merambah masuk ke dalam Gereja Rasuliah, gereja dengan
kekuasaan Kaisar mencaplok gereja-gereja lain yang seharusnya berdiri secara mandiri.
Yang didukung oleh kekuasaan yang lebih besar dari Kaisar akan menduduki rangking
atas dalam Sistem Pentarki ini. Di abad 4 Masehi, resmi muncul 5 Gereja Rasuliah besar
(Pentarki), yaitu Gereja Roma, Gereja Helenis Byzantium, Gereja Antiokia, Gereja
Alexandria Koptik, dan Gereja Yerusalem. Mereka mengaku sebagai pusat Kekristenan
dan memandang rendah Church of the East (Gereja Timur) yang berada di daerah
kekuasaan Persia. Uskup-uskup Gereja Timur yang mencoba mempertahankan ajaran
semitik mereka dicap sebagai bidah. Selain Church of the East, Gereja Rasuliah lain yang
tidak masuk ke dalam Sistem Pentarki yaitu gereja-gereja kecil di India dan di Celtic.
Sejarah mencatat bahwa Kaisar Konstantin berpura-pura mendapat wahyu
dari Tuhan untuk memakai jasa orang-orang Kristen untuk berperang. Tuhan yang
mana yang mengajarkan perang? Yang pasti bukan Yeshua. Dengan banyak merekrut
jemaat Kristen maka dia bisa memenangkan peperangan dan menjadi penguasa
Romawi. Keanehan terjadi saat dia yang bukan seorang Kristen (tapi Imam Besar
45 Templeinstitute.org
_____________________
Halaman 52 dari 196
Agama Mithraisme)46 datang dalam peribadatan Nasrani dan mengambil Roti
Perjamuan, berlagak menjadi imam. Gereja di suatu sisi diberi kebebasan dan sokongan
dana tidak terbatas, di lain pihak berada di zona nyaman, tidak sadar berada dalam
penindasan rohaniah.
Dengan memerintahnya Kaisar di atas para uskup, maka banyak pengajaran
Nasrani tidak lagi lurus, tapi bias. Ajaran-ajaran bias ini antara lain: ajaran Natal
25 Desember yaitu satu contoh pengaruh Mithraisme yang dia infuskan ke dalam
ajaran rasuliah.47 Lalu munculnya perayaan Easter. Paus Victor I (Roma) mengancam
Uskup-uskup dari Gereja Timur sebab mereka melestarikan Pesakh yang jatuh pada 14
Nisan.48 Masih banyak lagi ajaran bias yang muncul paska terbentuknya Sistem Pentarki
ini. Inilah era POLITIK GEREJA. Era di mana Kaisar bisa membelokkan Ajaran Lurus
(Orthodox), era di mana Uskup sudah tidak berdiri sama tinggi lagi hanya sebab dekat
Kaisar. Mereka melupakan bahwa Maran Yeshua mengajarkan tingginya posisi
keimamatan itu bukanlah suatu yang harus dibanggakan atau diperebutkan.
Luk 24 (LAI) (24) Terjadilah juga pertengkaran di antara murid-murid
Yesus, siapakah yang dapat dianggap terbesar di antara mereka.
(25) Yesus berkata kepada mereka: "Raja-raja bangsa-bangsa
memerintah rakyat mereka dan orang-orang yang menjalankan kuasa
atas mereka disebut pelindung-pelindung. (26) namun kamu tidaklah
demikian, melainkan yang terbesar di antara kamu hendaklah menjadi
sebagai yang paling muda dan pemimpin sebagai pelayan. (27) Sebab
siapakah yang lebih besar: yang duduk makan, atau yang melayani?
Bukankah dia yang duduk makan? namun Aku ada di tengah-tengah kamu
sebagai pelayan.
Gereja Helenisme Byzantium bisa muncul akibat sepak terjang Kaisar Konstantin
yang pindah ke daerah timur kekuasaannya, kota itu disebut ‘Konstantinopel’ (Roma
Baru) di selat Bosforus wilayah Negara Turki saat ini Lalu tiba-tiba muncullah Gereja
Byzantium ini yang mengaku-ngaku mendapat tahbisan dari Mar Andreas, padahal
tidak ada manuscript kuno yang mencatatnya. Dengan kata lain, Konstantinopel tidak
pernah eksis di abad 1. Konstantinopel bisa ada bukan sebab ada pengutusan dan
pemuridan dari kelompok jemaat kecil lalu membesar seperti penginjilan pada
umumnya. Semua ada berkat kekuasan Kaisar Konstantinopel yang langsung menunjuk
seorang uskup kecil Roma untuk menjadikannya Patriakh anyar di Konstatinopel.
Di abad 4, Yerusalem sudah bukan lagi pusat jemaat, pusat jemaat diambil alih
Roma dengan kekaisarannya. Nama ‘Nasrani’ sudah ditinggalkan dan bahkan dianggap
sebagai bidah. Kitab-kitab Suci PB Aramaic disingkirkan dan tidak diakui. Supremasi
Yunani Helenis dimulai. Kekaisaran menyumbang dana berlimpah bagi pembangunan
gereja-gereja yang dibuat layaknya istana, kaisar campur tangan atas peribadatan dan
bahkan pengajaran. Keanehan di era Politik Gereja ini terus berlanjut saat Gereja
Helenis menekan jemaat Church of The East sampai ke perbatasan Persia meninggalkan
Uskup Mar Jacob Beradaeus dan jemaat Syrianya dalam tekanan dan penindasan.
Mereka beribadah dengan sembunyi-sembunyi, takut bukan kepada musuh dari agama
lain, tapi kepada sesama umat Kristen sendiri khusunya pemimpin Gereja Byzantium.49
Lalu penginjil dari Roma Katolik membonceng penjajah Portugis masuk ke India,
memaksa jemaat Nasrani Mar Thoma untuk mengakui kekuasaan Paus dan masuk ke
dalam jemaat Roma Katolik.50 Aneh! Pengijilan sudah bukan lagi untuk memerdekakan
orang dari belenggu dosa, tapi malah menghancurkan kemerdekaan yang telah diraih.
Pelayanan keimamatan sudah ternoda oleh keinginan daging, oleh kekuasaan!
Oda Alaha! Puji Maran, era Sistem Pentarki ini tamat! Dan tidak semua gereja
terkamiri ajaran Politik Gereja ini. Salah satunya yaitu jemaat Nasrani di Mesopotamia
yang mendapat tahbisan bersama Mar Tulmay-Mar Yakub-Mar Keipha-Mar Thoma-
Mar Addai lalu diteruskan oleh Mar Mari (disebut: Church of The East) yang berada di
bawah kekaisaran Persia. Jemaat Mar Addai inilah yang menuliskan Tanakh Ibrani dan
kitab-kitab PB juga ke dalam aramaik. Kitab ini kemudian disebut ‘Peshitta’. namun ada
kitab ‘Peshitto’ dari Syria Barat yang diterjemahkan dari bahasa Yunani Koine untuk
usaha melepaskan diri dari budaya Hellenis, dan juga usaha ini bertujuan
mensejajarkan Peshitta dari Aramaik Timur.
Semua jemaat Nasrani berkembang seiring berjalannya waktu, memang ada
yang bias sebab berbagai ajaran luar, namun ada yang berusaha terus melestarikan
yang sekuno mungkin. Agama Nasrani sekarang sudah berusia 21 abad. Suatu waktu
yang lama, sehingga perbedaan ajaran dari keuskupan yg satu dan yang lainnya
memang ada. Yang menjadi persamaan dari semua Gereja Rasuliah yaitu semua tetap
mempertahankan adanya tradisi (oral Torah). Salah satu ritual qadishot (sakramen)
dalam tradisi yaitu Tahbisan Rasuliah, inilah yang menyatukan semua jemaat di
saat pengajaran sudah banyak yang berbeda.
HELENISME LEBIH JAUH
Pengajar Mesianik selalu mengaitkan bahwa pengikut Nasrani sudah bias semua
saat ajaran semitik mereka tercampur ajaran Helenistik Gereja Byzantium yunani. Itu
tidak benar. Tidak semua pengikut Nasrani/Gereja Rasuliah yang terpengaruh.
Hellenisme yaitu suatu IDEOLOGI yang dikembangkan oleh
Alexander Agung III dari Makedonia (356-323 SM), yang bercita-cita
“Taklukkan Seluruh Dunia dibawah HELLENISME”. Maka Alexander
Agung bersama dengan prajuritnya menguasai hampir setengah dunia
pada zaman itu. Mereka menjajah dunia dengan kekuatan SENJATA dan
BUDAYA. Mereka mengindoktrinasi siapa saja bahwa Yunani dengan
program ideologi Hellenisme yaitu bangsa paling beradab di muka bumi
ini, paling maju, paling pintar, paling kuat, dan paling berpendidikan dari
semua bangsa beradab. sesudah Aleander Agung wafat digantikan empat
jenderalnya yang berkuasa wilayah Mesir dikuasai Ptolemais, Seleusid
menguasai Mesopotamia dan Asia Tengah, Attalid di Anatolia, dan
Antigonid Makedon.
