• coklatx.blogspot.com

    www.coklatx.blogspot.com

  • berasx.blogspot.com

    www.berasx.blogspot.com

  • kacangx.blogspot.com

    www.kacangx.blogspot.com

Tampilkan postingan dengan label Injil sinoptik 10. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Injil sinoptik 10. Tampilkan semua postingan

Injil sinoptik 10


 man; adalah prinsip

Allah  yang  tidak  pernah  berubah.  Pengalaman  Kornelius  dan  seisi  rumahnya  bahwa

baptisan itu bukanlah hal utama di dalam keselamatan. Terjadinya keselamatan adalah jika

seseorang  percaya  kepada  Kristus,  dan  setelah  seseorang  diselamatkan  barulah  dia  di

baptis diatas pengakuan imannya kepada Kristus dan setelah itu dia dipersatukan dengan

sesama orang percaya di dalam gereja untuk melayani dan menyembah Allah.

Pasal  11,  yaitu  fasal  yang  singkat,  namun  Dr.  Lukas  juga  menuliskan  tentang

Kornelius disini, hal ini membuktikan betapa pentingnya berita pertobatan Kornelius dalam

kehidupan gereja mula-mula. Ayat 1-3, menceritakan tentang diterimanya Injil oleh orang-

orang bukan Yahudi, dan akhirnya sapai terdengar oleh para rasul dan orang-orang Kristen

Yahudi di Yudea. Tampaknya Petrus di panggil ke Yerusalem, dan beberapa orang Kristen

Yahudi berdebat dengan dia tentang kelayakan untuk memasuki persekutuan orang bukan

Yahudi untuk makan bersama mereka. Mungkin ungkapan, orang-orang yang tidak bersunat,

memiliki  arti  yang agak berbeda dengan ungkapan yang sama dalam Kisah Para Rasul

67


10:45.  ketika  orang-orang  Kristen  Yahudi  yang berada di  Yerusalem sedang membahas

makna dari keselamatan orang-orang bukan Yahudi,  muncullah golongan yang kemudian

berpendapat  bahwa  orang-orang  bukan  Yahudi  harus  menaati  hukum  Yahudi  dahulu

sebelum  dapat  diselamatkan  (15:1).  Golongan  konservatif  ini  mengecam  Petrus  sebab

mereka beranggapan bahwa seorang Yahudi yang makan bersama dengan orang bukan

Yahudi  sebenarnya  sedang  mengesampingkan  kebiasaan  orang  Yahudi,  dan  dengan

demikian dia bukan orang Yahudi lagi. Mereka beranggapan jika seseorang yang percaya

harus mengikuti kebiasaan Yahudi. 

Ayat  4-15,  adalah  tanggapan  Petrus  atas  orang-orang  yang  berselisih  pendapat

dengannya. Petrus mengisahkan kepada Gereja di Yerusalem pengalaman penglihatannya

tentang  kain  besar  yang  turun  dari  langit,  kunjungannya  ke  Kaisarea,  dan  turunya  Roh

Kudus atas orang-orang bukan Yahudi seperti halnya atas orang-orang Yahudi pada hari

pentakosta (ay 15). Disinggungnya apa yang dikatakan Tuhan Yesus: “Yohanes membaptis

dengan air, tetapi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus” mempunyai arti bahwa peristiwa

yang terjadi di rumah Kornelius itu adalah merupakan karunia Roh Kudus yang ketiga. Yang

pertama adalah kepada Gereja Yahudi yang ada di Yerusalem pada hari pentakosta (psl 2),

yang kedua adalah kepada orang-orang Samaria yang percaya (8:17); dan sekarang yang

ketiga adalah kepada orang-orang bukan Yahudi. Tidak diragukan lagi bahwa pengalaman

Petrus di Samaria mempersiapkan dirinya untuk pelayanan kepada orang bukan Yahudi ini.

Selanjutnya pada ayat 17 Petrus mengatakan bahwa Allah memberikan karunia-Nya kepada

mereka adalah sama dengan karunia-Nya yang diberikan kepada Rasul-rasul. Jadi menolak

untuk membaptis orang bukan Yahudi akan berarti  menolak karya Allah yang terjadi atas

mereka. Selanjutnya ayat 18, tampaknya bahwa penjelasan Petrus telah memuaskan Partai

Sunat untuk saat itu. Tetapi masalah status orang Kristen bukan Yahudi di dalam gereja

akan segera diperdebatkan yang juga menimbulkan persoalan yang besar. 

9. Pendirian Gereja Orang Bukan Yahudi di Antiokia (11:19-30)

Bagian  ini  menandai  suatu  tahap  baru  di  dalam  perluasan  gereja  dari  suatu

persekutuan Yahudi di  Yerusalem menjadi  suatu masyarakat  yang universal.  Sebelumnya

Lukas, mengisahkan orang-orang Samaria di dalam gereja, serta pertobatan satu keluarga

Kornelius yang bukan Yahudi.  Disini  dia melukiskan permulaan dari  satu jemaat pertama

bukan Yahudi yang independen di Antiokia, yang akan menjadi “gereja pusat” bagi seluruh

misi untuk orang bukan Yahudi di Asia dan Eropa. Narasi ini merangkum rangkaian peristiwa

dalam 8:4 dan penganyiayaan Saulus.

Ayat 19, daerah Fenesia, terletak di sekitar Laut Tengah dan kota Tirus dan Sidon

ada di wilayah ini. Siprus adalah sebuah pulau tengah laut tengah, banyak orang Yahudi

tinggal di tempat itu. Antiokia adalah kota Antiokia di daerah Siria yang terletak dio bagian

utara Palestina (jadi bukan Antiokia Psidia). Kota Antiokia ini adalah kota yang ketiga dari

seluruh  pemerintahan  Romawi,  berpenduduk  kurang  lebih  500.000  orang,  kota  ini  juga

tergolong  sebagai  kota  terbesar  di  seluruh  kekaisaran  Romawi,  sesudah  Roma  dan

Aleksandria. Kemegahan gedung-gedungnya membuat kota itu dijuluki sebagai “Kota Emas,

Ratu Timur.”  Jalan utamanya membentang lebih dari  6 km,  dilapisi  batu  pualam,  dan di

kedua  pinggirnya  berjejer  tiang-tiang  batu  pualam.  Antiokia  adalah  satu-satunya  kota  di

dunia purba yang pada waktu malam diterangi oleh lampu-lampu. Sebagai kota pelabuhan

yang sibuk dan pusat  kemewahan dan budaya,  Antiokia  menjadi  daya tarik  bagi  segala

macam  manusia,  termasuk  kepada  para  pensiunan  pejabat  Romawi  yang  kaya  yang

menghabiskan waktunya dengan mengobrol  di  kolam-kolam pemandian atau bertaruh di

arena  perlombaan.  Dengan  besarnya  jumlah  penduduk  cosmopolitan  dan  besarnya

kekuasaan perdagangan dan politik, Antiokia memberi kesempatan yang luar biasa kepada

gereja untuk kegiatan penginjilan. Ketika orang-orang percaya yang teranyiaya itu tiba di

Antiokia, mereka tidak terintimidasi oleh kemegahan gedung-gedungnya atau kesombongan

penduduknya.  Firman  Allah  ada  di  bibir  mereka  dan  tangan  Allah  menyertai  kesaksian

mereka, dan “sejumlah besar orang menjadi percaya dan berbalik kepada Tuhan.” Itu adalah

pekerjaan  kasih  karunia  Allah  yang  menggetarkan  hati.  Namun  diakhir  ayat  19  ini

memberitahukan  bahwa  mereka  memberitakan  Injil  masih  hanya  kepada  orang-orang

Yahudi saja. 

Ayat 20, mengatakan bahwa beberapa orang percaya datang dari pulau Siprus dan

Kirene di Afrika Utara pergi ke Antiokia dan melancarkan Injil kea rah yang baru. Orang-

orang Yunani  dalam konteks  ini  mengacu  kepada orang  Yunani  asli  dan bukan kepada

orang Yahudi yang berbahasa Yunani. Hal ini sangat jelas sekali dimana bahwa Injil yang

68


diberitakan kepada mereka adalah dimana Yesus disebut  sebagai Tuhan.  Bukan seperti

kepada orang Yahudi, dimana Yesus disebut sebagai Mesias. Konsep bahwa Yesus adalah

Mesias  merupakan sebuah konsep Yahudi  yang  tidak  akan  dipahami  oleh  orang  bukan

Yahudi yang tidak memiliki latar belakang Yahudi. Ayat 21, disebutkan bahwa Tangan Tuhan

menyertai  mereka  dan  banyak orang  menjadi  percaya,  perkataan  ini  adalah  merupakan

ekspresi kuasa Allah yang sering dipakai dalam PL (Kel 9:3; 1Sam 5:6; Maz80:18; Luk 1:66).

Ayat  22-23,  menceritakan  setelah gereja  Yerusalem mengetahui  apa yang sudah

terjadi di Antiokia, dimana banyak orang yang sudah menerima Injil dan diselamatkan, maka

gereja Yerusalem mengirimkan Barnabas untuk mengawasi dan meresmikan gereja baru itu.

