Penulisan ini menngambil topik tentang Sejarah Perkembangan Gereja Masehi
Advent Hari Ketujuh (GMAHK) Di Desa Ambia Kecamatan Essang Selatan 1967-2016.
Dalam penulisan ini menggunakan metode sejarah yang terdiri dari empat tahapan yaitu
heuristik, kritik analisis, interpretasi, dan historiografi. Selain menggunakan metode
sejarah, penulisan ini juga menggunakan landasan konsep sebagai kekuatan penulis
sehingga dapat menjawab dengan detel sesuai dengan masalah yang dianggkat.
Karya ilmiah ini berisi tentang sejarah perkembangan Gereja Masehi Advent Hari
Ketujuh dimulai dari tahun 1967-2016. Menceritakan awal masuknya Advent di desa
Ambia dan perkembangan Jemat Ambia.
Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh pertama kali masuk di Indonesia pada tahun
1900 melalui seorang pendeta Metodis Amerika bernama Ralph Waldo Munson, yang
telah bekerja di Birma dan Singapura masuk menjadi seorang Adventis setelah sembuh
penyakitnya di sebuah rumah sakit Advent di Amerika. Atas permintaannya
berkeinginan menjadi seorang Misionaris di Asia Tenggara, untuk itu pada tahun 1900
menetap di Padang. Dari Padang ajaran Advent di bawa ke tanah Batak oleh Immanuel
Siregar, putra Batak yang pertama masuk Kristen. Pada tahun 1861,karena di Padang
Munson mengalami perlawanan sengit, maka ia pindah di Sumatera Utara pada tahun
1904 membuka pekerjaan penginjilan di kota Medan1.
Masuknya penginjilan GMAHK di Sangihe Talaud tak lepas dari berkembangnya
Pekerjaan Tuhan di Manado. Pekerjaan Tuhan di Manado dimulai oleh seorang anak
muda asal Minahasa yang bernama Samuel Rantung. Samuel Rantung menerima
pekabaran Advent di Batavia melalui Immanuel Siregar
Gereja MAHK masuk di Ambia sejak tahun 1942 dirintis oleh seorang Evangelis
yang bernama Jeremiah Pasirumang. Evangelis mengajar Doktrin Alkitab kepada salah
seorang Guru Jemaat yang ada di Gereja Masehi Injili Talaut (GERMITA) Ambia, yang
utamanya mengajarkan Doktrin Sabat. Nama Guru Jemaat ialah Fredrik Linga
Rumegang. Dalam proses pengajaran doktrin Alkitab (doktrin Sabat) Fredrik Linga
Rumegang mengajak saudara-saudara dan keluarganya yang lain untuk belajar bersama-
sama. Akhirnya terbentuklah satu perkumpulan kelompok kecil pemelihara Sabat.
Berdasarkan latar belakang di atas, penulis mengklasifikasikan fakta dalam kurun
waktu atau periode 1967-2016 dengan dua alasan yaitu, alasan tematis dan alasan
praktis. Alasan tematis karena, pada tahun 1967 GMAHK Jemaat Ambia berada di
tangan Pendeta Jeremiah Pasirumang. Ditengah pelayanan terjadi perkembangan seperti
perubahan gedung gereja yang dulunya dari semi parmanen menjadi parmanen. Kedua,
tahun 2016 GMAHK Jemaat Ambia dipimpin oleh Pendeta yang baru diutus yaitu
Pendeta Soleman Tatengkeng. Alasan praktis, penulis memilih Sejarah Perkembangan
GMAHK Jemaat Ambia? Karena sebelumnya belum perna ada orang yang menulis
tentang Sejarah GMAHK Jemaat Ambia.
1.1.
Dengan demikian maka penulis merumuskan masalah yang nantinya akan dibahas
pada bagian isi antara lain :
1. Bagaimana awal masuknya Advent di Desa Ambia ?
2. Bagaimana Perkembangan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK)
di Desa Ambia tahun 1967-2016 ?
Penelitian sejarah akan memperoleh hasil yang diharapkan apabila menggunakan
metode penelitian yang ditentukan oleh pokok permasalahan, sehingga dapat
memberikan gambaran yang lebih jelas dan terperinci atas permasalahan yang dibahas.
Penelitian ini menggunakan metode sejarah yakni menggunakan sekumpulan aturan
sistematis dalam usaha mengumpulkan sumber-sumber sejarah, menilai secarah kritis
dan kemudian menyajikannya dalam suatu sintesa. Penelitian ini mengacu pada
tahapan-tahapan yaitu:
1. Heuristik
Dilakukan dengan proses mencari, menemukan, dan menghimpun sumber-sumber
sejarah, atau pengumpulan bahan-bahan historis atau usaha memilih suatu objek dan
mengumpulkan informasi mengenai objek tersebut. Berdasarkan pertimbangan bahwa
peristiwa yang diteliti terjadi dalam rentang waktu yang berbeda dengan masa sekarang,
sumber informasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah data-data peninggalan
masa lampau disebut sebagai arsip atau dokumen.
