• coklatx.blogspot.com

    www.coklatx.blogspot.com

  • berasx.blogspot.com

    www.berasx.blogspot.com

  • kacangx.blogspot.com

    www.kacangx.blogspot.com

Tampilkan postingan dengan label Kisah santa santo 19. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah santa santo 19. Tampilkan semua postingan

Kisah santa santo 19


 gi 

ini wafat di Roma pada tanggal 7 Mei 1728 dalam 

usia tujuhpuluh dua tahun. sesudah  ia wafat, para 

guru awamnya menjadi biarawati religius. Para 

biarawati Venerini melanjutkan karya pelayanan 

mereka dalam mengajar sebagaimana dilakukan 

812

Rosa. Rosa Venerini dimaklumkan “beata” oleh Paus 

Pius XII pada tahun 1952.

SANTA ROSELINA (1263-1329)

Ia menjadi rubiah Kartus dalam usia 15 

tahun. Hidupnya sangat keras; ia menerima karisma 

dan mengerjakan mukjizat. Ia dihormati sebagai 

santa pelindung penderita sakit mata.

P: 17 Januari

ROSWITA (935-1000)

sebab  kaya, orangtuanya menitipkan 

Roswita ke dalam sebuah biara susaha  mendapat 

pendidikan yang baik. Sesudah dewasa Roswita tidak 

mau meninggalkan biara Gandersheim (Jerman) itu 

lagi. Suster Roswita pandai menggubah syair dan 

mengarang artikel -artikel  roman serta keagamaan.

B: Rose, Rosi; P: 30 Maret

RUDOLFUS (1034-1064)

Ia menyerahkan seluruh miliknya kepada 

Santo Petrus Damiani untuk menirikan biara. Ia 

sendiri masuk biara itu sampai diangkat menjadi 

uskup Gubbio (Italia). Rudolfus berjuang 

memberantas simony dalam Gereja.

B: Ralph, Raoul, Rudi (♂); Rudolfina (♀); P: 17 

Oktober

RUDOLF AQUAVIVA SJ (1550-1583)

yaitu  misionaris di istana Maharaja Akbar 

(India). Ia dibunuh oleh orang Hindu di pulau 

Salsette dekat Bombay.

813

P: 4 Februari

RUFUS (abad ke 1)

Anak Simon dari Kirene (Markus 15, 21) ini 

yaitu  anggota terkemuka umat Kristen di Roma 

(Roma 16, 13).

A: (berambut) merah; P: 21 Nopember

RUPERTUS († 718)

Semula yaitu  uskup Worms (Jerman). 

Kemudian ia menyerahkan keuskupannya untuk 

menjadi uskup misionaris keliling tanpa tempat yang 

pasti. Ia amat berhasil di Bavaria. Rupert mendirikan 

biara pria dan wanita yang kemudian menjadi pusat 

kegiatannya di Salzburg (Austria).

P: 24 September

RUTH (abad ke 11 SM)

Berasal dari suku Moab. Namun gadis ini 

pergi ke daerah lain bekerja mencari nafkah demi 

diri dan mertuanya yang sudah tua. Kemudian ia 

dinikahi oleh Boaz, seorang kaya dari Betlehem. 

Anaknya menjadi nenek Raja David, dan dengan 

demikian Ruth termasuk leluhur Jesus, walaupun ia 

bukan keturunan Yahudi. Lihat Kitab Ruth 

(Perjanjian Lama). 

A: teman wanita (H); P: 1 September

814

S

SABAS († 372)

Lektor gereja ini dua kali ditangkap sebab  

menguatkan iman orang Kristen kerajaan Got. 

Akhirnya ia ditenggelamkan ke sungai dekat Buzan 

(Rumania).

P: 12 April

815

SANTO SABAS (439-532)

 Sabas, yang dilahirkan pada tahun 439, 

yaitu  salah seorang dari rahib Palestina yang 

termasyhur. Ayahnya 

seorang pejabat dalam 

dinas militer. saat  

ayahnya harus pergi ke 

Alexandria, Mesir, ia 

menitipkan puteranya yang 

masih kecil kepada saudara 

iparnya. Namun sebab  

bibinya memperlakukannya 

dengan buruk, Sabas kecil 

melarikan diri ke rumah 

pamannya yang lain. saat  

timbul pertengkaran di 

antara kedua pamannya itu, 

Sabas merasa tidak tenang. Ia senang melihat 

semua orang hidup dalam damai. Jadi, ia melarikan 

diri lagi dan tinggal di sebuah biara. Kedua 

pamannya merasa malu atas perbuatan mereka. 

Mereka meminta Sabas untuk kembali dan mereka 

berjanji akan memberikan kepadanya semua hak 

warisannya. namun , Sabas merasa berbahagia 

tinggal di biara. Ia tidak mau meninggalkannya. 

Meskipun di biara ia menjadi rahib yang paling 

muda, namun  dialah yang paling tekun berdoa. 

 saat  usianya delapanbelas tahun, Sabas 

pergi ke Yerusalem. Ia ingin mencoba hidup 

sendirian bersama Tuhan saja. Ia dinasehati agar 

tinggal di biara lain untuk sementara waktu oleh 

sebab ia masih amat muda. Sabas taat dan dengan 

sukacita mengerjakan semua pekerjaan berat. Ia 

membelah kayu untuk perapian dan memikul ember 

air yang berat. Suatu hari, St. Sabas diutus ke 

Alexandria untuk menemani seorang rahib. Di sana, 

816

ia berjumpa dengan ayah ibunya! Orangtuanya 

mengusaha kan segala cara agar Sabas mau tinggal 

bersama mereka. Mereka ingin agar Sabas 

menikmati kehormatan yang sama seperti yang 

telah diperoleh ayahnya. Tidak demikian dengan 

Sabas! Ia bahkan tidak mau menerima uang yang 

mereka coba berikan kepadanya. Akhrinya, Sabas 

menerima juga tiga keeping emas. saat  ia tiba 

kembali di biaranya, diserahkannya kepingan-

kepingan emas itu kepada kepala biara. 

 Pada akhirnya, selama empat tahun Sabas 

dapat juga menikmati hidup sendirian bersama 

Tuhan saja, seperti yang didambakannya. namun , 

sesudah itu ia harus memulai sebuah biara baru. 

Banyak murid datang kepadanya untuk menjadi 

rahib. Tak lama kemudian, St. Sabas diserahi 

tanggungjawab atas semua rahib di Palestina. Sekali 

waktu Sabas diutus kepada kaisar untuk masalah-

masalah Gereja yang penting. Meskipun demikian, 

Sabas tetap mengenakan jubah sederhananya dan 

tetap setia pada jam-jam doanya. St. Sabas wafat 

pada tahun 532.

P: 5 Desember

SANTA SABINA (abad ke-2)

Perawan dan martir di Roma; pelindung ibu 

rumah tangga dan anak-anak. 

P: 29 Agustus

SABINIANUS (abad ke 3)

Ia dan kawan-kawannya menjadi misionaris 

di Sens (Perancis) dan akhirnya mati sebagai martir.

P: 31 Desember

817

SABINUS († 393)

Diakon di Milano (Italia) yang cerdas dan arif 

ini menjadi uskup Piazenza. Ia mengikuti banyak 

sinode untuk menggiatkan hidup gerejani.

P: 11 Desember

SALOME (abad ke-1)

yaitu  ibu Rasul Yakobus dan Yohanes. Ia 

melayani Jesus dan mengikutiNya sampai bukit 

Golgota. (Lih. Mark. 15, 40-41)

P: 22 Oktober

SALVADOR CARVALHAES (1586-1614)

Ex-seminaris dari kolese di Solor bersama 

Pedro Carvalhaes penduduk desa Numba dan Manuel 

da Lima dari Xaraboro, - ketiga-tiganya yaitu  

bapak keluarga pribumi. Mereka dibunuh di Solor 

sesudah  disiksa tiga hari lamanya oleh orang-orang 

Islam yang diberi perlindungan oleh seorang kapten 

VOC yang bernama Van Der Velde. Nama Portugis 

mereka berasal dari bapak-bapak permandian 

mereka yang berkebangsaan Portugis. (Salah satu dari 

Orang-orang Kudus di Indonesia)

SALVATOR OFM (1520-1567)

Bruder ini menjalani matiraga keras dan 

bersikap rendah hati. Ia dikaruniai kemampuan 

menyembuhkan orang sakit. sebab  tamu yang 

datang berbondong-bondong itu mengganggu hidup 

biara, maka ia sering disuruh pindah tempat.

A: penyelamat; P: 18 Maret

SAMSON XENODOCHIUS († 530)

818

Imam ini mempelajari ilmu kedokteran 

susaha  dapat meringankan beban penderitaan baik 

jasmani maupun rohani. Ia mendirikan rumahsakit 

yang besar di Konstantinopel.

A: Samson atau Simson; malaikat kecil; 

Xenodochius: yang suka melayani tamu; P: 27 

Juni

SAMUEL (abad ke-11 SM)

Nabi, hakim dan pemimpin yang mengurapi 

Saul dan David menjadi raja Israel (Lih. Kitab 

Samuel I dan II)

A: panggilan; namanya ialah Tuhan; B: Sam; P: 

20 Agustus

SANCA († 1229)

Puteri raja Portugal ini sangat menolong 

pendirian biara-biara suster. Kemudian ia menjadi 

rubiah Sistersien.

P: 13 Maret

SAPOR, ISAK, MAKANES, ABARAHAM dan 

SIMON († 339)

yaitu  para martir yang mati sebagai saksi 

iman di Persia.

P: 30 Nopember

SATURNINUS (abad ke-4)

saat  imam ini tengah merayakan Ekaristi di 

rumah Oktavius Felix, ia ditangkap bersama 48 

819

pengikut misa da dipenjarakan di Kartago (Tunisia). 

Sebagian besar dari mereka dibiarkan mati 

kelaparan dan kehausan.

