• coklatx.blogspot.com

    www.coklatx.blogspot.com

  • berasx.blogspot.com

    www.berasx.blogspot.com

  • kacangx.blogspot.com

    www.kacangx.blogspot.com

Tampilkan postingan dengan label Kisah santa santo 10. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah santa santo 10. Tampilkan semua postingan

Kisah santa santo 10

 


ORIUS BARBARIGO (1625-15 

Juni1697)

Beato Gregorius Barbarigo dilahirkan pada 

tahun 1625. Ia dibesarkan dan dididik di kota 

kelahirannya Venice, Italia. Pada usia 

duapuluhtahunan, ia dipilih oleh para pejabat Venice 

untuk mewakili mereka di Munster, Jerman, dalam 

suatu peristiwa penting. Para pemimpin mengadakan 

pertemuan guna menandatangani Pakta Westphalia 

pada tanggal 24 Oktober 1648. Pakta ini akan 

mengakhiri perang selama 

tigapuluh tahun. Perang ini, 

yang dimulai pada tahun 

1618, terjadi di Jerman, 

melibatkan pasukan-

pasukan lokal Swedia dan 

Perancis dan pada dasarnya 

dipicu oleh kesalahpahaman 

antara Katolik-Protestan.

Di Munster, Beato 

Gregorius bertemu dengan 

utusan paus. Utusan ini 

kelak menjadi Paus 

Alexander VII pada tahun 


1655. Sang utusan mengenali kebaikan serta 

kualitas spiritual Pater Gregorius. Ia 

mentahbiskannya sebagai Uskup Bergamo, Italia. 

Pada tahun 1660, paus memanggilnya kembali ke 

Roma. Kali ini bapa suci mengangkat Uskup 

Gregorius sebagai kardinal dan menugaskannya ke 

Padua.

Beato Gregorius melewatkan sisa hidupnya di 

kota yang telah menjadi terkenal sebab  Santo 

Antonius ini. Orang sering mengatakan bahwa 

Kardinal Barbarigo yaitu  bagaikan Kardinal 

Borromeus yang kedua. Kardinal Barbarigo 

mengamalkan hidup sederhana penuh matiraga. Ia 

memberikan sejumlah besar uang untuk 

kepentingan-kepentingan amal kasih. Ia 

membiarkan pintu kediamannya terbuka dan 

senantiasa siap melayani orang yang datang dengan 

masalah. Ia mendirikan sebuah perguruan tinggi dan 

seminari yang unggul demi mendidik para pemuda 

untuk menjadi imam-imam yang baik. Ia 

memperlengkapi seminari dengan perpustakaan 

kelas satu dengan banyak karya tulis para Bapa 

Gereja Perdana dan artikel -artikel  mengenai Kitab Suci. 

Ia bahkan memperlengkai seminari dengan sebuah 

percetakan. Beato Gregorius Barbarigo wafat pada 

tanggal 15 June 1697 dalam usia tujuhpuluh dua 

tahun. Ia dimaklumkan sebagai “beato” pada tahun 

1761 oleh Paus Klemens XIII.   

GRIGNON de MONFORT (1673-1716)

Sangat menghormati Sant Maria. Ia berbuat 

amal kepada anak-anak dan orang miskin serta 

mendirikan kongregasi imam yang disebut 

Montfortan.

P: 28 April


GUDULA († 712)

yaitu  wanita awam yang dididik oleh Santa 

Gertrud dari Nivelles. Ia berkarya amal dan berdoa 

banyak. saat  ia pada suatu pagi yang masih gelap 

mau pergi ke gereja, katanya setan meniup lilinnya, 

sehingga Gudula hampir tersesat, namun  malaikat 

menyalakannya lagi.

L: lampu; P: 8 Januari

GUIDO atau GUI (950-1012)

yaitu  seorang koster dari Laeken Belgia. Ia 

menanamkan uangnya dalam suatu usaha, namun  

semuanya hilang. Kemudian ia berziarah dari tempat 

suci yang satu ke yang lain sampai ke Yerusalem. Ia 

dihormati sebagai santo pelindung para koster.

B: Guy, Wido; P: 12 September

GUMMAR († 774)

Meninggalkan isterinya, Grimara, yang jahat 

itu untuk menjadi pertapa dan pembangun gereja.

P: 11 Oktober

GUNTHERUS atau GUENTER († 1045)

yaitu  seorang bangsawan kaya yang suka 

hidup mewah dan berfoya-foya. Suatu saat  hatinya 

tersentak oleh sabda Alkitab yang didengarnya: 

“Bersikaplah seperti Jesus Kristus!”. Sabda itu begitu 

terpateri dalam lubuknya, sehingga mengubah 

warna hidupnya. Ia menghibahkan seluruh 

kekayaannya kepada suatu biara dan kemudian 


menjadi bruder. Namun sebab  tetap sombong dan 

suka boros, ia mendapat teguran keras. Lalu ia 

mengasingkan diri ke hutan rimba untuk bertapa, 

berdoa dan bekerja keras. Akhirnya, ia menjadi 

misionaris yang bekerja giat di Hungaria dan 

Cekoslovakia

P: 9 Oktober

GUSTAV OP († 1323)

saat  menjabat uskup Agram (Yugoslavia) 

dan kemudian Lucera (Italia), Gustav menegakkan 

moral dan adapt, baik melalui kotbah maupun 

teguran.

P: 8 Agustus


H

HALLWARD († 1043)

saat  orang muda ini akan menyeberangi 

teluk laut yang dalam dan curam (fjord) di Norwegia 

dengan sampan kecil, ada seorang wanita yang 

minta tolong ikut menumpang sebab  dikejar-kejar 

orang. namun  belum seberapa jauh dari pantai, para 

pengejar pun telah muncul. Mereka mendesak dan 

mengancam Hallward susaha  menyerahkan wanita 

itu. Namun Hallward tidak menggubris mereka. Lalu 

para pengejar itu membidikkan anak panah dan 

tepat menembus dada Hallward dan wanita yang 

dilindunginya, sehingga keduanya mati terkapar. 

Mereka berdua dikuburkan di Olso Norwegia

P: 15 Mei

HARALD († 1066)

Sebagai diakon Harald berusaha memperbaiki 

tata tertib dan hidup para imam. Ia dibunuh dan 

mayatnya di buang kedalam danau Lago Maggiore 

(Italia).

P: 27 Juni


HARTMANN (1090-1164)

Uskup ini menonjol sebagai pembaharu 

kehidupan biara dan semangat umat di Austria.

P: 23 Desember

HARWAY atau HERVE (abad ke-6)

yaitu  pertapa dan penyair kidung-kidung 

bagus yang menjadi abbas di Inggeris walaupun 

sudah buta.

P: 17 Juni

HEDWIG (1174-1243)

Bibi dari Santa Elisabet dan ibu dari tujuh 

anak ini banyak berbuat amal, mendirikan biara 

serta meningkatkan taraf pendidikan dan 

kebudayaan warga penduduk Silesia (Jerman Timur/ 

Polandia). Suaminya gugur dalam perang melawan 

tentara Dschengis Khan.

P: 16 Oktober

SANTO HEINDRICH 

II (972-1024)

Heindrich 

dilahirkan pada tahun 

972. Ia  menjadi 

Pangeran Bavaria pada 

tahun 995. Suatu 

malam, ia mendapatkan 

suatu penglihatan yang 


aneh. Santo Wolfgang, gurunya terkasih semasa ia 

kanak-kanak, menampakkan diri kepadanya. 

Wolfgang menunjuk pada kata-kata “sesudah enam” 

yang tertulis di dinding. namun , apakah itu artinya? 

Apakah mungkin Heindrich akan meninggal dunia 

dalam waktu enam hari? Dengan pemikiran itu, ia 

berdoa dengan amat tekun dan sungguh selama 

enam hari. namun , di akhir hari keenam, ia sehat 

walafiat. Apakah mungkin berarti enam bulan? Sang 

pangeran mengabdikan diri pada perbuatan baik 

lebih dari sebelumnya. Di akhir bulan keenam, ia 

merasa jauh lebih sehat dari sebelumnya. Jadi, ia 

memutuskan bahwa ia memiliki  enam tahun 

untuk mempersiapkan kematiannya. sesudah  masa 

enam tahun berlalu, bukannya meninggal, malahan 

ia dipilih menjadi Kaisar Jerman. Maka, mengertilah 

ia akan apa arti penglihatan itu.

Heindrich berusaha  sekuat tenaga agar 

rakyatnya tenteram dan damai. Demi membela 

keadilan, ia harus bertempur dalam banyak 

peperangan. Ia seorang yang jujur dalam 

pertempuran dan ia mendesak agar bala tentaranya 

bersikap demikian pula. Sekitar tahun 998, Heindrich 

menikah dengan seorang wanita  yang amat 

lemah lembut dan penuh belas kasih bernama 

Kunigunda. Kunigunda juga kelak dimaklumkan 

sebagai seorang kudus. Heindrich dan Kunigunda 

pergi ke Roma pada tahun 1014. Mereka dimahkotai 

sebagai kaisar dan permaisuri dari Kekaisaran 

Romawi yang Kudus. Suatu kehormatan besar sebab 

Paus Benediktus VIII sendiri yang memahkotai 

mereka.

Kaisar Heindrich yaitu  salah seorang 

penguasa terbaik Kekaisaran Romawi yang Kudus. Ia 

mendorong dilakukannya reformasi dalam Gereja. Ia 

memajukan perkembangan biara-biara baru dan 


mendirikan gereja-gereja yang indah. Ia 

menunjukkan kasihnya kepada Yesus dan Gereja 

dengan ketulusan dan cinta kasih. Ia yaitu  seorang 

pendoa dan amat terpikat pada kehidupan religius. 

