r anak gadisnya yang kedua
harus dijual. namun , Nikolaus mendengar tentang hal
ini, ia datang malam hari dekat jendela rumah
mereka dan melemparkan satu tas berisi emas
seperti yang ia lakukan sebelumnya. Keesokan
harinya sang ayah bersukacita dan bersyukur
kepada Tuhan serta memohon pengampunan dari-
Nya sebab telah berputus asa. Namun demikian,
siapakah gerangan orang misterius yang memberi
mereka hadiah yang luar biasa ini? Sejak itu, setiap
malam sang ayah selalu mengawasi jendela
rumahnya. Dengan berakhirnya tahun, berakhir
jugalah uang simpanan mereka. Suatu hari, dalam
keheningan malam, ia mendengar langkah orang
mengendap-endap dekat rumahnya dan tiba-tiba
satu tas berisi emas jatuh ke atas lantai. Sang ayah
cepat-cepat bangkit dan lari untuk menangkap orang
misterius itu. sesudah beberapa saat berlari, ia
berhasil menangkap dan mengenali Nikolaus, sebab
pemuda itu berasal dari keluarga terpandang di
kota. “Mengapa engkau memberikan emas kepada
kami?” tanya sang ayah. “sebab Bapak
membutuhkannya,” jawab Nikolaus. “namun
mengapa engkau menyembunyikan diri dari kami?”
“sebab memberi itu indah, jika hanya Tuhan saja
yang mengetahuinya.”
678
saat Uskup Myra wafat, para imam, tokoh-
tokoh kota, serta para uskup sekitarnya berkumpul
bersama di katedral untuk memilih seorang uskup
baru. Mereka berdoa serta memohon kepada Tuhan
untuk menunjukkan kepada mereka siapakah yang
pantas untuk jabatan itu. Dalam suatu mimpi, Tuhan
berfirman kepada salah seorang dari mereka bahwa
besok pagi haruslah mereka semua berdoa bersama.
Sementara mereka berdoa, seseorang akan masuk
lewat pintu katedral. Orang itulah yang harus
mereka pilih. Ternyata Nikolaus-lah yang masuk ke
dalam katedral. Penduduk kota segera memilihnya
menjadi uskup mereka, sebab mereka tahu bahwa
orang yang sederhana ini, yang perbuatan baiknya
telah mereka kenal, telah dipilih Tuhan untuk
membimbing mereka. Sebagai Uskup Myra,
Nikolaus menjadi semakin lebih sadar akan
kebutuhan banyak orang. Ia akan menjelajahi
seluruh penjuru kota untuk menawarkan
pertolongannya kepada siapa saja yang sedang
berada dalam kesulitan, dan kemudian pergi diam-
diam tanpa menunggu ucapan terima kasih. Ia tidak
ingin menjadi terkenal. Namun demikian, nama
baiknya sebagai seorang kudus semakin tersebar
dan tersebar, bahkan tersebar hingga ke kota-kota
yang jauh yang belum pernah dikunjunginya.
Nikolaus secara istimewa memberi perhatian
agar keluarga-keluarga memiliki makanan yang
cukup serta tempat tinggal yang layak, anak-anak
tumbuh dan berkembang, para lanjut usia
menempuh hidup mereka dengan martabat dan
hormat. Nikolaus amat suka pada para pelaut yang
hidup penuh bahaya di lautan. Tanpa kapal-kapal
mereka, orang banyak di belahan dunia ini tidak
memiliki makanan serta barang-barang seperti yang
mereka bawa dalam perdagangan mereka. Lebih
679
dari semuanya itu, pada masa kini Nikolaus
terutama dikenang sebab cintanya kepada anak-
anak. Semasa hidupnya, ia biasa membagikan
hadiah-hadiah kecil kepada anak-anak yang ia
jumpai, seperti permen dan mainan. Kelembutan
hatinya, yang biasanya juga mengejutkan mereka,
menyentuh hati anak-anak, sehingga mereka dapat
belajar dari orang kudus ini betapa indahnya
memberi itu. Dalam sosok Santa Claus, yang nama
dan aktivitasnya diilhami dari kisah hidup St.
Nikolaus, orang kudus ini tinggal bersama kita
sekarang.
Nikolaus (abad ke-4), uskup di Myra (Asia
Kecil); kerangkanya dipindahkan ke Bari (Italia
Selatan). Nikolaus yaitu santo nasional Rusia.
“Sinterklaas”’ yaitu hari pembagian hadiah
kepada anak-anak yang dilakukan oleh seorang
berpakaian uskup yang menguji pengetahuan
agama anak, namun ia membawa serta hamba
hitam yang menghukum anak nakal. B: Nikolas;
L: seorang uskup membawa tiga bola emas; P:
6 Desember
SANTO PAUS NIKOLAUS († 867)
Paus ini dengan gigih, berani dan pandai
memperjuangkan primat kepausan terhadap uskup-
uskup lain di Barat dan Timur. Ia juga membela
kesucian martabat sakramen perkawinan atas
tindakan kaisar yang berpoligami.
P: 13 Nopember
NIKOLAUS TAVELIC, DEODATUS, PETRUS dan
STEPHANUS (1391)
Ialah biarawan Fransiskan yang dibunuh di
Yerusalem sebab berkotbah dan menguraikan
680
ajaran Kristiani di depan mesjid pada pesta besar
‘Korban Bayran’.
P: 14 Nopember
NIKOLO d’ALBERGATI (1375-1443)
Bekas rahib Kartus ini diangkat menjadi
Kardinal dan duta kepausan untuk mengadakan
perdamaian dengan raja Jerman dan Perancis. Ia
membela hak paus di konsili dan memberikan
sumbangan besar untuk memajukan ilmu. P: 3
Maret
NIKOLO GIUSTINIANI OSB († 1179)
Diijinkan keluar dari biara sebab semua
anggota laki-laki familinya meninggal. Lalu ia
menikah dan mendapat enam anak lelaki serta tiga
putri. Sesudah anak-anaknya dewasa ia masuk biara
lagi di Venesia (Italia). Isterinya menjadi suster dan
dihormati sebagai santa juga.
P: 21 Nopember
SANTO NIKOLAUS dari TOLENTINO
(1245-10 September 1305)
Nikolaus dilahirkan pada
tahun 1245 di Ancona,
Italia. Kedua orangtuanya
telah lama mendambakan
serta menantikan
kehadiran seorang anak.
Nikolaus yaitu jawaban
atas doa-doa mereka dan
ziarah mereka ke kapel
681
St. Nikolaus dari Bari. Pasangan ini amat
berterima kasih atas bantuan doa St. Nikolaus
hingga mereka menamakan bayi mereka seturut
namanya. saat anak itu besar, ia mengatakan
bahwa ia ingin menjadi seorang imam. Anak itu suka
berdoa dan ingin hidup dekat Tuhan. Teman-teman
keluarganya berharap agar ia menjadi imam di suatu
paroki yang kaya di mana Nikolaus dapat cepat
dipromosikan. Nikolaus tidak banyak bicara, namun
diam-diam ia mencari dan berdoa. Suatu hari, ia
masuk sebuah gereja. Seorang imam Agustinian
yang kudus sedang menyampaikan khotbah.
Katanya: “Janganlah mencintai dunia atau pun
barang-barang duniawi, sebab dunia ini akan segera
berlalu.” Nikolaus merenungkan kata-katanya. Ia
pergi dengan kata-kata itu terngiang-ngiang di
telinganya. Ia tahu bahwa Tuhan telah memakai
imam ini untuk menyentuh hidupnya. Nikolaus
menjadi yakin akan pentingnya mewartakan Sabda
Tuhan. Ia memutuskan untuk mohon bergabung
dalam ordo yang sama dengan imam ini .
Ordo itu yaitu Ordo Santo Agustinus (OSA)
dan imam itu yaitu Pastor Reginald yang kemudian
menjadi pembimbing novisnya. Biarawan Nikolaus
mengucapkan kaulnya saat usianya delapan belas
tahun. Kemudian ia mulai pendidikannya untuk
menjadi imam. Nikolaus ditahbiskan sekitar tahun
1270. Dengan semangat cinta kasih Pastor Nikolaus
melaksanakan karya kerasulannya dengan
berkotbah di berbagai paroki. Suatu hari, saat
sedang berdoa di sebuah gereja, sekonyong-
konyong ia mendengar suara yang mengatakan: “Ke
Tolentino, ke Tolentino. Tinggallah di sana.” Segera
sesudah peristiwa itu, ia ditugaskan ke kota
Tolentino. Ia melewatkan tiga puluh tahun terakhir
hidupnya di sana. Pada masa itu terjadi suatu
682
pergolakan politik yang besar di sana. Banyak orang
tidak datang ke gereja untuk mendengarkan Sabda
Tuhan serta beribadah kepada-Nya. Para biarawan
St. Agustinus memutuskan bahwa sangat perlu
diadakan khotbah di jalan-jalan. St. Nikolaus dipilih
untuk ambil bagian dalam rencana ini. Dengan
sukarela ia berkhotbah di tempat-tempat terbuka
dan di tempat-tempat di mana banyak orang
berkumpul.
