Menyebut Allah Bapa sebagai perencana, Roh
sebagai pengudus, dan Yesus sebagai penebus (1 Petrus 1:2;
bandingkan Yesaya 48:16-17). Jadi, ketritunggalan Allah berkaitan
dengan pemeliharaan dan penebusan Allah yang menyeluruh kepada
manusia.
Yesaya 48:16-17 mengungkapkan ketiga oknum Allah
bersama-sama dalam karya keselamatan (bandingkan 1 Korintus 12:3-
6), dan ‗jalan keselamatan‘ yang digenapi oleh Yesus yang dirintis
jalannya oleh Yohanes Pembaptis merujuk nubuatan Yesaya tentang
‗jalan keselamatan YAHWEH (Lukas 3:4-6; Yesaya 40:3-5).
Dari beberapa contoh ayat di atas kita dapat melihat bahwa
pengertian Trinitas/Tritunggal sudah tersirat baik dalam PL maupun
PB, dan sekalipun tidak dirumuskan dalam suatu rumusan doktrin
tertentu, dapat dilihat bahwa disadari atau tidak, jemaat pada masa
Yesus dan para Rasul sebenarnya sudah mengakui ketritunggalan
Tuhan dan sebab sudah jelas tidak perlu ada perumusan sebagai suatu
doktrin.
33) 1 KORINTUS 8:6 VS MATIUS 15:24 & YOHANES 17:3.
Dalam 1 Korintus, TERTULIS: "Paulus berkata: ...dan hanya ada satu
Tuhan saja yaitu Yesus Kristus", namun dalam Matius: "Yesus
berkata: Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari
umat Israel", dan dalam Yohanes: "Yesus berkata: ...mereka mengenal
Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus
yang telah Engkau utus". Menurut Yesus sendiri, dia yaitu UTUSAN
TUHAN. (bertentangan prinsip). Yesus Tuhan, namun diutus?
JAWAB : (Kategori : salah memahami cara kerja Tuhan dalam
sejarah)
Yesus diutus? mungkin ini agak ganjil bagi umat agama lain
Bagaimana Yesus yang yaitu Tuhan itu diutus? Pada bagian
sebelumnya telah dibahas mengenai ayat dalam kitab Yohanes 14:28,
'Bapa lebih besar dibandingkan Aku.'
saat Yesus datang ke dunia dalam wujud manusia, Yesus
berada dalam batasan-batasan inkarnasi sehingga posisi Bapa saat
itu yaitu lebih besar. Yesus dalam status inkarnasi di dunia ini
memang lebih rendah. Namun saat Yesus naik ke surga maka Yesus
yang yaitu Allah itu sendiri kembali dalam pada eksistensi-Nya yang
hakiki : Baca Ibrani 2:9 dan Filipi 2:5-11.
Dalam perjanjian Lama, Mesias atau Juruselamat menunjuk
kepada pribadi Yesus yang diurapi YAHWEH (Yesaya 61:1-2):
Roh Tuhan ALLAH (Baca: YAHWEH) ada padaku, oleh sebab
TUHAN (YAHWEH) telah mengurapi aku; Ia telah mengutus aku
untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan
merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan
pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang
yang terkurung kelepasan dari penjara, untuk memberitakan tahun
rahmat TUHAN dan hari pembalasan Allah kita, untuk menghibur
semua orang berkabung.
Ayat ini di-AMIN-kan Yesus dalam Lukas 4:18-19 dan dalam
ayat 21 Yesus mengatakan dengan terus terang, bahwa Diri-Nyalah
yang dimaksudkan sebagai Utusan dalam Nubuatan Nabi Yesaya
ini . Perhatikan ayat 21, Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-
Nya: "Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu
mendengarnya."
Jadi, Tuhan YAHWEH (Bapa) mengutus Yesus yang yaitu
Firman YAHWEH atau Anak Allah alias Tuhan Yesus. Jadi, selama
di bumi Yesus memang utusan YAHWEH.
34) LUKAS 2:11 VS MATIUS 6:6-15 & 7:21.
Dalam Lukas, TERTULIS: "Malaikat berkata: telah lahir Juruselamat
yaitu Kristus Tuhan itu", namun dalam Matius 6:6-15 "Yesus
menyuruh umatnya untuk berdoa kepada Bapa (Allah)", dan dalam
Matius 7:21 "Yesus berkata: "bukan tiap-tiap orang yang menyeru
aku, Tuhan, Tuhan, yang akan masuk surga, hanyalah orang-orang
yang melakukan kehendak Bapaku yang di surga". (bertentangan
prinsip).
JAWAB : (Kategori : salah memahami cara kerja Tuhan dalam
sejarah)
Lukas 2:11
Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota
Daud.
Matius 7:21-23
21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! Akan
masuk ke dalam Kerajaan Surga, melainkan dia yang melakukan
kehendak Bapa-Ku yang di surga. –
Ayat ini menyiratkan bahwa "kata-kata" tidak dapat dijadikan
pengganti "perbuatan", Anda tahu pelesetan kata "NATO" (No Action
Talk Only)?
22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan,
Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan
demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu
juga? –
23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan
berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku,
kamu sekalian pembuat kejahatan!" –
Pada masa akhir zaman, banyak orang telah memakai nama
Yesus Kristus dan memiliki karunia-karunia dahsyat (Yunaninya:
kharismata) malah yaitu para penyesat yang menyamar. Perbedaan
yang menentukan yaitu antara orang-orang yang diakui Yesus
sebagai milik-Nya dan orang-orang yang dihakimi sebagai pembuat
kejahatan. Di sini peranan Yesus Kristus dalam penghakiman itu
ditunjukkan secara tegas, dan tanpa digugat.
Tanya, adakah nabi-nabi akan berbuat seperti di atas, menjadi
hakim di hari kiamat? mengusir orang-orang yang bukan miliknya?
Apa peranan nabi anda di hari kiamat?
Lebih jauh mengenai Matius 7: 21-23 :
Kita harus melihat latarbelakangnya. sebab setiap ayat-ayat
memiliki maksud dan tujuan sesuai isi dan konteksnya. Maka,
sebaiknya ayat ini tidak dicuplik 3 ayat saja namun kita mundur sedikit
ke belakang. Kita mulai dari ayat 15 terus sampai pada ayat ke 23
dimana perikop ayat-ayat ini yaitu HAL PENGAJARAN
YANG SESAT atau Waspada terhadap Nabi-Nabi Palsu.
Matius 7:15-23 HAL PENGAJARAN SESAT
7:15 "Waspyaitu terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu
dengan menyamar seperti domba, namun sesungguhnya mereka yaitu
serigala yang buas.
7:16 Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah
orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput
duri?
7:17 Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang
baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak
baik.
7:18 Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang
tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang
baik.
7:19 Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti
ditebang dan dibuang ke dalam api.
7:20 Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.
7:21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan!
akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan
kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
7:22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan,
Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan
demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu
juga?
7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan
berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku,
kamu sekalian pembuat kejahatan!"
Jelas sekali konteksnya, Tuhan Yesus memberi peringatan
kepada murid-murid-Nya, bahwa nanti akan ada orang-orang yang
melakukan penyesatan terhadap pengajaran Tuhan yang sebenarnya,
mereka ini bertindak seolah-olah sebagai nabi/pengajar namun
sesungguhnya mereka ini yaitu penyesat-penyesat alias Nabi-nabi
Palsu.
Dalam pasal yang lain, Tuhan Yesus memperingatkan kembali
adanya nabi palsu/penyesat-penyesat : Matius 24:3-5, 10-11
24:3 saat Yesus duduk di atas Bukit Zaitun, datanglah murid-
murid-Nya kepada-Nya untuk bercakap-cakap sendirian dengan Dia.
Kata mereka: "Katakanlah kepada kami, bilamanakah itu akan terjadi
dan apakah tanda kedatangan-Mu dan tanda kesudahan dunia?"
24:4 Jawab Yesus kepada mereka: "Waspyaitu supaya jangan ada
orang yang menyesatkan kamu!
24:5 Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku
dan berkata: Akulah Mesias, dan mereka akan menyesatkan
banyak orang.
