• coklatx.blogspot.com

    www.coklatx.blogspot.com

  • berasx.blogspot.com

    www.berasx.blogspot.com

  • kacangx.blogspot.com

    www.kacangx.blogspot.com

Tampilkan postingan dengan label Kisah santa santo 17. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah santa santo 17. Tampilkan semua postingan

Kisah santa santo 17

 


Korvey (Jerman) dan 

mencurahkan perhatiannya untuk menulis berbagai 

artikel  mengenai ekaristi dan Santa Maria, yang 

berpengaruh besar.

P: 26 April

SANTO PATERNUS (480-565)

Mendirikan biara di tempat sepi (Perancis) 

dan menjadi rasul rakyat di pedalaman. Ia dihormati 

sebagai santo pelindung orang yang terkena gigitan 

ular dan orang sakit lumpuh.

A: ayah (L); P: 16 April

SANTO PATRICK (385-461)

Santo Patrick dilahirkan pada abad ke lima di 

Inggris. Orangtuanya yaitu  orang Romawi. saat  

Patrick berusia enambelas tahun, ia diculik oleh para 

bajak laut dan dibawa ke Irlandia. Di sana, ia dijual 

sebagai budak belian. Majikannya menyuruh Patrick 

untuk menjaga kawanan ternaknya di pegunungan. 

Patrick hanya mendapatkan sedikit makanan dan 

722

pakaian. Namun demikian, ia memelihara kawanan 

ternaknya itu dengan baik, dalam hujan, badai 

maupun salju. Patrick 

merasa amat kesepian 

seorang diri di 

pegunungan, seringkali ia 

datang untuk berbicara 

kepada Yesus dan Bunda 

Maria dalam doa. Hidup 

terasa berat dan tidak adil 

baginya. Semakin lama 

semakin bertambah 

kuatlah kepercayaan 

Patrick kepada Tuhan. 

Kemudian, saat  ia 

berhasil melarikan diri dari 

Irlandia, Patrick belajar 

untuk menjadi seorang 

imam. Ia senantiasa merasa bahwa ia harus kembali 

ke Irlandia untuk membawa bangsa kafir itu kepada 

Kristus. Pada akhirnya, keinginannya itu terkabul. Ia 

menjadi imam dan kemudian diangkat menjadi 

uskup. Waktu itu, yaitu saat  St. Selestin I 

memangku jabatan paus, Patrick kembali ke 

Irlandia. Betapa bahagianya Patrick dapat 

mewartakan Kabar Gembira Allah yang benar 

kepada orang-orang yang dahulu 

memperlakukannya sebagai budak.

Sejak dari awal, Patrick harus mengalami 

banyak penderitaan. Sanak saudara serta para 

temannya menghendaki agar ia berhenti 

mewartakan Injil sebelum bangsa kafir Irlandia 

membunuhnya. namun , orang kudus itu tetap saja 

berkhotbah tentang Yesus. Ia berkeliling dari satu 

desa ke desa yang lain. Ia jarang beristirahat dan 

melakukan banyak mati raga demi orang-orang yang 

723

amat dikasihinya itu. Sebelum ia wafat, seluruh 

bangsa Irlandia telah menjadi orang-orang Kristen. 

Meskipun ia berhasil dengan gemilang, St. Patrick 

tidak pernah merasa bangga atau pun sombong. Ia 

menyebut dirinya sendiri sebagai pendosa dan 

menyampaikan segala puji-pujian yang diterimanya 

kepada Tuhan. Patrick wafat pada tahun 461.

L: seekor ular dan ‘shamrock’, yaitu semanggi 

yang berdaun empat (lambang Nasional 

Irlandia); P: 17 Maret

PAULA (347-404)

Sudah menjadi janda dan memiliki  lima 

anak pada usia 31 tahun. Putri bangsawan Romawi 

ini tergerak oleh ajakan Santa Marcella untuk 

bergabung dalam kelompok wanita dibimbing oleh 

Santo Hieronimus. Tahun 385 ia bersama puterinya, 

Santa Eustokium, pindah ke Bethlehem dan 

kemudian menjadi pemimpin suatu biara dengan 

komunitas-komunitas untuk wanita dan untuk pria. 

Paula mengurus rumah tangga Santo Hieronimus 

dan tidak jarang mengeluh tentang kebiasaan-

kebiasaan orang kudus dan terpelajar itu. Ia juga 

belajar bahasa Ibrani, susaha  dapat menyanyikan 

mazmur dalam bahasa asli. Walaupundiperingatkan 

oleh Hieronimus agar tidak terlalu mudah 

membagikan kekayaannya, namun ia tak dapat 

dikendalikan (seperti juga dalam hal bermatiraga), 

sehingga tatkala meninggal ia mewariskan hutang 

yang besar. Jenasahnya dimakamkan dalam Gereja 

Kelahiran Jesus di Bethlehem.

P: 26 Januari

PAULINA (abad ke-3)

724

Mati sebagai saksi iman di Roma bersama 

dengan suaminya Hadrian, anaknya Neon dan Maria 

beserta orang-orang Kristen lain. Kuburnya 

ditemukan kembali tahun 1932.

P: 2 Desember

SANTO PAULINUS dari NOLA (353-431)

St. Paulinus dilahirkan sekitar tahun 353 di 

Bordeaux, Perancis. Ayahnya seorang gubernur dan 

seorang tuan tanah 

yang kaya-raya. 

Paulinus mendapat 

pendidikan yang 

baik. Ia menjadi 

seorang pengacara 

dan seorang 

penyair. Ia 

bepergian ke 

seluruh Perancis, 

Spanyol dan Italia, 

kemana saja 

pekerjaan atau 

kesenangan 

membawanya. Pada tahun 381, pada usia duapuluh 

delapan tahun, ia menjadi Gubernur Campania, 

Italia.

saat  ia berumur tigapuluh enam tahun, 

Paulinus menjadi Katolik. Ia dan isterinya, Theresia, 

memiliki  seorang anak, seorang putera. saat  

putera mereka meninggal, mereka membagikan 

seluruh harta kekayaan mereka kepada orang-orang 

miskin. Mereka menyisakan hanya yang mereka 

perlukan untuk bertahan hidup. Paulinus dan 

Theresia sepakat bahwa mereka akan hidup 

sederhana. Pasangan ini  berdoa dan 

725

bermatiraga. Mereka juga memilih untuk 

mengucapkan kaul kemurnian guna menyatakan 

cinta mereka kepada Yesus. Paulinus dan isterinya 

amat dihormati oleh warga  Kristen. Mereka 

sungguh gembira saat  akhirnya Paulinus 

memutuskan menjadi seorang imam pada tahun 

394. Ia dan Theresia kemudian membentuk suatu 

komunitas kecil para biarawan di Nola, Italia. Mereka 

membuka tempat penampungan bagi mereka yang 

miskin dan para peziarah juga.

Paulinus dan Theresia memutuskan untuk 

tinggal di Nola. Paulinus ingin tinggal dekat tempat 

ziarah salah seorang santo favoritnya, St. Felix dari 

Nola. St. Felix yaitu  seorang imam dan uskup yang 

wafat pada tahun 260. Ia menjadi pembela umatnya 

semasa penganiayaan yang kejam oleh Kaisar 

Decius. Uskup Felix terkenal sebab  ketekunannya 

dalam doa, kasihnya bagi orang banyak, dan cara 

hidupnya yang miskin. Seabad kemudian, Paulinus 

mohon bantuan doanya dan menulis tentang dia. 

Paulinus merasakan keyakinannya bertambah 

dengan bantuan St. Felix. Kesamaan apa gerangan 

yang dimiliki mantan Gubernur Romawi ini dengan 

St. Felix? Lebih dari yang dapat diperkirakan St. 

Paulinus sendiri. Pada tahun 409, ia dipilih menjadi 

Uskup Nola. Umat merasa sangat gembira. Ia 

seorang yang bijaksana, seorang uskup yang lemah 

lembut, sama seperti St. Felix. St. Paulinus dipuji 

banyak orang kudus yang hidup pada jamannya, St. 

Ambrosius, St. Agustinus, St. Hieronimus, St. 

Martinus dari Tours dan lain-lain. Walaupun sebagian 

dari tulisannya yang berharga hilang, tigapuluh dua 

syair dan limapuluh satu suratnya masih dapat 

diselamatkan. St. Paulinus menjabat Uskup Nola 

hingga akhir hayatnya pada tahun 431.

P: 22 Juni

726

“Dengan  segenap  hati  aku  berdoa  demi  harapan  akan 

surga,  sebab   harapan  dan  iman  jauh  lebih  bernilai  

dibandingkan  segala kekayaan dunia ini.” ~ Santo Paulinus dari  

Nola

PAULINUS (750-802)

Ia dipanggil ke istana Kaisar Karolus Agung 

dan diangkat menjadi uskup Aquileia )Italia). Uskup 

berkebangsaan Inggeris yang pandai ini ikut secara 

aktif dalam sinode-sinode para uskup. Ia mengutus 

banyak misionaris dan mengutuk pembaptisan atas 

orang-orang yang tidak mau atau belum mengerti 

iman Kristen. Paulinus dengan gigih melawan 

bidaah, di samping rajin menggubah sajak, serta 

lagu gerejani.

P: 9 Februari

PAULUS († 351)

Baru dua tahun menjadi uskup 

Konstantinopel ia telah dibuang, sebab  tidak mau 

mengikuti bidaah Arius. Namun ia diminta pulang 

oleh rakyat, meskipun menimbulkan huru-hara di 

jalan-jalan ibu kota, sampai seorang komandan 

terbunuh. Akibatnya, Paulus dibuang lagi dan 

dipanggil pulang lagi, sampai akhirnya mati dicekik 

oleh penganut-penganut bidaah Arianisme.

