KISAH PARA ORANG KUDUS DARI A - Z
(♂) : Laki-laki
(♀) : wanita
(†) : Meninggal pada tahun …
A : Arti dari nama ini
B : Bentuk-bentuk lain dari nama
ini
L : Lambang
P : Pesta, perayaan
S (St.) : Santa atau Santo
L (at.) : Bahasa Latin
Y(un.) : Bahasa Yunani
H : Bahasa Hibrani
J : Bahasa Jerman
Seb. M: Sebelum Masehi
Lih. : Lihat
Kej. : Kitab Kejadian
1
A
AARON (Abad ke-13 seb. M)
Aaron yaitu kakak nabi Musa dan imam
agung pertama bani Israil (lih. Kitab Keluaran,
khususnya bab 4, 10-17; 40,12-15).
B: Harun; L: tongkat yang berbunga; P: 1 Juli
ABBO (945-1004)
Abbas ini dibunuh oleh biarawan, saat
hendak memperbaharui hidup biara La Reole
(Perancis).
P: 13 November.
ABDAZ († 420)
Gara-gara seorang imam menghacurkan
patung dewa, sebab pemujaannya mengganggu
ibadat Kristen yang dilakukan dekat tempat itu,
maka orang-orang Persia menjadi marah dan
membunuh uskup Abdaz dari Hormuizd-Ardaschir ini
bersama imam-imam lain.
P: 5 September.
ABDJESUS (abad ke-4)
Mati sebagai martir di Persia.
A: Hamba Jesus (H); P: 22 April
ABDON dan SENNEN (abad ke-3)
2
yaitu bekas tawanan perang dan budak
belian Persia yang dibunuh dalam pertunjukan
gladiator di Roma. A: Abdon : hamba (Tuhan) ; P: 30 Juli.
ABDULAH IBN KAAB (ARETAS).
Pemimpin umat Kristen-Arab yang dibunuh
bersama dengan banyak orang Kristen-Arab oleh
raja Du Nawas (orang Arab beragama Yahudi),
saat terjadi perebutan kota Nadschiran (Yaman)
pada tahun 523.
ABEL
Anak kedua Adam dan Hawa yang dibunuh
oleh kakanya sendiri, yaitu Kain (lih. Kej. 4).
A: kesia-siaan (H); P: 9 Desember.
ABO († 786)
Pemuda Arab asal Baghdad (Irak) itu menjadi
pelayan seorang bangsawan di Georgia (Soviet),
tempat ia menjadi Kristen. saat kota Tiflis di
gempur oleh tentara Islam, ia dibunuh sebab
dianggap’murtad’.
P: 8 Januari
ABRAHAM (abad ke-19 SM)
Dipanggil Tuhan dari kota Ur (Iran) ke
Kanaan (Palestina). sebab imannya yang kuat,
Tuhan menjanjikan dia menjadi Bapak Bangsa-
bangsa yang besar. Ayah dari Iskak dan Ismail ini
dihormati baik oleh umat Islam (Nabi Ibrahim)
maupun Yahudi (Bapak Abraham). Ia dikuburkan di
gua Makpela dekat Hebron (lih. Kej. Bab 12-25)
A: bapak bangsa-bangsa (H); P: 9 Oktober
3
ABRAHAM de GEORGIIS SJ (1563-1595)
Lahir di Aleppo (Siria). Ia depenggal
kepalanya oleh orang Turki di Massaua (Etiopa),
sebab ketahuan beragama Kristen.
ABRAMIOS (474-557)
Menyembunyikan diri dari pemuja-pemujanya
ke Yerusalem. Akhirnya rahib ini akan terpaksa
menjadi uskup Krateria (Siria), namun melarikan diri
lagi ke Yerusalem.
P: 6 Desember.
ADELBERTUS (956-997)
Dipilih menjadi uskup Praha (Cekoslovakia),
meskipun usianya masih dibawah 30 tahun. Akan
namun sebab terbentur oleh kesulitan pastoral dan
politis, ia putus asa dan pergi ke Roma. Namun Paus
menyuruhnya pulang kembali. Adelbertus-pun
kembali dan kemudian mendirikan biara besar. Akan
namun para bangsawan terus-menerus
menentangnya.
Sekali lagi ia pergi ke Roma dan meletakkan
jabatannya. Kemudian ia menjadi misionaris di
Jerman Timur, namun hasilnya ia dibunuh bersama
kawan-kawannya dekat Danzig (Polandia).
P: 23 April
SANTA ADELAIDE (931-16 Desember 999)
4
Santa Adelaide dilahirkan pada tahun 931.
Dalam usia enambelas tahun, Puteri Burgundi ini
dinikahkan dengan Raja Lothair. Tiga tahun
kemudian, suaminya meninggal dunia. Penguasa
yang diyakini telah meracuni suaminya berusaha
menjadikan Adelaide sebagai isteri puteranya.
Adelaide tentu saja menolak. Dalam murkanya, sang
penguasa memperlakukannya
dengan kejam. Ia bahkan
mengurung Adelaide dalam
sebuah benteng di tengah
sebuah danau.
Adelaide diselamatkan
saat Raja Otto Agung dari
Jerman menaklukkan penguasa
ini. Meski Adelaide duapuluh
tahun lebih muda darinya, Otto
menikahi Puteri Adelaide yang
cantik pada Hari Natal. saat
raja membawa pulang ratunya
yang baru, rakyat Jerman segera
mencintainya. Adelaide seorang
yang lemah lembut dan anggun
lagi cantik jelita. Tuhan
menganugerahkan lima anak
kepada pasangan kerajaan ini.
Mereka hidup bahagia selama duapuluh dua tahun.
saat Otto mangkat, putera sulung Adelaide
menjadi penguasa. Puteranya ini, Otto Kedua,
seorang yang baik, namun terlalu cepat bertindak
tanpa pikir panjang. Ia melawan ibunya sendiri
sehingga ibunya meninggalkan istana. Dalam
kepedihan hatinya, Adelaide minta pertolongan
seorang abbas, Santo Majolus. Abbas ini membuat
Otto menyesali perbuatannya. Adelaide menemui
puteranya di Italia dan raja memohon pengampunan
5
dari bundanya. Adelaide berdoa bagi puteranya
dengan membawa persembahan ke tempat ziarah
Santo Martin dari Tours. Di masa tuanya, St Adelaide
dipanggil untuk memimpin negara sementara
cucunya masih kanak-kanak. Ia membangun banyak
biara dan berkarya demi mempertobatkan orang-
orang Slavic. Sepanjang hidupnya, ratu yang kudus
ini taat pada nasehat orang-orang kudus. Ia
senantiasa siap sedia mengampuni mereka yang
bersalah kepadanya. Santo Addle dari Cluny
menyebutnya sebagai “perpaduan mengagumkan
dari keelokan dan keanggunan.” Santa Adelaide
wafat pada tanggal 16 Desember 999.
Adelaide (Adelheid), Ratu. Lahir di Burgundia
(Perancis). Isteri dari raja Lothar (947-950) dan
Kaisar Otto dari Jerman (951-973). Ia wafat
tahun 999. B: Adele, Elke, Heidi, Heide; L:
wanita dengan pakaian kebesaran seorang ratu
abad pertengahan; P: 15 Desember
ADOLF (1185-1224)
Uskup dari Osnabruck (Jerman) itu berhasil
memperbaharui semangat iman umat dalam
keuskupannya.
A: serigala mulia (J); P: 17 Juni
ADOLF dan YOANES († 850)
Berasal dari keluarga campuran; ayah
beragama Islam dan ibu Kristen. Kedua pemuda ini
disiksa dengan kejam sebab ketahuan mengikuti
agama ibu. Lalu mereka murtad, namun akhirnya
bertobat dan rela mencurahkan darah mereka demi
iman kepada Kristus di Cordoba (Spanyol) pada
masa pemerintahan Emir Abdulrahman II.
P: 27 September
6
SANTO PAUS ADRIAN III († 855)
Paus ini memimpin gereja dan kota Roma di
tengah-tengah masa yang sangat sulit akibat
merajalelanya perampokan dan kelaparan.
P: 8 Juli.
ADRIAN FORTESCUE (1476-1539)
Perwira Ordo Malta dan keponakan istri kedua
Henry VIII itu di penggal di Tower (London), sebab
tidak mau mengakui raja sebagai Kepala Gereja di
Inggris.
P: 9 Juli.
ADRIAN van GOUDA dkk
Adrian van Gouda bersama dengan Daniel
van Arendonck, Kornelius van Diest, Yoanes van
Naarden, Ludwig van Arquennes, Yoanes dari Koin
serta Willehad dari Denmark bersama dengan 20
imam dan seorang awam dibunuh secara kejam oleh
orang-orang Kalvinis Belanda di Alkemar dan
Gorkum (1572), sebab tetap percaya akan
kehadiran Kristus dalam Sakramen Ekaristi.
P: 9 Juli
ADRIANUS dan NATALIA
7
Adrianus yaitu seorang perwira kekaisaran
Romawi yang bertugas di Nikomedia. Pada jaman itu
(akhir abad ke-3), seringkali tentara Romawi
diperintahkan mengejar dan menangkapi orang
Kristen. Tak sampai disitu saja, tidak jarang nyawa
orang Kristen juga dirampas. Isteri Adrianus ,
Natalia, percaya kepada Kristus dengan setia. Suatu
saat Adrianus harus memimpin anak buahna
melakukan penganiayaan terhadap umat Kristen. Ia
menolak perintah itu. Sebenarnya ia belum
dipermandikan, namun ia merelakan diri ditangkap
dan digiring ke dalam penjara.
