Tradisi Suci lainnya tidak bisa diberikan sembarangan agar jangan terjadi hal yang sama terhadap
Kitab Suci.
kenabian ini harus dipelihara, harus diajarkan turun-temurun. Seperti halnya di dalam
zaman Eliyahu di PL yang memiliki sekolah nabi-nabi. Di dalam PB pun harus demikian.
Para nabi, tidak perlu yaitu seorang yang sudah diangkat ke jenjang keimamatan, bisa
datang dari jemaat Gereja Rasuliah dari kalangan manapun tanpa melihat usia dan
darah turunan. Tuhan bisa menyampaikan wahyu-Nya melalui siapa saja yang Dia pilih.
Tuhan tidak pernah berhenti bicara! Jawatan nabi tidak pernah boleh dihentikan!
Rahasia Sorga belum semua disampaikan ke dunia ini! Kalau Tuhan berbicara, maka
keuskupan harus bisa mengujinya dengan baik dengan memakai 3 pilar Iman, kitab
suci, tradisi suci, dan pewahyuan suci sebelumnya yang sudah lulus uji. Pewahyuan
Baru tidak boleh bertentangan dengan 3 pilar Iman.
Jadi, apakah kitab-kitab sudah berhenti total dituliskan? Apakah kitab dan tradisi
yang ada sudah bisa menjawab semua pertanyaan perihal rahasia-rahasia alam roh?
Apakah ajaran Yeshua yang dikatakan tidak bisa dimuat di dalam kitab manapun di
dunia ini, Yoh 21:25 sudah bisa diketahui Gereja Rasuliah-Nya? Jawabannya yaitu
belum semua. Peran nabi-nabi masih dibutuhkan dan ternyata ajaran Mesianik baik
yang berasal dari luar dan masuk ke negara kita ini, tidak ditopang oleh peran kenabian
ini. Kalau ada sudah pasti ada kitab bernama Kitab Mesianik, dengan nama nabi A atau
B.
Yoh21:25 (LAI): Masih banyak hal-hal lain lagi yang diperbuat oleh Yesus,
namun jikalau semuanya itu harus dituliskan satu per satu, maka agaknya
dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu.
Ajaran Mesianik, bertumpu pada ajaran Sola Scriptura. Ajaran ini seperti halnya
ajaran denom pecahan Protestan lainnya, tidak mengenal kekayaan tradisi dan juga
penyingkapan pewahyuan suci. Pengembangan penafsiran yaitu upaya utama untuk
menggali dan mencari ajaran awal Nasrani abad 1. Tidaklah mengherankan penafsiran
masing-masing pengajarnya akan saling berbenturan. Semua merasa berhak untuk
menafsirkan ayat-ayat kitab suci yang sulit dipahami. Pdt Ir Benyamin Obadyah,
memutuskan untuk keluar dari GBI (denominasi Pentakosta Karismatik). Dia bersama
bapak Eddy Hermanto Tjahjono, seorang pengusaha perkapalan dan Pdt Niko Sumolang
memimpin jemaat Mesianik. Perbedaan muncul, akibat pak Benyamin tidak mau
terseret pergerakan Nama Suci (Sacred Name Movement) dan memilih mengucapkan Nama
Suci: ‘Adonai’ atau ‘Hashem’. Sementara pak Niko konsisten mengajarkan Nama Suci
‘Yahweh’. Hal penafsiran ini dan lainnya membuat saat ini mereka memimpin
komunitas yang berbeda sesuai penafsiran masing-masing.
Menurut penuturan seorang mantan jemaat Mesianik, Pdt Jeny Napitupulu
memutuskan berpisah dengan pak Benyamin yang tetap memelihara peribadatan di
Hari Minggu. Bu Jeny menafsirkan bahwa, peribadatan hari minggu yaitu peribadatan
yang berasal dari penyembahan kaum pagan Dewa Matahari. Pdt Jeny juga meyakini
bahwa seorang wanita diperbolehkan memimpin peribadatan Nasrani dan mengajarkan
Torah Sinai. Beliau memimpin peribadatan Mesianiknya di Gedung Kasih Bersaudara,
Cikini, Jakarta.
Pdt Dr Romeo Sahertian, seorang ahli bahasa ibrani, yaitu sosok yang cukup
unik sebab pengajaran Mesianiknya mengandung ajaran Kabalah, berbeda dengan
pengajaran Mesianik pada umumnya di negara kita . Dr Romeo memimpin peribadatan
GBI Berlian Sorgawi Mesianiknya pada Jumat Malam dan hari Minggu pagi.
Pada awalnya Ev dr Suradi menulis nama suci ‘Yahwe’ tanpa huruf ‘h’. Ini
berbeda dengan Pdt Yakub Sulistyo, Pdt Loekas Sotrisno, dll yang biasa menulis dan
menyebut ‘Yahweh’. Tidak banyak pengajar yang menuliskan Nama Suci seperti Ev dr
Suradi.
Pdt Teguh Hindarto, MTh, yang sempat belajar dari Ev dr Suradi di Jakarta,
membuka pelayanan Mesianiknya, Kehilat Nafiri Yahshua di Kebumen. Penafsirannya
perihal nama Mesias sempat membuat perdebatan a lot sekitar tahun 2013 dengan Pdt
Dr Yakub Sulistyo yang mengajarkan nama Mesias, ‘Yeshua’. Para pendeta Mesianik
yang meyakini nama Mesias itu ‘Yahshua’ antara lain: Dr Romeo Sahertian, Pdt Niko
Sumolang, dan Pdt Teguh Hindarto, MTh ini.
Gambar 1.30 Keretakan dalam sinode GPR. Sumber: Facebook
Pada pertengahan th 2015, pak Maxi memposting di Facebook, adanya keretakan
pengajaran di dalam sinode yang berpusat di Manado ini. Dalam satu sinode ini, masih
ada yang beribadah dengan memakai nama Allah, yang satunya menolak. Jalan keluar
yang diambil bukannya saling berdiri sendiri, namun membuat sinode Baru, yaitu
Sinode Am yang menaungi dua sinode yang bertentangan di dalamnya. Mungkin
alasannya yaitu pembuatan sinode baru di negara kita sudah tidak dimungkinkan lagi.
Yang dipermasalahkannya yaitu kepemimpinan di dalam Sinode Am ini. Ini yaitu
urusan rumah tangga Sinode Am, namun sangat disayangkan terekspos di media sosial.
Dalam kasus ini semua bisa mengambil pelajaran bahwa sesama penganut Mesianik
tidak bisa bersatu dalam pengajaran di bawah satu kepemimpinan. Ada yang
menafsirkan boleh memakai nama ‘Allah’ dan ada yang sudah menyatakannya suatu
tindakan melanggar perintah Tuhan.
Semakin para pengajar Mesianik mendalami ajaran Kitab suci maka pasti, akan
semakin banyak ditemukan perbedaan di antara pengajaran mereka. Bukan tidak
mungkin tahun depan akan muncul aliran baru lagi, yaitu KM Perjuangan atau KM
Ahmadiya, atau lainnya. Dari asalnya percampuran antara ajaran Anti Allah dr Suradi
ditambah ajaran SNM+HRM, akan berkembang lagi menuju ajaran Baru sesuai
penafsiran masing-masing.
Persamaan dan perbedaan ajaran dalam tubuh KM ini bisa dilihat pada tabel di
bawah ini.
Tabel 1.1 Persamaan dan perbedaan pengajaran dalam tubuh Mesianik
No Persamaan Perbedaan
1
Meyakini Nama Kudus Tuhan
'Yahweh'
Ada yang menolak Sacred Name Movement
(menyebut ‘Adonai/Hashem’), kebanyakan
menyebut ‘Yahweh’
2
Penganut Sola Scriptura Martin
Luther abad 16, tidak paham Tradisi
Nasrani
Ada yang menolak nama 'Yesus' namun ada
yang tidak.
