• coklatx.blogspot.com

    www.coklatx.blogspot.com

  • berasx.blogspot.com

    www.berasx.blogspot.com

  • kacangx.blogspot.com

    www.kacangx.blogspot.com

Tampilkan postingan dengan label perjanjian lama 2. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label perjanjian lama 2. Tampilkan semua postingan

perjanjian lama 2

 


lah 

namun Allah namun  setia kepada mereka, mereka tetap 

menjadi umat pilihan Allah dan berhak atas janji-janji Allah. 


Hal ini nyata dalam kehidupan bangsa Israel yang dijelaskan 

dalam kedua kitab ini.  

6. Garis Besar Kitab  

Garis besar kitab I Tawarikh, yaitu: 

a. Silsilah garis Daud (psl. 1-9) 

   Adam ke Abraham (1) 

   Abraham ke Yakub  

   Yakub ke Daud (2) 

   Yakub ke pengasingan (3) 

   Silsilah dua belas suku (4-8) 

   Penduduk Yerusalem (9) 

b. Penobatan Daud (psl. 10-12) 

   Kematian Saul (10) 

   Pengangkatan Daud (11) 

  Perebutan Yerusalem 

  Pahlawan-pahlawan Daud 

c. Pemerintahan Daud (psl. 13-28) 

   Daud dan tabut Suci (13-17) 

  Daud membawa tabut ke Kidon 

  Kemenangan raja Daud atas Filistin 

  Daud membawa tabut ke Yerusalem 

  Kerinduan Daud mendirikan Bait Suci 

   Peperangan raja Daud (18-20) 

   Sensus dan dosa raja Daud (21) 

58 

 

   Pembangunan Bait Suci (22-26) 

  Penugasan kaum Lewi 

  Penugasan kelompok musisi 

  Penugasan penjaga gerbang 

  Penugasan bendahara 

  Penugasan para hakim  

   Pamong praja kerajaan (27) 

   Instruksi terakhir Daud (28) 

d. Saat terakhir Daud (psl. 29) 

Garis besar kitab II Tawarikh 

a. Pemeritahan raja Israel (psl. 1-9) 

   Penobatan raja Salomo 

   Pembangunan Bait Suci 

   Kesohoran raja Salomo 

b. Pemerintahan raja Yehuda 

   Raja Rehabeam  

   Raja Asa 

   Raja Yosafat 

   Raja Yoas 

   Raja Uzia  .............................................Nabi Amos, 

Hosea 

   Raja Yotam .......................................... Nabi Yesaya 

   Raja Ahaz ............................................ Nabi Mikha 

   Raja Hizkia ..........................................Nabi Hosea 

59 

 

   Raja Manasye 

   Raja Yosia ..........................................Nabi Yeremia, 

Zefanya 

   Raja Yoyakim ................................... Nabi Daniel 

   Raja Yoyakin .....................................Nabi Yehezkiel 

   Raja Zedekia 

c. Dekrit Koresh, raja Persia (psl. 36) 

   Menugaskan bangsa membangun kembali Yerusalem 

   Memulangkan remnan untuk kembali ke Yerusalem 

 

Kitab Ezra 

1. Judul Kitab. 

Dalam Tanakh kuno, Ezra dan Nehemia dianggap satu kitab 

yang disebut Kitab Ezra. Sedang Josephus dalam Againts 

Apiuon 1.8 dan Jerome dalam Preface to the Commentary on 

Galatians juga menganggap kitab Ezra dan Nehemia itu satu 

unit. Walaupun begitu Tanakh modern membagi dua yaitu : 

Kitab Ezra dan Kitab Nehemia. Selain itu beberapa ahli 

menyanggah Kitab Ezra dan Nehemia satu unit sebab  daftar 

pada Ezra 2 dan Nehemia 7 itu pada dasarnya sama, maka 

sulit diterima jika daftar yang sama dicantumkan dalam satu 

kitab.  

2. Penulis 

Kitab Ezra tidak mencantumkan penulisnya.  Namun Talmud 

menunjuk Ezra sebagai penulisnya. Para Pakar modern 

60 

 

setuju kalau Ezra memang penulis kitab ini dengan 

memakai  beragam dokumen (psl. 4:7-16), silsilah (psl. 

2:1-70) dan memo pribadi (psl. 7:27 – 9:15) sebagai 

sumbernya.  Selain itu dari segi isi, Ezra merupakan tokoh 

kunci dalam kitab ini. Hal ini mendukung bahwa Ezra penulis 

kitab ini. 

3. Tahun Penulisan 

Berdasarkan tatabahasanya, kitab ini mirip dengan papirus 

Aramaik abad kelima milik kaum Yahudi di Elephantine, 

Mesir. Berdasarkan hal ini maka penulisan kitab ini pada awal 

kehidupan Ezra yang sezaman dengan Nehemia (Neh. 8:1-9; 

12:36). Ezra mungkin menyelesaikan kitab ini ketika peristiwa 

psl. 10:17-44 tengah berlangsung di saat Nehemia tiba di 

Yerusalem. Oleh sebab  itu penulisan kitab ini yaitu : 457 – 

444 sM. 

4. Tema 

Tema Kitab ini yaitu pemulihan spiritual, moral dan sosial dari 

kaum Remnan yang pulang dibawah kepemimpinan 

Zerubabel dan Ezra. Hal ini nyata dari isi kitab ini dimana 

dalam kitab  ini dipaparkan bagaimana Allah menggenapi 

janjinya untuk memulangkan umatNya ke tanah perjanjian 

sesudah  70 tahun di tempat pengasingan sesuai dengan 

nubuatan para nabi. Hal ini dimulai dengan dekrit Koresh, 

Raja Persia yang mengijinkan kaum Remnan pulang. Mereka 

begitu antusias untuk membangun kembali puing-puing Bait 

 

 

Suci. Namun selama 18 tahun terhambat oleh gangguan 

musuh-musuh dari utara. Akhirnya dekrit Darius mengijinkan 

gelombang kedua kaum Remnan untuk pulang 

menyelesaikan pembangunan Bait Suci (Ezra 1 – 6). Dalam 

Ezra 7-10 juga dijelaskan tentang imam Ezra yang mengajar 

umat tentang hukum taurat dan mereformasi kehidupan 

rohani bangsa. 

5. Garis Besar 

I. Pemulihan Dipimpin Zerubabel (psl. 1-6). 

a. Dikeluarkannya dekrit Koresh (psl. 1). 

b. Diadakannya sensus (psl. 2). 

c. Dipersiapkannya rekontruksi Bait Suci (psl. 3). 

d. Dihalanginya oleh pihak oposisi (psl. 4). 

e. Dituntaskannya Rekontruksi Bait Suci (psl. 5-6). 

II. Pembaharuan dipimpin oleh Ezra (psl. 7-10). 

a. Pemulangan ke Yerusalem (psl. 7-8). 

b. Pembaharuan Yerusalem (psl. 9-10). 

 

Kitab Nehemia 

1. Judul 

Judul kitab ini didasarkan akan isi kitab. Dimana isi kitab ini 

menceritakan tentang Nehemia, juru minum raja Persia. Kata 

Nehemia artinya ‘Yahwe menghibur’. 

 

  

 

2. Penulis. 

Banyak ahli menyakini bahwa  Nehemia, kolega Ezra yaitu  

penulis kitab ini. Hal ini didasarkan pada psl. 1:1 yang 

berbunyi: “Perkataan Nehemia bin Hakhalya” . Selain itu 

pemakaian kata ganti orang pertama dalam kisah kepulangan 

Bangsa Israel ke Tanah Kanaan itu menunjuk kepada 

Nehemia sebagai pemimpin saat itu (psl. 1 – 7; 12:31 – 

13:31). 

3. Tahun Penulisan. 

Berdasarkan catatan sejarah yang ada maka kitab Nehemia 

ini ditulis sekitar tahun 445-425 sM. Hal ini sesuai dengan isi 

kitab ini  dimana peristiwanya terjadi pada tahun-tahun 

ini . 

4. Tema. 

Tema kitab ini yaitu pemulihan spiritual, moral dan sosial 

kaum Israel.  Kitab ini sebenarnya melanjutkan sejarah 

bangsa Yahudi yang pulang dari pengasingan. Nehemia yang 

yaitu  juru minum Artahsasta (Raja Persia) mengundurkan 

diri untuk menjadi gubernur Yerusalem. Bersama dengan 

Ezra, Nehemia mulai membangun kembali kota Yerusalem 

dengan memperbaiki Tembok Yerusalem yang telah hancur. 

5. Tujuan penulisan 

Tujuan penulisan kitab ini yaitu untuk menunjukkan tangan 

Allah yang menegakkan umatNya di atas tanah air mereka 

sendiri sesudah  bertahun-tahun hidup dalam pengasingan. 

