an mereka meninggalkannya, lalu ketika
murid-murid mengelilinginya dia bangkit lalu msuk kedalam kota, baru setelh keesokn
harinya ia bersama-sama dengan Barnabas ke Derbe. Orang-orang yang mengelilinginya
untuk memakamkan mayatnya. Pada saat itu Paulus bangkit kembali (lihat 2 Timotius 3:11)
ada penafsir mengatakan bahwa pada saat itu Paulus sudah mati tetapi kemudian bangkit
kembali. Tetapi hal itu tidak terlalu jelas, namun bir bagaimanapun bahwa apapun yng terjadi
itu adalah suatu mukjizat. Lalu ia masuk ke kota Listra, hal itu menunjukkan sikap Paulus
yang gagah yang tidak takut terhadap penganyiayaan. Ia meneruskan pemberitaan Injil
dihadapan orng-orang yang membencinya dengan berani.
Kemudian ayat 21 menjelaskn tentang hasil yng dicapai dri pemberitaan Paulus dan
Barnabas di kota Derbe, dimana diktakan banyak orang yang menjadi murid (banyak orang
yang menjadi percaya). Selanjutnya ayat 22, memberitahukan bahwa di Listra, Ikonium dan
Antiokia Barnabas dan Paulus menguatkan hati murid-murid dan menasehati supaya mereka
mereka bertekun dalam iman artinya berpegng dengn teguh dan sabar (to persevere).
Sekalipun akan mengalami banyak sengsara. Kemudian ayat 23 memberikan penjelasan
bahwa di tiap-tiap jemaat rasul-rasul itu menetapkan penatua-penatua agar mereka
mengatur jemaatnya. Berdoa dan berpuasa adalah sutu tindakan yang menunjukkn berdoa
sungguh-sungguh untuk suatu hal yang penting. Paulus mementingkan untuk mendirikan
jemaat dimana belum ada jemaat (1 Korintus 9:16). Tidak hanya demikian ia menganggap
jemaat yang telah berdiri juga adalah penting. Ia tidk dapat membiarkan jemaat-jemaat itu
79
begitu saja tanpa pemimpin. Ia mengangkat pentua-penatua dan menyerhkan mereka dan
jemaatnya kepada Tuhan dengan berdoa dan berpuasa. Ayat 24-25 menjelaskan bahwa
Paulus dan Barnabas datang ke Psidia kemudian pergi kea rah Selatan dan akhirnya tiba di
Pamfilia pulau dimana kota Perga berada. Atalia adalah pelabuhan yang berada di pantai
Perga. Selanjutnya ayat 26 di katakana bahwa mereka berlayar menuju Antiokia, dimana
mereka dahulu diserahkan menjadi tenaga misi luar negeri, mereka pulang setelah mereka
melakukan tugas mereka dengan baik yaitu untuk memberitakan Injil. Selanjutnya ayat 27-
28, menjelaskan bahwa setelah mereka tiba di Antiokia, mereka mengumpulkan jemaat dan
mereka menceritakan apa yng telah dilakukan Tuhan lewat perantaraan mereka, dimana
kepada bangsa-bangsa lain anugerah keselamatan juga di curahkan Allah dengan Cuma-
Cuma.
b. Persoalan di Gereja Bukan Yahudi dan Sidang di Yerusalem (15:1-35)
Keberhasiln penginjilan di kalangan bukan Yahudi telah menyebabkan munculnya persoalan
yang paling penting di gereja mula-mula – yaitu hubungan diantara orng percaya Yahudi dan
bukan Yahudi serta bagaimana orng-orang bukan Yahudi itu dapat diterima sebagai anggota
gereja. Pada masa sebelumnya, gereja terdiri atas orang-orang Yahudi, dan sebab itu
penginjilan terhadap orang bukan Yahudi sebagaimana di tugskan oleh Tuhan kit belum
diperhitungkan. Filipus membawa Injil kepada orang Samaria, dan Petrus, sesudah
dipersipkan oleh Allah, berhasil mengatasi keberatanya sebagi orng Yahudi lalu
memberitakan Injil kepada Kornelius, dengan demikian ambil bgian dalam persekutuan
penuh dengan kalngan bukan Yahudi. Pendirian gereja non-Yahudi di Antiokia dan
keberhasilan pemberitaan Injil kepada kalangan non Yahudi di Galatia kini memfokus pada
persoalan yang harus segera diatasi.
Ayat 1, Di gereja Yerusalem ada golongan yang bersikukuh bahwa jikalau orang-
orang bukan Yahudi itu tidak disunat menurut adat istiadat yang diwariskan oleh Musa
mereka tidak mungkin selamat dan diterima sebagai anggota gereja. Sampai sekarang juga
masih banyak orang Kristen yang meragukan bahwa keselamatan dapat dicapai hanya
sebab percaya kepada Yesus Kristus. Sama seperti orang-orang Kristen Yahudi yang
menganggap bahwa keselamatan dapat dicapai sebab anugerah ditambah dengan
perbuatan sunat dan adat istiadat Musa. Mereka sungguh-sungguh bersalah sebab tidak
mengakui bahwa manusia diselamatkan hanya oleh salib Kristus Yesus dan sebaliknya
mereka menyarankan sunat sebagai syarat keselamatan. Mereka tidak mengetahui bahwa
peraturn sunat telah diakhiri Kristus yang telah menyelesikan tujuan-Nya (Roma 10:4; Filipi
3:3). Manusia cenderung tidak percaya atas kselamatan yang sempurna oleh sebab
kematian Kristus. Sebaliknya ingin menambah hal lain yang diperbuat mnusia di atas
kematian-Nya untuk memperoleh keselamatan. Pemikiran demikian, yakni berpikir bahwa
demi keselamatan harus ada suatu usaha manusia diatas kematian Kristus disalib adalah
dosa yang menjatuhkan atau merendahkan makna kemtian Kristus di salib. Orang-orang
Kristen Yahudi yang menyarankan Musa sebagai tambahan yang harus dituruti untuk
keselamatan agaknya berlatar belakang Farisi, hal ini terlihat dari ayat 5. Mereka orang
Yahudi yang paling kolot. Golongan ini juga menganggap bahwa agama Kristen sebagai
suatu aliran didalam Yudaisme. Mereka tetap mempertahankan dan memelihara semua
kebiasaan dan adat yang ada dalam hukum Taurat, dengan hanya menambahkan Injil
tentang kematian dan kebangkitan Yesus selaku Mesias yang dijanjikan. Orang-orang Farisi
yang bertobat bersikeras bahwa orang bukan Yahudi harus juga menjadi orang Yahudi jika
hendak menjadi Kristen. Persoalan ini sudah dimunculkan di dalam gereja. Seandainya,
sebab tampaknya mungkin demikian, Galatia 2:1-10 menguraikan kunjungan ketika terjdi
bencana kelaparan sebagimana di kisahkan dalam Kisah Para Rasul 11:27-30. Maka para
pemimpin di Yerusalem pada dasarnya telah menyetujui pemberitaan Injil oleh Paulus
kepada kalangan bukan Yahudi dan tidk bersikukuh bahwa orang-orang itu harus disunat.
Petrus menyetujui kebijakan ini; sebab beberapa wktu kemudian, ketika dia tiba di Antiokia,
Petrus menunjukkan bahwa dia sudah memahami pelajaran yang disampaikan kepadanya
melalui penglihatan, dan dengan leluasa makan semeja dengan orang percaya bukan
Yahudi (Galatia 2:11,12). Kini terdapt dua macam gereja: Gereja Yahudi di Yeruslem dimana
orang Kristen Yahudi bebas melanjutkan kebiasaan menaati hukum Taurat Perjanjian Lama,
tetapi selaku orang Yahudi dan bukan selaku orng Kristen; serta gereja orang bukan Yahudi
di Antiokia dimana tidak satupun kewajiban upacara Yahudi dilaksanakan. Petrus menyetujui
kebebasan orang bukan Yahudi dari kewajiban menaati hukum taurat; maka ketika berada di
tengah-tengah orang yng bukan Yahudi, dia mengesmpingkan kebiasaan Yahudinya demi
80
persekutuan Kristiani.Golongan “sayap kanan” di Yerusalem melihat sesuatu yang tidak
disadari oleh Petrus: Yaitu bertumbuhnya gereja orng bukan Yahudi pasti berarti berakhirnya
gereja Yahudi. Meningkatnya hubungan diantara kedua gereja ini membuat orang-orang
Kristen Yahudi akhirnya hrus mengikuti teladn Petrus dan mengesampingkan kebiasan-
kebiasaan Yahudi mereka. sebab itu ketika ada beberapa orang datang dari kalangn
Yakobus ke Antiokia (Galatia 2:12), mereka menuduh Petrus meninggalkan hukum Taurat
dan mengtakan kepadanya bhwa tindakannya ini berarti mengakhiri Yudaisme. Petrus
tidak menyadari kemungkinan ini sebelumnya. sebab itu dia mengundurkn diri dari
meja persekutuan dengan orang-orang bukan Yahudi untuk merenungkan kembali situasi
itu. tindakannya ini lngsung mengakibatkan keresahan dan perpecahan diantara jemaaat di
Antiokia. Paulus langsung menyadari akibat dari tindakan Petrus ini ; tindakan Petrus
itu pasti mengkibatkan dua gereja yang terpisah – gereja Yahudi dan gereja bukan Yahudi.