Kemudian muncul kebangkitan Kekaisaran Romawi dari Barat
mulai 27 S.M hingga 284 M., dibawah kepemimpinan Kaisar Agustus dan
akhirnya dipindahkan oleh Kaisar Konstantinus (Flavius Valerius Aurelius
Constantinus Augustus) – 272 M –337 M, ke selat Bosporus wilayah Asia
sesudah mengalahkan saingannya Maxentius calon Kaisar dengan
peperangan di sungai Danube. Kemenangan Konstantinus sebab
didukung cerita fiktif yang dikarang mimpi-mimpi melihat SALIB di langit
dengan kata-kata “EN-TOU-TW-NIKA” (Melalui ini engkau akan
menang) … Mengapa Konstantinus membuat cerita legenda ini? Pertama,
selama kurun waktu hampir 300 tahun orang-orang percaya Mshikha
memiliki integritas dan dedikasi tinggi terhadap Yeshua Mshikha
sekalipun harus mempertaruhkan nyawa mereka. Dia melihat ada
semangat besar dalam jiwa-jiwa orang percaya ini. sesudah mempelajari
dengan baik perihal panglimanya, para prajuritnya banyak yang beriman
kepada Mshikha, maka tiba pada kesimpulan strategis politis
memanfaatkan orang-orang percaya Mshikha (Kristen). Berita tentang
mimpinya cepat tersiar ke seluruh prajurit, mereka bangga dan antusias
mendengar berita itu. Apa lagi disusul dengan Edik Milano tahun 313
Masehi, yang menjadikan Kekristenan menjadi Agama Negara. Dengan
semangat ini semua prajurit dan banyak milisi Kristen mendaftar sebagai
prajurit membela Konstantinus sehingga muncul semangat “JIHAD”
(perang suci demi agama) dengan baik dan piawai dimainkan oleh
Konstantinus. Akhirnya prajurit Maxentius kalah total melihat keberanian
prajurit Konstantinus yang tidak dimiliki oleh prajurid Maxentius. Dengan
gemilang ia memenangkan peperangan dengan waktu singkat dan ongkos
perang yang murah. Dalam perjalanan sampai akhir hayatnya Kaisar
Konstantinus sebenarnya tidak pernah menjadi Kristen atau
pengikut Yeshua sebab ia dibaptis oleh Uskup Eusebius dari
Nikomedia seorang penganut Arianisme saat sedang sekarat.
Dengan melegalkan Kekeristenan menjadi Agama Negara, maka
banyak hal yang dirombak seperti Perayaan Sabat yang tadinya tetap
mereka rayakan, Paskah menjadi Hari Minggu, dan Jumat Agung yang
tadinya perayaan kematian dewa Mithra sebagai dewa sesembahan kaisar
diadopsi dan begitu juga mitos-mitos Para Dewa & Dewi Yunani yang
merupakan mitologi dewa – dewi Hellenisme diadopsi dan diganti dari
tokoh-tokoh Alkitab dan orang-orang yang mereka pandang sebagai
“Janasuci” (orang suci). Begitu juga yang tadinya mereka orang Efesus
menyembah dewi Arthemis (Latin: “Diana”) yang bergelar “Theotokos”
(Bunda Alaha) diganti dengan Maria ibunya Yeshua. Kemudian Dewa Zeus
(diganti dengan Yeshua) dan istrinya Hera (diganti dengan Maria) sebagai
Kepala dewa-dewi yang lebih rendah. Zeus dan Hera yaitu dewa-dewi
tertinggi demikianlah kesejajaran yang mereka lakukan Yeshua yaitu
Orang Kudus Tertinggi bersama Maria dan Orang-orang Kudus yaitu
bawahan. Lukisan Yeshua dan Maria mereka lukis dikubah bundar
gedung yang disebut Pantokrator (Ibrani: YHWH Sabaoth). Maria sangat
dijunjung tinggi sekali seperti kidungan yang mengatakan:
“Lebih terhormat dari Kherubim dan tak terbanding lebih
mulianya dari para Serafim, Engkaulah sang Theotokos yang kujunjung
tinggi…”
Ini yaitu hasil pemikiran budaya Hellenisme, yang merupakan
IDEOLOGI Gereja Ortodoks Byzantium. Pemujaan dan devosi kepada
orang-orang kudus (Janasuci) dituliskan dalam Kisah-kisah Orang Suci
disebut “Sinaksarion”. Ideologi berbeda dengan doktrin. Doktrin itu
sendiri hasil dari konsep Ideologi yang akhirnya menjadi dogma.
Jika kita mempercayai cerita-cerita legenda (mitos) dalam karya
Sinaksarion ini maka kita telah menganut paham Hellenisme.
Ideologi Hellenisme yaitu sarana dan alat kolonialisasi terhadap
komunitas, etnis dan agama lain. Gereja Ortodoks Byzantium yaitu
Hellenisme itu sendiri yang sudah dipakemkan dalam pikiran, jiwa dan
cita rasa setiap orang yang ikut Gereja ini. Sebenarnya, Gereja Ortodoks
Byzantium yaitu Gereja ETNIS sehingga saat orang masuk kedalam
Gereja ini wajib mengikuti adat istiadat yang sudah diformat dalam
Tradisi-tradisinya. Contoh, pakaian Imam-imam harus mengikuti tata cara
seni Hellenisme, istilah-istilah harus dalam pemahaman bahasa Yunani,
Ritus-ritus juga merupakan formulasi Baru yang tidak pernah diajarkan
Para Rasul seperti yang dipraktekkan Gereja Byzantium. Kalau kita mau
mengambil kesejajaran tata ibadahnya saja peribadatan Gereja Ortodoks
Byzantium bukan hasil Ibadat Rasuli sama persis seperti saudara-saudara
dari kelompok Protestantisme yang membuat tata ibadahnya sendiri. 51
Gereja Ortodoks Byzantium (Gereja Timur) berasal dari Gereja Roma (Barat)
Katolik di abad 4, pada akhirnya keduanya berpisah di tahun 1054 sebab persoalan
politik. Kedua gereja besar dan berkuasa ini saling menganathema (mengucilkan),
berpisah dan saling klaim paling benar dalam warisan ajaran para rasul. Gereja
Byzantium bangga dengan ritus Yunani, sementara Roma Katolik melestarikan ritus
Latin.
Dr Lamsa sebagai pewakilan Nasrani Church of The East (CoE) berani
mengatakan bahwa Gereja Byzantium ini yaitu sekte besar sebab dari kepala
merekalah supremasi Yunani itu bisa muncul. Syukurlah zaman kekuasaan kaisar
mereka terhenti di tangan muslim, arogansi mereka tidak lagi bisa merancuni pencari
kebenaran di zaman modern ini. Apalagi tehnologi sudah semakin canggih, ini
membantu mereka untuk bisa membedakan ajaran semitik awal dan Helenis Yunani.
Namun perlu dipahami bahwa menolak Hellenisme bukan berarti telah menjadi
Nasrani.
Gambar 2.6 Kata Pengantar Peshitta Terjemahan Dr Lamsa. Sumber: foto pribadi
PESHITTA KITAB SUCI NASRANI-CHURCH OF THE EAST
Gambar 2.7 Peshitta terjemahan Dr Lamsa. Sumber: Amazon.com
Toko artikel banyak menyediakan Kitab suci dengan berbagai terjemahan Tanakh
yang diambil dari manuscript Ibrani Masoretik. Masoretik ini yaitu tulisan abad 8
pewaris ajaran Farisi, sementara kitab-kitab PB diterjemahkan dari naskah Yunani yang
ditulis oleh Gereja Byzantium Helenis. Termasuk toko artikel di negara kita yang
menyediakan Alkitab LAI dan Kitab Suci ILT, keduanya sama-sama bersumber pada
naskah Yunani untuk kitab-kitab PB. Jemaat Nasrani di negara kita dipersilahkan
memakai semua kitab suci yang tersedia di toko-toko artikel , namun untuk diletakkan di
atas Altar, tidak boleh sembarangan. Hanya kitab suci Peshitta dan lainnya yang
direkomendasikan oleh Uskup dan Uskup Agung.
