doktrin masehi advent 4



Arian – Seseorang yang menerima ajaran Arius dari Alexandria, seorang pemikir 

dan penulis abad ke-4 AD, yang menyangkal preexistence abadi dari 

Yesus Kristus. “Ada waktu di mana Yesus tidak ada,” yaitu  pernyataan 

klasik dari Arius. Dengan kata lain, Arius dan para pengikutnya percaya 

bahwa Kristus tidak ada sebelum Bapa membuat-Nya menjadi ada. Arian 

juga menolak dengan tegas kepribadian (personhood) Roh Kudus. 

Arianisme – Penekanan teologis yang mendukung pengajaran dasar Arius dan 

para pengikutnya. 

Godhead / Keallahan – Satu istilah teologi yang sering digunakan merujuk 

kepada Bapa, Anak dan Roh Kudus. Istilah ini dapat digunakan baik oleh 

paham Trinitarian maupun non-Trinitarian, tergantung pada apakah orang 

yang memakai  istilah itu Trinitarian atau tidak. 

Inkarnasi – Satu pengalaman di mana Allah menjadi manusia. Berasal dari dua 

kata Latin yang secara literal berarti “di dalam daging.” Biasanya 

digunakan secara teologis untuk merujuk kepada Kristus, Anak Ilahi, 

datang ke bumi untuk mengenakan nature manusia kepada diri-Nya. 

Monoteistik – Percaya dan menyembah satu Allah yang berbeda dengan banyak 

allah (politeisme). 

Omnipotent – Kesanggupan untuk mengerjakan dengan kuasa yang tanpa batas, 

satu sifat yang dipercaya oleh orang Kristen sebagai keunikan Allah. 

Omnipresent – Kesanggupan untuk berada di mana saja pada saat yang 

bersamaan. Juga yaitu  satu sifat yang dianggap oleh orang Kristen 

sebagai satu sifat  unik Allah. 

Omniscient – Kesanggupan untuk mengetahui segala sesuatu, satu sifat yang 

secara tradisional dimengerti oleh orang Kristen sebagai hanya milik Allah 

saja. 

Panteisme – Ajaran yang mengajarkan bahwa Allah hadir dalam segala benda. 

Secara literal, Pantheon berarti “semua yaitu  Allah.” Awalnya digunakan 

oleh orang Yunani dan Romawi untuk merujuk kepada bangunan-

bangunan di mana mereka menyimpan gambar dari semua dewa mereka. 

Pionir – Satu ekspresi yang digunakan dalam studi di kalangan Advent untuk 

merujuk kepada para pemimpin Advent Pemelihara Sabat (Sabbatarian 

Adventism), yang membantu dalam mendirikan Gereja Masehi Advent 

Hari Ketujuh dan membentuk pekabaran doktrinnya. 

Politeisme – Ajaran bahwa ada lebih dari satu Allah. Orang atau kelompok 

politeistik, menyembah banyak mahkluk ilahi yang bersemayam di alam 

semesta dan memengaruhi kehidupan di atas bumi ini. Politeisme yaitu  

lawan kata dari monoteisme, yang percaya pada satu Allah yang benar. 

Self-Existent – Satu istilah untuk menggambarkan mahkluk ilahi dan keberadaan-

Nya tidak bergantung pada mahkluk ilahi lainnya.  

Semi-Arianisme – Pengajaran bahwa Bapa dan Anak tidak sama-sama berasal 

dari kekekalan. Anak “diperanakkan / keluar (begotten)” dari Bapa, dalam 

pengertian bahwa Yesus memperoleh keilahian-Nya dari Bapa.  

Trinitarian – Seseorang, satu kelompok atau gereja yang mengakui doktrin 

Trinitas. 

Trinitas – Kepercayaan Kristen bahwa Keallahan terdiri dari tiga Pribadi ilahi 

yang sama-sama abadi (Bapa, Anak, dan Roh Kudus) yang “satu” dalam 

sifat, tabiat, dan tujuan. Bukan tiga Allah, melainkan satu Allah dalam tiga 

Pribadi. 

Unitarian – Seseorang atau satu kelompok yang menyangkal doktrin Trinitas 

dengan mengatakan bahwa hanya ada satu Allah, yaitu Bapa. Unitarian 

sangat menentang keilahian sepenuhnya Anak dan kepribadian 

(personhood) Roh Kudus. 

 

Dua dalil pertama dari Dasar Kepercayaan Gereja Masehi Advent Hari 

Ketujuh (Gereja Advent) tahun 1872 menyatakan kepercayaan gereja terhadap 

“satu Allah” dan “satu Tuhan Yesus Kristus.” Tidak ada satupun penegasan 

tentang konsep Trinitas ditemukan dalam Dasar Kepercayaan ini .1 Antara 

tahun 1846 dan 1886, doktrin Trinitas ditolak dan sangat tegas ditentang oleh 

sebagian besar penulis Advent sebab  dianggap tidak konsisten, tidak Alkitabiah, 

bertentangan dengan pandangan umum, tidak dapat dipercaya dan tidak bisa 

dimengerti, tidak masuk akal, papal (kepausan), pagan (kekafiran), dan anti 

Kristen.2 Bahkan hymnal Gereja Advent (SDA Church Hymnal) merefleksikan 

penolakannya terhadap doktrin Trinitas.3 Perhatikan perbedaan SDA Church 

Hymnal tahun 1886, 1909, dan 1941 dengan SDA Church Hymnal tahun 1985 


 

Kelihatannya penolakan terbesar mereka yaitu  sebab  diamnya Alkitab 

tentang Trinitas. Kata itu tidak ditemukan di dalam Kitab Suci, sehingga mereka 

menolak menjadikannya doktrin gereja Advent. Satu doktrin yang tidak dengan 

jelas dinyatakan dalam Alkitab tidak dapat mereka terima.  

Doktrin Trinitas tersirat pada Dasar Kepercayaan Gereja Advent tahun 

1931, yang kemudian diperjelas dalam Dasar Kepercayaan tahun 1980 yang 

Gereja Advent gunakan hingga sekarang. Meskipun saat itu (1931), fundamental 

belief Gereja Advent belum menyatakan Trinitas secara total, masih bisa 

dimengerti sebagai Semi-Arian, sebab  kata “eternal” ditujukan hanya kepada 

Bapa dan tidak kepada Yesus.  

Selain itu, sementara gereja Advent mendukung doktrin Trinitas, masih 

ada yang menentang doktrin Trinitas di Gereja Advent. Penyelidikan 

mengindikasikan bahwa sejak tahun-tahun permulaan gereja Advent, sampai 

tahun 1890-an, sebagian besar penulis gereja Advent memegang prinsip Arian 

atau Semi-Arian. Pandangan yang digambarkan oleh para penulis Advent ini  

yaitu  bahwa ada masa di mana Kristus tidak ada, bahwa keilahian-Nya yaitu  

keilahian yang diberikan, dan dengan demikian Ia lebih rendah dari Bapa. 

Sehubungan dengan Roh Kudus, sebagian dari para penulis ini mengatakan bahwa 

Ia bukanlah Oknum ketiga dari Keallahan, melainkan yaitu  kuasa Allah.  

Sejumlah penulis Advent sekarang ini, yang menentang doktrin Trinitas, 

berusaha untuk membangkitkan kembali pandangan para pionir Gereja Advent 

tentang isu ini. Mereka mengatakan bahwa Gereja Advent telah menerima 

“Doktrin Roma” tentang Trinitas dan mendesak untuk kembali menerima 

pandangan para pionir gereja Advent tentang Arian atau Semi-Arian. Pandangan 

Arian dan Semi-Arian tentang Allah akan dibahas pada bab dua dari seminar ini. 

Dengan kedua latar belakang di atas, di mana adanya perbedaan Dasar 

Kepercayaan Gereja Advent antara tahun 1872 dan 1931, demikian juga 

perbedaan pandangan dari para pionir gereja Advent dan realita Trinitas di gereja 

Advent sekarang ini, maka seminar ini dibuat dengan judul:  

LATAR BELAKANG SEJARAH DAN PERKEMBANGAN DOKTRIN 

TRINITAS DI GEREJA MASEHI ADVENT HARI KETUJUH (GMAHK). 

sebab  doktrin Trinitas sangat luas cakupannya, maka seminar kali ini 

hanya fokus pada sejarah dan perkembangan doktrin Trinitas di Gereja Advent. 

Mungkin di lain kesempatan, dapat dibahas topik yang lain sehubungan dengan 

Trinitas. 

