Korvey (Jerman) dan
mencurahkan perhatiannya untuk menulis berbagai
artikel mengenai ekaristi dan Santa Maria, yang
berpengaruh besar.
P: 26 April
SANTO PATERNUS (480-565)
Mendirikan biara di tempat sepi (Perancis)
dan menjadi rasul rakyat di pedalaman. Ia dihormati
sebagai santo pelindung orang yang terkena gigitan
ular dan orang sakit lumpuh.
A: ayah (L); P: 16 April
SANTO PATRICK (385-461)
Santo Patrick dilahirkan pada abad ke lima di
Inggris. Orangtuanya yaitu orang Romawi. saat
Patrick berusia enambelas tahun, ia diculik oleh para
bajak laut dan dibawa ke Irlandia. Di sana, ia dijual
sebagai budak belian. Majikannya menyuruh Patrick
untuk menjaga kawanan ternaknya di pegunungan.
Patrick hanya mendapatkan sedikit makanan dan
722
pakaian. Namun demikian, ia memelihara kawanan
ternaknya itu dengan baik, dalam hujan, badai
maupun salju. Patrick
merasa amat kesepian
seorang diri di
pegunungan, seringkali ia
datang untuk berbicara
kepada Yesus dan Bunda
Maria dalam doa. Hidup
terasa berat dan tidak adil
baginya. Semakin lama
semakin bertambah
kuatlah kepercayaan
Patrick kepada Tuhan.
Kemudian, saat ia
berhasil melarikan diri dari
Irlandia, Patrick belajar
untuk menjadi seorang
imam. Ia senantiasa merasa bahwa ia harus kembali
ke Irlandia untuk membawa bangsa kafir itu kepada
Kristus. Pada akhirnya, keinginannya itu terkabul. Ia
menjadi imam dan kemudian diangkat menjadi
uskup. Waktu itu, yaitu saat St. Selestin I
memangku jabatan paus, Patrick kembali ke
Irlandia. Betapa bahagianya Patrick dapat
mewartakan Kabar Gembira Allah yang benar
kepada orang-orang yang dahulu
memperlakukannya sebagai budak.
Sejak dari awal, Patrick harus mengalami
banyak penderitaan. Sanak saudara serta para
temannya menghendaki agar ia berhenti
mewartakan Injil sebelum bangsa kafir Irlandia
membunuhnya. namun , orang kudus itu tetap saja
berkhotbah tentang Yesus. Ia berkeliling dari satu
desa ke desa yang lain. Ia jarang beristirahat dan
melakukan banyak mati raga demi orang-orang yang
723
amat dikasihinya itu. Sebelum ia wafat, seluruh
bangsa Irlandia telah menjadi orang-orang Kristen.
Meskipun ia berhasil dengan gemilang, St. Patrick
tidak pernah merasa bangga atau pun sombong. Ia
menyebut dirinya sendiri sebagai pendosa dan
menyampaikan segala puji-pujian yang diterimanya
kepada Tuhan. Patrick wafat pada tahun 461.
L: seekor ular dan ‘shamrock’, yaitu semanggi
yang berdaun empat (lambang Nasional
Irlandia); P: 17 Maret
PAULA (347-404)
Sudah menjadi janda dan memiliki lima
anak pada usia 31 tahun. Putri bangsawan Romawi
ini tergerak oleh ajakan Santa Marcella untuk
bergabung dalam kelompok wanita dibimbing oleh
Santo Hieronimus. Tahun 385 ia bersama puterinya,
Santa Eustokium, pindah ke Bethlehem dan
kemudian menjadi pemimpin suatu biara dengan
komunitas-komunitas untuk wanita dan untuk pria.
Paula mengurus rumah tangga Santo Hieronimus
dan tidak jarang mengeluh tentang kebiasaan-
kebiasaan orang kudus dan terpelajar itu. Ia juga
belajar bahasa Ibrani, susaha dapat menyanyikan
mazmur dalam bahasa asli. Walaupundiperingatkan
oleh Hieronimus agar tidak terlalu mudah
membagikan kekayaannya, namun ia tak dapat
dikendalikan (seperti juga dalam hal bermatiraga),
sehingga tatkala meninggal ia mewariskan hutang
yang besar. Jenasahnya dimakamkan dalam Gereja
Kelahiran Jesus di Bethlehem.
P: 26 Januari
PAULINA (abad ke-3)
724
Mati sebagai saksi iman di Roma bersama
dengan suaminya Hadrian, anaknya Neon dan Maria
beserta orang-orang Kristen lain. Kuburnya
ditemukan kembali tahun 1932.
P: 2 Desember
SANTO PAULINUS dari NOLA (353-431)
St. Paulinus dilahirkan sekitar tahun 353 di
Bordeaux, Perancis. Ayahnya seorang gubernur dan
seorang tuan tanah
yang kaya-raya.
Paulinus mendapat
pendidikan yang
baik. Ia menjadi
seorang pengacara
dan seorang
penyair. Ia
bepergian ke
seluruh Perancis,
Spanyol dan Italia,
kemana saja
pekerjaan atau
kesenangan
membawanya. Pada tahun 381, pada usia duapuluh
delapan tahun, ia menjadi Gubernur Campania,
Italia.
saat ia berumur tigapuluh enam tahun,
Paulinus menjadi Katolik. Ia dan isterinya, Theresia,
memiliki seorang anak, seorang putera. saat
putera mereka meninggal, mereka membagikan
seluruh harta kekayaan mereka kepada orang-orang
miskin. Mereka menyisakan hanya yang mereka
perlukan untuk bertahan hidup. Paulinus dan
Theresia sepakat bahwa mereka akan hidup
sederhana. Pasangan ini berdoa dan
725
bermatiraga. Mereka juga memilih untuk
mengucapkan kaul kemurnian guna menyatakan
cinta mereka kepada Yesus. Paulinus dan isterinya
amat dihormati oleh warga Kristen. Mereka
sungguh gembira saat akhirnya Paulinus
memutuskan menjadi seorang imam pada tahun
394. Ia dan Theresia kemudian membentuk suatu
komunitas kecil para biarawan di Nola, Italia. Mereka
membuka tempat penampungan bagi mereka yang
miskin dan para peziarah juga.
Paulinus dan Theresia memutuskan untuk
tinggal di Nola. Paulinus ingin tinggal dekat tempat
ziarah salah seorang santo favoritnya, St. Felix dari
Nola. St. Felix yaitu seorang imam dan uskup yang
wafat pada tahun 260. Ia menjadi pembela umatnya
semasa penganiayaan yang kejam oleh Kaisar
Decius. Uskup Felix terkenal sebab ketekunannya
dalam doa, kasihnya bagi orang banyak, dan cara
hidupnya yang miskin. Seabad kemudian, Paulinus
mohon bantuan doanya dan menulis tentang dia.
Paulinus merasakan keyakinannya bertambah
dengan bantuan St. Felix. Kesamaan apa gerangan
yang dimiliki mantan Gubernur Romawi ini dengan
St. Felix? Lebih dari yang dapat diperkirakan St.
Paulinus sendiri. Pada tahun 409, ia dipilih menjadi
Uskup Nola. Umat merasa sangat gembira. Ia
seorang yang bijaksana, seorang uskup yang lemah
lembut, sama seperti St. Felix. St. Paulinus dipuji
banyak orang kudus yang hidup pada jamannya, St.
Ambrosius, St. Agustinus, St. Hieronimus, St.
Martinus dari Tours dan lain-lain. Walaupun sebagian
dari tulisannya yang berharga hilang, tigapuluh dua
syair dan limapuluh satu suratnya masih dapat
diselamatkan. St. Paulinus menjabat Uskup Nola
hingga akhir hayatnya pada tahun 431.
P: 22 Juni
726
“Dengan segenap hati aku berdoa demi harapan akan
surga, sebab harapan dan iman jauh lebih bernilai
dibandingkan segala kekayaan dunia ini.” ~ Santo Paulinus dari
Nola
PAULINUS (750-802)
Ia dipanggil ke istana Kaisar Karolus Agung
dan diangkat menjadi uskup Aquileia )Italia). Uskup
berkebangsaan Inggeris yang pandai ini ikut secara
aktif dalam sinode-sinode para uskup. Ia mengutus
banyak misionaris dan mengutuk pembaptisan atas
orang-orang yang tidak mau atau belum mengerti
iman Kristen. Paulinus dengan gigih melawan
bidaah, di samping rajin menggubah sajak, serta
lagu gerejani.
P: 9 Februari
PAULUS († 351)
Baru dua tahun menjadi uskup
Konstantinopel ia telah dibuang, sebab tidak mau
mengikuti bidaah Arius. Namun ia diminta pulang
oleh rakyat, meskipun menimbulkan huru-hara di
jalan-jalan ibu kota, sampai seorang komandan
terbunuh. Akibatnya, Paulus dibuang lagi dan
dipanggil pulang lagi, sampai akhirnya mati dicekik
oleh penganut-penganut bidaah Arianisme.
SANTO PAULUS CHONG HASANG
St. Paulus Chong Hasang yaitu seorang
awam dan St. Andreas Kim Taegon yaitu seorang
imam. Kedua martir ini mewakili 113 umat Katolik
yang wafat sebagai martir sebab iman mereka di
727
Korea. Mereka dinyatakan kudus oleh Paus Yohanes
Paulus II pada saat paus mengunjungi Korea pada
tahun 1984.
