gi
ini wafat di Roma pada tanggal 7 Mei 1728 dalam
usia tujuhpuluh dua tahun. sesudah ia wafat, para
guru awamnya menjadi biarawati religius. Para
biarawati Venerini melanjutkan karya pelayanan
mereka dalam mengajar sebagaimana dilakukan
812
Rosa. Rosa Venerini dimaklumkan “beata” oleh Paus
Pius XII pada tahun 1952.
SANTA ROSELINA (1263-1329)
Ia menjadi rubiah Kartus dalam usia 15
tahun. Hidupnya sangat keras; ia menerima karisma
dan mengerjakan mukjizat. Ia dihormati sebagai
santa pelindung penderita sakit mata.
P: 17 Januari
ROSWITA (935-1000)
sebab kaya, orangtuanya menitipkan
Roswita ke dalam sebuah biara susaha mendapat
pendidikan yang baik. Sesudah dewasa Roswita tidak
mau meninggalkan biara Gandersheim (Jerman) itu
lagi. Suster Roswita pandai menggubah syair dan
mengarang artikel -artikel roman serta keagamaan.
B: Rose, Rosi; P: 30 Maret
RUDOLFUS (1034-1064)
Ia menyerahkan seluruh miliknya kepada
Santo Petrus Damiani untuk menirikan biara. Ia
sendiri masuk biara itu sampai diangkat menjadi
uskup Gubbio (Italia). Rudolfus berjuang
memberantas simony dalam Gereja.
B: Ralph, Raoul, Rudi (♂); Rudolfina (♀); P: 17
Oktober
RUDOLF AQUAVIVA SJ (1550-1583)
yaitu misionaris di istana Maharaja Akbar
(India). Ia dibunuh oleh orang Hindu di pulau
Salsette dekat Bombay.
813
P: 4 Februari
RUFUS (abad ke 1)
Anak Simon dari Kirene (Markus 15, 21) ini
yaitu anggota terkemuka umat Kristen di Roma
(Roma 16, 13).
A: (berambut) merah; P: 21 Nopember
RUPERTUS († 718)
Semula yaitu uskup Worms (Jerman).
Kemudian ia menyerahkan keuskupannya untuk
menjadi uskup misionaris keliling tanpa tempat yang
pasti. Ia amat berhasil di Bavaria. Rupert mendirikan
biara pria dan wanita yang kemudian menjadi pusat
kegiatannya di Salzburg (Austria).
P: 24 September
RUTH (abad ke 11 SM)
Berasal dari suku Moab. Namun gadis ini
pergi ke daerah lain bekerja mencari nafkah demi
diri dan mertuanya yang sudah tua. Kemudian ia
dinikahi oleh Boaz, seorang kaya dari Betlehem.
Anaknya menjadi nenek Raja David, dan dengan
demikian Ruth termasuk leluhur Jesus, walaupun ia
bukan keturunan Yahudi. Lihat Kitab Ruth
(Perjanjian Lama).
A: teman wanita (H); P: 1 September
814
S
SABAS († 372)
Lektor gereja ini dua kali ditangkap sebab
menguatkan iman orang Kristen kerajaan Got.
Akhirnya ia ditenggelamkan ke sungai dekat Buzan
(Rumania).
P: 12 April
815
SANTO SABAS (439-532)
Sabas, yang dilahirkan pada tahun 439,
yaitu salah seorang dari rahib Palestina yang
termasyhur. Ayahnya
seorang pejabat dalam
dinas militer. saat
ayahnya harus pergi ke
Alexandria, Mesir, ia
menitipkan puteranya yang
masih kecil kepada saudara
iparnya. Namun sebab
bibinya memperlakukannya
dengan buruk, Sabas kecil
melarikan diri ke rumah
pamannya yang lain. saat
timbul pertengkaran di
antara kedua pamannya itu,
Sabas merasa tidak tenang. Ia senang melihat
semua orang hidup dalam damai. Jadi, ia melarikan
diri lagi dan tinggal di sebuah biara. Kedua
pamannya merasa malu atas perbuatan mereka.
Mereka meminta Sabas untuk kembali dan mereka
berjanji akan memberikan kepadanya semua hak
warisannya. namun , Sabas merasa berbahagia
tinggal di biara. Ia tidak mau meninggalkannya.
Meskipun di biara ia menjadi rahib yang paling
muda, namun dialah yang paling tekun berdoa.
saat usianya delapanbelas tahun, Sabas
pergi ke Yerusalem. Ia ingin mencoba hidup
sendirian bersama Tuhan saja. Ia dinasehati agar
tinggal di biara lain untuk sementara waktu oleh
sebab ia masih amat muda. Sabas taat dan dengan
sukacita mengerjakan semua pekerjaan berat. Ia
membelah kayu untuk perapian dan memikul ember
air yang berat. Suatu hari, St. Sabas diutus ke
Alexandria untuk menemani seorang rahib. Di sana,
816
ia berjumpa dengan ayah ibunya! Orangtuanya
mengusaha kan segala cara agar Sabas mau tinggal
bersama mereka. Mereka ingin agar Sabas
menikmati kehormatan yang sama seperti yang
telah diperoleh ayahnya. Tidak demikian dengan
Sabas! Ia bahkan tidak mau menerima uang yang
mereka coba berikan kepadanya. Akhrinya, Sabas
menerima juga tiga keeping emas. saat ia tiba
kembali di biaranya, diserahkannya kepingan-
kepingan emas itu kepada kepala biara.
Pada akhirnya, selama empat tahun Sabas
dapat juga menikmati hidup sendirian bersama
Tuhan saja, seperti yang didambakannya. namun ,
sesudah itu ia harus memulai sebuah biara baru.
Banyak murid datang kepadanya untuk menjadi
rahib. Tak lama kemudian, St. Sabas diserahi
tanggungjawab atas semua rahib di Palestina. Sekali
waktu Sabas diutus kepada kaisar untuk masalah-
masalah Gereja yang penting. Meskipun demikian,
Sabas tetap mengenakan jubah sederhananya dan
tetap setia pada jam-jam doanya. St. Sabas wafat
pada tahun 532.
P: 5 Desember
SANTA SABINA (abad ke-2)
Perawan dan martir di Roma; pelindung ibu
rumah tangga dan anak-anak.
P: 29 Agustus
SABINIANUS (abad ke 3)
Ia dan kawan-kawannya menjadi misionaris
di Sens (Perancis) dan akhirnya mati sebagai martir.
P: 31 Desember
817
SABINUS († 393)
Diakon di Milano (Italia) yang cerdas dan arif
ini menjadi uskup Piazenza. Ia mengikuti banyak
sinode untuk menggiatkan hidup gerejani.
P: 11 Desember
SALOME (abad ke-1)
yaitu ibu Rasul Yakobus dan Yohanes. Ia
melayani Jesus dan mengikutiNya sampai bukit
Golgota. (Lih. Mark. 15, 40-41)
P: 22 Oktober
SALVADOR CARVALHAES (1586-1614)
Ex-seminaris dari kolese di Solor bersama
Pedro Carvalhaes penduduk desa Numba dan Manuel
da Lima dari Xaraboro, - ketiga-tiganya yaitu
bapak keluarga pribumi. Mereka dibunuh di Solor
sesudah disiksa tiga hari lamanya oleh orang-orang
Islam yang diberi perlindungan oleh seorang kapten
VOC yang bernama Van Der Velde. Nama Portugis
mereka berasal dari bapak-bapak permandian
mereka yang berkebangsaan Portugis. (Salah satu dari
Orang-orang Kudus di Indonesia)
SALVATOR OFM (1520-1567)
Bruder ini menjalani matiraga keras dan
bersikap rendah hati. Ia dikaruniai kemampuan
menyembuhkan orang sakit. sebab tamu yang
datang berbondong-bondong itu mengganggu hidup
biara, maka ia sering disuruh pindah tempat.
A: penyelamat; P: 18 Maret
SAMSON XENODOCHIUS († 530)
818
Imam ini mempelajari ilmu kedokteran
susaha dapat meringankan beban penderitaan baik
jasmani maupun rohani. Ia mendirikan rumahsakit
yang besar di Konstantinopel.
A: Samson atau Simson; malaikat kecil;
Xenodochius: yang suka melayani tamu; P: 27
Juni
SAMUEL (abad ke-11 SM)
Nabi, hakim dan pemimpin yang mengurapi
Saul dan David menjadi raja Israel (Lih. Kitab
Samuel I dan II)
A: panggilan; namanya ialah Tuhan; B: Sam; P:
20 Agustus
SANCA († 1229)
Puteri raja Portugal ini sangat menolong
pendirian biara-biara suster. Kemudian ia menjadi
rubiah Sistersien.
P: 13 Maret
SAPOR, ISAK, MAKANES, ABARAHAM dan
SIMON († 339)
yaitu para martir yang mati sebagai saksi
iman di Persia.
P: 30 Nopember
SATURNINUS (abad ke-4)
saat imam ini tengah merayakan Ekaristi di
rumah Oktavius Felix, ia ditangkap bersama 48
819
pengikut misa da dipenjarakan di Kartago (Tunisia).
Sebagian besar dari mereka dibiarkan mati
kelaparan dan kehausan.
