• coklatx.blogspot.com

    www.coklatx.blogspot.com

  • berasx.blogspot.com

    www.berasx.blogspot.com

  • kacangx.blogspot.com

    www.kacangx.blogspot.com

Tampilkan postingan dengan label Injil sinoptik 11. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Injil sinoptik 11. Tampilkan semua postingan

Injil sinoptik 11

 


an mereka meninggalkannya, lalu ketika

murid-murid  mengelilinginya  dia  bangkit  lalu  msuk  kedalam  kota,  baru  setelh  keesokn

harinya ia bersama-sama dengan Barnabas ke Derbe. Orang-orang yang mengelilinginya

untuk memakamkan mayatnya. Pada saat itu Paulus bangkit kembali (lihat 2 Timotius 3:11)

ada penafsir mengatakan bahwa pada saat itu Paulus sudah mati tetapi kemudian bangkit

kembali. Tetapi hal itu tidak terlalu jelas, namun bir bagaimanapun bahwa apapun yng terjadi

itu adalah suatu mukjizat. Lalu ia masuk ke kota Listra, hal itu menunjukkan sikap Paulus

yang  gagah  yang  tidak  takut  terhadap  penganyiayaan.  Ia  meneruskan  pemberitaan  Injil

dihadapan orng-orang yang membencinya dengan berani. 

Kemudian ayat 21 menjelaskn tentang hasil yng dicapai dri pemberitaan Paulus dan

Barnabas di kota Derbe, dimana diktakan banyak orang yang menjadi murid (banyak orang

yang menjadi percaya). Selanjutnya ayat 22, memberitahukan bahwa di Listra, Ikonium dan

Antiokia Barnabas dan Paulus menguatkan hati murid-murid dan menasehati supaya mereka

mereka  bertekun  dalam  iman  artinya  berpegng  dengn  teguh  dan  sabar  (to  persevere).

Sekalipun akan mengalami banyak sengsara.  Kemudian ayat  23 memberikan penjelasan

bahwa  di  tiap-tiap  jemaat  rasul-rasul  itu  menetapkan  penatua-penatua  agar  mereka

mengatur jemaatnya. Berdoa dan berpuasa adalah sutu tindakan yang menunjukkn berdoa

sungguh-sungguh untuk suatu hal  yang penting.  Paulus mementingkan untuk mendirikan

jemaat dimana belum ada jemaat (1 Korintus 9:16). Tidak hanya demikian ia menganggap

jemaat yang telah berdiri juga adalah penting. Ia tidk dapat membiarkan jemaat-jemaat itu

79


begitu saja tanpa pemimpin. Ia mengangkat pentua-penatua dan menyerhkan mereka dan

jemaatnya kepada Tuhan dengan berdoa dan berpuasa. Ayat 24-25 menjelaskan bahwa

Paulus dan Barnabas datang ke Psidia kemudian pergi kea rah Selatan dan akhirnya tiba di

Pamfilia pulau dimana kota Perga berada. Atalia adalah pelabuhan yang berada di pantai

Perga. Selanjutnya ayat 26 di katakana bahwa mereka berlayar menuju Antiokia, dimana

mereka dahulu diserahkan menjadi tenaga misi luar negeri, mereka pulang setelah mereka

melakukan tugas mereka dengan baik yaitu untuk memberitakan Injil. Selanjutnya ayat 27-

28, menjelaskan bahwa setelah mereka tiba di Antiokia, mereka mengumpulkan jemaat dan

mereka menceritakan apa yng telah dilakukan Tuhan lewat perantaraan mereka, dimana

kepada bangsa-bangsa lain anugerah keselamatan juga di curahkan Allah dengan Cuma-

Cuma.

b. Persoalan di Gereja Bukan Yahudi dan Sidang di Yerusalem (15:1-35)

Keberhasiln penginjilan di kalangan bukan Yahudi telah menyebabkan munculnya persoalan

yang paling penting di gereja mula-mula – yaitu hubungan diantara orng percaya Yahudi dan

bukan Yahudi serta bagaimana orng-orang bukan Yahudi itu dapat diterima sebagai anggota

gereja.  Pada  masa  sebelumnya,  gereja  terdiri  atas  orang-orang  Yahudi,  dan  sebab   itu

penginjilan terhadap orang bukan Yahudi sebagaimana di  tugskan oleh Tuhan kit  belum

diperhitungkan.  Filipus  membawa  Injil  kepada  orang  Samaria,  dan  Petrus,  sesudah

dipersipkan  oleh  Allah,  berhasil  mengatasi  keberatanya  sebagi  orng  Yahudi  lalu

memberitakan  Injil  kepada  Kornelius,  dengan  demikian  ambil  bgian  dalam  persekutuan

penuh  dengan  kalngan  bukan  Yahudi.  Pendirian  gereja  non-Yahudi  di  Antiokia  dan

keberhasilan pemberitaan Injil kepada kalangan non Yahudi di Galatia kini memfokus pada

persoalan yang harus segera diatasi.

Ayat 1, Di gereja Yerusalem ada  golongan yang bersikukuh bahwa jikalau orang-

orang  bukan Yahudi  itu  tidak  disunat  menurut  adat  istiadat  yang  diwariskan  oleh  Musa

mereka tidak mungkin selamat dan diterima sebagai anggota gereja. Sampai sekarang juga

masih  banyak  orang  Kristen  yang  meragukan  bahwa  keselamatan  dapat  dicapai  hanya

sebab   percaya  kepada  Yesus  Kristus.  Sama  seperti  orang-orang  Kristen  Yahudi  yang

menganggap  bahwa  keselamatan  dapat  dicapai  sebab   anugerah  ditambah  dengan

perbuatan sunat dan adat istiadat Musa. Mereka sungguh-sungguh bersalah sebab  tidak

mengakui  bahwa manusia  diselamatkan  hanya  oleh  salib  Kristus  Yesus dan  sebaliknya

mereka menyarankan sunat sebagai syarat keselamatan. Mereka tidak mengetahui bahwa

peraturn sunat telah diakhiri Kristus yang telah menyelesikan tujuan-Nya (Roma 10:4; Filipi

3:3).  Manusia  cenderung  tidak  percaya  atas  kselamatan  yang  sempurna  oleh  sebab 

kematian  Kristus.  Sebaliknya  ingin  menambah  hal  lain  yang  diperbuat  mnusia  di  atas

kematian-Nya untuk memperoleh keselamatan. Pemikiran demikian, yakni berpikir  bahwa

demi keselamatan harus ada suatu usaha manusia diatas kematian Kristus disalib adalah

dosa yang menjatuhkan atau merendahkan makna kemtian Kristus di salib.  Orang-orang

Kristen  Yahudi  yang  menyarankan  Musa  sebagai  tambahan  yang  harus  dituruti  untuk

keselamatan agaknya berlatar  belakang Farisi,  hal  ini  terlihat  dari  ayat  5.  Mereka orang

Yahudi yang paling kolot.  Golongan ini  juga menganggap bahwa agama Kristen sebagai

suatu  aliran  didalam Yudaisme.  Mereka  tetap  mempertahankan  dan  memelihara  semua

kebiasaan  dan  adat  yang  ada  dalam hukum  Taurat,  dengan  hanya  menambahkan  Injil

tentang kematian dan kebangkitan Yesus selaku Mesias yang dijanjikan. Orang-orang Farisi

yang bertobat bersikeras bahwa orang bukan Yahudi harus juga menjadi orang Yahudi jika

hendak menjadi  Kristen.  Persoalan ini  sudah dimunculkan di  dalam gereja.  Seandainya,

sebab  tampaknya mungkin demikian, Galatia 2:1-10 menguraikan kunjungan ketika terjdi

bencana kelaparan sebagimana di kisahkan dalam Kisah Para Rasul 11:27-30. Maka para

pemimpin  di  Yerusalem  pada  dasarnya  telah  menyetujui  pemberitaan  Injil  oleh  Paulus

kepada kalangan bukan Yahudi dan tidk bersikukuh bahwa orang-orang itu harus disunat.

Petrus menyetujui kebijakan ini; sebab beberapa wktu kemudian, ketika dia tiba di Antiokia,

Petrus menunjukkan bahwa dia sudah memahami pelajaran yang disampaikan kepadanya

melalui  penglihatan,  dan  dengan  leluasa  makan  semeja  dengan  orang  percaya  bukan

Yahudi (Galatia 2:11,12). Kini terdapt dua macam gereja: Gereja Yahudi di Yeruslem dimana

orang Kristen Yahudi bebas melanjutkan kebiasaan menaati hukum Taurat Perjanjian Lama,

tetapi selaku orang Yahudi dan bukan selaku orng Kristen; serta gereja orang bukan Yahudi

di Antiokia dimana tidak satupun kewajiban upacara Yahudi dilaksanakan. Petrus menyetujui

kebebasan orang bukan Yahudi dari kewajiban menaati hukum taurat; maka ketika berada di

tengah-tengah orang yng bukan Yahudi, dia mengesmpingkan kebiasaan Yahudinya demi

80


persekutuan  Kristiani.Golongan  “sayap  kanan”  di  Yerusalem melihat  sesuatu  yang  tidak

disadari oleh Petrus: Yaitu bertumbuhnya gereja orng bukan Yahudi pasti berarti berakhirnya

gereja  Yahudi.  Meningkatnya  hubungan diantara kedua gereja  ini  membuat  orang-orang

Kristen  Yahudi  akhirnya  hrus  mengikuti  teladn  Petrus  dan  mengesampingkan  kebiasan-

kebiasaan  Yahudi  mereka.  sebab   itu  ketika  ada  beberapa  orang  datang  dari  kalangn

Yakobus ke Antiokia (Galatia 2:12), mereka menuduh Petrus meninggalkan hukum Taurat

dan mengtakan kepadanya bhwa tindakannya ini  berarti mengakhiri Yudaisme. Petrus

tidak menyadari kemungkinan ini  sebelumnya. sebab  itu dia mengundurkn diri dari

meja persekutuan dengan orang-orang bukan Yahudi untuk merenungkan kembali situasi

itu. tindakannya ini lngsung mengakibatkan keresahan dan perpecahan diantara jemaaat di

Antiokia. Paulus langsung menyadari akibat dari tindakan Petrus ini ; tindakan Petrus

itu pasti mengkibatkan dua gereja yang terpisah – gereja Yahudi dan gereja bukan Yahudi.

