• coklatx.blogspot.com

    www.coklatx.blogspot.com

  • berasx.blogspot.com

    www.berasx.blogspot.com

  • kacangx.blogspot.com

    www.kacangx.blogspot.com

Tampilkan postingan dengan label perjanjian lama 8. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label perjanjian lama 8. Tampilkan semua postingan

perjanjian lama 8

 


Yehuda Am 2:4,5 

D. Tuduhan terhadap Israel Am 2:6-16 

 

II. TIGA PEMBERITAAN MELAWAN ISRAEL. #/TB AM 3:1-6:14* 

A. Pernyataan tentang penghakiman. Am 3:1-15 

B. Keburukan moral Israel. #/TB Am 4:1-13 

C. Ratapan sebab  dosa dan malapetaka Israel. Am 5:1-6:14 

 

III. LIMA PENGLIHATAN TENTANG KONDISI ISRAEL. #/TB AM 7:1-9:10 

A. Belalang yang menghabisi tumbuh-tumbuhan. Am 7:1-3 

B. Api yang menyala. Am 7:4-6 

C. Tali sipat. Am 7:7-9 

D. Oposisi gerejawi #/TB Am 7:10-17 

E. Bakul dengan buah-buahan masak. Am 8:1-14 

F. Penghakiman Tuhan. Am 9:1-10. 

 

IV. JANJI TENTANG PEMULIHAN ISRAEL. AM 9:11-15 

 

 

 

OBAJA 

   

Kitab Obaja tidak mengidentifikasi sang nabi (selain memberi  namanya) dan juga tidak 

memberi  suatu pernyataan yang secara jelas menyebutkan tanggal penulisannya. Sekitar selusin 

orang bernama Obaja disebut di bagian lain dalam Perjanjian Lama, namun  tidak satu pun yang 

berkaitan dengan sang nabi yang tulisannya dilestarikan. Asal-usul, status sosial, dan pekerjaannya 

dalam hidup tetap tidak jelas bagi kita. Nama sang nabi berarti "Hamba Tuhan," atau "Penyembah 

Tuhan." Nama itu yaitu  gabungan dari ’ ôbed, "hamba," dan yâ, kependekan dari nama yang terdiri 

dari 4 huruf yhwh, yang dilafalkan ’ ãdônãy oleh orang-orang Yahudi yang saleh, dan diterjemahkan 

sebagai Tuhan atau Yehovah dalam versi Inggris.  

 

KEPENULISAN.  

 

Sembilan ayat pertama dari kitab tersingkat dalam Perjanjian Lama ini sangat mirip dengan bagian-

bagian dari Yer 49, sekalipun rangkaian materinya berbeda (bdg. Ob 1:1-4 dengan Yer 49:14-16; Ob 

1:5,6 dengan Yer 49:9,10; Ob 1:8,9 dengan Yer 49:7,22). Pertanyaannya ialah: Nabi manakah yang 

bergantung pada nabi yang lainnya? Yang paling mungkin yaitu  bahwa kedua penulis menggunakan 

suatu nubuatan, yang terdahulu dan terkenal. Tidak diragukan bahwa penyusunan dalam kitab ini 

yaitu  karya Obaja. Tentu seluruh kitab yaitu  firman Tuhan (1a).  

 

TANGGAL PENULISAN.  

 

Nubuat Obaja menyinggung suatu situasi historis di mana orang-orang Edom bersekutu dengan 

musuh-musuh Israel dan ikut dalam merampok Yerusalem (Ob 1:10-14). Yerusalem dijarah oleh 

orang-orang Filistin dan Arab selama zaman Yoram (2Taw 21:16,17) kira-kira pertengahan abad ke-9 

SM. Edom disebut di sini sebagai memiliki lebih dari satu sekutu (Ob 1:7,11). Diketahui bahwa 

Edom bersekutu dengan bangsa Babel dan bangsa-bangsa lain saat kejatuhan Yerusalem pada tahun 

587/586 SM, dan terlibat dalam penjarahan kota itu. Mungkin nubuat Obaja paling baik diberi tanggal 

zaman itu.  

 

RINGKASAN PEMBERITAAN.  

 

Ada nada emosional yang kuat dari nubuat Obaja, namun  tidak cukup sengit untuk membenarkan 

tuduhan bahwa Kitab Obaja yaitu  sebuah kidung kebencian. Alur cerita yang kuat dari puisinya 

didukung oleh suatu rasa keadilan yang mendalam. Sanak saudara laki-laki telah melanggar ikatan 

yang mempersatukan suku-suku yang berkaitan, dan telah melakukan kejahatan-kejahatan yang 

mengerikan. Dosa-dosa mereka harus dihukum! Orang-orang Israel tidak berusaha menghukum 

sendiri orang-orang Edom. Sebaliknya, mereka mengakui Allah mereka sebagai Hakim atas segala 

bangsa, dan yakin bahwa Dia akan melaksanakan keadilan atas dasar kejahatan-kejahatan yang 

dilakukan (Ob 1:15). Di sini Allah dianggap sebagai memiliki kuasa atas seluruh alam semesta, 

sehingga tidak ada bangsa yang bisa meloloskan diri dari mata-Nya yang sanggup melihat segala 

sesuatu. Allah peduli terhadap orang-orang yang tertindas dan akan membebaskan mereka, 

mengembalikan apa yang telah diambil dari mereka. Ada nada harapan dan penghiburan yang kuat 

dalam nubuat ini . Meskipun demikian, kedaulatan Allah tidak pernah jauh dari pandangan. Dia 

yaitu  Hakim pada awal kitab dan Raja pada akhir kitab.  


OBAJA 

 


.I KATA-KATA AWAL. AYAT OB 1:1A. 

.II BANGSA-BANGSA DIATUR MELAWAN EDOM. AYAT OB 1:1B. 

.III MUSUH PUBLIK NOMOR SATU DIDAKWA. AYAT OB 1:2-7. 

.IV EDOM DITUDUH. AYAT OB 1:8-14. 

A. Rencana Sang Hakim. Ayat Ob 1:8,9. 

B. Perkara melawan Edom. Ayat Ob 1:10-14 

.V EDOM DIHUKUM. AYAT OB 1:15-20. 

A. Hukuman. Ayat Ob 1:15,16. 

B. Pembenaran. Ayat Ob 1:17-20. 

.VI TUHAN AKAN MENJADI RAJA. AYAT OB 1:21. 




YUNUS 

 

 

Kitab ini menerima namanya dari tokoh utama kisah ini . Yunus (merpati) diidentifikasi sebagai 

anak Amitai. Seorang nabi dengan nama Yunus, yang tertera dalam sebuah cerita pendek dalam 2Raj 

14:25, dikatakan datang dari Gat-Hefer, yang terletak di wilayah Zebulon, sekarang dikenal sebagai 

Galilea. Nabi ini telah menubuatkan serangan-serangan yang berhasil dari Yerobeam II dalam paruh 

pertama abad kedelapan SM. Hampir tidak diragukan bahwa nabi dari Gat-Hefer itu yaitu  orang 

yang sama dengan nabi dari kitab singkat ini.  

 

TANGGAL DAN KEPENULISAN  

 

Di dalam teksnya tidak ditemukan pernyataan bahwa sang nabi sendiri yang menulis kitab itu, meski 

doa dalam pasal Yun 2 ditulis dalam bentuk kata ganti orang pertama tunggal. Meskipun demikian, 

tradisi tetap berpendapat bahwa Yunus sendirilah penulisnya. Pada tahun-tahun terakhir ini banyak 

orang beranggapan bahwa kitab itu yaitu  tentang Yunus dan bukan oleh Yunus. Pandangan ini 

didasarkan pada beberapa penelitian: pasal Yun 1;  3;  4 ditulis dengan memakai bentuk orang ketiga; 

ada ungkapan-ungkapan baru dalam bahasa Ibrani dan Aram di dalam kitab itu; beberapa  besar 

mukjizat yang dicatat tidak memiliki dasar historis; dan penekanan pada belas kasihan Allah terhadap 

bangsa asing memberi  kesan tentang suatu tanggal pasca Pembuangan. Para ahli yang konservatif 

tetap beranggapan bahwa faktor-faktor ini sendiri tidak cukup penting untuk menolak pandangan 

bahwa sang nabi hidup pada abad kedelapan atau telah menulis kitab ini waktu itu.  

