• coklatx.blogspot.com

    www.coklatx.blogspot.com

  • berasx.blogspot.com

    www.berasx.blogspot.com

  • kacangx.blogspot.com

    www.kacangx.blogspot.com

Tampilkan postingan dengan label mesianik di Indonesia 3. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mesianik di Indonesia 3. Tampilkan semua postingan

mesianik di Indonesia 3

 




merambah masuk ke dalam Gereja Rasuliah, gereja dengan 

kekuasaan Kaisar mencaplok gereja-gereja lain yang seharusnya berdiri secara mandiri. 

Yang didukung oleh kekuasaan yang lebih besar dari Kaisar akan menduduki rangking 

atas dalam Sistem Pentarki ini. Di abad 4 Masehi, resmi muncul 5 Gereja Rasuliah besar 

(Pentarki), yaitu Gereja Roma, Gereja Helenis Byzantium, Gereja Antiokia, Gereja 

Alexandria Koptik, dan Gereja Yerusalem. Mereka mengaku sebagai pusat Kekristenan 

dan memandang rendah Church of the East (Gereja Timur) yang berada di daerah 

kekuasaan Persia. Uskup-uskup Gereja Timur yang mencoba mempertahankan ajaran 

semitik mereka dicap sebagai bidah. Selain Church of the East, Gereja Rasuliah lain yang 

tidak masuk ke dalam Sistem Pentarki yaitu  gereja-gereja kecil di India dan di Celtic. 

Sejarah mencatat bahwa Kaisar Konstantin berpura-pura mendapat  wahyu 

dari Tuhan untuk memakai jasa orang-orang Kristen untuk berperang. Tuhan yang 

mana yang mengajarkan perang? Yang pasti bukan Yeshua. Dengan banyak merekrut 

jemaat Kristen maka dia bisa memenangkan peperangan dan menjadi penguasa 

Romawi. Keanehan terjadi saat dia yang bukan seorang Kristen (tapi Imam Besar 

                                                          

45 Templeinstitute.org 

_____________________

Halaman 52 dari 196 

Agama Mithraisme)46 datang dalam peribadatan Nasrani dan mengambil Roti 

Perjamuan, berlagak menjadi imam. Gereja di suatu sisi diberi kebebasan dan sokongan 

dana tidak terbatas, di lain pihak berada di zona nyaman, tidak sadar berada dalam 

penindasan rohaniah.  

Dengan memerintahnya Kaisar di atas para uskup, maka banyak pengajaran 

Nasrani tidak lagi lurus, tapi bias. Ajaran-ajaran bias ini  antara lain: ajaran Natal 

25 Desember yaitu  satu contoh pengaruh Mithraisme yang dia infuskan ke dalam 

ajaran rasuliah.47 Lalu munculnya perayaan Easter. Paus Victor I (Roma) mengancam 

Uskup-uskup dari Gereja Timur sebab  mereka melestarikan Pesakh yang jatuh pada 14 

Nisan.48 Masih banyak lagi ajaran bias yang muncul paska terbentuknya Sistem Pentarki 

ini. Inilah era POLITIK GEREJA. Era di mana Kaisar bisa membelokkan Ajaran Lurus 

(Orthodox), era di mana Uskup sudah tidak berdiri sama tinggi lagi hanya sebab  dekat 

Kaisar. Mereka melupakan bahwa Maran Yeshua mengajarkan tingginya posisi 

keimamatan itu bukanlah suatu yang harus dibanggakan atau diperebutkan. 

Luk 24 (LAI) (24) Terjadilah juga pertengkaran di antara murid-murid 

Yesus, siapakah yang dapat dianggap terbesar di antara mereka. 

(25) Yesus berkata kepada mereka: "Raja-raja bangsa-bangsa 

memerintah rakyat mereka dan orang-orang yang menjalankan kuasa 

atas mereka disebut pelindung-pelindung. (26) namun  kamu tidaklah 

demikian, melainkan yang terbesar di antara kamu hendaklah menjadi 

sebagai yang paling muda dan pemimpin sebagai pelayan. (27) Sebab 

siapakah yang lebih besar: yang duduk makan, atau yang melayani? 

Bukankah dia yang duduk makan? namun  Aku ada di tengah-tengah kamu 

sebagai pelayan. 

Gereja Helenisme Byzantium bisa muncul akibat sepak terjang Kaisar Konstantin 

yang pindah ke daerah timur kekuasaannya, kota itu disebut ‘Konstantinopel’ (Roma 

Baru) di selat Bosforus wilayah Negara Turki saat ini Lalu tiba-tiba muncullah Gereja 

Byzantium ini yang mengaku-ngaku mendapat  tahbisan dari Mar Andreas, padahal 

tidak ada manuscript kuno yang mencatatnya. Dengan kata lain, Konstantinopel tidak 

pernah eksis di abad 1. Konstantinopel bisa ada bukan sebab  ada pengutusan dan 

pemuridan dari kelompok jemaat kecil lalu membesar seperti penginjilan pada 

umumnya. Semua ada berkat kekuasan Kaisar Konstantinopel yang langsung menunjuk 

seorang uskup kecil Roma untuk menjadikannya Patriakh anyar di Konstatinopel.  

Di abad 4, Yerusalem sudah bukan lagi pusat jemaat, pusat jemaat diambil alih 

Roma dengan kekaisarannya. Nama ‘Nasrani’ sudah ditinggalkan dan bahkan dianggap 

sebagai bidah. Kitab-kitab Suci PB Aramaic disingkirkan dan tidak diakui. Supremasi 

Yunani Helenis dimulai. Kekaisaran menyumbang dana berlimpah bagi pembangunan 

                                                          

gereja-gereja yang dibuat layaknya istana, kaisar campur tangan atas peribadatan dan 

bahkan pengajaran. Keanehan di era Politik Gereja ini terus berlanjut saat Gereja 

Helenis menekan jemaat Church of The East sampai ke perbatasan Persia meninggalkan 

Uskup Mar Jacob Beradaeus dan jemaat Syrianya dalam tekanan dan penindasan. 

Mereka beribadah dengan sembunyi-sembunyi, takut bukan kepada musuh dari agama 

lain, tapi kepada sesama umat Kristen sendiri khusunya pemimpin Gereja Byzantium.49 

Lalu penginjil dari Roma Katolik membonceng penjajah Portugis masuk ke India, 

memaksa jemaat Nasrani Mar Thoma untuk mengakui kekuasaan Paus dan masuk ke 

dalam jemaat Roma Katolik.50 Aneh! Pengijilan sudah bukan lagi untuk memerdekakan 

orang dari belenggu dosa, tapi malah menghancurkan kemerdekaan yang telah diraih. 

Pelayanan keimamatan sudah ternoda oleh keinginan daging, oleh kekuasaan! 

Oda Alaha! Puji Maran, era Sistem Pentarki ini tamat! Dan tidak semua gereja 

terkamiri ajaran Politik Gereja ini. Salah satunya yaitu  jemaat Nasrani di Mesopotamia 

yang mendapat  tahbisan bersama Mar Tulmay-Mar Yakub-Mar Keipha-Mar Thoma-

Mar Addai lalu diteruskan oleh Mar Mari (disebut: Church of The East) yang berada di 

bawah kekaisaran Persia. Jemaat Mar Addai inilah yang menuliskan Tanakh Ibrani dan 

kitab-kitab PB juga ke dalam aramaik. Kitab ini kemudian disebut ‘Peshitta’. namun  ada 

kitab ‘Peshitto’ dari Syria Barat yang diterjemahkan dari bahasa Yunani Koine untuk 

usaha melepaskan diri dari budaya Hellenis, dan juga usaha ini bertujuan 

mensejajarkan Peshitta dari Aramaik Timur. 

Semua jemaat Nasrani berkembang seiring berjalannya waktu, memang ada 

yang bias sebab  berbagai ajaran luar, namun ada yang berusaha terus melestarikan 

yang sekuno mungkin. Agama Nasrani sekarang sudah berusia 21 abad. Suatu waktu 

yang lama, sehingga perbedaan ajaran dari keuskupan yg satu dan yang lainnya 

memang ada. Yang menjadi persamaan dari semua Gereja Rasuliah yaitu  semua tetap 

mempertahankan adanya tradisi (oral Torah). Salah satu ritual qadishot (sakramen) 

dalam tradisi yaitu  Tahbisan Rasuliah, inilah yang menyatukan semua jemaat di 

saat pengajaran sudah banyak yang berbeda.  

 

HELENISME LEBIH JAUH 

Pengajar Mesianik selalu mengaitkan bahwa pengikut Nasrani sudah bias semua 

saat ajaran semitik mereka tercampur ajaran Helenistik Gereja Byzantium yunani. Itu 

tidak benar. Tidak semua pengikut Nasrani/Gereja Rasuliah yang terpengaruh.  

