• coklatx.blogspot.com

    www.coklatx.blogspot.com

  • berasx.blogspot.com

    www.berasx.blogspot.com

  • kacangx.blogspot.com

    www.kacangx.blogspot.com

Tampilkan postingan dengan label mesianik di Indonesia 2. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mesianik di Indonesia 2. Tampilkan semua postingan

mesianik di Indonesia 2


 Tradisi Suci lainnya tidak bisa diberikan sembarangan agar jangan terjadi hal yang sama terhadap 

Kitab Suci. 

 

kenabian ini harus dipelihara, harus diajarkan turun-temurun. Seperti halnya di dalam 

zaman Eliyahu di PL yang memiliki sekolah nabi-nabi. Di dalam PB pun harus demikian. 

Para nabi, tidak perlu yaitu  seorang yang sudah diangkat ke jenjang keimamatan, bisa 

datang dari jemaat Gereja Rasuliah dari kalangan manapun tanpa melihat usia dan 

darah turunan. Tuhan bisa menyampaikan wahyu-Nya melalui siapa saja yang Dia pilih. 

Tuhan tidak pernah berhenti bicara! Jawatan nabi tidak pernah boleh dihentikan! 

Rahasia Sorga belum semua disampaikan ke dunia ini! Kalau Tuhan berbicara, maka 

keuskupan harus bisa mengujinya dengan baik dengan memakai 3 pilar Iman, kitab 

suci, tradisi suci, dan pewahyuan suci sebelumnya yang sudah lulus uji. Pewahyuan 

Baru tidak boleh bertentangan dengan 3 pilar Iman.  

Jadi, apakah kitab-kitab sudah berhenti total dituliskan? Apakah kitab dan tradisi 

yang ada sudah bisa menjawab semua pertanyaan perihal rahasia-rahasia alam roh? 

Apakah ajaran Yeshua yang dikatakan tidak bisa dimuat di dalam kitab manapun di 

dunia ini, Yoh 21:25 sudah bisa diketahui Gereja Rasuliah-Nya? Jawabannya yaitu  

belum semua. Peran nabi-nabi masih dibutuhkan dan ternyata ajaran Mesianik baik 

yang berasal dari luar dan masuk ke negara kita  ini, tidak ditopang oleh peran kenabian 

ini. Kalau ada sudah pasti ada kitab bernama Kitab Mesianik, dengan nama nabi A atau 

B.  

Yoh21:25 (LAI): Masih banyak hal-hal lain lagi yang diperbuat oleh Yesus, 

namun  jikalau semuanya itu harus dituliskan satu per satu, maka agaknya 

dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu. 

 

Ajaran Mesianik, bertumpu pada ajaran Sola Scriptura. Ajaran ini seperti halnya 

ajaran denom pecahan Protestan lainnya, tidak mengenal kekayaan tradisi dan juga 

penyingkapan pewahyuan suci. Pengembangan penafsiran yaitu  upaya utama untuk 

menggali dan mencari ajaran awal Nasrani abad 1. Tidaklah mengherankan penafsiran 

masing-masing pengajarnya akan saling berbenturan. Semua merasa berhak untuk 

menafsirkan ayat-ayat kitab suci yang sulit dipahami. Pdt Ir Benyamin Obadyah, 

memutuskan untuk keluar dari GBI (denominasi Pentakosta Karismatik). Dia bersama 

bapak Eddy Hermanto Tjahjono, seorang pengusaha perkapalan dan Pdt Niko Sumolang 

memimpin jemaat Mesianik. Perbedaan muncul, akibat pak Benyamin tidak mau 

terseret pergerakan  Nama Suci (Sacred Name Movement) dan memilih mengucapkan Nama 

Suci: ‘Adonai’ atau ‘Hashem’. Sementara pak Niko konsisten mengajarkan Nama Suci 

‘Yahweh’. Hal penafsiran ini  dan lainnya membuat saat ini mereka memimpin 

komunitas yang berbeda sesuai penafsiran masing-masing. 

Menurut penuturan seorang mantan jemaat Mesianik, Pdt Jeny Napitupulu 

memutuskan berpisah dengan pak Benyamin yang tetap memelihara peribadatan di 

Hari Minggu. Bu Jeny menafsirkan bahwa, peribadatan hari minggu yaitu  peribadatan 

yang berasal dari penyembahan kaum pagan Dewa Matahari. Pdt Jeny juga meyakini 

bahwa seorang wanita diperbolehkan memimpin peribadatan Nasrani dan mengajarkan 

Torah Sinai. Beliau memimpin peribadatan Mesianiknya di Gedung Kasih Bersaudara, 

Cikini, Jakarta.  

 

Pdt Dr Romeo Sahertian, seorang ahli bahasa ibrani, yaitu  sosok yang cukup 

unik sebab  pengajaran Mesianiknya mengandung ajaran Kabalah, berbeda dengan 

pengajaran Mesianik pada umumnya di negara kita . Dr Romeo memimpin peribadatan 

GBI Berlian Sorgawi Mesianiknya pada Jumat Malam dan hari Minggu pagi. 

Pada awalnya Ev dr Suradi menulis nama suci ‘Yahwe’ tanpa huruf ‘h’. Ini 

berbeda dengan Pdt Yakub Sulistyo, Pdt Loekas Sotrisno, dll yang biasa menulis dan 

menyebut ‘Yahweh’. Tidak banyak pengajar yang menuliskan Nama Suci seperti Ev dr 

Suradi.  

Pdt Teguh Hindarto, MTh, yang sempat belajar dari Ev dr Suradi di Jakarta, 

membuka pelayanan Mesianiknya, Kehilat Nafiri Yahshua di Kebumen. Penafsirannya 

perihal nama Mesias sempat membuat perdebatan a lot sekitar tahun 2013 dengan Pdt 

Dr Yakub Sulistyo yang mengajarkan nama Mesias, ‘Yeshua’. Para pendeta Mesianik 

yang meyakini nama Mesias itu ‘Yahshua’ antara lain: Dr Romeo Sahertian, Pdt Niko 

Sumolang, dan Pdt Teguh Hindarto, MTh ini.  

 

 

Gambar 1.30 Keretakan dalam sinode GPR. Sumber: Facebook  

 

Pada pertengahan th 2015, pak Maxi memposting di Facebook, adanya keretakan 

pengajaran di dalam sinode yang berpusat di Manado ini. Dalam satu sinode ini, masih 

ada yang beribadah dengan memakai nama Allah, yang satunya menolak. Jalan keluar 

yang diambil bukannya saling berdiri sendiri, namun membuat sinode Baru, yaitu 

Sinode Am yang menaungi dua sinode yang bertentangan di dalamnya. Mungkin 

alasannya yaitu  pembuatan sinode baru di negara kita  sudah tidak dimungkinkan lagi. 

Yang dipermasalahkannya yaitu  kepemimpinan di dalam Sinode Am ini. Ini yaitu  

urusan rumah tangga Sinode Am, namun sangat disayangkan terekspos di media sosial. 

Dalam kasus ini semua bisa mengambil pelajaran bahwa sesama penganut Mesianik 

tidak bisa bersatu dalam pengajaran di bawah satu kepemimpinan. Ada yang 

menafsirkan boleh memakai nama ‘Allah’ dan ada yang sudah menyatakannya suatu 

tindakan melanggar perintah Tuhan.   

Semakin para pengajar Mesianik mendalami ajaran Kitab suci maka pasti, akan 

semakin banyak ditemukan perbedaan di antara pengajaran mereka. Bukan tidak 

mungkin tahun depan akan muncul aliran baru lagi, yaitu KM Perjuangan atau KM 

Ahmadiya, atau lainnya. Dari asalnya percampuran antara ajaran Anti Allah dr Suradi 

ditambah ajaran SNM+HRM, akan berkembang lagi menuju ajaran Baru sesuai 

penafsiran masing-masing. 

Persamaan dan perbedaan ajaran dalam tubuh KM ini bisa dilihat pada tabel di 

bawah ini. 

Tabel 1.1 Persamaan dan perbedaan pengajaran dalam tubuh Mesianik 

No Persamaan Perbedaan 

Meyakini Nama Kudus Tuhan 

'Yahweh' 

Ada yang menolak Sacred Name Movement 

(menyebut ‘Adonai/Hashem’), kebanyakan 

menyebut ‘Yahweh’ 

Penganut Sola Scriptura Martin 

Luther abad 16, tidak paham Tradisi 

Nasrani 

Ada yang menolak nama 'Yesus' namun ada 

yang tidak. 

