• coklatx.blogspot.com

    www.coklatx.blogspot.com

  • berasx.blogspot.com

    www.berasx.blogspot.com

  • kacangx.blogspot.com

    www.kacangx.blogspot.com

Tampilkan postingan dengan label Injil sinoptik 12. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Injil sinoptik 12. Tampilkan semua postingan

Injil sinoptik 12

 


dan Akwila menyertai dia, ini di dorong oleh kasih yang dari Kristus. Mereka

bertiga sama-sama mengasihi Kristus oleh sebab itu hubungan mereka bertiga sngt akrab

secra rohani. Paulus bernazar adalah lebih mungkin sebagai penyerahan kembali kepada

pelayanan kasih karunia. Kota kengkra adalah kota pelabuhan yang terletak 9 mil jauhnya

dari  kota  Korintus.  Pelabuhan itu  ramai  sebab   perdagangan dengan Asia.  Di  Kengkrea

inilah Paulus disebut mencukur rmbutnya.

Ayat 19 menceritakan bahwa setelh sampai di Efesus Paulus meninggalkan Priskila

dn Akwila disitu. Paulus masuk kerumah ibadat dan berbicara dengan orng-orang Yahudi.

Kota Efesus adalah kota  yang paling penting di  Asia  kecil,  dimana terdpat  kuil  Artemis.

Setelah beberap waktu kemudian Paulus datang kembali ke kota itudn 3 thun lamanya ia

tinggal dan memberitkan Injil  (20:31).  Sebelum pergi  ia membirkn Friskila dn Akwila tetp

tinggl di kota Efesus sebab  ia akan kembali.

Ayat 20-21 memberikan gmbaran bahwa kehdiran paulus di Efesus membawa berkt

besar bagi orang-orang percaya disana, sehingga meminta Paulus untuk lebih lama lagi

tinggal disana, tetapi  ia tidak menurutinya. Dia berkata kepada mereka Aku akan kembli

kepada kamu, jika Allah menghendakinya. Ia sellu ingin melakukan sesuatu hanya menurut

kehendak  Allah;  itulh  kehidupan  orang  percaya  yng  sejati.

Ayat 22-23 ini menjelaskan perjalanan Paulus, dia sampai di Kaisarea dan setelah naik ke

darat dan memberi salam kepada jemaat artinya bahwa ia pergi ke jemaat di Yerusalem.

Menjelajahi  seluruh  tanah  Galatia  dan  Frigia  adalah  permulaan  perjalanan  misi  pertama

tertulis  dalam  fsal  13:4,  dan  keberangkatan  yng  kedua  tertulis  dlam  fasal  15:36.  dlm

perjalanan yang ketiga,  ia  mengajar  dan memimpin agar iman orang-orng percaya lebih

teguh.  Ia  juga mengadakan pertemun-pertemuan untuk PI  yang mendapt banyak jemaat

baru (19:23-41, 21:27-36).

d. Misi Ketiga Asia kecil dan Eropa (18:23 – 21:17)

Paulus kembali ke Asia untuk melakukan apa yang kita namakan perjalanan pemberitaan

Injil  yang ketiga, dengan melewati terlebih dahulu wilayah Frigia – Galatia. Yang telah ia

kunjungi sebelumnya pada saat perjalanan pemberitaan Injil  yang kedua (16:6).  Ayat 24,

menceritakn bahwa seorng yang bernama Apolos dtang dari Aleksandria datang ke Efesus.

Dia adalah seorang yang berilmu tinggi dalam hl  kitab syci  dn juga seorang yang pintar

berkotbah. Selanjutnya ayat 25 menjelesakan lebih lnjut bahwa Apolos telah banyak belajar

dan dia mengenal Yesus tetapi pengetahuan tentang Yesus belum cukup, tetapi ia hanya

mengetahui baptisan Yohanes, yang berarti bahwa ia mengetahui pekerjaan dan kesaksian

Yohanes pembptis yang berhubungan dengan Yesus.

91


Ayat  26 memberithukn selanjutnya apa yang Apolos lakukan,  dimana dia  dengan

berani rumah ibadat Yahudi di Efesus. Friskila dan Akwila mendengar berita itu, sehingga

mereka membawanya kerumhnya dan keduanya mengajarnya lebih dalam tentang firman

Tuhan.  Disini  kita  melihat  bagaimana kerendahan hati  Apolos,  dia  seorang  yang  sudah

mengjr  rel  diajar  untuk  mendapat  kebenaran  yang  lebih  dalam. Ayat  27 setelah  Apolos

mengenal  Yesus dengn baik  (26)  akhirnya  dia  dipakai  Allah  untuk  melayani  di  Akhaya.

Selanjutnya di  ayat  28 dikatakan bahwa dia adalah orang yang kokoh dan bersemangat

untuk  membantah  orang-orang  yahudi  dimuka  umum  dan  membuktikan  dari  kitab  suci

bahwa Yesus adalah Mesias.

Kemudian  Pasal  19:1  ini  menceritakan  tentang  Paulus  di  Efesus,  disana  ia

menjumpai beberapa orang murid yang memiliki sedikit pengetahuan tentang Yesus seprti

yng dimiliki Apolos. Selanjutnya di ayat 2 Paulus bertanya tentang apakah mereka sudah

menerima Roh Kudus atau belum. Pertaanyaan ini sebenarnya diajukan oleh Paulus sebab 

dia ingin mengetahui sejauh mana pengetahuan murid-murid atau orang percaya itu kepada

Yesus.  Pertayaan Paulus itu  secara lengkapnya adalah:  sudahkah kamu menerima Roh

Kudus ketika (pada saat) kamu percaya ? jawabanya adalah bahwa mereka belum pernah

mendengar  tentang  adanya  Roh  Kudus,  sebenarnya  arti  kata  ini  adalah  bahwa mereka

belum tahu tentang karunia-karunia Roh Kudus (χαρισματα) yang diberikan secara khusus

bagi orang-orang percaya pada masa PB. Calvin berkata: mereka tidak mungkin tidak tahu

tentang Roh Kudus sebab  mereka adalah orang-orang Yahudi. Di gereja sering dijumpai

orang-orang yang percaya yang belum memiliki pemahaman yang sempurna seperti mereka

ini;  oleh sebab  itu hamba Tuhan harus memperhatikan jemaatnya agar dapat mengajar

mereka yang masih memiliki pemahaman yang dangkal tentang kebenaran. Paulus bertanya

kepada  orang-orang  di  Efesus  ini  dengan  maksud  hendak  mengajar  mereka.

