• coklatx.blogspot.com

    www.coklatx.blogspot.com

  • berasx.blogspot.com

    www.berasx.blogspot.com

  • kacangx.blogspot.com

    www.kacangx.blogspot.com

Tampilkan postingan dengan label Kisah santa santo 18. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah santa santo 18. Tampilkan semua postingan

Kisah santa santo 18

 


awan berdoa dan 

saling menguatkan satu sama lain agar dapat 

dengan gagah berani menanggung derita dan mati 

demi Kristus. Para penyerang menyerbu dan 

membantai semua kurbannya terkecuali empat 

orang yang mereka tawan sebagai budak. St 

Porkarius dan para biarawan Lerins wafat sebagai 

martir yang gagah berani bagi Yesus, dan diperingati 

setiap tanggal 12 Agustus.

SANTO PORPHYRIUS (347-420)

Porphyrius dilahirkan pada abad kelima dalam 

keluarga bangsawan yang kaya. Ia meninggalkan 

keluarganya saat  ia berusia duapuluh lima tahun. 

767

Porphyrius pergi ke Mesir untuk menggabungkan diri 

dalam sebuah biara. sesudah  lima tahun, ia 

mengadakan perjalanan ke Yerusalem. Ia ingin 

mengunjungi tempat-tempat di mana Yesus pernah 

berada semasa hidup-Nya di dunia.

Porphyrius amat terkesan dengan Tanah Suci. 

Kasihnya kepada Yesus membuatnya semakin sadar 

akan penderitaan kaum miskin. Di rumahnya di 

Tesalonika, ia tak pernah tahu bagaimana rasanya 

menjadi miskin. Ia masih memiliki segala yang 

diwariskan orangtuanya kepadanya, tapi tidak untuk 

jangka waktu yang lama. Ia meminta temannya - 

Markus - untuk pergi ke Tesalonika dan menjual 

segala harta miliknya. sesudah  tiga bulan, Markus 

kembali dengan uang. Porphyrius lalu membagi-

bagikannya kepada mereka yang sungguh 

membutuhkannya. 

Pada usia empatpuluh tahun Porphyrius 

ditahbiskan sebagai imam dan kepadanya 

dipercayakan pemeliharaan reliqui salib asli Yesus. 

Porphyrius selanjutnya ditahbiskan sebagai Uskup 

Gaza. Ia bekerja giat untuk menghantar banyak 

orang percaya kepada Yesus dan menerima iman. 

namun , kerja kerasnya menghasilkan buah amat 

lambat dan membutuhkan kesabaran yang luar 

biasa. Mayoritas penduduk pada waktu itu bertaut 

pada praktek-praktek kafir dan takhayul. Meski 

Porphyrius dapat mengakhiri banyak dari praktek-

praktek ini, ia juga mendapat banyak musuh yang 

membuatnya banyak menderita. Yang lain, yang 

yaitu  umat Kristiani, amat mengasihi dan 

mengagumi Porphyrius. Mereka berdoa dan 

bermatiraga untuknya. Mereka memohon Tuhan 

untuk menjaga dan melindunginya. Uskup 

Porphyrius menghabiskan bertahun-tahun lamanya 

guna memperkuat komunitas Kristiani. Ia 

768

memaklumkan dengan tegas segala yang diyakini 

teguh umat Kristiani. St Porphyrius wafat pada 

tahun 420, dan dirayakan setiap tanggal 26 

Februari.

POTAMIENA († 202)

saat  bersama ibunya, Santa Marsela (P: 28 

Juni), diiringkan oleh tentara Basilides ke tempat 

penjagalan, ia justru berterimakasih kepadanya dan 

berjanji memintakan rahmat Tuhan untuknya. Tubuh 

mereka dituangi ter panas dan kemudian dibakar. 

Tiga hari berikutnya Potamiena menampakkan diri 

kepada Basilides (P: 30 Juni), sehingga ia bertobat 

dan mati sebagai saksi iman juga di Alexandria 

(Mesir)

P: 28 Juni

PRISKA (abad ke-1)

Isteri Akwila dan murid Santo Paulus.

PROKOPIUS († 303)

Penduduk asli Yerusalem ini menjadi lector 

dan pengusir roh-roh jahat. Ia amat sederhana dan 

rendah hati, sehingga di hormati oleh penduduk 

sekitarnya. Pada permulaan penganiayaan oleh 

Kaisar Diokletianus, ia akan dipaksa memuja berhala 

dan kaisar. namun  Prokopius menjawab: “Tidaklah 

baik mengabdi kepada beberapa tuan. Aku hanya 

mengenal satu Kepala, satu Raja.” Dan akibatnya ia 

kemudian dipenggal.

P: 8 Juli.

PROSPER (390-455)

769

Belajar teologi dan menjadi pembantu Paus 

Leo Agung. Awam yang amat pandai ini membela 

ajaran Santo Agustinus yang diserang oleh para 

bidaah. Ia mengajarkan, bahwa Tuhan ingin 

menyelamatkan semua bangsa. P: 25 Juni

SANTO PROTUS dan SANTO HIAZINTUS

Makam Santo Hiazintus ditemukan kembali 

pada tahun 1845 dalam katakombe di Roma. Ada 

petunjuk kuat pada sisa tulangnya bahwa ia mati 

terbakar. Sementara itu makam Santo Protus 

ditemukan dalam keadaan kosong.

P: 11 September

PULKERIA (399-453)

Puteri kaisar Byzantium ini memegang 

tampuk pemerintahan sampai adiknya menikah. Lalu 

Pulkeria mengikrarkan keperawanan dan mendirikan 

banyak gereja. Namun ia tetap memberikan nasehat 

kepada adiknya. Sesudah kaisar meninggal, ia naik 

tahta dan secara resmi menikah dengan jendral 

Marcianos. Ia melawan bidaah Nestorianisme (yang 

mengajarkan bahwa Maria bukan Bunda Tuhan) dan 

Monofisme (Jesus hanya memiliki  satu kodrat, 

yaitu ilahi) dan memanggil semua uskup pada 

Konsili Kalsedon. Wanita cendekia yang giat ini 

membantu orang miskin dan lembaga-lembaga 

gerejani. Mayat Santo Yohanes Krisostomos yang 

disiksa dengan keji oleh orangtuanya 

dimakamkannya dengan hormat dalam gereja para 

Rasul di Konstantinopel

A: yang cantik indah (L); P: 10 September

770

Q

QUARTILOSIA († 259)

yaitu  salah seorang martir yang dihukum 

penjara dan kemudian di hukum mati di Kartago 

(Tunisia) bersama-sama dengan Santo Montanus, 

Santo Lucius dkk pada tahun 259. Perayaan 

memperinngati para martir ini setiap tanggal 24 

Februari.

QUIRINUS († 309)

sesudah  batu penggilingan diikatkan pada 

tubuhnya, uskup Siscia (Yugoslavia) ini 

ditenggelamkan ke dalam sungai. 

P: 4 Juni.

QUODVULTDEUS († 453)

Semula yaitu  diakon Santo Agustinus. 

Kemudian ia menjadi uskup Kartago (Tunisia) dan 

akhirnya di buang oleh Raja Vandal. 

A: yang dikehendaki Tuhan. P: 26 Oktober

QUENTIN († 570)

yaitu  seorang pejabat istana. Ratu mencoba 

menggodainya namun  gagal. Lalu ia menyuruh 

771

tentaranya membunuh Quentin (Kwintus) di dekat 

Montresor (Perancis). 

A: yang kelima P: 4 Oktober

R

RABULAS († 530)

Pertapa dan pendiri biara ini bersama kawan-

kawannya mentobatkan banyak orang kafir di 

Libanon.

P: 19 Februari

RACHEL (abad ke-13)

Ialah gadis keluarga Yahudi di Louvain 

(Belgia) yang pada umur 12 tahun meninggalkan 

orangtuanya demi imannya kepada Kristus. 

Kemudian ia menjadi suster dengan nama Katerina.

A: domba (H); P: 4 Mei

SANTO RADBERTUS († 860)

Santo Radbertus hidup pada abad kesembilan 

di Perancis. Tak seorang pun tahu siapa 

orangtuanya. Mereka meninggalkan bayi mereka 

yang baru dilahirkan di depan pintu Biara Notre 

Dame. Para biarawati mengasihi dan merawat sang 

bayi. Mereka menamainya Radbertus. saat  sudah 

cukup besar untuk belajar, Radbertus dikirimkan 

kepada para biawaran St Petrus yang tak jauh dari 

sana untuk dididik.

772

Radbertus senang belajar dan teristimewa 

menaruh minat pada sastra Latin. sesudah  dewasa, 

ia hidup tenang sebagai ilmuwan. Ia tetap seorang 

awam selama beberapa tahun. Kemudian ia 

merasakan panggilan untuk menjadi seorang 

biarawan. Ia menggabungkan diri dalam suatu 

komunitas yang dipimpin oleh dua abbas yang 

penuh semangat, yakni St Adalhard dan saudaranya 

yang menggantikannya, Abbas Wala. Radbertus 

berusaha  menjadi seorang biarawan yang kudus. Ia 

kerap menemani kedua abbas dalam perjalanan-

perjalanan mereka. Ia menulis biografi kedua abbas 

sesudah  mereka wafat. Radbertus menjadi seorang 

ahli Kitab Suci. Ia menulis ulasan panjang mengenai 

Injil St Matius. Ia juga menulis ulasan mengenai 

bagian-bagian lain dari Injil. namun  karyanya yang 

paling tersohor berjudul “Tubuh dan Darah Kristus”.

Radbertus tidak merasakan panggilan untuk 

menjadi imam. namun  ia dibujuk untuk menerima 

penunjukkan sebagai abbas selama tujuh tahun 

lamanya. Kemudian ia mendesak untuk kembali ke 

cara hidup dalam doa, meditasi, belajar dan menulis. 

