lah
namun Allah namun setia kepada mereka, mereka tetap
menjadi umat pilihan Allah dan berhak atas janji-janji Allah.
Hal ini nyata dalam kehidupan bangsa Israel yang dijelaskan
dalam kedua kitab ini.
6. Garis Besar Kitab
Garis besar kitab I Tawarikh, yaitu:
a. Silsilah garis Daud (psl. 1-9)
Adam ke Abraham (1)
Abraham ke Yakub
Yakub ke Daud (2)
Yakub ke pengasingan (3)
Silsilah dua belas suku (4-8)
Penduduk Yerusalem (9)
b. Penobatan Daud (psl. 10-12)
Kematian Saul (10)
Pengangkatan Daud (11)
Perebutan Yerusalem
Pahlawan-pahlawan Daud
c. Pemerintahan Daud (psl. 13-28)
Daud dan tabut Suci (13-17)
Daud membawa tabut ke Kidon
Kemenangan raja Daud atas Filistin
Daud membawa tabut ke Yerusalem
Kerinduan Daud mendirikan Bait Suci
Peperangan raja Daud (18-20)
Sensus dan dosa raja Daud (21)
58
Pembangunan Bait Suci (22-26)
Penugasan kaum Lewi
Penugasan kelompok musisi
Penugasan penjaga gerbang
Penugasan bendahara
Penugasan para hakim
Pamong praja kerajaan (27)
Instruksi terakhir Daud (28)
d. Saat terakhir Daud (psl. 29)
Garis besar kitab II Tawarikh
a. Pemeritahan raja Israel (psl. 1-9)
Penobatan raja Salomo
Pembangunan Bait Suci
Kesohoran raja Salomo
b. Pemerintahan raja Yehuda
Raja Rehabeam
Raja Asa
Raja Yosafat
Raja Yoas
Raja Uzia .............................................Nabi Amos,
Hosea
Raja Yotam .......................................... Nabi Yesaya
Raja Ahaz ............................................ Nabi Mikha
Raja Hizkia ..........................................Nabi Hosea
59
Raja Manasye
Raja Yosia ..........................................Nabi Yeremia,
Zefanya
Raja Yoyakim ................................... Nabi Daniel
Raja Yoyakin .....................................Nabi Yehezkiel
Raja Zedekia
c. Dekrit Koresh, raja Persia (psl. 36)
Menugaskan bangsa membangun kembali Yerusalem
Memulangkan remnan untuk kembali ke Yerusalem
Kitab Ezra
1. Judul Kitab.
Dalam Tanakh kuno, Ezra dan Nehemia dianggap satu kitab
yang disebut Kitab Ezra. Sedang Josephus dalam Againts
Apiuon 1.8 dan Jerome dalam Preface to the Commentary on
Galatians juga menganggap kitab Ezra dan Nehemia itu satu
unit. Walaupun begitu Tanakh modern membagi dua yaitu :
Kitab Ezra dan Kitab Nehemia. Selain itu beberapa ahli
menyanggah Kitab Ezra dan Nehemia satu unit sebab daftar
pada Ezra 2 dan Nehemia 7 itu pada dasarnya sama, maka
sulit diterima jika daftar yang sama dicantumkan dalam satu
kitab.
2. Penulis
Kitab Ezra tidak mencantumkan penulisnya. Namun Talmud
menunjuk Ezra sebagai penulisnya. Para Pakar modern
60
setuju kalau Ezra memang penulis kitab ini dengan
memakai beragam dokumen (psl. 4:7-16), silsilah (psl.
2:1-70) dan memo pribadi (psl. 7:27 – 9:15) sebagai
sumbernya. Selain itu dari segi isi, Ezra merupakan tokoh
kunci dalam kitab ini. Hal ini mendukung bahwa Ezra penulis
kitab ini.
3. Tahun Penulisan
Berdasarkan tatabahasanya, kitab ini mirip dengan papirus
Aramaik abad kelima milik kaum Yahudi di Elephantine,
Mesir. Berdasarkan hal ini maka penulisan kitab ini pada awal
kehidupan Ezra yang sezaman dengan Nehemia (Neh. 8:1-9;
12:36). Ezra mungkin menyelesaikan kitab ini ketika peristiwa
psl. 10:17-44 tengah berlangsung di saat Nehemia tiba di
Yerusalem. Oleh sebab itu penulisan kitab ini yaitu : 457 –
444 sM.
4. Tema
Tema Kitab ini yaitu pemulihan spiritual, moral dan sosial dari
kaum Remnan yang pulang dibawah kepemimpinan
Zerubabel dan Ezra. Hal ini nyata dari isi kitab ini dimana
dalam kitab ini dipaparkan bagaimana Allah menggenapi
janjinya untuk memulangkan umatNya ke tanah perjanjian
sesudah 70 tahun di tempat pengasingan sesuai dengan
nubuatan para nabi. Hal ini dimulai dengan dekrit Koresh,
Raja Persia yang mengijinkan kaum Remnan pulang. Mereka
begitu antusias untuk membangun kembali puing-puing Bait
Suci. Namun selama 18 tahun terhambat oleh gangguan
musuh-musuh dari utara. Akhirnya dekrit Darius mengijinkan
gelombang kedua kaum Remnan untuk pulang
menyelesaikan pembangunan Bait Suci (Ezra 1 – 6). Dalam
Ezra 7-10 juga dijelaskan tentang imam Ezra yang mengajar
umat tentang hukum taurat dan mereformasi kehidupan
rohani bangsa.
5. Garis Besar
I. Pemulihan Dipimpin Zerubabel (psl. 1-6).
a. Dikeluarkannya dekrit Koresh (psl. 1).
b. Diadakannya sensus (psl. 2).
c. Dipersiapkannya rekontruksi Bait Suci (psl. 3).
d. Dihalanginya oleh pihak oposisi (psl. 4).
e. Dituntaskannya Rekontruksi Bait Suci (psl. 5-6).
II. Pembaharuan dipimpin oleh Ezra (psl. 7-10).
a. Pemulangan ke Yerusalem (psl. 7-8).
b. Pembaharuan Yerusalem (psl. 9-10).
Kitab Nehemia
1. Judul
Judul kitab ini didasarkan akan isi kitab. Dimana isi kitab ini
menceritakan tentang Nehemia, juru minum raja Persia. Kata
Nehemia artinya ‘Yahwe menghibur’.
2. Penulis.
Banyak ahli menyakini bahwa Nehemia, kolega Ezra yaitu
penulis kitab ini. Hal ini didasarkan pada psl. 1:1 yang
berbunyi: “Perkataan Nehemia bin Hakhalya” . Selain itu
pemakaian kata ganti orang pertama dalam kisah kepulangan
Bangsa Israel ke Tanah Kanaan itu menunjuk kepada
Nehemia sebagai pemimpin saat itu (psl. 1 – 7; 12:31 –
13:31).
3. Tahun Penulisan.
Berdasarkan catatan sejarah yang ada maka kitab Nehemia
ini ditulis sekitar tahun 445-425 sM. Hal ini sesuai dengan isi
kitab ini dimana peristiwanya terjadi pada tahun-tahun
ini .
4. Tema.
Tema kitab ini yaitu pemulihan spiritual, moral dan sosial
kaum Israel. Kitab ini sebenarnya melanjutkan sejarah
bangsa Yahudi yang pulang dari pengasingan. Nehemia yang
yaitu juru minum Artahsasta (Raja Persia) mengundurkan
diri untuk menjadi gubernur Yerusalem. Bersama dengan
Ezra, Nehemia mulai membangun kembali kota Yerusalem
dengan memperbaiki Tembok Yerusalem yang telah hancur.
5. Tujuan penulisan
Tujuan penulisan kitab ini yaitu untuk menunjukkan tangan
Allah yang menegakkan umatNya di atas tanah air mereka
sendiri sesudah bertahun-tahun hidup dalam pengasingan.
6. Garis besar
I. Rekontruksi tembok Yerusalem (psl. 1 – 7).
a. Persiapan rekontruksi (1-2)
b. Proses rekontruksi (3-7).
II. Reformasi umat Allah di Yerusalem (psl. 8 – 13).
a. Reformasi kovenan (8-10).
b. Rededikasi umat Kovenan (11-13).
