• coklatx.blogspot.com

    www.coklatx.blogspot.com

  • berasx.blogspot.com

    www.berasx.blogspot.com

  • kacangx.blogspot.com

    www.kacangx.blogspot.com

Tampilkan postingan dengan label kontradiksi alkitab 7. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kontradiksi alkitab 7. Tampilkan semua postingan

kontradiksi alkitab 7

 


Menyebut Allah Bapa sebagai perencana, Roh 

sebagai pengudus, dan Yesus sebagai penebus (1 Petrus 1:2; 

bandingkan Yesaya 48:16-17). Jadi, ketritunggalan Allah berkaitan 

dengan pemeliharaan dan penebusan Allah yang menyeluruh kepada 

manusia.  

Yesaya 48:16-17 mengungkapkan ketiga oknum Allah 

bersama-sama dalam karya keselamatan (bandingkan 1 Korintus 12:3-

6), dan ‗jalan keselamatan‘ yang digenapi oleh Yesus yang dirintis 

jalannya oleh Yohanes Pembaptis merujuk nubuatan Yesaya tentang 

‗jalan keselamatan YAHWEH (Lukas 3:4-6; Yesaya 40:3-5).  

Dari beberapa contoh ayat di atas kita dapat melihat bahwa 

pengertian Trinitas/Tritunggal sudah tersirat baik dalam PL maupun 

PB, dan sekalipun tidak dirumuskan dalam suatu rumusan doktrin 

tertentu, dapat dilihat bahwa disadari atau tidak, jemaat pada masa 

Yesus dan para Rasul sebenarnya sudah mengakui ketritunggalan 

Tuhan dan sebab  sudah jelas tidak perlu ada perumusan sebagai suatu 

doktrin. 

 

33) 1 KORINTUS 8:6 VS MATIUS 15:24 & YOHANES 17:3.  

Dalam 1 Korintus, TERTULIS: "Paulus berkata: ...dan hanya ada satu 

Tuhan saja yaitu Yesus Kristus", namun  dalam Matius: "Yesus 

berkata: Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari 

umat Israel", dan dalam Yohanes: "Yesus berkata: ...mereka mengenal 

Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus 

yang telah Engkau utus". Menurut Yesus sendiri, dia yaitu  UTUSAN 

TUHAN. (bertentangan prinsip). Yesus Tuhan, namun  diutus?  

JAWAB : (Kategori : salah memahami cara kerja Tuhan dalam 

sejarah) 

Yesus diutus? mungkin ini agak ganjil bagi umat agama lain 

Bagaimana Yesus yang yaitu  Tuhan itu diutus? Pada bagian 

sebelumnya telah dibahas mengenai ayat dalam kitab Yohanes 14:28, 

'Bapa lebih besar dibandingkan  Aku.'  

saat  Yesus datang ke dunia dalam wujud manusia, Yesus 

berada dalam batasan-batasan inkarnasi sehingga posisi Bapa saat 

itu yaitu  lebih besar. Yesus dalam status inkarnasi di dunia ini 

memang lebih rendah. Namun saat  Yesus naik ke surga maka Yesus 

yang yaitu  Allah itu sendiri kembali dalam pada eksistensi-Nya yang 

hakiki : Baca Ibrani 2:9 dan Filipi 2:5-11. 

Dalam perjanjian Lama, Mesias atau Juruselamat menunjuk 

kepada pribadi Yesus yang diurapi YAHWEH (Yesaya 61:1-2): 

Roh Tuhan ALLAH (Baca: YAHWEH) ada padaku, oleh sebab  

TUHAN (YAHWEH) telah mengurapi aku; Ia telah mengutus aku 

untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan 

merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan 

pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang 

yang terkurung kelepasan dari penjara, untuk memberitakan tahun 

rahmat TUHAN dan hari pembalasan Allah kita, untuk menghibur 

semua orang berkabung. 

Ayat ini di-AMIN-kan Yesus dalam Lukas 4:18-19 dan dalam 

ayat 21 Yesus mengatakan dengan terus terang, bahwa Diri-Nyalah 

yang dimaksudkan sebagai Utusan dalam Nubuatan Nabi Yesaya 

ini . Perhatikan ayat 21, Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-

Nya: "Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu 

mendengarnya." 

 Jadi, Tuhan YAHWEH (Bapa) mengutus Yesus yang yaitu  

Firman YAHWEH atau Anak Allah alias Tuhan Yesus. Jadi, selama 

di bumi Yesus memang utusan YAHWEH. 

 

34) LUKAS 2:11 VS MATIUS 6:6-15 & 7:21.  

Dalam Lukas, TERTULIS: "Malaikat berkata: telah lahir Juruselamat 

yaitu Kristus Tuhan itu", namun  dalam Matius 6:6-15 "Yesus 

menyuruh umatnya untuk berdoa kepada Bapa (Allah)", dan dalam 

Matius 7:21 "Yesus berkata: "bukan tiap-tiap orang yang menyeru 

aku, Tuhan, Tuhan, yang akan masuk surga, hanyalah orang-orang 

yang melakukan kehendak Bapaku yang di surga". (bertentangan 

prinsip).  

 

JAWAB : (Kategori : salah memahami cara kerja Tuhan dalam 

sejarah) 

Lukas 2:11  

Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota 

Daud. 

Matius 7:21-23 

21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! Akan 

masuk ke dalam Kerajaan Surga, melainkan dia yang melakukan 

kehendak Bapa-Ku yang di surga. –  

Ayat ini menyiratkan bahwa "kata-kata" tidak dapat dijadikan 

pengganti "perbuatan", Anda tahu pelesetan kata "NATO" (No Action 

Talk Only)?  

22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, 

Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan 

demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu 

juga? –  

23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan 

berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, 

kamu sekalian pembuat kejahatan!" –  

Pada masa akhir zaman, banyak orang telah memakai nama 

Yesus Kristus dan memiliki  karunia-karunia dahsyat (Yunaninya: 

kharismata) malah yaitu  para penyesat yang menyamar. Perbedaan 

yang menentukan yaitu  antara orang-orang yang diakui Yesus 

sebagai milik-Nya dan orang-orang yang dihakimi sebagai pembuat 

kejahatan. Di sini peranan Yesus Kristus dalam penghakiman itu 

ditunjukkan secara tegas, dan tanpa digugat.  

Tanya, adakah nabi-nabi akan berbuat seperti di atas, menjadi 

hakim di hari kiamat? mengusir orang-orang yang bukan miliknya? 

Apa peranan nabi anda di hari kiamat?  

 

Lebih jauh mengenai Matius 7: 21-23 :  

Kita harus melihat latarbelakangnya. sebab  setiap ayat-ayat 

memiliki  maksud dan tujuan sesuai isi dan konteksnya. Maka, 

sebaiknya ayat ini tidak dicuplik 3 ayat saja namun  kita mundur sedikit 

ke belakang. Kita mulai dari ayat 15 terus sampai pada ayat ke 23 

dimana perikop ayat-ayat ini  yaitu  HAL PENGAJARAN 

YANG SESAT atau Waspada terhadap Nabi-Nabi Palsu.  

 

Matius 7:15-23 HAL PENGAJARAN SESAT  


7:15 "Waspyaitu  terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu 

dengan menyamar seperti domba, namun  sesungguhnya mereka yaitu  

serigala yang buas.  

7:16 Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah 

orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput 

duri?  

7:17 Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang 

baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak 

baik.  

7:18 Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang 

tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang 

baik.  

7:19 Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti 

ditebang dan dibuang ke dalam api.  

7:20 Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.  

7:21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! 

akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan 

kehendak Bapa-Ku yang di sorga.  

7:22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, 

Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan 

demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu 

juga?  

7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan 

berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, 

kamu sekalian pembuat kejahatan!"  

Jelas sekali konteksnya, Tuhan Yesus memberi  peringatan 

kepada murid-murid-Nya, bahwa nanti akan ada orang-orang yang 

melakukan penyesatan terhadap pengajaran Tuhan yang sebenarnya, 

mereka ini bertindak seolah-olah sebagai nabi/pengajar namun  

sesungguhnya mereka ini yaitu  penyesat-penyesat alias Nabi-nabi 

Palsu.  

Dalam pasal yang lain, Tuhan Yesus memperingatkan kembali 

adanya nabi palsu/penyesat-penyesat : Matius 24:3-5, 10-11  

24:3 saat  Yesus duduk di atas Bukit Zaitun, datanglah murid-

murid-Nya kepada-Nya untuk bercakap-cakap sendirian dengan Dia. 