24:10 dan banyak orang akan murtad dan mereka akan saling
menyerahkan dan saling membenci.
24:11 Banyak nabi palsu akan muncul dan menyesatkan banyak
orang.
Seperti beberapa kali kita temukan, memang ada orang-orang
yang mengklaim diri mereka itu seolah-olah nabi dan berbicara atas
nama Tuhan, namun ajaran mereka ini sesat: Contohnya David Koresh
yang dikenal dengan "sekte Davidian Clan", Jim Jones "Sekte Jones",
Marshall Applewhite "Sekte Heaven‘s Gate‖, Luc-Jorret ―Sekte Solar
Temple‖dan lain-lain. Juga di Indonesia pernah ada Pendeta
Mangapin Sibuea di Bandung dengan "Sekte Hari Kiamat", dan Lia
‗Aminudin‘ Eden.
Nabi-nabi palsu di atas, berbicara atas nama Tuhan, melakukan
segala sesuatu seolah-olah demi nama Tuhan. Kegiatan inilah yang
dimaksud dalam Matius 7:22-23, bahwa mereka ini berteriak
Tuhan, Tuhan namun sebenarnya mereka ini para pelaku
kejahatan. Tuhan Yesus memberi petunjuk bagaimana mengenali
ajaran-ajaran sesat yang dilakukan nabi palsu yaitu di Matius 7:16-
20 "Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka." Tuhan
Yesus memberi perumpamaan yang baik sekali.
Kita diberitahu untuk selalu waspada terhadap pengajar-
pengajar sesat, dan mengenali mereka dari "buahnya" artinya dari
hasil-hasil yang mereka dapatkan dan tunjukkan. Misalnya Sekte
Children of God yang juga pernah dilarang di Indonesia ini, David
Moses, orang yang di-nabi-kan di sekte itu, melakukan penyesatan
dengan pengajaran "free sex" dalam ibadah-ibadah mereka. Padahal
jelas sekali hal itu merupakan dosa, kebiasaan mereka ini justru bukan
mencerminkan kasih Kristus, melainkan kasih hawa nafsu. Maka
untuk pengajaran ini dengan mudah kita menilai bahwa mereka
yaitu sesat/ bidat.
Berseru-seru kepada Tuhan tidak selalu dibarengi dengan
iman; percaya dan hormat kepada Tuhan. Melainkan seringkali
manusia hanya mengucapkan seruan kepada Tuhan secara
verbal; namun tanpa iman dan hormat; dengan tujuan-tujuan
tertentu. Misalnya ingin mendapat pujian bahwa dia yaitu orang
saleh, sebab tuntutan profesi sebab dia yaitu seorang pekerja di
ladang Tuhan. namun tidak sungguh- sungguh beribadah dengan iman
kepada Tuhan.
Inilah yang dimaksud. Maka jelaslah Matius 7:22-23 bukan
ditujukan kepada murid-murid Yesus yang setia dan menjalankan
kehendak-Nya, namun kepada penyesat-penyesat yang berbicara atas
nama Tuhan. Untuk mereka ini Tuhan Yesus akan mengenyahkan
mereka pada saat penghakiman nanti dengan mengatakan "Aku tidak
pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian
pembuat kejahatan!"
Untuk memahami jawaban atas pertanyaan di atas, pembaca perlu
memahami, bahwa sewaktu di bumi Tuhan Yesus yaitu utusan
Tuhan YAHWEH (Bapa), sehingga Yesus dalam Matius 6:6-15
"Yesus menyuruh para murid-Nya untuk berdoa kepada Bapa
(Allah)". Jadi, jelas tidak ada pertentangan atau kontradiksi.
35) Yesus akan melepaskan manusia dari dosa; namun Yesus juga akan
membalas tiap-tiap orang menurut perbuatannya.
MATIUS 1:21 VS MATIUS 16:27 & YOHANES 5:30.
Dalam Matius 1, TERTULIS: "Malaikat berkata: ..Yesus akan
melepaskan kaumnya dari segala dosanya", namun dalam Matius 16
"Yesus akan membalas tiap-tiap orang menurut perbuatannya", dan
dalam Yohanes 5 "Yesus menjadi pesuruh Tuhan dengan menjalankan
hukum yang seadil-adilnya". (bertentangan hukum).
JAWAB : (Kategori : salah memahami cara kerja Tuhan dalam
sejarah)
MATIUS 1:21 yaitu maksud kedatangan Yesus agar manusia
memperoleh keselamatan dan kehidupan yang kekal (penjelasannya
dapat dibaca pada pengajaran-pengajaran tentang prinsip Keselamatan
dari Yesus).
Banyak orang yang belum diselamatkan percaya bahwa pada
hari itu Tuhan akan mempertimbangkan perbuatan baik dan perbuatan
jahat yang telah mereka lakukan. jika bobot perbuatan baik
mereka lebih berat dibandingkan perbuatan jahat, maka Tuhan akan
menerima mereka masuk surga. Sepintas penalaran ini sepertinya
masuk akal, namun cara berpikir seperti ini membuat keselamatan yang
Tuhan berikan seolah-olah tergantung pada perbuatan baik yang kita
lakukan. Itu jelas keliru. Manusia berdosa tidak bisa menghapus
dosanya dengan perbuatan baik. Dosa harus dihukum. Ingat prinsip
pengadilan, orang bersalah harus dihukum. Seorang tervonis, tidak
bisa bebas dari hukuman dengan berbuat baik. sebab semua manusia
sudah berdosa dalam pandangan Tuhan, sejak Adam dan Hawa
berdosa, semua manusia keturunannya yaitu umat yang berdosa
dipandangan Tuhan, meskipun bayi yang mati belum sempat berbuat
dosa, namun tetap dalam pandangan Tuhan, bayi yang mati itu yaitu
umat berdosa juga. sebab semua manusia tidak ada yang tidak
berdosa, maka manusia tidak mungkin menebus dosanya. Untuk itu
butuh Juruselamat untuk menebus dosa mereka, sebab dalam
Keadilan Tuhan, dosa harus dihukum, namun dalam Kasih Tuhan,
Tuhan menyediakan jalan keluar melalui kedatangan Yesus sebagai
Juruselamat dunia dan Penebus Dosa umat manusia.
Galatia 2:16 mengungkapkan bahwa semua perbuatan kita,
yang baik maupun buruk, tidak menentukan keselamatan. Sebanyak
apapun, perbuatan baik yang kita lakukan tidak pernah dapat
menghapus noda dosa dalam hidup kita (Roma 3:9-18). Setiap orang
harus menghadapi penghakiman, dan satu-satunya jalan untuk lolos
dari hukuman hanyalah melalui Yesus Kristus, Tuhan kita.
Penebusan-Nya yang sangat berharga di kayu salib sehingga kita
mendapatkan pengampunan dan damai sejahtera abadi. Itulah maksud
kedatangan Yesus supaya manusia diselamatkan.
sedang apa yang tertulis pada Yohanes 5:30 yang berbunyi
―Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku
menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-
Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan
kehendak Dia yang mengutus Aku.‖ Ayat ini berkata kata bahwa
Yesus yaitu Hakim!
Selama duduk di sebelah kanan Allah Bapa, Yesus tidak hanya
menjalankan peran-Nya sebagai Raja atas segala raja, namun Dia juga
menggenapi peran sebagai Hakim dunia ini. Dia yaitu Hakim bagi
semua bangsa dan semua orang. Meskipun Yesus memerintah sebagai
Hakim kita, Dia juga telah ditetapkan oleh Allah untuk menjadi
Pembela kita. Dia yaitu Pengacara Pembela kita. Pada Penghakiman
terakhir Pembela kita akan berhadapan dengan Hakim kita. Peran
Yesus sebagai pengantara orang kudus telah dirasakan oleh Stefanus
pada waktu ia akan mati syahid: Tuhan itu kasih. Ia mengasihi kita
tanpa pamrih. Kasih-Nya tak terukur (Yohanes 3:16, Efesus 3:18-19).
namun jangan lupa bahwa Tuhan itu juga adil. Kitab Wahyu pasal 20,
menjelaskan penghakiman Tuhan atas ‗DUNIA‘.