Hanya memakai Kanon kitab 66 

Protestan (Alkitab), tidak memahami 

sejarah penulisan dan kanonisasi 

Kitab-kitab 

Ada yang memakai nama Mesias ‘Yeshua’, 

ada yang memakai ‘Yahshua’ 

Merayakan 7 hari raya Yahudi 

dengan liturgi modern, Anti Natal, 

Anti Easter, anti Hellenisme, dan Anti 

Teologia Pengganti 

Ada yang meyakini tunduk pada HUKUM 

TAURAT dan ada yang tidak 

Tidak ada yang mengetahui dan 

memakai Siddur (Liturgi) Mar Yakub 

dan Mar Addai-Mar Mari yang dibuat 

di abad 1 

Memiliki liturgi (siddur) peribadatan 

masing-masing yang dibuat oleh pemimpin 

masing-masing 

6 Anti kata ‘Allah’ 

Ada yang beribadah dengan nuansa 

Pentakosta dan sudah ada yang 

meninggalkannya 

Meyakini menjadi Jemaat Perdana 

Nasrani 

Ada yang melakukan Doa Harian (sholat 

harian) dan ada yang tidak 

Meyakini Ibrani supremasi (Kitab 

Suci PB asli berbahasa Ibrani) 

Ada yang menolak Tritunggal ada yang 

meyakininya 

 

Menguduskan Shabbat dengan 

beribadah 

 

Ada yang menolak ibadah hari Minggu, tapi 

banyak yang mempertahankannya 

 

10 

Tidak ada yang memahami Qadishot 

Mikveh (baptis) yang telah 

diformulasi di abad 1 

 

Ada yang meyakini perlu dibaptis lagi 

(Baptis Pembaharuan dengan nama 

Yahweh) dan ada yang merasa tidak perlu, 

cukup diselam saja 

11 

Suka berpakaian ala Yahudi dalam 

peribadatan 

Ada yg mendalami Kabalah, banyak yang 

tidak 

_____________________

Halaman 29 dari 196 

No Persamaan Perbedaan 

12 

Sama-sama tidak tahu ritual Sunat 

Yahudi 

Ada yang meyakini harus disunat, ada yg 

tidak harus. Sunat dengan mantri/dokter 

dianggap sudah melakukan Sunat 

Perjanjian 

13 

Tidak paham sejarah penginjilan 

abad 1 Nasrani secara detail 

 

Ada yang masih memakai Bahasa Lidah 

(Pentakosta) dan ada yang 

meninggalkannya 

 

14 

Sama-sama tidak tahu bahwa Martin 

Luther masih mengajarkan tradisi 

Tanda Salib 

Ada yang menolak Salib, ada yang masih 

menerimanya 

 

Tabel 1.1 menunjukkan perbandingan ajaran di antara penganut Kristen 

Mesianik di negara kita . Ini belum membandingkan dengan penganut SNM/HRM di 

seluruh dunia. Hasilnya kalau dibanding dengan HRM di luar negeri maka akan semakin 

banyak perbedaannya, misalnya untuk penyebutan Nama Suci, ada yang melafalkannya 

‘Yahuveh’, lalu nama Mesias menjadi ‘Yahushua’ atau ‘Yehoshua’ dan ‘Yahusha’. Di 

negara kita , semua penganut SNM hanya meyakini kanon 66 kitab Protestan, berbeda 

dengan penganut di luar negeri yang bisa mengadopsi lebih banyak kitab sebagai 

perbedaharaan pengajaran mereka, salah satunya yaitu  Worldwide Nazarene Assembly 

of Elohim yang dikepalai oleh James Scott Trimm. Organisasinya memakai beberapa 

kitab yang berasal dari Dead Sea Scrolls. Pencari kebenaran akan semakin bingung 

untuk meneliti mana yang paling mendekati ajaran Nasrani kuno. 

Pada poin #4 tabel di atas tercatat persamaan semua gereja Mesianik yaitu 

sama-sama merayakan 7 hari raya Yahudi dengan liturgi modern, Anti Natal, Anti 

Easter, anti Hellenisme, dan Anti Teologia Pengganti. Mereka meyakini bahwa semua 

Gereja Rasuliah sudah melepaskan diri dari akar Ibrani (Hebraik Yudaik) dan 

mengadopsi berbagai ibadah pagan yang dikristenkan, antara lain Easter, Epifani, dll.21 

Ini yaitu  suatu ciri yang mudah diketahui sebagai pembeda di antara pecahan 

Protestan lainnya. 

 

TRADISI-TRADISI DALAM KRISTEN MESIANIK 

sebab  sangat minimnya informasi DETAIL perihal ajaran Nasrani di kanon 66 

kitab Protestan maka para pengajar KM di negara kita  masing-masing membuat tradisi 

sendiri atau mengikuti tradisi dari pihak lain sebagai pelengkap Alkitab. Tradisi yang 

mereka lakukan antara lain: 

                                                          

a. Tradisi beribadah dengan pakaian yahudi (kippah dan tallit serta tzit-tzit), ini yaitu  

tradisi yang diadopsi dari Messianic Jewish dan Judaism pada umumnya. Jika ditarik 

ke belakang, tradisi ini juga dipakai oleh Nasrani keturunan Yehudim. 

 

Gambar 1.31 Tradisi Yahudi memakai Tallit diperagakan oleh Pdt Leokas Sutrisno. 

Sumber: Facebook dan Youtube. 

 

b. Tradisi merayakan Shabbat dan 7 hari raya Yahudi dengan siddur (liturgi) yang 

mereka buat atau adopsi dari Messianic Jewish juga. Siddur Shabbat dan perayaan 

Moedim biasanya mereka buat sendiri. Ada kelompok Mesianik yang mencampur 

tradisi ibadah Pentakosta (penekanan di music dan tarian) ke dalam peribadatan 

Moedim.  

c. Tradisi doa tiga kali sehari menaikan Shemoneh Esrei mengadopsi tradisi Messianic 

Judaism. Tradisi MJ ini berasal dari Yahudi Farisi. 

d. Tradisi sunat dengan mantri/dokter dianggap sunat perjanjian, ini yaitu  tradisi 

buatan mereka sendiri sebab  tidak memahami ritual sunat Yehudim. 

e. Tradisi mengucapkan doa-doa dan nama-nama tokoh dalam Kitab Suci dalam 

bahasa Ibrani mengikuti Messianic Judaism.  

f. Tradisi mengganti nama menjadi keyahudi-yahudian, ini tradisi buatan sendiri. 

g. Tradisi doa berkat imam (Bil 6:24-26) diucapkan oleh Pendeta/Gembala mengikuti 

tradisi Protestan, hanya saja kalimat doanya diubah ke dalam bahasa Ibrani. 

h. Tradisi adanya nama jabatan ‘Pendeta’ yang secara tidak sengaja diambil dari 

ajaran Hindu (Pandito). 

i. Tradisi wanita memipin ibadah mengikuti tradisi Protestan (asal pengajaran Sola 

Sciptura) dan agama pagan. 

_____________________

Halaman 31 dari 196 

j. Tradisi membuat gereja baru hanya sebab  berbeda pengajaran, mengikuti 

Protestan. 

k. Tradisi setiap jemaat boleh menafsirkan ayat-ayat kitab suci sendiri, tidak perlu 

bertanya kepada Imam Tertahbis juga mengikuti Tradisi Protestan. 

l. Tradisi memberi  persepuluhan untuk Pendeta, ini mengikuti Denominasi 

Karismatik-Pentakosta. 

m. Tradisi memberi  Kolekte (persembahan) dengan cara memasukan uang ke 

kantong-kantong persembahan yang diedarkan di dalam ibadah. Ini mengikuti 

tradisi Protestan. Kolekte atau kolekta dalam ajaran Nasrani bukanlah persembahan 

melainkan doa-doa khusus di dalam peribadatan. Kolekta yaitu  bagian dari siddur 

Nasrani, tidak ada sangkut-pautnya dengan uang. 

n. Tradisi ibadah tanpa kiblat dan tanpa Altar mengikut tradisi Protestan, 

o. dan lain-lain.  

 

SAMPAI BERPINDAH KE YAHUDI FARISI 

Sejak berdirinya di awal abad 21 sampai penghujung tahun 2015 ini, pergerakan  

_____________________telah mengakibatkan beberapa hal seperti terlihat pada Gambar 

1.32 di bawah ini. 

EFEK 

pergerakan  

MESIANIK DI 

negara kita 

PERDEBATAN 

DAN KELUAR 

DARI GEREJA 

ASAL

MENDIRIKAN 

GEREJA 

DENOMINASI 

BARU

JEMAAT 

MENJADI 

JEWSWANNABE

ADA JEMAAT YANG 

TIDAK MAU MASUK KE 

DALAM GEREJA 

MESIANIK MANAPUN 

(MANDIRI)

ADA JEMAAT 

YANG MENJADI 

YAHUDI

1

2

3

4

5

 

Gambar 1.32 Efek pergerakan  Mesianik di negara kita . Sumber: Observasi 

Efek gelombang pergerakan  Mesianik ini dimulai dari: 

1. Adanya perdebatan baik itu di jaringan sosial maupun dilakukan secara tatap 

muka sejak tahun awal 2000 sampai 2015. 

2. Adanya gereja-gereja baru yang bercorak Mesianik, antara lain Gereja Kehilat 

Mesianik negara kita  (GKMI) di bawah Gembala Ir Benyamin Obadyah, GPF 

 

(Gereja Pemulihan Firman) di bawah Gembala Pdt Dr Yakub Sulistyo, GKH 

(Gereja Kristen Holistik) di bawah Gembala Pdt Steven Jie, MTh, Kehilat 

Pemulihan negara kita  oleh Pdt Loekas Sutrisno, GBI Menara Doa ‘Berlian Sorgawi’ 

di bawah pengembalaan Pdt Dr Romeo Sahertian, YHS Surabaya di bawah 

gembala Yusak Hadisiswantoro, GKA (Gereja Kemah Abraham) di bawah Abuna 

K.A.M Yusuf Ronny, Kehilat Nafiri Yahshua di bawah pimpinan Pdt Teguh 

Hindarto, MTh, dan lain-lain. 

