D. Beberapa Pelajaran tentang Menikmati Hidup Pkh 11:9-12:8
IX. PENUTUP PKH 12:9-14
A. Tujuan Sang #/TB Pkh 12:9,10
B. Pujian Atas Ajaran-ajarannya Pkh 12:11,12
C. Kesimpulan dari Soal ini Pkh 12:13,14
KIDUNG AGUNG
NAMA, KEPENULISAN, DAN INTEGRITAS.
Kitab ini termasuk dalam lima megilloth, atau kitab-kitab gulungan, yang tiap tahun dibaca oleh
bangsa Yahudi pada hari kedelapan dari Paskah. Judul Kidung Agung (Kid 1:1) merupakan
terjemahan harfiah dari bahasa Ibrani Shîr hashshîrîm. Pengulangan kata benda dalam bentuk jamak
genitif yaitu gaya Ibrani untuk menunjukkan sifat khusus Kidung itu: yakni yang paling bagus atau
paling unggul dari antara semua kidung (bdg. Kej 9:25; Kel 26:33; Pkh 1:2).
Walaupun ayat pertama dari pasal Kid 1 dapat juga dibaca: "Kidung Agung tentang atau mengenai
Salomo," pandangan tradisional menganggap Raja Salomo sebagai penulis Kidung Agung, sebab isi
kitab ini cocok sekali dengan karunia hikmat luar biasa yang kita tahu dimiliki oleh Salomo
(1Raj 4:32,33), dan tidak. ada cukup alasan untuk menyimpang dari pendapat sejarah ini.
Kesatuan kitab ini hampir tidak dapat dibantah. Pengulangan-pengulangan yang sama ada dalam
Kid 2:7; 3:5; 8:4; penggambarannya sama di sepanjang kitab ini; dan tokoh-tokoh yang sama muncul
berulang-ulang.
PENAFSIRAN.
Mengenai gaya sastranya, Kidung Agung jelas merupakan syair asmara. Yang sulit ialah bagaimana
menafsirkannya. Berikut ini yaitu beberapa dari banyak penafsiran yang telah dikemukakan.
1. ALEGORIS.
Ini yaitu penafsiran yang lazim di antara bangsa Yahudi dari zaman kuno, dan dari mereka
penafsiran itu diteruskan kepada Gereja Kristen. Orang-orang Yahudi menganggap Kidung itu
sebagai mengekspresikan hubungan kasih antara Allah dengan umat-Nya. Gereja Kristen melihat
di dalam Kidung ini refleksi kasih antara Kristus dengan Gereja. Pada dasarnya Hengstenberg dan
Keil mendukung pendapat ini.
2. PANDANGAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN DRAMA.
Inti dari pandangan ini, sebagaimana disokong oleh Franz Delitzsch, yaitu bahwa Kidung ini
merupakan sebuah drama yang menggambarkan Salomo telah jatuh cinta kepada seorang gadis
dusun, wanita Sulam, yang diboyongnya ke istana raja di Yerusalem. Suatu bentuk khusus
dari pandangan ini, hipotesis gembala, memperkenalkan tokoh ketiga, yaitu seorang gembala, ke
dalam Kidung ini, yang kepadanya si gadis Sulam tetap setia, walaupun Salomo merayunya.
3. PANDANGAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN LAMBANG.
Pandangan ini juga berpendapat bahwa di dalam Kidung itu digambarkan hubungan kasih yang
agung antara Kristus dengan Jemaat. Raja Salomo dianggap sebagai lambang untuk Kristus,
sedang mempelai wanita melambangkan Jemaat. Pandangan ini berbeda dengan pandangan
alegoris, sebab berusaha menggunakan dengan sebaik-baiknya bahasa asli Kidung Agung tanpa
mencari makna khusus dalam setiap frasa, seperti pandangan alegoris.
4. PANDANGAN ALAMIAH ATAU PANDANGAN HARFIAH.
Prinsip dasar pandangan ini yaitu bahwa Kidung ini merupakan syair yang memuji cinta
manusia. Dari titik itu, oleh sebab kitab ini termasuk dalam kanon Alkitab, maka para penganut
pandangan ini mungkin sangat berbeda pendapat mengenai pentingnya kidung cinta ini. Tafsiran
ini dibuat berdasar asumsi bahwa pandangan alamiah yaitu benar.
Dengan menerima pendekatan ini, arti kanonik dari Kidung Agung bisa dinyatakan sebagai berikut;
a. Kitab ini dinamakan "kidung agung," dan dapat dipahami demikian. Ini yaitu kidung yang
mungkin sekali dinyanyikan oleh Adam di Firdaus, saat Tuhan dengan pemeliharaan-Nya yang
bijaksana membawa Hawa kepadanya untuk menjadi istri. Dengan bahasa yang teras terang namun
bersih kitab ini memuji kasih timbal balik antara suami dan istri; dan sebab nya mengajar kita
untuk tidak merendahkan keindahan fisik dan kasih dalam pernikahan sebagai kasih yang rendah
derajatnya. sebab semua itu yaitu anugerah dari sang Pencipta kepada makhluk ciptaan-Nya
(bdg Yak 1:17), maka hal-hal itu yaitu baik dan sempurna pada tempatnya dan untuk tujuannya.
Kitab ini memberi peringatan keras terhadap dualisme tidak alkitabiah yang menganggap hal-
hal fisik dan materi kurang bernilai dibandingkan dengan hal-hal rohani, dan yang memuji keadaan
tidak menikah sebagai lebih mulia daripada keadaan menikah.
b. Sebagai imbangan dari (a), Kidung ini mengajar kita untuk tidak mengagungkan keindahan fisik
dan mengidolakan aspek biologis dari perkawinan. Meskipun kecantikan dan keindahan fisik
digambarkan secara terus terang, hubungan kasih yang digambarkan dalam Kidung ini bersifat
mulia. Di mana pun, gambarannya tidak ada yang mendekati apa yang mungkin dianggap cabul
dan tak bermoral. Jadi, kepada kita Kidung ini menunjukkan hubungan kasih yang ideal dalam
perkawinan. (Mengenai terpisahnya dua kekasih yang dibicarakan itu, lihat tafsirannya). Rasul
Paulus memakai perkawinan untuk mengilustrasikan sifat kasih antara Kristus dan Jemaat-Nya
(Ef 5), namun tentu tidak semua perkawinan mencerminkan ikatan kasih yang intim ini. Hanya
hubungan perkawinan yang sesuci yang digambarkan dalam Kidung ini yang dapat bermanfaat
untuk tujuan ini.
c. Membaca kitab ini, tanpa membangkitkan pikiran-pikiran Yang menjurus pada kenikmatan
indriawi, semestinya akan membuat kita memuliakan sang Pencipta yang menjadikan manusia
menurut gambar-Nya, yang menciptakan tubuh manusia indah, Yang membuat Adam
menginginkan teman seperti dirinya namun berjenis lain, dan yang membawa pengantin wanita
pertama-puncak dari karya penciptaan-kepada mempelai laki-laki yang mengaguminya. Membaca
kitab ini semestinya juga menyadarkan kita akan berbagai kelalaian penuh dosa dalam sikap kita
terhadap lawan jenis secara umum, dan khususnya dosa-dosa kedagingan kita dalam pernikahan.
Jadi, melalui kitab inilah Roh Kudus akan membawa orang berdosa kepada Kristus, yang yaitu
juga Penebus dan Pengudus ikatan pernikahan suci. Melihat serta mengalami kemurnian dan
kekudusan ikatan kasih duniawi ini juga akan membuat kita lebih memahami hubungan kasih yang
surgawi dan kekal, yaitu ikatan kasih yang murni tanpa cela dan yang tak dapat dibinasakan antara
Kristus dan Jemaat-Nya.
KIDUNG AGUNG
(KITAB INI TIDAK MENUNJUKKAN PEMBAGIAN YANG JELAS. BERIKUT INI yaitu
GARIS BESAR YANG DIUSULKAN)
I. KASIH TIMBAL BALIK ANTARA MEMPELAI wanita DAN MEMPELAI
LAKI-LAKI (KID 1:1-2:7).
II. MEMPELAI wanita BERCERITA TENTANG MEMPELAI LAKI-LAKINYA.
IMPIAN PERTAMANYA TENTANG DIA (KID 2:8-3:5).
III. PUJIAN SELANJUTNYA DARI MEMPELAI LAKI-LAKI TERHADAP KECANTIKAN
MEMPELAI wanita NYA. KERINDUAN MEMPELAI wanita AKAN
MEMPELAI LAKI-LAKI (KID 6:4-8:4).
IV. PERNYATAAN-PERNYATAAN TERAKHIR MENGENAI KASIH TIMBAL BALIK
(KID 8:5-14).