3
Hanya memakai Kanon kitab 66
Protestan (Alkitab), tidak memahami
sejarah penulisan dan kanonisasi
Kitab-kitab
Ada yang memakai nama Mesias ‘Yeshua’,
ada yang memakai ‘Yahshua’
4
Merayakan 7 hari raya Yahudi
dengan liturgi modern, Anti Natal,
Anti Easter, anti Hellenisme, dan Anti
Teologia Pengganti
Ada yang meyakini tunduk pada HUKUM
TAURAT dan ada yang tidak
5
Tidak ada yang mengetahui dan
memakai Siddur (Liturgi) Mar Yakub
dan Mar Addai-Mar Mari yang dibuat
di abad 1
Memiliki liturgi (siddur) peribadatan
masing-masing yang dibuat oleh pemimpin
masing-masing
6 Anti kata ‘Allah’
Ada yang beribadah dengan nuansa
Pentakosta dan sudah ada yang
meninggalkannya
7
Meyakini menjadi Jemaat Perdana
Nasrani
Ada yang melakukan Doa Harian (sholat
harian) dan ada yang tidak
8
Meyakini Ibrani supremasi (Kitab
Suci PB asli berbahasa Ibrani)
Ada yang menolak Tritunggal ada yang
meyakininya
9
Menguduskan Shabbat dengan
beribadah
Ada yang menolak ibadah hari Minggu, tapi
banyak yang mempertahankannya
10
Tidak ada yang memahami Qadishot
Mikveh (baptis) yang telah
diformulasi di abad 1
Ada yang meyakini perlu dibaptis lagi
(Baptis Pembaharuan dengan nama
Yahweh) dan ada yang merasa tidak perlu,
cukup diselam saja
11
Suka berpakaian ala Yahudi dalam
peribadatan
Ada yg mendalami Kabalah, banyak yang
tidak
_____________________
Halaman 29 dari 196
No Persamaan Perbedaan
12
Sama-sama tidak tahu ritual Sunat
Yahudi
Ada yang meyakini harus disunat, ada yg
tidak harus. Sunat dengan mantri/dokter
dianggap sudah melakukan Sunat
Perjanjian
13
Tidak paham sejarah penginjilan
abad 1 Nasrani secara detail
Ada yang masih memakai Bahasa Lidah
(Pentakosta) dan ada yang
meninggalkannya
14
Sama-sama tidak tahu bahwa Martin
Luther masih mengajarkan tradisi
Tanda Salib
Ada yang menolak Salib, ada yang masih
menerimanya
Tabel 1.1 menunjukkan perbandingan ajaran di antara penganut Kristen
Mesianik di negara kita . Ini belum membandingkan dengan penganut SNM/HRM di
seluruh dunia. Hasilnya kalau dibanding dengan HRM di luar negeri maka akan semakin
banyak perbedaannya, misalnya untuk penyebutan Nama Suci, ada yang melafalkannya
‘Yahuveh’, lalu nama Mesias menjadi ‘Yahushua’ atau ‘Yehoshua’ dan ‘Yahusha’. Di
negara kita , semua penganut SNM hanya meyakini kanon 66 kitab Protestan, berbeda
dengan penganut di luar negeri yang bisa mengadopsi lebih banyak kitab sebagai
perbedaharaan pengajaran mereka, salah satunya yaitu Worldwide Nazarene Assembly
of Elohim yang dikepalai oleh James Scott Trimm. Organisasinya memakai beberapa
kitab yang berasal dari Dead Sea Scrolls. Pencari kebenaran akan semakin bingung
untuk meneliti mana yang paling mendekati ajaran Nasrani kuno.
Pada poin #4 tabel di atas tercatat persamaan semua gereja Mesianik yaitu
sama-sama merayakan 7 hari raya Yahudi dengan liturgi modern, Anti Natal, Anti
Easter, anti Hellenisme, dan Anti Teologia Pengganti. Mereka meyakini bahwa semua
Gereja Rasuliah sudah melepaskan diri dari akar Ibrani (Hebraik Yudaik) dan
mengadopsi berbagai ibadah pagan yang dikristenkan, antara lain Easter, Epifani, dll.21
Ini yaitu suatu ciri yang mudah diketahui sebagai pembeda di antara pecahan
Protestan lainnya.
TRADISI-TRADISI DALAM KRISTEN MESIANIK
sebab sangat minimnya informasi DETAIL perihal ajaran Nasrani di kanon 66
kitab Protestan maka para pengajar KM di negara kita masing-masing membuat tradisi
sendiri atau mengikuti tradisi dari pihak lain sebagai pelengkap Alkitab. Tradisi yang
mereka lakukan antara lain:
a. Tradisi beribadah dengan pakaian yahudi (kippah dan tallit serta tzit-tzit), ini yaitu
tradisi yang diadopsi dari Messianic Jewish dan Judaism pada umumnya. Jika ditarik
ke belakang, tradisi ini juga dipakai oleh Nasrani keturunan Yehudim.
Gambar 1.31 Tradisi Yahudi memakai Tallit diperagakan oleh Pdt Leokas Sutrisno.
Sumber: Facebook dan Youtube.
b. Tradisi merayakan Shabbat dan 7 hari raya Yahudi dengan siddur (liturgi) yang
mereka buat atau adopsi dari Messianic Jewish juga. Siddur Shabbat dan perayaan
Moedim biasanya mereka buat sendiri. Ada kelompok Mesianik yang mencampur
tradisi ibadah Pentakosta (penekanan di music dan tarian) ke dalam peribadatan
Moedim.
c. Tradisi doa tiga kali sehari menaikan Shemoneh Esrei mengadopsi tradisi Messianic
Judaism. Tradisi MJ ini berasal dari Yahudi Farisi.
d. Tradisi sunat dengan mantri/dokter dianggap sunat perjanjian, ini yaitu tradisi
buatan mereka sendiri sebab tidak memahami ritual sunat Yehudim.
e. Tradisi mengucapkan doa-doa dan nama-nama tokoh dalam Kitab Suci dalam
bahasa Ibrani mengikuti Messianic Judaism.
f. Tradisi mengganti nama menjadi keyahudi-yahudian, ini tradisi buatan sendiri.
g. Tradisi doa berkat imam (Bil 6:24-26) diucapkan oleh Pendeta/Gembala mengikuti
tradisi Protestan, hanya saja kalimat doanya diubah ke dalam bahasa Ibrani.
h. Tradisi adanya nama jabatan ‘Pendeta’ yang secara tidak sengaja diambil dari
ajaran Hindu (Pandito).
i. Tradisi wanita memipin ibadah mengikuti tradisi Protestan (asal pengajaran Sola
Sciptura) dan agama pagan.
_____________________
Halaman 31 dari 196
j. Tradisi membuat gereja baru hanya sebab berbeda pengajaran, mengikuti
Protestan.
k. Tradisi setiap jemaat boleh menafsirkan ayat-ayat kitab suci sendiri, tidak perlu
bertanya kepada Imam Tertahbis juga mengikuti Tradisi Protestan.
l. Tradisi memberi persepuluhan untuk Pendeta, ini mengikuti Denominasi
Karismatik-Pentakosta.
m. Tradisi memberi Kolekte (persembahan) dengan cara memasukan uang ke
kantong-kantong persembahan yang diedarkan di dalam ibadah. Ini mengikuti
tradisi Protestan. Kolekte atau kolekta dalam ajaran Nasrani bukanlah persembahan
melainkan doa-doa khusus di dalam peribadatan. Kolekta yaitu bagian dari siddur
Nasrani, tidak ada sangkut-pautnya dengan uang.
n. Tradisi ibadah tanpa kiblat dan tanpa Altar mengikut tradisi Protestan,
o. dan lain-lain.
SAMPAI BERPINDAH KE YAHUDI FARISI
Sejak berdirinya di awal abad 21 sampai penghujung tahun 2015 ini, pergerakan
_____________________telah mengakibatkan beberapa hal seperti terlihat pada Gambar
1.32 di bawah ini.
EFEK
pergerakan
MESIANIK DI
negara kita
PERDEBATAN
DAN KELUAR
DARI GEREJA
ASAL
MENDIRIKAN
GEREJA
DENOMINASI
BARU
JEMAAT
MENJADI
JEWSWANNABE
ADA JEMAAT YANG
TIDAK MAU MASUK KE
DALAM GEREJA
MESIANIK MANAPUN
(MANDIRI)
ADA JEMAAT
YANG MENJADI
YAHUDI
1
2
3
4
5
Gambar 1.32 Efek pergerakan Mesianik di negara kita . Sumber: Observasi
Efek gelombang pergerakan Mesianik ini dimulai dari:
1. Adanya perdebatan baik itu di jaringan sosial maupun dilakukan secara tatap
muka sejak tahun awal 2000 sampai 2015.
2. Adanya gereja-gereja baru yang bercorak Mesianik, antara lain Gereja Kehilat
Mesianik negara kita (GKMI) di bawah Gembala Ir Benyamin Obadyah, GPF
(Gereja Pemulihan Firman) di bawah Gembala Pdt Dr Yakub Sulistyo, GKH
(Gereja Kristen Holistik) di bawah Gembala Pdt Steven Jie, MTh, Kehilat
Pemulihan negara kita oleh Pdt Loekas Sutrisno, GBI Menara Doa ‘Berlian Sorgawi’
di bawah pengembalaan Pdt Dr Romeo Sahertian, YHS Surabaya di bawah
gembala Yusak Hadisiswantoro, GKA (Gereja Kemah Abraham) di bawah Abuna
K.A.M Yusuf Ronny, Kehilat Nafiri Yahshua di bawah pimpinan Pdt Teguh
Hindarto, MTh, dan lain-lain.