Barnabas tampak seprti namanya mempunyai karunia untuk memberikan semangat seperti

namanya  kepada  orang-orang  Kristen  baru,  dan  dia  menasehati  orang-orang  itu  agar

mereka tetap setia dan tekun beriman kepada Tuhan. Kata tetap setia kepada Tuhan artinya

tetap tinggal  di  dalam Tuhan,  itu  berarti  bukan  hanya  sementara  saja  tetapi  tetap terus

menerus tinggal bersama Tuhan. Hal semaca ini hanya dapat dialami oleh orang-orang yang

percaya  kepada-Nya.  Ayat  24-26,  menunjukkan  profil  kerohanian  Barnabas,  dia  adalah

orang  Kristen  yang  pantas  diteladani.  Ia  penuh  Roh  Kudus  dan  hal  ini  menjelaskan

keefektifan  pelayanannya.  Bahwa  ia  adalah  orang  yang  beriman  terbukti  dari  caranya

memberikan  dorongan  kepada  gereja  dan  juga  membesarkan  hati  Saulus.  Orang-orang

Kristen  baru  dan  gereja-gereja  baru  memerlukan  orang-orang  seperti  Barnabas  untuk

memberikan  dorongan  kepada  mereka  dalam  pertumbuhan  dan  pelayanan  mereka.

Bagaimana cara  Barnabas memberikan  dorongan kepada orang-orang  non-Yahudi  yang

baru percaya ini?. Pertama-tama, Ia bersukacita atas apa yang dilihatnya. Berbakti bersama-

sama orang-orang non-Yahudi adalah pengalaman baru baginya, tetapi ia menerima hal itu

secara positif dan tidak mencari-cari kesalahan untuk di kritik. Itu adalah pekerjaan Allah,

dan Barnabas bersyukur atas kasih karunia Allah. Pada waktu ia mengajarkan Firman Allah

kepada orang-orang itu, ia menekankan penyerahan hati secara total.  Sehingga ada dua

hasil  pelayanan Barnabas di  Antiokia.  Pertama kesaksian gereja  memberi  dmpak begitu

besar  kepada kota  itu,  sehingga “sejumlah orang dibaa  kepada Tuhan”  (11:24).  Apabila

orang  kudus  berpijak  kepada  Firman  Allah,  mereka  akan  memiliki  kesaksian  yang  kuat

kepada  orang-orang  terhilang,  dan  akan  terjadi  keseimbangan  di  dalam  gereja  antara

pemuridan  dan  pemberitaan  Injil,  dan  penyembahan  dan  kesaksian.  Kedua  untuk

pertumbuhan  gereja  Barnabas  memerlukan  pertolongan;  jadi  ia  pergi  ke  Tarsus  dan

memanggil  Saulus.  Tetapi  mengapa  ia  pergi  begitu  jauh  hanya  untuk  mencari  seorng

asisten? Mengapa ia tidak pergi ke Yerusalem untuk mengajak Nikolaus, diaken yng berasal

dari Antiokia (Kisah Para Rasul 6:5)? sebab  Barnabas tahu bahwa Allah telah menetapkan

Saulus  untuk  melayani  orang-orang  non-Yahudi  (9:15;22:21;26:17).  Kita  ingat  kembali

bahwa Barnabas berteman dengan Saulus di Yerusalem (9:26-27), dan kemungkinan besar

kedua orang itu sering membicarakan tentang panggilan khusus Allah terhadap Saulus. Apa

yang  dilakukan  oleh  Barnabas  kepada  Saulus  perlu  di  praktekkan  di  gereja-gereja  kita

sekarang. Orang-orang percaya yang sudah dewasa rohani harus memberikan dorongan

kepada orang-orang lain di dalam pelayanan mereka kepada Tuhan. Salah satu kebijakan

D.L.  Moody  ialah  bahwa  setiap  orang  Kristen  baru  di  beri  tugas  segera  sesudah

pertobatannya.  Mula-mula tugas itu  hanya  membagikan buku  nyanyian atau  menyambut

tamu,  atau hal  yang lain,  yang jelas setiap petobat  baru harus di  beri  suatu kesibukan.

Hebatnya pengaruh jemaat Antiokia ini, sampai akhirnya yang tadinya orng-orang di Antiokia

yang tergolong sibuk dengan urusan masing-masing dan tidak memperhatikan orang lain

akhirnya menyoroti  kehidupan jemaat Tuhan disana, dan oleh sebab  itu disanalah yang

pertama kalinya sebutan Kristen diterapkan kepada murid-murid Kristus. Dalam bahasa latin

akhiran “en” berarti “anggota kelompok.” Sebagai ejekan beberapa orang penduduk Antiokia

yang kafir menghubungkan akhiran latin ini dengan nama Ibrani “Kristus” dan lahirlah kata

baru Kristen. Kata ini hanya ditemukan sebanyak lima kali dalam seluruh Perjanjian Baru

Bahasa Indonesia: Kisah Para Rasul 11:26 dan 26:28, 1Korintus 9:5; 2Korintus 12:2; serta

1Petrus 4:16. sayangnya sesudah berabad-abad, kata Kristen ini telah kehilangan maknanya

yang agun, dan tidak lagi berarti “menjadi percaya dan berbalik kepada Tuhan” (Kisah Para

Rasul  11:21-23).  Banyak  orang  yang  tidak  pernah  dilahirkan  kembali  mengaku  sebagai

orang “Kristen”  hanya sebab  mereka merasa bahwa mereka bukan orang kafir.  Namun

demikian  mungkin  mereka  menjadi  anggota  suatu  gereja,  menghadiri  kebaktian  secara

teratur,  bahkan  menyumbang  untuk  pelayanan  gereja!  Tetapi  untuk  berubah  dari  orang

berdosa menjadi anak Allah di butuhkan pertobatan, bukan masalah uang, atau kerajinan

atau melakukan yang lain-lain. 

69


Ayat 27 menunjukkan betapa pentingnya gereja di Antiokia, hal itu dilukiskan oleh

pelayanan  yang  dilakukan  gereja  pusat  di  Yerusalem ketika  terjadi  bencana  kelaparan.

Dalam ayat ini disebutkan ada beberapa nabi datang untuk dari Yerusalem ke Antiokia. Kita

harus mengingat bahwa Fondasi bagi gereja adalah diletakkan oleh para rasul dan para nabi

(Efesus  2:20),  dan  akhirnya  keduanya menghilang  dari  panggung,  mengapa sebab  kita

tidak akan terus menerus membuat pondasi! Para nabi Perjanjian Baru menerima berita dari

Tuhan, melalui perantaraan Roh Kudus, dan menyampaikan berita itu kepada orang banyak.

Para nabi Perjanjian Baru menerima pesan langsung dari Tuhan, tetapi pada masa kini para

hamba Tuhan dan guru menerima pesan melalui kitab suci. Sekarang kita memiliki Firman

Tuhan yang lengkap yang digunakan oleh Roh Kudus untuk memimpin dan mengajar kita.

1Korintus  12:10  menghubungkan  bersama  karunia  bernubuat,  membedakan  bermacam-

macam roh, berkata-kata dengan bahasa roh, dan menafsirkan bahasa roh. Tentu saja Roh

Kudus  berdaulat  dan  Ia  memberikan  tiap-tiap  orang  secara  khusus,  seperti  yang

dikehendaki-Nya (1Korintus 12:11), tetapi dengan mundurnya para rasul dan para nabi dari

panggung,  dan  dengan  tuntasnya  pewahuan  Firman  itu  oleh  Allah  dalam  Alkitab,

menyiratkan bahwa telah terjadi perubahan.

Kemudian ayat 28, menceritakan bahwa salah seorang dari nabi yang datang dari

Yerusalem itu adalah bernama Agabus, dia mengatakan pesan Tuhan bahwa seluruh dunia

akan di timpa bahaya kelaparan besar dan hal itu benar-benar terjadi pada pemerintahan

Kaisar  Klaudius  (tahun  41-54).  Agabus  menyampaikan  pesan  itu  kepada  orang-orang

percaya di Antiokia, dan kemudian Dr. Lukas mencatat pada ayat 29 bahwa murid-murid

memutuskan untuk mengumpulkan suatu sumbangan dan menolong orang-orang Kristen di

Yudea. Tujuan dari  nubuat yang benar bukanlah untuk memuaskan keingin tahuan para

pendengarnya  melainkan  untuk  menggerakkan  hati  kita  untuk  melakukan  keinginan  hati

Tuhan.

Selanjutnya pada ayat 30, dijelaskan bahwa hal itu (memberi sumbangan), mereka

lakukan  juga  kepada  para  penatua  dengan  perantaraan  Barnabas  dan  Saulus.  Kata

“penatua-penatua” di Kisah Para Rasul 11:30 ini,  tidak pernah digunakan sebelumnya di

dalam kitab ini, kecuali yang berkenaan dengan para pemuka Yahudi (tua-tua – Kisah Para

Rasul 4:5, 23; 6:12). Di dalam gereja, penatua-penatua ini adalah orng-orang percaya yang

sudah dewasa yang memiliki wawasan mengenai pelayanan (1 Petrus 5:1 ; 2Yohanes 1).

Apabila kita membandingkan Kisah Para Rasul 20:17 dan 28 dengan Titus 1:5 dan 7, kita

akan melihat bahwa penatua dan penilik adalah jabatan yang sama. Penatua dan penilik

adalh gembala-gembala jemaat yang di Bantu oleh para diaken, dan persyaratan dari kedua

jabatan itu di paparkan di dalam 1Timotius 3.

