awan berdoa dan
saling menguatkan satu sama lain agar dapat
dengan gagah berani menanggung derita dan mati
demi Kristus. Para penyerang menyerbu dan
membantai semua kurbannya terkecuali empat
orang yang mereka tawan sebagai budak. St
Porkarius dan para biarawan Lerins wafat sebagai
martir yang gagah berani bagi Yesus, dan diperingati
setiap tanggal 12 Agustus.
SANTO PORPHYRIUS (347-420)
Porphyrius dilahirkan pada abad kelima dalam
keluarga bangsawan yang kaya. Ia meninggalkan
keluarganya saat ia berusia duapuluh lima tahun.
767
Porphyrius pergi ke Mesir untuk menggabungkan diri
dalam sebuah biara. sesudah lima tahun, ia
mengadakan perjalanan ke Yerusalem. Ia ingin
mengunjungi tempat-tempat di mana Yesus pernah
berada semasa hidup-Nya di dunia.
Porphyrius amat terkesan dengan Tanah Suci.
Kasihnya kepada Yesus membuatnya semakin sadar
akan penderitaan kaum miskin. Di rumahnya di
Tesalonika, ia tak pernah tahu bagaimana rasanya
menjadi miskin. Ia masih memiliki segala yang
diwariskan orangtuanya kepadanya, tapi tidak untuk
jangka waktu yang lama. Ia meminta temannya -
Markus - untuk pergi ke Tesalonika dan menjual
segala harta miliknya. sesudah tiga bulan, Markus
kembali dengan uang. Porphyrius lalu membagi-
bagikannya kepada mereka yang sungguh
membutuhkannya.
Pada usia empatpuluh tahun Porphyrius
ditahbiskan sebagai imam dan kepadanya
dipercayakan pemeliharaan reliqui salib asli Yesus.
Porphyrius selanjutnya ditahbiskan sebagai Uskup
Gaza. Ia bekerja giat untuk menghantar banyak
orang percaya kepada Yesus dan menerima iman.
namun , kerja kerasnya menghasilkan buah amat
lambat dan membutuhkan kesabaran yang luar
biasa. Mayoritas penduduk pada waktu itu bertaut
pada praktek-praktek kafir dan takhayul. Meski
Porphyrius dapat mengakhiri banyak dari praktek-
praktek ini, ia juga mendapat banyak musuh yang
membuatnya banyak menderita. Yang lain, yang
yaitu umat Kristiani, amat mengasihi dan
mengagumi Porphyrius. Mereka berdoa dan
bermatiraga untuknya. Mereka memohon Tuhan
untuk menjaga dan melindunginya. Uskup
Porphyrius menghabiskan bertahun-tahun lamanya
guna memperkuat komunitas Kristiani. Ia
768
memaklumkan dengan tegas segala yang diyakini
teguh umat Kristiani. St Porphyrius wafat pada
tahun 420, dan dirayakan setiap tanggal 26
Februari.
POTAMIENA († 202)
saat bersama ibunya, Santa Marsela (P: 28
Juni), diiringkan oleh tentara Basilides ke tempat
penjagalan, ia justru berterimakasih kepadanya dan
berjanji memintakan rahmat Tuhan untuknya. Tubuh
mereka dituangi ter panas dan kemudian dibakar.
Tiga hari berikutnya Potamiena menampakkan diri
kepada Basilides (P: 30 Juni), sehingga ia bertobat
dan mati sebagai saksi iman juga di Alexandria
(Mesir)
P: 28 Juni
PRISKA (abad ke-1)
Isteri Akwila dan murid Santo Paulus.
PROKOPIUS († 303)
Penduduk asli Yerusalem ini menjadi lector
dan pengusir roh-roh jahat. Ia amat sederhana dan
rendah hati, sehingga di hormati oleh penduduk
sekitarnya. Pada permulaan penganiayaan oleh
Kaisar Diokletianus, ia akan dipaksa memuja berhala
dan kaisar. namun Prokopius menjawab: “Tidaklah
baik mengabdi kepada beberapa tuan. Aku hanya
mengenal satu Kepala, satu Raja.” Dan akibatnya ia
kemudian dipenggal.
P: 8 Juli.
PROSPER (390-455)
769
Belajar teologi dan menjadi pembantu Paus
Leo Agung. Awam yang amat pandai ini membela
ajaran Santo Agustinus yang diserang oleh para
bidaah. Ia mengajarkan, bahwa Tuhan ingin
menyelamatkan semua bangsa. P: 25 Juni
SANTO PROTUS dan SANTO HIAZINTUS
Makam Santo Hiazintus ditemukan kembali
pada tahun 1845 dalam katakombe di Roma. Ada
petunjuk kuat pada sisa tulangnya bahwa ia mati
terbakar. Sementara itu makam Santo Protus
ditemukan dalam keadaan kosong.
P: 11 September
PULKERIA (399-453)
Puteri kaisar Byzantium ini memegang
tampuk pemerintahan sampai adiknya menikah. Lalu
Pulkeria mengikrarkan keperawanan dan mendirikan
banyak gereja. Namun ia tetap memberikan nasehat
kepada adiknya. Sesudah kaisar meninggal, ia naik
tahta dan secara resmi menikah dengan jendral
Marcianos. Ia melawan bidaah Nestorianisme (yang
mengajarkan bahwa Maria bukan Bunda Tuhan) dan
Monofisme (Jesus hanya memiliki satu kodrat,
yaitu ilahi) dan memanggil semua uskup pada
Konsili Kalsedon. Wanita cendekia yang giat ini
membantu orang miskin dan lembaga-lembaga
gerejani. Mayat Santo Yohanes Krisostomos yang
disiksa dengan keji oleh orangtuanya
dimakamkannya dengan hormat dalam gereja para
Rasul di Konstantinopel
A: yang cantik indah (L); P: 10 September
770
Q
QUARTILOSIA († 259)
yaitu salah seorang martir yang dihukum
penjara dan kemudian di hukum mati di Kartago
(Tunisia) bersama-sama dengan Santo Montanus,
Santo Lucius dkk pada tahun 259. Perayaan
memperinngati para martir ini setiap tanggal 24
Februari.
QUIRINUS († 309)
sesudah batu penggilingan diikatkan pada
tubuhnya, uskup Siscia (Yugoslavia) ini
ditenggelamkan ke dalam sungai.
P: 4 Juni.
QUODVULTDEUS († 453)
Semula yaitu diakon Santo Agustinus.
Kemudian ia menjadi uskup Kartago (Tunisia) dan
akhirnya di buang oleh Raja Vandal.
A: yang dikehendaki Tuhan. P: 26 Oktober
QUENTIN († 570)
yaitu seorang pejabat istana. Ratu mencoba
menggodainya namun gagal. Lalu ia menyuruh
771
tentaranya membunuh Quentin (Kwintus) di dekat
Montresor (Perancis).
A: yang kelima P: 4 Oktober
R
RABULAS († 530)
Pertapa dan pendiri biara ini bersama kawan-
kawannya mentobatkan banyak orang kafir di
Libanon.
P: 19 Februari
RACHEL (abad ke-13)
Ialah gadis keluarga Yahudi di Louvain
(Belgia) yang pada umur 12 tahun meninggalkan
orangtuanya demi imannya kepada Kristus.
Kemudian ia menjadi suster dengan nama Katerina.
A: domba (H); P: 4 Mei
SANTO RADBERTUS († 860)
Santo Radbertus hidup pada abad kesembilan
di Perancis. Tak seorang pun tahu siapa
orangtuanya. Mereka meninggalkan bayi mereka
yang baru dilahirkan di depan pintu Biara Notre
Dame. Para biarawati mengasihi dan merawat sang
bayi. Mereka menamainya Radbertus. saat sudah
cukup besar untuk belajar, Radbertus dikirimkan
kepada para biawaran St Petrus yang tak jauh dari
sana untuk dididik.
772
Radbertus senang belajar dan teristimewa
menaruh minat pada sastra Latin. sesudah dewasa,
ia hidup tenang sebagai ilmuwan. Ia tetap seorang
awam selama beberapa tahun. Kemudian ia
merasakan panggilan untuk menjadi seorang
biarawan. Ia menggabungkan diri dalam suatu
komunitas yang dipimpin oleh dua abbas yang
penuh semangat, yakni St Adalhard dan saudaranya
yang menggantikannya, Abbas Wala. Radbertus
berusaha menjadi seorang biarawan yang kudus. Ia
kerap menemani kedua abbas dalam perjalanan-
perjalanan mereka. Ia menulis biografi kedua abbas
sesudah mereka wafat. Radbertus menjadi seorang
ahli Kitab Suci. Ia menulis ulasan panjang mengenai
Injil St Matius. Ia juga menulis ulasan mengenai
bagian-bagian lain dari Injil. namun karyanya yang
paling tersohor berjudul “Tubuh dan Darah Kristus”.
Radbertus tidak merasakan panggilan untuk
menjadi imam. namun ia dibujuk untuk menerima
penunjukkan sebagai abbas selama tujuh tahun
lamanya. Kemudian ia mendesak untuk kembali ke
cara hidup dalam doa, meditasi, belajar dan menulis.
Masa jabatannya sebagai abbas sungguh amat sulit
baginya meski ia berusaha melakukan yang terbaik
seturut kemampuannya. Ia menghabiskan sisa
hidupnya dengan berdoa, menulis dan melaksanakan
tugas-tugas yang dipercayakan kepadanya.
