Arian – Seseorang yang menerima ajaran Arius dari Alexandria, seorang pemikir
dan penulis abad ke-4 AD, yang menyangkal preexistence abadi dari
Yesus Kristus. “Ada waktu di mana Yesus tidak ada,” yaitu pernyataan
klasik dari Arius. Dengan kata lain, Arius dan para pengikutnya percaya
bahwa Kristus tidak ada sebelum Bapa membuat-Nya menjadi ada. Arian
juga menolak dengan tegas kepribadian (personhood) Roh Kudus.
Arianisme – Penekanan teologis yang mendukung pengajaran dasar Arius dan
para pengikutnya.
Godhead / Keallahan – Satu istilah teologi yang sering digunakan merujuk
kepada Bapa, Anak dan Roh Kudus. Istilah ini dapat digunakan baik oleh
paham Trinitarian maupun non-Trinitarian, tergantung pada apakah orang
yang memakai istilah itu Trinitarian atau tidak.
Inkarnasi – Satu pengalaman di mana Allah menjadi manusia. Berasal dari dua
kata Latin yang secara literal berarti “di dalam daging.” Biasanya
digunakan secara teologis untuk merujuk kepada Kristus, Anak Ilahi,
datang ke bumi untuk mengenakan nature manusia kepada diri-Nya.
Monoteistik – Percaya dan menyembah satu Allah yang berbeda dengan banyak
allah (politeisme).
Omnipotent – Kesanggupan untuk mengerjakan dengan kuasa yang tanpa batas,
satu sifat yang dipercaya oleh orang Kristen sebagai keunikan Allah.
Omnipresent – Kesanggupan untuk berada di mana saja pada saat yang
bersamaan. Juga yaitu satu sifat yang dianggap oleh orang Kristen
sebagai satu sifat unik Allah.
Omniscient – Kesanggupan untuk mengetahui segala sesuatu, satu sifat yang
secara tradisional dimengerti oleh orang Kristen sebagai hanya milik Allah
saja.
Panteisme – Ajaran yang mengajarkan bahwa Allah hadir dalam segala benda.
Secara literal, Pantheon berarti “semua yaitu Allah.” Awalnya digunakan
oleh orang Yunani dan Romawi untuk merujuk kepada bangunan-
bangunan di mana mereka menyimpan gambar dari semua dewa mereka.
Pionir – Satu ekspresi yang digunakan dalam studi di kalangan Advent untuk
merujuk kepada para pemimpin Advent Pemelihara Sabat (Sabbatarian
Adventism), yang membantu dalam mendirikan Gereja Masehi Advent
Hari Ketujuh dan membentuk pekabaran doktrinnya.
Politeisme – Ajaran bahwa ada lebih dari satu Allah. Orang atau kelompok
politeistik, menyembah banyak mahkluk ilahi yang bersemayam di alam
semesta dan memengaruhi kehidupan di atas bumi ini. Politeisme yaitu
lawan kata dari monoteisme, yang percaya pada satu Allah yang benar.
Self-Existent – Satu istilah untuk menggambarkan mahkluk ilahi dan keberadaan-
Nya tidak bergantung pada mahkluk ilahi lainnya.
Semi-Arianisme – Pengajaran bahwa Bapa dan Anak tidak sama-sama berasal
dari kekekalan. Anak “diperanakkan / keluar (begotten)” dari Bapa, dalam
pengertian bahwa Yesus memperoleh keilahian-Nya dari Bapa.
Trinitarian – Seseorang, satu kelompok atau gereja yang mengakui doktrin
Trinitas.
Trinitas – Kepercayaan Kristen bahwa Keallahan terdiri dari tiga Pribadi ilahi
yang sama-sama abadi (Bapa, Anak, dan Roh Kudus) yang “satu” dalam
sifat, tabiat, dan tujuan. Bukan tiga Allah, melainkan satu Allah dalam tiga
Pribadi.
Unitarian – Seseorang atau satu kelompok yang menyangkal doktrin Trinitas
dengan mengatakan bahwa hanya ada satu Allah, yaitu Bapa. Unitarian
sangat menentang keilahian sepenuhnya Anak dan kepribadian
(personhood) Roh Kudus.
Dua dalil pertama dari Dasar Kepercayaan Gereja Masehi Advent Hari
Ketujuh (Gereja Advent) tahun 1872 menyatakan kepercayaan gereja terhadap
“satu Allah” dan “satu Tuhan Yesus Kristus.” Tidak ada satupun penegasan
tentang konsep Trinitas ditemukan dalam Dasar Kepercayaan ini .1 Antara
tahun 1846 dan 1886, doktrin Trinitas ditolak dan sangat tegas ditentang oleh
sebagian besar penulis Advent sebab dianggap tidak konsisten, tidak Alkitabiah,
bertentangan dengan pandangan umum, tidak dapat dipercaya dan tidak bisa
dimengerti, tidak masuk akal, papal (kepausan), pagan (kekafiran), dan anti
Kristen.2 Bahkan hymnal Gereja Advent (SDA Church Hymnal) merefleksikan
penolakannya terhadap doktrin Trinitas.3 Perhatikan perbedaan SDA Church
Hymnal tahun 1886, 1909, dan 1941 dengan SDA Church Hymnal tahun 1985
Kelihatannya penolakan terbesar mereka yaitu sebab diamnya Alkitab
tentang Trinitas. Kata itu tidak ditemukan di dalam Kitab Suci, sehingga mereka
menolak menjadikannya doktrin gereja Advent. Satu doktrin yang tidak dengan
jelas dinyatakan dalam Alkitab tidak dapat mereka terima.
Doktrin Trinitas tersirat pada Dasar Kepercayaan Gereja Advent tahun
1931, yang kemudian diperjelas dalam Dasar Kepercayaan tahun 1980 yang
Gereja Advent gunakan hingga sekarang. Meskipun saat itu (1931), fundamental
belief Gereja Advent belum menyatakan Trinitas secara total, masih bisa
dimengerti sebagai Semi-Arian, sebab kata “eternal” ditujukan hanya kepada
Bapa dan tidak kepada Yesus.
3
Selain itu, sementara gereja Advent mendukung doktrin Trinitas, masih
ada yang menentang doktrin Trinitas di Gereja Advent. Penyelidikan
mengindikasikan bahwa sejak tahun-tahun permulaan gereja Advent, sampai
tahun 1890-an, sebagian besar penulis gereja Advent memegang prinsip Arian
atau Semi-Arian. Pandangan yang digambarkan oleh para penulis Advent ini
yaitu bahwa ada masa di mana Kristus tidak ada, bahwa keilahian-Nya yaitu
keilahian yang diberikan, dan dengan demikian Ia lebih rendah dari Bapa.
Sehubungan dengan Roh Kudus, sebagian dari para penulis ini mengatakan bahwa
Ia bukanlah Oknum ketiga dari Keallahan, melainkan yaitu kuasa Allah.
Sejumlah penulis Advent sekarang ini, yang menentang doktrin Trinitas,
berusaha untuk membangkitkan kembali pandangan para pionir Gereja Advent
tentang isu ini. Mereka mengatakan bahwa Gereja Advent telah menerima
“Doktrin Roma” tentang Trinitas dan mendesak untuk kembali menerima
pandangan para pionir gereja Advent tentang Arian atau Semi-Arian. Pandangan
Arian dan Semi-Arian tentang Allah akan dibahas pada bab dua dari seminar ini.
Dengan kedua latar belakang di atas, di mana adanya perbedaan Dasar
Kepercayaan Gereja Advent antara tahun 1872 dan 1931, demikian juga
perbedaan pandangan dari para pionir gereja Advent dan realita Trinitas di gereja
Advent sekarang ini, maka seminar ini dibuat dengan judul:
LATAR BELAKANG SEJARAH DAN PERKEMBANGAN DOKTRIN
TRINITAS DI GEREJA MASEHI ADVENT HARI KETUJUH (GMAHK).
sebab doktrin Trinitas sangat luas cakupannya, maka seminar kali ini
hanya fokus pada sejarah dan perkembangan doktrin Trinitas di Gereja Advent.
4
Mungkin di lain kesempatan, dapat dibahas topik yang lain sehubungan dengan
Trinitas.