 

LATAR BELAKANG HISTORIS  

 

Dipandang sebagai sebuah kisah historis dari seorang nabi yang melayani pada zaman Yerobeam II, 

raja Israel, peristiwa-peristiwa dalam kitab itu tentu terjadi kira-kira antara 780-75 SM. Yerobeam II 

berhasil membangun kembali kekuasaan Israel atas sebagian besar wilayah di sebelah utara Yudea 

yang dikuasai oleh Daud dan Salomo. Dalam abad sebelumnya, kerajaan Asyur telah menjadi 

ancaman di sepanjang pantai timur Laut Tengah, dan menjadi terkenal sebagai penindas yang kasar 

dan kejam. Pada waktu pemerintahan Yerobeam II, meski kekuasaannya Asyur sudah berkurang, 

kerajaan itu tetap harus diperhitungkan. Niniwe belum menjadi ibu kota kerajaan itu, namun  Kalah, 

salah satu bagian dari wilayah negara kota tua yang meliputi Niniwe, yaitu  ibu kota antara 880 dan 

701 SM.  

 

Tidak ada tulisan bangsa Asyur yang menyatakan bahwa suatu kebangunan rohani seperti yang 

digambarkan dalam kitab ini pernah terjadi di sana; namun  pada masa Ratu Semiramis memerintah 

bersama anaknya Adad-Nirari III (810-782 SM), ada suatu kecenderungan singkat kepada 

monoteisme. Apakah hasil pelayanan Yunus bersangkut paut dengan penyucian ibadah orang Asyur 

ini sulit untuk diketahui. Ada dua wabah hebat menyerang di Asyur pada tahun 765 dan 759 SM, juga 

gerhana total pada tahun 763 SM, yang seluruhnya biasanya dipandang oleh orang-orang kuno itu 

sebagai bukti penghakiman ilahi dan tentu telah mempersiapkan hati bangsa itu untuk mendengarkan 

pemberitaan Yunus.  

 

PENAFSIRAN KITAB YUNUS  

 

Banyak kontroversi muncul berkaitan dengan makna dari Kitab Yunus, dan ini menghasilkan banyak 

sekali pandangan. Kitab itu selama ini ditafsirkan sebagai sebuah legenda, perumpamaan, mitos, dan 

alegori bersifat nubuat; dan juga dianggap sebagai sejarah dengan makna Mesianis.  

 

Ada pendapat (R. Ha. Pfeiffer, Introd. to the OT) bahwa kitab itu yaitu  sebuah fiksi yang didasarkan 

pada sebuah tokoh legenda yang nama aslinya telah hilang. Menurut pandangan ini, penulis yang 

tidak dikenal itu mengambil mukjizat-mukjizatnya dari kisah-kisah Elia dan Elisa (bdg. Yun 4:3 

dengan 1Raj 19:4b dan Yun 4:5,6 dengan 1Raj 19:4a, 5a) serta dari suasana ratapan dari Yoel. Jadi, 

kitab itu dimaksudkan hanya sebagai sebuah protes terhadap nasionalisme sempit bangsa Yahudi, 

yang dipengaruhi pengajaran Ezra. Pujian dalam  Yun 2 yaitu  doa ucapan syukur seseorang yang 

diselamatkan dari mati tenggelam.  

 

Penafsiran kitab itu sebagai sebuah perumpamaan (IB) sangat mirip dengan pandangan bahwa kitab 

itu yaitu  legenda. Menurut pandangan kedua ini, tokoh Yunus yaitu  sebuah analisis dan penelitian 

kritis terhadap Yudaisme pasca Pembuangan, dan kota Niniwe melambangkan dunia non-Yahudi 

yang luas yang menantikan kebangunan rohani yang hanya bisa dihasilkan oleh pemberitaan yang 

benar mengenai Allah. Perumpamaan itu berusaha menggambarkan keadilan dan belas kasihan Allah 

terhadap setiap orang atau kelompok yang mau bertobat dari dosa-dosa mereka.  

 

Orang-orang yang memahami kisah Yunus sebagai sebuah mitos bergaya Yahudi berpikir bahwa 

mereka mengetahui persamaan antara cerita itu dengan sebuah cerita warga  Yunani kuno. Seorang 

raja dari Troy mengikat putrinya Hesione di sebuah batu karang di pantai. Raja itu bermaksud 

menjadikan putrinya sebagai persembahan kurban bagi dewa Neptunus, yang dalam bentuk seekor 

ikan hiu akan datang bersama air pasang lalu memangsa sang putri. Namun, Herkules berkelahi 

melawan makhluk itu dan menghancurkannya, sehingga selamatlah gadis itu.  

 

Menurut penafsiran alegoris yang sudah lama terkenal (lih. Abingdon Bible Commentary), Yunus 

dianggap sama dengan Israel. Misi sebenarnya dari Israel yaitu  menyatakan kebenaran Allah kepada 

dunia, namun  Israel telah gagal untuk melaksanakannya. "Ikan besar" yaitu  Babel, yang menelan 

orang-orang Israel (membawa mereka ke pembuangan). Dimuntahkannya Yunus di daratan 

melambangkan kembalinya orang-orang Yahudi dari pembuangan. Ketidakpuasan Yunus atas 

pertobatan bangsa kafir sama dengan sifat Yudaisme setelah kepulangan bangsa Israel dari 

pembuangan.  

 

Orang-orang yang menganggap kitab itu bersifat historis berpendapat bahwa seorang nabi yang 

sesungguhnya (Yunus) memang telah mengalami apa yang telah ditulis dan dengan demikian 

menggenapi sebagian dari tugas Israel untuk mengabarkan Injil pada zaman lampau. Bagi mereka (lih. 

Unger, Introd. Guide to the 0T) kisah nyata itu juga memiliki makna penting-baik dalam hubungan 

dengan Mesias maupun sebagai simbol. Bagian-bagian penting dalam Alkitab yang mendukung 

pandangan ini yaitu  beberapa pernyataan dalam Perjanjian Baru yang dibuat oleh Yesus mengenai 

Yunus sebagai tanda kematian dan kebangkitan-Nya (Mat 12:40; Luk 11:30). Mereka yang 

berpegang pada pandangan ini menggunakan ayat-ayat ini  dengan makna ganda: untuk 

mendukung kesesuaian historis dari kisah itu dan untuk menyatakan makna simbolisnya. Pendapat 

dari tafsiran ini yaitu  bahwa kisah Yunus merupakan sebuah kisah sejarah.  

 

PESAN KITAB  

 

Ceritanya sendiri sederhana, mengalir dengan cepat, dan mengharukan. Seorang nabi, Yunus, disuruh 

Tuhan untuk pergi memberitakan Firman kepada orang-orang Niniwe. Sebaliknya, dia melarikan diri 

dan menumpang sebuah kapal yang harus berlayar jauh ke ujung dunia. Dia mencari tempat untuk 

menyendiri dan tidur. Segera setelah kapal itu berlayar, sebuah badai hebat mengguncang lautan dan 

menimbulkan ombak setinggi gunung. Para pelaut dengan ketakutan melemparkan muatan ke laut dan 

dengan cemas berdoa kepada dewa-dewa mereka. Dengan membuang undi, Yunus didapati sebagai 

seorang pelaku kejahatan yang telah berdosa kepada Allah. Badai itu baru berhenti setelah Yunus, 

atas sarannya sendiri, dilempar ke laut. Dia ditelan oleh seekor ikan besar. Dengan benar-benar 

menyesal, dia berdoa sungguh-sungguh untuk keselamatannya, dan Allah membebaskan dia dengan 

selamat di pantai.  

 

Kali ini sang nabi mematuhi perintah untuk pergi ke Niniwe, dan menyerukan dengan keras ke 

seluruh kota itu, pesan singkatnya mengenai celaka. Penduduk Niniwe, dari raja sampai budak 

terendah, menanggapi dengan pertobatan yang sungguh-sungguh, bahkan menyelubungi ternaknya 

dengan kain kabung. Tuhan mendengar jeritan mereka dan mengangkat ancaman penghancuran itu. 

Namun, Yunus memandang pembebasan Niniwe hanya sebagai pembatalan atas nubuatnya, lalu ia 

mengeluh kepada Tuhan dalam doa. Untuk menyampaikan suatu pelajaran kepada sang nabi, Allah 

mempersiapkan sebuah tanaman yang bertumbuh dengan cepat untuk menaungi sang nabi dari 

matahari, namun  pada malam berikutnya membiarkan seekor ulat menghancurkan tanaman ini . 