YESAYA
Yesaya bin Amos rupanya yaitu orang sangat terhormat di Yerusalem yang mempunyai kebebasan
untuk masuk ke istana raja, dan merupakan penasihat kepercayaan Raja Hizkia. Pelayanannya dimulai
sejak Raja Uzia meninggal pada tahun 740 SM (kalau tidak lebih awal lagi) sampai masa
pemerintahan Raja Manasye yang menyembah berhala. Barangkali dia dianiaya dan dibunuh sebagai
martir oleh raja ini. Menurut cerita tradisi, dia dibunuh dengan digergaji hingga hancur
(bdg Ibr 11:37*). Kelihatannya dia tidak lagi berkhotbah di muka umum setelah Manasye naik takhta
tahun 698 SM, namun membatasi penyampaian pesannya dalam bentuk tertulis yang tersimpan dalam
pasal Yes 40* sampai 66. Pengaruh politiknya yang menonjol terjadi pada tahun yang genting, yaitu
701 SM saat bangsa Asyur menyerbu serta mengancam akan menghancurkan Kerajaan Yehuda dan
membawa penduduknya sebagai budak ke pembuangan. Melalui doa syafaatnya kepada Allah, bahaya
mengerikan ini hilang secara ajaib. Sisa-sisa pasukan Sanherib mundur secara memalukan ke Niniwe.
LATAR BELAKANG SEJARAH.
Selama masa genting pada separuh terakhir abad kedelapan SM inilah, Israel, yaitu Kerajaan Utara
(Kesepuluh Suku) mengalami kemerosotan drastis dan menyedihkan sesudah Raja Yerobeam II yang
dihormati itu mangkat. Samaria akhirnya hancur sesudah serangan hebat tahun 722 SM. Rentetan
panjang pemerintahan raja-raja yang fasik dan teras berkurangnya iman yang alkitabiah
mengakibatkan kejatuhan Israel. Yehuda di bawah pimpinan Raja Ahaz yang korup dan berakhlak
rendah tampaknya siap mengikuti contoh menyedihkan kemurtadan Israel, dan meminta perlindungan
serta pertolongan kepada bangsa Asyur yang kafir, bukan kepada Allah perjanjian mereka, yaitu
TUHAN (Yahweh). Yesaya dan Mikha dengan tekun mengecam keras ketidaksetiaan seperti ini. Pada
tahun 726 SM kerajaan diperintah oleh Hizkia bin Ahaz yang takut akan Allah. Dia memusnahkan
sebagian besar bukit-bukit pengurbanan tempat pemujaan berhala, bahkan yang didedikasikan untuk
TUHAN (bertentangan dengan Taurat-Nya) dan meningkatkan keadaan melek Alkitab pada seluruh
bangsa. Penyakit yang hampir merenggut nyawanya telah membuat Hizkia makin saleh dan gerakan
pembaharuan pun berlanjut. namun , Yehuda masih mengikuti politik yang menyesatkan, dengan
bersandar kepada sekutu-sekutunya yaitu bangsa kafir, walaupun Yesaya dengan tulus memberi
peringatan terhadap persekongkolan dengan Mesir. Sebagaimana dinubuatkan sang nabi,
mengandalkan kekuatan duniawi bangsa Mesir (dan bukan mengandalkan perlindungan Allah saja)
terbukti nyaris fatal. Pasukan Mesir tercerai-berai oleh serangan gencar mesin perang Sanherib, dan
hanya campur tangan ilahi yang menyelamatkan kerajaan Hizkia dari kehancuran. Pada saat yang
kritis inilah raja ini benar-benar berbalik dari kecenderungannya mengabaikan peringatan-
peringatan Allah (yang disampaikan Yesaya kepadanya), dan bangkit mencapai tingkat iman yang
demikian tinggi serta kepercayaan yang demikian murni sehingga Tuhan melihat layak untuk
mengabulkan doanya.
Hizkia mampu mempertahankan saat mulia ini beberapa tahun saja. Kemudian anak laki-lakinya yang
keras kepala, Manasye, memegang tampuk kekuasaan. Dia siap mendengar nasihat kaum bangsawan
yang berpikiran duniawi, yang sudah lama mendongkol sebab keharusan menjalani kemurnian
agama yang diberlakukan oleh ayahnya; dengan semangat "berpikiran luas" dia mengizinkan lagi
praktik penyembahan berhala. Perlahan-lahan dia sendiri menyembah berhala, lalu secara kejam
menyiksa orang-orang yang setia mempertahankan iman sebagaimana dimiliki ayahnya. Bangsa ini
menyimpang dari ajaran Tuhan dan mengalami kehancuran moral secara umum. Raja dan para
bangsawannya, yang mengeksploitasi warga banyak untuk kepentingan sendiri, memenuhi Yerusalem
dengan pertumpahan darah dan perampasan. Dalam keadaan moral yang bejat dan merosot ini Yesaya
diberi serangkaian penyataan luar biasa yaitu melihat ke depan pada serbuan bangsa Babel pada abad
Page 71 of 130
berikutnya, dan lebih jauh kepada zaman Pemulihan, saat Persemakmuran Bangsa Yahudi Kedua
akan didirikan di Negeri Perjanjian.
TEORI-TEORI KRITIS TENTANG KEPENULISAN.
Sebagian besar berdasar asumsi bahwa nubuat bersifat ramalan yang asli yaitu mustahil,
penganut rasionalis yang meneliti Alkitab dari segi sejarah dan sastra telah membantah keaslian dari
Yes 40; 41; 42; 43; 44; 45; 46; 47; 48; 49; 50; 51; 52; 53; 54; 55; 56; 57; 58; 59; 60; 61; 62; 63;
64; 65; 66 sejak abad delapan belas. Penulis pasal-pasal ini kelihatannya mengetahui tentang
kejatuhan Yerusalem (satu abad sesudah Yesaya meninggal), juga tentang pemulihan atau kepulangan
kembali bangsa Yahudi ke Yerusalem dari pembuangan, sesudah Babel jatuh ke tangan bangsa Persia
pada tahun 539 SM. sebab itu, bagian mengenai "Yesaya" ini pasti ditulis oleh pengarang tidak
dikenal-"Deutero-Yesaya" -yang hidup setidak-tidaknya 130 tahun sesudah kematian nabi abad
delapan SM itu.
Untuk mendukung pendapat ini dikemukakan argumen:
a. Bahwa pandangan tentang masa akan datang tidak mungkin dipertahankan pada beberapa besar
pasal seperti itu;
b. Bahwa nama sebenarnya dari raja Persia yang menyerbu, yaitu Pertama, Koresy yang ditentukan
untuk membebaskan bangsa Yahudi dari pembuangan tidak mungkin sudah diketahui satu
setengah abad sebelum peristiwa itu sendiri. Akan namun , sebetulnya pandangan tentang masa akan
datang sama sekali tidak dipertahankan sepanjang dua puluh tujuh pasal ini; banyak bagian
berbicara mengenai persoalan-persoalan yang sezaman dengan Yesaya yang sesuai sejarah.
Kedua, Kitab Suci tidak ragu-ragu memberitahukan sebelumnya nama-nama tertentu bila perlu.
Seorang nabi atau abdi Allah dari Yehuda sudah meramalkan atau menyebutkan nama Raja Yosia
tiga abad sebelum zamannya (1Raj 13:2) untuk memberi kepastian bahwa kehancuran yang
akan terjadi atas mezbah berhala Yerobeam di Betel merupakan ketetapan Allah. Nama Betlehem
secara spesifik disebutkan sebagai tempat lahir Mesias (Mi 5:2,3) tujuh abad sebelum kejadiannya.
Lagi pula, harus diakui bahwa di seluruh Kitab Yesaya yang terdiri atas enam puluh enam pasal
itu, penekanan yang luar biasa diberikan pada nubuat bersifat ramalan sebagai jaminan ilham
Allah. Beberapa ramalan segera digenapi (terluputnya Yerusalem dari serbuan Sanherib melalui
cara yang adikodrati-Yes 37:33-35; penaklukan Damsyik dalam tiga tahun oleh bangsa Asyur;
penghancuran Samaria selama dua belas tahun-Yes 7:16; mundurnya bayang-bayang pada jam
matahari-Yes 38:8). Nubuat-nubuat yang lain dimaksudkan untuk waktu akan datang yang lebih
jauh (mis., kemuliaan yang pasti turun ke Galilea sehubungan dengan Mesias-Yes 9:2,3; bdg. Mat
4:15,16; penghancuran Babel oleh bangsa Media atau orang Madai sampai akhirnya hancur sama
sekali sehingga menjadi tempat terkutuk dan tidak dihuni orang selamanya-Yes 13:17,19,20).
