mesianik di Indonesia 1


 Kristen Mesianik yaitu  suatu pergerakan  dalam gereja modern yang cukup 

menarik diamati. pergerakan  yang pada akhirnya membentuk aliran atau denominasi 

gereja Baru: ‘Kristen Mesianik’ (KM). Kristen Mesianik ini sering disindir dengan 

julukan ‘Kelompok Yahweisme’ dan ‘Kelompok Asal bukan Allah/ABA’ oleh banyak 

pendukung LAI (Lembaga Allkitab negara kita ). Mereka memiliki slogan yang cukup 

menarik, yaitu ‘KEMBALI KE AKAR IBRANI’, hal ini membuat banyak pencari kebenaran 

merasa penasaran dan sesudah  membandingkan ajaran KM dengan ajaran pecahan 

Protestan lainnya, mereka meyakini bahwa inilah ajaran nasrani awal.  

Namun apakah benar bahwa Kristen Mesianik itu membawa ajaran abad 1 

masehi? Apa benar klaim bahwa mereka yaitu  jemaat Nasrani sebelum terkamiri oleh 

ajaran Helenisme dan teologi pengganti? Apakah para pemimpin mereka yaitu  

penerus para rasul Nasrani? Di mana letak hubungan sejarah mereka dengan kaum 

Nasrani kuno? Apakah benar bahwa ajaran Nasrani kuno itu juga menekankan 

pengucapan Nama Suci? Apakah benar bahwa dahulu umat Nasrani beribadah seperti 

mereka? Apakah juga umat Nasrani tunduk pada Torah Sinai (LAI:Hukum Taurat) dan 

disunat? Semua pertanyaan di atas akan terjawab sesudah  pembaca dalam posisi netral, 

membaca artikel  ini sampai habis. Bacalah sampai ke setiap lembar lampirannya. 

Penulis merasa beruntung hidup di zaman yang sama dengan muncul dan 

berkembangnya pergerakan  Mesianik ini. Selama beberapa tahun menjadi saksi dan belajar 

di komunitas bercorak Mesianik, sempat diundang berkotbah beberapa kali sehingga 

penulis merasa memahami ajaran ini, dan pada akhirnya memutuskan keluar. Tidak 

bermaksud menyamakan diri dengan penulis injil di abad 1, tapi memang sudah 

seharusnya, saksilah yang harus menceritakan apa yang sebenarnya terjadi, ditambah 

kesaksian dari banyak orang jemaat Mesianik serta kesaksian motor penggeraknya, bu 

Erna Tan maka artikel  sejarah ini bisa ditulis dan ada di tangan pembaca. Inilah artikel  

sejarah Mesianik di negara kita .  

artikel  ini akan menyingkapkan ajaran dalam berbagai hal, 

dimulai dari sejarah terjadinya, di mana semuanya bermula, siapa tokoh-tokoh pengajar 

yang terlibat, siapa yang meramu semua ajaran itu menjadi satu, apa yang dilakukan 

pengajar KM untuk mempopulerkan ajaran ini, gereja mana saja sekarang yang 

bercorak mesianik ini, mengapa penganut ajaran KM tidak bisa bersatu, mengapa 

beberapa pemimpinnya keluar, dan apa saja pengajaran mereka selain menggemakan 

Nama Suci. Semua akan diulas apa adanya, tidak akan berlebihan.  

artikel  ini tidak disusun untuk menjatuhkan nama-nama besar tokoh-tokoh 

penggagas dan pengajar Mesianik. Penulis menyadari dengan baik bahwa para pengajar 

KM yaitu  mereka yang tulus melayani Tuhan, berkorban banyak hal demi 

keyakinannya.  

artikel  ini disusun bukan untuk membela umat Kristen penganut Sola Scriptura, 

bukan untuk membela umat Kristen penyembah Allah yang melawan para pengajar 

Mesianik. artikel  ini yaitu  artikel  netral, tidak berpihak kepada kedua kubu Kristen yang

masih terus bertikai sampai sekarang. Mungkin saja kedua belah pihak malah akan 

merasa terpojok. Ini bukan masalah siapa yang terpojok dan siapa yang memojokkan. 

Ini yaitu  artikel  pengajaran, artikel  sejarah munculnya Mesianik di negara kita .  

Sebagai pembanding ajaran Kristen Mesianik, artikel  ini akan mengulas sejarah 

jemaat Nasrani kuno dan seperti apa pengajarannya dari sudut pandang Gereja Nasrani 

negara kita  (GNI). GNI berusaha untuk melestarikan ajaran Nasrani sekuno mungkin 

dengan segala keterbatasan dan dengan tetap berpegang pada 3 (tiga) Pilar Iman. artikel  

ini juga akan mengulas sejarah berdirinya GNI sehingga pembaca bisa memahami 

perbedaan GNI dan gereja Kristen Mesianik serta dengan Gereja Rasuliah pada 

umumnya.  

Perbedaan ajaran antara KM dan GNI ini biarlah terjadi, bagi mereka yang 

percaya bahwa KM yaitu  penerus ajaran Nasrani kuno, silahkan yakini terus. Namun 

jika ada yang berniat mempelajari ajaran Nasrani dari uskup Gereja Nasrani negara kita , 

ini akan menjadi artikel  yang membuka cakrawala ortodoksi. Lalang dan gandum harus 

tumbuh bersama sebagai penggenapan pesan Maran Yeshua di Injil Mar Mattai.  

Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai. Pada waktu itu 

aku akan berkata kepada para penuai: Kumpulkanlah dahulu lalang itu dan 

ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandum itu ke 

dalam lumbungku." (LAI, Injil Matius 13:30) 

Siapa yang menjadi lalang? Siapa yang menjadi gandum? Itu kembali kepada pembaca 

untuk menentukan.  

Sosok Erna Tan berperan penting dalam penyebaran ajaran modern Mesianik di 

negara kita . Beliau memulainya di Den Haag, Belanda, tempat tinggalnya. Wanita 

berdarah negara kita  yang berumur lebih dari separuh abad ini masih terlihat gesit dan 

bersemangat saat bertemu dengan mendiang Herman Kartono, keturunan Yahudi-

negara kita  yang sama-sama menetap di sana. Di Belanda, umat Kristen menyebut nama 

Mesias Yeshua dengan sebutan “HEER - GOD - JEZUS CHRISTUS”. Pak Herman yang 

mengajarkan pertama kali perihal nama Tuhan ‘Yahweh’ dan nama Mesias Yeshua 

HaMasiakh (Arab: Isa Al Masih) sekitar tahun 1992 kepada madam nyonya  Ema  Tan. Selain itu bu 

Erna juga belajar darinya tentang Teologi Pengganti, Anti Semitik, dan Helenisme. Inilah 

ajaran ‘Kembali ke Akar Ibrani’ atau Hebrew Root Movement (HRM). Pak Herman 

mengajar madam nyonya  Ema  dalam persekutuan doa yang mereka laksanakan seminggu sekali di 

kediaman bu Inge, anak madam nyonya  Ema . Selain madam nyonya  Ema , Pdt (Pendeta) Denny Pantouw yang 

datang dari negara kita  juga menerima pengajaran dari pak Herman, namun berbeda 

dengan madam nyonya  Ema , Pdt Denny belum meyakininya seratus persen. Dia masih ragu sampai 

kembali lagi ke negara kita . Di Belanda, madam nyonya  Ema  mendengar berita tentang Ev dr Suradi 

(ben Abraham) di negara kita . Hal ini membuat madam nyonya  Ema  ingin bertemu dengannya. 

Pada tahun 1993, madam nyonya  Ema  Tan berkunjung ke negara kita . Beliau mendatangi 

kediaman Pdt Denny Pantaouw di Pondok Ungu, Bekasi dan menjelaskan padanya 

perihal Nama Tuhan Yahweh, nama Yeshua, dan Shabbat lebih jauh. Lama-kelamaan Pdt 

Denny menerima pengajaran Akar Ibrani ini. Kemudian madam nyonya  Ema  mengajak Pdt Denny 

untuk bertemu dan belajar dari (mendiang) Ev dr Suradi. Tidak lama sesudah  itu, mereka 

bertemu di Jakarta, itulah pertemuan pertama mereka. Beberapa waktu sesudah  

pertemuan ini , Ev dr Suradi pergi ke Belanda dan bertemu madam nyonya  Ema  beserta 

(mendiang) suaminya. 


Gambar 1.1. Pak Suradi (tengah berbaju hitam) di Belanda bertemu dengan madam nyonya  Ema  

paling kanan pada tahun 1994. Sumber: Koleksi foto pribadi madam nyonya  Ema  Tan 

Di dalam kalangan Kristen, Ev dr Suradi dikenal dengan ajaran Islamologi dan 

Anti-Allah. Banyak pendeta yang menerima pengajaran Ev dr Suradi, akibatnya, sama 

seperti munculnya aliran-aliran Baru dalam kekristenan sebelumnya, banyak gereja 

yang terpecah. Ada yang menolak dan ada juga yang menerima ajaran Baru ini. Yang 

menerima, mereka tidak mau lagi menyebut nama ‘Allah’ di dalam peribadatan 

gerejawi, bahkan tidak mau menyebutkan sama sekali dalam kehidupan sehari-hari. 