Pilihanya ialah orang Kristen Yahudi harus mengesmpingkan kebiasaan Yahudi mereka dan
duduk bersekutu dengan orang Kristen non-Yahudi, atau orng Kristen non-Yahudi harus
tunduk pada hukum Musa; Jika tidak demikian gereja akan pecah. Selaku orang Yahudi
Paulus bersedia saja melakukan kebiasaan-kebiasaan Yahudi. Tetpi dia bersikukuh bahwa
ketika orang Kristen Yahudi memasuki gereja orang Kristen non-Yahudi, mereka harus
meninggalkan semua kebiasaan-kebiasaan Yahudi mereka dan bersekutu dengan orang-
orang bukan Yahudi. Pandangan Paulus rupanya berlaku, tetapi kalangan yahudi di
Yerusalem tidak puas. Mereka datang ke Antiokia lagi dn menandskan bahwa orang bukan
Yahudi harus disunat jika hendak menjadi orang Kristen.
Ayat 2, menjelaskan bahwa Paulus dan Barnabas sangat menentang pengajaran
Yudaizer itu. Paulus dan Barnabas berpendapt bahwa keselamatn hanya datang oleh salib
Kristus. Oleh sebab itu terjadilah perlawanan dan perbantahan sebab orang-orang
Zionisme menuntut sunat sebagai syarat untuk diselamatkan. Jemaat Antiokia mengirim
wakilnya ke Yerusalem agar mengadakan persidangan mengenai soal itu.
Ayat 3, menjelaskan bahwa keberangkatan Paulus dan Barnabas serta beberapa
orang dari jemaat Antiokia menuju Yerusalem untuk mengadakn pertemuan dengan rasul-
rasul disana mengenai permasalahan itu. Paulus dan Barnabas beserta team berjalan
melalui daerah Fenesia dan Samaria dan disana mereka menceritakan tentang orang-orang
kafir yng mendapat keselamatan tanpa sunat. Barangkali kesempatan yang semacam ini
juga dipergunakan untuk mendengar tanggapan dari jemaat-jemaat tentang hl itu, dan
ternyata bahwa hal itu menggembirakan hati mereka. Ayat 4-5, menjelaskan bahw gerej di
Yerusalem menymbut delegsi ini dan mendengarkan kisah tentang keberhasilan gerej
bukan Yahudi di Antiokia dan tentang pemberitaan Injil kepada kalangan bukan Yahudi di
Galatia. Sesudah itu keberatan diajukan oleh orng-orng yng sudh bertobat dari golongn
Farisi yng bersikukuh bahwa orang bertobat dri golongn bukan Yahudi hrus menjadi orang
Yahudi yng menaati hukum Musa. Keadaan ini mendorong diadakanya sidng resmi antara
rasul-rasul dan penatua-penatua jemaat Yerusalem beserta delegasi dari Antiokia (ayat 6).
Kalau kita melihat ayat selanjutnya (12 dan 22) menunjukkan bahwa seluruh gereja ikut
dalam mengmbil keputusan.
Ayat 7-9 menjelaskan bahwa teguran Paulus kepada Petrus ketika di Antiokia
(Galatia 2:11) membuhkn hasil. Jadi Petrus selaku pemimpin Rasul, kini kembali kepada
pndngannya yang ia ambil setelh ia memberitakan Injil kepada Kornelius – yaitu bhwa Allah
telah menerima orng bukan Yahudi hanya melalui Iman bukan melalui sunat dan adapt
istiadat yang diwariskn oleh Musa. Petrus berkata bahwa Kristus membersihakan hati
manusia oleh iman, artinya ketika manusia menerima Kristus dengan iman, Kristus menjadi
kebenarannya dan setelh itu Kristus akan bekerja didalam hatinya agar ia dapat hidup suci.
Petrus juga mengatakan bahwa Tuhan sam sekali tidak mengadakan perbedaan antara
orang Yahudi dn non-Yahudi. Hal ini menjelaskan bahwa keselamatan adalah hadiah dari
Allah, bukan berasal dari kebaikan atau kebenarn manusia. Jadi jika ada orang yang
memeghkn dirinya sendiri dalm hal keselamatan, ia adalah orang yang menganggap darah
Yesus Kristus tidak layak untuk menyelamatkan manusia. Orang yang demikian kelihatannya
beriman tetpi sesungguhnya ia adalah orang yang tidk memiliki iman dan menghina darah
Tuhan. Setelah Petrus memberikan penjelasan yang sangat baik itu, maka dia
melanjutknnya pada ayat 10, dengan sebuah pertayaan: “Kalau demikian, mengapa kamu
mau mencobai Allah dengan meletakkan pada tengkuk murid-murid itu suatu kuk, yang tidak
dapat dipikul, baik oleh nenek moyang kita maupun oleh kita sendiri?” apa rtinya mencobai
Allah dalam hal ini? Orang yang mengatakan bhwa orng percaya juga harus disunat dn
mengikuti hukum Taurat Musa untuk diselamatkan, adalh orng yng melawan Allah yang telah
81
mengaruniakn keselamatan hany oleh iman kepada Yesus Kristus. Maksudnya, ia
mempersoalkan dan meragukan rencna keselamatan yang dikerjakn Allah dengan kasih
karunia-Nya. Yesus datang kedunia untuk memikul beban kita (Matius 11:28), jadi orang
yang ingin memikulkan beban yang berat kepada orang yang percaya kepada-Nya berarti
menentang Dia. dalam ayat ini Petrus juga memberitahukan bahwa kuk itu (hukum taurat)
tidak dapat dipikul oleh nenek moyng mereka dan bahkan mereka sendiri juga tidak. Allah
mengetahui hal itu sehingga Ia mengirimkan Kristus untuk memikul beban itu. itulah tindakan
Allah yang mengenal kelemahan kita.
Selanjutnya ayat 11, Petrus mengatakan bahwa baik orng Yahudi mupun Non-Yahudi
sama-sama hnya oleh sebab kasih karunia di dalam Yesus Kristus. Bukan sebab
melakukan persyaratan jasmani atau peraturan-peraturan manusia. sebab itu tidak ada
perbedaan dintara bangsa Yahudi dan bngsa lain dalm keselamatan. ( lihat Roma 3:21-22;
Kolose 3:10-11). Ayat 12 menerngkn bahwa pada waktu itu Barnabas dan Paulus melaporkn
tentang pekerjaan Allah yng dinyatakan dalam misi untuk orang kafir. Lporan itu berisi
pengalaman tentang orang-orang kafir yang menerima keselamatan hanya oleh kepada
Yesus. Dalam ayat ini ada kata diamlah seluruh umat itu, biasanya didalam rapat jika orng
yang memberikan sutu tuntn sudh dim setelh mendengar penjelasan itu berarti, bahwa di
menghargai jawabn itu dan akan menerima keputusan yng terbaik apapun yang akan
diambil.
Ayat 13-16, adalah merupakan perkataan Yakobus (kemungkinan besar saudara
Tuhan Yesus, yang saat itu menduduki jabatan sebgi pemimpin para penatua dan para rasul
di Yerusalem) yang sangat menentukan, dia menyebut tentang pemberitaan Injil Oleh Petrus
kepada Kornelius dn menunjukkan bahwa pemberitaan Injil kepada orang bukan Yahudi
merupakn bagian dari rencana Allah dengan mengutip Amos 9:11, 12. maksud dari kutipan
ini adalah untuk melukiskan dan memberikan dukungan Alkitbiah kepada pemberitaan Injil
kepada orang bukan Yahudi yang dilakukan Petrus. Ayat 15 mengacu kepada pemberitaan
Injil yang dilakukan oleh Petrus kepada Kornelius. Hal itu yakni bahwa sejak semula Allah
menunjukkan rahmat-Nya kepada bangsa-bangsa lain, yaitu dengn memilih suatu umat dari
antara mereka bagi nama-Nya adalah sesuai dengan nubuatan Amos. Membngun kembali
pondok Daud yang telah roboh adalah berbicara tentang keselamatan sekelompok orang
Yahudi. Selanjutnya ayat 17-18, sambungan dari nubuatan Amos yang memberitahukan
bahwa keselamtan dri orang-orng non-Yahudi sudah dinubuatkn sebelumnya. Oleh sebab
ayat 19 Yakobus mengemukakan pendptnya bahwa mereka tidak boleh menimbulkan
kesulitan bagi bangsa-bangsa lain yang berbalik kepada Kristus. Artinya jangan
mensyaratkan sesuatu untuk keselamatan, selain iman kepada Yesus Kristus.