Namun demikian, ia menerima perannya sebagai 

seorang suami dan pemimpin, dan menunaikan 

tugas tanggung jawabnya sepenuh hati. Heindrich 

baru berusia limapuluh dua tahun saat  ia wafat 

pada tahun 1024. Ia dimaklumkan sebagai santo 

oleh Beato Eugenius III pada tahun 1146. Paus St 

Pius X memaklumkan Kaisar Heindrich sebagai 

pelindung Oblate Benediktin.

Heinrich II (972-1024), kaisar dan suami 

Santa Kunigunde; L: pedang, bola (lambing 

kekuasaan di dunia) dan bunga bakung (lili); P: 

13 Juli

“Kemuliaan sekarang yang kita miliki segera berlalu dan 

tanpa  arti,  terkecuali  di  dalamnya  kita  dapat  melihat 

sesuatu yang dari kekekalan surgawi.” ~ Santo Heindrich

BEATO HENRY dari TREVISO (1250-10 Juni 

1315)

Henry dilahirkan di Bolzano, Italia pada tahun 

1250. Keluarganya amat miskin, sebab itu ia tidak 

beroleh kesempatan untuk belajar membaca dan 

menulis. sesudah  remaja, Henry pindah ke Treviso 

untuk mendapatkan pekerjaan. Ia menjadi seorang 

buruh harian. Sedikit saja orang yang tahu bahwa 

Henry membagi-bagikan sebagian besar 

penghasilannya kepada kaum miskin. Ia ikut ambil 

bagian dalam Misa setiap hari dan menyambut 

Komuni Kudus sesering yang diijinkan. Henry 

mencintai Sakramen Tobat juga dan mendapati 

sakramen pengampunan Allah ini sungguh 

membesarkan hati. Orang mulai memperhatikan 


orang Kristen yang bagaimana Henry itu. 

Penitensinya yaitu  bekerja giat dalam pekerjaan. 

Ia melewatkan banyak waktu setiap harinya untuk 

masuk dalam doa pribadi, biasanya di gereja. Henry 

dikenal akan ketenangan dan kelemahlembutannya. 

Terkadang orang mengoloknya sebab ia begitu amat 

sederhana. Sementara semakin bertambah usianya, 

Henry mulai tampak kusut dan bongkok. Anak-anak 

melontarkan ejekan atas penampilannya yang aneh 

itu. namun  Henry tidak marah. Ia paham bahwa 

mereka tidak mengerti bahwa mereka dapat melukai 

hatinya. 

saat  Henry telah terlalu tua dan lemah 

untuk dapat bekerja, seorang sahabat bernama 

James Castagnolis membawanya masuk ke dalam 

rumahnya sendiri. Castagnolis memberinya sebuah 

kamar tempat tinggal dan makanan jika  Henry 

menghendakinya. Beato Henry bersikukuh hidup 

bergantung pada amal kasih penduduk Treviso. 

Mereka murah hati dalam amal kasih mereka berupa 

makanan, sebab mereka tahu Henry membagikan 

amal kasih mereka kepada banyak orang yang 

miskin dan tak memiliki tempat tinggal. Pada masa 

akhir hidupnya, Henry nyaris tak dapat berjalan. 

Orang memandang kagum sementara orangtua ini 

menyeret diri ke gereja untuk ikut ambil bagian 

dalam Misa pagi. Seringkali pula ia mengunjungi 

gereja-gereja setempat lainnya, dengan terseok-

seok maju ke setiap tujuan.

Betapa misteri yang terkandung dalam diri 

orang saleh ini. saat  ia wafat pada tanggal 10 Juni 

1315, orang banyak memadati biliknya. Mereka 

menginginkan sebuah relikwi, sebuah kenangan. 

Dan mereka menemukan harta bendanya: pakaian 

kasar matiraga, sepotong balok kayu yang yaitu  

bantalnya, dan setumpuk jerami yang yaitu  tempat 


pembaringannya. Jenazah Henry dipindahkan ke 

katedral agar semua orang dapat menyampaikan 

hormat mereka. Lebih dari duaratus mukjizat 

dilaporkan terjadi dalam beberapa hari sesudah 

wafatnya. Henry dari Treviso dimaklumkan sebagai 

“beato” oleh Paus Benediktus XIV.

HELENA (225–330)

Baik Konstantius Klorus maupun selirnya 

berasal dari kalangan rakyat jelata. namun  saat  

Konstantius berhasil meraih tahta kekaisaran, ia 

menceraikan selirnay, kemudian mempersunting 

seorang puteri bangsawan. Namun selang beberapa 

tahun kemudian, ternyata justru anak selirmitulah 

menjadi kaisar yang lebih agung dibandingkan  ayahnya. 

Pada suatu malam sebelum pertempuran sengit 

melawan kaisar saingannya berlangsung, ia 

bermimpi: susaha  menang, Nama Kristus harus 

dipasang pada bendera dan perisai angkatan 

perangnya. Dan waktu pertempuran itu sedang 

gencar-gencarnya, ia sekonyong-konyong 

menengadah ke langit dan melihat tanda salib 

berkilauan di atas surya dengantulisan ‘ TOUTO 

NIKA’ yang artinya ‘Dalam (tanda ini) engkau akan 

menang!’, peristiwa ini terjadi pada tahun 312.

Dan Kaisar Konstantin masuk Roma dielu-

elukan oleh seluruh umat Kristen, yang beberapa 

tahun silam masih dianiaya. Atas kemenangannya ini 

Konstantin memberikan kebebasan kepada agama 

Kristen. Seluruh Gereja bersukaria, sebab kaisar 

memerintahkan pembebasan bagi semua orang 

Kristen yang masih mendekam dalam penjara. 

Konstantin dan ibunya, yaitu Helena, bertobat 

menjadi Kristen. Mereka sangat berjasa kepada 

Gereja dan menghadiahkan tanah serta gedung-

gedung kepada umat.


Kaisar mengangkat ibunya menjadi ratu. 

Nama kota asalnya diubah menjadi Helenapolis (Asia 

Kecil). Ibu Helena begitu bergembira, sehingga 

sekalipun sudah tua ia berziarah ke Tanah Suci. Ia 

mendermakan harta miliknya, menolong kaum 

miskin serta mendirikan banyak gereja di tempat-

tempat suci. Pada usia 80 tahun Helena berusaha 

keras mencari Salib Suci, tempat Kristus menebus 

seluruh umat manusia dengan mencucurkan 

darahNya. sesudah  berjerihpayah, ditemukanlah tiga 

buah salib di sumur dekat bukit Golgota di 

Yerusalem. Bahkan paku-pakunya pun masih ada 

pula. Betulkah ketiganya yaitu  salib bersejarah itu? 

Yang mana diantaranya merupakan salib Jesus? 

Uskup Makarios menasehatkan, susaha  ketiga salib 

itu disentuhkan berturut-turut pada wanita sakit 

yang tak tersembuhkan. Begitu salib ketiga 

menyentuhnya, wanita itu langsung sembuh 

samasekali. Saking gembiranya, Helena membangun 

sebuah gereja diatas bukit Golgota untuk 

menyimpan salib yang tiada ternilai itu. Ia 

memotong sebagian untuk dikirim ke Roma dan 

Konstantinopel.

Helena (225-330), ratu, meninggal di 

Nikomedia; A: (dewi) matahari; B: Helen, Hella, 

Ella, Ellen, Leni; L: salib; P: 18 Agustus.

HELIDORUS (330-407)

saat  berziarah ke Yerusalem, ia berteman 

dengan Santo Hieronimus. Ajakan Hieronimus untuk 

bersama-sama tinggal di padang gurun ditolaknya. 

Kemudian Helidorus pulang dan menjadi uskup di 

Altino Italia.

P: 3 Juli


HELMUT atau VITALIS (abad ke-3)

Perwira Romawi ini diperintah gubernur 

susaha  menjaga tawanan Kristen dalam penjara di 

Ravenna Italia. Suatu saat  ia menguaztkan iman 

seorang dokter Kristen yang sangat ketakutan dan 

mau murtad saat  hamper dipenggal. Akibatnya, ia 

ditangkap, disiksa dengan obor dan kemudian 

dikubur hidup-hidup. Helmut yaitu  ayah S. 

Gervasius dan Protasius.

A: Vitalis = yang hidup (L); P: 28 April

HEMMA atau EMMA (980-1045)

Sesudah suaminya meninggal dan puteranya 

dibunuh, wanita ningrat ini menghibahkan seluruh 

tanah miliknya yang luas kepada beberapa biara di 

Austria.

L: seorang ibu sedang membagikan derma; P: 

27 Juni

HENRIKUS († 1160)

Uskup Uppsala ini menyertai Raja Santo Erik 

dari Swedia mengabarkan Injil kepada bangsa 

Finlandia. Di atas danau Koylio ia dibunuh oleh 

seorang petani, yang dihukum sebab  telah 

melakukan pembunuhan.

P: 19 Januari

HENRIKUS (1250-1315)

Yang tinggal di Balzano Italia ini sehari-

harinya bekerja sebagai buruh. Hidupnya amat saleh 

dan ditandai dengan banyak mati raga.

P: 10 Juni


HENRIKUS SUSO OP (1295-1366)

Menjadi dosen dan pengkotbah di Swiss. Ia 

dikaruniai pengalaman mistik dan sering difitnah, 

sehingga acapkali dipindah oleh atasan-atasannya.

L: rosario dan bunga bakung (lili); P: 23 Januari

HERIBERTUS (970-1021)

Uskup Koln Jerman itu berbuat amal serta 

menjaga tata tertib dan kedamaian. Ia dipenjarakan 

oleh Kaisar Heinrich II sebab  salah paham. 

P: 30 Agustus

HERKULANUS (†549)

Uskup ini disiksa dan dipenggal kepalanya 

oleh orang-orang Goth, sebab  mereka merebut 

Perugia Italia. Mayatnya tidak membusuk.