 

6. Garis besar 

I. Rekontruksi tembok Yerusalem (psl. 1 – 7). 

a. Persiapan rekontruksi (1-2) 

b. Proses rekontruksi (3-7). 

II.  Reformasi umat Allah di Yerusalem (psl. 8 – 13). 

a.   Reformasi kovenan (8-10). 

      b.   Rededikasi umat Kovenan (11-13). 

 

KITAB ESTER 

1. Judul 

Kitab ini menganbil judul dari karakter tokohnya, yang nama 

Ibraninya: Hadassah: myrtle yang kemudian diganti dengan 

nama Ester (bhs Persia artinya Dewi Bintang). Namun kata 

ini  dalam bahasa Ibraninya artinya: ‘sembunyi’. 

2. Penulis 

Kitab ini tidak memberi petunjuk apa-apa tentang siapa 

penulisnya. Siapapun dia, ia tentu tahu betul tentang 

kebudayaan Persia. Dari isinya terdeteksi semua tanda 

seseorang yang pernah berada disana, sebab ia dapat 

menjelaskan banyak peristiwa sebagai layaknya saksi mata. 

Mungkin saja ia orang Yahudi. Ada yang berpendapat bahwa 

Ezra atau Nehemia yang menulisnya, namun tak ada bukti 

otentik yang mendukung pendapat ini. 

 

3. Tahun penulisan 

Segala peristiwa yang terjadi dalam Kitab Ester, muncul juga 

dalam Kitab Ezra pasal 6 dan 7, antara kepulangan pertama 

yang dipimpin oleh Zerubabel dan kepulangan kedua yang 

dipimpin oleh Ezra. Oleh sebab  itu kemungkinan Kitab Ester 

ditulis sekitar tahun 470 – 435 sM, selama tahun-tahun 

terakhir kekuasaan Ahasveros (lih. 10:2-3), atau pada masa 

kekuasaan  putranya, Zerxes (thn. 464-424). 

4. Tema  

Tema kitab ini yaitu kesetiaan Allah terhadap kovenannya.  

Kitab Ester mengisahkan tentang seorang gadis cantik 

Yahudi yang dipilih oleh raja Persia Ahasveros untuk menjadi 

ratunya. Ketika Haman berencana memusnahkan orang 

Yahudi, maka Mordekai saudara sepupu Ester mencoba 

menyelamatkan kaumnya melalui Ester. Dengan 

mempertaruhkan nyawanya, ia memohon kepada sang raja 

untuk menmyelamatkan kaum Yahudi dari tangan Haman, si 

Amalek itu. Walaupun nama Allah tersembunyi dalam kitab 

ini. Providensia Allah menyebar jelas dalam setiap cerita 

didalamnya.  Allah tetap setia pada kovenanNya dan Ia terus 

membela umatNya dalam pencobaan penihilan sebuah 

bangsa. 

5. Garis besar 

I. Malapetaka mengancam kaum Yahudi (psl. 1 – 3). 

a. Pemilihan Ratu Ester (1-2). 

 

b. Persekongkolan Haman (3). 

II. Maharaja meluputkan Kaum Yahudi (psl. 4 – 10). 

a. Keputusan Ester (4-5). 

b. Kekalahan Haman (6-7). 

c. Ketetapan Raja (8). 

d. Kesemarakan Purim (9). 

e. Kejayaan Mordekai (10). 


 

KITAB – KITAB PUISI 

 

 sesudah  kita melakukan survei untuk kitab-kitab sejarah, 

maka selanjutnya kita akan mensurvei kitab-kitab yang 

digolongkan sebagai kitab puisi. Kitab puisi ini lebih pendek 

sebab  hanya terdiri dari lima kitab yaitu Ayub, Mazmur, Amsal, 

Pengkhotbah dan Kidung Agung. Kitab ini berisi tentang 

pengalaman para penulis. Dimana kitab ini memaparkan 

pengalaman nyata manusia yang mengutak-atik masalah-

masalah pelik dan mengungkapkan realita secara merata. 

Khususnya pengalaman rohani kaum saleh dan beragam cara 

mengatasi hidup yang berubah-rubah di bawah matahari. 

 Hikmat dari kata dasar bahasa Ibrani hakam tersebar 

disetiap kitab puisi sebagai ciri khas yang saling melengkapi. 

1. Kitab Ayub mengajarkan hikmat, bawasanya Allah yaitu  

Hakim yang adil, sekalipun yang dialami manusia seperti 

Ayub seakan akan tidak adil. 

2. Kitab  Mazmur mengajarkan hikmat untuk senantiasa taat 

kepada semua perintah sesuai petunjuk hukum-hukumNya. 

3. Kitab Amsal mengajarkan hikmat bahwa orang benar akan 

diberkati, sedang  orang fasik pasti dihukum. 

4. Kitab Pengkhotbah mengajarkan hikmat bahwa pada 

akhirnya akan ada penghakiman Allah. 

5. Kitab Kidung Agung mengajarkan hikmat, bawasanya Tuhan 

yaitu  Hikmat kasih sumber segala kasih. 

Tiga macam Kitab Puisi Ibrani: 

1. Puisi syair lagu. 

Melalui puji-pujian kepada Tuhan Pencipta dan Penebus. 

   Kitab Mazmur. 

2. Puisi Moral agama. 

Melalui pengajaran hidup penulis-penulis Amsal dan ibarat. 

   Kitab Amsal dan Kitab Pengkhotbah. 

3. Puisi drama kehidupan. 

Melalui pengalaman kebahagiaan dan penderitaan. 

   Kitab Ayub dan Kidung Agung. 

 

KITAB AYUB 

1. Judul 

Judul kitab ini diambil dari tokoh utama yang diceritakan oleh 

kitab ini yaitu Ayub. Nama Ayub berasal dari kata Ibrani IYOB 

dari akar kata AYAB yang artinya ‘memusuhi’ (to be hostile 

to), ‘menjadi musuh’ (to be an enemy), ‘aku ingin menjerit’ (I 

will exclaim), ‘membenci’ (hatred), ‘celaka’ (the cry of woe). 

Arti sesungguhnya sulit dipastikan sebab  kurangnya bukti-

bukti otentik. Namun yang pasti nama Ayub mengingatkan 

kita akan aib yang harus ditanggung Ayub yang saleh dan 

berintegritas tinggi, sehingga ia disangka orang terkena tulah 

dari Allah. 

 

2. Penulis. 

Memang tidak ada bukti yang otentik untuk menunjukkan 

siapa penulis kitab Ayub. Walaupun begitu ada beberapa ahli 

yang mengusulkan nama Elihu, Musa dan Salomo sebagai 

penulis kitab ini. Namun dilihat dari detail yang dicatat dan 

dari nama kitabnya saja kemungkinan besar bahwa Ayub 

menulis autobiografinya sendiri (bdn. Yunus, Ester). 

3. Tahun penulisan. 

Tahun penulisan kitab Ayub ini sangat sulit untuk dijelaskan. 

Walaupun begitu ada beberapa prinsip pandangan tentang 

tanggal penulisan kitab Ayub. Diantaranya yaitu: 

o Ayub hidup pada masa Patriakhat.  Hal ini nyata dari umur 

Ayub 140 tahun (42:16) umur yang langka zaman 

Patriakhat, kekayaan Ayub dimana harta kekayaan 

dibanding dengan jumlah ternak (1:3) merupakan tipe 

khas zaman Patriakhat, seperti halnya Abraham Ishak 

dan Yakub, Ayub yaitu  imam dalam keluarganya (1:5), 

tidak disebut-sebutnya Bani Israel atau Taurat Musa 

menunjukkan masa itu sebelum Musa. 

o Walaupun begitu para ahli menganggap bagian-bagian 

puisi kitab Ayub (3:1 – 42:6) berasal dari waktu yang lebih 

kemudian. Kemiripan kitab Ayub dengan Kitab Yeremia 

(bnd. Ayb. 3:3-26 dengan Yer. 20:14-18), dengan paroan 

akhir Kitab Yesaya (terutama nyanyian hamba Tuhan 

yang menderita Yes. 52:13 – 53:12), dengan Mazmur  8 

(bnd. Ayb. 7:17,18 dengan Maz. 8:6,7) dan dengan Ams. 

8 (bnd. Ayb. 15:7,8 dengan Ams. 8:22,25) semuanya 

menunjuk pada abad ke-7 sM.  

Dari data-data diatas kemungkinan kitab Ayub ini ditulis 

sebelum kitab Amsal namun penyusunan akhirnya 

diselesaikan zaman penulisan kitab Amsal. Oleh sebab  itu 

Kitab Ayub ditulis tahun 700 – 600 sM. 

