• coklatx.blogspot.com

    www.coklatx.blogspot.com

  • berasx.blogspot.com

    www.berasx.blogspot.com

  • kacangx.blogspot.com

    www.kacangx.blogspot.com

Tampilkan postingan dengan label Kisah santa santo 6. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah santa santo 6. Tampilkan semua postingan

Kisah santa santo 6


 sar pada isterinya itu. 

Meskipun Raja Denis seorang pemimpin yang baik, 

ia tidak seperti isterinya yang  suka berdoa dan 

melakukan kebajikan. Sesungguhnya, dosa-dosanya 

yang melanggar kemurnian menjadi skandal heboh 

di seluruh kerajaannya.

St. 

Elizabeth berusaha menjadi ibu yang penuh kasih 

sayang bagi anak-anaknya, Alphonso dan 

Constance. Ia juga murah hati serta penuh perhatian 

pada rakyat Portugal. Meskipun suaminya tidak 

setia, Elizabeth terus berdoa agar suatu hari nanti 

suaminya itu mengubah perangainya. Elizabeth tidak 

mau bersedih dan marah. Ia memperdalam 

kehidupan doanya dan ikut dalam spiritualitas 

Fransiskan. Lambat-laun, raja mulai tergerak hatinya 

oleh kesabaran serta teladan hidup isterinya. Ia 

mulai memperbaiki sikap hidupnya. Ia mohon maaf 

pada isterinya serta menaruh hormat pada isterinya 

itu. Di saat-saat terakhir saat  raja terbaring sakit, 

ratu tidak pernah beranjak dari sisinya kecuali untuk 

pergi Misa. Raja Denis meninggal pada tanggal 6 

Januari 1325. Ia menunjukkan tobat mendalam atas 

dosa-dosanya dan wafat dalam damai. Elizabeth 

hidup hingga sebelas tahun kemudian. Ia melakukan 

perbuatan-perbuatan amal kasih dan laku tobat. Ia 

merupakan teladan mengagumkan dalam kebaikan 

hatinya terhadap orang-orang miskin. wanita  

yang lemah lembut ini juga menjadi pendamai dalam 

perselisihan antar anggota keluarga maupun antar 

negara. St. Elizabeth dari Portugal wafat pada 

tanggal 4 Juli 1336. Ia dinyatakan kudus oleh Paus 

Urbanus VIII pada tahun 1626. St. Elizabeth dari 

Portugal dirayakan setiap tanggal 4 Juli.

“Jika kamu cinta damai, semuanya akan menjadi baik.” ~ 

Santa Elizabeth

ELISABET dan ZAKARIA (abad ke-1)

yaitu  ibu dan ayah dari Santo Yohanes 

Pembaptis (lihat Injil Lukas bab 1)

P: 5 Nopember

SANTA ELIZABETH BICHIER (1773-26 

Agustus 1838)

Elizabeth dilahirkan pada tahun 1773. saat  

masih kanak-kanak, permainan kesukaannya ialah 

membuat benteng-benteng di pasir. Bertahun-tahun 

kemudian, wanita Perancis yang kudus ini memikul 

tanggung jawab pembangunan biara-biara bagi ordo 

para biarawati yang didirikannya. “Aku rasa 

membangun memang dimaksudkan untuk menjadi 

pekerjaanku,” katanya bergurau, “sebab aku telah 

memulainya sejak masih kanak-kanak!” 

Sesungguhnya, hingga tahun 1830, yaitu delapan 

tahun sebelum wafatnya, Elizabeth telah mendirikan 

lebih dari enam puluh biara.

Selama masa Revolusi Perancis, keluarga 

Elizabeth kehilangan segala harta milik mereka. Hal 

ini terjadi sebab  kaum 

republik menyita harta milik 

para bangsawan. namun , 

gadis muda berusia sembilan 

belas tahun yang sangat 

pandai ini belajar hukum 

agar dapat memenangkan 

kasus keluarganya di 

pengadilan. saat  Elizabeth 

berhasil memenangkan 

perkaranya dan 

menyelamatkan keluarganya 

dari kehancuran, tukang 

sepatu desa berseru, 

“Sekarang, satu-satunya hal 

yang perlu engkau lakukan 

yaitu  menikah dengan seorang kaum Republik 

yang baik!” Namun demikian, Elizabeth tidak 

memiliki niat untuk menikah dengan siapa pun, 

entah dari kalangan republik atau pun dari kalangan 

bangsawan. Di balik sebuah gambar Bunda Maria, ia 

menulis, “Aku embaktikan serta mempersembahkan 

diriku kepada Yesus dan Maria untuk selama-

lamanya.”

Dengan bantuan St. Andreas Fournet, 

Elizabeth membentuk suatu ordo religius baru yang 

diberi nama Putri-putri Salib. Ordo baru ini berkarya 

dengan mengajar anak-anak dan melayani orang 

sakit. Elizabeth siap menghadapi segala bahaya 

demi menolong sesama. Suatu saat  ia mendapati 

seorang gelandangan terbaring sakit di sebuah 

gudang. Ia membawanya ke rumah sakit biara dan 

melakukan segala yang ia mampu untuknya hingga 

gelandangan itu meninggal dunia. Keesokan 

paginya, kepala polisi datang memberitahu bahwa ia 

ditangkap sebab  melindungi seseorang yang 

diyakini sebagai seorang penjahat. Elizabeth tidak 

takut, “Aku hanya melakukan apa yang mungkin 

engkau sendiri akan lakukan, Tuan,” katanya. “Aku 

menemukan orang sakit yang malang ini, dan 

merawatnya hingga ia meninggal. Aku siap untuk 

mengatakan kepada hakim apa yang telah terjadi.” 

Tentu saja, kejujuran dan belas kasihan santa kita 

ini mendapat banyak simpati. Orang banyak 

mengagumi jawaban-jawabannya yang jujur, tegas 

dan jelas.        

Sahabat yang membantunya mendirikan 

ordo, St. Andreas Fournet, wafat pada tahun 1834. 

St. Elizabeth menulis kepada para biarawatinya, 

“Inilah kehilangan kita yang paling besar dan paling 

menyedihkan.” St. Elizabeth wafat pada tanggal 26 

Agustus 1838. Ia dinyatakan kudus oleh Paus Pius 

XII pada tahun 1947.

ELLA ASHEBA (KALEB)

Raja Etiopia ini memerangi dan memecat raja 

Yaman Selatan (565) sebab  menganiaya orang-

orang Kristen. Kemudian ia menjadi rahib pada 

pertapaan Santo Pantaleon di Aksum.

P: 27 Oktober

ELFRED OSB (1109-1167)

yaitu  kepala istana Raja David dari 

Skotlandia. Pada 1133 ia masuk biara Sisterisien dan 

hidup bermatiraga keras. Terhadap biarawan-

biarawan yang dipimpinnya abbas ini berlaku murah 

hati, sehingga tak seorangpun yang meninggalkan 

biara.

B: Aelredus; P: 12 Januari

EMANUEL(A)

Artinya “Tuhan beserta kita”. Sebutan itu 

dipakai sebagai gelar Almasih (lihat Kitab Isaias 7, 

14 dan 8,8). Bentuk singkatan: Manuel (♂) dan 

Manuela (♀).

EMANUEL († 1198)

Uskup Cremona Italia ini diusir atas dalih 

politik dan meninggal di Frisia.

P: 27 Februari.

Emanuel seorang pelayan dari Jawa (35 tahun), 

Anton Samba seorang pelaut dari pulau Solor yang 

berumahtangga di Macao, Albertus seorang budak 

yang masih muda (17 tahun dan berasal dari Timor, 

dan Dominikus seorang Melayu yang 

berumahtangga di Macao dan dibunuh oleh orang 

Jepang sebab  mereka tidak mau murtad. Mereka 

mati sebagai martir dengan 57 pedagang dan pelaut 

dari 16 bangsa di Nagasaki (Jepang) pada tahun 

1641.

(Orang-orang Kudus di Indonesia)

EMERENTIA(NA) (246-258)

yaitu  teman bermain Santa Agnes. 

Orangtuanya yang masih kafir bekerja sebagai 

pelayan keluarga Agnes, bangsawan Roma yang 

sudah beragama Kristen. Selagi masih bocah, ayah-

ibunya meninggal, sehingga Emerentiana dididik 

oleh orangtua Agnes. Cara hidup Kristen keluarga itu 

menyemai benih iman dalam batinnya. saat  

231

sedang berdoa di makam Agnes yang baru saja 

meninggal dimartir, ia dilempari batu sebab  

beriman Kristen. Ia meninggal dan dibaptis dengan 

darahnya sendiri.

P: 23 Januari.

EMIL (AEMILIUS)

Bersama dengan Kastus mengingkari 

imannya saat  disiksa di Kartago Tunisia. namun  

kemudian mereka bertobat lagi dan mati sebagai 

saksi iman (203)

P: 23 Januari

EMILI (AEMILIA BICCHIERI) (1238-1314)

Suster Dominikan ini dikaruniai pengalaman 

mistik dan mengerjakan banyak mukjijat.

L: merpati putih; P: 19 Agustus

SANTA EMILIA De VIALAR (1797-24 Agustus 

1856)

Emilia de Vialar yaitu  anak tunggal. Ia 

dilahirkan di Perancis pada tahun 1797. Orangtuanya 

yang kaya mengirim gadis 

kecil ini untuk bersekolah di 

Paris. Ia pulang kembali ke 

kota kecilnya, Gaillac, saat  

ibunya meninggal dunia. 

