man; adalah prinsip
Allah yang tidak pernah berubah. Pengalaman Kornelius dan seisi rumahnya bahwa
baptisan itu bukanlah hal utama di dalam keselamatan. Terjadinya keselamatan adalah jika
seseorang percaya kepada Kristus, dan setelah seseorang diselamatkan barulah dia di
baptis diatas pengakuan imannya kepada Kristus dan setelah itu dia dipersatukan dengan
sesama orang percaya di dalam gereja untuk melayani dan menyembah Allah.
Pasal 11, yaitu fasal yang singkat, namun Dr. Lukas juga menuliskan tentang
Kornelius disini, hal ini membuktikan betapa pentingnya berita pertobatan Kornelius dalam
kehidupan gereja mula-mula. Ayat 1-3, menceritakan tentang diterimanya Injil oleh orang-
orang bukan Yahudi, dan akhirnya sapai terdengar oleh para rasul dan orang-orang Kristen
Yahudi di Yudea. Tampaknya Petrus di panggil ke Yerusalem, dan beberapa orang Kristen
Yahudi berdebat dengan dia tentang kelayakan untuk memasuki persekutuan orang bukan
Yahudi untuk makan bersama mereka. Mungkin ungkapan, orang-orang yang tidak bersunat,
memiliki arti yang agak berbeda dengan ungkapan yang sama dalam Kisah Para Rasul
67
10:45. ketika orang-orang Kristen Yahudi yang berada di Yerusalem sedang membahas
makna dari keselamatan orang-orang bukan Yahudi, muncullah golongan yang kemudian
berpendapat bahwa orang-orang bukan Yahudi harus menaati hukum Yahudi dahulu
sebelum dapat diselamatkan (15:1). Golongan konservatif ini mengecam Petrus sebab
mereka beranggapan bahwa seorang Yahudi yang makan bersama dengan orang bukan
Yahudi sebenarnya sedang mengesampingkan kebiasaan orang Yahudi, dan dengan
demikian dia bukan orang Yahudi lagi. Mereka beranggapan jika seseorang yang percaya
harus mengikuti kebiasaan Yahudi.
Ayat 4-15, adalah tanggapan Petrus atas orang-orang yang berselisih pendapat
dengannya. Petrus mengisahkan kepada Gereja di Yerusalem pengalaman penglihatannya
tentang kain besar yang turun dari langit, kunjungannya ke Kaisarea, dan turunya Roh
Kudus atas orang-orang bukan Yahudi seperti halnya atas orang-orang Yahudi pada hari
pentakosta (ay 15). Disinggungnya apa yang dikatakan Tuhan Yesus: “Yohanes membaptis
dengan air, tetapi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus” mempunyai arti bahwa peristiwa
yang terjadi di rumah Kornelius itu adalah merupakan karunia Roh Kudus yang ketiga. Yang
pertama adalah kepada Gereja Yahudi yang ada di Yerusalem pada hari pentakosta (psl 2),
yang kedua adalah kepada orang-orang Samaria yang percaya (8:17); dan sekarang yang
ketiga adalah kepada orang-orang bukan Yahudi. Tidak diragukan lagi bahwa pengalaman
Petrus di Samaria mempersiapkan dirinya untuk pelayanan kepada orang bukan Yahudi ini.
Selanjutnya pada ayat 17 Petrus mengatakan bahwa Allah memberikan karunia-Nya kepada
mereka adalah sama dengan karunia-Nya yang diberikan kepada Rasul-rasul. Jadi menolak
untuk membaptis orang bukan Yahudi akan berarti menolak karya Allah yang terjadi atas
mereka. Selanjutnya ayat 18, tampaknya bahwa penjelasan Petrus telah memuaskan Partai
Sunat untuk saat itu. Tetapi masalah status orang Kristen bukan Yahudi di dalam gereja
akan segera diperdebatkan yang juga menimbulkan persoalan yang besar.
9. Pendirian Gereja Orang Bukan Yahudi di Antiokia (11:19-30)
Bagian ini menandai suatu tahap baru di dalam perluasan gereja dari suatu
persekutuan Yahudi di Yerusalem menjadi suatu masyarakat yang universal. Sebelumnya
Lukas, mengisahkan orang-orang Samaria di dalam gereja, serta pertobatan satu keluarga
Kornelius yang bukan Yahudi. Disini dia melukiskan permulaan dari satu jemaat pertama
bukan Yahudi yang independen di Antiokia, yang akan menjadi “gereja pusat” bagi seluruh
misi untuk orang bukan Yahudi di Asia dan Eropa. Narasi ini merangkum rangkaian peristiwa
dalam 8:4 dan penganyiayaan Saulus.
Ayat 19, daerah Fenesia, terletak di sekitar Laut Tengah dan kota Tirus dan Sidon
ada di wilayah ini. Siprus adalah sebuah pulau tengah laut tengah, banyak orang Yahudi
tinggal di tempat itu. Antiokia adalah kota Antiokia di daerah Siria yang terletak dio bagian
utara Palestina (jadi bukan Antiokia Psidia). Kota Antiokia ini adalah kota yang ketiga dari
seluruh pemerintahan Romawi, berpenduduk kurang lebih 500.000 orang, kota ini juga
tergolong sebagai kota terbesar di seluruh kekaisaran Romawi, sesudah Roma dan
Aleksandria. Kemegahan gedung-gedungnya membuat kota itu dijuluki sebagai “Kota Emas,
Ratu Timur.” Jalan utamanya membentang lebih dari 6 km, dilapisi batu pualam, dan di
kedua pinggirnya berjejer tiang-tiang batu pualam. Antiokia adalah satu-satunya kota di
dunia purba yang pada waktu malam diterangi oleh lampu-lampu. Sebagai kota pelabuhan
yang sibuk dan pusat kemewahan dan budaya, Antiokia menjadi daya tarik bagi segala
macam manusia, termasuk kepada para pensiunan pejabat Romawi yang kaya yang
menghabiskan waktunya dengan mengobrol di kolam-kolam pemandian atau bertaruh di
arena perlombaan. Dengan besarnya jumlah penduduk cosmopolitan dan besarnya
kekuasaan perdagangan dan politik, Antiokia memberi kesempatan yang luar biasa kepada
gereja untuk kegiatan penginjilan. Ketika orang-orang percaya yang teranyiaya itu tiba di
Antiokia, mereka tidak terintimidasi oleh kemegahan gedung-gedungnya atau kesombongan
penduduknya. Firman Allah ada di bibir mereka dan tangan Allah menyertai kesaksian
mereka, dan “sejumlah besar orang menjadi percaya dan berbalik kepada Tuhan.” Itu adalah
pekerjaan kasih karunia Allah yang menggetarkan hati. Namun diakhir ayat 19 ini
memberitahukan bahwa mereka memberitakan Injil masih hanya kepada orang-orang
Yahudi saja.
Ayat 20, mengatakan bahwa beberapa orang percaya datang dari pulau Siprus dan
Kirene di Afrika Utara pergi ke Antiokia dan melancarkan Injil kea rah yang baru. Orang-
orang Yunani dalam konteks ini mengacu kepada orang Yunani asli dan bukan kepada
orang Yahudi yang berbahasa Yunani. Hal ini sangat jelas sekali dimana bahwa Injil yang
68
diberitakan kepada mereka adalah dimana Yesus disebut sebagai Tuhan. Bukan seperti
kepada orang Yahudi, dimana Yesus disebut sebagai Mesias. Konsep bahwa Yesus adalah
Mesias merupakan sebuah konsep Yahudi yang tidak akan dipahami oleh orang bukan
Yahudi yang tidak memiliki latar belakang Yahudi. Ayat 21, disebutkan bahwa Tangan Tuhan
menyertai mereka dan banyak orang menjadi percaya, perkataan ini adalah merupakan
ekspresi kuasa Allah yang sering dipakai dalam PL (Kel 9:3; 1Sam 5:6; Maz80:18; Luk 1:66).
Ayat 22-23, menceritakan setelah gereja Yerusalem mengetahui apa yang sudah
terjadi di Antiokia, dimana banyak orang yang sudah menerima Injil dan diselamatkan, maka
gereja Yerusalem mengirimkan Barnabas untuk mengawasi dan meresmikan gereja baru itu.
Barnabas tampak seprti namanya mempunyai karunia untuk memberikan semangat seperti
namanya kepada orang-orang Kristen baru, dan dia menasehati orang-orang itu agar
mereka tetap setia dan tekun beriman kepada Tuhan. Kata tetap setia kepada Tuhan artinya
tetap tinggal di dalam Tuhan, itu berarti bukan hanya sementara saja tetapi tetap terus
menerus tinggal bersama Tuhan. Hal semaca ini hanya dapat dialami oleh orang-orang yang
percaya kepada-Nya. Ayat 24-26, menunjukkan profil kerohanian Barnabas, dia adalah
orang Kristen yang pantas diteladani. Ia penuh Roh Kudus dan hal ini menjelaskan
keefektifan pelayanannya. Bahwa ia adalah orang yang beriman terbukti dari caranya
memberikan dorongan kepada gereja dan juga membesarkan hati Saulus. Orang-orang
Kristen baru dan gereja-gereja baru memerlukan orang-orang seperti Barnabas untuk
memberikan dorongan kepada mereka dalam pertumbuhan dan pelayanan mereka.