Pilihanya ialah orang Kristen Yahudi harus mengesmpingkan kebiasaan Yahudi mereka dan

duduk bersekutu dengan orang Kristen non-Yahudi,  atau orng Kristen non-Yahudi  harus

tunduk pada hukum Musa; Jika tidak demikian gereja akan pecah. Selaku orang Yahudi

Paulus bersedia saja melakukan kebiasaan-kebiasaan Yahudi. Tetpi dia bersikukuh bahwa

ketika  orang  Kristen  Yahudi  memasuki  gereja  orang  Kristen  non-Yahudi,  mereka  harus

meninggalkan semua kebiasaan-kebiasaan Yahudi mereka dan bersekutu dengan orang-

orang  bukan  Yahudi.  Pandangan  Paulus  rupanya  berlaku,  tetapi  kalangan  yahudi  di

Yerusalem tidak puas. Mereka datang ke Antiokia lagi dn menandskan bahwa orang bukan

Yahudi harus disunat jika hendak menjadi orang Kristen.

Ayat  2,  menjelaskan  bahwa Paulus  dan  Barnabas sangat  menentang  pengajaran

Yudaizer itu. Paulus dan Barnabas berpendapt bahwa keselamatn hanya datang oleh salib

Kristus.  Oleh  sebab   itu  terjadilah  perlawanan  dan  perbantahan  sebab   orang-orang

Zionisme menuntut  sunat  sebagai  syarat  untuk  diselamatkan.  Jemaat  Antiokia  mengirim

wakilnya ke Yerusalem agar mengadakan persidangan mengenai soal itu.

Ayat  3,  menjelaskan  bahwa keberangkatan Paulus  dan Barnabas serta  beberapa

orang dari jemaat Antiokia menuju Yerusalem untuk mengadakn pertemuan dengan rasul-

rasul  disana  mengenai  permasalahan  itu.  Paulus  dan  Barnabas  beserta  team  berjalan

melalui daerah Fenesia dan Samaria dan disana mereka menceritakan tentang orang-orang

kafir  yng mendapat keselamatan tanpa sunat. Barangkali  kesempatan yang semacam ini

juga  dipergunakan  untuk  mendengar  tanggapan  dari  jemaat-jemaat  tentang  hl  itu,  dan

ternyata bahwa hal itu menggembirakan hati mereka. Ayat 4-5, menjelaskan bahw gerej di

Yerusalem menymbut delegsi ini  dan mendengarkan kisah tentang keberhasilan gerej

bukan Yahudi di Antiokia dan tentang pemberitaan Injil kepada kalangan bukan Yahudi di

Galatia.  Sesudah itu  keberatan  diajukan  oleh  orng-orng  yng  sudh  bertobat  dari  golongn

Farisi yng bersikukuh bahwa orang bertobat dri golongn bukan Yahudi hrus menjadi orang

Yahudi yng menaati hukum Musa. Keadaan ini mendorong diadakanya sidng resmi antara

rasul-rasul dan penatua-penatua jemaat Yerusalem beserta delegasi dari Antiokia (ayat 6).

Kalau kita  melihat  ayat  selanjutnya (12 dan 22) menunjukkan bahwa seluruh gereja ikut

dalam mengmbil keputusan.

Ayat  7-9  menjelaskan  bahwa  teguran  Paulus  kepada  Petrus  ketika  di  Antiokia

(Galatia 2:11) membuhkn hasil.  Jadi  Petrus selaku pemimpin Rasul,  kini kembali  kepada

pndngannya yang ia ambil setelh ia memberitakan Injil kepada Kornelius – yaitu bhwa Allah

telah  menerima orng  bukan Yahudi  hanya  melalui  Iman bukan melalui  sunat  dan adapt

istiadat  yang  diwariskn  oleh  Musa.  Petrus  berkata  bahwa  Kristus  membersihakan  hati

manusia oleh iman, artinya ketika manusia menerima Kristus dengan iman, Kristus menjadi

kebenarannya dan setelh itu Kristus akan bekerja didalam hatinya agar ia dapat hidup suci.

Petrus  juga  mengatakan  bahwa Tuhan sam sekali  tidak  mengadakan perbedaan antara

orang Yahudi dn non-Yahudi. Hal ini menjelaskan bahwa keselamatan adalah hadiah dari

Allah,  bukan  berasal  dari  kebaikan  atau  kebenarn  manusia.  Jadi  jika  ada  orang  yang

memeghkn dirinya sendiri dalm hal keselamatan, ia adalah orang yang menganggap darah

Yesus Kristus tidak layak untuk menyelamatkan manusia. Orang yang demikian kelihatannya

beriman tetpi sesungguhnya ia adalah orang yang tidk memiliki iman dan menghina darah

Tuhan.  Setelah  Petrus  memberikan  penjelasan  yang  sangat  baik  itu,  maka  dia

melanjutknnya pada ayat 10, dengan sebuah pertayaan: “Kalau demikian, mengapa kamu

mau mencobai Allah dengan meletakkan pada tengkuk murid-murid itu suatu kuk, yang tidak

dapat dipikul, baik oleh nenek moyang kita maupun oleh kita sendiri?” apa rtinya mencobai

Allah dalam hal ini? Orang yang mengatakan bhwa orng percaya juga harus disunat dn

mengikuti hukum Taurat Musa untuk diselamatkan, adalh orng yng melawan Allah yang telah

81


mengaruniakn  keselamatan  hany  oleh  iman  kepada  Yesus  Kristus.  Maksudnya,  ia

mempersoalkan dan meragukan rencna keselamatan  yang  dikerjakn  Allah  dengan kasih

karunia-Nya. Yesus datang kedunia untuk memikul beban kita (Matius 11:28), jadi  orang

yang ingin memikulkan beban yang berat kepada orang yang percaya kepada-Nya berarti

menentang Dia. dalam ayat ini Petrus juga memberitahukan bahwa kuk itu (hukum taurat)

tidak dapat dipikul oleh nenek moyng mereka dan bahkan mereka sendiri juga tidak. Allah

mengetahui hal itu sehingga Ia mengirimkan Kristus untuk memikul beban itu. itulah tindakan

Allah yang mengenal kelemahan kita.

Selanjutnya ayat 11, Petrus mengatakan bahwa baik orng Yahudi mupun Non-Yahudi

sama-sama  hnya  oleh  sebab   kasih  karunia  di  dalam  Yesus  Kristus.  Bukan  sebab 

melakukan persyaratan  jasmani  atau  peraturan-peraturan  manusia.  sebab   itu  tidak  ada

perbedaan dintara bangsa Yahudi dan bngsa lain dalm keselamatan. ( lihat Roma 3:21-22;

Kolose 3:10-11). Ayat 12 menerngkn bahwa pada waktu itu Barnabas dan Paulus melaporkn

tentang  pekerjaan  Allah  yng  dinyatakan  dalam misi  untuk  orang  kafir.  Lporan  itu  berisi

pengalaman  tentang  orang-orang  kafir  yang  menerima  keselamatan  hanya  oleh  kepada

Yesus. Dalam ayat ini ada kata diamlah seluruh umat itu, biasanya didalam rapat jika orng

yang memberikan sutu tuntn sudh dim setelh mendengar penjelasan itu berarti, bahwa di

menghargai  jawabn  itu  dan  akan  menerima  keputusan  yng  terbaik  apapun  yang  akan

diambil.

Ayat  13-16,  adalah  merupakan  perkataan  Yakobus  (kemungkinan  besar  saudara

Tuhan Yesus, yang saat itu menduduki jabatan sebgi pemimpin para penatua dan para rasul

di Yerusalem) yang sangat menentukan, dia menyebut tentang pemberitaan Injil Oleh Petrus

kepada Kornelius dn menunjukkan bahwa pemberitaan Injil  kepada orang bukan Yahudi

merupakn bagian dari rencana Allah dengan mengutip Amos 9:11, 12. maksud dari kutipan

ini adalah untuk melukiskan dan memberikan dukungan Alkitbiah kepada pemberitaan Injil

kepada orang bukan Yahudi yang dilakukan Petrus. Ayat 15 mengacu kepada pemberitaan

Injil yang dilakukan oleh Petrus kepada Kornelius. Hal itu yakni bahwa sejak semula Allah

menunjukkan rahmat-Nya kepada bangsa-bangsa lain, yaitu dengn memilih suatu umat dari

antara mereka bagi nama-Nya adalah sesuai dengan nubuatan Amos. Membngun kembali

pondok Daud yang telah roboh adalah berbicara tentang keselamatan sekelompok orang

Yahudi.  Selanjutnya ayat  17-18,  sambungan dari  nubuatan Amos yang memberitahukan

bahwa keselamtan dri orang-orng non-Yahudi sudah dinubuatkn sebelumnya. Oleh sebab 

ayat  19  Yakobus  mengemukakan  pendptnya  bahwa  mereka  tidak  boleh  menimbulkan

kesulitan  bagi  bangsa-bangsa  lain  yang  berbalik  kepada  Kristus.  Artinya  jangan

mensyaratkan sesuatu untuk keselamatan, selain iman kepada Yesus Kristus.