10. Penganyiayaan Oleh Herodes Agripa (12:1-25)

Masyarakat Kristen di Yerusalem sejak semula sudah menghadapi permusuhan dari

para  pemimpin  religius  Yahudi,  tetapi  orang-orang  Kristen  ini  di  senangi  oleh  sebagian

masyarakat. Penganyiayaan hebat telah muncul menimpa Stefanus dan golongan Helenistis

di  bawah  kepemimpinan  Saulus,  sekarang  untuk  pertama  kalinya  Lukas  mencatat

penganyiayaan yang dilakukan oleh para pejabat di Palestina. Bukan oleh para pemimpin

Romawi, melainkan oleh seorang raja Yahudi. Raja Herodes, yang dalam 12:1 ini adalah

Herodes Agripa I, cucu dari Herodes Agung yang memerintahkan untuk membantai anak-

anak di Betlehem. Ia juga keponakan Herodes Antipas, yang menyuruh memenggal kepala

Yohanes Pembaptis. Jadi keluarga Herodes ini adalah keluarga yang jahat dan pembunuh,

keluarga Herodes di  benci oleh orang Yahudi,  yang merasa marah sebab  di jajah orang

Edom.  Tentu  saja  Herodes  tahu  hal  ini;  itu  sebabnya  ia  menganyiaya  gereja  untuk

menyakinkan  orang  Yahudi  akan  kesetiaannya  kepada  tradisi  leluhur.  Sekarang  setelah

orang-orang non-Yahudi secara terbuka menjadi bagian dari gereja, maka rencana Herodes

itu  makin  disetujui  oleh  orang-orang  Yahudi  Nasionalis,  yang  tidak  bersedia  menerima

“orang-orang kafir”.

Kemudian  pada  ayat  2,  dikatakan  bahwa  Herodes  menyuruh  untuk  membunuh

Yakobus saudara Yohanes,  yang kemudian di penggal kepalannya. Peristiwa ini  menjadi

peristiwa  yang  pertama  dimana  seorang  Rasul  mati  sebagai  martir.  Apabila  anda

merenungkan kematian  Yakobus dari  Matius  20:22-28,  ada  beberapa  hal  yang  penting.

Yakobus dan Yohanes bersama ibu mereka, telah meminta kedudukan (tahkta), tetapi Yesus

menjelaskan bahwa tidak akan ada kemuliaan tanpa penderitaan. Yesus bertanya kepada

mereka, “dapatkah kamu meminum cawan yang harus kuminum dan dibptis dengan yang

harus ku terima?” (Matius 20:22; lihat juga Markus 10:38). Dengan berani mereka menjawab,

70


“Kami  dapat.”  Tentu  saja  mereka  tidak  tahu  apa  yang mereka  ucapkan,  tetapi  akhirnya

mereka  mengetahui  harga  mahal  yang  harus  mereka  bayar  untuk  mendapatkan  takhta

kemuliaan. 

Ayat  3,  memberitahukan  dimana  ketika  Herodes  Agripa  I,  melihat  bahwa  hal  itu

menyenangkan hati  orang Yahudi,  sehingga ia  melanjutkan perbuatanya untuk menahan

Petrus. Ayat 4 adalah berbicara tentang pemenjaraan Petrus yang di jaga oleh empat regu,

masing-masing empat orang. Ketika terakhir pemenjaraan Petrus yang sebelum ini (5:19)

Petrus keluar dari penjara secara misterius dan mungkin Herodes suah tahu akan hal itu,

oleh  sebab   itu,  Herodes  tidak  mau  hal  itu  terulang  kembali.  Selanjutnya  ayat  5,

memberitahukan bahwa ternyata jemaat senantiasa bertekun untuk mendoakan Petrus. Ini

memberitahukan pentingnya  doa.  Seorang  pengkotbah  Puritan,  Thomas Watson  berkata

bahwa “Doalah yang menjemput malaikat itu” (malaikat yang melepaskan Petrus). 

Ayat 6-11, menjelaskan bagaimana Petrus dilepaskan oleh malaikat itu dari penjara.

Dalam kisah ini terlihat bagaimana ketenangan Petrus menghadai pemenjaraan itu, dia bisa

tidur dengan nyenyaknya, padahal harinya sudah dekt dimana dia akan dihakimi dan akan di

eksekusi. sebab  nyenyaknya Petrus tidur di alam penjara maka malakat yang dating itupun

harus  menepuk  dia  untuk  membangunkannya.  Mengapa  Petrus  dapat  mengalami

pemenjaraanya  dengan tenang,  jawabannya  adalah  sebab   banyak orang  percaya  yang

mendoakannya.  Dalam  ketentraman  Petrus,  tiba-tiba  malaikat  dating  kepadanya,  ini

menunjukkan  cara  kerja  malaikat  yang  sangat  cepat.  Malaikat  itu  membawa  terang  dn

kebebasan di dalam ruang penjara, tetapi para penjaga itu sama sekali tidak menyadari apa

yang  terjadi.  Petrus  menuruti  apa  yang  dikatakan  oleh  malaikat  itu,  tetapi  bagi  Petrus

peristiwa itu seolah-olah bukan peristiwa yang benar-benar terjadi. Dia berpikir bahwa hal itu

hanya  seperti  penglihatan  saja.  Malaikat  itu  menyuruh  Petrus  untuk  mengenakan  ikat

pinggangnya dan mengenakan sepatunya. Ini adalah hal biasa yang harus dilakukan pada

saat mukjizat sedang berlangsung! Tetapi Allah sering mengaitkan mukjizat dengan hal-hal

yang biasa untuk membuat kita tetap seimbang. Yesus melipat gandakan roti dan ikan, tetapi

kemudian  menyruh  murid-murid-Nya  mengumpulkan  sisa-sisa  makanan  itu.  Yesus

membangkitkan anak Yaitus dari kematian, dan menyuruh orangtuanya memberinya makan.

Bahkan di dalam mukjizatpun Allah selalu praktis. Hanya Allah yang dapat melakukan hal-

hal yang luar biasa. Yesus membangkitkan Lazarus dari kematian, tetapi orang-orang harus

menggulingkan batu penutup kubur. Malaikat yang melepaskan rantai Petrus itu tentu saja

dapat memakaikan sepatu di kaki Petrus, tetapi ia menyuruh Petrus melakukannya sendiri.

Allah tidak pernah melakukan mukjizat yang tidak perlu. Petrus harus membungkuk sebelum

ia dapat  berjalan.  Ini  satu  pelajaran yang baik  mengenai  kerendahan hati  dan ketaatan,

bahkan  sejak  saat  itu  setiap  kali  Petrus  mengenakan  sepatu  memungkinkan  dia  untuk

mengingat  akan mukjizat  yang terjadi  di  penjara itu.  Pembebasan itu  terjadi  pada masa

Perayaan Paskah, dimana pada masa itu orang Yahudi memperingati pembebasan mereka

dari  Mesir.  Kata menyelamatkan dalam ayat 11,  adalah kata yang sama digunakan oleh

Stefanus ketika ia berbicara mengenai pembebasan orang Yahudi (Kisah Para Rasul 7:34).

Sekali lagi Petrus mengalami pembebasan sebagai jawaban atas doa-doa umat Allah. 

Ayat 12-16, mnceritakan dimana setelah tugas malaikat itu selesai (membawa Petrus

keluar  dari  penjara)  maka sekarang Petrus harus menggunakan pikirannya sendiri  untuk

mengambil langkah selanjutnya. Dia mengetahui bahwa sebab  doa-doa umat Allahlah maka

dia dibebaskan maka dia memutuskan untuk pergi memberitahukan kepada umat Allah yang

berdoa itu bahwa dia telah di besakan Tuhan lewat perantaraan malaikat-Nya. Petrus pergi

ke persekutuan doa di rumah Maria. Lebih dari itu ia ingin melaporkan kabar baik bahwa

Allah telah menjawab doa-doa mereka.  Jadi  Petrus pergi  ke rumah Maria,  ibu Yohanes

Markus.

Jika kita mengingat bahwa jemaat itu berdoa dengan sungguh-sunguh, mereka berdoa siang

malam dan  topik  doa  mereka  khusus  kepada  pembebasan  Petrus,  maka  adegan  yang

digambarkan disini agak menggelikan. Jawaban atas doa-doa mereka berdiri di depan pintu,

tetapi mereka tidak mempunyai iman yang cukup untuk membuka pintu dan mempersilahkan

dia  masuk.  Hal  itu  mungkin  terjadi  sebab   ketakutan  mereka  kepada  prajurit  Herodes.

Mereka takut jangan-jangan yang mengetuk itu sebenarnya adalah prajurit  Herodes yang

mau menangkapi mereka. Perlu keberanian bagi Rode (Mawar) untuk pergi ke pintu; tetapi

betapa  terkejutnya  dia  ketika  mengenali  bahwa  suara  yang  mengetuk  itu  adalah  suara

Petrus! Ia begitu terpesona sehingga lupa membuka pintu! Jadi Petrus terus mengetuk pintu,

sementara orang-orang percaya di dalam persekutuan doa itu berunding untuk mengambil

keputusan tentang apa yang harus mereka lakukan! Dan semakin lama Petrus berdiri  di

71


depan pintu,  semakin berbahaya pula  situasinya.  Pernyataan,  “itu malaikatnya !”  (ay 15)

menunjukkan kepercayaan mereka terhadap malaikat-malaikat penjaga (Matius 18:10; Ibrani

1:14).  Tetapi  mungkin  sebab   kebingungan  mereka  sehingga  mereka  lupa,  bahwa

seandainya  itu  malaikat  maka  malaikat  itu  tak  perlu  mengetuk  pintu,  dia  bisa  langsung

masuk tanpa mengetuk pintu berkali-kali. Di ayat 16, di sebutkan bahwa mereka akhirnya

membuka pinta dan akhirnya mereka tercengang-cengang. Kata mereka disini mempunyai

pengertian  secara  bersama.  Jadi  akhirnya  mereka  memutuskan  untuk  membuka  pintu

secara bersama-sama, yang siap menghadapi apapun yang akan terjadi di balik pintu itu.