Kata ‘Peshitta’ dalam Bahasa Aramaic memilik arti ‘lurus atau langsung’ (Inggris:
Straight). Kami meyakini bahwa para rasul telah mewariskan naskah berbahasa
Aramaic kepada Mar Addai dan Mar Mari dalam penginjilan mereka ke Edessa lalu ke
Mesopotamia. Kemudian naskah-naskah ini disalin ulang dengan sangat teliti. Hal
ini ditegaskan oleh Mar Eshai Shimun, 5 April 1957 demikian:
“Dengan mengacu .... keaslian teks Peshitta, sebagai Patriakh dan Kepala
Gereja Rasuliah Katolik Gereja Timur52 (East-red), kami sebagai negara,
bahwa Gereja Timur (East-red)menerima sendiri dari tangan Rasul
diberkati dalam bahasa Aram asli, bahasa yang digunakan oleh Maran kita
Yeshua Mesias sendiri , dan bahwa Peshitta yaitu teks dari Gereja Timur
yang telah turun dari zaman Alkitab tanpa ada perubahan atau revisi.”
COE juga menyalin ulang Tanakh Ibrani ke dalam Aramaic Peshitta di
abad awal.53
Peshitta dan kitab-kitab kuno lain yang terlambat di kanon inilah yang menjadi kitab
suci pedoman jemaat Nasrani di negara kita .
GEREJA NASRANI negara kita (GNI) SEBAGAI GEREJA RASULIAH
Komunitas Gereja Rasuliah kami di bawah pimpinan pak Hotman Lumbantoruan
dimulai sekitar 2006 bersama bapak Johanes Rombe di bawah payung Keuskupan
(Kepatriakhan) Assembly of Jerusalem (AoJ) yang dipimpin oleh Patriakh Mar Michai.
Mereka mendapat pengajaran via email, tanpa ada kesempatan bertatap muka. Hal ini
juga disebab kan biaya untuk berkunjung ke US sebagai pusat keuskupan terbilang
mahal. Pak Hotman kemudian diangkat menjadi Shamasha (Deacon). Beliau mendapat
materi pengajaran dari Mar Andreos yang berkedudukan di US juga, yang bertindak
sebagai Rabbi di atasnya.
Pengajaran AoJ pada awalnya mengakui sebagai ajaran semitik pewaris tahbisan
Mar Yakub, uskup Yerusalem yang tahbisannya dientenkan ke tahbisan Mar Keipa
(Petrus) lalu masuk jalur Assyria (Church of The East). AoJ yaitu Gereja Rasuliah yang
sangat anti dengan Helenisme dan Teologi Pengganti, meyakini bahwa Yeshua yaitu
sosok ilahi, Tuhan 100% dan juga manusia 100%, seperti yang ditegaskan oleh Mar
Babai The Great (551-628 AD) dalam syair pujian:
“One is Meshika, the Son of God, Worshipped by all in two natures;
In His Godhead begotten of the Father, Without beginning, before all time;
In his Humanity born of Mary In the fullness of time, in a body united
Neither His Godhead, is of the nature of the Mother,
Nor His Humanity of the nature of the Father; The natures are preserved in their Qnumas
In one person of one Sonship. And as the Godhead is three substances in one nature,
Likewise the Sonship of the Son is in two natures, one person. So the HolyChurch has taught.”
Teologia semitik Mar Babai ini mengalir dalam dalam tubuh jemaat Church of The
East sejak abad 1. Sosok Miriam dalam ajaran ini yaitu Bunda Meshikha (ImaMshikha),
bukan merupakan Bunda Alaha (Theotokos). Ini bertentangan dengan banyak Gereja
Rasuliah yang menekankan sosok Miriam sebagai Theotokos.
Pada tahun 2010, Mar Michai wafat dan digantikan oleh penerusnya yang
berkayinan sangat berbeda dengan ajaran awal. Rabi pengganti Mar Andreos
menentang ajaran semitik awal yang terus diusung Mar Babai the Great dan Mar Michai.
Dia menolak keilahian Yeshua. Yeshua hanyalah sebagai Mesias dan Rabbi Besar. Ini
tidak lain yaitu upaya membangkitkan ajaran kuno Ebionitisme. Tidak heran, banyak
imam di bawah Mar Michai menghilang Kabarnya, mereka keluar. Pada tahun 2011,
Shamasha Lumbantoruan memutuskan untuk keluar juga sebab hal prinsip ini.
Paska keluarnya Shamasha Lumbantoruan sudah beberapa keluarga/orang yang
berada di bawah kepemimpinannya, sebagian di antaranya yaitu madam nyonya Ema Tan di
Belanda, pak Prasodjo Wibowo (murid Ev dr Suradi di PLP Nehemia) sekeluarga, Pdt
Denny Pantouw sekeluarga, Pdt Andreas di Madiun sekeluarga, dan beberapa
simpatisan di Jabodetabek. Sekitar tahun 2013, Gerbong anggota yang dibawa oleh pak
Herry Budianto Lioe di Jogyakarta menyatakan mundur, hanya tertinggal pak Daniel
Toto sekeluarga yang bersikukuh untuk terus melanjutkan pemuridan.
Selayaknya Gereja Rasuliah (GR), GNI tidak bisa berdiri mandiri tanpa
keuskupan seperti Martin Luther (Protestanisme). GR harus tersambung dengan mata
rantai tahbisan rasuliah. Harus ada Uskup dan keuskupan sebagai dewan Sanhendrin.
Shamasha Lumbantoruan berkontak kepada banyak Gereja Rasuliah dan disambut
masuk ke dalam suatu GR yang memiliki banyak mata rantai tahbisan, di antaranya
yaitu tahbisan Mar Keipha/Petrus (Gereja Ortodoks Syria) di Antiokia dan kembali ke
tahbisan Mar Addai (Church of The East) di Mesopotamia. GNI masuk ke dalam
Keuskupan Catholic Orthodox the New Age di Queensland Australia dengan Uskup Agung
Metropolitan John Reginal Cuffe di tahun 2014 awal. Selama setahun pak Lumbantoruan
mendapat pengajaran seminari langsung dari Mar John Cuffe. Pada Desember 2014, Mar
Nicholas Lumbantoruan ditahbiskan di Queensland menjadi Suffragan Bishop olehnya
dan beberapa uskup lain untuk melayani di negara kita . Detail sejarah berdirinya GNI,
bisa membaca LAMPIRAN 2.
Keuskupan Catholic Orthodox the New Age yaitu keuskupan kecil Mandiri yang
dipimpin oleh tujuh orang uskup dan mengangkat satu Uskup. Berbeda dengan
kepatriakhan besar yang memiliki banyak Uskup Agung sehingga di antaranya diangkat
menjadi seorang Patriakh, keuskupan GNI ini tidak memiliki jabatan Patriakh.
Kesukupan mandiri artinya tidak mendapat dukungan dana dari pusat kepatriakhan
besar manapun, mandiri mengurus rumah tangga dan pemuridannya sendiri.
Keuskupan kecil hanya berhutang tahbisan kepada kepatriakhan besar sehingga
keuskupan ini bisa mewarisi tradisi yang mengalir melalui kepatriakhan ini .
Dengan memiliki banyak mata rantai tahbisan, itu artinya keuskupan ini memiliki
kepustakaan tradisi yang kaya dan beragam. Berbeda dengan kepatriakhan besar, yang
hanya mewarisi satu tradisi dari atas. Itu sebab memang rantai tahbisannya hanya
satu.
Di saat jawatan kenabian sudah banyak ditinggalkan oleh banyak Gereja
Rasuliah, peran mistikis yang cukup tinggi ada di dalam keuskupan Catholic Orthodox
Australia ini. Tercatat beberapa Mistikis sebagai berikut: St Francis dari Assisi. 1181-
1226; St Thomas Aquinas 1225-1274; St Terese of Avila 1515-1582; St Therese of
Liseaux. 1873-1897; St Serapha. 1886-1965; dan JSM Ward. Ada sekitar 38 Pakar Mistik
yang kesukupan Catholic Orthodox akui sejak abad 1 hingga tahun 1942. Mereka ini
disebut juga Para Nabi yang meneruskan jawatan kenabian Nasrani awal (Ef 4:11).
Jemaat Gereja Nasrani negara kita saat ini dipimpin oleh Uskup Mar Nicholas
Hotman Lumbantoruan. Mar Nicholas H Lumbantoruan memiliki hubungan sejarah
dengan Mar Keipha (Petrus) dan dengan Mar Addai. Perhatikan Gambar rantai tahbisan
di bawah ini.
Dari Gambar 2.8 di bawah, maka diketahui bahwa para rasul digantikan oleh
para Uskup. Lalu para uskup ini digantikan dengan uskup berikutnya. Antara
uskup yang satu dan yang lain terhubung dengan Tahbisan Rasuliah (Semikha
HaSliakhanuth). Untuk melihat detail Tahbisan Rasuliah dari Mar Keipha (Petrus) di
Gereja Syria Ortodoks ada pada Lampiran 3. Dan untuk mengtahui mata rantai
Tahbisan Rasuliah Church of The East (Gereja Timur) ada pada Lampiran 4. Semua
uskup yang hidup sekarang, memiliki hubungan sejarah dengan para rasul awal.