Masa jabatannya sebagai abbas sungguh amat sulit 

baginya meski ia berusaha  melakukan yang terbaik 

seturut kemampuannya. Ia menghabiskan sisa 

hidupnya dengan berdoa, menulis dan melaksanakan 

tugas-tugas yang dipercayakan kepadanya. 

Radbertus wafat pada tahun 860.  

P: 26 April

RADEGUNDIS (518-587)

Putri raja Turingia ini dirampas oleh Raja 

Klotar I dari Franken. sesudah  dibaptis dalam 

tahanan, ia dipaksa menjadi istri Klotar yang 

berwatak kasar dan jahat. Sepuluh tahun lamanya 

773

Radegundis bersikap sabar. Suatu saat  suaminya 

dibunuh oleh saudaranya. Lalu ia melarikan diri dan 

minta susaha  diberkati menjadi diakones. Kemudian 

Radegundis pindah ke tempat yang lebih aman 

untuk mendirikan biara. Ia bersahabat dengan imam 

Venansius Fortunatus, dan memperoleh hadiah 

kidung (sajak) “Vixilla regis”, yang hingga kini masih 

digunakan dalam ibadat Jumat Suci dan laudes 

(pujian)

P: 12 Agustus

RADEGUNDIS († 1290)

Pelayan wanita ini suatu saat  mau 

menolong orang sakit di dekat Augsburg (Jerman). 

Namun dalam perjalanannya ia mati digigit serigala.

P: 13 Agustus

SANTO RAFAEL, MALAIKAT AGUNG

Nama Rafael artinya “Tuhan 

menyembuhkan”. Kita membaca kisah yang 

menyentuh tentang tugas 

Rafael dalam kitab Tobit 

dalam Kitab Suci. Ia 

memberikan perlindungan 

serta penyembuhan bagi 

mata Tobit yang buta. Pada 

akhir perjalanan, saat  

segala sesuatunya telah 

berakhir, Rafael menyatakan 

jati dirinya yang sebenarnya. 

Ia menyebut dirinya sebagai 

salah satu dari ketujuh 

malaikat yang melayani di 

hadapan tahta Allah. Kita 

774

dapat mohon bantuan St Rafael untuk melindungi 

kita dalam perjalanan, bahkan dalam perjalanan 

yang amat dekat sekali pun, seperti misalnya pergi 

ke sekolah. Kita juga dapat mohon pertolongannya 

saat  kita atau seseorang yang kita kasihi diserang 

penyakit.

RAFAELA-MARIA dari HATI KUDUS (1850-

1925)

Putri hartawan Spanyol ini pada usia 15 

tahun telah ditinggalkan ibunya yang pergi ke alam 

baka. Kemudian Rafael mengikrarkan keperawanan 

kekal kepada Tuhan. Ia masuk biara bersama 

adiknya dan mendirikan kongregasi baru yang 

dipimpinnya dengan bijaksana dan rendah hati. 

Rafaela memajukan penghormatan kepada 

Sakramen Mahakudus, kerasulan sosial dan khalwat 

bagi para wanita. sebab  dituduh melakukan 

kesalahan dalam administrasi keuangan, suster 

Rafaela yang menjabat pembesar umum ini 

mengundurkan diri dan menjadi suster biasa. 

Selama 30 tahun ia tekun menjalankan pekerjaan-

pekerjaan yang paling kasar dalam biara di Roma, 

sampai saat ia meninggal sebagai suster yang 

terlupakan.

RAFAELA MARIA PORAS (1850-1925)

Lahir di Cordoba Spanyol. Pendiri Kongregasi 

Hamba-hamba Hati Kudus Jesus ini mendapat 

tantangan dan pengkhianatan dari saudarinya – 

Dolores – dan dewan kongregasinya, bahkan ia dicap 

sebagai menderita gangguan jiwa. Ia diberhentikan 

dari jabatan sebagai pembesar dan lebih dari 30 

tahun ia menjadi suster biasa dan menekuni hari 

775

tuanya dengan menyepi dan berdoa kepada Hati 

Kudus jesus di Roma.

P: 23 Januari

SANTO RAIMUNDUS dari PENYAFORT 

(1175/1180-6 Januari 1275) 

 Raimundus dilahirkan antara tahun 1175 dan 

1180 di sebuah kota kecil dekat Barcelona, Spanyol. 

Ia bersekolah di sekolah katedral di Barcelona dan 

menjadi seorang imam. Raimundus menyelesaikan 

kuliah hukum di Bologna, Italia dan menjadi seorang 

guru yang terkenal. Ia bergabung dengan Ordo 

Dominikan pada tahun 1218. Pada tahun 1230, Paus 

Gregorius IX meminta imam yang penuh pengabdian 

ini untuk datang ke Roma. saat  Raimundus tiba, 

paus memberinya beberapa tugas. Salah satunya 

yaitu  mengumpulkan semua surat-surat resmi dari 

para paus sejak tahun 1150. Raimundus 

776

mengumpulkan serta menerbitkan 5 jilid artikel . Ia 

juga ikut ambil bagian dalam menulis hukum Gereja. 

 Pada tahun 1238, Raimundus dipilih sebagai 

Superior Jenderal Dominikan. Dengan 

pengetahuannya dalam bidang hukum, ia memeriksa 

regula ordo dan memastikan bahwa segala 

sesuatunya sah secara hukum. sesudah  selesai, ia 

mengundurkan diri dari jabatannya pada tahun 

1240. Kini ia dapat sepenuhnya mengabdikan 

seluruh sisa hidupnya untuk tugas-tugas parokial. 

Itulah yang sesungguhnya ia inginkan. 

 Paus hendak menjadikan Raimundus sebagai 

uskup agung, namun  Raimundus menolak. Ia mohon 

diijinkan kembali ke Spanyol dan memang ia kembali 

ke sana. Ia begitu bersukacita dapat bertugas di 

paroki. Cinta kasihnya membawa banyak orang 

kembali kepada Tuhan melalui Sakramen Tobat. 

Selama tahun-tahun yang dilewatkannya di Roma, 

Raimundus sering mendengar tentang kesulitan-

kesulitan yang harus dihadapi para misionaris. 

Mereka berusaha keras menjangkau orang-orang 

non-Kristen di Afrika Utara dan Spanyol. Guna 

membantu para misionaris, Raimundus mendirikan 

sebuah sekolah yang mengajarkan bahasa serta 

kebudayaan orang-orang di daerah misi yang dituju. 

Juga, Pastor Raimundus minta seorang Dominikan 

terkenal, Santo Thomas Aquinas, untuk menulis 

sebuah artikel  saku. artikel  saku ini dimaksudkan untuk 

menjelaskan kebenaran iman dengan suatu cara 

yang dapat dimengerti oleh mereka yang belum 

beriman. 

 Raimundus berumur hingga hampir seratus 

tahun. Ia wafat di Barcelona pada tanggal 6 Januari 

tahun 1275. Ia dinyatakan kudus pada tahun 1601 

oleh Paus Klemens VIII. Paus yang sama 

777

memaklumkannya sebagai santo pelindung ahli 

hukum Gereja sebab  pengaruhnya yang besar 

dalam hukum Gereja.

B: Ramon; P: 7 Januari

RAIMUND LUL (1232-1315)

Awam ahli bahasa dan kebudayaan Arab ini 

ingin mengorganisir misi di antara orang Islam dan 

Yahudi. Maka ia menghadap raja, walikota dan 

pimpinan universitas, uskup serta paus untuk 

meminta dukungan. Ia berhasil berkotbah di Tunisia, 

namun kemudian dilempari batu sampai mati.

P: 30 Juni

RAYMUNDUS NONNATUS (1204-1240)

Raymundus Nonnatus atau Raymundus 

‘yang-tidak-dilahirkan’ memiliki  kisah tersendiri. 

Ibunya meninggal sebelum kelahiran Raymundus. 

Demi menyelamatkan bayi itu, orang terpaksa 

membedah rahim ibunya yang sudah tidak bernyawa 

lagi. Di kemudian hari raymundus banyak 

‘melahirkan’ budak-belian dari belenggu majikan ke 

dalam kebebasan. Ia berasal dari keluarga melarat. 

Pendidikannya rendah, namun kehidupan rohaninya 

mendalam. Ia masuk ordo Mercedarian, yang 

didirikannya bersama Santo Petrus Nolaskus (± 

1256). Misi pokok ordo ini ialah membebaskan para 

tawanan dan budak-belian dari tangan orang Islam. 

Sekitar tiga tahun ia berkarya di Barcelona.

Kemudian ia dikirim ke Aljazair membawa 

banyak uang untuk menebus budak-belian dan 

tawanan. sebab  kehabisan uang, ia merelakan diri 

778

menjadi sandera demi membebaskan para budak; 

lalu ia bekerja keras sambil mewartakan Injil. Ia 

banyak menderita, sebab  kegiatannya menimbulkan 

kemarahan para mandor dan majikan. saat  datang 

uang tebusan, Raymundus segera dipanggil pulang 

ke Spanyol. Ia diangkat menjadi Kardinal dan 

diminta ke Roma. Namun sesampai di Cardona 

Raymundus jatuh sakit dan dipanggil Tuhan.

Raymundus Nonnatus (1204-1240), 

biarawan; lahir di Postello dan wafat di Cardona. 

Ia di hormati sebagai pelindung para ibu yang 

akan melahirkan; L: induk kunci di muka 

bibirnya (yang dipasang oleh orang Aljazair 

sebab  kotbah-kotbahnya). B: Ray. P: 31 

Agustus

BEATO RALPH MILNER, BEATO ROGER 

DICKENSON dan BEATO LAWRENCE 

HUMPHREY († 7 Juli 1591)

Ketiga martir ini hidup di Inggris dalam masa 

penganiayaan Gereja oleh Ratu Elizabeth I. “Tuan” 

Roger Dickenson yaitu  seorang imam sekulir yang 

menyamar. Ralph Milner yaitu  seorang suami dan 

ayah. Ia bekerja sebagai buruh tani dan dihantar ke 

dalam Gereja melalui teladan baik para tetangganya. 