P: 11 Februari
SAVA (1174-1235)
Putera raja Nemanya ini meninggalkan istana
dan tanah airnya untuk menjadi biarawan di gunung
Atos (Yunani). Beberapa tahun kemudian ayahnya
yang telah turun tahta dengan rela mengikuti
jejaknya. Akan namun Sava terpaksa pulang, sebab
kakak-kakaknya berkelahi dan mengakibatkan
rusaknya Negara Serbia.
Ia lalu mendirikan biara, mengorganisir
gereja serta mengutus biarawan-biarawan susaha
membimbing rakyat terlantar. Sava menjadi uskup
agung Serbia yang pertama dan organisator
kerajaan (menyusun kitab hukum). Agar tetap kuat
dalam urusan politis ini, ia sewaktu-waktu
mengundurkan diri ke dalam pertapaannya. Ia
meninggal dalam perjalanan pulang dari Yerusalem
dan Sinai, tempat ia mendirikan biara juga.
P: 14 Januari
SCHARBIL atau SARBELIUS († 251)
Bekas imam kafir ini menolak mengadakan
pemujaan bagi dewa-dewa. Akhirnya ia bersama
adik wanita nya, yaitu Santa Barbea; dihukum
mati di Edessa (Siria).
P: 29 Januari
SCILLIUM (NUMIDIA; kini ALJAZAIR)
820
Pada tahun 180, tujuh pria dan lima wanita
dari Scillium dibawa ke Kartago (Tunisia) untuk
diinterogasi. Mereka membawa bungkusan
berisi’Kitab-kitab Suci dan Surat-surat dari Paulus, si
Saleh’. sebab tidak mau murtad, mereka akhirnya
dipenggal.
P: 17 Juli
SANTO SCHARBEL MAKHLOUF
(8 Mei 1828-24 Desember 1898)
Youssef Makhlouf dilahirkan pada tanggal 8
Mei 1828 di sebuah desa di pegunungan di Libanon.
Hidupnya biasa-biasa saja. Youssef belajar di sebuah
sekolah kecil di sana dan ikut ambil bagian dalam
kegiatan di gereja paroki. Ia mencintai Bunda Maria
dan ia suka berdoa. Ia memiliki dua orang paman
yang yaitu biarawan. Meski Youssef tidak
mengatakan kepada seorang pun, ia berdoa kepada
Bunda Maria memohon bantuannya agar
diperkenankan menjadi seorang biarawan. Orangtua
Youssef menghendakinya untuk menikah. Ada
seorang gadis yang amat baik di dusun itu yang
cocok dijadikan sebagai isteri ideal baginya,
begitulah pikir mereka. namun Youssef yakin bahwa
itulah saat untuk mengikuti panggilannya menjadi
seorang biarawan. Ia menggabungkan diri dalam
Biara Bunda Maria dalam usia duapuluh tiga tahun.
Ia mengambil nama Sharbel, seturut nama seorang
martir kuno. Ia mengucapkan kaulnya pada tahun
1853 dalam usia duapuluh lima tahun. Sharbel
mengikuti pendidikan calon imam dan ditahbiskan
pada tahun 1858. Ia tinggal di Biara St Maron
selama enambelas tahun.
821
Pastor Sharbel
yaitu seorang yang
khusuk, yang kecintaannya
pada doa menjadi cirinya
yang menonjol. Dari waktu
ke waktu ia akan
mengundurkan diri ke
pertapaan milik ordo untuk
menikmati doa-doa yang
lebih mendalam. Duapuluh
tiga tahun terakhir hidupnya, dilewatkan Sharbel
dalam keheningan pertapaan. Ia memilih untuk
mengamalkan hidup yang amat keras. Ia
bermatiraga, makan sedikit, tidur di lantai yang
keras, dan menghabiskan berjam-jam lamanya
dalam doa. Tahun-tahun berlalu dan Sharbel
menjadi seorang yang sepenuhnya mengasihi Yesus.
Kemudian, sementara ia sedang merayakan Misa
pada tanggal 16 Desember 1898, saat konsekrasi, ia
terserang stroke. Sharbel terbaring tak berdaya
delapan hari lamanya, dan wafat pada tanggal 24
Desember 1898.
Mukjizat-mukjizat mulai terjadi di makam
biarawan yang kudus ini. Sebagian dari mukjizat-
mukjizat ini diterima sebagai prasyarat untuk
memaklumkan Sharbel sebagai “beato” dan
kemudian “santo”. Pater Sharbel dimaklumkan
sebagai santo oleh Paus Paulus VI pada tanggal 9
Oktober 1977. Paus menjelaskan bahwa St Sharbel
dengan cara hidupnya mengajarkan kepada kita
jalan sejati kepada Tuhan. Beliau mengatakan
bahwa budaya kita memuliakan kekayaan dan
kenikmatan. namun Sharbel, sebaliknya,
mengajarkan kepada kita melalui teladan hidupnya,
nilai kemiskinan, matiraga dan doa.
822
SEBASTIAN de S. JOSE OFM (1610)
Ia bersama seorang bruder di bunuh oleh
orang-orang Islam dari Tagulandang (Maluku)
(Salah satu dari Orang-orang Kudus di
Indonesia)
SEBASTIANUS (abad ke-4)
Kaisar Diokletianus naik pitam, saat
mendengar bahwa perwira pasukan pengawalnya
beragama Kristen. Perwira itu dipanggil dan didesak
susaha mengingkari imannya. Namun dengan tandas
ia menolak perintah kaisar, sekalipun diancam. Kaisa
mengambil jalan pintas; memerintahkan regu
pemanah menghabisi nyawa perwira itu. Seusai
pembantaian itu, para pemanah meninggalkan
korban dengan keyakinan ia sudah mati. namun
tenyata ia masih hidup, dan luka-lukanya di obati
oleh Irene, janda seorang martir lain. Sesudah
sembuh Sebastianus, nama perwira itu, pergi ke
istana. Ia memperingatkan kaisar agar
menghentikan penganiayaan terhadap orang-orang
Kristen yang tak bersalah. Api kemurkaan kaisar
memuncak, sehingga ia langsung memerintahkan
tentaranya memukuli Sebastianus sampai mati.
Akhirnya perwira itu mati sesudah usaha
pembunuhan yang kedua kalinya. Sebastianus
yaitu salah seorang martir yang sejak jaman
Kristen awal sangat terkenal. Menurut Santo
Ambrosius ia berasal dari Milano. Makamnya
ada di katakombe di Jalan Apia Roma.
Sebastianus (abad ke-4), martir di Roma;
pelindung para tentara dan pemburu; B: Bastida
(♂); Sebastiana (♀); L: pemuda diikat pada
pohon ditembusi banyak anak panah. P: 20
Januari
823
SANTO PAUS SELESTINE V (1210-19 Mei
1296)
Petrus di Morone yaitu anak kesebelas dari
duabelas bersaudara. Ia dilahirkan sekitar tahun
1210 di Isernia, Italia. Ayahnya
meninggal saat ia masih kecil.
Keluarganya miskin, namun
ibunya membesarkan putera-
puterinya dengan cinta yang
besar. Ibunya menyekolahkan
Petrus sebab anak itu
menunjukkan niat dan minat
yang besar untuk belajar. Suatu
saat , seperti biasa ibunya
bertanya, “Siapakah di antara
kalian yang akan menjadi
seorang santo atau santa?”
Petrus kecil, yang kelak menjadi
Paus Selestine V, menjawab
dengan segenap hati, “Aku, mama! Aku akan
menjadi seorang santo!” Dan memang demikian.
namun , hal itu tidaklah mudah.
saat usianya dua puluh tahun, Petrus
menjadi seorang rahib. Ia menghabiskan hari-
harinya dengan berdoa, membaca Kitab Suci dan
mengerjakan tugas-tugasnya. Para rahib yang lain
biasa datang kepadanya untuk meminta nasehat dan
bimbingannya. Lama-kelamaan, Petrus membentuk
suatu ordo baru bagi para rahib.
saat Petrus berusia delapan puluh empat
tahun, ia ditahbiskan sebagai paus. Penobatannya
melalui seuatu cara yang amat tidak lazim. Selama
dua tahun lebih Gereja tidak memiliki paus. Hal ini
terjadi sebab para kardinal saling tidak sependapat
824
akan calon yang hendak dipilih. Petrus mengirimkan
pesan kepada mereka. Ia mengingatkan mereka
untuk segera mengambil keputusan, sebab Tuhan
tidak akan senang dengan penundaan yang terlalu
lama. Para kardinal melakukan nasehatnya. Sesaat
itu juga mereka memutuskan Petrus sang rahib
untuk menjadi paus! Orang tua yang malang itu
menangis saat mendengar keputusan itu. Dengan
sedih ia menerimanya dan memilih nama Selestine
V. Ia hanya memangku jabatan Paus selama lima
bulan saja. Oleh sebab ia begitu rendah hati dan
sederhana, banyak orang memanfaatkannya. Ia
tidak dapat mengatakan “tidak” kepada siapa pun.
Segera saja terjadilah kekacauan. Paus Selestine
merasa bertanggung jawab atas semua masalah
yang timbul. Ia memutuskan bahwa hal terbaik yang
dapat dilakukannya bagi Gereja yaitu menyerahkan
kembali jabatannya. Dan ia melakukannya. Ia minta
maaf sebab tidak dapat memimpin Gereja dengan
baik.
Hal yang didambakan Selestine hanyalah
tinggal di salah satu biaranya dengan tenang dan
damai. namun paus yang baru, Paus Bonifasius VIII,
beranggapan bahwa akan lebih aman jika
Selestine tinggal di sebuah kamar kecil di salah satu
istana Romawi. St. Selestine menghabiskan sepuluh
bulan terakhir hidupnya di sebuah sel sederhana.
namun , ia membuat dirinya sendiri bergembira.