Natalia segera menjenguk suaminya dan
mengatur, susaha ia mendapat pelajaran agama dan
dibaptis dalam penjara. Sejak saat itu ia tidak boleh
dikunjungi isterinya. Natalia tak habis akal, ia
menyamar sebagai seorang pemuda dan berhasil
menemui suaminya. Natalia minta, agar bila nanti
telah di surga Adrianus berdoa untuknya. Natalia
menyaksikan pelaksanaan hukuman mati suaminya,
melihat bagaimana anggota tubuh suaminya
dicincang. Dan ia hampir tak dapat dibendung
keinginannya untuk ikut terjun ke dalam bara api,
8
saat tubuh Adrianus dilempar ketengah gulungan
api bersama martir-martir lain. Api kemudian
padam, sebab sekonyong-konyong turun hujan
lebat. Orang Kristen mengumpulkan sisa jenasah
dan menguburkannya dekat Argypolis, di pantai
Bosporus (Turki) Natalia menyimpan relikwi berupa
sepotong tangan suaminya. Dan sejak itu ia
memutuskan untuk hidup tidak jauh dari makam
suaminya. saat Tuhan memanggilnya ke alam
baka, Natalia dikuburkan di samping Adrianus,
diantara para martir.
Adrianus dan Natalia, seorang martir dan
isterinya; meninggal di Nikomedia tahun 304;
P: 1 Desember.
AEDIGUS D’ABREU SJ (1624)
Dalam perjalanan dari Goa ke Jepang, pater
ini disergap oleh sebuah kapal Belanda di Selat
Singapura dan kemudian dibawa ke Batavia. Dalam
penjara di kota ini telah ditahan beberapa biarawan
dan imam. Dari antara mereka beberapa sudah
meninggal akibat pukulan kejam para penjaga.
Pada mulanya Pater d’Abreu diam-diam dapat
mengunjungi emapt penjara lain di dalam kota,
bahkan berhasil mendirikan tiga kapel darurat di luar
kota. Pada waktu itu hamper 3000 orang Katolik di
Batavia tidak mendapat pemeliharaan jiwa
sedikitpun. Sebab, Gubernur JP Coen mengancam
hukuman berat bagi setiap imam yang berani
memberikan sakramen-sakramen atau pelajaran
agama kepada orang Katolik mana pun juga.
Sesudah tindakan yang berani Pater d’Abreu
itu diketahui oleh pemerintah Belanda. Ia dijaga
lebih ketat. Akan namun bersama dengan seorang
imam Dominikan yang juga ditahan, Pater d’Abreu di
waktu malam mempersembahkan Misa Kudus dan
9
tiga kali meninggalkan penjara secara sembunyi-
sembunyi untuk mememelihara umat. Akibatnya,
tempat sembahayang dihancurkan, dua imam
disiksa dengan kejam dan dipaksa bekerja kasar,
sementara jatah makan dikurangi.
saat diajak melarikan diri oleh para tahanan
lain, Pater d’Abreu menolak. Ia ingin tetap
membantu tahanan Katolik yang tek berdaya
meloloskan diri. Sesudah dua tahun, pada bulan
Maret 1624, Pater d’Abreu meninggal sebab
dipukuli oleh para penjaga. Sayang tak seorang pun
mengetahui dimana saksi iman Kristen dari Jakarta
itu dimakamkan.
(Salah satu dari Orang-orang Kudus/ Martir
di Indonesia)
AFRA († 304)
Seorang mantan pelacur yang sudah bertobat
ini mati sebagai saksi iman dengan cara dibakar
hidup-hidup di Augsburg (Jerman) sebab ia menjadi
wanita Kristen yang penuh semangat.
A: wanita dari Afrika (Tunisia); P: 7 Agustus
SANTA AGATHA († 250)
Seorang gadis Kristen nan cantik bernama
Agatha hidup di Sisilia pada abad ketiga, dalam
masa pemerintahan Kaisar Decius (249-251) dimana
umat Kristen di seluruh kekaisaran dikejar-kejar dan
dianiaya. Gubernur Sisilia, yaitu Quintianus
mendengar kabar tentang kecantikan Agatha dan
menyuruh orang untuk membawa gadis itu ke
istananya. Ia menghendaki Agatha melakukan dosa
melanggar kesuciannya, namun Agatha seorang gadis
pemberani dan pantang menyerah. “Yesus Kristus,
Tuhanku,” ia berdoa, “Engkau melihat hatiku dan
Engkau mengetahui kerinduanku. Hanya Engkau
saja yang boleh memilikiku, oleh sebab aku
sepenuhnya yaitu milik-Mu. Selamatkanlah aku
dari orang jahat ini. Bantulah aku agar layak untuk
menang atas kejahatan.”
Gubernur mencoba mengirim Agatha ke
rumah seorang wanita pendosa. Mungkin saja gadis
ini akan menjadi jahat
pula. namun Agatha
menaruh kepercayaan
yang besar kepada Tuhan
dan berdoa sepanjang
waktu. Ia menjaga
kesucian dirinya. Ia tidak
mau mendengarkan
nasehat-nasehat jahat
wanita dan anak-anak
wanita nya itu.
sesudah sebulan berlalu,
Agatha dibawa kembali
kepada gubernur. Sekali
lagi gubernur berusaha
membujuknya. “Engkau
seorang wanita
terhormat,” katanya
dengan lembut. “Mengapa
engkau merendahkan dirimu sendiri dengan menjadi
seorang Kristen?” “Meskipun aku seorang
terhormat,” jawab Agatha, “aku ini seorang hamba
di hadapan Yesus Kristus.” “Jika demikian, apa
sesungguhnya arti dari menjadi terhormat?” tanya
gubernur. Agatha menjawab, “Artinya, melayani
Tuhan.”
saat gubernur tahu bahwa Agatha tidak
akan mau berbuat dosa, ia menjadi sangat marah.
Ia menyuruh orang mencambuk serta menyiksa
Agatha. Sementara ia dibawa kembali ke penjara,
Agatha berbisik, “Tuhan Allah, Penciptaku, Engkau
telah melindungi aku sejak masa kecilku. Engkau
telah menjauhkan aku dari cinta duniawi dan
memberiku ketabahan untuk menderita. Sekarang,
terimalah jiwaku.” Agatha wafat sebagai martir di
Catania, Sisilia, pada tahun 250.
Agatha (Agata), perawan dan martir. Hidup
pada abad ketiga di Italia Selatan. Ia di hormati
sebagai pelindung kemurnian. Pelindung
terhadap bahaya api (khususnya bagi orang-
orang yang bekerja di pabrik peleburan besi)
dan pelindung penyakit dada. A: yang mulia,
arif, berani (Y); L: seorang putri membawa
piring, diatasnya terletak dua buah dada yang
terpotong; P: 5 Desember
“Dengan teladannya ia mengajar kita untuk bergegas
menuju kebenaran sejati, yaitu Allah saja.” ~ Santo
Metodius
AGATA LIN (1817-1858)
Seorang guru wanita Tionghoa yang
dipenggal di Mao-Ken sebab imannya kepada
Kristus.
P: 19 Februari.
AGATANGELUS dan KASIAN OFM Cap
(† 1638)
Mereka berdua diutus sebagai misionaris ke
Mesir susaha memulihkan hubungan Gereja Kopt
dan Roma. sebab gagal, mereka meneruskan
perjalanan ke Etiopia sampai akhirnya mati dirajam.
A: Agatangelus : malaekat yang baik (Y); P: 7 Agustus
SANTA AGNES ‘MEMPELAI ANAK DOMBA’
(† 304-305)
St. Agnes hidup pada masa Gereja Perdana,
yaitu masa saat orang-orang Kristen mengalami
penindasan serta penganiayaan yang kejam dalam
pemerintahan bangsa Romawi. Ia wafat sebagai
martir sekitar tahun 304 - 305 dalam pemerintahan
Kaisar Diocletian. Usia Agnes pada waktu itu baru 13
tahun. Meskipun tidak banyak catatan sejarah yang
ada mengenai St. Agnes, ia amat populer. Hal ini
terutama sebab Santo. Ambrosius serta para kudus
Gereja lainnya banyak menulis tentangnya.
`Agnes' dalam
bahasa Latin berarti `anak
domba' atau `kurban',
sementara dalam bahasa
Yunani berarti `murni,
suci'. Agnes seorang gadis
remaja yang cantik jelita
dan berasal dari keluarga
kaya. Banyak pemuda
bangsawan Romawi terpikat
padanya; mereka saling
bersaing agar dapat
memperisteri Agnes. namun
Agnes menolak mereka
semua dengan halus dan
mengatakan bahwa ia telah
mengikatkan diri pada
seorang Kekasih yang tidak
dapat dilihat dengan mata
telanjang. Procop, putera Gubernur Romawi,
termasuk salah seorang di antara para pemuda yang
amat marah dan merasa terhina oleh penolakan
Agnes. Mereka melaporkan Agnes kepada Gubernur
dengan tuduhan pengikut Kristus.