Ajaran Kristen menyebar ke Korea pada abad
ketujuhbelas melalui pewartaan kaum awam. Umat
yang percaya memilihara
iman mereka dengan Sabda
Tuhan. Mereka bertumbuh
serta berkembang secara
diam-diam. Kemudian imam-
imam misionaris datang dari
Perancis. Umat Korea
diperkenalkan kepada
Sakramen Gereja. Mereka
mengalami penganiayaan dari
pemerintah yang pasang
surut sepanjang abad
kesembilanbelas. Seratus tiga
umat Korea wafat sebagai
martir antara tahun 1839
hingga tahun 1867. Sepuluh orang anggota Serikat
Misi Asing dari Paris juga wafat sebagai martir, yaitu
tiga orang uskup beserta tujuh orang imam.
Sehingga jumlah mereka seluruhnya yang wafat
sebagai martir yaitu 113 orang.
St. Andreas Kim
Taegon dan St. Paulus
Chong Hasang mewakili
kemuliaan serta
keberanian umat Katolik
Korea yang telah
membayar mahal cinta
mereka kepada Kristus.
St. Andreas Kim Taegon
yaitu imam pertama
Korea. Ia wafat sebagai
728
martir pada tanggal 16 September 1846, hanya satu
tahun sesudah ditahbiskan. Ayah St. Andreas Kim
telah mendahuluinya menjadi martir pada tahun
1821. St. Paulus Chong Hasang yaitu seorang
katekis awam yang pemberani. Ia wafat sebagai
martir pada tanggal 22 September 1846. Sekarang
Gereja berkembang pesat di Korea. Karunia iman
diterima sebab kurban persembahan para martir
telah menjadi pembuka jalan.
“Kita telah menerima Sakramen Baptis, masuk dalam
pelukan Gereja, serta menerima kehormatan disebut
sebagai umat Kristiani. namun , apa gunanya semua itu jika
kita hanya Kristen dalam nama dan tidak dalam
kenyataan?” St. Andreas Kim
SANTO PAULUS MIKI SJ († 5 Februari
1597)
Keduapuluh enam martir ini kadang-kadang
disebut juga para martir Nagasaki atau para martir
Jepang. St. Fransiskus
Xaverius mewartakan Kabar
Gembira ke Jepang pada
tahun 1549. Banyak orang
menerima Sabda Tuhan dan
dibaptis oleh St. Fransiskus
sendiri. Meskipun Fransiskus
kemudian melanjutkan
perjalanannya dan pada
akhirnya wafat dekat pantai
Cina, iman Kristiani tumbuh
di Jepang. Pada tahun 1587
ada lebih dari duaratus
ribu orang Katolik di sana.
Para misionaris dari berbagai ordo religius juga ada
729
di sana. Para imam Jepang, biarawan-biarawati serta
umat awam hidup dalam iman dengan penuh
sukacita.
Pada tahun 1597, limapuluh lima tahun
sesudah kedatangan St. Fransiskus Xaverius, seorang
penguasa Jepang yang amat berpengaruh,
Hideyoshi, mendengar hasutan seorang pedagang
Spanyol. Pedagang itu membisikkan bahwa para
misionaris yaitu pengkhianat bangsa Jepang. Ia
menambahkan bahwa para pengkhianat itu akan
mengakibatkan Jepang dikuasai oleh Spanyol dan
Portugis. Hasutan itu tidak benar dan tidak masuk
akal. namun , Hideyoshi menanggapinya dengan
berlebihan, sehingga keduapuluh enam orang itu
ditangkap. Kelompok ini terdiri dari enam
orang biarawan Fransiskan dari Spanyol, Meksiko
dan India; tiga orang katekis Yesuit Jepang,
termasuk St. Paulus Miki; dan tujuhbelas Katolik
awam Jepang, termasuk anak-anak.
Keduapuluh enam orang itu dibawa ke
tempat pelaksanaan hukuman mati di luar kota
Nagasaki. Mereka diikatkan pada salib masing-
masing dengan rantai dan tali dan belenggu besi
dipasang disekeliling leher mereka. Masing-masing
salib kemudian dikerek dan kaki salib ditancapkan ke
sebuah lubang yang telah digali. Tombak ditikamkan
kepada masing-masing korban. Mereka wafat pada
saat yang hampir bersamaan. Pakaian-pakaian
mereka yang ternoda oleh darah disimpan sebagai
reliqui yang berharga oleh komunitas Kristiani dan
mukjizat-mukjizat terjadi melalui bantuan doa
mereka.
Setiap martir yaitu suatu persembahan bagi
Gereja. St. Paulus Miki, seorang katekis Yesuit,
yaitu seorang pengkhotbah yang ulung. Khotbah
terakhirnya yang gagah berani disampaikannya dari
730
atas salib sementara ia memberi semangat umat
Kristiani lainnya agar tetap setia sampai mati.
Peristiwa itu terjadi pada tanggal 5 Februari 1597.
St. Paulus Miki dan kawan-kawannya dinyatakan
kudus pada tahun 1862 oleh Paus Gregorius XVI.
Perayaan setiap 6 Februari.
SANTO PAULUS PERTAPA (229-15 Januari
342)
saat Santo Paulus wafat dalam usianya
yang ke seratus tigabelas tahun, tentunya banyak
pengalaman hidup yang
telah dilaluinya. Pastilah
ia merasakan sukacita
dan damai luar biasa saat
kematiannya. Inilah
sebabnya: Paulus
dilahirkan dalam sebuah
keluarga Kristen pada
tahun 229. Mereka
tinggal di Thebes, Mesir.
Dengan cara hidup
mereka, orangtuanya
menunjukkan kepada
Paulus bagaimana
mencintai Tuhan dan sujud menyembah kepada-Nya
dengan segenap hati. Tentulah Paulus merasa
sangat sedih kehilangan kedua orangtuanya saat
usianya baru lima belas tahun. Beberapa tahun
kemudian, pada tahun 250, Kaisar Desius mulai
melakukan penganiayaan yang kejam terhadap
Gereja. Paulus bersembunyi di rumah seorang
sahabat, namun ia merasa tidak aman. Kakak iparnya
mengincar harta warisannya. Sewaktu-waktu dapat
saja saudaranya itu mengkhianatinya serta
731
melaporkannya kepada penguasa. Jadi, Paulus
melarikan diri ke padang gurun. Ia menemukan gua
dengan sebuah pohon palma dan mata air segar di
dekatnya. Di sanalah ia menetap. Ia menjalin dahan-
dahan palma dan dijadikannya pakaiannya. Ia
makan buah-buahan dan minum air segar.
Paulus bermaksud untuk tinggal di sana
hanya sementara waktu saja hingga masa
penganiayaan berakhir. Namun demikian, pada saat
masa ini sudah lewat, ia telah jatuh hati
dengan hidup doa. Ia merasa begitu dekat dengan
Tuhan. Bagaimana ia dapat melepaskannya? Paulus
memutuskan untuk tinggal di padang gurun dan
tidak pernah kembali lagi pada pola hidupnya yang
mewah. Sebaliknya, ia akan melewatkan sepanjang
hidupnya dengan berdoa bagi kepentingan semua
orang dan melakukan silih bagi dosa. Ada
seorang pertapa kudus lainnya pada masa itu,
namanya Antonius. Antonius beranggapan bahwa
hanya ia sendirilah yang bertapa. Tuhan
menunjukkan Paulus kepadanya dalam suatu mimpi
dan dan menyuruh Antonius untuk pergi
mengunjunginya. Paulus sangat gembira bertemu
dengan Antonius, sebab ia tahu bahwa ajal akan
datang menjemputnya beberapa hari lagi. Antonius
merasa sedih sebab ia tidak ingin kehilangan
sahabat barunya demikian cepat. namun , seperti
telah diramalkan sendiri olehnya, Paulus wafat pada
tanggal 15 Januari tahun 342. Antonius
menguburkannya dengan jubah yang dulunya yaitu
milik St. Atanasius. Lalu, Antonius membawa pulang
serta menyimpan baik-baik baju dari dahan-dahan
pohon palma yang biasa dikenakan Paulus. Tak
pernah ia melupakan sahabatnya yang
mengagumkan itu.
L: pertapa dengan daun palma, burung gagak
dan dua singa; P: 15 Januari
732
SANTO PAULUS RASUL († 67)
Paulus yaitu rasul besar yang dulunya
menganiaya umat Kristen. Kemudian ia bertobat.
Kita merayakan pesta
bertobatnya St. Paulus pada
tanggal 25 Januari. Pada
saat pertobatannya, Yesus
mengatakan: “Aku akan
menunjukkan kepadanya
betapa banyak penderitaan
yang harus ia tanggung oleh
sebab nama-Ku.” St. Paulus
sungguh amat sangat
mengasihi Yesus, buktinya,
ia menjadi duplikat hidup
Juruselamat kita. Sepanjang
hidupnya, dalam sekian
banyak perjalanan misinya,
St. Paulus menghadapi
berbagai macam tantangan
dan bahaya. Ia didera,
dilempari batu, kapalnya
karam, tersesat di laut. Kerap kali dan berulang kali
ia kelaparan, haus dan kedinginan. Namun demikian,
ia senantiasa teguh percaya pada Tuhan. Tak pernah
jera ia berkhotbah. “Cinta Yesus mendorong aku,”
demikian katanya. Sebagai ganjaran, Tuhan
memberinya penghiburan dan sukacita berlimpah
dalam menanggung penderitaannya.