Tetapi  ternyata  apa  yang  dikatakan  Rode  itu  adalah  sungguh  benar.  Setelah  mereka

membuka  pintu  rupanya  mereka  semua  orang  berbicara  secara  bersama-sama  (17)

sehingga  Petrus  harus  memberi  isyarat  supaya  mereka  diam.  Dan  dengan  cepat  ia

menceritakan tentang mukjizat yang baru saja dialaminya, dan tentu saja ia sangat berterima

kasih atas dukungan doa mereka. Ia menyuruh mereka memberi  tahu Yakobus saudara

Tuhan, yang menjadi pimpinan jemaat Yerusalem (Kisah Para Rasul 15:13; Matius 13:55;

Galatia 1:19). Yakobus ini juga yang menulis surat Yakobus. Setelah Petrus menjelaskan

apa  yang  telah  dia  alami  dia  pergi  meninggalkan  persekutuan  itu,  tetapi  kita  tidk  tahu

kemana ia pergi. 1Korintus 9:5 memberitahu kita bahwa Petrus dan istrinya mengadakan

perjalanan  pelayanan,  dan  1  Korintus  1:12  menyiratkan  bahwa  ia  mengunjungi  jemaat

Korintus.  Tidak  ada  bukti  di  dalam  Alkitab  bahwa  Petrus  mengunjungi  Roma.  Bahkan

mendirikan gereja Roma. Jika seandainya Petrus sudah melayani disana maka Paulus tidak

akan pergi kesana, sebab  kebijkannya ialah bahwa ia tidak akan melayani di tempat yang

sudah  di  layani  oleh  rasul  lain  (Roma  15:  18-22).  Lagi  pula  Paulus  tidak  pernah

menyinggung mengenai Petrus dalam suratnya kepada jemaat Roma.

Ayat  18-23,  menceritakan  apa  yang  terjadi  kepada  para  penjaga  penjara,  yang

menjaga  Petrus  itu,  kemudian  dianjutkan  dengan  tindakan  dan  Herodes  Agripa  kepada

mereka.  Dan  diakhiri  tentang  berita  kematian  Herodes  Agripa  I.  Berkenaan  dengan

hilangnya Petrus dari penjara mungkin kita akan bertanya-tanya “apa yang terjadi dengan

para pengawal penjara dan Herodes” Kita tidak tahu jam berapa malaikat itu membebaskan

Petrus,  tetapi  pada  waktu  penjaga  berikutnya  datang  ke  dalam  penjara  itu,  coba  kita

bayangkan bagaimana pikiran mereka ketika mendapati bahwa para penjaga itu (penjaga

sebelumnya)  masih  ada  disana  tetapi  narapidanya  sendiri  sudah hilang!  Ketika  penjaga

berikutnya membangunkan penjaga sebelumnya, pasti hal itu sangat mengejutkan mereka!

Jika penjaga sebelumnya sudah bangun dan menyadari apa yang terjadi, pastilah mereka

mendapat kesulitan untuk menjelaskan situasi itu kepada penjaga yang baru. Bagaimana

mungkin seorang narapidana yang dirantai dapat melarikan diri pada hal ada empat orang

penjaga  dan  semua  pintu  terkunci?

Apabila seorang penjaga membiarkan narapidana melarikan diri,  undang-undang Romawi

menuntut penjaga itu menerima hukuman yang sama dengan narapidana yang melarikan diri

itu,  sekalipun itu  hukuman mati  (Kisah Para Rasul  16:27 dan 27:42).  Dalam pengadilan

Herodes, hokum ini tidak di berlakukan dengan ketat, sehingga raja tidak harus membunuh

para penjaga; tetapi dasar Herodes, ia melakukannya juga. Akhirnya ia membunuh empat

orang penjga itu dan dengan harapan agar orang Yahudi merasa lebih senang.

Selanjutnya kita melihat dan akan sampai kepada kesimpulan bahwa orang benar

akhirnya selamat, lalu orang fasik yang menjadi binasa, hal ini terlihat jelas dalam peristiwa

kematian  Herodes  Agripa  I  ini.  sejarawan  Yahudi  yang  paling  terkenal  yang  bernama

Yosephus mengatakan bahwa peristiwa itu terjadi dalam suatu festival untuk menghormati

kaisar  Klaudius,  dan  pada  saat  itu  raja  menggunakan  busana  perak  yang  indh  untuk

menghormati peristiwa. Kita tidak tahu apa yang dikatakan oleh Herodes dalam pidatonya,

tetapi  kita  tahu  alasan  dari  pidatonya;  ia  ingin  membuat  rakyatnya  terkagum-kagum

kepadanya. Dan itulah yang terjadi! Mereka mempermainkan ego Herodes, dan mengatakan

kepadannya bahwa ia adalah allah, dan ia sangat senang disebut demikian. Tetapi ia tidak

memberikan  kemuliaan  kepada  Tuhan,  jadi  seluruh  peristiwa  ini  semata-mata  adalah

penyembahan berhala. Jadi bukanya Petrus yang akhirnya dibunuh oleh Herodes Agripa I,

tetapi  malah  Herodeslah  yang  dibunuh oleh  Allahnya  Petrus.  Menurut  Yosefus  Herodes

mengalami kejang perut dan meninggal lima hari kemudian. Hal itu terjadi pada tahun 44.

Kemudian ayat 24, menjelaskan dimana setelah salah satu musuh Allah itu (Herodes) telah

di  lenyapkan  maka  Firman  Allah  semakin  meluas.  Kemudian  ayat  25,  memberitahukan

bahwa Barnabas dan Saulus pergi ke Yerusalem untuk mengantar persembahan kasih yang

di titipkan jemaat Antiokia (11:30) bagi jemaat Yerusalem. Selama berada di Yerusalem,

mungkin mereka menginap di rumah Markus dan kembali ke Antiokia setelah menyelesaikan

72


tugasnya. Mereka dapat membawa Markus sebagai teman sekerja dalam perjalanan misi

pertama yang dimulai dari Antiokia, sebab  Markus ada pada saat itu.

11. Perluasan Gereja di Asia Kecil dan Eropa (13:1-21:17)

Pasal 13 membawa kita kebagian separuh kedua dari kitab Kisah Para Rasul. Di bagian separuh

pertama, Yerusalem merupakan pust cerita, dan tema utamanya adalah perluasan gereja dari

Yerusalem  ke  seluruh  Palestina.  Sekarang  Yerusalem  terdesak  ke  belakang  dan  Antiokia

menjadi pusat cerita, sebab  Antiokia menyokong perluasan gereja di Asia dan Eropa. Perluasan

ini  dilaksanakan dengan tig perjalanan misi  oleh Paulus,  masing-masing dimulai dn iakhiri  di

Antiokia.

a. Misi Pertama: Galatia (Kisah Para Rasul 13:1-14:28)

Perjalanan misi yang pertama mengantarkan Injil  dari Antiokia ke Siprus dan kota-kota di

bagian selatan Propinsi Romawi yang bernama Galatia. Ayat 1 memberitahukan, bahwa di

gereja Antiokia ada banyak orang Kristen yang terkemuka mereka disebut sebagai Nabi dan

ada juga yang menjadi pengajar. Kata Nabi (προφηται) adalah orang yang memiliki karunia

untuk  mengetahui  kehendak  Allah  melalui  hubungan  supernatural.  Sedangkan  Pengajar

adalah orang-orang yang mempunyai karunia untuk menafsirkan Alkitab dan mengajarkan

kepada orang lain. Di dalam ayat 1 ini juga kita menemukan beberapa nama yang menjdi

tokoh terkemuka dalam jemaat  Antiokia antara lain:  Niger,  adalh sebuah kata  latin  yang

berarti hitam, disini dipakai sebagai suatu nama panggilan. Tampaknya itu melukiskan warna

kulit Simeon yang agak gelap dan menunjukkan bahwa ia berasal dari Afrika. Dia mungkin

adalah Simon orang kirene yang disebutkan dalam Markus 15:21 sebagai orang yang ikut

memikul salib Yesus. Menahem adalah seorang yang anak angkat pada keluarga Antipas

(jadi dia hampir seusia dengan Herodes Antipas yang memerintah Galilea dan Perea dari

tahun 4 M-39 M.

Kemudian ayat 2, dijelaskan bahwa di satu ketika, dimana jemaat Antiokia sedang

beribadah dan brpuasa kepada Tuhan. Roh Kudus berkata “Khususkanlah Barnabas dan

Saulus  bagi-Ku  untuk  tugas  yng  telah  ku  tentukan  bagi  mereka.”  Ayat  ini  menunjukkan

bahwa bukan hanya nabi-nabi dan para pengajar  yang berpuasa tetapi  jemaat  juga ikut

berpuasa. Kata beribadh yang dipaki  dalam ayat ini  mempunyai  arti  persekutuan pribadi

dengan Allah, atau juga penyembahan kelompok kepada Allah. Puasa mereka tidk sama

dengan  Asketikisme  (  yang  ingin  melepaskan  roh  dari  materi  yang  jahat,  dengan  cara

menyiksa diri). Mereka berpuasa bukan untuk hal itu, tetapi hanya untuk menerima berkat

kuasa Allah. Dengan tujuan demikianlah mereka berpuasa untuk berdoa dan dengan segenp

hti dn jiwa. Perkataan Roh Kudus kepada jemaat itu mungkin di dengar oleh seorangn nabi

yang ada disana pada waktu itu. Dan perkataan Roh tentang tugas yang Ku tentukan yang

dikatakan oleh Roh itu adalah menunjuk kepada pemberitaan Injil keluar dari tempat itu (Misi

keluar negeri)

Ayat 3 berbicara tentang doa pengutusan oleh gereja Antiokia kepada Saulus dan

Barnabas. Dan setelah itu mereka membiarkan keduanya pergi mempunyi arti melepaskan.

Jadi jemaat Antiokia menyerahkan Barnabs dan Saulus untuk menjdi Missionaris sebab  taat

kepada  perintah  Roh  Kudus,  padahal  kedua  orang  itu  adalah  orang  yang  mempunyai

peranan penting untuk pertumbuhan jemaat itu sendiri.