SANTO PAULUS CHONG HASANG

St. Paulus Chong Hasang yaitu  seorang 

awam dan St. Andreas Kim Taegon yaitu  seorang 

imam. Kedua martir ini mewakili 113 umat Katolik 

yang wafat sebagai martir sebab  iman mereka di 

727

Korea. Mereka dinyatakan kudus oleh Paus Yohanes 

Paulus II pada saat paus mengunjungi Korea pada 

tahun 1984.

Ajaran Kristen menyebar ke Korea pada abad 

ketujuhbelas melalui pewartaan kaum awam. Umat 

yang percaya memilihara 

iman mereka dengan Sabda 

Tuhan. Mereka bertumbuh 

serta berkembang secara 

diam-diam. Kemudian imam-

imam misionaris datang dari 

Perancis. Umat Korea 

diperkenalkan kepada 

Sakramen Gereja. Mereka 

mengalami penganiayaan dari 

pemerintah yang pasang 

surut sepanjang abad 

kesembilanbelas. Seratus tiga 

umat Korea wafat sebagai 

martir antara tahun 1839 

hingga tahun 1867. Sepuluh orang anggota Serikat 

Misi Asing dari Paris juga wafat sebagai martir, yaitu 

tiga orang uskup beserta tujuh orang imam. 

Sehingga jumlah mereka seluruhnya yang wafat 

sebagai martir yaitu  113 orang.

St. Andreas Kim 

Taegon dan St. Paulus 

Chong Hasang mewakili 

kemuliaan serta 

keberanian umat Katolik 

Korea yang telah 

membayar mahal cinta 

mereka kepada Kristus. 

St. Andreas Kim Taegon 

yaitu  imam pertama 

Korea. Ia wafat sebagai 

728

martir pada tanggal 16 September 1846, hanya satu 

tahun sesudah  ditahbiskan. Ayah St. Andreas Kim 

telah mendahuluinya menjadi martir pada tahun 

1821. St. Paulus Chong Hasang yaitu  seorang 

katekis awam yang pemberani. Ia wafat sebagai 

martir pada tanggal 22 September 1846. Sekarang 

Gereja berkembang pesat di Korea. Karunia iman 

diterima sebab  kurban persembahan para martir 

telah menjadi pembuka jalan. 

“Kita  telah  menerima  Sakramen  Baptis,  masuk  dalam 

pelukan  Gereja,  serta  menerima  kehormatan  disebut 

sebagai umat Kristiani. namun , apa gunanya semua itu jika 

kita  hanya  Kristen  dalam  nama  dan  tidak  dalam 

kenyataan?”  St. Andreas Kim 

SANTO PAULUS MIKI SJ († 5 Februari 

1597)

Keduapuluh enam martir ini kadang-kadang 

disebut juga para martir Nagasaki atau para martir 

Jepang. St. Fransiskus 

Xaverius mewartakan Kabar 

Gembira ke Jepang pada 

tahun 1549. Banyak orang 

menerima Sabda Tuhan dan 

dibaptis oleh St. Fransiskus 

sendiri. Meskipun Fransiskus 

kemudian melanjutkan 

perjalanannya dan pada 

akhirnya wafat dekat pantai 

Cina, iman Kristiani tumbuh 

di Jepang. Pada tahun 1587 

ada  lebih dari duaratus 

ribu orang Katolik di sana. 

Para misionaris dari berbagai ordo religius juga ada 

729

di sana. Para imam Jepang, biarawan-biarawati serta 

umat awam hidup dalam iman dengan penuh 

sukacita.

Pada tahun 1597, limapuluh lima tahun 

sesudah  kedatangan St. Fransiskus Xaverius, seorang 

penguasa Jepang yang amat berpengaruh, 

Hideyoshi, mendengar hasutan seorang pedagang 

Spanyol. Pedagang itu membisikkan bahwa para 

misionaris yaitu  pengkhianat bangsa Jepang. Ia 

menambahkan bahwa para pengkhianat itu akan 

mengakibatkan Jepang dikuasai oleh Spanyol dan 

Portugis. Hasutan itu tidak benar dan tidak masuk 

akal. namun , Hideyoshi menanggapinya dengan 

berlebihan, sehingga keduapuluh enam orang itu 

ditangkap. Kelompok ini  terdiri dari enam 

orang biarawan Fransiskan dari Spanyol, Meksiko 

dan India; tiga orang katekis Yesuit Jepang, 

termasuk St. Paulus Miki; dan tujuhbelas Katolik 

awam Jepang, termasuk anak-anak.

Keduapuluh enam orang itu dibawa ke 

tempat pelaksanaan hukuman mati di luar kota 

Nagasaki. Mereka diikatkan pada salib masing-

masing dengan rantai dan tali dan belenggu besi 

dipasang disekeliling leher mereka. Masing-masing 

salib kemudian dikerek dan kaki salib ditancapkan ke 

sebuah lubang yang telah digali. Tombak ditikamkan 

kepada masing-masing korban. Mereka wafat pada 

saat yang hampir bersamaan. Pakaian-pakaian 

mereka yang ternoda oleh darah disimpan sebagai 

reliqui yang berharga oleh komunitas Kristiani dan 

mukjizat-mukjizat terjadi melalui bantuan doa 

mereka.

Setiap martir yaitu  suatu persembahan bagi 

Gereja. St. Paulus Miki, seorang katekis Yesuit, 

yaitu  seorang pengkhotbah yang ulung. Khotbah 

terakhirnya yang gagah berani disampaikannya dari 

730

atas salib sementara ia memberi semangat umat 

Kristiani lainnya agar tetap setia sampai mati. 

Peristiwa itu terjadi pada tanggal 5 Februari 1597. 

St. Paulus Miki dan kawan-kawannya dinyatakan 

kudus pada tahun 1862 oleh Paus Gregorius XVI. 

Perayaan setiap 6 Februari.

SANTO PAULUS PERTAPA (229-15 Januari 

342)

saat  Santo Paulus wafat dalam usianya 

yang ke seratus tigabelas tahun, tentunya banyak 

pengalaman hidup yang 

telah dilaluinya. Pastilah 

ia merasakan sukacita 

dan damai luar biasa saat 

kematiannya. Inilah 

sebabnya: Paulus 

dilahirkan dalam sebuah 

keluarga Kristen pada 

tahun 229. Mereka 

tinggal di Thebes, Mesir. 

Dengan cara hidup 

mereka, orangtuanya 

menunjukkan kepada 

Paulus bagaimana 

mencintai Tuhan dan sujud menyembah kepada-Nya 

dengan segenap hati. Tentulah Paulus merasa 

sangat sedih kehilangan kedua orangtuanya saat  

usianya baru lima belas tahun. Beberapa tahun 

kemudian, pada tahun 250, Kaisar Desius mulai 

melakukan penganiayaan yang kejam terhadap 

Gereja. Paulus bersembunyi di rumah seorang 

sahabat, namun  ia merasa tidak aman. Kakak iparnya 

mengincar harta warisannya. Sewaktu-waktu dapat 

saja saudaranya itu mengkhianatinya serta 

731

melaporkannya kepada penguasa. Jadi, Paulus 

melarikan diri ke padang gurun. Ia menemukan gua 

dengan sebuah pohon palma dan mata air segar di 

dekatnya. Di sanalah ia menetap. Ia menjalin dahan-

dahan palma dan dijadikannya pakaiannya. Ia 

makan buah-buahan dan minum air segar. 

 Paulus bermaksud untuk tinggal di sana 

hanya sementara waktu saja hingga masa 

penganiayaan berakhir. Namun demikian, pada saat 

masa ini  sudah lewat, ia telah jatuh hati 

dengan hidup doa. Ia merasa begitu dekat dengan 

Tuhan. Bagaimana ia dapat melepaskannya? Paulus 

memutuskan untuk tinggal di padang gurun dan 

tidak pernah kembali lagi pada pola hidupnya yang 

mewah. Sebaliknya, ia akan melewatkan sepanjang 

hidupnya dengan berdoa bagi kepentingan semua 

orang dan melakukan silih bagi dosa.  Ada 

seorang pertapa kudus lainnya pada masa itu, 

namanya Antonius. Antonius beranggapan bahwa 

hanya ia sendirilah yang bertapa. Tuhan 

menunjukkan Paulus kepadanya dalam suatu mimpi 

dan dan menyuruh Antonius untuk pergi 

mengunjunginya. Paulus sangat gembira bertemu 

dengan Antonius, sebab ia tahu bahwa ajal akan 

datang menjemputnya beberapa hari lagi. Antonius 

merasa sedih sebab ia tidak ingin kehilangan 

sahabat barunya demikian cepat. namun , seperti 

telah diramalkan sendiri olehnya, Paulus wafat pada 

tanggal 15 Januari tahun 342. Antonius 

menguburkannya dengan jubah yang dulunya yaitu  

milik St. Atanasius. Lalu, Antonius membawa pulang 

serta menyimpan baik-baik baju dari dahan-dahan 

pohon palma yang biasa dikenakan Paulus. Tak 

pernah ia melupakan sahabatnya yang 

mengagumkan itu. 

L: pertapa dengan daun palma, burung gagak 

dan dua singa; P: 15 Januari

732

SANTO PAULUS RASUL († 67)

Paulus yaitu  rasul besar yang dulunya 

menganiaya umat Kristen. Kemudian ia bertobat. 

Kita merayakan pesta 

bertobatnya St. Paulus pada 

tanggal 25 Januari. Pada 

saat pertobatannya, Yesus 

mengatakan: “Aku akan 

menunjukkan kepadanya 

betapa banyak penderitaan 

yang harus ia tanggung oleh 

sebab  nama-Ku.” St. Paulus 

sungguh amat sangat 

mengasihi Yesus, buktinya, 

ia menjadi duplikat hidup 

Juruselamat kita. Sepanjang 

hidupnya, dalam sekian 

banyak perjalanan misinya, 

St. Paulus menghadapi 

berbagai macam tantangan 

dan bahaya. Ia didera, 

dilempari batu, kapalnya 

karam, tersesat di laut. Kerap kali dan berulang kali 

ia kelaparan, haus dan kedinginan. Namun demikian, 

ia senantiasa teguh percaya pada Tuhan. Tak pernah 

jera ia berkhotbah. “Cinta Yesus mendorong aku,” 

demikian katanya. Sebagai ganjaran, Tuhan 

memberinya penghiburan dan sukacita berlimpah 

dalam menanggung penderitaannya.