Kita dapat membaca kisah petualangannya
yang mengagumkan demi Kristus dalam kitab Kisah
Para Rasul yang ditulis oleh St. Lukas, dimulai pada
bab sembilan. namun , kisah yang ditulis St. Lukas
berakhir saat Paulus tiba di Roma. Ia berada dalam
tahanan rumah, menunggu diadili oleh Kaisar Nero.
Seorang penulis Kristen terkenal dari jaman Gereja
733
Purba, Tertullian, mengisahkan bahwa Paulus
dibebaskan sesudah pengadilannya yang pertama.
namun kemudian, ia dijebloskan kembali dalam
penjara. Kali ini, ia dijatuhi hukuman mati. Ia wafat
sekitar tahun 67, pada masa penganiayaan yang
dahsyat terhadap umat Kristen dalam pemerintahan
Kaisar Nero. Paulus menyebut dirinya sebagai rasul
orang-orang non-Yahudi. Ia mewartakaan Injil
kepada orang-orang bukan Yahudi. Hal ini
menjadikannya terkenal di seluruh dunia. Oleh
sebab Paulus, kita juga, menerima iman Kristen.
Paulus atau Saulus († 67), Rasul kaum non-
Yahudi dan martir; lahir di Tarsus (Turki Timur)
dan meninggal di Roma; A: yang kecil; B:
Pablo, Paolo, Paul (♂); Paula, Paola, Paulina
(♀); L: pedang dan artikel ; P: 29 juni bersama
Santo Petrus
SANTO PAULUS dari SALIB (1694-1775)
Paulus Danei dari Ovada, Italia, dilahirkan
dalam sebuah keluarga pedagang pada tahun 1694.
Ia seorang Kristen yang baik
serta saleh. saat usianya
sembilan belas tahun, Paulus
memutuskan untuk menjadi
seorang tentara. Setahun
kemudian ia meninggalkan
dinas kemiliteran. Pada musim
panas tahun 1720, Paulus
memperoleh suatu
pengalaman rohani. Ia
memperoleh tiga penglihatan
untuk membentuk suatu ordo
religius baru. Paulus tidak
dapat membayangkan apa
yang bakal terjadi, jadi ia pergi kepada Bapa Uskup
734
untuk mohon bimbingan. Bapa Uskup mempelajari
masalahnya dan percaya bahwa penglihatan
ini yaitu benar. Ia mengatakan kepada
Paulus untuk terus maju dengan panggilan
khususnya. Ia patut melakukan apa yang
diperintahkan kepadanya melalui penglihatan-
penglihatan ini .
Paulus melewatkan empatpuluh hari lamanya
untuk berdoa dan bermatiraga. Selama waktu itu ia
menuliskan regula yang akan menjadi dasar
hidupnya serta para pengikut kongregasinya yang
baru. Yohanes, saudara Paulus, dan dua orang muda
lain ikut bergabung dengannya. Paulus dan Yohanes
ditahbiskan sebagai imam oleh Paus Benediktus XIII
pada tahun 1727. Sepuluh tahun kemudian, Biara
Passionis (CP = Kongregasi Biarawan Passionis)
yang pertama berdiri. Paus Klemens XIV menyetujui
ordo baru ini . Ia juga menyetujui regula biara
selang beberapa waktu kemudian. Disamping ketiga
kaul kekal, yaitu: kemiskinan, kemurnian dan
ketaatan, Paulus dari Salib menambahkan kaul
keempat, yaitu: devosi kepada Sengsara Kristus.
Pada tahun 1747, Passionis telah memiliki tiga biara.
Mereka berkhotbah serta memberikan retret dan
bimbingan rohani kepada umat di seluruh Italia.
saat ia wafat pada tahun 1775, Paulus dari Salib
sedang mulai membentuk Kongregasi Biarawati
Passionis. Ia dinyatakan kudus oleh Paus Pius IX
pada tahun 1867.
P: 19 Oktober
PEDRO ARMENGOL (1238-1304)
Profesinya yaitu perampok. Namun tiba-tiba
ia bertobat dankemudian masuk biara. Pedro
menawarkan diri sebagai sandera untuk ditukar
735
dengan 18 anak Kristen yang ditahan orang Islam di
Aljazair. sebab giat merasul di kawasan Islam ini ia
dihukum mati; akan namun secara ajaib Pedro
terbebas dari maut.
P: 1 September
PEDRO SANZ OP (1680-1747)
Misionaris yang bekerja giat dan sangat
sukses di Fukien (Tiongkok) ini ditangkap dan
dipenggal bersama Pater Fransisco Serrano, Joaquin
Royo, Yuan de Alcober dan Fransisco Diaz.
P: 3 Juni
PELAGIA († 304)
Gadis berusia 15 tahun dari Antiokia (Siria)
ini merelakan diri ditangkap tentara dan diseret ke
pengadilan. Namun ia minta sedikit waktu untuk
bertukar pakaian. Kemudian Pelagia naik keatas
bubungan atap dan menjatuhkan diri sebab takut
diperkosa di dalam penjara.
P: 9 Juni
SANTO PELAGIUS atau PELAYO (912-925)
Bocah martir dari Spanyol ini hidup pada
masa saat bangsa Moor berkuasa atas sebagian
tanah airnya. Bangsa Moor memusuhi umat Kristiani
Spanyol. Pelagius baru berusia sepuluh tahun saat
pamannya harus meninggalkannya sebagai tawanan
bangsa Moor di kota Cordova. Ia tidak akan
dibebaskan sebelum pamannya menyerahkan apa
yang dikehendaki bangsa Moor.
Tiga tahun berlalu dan remaja belia Kristen
ini masih seorang tawanan. Sekarang, ia telah
736
menjadi seorang remaja tigabelas tahun yang
tampan penuh semangat hidup. Walau banyak
teman tawanan lainnya yaitu orang-orang dewasa
yang bertabiat buruk, Pelagius tidak meniru tabiat
mereka. Meski muda, ia memiliki kehendak yang
kuat dan tahu bagaimana memelihara diri sebagai
seorang yang baik.
Penguasa bangsa Moor mendengar juga
berita-berita baik mengenai Pelagius. Ia memanggil
remaja itu. Pelagius memang tampan dan tahu
sopan santun. Penguasa Moor jatuh hati dan hendak
membebaskannya dari penjara. Bagaimanapun, ia
hanyalah seorang anak. Kepada Pelagius ditawarkan
kebebasan, juga pakaian-pakaian indah untuk
dikenakannya. Dan bukan hanya itu saja, kepadanya
juga akan dihadiahkan kuda-kuda gagah dan
sejumlah uang. Semua itu akan menjadi miliknya
jika ia bersedia mengingkari iman dan menjadi
seorang Muslim seperti para penawannya.
“Semua yang kalian sebut itu tak ada artinya
bagiku,” kata anak itu tegas. “Aku seorang Kristiani
sejak dahulu. Aku seorang Kristiani sekarang. Aku
737
akan tetap menjadi seorang Kristiani.” Penguasa itu
terperanjat. Ia mengubah taktiknya. Bukannya janji-
janji, sekarang ia melontarkan ancaman-ancaman,
namun semuanya sia-sia belaka. Pelagius yang
berusia tigabelas tahun wafat sebagai seorang
martir pada tahun 925.
P: 26 Juni
PELEUS, NILOS, PARTERMUTIOS dan ELIAS
(† 310)
Dua uskup (Peleus dan Nilos) dan dua orang
awam itu ditangkap di Mesir dan dibuang ke tempat
pertambangan di Palestina. sebab tetap setia pada
iman Kristen, bahkan berani beribadat, mereka
dibakar hidup-hidup.
P: 19 September
PEMBANTU DALAM KESUKARAN (HOLLY
HELPERS IN NEED)
Empat belas orang kudus yang lazimnya
secara khusus dimintai pertolongannya dalam
beraneka kesulitan ialah:
Santo Akatios > dalam sakratul maut
Santo Egidius > terhadap penyakit
ternak
Santa Barbara > pelindung para
tahanan dan susaha mati dalam keadaan baik
Santo Blasius > sakit tenggorokan
Santo Kristoforus > terhadap kecelakaan
lalu lintas
Santo Siriakus > terhadap godaan
setan waktu sakratul maut
738
Santo Dionisius dari Paris > terhadap skrupel
dan kegelisahan hati
Santo Erasmus > terhadap bahaya di
laut
Santo Eustakius > terhadap wabah pes
dan kelaparan
Santo Georgius > dalam ketakutan
Santa Katarina dari Alexandria > dalam
kesulitan belajar
Santa Margareta dari Antiokia († 307; P: 20
Juli) > terhadap godaan nafsu
Santo Pantaleon > terhadap macam-
macam penyakit, dan santo pelindung para
dokter
Santo Vitus > terhadap penyakit
epilepsy
P: 11 Mei
SANTA PERPETUA dan SANTA FELISITAS (†
202)
Perpetua dan Felisitas hidup di Kartago,
Afrika Utara, pada abad ketiga. Pada masa itu terjadi
penganiayaan yang hebat atas orang-orang Kristen
oleh Kaisar Septimus Severus. Perpetua yang
berusia duapuluh dua tahun yaitu puteri seorang
bangsawan kaya. Semenjak kecilnya ia selalu
mendapatkan apa saja yang ia inginkan. namun ia
sadar bahwa ia mengasihi Yesus dan iman
Kristianinya jauh lebih berharga dari apa pun yang
dapat ditawarkan oleh dunia. Oleh sebab imannya
itulah ia menjadi seorang tahanan yang siap
menghadapi hukuman mati.