3. Adanya perubahan prilaku menjadi ke-yahudi-yahudi-an (jewswannabe) di
banyak (tidak semua) jemaat Mesianik. Beribadah dengan memakai tallit
(selendang doa Yahudi), kippah (penutup kepala Yahudi), bahkan gulungan
Torah dan pernak-pernik Yahudi lain yaitu hal wajar di dalam ibadah Mesianik.
Yang tidak wajar yaitu prilaku yang memirip-miripkan diri ke Yahudi. Mulai
dari memakai nama Ibrani, merasa berdoa dengan memakai Bahasa Ibrani lebih
baik daripada dengan Bahasa negara kita , heran dan memandang rendah jemaat
Nasrani yang memakai pakaian budaya lokal dalam beribadah, mencoba tradisi-
tradisi Yahudi, sampai meyakini bahwa sunat yang mereka lakukan dengan
mantri sudah sesuai dengan tradisi sunat Yahudi.
4. Yang lebih menarik, ada beberapa orang penganut Mesianik yang tidak berselera
untuk bergabung dengan gereja-gereja Mesianik yang sudah berdiri. Mereka
memilih untuk menentukan ajaran Mesianik mereka sesuai penafsiran sendiri
yang mereka bisa dengan mudah dapatkan lewat jaringan internet. Inilah cikal
bakal denominasi Mesianik Baru, mereka yaitu guru dan nabi bagi denominasi
baru yang mereka buat.
5. Yang paling menarik yaitu adanya perpindahan jemaat Mesianik menjadi
Yahudi. Sebenarnya, kendati agama Yahudi belum resmi menjadi salah satu
agama di negara kita , yaitu merupakan hak setiap individu untuk menentukan
agama yang diyakininya. Namun yang perlu disoroti di sini yaitu , jemaat
Mesianik yang polos itu bisa berpindah menjadi Yahudi (Farisi), bisa menolak
Yeshua sebagai Mesias dan juruselamat, akibat para pemimpin mereka yang
mengundang pengajar-pengajar Farisi ke atas mimbar gereja. Besar
kemungkinan para pemimpin Mesianik ini tidak memahami sejarah penginjilan
Nasrani sehingga tidak mengetahui mana komunitas Nasrani kuno yang masih
bisa bertahan sampai sekarang. Diketahui bahwa di tahun 2015 ini sudah
beberapa kali Rabbi Tovia Singer (Yahudi Ortodoks) dan pengajar Judaism
lainnya mengajar seperti contoh artikel di bawah ini.
Gambar 1.33 Abigail (kanan) dan Elisheva Wiraatmadja (kiri) bersama Rabi Moshe
Gutnick, anggota dari Sidney Beth Din yang juga memimpin Organization of Rabbies of
Australasia. Sumber: jewishpress.com
Elisheva, yang mewarisi darah Yahudi dari nenek moyangnya yang
datang ke negara kita dari Belanda, Baru-Baru ini turut dalam pertemuan
di dua kota Papua, yang diikuti oleh para keturunan Yahudi dari berbagai
gereja-gereja Mesianis di pulau paling timur negara kita itu. Dalam
pertemua dibahas apakah mereka tetap menjadi anggota gereja Mesianis
atau kembali ke agama nenek moyang mereka, Yudaisme. Menurut
Elisheva, 168 orang Papua, termasuk pemimpin mereka,
memutuskan meninggalkan gereja dan memeluk agama Yahudi.
Elisheva Wiraatmadja juga pernah diundang untuk berbicara di
sebuah gereja Mesianik di Papua. Anggota gereja itu mendengar adanya
sekelompok orang dari negara kita yang terlibat dalam proses konversi ke
Yudaisme.22
Selain di Papua, perpindahan ke agama Judaism ini terjadi di Manado. Barangkali
perpindahan jemaat Kristen Mesianik ke Yahudi ini yaitu tindakan balasan (counter
attack) dari pihak Yahudi yang melihat sejak abad 19, para penginjil Kristen berhasil
membawa banyak Yahudi untuk menerima Yeshua sebagai Mesias tanpa meninggalan
identitas keyahudian mereka. Rabbi Tovia Singer yaitu pendiri dan pemimpin dari
organisasi Outreach Judaism di negara kita yang bekerja sama dengan Yayasan Eits Chaim
negara kita bukan hanya bertujuan untuk memperkenalkan budaya dan ajaran Yahudi,
tapi juga bisa cenderung membawa umat Kristen keturunan Israel meninggalkan
keyakinan Kristen mereka dan menjadi Yahudi. Rav Singer sangat berhati-hati dengan
pergerakan Mesianik ini sebab bisa membawa orang Yahudi yang labil untuk terjerumus
ke dalam ajaran yang membawa simbol-simbol keyahudian ini.
madam nyonya Ema TAN DAN LAINNYA KELUAR DARI KRISTEN MESIANIK
Kembali kepada sosok madam nyonya Ema Tan. Banyak jemaat Mesianik yang tidak
menyadari sejarah berdirinya gereja Kristen Mesianik, banyak juga dari mereka yang
tidak mengetahui bahwa penggerak awal Mesianik di negara kita , madam nyonya Ema pada akhirnya
memutuskan keluar dan berpindah ke ajaran Gereja Rasuliah. madam nyonya Ema Tan,
diperkenalkan oleh Pdt Herry Budianto kepada Shm (Shamasha) Hotman
Lumbantoruan pada tahun 2011. Mereka berdiskusi di kediaman pak Hotman di daerah
Bintaro Jakarta. Di dalam diskusi ini , pengajaran Mesianik yang berasal dari
Rabbi-Rabbi Messianic Jewish tidak bisa dipertahankannya. Tidak lama kemudian, bu
Erna mengakui kesalahan ajaran Mesianik ini dan memutuskan untuk ikut pemuridan
jarak jauh (dari Belanda) di bawah pengawasan pak Hotman Lumbantoruan di dalam
Gereja Rasuliah bernama Assembly of Jerusalem (AoJ).
Gambar 1.34 madam nyonya Ema beribadah di GNI
madam nyonya Ema Tan datang ke Jakarta untuk
beribadah bersama pak Prasodjo di bawah
pak Hotman Lumbantoruan
Dari Belanda, beliau mengirim email kepada banyak jemaat dan beberapa
pengajar Mesianik yang pernah diajarinya, ternyata banyak yang menolak. Tidak sedikit
yang mencibir keputusan madam nyonya Ema dan malah memusuhi komunitas yang dipimpin Shm
H Lumbantoruan. Mengikuti jejaknya, pak Prasodjo Wibowo dan istrinya juga
bergabung. Lalu Pdt Andreas di Madiun berkontak via telpon dan berdiskusi panjang
dengan Shm Hotman Lumbantoruan, pada akhirnya memutuskan untuk dimuridkan.
Pak Andreas membawahi beberapa keluarga di Madiun. Pak Denny Pantauw yang terus
berkoresponden dengan pak Lumbantoruan lama-kelamaan tertarik untuk dimuridkan.
Berbeda dengan ajaran Mesianik, di dalam Gereja Rasuliah ini, seseorang Baru bisa
disebut sebagai ‘jemaat’ kalau dia sudah mengikuti masa pembelajaran (katekisasi)
selama 1-2 th, lalu sesudah dibaptis (Mikveh) Barulah resmi menjadi jemaat. Sebelum itu,
semua disebut sebagai simpatisan atau ketekumen. Pada tahun 2012, Wirawan Tulung
Allo dari GBI beraliran Mesianik beserta bu Iin dan bu Sihombing, dan Pemimpin
Jaringan Doa BSD David Darlan Hutapea, jemaat Mesianik yang sering ikut ibadah pak
Benyamin Obadyah ikut bergabung.
Gambar 1.35 madam nyonya Ema dan jemaat GNI
Dari kiri ke kanan: W Tulung Allo, Bu
Sihombing, madam nyonya Ema Tan, dan pak Prasodjo
Wibowo
Gambar 1.36 Uskup GNI dan jemaat
Dari kiri ke kanan: Bu Iin, Uskup Mar
Hotman Nicholas Lumbantoruan, bu Ida
(Istri Uskup), dan bu Sihombing
(Koleksi foto penulis)
Pada tahun 2014 komunitas Mesianik di Medan bergabung di bawah pemipinan
pak Abidin Panggabean, SH., SPN dan pak Alboin Butarbutar, M.Hum.
Dari Gereja Rasuliah cabang Assyria bernama Assembly of Jerusalem (AoJ), Shm
Hotman Lumbantoruan berpindah keuskupan yang letaknya lebih dekat dari negara kita
yaitu di Queensland, Australia, di bawah Archbishop (Uskup Agung) John R Cuffe. Mar
John R Cuffe menggembalai Orthodox Catholic Church of The New Age yang merupakan
putri dari Gereja Rasuliah Syria Antiokia dan Church of The East (Assyria)24 pemilik
Peshitta. Sejak Desember 2014, pak H Lumbantoruan ditahbiskan menjadi Uskup (eng:
Bishop; ibr: Mebaqqer) untuk negara kita dengan nama: Gereja Nasrani negara kita (GNI).