3. Adanya perubahan prilaku menjadi ke-yahudi-yahudi-an (jewswannabe) di 

banyak (tidak semua) jemaat Mesianik. Beribadah dengan memakai tallit 

(selendang doa Yahudi), kippah (penutup kepala Yahudi), bahkan gulungan 

Torah dan pernak-pernik Yahudi lain yaitu  hal wajar di dalam ibadah Mesianik. 

Yang tidak wajar yaitu  prilaku yang memirip-miripkan diri ke Yahudi. Mulai 

dari memakai nama Ibrani, merasa berdoa dengan memakai Bahasa Ibrani lebih 

baik daripada dengan Bahasa negara kita , heran dan memandang rendah jemaat 

Nasrani yang memakai pakaian budaya lokal dalam beribadah, mencoba tradisi-

tradisi Yahudi, sampai meyakini bahwa sunat yang mereka lakukan dengan 

mantri sudah sesuai dengan tradisi sunat Yahudi.  

4. Yang lebih menarik, ada beberapa orang penganut Mesianik yang tidak berselera 

untuk bergabung dengan gereja-gereja Mesianik yang sudah berdiri. Mereka 

memilih untuk menentukan ajaran Mesianik mereka sesuai penafsiran sendiri 

yang mereka bisa dengan mudah dapatkan lewat jaringan internet. Inilah cikal 

bakal denominasi Mesianik Baru, mereka yaitu  guru dan nabi bagi denominasi 

baru yang mereka buat. 

5. Yang paling menarik yaitu  adanya perpindahan jemaat Mesianik menjadi 

Yahudi. Sebenarnya, kendati agama Yahudi belum resmi menjadi salah satu 

agama di negara kita , yaitu  merupakan hak setiap individu untuk menentukan 

agama yang diyakininya. Namun yang perlu disoroti di sini yaitu , jemaat 

Mesianik yang polos itu bisa berpindah menjadi Yahudi (Farisi), bisa menolak 

Yeshua sebagai Mesias dan juruselamat, akibat para pemimpin mereka yang 

mengundang pengajar-pengajar Farisi ke atas mimbar gereja. Besar 

kemungkinan para pemimpin Mesianik ini tidak memahami sejarah penginjilan 

Nasrani sehingga tidak mengetahui mana komunitas Nasrani kuno yang masih 

bisa bertahan sampai sekarang. Diketahui bahwa di tahun 2015 ini sudah 

beberapa kali Rabbi Tovia Singer (Yahudi Ortodoks) dan pengajar Judaism 

lainnya mengajar seperti contoh artikel di bawah ini. 

 

 

Gambar 1.33 Abigail (kanan) dan Elisheva Wiraatmadja (kiri) bersama Rabi Moshe 

Gutnick, anggota dari Sidney Beth Din yang juga memimpin Organization of Rabbies of 

Australasia. Sumber: jewishpress.com 

Elisheva, yang mewarisi darah Yahudi dari nenek moyangnya yang 

datang ke negara kita  dari Belanda, Baru-Baru ini turut dalam pertemuan 

di dua kota Papua, yang diikuti oleh para keturunan Yahudi dari berbagai 

gereja-gereja Mesianis di pulau paling timur negara kita  itu. Dalam 

pertemua dibahas apakah mereka tetap menjadi anggota gereja Mesianis 

atau kembali ke agama nenek moyang mereka, Yudaisme. Menurut 

Elisheva, 168 orang Papua, termasuk pemimpin mereka, 

memutuskan meninggalkan gereja dan memeluk agama Yahudi. 

Elisheva Wiraatmadja juga pernah diundang untuk berbicara di 

sebuah gereja Mesianik di Papua. Anggota gereja itu mendengar adanya 

sekelompok orang dari negara kita  yang terlibat dalam proses konversi ke 

Yudaisme.22 

 

Selain di Papua, perpindahan ke agama Judaism ini terjadi di Manado. Barangkali 

perpindahan jemaat Kristen Mesianik ke Yahudi ini yaitu  tindakan balasan (counter 

attack) dari pihak Yahudi yang melihat sejak abad 19, para penginjil Kristen berhasil 

membawa banyak Yahudi untuk menerima Yeshua sebagai Mesias tanpa meninggalan 

identitas keyahudian mereka. Rabbi Tovia Singer yaitu  pendiri dan pemimpin dari 

organisasi Outreach Judaism di negara kita  yang bekerja sama dengan Yayasan Eits Chaim 

negara kita  bukan hanya bertujuan untuk memperkenalkan budaya dan ajaran Yahudi, 

tapi juga bisa cenderung membawa umat Kristen keturunan Israel meninggalkan 

keyakinan Kristen mereka dan menjadi Yahudi. Rav Singer sangat berhati-hati dengan 

pergerakan  Mesianik ini sebab  bisa membawa orang Yahudi yang labil untuk terjerumus 

ke dalam ajaran yang membawa simbol-simbol keyahudian ini.

madam nyonya  Ema  TAN DAN LAINNYA KELUAR DARI KRISTEN MESIANIK 

Kembali kepada sosok madam nyonya  Ema  Tan. Banyak jemaat Mesianik yang tidak 

menyadari sejarah berdirinya gereja Kristen Mesianik, banyak juga dari mereka yang 

tidak mengetahui bahwa penggerak awal Mesianik di negara kita , madam nyonya  Ema  pada akhirnya 

memutuskan keluar dan berpindah ke ajaran Gereja Rasuliah. madam nyonya  Ema  Tan, 

diperkenalkan oleh Pdt Herry Budianto kepada Shm (Shamasha) Hotman 

Lumbantoruan pada tahun 2011. Mereka berdiskusi di kediaman pak Hotman di daerah 

Bintaro Jakarta. Di dalam diskusi ini , pengajaran Mesianik yang berasal dari 

Rabbi-Rabbi Messianic Jewish tidak bisa dipertahankannya. Tidak lama kemudian, bu 

Erna mengakui kesalahan ajaran Mesianik ini dan memutuskan untuk ikut pemuridan 

jarak jauh (dari Belanda) di bawah pengawasan pak Hotman Lumbantoruan di dalam 

Gereja Rasuliah bernama Assembly of Jerusalem (AoJ). 

 

 

Gambar 1.34 madam nyonya  Ema  beribadah di GNI 

madam nyonya  Ema  Tan datang ke Jakarta untuk 

beribadah bersama pak Prasodjo di bawah 

pak Hotman Lumbantoruan 

 

 

Dari Belanda, beliau mengirim email kepada banyak jemaat dan beberapa 

pengajar Mesianik yang pernah diajarinya, ternyata banyak yang menolak. Tidak sedikit 

yang mencibir keputusan madam nyonya  Ema  dan malah memusuhi komunitas yang dipimpin Shm 

H Lumbantoruan. Mengikuti jejaknya, pak Prasodjo Wibowo dan istrinya juga 

bergabung. Lalu Pdt Andreas di Madiun berkontak via telpon dan berdiskusi panjang 

dengan Shm Hotman Lumbantoruan, pada akhirnya memutuskan untuk dimuridkan. 

Pak Andreas membawahi beberapa keluarga di Madiun. Pak Denny Pantauw yang terus 

berkoresponden dengan pak Lumbantoruan lama-kelamaan tertarik untuk dimuridkan. 

Berbeda dengan ajaran Mesianik, di dalam Gereja Rasuliah ini, seseorang Baru bisa 

disebut sebagai ‘jemaat’ kalau dia sudah mengikuti masa pembelajaran (katekisasi) 

selama 1-2 th, lalu sesudah  dibaptis (Mikveh) Barulah resmi menjadi jemaat. Sebelum itu, 

semua disebut sebagai simpatisan atau ketekumen. Pada tahun 2012, Wirawan Tulung 

Allo dari GBI beraliran Mesianik beserta bu Iin dan bu Sihombing, dan Pemimpin 

Jaringan Doa BSD David Darlan Hutapea, jemaat Mesianik yang sering ikut ibadah pak 

Benyamin Obadyah ikut bergabung.  


Gambar 1.35 madam nyonya  Ema  dan jemaat GNI 

Dari kiri ke kanan: W Tulung Allo, Bu 

Sihombing, madam nyonya  Ema  Tan, dan pak Prasodjo 

Wibowo 

Gambar 1.36 Uskup GNI dan jemaat 

Dari kiri ke kanan: Bu Iin, Uskup Mar 

Hotman Nicholas Lumbantoruan, bu Ida 

(Istri Uskup), dan bu Sihombing 

(Koleksi foto penulis) 

Pada tahun 2014 komunitas Mesianik di Medan bergabung di bawah pemipinan 

pak Abidin Panggabean, SH., SPN dan pak Alboin Butarbutar, M.Hum.  

Dari Gereja Rasuliah cabang Assyria bernama Assembly of Jerusalem (AoJ), Shm 

Hotman Lumbantoruan berpindah keuskupan yang letaknya lebih dekat dari negara kita  

yaitu di Queensland, Australia, di bawah Archbishop (Uskup Agung) John R Cuffe. Mar 

John R Cuffe menggembalai Orthodox Catholic Church of The New Age yang merupakan 

putri dari Gereja Rasuliah Syria Antiokia dan Church of The East (Assyria)24 pemilik 

Peshitta. Sejak Desember 2014, pak H Lumbantoruan ditahbiskan menjadi Uskup (eng: 

Bishop; ibr: Mebaqqer) untuk negara kita  dengan nama: Gereja Nasrani negara kita  (GNI).  