Pada hari ia menyambut Komuni Pertama, ia 

dijebloskan ke dalam penjara sebab  ia seorang 

Katolik. Sipir penjara suka padanya, sebab itu 

penahanannya di penjara tidaklah terlalu ketat pada 

mulanya. Selama beberapa tahun ia “dibebaskan 

bersyarat” untuk mendapatkan suplai makanan dan 

apapun yang dibutuhkan para tahanan lainnya. 

Sementara dibebaskan bersyarat, ia merupakan 

seorang penolong yang banyak membantu “Tuan” 

Dickenson dan Pater Stanney, seorang Yesuit. 

Akhirnya, tibalah hari saat  Pater Dickenson pun 

779

ditangkap juga. Ia dan Milner dihadapkan ke 

pengadilan bersama-sama. Pater Dickenson diadili 

sebab  kejahatan menjadi seorang imam Katolik. 

Tuan Milner diadili sebab  membantu Pater 

Dickenson melaksanakan karya pelayanannya. 

Hakim mengarahkan pandangannya ke khalayak 

ramai dalam ruang pengadilan. Ia memikirkan Ny 

Milner dan delapan anak pasutri Milner. Ia ingin 

membebaskan Milner bagaimanapun caranya. “Yang 

perlu engkau lakukan hanyalah,” demikian katanya, 

“mengunjungi sebuah gereja Protestan, beberapa 

menit saja, untuk mengatakan bahwa engkau ada di 

sana. Maka, aku akan melepaskanmu agar engkau 

dapat bersama keluargamu.” Tuan Milner dengan 

tenang dan tegas menolak. Ia dan Pater Dickenson 

pergi dengan gagah berani menyongsong maut. Hari 

itu yaitu  tanggal 7 Juli 1591.

Martir ketiga, Lawrence Humphrey, dihantar 

masuk ke dalam Gereja oleh Pater Stanney, SJ. Ia 

tak hendak mengingkari iman yang baru saja 

dipeluknya. Lawrence baru berusia duapuluh satu 

tahun saat  ia wafat dimartir.

P: 7 Juli

REDEMPTUS (†587)

Uskup Ferento ini mendapat penglihatan, 

bahwa Italia terancam bahaya. Tak lama kemudian 

suku Lombard membanjiri dan merusak negara itu.

A: yang ditebus; P: 8 April

Beato Redemptus a Cruce (1598-25 

Oktober 1638) dan Beato Dionisius a 

Nativitate (12 Desember 1600-25 Oktober 

1638)

780

Pierre Berthelot (Jr) dilahirkan di kota 

pelabuhan Honfleur, Calvados, Perancis, pada 

tanggal 12 Desember 

1600. Ia yaitu  yang 

sulung dari sepuluh 

anak pasangan Pierre 

Berthelot (Sr) dan 

Fleurie Morin. Ayahnya 

seorang dokter dan 

kapten kapal. Sejak usia 

duabelas tahun, Pierre 

telah mengikuti ayahnya 

mengarungi samudera 

luas. Pada tahun 1619, 

saat  usianya 

sembilanbelas tahun, 

Pierre yang telah 

menjadi seorang pelaut 

ulung ikut berlayar dalam suatu ekspedisi dagang 

Perancis ke India sebagai ahli navigasi. Malang, 

kapalnya diserang VOC Belanda dan ia dibawa 

sebagai tawanan ke Jawa. sesudah  bebas, Pierre 

menetap di Malaka, di mana ia bekerja pada 

angkatan laut Portugis. Pierre seorang yang gagah 

berani dan jenius; karirnya begitu gemilang. Raja 

Portugis menyebutnya sebagai “ahli navigasi dan 

pembuat peta Asia” yang luar biasa. Peta-peta laut 

yang dibuatnya amat terkenal, antara lain peta 

pulau Sumatera yang hingga kini disimpan di 

Museum Inggris. Ekspedisi pelayaran kerap 

membawanya ke Goa, India, di mana ia berkenalan 

dengan Biara Karmel Tak Berkasut dengan kepala 

biaranya, P Philip dari Trinitas. Pada tahun 1634, 

saat  usianya tigapuluh empat tahun, Pierre 

meninggalkan karirnya untuk menggabungkan diri 

dalam Biara Karmel. Pada tanggal 25 Desember 

781

1636, ia mengucapkan kaulnya dan menerima nama 

biara Dionisius a Nativitate. Dionisius mendapat 

karunia kontemplasi; pada lebih dari satu 

kesempatan, pada saat berdoa, ia tampak dilingkupi 

oleh semarak surgawi. Di Biara Karmel itulah, 

Dionisius bertemu dengan Redemptus a Cruce. 

Thomas Rodriguez da Cunha, dilahirkan di 

Paredes, Portugal pada tahun 1598, putera dari 

pasangan petani yang miskin namun saleh. Ia 

masuk dinas ketentaraan Portugis dan ditugaskan ke 

India. Pada tahun 1615, Thomas meninggalkan 

karirnya untuk menggabungkan diri dalam Biara 

Karmel di Goa. Ia menjadi seorang broeder Karmel 

dengan nama Redemptus a Cruce, yang melayani 

sebagai portir [= penjaga pintu] dan sakristan. 

Redemptus yaitu  seorang yang amat 

menyenangkan, bersahabat dan periang. saat  

ditugaskan pergi dalam ekspedisi ke Sumatera, ia 

berkelakar dengan teman-teman sebiara agar 

mereka melukis dirinya, kalau-kalau ia nanti wafat 

sebagai martir.

Pada tahun 1638 Raja Muda Portugis di Goa, 

Peter da Silva, bermaksud mengirim utusan ke Aceh, 

yang baru saja berganti penguasa dari Sultan 

Iskandar Muda ke Sultan Iskandar Thani. Ia 

bermaksud menjalin hubungan persahabatan sebab  

hubungannya dengan sultan terdahulu tidak begitu 

baik. Raja Muda meminta Karmelit untuk 

mengijinkan Dionisius ikut dalam rombongan 

delegasi sebagai pembimbing rohani, sekaligus 

sebagai ahli maritim, pula seorang yang fasih 

berbicara bahasa Melayu. Komunitas Karmel harus 

taat pada keputusan pemerintah. sebab nya, studi 

Dionisius dipercepat agar ia dapat ditahbiskan 

sebagai imam. Dan akhirnya, pada tanggal 24 

Agustus 1638, Dionisius ditahbiskan menjadi imam 

782

oleh Mgr. Alfonso Mendez. Untuk perjalanan ke Aceh 

ini, P Dionisius minta ijin agar Broeder Redemptus 

diperkenankan ikut bersamanya sebagai rekan 

seperjalanan. 

Pada tanggal 25 September 1638, Pater 

Dionisius dan Broeder Redemptus pun meninggalkan 

Goa bersama rombongan misi perdamaian dan 

perdagangan Portugis. Perjalanan yang lancar 

membawa mereka tiba dengan selamat di Aceh pada 

tanggal 25 Oktober 1638. Mereka berlabuh di Ole-

Ole (sekarang bernama Kotaraja) dan disambut 

dengan ramah oleh penduduk setempat. namun  

keramahan warga  Aceh ternyata hanya 

merupakan tipu-muslihat saja. Orang-orang Belanda 

telah menghasut Sultan Iskandar Thani dengan 

menyebarkan isu bahwa bangsa Portugis datang 

untuk mengkatolikkan bangsa Aceh yang sudah 

memeluk agama Islam. Sekonyong-konyong kedua 

biarawan ditangkap dan dijebloskan ke dalam 

penjara hingga sebulan lamanya. sebab  tetap 

menolak untuk mengingkari iman, kedua biarawan 

dijatuhi hukuman mati. Di pesisir pantai, P Dionisius, 

dengan salib di tangannya, dipaksa menyaksikan 

mereka menggorok leher Redemptus yang lebih dulu 

menjadi martir. Selanjutnya, algojo yang beringas 

dengan sekuat tenaga menghunuskan kelewang dan 

tombak ke arah Dionisius. namun  sungguh ajaib, 

seolah ada suatu kekuatan dahsyat yang menahan, 

sehingga para algojo tidak berani maju. Sadar akan 

hal itu, P Dionisus segera mengatupkan kedua 

tangannya berdoa memohon kepada Tuhan agar 

kerinduannya menjadi seorang martir dikabulkan. 

Dan permohonan orang kudus ini didengarkan 

Tuhan. Seorang algojo - seorang Kristen Malaka 

yang murtad - mengangkat gada dan disambarkan 

keras-keras ke kepala P Dionisius, disusul dengan 

783

kelewang yang memisahkan kepala Dionisius dari 

tubuhnya.

Kemartiran Dionisius dan Redemptus 

sungguh berkenan di mata Tuhan. Selama tujuh 

bulan, jenazah tidak hancur, melainkan tetap segar 

seolah sedang tidur. Menurut saksi mata, jenazah P 

Dionisius amat merepotkan warga  sekitar, 

sebab  setiap kali dibuang, entah ke dalam laut 

maupun ke tengah hutan, senantiasa kembali lagi ke 

tempat di mana ia dimartir. Akhirnya, jenazah 

dengan hormat dimakamkan di Pulau Dien (`pulau 

buangan') dan di kemudian hari dipindahkan ke Goa, 

India. Para saksi iman itu wafat sebagai martir pada 

tanggal 29 Nopember 1638. Dionisius dan 

Redemptus dimaklumkan sebagai `beato' oleh Paus 

Leo XIII pada tanggal 10 Juni 1900. Pesta kedua 

biarawan Karmel ini dirayakan oleh segenap Karmelit 

pada tanggal 29 November. Di Indonesia, pesta B 

Dionisius dan B Redemptus dirayakan sebagai 

peringatan wajib setiap tanggal 1 Desember.