Secara tradisional disebut Gereja Syria Timur atau Gereja Assyria dari Timur
yang diberi label secara salah dengan julukan (Nestorian) dari pihak luar. Wilayahnya
disebut Assyria atau Persia dan Mesopotamia yang diinjili oleh Shliakh Mar Thoma
Ehoda (Rasul Thomas), dibantu oleh Mar Addai, satu dari Murid Tujuh Puluh diutus
oleh Mshikha (Lukas 10:1) dan satu dari murid-murid mereka. Dari Palestina, mereka
memberitakan Injil ke mana-mana dengan Mar Thoma yang akhirnya tiba di India.
Metropolitan dari Seleusia-Ktesiphon memerintah Gereja Persia dari sejak zaman
awalnya, dua kota kembar Kerajaan Persia, yang tunduk kepada Patriakh Antiokia dan
dari Timur, tapi mengalami hambatan komunikasi, jurisdiksi Kepatriakhan
didelegasikan kepada Metropolitan yang ditetapkan menjadi, “Katolikos dari Timur”
(contoh. “pemegang dari semua”) dan Patriakh. Gereja Syro-Kaldea (resmi terbentuk
Katolikos Timur) pada satu waktu menjadi tubuh terbesar Mshikhanim (pengikut
Mshikha) di dunia, tersebar luas sampai seluruh Persia, Mesopotamia, India dan Cina,
Asia Tenggara, Jepang dan pernah ada di Nusantara yakni pada abad ke-5 M,54 tapi
Sejarah ini telah tercatat oleh ulama Syaikh Abu Salih al-Armini dalam artikel nya dengan judul FIBA
“Tadhakur Akhbar min al-Kana’is wa al-Adyar min Nawabin Mishri wa al-Iqta’aih” (Daftar berita pada
gereja-gereja dan monastries di provinsi-provinsi Mesir dan sekitarnya). Daftar gereja-gereja dan
monastries dari naskah asli dalam bahasa Arab dengan 114 halaman ini berisi berita tentang 707 gereja-
gereja dan 181 monastries Kristen yang tersebar di sekitar Mesir, Nubia, Abysina, Afrika Barat, Spanyol,
Arab dan India . Dalam artikel nya (Abu Salih), tanah negara kita masih dimasukkan dalam wilayah India (al-
Hindah).
Tentu saja pada waktu-waktu, negara laut terjauh juga disebut Hindia dan Samudra dimasukkan ke
Selatan India sampai ke Timur disebut laut India. sesudah itu Abu Shalih menuliskan tentang gereja-gereja
di Kullam (Quilon) dan gereja-gereja di Fansur (Barus). Jika kita membaca penjelasan Abu Shalih dalam
teks bahasa Arab:
menjadi semakin berkurang akibat penganiayaan. Cabang India tetap dalam
persekutuan hingga tahun 1599, saat para misionaris Gereja Latin memaksa orang-
orang Nasrani India memutus hubungan mereka dengan Keuskupan Seleusia-Ktesifon
dan tunduk kepada Gereja Roma. Sejumlah kelompok dari mereka bergabung dengan
Kepatriakhan Ortodoks Syria – Antiokia pada tahun 1665 dan melembagakan diri
sebagai Gereja Ortodoks Syria Malabar. Selama 250 tahun, terputus dari pusat jurisdiksi
bersejarah mereka, sekelompok sisa yang setia terus bertahan, dan bertahan sampai
tahun 1862 jurisdiksi Syro-Kaldea di India dipulihkan.
“Fansur, fiha ‘iddah Biya’ Jami wa ‘min min Biha sebuah Nashatorah-Nashara, wa Hal fiha kadzalika. Wa
Hiya allatiy yasala minha al-Kafur, Hadza wa al-Sinfu yanbuka min al-khasah. Wa hadzihi al-Madinat Biha
bi’at wahidat ‘ala Ismi mar’at Sittna al-Saydat al-Adzra’ Maryam.
(Di Fansur, ada beberapa gereja dan orang Kristen dan mereka yaitu orang kristen dari Nestorian
[Suriah Timur ] dan jadi ini yaitu kondisi gereja-gereja. Di kota itu ada didirikan gereja dengan nama:
Sayidatina Siti Maryam al-Adzra [Bunda Maria, Perawan Maria yang Murni]).
Abu Shalih al-Armini yang bekerja pada saat ketiga dari khulafat terakhir / khalifah dari Fatimiyah di
Mesir (115 – 1171 M) yang menulis artikel berdasarkan sumber Arab di luar waktu, seperti: Abu al-
Hussain ‘ Ali bin Muhammad al-Shabushti, Kitab al-Adyar (990 M) dan Abu Ja’far Ath Thabariy, Tarikh ar-
Rasul wa al-Muluk (923 M). Di kota-kota pusat pengetahuan Kristen di masa lalu seperti, Nisibis, Harran,
Yundi Shapur dan Baghdad, para ulama Kristen bekerja sama dengan ulama. Pencapaian atas hubungan
antara Kristen-Islam itu dalam perkembangan ilmu di tanah Arab itu terjadi saat waktu khalifah al-
Ma’mun 833 M telah membuka “Bait al-Hikmah” (Rumah Kebijaksanaan), yang dipimpin oleh dua
pendeta Kristen: Yusuf bin ‘Adi dan Hunain bin Ishaq. Sisi Kristen telah membuka harta karun budaya /
Suriah Aram dan telah menerjemahkan Filsafat dan Seni Yunani ke dalam bahasa Arab. Ada cerita lain
Kristen di negara kita menurut sejarah negara kita sebelum dan sesudah 645 Masehi. Seperti sebagai Mar
Abdhi’sho (Arab: ‘Abdi’ Isa) telah ditahbiskan sebagai Metropolitan Gereja Khaldea (Rules of
Ecclesiastical Judments 1318 Masehi sudah menyebutkan bahwa “Metropolitan Kepulauan Laut … Dabag,
Sin dan Masin” diakui tertulis dalam teologi dan dalam hukum kanonik gereja dalam bahasa Aram /
Syriac dan Arab Dabag,. kadang juga dieja sebagai Dabag dan Jabag itu yaitu kata Arab untuk Jawa dan
Sumatera pada satu waktu sejak abad 10 Patriarkh Elias. V di tahun 1503 Masehi telah dikirim 3
Metropolitan di India dan pulau laut antara Dabag, Sin dan Masin. Mereka yaitu Mar Jab ‘Alaha, Mar
Ya’qub Denha.
Ignatius Peter III/IV
1872
Ignatius Aphrem II
2014-sekarang
Rasul Mar Keipha
(Petrus)
Anthony Thondanat
24 Juli 1899
Luis M Scares
30 November 1902
Mar Shimun XVIII
Rubil
1860-1903
Francis Xavier Alvares
29 Juli 1889
Joseph Rene Vilatte
29 Mei 1892
Frederic E J Lloyd
29 Desember 1915
John Churchill Sibley
29 September 1929
Ulric V Herford
28 Feb 1925
William S M Knight
18 Oktober 1931
Hedley C Bertlett
20 Mei 1945
Hugh George de
W Newman
25 Agustus 1944
John S Marlow Ward
6 Oktober 1935
Peter Gilbert Strong
19 Maret 1951
John R Cuffe
22 November 1989
Colin M Chamberlain
6 Juni 1946
Mar Keipha,
Yakub HaTzadiq,
Tulmay, Thoma, &
Addai
Mar Addai II Giwargis
1969 - sekarang
Nicholas Hotman Lumbantoruan
6 Desember 2014-sekarang
GEREJA NASRANI negara kita
MARAN EASHOA M’SHEEKHA
(ADON YESHUA HAMASIAKH)
GEREJA SYRIA ORTODOKS CHURCH OF THE EAST
TAHBISAN RASULIAH GNI
Gambar 2.8 Rantai Tahbisan Rasuliah Uskup Mar Nicholas (GNI)
Dengan berdirinya Gereja Nasrani negara kita (GNI) yang membawa tahbisan dari
Church of The East (Nestorian), berarti kembali meneruskan pelayanan para penginjil
Gereja Timur ini yang di abad 7 Masehi sempat masuk ke Nusantara di Sumatera Utara.
Sayang akibat satu dan lain hal, Gereja Rasuliah pewaris tahta Mar Thomas-Mar Yakub,
Mar Tulmay-Mar Addai ini tidak bisa terus eksis.55 Kebenaran daerah penginjilan ini
dinyatakan juga oleh Dr Lamsa, pada Pembukaan Peshitta.
