Kristen Mesianik yaitu suatu pergerakan dalam gereja modern yang cukup
menarik diamati. pergerakan yang pada akhirnya membentuk aliran atau denominasi
gereja Baru: ‘Kristen Mesianik’ (KM). Kristen Mesianik ini sering disindir dengan
julukan ‘Kelompok Yahweisme’ dan ‘Kelompok Asal bukan Allah/ABA’ oleh banyak
pendukung LAI (Lembaga Allkitab negara kita ). Mereka memiliki slogan yang cukup
menarik, yaitu ‘KEMBALI KE AKAR IBRANI’, hal ini membuat banyak pencari kebenaran
merasa penasaran dan sesudah membandingkan ajaran KM dengan ajaran pecahan
Protestan lainnya, mereka meyakini bahwa inilah ajaran nasrani awal.
Namun apakah benar bahwa Kristen Mesianik itu membawa ajaran abad 1
masehi? Apa benar klaim bahwa mereka yaitu jemaat Nasrani sebelum terkamiri oleh
ajaran Helenisme dan teologi pengganti? Apakah para pemimpin mereka yaitu
penerus para rasul Nasrani? Di mana letak hubungan sejarah mereka dengan kaum
Nasrani kuno? Apakah benar bahwa ajaran Nasrani kuno itu juga menekankan
pengucapan Nama Suci? Apakah benar bahwa dahulu umat Nasrani beribadah seperti
mereka? Apakah juga umat Nasrani tunduk pada Torah Sinai (LAI:Hukum Taurat) dan
disunat? Semua pertanyaan di atas akan terjawab sesudah pembaca dalam posisi netral,
membaca artikel ini sampai habis. Bacalah sampai ke setiap lembar lampirannya.
Penulis merasa beruntung hidup di zaman yang sama dengan muncul dan
berkembangnya pergerakan Mesianik ini. Selama beberapa tahun menjadi saksi dan belajar
di komunitas bercorak Mesianik, sempat diundang berkotbah beberapa kali sehingga
penulis merasa memahami ajaran ini, dan pada akhirnya memutuskan keluar. Tidak
bermaksud menyamakan diri dengan penulis injil di abad 1, tapi memang sudah
seharusnya, saksilah yang harus menceritakan apa yang sebenarnya terjadi, ditambah
kesaksian dari banyak orang jemaat Mesianik serta kesaksian motor penggeraknya, bu
Erna Tan maka artikel sejarah ini bisa ditulis dan ada di tangan pembaca. Inilah artikel
sejarah Mesianik di negara kita .
artikel ini akan menyingkapkan ajaran dalam berbagai hal,
dimulai dari sejarah terjadinya, di mana semuanya bermula, siapa tokoh-tokoh pengajar
yang terlibat, siapa yang meramu semua ajaran itu menjadi satu, apa yang dilakukan
pengajar KM untuk mempopulerkan ajaran ini, gereja mana saja sekarang yang
bercorak mesianik ini, mengapa penganut ajaran KM tidak bisa bersatu, mengapa
beberapa pemimpinnya keluar, dan apa saja pengajaran mereka selain menggemakan
Nama Suci. Semua akan diulas apa adanya, tidak akan berlebihan.
artikel ini tidak disusun untuk menjatuhkan nama-nama besar tokoh-tokoh
penggagas dan pengajar Mesianik. Penulis menyadari dengan baik bahwa para pengajar
KM yaitu mereka yang tulus melayani Tuhan, berkorban banyak hal demi
keyakinannya.
artikel ini disusun bukan untuk membela umat Kristen penganut Sola Scriptura,
bukan untuk membela umat Kristen penyembah Allah yang melawan para pengajar
Mesianik. artikel ini yaitu artikel netral, tidak berpihak kepada kedua kubu Kristen yang
masih terus bertikai sampai sekarang. Mungkin saja kedua belah pihak malah akan
merasa terpojok. Ini bukan masalah siapa yang terpojok dan siapa yang memojokkan.
Ini yaitu artikel pengajaran, artikel sejarah munculnya Mesianik di negara kita .
Sebagai pembanding ajaran Kristen Mesianik, artikel ini akan mengulas sejarah
jemaat Nasrani kuno dan seperti apa pengajarannya dari sudut pandang Gereja Nasrani
negara kita (GNI). GNI berusaha untuk melestarikan ajaran Nasrani sekuno mungkin
dengan segala keterbatasan dan dengan tetap berpegang pada 3 (tiga) Pilar Iman. artikel
ini juga akan mengulas sejarah berdirinya GNI sehingga pembaca bisa memahami
perbedaan GNI dan gereja Kristen Mesianik serta dengan Gereja Rasuliah pada
umumnya.
Perbedaan ajaran antara KM dan GNI ini biarlah terjadi, bagi mereka yang
percaya bahwa KM yaitu penerus ajaran Nasrani kuno, silahkan yakini terus. Namun
jika ada yang berniat mempelajari ajaran Nasrani dari uskup Gereja Nasrani negara kita ,
ini akan menjadi artikel yang membuka cakrawala ortodoksi. Lalang dan gandum harus
tumbuh bersama sebagai penggenapan pesan Maran Yeshua di Injil Mar Mattai.
Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai. Pada waktu itu
aku akan berkata kepada para penuai: Kumpulkanlah dahulu lalang itu dan
ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandum itu ke
dalam lumbungku." (LAI, Injil Matius 13:30)
Siapa yang menjadi lalang? Siapa yang menjadi gandum? Itu kembali kepada pembaca
untuk menentukan.
Sosok Erna Tan berperan penting dalam penyebaran ajaran modern Mesianik di
negara kita . Beliau memulainya di Den Haag, Belanda, tempat tinggalnya. Wanita
berdarah negara kita yang berumur lebih dari separuh abad ini masih terlihat gesit dan
bersemangat saat bertemu dengan mendiang Herman Kartono, keturunan Yahudi-
negara kita yang sama-sama menetap di sana. Di Belanda, umat Kristen menyebut nama
Mesias Yeshua dengan sebutan “HEER - GOD - JEZUS CHRISTUS”. Pak Herman yang
mengajarkan pertama kali perihal nama Tuhan ‘Yahweh’ dan nama Mesias Yeshua
HaMasiakh (Arab: Isa Al Masih) sekitar tahun 1992 kepada madam nyonya Ema Tan. Selain itu bu
Erna juga belajar darinya tentang Teologi Pengganti, Anti Semitik, dan Helenisme. Inilah
ajaran ‘Kembali ke Akar Ibrani’ atau Hebrew Root Movement (HRM). Pak Herman
mengajar madam nyonya Ema dalam persekutuan doa yang mereka laksanakan seminggu sekali di
kediaman bu Inge, anak madam nyonya Ema . Selain madam nyonya Ema , Pdt (Pendeta) Denny Pantouw yang
datang dari negara kita juga menerima pengajaran dari pak Herman, namun berbeda
dengan madam nyonya Ema , Pdt Denny belum meyakininya seratus persen. Dia masih ragu sampai
kembali lagi ke negara kita . Di Belanda, madam nyonya Ema mendengar berita tentang Ev dr Suradi
(ben Abraham) di negara kita . Hal ini membuat madam nyonya Ema ingin bertemu dengannya.
Pada tahun 1993, madam nyonya Ema Tan berkunjung ke negara kita . Beliau mendatangi
kediaman Pdt Denny Pantaouw di Pondok Ungu, Bekasi dan menjelaskan padanya
perihal Nama Tuhan Yahweh, nama Yeshua, dan Shabbat lebih jauh. Lama-kelamaan Pdt
Denny menerima pengajaran Akar Ibrani ini. Kemudian madam nyonya Ema mengajak Pdt Denny
untuk bertemu dan belajar dari (mendiang) Ev dr Suradi. Tidak lama sesudah itu, mereka
bertemu di Jakarta, itulah pertemuan pertama mereka. Beberapa waktu sesudah
pertemuan ini , Ev dr Suradi pergi ke Belanda dan bertemu madam nyonya Ema beserta
(mendiang) suaminya.
Gambar 1.1. Pak Suradi (tengah berbaju hitam) di Belanda bertemu dengan madam nyonya Ema
paling kanan pada tahun 1994. Sumber: Koleksi foto pribadi madam nyonya Ema Tan
Di dalam kalangan Kristen, Ev dr Suradi dikenal dengan ajaran Islamologi dan
Anti-Allah. Banyak pendeta yang menerima pengajaran Ev dr Suradi, akibatnya, sama
seperti munculnya aliran-aliran Baru dalam kekristenan sebelumnya, banyak gereja
yang terpecah. Ada yang menolak dan ada juga yang menerima ajaran Baru ini. Yang
menerima, mereka tidak mau lagi menyebut nama ‘Allah’ di dalam peribadatan
gerejawi, bahkan tidak mau menyebutkan sama sekali dalam kehidupan sehari-hari.