REGINA († 303)

Disuruh ayahnya susaha  menikah dengan 

gubernur yang masih kafir. namun  Regina menolak, 

sehingga gubernur itu memenjarakan, mendera dan 

akhirnya memenggalnya.

A: ratu (L); P: 7 September

REINARDUS (abad ke-11)

Suatu saat orang melihat seorang peziarah 

selama tiga hari penuh – tanpa tidur, makan atau 

minum – berdoa menyusuri jalan salib Jesus, kebun 

Zaitun dan bukit Golgota di Yerusalem. Peziarah itu 

berjubah kotor dan lusuh, tanpa sepatu dan 

784

sepanjang jalan menangis terus. Dia yaitu  uskup 

Luttich (Belgia), yang berjalan kaki ke Kota Suci 

unutk bertobat. Sebab, ia telah membeli jabatan 

uskup menuruti ambisinya. saat  Paus mendengar 

perbuatan tobat sejati ini, ia menyuruh Reinard 

untuk tetap mengemban jabatannya. Reinardus 

dengan rajin mengunjungi semua paroki 

keuskupannya, berkotbah, membangun jembatan 

dan irigasi, membagi makanan dan membela mereka 

yang tertindas.

P: 5 Desember

REINER (abad ke-12)

Reiner atau Rainerus memilih cara hidup 

bertapa yang sangat keras: tidak bicara, bekerja 

terus dan berdoa, makan sedikit dan malam hari giat 

belajar. Kemudian ia diminta paus menjadi uskup 

Split (Yugosavia), susaha  mentobatkan umat yang 

hamper murtad danterus berkelahi satu sama lain 

itu. saat  Reiner berusaha mendamaikan penduduk 

pegunungan Massaraw, ia dirajam sampai mati.

P: 4 Agustus

REINILDIS (abad ke-7)

Puteri Santa Amalberga (P: 10 Juli) dan 

saudari Santa Gudula (P: 8 Januari) ini 

menggunakan seluruh warisannya untuk mendirikan 

biara. Reinildis suka berbuat amal dan mati dubunuh 

saat  sedang berdoa di gereja Saintes (Belanda).

P: 16 Juli

REMIGIUS (436-533)

785

Dalam usia 22 tahun dipilih menjadi uskup 

Reims (Perancis). Ia membaptis Raja Klodwig I dari 

Franken, yang yakin bahwa berkat doa isterinyalah 

(Santa Klotilda) berhasil mengungguli suku Aleman. 

Remi dengan giat mengkristenkan Perancis dan 

mendirikan keuskupan-keuskupan. Perbuatan ajaib 

dan mukjizat yang dikerjakan serta teladan dan 

kotbahnya sangat membantu penginjilannya.

P: 1 Oktober

RENATE (1544-1602)

Ratu Bavaria ini mendidik sendiri 10 anaknya 

susaha  hidup sederhana dan jujur. Ia membagi-

bagikan makanan kepada para pengemis. Dengan 

tangannya sendiri Renate menjahit pakaian untuk 

orang miskin ataupun demi keperluan perayaan 

ibadat. Ia mendirikan rumahsakit dan bersama 

suaminya hidup seperti dalam biara, walaupun 

ditertawakan oleh banyak orang kaya.

P: 22 Mei

RENE GAUPIL († 1645)

Salah seorang martir dari Kanada.

SANTO 

RICHARD dari 

CHICHESTER 

(1197-1253)

St. Richard 

dilahirkan di Inggris 

pada tahun 1197. 

Ia dan saudaranya 

menjadi yatim 

786

piatu sejak Richard masih kecil. Saudaranya memiliki 

beberapa tanah pertanian. Richard berhenti sekolah 

agar dapat membantu kakaknya menyelamatkan 

sawahnya dari kehancuran. Richard bekerja 

demikian giat hingga kakaknya yang penuh rasa 

terima kasih hendak memberikan tanah pertanian itu 

kepadanya. namun , Richard tidak mau menerimanya. 

Ia juga memilih untuk tidak menikah, sebab ia ingin 

pergi belajar di perguruan tinggi untuk memperoleh 

pendidikan yang baik. Ia tahu bahwa sebab  

uangnya hanya sedikit, ia akan harus bekerja keras 

untuk membiayai hidup dan sekolahnya.

Richard belajar di Universitas Oxford. 

Kemudian, ia memperoleh kedudukan penting di 

universitas. St. Edmund, yang yaitu  uskup agung 

Canterbury, memberinya tugas dan tanggung jawab 

dalam keuskupannya. saat  St. Edmund wafat, St. 

Richard mengunjungi Wisma Belajar Dominikan di 

Perancis. Di sana ia ditahbiskan sebagai seorang 

imam. Kemudian, ia ditahbiskan sebagai Uskup 

Chichester, Inggris. Oleh sebab itu ia disebut Richard 

dari Chichester. Raja Henry III menghendaki 

seorang lain yang menjadi uskup. Orang ini  

yaitu  sahabat raja, namun  tidak memenuhi 

persyaratan sebagai seorang uskup. Richard yaitu  

Uskup Chichester yang sesungguhnya. Raja Henry 

III tidak memperbolehkan Richard menempati 

katedralnya sendiri. Raja juga mengancam 

penduduk Chichester dengan hukuman jika  

mereka bersikap ramah terhadap Richard. Walaupun 

demikian, orang-orang yang gagah berani tetap saja 

menolongnya, seperti pastor Simon dari Tarring - 

salah seorang imam Chichester. Richard dan Simon 

kemudian bersahabat karib. saat  Bapa Suci 

mengancam akan meng-ekskomunikasi-kannya (= 

mengucilkan, memutuskan seseorang dari hak-hak 

787

sebagai anggota gereja), raja berhenti mencampuri 

urusan gerejani dan tidak lagi mengganggu bapa 

uskup.

Sebagai uskup, St. Richard melaksanakan 

segala tugasnya dengan baik. Ia senantiasa lemah 

lembut dan murah hati kepada semua orang. Sekali 

waktu ia bersikap tegas juga. Ia seorang pemberani 

dan tanpa ragu-ragu menegur umatnya jika  

mereka melakukan yang salah dan tidak menyesali 

perbuatannya. Dikatakan bahwa saat  St. Richard 

jatuh sakit, ia tahu saat kematiannya akan tiba, 

sebab Tuhan telah memberitahukan kepadanya 

tempat serta waktu yang tepat bilamana ia akan 

meninggal. Teman-temannya, termasuk Pastor 

Simon dari Tarring, berada di sisi pembaringannya. 

St. Richard wafat dalam usia limapuluh lima tahun 

pada tahun 1253. Ia dinyatakan kudus oleh Paus 

Urbanus IV pada tahun 1262. Pestanya dirayakan 

setiap tanggal 3 April.

BEATO RICHARD GWYN († 1584)

Richard yaitu  seorang Wales yang hidup 

pada abad keenambelas. Kala itu Ratu Elizabeth I 

memerintah Inggris dan 

Wales. sebab  sebagian 

besar penduduk Wales 

masih menganut agama 

Katolik, ratu dan para 

pejabatnya berusaha 

menindas serta 

membinasakan iman Katolik 

dengan peraturan-peraturan 

yang keji. Para imam dan 

umat yang setia kepada 

Bapa Suci dijebloskan ke 

788

dalam penjara. Kerapkali mereka disiksa aniaya dan 

dibunuh. Richard memeluk agama Katolik sesudah  ia 

lulus kuliah dan menjadi seorang guru. 

Segera saja ia menjadi seorang buron. Sekali 

ia berhasil meloloskan diri dari penjara dan sebulan 

kemudian tertangkap kembali. “Engkau akan 

dibebaskan,” demikian dikatakan kepadanya, 

“asalkan engkau menyangkal iman Katolik.” Richard 

menolak mentah-mentah. Ia dibawa paksa ke 

sebuah gereja non-Katolik. namun  ia menganggu 

sepanjang khotbah pemimpin ibadat dengan 

membunyikan rantai-rantai belenggunya keras-

keras. Dengan geram para pejabat memasungnya 

selama delapan jam; orang banyak datang untuk 

menganiaya dan mencemoohnya.

Sesudah itu, penjara dan siksaan tak kunjung 

henti. Orang-orang ratu memaksanya untuk 

memberikan daftar nama orang-orang Katolik 

lainnya, namun  Richard menolak. Di pengadilan, 

orang-orang dibayar untuk bersaksi dusta 

terhadapnya, seperti yang di kemudian hari diakui 

oleh salah seorang dari mereka. Orang-orang yang 

duduk di kursi juri berdusta begitu rupa dan 

meminta pada hakim agar Richard dijatuhi hukuman 

mati. sesudah  hukuman mati dimaklumkan, isteri dan 

bayinya dihadapkan ke pengadilan. “Jangan tiru 

suamimu,” demikian dikatakan kepada wanita  

malang itu. Namun, dengan jijik, wanita  yang 

gagah berani itu berseru lantang, “Jika kalian 

menghendaki lebih banyak darah, kalian dapat 

mencabut nyawaku bersama suamiku. Jika kalian 

memberikan lebih banyak uang kepada saksi-saksi 

kalian, mereka pasti akan menemukan sesuatu 

untuk mendakwaku juga.”

Sementara Richard menyongsong 

kematiannya, ia berseru dalam kepiluan hati, “Allah 

789

yang Mahakudus, apakah ini?” Salah seorang 

pejabat dengan mengejek menjawab, “Hukuman 

mati dari yang mulia ratu.” “Yesus, kasihanilah aku!” 

seru beato kita. Lalu, ia pun wafat dipancung. Puisi-

puisi religius yang indah yang ditulis Richard semasa 

ia berada dalam penjara masih disimpan hingga kini. 