Emilia yang kala itu berusia 

limabelas tahun akan 

menjadi teman yang baik 

bagi ayahnya. Tuan de 

Vialar berusaha mencarikan 

seorang suami yang pantas 

bagi puterinya. namun , ia 

menjadi marah saat  Emilia menolak mentah-

mentah untuk menikah. Ayahnya kerap kali memulai 

perdebatan dan membentak-bentak Emilia dalam 

amarah. Emilia tahu bahwa ia rindu menjadi seorang 

biarawati religius dan mempersembahkan hidup 

sepenuhnya kepada Tuhan.

saat  Emilia berusia duapuluh satu tahun, 

seorang imam baru tiba di Gaillac. Imam itu yaitu  

Pastor Mercier. Ia membimbing Emilia dalam 

panggilannya. Emilia berniat membantu orang-orang 

yang miskin dan sakit. P Mercier membantunya 

membuka sebuah pelayanan umum di serambi 

rumah de Vialar. Ayah Emilia tidak senang dengan 

segala gangguan ini. Saling bersitegang antara 

Emilia dan ayahnya berlangsung hingga limabelas 

tahun lamanya. Kemudian, kakek Emilia, Baron de 

Portal, meninggal dunia. Kakeknya meninggalkan 

warisan untuk Emilia dan pada akhirnya Emilia dapat 

memiliki kebebasan yang dibutuhkannya untuk 

memulai karya besar bagi Tuhan. Dengan bantuan P 

Mercier, Emilia membeli sebuah rumah besar di kota 

kediamannya. Ia dan tiga wanita  lain memulai 

suatu ordo religius. Mereka mendesain jubah dan 

memilih nama. Mereka menyebut diri sebagai 

Suster-suster St Yosef dari Penampakan. (Dalam 

Injil Matius, seorang malaikat menampakkan diri 

kepada Yosef untuk memberitahukan kepadanya 

bahwa anak dalam rahim Maria yaitu  dari Tuhan.) 

Uskup Agung memberkati kongregasi dan pelayanan 

mereka. Para biarawati ini membaktikan diri dalam 

pelayanan fakir miskin dan orang-orang sakit, pula 

dalam pendidikan anak-anak. Dalam waktu tiga 

bulan, duabelas wanita  muda menggabungkan 

diri. Sr Emilia mengucapkan kaul pada tahun 1835 

bersama dengan tujuhbelas biarawati lainnya. Uskup 

Agung memberikan persetujuan atas regula para 

biarawati ini.    Suster-suster St Yosef mulai 

membuka cabang-cabang biara. Pada tahun 1847, 

para biarawati pergi ke Birma dan pada tahun 1854 

ke Australia. Dalam jangka waktu empatpuluh 

tahun, Moeder Emilia melihat kongregasinya 

berkembang dari serambi rumahnya di Gaillac, 

Perancis menjadi empatpuluh biara di segenap 

penjuru dunia.

Moeder Emilia menulis banyak surat yang 

mengungkapkan kasihnya yang luar biasa kepada 

Tuhan, kepada Gereja dan kepada sesama. Ia 

memberikan perhatian kepada semua orang. Ia 

melihat dalam hatinya orang-orang di mana saja 

yang membutuhkan kebenaran Injil dan kasih yang 

didatangkan oleh Kekristenan. Ia memohon kepada 

Yesus kekuatan yang ia butuhkan untuk terus maju. 

Kesehatan Moeder Emilia mulai memburuk sekitar 

tahun 1850. Ia wafat pada tanggal 24 Agustus 1856. 

Paus Pius XII menyatakannya sebagai santa pada 

tahun 1951.

P: 24 Agustus

EMPAT PULUH TENTARA dari SEBASTE († 

320)

Angin dingin dari Timur semilir berhembus 

membuat beku air danau. Semua orang 

berselimutkan mantel tebal melilit tubuh mereka. 

Tiba-tiba sekelompok tentara muncul di gerbang ibu 

kota menggiring kawan mereka berjumlah empat 

puluh.

Mereka akan menjalani hukuman mati diluar 

kota. Siapakah mereka itu? Mereka yaitu  anggota 

“Legio Fulminata” (Pasukan Gerak Cepat), yang 

menolak perintah Kaisar Licinnus susaha  murtad. 

Diseputar danau mereka ditelanjangi dengan paksa 

dan dilarang beranjak dari danau beku itu sampai 

semua mati kedinginan. Salah seorang diantara 

mereka meninggalkan imannya. Namun, seorang 

tentara bukan Kristen menggantikannya dan 

bergabung dengan mereka terdorong oleh kesetiaan 

iman teman-temannya serta rahmat Tuhan.

Empat Puluh Tentara Legio Fulminata 

dibunuh sebagai martir di Sebaste (kini Siwas 

Armenia pada tahun 320; P: 9 Maret

EPIFANIUS (315-403)

yaitu  seorang Yahudi yang bertobat dan 

dipilih menjadi uskup Salamis (Siprus). Ia membela 

iman yang benar dan menyerang aneka aliran 

bidaah dengan karangannya yang bernyala-nyala.

A: penampakan (Tuhan; Y); P: 12 Mei

EPIFANIUS (438-496)

yaitu  uskup Pavia Italia yang hidup suci dan 

melindungi Gereja dalam masa yang sangat kacau 

oleh perang yang terus menerus

P: 21 Januari

ERASMUS († 303)

Uskup Antiokia (Siria) ini dikejar-kejar sampai 

akhirnya tertangkap di Formiae dan dibunuh

B: Elmo, Ermo; P:2 Juni

ERIK IX († 160)

yaitu  raja dan santo pelindung Swedia yang 

menggiatkan penyebaran injil di Finlandia. Ia 

dibunuh oleh pemberontak di dalam Katedral 

Upasala

B: Erika (♀); P: 10 Juli

ERMINUS († 737)

Abbas dan uskup di Laon Perancis.

 P: 25 April

ERNESTUS († 1148)

yaitu  seorang abbas dari Zwiefalten 

Jerman. Hatinya tergugah oleh kotbah Santo 

Bernardus yang menganjurkan susaha  biarawan 

mendampingi para tentara dalam perang salib untuk 

membebaskan Tanah Suci dari pendudukan Arab 

dan mengamankan peziarah-peziarah ke tempat-

tempat suci. Ernestus ditangkap disiksa dan dibunuh 

di Mekkah.

P: 7 Nopember

ESTER

yaitu  permaisuri Raja Xerxes (485-465 seb. 

M.) dari Persia. Ia berhasil

Menggagalkan pembunuhan missal atas bangsa 

Yahudi yang dihukum pembuangan. Lihat Kitab 

Ester.

A: bintang (Persia)

ETHELDREDA (630-679)

Putri raja Anglia Timur ini dinikahkan dua 

kali, namun  tidak pernah mau digauli, sehingga 

ditolak oleh suaminya yang kedua. Ia mendirikan 

biara di Ely Inggris, yang kemudian menjadi tempat 

ziarah yang termasyur. Adiknya Santa Sexburga (P: 

6 Juli), bekas ratu, menjadi penggantinya. 

P: 23 Juni


EUDOKIMOS

yaitu  seorang awam dan pegawai tinggi 

yang hidup suci dan beramal di Kapadoria (Turki)

P: 31 Juli

EUFEMIA († 303)

yaitu  perawan dan martir di Kalsedon 

(Asia Kecil). Konon ia meninggal sesudah  dimangsa 

oleh binatang-binatang buas dalam suatu 

pertunjukan.

A: yang memiliki  nama baik (Y); P: 16 September

SANTO EUCHERIUS († 743)

St Eucherius dilahirkan di Orleans, Perancis, 

pada abad kedelapan. Ia diasuh dan dididik secara 

Kristiani. Satu kalimat 

dari surat pertama St 

Paulus kepada jemaat di 

Korintus menimbulkan 

kesan mendalam 

padanya: “Dunia seperti 

yang kita kenal sekarang 

akan berlalu” (1 Korintus 

7:31). Pernyataan ini 

membuat Eucherius 

sadar bahwa hidup kita 

di dunia ini amat singkat. 

Ia sadar bahwa surga 

dan neraka akan 

berlangsung selamanya. 

Ia bertekad untuk 

menemukan sukacita surgawi dengan hidup hanya 

bagi Tuhan saja.

Pada tahun 714, St Eucherius meninggalkan 

rumahnya yang mewah untuk masuk ke sebuah 

biara Benediktin. Di sana ia melewatkan tujuh tahun 

dalam persatuan yang erat dengan Tuhan. sesudah  

wafat pamannya, Uskup Orleans, pada tahun 721, 

Eucherius dipilih untuk menggantikannya. Pada 

waktu itu Eucherius masih berusia duapuluh lima 

tahun dan amat rendah hati. Ia tak hendak 

meninggalkan biara yang sangat dikasihinya. 

Dengan berurai airmata ia memohon agar diijinkan 

tetap tinggal sendirian bersama Tuhan dalam biara. 

namun , pada akhirnya ia menyerah atas nama 

ketaatan. Eucherius menjadi seorang uskup yang 

bijaksana dan kudus. Ia banyak berbuat baik bagi 

para imam dan umatnya.

Seorang tokoh politik yang berkuasa, Charles 

Martel, biasa mengambil uang Gereja untuk 

membiayai perang. Sebab Uskup Eucherius 

mengatakan kepadanya bahwa itu salah, Martel 

menjebloskannya ke dalam penjara. Uskup pertama-

tama dibuang ke Cologne, dan lalu ke sebuah 

benteng dekat Liege. namun  gubernur kepada siapa 

Martel mempercayakan pengasingan uskup, tergerak 

hatinya oleh kelemah-lembutan Eucherius terhadap 

para musuhnya. Beberapa waktu kemudian, sang 

gubernur dengan diam-diam membebaskan uskup 

dari penjara dan mengirimkannya ke sebuah biara. 

Di sini, orang kudus kita melewatkan hari-harinya 

dengan tenang dalam doa hingga wafatnya pada 

tahun 743.

Pada hari ini, kita dapat merenungkan kata-kata St Paulus 

yang  menimbulkan  kesan  mendalam  pada  Santo 

Eucherius: “Dunia seperti yang kita kenal sekarang akan 

berlalu” (1 Korintus 7:31).