2. Kritik Analisa
Kritik ekstern, dan kritik intern. Kritik ekstern menyangkut sumbernya, yaitu
meneliti apakah sumber itu asli atau turunan, apakah sumber tersebut bisa dipercaya
atau tidak. Sedangkan kritik intern dilakukan setelah yakin bahwa sumber itulah yang
dikehendaki dengan cara penilaian intrinsik yakni, penilaian yang mampu membuktikan
bahwa pengarang mengetahui dengan pasti dan dapat memberikan keterangan yang
benar serta tidak menambah atau mengurangi apa yang sebenarnya terjadi.
3. Interpretasi
Setelah melalui tahap kritik selanjutnya sumber masih perlu untuk diinterpretasi.
kemudin mengambil kesimpulan berdasarkan imajinasi penulis mengenai sumber yang
telah diseleksi menjadi fakta-fakta.
4. Historiografi
Merupakan tahap akhir dari penelitian dan penulisan sejarah. Hasil penafsiran
pada sejumlah fakta yang telah disusun secara kronologis menjadi suatu kesatuan
pristiwa yang jelas dan selaras.
GAMBARAN UMUM DESA AMBIA DAN GEREJA-GEREJA
2.1 Keadaan Umum Desa Ambia
2.1.1 Sejarah Desa Ambia
Desa Ambia adalah salah satu desa yang berada di Kecamatan Essang Selatan
Kabupaten Kepulauan Talaud. Pada jaman dahulu kala hiduplah seorang laki-laki yang
bernama Hariza dan perempuan yang bernama Natala. Mereka berdua berasal dari
kampung Bantane, dan keduanya menjalin cinta hingga menjadi pasangan suami istri.
Seiring dengan berjalananya waktu mereka dikarunia dua orang anak, yang sulung
bernama Arimbuwuta yang berarti: menyampaikan berita atau kabar dia adalah laki-
laki, sedangkan yang bungsu seorang putri yang bernama Saranguengloartinya: fajar
menyinsing. Setelah dewasa Arimbuwuta menjalin cinta dengan seorang putri bernama
Mataganga (berarti: kuat). Dan akhirnya keduanya menikah sebagai suami istridan
dikaruniai dua orang anak laki-laki pertama bernama Bawurele yang artinya: kalung dan
yang kedua bernama Webe.
2.1.2 Letak Geografis
Secara administaratif desa Ambia terletak di Kecamatan Essang Selatan Kab,
Kep, Talaud. Dengan letak wilayah Desa Ambia sebagai berikut :
- Sebelah Utara berbatasan dengan Desa Kuma
- Sebelah Timur berbatasan dengan hutan Negara
- Sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Batumbalango
- Sebelah Barat berbatasan dengan laut pasifik
Luas wilayah desa Ambia sebesar 726,414 ha. Luas lahan yang ada terbagi dalam
beberapa peruntukan pengelompokan seperti: untuk fasilitas umum, pemukiman dan
ekonomi.
2.1.3 Keadaan Penduduk dan Mata Pencaharian
Kehidupan masyarakat di desa Ambia lebih didominasi dengan profesi sebagai
nelayan penangkap ikan dan sebagai petani pekebun. Selain itu ada juga yang berprofesi
sebagai buruh bangunan dan Pegawai Negeri yang di dominasi oleh guru. Selain itu
wiraswasta, dalam hal ini pedagang usaha kecil dan menengah menjadi mata
pencaharian yang mereka tekuni.
2.1.4 Keadaan Pemerintah
Dalam kehidupan bermasyarakat Kepala Pemerintah di desa Ambia disebut
Kepala Desa dan pembantu-pembantu disebut Kepala Dusun. Pada jaman Belanda
jegugu Tumbal Kepala Desa. Setelah kekuasaan belanda berakhir pemerintah desa
Ambia digabung dengan pemerintah desa Kuma dengan Kepala desa yang pertama
adalah Johan Laliboso, Isak Tuwondila, Hiskiel Mamuane. Mereka adalah orang-orang
yang pernah memimpin sewaktu kepemimpinan desa Ambia digabung dengan desa
Kuma, hingga tahun 1953 pemerintahan desa Ambia tidak lagi digabung dengan desa
Kuma
2.1.5 Sarana dan Prasarana Pendidikan
3 Tabel 2.6. Sarana Pendidikan di Desa Ambia
No Tingkat Pendidikan Negeri Swasta Total
1 TK 1 1
2 SDN Inpres Ambia 1 1
3 SMP Adven Ambia 1 1
4 SMA Adven Ambia 1 1
Sumber: Penelitian
Catatan: Yayasan pendidikan SMP dan SMA Advent Ambia merupakan sekolah
Advent pertama di Talaud, dan bahkan satu-satunya sekolah Yayasan Advent yang
ada di Kabupaten Kepulauan Talaud sampai sekarang.
2.2.1 Jumlah Gedung dan Golongan Gereja
Adapun jumlah gereja yang terdapat di desa Ambia. Berikut ini jumlah golongan
gereja yang berdiri di desa Ambia6.
1. Gereja Masehi Injili Talaud (GERMITA) : 1 Gedung Gereja
6Jan. S Aritonang. (1994)Berbagai Aliran di Dalam dan di Sekitar Gereja, (Jakarta, BPK:Gunung
Mulia.
2. Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) : 2 Gedung Gereja
2. Gereja Pantekosta di Indonesia (GPDI) : 1 Gedung Gereja
2.1.1. Hubungan Antar Gereja
Kerukunan antar gereja di desa Ambia terjaga dengan baik. Kerja sama yang baik
dengan lembaga-lembaga keagamaan Kristen lainya dalam membimbing umat Kristen
agar menjadi umat beragaman dan masyarakat yang berkualitas, sehingga dapat tercipta
kemitraan dengan gereja dan lembaga keagamaan Kristen dapat mewujudkan
masyarakat desa Ambia yang beriman dan rukun dalam kehidupan bermasyarakat,
berbangsa dan bernegara.
SEJARAH PERKEMBANGAN GEREJA MASEHI ADVENT
HARI KETUJUH (GMAHK) DI DESA AMBIA KECAMATAN ESSANG
SELATAN TAHUN 1967-2016
3.1. Sejarah GMAHK di Dunia
Adventis menunjuk pada penantian akan kedatangan Yesus kedua kali ke dunia
ini. Orang-orang Adventis meyakini bahwa kedatangan Yesus kedua kali itu adalah
sesuatu yang pasti dan segera. Oleh sebab itu, di abad 19 ditandai dengan satu era baru
dalam kebangunan rohani di Amerika Serikat. Norton dan kawan-kawan menjelaskan,
³SDGD WDKXQ -1844 sebagai era pembaharuan politik dan ekspansi, termasuk
perlunya pembaharuan bidang Keagamaan. Pada masa kebangunan rohani ini, seorang
yang bernDPD ³:LOOLDP 0LOOHU SHWDQL GDUL /RZ +DPSWRQ 1HZ <RUN PHQJDGDNDQ
penelitian Alkitab tentang kedatangan Yesus kedua kali selama 15 tahun dengan
PHQJJXQDNDQ$ONLWDE GDQ&UXGHQW¶V &RQFRUGDQFH VHEDJDL DODW SHQHOLWLDQQ\D 6HWHODK
mengadakan penelitian dan perhitungan dengan cermat tentang kedatangan Yesus kedua
NDOLGDULQXEXDWDQ'DQLHO³0DNDLDPHQMDZDE³6DPSDLOHZDWGXDULEXWLJDUDWXV
petang dan pagi, lalu tempat kudus itu akan dipulihkan dalam keadaan yang wajar.
William Miller yang dibantu oleh sahabat-sahabatnya para Pendeta, mengambil
kesimpulan bahwa Yesus akan datang diantara Maret 1843 - Maret 1844, dan mulai
mengkhotbahkan kedatangan Yesus.
3.1.2 Sejarah GMAHK di Indonesia
Pada tahun 1899, kapal Prins Handriks dari pelabuhan New York tiba di
Emahaven (Teluk Bayur Sekarang), diantara penumpangnya Ralph Waldo Munson
bersama istri dan kelima anak mereka yang dikirim Konferens Michigan atas biaya
sendiri untuk memulai misi GMAHK di Hindia Belanda. Tetepi Munson belum
menetap di Batavia mereka segera bergegas ke Padang untuk membuka sekolah disana
dengan harapan besar membawa kabar Injil ke tana Batak.
Di Kota Padang Munson membaptis buah sulung di Hindia Belanda yaitu seorang
pelajar Alkitab yang bernama Tay Hong Siang bersama pamanya. 6 tahun melayani di
Padang tiba saatnya Keluarga Munson untuk pinda ke Australia tanpa disangka-sangka
mereka dijumpai seorang putera Batak Immanuel Siregar anak Pdt. Bumiputera suku
Batak, Pdt Gereja Haria Kristen Batak Protestan (HKBP) yang baru saja tiba di Padang.
3.1.3. Sejarah GMAHK di Sulawesi Utara
Perkembangan GMAHK di Manado taklepas dari pengaruh seorang muda
Minahasa asal Ratahan yang bernama Samuel Rantung yang menerima pekabaran
Advent hari Ketujuh di Batavia dari pemuda Batak yang bernama Immanuel Siregar.
Pemuda Minahasa Samuel Rantung dibaptis oleh Pdt. R. W. Munson di batavia, tanggal
29 Maret 1911. Samuel Rantung kemudian bekerja dipercetakan bersama Immanuel
Siregar, membatu penerbitan buku-buku dan majalah Utusan Perjanjian Melayu di
Sukabumi dibawah pimpinan Pendeta R. W. Munson.
Penyerahan Samuel Rantung, istri dan M.E. Direja dalam doa dan kerja yang
sungguh-sungguh menyampaikan Injil ditengah-tengah masyarakat yang belum menjadi
Kristen (alifuru dalam bahasa daera Lowu, Ratahan). Menghasilkan jiwa-jiwa kepada
Kristus. Sebanyak 22 jiwa, telah menerima baptisan tanggal 30 Desember 1921 oleh
Pdt. F.A. Detamore.Nama-nama mereka tercantum dalam daftar keanggotaan GMAHK
sebagai anggota baptis yang pertama di Minahasa bahkan diseluruh Indonesia Timur7.
3.1.3 Sejarah GMAHK di Sangihe-Talaud
Sebagaimana daerah-daerah lainya di Indonesia, Pekabaran GMAHK memasuki
pulau-pulau paling Utara Sulawesi melalui buku-buku yang berisi firman Tuhan.