Kemudian, Allah membuat agar angin timur yang panas bertiup. Akibatnya, Yunus patah semangat 

dan ingin mati. Kisah itu ditutup dengan sebuah pernyataan bahwa bila Yunus peduli akan pohon 

jarak, maka lebih-lebih lagi Allah tentu peduli akan keselamatan orang-orang berdosa.  

 

Beberapa ajaran agama yang mendasar dari kitab ini ialah :  

a) Allah peduli dengan orang-orang yang belum mengenal Dia dan meminta para hamba-Nya 

untuk memperingatkan mereka akan penghakiman.  

b) Dalam menghadapi tugas yang berat, manusia cenderung menghindari tanggung jawab.  

c) Allah berkuasa dan mampu, atas kehendak-Nya, memakai kekuatan alam untuk tujuan-tujuan-

Nya.  

d) Sekalipun Allah akan menghukum ketidaktaatan, Dia masih ingin menunjukkan belas kasihan.  

e) Ladang misi yang paling tidak menjanjikan sering kali justru yang paling tanggap.  

f) Di atas segalanya, Allah rindu untuk berhubungan dengan manusia di dalam kemurahan dan 

kebaikan.  

 

 

YUNUS 

 

 

 

I. MELARIKAN DIRI. Yun 1:1-17. 

A. Perintah tuhan. Yun 1:1,2. 

B. Sebuah kapal ke tarsis. Yun 1:3. 

C. Badai di laut. Yun 1:4-14 

1. Tertidur selama badai. Yun 1:4-6 

2. Sang pelaku kejahatan ditemukan. Yun 1:7-10 

3. Para pelaut dalam kesukaran. Yun 1:11-14. 

D. Dicampakkan ke laut. Yun 1:15-17. 

 

II. BERDOA. YUN 2:1-10. 

A. Dicampakkan. Yun 2:1-4. 

B. Diangkat.Yun 2:5,6. 

C. Membayar nazar. Yun 2:7-9. 

D. Dilepaskan. Yun 2:10. 

 

III. MEMBERITAKAN FIRMAN. YUN 3:1-10. 

A. Perintah kedua dari Tuhan. Yun 3:1,2. 

B. Memberitakan pesan. Yun 3:3,4 

C. Pertobatan Niniwe. Yun 3:5-9. 

1. Dalam kain kabung dan abu. Yun 3:5,6. 

2. Keputusan sang raja. Yun 3:7-9. 

A. Penghakiman ditarik kembali. Yun 3:10. 

 

IV. BELAJAR. YUN 4:1-11. 

A. Keluhan. Yun 4:1-3. 

B. Pohon jarak dan ulat. Yun 4:4-7. 

C. Angin dan matahari. Yun 4:8. 

D. Pelajaran. Yun 4:9-11. 

 

MIKHA 

  

Nubuatan Mikha mendapat  judulnya dari nama sang nabi sendiri. Nama Mîcâ (LXX, Michaias;  

Vulg., Michaeas) yaitu  singkatan dari Mîkãyâ. Nabi ini disebut dengan nama lengkap yang terakhir 

ini dalam Yer 26:18. Bentuk asal yang paling lengkapnya yaitu  Mîkãyãhû, yang berarti, "Siapa yang 

seperti Yahweh?" Bentuk paling lengkap ini merupakan nama seorang raja dalam 2Taw 17:7*. Nama 

itu dipakai untuk pria dan wanita dan biasanya disingkat. Yahu yaitu  bentuk kuno dari nama Allah 

Israel, sering kali diterjemahkan dengan "Yehovah" (Kel 6:4; Mzm 83:17; Yes 12:2; 26:4).  

 

Nama nabi ini, sama dengan nama nabi-nabi lainnya, seperti Elia, Elisa, Hosea, Yoel, Obaja, yaitu  

penting. Nama-nama ini  dirangkai dengan nama Allah atau Yahweh menunjukkan sikap dan 

kesetiaan sang nabi kepada Allah sejati dan, dalam kasus Mikha, merupakan tantangan bagi nabi-nabi 

palsu dan orang-orang berdosa.  

 

 

 

Tanggal pelayanannya tertera pada masa pemerintahan Yotam (739-735 SM), Ahas (735-715 SM), 

dan Hizkia (715-687 SM), raja-raja Yehuda (Mik 1:1). Mikha mengawali pekerjaannya pada masa 

Yotam dan melayani sepanjang seluruh pemerintahan Ahas dan barangkali sepanjang seluruh masa 

pemerintahan Hizkia. Tulisan-tulisannya, yang menunjukkan hubungan erat dengan tulisan Yesaya, 

ditulis pada waktu pemerintahan Ahas dan Hizkia. Baik Mikha maupun Yesaya, walaupun 

mengalamatkan nubuat-nubuat mereka terutama pada Yehuda, menjelaskan bahwa penghakiman 

Allah akan jatuh juga atas Kerajaan Utara. Bahwa Mikha bernubuat selama pemerintahan Hizkia 

dibuktikan lebih jauh dalam Yer 26:18,19.  

 

Ada beberapa kritikus liberal yang menilai karya itu secara obyektif, dengan memakai metode kritik 

sejarah. Bagi mereka Kitab Mikha hanyalah sebuah tulisan lainnya dari manusia. Dengan melupakan 

bahwa kita hanya memiliki beberapa bagian saja dari pesan-pesannya yang disampaikan pada waktu-

waktu yang berbeda, bahwa dia sangat menaruh perhatian terhadap kondisi-kondisi politik dan sosial 

bangsanya, dan bahwa dia digerakkan oleh Roh Tuhan, para kritikus ini menemukan apa yang mereka 

anggap sebagai keterangan dan penambahan yang mereka beri tanggal sampai periode pasca-

Pembuangan. Mereka menolak unsur adikodrati dalam nubuatan, khususnya penyebutan nama Babel 

dalam Mik 4:10, kendati ada fakta bahwa Asyur merupakan negara besar yang bermusuhan pada 

masa itu. Susunan dan cakupan dari pasal Mik 1; 2; 3; 4; 5 sama dengan nubuat-nubuat Yesaya. 

Dalam pasal #/TB Mi 1; 2; 3* Mikha memberitahukan penghakiman yang akan datang atas dosa, dan 

pada Mik 4;  5 dia menyatakan bahwa Israel akan dihiburkan dengan pengampunan dan pemulihan. 

Oleh sebab  itu, kaum ‘liberal’ menetapkan Mik 4;  5 sebagai Deutero-Mikha dari periode pasca-

Pembuangan.  

 

Kami berpendapat bahwa keseluruhan karya itu yaitu  karya Mikha, yang bernubuat pada masa 

Yesaya. Mikha tidak berasal dari sebuah kota besar, sebagaimana nabi sezamannya yang lebih tua itu, 

namun  dari desa kecil Moresyet, bagian dari Gat. Dia berbicara sebagai orang biasa, yang bersimpati 

pada penduduk desa, dan dia berusaha melindungi, mereka dari para bangsawan kaya dan tamak yang 

tinggal di kota-kota besar. Walaupun nabi ini hidup dan bernubuat di Kerajaan Selatan, dia mengutuk 

dosa-dosa Kerajaan Utara; dan dia menubuatkan serta menyaksikan kejatuhannya. Nubuatan Mikha 

tidak disajikan dalam bentuk risalat yang sistematis. Ini mungkin disebabkan oleh kenyataan bahwa 

nubuatan ini berisi sekumpulan ramalan, yang kemudian ditulis oleh sang nabi atau salah seorang 

muridnya.  


Gaya oratoris dan permainan kata-kata pada Mik 1 mengingatkan kepada Cicero. Pada Mik 2;  6;  7 

bentuk tulisannya yaitu  dialog dramatis.  

 

LATAR BELAKANG HISTORIS.  

