• coklatx.blogspot.com

    www.coklatx.blogspot.com

  • berasx.blogspot.com

    www.berasx.blogspot.com

  • kacangx.blogspot.com

    www.kacangx.blogspot.com

Tampilkan postingan dengan label Kisah santa santo 14. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah santa santo 14. Tampilkan semua postingan

Kisah santa santo 14

 


kan kembali di dalam gereja di 

Roskilde (Denmark).

P: 25 Oktober

MARGARETA (1242-1270)

Puteri raja Hungaria dan keponakan Santa 

Elisabet ini dua kali menolak dinikahkan dengan 

seorang raja. Ia memilih menjadi biarawati. 

Sekalipun menderita banyak, namun ia selalu 

bersikap ramah.

588

P: 18 Januari

MARGARETA (1247-1297)

Menjadi selir seorang bangsawang di Cortona 

(Italia) selama sembilan tahun. Melihat mayat 

suaminya memar penuh luka akibat pembunuhan, 

Margareta bertobat. Kemudian ia membesarkan 

puteranya dengan baik. Ia berbuat amal, mendirikan 

rumah sakit, dan banyak berdoa, sehingga banyak 

orang berdosa yang bertobat. Margareta dikaruniai 

penglihatan dan rahmat mistik.

P: 22 Februari

SANTA MARGARETA BOURGEOYS 

(17 April 1620-12 Januari 1700)

St. Margareta dilahirkan di Troyes, Perancis,  

pada tanggal 17 April tahun 1620, namun  

melewatkan sebagian 

besar dari delapan puluh 

tahun usianya di 

Montreal, Kanada. 

Margareta yaitu  anak 

keenam dari duabelas 

bersaudara. 

Orangtuanya yaitu  

orang-orang yang saleh. 

saat  Margareta 

berumur sembilan belas 

tahun, ibunya meninggal 

dunia. Margareta 

mengambil alih tugas 

merawat adik-adiknya. 

Ayahnya meninggal 

589

dunia saat  ia berumur duapuluh tujuh tahun. Adik-

adiknya kini telah dewasa dan Margareta berdoa 

mohon bimbingan Tuhan akan apa yang harus 

dilakukan dalam hidupnya. Gubernur Montreal, 

Kanada, mengunjungi Perancis. Ia berusaha 

mendapatkan guru-guru untuk Dunia Baru. Ia 

mengajak Margareta datang ke Montreal untuk 

mengajar di sekolah dan di kelas-kelas agama. 

Margareta setuju. 

Margareta memberikan bagian warisan dari 

orangtuanya kepada para anggota keluarga yang 

lain. Mereka tidak dapat percaya bahwa Margareta 

sungguh akan meninggalkan tanah airnya yang 

beradab untuk pergi ke daerah seberang laut yang 

masih primitif. Namun demikian, itulah yang ia 

lakukan. Ia berlayar pada tanggal 20 Juni 1653 dan 

tiba di Kanada pertengahan November. Margareta 

memulai pembangunan kapel pada tahun 1657. 

Kapel itu dipersembahkan bagi Bunda Maria 

Penolong yang Baik. Pada tahun 1658, ia membuka 

sekolahnya yang pertama. Margareta sadar akan 

kebutuhan untuk merekrut lebih banyak pengajar. Ia 

pulang ke Perancis pada tahun 1659 dan kembali 

bersama empat orang rekan. Pada tahun 1670, ia 

pulang lagi ke Perancis dan kembali dengan enam 

orang rekan. Wanita pemberani ini menjadi biarawati 

pertama dari Kongregasi Notre Dame. 

saat  terjadi bencana kelaparan, St. 

Margareta dan para biarawatinya membantu 

warga  di koloni ini  agar bertahan hidup. 

Mereka membuka sebuah sekolah ketrampilan dan 

mengajarkan kepada kaum muda bagaimana 

mengurus rumah tangga dan pertanian. Kongregasi 

St. Margareta tumbuh dan berkembang. Pada tahun 

1681 ada delapan belas biarawati. Tujuh di 

antaranya yaitu  gadis-gadis Kanada. Mereka 

590

membuka lebih banyak daerah misi dan dua 

biarawati ditugaskan mengajar di daerah misi suku 

Indian. St. Margareta sendiri yang menerima dua 

wanita Indian pertama yang bergabung dalam 

kongregasinya.

Pada tahun 1693, Moeder Margareta 

menyerahkan kongregasinya kepada penerusnya. 

Superior yang baru yaitu  Moeder Marie Barbier, 

gadis Kanada pertama yang bergabung dalam 

kongregasinya. Regula kongregasi religius St. 

Margareta diakui oleh gereja pada tahun 1698. 

Margareta melewatkan tahun-tahun terakhir 

hidupnya dengan berdoa dan menulis otobiografi. 

Pada hari terakhir dalam tahun 1699, seorang 

biarawati muda terbaring sekarat. Moeder Margareta 

memohon pada Tuhan untuk mengambil nyawanya 

sebagai ganti nyawa sang biarawati. Pagi hari 

tanggal 1 Januari 1700, biarawati muda ini  

sepenuhnya sembuh dari penyakitnya. Sebaliknya, 

Moeder Margareta menderita demam hebat. Ia 

menanggung sakit selama dua belas hari lamanya 

dan wafat ada pada tanggal 12 Januari tahun 1700. 

Ia dinyatakan kudus oleh Paus Yohanes Paulus II 

pada tanggal 2 April 1982.

BEATA MARGARETA CASTELLO (1287-13 

April 1320)

Tahun 1287, sebuah keluarga bangsawan di 

Metola, Umbria, Italia sedang menantikan kelahiran 

anak pertama mereka. Mereka mengharapkan 

seorang putera yang kuat dan sehat atau seorang 

puteri yang cantik. namun , bayi yang kemudian lahir 

yaitu  bayi wanita  yang kecil dengan kaki 

kanannya lebih pendek dari yang kiri, dan bayi itu 

…..sama sekali tidak cantik. sebab  malu 

591

memiliki  seorang anak yang cacat, orangtuanya 

memerintahkan agar bayi itu disembunyikan saja. 

Sementara anak itu tumbuh besar, mereka 

mendapati bahwa anak itu juga buta. sebab  

kakinya yang timpang dan sebab  tidak diberi 

perawatan yang baik, Margareta kemudian menjadi 

bongkok. 

Margareta kecil suka sekali berjalan-jalan di 

sekitar istana, sampai suatu saat  seorang tamu 

terhormat memergokinya. Orangtuanya sangat 

cemas dan khawatir, jangan-jangan orang-orang 

akan tahu bahwa anak yang cacat dan buruk itu 

yaitu  anak mereka. sebab nya mereka 

membangun sebuah kamar di samping sebuah kapel 

kecil yang berada di hutan. Margareta ditempatkan 

di kamar yang terkunci itu saat  usianya 6 tahun. 

Tidak seorang pun yang menemaninya kecuali 

seorang pelayan yang bertugas mengantarkan 

makanannya dan seorang imam yang mengajarinya 

tentang Yesus. 

Empat belas tahun lamanya Margareta 

dikurung di kamarnya, sampai meletuslah perang 

dan Margareta dibawa kembali ke istana. Sementara 

itu tersiarlah kabar tentang mukjizat kesembuhan 

yang terjadi di makam Frater Giaco, seorang 

biarawan kudus yang meninggal di kota Castello. 

Orangtua Margareta berpikir, tentulah Margareta 

juga dapat disembuhkan dengan mukjizat. Jadi, 

592

mereka pergi ke Castello. Dari pagi hingga petang 

Margareta berdoa dengan khusuk, ia yakin bahwa 

Tuhan akan berbelas kasihan kepadanya. Margareta 

yakin akan terjadi mukjizat dan Tuhan akan 

menjadikannya normal seperti gadis-gadis lain. 

Namun, tidak terjadi suatu mukjizat apa pun 

padanya. Orangtuanya sangat kecewa. Mereka 

beranggapan, jika Tuhan sendiri telah menolak 

Margareta, tentunya mereka juga berhak untuk 

menolaknya. Jadi, malam itu mereka pulang ke 

rumah dan meninggalkan Margareta di gereja Città-

di-Castello. Margareta sangat cemas, seorang gadis 

buta di kota yang asing, bisakah ia bertahan hidup? 

Dikatupkannya tangannya dan ia pun berdoa 

menyerahkan hidupnya pada Tuhan.

Pengemis-pengemis jalanan menemukan 

Margareta, membawanya pulang, dan mengajarinya 

menjadi pengemis. Margareta segera menjadi 

perhatian penduduk kota Castello. Seorang 

pengemis buta, timpang dan bongkok, namun  tingkah 

laku serta tutur katanya terpelajar, terlebih lagi 

kelembutan hatinya dan kepenuhan sukacitanya. 

Kepada mereka yang iba kepadanya Margareta 

dengan bahagia mengatakan, "Oh, seandainya 

engkau tahu apa yang ada di dalam hatiku!" 

Beberapa dari mereka membawanya pulang, 

Margareta membantu mereka mengerjakan 

pekerjaan-pekerjaan rumah tangga. Ia juga 

mengumpulkan anak-anak, memberikan pelajaran 

agama, bercerita, dan mengajar mereka berdoa dan 

mengucapkan Mazmur. Margareta memberi 

pengaruh besar pada keluarga di mana ia tinggal 

dengan tingkah lakunya dan doa-doanya. Jadi, 

demikianlah Margareta berpindah-pindah dari satu 

keluarga ke keluarga lainnya. 