Kata mereka: "Katakanlah kepada kami, bilamanakah itu akan terjadi 

dan apakah tanda kedatangan-Mu dan tanda kesudahan dunia?"  

24:4 Jawab Yesus kepada mereka: "Waspyaitu  supaya jangan ada 

orang yang menyesatkan kamu!  

24:5 Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku 

dan berkata: Akulah Mesias, dan mereka akan menyesatkan 

banyak orang.  

24:10 dan banyak orang akan murtad dan mereka akan saling 

menyerahkan dan saling membenci.  

24:11 Banyak nabi palsu akan muncul dan menyesatkan banyak 

orang.  

Seperti beberapa kali kita temukan, memang ada orang-orang 

yang mengklaim diri mereka itu seolah-olah nabi dan berbicara atas 

nama Tuhan, namun  ajaran mereka ini sesat: Contohnya David Koresh 

yang dikenal dengan "sekte Davidian Clan", Jim Jones "Sekte Jones", 

Marshall Applewhite "Sekte Heaven‘s Gate‖, Luc-Jorret ―Sekte Solar 

Temple‖dan lain-lain. Juga di Indonesia pernah ada Pendeta 

Mangapin Sibuea di Bandung dengan "Sekte Hari Kiamat", dan Lia 

‗Aminudin‘ Eden.  

Nabi-nabi palsu di atas, berbicara atas nama Tuhan, melakukan 

segala sesuatu seolah-olah demi nama Tuhan. Kegiatan inilah yang 

dimaksud dalam Matius 7:22-23, bahwa mereka ini berteriak 

Tuhan, Tuhan namun  sebenarnya mereka ini para pelaku 

kejahatan. Tuhan Yesus memberi  petunjuk bagaimana mengenali 

ajaran-ajaran sesat yang dilakukan nabi palsu yaitu  di Matius 7:16-

20 "Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka." Tuhan 

Yesus memberi  perumpamaan yang baik sekali.  

Kita diberitahu untuk selalu waspada terhadap pengajar-

pengajar sesat, dan mengenali mereka dari "buahnya" artinya dari 

hasil-hasil yang mereka dapatkan dan tunjukkan. Misalnya Sekte 

Children of God yang juga pernah dilarang di Indonesia ini, David 

Moses, orang yang di-nabi-kan di sekte itu, melakukan penyesatan 

dengan pengajaran "free sex" dalam ibadah-ibadah mereka. Padahal 

jelas sekali hal itu merupakan dosa, kebiasaan mereka ini justru bukan 

mencerminkan kasih Kristus, melainkan kasih hawa nafsu. Maka 

untuk pengajaran ini  dengan mudah kita menilai bahwa mereka 

yaitu  sesat/ bidat.  

Berseru-seru kepada Tuhan tidak selalu dibarengi dengan 

iman; percaya dan hormat kepada Tuhan. Melainkan seringkali 

manusia hanya mengucapkan seruan kepada Tuhan secara 

verbal; namun  tanpa iman dan hormat; dengan tujuan-tujuan 

tertentu. Misalnya ingin mendapat pujian bahwa dia yaitu  orang 

saleh, sebab  tuntutan profesi sebab  dia yaitu  seorang pekerja di 

ladang Tuhan. namun  tidak sungguh- sungguh beribadah dengan iman 

kepada Tuhan.  

Inilah yang dimaksud. Maka jelaslah Matius 7:22-23 bukan 

ditujukan kepada murid-murid Yesus yang setia dan menjalankan 

kehendak-Nya, namun  kepada penyesat-penyesat yang berbicara atas 

nama Tuhan. Untuk mereka ini Tuhan Yesus akan mengenyahkan 

mereka pada saat penghakiman nanti dengan mengatakan "Aku tidak 

pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian 

pembuat kejahatan!" 

 

Untuk memahami jawaban atas pertanyaan di atas, pembaca perlu 

memahami, bahwa sewaktu di bumi Tuhan Yesus yaitu  utusan 

Tuhan YAHWEH (Bapa), sehingga Yesus dalam Matius 6:6-15 

"Yesus menyuruh para murid-Nya untuk berdoa kepada Bapa 

(Allah)".  Jadi, jelas tidak ada pertentangan atau kontradiksi. 

 

35) Yesus akan melepaskan manusia dari dosa; namun  Yesus juga akan 

membalas tiap-tiap orang menurut perbuatannya.  

MATIUS 1:21 VS MATIUS 16:27 & YOHANES 5:30.  

Dalam Matius 1, TERTULIS: "Malaikat berkata: ..Yesus akan 

melepaskan kaumnya dari segala dosanya", namun  dalam Matius 16 

"Yesus akan membalas tiap-tiap orang menurut perbuatannya", dan 

dalam Yohanes 5 "Yesus menjadi pesuruh Tuhan dengan menjalankan 

hukum yang seadil-adilnya". (bertentangan hukum).  

 

JAWAB : (Kategori : salah memahami cara kerja Tuhan dalam 

sejarah) 

 

MATIUS 1:21 yaitu  maksud kedatangan Yesus agar manusia 

memperoleh keselamatan dan kehidupan yang kekal (penjelasannya 

dapat dibaca pada pengajaran-pengajaran tentang prinsip Keselamatan 

dari Yesus). 

Banyak orang yang belum diselamatkan percaya bahwa pada 

hari itu Tuhan akan mempertimbangkan perbuatan baik dan perbuatan 

jahat yang telah mereka lakukan. jika  bobot perbuatan baik 

mereka lebih berat dibandingkan  perbuatan jahat, maka Tuhan akan 

menerima mereka masuk surga. Sepintas penalaran ini sepertinya 

masuk akal, namun  cara berpikir seperti ini membuat keselamatan yang 

Tuhan berikan seolah-olah tergantung pada perbuatan baik yang kita 

lakukan. Itu jelas keliru. Manusia berdosa tidak bisa menghapus 

dosanya dengan perbuatan baik. Dosa harus dihukum. Ingat prinsip 

pengadilan, orang bersalah harus dihukum. Seorang tervonis, tidak 

bisa bebas dari hukuman dengan berbuat baik. sebab  semua manusia 

sudah berdosa dalam pandangan Tuhan, sejak Adam dan Hawa 

berdosa, semua manusia keturunannya yaitu  umat yang berdosa 

dipandangan Tuhan, meskipun bayi yang mati belum sempat berbuat 

dosa, namun tetap dalam pandangan Tuhan, bayi yang mati itu yaitu  

umat berdosa juga. sebab  semua manusia tidak ada yang tidak 

berdosa, maka manusia tidak mungkin menebus dosanya. Untuk itu 

butuh Juruselamat untuk menebus dosa mereka, sebab  dalam 

Keadilan Tuhan, dosa harus dihukum, namun dalam Kasih Tuhan, 

Tuhan menyediakan jalan keluar melalui kedatangan Yesus sebagai 

Juruselamat dunia dan Penebus Dosa umat manusia. 

Galatia 2:16 mengungkapkan bahwa semua perbuatan kita, 

yang baik maupun buruk, tidak menentukan keselamatan. Sebanyak 

apapun, perbuatan baik yang kita lakukan tidak pernah dapat 

menghapus noda dosa dalam hidup kita (Roma 3:9-18). Setiap orang 

harus menghadapi penghakiman, dan satu-satunya jalan untuk lolos 

dari hukuman hanyalah melalui Yesus Kristus, Tuhan kita. 

Penebusan-Nya yang sangat berharga di kayu salib sehingga kita 

mendapatkan pengampunan dan damai sejahtera abadi. Itulah maksud 

kedatangan Yesus supaya manusia diselamatkan.  

sedang  apa yang tertulis pada Yohanes 5:30 yang berbunyi 

―Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku 

menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-

Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan 

kehendak Dia yang mengutus Aku.‖ Ayat ini  berkata kata  bahwa 

Yesus yaitu  Hakim!  

Selama duduk di sebelah kanan Allah Bapa, Yesus tidak hanya 

menjalankan peran-Nya sebagai Raja atas segala raja, namun  Dia juga 

menggenapi peran sebagai Hakim dunia ini. Dia yaitu  Hakim bagi 

semua bangsa dan semua orang. Meskipun Yesus memerintah sebagai 

Hakim kita, Dia juga telah ditetapkan oleh Allah untuk menjadi 

Pembela kita. Dia yaitu  Pengacara Pembela kita. Pada Penghakiman 

terakhir Pembela kita akan berhadapan dengan Hakim kita. Peran 

Yesus sebagai pengantara orang kudus telah dirasakan oleh Stefanus 

pada waktu ia akan mati syahid: Tuhan itu kasih. Ia mengasihi kita 

tanpa pamrih. Kasih-Nya tak terukur (Yohanes 3:16, Efesus 3:18-19). 

namun  jangan lupa bahwa Tuhan itu juga adil. Kitab Wahyu pasal 20, 

menjelaskan penghakiman Tuhan atas ‗DUNIA‘.  