P: 7 Nopember

HERLUINUS atau HELLUIN (955-1078)

yaitu  bangsawan kaya. Ia menggunakan 

seluruh harta bendanya untuk mendirikan 

biaraBenediktin di Bec Perancis yang kemudian hari 

sangat termasyur.

P: 26 Agustus

HERMAN YOSEF († 1241)

Seorang bocah lelaki mencangklong sebuah 

tas sekolah yang sudah butut. Ia berlari-lari kecil, 

tanpa sepatu. Pagi itu ia bangun kesiangan, 

sehingga takut terlambat. Ia menimang-nimang 

sebutri apel yang sangat ranum, pemberian ayahnya 

buat bekal sekolah. “Betapa lzat apel ini!” kata anak 

itu. Namun sejurus kemudian ia mengubah 


pikirannya. Aple itu akan diberikan kepada seorang 

anak yang sangat ia sayangi.

Tiba-tiba ia memperlambat larinya. Ia masuk 

gereja, lalu berdiri di depan patung Bunda Maria dan 

Kanak-kanak Jesus. Sebentar ia memandang cerah 

wajah Maria. Ia mengulurkan apel itu kepada Jesus. 

namun  ia tak cukup tinggi untuk menggapai tangan 

Jesus. Rasanya ia mau memanjat, tapi tak bisa. Dan 

sungguh ajaib, tiba-tiba patung Bunda Maria 

tersenyum lalu membungkuk menerima pemberian 

anak itu. Anak itu tertawa ceria. Sesudah 

berpamitan berlalrilah ia keluar, sebab  takut 

terlambat.

Herman, itulah nama anak ini. Ia 

menganggap Bunda Maria dan jesus teman 

akrabnya. Setiap kali ia singgah membisikkan isi hati 

dan menceritakan pengalamannya. Pernah ia datang 

tanpa bersepatu, sedangkan pagi itu sangat dingin. 

Bunda menunjuk ke sebuah ubin yang lepas. 

Herman membalik ubin itu dan menerima cukup 

uang buat membeli sepatu. Sesudah itu, tiap kali 

Herman membutuhkan sesuat, di tempat itulah 

selalu tersedia.

Menginjak usia 12 tahun, tiba-tiba Bunda 

Maria minta agar ia masuk biara. Herman merasa 

heran: ‘Bukankah saya terlalu kecil?” namun  ternyata 

ia diterima juga sebagai calon novis. sesudah  cukup 

umur ia boleh mengenakan jubah biarawan. Atas 

permintaan Bunda Maria, ia menambahkan namanya 

menjadi Herman Yosef. Kini ia sibuk mempersiapkan 

diri untuk menerima Sakramen Imamat. Ia belajar 

giat, berdoa banyak dan bermatiraga. Cintanya 

kepada Bunda Maria dan hormatnya akan Sakramen 

Mahakudus makin meluap.

Tiap pagi ia merayakan Ekaristi dan selalulah 

meleleh linangan air matanya. Herman Yosef yaitu  


imam yang sangat rajin. Banyak orang minta 

nasehatnya. Kehidupannya berjalan tenang sampai 

wafatnya pada usia 90 tahun.

Herman Yosef (1241), biarawan dan tokoh 

mistik di Steinfeld Jerman. Ia dihormati sebagai 

pelindung anak-anak sekolah; L: buah apel; P: 

21 Mei.

HERMANUS (1110-1173)

Orang Yahudi ini dibaptis sewaktu berumur 

21 tahun di Koln Jerman. Kemudian ia menjadi 

biarawan dan pimpinan yang baik.

P: 6 Agustus

HERMES (abad ke-3)

Pejabat tinggi pemerintah ini mati sebagai 

martir dan dimakamkan di via Salasia Roma.

A: utusan ilahi; P: 28 Agustus

HESEKIOS († 788)

Bertapa di gunung Maya (Turki). Ia 

termasyur sebab  mengerjakan mukjijat-mukjijat 

berkuasa atas roh jahat dan binatang buas, tapi 

berhubungan erat dengan malaikat-malaikat.

P: 6 Maret

HIASINTUS OP (1200-1257)

Mendirikan biara Dominikan pertama di 

Krakow. Ia sangat rajin berkotbah dan mengajar 

agama sampai ke Prusia, Rusia dan Cekoslovakia. 

Hiasintus dihormati sebagai santo pelindung 

Polandia.

P: 17 Agustus


SANTO HIERONIMUS (347-419/420)

Hieronimus yaitu  seorang Kristen Romawi 

yang hidup pada abad keempat. Ayahnya 

mengajarkan agama dengan baik kepadanya, namun  

mengirim Hieronimus ke sebuah sekolah kafir yang 

terkenal. Di sekolah ini , Hieronimus mulai 

menyukai tulisan-tulisan kafir dan cintanya kepada 

Tuhan mulai luntur. Namun demikian, 

persahabatannya dengan sekelompok orang-orang 

Kristiani yang kudus, yang menjadi sahabat-sahabat 

dekatnya, 

membuatnya 

berbalik 

kembali 

sepenuhnya 

kepada Tuhan.

Kemudian, anak muda yang cerdas ini 

memutuskan untuk tinggal menyendiri di padang 

gurun. Hieronimus khawatir kalau-kalau 

kesenangannya akan tulisan-tulisan kafir akan 

menjauhkannya dari cinta Tuhan. Hieronimus 

melakukan laku silih yang keras dan membiarkan 

dirinya terbakar panas terik padang gurun. Meskipun 

begitu, di sana pun Hieronimus mengalami 

pencobaan-pencobaan yang hebat. Hiburan-hiburan 

tak sehat yang diselenggarakan di Roma senantiasa 

segar dalam bayangan serta pikirannya. Walaupun 

demikian, Hieronimus pantang menyerah. Ia 

memperberat laku silihnya serta menangisi dosa-


dosanya. Ia juga belajar bahasa Ibrani dengan 

seorang rahib sebagai gurunya. Hal ini  

dilakukannya untuk menghindarkan diri dari pikiran-

pikiran kotor yang menghantui pikirannya. 

Hieronimus menjadi seorang sarjana Ibrani yang 

hebat sehingga kelak ia dapat menterjemahkan 

Kitab Suci ke dalam bahasa Latin. Oleh sebab  

karyanya itu, banyak orang dapat membaca serta 

mencintai Kitab Suci.

St. Hieronimus menghabiskan berpuluh tahun 

hidupnya di sebuah gua kecil di Betlehem, di mana 

Yesus dilahirkan. Di sana ia berdoa, mempelajari 

Kitab Suci, serta mengajar banyak orang bagaimana 

melayani Tuhan. St. Hieronimus menulis banyak 

surat yang mengagumkan dan bahkan juga artikel -

artikel  untuk mempertahankan iman Kristiani dari 

serangan kaum bidaah. 

Perangainya yang cepat marah dan lidahnya yang 

tajam membuat St. Hieronimus memiliki  banyak 

musuh. Namun demikian, ia seorang yang amat 

kudus yang menghabiskan seluruh hidupnya untuk 

melayani Yesus dengan cara terbaik yang mampu ia 

lakukan. Jadi, meskipun pemarah, ia menjadi 

seorang kudus yang besar. St. Hieronimus wafat 

pada tahun 419 atau 420. 

Hieronimus (347-420), rahib dan pujangga 

Gereja; lahir di Dalamatia dan meninggal di 

Betlehem dalam keadaan buta dan ditinggalkan. 

B: Jerom; L: seorang rahib ditemani seekor 

singa dan mengenakan topi cardinal; P: 30 

September

”Menjadi  seorang  Kristen  yaitu   hal  yang  luar  biasa, 

bukan  hanya  seolah-olah  tampak  luar  biasa.  Dan  oleh 

sebab   satu  dan  lain  hal,  mereka  yang  paling 

menyenangkan  bagi  dunia  yaitu   mereka  yang  paling 

sedikit menyenangkan Kristus. Kekristenan dibentuk, dan 

bukan bakat yang diwariskan.” St. Hieronimus 


SANTO HIERONIMUS EMILIANI (1486-

1537)

Hieronimus dilahirkan pada tahun 1486, 

putra suatu keluarga bangsawan di Venice, Italia. Ia 

yaitu  seorang prajurit yang gagah dan dipercaya 

untuk memegang komando di sebuah benteng di 

pegunungan. saat  sedang mempertahankan 

benteng ini dari serangan prajurit Maximilian I, ia 

ditawan musuh dan dijebloskan ke dalam penjara 

bawah tanah. Terbelenggu dalam penjara yang 

mengerikan itu, ia mulai menyesali cara hidup 

serampangan yang telah dilaluinya. Ia menyesal 

bahwa ia nyaris tak pernah memikirkan Tuhan. Ia 

menyesal telah menyia-nyiakan beberapa tahun 

dalam hidup amoral. Hieronimus berjanji kepada 

Bunda Maria bahwa ia akan mengubah cara 

hidupnya jika Santa Perawan bersedia menolongnya. 

Doa-doanya dijawab dan Hieronimus berhasil 

meloloskan diri. Konon, dengan hati penuh syukur, 

Hieronimus langsung menuju ke sebuah gereja. Ia 

menggantungkan rantai-rantai yang 

membelenggunya di depan altar Maria.

Orang muda itu pada akhirnya menjadi 

seorang imam. Ia membaktikan diri pada karya-

karya belas kasih. Perhatian utamanya diberikan 

kepada banyak anak yatim piatu yang tidak 

memiliki  rumah, yang ia temukan di jalanan. Ia 

menyewa sebuah rumah bagi mereka, dan memberi 

mereka makanan dan pakaian. Ia mengajar mereka 

dalam kebenaran iman. St Hieronimus membentuk 

sebuah kongregasi religius untuk kaum laki-laki yang 

dinamakan Serikat Pelayan-pelayan Kaum Miskin. 