P: 11 Februari

SAVA (1174-1235)

Putera raja Nemanya ini meninggalkan istana 

dan tanah airnya untuk menjadi biarawan di gunung 

Atos (Yunani). Beberapa tahun kemudian ayahnya 

yang telah turun tahta dengan rela mengikuti 

jejaknya. Akan namun  Sava terpaksa pulang, sebab  

kakak-kakaknya berkelahi dan mengakibatkan 

rusaknya Negara Serbia. 

Ia lalu mendirikan biara, mengorganisir 

gereja serta mengutus biarawan-biarawan susaha  

membimbing rakyat terlantar. Sava menjadi uskup 

agung Serbia yang pertama dan organisator 

kerajaan (menyusun kitab hukum). Agar tetap kuat 

dalam urusan politis ini, ia sewaktu-waktu 

mengundurkan diri ke dalam pertapaannya. Ia 

meninggal dalam perjalanan pulang dari Yerusalem 

dan Sinai, tempat ia mendirikan biara juga.

P: 14 Januari

SCHARBIL atau SARBELIUS († 251)

Bekas imam kafir ini menolak mengadakan 

pemujaan bagi dewa-dewa. Akhirnya ia bersama 

adik wanita nya, yaitu Santa Barbea; dihukum 

mati di Edessa (Siria).

P: 29 Januari

SCILLIUM (NUMIDIA; kini ALJAZAIR)

820

Pada tahun 180, tujuh pria dan lima wanita 

dari Scillium dibawa ke Kartago (Tunisia) untuk 

diinterogasi. Mereka membawa bungkusan 

berisi’Kitab-kitab Suci dan Surat-surat dari Paulus, si 

Saleh’. sebab  tidak mau murtad, mereka akhirnya 

dipenggal.

P: 17 Juli

SANTO SCHARBEL MAKHLOUF 

(8 Mei 1828-24 Desember 1898)

Youssef Makhlouf dilahirkan pada tanggal 8 

Mei 1828 di sebuah desa di pegunungan di Libanon. 

Hidupnya biasa-biasa saja. Youssef belajar di sebuah 

sekolah kecil di sana dan ikut ambil bagian dalam 

kegiatan di gereja paroki. Ia mencintai Bunda Maria 

dan ia suka berdoa. Ia memiliki  dua orang paman 

yang yaitu  biarawan. Meski Youssef tidak 

mengatakan kepada seorang pun, ia berdoa kepada 

Bunda Maria memohon bantuannya agar 

diperkenankan menjadi seorang biarawan. Orangtua 

Youssef menghendakinya untuk menikah. Ada 

seorang gadis yang amat baik di dusun itu yang 

cocok dijadikan sebagai isteri ideal baginya, 

begitulah pikir mereka. namun  Youssef yakin bahwa 

itulah saat untuk mengikuti panggilannya menjadi 

seorang biarawan. Ia menggabungkan diri dalam 

Biara Bunda Maria dalam usia duapuluh tiga tahun. 

Ia mengambil nama Sharbel, seturut nama seorang 

martir kuno. Ia mengucapkan kaulnya pada tahun 

1853 dalam usia duapuluh lima tahun. Sharbel 

mengikuti pendidikan calon imam dan ditahbiskan 

pada tahun 1858. Ia tinggal di Biara St Maron 

selama enambelas tahun.

821

Pastor Sharbel 

yaitu  seorang yang 

khusuk, yang kecintaannya 

pada doa menjadi cirinya 

yang menonjol. Dari waktu 

ke waktu ia akan 

mengundurkan diri ke 

pertapaan milik ordo untuk 

menikmati doa-doa yang 

lebih mendalam. Duapuluh 

tiga tahun terakhir hidupnya, dilewatkan Sharbel 

dalam keheningan pertapaan. Ia memilih untuk 

mengamalkan hidup yang amat keras. Ia 

bermatiraga, makan sedikit, tidur di lantai yang 

keras, dan menghabiskan berjam-jam lamanya 

dalam doa. Tahun-tahun berlalu dan Sharbel 

menjadi seorang yang sepenuhnya mengasihi Yesus. 

Kemudian, sementara ia sedang merayakan Misa 

pada tanggal 16 Desember 1898, saat konsekrasi, ia 

terserang stroke. Sharbel terbaring tak berdaya 

delapan hari lamanya, dan wafat pada tanggal 24 

Desember 1898.

Mukjizat-mukjizat mulai terjadi di makam 

biarawan yang kudus ini. Sebagian dari mukjizat-

mukjizat ini  diterima sebagai prasyarat untuk 

memaklumkan Sharbel sebagai “beato” dan 

kemudian “santo”. Pater Sharbel dimaklumkan 

sebagai santo oleh Paus Paulus VI pada tanggal 9 

Oktober 1977. Paus menjelaskan bahwa St Sharbel 

dengan cara hidupnya mengajarkan kepada kita 

jalan sejati kepada Tuhan. Beliau mengatakan 

bahwa budaya kita memuliakan kekayaan dan 

kenikmatan. namun  Sharbel, sebaliknya, 

mengajarkan kepada kita melalui teladan hidupnya, 

nilai kemiskinan, matiraga dan doa.

822

SEBASTIAN de S. JOSE OFM (1610)

Ia bersama seorang bruder di bunuh oleh 

orang-orang Islam dari Tagulandang (Maluku)

(Salah satu dari Orang-orang Kudus di 

Indonesia)

SEBASTIANUS (abad ke-4)

Kaisar Diokletianus naik pitam, saat  

mendengar bahwa perwira pasukan pengawalnya 

beragama Kristen. Perwira itu dipanggil dan didesak 

susaha  mengingkari imannya. Namun dengan tandas 

ia menolak perintah kaisar, sekalipun diancam. Kaisa 

mengambil jalan pintas; memerintahkan regu 

pemanah menghabisi nyawa perwira itu. Seusai 

pembantaian itu, para pemanah meninggalkan 

korban dengan keyakinan ia sudah mati. namun  

tenyata ia masih hidup, dan luka-lukanya di obati 

oleh Irene, janda seorang martir lain. Sesudah 

sembuh Sebastianus, nama perwira itu, pergi ke 

istana. Ia memperingatkan kaisar agar 

menghentikan penganiayaan terhadap orang-orang 

Kristen yang tak bersalah. Api kemurkaan kaisar 

memuncak, sehingga ia langsung memerintahkan 

tentaranya memukuli Sebastianus sampai mati. 

Akhirnya perwira itu mati sesudah  usaha 

pembunuhan yang kedua kalinya. Sebastianus 

yaitu  salah seorang martir yang sejak jaman 

Kristen awal sangat terkenal. Menurut Santo 

Ambrosius ia berasal dari Milano. Makamnya 

ada  di katakombe di Jalan Apia Roma.

Sebastianus (abad ke-4), martir di Roma; 

pelindung para tentara dan pemburu; B: Bastida 

(♂); Sebastiana (♀); L: pemuda diikat pada 

pohon ditembusi banyak anak panah. P: 20 

Januari

823

SANTO PAUS SELESTINE V (1210-19 Mei 

1296)

Petrus di Morone yaitu  anak kesebelas dari 

duabelas bersaudara. Ia dilahirkan sekitar tahun 

1210 di Isernia, Italia. Ayahnya 

meninggal saat  ia masih kecil. 

Keluarganya miskin, namun  

ibunya membesarkan putera-

puterinya dengan cinta yang 

besar. Ibunya menyekolahkan 

Petrus sebab  anak itu 

menunjukkan niat dan minat 

yang besar untuk belajar. Suatu 

saat , seperti biasa ibunya 

bertanya, “Siapakah di antara 

kalian yang akan menjadi 

seorang santo atau santa?” 

Petrus kecil, yang kelak menjadi 

Paus Selestine V, menjawab 

dengan segenap hati, “Aku, mama! Aku akan 

menjadi seorang santo!” Dan memang demikian. 

namun , hal itu tidaklah mudah.

saat  usianya dua puluh tahun, Petrus 

menjadi seorang rahib. Ia menghabiskan hari-

harinya dengan berdoa, membaca Kitab Suci dan 

mengerjakan tugas-tugasnya. Para rahib yang lain 

biasa datang kepadanya untuk meminta nasehat dan 

bimbingannya. Lama-kelamaan, Petrus membentuk 

suatu ordo baru bagi para rahib.

saat  Petrus berusia delapan puluh empat 

tahun, ia ditahbiskan sebagai paus. Penobatannya 

melalui seuatu cara yang amat tidak lazim. Selama 

dua tahun lebih Gereja tidak memiliki paus. Hal ini 

terjadi sebab  para kardinal saling tidak sependapat 

824

akan calon yang hendak dipilih. Petrus mengirimkan 

pesan kepada mereka. Ia mengingatkan mereka 

untuk segera mengambil keputusan, sebab Tuhan 

tidak akan senang dengan penundaan yang terlalu 

lama. Para kardinal melakukan nasehatnya. Sesaat  

itu juga mereka memutuskan Petrus sang rahib 

untuk menjadi paus! Orang tua yang malang itu 

menangis saat  mendengar keputusan itu. Dengan 

sedih ia menerimanya dan memilih nama Selestine 

V. Ia hanya memangku jabatan Paus selama lima 

bulan saja. Oleh sebab ia begitu rendah hati dan 

sederhana, banyak orang memanfaatkannya. Ia 

tidak dapat mengatakan “tidak” kepada siapa pun. 

Segera saja terjadilah kekacauan. Paus Selestine 

merasa bertanggung jawab atas semua masalah 

yang timbul. Ia memutuskan bahwa hal terbaik yang 

dapat dilakukannya bagi Gereja yaitu  menyerahkan 

kembali jabatannya. Dan ia melakukannya. Ia minta 

maaf sebab  tidak dapat memimpin Gereja dengan 

baik.