Pada akhirnya semua orang percaya harus mempertanggung-

jawabkan hidup mereka pada PENGHAKIMAN TAHTA KRISTUS. 

Dan sesudah  itu, mereka yang menolak Yesus Kristus akan dihakimi 

dalam PENGADILAN TERAKHIR atau yang disebut juga 

PENGADILAN TAHTA PUTIH pada saat kesudahan zaman nanti. 

 

36) Tanggung jawab dosa; Yesus menebus; Yehezkiel, tanggung 

jawab pribadi; Iman anak-anak empunya Surga.  

GALATIA 3:13 VS YEHEZKIEL 18:20 & MARKUS 10:14.  

Dalam Galatia, TERTULIS: "Paulus berkata: terkutuknya Yesus di 

kayu salib yaitu  untuk menebus dosa-dosa manusia", namun  dalam 

Yehezkiel: "kebenaran/kejahatan manusia menjadi tanggung jawab 

masing-masing", dan dalam Markus: "Yesus berkata kata  bahwa anak-

anaklah yang memiliki  kerajaan surga (berarti suci atau bebas dari 

dosa, sekaligus membantah adanya DOSA WARIS)". (bertentangan 

konsep).  

 

JAWAB :  

Ketiga kutipan ayat dari kitab-kitab ini  menjelaskan 

subjek yang berbeda beda, yaitu dijelaskan satu-persatu sebagai 

berikut :  

1. YESUS KRISTUS TERGANTUNG DI SALIB SEBAGAI 

KURBAN ATAS KUTUK DOSA MANUSIA  

Mengenai ayat dalam Kitab GALATIA 3:13 :  

―Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan 

menjadi kutuk sebab  kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang 

yang digantung pada kayu salib!"  

 

Apa yang diucapkan Paulus yaitu  dapat dipertanggungjawabkan :  

APAKAH HUKUMAN SALIB ITU?  

Penyaliban merupakan suatu bentuk hukuman yang dikenal oleh 

beberapa bangsa penyembah berhala pada abad pertama. Tak dapat 

dipastikan bahwa hukuman ini digunakan oleh bangsa Yahudi kuno, 

tapi kemungkinan besar tidak. sebab  hukuman mati menurut hukum 

Musa atau Taurat yaitu  dengan pedang (Keluaran 21), dibakar 

(Imamat 20:14), dan dirajam dengan batu (Ulangan 21:21).  

Digantung di atas kayu salib merupakan bentuk hukuman mati 

yang mengerikan, dan bagi umat Yahudi hukuman ini dihindari, 

sebab  dikutuk oleh Allah (Ulangan 21:23). Hukuman ini dimulai 

dengan diolok-oloknya si terhukum. Dalam kasus Tuhan Yesus, 

pengolokannya dilakukan sebelum hukuman dijatuhkan, dan 

kemungkinan vonisnya dipercepat oleh Pilatus dengan tujuan untuk 

menghindari tuntutan hukuman yang lebih berat dari massa.  

Si terhukum harus membawa kayu salibnya sendiri ke tempat 

eksekusi yang berada di luar kota. Sebelum dipaku, secangkir cuka 

bercampur empedu (berfungsi semacam obat bius) diberikan kepada 

terhukum untuk meringankan rasa sakitnya . Tuhan kita menolak ini, 

sehingga Ia tetap sadar (Matius 27:34). Mereka mencucukkan bunga 

karang yang dicelupkan dalam anggur asam pada sebatang hisop lalu 

mengunjukkannya ke mulut Yesus (Matius 27:48, Lukas 23:36). Ia 

meminumnya untuk menghilangkan derita dahagaNya (Yohanes 

19:29).  

Penyaliban-Nya dilakukan sesuai dengan hukum Romawi yang 

berlaku pada masa itu. Ia disalibkan di antara dua penjahat 

(penggenapan nubuatan Yesaya 53:12, Lukas 23:32) dan disaksikan 

oleh sekelompok tentara Romawi dengan komandannya (Yoh 19:23, 

Mat 27:36,54). Pematahan kaki para terhukum yang disalib dilakukan 

untuk mempercepat kematian mereka (Yohanes 19:31), tapi sebab  

cepatnya kematian Tuhan kita memicu  kaki-Nya tak dipatahkan 

(19:33), sebab  sejak malam Yesus ditangkap sampai penyalibannya, 

Yesus terus-menerus mengalami banyak penyiksaan, sehingga 

nubuatan dari Keluaran 12:46 digenapi. KematianNya disebabkan 

oleh gagal jantung dan keluarnya darah dan air dari luka yang dibuat 

di lambungNya oleh prajurit Romawi untuk membuktikan 

kematiannya (Yohanes 19:34).  

Tuhan Yesus mengucapkan beberapa kata di atas kayu salib di 

antaranya,"Ya Bapa ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa 

yang mereka lakukan." (Lukas 23:34). "Sesungguhnya hari ini juga 

engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus." 

(23:43) dan juga dalam Yohanes 19:26, Matius 27:46, Markus 15 :34, 

Yohanes 19:28, Lukas 23:46 dan Yohanes 19:30 ("Sudah selesai")  

 

APA ITU HUKUM TAURAT? Baca Roma pasal 7-9  

sesudah  Rasul Paulus menjelaskan bahwa manusia dibenarkan 

sebab  percaya kepada Tuhan Yesus, bukan sebab  memenuhi 

tuntutan hukum Taurat, muncul berbagai pertanyaan: Bagaimana 

relasi hukum Taurat dengan kehidupan Kristen? Apa kaitan antara 

ajaran tentang kebenaran Allah dengan makna hukum Taurat? Apakah 

hukum Taurat tidak berlaku lagi sesudah  seseorang beriman kepada 

Allah? Roma 7:1; Roma 8:39 secara khusus menjelaskan relasi hidup 

orang Kristen dan hukum Taurat. Hukum Taurat hanya berlaku selama 

orang hidup (Roma 7:1-6).  

Orang yang percaya kepada Kristus tidak berada di bawah hukum 

Taurat, sebab ia telah mati bagi hukum Taurat. Apakah hukum Taurat 

itu dosa? Hukum Taurat tidak sama dengan dosa (Roma 7:7-26).  

Rasul Paulus membagikan pengalamannya berjuang melawan 

hukum Taurat. Ada yang berpendapat bahwa pengalaman ini terjadi 

sebelum Rasul Paulus bertobat. Pandangan ini sulit diterima sebab  

konteks dekat bagian ini menjelaskan hubungan orang Kristen dengan 

hukum Taurat.  

Di samping itu, pengenalan akan dosa selalu berkaitan dengan 

orang yang sudah dilahirkan kembali. Bukan hukum Taurat yang 

membuat ia melakukan dosa, melainkan dosa di dalam dirinya yang 

mengunakan hukum Taurat untuk memperbudak dirinya. Hukum 

Taurat mengatakan 'dosa' (Roma 7:7-8 ) dan dosa hidup oleh sebab  

hukum Taurat (Roma 7:9-13).  

Hukum Taurat menimbulkan pertentangan dengan dosa (Roma 

7:14-25). Paulus tahu bahwa ada jalan yang baik, namun  justru jalan 

yang buruk yang dipilihnya. Hal ini terjadi sebab  adanya perbedaan 

antara sifat hukum Taurat (yang rohani) dan sifat dirinya (yang 

bersifat daging) atau pertentangan antara Roh dan daging.  

Kemudian Rasul Paulus memaparkan realitas bahwa dosa telah 

dikalahkan oleh Kristus dan Roh (Roma 8:1-39). Hidup dalam kasih 

karunia sebagai pekerjaan Roh kontras dengan hidup dalam daging di 

bawah hukum Taurat. Hidup lama menempatkan perhatian dan 

kesenangan pada hal-hal yang bersifat daging, namun  hidup yang baru 

menempatkannya pada hal-hal rohani. jika  kita hidup menurut 

daging, ciri yang bersifat daging nampak juga pada pengharapan 

dalam pikiran kita. jika  rohani kita kuat, hal itu akan nampak dalam 

arah hidup kita (Roma 8:5-11).  