593

Berita mengenai Margareta dan kesalehannya 

terdengar juga sampai ke biara Castello. Para 

biarawati di sana mengajak Margareta untuk tinggal 

bersama mereka. Margareta senang sekali, pertama 

ia tidak ingin menjadi beban orang lain lagi, kedua 

sebab  ia ingin membaktikan dirinya dalam 

kehidupan doa. Demikian senang hatinya sehingga 

di biara Margareta bekerja lebih keras dan berdoa 

lebih sering dan lebih khusuk dari semua biarawati di 

sana. Hal itu membuat Margareta lebih menonjol 

dari para biarawati itu sendiri sehingga para 

biarawati itu tidak senang. Sebentar saja Margareta 

sudah menjadi pengemis jalanan lagi. 

Kelompok Mantellatae, kelompok awam dari 

Ordo Dominikan, menaruh belas kasihan kepada 

Margareta dan mengajaknya bergabung. Ia diangkat 

anak oleh sebuah keluarga di Castello. Margareta 

senang sebab  sekarang ia memiliki sebuah 

keluarga. Ia mengabdikan dirinya kepada mereka 

yang kurang beruntung, sakit dan menderita. Ia juga 

mengunjungi tahanan-tahanan dalam penjara, dan 

menaruh simpati yang besar kepada mereka. Ia 

senantiasa mengingatkan bahwa meskipun mereka 

hidup dalam penjara, mereka yaitu  anak-anak 

Tuhan juga. Margareta melakukan karya amal kasih 

sepanjang hidupnya, sampai ia meninggal pada 

tanggal 13 April 1320 dalam usia 33 tahun. Banyak 

mukjizat terjadi selama hidupnya maupun sesudah  

kematiannya. Pada tahun 1558, lebih dari dua ratus 

tahun sesudah  wafatnya, kuburnya dibuka dan 

jenazahnya diketemukan dalam keadaan utuh. 

Margareta dibeatifikasi pada tahun 1609. Pestanya 

dirayakan tanggal 13 April. Margareta yaitu  

pelindung orang-orang cacat dan terbuang. 

    

594

"Yesus  juga  ditolak  oleh  orang-orang-Nya  sendiri,  Ia 

memperkenankan  aku  diperlakukan  sama  dengan-Nya,  

sehingga  aku  dapat  lebih  meneladani  Tuhan-ku  yang 

Terkasih."  ~ Beata Margareta Castello.

SANTA MARGARETA MARIA ALACOQUE 

(22 Juli 1647-17 Oktober 1690)

 “Pandanglah HatiKu ini, yang begitu mengasihi manusia,  

namun   manusia  tidak  mau  balas  mengasihi-Ku.  Melalui 

engkau, Hati IlahiKu berharap untuk menyebarkan kasih-

Nya ke segenap penjuru dunia.”  ~ Yesus kepada Santa 

Margareta Maria Alacoque

SIAPA SANTA MARGARETA MARIA ALACOQUE?

Pernahkah kamu merasa tidak berarti? Ya, 

seperti itulah perasaan St. Margareta Maria. Ia 

menyamakan dirinya seperti sebuah "atom yang 

595

sangat kecil" dibandingkan dengan Kristus. Santa 

Margareta Maria dilahirkan pada tanggal 22 Juli  

1647 di L'Hautecourt, Burgundy, Perancis. Ayahnya 

bernama Claude Alacoque dan ibunya Philiberte 

Lamyn. saat  masih kanak-kanak, Margareta yaitu  

seorang anak yang periang. sesudah  menerima 

Komuni Pertama pada usia sembilan tahun, 

Margareta sering melakukan matiraga secara diam-

diam. saat  usianya sebelas tahun ia jatuh sakit, 

menjadi lumpuh dan harus tinggal di tempat tidur 

selama empat tahun. Suatu hari, ia membuat janji 

kepada Bunda Maria untuk menyerahkan seluruh 

hidupnya kepada Tuhan. Bunda Maria menampakkan 

diri kepadanya dan sesaat  itu juga penyakitnya 

lenyap. Margareta menjadi sehat kembali. sesudah  

ayahnya meninggal, sebab  ibu Margareta sering 

jatuh sakit, seorang bibi pindah ke rumahnya untuk 

mengurus rumah tangga. Bibi dan pamannya ini 

membuat Margareta dan ibunya sangat menderita. 

Hampir setiap hari Margareta bersembunyi di taman 

sambil menangis dan berdoa. Margareta percaya 

benar akan belas kasihan Allah. Ia mendapatkan 

penghiburan besar dalam Sakramen Ekaristi. Yesus 

sendiri juga berkenan memberinya kepekaan atas 

kehadiran dan perlindungan-Nya dalam penampakan 

kepadanya saat Ia menderita disalib. 

saat  usianya telah mencapai tujuhbelas 

tahun, ibunya serta kaum keluarganya menghendaki 

Margareta agar segera menikah. Mereka khawatir 

sebab  Margareta mulai membawa anak-anak 

pengemis ke kebun rumah dan mengajar agama 

kepada mereka. Margareta bingung apakah ia 

hendak menikah dengan orang kaya yang 

meminangnya agar ia dapat mengentas keluarganya 

dari kemiskinan, ataukah masuk biara. Hingga suatu 

malam, ia mendapat penampakan: Yesus yang 

596

penuh luka sebab  baru saja didera menegur 

Margareta akan ketidaksetiaannya kepada-Nya 

sesudah  Ia sendiri begitu banyak membuktikan kasih-

Nya kepada Margareta.

Akhirnya, pada tanggal 25 Mei 1667 

Margareta Maria masuk Biara Visitasi di Paray-le-

Monial dan pada bulan November 1672 ia 

mengucapkan kaul kekalnya. Margareta dikenal 

sebagai seorang biarawati yang baik dan rendah 

hati. namun  ia sering membuat kesal para suster 

yang lainnya sebab  ia seorang yang lambat dan 

canggung dalam bekerja. Pada tahun 1675, ia 

mendapat penampakan Yesus di mana Yesus 

menunjukkan kepadanya Hati-Nya yang Penuh Belas 

Kasihan itu berdarah. Yesus mengatakan kepadanya 

betapa Ia mengasihi seluruh umat manusia dan Ia 

ingin agar Margareta menyebarkan devosi kepada 

Hati-Nya Yang Mahakudus. Suatu tugas yang amat 

berat. Banyak orang tidak percaya bahwa Yesus 

menampakkan diri padanya. Sebagian malahan 

marah kepadanya atas usahanya menyebarkan 

suatu devosi baru. Hal-hal demikian membuat 

Margareta sangat menderita. Namun demikian ia 

tetap setia melaksanakan kehendak Allah. 

Diilhami oleh Yesus sendiri, Margareta Maria 

menetapkan Jam Suci yaitu jam sebelas malam 

sampai tengah malam menjelang fajar Jumat 

Pertama setiap bulan. Saat Jam Suci, Margareta 

berdoa dengan meniarap (Prostratio: 

mengungkapkan kerendahan diri dan kekecilan 

dirinya di hadapan Allah dan menyampaikan 

penghormatan dan kerendahan hati secara paling 

intensif) dengan mukanya mencium tanah. Ia berdoa 

untuk bersama-sama dengan Yesus menanggung 

sengsara sakrat maut yang dialami Yesus di Taman 

Getsemani di mana murid-murid-Nya meninggalkan-

597

Nya seorang diri. Yesus menyatakan kerinduan hati-

Nya akan kasih umat-Nya dan menunjukkan Hati-

Nya Yang Mahakudus yang penuh cinta dan 

belaskasihan serta penyelamatan. Tuhan 

menetapkan hari Jumat sesudah  Hari Raya Tubuh dan 

Darah Kristus sebagai Hari Raya Hati Yesus Yang 

Mahakudus dan meminta Margareta untuk 

menghormati Hati-Nya Yang Mahakudus dengan 

menerima Komuni Kudus setiap Jumat Pertama 

dalam bulan selama sembilan bulan berturut-turut. 

Devosi ini dilakukan sebagai silih atas dosa-dosa kita 

terhadap Sakramen Mahakudus. Yesus menyebut 

Margareta Maria sebagai "Murid Terkasih dari Hati 

Yesus Yang Mahakudus", serta pewaris semua 

kekayaan hati-Nya. 

Cinta kepada Hati Yesus Yang Mahakudus 

yaitu  api yang membakar jiwa St. Margareta Maria, 

dan devosi kepada Hati Yesus Yang Mahakudus 

yaitu  masalah yang selalu diulang-ulangnya di 

semua tulisannya. Yesus memberkati usaha keras 

dan pengorbanan Margareta. Sekarang, devosi 

kepada Hati Yesus Yang Mahakudus yang indah ini 

telah dipraktekkan di seluruh dunia.           

Santa  Margareta Maria Alacoque meninggal 

pada tanggal 17 Oktober 1690, jenazahnya tetap 

utuh hingga kini. Bulan Maret 1824 ia diangkat 

sebagai Venerabilis (Yang Pantas Dihormati) oleh 

Paus Leo XII, tanggal 18 September 1864 ia 

dinyatakan sebagai Beata oleh Paus Pius IX dan 

pada tahun 1920 ia dinyatakan Santa oleh Paus 

Benediktus XV. Pestanya dirayakan setiap tanggal 

16 Oktober.

 

SURAT DARI SANTA MARGARETA MARIA 

ALACOQUE

598

Hati Yesus yang Mahakudus yaitu  sumber 

kasih yang tiada habis-habisnya dan satu-satunya 

keinginan-Nya ialah mencurahkan diri-Nya ke dalam 

hati orang-orang yang sederhana untuk 

membebaskan mereka dan untuk mempersiapkan 

mereka agar hidup sesuai dengan kehendak-Nya.