Mereka meyakini bahwa dengan menyebutnya saja, maka itu berarti menyebut 

sesembahan Muhammad SAW, dewa pagan Arab, dan itu melanggar Firman. Pdt Niko 

Sumolang yaitu  salah satu pengajar yang menolaknya, namun belakangan pada tahun 

2003, dia meminta maaf dan menerima pengajaran ini. 

Di Belanda, sesudah  menerima pengajaran ini, madam nyonya  Ema  berpindah komunitas ke 

Beth Yeshua Amsterdam. Pada tahun 2000, madam nyonya  Ema  kembali ke Jakarta, negara kita , 

bertemu kembali dengan Ev dr Suradi dan merencanakan beberapa seminar Mesianik di 

berbagai kota. Sepulangnya madam nyonya  Ema  ke Belanda, Pdt Denny terus merencanakan lebih 

jauh seminar ini  dengan Ev dr Suradi. Gereja Pdt Denny di Bekasi lebih maju dari 

tahun-tahun sebelumnya dan sudah bisa melakukan Davidic Dancing1. Sayangnya Ev dr 

Suradi harus pergi ke luar negeri untuk menghindari kemarahan umat Islam. 

Selanjutnya, pak Benjamin Obadyah menjadi rekan Pdt Denny dalam melaksanakan 

seminar Mesianik sepeninggal Ev dr Suradi. 

Komunitas Messianic Judaism (MJ) Beth Yeshua Amsterdam sempat memberi  

bantuan dana untuk pembelian sebuah Personal Computer kepada komunitas Mesianik 

di bawah pimpinan Pdt Denny Pantouw. Hal ini dibutuhkan untuk pembuatan Buletin 

Shofar ‘Yeshua HaMashiach’. Melalui media cetak ini, pengajaran KM menyebar di 

Bekasi, Jakarta, dan kota lainnya. Ajaran Anti Hellenisme dan anti Teologi Pengganti 

dari Messianic Jewish terus diinfuskan ke dalam banyak pikiran pembaca buletin ini. 

                                                          

1 Jenis tarian melingkar yang popular di dalam komunitas-komunitas mesianik (Messianic Jewish) yang 

dibuat untuk mengingat kejadian Raja David menari seperti tercatat di II Samuel 6:14 


Gambar 1.2. Salah satu edisi Buletin Sofar. Sumber: Koleksi Buletin Sofar madam nyonya  Ema  Tan. 

 

 

Gambar 1.3: Davidic Dancing. Sumber: 

Koleksi foto madam nyonya  Ema  Tan. 

Jemaat KM Bekasi asuhan Pdt Denny 

Pantouw menari Davidic Dancing 

 

Ajaran Mesianik termasuk tradisi tariannya masuk ke negara kita . madam nyonya  Ema  juga 

sempat mengajarkan tarian ini kepada kaum wanita di beberapa gereja. 

 

 

Gambar 1.4: Bersama Rabbi Ariel Berkowitz. 

Sumber: Koleksi foto madam nyonya  Ema  Tan. 

madam nyonya  Ema  sempat belajar dengan biaya mahal 

pada Rabbi Ariel Berkowitz (paling tinggi dan 

berjanggut). Rabbi Ariel Berkowitz yaitu  salah 

satu dari penulis Messianic Publication2. 

 

                                                

madam nyonya  Ema  hidup dari dana pensiunan suaminya, dan dana dari pemerintah Belanda 

ini  dipakai selain untuk belajar ajaran MJ, juga didonasikan untuk beberapa gereja 

atau rohaniawan di negara kita .  

  

Gambar 1.5 (Kiri): madam nyonya  Ema  di Konferensi Mesianik Dalfsen 2002. Sumber: Koleksi foto 

madam nyonya  Ema  Tan. 

Gambar 1.6 (Kanan): Rabbi Lion Erwtemen. Sumber: ossehshalom.skyrock.com. 

Pak Suradi dan keluarga bersama madam nyonya  Ema  sempat menghadiri Konferensi Mesianik di 

Dalfsen, Belanda. Konferensi semacam ini secara rutin dilakukan oleh komunitas 

Mesianik. Hal ini membuat gelombang pergerakan  Messianic Judaism ini berkembang 

sangat pesat di Eropa termasuk di Belanda.  

 

EV DR SURADI BEN ABRAHAM 

Dari banyak evangelis (penginjil) ex-muslim, mungkin sosok pak Suradi yaitu  

sosok yang paling menarik dikupas. Dari hal penginjilan kepada muslim via Christian 

Centre ‘Nehemia’ Jakarta lalu mendirikan Pusat Latihan Penginjilan (PLP) sampai 

kepada menjadi inspirator muculnya pergerakan  Mesianik di negara kita . 

Tercatat di penghujung tahun 1992, Dr Suradi masih mengajar dengan nama 

‘Allah’ dalam buletin Gema Nehemia yang di terbitkan oleh Christian Centre ‘Nehemia’ 

Jakarta. Dalam buletin ini ini beliau didukung oleh beberapa pendeta dan penginjil 

seperti Pdt. M Matius, Ev Nico Tampemawa, Ev Emmy Tawaluyan, dan Ev gersom 

Mujiono dosen bahasa Ibrani.3 Paska pertemuannya dengan madam nyonya  Ema  Tan dan pengaruh 

ajaran Mesianik di Belanda tahun 1994, pengajarannya berubah. Dia menolak nama 

‘Allah’ tercantum di dalam Alkitab LAI dan mulai menyebarkan ajaran Pemulihan Nama 

Yahweh. artikel  dan traktat-traktat tulisannya tersebar di banyak gereja dan juga 

kampus. Salah satu artikel  yang ditulisnya yaitu  ‘Penginjilan Pribadi’ yang diterbitkan 

pada tahun 1998.  

 

                                             

Penginjilannya yang mempengaruhi banyak orang membuat umat Islam emosi 

dan puncaknya Forum Ulama Umat (FUU), Bandung, mengeluarkan fatwa mati 

untuknya. 

Pengaduan Hadi (Muhammad) ke Jakarta itu merupakan tindak lanjut dari fatwa 

yang dikeluarkan FUU di Masjid Istiqomah, Bandung, Ahad 25 Februari lalu. 

Waktu itu, dalam acara tablig akbar yang dihadiri sekitar 1.000 jamaah, KH 

Athian Ali Muhammad Da’i, Ketua FUU, membacakan “Fatwa Forum Ulama Umat 

Mengenai Penghinaan Terhadap Islam”. 

Fatwa dalam tiga lembar kertas ukuran folio itu berisi dua butir pernyataan. 

Pertama, bahwa berdasarkan syariat Islam, mereka yang menghina Islam seperti 

Pendeta Suradi dan Pendeta Poernama Winangun wajib dihukum mati. Kedua, 

sebagai tindak lanjutnya, FUU meminta pemerintah melaksanakan tindakan 

hukum untuk menghindari umat Islam mengambil cara sendiri. 

Fatwa itu kontan disambut dengan teriakan takbir sahut-menyahut. Tangan-

tangan umat teracung ke atas sembari mengepal. Dan, mata-mata mereka 

menatap tajam, menyebarkan kebencian dan kemarahan4. 

Dengan fatwa mati ini, beliau memutuskan untuk meninggalkan negara kita  Suatu 

tindakan berhimat yang didukung oleh banyak pendukungnya. 

Pengajarannya bukan hanya berpengaruh pada muslim, tapi juga kepada banyak 

gereja di negara kita . Di penghujung abad 20 ini , sudah ada beberapa gereja yang 

terpecah akibat pro-kontra Nama Allah yaitu  nama berhala. Selanjutnya, di awal abad 

21 pengajarannya mulai bercampur dengan ajaran Mesianik yang dibawa oleh madam nyonya  Ema  

Tan dari Belanda. Mulailah era pembentukan suatu denominasi Baru bercorak semitik 

Ibrani pada gereja-gereja Kristen. Mulailah pergerakan  Mesianik di negara kita . Seminar-

seminar mulai bermunculan diikuti oleh perdebatan yang mencatut nama Dr Suradi.  

                                                          

Gambar 1.8: Rabbi Lion Erwtemen-Ev dr Suradi (tengah)-madam nyonya  Ema  Tan. Sumber: Koleksi 

foto pribadi madam nyonya  Ema  Tan. 

madam nyonya  Ema  mempertemukan mendiang Ev dr Suradi dengan Rabbi Lion Erwteman dari 

Messianic Judaism di Bet Yeshua Amsterdam, Belanda. Ajaran Islamologi Anti-Allahnya 

bercampur dengan pengajaran Messianic Jewish.  