Orang mendengarkan khotbahnya dan
banyak di antaranya yang bertobat atas dosa-dosa
mereka dan atas ketidakpedulian mereka. Mereka
mulai hidup lebih baik. Pastor Nikolaus melewatkan
berjam-jam setiap harinya di daerah-daerah kumuh
Tolentino. Ia mengunjungi mereka yang kesepian. Ia
memberikan sakramen kepada mereka yang sakit
dan menjelang ajal. Ia memberikan perhatian
terhadap kebutuhan anak-anak dan ia mengunjungi
orang-orang di penjara. Banyak mukjizat dilaporkan
terjadi saat St. Nikolaus masih hidup. Ia
menjamah seorang anak yang sakit sambil berkata,
“Semoga Allah yang baik menyembuhkanmu,” dan
anak itu pun sembuh. St. Nikolaus dari Tolentino
menderita sakit selama kurang lebih satu tahun
sebelum akhirnya wafat pada tanggal 10 September
1305. Ia dinyatakan kudus oleh Paus Eugenius IV
pada tahun 1446.
NILOS dari ANKYRA († 430)
Berguru pada Santo Yohanes Krisostomos di
Konstantinopel. Ia menjadi pemimpin biara di
Gunung Sinai, bapa serta penasehat rohani yang
termasyur.
P: 12 Nopember
683
SANTA NINO († 340)
Nino yaitu seorang gadis Kristen yang hidup
pada abad keempat.
Ia diculik dan dibawa
ke Iberia sebagai
budak. Di negara
yang belum
mengenal Tuhan itu,
kebaikan hati serta
kesucian hidup Nino
menimbulkan kesan
mendalam bagi para
penduduknya.
Memperhatikan
betapa seringnya
Nino berdoa, mereka
bertanya kepadanya mengenai agamanya. Jawaban
sederhana yang diberikan Nino kepada mereka
yaitu bahwa ia menyembah Yesus Kristus sebagai
Tuhan. Tuhan memilih gadis budak yang taat serta
saleh ini untuk mewartakan Kristus kepada Iberia.
Suatu hari, seorang ibu membawa bayinya
yang sakit kepada Nino serta meminta nasehat bagi
kesembuhannya. Nino membungkus bayi itu dengan
mantolnya. Ia mengatakan kepada si ibu bahwa
Yesus Kristus dapat menyembuhkan bahkan
penyakit yang paling parah sekalipun. Kemudian
Nino menyerahkan anak kecil itu kembali dan ibunya
melihat bahwa anaknya telah sembuh sama sekali
dari penyakitnya. Ratu Iberia mendengar tentang
mukjizat ini. sebab ia sendiri sedang sakit, ia pergi
menemui Nino. saat ratu juga disembuhan, ratu
hendak menyampaikan terima kasih kepadanya.
namun Nino mengatakan: “Ini karya Kristus, bukan
saya. Dan Kristus yaitu Putera Allah yang
684
menjadikan dunia ini.” Ratu menceritakan seluruh
kisah kesembuhannya kepada raja. Ratu juga
mengulang kepada suaminya apa yang dikatakan
oleh gadis budak itu perihal Yesus Kristus. Tak lama
sesudahnya, raja tersesat dalam kabut tebal saat
sedang pergi berburu. Kemudian ia ingat akan apa
yang diceritakan isterinya. Raja mengatakan bahwa
jika Yesus Kristus mau membimbingnya pulang ke
rumah dengan selamat, ia akan percaya kepada-
Nya. Sesaat itu juga kabut terangkat, dan raja
memegang janjinya.
Santa Nino sendiri yang mengajarkan
kebenaran-kebenaran Kristiani kepada raja dan ratu.
Mereka memberi ijin kepada St. Nino untuk
mengajar penduduk mereka juga. Sementara itu,
raja mulai mendirikan sebuah gereja Kristen.
Kemudian ia mengirimkan utusan kepada kaisar
Kristen, Kaisar Konstantin, untuk menyampaikan
kabar bahwa ia telah berbalik kepada Kristus. Ia
meminta kaisar untuk mengirimkan para uskup serta
para imam ke Iberia.
Jadi, demikianlah seorang gadis budak yang miskin
telah membawa penduduk seluruh negeri masuk ke
dalam pelukan Gereja.
Perayaan 15 Desember.
NOEL PINOT (1747-1794)
sebab dengan penuh semangat ia berkotbah
mencela uskup-uskup yang mengangkat sumpah
atas konstitusi Perancis yang anti Gereja itu, maka
pastor kepala paroki ini dipecat dan dibuang. Namun
diam-diam ia pulang dan tatkala mempersembahkan
misa di tengah malam, Nole dikhianati, ditangkap
dan dipenggal.
B: Natal(is); P: 21 Maret
685
SANTA NONNA († 374)
Ibu Santo Gregorius Muda ini mengkristenkan
ayahnya, Santo Gregorius Tua dari Nazianze. Ia
terkenal sebagai ibu yang iman dan pengabdiannya
sangat kuat. P: 5 Agustus
SANTO NOBERTUS (1080-1134)
Norbertus dilahirkan di Jerman sekitar tahun
1080. Ia seorang anak yang baik semasa kanak-
kanak dan remajanya.
Kemudian, di istana Kaisar
Henry V, Norbertus
menghabiskan waktunya
dengan bersenang-senang.
Yang dipikirkannya hanyalah
memperoleh kedudukan
terhormat. Ia yaitu orang
pertama yang datang di
pesta-pesta serta perayaan-
perayaan. Ia sepenuhnya
bahagia dengan “hidupnya
yang mapan”. Akan namun ,
suatu hari, ia amat ketakutan
saat suatu kilat
menyambar dahsyat.
Kudanya lari kencang. Norbertus terpelanting ke
tanah dan tak sadarkan diri. saat sadar, ia mulai
memikirkan dengan sungguh-sungguh cara hidupnya
selama ini. Tuhan terasa sangat dekat. Norbertus
sadar bahwa Tuhan sedang menawarkan kepadanya
rahmat untuk mengubah cara hidupnya. Perlahan-
lahan ia mulai memikirkan kembali keinginan yang
pernah ada dalam benaknya beberapa tahun yang
silam. Ia berpikir untuk menjadi seorang imam.
Sekarang ia akan memenuhi panggilannya.
686
Norbertus ditahbiskan sebagai imam pada tahun
1115.
Pastor Norbertus bekerja keras untuk
mengubah cara hidup orang banyak yang terpusat
pada hal-hal duniawi. Ia memberikan teladan kepada
mereka dengan menjual segala harta miliknya serta
membagikan uangnya kepada mereka yang miskin.
St. Norbertus mendirikan suatu kongregasi untuk
menyebarluaskan iman. Kelompoknya terbentuk
dengan tiga belas orang hidup bersama dalam suatu
komunitas religius. Mereka tinggal di lembah
Premontre. Oleh sebab itulah kongregasinya disebut
Premon-stratensians. Mereka disebut juga
Norbertines, sesuai nama pendirinya.
St. Norbertus ditahbiskan sebagai Uskup
Magdeburg. Ia memasuki kota Magdeburg dengan
mengenakan pakaian yang sangat sederhana serta
tanpa sepatu. Penjaga pintu keuskupan tidak
mengenalinya dan tidak mengijinkannya masuk. Ia
malahan menyuruh St. Norbertus untuk bergabung
dengan kawanan pengemis lainnya. “namun , ia
yaitu Bapa Uskup kita yang baru!” teriak mereka
yang mengenalinya. Penjaga pintu amat terperanjat
dan sangat menyesal. “Tidak mengapa, saudaraku
terkasih,” kata St. Norbertus dengan lembut. “Kamu
menilaiku lebih tepat dibandingkan mereka yang
membawaku ke sini.”
St. Norbertus harus berperang melawan
suatu bidaah yang menyangkal bahwa Yesus
sungguh hadir dalam Ekaristi Kudus. Ajarannya yang
indah mengenai kehadiran nyata Kristus dalam
Sakramen Mahakudus membawa umat kembali pada
iman mereka yang kudus. Pada bulan Maret 1133, ia
dan sahabatnya, St. Bernardus berjalan beriringan
dalam suatu perarakan yang tidak lazim. Mereka
bergabung dengan kaisar beserta bala tentaranya
687
untuk mengawal paus yang sesungguhnya,
Inosensius II, ke Vatikan dengan selamat. St.
Norbertus wafat pada tahun 1134. Ia dinyatakan
kudus oleh Paus Gregorius XIII pada tahun 1582.
Nobertus (1082-1134), uskup dan pendiri
ordo Premonstratens; lahir di Xanten (Jerman)
dan wafat di Magdeburg. B: Norbert; L: seorang
uskup dengan piala dan daun palem (lambing
perdamaian); P: 6 Juni
SANTA NOTBURGA (1265-1313)
Anak petani miskin ini sepanjang hidupnya
bekerja sebagai pembantu rumahtangga. sebab
sisa makanan yang didapatnya ia berikan kepada
orang miskin dan bukan kepada baBi-babi, maka ia
dipecat. Pada suatu hari minggu ia menolak
memotong rumput dan membuang sabitnya. Sabit
itu tetap melayang di udara dan tak tergerakkan.
Notburga dihormati sebagai santa pelindung pelayan
rumahtangga.
