Kitab Injil telah beredar di antara orang-orang percaya pada saat
Lukas menulis. Dengan demikian Lukas tidak perlu menjelaskan
panjang lebar mengenai fakta-fakta kematian Yudas.
86) Apakah Yudas mati dengan cara gantung diri (Matius 27:5) atau
jatuh tertelungkup dan perutnya terbelah sehingga semua isi perutnya
tertumpah keluar ? (Kisah 1:18)
JAWAB : (Kategori : ayat diartikan sempit)
Matius 27:5
Maka ia pun melemparkan uang perak itu ke dalam Bait Suci, lalu
pergi dari situ dan menggantung diri.
Kisah 1:18
Yudas ini telah membeli sebidang tanah dengan upah kejahatannya,
lalu ia jatuh tertelungkup, dan perutnya terbelah sehingga semua isi
perutnya tertumpah ke luar.
Kontradiksi "semu" ini berkaitan dengan kenyataan bahwa
dalam kitabnya Matius menyebutkan Yudas gantung diri, sedang
dalam Kisah 1:18, Lukas berkata kata bahwa Yudas mati dengan cara
jatuh tertelungkup hingga semua isi perutnya tumpah keluar. Kendati
demikian, kedua penyataan ini sama-sama benar.
240
Matius 27:1-10 berkata kata dalam fakta lurus bahwa Yudas
mati menggantung diri. Disisi lain, Lukas dalam tulisannya pada
Kisah 1:18-19 memperkaya kesan kepada para pembacanya dengan
lanjutan ceritanya, sebab sesungguhnya semua orang pada saat itu
sudah tahu dan tidak menyangkal bahwa Yudas mati gantung diri.
Menurut cerita tradisi, Yudas menggantung diri di tepi tebing yang
curam, di atas Lembah Hinom. namun tali yang menggantungnya
akhirnya putus dan Yudas pun jatuh ke bawah seperti yang
digambarkan Lukas, Yudas jatuh tertelungkup, dan perutnya terbelah
sehingga semua isi perutnya tertumpah ke luar
87) Apakah "tanah darah" yang dibeli Yudas dinamakan demikian
sebab para imam-imam membelinya dengan uang darah (Matius
27:8) atau sebab kematian yang berdarah dari Yudas ? (Kisah 1:19)
JAWAB : (Kategori : Salah memahami tulisan)
Kisah 1:16-19
1:16 "Hai saudara-saudara, haruslah genap nas Kitab Suci, yang
disampaikan Roh Kudus dengan perantaraan Daud tentang Yudas,
pemimpin orang-orang yang menangkap Yesus itu.
1:17 Dahulu ia termasuk bilangan kami dan mengambil bagian di
dalam pelayanan ini."
1:18 -- Yudas ini telah membeli sebidang tanah dengan upah
kejahatannya, lalu ia jatuh tertelungkup, dan perutnya terbelah
sehingga semua isi perutnya tertumpah ke luar.
241
1:19 Hal itu diketahui oleh semua penduduk Yerusalem, sehingga
tanah itu mereka sebut dalam bahasa mereka sendiri "Hakal-Dama",
artinya Tanah Darah --.
Matius 27:3-8
27:3 Pada waktu Yudas, yang menyerahkan Dia, melihat, bahwa
Yesus telah dijatuhi hukuman mati, menyesallah ia. Lalu ia
mengembalikan uang yang tiga puluh perak itu kepada imam-imam
kepala dan tua-tua,
27:4 dan berkata: "Aku telah berdosa sebab menyerahkan darah
orang yang tak bersalah." namun jawab mereka: "Apa urusan kami
dengan itu? Itu urusanmu sendiri!"
27:5 Maka ia pun melemparkan uang perak itu ke dalam Bait Suci,
lalu pergi dari situ dan menggantung diri.
27:6 Imam-imam kepala mengambil uang perak itu dan berkata:
"Tidak diperbolehkan memasukkan uang ini ke dalam peti
persembahan, sebab ini uang darah."
27:7 Sesudah berunding mereka membeli dengan uang itu tanah yang
disebut Tanah Tukang Periuk untuk dijadikan tempat pekuburan orang
asing.
27:8 Itulah sebabnya tanah itu sampai pada hari ini disebut Tanah
Darah.
Anda mempertanyakan mengapa tanah tempat Yudas mati dan
dikubur dinamakan Tanah Darah? Matius 27:8 mengatakan alasannya
sebab tanah itu dibeli dengan uang darah, sedang menurut Anda
dalam Kisah 1:19 menyebutkan bahwa tanah ini dinamakan
242
demikian sebab darah Yudas tertumpah dalam kematiannya. Lihatlah
bahwa kedua ayat di atas sama-sama setuju bahwa tanah itu dibeli
dengan uang darah. Pada permulaan ayatnya, Kisah 1:18-19
mengatakan "Yudas ini telah membeli sebidang tanah dengan upah
kejahatannya". Jadi, asumsinya tanah itu dibeli dengan uang darah,
kemudian ditambahkan kesan oleh penulis atas apa yag telah terjadi
terhadap Yudas yang menemui kematiannya di atas tanah itu.
88) Apakah semua isi Kitab Suci bermanfaat (2 Timotius 3:16) atau
Tidak? (Ibrani 7:18 )
JAWAB : (Kategori : Salah memahami cara Tuhan bekerja dalam
sejarah)
Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk
mengajar, untuk berkata kata kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan
dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. (2 Timotius 3:16)
7:18 Memang suatu hukum yang dikeluarkan dahulu dibatalkan, jika
hukum itu tidak memiliki kekuatan dan sebab itu tidak berguna,
7:19-sebab hukum Taurat sama sekali tidak membawa kesempurnaan-
namun sekarang ditimbulkan pengharapan yang lebih baik, yang
mendekatkan kita kepada Allah. (Ibrani 7:18-19)
Tuduhan kontradiksi telah dikenakan kepada Alkitab yang
mengatakan bahwa seluruh isi Kitab Suci bermanfaat; sementara ayat
lain menyebutkan bahwa hukum sebelumnya yaitu tidak kuat dan
tidak berguna. Permasalahan disini yaitu masalah kontekstual
243
tentang PL dan PB, yang berkembang sebab kurang memahami apa
yang dijanjikan Tuhan waktu berfirman kepada para Nabi.
Kami merasa perlu untuk menjelaskan hal-hal ini yang
melatarbelakangi ritual ini kepada para pembaca yang awam
terhadap Alkitab, sehingga dapat lebih memahami maksudnya.
Sebagai ilustrasi, kami akan merujukkan pertanyaan di atas dengan
Pertanyaan "Allah menyesal atau tidak", yang menunjukkan betapa
kaya dan dalam arti dari sejumlah kata-kata bahasa asli Alkitab
tentang kata "NÂKHAM" yang bermakna sedih, berduka, menyesal,
dll.
Firman Allah berasal dibandingkan -Nya saja, dan tentu bermanfaat
untuk mengajar, berkata kata kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan
dan untuk mendidik orang dalam kebenaran, seperti yang tertulis
dalam 2 Timotius 3:16. Ini merupakan pernyataan umum yang
menunjuk kepada semua perkara yang datangnya dari Allah.
Ibrani 7 secara khusus berbicara mengenai Hukum yang
berlaku bagi sebuah masyarakat pada suatu masa yang spesifik dan
terbatas, tentang sistem pengorbanan Kemah Musa, kemudian dalam
Bait Suci (Bait Allah) di Yerusalem. Allah meneguhkan dalam suatu
Kontrak atau Perjanjian dengan umat-Nya yaitu Israel, sebuah sistem
dimana mereka diharuskan untuk mempersembahkan korban, binatang
yang disembelih, agar Allah mengampuni dosa-dosa mereka;
khususnya apa yang Allah sebut sebagai "korban sebab dosa" dan
"korban kesalahan" dalam Kitab Imamat pasal 4-6.
Konsep substitusi "korban yang mati dengan darah tercurah
sebagai pengganti" ini yaitu hal yang asing bagi Islam, namun hal ini
yaitu hal yang mendasar dalam ibadah Yahudi dan Kristen.
244
Penebusan dosa harus dilakukan. Dosa harus dihukum. Hukum Allah
yang kudus dan adil yaitu "upah dosa yaitu maut" (Roma 6:23,
Kejadian 2:17). Harga upah itu harus dibayar! Ada yang harus mati
untuk membayar harga itu. Dan tidak ada pengampunan dosa tanpa
adanya cucuran darah (yang melambangkan maut itu), sebab Allah
menuntut keadilan mutlak. Bila Allah hanya mengampuni dengan
menutup mata saja terhadap dosa, mata itu tidak-adil sama sekali.