Hendaknya diperhatikan bahwa tepat pada masa pemerintahan Manasye yang fasik itulah (696-641
SM) kelangsungan hidup iman yang sejati benar-benar diuji. sebab nya, inilah waktu yang paling
tepat bagi TUHAN sang Penggenap janji untuk mendemonstrasikan kemahakuasaan-Nya dan
otoritas-Nya dengan memberitahukan satu abad atau dua abad sebelumnya hukuman apa yang
akan dijatuhkan-Nya kepada Yehuda yang murtad dan kepada Babel yang menentang Allah. Tes
mengenai penggenapan nubuat ini akan memberi bukti yang tidak dapat disangkal mengenai
pesan Yesaya yang mengandung otoritas ilahi: "Siapakah seperti Aku? Biarlah ia menyerukannya,
biarlah ia memberitahukannya… hal-hal yang akan datang? Apa yang akan tiba, biarlah mereka
berhala-berhala memberitahukannya… sebab memang dari dahulu telah Kukabarkan dan
Kuberitahukan hal itu kepadamu. Kamulah saksi-saksi-Ku!" (Yes 44:7,8). (Bdg. Yes 41:21-23,26;
42:9,23; 43:9,12.)
Diduga bahwa "Deutero-Yesaya" hipotetis ini yaitu salah seorang Yahudi dalam pembuangan
sekitar tahun 550 SM, jadi ia tinggal dan menulis di Babel. namun , itu tidak mungkin cocok dengan
bukti internal. Yes 40; 41; 42; 43; 44; 45; 46; 47; 48; 49; 50; 51; 52; 53; 54; 55; 56; 57; 58; 59; 60;
61; 62; 63; 64; 65; 66 menunjukkan kalau penulisnya kurang mengenal geografi Babel, namun dia
sangat mengenai geografi Palestina. Pohon-pohon yang disebut yaitu asli Palestina dan tidak dikenal
di Babel (pohon aras, pohon saru, pohon tarbantin-Yes 44:14; 41:19). Sudut pandangnya yaitu dari
Palestina, sebab dikatakan bahwa Tuhan menyampaikan pesan ke Babel
(Yes 43:14); Israel digambarkan sebagai benih Abraham yang diambil Tuhan dari "ujung-ujung
bumi" (Yes 41:9), atau dari "timur," atau dari "negeri yang jauh" (Yes 46:11). Orang-orang yang
sezaman dengan sang nabi diasumsikan tinggal di Palestina, bukan di negeri pengasingan. Misalnya:
"Bukan! Berpuasa yang Kukehendaki, ialah supaya engkau membuka belenggu-belenggu kelaliman,
dan melepaskan tali-tali kuk." Kesimpulan yang tidak bisa dibantah di sini yaitu bahwa bangsa
Yahudi masih mempertahankan sistem peradilan dan pengelolaan keadilan (atau ketidakadilan)
mereka sebagai bangsa merdeka, bukan sebagai tawanan yang hidup di negara asing.
Beberapa kritikus yang lebih belakangan (seperti Bernhard Duhm) telah meninggalkan pendapat
bahwa bagian dari Yes 40; 41; 42; 43; 44; 45; 46; 47; 48; 49; 50; 51; 52; 53; 54; 55; 56; 57; 58; 59;
60; 61; 62; 63; 64; 65; 66 ditulis di Babel, namun tetap berpendapat bahwa itu baru ditulis pada bagian
akhir dari masa Pembuangan atau bahkan satu. abad kemudian dari masa Pembuangan. namun teori
ini juga bertentangan dengan data dari teks itu sendiri. Kejahatan-kejahatan yang disebut dalam Yes 1
masih tercatat merajalela dalam dua puluh tujuh pasal terakhir. Kemunafikan berjaya dalam agama
(bdg. Yes 29:13; 58:2-4); pertumpahan darah dan kekerasan yaitu hal biasa setiap hari (Yes 1:15;
59:3,7); tipu daya, ketidakadilan dan penindasan merajalela tak terkendali (Yes 10:1,2; 59:3-9).
Kemerosotan akhlak dan kebejatan moral yang sama dicatat dalam Yes 59:1-8 sebagai ciri
pemerintahan Manasye, yang "mencurahkan darah orang yang tidak bersalah… hingga dipenuhinya
Yerusalem dari ujung ke ujung" (2Raj 21:16). Yang paling menentukan dari semua ialah kenyataan
bahwa dalam Kitab Yesaya bagian II, penyembahan berhala muncul sebagai kejahatan yang umum
dan meluas di antara orang-orang Yahudi yang sezaman dengan sang nabi. "Tentang siapakah kamu
berkelakar… hai orang-orang yang terbakar oleh hawa nafsu dekat pohon-pohon keramat, di bawah
setiap pohon yang rimbun, hai orang-orang yang menyembelih anak-anak di lembah-lembah, di dalam
celah-celah bukit batu" (Yes 57:4,5; bdg Yes 65:2,3; 66:17 yang juga berbicara tentang kebiasaan
orang Yahudi sezamannya). Para kritikus dari berbagai aliran hampir secara universal mengakui
bahwa Yehuda terbebas sama sekali dari praktik penyembahan berhala sesudah pembuangan ke
Babel. Banyak kejahatan lain dan dosa-dosa bangsa dicela dan dibahas dalam catatan-catatan pasca-
Pembuangan, Ezra, Nehemia, dan Maleakhi, seperti perkawinan dengan wanita asing, penindasan
orang miskin oleh orang kaya, pelanggaran terhadap peraturan hari Sabat, dan menahan persepuluhan.
namun , penyembahan berhala tidak pernah disebut dalam bentuk apa pun, walaupun dalam catatan-
catatan pra-Pembuangan banyak dibicarakan serta dicela keras sebagai dosa nomor satu Israel. Satu-
satunya kesimpulan logis yang bisa ditarik dari bukti ini yaitu bahwa bagian-bagian yang anti
penyembahan berhala ini ditulis sebelum zaman Pembuangan. Dan oleh sebab bagian-bagian
ini ada dalam konteks dari bagian selebihnya dari Yesaya bagian II (demikian juga Yes
44:9-20 dan bagian-bagian lain), maka yaitu benar-benar masuk akal jika diasumsikan bahwa dua
puluh tujuh pasal ini ditulis sebelum jatuhnya Yerusalem pada tahun 587 SM. Tidak ada
sedikitpun bukti internal yang mendukung teori mengenai Yesaya Kedua, terlepas dari prasangka
filosofis yang menentang kemungkinan adanya nubuat bersifat ramalan. Pada setiap aspek yang
diteliti, satu-satunya tempat asli yang memenuhi data teks yaitu Palestina; dan satu-satunya waktu
penulisan yang cocok dengan bukti internal ialah tanggal sebelum pembuangan, dan secara lebih
khusus yaitu pada masa pemerintahan Manasye.
Gelar "Yang Mahakudus, Allah Israel," yang dipakai secara dominan oleh Yesaya untuk menyebut
Allah menguatkan kesatuan penulisan dari keenam puluh enam pasal Kitab Yesaya. Gelar atau
sebutan ini hanya muncul lima kali pada bagian selebihnya dari Perjanjian Lama, namun muncul
dua belas kali dalam tiga puluh sembilan pasal pertama Kitab Yesaya dan dua puluh empat kali dalam
Page 73 of 130
dua puluh tujuh pasal terakhir. Banyak frasa dan gaya bahasa kiasan yang unik yang dipakai di bagian
pertama kitab ini muncul kembali di bagian kedua (bdg. Yes 55:10; 51:11; 11:9; 65:25;
1:11,14; 43:24). Kesatuan ini juga dikuatkan oleh keterangan-keterangan dalam Perjanjian Baru,
khususnya dalam Yoh 12:38-41, di mana Yohanes mengutip mula-mula dari Yes 53:1 dan kemudian
dari Yes 6:9 lalu disusul dengan komentarnya, "Hal ini (yakni, dua kutipan ini) dikatakan Yesaya,
sebab ia telah melihat kemuliaan-Nya dan telah berkata-kata tentang Dia." Seandainya yang menulis
dua bagian Kitab Yesaya ini bukan pengarang yang sama maka pasti rasul yang diilhami ini keliru,
dan seluruh catatan Injilnya terbuka untuk dicurigai sebagai tidak dapat dipercaya.
YESAYA
BAGIAN-BAGIAN POKOK GARIS BESAR INI MENGIKUTI ANALISIS SANGAT BAGUS
DARI B. F. COPASS DALAM THE PRINCE OF THE PROPHETS.