Hal yang didambakan Selestine hanyalah 

tinggal di salah satu biaranya dengan tenang dan 

damai. namun  paus yang baru, Paus Bonifasius VIII, 

beranggapan bahwa akan lebih aman jika  

Selestine tinggal di sebuah kamar kecil di salah satu 

istana Romawi. St. Selestine menghabiskan sepuluh 

bulan terakhir hidupnya di sebuah sel sederhana. 

namun , ia membuat dirinya sendiri bergembira. 

“Yang engkau inginkan hanyalah sebuah sel, Petrus,” 

demikian katanya berulang kali kepada dirinya 

sendiri. “Nah, sekarang kau telah mendapatkannya.” 

St. Selestine wafat pada tanggal 19 Mei 1296. Ia 

dinyatakan kudus oleh Paus Klemens VI pada tahun 

1313.

A: yang surgawi; P: 19 Mei

825

SANTO SERAPION († 370)

Serapion hidup di Mesir pada abad keempat. 

Jaman itu yaitu  masa-masa cemerlang bagi Gereja 

dan bagi St Serapion. Sebagai pemuda, ia 

mengenyam pendidikan yang baik dalam teologi 

Kristen dan pelajaran sekuler. Beberapa waktu 

lamanya ia memimpin sebuah sekolah Kristen 

terkenal di Alexandria yang mengajarkan iman. 

Kemudian Serapion pegi ke padang gurun dan 

menjadi seorang biarawan. Ia bertemu dengan 

seorang pertapa terkenal, St Antonius dari Mesir. 

Serapion berjuang keras untuk belajar darinya dan 

meneladaninya. saat  meninggal, Antonius 

mewariskan bagi Serapion salah satu jubahnya, 

yang disimpan baik oleh Serapion sepanjang 

hidupnya.

Serapion ditahbiskan sebagai Uskup Thmuis, 

sebuah kota di Mesir. Ia ikut ambil bagian dalam 

suatu pertemuan penting para uskup di Sardica pada 

tahun 347. Serapion membuktikan diri sebagai 

seorang uskup yang gagah berani. Ia mencintai 

kebenaran-kebenaran iman dan berusaha 

melindunginya dari orang-orang yang hendak 

mengubah keyakinan Kristen. St Serapion 

bekerjasama dengan St Atanasius, seorang uskup 

gagah lainnya. Kedua orang kudus ini terkenal 

sebab  keberanian mereka. Mereka berperang 

melawan ajaran-ajaran sesat atau bidaah-bidaah 

dengan homili-homili dan tulisan-tulisan mereka. 

Sebagian besar tulisan St Serapion kini telah hilang. 

Karya tulisnya berupa surat-surat penuh pengajaran 

iman dan penjelasan Mazmur. Karyanya yang 

terpenting, “Euchologion”, yang telah hilang selama 

beratus-ratus tahun, ditemukan kembali dan 

kemudian dipublikasikan di akhir abad kesembilan 

826

belas. Seorang santo terkenal lainnya pada masa itu, 

St Hieronimus, mengatakan bahwa Kaisar 

Konstantius mengirim Serapion ke pembuangan. 

Tampaknya Serapion wafat sekitar tahun 370 di 

tempat pengasingan.

B: Serapia (♀); P: 21 Maret

SERAPION († 1240)

Semula yaitu  seorang perwira, namun  

kemudian hidup membiara. Ia merelakan diri 

menjadi sandera di Aljazair dan dibunuh beberapa 

hari menjelang pembebasannya sebab  mewartakan 

Injil.

P: 14 Nopember

SERGIJ (1314-1392)

Bertapa di hutan rimba. sebab  banyak murid 

berkumpul di sekelilingnya, maka ia menjadi abbas 

dan mendirikan biara demi biara. Ia menolak jabatan 

uskup Moskwa (Rusia). Berkat pengaruh dan teladan 

Sergij, para biarawan di Rusia sanggup menjalani 

aturan hidup biara yang keras. Ia sendiri sangat 

polos, rendah hati dan selalu ramah terhadap para 

pengunjungnya. Ia amat menghormati Santa Maria. 

Biaranya yang terletak dekat kota Zagorsk, sampai 

kini tetap menarik banyak peziarah, walaupun 

mereka diperolok-olok oleh kaum komunis.

P: 25 September

SANTO SERGIUS dan SANTO BAKHUS († 

303)

Dua perwira Romawi ini tidak menghadiri 

upacara pemujaan kepada dewa kekaisaran. 

827

Akhirnya mereka ditangkap dan dihukum mati di 

Resapha (Siria). Para Badui Arab Kristen 

memandang mereka sebagai santo pelindung.

P: 8 Oktober

SERVASIUS (abad ke-4)

Uskup Tongern (Belgia) yang pertama ini 

memerangi bidaah Arianisme. namun  ia ditipu, 

sehingga menandatangani dokumen palsu ‘Air 

Servasius’ digunakan untuk menurunkan panas 

badan.

B: Servas; L: kunci perak; P: 13 Mei

SERVULUS (abad ke-6)

Orang miskin dan terlantar di Roma ini 

mengemis untuk menolong sesamanya yang 

senasib. Walaupun buta huruf ia sangat memahami 

Injil, sebab  ia sering minta orang lain membacakan 

Injil bagianya.

A: pengabdi; P: 23 Desember

SESARIUS (470-453)

Uskup Arles Perancis ini ahli memberikan 

kotbah yang pendek dan sederhana, namun kena. Ia 

membersihkan umatnya dari bidaah dan mendirikan 

biara suster pertama di Perancis, yang dipimpin oleh 

adiknya, yaitu Santa Sesaria (P: 12 Januari).

P: 27 Agustus

828

SANTA SESILIA 

 Santa pelindung musik ini hidup pada masa 

awal Gereja. Sesilia yaitu  seorang gadis 

bangsawan Romawi yang telah 

mempersembahkan hatinya 

kepada Kristus. Dibawah 

gaun-gaunnya yang indah, 

seperti yang biasa dikenakan 

oleh para wanita bangsawan, 

Sesilia mengenakan sehelai 

baju kasar yang membuatnya 

menderita. Sesilia ingin 

mempersembahkan silihnya 

itu kepada Yesus, Pengantin 

yang telah dipilihnya. namun , 

ayah Sesilia menikahkannya 

dengan seorang pemuda 

bangsawan kafir. Dikisahkan 

bahwa pada saat perayaan 

pernikahan berlangsung, 

pengantin yang cantik itu duduk menyendiri. Di 

dalam hatinya, ia menyanyikan puji-pujian kepada 

Tuhan serta berdoa memohon pertolongan-Nya. 

saat  ia dan Valerianus, suaminya, tinggal sendiri, 

ia memberanikan diri berkata kepada suaminya: 

“Aku memiliki  suatu rahasia yang hendak 

kukatakan kepadamu. Ketahuilah bahwa aku 

memiliki  seorang malaikat Allah yang 

menjagaiku. Dan jika engkau memperkenankan aku 

memegang janjiku untuk menjadi pengantin Kristus 

saja, maka malaikatku akan mengasihimu seperti ia 

mengasihiku.” 

Valerianius amat terperanjat, ia berkata dengan 

lembut, “Tunjukkanlah kepadaku malaikatmu. Jika ia 

datang dari Tuhan, aku akan mengabulkan 

permintaanmu.” Kata Sesilia, “Jika engkau percaya 

829

akan Allah yang satu dan benar serta menerima air 

pembaptisan, maka engkau akan melihat 

malaikatku.” Kemudian Valerian pergi menemui 

Uskup Urban yang menerimanya dengan gembira. 

sesudah  menyatakan pengakuan iman Kristiani, 

Valerianus dibaptis dan pulang kembali kepada St. 

Sesilia. Di sana, disamping isterinya, pemuda itu 

melihat malaikat yang menakjubkan. 

 Tiburtius, saudara Valerianus, belajar iman 

Kristiani dari Sesilia. St. Sesilia mengisahkan Yesus 

dengan begitu indahnya hingga tak lama kemudian 

Tiburtius pun dibaptis juga. Bersama-sama, kedua 

pemuda itu melakukan banyak perbuatan amal 

kasih. saat  mereka ditangkap oleh sebab  menjadi 

murid Krsitus, dengan berani mereka memilih mati 

dibandingkan  mengingkari iman mereka kepada Yesus. 

Dengan kasih sayang St. Sesilia menguburkan 

jenasah mereka, sebelum akhirnya ia sendiri 

ditangkap. Sesilia mempertobatkan para petugas 

yang berusaha membujuknya untuk 

mempersembahkan korban bakaran kepada berhala. 

saat  Sesilia dibakar dalam kobaran api, api tidak 

menyakitinya. Akhirnya, seorang ditugaskan untuk 

memenggal kepala Sesilia. Ia menebaskan 

pedangnya tiga kali ke leher Sesilia, Sesilia rebah 

namun  tidak langsung tewas. Ia tergeletak di lantai 

rumahnya sendiri tak mampu bergerak. Meskipun 

begitu, dengan mengacungkan tiga jari dengan 

tangannya yang satu dan satu jari di tangannya 

yang lain, ia masih menyatakan imannya kepada 

Allah Tritunggal Mahakudus.

Sesilia, perawan dan martir, santa pelindung 

paduan suara dan penyanyi di gereja; sebab, 

kisahnya menyebutkan bagaimana ia 

menyanyikan madah pujian, selagi alat-alat 

musik surgawi mengumandangkan lagu 

pernikahannya. B: Cil, Sil; L: organ; P: 22 

Nopember. – Valerianus, Tiburtinus dan 

830

Maximus mati sebagai martir di Roma. Makam 

mereka ada  dalam Katakombe 

Praetextatus, namun  tentang hidup mereka tiada 

laporan lagi. P: 14 April.

SEVERINUS († 482)

Sangat pandai merujukkan orang yang 

terlibat permusuhan sebab  fanatisme keagamaan. 