 

Raja-raja Asyur pada periode ini yaitu  Tiglat Pileser III (745-727 SM), Salmaneser V (727-722 SM), 

Sargon II (722-705 SM), dan Sanherib (705-681 SM). Sanherib memimpin pasukannya ke Yehuda 

bagian utara dan barat, menundukkan kota-kota dan desa-desa sementara ia bergerak majus sampai 

dia mencapai Yerusalem, yang, walaupun menjadi sasaran penyerbuan yang berlarut-larut, tidak 

pernah dikuasainya. Nubuat mengenai perebutan dan penghancuran Yerusalem menunjuk pada masa 

belakangan dari pemerintahan Nebukadnezar. Asyur menaklukkan seluruh bagian Timur Dekat 

kecuali Mesir dan Yerusalem. Meskipun demikian, pasukannya tidak menduduki keseluruhan negeri 

ini; sebaliknya ia mengharuskan mereka, sebagai bangsa-bangsa yang ditundukkan, untuk membayar 

upeti tahunan. saat  seorang raja pengganti naik takhta Asyur, kerajaan-kerajaan taklukan 

mengadakan pemberontakan. Sebagai akibatnya, sang penguasa baru ini yang kebagian tugas untuk 

menundukkan kembali semua negeri yang sebelumnya telah dikuasai itu melalui serangkaian 

serangan militer. Serangan-serangan yang paling sukar yaitu  melawan bangsa-bangsa yang paling 

dekat dengan Mesir. Negara-negara perbatasan ini, yang bertindak sebagai negara penyangga dalam 

menahan pukulan terberat dari perang, diberi dorongan semangat oleh Mesir sebagai upaya untuk 

melindungi dirinya sendiri.  

 

Inilah hari-hari yang penuh dengan kegelisahan, ketidakamanan, dan kesukaran, terutama bagi para 

petani dan penduduk desa. Gangguan pasukan tentara yang lewat, yang tidak jarang menyerbu desa-

desa kecil dan memperbudak penduduknya, menyebabkan ketakutan. Kondisi politik di Israel maupun 

Yehuda tentu tidak seburuk ini. Para pemimpin, orang-orang kaya, para imam yang berkomplot dan 

nabi-nabi di kota-kota besar, merasa aman dalam kubu-kubu pertahanan, menggunakan sebesar-

besarnya kekuatan mereka untuk menindas orang miskin. Para petani tidak mendapat  

perlindungan baik, dari bangsa Asyur maupun dari para "koruptor" bangsanya sendiri. Terhadap 

kesalahan-kesalahan ini, Mikha menegur dirinya sendiri, dan memperjuangkan perkara orang-orang 

yang tertindas. Dengan mengikuti pimpinan Roh Kudus tanpa rasa takut, ia memberitakan firman 

Tuhan dengan mempertaruhkan nyawanya.. Pesan-pesan Mikha mencerminkan berbagai kecurangan 

yang berlaku. Kiasan-kiasannya bagi orang-orang Asyur menunjukkan topik umum apa yang ada pada 

saat itu.  

 

 

MIKHA 

  

 

KATA-KATA AWAL: MIK 1:1.  

 

.I MENJELANG PENGHAKIMAN ATAS ISRAEL DAN YEHUDA sebab  DOSA YANG 

TERUS-MENERUS. MIK 1:2,16. 

A. Panggilan untuk memperhatikan. Mik 1:2 

B. Kedatangan yang dahsyat dari Yehovah diberitakan dan digambarkan. Mik 1:3,4 

C. Dosa-dosa kota besar melambangkan dosa-dosa bangsa. Mik 1:5 

D. Akibat-akibat mengerikan dari penghakiman ini. Mik 1:6,7 

E. Reaksi sang nabi dan penglihatannya mengenai penghakiman ini. Mik 1:8-16*. 

 

.II MALAPETAKA ATAS PARA PENINDAS YANG RUSAK MORALNYA SERTA PARA 

NABI PALSU. MIK 2:1-3:12.  

A. Celaka atas orang-orang yang memonopoli tanah. Mik 2:1-5 

B. Pemberitaan palsu dari nabi-nabi penipu. Mik 2:6-13. 

1. Upaya untuk menghentikan pemberitaan sang nabi sejati. Mik 2:6. 

2. Pemberitaan palsu yang diluruskan oleh Roh TUHAN. Mik 2:7 

3. Ketidakamanan para penduduk sebab  peraturan para penindas. Mik 2:8-13. 

 

.III PENGLIHATAN TENTANG PENGHARAPAN MELALUI DIA YANG AKAN DATANG. 

MIK 4:1-5:15. 

A. Kemenangan terakhir Yerusalem. Mik 4:1-5:2. 

1. Kebangkitan agama yang benar dan kembali kepada Yehovah. Mik 4:1,2. 

2. Tindakan kembali kepada TUHAN untuk mendatangkan damai sejahtera dan 

kemakmuran. Mik 4:3-5. 

3. Janji tentang kembalinya orang-orang buangan. Mik 4:6,7. 

4. Yerusalem akan dipulihkan menjadi lebih megah dan lebih kuat. Mik 4:8. 

5. Penebusan akan didahului oleh penderitaan sebagai hukuman atas dosa. Mik 4:9,10. 

6. Para musuh akan melihat Allah membenarkan umat-Nya. Mik 4:11,12. 

B. Pemimpin berkuasa yang akan datang akan lahir di Betlehem dan memulihkan sisa-sisa 

Yakub. Mik 5:2-15. 

1. Mesias akan lahir di Betlehem. Mik 5:2,3. 

2. Pemerintahan yang baik oleh Mesias. Mik 5:4-7. 

3. Israel rohani akan menjadi penakluk yang hebat. Mik 5:8,9. 

4. Israel rohani akan kehilangan kekuatan materi serta pertolongan. Mik 5:10-15. 

C. Penuduhan atas para pemimpin bangsa itu. Mik 3:1-7. 

1. Jawaban Mikha bagi para nabi palsu dan para penindas. Mik 3:1. 

2. Sifat para penindas jahat digambarkan. Mik 3:2,3. 

3. Penolakan TUHAN untuk mendengar doa-doa mereka. Mik 3:4. 

4. Sifat nabi-nabi palsu. Mik 3:5. 

5. Nabi-nabi palsu akan tidak dipercayai. Mik 3:6,7. 

D. Kesadaran Mikha tentang kuasa Roh TUHAN. Mi 3:8. 

E. Dosa dan kejahatan besar akan mendatangkan kehancuran atas Yerusalem. Mik 3:9-12. 

 

.IV TUNTUTAN HUKUM TUHAN. MIK 6:1-7:20. 

A. Pengaduan pertama TUHAN. Mik 6:1-5. 

B. Jawaban pertama Israel. Mik 6:6-8. 

C. Pengaduan kedua TUHAN. Mik 6:9-16. 

D. Jawaban kedua Israel-suatu pengakuan dosa. Mik 7:1-10. 

E. Berkat yang dijanjikan bagi Israel akan datang sesudah penghakiman. Mik 7:11-13. 

F. Permohonan terakhir bagi Israel-terkumpul dari berbagai bangsa. #/TB Mi 7:14-17*. 

G. Pujian bagi Allah: Kemenangan kasih karunia. Mik 7:18-20. 

1. TUHAN, Allah yang kasih-Nya mengampuni. #/TB Mi 7:18*. 

2. TUHAN, Allah yang kuasa-Nya menebus. #/TB Mi 7:19*. 

3. TUHAN, Allah yang kesetiaan-Nya kekal. #/TB Mi 7:20*. 

 

 

 

 

NAHUM 

  

Sama halnya dengan semua kitab nubuatan dalam Perjanjian Lama, kitab ini memakai nama 

pengarangnya. Nahum (nâhûm) berarti "hiburan" atau "penghibur." Sifat dari isi nubuatan ini 

ditunjukkan dalam judul "beban." Bila dipakai secara teknis di antara tulisan para nabi, nama ini 

berarti hal yang membebani hati Allah dan juga membebani hati nabi ini; yaitu, suatu berita yang 

berisi ancaman atau hukuman. Satu-satunya tema kitab yaitu  Niniwe, ibu kota kuno Kerajaan Asyur.  

 

 

 

Kitab Nahum mudah untuk diberi tanggal dalam batas sekitar setengah abad. Dari penelitian arkeologi 

diketahui bahwa Niniwe jatuh pada 612 SM. Prediksi Nahum ditulis barangkali sesaat sebelum 

kehancuran kota ini. Lagi pula, dalam Nah 3:8, sang nabi menyebutkan penawanan No (No-Amon 

atau Tebe, ibu. kota Mesir Atas) sebagai peristiwa sejarah. Asyurbanipal dari Asyur (668-626 SM) 

membuat jatuh kota Mesir itu pada tahun 663 SM. Oleh sebab  itu, kitab ini mungkin bertanggal 

antara 663 SM dan 612 SM, barangkali lebih dekat ke tanggal yang disebut terakhir. Walaupun tidak 

ada yang diketahui mengenai kehidupan Nahum, selain pernyataan bahwa dia yaitu  seorang Elkosy, 

tidak ada bukti sah yang pernah diajukan untuk menetapkan seorang lain sebagai penulis nubuatan ini. 