JILID I. TEGURAN DAN JANJI, Yes 1:1-6:13
• Khotbah I. Pemberontakan Diperhadapkan dengan Hukuman dan Anugerah Yes 1:1-31
• Khotbah II. Hukuman atas Dosa sebagai Persiapan untuk Menyongsong Kemuliaan Yes 2:14:6
• Khotbah III. Hukuman dan Pembuangan yang Akan Menimpa Israel Yes 5:1-30
• Khotbah IV. Sang Nabi Disucikan dan Ditugaskan oleh Allah Yes 6:1-13
JILID II. IMANUEL Yes 7:1-12:6
• Khotbah I. lmanuel Ditolak oleh Hikmat Duniawi Yes 7:1-25
• Khotbah II. Penyelamatan oleh Mesias Digambarkan Sebelumnya Yes 8:1-9:8
• Khotbah III. Samaria yang Congkak Dihukum dalam Pembuangan Yes 9:9-10:4
• Khotbah IV. Kerajaan Dunia Hancur; Kerajaan Mulia akan Datang Yes 10:5-12:6
A. Alat Allah untuk Menghukum pada Gilirannya Dihukum Yes 10:5-34
B. Mesias akan Memulihkan dan Memerintah Yes 11:1-16
C. Nyanyian Syukur dan Kemenangan Orang-orang yang Ditebus Kristus Yes 12:1-6
JILID III. BERBAGAI UCAPAN ILAHI TENTANG HUKUMAN ATAS BANGSA-
BANGSA LAIN Yes 13:1-23:18
• Ucapan Ilahi I. Kejatuhan Babel; Rajanya Dibuang ke dalam Dunia Orang Mati Yes 13:1-14:27
• Ucapan Ilahi II. Kehancuran Filistea Yes 14:28-32
• Ucapan Ilahi III. Kehancuran Moab Yes 15:1-16:14
• Ucapan Ilahi IV. Kehancuran Damsyik dan Samaria Yes 17:1-14
• Ucapan Ilahi V. Kehancuran dan Pertobatan Etiopia Yes 18:1-7
• Ucapan Ilahi VII. Babel akan Ditaklukkan dan Berhala-berhalanya Dihancurkan Yes 21:1-10
• Ucapan Ilahi VIII. Kekalahan bagi Edom; Kemenangan bagi Israel Yes 21:11,12
• Ucapan Ilahi IX. Dedan dan Kedar akan Dihancurkan Yes 21:13-17
• Ucapan Ilahi X. Kejatuhan Yerusalem Diramalkan; Elyakim akan Menggantikan Sebna Yes 22:1-
25
• Ucapan Ilahi XI. Kehancuran serta Perbudakan atas Tirus Yes 23:1-18.
JILID IV. TEGURAN DAN JANJI UMUM, I. (Yes 24:1-27:13)
• Khotbah I. Hukuman Universal terhadap Dosa Universal Yes 24:1-23
• Khotbah II. TUHAN Dipuji sebagai Penyelamat dan Penghibur dari Sion Yes 25:1-12
• Khotbah III. Para Penindas akan Dihukum, namun Umat Allah Diselamatkan Yes 27:1-13
JILID IV. UCAPAN CELAKA ATAS ORANG ISRAEL YANG TIDAK PERCAYA
Yes 28:1-33:24
• Khotbah I. Hukuman Bagi Pemabuk-pemabuk Efraim dan Orang Yahudi Pencemooh Yes 28:1-29
• Khotbah II. Malapetaka yang Akan Datang bagi Orang-orang Munafik Yes 29:1-24
• Khotbah III. Mengandalkan Kekuatan Mesir versus Mengandalkan Allah Yes 30:1-33
• Khotbah IV. Allah, Bukan Mesir yang akan Merupakan Perlindungan bagi Yerusalem Yes 31:1-9
• Khotbah V. Puncak Keselamatan Israel dan Pemulihan Rohaninya Yes 32:1-20
• Khotbah VI. Hukuman bagi Para Pengkhianat dan Kemenangan Kristus Yes 33:1-24
JILID VI. TEGURAN DAN JANJI UMUM, II. YES 34:1-35:10
• Khotbah I. Kehancuran Total Penguasa-penguasa Dunia Yes 34:1-17
• Khotbah II. Berkat pada Jalan Kekudusan Yes 35:1-10*
JILID VII. MENGENAI HIZKIA YES 36:1-39:8
• Yehuda Terhindar dari Kehancuran Yes 36:1-37:38
Adegan 1. Asyur sebagai Kekuatan Dunia Menantang TUHAN Yes 36:1-22
Adegan 2. Tuhan Menjawab dan Menghukum Asyur Yes 37:1-38
• Raja Yehuda Terhindar dari Kehancuran Yes 38:1-39:8
Adegan 1. Hizkia Sembuh dari Penyakit Mematikan Yes 38:1-22
Adegan 2. Kesombongan Bodoh Hizkia dan Teguran Allah Yes 39:1-8.
JILID VIII. MENGENAI PENGHIBURAN YES 40:1-66:24
Bagian I. Tujuan Damai Sejahtera Yes 40:1-48:22
• Khotbah I. Keagungan Tertinggi TUHAN, Sang Penghibur Yes 40:1-31
• Khotbah II. Tantangan Allah pada Para Penyembah Berhala Yes 41:1-29
• Khotbah III. Hamba TUHAN-Pribadi maupun Bangsa Yes 42:1-25
• Khotbah IV. Bangsa Saksi Tuhan Diselamatkan dari Perbudakan Bangsa Kasdim Yes 43:1-28
• Khotbah V. Kesaksian Israel bagi Allah Melawan Berhala-berhala Yes 44:1-28
• Khotbah VI. Datangnya Pelepas dari Bangsa Lain, dan Pertobatan Orang-orang Kafir Yes 45:1-25
• Khotbah VII. Babel Runtuh dan Israel Terpelihara Yes 46:1-47:15
• Khotbah VIII. Kehormatan Allah akan Dijunjung Tinggi sebab Kelepasan Israel Yes 48:1-22
BAGIAN II. Raja Damai Yes 49:1-57:21
• Khotbah I. Mesias akan Memulihkan Israel dan memberi Terang bagi Bangsa-bangsa Lain Yes
49:1-26
• Khotbah II. Keadaan Berdosa Israel dan Ketaatan Hamba TUHAN Yes 50:1-11
• Khotbah III. Dorongan Agar Bersandar kepada Allah, Bukan Takut kepada Manusia Yes 51:1-16
• Khotbah IV. Israel Diminta untuk Bangun dan Berpaling pada Kebaikan Allah Yes 51:17-52:12
• Khotbah V. Hamba TUHAN Mengadakan Pendamaian Mengganti Orang Lain Yes 52:13-53:12
• Khotbah VI. Berkat-berkat yang Dihasilkan bagi Israel dan Gereja Yes 54:1-17
• Khotbah VII. Anugerah Allah kepada Orang-orang Berdosa, Bertobat Yes 55:1-13
• Khotbah VIII. Bangsa-bangsa Lain akan Ikut Menerima Berkat Keselamatan Israel Yes 56:1-8
• Khotbah IX. Celaan Terhadap Para Pemimpin Israel yang Fasik Yes 56:9-57:21
BAGIAN III. Rencana Damai Sejahtera Yes 58:1-66:24
• Khotbah I. Ibadah Palsu Dibedakan dengan Ibadah yang Sejati Yes 58:1-14
• Khotbah II. Pengakuan Israel dan Penyelamatan oleh Allah Yes 59:1-21
• Khotbah III. Terang dan Damai Sejahtera Umat yang Ditebus Allah Yes 60:1-22
• Khotbah IV. Injil Pembawa Sukacita dari Oknum Yang Diurapi Yes 61:1-11
• Khotbah V. Pemulihan Sion; Kebinasaan Bangsa Kafir Yes 62:1-63:6
• Khotbah VI. Permohonan Israel akan Pertolongan, berdasar Kasih Setia TUHAN pada Masa
Lalu Yes 63:7-64:12
• Khotbah VII. Kasih Setia Allah Disediakan bagi Israel Rohani Yes 65:1-25
• Khotbah VIII. Berkat bagi Orang Beriman Sejati pada Zaman Akhir Yes 66:1-24
YEREMIA
MASA HIDUP YEREMIA.
Setelah wafatnya Salomo dan terpecahnya kerajaannya, sejarah Kerajaan Yehuda kelihatan mencatat
empat kemerosotan keagamaan dan tiga kebangunan rohani. Yosia (640-609 SM) yaitu raja terakhir
yang baik. Selama pemerintahannya terjadi kebangunan rohani terkenal, sebab penemuan gulungan
kitab Hukum Taurat. Ini merupakan kebangunan rohani terakhir. Sesudah zaman ini sejarah Yehuda
mencatat kemerosotan politik, moral, serta keagamaan secara terus-menerus, dan mencapai
puncaknya pada pembuangan ke Babel. Periode terakhir kemerosotan ini merupakan masa pelayanan
Nabi Yeremia.
Ini yaitu periode di mana kerajaan Babel baru itu muncul. Pada pertengahan periode Kerajaan yang
Terbagi Dua, Asyur menguasai kawasan "Bulan Sabit yang Subur." namun , sesudah ibu kota Niniwe
jatuh tahun 612 SM, Kerajaan Asyur terpecah, plan Babel menjadi pusat peradaban dunia. Upaya sia-
sia bangsa Mesir memanfaatkan kekuasaannya selama terjadi krisis pada kerajaan-kerajaan ini
meninggalkan bekas pada kisah Alkitab. Sebetulnya, menurut sumber-sumber Alkitab ada dua
kelompok di istana Yerusalem. Kelompok pro-Mesir menganggap Mesir sedang bangkit sebagai
kekuatan dunia, dan bangsa Yahudi hendaknya mengandalkan Mesir sebagai pertahanan terhadap
serangan Babel. Sementara kelompok pro-Babel melihat bahwa Babel yang sedang naik bintangnya
ini mempunyai kekuatan tak terkalahkan dan mereka mendesak agar tunduk kepada Babel sebagai
harga untuk kelangsungan hidup bangsa Yahudi. Nabi memperingatkan bangsanya untuk tidak
mengandalkan Mesir maupun Babel, melainkan mengandalkan Allah.