Pada akhirnya semua orang percaya harus mempertanggung-
jawabkan hidup mereka pada PENGHAKIMAN TAHTA KRISTUS.
Dan sesudah itu, mereka yang menolak Yesus Kristus akan dihakimi
dalam PENGADILAN TERAKHIR atau yang disebut juga
PENGADILAN TAHTA PUTIH pada saat kesudahan zaman nanti.
36) Tanggung jawab dosa; Yesus menebus; Yehezkiel, tanggung
jawab pribadi; Iman anak-anak empunya Surga.
GALATIA 3:13 VS YEHEZKIEL 18:20 & MARKUS 10:14.
Dalam Galatia, TERTULIS: "Paulus berkata: terkutuknya Yesus di
kayu salib yaitu untuk menebus dosa-dosa manusia", namun dalam
Yehezkiel: "kebenaran/kejahatan manusia menjadi tanggung jawab
masing-masing", dan dalam Markus: "Yesus berkata kata bahwa anak-
anaklah yang memiliki kerajaan surga (berarti suci atau bebas dari
dosa, sekaligus membantah adanya DOSA WARIS)". (bertentangan
konsep).
JAWAB :
Ketiga kutipan ayat dari kitab-kitab ini menjelaskan
subjek yang berbeda beda, yaitu dijelaskan satu-persatu sebagai
berikut :
1. YESUS KRISTUS TERGANTUNG DI SALIB SEBAGAI
KURBAN ATAS KUTUK DOSA MANUSIA
Mengenai ayat dalam Kitab GALATIA 3:13 :
―Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan
menjadi kutuk sebab kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang
yang digantung pada kayu salib!"
Apa yang diucapkan Paulus yaitu dapat dipertanggungjawabkan :
APAKAH HUKUMAN SALIB ITU?
Penyaliban merupakan suatu bentuk hukuman yang dikenal oleh
beberapa bangsa penyembah berhala pada abad pertama. Tak dapat
dipastikan bahwa hukuman ini digunakan oleh bangsa Yahudi kuno,
tapi kemungkinan besar tidak. sebab hukuman mati menurut hukum
Musa atau Taurat yaitu dengan pedang (Keluaran 21), dibakar
(Imamat 20:14), dan dirajam dengan batu (Ulangan 21:21).
Digantung di atas kayu salib merupakan bentuk hukuman mati
yang mengerikan, dan bagi umat Yahudi hukuman ini dihindari,
sebab dikutuk oleh Allah (Ulangan 21:23). Hukuman ini dimulai
dengan diolok-oloknya si terhukum. Dalam kasus Tuhan Yesus,
pengolokannya dilakukan sebelum hukuman dijatuhkan, dan
kemungkinan vonisnya dipercepat oleh Pilatus dengan tujuan untuk
menghindari tuntutan hukuman yang lebih berat dari massa.
Si terhukum harus membawa kayu salibnya sendiri ke tempat
eksekusi yang berada di luar kota. Sebelum dipaku, secangkir cuka
bercampur empedu (berfungsi semacam obat bius) diberikan kepada
terhukum untuk meringankan rasa sakitnya . Tuhan kita menolak ini,
sehingga Ia tetap sadar (Matius 27:34). Mereka mencucukkan bunga
karang yang dicelupkan dalam anggur asam pada sebatang hisop lalu
mengunjukkannya ke mulut Yesus (Matius 27:48, Lukas 23:36). Ia
meminumnya untuk menghilangkan derita dahagaNya (Yohanes
19:29).
Penyaliban-Nya dilakukan sesuai dengan hukum Romawi yang
berlaku pada masa itu. Ia disalibkan di antara dua penjahat
(penggenapan nubuatan Yesaya 53:12, Lukas 23:32) dan disaksikan
oleh sekelompok tentara Romawi dengan komandannya (Yoh 19:23,
Mat 27:36,54). Pematahan kaki para terhukum yang disalib dilakukan
untuk mempercepat kematian mereka (Yohanes 19:31), tapi sebab
cepatnya kematian Tuhan kita memicu kaki-Nya tak dipatahkan
(19:33), sebab sejak malam Yesus ditangkap sampai penyalibannya,
Yesus terus-menerus mengalami banyak penyiksaan, sehingga
nubuatan dari Keluaran 12:46 digenapi. KematianNya disebabkan
oleh gagal jantung dan keluarnya darah dan air dari luka yang dibuat
di lambungNya oleh prajurit Romawi untuk membuktikan
kematiannya (Yohanes 19:34).
Tuhan Yesus mengucapkan beberapa kata di atas kayu salib di
antaranya,"Ya Bapa ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa
yang mereka lakukan." (Lukas 23:34). "Sesungguhnya hari ini juga
engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus."
(23:43) dan juga dalam Yohanes 19:26, Matius 27:46, Markus 15 :34,
Yohanes 19:28, Lukas 23:46 dan Yohanes 19:30 ("Sudah selesai")
APA ITU HUKUM TAURAT? Baca Roma pasal 7-9
sesudah Rasul Paulus menjelaskan bahwa manusia dibenarkan
sebab percaya kepada Tuhan Yesus, bukan sebab memenuhi
tuntutan hukum Taurat, muncul berbagai pertanyaan: Bagaimana
relasi hukum Taurat dengan kehidupan Kristen? Apa kaitan antara
ajaran tentang kebenaran Allah dengan makna hukum Taurat? Apakah
hukum Taurat tidak berlaku lagi sesudah seseorang beriman kepada
Allah? Roma 7:1; Roma 8:39 secara khusus menjelaskan relasi hidup
orang Kristen dan hukum Taurat. Hukum Taurat hanya berlaku selama
orang hidup (Roma 7:1-6).
Orang yang percaya kepada Kristus tidak berada di bawah hukum
Taurat, sebab ia telah mati bagi hukum Taurat. Apakah hukum Taurat
itu dosa? Hukum Taurat tidak sama dengan dosa (Roma 7:7-26).
Rasul Paulus membagikan pengalamannya berjuang melawan
hukum Taurat. Ada yang berpendapat bahwa pengalaman ini terjadi
sebelum Rasul Paulus bertobat. Pandangan ini sulit diterima sebab
konteks dekat bagian ini menjelaskan hubungan orang Kristen dengan
hukum Taurat.
Di samping itu, pengenalan akan dosa selalu berkaitan dengan
orang yang sudah dilahirkan kembali. Bukan hukum Taurat yang
membuat ia melakukan dosa, melainkan dosa di dalam dirinya yang
mengunakan hukum Taurat untuk memperbudak dirinya. Hukum
Taurat mengatakan 'dosa' (Roma 7:7-8 ) dan dosa hidup oleh sebab
hukum Taurat (Roma 7:9-13).
Hukum Taurat menimbulkan pertentangan dengan dosa (Roma
7:14-25). Paulus tahu bahwa ada jalan yang baik, namun justru jalan
yang buruk yang dipilihnya. Hal ini terjadi sebab adanya perbedaan
antara sifat hukum Taurat (yang rohani) dan sifat dirinya (yang
bersifat daging) atau pertentangan antara Roh dan daging.
Kemudian Rasul Paulus memaparkan realitas bahwa dosa telah
dikalahkan oleh Kristus dan Roh (Roma 8:1-39). Hidup dalam kasih
karunia sebagai pekerjaan Roh kontras dengan hidup dalam daging di
bawah hukum Taurat. Hidup lama menempatkan perhatian dan
kesenangan pada hal-hal yang bersifat daging, namun hidup yang baru
menempatkannya pada hal-hal rohani. jika kita hidup menurut
daging, ciri yang bersifat daging nampak juga pada pengharapan
dalam pikiran kita. jika rohani kita kuat, hal itu akan nampak dalam
arah hidup kita (Roma 8:5-11).
Rasul Paulus bersukacita sebab kemenangan kasih karunia di
dalam Kristus dan hidup oleh Roh. Ia yakin bahwa kemuliaan yang
akan datang (yaitu Allah menampakkan diri secara sempurna di dalam
Yesus Kristus) jauh lebih besar dibandingkan penderitaan sekarang. Di
akhir pasal 8 dalam Kitab Roma. Rasul Paulus menutup uraiannya
dengan kidung pujian yang bernada kemenangan tentang kemenangan
hidup Kristen, yaitu hidup yang tidak di bawah hukum Taurat. sebab
Allah di pihak kita, siapakah yang dapat merebut kita dari tangan-Nya.