SEJARAH SINGKAT NASRANI KUNO
Sebagai pembanding ajaran Mesianik Modern, yaitu ajaran Nasrani yang
diyakini yaitu warisan turun-temurun yang diajarkan di dalam Gereja Nasrani
negara kita (GNI).
Nasrani sebagai suatu kata berarti Ibrani ‘Netzr’ yang artinya yaitu Sang Tunas,
diambil dari ayat Yesaya 11:1
“Suatu TUNAS akan keluar dari tunggul ISAI, dan taruk yang akan tumbuh
dari pangkalnya akan berbuah”.
Ini yaitu nubuatan yang oleh pengikut Yeshua yakini sudah digenapi oleh kehadiran
Maran Yeshua dari suku Yehuda yang berasal dari benih Isai. Kata Nasrani ini juga
dikaitkan dengan nama kota kecil ‘Nazaret’ yang merupakan suatu komunitas
keturunan Isai. Yeshua keturunan Raja David, lahir pada 6 SM di Betlehem untuk
menggenapi nubuatan 800 tahun Nabi Yesaya di atas. Nasrani juga merupakan nama
sekte Yahudi25 di samping sekte-sekte lainnya yang telah dahulu ada. Yeshua mulai
mengajar saat berusia 30 tahuanan.26 Dimulai dari pengajaran-Nya inilah ada Mazhab
Rabbinik Baru dalam Agama Yahudi (Judaism), yaitu Nasrani yang lebih lengkap disebut
“Jalan Nasrani” diartikan sebagai Jalan Tuhan atau Jalan Alaha. Kata ‘Jalan’ (יְּד – ִםיַ֫ כָ
25 Kis 24:5 terjemahan GNI “…ia yaitu tokoh dari Jalan (Doktrin) Nasrani.” Kata “sekte” dari bahasa
Yunani kurang tepat dalam konteks Yudaisme, paling mendekati yaitu kata “mazhab” (sekolah
pemikiran). Kata ‘sekte’ berkonotasi sebagai ‘sempalan keagamaan’, pada hal Nasrani bukan sempalan
dari Yudaisme namun kelanjutan Yudaisme itu sendiri yang tetap mempertahankan Keimamatan dan
segala sistem Torah Mosha yang dimodifikasi lebih efisien dan universal. (Roma 10:12).
26 Dalam Tradisi Rabbinik Yudaisme, yang boleh menjadi Rabbi harus dalam usia aksiomatik (matang)
mulai usia 30 tahun.
HaDerekh) bermakna Jalan Hidup menurut Torah dalam Yudaisme. (Kisah 18:25-26)
Pengikut Jalan Nasrani mengikuti Jalan Hidup Torah Mshikha (Galatia 6:2).
Menjadi Nasrani artinya “pengikut Torah”, yaitu Torah Nuh dengan Perjanjian
Pelangi bagi semua Bangsa-bangsa, dan secara khusus Torah Musa dengan Perjanjian
Sinai. Kedua Jalan Torah Nuh-Musa dilaksanakan dan dimurnikan pada kedudukan
fungsi dan ajaran-ajaran murninya oleh Maryah Yeshua Mshikha bar Alaha yang disebut
Jalan Torah Mshikha (Galatia 6:2). Wadah pelaksanaan Jalan Hidup Torah Mshikha
dibentuklah ‘Jemaat’ (Ibrani: ‘Edah’ atau Aramaik ‘Idhta’ yang artinya orang-orang yang
sehati sepikir dalam satu ajaran dari Mshikha). Jemaat ini dibentuk sebagai restorasi
umat perjanjian Israel menjadi umat semestawi (universal/katolik) yang didasarkan
pada para nabi, para rasul dan di atas Batu Karang, yakni Yeshua Mshikha, (Efesus 2:20).
Dengan demikian ditetapkan lembaga ilahiah Jemaat yang rasuliah sebab para rasullah
yang meneruskan Jemaat yang dibangun Yeshua di bumi, kemudian diteruskan oleh
para pengganti rasul; yakni, para uskup, imam, dan diakon. Sehingga Jemaat ini disebut
Jemaat Rasuliah. Sekolah pemikiran Jemaat ini disebut “Jalan Nasrani” (Netzarim
HaDerekh) yang berkarakter Torah.
Torah Mshikha yaitu KUK yang ringan (Mattai 11:28-30) sehingga ribuan
orang-orang Yahudi dengan rajin menjalankan Torah. (Kisah 21:20) Jadi yang disebut
umat Nasrani wajib menjalankan Torah yang dibagi dua macam: Kaum Yahudi
keturunan mengikuti Jalan Torah Non-Selektif dan bagi Bangsa-bangsa Jalan Torah
Selektif sebab secara budaya keagamaan mereka baru mengenal Torah melalui Yeshua
Mshikha yang diwartakan Para Rasul. Perihal ini sudah final diselesaikan dalam Konsili
Yerusalem tahun 50 M, dengan formulasi: “yaitu keputusan Ruakh HaQodesh dan
keputusan kami…” (Kisah 15:28).
Dari Gambar 2.1 di bawah dicatat bahwa pengikut Yeshua berasal dari kaum
keluarga Mar Yosip dan Miriam, bunda-Nya, ditambah Sekte Yahudi Esseni (termasuk
Zeloti) dan Sekte Perushim. Sekte Esseni keturunan Imam Zadok, sudah sekitar 2 abad
menantikan kedatangan Imam Besar Melkisedek untuk merestorasi Bait Suci yang telah
dinajiskan. Mar Simon Keipha (Petrus) berasal dari kaum Zeloti (Mat 10:4). Ciri kaum
ini yaitu membawa sebilah belati dipinggang mereka. Ini disebab kan, mereka yaitu
penjaga kaum Esseni Qumran yang hidupnya di bawah tekanan pemerintahan
Hasmonean27. Pengikut Yahudi Perushim (Farisi) kebanyakan yaitu rakyat Sederhana
yang sudah muak dengan kelakuan Rabbi-Rabbi mereka. Transmigrasi mereka menjadi
Nasrani tidak bisa dibendung. Tercatat dalam sejarah bahwa Mar Shaul (Paulus) calon
pengganti Rabbi besar Gamaliel dan Nikodemus, pemimpin agama Farisi (Yoh 3:1)
akhirnya memutuskan masuk Nasrani. Untuk menghentikan transmigrasi ke Nasrani
ini, di Konsili Yavne yang berlangsung th 90M, para Rabbi Farisi memutuskan memberi
27 Mazhab Esseni mengharapkan Imam Melkisedek akan memusnahkan Imam Jahat [ הכהן הרשע; ha-kōhēn
hā-rāš'ā] dan meruntuhkan Bait Suci dan harapan ini tergenapi Yeshua Mshikha yaitu Imam Melkisedek
dan Bait Suci runtuh tahun 70 M dan keimamatan dihapuskan oleh Av-Navi Beit Din Sanhedrin; Jonathan
Gamaliel II saat konsili Yavneh tahun 90 M.
lebel ‘Minim’ (bidah) kepada kaum Nasrani dan menambahkan satu doa berkat dalam
Semoneh Esrei 28yang sebenarnya yaitu doa kutuk terhadap penganut Nasrani (Birkat
HaMinim).
YAHUDI
PERUSHIM
(FARISI)
YAHUDI ZADOKITH
(SADUKI)
YAHUDI ESSENI +
ZELOTI YAHUDI NASRANI
GEREJA-GEREJA
RASULIAH
YAHUDI
ORTODOKS,
REFORMS,
RECONS, DAN
CONSERVATIF
KAUM KARAITE
PENGIKUT MAR
YUCHNAN
(YOHANES
PEMBAPTIS)-
MANDAEAN
SEKTE-SEKTE AGAMA YAHUDI ABAD 1 MASEHI
Gambar 2.1 Sekte-sekte Judaism abad 1 Masehi. Sumber: rangkuman materi Seminari St
Basil Theological Collage
Dalam 3,5 tahun pengajaran Yeshua, jemaat Nasrani semua yaitu umat Yahudi
sendiri. Ini disebab kan Yeshua diutus untuk bangsa Yehuda untuk mengikat Perjanjian
yg Baru (PB) kepada kaum Yehuda yang pulang dari pembuangan Babilon (Irak). PB ini
yaitu restorasi dari Perjanjian yang telah usang, yaitu Perjanjian Sinai29. Bangsa Israel
(termasuk Yehuda) tidak bisa mentaati perjanjian ini, mereka menyembah berhala.
Hukumannya yaitu mereka dibuang dan mati di pembuangan. Bangsa Israel di buang
ke Ashur, th 720 SM. Anak cucu mereka hijrah ke berbagai belahan bumi dan tidak
pulang ke Israel. Sementara bangsa Yehuda dibuang pada th 586 SM ke Babilon. Anak
cucu kaum Yehuda ini sebagian kecil pulang ke Yerusalem. Kepada keturunan Yehuda
inilah Perjanjian Baru ini diberitakan terlebih dahulu.