Seorang yang telah menerima baptisan di Manado bernama Alex Lengkoan, bertekat
meninggalkan pekerjaan sebagai perawat dan bergabung dengan Evangelis Literatur.
Alex Lengkoan dibaptis di Manado oleh Pdt. Albert Munsong tanggal 27 Maret 1926.
Tahun 1928, Lengkoan meninggalkan Manado, menuju Sangihe besar. Disanalah
Lengkoan menjual buku-buku yang berisi firman Allah. Pada tahun yang sama juga
lengkoan telah memulai satu perkumpulan di desa Salurang yang anggotanya berasal
dari keluarga besar Lumabaeng. Kumpulan ini kemudian diorganisasi menjadi Jemaat
tahun 1928 dan merupakan Jemaat yang pertama di Sangihe Talaud dengan jumlah
baptisan 28 orang.
Daerah Sangihe Talaud adalah salah satu Kabupaten yang terdiri dari pulau-pulau
kecil. Pulau-pulau itu dipisahkan laut yang berombak keras. Keadaan alam inilah salah
7http://id.wikipedia.org/wiki/Edisi khusus 90 tahun Advent di Indonesia Timur, (10 Mei 2017)
satu penghambat kemajuan pekerjaan Jemaat dari satu pulau kepulau lainnya.
Tantangan ekonomi, fanatisme penduduk dan tradisi adalah faktor lain yang amat
berpengaruh terhadap pengembangan gereja. Kemudian tahun 1947, diorganisasi Jemaat
Ambia oleh Pdt. H. Zacharia.
3.1.4 Masuknya GMAHK di Desa Ambia
Sebelum penjajahan Jepang sudah diorganisasi Jemaat pertama di Talaud Jemaat
Musi yang berada di pulau Salibabu yaitu Jemaat Musi tahun 1941. Kemudian pada
tahun 1942 Pendeta Jeremia Pasirumang bersama istri bernama Prisma Molodai diutus
oleh Pendeta M. Hamel sebagai ketua daerah Misi Nusa Utara ke desa Ambia untuk
mengabarkan Injil di desa Ambia.
Pendeta Jeremia Pasirumang mengajarkan doktrin Alkitab ( doktrin Sabat) kepada
Guru Jemaat Fedrik Linga Rumegang. Tahun 1943 dalam proses pengajaran Doktrin
Sabat FredrikLinga Rumegang mengajak saudara-saudara dan keluarganya yang lain
untuk belajar bersama-sama, dan akhirnya mereka mengambil keputusan untuk
memberi diri dibaptis.
3.2 Perkembangan GMAHK di Desa Ambia tahun 1967-2016.
3.2.1 Sejarah GMAHK Ambia
Kondisi Jemaat Ambia mengalami perkembangan dari tahun 1943 baptisan
pertama anggota Jemaat beranggotakan 7 orang. Tahun 1967 jumlah anggota baptisan
sebanyak 5 orang, tahun 1972 jumlah anggota baptisan 7 orang, tahun 1977 jumlah
anggota baptisan sebanyak 11 orang, tahun 1980 jumlah anggota baptisan 9 orang,
tahun 1985 jumlah anggota baptisan sebanyak 23 orang, tahun 1991 jumlah anggota
baptisan sebanyak 19 orang, tahun 1997 jumah anggota baptisan yang bertambah
sebanyak 28 orang, tahun 2002 jumlah anggota baptisan sebanyak 28 orang, tahun 2008
jumlah baptisan sebanyak 29 orang, tahun 2012 jumlah baptisan sebanyak 17 orang,
dan pada tahun2016 jumlah anggota baptisan sebanyak 25orang.
3.2.2 Keadaan Gedung Gereja Advent Ambia
Pada tahun 1943-1947 Jemaat Ambia beribada di rumah Keluarga Rumegang-
Tuwondila. Tahun 1948 oleh Pendeta J. Manembu Jemaat Ambia sudah memulai
pembangunan gereja, dinding terbuat dari anyaman bambu, atap terbuat dari rumbia,
dan lantai dari anyaman bambu. Ditengah pelayanan Pendeta F.A. Hamel pada tahun
1950, keadaan gedung Gereja masih konstruksi semi parmanen. Ditengah pelayanan
Pendeta Jeremia Pasirumang tahun 1967 keadaan gereja dibangun dengan konstruksi
semi parmanen, atap dari seng, dinding dan lantai gereja terbuat dari batu beton8.
3.2.3 Kepemimpinan GMAKH Jemaat Ambia
Pendeta GMAHK merupakan pemimpin yang sukarela melayani, kehidupan
mereka tidak dibiayai oleh pemerintah, melainkan dari jemaat lewat persembahan dan
persepuluhan. Pemimpin Advent pertama di Ambia oleh Pdt. Jeremia Pasirumang,
sekaligus yang membawa pekabaran Advent tahun 1942 dan memimpin sampai tahun
1947 bersama dengan Pdt. H. Zacharia. Tahun 1948 GMAHK Jemaat Ambia dipimpin
oleh Pdt. J. Manembu. Tahun 1949 GMAHK jemaat Ambia dipimpin oleh Pdt. F.A.