Gambar 2.9 Penginjilan Church of The East sampai di negara kita , Pembukaan Peshitta.56
Sumber: Foto Instagram GNI
Jadi, Gereja Rasuliah pertama di negara kita , bukanlah Roma Katolik atau yang lainnya,
namun faktanya yaitu Gereja Timur pemilik Peshitta, Church of The East. Di abad 21 ini,
pelayanan mereka diteruskan oleh Mar Nicholas Lumbantoruan sebagai Bishop (Mebaqqer)
yang didukung oleh beberapa Shamasha di Medan, Tarutung, Jakarta, Tangerang,
Jogjakarta, Surabaya, dan Madiun.
Gambar 2.10 Messianic Judaism tidak berhubungan dengan Nasrani Kuno
Dari Gambar di atas maka bisa dilihat dengan jelas bahwa Messianic Judaism (MJ)
tidak punya hubungan dengan Nasrani. Messianic Modern tidak memiliki hubungan
dengan Messianic Kuno.Fakta berbicara, komunitas MJ kendati sudah diakui oleh
Mahkamah Agung Yerusalem sebagai bagian dari Umat Yisrael pada 20 Januari 2014,
tetap saja mereka tidak diakui sebagai bagian dari Judaism oleh sekte yahudi lainnya.
Jadi, baik Nasrani (Gereja Rasuliah) dan Judaism menolak komunitas ini menjadi bagian
kesatuan tubuh jemaatnya. Messianic Judaism yaitu mereka yang keluar dari sekte-
sekte Yahudi lainnya sebab meyakini Yeshua sebagai Mesias. Saat mereka ‘dikeluarkan’
oleh sekte Yahudi lainnya, mereka masih tetap melestarikan Ragi Farisi, Tradisi Torah
Musa seperti sunat, merayakan 7 hari raya (Moedim), berpakaian Yahudi, dll. Mereka
melakukan tradisi ini sebab itulah warisan dari leluhur mereka. Saat mereka meyakini
Yeshua yaitu Sang Mesias yang mereka nantikan, mereka tidak mau diberi label
jemaat ‘Kristen’. Itu sebab mereka antipati pada ajaran Helenisme dan Teologi
Pengganti yang diajarkan oleh Gereja Rasuliah yang dibelenggu oleh POLITIK
KEKAISARAN. Mereka kurang paham sejarah sehingga tidak sadar ada Gereja Rasuliah
yang menolak Helenisme juga. Mereka tetap mengakui bahwa diri mereka yaitu
Yahudi, Yahudi yang Mesianik atau Messianic Jewish.
Messianic Judaism tidak tergabung ke dalam satu organisasi Sinode (Beit Din).
Ada banyak komunitas MJ dengan sinodenya masing-masing, namun sering kali
mengadakan konferensi bersama. Ada Sinode MJ yang terpengaruh pergerakan Nama Suci,
dan ada yang tidak. Komunitas yang tidak terseret Sascred Name
Movement ini biasanya tetap menuliskan Nama Suci dengan ‘Hashem’
atau ‘Adonai’ atau jika di dalam Bahasa Inggris ditulis juga dengan ‘G-
D’. Beginilah tradisi mereka untuk menguduskan Nama Suci.
Gambar 2.11 Father James Bernstei
Father James Bernstein yaitu salah seorang pendiri Jews for Jesus suatu komunitas
Messianic Judaism yang tadinya yaitu seorang Rabbi Yahudi Ortodoks. Pada tahun
1970-an dia dikenal sebagai pemimpin ‘pergerakan Jesus’. Dia harus meninggalkan
komunitas MJ ini untuk bergabung dengan Jemaat Nasrani di Gereja Syria Ortodoks. Dia
ditahbiskan menjadi Imam pada tanggal 10 Juli 1988.
TORAH DALAM PB
Torah yaitu pengajaran (teaching). Tuhan memberi Torah yang berbeda
pada zaman yang berbeda kepada suatu bangsa atau orang yang berbeda, tapi inti
semua Torah ini yaitu kasih. Torah itu bukan berarti Hukum Taurat! Banyak
orang sering salah kaprah menganggap bahwa Torah itu sudah pasti yaitu Hukum
Taurat atau Torah Sinai. Ini disebab kan efek keyakinan Messianic Judaism yang tidak
paham apa itu Torah Mesias dan perbedaannya dengan Torah Sinai yang mereka yakini
turun-temurun. Semua Yahudi meyakini bahwa Torah itu hanya satu, yaitu Torah Sinai.
Jadi, saat mereka mengajar umat Kristen, ajaran inilah yang mereka ajarkan, dan itu
tidak sesuai dengan ajaran Nasrani awal.
ABAD 1 Masehi 2015 sekarang
1500 SM+-2350 SM+-
Peristiwa:
Nama perjanjian:
Nama Torah:
Ket:
BANGSA ISRAEL KELUAR DARI MESIR
PERJANJIAN SINAI/MUSA/LAMA (PL)
TORAH SINAI/MUSA (LAI: Hukum Taurat)
1. Terdapat 613 Mitzvoth/perintah.
2. mengikat keturunan Israel/Yahudi
3. Torah terbagi 2: Oral Torah dan Written Torah
4. Perjanjian tidak bisa diemban sebab
Israel&Yehuda menyembah berhala dan dibuang
Peristiwa:
Nama perjanjian:
Nama Torah:
Ket:
YESHUA MENGAJAR, MATI DISALIB, BANGKIT
PERJANJIAN YG DIPERBAHARUI (PB), Yer 31:31
TORAH MESIAS, GAL 6:2 (LAI: Hukum Kristus)
1. Terdapat BANYAK Mitzvoth, penekanannya MORALITAS.
Merupakan perluasan dari Torah Nuh.
2. mengikat semua bangsa yg percaya Yeshua sbg Mesias
3. Torah terbagi 2: Oral Torah dan Written Torah (berbeda dg
Torah Musa)
Gal 3:24 (LAI)
Jadi HUKUM TAURAT yaitu penuntun bagi kita SAMPAI
KRISTUS DATANG, supaya kita dibenarkan oleh iman.
Peristiwa:
Nama perjanjian:
Nama Torah:
Ket:
sesudah BANJIR NUH
PERJANJIAN NUH
TORAH NUH
1. Terdapat 7 Mitzvoth/perintah.
2. mengikat semua manusia di Bumi
3. Masuk ke dalam Hukum-hukum Adat
Gambar 2.12 Timeline Torah
Gambar 2.11 mencatat bahwa saat Tuhan mengikatkan diri-Nya kepada
seseorang atau suatu bangsa dengan satu perjanjian, maka di dalam perjanjian ini
terdapat satu macam Torah (pengajaran). Di dalam Torah ada Mitzvoth (perintah-
perintah) yang mengikat untuk dilaksanakan supaya perjanjian ini bisa terus
berlaku. Perjanjian yaitu kesepakatan, ada pihak-pihak yang terikat, ada isi perjanjian,
dan tentunya perjanjian itu bisa saja batal. Pihak lain di luar perjanjian ini sama
sekali tidak ada kewajiban untuk memahami apalagi melakukan Torah yang ada dalam
perjanjian ini .
Ini seperti cerita pak Budi yang menandatangai kontrak peminjaman uang
dengan bank ABC. Dia mendapat hak dana sebanyak Rp 1 Milyar, lalu memiliki
kewajiban selama 5 tahun untuk mengembalikan sebanyak Rp 10 juta per bulan. Di
dalam perjanjian dengan bank ini ada klausul-klausul yang menguraikan cara
pembayaran, bunga tunggakan cicilan, dan lain-lain. Pihak yang terikat pada perjanjian
ini hanyalah pak Budi dan Bank ABC. Istri dan anak-anak pak Budi apalagi
tetangganya tidak punya kepentingan dengan isi perjanjian ini . Kalau pak Budi
tidak membayar sesuai kewajibannya, maka tetangganya tidak akan diwajibkan untuk
membantu membayar. Saat pak Budi tidak mentaati isi perjanjian dan tidak mencicil,
maka perjanjian ini mengikatnya. Pihak bank berhak untuk menyita rumah dan isinya.
Perjanjian ini terus mengikut pak Budi sampai dia selesai mencicilkan semua
hutangnya.
Seperti cerita perjanjian pak Budi dan Bank ABC, demikianlah Perjanjian Sinai.
Perjanjian Sinai hanya mengikat 2 pihak yaitu Tuhan Semesta Alam dengan 12 suku
Israel beserta keturunannya. Ini yaitu perjanjian suku atau tribalisme, bukan
perjanjian universal yang mengikat semua manusia. Suku-suku di luar Israel tidak ada
sangkut pautnya dengan perjanjian ini , kecuali jika goyim memutuskan menikah
dengan mereka atau berkesempatan untuk berada di tengah mereka sebagai pendatang.