Pada tahun 2008 berkembang isu negatif seputar dr Suradi. Bapak Paul 

Makugoru menuduhnya telah mencoba menyuap LAI sebesar Rp 300 juta untuk 

mencetak ulang Alkitab degan menghilangkan nama ‘Allah’ di dalamnya. Tuduhan pak 

Paul sempat dimuat di majalah Reformata Edisi 49. Tuduhan ini kemudian dibantah 

oleh redaktur Buletin Imanuel, saudara Esbi Ben Dawiid.5 

 

SEMINAR-SEMINAR MESIANIK AWAL 

Ajaran Kristen Mesianik (KM) mulai terformulasi di awal abad 21. Dari beberapa 

ajaran di gabungkan menjadi satu oleh madam nyonya  Ema  Tan. Pada tahun 2003 mulailah realisasi 

seminar yang telah direncanakan. Beberapa kota yang menjadi tempat seminar 

Mesianik ini antara lain: Jakarta, Jogjakarta, Tarutung, Medan, dan Megelang. Formulasi 

pengajaran anyar ini diberitakan di seminar-seminar ini . Mulailah gelombang 

pergerakan  Mesianik ini mewabah di negara kita . Bermodal pengajaran beberapa Rabbi 

Mesianik, madam nyonya  Ema  mengajar di seminar-seminar ini . 

   

Pada tahun 2006 madam nyonya  Ema  datang kembali ke negara kita , kali ini bersama Renee 

Morpurgo, seorang Rabbi Messianic Judaism lainnya. Tujuannya yaitu  mengembangkan 

lebih jauh ajaran Mesianik, khususnya di jemaat Bekasi yang dipimpin pak Denny. Pak 

Benjamin Obadyah juga mengajak mereka mengadakan seminar kembali. Pak Benyamin 

yaitu  seorang pendeta GBI di Bintaro yang menurut pengakuannya sudah merayakan 

hari-hari raya Yahudi sebelum bertemu madam nyonya  Ema  Tan. 

 

Gambar 1.16: Pdt Ir Benyamin Obadyah 

penerjemah di Seminar Mesianik Jakarta. 

Sumber: Koleksi foto madam nyonya  Ema  Tan 

Pdt Benyamin bergantian dengan madam nyonya  Ema  

menjadi penerjemah Rabbi Renee Morpurgo 

pada seminar th 2006 di Gedung Kasih 

Bersaudara Jl Raden Saleh, Jakarta Pusat.  

 

 

Tidak lama berselang, Pdt Denny Pantouw pergi ke Manado dan meninggalkan 

komunitas Mesianik Bekasi yang dia telah rintis. Jemaat di Bekasi ini  kemudian 

mengungsi ke gereja Mesianik lain yang mulai bermunculan, namun ada yang kembali 

ke gereja lokal lainnya. Pak Denny terus menjalin komunikasi lewat email dengan bu 

Erna Tan. madam nyonya  Ema  juga terus berkontak via email dengan banyak Pendeta Kristen 

sepulangnya ke Belanda.  

Pada tahun yang sama, Buletin Keluarga Yahshua menampilkan foto madam nyonya  Ema  

bersama dengan jemaat di Kebumen-Jawa Tengah. Ini yaitu  buletin Mesianik yang 

diterbitkan oleh komunitas Nafiri Yashua Ministry di bawah pimpinan Teguh Hindarto, 

MTh. Diketahui selanjutnya pak Teguh seperti pengajar Mesianik lainnya secara aktif 

berkomunikasi via email dengan madam nyonya  Ema  untuk pengembangan komunitas Mesianik di 

negara kita . 

 

Gambar 1.17 Foto madam nyonya  Ema  bersama jemaat Nafiri Yahshua Ministry. Sumber: Foto 

pribadi dari buletin milik pak Prasodjo Wibowo  


BERKIBLAT KE MESIANIC JUDAISM (MJ) LAIN 

Terlepas dari peran madam nyonya  Ema  Tan, Pdt Ir Benyamin Obadyah menjalin kerjasama 

dengan komunitas MJ lainnya yang berkembang di US, yaitu First Fruit of Zion, Inc. Pak 

Ben mendapat  hak untuk menerjemah dan mengajarkan materi mereka di dalam 

komunitas Mesianiknya di negara kita .  

 

 

Gambar 1.18: Halaman Awal Materi 

HaYesod First Fruit of Zion, Inc. Sumber: 

Koleksi foto pribadi penulis. artikel  milik 

bu Iin. 

 

 

 

Komunitas Mesianik Pdt Benyamin Obadyah tidak bisa lepas dari ajaran MJ, di 

tahun 2015 mereka mengadakan seminar dengan mengundang Rabbi Itzhak Shapira 

dari Asia Pasific Messianic Fellowship. Di tahun 2015, komunitas Mesianik Pdt Benyamin 

bernama Gereja Kehilat Mesianik negara kita  (GKMI).  

Selain itu ada seorang jemaat Mesianik membantu komunitas James S Trimm 

untuk menjaring jemaat negara kita  dengan membuat tulisan dalam Bahasa negara kita  

dalam website Inggris Nazarene-nya6. James S Trimm ditenggarai yaitu  seorang 

pembual dan penipu yang memakai  akun Facebook untuk meminta-minta bantuan 

dana.7 Seiring berjalannya waktu banyak pendeta Mesianik lainnya mencari dan 

mendapat  materi pengajaran dari berbagai macam komunitas MJ di luar negeri. 

Dengan bantuan internet mereka bisa dengan mudah mengakses pengajaran Akar 

Ibrani ini.  

Dengan berkiblatnya mereka kepada pengajaran MJ, ini mengakibatkan pendeta-

pendeta goyim (non Yahudi) ini juga meyakini Hukum Taurat (Torah Sinai) termasuk 

merayakan hari-hari raya Yahudi (Moedim) dan sebagian meyakini jemaat harus 

disunat. Apa yang diyakini oleh MJ, mereka juga ikut yakini. Mereka menerjemahkan 

dan memodifikasi siddur (liturgi) ibadah MJ untuk dipraktikkan dalam peribadatan 

mereka menggantikan perayaan Natal dan Paskah Kristen pada umumnya.  

                                                          

  

Gambar 1.19. Dua buah siddur Hari Raya Pesakh Yahudi buatan pendeta lokal. Sumber: 

Koleksi foto penulis. artikel -artikel  milik bu Iin. 

Dengan mengikuti siddur dan peribadatan MJ, maka komunitas Mesianik di 

negara kita  mau tidak mau juga mengikuti penanggalan Yahudi-nya juga sebab ke-7 

perayaan Yahudi dilaksanakan berdasarkan penanggalan Yahudi Farisi bukan 

berdasarkan penanggalan Henokian yang dipakai oleh Yeshua Mshikha dan juga bukan 

penanggalan Julian atau Gregorian. 

 

MESIANIC8 KUNO DAN MODERN 

Kata ‘Mesianik’ yang menjadi kepergerakan  di negara kita , diambil dari kepergerakan  

kaum keturunan Kristen Yahudi yang rindu kembali kepada akar budaya Yahudi ini. 

Kata ‘Mesianik’ merupakan transliterasi dari bahasa Inggris ‘Messianic’ yang berasal 

dari kata Ibrani ‘Mashyach’ artinya “Dia yang Terurapi”.  

pergerakan  Mesianik Kuno sudah dimulai sejak Komunitas Esseni di Qumran 

tahun 140 M., hingga kelahiran Yokhanan haMikveh (Pembaptis) dan disusul Kelahiran 

Yeshua sebagai Mesias Israel yang ditunggu-tunggu masyarakat Yahudi Abad Pertama 

yang diharapkan kelompok Yahudi Rabbinik Farisi dan mayoritas Sosok Mesianik 

sebagai sang Raja, pembebas politik dan militer dengan menggulingkan kolonialis 

Romawi Kuno dan semua antek-anteknya di Yudea. Sebaliknya pergerakan  Mesianik 

Komunitas Esseni Qumran mengharapkan Sosok Mesias sebagai Imam Melkisedek yang 

akan menghancurkan Imam Jahat (Ibrani: הרשע הכהן; ha-kōhēn hā-rāš'ā) yang menguasai 

Bait Suci ke-2 sejak dinasti Makkabeus – Hasmonean. Sehingga pada Abad Pertama, ada 

dua sosok Mesias yang berbeda yang sama-sama diharapkan untuk datang. 

Fakta sejarah menyatakan bahwa Sang Mesias Yeshua tidak menggenapi 

harapan sosok Mesias sebagai ‘Raja’ namun  sebagai ‘Imam Besar’, dengan demikian, 

sosok Sang Mesias kaum Esseni Qumran yang digenapi; bahwa kedatangan-Nya yaitu  

sebagai Anak Domba dan sekaligus sebagai Imam Besar yang mempersembahkan 

korban Penebusan di kayu Salib sebagai Mezbah Universal baik bagi kaum pelaku 

                                                          

8 merriam-webster dictionary, arti ‘Mesianik’ yaitu  hal-hal yang berkenaan dengan Mesias (Yang diurapi). 

Torah Musa menurut Perjanjian Sinai dan juga pelaku Torah Nuh menurut Perjanjian 

Pelangi (Nuh).  