Adapun tujuan dari seminar ini yaitu agar kiranya dapat memberi
gambaran singkat tentang perkembangan doktrin Trinitas di Gereja Advent.
Dengan demikian, maka diharapkan kita dapat memiliki pengetahuan yang lebih
luas tentang sejarah Trinitas di GMAHK dan dapat lebih memahami
perkembangannya dan pemahamannya sekarang ini yang termuat dalam 28 Dasar
Kepercayaan Gereja Advent.
2.1 Dasar Kepercayaan GMAHK Tahun 1872, 1931, dan 19805
A DECLARATION
OF THE
FUNDAMENTAL
PRINCIPLES
TAUGHT AND
PRACTICED BY THE
SEVENTH-DAY
ADVENTIST
1872
1
That there is one God, a
personal, spiritual being,
the creator of all things,
omnipotent, omniscient,
FUNDAMENTAL
BELIEFS OF
SEVENTH-DAY
ADVENTIST
1931
2
That the Godhead, or
Trinity, consists of the
Eternal Father, a
personal, spiritual Being,
FUNDAMENTAL
BELIEFS OF
SEVENTH-DAY
ADVENTIST
1980
2
There is one God:
Father, Son, and Holy
Spirit, a unity of three
co-eternal Persons. God
5 Woodrow Whideen, Jerry Moon, and John W. Reeve, The Trinity:
Understanding God’s Love, His Plan of Salvation, and Christian Relationship
(Hagerstown, MD: Review and Herald Publishing Association, 2016), 203,
mengatakan bahwa, “Pernyataan Dasar Kepercayaan Gereja Advent yang pertama
(1872) yaitu pekerjaan Uriah Smith. Pernyataan anti-trinitarian ini
merepresentasikan konsensus saat itu. Namun sebab adanya penolakan yang kuat
terhadap dasar kepercayaan apapun, maka itu tidak pernah diterima statusnya
secara resmi. Pernyataan Dasar Kepercayaan yang kedua (1889), juga oleh Uriah
Smith, mampu ditafsirkan dengan baik oleh Semi-Arian atau Trinitarian.
Pernyataan Dasar Kepercayaan yang ketiga (1931), diotorisasi oleh sebuah
komite, namun kenyataannya ditulis oleh F. M. Wilcox, seorang editor dari
Review and Herald, yaitu pernyataan Dasar Kepercayaan yang pertama secara
resmi. Sesi General Conference tahun 1946 memutuskan bahwa pernyataan Dasar
Kepercayaan tahun 1931 tidak mengalami perubahan apapun dan diputuskan pada
sesi General Conference ini . Lalu pernyataan Dasar Kepercayaan di Dallas
tahun 1980 yaitu pernyataan Dasar Kepercayaan Gereja Advent yang keempat
dan yang kedua yang secara formal dan resmi diputuskan di sesi General
Conference.”
2.2 Arianisme, Semi-Arianisme, Trinitarianisme, dan Anti-Trinitarianisme6
Sebagaimana yang telah disampaikan sebelumnya bahwa para pionir
gereja Advent mayoritas berpegang pada pandangan Arian dan Semi-Arian,
sedangkan sekarang ini ada yang berpegang pada pandangan Trinitas dan Anti-
Trinitas. Adapun pandangan-pandangan ini yaitu sebagai berikut:
2.2.1 Arianisme
Arianisme yaitu satu ajaran yang muncul pada abad ke-4 M di
Alexandria. Dinamai demikian sebab Arius, seorang presbiter di Alexandria
sangat menonjol dalam mengajarkan paham ini . Paham Arianisme
menyangkal bahwa Yesus Kristus yaitu substansi yang sama dengan Bapa, dan
menurunkan derajat Anak kepada ranking ciptaan, meskipun sudah ada (pre-
existent) sebelum dunia ada. Pandangan Arianisme dinyatakan salah pada Konsili
Nicaea pada tahun 325 M.
2.2.2 Semi Arianisme
Semi Arian mencoba untuk mengompromikan antara posisi ortodoks
(konservatif) dan Arian sehubungan dengan kodrat Kristus (nature of Christ).
Mereka menolak pandangan Arian bahwa Kristus diciptakan dan memiliki nature
yang berbeda dari Allah, namun mereka tetap tidak menerima Kredo Nicene
(Nicene Creed) yang menyatakan bahwa Kristus yaitu “substansi yang sama
dengan Bapa.” Semi Arian mengajarkan bahwa Kristus similar dengan Bapa,
namun berada di bawah Bapa (subordinate).
2.2.3 Trinitarianisme
Trinitarianisme yaitu kepercayaan ortodoks (konservatif) bahwa hanya
ada satu Allah yang hidup dan benar. Allah yang satu ini yaitu kesatuan dari tiga
pribadi, yang satu dalam substansi, kuasa dan kekekalan: Bapa, Anak, dan Roh
Kudus.
2.2.4 Anti Trinitarianisme
Anti Trinitarianisme yaitu kepercayaan yang menentang doktrin Trinitas
untuk berbagai alasan. Mungkin saja mereka memiliki pandangan Arian, Semi
Arian, atau memiliki pandangan lain yang menolak Trinitas.
10
2.3 Para Pionir Gereja Advent
Dua dari para pionir utama gereja Advent, yaitu Joseph Bates dan James
White, berasal dari Christian Connection, yang sangat menolak doktrin Trinitas.
James White diurapi menjadi pendeta penuh di gereja ini . Christian
Connection menyatakan dalam doktrinnya bahwa “Father was unoriginated,
independent, and eternal.” Sedangkan untuk Yesus Kristus, dinyatakan bahwa
“Christ was originated, dependent, and brought into existence by the Father.”
Christian Connection memiliki pandangan tentang Roh Kudus sebagai “power
and energy of God, that holy influence of God.”7
saat James White dan Joseph Bates bergabung dengan pergerakan
Advent, mereka tetap memegang teguh pandangan anti-Trinitarian yang telah
mereka pelajari di Christian Connection,8 dan membawa pandangan mereka
ini ke dalam Sabbatarian Adventism.9 Sedangkan William Miller yang
yaitu anggota gereja Baptis, yaitu penganut doktrin Trinitas. Dia mengatakan,
“Saya percaya kepada Allah yang hidup dan benar, dan ada tiga Pribadi dalam
Keallahan… Tiga Pribadi dari tiga kesatuan (Triune) Allah yang saling
berhubungan.”10 Saat itu, Millerite Adventists sedang fokus kepada kedatangan
Kristus yang segera dan tidak menyadari pentingnya untuk membahas subjek
tentang Trinitas.11
Berikut yaitu beberapa pandangan doktrin tentang Allah yang diyakini
oleh para pionir gereja Advent.
2.3.1 Joseph Bates
Bates menuliskan pandangannya tentang hal ini. Dia mengatakan bahwa,
“Mengenai Trinitas, saya menyimpulkan bahwa yaitu mustahil bagi saya untuk
percaya bahwa Tuhan Yesus Kristus, Anak Bapa, juga yaitu Allah Yang Maha
Kuasa.”12 Pandangannya inilah yang membuat dia memilih untuk bergabung
menjadi anggota Christian Connection daripada bergabung bersama kedua orang
tuanya menjadi anggota Gereja Congregational.13
Christian Connection yaitu satu denominasi yang muncul sekitar tahun
1700-an, di mana mereka menolak semua nama, sebutan, serta lambang yang
biasa digunakan oleh pengikut Kristus. Mereka hanya menyebut diri mereka
Kristen. Lalu untuk mendefinisikan diri mereka sebagai satu tubuh, mereka
memakai terminologi Christian Connection. Mereka tidak menerima doktrin
Trinitas sebab menurut mereka kata ini tidak ada di dalam Alkitab.