Pada mulanya Gubernur bersikap ramah serta
lembut kepadanya. Ia menjanjikan harta serta
kedudukan jika saja Agnes mau menyangkal
imannya dan menikah dengan Procop. Agnes
menolak, berkali-kali diulanginya pernyataannya
bahwa ia tidak dapat memiliki mempelai lain selain
dari Yesus Kristus. sebab pernyataannya itu, Agnes
diseret ke depan mezbah berhala dan diperintahkan
untuk menyembahnya. Bukannya menyembah
berhala, Agnes malahan mengulurkan tangannya
dan membuat Tanda Salib, tanda kemenangan
Kristus. Gubernur kemudian memperlihatkan
kepadanya api penyiksaan, kait besi, serta segala
macam alat penyiksa lainnya, namun gadis muda itu
tetap tabah dan tidak gentar sedikit pun.
sebab Agnes tetap keras kepala, Gubernur
mengancam akan mengirim Agnes ke rumah
pelacuran. namun Agnes menjawab, “Yesus Kristus
amat pencemburu, Ia tidak akan membiarkan
kemurnian para mempelainya dicemarkan seperti
itu. Ia akan melindungi dan menyelamatkan
mereka.” Katanya lagi, “Kalian dapat menodai
pedang kalian dengan darahku, namun kalian tidak
akan pernah dapat menodai kesucian tubuhku yang
telah kupersembahkan kepada Kristus.” Gubernur
amat marah mendengar perkataannya itu. Ia
memerintahkan agar Agnes, saat itu juga, dikirim ke
rumah pelacuran dengan perintah bahwa semua
orang berhak menganiayanya sesuka hati mereka.
Orang banyak datang untuk menyaksikan
peristiwa itu. namun , saat melihat pancaran sinar
wajah Agnes yang kudus dan agung serta sikapnya
yang tenang, penuh kepercayaan kepada Kristus
yang melindunginya, orang banyak itu takut dan
tidak berani mendekat. Seorang pemuda tampil dan
berusaha mengganggu Agnes. Pada saat itu juga,
dengan kilat yang dari surga, pemuda itu tiba-tiba
menjadi buta dan jatuh ke tanah dengan tubuh
gemetar. Teman-temannya dengan ketakutan
membopongnya serta membawanya kepada Agnes
yang kemudian menyanyikan lagu puji-pujian
kepada Kritus, sehingga pemuda itu dapat melihat
serta sehat kembali.
Gubernur amat murka dan menjatuhkan
hukuman mati pada Agnes. Algojo mendapat
perintah rahasia untuk dengan segala cara
membujuk Agnes, namun Agnes menjawab bahwa ia
tidak akan pernah menyakiti hati Mempelai Surgawi-
nya. Orang banyak menangis menyaksikan seorang
dara yang lembut dan jelita dengan belenggu dan
rantai yang terlalu besar bagi ukuran tubuhnya yang
kecil, digiring ke tempat hukuman mati. Ia terlalu
muda untuk memahami arti kematian, namun
demikian ia siap menghadapinya tanpa gentar
sedikit pun. Sesungguhnya, Agnes diliputi sukacita
yang besar sebab ia akan segera diperkenankan
menyongsong mempelainya. Sama sekali tidak
dihiraukannya ratap tangis mereka yang
memohonnya untuk menyelamatkan nyawanya.
“Aku tidak akan mengkhianati Mempelai-ku dengan
menuruti keinginan kalian,” katanya, “Ia telah
memilihku dan aku yaitu milik-Nya.” Kemudian
Agnes berdoa, membungkukkan badannya untuk
menyembah Tuhan, dan segera menerima hujaman
pedang yang menghantarkan jiwanya yang suci
kepada kekasihnya. Agnes telah mempertahankan
kemurniannya dan memperoleh mahkota martir di
surga.
Jenasah Agnes disemayamkan di
pemakamam keluarga di Via Nomentana dekat kota
Roma. Kurang lebih lima puluh tahun kemudian,
yaitu pada tahun 354, Kaisar Konstantin Agung
mendirikan sebuah gereja besar di tempat itu.
Tubuh Agnes disemayamkan di bawah altar Gereja.
Pada abad ketujuh, gereja itu kemudian dipugar,
diperbesar serta diperindah dan sekarang dikenal
sebagai Basilik St. Agnes.
Selama berabad-abad, setiap tahun sekali,
yaitu pada pesta St. Agnes, dua anak domba tak
bercela dipersembahkan dan diberkati di Basilik St
Agnes. Kemudian kedua anak domba itu dipelihara
oleh para biarawati Benediktin dari Santa Cecilia di
Trastevere hingga hari Kamis Putih, yaitu pada saat
mereka digunting bulunya. Dari bulu mereka
dibuatlah 12 pallium yaitu semacam stola istimewa
yang dikirimkan kepada Bapa Suci. Bapa Suci
memberikan pallium ini kepada para Uskup
Agung yang mengenakannya sebagai lambang anak
domba yang digendong oleh Gembala Yang Baik.
Agnes, perawan dan martir di Roma (†304);
pelindung kemurnian kaum mudi. Sering ia
dilukiskan sedang membopong seekor anak
domba. Sebab, seperti Kristus, ia bagaikan anak
domba yang patuh diseret ke tempat
penyembelihan tanpa mengembik minta belas
kasihan; A: domba tersayang (L); P: 21
Januari
"Kristus mempercantik jiwaku dengan perhiasan rahmat
dan kebajikan. Aku ini milik Dia, yang dilayani oleh para
malaikat." ~ Santa Agnes
AGNES dari ASSISI (1198-1253)
Adik Santa Klara dan menjadi abbas di
Firenze.
P: 19 November
AGNES dari TSAO-KOUY (1856)
Janda muda dan katekis ini dibunuh dalam
sebuah keranjang di Kwang-u, Tiongkok.
SANTA AGNES dari MONTEPULCIANO
(1268-1317)
Santa Agnes dilahirkan dekat kota
Montepulciano, Italia, pada tahun 1268. saat
usianya baru sembilan tahun, ia memohon kepada
ayah ibunya untuk diijinkan tinggal di biara dekat
tempat tinggal mereka. Agnes amat senang bersama
para biarawati. Mereka melewatkan hidup mereka
dalam doa dan ketenangan. Mereka bekerja keras
juga. Meskipun Agnes masih
muda, ia mengerti mengapa
para biarawati itu bisa hidup
dan berdoa dengan baik.
Sebab, mereka ingin bersatu
dengan Yesus.
Tahun-tahun berlalu,
Santa Agnes melewati masa
novisiat. Ia seorang biarawati
yang baik sehingga para
biarawati lainnya senang
dengan kehadirannya. Agnes
berdoa dengan sepenuh hati.
Ia memberikan teladan yang
baik kepada para biarawati. Beberapa gadis datang
untuk bergabung bersama mereka. Agnes dan para
biarawati itu termasuk dalam Ordo Para
Pengkhotbah, yang biasa disebut Dominikan.
Beberapa tahun kemudian, Agnes dipilih menjadi
pemimpin atau “priorin” biara. Ia berusaha adil dan
jujur kepada semua biarawati. Ia selalu mencamkan
dalam hati bahwa segala sesuatu ia lakukan bagi
Yesus. Ia percaya bahwa Yesus Sendiri yang
sesungguhnya mengurus biara. Ia yang memelihara
mereka.
Moeder Agnes melakukan mati raga yang
keras. Ia senantiasa lemah lembut dan baik hati,
meskipun terkadang perasaan hatinya tidak
demikian. Tuhan memenuhi Agnes dengan sukacita
dan sekali waktu menganugerahinya dengan
karunia-karunia rohani. Suatu saat , Ia bahkan
mengijinkan Agnes membopong Kanak-kanak Yesus
dalam pelukannya.
Agnes seringkali menderita sakit. namun , ia
selalu sabar, bahkan jika penyakitnya amat parah
sekalipun. Ia tidak pernah mengeluh ataupun
mengasihani diri sendiri. Sebaliknya, ia
mempersembahkan segala sesuatunya kepada
Tuhan. Menjelang akhir hidupnya, para biarawati
tahu bahwa keadaannya tidak akan membaik.
Mereka merasa amat sedih. “Jika kalian mengasihi
aku, tentulah kalian akan bergembira,” demikian
kata Agnes, “sebab aku akan segera masuk dalam
kemuliaan Yesus.” Santa Agnes wafat pada tahun
1317 dalam usia empat puluh sembilan tahun. Ia
dinyatakan kudus pada tahun 1726. Makamnya
menjadi tempat ziarah. Banyak orang datang mohon
bantuan doanya dan mohon pertolongannya. Salah
seorang di antara para peziarah yaitu Santa
Katarina dari Siena.
SANTO AGUSTINUS (13 November 354-28
Agustus 430)
Agustinus dilahirkan pada tanggal 13
November 354 di Tagaste, Algeria, Afrika Utara.
Ayahnya bernama Patrisius,
seorang kafir. Ibunya ialah
Santa Monika, seorang
Kristen yang saleh. Santa
Monika mendidik ketiga
putera-puterinya dalam iman
Kristen. Namun demikian,
menginjak dewasa Agustinus
mulai berontak dan hidup
liar. Pernah suatu saat ia
dan teman-temannya yang
tergabung dalam kelompok
“7 Penantang Tagaste”
mencuri buah-buah pir yang
siap dipanen milik Pak Tallus, seorang petani miskin,
untuk dilemparkan kepada babi-babi.