Hellenisme yaitu  suatu IDEOLOGI yang dikembangkan oleh 

Alexander Agung III dari Makedonia (356-323 SM), yang bercita-cita 

“Taklukkan Seluruh Dunia dibawah HELLENISME”. Maka Alexander 

Agung bersama dengan prajuritnya menguasai hampir setengah dunia 

                                                          

pada zaman itu. Mereka menjajah dunia dengan kekuatan SENJATA dan 

BUDAYA. Mereka mengindoktrinasi siapa saja bahwa Yunani dengan 

program ideologi Hellenisme yaitu  bangsa paling beradab di muka bumi 

ini, paling maju, paling pintar, paling kuat, dan paling berpendidikan dari 

semua bangsa beradab. sesudah  Aleander Agung wafat digantikan empat 

jenderalnya yang berkuasa wilayah Mesir dikuasai Ptolemais, Seleusid 

menguasai Mesopotamia dan Asia Tengah, Attalid di Anatolia, dan 

Antigonid Makedon. 

Kemudian muncul kebangkitan Kekaisaran Romawi dari Barat 

mulai 27 S.M hingga 284 M., dibawah kepemimpinan Kaisar Agustus dan 

akhirnya dipindahkan oleh Kaisar Konstantinus (Flavius Valerius Aurelius 

Constantinus Augustus) – 272 M –337 M, ke selat Bosporus wilayah Asia 

sesudah  mengalahkan saingannya Maxentius calon Kaisar dengan 

peperangan di sungai Danube. Kemenangan Konstantinus sebab  

didukung cerita fiktif yang dikarang mimpi-mimpi melihat SALIB di langit 

dengan kata-kata “EN-TOU-TW-NIKA” (Melalui ini engkau akan 

menang) … Mengapa Konstantinus membuat cerita legenda ini? Pertama, 

selama kurun waktu hampir 300 tahun orang-orang percaya Mshikha 

memiliki integritas dan dedikasi tinggi terhadap Yeshua Mshikha 

sekalipun harus mempertaruhkan nyawa mereka. Dia melihat ada 

semangat besar dalam jiwa-jiwa orang percaya ini. sesudah  mempelajari 

dengan baik perihal panglimanya, para prajuritnya banyak yang beriman 

kepada Mshikha, maka tiba pada kesimpulan strategis politis 

memanfaatkan orang-orang percaya Mshikha (Kristen). Berita tentang 

mimpinya cepat tersiar ke seluruh prajurit, mereka bangga dan antusias 

mendengar berita itu. Apa lagi disusul dengan Edik Milano tahun 313 

Masehi, yang menjadikan Kekristenan menjadi Agama Negara. Dengan 

semangat ini semua prajurit dan banyak milisi Kristen mendaftar sebagai 

prajurit membela Konstantinus sehingga muncul semangat “JIHAD” 

(perang suci demi agama) dengan baik dan piawai dimainkan oleh 

Konstantinus. Akhirnya prajurit Maxentius kalah total melihat keberanian 

prajurit Konstantinus yang tidak dimiliki oleh prajurid Maxentius. Dengan 

gemilang ia memenangkan peperangan dengan waktu singkat dan ongkos 

perang yang murah. Dalam perjalanan sampai akhir hayatnya Kaisar 

Konstantinus sebenarnya tidak pernah menjadi Kristen atau 

pengikut Yeshua sebab ia dibaptis oleh Uskup Eusebius dari 

Nikomedia seorang penganut Arianisme saat sedang sekarat. 

Dengan melegalkan Kekeristenan menjadi Agama Negara, maka 

banyak hal yang dirombak seperti Perayaan Sabat yang tadinya tetap 

mereka rayakan, Paskah menjadi Hari Minggu, dan Jumat Agung yang 

tadinya perayaan kematian dewa Mithra sebagai dewa sesembahan kaisar 

diadopsi dan begitu juga mitos-mitos Para Dewa & Dewi Yunani yang 

merupakan mitologi dewa – dewi Hellenisme diadopsi dan diganti dari 

tokoh-tokoh Alkitab dan orang-orang yang mereka pandang sebagai 

“Janasuci” (orang suci). Begitu juga yang tadinya mereka orang Efesus 

menyembah dewi Arthemis (Latin: “Diana”) yang bergelar “Theotokos” 

(Bunda Alaha) diganti dengan Maria ibunya Yeshua. Kemudian Dewa Zeus 

 

(diganti dengan Yeshua) dan istrinya Hera (diganti dengan Maria) sebagai 

Kepala dewa-dewi yang lebih rendah. Zeus dan Hera yaitu  dewa-dewi 

tertinggi demikianlah kesejajaran yang mereka lakukan Yeshua yaitu  

Orang Kudus Tertinggi bersama Maria dan Orang-orang Kudus yaitu  

bawahan. Lukisan Yeshua dan Maria mereka lukis dikubah bundar 

gedung yang disebut Pantokrator (Ibrani: YHWH Sabaoth). Maria sangat 

dijunjung tinggi sekali seperti kidungan yang mengatakan: 

“Lebih terhormat dari Kherubim dan tak terbanding lebih 

mulianya dari para Serafim, Engkaulah sang Theotokos yang kujunjung 

tinggi…” 

Ini yaitu  hasil pemikiran budaya Hellenisme, yang merupakan 

IDEOLOGI Gereja Ortodoks Byzantium. Pemujaan dan devosi kepada 

orang-orang kudus (Janasuci) dituliskan dalam Kisah-kisah Orang Suci 

disebut “Sinaksarion”. Ideologi berbeda dengan doktrin. Doktrin itu 

sendiri hasil dari konsep Ideologi yang akhirnya menjadi dogma. 

Jika kita mempercayai cerita-cerita legenda (mitos) dalam karya 

Sinaksarion ini  maka kita telah menganut paham Hellenisme. 

Ideologi Hellenisme yaitu  sarana dan alat kolonialisasi terhadap 

komunitas, etnis dan agama lain. Gereja Ortodoks Byzantium yaitu  

Hellenisme itu sendiri yang sudah dipakemkan dalam pikiran, jiwa dan 

cita rasa setiap orang yang ikut Gereja ini. Sebenarnya, Gereja Ortodoks 

Byzantium yaitu  Gereja ETNIS sehingga saat orang masuk kedalam 

Gereja ini wajib mengikuti adat istiadat yang sudah diformat dalam 

Tradisi-tradisinya. Contoh, pakaian Imam-imam harus mengikuti tata cara 

seni Hellenisme, istilah-istilah harus dalam pemahaman bahasa Yunani, 

Ritus-ritus juga merupakan formulasi Baru yang tidak pernah diajarkan 

Para Rasul seperti yang dipraktekkan Gereja Byzantium. Kalau kita mau 

mengambil kesejajaran tata ibadahnya saja peribadatan Gereja Ortodoks 

Byzantium bukan hasil Ibadat Rasuli sama persis seperti saudara-saudara 

dari kelompok Protestantisme yang membuat tata ibadahnya sendiri. 51 

Gereja Ortodoks Byzantium (Gereja Timur) berasal dari Gereja Roma (Barat) 

Katolik di abad 4, pada akhirnya keduanya berpisah di tahun 1054 sebab  persoalan 

politik. Kedua gereja besar dan berkuasa ini saling menganathema (mengucilkan), 

berpisah dan saling klaim paling benar dalam warisan ajaran para rasul. Gereja 

Byzantium bangga dengan ritus Yunani, sementara Roma Katolik melestarikan ritus 

Latin. 

Dr Lamsa sebagai pewakilan Nasrani Church of The East (CoE) berani 

mengatakan bahwa Gereja Byzantium ini yaitu  sekte besar sebab  dari kepala 

merekalah supremasi Yunani itu bisa muncul. Syukurlah zaman kekuasaan kaisar 

mereka terhenti di tangan muslim, arogansi mereka tidak lagi bisa merancuni pencari 

kebenaran di zaman modern ini. Apalagi tehnologi sudah semakin canggih, ini 

                                                          

membantu mereka untuk bisa membedakan ajaran semitik awal dan Helenis Yunani. 

Namun perlu dipahami bahwa menolak Hellenisme bukan berarti telah menjadi 

Nasrani.  

 

Gambar 2.6 Kata Pengantar Peshitta Terjemahan Dr Lamsa. Sumber: foto pribadi 

 

PESHITTA KITAB SUCI NASRANI-CHURCH OF THE EAST 

 

Gambar 2.7 Peshitta terjemahan Dr Lamsa. Sumber: Amazon.com 

Toko artikel  banyak menyediakan Kitab suci dengan berbagai terjemahan Tanakh 

yang diambil dari manuscript Ibrani Masoretik. Masoretik ini yaitu  tulisan abad 8 

pewaris ajaran Farisi, sementara kitab-kitab PB diterjemahkan dari naskah Yunani yang 

ditulis oleh Gereja Byzantium Helenis. Termasuk toko artikel  di negara kita  yang 

menyediakan Alkitab LAI dan Kitab Suci ILT, keduanya sama-sama bersumber pada 

naskah Yunani untuk kitab-kitab PB. Jemaat Nasrani di negara kita  dipersilahkan 

memakai semua kitab suci yang tersedia di toko-toko artikel , namun untuk diletakkan di 

atas Altar, tidak boleh sembarangan. Hanya kitab suci Peshitta dan lainnya yang 

direkomendasikan oleh Uskup dan Uskup Agung.  

