ORIUS BARBARIGO (1625-15
Juni1697)
Beato Gregorius Barbarigo dilahirkan pada
tahun 1625. Ia dibesarkan dan dididik di kota
kelahirannya Venice, Italia. Pada usia
duapuluhtahunan, ia dipilih oleh para pejabat Venice
untuk mewakili mereka di Munster, Jerman, dalam
suatu peristiwa penting. Para pemimpin mengadakan
pertemuan guna menandatangani Pakta Westphalia
pada tanggal 24 Oktober 1648. Pakta ini akan
mengakhiri perang selama
tigapuluh tahun. Perang ini,
yang dimulai pada tahun
1618, terjadi di Jerman,
melibatkan pasukan-
pasukan lokal Swedia dan
Perancis dan pada dasarnya
dipicu oleh kesalahpahaman
antara Katolik-Protestan.
Di Munster, Beato
Gregorius bertemu dengan
utusan paus. Utusan ini
kelak menjadi Paus
Alexander VII pada tahun
1655. Sang utusan mengenali kebaikan serta
kualitas spiritual Pater Gregorius. Ia
mentahbiskannya sebagai Uskup Bergamo, Italia.
Pada tahun 1660, paus memanggilnya kembali ke
Roma. Kali ini bapa suci mengangkat Uskup
Gregorius sebagai kardinal dan menugaskannya ke
Padua.
Beato Gregorius melewatkan sisa hidupnya di
kota yang telah menjadi terkenal sebab Santo
Antonius ini. Orang sering mengatakan bahwa
Kardinal Barbarigo yaitu bagaikan Kardinal
Borromeus yang kedua. Kardinal Barbarigo
mengamalkan hidup sederhana penuh matiraga. Ia
memberikan sejumlah besar uang untuk
kepentingan-kepentingan amal kasih. Ia
membiarkan pintu kediamannya terbuka dan
senantiasa siap melayani orang yang datang dengan
masalah. Ia mendirikan sebuah perguruan tinggi dan
seminari yang unggul demi mendidik para pemuda
untuk menjadi imam-imam yang baik. Ia
memperlengkapi seminari dengan perpustakaan
kelas satu dengan banyak karya tulis para Bapa
Gereja Perdana dan artikel -artikel mengenai Kitab Suci.
Ia bahkan memperlengkai seminari dengan sebuah
percetakan. Beato Gregorius Barbarigo wafat pada
tanggal 15 June 1697 dalam usia tujuhpuluh dua
tahun. Ia dimaklumkan sebagai “beato” pada tahun
1761 oleh Paus Klemens XIII.
GRIGNON de MONFORT (1673-1716)
Sangat menghormati Sant Maria. Ia berbuat
amal kepada anak-anak dan orang miskin serta
mendirikan kongregasi imam yang disebut
Montfortan.
P: 28 April
GUDULA († 712)
yaitu wanita awam yang dididik oleh Santa
Gertrud dari Nivelles. Ia berkarya amal dan berdoa
banyak. saat ia pada suatu pagi yang masih gelap
mau pergi ke gereja, katanya setan meniup lilinnya,
sehingga Gudula hampir tersesat, namun malaikat
menyalakannya lagi.
L: lampu; P: 8 Januari
GUIDO atau GUI (950-1012)
yaitu seorang koster dari Laeken Belgia. Ia
menanamkan uangnya dalam suatu usaha, namun
semuanya hilang. Kemudian ia berziarah dari tempat
suci yang satu ke yang lain sampai ke Yerusalem. Ia
dihormati sebagai santo pelindung para koster.
B: Guy, Wido; P: 12 September
GUMMAR († 774)
Meninggalkan isterinya, Grimara, yang jahat
itu untuk menjadi pertapa dan pembangun gereja.
P: 11 Oktober
GUNTHERUS atau GUENTER († 1045)
yaitu seorang bangsawan kaya yang suka
hidup mewah dan berfoya-foya. Suatu saat hatinya
tersentak oleh sabda Alkitab yang didengarnya:
“Bersikaplah seperti Jesus Kristus!”. Sabda itu begitu
terpateri dalam lubuknya, sehingga mengubah
warna hidupnya. Ia menghibahkan seluruh
kekayaannya kepada suatu biara dan kemudian
menjadi bruder. Namun sebab tetap sombong dan
suka boros, ia mendapat teguran keras. Lalu ia
mengasingkan diri ke hutan rimba untuk bertapa,
berdoa dan bekerja keras. Akhirnya, ia menjadi
misionaris yang bekerja giat di Hungaria dan
Cekoslovakia
P: 9 Oktober
GUSTAV OP († 1323)
saat menjabat uskup Agram (Yugoslavia)
dan kemudian Lucera (Italia), Gustav menegakkan
moral dan adapt, baik melalui kotbah maupun
teguran.
P: 8 Agustus
H
HALLWARD († 1043)
saat orang muda ini akan menyeberangi
teluk laut yang dalam dan curam (fjord) di Norwegia
dengan sampan kecil, ada seorang wanita yang
minta tolong ikut menumpang sebab dikejar-kejar
orang. namun belum seberapa jauh dari pantai, para
pengejar pun telah muncul. Mereka mendesak dan
mengancam Hallward susaha menyerahkan wanita
itu. Namun Hallward tidak menggubris mereka. Lalu
para pengejar itu membidikkan anak panah dan
tepat menembus dada Hallward dan wanita yang
dilindunginya, sehingga keduanya mati terkapar.
Mereka berdua dikuburkan di Olso Norwegia
P: 15 Mei
HARALD († 1066)
Sebagai diakon Harald berusaha memperbaiki
tata tertib dan hidup para imam. Ia dibunuh dan
mayatnya di buang kedalam danau Lago Maggiore
(Italia).
P: 27 Juni
HARTMANN (1090-1164)
Uskup ini menonjol sebagai pembaharu
kehidupan biara dan semangat umat di Austria.
P: 23 Desember
HARWAY atau HERVE (abad ke-6)
yaitu pertapa dan penyair kidung-kidung
bagus yang menjadi abbas di Inggeris walaupun
sudah buta.
P: 17 Juni
HEDWIG (1174-1243)
Bibi dari Santa Elisabet dan ibu dari tujuh
anak ini banyak berbuat amal, mendirikan biara
serta meningkatkan taraf pendidikan dan
kebudayaan warga penduduk Silesia (Jerman Timur/
Polandia). Suaminya gugur dalam perang melawan
tentara Dschengis Khan.
P: 16 Oktober
SANTO HEINDRICH
II (972-1024)
Heindrich
dilahirkan pada tahun
972. Ia menjadi
Pangeran Bavaria pada
tahun 995. Suatu
malam, ia mendapatkan
suatu penglihatan yang
aneh. Santo Wolfgang, gurunya terkasih semasa ia
kanak-kanak, menampakkan diri kepadanya.
Wolfgang menunjuk pada kata-kata “sesudah enam”
yang tertulis di dinding. namun , apakah itu artinya?
Apakah mungkin Heindrich akan meninggal dunia
dalam waktu enam hari? Dengan pemikiran itu, ia
berdoa dengan amat tekun dan sungguh selama
enam hari. namun , di akhir hari keenam, ia sehat
walafiat. Apakah mungkin berarti enam bulan? Sang
pangeran mengabdikan diri pada perbuatan baik
lebih dari sebelumnya. Di akhir bulan keenam, ia
merasa jauh lebih sehat dari sebelumnya. Jadi, ia
memutuskan bahwa ia memiliki enam tahun
untuk mempersiapkan kematiannya. sesudah masa
enam tahun berlalu, bukannya meninggal, malahan
ia dipilih menjadi Kaisar Jerman. Maka, mengertilah
ia akan apa arti penglihatan itu.
Heindrich berusaha sekuat tenaga agar
rakyatnya tenteram dan damai. Demi membela
keadilan, ia harus bertempur dalam banyak
peperangan. Ia seorang yang jujur dalam
pertempuran dan ia mendesak agar bala tentaranya
bersikap demikian pula. Sekitar tahun 998, Heindrich
menikah dengan seorang wanita yang amat
lemah lembut dan penuh belas kasih bernama
Kunigunda. Kunigunda juga kelak dimaklumkan
sebagai seorang kudus. Heindrich dan Kunigunda
pergi ke Roma pada tahun 1014. Mereka dimahkotai
sebagai kaisar dan permaisuri dari Kekaisaran
Romawi yang Kudus. Suatu kehormatan besar sebab
Paus Benediktus VIII sendiri yang memahkotai
mereka.
Kaisar Heindrich yaitu salah seorang
penguasa terbaik Kekaisaran Romawi yang Kudus. Ia
mendorong dilakukannya reformasi dalam Gereja. Ia
memajukan perkembangan biara-biara baru dan
mendirikan gereja-gereja yang indah. Ia
menunjukkan kasihnya kepada Yesus dan Gereja
dengan ketulusan dan cinta kasih. Ia yaitu seorang
pendoa dan amat terpikat pada kehidupan religius.
Namun demikian, ia menerima perannya sebagai
seorang suami dan pemimpin, dan menunaikan
tugas tanggung jawabnya sepenuh hati. Heindrich
baru berusia limapuluh dua tahun saat ia wafat
pada tahun 1024. Ia dimaklumkan sebagai santo
oleh Beato Eugenius III pada tahun 1146. Paus St
Pius X memaklumkan Kaisar Heindrich sebagai
pelindung Oblate Benediktin.