Kita dapat membaca kisah petualangannya 

yang mengagumkan demi Kristus dalam kitab Kisah 

Para Rasul yang ditulis oleh St. Lukas, dimulai pada 

bab sembilan. namun , kisah yang ditulis St. Lukas 

berakhir saat  Paulus tiba di Roma. Ia berada dalam 

tahanan rumah, menunggu diadili oleh Kaisar Nero. 

Seorang penulis Kristen terkenal dari jaman Gereja 

733

Purba, Tertullian, mengisahkan bahwa Paulus 

dibebaskan sesudah  pengadilannya yang pertama. 

namun  kemudian, ia dijebloskan kembali dalam 

penjara. Kali ini, ia dijatuhi hukuman mati. Ia wafat 

sekitar tahun 67, pada masa penganiayaan yang 

dahsyat terhadap umat Kristen dalam pemerintahan 

Kaisar Nero. Paulus menyebut dirinya sebagai rasul 

orang-orang non-Yahudi. Ia mewartakaan Injil 

kepada orang-orang bukan Yahudi. Hal ini  

menjadikannya terkenal di seluruh dunia. Oleh 

sebab  Paulus, kita juga, menerima iman Kristen.

Paulus atau Saulus († 67), Rasul kaum non-

Yahudi dan martir; lahir di Tarsus (Turki Timur) 

dan meninggal di Roma; A: yang kecil; B: 

Pablo, Paolo, Paul (♂); Paula, Paola, Paulina 

(♀); L: pedang dan artikel ; P: 29 juni bersama 

Santo Petrus

SANTO PAULUS dari SALIB (1694-1775)

 Paulus Danei dari Ovada, Italia, dilahirkan 

dalam sebuah keluarga pedagang pada tahun 1694. 

Ia seorang Kristen yang baik 

serta saleh. saat  usianya 

sembilan belas tahun, Paulus 

memutuskan untuk menjadi 

seorang tentara. Setahun 

kemudian ia meninggalkan 

dinas kemiliteran. Pada musim 

panas tahun 1720, Paulus 

memperoleh suatu 

pengalaman rohani. Ia 

memperoleh tiga penglihatan 

untuk membentuk suatu ordo 

religius baru. Paulus tidak 

dapat membayangkan apa 

yang bakal terjadi, jadi ia pergi kepada Bapa Uskup 

734

untuk mohon bimbingan. Bapa Uskup mempelajari 

masalahnya dan percaya bahwa penglihatan 

ini  yaitu  benar. Ia mengatakan kepada 

Paulus untuk terus maju dengan panggilan 

khususnya. Ia patut melakukan apa yang 

diperintahkan kepadanya melalui penglihatan-

penglihatan ini . 

 Paulus melewatkan empatpuluh hari lamanya 

untuk berdoa dan bermatiraga. Selama waktu itu ia 

menuliskan regula yang akan menjadi dasar 

hidupnya serta para pengikut kongregasinya yang 

baru. Yohanes, saudara Paulus, dan dua orang muda 

lain ikut bergabung dengannya. Paulus dan Yohanes 

ditahbiskan sebagai imam oleh Paus Benediktus XIII 

pada tahun 1727. Sepuluh tahun kemudian, Biara 

Passionis (CP = Kongregasi Biarawan Passionis) 

yang pertama berdiri. Paus Klemens XIV menyetujui 

ordo baru ini . Ia juga menyetujui regula biara 

selang beberapa waktu kemudian. Disamping ketiga 

kaul kekal, yaitu: kemiskinan, kemurnian dan 

ketaatan, Paulus dari Salib menambahkan kaul 

keempat, yaitu: devosi kepada Sengsara Kristus. 

Pada tahun 1747, Passionis telah memiliki tiga biara. 

Mereka berkhotbah serta memberikan retret dan 

bimbingan rohani kepada umat di seluruh Italia. 

saat  ia wafat pada tahun 1775, Paulus dari Salib 

sedang mulai membentuk Kongregasi Biarawati 

Passionis. Ia dinyatakan kudus oleh Paus Pius IX 

pada tahun 1867.

P: 19 Oktober

PEDRO ARMENGOL (1238-1304)

Profesinya yaitu  perampok. Namun tiba-tiba 

ia bertobat dankemudian masuk biara. Pedro 

menawarkan diri sebagai sandera untuk ditukar 

735

dengan 18 anak Kristen yang ditahan orang Islam di 

Aljazair. sebab  giat merasul di kawasan Islam ini ia 

dihukum mati; akan namun  secara ajaib Pedro 

terbebas dari maut.

P: 1 September

PEDRO SANZ OP (1680-1747)

Misionaris yang bekerja giat dan sangat 

sukses di Fukien (Tiongkok) ini ditangkap dan 

dipenggal bersama Pater Fransisco Serrano, Joaquin 

Royo, Yuan de Alcober dan Fransisco Diaz.

P: 3 Juni

PELAGIA († 304)

Gadis berusia 15 tahun dari Antiokia (Siria) 

ini merelakan diri ditangkap tentara dan diseret ke 

pengadilan. Namun ia minta sedikit waktu untuk 

bertukar pakaian. Kemudian Pelagia naik keatas 

bubungan atap dan menjatuhkan diri sebab  takut 

diperkosa di dalam penjara.

P: 9 Juni

SANTO PELAGIUS atau PELAYO (912-925)

Bocah martir dari Spanyol ini hidup pada 

masa saat  bangsa Moor berkuasa atas sebagian 

tanah airnya. Bangsa Moor memusuhi umat Kristiani 

Spanyol. Pelagius baru berusia sepuluh tahun saat  

pamannya harus meninggalkannya sebagai tawanan 

bangsa Moor di kota Cordova. Ia tidak akan 

dibebaskan sebelum pamannya menyerahkan apa 

yang dikehendaki bangsa Moor.

Tiga tahun berlalu dan remaja belia Kristen 

ini masih seorang tawanan. Sekarang, ia telah 

736

menjadi seorang remaja tigabelas tahun yang 

tampan penuh semangat hidup. Walau banyak 

teman tawanan lainnya yaitu  orang-orang dewasa 

yang bertabiat buruk, Pelagius tidak meniru tabiat 

mereka. Meski muda, ia memiliki kehendak yang 

kuat dan tahu bagaimana memelihara diri sebagai 

seorang yang baik.

Penguasa bangsa Moor mendengar juga 

berita-berita baik mengenai Pelagius. Ia memanggil 

remaja itu. Pelagius memang tampan dan tahu 

sopan santun. Penguasa Moor jatuh hati dan hendak 

membebaskannya dari penjara. Bagaimanapun, ia 

hanyalah seorang anak. Kepada Pelagius ditawarkan 

kebebasan, juga pakaian-pakaian indah untuk 

dikenakannya. Dan bukan hanya itu saja, kepadanya 

juga akan dihadiahkan kuda-kuda gagah dan 

sejumlah uang. Semua itu akan menjadi miliknya 

jika ia bersedia mengingkari iman dan menjadi 

seorang Muslim seperti para penawannya.

“Semua yang kalian sebut itu tak ada artinya 

bagiku,” kata anak itu tegas. “Aku seorang Kristiani 

sejak dahulu. Aku seorang Kristiani sekarang. Aku 

737

akan tetap menjadi seorang Kristiani.” Penguasa itu 

terperanjat. Ia mengubah taktiknya. Bukannya janji-

janji, sekarang ia melontarkan ancaman-ancaman, 

namun  semuanya sia-sia belaka. Pelagius yang 

berusia tigabelas tahun wafat sebagai seorang 

martir pada tahun 925.

P: 26 Juni

PELEUS, NILOS, PARTERMUTIOS dan ELIAS 

(† 310)

Dua uskup (Peleus dan Nilos) dan dua orang 

awam itu ditangkap di Mesir dan dibuang ke tempat 

pertambangan di Palestina. sebab  tetap setia pada 

iman Kristen, bahkan berani beribadat, mereka 

dibakar hidup-hidup.

P: 19 September

PEMBANTU DALAM KESUKARAN (HOLLY 

HELPERS IN NEED)

Empat belas orang kudus yang lazimnya 

secara khusus dimintai pertolongannya dalam 

beraneka kesulitan ialah:

 Santo Akatios > dalam sakratul maut

 Santo Egidius > terhadap penyakit 

ternak

 Santa Barbara > pelindung para 

tahanan dan susaha  mati dalam keadaan baik

 Santo Blasius > sakit tenggorokan

 Santo Kristoforus > terhadap kecelakaan 

lalu lintas

 Santo Siriakus > terhadap godaan 

setan waktu sakratul maut

738

 Santo Dionisius dari Paris > terhadap skrupel 

dan kegelisahan hati

 Santo Erasmus > terhadap bahaya di 

laut

 Santo Eustakius > terhadap wabah pes 

dan kelaparan

 Santo Georgius > dalam ketakutan

 Santa Katarina dari Alexandria > dalam 

kesulitan belajar

 Santa Margareta dari Antiokia († 307; P: 20 

Juli) > terhadap godaan nafsu

 Santo Pantaleon > terhadap macam-

macam penyakit, dan santo pelindung para 

dokter

 Santo Vitus > terhadap penyakit 

epilepsy

P: 11 Mei

SANTA PERPETUA dan SANTA FELISITAS († 

202)

Perpetua dan Felisitas hidup di Kartago, 

Afrika Utara, pada abad ketiga. Pada masa itu terjadi 

penganiayaan yang hebat atas orang-orang Kristen 

oleh Kaisar Septimus Severus. Perpetua yang 

berusia duapuluh dua tahun yaitu  puteri seorang 

bangsawan kaya. Semenjak kecilnya ia selalu 

mendapatkan apa saja yang ia inginkan. namun  ia 

sadar bahwa ia mengasihi Yesus dan iman 

Kristianinya jauh lebih berharga dari apa pun yang 

dapat ditawarkan oleh dunia. Oleh sebab  imannya 

itulah ia menjadi seorang tahanan yang siap 

menghadapi hukuman mati.