Minta pengampunan saja tidak akan cukup harganya untuk membayar
"upah dosa", melainkan tetap harus dibayar dengan nyawa/kematian,
yang dilambangkan dalam sebuah korban (binatang), yaitu berupa
korban penebusan.
Sistem penebusan dosa "dengan darah" seperti ini diutarakan
dalam PL sebanyak 79 kali! Dimana darah binatang yang menjadi
korban penebusan sementara (yang harus dilakukan berulang kali
terus-menerus), yang kelak akan digantikan secara permanen dengan
"darah Anak Domba" sebagai Perjanjian Baru dari Allah. Yaitu darah
Yesus Kristus untuk penebusan dosa manusia, sekali dan selamanya.
Maka Allah berfirman : Yeremia 31:31-33
31:31 Sesungguhnya, akan datang waktunya, demikianlah firman
TUHAN, Aku akan mengadakan Perjanjian Baru dengan kaum
Israel dan kaum Yehuda,
31:32 bukan seperti perjanjian yang telah Kuadakan dengan nenek
moyang mereka pada waktu Aku memegang tangan mereka untuk
membawa mereka keluar dari tanah Mesir; (keterangan : saat Allah
pertama kali mengadakan Perjanjian kepada bangsa Israel di Gunung
Sinai sesudah diselamatkan dari kejaran bangsa Mesir) perjanjian-Ku
245
itu telah mereka ingkari, meskipun Aku menjadi tuan yang berkuasa
atas mereka, demikianlah firman TUHAN.
31:33 namun beginilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel
sesudah waktu itu, demikianlah firman TUHAN: Aku akan menaruh
Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka;
maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi
umat-Ku.
Perjanjian Baru ini akan membayar harga satu kali untuk
selama-lamanya dosa-dosa manusia : Ibrani 7:27
yang tidak seperti imam-imam besar lain, yang setiap hari harus
mempersembahkan korban untuk dosanya sendiri dan sesudah itu
barulah untuk dosa umatnya, sebab hal itu telah dilakukan-Nya satu
kali untuk selama-lamanya, saat Ia mempersembahkan diri-Nya
sendiri sebagai korban.
Maka korban yang telah dilaksanakan oleh Yesus Kristus,
bukan seperti PL yang mengharuskan pembayaran berulang-ulang dari
domba atau binatang lain. Allah berfiman pula dalam Perjanjian Lama
mengenai Mesias, Juruselamat yang akan melakukan penebusan dosa
ini (dalam PB). Seorang Mesias yang bukan berasal dari Imamat
Lewi, namun seorang yang sempurna yang berasal dari suku Yehuda
yang akan menjadi Imam Besar. Orang yang sempurna itu yaitu
Mesias, akan menjadi korban pengganti itu, dan yang akan membayar
sekaligus harga sepenuhnya, sehingga Dialah Sang Imam Besar itu
(Imam Mahdi) namun tidak dari garis keturunan Lewi sebagaimana
dalam Tradisi Yahudi turun temurun, namun berdasar
kesempurnaan-Nya sendiri.
246
Orang-orang yang percaya dan beriman kepada Sang Mesias
ini, menerima bayaran penebusan dari hukuman dosanya, maka Allah
akan menuliskan hukum Taurat dalam hati dan pikiran mereka, dan
Allah dapat menyalurkan belas kasihan-Nya sepenuhnya kepada
orang-orang yang percaya, sebab tuntutan keadilan-Nya ("upah dosa
yaitu maut") telah dipenuhi oleh Yesus Kristus sebagai korban
sembelihan di atas kayu salib. Oleh sebab itu semua orang yang
percaya kepada-Nya, kini dapat menghampiri Allah, sebab Allah
ingin memiliki hubungan intim dengan ciptaan-Nya (Kejadian 3:8-
11), namun hanya dosalah yang menghalangi itu terjadi.
jika membaca seluruh kitab PL dengan teliti, hal ini dapat
dimengerti. Semua isi Alkitab memang berguna, termasuk semua
penjelasan tentang sistem korban sembelihan. Namun, Allah juga
berjanji untuk membuat Perjanjian Baru dengan umat-Nya yaitu
bahwa korban hewan yang kurang sempurna akan diganti dengan
korban sempurna yang membawa keselamatan bagi semua orang yang
percaya kepada-Nya :
Galatia 3:19-25
3:19 jika demikian, apakah maksudnya hukum Taurat? Ia
ditambahkan oleh sebab pelanggaran-pelanggaran -- sampai datang
keturunan yang dimaksud oleh janji itu -- dan ia disampaikan dengan
perantaraan malaikat-malaikat ke dalam tangan seorang pengantara.
3:20 Seorang pengantara bukan hanya mewakili satu orang saja,
sedang Allah yaitu satu.
3:21 jika demikian, bertentangankah hukum Taurat dengan janji-
janji Allah? Sekali-kali tidak. Sebab andaikata hukum Taurat
247
diberikan sebagai sesuatu yang dapat menghidupkan, maka memang
kebenaran berasal dari hukum Taurat.
3:22 namun Kitab Suci telah mengurung segala sesuatu di bawah
kekuasaan dosa, supaya oleh sebab iman dalam Yesus Kristus janji
itu diberikan kepada mereka yang percaya.
3:23 Sebelum iman itu datang kita berada di bawah pengawalan
hukum Taurat, dan dikurung sampai iman itu telah dinyatakan.
3:24 Jadi hukum Taurat yaitu penuntun bagi kita sampai Kristus
datang, supaya kita dibenarkan sebab iman.
3:25 Sekarang iman itu telah datang, sebab itu kita tidak berada lagi
di bawah pengawasan penuntun.
Baca juga Ibrani 9:11-28. Banyak ayat-ayat dalam Alkitab
yang menggambarkan Sang Mesias yang datang dengan membawa
PB. Dalam hal ini, Allah menjadikan Yesus "sebagai korban
penebusan dosa" dan dikatakan :
Yesaya 53:4-5
53:4 namun sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan
kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena
tulah, dipukul dan ditindas Allah.
53:5 namun dia tertikam oleh sebab pemberontakan kita, dia
diremukkan oleh sebab kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan
keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya
kita menjadi sembuh.
Dan bacalah pasal 53 ini seluruhnya.
Anda dapat saja membayar harga dosa-dosa Anda – harganya
yaitu maut yang kekal. Dengan kata lain, Anda akan mati debagai
248
bayaran atas dosa-dosa Anda dan masuk ke api jahanam neraka yang
kekal. Atau, akrena kasih Allah, Anda dapat meminta Sang Mesias
untuk membayarkan harga ini sebagai pengganti bagi Anda.
Inilah yang akan membuat Anda berdamai dengan Allah. Allah akan
mengizinkan Anda masuk Surga yang kekal sebab keadilan-Nya
sudah dipuaskan. Yohanes Pembaptis telah berseru saat ia melihat
Yesus Sang Mesias : Yohanes 1:29
"Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya
dan ia berkata: "Lihatlah Anak Domba Allah, yang menghapus dosa
dunia."
Melalui korban kematian-Nya, sistem pengorbanan lama yang
mengorbankan binatang secara terus-menerus menjadi tidak berlaku
sebab sudah digenapi. Rasul Yohanes juga mengatakan :
Yohanes 3:36
Barangsiapa percaya kepada Anak (Yesus), ia beroleh hidup yang
kekal, namun barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat
hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya."
Pengikut-pengikut Yesus telah berjalan dalam "Janji yang
Baru" dan yakin bahwa darah Yesus telah menebus segala dosa
mereka. Mereka tidak hidup dibawah "Janji Lama" yang dibuat Allah
dengan orang-orang Israel di Gunung Sinai. Di dalam hidup di bawah
―Janji Baru" ini, para pengikut Yesus tetap memiliki hukum yang
mengatur. Isinya tetap berhubungan dengan apa yang tertulis dalam
PL, namun tentunya dalam konteks yang baru, yaitu yang telah
digenapi di dalam Yesus Kristus. Jadi, jelas ada kesinambungan,
penyingkapan dan pembaharuan dari kedua "janji" ini – yang
249
baru dan yang lama. Dengan demikian jelas bahwa Kitab Suci
bermanfaat untuk dipelajari, untuk mengetahui darimana kita berasal
dan kemana kita akan pergi.