Pada ayat 3-4 ini Paulus mengajar mereka yang masih memiliki pemahaman yang dangkal

tentang  kebenaran  dengan  cara  Tanya  jawab.  Paulus  menanyakan  baptisan  agr  dapat

memimpin mereka sampai kepada baptisan Roh Kudus.  Jawaban mereka adalah bahwa

merek telah menerima baptisan Yohanes Pembaptis, sebab  itu Paulus menjelaskan bahwa

Yohanes Pembaptis telah menyaksikan tentang Yesus agar mereka dipimpin kepada Yesus.

Perkataan Yohanes pembaptis yang menyaksikan tentang Yesus, yang paling penting disini

adalah “Yaitu Dia yang datang kemudian daripadaku” (Yohanes 1:27), “Anak Domba Allah

yang menghapus dosa dunia,” “Ia inilah Anak Allah,” dan “Dialah itu yang membaptis dengan

Roh Kudus” (Yohanes 1:29-34). Paulus menjelaskan ini agar mereka percaya kepada Yesus

Kristus dengan sungguh-sungguh.

Ayat  5  membuktikan  bahwa  murid-murid  adalah  orang-orang  yang  memiliki

kerendahan hati.  Sama seperti  Apolos mereka adalah murid-murid yang rendah hati dan

penurut. Pembaptisn dilakukan dalam nama Yesus, ini membedakannya dengan baptisan

Yohanes.setelah merek di baptiskan maka pada ayat 6-7 dijelaskan bahwa tatkala Paulus

menumpangkan tangannya pada mereka maka turunlah Roh Kudus keatas mereka. Tentang

penumpangn  tangan  jangan  salah  dimengerti,  jangan  sampai  kita  berpikir  bahwa

penumpangan  tangan  akan  memberi  suatu  karunia  atau  suatu  kuasa  dapat  keluar  dari

tangan  yang  memberi  penumpangan  ini .  Penumpangan  tangan  manusia  tidaklah

memberi karunia rohani, hanya Tuhanlah yang dapat memberi karunia rohani. Dalam ayat ini

juga  dikatakan bahwa “Mereka berkata-kata  dalam bahasa lidah dan bernubuat,”  orang-

orang percaya dapat berbahasa lidah (yang datang dari Roh Kudus) pada waktu pentakosta

di Yerusalem (2:4), kemudian di Kaisarea (10:45-46), dan sekarang di Efesus. Bernubuat

artinya  memberitahu  sebelumnya suatu  hal  yang  akan  terjadi,  tetapi  juga  berarti  bahwa

mengerti Firman Tuhan secara benar dan mengajar jemaat sehingga membangun gerejan-

Nya (Kisah Para Rasul 11:28; 21:9-11; 1 Korintus 14:3).

Ayat  8-9  memberitahukan  bahwa  selama  tiga  bulan  Paulus  di  Efesus  dia  selalu

mengunjungi rumah ibadat dan disitu dia mengajar dengan berani. Dalam pemberitaanya ia

berusaha  menyakinkan  banyak  orang  tentang  kerajaan  Allah  yang  mengacu  kepada

kedatangan  Kristus  yang  kedua  kali  kelak.  Injil  memberitahukan  bahwa  berkat-berkat

kerajaan Allah telah sampai sebelumnya kepada umat manusia yaitu di dalam diri  Yesus

Kristus  sang  Mesias.  Pemberitaan  tentang  kerajaan  Allah  itu  sangat  penting  bagi  orang

Yahudi, sebab  menurut mereka Mesias datang untuk memerintah sebagai Raja. Sebagian

besar orang Yahudi di Efesus menerima apa yang diberitakan oleh Paulus itu: hanya ada

beberapa  orang  yang  tegar  hatinya  yang  tidak  mau  percaya.  Sekalipun  demikian,

sekelompok kecil  orang ini memiliki pengaruh besar terhadap orang banyak itu, sehingga

Paulus meninggalkan rumah ibadat yang membawa murid-muridnya ke sebuah ruang kuliah

92


milik seorang yang bernama Tiranus. Ada tulisan yang mengatakan bahwa Paulus mengajar

dari jam 11.00 pagi hingga jam 16.00 sore ketika arus perdagangan biasanya agak terhenti.

Paulus membuat tenda dan menjualnya pada pagi hari dan memberitakan Injil pada siang

hari.  Kata  jalan  Tuhan  adalah  istilah  yang  umum  bagi  kekristenan  pada  waktu  itu.

Ayat 10-12 memberitahukan bahwa selama dua tahun Paulus mengajar secara rutin di ruang

kuliah  Tiranus  sehingga  membuahkan  hasil,  dia  juga  dipakai  Tuhan untuk  mengadakan

mukjizat. Secara lengkap di bawah ini ada dua hal yang perlu kita lihat mengenai tentang

hasil pelayanan Paulus di Efesus:

Ayat 13 Lukas penulis Kisah Para Rasul ini menuliskan suatu peristiwa yang agak

aneh tetapi kejadian itu memperlihatkan keefektifitasan pelayanan Paulus di Efesus, dimana

dikatakan sampai-sampai beberapa tukang jampi Yahudi yang berjalan keliling menyebut

nama Tuhan Yesus sebagai bagian dari mantera mereka untuk menyembuhkan penyakit

dan mengusir roh-roh jahat. Menurut sejarahnya memang pada masa itu di Efesus nama

seseorang atau dewa tertentu dianggap memiliki kuasa khusus yang dapat mengendalikan

orang yang bersangkutan jika nama itu digunakan secara benar. Jadi kemungkinan ketika

tukang-tukang jampi melihat Paulus mengadakan mukjizat dalam nama Yesus maka para

tukang  jampi  Yahudi  itu  berusaha  memakai  nama Yesus  di  dalam menjalankan  profesi

mereka.