Mereka meyakini bahwa dengan menyebutnya saja, maka itu berarti menyebut
sesembahan Muhammad SAW, dewa pagan Arab, dan itu melanggar Firman. Pdt Niko
Sumolang yaitu salah satu pengajar yang menolaknya, namun belakangan pada tahun
2003, dia meminta maaf dan menerima pengajaran ini.
Di Belanda, sesudah menerima pengajaran ini, madam nyonya Ema berpindah komunitas ke
Beth Yeshua Amsterdam. Pada tahun 2000, madam nyonya Ema kembali ke Jakarta, negara kita ,
bertemu kembali dengan Ev dr Suradi dan merencanakan beberapa seminar Mesianik di
berbagai kota. Sepulangnya madam nyonya Ema ke Belanda, Pdt Denny terus merencanakan lebih
jauh seminar ini dengan Ev dr Suradi. Gereja Pdt Denny di Bekasi lebih maju dari
tahun-tahun sebelumnya dan sudah bisa melakukan Davidic Dancing1. Sayangnya Ev dr
Suradi harus pergi ke luar negeri untuk menghindari kemarahan umat Islam.
Selanjutnya, pak Benjamin Obadyah menjadi rekan Pdt Denny dalam melaksanakan
seminar Mesianik sepeninggal Ev dr Suradi.
Komunitas Messianic Judaism (MJ) Beth Yeshua Amsterdam sempat memberi
bantuan dana untuk pembelian sebuah Personal Computer kepada komunitas Mesianik
di bawah pimpinan Pdt Denny Pantouw. Hal ini dibutuhkan untuk pembuatan Buletin
Shofar ‘Yeshua HaMashiach’. Melalui media cetak ini, pengajaran KM menyebar di
Bekasi, Jakarta, dan kota lainnya. Ajaran Anti Hellenisme dan anti Teologi Pengganti
dari Messianic Jewish terus diinfuskan ke dalam banyak pikiran pembaca buletin ini.
1 Jenis tarian melingkar yang popular di dalam komunitas-komunitas mesianik (Messianic Jewish) yang
dibuat untuk mengingat kejadian Raja David menari seperti tercatat di II Samuel 6:14
Gambar 1.2. Salah satu edisi Buletin Sofar. Sumber: Koleksi Buletin Sofar madam nyonya Ema Tan.
Gambar 1.3: Davidic Dancing. Sumber:
Koleksi foto madam nyonya Ema Tan.
Jemaat KM Bekasi asuhan Pdt Denny
Pantouw menari Davidic Dancing
Ajaran Mesianik termasuk tradisi tariannya masuk ke negara kita . madam nyonya Ema juga
sempat mengajarkan tarian ini kepada kaum wanita di beberapa gereja.
Gambar 1.4: Bersama Rabbi Ariel Berkowitz.
Sumber: Koleksi foto madam nyonya Ema Tan.
madam nyonya Ema sempat belajar dengan biaya mahal
pada Rabbi Ariel Berkowitz (paling tinggi dan
berjanggut). Rabbi Ariel Berkowitz yaitu salah
satu dari penulis Messianic Publication2.
madam nyonya Ema hidup dari dana pensiunan suaminya, dan dana dari pemerintah Belanda
ini dipakai selain untuk belajar ajaran MJ, juga didonasikan untuk beberapa gereja
atau rohaniawan di negara kita .
Gambar 1.5 (Kiri): madam nyonya Ema di Konferensi Mesianik Dalfsen 2002. Sumber: Koleksi foto
madam nyonya Ema Tan.
Gambar 1.6 (Kanan): Rabbi Lion Erwtemen. Sumber: ossehshalom.skyrock.com.
Pak Suradi dan keluarga bersama madam nyonya Ema sempat menghadiri Konferensi Mesianik di
Dalfsen, Belanda. Konferensi semacam ini secara rutin dilakukan oleh komunitas
Mesianik. Hal ini membuat gelombang pergerakan Messianic Judaism ini berkembang
sangat pesat di Eropa termasuk di Belanda.
EV DR SURADI BEN ABRAHAM
Dari banyak evangelis (penginjil) ex-muslim, mungkin sosok pak Suradi yaitu
sosok yang paling menarik dikupas. Dari hal penginjilan kepada muslim via Christian
Centre ‘Nehemia’ Jakarta lalu mendirikan Pusat Latihan Penginjilan (PLP) sampai
kepada menjadi inspirator muculnya pergerakan Mesianik di negara kita .
Tercatat di penghujung tahun 1992, Dr Suradi masih mengajar dengan nama
‘Allah’ dalam buletin Gema Nehemia yang di terbitkan oleh Christian Centre ‘Nehemia’
Jakarta. Dalam buletin ini ini beliau didukung oleh beberapa pendeta dan penginjil
seperti Pdt. M Matius, Ev Nico Tampemawa, Ev Emmy Tawaluyan, dan Ev gersom
Mujiono dosen bahasa Ibrani.3 Paska pertemuannya dengan madam nyonya Ema Tan dan pengaruh
ajaran Mesianik di Belanda tahun 1994, pengajarannya berubah. Dia menolak nama
‘Allah’ tercantum di dalam Alkitab LAI dan mulai menyebarkan ajaran Pemulihan Nama
Yahweh. artikel dan traktat-traktat tulisannya tersebar di banyak gereja dan juga
kampus. Salah satu artikel yang ditulisnya yaitu ‘Penginjilan Pribadi’ yang diterbitkan
pada tahun 1998.
Penginjilannya yang mempengaruhi banyak orang membuat umat Islam emosi
dan puncaknya Forum Ulama Umat (FUU), Bandung, mengeluarkan fatwa mati
untuknya.
Pengaduan Hadi (Muhammad) ke Jakarta itu merupakan tindak lanjut dari fatwa
yang dikeluarkan FUU di Masjid Istiqomah, Bandung, Ahad 25 Februari lalu.
Waktu itu, dalam acara tablig akbar yang dihadiri sekitar 1.000 jamaah, KH
Athian Ali Muhammad Da’i, Ketua FUU, membacakan “Fatwa Forum Ulama Umat
Mengenai Penghinaan Terhadap Islam”.
Fatwa dalam tiga lembar kertas ukuran folio itu berisi dua butir pernyataan.
Pertama, bahwa berdasarkan syariat Islam, mereka yang menghina Islam seperti
Pendeta Suradi dan Pendeta Poernama Winangun wajib dihukum mati. Kedua,
sebagai tindak lanjutnya, FUU meminta pemerintah melaksanakan tindakan
hukum untuk menghindari umat Islam mengambil cara sendiri.
Fatwa itu kontan disambut dengan teriakan takbir sahut-menyahut. Tangan-
tangan umat teracung ke atas sembari mengepal. Dan, mata-mata mereka
menatap tajam, menyebarkan kebencian dan kemarahan4.
Dengan fatwa mati ini, beliau memutuskan untuk meninggalkan negara kita Suatu
tindakan berhimat yang didukung oleh banyak pendukungnya.
Pengajarannya bukan hanya berpengaruh pada muslim, tapi juga kepada banyak
gereja di negara kita . Di penghujung abad 20 ini , sudah ada beberapa gereja yang
terpecah akibat pro-kontra Nama Allah yaitu nama berhala. Selanjutnya, di awal abad
21 pengajarannya mulai bercampur dengan ajaran Mesianik yang dibawa oleh madam nyonya Ema
Tan dari Belanda. Mulailah era pembentukan suatu denominasi Baru bercorak semitik
Ibrani pada gereja-gereja Kristen. Mulailah pergerakan Mesianik di negara kita . Seminar-
seminar mulai bermunculan diikuti oleh perdebatan yang mencatut nama Dr Suradi.
Gambar 1.8: Rabbi Lion Erwtemen-Ev dr Suradi (tengah)-madam nyonya Ema Tan. Sumber: Koleksi
foto pribadi madam nyonya Ema Tan.
madam nyonya Ema mempertemukan mendiang Ev dr Suradi dengan Rabbi Lion Erwteman dari
Messianic Judaism di Bet Yeshua Amsterdam, Belanda. Ajaran Islamologi Anti-Allahnya
bercampur dengan pengajaran Messianic Jewish.