Ia berbuat amal dan membantu orang miskin 

meningkatkan taraf hidupnya. Pada akhir hidupnya 

Severinus mengundurkan diri ke dalam suatu biara 

di Austria.

P: 8 Januari

SEVERUS (abad ke-4)

yaitu  seorang penenun kain di Ravenna 

(Italia). Ia beranak-istri dan menjabat diakon. Waktu 

ia menghadiri pemilihan uskup, sekonyong-konyong 

seekor burung merpati hinggap di atas kepalanya. 

Dan ramai-ramai umat memilihnya menjadi uskup. 

Jenasahnya serta jenasah isterinya Santa Vinsensia, 

dan anaknya Santa Inosensia dicuri pada tahun836 

dan dibawa ke Maiz (Jerman).

A: Severus: tegas; Inosensia: tak bersalah P: 1 

Februari

SHADHUST (†432)

yaitu  katolikos (=uskup agung) di Seleukia-

Ktesiphon (ibukota Persia waktu itu) yang 

dipenjarakan dan dipenggal bersama 29 anggota 

umatnya oleh Shah Schapur II. Akibatnya tahta 

keuskupan ini menjadi kosong selama 20 tahun.

P: 20 Februari

831

SHUSHANIH (=SUSANA; 473)

Ialah isteri bangsawan Georgia (Rusia 

Selatan) yang disiksa sampai mati oleh tentara kafir 

Persia.

P: 17 Oktober

SIBILA

Ialah nama untuk nubuat-nubuat Yudea-

Kristiani dalam baha Yunani yang dikumpulkan pada 

abad ke-6. Nama ini diangkat dari nama seorang 

‘nabi’ wanita Yunani. Sebetulnya tidak ada seorang 

kudus pun yang bernam ini.

B: Bila

SIBILINA BISCOSSI OP (1287-1367)

Gadis yatim piatu dan pelayan rumahtangga 

ini menjadi buta pada umur 12 tahun. I diterima 

dalam suatu biara dan menjadi sekluse (pertapa 

dalam ruang kecil yang dikunci untuk selamanya 

disamping gereja. Banyak orang minta doa dan 

nasehatnya.

P: 23 Maret

SIGFRID (abad ke-11)

Misionaris Inggris dan uskup pertama di 

Swedia

P: 15 Februari

SIGISMUND († 524)

Raja Burgundia yang baru menjadi Katolik itu 

atas hasutan istrinya yang kedua menyuruh orang 

832

mencekik puteranya sendiri dari ratu pertama (yang 

sudah meninggal). Tidak lama berselang ia bertobat 

sungguh-sungguh dan banyak berbuat amal. 

Sigismund dikalahkan oleh raja Franken dan dibuang 

ke dalam sumur bersama anak-istrinya dan mati 

lemas.

P: 2 Mei

SILAS atau SILVANUS (abad ke-1)

Anggota jemaat Kristen di Yerusalem ini 

membawa dekrit ‘Konsili para Rasul’ (49) ke 

Antiokia. Santo Paulus memilih Silas sebagai teman 

seperjuangan dalam perjalanan penginjilan yang 

kedua (Kis. Rasul 15). Namanya di sebut pula dalam 

Surat-surat lain (1 dan 2 Tesalonika 1, 1; 2 Korintus 

1. 19; 1 Petrus 5, 12)

A: yang dipanggil Tuhan; P: 13 Juli

 

SILVANUS († 311)

Uskup Gaza (Palestina) ini dipenggal bersama 

40 saudara seiman di daerah pertambangan Phenno.

A: penghuni hutan; P: 4 Mei

SANTO PAUS SILVESTER I († 335)

Sewaktu jabatan paus ini, Kaisar Konstantin 

memberikan kebebasan kepada orang Kristen di 

seluruh wilaya kekaisaran Romawi. Silvester banyak 

membangun banyak gereja di Roma dan mengutus 

dua imam ke Konsili Nicea (325) sebagai wakilnya. 

Ia termasuk orang kudus pertama yang bukan 

martir.

A: penghuni hutan; P: 31 Desember

833

SILVIA († 592)

Malam itu sudah larut dan begitu dingin, 

sehingga orang enggan beranjak dari rumah. Begitu 

pula kesunyian merayap di sebuah pondok budak-

belian di pinggiran kota. Kebanyakan di antara 

mereka sudah tidur lelap. Tiba-tiba terdengar suara 

ging, dan serta merta mereka bangkit dan keluar 

satu persatu lewat sebuah pintu kecil. Seorang 

nyonya, yaitu isteri majikan mereka yang bernama 

Silvia, telah menantikan mereka di beranda muka. 

“Pasti ada soal penting” tukas seorang budak kepada 

yang lain. Sebab, nyonya Silvia tak pernah 

mengganggu istirahat mereka. Dengan tenang 

wanita itu menyampaikan maklumat penting: “Mulai 

hari ini kamu semua saya bebaskan!” Mereka 

terkejut kegirangan dan bersorak bagaiakan koor: 

“Merdeka! Merdeka!” Memang, hal seperti ini jarang 

sekali terjadi di Roma pada waktu itu.

Silvia († 592), ibu Gregorius Agung. B: Silvi, 

Sylvia; P: 3 Nopember

SILVINUS († 717)

Bekas pegawai istana kerajaan ini berziarah 

ke Roma dan Yerusalem. Sekembalinya di Perancis 

ia menjadi uskup misionaris yang giat sekali, hidup 

bermatiraga dan mengumpulkan uang untuk 

membebaskan budak-belian.

P: 17 februari

SIMAO das MONTANHAS OP († 1582)

yaitu  pastor paroki Lamahala di pulau 

Adonara. Bersama dengan anak buahnya ia 

834

membela diri atas serangan orang-orang dari 

kampong Terong. Di dalam pertempuran itu ia 

meninggal sambil menggenggam salib. 

(Salah satu dari Orang-orang Kudus di 

Indonesia)

SANTO SIMEON (abad ke-1)

 Simeon yang kudus hidup pada abad 

pertama. Dalam Injil Lukas bab dua dikisahkan Yusuf 

dan Maria membawa Bayi 

Yesus ke Bait Allah di 

Yerusalem. Di sanalah 

mereka bertemu dengan 

Simeon. Orang kudus 

ini  telah lama 

menunggu dengan sabar 

jawab atas permohonannya 

kepada Tuhan: ia ingin tetap 

hidup hingga melihat Sang 

Mesias, Juru Selamat dunia. 

namun , ia tidak tahu seperti 

apakah Sang Mesias itu, atau 

bilakah dan apakah doanya 

akan dikabulkan. 

 Pasangan muda dari Nazaret itu 

menghampirinya bersama dengan bayi mereka. 

Simeon memandang mata Sang Bayi dan merasakan 

suatu gejolak sukacita memenuhi hatinya. Matanya 

bersinar-sinar. Ia menggendong Yesus dalam 

pelukannya, kemudian menantang-Nya sambil 

berdoa: 

”Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi 

dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu, 

sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari 

pada-Mu, yang telah Engkau sediakan di hadapan 

835

segala bangsa.” 

 Maria dan Yusuf saling berpandang-

pandangan. Mereka berdua amat takjub. Kemudian 

nabi tua itu berpaling kepada Maria. Sinar matanya 

menjadi sedih sementara ia berkata dengan lembut, 

“Dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri.” 

Maria tidak mengerti apa yang dimaksudkannya, dan 

ia berdoa kepada Tuhan untuk memohon kekuatan. 

Simeon yang kudus telah dikabulkan doanya oleh 

Tuhan. Ia tetap dalam keadaan penuh syukur dan 

sukacita sementara pasangan muda serta Bayi 

mereka meninggalkannya.

A: Tuhan telah mendengarkan; B: Sim; P: 8 

Oktober.

SIMEON (1035)

Menempuh pendidikan di Konstantinopel dan 

hidup bertapa di tepi sungai Yordan. Lalu orang 

Yunani ini menggabungkan diri pada biara di 

Betlehem dan Gunung Sinai. namun  ia lebih suka 

hidup menyendiri dan menetap di seputar pantai 

Laut Merah dan di puncak gunung. Namun kemudian 

pemimpin biara mengutusnya ke Perancis. sesudah  

menjelajahi berbagai kawasan, ia hidup terkunci 

(dengan rela) dalam bilik di suatu biara di Trier 

(Jerman) sampai saat kematiannya.

P: 1 Juni

SIMEON SALOS (†590)

Dijuluki ‘si Gila’ (=ho salos; Yun.) Sebab, 

sesudah bertapa selama 29 tahun di gurun dekat 

Laut Mati dan pulang ke Homs (Siria), Simeon 

bertingkah seperti orang gila. Maksudnya, susaha  ia 

dianggap hina dan apat berkawan dengan orang 

836

yang paling dipencilkan oleh warga  

(gelandangan, orang lumpuh, pelacur dll). Sikap 

seperti ini masih dihargai dan ditiru oleh sementara 

biarawan di Rusia.

P: 1 Juli

SIMEON STYLITES TUA (390-459)

Simeon ‘yang-hidup-di-atas-tiang’ ini sangat 

masyur. Semula ia petani kaya, namun  lalu 

meninggalkan kampungnya dan menajdi biarawan. 

Ia belajar, berdoa dan bermatiraga dengan rajin 

sekali, sehingga pemimpin biara kagum namun  

memintanya susaha  hidup diluar biara saja. Sebab, 

biarawan lain tak sanggup mengikuti teladannya. 

Maka ia memilih sebatang tiang besar di pinggir 

gurun Siria dan hidup di atasnya (1 M²) selama 36 

tahun, menahan terik matahari, angina padang 

gurun dan hujan. Simeon ingin membebaskan diri 

dari kerumunan orang yang berduyun-duyun datang 

untuk mendengar kotbah dan memperoleh 

kotbahnya. Namun mereka tetap berkumpul, bahkan 

berhari-hari, khususnya waktu puasa. Dalam masa 

puasa Simeon sama sekali tidak makan atau minum, 

sehingga pada hari Paskah ia lemas sekali. Ia 

mentobatkan banyak orang, khususnya suku-suku 

Badui Arab. Simeon berhasil mendamaikan 

keretakan-keretakan yang timbul dalam Gereja Siria. 