                                      

 

SEJARAH SINGKAT NASRANI KUNO 

Sebagai pembanding ajaran Mesianik Modern, yaitu  ajaran Nasrani yang 

diyakini yaitu  warisan turun-temurun yang diajarkan di dalam Gereja Nasrani 

negara kita  (GNI).  

Nasrani sebagai suatu kata berarti Ibrani ‘Netzr’ yang artinya yaitu  Sang Tunas, 

diambil dari ayat Yesaya 11:1  

“Suatu TUNAS akan keluar dari tunggul ISAI, dan taruk yang akan tumbuh 

dari pangkalnya akan berbuah”.  

Ini yaitu  nubuatan yang oleh pengikut Yeshua yakini sudah digenapi oleh kehadiran 

Maran Yeshua dari suku Yehuda yang berasal dari benih Isai. Kata Nasrani ini juga 

dikaitkan dengan nama kota kecil ‘Nazaret’ yang merupakan suatu komunitas 

keturunan Isai. Yeshua keturunan Raja David, lahir pada 6 SM di Betlehem untuk 

menggenapi nubuatan 800 tahun Nabi Yesaya di atas. Nasrani juga merupakan nama 

sekte Yahudi25 di samping sekte-sekte lainnya yang telah dahulu ada. Yeshua mulai 

mengajar saat berusia 30 tahuanan.26 Dimulai dari pengajaran-Nya inilah ada Mazhab 

Rabbinik Baru dalam Agama Yahudi (Judaism), yaitu Nasrani yang lebih lengkap disebut 

“Jalan Nasrani” diartikan sebagai Jalan Tuhan atau Jalan Alaha. Kata ‘Jalan’ (יְּד  – ִםיַ֫ כָ

                                                          

25 Kis 24:5 terjemahan GNI “…ia yaitu  tokoh dari Jalan (Doktrin) Nasrani.” Kata “sekte” dari bahasa 

Yunani kurang tepat dalam konteks Yudaisme, paling mendekati yaitu  kata “mazhab” (sekolah 

pemikiran). Kata ‘sekte’ berkonotasi sebagai ‘sempalan keagamaan’, pada hal Nasrani bukan sempalan 

dari Yudaisme namun  kelanjutan Yudaisme itu sendiri yang tetap mempertahankan Keimamatan dan 

segala sistem Torah Mosha yang dimodifikasi lebih efisien dan universal. (Roma 10:12). 

26 Dalam Tradisi Rabbinik Yudaisme, yang boleh menjadi Rabbi harus dalam usia aksiomatik (matang) 

mulai usia 30 tahun. 

 

HaDerekh) bermakna Jalan Hidup menurut Torah dalam Yudaisme. (Kisah 18:25-26) 

Pengikut Jalan Nasrani mengikuti Jalan Hidup Torah Mshikha (Galatia 6:2).  

Menjadi Nasrani artinya “pengikut Torah”, yaitu Torah Nuh dengan Perjanjian 

Pelangi bagi semua Bangsa-bangsa, dan secara khusus Torah Musa dengan Perjanjian 

Sinai. Kedua Jalan Torah Nuh-Musa dilaksanakan dan dimurnikan pada kedudukan 

fungsi dan ajaran-ajaran murninya oleh Maryah Yeshua Mshikha bar Alaha yang disebut 

Jalan Torah Mshikha (Galatia 6:2). Wadah pelaksanaan Jalan Hidup Torah Mshikha 

dibentuklah ‘Jemaat’ (Ibrani: ‘Edah’ atau Aramaik ‘Idhta’ yang artinya orang-orang yang 

sehati sepikir dalam satu ajaran dari Mshikha). Jemaat ini dibentuk sebagai restorasi 

umat perjanjian Israel menjadi umat semestawi (universal/katolik) yang didasarkan 

pada para nabi, para rasul dan di atas Batu Karang, yakni Yeshua Mshikha, (Efesus 2:20). 

Dengan demikian ditetapkan lembaga ilahiah Jemaat yang rasuliah sebab para rasullah 

yang meneruskan Jemaat yang dibangun Yeshua di bumi, kemudian diteruskan oleh 

para pengganti rasul; yakni, para uskup, imam, dan diakon. Sehingga Jemaat ini disebut 

Jemaat Rasuliah. Sekolah pemikiran Jemaat ini disebut “Jalan Nasrani” (Netzarim 

HaDerekh) yang berkarakter Torah.  

Torah Mshikha yaitu  KUK yang ringan (Mattai 11:28-30) sehingga ribuan 

orang-orang Yahudi dengan rajin menjalankan Torah. (Kisah 21:20) Jadi yang disebut 

umat Nasrani wajib menjalankan Torah yang dibagi dua macam: Kaum Yahudi 

keturunan mengikuti Jalan Torah Non-Selektif dan bagi Bangsa-bangsa Jalan Torah 

Selektif sebab secara budaya keagamaan mereka baru mengenal Torah melalui Yeshua 

Mshikha yang diwartakan Para Rasul.  Perihal ini sudah final diselesaikan dalam Konsili 

Yerusalem tahun 50 M, dengan formulasi: “yaitu  keputusan Ruakh HaQodesh dan 

keputusan kami…” (Kisah 15:28).  

Dari Gambar 2.1 di bawah dicatat bahwa pengikut Yeshua berasal dari kaum 

keluarga Mar Yosip dan Miriam, bunda-Nya, ditambah Sekte Yahudi Esseni (termasuk 

Zeloti) dan Sekte Perushim. Sekte Esseni keturunan Imam Zadok, sudah sekitar 2 abad 

menantikan kedatangan Imam Besar Melkisedek untuk merestorasi Bait Suci yang telah 

dinajiskan. Mar Simon Keipha (Petrus) berasal dari kaum Zeloti (Mat 10:4). Ciri kaum 

ini yaitu  membawa sebilah belati dipinggang mereka. Ini disebab kan, mereka yaitu  

penjaga kaum Esseni Qumran yang hidupnya di bawah tekanan pemerintahan 

Hasmonean27. Pengikut Yahudi Perushim (Farisi) kebanyakan yaitu  rakyat Sederhana 

yang sudah muak dengan kelakuan Rabbi-Rabbi mereka. Transmigrasi mereka menjadi 

Nasrani tidak bisa dibendung. Tercatat dalam sejarah bahwa Mar Shaul (Paulus) calon 

pengganti Rabbi besar Gamaliel dan Nikodemus, pemimpin agama Farisi (Yoh 3:1) 

akhirnya memutuskan masuk Nasrani. Untuk menghentikan transmigrasi ke Nasrani 

ini, di Konsili Yavne yang berlangsung th 90M, para Rabbi Farisi memutuskan memberi 

                                                          

27 Mazhab Esseni mengharapkan Imam Melkisedek akan memusnahkan Imam Jahat [ הכהן הרשע; ha-kōhēn 

hā-rāš'ā] dan meruntuhkan Bait Suci dan harapan ini tergenapi Yeshua Mshikha yaitu  Imam Melkisedek 

dan Bait Suci runtuh tahun 70 M dan keimamatan dihapuskan oleh Av-Navi Beit Din Sanhedrin; Jonathan 

Gamaliel II saat konsili Yavneh tahun 90 M. 

 

lebel ‘Minim’ (bidah) kepada kaum Nasrani dan menambahkan satu doa berkat dalam 

Semoneh Esrei 28yang sebenarnya yaitu  doa kutuk terhadap penganut Nasrani (Birkat 

HaMinim). 

YAHUDI 

PERUSHIM 

(FARISI)

YAHUDI ZADOKITH

(SADUKI)

YAHUDI ESSENI + 

ZELOTI YAHUDI NASRANI

GEREJA-GEREJA 

RASULIAH

YAHUDI 

ORTODOKS, 

REFORMS, 

RECONS, DAN 

CONSERVATIF

KAUM KARAITE

PENGIKUT MAR 

YUCHNAN 

(YOHANES 

PEMBAPTIS)-

MANDAEAN

SEKTE-SEKTE AGAMA YAHUDI ABAD 1 MASEHI

 

Gambar 2.1 Sekte-sekte Judaism abad 1 Masehi. Sumber: rangkuman materi Seminari St 

Basil Theological Collage 

Dalam 3,5 tahun pengajaran Yeshua, jemaat Nasrani semua yaitu  umat Yahudi 

sendiri. Ini disebab kan Yeshua diutus untuk bangsa Yehuda untuk mengikat Perjanjian 

yg Baru (PB) kepada kaum Yehuda yang pulang dari pembuangan Babilon (Irak). PB ini 

yaitu  restorasi dari Perjanjian yang telah usang, yaitu Perjanjian Sinai29. Bangsa Israel 

(termasuk Yehuda) tidak bisa mentaati perjanjian ini, mereka menyembah berhala. 

