dengan Yeremia. Kitab Ratapan yang kita miliki ini 

bukanlah ratapan Yeremia atas kematian Raja Yosia yang baik, seperti pendapat beberapa orang. 

namun , ada kesamaan-kesamaan tertentu antara Ratapan dengan bagian-bagian puitis dari nubuat 

Yeremia. Dan sejak zaman kuno Yeremia dianggap sebagai penulis kitab ini. LXX mencantumkan 

superskripsi ini pada pasal pertama Ratapan: "Maka setelah Israel dibawa ke pembuangan dan 

Yerusalem menjadi porak-poranda, Yeremia duduk menangisi dan meratapi Yerusalem lalu 

berkata…" Setelah bagian itu baru diikuti ayat pertama dari Ratapan pasal pertama. Beberapa pakar 

menganggap ciri Ibrani kalimat itu menunjukkan bahwa kata-kata ini  berasal dari bahasa Ibrani, 

yang hilang bagi kita.  

 

Perlu dicatat bahwa kepekaan yang sama terhadap perkabungan secara nasional ditemukan dalam 

Kitab Ratapan maupun dalam nubuat Yeremia; dua-duanya menyebut tentang bencana nasional ini 

dan sebab-sebabnya-dosa bangsa itu, keyakinan sia-sia dari bangsa itu yang mengandalkan sekutu-

sekutunya yang lemah dan berkhianat, juga kesalahan para nabi palsu dan para imam mereka yang 

lalai. Perumpamaan serupa diulang atau ada pada kedua tulisan ini . Frasa-frasa khas "putri… 

muncul kira-kira dua puluh kali pada masing-masing kitab. Tangisan sang nabi, ketakutannya 

sementara dia memohon pertolongan Allah, Hakim yang adil, dan harapannya agar musuh-musuh 

Yerusalem akhirnya dihukum-semua itu dinyatakan secara menonjol dalam dua kitab ini . 

Adanya berbagai kesamaan ekspresi menguatkan pendapat bahwa penulisnya sama. Walaupun 

beberapa  pakar terkemuka menolak pendapat bahwa Yeremia yang menulis syair-syair itu, banyak 

pakar terkemuka lain yang sangat mendukung pandangan bahwa Yeremia yaitu  penulisnya.  

 

Penggambaran yang jelas membuktikan bahwa kitab ini disusun pada waktu yang berdekatan dengan 

jatuhnya Yerusalem oleh seorang yang hidup di tengah-tengah bencana hebat itu dan yang menulis 

sementara hatinya masih luka, serta setiap detail yang mengerikan masih segar dalam ingatannya. 

Fakta ini juga mengarahkan kesimpulan bahwa Yeremialah yang paling mungkin menulis kitab itu.  

 

Penyebab ditulisnya kitab seperti itu yang paling pasti ialah hancurnya kota Yerusalem tahun 586 SM, 

sebab nya tanggal penulisan pasti tidak lama sesudah itu.  

 

MAKNA DAN KEGUNAAN SECARA RELIGIUS.  

 

Kitab Ratapan menyajikan ratapan maut tentang Yerusalem, yang digambarkan sebagai putri yang 

menjanda dan menanggung aib. Menarik untuk diingat bahwa sesudah bala tentara Romawi 

menghancurkan Yerusalem tahun 70 Masehi, Titus, panglima Romawi, mendirikan tugu kemenangan 

sebagai peringatan penaklukan itu, yang digambarkan sebagai seorang wanita  berambut terurai, 

duduk di atas tanah sambil meratap sedih. Ingat juga tentang puteri-puteri Yerusalem meratapi 

kematian Yesus pada waktu kematian-Nya (Luk 23:27-31). Bagian-bagian tertentu Kitab Ratapan 

ditafsirkan sebagai kiasan untuk kesengsaraan Kristus. Sesungguhnya, pemakaian kidung-kidung 

kebangsaan ini menunjukkan bahwa orang Yahudi mengakui tafsiran religius mengenai kehancuran 

kota mereka. Bangsa Yahudi memasukkan tulisan ini di antara Lima Kitab Gulungan yang harus 

Page 84 of 130

dibaca pada hari-hari peringatan ulang tahun yang penting. Ditetapkan bahwa Kitab Ratapan harus 

dibaca pada tanggal sembilan bulan Ab, untuk memperingati pembakaran Bait Suci. namun , Rat 

1:21* dari pasal Rat 5 selalu dibaca ulang sesudah Rat 1:22, sehingga pembacaan bisa mendekati 

nada yang lebih positif. Umat Katolik Roma menetapkan pembacaan seperti itu dilaksanakan tiga hari 

terakhir dari Pekan Kudus. Di kalangan Kristen Protestan, orang dengan nada sesal mengatakan 

bahwa mereka sering mengabaikan pembacaan syair-syair penting ini. Meskipun demikian, pada 

zaman ini di mana krisis (musibah) melanda orang perorangan, bangsa atau seluruh dunia, pesan dari 

kitab ini menjadi tantangan untuk bertobat dari dosa baik secara perorangan, kebangsaan dan seluruh 

dunia, dan menyerahkan diri kita ke dalam kasih setia yang teguh dari Allah. Walaupun kasih ini 

selalu hadir dan terus-menerus ada, Allah yang kudus dan adil pasti menghukum orang-orang berdosa 

yang tidak bertobat.  