Dalam surat-surat itu ia memohon saudara-saudari 

sebangsa dari Wales untuk tetap setiap pada iman 

Katolik. Beato Richard wafat dimartir pada tahun 

1584. Ia dinyatakan “beato” oleh Paus Paulus VI 

pada tahun 1970.

RICHARDUS SANDJAJA Pr dan HERMAN A 

BOUWENS SJ († 1948)

sesudah  pemuda kauman Muntilan merampok 

dan membakar sebagian dari komplek persekolahan 

di Muntilan – meski berlawanan dengan perintah 

wedana – delapan lascar Hisbullah menculik imam 

dan frater ini kemudian membunuh mereka berdua 

dengan kejam. Jenasahnya bergelimpangan di 

sawah antara desa Kembaran dan Patosan. 

Dengan cepat bapak Willem dan anaknya 

Yoanes Redja pergi ke tempat ini , mereka 

menyaksikan jenasah frater Bouwens dalam keadaan 

telanjang bulat dan hidungnya disumbat dengan 

bambu runcing. Mukanya rusak dan berlumuran 

darah, sementara badannya biru-biru memar bekas 

pukulan-pukulan hebat. Romo Sandjaja ditemukan 

hanya mengenakan kaos dalam. Kedua kakinya dari 

bawah ke atas penuh luka-luka kecil bekas sundutan 

puntung api (upet). Bahu dan badannya membiru 

bekas pukulan. Tengkuk dan dahinya berlubang 

tertembus peluru pistol. Sungguh sangat 

mengerikan!

790

Berat sekali penganiayaan yang dilakukan 

oleh gerombolan yang tak bertanggungjawab itu 

terhadap pencinta Tuhan ini. Jenasah mereka disapu 

dengan handuk, kemudian dikubur disitu juga. 

Makamnya tidak dalam, sebab  ini dilakukan sekedar 

untuk menghilangkan jejak. Kemudian jenasah 

kedua martir dimakamkan kembali secara besar-

besaran pada tanggal 5 Agustus 1950 di ‘kerkhop’ 

Muntilan. Dengan khidmat peti-peti mayat diusung 

oleh pramuka dan anggota-anggota Angkatan Udara 

dan dimakamkan di tempat pendiri Gereja di antara 

orang Jawa, yaitu Romo Van Lith, yang sudah lama 

beristirahat sejak tahun 1926.

(Salah satu dari Orang-orang Kudus di 

Indonesia)

RIKARDUS († 720)

Saat anaknya yang pertama Wilibaldus sakit, 

ia membawanya kepada seorang rahib yang jauh 

dari rumahnya. sebab  menjadi sembuh, Wilibaldus 

diperbolehkan menjadi biarawan dan misionaris 

bersama adiknya Wunibaldus dan Walburga. sesudah  

anak-anaknya dewasa, Rikardus kemudian menjadi 

pertapa dan meinggal saat  berziarah ke Roma.

P: 7 Februari

SANTA RITA dari CASCIA (1381-22 Mei 

1457)

Rita dilahirkan pada tahun 1381 di sebuah 

dusun kecil di Italia. Kedua orangtuanya sudah tua. 

Telah lama mereka mohon pada Tuhan agar 

dikaruniai seorang anak. saat  Rita lahir, mereka 

membesarkan Rita dengan kasih sayang. saat  

usianya lima belas tahun, Rita ingin masuk biara, 

791

namun  orangtuanya menetapkan bahwa ia harus 

berumah tangga. Pria yang mereka pilih menjadi 

suami Rita ternyata seorang yang kejam serta tidak 

setia. Perangainya yang kasar membuat semua 

tetangga takut padanya. Namun demikian, selama 

delapan belas tahun lamanya, isterinya dengan 

sabar menanggung segala makian. Berkat doa-

doanya, kelembutan serta kebaikan hatinya, pada 

akhirnya ia dapat melunakkan hati suaminya. 

Suaminya minta maaf 

pada Rita atas segala 

perlakuannya dan 

bersedia kembali ke jalan 

Tuhan.

Kebahagiaan Rita 

atas pertobatan 

suaminya tidak 

berlangsung lama. Suatu 

hari, tak lama kemudian, 

suaminya dibunuh. Rita 

terpukul dan putus asa. 

Ia mengampuni para 

pembunuhnya dan 

berusaha agar kedua 

puteranya juga mau 

mengampuni mereka. namun , ia melihat tekad kedua 

puteranya untuk balas dendam atas kematian ayah 

mereka. Rita berdoa agar kedua puteranya itu lebih 

baik mati saja dibandingkan  membunuh. Dalam beberapa 

bulan, kedua puteranya sakit parah. Rita merawat 

mereka dengan kasih sayang. Selama mereka sakit, 

ia membujuk mereka untuk mengampuni orang lain 

serta mohon pengampunan Tuhan bagi diri mereka 

sendiri. Mereka mematuhi nasehat ibunya dan 

meninggal dalam damai.

792

Sekarang, suami maupun anak-anaknya telah 

meninggal dunia. Sebatang kara di dunia, tiga kali 

Rita berusaha agar dapat 

diterima di biara di Cascia. 

Peraturan biara di sana tidak 

mengijinkan seorang wanita 

yang telah menikah 

bergabung bersama mereka, 

meskipun suaminya telah 

meninggal dunia. Rita 

pantang menyerah. Pada 

akhirnya, para biarawati 

membuat suatu perkecualian 

baginya. Di biara, Rita amat 

menonjol dalam ketaatan 

dan belas kasihan. Ia 

memiliki devosi yang amat 

mendalam kepada Yesus 

tersalib. Satu saat , pada saat berdoa, ia mohon 

pada Yesus agar diijinkan ikut merasakan kepedihan 

luka-luka-Nya. Suatu duri dari mahkota duri-Nya 

menusuk keningnya dan menimbulkan luka yang tak 

pernah dapat disembuhkan. Malahan, luka itu 

semakin buruk keadaannya dan mengeluarkan bau 

tak sedap, sehingga St. Rita harus menjauh dari 

para biarawati lainnya. Ia bahagia dapat menderita 

sebagai bukti cintanya kepada Yesus. St. Rita wafat 

pada tanggal 22 Mei 1457 dalam usia tujuh puluh 

enam tahun. Sama seperti St. Yudas Tadeus, St. 

Rita sering dijuluki “Santa atas Hal-hal yang 

Mustahil.” 

L: bunga ros (sebab  dalam kebunnya musim 

dinginpun mawar tetap berbunga) P: 22 Mei

ROBERT SOUTHWELL SJ (1561-1595)

yaitu  salah seorang martir dari Inggris

793

ROBERTUS (1027-1111)

Tinggal dibeberapa biara dan akhirnya 

mendirikan biara Molesme (Perancis) mengikuti cita-

cita pembaharuan. Akan namun  Robert belum puas, 

sehingga bersama Santo Alberik dan Santo Stephen 

Harding masuk hutan di Citeaux. Biara inilah yang 

menerima Santo Bernardus, pendiri kedua ordo 

Sistersien. Namun atas permintaan biarawan dan 

perintah paus, Robert harus kembali ke biara 

Molesme yang berkat bimbingannya menjadi biara 

teladan.

B: Bob; P: 26 Januari

SANTO ROBERTUS BELLARMINO 

(1542-17 September 1621)

Robertus dilahirkan di Italia pada tahun 1542. 

saat  masih kanak-kanak, ia tidak tertarik untuk 

bermain. Ia lebih suka 

menghabiskan waktunya 

mengulangi khotbah-khotbah 

yang ia dengar kepada adik-

adiknya. Ia juga suka 

menjelaskan pelajaran-

pelajaran katekese kepada 

anak-anak petani di 

lingkungan sekitarnya. 

Sesudah menerima Komuni 

Pertama, ia biasa menerima 

Yesus setiap hari Minggu.

Ayah Robertus 

berharap agar puteranya 

kelak menjadi seorang yang terkenal. sebab  itu, ia 

menghendaki agar Robertus mempelajari macam-

794

macam bidang studi, termasuk kesenian juga. Setiap 

kali dalam suatu lagu ada  kata-kata yang 

kurang sedap didengar, maka Robertus akan segera 

menggantinya dengan kata-kata yang lebih tepat 

yang dipilihnya sendiri.

Merupakan kerinduannya yang terdalam 

untuk menjadi seorang imam Yesuit, namun 

ayahnya memiliki  rencana masa depan yang 

berbeda untuknya. Selama setahun penuh Robertus 

berusaha keras untuk membujuk ayahnya. Akhirnya, 

saat  usianya delapan belas tahun, ia diijinkan juga 

untuk bergabung dengan Serikat Yesus (SJ). 

Sebagai biarawan muda Yesuit, Robertus berhasil 

amat baik dalam pelajarannya. Ia diutus untuk 

menyampaikan khotbah, bahkan sebelum ia 

ditabhiskan menjadi seorang imam. saat  seorang 

wanita saleh untuk pertama kalinya melihat seorang 

pemuda yang masih belia, bahkan belum ditahbiskan 

menjadi imam, naik ke mimbar untuk 

menyampaikan khotbah, wanita itu berlutut dan 

berdoa. Ia mohon pada Tuhan untuk membantu 

anak muda itu agar jangan gemetar dan berhenti di 

tengah khotbahnya. saat  Robertus selesai 

menyampaikan khotbahnya, wanita itu tetap 

berlutut. namun , kali ini, ia mengucapkan syukur 

kepada Tuhan atas khotbah yang begitu indah.

St. Robertus Bellarmino menjadi seorang 

penulis, pengkhotbah dan juga pengajar yang ulung. 

Ia menulis tigapuluh satu buah artikel  penting. Ia 

menghabiskan tiga jam setiap harinya dalam doa. Ia 

memiliki  pengetahuan mendalam atas hal-hal 

sakral. Bahkan saat  telah diangkat sebagai 

kardinal, Robertus selalu beranggapan bahwa 

katekese demikian penting, hingga ia sendiri yang 

mengajarkannya kepada umatnya. Kardinal 

Bellarmino wafat pada tanggal 17 September 1621. 