Adapun tujuan dari seminar ini yaitu  agar kiranya dapat memberi  

gambaran singkat tentang perkembangan doktrin Trinitas di Gereja Advent. 

Dengan demikian, maka diharapkan kita dapat memiliki pengetahuan yang lebih 

luas tentang sejarah Trinitas di GMAHK dan dapat lebih memahami 

perkembangannya dan pemahamannya sekarang ini yang termuat dalam 28 Dasar 

Kepercayaan Gereja Advent. 

  

2.1   Dasar Kepercayaan GMAHK Tahun 1872, 1931, dan 19805 

 

A DECLARATION 

OF THE 

FUNDAMENTAL 

PRINCIPLES 

TAUGHT AND 

PRACTICED BY THE 

SEVENTH-DAY 

ADVENTIST 

 

1872 

 

That there is one God, a 

personal, spiritual being, 

the creator of all things, 

omnipotent, omniscient, 

FUNDAMENTAL 

BELIEFS OF 

SEVENTH-DAY 

ADVENTIST 

 

 

 

 

 

1931 

 

That the Godhead, or 

Trinity, consists of the 

Eternal Father, a 

personal, spiritual Being, 

FUNDAMENTAL 

BELIEFS OF 

SEVENTH-DAY 

ADVENTIST 

 

 

 

 

 

1980 

 

There is one God: 

Father, Son, and Holy 

Spirit, a unity of three 

co-eternal Persons. God 

5 Woodrow Whideen, Jerry Moon, and John W. Reeve, The Trinity: 

Understanding God’s Love, His Plan of Salvation, and Christian Relationship 

(Hagerstown, MD: Review and Herald Publishing Association, 2016), 203, 

mengatakan bahwa, “Pernyataan Dasar Kepercayaan Gereja Advent yang pertama 

(1872) yaitu  pekerjaan Uriah Smith. Pernyataan anti-trinitarian ini 

merepresentasikan konsensus saat itu. Namun sebab  adanya penolakan yang kuat 

terhadap dasar kepercayaan apapun, maka itu tidak pernah diterima statusnya 

secara resmi. Pernyataan Dasar Kepercayaan yang kedua (1889), juga oleh Uriah 

Smith, mampu ditafsirkan dengan baik oleh Semi-Arian atau Trinitarian. 

Pernyataan Dasar Kepercayaan yang ketiga (1931), diotorisasi oleh sebuah 

komite, namun kenyataannya ditulis oleh F. M. Wilcox, seorang editor dari 

Review and Herald, yaitu  pernyataan Dasar Kepercayaan yang pertama secara 

resmi. Sesi General Conference tahun 1946 memutuskan bahwa pernyataan Dasar 

Kepercayaan tahun 1931 tidak mengalami perubahan apapun dan diputuskan pada 

sesi General Conference ini . Lalu pernyataan Dasar Kepercayaan di Dallas 

tahun 1980 yaitu  pernyataan Dasar Kepercayaan Gereja Advent yang keempat 

dan yang kedua yang secara formal dan resmi diputuskan di sesi General 

Conference.” 

 

2.2   Arianisme, Semi-Arianisme, Trinitarianisme, dan Anti-Trinitarianisme6 

Sebagaimana yang telah disampaikan sebelumnya bahwa para pionir 

gereja Advent mayoritas berpegang pada pandangan Arian dan Semi-Arian, 

sedangkan sekarang ini ada yang berpegang pada pandangan Trinitas dan Anti-

Trinitas. Adapun pandangan-pandangan ini  yaitu  sebagai berikut: 

 

2.2.1   Arianisme 

Arianisme yaitu  satu ajaran yang muncul pada abad ke-4 M di 

Alexandria. Dinamai demikian sebab  Arius, seorang presbiter di Alexandria 

sangat menonjol dalam mengajarkan paham ini . Paham Arianisme 

menyangkal bahwa Yesus Kristus yaitu  substansi yang sama dengan Bapa, dan 

menurunkan derajat Anak kepada ranking ciptaan, meskipun sudah ada (pre-

existent) sebelum dunia ada. Pandangan Arianisme dinyatakan salah pada Konsili 

Nicaea pada tahun 325 M. 

 

2.2.2   Semi Arianisme 

Semi Arian mencoba untuk mengompromikan antara posisi ortodoks 

(konservatif) dan Arian sehubungan dengan kodrat Kristus (nature of Christ). 

Mereka menolak pandangan Arian bahwa Kristus diciptakan dan memiliki nature 

yang berbeda dari Allah, namun  mereka tetap tidak menerima Kredo Nicene 

(Nicene Creed) yang menyatakan bahwa Kristus yaitu  “substansi yang sama 

dengan Bapa.” Semi Arian mengajarkan bahwa Kristus similar dengan Bapa, 

namun  berada di bawah Bapa (subordinate). 

 

2.2.3   Trinitarianisme 

Trinitarianisme yaitu  kepercayaan ortodoks (konservatif) bahwa hanya 

ada satu Allah yang hidup dan benar. Allah yang satu ini yaitu  kesatuan dari tiga 

pribadi, yang satu dalam substansi, kuasa dan kekekalan: Bapa, Anak, dan Roh 

Kudus. 

 

2.2.4   Anti Trinitarianisme 

Anti Trinitarianisme yaitu  kepercayaan yang menentang doktrin Trinitas 

untuk berbagai alasan. Mungkin saja mereka memiliki pandangan Arian, Semi 

Arian, atau memiliki pandangan lain yang menolak Trinitas. 

10 

2.3   Para Pionir Gereja Advent 

Dua dari para pionir utama gereja Advent, yaitu Joseph Bates dan James 

White, berasal dari Christian Connection, yang sangat menolak doktrin Trinitas. 

James White diurapi menjadi pendeta penuh di gereja ini . Christian 

Connection menyatakan dalam doktrinnya bahwa “Father was unoriginated, 

independent, and eternal.” Sedangkan untuk Yesus Kristus, dinyatakan bahwa 

“Christ was originated, dependent, and brought into existence by the Father.” 

Christian Connection memiliki pandangan tentang Roh Kudus sebagai “power 

and energy of God, that holy influence of God.”7  

saat  James White dan Joseph Bates bergabung dengan pergerakan 

Advent, mereka tetap memegang teguh pandangan anti-Trinitarian yang telah 

mereka pelajari di Christian Connection,8 dan membawa pandangan mereka 

ini  ke dalam Sabbatarian Adventism.9 Sedangkan William Miller yang 

yaitu  anggota gereja Baptis, yaitu  penganut doktrin Trinitas. Dia mengatakan, 

“Saya percaya kepada Allah yang hidup dan benar, dan ada tiga Pribadi dalam 

Keallahan… Tiga Pribadi dari tiga kesatuan (Triune) Allah yang saling 

berhubungan.”10 Saat itu, Millerite Adventists sedang fokus kepada kedatangan 

Kristus yang segera dan tidak menyadari pentingnya untuk membahas subjek 

tentang Trinitas.11  

Berikut yaitu  beberapa pandangan doktrin tentang Allah yang diyakini 

oleh para pionir gereja Advent. 

 

2.3.1   Joseph Bates 

Bates menuliskan pandangannya tentang hal ini. Dia mengatakan bahwa, 

“Mengenai Trinitas, saya menyimpulkan bahwa yaitu  mustahil bagi saya untuk 

percaya bahwa Tuhan Yesus Kristus, Anak Bapa, juga yaitu  Allah Yang Maha 

Kuasa.”12 Pandangannya inilah yang membuat dia memilih untuk bergabung 

menjadi anggota Christian Connection daripada bergabung bersama kedua orang 

tuanya menjadi anggota Gereja Congregational.13  

Christian Connection yaitu  satu denominasi yang muncul sekitar tahun 

1700-an, di mana mereka menolak semua nama, sebutan, serta lambang yang 

biasa digunakan oleh pengikut Kristus. Mereka hanya menyebut diri mereka 

Kristen. Lalu untuk mendefinisikan diri mereka sebagai satu tubuh, mereka 

memakai  terminologi Christian Connection. Mereka tidak menerima doktrin 

Trinitas sebab  menurut mereka kata ini  tidak ada  di dalam Alkitab. 