Radbertus wafat pada tahun 860.
P: 26 April
RADEGUNDIS (518-587)
Putri raja Turingia ini dirampas oleh Raja
Klotar I dari Franken. sesudah dibaptis dalam
tahanan, ia dipaksa menjadi istri Klotar yang
berwatak kasar dan jahat. Sepuluh tahun lamanya
773
Radegundis bersikap sabar. Suatu saat suaminya
dibunuh oleh saudaranya. Lalu ia melarikan diri dan
minta susaha diberkati menjadi diakones. Kemudian
Radegundis pindah ke tempat yang lebih aman
untuk mendirikan biara. Ia bersahabat dengan imam
Venansius Fortunatus, dan memperoleh hadiah
kidung (sajak) “Vixilla regis”, yang hingga kini masih
digunakan dalam ibadat Jumat Suci dan laudes
(pujian)
P: 12 Agustus
RADEGUNDIS († 1290)
Pelayan wanita ini suatu saat mau
menolong orang sakit di dekat Augsburg (Jerman).
Namun dalam perjalanannya ia mati digigit serigala.
P: 13 Agustus
SANTO RAFAEL, MALAIKAT AGUNG
Nama Rafael artinya “Tuhan
menyembuhkan”. Kita membaca kisah yang
menyentuh tentang tugas
Rafael dalam kitab Tobit
dalam Kitab Suci. Ia
memberikan perlindungan
serta penyembuhan bagi
mata Tobit yang buta. Pada
akhir perjalanan, saat
segala sesuatunya telah
berakhir, Rafael menyatakan
jati dirinya yang sebenarnya.
Ia menyebut dirinya sebagai
salah satu dari ketujuh
malaikat yang melayani di
hadapan tahta Allah. Kita
774
dapat mohon bantuan St Rafael untuk melindungi
kita dalam perjalanan, bahkan dalam perjalanan
yang amat dekat sekali pun, seperti misalnya pergi
ke sekolah. Kita juga dapat mohon pertolongannya
saat kita atau seseorang yang kita kasihi diserang
penyakit.
RAFAELA-MARIA dari HATI KUDUS (1850-
1925)
Putri hartawan Spanyol ini pada usia 15
tahun telah ditinggalkan ibunya yang pergi ke alam
baka. Kemudian Rafael mengikrarkan keperawanan
kekal kepada Tuhan. Ia masuk biara bersama
adiknya dan mendirikan kongregasi baru yang
dipimpinnya dengan bijaksana dan rendah hati.
Rafaela memajukan penghormatan kepada
Sakramen Mahakudus, kerasulan sosial dan khalwat
bagi para wanita. sebab dituduh melakukan
kesalahan dalam administrasi keuangan, suster
Rafaela yang menjabat pembesar umum ini
mengundurkan diri dan menjadi suster biasa.
Selama 30 tahun ia tekun menjalankan pekerjaan-
pekerjaan yang paling kasar dalam biara di Roma,
sampai saat ia meninggal sebagai suster yang
terlupakan.
RAFAELA MARIA PORAS (1850-1925)
Lahir di Cordoba Spanyol. Pendiri Kongregasi
Hamba-hamba Hati Kudus Jesus ini mendapat
tantangan dan pengkhianatan dari saudarinya –
Dolores – dan dewan kongregasinya, bahkan ia dicap
sebagai menderita gangguan jiwa. Ia diberhentikan
dari jabatan sebagai pembesar dan lebih dari 30
tahun ia menjadi suster biasa dan menekuni hari
775
tuanya dengan menyepi dan berdoa kepada Hati
Kudus jesus di Roma.
P: 23 Januari
SANTO RAIMUNDUS dari PENYAFORT
(1175/1180-6 Januari 1275)
Raimundus dilahirkan antara tahun 1175 dan
1180 di sebuah kota kecil dekat Barcelona, Spanyol.
Ia bersekolah di sekolah katedral di Barcelona dan
menjadi seorang imam. Raimundus menyelesaikan
kuliah hukum di Bologna, Italia dan menjadi seorang
guru yang terkenal. Ia bergabung dengan Ordo
Dominikan pada tahun 1218. Pada tahun 1230, Paus
Gregorius IX meminta imam yang penuh pengabdian
ini untuk datang ke Roma. saat Raimundus tiba,
paus memberinya beberapa tugas. Salah satunya
yaitu mengumpulkan semua surat-surat resmi dari
para paus sejak tahun 1150. Raimundus
776
mengumpulkan serta menerbitkan 5 jilid artikel . Ia
juga ikut ambil bagian dalam menulis hukum Gereja.
Pada tahun 1238, Raimundus dipilih sebagai
Superior Jenderal Dominikan. Dengan
pengetahuannya dalam bidang hukum, ia memeriksa
regula ordo dan memastikan bahwa segala
sesuatunya sah secara hukum. sesudah selesai, ia
mengundurkan diri dari jabatannya pada tahun
1240. Kini ia dapat sepenuhnya mengabdikan
seluruh sisa hidupnya untuk tugas-tugas parokial.
Itulah yang sesungguhnya ia inginkan.
Paus hendak menjadikan Raimundus sebagai
uskup agung, namun Raimundus menolak. Ia mohon
diijinkan kembali ke Spanyol dan memang ia kembali
ke sana. Ia begitu bersukacita dapat bertugas di
paroki. Cinta kasihnya membawa banyak orang
kembali kepada Tuhan melalui Sakramen Tobat.
Selama tahun-tahun yang dilewatkannya di Roma,
Raimundus sering mendengar tentang kesulitan-
kesulitan yang harus dihadapi para misionaris.
Mereka berusaha keras menjangkau orang-orang
non-Kristen di Afrika Utara dan Spanyol. Guna
membantu para misionaris, Raimundus mendirikan
sebuah sekolah yang mengajarkan bahasa serta
kebudayaan orang-orang di daerah misi yang dituju.
Juga, Pastor Raimundus minta seorang Dominikan
terkenal, Santo Thomas Aquinas, untuk menulis
sebuah artikel saku. artikel saku ini dimaksudkan untuk
menjelaskan kebenaran iman dengan suatu cara
yang dapat dimengerti oleh mereka yang belum
beriman.
Raimundus berumur hingga hampir seratus
tahun. Ia wafat di Barcelona pada tanggal 6 Januari
tahun 1275. Ia dinyatakan kudus pada tahun 1601
oleh Paus Klemens VIII. Paus yang sama
777
memaklumkannya sebagai santo pelindung ahli
hukum Gereja sebab pengaruhnya yang besar
dalam hukum Gereja.
B: Ramon; P: 7 Januari
RAIMUND LUL (1232-1315)
Awam ahli bahasa dan kebudayaan Arab ini
ingin mengorganisir misi di antara orang Islam dan
Yahudi. Maka ia menghadap raja, walikota dan
pimpinan universitas, uskup serta paus untuk
meminta dukungan. Ia berhasil berkotbah di Tunisia,
namun kemudian dilempari batu sampai mati.
P: 30 Juni
RAYMUNDUS NONNATUS (1204-1240)
Raymundus Nonnatus atau Raymundus
‘yang-tidak-dilahirkan’ memiliki kisah tersendiri.
Ibunya meninggal sebelum kelahiran Raymundus.
Demi menyelamatkan bayi itu, orang terpaksa
membedah rahim ibunya yang sudah tidak bernyawa
lagi. Di kemudian hari raymundus banyak
‘melahirkan’ budak-belian dari belenggu majikan ke
dalam kebebasan. Ia berasal dari keluarga melarat.
Pendidikannya rendah, namun kehidupan rohaninya
mendalam. Ia masuk ordo Mercedarian, yang
didirikannya bersama Santo Petrus Nolaskus (±
1256). Misi pokok ordo ini ialah membebaskan para
tawanan dan budak-belian dari tangan orang Islam.
Sekitar tiga tahun ia berkarya di Barcelona.
Kemudian ia dikirim ke Aljazair membawa
banyak uang untuk menebus budak-belian dan
tawanan. sebab kehabisan uang, ia merelakan diri
778
menjadi sandera demi membebaskan para budak;
lalu ia bekerja keras sambil mewartakan Injil. Ia
banyak menderita, sebab kegiatannya menimbulkan
kemarahan para mandor dan majikan. saat datang
uang tebusan, Raymundus segera dipanggil pulang
ke Spanyol. Ia diangkat menjadi Kardinal dan
diminta ke Roma. Namun sesampai di Cardona
Raymundus jatuh sakit dan dipanggil Tuhan.
Raymundus Nonnatus (1204-1240),
biarawan; lahir di Postello dan wafat di Cardona.
Ia di hormati sebagai pelindung para ibu yang
akan melahirkan; L: induk kunci di muka
bibirnya (yang dipasang oleh orang Aljazair
sebab kotbah-kotbahnya). B: Ray. P: 31
Agustus
BEATO RALPH MILNER, BEATO ROGER
DICKENSON dan BEATO LAWRENCE
HUMPHREY († 7 Juli 1591)
Ketiga martir ini hidup di Inggris dalam masa
penganiayaan Gereja oleh Ratu Elizabeth I. “Tuan”
Roger Dickenson yaitu seorang imam sekulir yang
menyamar. Ralph Milner yaitu seorang suami dan
ayah. Ia bekerja sebagai buruh tani dan dihantar ke
dalam Gereja melalui teladan baik para tetangganya.