795

Ia dinyatakan kudus pada tahun 1930 oleh Paus Pius 

XI. Pada tahun 1931, paus yang sama 

memaklumkan Santo Robertus Bellarmino sebagai 

Pujangga Gereja. Pestanya dirayakan setiap tanggal 

17 September.

“Jika kamu bijaksana, maka kamu tahu bahwa kamu telah 

diciptakan demi kemuliaan Tuhan dan demi keselamatan 

kekalmu sendiri.  Inilah tujuanmu, inilah pusat  hidupmu, 

inilah harta pusaka hatimu.” ~ Santo Robertus Bellarmino 

SANTO ROCHUS (1295-1327)

Diceritakan, ia merawat penderita wabah pes 

di Italia. Rochus seringkali menyembuhkan mereka 

dengan doanya, sampai-sampai ia sendiri jatuh 

sakit, tapi sembuh kembali. saat  pulang ke 

desanya ia sudah tidak dikenali lagi, sehingga 

dijebloskan ke dalam penjara atas tuduhan bahwa ia 

seorang mata-mata. Sesudah 5 tahun ia meninggal 

dalam penjara. Rochus dihormati sebagai santo 

pelindung para penderita sakit menular.

P: 16 Agustus

RODERIKUS († 857)

Imam yang bekerja di Cordoba (Spanyol) ini 

dikhianati oleh saudaranya yang beragama Islam. 

saat  meringkuk dalam penjara ia bertemu dengan 

Salomon, seorang awam Kristen, dan mereka berdua 

menjalani hukuman mati sebab  mempertahankan 

iman Kristen.

P: 13 Maret

796

BEATO ROGER DICKENSON, BEATO RALPH 

MILNER dan BEATO LAWRENCE HUMPHREY

Ketiga martir ini hidup di Inggris dalam masa 

penganiayaan Gereja oleh Ratu Elizabeth I. “Tuan” 

Roger Dickenson yaitu  seorang imam sekulir yang 

menyamar. Ralph Milner yaitu  seorang suami dan 

ayah. Ia bekerja sebagai buruh tani dan dihantar ke 

dalam Gereja melalui teladan baik para tetangganya. 

Pada hari ia menyambut Komuni Pertama, ia 

dijebloskan ke dalam penjara sebab  ia seorang 

Katolik. Sipir penjara suka padanya, sebab itu 

penahanannya di penjara tidaklah terlalu ketat pada 

mulanya. Selama beberapa tahun ia “dibebaskan 

bersyarat” untuk mendapatkan suplai makanan dan 

apapun yang dibutuhkan para tahanan lainnya. 

Sementara dibebaskan bersyarat, ia merupakan 

seorang penolong yang banyak membantu “Tuan” 

Dickenson dan Pater Stanney, seorang Yesuit. 

Akhirnya, tibalah hari saat  Pater Dickenson pun 

ditangkap juga. Ia dan Milner dihadapkan ke 

pengadilan bersama-sama. Pater Dickenson diadili 

sebab  kejahatan menjadi seorang imam Katolik. 

Tuan Milner diadili sebab  membantu Pater 

Dickenson melaksanakan karya pelayanannya. 

Hakim mengarahkan pandangannya ke khalayak 

ramai dalam ruang pengadilan. Ia memikirkan Ny 

Milner dan delapan anak pasutri Milner. Ia ingin 

membebaskan Milner bagaimanapun caranya. “Yang 

perlu engkau lakukan hanyalah,” demikian katanya, 

“mengunjungi sebuah gereja Protestan, beberapa 

menit saja, untuk mengatakan bahwa engkau ada di 

sana. Maka, aku akan melepaskanmu agar engkau 

dapat bersama keluargamu.” Tuan Milner dengan 

tenang dan tegas menolak. Ia dan Pater Dickenson 

pergi dengan gagah berani menyongsong maut. Hari 

itu yaitu  tanggal 7 Juli 1591.

797

Martir ketiga, Lawrence Humphrey, dihantar 

masuk ke dalam Gereja oleh Pater Stanney, SJ. Ia 

tak hendak mengingkari iman yang baru saja 

dipeluknya. Lawrence baru berusia duapuluh satu 

tahun saat  ia wafat dimartir.

ROGER JAMES OSB († 1539)

Biarawan termuda dalam biara Glastonburg 

(Inggris) ini bersama John Thorne, bendahara biara 

dan Richard Whiting digantung di depan biara, 

sebab  tidak mau menyerahkan milik biara kepada 

pegawai raja yang akan menutup biaranya.

P: 15 Nopember

ROKHUS GONZALES († 1628)

yaitu  imam Jesuit pribumi Paraguay 

(Amerika Selatan) yang bekerja giat di antara suku-

suku Indian. Bersama dengan Bruder Alfons 

Rodrigues ia dibunuh oleh orang-orang yang tidak 

menghendaki kemajuan bagi orang Indian Kristen. 

Dua hari kemudian Yoanes des Castilo disiksa 

sampai mati lemas.

P: 16 Nopember

ROLAND de MEDICI († 1386)

Bertapa dan hidup menurut aturan yang 

sangat keras; tak pernah bicara, berdoa lama dan 

bersemedi di Salsomaggiore (Italia).

P: 15 September

798

ROMANOS († 303)

Ia memperingatkan orang Kristen, susaha  

jangan mau memuja berhala, sekalipun dipaksa. 

Diakon di Sesarea (Palestina) ini akhirnya ditangkap 

di Antiokhia, dipotong lidahnya dan dicekik.

P: 18 Nopember

ROMANOS († 560)

Diakon dan penyair lagu-lagu gerejani klasik 

yang termasyur.

P: 1 Oktober

SANTO ROMANUS († 460) dan SANTO 

LUPICINUS († 480)

Kedua santo Perancis ini yaitu  kakak-

beradik yang hidup pada abad kelima. Sebagai 

seorang pemuda, Romanus 

dikagumi semua orang oleh 

sebab  kebaikan hatinya. Ia 

memiliki hasrat yang kuat 

untuk menjadi seorang kudus. 

sebab  ia melihat bahwa di 

dunia amatlah mudah orang 

melupakan Tuhan, maka 

Romanus memutuskan untuk 

hidup sebagai seorang 

pertapa. Terlebih dahulu, ia 

meminta nasehat dari seorang 

rahib yang kudus dan 

kemudian berangkat. Ia 

membawa sebuah artikel  bersamanya, yaitu Hidup 

799

Para Bapa dari Padang Gurun tulisan Cassian. Ia 

juga membawa serta benih-benih tanaman dan 

beberapa peralatan. Dengan perlengkapan ini , 

Romanus masuk ke dalam hutan di pegunungan Jura 

antara Swiss dan Perancis. Ia menemukan sebuah 

pohon yang amat besar dan tinggal di bawahnya. 

Romanus melewatkan waktunya dengan berdoa dan 

membaca artikel nya. Ia juga menanami serta 

merawat kebunnya, dengan tenang menikmati alam 

sekitarnya. Tak lama kemudian, adiknya - Lupicinus 

- bergabung dengannya. Romanus dan Lupicinus 

amat berbeda kepribadiannya. Romanus keras 

terhadap dirinya sendiri. namun , ia lemah lembut dan 

penuh pengertian terhadap orang lain. Lupicinus 

keras serta kasar terhadap dirinya sendiri dan 

biasanya demikian juga ia menghadapi orang lain. 

Namun demikian, maksudnya baik. Kedua 

bersaudara itu saling mengerti satu sama lain dan 

hidup rukun bersama. 

Banyak orang kemudian datang untuk 

bergabung dengan mereka. Orang-orang itu pun 

juga ingin menjadi rahib, maka mereka mendirikan 

dua buah biara. Romanus menjadi pemimpin di biara 

yang satu dan Lupicinus menjadi pemimpin di biara 

yang lainnya. Para rahib itu hidup sederhana dan 

keras. Mereka banyak berdoa dan 

mempersembahkan kurban-kurban mereka dengan 

sukacita. Mereka melakukan silih untuk mempererat 

panggilan hidup mereka. Mereka bekerja keras 

menanami serta memelihara kebun mereka dan 

senantiasa hening sepanjang waktu. Mereka memilih 

untuk hidup demikian oleh sebab perhatian utama 

mereka yaitu  mendekatkan diri kepada Tuhan. 

Cara hidup mereka membantu mereka untuk 

mencapai tujuan rohani mereka. St. Romanus wafat 

pada tahun 460. Adiknya, St. Lupicinus, wafat pada 

800

tahun 480. St. Romanus dan St. Lupicinus keduanya 

yaitu  kudus, meskipun mereka memiliki 

kepribadian yang berbeda. 

SANTO ROMUALDUS OSB (951-19 Juni 

1027)

Romualdus, seorang bangsawan Italia, 

dilahirkan sekitar tahun 951 di Ravenna, Italia. 

saat  berumur dua puluh 

tahun, ia terguncang 

melihat ayahnya 

membunuh orang dalam 

suatu duel. Romualdus 

pergi ke biara Benediktin. 

Ia ingin hidup benar. Ia 

juga ingin melakukan silih 

atas perbuatan ayahnya 

yang kejam. Alam dan 

kehidupan biara 

merupakan hal baru bagi 

Romualdus. Ia terbiasa 

hidup mewah dan santai. 