Namun mereka percaya bahwa Kristus sudah ada bersama dengan Bapa sebelum
dunia ada.14
Dalam hal ini Joseph Bates menyangkal Trinitas, sebagian, sebab
kesalahpahamannya tentang pandangan ortodoks (konservatif) sehubungan
dengan Trinitas, tapi juga sebab pemahaman Unitariannya yang menempatkan
Yesus sebagai entitas ilahi yang lebih rendah dari Bapa.15
2.3.2 James White
Pada tahun 1855, James White menerbitkan satu artikel di Review and
Herald dengan judul “Preach the World.” Dalam tulisannya ini , James White
menyinggung tentang 2 Timotius 4:4, “Mereka akan memalingkan telinganya dari
kebenaran dan membukanya bagi dongeng.” Dia mengatakan bahwa “yang
dimaksud di sini yaitu Trinitas, yang tidak jauh dari kepribadian Allah dan
Anak-Nya Yesus Kristus.”16 Bagi James White, doktrin Trinitas yaitu dongeng
belaka dan jauh dari kebenaran. James White menolak ide bahwa “Yesus yaitu
Allah yang kekal” sebab “Ia yaitu Anak dari Allah yang kekal.”17 Dia berpikir
bahwa hanya Allah yang kekal. Dia mengklaim bahwa “Trinitas” yaitu doktrin
buatan (fiksi) Roma Katolik yang diterima oleh Protestan sebagai satu
kepercayaan yang salah.18 Dalam hal ini James White menyebut “Tuhan yang
ilahi,” yang tidak sama dengan Allah.19
2.3.3 J. N. Loughborough
Menjawab pertanyaan “Apa keberatan Anda tentang doktrin Trinitas?”
Loughborough menulis, “Ada banyak keberatan yang dapat diberikan, namun
sebab keterbatasan ruang maka kita akan kurangi menjadi tiga hal saja:
1. Itu bertentangan dengan akal sehat. 2. Itu bertentangan dengan Kitab Suci. 3.
Itu berasal dari kekafiran dan dongeng.20 Sama dengan pendapat James White
tentang Trinitas, bagi Loughborough, doktrin Trinitas yaitu dongeng belaka dan
berasal dari kekafiran.
2.3.4 Roswell F. Cottrell
Dalam satu artikel tentang Trinitas, Cottrell menulis bahwa “memegang
doktrin Trinitas ibarat racun yang ada dalam anggur yang memabukkan
seluruh bangsa. Ini yaitu satu doktrin utama yang diagungkan oleh bishop Roma
kepada kepausan.”21 Dia yaitu seorang pendeta Gereja Advent yang
berpengaruh. Dia menegaskan bahwa “terminologi Trinitas berarti persatuan dari
tiga pribadi dalam satu Allah yaitu doktrin yang bertentangan dengan akal
sehat.”22
2.3.5 J. N. Andrews
Dalam sebuah artikel tentang identitas Melkisedek dalam Ibrani 7:3,
Andrews berkata bahwa kalimat “harinya tidak berawal” tidak dapat diterima
secara literal sebab segala sesuatu di alam semesta ini, kecuali Allah Bapa,
memiliki permulaan. Mengomentari ayat ini, dia mengatakan bahwa Anak Allah
memiliki awal permulaannya.23 Lebih lanjut dalam artikelnya dia menyatakan
bahwa Yesus lebih rendah dari Allah sebab “Dia memiliki Allah sebagai Bapa-
Nya, dan pada saat yang sama di kekekalan, memiliki awal permulaannya.”
Dengan demikian dia mengatakan bahwa “Allah Bapa, tidak memiliki ayah, atau
ibu, atau keturunan, atau permulaan waktu, atau akhir kehidupan.”24 Baginya,
Yesus lebih rendah dari Allah.
Beberapa tahun kemudian, dia menyatakan bahwa sumber keabadian
Allah didasarkan pada 1 Timotius 6:16. Dia mengatakan bahwa “ayat ini
menjelaskan bahwa Allah yang ada dengan sendirinya itu, yaitu satu-satunya
Oknum yang memiliki keabadian ini. Yang lainnya memperoleh keabadian yang
keluar dari Allah, namun hanya Dialah satu-satunya sumber keabadian.” Itu
berarti bahwa Yesus memperoleh keabadian dari Allah, meskipun “Tuhan Yesus
Kristus yaitu sumber kehidupan bagi kita.”25
2.3.6 Uriah Smith
Pada tahun 1865, Uriah Smith, editor yang cukup lama dari Review and
Herald, percaya bahwa Yesus yaitu mahkluk ciptaan. Dia yaitu “mahkluk
ciptaan yang pertama, telah ada sebelum segala sesuatu diciptakan, dekat kepada
Allah yang Maha Kekal dan yang tanpa permulaan.”26 Pada edisi tahun 1881 dari
bukunya ini , Smith memodifikasi pandangannya. Mengenai frase
“permulaan dari ciptaan Allah” dalam Wahyu 3:14, dia menulis “Beberapa orang
mengerti bahwa dalam ayat ini Kristus yaitu mahkluk ciptaan yang pertama …
Namun ayat ini tidaklah berarti bahwa dia diciptakan ... dia sendiri ada dengan
cara yang berbeda, sebagaimana Dia disebut sebagai ‘the only begotten’
(berasal/diperanakkan) oleh Bapa.”27
Dalam pembahasan yang lain, dia menulis bahwa Anak begotten
(berasal/diperanakkan) “melalui satu proses ilahi, bukan penciptaan, hanya
diketahui oleh Yang Maha Tahu, dan mungkin bagi Yang Maha Sanggup.”
Dengan demikian Smith mengatakan bahwa “hanya Allah saja yang tanpa
permulaan. Pada satu masa, periode waktu yang sangat jauh sehingga bagi pikiran
yang fana itu yaitu kekekalan, Firman itu muncul.”28 Dengan demikian berarti
bahwa ada satu masa di mana Kristus tidak ada.
2.3.7 J. H. Waggoner
Pada tahun 1877, J. H. Waggoner menulis tentang Roh Kudus sebagai “itu
(It)” dan bukan “He (Dia).” Waggoner menggambarkan “Roh Allah” sebagai
“kuasa yang dasyat dan misteri yang keluar dari tahkta alam semesta.”29
Mengenai Yesus, Waggoner berkata bahwa Ia sudah ada sejak awalnya bersama
Allah, namun lebih rendah dari Allah.
2.3.8 D. M. Canright
D. M. Canright sangat keras menentang Trinitas, baginya Allah bukanlah
satu pribadi, melainkan roh.31 Konsep ini didasarkan pada keyakinannya bahwa
hanya Bapa yang yaitu Allah yang benar dan Anak berasal dari pada-Nya,
sebab Kristus berkata bahwa “Dia memperoleh semua kuasa dan otoritas dari
Bapa-Nya; dan Anak sangat bergantung kepada Bapa.”32 Konsep inilah yang
membentuk keyakinannya untuk tidak percaya kepada Trinitas.
2.3.8 Kesimpulan
Sebagian besar pionir gereja Advent jelas memegang pandangan Arian
atau Semi-Arian sehubungan dengan pribadi Kristus, dan juga Roh Kudus.
Mereka memahami kalimat “yang sulung … dari segala yang diciptakan” (Kol.
1:15) dan “Anak-Nya yang tunggal [only begotten Son]” (Yoh. 3:16) secara
literal. Pandangan mereka bahwa Bapa yaitu yang pertama dan superior, dan
Anak, memiliki awal di suatu masa dalam kekekalan, berada di bawah Bapa. Roh
Kudus yaitu sebuah pengaruh atau kuasa dari Allah, namun bukan satu pribadi.
Pada bab ini akan dibahas tentang Trinitas dan anti Trinitas yang ada
dalam sejarah Gereja Advent, yang terdiri dari lima periode sejarah.