Yeremia memulai pelayanannya dalam tahun ketiga belas pemerintahan Yosia (626 SM), lima tahun
sesudah kebangunan rohani. Pelayanannya berlanjut sampai tahun-tahun awal Pembuangan. Dia
meninggal di Mesir, barangkali beberapa tahun sesudah penghancuran Yerusalem tahun 587 SM.
Yosia terbunuh di Megido pada tahun 609 SM dalam usahanya yang gagal untuk menghentikan
Firaun Nekho, yang sedang. dalam perjalanan hendak mendukung Kerajaan Asyur yang hampir
runtuh. Yoahas, putra Yosia, menggantikan ayahnya di Yerusalem. Nekho rupanya menganggap
Yoahas pro-Babel, sebab dia membawanya ke Mesir (setelah memerintah tiga bulan) dan
mengangkat Yoyakim sebagai raja (609-598 SM). Yoyakim yaitu penguasa yang kuat dan sangat
fasik. Dalam beberapa kejadian dia berusaha membungkam Yeremia. Selama pemerintahannya,
Yeremia mendiktekan kitab pertamanya, yang dimusnahkan oleh raja itu (Yer 36). Selama
pemerintahannya juga, pecah pertempuran Karkemis (605 SM), di mana Mesir dipukul oleh putra
mahkota Babel, Nebukadnezar, yang tidak lama kemudian menjadi raja Babel. Lalu kerajaan Babel
mulai menguasai dunia yang dikenal pada waktu itu.
Sesudah menang dalam pertempuran Karkemis, selanjutnya Nebukadnezar menaklukkan Palestina
sehingga Yehuda masuk lingkup pengaruh Babel. Beberapa orang Yahudi (di antaranya Daniel)
dibawa ke Babel pada zaman itu. Belakangan Yoyakim memberontak. Kemudian Yehuda banyak
mengalami kesengsaraan, mungkin termasuk serbuan Babel yang lain terhadap Yerusalem. Yoyakim
meninggal di tengah kerusuhan itu-barangkali menjadi korban kudeta di istana-setelah sebelas tahun
dia memerintah.
Yoyakhin, putra Yoyakim, naik takhta menggantikan ayahnya. Yeremia menyebut raja itu sebagai
Konya dan Yekhonya (Yer 22:24,28; 24:1; 27:20; 29:2). Yoyakhin baru memerintah tiga bulan
saat bangsa Babel menyerang Yerusalem (ini merupakan usaha yang terlambat untuk memukul
pemberontakan Yoyakim) dan membawa Yoyakhin ke Babel (597 SM) bersama pemuka-pemuka
Page 77 of 130
orang Yahudi dan banyak tenaga terampil. Sesudah tiga puluh tujuh tahun dikurung di. sana,
Yoyakhin dilepaskan dari penjara di Babel.
Nebukadnezar mengangkat Zedekia, paman Yoyakhin, menggantikan Yoyakhin. Selama sebelas
tahun dia mempertahankan jabatan yang sulit sebagai taklukan Nebukadnezar. Zedekia seorang yang
lemah, namun dia melindungi Yeremia dari usaha para bangsawan yang ingin membunuhnya dan dia
menerima nasihat Yeremia, walaupun dia tidak pernah mampu untuk melaksanakannya. Tak dapat
disangkal, dia juga mengejar cita-cita untuk merdeka, sehingga harus memberontak. Pada tahun
kesembilan pemerintahan Zedekia, Nebukadnezar memulai pengepungan terakhir atas Yerusalem;
dalam tahun kesebelas (587 SM) pemerintahan Zedekia, kota ini direbut dan dihancurkan.
Zedekia yang dibuat buta dibawa ke Babel bersama banyak orang sebangsanya.
Mengenai berbagai peristiwa di Yehuda setelah penghancuran Yerusalem, kita nyaris hanya
bergantung pada Kitab Yeremia (ps. 40-45). Yeremia dan banyak warga biasa ditinggalkan di negeri
itu di bawah pimpinan Gedalya, gubernur boneka untuk wilayah itu. Sesudah kerusuhan sipil, di mana
Gedalya terbunuh, orang-orang Yahudi tertentu-tidak diragukan mereka yaitu sisa-sisa dari
kelompok pro-Mesir-lari ke Mesir, dengan memaksa Yeremia untuk menyertai mereka ke sana. Di
Mesir sang nabi meninggal.
Kematian Yeremia mengakhiri sejarah kerajaan Ibrani. Perintah Koresy untuk mengizinkan orang-
orang buangan kembali ke Yehuda merupakan tanda awal dari zaman baru Persemakmuran Kedua.
YEREMIA DAN PESANNYA.
Imam Yeremia dipanggil untuk jabatan nabi pada suatu masa yang sangat tidak enak. Kebangunan
rohani Yosia sudah berakhir dan pengaruhnya hanya sebentar. Kemerosotan jelas sedang terjadi.
saat nabi dipanggil untuk jabatan itu, ada isyarat bahwa pesannya pasti tentang hukuman dan bukan
tentang keselamatan. Sepanjang pelayanan panjangnya yang lebih dari 40 tahun, khotbahnya
mencerminkan tema hukuman ini. Sejak awal, Allah telah bangkit dan mengutus hamba-hamba-Nya
yakni para nabi, namun Israel tidak mau mendengarkan. Kini nasib yang diramalkan untuk bangsa
murtad itu dalam Ul 28; 29; 30 tak dapat dihindarkan. Babel akan menyerbu Yehuda, sebab nya yang
paling baik bagi bangsa itu ialah menyerah secara baik-baik, dengan demikian jiwa mereka selamat.
Pesan ini, yang berasal dari orang-orang yang hanya bersandar pada nasionalisme nekat yang mereka
miliki, sama sekali ditolak, dan sang pembawa pesan ditolak bersama pesannya. Yeremia dianggap
sebagai pengkhianat dan tukang ikut campur; orang banyak, para bangsawan, raja-raja berusaha
mencelakakan dia.
Kita memahami kepribadian Yeremia lebih jelas daripada kepribadian nabi lainnya. Ini disebabkan
oleh fakta bahwa kitabnya penuh dengan bagian-bagian otobiografi-"pengakuan-pengakuan
Yeremia." Berbagai curahan suasana hati manusia ini merupakan sebagian dari pernyataan-pernyataan
paling tajam serta menyedihkan mengenai ketegangan orang yang mendapat perintah ilahi, yang bisa
ditemukan di mana saja dalam Alkitab. Curahan hati itu dicatat di bawah ini, yang menunjukkan
kepada kita seorang Yeremia yang lelah, sensitif, takut dengan "muka-muka" orang, seorang yang
akan kita anggap sangat tidak cocok untuk pelayanan yang ditugaskan kepadanya. Bahwa dia dengan
gigih memegang teguh tugas yang diberikan kepadanya selama bertahun-tahun di tengah-tengah
penolakan dan penganiayaan merupakan suatu penghormatan baik untuk semangat orang ini maupun
untuk anugerah Allah, yang tanpanya kepribadian orang ini pasti sudah hancur.
PENGAKUAN-PENGAKUAN YEREMIA
1. Yer 10:23,24
2. Yer 11:18-12:6
3. Yer 15:10-21
4. Yer 17:9-11,14-18
5. Yer 20:7-18
SUSUNAN KITAB.
Kitab Yeremia tidak disusun menurut urutan kronologis. Tafsiran ini memberi tanggal dari
masing-masing bagian atau pasal, yakni waktu terjadinya peristiwa-peristiwa atau nubuat yang
diberitahukan, apabila tanggal itu diketahui. Kita tidak mengetahui mengapa kitab ini disusun
demikian. Semua garis besar Kitab Yeremia agak bersifat seenaknya. Garis besar yang diberikan di
bawah ini berusaha memperlihatkan kesatuan kitab ini .