Heinrich II (972-1024), kaisar dan suami
Santa Kunigunde; L: pedang, bola (lambing
kekuasaan di dunia) dan bunga bakung (lili); P:
13 Juli
“Kemuliaan sekarang yang kita miliki segera berlalu dan
tanpa arti, terkecuali di dalamnya kita dapat melihat
sesuatu yang dari kekekalan surgawi.” ~ Santo Heindrich
BEATO HENRY dari TREVISO (1250-10 Juni
1315)
Henry dilahirkan di Bolzano, Italia pada tahun
1250. Keluarganya amat miskin, sebab itu ia tidak
beroleh kesempatan untuk belajar membaca dan
menulis. sesudah remaja, Henry pindah ke Treviso
untuk mendapatkan pekerjaan. Ia menjadi seorang
buruh harian. Sedikit saja orang yang tahu bahwa
Henry membagi-bagikan sebagian besar
penghasilannya kepada kaum miskin. Ia ikut ambil
bagian dalam Misa setiap hari dan menyambut
Komuni Kudus sesering yang diijinkan. Henry
mencintai Sakramen Tobat juga dan mendapati
sakramen pengampunan Allah ini sungguh
membesarkan hati. Orang mulai memperhatikan
orang Kristen yang bagaimana Henry itu.
Penitensinya yaitu bekerja giat dalam pekerjaan.
Ia melewatkan banyak waktu setiap harinya untuk
masuk dalam doa pribadi, biasanya di gereja. Henry
dikenal akan ketenangan dan kelemahlembutannya.
Terkadang orang mengoloknya sebab ia begitu amat
sederhana. Sementara semakin bertambah usianya,
Henry mulai tampak kusut dan bongkok. Anak-anak
melontarkan ejekan atas penampilannya yang aneh
itu. namun Henry tidak marah. Ia paham bahwa
mereka tidak mengerti bahwa mereka dapat melukai
hatinya.
saat Henry telah terlalu tua dan lemah
untuk dapat bekerja, seorang sahabat bernama
James Castagnolis membawanya masuk ke dalam
rumahnya sendiri. Castagnolis memberinya sebuah
kamar tempat tinggal dan makanan jika Henry
menghendakinya. Beato Henry bersikukuh hidup
bergantung pada amal kasih penduduk Treviso.
Mereka murah hati dalam amal kasih mereka berupa
makanan, sebab mereka tahu Henry membagikan
amal kasih mereka kepada banyak orang yang
miskin dan tak memiliki tempat tinggal. Pada masa
akhir hidupnya, Henry nyaris tak dapat berjalan.
Orang memandang kagum sementara orangtua ini
menyeret diri ke gereja untuk ikut ambil bagian
dalam Misa pagi. Seringkali pula ia mengunjungi
gereja-gereja setempat lainnya, dengan terseok-
seok maju ke setiap tujuan.
Betapa misteri yang terkandung dalam diri
orang saleh ini. saat ia wafat pada tanggal 10 Juni
1315, orang banyak memadati biliknya. Mereka
menginginkan sebuah relikwi, sebuah kenangan.
Dan mereka menemukan harta bendanya: pakaian
kasar matiraga, sepotong balok kayu yang yaitu
bantalnya, dan setumpuk jerami yang yaitu tempat
pembaringannya. Jenazah Henry dipindahkan ke
katedral agar semua orang dapat menyampaikan
hormat mereka. Lebih dari duaratus mukjizat
dilaporkan terjadi dalam beberapa hari sesudah
wafatnya. Henry dari Treviso dimaklumkan sebagai
“beato” oleh Paus Benediktus XIV.
HELENA (225–330)
Baik Konstantius Klorus maupun selirnya
berasal dari kalangan rakyat jelata. namun saat
Konstantius berhasil meraih tahta kekaisaran, ia
menceraikan selirnay, kemudian mempersunting
seorang puteri bangsawan. Namun selang beberapa
tahun kemudian, ternyata justru anak selirmitulah
menjadi kaisar yang lebih agung dibandingkan ayahnya.
Pada suatu malam sebelum pertempuran sengit
melawan kaisar saingannya berlangsung, ia
bermimpi: susaha menang, Nama Kristus harus
dipasang pada bendera dan perisai angkatan
perangnya. Dan waktu pertempuran itu sedang
gencar-gencarnya, ia sekonyong-konyong
menengadah ke langit dan melihat tanda salib
berkilauan di atas surya dengantulisan ‘ TOUTO
NIKA’ yang artinya ‘Dalam (tanda ini) engkau akan
menang!’, peristiwa ini terjadi pada tahun 312.
Dan Kaisar Konstantin masuk Roma dielu-
elukan oleh seluruh umat Kristen, yang beberapa
tahun silam masih dianiaya. Atas kemenangannya ini
Konstantin memberikan kebebasan kepada agama
Kristen. Seluruh Gereja bersukaria, sebab kaisar
memerintahkan pembebasan bagi semua orang
Kristen yang masih mendekam dalam penjara.
Konstantin dan ibunya, yaitu Helena, bertobat
menjadi Kristen. Mereka sangat berjasa kepada
Gereja dan menghadiahkan tanah serta gedung-
gedung kepada umat.
Kaisar mengangkat ibunya menjadi ratu.
Nama kota asalnya diubah menjadi Helenapolis (Asia
Kecil). Ibu Helena begitu bergembira, sehingga
sekalipun sudah tua ia berziarah ke Tanah Suci. Ia
mendermakan harta miliknya, menolong kaum
miskin serta mendirikan banyak gereja di tempat-
tempat suci. Pada usia 80 tahun Helena berusaha
keras mencari Salib Suci, tempat Kristus menebus
seluruh umat manusia dengan mencucurkan
darahNya. sesudah berjerihpayah, ditemukanlah tiga
buah salib di sumur dekat bukit Golgota di
Yerusalem. Bahkan paku-pakunya pun masih ada
pula. Betulkah ketiganya yaitu salib bersejarah itu?
Yang mana diantaranya merupakan salib Jesus?
Uskup Makarios menasehatkan, susaha ketiga salib
itu disentuhkan berturut-turut pada wanita sakit
yang tak tersembuhkan. Begitu salib ketiga
menyentuhnya, wanita itu langsung sembuh
samasekali. Saking gembiranya, Helena membangun
sebuah gereja diatas bukit Golgota untuk
menyimpan salib yang tiada ternilai itu. Ia
memotong sebagian untuk dikirim ke Roma dan
Konstantinopel.
Helena (225-330), ratu, meninggal di
Nikomedia; A: (dewi) matahari; B: Helen, Hella,
Ella, Ellen, Leni; L: salib; P: 18 Agustus.
HELIDORUS (330-407)
saat berziarah ke Yerusalem, ia berteman
dengan Santo Hieronimus. Ajakan Hieronimus untuk
bersama-sama tinggal di padang gurun ditolaknya.
Kemudian Helidorus pulang dan menjadi uskup di
Altino Italia.
P: 3 Juli
HELMUT atau VITALIS (abad ke-3)
Perwira Romawi ini diperintah gubernur
susaha menjaga tawanan Kristen dalam penjara di
Ravenna Italia. Suatu saat ia menguaztkan iman
seorang dokter Kristen yang sangat ketakutan dan
mau murtad saat hamper dipenggal. Akibatnya, ia
ditangkap, disiksa dengan obor dan kemudian
dikubur hidup-hidup. Helmut yaitu ayah S.
Gervasius dan Protasius.
A: Vitalis = yang hidup (L); P: 28 April
HEMMA atau EMMA (980-1045)
Sesudah suaminya meninggal dan puteranya
dibunuh, wanita ningrat ini menghibahkan seluruh
tanah miliknya yang luas kepada beberapa biara di
Austria.
L: seorang ibu sedang membagikan derma; P:
27 Juni
HENRIKUS († 1160)
Uskup Uppsala ini menyertai Raja Santo Erik
dari Swedia mengabarkan Injil kepada bangsa
Finlandia. Di atas danau Koylio ia dibunuh oleh
seorang petani, yang dihukum sebab telah
melakukan pembunuhan.
P: 19 Januari
HENRIKUS (1250-1315)
Yang tinggal di Balzano Italia ini sehari-
harinya bekerja sebagai buruh. Hidupnya amat saleh
dan ditandai dengan banyak mati raga.
P: 10 Juni
HENRIKUS SUSO OP (1295-1366)
Menjadi dosen dan pengkotbah di Swiss. Ia
dikaruniai pengalaman mistik dan sering difitnah,
sehingga acapkali dipindah oleh atasan-atasannya.
L: rosario dan bunga bakung (lili); P: 23 Januari
HERIBERTUS (970-1021)
Uskup Koln Jerman itu berbuat amal serta
menjaga tata tertib dan kedamaian. Ia dipenjarakan
oleh Kaisar Heinrich II sebab salah paham.
P: 30 Agustus
HERKULANUS (†549)
Uskup ini disiksa dan dipenggal kepalanya
oleh orang-orang Goth, sebab mereka merebut
Perugia Italia. Mayatnya tidak membusuk.
P: 7 Nopember
HERLUINUS atau HELLUIN (955-1078)
yaitu bangsawan kaya. Ia menggunakan
seluruh harta bendanya untuk mendirikan
biaraBenediktin di Bec Perancis yang kemudian hari
sangat termasyur.