Ayat  14-16  memberitahukan  tentang  tujuh  anak  kepala  rumah  ibadat  Yahudi  di

Efesus yang bernama Skewa mempraktekkan apa yang juga telah dilakukan oleh tukang-

tukang jampi itu, dimana mereka mencoba mengusir roh jahat dengan memakai perkataan:

“Aku menyumpahi  kamu demi nama Yesus yang diberitakan oleh Paulus.”  Imam kepala

yang dimaksud dalam ayat ini seharusnya diterjemahkan sebagai Imam besar, ia adalah

kepala imam dari semua yang tinggal di Efesus. Apa yang dilakukan oleh tujuh anak Skewa

ini  justru mempermalukan diri  mereka sendiri.  melalui  orang yang di  rasuk itu,  roh jahat

berbicara:  Yesus aku kenal  ini  tidak berarti  bahwa roh jahat  itu  mengasihi  atau percaya

kepada Yesus. Roh jahat selalu bertentangan dengan Tuhan Yesus. Roh jahat atau iblis

mengenal atau mengetahui bahwa Yesus adalah Anak Allah (Marus 1:24), tetapi Yesus tidak

mungkin memakai roh-roh jahat ini sebagai saksi-Nya (Markus 1:25). Sekalipun mereka tahu

tentang  Yesus,  tetapi  jikalau  mereka  mengatakan  sesuatu  tentang  Dia,  kita  perlu

menyelidikinya sebab perkataan mereka keluar sebab  mereka kadangkala lebih mengenal

keadaan rohani daripada manusia di dunia ini. Roh jahat itupun berkata Paulus ku ketahui,

tetapi kamu siapakah kamu, perkataan roh jahat ini sangat mengancam orang-orang yang

tidak sungguh-sungguh percaya kepada Yesus. Selanjutnya dalam ayat ini juga dikatakan

bahwa anak-anak Skewa itu digagahi, akhirnya mereka lari dengan telanjang, hal ini terjadi

bagi mereka sebab  mereka ingin mencoba memakai kuasa nama Yesus padahal mereka

sendiri bukan orang percaya.

Ayat  17  memberitahukan  bahwa  berita  tentang  peristiwa  diatas  tersebar  kepada

seluruh  penduduk  Efesus  baik  orang  Yahudi  maupun  Yunani,  sehingga  nama  Tuhan

semakin masyur. Selanjutnya di ayat 18-19 memberitahukan bahwa nasib yang dialami tujuh

anak Skewa ini  membuat banyak tukang-tukang jampi yang lain bertobat. Datang dan

mengaku di muka umum, itu berarti bahwa mereka telah meninggalkan praktek sihir mereka

sebab waktu itu orang mempercayai bahwa rahasia-rahasia sihir akan hilang ketika diakui

dihadapn umum. Para tukang-tukang jampi lainya menyerahkan kitab-kitab mereka yang

berisi  mantera-mantera untuk dibakar di  hadapan umum. Sejumlah naskah semacam itu

telah ditemukan. Nilai kitab-kitab itu ditaksir lima puluh ribu uang perak sekarang kira-kira

8500  dolar  Amerika.  Mereka  membakar  kitab-kitanya  sekalipun  itu  sangat  mahal  dan

menyangkut mata pencaharian, tetapi mereka melakukan hal itu sebab  mereka mengetahui

bahwa jikalau buku-buku itu tidak di bakar habis, mungkin akan mengakibatkan orang lain

akan kembali berbuat dosa.

Ayat 20 memberitahukan bahwa sebab  pertobatan tukang-tukang jampi  itu maka

makin  tersiarlah  Firman  Tuhan  dan  kuasa  Firman  itupun  semakin  terlihat.  Ayat  21

memberitahukan tentang keinginan hati Paulus untuk pergi ke Yerusalem melalui Makedonia

dan  Akhaya.  Paulus  juga  mengatakan  bahwa  setelah  dari  Yerusalem  ia  juga  ingin

berkunjung  ke  Roma.  Hal  ini  membuktikan  bahwa  Paulus  adalah  pelayan  Tuhan  yang

sangat  gigih  dalam melayani,  dia  tidak mengenal  lelah untuk melayani  Tuhan.   Ayat  22

memberikan  informasi,  dimana  sebelum  Paulus  memulai  rencananya  untuk  pergi  ke

Yerusalem  melalui  Makedonia  dan  Akhaya  ia  terlebih  dahulu  mengirim  utusannya

(pembantunya)  untuk  mendahului  dia.  Apa  yang  dilakukan  Paulus  ini  bukan  hanya

mempersiapkan kedatangannya, sebab dia tidak perlu disambut dengan meriah oleh jemaat-

93


jemaat yang didirikannya di Makedonia. Tetapi tujuan Paulus mengirim Timotius dan Aratus

adalah  agar  mereka  berdua  dapat  meneguhkan  jemaat  itu,  hal  ini  sama  seperti  tujuan

Paulus mengirim Titus ke jemaat Korintus (2Kor 8:23), Efaproditus ke jemaat Filipi  (Filipi

2:25),  Markus  ke  jemaat  Kolose  (Kolose  4:10)  dan  Timotius  ke  Jemaat  Tesalonika  (1

Tesalonika 3:2) Ayat  23-41 berbicara masalah huru-hara yang dipelopori  oleh Demetrius

seorang pembuat patung dewi Artemis. Dewi Artemis adalah dianggap orang-orang Efesus

sebagai anak perempuan dewa Zeus dan patungnya adalah turun dari langit, sebutan lain

baginya adalah dewi bulan yang memberi kehidupan kepada alam semesta. Patung Artemis

memiliki banyak payudara. 

Setelah reda keributan yang terjadi di Efesus itu maka pada fasal 20:1-2 dijelaskan

bahwa keinginan hati Paulus untuk mengunjungi Yerusalem melalui Makedonia dan Akhya

menjadi  kenyataan.  Dalam ayat ini  disebut bahwa Paulus minta diri  (berpamitan kepada

Jemaat Efesus) hal ini memberitahukan bahwa Paulus tidak pergi begitu saja, tetapi dia juga

mengucapkan kata-kata  perpisahan.  Thayer  mengatakan  bahwa setiap  perpisahan pada

waktu  itu  biasanya  mereka  saling  merangkul  dan  saling  menguatkan  iman.  Setelah  itu

Paulus menjelajah menuju Makedonia. Dia singgah di Yunani.

Ayat 3 memberitahukan bahwa Paulus tinggal selama tiga bulan di tanah Yunani dan

ia  ingin  ke  Siria  namun akhirnya  di  pergi  ke  Makedonia,  sebab   di  Yunani  orang-orang

Yahudi  bermaksud  membunuh  dia.  Daerah  Yunani  yang  dimaksud  kemungkinan  besar

adalah kota Korintus (Akhaya) dan surat Roma kemungkinan besar ditulis disini yang isinya

memberitahukan keinginannya  pergi  ke  Roma setelah  dari  Yerusalem (Roma 15:22-29).