Ayat 20, menginformasikan tentang persoalan yang lain, yaitu masalah larangan
supaya jemaat non-Yahudi juga menjuhkan diri dari makanan yang telah dicemrkan berhala-
berhala, supaya menjauhkan diri dari percabulan, dari daging binatang yng mti di cekik dan
dari darah. Sebenarnya ini semua tidk berbicara tentng keselamatan, tetapi berbicara
tentang landasn persekutuan antara golongan Kristen yahudi dan golongan Kristen bukan
Yahudi. Orang bukan Yahudi mempunyai kebiasaan yang sangat menjijikkan bagi orang
Yahudi. sebab itu sebagai itikad baik dan ungkapan sikap Kristiani, orang Kristen bukan
Yahudi dihimbau untuk menjauhkan diri dari hal-hal yang akan mengganggu saudara-
saudara seiman Yahudi. Yang dimaksud dengan makanan yang dicemarkan berhala di
dalam 15:29 dijelskan sebagai makanan yang dipersembahkan kepada berhala. Seringkali
daging yang dijual di pasar adalah bekas yang telah diprsembahkan kepada berhala.
Memakan daging semacam itu mengganggu nurani orang Yahudi sebab memberikan kesan
seakan-akan ikut ambil bagian dalam penyembahn berhala ini . Percabulan mungkin
berarti kemesuman secara umum atau pelacurn berkedok agama di kuil. Kemesuman yng
semacam ini merupakan hal yang sedemikian biasa dikalangan orng bukan Yahudi sehingga
perlu memperoleh perhatin khusus. Daging binatang yang mti dicekik adalah jenis daging
yng tidak tahir dari darah. Daging semacam itu dianggap sebagai suatu kelezatan di
kalangan orang bukan Yahudi. Darah mengacu kepada kebiasaan orang kafir untuk
memakan darah. Dua persyaratan terakhir itu berkaitan dengan persyaratan yng sama bagi
orang Yahudi yang menganggap bahwa “nyawa mahluk ada di dalam darahnya” (Imamat
17:11). Keputusan ini disampaikan kepada semua gereja non-Yahudi, bukan sebagai cara
untuk memperoleh keselamatan, tetapi sebagai landasan bagi persekutuan gereja antara
orang Yahudi dan non-Yahudi.
Ayat 21, ini sebenarnya adalah alas an mengapa orang bukan Yahudi harus menaati
apa yang disebutkan dalam ayat 20. adapun alasannya adalah bahwa ditiap-tiap kota
82
ada orang Yahudi, dan baik di rumah-rumah ibadat di Palestina maupun di rumah di
rumah-rumah ibadat orng Yahudi Diaspora hukum Musa di beritakan artinya bahwa
ketentuan-ketentuannya ditaati dengan ketat. Ayat 22 memberitahukan bahwa untuk
menyampaikan keputusn itu Yudas yang disebut Barsabas dan juga satu orang lagi yng
bernama Silas menemani Paulus dan Barnabas ke Antiokia untuk memberithukan keputusan
sidang itu. Yudas yang disebut Barsabas, rupanya saudara dari Yusuf yang bernama
Barsabas (1:23). Silas adalah Silwanus yang disebut di dalam 1 Teslonika 1:1; 2Korintus
1:19; 1Petrus 5:12, yang belakangan menjdi rekan seperjalanan Paulus. Kemudian ayat 23,
adalah merupakan salam pembuka dari surat tentang hasil sidang itu. sementara ayat 24
memberitahukan bahwa orang Yahudi yang datang ke gereja Antiokia itu, dimana merek
mengatakan untuk diselamatkan harus mengikuti Hukum Taurat sebenarnya bukanlah utusn
dari gereja Yerusalem. Kemudian ayat 25-28 adalah menjelaskan kembali tentang
pengutusn Yudas dan Silas untuk membawa surat keputusan itu. sedangkan ayat 29, kita
telah bahas dalam ayat 20 hanya ada yang ditambahkan disini, dimana orang yang
melakukan itu disebut berbuat baik.
Ayat 30, memberikan informsi tentang Yudas dan Silas berangkat ke Antiokia dan
setelh sampai disana (ayat 31-35) mereka membaca surat itu dan jemaat disana sangat
bersukacita atasnya, itu berarti bahwa suart yang dikirim itu berhasil memechkn persoalan
yang ada. Beberapa waktu lamanya keduanya dan bahkan Paulus dan Barnabas juga ada
disana untuk mengajar dn melayani di gereja Antiokia itu.
c. Misi kedua, Asia kecil dan Eropa (15:36 – 18:22)
Pasal 15:36-41, Lukas menuliskan tentang persiapan perjalanan penginjilan atau Misi yang
kedua. Sesudah jngka waktu yang tidak disebutkan, Paulus berniat mengunjungi kembali
dan memperkuat gereja-gereja yang sudah berdiri. Waktu itulah sayangnya terjadi
perbedaan pendapat diantara Paulus dan Barnabas. Barnabas ingin membawa Yohanes
Markus yang pernah menyertai mereka dalam perjlanan pemberitaan Injil yang pertama,
tetapi meninggalkan mereka ketika di dataran Asia kecil dan kembali ke Antiokia. Paulus
menganggap tindakan ini sebagai bukti yang begitu nyata tentang ketidk mantapan sehingga
ia menolak keinginn Barnabas. Akibatnya adalah perpisahan diantara Paulus dengan
Barnabas. Barnabas membawa Markus berlayar ke Siprus untuk mengunjungi gereja-gereja
yng didirikan pada perjalanan PI yang pertama. Paulus membawa Silas. Paulus
mengadakan perjalanan bukan melalui laut, tetapi melalui jalan darat menuju ke Galatia. Kita
tidak mengetahui apa-apa mengenai pendirin gereja-gereja di Siria dan Kilikia, tetapi 15:23
kita mengethui bahwa di sana memang ada gereja. Mungkin gereja-gereja itu merupakn hsil
pelayanan Paulus sebelum dibawa ke Antiokia.
Kisah Para Rasul 16:1, memberitahukan bahwa Paulus pergi ke Derbe dan ke Listra.
Disana dia memilihi Timotius, yang rupanya bertobat pada waktu PI yang pertama, untuk
menjadi rekan seperjalanan dan salah satu pendampingnya yang paling di percaya. Kepada
Timotius inilah Paulus menjelang akhir hidupnya menulis dua dari surat-suratnya yang
terakhir. Timotius adalah keturunan campuran: ayahnya adalah seorang Yunani sedangkan
ibunya adalah seorng Yahudi. Ibunya psti juga termasuk orang percaya kepada Kristus
ketika Paulus mengunjungi Listra pada PI yang pertama. Dari 2 Timotius 1:5 kita mengetahui
bahwa ibunya Eunike adalah seorang wanita yang saleh.
Kemudian ayat 2, menginformasikan tentang integrits dari Timotius, dia di kenal baik
oleh jemaat di Listra dan Ikonium. Lalu selanjutnya ayat 3, sebab Timotius hanya separuh
Yahudi, maka agar dia dapat menjdi rekn seperjalanan yang dapat diterima oleh kalangan
Yahudi yang akan mereka layani, Paulus menyuntkan dia. sekalipun pemuda itu telh didik
oleh ibunya di dalam imn sesuai dengan PL (2Timotius3:15). Orang Yahudi memandang dia
sebagai anak orng Yahudi sebab agama yng dianutnya. Sebagi orng yng mengaku
penganut agama Yahudi tetapi tetap merupakan orng bukan Yahudi yang tidak disunat,
Timotius akn merupakan sandungan bagi orang-orang yahudi yang dijumpai Paulus di
berbagai kota dn kepada siapa Paulus memberitakan Injil pertama kali. Paulus menyunti
Timotius adalah sebagai tindkan penyesuaian dan bukn krena prinsip religius. Tidak ada
pertentangan dengan ketegasn Paulus untuk menyunat Titus (Galatia 2:3); sebb Titus
adalah sepenuhnya orng bukn Yahudi, sehingga sama sekali tidk ada alas an budaya untuk
menyunatknnya. Dengan demikian Timotius di sunat bukan sebagai orng Kristen tetapi
melainkan sebagai orang Yahudi. Tindakan ini merupakan penerapan dri prinsip yang
dikemukakan rasul Paulus di dalam 1Korintus 9:20, Demikianlah bagi orng Yahudi aku
menjadi seperti orang Yahudi, supaya aku memenangkn orang-orang Yahudi. Bagi orang-
83
orang yang hidup di bawah hukum Taurat aku menjadi seperti orang yang hidup di bawah
hukum Taurat…supaya aku dapat memenangkan mereka yang hidup di bawah hukum
Taurat.” Jika tidk menyngkut prinsip yng hakiki, Paulus memakai prinsip penyesuaian. Ayat 4
memberitahukan bahwa Paulus dn Silas menympaikan keputusn-keputusn sidang
Yerusalem kepada seluruh jemaat yang mereka kunjungi (bukan Yahudi) dan bahkan Paulus
meminta agar setiap jemaat menurutinya. Ini membuktikan bahwa Paulus berusaha agar ada
perdamaian diantara jemaat-jemaat. Selanjutnya ayat 5, menunjukkan bahwa jemaat-jemaat
pada waktu itu berkembang dalam kwalitasny dan jug kwantitasnya. Kemudian dalam ayat 6
dan 7 disebut bahwa mereka melintasi Frigia dan tanah Galatia tetapi Roh kudus mencegah
mereka memberitakan Injil di Asia. Roh Kudus mencegah mereka untuk memberitakan Injil
dio Asia, bukan sebab Allah ingin membiarkan suku-suku Asia, tetapi perlu untuk
memberitakan Injil di Eropa lebih dahulu menurut urutan waktu bgi misi dunia. Rombongan
Paulus yang telah menyerahkan diri untuk misi menaati bimbingan dan perintah Roh Kudus
yng demikian. Tidak ada catatan mengenai cara Roh Kudus yang membimbing Paulus disini
tetapi kita tidak perlu menduga tentangnya. Setibanya di Misia merek mencob masuk ke
derah Bitinia, tetapi Roh Yesus tidak mengizinkn mereka. Roh Yesus ini adalah roh yang
dikirim Yesus. Lihat Roma 8:9; Galatia 4:6; Filipi 1:19; 1Petrus 1:1. dengan ayat ini kita dapat
mengetahui bahwa pimpinan aktifitas misi pada waktu itu adalah Roh Kudus. Hal itu terjadi
sesuai dengan perkataan Yesus (Yohanes 14:16-17,26; 15:26; 16:13). Ironside berkata
bahwa salah satu berkat khusus yng didapati hamba-hamba Allah adalah bimbingan Roh
Kudus. Misia adalah kota yang terletak di bgian barat Asia kecil dan Bitinia terletak di bagian
timur pntai Misia. Pencegahan Roh Kudus untuk memasuki daerah Bitinia bukan berarti
Allah menolak orang-orang Bitinia. Menurut surat Pliny, gubernur Bitinia pada tahun 70 AD.