KITAB ESTER
1. Judul
Kitab ini menganbil judul dari karakter tokohnya, yang nama
Ibraninya: Hadassah: myrtle yang kemudian diganti dengan
nama Ester (bhs Persia artinya Dewi Bintang). Namun kata
ini dalam bahasa Ibraninya artinya: ‘sembunyi’.
2. Penulis
Kitab ini tidak memberi petunjuk apa-apa tentang siapa
penulisnya. Siapapun dia, ia tentu tahu betul tentang
kebudayaan Persia. Dari isinya terdeteksi semua tanda
seseorang yang pernah berada disana, sebab ia dapat
menjelaskan banyak peristiwa sebagai layaknya saksi mata.
Mungkin saja ia orang Yahudi. Ada yang berpendapat bahwa
Ezra atau Nehemia yang menulisnya, namun tak ada bukti
otentik yang mendukung pendapat ini.
3. Tahun penulisan
Segala peristiwa yang terjadi dalam Kitab Ester, muncul juga
dalam Kitab Ezra pasal 6 dan 7, antara kepulangan pertama
yang dipimpin oleh Zerubabel dan kepulangan kedua yang
dipimpin oleh Ezra. Oleh sebab itu kemungkinan Kitab Ester
ditulis sekitar tahun 470 – 435 sM, selama tahun-tahun
terakhir kekuasaan Ahasveros (lih. 10:2-3), atau pada masa
kekuasaan putranya, Zerxes (thn. 464-424).
4. Tema
Tema kitab ini yaitu kesetiaan Allah terhadap kovenannya.
Kitab Ester mengisahkan tentang seorang gadis cantik
Yahudi yang dipilih oleh raja Persia Ahasveros untuk menjadi
ratunya. Ketika Haman berencana memusnahkan orang
Yahudi, maka Mordekai saudara sepupu Ester mencoba
menyelamatkan kaumnya melalui Ester. Dengan
mempertaruhkan nyawanya, ia memohon kepada sang raja
untuk menmyelamatkan kaum Yahudi dari tangan Haman, si
Amalek itu. Walaupun nama Allah tersembunyi dalam kitab
ini. Providensia Allah menyebar jelas dalam setiap cerita
didalamnya. Allah tetap setia pada kovenanNya dan Ia terus
membela umatNya dalam pencobaan penihilan sebuah
bangsa.
5. Garis besar
I. Malapetaka mengancam kaum Yahudi (psl. 1 – 3).
a. Pemilihan Ratu Ester (1-2).
b. Persekongkolan Haman (3).
II. Maharaja meluputkan Kaum Yahudi (psl. 4 – 10).
a. Keputusan Ester (4-5).
b. Kekalahan Haman (6-7).
c. Ketetapan Raja (8).
d. Kesemarakan Purim (9).
e. Kejayaan Mordekai (10).
KITAB – KITAB PUISI
sesudah kita melakukan survei untuk kitab-kitab sejarah,
maka selanjutnya kita akan mensurvei kitab-kitab yang
digolongkan sebagai kitab puisi. Kitab puisi ini lebih pendek
sebab hanya terdiri dari lima kitab yaitu Ayub, Mazmur, Amsal,
Pengkhotbah dan Kidung Agung. Kitab ini berisi tentang
pengalaman para penulis. Dimana kitab ini memaparkan
pengalaman nyata manusia yang mengutak-atik masalah-
masalah pelik dan mengungkapkan realita secara merata.
Khususnya pengalaman rohani kaum saleh dan beragam cara
mengatasi hidup yang berubah-rubah di bawah matahari.
Hikmat dari kata dasar bahasa Ibrani hakam tersebar
disetiap kitab puisi sebagai ciri khas yang saling melengkapi.
1. Kitab Ayub mengajarkan hikmat, bawasanya Allah yaitu
Hakim yang adil, sekalipun yang dialami manusia seperti
Ayub seakan akan tidak adil.
2. Kitab Mazmur mengajarkan hikmat untuk senantiasa taat
kepada semua perintah sesuai petunjuk hukum-hukumNya.
3. Kitab Amsal mengajarkan hikmat bahwa orang benar akan
diberkati, sedang orang fasik pasti dihukum.
4. Kitab Pengkhotbah mengajarkan hikmat bahwa pada
akhirnya akan ada penghakiman Allah.
5. Kitab Kidung Agung mengajarkan hikmat, bawasanya Tuhan
yaitu Hikmat kasih sumber segala kasih.
Tiga macam Kitab Puisi Ibrani:
1. Puisi syair lagu.
Melalui puji-pujian kepada Tuhan Pencipta dan Penebus.
Kitab Mazmur.
2. Puisi Moral agama.
Melalui pengajaran hidup penulis-penulis Amsal dan ibarat.
Kitab Amsal dan Kitab Pengkhotbah.
3. Puisi drama kehidupan.
Melalui pengalaman kebahagiaan dan penderitaan.
Kitab Ayub dan Kidung Agung.
KITAB AYUB
1. Judul
Judul kitab ini diambil dari tokoh utama yang diceritakan oleh
kitab ini yaitu Ayub. Nama Ayub berasal dari kata Ibrani IYOB
dari akar kata AYAB yang artinya ‘memusuhi’ (to be hostile
to), ‘menjadi musuh’ (to be an enemy), ‘aku ingin menjerit’ (I
will exclaim), ‘membenci’ (hatred), ‘celaka’ (the cry of woe).
Arti sesungguhnya sulit dipastikan sebab kurangnya bukti-
bukti otentik. Namun yang pasti nama Ayub mengingatkan
kita akan aib yang harus ditanggung Ayub yang saleh dan
berintegritas tinggi, sehingga ia disangka orang terkena tulah
dari Allah.
2. Penulis.
Memang tidak ada bukti yang otentik untuk menunjukkan
siapa penulis kitab Ayub. Walaupun begitu ada beberapa ahli
yang mengusulkan nama Elihu, Musa dan Salomo sebagai
penulis kitab ini. Namun dilihat dari detail yang dicatat dan
dari nama kitabnya saja kemungkinan besar bahwa Ayub
menulis autobiografinya sendiri (bdn. Yunus, Ester).
3. Tahun penulisan.
Tahun penulisan kitab Ayub ini sangat sulit untuk dijelaskan.
Walaupun begitu ada beberapa prinsip pandangan tentang
tanggal penulisan kitab Ayub. Diantaranya yaitu:
o Ayub hidup pada masa Patriakhat. Hal ini nyata dari umur
Ayub 140 tahun (42:16) umur yang langka zaman
Patriakhat, kekayaan Ayub dimana harta kekayaan
dibanding dengan jumlah ternak (1:3) merupakan tipe
khas zaman Patriakhat, seperti halnya Abraham Ishak
dan Yakub, Ayub yaitu imam dalam keluarganya (1:5),
tidak disebut-sebutnya Bani Israel atau Taurat Musa
menunjukkan masa itu sebelum Musa.
o Walaupun begitu para ahli menganggap bagian-bagian
puisi kitab Ayub (3:1 – 42:6) berasal dari waktu yang lebih
kemudian. Kemiripan kitab Ayub dengan Kitab Yeremia
(bnd. Ayb. 3:3-26 dengan Yer. 20:14-18), dengan paroan
akhir Kitab Yesaya (terutama nyanyian hamba Tuhan
yang menderita Yes. 52:13 – 53:12), dengan Mazmur 8
(bnd. Ayb. 7:17,18 dengan Maz. 8:6,7) dan dengan Ams.
8 (bnd. Ayb. 15:7,8 dengan Ams. 8:22,25) semuanya
menunjuk pada abad ke-7 sM.
Dari data-data diatas kemungkinan kitab Ayub ini ditulis
sebelum kitab Amsal namun penyusunan akhirnya
diselesaikan zaman penulisan kitab Amsal. Oleh sebab itu
Kitab Ayub ditulis tahun 700 – 600 sM.