Yeshua Sang Mesias datang sebagai Kohen ha-Gaddol (Imam Besar) dan The 

Lamb of God (Anak Domba Alaha) yang merestorasi Keimamatan Harun-Lewi yang 

dikuasai para Imam Jahat Saduki. Tahun 70 M., jenderal Titus dari Kekaisaran Romawi 

menghancurkan Bait Suci Herodes (Bait Suci II) sehingga Keimamatan Harun-Lewi 

dihapuskan dalam Konsili Rabbinik di Yavneh sejak tahun 90-100 M., oleh Av-Nasi dan 

Beit Din Sanhedrin, Jonathan Gamalilel II yang menetapkan bahwa tidak ada lagi sistem 

korban menurut keimamatan Harun-Lewi, sejak saat itu hingga seterusnya Yudaisme 

didasarkan kepada Guru-guru Torah (Para Rabbi) yang menafsirkan kitab Tanakh.  

Messianic Judaism sendiri yaitu  pergerakan  Mesianik Modern. Mesianic Judaism 

yaitu  agamanya, sementara Messianic Jewish yaitu  penganutnya. Lebih jauh perihal 

pergerakan  yang telah menjadi suatu sekte atau cabang agama Judaism Rabbinik ini 

tercatat demikian: 

Yudaisme memiliki kesinambungan dalam kepemimpinan dan 

keimamatan. Pada abad ke-15 S.M Musa menunjuk saudaranya Harun dan 

keturunannya untuk keimamatan abadi yang diwariskan dengan cara 

ritual penumpangan tangan. Tapi ini bertahan hanya sekitar 1500 tahun. 

sesudah  kehancuran Bait Suci Yahudi. Agama Judaism sejak tahun 100 M., 

sampai masa kini disebut Agama Yahudi (Judaism) Rabbinik Modern. 

Tujuan utama dari keimamatan Judaism (Yahudi), tentu saja persembahan 

korban-korban di Bait Suci sebagaimana diatur dalam Torah Musa/Sinai. 

Sayangnya pada tahun 70 Masehi, Yerusalem Runtuh dan Bait Suci II 

Yahudi dihancurkan. Keimamatan Lewi secara bertahap tidak dihormati 

lagi diantara mereka. Dengan demikian, Torah Musa ini  telah 

mengalami pukulan, hingga akhirnya sama seperti agama-agama lain 

yang tidak memiliki kepemimpinan berkelanjutan. Misalnya, Sang Buddha 

memiliki banyak murid dan meskipun sesudah  kematiannya mereka terus 

menyebarkan ajarannya, tidak ada keimamatan resmi dilembagakan, dan 

tidak ada rantai kepemimpinan yang berkelanjutan. Dan tentu saja para 

pemimpin modern Buddhisme tidak mengklaim mempunyai hubungan 

fisik langsung dengan Pendiri mereka.  

Di dalam Islam, para penerus Muhammad SAW, keluarganya dan 

keturunan mereka, dikenal sebagai "khalifah" atau "wakil" Allah, 

memegang otoritas tertinggi secara berkelanjutan tidak kurang dari tiga 

puluh tahun, (632 M -660 M). Namun sesudah  perbedaan pendapat 

internal yang menyebabkan fragmentasi otoritas, rantai kepemimpinan 

ini  tidak bertahan dan diambil alih oleh para ulama Islam modern 

yang mendasarkan otoritas mereka pada pengetahuan mereka tentang 

Alquran, bukan pada hubungan nyata dengan pendiri agama mereka. 

Dengan cara yang sama, sampai 1500 tahun sesudah  Perayaan Savuot 

(abad 1), Keimamatan Melkisedek ini bisa bertahan pada semua cabang 

Gereja Rasuliah. Di abad 16, Protestantisme mengklaim kesetiaannya 

hanya sebagian dari Tuhan tanpa adanya kesinambungan kepemimpinan 

dengan pendiri keyakinan di abad 1, yaitu Yeshua dan para rasul. Mereka 

merasa memiliki otoritas semata-mata pada interpretasi kitab suci.  

Dengan demikian Agama Judaism Rabbinik, Islam, dan Kristen 

Protestantisme hasil Reformasi Kekeristenan Barat abad ke-16 di Eropa; 

pada hakikatnya identik, di mana otoritas kepemimpinannya 

dilandaskan kepada kemampuan pribadi penafsir Kitab Suci. Hal ini 

kontradiksi dengan sisitem kepemimpinan Gereja-gereja Rasuliah 

pewaris ajaran Nasrani Kuno.9 

Sekte Mesianik Modern ini diketahui dimulai di London, Inggris sejak beberapa 

kelompok Yahudi murtad dan meyakini Yeshua sebagai Mesias yang dinantikan. Dari 

beberapa kelompok ini , salah satunya yaitu  Anglican London Society (ALC) yang 

dipimpin oleh Joseph Frey pada tahun 1809. ALC menerbitkan Kitab Yiddish Perjanjian 

Baru pada pada tahun 1821. Kelompok Messianic Jewish ini biasanya beribadah setiap 

Jumat malam dan Minggu awal.10 Jadi, komunitas ini sebenarnya yaitu  pemegang ragi 

Farisi yang terus melestarikan tradisi kunonya sembari meyakini Yeshua sebagai Sang 

Mesias. Mereka sangat dibenci oleh kalangan Yahudi lainnya oleh sebab  keyakinan ini. 

Mereka kendatipun sudah diakui sebagai bagian dari Yahudi oleh Mahkamah Agung 

Yerusalem pada 20 Januari 2014, mereka tetap tidak diakui sebagai Yahudi oleh 

sesamanya. Dari London, kepergerakan  ini melebar di Eropa termasuk di Belanda dan 

berkontak dengan madam nyonya  Ema  Tan. Seiring dengan Joseph Frey yang bergerak di London, 

Inggris, seorang Yahudi berkebangsaan Rusia, Joseph Rabinowitz keluar dari Judaism 

dengan meyakini Yeshua sebagai Mesiasnya saat pergi ke Bukit Zaitun, Israel.11 

Sepulang dari sana ke Kishinev, Rusia, dia membuka peribadatan Mesianik dan cukup 

menarik banyak Yahudi lain sejak 1967. 

Secara sudut pandang teologis Messianic Modern dalam bahasa Inggris 

modern disebutkan ‘Messy-anics’ artinya, ‘Rumput Liar’ berusaha 

menjalar mendekati Pohon Iman Semitik Nasrani, namun  cara mereka 

berusaha mendekati dengan memakai  alat transportasi ide 

Protestantisme, sekte-sekte Protestantisme ini merupakan tunas-tunas 

dari raksasa Romanisme Katolik. Mereka menolak otoritas dan ritus-ritus 

Jemaat Nasrani Yahudi disebab kan mereka masih dimabukkan oleh 

reaksi kaum Protestan melawan Katolikisme. Bergantung pada kelompok, 

beberapa diantaranya menyadari bahwa mereka tak bisa menafsirkan isi 

Kitab Suci bagi diri mereka sendiri, kemudian mereka ini merampok 

sekumpulan tulisan-tulisan Rabbinik Farisi yang mendekati ide kelompok 

mereka, mencoba mendirikan Dewan Sanhedrin mereka sendiri dan 

mengutip dan pilih sesuka hati karya tulis Rabbinik Farisi untuk meramu 

bahan-bahan isi Kitab Suci menjadi ramuan khas mereka sendiri yang 

nantinya ditebarkan kepada orang lain, mereka tetap saja orang-orang 

tukang kutip sana sini apa yang benar dan salah menurut pandangan 

mereka, berlagak sebagai hakim Kitab Suci, mereka lakukan ini hanya 

bermodalkan tumpukan artikel -artikel  yang mereka koleksi alias pemulung 

barang-barang bekas orang lain.12  

 

PERSEKUTUAN DOA KASIH KARUNIA (PDKK) 

Komunitas PDKK bukanlah suatu gereja, ini yaitu  persekutuan doa semua 

denominasi Kristen Protestan yang dilakukan pada hari Sabtu siang di Kelapa Gading, 

Jakarta Utara. PDKK dimotori oleh Pdt Priskila Joenita Pratiknyo, Pak Gersom dan pak 

Marsudi dua orang Penginjil ex-muslim, dan pak Setiadji Kartodinoto yang melayani 

musik. Komunitas ini cukup gencar memperkenalkan Nama Suci kepada banyak 

pendeta yang belum memahami ajaran KM dengan baik. Mereka sering melakukan 

seminar dan membagi-bagikan artikel . Mereka yaitu  promotor sejati ajaran Mesianik. 

  

 

Gambar 1.20. Ibadah PDKK 

Pdt Yakub Sulistyo (paling kiri), Priskila 

Joenita Pratiknyo SH (wanita berdiri di 

depan), Wirawan Tulung Allo 

(mengangkat tangan) sewaktu masih 

belajar di Mesianik, dan Pdt Hizkia Herry 

(berdiri kanan). 

Sumber: Koleksi foto penulis. Foto diambil 

dari depan notebook penulis.  