Ayat 4-5. kata yang penting kita ingat dalam ayat ini adalah Disuruh Roh Kudus, pada

ayat sebelumnya di sebutkan bahwa Roh Kudus menyuruh jemaat Antiokia mengkhususkn

Barnabas dan Saulus, dn pada ayat ini  Roh Kudus melanjutkan apa yang Ia kehendaki,

pertma-tama mereka harus berangkat ke Seleukia dn selnjutnya. Dlam hl ini kita melihat

bahwa maksud Tuhan hrus tergenapi, dan segal rencana-Nya tidak akan gagal. Dalam ayat

ini  kita  juga  ketemu  nama kota  Seleukia,  adalah  kota  pelabuhan  di  tepi  laut  di  daerah

Antiokia. Dan Siprus adalah sebuah pulau yang besar dan penting ,  kemungkinan besar

penginjilan dimulai  dari  sini berhubung sebab  Siprus adalh kampung halaman Barnabas

(4:36). Jdi mungkin secara alamiah Barnabas ingin menyelamtkan orang-orang sekampung

halamannya terlebih dahulu. Salamis adalah kota yng terletak dib gin timur Siprus dan juga

merupakan kota terbesar di Siprus. Disini juga banyak orng Yahudi tinggal, oleh sebab  itu

disini ada beberapa rumah ibadat. Paulus biasanya memberitkn Injil kepada pertama-tama

orang  Yahudi  (Roma 1:16);  tetpi  biasanya  Injil  justru  berakar  di  kalangan  orang  bukan

73


Yahudi yang hadir di rumh-rumah ibadat Yahudi ini . Yohanes yang disebut dalam ayat

ini adalah Yohanes Markus, kemenakanya Barnabas (Kolose 4:10) Markus membantu kedua

missionaries  itu  dalam  kehidupn  sehari-hari  sebagai  asisten  yang  mewakili  jemaat

Yerusalem dan yng terlibat dalam misi lur negeri.

Ayat  6  memberitahukan  bahwa  mereka  mengelilingi  seluruh  pulau  itu  untuk

memberitakan Injil.  Mereka tiba di  Pafos,  yaitu  kota  yang terletk  di  bagian barat  Siprus,

disana mereka bertemu dengan seorng yang bernama Baryesus (artinya anak keselamatan).

Dia adalah seorang nabi Palsu, biasanya pada wktu itu disebut sebagai nabi palsu itu sebab 

orng  itu  membut  pengakuan  yang  palsu,  dia  membut  pengakun  bhwa  dia  adalah  nabi

padahal dia adalah tukang sihir dn tukang ramal.

Ayat  7  menjelaskan  bahwa  Baryesus  ini  adalah  seorang  kawan  (sahabat)  dari

Sergius Paulus,  dia adalah gubernur pulau itu  (Siprus).  Ternyata Sergius Paulus adalah

orang yang pintar dan dia tidak mau hanya mendengar Baryesus, tetapi dia juga akhirnya

mengundng Barnabas dan Saulus untuk mendengar Firman Allah.

Ayat  8  memberitahukan  bahwa  Baryesus  yang  juga  disebut  Elimas  yang  artinya

tukang ramal menghalang-halangi gubernur Sergius untuk percaya. sebab  jika gubernur itu

menerima pemberitaan Barnabas dan Saulus maka kedudukannya akan terancam.

Ayat  9 Paulus adalah nama Romawi yang berarti  “kecil”.  Pada ayat  9 ini  disebut

Penuh dengan Roh oleh sebab  itu dia dapat menghardiknya sebab  ia penuh dengan Roh

Kudus. Ayat 10, adalah berisikan kata-kata hardikan yang sangat tajam dari Paulus kepada

Baryesus.  Baryesus  adalah  nabi  palsu  yang  menjadi  keras  dengan  tipu  muslihat  dn

kejahatan, maka diperlukan teguran yang keras dari rasul Paulus. Tipu muslihat adalah sifat

dasar iblis (Yoh 8:44). Ia memakai dusta untuk memutarbalikkan Firman Allah pada waktu

menggoda Hawa di Taman Eden (Kejadian 3:4-5). Tipu muslihat adalah kaki tangan dan

pelindung kejahatan, oleh sebab  itu Baryesus nabi palsu itu disebut Anak Iblis. Selanjutnya

untuk mengomentari kata Musuh segala kebenaran maka kita harus menyadari bahwa guru

kebenaran akan mengajar jalan kebenaran Allah yang ada dalam Kristus, tetapi guru palsu

akan bertentangan dengannya. Guru palsu akan menentang kebenaran dengan dusta dan

tipu daya.

Kemudian ayat 11, adalah merupakan kelanjutan dari ayat 10. ayat ini menjelaskan

bahwa Paulus dapat melihat kegerakan kuasa Allah dengan mata rohani sebab dia penuh

dengan Roh Kudus, sebab  itu hukuman Allah terjadi tepat seperti perkataannya. Hukuman

terhadap Baryesus lebih ringan daripada yang diterima Ananias dan Safira. Ia menjadi buta

beberapa  hari  lamanya,  hal  itu  menunjukkan  kebajikan  Allah  yang  penuh dengan  belas

kasihan  meskipun  di  tengah  kemurkaan  (Hab  3:2).  Hukuman  sebab   murka  Allah  ini

ditimpakan kepadanya agar ia bertobat. Ayat 12 menjelaskan bahwa setelah melihat hal itu

Gubernur Siprus, Sergius Paulus menjadi percaya. Kata percaya pertama kali muncul dalam

perjalanan misi  mereka, sebab  itu kepercayaan Sergius Paulus adalah kelangkaan yang

harus di nilai tinggi.

Selanjutnya  ayat  13  menjelaskan  perjalanan  Paulus  dan  kawan-kawannya

meninggalkan Pafos. Kata Paulus dan kawan-kawannya menunjukkan bahwa kemungkinan

besar yang menjadi pemimpin dalam perjalanan ini adalah Paulus. Yohanes Markus kembali

ke negerinya sendiri dan meninggalkan tim misi ini; kejadian itu kurang baik bagi mereka.

Kita tidak tahu mengapa Markus melakukan demikian, namun apapun alasannya, Paulus

tidak senang dengan keberangkatannya.  Hal-hal  yang penting dalam ayat 14-15,  adalah

mengenai informasi tentang Antiokhia di Psidia dan juga tentang Rumah Ibadat. Antiokia di

Pisidia  terletak  di  bgian  Timur  selatan  Frigia  di  Asia  kecil,  disebut  demikian  agar  dapat

dibedakan dengan Antiokia di Siria. Menurut catatan sejarah, banyak orang Romawi tinggal

di dalam kota ini dan Raja besar Antiokia di Siria memindahkan 2000 keluarga Yahudi ke

sana. Sistem rumah ibadat dimulai sejak bangsa Yahudi kembali dari twanan Babel. Rumah-

rumah ibadat telah disiapkan dimana-mana, sehingga mudh menginjili di berbgi tempat pada

masa  Yesus  dan  rasul-rasul;  itulah  pekerjaan  persiapan  Allah.  Liturgy  ibadah  hari  Sabt

Yahudi menghruskan pembacaan dari dua bagian Hukum Taurat dan satu bagian dari kitab

para nabi.

Ayat  16,  menjelskan  bagaimana cara  Paulus  memulai  kotbahnya,  ia  memberikan

isyarat dengan tanganya supaya para pendengarnya bersungguh-sungguh mendengarkan

kotbahnya. Dia berkata Kamu yang takut akan Allah hal ini mengacu pada orang-orang kafir

yang telah percaya kepada Allah. Ayat 17, kata yang perlu di ingat disini adalah kat Umat

Israel  kata  ini  menekankan bahwa Allah  adalah  satu-satunya  Allah  yang  benar.  Kotbah

Paulus ini juga menyatakan dengan tegas bahwa Yesus adalah Mesias (Kristus) dengan

74


menguraikan sejarah seperti kotbah Stefanus (7). Iman Kristen bukanlah suatu filsafat atau

ideologi tetapi adalah Wahyu Allah yang terus digenapi dalam sejarah. Kemudian kata Telah

memilih nenek moyang kita adalah cara Paulus untuk menjelaskan kedaulatan Allah, hal ini

adalah tindakan Allah untuk memilih bukn sebab  kebaikan Israel tetapi murni tergantung

pada Allah. Ayat 18-19, Paulus menjelaskan bahwa meskipun umat Israel sering mencobai

(meragukan)  dan  menyesali  serta  mengkhianati  Allah  (membuat  patung  emas  yang

berbentuk  anak  sapi),  tetapi  Allah  tidak  membinasakan  seluruh  bangs  itu  melainkan

menyelamatkannya;  sebab  ia  hendak  menggenapi  janji  yang  diberikan  kepada  nenek

moyang mereka (Ulangan 9:5-6).  Lihat  Ulangan 1:31.  nama tujuh  bangsa  tertulis  dalam

Ulngan  7:1;  Yosua  3:10;  Nehemia  9:8.  Allah  membinasakan  mereka  bukan  sebab 

kehendak-Nya yang sembarangan tetapi sebagai hukuman yang adil atas dosa mereka yang

telah penuh. Lihat Kejadian 15:16. Allah memberi tanah Kanaan kepada umat Israel sebagai

bagian milik  pusaka menurut  janji  yang diberikan kepada Abraham, sebab  Allah adalah

setia (Kejadian 15:17). Empat ratus lima puluh tahun, menurut beberapa komentator Alkitab

bahwa jumlah ini menunjuk kepada keseluruhan tahun umat Israel menderita di negeri Mesir

dan  perjalanan  di  padang  gurun  serta  masa  penaklukan  suku-suku  di  Kanaan.  Jikalau

demikian  umat  Israel  memerlukan  450  tahun  untuk  menduduki  tanah  Kanaan.  Seperti

demikian, kadangkala ada janji Allah yang harus melewati banyak waktu untuk di genapi.