Hamel sampai tahun 1952. Tahun 1952 Pelayanan jemaat Ambia oleh Pdt. Jeremia
Pasirumang sampai tahun 1953. Tahun 1953 oleh Pdt. R.B. Matahari sampai tahun1956.
Pada tahun 1955 Pendeta mulai memimpin didua Jemaat Ambia dan Jemaat
Batumbalango. Tahun 1956 dipimpin oleh Pdt. F.A. Hamel dan Pdt. Jeremia
Pasirumang sampai tahun 1957. Tahun 1957 oleh Pdt. Lohonauman Tariwoba sampai
tahun 1959. Tahun 1959 oleh Pdt. Nimod sampai tahun 1963. Tahun 1963 oleh Pdt.
Jeremia Pasirumang sampai tahun 1972.
3.2.4 Hubungan Jemaat dengan Masyarakat
Sebelum diorganisir Jemaat cabang Yerusalem Ambia para siswa dan guru-guru
beribadah bersama-sama dengan Jemaat Ambia. Jemaat Gereja MAHK Ambia sangat
menyambut dengan baik jika ada Jemaat yang bukan Jemaat Ambia atau tamu yang
datang beribadah bersama-sama Jemaat Ambia dari departemen sekolah sabat
memberikan penyematan kembang dan seperti biasa Jemaat Ambia membawa makan
bersama di Gereja.
3.2.5 Organisasi Gereja MAHK Jemaat Ambia
Organisasi-organisasi yang ada dijemaat Ambia adalah Pelayanan Evangelisasi
dilaksanakan seminggu sekali tepat pada hari Rabu. Pelayanan Pemuda Advent (PA)
yang dilaksanakan seminggu sekali tepat pada hari Minggu Malam, Pelayanan Bakti
Wanita Advent (BWA) dilaksanakan seminggu sekali tepat pada hari selasa, malam
permintaan Doa dilaksakana di Gereja pada rabu malam.
Rumegang yang ada di Gereja Protestan Ambia, yang utamanya mengajarkan Doktrin
Sabat. Dalam proses pengajaran doktrin Alkitab (doktrin Sabat) Fredrik Linga
Rumegang mengajak saudara-saudara dan keluarganya yang lain untuk belajar bersama-
sama.
Konferens Jawa Kawasan Timur
memiliki sebuah organisasi yang bertujuan untuk
membantu bagian dari tugas, visi dan misi dalam
pelayanan di gereja. Saat ini Konferens Jawa
Kawasan Timur telah menaungi 68 (enam puluh
delapan) anggota Gereja Advent di Jawa
Kawasan Timur. Dengan jumlah anggota gereja
sebanyak 68 (enam puluh delapan), Konferens
Jawa Kawasan Timur tentunya juga memiliki
akumulasi jemaat yang sangat besar.
Terkait tentang pendataan jemaat,
salah satu tugas dan pekerjaan Konferens Jawa
Kawasan Timur yaitu melakukan pendataan
jemaat terhadap seluruh Gereja Advent yang
berada di Jawa Kawasan Timur. Di sini peran
penting organisasi Gereja Advent diperlukan
untuk dapat membantu perkembangan Gereja
Advent dalam mendukung, menjalankan
pekerjaan dan pengembangannya.
Terkait dengan kemajuan teknologi
dewasa ini, Gereja-gereja Advent yang ada di
wilayah Konferens Jawa Kawasan Timur sudah
melakukan pendataan jemaat namun masih
belum dapat dituangkan dengan memakai
teknologi informasi yang menghasilkan sebuah
informasi jemaat, sehingga bagian sekretariat
pusat yang menangani tentang pendataan jemaat
mengalami kesulitan untuk mengumpulkan dan
mengolah data-data jemaat yang berada pada
Gereja Advent di Jawa Kawasan Timur. Melihat
kondisi yang ada saat ini, hal tersebut sangat
kurang membantu pihak Konferens Jawa
Kawasan Timur melakukan sebagian pekerjaan
dalam hal pendataan jemaat di 68 (enam puluh
delapan) Gereja Advent di Jawa Kawasan
Timur.
Untuk mengatasi masalah yang
ditemui di Konferens Jawa Kawasan Timur
dengan solusi yang telah diuraikan di atas, maka
diperlukan adanya Pengembangan Sistem
Informasi jemaat berbasis web untuk Gereja
Masehi Advent Hari Ketujuh Konferens Jawa
Kawasan Timur. Dengan Pengembangan Sistem
Informasi Jemaat Gereja Masehi Advent Hari
Ketujuh Konferens Jawa Kawasan Timur ini
diharapkan dapat membantu pendataan jemaat
yang sudah berjalan agar dapat diolah dengan
baik. Data yang terorganisir dengan baik akan
membantu proses pengolahannya. Sehingga,
pada akhirnya laporan dapat dihasilkan dan
digunakan oleh pihak konferens sebagai dasar
pengambilan keputusan untuk kegiatan tahunan
yang sudah ditetapkan sebagai program kerja
tahunan konferens jawa kawasan timur.
Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh
Menurut Truth For The World Indo
(2004) Definisi Gereja yaitu institusi atau
badan yang berasal dari Allah yang diatur
berdasarkan konsep Illahi.. Gereja-gereja di
Indonesia pada hakikatnya hidup dalam
keberagaman. Keberagaman tersebut dapat
dilihat dari berbagai sudut, antara lain: latar
belakang etnis, corak Kekristenan, pengakuan
iman, pengkabaran Injil, dan pengorganisasian
diri.
Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh
(GMAHK) yaitu suatu kelompok atau
organisasi orang-orang Kristen yang menganut
aliran penginjilan atau evangelical (penginjilan).
Ciri utama Gereja Advent yaitu pengudusan
hari sabtu, hari ketujuh dalam pekan, sebagai
hari sabat. Gereja Advent memiliki sebuah
organisasi yang bertujuan yaitu supaya dapat
membantu bagian dari tugas, visi dan misi dalam
pelayanannya untuk memberitakan injil
berdasarkan aliran yang telah dianut yaitu aliran
evangelical (penginjilan). Organisasi Gereja
Advent terbagi atas beberapa departemen yang
memiliki tugas dan tanggung jawab yang sudah
diembannya untuk membantu pekerjaan di
dalam Gereja Advent itu sendiri. Berikut yaitu
wilayah GMAHK yang terletak di berbagai
belahan dunia.
General Conference
General Coference yaitu sebuah
lembaga pusat organisasi gereja advent yang
menaungi 13(tigabelas)divisi-divisi yang ada di
seluruh belahan dunia yang terletak di Silver
Spring, Amerika Serikat. Dijelaskan secara
administratif, bahwa Gereja Advent di seluruh
dunia memiliki 13 Divisi, yang terdiri dari
gereja-gereja yang dikelompokkan berdasarkan
kumpulan misi, bidang, atau negara serikat ke
gereja, divisi, dan kantor pusat.
Divisi Conference
Divisi Conference merupakan sebuah
organisasi gereja advent dibawah general
conference. Dalam menjalankan tugasnya, Divisi
Conference hanya menerima tugas dari General
Conference. Gereja Advent di seluruh dunia
memiliki 13 (tigabelas) Divisi Conference, yang
terdiri dari gereja-gereja yang dikelompokkan
berdasarkan kumpulan misi, bidang, atau negara
serikat ke gereja, divisi, dan kantor pusat. Divisi-
divisi ini terbagi menjadi 13(tigabelas) divisi
diseluruh belahan dunia. Dari divisi-divisi
tersebut nantinya akan menaungi beberapa uni
yang terbagi didalamnya. Contohnya yaitu
divisi asia pasifik selatan yang terletak di Cavite,
Filipina. Divisi ini menaungi salah satu uni yaitu
uni indonesia kawasan barat.
Uni Indonesia Kawasan Barat
Uni Indonesia Kawasan Barat,
merupakan satu dari 11 uni yang berada
dinaungi oleh Divisi Asia Pasifik Selatan yang
meliputi pulau-pulau Sumatera, Kalimantan,
Jawa, Madura, Bali dan Nusa Tenggara Timur.
Dari uni tersebut akan dibagi lagi menjadi 10
(sepuluh) daerah yang berada pada Uni
Indonesia Kawasan Barat. Kemudian dari uni
tersebut, penelitian ini memfokuskan pada
daerah Konferens Jawa Kawasan Timur.
Konferens Jawa Kawasan Timur
Gereja Simo
Gereja DHI
Gereja Pasuruan
Gereja Dukuh
Kupang
Gereja Tanjung
Anom
Gereja Tidar 1
Konferens Jawa Kawasan Timur
(KJKT)
Gereja Gresik
60 Gereja yang lain
Gereja Anjasmoro
Pada Gambar 1 merupakan Struktur
Organisasi Konferens Jawa Kawasan Timur.
Saat ini Konferens Jawa Kawasan Timur telah
menaungi 68 (enam puluh delapan) anggota
Gereja Advent di Jawa Kawasan Timur.
Sistem
Menurut Jogiyanto (2003:34), Sistem
dapat didefinisikan dengan pendekatan prosedur
dan pendekatan komponen. Dengan pendekatan
prosedur, sistem dapat didefinisikan sebagai
kumpulan dari prosedur-prosedur yang
mempunyai tujuan tertentu. Contoh sistem yang
didefinisikan dengan pendekatan prosedur ini
yaitu sistem akuntansi. Sistem ini didefinisikan
sebagai kumpulan dari prosedur-prosedur
penerimaan kas, pengeluaran kas, penjualan,
pembelian dan buku besar. Sedangkan dengan
pendekatan komponen, sistem dapat
didefinisikan sebagai kumpulan dari komponen
yang saling berhubungan satu dengan yang
lainnya membentuk satu kesatuan untuk
mencapai tujuan tertentu. Contoh sistem yang
didefinisikan dengan pendekatan ini misalnya
yaitu sistem komputer yang didefinisikan
sebagai kumpulan dari perangkat keras dan
perangkat lunak.