4. Tema
Tema kitab ini yaitu tentang theodicy. Theodicy atau problem
of evil yaitu ketika kebaikan, keadilan dan kedaulatan Allah
ditantang oleh eksistensi penderitaan dan kejahatan. Kitab ini
memang membahas pertanyaan yang sudah usang :
“Mengapa orang benar menderita, kalau Allah yaitu Allah
yang penuh belas kasihan ?” Kisah ayub sengaja
mengajarkan tentang kedaulatan Allah dan kebutuhan
manusia untuk memahaminya. Ketiga sobat Ayub
memberi jawaban yang pada hakekatnya sama yaitu
semua penderitaan diakibatkan oleh dosa. Namun Elihu
menyatakan bahwa penderitaan sering terjadi untuk
memurnikan orang benar. Tujuan Allah melucuti seluruh
pembenaran diri Ayub dan membawanya ketingkat
penyerahan diri secara lebih total kepada Allah.
5. Tujuan penulisan
Selain yang sudah dijelaskan dalam points tema diatas,
tujuan kitab ini yaitu memaparkan konflik berabad-abad
antara Allah dan Satan dan menunjukkan kaitan penderitaan
akibat konflik ini. Pada akhirnya kitab ini membuntikan
kebenaran yang dicatat Rom. 8:28.
6. Garis besar.
I. Prolog : Kesengsaraan Ayub (psl. 1-2).
A. Karakter Ayub dipaparkan
B. Karakter Ayub dibahas
C. Karakter Ayub diuji – coba
1. Iman dan fasilitas
a. Allah memberi fasilitas
b. Satan mengambil fasilitas
c. Ayub mengembalikan fasilitas
2. Iman dan integritas
a. Allah menguji integritas Ayub
b. Satan merusak integriotas Ayub
c. Ayub mempertahankan integritas
II. Dialog : Ayub dan para sahabat (psl. 3-26).
A. Ratapan Ayub
B. Keluhan sahabat
1. Tanggapan Elifas
2. Tanggapan Bildad
3. Tanggapan Zofar
C. Kegelisahan sahabat
1. Komentar Elifas
2. Komentar Bildad
3. Komentar Zofar
III. Monolok : Elihu (psl. 27-41).
A. Dari Ayub ke Ayub
1. Mengingat masa silam.
2. Melihat masa sekarang
B. Dari Elihu untuk Ayub.
C. Dari Tuhan untuk Ayub
1. Dimanakah engkau ?
2. Dapatkah engkau ?
3. Siapakah yang dapat ?
IV. Epilog : Allah.
A. Penyesalan Ayub
B. Pemulihan Ayub
KITAB MAZMUR
1. Judul
Dalam Bahasa Ibrani, kitab Mazmur berjudul Tehilim atau
Sefer Tehilim (Kitab-kitab Tahlil) atau disingkat Tilim (Kidung
pujian). Septuaginta memberi nama Psalmoi (Mazmur) yaitu
lagu-lagu atau puisi-puisi yang dinyanyikan dengan iringan
musik. Kata Psalmos berasal dari psallein artinya ‘memetik
senar’ pengiring lagu.
2. Penulis
Sekalipun sebagian besar teks Mazmur tidak menunjukkan
siapa penulisnya, namun judulnya sering memberi petunjuk
tentang penulisnya. Para penulis itu diantaranya : Ethan
menulis 1 Mazmur yaitu psl. 89; Musa menulis 1 Mazmur
yaitu psl. 90; Salomo menulis 2 Mazmur yaitu psl. 72 dan
127; Korah menulis 12 Mazmur yaitu psl. 42, 44-49, 84-85,
87-88; Asaf menulis 12 Mazmur yaitu psl. 50, 73-83 dan
Daud menulis 73 Mazmur.
3. Tahun penulisan
sebab cakupan kronologis yang sangat luas, pengaturan
tema yang melebar dan banyaknya orang yang hidup dalam
beragam kondisi, kitab Mazmur merefleksikan multi-suasana
dan pengalaman yang sangat relevan bagi para pembacanya
tanpa menghiraukan di zaman apa ia hidup. Dibawah ini
dijelaskan penanggalan kitab Mazmur menurut Archer yaitu :
Mazmur 90 merupakan Mazmur pertama yang ditulis Musa
sekitar tahun 1405 sM. Mazmur Daud aslinya ditulis sekitar
tahun 1020-975 sM. Mazmur Asaf diperkirakan ditulis tahun
pada periode yang sama. Mazmur 127 ditulis pada masa
pemerintahan Salomo yaitu tahun 950 sM. Untuk Mazmur
Korah sulit untuk menentukan tahun penulisannya sebab sulit
untuk memastikan masa keturunan Korah. Namun ada
kemungkinan Mazmur ini ditulis pada masa
pengasingan.
4. Tema
Sulit untuk menggeneralisasi sebuah tema untuk kumpulan
150 Mazmur ini sebab Mazmur ini mencakup beragam
perasaan, keadaan dan tema. Namun secara keseluruhan
tema umum kitab Mazmur yaitu Ibadah, yang secara hakiki
merupakan penawar keresahan melalui respon pribadi
terhadap karya Allah. Mazmur merupakan ekspresi ibadah,
iman dan kehidupan rohani umat Israel. Dalam Mazmur, kita
punya cermin hati umat Allah yang mencatat pengalaman
manusia yang sederhana, universal, dalam pancangan
pribadi, perjanjian, rancangan dan kehadiran Allah.
5. Tujuan penulisan
Untuk mengekspresikan respon pribadi orang percaya atas
kebajikan dan anugerah Allah. Oleh sebab itu kebanyakan
Mazmur berisikan catatan isi hati pemazmur yang terdalam
tentang keputusasaan, kecemasan, atau syukur yang muncul
bahkan disaat menghadapi perlawanan dari musuh-musuh
Allah atau ketika pengalami pemeliharaan Allah.
6. Cara menafsir Mazmur.
Ada empat cara menafsir Kitab Mazmur yaitu:
o Berdasarkan latar belakang sejarah peristiwanya.
o Berkaitan dengan aspek-aspek tata ibadah Israel.
o Berhubungan dengan srtuktur dan motif penulisnya.
o Berdasarkan metode gramatika-historika, dengan
memperhatikan : penggenapan nubuatan-nubuatan
Mazmur khusus mengacu pada Yesus Kristus.
Tipikal Mesianik. Pemazmur mempunyai tipe Kristus
(34:20), namun unsur-unsur lainnya kurang sesuai.
Dalam hal ini, mungkin Yesus dan para rasulNya
mengaplikasikan ungkapan mazmur yang mirip
dengan pengalaman mereka (109:8 bnd. Kis. 1:20).
Tipologi Mesianik. Kendati para pemazmur
mendeskripsikan pengalaman pribadi, bahasa mereka
yang melampaui mereka, menjadi kenyataan historis
dalam diri Kristus secara : pertama, mesianik.
Mengacu pada keluarga Daud atau raja tertentu,
namun hanya akan mencapai puncak
penggenapannya dalam pribadi Kristus, Anak Daud
(2). Kedua, profetik. Mengacu langsung pada Kristus
tanpa acuan kepada orang lain (110).
KITAB AMSAL
1. Judul
Amsal memperoleh namanya dari isinya yaitu pepatah atau
peribahasa yang menyampaikan kebenaran dengan cara
yang ringkas dan tajam. Kata Ibrani Mashal (terjemahan
Indonesia : misal atau perumpamaan) yang juga berarti
‘paralel’ , ‘serupa’, ‘perbandingan’. Amsal merujuk pada suatu
perbandingan atau tamsil yang menggaris bawahi peribahasa
moral. Sebagai pepatah ringkas, sebuah Amsal merujuk pada
suatu antitesis. Judul ini berasal dari fakta bahwa tulisan ini
yaitu ringkasan pengajaran moral dan spiritual yang
dirancang untuk memungkinkan seseorang dapat hidup
bijaksana.
2. Penulis.
Menurut 1 Raja-raja 4:32, Salomo menggubah 3000 amsal
dan 1005 lagu. Sekalipun dia memang menulis sebagaian
besar dari kitab Amsal ini, paruh terakhir menunjukkan bahwa
dia bukan satu-satunya penulis kitab ini. Rinciannya yaitu
Salomo menulis psl. 1-24, koleksi Hizkia psl. 25-29, koleksi
Agur psl. 30 dan koleksi Lemuel psl. 31.