Sesudah itu ia bermksud berlayar ke Siria (Antiokia) tetapi sebab  rancangan orang Yahudi

yang ingin membunuhnya, maka ia mengubah rencana perjalanannya, sehingga ia melewati

Makedonia.

Dalam ayat 4 di sebutkan ada 7 orang yang menyertai Paulus berangkat dari Korintus

(Tanah Yunani). Jika kita melihat Roma 15:25-27; 2Korintus 8; 9) maka tujuan dari ke tujuh

orang  ini   diatas  adalah  sebagai  orang  yang  membawa  persembahan  dari  jemaat-

jemaat non Yahudi ke Yerusalem. Dalam ayat 5 memberitahukan bahwa ketujuh orang itu

berangkat lebih dahulu ke Troas. Kita tidak tahu mengapa tujuh orang itu berangkat lebih

dahulu ke Troas. Menurut sebuah teori orang-orang Yahudi yang tersebar di manapun harus

selalu mengikuti perayaan hari-hari raya, meskipun sedang berada dalam perjalanan; sebab 

itu Paulus juga bermaksud menyusul mereka ke Troas sesudah mengikuti  perayaan hari

raya (roti tidak beragi).

Ayat  6  kata  kami  dalam  ayat  ini  menunjukkan  bahwa  Lukas,  penulis  kitab  ini

bergabung lagi dengan tim misi Paulus. Di fasal 16:11, 12 dikatakan bahwa Lukas bersama

dengan Paulus dari Troas ke Samotrake selanjutnya ke Neapolis dan kemudian ke Filipi.

Setelah itu kita melihat penjelasan selanjutnya tentang perjalanan Paulus dari  Filipi  pada

fasal  16:40,  disana dikatakan bahwa kedua rasul  itu  berangkat  (Paulus dan Silas).  Jadi

Lukas tidak ikut bersama Paulus dalam perjalanannya keluar dari Filipi. Maka kemungkinan

besar dia tetap ada disana sebab  tempat itu adalah kampung halamannya. Tetapi dalam

fasal 20:6 ini disebutkan bahwa Lukas kembali mengikuti Paulus dalam misi penginjilannya.

Ayat 7 memberitahukan tentang apa yang Paulus lakukan di Troas pada hari pertama

minggu setelah mereka tiba disana. Paulus memimpin perjamuan Tuhan, dia juga berkotbah

dengan cukup panjang sebab  disebut sampai tengah malam. Berkotbah dan melakukan

perjamuan Tuhan yang ada dalam ayat ini adalah merupakan petunjuk pertama yang jelas

tentang kebiasaan orang Kristen untuk menghormati hari minggu sebagai hari ibadat. Tetapi

orang-orang  Kristen  pertama,  sebagai  orang  Yahudi  mungkin  tetap  beribadat  pada  hari

Sabat dan juga pada hari pertama dalam sebuah minggu.

Ayat 8-9 menjelaskan bahwa kebaktian dan perjamuan Tuhan ini  dilakukan di

ruang atas atau tingkat tiga, disana Paulus berkotbah sampai tengah malam. Sebelumnya

lampu sudah disediakan cukup banyak supaya tidak terjadi  hal-hal  yang tidak diiginkan.

Tetapi  Eutikhus  jatuh  dari  lantai  tiga  ini ,  sebab   dia  sudah  tertidur  dan  ketika  ia

diangkat dia sudah mati.

Selanjutnya ayat 10 menceritakan bahwa Paulus turun untuk melihat Euthikus dan

dia mendekapnya. Tindakan ini dia lakukan adalah sebab  kasihnya kepada anak muda itu.

kemudian ayat 11-12 menceritakan bahwa setelah itu Paulus naik kembali ke ruang atas dan

mengadakan  perjamuan;  habis  makan  masih  lama  lagi  ia  berbicara  sampai  fajar

menyingsing. Ketika ia berangkat mereka (jemaat itu) mengantarkan Euthikus kerumahnya

dalam keadaan hidup. Itu berarti bahwa mukjizat telah terjadi disaat Paulus mendoakan dan

mendekapnya.

94


Ayat 13-17 menjelaskan keberangkatan Paulus. Paulus memilih jalan darat sampai

ke  Asos.  Sementara  Lukas  dan  teman-temanya  naik  kapal  mengelilingi  sebuah  tanjung

menuju ke Asos. Di Asos Rasul Paulus naik kapal dan berlayar bersama rombongan itu ke

Metilene,  kota  utama  dari  pulau  Lesbos.  Dari  Metilene  mereka  melanjutkan  pelayaran

mereka  diantara  daratan  utama  dengan  pulau-pulau  Khios  dan  Samos  sampai  tiba  di

Miletus. sebab  Paulus ingin tiba di Yerusalem pada hari raya pentakosta, dia naik kapal dari

Troas  yang  berhenti  di  Miletus  tetapi  tidak  pergi  ke  Efesus.  Namun  sebab   kapal  yang

dinaikinya berlabuh di Miletus untuk beberapa hari, ada waktu untuk mengirimkan utusan ke

Efesus dan meminta para pemimpin gereja di tempat itu datang ke Miletus untuk sebuah

kunjungan singkat kepadanya.

Ayat  18-35  adalah  merupakan  khotbah  yang  disampaikan  Paulus  kepada  para

penatua jemaat dari Efesus. Kotbah ini sangat penting sebab  mencerminkn kesederhanaan

gereja mula-mula.  Lukas menyebut pra pemimpin dari  gereja di  Efesus itu penatua atau

presbyter  (ay 17),  sedangkan Paulus menyebut  mereka penilik  (ay 28).  Istilah ini  dalam

bahasa  aslinya  adalah  episcopoi  yang  kemudian  diterjemahkan  dengan  “penilik  jemaat”

(Filipi  1:1;  1Tim3:1,2;  Titus  1:7).  Penatua  mempunyi  latar  belakang  Yahudi,  sedangkan

penilik  berlatar belakang Yunani.  Jelas bahwa kedua istilah itu mengacu kepada jabatan

yang sama. Paulus merangkum pelayanan di Efesus dengan mengatakan bahwa dia telah

memberikan kesaksian tentang Injil  kasih  karunia  Allah (ay.  24),  memberitakan kerajaan

Allah (ay 25), yaitu dua ungkapan yang artinya sama dan dapat dipertukartempatkan. Di

dalam bagian ini kerajaan Allah mengacu pada keselamatan, yaitu tentang rangkuman dari

seluruh pemberitaan Paulus di Efesus mengenai berkat-berkat penebusan didalam Kristus

yang dapat dinikmati saat ini.