Pada hari ia menyambut Komuni Pertama, ia
dijebloskan ke dalam penjara sebab ia seorang
Katolik. Sipir penjara suka padanya, sebab itu
penahanannya di penjara tidaklah terlalu ketat pada
mulanya. Selama beberapa tahun ia “dibebaskan
bersyarat” untuk mendapatkan suplai makanan dan
apapun yang dibutuhkan para tahanan lainnya.
Sementara dibebaskan bersyarat, ia merupakan
seorang penolong yang banyak membantu “Tuan”
Dickenson dan Pater Stanney, seorang Yesuit.
Akhirnya, tibalah hari saat Pater Dickenson pun
779
ditangkap juga. Ia dan Milner dihadapkan ke
pengadilan bersama-sama. Pater Dickenson diadili
sebab kejahatan menjadi seorang imam Katolik.
Tuan Milner diadili sebab membantu Pater
Dickenson melaksanakan karya pelayanannya.
Hakim mengarahkan pandangannya ke khalayak
ramai dalam ruang pengadilan. Ia memikirkan Ny
Milner dan delapan anak pasutri Milner. Ia ingin
membebaskan Milner bagaimanapun caranya. “Yang
perlu engkau lakukan hanyalah,” demikian katanya,
“mengunjungi sebuah gereja Protestan, beberapa
menit saja, untuk mengatakan bahwa engkau ada di
sana. Maka, aku akan melepaskanmu agar engkau
dapat bersama keluargamu.” Tuan Milner dengan
tenang dan tegas menolak. Ia dan Pater Dickenson
pergi dengan gagah berani menyongsong maut. Hari
itu yaitu tanggal 7 Juli 1591.
Martir ketiga, Lawrence Humphrey, dihantar
masuk ke dalam Gereja oleh Pater Stanney, SJ. Ia
tak hendak mengingkari iman yang baru saja
dipeluknya. Lawrence baru berusia duapuluh satu
tahun saat ia wafat dimartir.
P: 7 Juli
REDEMPTUS (†587)
Uskup Ferento ini mendapat penglihatan,
bahwa Italia terancam bahaya. Tak lama kemudian
suku Lombard membanjiri dan merusak negara itu.
A: yang ditebus; P: 8 April
Beato Redemptus a Cruce (1598-25
Oktober 1638) dan Beato Dionisius a
Nativitate (12 Desember 1600-25 Oktober
1638)
780
Pierre Berthelot (Jr) dilahirkan di kota
pelabuhan Honfleur, Calvados, Perancis, pada
tanggal 12 Desember
1600. Ia yaitu yang
sulung dari sepuluh
anak pasangan Pierre
Berthelot (Sr) dan
Fleurie Morin. Ayahnya
seorang dokter dan
kapten kapal. Sejak usia
duabelas tahun, Pierre
telah mengikuti ayahnya
mengarungi samudera
luas. Pada tahun 1619,
saat usianya
sembilanbelas tahun,
Pierre yang telah
menjadi seorang pelaut
ulung ikut berlayar dalam suatu ekspedisi dagang
Perancis ke India sebagai ahli navigasi. Malang,
kapalnya diserang VOC Belanda dan ia dibawa
sebagai tawanan ke Jawa. sesudah bebas, Pierre
menetap di Malaka, di mana ia bekerja pada
angkatan laut Portugis. Pierre seorang yang gagah
berani dan jenius; karirnya begitu gemilang. Raja
Portugis menyebutnya sebagai “ahli navigasi dan
pembuat peta Asia” yang luar biasa. Peta-peta laut
yang dibuatnya amat terkenal, antara lain peta
pulau Sumatera yang hingga kini disimpan di
Museum Inggris. Ekspedisi pelayaran kerap
membawanya ke Goa, India, di mana ia berkenalan
dengan Biara Karmel Tak Berkasut dengan kepala
biaranya, P Philip dari Trinitas. Pada tahun 1634,
saat usianya tigapuluh empat tahun, Pierre
meninggalkan karirnya untuk menggabungkan diri
dalam Biara Karmel. Pada tanggal 25 Desember
781
1636, ia mengucapkan kaulnya dan menerima nama
biara Dionisius a Nativitate. Dionisius mendapat
karunia kontemplasi; pada lebih dari satu
kesempatan, pada saat berdoa, ia tampak dilingkupi
oleh semarak surgawi. Di Biara Karmel itulah,
Dionisius bertemu dengan Redemptus a Cruce.
Thomas Rodriguez da Cunha, dilahirkan di
Paredes, Portugal pada tahun 1598, putera dari
pasangan petani yang miskin namun saleh. Ia
masuk dinas ketentaraan Portugis dan ditugaskan ke
India. Pada tahun 1615, Thomas meninggalkan
karirnya untuk menggabungkan diri dalam Biara
Karmel di Goa. Ia menjadi seorang broeder Karmel
dengan nama Redemptus a Cruce, yang melayani
sebagai portir [= penjaga pintu] dan sakristan.
Redemptus yaitu seorang yang amat
menyenangkan, bersahabat dan periang. saat
ditugaskan pergi dalam ekspedisi ke Sumatera, ia
berkelakar dengan teman-teman sebiara agar
mereka melukis dirinya, kalau-kalau ia nanti wafat
sebagai martir.
Pada tahun 1638 Raja Muda Portugis di Goa,
Peter da Silva, bermaksud mengirim utusan ke Aceh,
yang baru saja berganti penguasa dari Sultan
Iskandar Muda ke Sultan Iskandar Thani. Ia
bermaksud menjalin hubungan persahabatan sebab
hubungannya dengan sultan terdahulu tidak begitu
baik. Raja Muda meminta Karmelit untuk
mengijinkan Dionisius ikut dalam rombongan
delegasi sebagai pembimbing rohani, sekaligus
sebagai ahli maritim, pula seorang yang fasih
berbicara bahasa Melayu. Komunitas Karmel harus
taat pada keputusan pemerintah. sebab nya, studi
Dionisius dipercepat agar ia dapat ditahbiskan
sebagai imam. Dan akhirnya, pada tanggal 24
Agustus 1638, Dionisius ditahbiskan menjadi imam
782
oleh Mgr. Alfonso Mendez. Untuk perjalanan ke Aceh
ini, P Dionisius minta ijin agar Broeder Redemptus
diperkenankan ikut bersamanya sebagai rekan
seperjalanan.
Pada tanggal 25 September 1638, Pater
Dionisius dan Broeder Redemptus pun meninggalkan
Goa bersama rombongan misi perdamaian dan
perdagangan Portugis. Perjalanan yang lancar
membawa mereka tiba dengan selamat di Aceh pada
tanggal 25 Oktober 1638. Mereka berlabuh di Ole-
Ole (sekarang bernama Kotaraja) dan disambut
dengan ramah oleh penduduk setempat. namun
keramahan warga Aceh ternyata hanya
merupakan tipu-muslihat saja. Orang-orang Belanda
telah menghasut Sultan Iskandar Thani dengan
menyebarkan isu bahwa bangsa Portugis datang
untuk mengkatolikkan bangsa Aceh yang sudah
memeluk agama Islam. Sekonyong-konyong kedua
biarawan ditangkap dan dijebloskan ke dalam
penjara hingga sebulan lamanya. sebab tetap
menolak untuk mengingkari iman, kedua biarawan
dijatuhi hukuman mati. Di pesisir pantai, P Dionisius,
dengan salib di tangannya, dipaksa menyaksikan
mereka menggorok leher Redemptus yang lebih dulu
menjadi martir. Selanjutnya, algojo yang beringas
dengan sekuat tenaga menghunuskan kelewang dan
tombak ke arah Dionisius. namun sungguh ajaib,
seolah ada suatu kekuatan dahsyat yang menahan,
sehingga para algojo tidak berani maju. Sadar akan
hal itu, P Dionisus segera mengatupkan kedua
tangannya berdoa memohon kepada Tuhan agar
kerinduannya menjadi seorang martir dikabulkan.
Dan permohonan orang kudus ini didengarkan
Tuhan. Seorang algojo - seorang Kristen Malaka
yang murtad - mengangkat gada dan disambarkan
keras-keras ke kepala P Dionisius, disusul dengan
783
kelewang yang memisahkan kepala Dionisius dari
tubuhnya.
Kemartiran Dionisius dan Redemptus
sungguh berkenan di mata Tuhan. Selama tujuh
bulan, jenazah tidak hancur, melainkan tetap segar
seolah sedang tidur. Menurut saksi mata, jenazah P
Dionisius amat merepotkan warga sekitar,
sebab setiap kali dibuang, entah ke dalam laut
maupun ke tengah hutan, senantiasa kembali lagi ke
tempat di mana ia dimartir. Akhirnya, jenazah
dengan hormat dimakamkan di Pulau Dien (`pulau
buangan') dan di kemudian hari dipindahkan ke Goa,
India. Para saksi iman itu wafat sebagai martir pada
tanggal 29 Nopember 1638. Dionisius dan
Redemptus dimaklumkan sebagai `beato' oleh Paus
Leo XIII pada tanggal 10 Juni 1900. Pesta kedua
biarawan Karmel ini dirayakan oleh segenap Karmelit
pada tanggal 29 November. Di Indonesia, pesta B
Dionisius dan B Redemptus dirayakan sebagai
peringatan wajib setiap tanggal 1 Desember.