“Yang engkau inginkan hanyalah sebuah sel, Petrus,”
demikian katanya berulang kali kepada dirinya
sendiri. “Nah, sekarang kau telah mendapatkannya.”
St. Selestine wafat pada tanggal 19 Mei 1296. Ia
dinyatakan kudus oleh Paus Klemens VI pada tahun
1313.
A: yang surgawi; P: 19 Mei
825
SANTO SERAPION († 370)
Serapion hidup di Mesir pada abad keempat.
Jaman itu yaitu masa-masa cemerlang bagi Gereja
dan bagi St Serapion. Sebagai pemuda, ia
mengenyam pendidikan yang baik dalam teologi
Kristen dan pelajaran sekuler. Beberapa waktu
lamanya ia memimpin sebuah sekolah Kristen
terkenal di Alexandria yang mengajarkan iman.
Kemudian Serapion pegi ke padang gurun dan
menjadi seorang biarawan. Ia bertemu dengan
seorang pertapa terkenal, St Antonius dari Mesir.
Serapion berjuang keras untuk belajar darinya dan
meneladaninya. saat meninggal, Antonius
mewariskan bagi Serapion salah satu jubahnya,
yang disimpan baik oleh Serapion sepanjang
hidupnya.
Serapion ditahbiskan sebagai Uskup Thmuis,
sebuah kota di Mesir. Ia ikut ambil bagian dalam
suatu pertemuan penting para uskup di Sardica pada
tahun 347. Serapion membuktikan diri sebagai
seorang uskup yang gagah berani. Ia mencintai
kebenaran-kebenaran iman dan berusaha
melindunginya dari orang-orang yang hendak
mengubah keyakinan Kristen. St Serapion
bekerjasama dengan St Atanasius, seorang uskup
gagah lainnya. Kedua orang kudus ini terkenal
sebab keberanian mereka. Mereka berperang
melawan ajaran-ajaran sesat atau bidaah-bidaah
dengan homili-homili dan tulisan-tulisan mereka.
Sebagian besar tulisan St Serapion kini telah hilang.
Karya tulisnya berupa surat-surat penuh pengajaran
iman dan penjelasan Mazmur. Karyanya yang
terpenting, “Euchologion”, yang telah hilang selama
beratus-ratus tahun, ditemukan kembali dan
kemudian dipublikasikan di akhir abad kesembilan
826
belas. Seorang santo terkenal lainnya pada masa itu,
St Hieronimus, mengatakan bahwa Kaisar
Konstantius mengirim Serapion ke pembuangan.
Tampaknya Serapion wafat sekitar tahun 370 di
tempat pengasingan.
B: Serapia (♀); P: 21 Maret
SERAPION († 1240)
Semula yaitu seorang perwira, namun
kemudian hidup membiara. Ia merelakan diri
menjadi sandera di Aljazair dan dibunuh beberapa
hari menjelang pembebasannya sebab mewartakan
Injil.
P: 14 Nopember
SERGIJ (1314-1392)
Bertapa di hutan rimba. sebab banyak murid
berkumpul di sekelilingnya, maka ia menjadi abbas
dan mendirikan biara demi biara. Ia menolak jabatan
uskup Moskwa (Rusia). Berkat pengaruh dan teladan
Sergij, para biarawan di Rusia sanggup menjalani
aturan hidup biara yang keras. Ia sendiri sangat
polos, rendah hati dan selalu ramah terhadap para
pengunjungnya. Ia amat menghormati Santa Maria.
Biaranya yang terletak dekat kota Zagorsk, sampai
kini tetap menarik banyak peziarah, walaupun
mereka diperolok-olok oleh kaum komunis.
P: 25 September
SANTO SERGIUS dan SANTO BAKHUS (†
303)
Dua perwira Romawi ini tidak menghadiri
upacara pemujaan kepada dewa kekaisaran.
827
Akhirnya mereka ditangkap dan dihukum mati di
Resapha (Siria). Para Badui Arab Kristen
memandang mereka sebagai santo pelindung.
P: 8 Oktober
SERVASIUS (abad ke-4)
Uskup Tongern (Belgia) yang pertama ini
memerangi bidaah Arianisme. namun ia ditipu,
sehingga menandatangani dokumen palsu ‘Air
Servasius’ digunakan untuk menurunkan panas
badan.
B: Servas; L: kunci perak; P: 13 Mei
SERVULUS (abad ke-6)
Orang miskin dan terlantar di Roma ini
mengemis untuk menolong sesamanya yang
senasib. Walaupun buta huruf ia sangat memahami
Injil, sebab ia sering minta orang lain membacakan
Injil bagianya.
A: pengabdi; P: 23 Desember
SESARIUS (470-453)
Uskup Arles Perancis ini ahli memberikan
kotbah yang pendek dan sederhana, namun kena. Ia
membersihkan umatnya dari bidaah dan mendirikan
biara suster pertama di Perancis, yang dipimpin oleh
adiknya, yaitu Santa Sesaria (P: 12 Januari).
P: 27 Agustus
828
SANTA SESILIA
Santa pelindung musik ini hidup pada masa
awal Gereja. Sesilia yaitu seorang gadis
bangsawan Romawi yang telah
mempersembahkan hatinya
kepada Kristus. Dibawah
gaun-gaunnya yang indah,
seperti yang biasa dikenakan
oleh para wanita bangsawan,
Sesilia mengenakan sehelai
baju kasar yang membuatnya
menderita. Sesilia ingin
mempersembahkan silihnya
itu kepada Yesus, Pengantin
yang telah dipilihnya. namun ,
ayah Sesilia menikahkannya
dengan seorang pemuda
bangsawan kafir. Dikisahkan
bahwa pada saat perayaan
pernikahan berlangsung,
pengantin yang cantik itu duduk menyendiri. Di
dalam hatinya, ia menyanyikan puji-pujian kepada
Tuhan serta berdoa memohon pertolongan-Nya.
saat ia dan Valerianus, suaminya, tinggal sendiri,
ia memberanikan diri berkata kepada suaminya:
“Aku memiliki suatu rahasia yang hendak
kukatakan kepadamu. Ketahuilah bahwa aku
memiliki seorang malaikat Allah yang
menjagaiku. Dan jika engkau memperkenankan aku
memegang janjiku untuk menjadi pengantin Kristus
saja, maka malaikatku akan mengasihimu seperti ia
mengasihiku.”
Valerianius amat terperanjat, ia berkata dengan
lembut, “Tunjukkanlah kepadaku malaikatmu. Jika ia
datang dari Tuhan, aku akan mengabulkan
permintaanmu.” Kata Sesilia, “Jika engkau percaya
829
akan Allah yang satu dan benar serta menerima air
pembaptisan, maka engkau akan melihat
malaikatku.” Kemudian Valerian pergi menemui
Uskup Urban yang menerimanya dengan gembira.
sesudah menyatakan pengakuan iman Kristiani,
Valerianus dibaptis dan pulang kembali kepada St.
Sesilia. Di sana, disamping isterinya, pemuda itu
melihat malaikat yang menakjubkan.
Tiburtius, saudara Valerianus, belajar iman
Kristiani dari Sesilia. St. Sesilia mengisahkan Yesus
dengan begitu indahnya hingga tak lama kemudian
Tiburtius pun dibaptis juga. Bersama-sama, kedua
pemuda itu melakukan banyak perbuatan amal
kasih. saat mereka ditangkap oleh sebab menjadi
murid Krsitus, dengan berani mereka memilih mati
dibandingkan mengingkari iman mereka kepada Yesus.
Dengan kasih sayang St. Sesilia menguburkan
jenasah mereka, sebelum akhirnya ia sendiri
ditangkap. Sesilia mempertobatkan para petugas
yang berusaha membujuknya untuk
mempersembahkan korban bakaran kepada berhala.
saat Sesilia dibakar dalam kobaran api, api tidak
menyakitinya. Akhirnya, seorang ditugaskan untuk
memenggal kepala Sesilia. Ia menebaskan
pedangnya tiga kali ke leher Sesilia, Sesilia rebah
namun tidak langsung tewas. Ia tergeletak di lantai
rumahnya sendiri tak mampu bergerak. Meskipun
begitu, dengan mengacungkan tiga jari dengan
tangannya yang satu dan satu jari di tangannya
yang lain, ia masih menyatakan imannya kepada
Allah Tritunggal Mahakudus.
Sesilia, perawan dan martir, santa pelindung
paduan suara dan penyanyi di gereja; sebab,
kisahnya menyebutkan bagaimana ia
menyanyikan madah pujian, selagi alat-alat
musik surgawi mengumandangkan lagu
pernikahannya. B: Cil, Sil; L: organ; P: 22
Nopember. – Valerianus, Tiburtinus dan
830
Maximus mati sebagai martir di Roma. Makam
mereka ada dalam Katakombe
Praetextatus, namun tentang hidup mereka tiada
laporan lagi. P: 14 April.
SEVERINUS († 482)
Sangat pandai merujukkan orang yang
terlibat permusuhan sebab fanatisme keagamaan.
Ia berbuat amal dan membantu orang miskin
meningkatkan taraf hidupnya. Pada akhir hidupnya
Severinus mengundurkan diri ke dalam suatu biara
di Austria.