Dari Hati IlahiNya tiga berkas cahaya memancar tak 

henti. Yang pertama yaitu  pancaran belas kasihan 

bagi para pendosa; yang mengaliri hati para 

pendosa dengan rasa sesal dan tobat. Yang kedua 

yaitu  pancaran kemurahan hati yang membantu 

siapa saja yang membutuhkan pertolongan, 

terutama membantu mereka yang mencari 

kesempurnaan agar dapat menemukan sarana-

sarana guna menanggulangi segala kesulitan 

mereka. Dari pancaran ketiga memancar kasih dan 

terang bagi para sahabat-Nya yang telah mencapai 

kesempurnaan; Ia menghendaki agar para sahabat-

Nya mempersatukan diri dengan-Nya sehingga 

mereka dapat memahami pengetahuan serta 

perintah-perintah-Nya, serta dengan cara mereka 

masing-masing, mengabdikan diri seutuhnya bagi 

kemuliaan-Nya. 

Hati IlahiNya yaitu  samudera yang penuh 

dengan segala berkat, di mana orang-orang malang 

boleh menyelam guna mendapatkan segala 

kebutuhan mereka. Hati IlahiNya yaitu  samudera 

sukacita di mana kita semua boleh membenamkan 

segala penderitaan kita.  Hati IlahiNya yaitu  

samudera kerendahan hati di mana kebodohan-

kebodohan kita dihapuskan, samudera belas kasihan 

bagi para pendosa, dan samudera kasih yang 

memenuhi setiap kebutuhan kita.  

Apakah kehidupan doamu tidak mengalami 

kemajuan? Jika demikian, kamu hanya perlu 

mempersembahkan kepada Tuhan doa-doa yang 

599

dipanjatkan Sang Juruselamat bagi kita dalam 

Sakramen di altar. Persembahkan kepada Tuhan 

kasih PutraNya yang tak terhingga itu sebagai 

tebusan atas kelemahan-kelemahanmu. Di setiap 

kegiatan yang engkau lakukan, berdoalah seperti ini: 

“Tuhan-ku, aku melakukan ini atau aku menanggung 

itu demi Hati PutraMu dan seturut bimbingan-Nya 

yang kudus. Aku mempersembahkan Hati-Nya yang 

Mahakudus kepada-Mu sebagai tebusan atas semua 

kesalahan dan kekuranganku.” Teruslah berdoa 

seperti itu setiap saat sepanjang hidupmu.

namun  di atas semuanya itu, peliharalah 

kedamaian hati. Hati yang damai jauh lebih berharga 

dibandingkan  harta benda manapun. Guna memelihara 

kedamaian hati, tidak ada yang lebih berguna selain 

dari menyangkal kehendakmu sendiri dan 

menggantinya dengan kehendak Hati Yesus yang 

Mahakudus. Dengan demikian, kehendak-Nya bagi 

kita dapat terlaksana sehingga Ia semakin 

dimuliakan, dan kita bersukacita sebab  menjadi 

alat-Nya dan percaya sepenuhnya kepada-Nya. 

Margareta Maria Alacoque (1647-1690), 

biarawati dengan pengalaman mistik, lahir di 

I’Hautecour dan meninggal dalam biara Paray le 

Monial (Perancis); L: Hati Kudus Jesus; P: 16 

Oktober

“Betapa lemahnya mengasihi  Yesus Kristus hanya saat  

Ia  memperhatikan  kita,  dan  menjadi  dingin  begitu 

penderitaan menimpa. Itu bukan cinta sejati. Siapa yang 

mengasihi  seperti  itu,  terlalu  mengasihi  dirinya  sendiri 

untuk dapat mengasihi Tuhan dengan segenap hatinya.” ~ 

St Margareta Maria Alacoque

600

12 JANJI YESUS

12 Janji Yesus kepada Santa Margareta Maria 

Alacoque bagi mereka yang berdevosi kepada Hati 

Yesus yang Mahakudus:

1. "Aku akan memberikan semua rahmat yang 

diperlukan sepanjang hidup mereka."

2. "Aku akan memberikan damai sejahtera 

dalam keluarga-keluarga  mereka."

3. "Aku akan menghibur mereka dalam 

kesukaran-kesukaran mereka."

4. "Aku akan menjadi tempat perlindungan yang 

aman sepanjang hidup mereka dan terutama 

saat kematian mereka."

601

5. "Aku akan mencurahkan rahmat berlimpah 

pada semua usaha mereka."

6. "Para pendosa akan menemukan dalam Hati 

Kudus-Ku sumber lautan belas kasihan yang 

tak terbatas."

7. "Jiwa-jiwa yang suam-suam kuku akan 

dikuatkan."

8. "Jiwa-jiwa yang kuat akan segera mencapai 

kesempurnaan yang tinggi."

9. "Aku akan memberkati rumah-rumah di mana 

lukisan Hati Kudus-Ku ditempatkan dan 

dihormati. "

10. "Aku akan memberikan kepada imam karunia 

menggerakkan hati yang paling keras sekalipun."

11. "Siapa saja yang menganjurkan devosi ini, 

namanya akan tertulis di Hati-Ku, dan tidak akan 

pernah dihapuskan."

12. "Aku berjanji demi Hati-Ku yang penuh belas 

kasihan, bahwa kuasa kasih-Ku akan 

menganugerahkan kepada mereka yang menerima 

Komuni pada hari Jumat Pertama selama sembilan 

bulan berturut-turut, rahmat pertobatan terakhir; 

mereka tidak akan meninggal dalam keadaan 

melukai Hati-Ku, pun tanpa menerima Sakramen-

sakramen        terakhir; Hati-Ku akan menjadi 

tempat perlindungan yang aman pada saat kematian 

mereka."

DOA  KEPADA  HATI  YESUS  YANG  MAHAKUDUS

Hati Yesus Yang Mahakudus, aku mengarahkan 

diriku pada Hati-Mu Yang Mahakudus. Kuasailah 

seluruh kepribadianku; ubahlah aku menjadi seperti 

Engkau. Jadikan tanganku tangan-Mu, kakiku kaki-

Mu, hatiku hati-Mu. Ijinkanlah aku melihat dengan 

mata-Mu, mendengar dengan telinga-Mu, berkata-

kata dengan bibir-Mu, mengasihi dengan hati-Mu, 

602

memahami dengan pikiran-Mu, melayani dengan 

kehendak-Mu dan mengabdikan seluruh 

kepribadianku. Jadikan aku serupa dengan Engkau.

Hati Yesus Yang Mahakudus, utuslah Roh Kudus-Mu 

untuk mengajar aku agar mengasihi-Mu dan hidup 

melalui Engkau, dalam Engkau dan untuk Engkau.

Datanglah Roh Kudus, jadikan tubuhku bait-Mu. 

Datanglah, dan tinggallah dalam aku selamanya. 

Beri aku kasih terdalam kepada Hati Yesus Yang 

Mahakudus untuk dapat melayani Dia dengan 

segenap hati, jiwa, pikiran dan kekuatanku.

Kuasai seluruh kemampuan, tubuh dan jiwaku. 

Aturlah seluruh hasratku: perasaan dan emosi. 

Kuasai kepandaian, pengertian dan kehendakku; 

ingatan dan khayalku. O Roh Kasih Yang Kudus, beri 

aku rahmat-Mu yang ampuh itu dengan berlimpah. 

Berilah aku seluruh kebajikan; perkaya imanku, 

kuatkan harapanku, tingkatkan keyakinanku, dan 

kobarkan kasihku. Berilah aku ketujuh karunia, buah 

dan kebahagiaanMu sepenuhnya. Trinitas Yang 

Mahakudus, jadikanlah jiwaku bait-Mu yang kudus.

AMIN.

 

BEATA MARGARETA POLE (1471-28 Mei 

1541)

Beata Margareta Pole dilahirkan pada tahun 

1471. Ia yaitu  kemenakan dua orang raja Inggris, 

Edward IV dan Richard III. Henry VII mengatur 

pernikahannya dengan Sir Reginald Pole. Sir Pole 

yaitu  seorang prajurit gagah, sahabat keluarga 

kerajaan. Pada saat Raja Henry VIII naik tahta, 

Margareta telah menjadi janda dengan lima orang 

anak. Raja Henry VIII masih muda dan belum 

berpengalaman dalam hal mengendalikan kerajaan 

dan kekuasaan. Ia menyebut Margareta sebagai 

603

wanita paling kudus di seluruh Inggris. Ia begitu 

terkesan pada Margareta hingga ia mengembalikan 

sebagian harta keluarganya yang hilang di masa 

lampau. Raja juga memberinya gelar kerajaan.

Raja Henry amat mempercayainya hingga 

Margareta diberi kepercayaan untuk mendidik Puteri 

Maria, putri raja dan 

Ratu Katarina. namun  

kemudian, Henry 

berusaha menikahi Anne 

Boleyn, meskipun ia 

sudah beristeri. 

Margareta tidak 

menyetujui perilaku 

raja. sebab  itu, raja 

mengusirnya dari istana. 

Raja menunjukkan 

bagaimana ia sangat 

tidak suka kepadanya. 

Raja bertambah murka 

saat  seorang putera 

Margareta, seorang 

imam, menulis sebuah artikel panjang menentang 

tuntutan Henry untuk menjadi kepala gereja Inggris 

(Putera Margareta itu kelak menjadi Kardinal 

Reginald Pole yang terkenal). Henry tidak dapat 

mengendalikan diri lagi. Ia menjadi seorang yang 

kejam serta penuh rasa dengki. Ia mengancam akan 

membinasakan seluruh keluarga Margareta.

Henry mengutus orang-orangnya untuk 

menginterogasi Margareta. Mereka harus dapat 

membuktikan bahwa Margareta yaitu  seorang 

pengkhianat. Mereka menginterogasinya mulai pagi 

hingga petang. namun , tidak pernah sekali pun 

Margareta berbuat kesalahan. Tidak ada yang 

disembunyikan olehnya. Kemudian Margareta 

604

dikenai tahanan rumah di sebuah kastil seorang 

bangsawan. Lalu, ia dipindahkan ke sebuah menara 

besar di London. Ia bahkan tidak diadili sebelum 

dipenjarakan. Selama musim dingin yang panjang, 

Margareta menderita kedinginan yang hebat. Tidak 

ada api dan tidak cukup pakaian hangat baginya.