3.1 Dominasi Anti Trinitas (1846 – 1888)
Sejak tahun 1846 hingga 1888, mayoritas Advent menolak konsep
Trinitas. Sebagaimana yang telah dibahas pada bab sebelumnya, di mana para
pionir gereja Advent menolak konsep Trinitas dan bahkan menganggapnya
berasal dari Papal dan Pagan. Namun tidak semua memiliki pandangan menolak
Trinitas. Salah satunya yaitu Ambrose C. Spicer, dia yaitu ayah dari ketua
General Conference William Ambrose Spicer, tadinya dia yaitu pendeta di
Gereja Baptis Hari Ketujuh sebelum menjadi Advent pada tahun 1874.36 Dia tetap
menganut paham Trinitas, sebab menurut William A. Spicer, bahwa ayahnya
“sangat menentang atmosfir anti Trinitas di Battle Creek sehingga dia akhirnya
berhenti berkhotbah.”37
Mereka yang menolak doktrin Trinitas setuju dengan kesaksian Alkitab
tentang kekekalan Allah Bapa, Keilahian Yesus Kristus “sebagai Pencipta,
Penebus, dan Pengantara,” dan “pentingnya Roh Kudus.” Mereka percaya bahwa
Yesus sudah ada sejak zaman kekekalan, namun mereka tidak percaya bahwa
Yesus tidak ada permulaannya. Bagi mereka, hanya Bapa saja yang ada sejak
kekekalan dan tidak ada permulaan. Mereka juga tidak menerima bahwa Roh
Kudus yaitu pribadi Keallahan. Roh Kudus hanyalah ekspresi dari kehadiran
atau kuasa ilahi, demikian pandangan mereka.38
Para pionir gereja Advent memberi enam alasan mengapa mereka
menolak terminologi “Trinitas.” Mengenai pembahasan dari alasan-alasan ini
akan dibahas pada bagian selanjutnya dari makalah ini, pada halaman 32-40.
Adapun alasan-alasan penolakannya yaitu sebagai berikut:
1. Mereka tidak melihat bukti Alkitab untuk tiga pribadi dalam satu
Keallahan.
2. Mereka memiliki konsep yang salah bahwa Trinitas menjadikan Bapa
dan Anak identik.
3. Mereka beranggapan bahwa doktrin Trinitas mengajarkan adanya tiga
Allah (tri-theism), sehingga jika Bapa, Anak, dan Roh Kudus masing-
masing yaitu Allah, maka akan ada tiga Allah.
4. Jika doktrin Trinitas diterima, maka akan melemahkan nilai
penebusan, sebab Allah yang kekal dan self-existing tidak dapat mati.
Jika Yesus yaitu sama seperti Allah yang kekal dan self-existing,
maka Dia tidak dapat mati di Kalvari. Jika hanya kemanusiaan-Nya
yang mati, maka pengorbanan-Nya yaitu sebagai manusia, tidak
memadai untuk sebuah penebusan.39
5. Pemikiran tentang kenyataan Alkitab yang menyebut Kristus sebagai
Anak Allah dan “permulaan dari ciptaan Allah” (Wah. 3:14)
membuktikan bahwa Kristus ada sesudah Allah Bapa.40
6. Doktrin Trinitas berasal dari Kepausan dan Kekafiran.
Dengan menolak Yesus dan Roh Kudus sebagai Allah sepenuhnya,
mereka menolak Yesus dan Roh Kudus sebagi bagian dari Keallahan atau
Trinitas.41
3.2 Mulainya Ketidakpuasan Terhadap Pandangan Anti Trinitas (1888 –
1898)
Hal ini dimulai saat sesi General Conference tahun 1888 yang diadakan di
Minneapolis pada tanggal 17 Oktober – 4 November 1888.42 Dalam sesi General
Conference ini , ada empat kontestan yang aktif, yaitu: George I. Butler dan
Uriah Smith, yang bertentangan dengan Alonzo T. Jones dan Ellet J. Waggoner.43
Salah satu yang ditekankan pada sesi ini yaitu mengagungkan
Kristus. Pada kesempatan ini , E. J. Waggoner menyatakan tentang “posisi
Kristus yang sama dengan Bapa, agar kuasa penebusan-Nya dapat lebih
dihargai.”44 Meskipun saat itu Waggoner belum sepenuhnya menerima kekekalan
Kristus yang ada sejak awal (preexistence), namun dia mengatakan pada tahun
1890 bahwa Kristus tidaklah diciptakan, melainkan “Dia memiliki kehidupan
dalam diri-Nya sendiri” (Yoh. 10:17), Dia memiliki keabadian yang ada pada diri-
Nya sendiri. Bahkan Waggoner menegaskan bahwa Kristus secara alami yaitu
substansi yang sama dengan Allah, memiliki kehidupan di dalam diri-Nya, Dia
disebut Jehovah, Allah yang ada dengan sendirinya / self-existing God (Yer. 23:6),
“dalam rupa Allah” (Filipi 2:6), dan memiliki semua atribut Allah.45
Dinamika pembenaran oleh iman tahun 1888 ini juga menghasilkan satu
pemahaman dari seorang yang bernama Samuel T. Spear. Dia mengatakan bahwa
doktrin Trinitas tidaklah mengajarkan adanya tiga Allah yang berbeda, melainkan
satu Allah dalam tiga pribadi yang berbeda.46 Kemudian Uriah Smith, seorang
yang sangat menentang Trinitas di antara orang Advent, pada tahun 1898 menulis
buku Looking Unto Jesus. Dalam bukunya ini Smith meninggalkan
pandangannya yang pertama yang menyatakan bahwa Kristus diciptakan, namun
dia tetap berketetapan bahwa hanya Bapa saja yang ada kekal tanpa permulaan.
Sedangkan Kristus dengan proses ilahi menjadi ada, bukan diciptakan.”47
3.3 Pergeseran Paradigma (1898 – 1915)
Tahun 1890-an yaitu periode inti dari pemahaman gereja Advent tentang
doktrin Trinitas. Saat itu, Ellen G. White menulis buku Kerinduan Segala Zaman
(1898) yang menegaskan posisi Trinitas, yang menyatakan bahwa Yesus sejak
kekekalan sudah ada dengan sendirinya dan sepenuhnya sederajat dengan Bapa.
Dan mengenai Roh Kudus yang saat itu kebanyakan orang Advent meyakini
hanya sebagai sebuah “pengaruh” dan bukan satu pribadi, Ellen White
menyebutnya sebagai pribadi ketiga dalam Keallahan.48
Ellen White dalam bukunya The Desire of Ages menyebutkan sehubungan
dengan preexistence Kristus. Pada bab pertama, paragraph pertama, kalimat
ketiga, dia menyatakan bahwa “Sejak masa kekekalan Tuhan Yesus Kristus satu
dengan Bapa.”49 Kemudian saat menulis tentang kebangkitan Lazarus, dia
mengutip perkataan Kristus, “Akulah kebangkitan dan hidup,” dan menambahkan
tujuh kata setelahnya yang dapat mematahkan teologi anti Trinitas di antara orang
Advent: “Di dalam Kristus yaitu hidup yang asli, tidak dipinjam, tidak diperoleh
dari orang lain.”50
Kristus tidak memperoleh kehidupan ilahi-Nya dari Bapa. Sebagai seorang
manusia di atas bumi, kehendak-Nya berada di bawah Bapa (Yoh. 5:19, 30), namun
sebagai Allah yang ada sejak kekekalan (self-existent God), Dia memiliki kuasa
untuk menyerahkan nyawanya dan mengambilnya kembali (Yoh. 10:17, 18).
Mengomentari ayat ini, White menegaskan kepenuhan Keilahian Kristus dan
kesetaraan-Nya dengan Bapa: “saat suara malaikat yang berkuasa kedengaran
di kubur Kristus, mengatakan, Bapa-Mu memanggil Engkau, Juruselamat pun
keluarlah dari kubur oleh hidup yang ada dalam diri-Nya Sendiri.”51 Hal ini tentu
saja menyanggah bukan hanya pandangan semi Arian di gereja Advent, namun
juga kredo ortodoks (konservatif) saat itu yang menyatakan dogma Trinitas bahwa
Kristus berasal atau keluar (derived) dari Bapa, dengan demikian maka Ia berada
di bawah Bapa.52
Pernyataan tegas Ellen White ini memberi kejutan bagi para teolog di
gereja Advent. Salah seorang teolog Advent saat itu, M. L. Andreasen,
mengatakan bahwa pandangan Ellen White ini sangat bertolak belakang dengan
pandangan yang diajarkan oleh para teolog dan pemimpin gereja Advent saat itu,
sehingga dia ragu apakah benar ini yaitu tulisan tangan Ellen White. Pada tahun
1902, dia mengadakan perjalanan ke rumah Ellen White di California untuk
menyelidiki hal ini . Ellen White menyambut kedatangannya dan
“memberi kepadanya akses kepada manuskrip-manuskripnya.” Lalu
Andreasen mulai mencari apakah ada tulisan tangan Ellen White sehubungan
dengan hal ini , sebab banyak yang mengatakan sebelumnya kepadanya
bahwa itu bukanlah tulisan tangan Ellen White, “In Christ is life, original,
unborrowed, underived.” Demikian juga dengan pernyataan Ellen White lainnya.