Perjanjian Baru dimulai saat kedatangan Yeshua30 tepatnya lagi saat tirai bait
suci II robek. Itulah saat di mana Maran Yeshua wafat di kayu salib. PB dibuka untuk
semua bangsa oleh Yeshua sebab banyak umat Yehuda yang menolak-Nya. Dia
menahbiskan 12 rasul dan 70 murid-Nya menjadi Imam (presbiter/kohen) sebelum
mengutus mereka untuk memuridkan bangsa-bangsa.31 Yeshua dan 82 murid-Nya
ditambah yehudim yang sudah mereka baptis itulah Kaum Nasrani awal. Ayat Yoh
20:22 “…Ia mengembusi mereka dan berkata “Terimalah Roh Kudus…””. Saat itu, Maran
Yeshua melakukan ritual Pentahbisan keimamatan. Ritual ini tidaklah instan, tidak
hanya sekedar mengembusi dan tumpang tangan. Dia pun sudah pernah
mengajarkannya kepada para rasul. Sehingga ritual ini diingat oleh para rasul dan
menjadi 1 dari 7 ritual penting yang kemudian disebut sebagai sakramen (ibrani:
qadishot). Perhatikan bahwa pengajaran Yeshua tidak selalu dicatatkan dalam injil dan
surat-surat dalam PB. Masih terlalu banyak ajaran-Nya yang tidak dicatatkan, inilah
yang disebut dengan Tradisi Nasrani atau Oral Torah Nasrani. Pengajaran yang tidak
dituliskan ini sempat disinggung di ayat terakhir injil Yohanes, Yoh21:25:
“Masih banyak hal-hal lain lagi yang diperbuat oleh Yesus, namun jikalau
semuanya itu harus dituliskan satu persatu, maka agaknya dunia ini
tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu”.
Jadi, ritual Pentahbisan keimamatan ini yaitu termasuk ke dalam tradisi yang tidak
dicatatkan dengan detail. Semua tercatat detail hanya di kepala murid-murid Yeshua.
Merekalah para pemimpin Nasrani kuno, mereka itulah pewaris ajaran suci Maran
Yeshua Mshikha.
Pentahbisan murid-murid ini yaitu ritual pelimpahan otoritas sorgawi.
Jadi semua Imam yang telah Maran tahbiskan berhak untuk memimpin jemaat ke mana
mereka menyebarkan besorah (injil/Kabar baik). Di abad 1, tidak ada Rabbi Yahudi
(Farisi) yang memimpin jemaat Nasrani, tidak ada! Tidak pernah ada Rabbi Messianic
Jewish yang ditahbiskan, komunitas Mesianik Modern ini belum eksis di abad 1 Masehi.
Mar Shaul yang digadang-gadang menjadi penerus Gamaliel sang Rabbi besar Farisi,
bukanlah Rabbi Farisi lagi! Dia telah menyatakan diri murtad dan masuk Nasrani
sesudah dibaptis oleh Ananiyah (satu dari 70 murid Yeshua). Hanya mereka yang
ditahbiskan atau dilantik saja yang berhak memimpin jemaat.
Gambar 2.2 Pentahbisan tiga orang Shamasha (Deacon) GNI di Madiun, Agustus 2015.
Sumber: Koleksi foto Gereja Nasrani negara kita
Kisah Para Rasul 1:8 menjelaskan kepada kita demikian:
“namun kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu,
dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan
Samaria dan sampai ke ujung bumi".
Dari ayat ini bisa dipastikan bahwa Yerusalem yaitu pusat jemaat Nasrani. Jemaat
Nasrani dirancang hanya terdiri dari satu komunitas, bukan banyak! Semua berpusat
pada Kota Yerusalem yang dipimpin oleh Mar Yakub HaTzadiq sebagai uskup pertama.
Yerusalem menjadi pusat atau head office Nasrani, sementara kota-kota lain berfungsi
sebagai cabang-cabangnya. Pusat Nasrani (Kekristenan Awal) bukanlah Roma, bukan
pula Antiokia. Maran Yeshua akan datang kedua kalinya di Yerusalem, bukan kota
lainnya. Hal ini diyakini bahwa Dia akan mengambil alih kembali kepemimpinan yang
telah Dia tinggalkan kepada Mar Yakub HaTzadiq. Kendati Jemaat dan pusat Nasrani
Yerusalem sudah tidak ada lagi saat ini, pusat kehila tetaplah Yerusalem. Adapun gereja
rasuliah yang ada di Yerusalem saat ini dan mengklaim bahwa mereka memiliki mata
rantai tahbisan Mar Yakub, itu illegal! Pusat Nasrani yaitu pusat ajaran semitik, para
uskup penerus Mar Yakub yaitu kaum yehudim, bukan gentile yang tolerir dengan
ajaran Helenisme dan mencatut rantai tahbisan seenaknya.
Mesopotamia, Uskup Mar Keipha,
Yakub HaTzadiq, Tulmay, Thoma, dan
Addai (Church of The East)
Alexandria Mesir, Uskup Mar
Markus (Gereja Koptik Ortodoks)
Etiopia, dimulai oleh penginjlan Mar
Markus (Gereja Tewahido Ortodoks
Etiopia)
India, Mar Yehuda Thoma
(Gereja Nasrani India)
Celtic, Uskup Mar
Yosip Arimatea
Roma, Uskup Mar
Linus (Roma Katolik)
Antiokia, Uskup Mar Keipha
(Gereja Ortodoks Syria)
Yerusalem, Uskup Yakub HaTzadiq (di
abad 2tdk ada penerusnya)
Gambar 2.3 Peta Keuskupan Nasrani abad 1 Masehi yang direfleksikan ke dalam peta
abad 21. Sumber: materi seminari, Sejarah Gereja, St Basil Theological Collage
Kembali kepada ke-12 rasul dan 70 pemimpin Nasrani awal seperti dicatat
dalam ayat berikut ini:
“Kemudian dari pada itu Tuhan menunjuk tujuh puluh murid yang lain,
lalu mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan
tempat yang hendak dikunjungi-Nya.”
Angka 12 dan 70 bukanlah suatu kebetulan! Dua belas rasul ini yaitu Gambaran dari
12 suku Israel sementara 70 yaitu angka keanggotaan dewan sanhendrin. Perjanjian
Baru yaitu terusan dari Perjanjian Lama (Sinai) yang telah usang33, ke-12 suku Israel
digantikan dengan 12 rasul dan 70 tua-tua Sanhendrin digantikan dengan 70
anggotanya yang Baru.
sesudah mereka ditahbiskan menjadi imam/uskup34, mereka berpencar dalam
ladang-ladang pemuridan.35 Di Yerusalem ada uskup Mar Yakub HaTzadiq (Yakobus), di
Antiokia ada uskup Mar Keipha (Petrus), di India ada uskup Mar Yehuda Thoma
(Thomas), di Edessa ada imam Mar Addai dan muridnya Mar Mari kemudian mereka
bergeser ke Mesopotamia, di Roma ada uskup Mar Linus murid Mar Shaul (Paulus), di
Celtic ada uskup Yosip Arimatea36, di Mesir ada uskup Mar Markus yang juga menginjil
ke Etiopia, lalu pada tahun 329 M diangkatlah uskup pertamanya bernama
Fromentious37, di daerah lain juga demikian, semua jemaat Baru hasil penginjilan
dipimpin oleh imam-imam Tertahbis. Rabi-rabi Yahudi Farisi dan Imam-imam Saduki
tidak pernah diizinkan untuk mengajar apalagi memimpin. Ajaran Farisi dan Saduki
yaitu ajaran yang harus dihindari, sebab itu sudah merupakan pesan Maran Yeshua
sendiri:
“Yesus berkata kepada mereka (murid-murid-Nya):”Berjaga-jagalah dan
waspyaitu terhadap ragi orang Farisi dan Saduki”.”
33 Ibrani 8:13 LAI“…Ia menyatakan yg pertama sbg perjanjian yg telah menjadi tua. Dan apa yang telah
tua dan usang, telah dekat pada kemusnahannya.”
34 Yohanes 20:22 (LAI) “Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata “Terimalah
Roh Kudus”…
35 Pasal 1. Saat Thoma Pergi ke India dengan Abbanes si Saudagar.
1: 1 "Pada waktu itu semua Rasul-rasul (Shlikhim) kita berada di Yerusalem, Simon yang disebut Keipha
dan Andreos saudaranya, Ya’aqub anak dari Zebedee dan Yokhanan saudaranya, Philip dan Bartholomeus
(Tulmai), Thoma dan Mattityahu pemungut cukai, Ya’aqub anak Alphaeus dan Simon orang Kanaan, dan
Yudas saudara Ya’aqub: dan kami membagi wilayah-wilayah dari dunia ini, bahwa setiap orang satu dari
kami harus pergi ke wilayah yang jatuh kepada dia dan kepada bangsa ke mana Tuhan mengutus dia.