Yang dikirim kepada kaisar Trajan, ada banyak orng Kristen pada masa pemerintahan Pliny.
Jikalau demikian, setelah Paulus tidk dapt memasuki daerah itu meskipun sebenarnya ia
mau (53 AD), Injil telh diberitakn di daerah itu. waktu dn tempat diwujudkannya pekerjaan
Allah mempunyai urutn di dalam kehendak-Nya.
Ayat 8-9, Troas adalah merupakan kota penyebarangan untuk sampai ke Makedonia.
Disana tampak kepada Paulus suatu penglihatan, dimana orang Makedonia sedang
meminta tolong dengan berseru “…menyeberanglah kemari dn tolonglah kami!” ini
menunjukkn bahwa mereka menunggu pemberitaan Injil bagi keselamatan mereka.
Permohonan ini adalah contoh dari semua seruan yang sama dari manusia. Manusia tidak
dapat memperoleh pertolongan selain melalui keselamatan dari Injil Kristus. Hanya
pertolongan keselamatan dari Allah yang merupakan pertolongan yang benar. Filsafat ilmu
pengetahuan politik dan lain-lain yang menjanjikan pertolongan bagi manusia tidak dapat
memberikan hidup kekal sebab semuanya itu sebenarnya tidak dapat menolong. Hal-hal
ini diatas seperti tali yang telah membusuk yang dilemparkan kepada orang yang
tenggelam di air untuk menyelamatkanya ke darat. Ayat 10, ayat memberitahukan tindakan
Paulus dan teamnya setelah mendapat penglihatan itu. kata kami membuktikan bahwa
penulis Kisah Para Rasul ini ikut bersma-sama mereka yang sedang melakukan perjalanan
misi. Orang ini adalah dokter Lukas, sebb dalam kitab ini istilah medis sering dipakai, dan
Lukas kawn sekerja Paulus dalah seorng dokter. Dalam ayat 11-12 kita menemukan nama
kota Samotrake ini adalah pulau diantara Troas dan Neapolis.
Selanjutnya ayat 13 menunjukkan bahwa mereka sangat mementingkan doa untuk
keberhasilan misinya. Mereka berusaha untuk mendapat tempat dimana mereka harus
berdoa. Orang-orang pada zaman ini sudah meremehkan doa. Sebab ada banyak hamba
Tuhan Bisnis, hamba Tuhan seperti ini selalu berusaha mengembangkan kekuasaannya
dalam jemaat dengan tipu daya manusiawi, tidak bekerja dengan doa dan kuasa Roh Kudus.
Para teolog bertindak seolah-olah bekerj dengan teori saja. mereka cenderung tidak
menyerahkan dirinya dan juga tidak berdoa. Disamping itu jemaat awampun banyak yang
terikat dengan kehidupan manusiawi sehingga tidak mempunyai waktu untuk berdoa. Kami
berbicara kepada perempuan-perempun yang ada berkumpul disitu, ini menunjukkan bahwa
rombongan Paulus tidak menyiayiakan kesempatan untuk memberitakan Injil. Hati mereka
sellu berkobar untuk mencari jiwa-jiwa (untuk menyelamatkan) sebab itu kaki mereka
senantiasa berkasutkn kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera. Mereka
memberitakan Injil kepada perempuan-perempuan di tepi sungai yang mereka temui.
Ayat 14, menceritakan tentang seorang yang bernama Lidia. Dia adalah seorang
yang sudah mendengar pemberitaan Injil dri Paulus. Dia adalah orang yang beribadah
namun sebelumnya dia belum mengerti bahwa Yesus adalah Mesias, tetapi telah menjadi
orang yang tkut akan Allah sebab pemberitaan orng Yahudi. Pada saat ia mendengar
84
pembritan Paulus Tuhan membuka hatinya. Hati (kardia) tidak berarti otak tetapi yang
disebut hti adalah jiwa dan roh. Itu adalah inti kepribadian, yaitu sumber kasih dan keputusn.
Htilah yang terbuka oleh Roh Kudus sebab besar ksih krunia-Nya, liht Efesus 1:18. semua
pertobatan yang benar terjadi sebab Tuhan membuka hati (Kardia) manusia. Lidia adalah
orang pertama bertobat dalam misi Eropa. Lidia menjembatani untuk membangun jemaat
pertama di Eropa. Seorang perempuan Samaria yng hendak menimba air juga pernah
menjembtani pemberitaan Injil di daerahnya (Yohanes 4:39-42). Di dalam sejarah gereja
pemberitaan Injil sering dimulai dari orang kecil dan akhirnya semakin diperluaskan. Ayat 15,
menceritakan bahwa Lidia dan seisi rumahnya dibaptiskan. Hal ini menunjukkan bahwa
setelah pertobatan Lidia, dia membwa keluarganya kepada Tuhan dn diatas iman mereka
kepada Kristus mereka dibaptis. Dalam yat ini juga terliht kerendahan hati dari Lidia dengan
berkata “Jika kamu berpendapat bahwa aku sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan,
marilah menumpang di rumahku” ia mendesak agar rombongan Paulus menginap di
rumahnya sebab ia sangat berkobar dengan rasa syukur ats keselamatan yang diterima.
Ayat 16-17 memberi informasi tentang seorang yang disebut hamba perempuan
petenung. ia disebut sebagai hamba petenung sebab dia bekerj atau melakukan
tenungannya menurut perintah tuan-tuanya dengan mendapat bayaran yang tinggi. Ia
mengikuti Paulus dan seolah-olah dia menguatkan pemberitaan Injil Paulus tetapi ternyata
dia adalah penyesat. Setanpun mengetahui sebagian kebenaran Allah (Yakobus 2:19). Jika
ia sedikit kebenarn Allah sebenarnya ia bermaksud memakainya untuk tujuan yang jahat,
yaitu memutarblikkan kebenaran. Beberapa penafsir berkata bahwa apa yng dikatakan oleh
perempun petenung itu dengan berkata tentang jalan kepada keselamatan (οδον σωτηριας)
bukan mengacu bahwa jalan yang dimaksud adalah satu-satunya, tetapi justru
mengindiksikan bahwa jalan yang dimaksud adalah salah satu dri yang lainnya. Jdi dengan
demikian perkataan perempun itu justru membaw orang-orang lebih jauh dri Kristus.
Ayat 18, memberitahukan bahwa perempuan itu melakukan hal yang sama beberapa
hari lamanya, tetapi sebab Paulus tidk tahan lagi akan gangguan itu sehingga ia
mengharudik roh. Motivasi pertama memerintahkan roh itu keluar dari perempuan ini adalh
krena kemuliaan Injil, bukan untuk menyelamatkan perempuan itu dari roh ini . Allah
tidk berkehendak Injil di beritakan oleh Iblis sebab ia akan mengotorinya. Sehingga Paulus
menghardiknya dan menyuruhnya keluar dari perempuan itu. Selanjutnya ayat 19-20 adalah
reaksi dari para tuan-tuan perempuan petenung itu, mereka menangkap Paulus dan Silas,
lalu menyeret mereka ke pasar dan untuk menghafap penguasa. Hal ini membrikan
gambaran semu orang-orang duniawi yang selalu bertindk hanya demi keuntungn materi.