Ayat  20,  menginformasikan  tentang  persoalan  yang  lain,  yaitu  masalah  larangan

supaya jemaat non-Yahudi juga menjuhkan diri dari makanan yang telah dicemrkan berhala-

berhala, supaya menjauhkan diri dari percabulan, dari daging binatang yng mti di cekik dan

dari  darah.  Sebenarnya  ini  semua  tidk  berbicara  tentng  keselamatan,  tetapi  berbicara

tentang landasn persekutuan antara golongan Kristen yahudi dan golongan Kristen bukan

Yahudi.  Orang bukan Yahudi mempunyai  kebiasaan yang sangat  menjijikkan bagi orang

Yahudi. sebab  itu sebagai itikad baik dan ungkapan sikap Kristiani, orang Kristen bukan

Yahudi  dihimbau  untuk  menjauhkan  diri  dari  hal-hal  yang  akan  mengganggu  saudara-

saudara  seiman  Yahudi.  Yang  dimaksud  dengan  makanan  yang  dicemarkan  berhala  di

dalam 15:29 dijelskan sebagai makanan yang dipersembahkan kepada berhala. Seringkali

daging  yang  dijual  di  pasar  adalah  bekas  yang  telah  diprsembahkan  kepada  berhala.

Memakan daging semacam itu mengganggu nurani orang Yahudi sebab memberikan kesan

seakan-akan ikut ambil bagian dalam penyembahn berhala ini . Percabulan mungkin

berarti kemesuman secara umum atau pelacurn berkedok agama di kuil. Kemesuman yng

semacam ini merupakan hal yang sedemikian biasa dikalangan orng bukan Yahudi sehingga

perlu memperoleh perhatin khusus. Daging binatang yang mti dicekik adalah jenis daging

yng  tidak  tahir  dari  darah.  Daging  semacam  itu  dianggap  sebagai  suatu  kelezatan  di

kalangan  orang  bukan  Yahudi.  Darah  mengacu  kepada  kebiasaan  orang  kafir  untuk

memakan darah. Dua persyaratan terakhir itu berkaitan dengan persyaratan yng sama bagi

orang Yahudi yang menganggap bahwa “nyawa mahluk ada di dalam darahnya” (Imamat

17:11). Keputusan ini disampaikan kepada semua gereja non-Yahudi, bukan sebagai cara

untuk memperoleh keselamatan, tetapi sebagai landasan bagi persekutuan gereja antara

orang Yahudi dan non-Yahudi.

Ayat 21, ini sebenarnya adalah alas an mengapa orang bukan Yahudi harus menaati

apa  yang  disebutkan  dalam  ayat  20.  adapun  alasannya  adalah  bahwa  ditiap-tiap  kota

82


ada  orang Yahudi, dan baik di rumah-rumah ibadat di Palestina maupun di rumah di

rumah-rumah  ibadat  orng  Yahudi  Diaspora  hukum  Musa  di  beritakan  artinya  bahwa

ketentuan-ketentuannya  ditaati  dengan  ketat.  Ayat  22  memberitahukan  bahwa  untuk

menyampaikan keputusn itu Yudas yang disebut Barsabas dan juga satu orang lagi  yng

bernama Silas menemani Paulus dan Barnabas ke Antiokia untuk memberithukan keputusan

sidang  itu.  Yudas  yang  disebut  Barsabas,  rupanya  saudara  dari  Yusuf  yang  bernama

Barsabas (1:23). Silas adalah Silwanus yang disebut di dalam 1 Teslonika 1:1; 2Korintus

1:19; 1Petrus 5:12, yang belakangan menjdi rekan seperjalanan Paulus. Kemudian ayat 23,

adalah merupakan salam pembuka dari surat tentang hasil sidang itu. sementara ayat 24

memberitahukan bahwa orang Yahudi yang datang ke gereja Antiokia itu, dimana merek

mengatakan untuk diselamatkan harus mengikuti Hukum Taurat sebenarnya bukanlah utusn

dari  gereja  Yerusalem.  Kemudian  ayat  25-28  adalah  menjelaskan  kembali  tentang

pengutusn Yudas dan Silas untuk membawa surat keputusan itu. sedangkan ayat 29, kita

telah  bahas  dalam  ayat  20  hanya  ada  yang  ditambahkan  disini,  dimana  orang  yang

melakukan itu disebut berbuat baik.

Ayat 30, memberikan informsi tentang Yudas dan Silas berangkat ke Antiokia dan

setelh sampai disana (ayat  31-35) mereka membaca surat  itu dan jemaat disana sangat

bersukacita atasnya, itu berarti bahwa suart yang dikirim itu berhasil memechkn persoalan

yang ada. Beberapa waktu lamanya keduanya dan bahkan Paulus dan Barnabas juga ada

disana untuk mengajar dn melayani di gereja Antiokia itu.

c. Misi kedua, Asia kecil dan Eropa (15:36 – 18:22) 

Pasal 15:36-41, Lukas menuliskan tentang persiapan perjalanan penginjilan atau Misi yang

kedua. Sesudah jngka waktu yang tidak disebutkan, Paulus berniat mengunjungi kembali

dan  memperkuat  gereja-gereja  yang  sudah  berdiri.  Waktu  itulah  sayangnya  terjadi

perbedaan pendapat diantara Paulus dan Barnabas.  Barnabas ingin membawa Yohanes

Markus yang pernah menyertai  mereka dalam perjlanan pemberitaan Injil  yang pertama,

tetapi meninggalkan mereka ketika di dataran Asia kecil  dan kembali ke Antiokia. Paulus

menganggap tindakan ini sebagai bukti yang begitu nyata tentang ketidk mantapan sehingga

ia  menolak  keinginn  Barnabas.  Akibatnya  adalah  perpisahan  diantara  Paulus  dengan

Barnabas. Barnabas membawa Markus berlayar ke Siprus untuk mengunjungi gereja-gereja

yng  didirikan  pada  perjalanan  PI  yang  pertama.  Paulus  membawa  Silas.  Paulus

mengadakan perjalanan bukan melalui laut, tetapi melalui jalan darat menuju ke Galatia. Kita

tidak mengetahui apa-apa mengenai pendirin gereja-gereja di Siria dan Kilikia, tetapi 15:23

kita mengethui bahwa di sana memang ada gereja. Mungkin gereja-gereja itu merupakn hsil

pelayanan Paulus sebelum dibawa ke Antiokia.

Kisah Para Rasul 16:1, memberitahukan bahwa Paulus pergi ke Derbe dan ke Listra.

Disana dia memilihi Timotius, yang rupanya bertobat pada waktu PI yang pertama, untuk

menjadi rekan seperjalanan dan salah satu pendampingnya yang paling di percaya. Kepada

Timotius  inilah  Paulus  menjelang  akhir  hidupnya  menulis  dua  dari  surat-suratnya  yang

terakhir. Timotius adalah keturunan campuran: ayahnya adalah seorang Yunani sedangkan

ibunya  adalah  seorng  Yahudi.  Ibunya  psti  juga  termasuk orang  percaya  kepada  Kristus

ketika Paulus mengunjungi Listra pada PI yang pertama. Dari 2 Timotius 1:5 kita mengetahui

bahwa ibunya Eunike adalah seorang wanita yang saleh.

Kemudian ayat 2, menginformasikan tentang integrits dari Timotius, dia di kenal baik

oleh jemaat di Listra dan Ikonium. Lalu selanjutnya ayat 3, sebab  Timotius hanya separuh

Yahudi, maka agar dia dapat menjdi rekn seperjalanan yang dapat diterima oleh kalangan

Yahudi yang akan mereka layani, Paulus menyuntkan dia. sekalipun pemuda itu telh didik

oleh ibunya di dalam imn sesuai dengan PL (2Timotius3:15). Orang Yahudi memandang dia

sebagai  anak  orng  Yahudi  sebab   agama  yng  dianutnya.  Sebagi  orng  yng  mengaku

penganut  agama Yahudi  tetapi  tetap merupakan orng bukan Yahudi  yang  tidak  disunat,

Timotius  akn  merupakan  sandungan  bagi  orang-orang  yahudi  yang  dijumpai  Paulus  di

berbagai kota dn kepada siapa Paulus memberitakan Injil  pertama kali.  Paulus menyunti

Timotius adalah sebagai tindkan penyesuaian dan bukn krena prinsip religius.  Tidak ada

pertentangan  dengan  ketegasn  Paulus  untuk  menyunat  Titus  (Galatia  2:3);  sebb  Titus

adalah sepenuhnya orng bukn Yahudi, sehingga sama sekali tidk ada alas an budaya untuk

menyunatknnya.  Dengan  demikian  Timotius  di  sunat  bukan  sebagai  orng  Kristen  tetapi

melainkan  sebagai  orang  Yahudi.  Tindakan  ini  merupakan  penerapan  dri  prinsip  yang

dikemukakan  rasul  Paulus  di  dalam 1Korintus  9:20,  Demikianlah  bagi  orng  Yahudi  aku

menjadi seperti orang Yahudi, supaya aku memenangkn orang-orang Yahudi. Bagi orang-

83


orang yang hidup di bawah hukum Taurat aku menjadi seperti orang yang hidup di bawah

hukum  Taurat…supaya  aku  dapat  memenangkan  mereka  yang  hidup  di  bawah  hukum