REGINA († 303)
Disuruh ayahnya susaha menikah dengan
gubernur yang masih kafir. namun Regina menolak,
sehingga gubernur itu memenjarakan, mendera dan
akhirnya memenggalnya.
A: ratu (L); P: 7 September
REINARDUS (abad ke-11)
Suatu saat orang melihat seorang peziarah
selama tiga hari penuh – tanpa tidur, makan atau
minum – berdoa menyusuri jalan salib Jesus, kebun
Zaitun dan bukit Golgota di Yerusalem. Peziarah itu
berjubah kotor dan lusuh, tanpa sepatu dan
784
sepanjang jalan menangis terus. Dia yaitu uskup
Luttich (Belgia), yang berjalan kaki ke Kota Suci
unutk bertobat. Sebab, ia telah membeli jabatan
uskup menuruti ambisinya. saat Paus mendengar
perbuatan tobat sejati ini, ia menyuruh Reinard
untuk tetap mengemban jabatannya. Reinardus
dengan rajin mengunjungi semua paroki
keuskupannya, berkotbah, membangun jembatan
dan irigasi, membagi makanan dan membela mereka
yang tertindas.
P: 5 Desember
REINER (abad ke-12)
Reiner atau Rainerus memilih cara hidup
bertapa yang sangat keras: tidak bicara, bekerja
terus dan berdoa, makan sedikit dan malam hari giat
belajar. Kemudian ia diminta paus menjadi uskup
Split (Yugosavia), susaha mentobatkan umat yang
hamper murtad danterus berkelahi satu sama lain
itu. saat Reiner berusaha mendamaikan penduduk
pegunungan Massaraw, ia dirajam sampai mati.
P: 4 Agustus
REINILDIS (abad ke-7)
Puteri Santa Amalberga (P: 10 Juli) dan
saudari Santa Gudula (P: 8 Januari) ini
menggunakan seluruh warisannya untuk mendirikan
biara. Reinildis suka berbuat amal dan mati dubunuh
saat sedang berdoa di gereja Saintes (Belanda).
P: 16 Juli
REMIGIUS (436-533)
785
Dalam usia 22 tahun dipilih menjadi uskup
Reims (Perancis). Ia membaptis Raja Klodwig I dari
Franken, yang yakin bahwa berkat doa isterinyalah
(Santa Klotilda) berhasil mengungguli suku Aleman.
Remi dengan giat mengkristenkan Perancis dan
mendirikan keuskupan-keuskupan. Perbuatan ajaib
dan mukjizat yang dikerjakan serta teladan dan
kotbahnya sangat membantu penginjilannya.
P: 1 Oktober
RENATE (1544-1602)
Ratu Bavaria ini mendidik sendiri 10 anaknya
susaha hidup sederhana dan jujur. Ia membagi-
bagikan makanan kepada para pengemis. Dengan
tangannya sendiri Renate menjahit pakaian untuk
orang miskin ataupun demi keperluan perayaan
ibadat. Ia mendirikan rumahsakit dan bersama
suaminya hidup seperti dalam biara, walaupun
ditertawakan oleh banyak orang kaya.
P: 22 Mei
RENE GAUPIL († 1645)
Salah seorang martir dari Kanada.
SANTO
RICHARD dari
CHICHESTER
(1197-1253)
St. Richard
dilahirkan di Inggris
pada tahun 1197.
Ia dan saudaranya
menjadi yatim
786
piatu sejak Richard masih kecil. Saudaranya memiliki
beberapa tanah pertanian. Richard berhenti sekolah
agar dapat membantu kakaknya menyelamatkan
sawahnya dari kehancuran. Richard bekerja
demikian giat hingga kakaknya yang penuh rasa
terima kasih hendak memberikan tanah pertanian itu
kepadanya. namun , Richard tidak mau menerimanya.
Ia juga memilih untuk tidak menikah, sebab ia ingin
pergi belajar di perguruan tinggi untuk memperoleh
pendidikan yang baik. Ia tahu bahwa sebab
uangnya hanya sedikit, ia akan harus bekerja keras
untuk membiayai hidup dan sekolahnya.
Richard belajar di Universitas Oxford.
Kemudian, ia memperoleh kedudukan penting di
universitas. St. Edmund, yang yaitu uskup agung
Canterbury, memberinya tugas dan tanggung jawab
dalam keuskupannya. saat St. Edmund wafat, St.
Richard mengunjungi Wisma Belajar Dominikan di
Perancis. Di sana ia ditahbiskan sebagai seorang
imam. Kemudian, ia ditahbiskan sebagai Uskup
Chichester, Inggris. Oleh sebab itu ia disebut Richard
dari Chichester. Raja Henry III menghendaki
seorang lain yang menjadi uskup. Orang ini
yaitu sahabat raja, namun tidak memenuhi
persyaratan sebagai seorang uskup. Richard yaitu
Uskup Chichester yang sesungguhnya. Raja Henry
III tidak memperbolehkan Richard menempati
katedralnya sendiri. Raja juga mengancam
penduduk Chichester dengan hukuman jika
mereka bersikap ramah terhadap Richard. Walaupun
demikian, orang-orang yang gagah berani tetap saja
menolongnya, seperti pastor Simon dari Tarring -
salah seorang imam Chichester. Richard dan Simon
kemudian bersahabat karib. saat Bapa Suci
mengancam akan meng-ekskomunikasi-kannya (=
mengucilkan, memutuskan seseorang dari hak-hak
787
sebagai anggota gereja), raja berhenti mencampuri
urusan gerejani dan tidak lagi mengganggu bapa
uskup.
Sebagai uskup, St. Richard melaksanakan
segala tugasnya dengan baik. Ia senantiasa lemah
lembut dan murah hati kepada semua orang. Sekali
waktu ia bersikap tegas juga. Ia seorang pemberani
dan tanpa ragu-ragu menegur umatnya jika
mereka melakukan yang salah dan tidak menyesali
perbuatannya. Dikatakan bahwa saat St. Richard
jatuh sakit, ia tahu saat kematiannya akan tiba,
sebab Tuhan telah memberitahukan kepadanya
tempat serta waktu yang tepat bilamana ia akan
meninggal. Teman-temannya, termasuk Pastor
Simon dari Tarring, berada di sisi pembaringannya.
St. Richard wafat dalam usia limapuluh lima tahun
pada tahun 1253. Ia dinyatakan kudus oleh Paus
Urbanus IV pada tahun 1262. Pestanya dirayakan
setiap tanggal 3 April.
BEATO RICHARD GWYN († 1584)
Richard yaitu seorang Wales yang hidup
pada abad keenambelas. Kala itu Ratu Elizabeth I
memerintah Inggris dan
Wales. sebab sebagian
besar penduduk Wales
masih menganut agama
Katolik, ratu dan para
pejabatnya berusaha
menindas serta
membinasakan iman Katolik
dengan peraturan-peraturan
yang keji. Para imam dan
umat yang setia kepada
Bapa Suci dijebloskan ke
788
dalam penjara. Kerapkali mereka disiksa aniaya dan
dibunuh. Richard memeluk agama Katolik sesudah ia
lulus kuliah dan menjadi seorang guru.
Segera saja ia menjadi seorang buron. Sekali
ia berhasil meloloskan diri dari penjara dan sebulan
kemudian tertangkap kembali. “Engkau akan
dibebaskan,” demikian dikatakan kepadanya,
“asalkan engkau menyangkal iman Katolik.” Richard
menolak mentah-mentah. Ia dibawa paksa ke
sebuah gereja non-Katolik. namun ia menganggu
sepanjang khotbah pemimpin ibadat dengan
membunyikan rantai-rantai belenggunya keras-
keras. Dengan geram para pejabat memasungnya
selama delapan jam; orang banyak datang untuk
menganiaya dan mencemoohnya.
Sesudah itu, penjara dan siksaan tak kunjung
henti. Orang-orang ratu memaksanya untuk
memberikan daftar nama orang-orang Katolik
lainnya, namun Richard menolak. Di pengadilan,
orang-orang dibayar untuk bersaksi dusta
terhadapnya, seperti yang di kemudian hari diakui
oleh salah seorang dari mereka. Orang-orang yang
duduk di kursi juri berdusta begitu rupa dan
meminta pada hakim agar Richard dijatuhi hukuman
mati. sesudah hukuman mati dimaklumkan, isteri dan
bayinya dihadapkan ke pengadilan. “Jangan tiru
suamimu,” demikian dikatakan kepada wanita
malang itu. Namun, dengan jijik, wanita yang
gagah berani itu berseru lantang, “Jika kalian
menghendaki lebih banyak darah, kalian dapat
mencabut nyawaku bersama suamiku. Jika kalian
memberikan lebih banyak uang kepada saksi-saksi
kalian, mereka pasti akan menemukan sesuatu
untuk mendakwaku juga.”
Sementara Richard menyongsong
kematiannya, ia berseru dalam kepiluan hati, “Allah
789
yang Mahakudus, apakah ini?” Salah seorang
pejabat dengan mengejek menjawab, “Hukuman
mati dari yang mulia ratu.” “Yesus, kasihanilah aku!”
seru beato kita. Lalu, ia pun wafat dipancung. Puisi-
puisi religius yang indah yang ditulis Richard semasa
ia berada dalam penjara masih disimpan hingga kini.
Dalam surat-surat itu ia memohon saudara-saudari
sebangsa dari Wales untuk tetap setiap pada iman
Katolik. Beato Richard wafat dimartir pada tahun
1584. Ia dinyatakan “beato” oleh Paus Paulus VI
pada tahun 1970.