Pada umur 29 tahun Agustinus dan Alypius,
sahabatnya, pergi ke Italia. Agustinus menjadi
mahaguru terkenal di Milan. Sementara itu, hatinya
merasa gelisah. Sama seperti kebanyakan dari kita
di jaman sekarang, ia mencari-cari sesuatu dalam
berbagai aliran kepercayaan untuk mengisi
kekosongan jiwanya. Sembilan tahun lamanya
Agustinus menganut aliran Manikisme, yaitu bidaah
yang menolak Allah dan mengutamakan
rasionalisme. namun tanpa kehadiran Tuhan dalam
hidupnya, jiwanya itu tetap kosong. Semua artikel -
artikel ilmu pengetahuan telah dibacanya, tapi ia tidak
menemukan kebenaran dan ketentraman jiwa.
Sejak awal tak bosan-bosannya ibunya
menyarankan kepada Agustinus untuk membaca
Kitab Suci di mana dapat ditemukan lebih banyak
kebijaksanaan dan kebenaran dibandingkan dalam ilmu
pengetahuan. namun , Agustinus meremehkan
nasehat ibunya. Kitab Suci dianggapnya terlalu
sederhana dan tidak akan menambah
pengetahuannya sedikit pun.
Pada usia 31 tahun Agustinus mulai tergerak
hatinya untuk kembali kepada Tuhan berkat doa-doa
ibunya serta berkat ajaran Santo Ambrosius, Uskup
kota Milan. Namun demikian ia belum bersedia
dibaptis sebab belum siap untuk mengubah sikap
hidupnya. Suatu hari, ia mendengar tentang dua
orang yang serta-merta bertobat sesudah membaca
riwayat hidup Santo Antonius Pertapa. Agustinus
merasa malu. “Apa ini yang kita lakukan?” teriaknya
kepada Alypius. “Orang-orang yang tak terpelajar
memilih surga dengan berani. namun kita, dengan
segala ilmu pengetahuan kita, demikian pengecut
sehingga terus hidup bergelimang dosa!” Dengan
hati yang sedih, Agustinus pergi ke taman dan
berdoa, “Berapa lama lagi, ya Tuhan? Mengapa aku
tidak mengakhiri perbuatan dosaku sekarang?”
Sekonyong-konyong ia mendengar seorang anak
menyanyi, “Ambillah dan bacalah!” Agustinus
mengambil Kitab Suci dan membukanya tepat pada
ayat, “Marilah kita hidup dengan sopan seperti pada
siang hari… kenakanlah Tuhan Yesus Kristus sebagai
perlengkapan senjata terang dan janganlah merawat
tubuhmu untuk memuaskan keinginannya.” (Roma
13:13-14). Ini dia! Sejak saat itu, Agustinus
memulai hidup baru.
Pada tanggal 24 April 387 Agustinus
dipermandikan oleh Uskup Ambrosius. Ia
memutuskan untuk mengabdikan diri pada Tuhan
dan dengan beberapa teman dan saudara hidup
bersama dalam doa dan meditasi. Pada tahun 388,
sesudah ibunya wafat, Agustinus tiba kembali di
Afrika. Ia menjual segala harta miliknya dan
membagi-bagikannya kepada mereka yang miskin
papa. Ia sendiri mendirikan sebuah komunitas
religius. Atas desakan Uskup Valerius dan umat,
maka Agustinus bersedia menjadi imam. Empat
tahun kemudian Agutinus diangkat menjadi Uskup
kota Hippo.
Semasa hidupnya Agustinus yaitu seorang
pengkhotbah yang ulung. Banyak orang tak percaya
kembali ke gereja Katolik sementara orang-orang
Katolik semakin diperteguh imannya. Agustinus
menulis surat-surat, khotbah-khotbah serta artikel -
artikel dan mendirikan biara di Hippo untuk mendidik
biarawan-biarawan agar dapat mewartakan injil ke
daerah-daerah lain, bahkan ke luar negeri. Gereja
Katolik di Afrika mulai tumbuh dan berkembang
pesat.
Di dinding kamarnya, ada kalimat
berikut yang ditulis dengan huruf-huruf yang besar:
“Di sini kami tidak membicarakan yang buruk
tentang siapa pun.” “Terlambat aku mencintai-Mu,
Tuhan,” serunya kepada Tuhan suatu saat .
Agustinus menghabiskan sisa hidupnya untuk
mencintai Tuhan dan membawa orang-orang lain
untuk juga mencintai-Nya.
Agustinus wafat pada tanggal 28 Agustus 430 di
Hippo dalam usia 76 tahun. Makamnya terletak di
Basilik Santo Petrus. Kumpulan surat, khotbah serta
tulisan-tulisannya yaitu warisan Gereja yang amat
berharga. Di antara ratusan artikel karangannya,
yang paling terkenal ialah “Pengakuan-Pengakuan”
(di Indonesia diterbitkan bersama oleh Penerbit
Kanisius dan BPK Gunung Mulia) dan “Kota Tuhan”.
Santo Agustinus dikenang sebagai Uskup dan
Pujangga Gereja serta dijadikan Santo pelindung
para seminaris. Jadi tidak peduli berapa jauh anda
menyimpang dari Tuhan, Ia selalu siap untuk
membawa anda kembali. Sama seperti Agustinus,
seorang kafir yang dipanggil menjadi seorang
Uskup, anda pun juga dapat bertumbuh dalam kasih
dan kuasa Tuhan. Iman sejati sungguh sangat
indah.
Agustinus, uskup dan pujangga Gereja, putera
S/ Monika, Lahir tahun 354 di Tagaste (Afrika
Utara). artikel nya yang terkenal: “Pengakuan”
dan “Negara Tuhan”. Ia menulis aturan hidup
membiara. Wafat tahun 430 di Hippo; pelindung
para calon imam (seminaris). A: yang agung
dan mulia; B: Agus, Agustin dan Tinus (♂);
Agusta dan Agustina (♀); L: tongkat dan mitra
uskup; P: 28 Agustus.
“Engkau telah menciptakan kami bagi Diri-Mu, ya Allahku,
dan hati kami tiada tenang sebelum beristirahat di dalam
Dikau.” ~ Catatan St. Agustinus "Pengakuan-Pengakuan"
SANTO AGUSTINUS CANTERBURY († 26
Mei 605)
Santo Agustinus yaitu Kepala Biara Santo
Andreas di Roma. Paus Santo Gregorius Agung
memilihnya bersama
empatpuluh biarawan
lain untuk suatu misi
yang dirindukannya.
Mereka diutus untuk
mewartakan Injil kepada
rakyat Inggris.
Agustinus dan para
biarawan pun memulai
perjalanan mereka.
saat tiba di Perancis
selatan, mereka
diperingatkan akan
kebengisan orang-orang
Inggris. Para biarawan
menjadi patah semangat. Mereka mendesak
Agustinus agar bersama-sama kembali dan
mendapatkan ijin paus untuk membatalkan seluruh
rencana itu. Mereka memang melakukannya, namun
paus tetap bersikeras mengutus mereka ke Inggris.
Beliau mengatakan bahwa orang-orang Inggris rindu
menerima iman Kristiani. Para biarawan pun
berangkat ke Inggris. Mereka tiba pada tahun 596.
Para misionaris disambut baik oleh Raja
Ethelbert, yang isterinya yaitu seorang puteri
Kristiani dari Perancis. Para biarawan membuat
suatu arak-arakan saat mereka mendarat. Mereka
berjalan beriringan sembari memadahkan mazmur.
Mereka membawa sebuah salib dan sebuah gambar
Tuhan kita. Banyak orang menerima kabar gembira
dari para biarawan. Raja Ethelbert sendiri juga
dibaptis pada Hari Raya Pentakosta tahun 597. St
Agustinus ditahbiskan menjadi uskup pada tahun
yang sama.
Santo Agustinus kerap menulis surat untuk
memohon nasehat paus. Dan Paus Santo Gregorius
pun banyak memberinya nasehat-nasehat kudus
pula. Berbicara mengenai banyaknya mukjizat yang
diadakan Santo Agustinus, paus mengatakan,
“Engkau sepatutnya bersukacita dengan gemetar
dan gemetar dengan sukacita atas karunia itu.”
Maksud beliau yaitu agar Agustinus hendaknya
bersukacita bahwa melalui mukjizat-mukjizat itu
orang-orang Inggris dipertobatkan. namun ,
hendaknya ia berhati-hati pula untuk tidak menjadi
sombong. Di Canterbury, St Agustinus mendirikan
sebuah gereja dan sebuah biara, yang di kemudian
hari menjadi yang terpenting di Inggris. Di sanalah
kelak Santo Agustinus dimakamkan. Santo
Agustinus wafat pada tanggal 26 Mei 605, tujuh
tahun sesudah kedatangannya di Inggris.
P: 27 Mei.
AGUSTINUS de MAGDALENA OP (1618)
Ia jatuh ke tangan orang-orang Lamakera di
Solor. sesudah lama disiksa dengan kejam, tubuh
pastor ini dihancurkan di bawah sebuah perahu
besar. Roma mengijinkan menghormati pastor ini
sebagai martir.
(Salah satu dari Orang2 Kudus di ndonesia)
AHMED, ZAIDA, dan ZORAIDA (1180)
yaitu saudara Almansur, kepala negeri
Lerida di Spanyol. Mereka bertobat mengikuti Kristus
dan berusaha mengkristenkan kakak mereka, namun
justru mengakibatkan mereka diserahkan ke tangan
algojo. Nama permandian mereka yaitu Bernard,
Maria dan Gracia.
P: Bernard 1 Juni, Maria dan Gracia 21 Agustus.