Bagaimana cara Barnabas memberikan dorongan kepada orang-orang non-Yahudi yang
baru percaya ini?. Pertama-tama, Ia bersukacita atas apa yang dilihatnya. Berbakti bersama-
sama orang-orang non-Yahudi adalah pengalaman baru baginya, tetapi ia menerima hal itu
secara positif dan tidak mencari-cari kesalahan untuk di kritik. Itu adalah pekerjaan Allah,
dan Barnabas bersyukur atas kasih karunia Allah. Pada waktu ia mengajarkan Firman Allah
kepada orang-orang itu, ia menekankan penyerahan hati secara total. Sehingga ada dua
hasil pelayanan Barnabas di Antiokia. Pertama kesaksian gereja memberi dmpak begitu
besar kepada kota itu, sehingga “sejumlah orang dibaa kepada Tuhan” (11:24). Apabila
orang kudus berpijak kepada Firman Allah, mereka akan memiliki kesaksian yang kuat
kepada orang-orang terhilang, dan akan terjadi keseimbangan di dalam gereja antara
pemuridan dan pemberitaan Injil, dan penyembahan dan kesaksian. Kedua untuk
pertumbuhan gereja Barnabas memerlukan pertolongan; jadi ia pergi ke Tarsus dan
memanggil Saulus. Tetapi mengapa ia pergi begitu jauh hanya untuk mencari seorng
asisten? Mengapa ia tidak pergi ke Yerusalem untuk mengajak Nikolaus, diaken yng berasal
dari Antiokia (Kisah Para Rasul 6:5)? sebab Barnabas tahu bahwa Allah telah menetapkan
Saulus untuk melayani orang-orang non-Yahudi (9:15;22:21;26:17). Kita ingat kembali
bahwa Barnabas berteman dengan Saulus di Yerusalem (9:26-27), dan kemungkinan besar
kedua orang itu sering membicarakan tentang panggilan khusus Allah terhadap Saulus. Apa
yang dilakukan oleh Barnabas kepada Saulus perlu di praktekkan di gereja-gereja kita
sekarang. Orang-orang percaya yang sudah dewasa rohani harus memberikan dorongan
kepada orang-orang lain di dalam pelayanan mereka kepada Tuhan. Salah satu kebijakan
D.L. Moody ialah bahwa setiap orang Kristen baru di beri tugas segera sesudah
pertobatannya. Mula-mula tugas itu hanya membagikan buku nyanyian atau menyambut
tamu, atau hal yang lain, yang jelas setiap petobat baru harus di beri suatu kesibukan.
Hebatnya pengaruh jemaat Antiokia ini, sampai akhirnya yang tadinya orng-orang di Antiokia
yang tergolong sibuk dengan urusan masing-masing dan tidak memperhatikan orang lain
akhirnya menyoroti kehidupan jemaat Tuhan disana, dan oleh sebab itu disanalah yang
pertama kalinya sebutan Kristen diterapkan kepada murid-murid Kristus. Dalam bahasa latin
akhiran “en” berarti “anggota kelompok.” Sebagai ejekan beberapa orang penduduk Antiokia
yang kafir menghubungkan akhiran latin ini dengan nama Ibrani “Kristus” dan lahirlah kata
baru Kristen. Kata ini hanya ditemukan sebanyak lima kali dalam seluruh Perjanjian Baru
Bahasa Indonesia: Kisah Para Rasul 11:26 dan 26:28, 1Korintus 9:5; 2Korintus 12:2; serta
1Petrus 4:16. sayangnya sesudah berabad-abad, kata Kristen ini telah kehilangan maknanya
yang agun, dan tidak lagi berarti “menjadi percaya dan berbalik kepada Tuhan” (Kisah Para
Rasul 11:21-23). Banyak orang yang tidak pernah dilahirkan kembali mengaku sebagai
orang “Kristen” hanya sebab mereka merasa bahwa mereka bukan orang kafir. Namun
demikian mungkin mereka menjadi anggota suatu gereja, menghadiri kebaktian secara
teratur, bahkan menyumbang untuk pelayanan gereja! Tetapi untuk berubah dari orang
berdosa menjadi anak Allah di butuhkan pertobatan, bukan masalah uang, atau kerajinan
atau melakukan yang lain-lain.
69
Ayat 27 menunjukkan betapa pentingnya gereja di Antiokia, hal itu dilukiskan oleh
pelayanan yang dilakukan gereja pusat di Yerusalem ketika terjadi bencana kelaparan.
Dalam ayat ini disebutkan ada beberapa nabi datang untuk dari Yerusalem ke Antiokia. Kita
harus mengingat bahwa Fondasi bagi gereja adalah diletakkan oleh para rasul dan para nabi
(Efesus 2:20), dan akhirnya keduanya menghilang dari panggung, mengapa sebab kita
tidak akan terus menerus membuat pondasi! Para nabi Perjanjian Baru menerima berita dari
Tuhan, melalui perantaraan Roh Kudus, dan menyampaikan berita itu kepada orang banyak.
Para nabi Perjanjian Baru menerima pesan langsung dari Tuhan, tetapi pada masa kini para
hamba Tuhan dan guru menerima pesan melalui kitab suci. Sekarang kita memiliki Firman
Tuhan yang lengkap yang digunakan oleh Roh Kudus untuk memimpin dan mengajar kita.
1Korintus 12:10 menghubungkan bersama karunia bernubuat, membedakan bermacam-
macam roh, berkata-kata dengan bahasa roh, dan menafsirkan bahasa roh. Tentu saja Roh
Kudus berdaulat dan Ia memberikan tiap-tiap orang secara khusus, seperti yang
dikehendaki-Nya (1Korintus 12:11), tetapi dengan mundurnya para rasul dan para nabi dari
panggung, dan dengan tuntasnya pewahuan Firman itu oleh Allah dalam Alkitab,
menyiratkan bahwa telah terjadi perubahan.
Kemudian ayat 28, menceritakan bahwa salah seorang dari nabi yang datang dari
Yerusalem itu adalah bernama Agabus, dia mengatakan pesan Tuhan bahwa seluruh dunia
akan di timpa bahaya kelaparan besar dan hal itu benar-benar terjadi pada pemerintahan
Kaisar Klaudius (tahun 41-54). Agabus menyampaikan pesan itu kepada orang-orang
percaya di Antiokia, dan kemudian Dr. Lukas mencatat pada ayat 29 bahwa murid-murid
memutuskan untuk mengumpulkan suatu sumbangan dan menolong orang-orang Kristen di
Yudea. Tujuan dari nubuat yang benar bukanlah untuk memuaskan keingin tahuan para
pendengarnya melainkan untuk menggerakkan hati kita untuk melakukan keinginan hati
Tuhan.
Selanjutnya pada ayat 30, dijelaskan bahwa hal itu (memberi sumbangan), mereka
lakukan juga kepada para penatua dengan perantaraan Barnabas dan Saulus. Kata
“penatua-penatua” di Kisah Para Rasul 11:30 ini, tidak pernah digunakan sebelumnya di
dalam kitab ini, kecuali yang berkenaan dengan para pemuka Yahudi (tua-tua – Kisah Para
Rasul 4:5, 23; 6:12). Di dalam gereja, penatua-penatua ini adalah orng-orang percaya yang
sudah dewasa yang memiliki wawasan mengenai pelayanan (1 Petrus 5:1 ; 2Yohanes 1).
Apabila kita membandingkan Kisah Para Rasul 20:17 dan 28 dengan Titus 1:5 dan 7, kita
akan melihat bahwa penatua dan penilik adalah jabatan yang sama. Penatua dan penilik
adalh gembala-gembala jemaat yang di Bantu oleh para diaken, dan persyaratan dari kedua
jabatan itu di paparkan di dalam 1Timotius 3.
10. Penganyiayaan Oleh Herodes Agripa (12:1-25)
Masyarakat Kristen di Yerusalem sejak semula sudah menghadapi permusuhan dari
para pemimpin religius Yahudi, tetapi orang-orang Kristen ini di senangi oleh sebagian
masyarakat. Penganyiayaan hebat telah muncul menimpa Stefanus dan golongan Helenistis
di bawah kepemimpinan Saulus, sekarang untuk pertama kalinya Lukas mencatat
penganyiayaan yang dilakukan oleh para pejabat di Palestina. Bukan oleh para pemimpin
Romawi, melainkan oleh seorang raja Yahudi. Raja Herodes, yang dalam 12:1 ini adalah
Herodes Agripa I, cucu dari Herodes Agung yang memerintahkan untuk membantai anak-
anak di Betlehem. Ia juga keponakan Herodes Antipas, yang menyuruh memenggal kepala
Yohanes Pembaptis. Jadi keluarga Herodes ini adalah keluarga yang jahat dan pembunuh,
keluarga Herodes di benci oleh orang Yahudi, yang merasa marah sebab di jajah orang
Edom. Tentu saja Herodes tahu hal ini; itu sebabnya ia menganyiaya gereja untuk
menyakinkan orang Yahudi akan kesetiaannya kepada tradisi leluhur. Sekarang setelah
orang-orang non-Yahudi secara terbuka menjadi bagian dari gereja, maka rencana Herodes
itu makin disetujui oleh orang-orang Yahudi Nasionalis, yang tidak bersedia menerima
“orang-orang kafir”.