P: 5 Januari.

Banyak orang mengikuti jejak hidup Simeon, 

diantaranya Simeon Muda (592) yang sangat 

terpelajar dan arif bijaksana. 

P: 24 Mei

SIMFORIANUS (abad ke-3)

837

Ia ditangkap dan dihukum mati sebab  

mencaci maki penyembahan berhala. saat  hamper 

tiba di tempat ia akan dibunuh, ibunya berteriak: 

‘Vita non tollitur, sed mutatur! – Hidup tidak dicabut, 

melainkan hanya diubah!’

P: 22 Agustus

SIMON († 107)

yaitu  anak termuda dari Kleofas, saudara 

sekandung Santo Yosep, suami Bunda Maria (Markus 

6, 3). Ia menggantikan Yakobus sebagai uskup 

Yerusalem dan akhirnya dihukum mati oleh gubernur 

Atticus sewaktu sudah berumur 120 tahun.

P: 18 Februari

SIMON BAR SABBAE († 344)

sebab  uskup ibu kota Persia ini tidak mau 

mengumpulkan pajak ganda dari orang-orang 

beriman dan tidak bersedia menyembah matahari, 

maka bersama banyak orang Kristen lain ia dihukum 

mati pada hari Jumat Suci.

P: 21 April

SANTO SIMON dan SANTO YUDAS TADEUS 

 Kedua orang rasul Yesus ini kita rayakan 

pestanya pada hari yang sama. St. Simon disebut 

“orang Zelot (setia)” sebab  ia amat taat kepada 

hukum Yahudi. Suatu saat , Simon dipanggil oleh 

Yesus untuk menjadi rasul-Nya. Simon menyerahkan 

jiwanya serta mengerahkan tenaganya untuk 

mewartakan Injil. Bersama para rasul yang lain, 

Simon menerima karunia Roh Kudus pada hari 

Pentakosta. Kemudian, menurut tradisi, ia pergi ke 

838

Mesir untuk mewartakan iman. Selanjutnya, ia pergi 

ke Persia bersama dengan rasul St. Yudas, dan 

keduanya wafat sebagai 

martir di sana. 

St. Yudas disebut juga 

Tadeus, artinya “si 

pemberani.” Yudas-lah 

yang mengajukan kepada 

Kristus pertanyaan yang 

terkenal pada Perjamuan 

Malam Terakhir. Yesus 

mengatakan: “Barangsiapa 

mengasihi Aku, ia akan 

dikasihi oleh Bapa-Ku dan 

Akupun akan mengasihi dia 

dan akan menyatakan diri-

Ku kepadanya.” St. Yudas bertanya, “Tuhan, apakah 

sebabnya maka Engkau hendak menyatakan diri-Mu 

kepada kami, dan bukan kepada dunia?” Jawab 

Yesus, "Jika seorang mengasihi Aku, ia akan 

menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia 

dan Kami akan datang kepadanya dan diam 

bersama-sama dengan dia.” 

 St. Yudas dikenal sebagai santo pelindung 

“perkara yang sulit atau hampir tidak ada 

harapannya.” Umat beriman mohon bantuan doanya 

saat  tampaknya hampir tidak ada harapan sama 

sekali atas persoalan mereka. Seringkali Tuhan 

menjawab doa-doa mereka oleh sebab  bantuan doa 

rasul yang terkasih ini.

Simon,  Rasul; santo pelindung tukang kayu 

dan penebang hutan. L: gergaji (sebab  dibunuh 

dengan alat itu); P: 28 Oktober. (bersama 

dengan Santo Yudas Tadeus)

839

SIMON VAS OFM (1535)

Misionaris yang ramah dan giat ini 

mentobatkan banyak penduduk Halmahera Utara 

yang belum beragama. Simon di bunuh sebagai 

saksi iman yang pertama di Nusantara. 

(Salah satu dari Orang-orang Kudus di 

Indonesia)

SANTO PAUS SIMPLISIUS († 483)

Santo Simplisius dipilih menjadi paus pada 

tahun 468. Terkadang, tampak baginya, ia sama 

sekali sendirian dalam 

usaha  meluruskan 

kejahatan yang merajalela. 

Para penakluk telah 

mengambil alih wilayah 

yang luas. Bahkan Roma 

sendiri telah diduduki oleh 

penyerang. Penduduk 

kelaparan dan miskin. 

Mereka telah dibebani pajak 

yang berat dan dirampok 

oleh para pejabat Romawi 

sebelumnya. Kemiskinan 

berkuasa di jalan-jalan dan 

menghalau segala sukacita. Para penakluk yang baru 

setidak-tidaknya tidak membebani mereka dengan 

pajak. Paus Simplisius mengusahakan segala daya 

usaha  guna mengangkat taraf hidup warga  dan 

berkarya demi kebaikan mereka. Ia senantiasa ada 

di sana bagi mereka, tak peduli betapa kecil usaha  

yang dirasa dilakukannya. Dan sebab ia seorang 

yang kudus, ia tak pernah menyerah. Lebih dari 

sekedar perkataan, ia mengajar melalui teladan 

hidupnya yang kudus.

840

St Simplisius harus banyak menderita sebagai 

seorang paus sebab  suatu alasan lain juga. 

Sebagian dari umat Kristianinya sendiri bersikukuh 

berpegang pada pendapat-pendapat mereka yang 

salah. Lalu, dengan pilu hati, St Simplisius harus 

mengekskomunikasi mereka. Ia meluruskan mereka 

yang berbuat salah dengan kelemah-lembutan dan 

kerendahan hati. Simplisius melayani sebagai paus 

selama limabelas tahun dan sebelas bulan. 

Kemudian Tuhan memanggilnya untuk menerima 

ganjaran atas kerja kerasnya. Santo Simplisius wafat 

pada tahun 483 dan dimakamkan di Basilika St 

Petrus di Roma.

A: yang sederhana; P: 2 Maret

SANTO SIPRIANUS dan SANTO FELIX

Felix dan Siprianus, keduanya yaitu  Uskup 

Afrika yang hidup pada abad kelima. Mereka 

menderita bersama lebih dari 4900 martir dalam 

masa penganiayaan yang hebat oleh bangsa Vandal. 

Huneric, raja Vandal, membuang umat Kristiani ini 

ke pengasingan di padang gurun Libya. Mereka 

diperlakukan dengan begitu keji oleh bangsa Moor.

Seorang uskup yang kudus bernama Victor 

berusaha menolong umat Kristiani yang malang ini, 

yang dijebloskan ke dalam sebuah penjara yang 

ngeri. Mereka dikurung tanpa udara maupun 

penerangan yang cukup. Uskup Victor menuliskan 

kisah keberanian dan penderitaan yang mereka 

alami. Beliau menceritakan bahwa saat  mereka 

diperintahkan untuk pergi ke tempat pembuangan di 

padang gurun yang ganas, mereka keluar dari 

penjara dengan menyanyikan madah pujian. Umat 

Kristiani lainnya mencucurkan arimata melihat 

kegagahan mereka. Bahkan para wanita  dan 

841

anak-anak ikut pergi bersama mereka ke 

pembuangan dan tewas di sana. Dalam kisah ini 

diceritakan pula tentang Uskup St Felix. Ia tua renta 

dan setengah lumpuh hingga seseorang mengatakan 

kepada raja Vandal, “Baginda dapat meninggalkan 

dia mati di sini.” namun  Raja Huneric dengan keji 

menjawab, “Jika ia tidak dapat menunggang kuda, ia 

dapat diseret dengan lembu.” Pada akhirnya, 

mereka memutuskan untuk mengikatkan uskup tua 

yang gagah berani ini pada seekor keledai dan 

dengan demikian ia dibuang agar mati di padang 

gurun. 

Kita juga merayakan St Siprianus. Uskup 

Siprianus hidup dua abad sesudah St Siprianus dari 

Kartago. St Siprianus yang pestanya kita rayakan 

hari ini mempertaruhkan nyawanya sendiri demi 

memelihara sebanyak mungkin para tawanan. Ia 

menghabiskan segenap waktu dan kekuatannya, 

pula segala yang dimilikinya, demi menolong 

mereka. Akhirnya, ia sendiri ditangkap juga dan 

dibuang ke pengasingan. Di sana ia wafat sebagai 

martir akibat perlakuan keji terhadap umat Kristiani.

SANTO SIPRIANUS († 14 September 258) dari 

KARTAGO dan SANTO PAUS KORNELIUS († 

September 253)

Pada pertengahan abad ketiga, Gereja masih 

mengalami penganiayaan. Penganiayaan yang kejam 

dalam masa pemerintahan Kaisar Decius telah 

merenggut nyawa Paus St. Fabianus. Gereja tidak 

memiliki paus selama hampir satu tahun lamanya. 

Seorang imam kudus dari Roma, Kornelius, dipilih 

menjadi Bapa Suci pada tahun 251. Kornelius 

menerima tugas ini , oleh sebab ia sangat 

mencintai Kristus. Ia rela melayani Gereja sebagai 

842

seorang paus, meskipun pelayanannya itu 

membahayakan jiwanya. sebab  itulah Paus 

Kornelius amat dikagumi 

di seluruh dunia. 

Teristimewa para Uskup 

Afrika secara terang-

terangan menyatakan 

cinta dan kesetiaan 

mereka kepada paus. 

Uskup Siprianus dari 

Kartago mengirimkan 

kepada bapa suci surat-

surat yang 

membangkitkan semangat 

serta menyatakan 

dukungan. 