 

 

Peribadatan Shabbat PDKK mengikuti pola peribadatan Pentakosta dimana lagu 

pujiannya digantikan dengan banyak lagu berbahasa Ibrani. Nuansa Yahudi lumayan 

kental, biasanya jemaat berpakaian ala Yahudi dengan tallit dan kippah. Banyak pendeta 

menerima pengajaran KM melalui PDKK ini. Ibadah Pentakosta berbalut nuansa ibrani 

yaitu  tipikal banyak komunitas penganut Mesianik. Doa Bapa Kami dan berkat Imam 

di akhir ibadah yang sering diucapkan di denominasi Injili, diucapkan juga dengan 

memakai  Bahasa Ibrani. 

Para pendeta dan pelayan gereja biasanya berkumpul di ibadah ini, lalu di hari 

minggu kembali melayani di gereja masing-masing. Dengan demikian, pengajaran KM 

bisa mengalir ke tempat lain.  

 

KITAB SUCI KHUSUS KOMUNITAS MESIANIK 

Selain Saksi Yehova, KM yaitu  denominasi yang memiliki Kitab Suci sendiri di 

negara kita  ini. Mereka tidak memakai terjemahan LAI dan menganggap haram dipakai 

sebab  adanya ribuan nama ‘Allah’ di dalamnya. 

Dimulai pada tahun 2000, terbitlah Kitab Suci Torat dan Injil' (KS-TDI) oleh 

Yayasan Bet Yeshua Hamasiah. Lalu mereka sempurnakan dengan menerbitkan KS ILT 

yang memperoleh izin penerjemahan dari Interlinear Bible JP Green, bahasa Inggris. KS 

ILT diterbitkan pertama kali pada tahun 2007 sebanyak 20 ribu oleh Yayasan Lentera 

Bangsa (YLB). Saat ini, sudah ada 3 kali revisi KS ILT. Kendati KM yaitu  penganut Anti 

Hellenis, mereka mau tidak mau menerjemahkan kitab-kitab PB dari manuscrip-

manuscrip Yunani yang di dalamnya sama sekali tidak ada Nama Kudus. Hal itu 

disebab kan mereka belum mendapat  banyak informasi perihal Peshitta. 

 

 Cover depan KS ILT 

 

KS ILT 

Edisi ke-3 

Gambar 1.21. Kitab Suci ILT keluaran Yayasan Lentera Bangsa. Sumber: Internet 

Sampai kepada Edisi-3, Kitab Mesianik ini masih bersandar pada manuskrip 

Yunani. Para pengajar KM khususnya Pdt Dr Yakub Sulistyo meyakini bahwa semua 

manuskrip bahasa Ibrani yang dituliskan para rasul di abad 1 telah dihancurkan oleh 

tentara Romawi, hal ini dia sampaikan dalam Sarasehan 28 July 2012 Bait BenaYah 

Jakarta yang membahas Kitab-kita PB ditulis dalam bahasa Ibrani atau Yunani di 

Jakarta.  

 

 

Gambar 1.22 Sarasehan membahas bahasa asli kitab-kitab PB. Kiri: Berdiri di kiri: 

Saudara Lambok Sitorus dari STKIP Surya lulusan dari GITS (Graphe International 

Theological Seminary). Berdiri di kanan: Pdt Dr Yakub Sulistyo. Gambar Kanan: Saudara 

Lambok melakukan presentasi. Sumber: Koleksi foto saudara Lambok Sitorus. 

 

MENENTANG LAI DAN PENDUKUNGNYA  

Kejadian menarik dalam sejarah kekristenan di negara kita  terjadi pada Maret 

2008. Lembaga Alkitab negara kita  (LAI) menghadapi tuntutan mereka sejak mereka 

berdiri di tahun 1950. Mereka dimejahijaukan oleh Pdt Yeremiyah Leonardo  yang 

menuntut Alkitab LAI ditarik dari peredaran sebab  telah mencantumkan nama Tuhan 

yang salah (Allah). Dalam sidang ini  Pdt Yakub Sulistyo dihadirkan sebagai nara 

sumber ahli bahasa Ibrani. Pendapatnya yang mendukung penuntut ternyata tidak bisa 

memenangkan pengadilan yang dipimpin Hakim ED Pattinasarani SH ini . Tercatat 

dalam surat Kabar Kristen demikian: 

Ully Manurung SH, salah seorang kuasa hukum Yayasan LAI, 

mengemukakan beberapa kelemahan gugatan itu. Pertama, secara 

adinistratif, pengacara yang ditunjuk oleh penggugat tidak memiliki izin 

sebagai pengacara. Lalu, penggugat sebenarnya tidak pernah mempunyai 

hubungan hukum dengan pihaktergugat. Kapasitas penggugat yang 

menyebut diriya sebagai pengamat teologia, tidak kapabel untuk 

melawan sebuah forum penerjemahan Alkitab yang terdiri dari para ahli 

dari berbagai disiplin ilmu dan dalam kurun waktu yang sangat panjang. 

Dalam salah satu materi gugatannya, penggugat juga menegaskan bahwa 

oleh sebab  perbuatan tergugat (LAI), penggugat dan seluruh umat 

Kristen yang membacanya telah dirugikan dan berdampak yaitu iman 

Kristennya telah dikebiri secara terus-menerus dan telah berlangsung 

selama bertahun-tahun. “Kristen yang mana yang telah dikebiri tergugat?” 

Tanya Ully sembari menambahkan, hingga kini, umat Kristiani tetap 

memberi  dukungan positif kepada LAI, termasuk dalam penggunaan 

nama Allah. 

sebab  dianggap telah melakukan fitnah terhadap LAI, maka kuasa 

hukum LAI melakukan gugatan balik (rekompensi) kepada pihak 

penggugat.13 

 

Tidak ada yang kalah, dan tidak ada yang menang dalam pengadilan ini . Pihak 

penuntut tidak bisa memberi  surat bukti bahwa dia mewakili gereja-gereja yang 

merasa dirugikan oleh Alkitab terjemahan LAI. Ini yaitu  pelajaran berharga bagi kedua 

belah pihak. Perseteruan KM versus LAI (dan pendukungnya) dilanjutkan ke dalam 

mimbar-mimbar seminar dan debat.  

 

 

 

 

 

Gambar 1.23. Flier Debat Nama Suci. 

Sumber: Internet.  

Pdt Budi Asali, M.Div dan Pdt Esra Alfred 

Soru, STh (dari Denominasi Calvinisme) 

melawan pengajar Mesianik Prof Drs. 

Kristian H Sugiarto Msc, Phd dan Pdt 

Teguh Hindarto MTh  

 

 

Gambar 1.23 menunjukkan salah satu dari sekian banyak acara resmi tentang 

perdebatan Nama Allah. Pdt Budi Asali dan Pdt Esra Alfred berasal dari Denominasi 

Calvinis abad 16. Dua pendeta ini memang sering berdebat dan bukan hanya dengan 

Mesianik tapi juga lainnya. Pdt Anwar Tjen Phd, sebagai konsultan Bahasa Lembaga 

Alkitab negara kita  beberapa kali bertemu dalam ruang debat melawan Pdt Dr Yakub 

Sulistyo. Video perdebatan antara sesama penganut Sola Scriptura ini juga diunggah ke 

dalam Youtube dan website Kristen lainnya. 

                               

 

Gambar 1.24 Konsultan LAI diwawancara 

oleh Tabloid Reformata.  

Sumber: Tabloid Reformata, edisi 49 

Desember 2006. 

 

 

Tema Nama Suci dan Nama Allah, sampai penghujung tahun 2015 ini, juga masih 

sering diunggah dalam status Facebook jemaat Mesianik dan cukup sering memancing 

perdebatan singkat.  

 

FORMULASI AJARAN KRISTEN MESIANIK 

AJARAN KRISTEN MESIANIK 

DI negara kita 

AJARAN dr SURADI (MANTAN MUSLIM)

PENAFSRIAN PRIBADI

CIRI: 

A. ANTI ALLAH; 

B. MENGAJAR ALLAH ITU NAMA 

DEWA ARAB; 

C. ANTI LAI

CIRI: COMOT-COMOT AYAT KITAB SUCI TANPA 

PAHAM SEJARAH PENULISAN DAN KANONISASINYA

DIMULAI DI AWAL ABAD 

21

MULAI: 1982 DI negara kita 

1

2

pergerakan  NAMA SUCI (SACRED NAME 

MOVEMENT/SNM)

CIRI: 

A. MENGEMBALIKAN NAMA ‘YAHWEH’; 

B. PENGIKUT SHABBAT SABTU

MULAI: 

1930-AN DI ANTARA CHURCH OF GOD 

(SALAH SATU DENOM PROTESTAN)

pergerakan  KEMBALI KE AKAR IBRANI 

(HEBREW ROOT MOVEMENT/HRM)

DARI RABBI RENEE MORPURGO, 

RABBI LION ERWETEMAN DAN RABBI 

ARIEL BERKOWITZ 

CIRI:

A.  ANTI HELENISME;

B. SUPREMASI IBRANI (MEYAKINI KITAB PB 

ASLINYA DARI BAHASA IBRANI); 

 C. PENGIKUT TRADISI YAHUDI FARISI 

(MERAYAKAN MOEDIM, BERPAKAIAN ALA 

YAHUDI, MEMAKAI LITURGI IBADAH YAHUDI)