P: 13 September
BEATO NOTKER “PENGGAGAP († 912)
Biarawan Benediktin ini semasa kecilnya
sering sakit-sakitan. Ia juga gagap bicara sepanjang
hidupnya. Notker bertekad agar cacatnya itu
janganlah menjadi penghalang baginya. sebab
tekadnya yang kuat, Notker menjadi seorang yang
lebih menyenangkan dari sebelumnya. Ia dan dua
orang sahabatnya, Tutilo dan Radpert, yaitu
biarawan yang selalu riang gembira. Mereka bertiga
saling menguatkan dalam panggilan mereka di biara
Santo Gallen di Swiss. Cinta mereka pada Tuhan dan
juga cinta mereka pada musik menjadikan mereka
bersahabat karib.
688
Sekali waktu Raja Charles datang berkunjung
ke biara. Ia sangat menghormati Notker dan minta
nasehat darinya. Sayangnya, ia tidak selalu
mengikuti nasehat yang diterimanya. Suatu saat ,
Raja Charles mengirimkan utusannya agar bertemu
dengan sang biarawan. Notker sedang merawat
kebunnya. Ia mengirimkan pesan ini kepada raja:
“Rawatlah kebunmu seperti aku merawat kebunku.”
Raja Charles mengerti bahwa ia harus lebih baik
merawat jiwanya sendiri dan juga kerajaannya.
Penasehat pribadi raja yaitu seorang yang
terpelajar, namun amat sombong. Ia iri hati sebab
raja demikian menghargai nasehat Notker. Suatu
hari di istana, di hadapan semua orang, ia bertanya
kepada Notker, “sebab engkau seorang yang
sangat pandai, katakanlah kepadaku apa yang
sedang dikerjakan Tuhan saat ini.” Penasehat raja
tersenyum sinis kepada Notker, sebab pikirnya
pastilah Notker tidak akan dapat menjawab
pertanyaannya. namun , sebaliknya Notker segera
menjawab, “Saat ini Tuhan sedang mengerjakan apa
yang biasa Ia kerjakan. Ia merendahkan mereka
yang tinggi hati dan meninggikan mereka yang
rendah hati.” Orang banyak mulai tertawa
sementara penasehat raja cepat-cepat pergi
meninggalkan ruangan.
Beato Notker mempersembahkan seluruh
hidupnya bagi panggilan yang telah dipilihnya. Ia
melakukan banyak hal-hal kecil yang istimewa, agar
kehidupan di biara terasa menyenangkan bagi para
biarawan. Bersama sahabat-sahabatnya, Tutilo dan
Radpert, ia menggubah musik gerejani yang indah
untuk memuji Tuhan.
“Saat ini Tuhan sedang mengerjakan apa yang biasa Ia
kerjakan. Ia merendahkan mereka yang tinggi hati dan
meninggikan mereka yang rendah hati.” ~ B. Notker
689
NUNILA dan ALODIA († 851)
Ayah tiri mereka beragama Islam, sedangkan
ibu mereka beriman Kristen. Kedua puteri ini
dipenggal di Huesca (Spanyol) sebab tidak mau
menjadi Islam waktu tanah air mereka diduduki
tentara Arab.
P: 22 Oktober
NUNO PEREIRA (1360-1431)
saat menjadi panglima angkatan perang
Portugis, ia membela hak atas pewaris tahta
kerajaan yang sah. Kemudian ia mengundurkan diri
dan menjadi Bruder Karmelit yang sangat saleh.
P: 6 Nopember
NUNO RIBERO SJ (1549)
Diracun oleh pengikut Sultan Ternate, sebab
sangat berhasil dalam mentobatkan orang Ambon
menjadi Katolik. Walaupun racun sudah merasuki
perutnya, imam yang rajin ini masih dapat bertahan
dan selama tujuh hari berkeliling dari desa ke desa
untuk menguatkan iman umatnya.
(Salah satu dari Orang-orang Kudus di
Indonesia)
NUNTIUS SULPRIZIO (LAHIR 1817)
Anak yatim piatu ini menjadi pandai besi di
Napoli (Italia). Ia menderita banyak oleh sebab
kemiskinan dan penyakitnya, sehingga mati muda.
Nuntius berperangai sabar dan selalu
menggembirakan orang lain.
690
A: yang diutus
O
ODA (1131-1158)
Nekad menjadi biarawati, meskipun ditentang
oleh ayah-ibunya. Sebagai pemimpin biara di
Revreulle (Perancis) ia sangat sabar, suka beramal
dan rendah hati, namun sangat keras terhadap diri
sendiri.
P: 20 April
SANTA ODILIA (660-720)
Santa Odilia, yang dikenal juga sebagai Santa
Ottilia, dilahirkan di
Obernheim, suatu desa di
pegunungan Vosge, Perancis
pada tahun 660, dari
pasangan bangsawan Aldaric
dan Bereswinda. Aldaric
seorang tuan tanah yang
kaya raya. sebab puterinya
lahir buta, Aldaric berniat
membunuhnya, sebab ia
berpendapat bahwa kebutaan
itu amat memalukan serta
merendahkan martabat
keluarga. Tak ada jalan lain
691
bagi Bereswinda selain dari melarikan bayinya yang
malang ke suatu tempat yang aman. Seorang ibu
petani yang dahulu bekerja sebagai pembantu di
rumahnya bersedia menerima anak itu. saat
peristiwa pelarian ini diketahui, Bereswinda
menyuruh ibu pengasuh melarikan bayinya ke
Baumeles-Dames, dekat Besancon. Di sana ada
sebuah biara para suster. Untunglah suster-suster di
biara bersedia menerima dan merawat Odilia.
Hingga usianya duabelas tahun, gadis kecil ini
belum juga dibaptis. Pada suatu hari Tuhan
menggerakkan Santo Erhart, Uskup Regensburg,
untuk pergi ke Biara Baumeles-Dames, tempat gadis
kecil itu berada. Bapa Uskup membaptisnya dengan
nama Odilia. saat disentuh oleh minyak krisma
pada saat pembaptisan, sesaat itu juga matanya
terbuka dan ia dapat melihat! Uskup Erhart
memberitahukan mukjizat ini kepada keluarga
Aldaric. namun sang ayah tetap bersikukuh menolak
untuk mengakui Odilia sebagai puterinya. Hugh,
kakak Odilia yang terkesan akan mukjizat
penyembuhan adiknya, berusaha mempertemukan
Odilia dengan ayahnya. Melihat kenekatan Hugh,
bangkitlah murka sang ayah; ia menjadi berang, lalu
menebas kepala puteranya dengan pedang.
Akhirnya, Aldaric menyesali perbuatannya yang keji
dan bersedia menerima Odilia sebagai puterinya.
Odilia meneruskan karyanya di Obernheim
bersama kawan-kawannya. Dia membaktikan diri
dalam karya-karya amal membantu mereka yang
miskin papa dengan semangat pengabdian dan cinta
kasih. Ayahnya bermaksud menikahkan Odilia
dengan seorang pangeran. Odilia menolak; namun
sebab ayahnya terus memaksa, Odilia melarikan
diri dari rumah. Aldaric akhirnya mengalah dan
membujuk puterinya pulang; ia bahkan mengijinkan
692
Odilia mengubah istananya di Hohenburg menjadi
sebuah biara. Odilia menjadi kepala biara dan di
kemudian hari membangun sebuah biara lain, Biara
Odilienberg, di Niedermunster. Di sanalah ia
membaktikan diri dalam karya bagi Tuhan dan
sesama hingga wafatnya pada tanggal 13 Desember
720. Pesta perayaannya 13 Desember.
ODILO (962-1048)
Abbas biara termasyur di Cluny (Perancis) ini
memperbaharui semangat murni hidup membiara di
berbagai tempat. Segala pertengkaran dan
peperangan di Eropa Tengah berhasil dihentikan
pada hari-hari tertentu dan pada masa suci. saat
musim kelaparan mengganas, ia membagi-bagikan
makanan kepada rakyat. Dan atas usahanyalah
pesta semua arwah mulai dirayakan pada tanggal 2
Nopember.
L: tongkat abbas di samping api pencucian; P: 3
Januari
ODORIKUS de PORDENONE OFM (1286-
1331)
Diutus ke daerah misi di Armenia dan Persia.
Sesudah delapan tahun berkarya, ia berlayar terus
ke Srilangka, Madras, Kalimantan, Jawa dan Peking.
Di Peking ia menyebarkan Injil selama tiga tahun.
Odorikus pulang lewat Shanzi, Tibet dan Persia.
Laporan perjalanannya sangat berharga baik bagi
sejarah umum maupun Gereja. Di Kalimantan
Odorikus masih bertemu dengan orang-orang
Kristen Nestorian. P: 3 Pebruari
(Salah satu dari Orang-orang Kudus di
Indonesia)
693
SANTO OLAV II (995-1030)
Dipermandikan saat sedang mencari
pengalaman di medan perang bersama orang Viking
di Perancis. Lalu ia pulang dan menyatukan
Norwegia dibawah pemerintahannya. Olav
memanggil para misionaris dan memberantas
kekafiran dengan drastic. sebab itu terjadilah
pemberontakan yang dibantu oleh raja Denmark.
Olav terusir dan akhirnya gugur dalam pertempuran
saat mau merebut kembali tahtanya. Ia dihormati
sebagai pahlawan kemerdekaan dan santo pelindung
Norwegia.
P: 10 Juli
OLGA (890-969)
“Pasukan berkuda – maju!” seru Olga
memberi aba-aba. Serentak mereka menderu
bergerak maju. Bendera pasukannya berkibar-kibar
dan tombak mereka gemerlapan oleh sinar matahari.
