Banyak. Dalam hati Bonifasius
memutuskan bahwa kelak,
jika telah dewasa, ia pun
akan seperti mereka. saat
masih muda, ia belajar di
sebuah sekolah biara.
Beberapa tahun kemudian,
ia menjadi seorang guru
yang populer. saat
ditahbiskan sebagai seorang
imam, ia menjadi seorang
pengkhotbah yang ulung
sebab ia begitu penuh
semangat.
Bonifasius ingin agar
semua orang memiliki
kesempatan untuk
mengenal serta mengasihi Yesus dan Gereja-Nya. Ia
menjadi seorang misionaris di bagian barat Jerman.
Paus St. Gregorius II memberkatinya serta
mengutusnya dalam misi ini . Bonifasius
berkhotbah dan berhasil dengan gemilang. Ia
seorang yang lemah lembut serta baik hati. Ia juga
seorang yang amat pemberani. Suatu saat , guna
membuktikan bahwa berhala-berhala kafir itu tidak
benar, ia melakukan sesuatu yang sangat berani.
yaitu suatu pohon oak yang sangat besar yang
disebut “Oak Thor”. Orang-orang kafir percaya
bahwa pohon itu pohon keramat bagi para dewa
mereka. Di hadapan orang banyak, Bonifasius
menebas pohon itu beberapa kali dengan sebuah
kampak. Pohon besar itu pun tumbang. Orang-orang
kafir menjadi sadar bahwa dewa-dewa mereka itu
tidak ada saat tidak suatu pun terjadi atas
Bonifasius.
Di mana saja Bonifasius berkhotbah, orang-
orang bertobat diterima dalam pangkuan Gereja.
Sepanjang hidupnya, ia mempertobatkan sejumlah
besar orang. Sebagai ganti patung-patung berhala,
Bonifasius mendirikan gereja-gereja dan biara-biara.
Pada tahun 732, Bapa Suci yang baru, St.
Gregorius III mentahbiskan Bonifasius sebagai
Uskup Agung dan memberinya daerah misi baru.
Daerah itu yaitu Bavaria, yang sekarang
merupakan wilayah negara Jerman. Bersama rekan-
rekannya, Bonifasius pergi untuk mengajarkan iman
yang benar kepada penduduk di sana. Di Bavaria,
uskup yang kudus ini berhasil dengan gemilang pula.
Kemudian, suatu hari, Bonifasius sedang
mempersiapkan penguatan bagi beberapa orang
yang bertobat. Sekelompok prajurit yang ganas
menyerang mereka. Bonifasius tidak mengijinkan
para pengikutnya berkelahi melawan mereka.
“Tuhan kita menghendaki agar kita membalas
kejahatan dengan kebaikan,” katanya. “Telah tibalah
hari yang telah lama kunanti-nantikan. Percayalah
kepada Tuhan dan Ia akan menyelamatkan kita.”
Orang-orang barbar itu pun menyerang dan
Bonifasius yaitu orang pertama yang terbunuh. Ia
wafat sebagai martir pada tanggal 5 Juni 754. St.
Bonifasius dimakamkan di sebuah biara terkenal
yang didirikannya di Fulda, Jerman, seperti yang
diinginkannya.
Bonifasius (Winfrid), uskup misionaris dan
martir. Lahir di Inggris tahun 675 dan wafat di
Jerman tahun 775. A: yang berbuat baik; L:
seorang uskup dengan Alkitab yang ditusuk
pedang; P: 5 Juni
“Marilah kita berdiri tegak mempertahankan kebenaran
dan mempersiapkan jiwa-jiwa kita menghadapi
pengadilan… hendaknya kita tidak menjadi anjing yang
tidak menggonggong atau penonton yang diam membisu
atau pun gembala upahan yang melarikan diri menghadapi
serigala.” ~ Santo Bonifasius
BORIS dari BULGARIA († 709)
yaitu raja pertama Bulgaria yang menganut
agama Kristen dan giat menyebarkan Injil. Sembilan
Tahun sebelum kematiannya ia turun tahta dan
menjadi biarawan. Boris dihornati sebagai santo
nasional Bulgaria.
P: 2 Mei
SANTO BORIS dan SANTO GLEB († 1015)
Kedua bersaudara ini dilahirkan di
penghujung abad kesepuluh. Mereka yaitu putera-
putera Santo Vladimir dari
Kiev, pangeran Kristen
pertama di Rusia. Ayah
mereka memiliki banyak
isteri sebelum menjadi
Kristen. Sesudah memeluk
agama Kristen, Vladimir
hidup sebagaimana
diajarkan Yesus dalam Injil.
Boris dan Gleb yaitu
putera-putera Vladimir dari
isterinya yang seorang
Kristen bernama Anna.
Mereka semua yaitu orang-orang Kristen yang
saleh.
Dalam usaha mendapatkan kekuasaan yang
terlebih besar sesudah Raja Vladimir wafat, putera
sulungnya menyusun rencana untuk membunuh
Boris dan Gleb. Boris diperingatkan mengenai hal ini
sewaktu ia kembali bersama pasukannya dari suatu
pertempuran melawan suku-suku pengembara. Para
prajurit serta-merta bersiap untuk membela Boris
dari saudara sulungnya, namun Boris melarang.
“yaitu lebih baik jika aku saja yang mati,” katanya,
“dibandingkan banyak orang harus mati.” Maka, ia
menyuruh para prajuritnya pergi sementara ia duduk
sendirian menanti. Sepanjang malam ia
merenungkan para martir yang tewas dibunuh oleh
kerabat dekatnya sendiri. Ia merenungkan betapa
kosong jadinya hidup ini jika kita mengutamakan
hal-hal duniawi. Yang utama, menurut pendapatnya,
yaitu perbuatan-perbuatan baik, kasih sejati dan
iman yang benar. saat pagi tiba, para pembunuh
yang disewa kakaknya tiba dan mulai menyerangnya
dengan tombak. Boris tidak melawan, hanya
menyerukan damai kepada mereka.
St Gleb dibunuh tak lama sesudahnya.
Saudara sulungnya yang keji mengundang Gleb
datang ke istana untuk suatu kunjungan
persaudaraan. Saat menyeberangi sungai, perahu
Gleb diserang oleh orang-orang bersenjata yang
garang. Pada mulanya, Gleb ketakutan dan
memohon pada mereka agar jangan membunuhnya.
Namun demikian, ia tak hendak mempertahankan
diri dengan kekerasan, bahkan saat ia melihat
bahwa mereka bertekad membunuhnya. Malahan, St
Gleb dengan tenang mempersiapkan diri untuk mati.
“Aku dibunuh,” katanya, “untuk suatu alasan yang
tidak aku ketahui. namun Engkau mengetahuinya, ya
Tuhan. Dan aku tahu Engkau bersabda, demi nama-
Mu saudara akan bangkit membunuh saudaranya.”
Hanya beberapa tahun sesudah wafat mereka,
warga Rusia mulai pergi berziarah ke makam
kedua bersaudara ini. Mukjizat-mukjizat terjadi. St
Boris dan St Gleb disebut martir sebab mereka
menerima kematian seperti Kristus, yakni tanpa
mempertahankan diri dengan kekerasan. Mereka
wafat pada tahun 1015. Pada tahun 1724, Paus
Benediktus XIV memaklumkan mereka sebagai
santo. Perayaannya setiap tanggal 24 Juli.
SANTO BOTVID († 1100)
Botvid dilahirkan di Swedia. Ia hidup di
penghujung abad kesebelas. Pemuda ini dibesarkan
sebagai seorang kafir. namun
saat ia pergi ke Inggris, ia
menjadi seorang Kristiani. Meski
bukan seorang imam, Botvid
merasakan suatu kerinduan yang
berkobar untuk mewartakan pesan
Injil. Ia rindu membagikan
kekristenannya kepada orang-
orang setanah air. Ia akan menjadi
seorang misionaris awam.
sebab alasan ini, St Botvid
kembali ke Swedia untuk bekerja
bagi Tuhan di sana. namun ia
bahkan tidak merasa puas dengan
itu. Ia rindu Injil diwartakan di Finlandia juga.
sebab nya, ia membeli seorang budak Finlandia dan
mengajarinya agama Katolik. Kemudian ia
membebaskan sang budak untuk kembali ke negeri
asalnya dan mewartakan Injil di sana. namun budak
itu membalas kebaikan St Botvid dengan tindakan
tak tahu terima kasih yang amat keji. St Botvid
berangkat dengan sebuah kapal untuk
mengantarkannya menyeberangi Lautan Baltik ke
Finlandia. saat mereka berlabuh dan St Botvid
sedang tidur, budak yang jahat itu membunuh
Botvid dan melarikan diri dengan kapal. saat orang
kudus itu tak kunjung kembali, para sahabat
mencari hingga menemukan jasadnya. Santo Botvid
wafat pada tahun 1100. St Botvid dihormati sebagai
seorang martir cinta kasih dan sebagai salah
seorang rasul Swedia. Santo Botvid diperingati
setiap tanggal 28 Juli.
SANTA BRIGITA dari IRLANDIA († 525)
Hanya beberapa tahun sesudah kedatangan
St Patrick di Irlandia, seorang bayi mungil dilahirkan
dan dinamai Brigita.
Ayahnya seorang
bangsawan Irlandia
bernama Dubthac dan
ibunya bernama Brocca.