3

4

FORMULASI AJARAN  KRISTEN MESIANIK

MULAI: 

1916 DARI KOMUNITAS MESSIANIC JEWS YANG 

MEWARISI TRADISI FARISI

 

Gambar 1.25. Formulasi Ajaran Kristen Mesianik. Sumber: Observasi 

 

Dari sejarah terbentuknya ajaran Kristen Mesianik di abad modern ini, bisa 

disimpulkan seperti terlihat di Gambar 1.25. Ini bukanlah ajaran yang didapatkan dari 

penyingkapan para nabi (pewahyuan suci/gilyana qadosha). Pengajar KM bukanlah 

nabi14. Asal pengajaran ini bukanlah pewahyuan dari Tuhan, melainkan merupakan 

gabungan dari beberapa pemikiran orang dan sekelompok orang dalam suatu pergerakan  

yang saling mendukung, yaitu:  

1. pergerakan /ajaran Islamologi Anti-Allah Ev dr Suradi mantan muslim, 

2. pergerakan  Nama Suci (SNM) dari Church of God, 

3. pergerakan  Kembali ke Akar Ibrani (HRM) dari komunitas Messianic Jewish (MJ), 

ditambah dengan 

4. Penafsiran pribadi masing-masing pendeta Mesianik. 

Seperti semacam makanan Baru dimana ada beberapa macam bahan yang dijadikan 

satu oleh tukang masak. Dalam hal ini pemasaknya tidak lain yaitu  madam nyonya  Ema  Tan. Oleh 

madam nyonya  Ema  jadilah demonimasi Baru di abad buncit ini, yaitu Kristen Mesianik (KM). 

Tidak semua komunitas MJ itu terseret dalam pergerakan  Nama Suci dari Church of 

God. Ada yang mempertahankan tradisi Farisi dengan menyebut Nama Suci ‘Adonai’ 

atau ‘Hashem’. Dokter Suradi mengikuti SNM ini sehingga murid-muridnya piawai 

menjelaskan bahwa ‘Yahweh’ itu bukan ‘Allah’. Semua meyakini ‘Allah’ itu sudah pasti 

yaitu  sosok ‘Allah swt’ yang disembah oleh Muhammad SAW, pendiri agama Islam di 

abad 7. 

Seandainya, tidak ada unsur penafsiran pribadi dalam ramuan ajaran KM maka 

yang terjadi yaitu  adanya SATU PENGAJARAN, tidak akan ada pengajaran yang 

berbeda. Penafsiran pribadi ini menjangkiti penganut Sola Scriptura sejak abad 16, 

menginfeksi para pendeta bahkan jemaat Kristen sampai di abad 21 ini. Semua merasa 

berhak untuk menguraikan isi kitab suci tanpa paham tradisi (oral Torah), tanpa paham 

sejarah terbentuknya kitab-kitab yang mereka baca ini . Penafsiran yang mereka 

lakukan acap kali mengatasnamakan atau Inspirasi dari Tuhan atau pimpinan Roh 

Kudus.  

 

UPAYA SUCI MEMPERSATUKAN GEREJA-GEREJA MESIANIK 

Tercatat dalam sejarah pergerakan  _____________________ada tokoh-tokoh yang 

rindu untuk mempersatukan semua komunitas Mesianik ke dalam suatu wadah 

kepemimpin. Ada dua wadah yang sudah direncanakan sejak awal, yaitu Dewan Qahal 

_____________________dan KTMI (Kesatua Tubuh Mesias negara kita ). Kedua wadah ini 

berkaitan sebab  sama-sama melibatkan bapak Teguh Hindarto, MTh. Memang harus 

disadari bahwa pada awalannya Maran Yeshua menginginkan semua umat-Nya untuk 

bersatu, semua masuk ke dalam ‘satu kawanan yang dipimpin satu gembala’, seperti 

tercatat di dalam Injil Yohanes 10:16: 

                                                          

14 Nabi atau Navi (Ibrani, jamaknya Nevi’im) yaitu  orang yang dipilih Tuhan untuk menyampaikan pesan Ilahi 

atau menerima penyingkapan kebenaran yang nantinya harus diajarkan kepada jemaat. Nabi yaitu  penerima 

pewahyuan suci.  

_____________________

Halaman 19 dari 196 

“Ada lagi pada-Ku (Yeshua), domba-domba lain, yang bukan dari kandang 

ini, domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan 

mendengarkan suara-Ku dan mereka akan menjadi satu kawanan 

dengan satu gembala.” 

 

Yeshua sudah menetapkan bahwa semua jemaat-Nya harus bersatu dalam satu 

kawanan bukan terpecah seperti yang terjadi pada banyak gereja pecahan Protestan di 

negara kita .  

Dalam wadah Dewan Qahal Mesianik di negara kita , pak Teguh merumuskan tugas 

dewan ini ke dalam 5 point, yaitu: mepersatukan Qahal _____________________dalam 

persekutuan iman, menyusun pokok iman, menyusun tata ibadah, menetapkan Halakah 

(aturan/etika), dan juga menetapkan waktu Moedim.15 Dengan demikian menjelaskan 

bahwa memang pergerakan  Mesianik ini bukanlah suatu pergerakan  untuk melestarikan 

ajaran kuno, namun suatu upaya untuk merekonstruksi ulang apa yang mereka 

yakini sudah bias dari ajaran awal.  

 

Gambar 1. 26 Halaman depan artikel  ‘Rekonstruksi Kekristenan & Kristen Rekonstruksi’ 

karya Teguh Hindaro, MTh. Sumber: artikel  milik pak Prasodjo Wibowo 

 

Selain berusaha memberi inspirasi lewat artikel  di atas, pak Teguh juga terlibat 

dalam wadah persatuan penganut Mesianik lainnya, yaitu KTMI (Kesatuan Tubuh 

Mesias negara kita ). Beberapa orang penggagas KTMI untuk membawahi komunitas-

komunitas KM yang sudah dan akan berkembang di negara kita  antara lain: Paulus 

Bambang Susetyo (wiraswasta), Herry Budianto Lioe (wiraswasta), Bernis Hutauruk 

(karyawan swasta), Widyarka Biramutra, Gideon G Ruhukail, dan Pdt Loekas Sutrisno. 

KTMI seperti halnya Dewan Qahal berupaya menjadi Dewan Beit Din Nasrani 

yang di abad 1 dibentuk oleh Maran Yeshua, berjumlah 70 murid untuk mendampingi 

peran 12 rasul. Beit Din (Ibrani) dalam Yunani disebut ‘Sunedrion’ atau dikenal dengan 

‘Sanhendrin’ (Eng: Synod) atau dalam bahasa negara kita  dikenal degan sebutan ‘Sinode’. 

                                                          


Jadi, dua wadah ini (atau salah satunya saja) direncanakan menjadi sinode bagi 

keseluruhan penganut Mesianik di negara kita . 

 

Gambar 1.27 Format Logo KTMI. Sumber: 

Koleksi foto penulis 

 

Gambar 1.27 di bawah menunjukkan bagian dari Akte Yayasan KTMI (yang 

rencananya didirikan di tahun 2004) bagian mukadimah yang menjelaskan tujuan 

didirkannya KTMI ini. Tujuan mulianya yaitu mencegah terjadainya perpecahan 

dalam jemaat Tuhan atau dalam gereja-gereja yang bercorak Mesianik.  

 

Gambar 1.28 Format Mukadimah KTMI. Sumber: Koleksi foto penulis 

Tidak ada yang salah dengan tujuan Dewan Qahal Mesianik negara kita  dan KTMI 

ini, ini yaitu  tujuan yang mulia namun tidak bisa terwujud sampai sekarang, akhir 

2015. 

 

PERPECAHAN DALAM TUBUH KM AKIBAT SOLA SCRIPTURA 

Yang menjadi penghalang utama untuk mencapai kesatuan tubuh Mesias yaitu  

ajaran abad 16 Sola Scriptura yang digagas oleh Martin Luther. Sola Scriptura tidak 

mengajarkan penundukan diri pada uskup, tidak mengajarkan adanya Dewan 

Sanhendrin keuskupan yang berisi uskup-uskup atau imam-imam yang ditahbiskan. 

Sola Scriptura lahir untuk meyakini bahwa semua jemaat tanpa Pentahbisan sudah 

otomatis menjadi imam tertahbis. Dengan otomatis menjadi imam, maka semua jemaat 

merasa berhak untuk mengartikan atau menafsirkan ayat-ayat kitab suci yang sulit 

dipahami. Seperti diketahui oleh umum, ajaran sola ini mengajarkan untuk membuang 

tradisi (masora). 