Namun mereka percaya bahwa Kristus sudah ada bersama dengan Bapa sebelum 

dunia ada.14  

Dalam hal ini Joseph Bates menyangkal Trinitas, sebagian, sebab  

kesalahpahamannya tentang pandangan ortodoks (konservatif) sehubungan 

dengan Trinitas, tapi juga sebab  pemahaman Unitariannya yang menempatkan 

Yesus sebagai entitas ilahi yang lebih rendah dari Bapa.15  

 

2.3.2   James White 

Pada tahun 1855, James White menerbitkan satu artikel di Review and 

Herald dengan judul “Preach the World.” Dalam tulisannya ini , James White 

menyinggung tentang 2 Timotius 4:4, “Mereka akan memalingkan telinganya dari 

kebenaran dan membukanya bagi dongeng.” Dia mengatakan bahwa “yang 

dimaksud di sini yaitu  Trinitas, yang tidak jauh dari kepribadian Allah dan 

Anak-Nya Yesus Kristus.”16 Bagi James White, doktrin Trinitas yaitu  dongeng 

belaka dan jauh dari kebenaran. James White menolak ide bahwa “Yesus yaitu  

Allah yang kekal” sebab  “Ia yaitu  Anak dari Allah yang kekal.”17 Dia berpikir 

bahwa hanya Allah yang kekal. Dia mengklaim bahwa “Trinitas” yaitu  doktrin 

buatan (fiksi) Roma Katolik yang diterima oleh Protestan sebagai satu 

kepercayaan yang salah.18 Dalam hal ini James White menyebut “Tuhan yang 

ilahi,” yang tidak sama dengan Allah.19 

 

2.3.3   J. N. Loughborough 

Menjawab pertanyaan “Apa keberatan Anda tentang doktrin Trinitas?” 

Loughborough menulis, “Ada banyak keberatan yang dapat diberikan, namun 

sebab  keterbatasan ruang maka kita akan kurangi menjadi tiga hal saja:               

1. Itu bertentangan dengan akal sehat. 2. Itu bertentangan dengan Kitab Suci. 3. 

Itu berasal dari kekafiran dan dongeng.20 Sama dengan pendapat James White 

tentang Trinitas, bagi Loughborough, doktrin Trinitas yaitu  dongeng belaka dan 

berasal dari kekafiran. 

 

2.3.4   Roswell F. Cottrell 

Dalam satu artikel tentang Trinitas, Cottrell menulis bahwa “memegang 

doktrin Trinitas ibarat racun yang ada  dalam anggur yang memabukkan 

seluruh bangsa. Ini yaitu  satu doktrin utama yang diagungkan oleh bishop Roma 

kepada kepausan.”21 Dia yaitu  seorang pendeta Gereja Advent yang 

berpengaruh. Dia menegaskan bahwa “terminologi Trinitas berarti persatuan dari 

tiga pribadi dalam satu Allah yaitu  doktrin yang bertentangan dengan akal 

sehat.”22 

 

2.3.5   J. N. Andrews 

Dalam sebuah artikel tentang identitas Melkisedek dalam Ibrani 7:3, 

Andrews berkata bahwa kalimat “harinya tidak berawal” tidak dapat diterima 

secara literal sebab  segala sesuatu di alam semesta ini, kecuali Allah Bapa, 

memiliki permulaan. Mengomentari ayat ini, dia mengatakan bahwa Anak Allah 

memiliki awal permulaannya.23 Lebih lanjut dalam artikelnya dia menyatakan 

bahwa Yesus lebih rendah dari Allah sebab  “Dia memiliki Allah sebagai Bapa-

Nya, dan pada saat yang sama di kekekalan, memiliki awal permulaannya.” 

Dengan demikian dia mengatakan bahwa “Allah Bapa, tidak memiliki ayah, atau 

ibu, atau keturunan, atau permulaan waktu, atau akhir kehidupan.”24 Baginya, 

Yesus lebih rendah dari Allah.  

Beberapa tahun kemudian, dia menyatakan bahwa sumber keabadian 

Allah didasarkan pada 1 Timotius 6:16. Dia mengatakan bahwa “ayat ini 

menjelaskan bahwa Allah yang ada dengan sendirinya itu, yaitu  satu-satunya 

Oknum yang memiliki keabadian ini. Yang lainnya memperoleh keabadian yang 

keluar dari Allah, namun hanya Dialah satu-satunya sumber keabadian.” Itu 

berarti bahwa Yesus memperoleh keabadian dari Allah, meskipun “Tuhan Yesus 

Kristus yaitu  sumber kehidupan bagi kita.”25 

 

2.3.6   Uriah Smith 

Pada tahun 1865, Uriah Smith, editor yang cukup lama dari Review and 

Herald, percaya bahwa Yesus yaitu  mahkluk ciptaan. Dia yaitu  “mahkluk 

ciptaan yang pertama, telah ada sebelum segala sesuatu diciptakan, dekat kepada 

Allah yang Maha Kekal dan yang tanpa permulaan.”26 Pada edisi tahun 1881 dari 

bukunya ini , Smith memodifikasi pandangannya. Mengenai frase 

“permulaan dari ciptaan Allah” dalam Wahyu 3:14, dia menulis “Beberapa orang 

mengerti bahwa dalam ayat ini Kristus yaitu  mahkluk ciptaan yang pertama … 

Namun ayat ini tidaklah berarti bahwa dia diciptakan ... dia sendiri ada dengan 

cara yang berbeda, sebagaimana Dia disebut sebagai ‘the only begotten’ 

(berasal/diperanakkan) oleh Bapa.”27 

Dalam pembahasan yang lain, dia menulis bahwa Anak begotten 

(berasal/diperanakkan) “melalui satu proses ilahi, bukan penciptaan, hanya 

diketahui oleh Yang Maha Tahu, dan mungkin bagi Yang Maha Sanggup.” 

Dengan demikian Smith mengatakan bahwa “hanya Allah saja yang tanpa 

permulaan. Pada satu masa, periode waktu yang sangat jauh sehingga bagi pikiran 

yang fana itu yaitu  kekekalan, Firman itu muncul.”28 Dengan demikian berarti 

bahwa ada satu masa di mana Kristus tidak ada. 

 

2.3.7   J. H. Waggoner 

Pada tahun 1877, J. H. Waggoner menulis tentang Roh Kudus sebagai “itu 

(It)” dan bukan “He (Dia).” Waggoner menggambarkan “Roh Allah” sebagai 

“kuasa yang dasyat dan misteri yang keluar dari tahkta alam semesta.”29 

Mengenai Yesus, Waggoner berkata bahwa Ia sudah ada sejak awalnya bersama 

Allah, namun lebih rendah dari Allah.

2.3.8   D. M. Canright 

D. M. Canright sangat keras menentang Trinitas, baginya Allah bukanlah 

satu pribadi, melainkan roh.31 Konsep ini didasarkan pada keyakinannya bahwa 

hanya Bapa yang yaitu  Allah yang benar dan Anak berasal dari pada-Nya, 

sebab  Kristus berkata bahwa “Dia memperoleh semua kuasa dan otoritas dari 

Bapa-Nya; dan Anak sangat bergantung kepada Bapa.”32 Konsep inilah yang 

membentuk keyakinannya untuk tidak percaya kepada Trinitas. 

 

2.3.8   Kesimpulan 

Sebagian besar pionir gereja Advent jelas memegang pandangan Arian 

atau Semi-Arian sehubungan dengan pribadi Kristus, dan juga Roh Kudus. 

Mereka memahami kalimat “yang sulung … dari segala yang diciptakan” (Kol. 

1:15) dan “Anak-Nya yang tunggal [only begotten Son]” (Yoh. 3:16) secara 

literal. Pandangan mereka bahwa Bapa yaitu  yang pertama dan superior, dan 

Anak, memiliki awal di suatu masa dalam kekekalan, berada di bawah Bapa. Roh 

Kudus yaitu  sebuah pengaruh atau kuasa dari Allah, namun  bukan satu pribadi.  

 

Pada bab ini akan dibahas tentang Trinitas dan anti Trinitas yang ada 

dalam sejarah Gereja Advent, yang terdiri dari lima periode sejarah. 