Andreasen mengatakan, “Lalu saya meneliti manuskrip-manuskrip yang diberikan
kepada saya, dan saya menemukan bahwa kalimat itu benar yaitu tulisan tangan
Ellen White.”53
Masih dalam buku yang sama, Ellen White memberi pernyataan yang
tak terbantahkan tentang keilahian Roh Kudus. Dia berulangkali memakai
kata ganti “Dia (He)” saat merujuk kepada Roh Kudus. White mengatakan,
“Roh itu harus dikaruniakan sebagai suatu perantara yang menghidupkan kembali,
dan tanpa hal ini pengorbanan Kristus akan sia-sia saja… Dosa dapat dilawan dan
dikalahkan hanya dengan perantaraan kuasa Oknum Ketiga dari Keallahan (Third
Person of the Godhead), yang datang dengan tenaga yang tidak berkurang (no
modified energy), melainkan dalam kepenuhan kuasa Ilahi.”54
Buku The Desire of Ages (1898) ini memberi pergeseran pemahaman
tentang Keallahan di gereja Advent. Namun bukan hanya dalam buku itu saja
White menyatakan tentang konsep doktrin Trinitas. saat Krisis Kellog terjadi
pada tahun 1902-1907, di mana J. H. Kellog pada tahun 1902 menulis buku
berjudul The Living Temple, yang mengajarkan bahwa Allah hadir dalam segala
benda (Pantheism),55 Ellen White pada tahun 1906 White menulis bahwa,
There are three living persons of the heavenly trio; in the name of
these three great powers – the Father, the Son, and the Holy Spirit
– those who receive Christ by living faith are baptized, and these
powers will cooperate with the obedient subjects of heaven in their
efforts to live the new life in Christ.56
Tidak dapat diragukan lagi, ini yaitu pernyataan Ellen White yang
sangat jelas tentang Trinitas.57 Setiap pernyataan Ellen White ini mematahkan
semua penolakan terhadap doktrin Trinitas yang kemudian disimpulkan menjadi
Dasar Kepercayaan Advent yang diterbitkan oleh F. M. Wilcox dalam Review
and Herald tahun 1931. Wilcox yaitu editor yang sangat berpengaruh di gereja
Advent saat itu. Dia menulis, “Gereja Advent percaya, - 1. Kepada Trinitas Ilahi.
Trinitas ini terdiri dari Bapa yang kekal … Tuhan Yesus Kristus … dan Roh
Kudus, Pribadi ketiga dalam Keallahan.”58
Namun demikian tetap ada pro dan kontra tentang doktrin Trinitas di
kalangan gereja Advent saat itu. Bahkan beberapa tokoh gereja tetap tidak
menerima doktrin tentang Kristus sudah ada sejak awalnya bersama dengan Bapa.
Mereka tetap memiliki pandangan Semi Arian. Mereka yaitu Calvin P. Bollman,
asosiate editor Review and Herald; W. T. Knox, bendahara General Conference;
dan L. L. Caviness, asosiate editor Review and Herald.59
3.4 Mulai Runtuhnya Pemahaman Anti Trinitas (1915 – 1946)
sebab pernyataan yang mengejutkan dari Ellen White, ditambah
pernyataan F. M. Wilcox di Review and Herald, maka debat mengenai Trinitas
semakin intensif pada dekade awal abad ke-20. Pada Bible Conference tahun 1919
yang diadakan pada tanggal 1-19 Juli 1919 di Takoma Park, Washington, D.C.,60
keabadian/kekekalan Kristus dan hubungan-Nya dengan Bapa menjadi subjek
debat yang utama. Beberapa tokoh gereja Advent ada yang menolak dan ada juga
yang menerima pernyataan Ellen White ini . Salah satunya yaitu W. W.
Prescott. Dalam bukunya The Doctrine of Christ,61 Prescott menyatakan tentang
Kristus yang sudah ada sejak zaman kekekalan bersama dengan Bapa. Namun dia
tetap berkeyakinan bahwa Kristus berasal/keluar (derived) dari Bapa, meskipun
Ellen White jelas mengatakan bahwa Kristus “Underived.” Dia mencari bukti
pengertian Alkitabiah mengenai hal ini, dan tidak mau sepenuhnya menerima
pernyataan Ellen White tentang hal ini tanpa melihat padanannya dalam
Alkitab; meskipun dia tetap mengakui bahwa Kristus sudah ada sejak kekekalan
bersama dengan Bapa. Prescott mencoba mencari kebenaran Alkitab sehubungan
dengan Trinitas, meskipun kata ini tidak ada di dalam Alkitab, tapi
realitas Trinitas yang hendak dicari olehnya. sebab sesungguhnya kebenaran
yaitu menyatakan yang benar bukan menjadikan benar. Sesuatu yang benar
tetaplah benar.62
Pada tahun 1930, Divisi Afrika meminta kepada General Conference
“Dasar Kepercayaan Gereja Advent.” Lalu komite General Conference menunjuk
komite kecil untuk membahasnya. Mereka yaitu M. E. Kern, wakil sekretaris
GC; F. M. Wilcox, editor Review and Herald; E. R. Palmer, manager Review and
Herald; dan C. H. Watson, Ketua GC. Mereka akan mempersiapkan dasar
kepercayaan gereja Advent sebagaimana yang diminta oleh Divisi Afrika. Komite
ini menyusun 22 Dasar Kepercayaan Gereja Advent yang diterbitkan dalam SDA
Yearbook tahun 1931.63 Dasar Kepercayaan nomor dua berbicara tentang
“Keallahan, atau Trinitas,” dan nomor tiga menegaskan bahwa “Yesus Kristus
yaitu benar-benar Allah.”64
Namun Dasar Kepercayaan ini tidaklah formal dan belum mendapatkan
persetujuan resmi. Lima belas tahun kemudian barulah Dasar Kepercayaan ini
diterima pada sesi General Conference pada tahun 1946, tanpa adanya revisi dan
diterima sepenuhnya. Lalu kemudian Dasar Kepercayaan ini secara resmi
diterbitkan dalam Peraturan Jemaat tahun 1946. Ini yaitu persetujuan pertama
yang resmi dari gereja Advent tentang pandangan gereja terhadap Trinitas.65
3.5 Dominasi Trinitas (1946 hingga sekarang)
Klimaks dari fase perkembangan doktrin Trinitas ini terjadi saat sesi
General Conference di Dallas pada tahun 1980. 27 Dasar Kepercayaan Gereja
Advent menegaskan tentang doktrin Trinitas dengan lebih singkat namun jelas,
dan sekarang menjadi 28 Doktrin. Lalu kemudian pada tahun 1957, gereja Advent
meneribitkan satu buku dengan judul Seventh-day Adventist Answer Question on
Doctrine yang juga berbicara tentang Trinitas dan Keilahian Kristus. Buku
ini memberi pernyataan yang jelas dan komprehensif tentang posisi
gereja Advent sehubungan dengan Keilahian Kristus dan Trinitas. Pada halaman
36 dikatakan bahwa,
As to Christ’s place in the Godhead, we believe Him to be the
second person of the heavenly Trinity—comprised of Father, Son,
and Holy Spirit—who are united not only in the Godhead but in
the provisions of redemption… Christ is one with the Eternal
Father—one in nature, equal in power and authority, God in the
highest sense, eternal and self-existent, with life original,
unborrowed, underived; and that Christ existed from all eternity,
distinct from, but united with, the Father, possessing the same
glory, and all the divine attributes.66
3.6 Kesimpulan
Bab ini telah membahas proses yang panjang tentang doktrin Trinitas,
mulai dari penolakan gereja Advent terhadap doktrin Trinitas hingga menerima
sepenuhnya doktrin Alkitabiah tentang Trinitas. Gereja Advent menerima doktrin
Trinitas namun bukan seperti doktrin Trinitas yang diterima oleh Nicene Creed,
yang juga disebut sebagai Nicaeno-Constantinopolitan Creed. Nicene Creed
menyatakan bahwa Kristus berasal/keluar dari Bapa. Dan ini berbeda dengan
doktrin Trinitas yang dipahami oleh Gereja Advent bahwa “In Christ is life,
original, unborrowed, underived.”