RICHARDUS SANDJAJA Pr dan HERMAN A
BOUWENS SJ († 1948)
sesudah pemuda kauman Muntilan merampok
dan membakar sebagian dari komplek persekolahan
di Muntilan – meski berlawanan dengan perintah
wedana – delapan lascar Hisbullah menculik imam
dan frater ini kemudian membunuh mereka berdua
dengan kejam. Jenasahnya bergelimpangan di
sawah antara desa Kembaran dan Patosan.
Dengan cepat bapak Willem dan anaknya
Yoanes Redja pergi ke tempat ini , mereka
menyaksikan jenasah frater Bouwens dalam keadaan
telanjang bulat dan hidungnya disumbat dengan
bambu runcing. Mukanya rusak dan berlumuran
darah, sementara badannya biru-biru memar bekas
pukulan-pukulan hebat. Romo Sandjaja ditemukan
hanya mengenakan kaos dalam. Kedua kakinya dari
bawah ke atas penuh luka-luka kecil bekas sundutan
puntung api (upet). Bahu dan badannya membiru
bekas pukulan. Tengkuk dan dahinya berlubang
tertembus peluru pistol. Sungguh sangat
mengerikan!
790
Berat sekali penganiayaan yang dilakukan
oleh gerombolan yang tak bertanggungjawab itu
terhadap pencinta Tuhan ini. Jenasah mereka disapu
dengan handuk, kemudian dikubur disitu juga.
Makamnya tidak dalam, sebab ini dilakukan sekedar
untuk menghilangkan jejak. Kemudian jenasah
kedua martir dimakamkan kembali secara besar-
besaran pada tanggal 5 Agustus 1950 di ‘kerkhop’
Muntilan. Dengan khidmat peti-peti mayat diusung
oleh pramuka dan anggota-anggota Angkatan Udara
dan dimakamkan di tempat pendiri Gereja di antara
orang Jawa, yaitu Romo Van Lith, yang sudah lama
beristirahat sejak tahun 1926.
(Salah satu dari Orang-orang Kudus di
Indonesia)
RIKARDUS († 720)
Saat anaknya yang pertama Wilibaldus sakit,
ia membawanya kepada seorang rahib yang jauh
dari rumahnya. sebab menjadi sembuh, Wilibaldus
diperbolehkan menjadi biarawan dan misionaris
bersama adiknya Wunibaldus dan Walburga. sesudah
anak-anaknya dewasa, Rikardus kemudian menjadi
pertapa dan meinggal saat berziarah ke Roma.
P: 7 Februari
SANTA RITA dari CASCIA (1381-22 Mei
1457)
Rita dilahirkan pada tahun 1381 di sebuah
dusun kecil di Italia. Kedua orangtuanya sudah tua.
Telah lama mereka mohon pada Tuhan agar
dikaruniai seorang anak. saat Rita lahir, mereka
membesarkan Rita dengan kasih sayang. saat
usianya lima belas tahun, Rita ingin masuk biara,
791
namun orangtuanya menetapkan bahwa ia harus
berumah tangga. Pria yang mereka pilih menjadi
suami Rita ternyata seorang yang kejam serta tidak
setia. Perangainya yang kasar membuat semua
tetangga takut padanya. Namun demikian, selama
delapan belas tahun lamanya, isterinya dengan
sabar menanggung segala makian. Berkat doa-
doanya, kelembutan serta kebaikan hatinya, pada
akhirnya ia dapat melunakkan hati suaminya.
Suaminya minta maaf
pada Rita atas segala
perlakuannya dan
bersedia kembali ke jalan
Tuhan.
Kebahagiaan Rita
atas pertobatan
suaminya tidak
berlangsung lama. Suatu
hari, tak lama kemudian,
suaminya dibunuh. Rita
terpukul dan putus asa.
Ia mengampuni para
pembunuhnya dan
berusaha agar kedua
puteranya juga mau
mengampuni mereka. namun , ia melihat tekad kedua
puteranya untuk balas dendam atas kematian ayah
mereka. Rita berdoa agar kedua puteranya itu lebih
baik mati saja dibandingkan membunuh. Dalam beberapa
bulan, kedua puteranya sakit parah. Rita merawat
mereka dengan kasih sayang. Selama mereka sakit,
ia membujuk mereka untuk mengampuni orang lain
serta mohon pengampunan Tuhan bagi diri mereka
sendiri. Mereka mematuhi nasehat ibunya dan
meninggal dalam damai.
792
Sekarang, suami maupun anak-anaknya telah
meninggal dunia. Sebatang kara di dunia, tiga kali
Rita berusaha agar dapat
diterima di biara di Cascia.
Peraturan biara di sana tidak
mengijinkan seorang wanita
yang telah menikah
bergabung bersama mereka,
meskipun suaminya telah
meninggal dunia. Rita
pantang menyerah. Pada
akhirnya, para biarawati
membuat suatu perkecualian
baginya. Di biara, Rita amat
menonjol dalam ketaatan
dan belas kasihan. Ia
memiliki devosi yang amat
mendalam kepada Yesus
tersalib. Satu saat , pada saat berdoa, ia mohon
pada Yesus agar diijinkan ikut merasakan kepedihan
luka-luka-Nya. Suatu duri dari mahkota duri-Nya
menusuk keningnya dan menimbulkan luka yang tak
pernah dapat disembuhkan. Malahan, luka itu
semakin buruk keadaannya dan mengeluarkan bau
tak sedap, sehingga St. Rita harus menjauh dari
para biarawati lainnya. Ia bahagia dapat menderita
sebagai bukti cintanya kepada Yesus. St. Rita wafat
pada tanggal 22 Mei 1457 dalam usia tujuh puluh
enam tahun. Sama seperti St. Yudas Tadeus, St.
Rita sering dijuluki “Santa atas Hal-hal yang
Mustahil.”
L: bunga ros (sebab dalam kebunnya musim
dinginpun mawar tetap berbunga) P: 22 Mei
ROBERT SOUTHWELL SJ (1561-1595)
yaitu salah seorang martir dari Inggris
793
ROBERTUS (1027-1111)
Tinggal dibeberapa biara dan akhirnya
mendirikan biara Molesme (Perancis) mengikuti cita-
cita pembaharuan. Akan namun Robert belum puas,
sehingga bersama Santo Alberik dan Santo Stephen
Harding masuk hutan di Citeaux. Biara inilah yang
menerima Santo Bernardus, pendiri kedua ordo
Sistersien. Namun atas permintaan biarawan dan
perintah paus, Robert harus kembali ke biara
Molesme yang berkat bimbingannya menjadi biara
teladan.
B: Bob; P: 26 Januari
SANTO ROBERTUS BELLARMINO
(1542-17 September 1621)
Robertus dilahirkan di Italia pada tahun 1542.
saat masih kanak-kanak, ia tidak tertarik untuk
bermain. Ia lebih suka
menghabiskan waktunya
mengulangi khotbah-khotbah
yang ia dengar kepada adik-
adiknya. Ia juga suka
menjelaskan pelajaran-
pelajaran katekese kepada
anak-anak petani di
lingkungan sekitarnya.
Sesudah menerima Komuni
Pertama, ia biasa menerima
Yesus setiap hari Minggu.
Ayah Robertus
berharap agar puteranya
kelak menjadi seorang yang terkenal. sebab itu, ia
menghendaki agar Robertus mempelajari macam-
794
macam bidang studi, termasuk kesenian juga. Setiap
kali dalam suatu lagu ada kata-kata yang
kurang sedap didengar, maka Robertus akan segera
menggantinya dengan kata-kata yang lebih tepat
yang dipilihnya sendiri.
Merupakan kerinduannya yang terdalam
untuk menjadi seorang imam Yesuit, namun
ayahnya memiliki rencana masa depan yang
berbeda untuknya. Selama setahun penuh Robertus
berusaha keras untuk membujuk ayahnya. Akhirnya,
saat usianya delapan belas tahun, ia diijinkan juga
untuk bergabung dengan Serikat Yesus (SJ).
Sebagai biarawan muda Yesuit, Robertus berhasil
amat baik dalam pelajarannya. Ia diutus untuk
menyampaikan khotbah, bahkan sebelum ia
ditabhiskan menjadi seorang imam. saat seorang
wanita saleh untuk pertama kalinya melihat seorang
pemuda yang masih belia, bahkan belum ditahbiskan
menjadi imam, naik ke mimbar untuk
menyampaikan khotbah, wanita itu berlutut dan
berdoa. Ia mohon pada Tuhan untuk membantu
anak muda itu agar jangan gemetar dan berhenti di
tengah khotbahnya. saat Robertus selesai
menyampaikan khotbahnya, wanita itu tetap
berlutut. namun , kali ini, ia mengucapkan syukur
kepada Tuhan atas khotbah yang begitu indah.
St. Robertus Bellarmino menjadi seorang
penulis, pengkhotbah dan juga pengajar yang ulung.
Ia menulis tigapuluh satu buah artikel penting. Ia
menghabiskan tiga jam setiap harinya dalam doa. Ia
memiliki pengetahuan mendalam atas hal-hal
sakral. Bahkan saat telah diangkat sebagai
kardinal, Robertus selalu beranggapan bahwa
katekese demikian penting, hingga ia sendiri yang
mengajarkannya kepada umatnya. Kardinal
Bellarmino wafat pada tanggal 17 September 1621.