Sistem Informasi
Menurut Ladjamudin (2005:13)
Sistem Informasi dapat didefinisikan sebagai
berikut :
a. Suatu sistem yang dibuat oleh manusia yang
terdiri dari komponen-komponen dalam
organisasi untuk mencapai suatu tujuan yaitu
menyajikan informasi.
b. Sekumpulan prosedur organisasi yang pada
saat dilakasanakan akan memberikan
informasi bagi pengambilan keputusan
dan/atau untuk mengendalikan organisasi.
c. Suatu sistem di dalam suatu organisasi yang
mempertemukan kebutuhan pengolahan
transaksi, mendukung operasi, bersifat
manajerial, dan kegiatan strategi dari suatu
organisasi dan menyediakan pihak luar
tertentu dengan laporan-laporan yang
diperlukan.
Menurut Sutabri (2004:36) “Sistem
informasi yaitu suatu sistem didalam suatu
organisasi yang mempertemukan kebutuhan
pengolahan transaksi harian yang mendukung
fungsi operasi organisasi yang bersifat
manajerial.”
Definisi di atas dapat disimpulkan
bahwa sistem informasi yaitu sekumpulan
komponen yang saling berhubungan,
mengumpulkan, memproses, menyimpan, dan
mendistribusikan informasi untuk menunjang
pengambilan keputusan dan pengawasan dalam
suatu organisasi.
Analisis Dan Perancangan Sistem
Permasalahan yang dihadapi oleh
Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Konferens
Jawa Kawasan Timur yaitu kurang
memanfaatkan teknologi informasi secara
maksimal untuk melakukan pengolahan data
jemaat. Untuk mendapatkan data, Konferens
memberikan berkas pendataan kepada masing-
masing gereja yang akan diserahkan ke masing-
masing jemaatnya. Namun hasilnya hingga saat
ini, data jemaat yang diterima seringkali tidak
terdokumentasi dengan baik. Akibatnya,
perubahan, pencarian, dan pengolahan data sulit
dilakukan.
Berdasarkan permasalahan tersebut
maka dibutuhkan suatu pengembangan sistem
informasi jemaat berbasis web yang memiliki
fungsi sebagai sarana untuk menyimpan data
jemaat dan melakukan pencatatan yang biasanya
dilakukan oleh ketua gereja seperti pencatatan
anggota baru, pencatatan baptisan, pencatatan
perpindahan, pencatatan kematian dan
pencatatan pegawai gereja. Dimana setiap
pencatatan dapat menghasilkan laporan
mengenai jemaat yang dibutuhkan oleh
konferens jawa kawasan timur.
System flow tambah data Gereja
menceritakan alur data, proses, dan dokumen
yang terjadi pada saat proses tambah data gereja
berlangsung. Dimulainya proses ini ditandai
dengan adanya formulir data gereja yang
berfungsi untuk memberikan id pada masing-
masing gereja dan memberikan username dan
password pada masing-masing gereja agar ketua
gereja dapat melakukan login sebagai admin
gereja. Dapat dilihat juga bahwa hasil dari proses
ini nantinya akan sangat berguna sekali untuk
proses penginputan jemaat, divisi gereja,
perpindahan, dan melakukan pengiriman pesan
antar admin gereja dan konferens.
Konferens bertugas untuk mendaftarkan
id gereja, username dan password untuk
gerejanya masing-masing, sesudah id gereja,
username dan password lalu seorang admin
gereja baru bisa mengakses form jemaat.
sesudah admin gereja melakukan login,
maka tugas yang harus dilakukan oleh seorang
admin gereja yaitu melakukan pendataan
jemaat pada masing-masing anggotanya supaya
anggota tersebut dapat melakukan input dan
update data jemaat. Hasil dari inputan data
jemaat inilah akan menghasilkan informasi
jemaat berupa pertambahan anggota, baptisan,
kelas sekolah sabat dalam tiap tahun.
Entity Relationship Diagram (ERD)
Menurut Marlinda (2004:28) Entity
Relationship Diagram (ERD) yaitu diagram
dari sistem yang menggambarkan hubungan
antar entitas beserta relasinya yang saling
terhubung. ERD menyediakan bentuk untuk
menunjukkan struktur keseluruhan dari data
user. Dalam ERD data-data tersebut
digambarkan dengan memakai simbol
entity. Dalam perancangan sistem ini terdapat
beberapa entity yang saling terkait untuk
menyediakan data-data yang dibutuhkan oleh
sistem.
Hasil Dan Pembahasan
Hasil yang dibahas yaitu hasil
laporan pendataan jemaat yang ditampilkan
dalam bentuk grafik dan diagram batang
mengenai informasi tentang jemaat yang ada di
Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Konferens
Jawa Kawasan Timur. Berikut yaitu contoh
laporan yang ada di Konferens Jawa Kawasan
Timur.
Laporan Grafik Jumlah Jemaat
Laporan yang akan dibahas yaitu
laporan tentang jumlah jemaat dan jumlah
baptisan dalam tahun terakhir seperti yang
ditampilkan dalam bentuk grafik seperti pada
gambar dibawah ini.