Gereja Advent mendasarkan kepercayaannya tentang doktrin Trinitas dari
Kitab Suci dan bukan dari kredo sejarah manapun.67 Seventh-day Adventist
Answer Question on Doctrine menjabarkan sebagai berikut:68
1. Allah yang benar dan hidup, Pribadi pertama dari Keallahan yaitu
Bapa surgawi kita, dan Dia, melalui Anak-Nya, Yesus Kristus, telah
menciptakan segala sesuatu. Mat. 28:18, 19; 1 Kor. 8:5, 6; Ef. 3:9;
Yer. 10:10-12; Ibr. 1:1-3; Kisah 17:22-29; Kol. 1:16-18.
2. Yesus Kristus, Pribadi kedua dari Keallahan, dan Anak Allah yang
kekal, yaitu satu-satunya Juruselamat dari dosa; dan keselamatan
manusia yaitu oleh kasih karunia melalui iman kepada-Nya. Mat.
28:18, 19; Yoh. 3:16; Mikha 5:2; Mat. 1:21; 2:5, 6; Kisah 4:12; 1 Yoh.
5:11, 12; Ef. 1:9-15; 2:4-8; Roma 3:23-26.
3. Roh Kudus, Pribadi ketiga dari Keallahan, yaitu perwakilan Kristus
di atas bumi, dan menuntun orang-orang berdosa untuk bertobat dan
untuk menurut kepada seluruh perintah Allah. Mat. 28:18, 19; Yoh.
14:26; 15:26; 16:7-15; Roma 8:1-10; Ef. 4:30.
Demikianlah akhirnya doktrin Trinitas diterima oleh gereja Advent dan
menjadi bagian dalam 28 Dasar Kepercayaan.
4.1 Menjawab Alasan Anti-Trinitarian Advent
Sebagaimana yang telah dibahas pada halaman 20 dan 21 mengenai
beberapa pionir Gereja Advent yang menolak doktrin Trinitas, di mana mereka
memberi enam alasan mengapa mereka menolak terminologi “Trinitas.”
Adapun alasan-alasan penolakannya yaitu sebagai berikut:
1. Mereka tidak melihat bukti Alkitab untuk tiga pribadi dalam satu
Keallahan.
2. Mereka memiliki konsep yang salah bahwa Trinitas, menjadikan Bapa
dan Anak identik.
3. Mereka beranggapan bahwa doktrin Trinitas mengajarkan adanya tiga
Allah (tri-theism), sehingga jika Bapa, Anak, dan Roh Kudus masing-
masing yaitu Allah, maka akan ada tiga Allah.
4. Jika doktrin Trinitas diterima, maka akan melemahkan nilai
penebusan, sebab Allah yang kekal dan self-existing tidak dapat mati.
Jika Yesus yaitu sama seperti Allah yang kekal dan self-existing,
maka Dia tidak dapat mati di Kalvari. Jika hanya kemanusiaan-Nya
yang mati, maka pengorbanan-Nya yaitu sebagai manusia, tidak
memadai untuk sebuah penebusan.
5. Pemikiran tentang kenyataan Alkitab yang menyebut Kristus sebagai
Anak Allah dan “permulaan dari ciptaan Allah” (Wah. 3:14)
membuktikan bahwa Kristus ada sesudah Allah Bapa.70
6. Doktrin Trinitas berasal dari Kepausan dan Kekafiran.
Bagian ini akan membahas jawaban atas penolakan-penolakan Anti-
Trinitarian ini .
4.1.1 Tidak Ada Bukti Alkitab Untuk Tiga Pribadi Dalam Satu Keallahan
Alasan pertama yang diberikan oleh mereka yang tidak percaya Trinitas
yaitu tidak adanya bukti Alkitabiah sehubungan dengan tiga Pribadi dalam
Keallahan.
Dalam Ulangan 6:4 jelas ada konsep “Trinitas” di sana, yaitu Allah
yaitu satu namun terdiri dari tiga Pribadi – Bapa, Anak, dan Roh Kudus (Matius
28:19; 2 Korintus 13:14).71 “Pribadi” yang digunakan kepada Allah
mengindikasikan satu mahkluk dengan kepribadian, intelek, dan kemauan. Tidak
seperti allah-allah politeisme yang banyak, tiga pribadi dari Keallahan Alkitabiah
sangat bersatu dalam tujuan, pikiran, dan tabiat, sehingga meskipun Mereka
berbeda-beda individu, Mereka tidak pernah terbagi (divided), tidak pernah
konflik, dan bukan merupakan tiga allah, melainkan satu Allah.
saat Musa berkata kepada orang Israel, “Dengarlah, hai orang Israel:
TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!” (Ulangan 6:4) atau yang lebih dikenal
sebagai Shema, “kata yang digunakan untuk esa atau satu yaitu ’ehād.’”73 Teks
ini fokus pada keunikan Allah. Shema mengekspresikan bukan hanya keunikan
namun juga kesatuan Allah.74 Christensen menegaskan arti dari kata ’ehād dalam
Shema, “Kata’ehād dalam Shema tidak hanya berbicara tentang keunikan, namun
juga kesatuan/persatuan Allah. Doktrin monoteisme secara jelas dinyatakan dalam
kalimat ini.”75
Roh Kudus melalui Musa tidak memakai kata yāhîd saat dia
menyatakan Shema dalam kitab Ulangan, sebagaimana yang dinyatakan oleh
Whidden bahwa,
Kata Ibrani untuk “satu” (yāhîd), berarti berdiri sendiri, tanpa
adanya orang lain, tidak digunakan dalam Shema. Jadi kita dapat
mengerti bahwa Shema tidak hanya berbicara tentang keunikan
Allah sebagai satu-satunya Allah, namun merujuk kepada
kesatuan/persatuan dari beberapa Pribadi.76
Norman R. Gulley sepakat dengan pernyataan Whidden di atas. Dia
menegaskan bahwa,
Dalam bahasa Ibrani, ada dua kata untuk “satu”, yaitu: (1) yāhîd
yang berarti unik, seperti anak laki-laki satu-satunya [Kejadian
22:2] dan anak satu-satunya [Amsal 4:3; Zakharia 12:10], dan (2)
’ehād yang berarti bersatu/persatuan, seperti “seorang laki-laki
akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan
isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging” [Kejadian
2:24]”77
saat Allah telah menciptakan Adam dan Hawa, Dia bersabda: “Sebab
itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan
isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging” (Kejadian 2:24). Laki-laki dan
perempuan dipersatukan dalam upacara pernikahan (Matius 19:4, 5). Ayat ini
(Kejadian 2:24) mengekspresikan persatuan fisik dan emosi dari laki-laki dan
perempuan… Persatuan antara suami dan istri yang terdiri dari dua tubuh yang
berbeda. Hal inilah yang ditegaskan oleh Dabrowski bahwa, “Allah melalui
pernikahan menyatukan dua pribadi baik secara fisik, emosi dan spiritual, inilah
yang disebut dengan ‘satu daging.’”78
Ini yaitu satu rahasia atau sebuah misteri yang besar, di mana dua pribadi
bersatu dan keduanya menjadi satu.79 Untuk menjelaskan tentang dua pribadi
menjadi satu, Gordon Christo mengatakan bahwa,
Dalam mengomentari Kejadian 2:24, Yesus menyatakan bahwa
suami dan istri “bukan lagi dua, melainkan satu” [Matius 19:6].
Suami dan istri dipersatukan secara sosial, emosional, spiritual,
sebagaimana Trinitas, walaupun tiga, yaitu satu. Ini yaitu satu
cara di mana suami dan istri mencerminkan “gambar Allah.”80
Sehingga melalui perkawinan, manusia dapat mengerti bagaimana tiga
Pribadi dalam Keallahan dapat menjadi satu, sebab “dalam perkawinan dua
pribadi dapat menjadi satu.”81
Memang benar bahwa kata “Trinitas” tidak ada dalam Alkitab.