SANTA EUFRASIA atau EUPRAXIA († 420)

St. Eufrasia dilahirkan pada abad kelima 

dalam keluarga Kristiani yang amat saleh. Ayahnya, 

seorang kerabat 

kaisar, meninggal 

dunia saat  ia baru 

berusia satu tahun. 

Kaisar menjadi wali 

bagi dia dan ibunya. 

saat  Eufrasia 

berusia tujuh tahun, 

ibunya membawanya 

ke Mesir. Di sana 

mereka tinggal di 

sebuah rumah yang 

besar dekat sebuah 

biara wanita. 

Eufrasia terpesona dengan cara hidup para 

biarawati. Ia memohon kepada ibunya agar diijinkan 

melayani Tuhan dalam biara di mana para biarawati 

kudus itu tinggal. Ia masih seorang gadis kecil, 

namun  ia tidak mau mengubah atau pun melupakan 

niatnya itu. Tak lama kemudian, ibunya membawa 

Eufrasia ke biara serta mempercayakan 

pemeliharaannya kepada pemimpin biara.

Tahun-tahun berlalu. saat  ibunya 

meninggal dunia, kaisar mengingatkan Eufrasia 

bahwa orangtuanya telah mengikat perjanjian 

pernikahan baginya dengan seorang majelis muda 

yang kaya. Tentu saja Eufrasia ingin hanya menjadi 

milik Yesus saja. Jadi, ia menulis sepucuk surat 

penuh hormat kepada kaisar. Di dalamnya ia 

menulis, “Saya ini milik Yesus, dan sebab nya saya 

tidak dapat memberikan diri saya kepada yang lain. 

Satu-satunya kerinduan saya yaitu  bahwa dunia 

sepenuhnya melupakan saya. Dengan penuh hormat 

saya mohon kepada Yang Mulia untuk mengambil 

alih seluruh harta warisan keluarga saya serta 

membagi-bagikannya kepada mereka yang miskin. 

Saya mohon Yang Mulia membebaskan semua budak 

yang ada dalam keluarga saya. Saya juga mohon 

agar Baginda menghapuskan semua hutang orang 

kepada keluarga saya.” Kaisar sangat terharu oleh 

surat yang begitu indah itu hingga ia 

membacakannya di hadapan seluruh majelis. 

Kemudian ia mengabulkan semua permohonan 

Eufrasia.

Eufrasia menghabiskan sisa hidupnya sebagai 

seorang biarawati. Ia tidak pernah menyesal bahwa 

Tuhan telah memanggilnya untuk menjadi seorang 

religius. Eufrasia wafat pada tahun 420.

A: yang gembira; P: 13 Maret

EUFROSINA († 1173)

Bertapa di Polotsk (Polandia). Ia menyalin 

artikel -artikel  untuk mencari dana. Hasilnya digunakan 

untuk membantu kaum papa miskin. Ia meninggal 

saat  sedang berziarah ke Yerusalem.

♀A: kebahagiaan (Y); P: 23 Mei

EUGENIA (abad ke-3/4)

yaitu  puteri seorang hakim di Mesir yang 

menjadi Kristen. Menurut kisah kuno, ia 

mengenakan pakaian laki-laki dan masuk biara pria 

serta menjadi pemimpinnya. Ia ditangkap dan diadili 

sebab  percaya pada Kristus. namun  saat  akan 

dihukum ia memperkenalkan diri sebagai puteri 

hakim sendiri, sehingga ayah beserta keluarganya 

bertobat dan mati sebagai martir.

A: dilahirkan (dari orangtua yang) baik (Y) ♀; 

Eugenius ♂; P: 25 Desember

240

EUGENIA SMET (1825-1871)

Dengan percaya penuh kepada 

penyelenggaraan Ilahi dan bantuan arwah-arwah 

orang Kristen mendirikan kongregasi suster yang 

giat dalam karya amal.

P: 2 Februari

EUGENIUS (481-505)

Menjabar uskup Kartago Tunisia saat  terjadi 

banyak perang di kawasan itu. Ia dibuang dua kali 

dari keuskupannya sebab  menguatkan iman umat 

susaha  jangan mengikuti bidaah Arius

A: dilahirkan (dari orangtua yang) baik(Y); P: 13 Juli

EUGENIUS († 657)

yaitu  seorang pangeran. Kemudian ia 

menjadi biarawan, teolog dan uskup di Toledo 

Spanyol. Ia menggubah lagu-lagu gerejani yang 

indah dan memperbaharui upacara-upacara ibadat.

P: 13 Nopember

BEATO EUGENE de MAZENOD OMI (1782-

1861)

Eugene dilahirkan di Perancis pada tahun 

1782. Ia ditahbiskan menjadi imam pada tahun 

1811. Pater Eugene seorang yang peka terhadap 

kebutuhan mereka yang miskin dan berkekurangan 

dan ia melayani mereka. Ia senantiasa antusias 

mencari cara-cara baru untuk menjangkau kaum 

muda. Ia rindu membawa mereka kepada kasih dan 

mengamalkan iman mereka. Ia percaya akan nilai 

perutusan paroki. Ia sadar bahwa para imam 

misionaris di suatu paroki dapat melakukan banyak 

hal guna membangunkan kembali dedikasi umat 

terhadap iman mereka.

Pater de Mazenod 

memulai suatu ordo religius 

baru bagi para imam dan 

broeder awam pada tahun 

1826. Mereka yaitu  para 

misionaris yang disebut 

Oblata Maria Immaculata 

(Santa Perawan Maria 

Dikandung Tanpa Dosa). 

Pelayanan mereka yang 

teristimewa yaitu  pergi 

kepada orang-orang yang 

belum pernah mendengar 

mengenai Yesus dan Gereja-

Nya. Pater de Mazenod dan ordonya sungguh gagah 

berani dalam menjawab permintaan-permintaan dari 

para uskup yang membutuhkan bantuan mereka. 

Para uskup dari Amerika Utara dengan anusias 

menanti Oblata. Uskup Ignace Bourget dari Montreal 

khususnya nyaris tak sabar. Dalam waktu sepuluh 

tahun, Oblata telah berkembang pesat. Mereka 

menjangkau seluruh Canada dan memulai pelayanan 

di Amerika Serikat juga.

Pada tahun 1837, Pater de Mazenod 

ditahbiskan sebagai Uskup Marseilles, Perancis. Ia 

dikenal sebab  kesetiaan dan kasihnya kepada paus. 

Ia juga seorang organisator dan pendidik yang 

berbakat. Uskup de Mazenod tetap menjadi Superior 

Oblata hingga wafatnya pada tahun 1861. Karya 

besar yang dirintis Uskup de Mazenod terus 

berlanjut hingga kini melalui para misionaris Oblata 

di seluruh dunia. Mereka ada di daerah-daerah misi, 

paroki-paroki dan universitas-universitas.

BEATO PAUS EUGENUS III (8 Juli 1153)

Beato Eugenius III dilahirkan dekat Pisa, 

Italia, pada abad keduabelas. Ia dibaptis dengan 

nama Petrus. Santo 

Antoninus menyebut 

Paus Eugenius “seorang 

paus agung yang sarat 

penderitaan.” Paus 

Eugenius dulunya yaitu  

Pater Petrus, seorang 

imam di Pisa, kala ia 

merasakan panggilan 

untuk menjadi seorang 

biarawan Cistercian. Ia 

pergi ke Clairvaux, 

Perancis dan bergabung 

dengan para biarawan di 

sana. Santo Bernardus 

dari Clairvaux menjabat 

sebagai superior di sana. Petrus memilih “Bernardus” 

sebagai nama religiusnya. Ini dilakukannya sebab  

rasa hormat dan kekagumannya pada St Bernardus. 

St Bernardus dari Clairvaux menetapkan 

Bernardus menjadi superior sebuah biara di Roma. 

Paus Lusius II wafat pada tahun 1145. Ini yaitu  

suatu  peristiwa yang jarang terjadi. Para kardinal 

memilih Abbas Bernardus untuk menjadi paus. 

Abbas Bernardus sendiri tidak ada dalam rapat itu 

sebab ia bukan seorang kardinal. Bernardus shock. 

St Bernardus dari Clairvaux juga sama terkejutnya. 

Ia merasa kasihan kepada Bernardus. Ia menulis 

sebuah surat terbuka kepada para kardinal, “Kiranya 

Allah mengampuni kalian sebab apa yang telah 

kalian lakukan,” katanya. 

Bernardus memilih nama Eugenius III. 

Masanya sebagai paus mendatangkan banyak 


kesulitan baginya. Majelis Tinggi Roma mengancam 

untuk menentangnya jika ia tidak membiarkan 

mereka menyimpan harta yang mereka curi. 

Seseorang yang sebelumnya telah diekskomunikasi 

datang kepada Paus Eugenius memohon 

pengampunan. Sebentar saja, orang itu telah jatuh 

lagi ke dalam cara hidupnya yang lama. Ia bahkan 

menggabungkan diri dengan suatu kelompok yang 

secara langsung menentang paus. Paus Eugenius 

harus meninggalkan Roma beberapa kali oleh sebab 

mara bahaya yang mengepungnya. jika  ini 

terjadi, ia akan menemukan damai dan kekuatan di 

sebuah biara. Maka, ia akan mendapatkan 

keberanian untuk kembali dan menghadapi tugas 

tanggung jawabnya yang sulit kembali. Ia 

mengenakan jubah Cistercian dan hidup sederhana. 

Tak peduli betapa kalut hidupnya, ia senantiasa 

memiliki hati seorang biarawan. Salah seorang rekan 

biarawan menulis kepada St Bernardus dari 

Clairvaux mengenai Paus Eugenius, “Tak ada 

kesombongan pun sok kuasa dalam dia.” Paus 

Eugenius III wafat pada tanggal 8 Juli 1153. 