Siprianus dibaptis sebagai pengikut Kristus 

pada usia empat puluh lima tahun. Ia mengherankan 

umat Kristiani di Kartago dengan mengucapkan kaul 

kemurnian sesaat sebelum dibaptis. Beberapa waktu 

kemudian, Siprianus ditahbiskan sebagai imam dan 

pada tahun 249 sebagai uskup. Penuh semangat 

Uskup Siprianus membesarkan hati Paus Kornelius 

843

dengan mengingatkannya bahwa selama masa 

penganiayaan yang sedang berlangsung di Roma itu, 

tidak ada seorang umat Kristiani pun yang 

mengingkari imannya. Tulisan-tulisan St. Siprianus 

menjelaskan tentang kasih yang harus dimiliki umat 

Kristiani bagi persatuan Gereja. Kasih ini haruslah 

juga diperuntukkan bagi paus, para uskup serta para 

imam, baik di keuskupan-keuskupan maupun di 

paroki-paroki. Siprianus juga menulis sebuah thesis 

tentang persatuan Gereja. Topik yang diangkatnya 

itu tetap menjadi topik penting di sepanjang masa, 

termasuk masa sekarang.

Paus St. Kornelius wafat dalam pengasingan 

di pelabuhan Roma pada bulan September tahun 

253. Oleh sebab ia harus menanggung penderitaan 

yang luar biasa sebagai seorang paus, maka ia 

dinyatakan sebagai martir. St. Siprianus wafat lima 

tahun kemudian dalam masa penganiayaan 

Valerianus. Ia dipenggal kepalanya di Kartago pada 

tanggal 14 September 258. Pesta kedua orang kudus 

ini dirayakan bersama-sama untuk mengingatkan 

kita akan pentingnya persatuan Gereja. Persatuan 

Gereja yaitu  tanda kehadiran Yesus yang yaitu  

Kepala Gereja.

SIRAKUS (449-557)

Pada umur 17 tahun memasuki kehidupan 

pertapaan di Betlehem. Namun kemudian ia tinggal 

di banyak biara di seputar Palestina dan tepi Lut 

Mati. Rahib Yunani ini sangat lemah lembut, tak 

pernah marah, senang menyanyikan mazmur dan 

tidak pernah makan sebelum matahari terbenam.

P: 29 September

SIRIAKUS († 309)

844

Diakon ini ditugaskan membantu orang 

miskin di Roma. Ia dibunuh sesudah disiksa berat 

pada masa pemerintahan Kaisar Diokletianus.

P: 8 Agustus

SANTO SIRILUS (827-14 Februari 869) dan 

SANTO METODIUS (815-6 April 885)

Kedua bersaudara ini berasal dari Tesalonika, 

Yunani. Metodius dilahirkan pada tahun 815 dan 

Sirilus pada tahun 827. 

Keduanya menjadi imam dan 

memiliki keinginan kudus 

yang sama untuk 

mewartakan iman Kristiani. 

Mereka menjadi misionaris 

untuk bangsa-bangsa Slav: 

Moravia, Bohemia dan 

Bulgaria. Beginilah kisahnya: 

Pada tahun 862, hanya tujuh 

tahun sebelum St. Sirilus 

wafat, pangeran Moravia 

memohon agar para 

misionaris diutus ke 

negaranya untuk mewartakan Kabar Gembira Yesus 

dan Gereja-Nya. Pangeran menambahkan satu 

permohonan lagi, yaitu para misionaris ini  

hendaknya berbicara dalam bahasa setempat.

Kedua bersaudara, Sirilus dan Metodius, 

menawarkan diri untuk menjadi sukarelawan dan 

diterima. Mereka tahu bahwa mereka akan diminta 

untuk meninggalkan negeri mereka sendiri, bahasa 

serta kebudayaan mereka, demi cinta kepada Yesus. 

Mereka melakukannya dengan suka hati. Sirilus dan 

Metodius menciptakan abjad Slav. Mereka 

menerjemahkan Kitab Suci dan liturgi Gereja ke 

845

dalam bahasa Slav. Oleh sebab  jasa mereka, rakyat 

dapat menerima ajaran Kristiani dalam bahasa yang 

mereka mengerti.

Pada waktu itu, sebagian orang dalam Gereja 

tidak setuju dengan penggunaan bahasa setempat 

dalam liturgi Gereja. Kedua bersaudara itu harus 

menghadapi kritik serta kecaman. Kemudian, 

mereka berdua dipanggil ke Roma untuk menghadap 

Bapa Suci. Orang-orang yang mengecamnya pasti 

akan terkejut dengan jalannya pertemuan ini . 

Paus Adrianus II menunjukkan rasa kagum serta 

terima-kasihnya kepada kedua misionaris ini . 

Ia menyetujui cara-cara yang mereka gunakan 

dalam mewartakan iman dan bahkan mengangkat 

mereka berdua menjadi uskup. Sirilus, sang pertapa, 

wafat sebelum ia sempat ditahbiskan menjadi 

Uskup, sementara Metodius kemudian menjadi 

uskup. Sirilus wafat pada tanggal 14 Februari 869. 

Ia dimakamkan di Gereja St. Klemens di Roma. 

Metodius kembali ke bangsa-bangsa Slav dan 

melanjutkan karyanya selama lima belas tahun lagi 

sebelum akhirnya wafat pada tanggal 6 April 885. 

Pada tanggal 31 Desember 1980, Paus Yohanes 

Paulus II mengangkat St. Sirilus dan St. Metodius 

sebagai pelindung Eropa bersama dengan St. 

Benediktus.

SANTO SIRILUS dari ALEXANDRIA (370-

444)

Sirilus dilahirkan di Alexandria, Mesir, pada 

tahun 370. Pamannya, Teofilus, yaitu  patriark atau 

uskup agung. Pamannya seorang yang baik, namun  

terkadang cepat marah dan keras kepala. Ia tidak 

tahu bahwa Yohanes Krisostomus yang terkenal itu 

akan menjadi seorang kudus di kemudian hari. 

846

Uskup Agung Teofilus bertanggungjawab atas 

dibuangnya Yohanes ke 

pengasingan pada tahun 

403. namun  kaisar 

membawa Uskup Yohanes 

kembali ke keuskupan 

agungnya di 

Konstantinopel. Tampaknya 

Sirilus terpengaruh oleh 

prasangka buruk pamannya 

terhadap Yohanes, sebab 

itu Sirilus pun setuju bahwa 

Yohanes Krisostomus harus 

dibuang ke pengasingan.

saat  pamannya 

wafat pada tahun 412, Sirilus menjadi uskup agung 

menggantikannya. Ia memiliki  cinta yang 

berkobar kepada Gereja dan kepada Yesus. Ia 

seorang yang gagah berani di masa-masa yang sulit 

dan mewartakan apa yang diajarkan Gereja. Ia 

seorang yang jujur dan terus-terang. Ia tidak 

mencari pujian orang ataupun kedudukan. namun , 

juga Sirilus terkadang suka bertindak menurutkan 

kata hatinya dan keras kepala. Ia bermaksud 

menerangkan kebenaran-kebenaran Gereja dengan 

khotbah-khotbah dan tulisan-tulisannya, yang 

memang ia lakukan. namun  jika  Sirilus marah, 

apa yang dikatakannya sulit dipahami. Tentu saja, ia 

kurang ambil peduli untuk berkata-kata dengan cara 

yang lebih lembut, jadi sekali waktu ia meledak 

dalam amarah.

Perangainya ini pastilah membuatnya 

menderita. Walau demikian, umat Kristiani patut 

berterima kasih kepadanya atas banyak 

kecakapannya yang mengagumkan. Sebagai misal, 

847

ia dengan tidak gentar membela Gereja dan 

membela apa yang ia yakini sebagai benar.

St Sirilus yaitu  wakil Paus St Selestine I 

dalam Konsili Efesus pada tahun 431. Konsili ini 

merupakan sidang resmi Gereja yang melibatkan 

lebih dari duaratus uskup. Mereka memeriksa 

ajaran-ajaran seorang imam bernama Nestorius. 

Konsili menerangkan dengan jelas bahwa Nestorius 

salah dalam beberapa kebenaran penting yang kita 

yakini. Paus memberinya waktu sepuluh hari untuk 

berjanji bahwa ia tidak akan mewartakan ajaran-

ajarannya sendiri yang salah. namun  Nestorius tidak 

mau. Konsili menjelaskan kepada umat Allah bahwa 

kita tidak dapat menerima ajaran-ajaran sesat. Para 

uskup begitu jelas menerangkan hingga ajaran-

ajaran sesat ini tidak pernah lagi menjadi ancaman 

besar bagi Gereja. Umat sangat berterima kasih 

kepada St Sirilus dari Alexandria yang telah 

memimpin jalannya Konsili. Pada akhirnya Nestorius 

dengan diam-diam pulang kembali ke biaranya dan 

tidak lagi membingungkan umat. Sirilus kembali 

juga ke keuskupan agungnya dan bekerja keras 

demi Gereja hingga ia wafat pada tahun 444. Paus 

Leo XIII memaklumkan St Sirilus sebagai Pujangga 

Gereja pada tahun 1883.

P: 27 Juni

“Pastilah  ia  Bunda  Allah  jika  Tuhan  kita  Yesus  Kristus  

yaitu  Allah, dan ia melahirkan-Nya.” ~ St Sirilus

SANTO SIRILUS dari YERUSALEM (315-

386)

Sirilus dilahirkan sekitar tahun 315 pada saat 

dimulainya suatu masa baru bagi umat Kristiani. 

Sebelum masa itu, Gereja mengalami penganiayaan 

848

hebat oleh para kaisar. Ribuan umat Kristiani wafat 

sebagai martir. Pada tahun 315, Kaisar Konstantin 

mengakui agama Kristen 

sebagai agama resmi. 

Hal ini  memang 

mengagumkan, namun  

bukanlah akhir dari 

segala masalah. 