4. Tema 

Tema kitab ini yaitu tentang theodicy.  Theodicy atau problem 

of evil yaitu ketika kebaikan, keadilan dan kedaulatan Allah 

ditantang oleh eksistensi penderitaan dan kejahatan. Kitab ini 

memang membahas pertanyaan yang sudah usang : 

“Mengapa orang benar menderita, kalau Allah yaitu  Allah 

yang penuh belas kasihan ?” Kisah ayub sengaja 

mengajarkan tentang kedaulatan Allah dan kebutuhan 

manusia untuk memahaminya. Ketiga sobat Ayub 

memberi  jawaban yang pada hakekatnya sama yaitu 

semua penderitaan diakibatkan oleh dosa. Namun Elihu 

menyatakan bahwa penderitaan sering terjadi untuk 

memurnikan orang benar. Tujuan Allah melucuti seluruh 

pembenaran diri Ayub dan membawanya ketingkat 

penyerahan diri secara lebih total kepada Allah. 

5. Tujuan penulisan 

Selain yang sudah dijelaskan dalam points tema diatas, 

tujuan kitab ini yaitu memaparkan konflik berabad-abad 

 

antara Allah dan Satan dan menunjukkan kaitan penderitaan 

akibat konflik ini. Pada akhirnya kitab ini membuntikan 

kebenaran yang dicatat Rom. 8:28. 

6.   Garis besar. 

I. Prolog : Kesengsaraan Ayub (psl. 1-2). 

A. Karakter Ayub dipaparkan 

B. Karakter Ayub dibahas 

C. Karakter Ayub diuji – coba 

1. Iman dan fasilitas 

a. Allah memberi  fasilitas 

b. Satan mengambil fasilitas 

c. Ayub mengembalikan fasilitas 

2. Iman dan integritas 

a. Allah menguji integritas Ayub 

b. Satan merusak integriotas Ayub 

c. Ayub mempertahankan integritas 

II. Dialog : Ayub dan para sahabat (psl. 3-26). 

A. Ratapan Ayub 

B. Keluhan sahabat 

1. Tanggapan Elifas 

2. Tanggapan Bildad 

3. Tanggapan Zofar 

C. Kegelisahan sahabat 

1. Komentar Elifas 

2. Komentar Bildad 

 

3. Komentar Zofar 

III. Monolok : Elihu (psl. 27-41). 

A. Dari Ayub ke Ayub 

1. Mengingat masa silam. 

2. Melihat masa sekarang 

B. Dari Elihu untuk Ayub. 

C. Dari Tuhan untuk Ayub 

1. Dimanakah engkau ? 

2. Dapatkah engkau ? 

3. Siapakah yang dapat ? 

IV. Epilog : Allah. 

A. Penyesalan Ayub 

B. Pemulihan Ayub 

 

KITAB MAZMUR 

1. Judul 

Dalam Bahasa Ibrani, kitab Mazmur berjudul Tehilim atau 

Sefer Tehilim (Kitab-kitab Tahlil) atau disingkat Tilim (Kidung 

pujian). Septuaginta memberi nama Psalmoi (Mazmur) yaitu 

lagu-lagu atau puisi-puisi yang dinyanyikan dengan iringan 

musik. Kata Psalmos berasal dari psallein artinya ‘memetik 

senar’ pengiring lagu. 

2. Penulis 

Sekalipun sebagian besar teks Mazmur tidak menunjukkan 

siapa penulisnya, namun judulnya sering memberi petunjuk 

tentang penulisnya. Para penulis itu diantaranya : Ethan 

menulis 1 Mazmur yaitu psl. 89; Musa menulis 1 Mazmur 

yaitu psl. 90; Salomo menulis 2 Mazmur yaitu psl. 72 dan 

127; Korah menulis 12 Mazmur yaitu psl. 42, 44-49, 84-85, 

87-88;  Asaf menulis 12 Mazmur yaitu psl. 50, 73-83 dan 

Daud menulis 73 Mazmur. 

3. Tahun penulisan 

sebab  cakupan kronologis yang sangat luas, pengaturan 

tema yang melebar dan banyaknya orang yang hidup dalam 

beragam kondisi, kitab Mazmur merefleksikan multi-suasana 

dan pengalaman yang sangat relevan bagi para pembacanya 

tanpa menghiraukan di zaman apa ia hidup. Dibawah ini 

dijelaskan penanggalan kitab Mazmur menurut Archer yaitu : 

Mazmur 90 merupakan Mazmur pertama yang ditulis Musa 

sekitar tahun 1405 sM. Mazmur Daud aslinya ditulis sekitar 

tahun 1020-975 sM. Mazmur Asaf diperkirakan ditulis tahun 

pada periode yang sama. Mazmur 127 ditulis pada masa 

pemerintahan Salomo yaitu tahun 950 sM. Untuk Mazmur 

Korah sulit untuk menentukan tahun penulisannya sebab sulit 

untuk memastikan masa keturunan Korah. Namun ada 

kemungkinan Mazmur ini  ditulis pada masa 

pengasingan. 

4. Tema 

Sulit untuk menggeneralisasi sebuah tema untuk kumpulan 

150 Mazmur ini sebab Mazmur ini  mencakup beragam 

perasaan, keadaan dan tema. Namun secara keseluruhan 

tema umum kitab Mazmur yaitu Ibadah, yang secara hakiki 

merupakan penawar keresahan melalui respon pribadi 

terhadap karya Allah. Mazmur merupakan ekspresi ibadah, 

iman dan kehidupan rohani umat Israel. Dalam Mazmur, kita 

punya cermin hati umat Allah yang mencatat pengalaman 

manusia yang sederhana, universal, dalam pancangan 

pribadi, perjanjian, rancangan dan kehadiran Allah. 

5. Tujuan penulisan 

Untuk mengekspresikan respon pribadi orang percaya atas 

kebajikan dan anugerah Allah. Oleh sebab  itu kebanyakan 

Mazmur berisikan catatan isi hati pemazmur yang terdalam 

tentang keputusasaan, kecemasan, atau syukur yang muncul 

bahkan disaat menghadapi perlawanan dari musuh-musuh 

Allah atau ketika pengalami pemeliharaan Allah. 

6. Cara menafsir Mazmur. 

Ada empat cara menafsir Kitab Mazmur yaitu: 

o Berdasarkan latar belakang sejarah peristiwanya. 

o Berkaitan dengan aspek-aspek tata ibadah Israel. 

o Berhubungan dengan  srtuktur dan motif penulisnya. 

o Berdasarkan metode gramatika-historika, dengan 

memperhatikan : penggenapan nubuatan-nubuatan 

Mazmur khusus mengacu pada Yesus Kristus. 

   Tipikal Mesianik. Pemazmur mempunyai tipe Kristus 

(34:20), namun unsur-unsur lainnya kurang sesuai. 

 

Dalam hal ini, mungkin Yesus dan para rasulNya 

mengaplikasikan ungkapan mazmur yang mirip 

dengan pengalaman mereka (109:8 bnd. Kis. 1:20). 

   Tipologi Mesianik. Kendati para pemazmur 

mendeskripsikan pengalaman pribadi, bahasa mereka 

yang melampaui mereka, menjadi kenyataan historis 

dalam diri Kristus secara : pertama, mesianik. 

Mengacu pada keluarga Daud atau raja tertentu, 

namun hanya akan mencapai puncak 

penggenapannya dalam pribadi Kristus, Anak Daud 

(2). Kedua, profetik. Mengacu langsung pada Kristus 

tanpa acuan kepada orang lain (110). 

 

KITAB AMSAL 

1. Judul 

Amsal memperoleh namanya dari isinya yaitu pepatah atau 

peribahasa yang menyampaikan kebenaran dengan cara 

yang ringkas dan tajam. Kata Ibrani Mashal (terjemahan 

Indonesia : misal atau perumpamaan) yang juga berarti 

‘paralel’ , ‘serupa’, ‘perbandingan’. Amsal merujuk pada suatu 

perbandingan atau tamsil yang menggaris bawahi peribahasa 

moral. Sebagai pepatah ringkas, sebuah Amsal merujuk pada 

suatu antitesis. Judul ini berasal dari fakta bahwa tulisan ini 

yaitu  ringkasan pengajaran moral dan spiritual yang 

 

dirancang untuk memungkinkan seseorang dapat hidup 

bijaksana. 

2. Penulis. 

Menurut 1 Raja-raja 4:32, Salomo menggubah 3000 amsal 

dan 1005 lagu. Sekalipun dia memang menulis sebagaian 

besar dari kitab Amsal ini, paruh terakhir menunjukkan bahwa 

dia bukan satu-satunya penulis kitab ini. Rinciannya yaitu 

Salomo menulis psl. 1-24, koleksi Hizkia psl. 25-29, koleksi 

Agur psl. 30 dan koleksi Lemuel psl. 31. 