Kata ‘Peshitta’ dalam Bahasa Aramaic memilik arti ‘lurus atau langsung’ (Inggris: 

Straight). Kami meyakini bahwa para rasul telah mewariskan naskah berbahasa 

Aramaic kepada Mar Addai dan Mar Mari dalam penginjilan mereka ke Edessa lalu ke 

Mesopotamia. Kemudian naskah-naskah ini  disalin ulang dengan sangat teliti. Hal 

ini ditegaskan oleh Mar Eshai Shimun, 5 April 1957 demikian: 

 “Dengan mengacu .... keaslian teks Peshitta, sebagai Patriakh dan Kepala 

Gereja Rasuliah Katolik Gereja Timur52 (East-red), kami sebagai negara, 

bahwa Gereja Timur (East-red)menerima sendiri dari tangan Rasul 

                                                          

diberkati dalam bahasa Aram asli, bahasa yang digunakan oleh Maran kita 

Yeshua Mesias sendiri , dan bahwa Peshitta yaitu  teks dari Gereja Timur 

yang telah turun dari zaman Alkitab tanpa ada perubahan atau revisi.” 

COE juga menyalin ulang Tanakh Ibrani ke dalam Aramaic Peshitta di 

abad awal.53  

Peshitta dan kitab-kitab kuno lain yang terlambat di kanon inilah yang menjadi kitab 

suci pedoman jemaat Nasrani di negara kita .  

 

GEREJA NASRANI negara kita  (GNI) SEBAGAI GEREJA RASULIAH 

Komunitas Gereja Rasuliah kami di bawah pimpinan pak Hotman Lumbantoruan 

dimulai sekitar 2006 bersama bapak Johanes Rombe di bawah payung Keuskupan 

(Kepatriakhan) Assembly of Jerusalem (AoJ) yang dipimpin oleh Patriakh Mar Michai. 

Mereka mendapat pengajaran via email, tanpa ada kesempatan bertatap muka. Hal ini 

juga disebab kan biaya untuk berkunjung ke US sebagai pusat keuskupan terbilang 

mahal. Pak Hotman kemudian diangkat menjadi Shamasha (Deacon). Beliau mendapat 

materi pengajaran dari Mar Andreos yang berkedudukan di US juga, yang bertindak 

sebagai Rabbi di atasnya.  

Pengajaran AoJ pada awalnya mengakui sebagai ajaran semitik pewaris tahbisan 

Mar Yakub, uskup Yerusalem yang tahbisannya dientenkan ke tahbisan Mar Keipa 

(Petrus) lalu masuk jalur Assyria (Church of The East). AoJ yaitu  Gereja Rasuliah yang 

sangat anti dengan Helenisme dan Teologi Pengganti, meyakini bahwa Yeshua yaitu  

sosok ilahi, Tuhan 100% dan juga manusia 100%, seperti yang ditegaskan oleh Mar 

Babai The Great (551-628 AD) dalam syair pujian:  

“One is Meshika, the Son of God, Worshipped by all in two natures; 

In His Godhead begotten of the Father, Without beginning, before all time; 

In his Humanity born of Mary In the fullness of time, in a body united 

Neither His Godhead, is of the nature of the Mother, 

Nor His Humanity of the nature of the Father; The natures are preserved in their Qnumas 

In one person of one Sonship. And as the Godhead is three substances in one nature, 

Likewise the Sonship of the Son is in two natures, one person. So the HolyChurch has taught.” 

Teologia semitik Mar Babai ini mengalir dalam dalam tubuh jemaat Church of The 

East sejak abad 1. Sosok Miriam dalam ajaran ini yaitu  Bunda Meshikha (ImaMshikha), 

bukan merupakan Bunda Alaha (Theotokos). Ini bertentangan dengan banyak Gereja 

Rasuliah yang menekankan sosok Miriam sebagai Theotokos.  

                                                          

Pada tahun 2010, Mar Michai wafat dan digantikan oleh penerusnya yang 

berkayinan sangat berbeda dengan ajaran awal. Rabi pengganti Mar Andreos 

menentang ajaran semitik awal yang terus diusung Mar Babai the Great dan Mar Michai. 

Dia menolak keilahian Yeshua. Yeshua hanyalah sebagai Mesias dan Rabbi Besar. Ini 

tidak lain yaitu  upaya membangkitkan ajaran kuno Ebionitisme. Tidak heran, banyak 

imam di bawah Mar Michai menghilang Kabarnya, mereka keluar. Pada tahun 2011, 

Shamasha Lumbantoruan memutuskan untuk keluar juga sebab  hal prinsip ini. 

Paska keluarnya Shamasha Lumbantoruan sudah beberapa keluarga/orang yang 

berada di bawah kepemimpinannya, sebagian di antaranya yaitu  madam nyonya  Ema  Tan di 

Belanda, pak Prasodjo Wibowo (murid Ev dr Suradi di PLP Nehemia) sekeluarga, Pdt 

Denny Pantouw sekeluarga, Pdt Andreas di Madiun sekeluarga, dan beberapa 

simpatisan di Jabodetabek. Sekitar tahun 2013, Gerbong anggota yang dibawa oleh pak 

Herry Budianto Lioe di Jogyakarta menyatakan mundur, hanya tertinggal pak Daniel 

Toto sekeluarga yang bersikukuh untuk terus melanjutkan pemuridan.  

Selayaknya Gereja Rasuliah (GR), GNI tidak bisa berdiri mandiri tanpa 

keuskupan seperti Martin Luther (Protestanisme). GR harus tersambung dengan mata 

rantai tahbisan rasuliah. Harus ada Uskup dan keuskupan sebagai dewan Sanhendrin. 

Shamasha Lumbantoruan berkontak kepada banyak Gereja Rasuliah dan disambut 

masuk ke dalam suatu GR yang memiliki banyak mata rantai tahbisan, di antaranya 

yaitu  tahbisan Mar Keipha/Petrus (Gereja Ortodoks Syria) di Antiokia dan kembali ke 

tahbisan Mar Addai (Church of The East) di Mesopotamia. GNI masuk ke dalam 

Keuskupan Catholic Orthodox the New Age di Queensland Australia dengan Uskup Agung 

Metropolitan John Reginal Cuffe di tahun 2014 awal. Selama setahun pak Lumbantoruan 

mendapat pengajaran seminari langsung dari Mar John Cuffe. Pada Desember 2014, Mar 

Nicholas Lumbantoruan ditahbiskan di Queensland menjadi Suffragan Bishop olehnya 

dan beberapa uskup lain untuk melayani di negara kita . Detail sejarah berdirinya GNI, 

bisa membaca LAMPIRAN 2.  

Keuskupan Catholic Orthodox the New Age yaitu  keuskupan kecil Mandiri yang 

dipimpin oleh tujuh orang uskup dan mengangkat satu Uskup. Berbeda dengan 

kepatriakhan besar yang memiliki banyak Uskup Agung sehingga di antaranya diangkat 

menjadi seorang Patriakh, keuskupan GNI ini tidak memiliki jabatan Patriakh. 

Kesukupan mandiri artinya tidak mendapat  dukungan dana dari pusat kepatriakhan 

besar manapun, mandiri mengurus rumah tangga dan pemuridannya sendiri. 

Keuskupan kecil hanya berhutang tahbisan kepada kepatriakhan besar sehingga 

keuskupan ini bisa mewarisi tradisi yang mengalir melalui kepatriakhan ini . 

Dengan memiliki banyak mata rantai tahbisan, itu artinya keuskupan ini memiliki 

kepustakaan tradisi yang kaya dan beragam. Berbeda dengan kepatriakhan besar, yang 

hanya mewarisi satu tradisi dari atas. Itu sebab  memang rantai tahbisannya hanya 

satu.  

Di saat jawatan kenabian sudah banyak ditinggalkan oleh banyak Gereja 

Rasuliah, peran mistikis yang cukup tinggi ada di dalam keuskupan Catholic Orthodox 

Australia ini. Tercatat beberapa Mistikis sebagai berikut: St Francis dari Assisi. 1181-

1226; St Thomas Aquinas 1225-1274; St Terese of Avila 1515-1582; St Therese of 

Liseaux.  1873-1897; St Serapha. 1886-1965; dan JSM Ward. Ada sekitar 38 Pakar Mistik 

yang kesukupan Catholic Orthodox akui sejak abad 1 hingga tahun 1942. Mereka ini 

disebut juga Para Nabi yang meneruskan jawatan kenabian Nasrani awal (Ef 4:11). 

Jemaat Gereja Nasrani negara kita  saat ini dipimpin oleh Uskup Mar Nicholas 

Hotman Lumbantoruan. Mar Nicholas H Lumbantoruan memiliki hubungan sejarah 

dengan Mar Keipha (Petrus) dan dengan Mar Addai. Perhatikan Gambar rantai tahbisan 

di bawah ini. 