Mereka mengabdikan diri demi kepentingan orang-

orang miskin dan malang, teristimewa anak-anak 

yatim piatu, dan mengajar kaum muda. St 

Hieronimus melakukan segala yang dapat 

dilakukannya bagi para petani juga. Ia bekerja 

bersama para petani di ladang. St Hieronimus biasa 

berbicara kepada mereka tentang kebajikan Tuhan 

sementara ia bekerja bersama petani-petani itu. St 

Hieronimus wafat saat  ia merawat para korban 

wabah penyakit pada tahun 1537. Ia dinyatakan 

kudus oleh Paus Benediktus XIV pada tahun 1767. 

St Hieronimus Emiliani yaitu  anugerah bagi orang 

banyak pada jamannya dan bagi segenap Gereja. 

Dengan mengubah hidupnya secara total, ia menjadi 

gambaran kasih Allah. Ia memberikan pengharapan 

kepada mereka yang miskin dan diabaikan. Pada 

tahun 1928, Paus Pius XI memaklumkannya sebagai 

santo pelindung anak-anak yatim piatu dan anak-

anak tunawisma.

 P: 8 Februari

SANTO HILARION dari GAZA (291-371)


Hilarion hidup pada abad keempat. Ia 

seorang remaja yang tidak percaya saat  

meninggalkan rumahnya di Palestina. Ia sedang 

dalam perjalanan ke Mesir untuk bersekolah. Di sana 

ia belajar mengenai iman Kristiani, dan segera ia 

dibaptis. Hilarion baru berumur limabelas tahun pada 

waktu itu. Pertobatannya merupakan awal dari suatu 

perjalanan gemilang yang menghantarnya semakin 

akrab dengan Tuhan. Tak lama berselang, ia pergi 

mengunjungi St Antonius yang terkenal itu di 

padang gurun. Hilarion ingin bersendiri dan melayani 

Yesus yang baru saja ia kasihi dengan begitu 

mendalam.

Hilarion tinggal 

bersama St Antonius 

selama dua bulan lamanya, 

namun  tempat itu tidak 

cukup tenang baginya. 

Banyak orang berdatangan 

mohon pertolongan St 

Antonius. Hilarion tidak 

dapat menemukan 

kedamaian yang ia 

rindukan, sebab itu ia pergi. 

sesudah  memberikan segala 

yang ia miliki kepada 

orang-orang miskin, ia 

pergi ke alam liar untuk hidup sebagai seorang 

pertapa.

Hilarion harus berjuang melawan banyak 

pencobaan. Kadang kala, ia merasa, seolah tak satu 

pun dari doa-doanya yang didengarkan Tuhan sama 

sekali. Walau demikian ia tidak membiarkan godaan-

godaan ini membuatnya berhenti berdoa dengan 

terlebih sungguh. sesudah  duapuluh tahun di padang 

gurun, orang kudus ini mengadakan mukjizatnya 

yang pertama. Segera saja banyak orang mulai 

berdatangan ke gubugnya untuk memohon 

pertolongan. Beberapa orang minta diperbolehkan 

tinggal bersamanya untuk belajar darinya 

bagaimana berdoa dan bermatiraga. Dalam 

kedalaman kasihnya kepada Tuhan dan sesama, ia 

mengundang mereka untuk tinggal. namun , pada 

akhirnya, saat  usianya enampuluh lima tahun, ia 

mulai berkelana. Ia pergi dari satu negeri ke negeri 

lainnya demi mencari kedamaian dan ketenangan. 

Namun demikian, mukjizat-mukjizat belas kasihnya 

yang tersohor senantiasa mengundang banyak orang 

berdatangan. Beberapa tahun menjelang wafatnya 

pada tahun 371, Hilarion pada akhirnya merasakan 

bahwa ia sungguh-sungguh sendiri bersama Tuhan. 

Usianya delapanpuluh tahun saat  ia wafat.

L: pertapa yang mengusir setan 

dengan tanda salib; P: 21 Oktober

SANTO HILARIUS dari POITIERS (315-368)

Pada awal abad kekristenan, masih banyak 

orang yang belum percaya kepada Tuhan. Mereka 

percaya bahwa ada banyak 

allah-allah, yang satu lebih 

hebat dari yang lain. Orang-

orang ini bukan orang-orang 

jahat; hanya saja mereka 

belum mengenal Tuhan; 

mereka masih kafir. Pada 

tahun 315, Hilarius dilahirkan 

dalam sebuah keluarga yang 

demikian di Poitiers, sebuah 

kota di Perancis. Keluarganya 

kaya-raya dan termasyhur. 

Hilarius mendapatkan 

pendidikan yang baik. Ia menikah dan membina 

rumah tangga.

Melalui belajar, Hilarius menjadi tahu bahwa 

seorang haruslah melatih kesabaran, 

kelemahlembutan, keadilan dan sebanyak mungkin 

kebajikan-kebajikan lain. Keutamaan-keutamaan ini 

akan memperoleh ganjaran kelak di kehidupan 

sesudah mati. Melalui belajar, Hilarius juga yakin 

bahwa hanya ada satu Allah yang kekal, yang 

mahakuasa dan mahapengasih. Ia membaca Kitab 

Suci untuk pertama kalinya. saat  sampai pada 

bagian Musa dan semak yang terbakar, Hilarius 

sungguh amat terkesan dengan Nama bagaimana 

Tuhan menyebut Diri-Nya Sendiri: AKU yaitu  

AKU. Hilarius membaca tulisan-tulisan para nabi 

juga. Kemudian ia membaca seluruh Perjanjian 

Baru. Pada saat ia selesai membaca, ia sepenuhnya 

telah percaya dan dibaptis.

Hilarius hidup mengamalkan imannya dengan 

taat dan saleh hingga ia dipilih menjadi uskup. Hal 

ini tidak menjadikan hidupnya bertambah nyaman, 

sebab kaisar suka mencampuri urusan-urusan 

Gereja. saat  Hilarius menentangnya, kaisar 

membuang Hilarius. Di tempat pembuangannya 

itulah keutamaan-keutamaan Hilarius, terutama 

kesabaran dan keberaniannya semakin gemilang. Ia 

menerima pembuangannya dengan tenang dan 

mempergunakan waktunya untuk menulis artikel -

artikel  tentang iman. sebab  ia menjadi semakin 

termasyhur, musuh-musuh Hilarius meminta kaisar 

untuk memulangkannya kembali ke kota asalnya. Di 

kota asalnya ia tidak akan memperoleh banyak 

perhatian. Maka, Hilarius dipulangkan ke Poitiers 

pada tahun 360. Ia tetap menulis dan mengajarkan 

iman kepada banyak orang. Hilarius wafat delapan 

tahun kemudian (368), dalam usia lima puluh dua 


tahun. artikel -artikel nya memberikan pengaruh besar 

kepada Gereja hingga sekarang ini. Itu sebabnya 

mengapa ia digelari Pujangga Gereja. 

P: 13 Januari

”Nyatakan  kepada  kami  makna  Kitab  Suci  dan  berikan 

kami pencerahan untuk memahaminya.” ~ St. Hilarius

HILARY atau HILARIUS (401-449)

Terkenal sebagai uskup agung Arles Perancis 

yang sangat rajin dan giat merasul. sebab  memecat 

seorang uskup yang kurang giat, maka ia 

diperingatkan oleh Paus Santo Leo I. Sebab, 

tindakan Hilarius itu di luar batas kompetensinya. 

Kemudian ia berziarah ke Roma dan berdamai 

dengan paus. Hilarius pmahir menafsirkan kitab suci. 

Ia hidup miskin bersama para imamnya dan 

memajukan karya amal.

P: 5 Mei

HILDA (617-680)

Puteri raja ini menjadi pemimpin biara yang 

bijaksana di Inggeris. Ia dipanggil ‘ibu’ oleh raja dan 

rakyat biasa, sebab  keramahan dan kebaikan 

hatinya.

P: 17 Nopember

HILDEGARD (1098-1179)

Dididik oleh Santa Yutta, seorang rubiah dan 

penghimpun para wanita yang ingin bersemedi, 

hidup tenang dan banyak berdoa. sesudah  Yutta 

meninggal, Hildegard menggantikannya. Beberapa 

tahun kemudian ia mendirikan biara baru di gunung 

Rupert dekat kota Bingen. Sekalipun usianya 

mencapai 80 tahun, namun sebenarnya 

kesehatannya sangat rapuh, sering sakit dan 

perasaannya mudah meluap. Sedari muda ia 

dikaruniai pengalaman rohani yang luar biasa, dapat 

meramalkan akan adanya peristiwa-peristiwa jauh 

sebelumterjadi, serta mengalami berbagai 

penglihatan. Ia mengajak orang agar mau 

mengubah cara hidup, menerima penderitaan dan 

bersemangat tobat. Banyak orang mendengarkan 

kisah Hildegard dengan takjub. namun  ada pula yang 

bersikap sinis dan bahkan menganggapnya kurang 

waras. Memang, Hildegard termasuk wanita luar 

biasa pada Abad Pertengahan. Buah penanya sangat 

banyak. Lazimnya ia mendiktekan buah pikirannya 

kepada seorang biarawan, yang kemudian 

mengalihbahasakannya ke dalam bahasa Latin. 

artikel -artikel  itu berisi a.l. penglihatan-penglihatan, 

penjelasan tentang Injil, kehidupan rohani dan 

peraturan Santo Benedictus. Ia menulis juga perihal 

ilmu pengetahuan alam, tentang tubuh manusia, 

penyakit serta obat-obatnya. Kisah para orang kudus 

tak luput dari perhatiannya, sehingga ia artikel kan 

pula. Ia menggubah syair, nyanyian dan musik.