P: 8 Januari
SEVERUS (abad ke-4)
yaitu seorang penenun kain di Ravenna
(Italia). Ia beranak-istri dan menjabat diakon. Waktu
ia menghadiri pemilihan uskup, sekonyong-konyong
seekor burung merpati hinggap di atas kepalanya.
Dan ramai-ramai umat memilihnya menjadi uskup.
Jenasahnya serta jenasah isterinya Santa Vinsensia,
dan anaknya Santa Inosensia dicuri pada tahun836
dan dibawa ke Maiz (Jerman).
A: Severus: tegas; Inosensia: tak bersalah P: 1
Februari
SHADHUST (†432)
yaitu katolikos (=uskup agung) di Seleukia-
Ktesiphon (ibukota Persia waktu itu) yang
dipenjarakan dan dipenggal bersama 29 anggota
umatnya oleh Shah Schapur II. Akibatnya tahta
keuskupan ini menjadi kosong selama 20 tahun.
P: 20 Februari
831
SHUSHANIH (=SUSANA; 473)
Ialah isteri bangsawan Georgia (Rusia
Selatan) yang disiksa sampai mati oleh tentara kafir
Persia.
P: 17 Oktober
SIBILA
Ialah nama untuk nubuat-nubuat Yudea-
Kristiani dalam baha Yunani yang dikumpulkan pada
abad ke-6. Nama ini diangkat dari nama seorang
‘nabi’ wanita Yunani. Sebetulnya tidak ada seorang
kudus pun yang bernam ini.
B: Bila
SIBILINA BISCOSSI OP (1287-1367)
Gadis yatim piatu dan pelayan rumahtangga
ini menjadi buta pada umur 12 tahun. I diterima
dalam suatu biara dan menjadi sekluse (pertapa
dalam ruang kecil yang dikunci untuk selamanya
disamping gereja. Banyak orang minta doa dan
nasehatnya.
P: 23 Maret
SIGFRID (abad ke-11)
Misionaris Inggris dan uskup pertama di
Swedia
P: 15 Februari
SIGISMUND († 524)
Raja Burgundia yang baru menjadi Katolik itu
atas hasutan istrinya yang kedua menyuruh orang
832
mencekik puteranya sendiri dari ratu pertama (yang
sudah meninggal). Tidak lama berselang ia bertobat
sungguh-sungguh dan banyak berbuat amal.
Sigismund dikalahkan oleh raja Franken dan dibuang
ke dalam sumur bersama anak-istrinya dan mati
lemas.
P: 2 Mei
SILAS atau SILVANUS (abad ke-1)
Anggota jemaat Kristen di Yerusalem ini
membawa dekrit ‘Konsili para Rasul’ (49) ke
Antiokia. Santo Paulus memilih Silas sebagai teman
seperjuangan dalam perjalanan penginjilan yang
kedua (Kis. Rasul 15). Namanya di sebut pula dalam
Surat-surat lain (1 dan 2 Tesalonika 1, 1; 2 Korintus
1. 19; 1 Petrus 5, 12)
A: yang dipanggil Tuhan; P: 13 Juli
SILVANUS († 311)
Uskup Gaza (Palestina) ini dipenggal bersama
40 saudara seiman di daerah pertambangan Phenno.
A: penghuni hutan; P: 4 Mei
SANTO PAUS SILVESTER I († 335)
Sewaktu jabatan paus ini, Kaisar Konstantin
memberikan kebebasan kepada orang Kristen di
seluruh wilaya kekaisaran Romawi. Silvester banyak
membangun banyak gereja di Roma dan mengutus
dua imam ke Konsili Nicea (325) sebagai wakilnya.
Ia termasuk orang kudus pertama yang bukan
martir.
A: penghuni hutan; P: 31 Desember
833
SILVIA († 592)
Malam itu sudah larut dan begitu dingin,
sehingga orang enggan beranjak dari rumah. Begitu
pula kesunyian merayap di sebuah pondok budak-
belian di pinggiran kota. Kebanyakan di antara
mereka sudah tidur lelap. Tiba-tiba terdengar suara
ging, dan serta merta mereka bangkit dan keluar
satu persatu lewat sebuah pintu kecil. Seorang
nyonya, yaitu isteri majikan mereka yang bernama
Silvia, telah menantikan mereka di beranda muka.
“Pasti ada soal penting” tukas seorang budak kepada
yang lain. Sebab, nyonya Silvia tak pernah
mengganggu istirahat mereka. Dengan tenang
wanita itu menyampaikan maklumat penting: “Mulai
hari ini kamu semua saya bebaskan!” Mereka
terkejut kegirangan dan bersorak bagaiakan koor:
“Merdeka! Merdeka!” Memang, hal seperti ini jarang
sekali terjadi di Roma pada waktu itu.
Silvia († 592), ibu Gregorius Agung. B: Silvi,
Sylvia; P: 3 Nopember
SILVINUS († 717)
Bekas pegawai istana kerajaan ini berziarah
ke Roma dan Yerusalem. Sekembalinya di Perancis
ia menjadi uskup misionaris yang giat sekali, hidup
bermatiraga dan mengumpulkan uang untuk
membebaskan budak-belian.
P: 17 februari
SIMAO das MONTANHAS OP († 1582)
yaitu pastor paroki Lamahala di pulau
Adonara. Bersama dengan anak buahnya ia
834
membela diri atas serangan orang-orang dari
kampong Terong. Di dalam pertempuran itu ia
meninggal sambil menggenggam salib.
(Salah satu dari Orang-orang Kudus di
Indonesia)
SANTO SIMEON (abad ke-1)
Simeon yang kudus hidup pada abad
pertama. Dalam Injil Lukas bab dua dikisahkan Yusuf
dan Maria membawa Bayi
Yesus ke Bait Allah di
Yerusalem. Di sanalah
mereka bertemu dengan
Simeon. Orang kudus
ini telah lama
menunggu dengan sabar
jawab atas permohonannya
kepada Tuhan: ia ingin tetap
hidup hingga melihat Sang
Mesias, Juru Selamat dunia.
namun , ia tidak tahu seperti
apakah Sang Mesias itu, atau
bilakah dan apakah doanya
akan dikabulkan.
Pasangan muda dari Nazaret itu
menghampirinya bersama dengan bayi mereka.
Simeon memandang mata Sang Bayi dan merasakan
suatu gejolak sukacita memenuhi hatinya. Matanya
bersinar-sinar. Ia menggendong Yesus dalam
pelukannya, kemudian menantang-Nya sambil
berdoa:
”Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi
dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu,
sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari
pada-Mu, yang telah Engkau sediakan di hadapan
835
segala bangsa.”
Maria dan Yusuf saling berpandang-
pandangan. Mereka berdua amat takjub. Kemudian
nabi tua itu berpaling kepada Maria. Sinar matanya
menjadi sedih sementara ia berkata dengan lembut,
“Dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri.”
Maria tidak mengerti apa yang dimaksudkannya, dan
ia berdoa kepada Tuhan untuk memohon kekuatan.
Simeon yang kudus telah dikabulkan doanya oleh
Tuhan. Ia tetap dalam keadaan penuh syukur dan
sukacita sementara pasangan muda serta Bayi
mereka meninggalkannya.
A: Tuhan telah mendengarkan; B: Sim; P: 8
Oktober.
SIMEON (1035)
Menempuh pendidikan di Konstantinopel dan
hidup bertapa di tepi sungai Yordan. Lalu orang
Yunani ini menggabungkan diri pada biara di
Betlehem dan Gunung Sinai. namun ia lebih suka
hidup menyendiri dan menetap di seputar pantai
Laut Merah dan di puncak gunung. Namun kemudian
pemimpin biara mengutusnya ke Perancis. sesudah
menjelajahi berbagai kawasan, ia hidup terkunci
(dengan rela) dalam bilik di suatu biara di Trier
(Jerman) sampai saat kematiannya.
P: 1 Juni
SIMEON SALOS (†590)
Dijuluki ‘si Gila’ (=ho salos; Yun.) Sebab,
sesudah bertapa selama 29 tahun di gurun dekat
Laut Mati dan pulang ke Homs (Siria), Simeon
bertingkah seperti orang gila. Maksudnya, susaha ia
dianggap hina dan apat berkawan dengan orang
836
yang paling dipencilkan oleh warga
(gelandangan, orang lumpuh, pelacur dll). Sikap
seperti ini masih dihargai dan ditiru oleh sementara
biarawan di Rusia.
P: 1 Juli
SIMEON STYLITES TUA (390-459)
Simeon ‘yang-hidup-di-atas-tiang’ ini sangat
masyur. Semula ia petani kaya, namun lalu
meninggalkan kampungnya dan menajdi biarawan.
Ia belajar, berdoa dan bermatiraga dengan rajin
sekali, sehingga pemimpin biara kagum namun
memintanya susaha hidup diluar biara saja. Sebab,
biarawan lain tak sanggup mengikuti teladannya.
Maka ia memilih sebatang tiang besar di pinggir
gurun Siria dan hidup di atasnya (1 M²) selama 36
tahun, menahan terik matahari, angina padang
gurun dan hujan. Simeon ingin membebaskan diri
dari kerumunan orang yang berduyun-duyun datang
untuk mendengar kotbah dan memperoleh
kotbahnya. Namun mereka tetap berkumpul, bahkan
berhari-hari, khususnya waktu puasa. Dalam masa
puasa Simeon sama sekali tidak makan atau minum,
sehingga pada hari Paskah ia lemas sekali. Ia
mentobatkan banyak orang, khususnya suku-suku
Badui Arab. Simeon berhasil mendamaikan
keretakan-keretakan yang timbul dalam Gereja Siria.