P: 26 Agustus
HERMAN YOSEF († 1241)
Seorang bocah lelaki mencangklong sebuah
tas sekolah yang sudah butut. Ia berlari-lari kecil,
tanpa sepatu. Pagi itu ia bangun kesiangan,
sehingga takut terlambat. Ia menimang-nimang
sebutri apel yang sangat ranum, pemberian ayahnya
buat bekal sekolah. “Betapa lzat apel ini!” kata anak
itu. Namun sejurus kemudian ia mengubah
pikirannya. Aple itu akan diberikan kepada seorang
anak yang sangat ia sayangi.
Tiba-tiba ia memperlambat larinya. Ia masuk
gereja, lalu berdiri di depan patung Bunda Maria dan
Kanak-kanak Jesus. Sebentar ia memandang cerah
wajah Maria. Ia mengulurkan apel itu kepada Jesus.
namun ia tak cukup tinggi untuk menggapai tangan
Jesus. Rasanya ia mau memanjat, tapi tak bisa. Dan
sungguh ajaib, tiba-tiba patung Bunda Maria
tersenyum lalu membungkuk menerima pemberian
anak itu. Anak itu tertawa ceria. Sesudah
berpamitan berlalrilah ia keluar, sebab takut
terlambat.
Herman, itulah nama anak ini. Ia
menganggap Bunda Maria dan jesus teman
akrabnya. Setiap kali ia singgah membisikkan isi hati
dan menceritakan pengalamannya. Pernah ia datang
tanpa bersepatu, sedangkan pagi itu sangat dingin.
Bunda menunjuk ke sebuah ubin yang lepas.
Herman membalik ubin itu dan menerima cukup
uang buat membeli sepatu. Sesudah itu, tiap kali
Herman membutuhkan sesuat, di tempat itulah
selalu tersedia.
Menginjak usia 12 tahun, tiba-tiba Bunda
Maria minta agar ia masuk biara. Herman merasa
heran: ‘Bukankah saya terlalu kecil?” namun ternyata
ia diterima juga sebagai calon novis. sesudah cukup
umur ia boleh mengenakan jubah biarawan. Atas
permintaan Bunda Maria, ia menambahkan namanya
menjadi Herman Yosef. Kini ia sibuk mempersiapkan
diri untuk menerima Sakramen Imamat. Ia belajar
giat, berdoa banyak dan bermatiraga. Cintanya
kepada Bunda Maria dan hormatnya akan Sakramen
Mahakudus makin meluap.
Tiap pagi ia merayakan Ekaristi dan selalulah
meleleh linangan air matanya. Herman Yosef yaitu
imam yang sangat rajin. Banyak orang minta
nasehatnya. Kehidupannya berjalan tenang sampai
wafatnya pada usia 90 tahun.
Herman Yosef (1241), biarawan dan tokoh
mistik di Steinfeld Jerman. Ia dihormati sebagai
pelindung anak-anak sekolah; L: buah apel; P:
21 Mei.
HERMANUS (1110-1173)
Orang Yahudi ini dibaptis sewaktu berumur
21 tahun di Koln Jerman. Kemudian ia menjadi
biarawan dan pimpinan yang baik.
P: 6 Agustus
HERMES (abad ke-3)
Pejabat tinggi pemerintah ini mati sebagai
martir dan dimakamkan di via Salasia Roma.
A: utusan ilahi; P: 28 Agustus
HESEKIOS († 788)
Bertapa di gunung Maya (Turki). Ia
termasyur sebab mengerjakan mukjijat-mukjijat
berkuasa atas roh jahat dan binatang buas, tapi
berhubungan erat dengan malaikat-malaikat.
P: 6 Maret
HIASINTUS OP (1200-1257)
Mendirikan biara Dominikan pertama di
Krakow. Ia sangat rajin berkotbah dan mengajar
agama sampai ke Prusia, Rusia dan Cekoslovakia.
Hiasintus dihormati sebagai santo pelindung
Polandia.
P: 17 Agustus
SANTO HIERONIMUS (347-419/420)
Hieronimus yaitu seorang Kristen Romawi
yang hidup pada abad keempat. Ayahnya
mengajarkan agama dengan baik kepadanya, namun
mengirim Hieronimus ke sebuah sekolah kafir yang
terkenal. Di sekolah ini , Hieronimus mulai
menyukai tulisan-tulisan kafir dan cintanya kepada
Tuhan mulai luntur. Namun demikian,
persahabatannya dengan sekelompok orang-orang
Kristiani yang kudus, yang menjadi sahabat-sahabat
dekatnya,
membuatnya
berbalik
kembali
sepenuhnya
kepada Tuhan.
Kemudian, anak muda yang cerdas ini
memutuskan untuk tinggal menyendiri di padang
gurun. Hieronimus khawatir kalau-kalau
kesenangannya akan tulisan-tulisan kafir akan
menjauhkannya dari cinta Tuhan. Hieronimus
melakukan laku silih yang keras dan membiarkan
dirinya terbakar panas terik padang gurun. Meskipun
begitu, di sana pun Hieronimus mengalami
pencobaan-pencobaan yang hebat. Hiburan-hiburan
tak sehat yang diselenggarakan di Roma senantiasa
segar dalam bayangan serta pikirannya. Walaupun
demikian, Hieronimus pantang menyerah. Ia
memperberat laku silihnya serta menangisi dosa-
dosanya. Ia juga belajar bahasa Ibrani dengan
seorang rahib sebagai gurunya. Hal ini
dilakukannya untuk menghindarkan diri dari pikiran-
pikiran kotor yang menghantui pikirannya.
Hieronimus menjadi seorang sarjana Ibrani yang
hebat sehingga kelak ia dapat menterjemahkan
Kitab Suci ke dalam bahasa Latin. Oleh sebab
karyanya itu, banyak orang dapat membaca serta
mencintai Kitab Suci.
St. Hieronimus menghabiskan berpuluh tahun
hidupnya di sebuah gua kecil di Betlehem, di mana
Yesus dilahirkan. Di sana ia berdoa, mempelajari
Kitab Suci, serta mengajar banyak orang bagaimana
melayani Tuhan. St. Hieronimus menulis banyak
surat yang mengagumkan dan bahkan juga artikel -
artikel untuk mempertahankan iman Kristiani dari
serangan kaum bidaah.
Perangainya yang cepat marah dan lidahnya yang
tajam membuat St. Hieronimus memiliki banyak
musuh. Namun demikian, ia seorang yang amat
kudus yang menghabiskan seluruh hidupnya untuk
melayani Yesus dengan cara terbaik yang mampu ia
lakukan. Jadi, meskipun pemarah, ia menjadi
seorang kudus yang besar. St. Hieronimus wafat
pada tahun 419 atau 420.
Hieronimus (347-420), rahib dan pujangga
Gereja; lahir di Dalamatia dan meninggal di
Betlehem dalam keadaan buta dan ditinggalkan.
B: Jerom; L: seorang rahib ditemani seekor
singa dan mengenakan topi cardinal; P: 30
September
”Menjadi seorang Kristen yaitu hal yang luar biasa,
bukan hanya seolah-olah tampak luar biasa. Dan oleh
sebab satu dan lain hal, mereka yang paling
menyenangkan bagi dunia yaitu mereka yang paling
sedikit menyenangkan Kristus. Kekristenan dibentuk, dan
bukan bakat yang diwariskan.” St. Hieronimus
SANTO HIERONIMUS EMILIANI (1486-
1537)
Hieronimus dilahirkan pada tahun 1486,
putra suatu keluarga bangsawan di Venice, Italia. Ia
yaitu seorang prajurit yang gagah dan dipercaya
untuk memegang komando di sebuah benteng di
pegunungan. saat sedang mempertahankan
benteng ini dari serangan prajurit Maximilian I, ia
ditawan musuh dan dijebloskan ke dalam penjara
bawah tanah. Terbelenggu dalam penjara yang
mengerikan itu, ia mulai menyesali cara hidup
serampangan yang telah dilaluinya. Ia menyesal
bahwa ia nyaris tak pernah memikirkan Tuhan. Ia
menyesal telah menyia-nyiakan beberapa tahun
dalam hidup amoral. Hieronimus berjanji kepada
Bunda Maria bahwa ia akan mengubah cara
hidupnya jika Santa Perawan bersedia menolongnya.
Doa-doanya dijawab dan Hieronimus berhasil
meloloskan diri. Konon, dengan hati penuh syukur,
Hieronimus langsung menuju ke sebuah gereja. Ia
menggantungkan rantai-rantai yang
membelenggunya di depan altar Maria.
Orang muda itu pada akhirnya menjadi
seorang imam. Ia membaktikan diri pada karya-
karya belas kasih. Perhatian utamanya diberikan
kepada banyak anak yatim piatu yang tidak
memiliki rumah, yang ia temukan di jalanan. Ia
menyewa sebuah rumah bagi mereka, dan memberi
mereka makanan dan pakaian. Ia mengajar mereka
dalam kebenaran iman. St Hieronimus membentuk
sebuah kongregasi religius untuk kaum laki-laki yang
dinamakan Serikat Pelayan-pelayan Kaum Miskin.