Oleh sebab itu, sesuai dengan undi, India jatuh kepada Yudas Thoma (atau Yehuda Thoma), yang mana
juga disebut si Kembar (Yunani,’Diddymus’, Aramaik, ‘Tauma’): tapi dia tidak mau pergi, menolak dengan
alasan tubuhnya lemah dia tidak bisa melakukan pengembaraan, dan 'aku yaitu seorang pria Ibrani;
bagaimana bisa aku pergi untuk berada diantara orang-orang India dan mewartakan kebenaran?' Dan
saat dia sedang mengungkapkan rasa keberatannya dan alasan, Juruselamat (Yeshua) muncul di
hadapannya pada malam hari dan berkata pada dia: Jangan takut, Thoma, pergilah engkau ke India dan
wartakanlah sabda di sana, sebab anugerahKu bersamamu. Tapi dia tidak mau taat, katanya: Kemanapun
Engkau akan mengutus aku, utuslah aku, tapi ke tempat lain, pergi ke orang-orang India aku tidak mau. –
Sefer Shleeha Mar Thoma 1: 1
36 Sejarah, celticorthodoxchurch.com
37 tewahdo.org
_____________________
Halaman 42 dari 196
Tabel berikut ini mencatat penyebaran para pemimpin Nasrani awal. Siapa saja
ke-12 rasul Nasrani itu, asal mereka, suku mereka, lokasi-lokasi kemana mereka dikirim
untuk menginjil dan kota kematian mereka.
Tabel 2.1 Daerah-daerah Penginjilan 12 Rasul38
No Nama Rasul Daerah Asal Suku Daerah Penginjilan Daerah Kematian
1
Simon Keipha
(Petrus) Bethsaida Naftali Antiokia dan Roma Disalib di Roma
2
Andreos
(Adik Keipha) Bethsaida Naftali
Scythia, Nicomedia,
Achaia, & Byzantium Byzantium
3
Yuchnan
Zebedeus
Bethsaida
Zebulun
Efesus, sempat
diasingkan ke Patmos
Efesus
4
Yakub adik
Yuchnan Bethsaida Zebulun
Bethsaida dibunuh oleh
Herodes Agrippas Bethsaida
5 Filipus Bethsaida Asher
Phrygia,
Pamphylia&Pisidia Pisidia
6
Yehuda
Thoma Yerusalem Yehuda
Persia, Medes, dan
India
Ditikam di India oleh
Raja India
7 Mattai Nazareth Isakar
Palestina, Tyre, dan
Sidon Antiokia
8 Tulmay Endor Isakar
Armenia, Ardeshir,
Ketarbol, Radbin,
Pruharman Disalibkan di Armenia
9
Yehuda bar
Yakub (Mar
Taddai) Yerusalem Yehuda
Laudikia, Antaradus,
Arwad Dirajam di Arwad
10 Simon Ziloti Galilea Efraim
Shemeshat, Parin,
Zeugma, Halab,
Mabbog, Kenneshrin Kyrrhos
11
Yakub bar
Alpheus Yordan Manasheh
Tadmor,Kirkesion,
Callinicos, Batnan Serug Batnan Serug
12
Yehuda
Iskariot Sekharyut Gad/Dan
12 Matiah Ruben Helas dan Silicy Silicy
Semua tidak dicatatkan di dalam injil atau surat-surat dalam kanon kitab suci Protestan
(66 kitab). Catatan ini hanya ada di dalam tradisi lisan lalu dicatatkan ke dalam sebuah
kitab Baru, Sefer Dvor. Pada poin 12, posisi Mar Yehuda Iskariot (Yudas Iskariot) yang
bunuh diri digantikan oleh Mar Matiah (Matias), Kis 1:26.
sesudah mengetahui para pemimpin Gereja Rasuliah yang berasal dari 12 rasul,
lalu kemana pergi ke-70 murid lainnya?
Tabel 2.2 Daerah Penginjilan 70 Murid39
No Nama Daerah Pengijilan Daerah Kematian
1 Yakub HaTzadiq (Si Saleh) Yerusalem
wafat dilempar dari
bumbungan Bait Suci II,
Yerusalem oleh yehudim
2 Yuchnan (Yohanes) Pembaptis Yerusalem
wafat dipenggal oleh
Herodes di penjara di
Yerusalem
3
Ananiah murid Yuchnan
Pembaptis
Damaskus dan Arbel Irbil
4 Shaul dari Tarsus (Paulus) Banyak kota Gentile
wafat dihukum penggal
oleh Nero
5 Lukas Alexandria Alexandria
6 Markus Roma Roma
7 Addai Edessa Mesopotamia Mesopotamia
8 Aggai Edessa Mesopotamia Mesopotamia
9 Zakeus Bukit Horon Bukit Horon
10 Mattai si Kusta Ramah Ramah
11 Yosip Arimatea Galilea dan Dekapolis Ramah
12 Nikodemus (ex Farisi) Yerusalem Yerusalem
13 Nataniel Bukit Horon Bukit Horon
14 Simon Kirene Pulau Chios Pulau Chios
15 Simon Kleopas Yerusalem
16 Stefanus Yerusalem
wafat dirajam di
Yerusalem
17 Mark us Yohanes Nyssa dan Nazianzus Nazianzus
18 Lephas Shiraz Shiraz
19 Barnabah Italy Samos
20 Titus Krete Krete
21 Sosthenes Pontus dan Asia
22 Cricus Dalmasia Alexandria
23 Justus Tiberias dan Kaiserea Kaiserea
24 Andronikus Ilirikum Ilirikum
25 Rufus Zeugma Zeugma
26 Patrobas Chalsedon Chalsedon
27 Hermas Antiokia Antiokia
28 Narcisus Hellas Hellas
No Nama Daerah Pengijilan Daerah Kematian
29 Asyncritus Khuzistan Khuzistan
30 Aritobulus Isauria Isauria
31 Onesimus Roma Roma
32 Apollos Sparacleus (?) Sparacleus (?)
33 Olimpas Tarsus wafat di penjara Tarsus
34 Stachys Tarsus
wafat di penjara Tarsus
bersama Olimpas
35 Stefanus
36 Junias Samos wafat dibunuh di Samos
37 Theokritus Ilios Ilios
38 Martalus (?)
39 Niger Antiokia Antiokia
40 Lucius
41 Alexander Heracloepolis Heracloepolis
42 Milus Rhodes
Wafat dibuang ke laut di
Rhodes
43 Silvanus Acco wafat dibunuh di Acco
44 Herodian Acco
wafat dibunuh di Acco
bersama Silvanus
45 Silas Sarapolis Sarapolis
46 Timotius Efesus Efesus
47 Manael Acco Acco
48 Eunuk (yg dibaptis Filipus)
Etiopia dan Pulau Parpasia
(?)
dibunuh di Pulau Parpasia
(?)
49 Jason Olmius (?)
wafat dibuang dan
diterkam binatang buas di
Olimus (?)
50 Sosipatrus Olmius (?)
wafat dibuang dan
diterkam binatang buas di
Olimus (?) bersama Jason
51 Demas Tesalonika Tesalonika
52 Omius Melitene Melitene
53 Thraseus Laudikia
wafat dimasukkan ke
dalam tungku perapian di
Laudikia
54 Bistorius Pulau Ko Pulau Ko
55 Abrois (?) Etiopia Etiopia
56 Motos (?) Etiopia Etiopia
57 Lewi Paneas wafat dibunuh di Paneas
58 Nicetianus Tiberias
59 Yuchnan Baalbek
wafat dibuang dan
diterkam binatang buas di
Baalbek
_____________________
Halaman 45 dari 196
No Nama Daerah Pengijilan Daerah Kematian
60 Theodorus Baalbek
wafat dibuang dan
diterkam binatang buas di
Baalbek bersama Yuchnan
61 Euchestion (?) Byzantium Byzantium
62 Simon (?) Byzantium Byzantium
63 Efraim Baishan Baishan
64 Justus Korintus Korintus
65 Yakub Nikomedia Nikomedia
Hal yang membuat informasi nama 70 murid dan kemana daerah penginjilan
mereka, tidak tercatat dengan baik, yaitu masalah tehnologi yang masih primitive
dibandingkan dengan tehnologi pencatatan dewasa ini. Dahulu masing-masing Gereja
Rasuliah mengingat mata rantai tahbisannya sendiri, tidak terlalu paham detail rantai
tahbisan gereja lainnya. sesudah beberapa waktu berjalan dan tahbisan menjadi panjang
dan bercabang Barulah dicatat. Belum lagi tersebarnya informasi tidak secepat
sekarang. Dari satu Gereja Rasuliah saja bisa muncul beberapa cabang akibat satu uskup
menahbiskan beberapa murid yang nantinya menjadi uskup. Lalu uskup-uskup Baru
menahbiskan kembali. Tidak adanya Documen Management System dan pusat
kepustakaan sebagai alat pencatatan dan penyimpanan yang rapih dan yg terdapat
dalam satu database, membuat banyak informasi penting tercecer dan bahkan hilang
ditelan sejarah. Jadi, wajar saja jika ada pencatatan di kitab ini masih kurang
memuaskan pencari kebenaran.