EULALIA († 304)

saat  berusia 12 tahun Eulalia menegur 

hakim yang berlaku kejam terhadap orang Kristen. 

Lalu puteri cilik ini disiksa dengan api dan dibunuh.

A: kata baik (Y); B: Olala; P: 12 Februari


SANTO EULOGIUS dari SPANYOL († 859)

St Eulogius hidup pada abad kesembilan. 

Keluarganya terpandang dan ia mendapatkan 

pendidikan yang baik. 

Sementara ia belajar dari bahan-

bahan pelajarannya, ia belajar 

juga dari teladan baik para 

gurunya. Eulogius suka sekali 

membaca dan mendalami Kitab 

Suci. Hal ini membantunya 

mencintai Sabda Tuhan. Ia rindu 

mewartakan Sabda Tuhan 

kepada semua orang. saat  

dewasa, ia menjadi seorang 

imam dan pemimpin suatu 

sekolah yang terkenal.

Pada masa itu, kaum 

Muslim telah menaklukkan Spanyol. Mereka 

menentang kekristenan. Pertama-tama mereka 

berusaha membuat orang meninggalkan iman 

mereka. Jika menolak mengubah agama mereka, 

mereka dijebloskan ke dalam penjara. Sebagian 

bahkan dibunuh.

Eulogius dan uskupnya dijebloskan ke dalam 

penjara bersama banyak umat Kristiani lainnya. Di 

penjara, Eulogius membaca Kitab Suci keras-keras 

demi menyemangati para tawanan lainnya. 

Sementara mendengarkan dengan seksama, rasa 

gentar mereka pun lenyap. Mereka tak lagi takut 

untuk mati bagi Yesus. Dalam masa itulah, St 

Eulogius menulis sebuah artikel  yang mendorong 

umat Kristiani untuk lebih memilih mati dibandingkan  

mengingkari iman mereka yang kudus.

Orang kudus ini sendiri, lebih dari segalanya, 

rindu menjadi seorang martir. namun , malahan ia 

dilepaskan dari penjara. Begitu dibebaskan, St 


Eulogius mulai berkhotbah dan mempertobatkan 

banyak orang. Hal ini membuat para bekas 

penawannya menjadi begitu murka hingga mereka 

menangkapnya kembali. Di hadapan pengadilan, St 

Eulogius dengan gagah berani memaklumkan bahwa 

Yesus yaitu  Tuhan. Eulogius dijatuhi hukuman mati 

dan ia mempersembahkan hidupnya bagi Yesus. Ia 

wafat pada tahun 859.

A: yang memuji (Y); P: 11 Maret

EUSTOKIA OSB (1444-1469)

yaitu  anak seorang suster yang tergoda, 

yang sering sakit dan kerasukan roh jahat. namun  

sebab  berpegang teguh pada kerahiman Tuhan, lagi 

pula sangat sabar dan taat pada bimbingan bapa 

pengakuannya, suster di Padua Italia ini menjadi 

suci. Mayatnya tetap utuh.

P: 13 Oktober

EUSTOKIUM (368-419)

Puteri Santa Paula ini yaitu  teman dan 

murid kesayangan Santo Hieronimus. Ia mendorong 

gurunya susaha  menulis artikel -artikel  tafsir Kitab Suci. 

Tidak lama sesudah biaranya di Bethlehem di rusak 

para perampok ia mati sebab  kesedihan. 

P: 28 September

SANTO EUSEBIUS VERSELLI (283-1 

Agustus 371)

Eusebius dilahirkan di pulau Sardinia, Italia, 

sekitar tahun 283. Kedua orangtuanya yaitu  orang-

orang Kristen yang saleh. Menurut tradisi, ayahnya 

wafat sebagai martir. Eusebius senantiasa aktif 

dalam komunitas Kristiani. Ia terpanggil untuk 

melayani umat di Roma dan kemudian pergi ke Italia 

utara, ke Vercelli. Eusebius 

dipilih sebagai uskup pertama 

Vercelli. Uskup Eusebius dan 

sebagian imamnya menjalani 

hidup biasa seturut gaya 

hidup para biarawan dalam 

biara. Para imamnya 

mendapatkan persiapan 

matang untuk bertumbuh 

dalam kehidupan rohani. 

Mereka juga berlajar 

bagaimana menghadapi 

orang-orang yang datang 

kepada mereka untuk mohon 

bimbingan. Para imam dalam bimbingan St Eusebius 

menjadi pelayan-pelayan Kristus yang tekun dan 

riang gembira. Banyak dari antara mereka yang di 

kemudian hari ditahbiskan sebagai uskup.

Pada masa itu, bidaah Arian tersebar luas. 

Banyak orang menjadi bingung dan menganggap 

bidaah ini  sebagai benar. Kaisar Konstantius 

juga seorang penganut bidaah Arian, ia 

menghendaki agar semua orang berpihak 

kepadanya. Para uskup yang tidak mau tunduk 

padanya dibuang dari keuskupan mereka. St 

Atanasius dibuang pada tahun 355. Eusebius hadir 

dalam Sidang Milan yang mengutuk St Atanasius. 

namun , Eusebius tidak mau memberikan suaranya 

untuk menentang Atanasius, jadi ia disingkirkan 

juga. Eusebius dibuang ke Palestina. Pada mulanya, 

seorang yang baik hati memberinya tumpangan 

sebagai tamu terhormat di rumahnya. namun , orang 

yang baik ini meninggal dunia dan para penganut 

bidaah Arian menculik sang uskup. Mereka 

menganiaya, menyeretnya di jalan-jalan, lalu 

mengurungnya dalam sebuah kamar sempit empat 

hari lamanya. saat  para utusan dari keuskupan 

Vercelli menuntut agar uskup dibebaskan serta 

dikembalikan ke tempat asalnya, tuntutan dipenuhi. 

namun , sebentar kemudian, bapa uskup disiksa dan 

dianiaya kembali. saat  Konstantius wafat pada 

tahun 361, kaisar berikutnya mengijinkan para 

uskup yang diasingkan untuk kembali ke keuskupan 

mereka.

St Eusebius yaitu  seorang pembela 

kebenaran yang gagah berani, juga para uskup 

lainnya yang mengagumkan pada masa itu, seperti 

St Atanasius dan St Meletius. St Eusebius diyakini 

sebagai salah seorang yang memberikan sumbangan 

dalam persiapan “Kredo Atanasius.” Kredo ini 

merupakan salah satu kredo yang sangat berharga 

di mana dinyatakan segala apa yang kita yakini 

sebagai orang Katolik. Uskup Eusebius 

menghabiskan tahun-tahun terakhir hidupnya di 

Vercelli, di tengah umat keuskupannya. Ia wafat 

pada tanggal 1 Agustus 371.

“Aku mohon pada kalian agar memelihara iman dengan 

penuh  waspada,  mengusahakan  kerukunan,  bertekun 

dalam  doa,  ingatlah  aku  selalu,  agar  kiranya  Kristus 

menganugerahkan  kebebasan  kepada  GerejaNya  yang 

menderita di seluruh penjuru dunia.” ~ Santo Eusebius

EUTIMOS AGUNG (377-473)

yaitu  seorang imam dari Armenia yang 

tinggal dalam gua-gua di Palestina. Ia 

mengumpulkan murid-murid dan memberikan 

pelajaran/ teladan hidup bertapa yang sangat 


disenangi. Eutimos terkenal sebagai misionaris Badui 

(Arab). A: terhormat (Y); P: 20 Januari

EUTIMOS MUDA (824-898)

Meninggalkan anak isterinya untuk menjadi 

rahib. Ia selalu pindah-pindah tempat, sebab  tidak 

mau diganggu oleh orang-orang yang minta 

nasehatnya. Di hari tuanya ia menyerahkan dua 

biara dibawah pimpinan cucu pria dan wanitanya. 

Kemudian Eutimos mengundurkan diri ke 

semenanjung Athos Yunani.

P: 15 Oktober

SANTO PAUS EVARISTUS († 107)

St Evaristus hidup pada abad kedua. Ia 

berasal dari sebuah keluarga Yahudi di Betlehem. 

Keluarganya tinggal 

di Yunani pada saat 

ia dilahirkan. 

Evaristus dibesarkan 

dan dididik dalam 

agama Yahudi. 

Ayahnya sangat 

bangga akan 

kesalehan dan 

kecerdasan 

puteranya, hingga ia 

mengirimkan 

putranya untuk 

belajar pada guru-

guru terbaik.

sesudah  dewasa, Evaristus menjadi seorang 

Kristiani. Begitu besar cintanya pada iman barunya 

ini hingga ia memutuskan untuk menjadi seorang 

imam. Di Roma, di mana ia melakukan karya 

pelayanan, semua orang mengagumi serta 

mengasihinya. Demikianlah, saat  paus wafat 

sebagai martir, Evaristus dipilih untuk 

menggantikannya. Evaristus merasa sama sekali tak 

layak menjadi seorang paus, namun  Yesus tahu yang 

terbaik. 

Masa itu yaitu  masa-masa penganiayaan 

Gereja. Fitnah-fitnah keji tersebar luas mengenai 

iman Katolik hingga orang-orang Romawi tidak perlu 

berpikir dua kali untuk membunuh umat Kristiani. 

Siapa saja yang menjadi paus nyaris pasti akan 

ditangkap. Paus St Evaristus menggembalakan 

Gereja selama kurang lebih delapan tahun. 

Semangatnya begitu berkobar-kobar hingga jumlah 

orang-orang yang percaya semakin hari semakin 

bertambah banyak. namun , pada akhirnya, ia 

ditangkap juga. Para sipir penjara terkagum-kagum 

melihat sukacita pada wajah orang tua yang kudus 

ini sementara ia digiring ke penjara. St Evaristus 

menganggap diri memperoleh hak istimewa didapati 

pantas menderita sengsara dan mati bagi Yesus. 