Tentu saja, orang luar harus mengikuti aturan-aturan adat Israel ini. Perjanjian Sinai
mewajibkan keturunan Israel untuk menyembah hanya Adonai saja, kalau mereka
menyembah berhala, maka Tuhan akan menghukum mereka sesuai isi perjanjian. Dan
jika penyembahan kepada berhala ini diteruskan maka kematianlah yang akan
mendatangi mereka. Demikian faktanya beberapa abad sesudah mereka mengikatkan
perjanjian dengan Tuhan di Padang Gurun Sinai, tahun 1500 SM. Di tahun 720 bangsa
Israel dibuang ke Ashur, lalu tahun 586 SM bangsa Yehuda sisanya, dibuang ke Babilon.
Perjanjian Sinai dengan ini TIDAK LAGI BISA DIEMBAN OLEH SUKU-SUKU ISRAEL!
Perjanjian Yang diperbaharui atau Perjanjian Baru bisa muncul itu sebab Perjanjian
Sinai yang bermasalah ini.
Dalam Perjanjian57 Baru (PB), ada Torah Mshikha (LAI: Hukum Kristus). Pada
tahun 50 Masehi terjadi silang pendapat perihal Torah Meshikha ini. Ada kelompok
Nasrani yang membebankan Torah Sinai kepada umat percaya goyim (non Yahudi),
namun ada yang menolaknya. Sidang konsili (Kisah pasal 15) dipimpin oleh Maran Mar
Yakub HaTzadiq, uskup Yerusalem I dan Uskup Simon Keipha uskup Antiokia. Hasil
konsili penting ini yaitu goyim Nasrani tidak dibebankan untuk melakukan Torah
Sinai, Kis15:28. Sementara Yehudim Nasrani terus melakukan Torah Sinai terbatas
hanya sebab itu merupakan tradisi suku saja (Cultural Religion). Melakukan Torah
Sinai bukanlah hal yang bisa membuat mereka dibenarkan, Rom3:20. Kaum Nasrani
yang kalah dalam konsili ini pada akhirnya keluar di abad 2 Masehi, mereka
disebut kaum Ebionit.
Jadi semua Gereja Rasuliah tidak ada yang mengajarkan Torah Sinai kepada
jemaat Nasrani sejak abad 1 sampai sekarang. Tindakan mengajarkannya bisa dikatakan
bunuh diri rohaniah, Mar Shaul (Paulus) menuliskannya: “Sebab jika mereka
mengharapkannya dari Torah Musa, menerima bagian yang dijanjikan Alaha, maka sia-
sialah iman dan batallah janji itu”58. Bukan hanya para Imam Tertahbis yang melarang
57 Perjanjian (Ibrani,’Brith’ dan Aramaik, ‘Keyama’e’). Data Kitab Suci yang tertulis menyebutkan bahwa
Perjanjian Pelangi bagi keturunan Nuh (Bangsa-bangsa, termasuk Israel) dan di dalamnya terdapat Torah
dengan 7 butir mitzvoth. Kemudian diformalisasikan melalui bangsa Israel sebagai proyek percontohan bagi
semua bangsa dengan Torah Musa (10 butir) yang dijabarkan dalam 613 mitzvoth. Perjanjian Pelangi dan
Perjanjian Sinai disimpulkan dalam Perjanjian Baru dalam Yeshua Mshikha dengan fokus kepada Korban
Anak Domba Alaha di Salib, dan Torah Nuh dan Torah Musa disatukan dalam Torah Mshikha. Jadi Nasrani
terikat pada Perjanjian Baru yang dilaksanakan dalam Torah Mshikha.
58 Roma 4:14
goyim melakukan Torah Sinai (HaTorah), tapi juga para Rabbi Yahudi melarangnya59.
yaitu hal yang tidak mungkin jika ada pendeta yang mengajarkan jemaat goyim-nya
untuk membatalkan hasil konsili para uskup/imam Nasrani abad 1.
Bagi kaum Yahudi pewaris ajaran Farisi, mereka meyakini bahwa Yeshua
bukanlah Sang Mesias yang mereka nantikan. Jadi, masa Perjanjian Baru (PB) bagi
mereka belum datang, mereka masih terus melaksanakan Torah Sinai sedapat mereka
bisa lakukan paska hancurnya Bait Suci II Yerusalem. Kelompok Mesianic Judaism yang
berasal dari sekte-sekte Yahudi lainnya tentu saja terus melaksanakan.
TRADISI NASRANI MENGUDUSKAN NAMA SUCI
Ini yaitu tradisi Nasrani yang menarik untuk dibahas. Banyak orang Kristen
sekarang ini menyangka bahwa di abad 1 sebelum ajaran Nasrani dibelokkan oleh
ajaran Helenisasi dari Gereja Konstantin Byzantium, jemaat Nasrani menyembah Tuhan
seperti cara yang dilakukan oleh jemaat Messianic Modern, yaitu dengan menyebut-
nyebut secara langsung Nama Suci secara langsung. Apakah benar demikian? Dalam
sejarah penginjilan Nasrani dari abad ke abad, tidak pernah demikian.
Nasrani sebagaimana Agama Yahudi (Judaism)-yang lahir di Padang Gurun Sinai
sekitar 1500 th sebelum masehi-, yaitu dua agama yang kental akan tradisi. Banyak
kesamaan tradisi yang dimiliki oleh keduanya, salah satunya yaitu tradisi
menguduskan Nama Suci יהוה. Nama Suci Tuhan secara tradisi, tidak diperbolehkan
disebut secara langsung oleh jemaat, apalagi dalam keadaan yang tidak kosher (tidak
bersih). Penyebutan Sang Nama hanya dilakukan oleh para imam Nasrani di depan
Mezbah, jemaat hanya menyebutnya ‘Maryah’. Inilah tradisi warisan berabad-abad yang
terus dilestarikan oleh jemaat dan ketekumen Nasrani yang hidup di era modern ini.
OLEH
Judaism (Orthodox, Reform,
Reconstruction, Conservative)
DIBACA:
OLEH
NASRANI
DIBACA:
OLEH
KRISTEN MESIANIK
DIBACA:
ADONAI ATAU HASHEM MARYAH
ATAU TUHAN dalam
bahasa-bahasa lain
YAHWEH
Gambar 2.13 Pelafalan יהוה dalam ketiga agama berbeda
Para Imam Nasrani mengajarkan Doa Bapa Kami (Tefila dMaran) sejak dibuatnya
siddur (liturgi) peribadatan Nasrani, baik itu peribadatan untuk Perjamuan Suci (ibadah
Shabbat atau Minggu), peribadatan Doa Harian 7x sehari, atau perayaan-perayaan lain
dalam Perjanjian Baru. Siddur peribadatan Perjamuan Suci Nasrani paling kuno dibuat
oleh Uskup Yerusalem I, Maran Mar Yakub HaTzadiq pada tahun 50M. Siddur ini terus
diwariskan oleh banyak Gereja Rasuliah, termasuk oleh GNI di negara kita . Siddur ini
menjadi pedoman para imam Gereja Rasuliah untuk membuat siddur peribadatan
lainnya.
Apa hubungan siddur Nasrani di atas dengan Doa Bapa Kami yang mengajarkan
menguduskan Sang Nama? Pada saat Maran Yeshua mengajarkan untuk menguduskan
Sang Nama, itu artinya tidak mengucapkan pelafalan Sang Nama. Itu artinya membuat
Sang Nama itu terpisah dari kekotoran. Nama Suci itu harus dikhususkan, tidak boleh
sembarangan diucapkan. Tidak boleh sembarangan ditulis. Setiap peribadatan (kecuali
Doa Harian), umat dipimpin oleh Imam, dan mereka saja yang diajarkan untuk
melafalkan Sang Nama di depan Altar. Siddur Nasrani menuliskan Sang Nama dengan
‘Maryah’ dan diucapkan jemaat demikian juga. Bagaimana pelafalan Sang Nama
sebenarnya, itu bukan urusan jemaat, bukan urusan orang luar! Inilah tradisi Nasrani
itu Doa Bapa Kami dalam Bahasa Aramaic, Bahasa yang diucapkan oleh Yeshua bisa
dilihat pada Lampiran 5. Contoh Doa Harian Jam 6 petang yang berisi Doa Bapa Kami
bisa dilihat pada Lampiran 6.
Siddurim (liturgi-liturgi) Nasrani yang bernuansa semitik (Aramaik dan Ibrani),
saat diterjemahkan ke dalam bahasa lain juga tidak lagi menuliskan pelafalan Sang
Nama. Jadi, kalau Sang Nama itu disalin menjadi ‘Tuhan’ atau ‘TUHAN’ di dalam Bahasa
negara kita , itu yaitu hal yang tidak bertentangan dengan tradisi kuno Nasrani. Sekali
lagi, ini yaitu masalah tradisi. Seperti tradisi pembacaan kata-kata dalam Bahasa
Inggris, itu tidak diucapkan apa adanya, misalnya ‘Book’ dibaca ‘buk’, tidak dibaca ‘bo-
ok’. Kita harus hargai tradisi cara baca bahasa asing ini. Demikian juga jemaat dan
ketekumen Nasrani haruslah menghargai tradisi pengucapan Nama Suci ini. Jika tidak
mau terikat pada tradisi, silahkan yakini Protestanisme.