Semakin kanak-kanak ini
bertambah besar, semakin
besar pula kasihnya kepada
Yesus. Ia mencari Yesus
dalam diri orang-orang
miskin dan seringkali
membawakan makanan dan
pakaian bagi mereka. Konon
suatu hari ia membagi-
bagikan segentong penuh susu. Lalu, ia mulai cemas
akan apa yang akan dikatakan ibunya. Ia berdoa
kepada Tuhan untuk mengganti apa yang telah
dibagi-bagikannya. saat tiba di rumah, gentong
telah penuh kembali dengan susu!
Brigita seorang gadis yang cantik jelita.
Ayahnya beranggapan bahwa sudah tiba waktunya
bagi Brigita untuk menikah. Akan namun , Brigita
telah berbulat hati untuk mempersembahkan diri
sepenuhnya kepada Tuhan. Ia tak hendak menikah
dengan siapapun. saat mengetahui bahwa para
pemuda tertarik kepadanya sebab kecantikannya, ia
memanjatkan suatu permohonan yang aneh kepada
Tuhan. Ia mohon agar kecantikan wajahnya diambil
darinya. Tuhan mengabulkan permohonannya.
Melihat bahwa puterinya tak lagi cantik, dengan rela
hati ayahnya menyetujui saat Brigita minta
diijinkan menjadi seorang biarawati.
Sang gadis mengikuti panggilan hidup
religiusnya. Ia bahkan memulai suatu biara agar
para gadis yang lain dapat menjadi biarawati juga.
sesudah ia mengkonsekrasikan hidupnya kepada
Tuhan dalam biara, suatu mukjizat terjadi. Brigita
menjadi cantik kembali! Ia mengingatkan orang
akan Santa Perawan sebab ia begitu lemah lembut
dan baik hati. Sebagian orang menyebutnya “Maria
dari Irlandia”. St Brigita wafat pada tahun 525.
SANTA BRIGITTA dari SWEDIA (1303-23
Juli 1373)
Brigitta dilahirkan di Swedia pada tahun
1303. Sejak kanak-kanak, ia memiliki devosi yang
kuat kepada Sengsara Yesus. saat usianya sepuluh
tahun, tampak olehnya Yesus di salib dan ia
mendengar Yesus berkata, “Pandanglah aku, puteri-
Ku.”
“Siapakah yang memperlakukan Engkau seperti ini?”
tangis Brigitta kecil. “Mereka yang melecehkan Aku
dan menolak kasih-Ku untuk mereka,” jawab Yesus.
Sejak itu Brigitta berusaha untuk mencegah
orang menghina dan menyakiti hati Yesus. saat
usianya empatbelas tahun, Brigitta dinikahkan
dengan Ulf yang berusia delapan belas tahun.
Sama seperti Brigitta, Ulf juga memiliki semangat
untuk melayani Tuhan. Pasangan ini memiliki
delapan orang anak, salah
seorang di antaranya yaitu
St. Katarina dari Swedia.
Brigitta dan Ulf bekerja
dalam istana kerajaan
Swedia. Brigitta yaitu
pengiring ratu. Brigitta
berusaha membantu Raja
Magnus dan Ratu Blanche
untuk hidup lebih baik,
walaupun pada umumnya
mereka tidak
mendengarkan nasehatnya.
Sepanjang hidupnya,
Brigitta mendapat anugerah
penampakan-penampakan
yang luar biasa dan pesan-
pesan khusus dari Tuhan. sebab ketaatannya
kepada Tuhan, Brigitta menemui banyak pemimpin
serta orang-orang penting di Gereja. Dengan rendah
hati dijelaskannya apa yang Tuhan kehendaki dari
mereka. sesudah suaminya meninggal dunia, Brigitta
menanggalkan semua pakaian mewahnya. Ia hidup
sebagai seorang biarawati yang miskin. Di kemudian
hari, Brigitta membentuk Ordo Sang Penebus yang
juga dikenal sebagai Ordo Brigittin. Ia masih tetap
melakukan segala kesibukannya, bepergian ke
berbagai tempat untuk melakukan perbuatan baik.
Dan melalui segala aktivitasnya itu, Yesus terus
mengungkapkan banyak rahasia kepadanya.
Semuanya itu diterima Brigitta tanpa sedikit pun
rasa bangga atau menyombongkan diri.
Menjelang akhir hidupnya, Brigitta berziarah
ke Tanah Suci. Di tempat-tempat ziarah di sana, ia
mendapat penampakan-penampakan tentang apa
yang telah Yesus katakan dan lakukan di tempat-
tempat itu. Semua wahyu yang disampaikan kepada
Brigitta tentang Sengsara Yesus diterbitkan sesudah
kematiannya. St. Brigitta wafat di Roma pada
tanggal 23 Juli 1373. Ia dinyatakan santa oleh Paus
Bonifasius IX pada tahun 1391.
BRUNO (925-965)
Uskup Agung Koln dan anak Ratu Santa
Matilda yang terkenal sebagai promoter ilmu dan
tata tertib gerejani serta negarawan besar.
P: 11 Oktober
SANTO BRUNO (1030-1101)
Bruno dilahirkan di Koln sekitar tahun 1030.
Pendiri Ordo Para Biarawan Kartusian ini pada
mulanya sama sekali bukanlah seorang pertapa.
Selama delapan belas tahun ia yaitu seorang
profesor teologi di tanah kelahirannya, Perancis. Ia
berusaha sekuat tenaga membawa para muridnya
semakin dekat dengan Tuhan. Kemudian, kepadanya
diberikan suatu kedudukan penting di Keuskupan
Rheims.
Bruno tidak terkesan dengan kehormatan pun
tidak takut memikul tanggung jawab. Ia menjadi
sadar bahwa hatinya merindukan kesendirian
bersama Yesus. St Hugo dari Grenoble memberikan
kepada Bruno dan teman-temannya sebidang tanah
di gurun yang tersembunyi yang disebut Chartreuse.
Mereka mendirikan sebuah kapel dan gubug-gubug
kecil sebagai tempat tinggal. Inilah awal mula Ordo
Kartusian. Mereka sangat bahagia di sana, bekerja di
ladang, berpuasa dan berdoa, tersembunyi dalam
Tuhan.
Akan namun , enam tahun kemudian Paus
Urbanus II, salah seorang mantan murid Bruno,
meminta suatu pengorbanan besar darinya. Bapa
Suci memintanya datang ke Roma untuk menjadi
penasihat beliau. Hal ini amat menyedihkan hati
santo kita, namun ia taat. Ia mempercayakan
tanggung jawab di Chartreuse kepada salah seorang
biarawan. Bruno melayani Paus Urbanus II dengan
sebaik-baiknya. Kemudian, akhirnya ia
diperkenankan untuk menjalani hidup biarawan
kembali dekat Roma. Jadi, dengan pengikut-
pengikut baru, Bruno memulai segala sesuatunya
lagi di Calabria, Italia.
Seperti kita ketahui dari surat-suratnya, St
Bruno senantiasa seorang yang gembira dan giat. Ia
tak hendak melihat seorang muridnya pun bersedih
hati. Ia menggambarkan kehidupan mereka yang
keras dengan ungkapan-ungkapan yang
menyenangkan. Bruno bahkan mendesak seorang
sahabat untuk datang melihatnya sendiri. St Bruno
wafat pada tahun 1101. Ordonya berlanjut hingga
kini. Ordo Kartusian yaitu satu-satunya ordo
religius dalam Gereja yang tidak pernah perlu
direformasi. Para pengikut St Bruno senantiasa
memelihara semangat kasih dan pengorbanan diri
pendirinya.
Bruno, pendiri ordo Kartusian, lahir di Koln
1033 dan wafat di biara Kalabria Italia 1101; L:
maket gereja; P: 6 Oktober
C
SANTO CAESARIUS dari NAZIANZEN (†
369)
Caesarius hidup pada abad keempat di
wilayah yang sekarang disebut Turki. Ayahnya
yaitu Uskup Nazianzen. Pada waktu itu uskup dan
imam boleh menikah. Saudara Caesarius yaitu St
Gregorius dari Nazianzen, sahabat karib St Basilius.
Di samping seorang santo, Gregorius yaitu seorang
penulis penting dari Gereja awali. artikel -artikel nya
masih dibaca hingga sekarang.
Keduanya, Caesarius dan Gregorius,
mengenyam pendidikan yang baik. Gregorius
bercita-cita menjadi seorang imam; Caesarius
bercita-cita menjadi seorang dokter. Keduanya pergi
ke sekolah yang akan membantu mereka mencapai
cita-cita.
Caesarius menamatkan pendidikan di bidang
kedokteran di Konstantinopel. Segera ia menjadi
seorang dokter ternama dan terpercaya.
Sesungguhnya, Kaisar Konstantius yang tinggal di
Kontantinopel, menghendaki Caesarius menjadi
dokter pribadinya. Caesarius berterima kasih kepada
kaisar, namun secara halus menolak. Ia ingin kmbali
ke Nazianzen, kota kelahirannya.
Akan namun , beberapa waktu kemudian,
Caesarius dipanggil kembali untuk melayani kaisar di
Konstantinopel. Pada waktu itu yaitu seorang yang
dikenal dalam sejarah sebagai Julian si murtad.