P: 5 Januari.
Banyak orang mengikuti jejak hidup Simeon,
diantaranya Simeon Muda (592) yang sangat
terpelajar dan arif bijaksana.
P: 24 Mei
SIMFORIANUS (abad ke-3)
837
Ia ditangkap dan dihukum mati sebab
mencaci maki penyembahan berhala. saat hamper
tiba di tempat ia akan dibunuh, ibunya berteriak:
‘Vita non tollitur, sed mutatur! – Hidup tidak dicabut,
melainkan hanya diubah!’
P: 22 Agustus
SIMON († 107)
yaitu anak termuda dari Kleofas, saudara
sekandung Santo Yosep, suami Bunda Maria (Markus
6, 3). Ia menggantikan Yakobus sebagai uskup
Yerusalem dan akhirnya dihukum mati oleh gubernur
Atticus sewaktu sudah berumur 120 tahun.
P: 18 Februari
SIMON BAR SABBAE († 344)
sebab uskup ibu kota Persia ini tidak mau
mengumpulkan pajak ganda dari orang-orang
beriman dan tidak bersedia menyembah matahari,
maka bersama banyak orang Kristen lain ia dihukum
mati pada hari Jumat Suci.
P: 21 April
SANTO SIMON dan SANTO YUDAS TADEUS
Kedua orang rasul Yesus ini kita rayakan
pestanya pada hari yang sama. St. Simon disebut
“orang Zelot (setia)” sebab ia amat taat kepada
hukum Yahudi. Suatu saat , Simon dipanggil oleh
Yesus untuk menjadi rasul-Nya. Simon menyerahkan
jiwanya serta mengerahkan tenaganya untuk
mewartakan Injil. Bersama para rasul yang lain,
Simon menerima karunia Roh Kudus pada hari
Pentakosta. Kemudian, menurut tradisi, ia pergi ke
838
Mesir untuk mewartakan iman. Selanjutnya, ia pergi
ke Persia bersama dengan rasul St. Yudas, dan
keduanya wafat sebagai
martir di sana.
St. Yudas disebut juga
Tadeus, artinya “si
pemberani.” Yudas-lah
yang mengajukan kepada
Kristus pertanyaan yang
terkenal pada Perjamuan
Malam Terakhir. Yesus
mengatakan: “Barangsiapa
mengasihi Aku, ia akan
dikasihi oleh Bapa-Ku dan
Akupun akan mengasihi dia
dan akan menyatakan diri-
Ku kepadanya.” St. Yudas bertanya, “Tuhan, apakah
sebabnya maka Engkau hendak menyatakan diri-Mu
kepada kami, dan bukan kepada dunia?” Jawab
Yesus, "Jika seorang mengasihi Aku, ia akan
menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia
dan Kami akan datang kepadanya dan diam
bersama-sama dengan dia.”
St. Yudas dikenal sebagai santo pelindung
“perkara yang sulit atau hampir tidak ada
harapannya.” Umat beriman mohon bantuan doanya
saat tampaknya hampir tidak ada harapan sama
sekali atas persoalan mereka. Seringkali Tuhan
menjawab doa-doa mereka oleh sebab bantuan doa
rasul yang terkasih ini.
Simon, Rasul; santo pelindung tukang kayu
dan penebang hutan. L: gergaji (sebab dibunuh
dengan alat itu); P: 28 Oktober. (bersama
dengan Santo Yudas Tadeus)
839
SIMON VAS OFM (1535)
Misionaris yang ramah dan giat ini
mentobatkan banyak penduduk Halmahera Utara
yang belum beragama. Simon di bunuh sebagai
saksi iman yang pertama di Nusantara.
(Salah satu dari Orang-orang Kudus di
Indonesia)
SANTO PAUS SIMPLISIUS († 483)
Santo Simplisius dipilih menjadi paus pada
tahun 468. Terkadang, tampak baginya, ia sama
sekali sendirian dalam
usaha meluruskan
kejahatan yang merajalela.
Para penakluk telah
mengambil alih wilayah
yang luas. Bahkan Roma
sendiri telah diduduki oleh
penyerang. Penduduk
kelaparan dan miskin.
Mereka telah dibebani pajak
yang berat dan dirampok
oleh para pejabat Romawi
sebelumnya. Kemiskinan
berkuasa di jalan-jalan dan
menghalau segala sukacita. Para penakluk yang baru
setidak-tidaknya tidak membebani mereka dengan
pajak. Paus Simplisius mengusahakan segala daya
usaha guna mengangkat taraf hidup warga dan
berkarya demi kebaikan mereka. Ia senantiasa ada
di sana bagi mereka, tak peduli betapa kecil usaha
yang dirasa dilakukannya. Dan sebab ia seorang
yang kudus, ia tak pernah menyerah. Lebih dari
sekedar perkataan, ia mengajar melalui teladan
hidupnya yang kudus.
840
St Simplisius harus banyak menderita sebagai
seorang paus sebab suatu alasan lain juga.
Sebagian dari umat Kristianinya sendiri bersikukuh
berpegang pada pendapat-pendapat mereka yang
salah. Lalu, dengan pilu hati, St Simplisius harus
mengekskomunikasi mereka. Ia meluruskan mereka
yang berbuat salah dengan kelemah-lembutan dan
kerendahan hati. Simplisius melayani sebagai paus
selama limabelas tahun dan sebelas bulan.
Kemudian Tuhan memanggilnya untuk menerima
ganjaran atas kerja kerasnya. Santo Simplisius wafat
pada tahun 483 dan dimakamkan di Basilika St
Petrus di Roma.
A: yang sederhana; P: 2 Maret
SANTO SIPRIANUS dan SANTO FELIX
Felix dan Siprianus, keduanya yaitu Uskup
Afrika yang hidup pada abad kelima. Mereka
menderita bersama lebih dari 4900 martir dalam
masa penganiayaan yang hebat oleh bangsa Vandal.
Huneric, raja Vandal, membuang umat Kristiani ini
ke pengasingan di padang gurun Libya. Mereka
diperlakukan dengan begitu keji oleh bangsa Moor.
Seorang uskup yang kudus bernama Victor
berusaha menolong umat Kristiani yang malang ini,
yang dijebloskan ke dalam sebuah penjara yang
ngeri. Mereka dikurung tanpa udara maupun
penerangan yang cukup. Uskup Victor menuliskan
kisah keberanian dan penderitaan yang mereka
alami. Beliau menceritakan bahwa saat mereka
diperintahkan untuk pergi ke tempat pembuangan di
padang gurun yang ganas, mereka keluar dari
penjara dengan menyanyikan madah pujian. Umat
Kristiani lainnya mencucurkan arimata melihat
kegagahan mereka. Bahkan para wanita dan
841
anak-anak ikut pergi bersama mereka ke
pembuangan dan tewas di sana. Dalam kisah ini
diceritakan pula tentang Uskup St Felix. Ia tua renta
dan setengah lumpuh hingga seseorang mengatakan
kepada raja Vandal, “Baginda dapat meninggalkan
dia mati di sini.” namun Raja Huneric dengan keji
menjawab, “Jika ia tidak dapat menunggang kuda, ia
dapat diseret dengan lembu.” Pada akhirnya,
mereka memutuskan untuk mengikatkan uskup tua
yang gagah berani ini pada seekor keledai dan
dengan demikian ia dibuang agar mati di padang
gurun.
Kita juga merayakan St Siprianus. Uskup
Siprianus hidup dua abad sesudah St Siprianus dari
Kartago. St Siprianus yang pestanya kita rayakan
hari ini mempertaruhkan nyawanya sendiri demi
memelihara sebanyak mungkin para tawanan. Ia
menghabiskan segenap waktu dan kekuatannya,
pula segala yang dimilikinya, demi menolong
mereka. Akhirnya, ia sendiri ditangkap juga dan
dibuang ke pengasingan. Di sana ia wafat sebagai
martir akibat perlakuan keji terhadap umat Kristiani.
SANTO SIPRIANUS († 14 September 258) dari
KARTAGO dan SANTO PAUS KORNELIUS (†
September 253)
Pada pertengahan abad ketiga, Gereja masih
mengalami penganiayaan. Penganiayaan yang kejam
dalam masa pemerintahan Kaisar Decius telah
merenggut nyawa Paus St. Fabianus. Gereja tidak
memiliki paus selama hampir satu tahun lamanya.
Seorang imam kudus dari Roma, Kornelius, dipilih
menjadi Bapa Suci pada tahun 251. Kornelius
menerima tugas ini , oleh sebab ia sangat
mencintai Kristus. Ia rela melayani Gereja sebagai
842
seorang paus, meskipun pelayanannya itu
membahayakan jiwanya. sebab itulah Paus
Kornelius amat dikagumi
di seluruh dunia.
Teristimewa para Uskup
Afrika secara terang-
terangan menyatakan
cinta dan kesetiaan
mereka kepada paus.
Uskup Siprianus dari
Kartago mengirimkan
kepada bapa suci surat-
surat yang
membangkitkan semangat
serta menyatakan
dukungan.