Ratu Olga berada paling depan, menunggang kuda
kerajaan. Suaminya, Raja Igor telah gugur dalam
pertempuran melawan kaisar di Konstantinopel.
namun permaisurinya segera menghimpun kembali
pasukan Rusia yang kocar-kacir. Kini mereka maju
lagi ke medan perang. Kedua musuh bertemu. Olga
terjun ke kancah pertempuran, memimpin dan
memberi semangat. Akhirnya, hancurlah bala
tentara kaisar, dan mereka menyerah. Olga
menerima pengakuan kekalahan mereka. Namun ia
tidak memperlakukan tawanan sebagai budak-
belian, ia tidak membumi hanguskan kota atau desa
mereka, dan tidak menjarah harta kekayaan. Ia
membawa kedamaian dan memerintah mereka
694
dengan ramah, bagaikan seseorang ibu terhadap
anak-anaknya.
Olga berasal dari keluarga kafir. namun sering
mendengar tentang Jesus Kristus dan perintahNya:
Cintailah sesamamu!. sebab sibuk mengurus
pemerintahan, ia belum sempat mempelajari
sungguh-sungguh agama yang menarik hatinya itu.
Baru saat berusia 60 tahun ia dapat menyerahkan
pimpinan kerajaan kepada puteranya. sesudah itu ia
menuju Konstantinopel untuk memperdalam
pengetahuan tentang Tuhan yang benar. Ia dibaptis
dan kembali ke istananya di Rusia menyampaikan
Kabar Gembira kepada puteranya. Beberapa
misionaris kemudian didatangkan dari
Konstantinopel. Sejak itu agama Kristen
berkembang cepat di Rusia.
Olga (890-969), ratu Rusia dan nenek Santo
Vladimir;B: Helga, Ilga; P: 11 Juli
OLIVER PLUNKET (1625-1681)
sesudah berkarya selama 12 tahun sebagai
imam di Roma, ia pulang ke negaranya sebagai
uskup di Armagh (Irlandia). Di Negara yang ditindas
oleh Inggris itu Oliver bekerja terus secara
tersembunyi. Akhirnya ia ditangkap polisi, diseret ke
pangadilan London dan digantung.
P: 1 juli
SANTA OLYMPIAS (361-408)
Santa Olympias dilahirkan sekitar tahun 361.
Ia termasuk dalam keluarga besar Konstantinopel.
saat ditinggalkan kedua orangtuanya sebagai
yatim piatu, ia diserahkan dalam pemeliharaan
seorang wanita Kristen yang mengagumkan.
695
Olympias menerima banyak warisan dari
orangtuanya dan ia juga cantik serta menarik. Sebab
itu tak sulit bagi pamannya untuk menjodohkannya
pada Nebridius, seorang gubernur Konstantinopel.
Santo Gregorius Nazianzen memohon maaf tak
dapat datang menghadiri perkawinannya. Sebagai
hadiah, St Gregorius mengirimkan sebuah puisi
penuh nasehat bijak bagi Olympias.
Nebridius
meninggal dunia tak lama
sesudahnya. Kaisar
mendorong Olympias
untuk menikah lagi.
namun , ia menjawab,
“Andai Tuhan
menghendakiku tetap
sebagai seorang isteri, Ia
tak akan mengambil
Nebridius.” Ia menolak
untuk menikah lagi. Santo
Gregorius menyebutnya
“kemuliaan para janda
dalam Gereja Timur.” Bersama sejumlah wanita
saleh lainnya, Olympias melewatkan hidupnya
dengan melakukan karya-karya amal kasih. Ia
berpakaian sederhana dan banyak berdoa. Dengan
suka hati ia membagi-bagikan uangnya kepada
mereka yang membutuhkan. Akhirnya, Santo
Yohanes Krisostomus harus mengatakan kepadanya
untuk berhati-hati dalam mendermakan hartanya,
“Janganlah engkau mendorong kemalasan mereka
yang tanpa perlu hidup bergantung padamu,”
katanya, “hal itu seperti membuang uang ke dalam
laut.”
Santo Yohanes Krisostomus menjadi Uskup
Agung Konstantinopel. Sebagai uskup agung, ia
696
membimbing Olympias dan para pengikutnya dalam
karya mereka. Para wanita itu mendirikan
wisma bagi anak-anak yatim piatu dan mereka juga
membangun sebuah kapel. Mereka memberikan
sumbangan besar kepada banyak orang. St Yohanes
Krisostomus menjadi pembimbing terkasih Olympias.
saat uskup agung itu diasingkan, Olympias amat
berduka. Ia sendiri kemudian juga harus
menanggung aniaya. Komunitas para janda dan
wanita selibat yang dipimpinnya dipaksa
menghentikan karya belas kasih mereka. Di samping
itu, kesehatan Olympias memburuk dan ia
menanggung banyak kritik. St Yohanes menulis
kepadanya, “Aku tak dapat berhenti menyebutmu
kudus. Kesabaran dan ketegaran dengan mana
engkau menanggung penderitaanmu, pula
kebijaksanaan, kearifan dan belas kasihmu telah
memperolehkan bagimu kemuliaan dan ganjaran
besar.” Santo Olympias wafat pada tahun 408 dalam
usia menjelang empatpuluh tahun. Orang
menggambarkannya sebagai “seorang wanita
mengagumkan, bagai sebuah bejana berharga yang
penuh Roh Kudus.” Pestanya setiap tanggal 17
Desember.
SANTO ONESIMUS
Onesimus hidup pada abad pertama. Ia
yaitu seorang hamba yang merampok majikannya
lalu melarikan diri ke Roma. Di Roma ia bertemu
dengan Santo Paulus yang dipenjarakan sebab
imannya. Paulus menerima Onesimus dengan
kelembutan serta kasih sayang seorang ayah. Paulus
membantu menyadarkan pemuda ini bahwa ia
telah berbuat salah dengan mencuri. Lebih dari itu,
697
ia membimbing Onesimus untuk percaya dan
menerima iman Kristiani.
sesudah Onesimus menjadi seorang Kristen,
Paulus mengirimkannya kembali kepada tuannya,
Filemon, yang yaitu
sahabat Paulus. namun ,
Paulus tidak mengirim
hamba itu kembali seorang
diri dan tak berdaya. Ia
“mempersenjatai”
Onesimus dengan sepucuk
surat yang singkat tapi
tegas. Paulus berharap
agar suratnya dapat
menyelesaikan semua
masalah Onesimus,
sahabat barunya. Kepada
Filemon, Paulus menulis:
“Aku mengajukan permintaan kepadamu mengenai
anakku yang kudapat selagi aku dalam penjara,
yakni Onesimus. Dia kusuruh kembali kepadamu.
Dia, yaitu buah hatiku.”
Surat yang menyentuh ini dapat
ditemukan dalam Kitab Suci Perjanjian Baru. Filemon
menerima surat dan nasehat Paulus. saat
Onesimus kembali kepada tuannya, ia dibebaskan.
Kemudian, Onesimus kembali kepada Santo Paulus
dan menjadi penolongnya yang setia. Santo Paulus
mengangkat Onesimus menjadi imam dan kemudian
uskup. Orang kudus yang dulunya hamba ini
membaktikan seluruh sisa hidupnya untuk
mewartakan Kabar Gembira yang telah mengubah
hidupnya selamanya. Menurut tradisi, pada masa
penganiayaan, Onesimus dibelenggu dan dibawa ke
Roma lalu dirajam hingga tewas.
698
ONUPHRIOS (abad ke-4)
Selama 60 tahun hidup sendirian bertapa di
gurun Thebais (Mesir); jenasahnya dikuburkan oleh
Santo Paphuntius.
B: Humphrey; P: 12 Juni
PARA MARTIR dari ORANGE († Juli 1794)
Para martir dari Orange hidup pada abad
kedelapan belas. Mereka terdiri dari tiga puluh dua
orang biarawati. Selama Revolusi Perancis, para
biarawati yang berasal dari beberapa ordo religius
yang berbeda ini dipenjarakan di Orange, Perancis.
Mereka yaitu enam belas biarawati Ursulin, tiga
belas biarawati Adorasi Sakramen Mahakudus, dua
biarawati Bernardin dan seorang biarawati
Benediktin.
saat pecah Revolusi Perancis, para
biarawati ini diperintahkan untuk menyatakan
sumpah setia pada para pemimpin Revolusi. Para
biarawati percaya bahwa sumpah itu menentang
Tuhan dan Gereja. Mereka semua menolak
menandatangani sumpah dan sebab nya digiring ke
penjara Orange. Beberapa dari para biarawati
tinggal dalam biara yang sama sebelum mereka
dijebloskan ke dalam penjara. Sedangkan sebagian
lainnya tidak saling mengenal hingga mereka
bertemu di penjara. Para biarawati itu membentuk
suatu komunitas dalam ruang penjara yang gelap
serta pengap. Mereka berdoa bersama pada waktu-
waktu tertentu setiap hari. Mereka saling menghibur
serta saling menguatkan satu sama lain. Mereka
semua terikat dalam kasih persaudaraan seperti
yang dialami oleh Gereja Perdana yang mengalami
penganiayaan.
699
Pada tanggal 6 Juli, biarawati pertama
diajukan ke pengadilan dan dijatuhi hukuman mati
dengan dipenggal kepalanya. Ia tidak pernah
kembali. Setiap hari satu orang biarawati, terkadang
dua orang biarawati diambil. Tak seorang pun tahu
giliran siapa berikutnya. Komunitas biarawati
semakin berkurang dalam jumlah, namun biarawati
yang tinggal terus-menerus berdoa, terutama bagi
mereka yang akan dihukum mati pada hari itu.