 

3.1   Dominasi Anti Trinitas (1846 – 1888) 

Sejak tahun 1846 hingga 1888, mayoritas Advent menolak konsep 

Trinitas. Sebagaimana yang telah dibahas pada bab sebelumnya, di mana para 

pionir gereja Advent menolak konsep Trinitas dan bahkan menganggapnya 

berasal dari Papal dan Pagan. Namun tidak semua memiliki pandangan menolak 

Trinitas. Salah satunya yaitu  Ambrose C. Spicer, dia yaitu  ayah dari ketua 

General Conference William Ambrose Spicer, tadinya dia yaitu  pendeta di 

Gereja Baptis Hari Ketujuh sebelum menjadi Advent pada tahun 1874.36 Dia tetap 

menganut paham Trinitas, sebab  menurut William A. Spicer, bahwa ayahnya 

“sangat menentang atmosfir anti Trinitas di Battle Creek sehingga dia akhirnya 

berhenti berkhotbah.”37 

Mereka yang menolak doktrin Trinitas setuju dengan kesaksian Alkitab 

tentang kekekalan Allah Bapa, Keilahian Yesus Kristus “sebagai Pencipta, 

Penebus, dan Pengantara,” dan “pentingnya Roh Kudus.” Mereka percaya bahwa 

Yesus sudah ada sejak zaman kekekalan, namun mereka tidak percaya bahwa 

Yesus tidak ada permulaannya. Bagi mereka, hanya Bapa saja yang ada sejak 

kekekalan dan tidak ada permulaan. Mereka juga tidak menerima bahwa Roh 

Kudus yaitu  pribadi Keallahan. Roh Kudus hanyalah ekspresi dari kehadiran 

atau kuasa ilahi, demikian pandangan mereka.38 

Para pionir gereja Advent memberi  enam alasan mengapa mereka 

menolak terminologi “Trinitas.” Mengenai pembahasan dari alasan-alasan ini 

akan dibahas pada bagian selanjutnya dari makalah ini, pada halaman 32-40. 

Adapun alasan-alasan penolakannya yaitu  sebagai berikut: 

1. Mereka tidak melihat bukti Alkitab untuk tiga pribadi dalam satu 

Keallahan. 

2. Mereka memiliki konsep yang salah bahwa Trinitas menjadikan Bapa 

dan Anak identik. 

3. Mereka beranggapan bahwa doktrin Trinitas mengajarkan adanya tiga 

Allah (tri-theism), sehingga jika Bapa, Anak, dan Roh Kudus masing-

masing yaitu  Allah, maka akan ada tiga Allah. 

4. Jika doktrin Trinitas diterima, maka akan melemahkan nilai 

penebusan, sebab  Allah yang kekal dan self-existing tidak dapat mati. 

Jika Yesus yaitu  sama seperti Allah yang kekal dan self-existing, 

maka Dia tidak dapat mati di Kalvari. Jika hanya kemanusiaan-Nya 

yang mati, maka pengorbanan-Nya yaitu  sebagai manusia, tidak 

memadai untuk sebuah penebusan.39 

5. Pemikiran tentang kenyataan Alkitab yang menyebut Kristus sebagai 

Anak Allah dan “permulaan dari ciptaan Allah” (Wah. 3:14) 

membuktikan bahwa Kristus ada sesudah Allah Bapa.40 

6. Doktrin Trinitas berasal dari Kepausan dan Kekafiran. 

Dengan menolak Yesus dan Roh Kudus sebagai Allah sepenuhnya, 

mereka menolak Yesus dan Roh Kudus sebagi bagian dari Keallahan atau 

Trinitas.41 

 

3.2   Mulainya Ketidakpuasan Terhadap Pandangan Anti Trinitas (1888 – 

1898) 

Hal ini dimulai saat sesi General Conference tahun 1888 yang diadakan di 

Minneapolis pada tanggal 17 Oktober – 4 November 1888.42 Dalam sesi General 

Conference ini , ada empat kontestan yang aktif, yaitu: George I. Butler dan 

Uriah Smith, yang bertentangan dengan Alonzo T. Jones dan Ellet J. Waggoner.43  

Salah satu yang ditekankan pada sesi ini  yaitu  mengagungkan 

Kristus. Pada kesempatan ini , E. J. Waggoner menyatakan tentang “posisi 

Kristus yang sama dengan Bapa, agar kuasa penebusan-Nya dapat lebih 

dihargai.”44 Meskipun saat itu Waggoner belum sepenuhnya menerima kekekalan 

Kristus yang ada sejak awal (preexistence), namun dia mengatakan pada tahun 

1890 bahwa Kristus tidaklah diciptakan, melainkan “Dia memiliki kehidupan 

dalam diri-Nya sendiri” (Yoh. 10:17), Dia memiliki keabadian yang ada pada diri-

Nya sendiri. Bahkan Waggoner menegaskan bahwa Kristus secara alami yaitu  

substansi yang sama dengan Allah, memiliki kehidupan di dalam diri-Nya, Dia 

disebut Jehovah, Allah yang ada dengan sendirinya / self-existing God (Yer. 23:6), 

“dalam rupa Allah” (Filipi 2:6), dan memiliki semua atribut Allah.45 

Dinamika pembenaran oleh iman tahun 1888 ini juga menghasilkan satu 

pemahaman dari seorang yang bernama Samuel T. Spear. Dia mengatakan bahwa 

doktrin Trinitas tidaklah mengajarkan adanya tiga Allah yang berbeda, melainkan 

satu Allah dalam tiga pribadi yang berbeda.46 Kemudian Uriah Smith, seorang 

yang sangat menentang Trinitas di antara orang Advent, pada tahun 1898 menulis 

buku Looking Unto Jesus. Dalam bukunya ini  Smith meninggalkan 

pandangannya yang pertama yang menyatakan bahwa Kristus diciptakan, namun 

dia tetap berketetapan bahwa hanya Bapa saja yang ada kekal tanpa permulaan. 

Sedangkan Kristus dengan proses ilahi menjadi ada, bukan diciptakan.”47 

 

3.3   Pergeseran Paradigma (1898 – 1915) 

Tahun 1890-an yaitu  periode inti dari pemahaman gereja Advent tentang 

doktrin Trinitas. Saat itu, Ellen G. White menulis buku Kerinduan Segala Zaman 

(1898) yang menegaskan posisi Trinitas, yang menyatakan bahwa Yesus sejak 

kekekalan sudah ada dengan sendirinya dan sepenuhnya sederajat dengan Bapa. 

Dan mengenai Roh Kudus yang saat itu kebanyakan orang Advent meyakini 

hanya sebagai sebuah “pengaruh” dan bukan satu pribadi, Ellen White 

menyebutnya sebagai pribadi ketiga dalam Keallahan.48 

Ellen White dalam bukunya The Desire of Ages menyebutkan sehubungan 

dengan preexistence Kristus. Pada bab pertama, paragraph pertama, kalimat 

ketiga, dia menyatakan bahwa “Sejak masa kekekalan Tuhan Yesus Kristus satu 

dengan Bapa.”49 Kemudian saat  menulis tentang kebangkitan Lazarus, dia 

mengutip perkataan Kristus, “Akulah kebangkitan dan hidup,” dan menambahkan 

tujuh kata setelahnya yang dapat mematahkan teologi anti Trinitas di antara orang 

Advent: “Di dalam Kristus yaitu  hidup yang asli, tidak dipinjam, tidak diperoleh 

dari orang lain.”50  

Kristus tidak memperoleh kehidupan ilahi-Nya dari Bapa. Sebagai seorang 

manusia di atas bumi, kehendak-Nya berada di bawah Bapa (Yoh. 5:19, 30), namun  

sebagai Allah yang ada sejak kekekalan (self-existent God), Dia memiliki kuasa 

untuk menyerahkan nyawanya dan mengambilnya kembali (Yoh. 10:17, 18). 

Mengomentari ayat ini, White menegaskan kepenuhan Keilahian Kristus dan 

kesetaraan-Nya dengan Bapa: “saat  suara malaikat yang berkuasa kedengaran 

di kubur Kristus, mengatakan, Bapa-Mu memanggil Engkau, Juruselamat pun 

keluarlah dari kubur oleh hidup yang ada dalam diri-Nya Sendiri.”51 Hal ini tentu 

saja menyanggah bukan hanya pandangan semi Arian di gereja Advent, namun  

juga kredo ortodoks (konservatif) saat itu yang menyatakan dogma Trinitas bahwa 

Kristus berasal atau keluar (derived) dari Bapa, dengan demikian maka Ia berada 

di bawah Bapa.52 

Pernyataan tegas Ellen White ini memberi  kejutan bagi para teolog di 

gereja Advent. Salah seorang teolog Advent saat itu, M. L. Andreasen, 

mengatakan bahwa pandangan Ellen White ini sangat bertolak belakang dengan 

pandangan yang diajarkan oleh para teolog dan pemimpin gereja Advent saat itu, 

sehingga dia ragu apakah benar ini yaitu  tulisan tangan Ellen White. Pada tahun 

1902, dia mengadakan perjalanan ke rumah Ellen White di California untuk 

menyelidiki hal ini . Ellen White menyambut kedatangannya dan 

“memberi  kepadanya akses kepada manuskrip-manuskripnya.” Lalu 

Andreasen mulai mencari apakah ada tulisan tangan Ellen White sehubungan 

dengan hal ini , sebab  banyak yang mengatakan sebelumnya kepadanya 

bahwa itu bukanlah tulisan tangan Ellen White, “In Christ is life, original, 

unborrowed, underived.” Demikian juga dengan pernyataan Ellen White lainnya. 