Dalam keadaan pengetahuan kita sekarang ini, mustahil kita menjelaskan berbagai keadaan waktu
penulisan kitab ini. Banyak penafsir modem menganggap bagian-bagian tertentu bukan ditulis oleh
Yeremia, melainkan oleh para penulis yang belakangan, yang sudut pandangnya jelas berbeda dengan
sudut pandang sang nabi. Sudut pandang tafsiran ini yaitu bahwa da alasan yang cukup untuk
mengikuti sikap konservatif terhadap kepenulisan kitab ini-yaitu bahwa dalam keadaannya sekarang,
kitab ini pada dasarnya yaitu karya Yeremia dan asistennya, Barukh (bdg. Yer 45:1*).
tannya mungkin kitab ini telah mengalami beberapa kali penulisan, dan setiap edisinya memuat bahan
tambahan. Cerita dalam tulisan edisi pertamanya, pemusnahannya, dan penyusunan edisi kedua,
dengan penambahan, diceritakan dalam pasal Yer 36*. Tidak diragukan. ada revisi-revisi secara
berturut-turut. Telah lama diketahui bahwa terjemahan Kitab Yeremia dalam bahasa Yunani,
sebagaimana muncul dalam Septuaginta yang dibuat di Mesir sebelum 132 SM, jauh lebih pendek
daripada kitab bahasa Ibraninya, dari mana terjemahan bahasa Inggris dibuat. Selanjutnya,
Septuaginta menghilangkan banyak pengulangan yang ada pada salinan berbahasa Ibrani, dan sedikit
menyusun ulang materinya. yaitu mustahil sekarang untuk mencapai kesimpulan yang pasti tentang
hubungan antara Septuaginta dengan teks Ibraninya, dan tafsiran ini yang didasarkan pada Alkitab
bahasa Inggris, mengikuti Kitab Yeremia bahasa Ibrani.
MUSUH DARI UTARA. Pada seluruh khotbahnya, Yeremia menyebut tentang musuh dari utara
yang akan menghancurkan Yehuda dan menawannya. Pasal Yer 4 merupakan contoh dari nubuat-
nubuat ini: Musuh itu akan menghancurkan seperti singa atau angin ribut, dan meninggalkan
kerusakan di negeri itu, seperti kekacauan zaman purba. Siapakah musuh yang menghancurkan ini?
Penggenapan nubuat itu menunjukkan bahwa musuh dari utara ini yaitu Babel. Kendatipun
posisi Babel pada garis lintang sama dengan Samaria, namun serangannya ke Palestina selalu datang
dari utara, sebab padang gurun yang memisahkan keduanya tidak dapat dilewati. Pendapat bahwa
pada beberapa tempat dalam kitab ini bangsa Skit yang disebut sebagai musuh dari utara itu
tampaknya tidak akan terlalu banyak diikuti pada masa kini, sebagaimana yang pernah terjadi, dan
bisa dengan aman ditolak.
Kadang-kadang, utara dipakai sebagai asal para penakluk Babel (Yer 50:3,9,41; 51:48). Pemakaian
seperti ini dari kata ini sulit dijelaskan. Bangsa Persia sebagai pelaku utama yang menawan
Babel, datang dari timur. Utara di sini barangkali telah menjadi suatu ungkapan untuk menunjuk
setiap sumber kesusahan, dan dipakai demikian sebab sejak lama kesusahan-kesusahan Israel berasal
dari arah itu. Penjelasan selanjutnya bisa dilihat pada fakta bahwa bangsa Media, yang terletak di
utara, bergabung dengan Babel waktu merebut Niniwe. Lihat tafsiran atas Yer 50:11.
Page 79 of 130
SURAT-SURAT LAKHIS.
Lakhis, di kaki bukit Yudea, yaitu satu dari rangkaian benteng yang dibuat untuk membela
Yerusalem terhadap serangan dari Dataran Mediterania. Itu merupakan satu dari kota-kota terakhir
yang jatuh ke tangan bangsa Babel sebelum mereka akhirnya menguasai dan menghancurkan
Yerusalem (Yer 34:7, tafsiran). Penemuan puing-puing reruntuhan Lakhis kuno telah memberi
penjelasan menarik mengenai hari-hari keributan terakhir dari sejarah Yehuda. saat kota itu digali
(tahun 1932 sampai 1938), ditemukan di dalam ruang jaga pada pintu gerbang luar dua puluh satu
surat yang tertulis pada pecahan-pecahan tembikar. Surat-surat itu ditulis dalam tulisan (aksara) Ibrani
kuno, dengan tinta besi karbon, dan bertanggal sezaman dengan Yeremia, saat Lakhis mengalami
pengepungan terakhir.
Banyak dari surat-surat ini ditulis oleh seorang yang bernama Hosaya, seorang perwira militer di
suatu pos terdepan dekat Lakhis, kepada Yaos, komandan di Lakhis. Bahasanya mirip sekali dengan
bahasa dalam Kitab Yeremia. Hosaya selalu membela diri di hadapan atasannya. Mungkin dia
dicurigai telah menyeberang kepada bangsa Babel. Pernah dia menggambarkan salah satu dari para
pemuka itu dengan kata-kata yang nyaris mirip dengan yang digunakan oleh para pemuka ini
terhadap Yeremia (Yer 38:4). Ada disebut tentang "sang nabi" yang pesannya yaitu : "Berhati-
hatilah." Apakah ini menunjuk pada Yeremia, kita tidak mengetahui. Menurut Kitab Yeremia, ada
banyak nabi pada zaman yang penuh dengan kesusahan itu. Surat lain menyebut bahwa Hosaya tidak
dapat melihat isyarat asap dari Aseka, walaupun dia masih melihat isyarat asap dari Lakhis.
Barangkali saat itu Aseka telah jatuh (bdg Yer 34:7). Walaupun arti spesifik dari banyak keterangan
mengenai surat-surat ini tidak bisa kita tangkap, surat-surat itu memberi informasi yang jelas
mengenai hari-hari penuh kegelisahan dan menakutkan menjelang jatuhnya kerajaan Yehuda.
(Mengenai terjemahan dari surat-menyurat ini, lihat Ancient Near Eastern Texts Relating to the Old
Testament, penyunting, James B. Pritchard, edisi kedua).
SASTRA DALAM KITAB YEREMIA.
Para penafsir kitab ini bisa dibagi dua kelompok. Para penafsir lama umumnya menganggap nubuat
yaitu ilham ilahi dan menjelaskan nubuat-nubuat atas dasar itu, namun mereka ketinggalan dalam hal
latar belakang sejarah. Mengenai hal-hal ini yang terbaik barangkali yaitu tetap karya C. F. Keil, The
Prophecies of Jeremiah, Edinburgh, 1883, terakhir dicetak ulang oleh penerbit Eerdmans, Keil and
Delitzsch Commentaries Series.
Sebagian besar tafsiran yang lebih baru, yang menggunakan pendekatan alamiah, menganggap pesan
nubuat itu berasal dari pikiran sang nabi, yang intuisi cemerlangnya merupakan bentuk ilham
tertinggi. Tafsiran-tafsiran ini biasanya memasukkan penemuan-penemuan arkeologis terbaru
sehingga memberi orientasi yang lebih baik bagi bahan historis yang banyak jumlahnya dalam
kitab ini. Artikel "Jeremiah" dalam The Interpreter’s Bible (1956), dengan pengantar dan eksegese
oleh James Philip Hyatt, memperlihatkan metode ini dengan paling bagus.
Bab berjudul "The Doom of the Nation" dalam Understanding the Old Testament, oleh Bernard W.
Anderson, memberi rangkuman yang bagus tentang isi kitab ini menurut latar belakang
sejarahnya, disertai gambaran yang simpatik mengenai karakter Yeremia.
Edward J. Young dalam bukunya Introduction to the Old Testament menyusun materi kitab ini
menurut urutan kronologisnya, dan memberi suatu pembahasan tentang masalah kepenulisan dari
sudut pandang Kristen konservatif.