Namun, penggunaan kata-kata ekstra-Alkitab (extrabiblical words) untuk
menggambarkan konsep-konsep Alkitabiah tidaklah salah. Extrabiblical word
yaitu sebuah kata yang tidak ada di dalam Alkitab dan merupakan konsep
yang berada di luar kemampuan manusia untuk menerangkannya, namun tetap
merupakan kebenaran yang diajarkan oleh Alkitab dan diterima oleh orang
Kristen. Berikut yaitu di antaranya:82
1. Kata “millennium” yaitu terminologi extrabiblical dari bahasa Latin
untuk sebuah konsep yang benar-benar Alkitabiah, yaitu 1000 tahun dalam
Wahyu 20.
2. Kata “inkarnasi” yaitu Allah menjadi daging / manusia (Yohanes 1:14)
juga yaitu satu kata yang tidak ada di dalam Alkitab.
3. Kata “Trinitas” yaitu terminologi Latin yang berarti “tiga serangkai” atau
“trio” – tiga komponen yang membentuk satu keseluruhan / kesatuan.
4.1.2 Trinitas Menjadikan Bapa dan Anak Identik
Alasan kedua mengapa para pionir Advent mula-mula menolak Trinitas
yaitu sebab adanya konsep yang salah bahwa Trinitas yang menjadikan Bapa
dan Anak identik. Joseph Bates mengemukakan hal ini saat dia berkata bahwa,
“Mengenai Trinitas, saya menyimpulkan bahwa yaitu mustahil bagi saya untuk
percaya bahwa Tuhan Yesus Kristus, Anak Bapa, juga yaitu Allah Yang Maha
Kuasa, Oknum yang satu dan sama.”83
Jika “satu dan sama” yang ditolak oleh Bates yaitu bahwa Kristus dan
Bapa yaitu satu dalam nature, tentu itu bertolak belakang dengan Filipi 2:6 dan
Kolose 2:9. Namun jika yang ditolak oleh Bates yaitu Kristus dan Bapa
bukanlah Oknum yang “satu dan sama,” maka tentu dia benar. Saat ini, Gereja
Advent memiliki pandangan yang sama dengan ini, bahwa Bapa dan Kristus
bukanlah Oknum yang identik. Beberapa tokoh Advent mula-mula yang memiliki
pandangan yang sama dengan Bates yaitu D. W. Hull, J. N. Loughborough, S.
B. Whitney, dan D. M. Canright.84
4.1.3 Doktrin Trinitas Mengajarkan Adanya Tiga Allah (tri-theism)
J. N. Loughborough menulis pada tahun 1861 bahwa, “Jika Bapa, Anak,
dan Roh Kudus masing-masing yaitu Allah, maka akan ada tiga Allah.”85 Dalam
hal ini, tentunya Loughborough sangat benar dalam menolak tri-theism, sebab
Gereja Advent memang menolak ajaran tri-theism. Gereja Advent memiliki
pandangan monoteisme, yaitu satu Allah dalam tiga Pribadi yang berbeda.
4.1.4 Doktrin Trinitas Melemahkan Nilai Penebusan
Pandangan ini dikemukakan oleh salah seorang tokoh Advent mula-mula,
yaitu J. H. Waggoner. Dia mengatakan bahwa,
Jika doktrin Trinitas diterima, maka akan melemahkan nilai
penebusan, sebab Allah yang kekal dan self-existing tidak dapat
mati. Jika Yesus yaitu sama seperti Allah yang kekal dan self-
existing, maka Dia tidak dapat mati di Kalvari. Jika hanya
kemanusiaan-Nya yang mati, maka pengorbanan-Nya yaitu
sebagai manusia, tidak memadai untuk sebuah penebusan.86
Ellen G. White sudah memberi jawaban terhadap keberatan Waggoner
terhadap doktrin Trinitas dengan alasan ini. Pada tahun 1897, Ellen G. White
mengatakan bahwa saat Yesus mati di kayu salib, “Keallahan tidaklah mati.
Kemanusiaan mati.”87 Sekali lagi dia mengatakan bahwa, “Kemanusiaan mati:
Keallahan tidak mati.”88
4.1.5 Kristus Ada Sesudah Allah Bapa
Uriah Smith mengatakan bahwa, pemikiran tentang kenyataan Alkitab
yang menyebut Kristus sebagai Anak Allah dan “permulaan dari ciptaan Allah”
(Wah. 3:14) membuktikan bahwa Kristus ada sesudah Allah Bapa.89
Arian memahami frase “permulaan dari ciptaan Allah” berarti bahwa
Kristus yaitu yang pertama, atau awal, ciptaan yang diciptakan oleh Allah Bapa.
Kata Yunani untuk kata ini yaitu arche, yang sesungguhnya berarti “asal atau
sumber” dan bukan ciptaan “pertama” atau “permulaan” dari tindakan kreatif
Allah.90 Sehingga dengan demikian, Yesus Kristus bukanlah “ciptaan yang
pertama” seperti yang dipahami oleh Arian, melainkan “awal atau sumber dari
penciptaan Allah.”
4.1.6 Doktrin Trinitas Berasal Dari Kepausan dan Kekafiran
Salah satu alasan penolakan pionir Advent sehubungan dengan doktrin
Trinitas yaitu bahwa doktrin Trinitas berasal dari Kepausan dan Kekafiran.
Sesungguhnya catatan sejarah memberi gambaran yang berbeda
dengan pandangan bahwa doktrin Trinitas berasal dari Kepausan. Meskipun
konsep Trinitas yaitu Alkitabiah, namun doktrin ini diformulasikan saat
Konsili Nicaea (Nicene) pada tahun 325 M. Konsili ini dipanggil oleh Kaisar
Konstantine untuk berkumpul di Nicaea (Asia Kecil) untuk menghadapi
kontroversi ajaran Arianisme. Dari 318 bishop,91 hanya delapan yang berasal dari
daerah Barat,92 sisanya berasal dari gereja-gereja daerah Timur, di mana bishop
Roma memiliki pengaruh yang sangat kecil sekali. Bishop Roma sendiri tidak
hadir saat itu, dia mengutus dua orang imam untuk mewakilinya.93 Hal ini tentu
bertentangan dengan klaim yang menyatakan bahwa Trinitas berasal dari Gereja
Roma Katolik.94
Demikian juga klaim bahwa doktrin Trinitas berasal dari Kekafiran.
Allaback menulis bahwa “Para pionir Gereja Advent dengan jelas mengakui
bahwa doktrin Trinitas berasal dari Kekafiran.”95 Dia kemudian mengutip J. B.
Friesbie, yang berkata bahwa allah-Hari Minggu / Sunday-god (Trinitas) berasal
dari sumber yang sama seperti pemeliharaan hari Minggu,96 and J. N.
Loughborough, yang menyatakan bahwa asal mula Trinitas yaitu “kekafiran dan
tak dapat dipercaya.”97
Namun sesungguhnya doktrin Trinitas didasarkan pada Kitab Suci, bukan
pada kekafiran atau filosofi manusia.98 Kumpulan tiga serangkai dalam agama
lain seperti Brahma, Siwa, dan Wisnu dalam agama Hindu; Osiris, Isis, dan Horus
dalam agama Mesir; atau Nimrod, Ishtar, dan Tammuz dalam agama Babilon,
didasarkan pada konsep keluarga — bapa, ibu, dan anak — yang tidak terjadi
dalam agama Kristen.
4.2 Beberapa Keberatan Anti-Trinitarian
Beberapa tahun belakangan ini, sejumlah publikasi anti-Trinitarian telah
muncul di gereja kita.100 Inti dari semua publikasi ini yaitu bahwa "gereja secara
keseluruhan menolak doktrin Trinitas, dan tidak lama setelah kematian Ellen G.
White gereja Advent mengubah posisi mereka dalam hal Trinitas.”101 Doktrin
Trinitas dipandang sebagai kemurtadan doktrinal yang “besar/omega” dalam
denominasi Gereja Advent.102 Oleh sebab itu, untuk tetap setia kepada Tuhan,
mereka mengklaim, kita perlu kembali kepada iman para perintis kita dan
menolak Trinitas. adapun beberapa keberatan ini yaitu sebagai berikut:
4.2.1 Semua Pionor Gereja Advent, Termasuk Ellen G. White yaitu Anti-
Trinitarian
Memang benar bahwa pada awalnya sebagian besar pionir kita
menekankan pemahaman mereka tentang Keallahan dalam terminologi Anti-
Trinitarian, sebagaimana yang telah dibahas di Bab II. Selanjutnya, perlu
diketahui bahwa beberapa pandangan mereka tentang Trinitas yaitu keliru.