739
Ayah Perpetua yaitu seorang kafir. Ia
melakukan segala daya usaha untuk membujuk
puterinya agar mengingkari iman Kristianinya. Ia
berusaha meyakinkan Perpetua akan betapa
pentingnya menyelamatkan nyawanya. namun ,
Perpetua tetap pada pendiriannya, meskipun ia tahu
bahwa ia harus meninggalkan suami serta bayinya.
Felisitas, pelayan
Perpetua yang
Kristen, yaitu
seorang budak. Ia
dan Perpetua
bersahabat. Mereka
saling berbagi iman
dan cinta akan
Yesus. Felisitas juga
rela kehilangan
nyawanya bagi
Yesus dan bagi
imannya. Oleh sebab
itu ia juga menjadi
seorang tahanan yang siap menghadapi hukuman
mati.
Felisitas yaitu seorang isteri. saat sedang
di penjara sebab imannya, ia juga menjadi seorang
ibu muda pula. Bayinya diangkat anak oleh seorang
wanita Kristen yang baik. Felisitas amat bahagia
sebab sekarang ia dapat pergi sebagai martir.
Bergandengan tangan, Perpetua dan Felisitas
menghadapi kemartiran mereka dengan gagah
berani. Mereka dijadikan mangsa binatang-binatang
buas dan kemudian dipenggal kepalanya. Mereka
berdua wafat sekitar tahun 202.
A: Perpetua = yang selamanya; P: 7 Maret
740
PETER (750)
yaitu uskup Damsyik yang dibutakan dan
dipenggal oleh orang Arab, sebab dalam kotbahnya
menentang ajaran Mohammad.
P: 4 Oktober
PETER NANGAXI (11 tahun), PETER SANGA (3
tahun) dan PETER KIHIMAN (7 tahun) di penggal
bersama orang tua mereka di Nagasaki Jepang pada
tanggal 10 dan 11 September 1622.
P: 10 September
PETROS BALSAMOS († 310)
Remaja Yudea (Palestina) ini dibujuk oleh
hakim susaha murtad, mengingat umurnya yang
masih muda serta ketampanannya. namun Petrus
menolak, sehingga hakim memerintahkan
pembakaran hidup-hidup.
P: 11 Januari
PETRUS
A: batu karang (Y); bentuk-bentuk lain nama
ini untuk pria yaitu : Pedro, Peter, Petros, Piero,
Pierre, Pietre, Pit; untuk wanita yaitu : Petra,
Petronella.
PETRUS ARTEMIEV (1665-1700)
yaitu seorang utusan kaisar Rusia. sebab
menjadi Katolik, ia dipenjarakan dalam suatu biara
dan diperlakukan dengan sangat kasar, sehingga
mati muda.
741
SANTO PETRUS CHANEL (1803-28 April
1841)
St. Petrus Chanel dilahirkan dekat Belley,
Perancis pada tahun 1803. Sejak berumur tujuh
tahun, ia menggembalakan
kawanan domba ayahnya.
Meskipun miskin, ia seorang
anak yang cerdas dan saleh.
Suatu hari, seorang imam
paroki yang baik hati berjumpa
dengannya. Imam begitu
terkesan padanya hingga ia
meminta ijin dari orangtuanya
agar diperbolehkan
menyediakan pendidikan bagi
Petrus. Di sekolahnya, dan
kelak di seminari, Petrus
belajar dengan tekun. saat
telah ditahbiskan sebagai imam, ia ditugaskan di
sebuah paroki di mana hanya ada sedikit umat
Katolik yang masih mengamalkan imannya. Pastor
Chanel seorang pendoa. Ia baik hati serta lemah
lembut pada setiap orang. Hanya dalam waktu tiga
tahun, terjadi perubahan besar di paroki. Banyak
orang kembali mengasihi Yesus dan Gereja-Nya
dengan segenap hati.
St. Petrus sangat ingin menjadi seorang
misionaris. Ia bergabung dengan ordo religius
Serikat Maria (Misionaris-misionaris Maria). Ia
berharap agar diutus untuk mewartakan Injil kepada
mereka yang masih belum percaya kepada Tuhan.
Beberapa tahun kemudian keinginannya terkabul. Ia
dan sekelompok misionaris Maria diutus ke
kepulauan Lautan Teduh. Pastor Chanel dan seorang
broeder ditugaskan di pulau Futuna. Di sana,
742
penduduk dengan senang hati mendengarkan
khotbah Pastor Chanel. “Orang ini mengasihi kita,”
demikian kata seorang penduduk. “Dan ia sendiri
mengamalkan apa yang ia ajarkan kepada kita.”
Sayang sekali, kepala suku Futuna menjadi iri hati
atas keberhasilan sang imam. saat puteranya
sendiri dibaptis, ia menjadi amat murka. Ia
mengirim sepasukan prajurit untuk membunuh sang
misionaris. Sementara terbaring sekarat, yang
dikatakan imam hanyalah, “Aku baik-baik saja.” St.
Petrus Chanel dibunuh pada tanggal 28 April 1841.
Tak lama sesudah kemartirannya, seluruh penduduk
pulau telah menjadi Kristen. Petrus dinyatakan
kudus oleh Paus Pius XII pada tahun 1954.
P: 28 April
SANTO PETRUS CLAVER SJ (1580-8
September 1654)
Imam Spanyol dari Serikat Yesus ini
dilahirkan pada tahun 1580. Ia dikenal sebagai
“rasul para budak”.
saat ia masih
seorang seminaris di
Serikat Yesus, ia
merasakan suatu
dorongan yang amat
kuat untuk pergi ke
Amerika Selatan
sebagai seorang
misionaris. Ia menjadi
sukarelawan dan
diutus ke pelabuhan
Cartagena (Kolumbia).
Di sana berdatangan
banyak sekali kapal
743
penuh dengan muatan para budak belian yang
didatangkan dari Afrika untuk dijual.
Melihat himpunan orang-orang malang itu
yang berjubel, sakit serta menderita, hati Petrus
tergerak oleh belas kasihan. Ia bertekad untuk
menolong mereka serta mewartakan Kabar Sukacita
kepada mereka. Begitu sebuah kapal muatan tiba,
Petrus akan segera pergi menyongsongnya dan
menjumpai ratusan budak yang sakit. Ia memberi
mereka makanan serta obat-obatan. Ia membaptis
mereka yang sekarat serta membaptis bayi-bayi. Ia
merawat yang sakit. Sungguh suatu kerja keras
sementara panas menyengat. Seorang yang pernah
satu kali menemani St. Petrus melakukan karyanya
tidak tahan menyaksikan pemandangan yang
memilukan itu. namun Petrus melakukannya selama
empat puluh tahun. Ia membaptis sekitar tiga ratus
ribu orang. Ia selalu berada di sana saat kapal-
kapalm itu datang. Ia mencurahkan perhatian serta
kasih sayangnya kepada mereka yang diperlakukan
secara tidak adil oleh warga .
Meskipun majikan para budak itu berusaha
mencegahnya, Pastor Claver tetap saja mengajarkan
iman kepada para budak belian itu. Suatu pekerjaan
yang lamban serta mengecilkan hati. Banyak orang
mencelanya dengan mengatakan bahwa segala yang
ia lakukan itu hanya sia-sia belaka. Menurut mereka,
para budak itu tidak akan pernah memiliki iman.
namun St. Petrus seorang yang amat sabar dan ia
percaya bahwa Tuhan memberkati para budak
ini . Ia malahan juga pergi mengunjungi para
budak itu sesudah mereka meninggalkan Cartagena.
Pastor Claver tidak pernah lelah mendesak majikan
para budak itu untuk memperhatikan jiwa-jiwa para
budak mereka sementara mereka sendiri perlu
menjadi umat Kristiani yang lebih baik.
744
Empat tahun terakhir dalam hidupnya, Pastor
Claver menderita sakit yang demikian hebat hingga
ia harus tinggal terus dalam kamarnya. Ia bahkan
tidak dapat merayakan Misa. Sebagian besar orang
telah melupakannya, namun Pastor Claver tidak
pernah mengeluh. Kemudian, tiba-tiba saja , pada
saat wafatnya pada tanggal 8 September 1654,
sekonyong-konyong seluruh kota terjaga. Mereka
segera sadar bahwa mereka telah kehilangan
seorang kudus. Sejak saat itu, ia tidak pernah lagi
dilupakan. St. Petrus Claver dinyatakan kudus pada
tahun 1888 oleh Paus Leo XIII.
L: imam sedang menolong orang-orang Negro;
P: 9 September
SANTO PETRUS DAMIANUS (1007-1072)
St. Petrus Damianus dilahirkan pada tahun
1007 dan menjadi yatim piatu sejak masih kanak-
kanak. Ia diasuh oleh
seorang kakaknya yang
menganiaya serta
membiarkannya kelaparan.