Taurat.” Jika tidk menyngkut prinsip yng hakiki, Paulus memakai prinsip penyesuaian. Ayat 4

memberitahukan  bahwa  Paulus  dn  Silas  menympaikan  keputusn-keputusn  sidang

Yerusalem kepada seluruh jemaat yang mereka kunjungi (bukan Yahudi) dan bahkan Paulus

meminta agar setiap jemaat menurutinya. Ini membuktikan bahwa Paulus berusaha agar ada

perdamaian diantara jemaat-jemaat. Selanjutnya ayat 5, menunjukkan bahwa jemaat-jemaat

pada waktu itu berkembang dalam kwalitasny dan jug kwantitasnya. Kemudian dalam ayat 6

dan 7 disebut bahwa mereka melintasi Frigia dan tanah Galatia tetapi Roh kudus mencegah

mereka memberitakan Injil di Asia. Roh Kudus mencegah mereka untuk memberitakan Injil

dio  Asia,  bukan  sebab   Allah  ingin  membiarkan  suku-suku  Asia,  tetapi  perlu  untuk

memberitakan Injil di Eropa lebih dahulu menurut urutan waktu bgi misi dunia. Rombongan

Paulus yang telah menyerahkan diri untuk misi menaati bimbingan dan perintah Roh Kudus

yng demikian. Tidak ada catatan mengenai cara Roh Kudus yang membimbing Paulus disini

tetapi kita tidak perlu menduga tentangnya. Setibanya di Misia merek mencob masuk ke

derah Bitinia, tetapi Roh Yesus tidak mengizinkn mereka. Roh Yesus ini adalah roh yang

dikirim Yesus. Lihat Roma 8:9; Galatia 4:6; Filipi 1:19; 1Petrus 1:1. dengan ayat ini kita dapat

mengetahui bahwa pimpinan aktifitas misi pada waktu itu adalah Roh Kudus. Hal itu terjadi

sesuai  dengan  perkataan  Yesus  (Yohanes  14:16-17,26;  15:26;  16:13).  Ironside  berkata

bahwa salah satu berkat khusus yng didapati hamba-hamba Allah adalah bimbingan Roh

Kudus. Misia adalah kota yang terletak di bgian barat Asia kecil dan Bitinia terletak di bagian

timur  pntai  Misia.  Pencegahan Roh Kudus untuk memasuki  daerah Bitinia  bukan berarti

Allah menolak orang-orang Bitinia. Menurut surat Pliny, gubernur Bitinia pada tahun 70 AD.

Yang dikirim kepada kaisar Trajan, ada banyak orng Kristen pada masa pemerintahan Pliny.

Jikalau demikian, setelah Paulus tidk dapt memasuki daerah itu meskipun sebenarnya ia

mau (53 AD), Injil telh diberitakn di daerah itu. waktu dn tempat diwujudkannya pekerjaan

Allah mempunyai urutn di dalam kehendak-Nya.

Ayat 8-9, Troas adalah merupakan kota penyebarangan untuk sampai ke Makedonia.

Disana  tampak  kepada  Paulus  suatu  penglihatan,  dimana  orang  Makedonia  sedang

meminta  tolong  dengan  berseru  “…menyeberanglah  kemari  dn  tolonglah  kami!”  ini

menunjukkn  bahwa  mereka  menunggu  pemberitaan  Injil  bagi  keselamatan  mereka.

Permohonan ini adalah contoh dari semua seruan yang sama dari manusia. Manusia tidak

dapat  memperoleh  pertolongan  selain  melalui  keselamatan  dari  Injil  Kristus.  Hanya

pertolongan keselamatan dari Allah yang merupakan pertolongan yang benar. Filsafat ilmu

pengetahuan politik dan lain-lain yang menjanjikan pertolongan bagi manusia tidak dapat

memberikan hidup kekal sebab  semuanya itu sebenarnya tidak dapat menolong. Hal-hal

ini   diatas  seperti  tali  yang  telah  membusuk  yang  dilemparkan  kepada orang  yang

tenggelam di air untuk menyelamatkanya ke darat. Ayat 10, ayat memberitahukan tindakan

Paulus  dan  teamnya  setelah  mendapat  penglihatan  itu.  kata  kami  membuktikan  bahwa

penulis Kisah Para Rasul ini ikut bersma-sama mereka yang sedang melakukan perjalanan

misi. Orang ini adalah dokter Lukas, sebb dalam kitab ini istilah medis sering dipakai, dan

Lukas kawn sekerja Paulus dalah seorng dokter. Dalam ayat 11-12 kita menemukan nama

kota Samotrake ini adalah pulau diantara Troas dan Neapolis.

Selanjutnya ayat 13 menunjukkan bahwa mereka sangat mementingkan doa untuk

keberhasilan  misinya.  Mereka  berusaha  untuk  mendapat  tempat  dimana  mereka  harus

berdoa. Orang-orang pada zaman ini sudah meremehkan doa. Sebab ada banyak hamba

Tuhan Bisnis,  hamba Tuhan seperti  ini  selalu  berusaha mengembangkan kekuasaannya

dalam jemaat dengan tipu daya manusiawi, tidak bekerja dengan doa dan kuasa Roh Kudus.

Para  teolog  bertindak  seolah-olah  bekerj  dengan  teori  saja.  mereka  cenderung  tidak

menyerahkan dirinya dan juga tidak berdoa. Disamping itu jemaat awampun banyak yang

terikat dengan kehidupan manusiawi sehingga tidak mempunyai waktu untuk berdoa. Kami

berbicara kepada perempuan-perempun yang ada berkumpul disitu, ini menunjukkan bahwa

rombongan Paulus tidak menyiayiakan kesempatan untuk memberitakan Injil. Hati mereka

sellu  berkobar  untuk  mencari  jiwa-jiwa  (untuk  menyelamatkan)  sebab   itu  kaki  mereka

senantiasa  berkasutkn  kerelaan  untuk  memberitakan  Injil  damai  sejahtera.  Mereka

memberitakan Injil kepada perempuan-perempuan di tepi sungai yang mereka temui.

Ayat  14,  menceritakan tentang  seorang  yang bernama Lidia.  Dia  adalah  seorang

yang  sudah  mendengar  pemberitaan  Injil  dri  Paulus.  Dia  adalah  orang  yang  beribadah

namun sebelumnya dia belum mengerti bahwa Yesus adalah Mesias, tetapi telah menjadi

orang  yang tkut  akan  Allah  sebab   pemberitaan  orng  Yahudi.  Pada  saat  ia  mendengar

84


pembritan  Paulus  Tuhan  membuka  hatinya.  Hati  (kardia)  tidak  berarti  otak  tetapi  yang

disebut hti adalah jiwa dan roh. Itu adalah inti kepribadian, yaitu sumber kasih dan keputusn.

Htilah yang terbuka oleh Roh Kudus sebab  besar ksih krunia-Nya, liht Efesus 1:18. semua

pertobatan yang benar terjadi sebab  Tuhan membuka hati (Kardia) manusia. Lidia adalah

orang pertama bertobat dalam misi Eropa. Lidia menjembatani untuk membangun jemaat

pertama  di  Eropa.  Seorang  perempuan  Samaria  yng  hendak  menimba  air  juga  pernah

menjembtani  pemberitaan Injil  di  daerahnya (Yohanes 4:39-42).  Di  dalam sejarah gereja

pemberitaan Injil sering dimulai dari orang kecil dan akhirnya semakin diperluaskan. Ayat 15,

menceritakan  bahwa Lidia  dan  seisi  rumahnya  dibaptiskan.  Hal  ini  menunjukkan  bahwa

setelah pertobatan Lidia, dia membwa keluarganya kepada Tuhan dn diatas iman mereka

kepada Kristus mereka dibaptis. Dalam yat ini juga terliht kerendahan hati dari Lidia dengan

berkata  “Jika  kamu  berpendapat  bahwa  aku  sungguh-sungguh  percaya  kepada  Tuhan,

marilah  menumpang  di  rumahku”  ia  mendesak  agar  rombongan  Paulus  menginap  di

rumahnya sebab  ia sangat berkobar dengan rasa syukur ats keselamatan yang diterima.

Ayat  16-17  memberi  informasi  tentang  seorang  yang  disebut  hamba  perempuan

petenung.  ia  disebut  sebagai  hamba  petenung  sebab   dia  bekerj  atau  melakukan

tenungannya  menurut  perintah  tuan-tuanya  dengan  mendapat  bayaran  yang  tinggi.  Ia

mengikuti Paulus dan seolah-olah dia menguatkan pemberitaan Injil Paulus tetapi ternyata

dia adalah penyesat. Setanpun mengetahui sebagian kebenaran Allah (Yakobus 2:19). Jika

ia sedikit kebenarn Allah sebenarnya ia bermaksud memakainya untuk tujuan yang jahat,

yaitu memutarblikkan kebenaran. Beberapa penafsir berkata bahwa apa yng dikatakan oleh

perempun petenung itu dengan berkata tentang jalan kepada keselamatan (οδον σωτηριας)

bukan  mengacu  bahwa  jalan  yang  dimaksud  adalah  satu-satunya,  tetapi  justru

mengindiksikan bahwa jalan yang dimaksud adalah salah satu dri yang lainnya. Jdi dengan

demikian perkataan perempun itu justru membaw orang-orang lebih jauh dri Kristus.

Ayat 18, memberitahukan bahwa perempuan itu melakukan hal yang sama beberapa

hari  lamanya,  tetapi  sebab   Paulus  tidk  tahan  lagi  akan  gangguan  itu  sehingga  ia

mengharudik roh. Motivasi pertama memerintahkan roh itu keluar dari perempuan ini adalh

krena kemuliaan Injil,  bukan untuk menyelamatkan perempuan itu dari roh ini . Allah

tidk berkehendak Injil di beritakan oleh Iblis sebab  ia akan mengotorinya. Sehingga Paulus

menghardiknya dan menyuruhnya keluar dari perempuan itu. Selanjutnya ayat 19-20 adalah

reaksi dari para tuan-tuan perempuan petenung itu, mereka menangkap Paulus dan Silas,

lalu  menyeret  mereka  ke  pasar  dan  untuk  menghafap  penguasa.  Hal  ini  membrikan

gambaran semu orang-orang duniawi yang selalu bertindk hanya demi keuntungn materi.