Catatan :
Tidakkah Al Qur'an terang-terangan memposisikan Yesus
sebagai legislatif, pembuat undang-undang Ilahi? Sebab siapakah Dia
yang boleh menjungkir-balikkan Hukum Allah, "yang haram menjadi
halal" (Reff. Sura 3:49-50). Dan sebab Islam menolak konsep
penebusan dosa dengan darah, maka bagaimanakah teologi Islam
harus memberi jawaban terhadap kontradiksi sifat-sifat Allah yang
Mahakasih (yang mengampuni setiap dosa umat-Nya) dan sekaligus
Mahaadil (yang menghukum dosa, dan tidak bisa mengampuni saja
tanpa ada harga yang dibayar, sebab setiap dosa harus dihukum demi
keadilan-Nya). Hanya konsep substitusilah (penebusan oleh korban
pengganti) yang dapat menjembatani ketegangan antara Keadilan dan
Kasih Allah).
89) Tulisan apa yang sebenarnya ada di atas salib Yesus, sebab
Matius 27:37, Markus 15:26, Lukas 22:38 dan Yohanes 19:18,
semuanya menuliskannya secara berlainan?
JAWAB : (Kategori : salah membaca ayat)
Matius 27:37
Dan di atas kepala-Nya terpasang tulisan yang menyebut alasan
mengapa Ia dihukum: "Inilah Yesus Raja orang Yahudi."
Markus 15:26
250
Dan alasan mengapa Ia dihukum disebut pada tulisan yang terpasang
di situ: "Raja orang Yahudi".
Lukas 23:38
Ada juga tulisan di atas kepala-Nya: "Inilah raja orang Yahudi".
Yohanes 19:18
Dan Pilatus menyuruh memasang juga tulisan di atas kayu salib itu,
bunyinya: "Yesus, orang Nazaret, Raja orang Yahudi."
Pertentangan semu di atas timbul dari pertanyaan, "Apa
sebenarnya yang tertulis diatas kayu salib?" sebab ayat-ayat di
dalam Matius 27:37, Markus 15:26, Lukas 22:38 dan Yohanes 19:18,
semuanya menuliskannya secara berlainan tentang tulisan di atas kayu
salib. namun hal ini sebenarnya dapat dengan mudah dipahami jika
kita membaca ayat Yohanes 19:20, demikian :
‖Banyak orang Yahudi yang membaca tulisan itu, sebab tempat di
mana Yesus disalibkan letaknya dekat kota dan kata-kata itu tertulis
dalam bahasa Ibrani, bahasa Latin dan bahasa Yunani.‖
yaitu menarik bahwa Pilatus, yang menuliskan teks ini ,
dan bisa saja tulisan ini yaitu berbagai bahasa yang dikuasai
oleh Pilatus. namun , inti tuduhan yang dikenakan kepada Yesus untuk
apa Ia disalibkan yaitu tuduhan bahwa Yesus mengklaim diri-Nya
sebagai "Raja orang Yahudi". Keempat Injil sepakat demikian dalam
tulisannya masing-masing. Dan harus kita mengerti penulisan dari
berbagai bahasa itu tidak harus sama kata-per-kata dalam suatu
kalimatnya. Kalimat dalam bahasa Latin, Yunani dan Ibrani bisa
berlainan strukturnya walaupun menceritakan kasus yang sama.
251
Dalam hal ini seorang penulis Injil bisa saja menuliskannya dari
rujukan kata Ibrani yang kemudian ia tuliskan dalam Injil bahasa
Yunani. Jika kita tidak mengerti kunci tuduhan ini, mungkin kita akan
terjebak ke dalam sebuah pertentangan, namun, kenyataannya tidak
demikian.
Tulisan di atas kayu salib Kristus ditulis dalam 4 bahasa yang
berbeda: Yunani, Ibrani, Aram (Aramik), dan Latin. Kita dapat
melihat hal ini saat membaca Lukas 23:38 dan Yohanes 19:20.
Lukas 23:38 jelas-jelas berkata kata bahwa tulisan itu tertulis dalam
bahasa Yunani, Latin, dan Ibrani. Dalam Yohanes kata untuk "Ibrani"
diterjemahkan dari hebraisti. Menurut Gleason Archer: "Yohanes
19:20 memakai format kata keterangan dari Hebraisti, yang mana di
dalam Injil tidaklah berarti "dalam Bahasa Ibrani" melainkan berarti:
dalam salah satu dialek Ibrani yaitu Aramik. Kita tahu akan hal ini
sebab kata Hebraisti juga dipakai pada beberapa bagian lain, seperti
dalam Yohanes 5:2; 19:13,17; 20:16, kata ini dituliskan dalam
bentuk Aramik, lalu diterjemahkan ke dalam huruf Yunani,"
1
1
"John 19:20 uses for this the adverbial form Hebraisti, which in gospel
usage did not mean "in Hebrew" but in the Jewish dialect of Aramaic. We
know this because wherever Hebraisti is used elsewhere, as in John 5:2;
19:13,17; 20:16, the word is given in its Aramaic form, transcribed into
Greek letters," (Encyclopedia of Bible Difficulties, page 346).
90) Siapakah yang ingin membunuh Yohanes Pembaptis? Herodes
(Matius 14:5) ataukah Herodias? (Markus 6:20)
JAWAB : (Kategori : Salah memahami maksud penulis)
252
Bacalah Matius 14:1-11 dan Markus 6:14-29
Kontradiksi semu di atas menunjuk pada perkiraan, "Apakah
Herodes ingin membunuh Yohanes Pembaptis, atau tidak?" Shabbir
memakai Matius 14:5 sebagai ayat pendukung untuk
membuktikan Herodes berniat membunuh Yohanes, sedang
Markus 6:20 membuktikan bahwa Herodes tidak ingin membunuhnya.
Padahal cerita pada kedua kitab di atas saling melengkapi.
Jika kita membaca keseluruhan kisah pada Matius 14:1-11 dan
Markus 6:14-29, maka sejauh yang kita baca didalamnya tidak
ada pertentangan apapun. Pada kedua Kitab di atas, kita baca
bahwa Herodes memerintahkan untuk memenjarakan Yohanes
Pembaptis atas desakan dan pengaruh istrinya, Herodias. Jadi jelas,
pengaruh itulah yang menjadi faktor penting atas dipenggalnya kepala
Yohanes Pembaptis. Markus menuliskan cerita ini lebih mendetail
dibandingkan dengan Kitab Matius yang ditulis belakangan. sebab
itu Matius tidak mau membuang-buang waktu dengan menceritakan
hal-hal yang sudah diketahui sebelumnya melalui kitab Markus.
Hal lainnya yang perlu diperhatikan juga, Markus tidak
mengatakan dalam kitabnya, bahwa Herodes tidak mau membunuh
Yohanes Pembaptis, namun disebutkan bahwa Herodes menyimpan
ketakutan kepadanya, sebab Yohanes Pembaptis yaitu orang benar
dan suci, dan ditambahkan lagi oleh Matius, sebab Yohanes
memiliki pengaruh besar di antara banyak orang. Dengan demikian,
tidak ada kontradiksi, Matius dan Markus saling melengkapi kisah
Yohanes yang dihukum mati dengan cara dipenggal.
253
91) Apakah murid Yesus yang kesepuluh dari duabelas orang murid-
murid-Nya bernama Tadeus (Matius 10:1-4; Markus 3:13-19) ataukah
Yudas anak Yakobus (Lukas 6:12-16)
JAWAB : (Kategori : Salah memahami konteks historis)
Matius 10:1-4
10:1 Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan memberi kuasa
kepada mereka untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk melenyapkan
segala penyakit dan segala kelemahan.
10:2 Inilah nama kedua belas rasul itu: Pertama Simon yang disebut
Petrus dan Andreas saudaranya, dan Yakobus anak Zebedeus dan
Yohanes saudaranya,
10:3 Filipus dan Bartolomeus, Tomas dan Matius pemungut cukai,
Yakobus anak Alfeus, dan Tadeus,
10:4 Simon orang Zelot dan Yudas Iskariot yang mengkhianati Dia.