Pemuda bangsawan itu terkesan dengan teladan 

hidup para biarawan. sebab nya, ia memutuskan 

untuk menjadi seorang biarawan pula. Ia mohon 

pada seorang pertapa yang baik bernama Marinus 

untuk mengajarkan kepadanya bagaimana menjadi 

kudus. Keduanya, Marinus dan Romualdus, 

melewatkan hari-hari mereka dengan memuji dan 

mencintai Tuhan. Sergius, ayah Romualdus, datang 

untuk melihat cara hidup baru yang ditempuh 

puteranya. Ayahnya terperanjat melihat 

kesederhanaan dan semangat pengangkalan diri. Ia 

sadar bahwa pastilah ada  sukacita besar di sana 

sebab  puteranya dengan rela memilih untuk tinggal 

801

di sana. Itulah yang dikehendakinya. Ia 

meninggalkan harta kekayaannya lalu mengikuti 

jejak puteranya dan melewatkan sisa hidupnya 

sebagai seorang biarawan juga.

Di kemudian hari, Romualdus membentuk 

Kongregasi Benediktin Kamaldoli (OSB Cam). Ia 

menjelajah seluruh Italia untuk membentuk 

pertapaan-pertapaan dan biara-biara. Ke mana pun 

ia pergi, ia memberikan teladan penyangkalan diri 

yang mengagumkan bagi para biarawannya. Selama 

satu tahun penuh, yang menjadi makanannya setiap 

hari hanyalah sejumput kacang rebus. Kemudian 

selama tiga tahun, ia hanya makan dari sedikit hasil 

tanaman yang ia tanam sendiri. Melalui mati raga 

yang dilakukannya itu, Romualdus semakin dekat 

dengan Tuhan. Romualdus wafat pada tanggal 19 

Juni 1027 di biara Valdi-Castro. Ia berada sendirian 

di kamarnya dan wafat dengan tenang, tanpa 

diragukan lagi dengan membisikkan doa 

kesukaannya: “Oh, Yesus-ku yang manis! Tuhan 

hatiku! Sukacita bagi jiwa-jiwa murni! Tujuan dari 

segala yang aku dambakan!”

RONI (ROMANONI) GUALA OP (1180-

1244)

Murid Santo Dominikus ini yaitu  uskup dan 

diplomat kepausan yang selalu mengusahakan 

perdamaian.

P: 3 September

ROSANA (1226-1310)

Ia dikawinkan dengan seorang pemuda jahat, 

saat  usianya baru 15 tahun. sesudah  suaminya 

yang sakit keras  menjadi sembuh berkat usaha dan 

802

doa isterinya, maka Rosa diijinkan untuk hidup 

bertapa. Rosa dipilih menjadi abbas biara suster. 

A: mawar; B: nama sebagai suster: Humilitas; 

P: 22 Mei

SANTA ROSA dari LIMA (20 April 1586-24 

Agustus 1617)

St. Rosa dari Lima tidak terlena dengan 

kecantikan lahiriahnya. Ia lebih suka menjadi cantik 

secara rohani bagi Yesus. Jadi, jika kita merasa 

khawatir akan penampilan lahiriah kita, kita boleh 

mohon bantuan doa St. Rosa 

agar ia membantu kita untuk 

memusatkan perhatian pada 

hal yang lebih penting dalam 

hidup kita.

Pada tanggal 20 April 

1586, dari sebuah keluarga 

yang miskin di Lima, Peru, lahir 

seorang bayi wanita  yang 

diberi nama Isabel De Flores Y 

Del Oliva. Semua orang lebih 

suka memanggilnya 'Rosa' 

(mawar) sebab  bayi itu 

sungguh amat cantik dengan 

pipinya yang kemerahan-

merahan. Lagipula semasa 

Rosa masih bayi, dalam sebuah penglihatan mistik, 

wajahnya berubah menjadi sekuntum mawar.

Sejak kanak-kanak Rosa amat mengasihi 

Yesus. Cintanya kepada Yesus demikianlah besar, 

hingga jika ia sedang membicarakan-Nya wajahnya 

akan bersinar dan matanya berbinar-binar. 

Devosinya amat kuat, terutama kepada Bayi Yesus 

dan Maria, BundaNya. Rosa berbicara kepada 

803

mereka berjam-jam lamanya di gereja. Ia juga 

sering melakukan matiraga secara sembunyi-

sembunyi. 

Suatu hari ibunya mengenakan hiasan 

mahkota bunga di atas kepala Rosa untuk 

menonjolkan kecantikan puterinya itu. namun , Rosa 

tidak ingin dikagumi sebab  kecantikan lahiriahnya, 

sebab hatinya sudah diserahkannya kepada Yesus. 

Jadi ia mengubah mahkota yang dimaksudkan untuk 

menonjolkan kecantikannya itu menjadi sarana 

bermatiraga. Sebuah peniti panjang disematkannya 

pada mahkotanya sehingga mahkota itu 

membuatnya merasa sakit dan tidak nyaman. 

Rosa juga tidak suka orang-orang 

memandang serta memuji-muji kecantikannya. 

Baginya segala pujian hanyalah bagi Yesus. Rosa 

takut kalau-kalau kecantikannya menjadi batu 

sandungan bagi orang lain. Sebab, ia melihat banyak 

orang memandangi wajahnya tanpa berkedip. Ia 

mendengar mereka mengatakan betapa halus dan 

indah kulitnya. Jadi, ia melakukan sesuatu yang 

mengejutkan: ia menggosok wajahnya dengan 

merica hingga kulitnya menjadi merah dan melepuh. 

Nah, untuk sementara waktu tidak akan ada lagi 

orang yang akan memujinya!    

saat  Rosa membaca kisah hidup St. 

Katarina dari Siena, ia terdorong untuk menjadikan 

St. Katarina sebagai teladan hidupnya. Ia mulai 

dengan berpuasa tiga kali dalam seminggu. 

Kemudian ia melakukan tapa silih, dan akhirnya 

memotong rambutnya yang indah, mengenakan baju 

kasar dan menyingsingkan lengan bajunya untuk 

bekerja keras. Teman-teman dan keluarganya 

menertawakan serta mencemooh tindakan Rosa 

yang mereka anggap aneh. Kedua orangtuanya juga 

tak henti mengecamnya. Rosa menderita sebab  ia 

804

tidak dimengerti. Kekuatan dan penghiburan yang 

diperolehnya hanyalah dari Sakramen Mahakudus 

yang diterimanya setiap hari. 

Kemudian, Rosa memutuskan untuk 

mengucapkan kaul kemurnian. Tentu saja kedua 

orangtuanya menentang keras kehendak Rosa. 

Mereka telah lama berharap agar kelak puteri 

mereka yang jelita itu dinikahi oleh seorang pemuda 

kaya, sehingga dapat mengangkat mereka dari 

kemiskinan. Meski sepanjang hidupnya Rosa selalu 

taat dan patuh kepada orangtuanya, dalam perkara 

yang satu ini Rosa tidak dapat ditundukkan. Sepuluh 

tahun lamanya pertentangan itu berlangsung 

sebelum pada akhirnya Rosa dapat memenangkan 

hati mereka dengan kesabaran dan doa. 

Rosa banyak menderita. Selain dari 

pertentangan dengan kedua orangtuanya, Rosa juga 

banyak mengalami godaan setan. Sering juga ia 

mengalami saat-saat di mana ia merasa sendiri dan 

mengalami kesedihan yang hebat sebab  Tuhan 

terasa jauh darinya. Namun demikian, semua itu 

ditanggungnya dengan iman yang teguh.

Saat usianya duapuluh tahun, Rosa diterima 

dalam Ordo Ketiga Dominikus. Atas persetujuan 

pembimbing rohaninya, Rosa mengasingkan diri ke 

sebuah gubuk kecil yang dibangun di halaman 

rumah orangtuanya. Malam hari digunakannya untuk 

berdoa dan bermeditasi. Siang hari Rosa bekerja 

keras menanam bunga, menyulam serta menjahit. 

Hasilnya digunakannya untuk membantu 

keluarganya yang miskin. Ia juga melayani dan 

menghibur para fakir miskin dan para budak Indian, 

terutama mereka yang sakit dan menderita. Oleh 

sebab itu Rosa dianggap sebagai pelopor pelayanan 

sosial di Peru. 

805

Beberapa kali Tuhan Yesus menampakkan diri 

kepadanya, melimpahi hatinya dengan rasa damai 

dan sukacita. Di saat-saat seperti itu, Rosa 

mempersembahkan kepada-Nya semua silih dan 

matiraganya sebagai tebusan atas penghinaan 

terhadap Putra Allah, untuk kesejahteraan 

bangsanya, untuk pertobatan orang-orang berdosa, 

dan untuk jiwa-jiwa di api penyucian.

Rosa lama menderita sakit sebelum akhirnya 

meninggal pada tanggal 24 Agustus 1617 di Lima 

dalam usia 31 tahun. Banyak mukjizat terjadi 

sesudah  kematiannya.

Rosa dibeatifikasi pada tahun 1667 oleh Paus 

Klemens IX dan dikanonisasi pada tanggal 2 April 

1671 oleh Paus Klemens X. Santa Rosa dari Lima 

yaitu  orang Amerika pertama yang dinyatakan 

kudus. Oleh sebab itu ia diangkat sebagai santa 

pelindung Amerika, terutama Amerika Latin, dan 

juga Philipina. Pestanya dirayakan setiap tanggal 23 

Agustus. 

CATATAN ST. ROSA DARI LIMA

• "Tuhan, tambahlah penderitaanku, dan 

bersamanya tambahkanlah cinta-Mu dalam 

hatiku."

• "Selain dari Salib, tidak ada tangga lain yang 

dapat membawa kita ke surga."

• Tuhan dan Juru selamat kita memperkeras 

suara-Nya dan berbicara dengan keagungan 

yang tiada bandingnya: 'Biarlah semua orang 

mengetahui bahwa rahmat datang sesudah  

penderitaan. Biarlah mereka mengetahui 

bahwa tanpa beban penderitaan, mustahillah 

untuk mencapai kepenuhan rahmat. Biarlah 

mereka mengetahui bahwa anugerah rahmat 

bertambah sementara pencobaan bertambah. 