Hildegard senantiasa sibuk. Namun masih 

sempat juga ia berkeliling Jerman memperingatkan 

para bangsawan, imam dan uskup yang cara 

hidupnya tidak pantas. Terdorong oleh 

keprihatinannya akan keadaan Gereja, ia kerapkali 

berkotbah dengan berapi-api di alun-alun. Orang-

orang terpukau, insaf dan bertobat. Ia tak jemu-

jemunya menyurati para pemimpin seperti paus, 

kaisar, raja dan tokoh penting lainnya, misalnya 

Santo Bernardus dari Clairvaux.

Hildegard (1098-1179), biarawan dan tokoh 

mistik di Jerman, B: Hilde, Hilda; L: suster yang 

sedang membagikan derma; P: 17 September


HIMERIUS atau IMIER (abad ke-7)

Mengundurkan diri ke lereng gunung di Swiss 

dan mengkristenkan penduduknya.

P: 12 Nopember

SANTO HIPPOLITUS († 235) dan SANTO 

PAUS PONTIANUS 

Maximinus menjadi kaisar Roma pada tahun 

235. Begitu naik tahta, ia mulai melakukan 

penganiayaan terhadap orang-orang Kristen. Salah 

satu hukuman yang paling sering dijatuhkan pada 

para uskup dan imam yaitu  pembuangan ke 

daerah-daerah pertambangan yang berbahaya dan 

tidak sehat di Sardinia, Italia. Penganiayaan inilah 

yang mempertemukan kedua martir yang pestanya 

kita rayakan pada hari ini. Santo Pontianus diangkat 

sebagai paus sesudah  wafatnya Urbanus I pada tahun 

230. saat  Maximinus menjadi kaisar, Pontianus 

melayani Gereja dengan penderitaannya di 

tambang-tambang Sardinia.

Santo Hippolitus yaitu  seorang imam dan 

sarjana gereja di Roma. Ia menulis banyak karya-

karya mengagumkan mengenai teologi. Ia juga 

seorang guru yang hebat pula. Hippolitus merasa 

kecewa dengan Paus Santo Zephyrinus, yang wafat 

sebagai martir pada tahun 217. Hippolitus merasa 

bahwa paus kurang cepat tanggap dalam mencegah 

orang-orang mengajarkan ajaran-ajaran sesat. 

Pengganti Santo Zephyrinus yaitu  Santo Kalistus I. 

Hippolitus kurang setuju dengan paus yang baru ini. 

Hippolitus sendiri memiliki  sejumlah besar 

pengikut. Para pengikutnya mendesaknya agar ia 

mau diangkat sebagai paus. Hippolitus setuju. Ia 


memutuskan hubungan dengan Gereja dan menjadi 

paus tandingan. saat  penganiayaan dimulai, ia 

ditangkap dan dikirim ke Sardinia. Di sana, dalam 

keadaan sengsara, saat  para musuh umat Kristiani 

tertawa, suatu karya penyembuhan yang ajaib 

terjadi.

Paus Pontianus dan Hippolitus saling bertemu 

di pembuangan. Hippolitus tersentuh dengan 

semangat kerendahan hati paus. Ia mohon 

diperbolehkan kembali dalam pelukan Gereja; 

segera ia merasakan segala amarah dan kecewanya 

diambil dari hatinya. Paus Pontianus dapat 

memahami sang imam dan mengasihinya. Bapa Suci 

tahu bahwa mereka perlu saling membantu serta 

menguatkan dalam kasih Yesus. Kedua orang kudus 

ini  wafat sebagai martir dan untuk selamanya 

dikenang sebagai saksi pengampunan dan 

pengharapan Kristiani.

P: 13 Agustus (Hipolitus)

HOMOBONUS (1150-1197)

yaitu  seorang pedagang di Cremona (Italia) 

yang sangat jujur dalam segala usaha niaga. Ia 

berjasa dalam pembaharuan semangat umat berkat 

kesalehan, tobat dan amalnya, walaupun karya 

baiknya ditentang oleh isterinya. Homobonus 

meninggal sewaktu menghadiri perjamuan ekaristi.

A: orang baik (L); P: 13 Nopember

HONORATUS († 429)

Sepulang dari berziarah ia memilih tinggal di 

pulau terpencil di Perancis Selatan. Disitu ia 

mendirikan biara Lerin yang termasyur, sebab  

sebagian besar biarawannya yaitu  cendekiawan. Ia 


ditahbiskan imam dan diangkat menjadi uskup Arles, 

walaupun ia sendiri tidak menginginkannya. Santo 

Hilarius sangat memujinya.

A: yang pantas dihormati; P: 16 Januari

HONORIUS († 653)

Ditugaskan oleh Santo Gregorius I sebagai 

misionaris di Inggeris dan kemudian diangkat 

menjadi uskup

A: yang terhormat; P: 30 September

HORMIZDAZ († 422)

Putra walikota ini menjadi Kristen dan tidak 

mau murtad, sehingga dihukum menjadi kenek 

kafilah unta di Persia. sebab  imannya tak 

tergoyahkan ia dihukum mati.

P: 8 Agustus

HORST atau HORESTES († 304)

Bersama tunangannya, yaitu Eufemia, 

menjadi pemimpin pemuda Katolik di Byzantium 

(Istanbul). Sewaktu ditangkap dengan terus terang 

mereka mengaku Kristen, sehingga bersama muda-

mudi lain nyawa mereka melayang oleh sebilang 

pedang.

P: 3 Juli

HUBERTUS († 727)

Dalam artikel -artikel  kisah para orang kudus 

terlukis gambar yang indah sekali: Seorang pemburu 

berlutut di hadapan seekor rusa, yang di antara 


tanduknya ada  salib bersinar. Di bawahnya 

tertera tulisan: Santo Hubertus. Peristiwa ini terjadi 

saat Hubertus masih muda. Ia gemar berburu. Pada 

hari Jumat Suci pun Hubertus melintasi hutan, 

meyandang panah dan busur. Tiba-tiba muncul 

seekor rusa jantan yang besar. Terdorong nafsu, 

Hubertus mengejar rusa itu makin jauh masuk ke 

dalam hutan. namun , sekonyong-konyong rusa itu 

berdiri dengan tenang dan berpaling kea rah 

pemburunya. Di antara tanduknya terpancang salib 

yang bersinar menyilaukan. Hubertus tertegun, 

kemudian rusa itu menghilang, lenyap entah 

kemana. Suatu suara bergema dalam hatinya: 

“Hubertus, mengapa kau mengejar kenikmatan 

belaka? Waktumu kau sia-siakan dan hidupmu tak 

akan bernilai.” Kata-kata itu begitu menyentuh 

hatinya, sehingga ia mulai mencari Kristus yang 

tersalib.

Kisah bagus ini baru tersiar luas sesudah 

Hubertus meninggal. Sejarah masa mudanya tak 

kita ketahui dengan pasti. Yang jelas uskup 

Maastricht Santo Lambertus, tertarik pada 

semangatnya yang meluap-luap, kecerdasan dan 

kesalehannya. Maka Hubertus ditahbiskan imam dan 

menjadi pembantu uskup yang terpercaya. sesudah  

Lambertus dibunuh secara keji sebab  terlalu 

lantang memperingatkan pejabat istana yang 

berbuat serong, maka Hubertuslah yang dipilih 

menggantikannya. Sebagai uskup api semangat 

kerasulannya semakin menyala. Di kawasan 

keuskupannya, penduduk pegunungan Ardenne 

sebagian besar masih memuja berhala. Hubertus tak 

jemu-jemunya mengunjungi desa demi desa 

mereka, sehingga akhirnya sebagian besar bertobat 

menjadi Kristen. Sewaktu menyeberangi sungai ia 

428

mendapat kecelakaan, sehingga jatuh sakit. 

Limabelas bulan kemudian ia meninggal.

Hubertus († 727), uskup Maastricht (Belanda) 

dan Luttich (Belgia); wafat di Terueren (Belgia). 

L: rusa dengan salib bersinar diantara 

tanduknya; P: 3 Nopember

HUGH (1024-1109)

Atau Hugo Agung, yaitu abbas dari biara 

besar dan termasyur di Cluny Perancis. Ia bekerja 

keras untuk memperbaharui hidup biara seluruh 

Eropa dan sering menjalankan misi untuk paus.

P: 29 April

SANTO HUGO dari GRENOBLE (1052-1 April 

1132)

Santo Hugo dilahirkan pada tahun 1052 di 

Perancis. Ia tumbuh menjadi seorang pemuda yang 

tinggi dan tampan, 

lemah lembut serta 

penuh sopan santun. 

Meskipun ia 

senantiasa 

mendambakan untuk 

hidup bagi Tuhan 

sebagai seorang 

rahib, ia diberi 

kedudukan penting 

yang lain. Ia 

ditahbiskan sebagai 

imam dan kemudian 

dalam usia yang 

sangat muda (27 tahun) dipilih sebagai uskup 

Grenoble Perancis.

429

Sebagai seorang uskup, Hugo segera 

meluruskan kebiasaan-kebiasaan dosa sebagian 

orang dalam keuskupannya. Ia menetapkan 

rencana-rencana yang bijak, namun bukan itu saja 

yang ia lakukan. Guna memperoleh belas kasihan 

Tuhan bagi umatnya, Santo Hugo berdoa dengan 

segenap hati. Ia melakukan mati raga yang keras. 

Dalam waktu singkat, banyak orang berbalik 

menjadi saleh dan taat. Hanya sebagian orang dari 

kaum bangsawan saja yang masih terus 

menentangnya.

Uskup Hugo masih berangan-angan menjadi 

seorang rahib. Itulah yang sungguh ia dambakan. 

Maka, ia mengundurkan diri sebagai Uskup Grenoble 

dan masuk biara. Pada akhirnya, ia merasakan 

damai. Namun demikian, bukanlah kehendak Tuhan 

bahwa Santo Hugo menjadi seorang rahib. sesudah  

setahun lewat, Paus memerintahkannya untuk 

kembali ke Grenoble. Santo Hugo taat. Ia tahu 

bahwa jauh lebih penting menyenangkan Tuhan 

dibandingkan  menyenangkan diri sendiri.