739

Ayah Perpetua yaitu  seorang kafir. Ia 

melakukan segala daya usaha  untuk membujuk 

puterinya agar mengingkari iman Kristianinya. Ia 

berusaha meyakinkan Perpetua akan betapa 

pentingnya menyelamatkan nyawanya. namun , 

Perpetua tetap pada pendiriannya, meskipun ia tahu 

bahwa ia harus meninggalkan suami serta bayinya. 

Felisitas, pelayan 

Perpetua yang 

Kristen, yaitu  

seorang budak. Ia 

dan Perpetua 

bersahabat. Mereka 

saling berbagi iman 

dan cinta akan 

Yesus. Felisitas juga 

rela kehilangan 

nyawanya bagi 

Yesus dan bagi 

imannya. Oleh sebab 

itu ia juga menjadi 

seorang tahanan yang siap menghadapi hukuman 

mati. 

Felisitas yaitu  seorang isteri. saat  sedang 

di penjara sebab  imannya, ia juga menjadi seorang 

ibu muda pula. Bayinya diangkat anak oleh seorang 

wanita Kristen yang baik. Felisitas amat bahagia 

sebab  sekarang ia dapat pergi sebagai martir. 

Bergandengan tangan, Perpetua dan Felisitas 

menghadapi kemartiran mereka dengan gagah 

berani. Mereka dijadikan mangsa binatang-binatang 

buas dan kemudian dipenggal kepalanya. Mereka 

berdua wafat sekitar tahun 202.

A: Perpetua = yang selamanya; P: 7 Maret

740

PETER (750)

yaitu  uskup Damsyik yang dibutakan dan 

dipenggal oleh orang Arab, sebab  dalam kotbahnya 

menentang ajaran Mohammad.

P: 4 Oktober

PETER NANGAXI (11 tahun), PETER SANGA (3 

tahun) dan PETER KIHIMAN (7 tahun) di penggal 

bersama orang tua mereka di Nagasaki Jepang pada 

tanggal 10 dan 11 September 1622.

P: 10 September

PETROS BALSAMOS († 310)

Remaja Yudea (Palestina) ini dibujuk oleh 

hakim susaha  murtad, mengingat umurnya yang 

masih muda serta ketampanannya. namun  Petrus 

menolak, sehingga hakim memerintahkan 

pembakaran hidup-hidup.

P: 11 Januari

PETRUS

A: batu karang (Y); bentuk-bentuk lain nama 

ini untuk pria yaitu : Pedro, Peter, Petros, Piero, 

Pierre, Pietre, Pit; untuk wanita yaitu : Petra, 

Petronella.

PETRUS ARTEMIEV (1665-1700)

yaitu  seorang utusan kaisar Rusia. sebab  

menjadi Katolik, ia dipenjarakan dalam suatu biara 

dan diperlakukan dengan sangat kasar, sehingga 

mati muda.

741

SANTO PETRUS CHANEL (1803-28 April 

1841)

St. Petrus Chanel dilahirkan dekat Belley, 

Perancis pada tahun 1803. Sejak berumur tujuh 

tahun, ia menggembalakan 

kawanan domba ayahnya. 

Meskipun miskin, ia seorang 

anak yang cerdas dan saleh. 

Suatu hari, seorang imam 

paroki yang baik hati berjumpa 

dengannya. Imam begitu 

terkesan padanya hingga ia 

meminta ijin dari orangtuanya 

agar diperbolehkan 

menyediakan pendidikan bagi 

Petrus. Di sekolahnya, dan 

kelak di seminari, Petrus 

belajar dengan tekun. saat  

telah ditahbiskan sebagai imam, ia ditugaskan di 

sebuah paroki di mana hanya ada sedikit umat 

Katolik yang masih mengamalkan imannya. Pastor 

Chanel seorang pendoa. Ia baik hati serta lemah 

lembut pada setiap orang. Hanya dalam waktu tiga 

tahun, terjadi perubahan besar di paroki. Banyak 

orang kembali mengasihi Yesus dan Gereja-Nya 

dengan segenap hati.

St. Petrus sangat ingin menjadi seorang 

misionaris. Ia bergabung dengan ordo religius 

Serikat Maria (Misionaris-misionaris Maria). Ia 

berharap agar diutus untuk mewartakan Injil kepada 

mereka yang masih belum percaya kepada Tuhan. 

Beberapa tahun kemudian keinginannya terkabul. Ia 

dan sekelompok misionaris Maria diutus ke 

kepulauan Lautan Teduh. Pastor Chanel dan seorang 

broeder ditugaskan di pulau Futuna. Di sana, 

742

penduduk dengan senang hati mendengarkan 

khotbah Pastor Chanel. “Orang ini mengasihi kita,” 

demikian kata seorang penduduk. “Dan ia sendiri 

mengamalkan apa yang ia ajarkan kepada kita.” 

Sayang sekali, kepala suku Futuna menjadi iri hati 

atas keberhasilan sang imam. saat  puteranya 

sendiri dibaptis, ia menjadi amat murka. Ia 

mengirim sepasukan prajurit untuk membunuh sang 

misionaris. Sementara terbaring sekarat, yang 

dikatakan imam hanyalah, “Aku baik-baik saja.” St. 

Petrus Chanel dibunuh pada tanggal 28 April 1841. 

Tak lama sesudah kemartirannya, seluruh penduduk 

pulau telah menjadi Kristen. Petrus dinyatakan 

kudus oleh Paus Pius XII pada tahun 1954.

P: 28 April

SANTO PETRUS CLAVER SJ (1580-8 

September 1654)

 Imam Spanyol dari Serikat Yesus ini 

dilahirkan pada tahun 1580. Ia dikenal sebagai 

“rasul para budak”. 

saat  ia masih 

seorang seminaris di 

Serikat Yesus, ia 

merasakan suatu 

dorongan yang amat 

kuat untuk pergi ke 

Amerika Selatan 

sebagai seorang 

misionaris. Ia menjadi 

sukarelawan dan 

diutus ke pelabuhan 

Cartagena (Kolumbia). 

Di sana berdatangan 

banyak sekali kapal 

743

penuh dengan muatan para budak belian yang 

didatangkan dari Afrika untuk dijual. 

 Melihat himpunan orang-orang malang itu 

yang berjubel, sakit serta menderita, hati Petrus 

tergerak oleh belas kasihan. Ia bertekad untuk 

menolong mereka serta mewartakan Kabar Sukacita 

kepada mereka. Begitu sebuah kapal muatan tiba, 

Petrus akan segera pergi menyongsongnya dan 

menjumpai ratusan budak yang sakit. Ia memberi 

mereka makanan serta obat-obatan. Ia membaptis 

mereka yang sekarat serta membaptis bayi-bayi. Ia 

merawat yang sakit. Sungguh suatu kerja keras 

sementara panas menyengat. Seorang yang pernah 

satu kali menemani St. Petrus melakukan karyanya 

tidak tahan menyaksikan pemandangan yang 

memilukan itu. namun  Petrus melakukannya selama 

empat puluh tahun. Ia membaptis sekitar tiga ratus 

ribu orang. Ia selalu berada di sana saat  kapal-

kapalm itu datang. Ia mencurahkan perhatian serta 

kasih sayangnya kepada mereka yang diperlakukan 

secara tidak adil oleh warga . 

 Meskipun majikan para budak itu berusaha 

mencegahnya, Pastor Claver tetap saja mengajarkan 

iman kepada para budak belian itu. Suatu pekerjaan 

yang lamban serta mengecilkan hati. Banyak orang 

mencelanya dengan mengatakan bahwa segala yang 

ia lakukan itu hanya sia-sia belaka. Menurut mereka, 

para budak itu tidak akan pernah memiliki iman. 

namun  St. Petrus seorang yang amat sabar dan ia 

percaya bahwa Tuhan memberkati para budak 

ini . Ia malahan juga pergi mengunjungi para 

budak itu sesudah  mereka meninggalkan Cartagena. 

Pastor Claver tidak pernah lelah mendesak majikan 

para budak itu untuk memperhatikan jiwa-jiwa para 

budak mereka sementara mereka sendiri perlu 

menjadi umat Kristiani yang lebih baik. 

744

 Empat tahun terakhir dalam hidupnya, Pastor 

Claver menderita sakit yang demikian hebat hingga 

ia harus tinggal terus dalam kamarnya. Ia bahkan 

tidak dapat merayakan Misa. Sebagian besar orang 

telah melupakannya, namun  Pastor Claver tidak 

pernah mengeluh. Kemudian, tiba-tiba saja , pada 

saat wafatnya pada tanggal 8 September 1654, 

sekonyong-konyong seluruh kota terjaga. Mereka 

segera sadar bahwa mereka telah kehilangan 

seorang kudus. Sejak saat itu, ia tidak pernah lagi 

dilupakan. St. Petrus Claver dinyatakan kudus pada 

tahun 1888 oleh Paus Leo XIII.

L: imam sedang menolong orang-orang Negro; 

P: 9 September

SANTO PETRUS DAMIANUS (1007-1072)

St. Petrus Damianus dilahirkan pada tahun 

1007 dan menjadi yatim piatu sejak masih kanak-

kanak. Ia diasuh oleh 

seorang kakaknya yang 

menganiaya serta 

membiarkannya kelaparan. 