795
Ia dinyatakan kudus pada tahun 1930 oleh Paus Pius
XI. Pada tahun 1931, paus yang sama
memaklumkan Santo Robertus Bellarmino sebagai
Pujangga Gereja. Pestanya dirayakan setiap tanggal
17 September.
“Jika kamu bijaksana, maka kamu tahu bahwa kamu telah
diciptakan demi kemuliaan Tuhan dan demi keselamatan
kekalmu sendiri. Inilah tujuanmu, inilah pusat hidupmu,
inilah harta pusaka hatimu.” ~ Santo Robertus Bellarmino
SANTO ROCHUS (1295-1327)
Diceritakan, ia merawat penderita wabah pes
di Italia. Rochus seringkali menyembuhkan mereka
dengan doanya, sampai-sampai ia sendiri jatuh
sakit, tapi sembuh kembali. saat pulang ke
desanya ia sudah tidak dikenali lagi, sehingga
dijebloskan ke dalam penjara atas tuduhan bahwa ia
seorang mata-mata. Sesudah 5 tahun ia meninggal
dalam penjara. Rochus dihormati sebagai santo
pelindung para penderita sakit menular.
P: 16 Agustus
RODERIKUS († 857)
Imam yang bekerja di Cordoba (Spanyol) ini
dikhianati oleh saudaranya yang beragama Islam.
saat meringkuk dalam penjara ia bertemu dengan
Salomon, seorang awam Kristen, dan mereka berdua
menjalani hukuman mati sebab mempertahankan
iman Kristen.
P: 13 Maret
796
BEATO ROGER DICKENSON, BEATO RALPH
MILNER dan BEATO LAWRENCE HUMPHREY
Ketiga martir ini hidup di Inggris dalam masa
penganiayaan Gereja oleh Ratu Elizabeth I. “Tuan”
Roger Dickenson yaitu seorang imam sekulir yang
menyamar. Ralph Milner yaitu seorang suami dan
ayah. Ia bekerja sebagai buruh tani dan dihantar ke
dalam Gereja melalui teladan baik para tetangganya.
Pada hari ia menyambut Komuni Pertama, ia
dijebloskan ke dalam penjara sebab ia seorang
Katolik. Sipir penjara suka padanya, sebab itu
penahanannya di penjara tidaklah terlalu ketat pada
mulanya. Selama beberapa tahun ia “dibebaskan
bersyarat” untuk mendapatkan suplai makanan dan
apapun yang dibutuhkan para tahanan lainnya.
Sementara dibebaskan bersyarat, ia merupakan
seorang penolong yang banyak membantu “Tuan”
Dickenson dan Pater Stanney, seorang Yesuit.
Akhirnya, tibalah hari saat Pater Dickenson pun
ditangkap juga. Ia dan Milner dihadapkan ke
pengadilan bersama-sama. Pater Dickenson diadili
sebab kejahatan menjadi seorang imam Katolik.
Tuan Milner diadili sebab membantu Pater
Dickenson melaksanakan karya pelayanannya.
Hakim mengarahkan pandangannya ke khalayak
ramai dalam ruang pengadilan. Ia memikirkan Ny
Milner dan delapan anak pasutri Milner. Ia ingin
membebaskan Milner bagaimanapun caranya. “Yang
perlu engkau lakukan hanyalah,” demikian katanya,
“mengunjungi sebuah gereja Protestan, beberapa
menit saja, untuk mengatakan bahwa engkau ada di
sana. Maka, aku akan melepaskanmu agar engkau
dapat bersama keluargamu.” Tuan Milner dengan
tenang dan tegas menolak. Ia dan Pater Dickenson
pergi dengan gagah berani menyongsong maut. Hari
itu yaitu tanggal 7 Juli 1591.
797
Martir ketiga, Lawrence Humphrey, dihantar
masuk ke dalam Gereja oleh Pater Stanney, SJ. Ia
tak hendak mengingkari iman yang baru saja
dipeluknya. Lawrence baru berusia duapuluh satu
tahun saat ia wafat dimartir.
ROGER JAMES OSB († 1539)
Biarawan termuda dalam biara Glastonburg
(Inggris) ini bersama John Thorne, bendahara biara
dan Richard Whiting digantung di depan biara,
sebab tidak mau menyerahkan milik biara kepada
pegawai raja yang akan menutup biaranya.
P: 15 Nopember
ROKHUS GONZALES († 1628)
yaitu imam Jesuit pribumi Paraguay
(Amerika Selatan) yang bekerja giat di antara suku-
suku Indian. Bersama dengan Bruder Alfons
Rodrigues ia dibunuh oleh orang-orang yang tidak
menghendaki kemajuan bagi orang Indian Kristen.
Dua hari kemudian Yoanes des Castilo disiksa
sampai mati lemas.
P: 16 Nopember
ROLAND de MEDICI († 1386)
Bertapa dan hidup menurut aturan yang
sangat keras; tak pernah bicara, berdoa lama dan
bersemedi di Salsomaggiore (Italia).
P: 15 September
798
ROMANOS († 303)
Ia memperingatkan orang Kristen, susaha
jangan mau memuja berhala, sekalipun dipaksa.
Diakon di Sesarea (Palestina) ini akhirnya ditangkap
di Antiokhia, dipotong lidahnya dan dicekik.
P: 18 Nopember
ROMANOS († 560)
Diakon dan penyair lagu-lagu gerejani klasik
yang termasyur.
P: 1 Oktober
SANTO ROMANUS († 460) dan SANTO
LUPICINUS († 480)
Kedua santo Perancis ini yaitu kakak-
beradik yang hidup pada abad kelima. Sebagai
seorang pemuda, Romanus
dikagumi semua orang oleh
sebab kebaikan hatinya. Ia
memiliki hasrat yang kuat
untuk menjadi seorang kudus.
sebab ia melihat bahwa di
dunia amatlah mudah orang
melupakan Tuhan, maka
Romanus memutuskan untuk
hidup sebagai seorang
pertapa. Terlebih dahulu, ia
meminta nasehat dari seorang
rahib yang kudus dan
kemudian berangkat. Ia
membawa sebuah artikel bersamanya, yaitu Hidup
799
Para Bapa dari Padang Gurun tulisan Cassian. Ia
juga membawa serta benih-benih tanaman dan
beberapa peralatan. Dengan perlengkapan ini ,
Romanus masuk ke dalam hutan di pegunungan Jura
antara Swiss dan Perancis. Ia menemukan sebuah
pohon yang amat besar dan tinggal di bawahnya.
Romanus melewatkan waktunya dengan berdoa dan
membaca artikel nya. Ia juga menanami serta
merawat kebunnya, dengan tenang menikmati alam
sekitarnya. Tak lama kemudian, adiknya - Lupicinus
- bergabung dengannya. Romanus dan Lupicinus
amat berbeda kepribadiannya. Romanus keras
terhadap dirinya sendiri. namun , ia lemah lembut dan
penuh pengertian terhadap orang lain. Lupicinus
keras serta kasar terhadap dirinya sendiri dan
biasanya demikian juga ia menghadapi orang lain.
Namun demikian, maksudnya baik. Kedua
bersaudara itu saling mengerti satu sama lain dan
hidup rukun bersama.
Banyak orang kemudian datang untuk
bergabung dengan mereka. Orang-orang itu pun
juga ingin menjadi rahib, maka mereka mendirikan
dua buah biara. Romanus menjadi pemimpin di biara
yang satu dan Lupicinus menjadi pemimpin di biara
yang lainnya. Para rahib itu hidup sederhana dan
keras. Mereka banyak berdoa dan
mempersembahkan kurban-kurban mereka dengan
sukacita. Mereka melakukan silih untuk mempererat
panggilan hidup mereka. Mereka bekerja keras
menanami serta memelihara kebun mereka dan
senantiasa hening sepanjang waktu. Mereka memilih
untuk hidup demikian oleh sebab perhatian utama
mereka yaitu mendekatkan diri kepada Tuhan.
Cara hidup mereka membantu mereka untuk
mencapai tujuan rohani mereka. St. Romanus wafat
pada tahun 460. Adiknya, St. Lupicinus, wafat pada
800
tahun 480. St. Romanus dan St. Lupicinus keduanya
yaitu kudus, meskipun mereka memiliki
kepribadian yang berbeda.
SANTO ROMUALDUS OSB (951-19 Juni
1027)
Romualdus, seorang bangsawan Italia,
dilahirkan sekitar tahun 951 di Ravenna, Italia.
saat berumur dua puluh
tahun, ia terguncang
melihat ayahnya
membunuh orang dalam
suatu duel. Romualdus
pergi ke biara Benediktin.
Ia ingin hidup benar. Ia
juga ingin melakukan silih
atas perbuatan ayahnya
yang kejam. Alam dan
kehidupan biara
merupakan hal baru bagi
Romualdus. Ia terbiasa
hidup mewah dan santai.
Pemuda bangsawan itu terkesan dengan teladan
hidup para biarawan. sebab nya, ia memutuskan
untuk menjadi seorang biarawan pula. Ia mohon
pada seorang pertapa yang baik bernama Marinus
untuk mengajarkan kepadanya bagaimana menjadi
kudus. Keduanya, Marinus dan Romualdus,
melewatkan hari-hari mereka dengan memuji dan
mencintai Tuhan. Sergius, ayah Romualdus, datang
untuk melihat cara hidup baru yang ditempuh
puteranya. Ayahnya terperanjat melihat
kesederhanaan dan semangat pengangkalan diri. Ia
sadar bahwa pastilah ada sukacita besar di sana
sebab puteranya dengan rela memilih untuk tinggal
801
di sana. Itulah yang dikehendakinya. Ia
meninggalkan harta kekayaannya lalu mengikuti
jejak puteranya dan melewatkan sisa hidupnya
sebagai seorang biarawan juga.