Hasil dari penginjilan para murid (12 rasul dan 70 murid lainnya) atau pemipin
Nasrani awal tidaklah selalu berupa komunitas suatu Gereja Rasuliah. Ada yang Baru
menjadi cikal bakal gereja, disebabkan para pengijilnya wafat Martir atau wafat di
dalam penjara. Hasil penginjilan mereka bukanlah jemaat Messianic Jewish, bukan pula
jemaat Yahudi Ortodoks, apalagi jemaat Kristen Mesianik. Semua hasil penginjilan
murid awal ini yaitu Gereja Rasuliah atau cikal-bakalnya. Semua yaitu
satu-kesatuan jemaat yang dipimpin uskup-uskup dan semua uskup mendapat
tahbisan awal dari Maran Yeshua. Itulah mengapa Gereja Rasuliah bisa disebut satu,
satu Tuhan, satu iman, satu Baptisan.40 Di luar Gereja Rasuliah, tidaklah satu. Tidak
ada jalan lain jika ingin satu iman, semua haruslah masuk ke dalam Gereja Rasuliah.
Tidak ada gereja jika tidak ada seorang uskup!41 Peran adanya uskup sangat
sentral sejak abad 1 sampai 21 ini. Besar dan tugas seorang Uskup dicatat di dalam
40 Igeret Efesus 4:5
41 Uskup Mar Ignatius (+170 M) dari Antiokia mengingatkan umat percaya: …. Kamu harus menganggap
Qurbana sebagai yang sah, jika dirayakan oleh Uskup atau oleh seseorang yang diberinya kuasa. Di
mana Uskup berada, biarlah kumpulan umat berada, seperti di mana Yeshua Mshikha berada, di sanalah
ada Gereja Seutuhnya. Tanpa pengawasan dari Uskup, tidak ada mikveh ataupun perayaan Qurbana
diperbolehkan…." -- (Surat Mar Ignatius kKepada jemaat di Smyrna 8).
beberapa kitab salah satunya Sefer Didaskalia pasal 5, dapat dibaca pada Lampiran 1.
Ada gereja yang dirintis oleh suatu rasul lalu pada beberapa waktu kemudian dipimpin
oleh uskup lainnya. Itu yaitu hal yang wajar dan terjadi sampai sekarang. Yang
terpenting yaitu semua jemaat dipimpin Uskup. Tanpa Uskup maka tidak bisa disebut
sebagai suatu Gereja Rasuliah, baru berupa rintisan.
Gereja Celtic Orthodox meyakini bahwa mereka pertama kali dinjili oleh
pelayanan Mar Yosip Arimatea, satu dari murid 70. Namun hal ini tidak tercatat dalam
tradisi sejarah Church of The East, sehingga Uskup Solomon tidak mencantumkannya
dalam Sefer Dvor. Jadi kalau semua tradisi gereja rasuliah diteliti masing-masing,
barulah semua akan lebih jelas.
Gereja Rasuliah menyebar dan berkembang dengan berbagai macam nama di
banyak belahan dunia. Setiap uskup berhak memberi nama komunitas Nasrani yang dia
pimpin. Dari banyaknya cabang awal Gereja Rasuliah hanya satu cabang yang
melestarikan nama ‘Nasrani’ yaitu Jemaat Mar Thoma India. Yang lain memilih
nama ‘Kristen’ yang dimulai pada jemaat Antiokia yang kebanyakan kaum Goyim
(non Yahudi atau Gentile yang terpengaruh budaya Hellenisme - Yunani) Gereja
Rasuliah tidak punya tradisi untuk terus mewariskan nama yang sama seperti yang
tercatat di dalam kitab suci, misalnya ‘Derekyah’ atau ‘Jalan Tuhan’ (Kis9:2) atau
‘Nasrani’ (Kis24:5). Pemakaian nama yang beragam tidaklah melanggar Halakah.
SEMIKHA HASLIAKHANUTH
Semikha HaSliakhanuth yaitu tahbisan rasuliah (eng: apostolic ordination). Saat
Maran Yeshua menahbiskan murid-murid-Nya, di saat itu Dia mengalirkan otoritas
sorgawi! Saat itu Maran menahbiskan mereka yang telah belajar siang-malam selama 3
tahun lebih untuk langsung menjadi Imam atau Uskup. Kepada para imam Nasrani Baru
inilah ada otoritas Yeshua. Bukan hanya Yeshua yang bisa mengatakan dosamu masih
ada atau sudah hilang, para imam ini juga sudah memiliki otoritas ini .
Otoritas mengatakan dosa seseorang itu sudah hilang atau masih ada itu mirip
dengan apa yang terjadi pada keimamatan Lewi-Harun di dalam PL/perjanjian Sinai.
Saat 11 suku Israel datang membawa kurban ke Bait Suci (kemah suci), mereka
menghadap Imam Lewi bukan menghadap suku lainnya, lalu berkurban atau memotong
…. Barang siapa ada di dalam tempat kudus, yaitu murni, sedangkan ia yang berada di luar tempat
kudus yaitu tidak murni. Artinya: mereka yang melakukan apapun tanpa uskup, imam dan diakon
tidak mempunyai hati nurani yang jernih." – (Surat Mar Ignatius kepada jemaat di Trallia 2:7)
…. "Dia yang terhormat Uskup yaitu kehormatan Alaha, dia yang melakukan sesuatu tanpa
sepengetahuan Uskup berbuat melayani si jahat" – (Surat Ignatius kepada Jemaat Smyrnan 9: 1).
…. "Oleh sebab itu sebagaimana Maran tidak melakukan apa pun tanpa Bapa, [dipersatukan dengan-
Nya], baik dengan sendiri atau oleh Rasul, sehingga juga kamu tidak melakukan apapun tanpa Uskup dan
Penatua." – (Surat Ignatius kepada Jemaat Magnesian 7: 1).
kurban hewan yang mereka bawa. Mereka tidak bisa memotong kurban di rumah
sendiri, tidak bisa berkurban langsung tanpa Imam, sekalipun mereka yaitu
keturunan raja-raja Yehuda. PL yaitu bayangan dari PB42. Imam-imam Lewilah yang
berhak menyatakan bahwa dosa seseorang itu sudah bersih sesudah dia memberi
kurbannya. Upah dosa yaitu kematian! Maka sebagai ganti hidup manusia, hewan itu
dikurbankan, harus mati sebagai ganti. Ada harga yang harus dibayar supaya sang Imam
Lewi bisa menyatakan dosa seseorang itu sudah dihapuskan.
Masa keimamatan Lewi terakhir ada pada pundak Mar Yuchnan (Yohanes
pembaptis), Luk16:16 (LAI):
“Hukum Taurat dan kitab para nabi BERLAKU SAMPAI KEPADA ZAMAN
YOHANES…”
Keimamatan Lewi paska robeknya tirai bait suci II, sudah tamat! Keimamatannya
berganti menjadi Keimamatan Melkisedek43. Bait Suci diganti dari bagunan di
Yerusalem menjadi Altar/mezbah sehingga jemaat Nasrani bisa beribadah di mana saja
sesuai nubuatan yang Yeshua katakan di ayat ini, Yoh 4:21 (LAI)
“kata Yeshua kepadanya: “…saatnya akan tiba, bahkan kamu akan
menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem.
Jadi, 12 rasul dan 70 murid Yeshua lainnya, paska tahbisan rasuliah mendapat
otoritas keimamatan, otoritas untuk menyatakan dosa itu hilang atau tetap! Ini luar
biasa, bahkan raja-raja juga seharusnya datang dengan hormat menghadap imam-imam
tertahbis ini. Mengapa? sebab merekalah Wakil Maran di bumi ini. Seperti halnya raja-
raja Yehuda datang menghadap imam Lewi, demikianlah para raja yang menjadi jemaat
Gereja Rasuliah sejogyanya juga datang dengan hormat kepada imam-imam di Gereja
Rasuliah. Posisi Imam Tertahbis di mata Tuhan yaitu lebih tinggi dari raja-raja dunia
dalam hal pelayanan. Raja-raja dunia bisa menjadi jemaat, kalau mereka dibaptis. Dan
sesudah ditahbiskan Barulah mereka bisa memasuki jenjang keimamatan dari bawah.
Tidak bisa langsung menjadi uskup, tidak bisa memerintah-merintah uskup seperti
yang dilakukan oleh Kaisar Konstantine di abad 4.