Selama empatpuluh tahun, bapa uskup 

hampir selalu sakit. Ia menderita sakit kepala hebat 

dan juga gangguan pencernaan. Namun demikian, ia 

memaksakan diri untuk tetap bekerja. Ia mencintai 

umatnya dan begitu banyak yang harus dilakukan 

bagi mereka. Santo Hugo mengalami pencobaan dan 

godaan-godaan juga. namun , ia berdoa dengan tekun 

sehingga tidak jatuh dalam dosa. Santo Hugo wafat 

pada tanggal 1 April 1132, dua bulan sebelum ulang 

tahunnya yang kedelapan puluh. Ia menjadi seorang 

uskup yang murah hati serta kudus selama lima 

puluh dua tahun, dan bersama dengan temannya, 

Santo Bruno, mendirikan biara Kartus pertama. 

P: 1 April

430

HUGO atau HUGH (1135-1200)

yaitu  seorang rahib Perancis. Ia dipanggil 

Raja Henry II, pembunuh Santo Thomas dari 

Canterbury, susaha  mendirikan biara Kartusian 

pertama di Inggris. Namun Hugo hanya mau 

menerima tawaran tempat itu sesudah raja 

membayar harga tanah kepada petani-petani 

‘sampai sen yang terakhir’. saat  menjadi uskup 

Lincoln ia dengan berani membela kaum miskin. Ia 

menjatuhkan hukuman gereja yang berat terhadap 

pegawai yang korup. Hugo membuyarkan niat suatu 

gerombolan untuk membunuh pedagang-pedagang 

Yahudi. saat  raja marah, Hugo menenangkannya 

dengan ciuman. Akan namun  ia dengan terang-

terangan menolak membayar pajak, sebab  

menyaksikan uang Negara hanya diboroskan saja. Ia 

juga memperbaharui iman umatnya.

L: burung angsa (sebab  ia senang memelihara 

burung); P: 17 Nopember

HUMBELINA (abad ke-12)

yaitu  saudara wanita  Santo Bernardus. 

Ia dibebaskan oleh suaminya, saat  mengikuti 

panggilannya menjadi biarawati.

B: Humberga, Helina; P: 12 Februari

431

I

IA († 342)

Seringkali didera, sebab  mentobatkan 

banyak orang kafir saat  meringkuk dalam penjara. 

Akhirnya ia dihukum mati pada masa pemerintahan 

Schapur II (Persia).

P: 5 Agustus

IDA (abad ke-12)

Dijatuhkan dari menara benteng oleh 

suaminya, sebab  difitnah berlaku serong. Akan 

432

namun  ia tidak cedera sedikitpun. Sesudah peristiwa 

itu ia menjadi pertapa di Swiss.

P: 3 Nopember

IDA atau IDE/ITA (1040-1113)

yaitu  ibu Raja Gottfried dan Raja Balduinus 

dari Yerusalem. Sesudah suaminya meninggal ia 

menghadiahkan banyak harta miliknya kepada biara 

dan gereja.

P: 13 April

IDUBERGA († 652)

yaitu  ibu Santa Gertrude dari Nivelles dan 

Santa Begga (B: Ida, Itta). sesudah  menjanda ia pun 

hidup membiara di Nivelles Perancis.

P: 8 Mei

SANTO IGNATIUS dari ANTIOKHIA (50-

107)

St. Ignatius dari Antiokhia telah dikenal sejak 

masa gereja perdana. Ia dilahirkan pada tahun 50. 

Santo Hieronimus dan 

Santo Yohanes 

Krisostomus keduanya 

berpendapat bahwa 

makamnya terletak 

dekat pintu gerbang 

kota Antiokhia. Ignatius 

yaitu  Uskup Antiokhia 

yang ketiga. Di kota 

433

inilah St. Petrus berkarya sebelum ia pindah ke 

Roma. Di kota ini jugalah pertama kalinya para 

pengikut Kristus disebut Kristen. Ignatius dijatuhi 

hukuman mati dalam masa pemerintahan Kaisar 

Trajan. Ia digiring dari Antiokhia ke gelanggang 

pertunjukan di pusat kota Roma.

Meskipun kepergiannya ke Roma berada 

dalam pengawalan ketat pasukan, Ignatius sempat 

singgah di Smyrna dan Troas. Dari kota-kota 

ini  ia menulis beberapa pucuk surat kepada 

umat Kristiani. Dengan demikian, ia menggunakan 

cara yang sama dengan St. Paulus dalam 

mewartakan Kabar Sukacita. Salah satu surat yang 

ditulis Ignatius dari Troas ditujukan kepada Santo 

Polikarpus, seorang rekan uskup, yang kelak juga 

menjadi seorang martir. saat  Ignatius yang 

terkasih tiba di Roma, ia bergabung dengan umat 

Kristiani yang pemberani yang menantinya di 

penjara. Akhirnya, tibalah hari dimana sang uskup 

dilemparkan ke arena pertunjukan. Dua ekor singa 

ganas menerkamnya. Santo Ignatius wafat sekitar 

tahun 107. Ia mewariskan kepada kita kesaksian 

hidup Kristiani serta surat-suratnya yang indah. 

Ignatius dari Anthiokia (50-107), uskup dan 

martir; meninggal di Roma; B: Inigo, Ignas, 

Ignatius; L: seorang uskup dengan seekor 

singa; P: 17 Oktober

IGNASIUS AZEVEDO SJ († 1570)

Bersama 39 Jesuit muda dibunuh oleh 

pembajak Kalvinis dalam pelayarn ke tanah misi di 

Brasilia.

P: 19 Januari

IGNASIUS PEIS (1701-1781)

434

Selama 40 tahun menjadi peminta derma 

untuk biara. Bruder Kapusin ini dapat ‘membaca’ isi 

hati orang dan mengerjakan banyak mukjijat. 

Hidupnya ditandai dengan tobat yang keras.

P: 11 Mei

SANTO IGNASIUS dari LACONI 

(17 DESEMBER 1701-11 Mei 1781)

Ignasius yaitu  putera seorang petani miskin 

di Laconi, Italia. Ia dilahirkan pada tanggal 17 

Desember 1701. saat  usianya 

sekitar tujuh belas tahun, ia 

sakit parah. Ia berjanji, jika  

ia sembuh kembali, ia akan 

menjadi seorang Fransiskan. 

namun , saat  ia sungguh 

sembuh dari sakitnya, ayahnya 

meyakinkannya untuk 

menunda janjinya itu. 

Beberapa tahun kemudian, 

Ignasius nyaris tewas saat  ia 

kehilangan kendali atas 

kudanya. Namun, sekonyong-

konyong, kuda itu berhenti 

berlari dan berderap dengan tenang. Ignasius yakin 

bahwa Tuhan telah menyelamatkan nyawanya. Ia 

bertekad untuk segera mengikuti panggilan hidup 

religiusnya.  Broeder Ignasius tidak pernah 

menduduki jabatan penting dalam Ordo Fransiskan. 

Selama lima belas tahun ia bekerja di bangsal 

anyaman. Kemudian, selama empat puluh tahun 

lamanya, ia termasuk dalam kelompok biarawan 

yang pergi meminta sedekah dari satu rumah ke 

rumah lainnya. Mereka menerima makanan dan 

derma demi kepentingan biara. Ignasius 

435

mengunjungi keluarga-keluarga serta menerima 

derma mereka. Orang banyak segera menyadari 

bahwa mereka menerima suatu pemberian pula 

sebagai balasannya. Broeder Ignasius menghibur 

mereka yang sakit dan menggembirakan hati 

mereka yang kesepian. Ia mendamaikan orang-

orang yang bermusuhan, mempertobatkan mereka 

yang keras hati sebab  dosa, dan juga memberikan 

nasehat bagi mereka yang ditimpa masalah. Orang 

banyak mulai menanti-nantikan kunjungannya. 

Namun demikian, Broeder Ignasius mengalami saat-

saat sulit pula. Kadang-kadang pintu dibanting di 

mukanya, juga seringkali cuaca buruk menghambat 

langkahnya. Selalu, bermil-mil jauhnya jarak yang 

harus ditempuhnya dengan berjalan kaki. namun , 

Igansius seorang yang penuh pengabdian. 

Orang mulai memperhatikan bahwa Ignasius 

biasa melewatkan suatu rumah tertentu. Pemilik 

rumah itu yaitu  seorang lintah darat yang kaya. Ia 

memaksa orang-orang miskin membayar hutangnya 

jauh melebihi kemampuan mereka. Lintah darat ini 

merasa terhina sebab  Ignasius tidak pernah 

mengunjungi rumahnya untuk meminta sedekah. Ia 

melaporkan Broeder Ignatius kepada pemimpin 

biara. Bapa Prior, yang tidak mengetahui masalah 

ini, mengutus Ignasius ke rumahnya. Ignasius tidak 

mengatakan sesuatu pun; ia melakukan seperti yang 

diperintahkan kepadanya dan kembali dengan satu 

karung besar makanan. Pada saat itulah Tuhan 

mengadakan mukjizat. saat  karung itu dibongkar, 

darah mulai menetes. “Inilah darah kaum miskin,” 

kata Ignatius perlahan, “Oleh sebab itulah saya tidak 

pernah meminta sedekah dari rumah itu.” Kemudian, 

para rahib pun mulai berdoa demi bertobatnya sang 

lintah darat. Broeder Ignatius wafat dalam usia 

delapan puluh tahun pada tanggal 11 Mei 1781. Ia 

436

dinyatakan kudus oleh Paus Pius XII pada tahun 

1951.