Bahkan tempat lahir nabi ini pun tidak diketahui dengan pasti.  

Tiga petunjuk pokok mengenai identitas tempat itu diajukan; 

1) Kota di sebelah utara Niniwe. Pandangan ini didasarkan pada sebuah tradisi yang berasal dari abad 

ke enam belas.  

2) Jerome, penerjemah Alkitab versi bahasa Latin (Vulgata), menyatakannya sebagai sebuah desa 

kecil di Galilea. Tidak bisa dijamin secara pasti bahwa Kapernaum (harf. Desa Nahum) dinamakan 

sesuai nama nabi ini.  

3) Pandangan ketiga menyebut Elkhos di wilayah selatan Yehuda. Barangkali Nahum memang lahir 

di Galilea, dan belakangan melayani di selatan.  

 

LATAR BELAKANG SEJARAH.  

 

Bersama dengan Nabi Yeremia, Habakuk, dan Zefanya, Nahum yaitu  seorang saksi bagi Kerajaan 

Selatan. Kerajaan Utara telah dibawa ke pembuangan oleh Asyur hampir seabad sebelumnya (722/721 

SM.). Sekarang Allah bermaksud mengunjungi bangsa itu yang telah menjadi tongkat amarah Allah 

atas Israel. Niniwe telah bertobat dengan tulus pada masa Nabi Yunus, namun ia sekarang siap 

dihukum sebab  kekejaman dari keinginan besarnya untuk memiliki. Ia kejam dalam peperangan dan 

tamak akan kekayaan yang diperoleh secara tidak jujur. Kekuatan yang telah menguasai Asia bagian 

barat selama sekitar tiga abad, sekarang akan dihancurkan oleh kekuatan gabungan bangsa Babel dan 

Media.  

 

 

NAHUM 

  

  

.I JUDUL. NAH 1:1. 

.II ALLAH AGUNG ISRAEL. NAH 1:2-8. 

.III PENGHAKIMAN ALLAH ATAS ASYUR. NAH 1:9-14. 

.IV PELEPASAN YEHUDA. NAH 1:15. 

.V NYANYIAN EJEKAN TERHADAP NINIWE. NAH 2:1,2 

.VI PENGEPUNGAN NINIWE. NAH 2:3-7. 

.VII MALAPETAKA NINIWE. NAH 2:8-10. 

.VIII PENYEBAB KEJATUHAN NINIWE. NAH 2:11-13. 

.IX GAMBARAN KEJATUHAN ini . NAH 3:1-3. 

.X KEGAGALAN MORAL NINIWE. NAH 3:4-7. 

.XI PERINGATAN YANG TIDAK DIINDAHKAN DARI NO-AMON ATAU TEBE. NAH 3:8-10 

.XII KEADAAN NINIWE YANG TANPA HARAPAN. NAH 3:11-19. 



HABAKUK 

   

 

Mengenai Habakuk sendiri, tidak ada yang diketahui kecuali apa yang bisa disimpulkan dari kitab ini 

yang memuat namanya. Dia digambarkan sebagai "nabi," dan oleh sebab  itu, bisa saja bahwa dia 

bukan hanya memiliki karunia untuk bernubuat, melainkan yaitu  juga salah satu dari sekelompok 

nabi profesional. Beberapa catatan musik untuk nyanyian Mazmur pada pasal Hab 3 menunjukkan 

bahwa dia mungkin bernubuat di Bait Suci, seperti orang-orang yang disebutkan dalam 1Taw 25:1.  

 

yaitu  sulit untuk mengatakan lebih banyak mengenai sifat sang nabi berdasar  tulisannya. 

Namanya rupanya berasal dari sebuah akar kata Ibrani yang berarti "memeluk." Jerome (abad ke 5 M) 

menyatakan bahwa nabi disebut "Sang Pemeluk," sebab  kasihnya kepada Tuhan atau sebab  dia 

bergumul dengan Tuhan. Sebuah tradisi dari golongan para rabi menghubungkan nama itu dengan 

2Raj 4:16 dan mengatakan bahwa Habakuk yaitu  anak laki-laki si wanita  Sunem. Tentu ini 

merupakan khayalan semata, dan kecuali jika diakui bahwa nama sang nabi, seperti nama Yesus, 

diberikan sebagai antisipasi akan pelayanannya (Mat 1:21), dugaan apa pun perihal artinya, walaupun 

menarik, yaitu  sia-sia. Habakuk disebut dalam legenda Apokrif mengenai Bel dan Ular Naga sebagai 

tokoh yang menyelamatkan Daniel dari gua singa untuk yang kedua kalinya. Orang tidak perlu 

percaya pada hal ini atau pada tradisi-tradisi lain yang menyatakan bahwa Habakuk melarikan diri ke 

Arab saat  Yerusalem jatuh dan kembali ke Palestina setelah pembuangan ke Babel. Walaupun 

demikian, cerita-cerita ini  memang menunjuk pada ancar-ancar waktu di mana nabi melayani.  

 

T A N G G A L  

 

Waktu yang tepat dari penulisan nubuatan itu selama ini hanya merupakan dugaan semata, sama 

halnya dengan pribadi sang nabi. Pengetahuan yang kompeten menunjukkan tanggal-tanggal yang 

membentang dari 650 SM (C. F. Keil, Commentary on the Minor Prophets, hlm. 410) sampai 330 SM 

(E. Sellin, Introduction to the Old Testament, hlm. 183). sebab  berbagai alasan, tanggal pertama 

tampaknya agak terlalu awal, sebab terjadinya pada masa bangsa Asyur menguasai Yehuda; 

sementara tanggal yang belakangan berkaitan erat dengan pendapat yang menyatakan bahwa pasukan 

penyerbu yang digambarkan pada pasal pertama dari nubuatan bukanlah bangsa Kasdim melainkan 

pasukan Yunani di bawah pimpinan Aleksander Agung. Kesimpulan yang paling memuaskan 

tampaknya yaitu  bahwa nubuatan ini  ditulis pada waktu bangsa Kasdim atau Babel mulai 

menjadi gelisah terhadap kekuatan bangsa Asyur dan barangkali bahkan telah mulai menunjukkan 

kekuatan mereka. Menetapkan tanggal penulisan kitab ini jauh lebih belakangan dari tanggal ini tentu 

berarti menganggap bahwa nubuatan ini  sebetulnya bukan merupakan ramalan tentang 

penyerbuan atas Yehuda oleh bangsa Kasdim, melainkan sebuah referensi tentang apa yang telah 

terjadi dan hanya merupakan penjelasan mengenai kehadiran bangsa Babel di negeri-negeri sebelah 

barat sebagai alat Tuhan. Kesimpulan terbaik tampaknya yaitu  bahwa nubuatan itu ditulis menjelang 

akhir pemerintahan Yosia (640-609 SM.), lebih disukai setelah penghancuran Niniwe oleh gabungan 

kekuatan dari Babel, Media, dan Skitia pada tahun 612 SM. Waktu ini rupanya masuk akal sebab  dua 

alasan. Pertama yaitu  sebab  sang nabi kelihatan terkejut saat  mengetahui bahwa bangsa Kasdim 

dipilih Allah untuk menghukum Yehuda yang tidak taat; bagaimanapun, tidakkah bagus Raja Yosia 

memihak Babel dalam kebijakan politiknya sebab  ia berusaha menghindari barisan Firaun Nekho 

yang hendak berperang melawan bangsa Babel pada tahun 609 SM? Alasan lainnya yaitu  bahwa 

naiknya kekuatan bangsa Kasdim akan merupakan bukti yang cukup sehingga uraian sang nabi tentu 

memiliki arti bagi para pendengarnya. Tentu saja kitab ini harus diberi tanggal sebelum 605 SM, 

saat  Nebukadnezar mengadakan penyerbuan pertamanya ke Palestina dan mengambil Daniel 

beserta lainnya sebagai tawanan ke Babel.  