Mereka mengabdikan diri demi kepentingan orang-
orang miskin dan malang, teristimewa anak-anak
yatim piatu, dan mengajar kaum muda. St
Hieronimus melakukan segala yang dapat
dilakukannya bagi para petani juga. Ia bekerja
bersama para petani di ladang. St Hieronimus biasa
berbicara kepada mereka tentang kebajikan Tuhan
sementara ia bekerja bersama petani-petani itu. St
Hieronimus wafat saat ia merawat para korban
wabah penyakit pada tahun 1537. Ia dinyatakan
kudus oleh Paus Benediktus XIV pada tahun 1767.
St Hieronimus Emiliani yaitu anugerah bagi orang
banyak pada jamannya dan bagi segenap Gereja.
Dengan mengubah hidupnya secara total, ia menjadi
gambaran kasih Allah. Ia memberikan pengharapan
kepada mereka yang miskin dan diabaikan. Pada
tahun 1928, Paus Pius XI memaklumkannya sebagai
santo pelindung anak-anak yatim piatu dan anak-
anak tunawisma.
P: 8 Februari
SANTO HILARION dari GAZA (291-371)
Hilarion hidup pada abad keempat. Ia
seorang remaja yang tidak percaya saat
meninggalkan rumahnya di Palestina. Ia sedang
dalam perjalanan ke Mesir untuk bersekolah. Di sana
ia belajar mengenai iman Kristiani, dan segera ia
dibaptis. Hilarion baru berumur limabelas tahun pada
waktu itu. Pertobatannya merupakan awal dari suatu
perjalanan gemilang yang menghantarnya semakin
akrab dengan Tuhan. Tak lama berselang, ia pergi
mengunjungi St Antonius yang terkenal itu di
padang gurun. Hilarion ingin bersendiri dan melayani
Yesus yang baru saja ia kasihi dengan begitu
mendalam.
Hilarion tinggal
bersama St Antonius
selama dua bulan lamanya,
namun tempat itu tidak
cukup tenang baginya.
Banyak orang berdatangan
mohon pertolongan St
Antonius. Hilarion tidak
dapat menemukan
kedamaian yang ia
rindukan, sebab itu ia pergi.
sesudah memberikan segala
yang ia miliki kepada
orang-orang miskin, ia
pergi ke alam liar untuk hidup sebagai seorang
pertapa.
Hilarion harus berjuang melawan banyak
pencobaan. Kadang kala, ia merasa, seolah tak satu
pun dari doa-doanya yang didengarkan Tuhan sama
sekali. Walau demikian ia tidak membiarkan godaan-
godaan ini membuatnya berhenti berdoa dengan
terlebih sungguh. sesudah duapuluh tahun di padang
gurun, orang kudus ini mengadakan mukjizatnya
yang pertama. Segera saja banyak orang mulai
berdatangan ke gubugnya untuk memohon
pertolongan. Beberapa orang minta diperbolehkan
tinggal bersamanya untuk belajar darinya
bagaimana berdoa dan bermatiraga. Dalam
kedalaman kasihnya kepada Tuhan dan sesama, ia
mengundang mereka untuk tinggal. namun , pada
akhirnya, saat usianya enampuluh lima tahun, ia
mulai berkelana. Ia pergi dari satu negeri ke negeri
lainnya demi mencari kedamaian dan ketenangan.
Namun demikian, mukjizat-mukjizat belas kasihnya
yang tersohor senantiasa mengundang banyak orang
berdatangan. Beberapa tahun menjelang wafatnya
pada tahun 371, Hilarion pada akhirnya merasakan
bahwa ia sungguh-sungguh sendiri bersama Tuhan.
Usianya delapanpuluh tahun saat ia wafat.
L: pertapa yang mengusir setan
dengan tanda salib; P: 21 Oktober
SANTO HILARIUS dari POITIERS (315-368)
Pada awal abad kekristenan, masih banyak
orang yang belum percaya kepada Tuhan. Mereka
percaya bahwa ada banyak
allah-allah, yang satu lebih
hebat dari yang lain. Orang-
orang ini bukan orang-orang
jahat; hanya saja mereka
belum mengenal Tuhan;
mereka masih kafir. Pada
tahun 315, Hilarius dilahirkan
dalam sebuah keluarga yang
demikian di Poitiers, sebuah
kota di Perancis. Keluarganya
kaya-raya dan termasyhur.
Hilarius mendapatkan
pendidikan yang baik. Ia menikah dan membina
rumah tangga.
Melalui belajar, Hilarius menjadi tahu bahwa
seorang haruslah melatih kesabaran,
kelemahlembutan, keadilan dan sebanyak mungkin
kebajikan-kebajikan lain. Keutamaan-keutamaan ini
akan memperoleh ganjaran kelak di kehidupan
sesudah mati. Melalui belajar, Hilarius juga yakin
bahwa hanya ada satu Allah yang kekal, yang
mahakuasa dan mahapengasih. Ia membaca Kitab
Suci untuk pertama kalinya. saat sampai pada
bagian Musa dan semak yang terbakar, Hilarius
sungguh amat terkesan dengan Nama bagaimana
Tuhan menyebut Diri-Nya Sendiri: AKU yaitu
AKU. Hilarius membaca tulisan-tulisan para nabi
juga. Kemudian ia membaca seluruh Perjanjian
Baru. Pada saat ia selesai membaca, ia sepenuhnya
telah percaya dan dibaptis.
Hilarius hidup mengamalkan imannya dengan
taat dan saleh hingga ia dipilih menjadi uskup. Hal
ini tidak menjadikan hidupnya bertambah nyaman,
sebab kaisar suka mencampuri urusan-urusan
Gereja. saat Hilarius menentangnya, kaisar
membuang Hilarius. Di tempat pembuangannya
itulah keutamaan-keutamaan Hilarius, terutama
kesabaran dan keberaniannya semakin gemilang. Ia
menerima pembuangannya dengan tenang dan
mempergunakan waktunya untuk menulis artikel -
artikel tentang iman. sebab ia menjadi semakin
termasyhur, musuh-musuh Hilarius meminta kaisar
untuk memulangkannya kembali ke kota asalnya. Di
kota asalnya ia tidak akan memperoleh banyak
perhatian. Maka, Hilarius dipulangkan ke Poitiers
pada tahun 360. Ia tetap menulis dan mengajarkan
iman kepada banyak orang. Hilarius wafat delapan
tahun kemudian (368), dalam usia lima puluh dua
tahun. artikel -artikel nya memberikan pengaruh besar
kepada Gereja hingga sekarang ini. Itu sebabnya
mengapa ia digelari Pujangga Gereja.
P: 13 Januari
”Nyatakan kepada kami makna Kitab Suci dan berikan
kami pencerahan untuk memahaminya.” ~ St. Hilarius
HILARY atau HILARIUS (401-449)
Terkenal sebagai uskup agung Arles Perancis
yang sangat rajin dan giat merasul. sebab memecat
seorang uskup yang kurang giat, maka ia
diperingatkan oleh Paus Santo Leo I. Sebab,
tindakan Hilarius itu di luar batas kompetensinya.
Kemudian ia berziarah ke Roma dan berdamai
dengan paus. Hilarius pmahir menafsirkan kitab suci.
Ia hidup miskin bersama para imamnya dan
memajukan karya amal.
P: 5 Mei
HILDA (617-680)
Puteri raja ini menjadi pemimpin biara yang
bijaksana di Inggeris. Ia dipanggil ‘ibu’ oleh raja dan
rakyat biasa, sebab keramahan dan kebaikan
hatinya.
P: 17 Nopember
HILDEGARD (1098-1179)
Dididik oleh Santa Yutta, seorang rubiah dan
penghimpun para wanita yang ingin bersemedi,
hidup tenang dan banyak berdoa. sesudah Yutta
meninggal, Hildegard menggantikannya. Beberapa
tahun kemudian ia mendirikan biara baru di gunung
Rupert dekat kota Bingen. Sekalipun usianya
mencapai 80 tahun, namun sebenarnya
kesehatannya sangat rapuh, sering sakit dan
perasaannya mudah meluap. Sedari muda ia
dikaruniai pengalaman rohani yang luar biasa, dapat
meramalkan akan adanya peristiwa-peristiwa jauh
sebelumterjadi, serta mengalami berbagai
penglihatan. Ia mengajak orang agar mau
mengubah cara hidup, menerima penderitaan dan
bersemangat tobat. Banyak orang mendengarkan
kisah Hildegard dengan takjub. namun ada pula yang
bersikap sinis dan bahkan menganggapnya kurang
waras. Memang, Hildegard termasuk wanita luar
biasa pada Abad Pertengahan. Buah penanya sangat
banyak. Lazimnya ia mendiktekan buah pikirannya
kepada seorang biarawan, yang kemudian
mengalihbahasakannya ke dalam bahasa Latin.
artikel -artikel itu berisi a.l. penglihatan-penglihatan,
penjelasan tentang Injil, kehidupan rohani dan
peraturan Santo Benedictus. Ia menulis juga perihal
ilmu pengetahuan alam, tentang tubuh manusia,
penyakit serta obat-obatnya. Kisah para orang kudus
tak luput dari perhatiannya, sehingga ia artikel kan
pula. Ia menggubah syair, nyanyian dan musik.
Hildegard senantiasa sibuk. Namun masih
sempat juga ia berkeliling Jerman memperingatkan
para bangsawan, imam dan uskup yang cara
hidupnya tidak pantas. Terdorong oleh
keprihatinannya akan keadaan Gereja, ia kerapkali
berkotbah dengan berapi-api di alun-alun. Orang-
orang terpukau, insaf dan bertobat. Ia tak jemu-
jemunya menyurati para pemimpin seperti paus,
kaisar, raja dan tokoh penting lainnya, misalnya
Santo Bernardus dari Clairvaux.