SANTO IGNATIUS de LOYOLA (1491-13 Juli 

1556)

Pendiri Serikat Yesus yang terkenal ini 

dilahirkan  pada tahun 1491. Ia berasal dari keluarga 

bangsawan Spanyol. saat  

masih kanak-kanak, ia 

dikirim untuk menjadi abdi 

di istana raja. Di sana ia 

tinggal sambil berangan-

angan bahwa suatu hari 

nanti ia akan menjadi 

seorang laskar yang hebat 

dan menikah dengan 

seorang puteri yang cantik. 

Di kemudian hari, ia 

sungguh mendapat 

penghargaan sebab  

kegagahannya dalam 

pertempuran di Pamplona. namun , luka sebab  

peluru  meriam di tubuhnya membuat Ignatius 

terbaring tak berdaya selama berbulan-bulan di atas 

pembaringannya di Benteng Loyola. Ignatius 

meminta artikel -artikel  bacaan untuk menghilangkan 

rasa bosannya. Ia menyukai cerita-cerita tentang 

kepahlawanan, namun  di sana hanya tersedia kisah 

hidup Yesus dan para kudus. sebab  tidak ada 

pilihan lain, ia membaca juga artikel -artikel  itu. 

Perlahan-lahan, artikel -artikel  itu mulai menarik 

hatinya. Hidupnya mulai berubah. Ia berkata kepada 

dirinya sendiri, “Mereka yaitu  orang-orang yang 

sama seperti aku, jadi mengapa aku tidak bisa 

melakukan seperti apa yang telah mereka lakukan?” 

437

Semua kemuliaan dan kehormatan yang sebelumnya 

sangat ia dambakan, tampak tak berarti lagi baginya 

sekarang. Ia mulai meneladani para kudus dalam 

doa, silih dan perbuatan-perbuatan baik.

Santo Ignatius harus menderita banyak 

pencobaan dan penghinaan. Sebelum ia memulai 

karyanya yang hebat dengan membentuk Serikat 

Yesus, ia harus bersekolah. Ia belajar tata bahasa 

Latin. Sebagian besar murid dalam kelasnya yaitu  

anak-anak, sementara Ignatius sudah berusia tiga 

puluh tiga tahun. Meskipun begitu, Ignatius pergi 

juga mengikuti pelajaran sebab  ia tahu bahwa ia 

memerlukan pengetahuan ini untuk membantunya 

kelak dalam pewartaannya. Dengan sabar dan 

 tawa, ia menerima ejekan dan cemoohan dari 

teman-teman sekelasnya. Selama waktu itu, ia mulai 

mengajar dan mendorong orang lain untuk berdoa. 

sebab  kegiatannya itu, ia dicurigai sebagai 

penyebar bidaah (=agama sesat) dan dipenjarakan 

untuk sementara waktu! Hal itu tidak menghentikan 

Ignatius. “Seluruh kota tidak akan cukup 

menampung begitu banyak rantai yang ingin aku 

kenakan sebab  cinta kepada Yesus,” katanya.  

Ignatius berusia empat puluh tiga tahun 

saat  ia lulus dari Universitas Paris. Pada tahun 

1534, bersama dengan enam orang sahabatnya, ia 

mengucapkan kaul rohani. Ignatius dan sahabat-

sahabatnya, yang pada waktu itu masih belum 

menjadi imam, ditahbiskan pada tahun 1539. 

Mereka berikrar untuk melayani Tuhan dengan cara 

apa pun yang dianggap baik oleh Bapa Suci. Pada 

tahun 1540 Serikat Yesus secara resmi diakui oleh 

Paus. Sebelum Ignatius wafat, Serikat Yesus atau 

Yesuit telah beranggotakan seribu orang. Mereka 

banyak melakukan perbuatan baik dengan mengajar 

dan mewartakan Injil. Seringkali Ignatius berdoa, 

438

“Berilah aku hanya cinta dan rahmat-Mu, ya Tuhan. 

Dengan itu aku sudah menjadi kaya, dan aku tidak 

mengharapkan apa-apa lagi.” Santo Ignatius wafat 

di Roma pada tanggal 31 Juli 1556.. Ignatius 

dibeatifikasi pada tanggal 27 Juli 1609 dan 

dikanonisasi oleh Paus Gregorius XV pada tanggal 12 

Maret 1622, bersama-sama dengan Santo 

Franciscus Xaverius. 

Pesta peringatan Santo Ignatius dirayakan oleh 

Gereja secara universal pada tanggal 31 Juli, yaitu 

pada hari wafatnya.

Ignasius de Loyola (1491-1556), pendiri Ordo 

Jesuit; lahir di Loyola dan meninggal di Roma; 

L: seorang imam yang memperoleh ilham 

sewaktu merayakan Misa Kudus; P: 31 Juli

ILDEFONSUS (606-667)

Uskup Toledo Spanyol ini sangat 

menghormati Bunda Mari. Ia mengarang lagu-lagu 

gerejani dan beberapa artikel  tentang Maria.

P: 23 Januari

ILGA († 1115)

Pertapa wanita di hutan Bregenz Austria

P: 8 Juni

IMAKULATA

Artinya ‘tanpa noda’: julukan untuk Santa 

Perawan Maria sebab  ‘terkandung (oleh Santa 

Anna) tanpa noda, dosa asal’ dan tak pernah 

berbuat dosa

P: 8 Desember

439

BEATA IMELDA LAMBERTINI OP (1322-

1333)

Imelda Lambertini dilahirkan di Bologna, 

Italia pada tahun 1322, sebagai puteri pasangan 

Pangeran Egano Lambertini dan 

Castora Galuzzi. Sanak 

keluarganya terkenal religius, di 

antara mereka ada  seorang 

pengkhotbah Dominikan, 

seorang moeder pendiri 

Fransiskan, dan seorang bibi 

yang mendirikan sebuah biara 

dengan peraturan yang ketat di 

Bologna.

Imelda yaitu  seorang 

gadis kecil yang lemah lembut, 

dikasihi dan disayangi seluruh 

keluarga. sebab  lingkungan 

keluarganya yang religius, tak mengherankan bahwa 

ia tumbuh menjadi seorang gadis yang saleh. Imelda 

kecil suka sekali berdoa; kerap kali diam-diam ia 

menghilang ke suatu sudut rumah yang tenang, 

yang dihiasinya dengan bunga-bungaan dan 

gambar-gambar kudus menjadi sebuah pojok doa 

kecil baginya. Ia belajar membaca Mazmur dan sejak 

muda benar setia ikut ambil bagian dalam Misa dan 

Ibadat Sore di gereja Dominikan. Ibunya 

mengajarinya menjahit dan memasak bagi orang-

orang miskin, juga mengajaknya ikut serta 

membantu dalam kegiatan amal kasih. saat  

Imelda berusia sembilan tahun, ia minta agar 

diperkenankan masuk Biara Dominikan di Valdi-

Pietra di Bologna. Ia yaitu  anak satu-satunya dari 

pasangan yang sudah cukup lanjut usianya untuk 

berharap dapat memperoleh anak lagi; sungguh pilu 

membiarkannya pergi. Meski demikian mereka 

440

mengantarkannya juga ke biara dan 

mempersembahkannya kepada Tuhan dengan 

sukarela, walau hati remuk-redam.

Status Imelda dalam biara tidak cukup jelas. 

Ia mengenakan jubah, ikut ambil bagian dalam 

kegiatan-kegiatan biara sepanjang diijinkan. Ia 

belajar Offisi dari mendengarkan madah-madah 

yang dilantunkan para biarawati dan 

merenungkannya sedapat yang ia mampu. Disposisi 

batin biarawati kecil ini segera saja membuatnya 

disayangi, sementara semangat berkobar-kobar 

yang menghantarnya masuk ke dalam biara sungguh 

membawa dampak positif bagi para biarawati 

lainnya. Devosi istimewa Imelda yaitu  kehadiran 

Ekaristis Tuhan kita dalam perayaan Misa Kudus dan 

dalam tabernakel. Menyambut Tuhan kita dalam 

Komuni Kudus yaitu  kerinduan hatinya yang 

terdalam; sayang, pada masa itu, untuk menyambut 

Komuni Pertama seorang anak harus berusia 

sekurang-kurangnya duabelas tahun. Sekali waktu, 

jika  tak tahan menahan kerinduan hatinya, 

Imelda akan berseru, “Katakanlah padaku, dapatkah 

seorang menyambut Yesus masuk ke dalam hatinya 

dan tidak mati?”  

Sungguh, suatu hidup yang sepi bagi seorang 

gadis kecil berusia sembilan tahun, dan seperti 

kebanyakan anak lainnya yang kesepian, ia 

membayangkan teman bermain bagi dirinya - namun  

dengan satu perbedaan ini - teman-teman 

bermainnya yaitu  para kudus! Ia teristimewa 

sangat sayang kepada St Agnes, martir, yang 

berusia sedikit lebih tua dari dirinya. Seringkali ia 

membaca tentang St Agnes dari artikel -artikel  besar 

bergambar di perpustakaan, dan suatu hari, St 

Agnes datang menampakkan diri kepadanya! Imelda 

sungguh bersukacita. Ia tidak dilibatkan dalam 

441

devosi-devosi orang dewasa, namun  kini ia 

memiliki  sahabat sebaya yang dapat 

memberitahukan kepadanya segala hal yang paling 

ingin diketahuinya. Sesudah kunjungan ini, St Agnes 

kerap datang menemuinya, dan mereka berdua 

bercakap akrab mengenai hal-hal surgawi.

Natal pertamanya di biara hanya membawa 

kepedihan dalam hati Imelda. Ia memendam 

harapan bahwa para biarawati akan berbelaskasihan 

dan mengijinkannya menyambut Komuni Suci. 