Rasul Paulus bersukacita sebab  kemenangan kasih karunia di 

dalam Kristus dan hidup oleh Roh. Ia yakin bahwa kemuliaan yang 

akan datang (yaitu Allah menampakkan diri secara sempurna di dalam 

Yesus Kristus) jauh lebih besar dibandingkan  penderitaan sekarang. Di 

akhir pasal 8 dalam Kitab Roma. Rasul Paulus menutup uraiannya 

dengan kidung pujian yang bernada kemenangan tentang kemenangan 

hidup Kristen, yaitu hidup yang tidak di bawah hukum Taurat. sebab  

Allah di pihak kita, siapakah yang dapat merebut kita dari tangan-Nya. 

Ia, yang telah memberi  Anak-Nya, pasti akan mengaruniakan 

segala sesuatu di dalam Dia (Roma 8:31-39).  

 

2. DOSA SEBAGAI TANGGUNG JAWAB PRIBADI  

YEHEZKIEL 18:20, 

Orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati. Anak tidak akan turut 

menanggung kesalahan ayahnya dan ayah tidak akan turut 

menanggung kesalahan anaknya. Orang benar akan menerima berkat 

kebenarannya, dan kefasikan orang fasik akan tertanggung atasnya.  

Kita harus melihat konteks yang diangkat oleh Yehezkiel ini 

yaitu  berbeda dengan topik DOSA dan KUTUK yang dibahas oleh 

Rasul Paulus dalam korelasinya dengan Hukum Taurat. Nabi 

Yehezkiel datang kepada bangsa Israel untuk menegur kesalahan 

mereka, dan mengajak mereka untuk memperbarui hidup. (Silahkan 

Baca keseluruhan Kitab Yehezkiel pasal 18).  

Pada zaman Nabi Yehezkiel, berkembang sebuah pemikiran 

yang salah mengenai dosa turunan. Bangsa Israel saat itu merasa 

bahwa mereka hidup di bawah penghukuman akibat dosa/kesalahan 

yang dilakukan oleh generasi-generasi sebelum mereka (ay. 2). Orang 

pada saat itu percaya bahwa sifat baik dan sifat buruk merupakan 

faktor keturunan, sehingga mereka merasa tidak perlu untuk merubah 

diri.  

Pemahaman seperti ini muncul akibat mereka salah mengerti 

firman Allah dalam Keluaran 20:5 ―Jangan sujud menyembah 

kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, 

yaitu  Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa 

kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari 

orang-orang yang membenci Aku‖  

Konsep yang diangkat dalam Kel. 20:5 sebenarnya mau 

menunjukkan bahwa anak-anak dapat terpengaruh oleh dosa yang 

dilakukan orang-tua mereka, sebab  orang-tua yaitu  seorang model 

bagi anak. Kelakuan buruk orang-tua, dengan mudah dapat 

mempengaruhi kelakuan anak. Sehingga saat  mereka melakukan 

dosa yang sama seperti orang-tuanya, maka mereka juga akan 

menerima hukuman yang sama dengan orang-tua mereka. Namun 

jika  mereka tidak melakukan dosa seperti orang-tua mereka, 

mereka tidak akan menerima penghukuman itu. Jadi yang ditekankan 

di sini sebenarnya yaitu  tanggung-jawab pribadi terhadap dosa.  

Nabi Yehezkiel membawa firman Allah untuk meluruskan 

pemahaman yang salah ini  (ay. 3-4). Allah secara tegas 

mengatakan "..semua jiwa Aku punya!..", untuk menjelaskan bahwa Ia 

menciptakan semua orang, dan mereka diberi kehendak bebas untuk 

menuruti jalan Tuhan atau tidak, dan mereka tidak dibelenggu oleh 

keturunan. Tuhan menegaskan suatu prinsip bahwa orang berdosa Iah 

yang akan menerima hukuman (ay. 4). sebab  salah mengerti maksud 

firman Allah, bangsa Israel menganggap tindakan Allah tidak tepat 

(ay. 25a, 29b). Respon ini menunjukkan sikap kekanak-kanakan 

bangsa Israel. Allah itu adil, namun manusialah yang melanggar 

aturan Allah. Bangsa Israel ingin Allah untuk mengikuti standard 

mereka, padahal seharusnya mereka yang hidup menurut standard 

yang Allah berikan.  

Allah menjelaskan bahwa orang yang berbalik dari dosanya 

akan hidup sedang  mereka yang kembali kepada dosa akan mati 

(ay. 26-28), untuk menunjukkan bahwa prinsip keturunan tidak 

berlaku jika  orang bertobat dari dosa-dosanya. Semua itu 

tergantung dari pilihan orang yang bersangkutan (ay. 30).  

Tuhan memanggil umat Israel untuk bertobat, sebab  Tuhan 

tidak menghendaki kematian manusia (ay. 32). Dengan kata lain 

"kematian" manusia bukanlah sebuah hukuman yang Tuhan berikan, 

namun sebagai sebuah konsekuensi logis dari dosa manusia. Tuhan 

ingin manusia hidup, oleh sebab  itu Ia menawarkan pengampunan 

bagi mereka yang bertobat.  

Dosa dan hukuman atas dosa merupakan akibat dari pilihan 

pribadi seseorang, bukan masalah keturunan atau bawaan. Seseorang 

bisa saja terkena dampak dari dosa yang dilakukan oleh orang-lain, 

namun tidak otomatis bertanggung-jawab terhadap dosa ini .  

Setiap orang bertanggung-jawab secara pribadi terhadap dosa--

dosanya. Tidak ada gunanya mencari kambing hitam bagi dosa-dosa 

yang seseorang lakukan. Yehezkiel mampu menegur bangsa Israel 

atas kesalahan mereka, sebab  ia memegang firman Allah, bukan 

sekedar pendapat pribadinya.  

Tuhan tidak menghendaki manusia mati akibat dosa-dosanya, 

oleh sebab  itu Ia menganjurkan pertobatan dan menawarkan 

pengampunan. 

 

3. IMAN SEPERTI ANAK-ANAK  

Markus 10:13-16  

10:13 Lalu orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia 

menjamah mereka; akan namun  murid-murid-Nya memarahi orang-

orang itu.  

10:14 saat  Yesus melihat hal itu, Ia marah dan berkata kepada 

mereka: "Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan 

menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah 

yang empunya Kerajaan Allah.  

10:15 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa tidak 

menyambut  Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan 

masuk ke dalamnya."  

10:16 Lalu Ia memeluk anak-anak itu dan sambil meletakkan tangan-

Nya atas mereka Ia memberkati mereka.  

Dalam Lukas 18:15-17 tentang Yesus memberkati anak-anak; 

lebih jelas berkata kata  bahwa Iman seperti seorang anak kecil yang 

menyambut Kerajaan Allah itu berkenan dihati Yesus :  

15 Maka datanglah orang-orang membawa anak-anaknya yang kecil 

kepada Yesus, supaya Ia menjamah mereka. Melihat itu murid-murid-

Nya memarahi orang-orang itu.  

16 namun  Yesus memanggil mereka dan berkata: "Biarkanlah anak-

anak itu datang kepada-Ku, dan jangan kamu menghalang-halangi 

mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya 

Kerajaan Allah.  

17 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa tidak 

menyambut  Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan 

masuk ke dalamnya."  

 

Menjadi seperti anak kecil berarti memiliki  iman yang murni 

kepada Bapa, mencintai Bapa, berdamai dengan Bapa, Allah kita.  

Jadi jelas yang diungkapkan disini yaitu  bukan membahas 

keselamatan pada diri anak kecil sebagai manusia; namun ―eksistensi 

iman seperti anak kecil‖ itu yang sedang dinilai. Ini harus dibedakan 

saat  kita membicarakan dosa asal dan dosa waris. 

 

37) Yesus dikubur 3 hari 3 malam?  

LUKAS 24:7,46; MATIUS 12:40 & MATIUS 27:63 VS 

KENYATAAN. Dalam Lukas 24, TERTULIS: "Yesus akan bangkit 

pada hari ke-3 sesudah hari kematiannya", dalam Matius 12: "Yesus 

akan tinggal di rahim bumi selama 3 hari 3 malam" (sama dengan 72 

jam), dan dalam Matius 27: "Tuan, kami ingat, bahwa si penyesat itu 

sewaktu hidup-Nya berkata: Sesudah tiga hari Aku (Yesus) akan 

bangkit.", namun  KENYATAANNYA: "Yesus bangkit pada hari 

ke-2", ingat! Yesus mati pada hari Jumat sore (Lukas 23:54) namun  

mayatnya pada hari Minggu pagi sudah tidak ada (Lukas 24:1-3). Ini 

berarti Yesus tinggal di rahim bumi cuma 1 hari 2 malam saja atau 

sekitar 36 jam (separoh janjinya).  