Kemudian pada ayat 2, dikatakan bahwa Herodes menyuruh untuk membunuh
Yakobus saudara Yohanes, yang kemudian di penggal kepalannya. Peristiwa ini menjadi
peristiwa yang pertama dimana seorang Rasul mati sebagai martir. Apabila anda
merenungkan kematian Yakobus dari Matius 20:22-28, ada beberapa hal yang penting.
Yakobus dan Yohanes bersama ibu mereka, telah meminta kedudukan (tahkta), tetapi Yesus
menjelaskan bahwa tidak akan ada kemuliaan tanpa penderitaan. Yesus bertanya kepada
mereka, “dapatkah kamu meminum cawan yang harus kuminum dan dibptis dengan yang
harus ku terima?” (Matius 20:22; lihat juga Markus 10:38). Dengan berani mereka menjawab,
70
“Kami dapat.” Tentu saja mereka tidak tahu apa yang mereka ucapkan, tetapi akhirnya
mereka mengetahui harga mahal yang harus mereka bayar untuk mendapatkan takhta
kemuliaan.
Ayat 3, memberitahukan dimana ketika Herodes Agripa I, melihat bahwa hal itu
menyenangkan hati orang Yahudi, sehingga ia melanjutkan perbuatanya untuk menahan
Petrus. Ayat 4 adalah berbicara tentang pemenjaraan Petrus yang di jaga oleh empat regu,
masing-masing empat orang. Ketika terakhir pemenjaraan Petrus yang sebelum ini (5:19)
Petrus keluar dari penjara secara misterius dan mungkin Herodes suah tahu akan hal itu,
oleh sebab itu, Herodes tidak mau hal itu terulang kembali. Selanjutnya ayat 5,
memberitahukan bahwa ternyata jemaat senantiasa bertekun untuk mendoakan Petrus. Ini
memberitahukan pentingnya doa. Seorang pengkotbah Puritan, Thomas Watson berkata
bahwa “Doalah yang menjemput malaikat itu” (malaikat yang melepaskan Petrus).
Ayat 6-11, menjelaskan bagaimana Petrus dilepaskan oleh malaikat itu dari penjara.
Dalam kisah ini terlihat bagaimana ketenangan Petrus menghadai pemenjaraan itu, dia bisa
tidur dengan nyenyaknya, padahal harinya sudah dekt dimana dia akan dihakimi dan akan di
eksekusi. sebab nyenyaknya Petrus tidur di alam penjara maka malakat yang dating itupun
harus menepuk dia untuk membangunkannya. Mengapa Petrus dapat mengalami
pemenjaraanya dengan tenang, jawabannya adalah sebab banyak orang percaya yang
mendoakannya. Dalam ketentraman Petrus, tiba-tiba malaikat dating kepadanya, ini
menunjukkan cara kerja malaikat yang sangat cepat. Malaikat itu membawa terang dn
kebebasan di dalam ruang penjara, tetapi para penjaga itu sama sekali tidak menyadari apa
yang terjadi. Petrus menuruti apa yang dikatakan oleh malaikat itu, tetapi bagi Petrus
peristiwa itu seolah-olah bukan peristiwa yang benar-benar terjadi. Dia berpikir bahwa hal itu
hanya seperti penglihatan saja. Malaikat itu menyuruh Petrus untuk mengenakan ikat
pinggangnya dan mengenakan sepatunya. Ini adalah hal biasa yang harus dilakukan pada
saat mukjizat sedang berlangsung! Tetapi Allah sering mengaitkan mukjizat dengan hal-hal
yang biasa untuk membuat kita tetap seimbang. Yesus melipat gandakan roti dan ikan, tetapi
kemudian menyruh murid-murid-Nya mengumpulkan sisa-sisa makanan itu. Yesus
membangkitkan anak Yaitus dari kematian, dan menyuruh orangtuanya memberinya makan.
Bahkan di dalam mukjizatpun Allah selalu praktis. Hanya Allah yang dapat melakukan hal-
hal yang luar biasa. Yesus membangkitkan Lazarus dari kematian, tetapi orang-orang harus
menggulingkan batu penutup kubur. Malaikat yang melepaskan rantai Petrus itu tentu saja
dapat memakaikan sepatu di kaki Petrus, tetapi ia menyuruh Petrus melakukannya sendiri.
Allah tidak pernah melakukan mukjizat yang tidak perlu. Petrus harus membungkuk sebelum
ia dapat berjalan. Ini satu pelajaran yang baik mengenai kerendahan hati dan ketaatan,
bahkan sejak saat itu setiap kali Petrus mengenakan sepatu memungkinkan dia untuk
mengingat akan mukjizat yang terjadi di penjara itu. Pembebasan itu terjadi pada masa
Perayaan Paskah, dimana pada masa itu orang Yahudi memperingati pembebasan mereka
dari Mesir. Kata menyelamatkan dalam ayat 11, adalah kata yang sama digunakan oleh
Stefanus ketika ia berbicara mengenai pembebasan orang Yahudi (Kisah Para Rasul 7:34).
Sekali lagi Petrus mengalami pembebasan sebagai jawaban atas doa-doa umat Allah.
Ayat 12-16, mnceritakan dimana setelah tugas malaikat itu selesai (membawa Petrus
keluar dari penjara) maka sekarang Petrus harus menggunakan pikirannya sendiri untuk
mengambil langkah selanjutnya. Dia mengetahui bahwa sebab doa-doa umat Allahlah maka
dia dibebaskan maka dia memutuskan untuk pergi memberitahukan kepada umat Allah yang
berdoa itu bahwa dia telah di besakan Tuhan lewat perantaraan malaikat-Nya. Petrus pergi
ke persekutuan doa di rumah Maria. Lebih dari itu ia ingin melaporkan kabar baik bahwa
Allah telah menjawab doa-doa mereka. Jadi Petrus pergi ke rumah Maria, ibu Yohanes
Markus.
Jika kita mengingat bahwa jemaat itu berdoa dengan sungguh-sunguh, mereka berdoa siang
malam dan topik doa mereka khusus kepada pembebasan Petrus, maka adegan yang
digambarkan disini agak menggelikan. Jawaban atas doa-doa mereka berdiri di depan pintu,
tetapi mereka tidak mempunyai iman yang cukup untuk membuka pintu dan mempersilahkan
dia masuk. Hal itu mungkin terjadi sebab ketakutan mereka kepada prajurit Herodes.
Mereka takut jangan-jangan yang mengetuk itu sebenarnya adalah prajurit Herodes yang
mau menangkapi mereka. Perlu keberanian bagi Rode (Mawar) untuk pergi ke pintu; tetapi
betapa terkejutnya dia ketika mengenali bahwa suara yang mengetuk itu adalah suara
Petrus! Ia begitu terpesona sehingga lupa membuka pintu! Jadi Petrus terus mengetuk pintu,
sementara orang-orang percaya di dalam persekutuan doa itu berunding untuk mengambil
keputusan tentang apa yang harus mereka lakukan! Dan semakin lama Petrus berdiri di
71
depan pintu, semakin berbahaya pula situasinya. Pernyataan, “itu malaikatnya !” (ay 15)
menunjukkan kepercayaan mereka terhadap malaikat-malaikat penjaga (Matius 18:10; Ibrani
1:14). Tetapi mungkin sebab kebingungan mereka sehingga mereka lupa, bahwa
seandainya itu malaikat maka malaikat itu tak perlu mengetuk pintu, dia bisa langsung
masuk tanpa mengetuk pintu berkali-kali. Di ayat 16, di sebutkan bahwa mereka akhirnya
membuka pinta dan akhirnya mereka tercengang-cengang. Kata mereka disini mempunyai
pengertian secara bersama. Jadi akhirnya mereka memutuskan untuk membuka pintu
secara bersama-sama, yang siap menghadapi apapun yang akan terjadi di balik pintu itu.