Andreasen mengatakan, “Lalu saya meneliti manuskrip-manuskrip yang diberikan 

kepada saya, dan saya menemukan bahwa kalimat itu benar yaitu  tulisan tangan 

Ellen White.”53 

Masih dalam buku yang sama, Ellen White memberi  pernyataan yang 

tak terbantahkan tentang keilahian Roh Kudus. Dia berulangkali memakai  

kata ganti “Dia (He)” saat  merujuk kepada Roh Kudus. White mengatakan, 

“Roh itu harus dikaruniakan sebagai suatu perantara yang menghidupkan kembali, 

dan tanpa hal ini pengorbanan Kristus akan sia-sia saja… Dosa dapat dilawan dan 

dikalahkan hanya dengan perantaraan kuasa Oknum Ketiga dari Keallahan (Third 

Person of the Godhead), yang datang dengan tenaga yang tidak berkurang (no 

modified energy), melainkan dalam kepenuhan kuasa Ilahi.”54 

Buku The Desire of Ages (1898) ini memberi  pergeseran pemahaman 

tentang Keallahan di gereja Advent. Namun bukan hanya dalam buku itu saja 

White menyatakan tentang konsep doktrin Trinitas. saat  Krisis Kellog terjadi 

pada tahun 1902-1907, di mana J. H. Kellog pada tahun 1902 menulis buku 

berjudul The Living Temple, yang mengajarkan bahwa Allah hadir dalam segala 

benda (Pantheism),55 Ellen White pada tahun 1906 White menulis bahwa,  

There are three living persons of the heavenly trio; in the name of 

these three great powers – the Father, the Son, and the Holy Spirit 

– those who receive Christ by living faith are baptized, and these 

powers will cooperate with the obedient subjects of heaven in their 

efforts to live the new life in Christ.56 

 

 Tidak dapat diragukan lagi, ini yaitu  pernyataan Ellen White yang 

sangat jelas tentang Trinitas.57 Setiap pernyataan Ellen White ini mematahkan 

semua penolakan terhadap doktrin Trinitas yang kemudian disimpulkan menjadi 

Dasar Kepercayaan Advent yang diterbitkan oleh F. M. Wilcox dalam Review 

and Herald tahun 1931. Wilcox yaitu  editor yang sangat berpengaruh di gereja 

Advent saat itu. Dia menulis, “Gereja Advent percaya, - 1. Kepada Trinitas Ilahi. 

Trinitas ini terdiri dari Bapa yang kekal … Tuhan Yesus Kristus … dan Roh 

Kudus, Pribadi ketiga dalam Keallahan.”58 

Namun demikian tetap ada pro dan kontra tentang doktrin Trinitas di 

kalangan gereja Advent saat itu. Bahkan beberapa tokoh gereja tetap tidak 

menerima doktrin tentang Kristus sudah ada sejak awalnya bersama dengan Bapa. 

Mereka tetap memiliki pandangan Semi Arian. Mereka yaitu  Calvin P. Bollman, 

asosiate editor Review and Herald; W. T. Knox, bendahara General Conference; 

dan L. L. Caviness, asosiate editor Review and Herald.59 

 

3.4   Mulai Runtuhnya Pemahaman Anti Trinitas (1915 – 1946) 

sebab  pernyataan yang mengejutkan dari Ellen White, ditambah 

pernyataan F. M. Wilcox di Review and Herald, maka debat mengenai Trinitas 

semakin intensif pada dekade awal abad ke-20. Pada Bible Conference tahun 1919 

yang diadakan pada tanggal 1-19 Juli 1919 di Takoma Park, Washington, D.C.,60 

keabadian/kekekalan Kristus dan hubungan-Nya dengan Bapa menjadi subjek 

debat yang utama. Beberapa tokoh gereja Advent ada yang menolak dan ada juga 

yang menerima pernyataan Ellen White ini . Salah satunya yaitu  W. W. 

Prescott. Dalam bukunya The Doctrine of Christ,61 Prescott menyatakan tentang 

Kristus yang sudah ada sejak zaman kekekalan bersama dengan Bapa. Namun dia 

tetap berkeyakinan bahwa Kristus berasal/keluar (derived) dari Bapa, meskipun 

Ellen White jelas mengatakan bahwa Kristus “Underived.” Dia mencari bukti 

pengertian Alkitabiah mengenai hal ini, dan tidak mau sepenuhnya menerima 

pernyataan Ellen White tentang hal ini  tanpa melihat padanannya dalam 

Alkitab; meskipun dia tetap mengakui bahwa Kristus sudah ada sejak kekekalan 

bersama dengan Bapa. Prescott mencoba mencari kebenaran Alkitab sehubungan 

dengan Trinitas, meskipun kata ini  tidak ada  di dalam Alkitab, tapi 

realitas Trinitas yang hendak dicari olehnya. sebab  sesungguhnya kebenaran 

yaitu  menyatakan yang benar bukan menjadikan benar. Sesuatu yang benar 

tetaplah benar.62 

Pada tahun 1930, Divisi Afrika meminta kepada General Conference 

“Dasar Kepercayaan Gereja Advent.” Lalu komite General Conference menunjuk 

komite kecil untuk membahasnya. Mereka yaitu  M. E. Kern, wakil sekretaris 

GC; F. M. Wilcox, editor Review and Herald; E. R. Palmer, manager Review and 

Herald; dan C. H. Watson, Ketua GC. Mereka akan mempersiapkan dasar 

kepercayaan gereja Advent sebagaimana yang diminta oleh Divisi Afrika. Komite 

ini menyusun 22 Dasar Kepercayaan Gereja Advent yang diterbitkan dalam SDA 

Yearbook tahun 1931.63 Dasar Kepercayaan nomor dua berbicara tentang 

“Keallahan, atau Trinitas,” dan nomor tiga menegaskan bahwa “Yesus Kristus 

yaitu  benar-benar Allah.”64 

Namun Dasar Kepercayaan ini tidaklah formal dan belum mendapatkan 

persetujuan resmi. Lima belas tahun kemudian barulah Dasar Kepercayaan ini 

diterima pada sesi General Conference pada tahun 1946, tanpa adanya revisi dan 

diterima sepenuhnya. Lalu kemudian Dasar Kepercayaan ini secara resmi 

diterbitkan dalam Peraturan Jemaat tahun 1946. Ini yaitu  persetujuan pertama 

yang resmi dari gereja Advent tentang pandangan gereja terhadap Trinitas.65 

 

3.5   Dominasi Trinitas (1946 hingga sekarang) 

Klimaks dari fase perkembangan doktrin Trinitas ini terjadi saat  sesi 

General Conference di Dallas pada tahun 1980. 27 Dasar Kepercayaan Gereja 

Advent menegaskan tentang doktrin Trinitas dengan lebih singkat namun jelas, 

dan sekarang menjadi 28 Doktrin. Lalu kemudian pada tahun 1957, gereja Advent 

meneribitkan satu buku dengan judul Seventh-day Adventist Answer Question on 

Doctrine yang juga berbicara tentang Trinitas dan Keilahian Kristus. Buku 

ini  memberi  pernyataan yang jelas dan komprehensif tentang posisi 

gereja Advent sehubungan dengan Keilahian Kristus dan Trinitas. Pada halaman 

36 dikatakan bahwa,  

As to Christ’s place in the Godhead, we believe Him to be the 

second person of the heavenly Trinity—comprised of Father, Son, 

and Holy Spirit—who are united not only in the Godhead but in 

the provisions of redemption… Christ is one with the Eternal 

Father—one in nature, equal in power and authority, God in the 

highest sense, eternal and self-existent, with life original, 

unborrowed, underived; and that Christ existed from all eternity, 

distinct from, but united with, the Father, possessing the same 

glory, and all the divine attributes.66 

 

3.6   Kesimpulan 

Bab ini telah membahas proses yang panjang tentang doktrin Trinitas, 

mulai dari penolakan gereja Advent terhadap doktrin Trinitas hingga menerima 

sepenuhnya doktrin Alkitabiah tentang Trinitas. Gereja Advent menerima doktrin 

Trinitas namun  bukan seperti doktrin Trinitas yang diterima oleh Nicene Creed, 

yang juga disebut sebagai Nicaeno-Constantinopolitan Creed. Nicene Creed 

menyatakan bahwa Kristus berasal/keluar dari Bapa. Dan ini berbeda dengan 

doktrin Trinitas yang dipahami oleh Gereja Advent bahwa “In Christ is life, 

original, unborrowed, underived.”  