Hukumannya yaitu  mereka dibuang dan mati di pembuangan. Bangsa Israel di buang 

ke Ashur, th 720 SM. Anak cucu mereka hijrah ke berbagai belahan bumi dan tidak 

pulang ke Israel. Sementara bangsa Yehuda dibuang pada th 586 SM ke Babilon. Anak 

cucu kaum Yehuda ini sebagian kecil pulang ke Yerusalem. Kepada keturunan Yehuda 

inilah Perjanjian Baru ini diberitakan terlebih dahulu.  

Perjanjian Baru dimulai saat kedatangan Yeshua30 tepatnya lagi saat tirai bait 

suci II robek. Itulah saat di mana Maran Yeshua wafat di kayu salib. PB dibuka untuk 

semua bangsa oleh Yeshua sebab  banyak umat Yehuda yang menolak-Nya. Dia 

menahbiskan 12 rasul dan 70 murid-Nya menjadi Imam (presbiter/kohen) sebelum 

mengutus mereka untuk memuridkan bangsa-bangsa.31 Yeshua dan 82 murid-Nya 

                                                          

ditambah yehudim yang sudah mereka baptis itulah Kaum Nasrani awal. Ayat Yoh 

20:22 “…Ia mengembusi mereka dan berkata “Terimalah Roh Kudus…””. Saat itu, Maran 

Yeshua melakukan ritual Pentahbisan keimamatan. Ritual ini tidaklah instan, tidak 

hanya sekedar mengembusi dan tumpang tangan. Dia pun sudah pernah 

mengajarkannya kepada para rasul. Sehingga ritual ini diingat oleh para rasul dan 

menjadi 1 dari 7 ritual penting yang kemudian disebut sebagai sakramen (ibrani: 

qadishot). Perhatikan bahwa pengajaran Yeshua tidak selalu dicatatkan dalam injil dan 

surat-surat dalam PB. Masih terlalu banyak ajaran-Nya yang tidak dicatatkan, inilah 

yang disebut dengan Tradisi Nasrani atau Oral Torah Nasrani. Pengajaran yang tidak 

dituliskan ini sempat disinggung di ayat terakhir injil Yohanes, Yoh21:25:  

“Masih banyak hal-hal lain lagi yang diperbuat oleh Yesus, namun  jikalau 

semuanya itu harus dituliskan satu persatu, maka agaknya dunia ini 

tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu”.  

Jadi, ritual Pentahbisan keimamatan ini yaitu  termasuk ke dalam tradisi yang tidak 

dicatatkan dengan detail. Semua tercatat detail hanya di kepala murid-murid Yeshua. 

Merekalah para pemimpin Nasrani kuno, mereka itulah pewaris ajaran suci Maran 

Yeshua Mshikha. 

Pentahbisan murid-murid ini  yaitu  ritual pelimpahan otoritas sorgawi. 

Jadi semua Imam yang telah Maran tahbiskan berhak untuk memimpin jemaat ke mana 

mereka menyebarkan besorah (injil/Kabar baik). Di abad 1, tidak ada Rabbi Yahudi 

(Farisi) yang memimpin jemaat Nasrani, tidak ada! Tidak pernah ada Rabbi Messianic 

Jewish yang ditahbiskan, komunitas Mesianik Modern ini belum eksis di abad 1 Masehi. 

Mar Shaul yang digadang-gadang menjadi penerus Gamaliel sang Rabbi besar Farisi, 

bukanlah Rabbi Farisi lagi! Dia telah menyatakan diri murtad dan masuk Nasrani 

sesudah  dibaptis oleh Ananiyah (satu dari 70 murid Yeshua). Hanya mereka yang 

ditahbiskan atau dilantik saja yang berhak memimpin jemaat. 

 

Gambar 2.2 Pentahbisan tiga orang Shamasha (Deacon) GNI di Madiun, Agustus 2015. 

Sumber: Koleksi foto Gereja Nasrani negara kita  

Kisah Para Rasul 1:8 menjelaskan kepada kita demikian:  

“namun  kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, 

dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan 

Samaria dan sampai ke ujung bumi".  

 

Dari ayat ini bisa dipastikan bahwa Yerusalem yaitu  pusat jemaat Nasrani. Jemaat 

Nasrani dirancang hanya terdiri dari satu komunitas, bukan banyak! Semua berpusat 

pada Kota Yerusalem yang dipimpin oleh Mar Yakub HaTzadiq sebagai uskup pertama. 

Yerusalem menjadi pusat atau head office Nasrani, sementara kota-kota lain berfungsi 

sebagai cabang-cabangnya. Pusat Nasrani (Kekristenan Awal) bukanlah Roma, bukan 

pula Antiokia. Maran Yeshua akan datang kedua kalinya di Yerusalem, bukan kota 

lainnya. Hal ini diyakini bahwa Dia akan mengambil alih kembali kepemimpinan yang 

telah Dia tinggalkan kepada Mar Yakub HaTzadiq. Kendati Jemaat dan pusat Nasrani 

Yerusalem sudah tidak ada lagi saat ini, pusat kehila tetaplah Yerusalem. Adapun gereja 

rasuliah yang ada di Yerusalem saat ini dan mengklaim bahwa mereka memiliki mata 

rantai tahbisan Mar Yakub, itu illegal! Pusat Nasrani yaitu  pusat ajaran semitik, para 

uskup penerus Mar Yakub yaitu  kaum yehudim, bukan gentile yang tolerir dengan 

ajaran Helenisme dan mencatut rantai tahbisan seenaknya. 

Mesopotamia, Uskup Mar Keipha, 

Yakub HaTzadiq, Tulmay, Thoma, dan 

Addai (Church of The East) 

Alexandria Mesir, Uskup Mar 

Markus (Gereja Koptik Ortodoks)

Etiopia, dimulai oleh penginjlan Mar 

Markus (Gereja Tewahido Ortodoks 

Etiopia)

India, Mar Yehuda Thoma 

(Gereja Nasrani India)

Celtic, Uskup Mar 

Yosip Arimatea

Roma, Uskup Mar 

Linus (Roma Katolik)

Antiokia, Uskup Mar Keipha 

(Gereja Ortodoks Syria)

Yerusalem, Uskup Yakub HaTzadiq (di 

abad 2tdk ada penerusnya)

 

Gambar 2.3 Peta Keuskupan Nasrani abad 1 Masehi yang direfleksikan ke dalam peta 

abad 21. Sumber: materi seminari, Sejarah Gereja, St Basil Theological Collage 

 

Kembali kepada ke-12 rasul dan 70 pemimpin Nasrani awal seperti dicatat 

dalam ayat berikut ini: 

“Kemudian dari pada itu Tuhan menunjuk tujuh puluh murid yang lain, 

lalu mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan 

tempat yang hendak dikunjungi-Nya.”

                                                           

Angka 12 dan 70 bukanlah suatu kebetulan! Dua belas rasul ini yaitu  Gambaran dari 

12 suku Israel sementara 70 yaitu  angka keanggotaan dewan sanhendrin. Perjanjian 

Baru yaitu  terusan dari Perjanjian Lama (Sinai) yang telah usang33, ke-12 suku Israel 

digantikan dengan 12 rasul dan 70 tua-tua Sanhendrin digantikan dengan 70 

anggotanya yang Baru.  

sesudah  mereka ditahbiskan menjadi imam/uskup34, mereka berpencar dalam 

ladang-ladang pemuridan.35 Di Yerusalem ada uskup Mar Yakub HaTzadiq (Yakobus), di 

Antiokia ada uskup Mar Keipha (Petrus), di India ada uskup Mar Yehuda Thoma 

(Thomas), di Edessa ada imam Mar Addai dan muridnya Mar Mari kemudian mereka 

bergeser ke Mesopotamia, di Roma ada uskup Mar Linus murid Mar Shaul (Paulus), di 

Celtic ada uskup Yosip Arimatea36, di Mesir ada uskup Mar Markus yang juga menginjil 

ke Etiopia, lalu pada tahun 329 M diangkatlah uskup pertamanya bernama 

Fromentious37, di daerah lain juga demikian, semua jemaat Baru hasil penginjilan 

dipimpin oleh imam-imam Tertahbis. Rabi-rabi Yahudi Farisi dan Imam-imam Saduki 

tidak pernah diizinkan untuk mengajar apalagi memimpin. Ajaran Farisi dan Saduki 

yaitu  ajaran yang harus dihindari, sebab  itu sudah merupakan pesan Maran Yeshua 

sendiri: 

“Yesus berkata kepada mereka (murid-murid-Nya):”Berjaga-jagalah dan 

waspyaitu  terhadap ragi orang Farisi dan Saduki”.” 

 

                                                          

33 Ibrani 8:13 LAI“…Ia menyatakan yg pertama sbg perjanjian yg telah menjadi tua. Dan apa yang telah 

tua dan usang, telah dekat pada kemusnahannya.” 

34 Yohanes 20:22 (LAI) “Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata “Terimalah 

Roh Kudus”… 

35 Pasal 1. Saat Thoma Pergi ke India dengan Abbanes si Saudagar. 

1: 1 "Pada waktu itu semua Rasul-rasul (Shlikhim) kita berada di Yerusalem, Simon yang disebut Keipha 

dan Andreos saudaranya, Ya’aqub anak dari Zebedee dan Yokhanan saudaranya, Philip dan Bartholomeus 

(Tulmai), Thoma dan Mattityahu pemungut cukai, Ya’aqub anak Alphaeus dan Simon orang Kanaan, dan 

Yudas saudara Ya’aqub: dan kami membagi wilayah-wilayah dari dunia ini, bahwa setiap orang satu dari 

kami harus pergi ke wilayah yang jatuh kepada dia dan kepada bangsa ke mana Tuhan mengutus dia.  