JAWAB : (Kategori: salah memahami konteks sejarah atau maksud 

penulis) 

 

Alkitab tidak menulis Yesus Kristus disalib dan mati pada 

hari Jumat : Yesus Kristus bangkit pada hari "ketiga" :  

"sesudah  Yesus bangkit pagi-pagi pada hari pertama minggu itu, Ia 

mula-mula menampakkan diri-Nya kepada Maria Magdalena. Dari 

padanya Yesus pernah mengusir tujuh setan." (Markus 16:9) 

"Yesus itu telah dibangkitkan Allah pada hari yang ketiga, dan Allah 

berkenan, bahwa Ia menampakkan diri," (Kisah Para Rasul 10:40) 

"bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada 

hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci;" (1 Korintus 15:4) 

 

Kebanyakan dari kita menganggap bahwa Yesus mati pada "Jumat 

Agung" dan bangkit dari antara orang mati pada hari "Easter" 

(Paskah) Minggu pagi. Oleh sebab  Yesus berkata Ia akan bangkit 

pada "hari ketiga," ada yang menghitung bagian dari hari Jumat 

sebagai satu hari, hari Sabtu sebagai hari kedua, dan sebagian hari 

Minggu sebagai yang ketiga. Itu menunjukkan bahwa terkadang 

sebuah ekspresi seperti "hari ketiga" dapat termasuk hanya bagian dari 

hari itu, yaitu sebagian dari satu hari yang termasuk dihitung sebagai 

sehari penuh. Ensiklopedia Yahudi berkata, bahwa hari saat 

pemakaman, meskipun pemakaman itu mungkin terjadi pada akhir 

petang, dihitung sebagai hari pertama dari tujuh hari masa 

perkabungan. 

Bagaimanapun juga, ada orang-orang Kristen lain, yang sama-sekali 

tidak puas dengan penjelasan ini. Yesus sering berkata Ia akan bangkit 

pada "hari yang ketiga" (Mat 16:21; Mrk 10:34). namun  Ia juga 

berkata, dari jangka waktu dan memberi  tanda spesifik dari 

kemesiasan-Nya sebagai tiga hari dan tiga malam.  "Sebagaimana 

Yunus berada tiga hari dan tiga malam dalam perut ikan paus", Ia 

berkata, "demikian juga Anak Manusia akan TIGA HARI DAN TIGA 

MALAM dalam perut bumi" (Mat 12:38-40). 

 

sebab  ada duabelas jam dalam satu siang dan duabelas jam dalam 

satu malam (Yoh 11:9-10), bila kita hitung "tiga hari tiga malam" 

penuh, ini akan sama dengan 72 jam. namun  apakah unsur waktu tepat 

72 jam? Yesus seharusnya ada di dalam kubur selama "tiga hari dan 

tiga malam" dan bangkit "sesudah  tiga hari" (Mrk 8:31). Kami tidak 

punya alasan untuk menghitung ini sebagai sedikit kurang dari satu 

masa kurang dari 72 jam. Di lain pihak, jika  Ia akan dibangkitkan 

dari antara orang mati "dalam tiga hari" (Yoh 2:19), ini tidak akan 

sedikit lebih dari 72 jam. Untuk memadukan pernyataan-pernyataan 

yang bervariasi ini, hal itu tidak kelihatan tak masuk akal untuk 

menganggap bahwa jangka waktu itu yaitu  tepat 72 jam. Betapapun 

juga, Elohim (Allah) yaitu  Elohim dari KETEPATAN. Dia membuat 

segala sesuatu tepat pada agenda waktu. Tidak ada yang kebetulan 

dengan Dia.  

 

sebab  Yesus telah disalib pada hari sebelum hari sabat, kami dapat 

mengerti mengapa ada orang telah berfikir mengenai hari Jumat 

sebagai hari penyaliban. namun  hari sabat yang menyusul kematian-

Nya bukanlah sabat mingguan, namun  suatu hari sabat tahunan—

"sebab  sabat yaitu  hari yang penting [hari besar] (Yoh 19:14, 31). 

Sabat ini dapat jatuh pada hari apa saja dari minggu itu dan tahun itu 

rupanya jatuh pada hari Kamis. Ia disalib pada hari persiapan 

(Rabu), dan hari berikutnya yaitu  hari penting sabat (Kamis), 

kemudian hari Jumat dan diikuti oleh sabat mingguan (Sabtu). 

Memahami bahwa ada dua sabat pada minggu itu, menjelaskan 

bagaimana Kristus bisa disalib pada hari sebelum sabat tiba—namun 

memenuhi tanda-Nya dari tiga hari dan tiga malam.  

Suatu perbandingan yang saksama dari Markus 16:1 dan Lukas 23:56 

memberi  bukti-bukti lebih lanjut ada dua hari sabat di minggu 

itu—dengan satu hari kerja di antara keduanya. Markus 16:1 berkata: 

"Dan saat  telah lewat hari sabat, Maria Magdalena dan Maria ibu 

Yakobus, dan Salome, membeli [bought]

 rempah-rempah yang 

harum agar mereka dapat datang dan mengurapi-Nya." Ayat ini 

berkata kata  bahwa saat itu sesudah  hari sabat saat  wanita-wanita ini 

membeli rempah-rempah mereka. Namun, Lukas 23:56 berkata kata  

bahwa mereka siapkan rempah-rempah itu dan sesudah  

menyiapkannya mereka beristirahat pada hari sabat: "Dan mereka 

pulang, dan menyediakan rempah-rempah dan minyak urapan dan 

beristirahat pada hari sabat sesuai dengan perintah Tuhan." Ayat yang 

satu berkata yaitu  sesudah  hari sabat wanita -wanita  itu 

                                               

  Alkitab versi King James (KJV) yaitu  satu-satunya terjemahan 

(dari banyak yang kami telah cek) yang memakai  kata indefinite [yang 

tidak pasti] "had bought" [telah membeli]. Semua yang lainnya telah dengan 

tepat menterjemahkan ini sebagai "bought" [membeli]. Tidaklah lazim untuk 

ayat ini jika  dibaca seolah-olah wanita -wanita  itu membawa 

["brought"] rempah-rempah, namun  kata itu ialah "bought,"  satu huruf 

membuat perbedaan itu! 


 105 

membeli rempah-rempah; ayat yang lain berkata mereka menyiapkan 

rempah-rempah sebelum hari sabat. sebab  mereka tidak bisa 

menyiapkan rempah-rempah itu sampai mereka membelinya dahulu, 

maka bukti untuk dua sabat yang berbeda dalam minggu itu 

meyakinkan.  

 

Dalam majalah Eternity, editornya, Donald Grey Barnhouse, berkata: 

"Saya pribadi telah selalu bertahan bahwa ada dua hari Sabat dalam 

minggu terakhir Tuhan kita— Sabat hari Sabtu dan Sabat Paskah, 

yang terakhir yaitu  pada hari Kamis. Mereka bersegera menurunkan 

tubuh-Nya sesudah  penyaliban pada hari Rabu dan Dia berada tiga hati 

tiga malam (sekurang-kurangnya 72 jam) dalam kubur."  Ia mengutip 

bukti dari Gulungan Laut Mati yang akan menempatkan Perjamuan 

Malam Terakhir pada hari Selasa. Tidak semua tradisi menyokong 

penyaliban hari Jumat. Ia mengutip dari sebuah jurnal Roma Katholik 

yang diterbitkan di Perancis bahwa "suatu tradisi Kristen purba, 

dibuktikan oleh Didascalia Apostolorum demikian juga oleh 

Epiphanius dan Vitorinus dari Petau (wafat tahun 304) 

memberi  Selasa malam sebagai tanggal dari Perjamuan 

Malam Terakhir dan menentukan suatu puasa untuk hari Rabu 

untuk memperingati penangkapan Kristus." 

Walaupun teguh berpegang pada penyaliban hari Jumat, Enskilopedia 

Katholik berkata bahwa tidak semua sarjana Alkitab telah 

mempercayai cara ini. Epiphanius, Lactantius, Wescott, 

Cassiodorus dan Gregory dari Tours disebut-sebut yang menolak 

hari Jumat sebagai hari penyaliban ( The Catholic Encyclopedia, jilid 

8, halaman 378, artikel "Jesus Christ.") 