Tetapi ternyata apa yang dikatakan Rode itu adalah sungguh benar. Setelah mereka
membuka pintu rupanya mereka semua orang berbicara secara bersama-sama (17)
sehingga Petrus harus memberi isyarat supaya mereka diam. Dan dengan cepat ia
menceritakan tentang mukjizat yang baru saja dialaminya, dan tentu saja ia sangat berterima
kasih atas dukungan doa mereka. Ia menyuruh mereka memberi tahu Yakobus saudara
Tuhan, yang menjadi pimpinan jemaat Yerusalem (Kisah Para Rasul 15:13; Matius 13:55;
Galatia 1:19). Yakobus ini juga yang menulis surat Yakobus. Setelah Petrus menjelaskan
apa yang telah dia alami dia pergi meninggalkan persekutuan itu, tetapi kita tidk tahu
kemana ia pergi. 1Korintus 9:5 memberitahu kita bahwa Petrus dan istrinya mengadakan
perjalanan pelayanan, dan 1 Korintus 1:12 menyiratkan bahwa ia mengunjungi jemaat
Korintus. Tidak ada bukti di dalam Alkitab bahwa Petrus mengunjungi Roma. Bahkan
mendirikan gereja Roma. Jika seandainya Petrus sudah melayani disana maka Paulus tidak
akan pergi kesana, sebab kebijkannya ialah bahwa ia tidak akan melayani di tempat yang
sudah di layani oleh rasul lain (Roma 15: 18-22). Lagi pula Paulus tidak pernah
menyinggung mengenai Petrus dalam suratnya kepada jemaat Roma.
Ayat 18-23, menceritakan apa yang terjadi kepada para penjaga penjara, yang
menjaga Petrus itu, kemudian dianjutkan dengan tindakan dan Herodes Agripa kepada
mereka. Dan diakhiri tentang berita kematian Herodes Agripa I. Berkenaan dengan
hilangnya Petrus dari penjara mungkin kita akan bertanya-tanya “apa yang terjadi dengan
para pengawal penjara dan Herodes” Kita tidak tahu jam berapa malaikat itu membebaskan
Petrus, tetapi pada waktu penjaga berikutnya datang ke dalam penjara itu, coba kita
bayangkan bagaimana pikiran mereka ketika mendapati bahwa para penjaga itu (penjaga
sebelumnya) masih ada disana tetapi narapidanya sendiri sudah hilang! Ketika penjaga
berikutnya membangunkan penjaga sebelumnya, pasti hal itu sangat mengejutkan mereka!
Jika penjaga sebelumnya sudah bangun dan menyadari apa yang terjadi, pastilah mereka
mendapat kesulitan untuk menjelaskan situasi itu kepada penjaga yang baru. Bagaimana
mungkin seorang narapidana yang dirantai dapat melarikan diri pada hal ada empat orang
penjaga dan semua pintu terkunci?
Apabila seorang penjaga membiarkan narapidana melarikan diri, undang-undang Romawi
menuntut penjaga itu menerima hukuman yang sama dengan narapidana yang melarikan diri
itu, sekalipun itu hukuman mati (Kisah Para Rasul 16:27 dan 27:42). Dalam pengadilan
Herodes, hokum ini tidak di berlakukan dengan ketat, sehingga raja tidak harus membunuh
para penjaga; tetapi dasar Herodes, ia melakukannya juga. Akhirnya ia membunuh empat
orang penjga itu dan dengan harapan agar orang Yahudi merasa lebih senang.
Selanjutnya kita melihat dan akan sampai kepada kesimpulan bahwa orang benar
akhirnya selamat, lalu orang fasik yang menjadi binasa, hal ini terlihat jelas dalam peristiwa
kematian Herodes Agripa I ini. sejarawan Yahudi yang paling terkenal yang bernama
Yosephus mengatakan bahwa peristiwa itu terjadi dalam suatu festival untuk menghormati
kaisar Klaudius, dan pada saat itu raja menggunakan busana perak yang indh untuk
menghormati peristiwa. Kita tidak tahu apa yang dikatakan oleh Herodes dalam pidatonya,
tetapi kita tahu alasan dari pidatonya; ia ingin membuat rakyatnya terkagum-kagum
kepadanya. Dan itulah yang terjadi! Mereka mempermainkan ego Herodes, dan mengatakan
kepadannya bahwa ia adalah allah, dan ia sangat senang disebut demikian. Tetapi ia tidak
memberikan kemuliaan kepada Tuhan, jadi seluruh peristiwa ini semata-mata adalah
penyembahan berhala. Jadi bukanya Petrus yang akhirnya dibunuh oleh Herodes Agripa I,
tetapi malah Herodeslah yang dibunuh oleh Allahnya Petrus. Menurut Yosefus Herodes
mengalami kejang perut dan meninggal lima hari kemudian. Hal itu terjadi pada tahun 44.
Kemudian ayat 24, menjelaskan dimana setelah salah satu musuh Allah itu (Herodes) telah
di lenyapkan maka Firman Allah semakin meluas. Kemudian ayat 25, memberitahukan
bahwa Barnabas dan Saulus pergi ke Yerusalem untuk mengantar persembahan kasih yang
di titipkan jemaat Antiokia (11:30) bagi jemaat Yerusalem. Selama berada di Yerusalem,
mungkin mereka menginap di rumah Markus dan kembali ke Antiokia setelah menyelesaikan
72
tugasnya. Mereka dapat membawa Markus sebagai teman sekerja dalam perjalanan misi
pertama yang dimulai dari Antiokia, sebab Markus ada pada saat itu.
11. Perluasan Gereja di Asia Kecil dan Eropa (13:1-21:17)
Pasal 13 membawa kita kebagian separuh kedua dari kitab Kisah Para Rasul. Di bagian separuh
pertama, Yerusalem merupakan pust cerita, dan tema utamanya adalah perluasan gereja dari
Yerusalem ke seluruh Palestina. Sekarang Yerusalem terdesak ke belakang dan Antiokia
menjadi pusat cerita, sebab Antiokia menyokong perluasan gereja di Asia dan Eropa. Perluasan
ini dilaksanakan dengan tig perjalanan misi oleh Paulus, masing-masing dimulai dn iakhiri di
Antiokia.
a. Misi Pertama: Galatia (Kisah Para Rasul 13:1-14:28)
Perjalanan misi yang pertama mengantarkan Injil dari Antiokia ke Siprus dan kota-kota di
bagian selatan Propinsi Romawi yang bernama Galatia. Ayat 1 memberitahukan, bahwa di
gereja Antiokia ada banyak orang Kristen yang terkemuka mereka disebut sebagai Nabi dan
ada juga yang menjadi pengajar. Kata Nabi (προφηται) adalah orang yang memiliki karunia
untuk mengetahui kehendak Allah melalui hubungan supernatural. Sedangkan Pengajar
adalah orang-orang yang mempunyai karunia untuk menafsirkan Alkitab dan mengajarkan
kepada orang lain. Di dalam ayat 1 ini juga kita menemukan beberapa nama yang menjdi
tokoh terkemuka dalam jemaat Antiokia antara lain: Niger, adalh sebuah kata latin yang
berarti hitam, disini dipakai sebagai suatu nama panggilan. Tampaknya itu melukiskan warna
kulit Simeon yang agak gelap dan menunjukkan bahwa ia berasal dari Afrika. Dia mungkin
adalah Simon orang kirene yang disebutkan dalam Markus 15:21 sebagai orang yang ikut
memikul salib Yesus. Menahem adalah seorang yang anak angkat pada keluarga Antipas
(jadi dia hampir seusia dengan Herodes Antipas yang memerintah Galilea dan Perea dari
tahun 4 M-39 M.
Kemudian ayat 2, dijelaskan bahwa di satu ketika, dimana jemaat Antiokia sedang
beribadah dan brpuasa kepada Tuhan. Roh Kudus berkata “Khususkanlah Barnabas dan
Saulus bagi-Ku untuk tugas yng telah ku tentukan bagi mereka.” Ayat ini menunjukkan
bahwa bukan hanya nabi-nabi dan para pengajar yang berpuasa tetapi jemaat juga ikut
berpuasa. Kata beribadh yang dipaki dalam ayat ini mempunyai arti persekutuan pribadi
dengan Allah, atau juga penyembahan kelompok kepada Allah. Puasa mereka tidk sama
dengan Asketikisme ( yang ingin melepaskan roh dari materi yang jahat, dengan cara
menyiksa diri). Mereka berpuasa bukan untuk hal itu, tetapi hanya untuk menerima berkat
kuasa Allah. Dengan tujuan demikianlah mereka berpuasa untuk berdoa dan dengan segenp
hti dn jiwa. Perkataan Roh Kudus kepada jemaat itu mungkin di dengar oleh seorangn nabi
yang ada disana pada waktu itu. Dan perkataan Roh tentang tugas yang Ku tentukan yang
dikatakan oleh Roh itu adalah menunjuk kepada pemberitaan Injil keluar dari tempat itu (Misi
keluar negeri)
Ayat 3 berbicara tentang doa pengutusan oleh gereja Antiokia kepada Saulus dan
Barnabas. Dan setelah itu mereka membiarkan keduanya pergi mempunyi arti melepaskan.
Jadi jemaat Antiokia menyerahkan Barnabs dan Saulus untuk menjdi Missionaris sebab taat
kepada perintah Roh Kudus, padahal kedua orang itu adalah orang yang mempunyai
peranan penting untuk pertumbuhan jemaat itu sendiri.