Gereja Advent mendasarkan kepercayaannya tentang doktrin Trinitas dari 

Kitab Suci dan bukan dari kredo sejarah manapun.67 Seventh-day Adventist 

Answer Question on Doctrine menjabarkan sebagai berikut:68 

1. Allah yang benar dan hidup, Pribadi pertama dari Keallahan yaitu  

Bapa surgawi kita, dan Dia, melalui Anak-Nya, Yesus Kristus, telah 

menciptakan segala sesuatu. Mat. 28:18, 19; 1 Kor. 8:5, 6; Ef. 3:9; 

Yer. 10:10-12; Ibr. 1:1-3; Kisah 17:22-29; Kol. 1:16-18. 

2. Yesus Kristus, Pribadi kedua dari Keallahan, dan Anak Allah yang 

kekal, yaitu  satu-satunya Juruselamat dari dosa; dan keselamatan 

manusia yaitu  oleh kasih karunia melalui iman kepada-Nya. Mat. 

28:18, 19; Yoh. 3:16; Mikha 5:2; Mat. 1:21; 2:5, 6; Kisah 4:12; 1 Yoh. 

5:11, 12; Ef. 1:9-15; 2:4-8; Roma 3:23-26. 

3. Roh Kudus, Pribadi ketiga dari Keallahan, yaitu  perwakilan Kristus 

di atas bumi, dan menuntun orang-orang berdosa untuk bertobat dan 

untuk menurut kepada seluruh perintah Allah. Mat. 28:18, 19; Yoh. 

14:26; 15:26; 16:7-15; Roma 8:1-10; Ef. 4:30. 

Demikianlah akhirnya doktrin Trinitas diterima oleh gereja Advent dan 

menjadi bagian dalam 28 Dasar Kepercayaan. 

 

 

4.1   Menjawab Alasan Anti-Trinitarian Advent 

Sebagaimana yang telah dibahas pada halaman 20 dan 21 mengenai 

beberapa pionir Gereja Advent yang menolak doktrin Trinitas, di mana mereka 

memberi  enam alasan mengapa mereka menolak terminologi “Trinitas.” 

Adapun alasan-alasan penolakannya yaitu  sebagai berikut: 

1. Mereka tidak melihat bukti Alkitab untuk tiga pribadi dalam satu 

Keallahan. 

2. Mereka memiliki konsep yang salah bahwa Trinitas, menjadikan Bapa 

dan Anak identik. 

3. Mereka beranggapan bahwa doktrin Trinitas mengajarkan adanya tiga 

Allah (tri-theism), sehingga jika Bapa, Anak, dan Roh Kudus masing-

masing yaitu  Allah, maka akan ada tiga Allah. 

4. Jika doktrin Trinitas diterima, maka akan melemahkan nilai 

penebusan, sebab  Allah yang kekal dan self-existing tidak dapat mati. 

Jika Yesus yaitu  sama seperti Allah yang kekal dan self-existing, 

maka Dia tidak dapat mati di Kalvari. Jika hanya kemanusiaan-Nya 

yang mati, maka pengorbanan-Nya yaitu  sebagai manusia, tidak 

memadai untuk sebuah penebusan.

5. Pemikiran tentang kenyataan Alkitab yang menyebut Kristus sebagai 

Anak Allah dan “permulaan dari ciptaan Allah” (Wah. 3:14) 

membuktikan bahwa Kristus ada sesudah Allah Bapa.70 

6. Doktrin Trinitas berasal dari Kepausan dan Kekafiran. 

Bagian ini akan membahas jawaban atas penolakan-penolakan Anti-

Trinitarian ini . 

 

4.1.1   Tidak Ada Bukti Alkitab Untuk Tiga Pribadi Dalam Satu Keallahan 

Alasan pertama yang diberikan oleh mereka yang tidak percaya Trinitas 

yaitu  tidak adanya bukti Alkitabiah sehubungan dengan tiga Pribadi dalam 

Keallahan.  

Dalam Ulangan 6:4 jelas ada  konsep “Trinitas” di sana, yaitu Allah 

yaitu  satu namun  terdiri dari tiga Pribadi – Bapa, Anak, dan Roh Kudus (Matius 

28:19; 2 Korintus 13:14).71 “Pribadi” yang digunakan kepada Allah 

mengindikasikan satu mahkluk dengan kepribadian, intelek, dan kemauan. Tidak 

seperti allah-allah politeisme yang banyak, tiga pribadi dari Keallahan Alkitabiah 

sangat bersatu dalam tujuan, pikiran, dan tabiat, sehingga meskipun Mereka 

berbeda-beda individu, Mereka tidak pernah terbagi (divided), tidak pernah 

konflik, dan bukan merupakan tiga allah, melainkan satu Allah.

saat  Musa berkata kepada orang Israel, “Dengarlah, hai orang Israel: 

TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!” (Ulangan 6:4) atau yang lebih dikenal 

sebagai Shema, “kata yang digunakan untuk esa atau satu yaitu  ’ehād.’”73 Teks 

ini fokus pada keunikan Allah. Shema mengekspresikan bukan hanya keunikan 

namun  juga kesatuan Allah.74  Christensen menegaskan arti dari kata ’ehād dalam 

Shema, “Kata’ehād dalam Shema tidak hanya berbicara tentang keunikan, namun  

juga kesatuan/persatuan Allah. Doktrin monoteisme secara jelas dinyatakan dalam 

kalimat ini.”75  

Roh Kudus melalui Musa tidak memakai  kata yāhîd saat  dia 

menyatakan Shema dalam kitab Ulangan, sebagaimana yang dinyatakan oleh 

Whidden bahwa,  

Kata Ibrani untuk “satu” (yāhîd), berarti berdiri sendiri, tanpa 

adanya orang lain, tidak digunakan dalam Shema. Jadi kita dapat 

mengerti bahwa Shema tidak hanya berbicara tentang keunikan 

Allah sebagai satu-satunya Allah, namun  merujuk kepada 

kesatuan/persatuan dari beberapa Pribadi.76 

 

Norman R. Gulley sepakat dengan pernyataan Whidden di atas. Dia 

menegaskan bahwa, 

Dalam bahasa Ibrani, ada dua kata untuk “satu”, yaitu: (1) yāhîd 

yang berarti unik, seperti anak laki-laki satu-satunya [Kejadian 

22:2] dan anak satu-satunya [Amsal 4:3; Zakharia 12:10], dan (2) 

’ehād yang berarti bersatu/persatuan, seperti “seorang laki-laki 

akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan 

isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging” [Kejadian 

2:24]”77 

 

saat  Allah telah menciptakan Adam dan Hawa, Dia bersabda: “Sebab 

itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan 

isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging” (Kejadian 2:24). Laki-laki dan 

perempuan dipersatukan dalam upacara pernikahan (Matius 19:4, 5). Ayat ini 

(Kejadian 2:24) mengekspresikan persatuan fisik dan emosi dari laki-laki dan 

perempuan… Persatuan antara suami dan istri yang terdiri dari dua tubuh yang 

berbeda. Hal inilah yang ditegaskan oleh Dabrowski bahwa, “Allah melalui 

pernikahan menyatukan dua pribadi baik secara fisik, emosi dan spiritual, inilah 

yang disebut dengan ‘satu daging.’”78 

Ini yaitu  satu rahasia atau sebuah misteri yang besar, di mana dua pribadi 

bersatu dan keduanya menjadi satu.79 Untuk menjelaskan tentang dua pribadi 

menjadi satu, Gordon Christo mengatakan bahwa,  

Dalam mengomentari Kejadian 2:24, Yesus menyatakan bahwa 

suami dan istri “bukan lagi dua, melainkan satu” [Matius 19:6]. 

Suami dan istri dipersatukan secara sosial, emosional, spiritual, 

sebagaimana Trinitas, walaupun tiga, yaitu  satu. Ini yaitu  satu 

cara di mana suami dan istri mencerminkan “gambar Allah.”80  

 

Sehingga melalui perkawinan, manusia dapat mengerti bagaimana tiga 

Pribadi dalam Keallahan dapat menjadi satu, sebab  “dalam perkawinan dua 

pribadi dapat menjadi satu.”81 

Memang benar bahwa kata “Trinitas” tidak ada  dalam Alkitab. 