Markus 3:13-19
3:16 Kedua belas orang yang ditetapkan-Nya itu ialah: Simon, yang
diberi-Nya nama Petrus,
3:17 Yakobus anak Zebedeus, dan Yohanes saudara Yakobus, yang
keduanya diberi-Nya nama Boanerges, yang berarti anak-anak guruh,
3:18 selanjutnya Andreas, Filipus, Bartolomeus, Matius, Tomas,
Yakobus anak Alfeus, Tadeus, Simon orang Zelot,
3:19 dan Yudas Iskariot, yang mengkhianati Dia.
Lukas 6:12-16
254
6:13 saat hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya,
lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya
rasul:
6:14 Simon yang juga diberi-Nya nama Petrus, dan Andreas saudara
Simon, Yakobus dan Yohanes, Filipus dan Bartolomeus,
6:15 Matius dan Tomas, Yakobus anak Alfeus, dan Simon yang
disebut orang Zelot,
6:16 Yudas anak Yakobus, dan Yudas Iskariot yang kemudian
menjadi pengkhianat.
Ketiga ayat di atas sama-sama benar. Pada masa itu sudah
biasa bagi orang-orang Yahudi memakai lebih dari satu nama.
Misalnya Simon atau Kefas, dipanggil juga Petrus (Markus 3:16); dan
Saulus yang juga dipanggil Paulus (Kisah 13:9); Matius yang juga
dipanggil Lewi (Matius 9:9 and Markus 2:14; Lukas 5:27) dan lain-
lain. Tak ada bukti pemakaian nama tunggal secara eksklusif sampai
diganti dengan nama lain. Kedua nama mereka dapat tetap digunakan
secara bergantian.
92) Apakah pria yang Yesus lihat sedang duduk di rumah cukai, yang
kemudian dipanggil menjadi murid-Nya itu bernama Matius (Matius
9:9) ataukah Lewi? (Markus 2:14; Lukas 5:27)
JAWAB : (Kategori : Salah memahami konteks historis)
sesudah Yesus pergi dari situ, Ia melihat seorang yang bernama Matius
duduk di rumah cukai, lalu Ia berkata kepadanya: "Ikutlah Aku."
Maka berdirilah Matius lalu mengikut Dia. (Matius 9:9)
255
Kemudian saat Ia berjalan lewat di situ, Ia melihat Lewi anak
Alfeus duduk di rumah cukai lalu Ia berkata kepadanya: "Ikutlah
Aku!" Maka berdirilah Lewi lalu mengikuti Dia. (Markus 2:14)
Kemudian, saat Yesus pergi ke luar, Ia melihat seorang pemungut
cukai, yang bernama Lewi, sedang duduk di rumah cukai. Yesus
berkata kepadanya: "Ikutlah Aku!" (Lukas 5:27)
Jawaban di atas persis sama dengan pertanyaan sebelumnya,
dimana semua ayat-ayat yang ditampilkan sama-sama benar. Matius
dan Lewi yaitu orang yang sama. Dia yaitu salah satu murid Yesus.
Matius yaitu nama Yunaninya dan Lewi yaitu nama Ibraninya.
Sebagai pemungut cukai, Matius bekerja pada orang Romawi yang
berbicara bahasa Latin & Yunani. Ia mengumpulkan pajak dari orang
Yahudi yang berbicara bahasa Ibrani/Aram. Sebagai contoh lain, kita
bisa melihat bahwa Petrus juga sering dipanggil Simon (Matius 16:16)
yaitu menarik mengetahui Shabbir Ally juga melakukan
kebiasaan semacam ini. Dalam persiapan perdebatan di Birmingham,
Inggris, pada bulan Februari 1998, ia tanpa merasa bersalah
memakai nama samaran (Abdul Abu Saffiyah, yang artinya
Abdul, ayah dari Saffiyah, nama anak wanita nya) untuk
mengelabui lawan debatnya, yaitu Jay Smith. Dengan
menyembunyikan identitasnya itu, ia menolak persiapan yang telah
dipersiapkan oleh Pak Smith. Jadi, sementara dia boleh bermain
dengan nama ganda, kini ia menuduhnya sebagai kontradiksi saat
berhadapan dengan ganda yang terjadi pada orang-orang di daerah
256
Yudea/Palestina abad pertama Masehi. Padahal praktek di zaman itu,
mereka dapat memakai hal itu secara legal dan tidak mencurangi
siapapun. yaitu absah memakai nama alternatif secara jujur.
93) Apakah Yesus disalibkan pada siang hari sesudah perjamuan
Paskah (Markus 14:12-17) atau pada siang hari sebelum perjamuan
Paskah? (Yohanes 13:1,30,39; 18:28)
JAWAB : (Kategori : salah memahami konteks historis)
Markus 14:12-17
14:12 Pada hari pertama dari hari raya Roti Tidak Beragi, pada waktu
orang menyembelih domba Paskah, murid-murid Yesus berkata
kepada-Nya: "Ke tempat mana Engkau kehendaki kami pergi untuk
mempersiapkan perjamuan Paskah bagi-Mu?"
14:13 Lalu Ia menyuruh dua orang murid-Nya dengan pesan:
"Pergilah ke kota; di sana kamu akan bertemu dengan seorang yang
membawa kendi berisi air. Ikutilah dia
14:14 dan katakanlah kepada pemilik rumah yang dimasukinya: Pesan
Guru: di manakah ruangan yang disediakan bagi-Ku untuk makan
Paskah bersama-sama dengan murid-murid-Ku?
14:15 Lalu orang itu akan menunjukkan kamu sebuah ruangan atas
yang besar, yang sudah lengkap dan tersedia. Di situlah kamu harus
mempersiapkan perjamuan Paskah untuk kita!"
14:16 Maka berangkatlah kedua murid itu dan setibanya di kota,
didapati mereka semua seperti yang dikatakan Yesus kepada mereka.
Lalu mereka mempersiapkan Paskah.
14:17 sesudah hari malam, datanglah Yesus bersama-sama dengan
kedua belas murid itu.
257
Versus :
Yohanes 13:1, 29-30
13:1 Sementara itu sebelum hari raya Paskah mulai, Yesus telah tahu,
bahwa saat-Nya sudah tiba untuk beralih dari dunia ini kepada Bapa.
Sama seperti Ia senantiasa mengasihi murid-murid-Nya demikianlah
sekarang Ia mengasihi mereka sampai kepada kesudahannya.
13:29 sebab Yudas memegang kas ada yang menyangka, bahwa
Yesus menyuruh dia membeli apa-apa yang perlu untuk perayaan itu,
atau memberi apa-apa kepada orang miskin. 13:30 Yudas menerima
roti itu lalu segera pergi. Pada waktu itu hari sudah malam.
Maka mereka membawa Yesus dari Kayafas ke gedung pengadilan.
saat itu hari masih pagi. Mereka sendiri tidak masuk ke gedung
pengadilan itu, supaya jangan menajiskan diri, sebab mereka hendak
makan Paskah. (Yohanes 18:28)
Yesus disalibkan pada siang hari sebelum Paskah. Alasan
Markus seolah-olah mengatakan bahwa peristiwa penyaliban itu
terjadi sesudah jamuan Paskah, hanyalah merupakan masalah budaya
dan kontekstualisasinya.
Bukti kuat dalam Kitab Injil yaitu bahwa Yesus mati pada
saat menjelang malam Paskah, saat perjamuan Paskah akan disantap
sesudah matahari terbenam. Sebelum kita tuntaskan masalah ini, harap
diperhatikan bahwa Markus 14 telah menjelaskan bahwa Yesus tidak
makan perjamuan Paskah bersama murid-murid-Nya.
258
Lukas 22:1 menyebutkan sebagai "Hari Raya Roti Tidak
Beragi" (Ibrani, "KHAG HAMATSOT") yang disebutnya juga
sebagai "Paskah" (Ibrani, "PESAKH").
Lukas 22:1
Hari raya Roti Tidak Beragi, yang disebut Paskah, sudah dekat.
Interlinear, êggizen {mendekat} de {adapun} hê heortê {perayaan}
tôn azumôn {roti tidak beragi} hê {yang} legomenê {disebut}
pascha {paskah}
Seperti namanya, hari raya Roti tidak beragi ini
diselenggarakan dengan memakan roti tidak beragi. Ini yaitu
perintah yang ditaati sampai saat ini untuk jamuan Paskah, sebab
Allah memerintahkannya dengan amat jelas :
Peringatan Paskah dan larangan makan roti yang beragi :
Keluaran 12:1-20
12:1 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa dan Harun di tanah Mesir:
12:15 Kamu makanlah roti yang tidak beragi tujuh hari lamanya;
pada hari pertama pun kamu buanglah segala ragi dari
rumahmu, sebab setiap orang yang makan sesuatu yang beragi, dari
hari pertama sampai hari ketujuh, orang itu harus dilenyapkan dari
antara Israel.