Ayat 4-5. kata yang penting kita ingat dalam ayat ini adalah Disuruh Roh Kudus, pada
ayat sebelumnya di sebutkan bahwa Roh Kudus menyuruh jemaat Antiokia mengkhususkn
Barnabas dan Saulus, dn pada ayat ini Roh Kudus melanjutkan apa yang Ia kehendaki,
pertma-tama mereka harus berangkat ke Seleukia dn selnjutnya. Dlam hl ini kita melihat
bahwa maksud Tuhan hrus tergenapi, dan segal rencana-Nya tidak akan gagal. Dalam ayat
ini kita juga ketemu nama kota Seleukia, adalah kota pelabuhan di tepi laut di daerah
Antiokia. Dan Siprus adalah sebuah pulau yang besar dan penting , kemungkinan besar
penginjilan dimulai dari sini berhubung sebab Siprus adalh kampung halaman Barnabas
(4:36). Jdi mungkin secara alamiah Barnabas ingin menyelamtkan orang-orang sekampung
halamannya terlebih dahulu. Salamis adalah kota yng terletak dib gin timur Siprus dan juga
merupakan kota terbesar di Siprus. Disini juga banyak orng Yahudi tinggal, oleh sebab itu
disini ada beberapa rumah ibadat. Paulus biasanya memberitkn Injil kepada pertama-tama
orang Yahudi (Roma 1:16); tetpi biasanya Injil justru berakar di kalangan orang bukan
73
Yahudi yang hadir di rumh-rumah ibadat Yahudi ini . Yohanes yang disebut dalam ayat
ini adalah Yohanes Markus, kemenakanya Barnabas (Kolose 4:10) Markus membantu kedua
missionaries itu dalam kehidupn sehari-hari sebagai asisten yang mewakili jemaat
Yerusalem dan yng terlibat dalam misi lur negeri.
Ayat 6 memberitahukan bahwa mereka mengelilingi seluruh pulau itu untuk
memberitakan Injil. Mereka tiba di Pafos, yaitu kota yang terletk di bagian barat Siprus,
disana mereka bertemu dengan seorng yang bernama Baryesus (artinya anak keselamatan).
Dia adalah seorang nabi Palsu, biasanya pada wktu itu disebut sebagai nabi palsu itu sebab
orng itu membut pengakuan yang palsu, dia membut pengakun bhwa dia adalah nabi
padahal dia adalah tukang sihir dn tukang ramal.
Ayat 7 menjelaskan bahwa Baryesus ini adalah seorang kawan (sahabat) dari
Sergius Paulus, dia adalah gubernur pulau itu (Siprus). Ternyata Sergius Paulus adalah
orang yang pintar dan dia tidak mau hanya mendengar Baryesus, tetapi dia juga akhirnya
mengundng Barnabas dan Saulus untuk mendengar Firman Allah.
Ayat 8 memberitahukan bahwa Baryesus yang juga disebut Elimas yang artinya
tukang ramal menghalang-halangi gubernur Sergius untuk percaya. sebab jika gubernur itu
menerima pemberitaan Barnabas dan Saulus maka kedudukannya akan terancam.
Ayat 9 Paulus adalah nama Romawi yang berarti “kecil”. Pada ayat 9 ini disebut
Penuh dengan Roh oleh sebab itu dia dapat menghardiknya sebab ia penuh dengan Roh
Kudus. Ayat 10, adalah berisikan kata-kata hardikan yang sangat tajam dari Paulus kepada
Baryesus. Baryesus adalah nabi palsu yang menjadi keras dengan tipu muslihat dn
kejahatan, maka diperlukan teguran yang keras dari rasul Paulus. Tipu muslihat adalah sifat
dasar iblis (Yoh 8:44). Ia memakai dusta untuk memutarbalikkan Firman Allah pada waktu
menggoda Hawa di Taman Eden (Kejadian 3:4-5). Tipu muslihat adalah kaki tangan dan
pelindung kejahatan, oleh sebab itu Baryesus nabi palsu itu disebut Anak Iblis. Selanjutnya
untuk mengomentari kata Musuh segala kebenaran maka kita harus menyadari bahwa guru
kebenaran akan mengajar jalan kebenaran Allah yang ada dalam Kristus, tetapi guru palsu
akan bertentangan dengannya. Guru palsu akan menentang kebenaran dengan dusta dan
tipu daya.
Kemudian ayat 11, adalah merupakan kelanjutan dari ayat 10. ayat ini menjelaskan
bahwa Paulus dapat melihat kegerakan kuasa Allah dengan mata rohani sebab dia penuh
dengan Roh Kudus, sebab itu hukuman Allah terjadi tepat seperti perkataannya. Hukuman
terhadap Baryesus lebih ringan daripada yang diterima Ananias dan Safira. Ia menjadi buta
beberapa hari lamanya, hal itu menunjukkan kebajikan Allah yang penuh dengan belas
kasihan meskipun di tengah kemurkaan (Hab 3:2). Hukuman sebab murka Allah ini
ditimpakan kepadanya agar ia bertobat. Ayat 12 menjelaskan bahwa setelah melihat hal itu
Gubernur Siprus, Sergius Paulus menjadi percaya. Kata percaya pertama kali muncul dalam
perjalanan misi mereka, sebab itu kepercayaan Sergius Paulus adalah kelangkaan yang
harus di nilai tinggi.
Selanjutnya ayat 13 menjelaskan perjalanan Paulus dan kawan-kawannya
meninggalkan Pafos. Kata Paulus dan kawan-kawannya menunjukkan bahwa kemungkinan
besar yang menjadi pemimpin dalam perjalanan ini adalah Paulus. Yohanes Markus kembali
ke negerinya sendiri dan meninggalkan tim misi ini; kejadian itu kurang baik bagi mereka.
Kita tidak tahu mengapa Markus melakukan demikian, namun apapun alasannya, Paulus
tidak senang dengan keberangkatannya. Hal-hal yang penting dalam ayat 14-15, adalah
mengenai informasi tentang Antiokhia di Psidia dan juga tentang Rumah Ibadat. Antiokia di
Pisidia terletak di bgian Timur selatan Frigia di Asia kecil, disebut demikian agar dapat
dibedakan dengan Antiokia di Siria. Menurut catatan sejarah, banyak orang Romawi tinggal
di dalam kota ini dan Raja besar Antiokia di Siria memindahkan 2000 keluarga Yahudi ke
sana. Sistem rumah ibadat dimulai sejak bangsa Yahudi kembali dari twanan Babel. Rumah-
rumah ibadat telah disiapkan dimana-mana, sehingga mudh menginjili di berbgi tempat pada
masa Yesus dan rasul-rasul; itulah pekerjaan persiapan Allah. Liturgy ibadah hari Sabt
Yahudi menghruskan pembacaan dari dua bagian Hukum Taurat dan satu bagian dari kitab
para nabi.
Ayat 16, menjelskan bagaimana cara Paulus memulai kotbahnya, ia memberikan
isyarat dengan tanganya supaya para pendengarnya bersungguh-sungguh mendengarkan
kotbahnya. Dia berkata Kamu yang takut akan Allah hal ini mengacu pada orang-orang kafir
yang telah percaya kepada Allah. Ayat 17, kata yang perlu di ingat disini adalah kat Umat
Israel kata ini menekankan bahwa Allah adalah satu-satunya Allah yang benar. Kotbah
Paulus ini juga menyatakan dengan tegas bahwa Yesus adalah Mesias (Kristus) dengan
74
menguraikan sejarah seperti kotbah Stefanus (7). Iman Kristen bukanlah suatu filsafat atau
ideologi tetapi adalah Wahyu Allah yang terus digenapi dalam sejarah. Kemudian kata Telah
memilih nenek moyang kita adalah cara Paulus untuk menjelaskan kedaulatan Allah, hal ini
adalah tindakan Allah untuk memilih bukn sebab kebaikan Israel tetapi murni tergantung
pada Allah. Ayat 18-19, Paulus menjelaskan bahwa meskipun umat Israel sering mencobai
(meragukan) dan menyesali serta mengkhianati Allah (membuat patung emas yang
berbentuk anak sapi), tetapi Allah tidak membinasakan seluruh bangs itu melainkan
menyelamatkannya; sebab ia hendak menggenapi janji yang diberikan kepada nenek
moyang mereka (Ulangan 9:5-6). Lihat Ulangan 1:31. nama tujuh bangsa tertulis dalam
Ulngan 7:1; Yosua 3:10; Nehemia 9:8. Allah membinasakan mereka bukan sebab
kehendak-Nya yang sembarangan tetapi sebagai hukuman yang adil atas dosa mereka yang
telah penuh. Lihat Kejadian 15:16. Allah memberi tanah Kanaan kepada umat Israel sebagai
bagian milik pusaka menurut janji yang diberikan kepada Abraham, sebab Allah adalah
setia (Kejadian 15:17). Empat ratus lima puluh tahun, menurut beberapa komentator Alkitab
bahwa jumlah ini menunjuk kepada keseluruhan tahun umat Israel menderita di negeri Mesir
dan perjalanan di padang gurun serta masa penaklukan suku-suku di Kanaan. Jikalau
demikian umat Israel memerlukan 450 tahun untuk menduduki tanah Kanaan. Seperti
demikian, kadangkala ada janji Allah yang harus melewati banyak waktu untuk di genapi.