Oleh sebab  itu, sesuai dengan undi, India jatuh kepada Yudas Thoma (atau Yehuda Thoma), yang mana 

juga disebut si Kembar (Yunani,’Diddymus’, Aramaik, ‘Tauma’): tapi dia tidak mau pergi, menolak dengan 

alasan tubuhnya lemah dia tidak bisa melakukan pengembaraan, dan 'aku yaitu  seorang pria Ibrani; 

bagaimana bisa aku pergi untuk berada diantara orang-orang India dan mewartakan kebenaran?' Dan 

saat  dia sedang mengungkapkan rasa keberatannya dan alasan, Juruselamat (Yeshua) muncul di 

hadapannya pada malam hari dan berkata pada dia: Jangan takut, Thoma, pergilah engkau ke India dan 

wartakanlah sabda di sana, sebab anugerahKu bersamamu. Tapi dia tidak mau taat, katanya: Kemanapun 

Engkau akan mengutus aku, utuslah aku, tapi ke tempat lain, pergi ke orang-orang India aku tidak mau. – 

Sefer Shleeha Mar Thoma 1: 1 

36 Sejarah, celticorthodoxchurch.com  

37 tewahdo.org  

_____________________

Halaman 42 dari 196 

Tabel berikut ini mencatat penyebaran para pemimpin Nasrani awal. Siapa saja 

ke-12 rasul Nasrani itu, asal mereka, suku mereka, lokasi-lokasi kemana mereka dikirim 

untuk menginjil dan kota kematian mereka. 

 

Tabel 2.1 Daerah-daerah Penginjilan 12 Rasul38 

 

No Nama Rasul Daerah Asal Suku  Daerah Penginjilan Daerah Kematian 

Simon Keipha 

(Petrus) Bethsaida Naftali Antiokia dan Roma Disalib di Roma 

Andreos 

(Adik Keipha) Bethsaida Naftali 

Scythia, Nicomedia, 

Achaia, & Byzantium Byzantium 

 

Yuchnan 

Zebedeus 

 

Bethsaida 

 

Zebulun 

 

Efesus, sempat 

diasingkan ke Patmos 

 

Efesus 

 

Yakub adik 

Yuchnan Bethsaida Zebulun 

Bethsaida dibunuh oleh 

Herodes Agrippas Bethsaida 

5 Filipus Bethsaida Asher 

Phrygia, 

Pamphylia&Pisidia Pisidia 

Yehuda 

Thoma Yerusalem Yehuda 

Persia, Medes, dan 

India 

Ditikam di India oleh 

Raja India 

7 Mattai Nazareth Isakar 

Palestina, Tyre, dan 

Sidon Antiokia 

8 Tulmay Endor Isakar 

Armenia, Ardeshir, 

Ketarbol, Radbin, 

Pruharman Disalibkan di Armenia 

Yehuda bar 

Yakub (Mar 

Taddai) Yerusalem Yehuda 

Laudikia, Antaradus, 

Arwad Dirajam di Arwad 

10 Simon Ziloti Galilea Efraim 

Shemeshat, Parin, 

Zeugma, Halab, 

Mabbog, Kenneshrin Kyrrhos 

11 

Yakub bar 

Alpheus Yordan Manasheh 

Tadmor,Kirkesion, 

Callinicos, Batnan Serug Batnan Serug 

12 

Yehuda 

Iskariot Sekharyut Gad/Dan     

12 Matiah   Ruben Helas dan Silicy Silicy 

 

Semua tidak dicatatkan di dalam injil atau surat-surat dalam kanon kitab suci Protestan 

(66 kitab). Catatan ini hanya ada di dalam tradisi lisan lalu dicatatkan ke dalam sebuah 

kitab Baru, Sefer Dvor. Pada poin 12, posisi Mar Yehuda Iskariot (Yudas Iskariot) yang 

bunuh diri digantikan oleh Mar Matiah (Matias), Kis 1:26. 

                                                  

sesudah  mengetahui para pemimpin Gereja Rasuliah yang berasal dari 12 rasul, 

lalu kemana pergi ke-70 murid lainnya? 

 

Tabel 2.2 Daerah Penginjilan 70 Murid39 

 

No Nama Daerah Pengijilan Daerah Kematian 

1 Yakub HaTzadiq (Si Saleh) Yerusalem 

wafat dilempar dari 

bumbungan Bait Suci II, 

Yerusalem oleh yehudim 

 

2 Yuchnan (Yohanes) Pembaptis Yerusalem 

wafat dipenggal oleh 

Herodes di penjara di 

Yerusalem 

 

Ananiah murid Yuchnan 

Pembaptis 

Damaskus dan Arbel Irbil 

4 Shaul dari Tarsus (Paulus) Banyak kota Gentile 

wafat dihukum penggal 

oleh Nero 

5 Lukas Alexandria Alexandria 

6 Markus Roma Roma 

7 Addai Edessa Mesopotamia Mesopotamia 

8 Aggai Edessa Mesopotamia Mesopotamia 

9 Zakeus Bukit Horon Bukit Horon 

10 Mattai si Kusta Ramah Ramah 

11 Yosip Arimatea Galilea dan Dekapolis Ramah 

12 Nikodemus (ex Farisi) Yerusalem Yerusalem 

13 Nataniel Bukit Horon Bukit Horon 

14 Simon Kirene Pulau Chios Pulau Chios 

15 Simon Kleopas Yerusalem 

 

16 Stefanus Yerusalem 

wafat dirajam di 

Yerusalem 

17 Mark  us Yohanes Nyssa dan Nazianzus Nazianzus 

18 Lephas Shiraz Shiraz 

19 Barnabah Italy Samos 

20 Titus Krete Krete 

21 Sosthenes Pontus dan Asia 

 

22 Cricus Dalmasia Alexandria 

23 Justus Tiberias dan Kaiserea Kaiserea 

24 Andronikus Ilirikum Ilirikum 

25 Rufus Zeugma Zeugma 

26 Patrobas Chalsedon Chalsedon 

27 Hermas Antiokia Antiokia 

28 Narcisus Hellas Hellas 

 

No Nama Daerah Pengijilan Daerah Kematian 

29 Asyncritus Khuzistan Khuzistan 

30 Aritobulus Isauria Isauria 

31 Onesimus Roma Roma 

32 Apollos Sparacleus (?) Sparacleus (?) 

33 Olimpas Tarsus wafat di penjara Tarsus 

34 Stachys Tarsus 

wafat di penjara Tarsus 

bersama Olimpas 

35 Stefanus 

  

36 Junias Samos wafat dibunuh di Samos 

37 Theokritus Ilios Ilios 

38 Martalus (?) 

  

39 Niger Antiokia Antiokia 

40 Lucius 

  

41 Alexander Heracloepolis Heracloepolis 

42 Milus Rhodes 

Wafat dibuang ke laut di 

Rhodes 

43 Silvanus Acco wafat dibunuh di Acco 

44 Herodian Acco 

wafat dibunuh di Acco 

bersama Silvanus 

45 Silas Sarapolis Sarapolis 

46 Timotius Efesus Efesus 

47 Manael Acco Acco 

48 Eunuk (yg dibaptis Filipus) 

Etiopia dan Pulau Parpasia 

(?) 

dibunuh di Pulau Parpasia 

(?) 

49 Jason Olmius (?) 

wafat dibuang dan 

diterkam binatang buas di 

Olimus (?) 

50 Sosipatrus Olmius (?) 

 

wafat dibuang dan 

diterkam binatang buas di 

Olimus (?) bersama Jason 

 

51 Demas Tesalonika Tesalonika 

52 Omius Melitene Melitene 

53 Thraseus Laudikia 

wafat dimasukkan ke 

dalam tungku perapian di 

Laudikia 

54 Bistorius Pulau Ko Pulau Ko 

55 Abrois (?) Etiopia Etiopia 

56 Motos (?) Etiopia Etiopia 

57 Lewi Paneas wafat dibunuh di Paneas 

58 Nicetianus Tiberias 

 

59 Yuchnan Baalbek 

 

wafat dibuang dan 

diterkam binatang buas di 

Baalbek 

_____________________

Halaman 45 dari 196 

No Nama Daerah Pengijilan Daerah Kematian 

60 Theodorus Baalbek 

wafat dibuang dan 

diterkam binatang buas di 

Baalbek bersama Yuchnan 

61 Euchestion (?) Byzantium Byzantium 

62 Simon (?) Byzantium Byzantium 

63 Efraim Baishan Baishan 

64 Justus Korintus Korintus 

65 Yakub Nikomedia Nikomedia 

 

Hal yang membuat informasi nama 70 murid dan kemana daerah penginjilan 

mereka, tidak tercatat dengan baik, yaitu masalah tehnologi yang masih primitive 

dibandingkan dengan tehnologi pencatatan dewasa ini. Dahulu masing-masing Gereja 

Rasuliah mengingat mata rantai tahbisannya sendiri, tidak terlalu paham detail rantai 

tahbisan gereja lainnya. sesudah  beberapa waktu berjalan dan tahbisan menjadi panjang 

dan bercabang Barulah dicatat. Belum lagi tersebarnya informasi tidak secepat 

sekarang. Dari satu Gereja Rasuliah saja bisa muncul beberapa cabang akibat satu uskup 

menahbiskan beberapa murid yang nantinya menjadi uskup. Lalu uskup-uskup Baru 

menahbiskan kembali. Tidak adanya Documen Management System dan pusat 

kepustakaan sebagai alat pencatatan dan penyimpanan yang rapih dan yg terdapat 

dalam satu database, membuat banyak informasi penting tercecer dan bahkan hilang 

ditelan sejarah. Jadi, wajar saja jika ada pencatatan di kitab ini masih kurang 

memuaskan pencari kebenaran.  