Akhirnya, pada tanggal 28 Mei 1541, Beata 

Margereta dihantar keluar dari menara menuju 

tempat pelaksanaan hukuman mati. Ia lelah dan 

sakit, namun  ia berdiri tegak dan gagah untuk mati 

demi imannya. “Aku bukan seorang pengkhianat,”  

demikian katanya dengan berani. Margareta 

dipenggal kepalanya. Usianya tujuhpuluh tahun.

P: 28 Mei

SANTA MARGUERITE D'YOUVILLE 

(15 Oktober 1701-23 Desember 1771)

Marguerite dilahirkan di Quebec, Kanada, 

pada tanggal 15 Oktober 1701. Ayahnya meninggal 

dunia pada tahun 1708 

dan keluarganya hidup 

dalam kemiskinan. 

Sanak keluarga 

membayar uang sekolah 

untuk Marguerite di 

sekolah biara Ursuline di 

Quebec. Dua tahun yang 

dilewatkannya di 

sekolah asrama 

mempersiapkan 

Marguerite untuk dapat 

mengajar adik-adik 

lelaki dan 

wanita nya.

605

Marguerite seorang yang ramah dan 

bersahabat. Ia membantu menopang keluarga 

dengan menjahit dan menjual renda halus. Pada 

tahun 1722, Marguerite menikah dengan Francois 

D'Youville. Tampaknya perkawinan itu akan 

menghantarnya ke suatu kehidupan rumah tangga 

yang sungguh membahagiakan. namun , dalam 

hitungan bulan, jati diri Francois yang sesungguhnya 

mulai muncul. Ia lebih menaruh minat dalam 

mencari uang dibandingkan  memberikan perhatian pada 

kelaurga. Pekerjaannya yaitu  berdagang minuman 

keras secara ilegal. Ia menelantarkan Marguerite 

sendirian bersama kedua anaknya dan tidak 

mempedulikan mereka.

Francois meninggal secara mendadak pada 

tahun 1730 sesudah  delapan tahun masa perkawinan. 

Ia mewariskan banyak hutang yang harus dibayar 

Marguerite. Seorang imam yang baik hati, Pater du 

Lescoat, memberinya semangat. Pater mengatakan 

kepada Marguerite betapa Tuhan sungguh amat 

mengasihinya. Segera Marguerite memulai suatu 

karya besar bagi Tuhan. Nubuat yang pernah 

disampaikan kepadanya akan segera menjadi 

kenyataan.

Pada tanggal 21 November 1737, Marguerite 

D'Youville menerima seorang wanita  tunawisma 

yang buta. Ini menandai dimulainya suatu karya 

mengagumkan dalam pelayanan orang-orang miskin 

yang sakit di rumah-rumah sakit. Rumah-rumah 

sakit ini dikelola oleh para biarawati dari ordonya 

yang baru. Marguerite dan rekan-rekan pertamanya 

dikenal sebagai “Biarawati Abu-abu”, sebab jubah 

religius mereka berwarna abu-abu. Para biarawati ini 

mengambil alih rumah sakit umum di Montreal yang 

menghadapi kebangkrutan dan dililit banyak hutang. 

Orang banyak memperolok para biarawati ini. Apalah 

606

yang memangnya dapat mereka perbuat? namun  

Moeder D'Youville dan para biarawatinya pantang 

putus asa. Mereka bekerja, dan membangun, dan 

memperbaiki. Lebih dari semua itu, mereka 

menyambut siapa saja yang membutuhkan 

pertolongan. Tak ada seorang pun yang terlalu 

miskin atau terlalu sakit untuk dapat datang ke 

rumah sakit mereka. Pada tahun 1765, suatu 

kebakaran melalap habis rumah sakit, namun  Moeder 

D'Youville dan para biarawatinya membangun rumah 

sakit kembali dalam waktu empat tahun.

Kedua putera Moeder D'Youville ditahbiskan 

sebagai imam: Charles, pastor Boucherville, dan 

Francois, pastor St Ours. Pada tahun 1769, Pater 

Francois mengalami patah tangan. Ibundanya 

bergegas datang untuk merawatnya. Lima hari 

dilewatkannya di pastoran. Moeder D'Youville juga 

sama murah hatinya saat  wabah cacar menyerang. 

Dan selama Perang Tujuh Tahun antara Perancis dan 

Inggris, Moeder D'Youville menolong para prajurit 

dari kedua belah pihak. Ia menyembunyikan para 

prajurit Inggris dalam ruang-ruang gelap di gudang 

bawah tanah biara. Di sana para suster dengan 

sembunyi-sembunyi merawat mereka hingga pulih 

kembali. Moeder D'Youville wafat pada tanggal 23 

Desember 1771. ia dimaklumkan sebagai santa oleh 

Paus Yohanes Paulus II pada tanggal 9 Desember 

1990. Ia yaitu  orang kudus pribumi pertama 

Kanada.

MARIA DOMINIKA MAZZARELLO (1837-

1881)

Sangat menghormati Bunda Maria. Ia 

mendidik para puteri bukan semata-mata 

berdasar  teori, melainkan lebih bersifat 

607

bimbingan praktis. Terdorong oleh karya dan ajakan 

Yohanes Don Bosco, anak petani ini ikut mendirikan 

dan memimpin kongregasi suster yang baru. P: 14 

Mei

MARIA DROSTE zu VISHERING (1863-

1899)

Suster Gembala Baik ini mendorong Paus Leo 

XIII untuk mempersembahkan dunia kepada Hati 

Kudus Jesus.

P: 8 Juni

MARIA FRANCES (1715-1791)

Diperlakukan dengan kasar oleh ayahnya, 

sebab  tidak mau menikah dengan pria pilihan 

orangtua. Selama 34 tahun ia menjadi pembantu 

pastoran yang baik dan dianugerahi rahmat 

berlimpah.

P: 6 Oktober

SANTA MARIA GORETTI (16 Oktober 1890-

6 Juli 1902)

Lebih Baik Mati dibandingkan  Berbuat Dosa

“Para remaja terkasih, yang dicintai secara istimewa 

oleh Yesus dan oleh kami semua, katakanlah, 

maukah kalian bertekad -dengan bantuan rahmat 

Ilahi- untuk dengan tegas menolak segala macam 

godaan yang dapat menodai kekudusan kalian?”

(Homili Paus Pius XII pada upacara Kanonisasi St. 

Maria Goretti, 24 Juni 1950)

608

MARIA GORETTI

 ALESSANDRO & MIMPINYA

 SURAT WASIAT ALESSANDRO

 MARIA GORETTI

Berbagai macam pikiran dan perasaan 

berkecambuk menjadi satu dalam diri Assunta 

Goretti, ibunda St. Maria 

Goretti, saat  ia 

mendengarkan homili yang 

disampaikan oleh Paus Pius 

XII pada upacara kanonisasi 

puterinya. Lamunannya 

membawa Assunta kembali 

ke masa-masa yang silam. 

Maria Goreti dilahirkan pada 

tanggal 16 Oktober 1890 di 

Corinaldo, Italia. Luigi 

Goretti, ayahnya, seorang 

petani miskin. Pada tahun 

1899, pasangan Luigi dan 

Assunta Goretti beserta 

keempat anak mereka yang 

masih kecil: Angelo, Maria, Marino dan bayi 

Allesandro, meninggalkan Corinaldo dalam usahanya 

mencari penghidupan yang lebih baik. 

Di tengah perjalanan mereka mendengar 

kabar tentang tanah pertanian milik Count Mazzoleni 

di Ferriere yang hendak disewakan. Mereka menuju 

ke sana dan Luigi Goretti diterima bekerja sebagai 

petani bagi hasil di pertanian. Tanah pertanian itu 

telah lama dibiarkan terbengkalai, maka Luigi harus 

bekerja keras untuk membangunnya kembali. Kerja 

keras tanpa henti memicu  Luigi akhirnya jatuh 

sakit dan tidak dapat bekerja sama sekali. Saat 

609

panen tiba dan Count Mazzoleni datang meninjau, 

tanahnya baru sebagian saja yang telah dikerjakan. 

Mazzoleni amat marah dan tanpa mau 

mendengarkan penjelasan apa pun, ia mengirim 

Giovanni Serenelli dan Alessandro, putera 

bungsunya yang berumur sembilan belas tahun, 

untuk menyelesaikan pekerjaannya. Keluarga 

Serenelli tinggal bersama dalam rumah keluarga 

Goretti. 

Giovanni ternyata seorang pemabuk. Ia cepat 

naik darah dan suka memaksakan kehendaknya. 

Alessandro berperangai buruk, suka bertengkar dan 

selalu cemberut. Ia biasa menghabiskan waktu di 

kamarnya yang terkunci dengan melihat-lihat 

majalah porno. Dinding kamarnya dipenuhi dengan 

gambar-gambar gadis berpakaian tidak sopan. 

Sementara itu penyakit malaria yang diderita Luigi 

bertambah parah. Setiap malam isteri beserta anak-

anaknya berlutut di sekeliling tempat tidurnya dan 

berdoa. Luigi menyesali kepindahannya ke Ferriere. 

Ia membisikkan pesannya yang terakhir kepada 

Assunta: “Kembalilah ke Corinaldo…” Akhir bulan 

April 1902 Luigi Goretti meninggal dunia. Sejak itu 

setiap malam Maria akan mendaraskan Rosario bagi 

keselamatan jiwa ayahnya. 

Dengan meninggalnya Luigi Goretti, hak atas 

rumah berpindah kepada Giovanni Serenelli. 