Tiada hadiah yang lebih berharga yang dapat 

diberikan kepadanya selain dari kemartirannya. Paus 

St Evaristus wafat pada tahun 107. 

EWALDUS BERSAUDARA (abad ke-7)

Dua misionaris bangsawan Ianggeris ini 

berkarya di Jerman dan menemui ajalnya sesudah  

dibunuh oleh orang-orang yang masih kafir. 

P: 3 Oktober

EZEKIEL MARENO DIAZ (1848-1906)

Semula yaitu  misionaris di Philipina, 

kemudian memimpin suatu biara di Spanyol dan 


akhirnya diangkat menjadi uskup di Kolombia 

Amerika Latin.

Ia dengan rajin sekali mencurahkan tenaga dan 

kesehatannya untuk menguatkan iman umatnya, 

susaha  bertahan dalam masa penganiayaan.

A: semoga Allah memperkuat (H); P: 19 Agustus


F

SANTO PAUS FABIANUS († 250) & SANTO 

SEBASTIANUS († 288)

Fabianus yaitu  seorang paus yang wafat 

sebagai martir pada tahun 250, yaitu pada masa 

penganiayaan oleh Kaisar 

Decius. Dalam catatan 

dikatakan bahwa Fabianus 

merupakan seorang yang 

luar biasa, seorang yang 

dikenal sangat kudus. Dalam 

sepucuk surat yang ditulis 

tak lama sesudah kematian 

Fabianus, St. Siprianus 

menjelaskan bagaimana 

Fabianus terpilih sebagai 

paus. Kelompok yang 

berkumpul untuk memilih 

paus menerima suatu tanda 

nyata bahwa pilihan harus dijatuhkan kepada 

Fabianus. Ia yaitu  orang awam pertama yang 

menjadi paus. Sebagai uskup dan martir, jenasah 

Fabianus ditempatkan di Basilika St. Sebastianus. 

Kedua martir ini, St. Fabianus dan St. Sebastianus, 

dirayakan pestanya pada hari yang sama.

Sebastianus dikenal luas sejak dari masa 

Gereja Perdana. Sebagai seorang perwira Romawi, ia 

dikenal oleh sebab  kebaikan hatinya dan 

kegagahannya. Dalam masa penganiayaan oleh 

Kaisar Diocletian, Sebastianus tidak mau 

mengingkari iman Kristianinya. Para pemanah 

membidikkan anak-anak panah ke tubuhnya dan 

meninggalkannya dalam keadaan hampir mati. 

saat  seorang janda yang kudus hendak 

menguburkan jenasahnya, ia sangat terkejut 

mendapati bahwa Sebastianus masih hidup. Janda 

itu membawanya pulang ke rumahnya serta 

merawat luka-lukanya. saat  Sebastianus telah 

sembuh kembali, janda itu berusaha membujuknya 

untuk meloloskan diri dari penganiayaan oleh bangsa 

Romawi. namun , Sebastianus yaitu  seorang ksatria 

yang gagah berani. Ia tidak hendak melarikan diri. 

Ia bahkan mendatangi Kaisar Diocletian dan 

mendesaknya untuk segera menghentikan 

penganiayaan terhadap umat Kristiani. Kaisar sangat 

terperanjat melihat bahwa Sebastianus masih hidup. 

Ia menolak mendengarkan apa yang hendak 

dikatakan oleh perwiranya itu. Diocletian 

memerintahkan agar Sebastianus segera didera 

hingga tewas. Sebastianus wafat sebagai martir 

pada tahun 288.

P: 20 Januari

FABIOLA († 399)

yaitu  puteri keluarga ningrat di Roma. Ia 

membangun rumah tangga dengan lelaki yang bejat 

cara hidupnya. sebab  tidak tahan Fabiola berusaha 

minta cerai, dan akhirnya berhasil bercerai di 

catatan sipil. Kemudian dia nekad untuk menikah 

lagi meskipun beragama Kristen, perbuatannya itu 

jelas mencemarkan nama baik umat. Namun tidak 

lama sesudah  pernikahannya itu, suaminya 

meninggal dunia. Fabiola pun bertobat di hadapan 

umat dan diterima kembali ke dalam pangkuan 

gereja.

Cara hidup lama ia tinggalkan sama sekali; ia 

mendermakan seluruh harta kekayaannya dan 

berbuat amal. Kemudian ia pergi ke Bethlehem dan 

bergabung dengan Hieronimus dalam karya 

penterjemahan Alkitab ke dalam bahasa Latin. 

Namun impian Fabiola untuk hidup tenang tidak 

menjadi kenyataan. Sebab, suasana kandang 

Bethlehem yang diinginkannya berdekatan dengan 

penginapan yang berjubel dan hiruk pikuk. Selain 

itu, pada waktu itu terjadi perpecahan diantara 

golongan Kristen di Palestina. Tanah suci juga 

terancam oleh bangsa Hun. Itulah sebabnya Fabiola 

terpaksa angkat kai dari Bethlehem bersama 

Hieronimus menuju Jaffa. Dari sana mereka kembali 

ke Roma.

Bersama dengan seorang teman Fabiola 

mendirikan rumah penginapan bagi orang sakit dan 

mereka yang sedang dalam perjalanan. Itulah 

yayasan amal pertama yang mengurus suatu 

hospital. Namanya cepat menanjak dan lembaga itu 

segera ditiru oleh orang-orang Kristen dalam karya 

amal.

Fabiola, janda, pendiri hospital di Porto; 

meninggal tahun 399; P: 27 Desember

FATIMA

Nama untuk wanita ini yaitu  nama tempat 

penampakan Santa Maria (1917) dan tempat Ziarah 

di Portugal. Nama desa itu diambil dari nama anak 

Muhammad, yaitu Fatima, waktu penjajahan Arab.

SANTA FAUSTINA KOWALSKA 


(25 Agustus 1905-5 Oktober 1938)

Helena Kowalska dilahirkan di Glogowiec, 

Polandia pada tanggal 25 Agustus 1905 sebagai 

anak ketiga dari sepuluh putera-puteri pasangan 

suami isteri Katolik yang saleh Stanislaw Kowalski 

dan Marianna Babel. Ayahnya seorang petani 

merangkap tukang kayu. Keluarga Kowalski, sama 

seperti penduduk Glogowiec lainnya, hidup miskin 

dan menderita dalam penjajahan Polandia oleh 

Rusia.

Helena hanya sempat bersekolah hingga 

kelas 3 SD saja. Ia seorang anak yang cerdas dan 

rajin, juga rendah hati dan 

lemah lembut hingga 

disukai orang banyak. 

Sementara 

menggembalakan sapi, 

Helena biasa membaca 

artikel ; artikel  kegemarannya 

yaitu  riwayat hidup para 

santa dan santo. Seringkali 

ia mengumpulkan teman-

teman sebayanya dan 

menjadi `katekis' bagi 

mereka dengan 

menceritakan kisah santa 

dan santo yang dikenalnya. Helena kecil juga suka 

berdoa. Kerapkali ia bangun tengah malam dan 

berdoa seorang diri hingga lama sekali. jika  

ibunya menegur, ia akan menjawab, “Malaikat 

pelindung yang membangunkanku untuk berdoa.”

saat  usianya 16 tahun, Helena mulai 

bekerja sebagai pembantu rumah tangga agar dapat 

meringankan beban ekonomi keluarga. namun , 

setahun kemudian ia pulang ke rumah untuk minta 

ijin masuk biara. Mendengar keinginan Helena, 


ayahnya menanggapi dengan tegas, “Papa tidak 

punya uang untuk membelikan pakaian dan barang-

barang lain yang kau perlukan di biara. Selain itu, 

Papa masih menanggung hutang!” Puterinya 

mendesak, “Papa, aku tidak perlu uang. Tuhan Yesus 

Sendiri yang akan mengusahakan aku masuk biara.” 

Namun, orangtuanya tetap tidak memberikan 

persetujuan mereka. 

Patuh pada kehendak orangtua, Helena 

bekerja kembali sebagai pembantu. Ia hidup penuh 

penyangkalan diri dan matiraga, hingga suatu hari 

pada bulan Juli 1924 terjadi suatu peristiwa yang 

menggoncang jiwanya. 

“Suatu saat  aku berada di sebuah pesta 

dansa dengan salah seorang saudariku. Sementara 

semua orang berpesta-pora, jiwaku tersiksa begitu 

hebat. saat  aku mulai berdansa, sekonyong-

konyong aku melihat Yesus di sampingku; Yesus 

menderita sengsara, nyaris telanjang, sekujur 

tubuh-Nya penuh luka-luka; Ia berkata kepadaku: 

“Berapa lama lagi Aku akan tahan denganmu dan 

berapa lama lagi engkau akan mengabaikan-Ku” 

Saat itu hingar-bingar musik berhenti, orang-orang 

di sekelilingku lenyap dari penglihatan; hanya ada 

Yesus dan aku di sana. Aku mengambil tempat 

duduk di samping saudariku terkasih, berpura-pura 

sakit kepala guna menutupi apa yang terjadi dalam 

jiwaku. Beberapa saat kemudian aku menyelinap 

pergi, meninggalkan saudari dan semua teman-

temanku, melangkahkan kaki menuju Katedral St 

Stanislaus Kostka. 

Lampu-lampu sudah mulai dinyalakan; hanya 

sedikit orang saja ada dalam katedral. Tanpa 

mempedulikan sekeliling, aku rebah (= prostratio) di 

hadapan Sakramen Mahakudus dan memohon 

dengan sangat kepada Tuhan agar berbaik hati 

membuatku mengerti apa yang harus aku lakukan 

selanjutnya. 

Lalu aku mendengar kata-kata ini: “Segeralah 

pergi ke Warsawa, engkau akan masuk suatu biara 

di sana.” Aku bangkit berdiri, pulang ke rumah, 

membereskan hal-hal yang perlu diselesaikan. 