Mereka tidk dapat memikirkn tentng berkat rohani. Hamba-hamba Tuhan juga akan menjadi
demikian jika ia bersifat duniawi. Kekuatan pertempuran mereka adalah tipu muslihat dan
tindakn-tindakan manusiawi, bukan doa dan kebenaran serta kuasa rohani. Sebenarnya
tujuan mereka adalah keinginan pribadi tetapi memanipulasinya dengan mengatakan bahwa
tujuannya adalh kepentingan umum.
Ayat 21, adalah sambungan dri perkataan-perkataan hsutan dari tuan-tuan perempun
itu. mereka menyebut diri mereka orang Rum padahal mereka adalah orang Yunani. Sifat
mereka ini adalah untuk membujuk pemerintahan Romawi. Orng-orang yang sangat duniawi
mudah membujuk penguasa demi keuntungn dirinya sendiri. adat istiadat yang kita…tidak
boleh menerimanya atu menurutinya menunjuk kepada Injil yang di britakan Paulus. Injil
Allah memang tidk dapat dimengerti dan diterima orang-orng duniawi yang belum dilahirkn
kembali (1 Korintus 2:14); akan tetapi orang-orang yang sudah lahir baru akan menerimanya
dengan senang hati dan menaatinya. Orng-orang duniawi bersemangat untuk mengikuti
ajaran yang jahat, sekalipun hal itu ibarat hendak mendaki gunung yang tinggi; tetapi untuk
mengikuti Injil, mereka jtuh sebab tersandung hanya oleh sehelai jerami.
Ayat 22-24, memberithukn bahwa rombongn Paulus pada saat itu mengalami
penderitan yng sngat hebat. Penderitaan mereka adalah (1) penyiksaan massa yng buas, (2)
pukulan dengan dikoyakkanny pakaiannya tanpa pengdilan, yaitu pengdilan yang tidk sah
dan (3) dipenjarakan, yaitu perlkuan yang sangat kejam. Penderitaan Paulus ini tertulis di
dalam 2 Korintus 11:25 secara sugestif. Ayat 25-26, ini adalah pengalaman Paulus dan Silas
di penjara. Mereka berdoa dan menynyikn puji-pujian kepada Allah. Kemudian terjdilh suatu
peristiw yang sungguh dhsyat, dimana sendi-sendi penjara itu goyah dan semu pintu penjara
itu terbuka dan bahkan belenggu mereka semua terlepas. Allah dapat melepaskan mereka
dari penjara tanpa gempa bumi akan tetpi ia memakai gempa bumi agar orang-orang
merasakan kebesaran Allah yng hadiri disitu (Calvin). Ayat 27, menceritakan tentang kepala
penjara yang bernit bunuh diri, sebab ia menyangka bahwa orang-orng dalam hukuman itu
85
melarikn diri. Menurut hukum Roma apabila Narapidana melepaskan diri dri penjara maka
penjagannya dihukum akan mati. Didunia ini ada banyak orang yang berniat bunuh diri krena
keputusasaan; akan tetpi dos bunuh diri adalah dosa yang dimana tidk ada lagi kesempatn
untuk bertobat. Yesus Kristus datang untuk menyelamatkan orng-orang yang berputus asa,
sebab itu mengapa harus membunuh diri dengan maksud demikian , Paulus mencegahnya
dengan suara nyring. Ayat 28, menunjukkan bahwa Paulus dan Silas adalah orng-orng yang
tidk ingin melrikn diri. Penolong mereka adalah TUHAN yng menjdikn lngit dan bumi, sebab
itu untuk ap mereka berniat melarikan diri padahal merek tidak kekurangan sesuatu apapun;
justru sebaliknya merekalah yang menolong menyelamtkan penjaga dari tempat
kematiaanya.
Ayat 29-30, menceritkan tentang penjaga penjara yang tidak jadi bunuh diri dan dia
tersungkur di kaki Paulus dan Silas dan bertanya: “Tuan-tuan, apakah yang harus aku
perbuat, supaya aku selamat?” pertayaan ini adalah pertayaan yang hrus dijawab oleh
Paulus dan Silas dengan baik, sebab untuk itulh mereka dipanggil sebagai pemberita Injil.
Sehingga di ayat 31 Paulus menjawab dengn sangat baik dengan berkata percayalah
kepada Tuhan Yesus Kristus. Hanya itu stu-satunya tidak ditmbah dengan peraturn atau
doga gereja, tidk ditambah dengan usaha manusia, tetapi hanya percaya saja. Kemudian
setelah itu (ayat 32) Paulus dan Silas memberitakn Firman Tuhan kepadanya dan kepada
semua orang yang ada di rumhnya. Pemberitaan ini dilakukan oleh Paulus sebab dia tidak
mau hnya kepal penjaga penjara itu yang diselamatkan tetapi dia juga ingin bahwa anggota
keluarg penjaga penjara itu juga beroleh selamat. Selanjutnya ayat 33-34, menceritakan
bahwa kepala penjara yang telah menjadi percaya itu menyambut mereka dengan ramah.
Menjadi percaya kepada Allah lebih berharga daripada mempeeoleh harta yang paling
berharga. Ia melayani pemberita-pemberita Injil ini dengan ramah sebab sukcita yang besar.
Sikap yang bersyukur sebab dimotivasi oleh kesadaran akn ksih Tuhan adalah bukti
pengampunan dosanya.
Kemudian ayat 35-39, Paulus memperingtkan pembsar-pembesar kota tentang
ketidakadilan mereka. Kejadian itu juga menggambarkan situasi yng dibalikkan; sekarang
Paulus dan Silaslah yang mengekang pembesar-pembesar dan pejabat-pejabat kota itu. ia
bertindk demikin agar membuat mereka rendah hati dan membenarkan keadilan Allah. Sutu
hl yang perlu diingat bahwa menurut hukum Roma (Lex Valeria, BC. 509, Lex Porcia, B.C.
248), warga Negara Romawi tidak boleh dipukul atau dipenjarakan tnpa pengadilan, namun
mereka menyiksa Paulus dengan tidak berdasarkan hukum. Ayat 40, menjelaskan bahwa
Paulus dn Silas adalah orang kokoh dalam Iman. Sehingga setelah mereka keluar dri
penjara, mereka malah prig ke rumah Lidia dan menghibur saudara-saudara disana. Kisah
Para rasul 17:1-2. Setelah dari rumah Lidia Paulus dan Silas dan Timotius berjalan menuju
ke barat melalui jalan raya militer yang dinamakan Via Egnatia. Kenyataan bahwa mereka
Amfipolis dan Apolonia menunjukkan bahwa Paulus memeliki rencana yang pasti untuk
memberitakan Injil di berbagai kota yang strategis. Tesalonika adalah ibukota Makedonia.
Dalam ayat ini juga dikatakan bahwa seperti biasa Paulus masuk ke rumah ibadat dan
membicarakan bagian-bagian dari kitab suci. Kemudian ayat 3 memeberitahukan bahwa
Paulus menjelaskan tentang Mesias yng adalah Yesus. Isi kitab PL adalah nubuat tentang
kematian dan kebangkitan Kristus. Rencana Allah yang menyelamtkan umat-Nya adalah
kematian-Nya dn kebangkitan-Nya, maka kata harus mempunyai arti kehrusan bagi Allah.
Kematian dan kebangkitan-Nya telah dinubuatkan Allah dan dikerjkan oleh Allah, itulah
keharusan Allah. Tuhan Yesus juga memaparkan bukti dengan kitab suci bahwa ia harus
mati dan bangkit kembali (Lukas 24:25-27). Ayat 4, memberitahukan tentang hasil dari apa
yang Paulus lakukan di Bait Allah ini , dimana ada beberapa orang Yahudi yang
percaya dan sejumlah besar orang-orang Yunani yang takut akan Allah brtobat sebab
pelayanan Paulus ini. Kata perempuan-perempuan terkemuka adalah lebih mungkin
menunjuk kepada istri-istri orang terkemuka. Kemudian ayat 5-9, memberitahukan tentang
sebagai akibat dari pemberitaan Injil yng sesuai dengan Firman Allah, banyak orang menjadi
percaya dan pada ayat 5-9 ini dikatakn bahwa sebab banyak orang menjadi percaya
timbullah penganyiayaan sebab iri hati orang Yahudi. Hal yang perlu diperhatikan dari
gerakan mereka yang menentng Injil dalah jerih payah manusiawi yang dilakukan oleh
sebab tidak memiliki kuasa Allah. Metode mereka adalah mengacaukan (εθορυβουν),
berteriak-teriak (βοντες), gelisah (εταραζαν). Hal-hal demikian adalah tindakan ceroboh
manusia yang lemah. Mereka brtindak bertentngan dengan prinsip tindakan yang damai,
tenang dan berkuasa yng dimiliki orang-orang percaya.