Mereka tidk dapat memikirkn tentng berkat rohani. Hamba-hamba Tuhan juga akan menjadi

demikian jika ia bersifat duniawi. Kekuatan pertempuran mereka adalah tipu muslihat dan

tindakn-tindakan manusiawi,  bukan  doa  dan  kebenaran  serta  kuasa  rohani.  Sebenarnya

tujuan mereka adalah keinginan pribadi tetapi memanipulasinya dengan mengatakan bahwa

tujuannya adalh kepentingan umum.

Ayat 21, adalah sambungan dri perkataan-perkataan hsutan dari tuan-tuan perempun

itu. mereka menyebut diri mereka orang Rum padahal mereka adalah orang Yunani. Sifat

mereka ini adalah untuk membujuk pemerintahan Romawi. Orng-orang yang sangat duniawi

mudah membujuk penguasa demi keuntungn dirinya sendiri. adat istiadat yang kita…tidak

boleh menerimanya atu menurutinya menunjuk kepada Injil  yang di  britakan Paulus.  Injil

Allah memang tidk dapat dimengerti dan diterima orang-orng duniawi yang belum dilahirkn

kembali (1 Korintus 2:14); akan tetapi orang-orang yang sudah lahir baru akan menerimanya

dengan senang hati  dan  menaatinya.  Orng-orang  duniawi  bersemangat  untuk  mengikuti

ajaran yang jahat, sekalipun hal itu ibarat hendak mendaki gunung yang tinggi; tetapi untuk

mengikuti Injil, mereka jtuh sebab  tersandung hanya oleh sehelai jerami.

Ayat  22-24,  memberithukn  bahwa  rombongn  Paulus  pada  saat  itu  mengalami

penderitan yng sngat hebat. Penderitaan mereka adalah (1) penyiksaan massa yng buas, (2)

pukulan dengan dikoyakkanny pakaiannya tanpa pengdilan, yaitu pengdilan yang tidk sah

dan (3) dipenjarakan, yaitu perlkuan yang sangat kejam. Penderitaan Paulus ini tertulis di

dalam 2 Korintus 11:25 secara sugestif. Ayat 25-26, ini adalah pengalaman Paulus dan Silas

di penjara. Mereka berdoa dan menynyikn puji-pujian kepada Allah. Kemudian terjdilh suatu

peristiw yang sungguh dhsyat, dimana sendi-sendi penjara itu goyah dan semu pintu penjara

itu terbuka dan bahkan belenggu mereka semua terlepas. Allah dapat melepaskan mereka

dari  penjara  tanpa  gempa  bumi  akan  tetpi  ia  memakai  gempa  bumi  agar  orang-orang

merasakan kebesaran Allah yng hadiri disitu (Calvin). Ayat 27, menceritakan tentang kepala

penjara yang bernit bunuh diri, sebab  ia menyangka bahwa orang-orng dalam hukuman itu

85


melarikn diri. Menurut hukum Roma apabila Narapidana melepaskan diri dri penjara maka

penjagannya dihukum akan mati. Didunia ini ada banyak orang yang berniat bunuh diri krena

keputusasaan; akan tetpi dos bunuh diri adalah dosa yang dimana tidk ada lagi kesempatn

untuk bertobat. Yesus Kristus datang untuk menyelamatkan orng-orang yang berputus asa,

sebab itu mengapa harus membunuh diri dengan maksud demikian , Paulus mencegahnya

dengan suara nyring. Ayat 28, menunjukkan bahwa Paulus dan Silas adalah orng-orng yang

tidk ingin melrikn diri. Penolong mereka adalah TUHAN yng menjdikn lngit dan bumi, sebab 

itu untuk ap mereka berniat melarikan diri padahal merek tidak kekurangan sesuatu apapun;

justru  sebaliknya  merekalah  yang  menolong  menyelamtkan  penjaga  dari  tempat

kematiaanya.

Ayat 29-30, menceritkan tentang penjaga penjara yang tidak jadi bunuh diri dan dia

tersungkur  di  kaki  Paulus  dan  Silas  dan  bertanya:  “Tuan-tuan,  apakah  yang  harus  aku

perbuat,  supaya  aku  selamat?”  pertayaan  ini  adalah  pertayaan  yang  hrus  dijawab  oleh

Paulus dan Silas dengan baik, sebab untuk itulh mereka dipanggil sebagai pemberita Injil.

Sehingga  di  ayat  31  Paulus  menjawab  dengn  sangat  baik  dengan  berkata  percayalah

kepada Tuhan Yesus Kristus.  Hanya itu stu-satunya tidak ditmbah dengan peraturn atau

doga gereja, tidk ditambah dengan usaha manusia, tetapi hanya percaya saja. Kemudian

setelah itu (ayat 32) Paulus dan Silas memberitakn Firman Tuhan kepadanya dan kepada

semua orang yang ada di rumhnya. Pemberitaan ini dilakukan oleh Paulus sebab  dia tidak

mau hnya kepal penjaga penjara itu yang diselamatkan tetapi dia juga ingin bahwa anggota

keluarg penjaga penjara itu  juga beroleh selamat.  Selanjutnya ayat  33-34,  menceritakan

bahwa kepala penjara yang telah menjadi percaya itu menyambut mereka dengan ramah.

Menjadi  percaya  kepada  Allah  lebih  berharga  daripada  mempeeoleh  harta  yang  paling

berharga. Ia melayani pemberita-pemberita Injil ini dengan ramah sebab  sukcita yang besar.

Sikap  yang  bersyukur  sebab   dimotivasi  oleh  kesadaran  akn  ksih  Tuhan  adalah  bukti

pengampunan dosanya.

Kemudian  ayat  35-39,  Paulus  memperingtkan  pembsar-pembesar  kota  tentang

ketidakadilan mereka. Kejadian itu juga menggambarkan situasi yng dibalikkan; sekarang

Paulus dan Silaslah yang mengekang pembesar-pembesar dan pejabat-pejabat kota itu. ia

bertindk demikin agar membuat mereka rendah hati dan membenarkan keadilan Allah. Sutu

hl yang perlu diingat bahwa menurut hukum Roma (Lex Valeria, BC. 509, Lex Porcia, B.C.

248), warga Negara Romawi tidak boleh dipukul atau dipenjarakan tnpa pengadilan, namun

mereka menyiksa Paulus dengan tidak berdasarkan hukum. Ayat 40, menjelaskan bahwa

Paulus  dn  Silas  adalah  orang  kokoh  dalam Iman.  Sehingga  setelah  mereka  keluar  dri

penjara, mereka malah prig ke rumah Lidia dan menghibur saudara-saudara disana. Kisah

Para rasul 17:1-2. Setelah dari rumah Lidia Paulus dan Silas dan Timotius berjalan menuju

ke barat melalui jalan raya militer yang dinamakan Via Egnatia. Kenyataan bahwa mereka

Amfipolis  dan  Apolonia  menunjukkan  bahwa  Paulus  memeliki  rencana  yang  pasti  untuk

memberitakan Injil di berbagai kota yang strategis. Tesalonika adalah ibukota Makedonia.

Dalam ayat  ini  juga dikatakan  bahwa seperti  biasa  Paulus masuk ke  rumah ibadat  dan

membicarakan  bagian-bagian  dari  kitab suci.  Kemudian  ayat  3  memeberitahukan bahwa

Paulus menjelaskan tentang Mesias yng adalah Yesus. Isi kitab PL adalah nubuat tentang

kematian dan kebangkitan Kristus.  Rencana Allah yang menyelamtkan umat-Nya adalah

kematian-Nya dn kebangkitan-Nya, maka kata harus mempunyai arti kehrusan bagi Allah.

Kematian  dan  kebangkitan-Nya  telah  dinubuatkan  Allah  dan  dikerjkan  oleh  Allah,  itulah

keharusan Allah. Tuhan Yesus juga memaparkan bukti dengan kitab suci bahwa ia harus

mati dan bangkit kembali (Lukas 24:25-27). Ayat 4, memberitahukan tentang hasil dari apa

yang  Paulus  lakukan  di  Bait  Allah  ini ,  dimana  ada  beberapa  orang  Yahudi  yang

percaya  dan  sejumlah  besar  orang-orang  Yunani  yang  takut  akan  Allah  brtobat  sebab 

pelayanan  Paulus  ini.  Kata  perempuan-perempuan  terkemuka  adalah  lebih  mungkin

menunjuk kepada istri-istri orang terkemuka. Kemudian ayat 5-9, memberitahukan tentang

sebagai akibat dari pemberitaan Injil yng sesuai dengan Firman Allah, banyak orang menjadi

percaya  dan  pada  ayat  5-9  ini  dikatakn  bahwa  sebab   banyak  orang  menjadi  percaya

timbullah penganyiayaan sebab  iri  hati  orang Yahudi.   Hal  yang perlu  diperhatikan dari

gerakan  mereka  yang  menentng  Injil  dalah  jerih  payah  manusiawi  yang  dilakukan  oleh

sebab   tidak  memiliki  kuasa  Allah.  Metode  mereka  adalah  mengacaukan  (εθορυβουν),

berteriak-teriak  (βοντες),  gelisah  (εταραζαν).  Hal-hal  demikian  adalah  tindakan  ceroboh

manusia yang lemah. Mereka brtindak bertentngan dengan prinsip tindakan yang damai,

tenang dan berkuasa yng dimiliki orang-orang percaya.