Dari Gambar 2.8 di bawah, maka diketahui bahwa para rasul digantikan oleh 

para Uskup. Lalu para uskup ini  digantikan dengan uskup berikutnya. Antara 

uskup yang satu dan yang lain terhubung dengan Tahbisan Rasuliah (Semikha 

HaSliakhanuth). Untuk melihat detail Tahbisan Rasuliah dari Mar Keipha (Petrus) di 

Gereja Syria Ortodoks ada pada Lampiran 3. Dan untuk mengtahui mata rantai 

Tahbisan Rasuliah Church of The East (Gereja Timur) ada pada Lampiran 4. Semua 

uskup yang hidup sekarang, memiliki hubungan sejarah dengan para rasul awal.  

Secara tradisional disebut Gereja Syria Timur atau Gereja Assyria dari Timur 

yang diberi label secara salah dengan julukan (Nestorian) dari pihak luar. Wilayahnya 

disebut Assyria atau Persia dan Mesopotamia yang diinjili oleh Shliakh Mar Thoma 

Ehoda (Rasul Thomas), dibantu oleh Mar Addai, satu dari Murid Tujuh Puluh diutus 

oleh Mshikha (Lukas 10:1) dan satu dari murid-murid mereka. Dari Palestina, mereka 

memberitakan Injil ke mana-mana dengan Mar Thoma yang akhirnya tiba di India. 

Metropolitan dari Seleusia-Ktesiphon memerintah Gereja Persia dari sejak zaman 

awalnya, dua kota kembar Kerajaan Persia, yang tunduk kepada Patriakh Antiokia dan 

dari Timur, tapi mengalami hambatan komunikasi, jurisdiksi Kepatriakhan 

didelegasikan kepada Metropolitan yang ditetapkan menjadi, “Katolikos dari Timur” 

(contoh. “pemegang dari semua”) dan Patriakh. Gereja Syro-Kaldea (resmi terbentuk 

Katolikos Timur) pada satu waktu menjadi tubuh terbesar Mshikhanim (pengikut 

Mshikha) di dunia, tersebar luas sampai seluruh Persia, Mesopotamia, India dan Cina, 

Asia Tenggara, Jepang dan pernah ada di Nusantara yakni pada abad ke-5 M,54 tapi 

                                                          

Sejarah ini telah tercatat oleh ulama Syaikh Abu Salih al-Armini dalam artikel nya dengan judul FIBA 

“Tadhakur Akhbar min al-Kana’is wa al-Adyar min Nawabin Mishri wa al-Iqta’aih” (Daftar berita pada 

gereja-gereja dan monastries di provinsi-provinsi Mesir dan sekitarnya). Daftar gereja-gereja dan 

monastries dari naskah asli dalam bahasa Arab dengan 114 halaman ini berisi berita tentang 707 gereja-

gereja dan 181 monastries Kristen yang tersebar di sekitar Mesir, Nubia, Abysina, Afrika Barat, Spanyol, 

Arab dan India . Dalam artikel nya (Abu Salih), tanah negara kita  masih dimasukkan dalam wilayah India (al-

Hindah). 

Tentu saja pada waktu-waktu, negara laut terjauh juga disebut Hindia dan Samudra dimasukkan ke 

Selatan India sampai ke Timur disebut laut India. sesudah  itu Abu Shalih menuliskan tentang gereja-gereja 

di Kullam (Quilon) dan gereja-gereja di Fansur (Barus). Jika kita membaca penjelasan Abu Shalih dalam 

teks bahasa Arab:  

menjadi semakin berkurang akibat penganiayaan. Cabang India tetap dalam 

persekutuan hingga tahun 1599, saat  para misionaris Gereja Latin memaksa orang-

orang Nasrani India memutus hubungan mereka dengan Keuskupan Seleusia-Ktesifon 

dan tunduk kepada Gereja Roma. Sejumlah kelompok dari mereka bergabung dengan 

Kepatriakhan Ortodoks Syria – Antiokia pada tahun 1665 dan melembagakan diri 

sebagai Gereja Ortodoks Syria Malabar. Selama 250 tahun, terputus dari pusat jurisdiksi 

bersejarah mereka, sekelompok sisa yang setia terus bertahan, dan bertahan sampai 

tahun 1862 jurisdiksi Syro-Kaldea di India dipulihkan. 

                                                                                                                                                                                    

“Fansur, fiha ‘iddah Biya’ Jami wa ‘min min Biha sebuah Nashatorah-Nashara, wa Hal fiha kadzalika. Wa 

Hiya allatiy yasala minha al-Kafur, Hadza wa al-Sinfu yanbuka min al-khasah. Wa hadzihi al-Madinat Biha 

bi’at wahidat ‘ala Ismi mar’at Sittna al-Saydat al-Adzra’ Maryam. 

(Di Fansur, ada beberapa gereja dan orang Kristen dan mereka yaitu  orang kristen dari Nestorian 

[Suriah Timur ] dan jadi ini yaitu  kondisi gereja-gereja. Di kota itu ada didirikan gereja dengan nama: 

Sayidatina Siti Maryam al-Adzra [Bunda Maria, Perawan Maria yang Murni]). 

Abu Shalih al-Armini yang bekerja pada saat ketiga dari khulafat terakhir / khalifah dari Fatimiyah di 

Mesir (115 – 1171 M) yang menulis artikel  berdasarkan sumber Arab di luar waktu, seperti: Abu al-

Hussain ‘ Ali bin Muhammad al-Shabushti, Kitab al-Adyar (990 M) dan Abu Ja’far Ath Thabariy, Tarikh ar-

Rasul wa al-Muluk (923 M). Di kota-kota pusat pengetahuan Kristen di masa lalu seperti, Nisibis, Harran, 

Yundi Shapur dan Baghdad, para ulama Kristen bekerja sama dengan ulama. Pencapaian atas hubungan 

antara Kristen-Islam itu dalam perkembangan ilmu di tanah Arab itu terjadi saat  waktu khalifah al-

Ma’mun 833 M telah membuka “Bait al-Hikmah” (Rumah Kebijaksanaan), yang dipimpin oleh dua 

pendeta Kristen: Yusuf bin ‘Adi dan Hunain bin Ishaq. Sisi Kristen telah membuka harta karun budaya / 

Suriah Aram dan telah menerjemahkan Filsafat dan Seni Yunani ke dalam bahasa Arab. Ada cerita lain 

Kristen di negara kita  menurut sejarah negara kita  sebelum dan sesudah  645 Masehi. Seperti sebagai Mar 

Abdhi’sho (Arab: ‘Abdi’ Isa) telah ditahbiskan sebagai Metropolitan Gereja Khaldea (Rules of 

Ecclesiastical Judments 1318 Masehi sudah menyebutkan bahwa “Metropolitan Kepulauan Laut … Dabag, 

Sin dan Masin” diakui tertulis dalam teologi dan dalam hukum kanonik gereja dalam bahasa Aram / 

Syriac dan Arab Dabag,. kadang juga dieja sebagai Dabag dan Jabag itu yaitu  kata Arab untuk Jawa dan 

Sumatera pada satu waktu sejak abad 10 Patriarkh Elias. V di tahun 1503 Masehi telah dikirim 3 

Metropolitan di India dan pulau laut antara Dabag, Sin dan Masin. Mereka yaitu  Mar Jab ‘Alaha, Mar 

Ya’qub Denha.  

 

Ignatius Peter III/IV

1872

Ignatius Aphrem II

2014-sekarang

Rasul Mar Keipha 

(Petrus)

Anthony Thondanat

24 Juli 1899

Luis M Scares

30 November 1902

Mar Shimun XVIII 

Rubil

1860-1903

Francis Xavier Alvares

29 Juli 1889

Joseph Rene Vilatte

29 Mei 1892

Frederic E J Lloyd

29 Desember 1915

John Churchill Sibley

29 September 1929

Ulric V Herford

28 Feb 1925

William S M Knight

18 Oktober 1931

Hedley C Bertlett

20 Mei 1945

Hugh George de 

W Newman

25 Agustus 1944

John S Marlow Ward

6 Oktober 1935

Peter Gilbert Strong

19 Maret 1951

John R Cuffe

22 November 1989

Colin M Chamberlain

6 Juni 1946

Mar Keipha, 

Yakub HaTzadiq, 

Tulmay, Thoma, & 

Addai

Mar Addai II Giwargis

1969 - sekarang

Nicholas Hotman Lumbantoruan

6 Desember 2014-sekarang

GEREJA NASRANI negara kita  

MARAN EASHOA M’SHEEKHA

(ADON YESHUA HAMASIAKH)

GEREJA SYRIA ORTODOKS CHURCH OF THE EAST

TAHBISAN RASULIAH GNI

 

Gambar 2.8 Rantai Tahbisan Rasuliah Uskup Mar Nicholas (GNI) 

Dengan berdirinya Gereja Nasrani negara kita  (GNI) yang membawa tahbisan dari 

Church of The East (Nestorian), berarti kembali meneruskan pelayanan para penginjil 

Gereja Timur ini yang di abad 7 Masehi sempat masuk ke Nusantara di Sumatera Utara. 

Sayang akibat satu dan lain hal, Gereja Rasuliah pewaris tahta Mar Thomas-Mar Yakub, 

Mar Tulmay-Mar Addai ini tidak bisa terus eksis.55 Kebenaran daerah penginjilan ini 

dinyatakan juga oleh Dr Lamsa, pada Pembukaan Peshitta.  