Sebisaku, aku menceritakan kepada saudariku apa 

yang telah terjadi dalam jiwaku. Aku memintanya 

untuk menyampaikan selamat tinggal kepada 

orangtua kami, dan lalu, dengan baju yang melekat 

di tubuh, tanpa barang-barang lainnya, aku tiba di 

Warsawa,” demikian tulis St Faustina di kemudian 

hari.

sesudah  ditolak di banyak biara, akhirnya 

Helena tiba di biara Kongregasi Suster-suster Santa 

Perawan Maria Berbelas Kasih. Kongregasi ini 

membaktikan diri pada pelayanan kepada para 

wanita  yang terlantar secara moral. Sejak awal 

didirikannya oleh Teresa Rondeau, kongregasi 

mengaitkan misinya dengan misteri Kerahiman Ilahi 

dan misteri Santa Perawan Maria Berbelas Kasih.

“saat  Moeder Superior, yaitu Moeder 

Jenderal Michael yang sekarang, keluar untuk 

menemuiku, sesudah  berbincang sejenak, ia 

menyuruhku untuk menemui Tuan rumah dan 

menanyakan apakah Ia mau menerimaku. Sesaat  

aku mengerti bahwa aku diminta menanyakan hal ini 

kepada Tuhan Yesus. Dengan kegirangan aku 

menuju kapel dan bertanya kepada Yesus: “Tuan 

rumah ini, apakah Engkau mau menerimaku? Salah 

seorang suster menyuruhku untuk menanyakannya 

kepada-Mu.” 

Segera aku mendengar suara ini: “Aku 

menerimamu; engkau ada dalam Hati-Ku.” saat  

aku kembali dari kapel, Moeder Superior langsung 

bertanya, “Bagaimana, apakah sang Tuan 

menerimamu?” Aku menjawab, “Ya.” “Jika Tuan 

telah menerimamu, maka aku juga akan 

menerimamu.” Begitulah bagaimana aku diterima 

dalam biara.” 

Namun demikian, Helena masih harus tetap 

bekerja lebih dari setahun lamanya guna 

mengumpulkan cukup uang untuk memenuhi 

kebutuhan sehari-hari pada tahap awal tinggal di 

biara. Akhirnya pada tanggal 1 Agustus 1925, 

menjelang ulangtahunnya yang ke-20, Helena 

diterima dalam Kongregasi Suster-suster Santa 

Perawan Maria Berbelas Kasih. “Aku merasa sangat 

bahagia, seakan-akan aku telah melangkahkan kaki 

ke dalam kehidupan Firdaus,” kenang St Faustina.

sesudah  tinggal di biara, Helena terkejut 

melihat kehidupan para biarawati yang sibuk sekali 

hingga kurang berdoa. sebab nya, tiga minggu 

kemudian Helena bermaksud meninggalkan biara 

dan pindah ke suatu biara kontemplatif yang 

menyediakan lebih banyak waktu untuk berdoa. 

Helena yang bingung dan bimbang rebah dalam doa 

di kamarnya. “Beberapa saat kemudian suatu terang 

memenuhi bilikku, dan di atas tirai aku melihat 

wajah Yesus yang amat menderita. Luka-luka 

menganga memenuhi WajahNya dan butir-butir 

besar airmata jatuh menetes ke atas seprei tempat 

tidurku. Tak paham arti semua ini, aku bertanya 

kepada Yesus, “Yesus, siapakah gerangan yang telah 

menyengsarakan-Mu begitu rupa?” Yesus berkata 

kepadaku: “Engkaulah yang yang akan 

mengakibatkan sengsara ini pada-Ku jika engkau 

meninggalkan biara. Ke tempat inilah engkau Ku-

panggil dan bukan ke tempat lain; Aku telah 

menyediakan banyak rahmat bagimu.” Aku mohon 

pengampunan pada Yesus dan segera mengubah 

keputusanku.”   

Pada tanggal 30 April 1926, Helena menerima 

jubah biara dan nama baru, yaitu Sr Maria Faustina; 

di belakang namanya, seijin kongregasi ia 

menambahkan “dari Sakramen Mahakudus”. Dalam 

upacara penerimaan jubah, dua kali Sr Faustina tiba-

tiba lemas; pertama, saat  menerima jubah; kedua, 

saat  jubah dikenakan padanya. Dalam artikel  

Catatan Harian, St Faustina menulis bahwa ia panik 

sekaligus tidak berdaya sebab  pada saat itu ia 

melihat penderitaan yang harus ditanggungnya 

sebagai seorang biarawati. Dalam biara, tugas yang 

dipercayakan kepadanya sungguh sederhana, yaitu 

di dapur, di kebun atau di pintu sebagai penerima 

tamu. Semuanya dijalankan Sr Faustina dengan 

penuh kerendahan hati. 

Pada tanggal 22 Februari 1931, St Faustina 

mulai menerima pesan kerahiman ilahi dari Kristus 

yang harus disebarluaskannya ke seluruh dunia. 

Kristus memintanya untuk menjadi rasul dan 

sekretaris Kerahiman Ilahi, menjadi teladan belas 

kasih kepada sesama, menjadi alat-Nya untuk 

menegaskan kembali rencana belas kasih Allah bagi 

dunia. Seluruh hidupnya, sesuai teladan Kristus, 

akan menjadi suatu kurban - hidup yang 

diperuntukkan bagi orang lain. Menanggapi 

permintaan Tuhan Yesus, St Faustina dengan rela 

mempersembahkan penderitaan pribadinya dalam 

persatuan dengan-Nya sebagai silih atas dosa-dosa 

manusia; dalam hidup sehari-hari ia akan menjadi 

pelaku belas kasih, pembawa sukacita dan damai 

bagi sesama; dan dengan menulis mengenai 

kerahiman ilahi, ia mendorong yang lain untuk 

mengandalkan Yesus dan dengan demikian 

mempersiapkan dunia bagi kedatangan-Nya kembali. 

Meskipun sadar akan ketidaklayakannya, 

serta ngeri akan pemikiran harus berusaha 

menuliskan sesuatu, toh akhirnya, pada tahun 1934, 

ia mulai menulis artikel  catatan harian dalam ketaatan 

pada pembimbing rohaninya, dan juga pada Tuhan 

Yesus Sendiri. Selama empat tahun ia mencatat 

wahyu-wahyu ilahi, pengalaman-pengalaman mistik, 

juga pikiran-pikiran dari lubuk hatinya sendiri, 

pemahaman serta doa-doanya. Hasilnya yaitu  

suatu artikel  catatan harian setebal 600 halaman, 

yang dalam bahasa sederhana mengulang serta 

menjelaskan kisah kasih Injil Allah bagi umatnya, 

dan di atas segalanya, menekankan pentingnya 

kepercayaan pada tindak kasih-Nya dalam segala 

segi kehidupan kita. artikel  itu menunjukkan suatu 

contoh luar biasa bagaimana menanggapi belas 

kasih Allah dan mewujud-nyatakannya kepada 

sesama.

Di kemudian hari, saat  tulisan-tulisan St 

Faustina diperiksa, para ilmuwan dan juga para 

teolog terheran-heran bahwa seorang biarawati 

sederhana dengan pendikan formal yang amat 

minim dapat menulis begitu jelas serta terperinci; 

mereka memaklumkan bahwa tulisan St Faustina 

sepenuhnya benar secara teologis, dan bahwa 

tulisannya itu setara dengan karya-karya tulis para 

mistikus besar.

Devosinya yang istimewa kepada Santa 

Perawan Maria Tak Bercela, kepada Sakramen 

Ekaristi dan Sakramen Tobat memberi St Faustina 

kekuatan untuk menanggung segala penderitaannya 

sebagai suatu persembahan kepada Tuhan atas 

nama Gereja dan mereka yang memiliki kepentingan 

khusus, teristimewa para pendosa berat dan mereka 

yang di ambang maut. 

St Faustina Kowalska menulis dan menderita 

diam-diam, hanya pembimbing rohani dan beberapa 

superior saja yang mengetahui bahwa suatu yang 

istimewa tengah terjadi dalam hidupnya. sesudah  

wafat St Faustina, bahkan teman-temannya yang 

terdekat terperanjat mengetahui betapa besar 

penderitaan dan betapa dalam pengalaman-

pengalaman mistik yang dianugerahkan kepada 

saudari mereka ini, yang senantiasa penuh sukacita 

dan bersahaja. 

Pesan Kerahiman Ilahi yang diterima St 

Faustina sekarang telah tersebar luas ke segenap 

penjuru dunia; dan artikel  catatan hariannya, 

“Kerahiman Ilahi Dalam Jiwaku” menjadi artikel  

pegangan bagi Devosi Kerahiman Ilahi. St Faustina 

sendiri tak akan terkejut mengenai hal ini, sebab 

telah dikatakan kepadanya bahwa pesan kerahiman 

ilahi akan tersebar luas melalui tulisan-tulisan 

tangannya demi keselamatan jiwa-jiwa.

Dalam suatu pernyataan nubuat yang 

ditulisnya, St Faustina memaklumkan: “Aku merasa 

yakin bahwa misiku tidak akan berakhir sesudah 

kematianku, melainkan akan dimulai. Wahai jiwa-

jiwa yang bimbang, aku akan menyingkapkan bagi 

kalian selubung surga guna meyakinkan kalian akan 

kebajikan Allah” (artikel  Catatan Harian, 281)

St Maria Faustina Kowalska dari Sakramen 

Mahakudus, rasul kerahiman ilahi, wafat pada 

tanggal 5 Oktober 1938 di Krakow dalam usia 33 

tahun sebab  penyakit TBC yang dideritanya. 