Ia, yang telah memberi Anak-Nya, pasti akan mengaruniakan
segala sesuatu di dalam Dia (Roma 8:31-39).
2. DOSA SEBAGAI TANGGUNG JAWAB PRIBADI
YEHEZKIEL 18:20,
Orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati. Anak tidak akan turut
menanggung kesalahan ayahnya dan ayah tidak akan turut
menanggung kesalahan anaknya. Orang benar akan menerima berkat
kebenarannya, dan kefasikan orang fasik akan tertanggung atasnya.
Kita harus melihat konteks yang diangkat oleh Yehezkiel ini
yaitu berbeda dengan topik DOSA dan KUTUK yang dibahas oleh
Rasul Paulus dalam korelasinya dengan Hukum Taurat. Nabi
Yehezkiel datang kepada bangsa Israel untuk menegur kesalahan
mereka, dan mengajak mereka untuk memperbarui hidup. (Silahkan
Baca keseluruhan Kitab Yehezkiel pasal 18).
Pada zaman Nabi Yehezkiel, berkembang sebuah pemikiran
yang salah mengenai dosa turunan. Bangsa Israel saat itu merasa
bahwa mereka hidup di bawah penghukuman akibat dosa/kesalahan
yang dilakukan oleh generasi-generasi sebelum mereka (ay. 2). Orang
pada saat itu percaya bahwa sifat baik dan sifat buruk merupakan
faktor keturunan, sehingga mereka merasa tidak perlu untuk merubah
diri.
Pemahaman seperti ini muncul akibat mereka salah mengerti
firman Allah dalam Keluaran 20:5 ―Jangan sujud menyembah
kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu,
yaitu Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa
kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari
orang-orang yang membenci Aku‖
Konsep yang diangkat dalam Kel. 20:5 sebenarnya mau
menunjukkan bahwa anak-anak dapat terpengaruh oleh dosa yang
dilakukan orang-tua mereka, sebab orang-tua yaitu seorang model
bagi anak. Kelakuan buruk orang-tua, dengan mudah dapat
mempengaruhi kelakuan anak. Sehingga saat mereka melakukan
dosa yang sama seperti orang-tuanya, maka mereka juga akan
menerima hukuman yang sama dengan orang-tua mereka. Namun
jika mereka tidak melakukan dosa seperti orang-tua mereka,
mereka tidak akan menerima penghukuman itu. Jadi yang ditekankan
di sini sebenarnya yaitu tanggung-jawab pribadi terhadap dosa.
Nabi Yehezkiel membawa firman Allah untuk meluruskan
pemahaman yang salah ini (ay. 3-4). Allah secara tegas
mengatakan "..semua jiwa Aku punya!..", untuk menjelaskan bahwa Ia
menciptakan semua orang, dan mereka diberi kehendak bebas untuk
menuruti jalan Tuhan atau tidak, dan mereka tidak dibelenggu oleh
keturunan. Tuhan menegaskan suatu prinsip bahwa orang berdosa Iah
yang akan menerima hukuman (ay. 4). sebab salah mengerti maksud
firman Allah, bangsa Israel menganggap tindakan Allah tidak tepat
(ay. 25a, 29b). Respon ini menunjukkan sikap kekanak-kanakan
bangsa Israel. Allah itu adil, namun manusialah yang melanggar
aturan Allah. Bangsa Israel ingin Allah untuk mengikuti standard
mereka, padahal seharusnya mereka yang hidup menurut standard
yang Allah berikan.
Allah menjelaskan bahwa orang yang berbalik dari dosanya
akan hidup sedang mereka yang kembali kepada dosa akan mati
(ay. 26-28), untuk menunjukkan bahwa prinsip keturunan tidak
berlaku jika orang bertobat dari dosa-dosanya. Semua itu
tergantung dari pilihan orang yang bersangkutan (ay. 30).
Tuhan memanggil umat Israel untuk bertobat, sebab Tuhan
tidak menghendaki kematian manusia (ay. 32). Dengan kata lain
"kematian" manusia bukanlah sebuah hukuman yang Tuhan berikan,
namun sebagai sebuah konsekuensi logis dari dosa manusia. Tuhan
ingin manusia hidup, oleh sebab itu Ia menawarkan pengampunan
bagi mereka yang bertobat.
Dosa dan hukuman atas dosa merupakan akibat dari pilihan
pribadi seseorang, bukan masalah keturunan atau bawaan. Seseorang
bisa saja terkena dampak dari dosa yang dilakukan oleh orang-lain,
namun tidak otomatis bertanggung-jawab terhadap dosa ini .
Setiap orang bertanggung-jawab secara pribadi terhadap dosa--
dosanya. Tidak ada gunanya mencari kambing hitam bagi dosa-dosa
yang seseorang lakukan. Yehezkiel mampu menegur bangsa Israel
atas kesalahan mereka, sebab ia memegang firman Allah, bukan
sekedar pendapat pribadinya.
Tuhan tidak menghendaki manusia mati akibat dosa-dosanya,
oleh sebab itu Ia menganjurkan pertobatan dan menawarkan
pengampunan.
3. IMAN SEPERTI ANAK-ANAK
Markus 10:13-16
10:13 Lalu orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia
menjamah mereka; akan namun murid-murid-Nya memarahi orang-
orang itu.
10:14 saat Yesus melihat hal itu, Ia marah dan berkata kepada
mereka: "Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan
menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah
yang empunya Kerajaan Allah.
10:15 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa tidak
menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan
masuk ke dalamnya."
10:16 Lalu Ia memeluk anak-anak itu dan sambil meletakkan tangan-
Nya atas mereka Ia memberkati mereka.
Dalam Lukas 18:15-17 tentang Yesus memberkati anak-anak;
lebih jelas berkata kata bahwa Iman seperti seorang anak kecil yang
menyambut Kerajaan Allah itu berkenan dihati Yesus :
15 Maka datanglah orang-orang membawa anak-anaknya yang kecil
kepada Yesus, supaya Ia menjamah mereka. Melihat itu murid-murid-
Nya memarahi orang-orang itu.
16 namun Yesus memanggil mereka dan berkata: "Biarkanlah anak-
anak itu datang kepada-Ku, dan jangan kamu menghalang-halangi
mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya
Kerajaan Allah.
17 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa tidak
menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan
masuk ke dalamnya."
Menjadi seperti anak kecil berarti memiliki iman yang murni
kepada Bapa, mencintai Bapa, berdamai dengan Bapa, Allah kita.
Jadi jelas yang diungkapkan disini yaitu bukan membahas
keselamatan pada diri anak kecil sebagai manusia; namun ―eksistensi
iman seperti anak kecil‖ itu yang sedang dinilai. Ini harus dibedakan
saat kita membicarakan dosa asal dan dosa waris.
37) Yesus dikubur 3 hari 3 malam?
LUKAS 24:7,46; MATIUS 12:40 & MATIUS 27:63 VS
KENYATAAN. Dalam Lukas 24, TERTULIS: "Yesus akan bangkit
pada hari ke-3 sesudah hari kematiannya", dalam Matius 12: "Yesus
akan tinggal di rahim bumi selama 3 hari 3 malam" (sama dengan 72
jam), dan dalam Matius 27: "Tuan, kami ingat, bahwa si penyesat itu
sewaktu hidup-Nya berkata: Sesudah tiga hari Aku (Yesus) akan
bangkit.", namun KENYATAANNYA: "Yesus bangkit pada hari
ke-2", ingat! Yesus mati pada hari Jumat sore (Lukas 23:54) namun
mayatnya pada hari Minggu pagi sudah tidak ada (Lukas 24:1-3). Ini
berarti Yesus tinggal di rahim bumi cuma 1 hari 2 malam saja atau
sekitar 36 jam (separoh janjinya).