Di kemudian hari, Romualdus membentuk
Kongregasi Benediktin Kamaldoli (OSB Cam). Ia
menjelajah seluruh Italia untuk membentuk
pertapaan-pertapaan dan biara-biara. Ke mana pun
ia pergi, ia memberikan teladan penyangkalan diri
yang mengagumkan bagi para biarawannya. Selama
satu tahun penuh, yang menjadi makanannya setiap
hari hanyalah sejumput kacang rebus. Kemudian
selama tiga tahun, ia hanya makan dari sedikit hasil
tanaman yang ia tanam sendiri. Melalui mati raga
yang dilakukannya itu, Romualdus semakin dekat
dengan Tuhan. Romualdus wafat pada tanggal 19
Juni 1027 di biara Valdi-Castro. Ia berada sendirian
di kamarnya dan wafat dengan tenang, tanpa
diragukan lagi dengan membisikkan doa
kesukaannya: “Oh, Yesus-ku yang manis! Tuhan
hatiku! Sukacita bagi jiwa-jiwa murni! Tujuan dari
segala yang aku dambakan!”
RONI (ROMANONI) GUALA OP (1180-
1244)
Murid Santo Dominikus ini yaitu uskup dan
diplomat kepausan yang selalu mengusahakan
perdamaian.
P: 3 September
ROSANA (1226-1310)
Ia dikawinkan dengan seorang pemuda jahat,
saat usianya baru 15 tahun. sesudah suaminya
yang sakit keras menjadi sembuh berkat usaha dan
802
doa isterinya, maka Rosa diijinkan untuk hidup
bertapa. Rosa dipilih menjadi abbas biara suster.
A: mawar; B: nama sebagai suster: Humilitas;
P: 22 Mei
SANTA ROSA dari LIMA (20 April 1586-24
Agustus 1617)
St. Rosa dari Lima tidak terlena dengan
kecantikan lahiriahnya. Ia lebih suka menjadi cantik
secara rohani bagi Yesus. Jadi, jika kita merasa
khawatir akan penampilan lahiriah kita, kita boleh
mohon bantuan doa St. Rosa
agar ia membantu kita untuk
memusatkan perhatian pada
hal yang lebih penting dalam
hidup kita.
Pada tanggal 20 April
1586, dari sebuah keluarga
yang miskin di Lima, Peru, lahir
seorang bayi wanita yang
diberi nama Isabel De Flores Y
Del Oliva. Semua orang lebih
suka memanggilnya 'Rosa'
(mawar) sebab bayi itu
sungguh amat cantik dengan
pipinya yang kemerahan-
merahan. Lagipula semasa
Rosa masih bayi, dalam sebuah penglihatan mistik,
wajahnya berubah menjadi sekuntum mawar.
Sejak kanak-kanak Rosa amat mengasihi
Yesus. Cintanya kepada Yesus demikianlah besar,
hingga jika ia sedang membicarakan-Nya wajahnya
akan bersinar dan matanya berbinar-binar.
Devosinya amat kuat, terutama kepada Bayi Yesus
dan Maria, BundaNya. Rosa berbicara kepada
803
mereka berjam-jam lamanya di gereja. Ia juga
sering melakukan matiraga secara sembunyi-
sembunyi.
Suatu hari ibunya mengenakan hiasan
mahkota bunga di atas kepala Rosa untuk
menonjolkan kecantikan puterinya itu. namun , Rosa
tidak ingin dikagumi sebab kecantikan lahiriahnya,
sebab hatinya sudah diserahkannya kepada Yesus.
Jadi ia mengubah mahkota yang dimaksudkan untuk
menonjolkan kecantikannya itu menjadi sarana
bermatiraga. Sebuah peniti panjang disematkannya
pada mahkotanya sehingga mahkota itu
membuatnya merasa sakit dan tidak nyaman.
Rosa juga tidak suka orang-orang
memandang serta memuji-muji kecantikannya.
Baginya segala pujian hanyalah bagi Yesus. Rosa
takut kalau-kalau kecantikannya menjadi batu
sandungan bagi orang lain. Sebab, ia melihat banyak
orang memandangi wajahnya tanpa berkedip. Ia
mendengar mereka mengatakan betapa halus dan
indah kulitnya. Jadi, ia melakukan sesuatu yang
mengejutkan: ia menggosok wajahnya dengan
merica hingga kulitnya menjadi merah dan melepuh.
Nah, untuk sementara waktu tidak akan ada lagi
orang yang akan memujinya!
saat Rosa membaca kisah hidup St.
Katarina dari Siena, ia terdorong untuk menjadikan
St. Katarina sebagai teladan hidupnya. Ia mulai
dengan berpuasa tiga kali dalam seminggu.
Kemudian ia melakukan tapa silih, dan akhirnya
memotong rambutnya yang indah, mengenakan baju
kasar dan menyingsingkan lengan bajunya untuk
bekerja keras. Teman-teman dan keluarganya
menertawakan serta mencemooh tindakan Rosa
yang mereka anggap aneh. Kedua orangtuanya juga
tak henti mengecamnya. Rosa menderita sebab ia
804
tidak dimengerti. Kekuatan dan penghiburan yang
diperolehnya hanyalah dari Sakramen Mahakudus
yang diterimanya setiap hari.
Kemudian, Rosa memutuskan untuk
mengucapkan kaul kemurnian. Tentu saja kedua
orangtuanya menentang keras kehendak Rosa.
Mereka telah lama berharap agar kelak puteri
mereka yang jelita itu dinikahi oleh seorang pemuda
kaya, sehingga dapat mengangkat mereka dari
kemiskinan. Meski sepanjang hidupnya Rosa selalu
taat dan patuh kepada orangtuanya, dalam perkara
yang satu ini Rosa tidak dapat ditundukkan. Sepuluh
tahun lamanya pertentangan itu berlangsung
sebelum pada akhirnya Rosa dapat memenangkan
hati mereka dengan kesabaran dan doa.
Rosa banyak menderita. Selain dari
pertentangan dengan kedua orangtuanya, Rosa juga
banyak mengalami godaan setan. Sering juga ia
mengalami saat-saat di mana ia merasa sendiri dan
mengalami kesedihan yang hebat sebab Tuhan
terasa jauh darinya. Namun demikian, semua itu
ditanggungnya dengan iman yang teguh.
Saat usianya duapuluh tahun, Rosa diterima
dalam Ordo Ketiga Dominikus. Atas persetujuan
pembimbing rohaninya, Rosa mengasingkan diri ke
sebuah gubuk kecil yang dibangun di halaman
rumah orangtuanya. Malam hari digunakannya untuk
berdoa dan bermeditasi. Siang hari Rosa bekerja
keras menanam bunga, menyulam serta menjahit.
Hasilnya digunakannya untuk membantu
keluarganya yang miskin. Ia juga melayani dan
menghibur para fakir miskin dan para budak Indian,
terutama mereka yang sakit dan menderita. Oleh
sebab itu Rosa dianggap sebagai pelopor pelayanan
sosial di Peru.
805
Beberapa kali Tuhan Yesus menampakkan diri
kepadanya, melimpahi hatinya dengan rasa damai
dan sukacita. Di saat-saat seperti itu, Rosa
mempersembahkan kepada-Nya semua silih dan
matiraganya sebagai tebusan atas penghinaan
terhadap Putra Allah, untuk kesejahteraan
bangsanya, untuk pertobatan orang-orang berdosa,
dan untuk jiwa-jiwa di api penyucian.
Rosa lama menderita sakit sebelum akhirnya
meninggal pada tanggal 24 Agustus 1617 di Lima
dalam usia 31 tahun. Banyak mukjizat terjadi
sesudah kematiannya.
Rosa dibeatifikasi pada tahun 1667 oleh Paus
Klemens IX dan dikanonisasi pada tanggal 2 April
1671 oleh Paus Klemens X. Santa Rosa dari Lima
yaitu orang Amerika pertama yang dinyatakan
kudus. Oleh sebab itu ia diangkat sebagai santa
pelindung Amerika, terutama Amerika Latin, dan
juga Philipina. Pestanya dirayakan setiap tanggal 23
Agustus.
CATATAN ST. ROSA DARI LIMA
• "Tuhan, tambahlah penderitaanku, dan
bersamanya tambahkanlah cinta-Mu dalam
hatiku."
• "Selain dari Salib, tidak ada tangga lain yang
dapat membawa kita ke surga."
• Tuhan dan Juru selamat kita memperkeras
suara-Nya dan berbicara dengan keagungan
yang tiada bandingnya: 'Biarlah semua orang
mengetahui bahwa rahmat datang sesudah
penderitaan. Biarlah mereka mengetahui
bahwa tanpa beban penderitaan, mustahillah
untuk mencapai kepenuhan rahmat. Biarlah
mereka mengetahui bahwa anugerah rahmat
bertambah sementara pencobaan bertambah.