Siprianus dibaptis sebagai pengikut Kristus
pada usia empat puluh lima tahun. Ia mengherankan
umat Kristiani di Kartago dengan mengucapkan kaul
kemurnian sesaat sebelum dibaptis. Beberapa waktu
kemudian, Siprianus ditahbiskan sebagai imam dan
pada tahun 249 sebagai uskup. Penuh semangat
Uskup Siprianus membesarkan hati Paus Kornelius
843
dengan mengingatkannya bahwa selama masa
penganiayaan yang sedang berlangsung di Roma itu,
tidak ada seorang umat Kristiani pun yang
mengingkari imannya. Tulisan-tulisan St. Siprianus
menjelaskan tentang kasih yang harus dimiliki umat
Kristiani bagi persatuan Gereja. Kasih ini haruslah
juga diperuntukkan bagi paus, para uskup serta para
imam, baik di keuskupan-keuskupan maupun di
paroki-paroki. Siprianus juga menulis sebuah thesis
tentang persatuan Gereja. Topik yang diangkatnya
itu tetap menjadi topik penting di sepanjang masa,
termasuk masa sekarang.
Paus St. Kornelius wafat dalam pengasingan
di pelabuhan Roma pada bulan September tahun
253. Oleh sebab ia harus menanggung penderitaan
yang luar biasa sebagai seorang paus, maka ia
dinyatakan sebagai martir. St. Siprianus wafat lima
tahun kemudian dalam masa penganiayaan
Valerianus. Ia dipenggal kepalanya di Kartago pada
tanggal 14 September 258. Pesta kedua orang kudus
ini dirayakan bersama-sama untuk mengingatkan
kita akan pentingnya persatuan Gereja. Persatuan
Gereja yaitu tanda kehadiran Yesus yang yaitu
Kepala Gereja.
SIRAKUS (449-557)
Pada umur 17 tahun memasuki kehidupan
pertapaan di Betlehem. Namun kemudian ia tinggal
di banyak biara di seputar Palestina dan tepi Lut
Mati. Rahib Yunani ini sangat lemah lembut, tak
pernah marah, senang menyanyikan mazmur dan
tidak pernah makan sebelum matahari terbenam.
P: 29 September
SIRIAKUS († 309)
844
Diakon ini ditugaskan membantu orang
miskin di Roma. Ia dibunuh sesudah disiksa berat
pada masa pemerintahan Kaisar Diokletianus.
P: 8 Agustus
SANTO SIRILUS (827-14 Februari 869) dan
SANTO METODIUS (815-6 April 885)
Kedua bersaudara ini berasal dari Tesalonika,
Yunani. Metodius dilahirkan pada tahun 815 dan
Sirilus pada tahun 827.
Keduanya menjadi imam dan
memiliki keinginan kudus
yang sama untuk
mewartakan iman Kristiani.
Mereka menjadi misionaris
untuk bangsa-bangsa Slav:
Moravia, Bohemia dan
Bulgaria. Beginilah kisahnya:
Pada tahun 862, hanya tujuh
tahun sebelum St. Sirilus
wafat, pangeran Moravia
memohon agar para
misionaris diutus ke
negaranya untuk mewartakan Kabar Gembira Yesus
dan Gereja-Nya. Pangeran menambahkan satu
permohonan lagi, yaitu para misionaris ini
hendaknya berbicara dalam bahasa setempat.
Kedua bersaudara, Sirilus dan Metodius,
menawarkan diri untuk menjadi sukarelawan dan
diterima. Mereka tahu bahwa mereka akan diminta
untuk meninggalkan negeri mereka sendiri, bahasa
serta kebudayaan mereka, demi cinta kepada Yesus.
Mereka melakukannya dengan suka hati. Sirilus dan
Metodius menciptakan abjad Slav. Mereka
menerjemahkan Kitab Suci dan liturgi Gereja ke
845
dalam bahasa Slav. Oleh sebab jasa mereka, rakyat
dapat menerima ajaran Kristiani dalam bahasa yang
mereka mengerti.
Pada waktu itu, sebagian orang dalam Gereja
tidak setuju dengan penggunaan bahasa setempat
dalam liturgi Gereja. Kedua bersaudara itu harus
menghadapi kritik serta kecaman. Kemudian,
mereka berdua dipanggil ke Roma untuk menghadap
Bapa Suci. Orang-orang yang mengecamnya pasti
akan terkejut dengan jalannya pertemuan ini .
Paus Adrianus II menunjukkan rasa kagum serta
terima-kasihnya kepada kedua misionaris ini .
Ia menyetujui cara-cara yang mereka gunakan
dalam mewartakan iman dan bahkan mengangkat
mereka berdua menjadi uskup. Sirilus, sang pertapa,
wafat sebelum ia sempat ditahbiskan menjadi
Uskup, sementara Metodius kemudian menjadi
uskup. Sirilus wafat pada tanggal 14 Februari 869.
Ia dimakamkan di Gereja St. Klemens di Roma.
Metodius kembali ke bangsa-bangsa Slav dan
melanjutkan karyanya selama lima belas tahun lagi
sebelum akhirnya wafat pada tanggal 6 April 885.
Pada tanggal 31 Desember 1980, Paus Yohanes
Paulus II mengangkat St. Sirilus dan St. Metodius
sebagai pelindung Eropa bersama dengan St.
Benediktus.
SANTO SIRILUS dari ALEXANDRIA (370-
444)
Sirilus dilahirkan di Alexandria, Mesir, pada
tahun 370. Pamannya, Teofilus, yaitu patriark atau
uskup agung. Pamannya seorang yang baik, namun
terkadang cepat marah dan keras kepala. Ia tidak
tahu bahwa Yohanes Krisostomus yang terkenal itu
akan menjadi seorang kudus di kemudian hari.
846
Uskup Agung Teofilus bertanggungjawab atas
dibuangnya Yohanes ke
pengasingan pada tahun
403. namun kaisar
membawa Uskup Yohanes
kembali ke keuskupan
agungnya di
Konstantinopel. Tampaknya
Sirilus terpengaruh oleh
prasangka buruk pamannya
terhadap Yohanes, sebab
itu Sirilus pun setuju bahwa
Yohanes Krisostomus harus
dibuang ke pengasingan.
saat pamannya
wafat pada tahun 412, Sirilus menjadi uskup agung
menggantikannya. Ia memiliki cinta yang
berkobar kepada Gereja dan kepada Yesus. Ia
seorang yang gagah berani di masa-masa yang sulit
dan mewartakan apa yang diajarkan Gereja. Ia
seorang yang jujur dan terus-terang. Ia tidak
mencari pujian orang ataupun kedudukan. namun ,
juga Sirilus terkadang suka bertindak menurutkan
kata hatinya dan keras kepala. Ia bermaksud
menerangkan kebenaran-kebenaran Gereja dengan
khotbah-khotbah dan tulisan-tulisannya, yang
memang ia lakukan. namun jika Sirilus marah,
apa yang dikatakannya sulit dipahami. Tentu saja, ia
kurang ambil peduli untuk berkata-kata dengan cara
yang lebih lembut, jadi sekali waktu ia meledak
dalam amarah.
Perangainya ini pastilah membuatnya
menderita. Walau demikian, umat Kristiani patut
berterima kasih kepadanya atas banyak
kecakapannya yang mengagumkan. Sebagai misal,
847
ia dengan tidak gentar membela Gereja dan
membela apa yang ia yakini sebagai benar.
St Sirilus yaitu wakil Paus St Selestine I
dalam Konsili Efesus pada tahun 431. Konsili ini
merupakan sidang resmi Gereja yang melibatkan
lebih dari duaratus uskup. Mereka memeriksa
ajaran-ajaran seorang imam bernama Nestorius.
Konsili menerangkan dengan jelas bahwa Nestorius
salah dalam beberapa kebenaran penting yang kita
yakini. Paus memberinya waktu sepuluh hari untuk
berjanji bahwa ia tidak akan mewartakan ajaran-
ajarannya sendiri yang salah. namun Nestorius tidak
mau. Konsili menjelaskan kepada umat Allah bahwa
kita tidak dapat menerima ajaran-ajaran sesat. Para
uskup begitu jelas menerangkan hingga ajaran-
ajaran sesat ini tidak pernah lagi menjadi ancaman
besar bagi Gereja. Umat sangat berterima kasih
kepada St Sirilus dari Alexandria yang telah
memimpin jalannya Konsili. Pada akhirnya Nestorius
dengan diam-diam pulang kembali ke biaranya dan
tidak lagi membingungkan umat. Sirilus kembali
juga ke keuskupan agungnya dan bekerja keras
demi Gereja hingga ia wafat pada tahun 444. Paus
Leo XIII memaklumkan St Sirilus sebagai Pujangga
Gereja pada tahun 1883.
P: 27 Juni
“Pastilah ia Bunda Allah jika Tuhan kita Yesus Kristus
yaitu Allah, dan ia melahirkan-Nya.” ~ St Sirilus
SANTO SIRILUS dari YERUSALEM (315-
386)
Sirilus dilahirkan sekitar tahun 315 pada saat
dimulainya suatu masa baru bagi umat Kristiani.
Sebelum masa itu, Gereja mengalami penganiayaan
848
hebat oleh para kaisar. Ribuan umat Kristiani wafat
sebagai martir. Pada tahun 315, Kaisar Konstantin
mengakui agama Kristen
sebagai agama resmi.
Hal ini memang
mengagumkan, namun
bukanlah akhir dari
segala masalah.