Seorang kakaknya yang
lain, Damianus,
mengetahui keadaannya
yang sebenarnya. Ia
membawa Petrus pulang ke
rumahnya. Sejak saat
itulah hidup Petrus berubah
sepenuhnya. Ia
diperlakukan dengan penuh
cinta, kasih sayang serta
perhatian. Begitu
bersyukurnya Petrus hingga
kelak saat ia menjadi
745
seorang religius, ia memilih nama Damianus sebagai
ungkapan kasih sayang kepada kakaknya. Damianus
mendidik Petrus serta memberinya semangat dalam
belajar. Petrus kemudian mengajar di perguruan
tinggi saat usianya baru duapuluh tahunan. Ia
menjadi seorang guru yang hebat. namun Tuhan
membimbingnya ke jalan yang tidak pernah
terpikirkan olehnya.
Petrus hidup pada masa di mana banyak
orang dalam Gereja terlalu dipengaruhi oleh tujuan-
tujuan duniawi. Petrus sadar bahwa Gereja yaitu
ilahi dan Gereja memiliki rahmat dari Yesus Kristus
untuk menyelamatkan semua orang. Ia ingin agar
Gereja bersinar dengan kemuliaan Kristus. sesudah
tujuh tahun lamanya mengajar, Petrus memutuskan
untuk menjadi seorang biarawan. Ia ingin
menghabiskan sisa hidupnya dengan berdoa serta
bermati raga. Ia akan berdoa dan melakukan silih
agar banyak orang dalam Gereja menjadi kudus.
Demikianlah ia pergi ke biara St. Romualdus. Petrus
Damianus menulis regula (=peraturan biara) bagi
para biarawan. Ia juga menulis riwayat hidup St.
Romualdus, pendiri biara mereka yang kudus. Petrus
menghasilkan banyak karya tulis dalam bidang
teologi untuk membantu umat memperdalam iman
mereka. Dua kali pemimpin biara mengirimnya ke
biara-biara tetangga. Ia membantu para biarawan
untuk memulai pembaharuan yang mendorong
mereka untuk hidup lebih dekat dengan Tuhan. Para
biarawan amat bersyukur sebab Petrus yaitu
seorang yang lembut hati serta pantas dihormati.
Petrus pada akhirnya ditarik dari biara. Ia
diangkat menjadi Uskup dan kemudian Kardinal. Ia
diutus dalam tugas-tugas yang amat penting kepada
paus sepanjang hidupnya. St. Petrus Damianus
wafat pada tahun 1072 dalam usia enampuluh lima
746
tahun. Oleh sebab ia seorang pahlawan kebenaran
dan seorang pencinta perdamaian, ia dinyatakan
sebagai Pujangga Gereja pada tahun 1828. Puisi
Dante (yang hidup dari tahun 1265 hingga 1321)
mengagumi kebesaran St. Petrus Damianus. Dalam
puisinya, “Komedi Ilahi” Dante menempatkan
Damianus dalam “surga ketujuh”. Itulah tempat bagi
orang-orang kudus yang suka merindukan atau
merenungkan Tuhan.
P: 21 Februari
PETRUS dari ALCANTRA (1499-1562)
Semasa menjadi Provinsial Fransiskan ia
memulai pembaharuan. Para biarawan dibagi-bagi
dalam kelompok kecil susaha dapat hidup secara
sederhana dan miskin sekali. Mereka tidak
bersepatu, pantang daging dan tidak minum anggur.
Kewajiban mereka yaitu banyak berdoa dan
bersamadi. Petrus mendukung usaha Santa Teresa
dari Avilla yang juga giat mengadakan pembaharuan
terhadap ordonya. Selain itu ia menulis uraian
tentang doa dan meditasi yang mengalami 200 kali
cetak ulang dan masih diterjemahkan terus hingga
kini.
L: salib dan tengkorak; P: 19 Oktober
PETRUS dari VERONA (1205-1252)
Biarawan Dominikan ini terkenal sebagai
pengkotbah dan pentobat banyak orang yang
disesatkan oleh bidaah di Italia Utara. Ia dibunuh
oleh pendukung bidaah, namun sebelum
menghembuskan nafas terakhir Petrus sempat
menulis ‘CREDO’ dengan darahnya sendiri.
B: Petrus Martir; P: 29 April
747
PETRUS FABER SJ (1506-1546)
yaitu teman sekuliah Santo Ignasius dan
Santo Fransiskus Xaverius di Paris. Ia terkenal
sebagai pengkotbah dan pemberi retret atau latihan
rohani. Sering ia ditugaskan sebagai utusan paus ke
wilayah-wilayah Protestan di Jerman, Spanyol dan
Belgia. Ia menarik Santo Petrus Kanisisus ke dalam
Serikat Jesus.
P: 2 Agustus
SANTO PETRUS KANISIUS SJ (1521-1597)
Petrus, seorang Belanda, dilahirkan pada
tahun 1521. Ayahnya menghendaki agar ia kelak
menjadi seorang pengacara.
Untuk menyenangkan hati
ayahnya, Petrus muda mulai
belajar ilmu hukum sebelum
ia menyelesaikan seluruh
mata pelajarannya yang
lain. Namun demikian,
segera saja ia menyadari
bahwa ia tidak akan pernah
bahagia dengan profesi
ini . Pada waktu itu,
semua orang sedang
membicarakan tentang
khotbah Beato Petrus Faber
yang mengagumkan. Pastor
Faber yaitu salah seorang dari anggota Serikat
Yesus yang pertama. saat Petrus Kanisius
mendengarkan khotbah Pastor Faber, ia tahu bahwa
ia juga akan berbahagia melayani Tuhan sebagai
seorang Yesuit. Jadi, ia bergabung dengan Serikat
748
Yesus. sesudah beberapa tahun dilewatkannya
dengan belajar dan berdoa, ia ditahbiskan sebagai
seorang imam.
St. Ignatius segera menyadari betapa taat
serta penuh semangatnya St. Petrus Kanisius. St.
Ignatius mengutusnya ke Jerman di mana St. Petrus
kemudian berkarya selama empatpuluh tahun
lamanya. Sangatlah sulit menyebutkan semua karya
besar St. Petrus Kanisus, doa-doanya serta
pengorbanannya sepanjang waktu itu. Yang menjadi
perhatian utamanya yaitu menyelamatkan banyak
penduduk Jerman dari bidaah-bidaah pada masa itu.
Ia juga berdaya usaha untuk membawa kembali
mereka yang telah menerima ajaran-ajaran sesat
ini ke pangkuan Gereja Katolik. Dikisahkan
bahwa ia menempuh jarak kurang lebih duapuluh
ribu mil (± 32,187 km) dalam waktu tiga puluh
tahun. Perjalanan sejauh itu ditempuhnya dengan
berjalan kaki atau dengan menunggang kuda.
Meskipun banyak kesibukannya, St. Petrus Kanisius
masih sempat juga menulis banyak artikel tentang
iman. Ia menyadari betapa pentingnya artikel itu.
Jadi, ia mengadakan kampanye untuk menghentikan
diperjualbelikannya artikel -artikel yang tidak baik.
Sementara itu, ia melakukan segala daya usaha
untuk menyebarluaskan artikel -artikel yang baik, yang
mengajarkan iman. Dua buah artikel katekese yang
ditulis oleh St. Petrus Kanisius menjadi demikian
disukai hingga harus dicetak ulang lebih dari
duaratus kali dan diterjemahkan ke dalam limabelas
bahasa.
Kepada mereka yang mengatakan bahwa ia
bekerja terlalu keras, St. Petrus Kanisius akan
menjawab, “Jika kamu memiliki terlalu banyak
perkara untuk dikerjakan, maka dengan bantuan
Tuhan, kamu akan memperoleh cukup waktu untuk
749
mengerjakan semuanya.” Santo yang
mengagumkan ini wafat pada tahun 1597. Ia
dinyatakan sebagai Doktor Gereja oleh Paus Pius XI
pada tahun 1925.
Petrus Kanisius (1521-1597), ‘Rasul Jerman
yang kedua’ dan pujangga Gereja; lahir di
Nijmegen dan meniggal di Fribourg Swiss; A:
Kanisius: anjing; L: seorang imam memegang
artikel katekismus; P: 21 Desember atau 27 April
SANTO PETRUS KRISOLOGUS (380-2
Desember 450)
Petrus dilahirkan di sebuah kota kecil di
Imola, di wilayah Italia Utara, sekitar Tahun 380. Ia
hidup pada abad kelima.
Uskup Kornelius dari Imola
membimbingnya dan
mentahbiskannya sebagai
seorang diakon. Bahkan
sejak masih kanak-kanak,
Petrus mengerti bahwa
seseorang sungguh yaitu
seorang yang besar hanya
jika ia dapat mengendalikan
emosinya dan mengenakan
semangat Kristus.
saat Uskup Agung
Ravenna, Italia, wafat,
Petrus ditunjuk oleh Paus St Leo Agung untuk
menggantikannya. Peristiwa ini terjadi sekitar tahun
433. Sebagai seorang imam dan uskup, St Petrus
berkarya secara efektif. Ia berjuang keras untuk
menghapuskan kekafiran yang masih ada dalam
keuskupannya. Ia membantu umatnya bertumbuh
dalam iman. St Petrus menjadi terkenal sebagai
seorang pengkhotbah. Sungguh, “Krisologus” artinya
750
“perkataan emas”. Namun demikian, semua khotbah
ataupun homilinya singkat saja. Ia khawatir para
pendengarnya menjadi bosan. Di samping itu,
khotbah-khotbahnya pun bukanlah sesuatu yang
luar biasa istimewa ataupun indah. Namun, pesan-
pesan yang disampaikannya jauh lebih berharga
dibandingkan emas. Ia berkhotbah dengan semangat
begitu rupa hingga mampu menggugah hati para
pendengar yang mendengarkannya dengan
terpukau. Dalam khotbah-khotbahnya, St Petrus
mendesak setiap orang untuk menerima Yesus
sesering mungkin dalam Komuni Kudus. Ia ingin
agar semua orang menyadari bahwa Tubuh Tuhan
haruslah menjadi santapan setiap hari bagi jiwa.