Hildegard (1098-1179), biarawan dan tokoh
mistik di Jerman, B: Hilde, Hilda; L: suster yang
sedang membagikan derma; P: 17 September
HIMERIUS atau IMIER (abad ke-7)
Mengundurkan diri ke lereng gunung di Swiss
dan mengkristenkan penduduknya.
P: 12 Nopember
SANTO HIPPOLITUS († 235) dan SANTO
PAUS PONTIANUS
Maximinus menjadi kaisar Roma pada tahun
235. Begitu naik tahta, ia mulai melakukan
penganiayaan terhadap orang-orang Kristen. Salah
satu hukuman yang paling sering dijatuhkan pada
para uskup dan imam yaitu pembuangan ke
daerah-daerah pertambangan yang berbahaya dan
tidak sehat di Sardinia, Italia. Penganiayaan inilah
yang mempertemukan kedua martir yang pestanya
kita rayakan pada hari ini. Santo Pontianus diangkat
sebagai paus sesudah wafatnya Urbanus I pada tahun
230. saat Maximinus menjadi kaisar, Pontianus
melayani Gereja dengan penderitaannya di
tambang-tambang Sardinia.
Santo Hippolitus yaitu seorang imam dan
sarjana gereja di Roma. Ia menulis banyak karya-
karya mengagumkan mengenai teologi. Ia juga
seorang guru yang hebat pula. Hippolitus merasa
kecewa dengan Paus Santo Zephyrinus, yang wafat
sebagai martir pada tahun 217. Hippolitus merasa
bahwa paus kurang cepat tanggap dalam mencegah
orang-orang mengajarkan ajaran-ajaran sesat.
Pengganti Santo Zephyrinus yaitu Santo Kalistus I.
Hippolitus kurang setuju dengan paus yang baru ini.
Hippolitus sendiri memiliki sejumlah besar
pengikut. Para pengikutnya mendesaknya agar ia
mau diangkat sebagai paus. Hippolitus setuju. Ia
memutuskan hubungan dengan Gereja dan menjadi
paus tandingan. saat penganiayaan dimulai, ia
ditangkap dan dikirim ke Sardinia. Di sana, dalam
keadaan sengsara, saat para musuh umat Kristiani
tertawa, suatu karya penyembuhan yang ajaib
terjadi.
Paus Pontianus dan Hippolitus saling bertemu
di pembuangan. Hippolitus tersentuh dengan
semangat kerendahan hati paus. Ia mohon
diperbolehkan kembali dalam pelukan Gereja;
segera ia merasakan segala amarah dan kecewanya
diambil dari hatinya. Paus Pontianus dapat
memahami sang imam dan mengasihinya. Bapa Suci
tahu bahwa mereka perlu saling membantu serta
menguatkan dalam kasih Yesus. Kedua orang kudus
ini wafat sebagai martir dan untuk selamanya
dikenang sebagai saksi pengampunan dan
pengharapan Kristiani.
P: 13 Agustus (Hipolitus)
HOMOBONUS (1150-1197)
yaitu seorang pedagang di Cremona (Italia)
yang sangat jujur dalam segala usaha niaga. Ia
berjasa dalam pembaharuan semangat umat berkat
kesalehan, tobat dan amalnya, walaupun karya
baiknya ditentang oleh isterinya. Homobonus
meninggal sewaktu menghadiri perjamuan ekaristi.
A: orang baik (L); P: 13 Nopember
HONORATUS († 429)
Sepulang dari berziarah ia memilih tinggal di
pulau terpencil di Perancis Selatan. Disitu ia
mendirikan biara Lerin yang termasyur, sebab
sebagian besar biarawannya yaitu cendekiawan. Ia
ditahbiskan imam dan diangkat menjadi uskup Arles,
walaupun ia sendiri tidak menginginkannya. Santo
Hilarius sangat memujinya.
A: yang pantas dihormati; P: 16 Januari
HONORIUS († 653)
Ditugaskan oleh Santo Gregorius I sebagai
misionaris di Inggeris dan kemudian diangkat
menjadi uskup
A: yang terhormat; P: 30 September
HORMIZDAZ († 422)
Putra walikota ini menjadi Kristen dan tidak
mau murtad, sehingga dihukum menjadi kenek
kafilah unta di Persia. sebab imannya tak
tergoyahkan ia dihukum mati.
P: 8 Agustus
HORST atau HORESTES († 304)
Bersama tunangannya, yaitu Eufemia,
menjadi pemimpin pemuda Katolik di Byzantium
(Istanbul). Sewaktu ditangkap dengan terus terang
mereka mengaku Kristen, sehingga bersama muda-
mudi lain nyawa mereka melayang oleh sebilang
pedang.
P: 3 Juli
HUBERTUS († 727)
Dalam artikel -artikel kisah para orang kudus
terlukis gambar yang indah sekali: Seorang pemburu
berlutut di hadapan seekor rusa, yang di antara
tanduknya ada salib bersinar. Di bawahnya
tertera tulisan: Santo Hubertus. Peristiwa ini terjadi
saat Hubertus masih muda. Ia gemar berburu. Pada
hari Jumat Suci pun Hubertus melintasi hutan,
meyandang panah dan busur. Tiba-tiba muncul
seekor rusa jantan yang besar. Terdorong nafsu,
Hubertus mengejar rusa itu makin jauh masuk ke
dalam hutan. namun , sekonyong-konyong rusa itu
berdiri dengan tenang dan berpaling kea rah
pemburunya. Di antara tanduknya terpancang salib
yang bersinar menyilaukan. Hubertus tertegun,
kemudian rusa itu menghilang, lenyap entah
kemana. Suatu suara bergema dalam hatinya:
“Hubertus, mengapa kau mengejar kenikmatan
belaka? Waktumu kau sia-siakan dan hidupmu tak
akan bernilai.” Kata-kata itu begitu menyentuh
hatinya, sehingga ia mulai mencari Kristus yang
tersalib.
Kisah bagus ini baru tersiar luas sesudah
Hubertus meninggal. Sejarah masa mudanya tak
kita ketahui dengan pasti. Yang jelas uskup
Maastricht Santo Lambertus, tertarik pada
semangatnya yang meluap-luap, kecerdasan dan
kesalehannya. Maka Hubertus ditahbiskan imam dan
menjadi pembantu uskup yang terpercaya. sesudah
Lambertus dibunuh secara keji sebab terlalu
lantang memperingatkan pejabat istana yang
berbuat serong, maka Hubertuslah yang dipilih
menggantikannya. Sebagai uskup api semangat
kerasulannya semakin menyala. Di kawasan
keuskupannya, penduduk pegunungan Ardenne
sebagian besar masih memuja berhala. Hubertus tak
jemu-jemunya mengunjungi desa demi desa
mereka, sehingga akhirnya sebagian besar bertobat
menjadi Kristen. Sewaktu menyeberangi sungai ia
428
mendapat kecelakaan, sehingga jatuh sakit.
Limabelas bulan kemudian ia meninggal.
Hubertus († 727), uskup Maastricht (Belanda)
dan Luttich (Belgia); wafat di Terueren (Belgia).
L: rusa dengan salib bersinar diantara
tanduknya; P: 3 Nopember
HUGH (1024-1109)
Atau Hugo Agung, yaitu abbas dari biara
besar dan termasyur di Cluny Perancis. Ia bekerja
keras untuk memperbaharui hidup biara seluruh
Eropa dan sering menjalankan misi untuk paus.
P: 29 April
SANTO HUGO dari GRENOBLE (1052-1 April
1132)
Santo Hugo dilahirkan pada tahun 1052 di
Perancis. Ia tumbuh menjadi seorang pemuda yang
tinggi dan tampan,
lemah lembut serta
penuh sopan santun.
Meskipun ia
senantiasa
mendambakan untuk
hidup bagi Tuhan
sebagai seorang
rahib, ia diberi
kedudukan penting
yang lain. Ia
ditahbiskan sebagai
imam dan kemudian
dalam usia yang
sangat muda (27 tahun) dipilih sebagai uskup
Grenoble Perancis.
429
Sebagai seorang uskup, Hugo segera
meluruskan kebiasaan-kebiasaan dosa sebagian
orang dalam keuskupannya. Ia menetapkan
rencana-rencana yang bijak, namun bukan itu saja
yang ia lakukan. Guna memperoleh belas kasihan
Tuhan bagi umatnya, Santo Hugo berdoa dengan
segenap hati. Ia melakukan mati raga yang keras.
Dalam waktu singkat, banyak orang berbalik
menjadi saleh dan taat. Hanya sebagian orang dari
kaum bangsawan saja yang masih terus
menentangnya.
Uskup Hugo masih berangan-angan menjadi
seorang rahib. Itulah yang sungguh ia dambakan.
Maka, ia mengundurkan diri sebagai Uskup Grenoble
dan masuk biara. Pada akhirnya, ia merasakan
damai. Namun demikian, bukanlah kehendak Tuhan
bahwa Santo Hugo menjadi seorang rahib. sesudah
setahun lewat, Paus memerintahkannya untuk
kembali ke Grenoble. Santo Hugo taat. Ia tahu
bahwa jauh lebih penting menyenangkan Tuhan
dibandingkan menyenangkan diri sendiri.