                                                          

Gambar 2.9 Penginjilan Church of The East sampai di negara kita , Pembukaan Peshitta.56 

Sumber: Foto Instagram GNI 

 

Jadi, Gereja Rasuliah pertama di negara kita , bukanlah Roma Katolik atau yang lainnya, 

namun faktanya yaitu  Gereja Timur pemilik Peshitta, Church of The East. Di abad 21 ini, 

pelayanan mereka diteruskan oleh Mar Nicholas Lumbantoruan sebagai Bishop (Mebaqqer) 

yang didukung oleh beberapa Shamasha di Medan, Tarutung, Jakarta, Tangerang, 

Jogjakarta, Surabaya, dan Madiun.  

                                                          

Gambar 2.10 Messianic Judaism tidak berhubungan dengan Nasrani Kuno 

Dari Gambar di atas maka bisa dilihat dengan jelas bahwa Messianic Judaism (MJ) 

tidak punya hubungan dengan Nasrani. Messianic Modern tidak memiliki hubungan 

dengan Messianic Kuno.Fakta berbicara, komunitas MJ kendati sudah diakui oleh 

Mahkamah Agung Yerusalem sebagai bagian dari Umat Yisrael pada 20 Januari 2014, 

tetap saja mereka tidak diakui sebagai bagian dari Judaism oleh sekte yahudi lainnya. 

Jadi, baik Nasrani (Gereja Rasuliah) dan Judaism menolak komunitas ini menjadi bagian  

kesatuan tubuh jemaatnya. Messianic Judaism yaitu  mereka yang keluar dari sekte-

sekte Yahudi lainnya sebab  meyakini Yeshua sebagai Mesias. Saat mereka ‘dikeluarkan’ 

oleh sekte Yahudi lainnya, mereka masih tetap melestarikan Ragi Farisi, Tradisi Torah 

Musa seperti sunat, merayakan 7 hari raya (Moedim), berpakaian Yahudi, dll. Mereka 

melakukan tradisi ini sebab  itulah warisan dari leluhur mereka. Saat mereka meyakini 

Yeshua yaitu  Sang Mesias yang mereka nantikan, mereka tidak mau diberi label 

jemaat ‘Kristen’. Itu sebab  mereka antipati pada ajaran Helenisme dan Teologi 

Pengganti yang diajarkan oleh Gereja Rasuliah yang dibelenggu oleh POLITIK 

KEKAISARAN. Mereka kurang paham sejarah sehingga tidak sadar ada Gereja Rasuliah 

yang menolak Helenisme juga. Mereka tetap mengakui bahwa diri mereka yaitu  

Yahudi, Yahudi yang Mesianik atau Messianic Jewish.  

Messianic Judaism tidak tergabung ke dalam satu organisasi Sinode (Beit Din). 

Ada banyak komunitas MJ dengan sinodenya masing-masing, namun sering kali 

mengadakan konferensi bersama. Ada Sinode MJ yang terpengaruh pergerakan  Nama Suci, 

dan ada yang tidak. Komunitas yang tidak terseret Sascred Name 

Movement ini biasanya tetap menuliskan Nama Suci dengan ‘Hashem’ 

atau ‘Adonai’ atau jika di dalam Bahasa Inggris ditulis juga dengan ‘G-

D’. Beginilah tradisi mereka untuk menguduskan Nama Suci. 

 

 

 

              Gambar 2.11 Father James Bernstei 

Father James Bernstein yaitu  salah seorang pendiri Jews for Jesus suatu komunitas 

Messianic Judaism yang tadinya yaitu  seorang Rabbi Yahudi Ortodoks. Pada tahun 

1970-an dia dikenal sebagai pemimpin ‘pergerakan  Jesus’. Dia harus meninggalkan 

komunitas MJ ini untuk bergabung dengan Jemaat Nasrani di Gereja Syria Ortodoks. Dia 

ditahbiskan menjadi Imam pada tanggal 10 Juli 1988.  

 

TORAH DALAM PB  

Torah yaitu  pengajaran (teaching). Tuhan memberi  Torah yang berbeda 

pada zaman yang berbeda kepada suatu bangsa atau orang yang berbeda, tapi inti 

semua Torah ini  yaitu  kasih. Torah itu bukan berarti Hukum Taurat! Banyak 

orang sering salah kaprah menganggap bahwa Torah itu sudah pasti yaitu  Hukum 

Taurat atau Torah Sinai. Ini disebab kan efek keyakinan Messianic Judaism yang tidak 

paham apa itu Torah Mesias dan perbedaannya dengan Torah Sinai yang mereka yakini 

turun-temurun. Semua Yahudi meyakini bahwa Torah itu hanya satu, yaitu Torah Sinai. 

Jadi, saat mereka mengajar umat Kristen, ajaran inilah yang mereka ajarkan, dan itu 

tidak sesuai dengan ajaran Nasrani awal. 

  

ABAD 1 Masehi 2015 sekarang

1500 SM+-2350 SM+-

Peristiwa:

Nama perjanjian:

Nama Torah: 

Ket:

BANGSA ISRAEL KELUAR DARI MESIR

PERJANJIAN SINAI/MUSA/LAMA (PL)

TORAH SINAI/MUSA (LAI: Hukum Taurat)

1. Terdapat 613 Mitzvoth/perintah.

2. mengikat keturunan Israel/Yahudi

3. Torah terbagi 2: Oral Torah dan Written Torah

4. Perjanjian tidak bisa diemban sebab  

Israel&Yehuda menyembah berhala dan dibuang

Peristiwa:

Nama perjanjian:

Nama Torah: 

Ket:

YESHUA MENGAJAR, MATI DISALIB, BANGKIT

PERJANJIAN YG DIPERBAHARUI (PB), Yer 31:31

TORAH MESIAS, GAL 6:2 (LAI: Hukum Kristus)

1. Terdapat BANYAK Mitzvoth, penekanannya MORALITAS.

Merupakan perluasan dari Torah Nuh.

2. mengikat semua bangsa yg percaya Yeshua sbg Mesias

3. Torah terbagi 2: Oral Torah dan Written Torah (berbeda dg 

Torah Musa)

Gal 3:24 (LAI)

Jadi HUKUM TAURAT yaitu  penuntun bagi kita SAMPAI 

KRISTUS DATANG, supaya kita dibenarkan oleh iman.

Peristiwa:

Nama perjanjian:

Nama Torah: 

Ket:

sesudah  BANJIR NUH

PERJANJIAN NUH

TORAH NUH 

1. Terdapat 7 Mitzvoth/perintah.

2. mengikat semua manusia di Bumi

3. Masuk ke dalam Hukum-hukum Adat

 

Gambar 2.12 Timeline Torah 

 

Gambar 2.11 mencatat bahwa saat Tuhan mengikatkan diri-Nya kepada 

seseorang atau suatu bangsa dengan satu perjanjian, maka di dalam perjanjian ini  

terdapat satu macam Torah (pengajaran). Di dalam Torah ada Mitzvoth (perintah-

perintah) yang mengikat untuk dilaksanakan supaya perjanjian ini  bisa terus 

berlaku. Perjanjian yaitu  kesepakatan, ada pihak-pihak yang terikat, ada isi perjanjian, 

dan tentunya perjanjian itu bisa saja batal. Pihak lain di luar perjanjian ini  sama 

sekali tidak ada kewajiban untuk memahami apalagi melakukan Torah yang ada dalam 

perjanjian ini .  

Ini seperti cerita pak Budi yang menandatangai kontrak peminjaman uang 

dengan bank ABC. Dia mendapat  hak dana sebanyak Rp 1 Milyar, lalu memiliki 

kewajiban selama 5 tahun untuk mengembalikan sebanyak Rp 10 juta per bulan. Di 

dalam perjanjian dengan bank ini  ada klausul-klausul yang menguraikan cara 

pembayaran, bunga tunggakan cicilan, dan lain-lain. Pihak yang terikat pada perjanjian 

ini  hanyalah pak Budi dan Bank ABC. Istri dan anak-anak pak Budi apalagi 

tetangganya tidak punya kepentingan dengan isi perjanjian ini . Kalau pak Budi 

tidak membayar sesuai kewajibannya, maka tetangganya tidak akan diwajibkan untuk 

membantu membayar. Saat pak Budi tidak mentaati isi perjanjian dan tidak mencicil, 

maka perjanjian ini mengikatnya. Pihak bank berhak untuk menyita rumah dan isinya. 

 

Perjanjian ini terus mengikut pak Budi sampai dia selesai mencicilkan semua 

hutangnya.  

Seperti cerita perjanjian pak Budi dan Bank ABC, demikianlah Perjanjian Sinai. 

Perjanjian Sinai hanya mengikat 2 pihak yaitu Tuhan Semesta Alam dengan 12 suku 

Israel beserta keturunannya. Ini yaitu  perjanjian suku atau tribalisme, bukan 

perjanjian universal yang mengikat semua manusia. Suku-suku di luar Israel tidak ada 

sangkut pautnya dengan perjanjian ini , kecuali jika goyim memutuskan menikah 

dengan mereka atau berkesempatan untuk berada di tengah mereka sebagai pendatang. 