Kemudian, bersama-sama mereka akan
menyanyikan Te Deum, suatu nyanyian puji-pujian
kepada Tuhan.
Akhir bulan Juli 1794, ketiga puluh dua orang
biarawati semuanya telah dijatuhi hukuman mati
oleh pengadilan rakyat Orange, Perancis. Tiga puluh
dua biarawati wafat sebagai martir. saat Revolusi
Perancis telah berakhir, para hakim Orange
dinyatakan bersalah atas apa yang telah mereka
lakukan dan dijatuhi hukuman. Ketiga puluh dua
biarawati yang dianggap sebagai para martir dari
Orange dinyatakan “beata” oleh Paus Pius XI pada
tahun 1925.
P: 9 Juli
ORTOLANA († 1238)
Ibu Santa Klara dan Santa Agnes dari Assisi
ini berziarah ke Yerusalem dan Roma. sesudah
menjanda, ia masuk biara Klaris yang didirikan oleh
anaknya. Ia menonjol sebab hidupnya dijiwai oleh
semangat amal dan doa.
A: tukang kebun wanita; P: 2 Januari
OSMUND († 1099)
700
Ialah mantan kanselir Raja William dari
Normandia. Kemudian ia diangkat menjadi uskup
Salisbury (Inggeris) dan giat membangun
keuskupannya dan mendirikan gereja-gereja. Ia
menulis banyak artikel dan menjaga tata tertib dalam
umat serta kaum imam.
B: Osmer; P: 4 Desember
OSWALD (605-642)
Putera raja Northumbria ini mengungsi ke
biara Hay sesudah ayahnya gugur dalam suatu
pemberontakan. Ia dibaptis dan beberapa waktu
kemudian berhasil merebut kembali kerajaan,
bahkan memperluasnya. Dengan bantuan Santo
Aidan (P: 31 Januari) ia mengkristenkan rakyatnya.
Namun Oswald sudah gugur pada umur 38 tahun,
saat oleh raja kafir. Keponakannya, Santo Oswin
(P: 20 Agustus), menggantikannya sebagai raja dan
misionaris. Akan namun ia pun kemudian dibunuh
oleh Raja Osway.
L: tongkat kerajaan dan burung gagak; P: 9
Agustus
SANTO OTTO (1062-30
Juni 1139)
Otto hidup pada abad
keduabelas. Ia dilahirkan di
Swabia, sekarang Bavaria. Ia
menjadi seorang imam dan
ditugaskan melayani Kaisar
Henry IV. Lambat laun, Pater
Otto mendapatkan jabatan
tinggi dalam pemerintahan. Ia
701
menjadi penasehat Kaisar Henry. Otto berusaha
mempengaruhi kaisar untuk bertindak adil dan
bijaksana dalam keputusan-keputusannya. namun ,
Henry melakukan kejahatan-kejahatan dan berusaha
menimbulkan perpecahan dalam Gereja. Ia bahkan
menunjuk pausnya sendiri. Otto merasa sangat
sedih dan berusaha agar Henry berubah. Henry IV
sendiri menetapkan Otto sebagai seorang uskup.
Otto menolak ditahbiskan hingga ia dapat pergi ke
Roma dan menerima persetujuan dari paus yang
sebenarnya, Paus Paskalis II. Paus
mentahbiskannya. Uskup Otto memberikan banyak
sumbangan bagi warga Swabia, teristimewa di
bawah Kaisar Henry V. Kaisar ini mengikuti cara
ayahnya, Henry IV. namun , meski ia keras dan
bengis, ia menghormati Otto dan kerap
mendengarkan nasehatnya.
saat Raja Boleslaus III dari Polandia
menaklukkan bagian wilayah Pomerania, ia meminta
Otto ke sana. Pomerania yaitu sebuah propinsi dari
Prussia di wilayah Baltik. Penduduknya kafir. Uskup
Otto menyambut kesempatan untuk menyampaikan
Kabar Gembira kepada mereka. Pada tahun 1124,
uskup memimpin sekelompok imam dan katekis ke
Pomerania. Banyak orang menerima pengajaran dan
dibaptis. Konon jumlah mereka yang menjadi
percaya mencapai lebih dari duapuluh ribu orang.
Uskup Otto mengutus imam-imam untuk melayani
umat Kristiani yang baru itu. Ia sendiri kembali ke
negerinya. Tak lama berselang, sebagian penduduk
Pomerania mulai kembali ke cara hidup kafir
mereka. Uskup Otto kembali ke Pomerania pada
tahun 1128. Ia membantu penduduk untuk kembali
menjadi umat Kristiani yang saleh. Uskup Otto wafat
pada tanggal 30 Juni 1139 dan dimaklumkan
702
sebagai santo oleh Paus Klemens III pada tahun
1189. Perayaan setiap tanggal 30 Juni.
P
SANTO PADRE PIO dari PIETRELCINA
(25 Mei 1887-23 September 1968)
“Aku hanya ingin menjadi seorang biarawan miskin yang
berdoa.” ~ Santo Padre Pio
SEKILAS RIWAYAT HIDUP
SANTO PADRE PIO DAN PERGULATANNYA
DENGAN SETAN
SANTO PADRE PIO DAN MALAIKAT PELINDUNG
703
PENAMPAKAN DAN JIWA-JIWA DI API
PENYUCIAN
MUKJIZAT
PENYEMBUHAN
INDERA ADIKODRATI
HARUM SURGAWI
BILOKASI
LEVITASI
SANTO PADRE PIO: DOA SESUDAH KOMUNI
SEKILAS RIWAYAT HIDUP
Francesco Forgione dilahirkan pada tanggal
25 Mei 1887 di sebuah kota kecil bernama
Pietrelcina, Italia
selatan, dalam wilayah
Keuskupan Agung
Benevento. Ia yaitu
anak kelima dari
delapan putera-puteri
keluarga petani Grazio
Forgione dan Maria
Giuseppa De Nunzio
(Mamma Peppa).
Mamma Peppa
mengenangnya sebagai
anak yang berbeda dari
anak-anak lain
sebayanya, “ia tidak pernah tidak sopan ataupun
bersikap tidak pantas.” Sejak usia lima tahun,
Francesco dianugerahi penglihatan-penglihatan
surgawi dan juga mengalami penindasan-penindasan
setan; ia melihat dan berbicara dengan Yesus dan
Santa Perawan Maria, juga dengan malaikat
pelindungnya; sayangnya, kehidupan surgawi ini
disertai pula oleh pengalaman tentang neraka dan
setan. saat usianya duabelas tahun, Francesco
704
kecil menerima Sakramen Penguatan dan
menyambut Komuni Kudus-nya yang Pertama.
Pada tanggal 6 Januari 1903, terdorong oleh
semangat yang bernyala-nyala, Francesco yang kala
itu berusia enambelas tahun masuk novisiat
Biarawan Kapusin di Morcone. Pada tanggal 22
Januari, Francesco menerima jubah Fransiskan dan
menerima nama Broeder Pio. Di akhir tahun novisiat,
Broeder Pio mengucapkan kaul sederhana, yang
dilanjutkan dengan kaul meriah pada tanggal 27
Januari 1907. sebab kesehatannya yang buruk,
sesudah ditahbiskan sebagai imam pada tanggal 10
Agustus 1910 di Katedral Benevento, Padre Pio
harus tinggal kembali bersama keluarganya. Para
dokter yang mendiagnosanya memaklumkan bahwa
ia mengidap infeksi paru-paru dan bahwa masa
hidupnya hanya tinggal sebulan saja.
Meski demikian, sesudah enam tahun bergulat
dengan penyakitnya, kesehatan Padre Pio mulai
membaik. Pada bulan September 1916, Padre Pio
diutus ke rumah Biara San Giovanni Rotondo, di
mana ia tinggal hingga akhir hayatnya. Bagi Padre
Pio, iman yaitu hidup: ia menghendaki segala
sesuatu dan mengerjakan segala sesuatu dalam
terang iman. Seringkali ia tampak tenggelam dalam
doa-doa yang khusuk. Ia melewatkan siang hari dan
sebagian besar malam hari dalam percakapan mesra
dengan Tuhan. Padre Pio akan mengatakan, “Dalam
kitab-kitab kita mencari Tuhan, dalam doa kita
menemukan-Nya. Doa yaitu kunci yang membuka
hati Tuhan.” Iman membimbingnya senantiasa untuk
menerima kehendak Allah yang misterius.
Pada tanggal 20 September 1918, sementara
berdoa di depan sebuah Salib di kapel tua,
sekonyong-konyong suatu sosok seperti malaikat
memberinya stigmata. Stigmata itu terus terbuka
705
dan mencucurkan darah selama limapuluh tahun.
Dalam surat tertanggal 22 Oktober 1918 kepada
Padre Benedetto, pembimbing rohaninya, Padre Pio
mengisahkan pengalaman penyalibannya:
“… Apakah yang dapat kukatakan
kepadamu mengenai penyalibanku? Ya
Tuhan! Betapa aku merasa bingung dan malu
jika aku berusaha menunjukkan kepada
orang lain apa yang telah Engkau lakukan
kepadaku, makhluk-Mu yang hina dina!