Pada tahun 2008 berkembang isu negatif seputar dr Suradi. Bapak Paul
Makugoru menuduhnya telah mencoba menyuap LAI sebesar Rp 300 juta untuk
mencetak ulang Alkitab degan menghilangkan nama ‘Allah’ di dalamnya. Tuduhan pak
Paul sempat dimuat di majalah Reformata Edisi 49. Tuduhan ini kemudian dibantah
oleh redaktur Buletin Imanuel, saudara Esbi Ben Dawiid.5
SEMINAR-SEMINAR MESIANIK AWAL
Ajaran Kristen Mesianik (KM) mulai terformulasi di awal abad 21. Dari beberapa
ajaran di gabungkan menjadi satu oleh madam nyonya Ema Tan. Pada tahun 2003 mulailah realisasi
seminar yang telah direncanakan. Beberapa kota yang menjadi tempat seminar
Mesianik ini antara lain: Jakarta, Jogjakarta, Tarutung, Medan, dan Megelang. Formulasi
pengajaran anyar ini diberitakan di seminar-seminar ini . Mulailah gelombang
pergerakan Mesianik ini mewabah di negara kita . Bermodal pengajaran beberapa Rabbi
Mesianik, madam nyonya Ema mengajar di seminar-seminar ini .
Pada tahun 2006 madam nyonya Ema datang kembali ke negara kita , kali ini bersama Renee
Morpurgo, seorang Rabbi Messianic Judaism lainnya. Tujuannya yaitu mengembangkan
lebih jauh ajaran Mesianik, khususnya di jemaat Bekasi yang dipimpin pak Denny. Pak
Benjamin Obadyah juga mengajak mereka mengadakan seminar kembali. Pak Benyamin
yaitu seorang pendeta GBI di Bintaro yang menurut pengakuannya sudah merayakan
hari-hari raya Yahudi sebelum bertemu madam nyonya Ema Tan.
Gambar 1.16: Pdt Ir Benyamin Obadyah
penerjemah di Seminar Mesianik Jakarta.
Sumber: Koleksi foto madam nyonya Ema Tan
Pdt Benyamin bergantian dengan madam nyonya Ema
menjadi penerjemah Rabbi Renee Morpurgo
pada seminar th 2006 di Gedung Kasih
Bersaudara Jl Raden Saleh, Jakarta Pusat.
Tidak lama berselang, Pdt Denny Pantouw pergi ke Manado dan meninggalkan
komunitas Mesianik Bekasi yang dia telah rintis. Jemaat di Bekasi ini kemudian
mengungsi ke gereja Mesianik lain yang mulai bermunculan, namun ada yang kembali
ke gereja lokal lainnya. Pak Denny terus menjalin komunikasi lewat email dengan bu
Erna Tan. madam nyonya Ema juga terus berkontak via email dengan banyak Pendeta Kristen
sepulangnya ke Belanda.
Pada tahun yang sama, Buletin Keluarga Yahshua menampilkan foto madam nyonya Ema
bersama dengan jemaat di Kebumen-Jawa Tengah. Ini yaitu buletin Mesianik yang
diterbitkan oleh komunitas Nafiri Yashua Ministry di bawah pimpinan Teguh Hindarto,
MTh. Diketahui selanjutnya pak Teguh seperti pengajar Mesianik lainnya secara aktif
berkomunikasi via email dengan madam nyonya Ema untuk pengembangan komunitas Mesianik di
negara kita .
Gambar 1.17 Foto madam nyonya Ema bersama jemaat Nafiri Yahshua Ministry. Sumber: Foto
pribadi dari buletin milik pak Prasodjo Wibowo
BERKIBLAT KE MESIANIC JUDAISM (MJ) LAIN
Terlepas dari peran madam nyonya Ema Tan, Pdt Ir Benyamin Obadyah menjalin kerjasama
dengan komunitas MJ lainnya yang berkembang di US, yaitu First Fruit of Zion, Inc. Pak
Ben mendapat hak untuk menerjemah dan mengajarkan materi mereka di dalam
komunitas Mesianiknya di negara kita .
Gambar 1.18: Halaman Awal Materi
HaYesod First Fruit of Zion, Inc. Sumber:
Koleksi foto pribadi penulis. artikel milik
bu Iin.
Komunitas Mesianik Pdt Benyamin Obadyah tidak bisa lepas dari ajaran MJ, di
tahun 2015 mereka mengadakan seminar dengan mengundang Rabbi Itzhak Shapira
dari Asia Pasific Messianic Fellowship. Di tahun 2015, komunitas Mesianik Pdt Benyamin
bernama Gereja Kehilat Mesianik negara kita (GKMI).
Selain itu ada seorang jemaat Mesianik membantu komunitas James S Trimm
untuk menjaring jemaat negara kita dengan membuat tulisan dalam Bahasa negara kita
dalam website Inggris Nazarene-nya6. James S Trimm ditenggarai yaitu seorang
pembual dan penipu yang memakai akun Facebook untuk meminta-minta bantuan
dana.7 Seiring berjalannya waktu banyak pendeta Mesianik lainnya mencari dan
mendapat materi pengajaran dari berbagai macam komunitas MJ di luar negeri.
Dengan bantuan internet mereka bisa dengan mudah mengakses pengajaran Akar
Ibrani ini.
Dengan berkiblatnya mereka kepada pengajaran MJ, ini mengakibatkan pendeta-
pendeta goyim (non Yahudi) ini juga meyakini Hukum Taurat (Torah Sinai) termasuk
merayakan hari-hari raya Yahudi (Moedim) dan sebagian meyakini jemaat harus
disunat. Apa yang diyakini oleh MJ, mereka juga ikut yakini. Mereka menerjemahkan
dan memodifikasi siddur (liturgi) ibadah MJ untuk dipraktikkan dalam peribadatan
mereka menggantikan perayaan Natal dan Paskah Kristen pada umumnya.
Gambar 1.19. Dua buah siddur Hari Raya Pesakh Yahudi buatan pendeta lokal. Sumber:
Koleksi foto penulis. artikel -artikel milik bu Iin.
Dengan mengikuti siddur dan peribadatan MJ, maka komunitas Mesianik di
negara kita mau tidak mau juga mengikuti penanggalan Yahudi-nya juga sebab ke-7
perayaan Yahudi dilaksanakan berdasarkan penanggalan Yahudi Farisi bukan
berdasarkan penanggalan Henokian yang dipakai oleh Yeshua Mshikha dan juga bukan
penanggalan Julian atau Gregorian.
MESIANIC8 KUNO DAN MODERN
Kata ‘Mesianik’ yang menjadi kepergerakan di negara kita , diambil dari kepergerakan
kaum keturunan Kristen Yahudi yang rindu kembali kepada akar budaya Yahudi ini.
Kata ‘Mesianik’ merupakan transliterasi dari bahasa Inggris ‘Messianic’ yang berasal
dari kata Ibrani ‘Mashyach’ artinya “Dia yang Terurapi”.
pergerakan Mesianik Kuno sudah dimulai sejak Komunitas Esseni di Qumran
tahun 140 M., hingga kelahiran Yokhanan haMikveh (Pembaptis) dan disusul Kelahiran
Yeshua sebagai Mesias Israel yang ditunggu-tunggu masyarakat Yahudi Abad Pertama
yang diharapkan kelompok Yahudi Rabbinik Farisi dan mayoritas Sosok Mesianik
sebagai sang Raja, pembebas politik dan militer dengan menggulingkan kolonialis
Romawi Kuno dan semua antek-anteknya di Yudea. Sebaliknya pergerakan Mesianik
Komunitas Esseni Qumran mengharapkan Sosok Mesias sebagai Imam Melkisedek yang
akan menghancurkan Imam Jahat (Ibrani: הרשע הכהן; ha-kōhēn hā-rāš'ā) yang menguasai
Bait Suci ke-2 sejak dinasti Makkabeus – Hasmonean. Sehingga pada Abad Pertama, ada
dua sosok Mesias yang berbeda yang sama-sama diharapkan untuk datang.
Fakta sejarah menyatakan bahwa Sang Mesias Yeshua tidak menggenapi
harapan sosok Mesias sebagai ‘Raja’ namun sebagai ‘Imam Besar’, dengan demikian,
sosok Sang Mesias kaum Esseni Qumran yang digenapi; bahwa kedatangan-Nya yaitu
sebagai Anak Domba dan sekaligus sebagai Imam Besar yang mempersembahkan
korban Penebusan di kayu Salib sebagai Mezbah Universal baik bagi kaum pelaku
8 merriam-webster dictionary, arti ‘Mesianik’ yaitu hal-hal yang berkenaan dengan Mesias (Yang diurapi).
Torah Musa menurut Perjanjian Sinai dan juga pelaku Torah Nuh menurut Perjanjian
Pelangi (Nuh).