Giovanni mengijinkan Assunta beserta anak-anaknya 

tetap tinggal dan bekerja untuknya. Assunta ingin 

segera kembali pulang ke Corinaldo. namun  tidak 

terbayangkan olehnya seorang wanita dengan tujuh 

anak yang masih kecil-kecil dan tanpa bekal uang 

menempuh perjalanan balik sepanjang 200 mil. Oleh 

sebab  itu mereka tetap tinggal. Giovanni 

memerintahkan Maria, yang sekarang berumur 

sebelas tahun untuk mengerjakan semua pekerjaan 

610

rumah tangga sementara Assunta harus bekerja di 

ladang. Beban berat yang ditanggung Maria 

menjadikannya lebih cepat dewasa dan matang 

dibandingkan dengan anak lain seusianya. Ia telah 

tumbuh menjadi seorang gadis cantik yang beriman 

dan saleh, serta tekun berdoa. Devosinya kepada 

Yesus serta ketaatannya kepada ibunya sungguh 

luar biasa. Nasehat ibunya terpateri kuat di dalam 

hatinya. “Kamu tidak boleh berbuat dosa, apa pun 

alasannya.”   

Meskipun tidak dapat membaca dan menulis, 

Maria ikut pelajaran Katekumen dan beberapa bulan 

sebelumnya, yaitu pada tanggal 16 Juni 1901, ia 

telah menerima Komuni Kudusnya yang Pertama. 

Saat-saat menerima Komuni Kudus di gereja 

terdekat yang jaraknya dua jam perjalanan kaki itu 

sungguh amat membahagiakan hatinya. Bulan Juli 

1902. Assunta memperhatikan adanya perubahan 

pada perilaku puterinya. Sifat kanak-kanaknya 

sudah tidak tersisa lagi. Sinar matanya 

memancarkan kesedihan. Waktu doanya semakin 

panjang. Tubuhnya yang kecil bergetar dan air 

matanya mengalir. Telah beberapa waktu Alessandro 

Serenelli mengamatinya, mengganggunya serta 

mengejarnya dengan niat buruk. Ancaman 

Alessandro masih terngiang-ngiang di telinganya, 

“Jika kamu memberitahu ibumu, aku akan 

membunuh kalian berdua!” Hanya dari doalah Maria 

memperoleh kekuatan dan kelegaan.

Hari Sabtu, tanggal 5 Juli 1902 kira-kira 

pukul setengah empat sore. Alessandro 

memanggilnya, “Marietta  (demikian para tetangga 

memanggil Maria), kemejaku robek dan perlu dijahit. 

Aku mau memakainya untuk pergi ke gereja besok. 

Aku letakkan di tempat tidurku.” Kemudian pemuda 

itu keluar untuk mengurus sapi-sapinya. Tidak 

611

berapa lama, Alessandro meminta Assunta untuk 

menggantikannya. “Saputanganku ketinggalan,” 

katanya, “Aku akan segera kembali.” Sementara itu 

Maria duduk di lantai atas menjaga adik bayinya, 

Teresa, sambil menjahit baju Alessandro. Dari dapur 

Alessandro berteriak, “Marietta, datanglah kemari!” 

Maria tidak mau. Maka Allesandro datang, 

mencengkeram lengan Maria, menyeretnya ke 

dapur, menekankan sebilah pisau belati ke lehernya 

dan mengunci pintu. Maria berteriak minta tolong, 

namun  suaranya lenyap di telan mesin pengirik 

gandum.   

Alessandro mengancam Maria untuk menuruti 

kehendaknya. Maria meronta sekuat tenaga dan 

berteriak, “Tidak! Tidak Alessandro! Itu dosa. Tuhan 

melarangnya. Kamu akan masuk neraka, 

Alessandro. Kamu akan masuk neraka jika kamu 

melakukannya!” sebab  Maria berontak, Alessandro 

menjadi kalap. Ia menikamkan belatinya ke tubuh 

Maria, sekali, dua kali, tiga kali dan terus berulang 

kali tanpa ampun. Melihat tubuh kecil itu kemudian 

rebah dengan wajah pucat pasi, Alessandro sangat 

ketakutan. Ia melemparkan pisaunya, masuk ke 

kamarnya serta mengunci pintunya. 

Assunta kemudian mendapati Maria terkapar 

di lantai dapur bermandikan darah. Jeritan pilu yang 

nyaring segera terdengar. Dengan berurai air mata 

Assunta bertanya kepada putrinya, 

“Siapa yang melakukan ini padamu?”   

“Alessandro, Mama….”

“namun , mengapa nak?”, Assunta terisak.

“Sebab ia ingin aku melakukan dosa yang 

mengerikan dan aku tidak mau.” 

Dengan kereta ambulans, Maria dilarikan ke rumah 

sakit di Nettuno. Para dokter mendapatkan empat 

belas luka tikaman serta banyak luka memar di 

612

tubuh yang kecil itu. sebab  mereka 

mengoperasinya tanpa obat bius, Maria menderita 

kesakitan yang luar biasa hingga akhirnya tidak 

sadarkan diri. Dalam keadaan tidak sadar ia 

berulang kali berteriak, “Alessandro, lepaskan! 

Tidak, tidak, kamu akan masuk ke neraka! Mama, 

tolong!” 

Keesokan harinya seorang imam datang 

untuk memberikan Sakramen Terakhir. Pastor 

mengingatkan Maria bagaimana Yesus telah 

mengampuni mereka yang menyalibkan Dia dan ia 

bertanya apakah Maria juga mau mengampuni 

Alessandro. Maria mengarahkan pandangannya pada 

Salib yang tergantung di dinding dan dengan tenang 

mengatakan, 

“Saya juga memaafkan dia. Saya juga 

berharap agar kelak ia datang dan menyusul 

saya di surga.” 

sesudah  mengakukan semua dosanya, Pastor 

memberinya Komuni Kudus, dan air mata 

kebahagiaan memenuhi pelupuk matanya. Maria 

memandang patung Bunda Maria yang diletakkan di 

kaki tempat tidurnya dan saat itulah Yesus datang 

menjemput gadis kecilnya untuk masuk dalam 

perlindungan-Nya yang abadi. Maria Goretti  

meninggal dalam usia 11 tahun pada tanggal 6 Juli  

1902, pada pesta Tubuh dan Darah Kristus.

Empat puluh lima tahun kemudian, pada 

tanggal 27 April 1947, Maria Goretti dibeatifikasi 

oleh Gereja Katolik. Selanjutnya, pada tanggal 24 

Juni 1950 bertempat di Basilika St Petrus, Bapa Suci 

Paus Pius XII memimpin upacara kanonisasi St.  

Maria Goretti dengan dihadiri lebih dari 250.000 

umat. 

Maria Goreti (1890-1902), martir; lahir dekat 

Ancon Italia. Digelarkan martir pembela 

kemurnian Kristiani; P: 6 Juli

613

Dalam homilinya Paus Pius XII menekankan 

bahwa keutamaan St. Maria Goretti bukan hanya 

pada kemurnian jiwa dan raga, namun  juga 

keutamaan-keutamaannya dalam “mengutamakan 

kepentingan rohani di atas kepentingan duniawi, 

kasih dan ketaatannya kepada orangtuanya, 

kerelaannya untuk berkorkan dalam kesulitan, 

pekerjaan sehari-hari, menerima kemiskinan, 

kecintaannya dan doanya yang mendalam kepada 

Yesus dalam Ekaristi, kemurahan hatinya dalam 

mengampuni (pembunuhnya).  

Segera sesudah  upacara kanonisasi berakhir, 

dengan segala kerendahan hati Assunta 

menyatakan: “Ya Tuhan, aku tidak layak Engkau 

memberiku seorang kudus!” Assunta, yang saat itu 

telah berumur 82 tahun, hadir dalam upacara 

kanonisasi dengan ditemani kedua anaknya serta 

pembunuh puterinya. Pesta St. Maria Goretti 

dirayakan setiap tanggal 6 Juli.

St. Maria Goreti, pelindung para remaja 

khususnya remaja putri, masih berdoa bagi kita 

sekarang, bukan hanya bagi kaum muda, namun  bagi 

semua orang dari segala usia dan segala bangsa di 

segenap penjuru dunia. Pilihan cinta yang sangat 

berani ternyata sederhana saja: Pilihlah Tuhan dan 

bukannya dosa; pilihlah kebahagiaan abadi dan 

bukannya kebinasaan abadi. Pilihlah hidup! Jadilah 

seorang kudus.

   ALESSANDRO & MIMPINYA

Banyak mukjizat terjadi berkat bantuan doa 

St. Maria Goretti. Namun demikian, yang paling 

besar di antaranya yaitu  pertobatan Alessandro 

Serenelli, pembunuh Maria.

614

Segera sesudah  perbuatannya yang keji 

terhadap Maria Goretti, Alessandro ditangkap dan 

dimasukkan ke dalam tahanan di Nettuno, kemudian 

ia dipindahkan ke penjara di Roma untuk diadili. 

Alessandro sama sekali tidak menyesali 

pebuatannya. Ia berusaha mati-matian mengingkari 

perbuatannya, namun  sebab  tidak berhasil, akhirnya 

ia menyerah. Alessandro dijatuhi hukuman penjara 

selama tiga puluh tahun. Seorang imam datang 

untuk memberikan bimbingan kepadanya. 

Alessandro marah sejadi-jadinya lalu menangis 

seperti orang gila, dan kemudian menyerang imam. 

“Sebentar lagi, Alessandro, kamu akan 

memerlukan aku,” kata imam, “Marietta akan 

memastikannya.” 

“Tidak pernah,” teriak Alessandro ,”Aku tidak 

akan pernah membutuhkan seorang imam!”

Hari-hari selanjutnya terasa mengerikan bagi 

Alessandro. Selera makannya hilang dan ia merasa 

gelisah. Delapan tahun dalam penjara membuatnya 

putus harapan.   