Uskup yang baik ini juga berjuang demi persatuan
segenap anggota Gereja Katolik. Ia berusaha
mengatasi segala kebingungan yang ada dalam
umat tentang iman Katolik. Ia juga senantiasa
mengusahakan damai. St Petrus Krisologus wafat
pada tanggal 2 Desember 450 di kota kelahirannya,
Imola, Italia. Oleh sebab khotbah-khotbahnya yang
mengagumkan, yang begitu kaya akan pengajaran,
pada tahun 1729 Paus Benediktus XIII
memaklumkan St Petrus sebagai Doktor Gereja.
Peringatan Santo Petrus Krisologus setiap tanggal 30
Juli.
PETRUS LIN († 1834)
Awam Kristen berkebangsaan Tionghoa ini
dibuang ke Mongolia, namun pulang kembali dan
menguatkan iman anak-anaknya yang disekap
dalam penjara. Lalu ia disergap dan digantung.
P: 17 Maret
751
PETRUS NOLASKUS (1182-1256)
Mengabdikan seluruh hidupnya untuk
membebaskan 890 budak-budak belian dan tahanan
Kristen dari penjara-penjara Islam di Afrika Utara.
P: 28 Januari
PETRUS ORSEOLA (928-987)
Pemimpin angkatan laut yang pernah
menghantam pembajak dan menjadi ‘Doge’
(=kepala Negara) Republik Venesia ini berhasil
menertibkan kembali pemerintah republic yang
dikacaukan oleh pendahulunya. Katanya,
pendahulunya terbunuh dalah suatu huru-hara atas
hasutan Petrus. sesudah membangun kembali rumah
sakit dan katedral, ia diam-diam meninggalkan
anak-isteri serta jabatannya dan menjadi rahib. Ia
bertapa di Spanyol bersama Santo Romualdus.
P: 10 Januari
SANTO PETRUS RASUL († 64)
Petrus, paus pertama kita, yaitu seorang
nelayan dari Galilea. Yesus memanggilnya untuk
mengikuti Dia, “Aku akan
menjadikan engkau penjala
manusia.” Petrus yaitu
seorang sederhana yang giat
bekerja. Ia murah hati, jujur
dan amat dekat dengan
Yesus. Nama asli rasul besar
ini yaitu Simon, namun
Yesus mengubahnya menjadi
Petrus, yang artinya “batu
karang”. “Engkaulah Petrus,”
kata Yesus, “dan di atas batu
karang ini Aku akan
752
mendirikan Gereja-Ku.” Petrus yaitu pemimpin
para rasul.
saat Yesus ditangkap, Petrus ketakutan.
Saat itulah ia berbuat dosa dengan menyangkal
Kristus sebanyak tiga kali. Rasa takut akan
keselamatan diri sendiri menguasainya. namun ,
Petrus menyesali perbuatannya dengan sepenuh
hati. Ia mengangisi penyangkalannya sepanjang
hidupnya. Yesus mengampuni Petrus. Sesudah
kebangkitan-Nya, Ia bertanya tiga kali kepada
Petrus, “Apakah engkau mengasihi Aku?” Jawab
Petrus, “Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau
tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Sesungguhnya,
Yesus memang tahu! Petrus benar. Dengan lembut
Yesus berkata, “Gembalakanlah domba-domba-Ku.”
Yesus mengatakan kepada Petrus untuk mengurus
Gereja-Nya, sebab Ia akan naik ke surga. Yesus
menetapkan Petrus sebagai pemimpin para
pengikut-Nya.
Di kemudian hari Petrus pergi dan tinggal di
Roma. Roma yaitu pusat seluruh Kerajaan Romawi.
Di sana, Petrus mempertobatkan banyak orang.
saat penganiayaan yang kejam terhadap orang-
orang Kristen dimulai, umat memohon pada Petrus
untuk meninggalkan Roma dan menyelamatkan diri.
Menurut tradisi, ia memang sedang dalam
perjalanan meninggalkan Roma saat ia berjumpa
dengan Yesus di tengah jalan. Petrus bertanya
kepada-Nya, “Tuhan hendak ke manakah Engkau
pergi?” Jawab Yesus, “Aku datang untuk disalibkan
yang kedua kalinya.” Kemudian St. Petrus berbalik
dan kembali ke Roma. Ia mengerti bahwa
penglihatannya berarti bahwa ia harus menderita
dan wafat bagi Yesus. Segera Petrus ditangkap dan
dijatuhi hukuman mati. sebab ia bukan
warganegara Romawi, sama seperti Yesus, ia dapat
753
disalibkan. Kali ini ia tidak menyangkal Kristus. Kali
ini ia siap untuk wafat bagi-Nya. Petrus minta agar
disalibkan dengan kepalanya di bawah, sebab ia
merasa tidak layak menderita seperti Yesus. Para
prajurit Romawi tidak merasa aneh akan
permintaannya, sebab para budak disalibkan dengan
cara demikian. St. Petrus wafat sebagai martir di
Bukit Vatikan sekitar tahun 67. Pada abad keempat,
Kaisar Konstantin membangun sebuah gereja besar
di atas tempat sakral ini . Penemuan-penemuan
kepurbakalaan baru-baru ini menegaskan kisah
sejarah ini .
Petrus († 64), pemimpin para Rasul, martir di
Roma. L: dua kunci bersilangan; P: 29 Juni
bersama dengan Santo Paulus
PETRUS RYOU (†1839)
Ialah anak sulung Agustinus Ryou. Ayahnya
yaitu pejabat tinggi Korea yang disiksa dan
dipenggal sebab imannya. Petrus sendiri pergi ke
pengadilan dan mengakui Kristen, sebab di rumah
ibu dan adik wanita nya terus mendesaknya
susaha murtad. sebab hukum Korea tidak
membenarkan hukuman mati terhadap pemuda,
maka ia diam-diam dicekik oleh algojo bayaran.
Sebab, hakim jengkel tidak berhasil memurtadkan
pemuda ini dengan segala macam siksaan yang
ngeri.
P: 2 atau 26 September
PETRUS VENERABILIS (1094-1156)
Menjadi pemimpin biara Cluny Perancis
(Venerabilis = Yang Pantas Di hormati). Ia membela
cara hidup dalam biara yang boleh memiliki milik
754
terhadap serangan Santo Bernardus dari Calirvaux.
Petrus sering berhasil mendamaikan permusuhan. Ia
murah hati dan mengusahakan terjemahan Al-Quran
untuk pertama kalinya ke dalam bahasa Barat
(Latin)
P: 25 Desember
SANTO PETRUS YULIANUS EYMARD
(1811-1 Agustus 1868)
Pada tahun 1811 Petrus Yulianus Eymard
dilahirkan di sebuah kota kecil yang termasuk dalam
wilayah keuskupan
Grenoble, Perancis.
Bersama ayahnya, Petrus
bekerja membuat serta
memperbaiki pisau hingga
usianya delapan belas
tahun. Waktu luangnya
dipergunakannya untuk
belajar. Ia belajar sendiri
bahasa Latin dan menerima
bimbingan rohani dari
seorang imam yang baik
hati. Petrus ingin sekali
menjadi seorang imam.
saat usianya dua puluh tahun, Petrus memulai
pelajarannya di Seminari Grenoble. Petrus Yulianus
akhirnya ditahbiskan menjadi seorang imam pada
tahun 1834 dan selama lima tahun berikutnya ia
melayani di dua paroki. Umat menyadari betapa
Pastor Eymard telah menjadi berkat bagi mereka
semua.
saat P. Eymard meminta ijin kepada Bapa
Uskup untuk menggabungkan diri dengan suatu ordo
baru, yaitu Ordo Marists, Bapa Uskup memberikan
persetujuannya. P. Eymard kemudian menjadi
direktur rohani bagi para seminaris Marists. Pada
755
tahun 1845, ia diangkat menjadi Superior (=
pembesar biara) Lyon, Perancis. namun meskipun P.
Eymard melaksanakan begitu banyak tugas yang
dibebankan kepadanya dengan giat sepanjang
hidupnya, P. Eymard akan selalu dikenang secara
istimewa untuk sesuatu yang lain.
P. Eymard memiliki cinta yang menyala-
nyala kepada Ekaristi Kudus. Ia amat terpesona
dengan kehadiran Yesus dalam Ekaristi. Ia suka
sekali meluangkan waktu setiap hari untuk
melakukan adorasi (= sembah sujud) kepada
Sakramen Maha Kudus. Pada Pesta Corpus Christi,
yaitu Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus, P. Eymard
dianugerahi suatu pengalaman rohani yang amat
dahsyat. Sementara ia membawa Hosti Kudus dalam
prosesi, ia merasakan kehadiran Yesus, bagaikan
suatu kehangatan dari sumber api. Hosti itu serasa
menyelebunginya dengan kasih dan cahaya. Dalam
hatinya, P. Eymard berdoa kepada Tuhan tentang
kebutuhan-kebutuhan rohani dan jasmani umatnya.
Ia memohon agar kerahiman dan belas kasih Yesus
menyentuh hati setiap orang seperti ia sendiri
disentuh melalui Ekaristi.