Tentu saja, orang luar harus mengikuti aturan-aturan adat Israel ini. Perjanjian Sinai 

mewajibkan keturunan Israel untuk menyembah hanya Adonai saja, kalau mereka 

menyembah berhala, maka Tuhan akan menghukum mereka sesuai isi perjanjian. Dan 

jika penyembahan kepada berhala ini diteruskan maka kematianlah yang akan 

mendatangi mereka. Demikian faktanya beberapa abad sesudah  mereka mengikatkan 

perjanjian dengan Tuhan di Padang Gurun Sinai, tahun 1500 SM. Di tahun 720 bangsa 

Israel dibuang ke Ashur, lalu tahun 586 SM bangsa Yehuda sisanya, dibuang ke Babilon. 

Perjanjian Sinai dengan ini TIDAK LAGI BISA DIEMBAN OLEH SUKU-SUKU ISRAEL! 

Perjanjian Yang diperbaharui atau Perjanjian Baru bisa muncul itu sebab  Perjanjian 

Sinai yang bermasalah ini.  

Dalam Perjanjian57 Baru (PB), ada Torah Mshikha  (LAI: Hukum Kristus). Pada 

tahun 50 Masehi terjadi silang pendapat perihal Torah Meshikha ini. Ada kelompok 

Nasrani yang membebankan Torah Sinai kepada umat percaya goyim (non Yahudi), 

namun ada yang menolaknya. Sidang konsili (Kisah pasal 15) dipimpin oleh Maran Mar 

Yakub HaTzadiq, uskup Yerusalem I dan Uskup Simon Keipha uskup Antiokia. Hasil 

konsili penting ini yaitu  goyim Nasrani tidak dibebankan untuk melakukan Torah 

Sinai, Kis15:28. Sementara Yehudim Nasrani terus melakukan Torah Sinai terbatas 

hanya sebab  itu merupakan tradisi suku saja (Cultural Religion). Melakukan Torah 

Sinai bukanlah hal yang bisa membuat mereka dibenarkan, Rom3:20. Kaum Nasrani 

yang kalah dalam konsili ini  pada akhirnya keluar di abad 2 Masehi, mereka 

disebut kaum Ebionit.  

Jadi semua Gereja Rasuliah tidak ada yang mengajarkan Torah Sinai kepada 

jemaat Nasrani sejak abad 1 sampai sekarang. Tindakan mengajarkannya bisa dikatakan 

bunuh diri rohaniah, Mar Shaul (Paulus) menuliskannya: “Sebab jika mereka 

mengharapkannya dari Torah Musa, menerima bagian yang dijanjikan Alaha, maka sia-

sialah iman dan batallah janji itu”58. Bukan hanya para Imam Tertahbis yang melarang 

                                                          

57 Perjanjian (Ibrani,’Brith’ dan Aramaik, ‘Keyama’e’). Data Kitab Suci yang tertulis menyebutkan bahwa 

Perjanjian Pelangi bagi keturunan Nuh (Bangsa-bangsa, termasuk Israel) dan di dalamnya terdapat Torah 

dengan 7 butir mitzvoth. Kemudian diformalisasikan melalui bangsa Israel sebagai proyek percontohan bagi 

semua bangsa dengan Torah Musa (10 butir) yang dijabarkan dalam 613 mitzvoth. Perjanjian Pelangi dan 

Perjanjian Sinai disimpulkan dalam Perjanjian Baru dalam Yeshua Mshikha dengan fokus kepada Korban 

Anak Domba Alaha di Salib, dan Torah Nuh dan Torah Musa disatukan dalam Torah Mshikha. Jadi Nasrani 

terikat pada Perjanjian Baru yang dilaksanakan dalam Torah Mshikha. 

58 Roma 4:14 

 

goyim melakukan Torah Sinai (HaTorah), tapi juga para Rabbi Yahudi melarangnya59. 

yaitu  hal yang tidak mungkin jika ada pendeta yang mengajarkan jemaat goyim-nya 

untuk membatalkan hasil konsili para uskup/imam Nasrani abad 1.  

Bagi kaum Yahudi pewaris ajaran Farisi, mereka meyakini bahwa Yeshua 

bukanlah Sang Mesias yang mereka nantikan. Jadi, masa Perjanjian Baru (PB) bagi 

mereka belum datang, mereka masih terus melaksanakan Torah Sinai sedapat mereka 

bisa lakukan paska hancurnya Bait Suci II Yerusalem. Kelompok Mesianic Judaism yang 

berasal dari sekte-sekte Yahudi lainnya tentu saja terus melaksanakan.   

 

TRADISI NASRANI MENGUDUSKAN NAMA SUCI 

Ini yaitu  tradisi Nasrani yang menarik untuk dibahas. Banyak orang Kristen 

sekarang ini menyangka bahwa di abad 1 sebelum ajaran Nasrani dibelokkan oleh 

ajaran Helenisasi dari Gereja Konstantin Byzantium, jemaat Nasrani menyembah Tuhan 

seperti cara yang dilakukan oleh jemaat Messianic Modern, yaitu dengan menyebut-

nyebut secara langsung Nama Suci secara langsung. Apakah benar demikian? Dalam 

sejarah penginjilan Nasrani dari abad ke abad, tidak pernah demikian. 

Nasrani sebagaimana Agama Yahudi (Judaism)-yang lahir di Padang Gurun Sinai 

sekitar 1500 th sebelum masehi-, yaitu  dua agama yang kental akan tradisi. Banyak 

kesamaan tradisi yang dimiliki oleh keduanya, salah satunya yaitu  tradisi 

menguduskan Nama Suci יהוה. Nama Suci Tuhan secara tradisi, tidak diperbolehkan 

disebut secara langsung oleh jemaat, apalagi dalam keadaan yang tidak kosher (tidak 

bersih). Penyebutan Sang Nama hanya dilakukan oleh para imam Nasrani di depan 

Mezbah, jemaat hanya menyebutnya ‘Maryah’. Inilah tradisi warisan berabad-abad yang 

terus dilestarikan oleh jemaat dan ketekumen Nasrani yang hidup di era modern ini.  

 

OLEH

Judaism (Orthodox, Reform, 

Reconstruction, Conservative)

DIBACA:

OLEH

NASRANI 

DIBACA:

OLEH

KRISTEN MESIANIK 

DIBACA:

ADONAI ATAU HASHEM MARYAH 

ATAU TUHAN dalam 

bahasa-bahasa lain

YAHWEH

 

Gambar 2.13 Pelafalan יהוה dalam ketiga agama berbeda 

                                        

 

Para Imam Nasrani mengajarkan Doa Bapa Kami (Tefila dMaran) sejak dibuatnya 

siddur (liturgi) peribadatan Nasrani, baik itu peribadatan untuk Perjamuan Suci (ibadah 

Shabbat atau Minggu), peribadatan Doa Harian 7x sehari, atau perayaan-perayaan lain 

dalam Perjanjian Baru. Siddur peribadatan Perjamuan Suci Nasrani paling kuno dibuat 

oleh Uskup Yerusalem I, Maran Mar Yakub HaTzadiq pada tahun 50M. Siddur ini terus 

diwariskan oleh banyak Gereja Rasuliah, termasuk oleh GNI di negara kita . Siddur ini 

menjadi pedoman para imam Gereja Rasuliah untuk membuat siddur peribadatan 

lainnya.  

Apa hubungan siddur Nasrani di atas dengan Doa Bapa Kami yang mengajarkan 

menguduskan Sang Nama? Pada saat Maran Yeshua mengajarkan untuk menguduskan 

Sang Nama, itu artinya tidak mengucapkan pelafalan Sang Nama. Itu artinya membuat 

Sang Nama itu terpisah dari kekotoran. Nama Suci itu harus dikhususkan, tidak boleh 

sembarangan diucapkan. Tidak boleh sembarangan ditulis. Setiap peribadatan (kecuali 

Doa Harian), umat dipimpin oleh Imam, dan mereka saja yang diajarkan untuk 

melafalkan Sang Nama di depan Altar. Siddur Nasrani menuliskan Sang Nama dengan 

‘Maryah’ dan diucapkan jemaat demikian juga. Bagaimana pelafalan Sang Nama 

sebenarnya, itu bukan urusan jemaat, bukan urusan orang luar! Inilah tradisi Nasrani 

itu Doa Bapa Kami dalam Bahasa Aramaic, Bahasa yang diucapkan oleh Yeshua bisa 

dilihat pada Lampiran 5. Contoh Doa Harian Jam 6 petang yang berisi Doa Bapa Kami 

bisa dilihat pada Lampiran 6. 

Siddurim (liturgi-liturgi) Nasrani yang bernuansa semitik (Aramaik dan Ibrani), 

saat diterjemahkan ke dalam bahasa lain juga tidak lagi menuliskan pelafalan Sang 

Nama. Jadi, kalau Sang Nama itu disalin menjadi ‘Tuhan’ atau ‘TUHAN’ di dalam Bahasa 

negara kita , itu yaitu  hal yang tidak bertentangan dengan tradisi kuno Nasrani. Sekali 

lagi, ini yaitu  masalah tradisi. Seperti tradisi pembacaan kata-kata dalam Bahasa 

Inggris, itu tidak diucapkan apa adanya, misalnya ‘Book’ dibaca ‘buk’, tidak dibaca ‘bo-

ok’. Kita harus hargai tradisi cara baca bahasa asing ini. Demikian juga jemaat dan 

ketekumen Nasrani haruslah menghargai tradisi pengucapan Nama Suci ini. Jika tidak 

mau terikat pada tradisi, silahkan yakini Protestanisme. 