JAWAB : (Kategori: salah memahami konteks sejarah atau maksud
penulis)
Alkitab tidak menulis Yesus Kristus disalib dan mati pada
hari Jumat : Yesus Kristus bangkit pada hari "ketiga" :
"sesudah Yesus bangkit pagi-pagi pada hari pertama minggu itu, Ia
mula-mula menampakkan diri-Nya kepada Maria Magdalena. Dari
padanya Yesus pernah mengusir tujuh setan." (Markus 16:9)
"Yesus itu telah dibangkitkan Allah pada hari yang ketiga, dan Allah
berkenan, bahwa Ia menampakkan diri," (Kisah Para Rasul 10:40)
"bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada
hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci;" (1 Korintus 15:4)
Kebanyakan dari kita menganggap bahwa Yesus mati pada "Jumat
Agung" dan bangkit dari antara orang mati pada hari "Easter"
(Paskah) Minggu pagi. Oleh sebab Yesus berkata Ia akan bangkit
pada "hari ketiga," ada yang menghitung bagian dari hari Jumat
sebagai satu hari, hari Sabtu sebagai hari kedua, dan sebagian hari
Minggu sebagai yang ketiga. Itu menunjukkan bahwa terkadang
sebuah ekspresi seperti "hari ketiga" dapat termasuk hanya bagian dari
hari itu, yaitu sebagian dari satu hari yang termasuk dihitung sebagai
sehari penuh. Ensiklopedia Yahudi berkata, bahwa hari saat
pemakaman, meskipun pemakaman itu mungkin terjadi pada akhir
petang, dihitung sebagai hari pertama dari tujuh hari masa
perkabungan.
Bagaimanapun juga, ada orang-orang Kristen lain, yang sama-sekali
tidak puas dengan penjelasan ini. Yesus sering berkata Ia akan bangkit
pada "hari yang ketiga" (Mat 16:21; Mrk 10:34). namun Ia juga
berkata, dari jangka waktu dan memberi tanda spesifik dari
kemesiasan-Nya sebagai tiga hari dan tiga malam. "Sebagaimana
Yunus berada tiga hari dan tiga malam dalam perut ikan paus", Ia
berkata, "demikian juga Anak Manusia akan TIGA HARI DAN TIGA
MALAM dalam perut bumi" (Mat 12:38-40).
sebab ada duabelas jam dalam satu siang dan duabelas jam dalam
satu malam (Yoh 11:9-10), bila kita hitung "tiga hari tiga malam"
penuh, ini akan sama dengan 72 jam. namun apakah unsur waktu tepat
72 jam? Yesus seharusnya ada di dalam kubur selama "tiga hari dan
tiga malam" dan bangkit "sesudah tiga hari" (Mrk 8:31). Kami tidak
punya alasan untuk menghitung ini sebagai sedikit kurang dari satu
masa kurang dari 72 jam. Di lain pihak, jika Ia akan dibangkitkan
dari antara orang mati "dalam tiga hari" (Yoh 2:19), ini tidak akan
sedikit lebih dari 72 jam. Untuk memadukan pernyataan-pernyataan
yang bervariasi ini, hal itu tidak kelihatan tak masuk akal untuk
menganggap bahwa jangka waktu itu yaitu tepat 72 jam. Betapapun
juga, Elohim (Allah) yaitu Elohim dari KETEPATAN. Dia membuat
segala sesuatu tepat pada agenda waktu. Tidak ada yang kebetulan
dengan Dia.
sebab Yesus telah disalib pada hari sebelum hari sabat, kami dapat
mengerti mengapa ada orang telah berfikir mengenai hari Jumat
sebagai hari penyaliban. namun hari sabat yang menyusul kematian-
Nya bukanlah sabat mingguan, namun suatu hari sabat tahunan—
"sebab sabat yaitu hari yang penting [hari besar] (Yoh 19:14, 31).
Sabat ini dapat jatuh pada hari apa saja dari minggu itu dan tahun itu
rupanya jatuh pada hari Kamis. Ia disalib pada hari persiapan
(Rabu), dan hari berikutnya yaitu hari penting sabat (Kamis),
kemudian hari Jumat dan diikuti oleh sabat mingguan (Sabtu).
Memahami bahwa ada dua sabat pada minggu itu, menjelaskan
bagaimana Kristus bisa disalib pada hari sebelum sabat tiba—namun
memenuhi tanda-Nya dari tiga hari dan tiga malam.
Suatu perbandingan yang saksama dari Markus 16:1 dan Lukas 23:56
memberi bukti-bukti lebih lanjut ada dua hari sabat di minggu
itu—dengan satu hari kerja di antara keduanya. Markus 16:1 berkata:
"Dan saat telah lewat hari sabat, Maria Magdalena dan Maria ibu
Yakobus, dan Salome, membeli [bought]
rempah-rempah yang
harum agar mereka dapat datang dan mengurapi-Nya." Ayat ini
berkata kata bahwa saat itu sesudah hari sabat saat wanita-wanita ini
membeli rempah-rempah mereka. Namun, Lukas 23:56 berkata kata
bahwa mereka siapkan rempah-rempah itu dan sesudah
menyiapkannya mereka beristirahat pada hari sabat: "Dan mereka
pulang, dan menyediakan rempah-rempah dan minyak urapan dan
beristirahat pada hari sabat sesuai dengan perintah Tuhan." Ayat yang
satu berkata yaitu sesudah hari sabat wanita -wanita itu
Alkitab versi King James (KJV) yaitu satu-satunya terjemahan
(dari banyak yang kami telah cek) yang memakai kata indefinite [yang
tidak pasti] "had bought" [telah membeli]. Semua yang lainnya telah dengan
tepat menterjemahkan ini sebagai "bought" [membeli]. Tidaklah lazim untuk
ayat ini jika dibaca seolah-olah wanita -wanita itu membawa
["brought"] rempah-rempah, namun kata itu ialah "bought," satu huruf
membuat perbedaan itu!
105
membeli rempah-rempah; ayat yang lain berkata mereka menyiapkan
rempah-rempah sebelum hari sabat. sebab mereka tidak bisa
menyiapkan rempah-rempah itu sampai mereka membelinya dahulu,
maka bukti untuk dua sabat yang berbeda dalam minggu itu
meyakinkan.
Dalam majalah Eternity, editornya, Donald Grey Barnhouse, berkata:
"Saya pribadi telah selalu bertahan bahwa ada dua hari Sabat dalam
minggu terakhir Tuhan kita— Sabat hari Sabtu dan Sabat Paskah,
yang terakhir yaitu pada hari Kamis. Mereka bersegera menurunkan
tubuh-Nya sesudah penyaliban pada hari Rabu dan Dia berada tiga hati
tiga malam (sekurang-kurangnya 72 jam) dalam kubur." Ia mengutip
bukti dari Gulungan Laut Mati yang akan menempatkan Perjamuan
Malam Terakhir pada hari Selasa. Tidak semua tradisi menyokong
penyaliban hari Jumat. Ia mengutip dari sebuah jurnal Roma Katholik
yang diterbitkan di Perancis bahwa "suatu tradisi Kristen purba,
dibuktikan oleh Didascalia Apostolorum demikian juga oleh
Epiphanius dan Vitorinus dari Petau (wafat tahun 304)
memberi Selasa malam sebagai tanggal dari Perjamuan
Malam Terakhir dan menentukan suatu puasa untuk hari Rabu
untuk memperingati penangkapan Kristus."
Walaupun teguh berpegang pada penyaliban hari Jumat, Enskilopedia
Katholik berkata bahwa tidak semua sarjana Alkitab telah
mempercayai cara ini. Epiphanius, Lactantius, Wescott,
Cassiodorus dan Gregory dari Tours disebut-sebut yang menolak
hari Jumat sebagai hari penyaliban ( The Catholic Encyclopedia, jilid
8, halaman 378, artikel "Jesus Christ.")
106
Dalam bukunya "Bible Questions Answered" [Pertanyaan Alkitab
Dijawab], W. L. Pettingill, memberi pertanyaan dan jawaban: Pada
hari apa dalam minggu itu Tuhan kita disalib? Bagi kita tidak pelak
lagi bahwa penyaliban yaitu pada hari Rabu."