Seorang yang murtad yaitu seorang yang
mengingkari iman Kristennya. Orang ini mengemban
perintah resmi melawan kekristenan. Meski begitu,
ia bermaksud membebaskan Caesarius dari
hukuman, sebab Caesarius yaitu seorang dokter
yang amat cakap. Kepada Caesarius ditawarkan
kedudukan, harta dan hak-hak istimewa. Ayah
maupun saudara Caesarius menasehatinya untuk
menolak segala tawaran. Mereka menyarankannya
untuk pulang ke rumah dan membuka praktek
dokter.
Pada tahun 368, Caesarius nyaris tewas
dalam suatu gempa bumi. Ia berhasil lolos tanpa
cedera, namun amat terguncang oleh kejadian itu. Ia
merasa Tuhan mengatakan kepadanya untuk
menempuh hidup dalam doa jauh dari keruwetan
hidup di istana. Caesarius membagi-bagikan harta
miliknya kepada kaum miskin. Ia mulai menempuh
hidup dalam doa dan keheningan. Santo Caesarius
wafat tak lama kemudian pada tahun 369. Homili
dalam Misa Pemakamannya disampaikan oleh
saudaranya, St Gregorius.
SANTO PAUS CAIUS († 296) dan SANTO
PAUS SOTER († 174)
Santo Soter yaitu seorang paus di masa
silam pada masa pemerintahan kaisar-kaisar
Romawi. Ia yaitu seorang bapa sejati bagi segenap
umat Kristiani. Ia memberikan banyak pertolongan
kepada mereka yang miskin. Ia memberikan
perhatian istimewa kepada mereka yang dijatuhi
hukuman kerja paksa di pertambangan-
pertambangan berbahaya. Mereka dikirimkan ke
sana sebab mereka tak hendak menyangkal iman
kepada Yesus. Orang-orang Kristen yang gagah
berani ini senantiasa kelaparan. Mereka juga hanya
diijinkan untuk beristirahat sebentar saja. Orang-
orang Kristen lainnya dibelenggu dalam penjara-
penjara. Paus Soter melakukan segala yang mungkin
dapat ia lakukan demi menghibur dan menolong
mereka.
St Soter juga membantu umat Kristen yang
jauh dari Roma. Paus yang kudus ini sungguh
seorang pengkhotbah
yang ulung. Segenap
umat Kristiani senang
mendengarkannya
menjelaskan iman. Ia
berbicara dengan kasih
yang begitu rupa. Ia
mengilhami mereka
untuk dengan gagah
berani mati demi Yesus
dibandingkan
mempersembahkan
kurban kepada berhala-
berhala. St. Soter sendiri
menyerahkan nyawa
demi Yesus pada tahun
174 sesudah melewatkan
masa pontifikat selama
sepuluh tahun.
St. Caius yaitu seorang paus sekitar seratus
tahun sesudahnya. Ia juga hidup pada masa
penganiayaan. Paus Caius melakukan segala daya
usaha yang dapat dilakukannya demi
mempersiapkan umat untuk senantiasa berpegang
pada iman meski harus berkorban. Agar dapat lebih
menolong umatnya, Caius hidup delapan tahun
lamanya dalam ruang-ruang bawah tanah yang
disebut katakomba. Katakomba yaitu makam-
makam di mana umat Kristiani biasa berkumpul
secara sembunyi-sembunyi untuk berdoa dan
menyambut sakramen-sakramen. Inilah tempat
persembunyian mereka dari para prajurit kafir yang
kejam. Umat Kristen tahu bahwa mereka akan
dibunuh jika tertangkap. St Caius melewatkan masa
pontifikat selama duabelas tahun. Kemudian, ia pun
wafat sebagai martir pada tahun 296.
SANTO CANUTE († 10 Juli 1086)
Santo Canute yaitu seorang raja Denmark
yang kuat dan bijak. Ia hidup pada abad kesebelas.
Canute seorang atlit yang hebat, seorang
penunggang kuda yang cakap, dan seorang jenderal
yang mengagumkan.
Di
awal masa
pemerintahannya, ia memimpin sebuah peperangan
melawan bangsa barbar yang mengancam hendak
mengambil alih kekuasaan. Raja Canute dan bala
tentaranya berhasil mengalahkan mereka. Raja
begitu mencintai iman Kristiani hingga ia
memperkenalkannya kepada orang-orang yang
belum pernah mendengar mengenai kekristenan.
Santo Canute berlutut dalam gereja di kaki altar dan
mempersembahkan mahkotanya kepada Raja segala
raja, Yesus. Raja Canute seorang yang amat murah
hati dan lemah lembut kepada rakyatnya. Ia
berusaha membantu mereka mengatasi masalah-
masalah mereka. Di atas segalanya, ia ingin
membantu mereka menjadi pengikut Yesus yang
sejati. Akan namun , pecah suatu pemberontakan
dalam kerajaannya diakibatkan oleh hukum-hukum
yang ia tetapkan mengenai dukungan terhadap
Gereja. Suatu hari, sekelompok orang yang marah
mendatangi gereja di mana Canute sedang berdoa.
Raja tahu mereka telah datang untuk
mencelakainya. saat para musuh masih di luar,
Raja Canute menyambut Sakramen Rekonsiliasi dan
Komuni Kudus. Ia berbelas-kasihan kepada mereka
yang begitu murka hingga hendak membunuhnya.
Dengan segenap hati ia mengampuni para
musuhnya. Sementara ia masih berdoa, sebilah
tombak dilemparkan melalui jendela dan raja pun
tewas. Hari itu yaitu tanggal 10 Juli 1086.
CARMEN
yaitu sebutan lain untuk Karmen, yaitu
Maria dari Gunung Karmel.
B: Kamila, Karmelia; P: 16 Juli
CHARLES de FOUCAULD (1858- 1916)
Bekas perwira Perancis yang acuh tak acuh
terhadap agama ini di tobatkan oleh ketekunan
berdoa orang-orang Badui Muslim di Maroko.
Kemudian Charles menjadi pertapa di Nazaret dan
Siria, lalu pulang dan belajar teologi. Sesudah
ditahbiskan imam, ia tinggal diantara suku-suku
Berber di Aljazair. namun Charles merasa masih
terlalu dekat dengan tentara colonial, sehingga ia
mengasingkan diri 500 km lebih jauh dari mereka
dan hidup di antara suku Tuarwg serta berkawan
dengan mereka. saat sekte Senussi menyatakan
jihad, ia dibunuh oleh suatu patroli ditengah-tengah
Gurun Sahara.
A: →Karel; L: hati dengan mahkota
duri; P: 2 Desember
BEATO CHARLES yang BAIK († 1127)
Pangeran Charles dari Flanders, dijuluki “yang
Baik” oleh rakyat dalam kerajaannya. Mereka
menyebutnya
demikian sebab
mereka melihat
memang
demikianlah ia
adanya. Charles
yaitu putera St.
Canute, raja
Denmark. Ia
baru berusia lima
tahun saat
ayahnya dibunuh
pada tahun
1086. saat
dewasa, Charles menikah dengan seorang wanita
muda yang baik hati bernama Margareta. Charles
seorang penguasa yang lembut serta adil. Rakyat
percaya kepadanya dan kepada kebijaksanaannya.
Charles berusaha untuk menjadi teladan dari apa
yang diharapkannya dari rakyatnya.
Sebagian kaum bangsawan menuduh Charles
tidak adil dengan memihak kaum miskin dan
mengalahkan kepentingan kaum kaya. Charles
menjawab dengan bijaksana, “Itu yaitu sebab aku
sungguh menyadari kebutuhan-kebutuhan kaum
miskin dan ketidakpedulian kaum kaya.” Kaum
miskin dalam kerajaannya mendapatkan makanan
setiap hari dari istananya.
Charles memerintahkan untuk menanam
bahan makanan dengan berlimpah agar rakyat dapat
makan kenyang dengan harga yang pantas.
Beberapa pedagang kaya mencoba menimbun
panenan agar dapat menjualnya dengan harga yang
amat mahal. Charles yang Baik mendengar tentang
hal itu serta memaksa mereka untuk segera
menjualnya dengan harga yang pantas. Seorang
ayah yang berpengaruh beserta anak-anaknya juga
telah ditegur oleh Charles sebab siasat licik mereka.
Maka mereka kemudian bergabung dengan
sekelompok kecil musuh yang ingin membunuh
Charles.
Pangeran berjalan telanjang kaki setiap pagi
untuk menghadiri Misa dan tiba lebih awal di gereja
St. Donatian. Ia melakukannya dalam semangat
silih. Ia rindu untuk memperdalam kehidupan
rohaninya bersama Tuhan. Para musuhnya tahu
bahwa ia pergi ke gereja dan tahu juga bahwa ia
biasa berdoa sendirian sebelum Misa. Banyak orang
yang mengasihi Charles mengkhawatirkan
keselamatan dirinya. Mereka memperingatkannya
bahwa perjalanannya ke St. Donation dapat
memicu nya celaka. Charles menjawab, “Kita
senantiasa berada di tengah-tengah bahaya, namun
kita ini milik Tuhan.” Suatu pagi, sementara ia
berdoa sendirian di depan patung Bunda Maria, para
penyerangnya membunuh dia. Charles wafat sebagai
martir pada tahun 1127.
BEATA CHRISTINA († 18 Januari 1543)
Beata Christina hidup pada abad
keenambelas. Ia dilahirkan di Abruzzi, Italia. Nama
baptisnya yaitu Matthia.