 


PERBANDINGAN AJARAN PERIHAL NAMA SUCI 

1. Ajaran KM: Nama Tuhan (Personal Name) di dalam Tanakh (PL) itu hanya satu, 

yaitu ‘Yahweh’. Sementara ‘El’, ‘Eloah’, ‘Elohim’, dan lainnya yaitu  Generic 

Names. 

Perbandingan dengan ajaran Gereja Nasrani negara kita :  

Dalam Judaism, Nama Tuhan (Pesonal Names) dalam Tanakh itu ada sebanyak 72 

nama60. Sementara Nasrani meyakini bahwa Nama Tuhan itu ada banyak juga, bahkan 

Dia memperkenalkan nama yang berbeda saat Dia berkontak kepada bangsa-bangsa 

lain di luar Israel. Jadi, kata ‘Elohim’, ‘El’, ‘El Shaddai’, dll semua yaitu  Nama Tuhan 

(Personal Names). Pengerucutan Nama Tuhan menjadi satu saja, bukanlah ajaran 

semitik Nasrani, melainkan pandangan dari agama modern dengan tafsirannya sendiri. 

 

2. Ajaran KM: Nama ‘YAHWEH’ ada banyak di dalam Kitab Suci Tanakh dan Kitab-

kitab PB Nasrani. 

Perbandingan dengan ajaran Gereja Nasrani negara kita : 

Tidak ada satupun Nama ‘Yahweh’ baik di dalam Tanakh maupun dalam kitab-

kitab yang ditulis oleh Kaum Nasrani atau para pemimpin Gereja Rasuliah kami. Tidak 

ada satupun nama ‘Yahweh’ di dalam kanonisasi kitab-kitab Perjanjian Baru. Yang ada 

yaitu  יהוה dibaca ‘Adonai’ atau ‘Hashem’ dalam Tanakh bahasa Ibrani dan ܡܪܝܐ dibaca 

‘Maryah’ di dalam Tanakh aramaik dan kitab-kitab PB aramiak. Di dalam Septuaginta 

dan kitab-kitab PB Yunani juga tidak pernah tercantum Nama ‘Yahweh’. Nama ‘Yahweh’ 

                                                          

hanya ada di dalam kitab-kitab terjemahan yang banyak dijual di toko artikel , kitab 

terjemahan ini banyak di pakai oleh kaum Sacred Name Movement (SNM), salah satunya 

yaitu  KS-ILT. Nama (yod) ה (heh) ו (vav) ה (heh) atau יהוה dibaca menjadi ‘Yahweh’ 

hanya dipergunakan bagi studi dalam kalangan jemaat Gereja Rasuliah, bukan dalam 

pelayanan atau peribadatan, dan kitab suci. Hal ini dimaksudkan supaya Nama Suci ini 

tidak disebut secara sembarangan dan tetap kudus. 

 

3. Ajaran KM: Mengetahui pelafalan Nama Suci YHWH itu yaitu  ajaran yang 

sangat penting. Nama pasti mengandung karakter dan ajaran.  

Perbandingan dengan ajaran Gereja Nasrani negara kita : 

Dalam pemuridan Nasrani, pelafalan sebenarnya pelafalan Nama Tuhan (YHWH) 

itu tidak penting. Dari semua ajaran, yang sangat penting yaitu  ajaran MORALITAS. 

Percuma mengetahui banyak ajaran termasuk tahu pelafalan Nama Suci dengan benar 

kalau moralitasnya jeblok.  

Dalam Nasrani (Gereja Rasuliah), jemaat diajarkan untuk memperbaiki diri, ini 

dibimbing setiap hari melalui Doa Harian 7x bagi yang mampu, dan bagi yang tidak, 

sebisanya. Dengan Doa Harian ini, semua jemaat diajarkan untuk sadar diri bahwa 

jemaat yaitu  orang berdosa, tanpa belas kasih Tuhan maka semua akan sia-sia. Jemaat 

dididik untuk meruntuhkan pilar-pilar kesombongan. Dibangun di atas dasar 

KERENDAHAN HATI ini  ajaran-ajaran Nasrani lainnya bisa dengan mudah 

diserap. Tanpa kerendahan hati, maka seorang jemaat yang pintar tidak akan rela 

untuk menundukkan diri pada para imam di atasnya.  

Selain Doa Harian, jemaat juga diajarkan untuk melakukan pengakuan dosa di 

hadapan jemaat di depan Altar dalam peribadatan sebelum menerima Perjamuan Suci. 

Pengakuan Dosa seperti ini yaitu  1 dari 7 sakramen (aramaik: Qadasha) yang sudah 

diformulasikan pada abad awal. 

Penekanan moralitas ini sangat fital, tidak ada jemaat yang bisa merasa lebih 

pintar dari yang lainnya. Tidak ada yang boleh sok tahu, semua pengajaran harus 

diterima, mengalir dari atas (uskup) ke bawah (jemaat). Pengajaran didiskusikan dalam 

tanya jawab dalam Makresta (pengajaran) dalam ibadah dan ruang-ruang 

pembelajaran. Semua pengajaran yang diyakini dan ternyata berbeda dengan ajaran 

Imam Tertahbis, maka semua ajaran ini  dianggap salah dan harus dibuang. Tanpa 

kerendahan hati, tidak akan bisa seseorang melakukan hal ini. Moralitas seperti inilah 

yang sangat ditekankan dalam ajaran Nasrani.  

Dengan semua mengacu kepada pengajaran uskup, maka pengajaran itu bisa 

dibuat tersusun rapih, tidak saling berbenturan di dalam jemaat suatu paroki. Namun, 

jika ternyata uskup yang mengajar itu bersalah dalam pengajaran, maka uskuplah yang 

harus bertanggung jawab, sebab dia yaitu  Wakil Tuhan. Tuhan sendiri yang akan 

berhitung dengannya. Jemaat diharuskan memiliki penundukkan diri, dengan modal ini, 

maka jemaat yang memiliki pengajaran yang salah, tidak bisa disalahkan. Jemaat sama 

sekali tidak punya hak untuk menafsirkan kitab suci. Jemaat hanya menerima  

pengajaran, lalu membenahi diri supaya memiliki moralitas yang baik. Moralitas tetap 

hal yang lebih utama. 

Ada kalanya, ditemukan suatu Gereja Rasuliah berpindah keuskupan atau 

berpindah mata rantai tahbisan. Hal ini jamak dan terjadi juga pada GNI, berpindah dari 

AoJ ke Keuskupan di Australia. Keadaan ini bisa dipicu salah satunya sebab  pengajaran 

keuskupan (kepatriakhan) sudah menyimpang. Maka hanya ada 2 jalan, mengikuti yang 

keliru, atau berpindah keuskupan yang memiliki pengajaran yang benar. Sekali lagi, 

perpindahan ini yaitu  hal wajar, sudah sering terjadi di dalam sejarah Gereja Rasuliah. 

Pindahlah, tapi jangan sampai berdiri mandiri seperti Protestan, itu namanya 

TERPUTUS dari rantai tahbbisan. Berdiri mandiri seperti Protestan itu berarti keluar 

dari kesatuan Tubuh Mshikha.  

 

4. Ajaran KM: Yeshua mengajarkan pelafalan Nama Suci ‘Yahweh’ dan telah 

mengajarkan Nama Suci kepada semua orang serpti tercatat di dalam Yoh 

17:6. 

Perbandingan dengan ajaran Gereja Nasrani negara kita :  

Yoh 17: 6 (Dukhrana Bible Research-Peshitta Murdock-LAI)  ܘ݁ܕܶܥ݂ܬ ܫܳܡ݂ܟ  ܰ

݂ܟ.  ܪܘ ܶܡܠ݂ܬܳ ܢܛ  ݈ܗ݂ܒ݁ܬ ܶܐܽܢܘܢ ܘ  ܝ ܝ 

ܺ

ܘ ܘܠ ܝܳܠ݂ܟ ݈ܗܘ  ܝ ܶܡܢ ܳܥܠܳܡܐ ݁ܕܺ

ܺ

݈ܗ݂ܒ݁ܬ ܠ ݂ܒܢ ܝ ݈ܐܳܢܳܫܐ ܳܗܽܢܘܢ ݁ܕܝ   I haveܠ 

made known thy name to the men, whom thou gavest me from the world: 

thine they were, and thou gavest them to me; and they have kept thy word. 

Aku telah menyatakan nama-Mu kepada semua orang, yang Engkau 

berikan kepada-Ku dari dunia. Mereka itu milik-Mu dan Engkau telah 

memberi  mereka kepada-Ku dan mereka telah menuruti firman-Mu.  