Perbedaan antara jenjang Imam (Presbiter) dan Uskup (Bishop/Mebaqqer) ada
sesudah jemaat berkembang di abad 2 Masehi. Sampai abad 3, sudah terbentuk format
jenjang keimamatan dari Minor sampai Mayor. Seorang murid harus banyak belajar lalu
jika dipandang bisa, maka mereka akan diangkat atau ditunjuk untuk memasuki jenjang
keimamatan dari bawah. Tahbisan Minor (Minor Orders) dimulai dari: Kleris, Verger,
Khazan, Shaman, Akolit, Sub Shamasha (Sub Deacon). Semua ada 6 level. Dari Tahbisan
Minor, seseorang akan diangkat ke jenjang berikutnya: Shamasha (Deacon), lalu
Qashisha (imam/presbiter), dan Uskup (Bishop/Mebaqqer). Tahbisan Mayor ada 3 level.
Di atas posisi uskup, tidak ada lagi ritual tahbisan! Tidak ada lagi Semikha
HaSliakhanuth. Di atas uskup yaitu Sang Imam Besar Melkisedek sendiri yang
melayani di Shamayim (Sorga), yaitu Maran Yeshua.
Jabatan Uskup Agung, itu sebenarnya yaitu ketua kelas dari beberapa uskup.
Orang yg menjabat ini, seperti dijelaskan di atas, tidak lagi ditahbiskan, namun dipilih
oleh uskup lainnya, biasanya dipilih mereka yang dituakan. Seiring semakin banyaknya
jemaat, maka di atas jabatan Uskup Agung ada lagi jabatan Patriakh yang juga dipilih.
Selanjutnya, sebab semakin banyak uskup maka ada lagi jabatan antara uskup dan
Patriakh, ini hanyalah jabatan secara administrasi saja. Di mata Tuhan, semua yaitu
uskup, semua punya otoritas sorgawi yang sama, tidak ada yang lebih dan tidak ada
yang kurang.
Semua murid yang berniat untuk mengajar atau memimpin harus menjalani
tahbisan secara bertahap, tidak bisa meloncat. Masing-masing tahbisan memiliki hak
dan kewajiban yang berbeda-beda. Semua orang ini yaitu orang yang dipilih atau
diangkat dari jemaat. Dengan kata lain, tidak pernah ada jemaat yang mengangkat
dirinya sendiri! Kendati ada jemaat yg pintar, namun sebab tidak bisa dipercaya maka
mereka tidak akan ditahbiskan. Semua rasul awal itu diangkat atau dipilih Yeshua, jadi
konsep ini berasal dari Maran sendiri, bukan buatan para rasul.44 Parameter seorang
murid diangkat menjadi pelayan itu bukanlah pengetahuan (kepintaran), tapi
moralitasnya. Jadi jangan heran jika banyak pelayan dalam Gereja Rasuliah itu tidak
terlalu pintar, hanya saja mereka mendapat kesempatan belajar dan memahami materi
terlebih dahulu, Barulah mereka punya modal untuk mengajar.
Perlu dipahami bahwa tidak semua orang dipanggil untuk masuk ke dalam
jenjang keimamatan Melkisedek ini. Jemaat dan keimamatan bisa saling menopang, bisa
saling melengkapi. Jemaat Nasrani tidak menganut paham yang mengajarkan
pengusaha sebaiknya direkrut menjadi imam supaya biaya pelayanan bisa terjamin. Ini
yaitu tradisi menyimpang. Jika seseorang memang tidak berkeinginan hati untuk
menjadi pelayan, maka ritual Semikha tidak bisa dilayangkan.
Mereka yang ditahbiskan, yaitu mereka yang memiliki hati untuk melayani
bukan dilayani. Ini yaitu konsep awal Nasrani yang harus dilestarikan. Keimamatan
bukanlah jabatan untuk mencari uang, ketenaran, dan keinginan daging! Sejarah
mencatat ada banyak uskup di suatu Gereja Rasuliah besar jatuh ke dalam dosa akibat
hidup bergelimang harta. Bahkan ada yang mengahiri hidup di ranjang pelacur dan
punya anak haram. Ini sudah bias dari ajaran suci awal. Ini mencoreng nama baik
keimamatan Nasrani.
Gambar 2.4 Jenjang keimamatan Melkisedek dalam Gereja Rasuliah. Sumber: History of
Ritual, Materi Seminari St Basil Theological Collage
Tradisi jenjang keimamatan pada Gambar 2.4 di atas bisa saja berbeda antara
Gereja Rasuliah satu dan lainnya, biasanya ada perbedaan dalam Tahbisan Minor
dimana banyak yang menyingkatnya menjadi 3 atau beberapa level saja. Namun untuk
jenjang Tahbisan Mayor, mayoritas sama. Liberal Catholic Chruch (LCC) memiliki 4
Tahbisan Mayor sebab Sub Deacon masuk ke jenjang mayor. Inilah keimamatan yang
melayani jemaat Nasrani di bumi. Jemaat Nasrani sudah tidak memiliki hubungan
dengan keimamatan Lewi lagi, semua tunduk pada keimamatan Melkisedek ini.
KEIMAMATAN LEWI DAN KEIMAMATAN MELKISEDEK
Perlu ditekankan lagi bahwa jemaat Nasrani bukanlah Imam! Jemaat ya jemaat,
Imam yaitu para pelayan Tuhan yang melayani dari jenjang Minor sampai Tahbisakan
Mayor.
Di dalam Perjanjian Baru, ada keimamatan yang berbeda dengan Perjanjian Sinai.
Perbedaan dan persamaan di antara kedua keimamatan ini bisa dilihat pada tabel di bawah:
Tabel 2.3 Perbandingan Keimamatan Lewi-Harun dan Keimamatan Melkisedek
No
SUDUT
PANDANG
KEIMAMATAN LEWI-HARUN KEIMAMATAN MELKISDEK
1 Perjanjian
Masuk ke dalam Perjanjian Sinai
(PL)
Masuk ke dalam Perjanjian
Sebelum Sinai dan Perjanjian Baru
2 Waktu
Sejak 1500 SM sampai abad 1,
terakhir Mar Yuchnan (Yohanes
Pembaptis)
Sejak zaman Yeshua, para rasul dan
70 Murid di abad 1 sampai
sekarang
3 Perantara Antara 12 suku Israel dan Tuhan
Antara semua manusia dan Tuhan
yang dientenkan kepada Sang
Tunas Yeshua (dalam PB).
4
Fokus tempat
pelayanan
Bangunan Bait Suci (Kemah Suci) Di depan Altar/Mezbah
5
Kohen HaGadol
Manusia keturunan Harun,
semua sudah wafat.
Maran Yeshua sendiri, Sang Miltha,
sekarang hidup di Shamayim
6 Keimamatan
Keturunan Lewi-Harun yang
ditahbiskan
Jemaat Gereja Rasuliah yang
ditahbiskan
7
Estafet
keimamatan
Siapapun berdarah Lewi-Harun
yang ditahbiskan
Jemaat Gereja Rasuliah yang
ditahbiskan
8 Ritual-ritual
Tercatat di dalam Talmud atau
ada pada Tradisi Lisan Judaism.
Tidak tercatat detail dalam
Tanakh.
Ada pada Tradisi Rasuliah atau
tercatat pada materi seminari
Gereja Rasuliah. Tidak tercatat
detail pada Kitab-kitab.
9
Pedupaan Bagian dari ritual Bagian dari ritual
10
Pakaian
Dikhususkan Dikhususkan, sesuai budaya local
11
Keimamatan
Sekarang
Rekonstruksi ulang, mereka
sedang dipersiapkan di
Yerusalem untuk berdirinya
Bangunan Bait Suci III dan
kedatangan Mesias Yahudi yang
ditunggu umat Judasim Rabbinik
Farisi.
Keimamatan dan semua ritualnya
terpelihara di dalam semua cabang
Gereja Rasuliah yang sudah
tersebar di semua benua.
Dengan adanya sistem keimamatan yang baru sejak abad 1, jemaat Nasrani atau
jemaat Gereja Rasuliah tidak lagi tunduk kepada Imam-imam Lewi. Jemaat Nasrani tidak lagi
menantikan terbangunnya Bait Suci III Yerusalem. Kendati umat Yahudi sekarang menyeleksi
dan membuat sekolah khusus untuk mendidik para Imam Lewi45, umat Nasrani tidak punya
hubungan secara iman dengan mereka.
Gambar 2.5 Imam Lewi dan Imam Melkisedek
ERA POLITIK DALAM GEREJA RASULIAH
Di abad 4 Masehi, Barulah Jemaat Nasrani memasuki suatu era yang baru, boleh
dibilang suatu era yang asing. Inilah era PENTARKI yaitu era POLITIK GEREJA dimulai.
Politik Kekaisaran Romawi