Kala itu pagi hari tanggal 20 [September] dan
aku sedang berada di tempat paduan suara
sesudah perayaan Misa Kudus, saat suatu
istirahat, bagaikan suatu tidur yang manis
menghampiriku. Segenap indera, lahir
maupun batin, pula indera jiwa ada dalam
ketenangan yang tak terlukiskan. Ada suatu
keheningan mendalam di sekelilingku dan di
dalamku; suatu perasaan damai menguasaiku
dan lalu, semuanya terjadi dalam sekejab
bahwa aku merasa bebas sepenuhnya dari
segala keterikatan. saat semuanya ini
terjadi, aku melihat di hadapanku, suatu
penampakan yang misterius, serupa dengan
yang aku lihat pada tanggal 5 Agustus, yang
berbeda hanyalah kedua tangan, kaki dan
lambung-Nya mencucurkan darah.
Penglihatan akan Dia mengejutkanku: apa
yang kurasakan pada saat itu sungguh tak
terkatakan. Aku pikir, aku akan mati; dan
pastilah aku mati jika Tuhan tidak campur
tangan dan memperkuat hatiku, yang nyaris
meloncat dari dadaku! Penglihatan berakhir
dan aku tersadar bahwa kedua tangan, kaki
dan lambungku ditembusi dan mencucurkan
706
darah. Dapat kau bayangkan siksaan yang
aku alami sejak saat itu dan yang nyaris aku
alami setiap hari. Luka di lambung tak henti-
hentinya mencucurkan darah, teristimewa
dari Kamis sore hingga Sabtu. Ya Tuhan, aku
mati sebab sakit, sengsara dan kebingungan
yang aku rasakan dalam kedalaman lubuk
jiwaku. Aku takut aku akan mencucurkan
darah hingga mati! Aku berharap Tuhan
mendengarkan keluh-kesahku dan menarik
karunia ini dibandingkan ku….”
Padre Pio yaitu imam pertama yang
menerima stigmata Kristus. Para superiornya
berusaha merahasiakan kejadian itu, kendati
demikian, berita segera menyebar dan ribuan orang
berduyun-duyun datang ke biara yang terpencil itu,
baik mereka yang saleh maupun mereka yang
sekedar ingin tahu. Sesungguhnya, setiap pagi,
sejak pukul empat dini hari, selalu ada ratusan
orang dan terkadang bahkan ribuan orang
menantinya.
Padre Pio tidur tak lebih dari dua jam setiap
harinya dan tak pernah mengambil cuti barang
sehari pun selama limapuluh tahun imamatnya! Ia
biasa bangun pagi-pagi buta guna mempersiapkan
diri mempersembahkan Misa Kudus. sesudah Misa,
Padre Pio biasa melewatkan sebagian besar harinya
dalam doa dan melayani Sakramen Pengakuan Dosa.
Hidupnya penuh dengan berbagai karunia mistik,
termasuk kemampuan membaca batin para peniten,
bilokasi, levitasi dan jamahan yang menyembuhkan.
Darah yang mengucur dari stigmatanya
mengeluarkan bau harum mewangi atau harum
bunga-bungaan.
707
Padre Pio memiliki dua prakarsa dalam dua
arah: arah vertikal kepada Tuhan, dengan
membentuk “Kelompok Doa” pada tahun 1920 yang
masih aktif hingga kini dengan 400.000 pendoa yang
tersebar di seluruh dunia. Arah horizontal kepada
komunitas yang menderita, dengan mendirikan
sebuah rumah sakit modern “Casa Sollievo della
Sofferenza” (Rumah untuk Meringankan
Penderitaan) yang dibuka pada tanggal 5 Mei 1956,
dan hingga kini melayani sekitar 60.000 pasien
setiap tahunnya.
Selama lima puluh tahun imamatnya, Padre
Pio menjalin persatuan yang akrab mesra dengan
Tuhan melalui Ekaristi Kudus. Yang paling luar biasa
dalam hidupnya bukanlah mukjizat, penyembuhan
ataupun pertobatan orang dengan perantaraannya,
melainkan pelayanannya di altar,
mempersembahkan Kurban Kudus Misa, dimana ia
menjadi satu dengan Kristus yang tersalib.
“… kalian akan datang kepada Tuhan
dan menempatkan diri di hadirat-Nya sebab
dua alasan utama. Pertama, kita
menyampaikan kepada Tuhan penghormatan
dan ketaatan yang memang sudah
sepatutnya. Hal itu dapat dilakukan tanpa Ia
berbicara kepada kita, dan tanpa kita
berbicara kepada-Nya, sebab kewajiban ini
dapat ditunaikan dengan mengakui Dia
sebagai Tuhan kita, dan mengenali diri
sebagai makhluk ciptaannya yang hina dina,
yang secara rohani rebah di hadapan-Nya,
menanti perintah-perintah-Nya. Betapa
banyak para kudus yang kerapkali
menempatkan diri di hadapan Raja kita,
tanpa berbicara kepada-Nya ataupun
708
mendengarkan-Nya, melainkan hanya
sekedar dilihat oleh-Nya, agar dengan
ketekunan mereka ini mereka boleh dianggap
sebagai hamba-hamba-Nya yang setia?
Perilaku ini, menghaturkan diri di hadapan
Tuhan semata-mata guna memberikan diri
secara sukarela sebagai hamba-hamba-Nya
yaitu yang paling kudus, paling unggul,
paling murni dan juga paling sempurna.
Alasan kedua menghaturkan diri di
hadirat Allah sementara berdoa yaitu untuk
berbicara kepada-Nya dan mendengarkan
suara-Nya lewat inspirasi dan pencerahan
batin…. jika kalian berdoa di hadirat
Tuhan, hadapilah kebenaran, berbicaralah
kepada-Nya jika kalian dapat, dan jika kalian
tak dapat mengatakannya, berdiam diri
sajalah, biarlah dirimu dilihat oleh-Nya, dan
janganlah khawatir lagi mengenainya….”
Padre Pio dengan tulus menganggap diri
sebagai tidak berguna, tidak layak menerima
anugerah-anugerah Tuhan, penuh kelemahan dan
cacat cela, walau demikian diberkati dengan karunia-
karunia ilahi. Di tengah kekaguman orang terhadap
dirinya, Padre Pio akan mengatakan, “Aku hanya
ingin menjadi seorang biarawan miskin yang
berdoa.”
Sejak masa muda, kesehatan Padre Pio amat
rapuh, dan semakin memburuk keadaannya pada
tahun-tahun terakhir masa hidupnya. Pada tanggal
23 September 1968, pukul 2.30 dini hari, dalam usia
delapanpuluh satu tahun, Saudari Maut
menjemputnya dalam keadaan siap lahir batin dan
damai tenang. Segera sesudah ia wafat, kamarnya
dipenuhi bau harum semerbak selama beberapa saat
709
lamanya, seperti bau harum yang memancar dari
luka-lukanya selama limapuluh tahun
penderitaannya; stigmata tak lagi tampak, tak
terlihat sama sekali adanya darah ataupun tanda-
tanda bekas luka.
Pada tanggal 20 Februari 1971, belum genap
tiga tahun sesudah wafat Padre Pio, Paus Paulus VI
berbicara mengenainya kepada para Superior Ordo
Kapusin, “Lihat, betapa masyhurnya dia, betapa
seluruh dunia berkumpul sekelilingnya! namun
mengapa? Apakah mungkin sebab ia seorang filsuf?
sebab ia bijak? sebab ia cakap dalam pelayanan?
sebab ia mempersembahkan Misa dengan rendah
hati, mendengarkan pengakuan dosa dari fajar
hingga gelap dan - tak mudah mengatakannya - ia
yaitu dia yang menyandang luka-luka Tuhan kita.
Ia yaitu manusia yang berdoa dan yang
menderita.” Padre Pio dinyatakan sebagai
Venerabilis pada tanggal 18 September 1997 oleh
Paus Yohanes Paulus II; pada tanggal 2 Mei 1999
dibeatifikasi; dan akhirnya dikanonisasi pada tanggal
16 Juni 2002 di Roma, oleh Paus yang sama. Gereja
memaklumkan pesta liturgis St Padre Pio dari
Pietrelcina dirayakan pada tanggal 23 September.
PAKOMIOS (287-347)
sesudah meninggalkan dinas ketentaraan, ia
bersama beberapa temannya bertapa di tepi sungai
Nil (Mesir). Kelompok mereka bertambah besar,
sehingga Pakomios menyusun aturan pertama
mengenai hidup bersama para rahib. Aturan hidup
biara yang tertua itu sangat besar pengaruhnya.
Lebih 9000 rahib hidup dalam biara-biara yang
diorganisir Pakomios.
710
L: seorang rahib dengan pakaian kulit binatang;
P: 15 Mei
SANTO PAMMAKIUS (340-410)
Pammakius yaitu seorang awam Kristiani
terpandang yang hidup pada abad keempat.