 

 


RATAPAN 

  

 

 

.I KOTA SION YANG MENDERITA DAN HANCUR (RAT 1:1-22) 

A. Keadaan Menyedihkan dari Yerusalem yang dibinasakan (Rat 1:1-11) 

B. Ratapan "putri Yerusalem" (Rat 1:12-22) 

 

.II TEMPAT KUDUS SION YANG MENDERITA DAN HANCUR (RAT 2:1-22) 

A. Hukuman TUHAN atas benteng-benteng dan tempat kudus-Nya (Rat 2:1-10) 

B. Ratapan para saksi mata yang melihat hukuman ini (Rat 2:11-19) 

C. Kengerian hari murka TUHAN ini (Rat 2:20-22) 

 

.III GAMBARAN TENTANG PENDERITAAN SION YANG DIPUKUL (RAT 3:1-66) 

A. Allah yang berduka mengutus hamba-Nya (Rat 3:1-18) 

B. Doa penguatan kembali oleh sang hamba (Rat 3:19-42) 

C. Doa pembelaan oleh sang hamba (Rat 3:43-66 

 

.IV UMAT SION YANG MENDERITA (RAT 4:1-22*) 

A. Kengerian serangan itu dan nasib malang para pemimpin Sion (#/TB Rat 4:1-11*) 

B. Sebab-sebab dan klimaks dari malapetaka Sion (Rat 4:12-20) 

C. Ucapan tentang Edom yang angkuh dan yang bersukacita melihat malapetaka Sion (Rat 

4:21,22) 

 

.V PERMOHONAN-PERMOHONAN SION YANG PENUH PENYESALAN (RAT 5:1-22) 

A. Permohonan Sion agar TUHAN memperhatikan penderitaan dan aib yang dialaminya (Rat 5:1-

18) 

B. Ucapan terakhir tentang TUHAN yang kekal (Rat 5:19-22). 

 


YEHEZKIEL 

  

  

 

M A S A.  

 

Data dalam Kitab Yehezkiel menempatkan pelayanan sang nabi pada tahun-tahun awal dari 

pembuangan ke Babel, antara tahun 593/592 dan 571/570 SM (Yeh 1:1,2; 29:17). Nabi Yehezkiel, 

dari lokasinya di Babel, mendapat penglihatan tentang kejatuhan dan pemulihan bangsa Israel; 

sementara rekannya yang lebih tua, Yeremia, di Yerusalem, sesungguhnya melihat nafas Kerajaan 

Yehuda yang sedang sekarat (Yer 1:1-3).  

 

Selama abad ke-8 Yer 7 SM, penguasa Asyur yang kejam menekan kerajaan Israel dan Yehuda. 

Kerajaan Utara jatuh pada tahun 721 SM; namun  Yehuda, meskipun sudah sangat lemah, berusaha 

untuk bertahan lebih lama daripada musuhnya. Saat pemerintahan Ashurbanipal (669-633 SM), 

kekaisaran Asyur mulai melemah. Mesir melepaskan diri dari Asyur pada tahun 655 SM. Selama 

beberapa tahun Asyur berperang melawan Babel dan Media. Ibu kota Asyur kuno, Asyur, menyerah 

pada tahun 614 SM, dan Niniwe yang telah lama jaya benar-benar dihancurkan pada tahun 612 SM. 

Pada tahun 607 SM, sisa-sisa kerajaan Asyur telah berakhir.  

 

Dengan memanfaatkan kejatuhan Asyur, Yosia (640/639-609/608), raja besar terakhir Yehuda 

memperkuat kerajaannya. Masa pemerintahannya yang cemerlang terhenti oleh pertempuran di 

Megido dengan Firaun-Nekho II dari Mesir, yang sedang berupaya untuk membantu kekaisaran Asyur 

sebagai benteng perlindungan melawan orang Kasdim (2Raj 23:29). Salum atau Yoahas (Yer 22:10-

12; Yeh 19:2-4), yang menggantikan ayahnya Yosia, dibuang ke Mesir setelah memerintah selama 

tiga bulan, dan Yoyakim, anak Yosia yang lebih tua, diangkat menjadi raja oleh Nekho (2Raj 23:31-

35).  

 

Bangsa Mesir di bawah kekuasaan Nekho dikalahkan oleh Nebukadnezar (disebut juga 

Nebukadnezar) di Karkemis di Sungai Efrat pada tahun 605 SM (Yer 46:2). Bangsa Kasdim menjadi 

penguasa dunia yang baru (2Raj 24:7), di mana Yehuda menjadi daerah jajahan. Yoyakim (608-597 

SM) menganiaya para nabi (Yer 7;  26;  36), menghancurkan kehidupan rohani bangsa itu (Yer 7:1-

15; 13; 16-20; bdg. Yeh 8), dan menunjukkan dirinya sebagai seorang tiran ya