Oleh sebab  itu orang percaya harus selalu sabr dan meninggalkan kebiasaan tergesa-gesa

dalam kehidupan iman kepada Allah.

Dalam  ayat  20  ini  Paulus  melanjutkan  kotbahnya,  dia  mengatakan  bahwa  Allah

memberikan  Hakim-hakim  kepada  umat-Nya.  Hakim-hakim  adalah  pemimpin  yang  diplih

oleh Allah. Ayat ini menunjukkan kasih karunia Allah yang khusus yang diberikan kepada

umat  pilihan-Nya.  Selanjutnya  ayat  21,  Paulus  menjelaskan  bagaimana  bangsa  Israel

meminta seorang Raja. Permintaan bangsa Israel tentang seorang raja adalah kesalahan

mereka (1 Samuel 8:5,7). Kelakuan mereka jahat, sama seperti menolak pemerintahan Allah

yang baik, dimana Allah sendiri memerintah; sekalipun demikian Allah tetap mengabulkan

permintaan  mereka  dengan  mengangkat  raja  bagi  mereka.  Disinilah  Daud  mendapat

kesempatan untuk menjadi raja. Dari keturunan raja Daud, Kristus lahir agar janji Allah yang

diberikan  kepada  Yakub  digenapi  (Kejadian  29:10).  Meskipun  permintaan  bangsa  Israel

tentang seorng raja adalah jahat, tetapi Allah tidak mmbuang mereka.

Ayat 22, menjelaskan kisah tentang lengsernya Saul dari takhta kerajaan dan Daud

naik  takhta.  Dalam ayat  ini  kita  menemukan kata  Allah  menyingkirkan  raja  Saul  sebab 

dosanya. Lihat 1Samuel 13:13-14;15:19, 22-23. Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang

yang berkenan di  hati-Ku dan yang melakukan segala  kehendak-Ku adalah kutipan dari

1Samuel  13:14  dan  Mazmur  89:21-22  dan  merupakan  kesaksian  Allah  tentang  Daud.

Seorang  yang  berkenan  dihati-Ku  tidak  berarti  bahwa  ia  seorang  yang  tidak  berdosa,

melainkan ia adalah seorang yang dapat dipakai dengan baik untuk pekerjaan Allah yang

menghendaki melaksanakannya. Perbuatannya mengambil istri Uria dan pembunuhan yang

dilakukannya adalah dosa yang sangat jahat  (2Samuel 11). Hukuman yang diterimannya

sebab  dosa itu juga sangat berat. Allah membawannya pada pertobatan dan menjadikannya

selalu merindukan jalan yang benar (1 Raja-raja 1:4; 15:5). Diatas semuannya itu (1) Allah

telah menentukan Daud sebagai lambang Yesus Kristus (Mazmur 16), (2) Allah menggenapi

kehendak-Nya  dengan  mengirim  Kristus  ke  dunia  sebagai  keturunan  Daud.  Allah

melaksanakan  seluruh  kehendak-Nya  yang  kudus  dengan  dua  hal  ini  melalui  Daud.

Kehendak Allah tentang Mesias telah siap dengan mengangkat Daud sebagai raja.

Ayat  23,  menjelaskan  bahwa  Allah  menggenapi  janji-Nya,  Dia  membangkitkan

Juruselamat dari  keturunan Daud.  Jadi  dengan demikian kedatangan Juruselamat  bukan

suatu hal yang terjdi secara kebetulan tetapi adalah merupakan perwujudan janji yang telah

di beritakan sebelumnya (Roma 1:2-3); sebab  itu sifat kejadian demikian menguatkan iman

kita kepada Allah. Bagaimana mungkin kita tidk dapat percaya kepada hal yang digenapi

tepat  menurut  janji-Nya.  Kristus  bukanlah  eksistensi  yang  supernatural  seperti  pendapat

yang  salah  dari  para  teolog  Eksistensialisme.  Kejadian  Kristus  adalah  kejadian  yang

mengandung  nilai  historis  umum,  yang  tertulis  untuk  dapat  di  baca  oleh  seluruh  umat

manusia agar mereka melihat serta mengalami kebenaran fakta ini. Maksudnya, itu adalah

kejadian yang secara pasti benar, yang disaksikan oleh masa lampau, yang dialami oleh

masa sekarang dan yang mempunyai  pengharapan pada masa depan.  Paulus di  dalam

paparannya mengenai Kristus, selalu berusaha sedapat mungkin menekankan keterkaitan

Kristus dengan sejarh umum. Ia menjelaskan bahwa Kristus adalah Yesus yang ada dalam

sejarah. 2 Samuel 7:12, Kristus adalh Keturunan Daud dn Yesaya 11:1 suatu tunas …dari

75


tunggul Isai, Yehezkiel 34:23, tertulis dengan nama Daud. Juruselamat adalah penyelamat

yang menyelamatkan umat Allah dari dosa (Matius 1:21).

Ayat  24-25  menjelaskan  kebenaran  bahwa  Yesus  adalah  Mesias,  tidak  hanya

disaksikan oleh nabi-nabi pada zamn dahulu, tetapi juga disaksikan oleh nabi pada masa

Yesus, yaitu Yohanes pembaptis. Kesksian tentang Yesus mempunyai kepastian yang tidak

terbats oleh masa dn tempat. Paulus menjelaskan riwayat Yesus mulai dengan kesaksian

Yohanes pembaptis, hal itu penuh makna. Baptisan pertobatan Yohanes pembaptis adalah

mempersiapkan pelayanan Kristus.

Ayat 26, kata Keturunan Abraham adalah berarti bangsa Yahudi, dan yang takut akan

Allah adalah orang-orang kafir yang telah percaya. Kemudian kabar keselamatan adalah Injil

yang di beritakan oleh Yesus Kristus. Kemudian ayat 27 sebenarnya menunjukkan alasan

mengapa  mereka  yang  membunuh  Yesus  menjtuhkan  hukuman  mati  atas  Dia.  sebab 

mereka tidak mengenal Yesus yang adalah Mesias yang berada dihadapan mata mereka

dan tidak mengerti  kitab para nabi yang dihafalkan setiap hari Sabat. Umumnya manusia

menghina pemimpin yang besar sekalipun jika ia berada di dekatnya; juga semangat untuk

mengagungkan Firman Allahpun akan pudar jikalau sudah menganggap Firman itu hl yang

biasa-biasa saja. hal ini mengkibatkan orang tidak ingin merenungkan maknanya yng benar

dengan sungguh-sungguh. Lihat Lukas 4:24. kecenderungan hati manusia ini timbul sebagai

akibat  meninggikan  diri  sebab  digelapi  oleh dosa.  Allah  menubuatkan  melalui  nabi-nabi

sebab  Ia  telah mengetahui  bahwa penduduk Yerusalem dan pemimpin-pemimpinya tidk

mengakui  Mesias  dan  akhirnya  membunuh  Dia.  Maksudnya  keputusn  mereka  untuk

menjatuhkan hukuman mati  atas Yesus juga merupakan kegenapan perkataan nabi-nabi

(Mazmur 2:1-2; Yesaya 53:1-12). Kebenaran inipun dapat menguatkn imn kita.

Ayat 28-30, membukukan kebenaran bahwa kebangkitan dan kematian Yesus Kristus

adalah  kasih  karunia  Allah  yang  di  berikan  kepada manusia;  yaitu  kasih  karuni  dimana

manusia membunuh Yesus dan menguburkan mayat-Nya tetapi Allah membangkitkan-Nya,

agar manusia percaya kepada-Nya sehingga amendapat keselamatan. Selanjutnya ayat 31

mereka  yang  mengikuti  Dia  adalah  murid-murid  yang  pergi  bersama-sama  Yesus  ke

Yerusalem  dalam  perjalanan  terakhir  (untuk  disalibkan  mati).  Selanjutnya  jika  kita

membahas tentang mengapa Yesus menampakkan diri-Nya kepada mereka, sebab  tidak

ada  orang  lain  selain  mereka  (murid-murid  yang  akrab  dengan  Yesus)  yang  dapat

membedakan  dan  menyadari  bahwa  Yesus  adalah  sama,  sebelum  mati  dan  sesudah

bangkit kembali. Bagaimanakah mungkin masyarakat umum dapat menyadari Yesus yang

telah  bngkit  kembali,  sebab  sebelum  kematian  Yesuspun  mereka  belum  mengenalnya.

Sebab itu Yesus tidak perlu menampakkan diri kepada orang banyak. Ia menampakkan diri-

Nya selama beberapa wktu, hal ini menunjukkan bahwa peristiwa itu bukanlah penglihatan

yang  terjadi  hanya  dalam sekejap  mata.  Penampakan  diri  Yesus  adalah  kejadian  yang

terjadi secara historis, yang memberi waktu dn kesempatan yang cukup untuk dilihat dan

diselidiki.  Paulus  memakai  kata  beberapa  waktu  (ημεραζ  πλειουζ  )  sebab   kejadian

penampakan diri Yesus sungguh-sungguh dapat menjadi dasar imanya. Lihat 1:3.