Ajaran membuang tradisi sebenarnya telah dilakukan oleh Yahudi sekte Zadokit 

(Saduki). Sekte yang sering bertikai dengan Maran Yeshua di abad 1. Sekte Saduki 

yaitu  imam-imam pelayan di Bait suci yang menyingkirkan Imam-imam asli keturunan 

Imam Besar Zadok (kaum Esseni). Keturunan asli imam Zadok ini akhirnya mengungsi 

ke dataran tinggi Qumran sejak abad 2 SM. Di sana mereka menuliskan kembali Tanakh 

dan banyak tulisan komunitas mereka sendiri. Mereka membuat replikasi Bati Suci tapi 

mengganti kurban hewan dengan roti dan anggur. Mereka menantikan seorang Imam 

Besar Melkisedek yang akan menggantikan imam-imam jahat yang telah menajiskan 

Bait Suci II. Sekte Saduki yang menguasai Bait Suci II, hanya meyakini Kitab Suci saja, 

tidak meyakini tradisi. Mereka menolak Talmud sebagai tradisi Yahudi yang dilestarikan 

oleh sekte Perushim (Farisi). Jadi ada kemiripan antara Kristen Mesianik dan Sekte 

Saduki, yaitu sama-sama menolak masora. 

Sola Scriptura mengajar untuk hanya berpedoman pada 1 pilar iman, yaitu 

Kitab Suci (Ketuvim/written Torah). Jumlah kitab yang diakui kaum Mesianik juga 

hanya 66 kitab kanon Protestan dari ratusan kitab secara total yang ditulis dan dimiliki 

Gereja Rasuliah.16 Tradisi (Masora qadosha/Oral Torah) dan pewahyuan suci (gilyana 

qadosha) tidak lagi dipegang sebagai pilar iman. Mereka tidak memahami bahwa semua 

kitab itu pasti berasal dari tradisi. Kitab-kitab yaitu  sebagian dari tradisi yang 

dituliskan. Masih terlalu banyak tradisi yang tidak dituliskan ke dalam kitab suci. Oleh 

sebab  itu suatu kitab suci tidak boleh sembarangan ditafsir atau ditebak-tebak 

maknanya. Pewahyuan, Tradisi, dan kitab yaitu  satu-kesatuan pengajaran yang tidak 

bisa dipisahkan. Maran Yeshua bukanlah pemimpin Protestanisme, bukan pemimpin 

denominasi Kristen yang menolak tradisi. Semua Rabbi Yahudi termasuk Yeshua 

melakukan tradisi disamping berpegang pada kitab suci juga.  

Setiap pengajar Mesianik tidak memahami alur panjang terjadinya kitab suci. 

Kitab suci tidak turun dari langit lalu masuk ke toko-toko artikel  untuk bisa ditafsirkan. 

Ada rangkaian peristiwa sejarah yang melatarbelakangi adanya kitab-kitab ini . 

Yang terjadi pada pengajar Mesianik yaitu  mereka mencoba mengetahui detail ajaran 

Nasrani seperti tata cara peribadatan, perayaan-perayaan, aturan hidup bersama, dan 

lain-lain yang tidak tercatat di dalam kitab yang mereka beli atau unggah dari internet. 

Akhirnya mereka mencoba merekonstruksi ulang, atau menebak-nebak seperti apa 

yang sebenarnya berlaku dan diajarkan oleh para imam Nasrani di abad 1. 

                                                          

16 Mar Nicholas Lumbantoruan, Kanon Kitab suci, 2015 

YESHUA 

MESHIKHA 

sebagai Nabi 

dalam PB

TUHAN 

Yeshua mengajar, 

sekitar 24 M.

Dia tidak menulis Kitab

Pemimpin Gereja Rasuliah di abad-abad 

awal mencatat SEBAGIAN TRADISI 

yg dia dengar sendiri atau dari orang lain 

ke dalam suatu naskah

Atas inisatif masing-

masing Gereja Rasuliah 

bukan perintah Tuhan

Bapa mengutus Sang 

Putra menjadi manusia, 

lahir th 6 SM

NABI-NABI dalam 

Perjanjian Baru 

(Ef 4:11) dalam 

Gereja Rasuliah

TUHAN bersabda 

(PEWAHYUAN SUCI)

TRADISI NASRANI

(MASORA/ORAL TORAH) 

BERUPA CERITA LISAN 

DAN RITUAL-RITUAL

NASKAH-NASKAH 

KITAB SUCI 

(KETUVIM/WRITTEN 

TORAH) 

PENGUJIAN

TRADISI NASRANI 

(MASORA/ORAL TORAH) 

BERUPA CERITA LISAN 

DAN RITUAL-RITUAL

2

3

7

8 9

1

KANONISASI

 KITAB SUCI 

HASIL 

KANONISASI 

(KETUVIM/

WRITTEN TORAH) 

5 6

10NASKAH-NASKAH 

KITAB SUCI

(KETUVIM/WRITTEN 

TORAH) 

MISNAH (TRADISI 

YANG DICATAT) 

DAN MENJADI 

MATERI SEMINARI

4A

Pemimpin Gereja Rasuliah 

di abad Modern 

mencatat SEBAGIAN 

TRADISI yg dia dengar 

sendiri atau dari orang lain 

ke dalam suatu naskah

MISNAH (TRADISI 

YANG DICATAT) 

DAN MENJADI 

MATERI SEMINARI

11B

4B

11A

 

Gambar 1.29 Proses terjadinya kitab suci di PERJANJIAN BARU 

Jika semua pengajar Mesianik mengeluarkan pendapatnya, maka pengajaran 

Mesianik di negara kita , tidak akan pernah bisa bersatu. Yang satu tidak akan 

mengganggap yang lain di atas secara otoritasnya sebab  sama-sama meyakini bahwa 

mereka yaitu  jemaat yang sekalian merangkap sebagai imam, sama-sama meyakini 

mereka semua diutus ke segala bangsa untuk memuridkan. Semua merasa lebih bisa 

menafsirkan dari yang lain.  

Perhatikanlah Gambar 1.29 tentang alur cerita secara garus besar terjadinya 

kitab suci di dalam Perjanjian Baru. Dari Gambar ini, maka bisa ditarik kesimpulan 

bahwa Pilar Iman Nasrani itu ada tiga, yaitu:  

1. Pewahyuan Suci 

2. Tradisi Nasrani (Tradisi Suci/Masora Qadosha/Oral Torah), dan 

3. Kitab Suci (Ketivim Qadosha/Written Torah). 

Semua pengajaran (Torah) berasal dari Tuhan. Dalam Perjanjian Sinai, Tuhan 

mengirimkan Pewahyuan Suci kepada para nabi yang dipilih-Nya sendiri, sementara di 

dalam Perjanjian Baru, Dia mengutus Sang Miltha (Sabda) untuk datang dan menjadi 

manusia Yahudi di tahun 6 SM dan menjadi Nabi Terbesar Nasrani. Selain itu Tuhan 

tetap memberi  wahyu kepada nabi lainnya. Salah satu nabi di dalam jemaat Nasrani 

yaitu  Nabi Agabus, Kis 21:10.  

Dia mulai mengajar di usia 30 tahun, seperti layaknya rabb-Rabbi Yehudim 

lainnya. Nabi-nabi sebelumnya hanya menerima penyingkapan secuil dari pesan-pesan 

ilahi, mereka bukanlah saksi dari semua penciptaan. Sementara dalam PB, Yeshua Sang 

Pencipta (dalam wajud manusia) itu sendiri yang menyampaikan pengajaran. 

Pewahyuan yang Dia sampaikan begitu deras dan fresh! Sangat banyak sampai-sampai 

murid-Nya menulis bahwa kalau itu dituliskan semua maka tidak akan ada kitab di 

dunia ini yang bisa memuatkan (Yoh 21:25). Dia sudah menyampaikan pengajaran-Nya 

SECARA LISAN kepada para saksi-Nya, kepada para murid (12 rasul dan 70 Murid). 

Pengajaran-Nya yang disampaikan secara lisan17 itu disebut sebagai Tradisi 

(Masora/Oral Torah). Tradisi ini memiliki banyak perbedaan dengan tradisi Farisi, 

makanya Rabbi Yeshua sering bertikai dengan para Rabbi Sekte Perushim lainnya. 

Maran Yeshua tidak menulis kitab! Tidak pernah ada kitab PB sebelum Dia terangkat ke 

Shamayim (Sorga). Tradisi di dalam PB cukup berbeda dengan apa yang terdapat di 

dalam PL (Perjanjian Sinai). Di saat munculnya Maran Yeshua, itulah momen peralihan 

ini. Maran sedang mempersiapkan para murid-Nya untuk melaksanakan Torah Mshikha  

dan semua kekayaan tradisi di dalamnya. Perubahan tradisi yang mulai tercatat di 

keempat injil yaitu  penekanan Shabbat tidak lagi pada legalitas bukan berarti 

                                                          

17 Kalaupun Yeshua mengutip Kitab Perjanjian Lama hanya Kitab Torah dan nabi-nabi (Mattai 7:12). Kitab 

Tanakh (Torah, Nabi-nabi, dan Ketuvim/tulisan-tulisan Suci) baru dikanonkan pada tahun 90 Masehi di 

Konsili Yavne. Jadi yaitu  sangat mustahil Yeshua dan Para Rasul memakai  Kitab terjemahan Yunani 

yang disebut Septuaginta (LXX) pada waktu itu yang sudah berisi ‘Ketuvim dan Deuterokanonika’, ini 

biasanya dihembuskan oleh kalangan Gereja Ortodoks Rasuliah Helenisme – Yunani yang absurd dan 

hanya pernyataan fiktif dan tak ada bukti keotentikan sejarah sama sekali. 

dihapuskan seperti banyak tafsiran dalam teologi Pauline yang salah tafsir18, adanya 

perubahan doa harian dengan mengajarkan Doa Bapa Kami (Tefila dMaran), dimulainya 

pengajaran tradisi qadishot Perjamuan Suci dengan memakan daging dan meminum 

Darah-Nya (Yoh 6:53), mulai cerita tradisi akan ada waktunya peribadatan tidak 

berfokus pada Yerusalem (Yoh 4:20-24), dan lain-lain. Semua tradisi lisan ini diajarkan 

siang-malam kepada para murid dan mereka ingat. 