Gambar 6. Grafik Jumlah Jemaat
Dari grafik jumlah jemaat diatas dapat
dilihat pertambahan jemaat dalam tiap bulan
dalam satu tahun. Grafik diatas menyajikan
tentang jumlah pertambahan jemaat dan jumlah
baptisan agar bertujuan untuk membuat
perbandingan antara pertambahan jumlah jemaat
dan jumlah baptisan. Seperti yang ditampilkan
pada Gambar 6
Laporan Kelas Sekolah Sabat
Laporan yang dihasilkan merupakan
informasi laporan sekolah sabat yang d inputkan
oleh jemaat. sesudah jemaat melakukan inputan,
maka hasil yang didapat yaitu terbaginya kelas-
kelas sekolah sabat dalam 1(satu)gereja. Kriteria
yang dipilih dari laporan ini yaitu tanggal lahir
dari masing-masing jemaat. Seperti yang
ditampilkan pada Gambar 7
Laporan Detail Daftar Jemaat
Data detail Daftar jemaat ini juga
nantinya dapat dilihat langsung oleh pengguna
jemaat ketika mereka sudah melakukan login.
Data detail Daftar Jemaat menampilkan data-
data dari jemaat yang meliputi nama, alamat,
tanggal lahir, tanggal baptis, tanggal terdaftar
anggota dan jenis kelamin. Seperti yang
ditampilkan pada Gambar 8.
Gambar 8. Detail Daftar Jemaat
Laporan Detail Staff Gereja
Gambar 9. Detail Staff Gereja
Detil Staff Gereja hanya dapat dirubah
oleh admin gereja. Detil Staff Gereja ini
bertujuan untuk mengetahui siapa saja yang
sudah menjadi staff di gereja masing-masing.
Detil Staff Gereja menampilkan data-data dari
Staff Gereja yang meliputi nama, nama dan
jabatan yang sedang dijalani sekarang. Dan yang
menjadi staff gereja yaitu dari anggota jemaat
di gereja yang bersangkutan. Seperti yang
ditampilkan pada Gambar 9
Laporan Detil Staff KJKT
Gambar 10. Detail Staff KJKT
Detil Staff KJKT hanya dapat dirubah
oleh admin KJKT. Detil Staff KJKT ini
bertujuan untuk mengetahui siapa saja yang
sudah menjadi staff di kjkt masing-masing. Detil
Staff KJKT menampilkan data-data dari Staff
KJKT yang meliputi nama, nama, username,
password dan jabatan yang sedang dijalani
sekarang. Dan yang menjadi staff kjkt yaitu
dari anggota jemaat di seluruh gereja yang
berada di seluruh Konferens Jawa Kawasan
Timur. Seperti yang ditampilkan pada Gambar
10.
Laporan Detil Daftar Pendeta
Gambar 9. Detail Daftar Pendeta
Halaman 89
Y.Yuliawan,M.J.D.Sunarto, T. Soebijono/JSIKA Vol 2, No 2 (2013)/ISSN 2338-137X
Detail Daftar Pendeta merupakan
daftar detil dari data pendeta yang telah
diinputkan oleh kjkt. Dalam hal ini yang boleh
menginputkan data pendeta yaitu dari kjkt. Dan
yang boleh melihat detail daftar pendeta ini
yaitu jemaat, gereja dan kjkt. Detail daftar
pendeta ini nantinya berfungsi untuk
menempatkan posisi pendeta ketika sedang
bertugas di 68(enam puluh delapan) gereja yang
berada di Konferens Jawa Kaawasan Timur.
Seperti yang ditampilkan pada Gambar 9.
SIMPULAN
Berdasarkan implementasi dan hasil
evaluasi yang telah dilakukan dapat disimpulkan
bahwa:
1. Website ini dapat digunakan untuk
melakukan pendataan jemaat di Gereja
Masehi Advent Hari Ketujuh Konferens
Jawa Kawasan Timur yang diterima oleh
gereja dan dilaporkan kepada konferens,
pencatatan data gereja, pencatatan
perpindahan jemaat, dan pencatatan
kematian dan melakukan pengiriman pesan
antar admin gereja dan konferens.
2. Website ini dapat menghasilkan laporan
yang dibutuhkan oleh admin gereja dan
konferens dalam mengetahui
perkembangan jemaat di Gereja Masehi
Advent Hari Ketujuh Konferens Jawa
Kawasn Timur seperti, jumlah jemaat pada
tiap gereja, jumlah pertambahan jemaat,
jumlah baptisan, jumlah kelas sekolah
sabat, jumlah jemat yang menikah dan
belum menikah, jumlah penghasilan jemaat
pada masing-masing gereja, jumlah
perpindahan, dan jumlah kematian.
Laporan dan informasi yang dihasilkan
tersebut nantinya dapat digunakan sebagai
landasan untuk mengambil keputusan oleh
pihak konferens sebagai kantor pusat.
Saran yang dapat disampaikan dalam
pengembangan sistem informasi jemaat gereja
masehi advent hari ketujuh konferens jawa
kawasan timur berbasis web ini, yaitu:
1. Website ini dapat diterapkan kedalam
Sistem Pendukung Keputusan (SPK). SPK
ini digunakan untuk pengambilan
keputusan dalam memilih dan menetapkan
pegawai konferens dalam 5(lima) tahun.
2. Website ini dapat digunakan oleh semua
departemen untuk melakukan transaksi
pada masing-masing departemennya,
sehingga dapat meringankan sebagian dari
tugas masing-masing departemen-
departemen dari konferens jawa kawasan
timur. Dengan adanya pengembangan
tersebut ketua konferens dapat memperoleh
informasi yang lebih banyak dari data
jemaat yang diinputkan.