Ayat 32-33 memberitahukan bahwa Yesus menurut Paulus adalah penggenapan dari

janji Allah dalam Perjanjian Lama; pengharapan akan Mesias yang di berikan kepada para

leluhur  telah  di  genapi  dalam Yesus.  Dengan membangkitkan  Yesus mungkin  mengacu

pada penampilan Yesus dalam sejarah. Dengan membangkitkan Yesus mungkin mengacu

kepada penampilan Yesus di dalam sejarah dan bukan kepada kebangkitan-Nya dari antara

orang mati. Sekalipun demikian kebangkitan Yesus juga termasuk dalam penampilan-Nya di

dalam sejarah sebagaimana tampak dalam ayat selanjutnya. Anak-Ku Engkau (Mazmur 2:7)

lebih mengacu pada keberadaan-Nya sebagai Mesias ketimbang kepada keberadaan-Nya

sebagai Tuhan. Sebagian dari kutipan ini juga terdengar pada saat Yesus di baptis (Markus

1:11) dan menunjukkan masuknya Yesus kedalam pelayanan-Nya sebagai Mesias. “Menjadi

Anak” di dalam kerangka berpikir Alkitab merupakan sebuah konsep yang bersegi banyak dn

dapat  menunjuk  kepada  kedudukan-Nya  sebagai  Mesias  tanpa  mengurangi  kenyataan

mengenai Kristus sebagai Tuhan.

Ayat  34-35,  dikutip  dari  nubuatan  Yesaya  55:3  dan  Mazmur  16:10.  sebab   Daud

kemudian meninggal dunia, janji dalam Mazmur 16:10 tidak mungkin mengacu pada dirinya,

tetapi  pstilah  mengacu  kepada keturunanya  yang di  janjikan  itu.  ayat  36-37,  kata  Daud

melakukan  kehendak  Allah  pada  zamannya  juga  dapat  diterjemahkan  dengan  Daud

melayani  zamannya  dengan  melakukan  kehendak  Allah.  Karier  Daud  terbatas  pada

zamannya sendiri, sebab dia meninggal dunia dan menemui kebinasaan; karier Yesus tidak

dapat dibatasi pada zaman tertentu, melainkan berlangsung pada segala zaman. Kemudian

76


ada dua kalimat yang penting dalam ayat 38-39, yang pertama adalah kalimat Oleh sebab 

Dialah (δια τουτου) Dia adalah Yesus yang telah bangkit kembali, hl itu menjelaskan bahwa

Yesus adalah pengantara. Tidak ada yang lebih malang daripada dosa bagi manusia dan

yang dapat menjadi pengantara untuk pengampunan dosa hanyalah Yesus Kristus. Manusia

sibuk untuk menyalahkan orang lain tetapi Yesus tidak pernah terlambat untuk mengampuni

dosa orang yang percaya kepada-Nya. Hanya berita Injil yang disampaikan Paulus. Kalimat

yang  kedua,  Yang  tidak  dapat  kamu  peroleh  dari  hukum Musa,  kalimat  ini  sebenarnya

menjelaskan bahwa manusia tidk akan dapat bebas dari dosa (menjadi benar dihadapan

Allah)  dengan kekuatan sendiri.  siapa  saja  yang  percaya  kepada Yesus Kristus  dengan

sungguh-sungguh,  mendapat  pengampunan atas  segala  dosa  dan  dibenarkan  oleh-Nya.

Yesus  adalah  pengantara  mutlak  dan  Anak  Allah,  oleh  sebab   itu  ia  berkata,  “Marilah

kepada-Ku,  semua  yang  letih  lesu  dan  berbebn  berat,  Aku  akan  memberi  kelegaan

kepadamu” (Matius 11:28).

Ayat  40-41  adalah  merupakn  suatu  warning  yang  dikutip  dari  Habakuk 1:5  yang

menubuatkan tentang serangan tentara Kasdim yang akan meruntuhkan Israel. Orang-orang

mengabaikan peringatan nabi pada waktu itu akhirnya binasa sebagaimana diperingatkan.

Demikian  juga  orang  yang  tidak  percaya  kepada  Injil  keselamatan  yaitu  kematian  dan

kebangkitan Yesus, pasti  akan binasa. Ayat-ayat ini menunjukkan kepada kita bahwa (1)

siapa saja yang tidak menerima Injil adalah sama dengan orang-orang yang melakukan dosa

menghina  Allah.  (lihat  Ibrani  2:3).  (2)  Allah  pasti  akan  melaksanakan  apa  yang  telah

direncanakan-Nya  setiap  hari  tetapi  pada  waktu  yang  telah  ditentukan,  itulah  sebabnya

orang-orang yang tidak percaya mengira bahwa tidak ada penghukuman Allah. (3) Biasanya

Allah terlebih dahulu memberitahukan kepada manusia apa yang dilaksanakan-Nya, tetapi

manusia  tidak  percaya.  Lihat  Kejadian  19:14;  Lukas  17:27;  Yohanes  1:5.  Mereka  tidak

mempercayai Firman Allah sebab  mengasihi dunia. Kemudian ayat 42 adalah menjelaskan

bahwa para pendengar paulus senang mendengar khotbahnya, oleh sebab  itulah Paulus

masih diminta untuk berkotbah pada hari sabat berikutnya. Ada keistimewaan kotbah ini,

dimana  isinya  menyelesaikan  masalah  yang  kekal  yaitu  tentang  Allah,  hidup  kekal  dan

pengampunan dosa.

Ayat 43, menjelaskan bahwa kotbah Paulus itu sungguh berhasil. Beberapa diantara

pendengarnya akhirnya mengikuti Paulus dan Barnabas sebab  ingin mendengar berita Injil.

Didalam ayat ini juga di beritahukan bahwa Paulus dan Barnabas juga menasehati orang-

orang yang mengikuti  mereka itu,  hal  ini  sangat penting mengingt  bhwa orang-orang itu

adalah orang yang baru percaya. Selanjutnya pada ayat 44-45, adalah berita tentang apa

yng  terjadi  pada  sabat  setelah  kotbh  Paulus.  Orang  banyak  datang  berkumpul  untuk

mendengar kotbahnya yang selanjutnya.  Pada waktu itu  rakyat  ingin  mendengar Firman

Allah tetapi orang Yahudi menghujat sebab  iri hati terhadap Paulus dn Barnabas.

Ayat 46, Paulus menjawab bahwa Tuhanlah yang memerintahkan bahwa Injil harus

diberitakan  pertama-tama  kepada  orang  Yahudi  agar  mereka  menerimanya  lalu  pada

gilirannya dapat memberitakan Injil kepada orng-orang bukan Yahudi. Sekalipun demikian,

sebab  orang-orang Yahudi itu ternyata menolak Firman Allah dan sebab nya menilai diri

mereka sendiri  sebagai tidak layak untuk hidup yang kekal,  maka Paulus sendiri  beralih

memberitakan  Injil  kepada  orang-orang  bukan  Yahudi.  Ayat  47  menegaskan  tentang

panggilan paulus, dia mengutip nubuatan Yesaya 49:6 yang dikenakan kepada dirinya yang

akan membawa terang kepada orang-orang non Yahudi. Kemudian ayat 48, kit menemukn

kalimat yang mengatakan “Orang yang ditentukan Allah” kata ini sebenarnya bersifat historis.

Ketika Injil keluar dari kalangan orang Yahudi memasuki dunia orang bukan yahudi, banyak

orang yang ditentukan Allah untuk hidup yang kekal menerimannya dan percaya. Sekalipun

demikian, ini tidak berarti meremehkan ajaran tentang takdir dalam hidup. inilah salah satu

tema yang muncul berkali-kali di dalam Kisah Para Rasul: Pada setiap langkah yang baru

dan strategis, Injil di tolak oleh orang Yahudi namun diterima oleh orang bukan Yahudi.

Ayat 49, menjelaskan bahwa Firman Allah disiarkan dengan kekuatan-Nya sendiri.

memang pada waktu itu Firman Allah diberitakan dengan sungguh-sungguh, maka kuasa

Firman Allah sendiri  dapt  bekerja  juga dengan nyata.  Selanjutnya ayat  50 menunjukkan

bahwa orang-orang Yahudi bukan hanya menganyiaya Paulus dan Barnabas,  tetapi  juga

menghasut  orang-orang  lain  untuk  ikut  serta  dalam  penganyiayaan  mereka.  Ayat  51,

disebutkan  bahwa  Paulus  dan  Barnabas  mengebaskan  debu  kaki  mereka  sebagai

peringatan, maksudnya mereka tidak bertanggung jawab atas kebinasaan orang-orang itu.

mereka telah berusaha dengan sungguh-sungguh untuk menyaksikan Injil,  namun orang-

orang Yahudi tidak percaya dan mengundang sendiri kebiasaannya (Matius 10:14; Markus

77


6:11; Lukas 9:5). Pasal 13 diakhiri dengan ayat 52 yang mengatakan bahwa murid-murid di

Antiokia penuh dengan sukacita dan dengan Roh Kudus. Murid-murid disini adalah orang-

orng yang telah menjadi percaya oleh pemberitaan Injil  Paulus dan Barnabas di Antiokia

Psidia  (14).  Mereka  bersukacita  meskipun  berada  dalam penganyiayaan,  sebab mereka

hanya puas dengan iman percaya kepada Yesus Kristus.