Jenasahnya mula-mula dimakamkan di pekuburan 

biara, lalu dipindahkan ke sebuah kapel yang 

dibangun khusus di biara. Pada tahun 1967, dengan 

dekrit Kardinal Karol Wojtyla, Uskup Agung Krakow, 

kapel ini  dijadikan sanctuarium reliqui Abdi 

Allah Sr Faustina Kowalska. Pada Pesta Kerahiman 

Ilahi tanggal 18 April 1993, Sr Faustina dibeatifikasi  

oleh Paus Yohanes Paulus II dan pada Pesta 

Kerahiman Ilahi tanggal 30 April 2000 dikanonisasi 

oleh paus yang sama. Pesta St Faustina dirayakan 

setiap tanggal 5 Oktober.

SANTO FAUSTINUS dan SANTA JOVITA 

(abad ke-2)

Santo Faustinus dan Santa Jovita yaitu  dua 

bersaudara yang tinggal di Brescia, Italia. Mereka 

termasuk di kalangan para martir awal Kristen. 

Kedua pemuda ini banyak menderita dalam masa 

penganiayaan Kaisar Hadrian pada abad kedua. 

Sejak masih belia, Faustinus dan Jovita telah 

dikenal sebab  cintanya yang besar kepada agama 

yang mereka peluk. Mereka juga mengamalkan 

karya-karya belas kasih Kristiani. Kedua bersaudara 

ini saling tolong-menolong dalam berbuat baik 

kepada mereka semua yang membutuhkan. Uskup 

Brescia menahbiskan keduanya menjadi imam. 

Demikianlah, mereka mulai berkhotbah ke mana-

mana, baik kepada mereka yang kaya maupun yang 

miskin. Mereka tak menghindarkan diri dari kurban 

yang diperlukan untuk membawa banyak orang 

kepada Tuhan. sebab  waktu itu yaitu  masa 

penganiayaan, orang mudah merasa takut. namun , 

Faustinus dan Jovita tak menyerah pada rasa takut 

menghadapi para prajurit meski para prajurit ini 

tanpa belas kasihan membantai banyak umat 

Kristiani.

saat  kaisar mendengar bahwa Faustinus 

dan Jovita berani berkhotbah secara terbuka, ia 

menjebloskan mereka ke dalam penjara dan 

menyiksa mereka. Kaisar berpikiran bahwa siksa 

aniaya akan dapat membungkam mereka. namun , 

tak peduli betapa berat penderitaan yang harus 

ditanggung kedua imam itu, mereka tak hendak 

berjanji untuk berhenti berkhotbah tentang Yesus. 

Mereka senantiasa dalam sikap doa bahkan dalam 

penjara yang gelap ngeri. Sesungguhnya, mereka 

secara suka hati mempersembahkan penderitaan 

mereka kepada Tuhan. Faustinus dan Jovita saling 

menyemangati satu sama lain untuk tetap gagah 

berani bahkan jika mereka, juga, harus mati sebagai 

martir demi Yesus. Kedua bersaudara itu tetap setia 

pada iman dan kasih kepada Yesus hingga keduanya 

wafat dimartir. Tanggal tepatnya kematian mereka 

tidak dicatat. Meski begitu, kesaksian mereka yang 

gagah berani merupakan kenangan suci sekaligus 

tantangan bagi kita semua untuk hidup seturut 

teladan mereka.

A: Faustinus: beruntung (L) ♂; Yovita: Langit 

(L) ♀; B: Yovi; P: 15 Februari

FEBRONIA (abad ke-4)

Dikisahkan, bahwa pada abad ke-7 puteri 

cantik di kota Nisibia kawasan Mesopotamia (Irak) 

itu akan dibebaskan dari penjara oleh kepala 

pengadilan Selenus, asal ia murtad dan mau 

menikah dengan Lisimakus, keponakannya.

namun  Febronia menolak, akibatnya ia disiksa dan 

dipukuli dengan kayu sampai mati, lalu Selenus 

menjadi gila dan bunuh diri, sedangkan 

keponakannya bertobat. P: 25 Juni

SANTA FELISITAS dan SANTA PERPETUA († 

202)

Perpetua dan Felisitas hidup di Kartago, 

Afrika Utara, pada abad ketiga. Pada masa itu terjadi 

penganiayaan yang 

hebat atas orang-

orang Kristen oleh 

Kaisar Septimus 

Severus. Perpetua 

yang berusia 

duapuluh dua tahun 

yaitu  puteri 

seorang bangsawan 

kaya. Semenjak 

kecilnya ia selalu 

mendapatkan apa 

saja yang ia 

inginkan. namun  ia 

sadar bahwa ia mengasihi Yesus dan iman 

Kristianinya jauh lebih berharga dari apa pun yang 

dapat ditawarkan oleh dunia. Oleh sebab  imannya 

itulah ia menjadi seorang tahanan yang siap 

menghadapi hukuman mati.

Ayah Perpetua yaitu  seorang kafir. Ia 

melakukan segala daya usaha  untuk membujuk 

puterinya agar mengingkari iman Kristianinya. Ia 

berusaha meyakinkan Perpetua akan betapa 

pentingnya menyelamatkan nyawanya. namun , 

Perpetua tetap pada pendiriannya, meskipun ia tahu 

bahwa ia harus meninggalkan suami serta bayinya.

Felisitas, pelayan Perpetua yang Kristen, 

yaitu  seorang budak. Ia dan Perpetua bersahabat. 

Mereka saling berbagi iman dan cinta akan Yesus. 

Felisitas juga rela kehilangan nyawanya bagi Yesus 

dan bagi imannya. Oleh sebab itu ia juga menjadi 

seorang tahanan yang siap menghadapi hukuman 

mati. 

Felisitas yaitu  seorang isteri. saat  sedang 

di penjara sebab  imannya, ia juga menjadi seorang 

ibu muda pula. Bayinya diangkat anak oleh seorang 

wanita Kristen yang baik. Felisitas amat bahagia 

sebab  sekarang ia dapat pergi sebagai martir. 

Bergandengan tangan, Perpetua dan Felisitas 

menghadapi kemartiran mereka dengan gagah 

berani. Mereka dijadikan mangsa binatang-binatang 

buas dan kemudian dipenggal kepalanya. Mereka 

berdua wafat sekitar tahun 202.

SANTA FELISITAS dan KETUJUH 

PUTERANYA

Felisitas yaitu  seorang wanita Kristen 

bangsawan dari Roma. Ia hidup pada abad kedua. 

Sesudah suaminya meninggal 

dunia, Felisitas mengabdi Tuhan 

dengan berdoa dan melakukan 

karya belas kasihan. Teladan 

baiknya menghantar banyak 

orang untuk menjadi Kristen 

pula. 

Hal ini memicu  

imam-imam kafir amat marah 

dan melaporkannya kepada 

Kaisar Antonius Pius. Mereka 

mengatakan bahwa Felisitas 

yaitu  musuh negara oleh 


sebab ia membuat dewa-dewa murka. Maka, kaisar 

memerintahkan agar Felisitas ditangkap. Tujuh 

orang pemuda ditangkap bersamanya. Mereka 

yaitu  ketujuh putera Felisitas. Seperti ibu dalam 

Kitab Makabe dalam Perjanjian Lama, Felisitas tetap 

tenang. Gubernur sia-sia saja membujuknya untuk 

mempersembahkan korban kepada para dewa. 

Akhirnya Gubernur berseru, “wanita  celaka! Jika 

engkau ingin mati, matilah! namun , janganlah 

engkau membinasakan anak-anakmu pula.”

“Putera-puteraku akan hidup selama-lamanya 

jika mereka, seperti saya, mengutuk dewa-dewa 

berhala dan mati bagi Tuhan,” jawab Felisitas. 

Wanita yang gagah berani ini dipaksa menyaksikan 

putera-puteranya dihukum mati. Seorang mati 

dicambuk, dua orang didera dengan tongkat, tiga 

orang dipenggal kepalanya dan seorang lagi tewas 

ditenggelamkan. Empat bulan kemudian, Felisitas 

juga dihukum pancung. Kekuatannya yang luar biasa 

itu bersumber pada pengharapannya yang besar 

akan kehidupan kekal kelak bersama Tuhan dan 

putera-puteranya di surga. Dapat dikatakan, St. 

Felisitas wafat dimartir delapan kali, sebab ia harus 

menyaksikan satu demi satu puteranya wafat 

dimartir hingga akhirnya ia sendiri 

mempersembahkan nyawanya juga bagi Yesus.

FELIX († 303)

yaitu   uskup  di  Thibiuka  (Tunisia).  Ia 

dipaksa  menyerahkan  Kitab  Suci  untuk  dibakar. 

Namun  ia  menjawab:  “Lebih  baik  sayalah  yang 

dibakar dibandingkan  Kitab Suci ini.  Sebab, lebih tepat 

patuh  kepada  Tuhan  dibandingkan   kepada  manusia.” 

Kemudian ia menerima ganjaran hukuman mati.

P: 24 Oktober


SANTO PAUS FELIX III (II) († 492)

Paus St Felix III (II) yaitu  leluhur dari Paus 

St Gregorius Agung (540-604). Gregorius menulis 

bahwa saat  bibinya, St Tharsilla, 

sedang menghadapi ajal, Paus 

Felix menampakkan diri kepada 

bibinya dan membimbingnya ke 

surga. Siapakah Paus St Felix ini? 

Dan peristiwa-peristiwa apakah 

yang terjadi dalam hidupnya yang 

menghantarnya ke kekudusan?

Meski tak banyak catatan 

tentangnya, namun  kita tahu bahwa 

Felix yaitu  seorang Romawi. Ia 

seorang yang jujur dan gagah 

berani dalam menghadapi masa-

masa sulit. Felix dinobatkan 

menjadi paus pada tahun 483. Gereja terpecah-

belah atas kelompok-kelompok sebab  ajaran-ajaran 

sesat. Faktor-faktor politis mempersulit pelayanan 

paus. namun , Felix berhasil membuktikan diri sebagai 

seorang yang gagah berani dalam membela 

kebenaran-kebenaran iman dan hak-hak Gereja. 