Pada suatu hari di tahun 1910, Alessandro 

berjumpa dengan Maria dalam sebuah mimpi. 

Mimpinya itu demikian hidup sehingga sukar baginya 

untuk membedakannya dari kenyataan. Jeruji dan 

dinding penjara lenyap, Alessandro berada di sebuah 

taman yang hangat oleh sinar matahari dan penuh 

dengan bunga-bunga yang bermekaran. Bau harum 

semerbak memenuhi sekitarnya. Kemudian datang 

kepadanya seorang gadis yang amat cantik bergaun 

putih bersih. Alessandro berkata kepada dirinya 

sendiri: `Bagaimana ini? Bukankah gadis-gadis 

petani biasa berpakaian warna gelap?' namun  

dilihatnya bahwa yang datang itu Marietta. Ia 

berjalan di antara bunga-bunga dan tersenyum. 

Alessandro ingin melarikan diri darinya sebab  ia 

615

sangat ketakutan, namun  tidak bisa. Maria memetik 

bunga-bunga bakung putih (bunga bakung putih 

lambang kemurnian), menyerahkannya kepada 

Alessandro seraya berkata, `Alessandro, terimalah 

ini!' Alessandro menerima bunga-bunga bakung itu 

satu per satu, semuanya berjumlah empat belas. 

namun  sesuatu yang ajaib terjadi. Begitu ia 

menerima bunga itu dari Maria, bunga-bunga 

bakung itu berubah menjadi api-api yang menyala. 

Satu bunga bakung berubah menjadi nyala api untuk 

menghapuskan satu tikaman yang dihujamkan 

Alessandro kepadanya di hari yang naas itu di 

Ferriere. Maria berkata sambil tersenyum, 

`Alessandro, seperti janjiku, jiwamu kelak akan 

menemuiku di surga.' 

Rasa damai dan tenang segera memenuhi 

hati Alessandro. Penglihatan yang indah itu lenyap. 

saat  Alessandro bangun dari tidurnya, ia merasa 

bahwa perasaan benci dan marah yang kuat dan 

dahsyat yang menguasainya selama ini telah hilang 

dari padanya. 

“Aku melihatnya,” teriak Alessandro, 

“panggilkan pastor!”

Penjaga penjara tertawa mengejeknya dan berkata 

dengan kasar, “Jika kamu memang ingin bicara, tulis 

saja surat kepada pastor.”

Alessandro menuliskan pengakuannya dalam 

sebuah surat dan memohon ampun serta belas kasih 

Allah.

Sejak saat itu ia terdorong untuk memperbaiki 

hidupnya. 

Kelak di kemudian hari Alessandro menyadari bahwa 

harum semerbak bunga yaitu  suatu tanda baginya 

bahwa berkat doa-doa Maria ia beroleh rahmat 

untuk membuka pintu hatinya dan menerima terang 

serta Belas Kasih Ilahi dan dengan demikian 

616

menolak dosa yang membawanya pada kebinasaan 

abadi.

sesudah  dipenjarakan selama 27 tahun, 

Alessandro dibebaskan. Ia mendapat keringanan 3 

tahun sebab  sikapnya yang patut dijadikan teladan 

bagi para tahanan lain. Alessandro bekerja sebagai 

buruh tani selama 

beberapa waktu dan 

akhirnya memutuskan 

untuk tinggal di Biara 

Capuchin di Macareta 

seumur hidupnya sebagai 

tukang kebun. Para 

biarawan Capuchin 

menyapanya sebagai 

“saudara” dan Alessandro 

diterima sebagai anggota 

ordo ketiga. Di kapel 

biara ia mengikuti 

perayaan Misa setiap hari 

guna menemukan 

kedamaian dan 

ketenangan batin.

Alessandro mengunjungi Assunta Goretti, 

yang terakhir kali dijumpainya 31 tahun silam dalam 

sidang pengadilan. Ia memohon pengampunan dari 

Assunta. Assunta menumpangkan tangannya di atas 

kepala Alessandro, mengusap wajahnya dan dengan 

lembut berkata, 

“Alessandro, Marietta sudah memaafkanmu, 

Kristus sudah memaafkanmu, dan mengapa 

aku tidak memaafkanmu. Tentu saja aku 

memaafkanmu, anakku! Mengapa aku tidak 

bertemu denganmu lebih awal? Kejahatanmu 

yaitu  masa lalu, dan bagiku, engkau 

seorang anak yang telah lama menderita.” 

617

Keesokan harinya warga  desa Corinaldo 

menyaksikan Assunta Goretti dengan kepala tegak 

dan air mata mengalir di pipinya, menggandeng 

tangan Alessandro Serenelli seperti seorang ibu 

menggandeng anaknya, serta membimbingnya ke 

perayaan Misa. Di depan altar Assunta dan 

pembunuh puterinya berdampingan menerima 

Tubuh dan Darah Kristus. Sejak saat itu Alessandro 

diterima dalam keluarga Goretti yang saleh sebagai 

“Paman Alessandro”.   

Dalam proses beatifikasi Maria Goretti, 

Alessandro menjadi satu-satunya saksi yang dapat 

menceritakan secara jelas apa yang sebenarnya 

telah terjadi dalam pembunuhan keji ini . 

 Alessandro Serenelli meninggal pada tanggal 6 Mei 

1969 di Biara Capuchin di Macerata dalam usia 87 

tahun. 

SURAT WASIAT ALESSANDRO

Sebelum meninggal, Alessandro Serenelli 

meninggalkan sepucuk surat: ia menasehatkan agar 

kita tidak membaca majalah-majalah yang tidak 

baik, melihat gambar-gambar atau pun menonton 

film-film yang tidak sopan. 

Tertanggal 5 Mei 1961

“Usia saya hampir 80 tahun. Sebentar lagi 

saya akan pergi.

Menengok kembali ke masa lalu, saya dapat 

melihat bahwa di masa muda saya telah memilih 

jalan yang salah yang menghantar saya kepada 

kehancuran hidup saya.

Perilaku saya banyak dipengaruhi oleh 

bacaan, media cetak serta tingkah laku buruk yang 

dianut sebagian besar kaum muda tanpa pikir. Saya 

juga melakukannya dan saya tidak merasa khawatir.

618

Ada banyak orang yang saleh dan murah hati 

di sekeliling saya, namun  saya tidak peduli kepada 

mereka sebab  kekuatan jahat telah membutakan 

saya dan mendorong saya masuk ke dalam cara 

hidup yang salah.

saat  umur saya 20 tahun, saya melakukan 

kejahatan sebab  nafsu. Sekarang kenangan akan 

hal itu mengingatkan saya akan sesuatu yang amat 

mengerikan bagi saya. Maria Goretti, sekarang 

seorang santa, yaitu  malaikatku yang baik. sebab  

kuasa Penyelenggaraan Ilahi, ia dikirim untuk 

membimbing dan menyelamatkan saya. Masih tetap 

tertanam kuat dalam lubuk hati saya kata-kata 

nasehat dan pengampunannya. Ia berdoa bagi saya, 

ia berdoa bagi pembunuhnya. Tiga puluh tahun 

masa penjara menyusul.

Jika saja saya dapat kembali ke masa lalu, 

saya akan memilih untuk tetap tinggal di penjara 

seumur hidup saya. Saya pantas dikutuk sebab 

semua yang terjadi memang salah saya.”

“Marietta yaitu  sungguh terang hidupku, 

pelindungku, dengan bantuannya saya bisa 

berperilaku baik selama masa 27 tahun di penjara 

dan berusaha hidup tulus saat  saya diterima 

kembali dalam anggota warga . Imam-imam St 

Fransiskus, Capuchin dari Marche menerima saya 

dengan kemurahan hati para kudus dalam biara 

mereka sebagai seorang saudara, bukan sebagai 

pelayan. Saya telah tinggal selama 24 tahun dalam 

komunitas mereka, dan sekarang saya dengan sabar 

menunggu saatnya untuk memandang Tuhan, untuk 

sekali lagi memeluk dia yang aku kasihi, dan berada 

di samping Malaikat Pelindungku dan ibunya yang 

terkasih, Assunta.

Saya berharap agar surat yang saya tulis ini 

dapat menjadi pelajaran yang berguna bagi orang 

619

lain untuk menjauhi yang jahat dan senantiasa 

berjalan di jalan yang benar, seperti seorang anak 

kecil. Saya merasakan bahwa agama dengan ajaran-

ajarannya bukanlah sesuatu yang memungkinkan 

kita untuk hidup tanpanya, namun  agama yaitu  

sumber penghiburan yang sesungguhnya, sumber 

kekuatan hidup yang sesungguhnya dan satu-

satunya jalan keselamatan dalam segala situasi, 

bahkan dalam situasi yang paling menyengsarakan 

sekalipun dalam kehidupan seseorang.”

Tertanda, Alessandro Serenelli  

"Tidak  semua dari  kita  diharapkan  untuk  wafat  sebagai  

martir,  namun   kita  semua dipanggil  untuk mencari  serta  

mendapatkan  kebenaran  Kristiani."   (dari  homili 

Venerabilis Paus Pius XII)

BEATA MARIA dari INKARNASI (1566-

1618)

Barbara dilahirkan di Perancis pada tahun 

1566. Ia menikah dengan Petrus Acarie saat  

usianya tujuh belas 

tahun. Barbara dan 

suaminya mencintai 

iman Katolik mereka 

dan mengamalkannya 

dalam hidup sehari-

hari. Pasangan 

ini  dikaruniai 

enam orang anak dan 

keluarga mereka 

hidup bahagia. 

Barbara berusaha 

menjadi sorang isteri 

620

dan ibu yang baik. Keluarganya belajar dari Barbara 

bagaimana mencintai doa dan melakukan karya 

belas kasih. Suatu saat , suaminya secara tidak adil 

dituduh melakukan suatu kejahatan. Barbara sendiri 

datang menyelamatkannya. Ia pergi ke pengadilan, 

dan seorang diri saja, berhasil membuktikan bahwa 

suaminya tidak bersalah.