Hasil dari penginjilan para murid (12 rasul dan 70 murid lainnya) atau pemipin 

Nasrani awal tidaklah selalu berupa komunitas suatu Gereja Rasuliah. Ada yang Baru 

menjadi cikal bakal gereja, disebabkan para pengijilnya wafat Martir atau wafat di 

dalam penjara. Hasil penginjilan mereka bukanlah jemaat Messianic Jewish, bukan pula 

jemaat Yahudi Ortodoks, apalagi jemaat Kristen Mesianik. Semua hasil penginjilan  

murid awal ini  yaitu  Gereja Rasuliah atau cikal-bakalnya. Semua yaitu  

satu-kesatuan jemaat yang dipimpin uskup-uskup dan semua uskup mendapat  

tahbisan awal dari Maran Yeshua. Itulah mengapa Gereja Rasuliah bisa disebut satu, 

satu Tuhan, satu iman, satu Baptisan.40 Di luar Gereja Rasuliah, tidaklah satu. Tidak 

ada jalan lain jika ingin satu iman, semua haruslah masuk ke dalam Gereja Rasuliah. 

Tidak ada gereja jika tidak ada seorang uskup!41 Peran adanya uskup sangat 

sentral sejak abad 1 sampai 21 ini. Besar dan tugas seorang Uskup dicatat di dalam 

                                                          

40 Igeret Efesus 4:5 

41 Uskup Mar Ignatius (+170 M) dari Antiokia mengingatkan umat percaya: …. Kamu harus menganggap 

Qurbana sebagai yang sah, jika dirayakan oleh Uskup atau oleh seseorang yang diberinya kuasa. Di 

mana Uskup berada, biarlah kumpulan umat berada, seperti di mana Yeshua Mshikha berada, di sanalah 

ada Gereja Seutuhnya. Tanpa pengawasan dari Uskup, tidak ada mikveh ataupun perayaan Qurbana 

diperbolehkan…."  -- (Surat Mar Ignatius kKepada jemaat di Smyrna 8). 

 

beberapa kitab salah satunya Sefer Didaskalia pasal 5, dapat dibaca pada Lampiran 1. 

Ada gereja yang dirintis oleh suatu rasul lalu pada beberapa waktu kemudian dipimpin 

oleh uskup lainnya. Itu yaitu  hal yang wajar dan terjadi sampai sekarang. Yang 

terpenting yaitu  semua jemaat dipimpin Uskup. Tanpa Uskup maka tidak bisa disebut 

sebagai suatu Gereja Rasuliah, baru berupa rintisan. 

Gereja Celtic Orthodox meyakini bahwa mereka pertama kali dinjili oleh 

pelayanan Mar Yosip Arimatea, satu dari murid 70. Namun hal ini tidak tercatat dalam 

tradisi sejarah Church of The East, sehingga Uskup Solomon tidak mencantumkannya 

dalam Sefer Dvor. Jadi kalau semua tradisi gereja rasuliah diteliti masing-masing, 

barulah semua akan lebih jelas. 

Gereja Rasuliah menyebar dan berkembang dengan berbagai macam nama di 

banyak belahan dunia. Setiap uskup berhak memberi nama komunitas Nasrani yang dia 

pimpin. Dari banyaknya cabang awal Gereja Rasuliah hanya satu cabang yang 

melestarikan nama ‘Nasrani’ yaitu Jemaat Mar Thoma India. Yang lain memilih 

nama ‘Kristen’ yang dimulai pada jemaat Antiokia yang kebanyakan kaum Goyim 

(non Yahudi atau Gentile yang terpengaruh budaya Hellenisme - Yunani) Gereja 

Rasuliah tidak punya tradisi untuk terus mewariskan nama yang sama seperti yang 

tercatat di dalam kitab suci, misalnya ‘Derekyah’ atau ‘Jalan Tuhan’ (Kis9:2) atau 

‘Nasrani’ (Kis24:5). Pemakaian nama yang beragam tidaklah melanggar Halakah. 

 

 

SEMIKHA HASLIAKHANUTH  

Semikha HaSliakhanuth yaitu  tahbisan rasuliah (eng: apostolic ordination). Saat 

Maran Yeshua menahbiskan murid-murid-Nya, di saat itu Dia mengalirkan otoritas 

sorgawi! Saat itu Maran menahbiskan mereka yang telah belajar siang-malam selama 3 

tahun lebih untuk langsung menjadi Imam atau Uskup. Kepada para imam Nasrani Baru 

inilah ada otoritas Yeshua. Bukan hanya Yeshua yang bisa mengatakan dosamu masih 

ada atau sudah hilang, para imam ini juga sudah memiliki otoritas ini .  

Otoritas mengatakan dosa seseorang itu sudah hilang atau masih ada itu mirip 

dengan apa yang terjadi pada keimamatan Lewi-Harun di dalam PL/perjanjian Sinai. 

Saat 11 suku Israel datang membawa kurban ke Bait Suci (kemah suci), mereka 

menghadap Imam Lewi bukan menghadap suku lainnya, lalu berkurban atau memotong 

                                                                                                                                                                                    

…. Barang siapa ada di dalam tempat kudus, yaitu  murni, sedangkan ia yang berada di luar tempat 

kudus yaitu  tidak murni. Artinya: mereka yang melakukan apapun tanpa uskup, imam dan diakon 

tidak mempunyai hati nurani yang jernih." – (Surat Mar Ignatius kepada jemaat di Trallia 2:7) 

…. "Dia yang terhormat Uskup yaitu  kehormatan Alaha, dia yang melakukan sesuatu tanpa 

sepengetahuan Uskup berbuat melayani si jahat" – (Surat Ignatius kepada Jemaat Smyrnan 9: 1). 

…. "Oleh sebab  itu sebagaimana Maran tidak melakukan apa pun tanpa Bapa, [dipersatukan dengan-

Nya], baik dengan sendiri atau oleh Rasul, sehingga juga kamu tidak melakukan apapun tanpa Uskup dan 

Penatua." – (Surat Ignatius kepada Jemaat Magnesian 7: 1). 

 

kurban hewan yang mereka bawa. Mereka tidak bisa memotong kurban di rumah 

sendiri, tidak bisa berkurban langsung tanpa Imam, sekalipun mereka yaitu  

keturunan raja-raja Yehuda. PL yaitu  bayangan dari PB42. Imam-imam Lewilah yang 

berhak menyatakan bahwa dosa seseorang itu sudah bersih sesudah  dia memberi 

kurbannya. Upah dosa yaitu  kematian! Maka sebagai ganti hidup manusia, hewan itu 

dikurbankan, harus mati sebagai ganti. Ada harga yang harus dibayar supaya sang Imam 

Lewi bisa menyatakan dosa seseorang itu sudah dihapuskan.  

Masa keimamatan Lewi terakhir ada pada pundak Mar Yuchnan (Yohanes 

pembaptis), Luk16:16 (LAI): 

“Hukum Taurat dan kitab para nabi BERLAKU SAMPAI KEPADA ZAMAN 

YOHANES…” 

Keimamatan Lewi paska robeknya tirai bait suci II, sudah tamat! Keimamatannya 

berganti menjadi Keimamatan Melkisedek43. Bait Suci diganti dari bagunan di 

Yerusalem menjadi Altar/mezbah sehingga jemaat Nasrani bisa beribadah di mana saja 

sesuai nubuatan yang Yeshua katakan di ayat ini, Yoh 4:21 (LAI) 

“kata Yeshua kepadanya: “…saatnya akan tiba, bahkan kamu akan 

menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem.  

Jadi, 12 rasul dan 70 murid Yeshua lainnya, paska tahbisan rasuliah mendapat  

otoritas keimamatan, otoritas untuk menyatakan dosa itu hilang atau tetap! Ini luar 

biasa, bahkan raja-raja juga seharusnya datang dengan hormat menghadap imam-imam 

tertahbis ini. Mengapa? sebab  merekalah Wakil Maran di bumi ini. Seperti halnya raja-

raja Yehuda datang menghadap imam Lewi, demikianlah para raja yang menjadi jemaat 

Gereja Rasuliah sejogyanya juga datang dengan hormat kepada imam-imam di Gereja 

Rasuliah. Posisi Imam Tertahbis di mata Tuhan yaitu  lebih tinggi dari raja-raja dunia 

dalam hal pelayanan. Raja-raja dunia bisa menjadi jemaat, kalau mereka dibaptis. Dan 

sesudah  ditahbiskan Barulah mereka bisa memasuki jenjang keimamatan dari bawah. 

Tidak bisa langsung menjadi uskup, tidak bisa memerintah-merintah uskup seperti 

yang dilakukan oleh Kaisar Konstantine di abad 4. 