 106 

Dalam bukunya "Bible Questions Answered" [Pertanyaan Alkitab 

Dijawab], W. L. Pettingill, memberi  pertanyaan dan jawaban: Pada 

hari apa dalam minggu itu Tuhan kita disalib? Bagi kita tidak pelak 

lagi bahwa penyaliban yaitu  pada hari Rabu."

1

 The Companion 

Bible [Alkitab Sahabat] diterbitkan oleh Oxford University Press, 

dalam Appendix [tambahan]nya no. 156 menjelaskan bahwa Kristus 

disalibkan pada hari Rabu.  

Dalam Alkitabnya Dake's Annotated Reference Bible, Finis Dake 

telah berkata dalam catatannya atas Matius 12:40: "Kristus sudah mati 

selama tiga hari penuh dan tiga malam penuh. Dia telah diletakkan di 

dalam kuburan pada hari Rabu sesaat sebelum matahari terbenam dan 

telah bangkit pada akhir dari hari Sabtu pada saat matahari terbenam. 

…Tidak ada pernyataan yang berkata bahwa Dia dikuburkan pada hari 

Jumat saat matahari terbenam. Ini akan membuat Dia berada dalam 

kubur hanya satu siang dan satu malam, dan membuktikan ritual -

Nya sendiri tidak benar."

2

  

Kutipan-kutipan yang diberikan disini dari berbagai pelayan 

Tuhan yaitu  spesial penting sebab keyakinan ini yaitu  bukan posisi 

umum yang diterima dari berbagai organisasi gereja yang dengannya 

mereka tergabung. Dalam kasus demikian, manusia berbicara dari 

pendirian, bukan saja hati nurani. Seperti itu yaitu  kasus dari R.A. 

Torrey, penginjil yang terkemuka dan Dekan Institut Alkitab, yang 

kata-katanya (ditulis tahun 1907) menyimpulkan dengan baik posisi 

dasar yang kami telah sampaikan disini. "…Menurut tradisi dari gereja 

yang secara umum diakui, Yesus disalibkan pada hari Jumat…dan 

                                               

1  W. L. Pettingill, Bible Questions Answered, halaman 182. 

2  Dake's Annotated Reference Bible, halaman 13.  


 107 

bangkit dari kematian pada amat pagi sekali dari hari Minggu 

berikutnya. Banyak pembaca Alkitab kebingungan untuk mengetahui 

bagaimana jangka waktu antara akhir petang hari Jumat dan awal pagi 

hari Minggu dapat dihitung menjadi tiga hari dan tiga malam.  

Nampaknya itu agaknya menjadi dua malam, satu hari dan satu bagian 

yang sangat kecil dari hari lainnya.  

 

Alkitab dibagian manapun tidak pernah secara langsung berkata kata  

bahwa Yesus disalibkan dan mati pada hari Jumat. Alkitab berkata 

bahwa Yesus disalibkan pada "hari sebelum Sabat"…Sekarang 

Alkitab tidak biarkan kita berspekulasi dalam hal sabat yang mana 

yang dimaksudkan dalam kejadian ini…yaitu  bukan hari sebelum 

sabat mingguan, (yaitu hari Jumat), namun  itu yaitu  hari sebelum 

sabat Paskah, yang datang tahun itu pada hari Kamis—itulah yang 

dikatakan, hari dimana Yesus Kristus disalib ialah hari Rabu. Yohanes 

menjadikan ini sejelas siang hari.  

 

Yesus dikubur pada hari Rabu sesaat sebelum matahari terbenam. 

Tujuh puluh dua jam kemudian, Ia bangkit dari kubur. saat  para 

wanita mengunjungi lobang kubur itu sesaat sebelum fajar di pagi hari 

itu, mereka mendapati kuburan itu sudah kosong. 

 

Secara absolut tidak ada yang pro penyaliban hari Jumat, namun  segala 

sesuatu dalam ayat-ayat Alkitab diharmoniskan dengan sempurna oleh 

penyaliban hari Rabu. yaitu  menakjubkan sekali betapa banyak 

ayat-ayat nubuatan dan khas dari Perjanjian Lama sudah terpenuhi, 

dan betapa banyak cerita-cerita yang seolah-olah berbeda dalam injil 

diluruskan jika  tiba saatnya kita mengerti bahwa Yesus mati pada 

hari Rabu, dan bukan pada hari Jumat. Saat ini sudah cukup banyak 

gereja di Indonesia yang memperingati Hari Wafatnya Yesus Kristus 

pada hari Rabu, bukan Jumat. 

 

Jadi jelas, Yesus mati 3 hari dan 3 malam yaitu hari Rabu sore 

dan bangkit Sabtu sore atau permulaan hari Minggu, sebab  

kalender Yahudi memulai hari berikutnya pada pukul 6 sore berbeda 

dengan kita hari berikutnya dimulai pada pukul 12 malam. 

 

38) MATIUS 12:40 & YUNUS 2:1-11 VS KENYATAAN (HIDUP 

VS MATI). Dalam Matius 12:40 perkataan Yesus TERTULIS: "Sebab 

seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, 

demikian juga Anak Manusia (Yesus) akan tinggal di rahim bumi tiga 

hari tiga malam", dan keterangan dalam Yunus 2:1-11 bahwa "Yunus 

tinggal di dalam perut ikan dalam keadaan HIDUP", namun  

KENYATAANNYA Yesus tinggal di rahim bumi cuma 1 hari 2 

malam saja dan dalam keadaan MATI!.  

 

JAWAB : (Kategori: salah memahami konteks sejarah atau maksud 

penulis) 

TANDA YUNUS  

12:38. Pada waktu itu berkatalah beberapa ahli Taurat dan orang 

Farisi kepada Yesus: "Guru, kami ingin melihat suatu tanda dari pada-

Mu."  


 109 

12:39 namun  jawab-Nya kepada mereka: "Angkatan yang jahat dan 

tidak setia ini menuntut suatu tanda. namun  kepada mereka tidak akan 

diberikan tanda selain tanda nabi Yunus.  

12:40 Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga 

malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim 

bumi tiga hari tiga malam. (Matius 12:38-40) 

 

Dalam kalimat ―Anak Manusia‖ yaitu  cara Yesus berbicara tentang 

diri-Nya. Almarhum Ahmed Deedat, seorang apologet Muslim, 

mengajarkan bahwa saat  Yesus berbicara mengenai ―Tanda Yunus‖ 

akan mengindikasikan bahwa Yesus seharusnya ―hidup‖ pada saat 

dalam kubur:  

How was Jonah in the whale's belly for three days and three nights- 

Dead or Alive? The Muslims, the Christians and the Jews again give a 

unanimous verdict of A-L-I-V-E! How was Jesus in the tomb for the 

same period of time- Dead or Alive? Over a thousand million 

Christians, of every church or Denomination give a unanimous verdict 

of D-E-A-D! Is that like Jonah or un-like Jonah in your language? 

And everyone whose mind is not confused, says that, that is very UN-

LIKE Jonah. Jesus said he would be "LIKE JONAH" and his 

infatuated followers say that he was "UN-LIKE JONAH!". Who is 

lying - Jesus or his followers? I leave the answer to you! (Ahmed 

Deedat, The Choice, p. 132 --buku ini sudah diterjemahkan dalam 

bahasa Indonesia dengan judul yang sama--; also published in, 

Crucifixion or Cruci-Fiction, Durban, RSA: IPCI, p. 68,)  

Dalam Matius 12:38-40 Tuhan Yesus tidak mengatakan bahwa 

Dia akan hidup seperti keadaan Yunus. Kenyataan dalam Kitab 


 110 

Matius ini  tidak menuliskan tentang ―hidup dan mati‖. Deedat 

hanya memakai ―satu‖ kejadian untuk mengungkapkan keseluruhan 

kenyataan. jika  anda ingin tahu tentang hal ini; harap anda 

membaca ayat-ayat selanjutnya dan anda akan mengerti apa yang 

Yesus maksudkan dalam subjek yang tertulis pada kitab Matius ini.  