Yeshua Sang Mesias datang sebagai Kohen ha-Gaddol (Imam Besar) dan The
Lamb of God (Anak Domba Alaha) yang merestorasi Keimamatan Harun-Lewi yang
dikuasai para Imam Jahat Saduki. Tahun 70 M., jenderal Titus dari Kekaisaran Romawi
menghancurkan Bait Suci Herodes (Bait Suci II) sehingga Keimamatan Harun-Lewi
dihapuskan dalam Konsili Rabbinik di Yavneh sejak tahun 90-100 M., oleh Av-Nasi dan
Beit Din Sanhedrin, Jonathan Gamalilel II yang menetapkan bahwa tidak ada lagi sistem
korban menurut keimamatan Harun-Lewi, sejak saat itu hingga seterusnya Yudaisme
didasarkan kepada Guru-guru Torah (Para Rabbi) yang menafsirkan kitab Tanakh.
Messianic Judaism sendiri yaitu pergerakan Mesianik Modern. Mesianic Judaism
yaitu agamanya, sementara Messianic Jewish yaitu penganutnya. Lebih jauh perihal
pergerakan yang telah menjadi suatu sekte atau cabang agama Judaism Rabbinik ini
tercatat demikian:
Yudaisme memiliki kesinambungan dalam kepemimpinan dan
keimamatan. Pada abad ke-15 S.M Musa menunjuk saudaranya Harun dan
keturunannya untuk keimamatan abadi yang diwariskan dengan cara
ritual penumpangan tangan. Tapi ini bertahan hanya sekitar 1500 tahun.
sesudah kehancuran Bait Suci Yahudi. Agama Judaism sejak tahun 100 M.,
sampai masa kini disebut Agama Yahudi (Judaism) Rabbinik Modern.
Tujuan utama dari keimamatan Judaism (Yahudi), tentu saja persembahan
korban-korban di Bait Suci sebagaimana diatur dalam Torah Musa/Sinai.
Sayangnya pada tahun 70 Masehi, Yerusalem Runtuh dan Bait Suci II
Yahudi dihancurkan. Keimamatan Lewi secara bertahap tidak dihormati
lagi diantara mereka. Dengan demikian, Torah Musa ini telah
mengalami pukulan, hingga akhirnya sama seperti agama-agama lain
yang tidak memiliki kepemimpinan berkelanjutan. Misalnya, Sang Buddha
memiliki banyak murid dan meskipun sesudah kematiannya mereka terus
menyebarkan ajarannya, tidak ada keimamatan resmi dilembagakan, dan
tidak ada rantai kepemimpinan yang berkelanjutan. Dan tentu saja para
pemimpin modern Buddhisme tidak mengklaim mempunyai hubungan
fisik langsung dengan Pendiri mereka.
Di dalam Islam, para penerus Muhammad SAW, keluarganya dan
keturunan mereka, dikenal sebagai "khalifah" atau "wakil" Allah,
memegang otoritas tertinggi secara berkelanjutan tidak kurang dari tiga
puluh tahun, (632 M -660 M). Namun sesudah perbedaan pendapat
internal yang menyebabkan fragmentasi otoritas, rantai kepemimpinan
ini tidak bertahan dan diambil alih oleh para ulama Islam modern
yang mendasarkan otoritas mereka pada pengetahuan mereka tentang
Alquran, bukan pada hubungan nyata dengan pendiri agama mereka.
Dengan cara yang sama, sampai 1500 tahun sesudah Perayaan Savuot
(abad 1), Keimamatan Melkisedek ini bisa bertahan pada semua cabang
Gereja Rasuliah. Di abad 16, Protestantisme mengklaim kesetiaannya
hanya sebagian dari Tuhan tanpa adanya kesinambungan kepemimpinan
dengan pendiri keyakinan di abad 1, yaitu Yeshua dan para rasul. Mereka
merasa memiliki otoritas semata-mata pada interpretasi kitab suci.
Dengan demikian Agama Judaism Rabbinik, Islam, dan Kristen
Protestantisme hasil Reformasi Kekeristenan Barat abad ke-16 di Eropa;
pada hakikatnya identik, di mana otoritas kepemimpinannya
dilandaskan kepada kemampuan pribadi penafsir Kitab Suci. Hal ini
kontradiksi dengan sisitem kepemimpinan Gereja-gereja Rasuliah
pewaris ajaran Nasrani Kuno.9
Sekte Mesianik Modern ini diketahui dimulai di London, Inggris sejak beberapa
kelompok Yahudi murtad dan meyakini Yeshua sebagai Mesias yang dinantikan. Dari
beberapa kelompok ini , salah satunya yaitu Anglican London Society (ALC) yang
dipimpin oleh Joseph Frey pada tahun 1809. ALC menerbitkan Kitab Yiddish Perjanjian
Baru pada pada tahun 1821. Kelompok Messianic Jewish ini biasanya beribadah setiap
Jumat malam dan Minggu awal.10 Jadi, komunitas ini sebenarnya yaitu pemegang ragi
Farisi yang terus melestarikan tradisi kunonya sembari meyakini Yeshua sebagai Sang
Mesias. Mereka sangat dibenci oleh kalangan Yahudi lainnya oleh sebab keyakinan ini.
Mereka kendatipun sudah diakui sebagai bagian dari Yahudi oleh Mahkamah Agung
Yerusalem pada 20 Januari 2014, mereka tetap tidak diakui sebagai Yahudi oleh
sesamanya. Dari London, kepergerakan ini melebar di Eropa termasuk di Belanda dan
berkontak dengan madam nyonya Ema Tan. Seiring dengan Joseph Frey yang bergerak di London,
Inggris, seorang Yahudi berkebangsaan Rusia, Joseph Rabinowitz keluar dari Judaism
dengan meyakini Yeshua sebagai Mesiasnya saat pergi ke Bukit Zaitun, Israel.11
Sepulang dari sana ke Kishinev, Rusia, dia membuka peribadatan Mesianik dan cukup
menarik banyak Yahudi lain sejak 1967.
Secara sudut pandang teologis Messianic Modern dalam bahasa Inggris
modern disebutkan ‘Messy-anics’ artinya, ‘Rumput Liar’ berusaha
menjalar mendekati Pohon Iman Semitik Nasrani, namun cara mereka
berusaha mendekati dengan memakai alat transportasi ide
Protestantisme, sekte-sekte Protestantisme ini merupakan tunas-tunas
dari raksasa Romanisme Katolik. Mereka menolak otoritas dan ritus-ritus
Jemaat Nasrani Yahudi disebab kan mereka masih dimabukkan oleh
reaksi kaum Protestan melawan Katolikisme. Bergantung pada kelompok,
beberapa diantaranya menyadari bahwa mereka tak bisa menafsirkan isi
Kitab Suci bagi diri mereka sendiri, kemudian mereka ini merampok
sekumpulan tulisan-tulisan Rabbinik Farisi yang mendekati ide kelompok
mereka, mencoba mendirikan Dewan Sanhedrin mereka sendiri dan
mengutip dan pilih sesuka hati karya tulis Rabbinik Farisi untuk meramu
bahan-bahan isi Kitab Suci menjadi ramuan khas mereka sendiri yang
nantinya ditebarkan kepada orang lain, mereka tetap saja orang-orang
tukang kutip sana sini apa yang benar dan salah menurut pandangan
mereka, berlagak sebagai hakim Kitab Suci, mereka lakukan ini hanya
bermodalkan tumpukan artikel -artikel yang mereka koleksi alias pemulung
barang-barang bekas orang lain.12
PERSEKUTUAN DOA KASIH KARUNIA (PDKK)
Komunitas PDKK bukanlah suatu gereja, ini yaitu persekutuan doa semua
denominasi Kristen Protestan yang dilakukan pada hari Sabtu siang di Kelapa Gading,
Jakarta Utara. PDKK dimotori oleh Pdt Priskila Joenita Pratiknyo, Pak Gersom dan pak
Marsudi dua orang Penginjil ex-muslim, dan pak Setiadji Kartodinoto yang melayani
musik. Komunitas ini cukup gencar memperkenalkan Nama Suci kepada banyak
pendeta yang belum memahami ajaran KM dengan baik. Mereka sering melakukan
seminar dan membagi-bagikan artikel . Mereka yaitu promotor sejati ajaran Mesianik.
Gambar 1.20. Ibadah PDKK
Pdt Yakub Sulistyo (paling kiri), Priskila
Joenita Pratiknyo SH (wanita berdiri di
depan), Wirawan Tulung Allo
(mengangkat tangan) sewaktu masih
belajar di Mesianik, dan Pdt Hizkia Herry
(berdiri kanan).
Sumber: Koleksi foto penulis. Foto diambil
dari depan notebook penulis.