Mar Yuchnan (Yohanes) penulis kitab ini yaitu  uskup untuk 7 Gereja Rasuliah 

yang berada di daerah Asia Minor. Salah satu muridnya yaitu  Mar Polikarpus, yang 

kemudian menjadi Uskup di Smirna. Mar Yuchnan sebagai seorang Uskup menulis Injil 

ini dengan cara mencatatkan ajaran lisan (Oral Torah/Masora) yang dia telah terima 

sendiri dari Maran Yeshua. Masora yaitu  tradisi. Jadi, sumber dari injil ini yaitu  

tradisi Nasrani. Injil ini tidak turun dari langit atau hasil bisikan dari Tuhan. Dia 

menuliskan injil ini untuk melawan ajaran Gnostis yang berkembang saat itu, yang 

menolak bahwa sosok Yeshua yaitu  sosok Tuhan yang benar-benar menjadi manusia. 

Kaum Gnostik meyakini Yeshua hanyalah berupa bayangan. Hal inilah yang membuat 

Mar Yuchnan menulis kepada jemaat Gereja Rasuliah bahwa Yeshua yaitu  Sang Miltha 

Alaha (Firman Tuhan) yang menjadi manusia, ayat 1 dan 14.  

Di dalam Tradisi Nasrani dijelaskan bahwa Maran Yeshua yaitu  seorang Rabbi 

Yahudi bukanlah pendeta penganut Sola Scriptura abad 16 yang tidak mengenal tradisi. 

Maran Yeshua juga bukan Rabbi Messianic Jewish yang terpengaruh Sacred Name 

Movemement. Semua Rabbi Yahudi memahami tradisi dan melakukan tradisi. 

Tradisi dan kitab suci (Oral dan Written Torah) Nasrani yaitu  satu-kesatuan yang tidak 

bisa dipisahkan. Maran Yeshua tidak pernah mengajarkan Nama Suci dilafalkan menjadi 

‘Yahweh’ kepada 12 rasul dan 70 murid yang menjadi imam-imam di Gereja Rasuliah 

yang mereka dirikan. Saat para imam Nasrani memimpin peribadatan, Nama ‘Yahweh’  

tidak pernah eksis di dalam siddur (liturgi) peribadatan. Siddur Mar Yakub HaTzadiq 

yang dibuat tahun 50 Masehi, siddur Mar Addai-Mar Mari yang dibuat tahun 55 Masehi, 

dan siddurim Nasrani kuno lainnya tidak pernah memuat nama ‘Yahweh’. Saat Maran 

Yeshua mengucapkan “Aku telah menyatakan Nama-Mu…” maka artinya yaitu  Maran 

telah mengajarkan siapa Sosok Tuhan Sementa Alam dan ajaran-Nya.  

Semua jemaat di bawah pimpinan Uskup Mar Yuchnan di Asia Minor dan jemaat 

Nasrani yang telah menyebar di abad 1 yang menerima injil Yohanes ini, tidak pernah 

diajarkan bahwa Maran Yeshua mengajarkan pelafalan nama ‘Yahweh’. 

 

5. Ajaran KM: Nama Yahweh tidak boleh diganti-ganti, seperti nama manusia 

misalnya ‘Budi’ di negara kita , sama saja ‘Budi’ di Eropa. 

Perbandingan dengan ajaran Gereja Nasrani negara kita : 

Nama Suci memang tidak boleh diganti-ganti namun cara mengucapkannya bisa 

berubah sesuai bahasa yang dipakai jemaat di setiap negara, misalkan ‘Tuhan’, ‘God’, 

atau lainnya. Tradisi pengucapan Nama Tuhan seperti ini sudah terjadi berabad-abad 

dalam berbagai cabang Gereja Rasuliah dan memang itu tidak melanggar Torah 

Mshikha. Di negara kita , tanpa memandang rendah jemaat Gereja Rasuliah lain, jemaat 

Nasrani terus melestarikan pengucapan ‘Maryah’ seperti jemaat Church of the East 

pemilik Peshitta.  

Jadi, kendati Nama Suci bisa berganti-ganti itu tidak melanggar Torah Mshikha  

(LAI: Hukum Kristus) yang menjadi pedoman atau UU kehidpan berjemaat kami. 

Mungkin ini melanggar Torah Kristen Mesianik, tidak mengapa. 

 

6. Ajaran KM: Bukankan YHWH dibaca menjadi ‘Yahweh’? Tidak boleh menjadi 

‘Adonai’!  

Perbandingan dengan ajaran Gereja Nasrani negara kita : 

Pelafalan Sang Nama יהוה bagi jemaat Gereja Rasuliah yaitu  ‘Maryah’ bukan 

‘Yahweh’. Kami melestarikan saja ajaran turun-temurun, tidak menggonta-ganti dan 

tidak juga merevisinya dengan tafsiran modern atau mengikuti pemahaman sarjana-

sarjana Teologi. Para sarjana teologi bukanlah para pemimpin iman Nasrani. Para 

sarjana teologi bukanlah para leluhur iman Nasrani. Ke-12 rasul dan 70 Murid yang 

ditahbiskan Maran Yeshua, mereka para pemimpin dan leluhur iman yang mengajarkan 

kami. 

Frasa ‘Maryah’ berasal dari dua kata, ‘Mar’ artinya ‘Maran’ atau ‘Tuhan/Tuan’, 

sedangkan ‘Yah’ yaitu  Nama Tuhan. Dalam tradisi Assyria, kata ‘Mar’ selanjutnya bisa 

ditujukan kepada seseorang yang dihormati, ini sebanding dengan kata ‘Sir’ di Inggris. 

Contohnya, Uskup Yerusalem I, Mar Yakub HaTzadiq dan Uskup Church of the East I, 

Mar Addai.   

Membaca יהוה dengan ‘Yahweh’ yaitu  suatu tradisi baru yang dimulai oleh 

Sacred Name Movement (SNM) di abad 20. Ini bertentangan dengan tradisi Nasrani atau 

Gereja Rasuliah bercorak semitik. Tradisi Gereja Rasuliah semitik dalam mengucapan 

Nama Suci ini mirip (tidak terlalu sama) dengan tradisi Jawa yang mengajarkan, tidak 

sopan menyebut langsung nama orang tua atau yang dituakan. Orang Jawa dididik 

untuk mengucapkan kata ‘Bapak’ atau ‘Ibu’ di depan nama orang yang dihormati 

kendati usianya belumlah tua. Mengucapkan dan menulis nama orang tua di sana-sini 

tanpa ada kata ‘Bapak’ di depannya yaitu  pelanggaran tradisi. Tidak ada saksinya, tapi 

pastilah ditegur oleh orang tua jika diketahui mereka.  

 

7. Ajaran KM: Jangan ikuti Talmud Yahudi yang melarang mengucapkan Nama 

Yahweh, ikuti saja Kitab Suci. Talmud yaitu  tulisan para rabbi, sementara 

Kitab Suci itu yaitu  Firman Tuhan. 

Perbandingan dengan ajaran Gereja Nasrani negara kita : 

Tidak semua tradisi Farisi (Talmud) yang bertentangan dengan Tradisi Nasrani. 

Dalam hal ini kedua tradisi ini sama. Talmud yaitu  tradisi lisan yang dituliskan mulai 

di abad 1 Masehi. Jumlahnya sangat banyak, lebih banyak dari kitab Tanakh sebab  

banyak ritual dan hal detail dicatatkan kembali supaya para penganut Judaism bisa tahu 

bagaimana isi Tanakh sesuai arti penafsiran kaum Farisi awal. Penganut Sola Scriptura 

membuang tradisi dan membuat tradisi sendiri-sendiri. Lalu denominasi Kristen 

Mesianik membuat tradisi mengucapkan Nama ‘Yahweh’ secara langsung yang berbeda 

dengan tradisi Nasrani dan Farisi.  

Perihal Talmud yaitu  tulisan para rabbi, sebenarnya Kitab Suci juga demikian. 

Kitab Suci tidak turun dari langit, tidak ditulis oleh Tuhan sendiri. Keduanya penting 

bagi umat Yahudi dan tidak bisa dipisahkan. Tradisi dalam Nasrani juga dituliskan oleh 

para pemimpin Nasrani, ada yang menjadi kitab suci, ada yang menjadi tradisi tertulis 

(misnah). Baik tradisi dan kitab suci keduanya penting, tidak boleh hanya salah satunya. 

Semua Kitab Suci berasal dari tradisi, jadi bagaimana mungkin menghilangkan tradisi 

atau membuat tradisi baru yang bertentangan dengan tradisi kuno? 

 

8. Ajaran KM: Jemaat yang dibaptis dengan Nama Allah, bisa dibaptis ulang 

dengan Nama Yahweh atau dimateraikan kembali dalam nama Yahweh, 

Yeshua, dan Ruach HaQodesh. 

Pebandingan dengan ajaran Gereja Nasrani negara kita : 

Pendeta dan Rabbi-Rabbi Messianic Jewish tidak berhak untuk membaptis 

seseorang untuk menjadi jemaat Nasrani, mereka hanya berhak membaptis untuk 

menjadi anggota jemaat kehila modern masing-masing.61