86


Ayat  10,  memberitahukan bahwa pada malam itu  segera orang-orang percaya di

Tesalonika itu menyuruh Paulus dan Silas berangkat ke Berea. Hal ini mereka turuti sebab 

memang  orang-orang  percaya  tidak  perlu  menahan  atau  menyeret  dirinya  ke  tempat

berbahaya tanpa alasan khusus. Tuhan Yesus berkata, “Apabila mereka menganyiaya kamu

dalam kota yang satu,  larilah ke kota  yang lin”  (Matius 10:23). Ayat  11,  memberithukan

bahwa  orang-orang  Yahudi  di  Berea  lebih  baik  daripada  orang  Yahudi  yang  ada  di

Tesalonika,  sebab  orang Yahudi di  Berea menerima Firman dengan segl  kerelaan hati,

yang berarti sungguh-sungguh tekun. Injil Allah akan datang sebgai hidup bagi orang-orang

yang merindukannya dengan sungguh-sungguh. Orng-orang yang tidak sungguh-sungguh

merindukannya  adalah  orang-orng  yang  tidak  mengethui  harga  Injil  yang  sangat  mahal;

seperti  anjing dan babi,  tidk ada alas an untuk memberikan Injil  kepadanya (Matius 7:6).

Buku-buku  duniawi  adalah dangkal  dan tidk  mengandung kebenaran keselamatan tetapi

kebenaran Firman Allah adalah dalam dan kebenaran dan kebenaran keselamatannya jelas,

Karen  itu  betapa  bahagia  menerima  orng-orng  yng  menyelidiki  secara  dalam  untuk

mengetahui apakah semuanya itu benar demikian?. Alkitab kan tertutup bagi orng-orng yang

tidk menyelidiki dengan sungguh-sungguh sebab  mereka bukn murid-Nya.

Ayat 12, dijelaskan bahwa banyak orang-orang Yahudi itu yang menjadi percaya dan

bahkan  orng-orang  Yunani  baik  perempuan  dan  laki-laki  juga  banyak  beroleh  selamat.

Orang-orang  yang  merindukan  Firman  Allah  dengan  sungguh-sungguh  tentu  menjadi

percaya. Firman Allah tidak pernah gagal, sebab  itu orang-orang yang menyelidiki Firman

Allah dengan sungguh-sungguh juga tidak akan gagal. Kita telh membahas tentang orang-

orang Tesalonika yang menghsut orang lain untuk menangkap Rasul Paulus seperti di ayat

5-9. jadi ayat 13 ini tidak perlu lagi kita bahas. Ayat 14, setelah mereka mendengr berita itu

maka saudara-saudara (orang-orang percaya) segera menunjukkan tindakan mereka yang

tegas  dan  cepat.  Orng-orang  percaya  disitu  cepat  melarikan  Paulus  sebelum  terjadi

penganyiayaan orang Yahudi. Mereka melarikan Paulus ke Panti laut, agar Paulus dapat

pergi sampai ke Atena melalui perjalanan Laut. Silas dan Timotius tetap tinggal disitu untuk

memelihara jemaat yang masih baru itu. Ayat 15, orang-orang yng mengiringi (καθισανοντες)

sampai ke Atena, adalah orang-orang yang membwanya dengan selamat. Tugs orang-orang

ini  tidk  hanya  memimpin  Paulus  sampai  ke  tempt  tujunnya  tetpi  juga  melindunginnya.

Didalam  perjalanan  misi,  Paulus  memerlukan  banyak  penolong  seperti  orang-orang  ini.

Pembangunn gereja  Allah membutuhkan kerja  sama,  setiap bagian  anggota akan hidup

benar secara rohani dan gereja yng menjadi  tubuh Kristus juga akan berkembang. Lihat

1Korintus  12:14-27.  Selanjutnya  ayat  16  memberitahukan  bahwa  Paulus  sangat  sedih

sebab  dia melihat bahwa kota itu dipenuhi dengan patung berhala. Kota Atena sejak zaman

dahulu  adalah  kota  filsafat  dan  patung berhala.  Kata sangat  sedih  (παρωξυνετο)  berarti

marah dan panas. Hati yang demikian mengandung kejengkelan. Kesedihannya adalah (1)

kemarahan  tentang  kesiasian  ptung  berhala,  (2)  kejengkelan  tentang  manusia  yang

diciptakan untuk menyembah Allah, tetapi jatuh dalam penyembhn berhala.

Kemudian di ayat 17 dikatakan bahwa sebab  kemarahan Paulus maka ia bertukar

pikiran dengang orang-orang Yahudi dn orang-orng yng takut akan Allah di rumh ibadt dan di

psr dn dengan orang-orang yang dijumpainya di situ. Kata sebab  itu yang ada dalam ayat ini

menunjukkan  hati  Paulus  yang  jengkel  (ay  16)  yang  mendorongny  bertukar  pikiran.  Ia

memberitakan Injil kepada berbagi kedudukan sosial. Sikap Paulus dilakukan sesuai dengan

prinsipnya yaitu, Demikianlah bgi orang Yahudi aku menjadi seperti orang Yahudi, supaya

aku memenangkan orang-orang Yahudi…bagi orang-orang yang tidak hidup di bawh hukum

Taurat aku menjadi seperti orang yang tidak hidup di bawah hukum Taurat, sekalipun aku

tidak hidup diluar hukum Allah…supaya aku dapat memenangkan mereka yang tidak hidup

di bawahhukum Taurat (1 Korintus 9:20-21). Ia pergi ke rumah ibadat untuk membawa orang

Yahudi dan pergi ke pasar untuk bertukar pikirn serta memberitakan Injil kepada orang-orang

kafir di Atena. Pasar disini mungkin pasar porselen (κεραμεικοζ). Tempat itu adalah pusat

perdagangan  kota  Atena,  biasanya  para  filsuf  mengajar  dan  bertukar  pikiran  di  situ.

Socrates,  Filsuf  yang  terkenal  itu  biasanya  mengajar  di  pasar  pada  saat  dimana  sangt

banyak orang berkumpul; terlebih lagi pembrita Injil, ia harus mencari tempat dimana banyak

orang berkumpul untuk memberitakan Injil tanpa malu. Tuhan Yesus menyuruh kita untuk

memberitakan Injil  kerajaan Allah di  tempat yang terang dn dimana banyak orang dapat

mendengarnya (Matius 10:26-27). Agama Kristen tidk dapat bersembunyi di tempat yang

gelapatau di sudut. Lihat Lukas 12:3.

Ayat 18 pada ayat ini disebut bahwa Paulus berdebat dengan golongan Epikuros dan

Stoa.  Kedua-duanya  adalah  golongan  Filasafat.  Golongan  epikurus  adalah  didirikn  oleh

87


Epicurus (341 BC) dia adalah seorang filsuf yang lahir di pulu Samos. Filsafatnya berdsrkn

humanisme  dan  materialisme  yang  bertentangan  dengan  Ketuhanan  dan  cenderung

mengarah pada hedonisme (paham yang dinut orang-orng yng mencri kesenangan semata-

mata). Golongan Stoa didirikan kira-kira tahun 340 BC oleh Zeno yang lhir di Cyrus. Seneca

dn Aurelius yang nantinya menjadi Kristen adalah termasuk golongan ini. Dari antara kedua

golongan ini ada yang mengatakan bahwa Paulus adalah si Peleter yang merupakan ejekan

yang  setara  dengan seseorang  cerewet.  Yang berkata  bahwa  Paulus  adalah  pemberita

ajaran dewa-dewa asing. ξενων δαιμονιων adalah dewa-dewa Yunani. Menurut hukum pada

masa itu orang yang menyampaikan ajaran dewa-dewa asing harus dihukum mati. Socrates

dihukum mati  Karen tuduhn yang demikian (Zen,  Memm, Plato,  Apol.,  24B).  seorng ahli

mengatakan bahwa Paulus juga masuk dalam keadaan yng sama berbahaya, akan tetapi di

dalam  Alkitab  tidak  ada  dasar  yang  membuktikan  hal  itu.  Pemberitaan  Paulus  yang

menyampaikan Tuhan Yesus yang mati dan bangkit dan menjdi pengntra diantra Allah dan

manusia, adalah berita yang baru bagi para filsuf di Atena (ayat 19). Injil Allah tidak dapat di

mengerti dengn ilmu pengetahuan dunia, oleh sebab  itu paulus berkata, “Di manakah orang

yang berhikmat? Dimanakah ahli turat? Dimanakah pembnth dari dunia ini? Bukankah Allah

telah membut hikmat dunia ini menjadi kebodohan? (1Korintus 1:20)

Ayat 19-20 memberithukan bahwa mereka membawa Pulus ke sidang Aeropagus

(bukit  dewa Mars)  bukn untuk diadili,  tetpi  untuk di  beri  kesempatan agar  ia  bercermah

tentang kebenaran dengan bebas. Penghuni kota Athena ingin mendengar ajaran yang baru

sebab  keinginan belajar, bukan krena kerindun hati atau kerinduan rohani. Oleh sebab itu

kotbah Paulus kali  ini  tidak begitu berbuah (ay 32). Ayat  21 menceritakan bahwa orang-

oranmg yang ada di kota Atena adalah orang-orang yang tergolong sangat sibuk. Kemudian

ayat 22 memberitahukan bahwa Paulus berdiri  di Aeropagus dan memberitakan Injil  atas

permintaan dari beberapa filsuf golongan Stoa dan Epikurian. Dalam ayat ini juga seolah-

olah Paulus memuji mereka dan mengatakan bahwa mereka adalah orang yang beribadah.