3. Tahun Penulisan
Sebagai Kitab Hikmat, Amsal bukanlah sebuah kitab sejarah
namun lebih kepada hasil karya sekolah hikmat di Israel.
Amsal-amsal Salomo ditulis sebelum wafatnya di tahun 931
sM dan koleksinya disimpan para juru tulis Raja Hizkia sekitar
tahun 700 sM. Sedang Amsal yang lain juga ditulis sekitar
tahun ini . Oleh sebab itu kitab Amsal ini ditulis tahun
950 – 700 sM.
4. Tema
Tema dari kitab ini yaitu hikmat untuk hidup melalui
pengajaran khusus dalam setiap persoalan hidup: kebebalan,
dosa, kebaikan, kesehatan, kemiskinan, lidah, kesombongan,
kerendahan hati, keadilan, keluarga, dendam, perselisihan,
keserakahan, kasih, kemalasan, sahabat, kehidupan dan
kermatian. Tidak ada kitab selain Amsal yang lebih praktis
dalam menyampaikan hikmat hidup sehari-hari.
Tesis : “Takut akan Tuhan yaitu awal hikmat” (1:7; 9:10).
Absennya takut akan Allah menuju pada kebebalan hidup
tanpa kendali. Takut akan Tuhan artinya ‘berdiri takjub sebab
karakterNya dan kekuasaanNya yang kudus’. Pada saat
bersamaan, Amsal menunjukkan bahwa hikmat sejati
mengarahkan pembaca pada takut akan Tuhan (2:1-5).
5. Hikmat dalam Kitab Amsal.
Dalam Amsal 8 hikmat dipersonifikasikan sebagai spirit
(ruach) hikmat (hokmah). Ia tidak diciptakan, sebab sejak
semula ia telah bersama-sama dengan Tuhan. Psl. 8:22
berbunyi “ Tuhan telah menciptakan aku sebagai permulaan
pekerjaanNya, sebagai perbuatanNya yang pertama-tama
dahulu kala.” Kata yang digunakan untuk ‘menciptakan’
bukanlah kata bara (menciptakan) atau asa (membuat)
melainkan qanah yang artinya ‘lebih merujuk pada memiliki’,
mendapatkan atau mengupayakan ukuran standart
(kanon/ruler) hikmat untuk memulai segala sesuatu pada
mulanya. Pengertian ini menunjukkan bahwa hikmat itu sudah
ada sejak kekal sebagai standart pengukur pekerjaan Allah
sumber hikmat itu.
Hikmat itu bersifat ilahi (8:22-31)
Hikmat itu sumber kehidupan (3:18; 8:35-36).
Hikmat itu benar dan pengukur moral (8:8-9).
Hikmat itu tersedia bagi yang mau menerimanya (8:1-6)
Hikmat itu didalam Kristus ‘sebab dalam Dialah
tersembunyi seluruh harta hikmat dan pengetahuan’ (Kol.
2:3).
KITAB PENGKHOTBAH
1. Judul.
Nama Pengkhotbah berasal dari judul yang diberikan oleh
Septuaginta. Istilah Yunani: ecclesiastes, berarti
‘perhimpunan’ yang berasal dari kata ekklesia yaitu yang
dipanggil keluar untuk berhimpun bersama (kaum beriman).
Judul Ibrani Qoheleth berarti ‘seseorang yang berbicara
dalam suatu qahalayak ramai’ yang biasanya disebut
‘pengkhotbah’.
2. Penulis.
Ada dua pendapat tentang siapa penulis kitab ini yaitu:
Memakai bukti eksternal, dimana tradisi Yahudi mengakui
bahwa Salomo penulis kitab ini. Hal ini juga didukung oleh
bukti internal dimana penulis selalu merujuk kepada
Salomo. Diantaranya yaitu : penulis memperkenalkan
dirinya sebagai ‘Anak Daud, raja di Yerusalem’ (1:1).
Porsi hikmatnya tak ada tandingannya (1:16 bnd. 1 Raj.
4), kekayaannya tak habis-habisnya (2:7), dan
pembangunan yang tak henti-hentinya (2:4-6) seluruhnya
memberi kesan bahwa hanya orang sekaliber Salomo
sajalah yang sanggup melakukannya.
Pendapat kedua menyanggah pendapat diatas, dengan
menunjukkan bahwa kitab Pengkhotbah mempunyai gaya
bahasa abad 5 sM yang tidak sezaman dengan Salomo,
misalnya adanya pengaruh bahasa Aramaik serta adanya
pinjaman kata-kata asal Persia, ditambah lagi dengan
kegiatan-kegiatan agamis yang baru muncul di Palestina
sekitar abad 2 sM, di tengah-tengah gejolak isme-isme
dan perilaku hidup yang dipaparkan Pengkhotbah.
Menurut bahasa Ibrani yang digunakan oleh Ezra-
Nehemia (abad 5 sM), maka Pengkhotbah tidak
dimungkinkan menuliskannya lebih dini dari abad 4 sM.
Belum lagi ada kesan yang seakan menunjuk si penulis
bukan seorang raja, sehingga ia tak dapat mengambil
keputusan dalam pengadilan (3:16).
Dari kedua pendapat diatas, pendapat pertama lebih banyak
dianut oleh para ahli, sebab alasannya lebih dapat
dipertanggung jawabkan.
3. Tahun Penulisan.
Menurut tradisi Yahudi, Salomo menulis Kitab Pengkhotbah
pada masa tuanya, seakan mengungkapkan penderitaan
orang lanjut usia (bnd. 12:1). Ada kemungkinan, Kitab
Pengkhotbah merupakan catatan jurnal penyesalan Salomo
dan pertobatannya dari penyelewengan imoralitasnya yang
tercatat dalam 1 Raj. 11. Kitab Pengkhotbah mungkin saja
ditulis antara menjelang kematian Salomo hingga kerajaannya
terbagi dua yaitu tahun 1000 – 900 sM.
4. Tema.
Tema kitab Pengkhotbah yaitu kesia-siaan hidup yang
terpisah dari Allah. Hal itu nyata dalam :
Hidup tanpa Allah sia-sia saja. Pengkhotbah mencoba
menjelaskan bahwa keberhasilan dan kebijaksanaan
manusiawi itu akhirnya akan sia-sia jika tanpa Allah.
Pengkhotbah menegaskan bahwa tidak semua kenyataan
hidup dapat seutuhnya terpahami, yang berarti kita harus
hidup dengan mata rohani bukan mata jasmani. Oleh
sebab itu kunci hidup yaitu takut akan Allah dan takluk
kepada hukum-hukumnya.
Pengkhotbah menunjukkan bahwa manusia yang
meninggalkan Tuhan akan menemukan hidup yang
hampa dan kekecewaan.
5. Garis besar.
I. Pendahuluan.
A. Permasalahan hidup dipaparkan (psl. 1-2).
1. Kefanaan lingkaran kehidupan
2. Kefanaan hikmat manusia
3. Kefanaan kesukaan dan kekayaan
4. Kefanaan materialisme
5. Kesimpulan
B. Perencanaan Allah yang kekal (psl. 3).
1. Ia menetapkan peristiwa kehidupan
2. Ia menetapakan kondisi kehidupan
3. Ia menghakimi semua
4. Kesimpulan
C. Kefanaan keadaan hidup (psl. 4-5).
1. Kekuasaan kejahatan
2. Kefanaan kerja keras
3. Kefanaan kesuksesan politik
4. Kefanaan kepercayaan manusia
5. Kefanaan kepercayaan manusia
6. Kesimpulan.
D. Kefanaan hidup secara keseluruhan (psl. 6).
1. Kekayaan tak akan memuaskan
2. Kematian lebih baik dari pada kehidupan
3. Kerja keras tak akan memuaskan
E. Nasihat untuk hidup dalam kefanaan (psl. 7-12).
1. Nasihat mengingatkan akan kejahatan manusia
2. Nasihat mengingat akan providensia Allah
3. Nasihat mengingat ketidakpastian hidup
4. Nasihat mengingat proses penuaan hidup
II. Penutup
KITAB KIDUNG AGUNG
1. Judul
Berkaitan dengan judul kitab ini Ryrie menulis: kitab ini diberi
judul dengan beberapa cara: Judul Ibraninya diayat 1, Kidung
dari segala Kidung yang artinya ‘paling indah atau kidung
terindah’. Judul Inggrisnya juga diambil dari ayat 1, Kidung
Salomo yang menunjuk sang penulis dan canticles (Latin)
yang artinya ‘kidung pujian’.