YEREMIA
.I NUBUAT MELAWAN TEOKRASI (YER 1:1-25:38)
A. Panggilan bagi Sang Nabi (Yer 1:1-19)
B. Teguran dan Peringatan-peringatan, Sebagian Besar dari Zaman Yosia (Yer 2:1-20:18)
1. Israel Mengabaikan Allah (Yer 2:1-3:5)
2. Yehuda Diperingatkan melalui Hukuman atas Kerajaan Utara (Yer 3:6-6:30)
3. Praktik Agama yang Keliru di Yerusalem (Yer 7:1-10:25)
4. Israel Ditolak sebab Melanggar Perjanjian Allah (Yer 11:1-13:27)
5. Doa Syafaat Nabi Tidak Dapat Mencegah Hukuman (Yer 14:1-17:27)
6. Dua Khotbah Simbolis dan Pemenjaraan (Yer 18:1-20:18)
C. Nubuat-nubuat yang Belakangan (Yer 21:1-25:38)
1. Soal Pengepungan (Yer 21:1-14)
2. Nasihat kepada Raja dan warga (Yer 22:1-9)
3. Nasib Salum (Yer 22:10-12)
4. Nubuat Melawan Yoyakim (Yer 22:13-23)
5. Nubuat Melawan Yoyakhin Konya (Yer 22:24-30)
6. Mesias, sang Raja (Yer 23:1-18)
7. Menentang Nabi-nabi Palsu (Yer 23:9-40)
8. Penglihatan tentang Buah Ara (Yer 24:1-10)
9. Hukuman atas Yehuda dan Semua Bangsa (Yer 25:1-38)
.II PERISTIWA-PERISTIWA DALAM KEHIDUPAN YEREMIA (YER 26:1-45:5)
A. Khotbah tentang Bait Suci dan Penahanan Yeremia (Yer 26:1-24)
B. Kuk Babel (Yer 27:1-29:32)
C. Kitab Penghiburan (Yer 30:1-33:26)
1. Hari Tuhan: Kengerian dan Kelepasan pada Saat Itu (Yer 30:1-24)
2. Pemulihan Bangsa Itu, dan Perjanjian yang Baru (Yer 31:1-40)
3. Yeremia Membeli Ladang di Anatot (Yer 32:1-44)
4. Janji-janji Lagi Tentang Pemulihan (Yer 33:1-26)
D. Beberapa Pengalaman Yeremia sebelum Yerusalem Jatuh (Yer 34:1-36:32)
1. Nubuat untuk Zedekia (Yer 34:1-7)
2. Pelanggaran Perjanjian tentang Budak-budak Ibrani (Yer 34:8-22)
3. Teladan dari Orang-orang Rekhab (Yer 35:1-19)
4. Nubuat-nubuat Yeremia didiktekan kepada Barukh (Yer 36:1-32)
E. Yeremia Selama Pengepungan dan Penghancuran Yerusalem (Yer 37:1-39:18)
1. Yeremia Dipenjarakan (Yer 37:1-21)
2. Yeremia Diselamatkan dari Perigi (Yer 38:1-28)
3. Jatuhnya Yerusalem (Yer 39:1-18)
F. Tahun-tahun Terakhir Yeremia (Yer 40:1-45:5)
1. Masa Gedalya Menjadi Gubernur dan Pembunuhannya (Yer 40:1-41:18)
2. Migrasi Para Pengungsi ke Mesir (Yer 42:1-43:7)
3. Yeremia di Mesir (Yer 43:8-44:30)
4. Nubuat Yeremia untuk Barukh (Yer 45:1-5)
.III NUBUAT-NUBUAT YEREMIA TENTANG BANGSA-BANGSA LAIN (YER 46:1-51:64)
A. Nubuat Melawan Mesir (Yer 46:1-28)
B. Nubuat Melawan Filistin (Yer 47:1-7)
C. Nubuat Melawan Moab (Yer 48:1-17)
D. Nubuat Melawan Bani Amon (Yer 49:1-6)
E. Nubuat Melawan Edom (Yer 49:7-22)
F. Nubuat Melawan Damsyik (Yer 49:23-27)
G. Nubuat Melawan Kedar dan Hazor (Yer 49:28-33)
H. Nubuat Melawan Elam (Yer 49:34-39)
I. Nubuat Melawan Babel (Yer 50:1-51:64)
.IV APENDIKS: JATUHNYA YERUSALEM DAN PERISTIWA-PERISTIWA YANG
BERKAITAN (YER 52:1-34)
RATAPAN
Lima pasal dari Kitab Ratapan merupakan lima elegi atau syair ratapan yang indah dan penting, yang
mengekspresikan kepedihan mendalam warga Yahudi melihat keruntuhan total kota mereka beserta
Bait Sucinya dan penduduknya akibat penaklukan oleh bangsa Babel pada tahun 596 SM.
Dalam bahasa Ibrani judul kitab ini ada pada kata pertama dari pasal Rat 1; 2; 4 - ’ êkâ, secara
harfiah artinya Aduh. Dalam Perjanjian Lama versi Yunani, Septuaginta (LXX), Kitab Ratapan
dikaitkan dengan nubuat Yeremia, seperti dalam Alkitab berbahasa Inggris. namun , Alkitab Ibrani
menempatkan kitab ini pada kelompok ketiga dari tulisan-tulisan kudus. Tuhan kita menyebut tiga
kelompok tulisan itu sebagai "Kitab Taurat… kitab nabi-nabi dan Kitab Mazmur" (Luk 24:44).
Judul bahasa Yunani untuk syair-syair ini dalam LXX yaitu thre-noi, bentuk jamak dari thre-nos,
"ratapan." Kata benda ini berasal dari kata kerja Yunani threomai, "berseru dengan nyaring, atau
meratap." Kata Ibrani untuk ratapan yaitu qînâ, dan Matra atau irama khas syair-syair dalam kitab
ini disebut qînôt. Itu setara dengan Matra elegi atau irama ratapan. Demikianlah dalam Talmud Babel
kitab ini muncul dengan judul Qînôt-"Ratapan." Dalam Alkitab bahasa Latin judul kitab ini yaitu
Liber Threnorum, "Kitab Ratapan." Dalam bahasa Inggris kata "threnody" berarti "ratapan" atau
"nyanyian perkabungan."
BENTUK SASTRA DAN GAYA.
Kitab ini berisi lima syair indah, tiap pasal satu syair. Empat syair pertama merupakan nyanyian
ratapan atau nyanyian perkabungan, namun yang kelima lebih menyerupai syair doa. Empat yang
pertama tersusun secara alfabetis (akrostis), masing-masing mempunyai dua puluh dua stanza atau
bait (ayat-ayat dalam Alkitab Indonesia dan AV, kecuali pasal Rat 3, di mana setiap stanza dibagi
dalam tiga ayat), dan masing-masing stanza diawali dengan huruf dari abjad Ibrani. Pasal kelima juga
terdiri atas dua puluh dua stanza atau bait, namun kurang memiliki susuran yang alfabetis.
(Bdg. Susunan alfabetis bagian-bagian dalam Mzm 119). Ayat-ayat pada pasal satu Kitab Ratapan
mengikuti susunan yang telah mantap dari abjad Ibrani, namun pada pasal Rat 2; 4 letak atau posisi
huruf ayin dan huruf pe dibalik. Tidak ditemukan penjelasan yang memuaskan kenapa terjadi
pembalikan letak ini.
Dalam pasal Rat 1; 2, masing-masing stanza mempunyai tiga anggota dan unsur, namun hanya yang
pertama yang diawali huruf dari abjad Ibrani yang tepat. Dalam pasal Rat 3 masing-masing stanza
memiliki tiga anggota. sebab masing-masing anggota diberi notasi tersendiri dalam Alkitab kita,
maka dalam pasal ketiga ini kita memiliki enam puluh enam ayat. Stanza-stanza dalam pasal Rat 4
mempunyai dua anggota, namun lagi-lagi di sini hanya anggota pertama diawali huruf dari abjad Ibrani
yang tepat. Empat pasal pertama menggunakan irama ratapan, sementara yang kedua dari dua unsur
yang paralel (dalam hal ini baris pada puisi) satu ketukan lebih pendek daripada yang pertama. Ini
biasanya membuat sebuah ayat berirama 4 ketukan seimbang dengan ayat atau baris yang memiliki 3
ketukan. Pasal Rat 5 menggunakan matra atau irama Ibrani normal, dengan empat ketukan untuk
setiap ayat, atau setiap setengah bagian dari paralelisme.
Nyanyian-nyanyian ratapan dengan "irama timpang" seperti itu digunakan pada zaman-zaman Alkitab
oleh wanita -wanita peratap dalam nyanyian-nyanyian perkabungan di belakang orang yang
meninggal. Demikian juga, nyanyian-nyanyian koor pendek yang digubah dengan irama sayu dan
melankolis seperti itu kelihatannya merupakan cara yang cocok untuk meratapi kehancuran kota
Yerusalem tercinta yang kini penuh timbunan reruntuhan. Barangkali ini membantu menjelaskan
kenapa himne-himne kebangsaan ini melahirkan kepedihan dengan cara yang indah dan telah digubah
Page 83 of 130
dengan kesadaran seni seperti itu. Bentuk ayat ratapan Ibrani secara mengagumkan cocok untuk
mengekspresikan bencana nasional itu. Dalam himne-himne patriotik ini kita mendengarkan ratapan
maut tentang Sion yang terpukul.
Melalui gaya ini ada banyak pemakaian paralelisme dalam syair-syair ini, pengulangan-
pengulangan, antitesis, dan apostrof, dan permainan kata serta permainan frasa. Perumpamaan yang
jelas berdenyut di seluruh bagian. Pembaca diajak untuk melihat penderitaan ini dan merasakan
penderitaan Sion yang menjadi janda dan menangis.
PENULIS.
Kendatipun kitab ini sendiri tidak menyebutkan siapa penulisnya, namun 2Taw 35:25 secara jelas
mengaitkan bentuk sastra bergaya ratapan dengan Yeremia. Kitab Ratapan yang kita miliki ini
bukanlah ratapan Yeremia atas kematian Raja Yosia yang baik, seperti pendapat beberapa orang.
namun , ada kesamaan-kesamaan tertentu antara Ratapan dengan bagian-bagian puitis dari nubuat
Yeremia. Dan sejak zaman kuno Yeremia dianggap sebagai penulis kitab ini. LXX mencantumkan
superskripsi ini pada pasal pertama Ratapan: "Maka setelah Israel dibawa ke pembuangan dan
Yerusalem menjadi porak-poranda, Yeremia duduk menangisi dan meratapi Yerusalem lalu
berkata…" Setelah bagian itu baru diikuti ayat pertama dari Ratapan pasal pertama. Beberapa pakar
menganggap ciri Ibrani kalimat itu menunjukkan bahwa kata-kata ini berasal dari bahasa Ibrani,
yang hilang bagi kita.