Oleh sebab itu orang percaya harus selalu sabr dan meninggalkan kebiasaan tergesa-gesa
dalam kehidupan iman kepada Allah.
Dalam ayat 20 ini Paulus melanjutkan kotbahnya, dia mengatakan bahwa Allah
memberikan Hakim-hakim kepada umat-Nya. Hakim-hakim adalah pemimpin yang diplih
oleh Allah. Ayat ini menunjukkan kasih karunia Allah yang khusus yang diberikan kepada
umat pilihan-Nya. Selanjutnya ayat 21, Paulus menjelaskan bagaimana bangsa Israel
meminta seorang Raja. Permintaan bangsa Israel tentang seorang raja adalah kesalahan
mereka (1 Samuel 8:5,7). Kelakuan mereka jahat, sama seperti menolak pemerintahan Allah
yang baik, dimana Allah sendiri memerintah; sekalipun demikian Allah tetap mengabulkan
permintaan mereka dengan mengangkat raja bagi mereka. Disinilah Daud mendapat
kesempatan untuk menjadi raja. Dari keturunan raja Daud, Kristus lahir agar janji Allah yang
diberikan kepada Yakub digenapi (Kejadian 29:10). Meskipun permintaan bangsa Israel
tentang seorng raja adalah jahat, tetapi Allah tidak mmbuang mereka.
Ayat 22, menjelaskan kisah tentang lengsernya Saul dari takhta kerajaan dan Daud
naik takhta. Dalam ayat ini kita menemukan kata Allah menyingkirkan raja Saul sebab
dosanya. Lihat 1Samuel 13:13-14;15:19, 22-23. Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang
yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku adalah kutipan dari
1Samuel 13:14 dan Mazmur 89:21-22 dan merupakan kesaksian Allah tentang Daud.
Seorang yang berkenan dihati-Ku tidak berarti bahwa ia seorang yang tidak berdosa,
melainkan ia adalah seorang yang dapat dipakai dengan baik untuk pekerjaan Allah yang
menghendaki melaksanakannya. Perbuatannya mengambil istri Uria dan pembunuhan yang
dilakukannya adalah dosa yang sangat jahat (2Samuel 11). Hukuman yang diterimannya
sebab dosa itu juga sangat berat. Allah membawannya pada pertobatan dan menjadikannya
selalu merindukan jalan yang benar (1 Raja-raja 1:4; 15:5). Diatas semuannya itu (1) Allah
telah menentukan Daud sebagai lambang Yesus Kristus (Mazmur 16), (2) Allah menggenapi
kehendak-Nya dengan mengirim Kristus ke dunia sebagai keturunan Daud. Allah
melaksanakan seluruh kehendak-Nya yang kudus dengan dua hal ini melalui Daud.
Kehendak Allah tentang Mesias telah siap dengan mengangkat Daud sebagai raja.
Ayat 23, menjelaskan bahwa Allah menggenapi janji-Nya, Dia membangkitkan
Juruselamat dari keturunan Daud. Jadi dengan demikian kedatangan Juruselamat bukan
suatu hal yang terjdi secara kebetulan tetapi adalah merupakan perwujudan janji yang telah
di beritakan sebelumnya (Roma 1:2-3); sebab itu sifat kejadian demikian menguatkan iman
kita kepada Allah. Bagaimana mungkin kita tidk dapat percaya kepada hal yang digenapi
tepat menurut janji-Nya. Kristus bukanlah eksistensi yang supernatural seperti pendapat
yang salah dari para teolog Eksistensialisme. Kejadian Kristus adalah kejadian yang
mengandung nilai historis umum, yang tertulis untuk dapat di baca oleh seluruh umat
manusia agar mereka melihat serta mengalami kebenaran fakta ini. Maksudnya, itu adalah
kejadian yang secara pasti benar, yang disaksikan oleh masa lampau, yang dialami oleh
masa sekarang dan yang mempunyai pengharapan pada masa depan. Paulus di dalam
paparannya mengenai Kristus, selalu berusaha sedapat mungkin menekankan keterkaitan
Kristus dengan sejarh umum. Ia menjelaskan bahwa Kristus adalah Yesus yang ada dalam
sejarah. 2 Samuel 7:12, Kristus adalh Keturunan Daud dn Yesaya 11:1 suatu tunas …dari
75
tunggul Isai, Yehezkiel 34:23, tertulis dengan nama Daud. Juruselamat adalah penyelamat
yang menyelamatkan umat Allah dari dosa (Matius 1:21).
Ayat 24-25 menjelaskan kebenaran bahwa Yesus adalah Mesias, tidak hanya
disaksikan oleh nabi-nabi pada zamn dahulu, tetapi juga disaksikan oleh nabi pada masa
Yesus, yaitu Yohanes pembaptis. Kesksian tentang Yesus mempunyai kepastian yang tidak
terbats oleh masa dn tempat. Paulus menjelaskan riwayat Yesus mulai dengan kesaksian
Yohanes pembaptis, hal itu penuh makna. Baptisan pertobatan Yohanes pembaptis adalah
mempersiapkan pelayanan Kristus.
Ayat 26, kata Keturunan Abraham adalah berarti bangsa Yahudi, dan yang takut akan
Allah adalah orang-orang kafir yang telah percaya. Kemudian kabar keselamatan adalah Injil
yang di beritakan oleh Yesus Kristus. Kemudian ayat 27 sebenarnya menunjukkan alasan
mengapa mereka yang membunuh Yesus menjtuhkan hukuman mati atas Dia. sebab
mereka tidak mengenal Yesus yang adalah Mesias yang berada dihadapan mata mereka
dan tidak mengerti kitab para nabi yang dihafalkan setiap hari Sabat. Umumnya manusia
menghina pemimpin yang besar sekalipun jika ia berada di dekatnya; juga semangat untuk
mengagungkan Firman Allahpun akan pudar jikalau sudah menganggap Firman itu hl yang
biasa-biasa saja. hal ini mengkibatkan orang tidak ingin merenungkan maknanya yng benar
dengan sungguh-sungguh. Lihat Lukas 4:24. kecenderungan hati manusia ini timbul sebagai
akibat meninggikan diri sebab digelapi oleh dosa. Allah menubuatkan melalui nabi-nabi
sebab Ia telah mengetahui bahwa penduduk Yerusalem dan pemimpin-pemimpinya tidk
mengakui Mesias dan akhirnya membunuh Dia. Maksudnya keputusn mereka untuk
menjatuhkan hukuman mati atas Yesus juga merupakan kegenapan perkataan nabi-nabi
(Mazmur 2:1-2; Yesaya 53:1-12). Kebenaran inipun dapat menguatkn imn kita.
Ayat 28-30, membukukan kebenaran bahwa kebangkitan dan kematian Yesus Kristus
adalah kasih karunia Allah yang di berikan kepada manusia; yaitu kasih karuni dimana
manusia membunuh Yesus dan menguburkan mayat-Nya tetapi Allah membangkitkan-Nya,
agar manusia percaya kepada-Nya sehingga amendapat keselamatan. Selanjutnya ayat 31
mereka yang mengikuti Dia adalah murid-murid yang pergi bersama-sama Yesus ke
Yerusalem dalam perjalanan terakhir (untuk disalibkan mati). Selanjutnya jika kita
membahas tentang mengapa Yesus menampakkan diri-Nya kepada mereka, sebab tidak
ada orang lain selain mereka (murid-murid yang akrab dengan Yesus) yang dapat
membedakan dan menyadari bahwa Yesus adalah sama, sebelum mati dan sesudah
bangkit kembali. Bagaimanakah mungkin masyarakat umum dapat menyadari Yesus yang
telah bngkit kembali, sebab sebelum kematian Yesuspun mereka belum mengenalnya.
Sebab itu Yesus tidak perlu menampakkan diri kepada orang banyak. Ia menampakkan diri-
Nya selama beberapa wktu, hal ini menunjukkan bahwa peristiwa itu bukanlah penglihatan
yang terjadi hanya dalam sekejap mata. Penampakan diri Yesus adalah kejadian yang
terjadi secara historis, yang memberi waktu dn kesempatan yang cukup untuk dilihat dan
diselidiki. Paulus memakai kata beberapa waktu (ημεραζ πλειουζ ) sebab kejadian
penampakan diri Yesus sungguh-sungguh dapat menjadi dasar imanya. Lihat 1:3.