Peribadatan Shabbat PDKK mengikuti pola peribadatan Pentakosta dimana lagu
pujiannya digantikan dengan banyak lagu berbahasa Ibrani. Nuansa Yahudi lumayan
kental, biasanya jemaat berpakaian ala Yahudi dengan tallit dan kippah. Banyak pendeta
menerima pengajaran KM melalui PDKK ini. Ibadah Pentakosta berbalut nuansa ibrani
yaitu tipikal banyak komunitas penganut Mesianik. Doa Bapa Kami dan berkat Imam
di akhir ibadah yang sering diucapkan di denominasi Injili, diucapkan juga dengan
memakai Bahasa Ibrani.
Para pendeta dan pelayan gereja biasanya berkumpul di ibadah ini, lalu di hari
minggu kembali melayani di gereja masing-masing. Dengan demikian, pengajaran KM
bisa mengalir ke tempat lain.
KITAB SUCI KHUSUS KOMUNITAS MESIANIK
Selain Saksi Yehova, KM yaitu denominasi yang memiliki Kitab Suci sendiri di
negara kita ini. Mereka tidak memakai terjemahan LAI dan menganggap haram dipakai
sebab adanya ribuan nama ‘Allah’ di dalamnya.
Dimulai pada tahun 2000, terbitlah Kitab Suci Torat dan Injil' (KS-TDI) oleh
Yayasan Bet Yeshua Hamasiah. Lalu mereka sempurnakan dengan menerbitkan KS ILT
yang memperoleh izin penerjemahan dari Interlinear Bible JP Green, bahasa Inggris. KS
ILT diterbitkan pertama kali pada tahun 2007 sebanyak 20 ribu oleh Yayasan Lentera
Bangsa (YLB). Saat ini, sudah ada 3 kali revisi KS ILT. Kendati KM yaitu penganut Anti
Hellenis, mereka mau tidak mau menerjemahkan kitab-kitab PB dari manuscrip-
manuscrip Yunani yang di dalamnya sama sekali tidak ada Nama Kudus. Hal itu
disebab kan mereka belum mendapat banyak informasi perihal Peshitta.
Cover depan KS ILT
KS ILT
Edisi ke-3
Gambar 1.21. Kitab Suci ILT keluaran Yayasan Lentera Bangsa. Sumber: Internet
Sampai kepada Edisi-3, Kitab Mesianik ini masih bersandar pada manuskrip
Yunani. Para pengajar KM khususnya Pdt Dr Yakub Sulistyo meyakini bahwa semua
manuskrip bahasa Ibrani yang dituliskan para rasul di abad 1 telah dihancurkan oleh
tentara Romawi, hal ini dia sampaikan dalam Sarasehan 28 July 2012 Bait BenaYah
Jakarta yang membahas Kitab-kita PB ditulis dalam bahasa Ibrani atau Yunani di
Jakarta.
Gambar 1.22 Sarasehan membahas bahasa asli kitab-kitab PB. Kiri: Berdiri di kiri:
Saudara Lambok Sitorus dari STKIP Surya lulusan dari GITS (Graphe International
Theological Seminary). Berdiri di kanan: Pdt Dr Yakub Sulistyo. Gambar Kanan: Saudara
Lambok melakukan presentasi. Sumber: Koleksi foto saudara Lambok Sitorus.
MENENTANG LAI DAN PENDUKUNGNYA
Kejadian menarik dalam sejarah kekristenan di negara kita terjadi pada Maret
2008. Lembaga Alkitab negara kita (LAI) menghadapi tuntutan mereka sejak mereka
berdiri di tahun 1950. Mereka dimejahijaukan oleh Pdt Yeremiyah Leonardo yang
menuntut Alkitab LAI ditarik dari peredaran sebab telah mencantumkan nama Tuhan
yang salah (Allah). Dalam sidang ini Pdt Yakub Sulistyo dihadirkan sebagai nara
sumber ahli bahasa Ibrani. Pendapatnya yang mendukung penuntut ternyata tidak bisa
memenangkan pengadilan yang dipimpin Hakim ED Pattinasarani SH ini . Tercatat
dalam surat Kabar Kristen demikian:
Ully Manurung SH, salah seorang kuasa hukum Yayasan LAI,
mengemukakan beberapa kelemahan gugatan itu. Pertama, secara
adinistratif, pengacara yang ditunjuk oleh penggugat tidak memiliki izin
sebagai pengacara. Lalu, penggugat sebenarnya tidak pernah mempunyai
hubungan hukum dengan pihaktergugat. Kapasitas penggugat yang
menyebut diriya sebagai pengamat teologia, tidak kapabel untuk
melawan sebuah forum penerjemahan Alkitab yang terdiri dari para ahli
dari berbagai disiplin ilmu dan dalam kurun waktu yang sangat panjang.
Dalam salah satu materi gugatannya, penggugat juga menegaskan bahwa
oleh sebab perbuatan tergugat (LAI), penggugat dan seluruh umat
Kristen yang membacanya telah dirugikan dan berdampak yaitu iman
Kristennya telah dikebiri secara terus-menerus dan telah berlangsung
selama bertahun-tahun. “Kristen yang mana yang telah dikebiri tergugat?”
Tanya Ully sembari menambahkan, hingga kini, umat Kristiani tetap
memberi dukungan positif kepada LAI, termasuk dalam penggunaan
nama Allah.
sebab dianggap telah melakukan fitnah terhadap LAI, maka kuasa
hukum LAI melakukan gugatan balik (rekompensi) kepada pihak
penggugat.13
Tidak ada yang kalah, dan tidak ada yang menang dalam pengadilan ini . Pihak
penuntut tidak bisa memberi surat bukti bahwa dia mewakili gereja-gereja yang
merasa dirugikan oleh Alkitab terjemahan LAI. Ini yaitu pelajaran berharga bagi kedua
belah pihak. Perseteruan KM versus LAI (dan pendukungnya) dilanjutkan ke dalam
mimbar-mimbar seminar dan debat.
Gambar 1.23. Flier Debat Nama Suci.
Sumber: Internet.
Pdt Budi Asali, M.Div dan Pdt Esra Alfred
Soru, STh (dari Denominasi Calvinisme)
melawan pengajar Mesianik Prof Drs.
Kristian H Sugiarto Msc, Phd dan Pdt
Teguh Hindarto MTh
Gambar 1.23 menunjukkan salah satu dari sekian banyak acara resmi tentang
perdebatan Nama Allah. Pdt Budi Asali dan Pdt Esra Alfred berasal dari Denominasi
Calvinis abad 16. Dua pendeta ini memang sering berdebat dan bukan hanya dengan
Mesianik tapi juga lainnya. Pdt Anwar Tjen Phd, sebagai konsultan Bahasa Lembaga
Alkitab negara kita beberapa kali bertemu dalam ruang debat melawan Pdt Dr Yakub
Sulistyo. Video perdebatan antara sesama penganut Sola Scriptura ini juga diunggah ke
dalam Youtube dan website Kristen lainnya.
Gambar 1.24 Konsultan LAI diwawancara
oleh Tabloid Reformata.
Sumber: Tabloid Reformata, edisi 49
Desember 2006.
Tema Nama Suci dan Nama Allah, sampai penghujung tahun 2015 ini, juga masih
sering diunggah dalam status Facebook jemaat Mesianik dan cukup sering memancing
perdebatan singkat.
FORMULASI AJARAN KRISTEN MESIANIK
AJARAN KRISTEN MESIANIK
DI negara kita
AJARAN dr SURADI (MANTAN MUSLIM)
PENAFSRIAN PRIBADI
CIRI:
A. ANTI ALLAH;
B. MENGAJAR ALLAH ITU NAMA
DEWA ARAB;
C. ANTI LAI
CIRI: COMOT-COMOT AYAT KITAB SUCI TANPA
PAHAM SEJARAH PENULISAN DAN KANONISASINYA
DIMULAI DI AWAL ABAD
21
MULAI: 1982 DI negara kita
1
2
pergerakan NAMA SUCI (SACRED NAME
MOVEMENT/SNM)
CIRI:
A. MENGEMBALIKAN NAMA ‘YAHWEH’;
B. PENGIKUT SHABBAT SABTU
MULAI:
1930-AN DI ANTARA CHURCH OF GOD
(SALAH SATU DENOM PROTESTAN)
pergerakan KEMBALI KE AKAR IBRANI
(HEBREW ROOT MOVEMENT/HRM)
DARI RABBI RENEE MORPURGO,
RABBI LION ERWETEMAN DAN RABBI
ARIEL BERKOWITZ
CIRI:
A. ANTI HELENISME;
B. SUPREMASI IBRANI (MEYAKINI KITAB PB
ASLINYA DARI BAHASA IBRANI);
C. PENGIKUT TRADISI YAHUDI FARISI
(MERAYAKAN MOEDIM, BERPAKAIAN ALA
YAHUDI, MEMAKAI LITURGI IBADAH YAHUDI)
3
4
FORMULASI AJARAN KRISTEN MESIANIK
MULAI:
1916 DARI KOMUNITAS MESSIANIC JEWS YANG
MEWARISI TRADISI FARISI
Gambar 1.25. Formulasi Ajaran Kristen Mesianik. Sumber: Observasi
Dari sejarah terbentuknya ajaran Kristen Mesianik di abad modern ini, bisa
disimpulkan seperti terlihat di Gambar 1.25. Ini bukanlah ajaran yang didapatkan dari
penyingkapan para nabi (pewahyuan suci/gilyana qadosha). Pengajar KM bukanlah
nabi14. Asal pengajaran ini bukanlah pewahyuan dari Tuhan, melainkan merupakan
gabungan dari beberapa pemikiran orang dan sekelompok orang dalam suatu pergerakan
yang saling mendukung, yaitu:
1. pergerakan /ajaran Islamologi Anti-Allah Ev dr Suradi mantan muslim,
2. pergerakan Nama Suci (SNM) dari Church of God,
3. pergerakan Kembali ke Akar Ibrani (HRM) dari komunitas Messianic Jewish (MJ),
ditambah dengan
4. Penafsiran pribadi masing-masing pendeta Mesianik.
Seperti semacam makanan Baru dimana ada beberapa macam bahan yang dijadikan
satu oleh tukang masak. Dalam hal ini pemasaknya tidak lain yaitu madam nyonya Ema Tan. Oleh
madam nyonya Ema jadilah demonimasi Baru di abad buncit ini, yaitu Kristen Mesianik (KM).
Tidak semua komunitas MJ itu terseret dalam pergerakan Nama Suci dari Church of
God. Ada yang mempertahankan tradisi Farisi dengan menyebut Nama Suci ‘Adonai’
atau ‘Hashem’. Dokter Suradi mengikuti SNM ini sehingga murid-muridnya piawai
menjelaskan bahwa ‘Yahweh’ itu bukan ‘Allah’. Semua meyakini ‘Allah’ itu sudah pasti
yaitu sosok ‘Allah swt’ yang disembah oleh Muhammad SAW, pendiri agama Islam di
abad 7.
Seandainya, tidak ada unsur penafsiran pribadi dalam ramuan ajaran KM maka
yang terjadi yaitu adanya SATU PENGAJARAN, tidak akan ada pengajaran yang
berbeda. Penafsiran pribadi ini menjangkiti penganut Sola Scriptura sejak abad 16,
menginfeksi para pendeta bahkan jemaat Kristen sampai di abad 21 ini. Semua merasa
berhak untuk menguraikan isi kitab suci tanpa paham tradisi (oral Torah), tanpa paham
sejarah terbentuknya kitab-kitab yang mereka baca ini . Penafsiran yang mereka
lakukan acap kali mengatasnamakan atau Inspirasi dari Tuhan atau pimpinan Roh
Kudus.
UPAYA SUCI MEMPERSATUKAN GEREJA-GEREJA MESIANIK
Tercatat dalam sejarah pergerakan _____________________ada tokoh-tokoh yang
rindu untuk mempersatukan semua komunitas Mesianik ke dalam suatu wadah
kepemimpin. Ada dua wadah yang sudah direncanakan sejak awal, yaitu Dewan Qahal
_____________________dan KTMI (Kesatua Tubuh Mesias negara kita ). Kedua wadah ini
berkaitan sebab sama-sama melibatkan bapak Teguh Hindarto, MTh. Memang harus
disadari bahwa pada awalannya Maran Yeshua menginginkan semua umat-Nya untuk
bersatu, semua masuk ke dalam ‘satu kawanan yang dipimpin satu gembala’, seperti
tercatat di dalam Injil Yohanes 10:16:
14 Nabi atau Navi (Ibrani, jamaknya Nevi’im) yaitu orang yang dipilih Tuhan untuk menyampaikan pesan Ilahi
atau menerima penyingkapan kebenaran yang nantinya harus diajarkan kepada jemaat. Nabi yaitu penerima
pewahyuan suci.
_____________________
Halaman 19 dari 196
“Ada lagi pada-Ku (Yeshua), domba-domba lain, yang bukan dari kandang
ini, domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan
mendengarkan suara-Ku dan mereka akan menjadi satu kawanan
dengan satu gembala.”
Yeshua sudah menetapkan bahwa semua jemaat-Nya harus bersatu dalam satu
kawanan bukan terpecah seperti yang terjadi pada banyak gereja pecahan Protestan di
negara kita .
Dalam wadah Dewan Qahal Mesianik di negara kita , pak Teguh merumuskan tugas
dewan ini ke dalam 5 point, yaitu: mepersatukan Qahal _____________________dalam
persekutuan iman, menyusun pokok iman, menyusun tata ibadah, menetapkan Halakah
(aturan/etika), dan juga menetapkan waktu Moedim.15 Dengan demikian menjelaskan
bahwa memang pergerakan Mesianik ini bukanlah suatu pergerakan untuk melestarikan
ajaran kuno, namun suatu upaya untuk merekonstruksi ulang apa yang mereka
yakini sudah bias dari ajaran awal.
Gambar 1. 26 Halaman depan artikel ‘Rekonstruksi Kekristenan & Kristen Rekonstruksi’
karya Teguh Hindaro, MTh. Sumber: artikel milik pak Prasodjo Wibowo
Selain berusaha memberi inspirasi lewat artikel di atas, pak Teguh juga terlibat
dalam wadah persatuan penganut Mesianik lainnya, yaitu KTMI (Kesatuan Tubuh
Mesias negara kita ). Beberapa orang penggagas KTMI untuk membawahi komunitas-
komunitas KM yang sudah dan akan berkembang di negara kita antara lain: Paulus
Bambang Susetyo (wiraswasta), Herry Budianto Lioe (wiraswasta), Bernis Hutauruk
(karyawan swasta), Widyarka Biramutra, Gideon G Ruhukail, dan Pdt Loekas Sutrisno.
KTMI seperti halnya Dewan Qahal berupaya menjadi Dewan Beit Din Nasrani
yang di abad 1 dibentuk oleh Maran Yeshua, berjumlah 70 murid untuk mendampingi
peran 12 rasul. Beit Din (Ibrani) dalam Yunani disebut ‘Sunedrion’ atau dikenal dengan
‘Sanhendrin’ (Eng: Synod) atau dalam bahasa negara kita dikenal degan sebutan ‘Sinode’.
Jadi, dua wadah ini (atau salah satunya saja) direncanakan menjadi sinode bagi
keseluruhan penganut Mesianik di negara kita .
Gambar 1.27 Format Logo KTMI. Sumber:
Koleksi foto penulis
Gambar 1.27 di bawah menunjukkan bagian dari Akte Yayasan KTMI (yang
rencananya didirikan di tahun 2004) bagian mukadimah yang menjelaskan tujuan
didirkannya KTMI ini. Tujuan mulianya yaitu mencegah terjadainya perpecahan
dalam jemaat Tuhan atau dalam gereja-gereja yang bercorak Mesianik.
Gambar 1.28 Format Mukadimah KTMI. Sumber: Koleksi foto penulis
Tidak ada yang salah dengan tujuan Dewan Qahal Mesianik negara kita dan KTMI
ini, ini yaitu tujuan yang mulia namun tidak bisa terwujud sampai sekarang, akhir
2015.
PERPECAHAN DALAM TUBUH KM AKIBAT SOLA SCRIPTURA
Yang menjadi penghalang utama untuk mencapai kesatuan tubuh Mesias yaitu
ajaran abad 16 Sola Scriptura yang digagas oleh Martin Luther. Sola Scriptura tidak
mengajarkan penundukan diri pada uskup, tidak mengajarkan adanya Dewan
Sanhendrin keuskupan yang berisi uskup-uskup atau imam-imam yang ditahbiskan.
Sola Scriptura lahir untuk meyakini bahwa semua jemaat tanpa Pentahbisan sudah
otomatis menjadi imam tertahbis. Dengan otomatis menjadi imam, maka semua jemaat
merasa berhak untuk mengartikan atau menafsirkan ayat-ayat kitab suci yang sulit
dipahami. Seperti diketahui oleh umum, ajaran sola ini mengajarkan untuk membuang
tradisi (masora).