Page 120 of 130

Masalah dalam pasal Hab 3. Kadang-kadang diperdebatkan bahwa pasal Hab 3, yang merupakan 

sebuah mazmur, tidak ditulis oleh Habakuk. Beberapa catatan musik yang ada  dalam pasal ini 

menunjukkan bahwa ini dirancang untuk dipakai dalam ibadah di Bait Suci. Hal ini menyebabkan 

beberapa pakar yang lebih suka menganggap bahwa ibadah di Bait Suci baru mencapai kesucian 

komparatif dan teologi yang maju dalam periode setelah Pembuangan untuk memberi tanggal 

penulisan mazmur itu sebagai dalam periode pasca-Pengasingan. Dukungan lebih lanjut pada 

argumen ini tampaknya ada  dalam kenyataan bahwa penafsiran Kitab Habakuk yang ada  di 

antara.Gulungan Kitab Qumran sama sekali tidak menyebut tentang pasal ketiga Kitab Habakuk. 

Meskipun demikian, ketidaktahuan yang nyata tentang Hab 3 dapat dijelaskan oleh fakta bahwa para 

penulis tafsiran ini  waktu itu sedang berusaha menjelaskan dua pasal pertamanya bukan dalam 

kaitan dengan penyerbuan bangsa Kasdim, melainkan dalam kaitan dengan peristiwa-peristiwa pada 

masa mereka sendiri. Waktu itu mereka tidak menganggap mazmur dalam Habakuk itu ada 

hubungannya dengan tujuan mereka. Pemakaian anotasi liturgi dalam kesusastraan puitis Ibrani 

hampir tidak dapat menjadi bukti yang menentukan bahwa suatu tulisan berasal dari masa pasca-

Pembuangan. sebab  beberapa dari Kitab Mazmur yang paling tua berisi catatan-catatan seperti itu, 

tampaknya tulisan-tulisan itu merupakan bagian dari kesusastraan semacam itu yang banyak sekali 

ada sebelum Pembuangan.  

 

KEUNIKAN KITAB.  

 

Oleh sebab  isi dari pasal ketiga memberi  sebuah klimaks yang penuh kemenangan dari masalah-

masalah yang diajukan dalam dua pasal pertama, maka kami menemukan suatu teodise (pembenaran 

Allah oleh manusia) dalam keseluruhan kitab. Struktur nubuatan ini bersifat unik dalam Perjanjian 

Lama, sama seperti isi teologinya. Dalam dua pasal pertama, ada  sebuah dialog antara Tuhan 

dengan sang nabi, di mana sang nabi tidak hanya mengeluh mengenai kejahatan, seperti yang 

dilakukan oleh beberapa penulis Mazmur, namun  bahkan menantang Tuhan untuk menunjukkan 

bagaimana Dia, Yang Maha Kudus, dapat sabar terhadap kejahatan. Dialog ini harus dianggap sebagai 

berlangsung dalam alam penglihatan (bdg. Hab 1:1; 2:2). Pasal ketiga yaitu  sebuah doa, di mana 

sang nabi mulai dengan meminta Tuhan untuk melaksanakan dalam sejarah maksud yang telah 

dinyatakan-Nya, yaitu membuat karya-Nya hidup di tengah-tengah tahun-tahun itu. Setelah doa ini, 

Habakuk dianugerahi penglihatan mengenai Allah yang sedang menggunakan kuasa-Nya dan 

menunjukkan kemuliaan-Nya di bumi melalui cara yang hampir sama dengan yang diperbuat-Nya 

dalam pengalaman Keluaran di Gunung Sinai. Hasil dari penglihatan itu yaitu  campuran antara 

ketakutan dan keyakinan pada pihak sang nabi.  


 

HABAKUK 

  

.I PENGANTAR. HAB 1:1. 

.II KELUHAN NABI TENTANG KEKEJAMAN YANG TAK TERKENDALI DI YEHUDA. HAB 

1:2-4. 

.III JAWABAN TUHAN: ORANG KASDIM yaitu  ALAT-NYA UNTUK MENGHUKUM.. 

HAB 1:5-11. 

.IV JAWABAN KEDUA TUHAN: TUJUANNYA PASTI DAN IMAN AKAN MENDAPAT UPAH. 

HAB 2:2-4. 

.V LIMA UCAPAN CELAKA ATAS KEJAHATAN, ENTAH ITU DILAKUKAN OLEH ORANG 

YAHUDI ATAU ORANG KASDIM. HAB 2:5-20. 

.VI SEBUAH PENGLIHATAN TENTANG PENGADILAN ILAHI. HAB 3:1-16. 

.VII KEMENANGAN IMAN. HAB 3:17-19.  

 

 

ZEFANYA 

  


Kitab Zefanya mendapat  namanya dari nabi yang pelayanannya dicatat di dalamnya. Sepanyâ 

berarti "Tuhan bersembunyi" atau "Tuhan telah bersembunyi." Nabi ini dilahirkan pada masa 

pemerintahan Manasye yang kejam (692-638 SM), yang "mencurahkan darah orang yang tidak 

bersalah sedemikian banyak, hingga dipenuhinya Yerusalem dari ujung ke ujung" (2Raj 21:16). 

Nama sang nabi menunjukkan suatu keyakinan pada kuasa Allah untuk menyembunyikan (yakni, 

melindungi) para penyembah-Nya pada masa bahaya.  

 

NABI DAN PESANNYA.  

 

Sangat sedikit yang diketahui mengenai Zefanya. Dia barangkali masih keturunan raja (Zef 1:1; 

barangkali Hizkia yaitu  Raja Hizkia), dan bernubuat selama masa pemerintahan Yosia (637-607 

SM) di antara kejatuhan Niniwe dan serangan Babel atas Yehuda. Di bawah pemerintahan Yosia, 

pelaksanaan Hukum dan penyembahan kepada Tuhan telah dihidupkan kembali secara singkat, 

namun bangsa ini masih mempraktikkan kebiasaan menyembah berhala secara sembunyi-sembunyi. 

Mengetahui kemunafikan ini  membuat sang nabi muda ini tergerak untuk bertindak. Walaupun 

raja bergabung dengan sang nabi dalam sebuah gerakan reformasi, naik turunnya kejahatan tetap 

berlangsung. Meningkatnya kejahatan secara tidak terelakkan membawa kepada waktu di mana Allah 

memakai Nebukadnezar sebagai saluran kemarahan-Nya.  

 

Zefanya menunjuk secara tepat penyebab penghukuman Allah dengan memberitakan kemerosotan 

moral bangsa itu. Sekalipun demikian, dia menjelaskan bahwa pintu belas kasih terbuka bagi orang-

orang yang mau dengan sungguh-sungguh bertobat. Sang nabi melihat arti dari semuanya ini dari 

sudut maksud Allah untuk mengutus Anak-Nya, Tuhan Yesus, sebagai Mesias bagi Israel dan 

Juruselamat seluruh umat manusia.  

 

KEPENULISAN DAN TANGGAL.  

 

Ayat pertama dalam Zefanya (dengan menggunakan bentuk biasa dari para nabi yang menulis) 

menunjukkan bahwa kitab ini merupakan pesan yang disampaikan Allah kepada nabi dan yang dicatat 

oleh nabi sendiri. Dan tidak ada alasan untuk menganggap petunjuk ini sebagai sebuah sisipan oleh 

seorang penulis yang tak dikenal pada suatu masa yang belakangan. Walaupun Zefanya dilahirkan 

dalam masa pemerintahan Manasye (692-638 SM), dia tidak memangku jabatan nabinya sebelum 

awal pemerintahan Yosia, barangkali 627-626 SM. Kemungkinan nubuatan ini ditulis beberapa tahun 

saja setelah itu.  

 

LATAR BELAKANG SEJARAH.  

 

Pemerintahan lalim Manasye (692-638 SM.) dan Amon (638-637 SM.) sudah berakhir. Raja Yosia 

(637-607 SM.) telah naik takhta Yehuda. Pembaharuan yang ia lakukan masih beberapa tahun 

sesudah itu, dan kondisi murtad yang berlangsung selama lebih dari setengah abad pada waktu 

pemerintahan Manasye dan Amon belum mendapat tantangan. Pada tahap awal pemerintahan Yosia 

(barangkali sekitar 627-626 SM), Zefanya mulai memperingatkan bangsanya mengenai akan 

datangnya penghukuman Allah, yang kemarahan-Nya telah mereka picu dengan tingkah laku mereka. 

Takdir Samaria pada tahun 722 SM, merupakan sebuah peringatan serius mengenai kuasa dan 

keadilan Allah. Dengan semangat pemuda Zefanya meletakkan kerangka dasar bagi pembaharuan 

yang berlangsung dalam masa belakangan dari pemerintahan Yosia.  