PERBANDINGAN AJARAN PERIHAL NAMA SUCI
1. Ajaran KM: Nama Tuhan (Personal Name) di dalam Tanakh (PL) itu hanya satu,
yaitu ‘Yahweh’. Sementara ‘El’, ‘Eloah’, ‘Elohim’, dan lainnya yaitu Generic
Names.
Perbandingan dengan ajaran Gereja Nasrani negara kita :
Dalam Judaism, Nama Tuhan (Pesonal Names) dalam Tanakh itu ada sebanyak 72
nama60. Sementara Nasrani meyakini bahwa Nama Tuhan itu ada banyak juga, bahkan
Dia memperkenalkan nama yang berbeda saat Dia berkontak kepada bangsa-bangsa
lain di luar Israel. Jadi, kata ‘Elohim’, ‘El’, ‘El Shaddai’, dll semua yaitu Nama Tuhan
(Personal Names). Pengerucutan Nama Tuhan menjadi satu saja, bukanlah ajaran
semitik Nasrani, melainkan pandangan dari agama modern dengan tafsirannya sendiri.
2. Ajaran KM: Nama ‘YAHWEH’ ada banyak di dalam Kitab Suci Tanakh dan Kitab-
kitab PB Nasrani.
Perbandingan dengan ajaran Gereja Nasrani negara kita :
Tidak ada satupun Nama ‘Yahweh’ baik di dalam Tanakh maupun dalam kitab-
kitab yang ditulis oleh Kaum Nasrani atau para pemimpin Gereja Rasuliah kami. Tidak
ada satupun nama ‘Yahweh’ di dalam kanonisasi kitab-kitab Perjanjian Baru. Yang ada
yaitu יהוה dibaca ‘Adonai’ atau ‘Hashem’ dalam Tanakh bahasa Ibrani dan ܡܪܝܐ dibaca
‘Maryah’ di dalam Tanakh aramaik dan kitab-kitab PB aramiak. Di dalam Septuaginta
dan kitab-kitab PB Yunani juga tidak pernah tercantum Nama ‘Yahweh’. Nama ‘Yahweh’
hanya ada di dalam kitab-kitab terjemahan yang banyak dijual di toko artikel , kitab
terjemahan ini banyak di pakai oleh kaum Sacred Name Movement (SNM), salah satunya
yaitu KS-ILT. Nama (yod) ה (heh) ו (vav) ה (heh) atau יהוה dibaca menjadi ‘Yahweh’
hanya dipergunakan bagi studi dalam kalangan jemaat Gereja Rasuliah, bukan dalam
pelayanan atau peribadatan, dan kitab suci. Hal ini dimaksudkan supaya Nama Suci ini
tidak disebut secara sembarangan dan tetap kudus.
3. Ajaran KM: Mengetahui pelafalan Nama Suci YHWH itu yaitu ajaran yang
sangat penting. Nama pasti mengandung karakter dan ajaran.
Perbandingan dengan ajaran Gereja Nasrani negara kita :
Dalam pemuridan Nasrani, pelafalan sebenarnya pelafalan Nama Tuhan (YHWH)
itu tidak penting. Dari semua ajaran, yang sangat penting yaitu ajaran MORALITAS.
Percuma mengetahui banyak ajaran termasuk tahu pelafalan Nama Suci dengan benar
kalau moralitasnya jeblok.
Dalam Nasrani (Gereja Rasuliah), jemaat diajarkan untuk memperbaiki diri, ini
dibimbing setiap hari melalui Doa Harian 7x bagi yang mampu, dan bagi yang tidak,
sebisanya. Dengan Doa Harian ini, semua jemaat diajarkan untuk sadar diri bahwa
jemaat yaitu orang berdosa, tanpa belas kasih Tuhan maka semua akan sia-sia. Jemaat
dididik untuk meruntuhkan pilar-pilar kesombongan. Dibangun di atas dasar
KERENDAHAN HATI ini ajaran-ajaran Nasrani lainnya bisa dengan mudah
diserap. Tanpa kerendahan hati, maka seorang jemaat yang pintar tidak akan rela
untuk menundukkan diri pada para imam di atasnya.
Selain Doa Harian, jemaat juga diajarkan untuk melakukan pengakuan dosa di
hadapan jemaat di depan Altar dalam peribadatan sebelum menerima Perjamuan Suci.
Pengakuan Dosa seperti ini yaitu 1 dari 7 sakramen (aramaik: Qadasha) yang sudah
diformulasikan pada abad awal.
Penekanan moralitas ini sangat fital, tidak ada jemaat yang bisa merasa lebih
pintar dari yang lainnya. Tidak ada yang boleh sok tahu, semua pengajaran harus
diterima, mengalir dari atas (uskup) ke bawah (jemaat). Pengajaran didiskusikan dalam
tanya jawab dalam Makresta (pengajaran) dalam ibadah dan ruang-ruang
pembelajaran. Semua pengajaran yang diyakini dan ternyata berbeda dengan ajaran
Imam Tertahbis, maka semua ajaran ini dianggap salah dan harus dibuang. Tanpa
kerendahan hati, tidak akan bisa seseorang melakukan hal ini. Moralitas seperti inilah
yang sangat ditekankan dalam ajaran Nasrani.
Dengan semua mengacu kepada pengajaran uskup, maka pengajaran itu bisa
dibuat tersusun rapih, tidak saling berbenturan di dalam jemaat suatu paroki. Namun,
jika ternyata uskup yang mengajar itu bersalah dalam pengajaran, maka uskuplah yang
harus bertanggung jawab, sebab dia yaitu Wakil Tuhan. Tuhan sendiri yang akan
berhitung dengannya. Jemaat diharuskan memiliki penundukkan diri, dengan modal ini,
maka jemaat yang memiliki pengajaran yang salah, tidak bisa disalahkan. Jemaat sama
sekali tidak punya hak untuk menafsirkan kitab suci. Jemaat hanya menerima
pengajaran, lalu membenahi diri supaya memiliki moralitas yang baik. Moralitas tetap
hal yang lebih utama.
Ada kalanya, ditemukan suatu Gereja Rasuliah berpindah keuskupan atau
berpindah mata rantai tahbisan. Hal ini jamak dan terjadi juga pada GNI, berpindah dari
AoJ ke Keuskupan di Australia. Keadaan ini bisa dipicu salah satunya sebab pengajaran
keuskupan (kepatriakhan) sudah menyimpang. Maka hanya ada 2 jalan, mengikuti yang
keliru, atau berpindah keuskupan yang memiliki pengajaran yang benar. Sekali lagi,
perpindahan ini yaitu hal wajar, sudah sering terjadi di dalam sejarah Gereja Rasuliah.
Pindahlah, tapi jangan sampai berdiri mandiri seperti Protestan, itu namanya
TERPUTUS dari rantai tahbbisan. Berdiri mandiri seperti Protestan itu berarti keluar
dari kesatuan Tubuh Mshikha.
4. Ajaran KM: Yeshua mengajarkan pelafalan Nama Suci ‘Yahweh’ dan telah
mengajarkan Nama Suci kepada semua orang serpti tercatat di dalam Yoh
17:6.
Perbandingan dengan ajaran Gereja Nasrani negara kita :
Yoh 17: 6 (Dukhrana Bible Research-Peshitta Murdock-LAI) ܘ݁ܕܶܥ݂ܬ ܫܳܡ݂ܟ ܰ
݂ܟ. ܪܘ ܶܡܠ݂ܬܳ ܢܛ ݈ܗ݂ܒ݁ܬ ܶܐܽܢܘܢ ܘ ܝ ܝ
ܺ
ܘ ܘܠ ܝܳܠ݂ܟ ݈ܗܘ ܝ ܶܡܢ ܳܥܠܳܡܐ ݁ܕܺ
ܺ
݈ܗ݂ܒ݁ܬ ܠ ݂ܒܢ ܝ ݈ܐܳܢܳܫܐ ܳܗܽܢܘܢ ݁ܕܝ I haveܠ
made known thy name to the men, whom thou gavest me from the world:
thine they were, and thou gavest them to me; and they have kept thy word.
Aku telah menyatakan nama-Mu kepada semua orang, yang Engkau
berikan kepada-Ku dari dunia. Mereka itu milik-Mu dan Engkau telah
memberi mereka kepada-Ku dan mereka telah menuruti firman-Mu.