3. Tahun Penulisan 

Sebagai Kitab Hikmat, Amsal bukanlah sebuah kitab sejarah 

namun  lebih kepada hasil karya sekolah hikmat di Israel. 

Amsal-amsal Salomo ditulis sebelum wafatnya di tahun 931 

sM dan koleksinya disimpan para juru tulis Raja Hizkia sekitar 

tahun 700 sM. Sedang Amsal yang lain juga ditulis sekitar 

tahun ini . Oleh sebab  itu kitab Amsal ini ditulis tahun 

950 – 700 sM. 

4. Tema 

Tema dari kitab ini yaitu  hikmat untuk hidup melalui 

pengajaran khusus dalam setiap persoalan hidup: kebebalan, 

dosa, kebaikan, kesehatan, kemiskinan, lidah, kesombongan, 

kerendahan hati, keadilan, keluarga, dendam, perselisihan, 

keserakahan, kasih, kemalasan, sahabat, kehidupan dan 

kermatian. Tidak ada kitab selain Amsal yang lebih praktis 

dalam menyampaikan hikmat hidup sehari-hari. 

Tesis : “Takut akan Tuhan yaitu  awal hikmat” (1:7; 9:10). 

Absennya takut akan Allah menuju pada kebebalan hidup 

tanpa kendali. Takut akan Tuhan artinya ‘berdiri takjub sebab  

karakterNya dan kekuasaanNya yang kudus’. Pada saat 

bersamaan, Amsal menunjukkan bahwa hikmat sejati 

mengarahkan pembaca pada takut akan Tuhan (2:1-5). 

5. Hikmat dalam Kitab Amsal. 

Dalam Amsal 8 hikmat dipersonifikasikan sebagai spirit 

(ruach) hikmat (hokmah). Ia tidak diciptakan, sebab sejak 

semula ia telah bersama-sama dengan Tuhan. Psl. 8:22 

berbunyi “ Tuhan telah menciptakan aku sebagai permulaan 

pekerjaanNya, sebagai perbuatanNya yang pertama-tama 

dahulu kala.” Kata yang digunakan untuk ‘menciptakan’ 

bukanlah kata bara (menciptakan) atau asa (membuat) 

melainkan qanah yang artinya ‘lebih merujuk pada memiliki’, 

mendapatkan atau mengupayakan ukuran standart 

(kanon/ruler) hikmat untuk memulai segala sesuatu pada 

mulanya. Pengertian ini menunjukkan bahwa hikmat itu sudah 

ada sejak kekal sebagai standart pengukur pekerjaan Allah 

sumber hikmat itu. 

   Hikmat itu bersifat ilahi (8:22-31) 

   Hikmat itu sumber kehidupan (3:18; 8:35-36). 

   Hikmat itu benar dan pengukur moral (8:8-9). 

   Hikmat itu tersedia bagi yang mau menerimanya (8:1-6) 

   Hikmat itu didalam Kristus ‘sebab dalam Dialah 

tersembunyi seluruh harta hikmat dan pengetahuan’ (Kol. 

2:3). 

 

KITAB PENGKHOTBAH 

1. Judul. 

Nama Pengkhotbah berasal dari judul yang diberikan oleh 

Septuaginta. Istilah Yunani: ecclesiastes, berarti 

‘perhimpunan’ yang berasal dari kata ekklesia yaitu yang 

dipanggil keluar untuk berhimpun bersama (kaum beriman). 

Judul Ibrani Qoheleth berarti ‘seseorang yang berbicara 

dalam suatu qahalayak ramai’ yang biasanya disebut 

‘pengkhotbah’. 

2. Penulis. 

Ada dua pendapat tentang siapa penulis kitab ini yaitu: 

   Memakai bukti eksternal, dimana tradisi Yahudi mengakui 

bahwa Salomo penulis kitab ini. Hal ini juga didukung oleh 

bukti internal dimana penulis selalu merujuk kepada 

Salomo. Diantaranya yaitu : penulis memperkenalkan 

dirinya sebagai ‘Anak Daud, raja di Yerusalem’ (1:1). 

Porsi hikmatnya tak ada tandingannya (1:16 bnd. 1 Raj. 

4), kekayaannya tak habis-habisnya (2:7), dan 

pembangunan yang tak henti-hentinya (2:4-6) seluruhnya 

memberi kesan bahwa hanya orang sekaliber Salomo 

sajalah yang sanggup melakukannya.  

   Pendapat kedua menyanggah pendapat diatas, dengan 

menunjukkan bahwa kitab Pengkhotbah mempunyai gaya 

bahasa abad  5 sM yang tidak sezaman dengan Salomo, 

misalnya adanya pengaruh bahasa Aramaik serta adanya 

pinjaman kata-kata asal Persia, ditambah lagi dengan 

kegiatan-kegiatan agamis yang baru muncul di Palestina 

sekitar abad 2 sM, di tengah-tengah gejolak isme-isme 

dan perilaku hidup yang dipaparkan Pengkhotbah. 

Menurut bahasa Ibrani yang digunakan oleh Ezra-

Nehemia (abad 5 sM), maka Pengkhotbah tidak 

dimungkinkan menuliskannya lebih dini dari abad 4 sM. 

Belum lagi ada kesan yang seakan menunjuk si penulis 

bukan seorang raja, sehingga ia tak dapat mengambil 

keputusan dalam pengadilan (3:16). 

Dari kedua pendapat diatas, pendapat pertama lebih banyak 

dianut oleh para ahli, sebab alasannya lebih dapat 

dipertanggung jawabkan. 

3. Tahun Penulisan. 

Menurut tradisi Yahudi, Salomo menulis Kitab Pengkhotbah 

pada masa tuanya, seakan mengungkapkan penderitaan 

orang lanjut usia (bnd. 12:1). Ada kemungkinan, Kitab 

Pengkhotbah merupakan catatan jurnal penyesalan Salomo 

dan pertobatannya dari penyelewengan imoralitasnya yang 

tercatat dalam 1 Raj. 11. Kitab Pengkhotbah mungkin saja 

ditulis antara menjelang kematian Salomo hingga kerajaannya 

terbagi dua yaitu tahun 1000 – 900 sM. 

4. Tema. 

Tema kitab Pengkhotbah yaitu kesia-siaan hidup yang 

terpisah dari Allah. Hal itu nyata dalam : 

   Hidup tanpa Allah sia-sia saja. Pengkhotbah mencoba 

menjelaskan bahwa keberhasilan dan kebijaksanaan 

manusiawi itu akhirnya akan sia-sia jika tanpa Allah. 

   Pengkhotbah menegaskan bahwa tidak semua kenyataan 

hidup dapat seutuhnya terpahami, yang berarti kita harus 

hidup dengan mata rohani bukan mata jasmani. Oleh 

sebab  itu kunci hidup yaitu  takut akan Allah dan takluk 

kepada hukum-hukumnya. 

   Pengkhotbah menunjukkan bahwa manusia yang 

meninggalkan Tuhan akan menemukan hidup yang 

hampa dan kekecewaan. 

5. Garis besar. 

I. Pendahuluan. 

A. Permasalahan hidup dipaparkan (psl. 1-2). 

1. Kefanaan lingkaran kehidupan 

2. Kefanaan hikmat manusia 

3. Kefanaan kesukaan dan kekayaan 

4. Kefanaan materialisme 

5. Kesimpulan 

B. Perencanaan Allah yang kekal (psl. 3). 

1. Ia menetapkan peristiwa kehidupan 

2. Ia menetapakan kondisi kehidupan 

3. Ia menghakimi semua 

4. Kesimpulan 

C. Kefanaan keadaan hidup (psl. 4-5). 

1. Kekuasaan kejahatan 

2. Kefanaan kerja keras 

3. Kefanaan kesuksesan politik 

4. Kefanaan kepercayaan manusia 

5. Kefanaan kepercayaan manusia 

6. Kesimpulan. 

D.  Kefanaan hidup secara keseluruhan (psl. 6). 

1. Kekayaan tak akan memuaskan 

2. Kematian lebih baik dari pada kehidupan 

3. Kerja keras tak akan memuaskan 

E. Nasihat untuk hidup dalam kefanaan (psl. 7-12). 

1. Nasihat mengingatkan akan kejahatan manusia  

2. Nasihat mengingat akan providensia Allah 

3. Nasihat mengingat ketidakpastian hidup 

4. Nasihat mengingat proses penuaan hidup 

II. Penutup 

 

 

 

KITAB KIDUNG AGUNG 

1. Judul 

Berkaitan dengan judul kitab ini Ryrie menulis: kitab ini diberi 

judul dengan beberapa cara: Judul Ibraninya diayat 1, Kidung 

dari segala Kidung yang artinya ‘paling indah atau kidung 

terindah’. Judul Inggrisnya juga diambil dari ayat 1, Kidung 

Salomo yang menunjuk sang penulis dan canticles (Latin) 

yang artinya ‘kidung pujian’. 