Sesungguhnya, tahun-

tahun sesudah  Dekrit 315 

itu, umat Kristiani 

menghadapi suatu 

kesulitan baru. Terjadi 

kebimbangan tentang 

apa yang dipercayai 

serta tidak dipercayai 

umat Kristiani. Muncul berbagai aliran ajaran sesat 

yang disebut “bidaah”. Banyak imam serta uskup 

menjadi pembela ajaran-ajaran Gereja yang gagah 

berani. Salah seorang di antara mereka yaitu  

Uskup Sirilus dari Yerusalem. 

saat  St. Maximus - uskup Yerusalem - 

wafat, Sirilus dipilih untuk menggantikan 

kedudukannya. Sirilus kemudian menjadi uskup 

Yerusalem selama tigapuluh lima tahun. Enambelas 

tahun dari masa pengabdiannya itu dilewatkannya 

dalam pengasingan serta pembuangan. Tiga kali ia 

diusir dari kota oleh orang-orang berpengaruh yang 

tidak menghendaki kehadirannya. Mereka berusaha 

memaksa Sirilus untuk menerima ajaran-ajaran 

sesat tentang Yesus dan Gereja. namun  Sirilus 

pantang menyerah.

Masa pemerintahan Kaisar Yulianus - seorang 

kaisar yang ingkar terhadap agama - dimulai pada 

tahun 361. Yulianus bermaksud hendak membangun 

kembali Bait Allah di Yerusalem yang terkenal itu. Ia 

849

punya suatu tujuan pasti: hendak membuktikan 

bahwa Yesus salah saat  Ia menyatakan bahwa Bait 

Allah di Yerusalem tidak akan dibangun kembali. Ia 

bertekad untuk membuktikannya. Maka ia 

menghabiskan banyak sekali uang serta 

mengirimkan segala macam bahan bagi 

pembangunan Bait Allah yang baru. Banyak orang 

mendukungnya dengan menyerahkan barang-barang 

perhiasan serta emas dan perak. Namun demikian, 

St. Sirilus menghadapi situasi yang sulit ini  

dengan tenang. Ia yakin bahwa Bait Allah tidak akan 

dapat dibangun kembali oleh sebab Yesus, yang 

yaitu  Allah, telah mengatakannya. Bapa uskup 

melihat seluruh bahan-bahan bangunan ini  dan 

berkata, “Aku tahu bahwa usaha ini pasti akan 

gagal.” Dan memanglah demikian, pertama-tama 

badai, kemudian gempa bumi, dan yang terakhir 

kebakaran, yang akhirnya menghentikan usaha 

kaisar. Pada akhirnya kaisar membiarkan pekerjaan 

ini  terbengkalai. 

St. Sirilus wafat pada tahun 386 saat  

usianya sekitar tujuhpuluh tahun. Uskup yang lemah 

lembut serta baik hati ini harus mengalami masa-

masa penuh pergolakan serta penderitaan selama 

hidupnya. namun , ia tidak pernah kehilangan 

semangat oleh sebab  semua itu demi Yesus. Ia 

senantiasa setia kepada Kristus sepanjang hidupnya. 

Sirilus seorang yang gagah berani dalam 

mengajarkan kebenaran tentang Yesus dan Gereja-

Nya. 

P: 18 Maret

850

SANTO PAUS SIXTUS II († 6 Agustus 258)

Para kaisar Romawi yang menganiaya orang-

orang Kristen berusaha untuk memusnahkan 

kepercayaan kepada Yesus dan 

agama yang mereka benci 

sekaligus mereka takuti. 

Meskipun mereka tidak 

menyadarinya, namun 

sesungguhnya setiap kali 

mereka membunuh seorang 

kudus, mereka semakin 

memperkuat keyakinan orang-

orang Kristen. Dari 

penganiayaan bangsa Romawi 

yang banyak menumpahkan 

darah itu, muncullah para 

martir. Persembahan para 

martir kepada Yesus yaitu kesetiaan mereka, bahkan 

hingga rela mengurbankan nyawa, mendatangkan 

berkat bagi Gereja hingga akhir jaman.

Penganiayaan oleh Kaisar Valerian 

mengakibatkan kemartiran Paus St. Sixtus II dan 

keenam diakonnya pada hari yang sama. 

Penganiayaan dilakukan dengan amat kejam. 

Banyak orang dari komunitas Kristiani bersembunyi 

dalam katakomba-katakomba bawah tanah. Mereka 

ambil bagian dalam Perayaan Misa dan saling 

menguatkan satu sama lainnya. Sixtus, seorang 

imam Roma, diangkat menjadi Paus pada tahun 257. 

Pada tahun yang sama penganiayaan oleh Kaisar 

Valerian dimulai. Paus Sixtus maju terus dengan 

berani selama satu tahun, sebagian besar dengan 

bersembunyi, dan meneguhkan umat Kristen. 

Dengan kebijaksanaan serta kelemahlembutannya, 

ia bahkan menyelesaikan masalah-masalah tentang 

iman Kristiani. 

851

Pada tanggal 6 Agustus 258, para prajurit 

Romawi menerjang masuk suatu ruangan dalam 

katakomba di mana Sixtus sedang duduk dengan 

tenang. Ia sedang menyampaikan khotbahnya 

tentang cinta kasih dan pengampunan Yesus. 

Sebagian orang mengatakan bahwa ia langsung 

dibunuh di tempat itu, di atas kursinya, bersama 

dengan empat orang dari keenam diakonnya. 

Sebagian lagi mengatakan bahwa ia dan para 

diakonnya dibawa pergi untuk diadili. Kemudian 

mereka dibawa kembali ke ruangan yang sama dan 

dibunuh. Dua diakon lainnya dibunuh juga beberapa 

saat kemudian pada hari yang sama.

Seabad sesudah peristiwa ini , Paus St. 

Damasus menuliskan sebuah prasasti yang indah di 

makam St. Sixtus yang terletak dalam katakomba 

St. Kalistus di Roma. St. Sixtus II amat dihargai oleh 

umat Kristen perdana dan namanya termasuk dalam 

daftar orang kudus yang dicantumkan dalam Doa 

Syukur Agung Pertama. Kita dapat mohon bantuan 

doa St. Sixtus II agar kita dapat menghargai karunia 

iman kita dan tumbuh dalam kasih kepada Yesus. 

saat  kita takut berdiri tegak menghadapi apa yang 

Yesus kehendaki dari kita, kita dapat mohon bantuan 

doa St. Sixtus dan para diakonnya agar kita 

dikuatkan.

852

SANTA SKOLASTIKA (480-543)

St. Skolastika dan St. Benediktus yaitu  

saudara kembar. Mereka dilahirkan di Nursia, Italia 

pada tahun 480. Skolastika 

yaitu  seorang gadis yang 

cerdas dan peramah. Ia juga 

seorang yang religius; sejak 

belia ia telah menyerahkan 

dirinya kepada Tuhan. 

saat  mereka berusia 

duapuluh tahun, Benediktus 

pergi mengasingkan diri 

sebagai pertapa dalam 

sebuah gua terpencil di 

Subiako. Di kemudian hari, ia 

pergi ke Monte Kasino dan 

mendirikan biara di sana. 

Skolastika menyusul 

saudaranya dan tinggal di 

Plombariola yang berjarak 

kurang lebih 5 mil dari biara Benediktus. Dengan 

bantuan dan petunjuk Benediktus, Skolastika 

mendirikan dan memimpin biara wanita.  

Setahun sekali Skolastika mengunjungi saudaranya 

untuk membicarakan masalah-masalah rohani. 

sebab  wanita  tidak diperbolehkan memasuki 

biara Monte Kasino, maka Benediktus ditemani 

dengan beberapa muridnya akan menemui 

Skolastika di sebuah rumah yang tidak jauh letaknya 

dari gerbang biara. Pada suatu hari Skolastika 

datang berkunjung dan Benediktus menemuinya 

bersama beberapa murid. Sepanjang hari itu mereka 

memuji Tuhan dan berbicara mengenai hal-hal 

rohani. saat  malam tiba mereka makan malam 

bersama. Pembicaraan terus berlanjut sementara 

853

malam semakin larut. Berkatalah Skolastika kepada 

saudaranya, 

“Jangan tinggalkan aku malam ini; mari kita 

berbicara mengenai sukacita kehidupan 

rohani sampai pagi.”

“Saudariku,” jawab Benediktus, “Apakah yang 

engkau katakan itu? Aku tidak boleh tinggal 

di luar biaraku.”

saat  didengarnya bahwa Benediktus menolak 

permintaannya, wanita  kudus itu 

menangkupkan kedua tangannya di atas meja, 

menundukkan kepala dan berdoa. Sementara ia 

mengangkat kepalanya kembali, halilintar datang 

sambar-menyambar, gemuruh guntur bersahut-

sahutan dan hujan badai membasahi bumi, sehingga 

baik Benediktus maupun murid-muridnya tidak 

dapat pulang. sebab  sedih, Benediktus mengeluh: 

“Semoga Tuhan mengampuni engkau, 

saudariku. Apa ini yang telah engkau 

lakukan?”

“Yah,” sahutnya, “aku mohon padamu namun  

engkau tidak mau mendengarkan aku; jadi 

aku mohon pada Tuhan-ku dan Ia sungguh 

mendengarkan aku. Sekarang pergilah jika 

engkau bisa, tinggalkan aku dan kembalilah 

ke biaramu.”

Jadi, demikianlah malam itu mereka tidak 

tidur semalaman, asyik dengan pembicaraan mereka 

tentang sukacita kehidupan rohani.