Ajaran membuang tradisi sebenarnya telah dilakukan oleh Yahudi sekte Zadokit
(Saduki). Sekte yang sering bertikai dengan Maran Yeshua di abad 1. Sekte Saduki
yaitu imam-imam pelayan di Bait suci yang menyingkirkan Imam-imam asli keturunan
Imam Besar Zadok (kaum Esseni). Keturunan asli imam Zadok ini akhirnya mengungsi
ke dataran tinggi Qumran sejak abad 2 SM. Di sana mereka menuliskan kembali Tanakh
dan banyak tulisan komunitas mereka sendiri. Mereka membuat replikasi Bati Suci tapi
mengganti kurban hewan dengan roti dan anggur. Mereka menantikan seorang Imam
Besar Melkisedek yang akan menggantikan imam-imam jahat yang telah menajiskan
Bait Suci II. Sekte Saduki yang menguasai Bait Suci II, hanya meyakini Kitab Suci saja,
tidak meyakini tradisi. Mereka menolak Talmud sebagai tradisi Yahudi yang dilestarikan
oleh sekte Perushim (Farisi). Jadi ada kemiripan antara Kristen Mesianik dan Sekte
Saduki, yaitu sama-sama menolak masora.
Sola Scriptura mengajar untuk hanya berpedoman pada 1 pilar iman, yaitu
Kitab Suci (Ketuvim/written Torah). Jumlah kitab yang diakui kaum Mesianik juga
hanya 66 kitab kanon Protestan dari ratusan kitab secara total yang ditulis dan dimiliki
Gereja Rasuliah.16 Tradisi (Masora qadosha/Oral Torah) dan pewahyuan suci (gilyana
qadosha) tidak lagi dipegang sebagai pilar iman. Mereka tidak memahami bahwa semua
kitab itu pasti berasal dari tradisi. Kitab-kitab yaitu sebagian dari tradisi yang
dituliskan. Masih terlalu banyak tradisi yang tidak dituliskan ke dalam kitab suci. Oleh
sebab itu suatu kitab suci tidak boleh sembarangan ditafsir atau ditebak-tebak
maknanya. Pewahyuan, Tradisi, dan kitab yaitu satu-kesatuan pengajaran yang tidak
bisa dipisahkan. Maran Yeshua bukanlah pemimpin Protestanisme, bukan pemimpin
denominasi Kristen yang menolak tradisi. Semua Rabbi Yahudi termasuk Yeshua
melakukan tradisi disamping berpegang pada kitab suci juga.
Setiap pengajar Mesianik tidak memahami alur panjang terjadinya kitab suci.
Kitab suci tidak turun dari langit lalu masuk ke toko-toko artikel untuk bisa ditafsirkan.
Ada rangkaian peristiwa sejarah yang melatarbelakangi adanya kitab-kitab ini .
Yang terjadi pada pengajar Mesianik yaitu mereka mencoba mengetahui detail ajaran
Nasrani seperti tata cara peribadatan, perayaan-perayaan, aturan hidup bersama, dan
lain-lain yang tidak tercatat di dalam kitab yang mereka beli atau unggah dari internet.
Akhirnya mereka mencoba merekonstruksi ulang, atau menebak-nebak seperti apa
yang sebenarnya berlaku dan diajarkan oleh para imam Nasrani di abad 1.
16 Mar Nicholas Lumbantoruan, Kanon Kitab suci, 2015
YESHUA
MESHIKHA
sebagai Nabi
dalam PB
TUHAN
Yeshua mengajar,
sekitar 24 M.
Dia tidak menulis Kitab
Pemimpin Gereja Rasuliah di abad-abad
awal mencatat SEBAGIAN TRADISI
yg dia dengar sendiri atau dari orang lain
ke dalam suatu naskah
Atas inisatif masing-
masing Gereja Rasuliah
bukan perintah Tuhan
Bapa mengutus Sang
Putra menjadi manusia,
lahir th 6 SM
NABI-NABI dalam
Perjanjian Baru
(Ef 4:11) dalam
Gereja Rasuliah
TUHAN bersabda
(PEWAHYUAN SUCI)
TRADISI NASRANI
(MASORA/ORAL TORAH)
BERUPA CERITA LISAN
DAN RITUAL-RITUAL
NASKAH-NASKAH
KITAB SUCI
(KETUVIM/WRITTEN
TORAH)
PENGUJIAN
TRADISI NASRANI
(MASORA/ORAL TORAH)
BERUPA CERITA LISAN
DAN RITUAL-RITUAL
2
3
7
8 9
1
KANONISASI
KITAB SUCI
HASIL
KANONISASI
(KETUVIM/
WRITTEN TORAH)
5 6
10NASKAH-NASKAH
KITAB SUCI
(KETUVIM/WRITTEN
TORAH)
MISNAH (TRADISI
YANG DICATAT)
DAN MENJADI
MATERI SEMINARI
4A
Pemimpin Gereja Rasuliah
di abad Modern
mencatat SEBAGIAN
TRADISI yg dia dengar
sendiri atau dari orang lain
ke dalam suatu naskah
MISNAH (TRADISI
YANG DICATAT)
DAN MENJADI
MATERI SEMINARI
11B
4B
11A
Gambar 1.29 Proses terjadinya kitab suci di PERJANJIAN BARU
Jika semua pengajar Mesianik mengeluarkan pendapatnya, maka pengajaran
Mesianik di negara kita , tidak akan pernah bisa bersatu. Yang satu tidak akan
mengganggap yang lain di atas secara otoritasnya sebab sama-sama meyakini bahwa
mereka yaitu jemaat yang sekalian merangkap sebagai imam, sama-sama meyakini
mereka semua diutus ke segala bangsa untuk memuridkan. Semua merasa lebih bisa
menafsirkan dari yang lain.
Perhatikanlah Gambar 1.29 tentang alur cerita secara garus besar terjadinya
kitab suci di dalam Perjanjian Baru. Dari Gambar ini, maka bisa ditarik kesimpulan
bahwa Pilar Iman Nasrani itu ada tiga, yaitu:
1. Pewahyuan Suci
2. Tradisi Nasrani (Tradisi Suci/Masora Qadosha/Oral Torah), dan
3. Kitab Suci (Ketivim Qadosha/Written Torah).
Semua pengajaran (Torah) berasal dari Tuhan. Dalam Perjanjian Sinai, Tuhan
mengirimkan Pewahyuan Suci kepada para nabi yang dipilih-Nya sendiri, sementara di
dalam Perjanjian Baru, Dia mengutus Sang Miltha (Sabda) untuk datang dan menjadi
manusia Yahudi di tahun 6 SM dan menjadi Nabi Terbesar Nasrani. Selain itu Tuhan
tetap memberi wahyu kepada nabi lainnya. Salah satu nabi di dalam jemaat Nasrani
yaitu Nabi Agabus, Kis 21:10.
Dia mulai mengajar di usia 30 tahun, seperti layaknya rabb-Rabbi Yehudim
lainnya. Nabi-nabi sebelumnya hanya menerima penyingkapan secuil dari pesan-pesan
ilahi, mereka bukanlah saksi dari semua penciptaan. Sementara dalam PB, Yeshua Sang
Pencipta (dalam wajud manusia) itu sendiri yang menyampaikan pengajaran.
Pewahyuan yang Dia sampaikan begitu deras dan fresh! Sangat banyak sampai-sampai
murid-Nya menulis bahwa kalau itu dituliskan semua maka tidak akan ada kitab di
dunia ini yang bisa memuatkan (Yoh 21:25). Dia sudah menyampaikan pengajaran-Nya
SECARA LISAN kepada para saksi-Nya, kepada para murid (12 rasul dan 70 Murid).
Pengajaran-Nya yang disampaikan secara lisan17 itu disebut sebagai Tradisi
(Masora/Oral Torah). Tradisi ini memiliki banyak perbedaan dengan tradisi Farisi,
makanya Rabbi Yeshua sering bertikai dengan para Rabbi Sekte Perushim lainnya.
Maran Yeshua tidak menulis kitab! Tidak pernah ada kitab PB sebelum Dia terangkat ke
Shamayim (Sorga). Tradisi di dalam PB cukup berbeda dengan apa yang terdapat di
dalam PL (Perjanjian Sinai). Di saat munculnya Maran Yeshua, itulah momen peralihan
ini. Maran sedang mempersiapkan para murid-Nya untuk melaksanakan Torah Mshikha
dan semua kekayaan tradisi di dalamnya. Perubahan tradisi yang mulai tercatat di
keempat injil yaitu penekanan Shabbat tidak lagi pada legalitas bukan berarti
17 Kalaupun Yeshua mengutip Kitab Perjanjian Lama hanya Kitab Torah dan nabi-nabi (Mattai 7:12). Kitab
Tanakh (Torah, Nabi-nabi, dan Ketuvim/tulisan-tulisan Suci) baru dikanonkan pada tahun 90 Masehi di
Konsili Yavne. Jadi yaitu sangat mustahil Yeshua dan Para Rasul memakai Kitab terjemahan Yunani
yang disebut Septuaginta (LXX) pada waktu itu yang sudah berisi ‘Ketuvim dan Deuterokanonika’, ini
biasanya dihembuskan oleh kalangan Gereja Ortodoks Rasuliah Helenisme – Yunani yang absurd dan
hanya pernyataan fiktif dan tak ada bukti keotentikan sejarah sama sekali.
dihapuskan seperti banyak tafsiran dalam teologi Pauline yang salah tafsir18, adanya
perubahan doa harian dengan mengajarkan Doa Bapa Kami (Tefila dMaran), dimulainya
pengajaran tradisi qadishot Perjamuan Suci dengan memakan daging dan meminum
Darah-Nya (Yoh 6:53), mulai cerita tradisi akan ada waktunya peribadatan tidak
berfokus pada Yerusalem (Yoh 4:20-24), dan lain-lain. Semua tradisi lisan ini diajarkan
siang-malam kepada para murid dan mereka ingat.