ZEFANYA 

  


I. PENGANTAR. ZEF 1:1 

II. SEBUAH PERINGATAN TENTANG PENGHUKUMAN YANG AKAN DATANG. 

ZEF 1:2-18. 

A. Penghukuman diumumkan. Zef 1:2-6. 

B. Penghukuman ditetapkan. Zef 1:7-13. 

C. Penghukuman digambarkan. Zef 1:14-18. 

 

III. NASIHAT UNTUK SEGERA BERTOBAT. ZEF 2:1-3:8. 

A. Ajakan untuk bertobat. Zef 2:1-3 

B. Peringatan yang rinci mengenai penghukuman.  Zef 2:4-3:8. 

1. Negeri orang Filistin. Zef 2:4-7. 

2. Tanah Moab dan Amon. Zef 2:8-11. 

3. Negeri orang Etiopia. Zef 2:12. 

4. Negeri orang Asyur. Zef 2:13-15. 

5. Tanah Yehuda dan kota Yerusalem. Zef 3:1-8. 

 

IV. JANJI BERKAT PADA MASA MENDATANG. ZEF 3:9-20. 

A. Janji akan perubahan. Zef 3:9-13. 

B. Janji akan pemulihan. Zef 3:14-20. 

 

HAGAI 

 

Penulis kitab ini yaitu  satu-satunya orang dalam Perjanjian Lama yang bernama Hagai (berarti 

"pesta" atau "perayaan yang riang gembira"). Nama itu dapat menunjukkan iman orang tua sang nabi 

bahwa anaknya akan mendapat kegembiraan waktu menyaksikan berbagai nubuatnya mengenai 

pemulihan digenapi. yaitu  mungkin bahwa dia diberi nama demikian sebab dia dilahirkan saat  

sedang berlangsung suatu pesta sesuai penanggalan Ibrani yang dianggap suci. Walaupun dia yaitu  

salah seorang nabi yang rincian kehidupan pribadinya tidak diketahui, dia disebutkan oleh Ezra (Ezr 

5:1; 6:14). Dia yaitu  nabi pertama pasca-Pembuangan yang melayani orang-orang tersisa yang telah 

kembali dari pembuangan ke Babel. Nubuatannya dengan jelas diberi tanggal pada tahun 520 SM., 

tahun kedua pemerintahan Raja Darius. Barangkali Hagai dilahirkan dalam pembuangan pada awal 

abad keenam. Nabi yang sezaman dengan dia yaitu  Zakharia (bdg. Hag 1:1 dengan Za 1:1; lih. juga 

Ezr 5:1; 6:14).  

 

LATAR BELAKANG SEJARAH. 

 

Para nabi sebelum Pembuangan (586 SM.) telah menubuatkan jatuhnya kerajaan Yehuda oleh 

kerajaan Babel yang baru. Juga dinyatakan bahwa setelah tujuh puluh tahun, TUHAN akan 

mengembalikan umat-Nya ke tanah kelahiran mereka (Yer 25:11,12; Dan 9:2). saat  Koresy orang 

Persia menghancurkan kekuasaan Babel, dia bermurah hati dan mempercepat kembalinya bangsa 

Yahudi ke tanah perjanjian untuk membangun kembali tempat suci di Yerusalem. Fondasi Bait Allah 

yang baru itu diletakkan dan pengerjaannya dimulai dengan harapan yang sangat tinggi. Segera 

bangsa-bangsa tetangga yang bermusuhan menggunakan berbagai sarana untuk menghentikan 

pekerjaan itu. Pekerjaan itu dihentikan, namun perlawanan dari luar terhadap pekerjaan itu hanyalah 

sebagian dari masalah yang ada. Keadaan acuh tak acuh telah menguasai lima puluh ribu orang 

buangan yang telah kembali dengan tekad untuk membangun kembali rumah Allah. saat  Darius 

Histaspis duduk di takhta Persia, Bait Allah tidak disentuh selama enam belas tahun. Hagai (dan 

belakangan Zakharia) diutus Allah untuk membangunkan bangsa itu dan menggerakkan mereka dari 

kelesuan mereka untuk menjalankan pekerjaan perbaikan. yaitu  tidak adil bagi Hagai kalau orang 

menganggap bahwa pesan-pesannya melulu menyangkut masalah-masalah pembangunan. Dia 

memang memulai dari pokok yang menguntungkan itu, namun  melanjutkan dengan berbicara 

mengenai kemuliaan hadirat Tuhan Yesus Kristus, pendirian kerajaan Allah di bumi pada masa 

mendatang, hukuman Allah atas kekuatan-kekuatan dunia yang tidak mengenal Allah, serta berkat 

yang sedang menantikan bangsa-bangsa yang akan kembali kepada Allah.  

 

HAGAI 


.I TEGURAN TERHADAP SIKAP ACUH TAK ACUH.  HAG 1:1-4. 

.II PANGGILAN UNTUK BERPIKIR SECARA SERIUS. HAG 1:5,6. 

.III HAJARAN ATAS ISRAEL DARI ALLAH. HAG 1:7-11. 

.IV DORONGAN UNTUK MEMBANGUN. HAG 1:15B-6. 

.V JANJI AKAN KEMEGAHAN PADA MASA DEPAN. HAG 2:6-9. 

.VI SUCI DAN NAJIS DALAM MASALAH-MASALAH ORANG LEWI. HAG 2:10-14. 

.VII PENERAPAN KEBENARAN-KEBENARAN INI. HAG 2:15-19. 

.VIII BERKAT ALLAH PADA MASA DEPAN BAGI ZERUBABEL. HAG 2:20-23. 

 

 

 


 

ZAKHARIA 


Zakharia, yang hidup sezaman dengan Hagai, mengawali pelayanan nubuatnya pada tahun 520 SM. 

Tanggal terakhir yang ditunjukkan dalam kitab ini (Za 7:1) yaitu  518 SM, tahun keempat 

pemerintahan Raja Darius Histaspis. Nama "Zakharia" yaitu  nama yang umum dalam Perjanjian 

Lama, ada dua puluh sembilan orang memakainya. Artinya yaitu  Tuhan mengingat. Para pakar 

"liberal" yang meneliti beberapa perbedaan tertentu dalam gaya dan pokok bahasan, berpendapat 

bahwa pasal Za 9 sampai 14 bukan ditulis oleh penulis Za 1 sampai 8. Meskipun demikian, Za 9 

sampai 14 rupanya ditulis pada waktu belakangan, dan kemungkinan inilah sebabnya ada  

perubahan dalam gaya penulisan. Perbedaan dalam pokok bahasan terjadi sebab  fakta bahwa pada 

bagian akhir dari kitab ini, sang nabi ditugaskan untuk menyingkapkan peristiwa-peristiwa apokaliptis 

yang berhubungan dengan kedatangan Mesias dan kerajaan-Nya di dunia. Semua bukti internal 

menunjukkan bahwa kitab ini ditulis oleh satu orang, bukan oleh banyak orang.  

 

LATAR BELAKANG SEJARAH.  

 

Koresy, raja Persia, mengeluarkan keputusan (sekitar 538 SM.) bahwa barangsiapa yang ingin 

kembali ke Yerusalem untuk membangun kembali Bait Allah diizinkan untuk melakukannya  

(2Taw 36:22,23; Ezr 1:1-4). Sekitar 50.000 orang buangan mengambil manfaat dari kebijaksanaan 

lunak ini. Dengan tujuan mulia, mereka bertekad untuk kembali bermukim di negeri itu dan 

memperbaiki Bait Allah. Dalam bulan kedua tahun 536, SM, mereka meletakkan fondasinya  

(Ezr 3:11-13). Pada awal pekerjaan itu, orang-orang Samaria yang sama sekali menolak untuk ikut 

dalam pembangunan kembali ini , menentang proyek itu (Ezr 4:5). Hampir selama empat belas 

tahun, pekerjaan ini terhenti. saat  Darius Histaspis menaiki takhta Persia pada tahun 521 SM, Hagai 

dan Zakharia, dengan beranggapan bahwa keputusan-keputusan dari para penguasa sebelumnya tidak 

berlaku, mendorong orang-orang sebangsanya untuk memulai tugas itu kembali. Zerubabel dan 

Yosua, yang yaitu  bupati dan imam besar, memimpin pembangunan kembali ini . Suatu 

penyelidikan yang dilakukan oleh Tatnai, bupati Persia untuk wilayah barat Efrata, menghentikan 

pekerjaan itu lagi, namun Darius mempertegas keputusan asli Koresy. Sayangnya, pada masa ini telah 

terjadi perubahan dalam sikap orang-orang Yahudi. Mereka menilai bahwa halangan-halangan dalam 

pembangunan kembali itu menunjukkan bahwa Allah tidak ada dalam pekerjaan ini . Hagai dan 

Zakharia berusaha membangkitkan bangsa ini dari sikap acuh tak acuh mereka. Bangsa ini merespons 

dan pembangunan selesai pada tahun 516 SM., tahun keenam dari pemerintahan Darius. Data 

kronologis dalam nubuatan ini berada dalam periode pekerjaan pembangunan kembali Bait Allah. 