Sementara tumbuh
dewasa, Matthia
merasakan panggilan
untuk hidup dalam doa
dan silih. Ia memilih
untuk menjadi seorang
rubiah. Matthia masuk
Biara St Agustinus di
Aquila. Ia dipanggil Suster
Christina.
Kehidupan Suster
Christina sebagai seorang
biarawati yaitu
kehidupan yang tersembunyi dan sunyi. namun
warga Aquila segera mengetahui keindahan
panggilan biarawati ini. Suster Christina dan para
biarawati lainnya mendatangkan banyak berkat bagi
mereka melalui hidup bakti dalam doa. Suster
Christina memang tinggal dalam biara tertutup,
namun ia amat sadar akan kebutuhan orang-orang
miskin di daerahnya. Ia dan para biarawati lainnya
memberikan apa saja yang dapat mereka lakukan
bagi penduduk di sana. Suster Christina juga
senantiasa peduli akan salib dan penderitaan yang
ditanggung penduduk. Ia berdoa dan
mempersembahkan matiraga kepada Tuhan bagi
intensi-intensi mereka.
Yesus memberkati Suster Christina dengan
karunia ekstasi dan kemampuan untuk sekali waktu
mengetahui hal-hal yang akan datang. Tuhan
bahkan menggunakannya untuk mengadakan
mukjizat demi kebaikan yang lain. saat Suster
Christina wafat, anak-anak kecil di Aquila melintasi
jalanan sembari menyerukan bahwa biarawati kudus
itu telah wafat. Itu terjadi pada tanggal 18 Januari
1543. Orang banyak berduyun-duyun datang
sebagai ungkapan hormat dan terima kasih sebab ia
telah menjadi anugerah bagi kota mereka.
BEATO CONTARDO FERRINI (1859-17
Oktober 1902)
Contardo dilahirkan pada tahun 1859.
Ayahnya seorang guru matematika dan fisika.
Ayahnya ini sejak dini telah
menanamkan pada putera
kecilnya kecintaan untuk
belajar. Sebagai seorang
pemuda, Contardo fasih
berbicara dalam banyak
bahasa asing di samping
bahasa ibunya, bahasa Italia.
Ia amat cemerlang di setiap
sekolah dan universitas
tempat ia belajar.
Kecintaannya untuk belajar
dan kecintaannya pada iman
Katoliknya membuat teman-teman menjulukinya “St
Aloysius” mereka. (St Aloysius Gonzaga yaitu
seorang santo muda Yesuit yang dikenal sebab
kebajikan dan kemurahan hatinya.) Contardo-lah
yang pertama-tama memulai kelompok-kelompok
bagi teman-teman mahasiswa guna membantu
mereka menjadi seorang Kristiani yang saleh.
saat usianya duapuluh satu tahun,
kepadanya ditawarkan kesempatan untuk
melanjutkan studi di Universitas Berlin di Jerman.
Sungguh berat baginya meninggalkan rumahnya di
Italia, namun ia senang juga bertemu dengan orang-
orang Katolik yang saleh di universitas. Ia
menuliskan dalam sebuah artikel kecil apa yang
dirasakannya saat untuk pertama kalinya ia
menyambut Sakramen Rekonsiliasi di negeri asing.
Sungguh menggetarkan hatinya menyadari bahwa
Gereja Katolik sungguh sama di mana pun dan
kemana pun orang pergi. Tahun berikutnya,
Contardo berusaha memutuskan entahkah sebaiknya
ia menjadi seorang imam atau seorang biarawan,
atau hidup berkeluarga. Ia terus-menerus bertanya
pada dirinya sendiri apa yang sebaiknya
dilakukannya. Nyatalah kemudian bahwa ia
mengucapkan ikrar untuk mempersembahkan
dirinya hanya bagi Tuhan saja. Ia mengamalkan
ikrarnya ini sebagai seorang awam; ia tidak pernah
menjadi seorang imam ataupun broeder. Ia tetap
mengajar dan menulis. Ia senantiasa berusaha
untuk menjadi seorang Kristiani yang terlebih
sempurna. Sementara menikmati olahraga
favoritnya, mendaki gunung, ia akan berpikir
tentang Tuhan, Pencipta segala keindahan yang ia
lihat. Orang banyak melihat bahwa ada sesuatu yang
berbeda pada diri Profesor Ferrini. Suatu saat ,
sementara ia lewat dengan senyum hangatnya yang
khas, seseorang berseru, “Orang itu yaitu santo!”
Contardo Ferrini wafat sebab demam tipus
pada tanggal 17 Oktober 1902. Ia baru berusia
empatpuluh tiga tahun. Ia dimaklumkan “beato”
oleh Paus Pius XII pada tahun 1947.
P: 22 Oktober
SANTO CUTHBERT († 687)
Santo Cuthbert hidup di Inggris pada abad
ketujuh. Ia seorang bocah penggembala miskin
yang sangat suka
bermain bersama
teman-temannya. Ia
seorang yang ulung
dalam bermain.
Salah seorang
temannya
mencacinya oleh
sebab ia terlalu
amat suka bermain.
Sesungguhnya,
teman bermainnya
itu mengucapkan
kata-kata yang
tampaknya bukan
berasal dari dirinya sendiri. Katanya, “Cuthbert,
bagaimana mungkin engkau menghabiskan waktumu
dengan bermain-main saja, padahal engkau telah
dipilih untuk menjadi seorang imam dan seorang
uskup?” Cuthbert amat terperanjat, dan juga amat
terkesan. Ia bertanya-tanya apakah sungguh kelak
ia akan menjadi seorang imam dan seorang uskup.
Pada bulan Agustus tahun 651, Cuthbert yang
saat itu berusia limabelas tahun memperoleh suatu
pengalaman rohani. Ia melihat langit yang hitam
pekat. Tiba-tiba, suatu sorotan cahaya yang amat
terang melintasi langit. Dalam sorotan cahaya itu
tampaklah malaikat-malaikat membawa sebuah bola
api ke atas langit. Beberapa waktu kemudian,
Cuthbert mengetahui bahwa pada saat yang sama
dengan penampakan ini , Uskup St. Aiden
meninggal dunia. Cuthbert tidak tahu bagaimana
semua peristiwa itu mempengaruhi dirinya, namun ia
telah membulatkan tekadnya untuk memenuhi
panggilannya dan masuk biara. Cuthbert kemudian
menjadi seorang imam.
St. Cuthbert berkeliling dari desa ke desa,
dari rumah ke rumah, dengan menunggang kuda
atau pun dengan berjalan kaki. Ia mengunjungi
umat untuk membantu mereka secara rohani.
Sungguh menguntungkan, Pastor Cuthbert dapat
berbicara dalam dialek para petani sebab ia sendiri
dulunya yaitu seorang penggembala domba yang
miskin. St. Cuthbert berbuat kebajikan di mana saja
dan membawa banyak orang kepada Tuhan. Ia
seorang yang periang serta baik hati. Orang tertarik
kepadanya dan tak seorang pun segan kepadanya.
Ia seorang yang banyak berdoa, seorang imam yang
kudus.
saat Cuthbert telah ditahbiskan sebagai
uskup, ia tetap bekerja keras seperti sebelumnya
untuk membantu umatnya. Ia mengunjungi mereka,
tak peduli betapa sukar perjalanannya melewati
jalan-jalan yang sulit atau pun betapa buruk
cuacanya. Sementara ia terbaring menghadapi ajal,
Cuthbert mendesak para imamnya untuk hidup
dalam damai serta penuh belas kasihan kepada
semua orang. Ia wafat dalam damai pada tahun
687.
D
SANTO PAUS DAMASUS I (304-11
Desember 384)
Damasus dilahirkan di Roma dan hidup pada
abad keempat, pada masa Gereja Perdana. Ia
yaitu seorang imam
yang murah hati dan
suka berkurban. saat
Paus Liberius wafat
pada tahun 366,
Damasus diangkat
menjadi paus. Ia harus
menghadapi banyak
persoalan yang berat.
Ada seorang paus
tandingan (anti paus)
bernama Felix. Felix
beserta para
pengikutnya berusaha
menganiaya Damasus.
161
Mereka menyebarkan berita bohong tentang dirinya,
terutama tentang kehidupan moral pribadinya.
sebab nya, Paus Damasus harus dihadapkan ke
pengadilan di bawah penguasa Romawi. Damasus
terbukti tidak bersalah, namun ia mengalami begitu
banyak penderitaan sebab peristiwa ini .
Sahabatnya, St. Hieronimus, berbicara dengan tegas
mengenai kebaikan-kebaikan paus. Dan Hieronimus
memiliki martabat yang tinggi.
Paus Damasus menyadari bahwa para imam
di kota memiliki gaya hidup yang terlalu mewah.
Sementara para imam di desa hidup jauh lebih
sederhana. Damasus meminta para imam untuk
menyederhanakan gaya hidup mereka dan tidak
terikat pada harta serta milik. Ia sendiri menjadi
teladan yang mengagumkan. Ada juga begitu
banyak bidaah (=ajaran sesat) selama masa
kepemimpinannya sebagai paus. Damasus
menjelaskan iman yang benar. Ia juga mengadakan
Konsili Ekumenis Kedua yang diselenggarakan di
Konstantinopel. Paus Damasus dengan sungguh-
sungguh berusaha membangkitkan semangat untuk
mencintai Kitab Suci. Ia menugaskankan Santo
Hieronimus untuk menerjemahkan Kitab Suci ke
dalam bahasa Latin. Ia juga mengubah bahasa resmi
liturgi dari bahasa Yunani - kecuali Kyrie - ke bahasa
Latin. Paus Santo Damasus wafat pada usia sekitar
delapanpuluh tahun pada tanggal 11 Desember 384.