2. Penulis
Kendati ada beberapa kritikus menolak Salomo sebagai
penulis sebab pengartikan of Salomo pada pasal satu ayat
satu, bukan dalam pengertian “oleh Salomo” melainkan
“tentang Salomo”, bukti internal mendukung pendapat
tradisional bahwa Salomo yaitu penulisnya. Isi kitab yang
senada dengan segala sesuatu yang kita ketahui tentang
hikmat Salomo, menyulitkan mereka yang tidak mengakui
Salomo sebagai Sang penulis. Nama Salomo disebut tujuh
kali (1:1,5; 3:7,9,11; 8:11,12), dan dia diidentifikasi sebagai
mempelai laki-laki.
3. Tahun penulisan
Kidung Agung ini ditulis mungkin pada awal karir
pemerintahan Salomo sekitar tahun 965 sM. Saat itu,
Salomo baru mempunyai 60 istri dan 80 selir (6:8).
Selanjutnya 700 istri dan 300 selir (1 Raj. 11:3).
82
4. Tema
Tema kitab ini yaitu cinta kasih. Hal ini nyata dari isi kitab
Kidung Agung yang yaitu kidung cinta yang penuh dengan
beragam metafora dan ibarat yang dirancang untuk
melukiskan cara pandang Allah tentang kasih dan
pernikahan: keindahan cinta suami-istri.
5. Garis besar
I. Judul Kidung cinta
II. Jatuh cinta (1-3)
III. Bersatu dalam cinta kasih (3-5)
IV. Bergumul dalam cinta kasih (5-7)
V. Dewasa dalam cinta kasih (7-8).
KITAB – KITAB NABI BESAR
sesudah kita mempelajari kitab puisi maka dibawah ini
akan kita pelajari kitab-kitab yang digolongkan sebagai kitab
nabi-nabi. Kitab nabi-nabi ini menceritakan tentang kehidupan
para nabi sebagai utusan Allah untuk Israel. Menurut 1 Sam. 9:9
para nabi Israel awalnya disebut ro’eh (pelihat) yaitu seseorang
yang bisa melihat hal-hal diluar alam penglihatan atau
pendengaran biasa. Istilah lain dari etimologi sejenisnya yaitu
hozeh atau “seseorang yang melihat secara supranatural” (2
Sam. 24:11). Belakangan pelihat Ibrani lebih umum disebut
nabhi. Nama ini dikaitkan dengan akar kata nabu (Akadia),
“memanggil atau memberitakan”, “yang dipanggil Allah” secara
pasif, atau “pemberita” secara aktif. Kata nabi yang berasal dari
kata Ibrani navi secara hakiki berarti ‘seorang juru bicara resmi
(yang diberi otoritas berbicara)’. Pengertian ini diambil dari
etimologi yang tidak jelas sumbernya, namun dipakai dalam tiga
perikop Perjanjian Lama yaitu Kel. 6:28 – 7:2, Bil. 12:1-8, dan Ul.
18:9-22.
Kitab nabi-nabi dalam kitab Perjanjian Lama terbagi
dalam dua golongan yaitu Kitab nabi-nabi besar dan Kitab nabi-
nabi kecil. Dibawah ini akan dijelaskan introduksi kitab yang
digolongkan sebagai kitab nabi-nabi besar. Diantaranya yaitu:
84
KITAB YESAYA
1. Judul
Nama Yesaya diambil dari nama penulis yang menyusun
kitabnya dibawah inspirasi Roh Kudus. Nama Ibrani,
YESAYAHU yang berarti “Yahweh yaitu keselamatan”,
cocok dengan ringkasan unggulan tema dan isi kitab ini.
2. Penulis.
Penulis kitab ini yaitu Yesaya bin Amos. Buktinya yaitu:
Dalam Yes. 1:1 dijelaskan bahwa Yesaya yang mendapat
penglihatan yag akhirnya dituliskan menjadi Kitab Yesaya.
Kitab Yesaya yang dikutib dalam kitab Perjanjian Baru
selalu dikaitkan dengan nabi Yesaya. Misalnya: Kutiban
psl. 40-66 yang tercatat dalam Mat. 3:3; 12:17-21; Luk.
3:4-6; dll.
3. Tahun penulisan.
Yesaya memiliki rentang waktu pelayanan yang sangat
panjang. Pelayanannya dimulai menjelang akhir masa
pemerintahan Raja Uzia (790-739 sM), berlanjut selama
pemerintahan raja Yotam (739-731 sM), Raja Ahaz (731-715
sM) dan Hizkia (715-686 sM). Dia meloncati beberapa tahun
masa Hizkia sebab Yes. 37:38 mencatat kematian Sanherib
pada 681 sM. Raja Hizkia digantikan oleh anaknya yang
lalim, Raja Manasye yang membuang ibadah kepada Yahwe
dan sudah tentu melawan tugas Yesaya. Dari keterangan di
atas maka kitab Yesaya ditulis antara tahun 740 – 680 sM.
4. Tema.
Tema kitab Yesaya yaitu keselamatan yaitu dari Yahwe.
Hal ini nampak dari istilah keselamatan yang muncul sekitar
26 kali dalam Yesaya. Oleh sebab itu Yesaya suka disebut
nabi penginjil sebab ia banyak berbicara mengenai
keselamatan dan karya penebusan mesias. Kitab ini banyak
menyebutkan tentang pribadi dan karya Mesias dibanding
kitab-kitab Perjanjian Lama lainnya.
5. Garis besar.
I. Nubuat penghukuman (psl. 1-39).
A. Nubuat melawan Yehuda (1-12).
1. Penghukuman Yehuda
2. Pengutusan nabi
3. Penantian Mesias
B. Nubuat melawan bangsa-bangsa (13-23).
1. Babel, Asyur, Filistin
2. Moab, Damsyik, Etiopia
3. Mesir, babel, Edom
4. Arab, Yerusalem, Tirus
C. Nubuat datangnya hari Tuhan (24-27).
1. Masa penganiayaan
2. Masa pendamaian
D. Nubuat atas Israel dan Yehuda (28-35).
1. Laknat atas Samaria
2. Laknat atas Yehuda
3. Menantikan Mesias
4. Menantikan kerajaanNya
E. Nubuat atas Sanherib (36-39).
1. Kenistaan Asyur.
2. Kebenaran Allah
3. Ancaman Asyur
4. Kemenangan atas Asyur
5. Kebodohan Hizkia
III. Nubuat Pendamaian (psl. 40-66).
A. Nubuat tentang penebusan Israel
B. Nubuat tentang penyelamatan Israel.
1. Kemuliaan hamba yang menderita
2. Pemulihan masa depan Israel.
KITAB YEREMIA
1. Judul
Kitab ini mengambil judul dari nama penulisnya yaitu Yeremia
yang berasal dari kata Ibrani YIRME-YAHU yang artinya
‘Yahwe menetapkan atau Yahwe meninggikan’. Dilihat dari
kata kerjanya rama arti harafiahnya yaitu ‘Tuhan
melemparkan’ baik dalam pengertian meletakkan fondasi
atau pun ‘melemparkan’ sang nabi kedalam dunia yang keji
atau ‘dilempar’ ke bawah untuk ‘menghakimi bangsa-bangsa’.
2. Penulis
Penulis kitab ini yaitu Yeremia bin Hilkia (psl. 1:1). Ia
berasal dari salah satu kota imam di Anatot tanah Benyamin.