Namun, pada hari agung itu, saat  semua orang 

maju menyambut Yesus dalam Ekaristi Kudus, 

Imelda harus tinggal di tempatnya, memandang 

dengan berlinang airmata kepada Bayi Kudus dalam 

palungan. Imelda mulai berdoa bahkan dengan lebih 

khusuk lagi agar ia diperkenankan menyambut 

Komuni Suci. 12 Mei 1333. Musim semi telah tiba di 

Bologna, dan dunia sedang bersiap merayakan Hari 

Raya Kenaikan Tuhan. Para biarawati sibuk 

mempersiapkan keperluan Misa; tak seorang pun 

dari antara mereka menaruh perhatian khusus pada 

gadis kecil yang tengah berlutut larut dalam doa. 

Walau ia telah memohon agar diperkenankan tinggal 

di kapel pada malam hari raya, permohonannya tak 

diindahkan; dan ia pun taat. Mereka tidak tahu 

betapa gigih ia mengetuk pintu gerbang surga, 

sembari mengulang-ulang bagi dirinya sendiri demi 

menguatkan keyakinannya, ayat ini, “Mintalah, maka 

akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan 

mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan 

bagimu.” 

Maka, pintu sungguh dibuka bagi Imelda 

pada pagi Hari Raya Kenaikan Tuhan. Ia telah 

memohon sekali lagi dengan sangat agar diberikan 

kepadanya hak istimewa untuk menyambut Komuni 

Suci, dan sebab  ia bersikeras, terpaksalah imam 

442

dipanggil. Imam menolak mentah-mentah; Imelda 

harus menunggu hingga cukup usianya. Imelda pergi 

ke tempatnya di kapel, dan dengan diam membisu 

memandang sementara para biarawati pergi 

menyambut Komuni. Seusai Misa, hanya Imelda 

seorang yang tetap tinggal di tempatnya di bagian 

paduan suara. Suster yang bertugas di sakristi 

memadamkan lilin-lilin dan membenahi pakaian-

pakaian Misa. Sekonyong-konyong suatu suara 

membuatnya membalikkan badan dan melongok ke 

bagian paduan suara; terlihatlah olehnya seberkas 

cahaya yang bersinar cemerlang di atas kepala 

Imelda dan sebuah Hosti melayang-layang dalam 

cahaya itu. Suster bergegas memanggil imam yang 

segera datang dengan patena di tangan guna 

menerima-Nya.

Imam tak punya pilihan lain; Tuhan Sendiri 

telah menyatakan bahwa Ia menghendaki untuk 

bersatu dengan Imelda. Maka, dengan penuh hormat 

imam mengambil Hosti dan memberikannya kepada 

gadis kecil yang sedang mengalami ekstasi itu, yang 

berlutut bagaikan sebuah patung yang bercahaya, 

tak sadar akan kehadiran para biarawati yang 

datang berkerumun di kapel, ataupun orang-orang 

awam yang berdesakan di balik terali-terali kapel 

untuk melihat apa yang terjadi. Selang beberapa 

waktu sesudah  mengucap syukur, priorin datang 

memanggil gadis kecil itu untuk sarapan. 

Didapatinya Imelda masih berlutut; suatu senyum 

bahagia tersungging di bibirnya, namun  ia telah 

wafat, dalam luapan kasih dan sukacita. Sepanjang 

hidupnya Imelda begitu rindu menyambut Yesus 

dalam Komuni Kudus; dan sungguh, Tuhan tidak 

pernah mengecewakan. Tuhan telah merancang 

suatu rencana yang indah, yang tak terbayangkan 

oleh siapa pun, bagi mempelai kecil-Nya - membawa 

443

Imelda bersama-Nya ke dalam Kerajaan-Nya, 

sehingga mereka tidak akan pernah berpisah lagi 

untuk selamanya! Imelda Lambertini dinyatakan 

sebagai beata pada tahun 1826 dan dimaklumkan 

sebagai pelindung para penerima Komuni Pertama 

oleh St Paus Pius X. Jenazah Imelda yang tak rusak 

hingga sekarang disemayamkan di Gereja St 

Sigismund di Bologna. Pesta B. Imelda Lambertini 

dirayakan pada tanggal 13 Mei. 

“Dapatkah seorang menyambut Yesus masuk ke dalam 

hatinya dan tidak mati?”

INGEBORG (abad ke-12)

yaitu  puteri Raja Denmark dan isteri Raja 

Filip II dari Perancis yang jahat. Sebulan sesudah 

menikah, ia diceraikan oleh raja dan baru diterima 

kembali sesudah istri kedua meninggal. namun  

kemudian ia diusir lagi. Ingeborg menghabiskan sisa 

hidupnya dengan hidup menyepi dan berdoa bagi 

suaminya.

P: 30 Juli

INGGRIS (1535-1681)

Henry VIII, seorang raja Inggris yang kejam, 

memisahkan Gereja di Inggris dari Roma. Sebab, 

paus tidak dapat mengesahkan perceraian raja dari 

istri yang pertama. Lalu ia mengangkat diri sebagai 

“kepala gereja” dan menuntut semua pihak 

mengakuinya. Mereka yang membangkang diancam 

hukuman mati. Mula-mula sedikit saja yang berani 

menentang raja seperti John Fisher, uskup yang 

diangkat menjadi cardinal saat  berada dalam 

penjara; lalu Thomas Moore, kanselir dan sastrawan. 

Pertama-tama John Houghton, prior biara 

Kartus London dan Lincoln, bersama 18 rahibnya 

444

dan imam praja dibunuh dengan kejam. Tidak 

kurang 950 biara ditutup dan segala harta milik 

disita oleh raja, yang menginginkan tanah dan milik 

gerejani itu. Puluhan gereja dihancurkan. Dibawah 

pemerintahannya – Henry – membunuh dua dari 

enam istrinya – 50 martir menemui ajalnya. 

Penganiayaan yang lebih kejam dan ganas lagi 

dilakukan oleh puterinya, yaitu Ratu Elisabet I. Ia 

tegas-tegas menuntut agar diakui sebagai “Kepala 

Gereja Inggris” (1559). Semua uskup dipenjarakan 

dan rakyat dipaksa mengikuti ibadat Anglikan.

Sekalipun Elisabet begitu kejam, namun dari 

188 martir waktu itu tidak satupun yang tidak loyal 

terhadap dia sebagai ratu. Sungguhpun demikian 

ratu memerintahkan bawahannya susaha  menyiksa 

mereka dengan cara-cara yan paling ngeri dan tidak 

berperikemanusiaan. Semua imam yang tertangkap 

dibunuh dan orang-orang awam yang memberi 

makanan atau penginapan kepada mereka 

digantung. Akan namun  ancaman ini tidak berhasil 

mencegah banyak pemuda Inggris yang berani 

mengungsi ke daratan Eropa dan belajar teologi, lalu 

pulang ke negerinya melayani umat. Setiap gerak 

langkah mereka dibuntuti oleh dinas intelijen ratu, 

sehingga sesudah beberapa tahun hamper pasti 

tertangkap, disiksa, digantung dan sebelum mati 

dipotong untuk dicincang.

Diantara mereka ini lah: Edmund 

Campion SJ (P: 1 Desember), yang saat  menjadi 

mahasiswa pernah mengelo-elukan ratu dengan 

sajak pujian di universitas Oxford; Cuthbert Mayne 

Pr yang disalahkan membawa surat paus ke dalam 

negeri; Margareth Clitherow ditindih dengan batu 

berat sampai mati, sebab  memberikan penginapan 

pada seorang imam dan tidak mau membocorkan 

nama imam itu kepada polisi; Robert Southwell SJ 

445

(P: 1 Desember), penyair dan imam yang disekap 

dalam kandang penuh tahi dan kotoran sesudah 

disiksa selama empat hari, sehingga ayahnya yang 

Protestan tek tega melihat penderitaan anaknya dan 

minta kepada ratu susaha  segera dihukum saja. 

Kadang-kadang para martir dibunuh dalam sel 

penjara yang sudah penuh sesak dan tak pernah 

boleh dibersihkan itu. Mereka tidak boleh keluar 

barang sebentarpun untuk memenuhi kebutuhan.

Jarum-jarum ditusukkan dibawah kuku 

Alexander Braint SJ (P: 1 Desember), susaha  

mengkhianati teman-temannya; Bruder Nikolaus 

Owen SJ (P: 1 Desember), yang dipanggil “Little 

John”, disiksa dengan kejam sekali sebab  pandai 

sekali membuat tempat-tempat persembunyian bagi 

para imam, dan tidak mau membocorkan nama para 

imam maupun tempat persembunyian mereka; 

Richard Gwyn, seorang awam dan guru, dibunuh dan 

menjadi martir pertama di Wales; Filip Howard, 

bangsawan pengiring ratu, bertobat sebab  

menyaksikan keberanian dan kepandaian Edmund 

Campion di depan pengadilan, ia sendiri kemudian 

ditangkap dan meringkuk selama 10 tahun di Tower 

London, sampai akhirnya mati diracun atas perintah 

ratu yang menginginkan kekayaannya; Roger 

Wrenno, seorang penenun kain, digantung pada 

tahun1616 di Lancester, namun tali gantungannya 

putus sehingga ia terjatuh, saat  sadarkan diri para 

pendeta mendesaknya susaha  murtad saja, namun  

dengan cepat Roger naik tangga lagi dan minta 

algojo susaha  memasang tali yang lebih kuat, saat  

ditanya mengapa ia begitu buru-buru, Roger 

menjawab: “Seandainya anda melihat apa yang baru 

saya lihat, anda pasti juga terburu-buru”, ia telah 

melihat cahaya ilahi yang menantikannya.

446

Anna Line, seorang janda, sewaktu dipenggal 

berseru: “Alangkah baiknya seandainya saya 

memberikan penginapan kepada seribu orang imam 

dibandingkan  kepada seorang saja!” – Sampai pada 

masa pemerintahan Charles II, darah dari 78 martir 

masih disemb