12:17 Jadi kamu harus tetap merayakan hari raya makan roti
yang tidak beragi, sebab tepat pada hari ini juga Aku membawa
pasukan-pasukanmu keluar dari tanah Mesir. Maka haruslah kamu
rayakan hari ini turun-temurun; itulah suatu ketetapan untuk
selamanya.
12:18 Dalam bulan pertama, pada hari yang keempat belas bulan
259
itu pada waktu petang, kamu makanlah roti yang tidak beragi,
sampai kepada hari yang kedua puluh satu bulan itu, pada waktu
petang.
12:19 Tujuh hari lamanya tidak boleh ada ragi dalam rumahmu,
sebab setiap orang yang makan sesuatu yang beragi, orang itu
harus dilenyapkan dari antara jemaah Israel, baik ia orang asing,
baik ia orang asli.
12:20 Sesuatu apa pun yang beragi tidak boleh kamu makan;
kamu makanlah roti yang tidak beragi di segala tempat
kediamanmu."
Ditegaskan kembali pada :
Imamat 23:5
Dalam bulan yang pertama, pada tanggal empat belas bulan itu, pada
waktu senja, ada Paskah bagi TUHAN.
Hebrew Translit Interlinear, BAKHODESY {pada bulan}
HARI'SYON {pertama itu} BE'ARBA'AH {pada empat} 'ASAR
{sepuluh} LAKHODESY {kepada bulan} BEYN {antara}
HA'ARBAYIM {petang} PESAKH {Paskah} LAYHOVAH {bagi
TUHAN}
Tanggal 14 Nisan pada waktu senja Kalangan Yudaisme
menamakan hari itu sebagai 'EREV PESAKH. Pada saat ini orang
Israel sudah tidak makan roti beragi. Tanggal 15 Nisan mereka
merayakan PESAKH. Perayaan ini ini dikenal juga dengan nama
KHAG HAMATSOT (Hari Raya Roti Tidak Beragi, 15 Nisan).
Imamat 23:6
260
Dan pada hari yang kelima belas bulan itu ada hari raya Roti
Tidak Beragi bagi TUHAN; tujuh hari lamanya kamu harus
makan roti yang tidak beragi.
Hebrew Translit Interlinear, UVAKHAMISYAH {dan pada lima}
'ASAR {sepuluh} YOM {hari} LAKHODESY {kepada bulan}
HAZEH {itu} KHAG {hari raya} HAMATSOT {roti tidak beragi itu}
LAYHOVAH {bagi TUHAN} SYIV'AT {tujuh} YAMIM {hari}
MATSOT {roti tidak beragi} TO'KHELU {engkau harus makan}
Markus 14:12
Pada hari pertama dari hari raya Roti Tidak Beragi, pada waktu orang
menyembelih domba Paskah, murid-murid Yesus berkata kepada-
Nya: "Ke tempat mana Engkau kehendaki kami pergi untuk
mempersiapkan perjamuan Paskah bagi-Mu?"
TR Translit Interlinear, kai {adapun} tê prôtê {pertama} hêmera
{pada hari} tôn {dari} azumôn {Roti tidak beragi} hote {saat } to
pascha {domba Paskah} ethuon {mereka merayakan/ mereka
mentembelih} legousin {berkata} autô {kepada Dia} hoi mathêtai
{murid-murid} autou {Nya} pou {kemana} theleis {Engkau
menghendaki} apelthontes {pergi} etoimasômen {kami menyiapkan}
hina {supaya} phagês {Engkau makan} to {itu} pascha {domba
Paskah}
Kata Yunani untuk "Roti Tidak Beragi" yaitu "azumos".
Kata inilah yang digunakan oleh Markus dalam "Hari Raya Roti Tidak
Beragi". sedang kata Yunani untuk roti biasa (beragi) yaitu
"artos".
261
Seluruh penulis kitab Injil termasuk Markus, menulis yang
sama, bahwa saat itu merupakan perjamuan terakhir Yesus dengan
murid-murid-Nya memakan "artos" (roti biasa beragi) :
Markus 14:22
Dan saat Yesus dan murid-murid-Nya sedang makan, Yesus
mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya lalu
memberi nya kepada mereka dan berkata: "Ambillah, inilah tubuh-
Ku."
TR Translit Interlinear, kai {lalu} esthiontôn {saat sedang makan}
autôn {mereka} labôn {sesudah mengambil} ho iêsous {Yesus} arton
{roti (roti biasa beragi)} eulogêsas {mengucap syukur/ pujian}
eklasen {Ia membelah} kai {lalu} edôken {memberi } autois
{kepada mereka} kai {dan} eipen {berkata} labete {ambilah} phagete
{makanlah} touto estin {inilah} to sôma {tubuh} mou {Ku}
Oleh sebab itu, perjamuan makan malam itu walaupun sebuah
"perjamuan Paskah", namun itu bukan perjamuan paskah dengan Roti
Tidak Beragi, sebab itu hanya dapat dimulai pada waktu petang 14
Nisan saat Yesus Kristus ada di kayu Salib. Dengan demikian
terjadinya "perjamuan terakhir" dalam yang diceritakan dalam Markus
14:22 yaitu sebelum tanggal 14 Nisan.
Hal ini ditujukan dengan adanya penggunaan kata yang
berbeda pada pasal yang sama. sebab untuk Paskah, tidak mungkin
mereka akan memakan sesuatu yang telah dilarang oleh Allah melalui
Hukum Musa (yaitu memakan "artos" – roti biasa beragi), dan tidak
memakan sesuatu yang diperintahkan untuk dimakan (yaitu roti tidak
beragi - "azumos").
262
Jijika begitu, apa maksud Markus 14 : 12-17?
Pertama, kita baca, "ada tradisi pada waktu itu untuk menyembelih
domba Paskah". Perjamuan Paskah harus dilaksanakan pada hari ke-
14 pada bulan Nisan. namun , ternyata ada perbedaan pendapat dalam
hal menentukan hari itu, sebab mereka memakai sistem kalendar
yang berbeda untuk menghitung hari-hari Raya. Tampaknya,
perbedaan tradisi ini terus berlanjut sampai dengan masa kehidupan
Yesus. Jadi, memang sebagian orang sudah bisa mulai menjalankan
tradisi mereka dengan mengorbankan domba Paskah pada hari itu,
sementara sebagian orang lainnya menganggap bahwa Paskah baru
akan dirayakan esok malamnya. Perbedaan kebiasaan ini disebabkan
sebab hari Yahudi dimulai puluh 18:00 petang sedang hari
Romawi mulai pada jam 24:00 tengah malam.
Kedua, murid-murid-Nya bertanya kepada Yesus, "Ke tempat mana
Engkau menghendaki kami pergi untuk mempersiapkan perjamuan
Paskah bagiMu?". Mereka tidak menyangka bahwa malam itu Yesus
akan segera menyerahkan nyawa-Nya untuk menebus dosa manusia di
dunia seperti domba Paskah dalam Keluaran pasal 12, yang
dikorbankan untuk menyelamatkan orang Israel dari murka Allah
terhadap orang mesir.
Yesus sesungguhnya telah menjelaskannya kepada murid-
murid-Nya, namun mereka tidak dapat memahami pengorbanan ini
sebab berbagai alasan, termasuk saat Yesus dielu-elukan oleh
orang-orang Israel sebagai Mesias (Raja Penyelamat, bukan korban),
yang masih terus "bergema di telinga mereka". Yesus tidak
263
berkata kata bahwa Ia akan makan Perjamuan Paskah bersama-sama
dengan murid-murid-Nya. Yesus sangat ingin, namun Ia tahu hari-Nya
tidak sampai untuk melakukannya. Tidak ada peluang bagi satu
dogma pun yang dapat berkata kata bahwa perjamuan Paskah ini
dipinjam dan disiapkan. namun yang pasti, orang-orang Yahudi,
sebab telah diatur dalam Kitab Keluaran 12, mempersiapkan rumah
mereka untuk Hari Raya Roti Tidak Beragi (Ibrani, "KHAG
HAMATSOT").