86
Ayat 10, memberitahukan bahwa pada malam itu segera orang-orang percaya di
Tesalonika itu menyuruh Paulus dan Silas berangkat ke Berea. Hal ini mereka turuti sebab
memang orang-orang percaya tidak perlu menahan atau menyeret dirinya ke tempat
berbahaya tanpa alasan khusus. Tuhan Yesus berkata, “Apabila mereka menganyiaya kamu
dalam kota yang satu, larilah ke kota yang lin” (Matius 10:23). Ayat 11, memberithukan
bahwa orang-orang Yahudi di Berea lebih baik daripada orang Yahudi yang ada di
Tesalonika, sebab orang Yahudi di Berea menerima Firman dengan segl kerelaan hati,
yang berarti sungguh-sungguh tekun. Injil Allah akan datang sebgai hidup bagi orang-orang
yang merindukannya dengan sungguh-sungguh. Orng-orang yang tidak sungguh-sungguh
merindukannya adalah orang-orng yang tidak mengethui harga Injil yang sangat mahal;
seperti anjing dan babi, tidk ada alas an untuk memberikan Injil kepadanya (Matius 7:6).
Buku-buku duniawi adalah dangkal dan tidk mengandung kebenaran keselamatan tetapi
kebenaran Firman Allah adalah dalam dan kebenaran dan kebenaran keselamatannya jelas,
Karen itu betapa bahagia menerima orng-orng yng menyelidiki secara dalam untuk
mengetahui apakah semuanya itu benar demikian?. Alkitab kan tertutup bagi orng-orng yang
tidk menyelidiki dengan sungguh-sungguh sebab mereka bukn murid-Nya.
Ayat 12, dijelaskan bahwa banyak orang-orang Yahudi itu yang menjadi percaya dan
bahkan orng-orang Yunani baik perempuan dan laki-laki juga banyak beroleh selamat.
Orang-orang yang merindukan Firman Allah dengan sungguh-sungguh tentu menjadi
percaya. Firman Allah tidak pernah gagal, sebab itu orang-orang yang menyelidiki Firman
Allah dengan sungguh-sungguh juga tidak akan gagal. Kita telh membahas tentang orang-
orang Tesalonika yang menghsut orang lain untuk menangkap Rasul Paulus seperti di ayat
5-9. jadi ayat 13 ini tidak perlu lagi kita bahas. Ayat 14, setelah mereka mendengr berita itu
maka saudara-saudara (orang-orang percaya) segera menunjukkan tindakan mereka yang
tegas dan cepat. Orng-orang percaya disitu cepat melarikan Paulus sebelum terjadi
penganyiayaan orang Yahudi. Mereka melarikan Paulus ke Panti laut, agar Paulus dapat
pergi sampai ke Atena melalui perjalanan Laut. Silas dan Timotius tetap tinggal disitu untuk
memelihara jemaat yang masih baru itu. Ayat 15, orang-orang yng mengiringi (καθισανοντες)
sampai ke Atena, adalah orang-orang yang membwanya dengan selamat. Tugs orang-orang
ini tidk hanya memimpin Paulus sampai ke tempt tujunnya tetpi juga melindunginnya.
Didalam perjalanan misi, Paulus memerlukan banyak penolong seperti orang-orang ini.
Pembangunn gereja Allah membutuhkan kerja sama, setiap bagian anggota akan hidup
benar secara rohani dan gereja yng menjadi tubuh Kristus juga akan berkembang. Lihat
1Korintus 12:14-27. Selanjutnya ayat 16 memberitahukan bahwa Paulus sangat sedih
sebab dia melihat bahwa kota itu dipenuhi dengan patung berhala. Kota Atena sejak zaman
dahulu adalah kota filsafat dan patung berhala. Kata sangat sedih (παρωξυνετο) berarti
marah dan panas. Hati yang demikian mengandung kejengkelan. Kesedihannya adalah (1)
kemarahan tentang kesiasian ptung berhala, (2) kejengkelan tentang manusia yang
diciptakan untuk menyembah Allah, tetapi jatuh dalam penyembhn berhala.
Kemudian di ayat 17 dikatakan bahwa sebab kemarahan Paulus maka ia bertukar
pikiran dengang orang-orang Yahudi dn orang-orng yng takut akan Allah di rumh ibadt dan di
psr dn dengan orang-orang yang dijumpainya di situ. Kata sebab itu yang ada dalam ayat ini
menunjukkan hati Paulus yang jengkel (ay 16) yang mendorongny bertukar pikiran. Ia
memberitakan Injil kepada berbagi kedudukan sosial. Sikap Paulus dilakukan sesuai dengan
prinsipnya yaitu, Demikianlah bgi orang Yahudi aku menjadi seperti orang Yahudi, supaya
aku memenangkan orang-orang Yahudi…bagi orang-orang yang tidak hidup di bawh hukum
Taurat aku menjadi seperti orang yang tidak hidup di bawah hukum Taurat, sekalipun aku
tidak hidup diluar hukum Allah…supaya aku dapat memenangkan mereka yang tidak hidup
di bawahhukum Taurat (1 Korintus 9:20-21). Ia pergi ke rumah ibadat untuk membawa orang
Yahudi dan pergi ke pasar untuk bertukar pikirn serta memberitakan Injil kepada orang-orang
kafir di Atena. Pasar disini mungkin pasar porselen (κεραμεικοζ). Tempat itu adalah pusat
perdagangan kota Atena, biasanya para filsuf mengajar dan bertukar pikiran di situ.
Socrates, Filsuf yang terkenal itu biasanya mengajar di pasar pada saat dimana sangt
banyak orang berkumpul; terlebih lagi pembrita Injil, ia harus mencari tempat dimana banyak
orang berkumpul untuk memberitakan Injil tanpa malu. Tuhan Yesus menyuruh kita untuk
memberitakan Injil kerajaan Allah di tempat yang terang dn dimana banyak orang dapat
mendengarnya (Matius 10:26-27). Agama Kristen tidk dapat bersembunyi di tempat yang
gelapatau di sudut. Lihat Lukas 12:3.
Ayat 18 pada ayat ini disebut bahwa Paulus berdebat dengan golongan Epikuros dan
Stoa. Kedua-duanya adalah golongan Filasafat. Golongan epikurus adalah didirikn oleh
87
Epicurus (341 BC) dia adalah seorang filsuf yang lahir di pulu Samos. Filsafatnya berdsrkn
humanisme dan materialisme yang bertentangan dengan Ketuhanan dan cenderung
mengarah pada hedonisme (paham yang dinut orang-orng yng mencri kesenangan semata-
mata). Golongan Stoa didirikan kira-kira tahun 340 BC oleh Zeno yang lhir di Cyrus. Seneca
dn Aurelius yang nantinya menjadi Kristen adalah termasuk golongan ini. Dari antara kedua
golongan ini ada yang mengatakan bahwa Paulus adalah si Peleter yang merupakan ejekan
yang setara dengan seseorang cerewet. Yang berkata bahwa Paulus adalah pemberita
ajaran dewa-dewa asing. ξενων δαιμονιων adalah dewa-dewa Yunani. Menurut hukum pada
masa itu orang yang menyampaikan ajaran dewa-dewa asing harus dihukum mati. Socrates
dihukum mati Karen tuduhn yang demikian (Zen, Memm, Plato, Apol., 24B). seorng ahli
mengatakan bahwa Paulus juga masuk dalam keadaan yng sama berbahaya, akan tetapi di
dalam Alkitab tidak ada dasar yang membuktikan hal itu. Pemberitaan Paulus yang
menyampaikan Tuhan Yesus yang mati dan bangkit dan menjdi pengntra diantra Allah dan
manusia, adalah berita yang baru bagi para filsuf di Atena (ayat 19). Injil Allah tidak dapat di
mengerti dengn ilmu pengetahuan dunia, oleh sebab itu paulus berkata, “Di manakah orang
yang berhikmat? Dimanakah ahli turat? Dimanakah pembnth dari dunia ini? Bukankah Allah
telah membut hikmat dunia ini menjadi kebodohan? (1Korintus 1:20)
Ayat 19-20 memberithukan bahwa mereka membawa Pulus ke sidang Aeropagus
(bukit dewa Mars) bukn untuk diadili, tetpi untuk di beri kesempatan agar ia bercermah
tentang kebenaran dengan bebas. Penghuni kota Athena ingin mendengar ajaran yang baru
sebab keinginan belajar, bukan krena kerindun hati atau kerinduan rohani. Oleh sebab itu
kotbah Paulus kali ini tidak begitu berbuah (ay 32). Ayat 21 menceritakan bahwa orang-
oranmg yang ada di kota Atena adalah orang-orang yang tergolong sangat sibuk. Kemudian
ayat 22 memberitahukan bahwa Paulus berdiri di Aeropagus dan memberitakan Injil atas
permintaan dari beberapa filsuf golongan Stoa dan Epikurian. Dalam ayat ini juga seolah-
olah Paulus memuji mereka dan mengatakan bahwa mereka adalah orang yang beribadah.
Paulus mengatakan bahwa mereka sangat beribadah kepada dewa-dewa. Sebenarnya
perkataan ini dapat ditafsirkan sebagai animisme.