SANTO AIDAN († 651)
Santo Aidan yaitu seorang biarawan Irlandia
yang hidup pada abad ketujuh. Ia tinggal di biara
besar di Iona yang
didirikan Santo
Kolumbanus. Santo Oswald
menjadi Raja Inggris Utara
pada tahun 634. Raja
mengundang para
misionaris untuk
mewartakan Injil kepada
rakyatnya yang masih kafir.
Misionaris pertama yang
berangkat segera pulang
kembali dengan mengeluh
bahwa orang-orang Inggris amat kasar, keras kepala
dan liar. Para biarawan berkumpul bersama untuk
merundingkan situasi ini. “Menurutku,” kata Santo
Aidan kepada biarawan yang kembali itu, “engkau
terlalu keras dengan orang-orang ini.” Ia kemudian
menjelaskan bahwa, sebagaimana dikatakan Santo
Paulus, terlebih dahulu ajaran-ajaran yang mudahlah
yang diberikan. saat orang-orang telah bertambah
kuat dalam Sabda Allah, barulah dapat dimulai
ajaran-ajaran yang lebih sempurna mengenai
hukum-hukum Tuhan yang kudus.
saat para biarawan mendengar nasehat
yang bijaksana itu, mereka berpaling kepada Aidan.
“Sebaiknya engkaulah yang pergi ke Inggris Utara
untuk mewartakan Injil,” kata mereka. Aidan pergi
dengan suka hati. Ia menerima tugas baru ini
dengan kerendahan hati dan semangat doa. Ia mulai
dengan berkhotbah. Raja Santo Oswald sendiri yang
menerjemahkan khotbah-khotbah Aidan ke dalam
bahasa Inggris hingga Aidan menguasai bahasa
Inggris dengan lebih baik. Santo Aidan berkelana ke
seluruh penjuru negeri, selalu dengan berjalan kaki.
Ia bekhotbah dan menolong rakyat. Ia melakukan
banyak perbuatan baik dan amat dikasihi oleh
umatnya. sesudah tigapuluh tahun masa pelayanan
Santo Aidan, setiap biarawan atau imam yang
datang ke daerah itu akan disambut dengan penuh
sukacita oleh segenap penduduk desa. Di Pulau
Lindisfarne, Santo Aidan mendirikan sebuah biara
besar. Betapa banyak orang kudus dihasilkan dari
sana hingga Lindisfarne dikenal sebagai Pulau
Kudus. Sedikit demi sedikit, pengaruh pewartaan
yang giat ini mengubah Inggis Utara menjadi sebuah
pulau Kristen yang beradab. Santo Aidan wafat pada
tahun 651.
P: 31 Agustus
AKWILA dan PRISKA (abad ke-1)
Suami-isteri kaya ini membantu dan
menyelamatkan Santo Paulus dari ancaman maut.
Mereka juga rajin menyebarkan injil dan rumah
mereka digunakan untuk perayaan ekaristi (lihat a.l.
Kisah Rasul 18, 18 dan 26; Roma 16, 3 dst)
A: Akwila ♂ = rajawali; Priska ♀ = wanita
terhormat (sebab lanjut usia) (L); P: 8 Juli
SANTO AKHILLEUS († 304), SANTO
NEREUS († 304) dan SANTO PANKRASIUS
Akhilleus dan Nereus yaitu prajurit Romawi
yang meninggal sekitar tahun 304. Mereka
kemungkinan yaitu para
pengawal Praetorian di bawah
Kaisar Trajan. Kita mengetahui
hanya sedikit saja mengenai
mereka. namun , apa yang kita
ketahui berasal dari dua orang
paus yang hidup pada abad
keempat, Paus Siricius dan
Paus Damasus. Pada tahun
398, Paus Siricius mendirikan
sebuah gereja di Roma demi
menghormati mereka. Paus
Damasus menuliskan sebuah
catatan pujian bagi kedua
martir ini. Beliau menjelaskan bahwa Nereus dan
Akhilleus dipertobatkan kepada iman Kristiani.
Mereka meninggalkan senjata mereka untuk
selamanya.
Mereka yaitu para pengikut Kristus yang sejati
bahkan hingga menyerahkan nyawa. Nereus dan
Akhilleus dibuang dalam pengasingan ke pulau
Terracina. Di sana mereka dipenggal kepalanya.
Pada abad keenam, sebuah gereja kedua dibangun
di bagian lain Roma demi menghormati kedua martir
ini.
Santo Pankrasius, seorang yatim piatu
berusia empatbelas tahun, hidup pada masa yang
sama. Kemungkinan besar ia
jadi martir pada hari yang
sama. Pankrasius bukanlah
seorang penduduk asli Roma.
Ia dibawa ke sana oleh
pamannya yang mengasuhnya.
Pankrasius menjadi seorang
pengikut Kristus dan dibaptis.
Meski masih seorang remaja, ia
ditangkap sebab menjadi
seorang Kristiani. Pankrasius
menolak untuk menyangkal
imannya. sebab itu, ia dijatuhi
hukuman mati. Pankrasius
dihukum pancung. Ia menjadi seorang martir yang
sangat popular pada masa Gereja perdana. Orang
mengaguminya oleh sebab ia begitu muda namun
begitu berani. Pada tahun 514, sebuah gereja besar
dibangun di Roma demi menghormatinya. Pada
tahun 596, seorang misionaris terkenal, Santo
Agustinus dari Canterbury, membawa iman Kristiani
ke Inggris. Ia menamai gereja pertamanya dengan
nama Santo Pankrasius.
ALBAN (abad ke-3)
Martir pertama di Inggris itu dipenggal
kepalanya, sebab menyembunyikan seorang imam
A: yang putih, cerah; P: 22 Juni
ALBERT(US) (1149-1214)
Uskup Agung Yerusalem itu berhasil
menyusun peraturan hidup Ordo Karmelit. Ia
meninggal sebab dibunuh oleh penjahat yang
ditegurnya
P: 17 September
ALBERT(US) († 1279)
Seorang petani di Bergamo Italia ini berusaha
giat membantu kaum miskin, namun terus dianiaya
oleh famili isterinya yang iri hati.
P: 11 Mei
SANTO ALBERTUS AGUNG (1206-1280)
Santo Albertus hidup pada abad ketigabelas.
Ia dilahirkan di sebuah kastil di Sungai Danube di
Swabia (Jerman barat daya). Albertus belajar di
Universitas Padua di Italia. Di sana ia memutuskan
untuk menjadi seorang Dominikan. Pamannya
berusaha membujuknya untuk tidak memenuhi
panggilan religiusnya. Namun demikian, Albertus
tetap pada pendiriannya. Ia merasa bahwa itulah
yang Tuhan kehendaki. Ayahnya, pangeran
Bollstadt, amat marah. Para Dominikan khawatir
kalau-kalau ayahnya akan membawa Albertus
pulang kembali ke rumah. Oleh sebab itu, mereka
mengirim Albertus, yang masih menjadi novis, ke
suatu tempat yang jauh. namun ternyata ayahnya
tidak datang untuk
menjemputnya.
Santo Albertus sangat senang
belajar. Ia suka ilmu
pengetahuan alam, terutama
fisika, geografi dan biologi.
Semuanya itu amat menarik
baginya. Ia juga senang
memperdalam pengetahuan
tentang agama Katolik dan Kitab
Suci. Ia biasa mengamati perilaku
binatang-binatang serta
menuliskan apa yang ia amati,
sama seperti yang dilakukan para
ilmuwan sekarang. Santo Albertus menulis banyak
sekali artikel -artikel tentangnya. Ia juga menulis
tentang filosofi dan merupakan seorang guru yang
popular di berbagai sekolah.
Salah satu murid Santo Albertus yaitu Santo
Thomas Aquinas yang hebat itu. Dikatakan bahwa
Santo Albertus mengetahui kematian Santo Thomas
langsung dari Tuhan. Ia telah membimbing St.
Thomas pada awal karya-karya besarnya di bidang
filosofi dan theologi. Ia jugalah yang
mempertahankan ajaran-ajaran St. Thomas sesudah
ia wafat. Semakin bertambah umur, St. Albertus
semakin kudus. Sebelumnya, ia telah
mengungkapkan pemikiran-pemikirannya yang
mendalam dalam tulisan-tulisannya. Sekarang, ia
mengungkapkan pemikiran-pemikirannya yang
mendalam ini dalam seluruh cara hidupnya
yang hanya bagi Tuhan.
Albertus Magnus (Agung), uskup dan
pujangga Gereja. Lahir di Lauinge tahun 1206
dan wafat di Kőln tahun 1280. Pelindung kaum
ilmiawan dan mahasiswa. B: Albertin (♀); L:
seorang uskup yang sedang menulis artikel ; P:
15 November.
SANTO ALBERTUS de TRAPANI (1307)
St. Albertus dilahirkan pada tahun 1250 di
Kerajaan Sicilia, tepatnya di kota Trapani dari
pasangan suami istri bernama Benedictus de’Abbati
dan Joana de Salzi sesudah mereka berdua menikah
selama 26 tahun tanpa anak. Selama itu mereka
memohon kemurahan Tuhan, khususnya dengan
bantuan Bunda Maria, agar mereka dikaruniai anak.
Mereka bahkan berjanji akan mempersembahkannya
kembali kepada Tuhan jika permohonan itu
dikabulkan. Janji itu tak dapat mereka ingkari saat
Tuhan menganugerahkan kemurahan-Nya dengan
kelahiran Albertus yang ‘hanya’ sempat tinggal
bersama mereka selama lebih-kurang 14 tahun.