Paulus pergi ke Yerusalem sebab  dorongan ilahi (sebagai tawanan Roh) dan bukan

hanya menunjuk pada dorongan hati Paulus. Roh Kudus telah menunjukkan kepada Paulus

bahwa  tawanan  dan  penyiksaan  sedang  menantinya.  Kemudian  di  ayat  28  Paulus

menegaskan suatu tugas kepada para penilik jemaat itu supaya mereka menggembalakan

jemaat Allah yang sangat berharga itu. dimana jemaat itu sangat berharga sebab  jemaat itu

ditebus oleh darah Kristus Yesus. Kemudian dalam ayat 29 dan 30 Paulus menubuatkan

bahwa kesulitan akan menimpa gereja di Efesus dari dua sisi: serigala-serigala yang ganas

akan masuk ke dalam jemaat dari luar, dan guru-guru palsu akan muncul dari antara mereka

sendiri  untuk  membuat  para  murid  meninggalkan  kepercayaan  mereka.  Bertumbuhnya

ajaran  sesat  di  Efesus  digambarkan  di  dalam  1Timotius  1:3-7.  di  ayat  33-35  Paulus

mengingatkan  orang-orang  Efesus  bahwa  kebiasaanya  membuat  tenda  bukan  hanya

menyokong  hidupnya  sendiri  tetapi  juga  untuk  menyokong  kehidupan  orng-orang  yang

bersama dengannya.  Tujuan  utama dari  kebiasaan memberi  di  dalam gereja  mula-mula

adalah untuk membantu saudara seiman yang kekurangan dan bukan untuk mendukung

pemberitaan Injil seperti sekarang ini.

Ayat 36-38 menunjukkan bahwa sebelum Paulus berpisah dari para penilik jemaat itu,

mereka berlutut dan berdoa bersama-sama. Mereka sangat berdukacita mengingat bahwa

mereka mengetahui bahwa Paulus akan mengalami kesulitan besar dan bahkan mungkin

kematian sedang menanti Paulus.

12. Perluasan Gereja ke Roma (21:18-28:31)

Lukas  telah  mengisahkan  perluasan  gereja  dari  Yerusalem hingga  Yudea  dan  Samaria

sampai berdirinya sebuah gereja orang bukan Yahudi yang semi mandiri di Antiokia. Dari

Antiokia Injil oleh Paulus disebarkan oleh tiga buah perjalanan pemberitaan Injil ke seluruh

Asia dan Eropa. Pemberitaan Injil di wilayah yang lain psti jug dilaksanakan oleh para rasul

yng lain. Sebagai contoh kita tidak tahu apa-apa tentang pemberitaan Injil di Mesir, dengan

pusatnya yang besar  yaitu  Aleksndria.  Lukas hanya tertarik  untuk menelusuri  garis-garis

utama dari penyebaran yang ia anggap penting – yaitu ke Roma. Sekarang dia hanya tinggal

mengisahkan  misi  Paulus  yang  membawa  Injil  ke  Roma.Jelas  Lukas  tidak  mempunyai

maksud untuk  menceritakan  awal  pemberitaan  Injil  di  Roma atau  awal  pendirian  gereja

disana,  sebab dia  menceritakan bagaimana saudara-saudara seiman disana menyambut

Paulus  ketika  sang  Rasul  tiba  di  kota  itu  (28:15).  Kita  mengetahui  bahwa  Paulus  telah

menulis  sebuah  surat  kepada  jemaat  di  Roma  (Rom  1:7),  tetapi  Lukas  tidak  menulis

bagaimana Injil tiba di kerajaan ini . sebab  Lukas tidak bermaksud melukiskan awal

penginjilan  di  Roma,  mungkin  Lukas  bermaksud  untuk  menunjukkan  bahwa  sekalipun

Paulus  pertama-tama  memberitakan  tentang  kerajaan  Allah  kepada  orang  Yahudi,  dia

berbalik memberitakannya kepada orang-orang bukan Yahudi ketika orang Yahudi menolak

95


pemberitaannya (28:24-31). Perluasan gereja secara geografis bukan merupakan perhatian

utama Lukas; yang lebih diutamakannya ialah gerakan sejarah penebusan dari orang Yahudi

ke orang bukan Yahudi. Sesuai dengan maksud ini, Lukas memakai cukup banyak tempat

untuk  menceritakan  kisah  kunjungan Paulus  yang  terakhir  ke  Yerusalem,  bukan sebab 

kunjungan itu penting, tetapi sebab  kunjungan itu menunjukkan penolakan terakhir terhadap

Injil oleh Yerusalem.

a. Injil di tolak oleh orang-orang Yerusalem (21:18-26:32)

Ayat 18 dan 19 menjelaskan bahwa setelah Paulus dan rombonganya disambut baik oleh

jemaat  di  Yerusalem,  maka  keesokan  harinya  mereka  menjumpai  Yakobus  dan  semua

penatua yang sudah berkumpul disitu. Rupanya di Yerusalem pada waktu itu tidak ada rasul.

Paulus  disambut  hangat  oleh  para  pemimpin  gereja  di  sana.  Paulus  menceritakan  hasil

pelayanannya kepada mereka. Dimana banyak orang menjadi percaya tanpa harus mentaati

hukum Yahudi. Para pemimpin gereja di Yerusalem sangat menyetujui prosedur itu.

Ayat 20-21 memberitahukan bahwa sekalipun para pemimpin gereja di Yerusalem

senang dengan berita  yang  disampaikan  oleh  rasul  Paulus,  mereka  juga  menyampaikan

peringatan kepadannya. Mereka mengatakan bahwa ada ribuan orang percaya Yahudi yang

sebagai orang Kristen tetapi tetap rajin memelihara hukum Taurat,  dan bahwa mereka itu

telah mendengar mengenai Paulus yang bukan hanya memberitakan kasih karunia kepada

orang  Yahudi  dengan  sama  sekali  terlepas  dari  hukum Taurat,  tetapi  juga  mengajarkan

kepada orang Yahudi di perantauan untuk melepaskan hukum Musa dan supaya mereka

jangan  menyunatkan  anak-anak  mereka  serta  tidak  usah  menjalankan  adat-istiadat

Perjanjian  Lama  lainya.  Ini  berarti  bahwa  Paulus  mengajak  orang-orang  Yahudi  untuk

meninggalkan Yudaisme dan tidak menjadi orang Yahudi lagi.