Sesungguhnya, tahun-
tahun sesudah Dekrit 315
itu, umat Kristiani
menghadapi suatu
kesulitan baru. Terjadi
kebimbangan tentang
apa yang dipercayai
serta tidak dipercayai
umat Kristiani. Muncul berbagai aliran ajaran sesat
yang disebut “bidaah”. Banyak imam serta uskup
menjadi pembela ajaran-ajaran Gereja yang gagah
berani. Salah seorang di antara mereka yaitu
Uskup Sirilus dari Yerusalem.
saat St. Maximus - uskup Yerusalem -
wafat, Sirilus dipilih untuk menggantikan
kedudukannya. Sirilus kemudian menjadi uskup
Yerusalem selama tigapuluh lima tahun. Enambelas
tahun dari masa pengabdiannya itu dilewatkannya
dalam pengasingan serta pembuangan. Tiga kali ia
diusir dari kota oleh orang-orang berpengaruh yang
tidak menghendaki kehadirannya. Mereka berusaha
memaksa Sirilus untuk menerima ajaran-ajaran
sesat tentang Yesus dan Gereja. namun Sirilus
pantang menyerah.
Masa pemerintahan Kaisar Yulianus - seorang
kaisar yang ingkar terhadap agama - dimulai pada
tahun 361. Yulianus bermaksud hendak membangun
kembali Bait Allah di Yerusalem yang terkenal itu. Ia
849
punya suatu tujuan pasti: hendak membuktikan
bahwa Yesus salah saat Ia menyatakan bahwa Bait
Allah di Yerusalem tidak akan dibangun kembali. Ia
bertekad untuk membuktikannya. Maka ia
menghabiskan banyak sekali uang serta
mengirimkan segala macam bahan bagi
pembangunan Bait Allah yang baru. Banyak orang
mendukungnya dengan menyerahkan barang-barang
perhiasan serta emas dan perak. Namun demikian,
St. Sirilus menghadapi situasi yang sulit ini
dengan tenang. Ia yakin bahwa Bait Allah tidak akan
dapat dibangun kembali oleh sebab Yesus, yang
yaitu Allah, telah mengatakannya. Bapa uskup
melihat seluruh bahan-bahan bangunan ini dan
berkata, “Aku tahu bahwa usaha ini pasti akan
gagal.” Dan memanglah demikian, pertama-tama
badai, kemudian gempa bumi, dan yang terakhir
kebakaran, yang akhirnya menghentikan usaha
kaisar. Pada akhirnya kaisar membiarkan pekerjaan
ini terbengkalai.
St. Sirilus wafat pada tahun 386 saat
usianya sekitar tujuhpuluh tahun. Uskup yang lemah
lembut serta baik hati ini harus mengalami masa-
masa penuh pergolakan serta penderitaan selama
hidupnya. namun , ia tidak pernah kehilangan
semangat oleh sebab semua itu demi Yesus. Ia
senantiasa setia kepada Kristus sepanjang hidupnya.
Sirilus seorang yang gagah berani dalam
mengajarkan kebenaran tentang Yesus dan Gereja-
Nya.
P: 18 Maret
850
SANTO PAUS SIXTUS II († 6 Agustus 258)
Para kaisar Romawi yang menganiaya orang-
orang Kristen berusaha untuk memusnahkan
kepercayaan kepada Yesus dan
agama yang mereka benci
sekaligus mereka takuti.
Meskipun mereka tidak
menyadarinya, namun
sesungguhnya setiap kali
mereka membunuh seorang
kudus, mereka semakin
memperkuat keyakinan orang-
orang Kristen. Dari
penganiayaan bangsa Romawi
yang banyak menumpahkan
darah itu, muncullah para
martir. Persembahan para
martir kepada Yesus yaitu kesetiaan mereka, bahkan
hingga rela mengurbankan nyawa, mendatangkan
berkat bagi Gereja hingga akhir jaman.
Penganiayaan oleh Kaisar Valerian
mengakibatkan kemartiran Paus St. Sixtus II dan
keenam diakonnya pada hari yang sama.
Penganiayaan dilakukan dengan amat kejam.
Banyak orang dari komunitas Kristiani bersembunyi
dalam katakomba-katakomba bawah tanah. Mereka
ambil bagian dalam Perayaan Misa dan saling
menguatkan satu sama lainnya. Sixtus, seorang
imam Roma, diangkat menjadi Paus pada tahun 257.
Pada tahun yang sama penganiayaan oleh Kaisar
Valerian dimulai. Paus Sixtus maju terus dengan
berani selama satu tahun, sebagian besar dengan
bersembunyi, dan meneguhkan umat Kristen.
Dengan kebijaksanaan serta kelemahlembutannya,
ia bahkan menyelesaikan masalah-masalah tentang
iman Kristiani.
851
Pada tanggal 6 Agustus 258, para prajurit
Romawi menerjang masuk suatu ruangan dalam
katakomba di mana Sixtus sedang duduk dengan
tenang. Ia sedang menyampaikan khotbahnya
tentang cinta kasih dan pengampunan Yesus.
Sebagian orang mengatakan bahwa ia langsung
dibunuh di tempat itu, di atas kursinya, bersama
dengan empat orang dari keenam diakonnya.
Sebagian lagi mengatakan bahwa ia dan para
diakonnya dibawa pergi untuk diadili. Kemudian
mereka dibawa kembali ke ruangan yang sama dan
dibunuh. Dua diakon lainnya dibunuh juga beberapa
saat kemudian pada hari yang sama.
Seabad sesudah peristiwa ini , Paus St.
Damasus menuliskan sebuah prasasti yang indah di
makam St. Sixtus yang terletak dalam katakomba
St. Kalistus di Roma. St. Sixtus II amat dihargai oleh
umat Kristen perdana dan namanya termasuk dalam
daftar orang kudus yang dicantumkan dalam Doa
Syukur Agung Pertama. Kita dapat mohon bantuan
doa St. Sixtus II agar kita dapat menghargai karunia
iman kita dan tumbuh dalam kasih kepada Yesus.
saat kita takut berdiri tegak menghadapi apa yang
Yesus kehendaki dari kita, kita dapat mohon bantuan
doa St. Sixtus dan para diakonnya agar kita
dikuatkan.
852
SANTA SKOLASTIKA (480-543)
St. Skolastika dan St. Benediktus yaitu
saudara kembar. Mereka dilahirkan di Nursia, Italia
pada tahun 480. Skolastika
yaitu seorang gadis yang
cerdas dan peramah. Ia juga
seorang yang religius; sejak
belia ia telah menyerahkan
dirinya kepada Tuhan.
saat mereka berusia
duapuluh tahun, Benediktus
pergi mengasingkan diri
sebagai pertapa dalam
sebuah gua terpencil di
Subiako. Di kemudian hari, ia
pergi ke Monte Kasino dan
mendirikan biara di sana.
Skolastika menyusul
saudaranya dan tinggal di
Plombariola yang berjarak
kurang lebih 5 mil dari biara Benediktus. Dengan
bantuan dan petunjuk Benediktus, Skolastika
mendirikan dan memimpin biara wanita.
Setahun sekali Skolastika mengunjungi saudaranya
untuk membicarakan masalah-masalah rohani.
sebab wanita tidak diperbolehkan memasuki
biara Monte Kasino, maka Benediktus ditemani
dengan beberapa muridnya akan menemui
Skolastika di sebuah rumah yang tidak jauh letaknya
dari gerbang biara. Pada suatu hari Skolastika
datang berkunjung dan Benediktus menemuinya
bersama beberapa murid. Sepanjang hari itu mereka
memuji Tuhan dan berbicara mengenai hal-hal
rohani. saat malam tiba mereka makan malam
bersama. Pembicaraan terus berlanjut sementara
853
malam semakin larut. Berkatalah Skolastika kepada
saudaranya,
“Jangan tinggalkan aku malam ini; mari kita
berbicara mengenai sukacita kehidupan
rohani sampai pagi.”
“Saudariku,” jawab Benediktus, “Apakah yang
engkau katakan itu? Aku tidak boleh tinggal
di luar biaraku.”
saat didengarnya bahwa Benediktus menolak
permintaannya, wanita kudus itu
menangkupkan kedua tangannya di atas meja,
menundukkan kepala dan berdoa. Sementara ia
mengangkat kepalanya kembali, halilintar datang
sambar-menyambar, gemuruh guntur bersahut-
sahutan dan hujan badai membasahi bumi, sehingga
baik Benediktus maupun murid-muridnya tidak
dapat pulang. sebab sedih, Benediktus mengeluh:
“Semoga Tuhan mengampuni engkau,
saudariku. Apa ini yang telah engkau
lakukan?”
“Yah,” sahutnya, “aku mohon padamu namun
engkau tidak mau mendengarkan aku; jadi
aku mohon pada Tuhan-ku dan Ia sungguh
mendengarkan aku. Sekarang pergilah jika
engkau bisa, tinggalkan aku dan kembalilah
ke biaramu.”
Jadi, demikianlah malam itu mereka tidak
tidur semalaman, asyik dengan pembicaraan mereka
tentang sukacita kehidupan rohani.
Tiga hari kemudian, Benediktus sedang berada di
kamarnya di biara. saat ia menengadah menatap
langit, ia melihat jiwa saudarinya meninggalkan
jasadnya dalam rupa seekor burung merpati, dan
terbang tinggi menuju suatu tempat rahasia di
surga. Benediktus amat bersukacita, ia berterima
kasih kepada Tuhan yang Mahakuasa dengan
854
nyanyian serta puji-pujian. Kemudian ia
memerintahkan para muridnya untuk menjemput
jenasah saudarinya dan membawanya ke biara.