Sejak waktu itu Yesus mulai berkata kata  kepada murid-murid-

Nya bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak 

penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli 

Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga. namun  Petrus 

menarik Yesus ke samping dan menegor Dia, katanya: "Tuhan, 

kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali takkan menimpa 

Engkau." Maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus: 

"Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau 

bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang 

dipikirkan manusia." (Matius 16:21-23)  

Pada waktu Yesus dan murid-murid-Nya bersama-sama di 

Galilea, Ia berkata kepada mereka: "Anak Manusia akan diserahkan ke 

dalam tangan manusia , dan mereka akan membunuh Dia dan pada 

hari ketiga Ia akan dibangkitkan." Maka hati murid-murid-Nya itupun 

sedih sekali. (Matius 17:22-23)  

saat  Yesus akan pergi ke Yerusalem, Ia memanggil kedua 

belas murid-Nya tersendiri dan berkata kepada mereka di tengah jalan: 

"Sekarang kita pergi ke Yerusalem dan Anak Manusia akan 

diserahkan kepada imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, dan 

mereka akan menjatuhi Dia hukuman mati. Dan mereka akan 

menyerahkan Dia kepada bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, 

supaya Ia diolok-olokkan, disesah dan disalibkan, dan pada hari ketiga 

Ia akan dibangkitkan." (Matius 20:17-19)  

 

Kemudian apa yang dikatakan Yesus ini benar-benar terjadi :  

Kemudian serdadu-serdadu wali negeri membawa Yesus ke 

gedung pengadilan, lalu memanggil seluruh pasukan berkumpul 

sekeliling Yesus. Mereka menanggalkan pakaian-Nya dan 

mengenakan jubah ungu kepada-Nya. Mereka menganyam sebuah 

mahkota duri dan menaruhnya di atas kepala-Nya, lalu memberi  

Dia sebatang buluh di tangan kanan-Nya. Kemudian mereka berlutut 

di hadapan-Nya dan mengolok-olokkan Dia, katanya: "Salam, hai 

Raja orang Yahudi!" Mereka meludahi-Nya dan mengambil buluh itu 

dan memukulkannya ke kepala-Nya. Sesudah mengolok-olokkan Dia 

mereka menanggalkan jubah itu dari pada-Nya dan mengenakan pula 

pakaian-Nya kepada-Nya. Kemudian mereka membawa Dia ke luar 

untuk disalibkan. saat  mereka berjalan ke luar kota, mereka 

berjumpa dengan seorang dari Kirene yang bernama Simon. Orang itu 

mereka paksa untuk memikul salib Yesus.  

Maka sampailah mereka di suatu tempat yang bernama 

Golgota, artinya: Tempat Tengkorak. Lalu mereka memberi Dia 

minum anggur bercampur empedu. sesudah  Ia mengecapnya, Ia tidak 

mau meminumnya. Sesudah menyalibkan Dia mereka membagi-bagi 

pakaian-Nya dengan membuang undi. Lalu mereka duduk di situ 

menjaga Dia. Dan di atas kepala-Nya terpasang tulisan yang menyebut 

alasan mengapa Ia dihukum: "Inilah Yesus Raja orang Yahudi." 

Bersama dengan Dia disalibkan dua orang penyamun, seorang di 

sebelah kanan dan seorang di sebelah kiri-Nya. Orang-orang yang 

lewat di sana menghujat Dia dan sambil menggelengkan kepala, 

mereka berkata: "Hai Engkau yang mau merubuhkan Bait Suci dan 

mau membangunnya kembali dalam tiga hari, selamatkanlah diri-Mu 

jijika  Engkau Anak Allah, turunlah dari salib itu!" Demikian juga 

imam-imam kepala bersama-sama ahli-ahli Taurat dan tua-tua 

mengolok-olokkan Dia dan mereka berkata: "Orang lain Ia 

selamatkan, namun  diri-Nya sendiri tidak dapat Ia selamatkan! Ia Raja 

Israel? Baiklah Ia turun dari salib itu dan kami akan percaya kepada-

Nya. Ia menaruh harapan-Nya pada Allah: baiklah Allah 

menyelamatkan Dia, jijika  Allah berkenan kepada-Nya! sebab  Ia 

telah berkata: Aku yaitu  Anak Allah." Bahkan penyamun-penyamun 

yang disalibkan bersama-sama dengan Dia mencela-Nya demikian 

juga. Mulai dari jam dua belas kegelapan meliputi seluruh daerah itu 

sampai jam tiga. Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara 

nyaring: "Eli, Eli, lama sabakhtani?" Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, 

mengapa Engkau meninggalkan Aku? Mendengar itu, beberapa orang 

yang berdiri di situ berkata: "Ia memanggil Elia." Dan segeralah 

datang seorang dari mereka; ia mengambil bunga karang, 

mencelupkannya ke dalam anggur asam, lalu mencucukkannya pada 

sebatang buluh dan memberi Yesus minum. namun  orang-orang lain 

berkata: "Jangan, baiklah kita lihat, apakah Elia datang untuk 

menyelamatkan Dia." Yesus berseru pula dengan suara nyaring lalu 

menyerahkan nyawa-Nya. (Matius 27:27-50)  

namun  pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu mereka pergi ke 

kubur membawa rempah-rempah yang telah disediakan mereka. 

Mereka mendapati batu sudah terguling dari kubur itu, dan sesudah  

masuk mereka tidak menemukan mayat Tuhan Yesus. Sementara 

mereka berdiri termangu-mangu sebab  hal itu, tiba-tiba ada dua orang 

berdiri dekat mereka memakai pakaian yang berkilau-kilauan. Mereka 

sangat ketakutan dan menundukkan kepala, namun  kedua orang itu 

berkata kepada mereka: "Mengapa kamu mencari Dia yang hidup, di 

antara orang mati? Ia tidak ada di sini, Ia telah bangkit. Ingatlah apa 

yang dikatakan-Nya kepada kamu, saat  Ia masih di Galilea, 

yaitu bahwa Anak Manusia harus diserahkan ke tangan orang-

orang berdosa dan disalibkan, dan akan bangkit pada hari yang 

ketiga." Maka teringatlah mereka akan perkataan Yesus itu. Dan 

sesudah  mereka kembali dari kubur, mereka menceriterakan semuanya 

itu kepada kesebelas murid dan kepada semua saudara yang lain. 

wanita -wanita  itu ialah Maria dari Magdala, dan Yohana, dan 

Maria ibu Yakobus. Dan wanita -wanita  lain juga yang 

bersama-sama dengan mereka memberitahukannya kepada rasul-rasul. 

namun  bagi mereka perkataan-perkataan itu seakan-akan omong 

kosong dan mereka tidak percaya kepada wanita -wanita  itu. 

(Lukas 24:1-11)  

Yesus berkata kepada mereka: "Inilah perkataan-Ku, yang telah 

Kukatakan kepadamu saat  Aku masih bersama-sama dengan kamu, 

yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku 

dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur." Lalu 

Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci. 

Kata-Nya kepada mereka: "Ada tertulis demikian: Mesias harus 

menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga, 

dan lagi: dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan 

dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem. 

(Lukas 24:44-47)  

Mujizat apa yang telah dikatakan oleh Yesus pada hari ketiga? 

Yesus Bangkit! Ia tidak mati! sama seperti saat  Yunus keluar dari 

perut ikan. Itulah konteks pengajaran Yesus tentang ―tanda Yunus‖. 

 

39) Kedatangan Yesus untuk disalib; Mengapa Ia berteriak Eli-Eli 

Lama Sabakhtani? MATIUS 26:1-2 VS MATIUS 27:46. 

Dalam Matius 26, TERTULIS: "kedatangan Yesus yaitu  untuk 

disalibkan", namun  dalam Matius 27: "saat  disalib, Yesus 

berteriak minta tolong kepada Tuhan: Eli, Eli, lama sabakhtani!". 

(bertentangan konsep).  

 

JAWAB : (Kategori : salah memahami konteks ayat)  

 

"Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: 'Eli, Eli, 

lama sabakhtani?' Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau 

meninggalkan Aku?" (Matius 27:46) 

Yesus mengutip ayat dalam kitab Mazmur :  

"Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku? Aku berseru, 

namun  Engkau tetap jauh dan tidak menolong aku." (Mazmur 22:2) 

Yesus Kristus tidak pernah memanggil Bapa dengan panggilan 

"Allah". Ia mengalami penderitaan dan kesakitan serta mengutip 

Mazmur di atas seperti yang diungkapkan oleh pemazmur. Mazmur 

22:2 di atas sering diucapkan sebagai doa oleh kalangan Yahudi 

tatkala mereka mengalami penderitaan. Orang Indonesia juga, saat 

mengalami kedukaan pun sering menyanyikan lagu-lagu sedih. 

―'Eli, Eli, lama sabakhtani?'‖ itu menyerukan kepahitan yang 

dialami Kristus sebab  Ia harus terpisah dari Allah Bapa sebab  Ia 

harus menanggung dosa manusia. Hukuman dosa yaitu  keterpisahan. 

jika  Yesus menanggung hukuman dosa, maka Dia harus mengalami 

keterpisahan (dan kematian). Keterpisahan itulah yang menyakitkan 

hati-Nya.  