Pada usia delapan
tahun, Albertus sudah
ditentukan oleh seorang
pangeran sebagai calon
mempelai putrinya jika
mereka sudah dewasa.
Namun Albertus menolak
sebab pada saat itu ia
sudah berniat masuk
Ordo Karmel. Ia
memprotes kepada orang
tuanya dengan cara
anak-anak: “Sebelum
Ayah Bunda memberikan
izin kepada saya untuk
hidup membiara, saya
tidak akan menyentuh
makanan maupun
minuman!” saat ditolak masuk biara sebab
kemudaan usianya, kepada pembesar biara
“St.Maria Menerima Kabar Gembira” di Trapani,
sambil bercucuran air mata ia mengatakan: “Pater,
untuk memberikan bukti pertama dari ketaatan
saya, pada saat ini juga saya akan pulang kembali
ke rumah.”
sebab perlindungan St. Maria terhadap niat
kedua orang tuanya dan keistimewaan Albertus yang
telah dipilih Tuhan, perjuangannya untuk menjadi
biarawan Karmelit tak pernah dapat dipadamkan
oleh berbagai kenikmatan hidupnya sebagai putra
keluarga bangsawan. Tak ada lagi yang dapat
menahan keinginannya. Pada tahun 1264 ia
menerima pakaian biara. Segera sesudahnya ia
membagi-bagikan pakaiannya sendiri kepada orang-
orang miskin.
Sejak awal hidup membiaranya Albertus
memang tidak puas akan kebajikan yang biasa.
Semakin sering ia menyangkal diri, semakin sering
ia tertarik untuk meningkatkannya. Daya tahan dan
kepandaiannya berbicara sangat luar biasa, sehingga
seorang sarjana menamainya: “Sebuah Arus
Nasihat”. Ia bekerja dengan tangannya saat
menulis artikel -artikel ilmu pengetahuan atau tentang
ketakwaan kepada Tuhan, atau bila ia melaksanakan
pekerjaan-pekerjaan di biara. Ia bekerja dengan
lidahnya bila ia menerangkan isi Injil Suci kepada
umat. Ia bekerja dengan pikiran, bila ia
mempertimbangkan karya tulisnya. Pendek kata, ia
bekerja agar Tuhan berkenan kepadanya untuk
mengenyahkan setan yang tak mampu lagi
menembus jiwanya. Maka, dengan gagah berani ia
dapat merebut para pendosa dari cakar-cakar kuasa
kegelapan. Melalui mati-raga yang ketat, ia
mencapai kesempurnaan yang dikehendaki Tuhan.
Meskipun demikian, Albertus tetap rendah hati.
saat ia diminta mempersiapkan diri untuk
ditahbiskan menjadi imam, ia berkata: “Seorang
imam harus suci, sedangkan saya hanyalah seorang
yang berdosa besar; ia harus menyerupai matahari
yang menerangi orang-orang lain, sedangkan jiwa
saya sedemikian lemah, sehingga membutuhkan
bantuan yang kuat”. namun , Tuhan telah memilihnya
menjadi imam. Maka ia pun ditahbiskan oleh Uskup
Agung Messina. Beberapa tahun kemudian, ia
diangkat sebagai provinsial walaupun sudah
berusaha menolaknya sebab merasa tak layak
dibandingkan saudara-saudara seserikat yang
memilihnya.
Dalam segala hal, hidup Albertus diarahkan
bagi bertambah besarnya keluhuran Tuhan,
keselamatan jiwa-jiwa sesamanya, kecemerlangan
dan perkembangan serikatnya. Meskipun ia
menganggap pujian sebagai jebakan yang dipasang
untuk menjerat kebajikannya, ia tidak dapat
menghindari sorak-sorai umat yang tercengang
sebab Tuhan mengadakan berbagai mukjizat
dengan perantaraannya. Meskipun pada usia 57
tahun kesehatannya masih sangat baik, namun
sebab mengetahui dari bisikan ilahi bahwa akhir
hidupnya sudah dekat, ia meletakkan jabatannya
sebagai provinsial dan mengasingkan diri di sebuah
biara yang sudah hampir menyerupai timbunan
reruntuhan akibat perang.
Dalam waktu singkat, keadaan biara yang tak
layak dihuni itu memicu kesehatannya
merosot tajam. Suatu malam ia memanggil para
saudara seserikatnya di biara Messina dan
menyampaikan pesan-pesan terakhirnya agar
mereka semua setia pada kaul-kaul kekal kebiaraan
dan kepada Tahta Santo Petrus. Kemudian ia
meninggalkan dunia fana ini dengan tenang sesudah
mengulangi perkataan Sang Penebus menjelang
wafat-Nya: “Bapa, ke dalam tangan-Mu, kuserahkan
jiwaku!”
Uskup Agung Messina dan Raja Frederik menjemput
jenazah suci itu dan dibawa dalam perarakan ke
Gereja Katedral untuk disemayamkan di altar utama.
Rakyat menuntut agar bagi Albertus
dipersembahkan “Misa Pengaku Iman”, bukan “Misa
Arwah” (Requiem). Sesudah beberapa hari
jenazahnya dimasukkan ke sebuah makam batu di
gereja para Karmelit. Raja dan para rohaniwan
maupun umat segera memohon ke Tahta Suci agar
mengumumkan pengesahan Albertus sebagai orang
kudus. Namun pelaksanaan keputusan itu selalu
tertunda akibat suasana keruh yang ditimbulkan
oleh perang yang berulang-ulang hingga
memporakporandakan Sicilia.
Baru pada tanggal 31 Mei 1476, Paus Sixtus
IV mengumumkan bulla “Caelestis aulae militum”
yang menyatakan Albertus sah mendapat sebuah
tempat di antara para kudus untuk selama-lamanya.
P: 7 Agustus
ALEX (abad ke-5)
Diceritakan Alex menghilang pada hari
perkawinannya, sebab dipaksa menikahi gadis
pilihan orang tuanya. Tujuhbelas tahun ia hidup
sebagai pengemis di Edessa (Siria). Akhirnya, Alex
pulang ke rumah orang tuanya dan bekerja sebagai
pelayan, namun sudah tidak dikenali lagi oleh
familinya.
P: 17 Juli
ALEXANDER
Kisah
kuno tentang
para saksi iman
di Roma
menceritakan,
bahwa Alexander
termasuk salah
satu dari ketujuh
martir yang
dibunuh pada
tanggal 10 Juli.
Mereka yaitu
anak-anak Santa
Felisitas,
bersama dengan
ibunya yang sudah janda itu Alexander dan keenam
saudaranya ditangkap pada masa pemerintahan
Kaisar Antonius Pius, sebab menolak memberikan
persembahan kepada dewa-dewa kekaisaran.
Mereka dikebumikan dalam empat katakombe di
Roma.
Alexander, Felix, Filipus, Martialis, Vitalis,
Silvianus, Yanuarius dan ibu mereka Santa
Felisitas, martir abad ke-2); L: seorang ibu
bersama tujuh anaknya; P: 10 Juli. B:
Alexandra yaitu bentuk wanita dari
Alexander, sedangkan Alexandreia dari
Alexandros
ALEXANDROS (abad ke-4)
Patrik kota Alexandria (Mesir) itu gigih
membela gereja terhadap bidaah Arius yang
mengkal ketuhanan Jesus
P: 26 Februari
ALFONS de NAVARETE OP (1571-1617)
Seorang misionaris di Philipina dan martir di
Takushima (Jepang).
P: 10 September
ALFONSO de CASTRO SJ (1558)
saat sedang berlayar dari Halmahera ke
Ternate ia ditangkap oleh pelaut Islam. Lalu diikat
selama lima hari pada haluan kapal tanpa diberi
makan dan minum. Akhirnya Alfonso dibunuh
dengan kejam di pulau Hiri (Maluku).
(Salah satu dari Orang-orang Kudus di
Indonesia)
SANTO ALFONSUS MARIA de LIGUORI
(1696-1787)
Alfonsus dilahirkan dekat Naples, Italia pada
tahun 1696. Ia seorang pelajar yang giat belajar. Ia
mendapatkan
gelar dalam
bidang hukum
dan menjadi
seorang
pengacara
terkenal. Suatu
kesalahan yang
dibuatnya di
pengadilan
membuat
Alfonsus yakin
akan apa yang
telah ada dalam
pikirannya: ia harus meninggalkan pekerjaannya dan
menjadi seorang imam. Ayahnya berusaha
membujuk Alfonsus agar ia mengurungkan niatnya
itu. namun , tekad Alfonsus sudah bulat. Ia menjadi
seorang imam.
Kehidupan Alfonsus dipenuhi dengan berbagai
macam kegiatan. Ia berkhotbah dan menulis banyak
artikel . Ia membentuk suatu kongregasi rohani yang
disebut “Kongregasi Pater-Pater Redemptoris”
(CSsR; Redemptoris artinya Sang Penebus). Alfonsus
memberikan pengarahan rohani yang bijaksana dan
membawa damai bagi umatnya melalui Sakramen
Rekonsiliasi. Ia juga menulis lagu puji-pujian,
bermain organ dan melukis. St. Alfonsus menulis
enampuluh buah artikel . Ini sungguh luar biasa
mengingat tugas dan tanggung jawabnya yang lain
amatlah banyak. Ia juga sering menderita sakit. Ia
sering sakit kepala, namun segera ia akan
menempelkan sesuatu yang dingin ke dahinya dan
terus tetap bekerja.