Mar Yuchnan (Yohanes) penulis kitab ini yaitu uskup untuk 7 Gereja Rasuliah
yang berada di daerah Asia Minor. Salah satu muridnya yaitu Mar Polikarpus, yang
kemudian menjadi Uskup di Smirna. Mar Yuchnan sebagai seorang Uskup menulis Injil
ini dengan cara mencatatkan ajaran lisan (Oral Torah/Masora) yang dia telah terima
sendiri dari Maran Yeshua. Masora yaitu tradisi. Jadi, sumber dari injil ini yaitu
tradisi Nasrani. Injil ini tidak turun dari langit atau hasil bisikan dari Tuhan. Dia
menuliskan injil ini untuk melawan ajaran Gnostis yang berkembang saat itu, yang
menolak bahwa sosok Yeshua yaitu sosok Tuhan yang benar-benar menjadi manusia.
Kaum Gnostik meyakini Yeshua hanyalah berupa bayangan. Hal inilah yang membuat
Mar Yuchnan menulis kepada jemaat Gereja Rasuliah bahwa Yeshua yaitu Sang Miltha
Alaha (Firman Tuhan) yang menjadi manusia, ayat 1 dan 14.
Di dalam Tradisi Nasrani dijelaskan bahwa Maran Yeshua yaitu seorang Rabbi
Yahudi bukanlah pendeta penganut Sola Scriptura abad 16 yang tidak mengenal tradisi.
Maran Yeshua juga bukan Rabbi Messianic Jewish yang terpengaruh Sacred Name
Movemement. Semua Rabbi Yahudi memahami tradisi dan melakukan tradisi.
Tradisi dan kitab suci (Oral dan Written Torah) Nasrani yaitu satu-kesatuan yang tidak
bisa dipisahkan. Maran Yeshua tidak pernah mengajarkan Nama Suci dilafalkan menjadi
‘Yahweh’ kepada 12 rasul dan 70 murid yang menjadi imam-imam di Gereja Rasuliah
yang mereka dirikan. Saat para imam Nasrani memimpin peribadatan, Nama ‘Yahweh’
tidak pernah eksis di dalam siddur (liturgi) peribadatan. Siddur Mar Yakub HaTzadiq
yang dibuat tahun 50 Masehi, siddur Mar Addai-Mar Mari yang dibuat tahun 55 Masehi,
dan siddurim Nasrani kuno lainnya tidak pernah memuat nama ‘Yahweh’. Saat Maran
Yeshua mengucapkan “Aku telah menyatakan Nama-Mu…” maka artinya yaitu Maran
telah mengajarkan siapa Sosok Tuhan Sementa Alam dan ajaran-Nya.
Semua jemaat di bawah pimpinan Uskup Mar Yuchnan di Asia Minor dan jemaat
Nasrani yang telah menyebar di abad 1 yang menerima injil Yohanes ini, tidak pernah
diajarkan bahwa Maran Yeshua mengajarkan pelafalan nama ‘Yahweh’.
5. Ajaran KM: Nama Yahweh tidak boleh diganti-ganti, seperti nama manusia
misalnya ‘Budi’ di negara kita , sama saja ‘Budi’ di Eropa.
Perbandingan dengan ajaran Gereja Nasrani negara kita :
Nama Suci memang tidak boleh diganti-ganti namun cara mengucapkannya bisa
berubah sesuai bahasa yang dipakai jemaat di setiap negara, misalkan ‘Tuhan’, ‘God’,
atau lainnya. Tradisi pengucapan Nama Tuhan seperti ini sudah terjadi berabad-abad
dalam berbagai cabang Gereja Rasuliah dan memang itu tidak melanggar Torah
Mshikha. Di negara kita , tanpa memandang rendah jemaat Gereja Rasuliah lain, jemaat
Nasrani terus melestarikan pengucapan ‘Maryah’ seperti jemaat Church of the East
pemilik Peshitta.
Jadi, kendati Nama Suci bisa berganti-ganti itu tidak melanggar Torah Mshikha
(LAI: Hukum Kristus) yang menjadi pedoman atau UU kehidpan berjemaat kami.
Mungkin ini melanggar Torah Kristen Mesianik, tidak mengapa.
6. Ajaran KM: Bukankan YHWH dibaca menjadi ‘Yahweh’? Tidak boleh menjadi
‘Adonai’!
Perbandingan dengan ajaran Gereja Nasrani negara kita :
Pelafalan Sang Nama יהוה bagi jemaat Gereja Rasuliah yaitu ‘Maryah’ bukan
‘Yahweh’. Kami melestarikan saja ajaran turun-temurun, tidak menggonta-ganti dan
tidak juga merevisinya dengan tafsiran modern atau mengikuti pemahaman sarjana-
sarjana Teologi. Para sarjana teologi bukanlah para pemimpin iman Nasrani. Para
sarjana teologi bukanlah para leluhur iman Nasrani. Ke-12 rasul dan 70 Murid yang
ditahbiskan Maran Yeshua, mereka para pemimpin dan leluhur iman yang mengajarkan
kami.
Frasa ‘Maryah’ berasal dari dua kata, ‘Mar’ artinya ‘Maran’ atau ‘Tuhan/Tuan’,
sedangkan ‘Yah’ yaitu Nama Tuhan. Dalam tradisi Assyria, kata ‘Mar’ selanjutnya bisa
ditujukan kepada seseorang yang dihormati, ini sebanding dengan kata ‘Sir’ di Inggris.
Contohnya, Uskup Yerusalem I, Mar Yakub HaTzadiq dan Uskup Church of the East I,
Mar Addai.
Membaca יהוה dengan ‘Yahweh’ yaitu suatu tradisi baru yang dimulai oleh
Sacred Name Movement (SNM) di abad 20. Ini bertentangan dengan tradisi Nasrani atau
Gereja Rasuliah bercorak semitik. Tradisi Gereja Rasuliah semitik dalam mengucapan
Nama Suci ini mirip (tidak terlalu sama) dengan tradisi Jawa yang mengajarkan, tidak
sopan menyebut langsung nama orang tua atau yang dituakan. Orang Jawa dididik
untuk mengucapkan kata ‘Bapak’ atau ‘Ibu’ di depan nama orang yang dihormati
kendati usianya belumlah tua. Mengucapkan dan menulis nama orang tua di sana-sini
tanpa ada kata ‘Bapak’ di depannya yaitu pelanggaran tradisi. Tidak ada saksinya, tapi
pastilah ditegur oleh orang tua jika diketahui mereka.
7. Ajaran KM: Jangan ikuti Talmud Yahudi yang melarang mengucapkan Nama
Yahweh, ikuti saja Kitab Suci. Talmud yaitu tulisan para rabbi, sementara
Kitab Suci itu yaitu Firman Tuhan.
Perbandingan dengan ajaran Gereja Nasrani negara kita :
Tidak semua tradisi Farisi (Talmud) yang bertentangan dengan Tradisi Nasrani.
Dalam hal ini kedua tradisi ini sama. Talmud yaitu tradisi lisan yang dituliskan mulai
di abad 1 Masehi. Jumlahnya sangat banyak, lebih banyak dari kitab Tanakh sebab
banyak ritual dan hal detail dicatatkan kembali supaya para penganut Judaism bisa tahu
bagaimana isi Tanakh sesuai arti penafsiran kaum Farisi awal. Penganut Sola Scriptura
membuang tradisi dan membuat tradisi sendiri-sendiri. Lalu denominasi Kristen
Mesianik membuat tradisi mengucapkan Nama ‘Yahweh’ secara langsung yang berbeda
dengan tradisi Nasrani dan Farisi.
Perihal Talmud yaitu tulisan para rabbi, sebenarnya Kitab Suci juga demikian.
Kitab Suci tidak turun dari langit, tidak ditulis oleh Tuhan sendiri. Keduanya penting
bagi umat Yahudi dan tidak bisa dipisahkan. Tradisi dalam Nasrani juga dituliskan oleh
para pemimpin Nasrani, ada yang menjadi kitab suci, ada yang menjadi tradisi tertulis
(misnah). Baik tradisi dan kitab suci keduanya penting, tidak boleh hanya salah satunya.
Semua Kitab Suci berasal dari tradisi, jadi bagaimana mungkin menghilangkan tradisi
atau membuat tradisi baru yang bertentangan dengan tradisi kuno?
8. Ajaran KM: Jemaat yang dibaptis dengan Nama Allah, bisa dibaptis ulang
dengan Nama Yahweh atau dimateraikan kembali dalam nama Yahweh,
Yeshua, dan Ruach HaQodesh.
Pebandingan dengan ajaran Gereja Nasrani negara kita :
Pendeta dan Rabbi-Rabbi Messianic Jewish tidak berhak untuk membaptis
seseorang untuk menjadi jemaat Nasrani, mereka hanya berhak membaptis untuk
menjadi anggota jemaat kehila modern masing-masing.61