1
The Companion
Bible [Alkitab Sahabat] diterbitkan oleh Oxford University Press,
dalam Appendix [tambahan]nya no. 156 menjelaskan bahwa Kristus
disalibkan pada hari Rabu.
Dalam Alkitabnya Dake's Annotated Reference Bible, Finis Dake
telah berkata dalam catatannya atas Matius 12:40: "Kristus sudah mati
selama tiga hari penuh dan tiga malam penuh. Dia telah diletakkan di
dalam kuburan pada hari Rabu sesaat sebelum matahari terbenam dan
telah bangkit pada akhir dari hari Sabtu pada saat matahari terbenam.
…Tidak ada pernyataan yang berkata bahwa Dia dikuburkan pada hari
Jumat saat matahari terbenam. Ini akan membuat Dia berada dalam
kubur hanya satu siang dan satu malam, dan membuktikan ritual -
Nya sendiri tidak benar."
2
Kutipan-kutipan yang diberikan disini dari berbagai pelayan
Tuhan yaitu spesial penting sebab keyakinan ini yaitu bukan posisi
umum yang diterima dari berbagai organisasi gereja yang dengannya
mereka tergabung. Dalam kasus demikian, manusia berbicara dari
pendirian, bukan saja hati nurani. Seperti itu yaitu kasus dari R.A.
Torrey, penginjil yang terkemuka dan Dekan Institut Alkitab, yang
kata-katanya (ditulis tahun 1907) menyimpulkan dengan baik posisi
dasar yang kami telah sampaikan disini. "…Menurut tradisi dari gereja
yang secara umum diakui, Yesus disalibkan pada hari Jumat…dan
1 W. L. Pettingill, Bible Questions Answered, halaman 182.
2 Dake's Annotated Reference Bible, halaman 13.
107
bangkit dari kematian pada amat pagi sekali dari hari Minggu
berikutnya. Banyak pembaca Alkitab kebingungan untuk mengetahui
bagaimana jangka waktu antara akhir petang hari Jumat dan awal pagi
hari Minggu dapat dihitung menjadi tiga hari dan tiga malam.
Nampaknya itu agaknya menjadi dua malam, satu hari dan satu bagian
yang sangat kecil dari hari lainnya.
Alkitab dibagian manapun tidak pernah secara langsung berkata kata
bahwa Yesus disalibkan dan mati pada hari Jumat. Alkitab berkata
bahwa Yesus disalibkan pada "hari sebelum Sabat"…Sekarang
Alkitab tidak biarkan kita berspekulasi dalam hal sabat yang mana
yang dimaksudkan dalam kejadian ini…yaitu bukan hari sebelum
sabat mingguan, (yaitu hari Jumat), namun itu yaitu hari sebelum
sabat Paskah, yang datang tahun itu pada hari Kamis—itulah yang
dikatakan, hari dimana Yesus Kristus disalib ialah hari Rabu. Yohanes
menjadikan ini sejelas siang hari.
Yesus dikubur pada hari Rabu sesaat sebelum matahari terbenam.
Tujuh puluh dua jam kemudian, Ia bangkit dari kubur. saat para
wanita mengunjungi lobang kubur itu sesaat sebelum fajar di pagi hari
itu, mereka mendapati kuburan itu sudah kosong.
Secara absolut tidak ada yang pro penyaliban hari Jumat, namun segala
sesuatu dalam ayat-ayat Alkitab diharmoniskan dengan sempurna oleh
penyaliban hari Rabu. yaitu menakjubkan sekali betapa banyak
ayat-ayat nubuatan dan khas dari Perjanjian Lama sudah terpenuhi,
dan betapa banyak cerita-cerita yang seolah-olah berbeda dalam injil
diluruskan jika tiba saatnya kita mengerti bahwa Yesus mati pada
hari Rabu, dan bukan pada hari Jumat. Saat ini sudah cukup banyak
gereja di Indonesia yang memperingati Hari Wafatnya Yesus Kristus
pada hari Rabu, bukan Jumat.
Jadi jelas, Yesus mati 3 hari dan 3 malam yaitu hari Rabu sore
dan bangkit Sabtu sore atau permulaan hari Minggu, sebab
kalender Yahudi memulai hari berikutnya pada pukul 6 sore berbeda
dengan kita hari berikutnya dimulai pada pukul 12 malam.
38) MATIUS 12:40 & YUNUS 2:1-11 VS KENYATAAN (HIDUP
VS MATI). Dalam Matius 12:40 perkataan Yesus TERTULIS: "Sebab
seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam,
demikian juga Anak Manusia (Yesus) akan tinggal di rahim bumi tiga
hari tiga malam", dan keterangan dalam Yunus 2:1-11 bahwa "Yunus
tinggal di dalam perut ikan dalam keadaan HIDUP", namun
KENYATAANNYA Yesus tinggal di rahim bumi cuma 1 hari 2
malam saja dan dalam keadaan MATI!.
JAWAB : (Kategori: salah memahami konteks sejarah atau maksud
penulis)
TANDA YUNUS
12:38. Pada waktu itu berkatalah beberapa ahli Taurat dan orang
Farisi kepada Yesus: "Guru, kami ingin melihat suatu tanda dari pada-
Mu."
109
12:39 namun jawab-Nya kepada mereka: "Angkatan yang jahat dan
tidak setia ini menuntut suatu tanda. namun kepada mereka tidak akan
diberikan tanda selain tanda nabi Yunus.
12:40 Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga
malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim
bumi tiga hari tiga malam. (Matius 12:38-40)
Dalam kalimat ―Anak Manusia‖ yaitu cara Yesus berbicara tentang
diri-Nya. Almarhum Ahmed Deedat, seorang apologet Muslim,
mengajarkan bahwa saat Yesus berbicara mengenai ―Tanda Yunus‖
akan mengindikasikan bahwa Yesus seharusnya ―hidup‖ pada saat
dalam kubur:
How was Jonah in the whale's belly for three days and three nights-
Dead or Alive? The Muslims, the Christians and the Jews again give a
unanimous verdict of A-L-I-V-E! How was Jesus in the tomb for the
same period of time- Dead or Alive? Over a thousand million
Christians, of every church or Denomination give a unanimous verdict
of D-E-A-D! Is that like Jonah or un-like Jonah in your language?
And everyone whose mind is not confused, says that, that is very UN-
LIKE Jonah. Jesus said he would be "LIKE JONAH" and his
infatuated followers say that he was "UN-LIKE JONAH!". Who is
lying - Jesus or his followers? I leave the answer to you! (Ahmed
Deedat, The Choice, p. 132 --buku ini sudah diterjemahkan dalam
bahasa Indonesia dengan judul yang sama--; also published in,
Crucifixion or Cruci-Fiction, Durban, RSA: IPCI, p. 68,)
Dalam Matius 12:38-40 Tuhan Yesus tidak mengatakan bahwa
Dia akan hidup seperti keadaan Yunus. Kenyataan dalam Kitab
110
Matius ini tidak menuliskan tentang ―hidup dan mati‖. Deedat
hanya memakai ―satu‖ kejadian untuk mengungkapkan keseluruhan
kenyataan. jika anda ingin tahu tentang hal ini; harap anda
membaca ayat-ayat selanjutnya dan anda akan mengerti apa yang
Yesus maksudkan dalam subjek yang tertulis pada kitab Matius ini.