Perbedaan antara jenjang Imam (Presbiter) dan Uskup (Bishop/Mebaqqer) ada 

sesudah  jemaat berkembang di abad 2 Masehi. Sampai abad 3, sudah terbentuk format 

jenjang keimamatan dari Minor sampai Mayor. Seorang murid harus banyak belajar lalu 

jika dipandang bisa, maka mereka akan diangkat atau ditunjuk untuk memasuki jenjang 

keimamatan dari bawah. Tahbisan Minor (Minor Orders) dimulai dari: Kleris, Verger, 

Khazan, Shaman, Akolit, Sub Shamasha (Sub Deacon). Semua ada 6 level. Dari Tahbisan 

Minor, seseorang akan diangkat ke jenjang berikutnya: Shamasha (Deacon), lalu 

Qashisha (imam/presbiter), dan Uskup (Bishop/Mebaqqer). Tahbisan Mayor ada 3 level. 

Di atas posisi uskup, tidak ada lagi ritual tahbisan! Tidak ada lagi Semikha 

                                                         

HaSliakhanuth. Di atas uskup yaitu  Sang Imam Besar Melkisedek sendiri yang 

melayani di Shamayim (Sorga), yaitu Maran Yeshua. 

Jabatan Uskup Agung, itu sebenarnya yaitu  ketua kelas dari beberapa uskup. 

Orang yg menjabat ini, seperti dijelaskan di atas, tidak lagi ditahbiskan, namun dipilih 

oleh uskup lainnya, biasanya dipilih mereka yang dituakan. Seiring semakin banyaknya 

jemaat, maka di atas jabatan Uskup Agung ada lagi jabatan Patriakh yang juga dipilih. 

Selanjutnya, sebab  semakin banyak uskup maka ada lagi jabatan antara uskup dan 

Patriakh, ini hanyalah jabatan secara administrasi saja. Di mata Tuhan, semua yaitu  

uskup, semua punya otoritas sorgawi yang sama, tidak ada yang lebih dan tidak ada 

yang kurang.  

Semua murid yang berniat untuk mengajar atau memimpin harus menjalani 

tahbisan secara bertahap, tidak bisa meloncat. Masing-masing tahbisan memiliki hak 

dan kewajiban yang berbeda-beda. Semua orang ini yaitu  orang yang dipilih atau 

diangkat dari jemaat. Dengan kata lain, tidak pernah ada jemaat yang mengangkat 

dirinya sendiri! Kendati ada jemaat yg pintar, namun sebab  tidak bisa dipercaya maka 

mereka tidak akan ditahbiskan. Semua rasul awal itu diangkat atau dipilih Yeshua, jadi 

konsep ini berasal dari Maran sendiri, bukan buatan para rasul.44 Parameter seorang 

murid diangkat menjadi pelayan itu bukanlah pengetahuan (kepintaran), tapi 

moralitasnya. Jadi jangan heran jika banyak pelayan dalam Gereja Rasuliah itu tidak 

terlalu pintar, hanya saja mereka mendapat kesempatan belajar dan memahami materi 

terlebih dahulu, Barulah mereka punya modal untuk mengajar. 

Perlu dipahami bahwa tidak semua orang dipanggil untuk masuk ke dalam 

jenjang keimamatan Melkisedek ini. Jemaat dan keimamatan bisa saling menopang, bisa 

saling melengkapi. Jemaat Nasrani tidak menganut paham yang mengajarkan 

pengusaha sebaiknya direkrut menjadi imam supaya biaya pelayanan bisa terjamin. Ini 

yaitu  tradisi menyimpang. Jika seseorang memang tidak berkeinginan hati untuk 

menjadi pelayan, maka ritual Semikha tidak bisa dilayangkan.  

Mereka yang ditahbiskan, yaitu  mereka yang memiliki hati untuk melayani 

bukan dilayani. Ini yaitu  konsep awal Nasrani yang harus dilestarikan. Keimamatan 

bukanlah jabatan untuk mencari uang, ketenaran, dan keinginan daging! Sejarah 

mencatat ada banyak uskup di suatu Gereja Rasuliah besar jatuh ke dalam dosa akibat 

hidup bergelimang harta. Bahkan ada yang mengahiri hidup di ranjang pelacur dan 

punya anak haram. Ini sudah bias dari ajaran suci awal. Ini mencoreng nama baik 

keimamatan Nasrani. 

                      

Gambar 2.4 Jenjang keimamatan Melkisedek dalam Gereja Rasuliah. Sumber: History of 

Ritual, Materi Seminari St Basil Theological Collage 

 

Tradisi jenjang keimamatan pada Gambar 2.4 di atas bisa saja berbeda antara 

Gereja Rasuliah satu dan lainnya, biasanya ada perbedaan dalam Tahbisan Minor 

dimana banyak yang menyingkatnya menjadi 3 atau beberapa level saja. Namun untuk 

jenjang Tahbisan Mayor, mayoritas sama. Liberal Catholic Chruch (LCC) memiliki 4 

Tahbisan Mayor sebab  Sub Deacon masuk ke jenjang mayor. Inilah keimamatan yang 

melayani jemaat Nasrani di bumi. Jemaat Nasrani sudah tidak memiliki hubungan 

dengan keimamatan Lewi lagi, semua tunduk pada keimamatan Melkisedek ini. 

 

KEIMAMATAN LEWI DAN KEIMAMATAN MELKISEDEK 

Perlu ditekankan lagi bahwa jemaat Nasrani bukanlah Imam! Jemaat ya jemaat, 

Imam yaitu  para pelayan Tuhan yang melayani dari jenjang Minor sampai Tahbisakan 

Mayor.  

Di dalam Perjanjian Baru, ada keimamatan yang berbeda dengan Perjanjian Sinai. 

Perbedaan dan persamaan di antara kedua keimamatan ini bisa dilihat pada tabel di bawah: 

 


Tabel 2.3 Perbandingan Keimamatan Lewi-Harun dan Keimamatan Melkisedek 

 

No 

 

SUDUT 

PANDANG 

 

KEIMAMATAN LEWI-HARUN  KEIMAMATAN MELKISDEK 

1 Perjanjian 

Masuk ke dalam Perjanjian Sinai 

(PL) 

Masuk ke dalam Perjanjian 

Sebelum Sinai dan Perjanjian Baru 

2 Waktu 

Sejak 1500 SM sampai abad 1, 

terakhir Mar Yuchnan (Yohanes 

Pembaptis) 

Sejak zaman Yeshua, para rasul dan 

70 Murid di abad 1 sampai 

sekarang 

3 Perantara Antara 12 suku Israel dan Tuhan 

Antara semua manusia dan Tuhan 

yang dientenkan kepada Sang 

Tunas Yeshua (dalam PB). 

Fokus tempat 

pelayanan 

Bangunan Bait Suci (Kemah Suci) Di depan Altar/Mezbah 

 

 

Kohen HaGadol 

Manusia keturunan Harun, 

semua sudah wafat. 

Maran Yeshua sendiri, Sang Miltha, 

sekarang hidup di Shamayim 

6 Keimamatan 

Keturunan Lewi-Harun yang 

ditahbiskan 

Jemaat Gereja Rasuliah yang 

ditahbiskan 

Estafet 

keimamatan 

Siapapun berdarah Lewi-Harun 

yang ditahbiskan 

Jemaat Gereja Rasuliah yang 

ditahbiskan 

8 Ritual-ritual 

Tercatat di dalam Talmud atau 

ada pada Tradisi Lisan Judaism. 

Tidak tercatat detail dalam 

Tanakh. 

Ada pada Tradisi Rasuliah atau 

tercatat pada materi seminari 

Gereja Rasuliah. Tidak tercatat 

detail pada Kitab-kitab. 

 

 

Pedupaan Bagian dari ritual Bagian dari ritual 

10 

 

Pakaian 

 

Dikhususkan Dikhususkan, sesuai budaya local 

11 

Keimamatan 

Sekarang 

Rekonstruksi ulang, mereka 

sedang dipersiapkan di 

Yerusalem untuk berdirinya 

Bangunan Bait Suci III dan 

kedatangan Mesias Yahudi yang 

ditunggu umat Judasim Rabbinik 

Farisi. 

Keimamatan dan semua ritualnya 

terpelihara di dalam semua cabang 

Gereja Rasuliah yang sudah 

tersebar di semua benua. 

 

Dengan adanya sistem keimamatan yang baru sejak abad 1, jemaat Nasrani atau 

jemaat Gereja Rasuliah tidak lagi tunduk kepada Imam-imam Lewi. Jemaat Nasrani tidak lagi 

menantikan terbangunnya Bait Suci III Yerusalem. Kendati umat Yahudi sekarang menyeleksi 

 

dan membuat sekolah khusus untuk mendidik para Imam Lewi45, umat Nasrani tidak punya 

hubungan secara iman dengan mereka.  

 

Gambar 2.5 Imam Lewi dan Imam Melkisedek 

 

ERA POLITIK DALAM GEREJA RASULIAH 

Di abad 4 Masehi, Barulah Jemaat Nasrani memasuki suatu era yang baru, boleh 

dibilang suatu era yang asing. Inilah era PENTARKI yaitu era POLITIK GEREJA dimulai. 

Politik Kekaisaran Romawi