Benediktus membaringkan jenasah Skolastika dalam
kubur yang telah dipersiapkannya bagi dirinya
sendiri; kubur di mana kelak tubuhnya pun
dibaringkan. Skolastika wafat pada tahun 543.
Pestanya dirayakan setiap tanggal 10 Februari.
Skolastika (480-543), abbas; A: yang
terpelajar; L: abbas wanita dengan tongkat dan
merpati; P: 10 Februari
SOFRONIUS († 635)
Orang kudus yang berasal dari Damsyik ini
mengembara kemana-mana, sampai akhirnya ia
menjadi rahib di Palestina. Sewaktu menjabat uskup
Yerusalem, ia amat menonjol sebagai pembela iman
yang benar. Untuk itulah ia menulis banyak artikel
teologi dan askese. saat Yerusalem direbut Khalif
Omar (637), Sofronius memperlihatkan tempat-
tempat suci kepadanya dan berhasil mengambil hati
Omar untuk berlaku murah hati terhadap umat
Kristen.
P: 11 Maret
SOLANGIA (880)
Wanita pengembala domba ini dibunuh oleh
tuan tanahnya sebab tidak mau diajak berhubungan
gelap.
P: 10 Mei
855
SOPHIA
yaitu personifikasi Kebijaksanaan (-Sophia:
Yun) Ilahi, Yaitu Kristus sendiri sebagai Sabda Ilahi
yang menjadi manusia.
SOTERIS (abad ke-4)
Gadis dari keluarga bangsawan Romawi dan
saudari dari nenek Santo Ambrosius ini ditangkap,
dipukul dan dipenggal sebab tidak mau menyembah
berhala.
P: 10 februari
SANTO PAUS SOTER († 174) dan SANTO
PAUS CAIUS († 296)
St Soter yaitu seorang paus di masa silam
pada masa pemerintahan kaisar-kaisar Romawi. Ia
yaitu seorang bapa
sejati bagi segenap
umat Kristiani. Ia
memberikan banyak
pertolongan kepada
mereka yang miskin.
Ia memberikan
perhatian istimewa
kepada mereka yang
dijatuhi hukuman kerja
paksa di
pertambangan-
pertambangan
berbahaya. Mereka dikirimkan ke sana sebab
mereka tak hendak menyangkal iman kepada Yesus.
Orang-orang Kristen yang gagah berani ini
856
senantiasa kelaparan. Mereka juga hanya diijinkan
untuk beristirahat sebentar saja. Orang-orang
Kristen lainnya dibelenggu dalam penjara-penjara.
Paus Soter melakukan segala yang mungkin dapat ia
lakukan demi menghibur dan
menolong mereka.
St Soter juga membantu
umat Kristen yang jauh dari
Roma. Paus yang kudus ini
sungguh seorang pengkhotbah
yang ulung. Segenap umat
Kristiani senang
mendengarkannya menjelaskan
iman. Ia berbicara dengan
kasih yang begitu rupa. Ia
mengilhami mereka untuk
dengan gagah berani mati demi
Yesus dibandingkan
mempersembahkan kurban kepada berhala-berhala.
St Soter sendiri menyerahkan nyawa demi Yesus
pada tahun 174 sesudah melewatkan masa pontifikat
selama sepuluh tahun.
St Caius yaitu seorang paus sekitar seratus
tahun sesudahnya. Ia juga hidup pada masa
penganiayaan. Paus Caius melakukan segala daya
usaha yang dapat dilakukannya demi
mempersiapkan umat untuk senantiasa berpegang
pada iman meski harus berkorban. Agar dapat lebih
menolong umatnya, Caius hidup delapan tahun
lamanya dalam ruang-ruang bawah tanah yang
disebut katakomba. Katakomba yaitu makam-
makam di mana umat Kristiani biasa berkumpul
secara sembunyi-sembunyi untuk berdoa dan
menyambut sakramen-sakramen. Inilah tempat
persembunyian mereka dari para prajurit kafir yang
kejam. Umat Kristen tahu bahwa mereka akan
857
dibunuh jika tertangkap. St Caius melewatkan masa
pontifikat selama duabelas tahun. Kemudian, ia pun
wafat sebagai martir pada tahun 296.
SPIRIDION († 348)
sebab penggembala biri-biri ini hidupnya
sangat saleh, maka walaupun buta huruf dan
memiliki anak-istri, Spiridion dipilih menjadi
uskup Tremitus (Siprus). Ia lurus hati dan suka
berterus terang. Semasa menjabat uskup pun ia
masih bekerja sebagai gembala ternak juga.
P: 14 Desember
STANISLAS KOSTKA (1550-1568)
Bersama kakaknya, yaitu Paul, Stanislas –
yang pada saat itu baru berusia 14 tahun, belajar
pada sebuah kolese Jesuit di Wina (Austria). Ia
periang, peramah dan polos hatinya. Perangai ini
berbeda sekali dengan tabiat Paul, sehingga cara
hidup Stanislas yang baik itu bagaikan duri di mata
kakaknya. Maka Paul seringkali berlaku kasar dan
kejam terhadap Stanislas.
Stanislas menerimanya dengan sabar. Namun
akibatnya suatu saat ia jatuh sakit dan sangat
kritis. sebab mereka tinggal pada keluarga
Protestan, mustahillah ia mengharapkan kedatangan
seorang imam. Syukurlah ia ingat akan perlindunga
Santa Barbara, yang menurut riwayat orang-orang
kudus, tak pernah membiarkan orang yang minta
perantaraannya meninggal tanpa dibekali sakramen-
sakramen terakhir. Stanislas berdoa terus kepada
santa ini memohon bantuan. Tiba-tiba Santa Barbara
menampakkan diri didampingi dua malaikat dan
menerimakan Komuni Kudus kepadanya.
858
Stanislas sembuh dan ingin masuk Serikat
Jesus. Susaha tidak dicegah ayahnya, Stanislas
menyamar dan lari ke Roma. Di sana ia diterima
dalam novisiat sesudah membuktikan kesungguhan
hatinya dengan melaksanakan segala tugas remeh
dan hina, walaupun ia keturunan ningrat Polandia.
Sepuluh bulan lamanya Stanislas menjalani
novisiatnya dengan sangat setia. Meskipun masih
muda, namun kesalehannya menonjol sekali. Ia
meninggal di Roma sebagai novis pada hari pesta
kenaikan Bunda Maria, sesuai dengan permohonan
dalam doanya.
Stanislas Kostka (1550-1568), novis Jesuit;
pelindung para pelajar dan mahasiswa. L: frater
dengan tongkat jalan (sebab ia berjalan kaki
dari Wina ke Roma sewaktu musim dingin); P:
13 Nopember
SANTO STANISLAUS (1030-11 April 1079)
St. Stanislaus dilahirkan dekat Cracow,
Polandia pada tahun 1030. Kedua orangtuanya telah
berdoa tiga puluh tahun
lamanya agar dikarunia seorang
anak. saat Stanislaus lahir,
mereka mempersembahkannya
kepada Tuhan oleh sebab
mereka amat bersyukur. saat
dewasa, Stanislaus belajar di
Paris, Perancis. Sesudah
orangtuanya meninggal dunia,
ia memberikan semua harta
milik yang diwariskan
orangtuanya kepada fakir
miskin. Kemudian ia menjadi
seorang imam.
859
Pada tahun 1072, Stanislaus ditahbiskan
sebagai Uskup Cracow. (Sebelum menjadi paus,
Yohanes Paulus II juga yaitu Uskup Cracow,
beberapa abad kemudian). Uskup Stanislaus sangat
dicintai umatnya. Mereka terutama sekali
menghargai caranya memberikan perhatian kepada
kaum miskin, para janda dan anak-anak yatim piatu.
Seringkali ia sendiri turun tangan melayani mereka.
Pada waktu itu Boleslaus II menjadi raja
Polandia. Ia seorang yang kejam dan tidak bermoral.
Rakyat takut kepadanya dan juga muak dengan
gaya hidupnya. Mula-mula Uskup Stanislaus
menasehatinya secara pribadi. Bapa Uskup seorang
yang lemah lembut dan disegani. namun , ia juga
seorang yang jujur pula, dinyatakannya kepada raja
segala perilakunya yang keliru. Tampaknya raja
menyesal, namun sebentar saja ia sudah kembali
pada cara hidupnya semula. Ia bahkan melakukan
lebih banyak dosa yang mengerikan. Bapa Uskup
kemudian mengucilkannya dari Gereja. Raja
Boleslaus amat murka. Ia ingin membalas dendam,
maka diperintahkannya dua orang pengawal untuk
membunuh St. Stanislaus. Tiga kali mereka
mencoba namun gagal. Kemudian raja sendiri dalam
angkara murkanya bergegas menuju kapel uskup. Ia
membunuh St. Stanislaus saat bapa uskup sedang
mempersembahkan Misa. Peristiwa itu terjadi pada
tanggal 11 April 1079. Tuhan melakukan banyak
mukjizat sesudah wafatnya St. Stanislaus. Semua
orang menyebutnya martir. Ia dinyatakan kudus
oleh Paus Inosensius IV pada tahun 1253.
P: 11
.jpg)