Namun, penggunaan kata-kata ekstra-Alkitab (extrabiblical words) untuk 

menggambarkan konsep-konsep Alkitabiah tidaklah salah. Extrabiblical word 

yaitu  sebuah kata yang tidak ada  di dalam Alkitab dan merupakan konsep 

yang berada di luar kemampuan manusia untuk menerangkannya, namun tetap 

merupakan kebenaran yang diajarkan oleh Alkitab dan diterima oleh orang 

Kristen. Berikut yaitu  di antaranya:82 

1. Kata “millennium” yaitu  terminologi extrabiblical dari bahasa Latin 

untuk sebuah konsep yang benar-benar Alkitabiah, yaitu 1000 tahun dalam 

Wahyu 20.  

2. Kata “inkarnasi” yaitu Allah menjadi daging / manusia (Yohanes 1:14) 

juga yaitu  satu kata yang tidak ada  di dalam Alkitab. 

3. Kata “Trinitas” yaitu  terminologi Latin yang berarti “tiga serangkai” atau 

“trio” – tiga komponen yang membentuk satu keseluruhan / kesatuan.  

 

4.1.2   Trinitas Menjadikan Bapa dan Anak Identik 

Alasan kedua mengapa para pionir Advent mula-mula menolak Trinitas 

yaitu  sebab  adanya konsep yang salah bahwa Trinitas yang menjadikan Bapa 

dan Anak identik. Joseph Bates mengemukakan hal ini saat  dia berkata bahwa, 

“Mengenai Trinitas, saya menyimpulkan bahwa yaitu  mustahil bagi saya untuk 

percaya bahwa Tuhan Yesus Kristus, Anak Bapa, juga yaitu  Allah Yang Maha 

Kuasa, Oknum yang satu dan sama.”83  

Jika “satu dan sama” yang ditolak oleh Bates yaitu  bahwa Kristus dan 

Bapa yaitu  satu dalam nature, tentu itu bertolak belakang dengan Filipi 2:6 dan 

Kolose 2:9. Namun jika yang ditolak oleh Bates yaitu  Kristus dan Bapa 

bukanlah Oknum yang “satu dan sama,” maka tentu dia benar. Saat ini, Gereja 

Advent memiliki pandangan yang sama dengan ini, bahwa Bapa dan Kristus 

bukanlah Oknum yang identik. Beberapa tokoh Advent mula-mula yang memiliki 

pandangan yang sama dengan Bates yaitu  D. W. Hull, J. N. Loughborough, S. 

B. Whitney, dan D. M. Canright.84 

 

4.1.3   Doktrin Trinitas Mengajarkan Adanya Tiga Allah (tri-theism) 

J. N. Loughborough menulis pada tahun 1861 bahwa, “Jika Bapa, Anak, 

dan Roh Kudus masing-masing yaitu  Allah, maka akan ada tiga Allah.”85 Dalam 

hal ini, tentunya Loughborough sangat benar dalam menolak tri-theism, sebab  

Gereja Advent memang menolak ajaran tri-theism. Gereja Advent memiliki 

pandangan monoteisme, yaitu satu Allah dalam tiga Pribadi yang berbeda.  

 

4.1.4   Doktrin Trinitas Melemahkan Nilai Penebusan 

Pandangan ini dikemukakan oleh salah seorang tokoh Advent mula-mula, 

yaitu J. H. Waggoner. Dia mengatakan bahwa, 

Jika doktrin Trinitas diterima, maka akan melemahkan nilai 

penebusan, sebab  Allah yang kekal dan self-existing tidak dapat 

mati. Jika Yesus yaitu  sama seperti Allah yang kekal dan self-

existing, maka Dia tidak dapat mati di Kalvari. Jika hanya 

kemanusiaan-Nya yang mati, maka pengorbanan-Nya yaitu  

sebagai manusia, tidak memadai untuk sebuah penebusan.86 

 

Ellen G. White sudah memberi  jawaban terhadap keberatan Waggoner 

terhadap doktrin Trinitas dengan alasan ini. Pada tahun 1897, Ellen G. White 

mengatakan bahwa saat  Yesus mati di kayu salib, “Keallahan tidaklah mati. 

Kemanusiaan mati.”87 Sekali lagi dia mengatakan bahwa, “Kemanusiaan mati: 

Keallahan tidak mati.”88 

 

4.1.5   Kristus Ada Sesudah Allah Bapa  

Uriah Smith mengatakan bahwa, pemikiran tentang kenyataan Alkitab 

yang menyebut Kristus sebagai Anak Allah dan “permulaan dari ciptaan Allah” 

(Wah. 3:14) membuktikan bahwa Kristus ada sesudah Allah Bapa.89  

Arian memahami frase “permulaan dari ciptaan Allah” berarti bahwa 

Kristus yaitu  yang pertama, atau awal, ciptaan yang diciptakan oleh Allah Bapa. 

Kata Yunani untuk kata ini yaitu  arche, yang sesungguhnya berarti “asal atau 

sumber” dan bukan ciptaan “pertama” atau “permulaan” dari tindakan kreatif 

Allah.90 Sehingga dengan demikian, Yesus Kristus bukanlah “ciptaan yang 

pertama” seperti yang dipahami oleh Arian, melainkan “awal atau sumber dari 

penciptaan Allah.” 

 

4.1.6   Doktrin Trinitas Berasal Dari Kepausan dan Kekafiran 

Salah satu alasan penolakan pionir Advent sehubungan dengan doktrin 

Trinitas yaitu  bahwa doktrin Trinitas berasal dari Kepausan dan Kekafiran.  

Sesungguhnya catatan sejarah memberi  gambaran yang berbeda 

dengan pandangan bahwa doktrin Trinitas berasal dari Kepausan. Meskipun 

konsep Trinitas yaitu  Alkitabiah, namun doktrin ini  diformulasikan saat 

Konsili Nicaea (Nicene) pada tahun 325 M. Konsili ini  dipanggil oleh Kaisar 

Konstantine untuk berkumpul di Nicaea (Asia Kecil) untuk menghadapi 

kontroversi ajaran Arianisme. Dari 318 bishop,91 hanya delapan yang berasal dari 

daerah Barat,92 sisanya berasal dari gereja-gereja daerah Timur, di mana bishop 

Roma memiliki pengaruh yang sangat kecil sekali. Bishop Roma sendiri tidak 

hadir saat itu, dia mengutus dua orang imam untuk mewakilinya.93 Hal ini tentu 

bertentangan dengan klaim yang menyatakan bahwa Trinitas berasal dari Gereja 

Roma Katolik.94 

Demikian juga klaim bahwa doktrin Trinitas berasal dari Kekafiran. 

Allaback menulis bahwa “Para pionir Gereja Advent dengan jelas mengakui 

bahwa doktrin Trinitas berasal dari Kekafiran.”95  Dia kemudian mengutip J. B. 

Friesbie, yang berkata bahwa allah-Hari Minggu / Sunday-god (Trinitas) berasal 

dari sumber yang sama seperti pemeliharaan hari Minggu,96 and J. N. 

Loughborough, yang menyatakan bahwa asal mula Trinitas yaitu  “kekafiran dan 

tak dapat dipercaya.”97  

Namun sesungguhnya doktrin Trinitas didasarkan pada Kitab Suci, bukan 

pada kekafiran atau filosofi manusia.98 Kumpulan tiga serangkai dalam agama 

lain seperti Brahma, Siwa, dan Wisnu dalam agama Hindu; Osiris, Isis, dan Horus 

dalam agama Mesir; atau Nimrod, Ishtar, dan Tammuz dalam agama Babilon, 

didasarkan pada konsep keluarga — bapa, ibu, dan anak — yang tidak terjadi 

dalam agama Kristen.

4.2   Beberapa Keberatan Anti-Trinitarian 

Beberapa tahun belakangan ini, sejumlah publikasi anti-Trinitarian telah 

muncul di gereja kita.100 Inti dari semua publikasi ini yaitu  bahwa "gereja secara 

keseluruhan menolak doktrin Trinitas, dan tidak lama setelah kematian Ellen G. 

White gereja Advent mengubah posisi mereka dalam hal Trinitas.”101 Doktrin 

Trinitas dipandang sebagai kemurtadan doktrinal yang “besar/omega” dalam 

denominasi Gereja Advent.102 Oleh sebab  itu, untuk tetap setia kepada Tuhan, 

mereka mengklaim, kita perlu kembali kepada iman para perintis kita dan 

menolak Trinitas. adapun beberapa keberatan ini  yaitu  sebagai berikut: 

 

4.2.1   Semua Pionor Gereja Advent, Termasuk Ellen G. White yaitu  Anti-

Trinitarian 

Memang benar bahwa pada awalnya sebagian besar pionir kita 

menekankan pemahaman mereka tentang Keallahan dalam terminologi Anti-

Trinitarian, sebagaimana yang telah dibahas di Bab II. Selanjutnya, perlu 

diketahui bahwa beberapa pandangan mereka tentang Trinitas yaitu  keliru. 