Pasal 14:1, memberitahukan bahwa di Koniumpun Paulus dan Barnabas melakukan

cara yang sama untuk memberitakan Injil.  Cara Paulus memberitakan Injil  selalu terlebih

dahulu  kepada  orang  Yahudi  kemudian  baru  kepada  orang  non-Yahudi.  Paulus  dan

Barnabas mengajar sedimikian rupa (λαλησαι αυτος) artinya dengan begitu kuat jadi cara

mengajar yang begitu kuat. Ayat 2, menunjukkan bahwa yng menolak pemberitaan adalah

orang-orang yang tidak percaya yang memberontak. Firman Allah tidak selalu diterima oleh

semua orang, ada waktu dianyiaya; sebab di dunia ini ada orang-orang yang tidk termasuk di

pihak Allah serta ada orang-orang yang menentang Allah sementara waktu dan teorinya

sendiri yang bertentngan. Oleh sebab itu pemberita Injil tidk perlu berkecil hati jika dianyiaya

sebab  pemberitaan Injil. Seorang pemberita Injil yang benar harus menganggap tidak benar

jika tidak ada penganyiayaan. Membuat mereka gusar terhadap saudara-saudara artinya

berlwanan  dengan  saudara-saudara.  Saudara-saudara  itu  adalah  orang  yang  percaya

kepada Yesus. Orang-orang Ikonium yang bukan orng Yahudi. Di dalam situasi demikian,

orang-orng  percaya  merasa  tidk  dapt  berbuat  apa-apa.  Sangat  sulit  untuk  mencegah

penghasutan yang jahat dengan kekuatan manusia, akan tetapi Allah akan menolong orang

percaya yang menanggung penderitaan yng tidk harus dia tanggung (1 Petrus 2:19-20).

Ayat 3, Kata beberapa waktu artinya selama beberapa waktu secukupnya. Mereka

tinggal di Ikonium beberapa waktu (tertunda) sebab ada penganyiayaan dan penderitaan,

bukan sebab  tinggal di tempat itu menyenangkan. Mereka tidak sampai hati meninggalkan

saudara-saudara seiman yang sedang berada di dalam kesulitan. Allah memberi kekuatan

agar  mereka  dapat  memberitakan  Injil  dengan  berani.  Pekerjaan  Allah  akan  semakin

berkembang jika orang-orang percaya menderita sebab n-Nya. Berita tentang kasih karunia-

Nya adalah Injil  yang memberi hidup kekal dan pengampunan dosa dengan Cuma-cuma

bagi orang yang percaya kepada Yesus.

Ayat  4,  menjelaskan  bahwa  ketika  Injil  diberitakan  ada  kelompok-kelompok  yang

akan nyata, yaitu kelompok yang menerima Injil dan berbalik kepada Allah dan kelompok lain

yang menentang Injil.  Sesudah Adam, nenek moyang yang manusia jatuh di dalam dosa,

perpecahn yng demikian telh dinubuatkan dalam nubuatan tentang Mesias (Kejadian 3:15),

sebab   itu  perpecahn  demikian  bukanlah  kebetulan  terjadi  dan  juga  tidak  perlu  kita

cemaskan.  Sebaliknya  orng-orang  percaya  harus  berdiri  lebih  kokoh  dalam  iman  pada

situasi  demikian.  Orang-orang  Yahudi  berdiri  di  depan  untuk  menentang  Injil  sebagai

kegenapan Firman Yesus, Yang terdahulu akan menjadi yng terakhir (Matius 20:16). Orang-

orang Yahudi pada masa itu adalah keturunan mereka yang menerima janji  Mesias yang

diberikan pada masa PL (3:25), meskipun demikian mereka menjadi pelopor untuk menolak

Mesias yang datang untuk menggenapi janji itu.

Ayat 5-7, Di dalam bahasa Yunani sli tidak ada kata kedua rasul itu (αυτους) sebab 

itu harus diterjemahkan dengan mereka. Pada waktu itu orang-orang Yahudi dengan bangsa

lain bekerja sama secara umum untuk menganyiaya. Didalam penganyiayaan ini rombongan

Paulus mengambil  kebijakan untuk  melarikan  diri,  melainkn  hanya  bermksud menghindri

penderitaan. Jika nama baik Injil tidk dicela , ada waktunya dimana orang percaya harus

menghindari  penganyiayaan.  Tidk  harus  masuk  ke  daerah  yang  berbahaya,  sebaliknya

masuk ke daerah yang terbuka untuk memberitakan Injil itu adalah hal yang lebih bijaksana.

Ayat  8-10,  menceritakan  peristiwa  penyebuhan  orng  yang  lumpuh  di  Listra.  Kota

Listra masih termasuk daerh Likaionia, sekitar 30 Mil jauhnya dari Ikonium. Disana ada orng

yng lumpuh dari  sejak lahirnya,  dia  mendengar pengajaran Paulus dengan baik.  Paulus

memperhtikan sikapnya dalam mendengarkan Firman Allah. Sikap mendengar Firman Allah

itu  lebih  daripada  mengutamakan  mukjizat,  itulah  sikap  orng  yang  dapat  diselamatkan.

Kemudian  Paulus  berseru  dengan  suara  nyaring,  hal  itu  diperlukan  supaya  para

pendengrnya yang lain focus pada apa yang dia sampaikan. Jadi seruan itu bukan hanya

untuk  menyembuhkan  orang  lumpuh  itu  saja.  Ia  berkata  berdirilah  tegak  kepada  orang

lumpuh  itu  hanya  untuk  menyampaikan  perkataan  Roh  Kudus  yng  berkuasa,  bukan

memerintah dengan kuasa dirinya sendiri. Ayat 11, orang banyak yang melihat mukjizat itu

berkata Dewa-dewa telah turun ke tengah-tengah kita dalam rupa manusia, pemikirn yang

demikian sering dinyatakan dalam dongeng Yunani. Gagasan yang demikian juga termuat

dalam kumpulan sajak Homer. Pemikiran semacam ini adalah pemikiran manusia yang telah

78


jatuh kedalam kesesatan, dimana memberhalakan segala sesuatu dan ingin menyembhnya.

Selanjutnya ayat 12 orang-orang itu mengatakn bahwa Barnabas adalah dewa Zeus, sebab 

dia lebih berumur dari Paulus dan lagipula dalam cerita mitos bahwa Zeus mempunyai juru

bicara dan juru bicara Zeus adalah Hermes. Oleh sebab  itulah mereka menganggap bahwa

Paulus adalah Hermes. Kemudian oleh sebab  peristiw itu (ayat 13) dikatakan bahwa imam

dewa Zeus datang membawa persembahan kepada mereka. Perlakuan ini adalah perlakuan

yang mendorong untuk meninggikan dan menyembh mereka sebagai dewa. Per;akuan ini

juga adalah sama jahatnya dengan rencana membunuh mereka. 

Selanjutnya ayat 14-15, mengatakan bahwa mendengar hal itu Paulus dan Barnabas

mengoyakkan pakaian mereka sambil berseru untuk memberitahukan bahwa mereka adalah

manusia biasa yang dipakai Allah untuk memberitakan Injil. Mengoyakkan pakaian adalah

tanda  yang  menunjukkan  kekagetan  mereka  dan  ikrar  untuk  tidak  ingin  menerima  .

perbuatan orng-orang Listra ini adalah dosa besar sebab  mereka memberhalakan manusia ;

sebab   itu  Paulus  dan  Barnabas menghalanginya.  Rasul  Petrus  juga  pernah  mencegah

penyembahan Kornelius yang berlebihan dengan berkata, “aku hanya manusia saja.” (10:26)

Paulus juga mengatakan bahwa mereka ingin memberitakan Injil  kepada orang-orang itu

supaya  mereka  bertobat.  Ayat  16  ini  adalah  lanjutan  dari  pernyataan  Paulus  yang

sebelumnya,  kata  “Jalanya  masing-masing  adalah  kehidupan  orng-orng  kafir  yang

menyembah berhala. Membiarkan artinya Allah membiarkan mereka hidup di dalam dosa,

bukan  membenarkan  mereka  menyembah  berhala.  Kemudian  ayat  17,  memberitahukan

bahwa Allah juga memberi tanda-tanda kepada orang-orng kafir untuk dapat mengenal-Nya.

Itu adalah kuasa dan kebjikan yang nyata di dalam alam; sebagai contoh, ia menurunkan

hujan yang menghasilkan pertumbuhan.  Meskipun Allah menyaksikan kuasa-Nya melalui

alam  tetapi  orang-orng  kafir  tidak  percaya  kepada-Nya  sebaliknya  mereka  menyembah

berhala. Sebelum lahir baru dan percaya kepada Injil Kristus, mereka tidak akan menyadari

tanda-tanda Allah itu (15). Selanjutnya ayat 18, dikatakan bahwa rsul-rsul hampir tidak dapat

mencegah  orang  banyak  itu  untuk  mempersembahkan  korban  kepada  mereka,  hal  itu

membuktikan  bahwa  betapa  besarnya  semangat  mereka  untuk  menyembah Paulus  dan

Barnabas sebagai dewa.

Selanjutnya pada ayat  19 disebutkan bahwa pada waktu yang sama orang-orang

Yahudi  dari  Antiokia  dan  Ikonium  mempropokasi  mereka  dan  supaya  orang-orang  itu

memihak kepada mereka. Lalu mereka melempari  Paulus.  Penganyiayaan orang Yahudi

menjadi  ekstrim.  Mereka datang dari  jauh untuk menganyiaya pemberita  Injil  (Paulus dn

Barnabas) dan membujuk orang banyak untuk memihk mereka. Pemberita-pemberita Injil itu

tentu  menghendaki  agar merekapun bertobat  dan memperoleh keselamatan,  akan tetapi

merek  hanya  menginginkan  kematian  pemberita-pemberita  Injil  itu.  disinilah  nampak

perbedaan di  antara  orng  percaya  dan  orang  jahat.  Hati  orang  percaya  selalu  berbelas

kasihan terhadap orang yang belum percaya sehingga hendak membawa mereka kepada

keselamatan, tetapi hati orang jahat selalu menginginkn kebinasaan orang lain. 

Selanjutnya ayat 20 memberikan informasi bahwa ternyata setelah orang-orang yang

melemparinya mengira bahwa paulus sudah mati d