Ayat 32-33 memberitahukan bahwa Yesus menurut Paulus adalah penggenapan dari
janji Allah dalam Perjanjian Lama; pengharapan akan Mesias yang di berikan kepada para
leluhur telah di genapi dalam Yesus. Dengan membangkitkan Yesus mungkin mengacu
pada penampilan Yesus dalam sejarah. Dengan membangkitkan Yesus mungkin mengacu
kepada penampilan Yesus di dalam sejarah dan bukan kepada kebangkitan-Nya dari antara
orang mati. Sekalipun demikian kebangkitan Yesus juga termasuk dalam penampilan-Nya di
dalam sejarah sebagaimana tampak dalam ayat selanjutnya. Anak-Ku Engkau (Mazmur 2:7)
lebih mengacu pada keberadaan-Nya sebagai Mesias ketimbang kepada keberadaan-Nya
sebagai Tuhan. Sebagian dari kutipan ini juga terdengar pada saat Yesus di baptis (Markus
1:11) dan menunjukkan masuknya Yesus kedalam pelayanan-Nya sebagai Mesias. “Menjadi
Anak” di dalam kerangka berpikir Alkitab merupakan sebuah konsep yang bersegi banyak dn
dapat menunjuk kepada kedudukan-Nya sebagai Mesias tanpa mengurangi kenyataan
mengenai Kristus sebagai Tuhan.
Ayat 34-35, dikutip dari nubuatan Yesaya 55:3 dan Mazmur 16:10. sebab Daud
kemudian meninggal dunia, janji dalam Mazmur 16:10 tidak mungkin mengacu pada dirinya,
tetapi pstilah mengacu kepada keturunanya yang di janjikan itu. ayat 36-37, kata Daud
melakukan kehendak Allah pada zamannya juga dapat diterjemahkan dengan Daud
melayani zamannya dengan melakukan kehendak Allah. Karier Daud terbatas pada
zamannya sendiri, sebab dia meninggal dunia dan menemui kebinasaan; karier Yesus tidak
dapat dibatasi pada zaman tertentu, melainkan berlangsung pada segala zaman. Kemudian
76
ada dua kalimat yang penting dalam ayat 38-39, yang pertama adalah kalimat Oleh sebab
Dialah (δια τουτου) Dia adalah Yesus yang telah bangkit kembali, hl itu menjelaskan bahwa
Yesus adalah pengantara. Tidak ada yang lebih malang daripada dosa bagi manusia dan
yang dapat menjadi pengantara untuk pengampunan dosa hanyalah Yesus Kristus. Manusia
sibuk untuk menyalahkan orang lain tetapi Yesus tidak pernah terlambat untuk mengampuni
dosa orang yang percaya kepada-Nya. Hanya berita Injil yang disampaikan Paulus. Kalimat
yang kedua, Yang tidak dapat kamu peroleh dari hukum Musa, kalimat ini sebenarnya
menjelaskan bahwa manusia tidk akan dapat bebas dari dosa (menjadi benar dihadapan
Allah) dengan kekuatan sendiri. siapa saja yang percaya kepada Yesus Kristus dengan
sungguh-sungguh, mendapat pengampunan atas segala dosa dan dibenarkan oleh-Nya.
Yesus adalah pengantara mutlak dan Anak Allah, oleh sebab itu ia berkata, “Marilah
kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbebn berat, Aku akan memberi kelegaan
kepadamu” (Matius 11:28).
Ayat 40-41 adalah merupakn suatu warning yang dikutip dari Habakuk 1:5 yang
menubuatkan tentang serangan tentara Kasdim yang akan meruntuhkan Israel. Orang-orang
mengabaikan peringatan nabi pada waktu itu akhirnya binasa sebagaimana diperingatkan.
Demikian juga orang yang tidak percaya kepada Injil keselamatan yaitu kematian dan
kebangkitan Yesus, pasti akan binasa. Ayat-ayat ini menunjukkan kepada kita bahwa (1)
siapa saja yang tidak menerima Injil adalah sama dengan orang-orang yang melakukan dosa
menghina Allah. (lihat Ibrani 2:3). (2) Allah pasti akan melaksanakan apa yang telah
direncanakan-Nya setiap hari tetapi pada waktu yang telah ditentukan, itulah sebabnya
orang-orang yang tidak percaya mengira bahwa tidak ada penghukuman Allah. (3) Biasanya
Allah terlebih dahulu memberitahukan kepada manusia apa yang dilaksanakan-Nya, tetapi
manusia tidak percaya. Lihat Kejadian 19:14; Lukas 17:27; Yohanes 1:5. Mereka tidak
mempercayai Firman Allah sebab mengasihi dunia. Kemudian ayat 42 adalah menjelaskan
bahwa para pendengar paulus senang mendengar khotbahnya, oleh sebab itulah Paulus
masih diminta untuk berkotbah pada hari sabat berikutnya. Ada keistimewaan kotbah ini,
dimana isinya menyelesaikan masalah yang kekal yaitu tentang Allah, hidup kekal dan
pengampunan dosa.
Ayat 43, menjelaskan bahwa kotbah Paulus itu sungguh berhasil. Beberapa diantara
pendengarnya akhirnya mengikuti Paulus dan Barnabas sebab ingin mendengar berita Injil.
Didalam ayat ini juga di beritahukan bahwa Paulus dan Barnabas juga menasehati orang-
orang yang mengikuti mereka itu, hal ini sangat penting mengingt bhwa orang-orang itu
adalah orang yang baru percaya. Selanjutnya pada ayat 44-45, adalah berita tentang apa
yng terjadi pada sabat setelah kotbh Paulus. Orang banyak datang berkumpul untuk
mendengar kotbahnya yang selanjutnya. Pada waktu itu rakyat ingin mendengar Firman
Allah tetapi orang Yahudi menghujat sebab iri hati terhadap Paulus dn Barnabas.
Ayat 46, Paulus menjawab bahwa Tuhanlah yang memerintahkan bahwa Injil harus
diberitakan pertama-tama kepada orang Yahudi agar mereka menerimanya lalu pada
gilirannya dapat memberitakan Injil kepada orng-orang bukan Yahudi. Sekalipun demikian,
sebab orang-orang Yahudi itu ternyata menolak Firman Allah dan sebab nya menilai diri
mereka sendiri sebagai tidak layak untuk hidup yang kekal, maka Paulus sendiri beralih
memberitakan Injil kepada orang-orang bukan Yahudi. Ayat 47 menegaskan tentang
panggilan paulus, dia mengutip nubuatan Yesaya 49:6 yang dikenakan kepada dirinya yang
akan membawa terang kepada orang-orang non Yahudi. Kemudian ayat 48, kit menemukn
kalimat yang mengatakan “Orang yang ditentukan Allah” kata ini sebenarnya bersifat historis.
Ketika Injil keluar dari kalangan orang Yahudi memasuki dunia orang bukan yahudi, banyak
orang yang ditentukan Allah untuk hidup yang kekal menerimannya dan percaya. Sekalipun
demikian, ini tidak berarti meremehkan ajaran tentang takdir dalam hidup. inilah salah satu
tema yang muncul berkali-kali di dalam Kisah Para Rasul: Pada setiap langkah yang baru
dan strategis, Injil di tolak oleh orang Yahudi namun diterima oleh orang bukan Yahudi.
Ayat 49, menjelaskan bahwa Firman Allah disiarkan dengan kekuatan-Nya sendiri.
memang pada waktu itu Firman Allah diberitakan dengan sungguh-sungguh, maka kuasa
Firman Allah sendiri dapt bekerja juga dengan nyata. Selanjutnya ayat 50 menunjukkan
bahwa orang-orang Yahudi bukan hanya menganyiaya Paulus dan Barnabas, tetapi juga
menghasut orang-orang lain untuk ikut serta dalam penganyiayaan mereka. Ayat 51,
disebutkan bahwa Paulus dan Barnabas mengebaskan debu kaki mereka sebagai
peringatan, maksudnya mereka tidak bertanggung jawab atas kebinasaan orang-orang itu.
mereka telah berusaha dengan sungguh-sungguh untuk menyaksikan Injil, namun orang-
orang Yahudi tidak percaya dan mengundang sendiri kebiasaannya (Matius 10:14; Markus
77
6:11; Lukas 9:5). Pasal 13 diakhiri dengan ayat 52 yang mengatakan bahwa murid-murid di
Antiokia penuh dengan sukacita dan dengan Roh Kudus. Murid-murid disini adalah orang-
orng yang telah menjadi percaya oleh pemberitaan Injil Paulus dan Barnabas di Antiokia
Psidia (14). Mereka bersukacita meskipun berada dalam penganyiayaan, sebab mereka
hanya puas dengan iman percaya kepada Yesus Kristus.