Paska kenaikan-Nya, kitab-kitab (Ketuvim/written Torah) mulai dituliskan.
Para murid-Nya, baik itu sebagai saksi langsung, maupun yang tidak langsung kemudian
menuliskan kitab-kitab Injil, Igeret (Surat-surat pengembalaan), kitab sejarah, kitab
pewahyuan, dan kitab-kitab pengajaran. Kitab-kitab yang beredar di abad awal Masehi
tidak semua ditulis dalam waktu dan tempat yang sama. Ada rentang waktu dengan
banyak penulis yang berbeda yang masing-masing menulis hanya untuk jemaat yang
ada saat itu, yaitu jemaat Gereja Rasuliah. Para penulis kitab-kitab Nasrani tidak pernah
bermaksud untuk membagi-bagikan karya tulisannya kepada jemaat di luar Gereja
Rasuliah. Semua yang menerima harus membacanya di bawah pimpinan Uskup. Jika ada
yang tidak paham, mereka bertanya kepada uskup, mereka tidak menerka-nerka isi
kitab, jemaat tidak punya hak untuk menafsirkan ayat kitab suci, apalagi orang luar.
Kitab-kitab yang ditulis tidak untuk dibagi-bagikan kepada orang luar sebab akan bisa
salah paham.19
Saat kitab-kitab dituliskan, berbarengan ada banyak kitab yang ditulis oleh para
pengajar ajaran yang dianggap bias, oleh sebab itu Gereja Rasuliah merasa penting
untuk menyeleksi kitab mana yang menurunkan ajaran Nasrani awal, mana yang tidak.
Itulah momen di mana terjadi kanonisasi kitab-kitab. Ini bukanlah inisiatif Tuhan, hanya
para pemimpin gereja saja. sebab Gereja Rasuliah sudah berkembang dan berpencar
serta dipimpin oleh uskup-uskup maka semua uskup di masing-masing gereja merasa
berhak untuk memilah-milah sendiri. Tidak semua uskup bertindak dengan fair dalam
menyeleksi kitab-kitab, di era Politik Gereja, kanonisasi juga menjadi alat untuk meraih
18 Kitab Injil Thomas 4:14, mencatat: Kemudian Yeshua berkata kepada murid-murid-Nya: "Jika semua kamu
tidak berhenti dari hal-hal perkara dunia ini, maka kamu tidak akan bisa menemukan Kerajaan Sorga; jika kamu
tidak menjalankan Shabbat sebagai Shabbat, kamu tidak akan melihat sang Bapa.” Injil Thomas sengaja tidak
dikanonkan sebab isinya memperlihatkan dukungan kepada Yudaisme Perjanjian Baru yang mengarah kepada
kedudukan Yerusalem, yang bisa berdampak menjatuhkan supremasi Uskup-uskup Goyim dan juga Kerajaan
Byzantium Romawi Timur. Sehingga Kitab Injil Thomas tidak jadi dikanonkan pada waktu itu dan
dikalsifikasikan sebagai Kitab Apokrifa (yang disembunyikan), bukan sebab isinya tapi ada nuansa politik
gerejawi dan Kekiasaran bermain dibelakang layar. Injil Thomas bukan Injil gnostik seperti banyak difitnahkan
secara membabi buta.
19 Lihat, Surat-surat Paulus yang jatuh ke tangan non-jemaat Rasuliah. Shliakh Simon Keipha berkata: “Dalam
surat-suratnya [Surat Kiriman Paulus] ada hal-hal yang sukar dipahami, sehingga orang-orang yang tidak
memahaminya dan yang tidak teguh imannya, memutarbalikkannya menjadi kebinasaan mereka sendiri, sama
seperti yang mereka juga lakukan dengan tulisan-tulisan lain.” (2 Petrus 3:16). Contoh riilnya, sudah jelas
dalam Kitab Suci ada ayat pentahbisan suksesi rasuliah namun mereka tafsirkan berbeda dengan Jemaat-jemaat
Rasuliah, pada hal sudah jelas ada jabatan Uskup dan Diakon disebutkan Paulus. (1 Timotius 3:1-7; 1 Tim.3:8-
13) dan juga pentahbisan Para Penatua (Kisah 14:23; 13:1-3).
atau mempertahankan kekuasaan. Contohnya, igeret Clementinus dan injil Thoma yang
menuliskan pusat kepemimpinan Nasrani yaitu Uskup Yakub HaTzadiq di Yerusalem
dan para penerusnya, inilah alasan mengapa kitab-kitab ini tidak dimasukkan ke dalam
kanonisasi gereja rasuliah Roma dan Byzantium. Gereja Rasuliah yang sudah ternodai
oleh ajaran Helenisme juga membuang semua kitab yang bernuansa semitik, seperti
Injil Protoevangelion, Sefer Limudah, dan Sefer Didaskalia. Oleh sebab itu jumlah kitab
dalam kanonisasi setiap Gereja Rasuliah itu bisa berbeda-beda, belum ada lagi ada
istilah ‘kitab yang terlambat dikanon’.
Para sarjana teologia dan pengajar Kristen Mesianik di luar Gereja Rasuliah,
tidaklah mengerti Tradisi Nasrani. Tidak ada Sekolah Teologia yang mengajarkan hal
ini. Tradisi Nasrani meliputi sejarah detail, perayaan-perayaan dalam PB, jenjang
keimamatan Melkisedek, siddur (liturgi) ibadah, tujuh ritual penting yang disebut
Qadishot (Sakramen), etos, pirkey avot, dan lain-lain. Baptisan Air dan Roh Kudus yaitu
2 dari 7 Qadishotim dalam tradisi ini. Qadishotim meliputi siddur dan pengajaran di
dalamnya, ini sama sekali tidak dituliskan di dalam kitab suci, hanya di dalam misnah
atau materi-materi seminari. Tradisi diajarkan dengan memberi contoh, jadi sangat
penting saat seorang jemaat diangkat masuk ke dalam jenjang keimamatan, mereka
diajarkan lebih detail tentang qadishotim yang sudah biasa mereka lihat, mereka hanya
perlu mendalaminya lagi secara khusus. Hal inilah yang menyebabkan para pengajar
Mesianik di manapun tidak bisa mewarisi Masora Nasrani, sebab mereka bukan jemaat
Nasrani, mereka tidak pernah melihat dan diajarkan hal detail perihal ritual-ritual dan
ajaran lisan lainnya. Tradisi yaitu warisan tidak ternilai dari Gereja Rasuliah, ini tidak
sembarangan diajarkan, tidak untuk sembarangan dibagikan.20
Seperti dijelaskan di atas bahwa Maran Yeshua yang berperan sebagai Nabi di
abad 1, ditopang juga oleh nabi lain di dalam setiap kumpulan jemaat. Pesan adanya
peran kenabian untuk membangun jemaat ini dicatatkan Mar Shaul (Paulus) di dalam
igeret-nya untuk jemaat Gereja Rasuliah di Efesus.
Efesus 4:11 (LAI): Dan Ialah yang memberi baik rasul-rasul maupun
nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan
pengajar-pengajar
Jawatan nabi tidak boleh hilang di dalam jemaat rasuliah. Nabi yaitu mereka yang
mendalami mistikisme, dunia spiritual dengan lebih mendalam dan berhati-hati. Peran
20 Mattai 7:6 - “Jangan memberi barang yang kudus kepada anjing dan jangan kamu melemparkan
mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injak dengan kakinya, lalu berbalik mengoyak kamu.” Itulah
sebabnya dahulu pada Abad Pertengahan umat dilarang membaca Kitab Suci, bukan bertujuan agar para Imam
membodohi umat, tidak, namun agar mereka jangan sembarangan menafsir! Sayangnya, salah satu benda
kudus ini yaitu Kitab Suci jatuh ke tangan orang-orang yang tak bertanggungjawab sehingga Gereja terpecah
belah dan membuat ajaran-ajarannya masing-masing lalu melawan Gereja-gereja Rasuliah itu sendiri.
Demikianlah Tr