Sewaktu ia masih seorang pelajar, ia bersahabat
dengan Santo Hieronimus. Mereka tetap menjalin
persahabatan sepanjang hidup mereka dan terus
saling membina hubungan baik. Isteri Pammakius
yaitu Paulina, puteri kedua Santa Paula, seorang
sahabat Santo Hieronimus yang lain. saat Paulina
wafat pada tahun 397, Santo Hieronimus dan Santo
Paulinus dari Nola menulis surat yang amat
menyentuh hati penuh simpati, dukungan dan janji
doa. Pammakius patah semangat sebab kematian
isterinya. Ia melewatkan sepanjang sisa hidupnya
dengan melayani di rumah singgah yang
didirikannya bersama Santa Fabiola. Di sana, para
peziarah yang datang ke Roma disambut baik dan
dibantu. Pammakius dan Fabiola dengan senang hati
menerima dan bahkan mengutamakan mereka yang
miskin, sakit dan cacat. Pammakius yakin bahwa
isterinya yang telah meninggal dunia menyertainya
sementara ia melakukan karya-karya belas kasih.
Paulina dikenal sebab kasihnya kepada mereka
yang miskin papa dan menderita. Suaminya percaya
bahwa melayani mereka merupakan cara terbaik
untuk menyampaikan penghormatan dan kasih
kepada isterinya.
Santo Pammakius jauh terlebih lemah lembut
dalam perkataan dan perbuatan dibandingkan Santo
Hieronimus yang pemarah. Kerap kali ia menasehati
Santo Hieronimus agar memperhalus atau memilih
kata-kata yang lebih lembut, namun Santo
711
Hieronimus biasa mengabaikannya. Sebagai contoh,
seorang bernama Jovinian mengajarkan suatu
kesalahan yang serius. Hieronimus menulis sebuah
tulisan yang dengan keras membeberkan kesalahan-
kesalahan Jovinian. Pammakius membaca tulisan itu
dan menyampaikan saran-saran baik untuk
mengganti kata-kata yang terlalu keras. Santo
Hieronimus berterima kasih kepada sahabatnya atas
perhatiannya, namun ia tidak melakukan koreksi.
Pammakius juga berusaha menengahi suatu
perselisihan antara sahabatnya Santo Hieronimus
dengan seorang bernama Rufinus. namun tampaknya
Pammakius tak dapat menggerakkan Hieronimus
untuk bersikap lebih lembut dalam menangani orang
atau masalah ini.
Santo Pammakius memiliki sebuah gereja
di rumahnya. Sekarang gereja itu menjadi Gereja
Passionis Santo Yohanes dan Paulus. Santo
Pammakius wafat pada tahun 410 pada waktu kaum
Goths mengambil alih kekuasaan di Roma. Santo
Pammakius tahu bagaimana menjadi seorang
sahabat sejati. Ia seorang yang sportif dan jujur.
Kita dapat mohon padanya untuk membantu kita
menjadi sahabat sejati bagi teman-teman kita
sebagaimana diteladankannya.
Perayaan memperingatinya setiap tanggal 30
Agustus.
PAMBO († 390)
Abbas dig urn pasir (Mesir) ini menonjol,
sebab hidupnya yang serba kekurangan dank eras.
Walaupun tidak suka berbicara, namun ia sangat
terkenal sebagai penasehat rohani.
P: 1 Juli
712
PAMPHILOS (240-309)
Menjadi imam, dosen, exeget dan pengumpul
artikel -artikel untuk perpustakaan yang sangat
berharga. Hasil jerih payahnya itu kemudian
dihancurkan oleh orang Arab. Putera Libanon ini
mati sebagai saksi iman bersama saudara-saudara
seiman di Sesarea (Palestina).
P: 1 Juli
SANTO PANKRASIUS († 340)
Menurut kisah kuno, remaja 14 tahun asal
Asia Kecil ini ditangkap saat sedang mengikuti
misa. Di hadapan Kaisar
Diokletianus ia membela iman
Kristen dan mentertawakan dewa-
dewa. Akibatnya, ia langsung
dipenggal dan jenasahnya di
makamkan di Via Aurelia (Roma)
Dalam Gereja Santo Pankrasius di
Roma, orang-orang yang dibaptis
pada hari “Minggu Putih”
meletakkan pakaian-pakaian putih
dan mengulangi janji permandian
mereka. Perayaan memperingatinya
setiap 12 Mei
SANTO PANTALEON († 305)
Pantaleon datang dari
Nicomedia, dekat Lautan Hitam di
Asia. Ia hidup pada abad keempat.
Pantaleon seorang dokter yang amat
terkenal hingga Kaisar Galerius
Maximian memilihnya untuk menjadi
dokter pribadi kaisar. Di sana, di
713
istana yang jahat dan kafir, Pantaleon terjerumus ke
dalam masalah. Ia seorang Kristiani, namun sedikit
demi sedikit, ia membiarkan teladan buruk
sekelilingnya merusakkan dia juga. Ia mulai
sependapat dengan kebijaksanaan palsu yang dipuja
orang-orang kafir. Ahirnya, ia melakukan dosa berat
dengan sepenuhnya meninggalkan iman Kristiani.
Seorang imam yang kudus bernama
Hermolaos teramat sedih melihat dokter yang
temashyur ini meninggalkan Yesus. Ia datang
menemuinya. Dengan kata-kata yang bijaksana dan
lemah lembut, sang imam berhasil menyadarkan
Pantaleon akan dosa yang telah dilakukannya.
Pantaleon mendengarkan nasehatnya dan mengakui
bahwa ia telah sungguh keliru. Ia mengaku dosa dan
bergabung kembali dengan Gereja. Guna menyilih
apa yang telah dilakukannya, Pantaleon memiliki
kerinduan yang berkobar untuk menderita dan mati
bagi Yesus. Sementara itu, ia meneladani belas kasih
Yesus dengan merawat orang-orang miskin yang
sakit tanpa memungut bayaran.
saat Kaisar Diocletian memulai
penganiayaan, Pantaleon segera membagikan segala
yang ia miliki kepada orang-orang miskin. Tak lama
kemudian, beberapa dokter yang iri hati
mengadukannya sebagai seorang Kristiani. Kepada
Pantaleon diberikan pilihan untuk menyangkal iman
atau dihukum mati. Pantaleon sama sekali menolak
memaklumkan bahwa ia bukan seorang pengikut
Kristus; dan tak ada suatu aniaya pun yang dapat
memaksanya untuk melakukan hal itu. Santo
Pantaleon wafat sebagai martir pada tahun 305. Di
masa lampau ada suatu devosi yang kuat
kepada orang kudus ini. Di Timur, ia disebut sebagai
“martir besar dan pekerja ajaib”. Santo Pantaleon
diperingati setiap tanggal 27 Juli.
714
PAOLA GAMBARA-COSTA (1473-1515)
Dikawinkan pada umur 12 tahun. sebab
kesabaran serta teladannya, ia berhasil memperbaiki
tingkah suaminya yang suka berpetualang dan jajan.
Hidupnya dipenuhi dengan semangat amal, doa dan
matiraga.
P: 15 Juni
PAPHNUTIUS († 360)
Dipilih menjadi uskup Thebais (Mesir).
Pertapa di gurun pasir ini pada saat berkobar
penganiayaan salah satu matanya dicukil dan
kakinya yang sebelah dirusakkan. Pada Konsili Nicea
(325) ia menolak usul yang mengharuskan semua
uskup, imam dan diakon memisahkan diri dari isteri
mereka. Ia juga mendukung usul susaha mereka
tidak boleh menikah sesudah ditahbiskan, akan
namun sebaiknya sebelumnya. Paphnutius
mendukung Santo Atanasios dalam perjuangan
melawan bidaah Arianisme.
P: 11 September
PARA MARTIR PERTAMA di ROMA
Orang-orang yang kita hormati pada hari ini
memiliki satu kesamaan: mereka menyerahkan
715
nyawa mereka bagi Kristus. Mereka semua wafat
dimartir sebab mereka yaitu pengikut Tuhan
Yesus. Pada tahun 64, pelanggaran hak-hak azasi
manusia oleh Kaisar Nero telah melampaui batas.
saat timbul kebakaran hebat di Roma pada tanggal
16 Juli, banyak yang meyakini bahwa kaisar
sendirilah yang sesungguhnya bertanggung jawab
atas kejadian itu. Dua pertiga kota Roma tinggal
puing-puing belaka; maka bangkitlah murka rakyat.
Nero ketakutan. Ia mencari kambing hitam dan
mempersalahkan umat Kristiani sebagai yang
bertanggung jawab atas kebakaran ini .
Tacitus, seorang ahli sejarah yang terkenal,
mencatat bahwa umat Kristiani menderita kematian
yang keji. Sebagian dijadikan mangsa binatang-
binatang buas. Yang lainnya diikatkan pada tiang-
tiang dan dijadikan suluh-suluh manusia yang
menerangi jalanan-jalanan Roma. Tidak diketahui
berapa tepatnya jumlah para martir yang gagah
berani ini, namun kesaksian dan hidup mereka
mendatangkan dampak yang terus hidup dalam diri
banyak orang. Penganiayaan oleh Nero yaitu
penganiayaan pertama oleh seorang kaisar Roma,
namun bukan yang terakhir. Dan semakin Gereja
dianiaya, semakin Gereja bertumbuh kembang. Para
martir telah membayar dengan nyawa mereka agar
semua yang datang sesudah mereka beroleh
kesempatan untuk memeluk iman.
PARA PENDIRI ORDO SERVITE (TAREKAT
HAMBA-HAMBA SANTA PERAWAN MARIA)
Ketujuh santo ini hidup pada abad
ketigabelas. Mereka semua berasal dari Florence,
Italia. Masing-masing dari mereka memiliki cinta
mendalam kepada Bunda Maria, Bunda Allah.