Meskipun pada dasarnya ia memiliki
kecenderungan untuk bersikap terburu-buru,
Alfonsus berusaha untuk menguasai diri. Ia amat
rendah hati, hingga saat pada tahun 1798 Paus
Pius VI ingin mengangkatnya menjadi seorang
Uskup, dengan lembut ia mengatakan “tidak”. saat
para utusan paus telah datang secara pribadi untuk
menyampaikan keputusan paus kepadanya, mereka
menyapa Alfonsus dengan “Tuan yang Termasyhur”.
Alfonsus menjawab, “Tolong, jangan memanggilku
seperti itu lagi. Sebutan itu akan membuatku mati.”
Paus memberikan pengertian kepada Alfonsus
bahwa ia sungguh menghendaki Alfonsus menjadi
seorang Uskup.
Alfonsus mengutus banyak pengkhotbah ke
seluruh wilayah keuskupannya. Umat perlu
diingatkan kembali akan cinta kasih Tuhan dan akan
pentingnya iman mereka. Alfonsus berpesan kepada
para imam untuk menyampaikan khotbah yang
sederhana. “Saya tidak pernah menyampaikan
khotbah yang tidak dapat dimengerti bahkan oleh
nenek tua yang paling lugu yang ada di gereja,”
katanya. Dengan semakin bertambahnya usia,
Alfonsus menderita berbagai penyakit. Ia menderita
radang sendi yang menyiksanya dan menjadikannya
lumpuh. Ia kehilangan pendengarannya serta nyaris
buta. Ia juga harus mengalami berbagai kekecewaan
dan pencobaan. Namun, Alfonsus memiliki devosi
yang amat mendalam kepada Santa Perawan Maria,
seperti yang dapat kita ketahui melalui artikel nya
yang terkenal yang berjudul 'Kemuliaan Maria'.
Segala penderitaan dan pencobaan itu berakhir
dengan damai dan sukacita serta kematian yang
kudus.
Alfonsus wafat pada tahun 1787 pada usia sembilan
puluh satu tahun. Paus Gregorius XVI
menyatakannya kudus pada tahun 1839. Paus Pius
IX memberinya gelar Doktor Gereja pada tahun
1871.
Alfonsus Maria de Liguari, uskup, ahli teologi
moral, pujangga Gereja dan pendiri Kongregasi
Redemptoris (artinya: Sang Penebus). Kini
anggota-anggotanya berkarya juga di Sumba
dan Sumbawa. Lahir dan meninggal dekat
Napoli, Italia (1696-1787). B: Alfons, Fons (♂);
Alfonsa (♀); L: seorang uskup dengan rosario
dan salib dalam tangannya; P: 1 Agustus.
“Bersama Tuhan, penebusan berlimpah.” ~ St.
Alfonsus
SANTO ALFONSUS RODRIQUES (1553-
1617)
Orang kudus dari Spanyol ini dilahirkan pada
tahun 1553. Ia mengambil alih usaha jual beli kain
wol milik keluarganya
saat usianya duapuluh
tiga tahun. Tiga tahun
kemudian ia menikah.
Tuhan mengaruniakan
kepada Alfonsus dan
Maria - isterinya, dua
orang anak. namun
banyak penderitaan
yang kemudian datang
menimpa Alfonsus.
Usahanya mengalami
kesulitan, puterinya
yang masih kecil meninggal dunia, disusul oleh
isterinya. Sekarang, pengusaha ini mulai berpikir
tentang apa yang kira-kira dirancangkan Tuhan
baginya. Dari dulu Alfonsus yaitu seorang Kristen
yang saleh. namun sekarang, ia berdoa, bermatiraga,
dan menerima sakramen-sakramen lebih banyak
dari sebelumnya.
saat usianya menjelang empatpuluh tahun,
putera Alfonsus meninggal dunia juga. Bukannya
membenamkan diri dalam kesedihan, namun Alfonsus
semakin khusuk berdoa serta memohon karunia
percaya sepenuhnya kepada Tuhan. Segera
kemudian Alfonsus mohon diijinkan bergabung
dengan Serikat Yesus. namun , ia diberitahu bahwa ia
harus belajar terlebih dahulu.
Jadi, ia kembali bersekolah. Anak-anak kecil
menertawakan Alfonsus. Ia harus meminta-minta
untuk makan, sebab ia telah memberikan seluruh
uangnya kepada kaum miskin papa. Demikianlah,
pada akhirnya Alfonsus diterima sebagai frater dan
diberi tugas sebagai penjaga pintu di sebuah
seminari Yesuit. “Frater yang itu bukanlah seorang
manusia - ia seorang malaikat!” demikian kata
superiornya mengenai Alfonsus bertahun-tahun
kemudian. Para imam yang mengenalnya selama
empat puluh tahun tidak pernah mendapatinya
mengatakan atau melakukan sesuatu yang tidak
baik. Kebaikan hatinya serta ketaatannya telah
diketahui semua orang. Suatu kali, semua kursi
dalam biara, bahkan juga kursi-kursi dari kamar
tidur, dipergunakan untuk suatu Devosi Empat Puluh
Jam. sebab suatu kesalahan, kursi Frater Alfonsus
tidak dikembalikan kepadanya hingga tahun
berikutnya. Namun demikian, ia tidak pernah
mengeluh atau pun membicarakan masalah ini
kepada siapa pun.
Selama masa hidupnya yang panjang, St.
Alfonsus harus menaklukan pencobaan-pencobaan
yang berat. Selain itu, ia juga mengalami
penderitaan jasmani yang menyakitkan. Bahkan
pada saat ia terbaring mendekati ajalnya, ia harus
melewatkan setengah jam lamanya bergumul
dengan penderitaan yang luar biasa. Kemudian,
sesaat sebelum wafat, ia dipenuhi dengan damai dan
sukacita. Ia mencium Salibnya dan memandang
teman-teman sebiaranya dengan penuh kasih. St.
Alfonsus wafat pada tahun 1617 dengan nama Yesus
di bibirnya.
Alfonsus Rodriguez, ayah dan kemudian
bruder Jesuit, Lahir di Segovia 1531 dan
meninggal di Palma de Majorca 1617. P: 31
Oktober.
ALICE le CLERE (1576-1622)
Dalam usia muda belia bersama tiga teman
mendirikan kongregasi suster untuk pendidikan
puteri di Nacy (Perancis).
A: → Elisabet; B: Alix; P: 22 Oktober.
ALKUIN OSB († 1804)
Biarawan Inggris ini oleh Kaisar Karel Agung
diangkat menjadi ‘menteri pendidikan’ dalam seluruh
kekaisaran, bahkan kaisar sendiri menjadi muridnya.
Ia menulis banyak artikel dan memperbarui hidup
biara.
P: 19 Mei
ALMAKIOS atau TELEMAKUS († 400)
Biarawan ini tatkala mengunjungi Roma
berusaha menghentikan pertunjukan gladiator yang
seringkali membawa korban jiwa. Dalam usaha ini
Almakios sendiri dibunuh. namun kaisar sejak itu
melarang permainan ini . P: 1 Januari.
SANTO ALOYSIUS GONZAGA
(9 Maret 1568-20 Juni 1591)
Aloysius, santo pelindung pemuda pemudi
Katolik, dilahirkan pada tanggal 9 Maret 1568.
sebab ia begitu penuh
semangat hidup, ayahnya
berangan-angan agar kelak
ia menjadi seorang perwira
yang hebat. saat Aloysius
baru berumur lima tahun,
ayahnya mengajaknya ke
kemah tentara. Di sana,
Aloysius kecil ikut berarak
dalam barisan. Suatu hari, ia
bahkan berhasil mengisi dan
menembakkan senapan
saat pasukan tentara
sedang beristirahat. Ia juga
belajar umpatan dan kata-kata kasar dari para
prajurit. saat mengetahui apa arti kata-kata
ini , Aloysius merasa menyesal bahwa ia telah
mengucapkannya. Pemuda Aloysius dikirim ke
istana-istana para raja dan pangeran. Kelicikan,
kedengkian dan kecemaran merupakan hal biasa di
sana. namun , semuanya itu mempengaruhi Santo
Aloysius hanya dalam satu hal, yaitu lebih berhati-
hati agar tetap hidup sesuai tanggung jawab
Kristianinya. Aloysius jatuh sakit. Hal itu
memberinya kesempatan untuk mempergunakan
lebih banyak waktu untuk berdoa dan membaca
artikel -artikel yang baik. saat Aloysius berumur enam
belas tahun, ia memutuskan untuk menjadi seorang
imam Yesuit. Ayahnya menentang keinginannya itu.
namun , sesudah tiga tahun, akhirnya ia
mengijinkannya juga. Begitu bergabung dengan
Yesuit, Aloysius wajib melakukan pekerjaan-
pekerjaan berat dan kasar. Ia melayani di dapur dan
mencuci piring-piring kotor. Ia biasa mengatakan,
“Aku ini sepotong besi yang bengkok. Aku datang
kepada agama agar dijadikan lurus oleh palu
penyangkalan diri dan laku tobat.”
saat suatu wabah menyerang kota Roma,
Aloysius mohon agar diijinkan merawat mereka yang
sakit. Dia, yang biasa dilayani oleh pelayan-pelayan,
dengan senang hati menyeka mereka yang sakit
serta merapikan tempat tidur mereka. Ia melayani
orang-orang sakit hingga akhirnya penyakit itu
menyerangnya juga. St. Aloysius baru berusia dua
puluh tiga tahun saat ia wafat pada malam tanggal
20 Juni 1591. Ia hanya mengatakan, “Aku akan
pergi ke surga.” Jenazah St. Aloysius Gonzaga
disemayamkan di Gereja St. Ignatius di Roma. Ia
dinyatakan kudus oleh Paus Benediktus XIII pada
tahun 1726.