Seorang kakaknya yang 

lain, Damianus, 

mengetahui keadaannya 

yang sebenarnya. Ia 

membawa Petrus pulang ke 

rumahnya. Sejak saat 

itulah hidup Petrus berubah 

sepenuhnya. Ia 

diperlakukan dengan penuh 

cinta, kasih sayang serta 

perhatian. Begitu 

bersyukurnya Petrus hingga 

kelak saat  ia menjadi 

745

seorang religius, ia memilih nama Damianus sebagai 

ungkapan kasih sayang kepada kakaknya. Damianus 

mendidik Petrus serta memberinya semangat dalam 

belajar. Petrus kemudian mengajar di perguruan 

tinggi saat  usianya baru duapuluh tahunan. Ia 

menjadi seorang guru yang hebat. namun  Tuhan 

membimbingnya ke jalan yang tidak pernah 

terpikirkan olehnya. 

Petrus hidup pada masa di mana banyak 

orang dalam Gereja terlalu dipengaruhi oleh tujuan-

tujuan duniawi. Petrus sadar bahwa Gereja yaitu  

ilahi dan Gereja memiliki rahmat dari Yesus Kristus 

untuk menyelamatkan semua orang. Ia ingin agar 

Gereja bersinar dengan kemuliaan Kristus. sesudah  

tujuh tahun lamanya mengajar, Petrus memutuskan 

untuk menjadi seorang biarawan. Ia ingin 

menghabiskan sisa hidupnya dengan berdoa serta 

bermati raga. Ia akan berdoa dan melakukan silih 

agar banyak orang dalam Gereja menjadi kudus. 

Demikianlah ia pergi ke biara St. Romualdus. Petrus 

Damianus menulis regula (=peraturan biara) bagi 

para biarawan. Ia juga menulis riwayat hidup St. 

Romualdus, pendiri biara mereka yang kudus. Petrus 

menghasilkan banyak karya tulis dalam bidang 

teologi untuk membantu umat memperdalam iman 

mereka. Dua kali pemimpin biara mengirimnya ke 

biara-biara tetangga. Ia membantu para biarawan 

untuk memulai pembaharuan yang mendorong 

mereka untuk hidup lebih dekat dengan Tuhan. Para 

biarawan amat bersyukur sebab Petrus yaitu  

seorang yang lembut hati serta pantas dihormati.     

Petrus pada akhirnya ditarik dari biara. Ia 

diangkat menjadi Uskup dan kemudian Kardinal. Ia 

diutus dalam tugas-tugas yang amat penting kepada 

paus sepanjang hidupnya. St. Petrus Damianus 

wafat pada tahun 1072 dalam usia enampuluh lima 

746

tahun. Oleh sebab  ia seorang pahlawan kebenaran 

dan seorang pencinta perdamaian, ia dinyatakan 

sebagai Pujangga Gereja pada tahun 1828. Puisi 

Dante (yang hidup dari tahun 1265 hingga 1321) 

mengagumi kebesaran St. Petrus Damianus. Dalam 

puisinya, “Komedi Ilahi” Dante menempatkan 

Damianus dalam “surga ketujuh”. Itulah tempat bagi 

orang-orang kudus yang suka merindukan atau 

merenungkan Tuhan.

P: 21 Februari

PETRUS dari ALCANTRA (1499-1562)

Semasa menjadi Provinsial Fransiskan ia 

memulai pembaharuan. Para biarawan dibagi-bagi 

dalam kelompok kecil susaha  dapat hidup secara 

sederhana dan miskin sekali. Mereka tidak 

bersepatu, pantang daging dan tidak minum anggur. 

Kewajiban mereka yaitu  banyak berdoa dan 

bersamadi. Petrus mendukung usaha Santa Teresa 

dari Avilla yang juga giat mengadakan pembaharuan 

terhadap ordonya. Selain itu ia menulis uraian 

tentang doa dan meditasi yang mengalami 200 kali 

cetak ulang dan masih diterjemahkan terus hingga 

kini.

L: salib dan tengkorak; P: 19 Oktober

PETRUS dari VERONA (1205-1252)

Biarawan Dominikan ini terkenal sebagai 

pengkotbah dan pentobat banyak orang yang 

disesatkan oleh bidaah di Italia Utara. Ia dibunuh 

oleh pendukung bidaah, namun  sebelum 

menghembuskan nafas terakhir Petrus sempat 

menulis ‘CREDO’ dengan darahnya sendiri.

B: Petrus Martir; P: 29 April

747

PETRUS FABER SJ (1506-1546)

yaitu  teman sekuliah Santo Ignasius dan 

Santo Fransiskus Xaverius di Paris. Ia terkenal 

sebagai pengkotbah dan pemberi retret atau latihan 

rohani. Sering ia ditugaskan sebagai utusan paus ke 

wilayah-wilayah Protestan di Jerman, Spanyol dan 

Belgia. Ia menarik Santo Petrus Kanisisus ke dalam 

Serikat Jesus.

P: 2 Agustus

SANTO PETRUS KANISIUS SJ (1521-1597)

 Petrus, seorang Belanda, dilahirkan pada 

tahun 1521. Ayahnya menghendaki agar ia kelak 

menjadi seorang pengacara. 

Untuk menyenangkan hati 

ayahnya, Petrus muda mulai 

belajar ilmu hukum sebelum 

ia menyelesaikan seluruh 

mata pelajarannya yang 

lain. Namun demikian, 

segera saja ia menyadari 

bahwa ia tidak akan pernah 

bahagia dengan profesi 

ini . Pada waktu itu, 

semua orang sedang 

membicarakan tentang 

khotbah Beato Petrus Faber 

yang mengagumkan. Pastor 

Faber yaitu  salah seorang dari anggota Serikat 

Yesus yang pertama. saat  Petrus Kanisius 

mendengarkan khotbah Pastor Faber, ia tahu bahwa 

ia juga akan berbahagia melayani Tuhan sebagai 

seorang Yesuit. Jadi, ia bergabung dengan Serikat 

748

Yesus. sesudah  beberapa tahun dilewatkannya 

dengan belajar dan berdoa, ia ditahbiskan sebagai 

seorang imam. 

 St. Ignatius segera menyadari betapa taat 

serta penuh semangatnya St. Petrus Kanisius. St. 

Ignatius mengutusnya ke Jerman di mana St. Petrus 

kemudian berkarya selama empatpuluh tahun 

lamanya. Sangatlah sulit menyebutkan semua karya 

besar St. Petrus Kanisus, doa-doanya serta 

pengorbanannya sepanjang waktu itu. Yang menjadi 

perhatian utamanya yaitu  menyelamatkan banyak 

penduduk Jerman dari bidaah-bidaah pada masa itu. 

Ia juga berdaya usaha  untuk membawa kembali 

mereka yang telah menerima ajaran-ajaran sesat 

ini  ke pangkuan Gereja Katolik. Dikisahkan 

bahwa ia menempuh jarak kurang lebih duapuluh 

ribu mil (± 32,187 km) dalam waktu tiga puluh 

tahun. Perjalanan sejauh itu ditempuhnya dengan 

berjalan kaki atau dengan menunggang kuda. 

Meskipun banyak kesibukannya, St. Petrus Kanisius 

masih sempat juga menulis banyak artikel  tentang 

iman. Ia menyadari betapa pentingnya artikel  itu. 

Jadi, ia mengadakan kampanye untuk menghentikan 

diperjualbelikannya artikel -artikel  yang tidak baik. 

Sementara itu, ia melakukan segala daya usaha  

untuk menyebarluaskan artikel -artikel  yang baik, yang 

mengajarkan iman. Dua buah artikel  katekese yang 

ditulis oleh St. Petrus Kanisius menjadi demikian 

disukai hingga harus dicetak ulang lebih dari 

duaratus kali dan diterjemahkan ke dalam limabelas 

bahasa. 

 Kepada mereka yang mengatakan bahwa ia 

bekerja terlalu keras, St. Petrus Kanisius akan 

menjawab, “Jika kamu memiliki  terlalu banyak 

perkara untuk dikerjakan, maka dengan bantuan 

Tuhan, kamu akan memperoleh cukup waktu untuk 

749

mengerjakan semuanya.”  Santo yang 

mengagumkan ini wafat pada tahun 1597. Ia 

dinyatakan sebagai Doktor Gereja oleh Paus Pius XI 

pada tahun 1925.

Petrus Kanisius (1521-1597), ‘Rasul Jerman 

yang kedua’ dan pujangga Gereja; lahir di 

Nijmegen dan meniggal di Fribourg Swiss; A: 

Kanisius: anjing; L: seorang imam memegang 

artikel  katekismus; P: 21 Desember atau 27 April

SANTO PETRUS KRISOLOGUS (380-2 

Desember 450)

Petrus dilahirkan di sebuah kota kecil di 

Imola, di wilayah Italia Utara, sekitar Tahun 380. Ia 

hidup pada abad kelima. 

Uskup Kornelius dari Imola 

membimbingnya dan 

mentahbiskannya sebagai 

seorang diakon. Bahkan 

sejak masih kanak-kanak, 

Petrus mengerti bahwa 

seseorang sungguh yaitu  

seorang yang besar hanya 

jika ia dapat mengendalikan 

emosinya dan mengenakan 

semangat  Kristus.

saat  Uskup Agung 

Ravenna, Italia, wafat, 

Petrus ditunjuk oleh Paus St Leo Agung untuk 

menggantikannya.  Peristiwa ini terjadi sekitar tahun 

433. Sebagai seorang imam dan uskup, St Petrus 

berkarya secara efektif. Ia berjuang keras untuk 

menghapuskan kekafiran yang masih ada dalam 

keuskupannya. Ia membantu umatnya bertumbuh 

dalam iman. St Petrus menjadi terkenal sebagai 

seorang pengkhotbah. Sungguh, “Krisologus” artinya 

750

“perkataan emas”. Namun demikian, semua khotbah 

ataupun homilinya singkat saja. Ia khawatir para 

pendengarnya menjadi bosan. Di samping itu, 

khotbah-khotbahnya pun bukanlah sesuatu yang 

luar biasa istimewa ataupun indah. Namun, pesan-

pesan yang disampaikannya jauh lebih berharga 

dibandingkan  emas. Ia berkhotbah dengan semangat 

begitu rupa hingga mampu menggugah hati para 

pendengar yang mendengarkannya dengan 

terpukau. Dalam khotbah-khotbahnya, St Petrus 

mendesak setiap orang untuk menerima Yesus 

sesering mungkin dalam Komuni Kudus. Ia ingin 

agar semua orang menyadari bahwa Tubuh Tuhan 

haruslah menjadi santapan setiap hari bagi jiwa. 