716
Mereka yaitu anggota-anggota aktif suatu
konfraternitas (= persaudaraan sejati) Santa
Perawan Maria. Kisah
bagaimana mereka
menjadi pendiri Ordo
Servite sungguh
menakjubkan. Pada
Hari Raya Santa
Perawan Maria
Diangkat ke Surga,
sementara mereka
bertujuh khusuk dalam
doa, Bunda Maria
menampakkan diri
kepada mereka. Bunda
Allah mengilhami
mereka untuk meninggalkan dunia dan hidup hanya
bagi Tuhan. sesudah beberapa tahun hidup sebagai
pertapa, mereka menghadap uskup. Mereka mohon
suatu peraturan hidup yang perlu mereka taati.
Uskup mendorong mereka untuk berdoa dan
memohon bimbingan Bunda Maria. Santa Perawan
Maria menampakkan diri kembali kepada mereka
dengan membawa sehelai jubah hitam. Di
sampingnya tampak seorang malaikat membawa
sebuah gulungan bertuliskan “Hamba-hamba Santa
Perawan Maria”. Dalam penglihatan itu, Bunda Maria
mengatakan bahwa ia telah memilih mereka menjadi
hamba-hambanya. Ia meminta mereka untuk
mengenakan jubah hitam. Inilah jubah yang mulai
mereka kenakan pada tahun 1240. Mereka juga
memulai suatu hidup religius seturut peraturan St
Agustinus.
Orang-orang yang mengagumkan ini saling
membantu dan menguatkan dalam mengasihi dan
melayani Tuhan dengan terlebih baik. Enam dari
717
antara mereka ditahbiskan menjadi imam. Mereka
yaitu Bonfilius, Amadeus, Hugo, Sostenes,
Manettus dan Buonagiunta. Yang ketujuh, Alexis,
tetap dalam statusnya sebagai seorang rohaniwan
yang mengagumkan hingga akhir hayatnya. Dalam
kerendahan hatinya, Alexis memilih untuk tidak
ditahbiskan ke jenjang imamat. Banyak pemuda
datang menggabungkan diri dengan para pendiri
yang kudus ini. Mereka dikenal sebagai Hamba-
hamba Santa Perawan Maria atau Servite. Ordo
Servite mendapat persetujuan dari Vatican pada
tahun 1259. Ketujuh pendirinya dimaklumkan
sebagai santo oleh Paus Leo XIII pada tahun 1888.
PARIS (1792)
Tatkala Revolusi Perancis memuncak, semua
rohaniwan dituntut mengangkat sumpah yang
bertentangan dengan keyakinan agama dan suara
hati mereka. Maka banyak di antara mereka yang
tidak mau bersumpah. Lebih dari 200 rohaniwan dan
awam di tahan di paris dan sebagian besar dibunuh
pada bulan September 1792 oleh gerombolan
dengan persetujuan pengadilan revolusi.
191 korban pembunuhan missal itu
dinyatakan kudus; a.l. uskup agung Jean-Marie du
Lau, dua uskup bersaudara Francois-Joseph dan
Piere-Louis La Rochefoucauld, 129 imam praja, 23
bekas imam Jesuit (di antaranya Yakobus Bonnaud),
31 biarawan dan lima orang awam. P: 2 September.
Seratus tahun kemudian, pada bulan Juni
1871 uskup G. Darboy bersama 28 imam dan 38
orang awam ditembak mati oleh pemberontak kiri.
P: 2 dan 3 September.
718
SANTO PASIFIKUS OFM (1653-1721)
Seorang bayi Italia yang mungil dilahirkan
pada tahun 1653 dan dinamai Charles Antonius. Ia
belum berumur lima tahun
saat orangtuanya yang
penuh kasih meninggal dunia.
Ia kemudian dipelihara oleh
pamannya. Pamannya ini
merupakan salib baginya,
seorang yang kejam. Ia
memperlakukan Charles lebih
buruk dari pelayan. Namun
demikian, Charles kecil
menerima perlakuan keras ini
dengan diam dan sabar.
saat usianya tujuhbelas
tahun, Charles masuk biara.
Ia memilih nama Pasifikus yang berarti “damai”.
sesudah ditahbiskan sebagai imam, ia menjadi guru;
namun demikian besar kerinduannya untuk menjadi
seorang pengkhotbah. Betapa bahagia ia saat
superior mengutusnya dalam suatu misi khotbah ke
banyak kota kecil dan dusun-dusun.
Santo Pasifikus amat populer di kalangan
warga desa sebab khotbah-khotbahnya
sederhana dan lembut. Di samping itu, ia beroleh
karunia mengagumkan dapat membaca hati orang.
Suatu saat , ia mengingatkan seorang laki-laki
dalam Sakramen Tobat sebab tidak bersikap baik
kepada ibunya. Orang ini juga menyimpan pikiran-
pikiran yang tidak murni dalam benaknya. Apa yang
dikatakan Imam Pasifikus benar adanya. Orang itu
akhirnya sungguh menyesali dosa-dosanya. Ke
manapun Pasifikus pergi untuk berkhotbah dan
719
melayani pengakuan dosa, ia mendatangkan banyak
kebajikan. namun , saat baru berkhotbah selama
enam tahun, Pasifikus harus berhenti sebab
kesehatannya yang buruk. Ia menjadi buta, tuli dan
lumpuh. Ia melewatkan waktunya dengan berdoa
dan bermatiraga dalam biara. Ia menolong sesama
dengan segala cara yang dapat ia lakukan. Tuhan
senantiasa amat dekat dengannya. Tuhan
memberinya anugerah nubuat. St Pasifikus
menubuatkan kemenangan besar balatentara Kristen
atas balatentara Turki di Belgrade. Ia juga
mengatakan kepada seorang uskup, “Yang Mulia -
surga! Surga! Dan aku akan menyusulmu segera!”
Sekitar dua minggu kemudian, uskup wafat. Tak
lama sesudahnya, seperti yang telah dikatakannya,
St Pasifikus wafat pula. Peristiwa itu terjadi pada
tahun 1721. Banyak mukjizat terjadi di makamnya.
Imam Pasifikus dimaklumkan sebagai seorang kudus
oleh Paus Gregorius XVI pada tahun 1839.
St Pasifikus mengalami masa kecil yang tidak
mengenakkan. Ia bisa saja membiarkan diri tumbuh
menjadi seorang dewasa yang dikuasai kemarahan
dan frustrasi. namun , ia berdoa kepada Yesus mohon
hati yang mengampuni dan sabar. Masa-masa
sulitnya berubah menjadi saat-saat bertumbuh
dalam kasih kepada Tuhan dan sesama. Sebab ia
telah banyak menderita, ia dapat bersimpati pada
penderitaan orang-orang lain dan membantu mereka
untuk menemukan Tuhan dalam hidup mereka.
A: yang bersifat tenang; P: 24 September
SANTO PASKALIS BAYLON (1540-1592)
Paskalis, seorang kudus dari Spanyol,
dilahirkan pada tahun 1540. Sejak usia tujuh tahun,
ia bekerja sebagai gembala. Ia tidak pernah punya
720
kesempatan untuk bersekolah. Namun demikian, ia
belajar sendiri membaca dan menulis. Ia bertanya
kepada siapa saja yang ia jumpai untuk
membantunya belajar. Ia belajar dengan giat, agar
susaha ia dapat membaca
artikel -artikel rohani. Ia
membisikkan doa-doa
sepanjang hari sementara ia
menggembalakan dombanya.
saat berusia dua
puluh empat tahun, bocah
gembala itu menjadi seorang
broeder Fransiskan. Teman-
temannya suka padanya.
Paskalis seorang yang mudah
bergaul dan juga seorang
yang lembut hati. Rekan
biarawan memperhatikan
bahwa seringkali ia mengerjakan pekerjaan-
pekerjaan yang paling berat dan tidak
menyenangkan. Paskalis melakukan mati raga,
bahkan lebih keras dari yang ditetapkan dalam
peraturan biara. Namun demikian, ia seorang yang
senantiasa penuh sukacita. Dulu, saat masih
seorang gembala, ia merindukan berada di gereja
untuk berdoa kepada Yesus; namun , tidak bisa.
Sekarang, ia bisa. Jadi, ia sangat senang menemani
Kristus dalam Sakramen Mahakudus. Ia juga
diijinkan menjadi pelayan Misa.
Dua hal yang amat dicintai Paskalis yaitu :
Ekaristi Kudus dan Bunda Maria. Setiap hari Paskalis
berdoa rosario dengan cinta yang amat besar. Ia
juga menuliskan doa-doa yang indah kepada Bunda
Surgawi kita.
St. Paskalis membuat sebuah artikel kecil dari
kertas-kertas buram. Dalam artikel catatannya, ia
721
menuliskan pemikiran-pemikirannya dan doa-doanya
yang indah. sesudah ia wafat, pemimpin biaranya
menunjukkan artikel catatan Paskalis pada uskup
agung setempat. Bapa Uskup membacanya dan
berkata, “Jiwa-jiwa bersahaja ini telah mencuri surga
dari kita!”. Paskalis wafat pada tahun 1592 dalam
usia lima puluh dua tahun. Ia dinyatakan kudus oleh
Paus Alexander VIII pada tahun 1690.
P: 17 Mei
PASKASIUS OSB (790-851)
sebab tertarik pada studi, ia mengundurkan
diri dari jabatan abbas di