Selama empatpuluh tahun, bapa uskup
hampir selalu sakit. Ia menderita sakit kepala hebat
dan juga gangguan pencernaan. Namun demikian, ia
memaksakan diri untuk tetap bekerja. Ia mencintai
umatnya dan begitu banyak yang harus dilakukan
bagi mereka. Santo Hugo mengalami pencobaan dan
godaan-godaan juga. namun , ia berdoa dengan tekun
sehingga tidak jatuh dalam dosa. Santo Hugo wafat
pada tanggal 1 April 1132, dua bulan sebelum ulang
tahunnya yang kedelapan puluh. Ia menjadi seorang
uskup yang murah hati serta kudus selama lima
puluh dua tahun, dan bersama dengan temannya,
Santo Bruno, mendirikan biara Kartus pertama.
P: 1 April
430
HUGO atau HUGH (1135-1200)
yaitu seorang rahib Perancis. Ia dipanggil
Raja Henry II, pembunuh Santo Thomas dari
Canterbury, susaha mendirikan biara Kartusian
pertama di Inggris. Namun Hugo hanya mau
menerima tawaran tempat itu sesudah raja
membayar harga tanah kepada petani-petani
‘sampai sen yang terakhir’. saat menjadi uskup
Lincoln ia dengan berani membela kaum miskin. Ia
menjatuhkan hukuman gereja yang berat terhadap
pegawai yang korup. Hugo membuyarkan niat suatu
gerombolan untuk membunuh pedagang-pedagang
Yahudi. saat raja marah, Hugo menenangkannya
dengan ciuman. Akan namun ia dengan terang-
terangan menolak membayar pajak, sebab
menyaksikan uang Negara hanya diboroskan saja. Ia
juga memperbaharui iman umatnya.
L: burung angsa (sebab ia senang memelihara
burung); P: 17 Nopember
HUMBELINA (abad ke-12)
yaitu saudara wanita Santo Bernardus.
Ia dibebaskan oleh suaminya, saat mengikuti
panggilannya menjadi biarawati.
B: Humberga, Helina; P: 12 Februari
431
I
IA († 342)
Seringkali didera, sebab mentobatkan
banyak orang kafir saat meringkuk dalam penjara.
Akhirnya ia dihukum mati pada masa pemerintahan
Schapur II (Persia).
P: 5 Agustus
IDA (abad ke-12)
Dijatuhkan dari menara benteng oleh
suaminya, sebab difitnah berlaku serong. Akan
432
namun ia tidak cedera sedikitpun. Sesudah peristiwa
itu ia menjadi pertapa di Swiss.
P: 3 Nopember
IDA atau IDE/ITA (1040-1113)
yaitu ibu Raja Gottfried dan Raja Balduinus
dari Yerusalem. Sesudah suaminya meninggal ia
menghadiahkan banyak harta miliknya kepada biara
dan gereja.
P: 13 April
IDUBERGA († 652)
yaitu ibu Santa Gertrude dari Nivelles dan
Santa Begga (B: Ida, Itta). sesudah menjanda ia pun
hidup membiara di Nivelles Perancis.
P: 8 Mei
SANTO IGNATIUS dari ANTIOKHIA (50-
107)
St. Ignatius dari Antiokhia telah dikenal sejak
masa gereja perdana. Ia dilahirkan pada tahun 50.
Santo Hieronimus dan
Santo Yohanes
Krisostomus keduanya
berpendapat bahwa
makamnya terletak
dekat pintu gerbang
kota Antiokhia. Ignatius
yaitu Uskup Antiokhia
yang ketiga. Di kota
433
inilah St. Petrus berkarya sebelum ia pindah ke
Roma. Di kota ini jugalah pertama kalinya para
pengikut Kristus disebut Kristen. Ignatius dijatuhi
hukuman mati dalam masa pemerintahan Kaisar
Trajan. Ia digiring dari Antiokhia ke gelanggang
pertunjukan di pusat kota Roma.
Meskipun kepergiannya ke Roma berada
dalam pengawalan ketat pasukan, Ignatius sempat
singgah di Smyrna dan Troas. Dari kota-kota
ini ia menulis beberapa pucuk surat kepada
umat Kristiani. Dengan demikian, ia menggunakan
cara yang sama dengan St. Paulus dalam
mewartakan Kabar Sukacita. Salah satu surat yang
ditulis Ignatius dari Troas ditujukan kepada Santo
Polikarpus, seorang rekan uskup, yang kelak juga
menjadi seorang martir. saat Ignatius yang
terkasih tiba di Roma, ia bergabung dengan umat
Kristiani yang pemberani yang menantinya di
penjara. Akhirnya, tibalah hari dimana sang uskup
dilemparkan ke arena pertunjukan. Dua ekor singa
ganas menerkamnya. Santo Ignatius wafat sekitar
tahun 107. Ia mewariskan kepada kita kesaksian
hidup Kristiani serta surat-suratnya yang indah.
Ignatius dari Anthiokia (50-107), uskup dan
martir; meninggal di Roma; B: Inigo, Ignas,
Ignatius; L: seorang uskup dengan seekor
singa; P: 17 Oktober
IGNASIUS AZEVEDO SJ († 1570)
Bersama 39 Jesuit muda dibunuh oleh
pembajak Kalvinis dalam pelayarn ke tanah misi di
Brasilia.
P: 19 Januari
IGNASIUS PEIS (1701-1781)
434
Selama 40 tahun menjadi peminta derma
untuk biara. Bruder Kapusin ini dapat ‘membaca’ isi
hati orang dan mengerjakan banyak mukjijat.
Hidupnya ditandai dengan tobat yang keras.
P: 11 Mei
SANTO IGNASIUS dari LACONI
(17 DESEMBER 1701-11 Mei 1781)
Ignasius yaitu putera seorang petani miskin
di Laconi, Italia. Ia dilahirkan pada tanggal 17
Desember 1701. saat usianya
sekitar tujuh belas tahun, ia
sakit parah. Ia berjanji, jika
ia sembuh kembali, ia akan
menjadi seorang Fransiskan.
namun , saat ia sungguh
sembuh dari sakitnya, ayahnya
meyakinkannya untuk
menunda janjinya itu.
Beberapa tahun kemudian,
Ignasius nyaris tewas saat ia
kehilangan kendali atas
kudanya. Namun, sekonyong-
konyong, kuda itu berhenti
berlari dan berderap dengan tenang. Ignasius yakin
bahwa Tuhan telah menyelamatkan nyawanya. Ia
bertekad untuk segera mengikuti panggilan hidup
religiusnya. Broeder Ignasius tidak pernah
menduduki jabatan penting dalam Ordo Fransiskan.
Selama lima belas tahun ia bekerja di bangsal
anyaman. Kemudian, selama empat puluh tahun
lamanya, ia termasuk dalam kelompok biarawan
yang pergi meminta sedekah dari satu rumah ke
rumah lainnya. Mereka menerima makanan dan
derma demi kepentingan biara. Ignasius
435
mengunjungi keluarga-keluarga serta menerima
derma mereka. Orang banyak segera menyadari
bahwa mereka menerima suatu pemberian pula
sebagai balasannya. Broeder Ignasius menghibur
mereka yang sakit dan menggembirakan hati
mereka yang kesepian. Ia mendamaikan orang-
orang yang bermusuhan, mempertobatkan mereka
yang keras hati sebab dosa, dan juga memberikan
nasehat bagi mereka yang ditimpa masalah. Orang
banyak mulai menanti-nantikan kunjungannya.
Namun demikian, Broeder Ignasius mengalami saat-
saat sulit pula. Kadang-kadang pintu dibanting di
mukanya, juga seringkali cuaca buruk menghambat
langkahnya. Selalu, bermil-mil jauhnya jarak yang
harus ditempuhnya dengan berjalan kaki. namun ,
Igansius seorang yang penuh pengabdian.
Orang mulai memperhatikan bahwa Ignasius
biasa melewatkan suatu rumah tertentu. Pemilik
rumah itu yaitu seorang lintah darat yang kaya. Ia
memaksa orang-orang miskin membayar hutangnya
jauh melebihi kemampuan mereka. Lintah darat ini
merasa terhina sebab Ignasius tidak pernah
mengunjungi rumahnya untuk meminta sedekah. Ia
melaporkan Broeder Ignatius kepada pemimpin
biara. Bapa Prior, yang tidak mengetahui masalah
ini, mengutus Ignasius ke rumahnya. Ignasius tidak
mengatakan sesuatu pun; ia melakukan seperti yang
diperintahkan kepadanya dan kembali dengan satu
karung besar makanan. Pada saat itulah Tuhan
mengadakan mukjizat. saat karung itu dibongkar,
darah mulai menetes. “Inilah darah kaum miskin,”
kata Ignatius perlahan, “Oleh sebab itulah saya tidak
pernah meminta sedekah dari rumah itu.” Kemudian,
para rahib pun mulai berdoa demi bertobatnya sang
lintah darat. Broeder Ignatius wafat dalam usia
delapan puluh tahun pada tanggal 11 Mei 1781. Ia
436
dinyatakan kudus oleh Paus Pius XII pada tahun
1951.