Uskup yang baik ini juga berjuang demi persatuan 

segenap anggota Gereja Katolik. Ia berusaha 

mengatasi segala kebingungan yang ada dalam 

umat tentang iman Katolik. Ia juga senantiasa 

mengusahakan damai. St Petrus Krisologus wafat 

pada tanggal 2 Desember 450 di kota kelahirannya, 

Imola, Italia. Oleh sebab  khotbah-khotbahnya yang 

mengagumkan, yang begitu kaya akan pengajaran, 

pada tahun 1729 Paus Benediktus XIII 

memaklumkan St Petrus sebagai Doktor Gereja. 

Peringatan Santo Petrus Krisologus setiap tanggal 30 

Juli.

PETRUS LIN († 1834)

Awam Kristen berkebangsaan Tionghoa ini 

dibuang ke Mongolia, namun  pulang kembali dan 

menguatkan iman anak-anaknya yang disekap 

dalam penjara. Lalu ia disergap dan digantung.

P: 17 Maret

751

PETRUS NOLASKUS (1182-1256)

Mengabdikan seluruh hidupnya untuk 

membebaskan 890 budak-budak belian dan tahanan 

Kristen dari penjara-penjara Islam di Afrika Utara.

P: 28 Januari

PETRUS ORSEOLA (928-987)

Pemimpin angkatan laut yang pernah 

menghantam pembajak dan menjadi ‘Doge’ 

(=kepala Negara) Republik Venesia ini berhasil 

menertibkan kembali pemerintah republic yang 

dikacaukan oleh pendahulunya. Katanya, 

pendahulunya terbunuh dalah suatu huru-hara atas 

hasutan Petrus. sesudah  membangun kembali rumah 

sakit dan katedral, ia diam-diam meninggalkan 

anak-isteri serta jabatannya dan menjadi rahib. Ia 

bertapa di Spanyol bersama Santo Romualdus.

P: 10 Januari

SANTO PETRUS RASUL († 64)

Petrus, paus pertama kita, yaitu  seorang 

nelayan dari Galilea. Yesus memanggilnya untuk 

mengikuti Dia, “Aku akan 

menjadikan engkau penjala 

manusia.” Petrus yaitu  

seorang sederhana yang giat 

bekerja. Ia murah hati, jujur 

dan amat dekat dengan 

Yesus. Nama asli rasul besar 

ini yaitu  Simon, namun  

Yesus mengubahnya menjadi 

Petrus, yang artinya “batu 

karang”. “Engkaulah Petrus,” 

kata Yesus, “dan di atas batu 

karang ini Aku akan 

752

mendirikan Gereja-Ku.” Petrus yaitu  pemimpin 

para rasul.

saat  Yesus ditangkap, Petrus ketakutan. 

Saat itulah ia berbuat dosa dengan menyangkal 

Kristus sebanyak tiga kali. Rasa takut akan 

keselamatan diri sendiri menguasainya. namun , 

Petrus menyesali perbuatannya dengan sepenuh 

hati. Ia mengangisi penyangkalannya sepanjang 

hidupnya. Yesus mengampuni Petrus. Sesudah 

kebangkitan-Nya, Ia bertanya tiga kali kepada 

Petrus, “Apakah engkau mengasihi Aku?” Jawab 

Petrus, “Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau 

tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Sesungguhnya, 

Yesus memang tahu! Petrus benar. Dengan lembut 

Yesus berkata, “Gembalakanlah domba-domba-Ku.” 

Yesus mengatakan kepada Petrus untuk mengurus 

Gereja-Nya, sebab Ia akan naik ke surga. Yesus 

menetapkan Petrus sebagai pemimpin para 

pengikut-Nya.

Di kemudian hari Petrus pergi dan tinggal di 

Roma. Roma yaitu  pusat seluruh Kerajaan Romawi. 

Di sana, Petrus mempertobatkan banyak orang. 

saat  penganiayaan yang kejam terhadap orang-

orang Kristen dimulai, umat memohon pada Petrus 

untuk meninggalkan Roma dan menyelamatkan diri. 

Menurut tradisi, ia memang sedang dalam 

perjalanan meninggalkan Roma saat  ia berjumpa 

dengan Yesus di tengah jalan. Petrus bertanya 

kepada-Nya, “Tuhan hendak ke manakah Engkau 

pergi?” Jawab Yesus, “Aku datang untuk disalibkan 

yang kedua kalinya.” Kemudian St. Petrus berbalik 

dan kembali ke Roma. Ia mengerti bahwa 

penglihatannya berarti bahwa ia harus menderita 

dan wafat bagi Yesus. Segera Petrus ditangkap dan 

dijatuhi hukuman mati. sebab  ia bukan 

warganegara Romawi, sama seperti Yesus, ia dapat 

753

disalibkan. Kali ini ia tidak menyangkal Kristus. Kali 

ini ia siap untuk wafat bagi-Nya. Petrus minta agar 

disalibkan dengan kepalanya di bawah, sebab ia 

merasa tidak layak menderita seperti Yesus. Para 

prajurit Romawi tidak merasa aneh akan 

permintaannya, sebab para budak disalibkan dengan 

cara demikian. St. Petrus wafat sebagai martir di 

Bukit Vatikan sekitar tahun 67. Pada abad keempat, 

Kaisar Konstantin membangun sebuah gereja besar 

di atas tempat sakral ini . Penemuan-penemuan 

kepurbakalaan baru-baru ini menegaskan kisah 

sejarah ini .

Petrus († 64), pemimpin para Rasul, martir di 

Roma. L: dua kunci bersilangan; P: 29 Juni 

bersama dengan Santo Paulus

PETRUS RYOU (†1839)

Ialah anak sulung Agustinus Ryou. Ayahnya 

yaitu  pejabat tinggi Korea yang disiksa dan 

dipenggal sebab  imannya. Petrus sendiri pergi ke 

pengadilan dan mengakui Kristen, sebab  di rumah 

ibu dan adik wanita nya terus mendesaknya 

susaha  murtad. sebab  hukum Korea tidak 

membenarkan hukuman mati terhadap pemuda, 

maka ia diam-diam dicekik oleh algojo bayaran. 

Sebab, hakim jengkel tidak berhasil memurtadkan 

pemuda ini dengan segala macam siksaan yang 

ngeri.

P: 2 atau 26 September

PETRUS VENERABILIS (1094-1156)

Menjadi pemimpin biara Cluny Perancis 

(Venerabilis = Yang Pantas Di hormati). Ia membela 

cara hidup dalam biara yang boleh memiliki  milik 

754

terhadap serangan Santo Bernardus dari Calirvaux. 

Petrus sering berhasil mendamaikan permusuhan. Ia 

murah hati dan mengusahakan terjemahan Al-Quran 

untuk pertama kalinya ke dalam bahasa Barat 

(Latin)

P: 25 Desember

SANTO PETRUS YULIANUS EYMARD 

(1811-1 Agustus 1868)

Pada tahun 1811 Petrus Yulianus Eymard 

dilahirkan di sebuah kota kecil yang termasuk dalam 

wilayah keuskupan 

Grenoble, Perancis. 

Bersama ayahnya, Petrus 

bekerja membuat serta 

memperbaiki pisau hingga 

usianya delapan belas 

tahun. Waktu luangnya 

dipergunakannya untuk 

belajar. Ia belajar sendiri 

bahasa Latin dan menerima 

bimbingan rohani dari 

seorang imam yang baik 

hati. Petrus ingin sekali 

menjadi seorang imam. 

saat  usianya dua puluh tahun, Petrus memulai 

pelajarannya di Seminari Grenoble. Petrus Yulianus 

akhirnya ditahbiskan menjadi seorang imam pada 

tahun 1834 dan selama lima tahun berikutnya ia 

melayani di dua paroki. Umat menyadari betapa 

Pastor Eymard telah menjadi berkat bagi mereka 

semua. 

saat  P. Eymard meminta ijin kepada Bapa 

Uskup untuk menggabungkan diri dengan suatu ordo 

baru, yaitu Ordo Marists, Bapa Uskup memberikan 

persetujuannya. P. Eymard kemudian menjadi 

direktur rohani bagi para seminaris Marists. Pada 

755

tahun 1845, ia diangkat menjadi Superior (= 

pembesar biara) Lyon, Perancis. namun  meskipun P. 

Eymard melaksanakan begitu banyak tugas yang 

dibebankan kepadanya dengan giat sepanjang 

hidupnya, P. Eymard akan selalu dikenang secara 

istimewa untuk sesuatu yang lain.

P. Eymard memiliki  cinta yang menyala-

nyala kepada Ekaristi Kudus. Ia amat terpesona 

dengan kehadiran Yesus dalam Ekaristi. Ia suka 

sekali meluangkan waktu setiap hari untuk 

melakukan adorasi (= sembah sujud) kepada 

Sakramen Maha Kudus. Pada Pesta Corpus Christi, 

yaitu Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus, P. Eymard 

dianugerahi suatu pengalaman rohani yang amat 

dahsyat. Sementara ia membawa Hosti Kudus dalam 

prosesi, ia merasakan kehadiran Yesus, bagaikan 

suatu kehangatan dari sumber api. Hosti itu serasa 

menyelebunginya dengan kasih dan cahaya. Dalam 

hatinya, P. Eymard berdoa kepada Tuhan tentang 

kebutuhan-kebutuhan rohani dan jasmani umatnya. 