Aloysius (Aloisius), lahir di Lombardia
tahun1568, novis Jesuit; pelindung kemurnian
kaum muda, wafat 1591 di Roma. B: Aluis,
Lewis, Luigi; L: seorang frater dengan bunga lili
(bakung); P: 21 Juni
ALOISIUS RABATA (1430-1490)
Sesaat sebelum meninggal biarawan Karmelit
di Italia ini masih mengampuni penyerang yang
memukulinya sampai mati.
P: 8 Mei
ALOISIUS VERSIGLIA dan KALISTUS
CARAVORIA (1873/1903-1930)
Uskup dan misionaris ini dibunuh dengan
kejam oleh penyamun di Li Than Tseni dekat
Schiuchow Tiongkok, sebab membela kemurnian
tiga gadis Kristen yang sedang dalam perjalanan.
AMANDUS († 679)
Uskup dan Rasul di Belgia.
A: pantas disayangi; P: 6 Februari
SANTO
AMBROSIUS
(340-397)
Ambrosius
dilahirkan sekitar
tahun 340. Ia putera
seorang Gubernur
Romawi di Gaul.
saat ayahnya
meninggal dunia, ibunya membawa keluarganya
kembali ke Roma. Ibunya dan kakaknya - Santa
Marcellina – membesarkan Ambrosius dengan baik.
Ambrosius menjadi seorang pengacara yang hebat.
Kemudian ia diangkat menjadi gubernur kota Milan
serta daerah sekitarnya. namun melalui suatu
peristiwa yang aneh (baca kisahnya dalam
Bagaimana Seorang Uskup Dipilih?), Ambrosius sang
Gubernur menjadi Ambrosius sang Uskup. Pada
masa itu, umat biasa mengusulkan kepada paus
nama orang yang mereka pilih sebagai uskup.
Sungguh amat mengejutkan Ambrosius saat
penduduk kota Milan memilihnya. Ia berusaha
menghindar, namun tampaknya hal itu memang
kehendak Tuhan. Oleh sebab nya, Ambrosius
menjadi imam dan kemudian uskup kota Milan.
Ambrosius menjadi bapa serta teladan yang
mengagumkan bagi umatnya. Ia juga melawan
segala kejahatan dengan keberanian yang
mengagumkan. Berhadapan dengan suatu pasukan
yang siap menyerang, St. Ambrosius berhasil
meyakinkan pemimpin mereka untuk menarik
mundur pasukannya. Di lain waktu, Kaisar
Theodosius datang dari timur. Kaisar ingin
menyelamatkan Italia dari para musuh penyerang.
Ia mendorong semua pejabatnya untuk menaruh
hormat pada Uskup Milan. Namun demikian, saat
kaisar melakukan suatu dosa berat, Ambrosius tidak
segan-segan menentangnya. Ia bahkan
memerintahkan agar Kaisar Theodosius melakukan
penitensi umum. Kaisar tidak menjadi gusar dan
marah. Ia sadar bhawa Ambrosius benar. Dengan
rendah hati kaisar melakukan penitensi secara
umum atas dosa-dosanya. Ambrosius telah
menunjukkan kepada dunia bahwa tidak ada
seorang pun, meskipun ia seorang penguasa, yang
lebih tinggi kedudukannya dibandingkan gereja.
Rakyat khawatir akan apa yang terjadi
dengan Italia jika Ambrosius wafat. sebab nya
saat Ambrosius jatuh sakit, mereka memohon
kepadanya untuk berdoa agar dikarunia umur
panjang. Ambrosius menjawab, “Aku tidak berlaku
sedemikian rupa di antara kalian sehingga aku
merasa malu untuk hidup lebih lama; namun
demikian aku juga tidak takut mati, sebab kita
memiliki Tuan yang baik”. Uskup Ambrosius
wafat pada hari Jumat Agung pada tahun 397.
Ambrosius, uskup dan salah satu dari keempat
Bapak gereja di Barat (Agustinus, Hieronimus,
Gregorius). Dilahirkan di Trier Jerman dan wafat
di Milano; ± 334/340 – 397. A: tak dapat mati,
abadi, ilahi (L); P: 7 Desember
ANASTASIA († 304)
Martir dan saksi iman di Sirmium,
dimakamkan oleh Kaisar Leon di Konstantinopel.
P: 25 Desember (misa kedua).
ANASTASIOS dari PERSIA († 628)
Yerusalem pernah jatuh ke tangan orang
Persia. Ini terjadi saat raja Chosroes Abhanwez
menggempur kota suci pada tahun 614. Diantara
tentara Persia waktu itu, ada seorang prajurit
muda bernama Magundat. Ia amat terkesan oleh
kehidupan orang Kristen di Yerusalem. Hatinya
terpana menyaksikan kerukunan dan semangat
saling mencintai di antara mereka. Kalbunya terusik
dan ingin ia menggabungkan diri dengan umat ini.
Kemudian ia bertobat dan minta dibaptis.
Magundat keluar dari dinas ketentaraan,
dipermandikan dan dinamai Anastasios. Cintanya
akan Kristus tak pernah padam. Selang beberapa
tahunkemudian, Anastasios diutus ke Caesarea
untuk mengabarkan Injil kepada angkatan perang
Persia. namun ia ditangkap, didera dan dipaksa kerja
berat. Beberapa kali ia dibujuk dan diancam agar
menyangkal imannya. Namun Anastasios tetap
teguh pada imannya. Tentara Persia semakin gusar,
maka ia dikirim kembali ke Persia dengan tangan
terbelenggu. Seorang perwira kembali mencoba
membujuknya, bahkan dengan siksaan kejam.
Namun imannya kokoh bagaikan padas.
Akhirnya bersama 70 orang Kristen lain,
Anastasios dicekik sampai mati di Bethsaloe, sebuah
desa tepian sungai Eufrat Irak. Jenasahnya
dikuburkan disana. namun tak lama kemudian
tulang-belulangnya dipindahkan ke Roma dan
dimakamkan kembali dalam Gereja Santo Vinsensius
dan Anastasios (Tre Fontane)
Anastasios dari Persia, martir, meninggal
tahun 628. A: yang bangkit; P: 22 Januari
ANCILLA
Berasal dari “Ancilla Domini”, artinya “hamba
Tuhan, yaitu Maria: nama wanita .
ANDREAS AVELLINO (1521-1612)
sesudah ditahbiskan imam, ia bekerja dalam
pengadilan gerejani di Napoli Italia. Walaupun
ditugaskan dan telah bekerja mati-matian, namun ia
tidak berhasil menertibkan suatu biara suster-suster
yang brengsek. Maka Andres (Lancelot) kemudian
memutuskan masuk ordo Teatian. Ia menjadi
pengkotbah dan bapa pengakuan yang termasyur.
Kemudian ia diminta oleh Santo Karolus Boromeus
ikut memperbaharui hidup Kristiani dalam
keuskupan Milano.
Andreas Avellino atau disebut juga
Lancelot Avellino, P: 10 November.
BEATO ANDRE BESSETTE
(9 Agustus 1845-6 Januari 1937)
Alfred Bessette dilahirkan pada tanggal 9
Agustus 1845, tidak jauh dari Montreal, Kanada. Ia
yaitu anak kedelapan
dari duabelas bersaudara.
saat Alfred berusia
sembilan tahun, ayahnya
- seorang penebang kayu
- tewas dalam suatu
kecelakaan kerja. Tiga
tahun kemudian, ibunya
meninggal dunia sebab
TBC, meninggalkan
keduabelas anaknya
menjadi yatim piatu.
Anak-anak itu kemudian
harus berpisah dan
ditempatkan di keluarga-keluarga yang berbeda.
Alfred tinggal bersama paman serta bibinya.
Oleh sebab keluarganya amat miskin dan ia
sendiri sering sakit, Alfred hanya mengenyam sedikit
pendidikan. Jadi selama tigabelas tahun berikutnya
ia belajar berbagai macam ketrampilan seperti
bercocok tanam, membuat sepatu dan menjadi
tukang roti. Ia bahkan pernah bekerja di sebuah
pabrik di Connecticut. namun kesehatannya yang
buruk selalu membuat usahanya gagal.
saat usianya duapuluh lima tahun, Alfred
bergabung dengan Ordo Salib Suci dan memilih
nama Broeder Andre. Ia melewatkan empatpuluh
tahun berikutnya sebagai pemelihara kebersihan dan
pesuruh biara. Tahun-tahun terakhir hidupnya
dilewatkannya sebagai penjaga pintu biara. Di
sanalah kuasa penyembuhan Broeder Andre mulai
dikenal. saat orang-orang datang untuk memohon
bantuan penyembuhannya, ia akan meminta mereka
untuk terlebih dahulu mengucap syukur kepada
Tuhan atas penderitaan mereka sebab penderitaan
itu amatlah berharga. Kemudian ia akan ber