Sejak waktu itu Yesus mulai berkata kata kepada murid-murid-
Nya bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak
penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli
Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga. namun Petrus
menarik Yesus ke samping dan menegor Dia, katanya: "Tuhan,
kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali takkan menimpa
Engkau." Maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus:
"Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau
bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang
dipikirkan manusia." (Matius 16:21-23)
Pada waktu Yesus dan murid-murid-Nya bersama-sama di
Galilea, Ia berkata kepada mereka: "Anak Manusia akan diserahkan ke
dalam tangan manusia , dan mereka akan membunuh Dia dan pada
hari ketiga Ia akan dibangkitkan." Maka hati murid-murid-Nya itupun
sedih sekali. (Matius 17:22-23)
saat Yesus akan pergi ke Yerusalem, Ia memanggil kedua
belas murid-Nya tersendiri dan berkata kepada mereka di tengah jalan:
"Sekarang kita pergi ke Yerusalem dan Anak Manusia akan
diserahkan kepada imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, dan
mereka akan menjatuhi Dia hukuman mati. Dan mereka akan
menyerahkan Dia kepada bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah,
supaya Ia diolok-olokkan, disesah dan disalibkan, dan pada hari ketiga
Ia akan dibangkitkan." (Matius 20:17-19)
Kemudian apa yang dikatakan Yesus ini benar-benar terjadi :
Kemudian serdadu-serdadu wali negeri membawa Yesus ke
gedung pengadilan, lalu memanggil seluruh pasukan berkumpul
sekeliling Yesus. Mereka menanggalkan pakaian-Nya dan
mengenakan jubah ungu kepada-Nya. Mereka menganyam sebuah
mahkota duri dan menaruhnya di atas kepala-Nya, lalu memberi
Dia sebatang buluh di tangan kanan-Nya. Kemudian mereka berlutut
di hadapan-Nya dan mengolok-olokkan Dia, katanya: "Salam, hai
Raja orang Yahudi!" Mereka meludahi-Nya dan mengambil buluh itu
dan memukulkannya ke kepala-Nya. Sesudah mengolok-olokkan Dia
mereka menanggalkan jubah itu dari pada-Nya dan mengenakan pula
pakaian-Nya kepada-Nya. Kemudian mereka membawa Dia ke luar
untuk disalibkan. saat mereka berjalan ke luar kota, mereka
berjumpa dengan seorang dari Kirene yang bernama Simon. Orang itu
mereka paksa untuk memikul salib Yesus.
Maka sampailah mereka di suatu tempat yang bernama
Golgota, artinya: Tempat Tengkorak. Lalu mereka memberi Dia
minum anggur bercampur empedu. sesudah Ia mengecapnya, Ia tidak
mau meminumnya. Sesudah menyalibkan Dia mereka membagi-bagi
pakaian-Nya dengan membuang undi. Lalu mereka duduk di situ
menjaga Dia. Dan di atas kepala-Nya terpasang tulisan yang menyebut
alasan mengapa Ia dihukum: "Inilah Yesus Raja orang Yahudi."
Bersama dengan Dia disalibkan dua orang penyamun, seorang di
sebelah kanan dan seorang di sebelah kiri-Nya. Orang-orang yang
lewat di sana menghujat Dia dan sambil menggelengkan kepala,
mereka berkata: "Hai Engkau yang mau merubuhkan Bait Suci dan
mau membangunnya kembali dalam tiga hari, selamatkanlah diri-Mu
jijika Engkau Anak Allah, turunlah dari salib itu!" Demikian juga
imam-imam kepala bersama-sama ahli-ahli Taurat dan tua-tua
mengolok-olokkan Dia dan mereka berkata: "Orang lain Ia
selamatkan, namun diri-Nya sendiri tidak dapat Ia selamatkan! Ia Raja
Israel? Baiklah Ia turun dari salib itu dan kami akan percaya kepada-
Nya. Ia menaruh harapan-Nya pada Allah: baiklah Allah
menyelamatkan Dia, jijika Allah berkenan kepada-Nya! sebab Ia
telah berkata: Aku yaitu Anak Allah." Bahkan penyamun-penyamun
yang disalibkan bersama-sama dengan Dia mencela-Nya demikian
juga. Mulai dari jam dua belas kegelapan meliputi seluruh daerah itu
sampai jam tiga. Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara
nyaring: "Eli, Eli, lama sabakhtani?" Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku,
mengapa Engkau meninggalkan Aku? Mendengar itu, beberapa orang
yang berdiri di situ berkata: "Ia memanggil Elia." Dan segeralah
datang seorang dari mereka; ia mengambil bunga karang,
mencelupkannya ke dalam anggur asam, lalu mencucukkannya pada
sebatang buluh dan memberi Yesus minum. namun orang-orang lain
berkata: "Jangan, baiklah kita lihat, apakah Elia datang untuk
menyelamatkan Dia." Yesus berseru pula dengan suara nyaring lalu
menyerahkan nyawa-Nya. (Matius 27:27-50)
namun pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu mereka pergi ke
kubur membawa rempah-rempah yang telah disediakan mereka.
Mereka mendapati batu sudah terguling dari kubur itu, dan sesudah
masuk mereka tidak menemukan mayat Tuhan Yesus. Sementara
mereka berdiri termangu-mangu sebab hal itu, tiba-tiba ada dua orang
berdiri dekat mereka memakai pakaian yang berkilau-kilauan. Mereka
sangat ketakutan dan menundukkan kepala, namun kedua orang itu
berkata kepada mereka: "Mengapa kamu mencari Dia yang hidup, di
antara orang mati? Ia tidak ada di sini, Ia telah bangkit. Ingatlah apa
yang dikatakan-Nya kepada kamu, saat Ia masih di Galilea,
yaitu bahwa Anak Manusia harus diserahkan ke tangan orang-
orang berdosa dan disalibkan, dan akan bangkit pada hari yang
ketiga." Maka teringatlah mereka akan perkataan Yesus itu. Dan
sesudah mereka kembali dari kubur, mereka menceriterakan semuanya
itu kepada kesebelas murid dan kepada semua saudara yang lain.
wanita -wanita itu ialah Maria dari Magdala, dan Yohana, dan
Maria ibu Yakobus. Dan wanita -wanita lain juga yang
bersama-sama dengan mereka memberitahukannya kepada rasul-rasul.
namun bagi mereka perkataan-perkataan itu seakan-akan omong
kosong dan mereka tidak percaya kepada wanita -wanita itu.
(Lukas 24:1-11)
Yesus berkata kepada mereka: "Inilah perkataan-Ku, yang telah
Kukatakan kepadamu saat Aku masih bersama-sama dengan kamu,
yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku
dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur." Lalu
Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci.
Kata-Nya kepada mereka: "Ada tertulis demikian: Mesias harus
menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga,
dan lagi: dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan
dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem.
(Lukas 24:44-47)
Mujizat apa yang telah dikatakan oleh Yesus pada hari ketiga?
Yesus Bangkit! Ia tidak mati! sama seperti saat Yunus keluar dari
perut ikan. Itulah konteks pengajaran Yesus tentang ―tanda Yunus‖.
39) Kedatangan Yesus untuk disalib; Mengapa Ia berteriak Eli-Eli
Lama Sabakhtani? MATIUS 26:1-2 VS MATIUS 27:46.
Dalam Matius 26, TERTULIS: "kedatangan Yesus yaitu untuk
disalibkan", namun dalam Matius 27: "saat disalib, Yesus
berteriak minta tolong kepada Tuhan: Eli, Eli, lama sabakhtani!".
(bertentangan konsep).
JAWAB : (Kategori : salah memahami konteks ayat)
"Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: 'Eli, Eli,
lama sabakhtani?' Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau
meninggalkan Aku?" (Matius 27:46)
Yesus mengutip ayat dalam kitab Mazmur :
"Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku? Aku berseru,
namun Engkau tetap jauh dan tidak menolong aku." (Mazmur 22:2)
Yesus Kristus tidak pernah memanggil Bapa dengan panggilan
"Allah". Ia mengalami penderitaan dan kesakitan serta mengutip
Mazmur di atas seperti yang diungkapkan oleh pemazmur. Mazmur
22:2 di atas sering diucapkan sebagai doa oleh kalangan Yahudi
tatkala mereka mengalami penderitaan. Orang Indonesia juga, saat
mengalami kedukaan pun sering menyanyikan lagu-lagu sedih.
―'Eli, Eli, lama sabakhtani?'‖ itu menyerukan kepahitan yang
dialami Kristus sebab Ia harus terpisah dari Allah Bapa sebab Ia
harus menanggung dosa manusia. Hukuman dosa yaitu keterpisahan.
jika Yesus menanggung hukuman dosa, maka Dia harus mengalami
keterpisahan (dan kematian). Keterpisahan itulah yang menyakitkan
hati-Nya.