Ia memohon agar kerahiman dan belas kasih Yesus 

menyentuh hati setiap orang seperti ia sendiri 

disentuh melalui Ekaristi.

Pada tahun 1856, P. Eymard mengikuti 

inspirasi yang telah didoakannya selama bertahun-

tahun. Dengan persetujuan dari para pembesarnya, 

P. Eymard membentuk ordo religius yang 

beranggotakan para imam yang ber-adorasi kepada 

Ekaristi Kudus. Mereka dikenal sebagai Para Imam 

dari Sakramen Maha Kudus, s.s.s. Dua tahun sesudah  

ordo para imam dibentuk, P. Eymard membentuk 

ordo untuk para biarawati, Abdi Allah dari Sakramen 

Maha Kudus. Sama seperti para imam, para 

biarawati juga memiliki  cinta yang istimewa 

kepada Yesus dalam Ekaristi Kudus. Para imam dan 

biarawati dari Sakramen Maha Kudus membaktikan 

756

hidup mereka dalam adorasi kepada Yesus. P. 

Eymard juga membentuk kelompok-kelompok dalam 

gerejanya guna membantu umatnya mempersiapkan 

diri untuk menyambut Komuni Kudusnya yang 

Pertama. Ia menulis beberapa artikel  mengenai 

Ekaristi yang telah diterjemahkan ke dalam berbagai 

macam bahasa. artikel -artikel  itu masih beredar hingga 

sekarang. 

P. Eymard hidup pada masa yang sama 

dengan seorang kudus lainnya yang akan kita 

rayakan pestanya besok, tanggal 4 Agustus, yaitu 

St. Yohanes Vianney. Mereka berdua bersahabat dan 

masing-masing saling mengagumi yang lainnya. 

Pastor Vianney mengatakan bahwa Pastor Eymard 

yaitu  seorang kudus dan ia menambahkan, 

“Adorasi oleh para imam! Betapa baiknya! Aku akan 

berdoa setiap hari bagi karya Pastor Eymard.” St. 

Petrus Yulianus Eymard melewatkan empat tahun 

terakhir hidupnya dalam penderitaan hebat. Di 

samping penderitaan jasmani, ia juga harus 

menderita sebab  berbagai masalah dan kecaman. 

Namun P. Eymard tetap setia dalam adorasinya 

kepada Sakramen Maha Kudus. Kesaksian hidupnya 

serta pengorbanannya mendorong banyak orang 

lainnya untuk menjawab panggilan hidup mereka 

dengan bergabung dalam ordo-ordo religius. P. 

Eymard wafat pada tanggal 1 Agustus 1868 dalam 

usia lima puluh tujuh tahun. Ia dinyatakan kudus 

oleh Paus Yohanes XXIII pada tanggal 9 Desember 

1962. Dirayakan setiap tanggal 2 Agustus.   

PIONUS († 250)

yaitu  seorang imam dan pengkotbah yang 

cerdas. Ia menjelajahi banyak tempat dan akhirnya 

ditangkap saat  sedang merayakan pesta Santo 

757

Polikarpus. sesudah  diinterogasi dan dipaksa susaha  

menyembah berhala, ia dipaku pada tiang dan 

dibakar.

P: 11 Maret

SANTO PAUS PIUS V (1504-1 Mei 1572)

Paus yang kudus ini dilahirkan di Italia pada 

tahun 1504. Ia dibaptis dengan nama Antonius 

Ghislieri. Antonius 

sungguh ingin menjadi 

seorang imam, namun  

tampaknya angan-

angannya itu tidak 

akan pernah menjadi 

kenyataan. 

Orangtuanya miskin. 

Mereka tidak punya 

cukup uang untuk 

menyekolahkannya. 

Suatu hari, dua orang 

imam Dominikan 

datang ke rumahnya 

dan bertemu dengan 

Antonius. Para imam 

itu amat suka 

kepadanya hingga mereka bersedia mengurus 

pendidikannya. Demikianlah, pada usia empat belas 

tahun, Antonius bergabung dalam Ordo Dominikan. 

Ia memilih nama “Mikhael”. sesudah  menamatkan 

studinya, ia ditahbiskan sebagai imam. Kemudian ia 

ditahbiskan pula sebagai uskup dan kardinal.

Dengan gagah berani ia mempertahankan 

ajaran-ajaran Gereja dari mereka yang berusaha 

menentangnya. Ia senantiasa hidup dengan 

bermatiraga. saat  usianya enam puluh satu tahun, 

758

ia dipilih menjadi paus. Ia memilih nama Paus Pius 

V. Dulu ia seorang bocah penggembala domba yang 

miskin. Sekarang ia yaitu  pemimpin tertinggi 

Gereja Katolik di seluruh dunia. Walaupun demikian, 

paus tetap rendah hati dan sederhana seperti sedia 

kala. Ia masih mengenakan jubah Dominikan-nya 

yang putih, jubah tua yang selama ini dikenakannya. 

Dan tak seorang pun dapat membujuknya untuk 

menggantinya.

Paus Pius V harus menghadapi banyak 

tantangan. Ia menimba kekuatan dari salib Yesus. 

Setiap hari ia merenungkan sengsara dan wafat 

Kristus. Pada waktu itu, bangsa Turki berusaha 

menguasai seluruh wilayah Kristen. Mereka 

memiliki  armada angkatan laut yang hebat di 

Laut Tengah. Bala tentara Kristen bertempur 

melawan mereka di suatu wilayah yang disebut 

Lepanto, dekat Yunani. Sejak saat bala tentaranya 

keluar untuk berperang, Bapa Suci terus-menerus 

berdoa rosario. Ia mendorong umatnya untuk 

melakukan hal yang sama. Puji syukur atas bantuan 

Bunda Maria, bala tentara Kristen menang mutlak 

atas musuhnya. Sebagai ungkapan terima kasih 

kepada Bunda Maria, St. Pius V menetapkan Pesta 

SP Maria Ratu Rosario yang kita rayakan setiap 

tanggal 7 Oktober. Paus Pius V wafat di Roma pada 

tanggal 1 Mei 1572. Pestanya dirayakan pada 

tanggal 30 April sebab  tanggal 1 Mei yaitu  pesta 

St. Yusuf Pekerja. Pius V dinyatakan kudus oleh Paus 

Klemens XI pada tahun 1712. 

SANTO PAUS PIUS X (1835-20 Agustus 

1914)

Giuseppe (= Yosef) Sarto yaitu  seorang 

pelajar miskin di Italia yang kelak menjadi seorang 

759

Paus! Giuseppe dilahirkan pada tahun 1835 di Riese, 

Italia sebagai anak kedua dari delapan bersaudara. 

Dalam keluarga, ia biasa dipanggil dengan nama 

kesayangan "Beppi". Ayahnya seorang pegawai pos. 

Papa dan Mama Sarto mengajarkan cinta kasih 

kepada Yesus dan Gereja-Nya kepada kedelapan 

anak mereka melalui teladan cinta kasih dalam 

rumah mereka. Melebihi segalanya, Giuseppe ingin 

menyerahkan hidupnya untuk membawa banyak 

orang ke surga. Ia rindu menjadi seorang imam. Dan 

untuk itu, ia dan keluarganya harus banyak 

berkorban agar ia dapat bersekolah di seminari. Itu 

bukan masalah baginya. Ia bahkan biasa berjalan 

bermil-mil jauhnya dengan kaki telanjang ke sekolah 

agar sepatunya yang satu-satunya jangan sampai 

rusak. saat  usianya 23 tahun, Giuseppe 

ditabhiskan menjadi seorang imam. Don Sarto (Don, 

Italia, artinya Pater) berkarya di paroki-paroki 

miskin selama tujuhbelas tahun. Semua orang 

mengasihinya. Don Sarto biasa memberikan segala 

yang ia miliki demi membantu mereka yang 

membutuhkan. Seringkali saudarinya harus 

menyembunyikan sebagian pakaiannya agar jangan 

760

sampai Don Sarto tidak memiliki  pakaian untuk 

dikenakan. Bahkan sesudah  Don Sarto diangkat 

menjadi Uskup kota Mantua dan kemudian diangkat 

lagi menjadi Kardinal, ia masih suka membagi-

bagikan apa yang ia miliki kepada mereka yang 

berkekurangan. Ia tidak menyimpan apa-apa bagi 

dirinya sendiri. 

saat  Paus Leo XIII wafat pada tahun 1903, 

Kardinal Sarto diangkat menjadi paus. Ia memilih 

nama Pius X. saat  Mama Sarto datang 

mengunjunginya di Vatican, Paus Pius X 

menunjukkan kepada ibunya cincin kepausannya. 

Mama Sarto berkata, “Kamu tidak akan mengenakan 

cincin itu hari ini, jika aku tidak terlebih dahulu 

mengenakan cincin ini,” kemudian Mama Sarto 

menunjukkan kepada Paus cincin emas ikatan 

perkawinannya. Secara istimewa Paus Pius X 

dikenang sebab  kasihnya yang berkobar-kobar 

kepada Ekaristi Kudus. Bapa Suci mendorong semua 

orang untuk menyambut Yesus sesering mungkin, 

bahkan tiap hari! Ia juga menetapkan ketentuan 

yang mengijinkan anak-anak menyambut Komuni 

Kudus juga. Sebelumnya, anak-anak harus 

menunggu hingga usia 12-14 tahun untuk dapat 

menyambut Tuhan. Paus yakin bahwa Komuni Kudus 

memberi kekuatan yang diperlukan untuk 

melakukan segala sesuatu demi kasih kepada Yesus! 