2. Penulis 

Kendati ada beberapa kritikus menolak Salomo sebagai 

penulis sebab  pengartikan of Salomo pada pasal satu ayat 

satu, bukan dalam pengertian “oleh Salomo” melainkan 

“tentang Salomo”, bukti internal mendukung pendapat 

tradisional bahwa Salomo yaitu  penulisnya.  Isi kitab yang 

senada dengan segala sesuatu yang kita ketahui tentang 

hikmat Salomo, menyulitkan mereka yang tidak mengakui 

Salomo sebagai Sang penulis. Nama Salomo disebut tujuh 

kali (1:1,5; 3:7,9,11; 8:11,12), dan dia diidentifikasi sebagai 

mempelai laki-laki. 

3. Tahun penulisan 

Kidung Agung ini ditulis mungkin pada awal karir 

pemerintahan Salomo sekitar tahun 965 sM.  Saat itu, 

Salomo baru mempunyai 60 istri dan 80 selir (6:8). 

Selanjutnya 700 istri dan 300 selir (1 Raj. 11:3). 

 

82 

 

4. Tema 

Tema kitab ini yaitu cinta kasih. Hal ini nyata dari isi kitab 

Kidung Agung yang yaitu  kidung cinta yang penuh dengan 

beragam metafora dan ibarat yang dirancang untuk 

melukiskan cara pandang Allah tentang kasih dan 

pernikahan: keindahan cinta suami-istri.  

5. Garis besar 

I. Judul Kidung cinta 

II. Jatuh cinta (1-3) 

III. Bersatu dalam cinta kasih (3-5) 

IV. Bergumul dalam cinta kasih (5-7) 

V. Dewasa dalam cinta kasih (7-8). 

 


KITAB – KITAB NABI BESAR 

 

 sesudah  kita mempelajari kitab puisi maka dibawah ini 

akan kita pelajari kitab-kitab yang digolongkan sebagai kitab 

nabi-nabi. Kitab nabi-nabi ini menceritakan tentang kehidupan 

para nabi sebagai utusan Allah untuk Israel. Menurut 1 Sam. 9:9 

para nabi Israel awalnya disebut ro’eh (pelihat) yaitu seseorang 

yang bisa melihat hal-hal diluar alam penglihatan atau 

pendengaran biasa. Istilah lain dari etimologi sejenisnya yaitu  

hozeh atau “seseorang yang melihat secara supranatural” (2 

Sam. 24:11). Belakangan pelihat Ibrani lebih umum disebut 

nabhi. Nama ini dikaitkan dengan akar kata nabu (Akadia), 

“memanggil atau memberitakan”, “yang dipanggil Allah” secara 

pasif, atau “pemberita” secara aktif. Kata nabi yang berasal dari 

kata Ibrani navi secara hakiki berarti ‘seorang juru bicara resmi 

(yang diberi otoritas berbicara)’. Pengertian ini diambil dari 

etimologi yang tidak jelas sumbernya, namun dipakai dalam tiga 

perikop Perjanjian Lama yaitu Kel. 6:28 – 7:2, Bil. 12:1-8, dan Ul. 

18:9-22. 

 Kitab nabi-nabi dalam kitab Perjanjian Lama terbagi 

dalam dua golongan yaitu Kitab nabi-nabi besar dan Kitab nabi-

nabi kecil. Dibawah ini akan dijelaskan introduksi kitab yang 

digolongkan sebagai kitab nabi-nabi besar. Diantaranya yaitu: 

 

 

84 

 

KITAB YESAYA 

1. Judul 

Nama Yesaya diambil dari nama penulis yang menyusun 

kitabnya dibawah inspirasi Roh Kudus. Nama Ibrani, 

YESAYAHU yang berarti “Yahweh yaitu  keselamatan”, 

cocok dengan ringkasan unggulan tema dan isi kitab ini. 

2. Penulis. 

Penulis kitab ini yaitu Yesaya bin Amos. Buktinya yaitu: 

   Dalam Yes. 1:1 dijelaskan bahwa Yesaya yang mendapat 

penglihatan yag akhirnya dituliskan menjadi Kitab Yesaya. 

   Kitab Yesaya yang dikutib dalam kitab Perjanjian Baru 

selalu dikaitkan dengan nabi Yesaya. Misalnya: Kutiban 

psl. 40-66 yang tercatat dalam Mat. 3:3; 12:17-21; Luk. 

3:4-6; dll. 

3. Tahun penulisan. 

Yesaya memiliki rentang waktu pelayanan yang sangat 

panjang. Pelayanannya dimulai menjelang akhir masa 

pemerintahan Raja Uzia (790-739 sM), berlanjut selama 

pemerintahan raja Yotam (739-731 sM), Raja Ahaz (731-715 

sM) dan Hizkia (715-686 sM). Dia meloncati beberapa tahun 

masa Hizkia sebab  Yes. 37:38 mencatat kematian Sanherib 

pada 681 sM. Raja Hizkia digantikan oleh anaknya yang 

lalim, Raja Manasye yang membuang ibadah kepada Yahwe 

dan sudah tentu melawan tugas Yesaya. Dari keterangan di 

atas maka kitab Yesaya ditulis antara tahun 740 – 680 sM. 

 

4. Tema. 

Tema kitab Yesaya yaitu keselamatan yaitu  dari Yahwe. 

Hal ini nampak dari istilah keselamatan yang muncul sekitar 

26 kali dalam Yesaya. Oleh sebab  itu Yesaya suka disebut 

nabi penginjil sebab  ia banyak berbicara mengenai 

keselamatan dan karya penebusan mesias. Kitab ini banyak 

menyebutkan tentang pribadi dan karya Mesias dibanding 

kitab-kitab Perjanjian Lama lainnya.  

5. Garis besar. 

I. Nubuat penghukuman (psl. 1-39). 

A. Nubuat melawan Yehuda (1-12). 

1. Penghukuman Yehuda 

2. Pengutusan nabi 

3. Penantian Mesias 

B. Nubuat melawan bangsa-bangsa (13-23). 

1. Babel, Asyur, Filistin 

2. Moab, Damsyik, Etiopia 

3. Mesir, babel, Edom 

4. Arab, Yerusalem, Tirus 

C. Nubuat datangnya hari Tuhan (24-27). 

1. Masa penganiayaan 

2. Masa pendamaian 

D. Nubuat atas Israel dan Yehuda (28-35). 

1. Laknat atas Samaria 

2. Laknat atas Yehuda 

 

3. Menantikan Mesias 

4. Menantikan kerajaanNya 

E. Nubuat atas Sanherib (36-39). 

1. Kenistaan Asyur. 

2. Kebenaran Allah 

3. Ancaman Asyur 

4. Kemenangan atas Asyur 

5. Kebodohan Hizkia 

III. Nubuat Pendamaian (psl. 40-66). 

A. Nubuat tentang penebusan Israel 

B. Nubuat tentang penyelamatan Israel. 

1. Kemuliaan hamba yang menderita 

2. Pemulihan masa depan Israel. 

 

KITAB YEREMIA 

1. Judul 

Kitab ini mengambil judul dari nama penulisnya yaitu Yeremia 

yang berasal dari kata Ibrani YIRME-YAHU yang artinya 

‘Yahwe menetapkan atau Yahwe meninggikan’.  Dilihat dari 

kata kerjanya rama arti harafiahnya yaitu  ‘Tuhan 

melemparkan’ baik dalam pengertian meletakkan fondasi 

atau pun ‘melemparkan’ sang nabi kedalam dunia yang keji 

atau ‘dilempar’ ke bawah untuk ‘menghakimi bangsa-bangsa’. 

 

 

2. Penulis 

Penulis kitab ini yaitu  Yeremia bin Hilkia (psl. 1:1). Ia 

berasal dari salah satu kota imam di Anatot tanah Benyamin. 