Misalnya, mereka pikir bahwa Trinitas terdiri dari tiga pribadi dalam satu pribadi, 

atau bahwa Yesus dan Bapa yaitu  satu dan sama. Hal ini juga sudah dibahas 

sebelumnya pada halaman 19, 23-27. Semua penolakan-penolakan ini 

berkontribusi dalam penolakan mereka terhadap doktrin Trinitas.  

 

4.2.2   Doktrin Trinitas Diperkenalkan di Gereja Advent Setelah Ellen G. 

White Meninggal 

Dengan judul “Bagaimana Kita Mengetahui Bahwa Para Pionir Gereja 

Advent kita Bukan Trinitarian?” Allaback menulis, “Bisa dibuktikan bahwa 

Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh tidak memercayai doktrin Trinitas sampai 

lama setelah kematian Ellen G. White. Bagaimana ini terbukti?”103 Dia 

memberi  tiga alasan: 

1. Banyak ilmuwan Gereja Advent, para teolog dan sejarawan gereja dengan 

jujur mengakui bahwa orang-orang Advent mula-mula tidak percaya atau 

mengajarkan ajaran tentang Trinitas.  

2. Setiap pernyataan keyakinan Advent jelas-jelas non-Trinitarian sebelum 

statement of beliefs tahun 1931 dan 28 Dasar Kepercayaan yang 

diputuskan pada tahun 1980. 

3. Surat-surat pribadi, artikel berkala, pamflet dan buku-buku yang ditulis 

oleh Gereja Advent sebelum kematian Ellen G. White (1915) jelas Anti-

Trinitarian. 

Jawaban terhadap pernyataan Anti-Trinitarian ini juga sudah dibahas 

dengan jelas sebelumnya pada halaman 19, 23-27. 

 

4.2.3   Buku “Evangelism” Sudah Dimanipulasi Untuk Mendukung Trinitas 

Menyikapi kutipan, “Kita perlu menyadari bahwa Roh Kudus, yang sama 

seperti Allah yaitu  pribadi, berjalan melalui tanah ini,”104 Allaback mengatakan 

bahwa “ini yaitu  kutipan yang tidak kontekstual yang sudah dimanipulasi untuk 

mendukung Trinitas. Dengan kata lain, ada usaha untuk ‘memaksa’ Ellen White 

untuk mendukung dan menyetujui posisi Gereja Advent modern mengenai 

Trinitas.105 

Kutipan asli dari petikan kutipan di atas yaitu  sebagai berikut: 

The Lord instructed us that this was the place in which we should 

locate, and we have had every reason to think that we are in the 

right place. We have been brought together as a school, and we 

need to realize that the Holy Spirit, who is as much a person as 

God is a person, is walking through these grounds, that the Lord 

God is our keeper, and helper. He hears every word we utter and 

knows every thought of the mind.106 

Allaback mengatakan bahwa kutipan ini bukanlah untuk membuktikan 

bahwa Roh Kudus yaitu  “Allah yang lain” bersama dengan Bapa dan Anak. Dia 

menafsirkan kutipan ini sebagai berikut, “bahwa ‘Tuhan’ yang ‘memerintahkan 

kita,’ ‘Roh Kudus’ yang ‘berjalan melalui tanah ini,’ ‘Tuhan Allah’ yang ‘yaitu  

penjaga kita’ dan ‘penolong’ dan yang ‘mendengar setiap kata’ dan ‘mengetahui 

setiap pikiran,’ yaitu  satu dan pribadi yang sama – Yesus Kristus yang 

dimuliakan . . . . Ellen White mengatakan hal yang sama dengan Alkitab. Yesus 

‘yaitu  satu pribadi’ seperti Allah Bapa ‘yaitu  satu pribadi.’ Yesus ‘sedang 

berjalan melalui tanah ini.’ Yesus ‘yaitu  penjaga dan penolong kita.’ Yesus 

‘mendengar setiap kata yang kita ucapkan dan mengetahui setiap pikiran kita.’”107 

Tentu saja hal ini tidak sesuai, sebab  dalam kutipan ini, Ellen White 

sedang membicarakan dua pribadi yang berbeda, yaitu Tuhan Allah dan Roh 

Kudus. 

Kutipan Ellen G. White berikutnya dalam buku Evangelism yang ditolak 

oleh Allaback yaitu ,  

The Father is all the fullness of the Godhead bodily, and is 

invisible to mortal sight. The Son is all the fullness of the Godhead 

manifest . . . . The Comforter that Christ promised to send after He 

ascended to heaven is the Spirit in all the fullness of the Godhead, 

making manifest the power of divine grace to all who receive and 

believe in Christ as a personal Savior. There are three living 

persons of the heavenly trio; in the name of these three great 

powers — the Father, the Son, and the Holy Spirit — those who 

receive Christ by living faith are baptized, and these powers will 

co-operate with the obedient subjects of heaven in their efforts to 

live the new life in Christ.108 

Allaback menafsirkan kutipan ini bahwa,  

Here we see the three great powers of heaven who manifest, 

represent and personify God the Father. 1) God the Father Himself, 

2) The Son of God as a representative of His Father, 3) The Holy 

Spirit of God and Christ working in and through holy angels, 

personifying their character to lost humanity.109 

 

Dalam hal ini, Allaback menjelaskan bahwa hanya ada Allah Bapa. 

Sedangkan Anak Allah yaitu  perwakilan dari Allah Bapa; dan Roh Allah dan 

Roh Kristus bekerja di dalam dan melalui para malaikat yang kudus, 

mempersonifikasikan karakter mereka kepada manusia yang hilang.  

Namun penjelasan Allaback ini justru tidaklah tepat, sebab  sebenarnya 

kutipan Ellen G. White ini sudah sangat jelas mengatakan bahwa ada tiga Pribadi 

dalam trio surgawi, yang sama-sama yaitu  Allah sepenuhnya, yaitu Bapa, Anak 

dan Roh Kudus. 

  

 

 

5.1   Kesimpulan 

1. Hampir semua pionir Gereja Advent memiliki pandangan yang menentang 

Trinitas. Namun di akhir tahun 1890-an, Ellen G. White menulis buku dan 

artikel yang memberi  dukungan yang kuat akan konsep Trinitas, 

meskipun dia tidak pernah memakai  terminologi Trinitas.  

2. Pernyataan Dasar Kepercayaan Gereja Advent yang pertama (1872) yaitu  

pekerjaan Uriah Smith, yang yaitu  penganut Christian Connection yang 

tidak percaya Trinitas. sebab  adanya penolakan yang kuat terhadap dasar 

kepercayaan ini, maka itu tidak pernah diterima statusnya secara resmi. 

Pernyataan Dasar Kepercayaan yang kedua (1889), juga oleh Uriah Smith.  

3. Pernyataan Dasar Kepercayaan yang ketiga (1931), diotorisasi oleh sebuah 

komite, namun kenyataannya ditulis oleh F. M. Wilcox, seorang editor 

dari Review and Herald, yaitu  pernyataan Dasar Kepercayaan yang 

pertama secara resmi. Dasar Kepercayaan ini diterbitkan dalam Adventist 

Yearbook yang menulis 22 Dasar Kepercayaan di mana salah satunya 

yaitu  Trinitas. 

4. Sesi General Conference tahun 1946 memutuskan bahwa pernyataan 

Dasar Kepercayaan tahun 1931 tidak mengalami perubahan apapun dan 

diputuskan pada sesi General Conference ini .  

 

5. Pada tahun 1980, pada sesi General Conference di Dallas, kembali 

diulangi Dasar Kepercayaan Gereja Advent, bahwa “hanya ada satu Allah: 

Bapa, Anak dan Roh Kudus, satu kesatuan dari tiga Pribadi-abadi.”110 Ini 

yaitu  pernyataan Dasar Kepercayaan Gereja Advent yang keempat dan 

yang kedua yang secara formal dan resmi diputuskan di sesi General 

Conference. 

6. Saat mempelajari Kitab Suci, mereka yang awalnya menolak Trinitas, 

secara berkala terjamah oleh Roh Kudus melalui penglihatan Ellen White, 

secara bertahap mereka diyakinkan bahwa konsep satu Allah dalam tiga 

Pribadi ada  di dalam Kitab Suci.