Paus Pius X percaya teguh dan amat 

mencintai iman Katolik. Ia menghendaki setiap 

orang Katolik mengenal dan mencintai keindahan 

kebenaran ajaran iman Katolik. Ia amat peduli pada 

tiap-tiap orang, mengenai kebutuhan rohani maupun 

kebutuhan jasmaninya. Ia mendorong para imam 

dan para katekis membantu orang banyak mengenal 

iman mereka. Pius X juga mengerahkan banyak 

tenaga untuk memperbaharui liturgi, Sepanjang 

761

hidupnya ia tertarik pada musik-musik sakral dan 

mendorong digunakannya Lagu-lagu Gregorian di 

setiap paroki. Namun demikian, ia menjelaskan 

bahwa ia beranggapan usaha untuk menggantikan 

segala bentuk musik Gereja lainnya dengan Lagu 

Gregorian tidaklah dikehendaki. Ia mendorong 

digunakannya juga komposisi modern dalam liturgi, 

selama komposisi modern ini memenuhi standard 

musik liturgi Gereja. Paus Pius X juga merevisi 

Ibadat Harian Gereja. 

Paus Pius X teramat menderita saat  pecah 

Perang Dunia I. Ia tahu bahwa akan ada banyak 

orang terbunuh. Ia mengatakan, "Aku akan dengan 

senang hati menyerahkan nyawaku demi 

menyelamatkan anak-anakku yang malang dari 

penderitaan yang mengerikan ini." Paus Pius X wafat 

pada tanggal 20 Agustus 1914. Dalam surat 

wasiatnya ia menulis, "Saya dilahirkan miskin, saya 

hidup miskin, saya berharap mati miskin." Paus Pius 

X dikanonisasi oleh Paus Pius XII pada tahun 1954. 

Pestanya dirayakan setiap tanggal 21 Agustus.

PIUS X (1835-1914), paus; lahir di Riese 

(Italia Utara). L: paus memakai jubah putih 

sedang menerimakan komuni pertama kepada 

anak kecil; P: 21 Agustus

"Komuni  Kudus  yaitu   jalan  tersingkat  dan  teraman 

menuju Surga." ~ St Paus Pius X

PLASIDUS (abad ke-6)

Ialah murid Santo Benediktus dan biarawan 

yang saleh.

A: halus, ramah; B: Plasida (♀); P: 15 Januari

PLATON (735-814)

762

Abbas biara di gunung Olympos (Yunani) ini 

berhasil memperbaharui semangat hidup rohani 

dalam biara. Pada hari tuanya ia mengundurkan diri 

menjadi pertapa dengan hidup yang sangat keras. Ia 

dibuang sebab  melawan kaisar yang main kawin 

cerai saja.

P: 4 April

SANTO POLIKARPUS (75-155)

Polikarpus dilahirkan antara tahun 75 hingga 

80. Ia menjadi seorang Kristen saat  pengikut 

Kristus masih sedikit 

jumlahnya. 

Sesungguhnya, Polikarpus 

yaitu  murid dari salah 

seorang rasul, yaitu St. 

Yohanes. Apa yang telah 

dipelajarinya dari St. 

Yohanes diajarkannya 

kepada yang lain. 

Polikarpus menjadi 

seorang imam dan 

kemudian Uskup Smyrna 

yang sekarang yaitu  

Turki. Ia menjadi Uskup 

Smyrna untuk masa yang 

cukup lama. Jemaat 

Kristiani mengenalnya sebagai seorang gembala 

umat yang kudus serta pemberani. 

Pada masa itu, umat Kristen mengalami 

penganiayaan serta pembantaian dalam masa 

pemerintahan Kaisar Markus Aurelius. Seseorang 

mengkhianati Polikarpus dan melaporkannya kepada 

penguasa. saat  orang-orang yang hendak 

menangkapnya datang, Polikarpus terlebih dulu 

763

mengundang mereka bersantap bersamanya. 

Kemudian ia meminta mereka untuk mengijinkannya 

berdoa sejenak. Hakim berusaha memaksa Uskup 

Polikarpus menyelamatkan diri dari maut dengan 

mengutuk Yesus. “Aku telah melayani Yesus seumur 

hidupku,” jawab orang kudus itu, “dan Ia tidak 

pernah mengecewakanku. Bagaimana mungkin aku 

mengutuk Raja-ku yang rela wafat bagiku?”

Para prajurit mengikat kedua belah tangan 

St. Polikarpus dibelakang punggungnya. Kemudian 

uskup tua itu ditempatkan diatas api unggun yang 

disulut hingga berkobar-kobar. namun , api tidak 

menyakitinya sedikit pun. Salah seorang prajurit 

kemudian menikamkan sebilah pedang ke lambung 

uskup. Demikianlah, pada tahun 155, Polikarpus 

wafat sebagai martir. Ia pergi untuk tinggal selama-

lamanya bersama Majikan Ilahi yang telah 

dilayaninya dengan gagah berani.  Perayaan 

memperingatinya setiap 23 Februari. 

Polikarpus (75-155), uskup dan martir di 

Smyrna Turki; P: 23 Februari

“Selama  delapanpuluh  enam tahun  aku  melayani  Yesus 

Kristus  dan  tidak  pernah  Ia  meninggalkan  aku.”  ~  St.  

Polikarpus

POLYEUKTOS (abad ke-4)

Menjadi Kristen sebab  mendapat suatu 

penglihatan dan ajakan temannya yang bernama 

Nearkos. Perwira Romawi ini tidak mau 

meninggalkan imannya, meskipun dibujuk oleh 

istrinya dan iparnya, yaitu gubernur Felix. Ia di 

hormati sebagai santo pelindung orang yang 

mengangkat sumpah.

P: 13 Februari

764

SANTO PAUS PONTIANUS († 235) dan 

SANTO HIPPOLITUS

Maximinus menjadi kaisar Roma pada tahun 

235. Begitu naik tahta, ia mulai melakukan 

penganiayaan terhadap orang-orang Kristen. Salah 

satu hukuman yang paling sering dijatuhkan pada 

para uskup dan imam yaitu  pembuangan ke 

daerah-daerah pertambangan yang berbahaya dan 

tidak sehat di Sardinia, Italia. Penganiayaan inilah 

yang mempertemukan kedua martir yang pestanya 

kita rayakan pada hari ini.

St. Pontianus diangkat sebagai paus sesudah  

wafatnya Urbanus I pada tahun 230. saat  

Maximinus menjadi 

kaisar, Pontianus 

melayani Gereja 

dengan 

penderitaannya di 

tambang-tambang 

Sardinia. St. Hippolitus 

yaitu  seorang imam 

dan sarjana gereja di 

Roma. Ia menulis 

banyak karya-karya 

mengagumkan 

mengenai teologi. Ia juga seorang guru yang hebat 

pula. Hippolitus merasa kecewa dengan Paus St. 

Zephyrinus, yang wafat sebagai martir pada tahun 

217. Hippolitus merasa bahwa paus kurang cepat 

tanggap dalam mencegah orang-orang mengajarkan 

ajaran-ajaran sesat. Pengganti St. Zephyrinus 

yaitu  St. Kalistus I. Hippolitus kurang setuju 

dengan paus yang baru ini. Hippolitus sendiri 

765

memiliki  sejumlah besar pengikut. Para 

pengikutnya mendesaknya agar ia mau diangkat 

sebagai paus. Hippolitus setuju. Ia memutuskan 

hubungan dengan Gereja dan menjadi paus 

tandingan. saat  penganiayaan dimulai, ia 

ditangkap dan dikirim ke Sardinia. Di sana, dalam 

keadaan sengsara, saat  para musuh umat Kristiani 

tertawan, suatu karya penyembuhan yang ajaib 

terjadi.

Paus Pontianus dan Hippolitus saling bertemu 

di pembuangan. Hippolitus tersentuh dengan 

semangat kerendahan hati paus. Ia mohon 

diperbolehkan kembali dalam pelukan Gereja; 

segera ia merasakan segala amarah dan kecewanya 

diambil dari hatinya. Paus Pontianus dapat 

memahami sang imam dan mengasihinya. Bapa Suci 

tahu bahwa mereka perlu saling membantu serta 

menguatkan dalam kasih Yesus. Kedua orang kudus 

ini  wafat sebagai martir dan untuk selamanya 

dikenang sebagai saksi pengampunan dan 

pengharapan Kristiani. Santo Pontianus diperingati 

setiap tanggal 13 Agustus.

PORFIRIOS († 310)

Pelayan berusia 18 tahun ini ketahuan 

beragama Kristen saat  minta boleh menguburkan 

mayat-mayat para martir di Sesarea (Palestina). 

Akibatnya, ia disiksa dengan kejam dan dikubur 

hidup-hidup bersama orang Kristen lain.

A: merah ungu; P: 16 Februari

SANTO PORKARIUS dkk († 732)

Pada abad kelima, suatu biara besar bagi 

para biarawan didirikan di pesisir Provence yang 

766

sekarang berada di selatan Perancis. Biara itu 

disebut Biara Lerins. Biara ini penuh dengan banyak 

biarawan kudus. Pada abad kedelapan, komunitas 

Lerins terdiri dari para biarawan, novis, murid dan 

pemuda yang tertarik untuk menjadi biarawan. 

Seluruhnya berjumlah lebih dari limaratus orang.

Sekitar tahun 732, Abbas Porkarius mendapat 

semacam wahyu atau nubuat. Tak lama lagi biara 

akan diserang oleh para penyerang barbar. Abbas 

Porkarius menaikkan segenap murid dan tigapuluh 

enam biarawan yang lebih muda dalam kapal. Lalu 

ia menyuruh mereka segera berlayar agar selamat. 

sebab  tak ada lagi kapal yang tersisa, ia 

mengumpulkan semua anggota komunitas yang 

masih tersisa sekelilingnya. Tak seorang pun 

mengeluh sebab  tertinggal. Sebaliknya, mereka 

berdoa bersama memohon kekuatan. Mereka 

memohon kepada Tuhan karunia untuk mengampuni 

musuh mereka. Segera kaum Saracens dari Spanyol 

atau Afrika Utara mendaratkan kapal-kapal mereka 

dan menyerang para biarawan, seperti yang telah 

dinubuatkan sang abbas. Para biar