Pasal 14:1, memberitahukan bahwa di Koniumpun Paulus dan Barnabas melakukan
cara yang sama untuk memberitakan Injil. Cara Paulus memberitakan Injil selalu terlebih
dahulu kepada orang Yahudi kemudian baru kepada orang non-Yahudi. Paulus dan
Barnabas mengajar sedimikian rupa (λαλησαι αυτος) artinya dengan begitu kuat jadi cara
mengajar yang begitu kuat. Ayat 2, menunjukkan bahwa yng menolak pemberitaan adalah
orang-orang yang tidak percaya yang memberontak. Firman Allah tidak selalu diterima oleh
semua orang, ada waktu dianyiaya; sebab di dunia ini ada orang-orang yang tidk termasuk di
pihak Allah serta ada orang-orang yang menentang Allah sementara waktu dan teorinya
sendiri yang bertentngan. Oleh sebab itu pemberita Injil tidk perlu berkecil hati jika dianyiaya
sebab pemberitaan Injil. Seorang pemberita Injil yang benar harus menganggap tidak benar
jika tidak ada penganyiayaan. Membuat mereka gusar terhadap saudara-saudara artinya
berlwanan dengan saudara-saudara. Saudara-saudara itu adalah orang yang percaya
kepada Yesus. Orang-orang Ikonium yang bukan orng Yahudi. Di dalam situasi demikian,
orang-orng percaya merasa tidk dapt berbuat apa-apa. Sangat sulit untuk mencegah
penghasutan yang jahat dengan kekuatan manusia, akan tetapi Allah akan menolong orang
percaya yang menanggung penderitaan yng tidk harus dia tanggung (1 Petrus 2:19-20).
Ayat 3, Kata beberapa waktu artinya selama beberapa waktu secukupnya. Mereka
tinggal di Ikonium beberapa waktu (tertunda) sebab ada penganyiayaan dan penderitaan,
bukan sebab tinggal di tempat itu menyenangkan. Mereka tidak sampai hati meninggalkan
saudara-saudara seiman yang sedang berada di dalam kesulitan. Allah memberi kekuatan
agar mereka dapat memberitakan Injil dengan berani. Pekerjaan Allah akan semakin
berkembang jika orang-orang percaya menderita sebab n-Nya. Berita tentang kasih karunia-
Nya adalah Injil yang memberi hidup kekal dan pengampunan dosa dengan Cuma-cuma
bagi orang yang percaya kepada Yesus.
Ayat 4, menjelaskan bahwa ketika Injil diberitakan ada kelompok-kelompok yang
akan nyata, yaitu kelompok yang menerima Injil dan berbalik kepada Allah dan kelompok lain
yang menentang Injil. Sesudah Adam, nenek moyang yang manusia jatuh di dalam dosa,
perpecahn yng demikian telh dinubuatkan dalam nubuatan tentang Mesias (Kejadian 3:15),
sebab itu perpecahn demikian bukanlah kebetulan terjadi dan juga tidak perlu kita
cemaskan. Sebaliknya orng-orang percaya harus berdiri lebih kokoh dalam iman pada
situasi demikian. Orang-orang Yahudi berdiri di depan untuk menentang Injil sebagai
kegenapan Firman Yesus, Yang terdahulu akan menjadi yng terakhir (Matius 20:16). Orang-
orang Yahudi pada masa itu adalah keturunan mereka yang menerima janji Mesias yang
diberikan pada masa PL (3:25), meskipun demikian mereka menjadi pelopor untuk menolak
Mesias yang datang untuk menggenapi janji itu.
Ayat 5-7, Di dalam bahasa Yunani sli tidak ada kata kedua rasul itu (αυτους) sebab
itu harus diterjemahkan dengan mereka. Pada waktu itu orang-orang Yahudi dengan bangsa
lain bekerja sama secara umum untuk menganyiaya. Didalam penganyiayaan ini rombongan
Paulus mengambil kebijakan untuk melarikan diri, melainkn hanya bermksud menghindri
penderitaan. Jika nama baik Injil tidk dicela , ada waktunya dimana orang percaya harus
menghindari penganyiayaan. Tidk harus masuk ke daerah yang berbahaya, sebaliknya
masuk ke daerah yang terbuka untuk memberitakan Injil itu adalah hal yang lebih bijaksana.
Ayat 8-10, menceritakan peristiwa penyebuhan orng yang lumpuh di Listra. Kota
Listra masih termasuk daerh Likaionia, sekitar 30 Mil jauhnya dari Ikonium. Disana ada orng
yng lumpuh dari sejak lahirnya, dia mendengar pengajaran Paulus dengan baik. Paulus
memperhtikan sikapnya dalam mendengarkan Firman Allah. Sikap mendengar Firman Allah
itu lebih daripada mengutamakan mukjizat, itulah sikap orng yang dapat diselamatkan.
Kemudian Paulus berseru dengan suara nyaring, hal itu diperlukan supaya para
pendengrnya yang lain focus pada apa yang dia sampaikan. Jadi seruan itu bukan hanya
untuk menyembuhkan orang lumpuh itu saja. Ia berkata berdirilah tegak kepada orang
lumpuh itu hanya untuk menyampaikan perkataan Roh Kudus yng berkuasa, bukan
memerintah dengan kuasa dirinya sendiri. Ayat 11, orang banyak yang melihat mukjizat itu
berkata Dewa-dewa telah turun ke tengah-tengah kita dalam rupa manusia, pemikirn yang
demikian sering dinyatakan dalam dongeng Yunani. Gagasan yang demikian juga termuat
dalam kumpulan sajak Homer. Pemikiran semacam ini adalah pemikiran manusia yang telah
78
jatuh kedalam kesesatan, dimana memberhalakan segala sesuatu dan ingin menyembhnya.
Selanjutnya ayat 12 orang-orang itu mengatakn bahwa Barnabas adalah dewa Zeus, sebab
dia lebih berumur dari Paulus dan lagipula dalam cerita mitos bahwa Zeus mempunyai juru
bicara dan juru bicara Zeus adalah Hermes. Oleh sebab itulah mereka menganggap bahwa
Paulus adalah Hermes. Kemudian oleh sebab peristiw itu (ayat 13) dikatakan bahwa imam
dewa Zeus datang membawa persembahan kepada mereka. Perlakuan ini adalah perlakuan
yang mendorong untuk meninggikan dan menyembh mereka sebagai dewa. Per;akuan ini
juga adalah sama jahatnya dengan rencana membunuh mereka.
Selanjutnya ayat 14-15, mengatakan bahwa mendengar hal itu Paulus dan Barnabas
mengoyakkan pakaian mereka sambil berseru untuk memberitahukan bahwa mereka adalah
manusia biasa yang dipakai Allah untuk memberitakan Injil. Mengoyakkan pakaian adalah
tanda yang menunjukkan kekagetan mereka dan ikrar untuk tidak ingin menerima .
perbuatan orng-orang Listra ini adalah dosa besar sebab mereka memberhalakan manusia ;
sebab itu Paulus dan Barnabas menghalanginya. Rasul Petrus juga pernah mencegah
penyembahan Kornelius yang berlebihan dengan berkata, “aku hanya manusia saja.” (10:26)
Paulus juga mengatakan bahwa mereka ingin memberitakan Injil kepada orang-orang itu
supaya mereka bertobat. Ayat 16 ini adalah lanjutan dari pernyataan Paulus yang
sebelumnya, kata “Jalanya masing-masing adalah kehidupan orng-orng kafir yang
menyembah berhala. Membiarkan artinya Allah membiarkan mereka hidup di dalam dosa,
bukan membenarkan mereka menyembah berhala. Kemudian ayat 17, memberitahukan
bahwa Allah juga memberi tanda-tanda kepada orang-orng kafir untuk dapat mengenal-Nya.
Itu adalah kuasa dan kebjikan yang nyata di dalam alam; sebagai contoh, ia menurunkan
hujan yang menghasilkan pertumbuhan. Meskipun Allah menyaksikan kuasa-Nya melalui
alam tetapi orang-orng kafir tidak percaya kepada-Nya sebaliknya mereka menyembah
berhala. Sebelum lahir baru dan percaya kepada Injil Kristus, mereka tidak akan menyadari
tanda-tanda Allah itu (15). Selanjutnya ayat 18, dikatakan bahwa rsul-rsul hampir tidak dapat
mencegah orang banyak itu untuk mempersembahkan korban kepada mereka, hal itu
membuktikan bahwa betapa besarnya semangat mereka untuk menyembah Paulus dan
Barnabas sebagai dewa.
Selanjutnya pada ayat 19 disebutkan bahwa pada waktu yang sama orang-orang
Yahudi dari Antiokia dan Ikonium mempropokasi mereka dan supaya orang-orang itu
memihak kepada mereka. Lalu mereka melempari Paulus. Penganyiayaan orang Yahudi
menjadi ekstrim. Mereka datang dari jauh untuk menganyiaya pemberita Injil (Paulus dn
Barnabas) dan membujuk orang banyak untuk memihk mereka. Pemberita-pemberita Injil itu
tentu menghendaki agar merekapun bertobat dan memperoleh keselamatan, akan tetapi
merek hanya menginginkan kematian pemberita-pemberita Injil itu. disinilah nampak
perbedaan di antara orng percaya dan orang jahat. Hati orang percaya selalu berbelas
kasihan terhadap orang yang belum percaya sehingga hendak membawa mereka kepada
keselamatan, tetapi hati orang jahat selalu menginginkn kebinasaan orang lain.
Selanjutnya ayat 20 memberikan informasi bahwa ternyata setelah orang-orang yang
melemparinya mengira bahwa paulus sudah mati d