Ia mendiktekan nubuat-nubuatnya kepada Baruk juru tulisnya,
kecuali psl. 52. Yeremia dicap sebagai nabi yang suka
menangis (9:1; 134:17). Ia juga nabi yang sendirian, sebab
demi pelayanannya ia tidak boleh menikah (16:2). Semula ia
enggan menjalankan tugasnya sebagai nabi sebab merasa
usianya masih muda (1:6), namun akhirnya ia malah
membuktikan komitmennya yang konstan dalam
menyuarakan suara kenabian dan nubuat-nubuat
penghakiman Allah atas Yehuda yang telah menyimpang jauh
dari Tuhan. Ia rela ditolak, dipenjarakan,. dipukuli dan bahkan
hampir dibunuh (11:189-23; 18:18; 20:1-3; 37:11 – 38:28).
3. Tahun penulisan
Kitab Yeremia ini ditulis kira-kira tahun 627 – 585 sM. Saat
pelayanan di Yerusalem. Nabi Yeremia ini sezaman dengan
Zefanya, Habakuk dan Yeheskiel. Nabi Yeremia merupakan
nabi terakhir di Yerusalem. Tidak ada yang tahu pasti
bagaimana masa akhir hidupnya, namun menurut tradisi
Yahudi Yeremia mati dibunuh ketika ia berada di Mesir (bnd.
Ibr. 11:37).
4. Tema.
Tema kitab Yeremia yaitu penghakiman dan pemulihan.
Dimana dalam kitab ini dijelaskan tentang keseimbangan
antara pengumuman penghakiman (bagian pembukaan) dan
pengharapan pemulihan (bagian penutup). Memang saat itu
situasi Yerusalem penuh dengan konflik dimana banyak
pelanggaran yang dilakukan khususnya penyembahan
kepada berhala (22:9; 32:29). Namun Yeremia tetap
mengasihi umat Yehuda dan tetap mendoakan mereka
(14:7,20).
5. Garis besar.
I. Pengutusan Yeremia (psl. 1).
A. Panggilan
B. Peneguhan
II. Nubuat atas Yehuda (psl. 2-45).
A. Penghukuman atas Yehuda
1. Dosa dan hukuman
2. Periuk pecah di tangan penjunan
3. Raja-raja dan nabi-nabi palsu
4. Pengasingan Yehuda
B. Penolakan terhadap Yeremia
1. Reaksi Yehuda
2. Nasehat Yeremia
C. Pengharapan pemulihan
D. Kejatuhan Yerusalem
III. Nubuat atas bangsa lain (psl. 46-51).
A. Mesir dan Filistin
B. Moab dan Amon
89
C. Edom dan Damsyik
D. Arab dan Babel.
IV. Nasib umat Tuhan (psl. 52).
A. Nasib Yerusalem
B. Nasib umat.
KITAB RATAPAN
1. Judul
Judulnya terdapat pada kata pertama di pasal pertama di ayat
pertama kitab ini : AIKAH (“Bagaimana !” atau “Akh !”). Dilihat
dari pokok permasalahannya, kitab ini juga disebut Qinot atau
ratapan-ratapan menurut Septuaginta dan Vulgata.
2. Penulis.
Penulis Kitab Ratapan memang tak disebut namanya, namun
ada dua bukti yang menunjukkan bahwa Yeremia sebagai
penulis kitab ini. Bukti itu yaitu
Bukti eksternal. Konsensus tradisi Yahudi merujuk kitab
ini ditulis oleh Yeremia. Septuaginta menunjuk Yeremia
sebagai nabi yang meratapi penawanan dan penhancuran
Yerusalem.
Bukti internal. Penulis yaitu saksi mata pengepungan
Yerusalem dan kejatuhannya yang terlukis jelas dalam
kitab ini (1:134-15; 2:6-9; 4:1-12). Selanjutnya ada frase
yang serupa dalam Kitab Yeremia dan kitab Ratapan
(mis. Putri dari) (lih. 2 Taw. 35:25).
3. Tahun penulisan
Kitab ini ditulis sesudah kejatuhan Yerusalem yang selesai
tahun 586 sM dan masa-masa pembuangan. Oleh sebab itu
tahun penulisannya kira-kira 586-585 sM.
4. Tema.
Tema utama kitab ini yaitu ratapan dan berkabung atas
kesengsaraan bangsa Yehuda yang telah jatuh dalam dosa
dan kerusakan kota suci dan bait suci yang begitu
memilukan. Tuntutan penghakiman Allah atas dosa Yehuda
telah dijatuhkan. Nabi berseru kepada bangsa yang dihukum
bahwa Allah yaitu adil dan benar dalam tindakanNya.
sebab itu mereka dihimbau untuk menaklukkan diri mereka
dibawah tangan kemurahanNya disertai dengan pertobatan
yang sungguh.
Yahwe memang telah mencurahkan murkaNya, namun
sebab kemurahanNya, Ia tetap setia terhadap kovenanNya.
Tak berkesusdahan kasih setia Tuhan, tak habis-habis
rahmatNya. Selalu baru setiap pagi, besar kesetiaanMu
(3:22-23).
5. Garis besar
Pasal 1 : Dosa yang menghancurkan Yerusalem
Pasal 2 : Dosa yang dihukum Allah
Pasal 3 : Dosa yang memicu ratapan nabi
Pasal 4 : Dosa yang mengakibatkan penderitaan
Pasal 5 : Dosa memohon pengampunan dosa.
KITAB YEHEZKIEL
1. Judul.
Kitab Yehezkiel juga memperoleh judul dari nama penulisnya.
YEH’ZKE’L artinya ‘Yahwe menguatkan’.
2. Penulis.
Penulisnya yaitu Imam Yehezkiel bin Buzi yang menerima
panggilan sebagai nabi ketika berada di pengasingan di
Babel (1:1-3). Jabatannya sebagai nabi terfokus pada
keprihatinannya pada bait suci, keimaman, korban dan
kemuliaan Allah. Kita mengenal Yehezkiel seluruhnya dari
tulisannya sendiri. Dia menikah (24:15-18), tinggal dirumah
sendiri (bnd. 3:24; 8:1) dan dengan sesama tawanan memiliki
kehidupan yang relatif bebas.
3. Tahun penulisan
Kitab Yehezkiel berisi banyak tanggal sehingga nubuatan-
nubuatannya dapat ditentukan waktunya lebih akurat. Hampir
semua almanak dalam kitab ini menunjukkan waktu Yehezkiel
menerima firman Tuhan. Almanak lainnya yaitu kedatangan
utusan yang melaporkan kejatuhan Yerusalem (33:21). Ketika
ia menerima panggilannya sebagai nabi sekitar tahun 593
sM, Yehezkiel aktif selama 22 tahun. Nubuat terakhir
diterimanya sekitar tahun 571 sM. Oleh sebab itu kitab ini
ditulis antara tahun 593-571 sM.
4. Tema.
Tema kitab ini yaitu kejatuhan sebab dosa. Kejatuhan
Yerusalem dan pengasingan Babel merupakan ukuran yang
dibutuhkan untuk menunjukkan anugerah Allah bila Ia harus
mendisiplin umatNya yang tidak taat dan merebut mereka
kembali dari kemurtatan. Suatu hari kelak Yahwe akan
memulihkan umatNya yang bertobat dan menegakkan
mereka kembali kedalam kemuliaan theokrasi di akhir zaman.
Pelayanan Yehezkiel yaitu mengingatkan umat, sebelum
mereka diasingkan dan meyakinkan mereka akan perjanjian
kovenan Allah yang tidak berubah.
5. Garis besar.
I. Pengutusan dan pemanggilan Yehezkiel (psl. 1-3)
A. Yehezkiel melihat kemuliaan Allah
B. Yehezkiel diutus memberitakan Firman Tuhan.
II. Penghakiman atas Yerusalem dan Yehuda (psl. 4-24).
A. Empat tanda datangnya penghakiman.
B. Dua pemberitahuan datangnya penghakiman
C. Empat nubuat melalui penglihatan
D. Kepastian datangnya penghaliman
III. Nubuat melawan bangsa lain (psl. 25-32).
A. Amon dan Moab
B. Edom dan Filistin
C. Tirus dan Sidon
IV. Nubuat pemulihan bani Israel (psl. 33-48).
A. Kembalinya Israel ke tanah perjanjian
B. Pemulihan Israel dalam Kerajaan Baru.
KITAB DANIEL
1. Judul
Kitab ini diberi judul sesuai dengan nama penulisnya. Kata
DANI’EL artinya ‘Allah yaitu Hakimku’. Dalam Septuaginta,
Daniel menjadi basis judul dalam bahasa Latin, Inggris dan
Indonesia.