Meskipun Barbara sibuk dengan urusan 

keluarganya sendiri, namun  ia selalu menyempatkan 

diri untuk memberi makan mereka yang kelaparan. 

Ia mengajarkan iman kepada yang lain. Ia menolong 

mereka yang sakit dan sekarat. Dengan lemah 

lembut ia mendorong mereka yang hidup dalam 

dosa agar berbalik dari cara hidupnya. Perbuatan-

perbuatan baik yang dilakukannya itu yaitu  karya 

belas kasih.

saat  suaminya meninggal dunia, Barbara 

masuk Ordo Karmelit. Di sanalah ia melewatkan 

empat tahun sisa hidupnya sebagai seorang 

biarawati. Ketiga puterinya menjadi biarawati 

Karmelit juga. Nama yang dipilih Barbara sebagai 

biarawati yaitu  Suster Maria dari Inkarnasi. Dengan 

penuh sukacita ia bekerja di dapur biara di antara 

periuk dan panci. saat  puterinya diangkat menjadi 

pemimpin biara, Beata Maria dengan rela hati taat 

kepadanya. Demikian besar kerendahan hatinya, 

hingga menjelang ajalnya ia berkata: “Tuhan 

mengampuni aku sebab  teladan buruk yang 

kutinggalkan bagimu.” Para biarawati tentu saja 

terperanjat mendengarnya, sebab mereka tahu 

betapa ia telah berusaha keras untuk hidup kudus. 

Beata Maria wafat pada tahun 1618 dalam usia lima 

puluh dua tahun.

621

MARIA dari MESIR (abad ke-5)

Ialah seorang pelacur yang bertobat tatkala 

berziarah ke Yerusalem untuk memandang salib 

Kristus, yang baru saja ditemukan kembali oleh 

Santa Helena. Ia kemudian bertapa selama 47 tahun 

di gurun pasir di tepi timur sungai Yordan.

P: 2 April

SANTA MARIA MAGDALENA (abad ke-1)

Maria Magdalena berasal dari Magdala, dekat 

Danau Galilea. Sebagian orang mengenalinya 

sebagai seorang 

pendosa besar saat  

ia pertama kali 

berjumpa dengan 

Yesus. Maria 

Magdalena seorang 

yang amat cantik 

dan ia bangga akan 

kecantikannya itu. 

namun , sesudah  

berjumpa dengan 

Yesus, Maria 

merasakan 

penyesalan yang 

mendalam atas 

hidupnya yang jahat. 

saat  Yesus pergi 

ke rumah seorang kaya bernama Simon untuk suatu 

perjamuan makan, Maria datang dan menangis di 

kaki-Nya.

Kemudian, dengan rambutnya yang panjang 

serta indah, ia mengeringkan kaki Yesus dan 

622

meminyakinya dengan minyak wangi yang mahal 

harganya. Orang-orang merasa heran melihat Yesus 

membiarkan seorang pendosa seperti Maria 

menyentuh-Nya. Yesus tahu apa sebabnya. Ia dapat 

melihat ke dalam hati Maria. Yesus berkata, 

“Dosanya yang banyak itu telah diampuni, sebab ia 

telah banyak berbuat kasih.” Kemudian Yesus 

berkata dengan lembut kepada Maria. “Imanmu 

telah menyelamatkan kau:" 

Sejak saat itu, bersama para wanita  

kudus lainnya, Maria dengan rendah hati melayani 

Yesus dan para rasul-Nya. saat  Yesus disalibkan, 

Maria ada di sana; di bawah kaki salib. Ia tinggal di 

sana bersama Santa Perawan Maria dan St. Yohanes 

tanpa takut akan keselamatannya sendiri. Satu-

satunya hal yang dipikirkannya ialah bahwa Tuhan-

nya sedang amat menderita. Tidaklah heran jika 

Yesus berkata tentang Maria: “Ia telah banyak 

berbuat kasih.” sesudah  tubuh Yesus dibaringkan 

dalam makam, pagi-pagi benar pada hari Minggu 

Paskah Maria pergi untuk membubuhi tubuh Yesus 

dengan rempah-rempah. Ia sangat terkejut 

mendapati bahwa makam telah kosong. sebab  tidak 

menemukan tubuh-Nya yang kudus, Maria mulai 

menangis. Tiba-tiba ia melihat seseorang yang 

disangkanya seorang tukang kebun. Maria bertanya 

kepadanya apakah ia tahu di mana gerangan tubuh 

Tuhan-nya yang terkasih diletakkan. Kemudian pria 

itu berbicara dengan suara yang dikenalnya betul: 

“Maria!” Dia-lah Yesus, berdiri tepat di hadapannya! 

Yesus telah bangkit dari antara orang mati. Dan Ia 

memilih untuk menyatakan diri-Nya pertama kali 

kepada Maria. Injil menceritakan bagaimana Maria 

diutus oleh Tuhan sendiri untuk mewartakan Kabar 

Gembira kebangkitan kepada Petrus dan para rasul. 

Di abad-abad pertama Gereja, pesta St. Maria 

623

Magdalena dirayakan dengan Misa untuk seorang 

rasul.

Maria Magdalena (abad ke-1), petobat dan 

pengikut Jesus; pelindung lembaga-lembaga 

untuk gadis-gadis yang jatuh dalam dosa; B: 

Magda, Lena, Leni; L: seorang wanita muda 

dengan tempat wangi-wangian atua pertapa 

dengan tengkorak dan salib; P: 22 Juli

SANTA MARIA MAGDALENA de’PAZZI 

(1566-25 Mei 1607)

Katarina de'Pazzi dilahirkan di Florence, 

Italia, pada tahun 1566. Ia yaitu  puteri satu-

satunya dari sebuah keluarga 

kaya raya. saat  usianya 

empat belas tahun, Katarina 

tinggal di asrama sekolah 

suatu biara. Di sanalah ia 

mulai mencintai kehidupan 

religius. namun , setahun 

kemudian ayahnya 

menjemputnya pulang. 

Ayahnya mulai berpikir untuk 

memilihkan seorang suami 

kaya baginya. namun , 

Katarina sudah bertekad 

untuk menjadi seorang 

biarawati. Kedua orangtuanya 

amat terkejut saat  ia 

mengatakan kepada mereka 

bahwa ia telah mengucapkan 

kaul kemurnian. Mereka tidak percaya. Akhirnya, 

mereka mengijinkan Katarina masuk biara Karmelit. 

Namun, hanya lima belas hari kemudian, mereka 

datang menjemputnya pulang. Mereka berharap 

dapat mengubah pikirannya. sesudah  tiga bulan 

624

berusaha membujuknya tanpa hasil, mereka 

akhirnya menyerah. Mereka membiarkannya pergi 

untuk selamanya dengan restu mereka. Hal itu 

terjadi pada tahun 1582, tahun wafatnya Santa 

Theresia Avila di Spanyol.

saat  masih novis, Santa Maria Magdalena 

sakit parah. Para biarawati khawatir kalau-kalau ia 

meninggal. Sebab itu, ia diijinkan segera 

mengucapkan kaul religiusnya. Melihat bagimana ia 

menderita begitu hebat, salah seorang biarawati 

bertanya kepadanya bagaimana ia dapat menahan 

rasa sakit tanpa mengeluh sama sekali. Maria 

Magdalena menunjuk ke arah salib, katanya, 

“Lihatlah, betapa kasih Tuhan yang demikian besar 

itu telah menderita bagi keselamatanku. Kasih yang 

sama melihat segala kelemahanku dan memberiku 

kekuatan.” 

Santa Maria Magdalena harus mengalami 

banyak penderitaan hebat sepanjang hidupnya. Ia 

juga harus mengalami pencobaan-pencobaan berat 

akan ketidakmurnian dan keserakahan akan 

makanan. Ia dapat mengatasi segala pencobaan itu 

dengan cintanya yang besar kepada Yesus dalam 

Ekaristi Kudus dan kepada Bunda Maria. Seringkali ia 

hanya makan roti dan minum air putih saja. Ia juga 

melakukan latihan-latihan penyangkalan diri yang 

lain. Cintanya kepada Yesus begitu mendalam 

hingga ia akan berkata, “Kasih tidak dikasihi, Kasih 

tidak dikenali oleh makhluk ciptaan-Nya Sendiri.” 

Dengan bercucuran air mata, ia akan berdoa serta 

mempersembahkan segala penderitaannya demi silih 

bagi para pendosa dan orang-orang yang tidak 

percaya, hingga akhir hayatnya. Suatu saat  ia 

mengatakan, “O Yesus-ku, andai saja aku 

memiliki  suara yang cukup kuat dan lantang 

hingga terdengar ke seluruh penjuru dunia, aku 

625

akan berseru-seru agar Engkau dikenal dan dikasihi 

oleh semua orang!” Santa Maria Magdalena de Pazzi 

wafat pada tanggal 25 Mei 1607 dalam usia empat 

puluh satu tahun. Ia dinyatakan kudus oleh Paus 

Klemens IX pada tahun 1669.

L: hati bernyala dan mahkota duri; P: 25 Mei

MARIA MAGDALENA FONTAINE (1723-

1794)

Pemimpin biara Suster Karitas ini dipenggal 

bersama tiga suster lain di Cambrai (Perancis), 

sebab  tidak mau mengangkat sumpah yang 

bertentangan dengan suara hatinya.

P: 26 Juni

BEATA MARIE LEONIE PARADIS 

(12 Mei 1840-3 Mei 1912)

Elodie Paradis dilahirkan di desa L'Acadie di 

Quebec, Canada pada tanggal 12 Mei 1840. 