Misalnya, mereka pikir bahwa Trinitas terdiri dari tiga pribadi dalam satu pribadi,
atau bahwa Yesus dan Bapa yaitu satu dan sama. Hal ini juga sudah dibahas
sebelumnya pada halaman 19, 23-27. Semua penolakan-penolakan ini
berkontribusi dalam penolakan mereka terhadap doktrin Trinitas.
4.2.2 Doktrin Trinitas Diperkenalkan di Gereja Advent Setelah Ellen G.
White Meninggal
Dengan judul “Bagaimana Kita Mengetahui Bahwa Para Pionir Gereja
Advent kita Bukan Trinitarian?” Allaback menulis, “Bisa dibuktikan bahwa
Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh tidak memercayai doktrin Trinitas sampai
lama setelah kematian Ellen G. White. Bagaimana ini terbukti?”103 Dia
memberi tiga alasan:
1. Banyak ilmuwan Gereja Advent, para teolog dan sejarawan gereja dengan
jujur mengakui bahwa orang-orang Advent mula-mula tidak percaya atau
mengajarkan ajaran tentang Trinitas.
2. Setiap pernyataan keyakinan Advent jelas-jelas non-Trinitarian sebelum
statement of beliefs tahun 1931 dan 28 Dasar Kepercayaan yang
diputuskan pada tahun 1980.
3. Surat-surat pribadi, artikel berkala, pamflet dan buku-buku yang ditulis
oleh Gereja Advent sebelum kematian Ellen G. White (1915) jelas Anti-
Trinitarian.
Jawaban terhadap pernyataan Anti-Trinitarian ini juga sudah dibahas
dengan jelas sebelumnya pada halaman 19, 23-27.
4.2.3 Buku “Evangelism” Sudah Dimanipulasi Untuk Mendukung Trinitas
Menyikapi kutipan, “Kita perlu menyadari bahwa Roh Kudus, yang sama
seperti Allah yaitu pribadi, berjalan melalui tanah ini,”104 Allaback mengatakan
bahwa “ini yaitu kutipan yang tidak kontekstual yang sudah dimanipulasi untuk
mendukung Trinitas. Dengan kata lain, ada usaha untuk ‘memaksa’ Ellen White
untuk mendukung dan menyetujui posisi Gereja Advent modern mengenai
Trinitas.105
Kutipan asli dari petikan kutipan di atas yaitu sebagai berikut:
The Lord instructed us that this was the place in which we should
locate, and we have had every reason to think that we are in the
right place. We have been brought together as a school, and we
need to realize that the Holy Spirit, who is as much a person as
God is a person, is walking through these grounds, that the Lord
God is our keeper, and helper. He hears every word we utter and
knows every thought of the mind.106
Allaback mengatakan bahwa kutipan ini bukanlah untuk membuktikan
bahwa Roh Kudus yaitu “Allah yang lain” bersama dengan Bapa dan Anak. Dia
menafsirkan kutipan ini sebagai berikut, “bahwa ‘Tuhan’ yang ‘memerintahkan
kita,’ ‘Roh Kudus’ yang ‘berjalan melalui tanah ini,’ ‘Tuhan Allah’ yang ‘yaitu
penjaga kita’ dan ‘penolong’ dan yang ‘mendengar setiap kata’ dan ‘mengetahui
setiap pikiran,’ yaitu satu dan pribadi yang sama – Yesus Kristus yang
dimuliakan . . . . Ellen White mengatakan hal yang sama dengan Alkitab. Yesus
‘yaitu satu pribadi’ seperti Allah Bapa ‘yaitu satu pribadi.’ Yesus ‘sedang
berjalan melalui tanah ini.’ Yesus ‘yaitu penjaga dan penolong kita.’ Yesus
‘mendengar setiap kata yang kita ucapkan dan mengetahui setiap pikiran kita.’”107
Tentu saja hal ini tidak sesuai, sebab dalam kutipan ini, Ellen White
sedang membicarakan dua pribadi yang berbeda, yaitu Tuhan Allah dan Roh
Kudus.
Kutipan Ellen G. White berikutnya dalam buku Evangelism yang ditolak
oleh Allaback yaitu ,
The Father is all the fullness of the Godhead bodily, and is
invisible to mortal sight. The Son is all the fullness of the Godhead
manifest . . . . The Comforter that Christ promised to send after He
ascended to heaven is the Spirit in all the fullness of the Godhead,
making manifest the power of divine grace to all who receive and
believe in Christ as a personal Savior. There are three living
persons of the heavenly trio; in the name of these three great
powers — the Father, the Son, and the Holy Spirit — those who
receive Christ by living faith are baptized, and these powers will
co-operate with the obedient subjects of heaven in their efforts to
live the new life in Christ.108
Allaback menafsirkan kutipan ini bahwa,
Here we see the three great powers of heaven who manifest,
represent and personify God the Father. 1) God the Father Himself,
2) The Son of God as a representative of His Father, 3) The Holy
Spirit of God and Christ working in and through holy angels,
personifying their character to lost humanity.109
Dalam hal ini, Allaback menjelaskan bahwa hanya ada Allah Bapa.
Sedangkan Anak Allah yaitu perwakilan dari Allah Bapa; dan Roh Allah dan
Roh Kristus bekerja di dalam dan melalui para malaikat yang kudus,
mempersonifikasikan karakter mereka kepada manusia yang hilang.
Namun penjelasan Allaback ini justru tidaklah tepat, sebab sebenarnya
kutipan Ellen G. White ini sudah sangat jelas mengatakan bahwa ada tiga Pribadi
dalam trio surgawi, yang sama-sama yaitu Allah sepenuhnya, yaitu Bapa, Anak
dan Roh Kudus.
5.1 Kesimpulan
1. Hampir semua pionir Gereja Advent memiliki pandangan yang menentang
Trinitas. Namun di akhir tahun 1890-an, Ellen G. White menulis buku dan
artikel yang memberi dukungan yang kuat akan konsep Trinitas,
meskipun dia tidak pernah memakai terminologi Trinitas.
2. Pernyataan Dasar Kepercayaan Gereja Advent yang pertama (1872) yaitu
pekerjaan Uriah Smith, yang yaitu penganut Christian Connection yang
tidak percaya Trinitas. sebab adanya penolakan yang kuat terhadap dasar
kepercayaan ini, maka itu tidak pernah diterima statusnya secara resmi.
Pernyataan Dasar Kepercayaan yang kedua (1889), juga oleh Uriah Smith.
3. Pernyataan Dasar Kepercayaan yang ketiga (1931), diotorisasi oleh sebuah
komite, namun kenyataannya ditulis oleh F. M. Wilcox, seorang editor
dari Review and Herald, yaitu pernyataan Dasar Kepercayaan yang
pertama secara resmi. Dasar Kepercayaan ini diterbitkan dalam Adventist
Yearbook yang menulis 22 Dasar Kepercayaan di mana salah satunya
yaitu Trinitas.
4. Sesi General Conference tahun 1946 memutuskan bahwa pernyataan
Dasar Kepercayaan tahun 1931 tidak mengalami perubahan apapun dan
diputuskan pada sesi General Conference ini .
5. Pada tahun 1980, pada sesi General Conference di Dallas, kembali
diulangi Dasar Kepercayaan Gereja Advent, bahwa “hanya ada satu Allah:
Bapa, Anak dan Roh Kudus, satu kesatuan dari tiga Pribadi-abadi.”110 Ini
yaitu pernyataan Dasar Kepercayaan Gereja Advent yang keempat dan
yang kedua yang secara formal dan resmi diputuskan di sesi General
Conference.
6. Saat mempelajari Kitab Suci, mereka yang awalnya menolak Trinitas,
secara berkala terjamah oleh Roh Kudus melalui penglihatan Ellen White,
secara bertahap mereka diyakinkan bahwa konsep satu Allah dalam tiga
Pribadi ada di dalam Kitab Suci.