Ayat 23 Paulus melanjutkan kotbahnya, dalam ayat ini ada kalimat yang sngat
penting dipelajari, dimana Paulus berkata bahwa dia menjumpai sebuah tulisn di mezabah
penyembahan orang Atena suatu kalimat kepada Allah yang tidak dikenal. Allah yang tidak
di kenal artinya adalah Allah yang ajaib atau Allah yang misterius bagi orang Atena itu. lalu
bertolak dari perkataan inilah Paulus menjelaskan atau memperkenalkan Allah yang tidak di
kenal oleh orang-orang Atena ini . Secara implisit ayat ini memberitahukan bahwa
sekalipun manusia berusaha berpikir untuk mengenal Allah seperti para filsuf Stoa dan
Epikurian ini mereka tidak dapat mengenalnya dengan benar. Manusia dapat mengenal
Allah hanya jika Allah menyatakan diri-Nya kepada manusia. Alkitab adalah penyataan Allah
maka kita dapat mengenal Allah dri apa yang dikatakan Allah tentang diri-Nya seperti yang
ada dalam Alkitab.
Selanjutnya ayat 24 Paulus mengatakan bahwa Allah pencipta langit dan bumi tidk
diam dalam kuil buatan tangan manusia. Allah yang menciptakan bumi dan segala isinya
adalah Allah yang menjadikan dri yng tidk ada menjadi ada, sebab itu pemikiran yang
mengira bahwa Allah dapat didiamkan dalam kuil-kuil adalah bodoh. Manusia dapat
menyembah Allah sang pencipta sebagai pencipta melalui iman (Ibrani 11:6). Sng pencipta
membangkitkn iman manusia. Semua mahluk alam semesta tidk dijdikan secara kebetulan,
tentu ada yang menciptkannya, itulah kebenaran. Jikalau semua mahluk alam semesta
dijadikn secara kebetulan, tidak akan ada ilmu pengetahuan tentang alam semesta sebab
alam semesta itu tidak mengikuti hukum alam. Tidak hanya demikian, jikalau ada suatu
hukum alam terjadi secara kebetulan, dalam zaman sekarangpun harus ada yang terjadi
demikian, akan tetapi pada masa sekarang sama sekali tidak ada yang terjadi demikian.
Oleh sebab itu menyakini bahwa alam semesta terjadi secara kebetulan lebih sulit
mempercayainya daripada percaya bahwa ada yang menciptakannya. Kita mempercayai
kebenarn penciptaan Allah dan kuasa penciptaan-Nya dengan sukacita. Allah tidak diam
dalam kuil-kuil buatan tangan manusia, bukan hanya itu saja Alkitab juga mengatakan
bahkan Allah juga tidk diam di Bait Allah sekalipun itu di bangun menurut petunjuk-Nya (1
Raja-Raja 8:27), hanya Bait Allah merupakan tempat kehadiran nama-Nya yaitu Firman-Nya,
sebab itu doa orang-orang ditempat itu akan di dengar oleh Allah di surga (1 Raja-Raja
8:28-30, 44-45). Pemikiran bahwa Allah berada di suatu tempat tertentu adalah pikiran
penyembahan berhala. Allah memenuhi langit dan bumi sebab itu Ia berada dekat dan jauh,
Ia berada di dalam alam semesta dan diluar alam semesta (Yeremia 23:23-24), oleh krena
88
itu percaya kepda-Nya menurut firmn-Nya adalah penyembahn kepada-Nya (Yohanes 6:29;
Kisah Para Rasul 17:31).
Dalam ayat 25 ini Paulus menjelaskn bahwa kelakuan orang-orang yang menyembah
berhala yang membawa persembahan ked lm kuil-kuilnya adalah sia-sia. Mereka menghibur
diri sendiri dengan mempersembahkn persembahan kepada berhala; akan tetapi apa yang
kurang bagi Allah sehingga Ia memerlukan persembahan? (Mazmur 50:7-15) malahan
Allahlah yang memberikan hidup dan nafas dan segala sesuatu kepada semua orang. Ini
merupakn perbandingan dimana Allah buknlah yang bergntung kepada manusia tetapi
manusialah yang bergantung kepada Allah. Pada ayat 26 ini Paulus mengatakan bahwa
Allah menjadikan semua bangsa dn umt manusia dari stu orang saja. Para antropolog juga
tidak memungkiri bahwa mnusia berasal dari satu leluhur. Allah juga menentukan musim
atau masa atau zaman-zamanya dan bahkan juga batas-bats kewilayahn bangsa-bangsa itu
(lihat Ulangan 32:8). Ayat 27 Paulus mengatakan bahwa Allah melakukan semuanya itu
adalah bahwa Ia ingin menyatakan keberadaan-Nya. Kemudian di ayat 28 Paulus
mengatakan bahwa di dalam Dia kita hidup, kita bergerak, kita ada yang berarti bahwa
kehidupan, gerakan dan eksistensi manusia hny ada sebab anugerah Allah; yang dimksud
ialah manusia akan kembali kedalam kesia-siaan jika kuasa Allah tidak menopangnya. Di
dalam ayat ini Paulus juga mengutip perktaan dari penyair sudah mereka kenal yang
mengatakan: Kita ini dari keturunan Allah, dengan mengatakan hal ini Paulus bermaksud
menjelaskan bahwa semua orang berasal dari Allah dalam arti bahwa mereka adalah
mahluk ciptaan-Nya. Kemudian di ayat 29 Paulus menjelaskan bhwa sebab kita adalah
berasal dari keturunan Allah berarti kita diciptakan serupa dengan Allah. Benar bahwa Allah
menciptkan manusia begitu mulia, tidak dapat dibandingkan dengan ciptaan lain. Paulus
memberi pandngan yang demikian agar merek menyadari bahwa sang pencipta tidk boleh
digantikan dengan ciptaan yang diciptakan sedemikian rupa; dengan patung-patung berhala
yang terbut dri emas atau perk atau batu. Paulus memperkenalkan Allah, pemimpin langit dn
bumi dan segal isinya (24-27), agar menegaskan bahwa Allah tidk boleh disamakan dengan
patung-patung buatan tangan manusia. Lihat Mazmur 115:4-8; 135:15-18; Yesaya 40:18-
20,25; 44:12-17; 46:5-7. Kemudian ayat 30-31 Paulus mengatakan bahwa sekarang Allah
memberitakan kepada manusia bahwa semua orang harus bertobat. Kata sekarang berarti
pada keadaan sekarang. Hal itu menunjukkan suatu hal yang baru dimulai dimana
sebelumnya masa itu tidak pernah ada. Allah memberitakan dimana-mana semua mereka
harus bertobat dengan kasih krunia-Nya bukan dengan perintah hukum Taurat. Kemudian
dikatakan bahwa Allah telah menetapkan suatu hari dimana Ia akan menghakimi dunia dan
penghukum itu adalah Anak Allah yang telah mati dan bangkit itu (Yesus Kristus), Ia adalah
manusia sejati yang telah bangkit dari antara orang mati. Jikalau Ia hanya manusia, Ia tidak
dapat menjadi penghakim; akan tetapi Ia adalah Anak Allah yang membuktikan diri-Nya
sebagai penghukum dengan kebangkitan-Nya. Ayat 32-34 memberitahukan bagaimana
tanggapan orang-orang Atena itu terhadap penjelasan paulus. Beberapa dari orang Atena itu
menertawakan Paulus tetapi yang lain bersedia mendiskusikannya lebih lanjut. Dengan
demikian berakhirlah pertemun itu dan Paulus pergi meninggalkan mereka. Dia tidak gagal
secara mutlak, sebab beberapa orang laki-laki menggabungkan diri dengan dia dan menjadi
percaya. Salah seorang diantara mereka adalh anggota Aeropagus itu sendiri. tetpi di Aten
hanya sedikit orang yng mu percaya.
Pasal 18:1 memberitahukan bahwa Paulus meninggalkan Atena pergi ke Korintus,
dimana ia menantikan Silas dan Timotius dari Makedonia. Kota Korintus 50 mil jauhnya dari
Atena. Kota itu di hncurkan oleh jenderal L. Mummius untuk membsmi gerakan anti Roma
pada tahun 146 BC dan kehancuran itu dibiarkan berlangsung selama satu abad. Julius
Caesar kemudian kembali membamgun kota itu pada tahun 46 BC. Kota Aten terkenal
dengan patung-patung berhala sedangkan kota Korintus terkenal dengan kemerosotan
moral. Nama Korintus berarti cabul sehingga lahirlah kata korintiajomi yang berarti
percabulan. Pemberita Injil juga harus pergi ke kota yang telah membusuk untuk
memberitakan Injil yang dapat menghambat pembusukan.