Ia dimakamkan di samping ibu dan saudarinya di
sebuah kapel kecil yang dibangunnya.
P: 11 Desember
SANTO DAMIANUS dan SANTO KOSMAS (†
303)
Kedua martir yang kita rayakan pestanya
pada hari ini yaitu sepasang saudara kembar dari
Siria yang hidup pada abad
keempat. Mereka berdua
merupakan siswa-siswa yang
sangat terkenal dalam bidang
ilmu pengetahuan dan
keduanya menjadi dokter yang
hebat. Kosmas dan Damianus
memandang setiap pasien
sebagai saudara dan saudari
dalam Kristus. sebab itu,
mereka memberikan perhatian
besar kepada mereka semua
dan melakukan yang terbaik
dengan segenap kemampuan
mereka. Betapa pun banyaknya perhatian yang
harus mereka curahkan terhadap seorang pasien,
baik Kosmas maupun Damianus, tidak pernah
menerima uang sebagai imbalan atas pelayanan
mereka. Sebab itu, mereka diberi nama julukan
dalam bahasa Yunani artinya “tanpa uang sepeser
pun”.
Setiap ada kesempatan, kedua orang kudus
ini akan bercerita kepada para pasiennya tentang
Yesus Kristus, Putra Allah. Orang banyak menyukai
kedua dokter kembar ini, sebab nya dengan senang
hati mereka mendengarkan. Kosmas dan Damianus
seringkali memulihkan kesehatan, baik jiwa maupun
raga, para pasien yang datang mohon bantuan
mereka.
saat penganiayaan oleh Kaisar Diocletian
terhadap umat Kristiani dimulai di kota mereka,
kedua dokter ini segera ditangkap. Tak pernah sekali
pun mereka berusaha menyembunyikan cinta
mereka yang begitu besar terhadap iman Kristiani.
Mereka disiksa dan dianiaya, namun tak ada yang
dapat memaksa mereka untuk mengingkari iman
kepada Kristus. Mereka hidup bagi Dia dan menarik
begitu banyak orang kepada cinta-Nya. Pada
akhirnya, mereka berdua dijatuhi hukuman mati
pada tahun 303.
BEATO DAMIANUS de VEUSTER
(DAMIANUS dari MOLOKAI) (1840-15 April
1889)
Yoseph "Jeff" de Veuster dilahirkan pada
tahun 1840, putera seorang petani Belgia. Jeff dan
saudara laki-lakinya, Pamphile, masuk Kongregasi
Hati Kudus Yesus. Para misionaris Hati Kudus Yesus
berkarya demi iman Katolik di kepulauan Hawaii. Jeff
memilih nama “Damian.” Broeder Damian seorang
yang tinggi dan gagah. Tahun-tahun yang
dilewatkannya dengan bekerja di pertanian keluarga
telah menjadikan
tubuhnya sehat dan kuat.
Semua orang sayang
padanya, sebab ia baik
serta murah hati.
Hawaii
membutuhkan lebih
banyak misionaris
berkarya di sana. Jadi,
pada tahun 1863,
serombongan imam serta
broeder Hati Kudus Yesus
dipilih untuk diutus ke
sana. Pamphile, saudara
Damian, termasuk salah seorang di antara mereka.
Beberapa saat menjelang keberangkatan, Pamphile
terserang demam typhoid. Ia tidak lagi dapat
164
dipertimbangkan untuk diberangkatkan ke daerah
misi. Broeder Damian, yang saat itu masih dalam
pendidikan untuk menjadi imam, mohon agar
diijinkan menggantikan tempatnya. Imam kepala
mengabulkan permohonannya. Broeder Damian
pulang ke rumah untuk mengucapkan selamat
tinggal kepada keluarganya. Kemudian ia
menumpang kapal dari Belgia ke Hawaii, suatu
perjalanan yang memakan waktu delapan belas
minggu lamanya. Damian menyelesaikan
pendidikannya dan ditahbiskan sebagai imam di
Hawaii. Ia berkarya selama delapan tahun di tengah
umatnya di tiga daerah. Ia melakukan perjalanan
dengan enunggang kuda atau dengan kano (=
semacam sampan).
Umat menyayangi imam yang berperawakan
tinggi dan murah hati ini. Damian melihat bahwa
umatnya senang ikut ambil bagian dalam Misa dan
ibadat. Ia menggunakan sedikit uang yang berhasil
dikumpulkannya untuk membangun kapel. Ia sendiri
bersama umat paroki setempat membangun kapel
mereka. Bagian paling mengagumkan dalam hidup
Damian akan segera dimulai. Uskup meminta
seorang imam sukarelawan untuk pergi ke pulau
Molokai. Nama itu membuat orang bergidik
ketakutan. Mereka tahu bahwa bagian dari pulau itu
yang disebut Kalawao merupakan “kuburan hidup”
bagi orang-orang kusta. Tidak banyak yang
diketahui tentang penyakit kusta dan rasa ngeri
terjangkiti kusta memicu para penderitanya
dikucilkan. Banyak di antara mereka yang hidup
putus asa. Tidak ada imam, tidak ada penegak
hukum di Molokai, tidak ada fasilitas kesehatan.
Pemerintah Hawaii mengirimkan makanan serta
obat-obatan, namun jumlahnya tidak mencukupi. Lagi
pula tidak ada sarana yang dikoordinir untuk
membagikan barang-barang ini .
Pastor Damian pergi ke Molokai. Ia
terguncang melihat kemelaratan, korupsi serta
keputusasaan di sana. Walau demikian, ia bertekad
bahwa baginya tidak ada kata menyerah. Penduduk
Molokai sungguh amat membutuhkan pertolongan.
Pastor Damian pergi ke Honolulu guna berhadapan
dengan anggota majelis kesehatan. Mereka
mengatakan bahwa Pastor Damian tidak diijinkan
pulang pergi ke Molokai demi alasan bahaya
penularan kusta. Alasan sesungguhnya yaitu
bahwa mereka tidak menghendaki kehadirannya di
Molokai. Ia akan menimbulkan banyak masalah bagi
mereka. Jadi, Pastor Damian harus menetapkan
pilihan: jika ia kembali ke Molokai, ia tidak akan
pernah dapat meninggalkan tempat itu lagi. Para
majelis kesehatan itu rupanya belum mengenal
Pastor Damian. Ia memilih untuk tinggal di Molokai!
Pastor Damian berkarya delapan belas tahun
lamanya hingga wafatnya di Molokai. Dengan
bantuan para penderita kusta dan para sukarelawan,
Molokai mulai berubah. Kata Molokai memiliki arti
yang sama sekali baru. Pulau Molokai menjadi pulau
cinta kasih Kristiani. Lama kelamaan, Pastor Damian
juga terjangkit penyakit kusta. Ia wafat pada tangal
15 April 1889 dalam usia empat puluh sembilan
tahun dan dimakamkan di sana. Ia dinyatakan
“beato” oleh Paus Yohanes Paulus II pada tahun
1994.
DANIEL (abad ke-5 seb. Masehi)
Meski tinggal di istana raja Persia, pemuda
Yahudi ini lebih mentaati hukum Tuhan dibandingkan
perintah raja, sehingga ia dibuang ke dalam gua
singa. Daniel amat bijaksana dan adil, terutama
dalam perkara Susana (lih. Kitab Daniel)
A: Tuhan mengadili (H); P: 21 Juli
DANIEL STYLITES (409-493)
yaitu rahib yang bertapa di atas dua tiang
(=stylos;Y) dekat Konstantinopel. Ia menghuni
tempat sempit itu selama 33 tahun dan hanya turun
sekali untuk memperingatkan kaisar. Banyak orang
saleh dan berpangkat serta rakyat jelata meminta
nasehatnya. Kotbahnya sederhana dan lurus.
P: 11 Desember
DAVID (abad ke-10 seb. Masehi)
David atau Daud yaitu raja Israel yang
termashur, perebut benteng Yerusalem dan leluhur
Jesus dari Nazaret. Riwayat hidupnya dapat dibaca
dalam Kitab Samuel I dan II.
A: yang dicintai (H); L: anak pejuang melawan
raksasa Goliath sebagi pralambang pejuang
Jesus melawan setan; P: 29 Desember
DAVID atau DEWI († 601)
Biarawan dan uskup Menevia ini menjadi
pelindung Wales (Negara bagian Britania Raya).
P: 1 Maret
SANTO DAVID I dari SKOTLANDIA (1080-
24 Mei 1153)
David dilahirkan pada tahun 1080. Ia yaitu
putera bungsu St. Margareta, ratu Skotlandia, dan
suaminya yang baik,
Raja Malcolm. David
sendiri diangkat menjadi
raja saat usianya
empat puluh tahun.
Mereka yang
mengenalnya dengan
baik tahu betapa sedikit
minatnya dalam
menerima mahkota
kerajaan. namun , begitu
ia menjadi raja, ia
menjadi seorang raja
yang sangat baik bagi
rakyatnya.