Orangtuanya miskin, 

namun mereka yaitu  

orang-orang Katolik yang 

saleh. Mereka mencintai 

gadis kecil mereka. saat  

Elodie berusia sembilan 

tahun, orangtuanya 

memutuskan untuk 

mengirimkannya ke 

sebuah sekolah asrama. 

Mereka menginginkan 

puteri mereka 

mendapatkan pendidikan 

yang baik. Suster-suster 

Notre Dame dengan hangat menyambut murid baru 

626

mereka. Elodi senang tinggal di asrama, meski ia 

dan keluarganya sungguh saling merindukan satu 

sama lain.

Bapak Paradis bekerja keras mengusahakan 

penggilingan. namun  masa-masa itu sungguh sulit 

dan penggilingan tidak memberikan hasil yang cukup 

untuk menopang hidup isteri dan anak-anaknya. Ia 

mendengar kabar-kabar yang menjanjikan mengenai 

penambangan emas di California. Pak Paradis begitu 

putus asa dengan usahanya hingga ia memutuskan 

untuk pergi juga. Di California, ia tidak mendapatkan 

kekayaan seperti yang ia harapkan. Sebab itu ia 

kembali ke L'Acadie, dan sungguh tergoncang 

hatinya mendapati puterinya telah masuk biara. 

Elodie menggabungkan diri dalam Kongregasi Salib 

Suci pada tanggal 21 Februari 1854. Ayahnya segera 

menyusul ke biara. Ia memohon dengan sangat 

kepada puterinya untuk pulang ke rumah, namun  

puterinya memilih untuk tinggal. Pada akhirnya, 

ayahnya dapat menerima. Elodie mengucapkan 

kaulnya pada tahun 1857. 

Elodie yang mengambil nama biara Marie-

Leonie mengajar di sekolah-sekolah di berbagai 

kota. Ia berdoa dan melewakan hari-harinya dengan 

penuh sukacita. Sementara hari-hari berlalu, Sr 

Marie-Leonie dibimbing oleh Yesus untuk memulai 

sebuah ordo religius baru dalam Gereja. Suster-

suster Kecil dari Keluarga Kudus dimulai pada tahun 

1880. Para suster yang penuh kasih ini membaktikan 

diri pada pelayanan bagi para klerus. Suster-suster 

Kecil dari Keluarga Kudus sekarang telah memiliki 

enampuluh tujuh biara yang tersebar di Canada, 

Amerika Serikat, Roma dan Honduras.

Moeder Marie-Leonie terus berkarya hingga 

jam-jam terakhir hidupnya. Ia senantiasa rapuh dan 

kerap jatuh sakit. Namun demikian ia tidak pernah 

627

berhenti melayani umat Allah. Ia menuliskan 

koreksi-koreksi terakhir pada halaman-halaman 

artikel  peraturan hidup yang ditulisnya. Ia telah 

mengirimkannya ke percetakan. artikel  ini  akan 

memberikan bimbingan yang diperlukan para 

susternya. Hari itu hari Jumat, 3 Mei 1912, saat  

Moeder Marie-Leonie mengatakan bahwa ia amat 

lelah. Ia berbaring untuk beristirahat dan wafat 

beberapa jam kemudian. Usianya tujuhpuluh satu 

tahun.

BEATA MARIE ROSE DUROCHER (1811-

1849)

Eulalie Durocher dilahirkan pada tahun 1811 

di Quebec, Kanada. Ia yaitu  anak kesepuluh dari 

sebelas bersaudara. 

Ibunya meninggal 

dunia saat  ia berusia 

delapanbelas tahun. 

Saudaranya, seorang 

imam di sebuah paroki 

di Beloeil, membawa 

adiknya ini ke 

parokinya. Di sana, 

Eulalie melaksanakan 

karya kerasulan awam. 

Ia dipercaya mengurus 

keperluan rumah 

tangga bagi 

saudaranya, sang 

imam. Ia juga memulai 

persekutuan doa paroki yang pertama di Kanada. 

Tigabelas tahun lamanya terlibat dalam kehidupan 

Gereja dan paroki mempersiapkan jalan baginya 

untuk suatu karya istimewa bagi Tuhan.

628

Pada tahun 1843, saat  Eulalie berusia 

tigapuluh dua tahun, uskup Montreal memintanya 

untuk memulai suatu misi khusus. Eulalie memulai 

suatu ordo religius yang baru bagi para wanita , 

yang dinamai Suster-suster dari Nama Kudus Yesus 

dan Maria. Karya khusus mereka bagi Yesus yaitu  

memberikan pendidikan kepada anak-anak yang 

paling miskin dan terabaikan. Eulalie menjadi 

Moeder Marie Rose. Yang lainnya mengikuti jejak 

wanita  yang murah hati ini. Mereka juga 

percaya akan pentingnya pendidikan anak-anak 

demi kasih kepada Yesus.

Moeder Marie Rose hidup hanya enam tahun 

lamanya sesudah ia memulai kongregasinya. Namun 

demikian, pastilah ia terus membantu para 

biarawatinya dari surga sebab komunitasnya terus 

bertumbuh dan bahkan membuka biara-biara baru. 

Mereka memulai karya misi di Amerika juga. Mereka 

pergi ke Oregon pada tahun 1859. Sekarang, 

Suster-suster dari Nama Kudus Yesus dan Maria 

tersebar di seluruh penjuru dunia. Moeder Marie 

Rose Durocher dimaklumkan sebagai “beata” oleh 

Paus Yohanes Paulus II pada tanggal 23 Mei 1982.

MARIA TERESIA SOUBIRAN (1834-1889)

Dalam usia muda (21 tahun) ia mendirikan 

serikat suster yang berkarya untuk puteri-puteri 

yang terlantar di kota-kota besar. sebab  difitnah, ia 

dipecat dari jabatannya sebagai pembesar dan 

dikeluarkan dari kongregasinya. Namun Maria 

menerima semuanya dengan sabar dan hidup 

dengan semangat doa dalam biara suster lain di 

Paris sampai hari kematiannya.

P: 20 Oktober

629

MARIA WARD (1585-1645)

Puteri bangsawan Inggeris ini berkali-kali 

terpaksa mengungsi sebab  ingin mengikuti Misa 

Kudus. Sebab perayaan Ekaristi dilarang oleh Ratu 

Eisabet. Pada umur 20 tahun ia melarikan diri ke 

Belgia untuk masuk biara Klaris. Ia mencoba dua 

kali, namun  selalu gagal walaupun berusaha hidup 

setaat mungkin pada aturan biara. Akhirnya ia 

mendirikan kumpulan wanita yang hidup bersama 

tanpa klausura atau pakaian biara. Sebab, mereka 

mau kembali ke Inggeris untuk memperkuat iman 

umat yang dianiaya. Beberapa kali ia pulang, 

dikejar-kejar, dipenjarakan dan dihukum mati, 

namun dibebaskan lagi. Ia kemudian kembali ke 

Belgia, memimpin ‘Puteri-puteri Inggeris’ dan 

berusaha mendapatkan pengakuan dari Paus di 

Roma. Di Munchen ia dipenjarakan sebagai orang 

bidaah, dan pada tahun 1631 ‘Suster-suster Jesuit’-

nya dilarang oleh paus. Namun akhirnya ia 

direhabilitir dan perjuangannya susaha  wanita boleh 

merasul sama seperti pria diterima oleh pejabat 

Gereja yang masih lama berpikir gaya kuno itu.

P: 30 Januari

MARIANA de PAREDES y FLORES (1618-

1645)

Anak yatim piatu ini pada umur 7 tahun 

berkaul hidup murni. sebab  tidak diterima dalam 

biara ia tinggal di halaman kakaknya untuk hidup 

menyendiri dengan miskin, bermatiraga dan 

beramal. Mariana menawarkan diri kepada Tuhan 

untuk dijadikan silih bagi dosa-dosa kotanya Quito 

(Ekuador).

P: 26 Mei

630

MARIANUS dan YAKOBUS († 259)

Lektor dan diakon ini disiksa dan dipenggal 

bersama dengan banyak orang Kristen lain di 

Konstantine (Aljazair).

P: 30 April

MARIE TERES FONTOU (1747-1794)

Bersama dengan suster lain dari Kongregasi 

Vinsentin di penggal di Bomerai, sebab  tidak mau 

mengangkat sumpah Revolusi Perancis.

MARINA (abad ke-5)

Dengan mengenakan pakaian laki-laki, gadis 

ini bersama ayahnya masuk biara di Siria. Ia dituduh 

menghamili putrid pemilik penginapan. Tanpa 

membela diri, ia berpenitensi selama lima tahun 

sampai kemudian ia diterima kembali. Baru sesudah 

mati diketahui, ia seorang wanita dan tak mungkin 

berbuat dosa seperti yang dituduhkan kepadanya.

P: 12 Februari

MARINUS († 262)

Tidak mau bersumpah secara kafir, yaitu 

kepada dewa-dewa. sebab nya perwira Romawi ini 

dipenggal kepalanya di Palestina.

A: pelaut; P: 3 Maret

MARINUS SKOTUS († 1088)

Berziarah dari Skotlandia ke Roma. Dalam 

perjalanan pulang ia menetap di Regensburg dan 

mendirikan beberapa biara bagi orang Skot di 

631

Jerman. Waktu senggangnya ia gunakan untuk 

menyalin Kitab Suci seluruhya sampai beberapa kali.

P: 9 Februari

MARIUS dan MARTA (awal abad ke-4)

Bersama  anak mereka, AUDIFAX dan 

ABAKUH, berziarah dari Persia ke Roma untuk 

berdoa di tempat pemakaman para martir. namun  

mereka sendiri ditangkap waktu menguburkan 

mayat pahlawan-pahlawan iman Kristiani itu dan 

mati sebagai saksi iman.

P: 19