Ayat 22-24 memperlihatkan kepada kita bahwa Yakobus dan para penatua gereja di

Yerusalem menyadari bahwa laporan ini tidak benar dan bahwa Paulus tetap mengijinkan

orang-orang percaya Yahudi untuk tetap mentaati  hukum Taurat.  Namun mereka merasa

bahwa sesuatu harus dilakukan untuk memperlihatkan kepada orang-orang Kristen Yahudi

bahwa  laporan  ini   tidak  benar.  Mereka  mengusulkan  agar  Paulus  menunjukkan

ketaatannya kepada Taurat untuk membuktikan bahwa dia tidak menganjurkan orang-orang

Kristen Yahudi untuk meninggalkan tradisi mereka. Ketika itu ada  empat orang Yahudi

yang  bernazar.  Nazar  itu  biasanya  berlaku  selama  tiga  puluh  hari,  tetapi  mereka  telah

menajiskan  diri  sehingga menurut  peraturan agama mereka  tidak  tahir  selama tujuh  hari

( ayat 27). Pada akhir periode ini, mereka akan mencukur rambut dan mempersembahkan

beberapa  kurban  pentahiran  kepada  Allah.  Para  penatua  mengusulkan  agar  Paulus

bergabung dengan empat orang ini dan melaksanakan adat Yahudi dengan membayar biaya

untuk persembahan kurban.  Tindakan ini  akan membuktikan kepada jemaat  Yahudi

bahwa Paulus sendiri menerima adat-istiadat Yahudi.

Selanjutnya ayat 25 berbicara, dimana Yakobus memastikan kepada Paulus bahwa

usul ini bukan merupakan perubahan dari keputusan yang telah ditetapkan dalam sidang di

Yerusalem bahwa orang-orang bukan Yahudi bebas dari hukum Taurat, tetapi hanya harus

menjauhkan diri dari hal-hal tertentu yang dapat menjadi batu sandungan bagi orang-orang

Kristen Yahudi. Ayat 26 menjelaskan bahwa Paulus menerima nasihat para penatua ini 

dan selama beberapa hari (kata kerjanya dalam bentuk waktu imperfect) pergi kedalam Bait

Allah bersama dengan empat orang Yahudi itu untuk mempersembahkan kurban pentahiran.

Tidak ada perbedaan yang mendasar di dalam kesediaan Paulus selalu orang Yahudi untuk

tetap taat kepada Hukum Taurat dengan sikapnya yang tegas bahwa orang percaya yang

bukan Yahudi tidak perlu tunduk kepada hukum Taurat, sebab mereka tunduk dibawah kasih

karunia. Selaku ciptaan baru di dalam Kristus, bagi Paulus disunat atau tidak disunat bukan

sesuatu hal yang menentukan (Galatia 6:15). Bagi penginjil ini kebiasaan religius semacam

itu bukan merupakan sesuatu yang penting, sebab dunia telah disalibkan bagi dirinya dan

dirinya  telah  disalibkan  bagi  dunia  (Galatia  6:14).  Dia  sendiri  mengatakan  bahwa  jika

seseorang bertobat selaku orang Yahudi, hendaknya ia tetap Yahudi (1Korintus 7:18), sebab

penyunatan itu sendiri tidak mempunyai arti apa-apa. Orang Kristen Yahudi boleh saja terus

menaati hukum Taurat selaku orang Yahudi, bukan selaku orang Kristen. Akan tetapi apabila

kemudian  hukum Taurat  dipaksakan  kepada  orang  Kristen  bukan  Yahudi  sebagai  dasar

keselamatan, Paulus berkeberatan dan bersikukuh dengan pendirianya tentang kebebasan

mutlak  dari  hukum Taurat.  Tidak  diragukan  lagi  seandainya  orang  percaya  Yahudi  ingin

menghentikan  ketaatan  mereka  kepada  Hukum  Taurat,  Paulus  tidak  akan  keberatan.

Pendirian Paulus yang membiarkan kebijaksanaan menentukan prinsip pada bidang-bidang

96


tertentu  merupakan  masalah  yang  begitu  sulit  sehingga  banyak  orang  yang  belum

memahaminya menuduh Paulus sebagai orang yang tidak konsisten.

Ayat  27-29  memberikan  gambaran  bahwa  tampaknya  tindakan  Paulus  itu

memuaskan  hati  orang-orang  Yahudi,  tetapi  memunculkan  permusuhan  dari  sekelompok

orang Yahudi…dari Asia yang tidak percaya yang datang ke Yerusalem untuk ikut merayakan

hari Pentakosta. Orang-orang ini sudah mengenal Paulus di Asia, dan mereka telah melihat

Paulus di  Yerusalem bersama dengan Trofimus, yaitu seorang bukan Yahudi dari  Efesus

yang telah bertobat.  Kini  mereka melihat  sang Rasul ada di  pelataran untuk orang-orang

Israel  dimana  orang  bukan  Yahudi  tidak  boleh  masuk,  sehingga  mereka  berkesimpulan

bahwa  Paulus  telah  membawa  Trofimus  ikut  masuk  kedalam  pelataran  itu.  Memang  di

wilayah Bait Allah ada tempat yang disediakan untuk orang bukan Yahudi. Diantara tempat

ini  dengan pelataran untuk orang Israel ada  sebuah pemisah yang mencantumkan

peringatan agar orang bukan Yahudi jangan melewati batas dengan ancaman hukuman mati.

Dua buah peringatan semacam ini telah ditemukan. Dengan demikian orang-orang Yahudi

dari Asia ini beranggapan bahwa Paulus telah menajiskan tempat suci ini .

Kemudian pada ayat 30 menjelaskan selanjutnya apa yang terjadi, dimana tiba-tiba

ada unjuk rasa yang secara cepat menyebar di kalangan orang banyak itu, dan Paulus di

seret  keluar  dari  pelataran  untuk  orang  Israel  ke  pelataran  untuk  orang  bukan  Yahudi.