Banyak yang memperbandingkannya dengan Paus St 

Leo Agung yang wafat pada tahun 461. Paus Felix 

sungguh universal dalam pandangannya. Ia 

berusaha memahami serta menyelesaikan masalah-

masalah Gereja di berbagai belahan dunia.

Felix melewatkan sembilan tahun dari masa 

hidupnya sebagai paus. Ia akan dikenang sebagai 


seorang yang berdedikasi total kepada Yesus dan 

Gereja-Nya. Paus St Felix wafat pada tahun 492.

A: bahagia (L); P: 1 Maret

SANTO FELIX dan SANTO SIPRIANUS

Felix dan Siprianus, keduanya yaitu  Uskup 

Afrika yang hidup pada abad kelima. Mereka 

menderita bersama lebih dari 4900 martir dalam 

masa penganiayaan yang hebat oleh bangsa Vandal. 

Huneric, raja Vandal, membuang umat Kristiani ini 

ke pengasingan di padang gurun Libya. Mereka 

diperlakukan dengan begitu keji oleh bangsa Moor.

Seorang uskup yang kudus bernama Victor 

berusaha menolong umat Kristiani yang malang ini, 

yang dijebloskan ke dalam sebuah penjara yang 

ngeri. Mereka dikurung tanpa udara maupun 

penerangan yang cukup. Uskup Victor menuliskan 

kisah keberanian dan penderitaan yang mereka 

alami. Beliau menceritakan bahwa saat  mereka 

diperintahkan untuk pergi ke tempat pembuangan di 

padang gurun yang ganas, mereka keluar dari 

penjara dengan menyanyikan madah pujian. Umat 

Kristiani lainnya mencucurkan arimata melihat 

kegagahan mereka. Bahkan para wanita  dan 

anak-anak ikut pergi bersama mereka ke 

pembuangan dan tewas di sana. Dalam kisah ini 

diceritakan pula tentang Uskup St Felix. Ia tua renta 

dan setengah lumpuh hingga seseorang mengatakan 

kepada raja Vandal, “Baginda dapat meninggalkan 

dia mati di sini.” namun  Raja Huneric dengan keji 

menjawab, “Jika ia tidak dapat menunggang kuda, ia 

dapat diseret dengan lembu.” Pada akhirnya, 

mereka memutuskan untuk mengikatkan uskup tua 

yang gagah berani ini pada seekor keledai dan 


dengan demikian ia dibuang agar mati di padang 

gurun. 

Kita juga merayakan St Siprianus. Uskup 

Siprianus hidup dua abad sesudah St Siprianus dari 

Kartago. St Siprianus yang pestanya kita rayakan 

hari ini mempertaruhkan nyawanya sendiri demi 

memelihara sebanyak mungkin para tawanan. Ia 

menghabiskan segenap waktu dan kekuatannya, 

pula segala yang dimilikinya, demi menolong 

mereka. Akhirnya, ia sendiri ditangkap juga dan 

dibuang ke pengasingan. Di sana ia wafat sebagai 

martir akibat perlakuan keji terhadap umat Kristiani.

FELIX dari NOLA

Diterangi oleh sinar redup pelita minyak kecil, 

orang-orang  Kristen  kota  Nola  berkumpul 

mendoakan Felix, pastor mereka. Felix yaitu  anak 

seorang bekas tentara dan menjadi pastor yang rajin 

sekali mengunjungi umat.

Pada  tahun  250 Kaisar  Decius  melancarkan 

pengejaran terhadap orang Kristen. Felix tertangkap 

dan dijebloskan ke dalam penjara.  Dua kali  sudah 

dicemeti sesudah  bajunya ditanggalkan. namun  Felix 

berhati  baja  dan  tak  mau  mengkhianati  imannya. 

Hal  ini  mengobarkan  kemarahan  para 

penganiayanya.  Felix  dilemparkan  ke  dalam  sel 

gelap  tak  berjendela  dan  lantai  penuh  dengan 

pecahan kaca. Esok hari ia mesti menjalani hukuman 

mati.

Tuhan mendengarkan doa umat Nola 

malam itu: Dengan cara ajaib Felix melintasi  pintu 

penjara  satu  demi  satu.  namun   ia  tidak  langsung 

bersmbunyi  atau  menemui  umatnya.  Ia  telah 

mendengar,  bahwa  uskup  Maximus  dari  Nola, 

sedang bersembunyi di suatu tempat dalam keadaan 

sengsara  dan  memerlukan  pertolongan.  Maka 

tindakan  Felix  yang  pertama  yaitu   menemui 

gembalanya.  Berjam-jam  lamanya  Felix  berjalan 

terseok-seok  menurutkan  liku-liku  lorong  sempit. 

Sebab, seharian perutnya kosong dan badan lunglai 

akibat  penganiayaan.  Akhirnya  ia  berhasil 

menemukan  uskup  itu  sendirian,  sakit  dan  tidak 

berdaya.  Dengan  bersusah  payah  Felix 

menggendongnya ke sebuah rumah, susaha  uskup 

dapat beristirahat memulihkan kekuatannya.

Sesaat  sesudah   tersiar  kabar  bahwa  Felix 

melarikan  diri,  tentara  dikerahkan  untuk  melacak 

dan  menangkapnya  kembali.  Mereka  juga  diberi 

kuasa  untuk  melaksanakan  hukuman  mati  seperti 

yang  telah  diputuskan.  namun   Felix 

menyembunyikan  diri.  Baru  sesudah  kaisar  yang 

kejam itu digantikan oleh kaisar baru, Felix muncul 

lagi.  saat   uskup  Maximus  meninggal,  umat 

meminta Felix menggantikannya. namun  ia menolak 

kedudukan terhormat itu. Ia memilih tetap sebagai 

imam biasa dengan hidup sederhana.  Ia  dihormati 

sebab   kebaikan  dan  keberaniannya  semasa 

pengejaran.

Felix  dari  Nola (Italia  Selatan)  hidup  pada 

abad  ke-3.  Makamnya  masih  utuh  dalam 

Katedral Nola. A: yang bahagia; P: 14 Januari.

FELIX OFM CAP (1515-1578)

Yang  senantiasa  minta  derma  itu  dijuluki 

‘Bruder  Deogratias’,  sebab   selalu  mengucap 

“Syukur  kepada Allah”  atas segala perlakuan yang 

diterimanya.  Hidupnya  sangat  sederhana,  banyak 

berdoa dan selalu sopan, sehingga disenangi rakyat 

kecil.

P: 18 Mei


FELIX, LUCIUS, NEMESIAN, FELIX, LITEUS 

POLIAN,  VIKTOR,  JADER  dan  DAVITUS 

(257)

yaitu   uskup-uskup  Afrika  Utara  yang 

bersama  banyak  imam  dan  awam  dihukum  kerja 

paksa dalam tambang batu marmer di Sium. Santo 

Siprianus  menulis  surat  kepada  mereka  untuk 

menguatkan iman para saksi Kristus ini.

P: 10 September

FEODOR (=TEODOR) dan JOAN († 983)

yaitu   martir  Rusia  pertama.  saat   raja 

kembali  dari  medan  perang  untuk  merayakan 

kemenangannya,  ia  berikrar  akan  mengurbankan 

seorang  manusia.  Undian  jatuh  kepada  Joan.  Dia 

dan  ayahnya  Feodor  yang  sudah  beriman  Kristen 

menolak  kebiasaan  kafir  yang  buruk  itu.  Akhirnya 

nereka dibunuh oleh orang-orang Rusia yang belum 

mengenal Kristus itu

P: 12 Juli

SANTO FERDINANDUS III (1199-1252)

yaitu  putera Raja Alfonso IX dari Leon dan 

Ratu Berengaria dari Kastilia. Ia naik tahta di Katilia 

pada  usia  20  tahun.  Tigabelas  tahun  kemudian  ia 

menjadi  raja  atas  Leon.  Persatuan  antara  kedua 

kerajaan ini seterusnya tak terpecahkan lagi. Masa 

pemerintahannya  memiliki   arti  yang  sangat 

penting  bagi  sejarah  Spanyol.  Sebab,  dialah  yang 

berhasil merebut lagi sebagian besar Andalusia dari 

pendudukan  orang-orang  Moor  (Islam).  Melalui 

pertempuran yang sengit ia berhasil mempersatukan 

kembali  seluruh  wilayah  ke  dalam  Negara  Kristen 

itu. Ferdinandus yaitu  raja yang besar, dalam arti 

berkuasa  dan  memiliki   keberanian,  namun   juga 

berhati besar, yakni tidak mementingkan diri sendiri, 

penuh pengabdian kepada iman dan rakyatnya.  Ia 

juga  memperluas  Universita  Salamanca.  Tatkala 

meninggal,  banyak orang menganggap dia  sebagai 

santo.  namun   baro  400  tahun  kemudian  ia  secara 

resmi dinyatakan kudus.

Ferdinandus III (1199-1252), Raja dari Leon 

dan  Kastilia  (Spanyol);  dimakamkan  dalam 

Katedral  Sevilla;  L: bola  (=bumi  ini)  dan 

pedang; P: 30 Mei

FERDINANDUS († 1443)

Ia  dijuluki  Pangeran  Tabah  (=  El  Pricipe 

Constante). Ia ditangkap oleh tentara Maroko saat  

bersama saudaranya Henrikus Navigator berperang 

di Ceuta. Ia menjadi sandera dank arena tak mampu 

membayar uang tebusan Ferdinanus tak dibebaskan. 

Lalu ia disiksa dengan keji sampai mati di Fez pada 

tahun 1443.

P: 5 juni

FEREMENATOS (380)

saat   bersama  saudara  Edesia  sedang 

melakukan perjalanan, mereka ditangkap oleh orang 

Etiopia.  Namun  pedagang  dari  Libanon  ini  disukai 

oleh  raja  dari  Aksum,  sehingga  diminta  mendidik 

putera