Walaupun Zakharia mengawali dengan tema tentang pemulihan Bait Allah di Yerusalem, dia 

menyinggung berbagai tahap kehidupan rohani bangsa ini, dan dia membicarakan dengan 

kesempurnaan yang luar biasa peristiwa-peristiwa nubuatan yang mengarah kepada kedatangan 

kembali dan pemerintahan Mesias.  

 

ZAKHARIA 

  

I. PENGANTAR: PANGGILAN UNTUK BERTOBAT. ZA 1:1-6 

 

II. PENGLIHATAN-PENGLIHATAN ZAKHARIA PADA MALAM HARI. ZA 1:7-6:15. 

A. Penglihatan tentang kuda dan para penunggangnya. Za 1:7-17. 

B. Penglihatan tentang empat tanduk dan empat orang tukang besi. Za 1:18-21. 

C. Penglihatan tentang seorang yang memegang tali ukuran. Za 2:1-13. 

D. Penglihatan tentang imam besar Yos 3:1-10. 

E. Penglihatan tentang kandil emas. Za 4:1-14. 

F. Penglihatan tentang gulungan kitab yang terbang. Za 5:1-4. 

G. Penglihatan tentang wanita  dalam gantang. Za 5:5-11. 

H. Penglihatan tentang empat kereta. Za 6:1-8. 

I. Pemahkotaan Yos 6:9-15. 

 

III. BERBAGAI PERTANYAAN MENGENAI PUASA. ZA 7:1-8:23. 

A. Pertanyaan. Za 7:1-3. 

B. Pelajaran dari sejarah. Za 7:4-14. 

C. Maksud berkat Allah bagi Israel. Za 8:1-23. 

 

IV. MASA DEPAN BANGSA-BANGSA, ISRAEL, DAN KERAJAAN MESIAS. ZA 9:1-14:21. 

A. Ucapan ilahi yang pertama. Za 9:1-11:17. 

1. Kemenangan-kemenangan Aleksander Agung. Za 9:1-8. 

2. Pemerintahan penuh damai sejahtera oleh Mesias. Za 9:9,10. 

3. Kemenangan-kemenangan Kaum Makabe. Za 9:11-17. 

4. Berkat-berkat sepanjang pemerintahan Mesias. Za 10:1-12. 

5. Penolakan terhadap Gembala yang Baik. Za 11:1-17. 

B. Ucapan ilahi yang kedua. Za 12:1-14:21. 

1. Kekuasaan-kekuasaan dunia melawan Yerusalem. Za 12:1-14. 

2. Negeri dan bangsa itu dikuduskan. Za 13:1-6. 

3. Gembala yang dibunuh dan orang-orang yang tersisa. Za 13:7-9. 

4. Kedatangan nyata Mesias ke bumi. Za 14:1-5. 

5. Kerajaan kudus Mesias. Za 14:6-21. 


 

MALEAKHI 

  


PENGARANG DAN JUDUL.  

 

"Maleakhi" (Mal 1:1) barangkali singkatan dari Malachiah, sebuah nama orang Ibrani yang berarti, 

"utusan Yehovah." Allah menghargai iman orang tua yang menamai anak mereka demikian dengan 

menjadikan anak itu nabi terakhir dari Sistem Agama Lama. Tradisi menyatakan bahwa Maleakhi 

merupakan anggota dari "Sinagoge Besar" dan bahwa dia yaitu  seorang Lewi yang lahir di Supha, 

Zebulon, namun tidak ada pengetahuan yang pasti mengenai nabi ini.  

 

TANGGAL DAN LATAR BELAKANG SEJARAH.  

 

Berbagai keadaan yang dinyatakan dalam Maleakhi menunjukkan masa pembangunan kembali Bait 

Suci setelah pembuangan ke Babel, pengetahuan tentang Hukum Taurat yang disampaikan oleh Ezra 

(Ezr 7:10,14,25,26), dan penyimpangan dari ketetapan-ketetapan Taurat Musa yang terjadi 

belakangan. Juga, ada pertalian erat antara keadaan-keadaan religius yang lemah pada masa Maleakhi 

dengan keadaan-keadaan yang harus ditentang oleh Nehemia saat  dia pada tahun 433 SM kembali 

dari Persia untuk menjalankan tugasnya sebagai Bupati di Yerusalem. ‘Kejahatan-kejahatan ini 

mencakup:  

1. Ketidakpedulian para imam terhadap kesucian Bait Allah dan upacara-upacaranya (Neh 13:1-9);  

2. Kelalaian bangsa itu untuk membawa persepuluhan dan persembahan (Neh 13:10-13); dan 

3. Perkawinan campuran antara umat perjanjian dengan penyembah berhala (Neh 13:23-28). 

Maleakhi memperhatikan kejahatan-kejahatan yang sama ini (Mal 1:6-2:9; 3:8-12; 2:10-16). 

sebab  itu kitabnya barangkali ditulis pada kuartal ketiga dari abad kelima SM.  

 

P E S A N 

 

 Apa yang hendak dikatakan oleh Maleakhi berkali-kali didasarkan pada kedaulatan Allah. Allah 

yaitu  Bapa (Mal 1:6), Tuan (Mal 1:6), Raja yang besar (Mal 1:14). Dia yaitu  Bupati surgawi (Mal 

1:7,8). Dia memberi  perjanjian-perjanjian dan perintah (Mal 2:4,5,10; 4:4)..Oleh sebab  Dia 

yaitu  Allah yang membenci dosa, dan umat-Nya bersifat ceroboh, acuh tak acuh serta penuh dosa 

dengan. mencemarkan Bait Suci, lalai menjalankan tanggung jawab ibadah mereka, serta mengikat 

perkawinan dengan bangsa-bangsa sekitar mereka yang tidak bersunat Dia pasti memberi  

penghukuman (Mal 2:2,3,12; 3:1-5; 4:1). namun  sebab  Dia yaitu  Allah dengan kasih karunia yang 

tak terbatas, Dia akan menggunakan kasih setia seandainya saja umat-Nya mau mendengar suara-Nya 

dan meninggalkan jalan mereka yang jahat (Mal 3:7,10-12). Hari TUHAN yang mengerikan akan 

datang (Mal 3:2; 4:1,5), namun orang benar tidak perlu cemas, sebab Allah memelihara orang-orang 

milik-Nya (Mal 3:16,17; 4:2,3). Sang nabi sesungguhnya meminta dengan sangat, secara langsung 

atau tidak langsung, kepada suatu bangsa yang memberontak melawan Kepala perjanjian mereka. 

Dengan ajakan bernada penuh kasih ia meminta mereka untuk kembali kepada Allah yang sudah 

mereka tinggalkan kalau tidak mereka akan dihancurkan pada hari penghukuman.  

 

 

MALEAKHI 

 

I. JUDUL. MAL 1:1. 

 

II. PERTANYAAN-PERTANYAAN YANG UNTUKNYA ALLAH MEMPUNYAI JAWABAN 

YANG BAGUS. MAL 1:2-4:3. 

A. "Dengan cara bagaimanakah Engkau mengasihi kami?" Mal 1:2-5. 

B. "Dengan cara bagaimanakah kami menghina nama-Mu?" Mal 1:6-2:9. 

C. "Oleh sebab  apa?" Mal 2:10-16. 

D. "Dengan cara bagaimanakah kami menyusahi Dia?" Mal 2:17-3:6. 

E. "Dengan cara bagaimanakah kami harus kembali?" Mal 3:7-12. 

F. "Apakah kami bicarakan di antara kami tentang Engkau?" Mal 3:13-4:3. 

 

III. KESIMPULAN. MAL 4:4-6. 

A. Nasihat untuk melaksanakan Hukum Musa. Mal 4:4 

B. Janji akan kedatangan "Elia". Mal 4:5,6.