St. David memerintah kerajaannya dengan
adil dan bijaksana. Ia amat murah hati pada kaum
miskin. Semua rakyatnya diijinkan menemuinya
kapan saja mereka kehendaki. Ia memberikan
teladan baik pada semua orang dengan teladan
cintanya akan doa. Di bawah pemerintahan raja
kudus ini, rakyat Skotlandia semakin bersatu padu
sebagai suatu bangsa. Mereka menjadi orang-orang
Kristen yang lebih baik. Raja David membentuk
keuskupan-keuskupan baru. Ia mendirikan banyak
biara-biara baru. Ia menyumbangkan banyak dana
bagi Gereja selama dua puluh tahun masa
pemerintahannya.
Dua hari sebelum raja mangkat, ia menerima
Sakramen Terakhir. Ia menghabiskan saat-saat
terakhirnya dengan berdoa bersama mereka yang
menemaninya. Keesokan harinya, mereka mendesak
raja untuk beristirahat. Raja David menjawab, “Lebih
baik aku memikirkan perkara-perkara Tuhan, agar
jiwaku diperkuat dalam perjalanan pulangnya dari
pembuangan ke rumah.” Rumah yang dimaksud raja
yaitu rumah surgawi kita. “jika aku berada di
hadapan pengadilan Tuhan, kalian tidak akan dapat
membelaku,” katanya. “Tak seorang pun akan dapat
membebaskanku dari tangan-Nya.” Jadi, ia tetap
terus berdoa hingga ajal menjemputnya. Santo
David wafat pada tanggal 24 Mei 1153.
P: 24 Mei
“Lebih baik aku memikirkan perkara-perkara Tuhan, agar
jiwaku diperkuat dalam perjalanan pulangnya dari
pembuangan ke rumah.” ~ Santo David dari Skotlandia
DEODATUS (443-473)
Menjadi uskup Nola, menggantikan Santo
Paulinus.
A: dikaruniakan oleh Tuhan; P: 27 Juni.
SANTO DEOGRATIAS († 457)
Kota Kartago di Afrika ditaklukkan oleh
pasukan barbar pada tahun 439. Penakluk mereka
yaitu kaum Vandal. Kaum Vandal menangkap
uskup dan para imam serta menempatkan mereka
dalam sebuah rakit tua yang besar, lalu
menghanyutkannya ke lautan. Sungguh ajaib,
mereka berhasil tiba di pelabuhan Naples dan
diselamatkan. namun , kota yang mereka tinggalkan
tidak lagi memiliki seorang uskup selama
empatbelas tahun lamanya. Kaisar Valentinian di
Roma meminta kepada Genseric, pemimpin kaum
Vandal, untuk mengijinkan seorang uskup lain
ditahbiskan bagi Kartago. Genseric setuju dan
seorang imam muda dari kota itu dipilih. Imam
ini disegani oleh para penakluk serta dicintai
oleh umat Kristiani. Namanya dalam bahasa Latin
yaitu “Deogratias,” yang berarti “syukur kepada
Allah.” Uskup Deogratias berkarya demi iman serta
kesejahteraan seluruh penduduk Kartago.
Kemudian, Genseric menjarah kota Roma. Ia
kembali ke Afrika dengan membawa ratusan budak
belian, baik laki-laki, wanita maupun anak-
anak. Keluarga-keluarga ini ditawan dan
dibagi-bagikan di antara kaum Vandal dan Moor.
Genseric sama sekali tidak mempedulikan ikatan
keluarga. Anggota-anggota keluarga diperjualbelikan
secara perorangan serta dipisahkan dari orang-orang
yang mereka kasihi.
Uskup Deogratias mendengar tentang tragedi
ini . saat kapal-kapal yang mengangkut para
budak tiba di Kartago, ia membeli budak-budak
ini sebanyak yang ia mampu. Ia memperoleh
uangnya dengan menjual peralatan, jubah-jubah
serta hiasan-hiasan Gereja. Ia dapat membebaskan
banyak keluarga. Ia mendapatkan tempat-tempat
penampungan bagi mereka. saat rumah-rumah itu
telah penuh terisi, ia mempergunakan dua gereja
besar untuk menampung orang-orang yang
diselamatkannya itu. Uskup membeli selimut serta
segala kebutuhan lainnya agar mereka dapat merasa
nyaman di lingkungan mereka yang baru.
Uskup Deogratias wafat hanya tiga tahun
sesudah ia menjabat sebagai uskup Kartago.
Tenaganya sepenuhnya terkuras habis demi
pengabdian serta pelayanan belas kasihnya. Orang-
orang yang ia selamatkan tidak akan pernah
melupakannya. Ia wafat pada tahun 457.
DESIDERIUS († 607)
yaitu uskup Vienne (Perancis). Ia difitnah
melakukan skandal dengan seorang wanita, susaha
dapat dipecat oleh raja dan diasingkan selama
beberapa tahun. Sekembalinya dari pembuangan ia
memperingatkan raja yang bejat hidupnya.
Akibatnya, ia dibunuh oleh tentara kerajaan.
A: yang dapat diharapkan; B: Desire, Daisy (♀);
P: 23 Mei. Deetje: panggilan akrab untuk
Desire; panggilan akrab untuk wanita dari
Desiderius
DIANA, SESILIA dan AMIATA (abad ke-13)
yaitu suster-suster Dominikan pertama dari
Bologna Italia. Sesudah hidup berfoya-foya, Diana
bertobat dan sekalipun ditentang oleh famili ia
masuk biara.
P: 9 Juni
BEATO DIDAKUS YOSEPH (29 Maret 1743-
1801)
Beato Didakus Yoseph dilahirkan pada
tanggal 29 Maret tahun 1743 di Cadiz, Spanyol. Ia
dibaptis dengan nama
Yoseph Fransiskus. Kedua
orangtuanya taat beragama
serta saleh. Mereka amat
senang jika putera kecil
mereka membangun sebuah
altar serta menghiasinya.
Yoseph kecil akan berlutut
dan berdoa kepada Yesus,
Bunda Maria dan St. Yosef.
saat Yoseph sudah cukup besar, ia belajar
menjadi pelayan altar di gereja Fransiskan Kapusin
dekat rumahnya. Yoseph belajar mencintai Misa. Ia
biasa bangun pagi-pagi benar agar dapat tiba di
gereja setiap pagi menunggu pintu-pintu gereja
dibuka. Tak pernah sekali pun ia absen. Salah
seorang dari para imam atau broeder Kapusin
memberinya sebuah artikel tentang kisah hidup para
santo Kapusin. Yoseph membacanya dan
membacanya lagi. Yoseph membaca setiap cerita
dengan seksama. Ia mulai mencintai para kudus
yang miskin serta bersahaja seperti Yesus. Tibalah
harinya saat ia mohon agar dapat bergabung
dalam Ordo Saudara-Saudara Dina Kapusin
(OFMCap). Ia diterima dan pergi ke Seville, Spanyol
untuk novisiat (masa percobaan sebagai latihan
rohani sebelum mengucapkan kaul biara). Ia
memulai hidup baru dengan nama yang baru pula,
Frater Didakus.
Setalah melewati tahun-tahun persiapan,
Frater Didakus ditahbiskan sebagai imam. Ia diutus
untuk mewartakan Injil Yesus. Ia sangat senang
akan tugas ini. Homili-homilinya sangatlah jelas
serta penuh kasih sehingga orang senang
mendengarnya. Mereka bahkan membawa teman-
teman mereka untuk mendengarkan khotbahnya
juga. Segera saja, gereja biasa menjadi terlalu kecil
bagi orang banyak itu. Jika Pastor Didakus
berkhotbah, pewartaan ini perlu diadakan di
lapangan terbuka, biasanya di alun-alun kota atau di
pinggir jalan. Pastor Didakus amat senang
berkhotbah tentang Tritunggal Mahakudus. Ia juga
selalu siap sedia mendengarkan pengakuan dosa. Ia
senang jika umat datang untuk menerima
Sakramen Rekonsiliasi. jika waktunya luang,
Pastor Didakus mengunjungi penjara-penjara atau
rumah-rumah sakit. Ia juga mengunjungi panti-panti
jompo. Pastor Didakus wafat pada tahun 1801 dan
dinyatakan sebagai “beato” oleh Paus Leo XIII pada
tahun 1894.
DIEGO atau DIDAKUS OFM dari ALCALA
SPANYOL (1400-1463)
yaitu bruder saleh yang menaruh banyak
perhatian pada orang miskin. Seseharinya ia hamper
selalu melakukan pekerjaan remeh dan kasar.
B: Diaz; P: 13 Nopember
DIEGO de ROZARIO OP dan ANDREAS de
PORTUGAL OP († 1590)
Mereka berdua dibunuh saat sedang
mengadakan perjalanan ke daerah misi di Solor pada
waktu mendarat di salah satu pelabuhan di Jawa.
(Salah satu dari Orang-orang Kudus di
Indonesia)
DIMITRIJ (1651-1709)
Anak seorang tentara Kosak ini menjadi
uskup di Rostov (Rusia). Ia amat disegani orang
sebagai ilmiawan, pengarang dan pengkotbah ulung.
Dimitrij membela Gereja dari pengawasan Negara,
memajukan sekolah dan teologi skolastik.