SANTO IGNATIUS de LOYOLA (1491-13 Juli
1556)
Pendiri Serikat Yesus yang terkenal ini
dilahirkan pada tahun 1491. Ia berasal dari keluarga
bangsawan Spanyol. saat
masih kanak-kanak, ia
dikirim untuk menjadi abdi
di istana raja. Di sana ia
tinggal sambil berangan-
angan bahwa suatu hari
nanti ia akan menjadi
seorang laskar yang hebat
dan menikah dengan
seorang puteri yang cantik.
Di kemudian hari, ia
sungguh mendapat
penghargaan sebab
kegagahannya dalam
pertempuran di Pamplona. namun , luka sebab
peluru meriam di tubuhnya membuat Ignatius
terbaring tak berdaya selama berbulan-bulan di atas
pembaringannya di Benteng Loyola. Ignatius
meminta artikel -artikel bacaan untuk menghilangkan
rasa bosannya. Ia menyukai cerita-cerita tentang
kepahlawanan, namun di sana hanya tersedia kisah
hidup Yesus dan para kudus. sebab tidak ada
pilihan lain, ia membaca juga artikel -artikel itu.
Perlahan-lahan, artikel -artikel itu mulai menarik
hatinya. Hidupnya mulai berubah. Ia berkata kepada
dirinya sendiri, “Mereka yaitu orang-orang yang
sama seperti aku, jadi mengapa aku tidak bisa
melakukan seperti apa yang telah mereka lakukan?”
437
Semua kemuliaan dan kehormatan yang sebelumnya
sangat ia dambakan, tampak tak berarti lagi baginya
sekarang. Ia mulai meneladani para kudus dalam
doa, silih dan perbuatan-perbuatan baik.
Santo Ignatius harus menderita banyak
pencobaan dan penghinaan. Sebelum ia memulai
karyanya yang hebat dengan membentuk Serikat
Yesus, ia harus bersekolah. Ia belajar tata bahasa
Latin. Sebagian besar murid dalam kelasnya yaitu
anak-anak, sementara Ignatius sudah berusia tiga
puluh tiga tahun. Meskipun begitu, Ignatius pergi
juga mengikuti pelajaran sebab ia tahu bahwa ia
memerlukan pengetahuan ini untuk membantunya
kelak dalam pewartaannya. Dengan sabar dan
tawa, ia menerima ejekan dan cemoohan dari
teman-teman sekelasnya. Selama waktu itu, ia mulai
mengajar dan mendorong orang lain untuk berdoa.
sebab kegiatannya itu, ia dicurigai sebagai
penyebar bidaah (=agama sesat) dan dipenjarakan
untuk sementara waktu! Hal itu tidak menghentikan
Ignatius. “Seluruh kota tidak akan cukup
menampung begitu banyak rantai yang ingin aku
kenakan sebab cinta kepada Yesus,” katanya.
Ignatius berusia empat puluh tiga tahun
saat ia lulus dari Universitas Paris. Pada tahun
1534, bersama dengan enam orang sahabatnya, ia
mengucapkan kaul rohani. Ignatius dan sahabat-
sahabatnya, yang pada waktu itu masih belum
menjadi imam, ditahbiskan pada tahun 1539.
Mereka berikrar untuk melayani Tuhan dengan cara
apa pun yang dianggap baik oleh Bapa Suci. Pada
tahun 1540 Serikat Yesus secara resmi diakui oleh
Paus. Sebelum Ignatius wafat, Serikat Yesus atau
Yesuit telah beranggotakan seribu orang. Mereka
banyak melakukan perbuatan baik dengan mengajar
dan mewartakan Injil. Seringkali Ignatius berdoa,
438
“Berilah aku hanya cinta dan rahmat-Mu, ya Tuhan.
Dengan itu aku sudah menjadi kaya, dan aku tidak
mengharapkan apa-apa lagi.” Santo Ignatius wafat
di Roma pada tanggal 31 Juli 1556.. Ignatius
dibeatifikasi pada tanggal 27 Juli 1609 dan
dikanonisasi oleh Paus Gregorius XV pada tanggal 12
Maret 1622, bersama-sama dengan Santo
Franciscus Xaverius.
Pesta peringatan Santo Ignatius dirayakan oleh
Gereja secara universal pada tanggal 31 Juli, yaitu
pada hari wafatnya.
Ignasius de Loyola (1491-1556), pendiri Ordo
Jesuit; lahir di Loyola dan meninggal di Roma;
L: seorang imam yang memperoleh ilham
sewaktu merayakan Misa Kudus; P: 31 Juli
ILDEFONSUS (606-667)
Uskup Toledo Spanyol ini sangat
menghormati Bunda Mari. Ia mengarang lagu-lagu
gerejani dan beberapa artikel tentang Maria.
P: 23 Januari
ILGA († 1115)
Pertapa wanita di hutan Bregenz Austria
P: 8 Juni
IMAKULATA
Artinya ‘tanpa noda’: julukan untuk Santa
Perawan Maria sebab ‘terkandung (oleh Santa
Anna) tanpa noda, dosa asal’ dan tak pernah
berbuat dosa
P: 8 Desember
439
BEATA IMELDA LAMBERTINI OP (1322-
1333)
Imelda Lambertini dilahirkan di Bologna,
Italia pada tahun 1322, sebagai puteri pasangan
Pangeran Egano Lambertini dan
Castora Galuzzi. Sanak
keluarganya terkenal religius, di
antara mereka ada seorang
pengkhotbah Dominikan,
seorang moeder pendiri
Fransiskan, dan seorang bibi
yang mendirikan sebuah biara
dengan peraturan yang ketat di
Bologna.
Imelda yaitu seorang
gadis kecil yang lemah lembut,
dikasihi dan disayangi seluruh
keluarga. sebab lingkungan
keluarganya yang religius, tak mengherankan bahwa
ia tumbuh menjadi seorang gadis yang saleh. Imelda
kecil suka sekali berdoa; kerap kali diam-diam ia
menghilang ke suatu sudut rumah yang tenang,
yang dihiasinya dengan bunga-bungaan dan
gambar-gambar kudus menjadi sebuah pojok doa
kecil baginya. Ia belajar membaca Mazmur dan sejak
muda benar setia ikut ambil bagian dalam Misa dan
Ibadat Sore di gereja Dominikan. Ibunya
mengajarinya menjahit dan memasak bagi orang-
orang miskin, juga mengajaknya ikut serta
membantu dalam kegiatan amal kasih. saat
Imelda berusia sembilan tahun, ia minta agar
diperkenankan masuk Biara Dominikan di Valdi-
Pietra di Bologna. Ia yaitu anak satu-satunya dari
pasangan yang sudah cukup lanjut usianya untuk
berharap dapat memperoleh anak lagi; sungguh pilu
membiarkannya pergi. Meski demikian mereka
440
mengantarkannya juga ke biara dan
mempersembahkannya kepada Tuhan dengan
sukarela, walau hati remuk-redam.
Status Imelda dalam biara tidak cukup jelas.
Ia mengenakan jubah, ikut ambil bagian dalam
kegiatan-kegiatan biara sepanjang diijinkan. Ia
belajar Offisi dari mendengarkan madah-madah
yang dilantunkan para biarawati dan
merenungkannya sedapat yang ia mampu. Disposisi
batin biarawati kecil ini segera saja membuatnya
disayangi, sementara semangat berkobar-kobar
yang menghantarnya masuk ke dalam biara sungguh
membawa dampak positif bagi para biarawati
lainnya. Devosi istimewa Imelda yaitu kehadiran
Ekaristis Tuhan kita dalam perayaan Misa Kudus dan
dalam tabernakel. Menyambut Tuhan kita dalam
Komuni Kudus yaitu kerinduan hatinya yang
terdalam; sayang, pada masa itu, untuk menyambut
Komuni Pertama seorang anak harus berusia
sekurang-kurangnya duabelas tahun. Sekali waktu,
jika tak tahan menahan kerinduan hatinya,
Imelda akan berseru, “Katakanlah padaku, dapatkah
seorang menyambut Yesus masuk ke dalam hatinya
dan tidak mati?”
Sungguh, suatu hidup yang sepi bagi seorang
gadis kecil berusia sembilan tahun, dan seperti
kebanyakan anak lainnya yang kesepian, ia
membayangkan teman bermain bagi dirinya - namun
dengan satu perbedaan ini - teman-teman
bermainnya yaitu para kudus! Ia teristimewa
sangat sayang kepada St Agnes, martir, yang
berusia sedikit lebih tua dari dirinya. Seringkali ia
membaca tentang St Agnes dari artikel -artikel besar
bergambar di perpustakaan, dan suatu hari, St
Agnes datang menampakkan diri kepadanya! Imelda
sungguh bersukacita. Ia tidak dilibatkan dalam
441
devosi-devosi orang dewasa, namun kini ia
memiliki sahabat sebaya yang dapat
memberitahukan kepadanya segala hal yang paling
ingin diketahuinya. Sesudah kunjungan ini, St Agnes
kerap datang menemuinya, dan mereka berdua
bercakap akrab mengenai hal-hal surgawi.
Natal pertamanya di biara hanya membawa
kepedihan dalam hati Imelda. Ia memendam
harapan bahwa para biarawati akan berbelaskasihan
dan mengijinkannya menyambut Komuni Suci.