Ayat 2 memberithukan bahwa Paulus berjumpa dengan seorang Yahudi yang
bernama Akwila dan istrinya Priskilia. Seorang penulis yang bernama Suetonius dalam buku
Life of Claudius mengatakan bahwa orang-orang Yahudi berkali-kali terlibat dalam huru-hara
ketika mendengr hasutan mengenai Krestus, sehingga Klaudius terpaksa mengusir mereka
dari Roma pada tahun 49 M. jika berita ini benar itu berarti bahwa pemberitan Injil di bait
Allah yang ada Roma banyak mengalami pertentangn sehingga Cludius mmerintahkan agar
semua orang Yahudi meninggalkan kota itu. tidak jelas apakah Akwila dan Priskilia sudah
89
menjadi orang percaya sebelum mereka meninggalkan Roma. sebab tidak pernah
disebutkan bahwa Paulus memberitakan Injil kepada mereka maka kemungkinan mereka
sudah menjadi Kristen di Roma. Dua orang Yahudi ini tiba di Korintus dan membuka usaha
disitu. Ayat 3 memberitahukan bahwa keadaan Paulus dan Akwila dan Priskila memiliki
pekerjaan yang sama; jadi Paulus begitu tiba di Korintus tidk serta merta hanya
memberitakan Injil tetapi juga bekerj sebagai tukang kemah. Kemh itu dibutuhkan oleh
wisatawan, gembala, pedagang dn lain-lain. Ayat 4 memberikan informasi bahwa Paulus
selalu memberitakan Injil di rumah ibadat setiap hari sabat untuk menyakinkan orang-orang
Yahudi dan juga orang-orang Yunani. Kita tahu bahwa orang-orang Yahudi menerima PL
dan senantiasa menunggu Mesias yang dijanjikan dalam kitab PL. jadi Paulus berusaha
menykinkn orng-orang Yahudi bahwa Mesias yang sedang mereka nanti-nantikan itu adalah
Yesus Kristus yang telah mati dan bangkit dan telah naik ke sorga itu. Ayat 5 ini memberikan
analogi bgi kita bahwa sebelum datangnya Silas dan Timotius betapa hati Paulus ingin
memeliki waktu untuk memberitakan Injil lebih banyak dn setelah mereka datang untuk
membantunya maka ia dapat memberitakan Injil dengan sepenuhnya. Paulus memberi
kesaksian kepada orang-orang Yahudi, bahwa Yesus adalah Mesias.
Selanjutnya ayat 6 mengatakan bahwa banyak orang-orang yang memusuhi dan
menghujt dia, oleh sebab itu Paulus mengebaskan debu dri pakaiannya. Tindakan itu
adalah merupakan kiasan yang berarti bahwa ia tidak bertanggung jawab. Ia telah
melaksanakan tanggung jawabnya untuk memberitakn Injil kepada orang Yahudi dengan
sepenuhnya namun orang-orang Yahudi itu tidak menerima apa yang dia beritakan,
sekarang ia memutuskan untuk memberitakan Injil kepada yang lain dan jika orang Yahudi
tidak diselamatkan Paulus tidak bertnggung jawab lagi. Seharusnya tindakan seperti inilah
yang harus dilakukan oleh pemberita Injil, seperti Paulus ketika meninggalkan tempat
pelayananya, ia adalah orang yang telah menuntskan pelayananya, akan tetapi hamba
Tuhan yang malas atau yang tidak mampu akan meninggalkan tempat pelayananya dengan
bebn berat sebab masih banyak tanggung jawab yang belum dilaksanakannya, hamba
Tuhan yang berjiwa demikian, sangat menyedihkan.
Kemudian ayat 7 memberitahukan bahwa Paulus keluar dari bait Allah itu lalu datang
kerumah seorang yang bernama Titius Yustus yang rumahnya berdampingan dengan bait
Allah itu. hal ini memberitahukan bahwa meskipun Paulus ditinds oleh orng Yahudi tetapi ia
tetap tinggal dekat dengan mereka, disamping rumah ibadat orng Yahudi; sebab walaupun
mereka menindas tetapi hasilnya beberapa orang Yahudi menjadi percaya (8) dan masih
ada harapan untuk memenangkan yang lain (9-10) di antara mereka Rasul bertindak sesuai
dengan pimpinan Roh Kudus, Karen itu ia pernah melarikan diri ke tempat yang jauh (9:25)
tetapi juga dapat tinggal dekat dengan penindasan. Nama Titius Yustus mungkin nama
orang Roma. Paulus msih tetap akrab dengan Akwila tetapi ia meninggalkannya dan pindah
ke rumah Yustus untuk tinggal. Ia bertindak demikian agar dapat bersekutu dengan orang-
orang kafir sambil memberitakan Injil kepada mereka.
Ayat 8 menceritakan tentang Krispud kepala rumah ibadat dan seluruh keluargany
yang menjadi percaya. Peristiwa ini tentu menjadi suatu berita yang sangat menggemparkn.
Krispus tentu adalah orang yang mempunyai pengaruh besar terhadap orang Yahudi.
Percaya kepada Tuhan berarti bahwa ia telah memiliki iman yang menyelamatkan. Banyak
dari orang-orang Korintus yang mendengarkan pemberitaan Paulus menjadi percaya dan
memberi diri di baptis. Sekali lagi ayat ini memberitahukan suatu kondisi sebelum seseorang
di baptis, yaitu dia harus sudh diselamatkan lalu setelah itu diatas imanya dia di baptiskan.
Ayat 9 memberitahukan bahwa pada suatu malam Tuhan berkata kepada Paulus jangan
takut, teruslah memberitakan Firman dan jangan diam. Kata jangan takut adalah kosa kata
yang bukan berarti melarang untuk takut sesaat sebab suatu kejadian yang terjadi, tetapi
hidup terus menerus tanpa ketakutan. Teruslah memberitakan firman dan jangan diam, ini
adalah dorongan kepada Paulus untuk tetap memberitakan Firman tak peduli orang lain
mendengarknnya atau tidak.
Ayat 10-11 adalah sambungan dri apa yang Tuhan katakana dan respon Paulus atas
perkataan Tuhan itu. Tuhan berkata bahwa “Aku” menyertai engkau. Ini adalah penegasn
dari Tuhan bahwa Dialah yang menyertai Paulus. Penyertaan ini menjamin bahwa Paulus
harus memberitakn Injil di Korintus dan akan ada buah dari misinya. Ayat 12-13
menceritakan penentangan orang-orang Yahudi di Korintus kepada Paulus. Pada saat itu
yang menjadi gubernur Akhaya adalah Galio, dia adalah kakak dari Seneca, ahli Filsafat
Stoic. Menurut sejarah ia adalah orang lembut dan ramah. Di tembok kuil Delphi di Korintus
terukir surat Kaisar Klaudius, nama Galio tercatat tiga kali di dalamnya. Pada waktu itu
90
gubernur Akhaya tidak berada dibawah parlemen tetapi dibwah pengawasan langsung dari
kaisar. Pada saat itu orang-orang Yahudi bermksud menganyiaya Paulus melalui kekuasaan
Galio, tetapi Galio yang baik hati menolak permintaan orang Yahudi ini; seperti demikinlah
janji Tuhan (ay. 10) digenapi. Ada waktunya dimana Allah melindungi hamba-Nya secara
ajaib tetapi seringkali Allah memberi perlindungan secara wajar saja. orang-orang Yahudi itu
mengtakan bahwa Paulus mengajarkan tentng beribadah kepada Allah yang bertentangan
dengan hukum Taurat, perkataan ini diungkapkan orang Yahudi sebab kesalahfahaman.
Paulus tidak mmberitakan agama untuk melanggar hukum Taurt. Ia mengajar mereka agar
mereka beribadah kepada Allah dengan Injil yang merupakan kegenapan hukum Taurat.
Ayat 14-16, menjelaskan bahwa Galio memutuskan dengan adil bahwa ia hanya akan
menangani perkara yang mencelakakan orang lain atau kelakuan yang jahat yang tidak
benar. Pelanggaran berarti kelakuan yang mencelakakan orang lain, dan kejahatan berarti
kelakuan yang jahat. Ia juga mengatakan bahwa sebagai hakim di pemerintahan ia tidak
akan mempedulikan persilihan tentang perkataan atau nama hukum agama. Tetapi kalau hal
itu adalah perselisihan tentang perkataan atau nama atau hukum yang berlaku diantara
kamu, maka hendaklah kamu sendiri yng mengurusnya. Secara singkat apa yang dikatakan
oleh Galio ini adalah bahwa jika persoalan agama atau perbedaan ajaran yang diantara
orang Yahudi itu bertentangan maka itu bukanlah urusanya (bukan urusn Galio). Perkataan
itu sama dengan logos dan nama itu mengcu kepada nama Yesus dan hukum itu mengacu
kepada hukum Taurat. Jdi untuk persoalan-persoalan seperti ini biasanya tidk ingin campur
tangan atas hal-hal yang berhubungan dengan hukum Taurat sebab hal itu berkaitan dengn
agama.
Ayat 18 menjelaskan bhw setelah peritiwa itu (ay 17) Paulus masih tinggl beberapa
hari lagi di Korintus, setelah itu baru dia minta diri kepada saudara-sudara disitu, dn berlayar
ke Siria. Priskila