P: 21 September (dalam Gereja Orthodox)
173
DIONISIA († 484)
Bersama dengan anaknya, yaitu Mayorikus,
dibakar hidup-hidup oleh tentara Vandal di Afrika
Utara. Saudarinya, yakin Dativa, bersama orang-
orang Kristen lain mengalami nasib yang sama.
Sementara itu pasukan Vandal menguliti hidup-hidup
seorang rahib, yaitu Tertius dan seorang dokter
bernama Emilianus.
A: Dativa: yang diberi; Mayorikus: yang lebih
besar (L); P: 6 Desember
DIONISIUS AGUNG († 265)
yaitu uskup Alexandria (Mesir) dan katekis
yang termasyur. Ia terpaksa mengungsi beberapa
kali ke gurun pasir Libia. Dionisius bersikap lunak
terhadap pendosa yang murtad dalam penganiayaan
namun bertobat. Dalam jaman yang sulit itu ia amat
rajin menguatkan iman umatnya.
A: milik dewa Zeus (Y); B: Denis; Dionisia (♀);
Sydney yaitu bentuk dari Saint Denys; P: 17
Nopember
BEATO DIONISIUS a NATIVITATE (12
Desember 1600-29 Nopember 1638) &
BEATO REDEMPTUS a CRUCE Martir
Indonesia (1598-29 Nopember 1638)
Pierre Berthelot (Jr) dilahirkan di kota
pelabuhan Honfleur, Calvados, Perancis, pada
tanggal 12 Desember 1600.
Ia yaitu yang sulung dari
sepuluh anak pasangan
Pierre Berthelot (Sr) dan
Fleurie Morin. Ayahnya
seorang dokter dan kapten
kapal.
Sejak usia duabelas
tahun, Pierre telah
mengikuti ayahnya
mengarungi samudera luas.
Pada tahun 1619, saat
usianya sembilanbelas
tahun, Pierre yang telah
menjadi seorang pelaut ulung ikut berlayar dalam
suatu ekspedisi dagang Perancis ke India sebagai
ahli navigasi. Malang, kapalnya diserang VOC
Belanda dan ia dibawa sebagai tawanan ke Jawa.
sesudah bebas, Pierre menetap di Malaka, di mana ia
bekerja pada angkatan laut Portugis. Pierre seorang
yang gagah berani dan jenius; karirnya begitu
gemilang. Raja Portugis menyebutnya sebagai “ahli
navigasi dan pembuat peta Asia” yang luar biasa.
Peta-peta laut yang dibuatnya amat terkenal, antara
lain peta pulau Sumatera yang hingga kini disimpan
di Museum Inggris. Ekspedisi pelayaran kerap
membawanya ke Goa, India, di mana ia berkenalan
dengan Biara Karmel Tak Berkasut dengan kepala
biaranya, P Philip dari Trinitas. Pada tahun 1634,
saat usianya tigapuluh empat tahun, Pierre
meninggalkan karirnya untuk menggabungkan diri
dalam Biara Karmel. Pada tanggal 25 Desember
1636, ia mengucapkan kaulnya dan menerima nama
biara Dionisius a Nativitate. Dionisius mendapat
karunia kontemplasi; pada lebih dari satu
kesempatan, pada saat berdoa, ia tampak dilingkupi
oleh semarak surgawi. Di Biara Karmel itulah,
Dionisius bertemu dengan Redemptus a Cruce.
Thomas Rodriguez da Cunha, dilahirkan di
Paredes, Portugal pada tahun 1598, putera dari
pasangan petani yang miskin namun saleh. Ia masuk
dinas ketentaraan Portugis dan ditugaskan ke India.
Pada tahun 1615, Thomas meninggalkan karirnya
untuk menggabungkan diri dalam Biara Karmel di
Goa. Ia menjadi seorang broeder Karmel dengan
nama Redemptus a Cruce, yang melayani sebagai
portir [= penjaga pintu] dan sakristan. Redemptus
yaitu seorang yang amat menyenangkan,
bersahabat dan periang. saat ditugaskan pergi
dalam ekspedisi ke Sumatera, ia berkelakar dengan
teman-teman sebiara agar mereka melukis dirinya,
kalau-kalau ia nanti wafat sebagai martir.
Pada tahun 1638 Raja Muda Portugis di Goa,
Peter da Silva, bermaksud mengirim utusan ke Aceh,
yang baru saja berganti penguasa dari Sultan
Iskandar Muda ke Sultan Iskandar Thani. Ia
bermaksud menjalin hubungan persahabatan sebab
hubungannya dengan sultan terdahulu tidak begitu
baik. Raja Muda meminta Karmelit untuk
mengijinkan Dionisius ikut dalam rombongan
delegasi sebagai pembimbing rohani, sekaligus
sebagai ahli maritim, pula seorang yang fasih
berbicara bahasa Melayu. Komunitas Karmel harus
taat pada keputusan pemerintah. sebab nya, studi
Dionisius dipercepat agar ia dapat ditahbiskan
sebagai imam. Dan akhirnya, pada tanggal 24
Agustus 1638, Dionisius ditahbiskan menjadi imam
oleh Mgr. Alfonso Mendez. Untuk perjalanan ke Aceh
ini, P Dionisius minta ijin agar Broeder Redemptus
diperkenankan ikut bersamanya sebagai rekan
seperjalanan.
Pada tanggal 25 September 1638, Pater
Dionisius dan Broeder Redemptus pun meninggalkan
Goa bersama rombongan misi perdamaian dan
perdagangan Portugis. Perjalanan yang lancar
membawa mereka tiba dengan selamat di Aceh pada
tanggal 25 Oktober 1638. Mereka berlabuh di Ole-
Ole (sekarang bernama Kotaraja) dan disambut
dengan ramah oleh penduduk setempat. namun
keramahan warga Aceh ternyata hanya
merupakan tipu-muslihat saja. Orang-orang Belanda
telah menghasut Sultan Iskandar Thani dengan
menyebarkan isu bahwa bangsa Portugis datang
untuk mengkatolikkan bangsa Aceh yang sudah
memeluk agama Islam. Sekonyong-konyong kedua
biarawan ditangkap dan dijebloskan ke dalam
penjara hingga sebulan lamanya. sebab tetap
menolak untuk mengingkari iman, kedua biarawan
dijatuhi hukuman mati. Di pesisir pantai, P Dionisius,
dengan salib di tangannya, dipaksa menyaksikan
mereka menggorok leher Redemptus yang lebih dulu
menjadi martir. Selanjutnya, algojo yang beringas
dengan sekuat tenaga menghunuskan kelewang dan
tombak ke arah Dionisius. namun sungguh ajaib,
seolah ada suatu kekuatan dahsyat yang menahan,
sehingga para algojo tidak berani maju. Sadar akan
hal itu, P Dionisus segera mengatupkan kedua
tangannya berdoa memohon kepada Tuhan agar
kerinduannya menjadi seorang martir dikabulkan.
Dan permohonan orang kudus ini didengarkan
Tuhan. Seorang algojo - seorang Kristen Malaka
yang murtad - mengangkat gada dan disambarkan
keras-keras ke kepala P Dionisius, disusul dengan
kelewang yang memisahkan kepala Dionisius dari
tubuhnya.
Kemartiran Dionisius dan Redemptus
sungguh berkenan di mata Tuhan. Selama tujuh
bulan, jenazah tidak hancur, melainkan tetap segar
seolah sedang tidur. Menurut saksi mata, jenazah P
Dionisius amat merepotkan warga sekitar,
sebab setiap kali dibuang, entah ke dalam laut
maupun ke tengah hutan, senantiasa kembali lagi ke
tempat di mana ia dimartir. Akhirnya, jenazah
dengan hormat dimakamkan di Pulau Dien (`pulau
buangan') dan di kemudian hari dipindahkan ke Goa,
India. Para saksi iman itu wafat sebagai martir pada
tanggal 29 Nopember 1638. Dionisius dan
Redemptus dimaklumkan sebagai `beato' oleh Paus
Leo XIII pada tanggal 10 Juni 1900. Pesta kedua
biarawan Karmel ini dirayakan oleh segenap
Karmelit pada tanggal 29 November. Di Indonesia,
pesta B Dionisius dan B Redemptus dirayakan
sebagai peringatan wajib setiap tanggal 1
Desember.
Dionisius (Pierre Berthelot) lahir di Honfleur
(Perancis, 1600) dan Redemptus a Cruce
(Thomas Rodrigues da Cunha) lahir di
Paredes (Spanyol, 1598); biarawan Karmel dan
martir di Aceh (Nopember 1638); termasuk
orang-orang Kudus di Indonesia. Digelarkan
beato (yang bahagia) tahun 1900; P: 1
Desember
SANTO DIONISIUS (SANTO
DENIS) dkk
St Dionisius amat populer
di Perancis. Ia diangkat sebagai
santo pelindung Perancis. sebab
ia hidup di awal sejarah
kekristenan - dalam abad ketiga -
kita tidak tahu sebanyak yang ingin kita ketahui
tentangnya.
Yang kita tahu, Dionisius dilahirkan di Italia.
Ia datang ke Perancis dan menjadi Uskup Paris. Ia
tengah mewartakan Kabar Gembira Yesus saat ia
dan dua rekannya wafat sebagai martir. Konon,
rekannya itu yaitu seorang imam dan yang lainnya
seorang diakon. Komunitas Kristiani senantiasa
mengenangkan para martir yang gagah berani ini.