Ketiga, dalam beberapa cara, Kitab Injil menceritakan tentang
Perjamuan Terakhir, dalam bentuk penggenapan karya Yesus, seperti
misalnya dalam Lukas pasal 22 yang menuliskan kerinduan Yesus
untuk makan Perjamuan paskah "ini" bersama dengan murid-murid-
Nya. Lalu apakah Lukas mengatakan bahwa saat itu yaitu perjamuan
Paskah? Tidak! Mengapa? Antara lain sebab penggunaan yang sama
untuk kata "artos" (roti biasa beragi) dan bukan "azumos" (roti tidak
beragi).
Yesus memang menjadikan makan malam terakhir ini sebagai
sejenis santapan Paskah (tidak dalam arti sebenarnya, melainkan
simboliknya) sebab Ia hendak bersekutu secara khusus dengan
murid-murid-Nya, menyadari akhirnya Ia harus masuk ke dalam
penderitaan beberapa jam sesudah itu.
Yesus juga ingin menunjukkan kepada murid-murid-Nya
bahwa Paskah itu berbicara tentang diri-Nya, yaitu bahwa Ia yaitu
korban yang memberi PB yang telah Allah janjikan ( Yeremia
31:31-33, Ibrani 7:27) seperti domba yang disembelih 1500 tahun
264
sebelumnya untuk menyelamatkan orang-orang Israel dari Murka
Allah di tanah Mesir.
Dalam perjamuan ini , Yesus menggambarkan diri-Nya
sebagai "Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia" seperti
yang dikatakan Yohanes Pembaptis (Yohanes 1:29). Yesus ingin
menyantap jamuan Paskah bersama murid-murid-Nya, sebab nya Ia
mengatakan : Lukas 22:16
22:15 Kata-Nya kepada mereka: "Aku sangat rindu makan Paskah ini
bersama-sama dengan kamu, sebelum Aku menderita.
22:16 Sebab Aku berkata kepadamu: Aku tidak akan memakannya
lagi sampai ia beroleh kegenapannya dalam Kerajaan Allah."
22:17 Kemudian Ia mengambil sebuah cawan, mengucap syukur, lalu
berkata: "Ambillah ini dan bagikanlah di antara kamu.
22:18 Sebab Aku berkata kepada kamu: mulai dari sekarang ini Aku
tidak akan minum lagi hasil pokok anggur sampai Kerajaan Allah
telah datang."
22:19 Lalu Ia mengambil roti, mengucap syukur, memecah-
mecahkannya dan memberi nya kepada mereka, kata-Nya: "Inilah
tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi
peringatan akan Aku."
TR Translit, kai labôn arton eucharistêsas eklasen kai edôken autois
legôn touto estin to sôma mou to uper humôn didomenon touto poieite
eis tên emên anamnêsin
Perhatikan ayat 16, Yesus mengatakan "Aku tidak akan
memakannya lagi sampai ia beroleh kegenapannya dalam Kerajaan
Allah". Dan kegenapan itu yaitu kematianNya, "Sebab anak domba
Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus" (1 Korintus 5:7).
265
Kemudian, perhatikan ayat 19, sama seperti Markus, Lukas
juga menulis roti yang dimakan yaitu roti biasa (yang beragi) yaitu
"artos" dan bukan "azumos" yang sedianya dimakan pada jamuan
Paskah dalam EREV PESAKH tanggal 14 Nisan, maupun pada
jamuan "KHAG HAMATSOT" pada 15 Nisan maupun 7 hari
sesudah nya.
Maka, jelas tidak ada pertentangan. Yesus mati sebelum orang-
orang Yahudi merayakan PASKAH dan memakan jamuan PASKAH.
94) Apakah Yesus berdoa kepada Bapa-Nya supaya diselamatkan dari
penyaliban (Matius 26:39, Markus 14:36; Lukas 22:42) atau tidak
berdoa untuk itu? (Yohanes 12:27)
JAWAB : (Kategori : salah membaca ayat)
Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku,
jijika sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, namun
janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau
kehendaki." (Matius 26:39)
Kata-Nya: "Ya Abba, ya Bapa, tidak ada yang mustahil bagi-Mu,
ambillah cawan ini dari pada-Ku, namun janganlah apa yang Aku
kehendaki, melainkan apa yang Engkau kehendaki." (Markus 14:36)
"Ya Bapa-Ku, jijika Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku;
namun bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang
terjadi." (Lukas 22:42)
Versus :
266
12:27 Sekarang jiwa-Ku terharu dan apakah yang akan Kukatakan?
Bapa, selamatkanlah Aku dari saat ini? Tidak, sebab untuk itulah Aku
datang ke dalam saat ini.
12:28 Bapa, muliakanlah nama-Mu!" Maka terdengarlah suara dari
sorga: "Aku telah memuliakan-Nya, dan Aku akan memuliakan-Nya
lagi!" (Yohanes 12:27-28)
Pertentangan di atas mempertanyakan, "Apakah Yesus berdoa
kepada bapa-Nya agar mencegah diri-Nya dari penyaliban?". Seperti
yang diperlihatkan Markus 26:39; Markus 14:36 dan Lukas 22:42,
sementara Yohanes 12:27 mengesankan Yesus tidak seperti itu kepada
Bapa-Nya?
Usaha mempertentangkan cerita di atas tampaknya sia-sia saja.
Matius 26:39, Markus 14:36 dan Lukas 22:42 menceritakan kisah
yang sama yang terjadi di taman Getsemani sebelum Yesus ditangkap.
Dalam seluruh cerita ini tidak ada satu katapun yang berkata kata
Yesus meminta agar penyaliban itu dicegah, melainkan untuk
mengekspresikan kengerian-Nya atas penderitaan yang akan ia alami
pada saat Ia diadili, dianiaya, dipukul, dicambuk, sendirian
ditinggalkan orang lain dan bahkan pengalaman yang paling
menakutkan yaitu , keterpisahan-Nya dengan Allah nanti di atas kayu
Salib. Peristiwa penderitaan salib itu sendiri akan berlangsung
beberapa jam sesudah nya. namun yang terpenting dalam kondisi seperti
itu, Yesus tetap minta kehendak Bapa-Nya untuk diwujudkan, sebab
menyadari bahwa inilah klimaksnya bahwa Ia akan disalibkan, mati
dan dibangkitkan dalam misi penebusan dosa bagi umat manusia di
dunia.
267
Yohanes 12:27 menuliskan hal ini dari situasi yang berbeda,
sebelum saat dan kejadian penderitaan Salib itu berlangsung.
Dikatakan bahwa Yesus berbicara kepada orang banyak pada
Perayaan Paskah di Bait Allah di Yerusalem (bahkan sebelum
pertemuan / perjamuan makan malam yang terakhir di ruang atas).
Dalam kesempatan ini Yesus mengatakan sesuatu hampir serupa
dengan kalimat di atas, yaitu bukan meminta agar penyaliban dicegah:
"Sekarang jiwa-Ku terharu dan apakah yang akan Kukatakan? Bapa,
selamatkanlah Aku dari saat ini? Tidak, sebab untuk itulah Aku
datang ke dalam saat ini. Bapa, muliakanlah nama-Mu!".
Kembali di sini diberitahukan perasaan-Nya dalam
menghadapi siksa salib, bukan pernyataan yang menunjukkan bahwa
Yesus hendak meminta pembatalan peristiwa penyaliban. Maka, tidak
ada kontradiksi.
95) Apakah Yesus tiga kali bolak-balik untuk berdoa (Matius 26:36-
46; Markus 14:32-42) atau satu kali (Lukas 22:39-46) dari tempat
murid-murid-Nya?
JAWAB : (Kategori : ayat diartikan dengan pemikiran sempit)
Matius 26:36-46
26:36 Maka sampailah Yesus bersama-sama murid-murid-Nya ke
suatu tempat yang bernama Getsemani. Lalu Ia berkata kepada murid-
murid-Nya: "Duduklah di sini, sementara Aku pergi ke sana untuk
berdoa."
26:37 Dan Ia membawa Petrus dan kedua anak Zebedeus serta-Nya.
Maka mulailah Ia merasa sedih dan gentar,
268
26:38 lalu kata-Nya kepada mereka: "Hati-Ku sangat sedih, seperti
mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan
Aku."