Tiga hari kemudian, Benediktus sedang berada di 

kamarnya di biara. saat  ia menengadah menatap 

langit, ia melihat jiwa saudarinya meninggalkan 

jasadnya dalam rupa seekor burung merpati, dan 

terbang tinggi menuju suatu tempat rahasia di 

surga. Benediktus amat bersukacita, ia berterima 

kasih kepada Tuhan yang Mahakuasa dengan 

854

nyanyian serta puji-pujian. Kemudian ia 

memerintahkan para muridnya untuk menjemput 

jenasah saudarinya dan membawanya ke biara. 

Benediktus membaringkan jenasah Skolastika dalam 

kubur yang telah dipersiapkannya bagi dirinya 

sendiri; kubur di mana kelak tubuhnya pun 

dibaringkan. Skolastika wafat pada tahun 543. 

Pestanya dirayakan setiap tanggal 10 Februari.

Skolastika (480-543), abbas; A: yang 

terpelajar; L: abbas wanita dengan tongkat dan 

merpati; P: 10 Februari

SOFRONIUS († 635)

Orang kudus yang berasal dari Damsyik ini 

mengembara kemana-mana, sampai akhirnya ia 

menjadi rahib di Palestina. Sewaktu menjabat uskup 

Yerusalem, ia amat menonjol sebagai pembela iman 

yang benar. Untuk itulah ia menulis banyak artikel  

teologi dan askese. saat  Yerusalem direbut Khalif 

Omar (637), Sofronius memperlihatkan tempat-

tempat suci kepadanya dan berhasil mengambil hati 

Omar untuk berlaku murah hati terhadap umat 

Kristen.

P: 11 Maret

SOLANGIA (880)

Wanita pengembala domba ini dibunuh oleh 

tuan tanahnya sebab  tidak mau diajak berhubungan 

gelap.

P: 10 Mei

855

SOPHIA

yaitu  personifikasi Kebijaksanaan (-Sophia: 

Yun) Ilahi, Yaitu Kristus sendiri sebagai Sabda Ilahi 

yang menjadi manusia.

SOTERIS (abad ke-4)

Gadis dari keluarga bangsawan Romawi dan 

saudari dari nenek Santo Ambrosius ini ditangkap, 

dipukul dan dipenggal sebab  tidak mau menyembah 

berhala.

P: 10 februari

SANTO PAUS SOTER († 174) dan SANTO 

PAUS CAIUS († 296)

St Soter yaitu  seorang paus di masa silam 

pada masa pemerintahan kaisar-kaisar Romawi. Ia 

yaitu  seorang bapa 

sejati bagi segenap 

umat Kristiani. Ia 

memberikan banyak 

pertolongan kepada 

mereka yang miskin. 

Ia memberikan 

perhatian istimewa 

kepada mereka yang 

dijatuhi hukuman kerja 

paksa di 

pertambangan-

pertambangan 

berbahaya. Mereka dikirimkan ke sana sebab 

mereka tak hendak menyangkal iman kepada Yesus. 

Orang-orang Kristen yang gagah berani ini 

856

senantiasa kelaparan. Mereka juga hanya diijinkan 

untuk beristirahat sebentar saja. Orang-orang 

Kristen lainnya dibelenggu dalam penjara-penjara. 

Paus Soter melakukan segala yang mungkin dapat ia 

lakukan demi menghibur dan 

menolong mereka.

St Soter juga membantu 

umat Kristen yang jauh dari 

Roma. Paus yang kudus ini 

sungguh seorang pengkhotbah 

yang ulung. Segenap umat 

Kristiani senang 

mendengarkannya menjelaskan 

iman. Ia berbicara dengan 

kasih yang begitu rupa. Ia 

mengilhami mereka untuk 

dengan gagah berani mati demi 

Yesus dibandingkan  

mempersembahkan kurban kepada berhala-berhala. 

St Soter sendiri menyerahkan nyawa demi Yesus 

pada tahun 174 sesudah  melewatkan masa pontifikat 

selama sepuluh tahun.

St Caius yaitu  seorang paus sekitar seratus 

tahun sesudahnya. Ia juga hidup pada masa 

penganiayaan. Paus Caius melakukan segala daya 

usaha  yang dapat dilakukannya demi 

mempersiapkan umat untuk senantiasa berpegang 

pada iman meski harus berkorban. Agar dapat lebih 

menolong umatnya, Caius hidup delapan tahun 

lamanya dalam ruang-ruang bawah tanah yang 

disebut katakomba. Katakomba yaitu  makam-

makam di mana umat Kristiani biasa berkumpul 

secara sembunyi-sembunyi untuk berdoa dan 

menyambut sakramen-sakramen. Inilah tempat 

persembunyian mereka dari para prajurit kafir yang 

kejam. Umat Kristen tahu bahwa mereka akan 

857

dibunuh jika tertangkap. St Caius melewatkan masa 

pontifikat selama duabelas tahun. Kemudian, ia pun 

wafat sebagai martir pada tahun 296.

SPIRIDION († 348)

sebab  penggembala biri-biri ini hidupnya 

sangat saleh, maka walaupun buta huruf dan 

memiliki  anak-istri, Spiridion dipilih menjadi 

uskup Tremitus (Siprus). Ia lurus hati dan suka 

berterus terang. Semasa menjabat uskup pun ia 

masih bekerja sebagai gembala ternak juga.

P: 14 Desember

STANISLAS KOSTKA (1550-1568)

Bersama kakaknya, yaitu Paul, Stanislas – 

yang pada saat itu baru berusia 14 tahun, belajar 

pada sebuah kolese Jesuit di Wina (Austria). Ia 

periang, peramah dan polos hatinya. Perangai ini 

berbeda sekali dengan tabiat Paul, sehingga cara 

hidup Stanislas yang baik itu bagaikan duri di mata 

kakaknya. Maka Paul seringkali berlaku kasar dan 

kejam terhadap Stanislas.

Stanislas menerimanya dengan sabar. Namun 

akibatnya suatu saat  ia jatuh sakit dan sangat 

kritis. sebab  mereka tinggal pada keluarga 

Protestan, mustahillah ia mengharapkan kedatangan 

seorang imam. Syukurlah ia ingat akan perlindunga 

Santa Barbara, yang menurut riwayat orang-orang 

kudus, tak pernah membiarkan orang yang minta 

perantaraannya meninggal tanpa dibekali sakramen-

sakramen terakhir. Stanislas berdoa terus kepada 

santa ini memohon bantuan. Tiba-tiba Santa Barbara 

menampakkan diri didampingi dua malaikat dan 

menerimakan Komuni Kudus kepadanya.

858

Stanislas sembuh dan ingin masuk Serikat 

Jesus. Susaha  tidak dicegah ayahnya, Stanislas 

menyamar dan lari ke Roma. Di sana ia diterima 

dalam novisiat sesudah  membuktikan kesungguhan 

hatinya dengan melaksanakan segala tugas remeh 

dan hina, walaupun ia keturunan ningrat Polandia. 

Sepuluh bulan lamanya Stanislas menjalani 

novisiatnya dengan sangat setia. Meskipun masih 

muda, namun kesalehannya menonjol sekali. Ia 

meninggal di Roma sebagai novis pada hari pesta 

kenaikan Bunda Maria, sesuai dengan permohonan 

dalam doanya.

Stanislas Kostka (1550-1568), novis Jesuit; 

pelindung para pelajar dan mahasiswa. L: frater 

dengan tongkat jalan (sebab  ia berjalan kaki 

dari Wina ke Roma sewaktu musim dingin); P: 

13 Nopember

SANTO STANISLAUS (1030-11 April 1079)

St. Stanislaus dilahirkan dekat Cracow, 

Polandia pada tahun 1030. Kedua orangtuanya telah 

berdoa tiga puluh tahun 

lamanya agar dikarunia seorang 

anak. saat  Stanislaus lahir, 

mereka mempersembahkannya 

kepada Tuhan oleh sebab 

mereka amat bersyukur. saat  

dewasa, Stanislaus belajar di 

Paris, Perancis. Sesudah 

orangtuanya meninggal dunia, 

ia memberikan semua harta 

milik yang diwariskan 

orangtuanya kepada fakir 

miskin. Kemudian ia menjadi 

seorang imam.

859

Pada tahun 1072, Stanislaus ditahbiskan 

sebagai Uskup Cracow. (Sebelum menjadi paus, 

Yohanes Paulus II juga yaitu  Uskup Cracow, 

beberapa abad kemudian). Uskup Stanislaus sangat 

dicintai umatnya. Mereka terutama sekali 

menghargai caranya memberikan perhatian kepada 

kaum miskin, para janda dan anak-anak yatim piatu. 

Seringkali ia sendiri turun tangan melayani mereka. 

   

Pada waktu itu Boleslaus II menjadi raja 

Polandia. Ia seorang yang kejam dan tidak bermoral. 

Rakyat takut kepadanya dan juga muak dengan 

gaya hidupnya. Mula-mula Uskup Stanislaus 

menasehatinya secara pribadi. Bapa Uskup seorang 

yang lemah lembut dan disegani. namun , ia juga 

seorang yang jujur pula, dinyatakannya kepada raja 

segala perilakunya yang keliru. Tampaknya raja 

menyesal, namun sebentar saja ia sudah kembali 

pada cara hidupnya semula. Ia bahkan melakukan 

lebih banyak dosa yang mengerikan. Bapa Uskup 

kemudian mengucilkannya dari Gereja. Raja 

Boleslaus amat murka. Ia ingin membalas dendam, 

maka diperintahkannya dua orang pengawal untuk 

membunuh St. Stanislaus. Tiga kali mereka 

mencoba namun  gagal. Kemudian raja sendiri dalam 

angkara murkanya bergegas menuju kapel uskup. Ia 

membunuh St. Stanislaus saat bapa uskup sedang 

mempersembahkan Misa. Peristiwa itu terjadi pada 

tanggal 11 April 1079. Tuhan melakukan banyak 

mukjizat sesudah  wafatnya St. Stanislaus. Semua 

orang menyebutnya martir. Ia dinyatakan kudus 

oleh Paus Inosensius IV pada tahun 1253. 

P: 11