Ini yaitu  perkataan keempat dalam 7 perkataan salib dan ini 

yaitu  kategori ―ritual  penderitaan rohani‖. Kita tahu bahwa saat  

Yesus disalibkan, Dia mengalami banyak siksaan. Dia diludahi dan 

diolok-olok. Mereka mengenakan duri tajam di kepala-Nya, 

mencabik-cabik punggung-Nya dengan cambuk berpaku, dipaku ke 

salib, dan ditusuk dengan tombak. Dia bahkan ditinggalkan murid-

murid-Nya sendiri. Penderitaan fisik-Nya sangat hebat. Mereka 

bahkan mencabuti janggut diwajah-Nya. Tapi kita tidak pernah 

mendengar Tuhan Yesus mengeluh sebab  siksaan ini .  

Sebaliknya, puncak dari kesakitan-Nya dan penderitaan-Nya 

yaitu  saat  Ia berkata, "Allah-Ku, Allah-Ku mengapa Engkau 

meninggalkan Aku?" Puncak penderitaan yang sebenarnya bagi Yesus 

yaitu  saat  ―ditinggalkan Allah dan dibiarkan sendiri.‖ Ini jauh 

lebih menyakitkan dibandingkan  duri dan tombak dan paku dan cambuk 

dan ludah dan lain sebagainya--ditinggalkan Allah.  

Mengapa Roh Allah harus pergi? Sebab jika  tidak demikian 

Yesus tidak akan pernah bisa mati; dan ini yaitu  keharusan / cawan 

pahit yang harus diterima oleh Yesus bahwa Dia harus mati sebagai 

―kurban‖ atas dosa-dosa manusia. Oleh sebab  keterpisahan itu, kita 

telah ditebus oleh Kristus. Setiap kita yang percaya padaNya dan 

mengaku Yesus yaitu  Tuhan dan Juru Selamat, kita dipersatukan 

kembali dalam komunitas yang kudus dengan Allah Bapa, Putra dan 

Roh Kudus. Amin. 

40) Bagaimana sikap Yesus saat  disalib?  

a. Pasrah dan lapang dada (Lukas 23:46).  

b. Ketakutan (Markus 15:34; Matius 27:46).  

 

JAWAB : (Kategori : salah memahami konteks ayat)  

Lalu Yesus berseru dengan suara nyaring: "Ya Bapa, ke dalam tangan-

Mu Kuserahkan nyawa-Ku." Dan sesudah berkata demikian Ia 

menyerahkan nyawa-Nya. (Lukas 23:46) 

Versus :  

Dan pada jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: "Eloi, Eloi, 

lama sabakhtani?", yang berarti: Allahku, Allahku, mengapa Engkau 

meninggalkan Aku? (Markus 15:34) 

Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: "Eli, Eli, 

lama sabakhtani?" Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau 

meninggalkan Aku? (Matius 27:46) 

 

Lukas 23:46 tidak dapat dikatakan kontradiksi terhadap Kitab Markus 

dan Matius, sebab  kitab-kitab ini juga menulis hal yang sama tentang 

kepasrahan Yesus dalam penyerahan nyawa, sbb :  

Yesus berseru pula dengan suara nyaring lalu menyerahkan nyawa-

Nya. (Matius 27:50) 

Lalu berserulah Yesus dengan suara nyaring dan menyerahkan nyawa-

Nya. (Markus 15:37) 

 

Injil Yohanes pun menulis hal yang sama.  

Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: "Sudah 

selesai." Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-

Nya. (Yohanes 19:30) 

Mengenai seruan Yesus "Eli, Eli, lama sabakhtani?" sudah dijelaskan 

di atas (No.39). 

 

41) Yesus naik ke surga pada hari kebangkitan-Nya atau 40 hari 

sesudah  kebangkitan-Nya?  

LUKAS 24:21,29,36,51 VS KISAH PARA RASUL 1:3.  

Dalam Lukas, TERTULIS: "Yesus telah naik ke surga pada hari 

kebangkitan-Nya atau pada malam sebelumnya", namun  dalam 

Kisah Para Rasul: "Yesus naik ke surga sesudah 40 hari sesudah  

kebangkitan-Nya". (bertentangan kisah).  

 

JAWAB: (Kategori : salah memahami konteks ayat)  

 

Dalam kitab Lukas memang tidak dikatakan bahwa Yesus 

Naik ke surga pada 40 hari sesudah  kebangkitan-Nya; namun bukan 

berarti Yesus langsung ke Surga pada hari kebangkitan-Nya; Lukas 24 

juga menuliskan beberapa kegiatan yang dilakukan Yesus dan itupun 

tidak menuliskan dilakukan dalam 1 hari; Bagaimana bisa penulis 

kontradiksi ini menyimpulkan 1 hari atau bahkan malam sebelumnya? 

 

Kepada mereka Ia menunjukkan diri-Nya sesudah  penderitaan-Nya 

selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Ia hidup. 

Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri 

dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah. (Kisah 1:3) 


 

Lukas 24:50-53  

24:50 Lalu Yesus membawa mereka ke luar kota sampai dekat 

Betania. Di situ Ia mengangkat tangan-Nya dan memberkati mereka.  

24:51 Dan saat  Ia sedang memberkati mereka, Ia berpisah dari 

mereka dan terangkat ke sorga.  

24:52 Mereka sujud menyembah kepada-Nya, lalu mereka pulang ke 

Yerusalem dengan sangat bersukacita.  

24:53 Mereka senantiasa berada di dalam Bait Allah dan memuliakan 

Allah.  

 

EMPAT KEJADIAN YANG BESAR  

Dalam Alkitab PB kita baca tentang 4 kejadian yang menandai 

kehidupan Tuhan, Pelepas kita selama berada di dunia ini. Keempat 

kejadian ini membentuk 4 mata rantai dari kelepasan.  

1. Yesus menjadi manusia  

2. Penderitaan-Nya dan Kematian-Nya di kayu salib  

3. Kebangkitan-Nya  

4. Kenaikan-Nya ke Surga  

Mengapa Tuhan masih harus berada di bumi ini 40 hari lamanya 

sesudah kebangkitan-Nya dan tidak langsung naik ke Surga?  

 

KEBANGKITAN  

Mari kita mulai dengan mengemukakan bahwa kenyataan 

kenaikan ke Surga tidak pernah akan dimengerti, bila keajaiban 

kebangkitan tidak diresapi. Bila Surga yaitu  tujuan akhir kita (tempat 

di mana orang hidup dan sekali lagi hidup), bagaimanakah tempat 

dengan kehidupan yang berbunga, ya, kehidupan kekal dapat dicapai, 

jika kehidupan itu tidak dimulai dari dunia ini.  

Dalam Yohanes 6:22-59. Sekali peristiwa Yesus berkata 

kepada murid-murid-Nya mengenai roti kehidupan dan coba 

menjelaskan kepada mereka bahwa Dialah Roti Hidup itu yang turun 

dari Surga. Bahwa mereka harus makan roti itu jika mereka ingin 

memperoleh hidup yang kekal. Dalam pembahasan ini Yesus secara 

berangsur-angsur beralih ke pembicaraan mengenai makan daging-

Nya dan minum darah-Nya, ―Barang siapa makan daging-Ku dan 

minum darah-Ku, memperoleh hidup yang kekal‖.  

Pada kesempatan inilah Tuhan menunjuk pada kenyataan 

kenaikanNya ke Surga, pada waktu Ia berkata: ―kecil hatikah kamu 

sebab  kata-kata itu? Dan bagaimanakah jijika  kamu melihat Anak 

Manusia naik ke tempat di mana Ia berada sebelumnya? Roh-lah yang 

memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna.‖  

Maukah mereka merasakan keindahan kenyataan Kenaikan, 

haruslah mereka berada dalam roh Kebangkitan. Demikianlah kita 

melihat hubungan Kenaikan ke Surga dan Kebangkitan erat sekali. Itu 

sebabnya kita berhenti sebentar pada Kebangkitan. Empatpuluh hari 

lamanya Tuhan berada di dunia ini sesudah  Ia bangkit dari kuburan. 

Angka 40 memiliki  arti kematian segala daging (ingat akan 

kejadian air bah, waktu Musa berpuasa dan Yesus dicobai di padang 

pasir).  

Perjalanan keliling selama 40 hari Tuhan Yesus di dunia ini 

yaitu  untuk meyakinkan murid-murid-Nya. Pikiran kedagingan tidak 

boleh mengurangi kenyataan ini. Kekurangan iman murid-murid ini 

tidak bo