Paska kenaikan-Nya, kitab-kitab (Ketuvim/written Torah) mulai dituliskan. 

Para murid-Nya, baik itu sebagai saksi langsung, maupun yang tidak langsung kemudian 

menuliskan kitab-kitab Injil, Igeret (Surat-surat pengembalaan), kitab sejarah, kitab 

pewahyuan, dan kitab-kitab pengajaran. Kitab-kitab yang beredar di abad awal Masehi 

tidak semua ditulis dalam waktu dan tempat yang sama. Ada rentang waktu dengan 

banyak penulis yang berbeda yang masing-masing menulis hanya untuk jemaat yang 

ada saat itu, yaitu jemaat Gereja Rasuliah. Para penulis kitab-kitab Nasrani tidak pernah 

bermaksud untuk membagi-bagikan karya tulisannya kepada jemaat di luar Gereja 

Rasuliah. Semua yang menerima harus membacanya di bawah pimpinan Uskup. Jika ada 

yang tidak paham, mereka bertanya kepada uskup, mereka tidak menerka-nerka isi 

kitab, jemaat tidak punya hak untuk menafsirkan ayat kitab suci, apalagi orang luar. 

Kitab-kitab yang ditulis tidak untuk dibagi-bagikan kepada orang luar sebab  akan bisa 

salah paham.19 

Saat kitab-kitab dituliskan, berbarengan ada banyak kitab yang ditulis oleh para 

pengajar ajaran yang dianggap bias, oleh sebab  itu Gereja Rasuliah merasa penting 

untuk menyeleksi kitab mana yang menurunkan ajaran Nasrani awal, mana yang tidak. 

Itulah momen di mana terjadi kanonisasi kitab-kitab. Ini bukanlah inisiatif Tuhan, hanya 

para pemimpin gereja saja. sebab  Gereja Rasuliah sudah berkembang dan berpencar 

serta dipimpin oleh uskup-uskup maka semua uskup di masing-masing gereja merasa 

berhak untuk memilah-milah sendiri. Tidak semua uskup bertindak dengan fair dalam 

menyeleksi kitab-kitab, di era Politik Gereja, kanonisasi juga menjadi alat untuk meraih 

                                                          

18 Kitab Injil Thomas 4:14, mencatat: Kemudian Yeshua berkata kepada murid-murid-Nya: "Jika semua kamu 

tidak berhenti dari hal-hal perkara dunia ini, maka kamu tidak akan bisa menemukan Kerajaan Sorga; jika kamu 

tidak menjalankan Shabbat sebagai Shabbat, kamu tidak akan melihat sang Bapa.” Injil Thomas sengaja tidak 

dikanonkan sebab  isinya memperlihatkan dukungan kepada Yudaisme Perjanjian Baru yang mengarah kepada 

kedudukan Yerusalem, yang bisa berdampak menjatuhkan supremasi Uskup-uskup Goyim dan juga Kerajaan 

Byzantium Romawi Timur. Sehingga Kitab Injil Thomas tidak jadi dikanonkan pada waktu itu dan 

dikalsifikasikan sebagai Kitab Apokrifa (yang disembunyikan), bukan sebab  isinya tapi ada nuansa politik 

gerejawi dan Kekiasaran bermain dibelakang layar. Injil Thomas bukan Injil gnostik seperti banyak difitnahkan 

secara membabi buta.  

19 Lihat, Surat-surat Paulus yang jatuh ke tangan non-jemaat Rasuliah. Shliakh Simon Keipha berkata: “Dalam 

surat-suratnya [Surat Kiriman Paulus] ada hal-hal yang sukar dipahami, sehingga orang-orang yang tidak 

memahaminya dan yang tidak teguh imannya, memutarbalikkannya menjadi kebinasaan mereka sendiri, sama 

seperti yang mereka juga lakukan dengan tulisan-tulisan lain.” (2 Petrus 3:16). Contoh riilnya, sudah jelas 

dalam Kitab Suci ada ayat pentahbisan suksesi rasuliah namun  mereka tafsirkan berbeda dengan Jemaat-jemaat 

Rasuliah, pada hal sudah jelas ada jabatan Uskup dan Diakon disebutkan Paulus. (1 Timotius 3:1-7; 1 Tim.3:8-

13) dan juga pentahbisan Para Penatua (Kisah 14:23; 13:1-3). 

 

atau mempertahankan kekuasaan. Contohnya, igeret Clementinus dan injil Thoma yang 

menuliskan pusat kepemimpinan Nasrani yaitu  Uskup Yakub HaTzadiq di Yerusalem 

dan para penerusnya, inilah alasan mengapa kitab-kitab ini tidak dimasukkan ke dalam 

kanonisasi gereja rasuliah Roma dan Byzantium. Gereja Rasuliah yang sudah ternodai 

oleh ajaran Helenisme juga membuang semua kitab yang bernuansa semitik, seperti 

Injil Protoevangelion, Sefer Limudah, dan Sefer Didaskalia. Oleh sebab  itu jumlah kitab 

dalam kanonisasi setiap Gereja Rasuliah itu bisa berbeda-beda, belum ada lagi ada 

istilah ‘kitab yang terlambat dikanon’. 

Para sarjana teologia dan pengajar Kristen Mesianik di luar Gereja Rasuliah, 

tidaklah mengerti Tradisi Nasrani. Tidak ada Sekolah Teologia yang mengajarkan hal 

ini. Tradisi Nasrani meliputi sejarah detail, perayaan-perayaan dalam PB, jenjang 

keimamatan Melkisedek, siddur (liturgi) ibadah, tujuh ritual penting yang disebut 

Qadishot (Sakramen), etos, pirkey avot, dan lain-lain. Baptisan Air dan Roh Kudus yaitu  

2 dari 7 Qadishotim dalam tradisi ini. Qadishotim meliputi siddur dan pengajaran di 

dalamnya, ini sama sekali tidak dituliskan di dalam kitab suci, hanya di dalam misnah 

atau materi-materi seminari. Tradisi diajarkan dengan memberi contoh, jadi sangat 

penting saat seorang jemaat diangkat masuk ke dalam jenjang keimamatan, mereka 

diajarkan lebih detail tentang qadishotim yang sudah biasa mereka lihat, mereka hanya 

perlu mendalaminya lagi secara khusus. Hal inilah yang menyebabkan para pengajar 

Mesianik di manapun tidak bisa mewarisi Masora Nasrani, sebab  mereka bukan jemaat 

Nasrani, mereka tidak pernah melihat dan diajarkan hal detail perihal ritual-ritual dan 

ajaran lisan lainnya. Tradisi yaitu  warisan tidak ternilai dari Gereja Rasuliah, ini tidak 

sembarangan diajarkan, tidak untuk sembarangan dibagikan.20 

Seperti dijelaskan di atas bahwa Maran Yeshua yang berperan sebagai Nabi di 

abad 1, ditopang juga oleh nabi lain di dalam setiap kumpulan jemaat. Pesan adanya 

peran kenabian untuk membangun jemaat ini dicatatkan Mar Shaul (Paulus) di dalam 

igeret-nya untuk jemaat Gereja Rasuliah di Efesus. 

 

Efesus 4:11 (LAI): Dan Ialah yang memberi  baik rasul-rasul maupun 

nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan 

pengajar-pengajar 

 

Jawatan nabi tidak boleh hilang di dalam jemaat rasuliah. Nabi yaitu  mereka yang 

mendalami mistikisme, dunia spiritual dengan lebih mendalam dan berhati-hati. Peran 

                                                          

20 Mattai 7:6 -  “Jangan memberi  barang yang kudus kepada anjing dan jangan kamu melemparkan 

mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injak dengan kakinya, lalu berbalik mengoyak kamu.” Itulah 

sebabnya dahulu pada Abad Pertengahan umat dilarang membaca Kitab Suci, bukan bertujuan agar para Imam 

membodohi umat, tidak, namun  agar mereka jangan sembarangan menafsir! Sayangnya, salah satu benda 

kudus ini yaitu  Kitab Suci jatuh ke tangan orang-orang yang tak bertanggungjawab sehingga Gereja terpecah 

belah dan membuat ajaran-ajarannya masing-masing lalu melawan Gereja-gereja Rasuliah itu sendiri. 

Demikianlah Tr