Ia mendiktekan nubuat-nubuatnya kepada Baruk juru tulisnya, 

kecuali psl. 52.  Yeremia dicap sebagai nabi yang suka 

menangis (9:1; 134:17). Ia juga nabi yang sendirian, sebab  

demi pelayanannya ia tidak boleh menikah (16:2). Semula ia 

enggan menjalankan tugasnya sebagai nabi sebab  merasa 

usianya masih muda (1:6), namun akhirnya ia malah 

membuktikan komitmennya yang konstan dalam 

menyuarakan suara kenabian dan nubuat-nubuat 

penghakiman Allah atas Yehuda yang telah menyimpang jauh 

dari Tuhan. Ia rela ditolak, dipenjarakan,. dipukuli dan bahkan 

hampir dibunuh (11:189-23; 18:18; 20:1-3; 37:11 – 38:28). 

3. Tahun penulisan 

Kitab Yeremia ini ditulis kira-kira tahun 627 – 585 sM.  Saat 

pelayanan di Yerusalem. Nabi Yeremia ini sezaman dengan 

Zefanya, Habakuk dan Yeheskiel. Nabi Yeremia merupakan 

nabi terakhir di Yerusalem. Tidak ada yang tahu pasti 

bagaimana masa akhir hidupnya, namun menurut tradisi 

Yahudi Yeremia mati dibunuh ketika ia berada di Mesir (bnd. 

Ibr. 11:37). 

4. Tema. 

Tema kitab Yeremia yaitu  penghakiman dan pemulihan. 

Dimana dalam kitab ini dijelaskan tentang keseimbangan 


 

antara pengumuman penghakiman (bagian pembukaan) dan 

pengharapan pemulihan (bagian penutup).  Memang saat itu 

situasi Yerusalem penuh dengan konflik dimana banyak 

pelanggaran yang dilakukan khususnya penyembahan 

kepada berhala (22:9; 32:29). Namun Yeremia tetap 

mengasihi umat Yehuda dan tetap mendoakan mereka 

(14:7,20). 

5. Garis besar. 

I. Pengutusan Yeremia (psl. 1). 

A. Panggilan  

B. Peneguhan 

II. Nubuat atas Yehuda (psl. 2-45). 

A. Penghukuman atas Yehuda 

1. Dosa dan hukuman 

2. Periuk pecah di tangan penjunan 

3. Raja-raja dan nabi-nabi palsu 

4. Pengasingan Yehuda 

B.   Penolakan terhadap Yeremia 

1.   Reaksi Yehuda 

2.   Nasehat Yeremia 

C. Pengharapan pemulihan 

D. Kejatuhan Yerusalem 

      III. Nubuat atas bangsa lain (psl. 46-51). 

A. Mesir dan Filistin 

B. Moab dan Amon 

89 

 

C. Edom dan Damsyik 

D. Arab dan Babel. 

      IV. Nasib umat Tuhan (psl. 52). 

   A.  Nasib Yerusalem 

   B.  Nasib umat. 

 

KITAB RATAPAN 

1. Judul 

Judulnya terdapat pada kata pertama di pasal pertama di ayat 

pertama kitab ini : AIKAH (“Bagaimana !” atau “Akh !”).  Dilihat 

dari pokok permasalahannya, kitab ini juga disebut Qinot atau 

ratapan-ratapan menurut Septuaginta dan Vulgata. 

2. Penulis. 

Penulis Kitab Ratapan memang tak disebut namanya,  namun 

ada dua bukti yang menunjukkan bahwa Yeremia sebagai 

penulis kitab ini.      Bukti itu yaitu  

   Bukti eksternal. Konsensus tradisi Yahudi merujuk kitab 

ini ditulis oleh Yeremia. Septuaginta menunjuk Yeremia 

sebagai nabi yang meratapi penawanan dan penhancuran 

Yerusalem. 

   Bukti internal. Penulis yaitu  saksi mata pengepungan 

Yerusalem dan kejatuhannya yang terlukis jelas dalam 

kitab ini (1:134-15; 2:6-9; 4:1-12). Selanjutnya ada frase 

yang serupa dalam Kitab Yeremia dan kitab Ratapan 

(mis. Putri dari) (lih. 2 Taw. 35:25). 


3. Tahun penulisan 

Kitab ini ditulis sesudah  kejatuhan Yerusalem yang selesai 

tahun 586 sM dan masa-masa pembuangan. Oleh sebab  itu 

tahun penulisannya kira-kira 586-585 sM. 

4. Tema. 

Tema utama kitab ini yaitu ratapan dan berkabung atas 

kesengsaraan bangsa Yehuda yang telah jatuh dalam dosa 

dan kerusakan kota suci dan bait suci yang begitu 

memilukan. Tuntutan penghakiman Allah atas dosa Yehuda 

telah dijatuhkan. Nabi berseru kepada bangsa yang dihukum 

bahwa Allah yaitu  adil dan benar dalam tindakanNya. 

sebab  itu mereka dihimbau untuk menaklukkan diri mereka 

dibawah tangan kemurahanNya disertai dengan pertobatan 

yang sungguh. 

Yahwe memang telah mencurahkan murkaNya, namun 

sebab  kemurahanNya, Ia tetap setia terhadap kovenanNya. 

Tak berkesusdahan kasih setia Tuhan, tak habis-habis 

rahmatNya. Selalu baru setiap pagi, besar kesetiaanMu 

(3:22-23). 

5. Garis besar 

Pasal 1 : Dosa yang menghancurkan Yerusalem 

Pasal 2 : Dosa yang dihukum Allah 

Pasal 3 : Dosa yang memicu ratapan nabi 

Pasal 4 : Dosa yang mengakibatkan penderitaan 

Pasal 5 : Dosa memohon pengampunan dosa. 

 

KITAB YEHEZKIEL 

1. Judul. 

Kitab Yehezkiel juga memperoleh judul dari nama penulisnya. 

YEH’ZKE’L artinya ‘Yahwe menguatkan’. 

2. Penulis. 

 Penulisnya yaitu  Imam Yehezkiel bin Buzi yang menerima 

panggilan sebagai nabi ketika berada di pengasingan di 

Babel (1:1-3).  Jabatannya sebagai nabi terfokus pada 

keprihatinannya pada bait suci, keimaman, korban dan 

kemuliaan Allah. Kita mengenal Yehezkiel seluruhnya dari 

tulisannya sendiri. Dia menikah (24:15-18), tinggal dirumah 

sendiri (bnd. 3:24; 8:1) dan dengan sesama tawanan memiliki 

kehidupan yang relatif bebas. 

3. Tahun penulisan 

 Kitab Yehezkiel berisi banyak tanggal sehingga nubuatan-

nubuatannya dapat ditentukan waktunya lebih akurat. Hampir 

semua almanak dalam kitab ini menunjukkan waktu Yehezkiel 

menerima firman Tuhan. Almanak lainnya yaitu  kedatangan 

utusan yang melaporkan kejatuhan Yerusalem (33:21). Ketika 

ia menerima panggilannya sebagai nabi sekitar tahun 593 

sM, Yehezkiel aktif selama 22 tahun. Nubuat terakhir 

diterimanya sekitar tahun 571 sM. Oleh sebab  itu kitab ini 

ditulis antara tahun 593-571 sM. 

 

 

4. Tema. 

 Tema kitab ini yaitu kejatuhan sebab  dosa. Kejatuhan 

Yerusalem dan pengasingan Babel merupakan ukuran yang 

dibutuhkan untuk menunjukkan anugerah Allah bila Ia harus 

mendisiplin umatNya yang tidak taat dan merebut mereka 

kembali dari kemurtatan. Suatu hari kelak Yahwe akan 

memulihkan umatNya yang bertobat dan menegakkan 

mereka kembali kedalam kemuliaan theokrasi di akhir zaman. 

Pelayanan Yehezkiel yaitu  mengingatkan umat, sebelum 

mereka diasingkan dan meyakinkan mereka akan perjanjian 

kovenan Allah yang tidak berubah. 

5. Garis besar. 

 I.   Pengutusan dan pemanggilan Yehezkiel (psl. 1-3)  

 A.  Yehezkiel melihat kemuliaan Allah 

 B.   Yehezkiel diutus memberitakan Firman Tuhan. 

     II.   Penghakiman atas Yerusalem dan Yehuda (psl. 4-24). 

A. Empat tanda datangnya penghakiman. 

B. Dua pemberitahuan datangnya penghakiman 

C. Empat nubuat melalui penglihatan 

D. Kepastian datangnya penghaliman 

      III.  Nubuat melawan bangsa lain (psl. 25-32). 

A. Amon dan Moab 

B. Edom dan Filistin 

C. Tirus dan Sidon 

      IV.  Nubuat pemulihan bani Israel (psl. 33-48). 

A. Kembalinya Israel ke tanah perjanjian 

B. Pemulihan Israel dalam Kerajaan Baru. 

 

KITAB DANIEL 

1. Judul 

Kitab ini diberi judul sesuai dengan nama penulisnya. Kata 

DANI’EL artinya ‘Allah yaitu  Hakimku’. Dalam Septuaginta, 

Daniel menjadi basis judul dalam bahasa Latin, Inggris dan 

Indonesia. 