Paulus  mengatakan  bahwa  mereka  sangat  beribadah  kepada  dewa-dewa.  Sebenarnya

perkataan ini dapat ditafsirkan sebagai animisme. 

Ayat  23  Paulus  melanjutkan  kotbahnya,  dalam  ayat  ini  ada  kalimat  yang  sngat

penting dipelajari, dimana Paulus berkata bahwa dia menjumpai sebuah tulisn di mezabah

penyembahan orang Atena suatu kalimat kepada Allah yang tidak dikenal. Allah yang tidak

di kenal artinya adalah Allah yang ajaib atau Allah yang misterius bagi orang Atena itu. lalu

bertolak dari perkataan inilah Paulus menjelaskan atau memperkenalkan Allah yang tidak di

kenal  oleh  orang-orang  Atena  ini .  Secara  implisit  ayat  ini  memberitahukan  bahwa

sekalipun  manusia  berusaha  berpikir  untuk  mengenal  Allah  seperti  para  filsuf  Stoa  dan

Epikurian  ini  mereka  tidak  dapat  mengenalnya  dengan benar.  Manusia  dapat  mengenal

Allah hanya jika Allah menyatakan diri-Nya kepada manusia. Alkitab adalah penyataan Allah

maka kita dapat mengenal Allah dri apa yang dikatakan Allah tentang diri-Nya seperti yang

ada dalam Alkitab.

Selanjutnya ayat 24 Paulus mengatakan bahwa Allah pencipta langit dan bumi tidk

diam dalam kuil buatan tangan manusia. Allah yang menciptakan bumi dan segala isinya

adalah  Allah  yang  menjadikan dri  yng  tidk  ada menjadi  ada,  sebab   itu  pemikiran yang

mengira  bahwa  Allah  dapat  didiamkan  dalam  kuil-kuil  adalah  bodoh.  Manusia  dapat

menyembah Allah sang pencipta sebagai pencipta melalui iman (Ibrani 11:6). Sng pencipta

membangkitkn iman manusia. Semua mahluk alam semesta tidk dijdikan secara kebetulan,

tentu  ada  yang  menciptkannya,  itulah  kebenaran.  Jikalau  semua  mahluk  alam semesta

dijadikn secara kebetulan, tidak akan ada ilmu pengetahuan tentang alam semesta sebab 

alam semesta itu  tidak mengikuti  hukum alam.  Tidak hanya demikian,  jikalau ada suatu

hukum alam terjadi secara kebetulan, dalam zaman sekarangpun harus ada yang terjadi

demikian, akan tetapi pada masa sekarang sama sekali  tidak ada yang terjadi demikian.

Oleh  sebab   itu  menyakini  bahwa  alam  semesta  terjadi  secara  kebetulan  lebih  sulit

mempercayainya daripada  percaya bahwa ada yang menciptakannya.  Kita  mempercayai

kebenarn penciptaan Allah dan kuasa penciptaan-Nya dengan sukacita.  Allah tidak diam

dalam  kuil-kuil  buatan  tangan  manusia,  bukan  hanya  itu  saja  Alkitab  juga  mengatakan

bahkan Allah juga tidk diam di Bait Allah sekalipun itu di bangun menurut petunjuk-Nya (1

Raja-Raja 8:27), hanya Bait Allah merupakan tempat kehadiran nama-Nya yaitu Firman-Nya,

sebab  itu doa orang-orang ditempat itu akan di dengar oleh Allah di surga (1 Raja-Raja

8:28-30,  44-45).  Pemikiran  bahwa  Allah  berada  di  suatu  tempat  tertentu  adalah  pikiran

penyembahan berhala. Allah memenuhi langit dan bumi sebab  itu Ia berada dekat dan jauh,

Ia berada di dalam alam semesta dan diluar alam semesta (Yeremia 23:23-24), oleh krena

88


itu percaya kepda-Nya menurut firmn-Nya adalah penyembahn kepada-Nya (Yohanes 6:29;

Kisah Para Rasul 17:31).

Dalam ayat 25 ini Paulus menjelaskn bahwa kelakuan orang-orang yang menyembah

berhala yang membawa persembahan ked lm kuil-kuilnya adalah sia-sia. Mereka menghibur

diri sendiri dengan mempersembahkn persembahan kepada berhala; akan tetapi apa yang

kurang  bagi  Allah  sehingga  Ia  memerlukan  persembahan?  (Mazmur  50:7-15)  malahan

Allahlah yang memberikan hidup dan nafas dan segala sesuatu kepada semua orang. Ini

merupakn  perbandingan  dimana  Allah  buknlah  yang  bergntung  kepada  manusia  tetapi

manusialah yang bergantung kepada Allah.  Pada ayat 26 ini  Paulus mengatakan bahwa

Allah menjadikan semua bangsa dn umt manusia dari stu orang saja. Para antropolog juga

tidak memungkiri  bahwa mnusia berasal dari  satu leluhur. Allah juga menentukan musim

atau masa atau zaman-zamanya dan bahkan juga batas-bats kewilayahn bangsa-bangsa itu

(lihat  Ulangan 32:8).  Ayat  27 Paulus mengatakan bahwa Allah melakukan semuanya itu

adalah  bahwa  Ia  ingin  menyatakan  keberadaan-Nya.  Kemudian  di  ayat  28  Paulus

mengatakan bahwa di  dalam Dia kita  hidup,  kita  bergerak,  kita  ada yang berarti  bahwa

kehidupan, gerakan dan eksistensi manusia hny ada sebab  anugerah Allah; yang dimksud

ialah manusia akan kembali kedalam kesia-siaan jika kuasa Allah tidak menopangnya. Di

dalam  ayat  ini  Paulus  juga  mengutip  perktaan  dari  penyair  sudah  mereka  kenal  yang

mengatakan: Kita ini dari keturunan Allah, dengan mengatakan hal ini Paulus bermaksud

menjelaskan  bahwa  semua  orang  berasal  dari  Allah  dalam  arti  bahwa  mereka  adalah

mahluk ciptaan-Nya. Kemudian di  ayat  29 Paulus menjelaskan bhwa sebab  kita adalah

berasal dari keturunan Allah berarti kita diciptakan serupa dengan Allah. Benar bahwa Allah

menciptkan manusia  begitu  mulia,  tidak dapat dibandingkan dengan ciptaan lain.  Paulus

memberi pandngan yang demikian agar merek menyadari bahwa sang pencipta tidk boleh

digantikan dengan ciptaan yang diciptakan sedemikian rupa; dengan patung-patung berhala

yang terbut dri emas atau perk atau batu. Paulus memperkenalkan Allah, pemimpin langit dn

bumi dan segal isinya (24-27), agar menegaskan bahwa Allah tidk boleh disamakan dengan

patung-patung buatan tangan manusia. Lihat Mazmur 115:4-8; 135:15-18; Yesaya 40:18-

20,25; 44:12-17; 46:5-7. Kemudian ayat 30-31 Paulus mengatakan bahwa sekarang Allah

memberitakan kepada manusia bahwa semua orang harus bertobat. Kata sekarang berarti

pada  keadaan  sekarang.  Hal  itu  menunjukkan  suatu  hal  yang  baru  dimulai  dimana

sebelumnya masa itu tidak pernah ada. Allah memberitakan dimana-mana semua mereka

harus bertobat dengan kasih krunia-Nya bukan dengan perintah hukum Taurat. Kemudian

dikatakan bahwa Allah telah menetapkan suatu hari dimana Ia akan menghakimi dunia dan

penghukum itu adalah Anak Allah yang telah mati dan bangkit itu (Yesus Kristus), Ia adalah

manusia sejati yang telah bangkit dari antara orang mati. Jikalau Ia hanya manusia, Ia tidak

dapat  menjadi  penghakim;  akan tetapi  Ia  adalah Anak Allah yang membuktikan diri-Nya

sebagai  penghukum  dengan  kebangkitan-Nya.  Ayat  32-34  memberitahukan  bagaimana

tanggapan orang-orang Atena itu terhadap penjelasan paulus. Beberapa dari orang Atena itu

menertawakan  Paulus  tetapi  yang  lain  bersedia  mendiskusikannya  lebih  lanjut.  Dengan

demikian berakhirlah pertemun itu dan Paulus pergi meninggalkan mereka. Dia tidak gagal

secara mutlak, sebab beberapa orang laki-laki menggabungkan diri dengan dia dan menjadi

percaya. Salah seorang diantara mereka adalh anggota Aeropagus itu sendiri. tetpi di Aten

hanya sedikit orang yng mu percaya.

Pasal 18:1 memberitahukan bahwa Paulus meninggalkan Atena pergi ke Korintus,

dimana ia menantikan Silas dan Timotius dari Makedonia. Kota Korintus 50 mil jauhnya dari

Atena. Kota itu di hncurkan oleh jenderal L. Mummius untuk membsmi gerakan anti Roma

pada tahun 146 BC dan kehancuran itu dibiarkan berlangsung selama satu abad. Julius

Caesar  kemudian  kembali  membamgun kota  itu  pada tahun  46 BC.  Kota  Aten  terkenal

dengan  patung-patung  berhala  sedangkan  kota  Korintus  terkenal  dengan  kemerosotan

moral.  Nama  Korintus  berarti  cabul  sehingga  lahirlah  kata  korintiajomi  yang  berarti

percabulan.  Pemberita  Injil  juga  harus  pergi  ke  kota  yang  telah  membusuk  untuk

memberitakan Injil yang dapat menghambat pembusukan.