Pada tahun 1856, P. Eymard mengikuti
inspirasi yang telah didoakannya selama bertahun-
tahun. Dengan persetujuan dari para pembesarnya,
P. Eymard membentuk ordo religius yang
beranggotakan para imam yang ber-adorasi kepada
Ekaristi Kudus. Mereka dikenal sebagai Para Imam
dari Sakramen Maha Kudus, s.s.s. Dua tahun sesudah
ordo para imam dibentuk, P. Eymard membentuk
ordo untuk para biarawati, Abdi Allah dari Sakramen
Maha Kudus. Sama seperti para imam, para
biarawati juga memiliki cinta yang istimewa
kepada Yesus dalam Ekaristi Kudus. Para imam dan
biarawati dari Sakramen Maha Kudus membaktikan
756
hidup mereka dalam adorasi kepada Yesus. P.
Eymard juga membentuk kelompok-kelompok dalam
gerejanya guna membantu umatnya mempersiapkan
diri untuk menyambut Komuni Kudusnya yang
Pertama. Ia menulis beberapa artikel mengenai
Ekaristi yang telah diterjemahkan ke dalam berbagai
macam bahasa. artikel -artikel itu masih beredar hingga
sekarang.
P. Eymard hidup pada masa yang sama
dengan seorang kudus lainnya yang akan kita
rayakan pestanya besok, tanggal 4 Agustus, yaitu
St. Yohanes Vianney. Mereka berdua bersahabat dan
masing-masing saling mengagumi yang lainnya.
Pastor Vianney mengatakan bahwa Pastor Eymard
yaitu seorang kudus dan ia menambahkan,
“Adorasi oleh para imam! Betapa baiknya! Aku akan
berdoa setiap hari bagi karya Pastor Eymard.” St.
Petrus Yulianus Eymard melewatkan empat tahun
terakhir hidupnya dalam penderitaan hebat. Di
samping penderitaan jasmani, ia juga harus
menderita sebab berbagai masalah dan kecaman.
Namun P. Eymard tetap setia dalam adorasinya
kepada Sakramen Maha Kudus. Kesaksian hidupnya
serta pengorbanannya mendorong banyak orang
lainnya untuk menjawab panggilan hidup mereka
dengan bergabung dalam ordo-ordo religius. P.
Eymard wafat pada tanggal 1 Agustus 1868 dalam
usia lima puluh tujuh tahun. Ia dinyatakan kudus
oleh Paus Yohanes XXIII pada tanggal 9 Desember
1962. Dirayakan setiap tanggal 2 Agustus.
PIONUS († 250)
yaitu seorang imam dan pengkotbah yang
cerdas. Ia menjelajahi banyak tempat dan akhirnya
ditangkap saat sedang merayakan pesta Santo
757
Polikarpus. sesudah diinterogasi dan dipaksa susaha
menyembah berhala, ia dipaku pada tiang dan
dibakar.
P: 11 Maret
SANTO PAUS PIUS V (1504-1 Mei 1572)
Paus yang kudus ini dilahirkan di Italia pada
tahun 1504. Ia dibaptis dengan nama Antonius
Ghislieri. Antonius
sungguh ingin menjadi
seorang imam, namun
tampaknya angan-
angannya itu tidak
akan pernah menjadi
kenyataan.
Orangtuanya miskin.
Mereka tidak punya
cukup uang untuk
menyekolahkannya.
Suatu hari, dua orang
imam Dominikan
datang ke rumahnya
dan bertemu dengan
Antonius. Para imam
itu amat suka
kepadanya hingga mereka bersedia mengurus
pendidikannya. Demikianlah, pada usia empat belas
tahun, Antonius bergabung dalam Ordo Dominikan.
Ia memilih nama “Mikhael”. sesudah menamatkan
studinya, ia ditahbiskan sebagai imam. Kemudian ia
ditahbiskan pula sebagai uskup dan kardinal.
Dengan gagah berani ia mempertahankan
ajaran-ajaran Gereja dari mereka yang berusaha
menentangnya. Ia senantiasa hidup dengan
bermatiraga. saat usianya enam puluh satu tahun,
758
ia dipilih menjadi paus. Ia memilih nama Paus Pius
V. Dulu ia seorang bocah penggembala domba yang
miskin. Sekarang ia yaitu pemimpin tertinggi
Gereja Katolik di seluruh dunia. Walaupun demikian,
paus tetap rendah hati dan sederhana seperti sedia
kala. Ia masih mengenakan jubah Dominikan-nya
yang putih, jubah tua yang selama ini dikenakannya.
Dan tak seorang pun dapat membujuknya untuk
menggantinya.
Paus Pius V harus menghadapi banyak
tantangan. Ia menimba kekuatan dari salib Yesus.
Setiap hari ia merenungkan sengsara dan wafat
Kristus. Pada waktu itu, bangsa Turki berusaha
menguasai seluruh wilayah Kristen. Mereka
memiliki armada angkatan laut yang hebat di
Laut Tengah. Bala tentara Kristen bertempur
melawan mereka di suatu wilayah yang disebut
Lepanto, dekat Yunani. Sejak saat bala tentaranya
keluar untuk berperang, Bapa Suci terus-menerus
berdoa rosario. Ia mendorong umatnya untuk
melakukan hal yang sama. Puji syukur atas bantuan
Bunda Maria, bala tentara Kristen menang mutlak
atas musuhnya. Sebagai ungkapan terima kasih
kepada Bunda Maria, St. Pius V menetapkan Pesta
SP Maria Ratu Rosario yang kita rayakan setiap
tanggal 7 Oktober. Paus Pius V wafat di Roma pada
tanggal 1 Mei 1572. Pestanya dirayakan pada
tanggal 30 April sebab tanggal 1 Mei yaitu pesta
St. Yusuf Pekerja. Pius V dinyatakan kudus oleh Paus
Klemens XI pada tahun 1712.
SANTO PAUS PIUS X (1835-20 Agustus
1914)
Giuseppe (= Yosef) Sarto yaitu seorang
pelajar miskin di Italia yang kelak menjadi seorang
759
Paus! Giuseppe dilahirkan pada tahun 1835 di Riese,
Italia sebagai anak kedua dari delapan bersaudara.
Dalam keluarga, ia biasa dipanggil dengan nama
kesayangan "Beppi". Ayahnya seorang pegawai pos.
Papa dan Mama Sarto mengajarkan cinta kasih
kepada Yesus dan Gereja-Nya kepada kedelapan
anak mereka melalui teladan cinta kasih dalam
rumah mereka. Melebihi segalanya, Giuseppe ingin
menyerahkan hidupnya untuk membawa banyak
orang ke surga. Ia rindu menjadi seorang imam. Dan
untuk itu, ia dan keluarganya harus banyak
berkorban agar ia dapat bersekolah di seminari. Itu
bukan masalah baginya. Ia bahkan biasa berjalan
bermil-mil jauhnya dengan kaki telanjang ke sekolah
agar sepatunya yang satu-satunya jangan sampai
rusak. saat usianya 23 tahun, Giuseppe
ditabhiskan menjadi seorang imam. Don Sarto (Don,
Italia, artinya Pater) berkarya di paroki-paroki
miskin selama tujuhbelas tahun. Semua orang
mengasihinya. Don Sarto biasa memberikan segala
yang ia miliki demi membantu mereka yang
membutuhkan. Seringkali saudarinya harus
menyembunyikan sebagian pakaiannya agar jangan
760
sampai Don Sarto tidak memiliki pakaian untuk
dikenakan. Bahkan sesudah Don Sarto diangkat
menjadi Uskup kota Mantua dan kemudian diangkat
lagi menjadi Kardinal, ia masih suka membagi-
bagikan apa yang ia miliki kepada mereka yang
berkekurangan. Ia tidak menyimpan apa-apa bagi
dirinya sendiri.
saat Paus Leo XIII wafat pada tahun 1903,
Kardinal Sarto diangkat menjadi paus. Ia memilih
nama Pius X. saat Mama Sarto datang
mengunjunginya di Vatican, Paus Pius X
menunjukkan kepada ibunya cincin kepausannya.
Mama Sarto berkata, “Kamu tidak akan mengenakan
cincin itu hari ini, jika aku tidak terlebih dahulu
mengenakan cincin ini,” kemudian Mama Sarto
menunjukkan kepada Paus cincin emas ikatan
perkawinannya. Secara istimewa Paus Pius X
dikenang sebab kasihnya yang berkobar-kobar
kepada Ekaristi Kudus. Bapa Suci mendorong semua
orang untuk menyambut Yesus sesering mungkin,
bahkan tiap hari! Ia juga menetapkan ketentuan
yang mengijinkan anak-anak menyambut Komuni
Kudus juga. Sebelumnya, anak-anak harus
menunggu hingga usia 12-14 tahun untuk dapat
menyambut Tuhan. Paus yakin bahwa Komuni Kudus
memberi kekuatan yang diperlukan untuk
melakukan segala sesuatu demi kasih kepada Yesus!