26:39 Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: "Ya
Bapa-Ku, jijika sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-
Ku, namun janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti
yang Engkau kehendaki."
26:40 sesudah itu Ia kembali kepada murid-murid-Nya itu dan
mendapati mereka sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus:
"Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku?
26:41 Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke
dalam pencobaan: roh memang penurut, namun daging lemah."
26:42 Lalu Ia pergi untuk kedua kalinya dan berdoa, kata-Nya: "Ya
Bapa-Ku jijika cawan ini tidak mungkin lalu, kecuali jika Aku
meminumnya, jadilah kehendak-Mu!"
26:43 Dan saat Ia kembali pula, Ia mendapati mereka sedang tidur,
sebab mata mereka sudah berat.
26:44 Ia membiarkan mereka di situ lalu pergi dan berdoa untuk
ketiga kalinya dan mengucapkan doa yang itu juga.
26:45 Sesudah itu Ia datang kepada murid-murid-Nya dan berkata
kepada mereka: "Tidurlah sekarang dan istirahatlah. Lihat, saatnya
sudah tiba, bahwa Anak Manusia diserahkan ke tangan orang-orang
berdosa.
26:46 Bangunlah, marilah kita pergi. Dia yang menyerahkan Aku
sudah dekat."
Markus 14:32-42
269
14:32 Lalu sampailah Yesus dan murid-murid-Nya ke suatu tempat
yang bernama Getsemani. Kata Yesus kepada murid-murid-Nya:
"Duduklah di sini, sementara Aku berdoa."
14:33 Dan Ia membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes serta-Nya. Ia
sangat takut dan gentar,
14:34 lalu kata-Nya kepada mereka: "Hati-Ku sangat sedih, seperti
mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah."
14:35 Ia maju sedikit, merebahkan diri ke tanah dan berdoa supaya,
sekiranya mungkin, saat itu lalu dari pada-Nya.
14:36 Kata-Nya: "Ya Abba, ya Bapa, tidak ada yang mustahil bagi-
Mu, ambillah cawan ini dari pada-Ku, namun janganlah apa yang Aku
kehendaki, melainkan apa yang Engkau kehendaki."
14:37 sesudah itu Ia datang kembali, dan mendapati ketiganya sedang
tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus: "Simon, sedang tidurkah engkau?
Tidakkah engkau sanggup berjaga-jaga satu jam?
14:38 Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke
dalam pencobaan; roh memang penurut, namun daging lemah."
14:39 Lalu Ia pergi lagi dan mengucapkan doa yang itu juga.
14:40 Dan saat Ia kembali pula, Ia mendapati mereka sedang tidur,
sebab mata mereka sudah berat dan mereka tidak tahu jawab apa yang
harus mereka berikan kepada-Nya.
14:41 Kemudian Ia kembali untuk ketiga kalinya dan berkata kepada
mereka: "Tidurlah sekarang dan istirahatlah. Cukuplah. Saatnya sudah
tiba, lihat, Anak Manusia diserahkan ke tangan orang-orang berdosa.
14:42 Bangunlah, marilah kita pergi. Dia yang menyerahkan Aku
sudah dekat."
Versus :
270
Lukas 22:39-46
22:39 Lalu pergilah Yesus ke luar kota dan sebagaimana biasa Ia
menuju Bukit Zaitun. Murid-murid-Nya juga mengikuti Dia.
22:40 sesudah tiba di tempat itu Ia berkata kepada mereka: "Berdoalah
supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan."
22:41 Kemudian Ia menjauhkan diri dari mereka kira-kira sepelempar
batu jaraknya, lalu Ia berlutut dan berdoa, kata-Nya:
22:42 "Ya Bapa-Ku, jijika Engkau mau, ambillah cawan ini dari
pada-Ku; namun bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah
yang terjadi."
22:43 Maka seorang malaikat dari langit menampakkan diri kepada-
Nya untuk memberi kekuatan kepada-Nya.
22:44 Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa.
Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah.
22:45 Lalu Ia bangkit dari doa-Nya dan kembali kepada murid-murid-
Nya, namun Ia mendapati mereka sedang tidur sebab dukacita.
22:46 Kata-Nya kepada mereka: "Mengapa kamu tidur? Bangunlah
dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan."
Berapa kali Yesus meninggalkan murid-murid-Nya untuk
berdoa sendirian di Taman Getsemani pada malam Ia ditangkap?
Matius 26:36-46 dan Markus 14:32-42, menggambarkan 3 kali.
sedang Lukas 22:39-46 menggambarkannya hanya satu kali.
Sesungguhnya tidak ada kontradiksi dalam pernyataan di atas jika
Anda menyadari bahwa kalimat di atas saling melengkapi saat
dilaporkan oleh 3 orang yang berbeda dengan gaya dan fokus yang
berbeda.
271
Perhatikan bahwa Lukas sama sekali tidak menyebutkan
bahwa Yesus tidak meninggalkan murid-murid-Nya 3 kali dan berdoa.
Meskipun tidak menyebut 3 kali, bukan berarti Yesus tidak melakukan
hal ini . Lukas, dalam hal ini tidak menganggap keadaan terrsebut
perlu untuk ditulis dalam kitabnya, dan dia hanya memfokuskan pada
Yesus yang berdoa saja.
96) saat Yesus berdoa untuk kedua kalinya, apakah kata-kata-Nya
tetap sama (Markus 14:39) atau berbeda? (Matius 26:42)
JAWAB : (Kategori : Memaksakan pengertian sendiri)
Matius 26: 39, 42, 44
26:39 Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: "Ya
Bapa-Ku, jijika sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-
Ku, namun janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti
yang Engkau kehendaki."
26:42 Lalu Ia pergi untuk kedua kalinya dan berdoa, kata-Nya: "Ya
Bapa-Ku jijika cawan ini tidak mungkin lalu, kecuali jika Aku
meminumnya, jadilah kehendak-Mu!"
26:44 Ia membiarkan mereka di situ lalu pergi dan berdoa untuk
ketiga kalinya dan mengucapkan doa yang itu juga.
Markus 14:36, 39, 41
14:36 Kata-Nya: "Ya Abba, ya Bapa, tidak ada yang mustahil bagi-
Mu, ambillah cawan ini dari pada-Ku, namun janganlah apa yang Aku
kehendaki, melainkan apa yang Engkau kehendaki."
14:39 Lalu Ia pergi lagi dan mengucapkan doa yang itu juga.
272
14:41 Kemudian Ia kembali untuk ketiga kalinya dan berkata kepada
mereka: "Tidurlah sekarang dan istirahatlah. Cukuplah. Saatnya sudah
tiba, lihat, Anak Manusia diserahkan ke tangan orang-orang berdosa.
Kontradiksi semu di atas antara Matius 26:36-46 dengan
Markus 14:32-42, khususnya ayat dalam Matius 26:42 dan Markus
14:39, yang sebenarnya tidak ada pertentangan sedikitpun. "Apa
yang disebutkan dalam doa Yesus yang kedua kali di Taman
Getsemani?"
Shabbir memegang teguh perkataan Markus bahwa "kata-kata
dalam doanya yang kedua sama dengan yang pertama" (Markus
14:39). namun marilah kita melihat bersama apa yang dikatakan
Markus tentang doa kedua ini dalam Markus 14:39 "Lalu Ia pergi lagi
dan mengucapkan doa yang itu juga".
Tidak satupun dalam ayat ini menyebutkan bahwa Yesus
menyebutkan "kata-kata yang persis" dalam doanya seperti doa
sebelumnya, namun maksud Markus mengatakan "mengucapkan doa
yang itu juga" yaitu dalam arti inti doa seperti yang disebutkan oleh
Matius. (Bila bukan inti doa yang dimaksudkan, tentu doa Yesus ini
amat singkat dan tidak akan mengambil satu jam, lihat Matius 26:40).
Jika dibandingkan kedua doa yang dinaikkan Yesus di taman
Getsemani dalam Kitab Matius 26:39, 43, dapat kita lihat bahwa pada
dasarnya maksud kedua doa ini sama, walaupun tidak memakai
kata-kata yang sama persis. Di ayat Matius 26:44, Matius mengatakan
bahwa Yesus "berdoa untuk ketiga kalinya dan mengucapkan doa
yang itu juga". Jadi, jika menurut Shabbir dua doa yang pertama
berbeda, lalu doa Yesus yang ketiga sama dengan doa yang mana?