2.  Penulis 

     Para ahli setuju bahwa penulis kitab ini yaitu  Daniel.  Hal ini 

nyata dari isi kitab Daniel. Dalam Dan. 12:4 dan 7:2 

dijelaskan bagaimana Daniel menerima penglihatan yang 

akhirnya dituliskan menjadi sebuah kitab yaitu kitab Daniel.  

3.  Tahun penulisan 

 Jikalau kitab ini ditulis oleh Daniel maka kitab ini ditulis Daniel 

pada masa pembuangan di babel yaitu antara tahun 605 – 

537 sM. 

4. Tema 

 Tema kitab Daniel yaitu  kuasa kedaulatan Allah sebagai 

Allah sejati yang menghancurkan kuasa dunia yang 

memberontak dan yang setia menyertai umat kovenanNya, 

sesuai imannya yang kokoh. Kitab Daniel ditulis untuk 

menguatkan kepercayaan kaum Yahudi yang diasingkan. 

Allah yang berdaulat mempunyai rancangan tersendiri untuk 

 

bangsa Israel selama dan sesudah  masa dominasi bangsa-

bangsa kafir. Ini yaitu  masa bangsa kafir yang dimulai dari 

pengasingan di babel, yang akan berakhir dengan 

ditegakkannya kerajaan Mesias sebagai batu yang tidak 

diolah tangan manusia, yang menjadi gunung besar yang 

memenuhi seluruh bumi (2:34-35, lih. 7:13-14). 

5. Garis besar 

 I.   Sejarah pribadi Daniel (psl. 1). 

  A.  Pengasingannya di Babel 

  B.  Kesetiaannya di Babel. 

  C.  Reputasinya di Babel. 

 II.  Nubuat buat bangsa-bangsa  (psl. 2-7). 

A. Mimpi Nebukadnesar : Patung Besar  (2). 

B. Tungku api : pelajaran iman (3). 

C. Penglihatan Nebukadnesar : pohon besar  (4). 

D. Pesta Belshazar : Tulisan di dinding  (5). 

E. Dekrit Darius : Daniel di gua singa (6). 

F. Penglihatan Daniel : empat maklhuk  (7). 

      III. Nubuat buat bangsa Israel  (psl. 8-12). 

 A.  Penglihatan Daniel : Domba  (8). 

 B.  Nubuat Daniel : “70 Minggu”  (9). 

 C.  Panorama Daniel : Israel yang akan datang (10-12). 

 

 

 

KITAB – KITAB NABI KECIL 

 

 sesudah  kitab mempelajari kitab nabi-nabi besar maka kita 

akan mempelajari kitab nabi-nabi kecil.  Nama kitab nabi-nabi 

kecil berasal sejak masa Augustinus (akhir abad ke-4). Disebut 

kecil atau minor sebab  lebih singkat dibanding dengan kitab 

nabi-nabi besar. Kitab nabi-nabi kecil ini terdiri dari dua belas 

kitab. Dibawah ini akan dijelaskan introduksi dari setiap kitab. 

 

KITAB HOSEA 

1. Judul 

Judul kitab menurut nama penulisnya yaitu Hosea. Hosea ini 

merupakan salah satu nabi di kerajaan utara. Nama Hosea 

ini menarik sebab nama Hosea, Yosua dan Yesus diambil 

dari akar kata ibrani yang sama yaitu HOSHEA artinya 

‘keselamatan’. Sebagai utusan Allah Hosea menawarkan 

keselamatan kepada bangsanya jika mereka berbalik dari 

penyembahan berhala kepada Tuhan. 

2. Penulis. 

Berdasarkan Hos. 1:1 maka dapat disimpulkan bahwa kitab 

ini merupakan Firman Tuhan yang ditujukan kepada Hosea. 

Oleh sebab  itu para ahli setuju bahwa Hosea yaitu  penulis 

kitab ini. 

 

 

3. Tahun penulisan 

Menurut Hos. 1:1, Hosea melayani pada masa pemerintahan 

raja-raja Yehuda: Raja Uzia (767-739 sM), Raja Yotam (739-

731 sM), Raja Ahaz (731-715 sM) dan raja Hizkia (715-686 

sM) serta pemerintahan raja Israel: Raja Yeroboam II (782-

752 sM). Oleh sebab  itu kemungkinan kitab ini ditulis tahun 

782-686 sM. 

4. Tema 

Kitab Hosea ditulis untuk mendemontrasikan betapa besar 

dan tak putus-putusnya kasih setia Allah bagi Israel, umat 

pilihanNya yang terus menerus menyeleweng dengan ilah-

ilah lain. Melalui pengalaman pernikahan Hosea, kitab ini 

menunjukkan betapa hati Allah yang penuh kasih setia, 

senantiasa rindu memberkati umatNya dengan menyediakan 

segala sesuatu yang mereka mereka perlukan. Demi 

mempertahankan tujuan ini , tema Hosea merupakan 

saksi kuat melawan kerajaan Utara, sebab  kerajaan ini telah 

tidak setia terhadap kovenan mereka dengan Tuhan, 

sebagaimana tercatat dalam kitab ini dengan membeberkan 

rusaknya moral “istrinya” baik secara publik maupun pribadi. 

Bersama itu pula sang nabi menghimbau agar bangsanya 

bertobat dan kembali dengan hati remuk kepada Allah 

mereka yang panjang sabar. Hal ini dinyatakan dari sudut 

pandang kasih Yahwe kepada Israel sebagai anak-anak 

kesayanganNya dan sebagai istri kovenanNya. 


 

5. Garis besar 

I.  Pendahuluan  (1:1). 

II. Pernikahan Hosea (1-3) 

 A.  Keadaan keluarga nabi Hosea (1) 

1. Pernikahan Hosea: ketidaksetiaan Israel 

2. Anak-anak Hosea: penghakiman Israel. 

3. Masa depan Israel: pemulihan Israel. 

B.   Pemulihan melalui penghukuman (2). 

1. Hukuman Tuhan atas Israel 

2. Pemulihan Tuhan atas Israel. 

C.   Pemulihan pernikahan Hosea (3). 

1. Perintah ilahi 

2. Respon ketaatan Hosea 

3. Keterangan lukisan 

      III. Pemberitaan Hosea (psl. 4-14). 

 A.   Acungan tangan Tuhan atas Israel (4-6) 

1. Menyingkap pelanggaran Israel. 

2. Menyerukan penghakiman Israel 

3. Menubuatkan pemulihan Israel. 

B.   Perlawanan Tuhan atas Israel (7-11). 

1. Kesalahan dan penghukuman Israel. 

2. Kasih setia dan belas kasihan Tuhan 

C.   Penanganan Tuhan melawan Israel (12-14). 

1. Pendakwaan 

2. Penuntutan. 

 

KITAB YOEL 

1.   Judul. 

 Dalam bahasa Ibraninya YOEL berarti “Yahwe-Allah”. Nama 

ini sangat sesuai dengan pemberitaan Yoel yang 

menegaskan bahwa Allah yaitu  yang berdaulat, pemilik 

seluruh ciptaan dan seluruh bangsa di muka bumi, yang 

harus tunduk dibawah kontrol kuasaNya sebagai Allah 

sejarah. 

2. Penulis. 

 Seperti tercantum pada psl. 1:1, penulisnya yaitu  Yoel 

artinya ‘Yahwe yaitu  Allah’. Kita tidak dapat informasi lain 

tentang dirinya kecuali nama ayahnya yaitu Petuel (1:1). 

3. Tahun penulisan 

 Dalam Alkitab memang tidak disebutkan secara rinci tentang 

masa penulisan kitab ini. Namun dilihat dari segi isinya maka 

kitab ini menceritakan masa-masa pra-pengasingan ke Babel 

(lih. nubuatan Yoel 3:2b; 1:9; 1:15; 2:1-11). Oleh sebab  itu 

tahun penulisan kitab ini yaitu  antara tahun 835 – 400 sM. 

4. Tema 

 Tema kitab ini yaitu Peringatan untuk bertobat. Dimana Yoel 

memakai  bala kelaparan dan serbuan belalang yang 

menyerang Yehuda secara mendadak, sebagai obyek 

pelajaran untuk memperingatkan serangan mendatang 

terhadap Israel, pada Hari Tuhan. Secara kilat, dalam 

99 

 

hitungan jam, setiap pucuk tanaman habis ludes. Jika bangsa 

ini bertobat dan kembali kepada Tuhan, Allah akan 

memulihkan hubunganNya dengan Israel dan akan 

memberkatinya.  