806

Biarlah manusia waspada agar tidak tersesat 

dan ditipu. Salib yaitu  satu-satunya tangga 

sejati ke surga, dan tanpa Salib mereka tidak 

akan dapat menemukan jalan yang dapat 

membawa mereka naik ke surga.' 

• saat  aku mendengar kata-kata ini, suatu 

kekuatan dahsyat menyelubungi aku serta 

menempatkan aku di tengah jalan, sehingga 

aku dapat berseru dengan lantang kepada 

orang-orang dari segala usia, jenis kelamin 

serta kedudukan: “Dengarlah, hai manusia; 

dengarlah hai bangsa-bangsa. Aku 

memperingatkan kalian akan perintah Kristus 

dengan menggunakan kata-kata yang keluar 

dari bibir-Nya sendiri: Kita tidak dapat 

memperoleh rahmat jika kita tidak 

menanggung penderitaan. Kita harus 

menumpuk pencobaan di atas pencobaan 

guna beroleh keikutsertaan yang besar dalam 

hidup Ilahi, kemuliaan bagi anak-anak Allah 

dan kebahagiaan sejati bagi jiwa.”

• Jika saja manusia mengetahui betapa luar 

biasanya memperoleh rahmat surgawi, 

betapa indahnya, betapa agungnya, betapa 

berharganya. Betapa banyak kekayaan yang 

tersembunyi di dalam Salib, betapa 

banyaknya sukacita dan kebahagiaan! Tak 

seorang pun akan mengeluh akan Salib-nya 

atau akan pencobaan-pencobaan yang harus 

ditanggungnya, jika saja ia mengetahui 

timbangan di mana mereka kelak akan 

ditimbang saat  timbangan itu dikenakan 

kepada mereka.     

807

SANTA ROSA PHILIPPINE DUCHESNE 

(1769-1852)

Orang kudus ini berkarya bagi 

Yesus di Amerika Serikat. Rosa 

dilahirkan dalam sebuah 

keluarga Perancis yang kaya 

pada tahun 1769. Sebagai 

remaja, tidak ada kekudusan 

khusus dalam diri Rosa. 

Malahan, seringkali ia berusaha 

keras agar kehendaknya 

dipenuhi. Ia memerintah siapa 

saja untuk melakukan apa yang 

ia inginkan. Di sekolah, mata 

pelajaran yang paling disukainya 

yaitu  sejarah. Kemudian ia 

menjadi amat tertarik pada cerita-cerita tentang 

suku Pribumi Amerika. Pada usia tujuhbelas tahun, 

Rosa masuk biara. saat  saatnya tiba, ia tidak 

dapat mengucapkan kaulnya sebab  Revolusi 

Perancis. Semua biarawati dipaksa oleh kaum 

revolusioner untuk meninggalkan negeri, sebab itu 

Rosa kembali kepada keluarganya. Meskipun begitu, 

Rosa tidak menyerah pada keinginannya untuk 

menjadi milik Yesus. Beberapa tahun kemudian, 

Rosa bergabung dengan ordo religius yang baru 

dibentuk yaitu Hati Kudus Yesus. 

 Kerinduan Moeder Rosa Philippine Duchesne 

yaitu  menjadi seorang misionaris. namun , usianya 

telah lima puluh tahun sebelum akhirnya ia diutus ke 

Amerika. Pada waktu itu Amerika masih merupakan 

tanah misi. Di Mississippi, ia dan sekelompok kecil 

para biarawati mendirikan sebuah sekolah bebas 

biaya bagi kaum miskin. Pekerjaan itu amat berat 

oleh sebab  perbedaan bahasa serta adat-istiadat. 

Walaupun demikian, Moeder Duchesne tidak pernah 

808

kehilangan semangat mudanya. Sementara ia 

bertambah tua, ia semakin kurang memerintah dan 

menjadi lebih lembut. Moeder Duchesne sungguh 

merupakan seorang pahlawan yang tegar 

menghadapi tantangan perjalanan yang berbahaya. 

Ia bahkan hampir mati sebab  demam kuning. 

Moeder Duchesne berhasil mengatasi berbagai 

macam halangan untuk mendirikan biara-biara baru 

di Dunia Baru. Kemudian, saat  usianya tujuhpuluh 

satu tahun, ia mengundurkan diri dari jabatannya 

sebagai Superior. Ia berangkat untuk mendirikan 

sekolah bagi kaum pribumi yang dikasihinya. Moeder 

Duchesne wafat pada tahun 1852 pada usia 

delapanpuluhtiga tahun dan dinyatakan kudus oleh 

Paus Yohanes Paulus II pada tahun 1988.

ROSA–VIRGINIA PELLETIER (1796-1868)

Dalam usia 25 tahun sudah menjadi pemimpin 

umum dan ingin memperbaharui kehidupan biara. 

Namun niatnya ini mendapat tentangan hebat dari 

suster-suster lain. Akhirnya, suster Rosa keluar dan 

mendirikan ‘Suster Gembala Baik dari Angers’ 

(Perancis). Dalam waktu 33 tahun ia berhasil 

membuka 110 biara cabang.

B: Eufrasia; P: 24 April

809

SANTA ROSA dari VITERBO (1235-1252)

 Rosa dilahirkan pada tahun 1235 di Viterbo, 

Italia. Ia hidup pada masa Kaisar Frederick merebut 

tanah milik Gereja. Misi khusus Rosa yaitu  

menjadikan penduduk kotanya serta penduduk kota-

kota sekitarnya tetap setia kepada Bapa Suci. Dan 

tugas ini ia lakukan saat  ia masih seorang remaja. 

 Rosa baru berusia delapan tahun saat  Santa 

Perawan Maria mengatakan kepadanya saat  ia 

sedang sakit, untuk mengenakan jubah St. 

Fansiskus. Bunda Maria juga mengatakan kepada 

Rosa untuk memberikan teladan yang baik kepada 

sesama dengan kata-kata maupun dengan 

perbuatannya. Perlahan-lahan kesehatan Roda pulih 

kembali. Ia mulai merenungkan dan semakin 

merenungkan betapa Yesus telah menderita bagi 

kita dan betapa para pendosa telah menyakiti-Nya. 

Ia berdoa serta melakukan silih untuk menyatakan 

kepada Yesus betapa ia mengasihi-Nya. 

 Kemudian, gadis pemberani ini mulai 

berkhotbah di jalan-jalan kota. Ia mengatakan 

kepada orang banyak untuk bangkit melawan kaisar 

810

yang telah merampas kekayaan gereja. Banyak 

orang mendengarkan khotbahnya sehingga ayah 

Rosa menjadi ketakutan. Ia mengancam Rosa bahwa 

ia akan mencambukinya jika ia tidak berhenti 

berkhotbah. Rosa, yang saat itu berusia tigabelas 

tahun, menjawab dengan lembut, “Jika Yesus rela 

dicambuki demi aku, aku juga rela dicambuki demi 

Dia. Aku melakukan apa yang Yesus perintahkan 

kepadaku dan aku tidak mau tidak taat kepada-

Nya.” 

Dua tahun lamanya Rosa berkhotbah dengan 

berhasil sehingga musuh-musuh paus menghendaki 

agar ia dibunuh saja. Pada akhirnya, penguasa 

mengusir Rosa beserta orangtuanya ke luar kota. 

namun  Rosa mengatakan bahwa kaisar akan segera 

mangkat, dan memang terjadi demikian. sesudah  

kembali ke Viterbo, Rosa tidak diijinkan untuk 

menjadi biarawati, jadi ia pulang ke rumahnya. Di 

sana ia wafat pada tahun 1252 saat  usianya baru 

tujuhbelas tahun. Jenasahnya yang masih utuh 

hingga kini disemayamkan di Viterbo.

BEATA ROSA VENERINI (1656-7 Mei 1728)

Beata Rosa dilahirkan di Viterbo, Italia, pada 

tahun 1656. Ayahnya seorang dokter. Ia masuk 

biara, namun  sesudah  

beberapa bulan 

memutuskan untuk 

pulang ke rumah. 

Ayahnya meninggal 

dunia dan ia merasa 

bertanggung jawab 

untuk merawat ibunya 

yang janda.

811

Rose, yang memilih untuk tetap hidup selibat, 

mengenali kemampuan dirinya dalam memimpin. Ia 

mengumpulkan wanita -wanita  muda di 

sekitarnya. Mereka berdoa rosario bersama di sore 

hari. Sementara mereka saling mengenal satu sama 

lain, Rosa menjadi sadar akan betapa sedikitnya 

yang diketahui kaum muda mengenai iman mereka. 

Pada tahun 1685, Rosa dengan dibantu dua orang 

teman membuka sebuah sekolah gratis untuk para 

gadis. Para orangtua yang mengirimkan puteri 

mereka ke sana amat puas dengan mutu dan 

lingkungan pendidikan. Rosa yaitu  seorang 

pendidik yang berbakat. Lebih dari itu, ia dapat 

mendidik yang lain untuk mengajar. Pada tahun 

1692, Kardinal Barbarigo mengundang Rosa ke 

keuskupannya. Beliau menghendaki Rosa 

mngorganisir sekolah-sekolah dan melatih para 

guru. Dalam keuskupan inilah Rosa menjadi guru 

dan sahabat dari seorang yang kelak menjadi 

seorang santa. Di yaitu  St. Lucia Filippini yang 

memulai suatu ordo religius. St. Lucy Filippini 

dimaklumkan kudus pada tahun 1930. 

Rosa mengorganisir sekolah-sekolah di 

berbagai tempat. Sebagian orang tidak suka akan 

apa yang dilakukannya dan mengganggu Rosa dan 

para gurunya. namun  para guru yakin teguh pada 

keyakinan mereka akan nilai pendidikan. Rosa 

bahkan membuka sebuah sekolah di Roma pada 

tahun 1713. Paus Klemens XI mengucapkan selamat 

kepada Rosa sebab telah mendirikan sekolah yang 

begitu mengagumkan. Guru yang berdedikasi ting