273
Janganlah hanya memahami doa Yesus dari kata-kata harfiah
ala formula doa Islam yang sebenarnya tidak demikian dilakukan
Yesus. Mungkin Anda berpikir bahwa doa di atas merupakan bentuk
doa yang tetap diulang-ulang setiap hari, seperti yang dilakukan oleh
umat Islam. namun sebenarnya doa itu yaitu curahan dari hati yang
"diungkapkan" oleh Yesus sebab tekanan dan situasi yang amat pekat
yang akan dihadapi-Nya, yaitu siksa salib. Suasana doa semacam itu
dicetuskan dalam ikatan kasih yang tidak terbayangkan antara Yesus
dengan Bapa-Nya yang mengalahkan bentuk-bentuk ikatan aksara
yang harfiah yang 'diharuskan' oleh Shabbir.
97) Apakah kepala pasukan mengatakan bahwa Yesus yaitu orang
benar (Lukas 23:47) atau Yesus yaitu Anak Allah? (Matius 27:54,
Markus 15:39)
JAWAB : (Kategori : ayat diartikan secara sempit)
saat kepala pasukan melihat apa yang terjadi, ia memuliakan Allah,
katanya: "Sungguh, orang ini yaitu orang benar!" (Lukas 23:47)
Waktu kepala pasukan yang berdiri berhadapan dengan Dia melihat
mati-Nya demikian, berkatalah ia: "Sungguh, orang ini yaitu Anak
Allah!" (Markus 15:39)
Pertanyaan di atas berkaitan dengan pernyataan kepala
pasukan pada saat Yesus mati di kayu salib, didasarkan pada dua ayat
dalam Markus 15:39 dan Lukas 23:47. Namun seperti yang sebelum-
274
sebelumnya, kedua ayat di atas bukan merupakan pertentangan
melainkan pernyataan yang saling melengkapi.
Matius 27:54 dan Markus 15:39 sama-sama setuju bahwa
kepala pasukan berkata kata bahwa Yesus yaitu "Anak Allah!"
namun Lukas 23:47 menyebutkan bahwa kepala pasukan itu
mengatakan Yesus yaitu "orang benar". Apakah teramat sulit
dipercaya jika kepala pasukan itu mengatakan kedua-duanya?
(Bahkan ada lagi ritual nya yang mungkin tidak dicatat). Pola
ini sering terjadi dalam kesaksian kitab-kitab Injil, sebab tidak
satupun kitab Injil berkata kata bahwa ritual kepala pasukan pada
salah satu ayat di atas merupakan keseluruhan ritual nya. Oleh sebab
itu jangan berpikiran sempit atas apa yang dikatakan oleh kepala
pasukan terhadap Yesus.
Matius dan Markus lebih tertarik menuliskan pernyataan sang
kepala pasukan tentang ketuhanan Yesus, di sisi lain Lukas lebih
meniliknya dari segi kemanusiaan Yesus. sebab itulah, ia menangkap
pernyataan kepala pasukan seperti yang tertulis dalam kitabnya.
98) Apakah Yesus mengatakan "AllahKu, AllahKu mengapa Engkau
meninggalkan Aku?" dalam bahasa Ibrani (Matius 27:46) atau dalam
bahasa Aram? (Markus 15:34).
JAWAB : (Kategori : Salah memahami penggunaan bahasa Ibrani)
Matius 27:46
"Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: 'Eli, Eli,
lama sabakhtani? ' Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau
meninggalkan Aku?"
275
TR Translit. : peri de tên ennatên hôran aneboêsen ho iêsous phônê
megalê legôn êli êli lama sabachthani tout estin thee mou thee mou
inati me egkatelipes
Markus 15:34
Dan pada jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: "Eloi, Eloi,
lama sabakhtani?", yang berarti: Allahku, Allahku, mengapa Engkau
meninggalkan Aku?
TR Translit, kai tê hôra tê ennatê eboêsen ho iêsous phônê megalê
legôn elôi elôi lamma sabachthani ho estin methermêneuomenon ho
theos mou ho theos mou eis ti me egkatelipes
Mazmur 22:2
"Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku? Aku
berseru, namun Engkau tetap jauh dan tidak menolong aku."
'ÊLÎ'ÊLÎ LÂMÂH 'AZAVTÂNÎ RÂKHÔQ MÎSYÛ'ÂTÎ DIVRÊY
SYA'AGÂTÎ
Pertanyaan apakah Yesus berbicara dalam bahasa Ibrani atau
bahasa Aram di atas kayu salib dapat dijawab. sedang alasan
mengapa Matius dan Markus mencatat dalam dialek yang berbeda
mungkin sebab sesudah peristiwa terjadi, cara membicarakan
peristiwa itu yaitu dalam bahasa Aram, dan mungkin juga
disebabkan oleh para penerima Injil itu sendiri. namun , semua itu
bukan masalah yang valid bagi Alkitab.
Sebagian orang memperkirakan Markus 15:34 memakai
bahasa Aram dalam PB : "Eloi, Eloi, lama sabakhtani?". namun
sebagian lainnya meragukan Yesus berbicara dalam bahasa Aram,
276
sebab orang-orang di sekitar situ mendengar Yesus seolah Yesus
memanggil Elia (Matius 27:47 dan Markus 15:35-36).
Mendengar itu, beberapa orang yang berdiri di situ berkata: "Ia
memanggil Elia." (Matius 27:47)
Markus 15:35-36
Mendengar itu, beberapa orang yang berdiri di situ berkata: "Lihat, Ia
memanggil Elia." Maka datanglah seorang dengan bunga karang,
mencelupkannya ke dalam anggur asam lalu mencucukkannya pada
sebatang buluh dan memberi Yesus minum serta berkata: "Baiklah
kita tunggu dan melihat apakah Elia datang untuk menurunkan Dia."
Dengan penjelasan semacam ini orang akan mengatakan
bahwa Yesus berteriak "Eli, Eli" dan bukan "Eloi, Eloi", mengapa?
sebab dalam bahasa Ibrani ELI, dapat berarti "ALLAH-KU",
ataupun kependekan dari "ELIYAHU", yaitu ELIA. namun dalam
bahasa Aram, "Eloi" hanya dapat berarti "ALLAH-KU", sehingga
tidak mungkin dikelirukan dengan Nabi Elia.
Tampaknya Yesus berbicara dalam bahasa Ibrani, lalu
mengapa tercatat juga kata-kata-Nya dalam bahasa Aram? Perlu
diketahui bahwa Yesus tinggal dalam kelompok masyarakat multi
bahasa. Ia amat mungkin dapat berbicara bahasa Yunani (Bahasa
Internasional waktu itu, kaum pedagang, cendekiawan dan kaum
pendatang), Bahasa Aram (bahasa yang digunakan oleh masyarakat
Timur Dekat) dan bahasa Ibrani (bahasa liturgis/bahasa pengajaran
agama Yahudi). Bahasa Ibrani dan bahasa Aram yaitu bahasa yang
277
serumpun (bahasa Semit). Jika kedua bahasa ini sama-sama muncul
dalam kitab-kitab Injil, maka hal ini tidaklah mengherankan. Tidak
menjadi masalah bagi orang Kristen jika salah satu penulis kitab Injil
memakai bahasa Ibrani sedang yang lainnya memakai
bahasa Aram yang amat mirip dengan bahasa Ibrani itu. Alasan
perbedaan kedua bahasa itu, mungkin disebabkan sebab saat
mengingat dan mendiskusikan kisah tentang kehidupan, kematian dan
kebangkitan Yesus, mereka mempercakapkannya dalam bahasa Aram.
Jadi itu dituliskannya dalam bahasa Aram.
99) Apakah ritual Yesus yang terakhir yaitu , "Ya Bapa ke dalam
tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku" (Lukas 23:46), atau "Sudah
selesai"? (Yohanes 19:30)
JAWAB : (Kategori : Ayat-ayat diartikan secara sempit)
Lukas 23:46
Lalu Yesus berseru dengan suara nyaring: "Ya Bapa, ke dalam
tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku." Dan sesudah berkata demikian
Ia menyerahkan nyawa-Nya.
Yohanes 19:30
Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: "Sudah
selesai." Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-
Nya.
"Apa ritual Yesus yang terakhir sebelum Ia mati?" itulah inti
pertanyaan Shabbir untuk mengiring kepada pertentangan. Namun,
pertanyaan yang berbeda dari dua pihak saksi pada saat keja



.jpeg)