Paus Pius X percaya teguh dan amat
mencintai iman Katolik. Ia menghendaki setiap
orang Katolik mengenal dan mencintai keindahan
kebenaran ajaran iman Katolik. Ia amat peduli pada
tiap-tiap orang, mengenai kebutuhan rohani maupun
kebutuhan jasmaninya. Ia mendorong para imam
dan para katekis membantu orang banyak mengenal
iman mereka. Pius X juga mengerahkan banyak
tenaga untuk memperbaharui liturgi, Sepanjang
761
hidupnya ia tertarik pada musik-musik sakral dan
mendorong digunakannya Lagu-lagu Gregorian di
setiap paroki. Namun demikian, ia menjelaskan
bahwa ia beranggapan usaha untuk menggantikan
segala bentuk musik Gereja lainnya dengan Lagu
Gregorian tidaklah dikehendaki. Ia mendorong
digunakannya juga komposisi modern dalam liturgi,
selama komposisi modern ini memenuhi standard
musik liturgi Gereja. Paus Pius X juga merevisi
Ibadat Harian Gereja.
Paus Pius X teramat menderita saat pecah
Perang Dunia I. Ia tahu bahwa akan ada banyak
orang terbunuh. Ia mengatakan, "Aku akan dengan
senang hati menyerahkan nyawaku demi
menyelamatkan anak-anakku yang malang dari
penderitaan yang mengerikan ini." Paus Pius X wafat
pada tanggal 20 Agustus 1914. Dalam surat
wasiatnya ia menulis, "Saya dilahirkan miskin, saya
hidup miskin, saya berharap mati miskin." Paus Pius
X dikanonisasi oleh Paus Pius XII pada tahun 1954.
Pestanya dirayakan setiap tanggal 21 Agustus.
PIUS X (1835-1914), paus; lahir di Riese
(Italia Utara). L: paus memakai jubah putih
sedang menerimakan komuni pertama kepada
anak kecil; P: 21 Agustus
"Komuni Kudus yaitu jalan tersingkat dan teraman
menuju Surga." ~ St Paus Pius X
PLASIDUS (abad ke-6)
Ialah murid Santo Benediktus dan biarawan
yang saleh.
A: halus, ramah; B: Plasida (♀); P: 15 Januari
PLATON (735-814)
762
Abbas biara di gunung Olympos (Yunani) ini
berhasil memperbaharui semangat hidup rohani
dalam biara. Pada hari tuanya ia mengundurkan diri
menjadi pertapa dengan hidup yang sangat keras. Ia
dibuang sebab melawan kaisar yang main kawin
cerai saja.
P: 4 April
SANTO POLIKARPUS (75-155)
Polikarpus dilahirkan antara tahun 75 hingga
80. Ia menjadi seorang Kristen saat pengikut
Kristus masih sedikit
jumlahnya.
Sesungguhnya, Polikarpus
yaitu murid dari salah
seorang rasul, yaitu St.
Yohanes. Apa yang telah
dipelajarinya dari St.
Yohanes diajarkannya
kepada yang lain.
Polikarpus menjadi
seorang imam dan
kemudian Uskup Smyrna
yang sekarang yaitu
Turki. Ia menjadi Uskup
Smyrna untuk masa yang
cukup lama. Jemaat
Kristiani mengenalnya sebagai seorang gembala
umat yang kudus serta pemberani.
Pada masa itu, umat Kristen mengalami
penganiayaan serta pembantaian dalam masa
pemerintahan Kaisar Markus Aurelius. Seseorang
mengkhianati Polikarpus dan melaporkannya kepada
penguasa. saat orang-orang yang hendak
menangkapnya datang, Polikarpus terlebih dulu
763
mengundang mereka bersantap bersamanya.
Kemudian ia meminta mereka untuk mengijinkannya
berdoa sejenak. Hakim berusaha memaksa Uskup
Polikarpus menyelamatkan diri dari maut dengan
mengutuk Yesus. “Aku telah melayani Yesus seumur
hidupku,” jawab orang kudus itu, “dan Ia tidak
pernah mengecewakanku. Bagaimana mungkin aku
mengutuk Raja-ku yang rela wafat bagiku?”
Para prajurit mengikat kedua belah tangan
St. Polikarpus dibelakang punggungnya. Kemudian
uskup tua itu ditempatkan diatas api unggun yang
disulut hingga berkobar-kobar. namun , api tidak
menyakitinya sedikit pun. Salah seorang prajurit
kemudian menikamkan sebilah pedang ke lambung
uskup. Demikianlah, pada tahun 155, Polikarpus
wafat sebagai martir. Ia pergi untuk tinggal selama-
lamanya bersama Majikan Ilahi yang telah
dilayaninya dengan gagah berani. Perayaan
memperingatinya setiap 23 Februari.
Polikarpus (75-155), uskup dan martir di
Smyrna Turki; P: 23 Februari
“Selama delapanpuluh enam tahun aku melayani Yesus
Kristus dan tidak pernah Ia meninggalkan aku.” ~ St.
Polikarpus
POLYEUKTOS (abad ke-4)
Menjadi Kristen sebab mendapat suatu
penglihatan dan ajakan temannya yang bernama
Nearkos. Perwira Romawi ini tidak mau
meninggalkan imannya, meskipun dibujuk oleh
istrinya dan iparnya, yaitu gubernur Felix. Ia di
hormati sebagai santo pelindung orang yang
mengangkat sumpah.
P: 13 Februari
764
SANTO PAUS PONTIANUS († 235) dan
SANTO HIPPOLITUS
Maximinus menjadi kaisar Roma pada tahun
235. Begitu naik tahta, ia mulai melakukan
penganiayaan terhadap orang-orang Kristen. Salah
satu hukuman yang paling sering dijatuhkan pada
para uskup dan imam yaitu pembuangan ke
daerah-daerah pertambangan yang berbahaya dan
tidak sehat di Sardinia, Italia. Penganiayaan inilah
yang mempertemukan kedua martir yang pestanya
kita rayakan pada hari ini.
St. Pontianus diangkat sebagai paus sesudah
wafatnya Urbanus I pada tahun 230. saat
Maximinus menjadi
kaisar, Pontianus
melayani Gereja
dengan
penderitaannya di
tambang-tambang
Sardinia. St. Hippolitus
yaitu seorang imam
dan sarjana gereja di
Roma. Ia menulis
banyak karya-karya
mengagumkan
mengenai teologi. Ia juga seorang guru yang hebat
pula. Hippolitus merasa kecewa dengan Paus St.
Zephyrinus, yang wafat sebagai martir pada tahun
217. Hippolitus merasa bahwa paus kurang cepat
tanggap dalam mencegah orang-orang mengajarkan
ajaran-ajaran sesat. Pengganti St. Zephyrinus
yaitu St. Kalistus I. Hippolitus kurang setuju
dengan paus yang baru ini. Hippolitus sendiri
765
memiliki sejumlah besar pengikut. Para
pengikutnya mendesaknya agar ia mau diangkat
sebagai paus. Hippolitus setuju. Ia memutuskan
hubungan dengan Gereja dan menjadi paus
tandingan. saat penganiayaan dimulai, ia
ditangkap dan dikirim ke Sardinia. Di sana, dalam
keadaan sengsara, saat para musuh umat Kristiani
tertawan, suatu karya penyembuhan yang ajaib
terjadi.
Paus Pontianus dan Hippolitus saling bertemu
di pembuangan. Hippolitus tersentuh dengan
semangat kerendahan hati paus. Ia mohon
diperbolehkan kembali dalam pelukan Gereja;
segera ia merasakan segala amarah dan kecewanya
diambil dari hatinya. Paus Pontianus dapat
memahami sang imam dan mengasihinya. Bapa Suci
tahu bahwa mereka perlu saling membantu serta
menguatkan dalam kasih Yesus. Kedua orang kudus
ini wafat sebagai martir dan untuk selamanya
dikenang sebagai saksi pengampunan dan
pengharapan Kristiani. Santo Pontianus diperingati
setiap tanggal 13 Agustus.
PORFIRIOS († 310)
Pelayan berusia 18 tahun ini ketahuan
beragama Kristen saat minta boleh menguburkan
mayat-mayat para martir di Sesarea (Palestina).
Akibatnya, ia disiksa dengan kejam dan dikubur
hidup-hidup bersama orang Kristen lain.
A: merah ungu; P: 16 Februari
SANTO PORKARIUS dkk († 732)
Pada abad kelima, suatu biara besar bagi
para biarawan didirikan di pesisir Provence yang
766
sekarang berada di selatan Perancis. Biara itu
disebut Biara Lerins. Biara ini penuh dengan banyak
biarawan kudus. Pada abad kedelapan, komunitas
Lerins terdiri dari para biarawan, novis, murid dan
pemuda yang tertarik untuk menjadi biarawan.
Seluruhnya berjumlah lebih dari limaratus orang.
Sekitar tahun 732, Abbas Porkarius mendapat
semacam wahyu atau nubuat. Tak lama lagi biara
akan diserang oleh para penyerang barbar. Abbas
Porkarius menaikkan segenap murid dan tigapuluh
enam biarawan yang lebih muda dalam kapal. Lalu
ia menyuruh mereka segera berlayar agar selamat.
sebab tak ada lagi kapal yang tersisa, ia
mengumpulkan semua anggota komunitas yang
masih tersisa sekelilingnya. Tak seorang pun
mengeluh sebab tertinggal. Sebaliknya, mereka
berdoa bersama memohon kekuatan. Mereka
memohon kepada Tuhan karunia untuk mengampuni
musuh mereka. Segera kaum Saracens dari Spanyol
atau Afrika Utara mendaratkan kapal-kapal mereka
dan menyerang para biarawan, seperti yang telah
dinubuatkan sang abbas. Para biar