Pada awalnya, mereka dapat membangun sebuah
kapel kecil demi menghormati kemartiran para
kudus kita ini. Di kemudian hari, kapel ini
menjadi sebuah gereja besar, Gereja St Dionisius.
St Dionisius dan kawan-kawannya
mengingatkan kita akan baik laki-laki, wanita
maupun anak-anak yang gagah berani yang telah
mendahului kita. Mereka mewariskan kepada kita
teladan hidup mereka. Mereka juga mengingatkan
kita bahwa mereka akan membantu kita sekarang ini
jika kita memintanya.
Dionisius atau Denis (abad ke-3), diutus oleh
Paus ke Paris untuk menjadi uskup, namun diatas
bukit yang sekarang disebut ‘Montmatre’
(bukit martir) ia dibunuh bersama dengan imam
Rustikus dan diakon Eleutrius. P: 9 Oktober
DISMAS (ABAD KE-1)
Konon dialah penyamun yang disalib di
sebelah kanan Jesus dan bertobat (Luk. 23, 39-43).
Ia dipandang sebagai teladan bagi orang yang perlu
bertobat secara sempurna dan santo pelindung
orang yang dihukum mati.
P: 23 Desember.
DOLORES
yaitu nama yang dibentuk dari ‘Mater
Dolorosa’ yaitu Maria yang menanggung derita.
P: 15 September.
SANTO DOMINIKUS (1170-7 Agustus
1221)
Dominikus dilahirkan di Castile, Spanyol pada
tahun 1170. Ia yaitu putera keluarga Guzman.
Ibundanya yaitu Beata
Yoana dari Aza. saat
Dominikus berusia tujuh
tahun, ia mulai
bersekolah. Pamannya,
seorang imam,
membimbingnya dalam
pelajaran. sesudah
beberapa tahun lamanya
belajar, Dominikus
menjadi seorang imam
juga. Ia hidup dengan
tenang dalam doa dan
ketaatan bersama para
imam lainnya. namun Tuhan memiliki rencana
yang indah bagi Dominikus. Ia dipanggil untuk
mendirikan suatu ordo religius yang baru. Ordo
ini diberi nama Ordo Praedicatorum (OP =
Ordo Para Pengkhotbah) atau “Ordo Santo
Dominikus”, sesuai namanya.
Para imam Dominikan berkhotbah tentang
iman. Mereka berusaha meluruskan kembali ajaran-
ajaran sesat yang disebut bidaah. Semuanya itu
bermula saat Dominikus sedang dalam perjalanan
melewati Perancis Selatan. Ia melihat bahwa bidaah
Albigensia telah amat membahayakan orang banyak.
Dominikus merasa berbelas kasihan kepada mereka
yang bergabung dengan bidaah sesat ini . Ia
berusaha menyelamatkan mereka. Para imam
Dominikan pada akhirnya berhasil mengalahkan
bidaah yang amat berbahaya ini dengan doa,
teristimewa dengan Doa Rosario. Dominikus juga
mendorong umatnya untuk bersikap rendah hati dan
melakukan silih. Suatu saat seseorang bertanya
kepada St Dominikus artikel apakah yang ia
pergunakan untuk mempersiapkan khotbah-
khotbahnya yang mengagumkan itu. “Satu-satunya
artikel yang aku pergunakan yaitu artikel cinta,”
katanya. Ia selalu berdoa agar dirinya dipenuhi cinta
kasih kepada sesama. Dominikus mendesak para
imam Dominikan untuk membaktikan diri pada
pendalaman Kitab Suci dan doa. Tidak seorang pun
pernah melakukannya lebih dari St. Dominikus dan
para pengkhotbahnya dalam menyebarluaskan
devosi Rosario yang indah.
St. Dominikus seorang pengkhotbah ulung,
sementara St. Fransiskus dari Assisi seorang imam
miskin yang rendah hati. Mereka berdua bersahabat
erat. Kedua ordo mereka yaitu Dominikan dan
Fransiskan membantu umat Kristiani hidup lebih
kudus. Para imam Dominikan mendirikan biara-biara
di Paris - Perancis, Madrid - Spanyol, Roma dan
Bologna - Italia. Semasa hidupnya Dominikus juga
melihat ordo yang didirikannya berkembang hingga
ke Polandia, Skandinavia dan Palestina. Para imam
Dominikan juga pergi ke Canterbury - London, dan
Oxford di Inggris. Santo Dominikus wafat di
Bologna pada tanggal 7 Agustus 1221. Sahabat
dekatnya, Kardinal Ugolino dari Venisia kelak
menjadi Paus Gregorius IX. Ia menyatakan
Dominikus sebagai orang kudus pada tahun 1234.
Dominikus, pendiri Ordo Para Pengkotbah;
lahir di Kalaruega Spanyol (1170); dan wafat di
Bologna Italia (1221); A: milik Tuhan; B:
Domenico, Domingo, Domi (♂); Dominique (♀);
L: bintang dan anjing dengan obor dimoncong;
atau Bunda Maria sedang menyerahkan rosario
kepada seorang biarawan berjubah putih,
dengan mantol hitam; P: 8 Agustus.
SANTO DOMINIKUS SILOS (20 Desember
1073)
Dominikus, seorang anak Spanyol
penggembala domba, dilahirkan pada awal abad
kesebelas. Ia melewatkan sebagian besar waktunya
seorang diri dengan ditemani kawanan dombanya di
lembah pegunungan Pyrenees. Di sanalah ia mulai
mencintai doa. Segera Dominikus menjadi seorang
biarawan, seorang biarawan yang amat baik. Ia
diangkat menjadi abbas (artinya pemimpin biara)
dan membawa banyak kemajuan bagi biaranya.
namun , suatu hari Raja Garcia III dari
Navarre, Spanyol menyatakan bahwa sebagian dari
harta milik biara yaitu
miliknya. St. Dominikus
menolak memberikannya
kepada raja. Ia berpendapat
bahwa tidaklah benar
menyerahkan harta milik
Gereja kepada raja.
Keputusannya ini membuat
raja amat murka. Ia
memerintahkan Dominikus
untuk segera meninggalkan
kerajaannya. Abbas Dominikus
serta para biarawannya
disambut dengan hangat oleh
seorang raja lain, Ferdinand I dari Castile. Ferdinand
mengatakan bahwa mereka boleh menempati suatu
biara tua yang dikenal sebagai biara St. Sebastianus
di Silos. Biara ini terletak di suatu daerah yang
terpencil dan dalam keadaan rusak parah. namun
dengan Dominikus sebagai kepala biaranya, segera
saja biara ini berubah penampilannya.
Malahan, Dominikus menjadikannya sebagai salah
satu biara yang paling terkenal di seluruh Spanyol.
St. Dominikus mengadakan banyak mukjizat dengan
menyembuhkan berbagai macam penyakit.
Bertahun-tahun sesudah kematiannya, St.
Dominikus menampakkan diri kepada seorang isteri
dan ibu. Nama wanita itu ialah Yoana, sekarang
dikenal sebagai Beata Yoana dari Aza. St. Dominikus
mengatakan kepadanya bahwa Tuhan akan
mengirimkan seorang anak laki-laki lagi kepadanya.
saat puteranya itu lahir, Yoana memberinya nama
Dominikus sebagai ungkapan rasa syukurnya.
Dominikus inilah yang kelak menjadi St. Dominikus
yang agung, pendiri Ordo Dominikan. St. Dominikus
dari Silos wafat pada tanggal 20 Desember 1073.
DOMINIKUS († 1060)
Menjadi imam sebab jabatan itu dibeli oleh
orang tuanya. Namun ia merasa tidak pada
tempatnya, sehingga mencari tempat sepi dan
bertapa keras. Kemudian ia menjadi pemimpin biara
di Frontale Italia.
P: 14 Oktober
SANTO DOMINIKUS SAVIO (2 April 1842-9
Maret 1857)
Santo Dominikus Savio yaitu santo
pelindung remaja, khususnya remaja putra. Ia juga
diangkat menjadi
pelindung paduan
suara remaja putra,
pelindung remaja
yang diperlakukan
tidak adil serta
pelindung bagi
mereka yang tak
bersalah namun
dikenai tuduhan
palsu. Jadi, jika
kalian punya
masalah dengan
teman-teman
sebayamu, atau gurumu, atau orangtuamu, atau
masalah remaja lainnya, janganlah ragu-ragu untuk
memohon bantuan doa darinya.
MASA KECIL
Dominikus Savio (Dominic artinya milik
Tuhan) dilahirkan pada tanggal 2 April 1842 di Riva,
Chieri, Italia. Ia yaitu seorang dari kesepuluh
putra-putri pasangan Carlo dan Birgitta Savio.
Ayahnya seorang pandai besi sementara ibunya
seorang penjahit.
Sejak masa kecilnya, Dominikus amat
mengasihi Tuhan. Suatu hari, saat usianya baru
empat tahun, Dominikus menghilang. Ibunya, yang
dengan cemas mencarinya, akhirnya mendapatkan
puteranya itu di sudut ruangan dengan tangannya
terkatup dan kepalanya tertunduk. Ia khusuk
berdoa! Pada usia lima tahun, sesudah memohon
dengan sangat, Dominikus diijinkan untuk menjadi
Putera Alt