5. Garis besar 

 I.  Hari Tuhan dalam sejarah (psl. 1). 

A. Datangnya belalang. 

B. Datangnya kemarau. 

      II.  Hari Tuhan dinubuatkan (psl. 2-3). 

 A.  Hari Tuhan mendekat 

1. Nubuat serangan atas Yehuda. 

2. Kondisi keselamatan Yehuda. 

B.  Hari Tuhan menjelang. 

1. Peristiwa akhir sebelum hari Tuhan. 

2. Peristiwa hari Tuhan. 

a. Penghakiman bangsa-bangsa. 

      b. Penghakiman Yehuda. 

 

KITAB AMOS 

1.  Judul 

 Nama kitab ini diambil dari nama tokohnya. Nama Amos 

dalam bahasa Ibraninya berarti ‘beban’ atau ‘pemikul beban’ 

yang cocok dengan beban yang ditanggungnya. Sekalipun ia 

berasal dari Yehuda (bukan Israel), ia diberi beban untuk 

100 

 

menyampaikan peringatan menentang dosa-dosa mereka 

yang ada di Israel. 

2. Penulis. 

 Kitab ini ditulis oleh Amos (lih. 1:1; 7:14; 7:10).  Amos yaitu  

seorang peternak dan petani. Ia pemungut buah ara di hutan. 

Ia berasal dari Tekoa, yang terletak dekat Betlehem sekitar 

10 mil di selatan Yerusalem. 

3. Tahun penulisan. 

 Amos memberitahukan pembacanya bahwa ia hidup pada 

zaman Uzia raja Yehuda (790-739 sM) dan zaman Yerobeam 

bin Yoas raja Israel (793-753 sM), dua tahun sebelum gempa 

bumi (1:1).  Oleh sebab  itu kitab ini ditulis kira-kira tahun 

760-750 sM 

4. Tema. 

 Tema kitab ini yaitu Penghakiman dan Pengharapan. Nubuat 

yang disampaikan Amos bernada penghakiman, yang diakhiri 

dengan kata-kata pengharapan. Amos mengingatkan bahwa 

Tuhan Allah yang berdaulat akan datang sebagai pejuang 

yang menghakimi bangsa-bangsa yang telah memberontak 

terhadap otoritasNya.  Israel secara khusus akan dihukum 

sebab  pelanggarannya melawan kovenan Allah. Amos 

berusaha menarik suku-suku utara yang makmur dan 

materialistis dibawah pemerintahan Raja Yerobeam untuk 

bertobat sebagai satu-satunya jalan keluar dari penghakiman 

yang semakin mendekat. Dalam prosesnya kitab ini 

101 

 

menunjukkan kebencian Allah terhadap kejahatan, sebab 

kekudusanNya dan keadilanNya terpicu untuk melawan dosa 

Israel. Ia tak dapat membiarkan dosa lewat begitu saja tanpa 

ada yang dihukum. Kendati demikian, Allah akan tetap 

menyisakan remnan yang bertobat dan suatu saat mereka 

akan dipulihkan sebab  kovenan Tuhan untuk menarik segala 

bangsa kepada diriNya sendiri. 

5. Garis besar. 

 I.   Prakata : Penulis dan tema (psl. 1). 

 II.  Delapan penghakiman Amos (psl. 2). 

  A.  Atas Damsyik, Filistin dan Tirus. 

  B.  Atas Edom, Amon dan Moab. 

  C.  Atas Yehuda dan Israel. 

 III. Nubuat Amos (psl. 3-6). 

A. Malapetaka Israel. 

B. Ratapan atas Israel 

C. Teguran terhadap umat. 

D. Teguran terhadap seluruh bangsa. 

     IV.  Lima penglihatan Amos (psl. 7-8). 

A. Belalang, Api, Tali sipat. 

B. Selingan sejarah – Oposisi Imam di Betel. 

C. Bakul buah tropis 

D. Penghakiman Tuhan. 

     V.   Lima janji pemulihan bagi Israel (psl. 9). 

 

102 

 

KITAB OBAJA 

1.  Judul 

     Nama kitab diambil dari nama tokohnya yaitu Obaja. Kata 

Obaja dalam bahasa Ibrani OBEDYAH artinya ‘Hamba 

Yahwe’ atau ‘yang beribadah kepada Yahwe’. 

2.  Penulis. 

 Penulis kitab ini yaitu Obaja (1:1).  Obaja yaitu  seorang nabi 

asal Yehuda yang tidak begitu dikenal. Tidak diketahui asal-

usul dan latar belakang keluarganya. Ayahnya tidak 

dicantumkan, hal ini memberi kesan ia bukan berasal dari 

garis keturunan raja atau keluarga imam. 

3. Tahun penulisan. 

 Perode kepenulisan kitab ini berkait dengan perlawanan 

Edom terhadap Yerusalem (1:1-14). Dimana diceritakan 

bahwa Edom membantu bangsa-bangsa yang melakukan 

penyerbuan ke Yerusalem. Ada empat penyerbuan ke 

Yerusalem yang penting yaitu:  

a.  Sisak Raja Mesir selama pemerintahan Rehobeam (926 

sM) (1 Raj.  14:25-26). 

b. Filistin dan Arab selama pemerintahan Jehoram (848-841 

sM)          (2 Taw. 21:16-17). 

c. Raja Yoas raja Israel selama pemerintahan Amazia (790 

sM) (2 Raj. 14:13-14). 

d. Babilon selama periode (605-586 sM) (2 Raj. 24-256). 

103 

 

Dari penjelasan diatas maka dapat disimpulkan bahwa kitab 

ini ditulis antara tahun 926-586 sM. 

4.  Tema. 

     Tema Obaja yaitu  sebuah pengulangan konsep kebenaran 

bahwa keangkuhan datang sebelum kejatuhan. Obaja 

menyatakan bahwa Edom berada dibawah laknat sebab  

beria-ria di atas kemalangan yang menimpa Yerusalem. 

5. Garis besar 

 I.    Nubuat penghakiman Edom (1-9). 

A. Kepastian penghakiman (1-4). 

B. Kesudahan penghakiman (5-9). 

     II.   Dasar penghakiman Edom (10-14) 

A. Akibat kasih yang memudar (10). 

B. Akibat keangkuhan (11-12). 

C. Akibat kebengisan (13-14). 

      III. Waktu penghakiman Edom (15). 

      IV.  Hasil penghakiman Edom (16-19). 

      V.   Nubuat pembebasan Israel (19-21). 

 

 

KITAB YUNUS 

1.  Judul 

     Dalam bahasa Ibrani, YONAH berarti ‘merpati’. Septuaginta 

menerjemahkan kata ini kedalam bahsa Yunani menjadi 

Ionas dan Alkitab Latin Vulgata memakai  judul Jonas.  

 

2. Penulis. 

 Penulis kitab ini yaitu  Yunus Bin Amitai (1:1). Ia seorang 

nabi dari Galilea di Kerajaan Utara, Israel. 

3. Tahun penulisan 

 Dalam 2 Raj. 14:27 Yunus terkait dengan pemerintahan 

Yerobeam II di Israel (793-753 sM).  Yunus melayani sesudah 

zaman Elisa dan tepat sebelum masa Amos dan Hosea. 

Walaupun tidak ada prasasti yang menyebutkan adanya 

reformasi rohani seperti yang dilukiskan dalam kitab ini, 

selama pemerintahan Ashurdan III, memang pernah terjadi 

suatu alih kepercayaan terhadap monoteisme yang cukup 

beralasan untuk bisa dihubungkan dengan khotbah Yunus. 

Pertobatan Niniwe mungkin terjadi pada masa pemerintahan 

Ashurdan III (777-755 sM).  Dari keterangan diatas maka 

disimpulkan bahwa kitab ini ditulis antara tahun 793-753 sM. 

4. Tema. 

 Kitab Yunus dengan jelas mendemonstrasikan bahwa Allah 

kaum Ibrani : 

a. Berbelas kasihan terhadap segala bangsa di muka bumi. 

b. Berdaulat atas makluk apapun di alam semesta. 

c. Berurusan dengan persoalan manusia sekecil apapun. 

Yunus juga mendemonstrasikan bahwa pengampunan yaitu  

hak Tuhan (2:9), dan kemurahan Allah boleh ditawarkan 

kepada siapa saja yang mau bertobat atau berbalik dari 

kejahatannya serta kembali kepada hukum-hukum Allah 

 biasanya . Kitab ini juga mengkritik Yunus yang berburuk 

sangka bahwa Allah seolah-olah tidak memegang janjiNya 

untuk menghukum musuh-musuhNya. Sulit bagi sang nabi 

untuk menerima fakta bahwa Allah berhak tidak jadi 

menghukum atau menunda waktu penghukuman dan ba