806
Biarlah manusia waspada agar tidak tersesat
dan ditipu. Salib yaitu satu-satunya tangga
sejati ke surga, dan tanpa Salib mereka tidak
akan dapat menemukan jalan yang dapat
membawa mereka naik ke surga.'
• saat aku mendengar kata-kata ini, suatu
kekuatan dahsyat menyelubungi aku serta
menempatkan aku di tengah jalan, sehingga
aku dapat berseru dengan lantang kepada
orang-orang dari segala usia, jenis kelamin
serta kedudukan: “Dengarlah, hai manusia;
dengarlah hai bangsa-bangsa. Aku
memperingatkan kalian akan perintah Kristus
dengan menggunakan kata-kata yang keluar
dari bibir-Nya sendiri: Kita tidak dapat
memperoleh rahmat jika kita tidak
menanggung penderitaan. Kita harus
menumpuk pencobaan di atas pencobaan
guna beroleh keikutsertaan yang besar dalam
hidup Ilahi, kemuliaan bagi anak-anak Allah
dan kebahagiaan sejati bagi jiwa.”
• Jika saja manusia mengetahui betapa luar
biasanya memperoleh rahmat surgawi,
betapa indahnya, betapa agungnya, betapa
berharganya. Betapa banyak kekayaan yang
tersembunyi di dalam Salib, betapa
banyaknya sukacita dan kebahagiaan! Tak
seorang pun akan mengeluh akan Salib-nya
atau akan pencobaan-pencobaan yang harus
ditanggungnya, jika saja ia mengetahui
timbangan di mana mereka kelak akan
ditimbang saat timbangan itu dikenakan
kepada mereka.
807
SANTA ROSA PHILIPPINE DUCHESNE
(1769-1852)
Orang kudus ini berkarya bagi
Yesus di Amerika Serikat. Rosa
dilahirkan dalam sebuah
keluarga Perancis yang kaya
pada tahun 1769. Sebagai
remaja, tidak ada kekudusan
khusus dalam diri Rosa.
Malahan, seringkali ia berusaha
keras agar kehendaknya
dipenuhi. Ia memerintah siapa
saja untuk melakukan apa yang
ia inginkan. Di sekolah, mata
pelajaran yang paling disukainya
yaitu sejarah. Kemudian ia
menjadi amat tertarik pada cerita-cerita tentang
suku Pribumi Amerika. Pada usia tujuhbelas tahun,
Rosa masuk biara. saat saatnya tiba, ia tidak
dapat mengucapkan kaulnya sebab Revolusi
Perancis. Semua biarawati dipaksa oleh kaum
revolusioner untuk meninggalkan negeri, sebab itu
Rosa kembali kepada keluarganya. Meskipun begitu,
Rosa tidak menyerah pada keinginannya untuk
menjadi milik Yesus. Beberapa tahun kemudian,
Rosa bergabung dengan ordo religius yang baru
dibentuk yaitu Hati Kudus Yesus.
Kerinduan Moeder Rosa Philippine Duchesne
yaitu menjadi seorang misionaris. namun , usianya
telah lima puluh tahun sebelum akhirnya ia diutus ke
Amerika. Pada waktu itu Amerika masih merupakan
tanah misi. Di Mississippi, ia dan sekelompok kecil
para biarawati mendirikan sebuah sekolah bebas
biaya bagi kaum miskin. Pekerjaan itu amat berat
oleh sebab perbedaan bahasa serta adat-istiadat.
Walaupun demikian, Moeder Duchesne tidak pernah
808
kehilangan semangat mudanya. Sementara ia
bertambah tua, ia semakin kurang memerintah dan
menjadi lebih lembut. Moeder Duchesne sungguh
merupakan seorang pahlawan yang tegar
menghadapi tantangan perjalanan yang berbahaya.
Ia bahkan hampir mati sebab demam kuning.
Moeder Duchesne berhasil mengatasi berbagai
macam halangan untuk mendirikan biara-biara baru
di Dunia Baru. Kemudian, saat usianya tujuhpuluh
satu tahun, ia mengundurkan diri dari jabatannya
sebagai Superior. Ia berangkat untuk mendirikan
sekolah bagi kaum pribumi yang dikasihinya. Moeder
Duchesne wafat pada tahun 1852 pada usia
delapanpuluhtiga tahun dan dinyatakan kudus oleh
Paus Yohanes Paulus II pada tahun 1988.
ROSA–VIRGINIA PELLETIER (1796-1868)
Dalam usia 25 tahun sudah menjadi pemimpin
umum dan ingin memperbaharui kehidupan biara.
Namun niatnya ini mendapat tentangan hebat dari
suster-suster lain. Akhirnya, suster Rosa keluar dan
mendirikan ‘Suster Gembala Baik dari Angers’
(Perancis). Dalam waktu 33 tahun ia berhasil
membuka 110 biara cabang.
B: Eufrasia; P: 24 April
809
SANTA ROSA dari VITERBO (1235-1252)
Rosa dilahirkan pada tahun 1235 di Viterbo,
Italia. Ia hidup pada masa Kaisar Frederick merebut
tanah milik Gereja. Misi khusus Rosa yaitu
menjadikan penduduk kotanya serta penduduk kota-
kota sekitarnya tetap setia kepada Bapa Suci. Dan
tugas ini ia lakukan saat ia masih seorang remaja.
Rosa baru berusia delapan tahun saat Santa
Perawan Maria mengatakan kepadanya saat ia
sedang sakit, untuk mengenakan jubah St.
Fansiskus. Bunda Maria juga mengatakan kepada
Rosa untuk memberikan teladan yang baik kepada
sesama dengan kata-kata maupun dengan
perbuatannya. Perlahan-lahan kesehatan Roda pulih
kembali. Ia mulai merenungkan dan semakin
merenungkan betapa Yesus telah menderita bagi
kita dan betapa para pendosa telah menyakiti-Nya.
Ia berdoa serta melakukan silih untuk menyatakan
kepada Yesus betapa ia mengasihi-Nya.
Kemudian, gadis pemberani ini mulai
berkhotbah di jalan-jalan kota. Ia mengatakan
kepada orang banyak untuk bangkit melawan kaisar
810
yang telah merampas kekayaan gereja. Banyak
orang mendengarkan khotbahnya sehingga ayah
Rosa menjadi ketakutan. Ia mengancam Rosa bahwa
ia akan mencambukinya jika ia tidak berhenti
berkhotbah. Rosa, yang saat itu berusia tigabelas
tahun, menjawab dengan lembut, “Jika Yesus rela
dicambuki demi aku, aku juga rela dicambuki demi
Dia. Aku melakukan apa yang Yesus perintahkan
kepadaku dan aku tidak mau tidak taat kepada-
Nya.”
Dua tahun lamanya Rosa berkhotbah dengan
berhasil sehingga musuh-musuh paus menghendaki
agar ia dibunuh saja. Pada akhirnya, penguasa
mengusir Rosa beserta orangtuanya ke luar kota.
namun Rosa mengatakan bahwa kaisar akan segera
mangkat, dan memang terjadi demikian. sesudah
kembali ke Viterbo, Rosa tidak diijinkan untuk
menjadi biarawati, jadi ia pulang ke rumahnya. Di
sana ia wafat pada tahun 1252 saat usianya baru
tujuhbelas tahun. Jenasahnya yang masih utuh
hingga kini disemayamkan di Viterbo.
BEATA ROSA VENERINI (1656-7 Mei 1728)
Beata Rosa dilahirkan di Viterbo, Italia, pada
tahun 1656. Ayahnya seorang dokter. Ia masuk
biara, namun sesudah
beberapa bulan
memutuskan untuk
pulang ke rumah.
Ayahnya meninggal
dunia dan ia merasa
bertanggung jawab
untuk merawat ibunya
yang janda.
811
Rose, yang memilih untuk tetap hidup selibat,
mengenali kemampuan dirinya dalam memimpin. Ia
mengumpulkan wanita -wanita muda di
sekitarnya. Mereka berdoa rosario bersama di sore
hari. Sementara mereka saling mengenal satu sama
lain, Rosa menjadi sadar akan betapa sedikitnya
yang diketahui kaum muda mengenai iman mereka.
Pada tahun 1685, Rosa dengan dibantu dua orang
teman membuka sebuah sekolah gratis untuk para
gadis. Para orangtua yang mengirimkan puteri
mereka ke sana amat puas dengan mutu dan
lingkungan pendidikan. Rosa yaitu seorang
pendidik yang berbakat. Lebih dari itu, ia dapat
mendidik yang lain untuk mengajar. Pada tahun
1692, Kardinal Barbarigo mengundang Rosa ke
keuskupannya. Beliau menghendaki Rosa
mngorganisir sekolah-sekolah dan melatih para
guru. Dalam keuskupan inilah Rosa menjadi guru
dan sahabat dari seorang yang kelak menjadi
seorang santa. Di yaitu St. Lucia Filippini yang
memulai suatu ordo religius. St. Lucy Filippini
dimaklumkan kudus pada tahun 1930.
Rosa mengorganisir sekolah-sekolah di
berbagai tempat. Sebagian orang tidak suka akan
apa yang dilakukannya dan mengganggu Rosa dan
para gurunya. namun para guru yakin teguh pada
keyakinan mereka akan nilai pendidikan. Rosa
bahkan membuka sebuah sekolah di Roma pada
tahun 1713. Paus Klemens XI mengucapkan selamat
kepada Rosa sebab telah mendirikan sekolah yang
begitu mengagumkan. Guru yang berdedikasi ting