Ayat  2  memberithukan  bahwa  Paulus  berjumpa  dengan  seorang  Yahudi  yang

bernama Akwila dan istrinya Priskilia. Seorang penulis yang bernama Suetonius dalam buku

Life of Claudius mengatakan bahwa orang-orang Yahudi berkali-kali terlibat dalam huru-hara

ketika mendengr hasutan mengenai Krestus, sehingga Klaudius terpaksa mengusir mereka

dari Roma pada tahun 49 M. jika berita ini benar itu berarti bahwa pemberitan Injil di bait

Allah yang ada Roma banyak mengalami pertentangn sehingga Cludius mmerintahkan agar

semua orang Yahudi meninggalkan kota itu. tidak jelas apakah Akwila dan Priskilia sudah

89


menjadi  orang  percaya  sebelum  mereka  meninggalkan  Roma.  sebab   tidak  pernah

disebutkan bahwa Paulus memberitakan Injil  kepada mereka maka kemungkinan mereka

sudah menjadi Kristen di Roma. Dua orang Yahudi ini tiba di Korintus dan membuka usaha

disitu.  Ayat  3  memberitahukan bahwa keadaan Paulus  dan Akwila  dan  Priskila  memiliki

pekerjaan  yang  sama;  jadi  Paulus  begitu  tiba  di  Korintus  tidk  serta  merta  hanya

memberitakan  Injil  tetapi  juga  bekerj  sebagai  tukang  kemah.  Kemh itu  dibutuhkan  oleh

wisatawan, gembala,  pedagang dn lain-lain.  Ayat 4 memberikan informasi bahwa Paulus

selalu memberitakan Injil di rumah ibadat setiap hari sabat untuk menyakinkan orang-orang

Yahudi dan juga orang-orang Yunani. Kita tahu bahwa orang-orang Yahudi menerima PL

dan senantiasa menunggu Mesias yang dijanjikan dalam kitab PL. jadi  Paulus berusaha

menykinkn orng-orang Yahudi bahwa Mesias yang sedang mereka nanti-nantikan itu adalah

Yesus Kristus yang telah mati dan bangkit dan telah naik ke sorga itu. Ayat 5 ini memberikan

analogi  bgi  kita  bahwa sebelum datangnya  Silas  dan  Timotius  betapa  hati  Paulus  ingin

memeliki  waktu  untuk  memberitakan  Injil  lebih  banyak  dn  setelah  mereka  datang  untuk

membantunya  maka  ia  dapat  memberitakan  Injil  dengan  sepenuhnya.  Paulus  memberi

kesaksian kepada orang-orang Yahudi, bahwa Yesus adalah Mesias. 

Selanjutnya  ayat  6  mengatakan  bahwa banyak orang-orang  yang  memusuhi  dan

menghujt  dia,  oleh  sebab   itu  Paulus  mengebaskan  debu  dri  pakaiannya.  Tindakan  itu

adalah  merupakan  kiasan  yang  berarti  bahwa  ia  tidak  bertanggung  jawab.  Ia  telah

melaksanakan tanggung jawabnya untuk memberitakn Injil  kepada orang Yahudi  dengan

sepenuhnya  namun  orang-orang  Yahudi  itu  tidak  menerima  apa  yang  dia  beritakan,

sekarang ia memutuskan untuk memberitakan Injil kepada yang lain dan jika orang Yahudi

tidak diselamatkan Paulus tidak bertnggung jawab lagi. Seharusnya tindakan seperti inilah

yang  harus  dilakukan  oleh  pemberita  Injil,  seperti  Paulus  ketika  meninggalkan  tempat

pelayananya,  ia  adalah  orang  yang  telah  menuntskan  pelayananya,  akan  tetapi  hamba

Tuhan yang malas atau yang tidak mampu akan meninggalkan tempat pelayananya dengan

bebn berat  sebab   masih  banyak  tanggung jawab yang  belum dilaksanakannya,  hamba

Tuhan yang berjiwa demikian, sangat menyedihkan.

Kemudian ayat 7 memberitahukan bahwa Paulus keluar dari bait Allah itu lalu datang

kerumah seorang yang bernama Titius Yustus yang rumahnya berdampingan dengan bait

Allah itu. hal ini memberitahukan bahwa meskipun Paulus ditinds oleh orng Yahudi tetapi ia

tetap tinggal dekat dengan mereka, disamping rumah ibadat orng Yahudi; sebab walaupun

mereka menindas tetapi hasilnya beberapa orang Yahudi menjadi percaya (8) dan masih

ada harapan untuk memenangkan yang lain (9-10) di antara mereka Rasul bertindak sesuai

dengan pimpinan Roh Kudus, Karen itu ia pernah melarikan diri ke tempat yang jauh (9:25)

tetapi  juga  dapat  tinggal  dekat  dengan  penindasan.  Nama Titius  Yustus  mungkin  nama

orang Roma. Paulus msih tetap akrab dengan Akwila tetapi ia meninggalkannya dan pindah

ke rumah Yustus untuk tinggal. Ia bertindak demikian agar dapat bersekutu dengan orang-

orang kafir sambil memberitakan Injil kepada mereka.

Ayat 8 menceritakan tentang Krispud kepala rumah ibadat dan seluruh keluargany

yang menjadi percaya. Peristiwa ini tentu menjadi suatu berita yang sangat menggemparkn.

Krispus  tentu  adalah  orang  yang  mempunyai  pengaruh  besar  terhadap  orang  Yahudi.

Percaya kepada Tuhan berarti bahwa ia telah memiliki iman yang menyelamatkan. Banyak

dari  orang-orang Korintus yang mendengarkan pemberitaan Paulus menjadi percaya dan

memberi diri di baptis. Sekali lagi ayat ini memberitahukan suatu kondisi sebelum seseorang

di baptis, yaitu dia harus sudh diselamatkan lalu setelah itu diatas imanya dia di baptiskan.

Ayat 9 memberitahukan bahwa pada suatu malam Tuhan berkata kepada Paulus jangan

takut, teruslah memberitakan Firman dan jangan diam. Kata jangan takut adalah kosa kata

yang bukan berarti melarang untuk takut sesaat sebab  suatu kejadian yang terjadi, tetapi

hidup terus menerus tanpa ketakutan. Teruslah memberitakan firman dan jangan diam, ini

adalah dorongan kepada Paulus untuk tetap memberitakan Firman tak peduli  orang lain

mendengarknnya atau tidak.

Ayat 10-11 adalah sambungan dri apa yang Tuhan katakana dan respon Paulus atas

perkataan Tuhan itu. Tuhan berkata bahwa “Aku” menyertai engkau. Ini adalah penegasn

dari Tuhan bahwa Dialah yang menyertai Paulus. Penyertaan ini menjamin bahwa Paulus

harus  memberitakn  Injil  di  Korintus  dan  akan  ada  buah  dari  misinya.  Ayat  12-13

menceritakan penentangan orang-orang Yahudi di Korintus kepada Paulus. Pada saat itu

yang menjadi gubernur Akhaya adalah Galio, dia adalah kakak dari Seneca, ahli  Filsafat

Stoic. Menurut sejarah ia adalah orang lembut dan ramah. Di tembok kuil Delphi di Korintus

terukir  surat  Kaisar  Klaudius,  nama Galio  tercatat  tiga kali  di  dalamnya.  Pada waktu itu

90


gubernur Akhaya tidak berada dibawah parlemen tetapi dibwah pengawasan langsung dari

kaisar. Pada saat itu orang-orang Yahudi bermksud menganyiaya Paulus melalui kekuasaan

Galio, tetapi Galio yang baik hati menolak permintaan orang Yahudi ini; seperti demikinlah

janji Tuhan (ay. 10) digenapi. Ada waktunya dimana Allah melindungi hamba-Nya secara

ajaib tetapi seringkali Allah memberi perlindungan secara wajar saja. orang-orang Yahudi itu

mengtakan bahwa Paulus mengajarkan tentng beribadah kepada Allah yang bertentangan

dengan hukum Taurat,  perkataan ini  diungkapkan orang Yahudi sebab  kesalahfahaman.

Paulus tidak mmberitakan agama untuk melanggar hukum Taurt. Ia mengajar mereka agar

mereka beribadah kepada Allah dengan Injil yang merupakan kegenapan hukum Taurat.

Ayat 14-16, menjelaskan bahwa Galio memutuskan dengan adil bahwa ia hanya akan

menangani  perkara yang mencelakakan orang lain  atau kelakuan yang jahat  yang tidak

benar. Pelanggaran berarti kelakuan yang mencelakakan orang lain, dan kejahatan berarti

kelakuan yang jahat. Ia juga mengatakan bahwa sebagai hakim di pemerintahan ia tidak

akan mempedulikan persilihan tentang perkataan atau nama hukum agama. Tetapi kalau hal

itu  adalah perselisihan  tentang  perkataan atau nama atau hukum yang berlaku diantara

kamu, maka hendaklah kamu sendiri yng mengurusnya. Secara singkat apa yang dikatakan

oleh Galio ini  adalah bahwa jika persoalan agama atau perbedaan ajaran yang diantara

orang Yahudi itu bertentangan maka itu bukanlah urusanya (bukan urusn Galio). Perkataan

itu sama dengan logos dan nama itu mengcu kepada nama Yesus dan hukum itu mengacu

kepada hukum Taurat. Jdi untuk persoalan-persoalan seperti ini biasanya tidk ingin campur

tangan atas hal-hal yang berhubungan dengan hukum Taurat sebab  hal itu berkaitan dengn

agama.

Ayat 18 menjelaskan bhw setelah peritiwa itu (ay 17) Paulus masih tinggl beberapa

hari lagi di Korintus, setelah itu baru dia minta diri kepada saudara-sudara disitu, dn berlayar

ke Siria. Priskila