2. Penulis
Para ahli setuju bahwa penulis kitab ini yaitu Daniel. Hal ini
nyata dari isi kitab Daniel. Dalam Dan. 12:4 dan 7:2
dijelaskan bagaimana Daniel menerima penglihatan yang
akhirnya dituliskan menjadi sebuah kitab yaitu kitab Daniel.
3. Tahun penulisan
Jikalau kitab ini ditulis oleh Daniel maka kitab ini ditulis Daniel
pada masa pembuangan di babel yaitu antara tahun 605 –
537 sM.
4. Tema
Tema kitab Daniel yaitu kuasa kedaulatan Allah sebagai
Allah sejati yang menghancurkan kuasa dunia yang
memberontak dan yang setia menyertai umat kovenanNya,
sesuai imannya yang kokoh. Kitab Daniel ditulis untuk
menguatkan kepercayaan kaum Yahudi yang diasingkan.
Allah yang berdaulat mempunyai rancangan tersendiri untuk
bangsa Israel selama dan sesudah masa dominasi bangsa-
bangsa kafir. Ini yaitu masa bangsa kafir yang dimulai dari
pengasingan di babel, yang akan berakhir dengan
ditegakkannya kerajaan Mesias sebagai batu yang tidak
diolah tangan manusia, yang menjadi gunung besar yang
memenuhi seluruh bumi (2:34-35, lih. 7:13-14).
5. Garis besar
I. Sejarah pribadi Daniel (psl. 1).
A. Pengasingannya di Babel
B. Kesetiaannya di Babel.
C. Reputasinya di Babel.
II. Nubuat buat bangsa-bangsa (psl. 2-7).
A. Mimpi Nebukadnesar : Patung Besar (2).
B. Tungku api : pelajaran iman (3).
C. Penglihatan Nebukadnesar : pohon besar (4).
D. Pesta Belshazar : Tulisan di dinding (5).
E. Dekrit Darius : Daniel di gua singa (6).
F. Penglihatan Daniel : empat maklhuk (7).
III. Nubuat buat bangsa Israel (psl. 8-12).
A. Penglihatan Daniel : Domba (8).
B. Nubuat Daniel : “70 Minggu” (9).
C. Panorama Daniel : Israel yang akan datang (10-12).
KITAB – KITAB NABI KECIL
sesudah kitab mempelajari kitab nabi-nabi besar maka kita
akan mempelajari kitab nabi-nabi kecil. Nama kitab nabi-nabi
kecil berasal sejak masa Augustinus (akhir abad ke-4). Disebut
kecil atau minor sebab lebih singkat dibanding dengan kitab
nabi-nabi besar. Kitab nabi-nabi kecil ini terdiri dari dua belas
kitab. Dibawah ini akan dijelaskan introduksi dari setiap kitab.
KITAB HOSEA
1. Judul
Judul kitab menurut nama penulisnya yaitu Hosea. Hosea ini
merupakan salah satu nabi di kerajaan utara. Nama Hosea
ini menarik sebab nama Hosea, Yosua dan Yesus diambil
dari akar kata ibrani yang sama yaitu HOSHEA artinya
‘keselamatan’. Sebagai utusan Allah Hosea menawarkan
keselamatan kepada bangsanya jika mereka berbalik dari
penyembahan berhala kepada Tuhan.
2. Penulis.
Berdasarkan Hos. 1:1 maka dapat disimpulkan bahwa kitab
ini merupakan Firman Tuhan yang ditujukan kepada Hosea.
Oleh sebab itu para ahli setuju bahwa Hosea yaitu penulis
kitab ini.
3. Tahun penulisan
Menurut Hos. 1:1, Hosea melayani pada masa pemerintahan
raja-raja Yehuda: Raja Uzia (767-739 sM), Raja Yotam (739-
731 sM), Raja Ahaz (731-715 sM) dan raja Hizkia (715-686
sM) serta pemerintahan raja Israel: Raja Yeroboam II (782-
752 sM). Oleh sebab itu kemungkinan kitab ini ditulis tahun
782-686 sM.
4. Tema
Kitab Hosea ditulis untuk mendemontrasikan betapa besar
dan tak putus-putusnya kasih setia Allah bagi Israel, umat
pilihanNya yang terus menerus menyeleweng dengan ilah-
ilah lain. Melalui pengalaman pernikahan Hosea, kitab ini
menunjukkan betapa hati Allah yang penuh kasih setia,
senantiasa rindu memberkati umatNya dengan menyediakan
segala sesuatu yang mereka mereka perlukan. Demi
mempertahankan tujuan ini , tema Hosea merupakan
saksi kuat melawan kerajaan Utara, sebab kerajaan ini telah
tidak setia terhadap kovenan mereka dengan Tuhan,
sebagaimana tercatat dalam kitab ini dengan membeberkan
rusaknya moral “istrinya” baik secara publik maupun pribadi.
Bersama itu pula sang nabi menghimbau agar bangsanya
bertobat dan kembali dengan hati remuk kepada Allah
mereka yang panjang sabar. Hal ini dinyatakan dari sudut
pandang kasih Yahwe kepada Israel sebagai anak-anak
kesayanganNya dan sebagai istri kovenanNya.
5. Garis besar
I. Pendahuluan (1:1).
II. Pernikahan Hosea (1-3)
A. Keadaan keluarga nabi Hosea (1)
1. Pernikahan Hosea: ketidaksetiaan Israel
2. Anak-anak Hosea: penghakiman Israel.
3. Masa depan Israel: pemulihan Israel.
B. Pemulihan melalui penghukuman (2).
1. Hukuman Tuhan atas Israel
2. Pemulihan Tuhan atas Israel.
C. Pemulihan pernikahan Hosea (3).
1. Perintah ilahi
2. Respon ketaatan Hosea
3. Keterangan lukisan
III. Pemberitaan Hosea (psl. 4-14).
A. Acungan tangan Tuhan atas Israel (4-6)
1. Menyingkap pelanggaran Israel.
2. Menyerukan penghakiman Israel
3. Menubuatkan pemulihan Israel.
B. Perlawanan Tuhan atas Israel (7-11).
1. Kesalahan dan penghukuman Israel.
2. Kasih setia dan belas kasihan Tuhan
C. Penanganan Tuhan melawan Israel (12-14).
1. Pendakwaan
2. Penuntutan.
KITAB YOEL
1. Judul.
Dalam bahasa Ibraninya YOEL berarti “Yahwe-Allah”. Nama
ini sangat sesuai dengan pemberitaan Yoel yang
menegaskan bahwa Allah yaitu yang berdaulat, pemilik
seluruh ciptaan dan seluruh bangsa di muka bumi, yang
harus tunduk dibawah kontrol kuasaNya sebagai Allah
sejarah.
2. Penulis.
Seperti tercantum pada psl. 1:1, penulisnya yaitu Yoel
artinya ‘Yahwe yaitu Allah’. Kita tidak dapat informasi lain
tentang dirinya kecuali nama ayahnya yaitu Petuel (1:1).
3. Tahun penulisan
Dalam Alkitab memang tidak disebutkan secara rinci tentang
masa penulisan kitab ini. Namun dilihat dari segi isinya maka
kitab ini menceritakan masa-masa pra-pengasingan ke Babel
(lih. nubuatan Yoel 3:2b; 1:9; 1:15; 2:1-11). Oleh sebab itu
tahun penulisan kitab ini yaitu antara tahun 835 – 400 sM.
4. Tema
Tema kitab ini yaitu Peringatan untuk bertobat. Dimana Yoel
memakai bala kelaparan dan serbuan belalang yang
menyerang Yehuda secara mendadak, sebagai obyek
pelajaran untuk memperingatkan serangan mendatang
terhadap Israel, pada Hari Tuhan. Secara kilat, dalam
99
hitungan jam, setiap pucuk tanaman habis ludes. Jika bangsa
ini bertobat dan kembali kepada Tuhan, Allah akan
memulihkan hubunganNya dengan Israel dan akan
memberkatinya.