Sesudah itu pintu gerbang yang memisahkan kedua tempat ini  di tutup untuk mencegah

hal-hal yang tidak diiginkan selanjutnya. Kemudian ayat 31 memberitahukan bahwa sewaktu

orang banyak itu merencanakan untuk membunuh Paulus segera berita itu terdengar oleh

kepala pasukan yang ada di Yerusalem. Pada saat itu di sebelah barat laut wilayah bait Allah

ada   menara  Antonia  yang  merupakan  Markas  dari  pasukan  Romawi.  Menara  itu

berhubungan dengan pelataran  Bait  Allah.  Disana  ada  sebuah pasukan yang terdiri  dari

seribu orang. Pada saat Paulus hendak di bunuh secara beramai-ramai oleh orang-orang

Yahudi ditempat itu, kepala pasukan mendapat berita bahwa sebuah pemberontakan telah

terjadi. Ayat 32 membeitahukan bahwa kepala pasukan membawa sekitar 200 orang prajurit

bersama dengan perwira-perwira mereka dan tiba di tempat itu tepat pada waktunya dan

menyelematkan  Paulus.  Ayat  33  memberitahukan  apa  yang  terjadi  selanjutnya,  dimana

kepala pasukan menangkap Paulus untuk diamankan dan memerintahkan agar dia di rantai

pada  dua  orang  prajurit.  Kemudian  (34)  Ketika  pasukan  itu  berusaha  untuk  mengetahui

penyebab  dari  kerusuhan  ini ,  teriakan  jawaban  masyarakat  begitu  simpang  siur,

sehingga ia tidak dapat memperoleh jawaban yang diperlukan. sebab  itu dia memerintahkan

agar Paulus di bawa ke markas. Ayat 35, tetapi ketika mereka sampai di tangga yang menuju

ke menara Antonia, orang-orang Yahudi itu semakin beringas sehingga para prajurit terpaksa

menggotong  Paulus.  Kemudian  ayat  37  memberitahukan  bahwa  ketika  mereka  sampai

diujung tangga, Paulus mengejutkan kepala pasukan dengan menyapanya memakai bahasa

Yunani.  Lalu setelah itu (38)  kepala pasukan itu mengetahui  bahwa Paulus bukan orang

mesir  yang  sudah  mengacau  dan  mengadakan  pemberotakan  terhadap  pemerintaham

Roma. Sejarah mencatat bahwa sekitar tiga tahun sebelum itu, seorang Yahudi dari Mesir

telah  menimbulkan  pemberontakan  dengan  memimpin  empat  ribu  orang  ke  bukit  zaitun,

dengan menjanjikan bahwa tembok kota akan diratakan didepan mereka dan mereka berjanji

akan mengalahkan seluruh pasuka Romawi. Para pendukung pemberontakan ini dianggap

pengacau bersenjata sebab masing-masing mereka membawa pisau yang disembunyikan di

balik jubah yang mereka pakai untuk membunuh lawan politik mereka. Pemberontakan ini

berhasil  dipadamkan oleh Felix,  tetapi  orang Yahudi dari  Mesir  itu berhasil  lolos.  sebab 

alasan tertentu kepala pasukan menyamakan tawanannya dengan orang Yahudi ini .

Ayat  39-40  menceritakan  bahwa  Paulus  menyakinkan  kepala  pasukan  itu  bahwa  dirinya

bukanlah orang Yahudi  yang dari  Mesir  seorang pemberontak itu.  Kata-kata  Paulus juga

menyakinkan kepala pasukan itu bahwa dirinya selaku orang Yahudi memiliki hak memasuki

pelataran  bagi  orang  Yahudi  di  Bait  Allah dan bahwa dirinya  adalah  warga  kota  penting

Tarsus, kepala pasukan kemudian mengijinkan Paulus untuk berusaha menenangkan orang-

orang itu.  Rasul Paulus berdiri  di  puncak tangga yang mengarah kepada pelataran untuk

orang bukan Yahudi, sedangkan prajurit-prajurit berdiri di bawahnya. Setelah Paulus berhasil

menarik  perhatian  orang-orang itu,  dia  mulai  berbicara kepada mereka  dengan memakai

dialek aram, yang merupakan bahasa umum dipakai oleh orang-orang yahudi di Palestina

dan Asia Barat.

Pasal  22.  Paulus memaparkan pembelaannya kepada orang-orang Yahudi dan di

dalam pembelaan ini Paulus memaparkan juga riwayat hidupnya.

97


22:1, ayat ini adalah permulaan Paulus memberikan pembelaaannya. Dia memulai

dengan  memberikan  rasa  hormatnya  kepada  orang-orang  yang  akan  mendengar

pembelaannya itu. Sehingga dengan demikian dia berkata “ Hai Saudara-saudara dan bapa-

bapa” dalam hal ini kita dapat melihat bagaimana karakter Paulus, dimana dia masih sanggup

memberikan rasa hormatnya kepada orang-orang yang mau menganyiayanya.

22:2  memebritahukan  bahwa  ketika  orang-orang  Yahudi  mendengar  pembelaan

Paulus dalam bahasa Ibrani membuat situasi makin tenang. Barangkali orang-orang Yahudi

menyangka  bahwa  Paulus  akan  membela  diri  dengan  memakai  bahasa  Yunani,  tetapi

ternyata Paulus memakai bahasa Ibrani. Jadi akhirnya nanti pembelaannya sebenarnya lebih

cocok disebut sebagai kesaksian dari seorang Yahudi yang sangat giat untuk Taurat yang

akhirnya bertobat.

22:3 ayat ini memberitahukan tentang identitasnya, bahwa dia adalah orang Yahudi

yang lahir di Tarsus suatu daerah kafir, namun demikian pada ayat ini dikatakan bahwa ia di

besarkan di  Yerusalem di  bawah pimpinan Rabi  Gamaliel  yang sangat  berpengaruh dari

golongan Farisi. Paulus mengatakan bahwa oleh sebab  pendidikan yang dia terima maka dia

dulunya  adalah  orang  yang  giat  bekerja  bagi  Allah.  Giat  bekerja  bagi  Allah  yang  dia

maksudkan bukan hanya giat  beribadah dalam hal membaca kitab suci  dan menerapkan

Taurat. Tetapi juga termasuk giat dalam hal menganyiaya orang yang dianggap kafir oleh

oleh Yudaisme, termasuk apa yang dilakukan Paulus sebelum ia bertemu dengan Yesus,

yaitu dia sebagai penganyiaya orang-orang percaya dan hal yang sama seperti itulah yang

dilakukan  oleh  orang-orang  Yahudi  itu  kepadannya.  Dimana  mereka  mau  menganyiaya

Paulus  sang  rasul  sebab   dia  mengajarkan  ajaran  yang  berbeda  dengan  Taurat  yang

dipahami oleh orang-orang Yahudi ini .