Perlu dicatat bahwa kepekaan yang sama terhadap perkabungan secara nasional ditemukan dalam
Kitab Ratapan maupun dalam nubuat Yeremia; dua-duanya menyebut tentang bencana nasional ini
dan sebab-sebabnya-dosa bangsa itu, keyakinan sia-sia dari bangsa itu yang mengandalkan sekutu-
sekutunya yang lemah dan berkhianat, juga kesalahan para nabi palsu dan para imam mereka yang
lalai. Perumpamaan serupa diulang atau ada pada kedua tulisan ini . Frasa-frasa khas "putri…
muncul kira-kira dua puluh kali pada masing-masing kitab. Tangisan sang nabi, ketakutannya
sementara dia memohon pertolongan Allah, Hakim yang adil, dan harapannya agar musuh-musuh
Yerusalem akhirnya dihukum-semua itu dinyatakan secara menonjol dalam dua kitab ini .
Adanya berbagai kesamaan ekspresi menguatkan pendapat bahwa penulisnya sama. Walaupun
beberapa pakar terkemuka menolak pendapat bahwa Yeremia yang menulis syair-syair itu, banyak
pakar terkemuka lain yang sangat mendukung pandangan bahwa Yeremia yaitu penulisnya.
Penggambaran yang jelas membuktikan bahwa kitab ini disusun pada waktu yang berdekatan dengan
jatuhnya Yerusalem oleh seorang yang hidup di tengah-tengah bencana hebat itu dan yang menulis
sementara hatinya masih luka, serta setiap detail yang mengerikan masih segar dalam ingatannya.
Fakta ini juga mengarahkan kesimpulan bahwa Yeremialah yang paling mungkin menulis kitab itu.
Penyebab ditulisnya kitab seperti itu yang paling pasti ialah hancurnya kota Yerusalem tahun 586 SM,
sebab nya tanggal penulisan pasti tidak lama sesudah itu.
MAKNA DAN KEGUNAAN SECARA RELIGIUS.
Kitab Ratapan menyajikan ratapan maut tentang Yerusalem, yang digambarkan sebagai putri yang
menjanda dan menanggung aib. Menarik untuk diingat bahwa sesudah bala tentara Romawi
menghancurkan Yerusalem tahun 70 Masehi, Titus, panglima Romawi, mendirikan tugu kemenangan
sebagai peringatan penaklukan itu, yang digambarkan sebagai seorang wanita berambut terurai,
duduk di atas tanah sambil meratap sedih. Ingat juga tentang puteri-puteri Yerusalem meratapi
kematian Yesus pada waktu kematian-Nya (Luk 23:27-31). Bagian-bagian tertentu Kitab Ratapan
ditafsirkan sebagai kiasan untuk kesengsaraan Kristus. Sesungguhnya, pemakaian kidung-kidung
kebangsaan ini menunjukkan bahwa orang Yahudi mengakui tafsiran religius mengenai kehancuran
kota mereka. Bangsa Yahudi memasukkan tulisan ini di antara Lima Kitab Gulungan yang harus
Page 84 of 130
dibaca pada hari-hari peringatan ulang tahun yang penting. Ditetapkan bahwa Kitab Ratapan harus
dibaca pada tanggal sembilan bulan Ab, untuk memperingati pembakaran Bait Suci. namun , Rat
1:21* dari pasal Rat 5 selalu dibaca ulang sesudah Rat 1:22, sehingga pembacaan bisa mendekati
nada yang lebih positif. Umat Katolik Roma menetapkan pembacaan seperti itu dilaksanakan tiga hari
terakhir dari Pekan Kudus. Di kalangan Kristen Protestan, orang dengan nada sesal mengatakan
bahwa mereka sering mengabaikan pembacaan syair-syair penting ini. Meskipun demikian, pada
zaman ini di mana krisis (musibah) melanda orang perorangan, bangsa atau seluruh dunia, pesan dari
kitab ini menjadi tantangan untuk bertobat dari dosa baik secara perorangan, kebangsaan dan seluruh
dunia, dan menyerahkan diri kita ke dalam kasih setia yang teguh dari Allah. Walaupun kasih ini
selalu hadir dan terus-menerus ada, Allah yang kudus dan adil pasti menghukum orang-orang berdosa
yang tidak bertobat.
RATAPAN
.I KOTA SION YANG MENDERITA DAN HANCUR (RAT 1:1-22)
A. Keadaan Menyedihkan dari Yerusalem yang dibinasakan (Rat 1:1-11)
B. Ratapan "putri Yerusalem" (Rat 1:12-22)
.II TEMPAT KUDUS SION YANG MENDERITA DAN HANCUR (RAT 2:1-22)
A. Hukuman TUHAN atas benteng-benteng dan tempat kudus-Nya (Rat 2:1-10)
B. Ratapan para saksi mata yang melihat hukuman ini (Rat 2:11-19)
C. Kengerian hari murka TUHAN ini (Rat 2:20-22)
.III GAMBARAN TENTANG PENDERITAAN SION YANG DIPUKUL (RAT 3:1-66)
A. Allah yang berduka mengutus hamba-Nya (Rat 3:1-18)
B. Doa penguatan kembali oleh sang hamba (Rat 3:19-42)
C. Doa pembelaan oleh sang hamba (Rat 3:43-66
.IV UMAT SION YANG MENDERITA (RAT 4:1-22*)
A. Kengerian serangan itu dan nasib malang para pemimpin Sion (#/TB Rat 4:1-11*)
B. Sebab-sebab dan klimaks dari malapetaka Sion (Rat 4:12-20)
C. Ucapan tentang Edom yang angkuh dan yang bersukacita melihat malapetaka Sion (Rat
4:21,22)
.V PERMOHONAN-PERMOHONAN SION YANG PENUH PENYESALAN (RAT 5:1-22)
A. Permohonan Sion agar TUHAN memperhatikan penderitaan dan aib yang dialaminya (Rat 5:1-
18)
B. Ucapan terakhir tentang TUHAN yang kekal (Rat 5:19-22).
YEHEZKIEL
M A S A.
Data dalam Kitab Yehezkiel menempatkan pelayanan sang nabi pada tahun-tahun awal dari
pembuangan ke Babel, antara tahun 593/592 dan 571/570 SM (Yeh 1:1,2; 29:17). Nabi Yehezkiel,
dari lokasinya di Babel, mendapat penglihatan tentang kejatuhan dan pemulihan bangsa Israel;
sementara rekannya yang lebih tua, Yeremia, di Yerusalem, sesungguhnya melihat nafas Kerajaan
Yehuda yang sedang sekarat (Yer 1:1-3).
Selama abad ke-8 Yer 7 SM, penguasa Asyur yang kejam menekan kerajaan Israel dan Yehuda.
Kerajaan Utara jatuh pada tahun 721 SM; namun Yehuda, meskipun sudah sangat lemah, berusaha
untuk bertahan lebih lama daripada musuhnya. Saat pemerintahan Ashurbanipal (669-633 SM),
kekaisaran Asyur mulai melemah. Mesir melepaskan diri dari Asyur pada tahun 655 SM. Selama
beberapa tahun Asyur berperang melawan Babel dan Media. Ibu kota Asyur kuno, Asyur, menyerah
pada tahun 614 SM, dan Niniwe yang telah lama jaya benar-benar dihancurkan pada tahun 612 SM.
Pada tahun 607 SM, sisa-sisa kerajaan Asyur telah berakhir.
Dengan memanfaatkan kejatuhan Asyur, Yosia (640/639-609/608), raja besar terakhir Yehuda
memperkuat kerajaannya. Masa pemerintahannya yang cemerlang terhenti oleh pertempuran di
Megido dengan Firaun-Nekho II dari Mesir, yang sedang berupaya untuk membantu kekaisaran Asyur
sebagai benteng perlindungan melawan orang Kasdim (2Raj 23:29). Salum atau Yoahas (Yer 22:10-
12; Yeh 19:2-4), yang menggantikan ayahnya Yosia, dibuang ke Mesir setelah memerintah selama
tiga bulan, dan Yoyakim, anak Yosia yang lebih tua, diangkat menjadi raja oleh Nekho (2Raj 23:31-
35).
Bangsa Mesir di bawah kekuasaan Nekho dikalahkan oleh Nebukadnezar (disebut juga
Nebukadnezar) di Karkemis di Sungai Efrat pada tahun 605 SM (Yer 46:2). Bangsa Kasdim menjadi
penguasa dunia yang baru (2Raj 24:7), di mana Yehuda menjadi daerah jajahan. Yoyakim (608-597
SM) menganiaya para nabi (Yer 7; 26; 36), menghancurkan kehidupan rohani bangsa itu (Yer 7:1-
15; 13; 16-20; bdg. Yeh 8), dan menunjukkan dirinya sebagai seorang tiran ya