Namun, pada hari agung itu, saat semua orang
maju menyambut Yesus dalam Ekaristi Kudus,
Imelda harus tinggal di tempatnya, memandang
dengan berlinang airmata kepada Bayi Kudus dalam
palungan. Imelda mulai berdoa bahkan dengan lebih
khusuk lagi agar ia diperkenankan menyambut
Komuni Suci. 12 Mei 1333. Musim semi telah tiba di
Bologna, dan dunia sedang bersiap merayakan Hari
Raya Kenaikan Tuhan. Para biarawati sibuk
mempersiapkan keperluan Misa; tak seorang pun
dari antara mereka menaruh perhatian khusus pada
gadis kecil yang tengah berlutut larut dalam doa.
Walau ia telah memohon agar diperkenankan tinggal
di kapel pada malam hari raya, permohonannya tak
diindahkan; dan ia pun taat. Mereka tidak tahu
betapa gigih ia mengetuk pintu gerbang surga,
sembari mengulang-ulang bagi dirinya sendiri demi
menguatkan keyakinannya, ayat ini, “Mintalah, maka
akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan
mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan
bagimu.”
Maka, pintu sungguh dibuka bagi Imelda
pada pagi Hari Raya Kenaikan Tuhan. Ia telah
memohon sekali lagi dengan sangat agar diberikan
kepadanya hak istimewa untuk menyambut Komuni
Suci, dan sebab ia bersikeras, terpaksalah imam
442
dipanggil. Imam menolak mentah-mentah; Imelda
harus menunggu hingga cukup usianya. Imelda pergi
ke tempatnya di kapel, dan dengan diam membisu
memandang sementara para biarawati pergi
menyambut Komuni. Seusai Misa, hanya Imelda
seorang yang tetap tinggal di tempatnya di bagian
paduan suara. Suster yang bertugas di sakristi
memadamkan lilin-lilin dan membenahi pakaian-
pakaian Misa. Sekonyong-konyong suatu suara
membuatnya membalikkan badan dan melongok ke
bagian paduan suara; terlihatlah olehnya seberkas
cahaya yang bersinar cemerlang di atas kepala
Imelda dan sebuah Hosti melayang-layang dalam
cahaya itu. Suster bergegas memanggil imam yang
segera datang dengan patena di tangan guna
menerima-Nya.
Imam tak punya pilihan lain; Tuhan Sendiri
telah menyatakan bahwa Ia menghendaki untuk
bersatu dengan Imelda. Maka, dengan penuh hormat
imam mengambil Hosti dan memberikannya kepada
gadis kecil yang sedang mengalami ekstasi itu, yang
berlutut bagaikan sebuah patung yang bercahaya,
tak sadar akan kehadiran para biarawati yang
datang berkerumun di kapel, ataupun orang-orang
awam yang berdesakan di balik terali-terali kapel
untuk melihat apa yang terjadi. Selang beberapa
waktu sesudah mengucap syukur, priorin datang
memanggil gadis kecil itu untuk sarapan.
Didapatinya Imelda masih berlutut; suatu senyum
bahagia tersungging di bibirnya, namun ia telah
wafat, dalam luapan kasih dan sukacita. Sepanjang
hidupnya Imelda begitu rindu menyambut Yesus
dalam Komuni Kudus; dan sungguh, Tuhan tidak
pernah mengecewakan. Tuhan telah merancang
suatu rencana yang indah, yang tak terbayangkan
oleh siapa pun, bagi mempelai kecil-Nya - membawa
443
Imelda bersama-Nya ke dalam Kerajaan-Nya,
sehingga mereka tidak akan pernah berpisah lagi
untuk selamanya! Imelda Lambertini dinyatakan
sebagai beata pada tahun 1826 dan dimaklumkan
sebagai pelindung para penerima Komuni Pertama
oleh St Paus Pius X. Jenazah Imelda yang tak rusak
hingga sekarang disemayamkan di Gereja St
Sigismund di Bologna. Pesta B. Imelda Lambertini
dirayakan pada tanggal 13 Mei.
“Dapatkah seorang menyambut Yesus masuk ke dalam
hatinya dan tidak mati?”
INGEBORG (abad ke-12)
yaitu puteri Raja Denmark dan isteri Raja
Filip II dari Perancis yang jahat. Sebulan sesudah
menikah, ia diceraikan oleh raja dan baru diterima
kembali sesudah istri kedua meninggal. namun
kemudian ia diusir lagi. Ingeborg menghabiskan sisa
hidupnya dengan hidup menyepi dan berdoa bagi
suaminya.
P: 30 Juli
INGGRIS (1535-1681)
Henry VIII, seorang raja Inggris yang kejam,
memisahkan Gereja di Inggris dari Roma. Sebab,
paus tidak dapat mengesahkan perceraian raja dari
istri yang pertama. Lalu ia mengangkat diri sebagai
“kepala gereja” dan menuntut semua pihak
mengakuinya. Mereka yang membangkang diancam
hukuman mati. Mula-mula sedikit saja yang berani
menentang raja seperti John Fisher, uskup yang
diangkat menjadi cardinal saat berada dalam
penjara; lalu Thomas Moore, kanselir dan sastrawan.
Pertama-tama John Houghton, prior biara
Kartus London dan Lincoln, bersama 18 rahibnya
444
dan imam praja dibunuh dengan kejam. Tidak
kurang 950 biara ditutup dan segala harta milik
disita oleh raja, yang menginginkan tanah dan milik
gerejani itu. Puluhan gereja dihancurkan. Dibawah
pemerintahannya – Henry – membunuh dua dari
enam istrinya – 50 martir menemui ajalnya.
Penganiayaan yang lebih kejam dan ganas lagi
dilakukan oleh puterinya, yaitu Ratu Elisabet I. Ia
tegas-tegas menuntut agar diakui sebagai “Kepala
Gereja Inggris” (1559). Semua uskup dipenjarakan
dan rakyat dipaksa mengikuti ibadat Anglikan.
Sekalipun Elisabet begitu kejam, namun dari
188 martir waktu itu tidak satupun yang tidak loyal
terhadap dia sebagai ratu. Sungguhpun demikian
ratu memerintahkan bawahannya susaha menyiksa
mereka dengan cara-cara yan paling ngeri dan tidak
berperikemanusiaan. Semua imam yang tertangkap
dibunuh dan orang-orang awam yang memberi
makanan atau penginapan kepada mereka
digantung. Akan namun ancaman ini tidak berhasil
mencegah banyak pemuda Inggris yang berani
mengungsi ke daratan Eropa dan belajar teologi, lalu
pulang ke negerinya melayani umat. Setiap gerak
langkah mereka dibuntuti oleh dinas intelijen ratu,
sehingga sesudah beberapa tahun hamper pasti
tertangkap, disiksa, digantung dan sebelum mati
dipotong untuk dicincang.
Diantara mereka ini lah: Edmund
Campion SJ (P: 1 Desember), yang saat menjadi
mahasiswa pernah mengelo-elukan ratu dengan
sajak pujian di universitas Oxford; Cuthbert Mayne
Pr yang disalahkan membawa surat paus ke dalam
negeri; Margareth Clitherow ditindih dengan batu
berat sampai mati, sebab memberikan penginapan
pada seorang imam dan tidak mau membocorkan
nama imam itu kepada polisi; Robert Southwell SJ
445
(P: 1 Desember), penyair dan imam yang disekap
dalam kandang penuh tahi dan kotoran sesudah
disiksa selama empat hari, sehingga ayahnya yang
Protestan tek tega melihat penderitaan anaknya dan
minta kepada ratu susaha segera dihukum saja.
Kadang-kadang para martir dibunuh dalam sel
penjara yang sudah penuh sesak dan tak pernah
boleh dibersihkan itu. Mereka tidak boleh keluar
barang sebentarpun untuk memenuhi kebutuhan.
Jarum-jarum ditusukkan dibawah kuku
Alexander Braint SJ (P: 1 Desember), susaha
mengkhianati teman-temannya; Bruder Nikolaus
Owen SJ (P: 1 Desember), yang dipanggil “Little
John”, disiksa dengan kejam sekali sebab pandai
sekali membuat tempat-tempat persembunyian bagi
para imam, dan tidak mau membocorkan nama para
imam maupun tempat persembunyian mereka;
Richard Gwyn, seorang awam dan guru, dibunuh dan
menjadi martir pertama di Wales; Filip Howard,
bangsawan pengiring ratu, bertobat sebab
menyaksikan keberanian dan kepandaian Edmund
Campion di depan pengadilan, ia sendiri kemudian
ditangkap dan meringkuk selama 10 tahun di Tower
London, sampai akhirnya mati diracun atas perintah
ratu yang menginginkan kekayaannya; Roger
Wrenno, seorang penenun kain, digantung pada
tahun1616 di Lancester, namun tali gantungannya
putus sehingga ia terjatuh, saat sadarkan diri para
pendeta mendesaknya susaha murtad saja, namun
dengan cepat Roger naik tangga lagi dan minta
algojo susaha memasang tali yang lebih kuat, saat
ditanya mengapa ia begitu buru-buru, Roger
menjawab: “Seandainya anda melihat apa yang baru
saya lihat, anda pasti juga terburu-buru”, ia telah
melihat cahaya ilahi yang menantikannya.
446
Anna Line, seorang janda, sewaktu dipenggal
berseru: “Alangkah baiknya seandainya saya
memberikan penginapan kepada seribu orang imam
dibandingkan kepada seorang saja!” – Sampai pada
masa pemerintahan Charles II, darah dari 78 martir
masih disemb