Ini yaitu perkataan keempat dalam 7 perkataan salib dan ini
yaitu kategori ―ritual penderitaan rohani‖. Kita tahu bahwa saat
Yesus disalibkan, Dia mengalami banyak siksaan. Dia diludahi dan
diolok-olok. Mereka mengenakan duri tajam di kepala-Nya,
mencabik-cabik punggung-Nya dengan cambuk berpaku, dipaku ke
salib, dan ditusuk dengan tombak. Dia bahkan ditinggalkan murid-
murid-Nya sendiri. Penderitaan fisik-Nya sangat hebat. Mereka
bahkan mencabuti janggut diwajah-Nya. Tapi kita tidak pernah
mendengar Tuhan Yesus mengeluh sebab siksaan ini .
Sebaliknya, puncak dari kesakitan-Nya dan penderitaan-Nya
yaitu saat Ia berkata, "Allah-Ku, Allah-Ku mengapa Engkau
meninggalkan Aku?" Puncak penderitaan yang sebenarnya bagi Yesus
yaitu saat ―ditinggalkan Allah dan dibiarkan sendiri.‖ Ini jauh
lebih menyakitkan dibandingkan duri dan tombak dan paku dan cambuk
dan ludah dan lain sebagainya--ditinggalkan Allah.
Mengapa Roh Allah harus pergi? Sebab jika tidak demikian
Yesus tidak akan pernah bisa mati; dan ini yaitu keharusan / cawan
pahit yang harus diterima oleh Yesus bahwa Dia harus mati sebagai
―kurban‖ atas dosa-dosa manusia. Oleh sebab keterpisahan itu, kita
telah ditebus oleh Kristus. Setiap kita yang percaya padaNya dan
mengaku Yesus yaitu Tuhan dan Juru Selamat, kita dipersatukan
kembali dalam komunitas yang kudus dengan Allah Bapa, Putra dan
Roh Kudus. Amin.
40) Bagaimana sikap Yesus saat disalib?
a. Pasrah dan lapang dada (Lukas 23:46).
b. Ketakutan (Markus 15:34; Matius 27:46).
JAWAB : (Kategori : salah memahami konteks ayat)
Lalu Yesus berseru dengan suara nyaring: "Ya Bapa, ke dalam tangan-
Mu Kuserahkan nyawa-Ku." Dan sesudah berkata demikian Ia
menyerahkan nyawa-Nya. (Lukas 23:46)
Versus :
Dan pada jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: "Eloi, Eloi,
lama sabakhtani?", yang berarti: Allahku, Allahku, mengapa Engkau
meninggalkan Aku? (Markus 15:34)
Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: "Eli, Eli,
lama sabakhtani?" Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau
meninggalkan Aku? (Matius 27:46)
Lukas 23:46 tidak dapat dikatakan kontradiksi terhadap Kitab Markus
dan Matius, sebab kitab-kitab ini juga menulis hal yang sama tentang
kepasrahan Yesus dalam penyerahan nyawa, sbb :
Yesus berseru pula dengan suara nyaring lalu menyerahkan nyawa-
Nya. (Matius 27:50)
Lalu berserulah Yesus dengan suara nyaring dan menyerahkan nyawa-
Nya. (Markus 15:37)
Injil Yohanes pun menulis hal yang sama.
Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: "Sudah
selesai." Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-
Nya. (Yohanes 19:30)
Mengenai seruan Yesus "Eli, Eli, lama sabakhtani?" sudah dijelaskan
di atas (No.39).
41) Yesus naik ke surga pada hari kebangkitan-Nya atau 40 hari
sesudah kebangkitan-Nya?
LUKAS 24:21,29,36,51 VS KISAH PARA RASUL 1:3.
Dalam Lukas, TERTULIS: "Yesus telah naik ke surga pada hari
kebangkitan-Nya atau pada malam sebelumnya", namun dalam
Kisah Para Rasul: "Yesus naik ke surga sesudah 40 hari sesudah
kebangkitan-Nya". (bertentangan kisah).
JAWAB: (Kategori : salah memahami konteks ayat)
Dalam kitab Lukas memang tidak dikatakan bahwa Yesus
Naik ke surga pada 40 hari sesudah kebangkitan-Nya; namun bukan
berarti Yesus langsung ke Surga pada hari kebangkitan-Nya; Lukas 24
juga menuliskan beberapa kegiatan yang dilakukan Yesus dan itupun
tidak menuliskan dilakukan dalam 1 hari; Bagaimana bisa penulis
kontradiksi ini menyimpulkan 1 hari atau bahkan malam sebelumnya?
Kepada mereka Ia menunjukkan diri-Nya sesudah penderitaan-Nya
selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Ia hidup.
Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri
dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah. (Kisah 1:3)
Lukas 24:50-53
24:50 Lalu Yesus membawa mereka ke luar kota sampai dekat
Betania. Di situ Ia mengangkat tangan-Nya dan memberkati mereka.
24:51 Dan saat Ia sedang memberkati mereka, Ia berpisah dari
mereka dan terangkat ke sorga.
24:52 Mereka sujud menyembah kepada-Nya, lalu mereka pulang ke
Yerusalem dengan sangat bersukacita.
24:53 Mereka senantiasa berada di dalam Bait Allah dan memuliakan
Allah.
EMPAT KEJADIAN YANG BESAR
Dalam Alkitab PB kita baca tentang 4 kejadian yang menandai
kehidupan Tuhan, Pelepas kita selama berada di dunia ini. Keempat
kejadian ini membentuk 4 mata rantai dari kelepasan.
1. Yesus menjadi manusia
2. Penderitaan-Nya dan Kematian-Nya di kayu salib
3. Kebangkitan-Nya
4. Kenaikan-Nya ke Surga
Mengapa Tuhan masih harus berada di bumi ini 40 hari lamanya
sesudah kebangkitan-Nya dan tidak langsung naik ke Surga?
KEBANGKITAN
Mari kita mulai dengan mengemukakan bahwa kenyataan
kenaikan ke Surga tidak pernah akan dimengerti, bila keajaiban
kebangkitan tidak diresapi. Bila Surga yaitu tujuan akhir kita (tempat
di mana orang hidup dan sekali lagi hidup), bagaimanakah tempat
dengan kehidupan yang berbunga, ya, kehidupan kekal dapat dicapai,
jika kehidupan itu tidak dimulai dari dunia ini.
Dalam Yohanes 6:22-59. Sekali peristiwa Yesus berkata
kepada murid-murid-Nya mengenai roti kehidupan dan coba
menjelaskan kepada mereka bahwa Dialah Roti Hidup itu yang turun
dari Surga. Bahwa mereka harus makan roti itu jika mereka ingin
memperoleh hidup yang kekal. Dalam pembahasan ini Yesus secara
berangsur-angsur beralih ke pembicaraan mengenai makan daging-
Nya dan minum darah-Nya, ―Barang siapa makan daging-Ku dan
minum darah-Ku, memperoleh hidup yang kekal‖.
Pada kesempatan inilah Tuhan menunjuk pada kenyataan
kenaikanNya ke Surga, pada waktu Ia berkata: ―kecil hatikah kamu
sebab kata-kata itu? Dan bagaimanakah jijika kamu melihat Anak
Manusia naik ke tempat di mana Ia berada sebelumnya? Roh-lah yang
memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna.‖
Maukah mereka merasakan keindahan kenyataan Kenaikan,
haruslah mereka berada dalam roh Kebangkitan. Demikianlah kita
melihat hubungan Kenaikan ke Surga dan Kebangkitan erat sekali. Itu
sebabnya kita berhenti sebentar pada Kebangkitan. Empatpuluh hari
lamanya Tuhan berada di dunia ini sesudah Ia bangkit dari kuburan.
Angka 40 memiliki arti kematian segala daging (ingat akan
kejadian air bah, waktu Musa berpuasa dan Yesus dicobai di padang
pasir).
Perjalanan keliling selama 40 hari Tuhan Yesus di dunia ini
yaitu untuk meyakinkan murid-murid-Nya. Pikiran kedagingan tidak
boleh mengurangi kenyataan ini. Kekurangan iman murid-murid ini
tidak bo



.jpeg)