5. Garis besar
I. Hari Tuhan dalam sejarah (psl. 1).
A. Datangnya belalang.
B. Datangnya kemarau.
II. Hari Tuhan dinubuatkan (psl. 2-3).
A. Hari Tuhan mendekat
1. Nubuat serangan atas Yehuda.
2. Kondisi keselamatan Yehuda.
B. Hari Tuhan menjelang.
1. Peristiwa akhir sebelum hari Tuhan.
2. Peristiwa hari Tuhan.
a. Penghakiman bangsa-bangsa.
b. Penghakiman Yehuda.
KITAB AMOS
1. Judul
Nama kitab ini diambil dari nama tokohnya. Nama Amos
dalam bahasa Ibraninya berarti ‘beban’ atau ‘pemikul beban’
yang cocok dengan beban yang ditanggungnya. Sekalipun ia
berasal dari Yehuda (bukan Israel), ia diberi beban untuk
100
menyampaikan peringatan menentang dosa-dosa mereka
yang ada di Israel.
2. Penulis.
Kitab ini ditulis oleh Amos (lih. 1:1; 7:14; 7:10). Amos yaitu
seorang peternak dan petani. Ia pemungut buah ara di hutan.
Ia berasal dari Tekoa, yang terletak dekat Betlehem sekitar
10 mil di selatan Yerusalem.
3. Tahun penulisan.
Amos memberitahukan pembacanya bahwa ia hidup pada
zaman Uzia raja Yehuda (790-739 sM) dan zaman Yerobeam
bin Yoas raja Israel (793-753 sM), dua tahun sebelum gempa
bumi (1:1). Oleh sebab itu kitab ini ditulis kira-kira tahun
760-750 sM
4. Tema.
Tema kitab ini yaitu Penghakiman dan Pengharapan. Nubuat
yang disampaikan Amos bernada penghakiman, yang diakhiri
dengan kata-kata pengharapan. Amos mengingatkan bahwa
Tuhan Allah yang berdaulat akan datang sebagai pejuang
yang menghakimi bangsa-bangsa yang telah memberontak
terhadap otoritasNya. Israel secara khusus akan dihukum
sebab pelanggarannya melawan kovenan Allah. Amos
berusaha menarik suku-suku utara yang makmur dan
materialistis dibawah pemerintahan Raja Yerobeam untuk
bertobat sebagai satu-satunya jalan keluar dari penghakiman
yang semakin mendekat. Dalam prosesnya kitab ini
101
menunjukkan kebencian Allah terhadap kejahatan, sebab
kekudusanNya dan keadilanNya terpicu untuk melawan dosa
Israel. Ia tak dapat membiarkan dosa lewat begitu saja tanpa
ada yang dihukum. Kendati demikian, Allah akan tetap
menyisakan remnan yang bertobat dan suatu saat mereka
akan dipulihkan sebab kovenan Tuhan untuk menarik segala
bangsa kepada diriNya sendiri.
5. Garis besar.
I. Prakata : Penulis dan tema (psl. 1).
II. Delapan penghakiman Amos (psl. 2).
A. Atas Damsyik, Filistin dan Tirus.
B. Atas Edom, Amon dan Moab.
C. Atas Yehuda dan Israel.
III. Nubuat Amos (psl. 3-6).
A. Malapetaka Israel.
B. Ratapan atas Israel
C. Teguran terhadap umat.
D. Teguran terhadap seluruh bangsa.
IV. Lima penglihatan Amos (psl. 7-8).
A. Belalang, Api, Tali sipat.
B. Selingan sejarah – Oposisi Imam di Betel.
C. Bakul buah tropis
D. Penghakiman Tuhan.
V. Lima janji pemulihan bagi Israel (psl. 9).
102
KITAB OBAJA
1. Judul
Nama kitab diambil dari nama tokohnya yaitu Obaja. Kata
Obaja dalam bahasa Ibrani OBEDYAH artinya ‘Hamba
Yahwe’ atau ‘yang beribadah kepada Yahwe’.
2. Penulis.
Penulis kitab ini yaitu Obaja (1:1). Obaja yaitu seorang nabi
asal Yehuda yang tidak begitu dikenal. Tidak diketahui asal-
usul dan latar belakang keluarganya. Ayahnya tidak
dicantumkan, hal ini memberi kesan ia bukan berasal dari
garis keturunan raja atau keluarga imam.
3. Tahun penulisan.
Perode kepenulisan kitab ini berkait dengan perlawanan
Edom terhadap Yerusalem (1:1-14). Dimana diceritakan
bahwa Edom membantu bangsa-bangsa yang melakukan
penyerbuan ke Yerusalem. Ada empat penyerbuan ke
Yerusalem yang penting yaitu:
a. Sisak Raja Mesir selama pemerintahan Rehobeam (926
sM) (1 Raj. 14:25-26).
b. Filistin dan Arab selama pemerintahan Jehoram (848-841
sM) (2 Taw. 21:16-17).
c. Raja Yoas raja Israel selama pemerintahan Amazia (790
sM) (2 Raj. 14:13-14).
d. Babilon selama periode (605-586 sM) (2 Raj. 24-256).
103
Dari penjelasan diatas maka dapat disimpulkan bahwa kitab
ini ditulis antara tahun 926-586 sM.
4. Tema.
Tema Obaja yaitu sebuah pengulangan konsep kebenaran
bahwa keangkuhan datang sebelum kejatuhan. Obaja
menyatakan bahwa Edom berada dibawah laknat sebab
beria-ria di atas kemalangan yang menimpa Yerusalem.
5. Garis besar
I. Nubuat penghakiman Edom (1-9).
A. Kepastian penghakiman (1-4).
B. Kesudahan penghakiman (5-9).
II. Dasar penghakiman Edom (10-14)
A. Akibat kasih yang memudar (10).
B. Akibat keangkuhan (11-12).
C. Akibat kebengisan (13-14).
III. Waktu penghakiman Edom (15).
IV. Hasil penghakiman Edom (16-19).
V. Nubuat pembebasan Israel (19-21).
KITAB YUNUS
1. Judul
Dalam bahasa Ibrani, YONAH berarti ‘merpati’. Septuaginta
menerjemahkan kata ini kedalam bahsa Yunani menjadi
Ionas dan Alkitab Latin Vulgata memakai judul Jonas.
2. Penulis.
Penulis kitab ini yaitu Yunus Bin Amitai (1:1). Ia seorang
nabi dari Galilea di Kerajaan Utara, Israel.
3. Tahun penulisan
Dalam 2 Raj. 14:27 Yunus terkait dengan pemerintahan
Yerobeam II di Israel (793-753 sM). Yunus melayani sesudah
zaman Elisa dan tepat sebelum masa Amos dan Hosea.
Walaupun tidak ada prasasti yang menyebutkan adanya
reformasi rohani seperti yang dilukiskan dalam kitab ini,
selama pemerintahan Ashurdan III, memang pernah terjadi
suatu alih kepercayaan terhadap monoteisme yang cukup
beralasan untuk bisa dihubungkan dengan khotbah Yunus.
Pertobatan Niniwe mungkin terjadi pada masa pemerintahan
Ashurdan III (777-755 sM). Dari keterangan diatas maka
disimpulkan bahwa kitab ini ditulis antara tahun 793-753 sM.
4. Tema.
Kitab Yunus dengan jelas mendemonstrasikan bahwa Allah
kaum Ibrani :
a. Berbelas kasihan terhadap segala bangsa di muka bumi.
b. Berdaulat atas makluk apapun di alam semesta.
c. Berurusan dengan persoalan manusia sekecil apapun.
Yunus juga mendemonstrasikan bahwa pengampunan yaitu
hak Tuhan (2:9), dan kemurahan Allah boleh ditawarkan
kepada siapa saja yang mau bertobat atau berbalik dari
kejahatannya serta kembali kepada hukum-hukum Allah
biasanya . Kitab ini juga mengkritik Yunus yang berburuk
sangka bahwa Allah seolah-olah tidak memegang janjiNya
untuk menghukum musuh-musuhNya. Sulit bagi sang nabi
untuk menerima fakta bahwa Allah berhak tidak jadi
menghukum atau menunda waktu penghukuman dan ba