Dalam ayat 4, Paulus melanjutkan penjelasannya tentang identitas dan apa yang ia

kerjakan sebelum ia bertobat. Kalau di ayat sebelumnya dia telah berkata bahwa ia sama

seperti  orang-orang Yahudi yang mau menganyiaya dia  maka pada ayat  ini  dia semakin

memnunjukkan kesamaannya dahulu sewaktu ia belum diselamatkan dengan orang-orang

Yahudi yang mau menganyiaya dia. Kesamaan itu adalah bahwa dahulu Paulus sangat giat

untuk menangkap dan memenjarakan orang yang percaya dan hal yang sama juga seang

dilakukan oleh orang-orang Yahudi yang tidak percaya itu.

Kemudian  pada  ayat  5  Paulus  dengan  berani  mengatakan  bahwa  Imam  besar

maupun  majelis  tua-tua  (Imam  besar,  Majelis  dan  tua-tua  adalah  mengacu  kepada

Sanhedrin, dewan tertinggi agama Yahudi) dapat menjadi saksi tentang apa yang dulu ia

kerjakan, sebab mereka memberikan surat resmi seperti surat tugas padanya, yang akan di

bawa ke Damsyik untuk dipakai sebagai ijin untuk menangkapi dan mengayiaya orang-orang

Yahudi yang sudah percaya yang melarikan diri ke sana.

Kemudian  ayat  6-16  Rasul  Paulus  menceritakan  kepada  orang-orang  Yahudi  itu

tentang bagaimana ia  bertobat  dan yang  akhirnya mengubah semangatnya yang  tadinya

pengayiya orang percaya dan sekarang menjadi pemberita Injil yang dahulu sangat ia benci.

Jika kita bandingkan dengan penjelasannya yang ada dalam fasal 9, sepertinya Kisah Para

rasul 22:9 dan 9:7 sepertinya berkontradiksi. Dimana dalam Kisah Para Rasul 9:7 dikatakan

bahwa orang-orang  yang bersama Paulus  mendengar  suara  itu,  tetapi  pada  Kisah  Para

Rasul 22:9 dikatakan bahwa orang-orang yang bersama Paulus tidak mendengar suara itu.

Tetapi sebenarnya kedua ayat ini bukanlah saling berkontradiksi tetapi penerjemahan dalam

Alkitab kitalah yang kurang tepat. Di dalam Bahasa aslinya Kisah Para Rasul 22: 9 ini di

tuliskan       ,  kata  ini  dapat  diterjemahkan bahwa mereka  tidak

mengerti suara itu. Sedangkan bahasa asli Kisah Para Rasul 9:7    , kata

ini dapat diterjemahkan bahwa mereka mendengar suara itu. Jadi kedua ayat ini bukanlah

dua  ayat  yang  bertentangan,  tetapi  menjelaskan  satu  hal  yang  sama.  Jadi  teman

seperjalanan Paulus pada saat ini mendengar sebuah suara tetapi mereka tidak mengerti

suara itu. Selanjutnya yang perlu kita cermati dalam penjelasan Paulus yang cukup panjang

ini  adalah dimana dia sangat menekankan bahwa Kristus yang telah bangkit  dan naik ke

surga telah datang kepadanya melalui seorang Yahudi yang saleh menurut Hukum Taurat

dan terkenal baik diantara semua orang Yahudi di Damsyik. Ananiaslah yang mengatakan

kepada Paulus bahwa Allah nenek moyang kita, yaitu Allah Israel, telah menetapkan Paulus

untuk mengetahui kehendak-Nya dan melihat Yang Benar (yang menunjuk kepada Yesus)

dan  untuk  menyaksikan  kepada  semua  orang  apa  yang  telah  dialaminya  itu.  Ananias

kemudian menasehati Paulus agar membiarkan dirinya dibaptis sebagai tanda pembersihan

dari dosa, sambil berseru kepada nama Tuhan. Kemudian mulai 17 hingga ayat 21 Paulus

menceritakan  tentang  penegasan  terhadap  panggilan  ini  yang  ia  terima  melalui  sebuah

98


penglihatan  ketika  kembali  ke  Yerusalem  (9:26).  sebab   Paulus  pada  waktu  itu  tidak

bermaksud  memberitakan  cerita  lengkap  tentang  pengalaman  hidupnya,  maka  ia  tidak

menceritakan  tentang  masa  tiga  tahun  yang  ia  habiskan  di  Arab  (Galatia  1:7).  Dia

mengisahkan aspek lain dari pengalamannya di Yerusalem yang tidak di kisahkan oleh Lukas

sebelumnya. Kisah Para Rasul 9 mengatakan bahwa Paulus di suruh pergi dari Yerusalem

oleh  saudara-saudara  seiman  agar  dapat  lolos  dari  suatu  komplotan  yang  hendak

membunuhnya  (9:28-30).  Disini  paulus  menceritakan  bahwa  pada  waktu  itu,  dia

meninggalkan Yerusalem sebagai jawaban terhadap sabda Allah kepadanya. Ketika ia selaku

orang Yahudi yang saleh sedang berdoa di Bait  Allah, Allah telah memperingatkan dia di

dalam keadaan diliputi rasa kuasa ilahi bahwa Yerusalem tidak akan menerima kesaksiannya

sehingga ia harus segera meninggalkan Yerusalem. Paulus mengatakan bahwa pengetahuan

orang Yahudi sebelumnya tentang semangat dan kesungguhan dirinya untuk menganyiaya

orang Kristen akan mampu menyakinkan mereka tentang kesungguhan dari pertobatannya.

Tuhan menjawab bahwa dia harus meninggalkan Yerusalem sebab dia akan diutus jauh dari

Yerusalem kepada bangsa-bangsa lain.

Pada ayat 22 dan 23 memberikan gambaran bahwa sebelumnya mereka atau orang-

orang  Yahudi  itu  mendengarkan  Paulus  dengan  baik.  Tetapi  barangkali  setelah  mereka

mendengarkan  bahwa  Paulus  mengatakan  bahwa  Tuhan  menyuruhnya  pergi  kepada

bangsa-bangsa  lain  maka  orang-orang  Yahudi  itu  menjadi  beringas,  mereka  berteriak

menuntut  kematian  tawanan  itu  (Paulus).  Mereka  melemparkan  jubah  mereka  dan

menghamburkan debu ke udara sebagai tanda kemarahan. Di dalam ayat 24 di beritahukan

bahwa, oleh sebab  situasi yang begitu buruk itu, maka kepala pasukan itu memberi perintah

untuk membawa Paulus ke markas untuk di periksa, dan biasanya untuk para budak akan

dilakukan penyiksaan untuk mendapatkan pengkuan dari orang-orang yang sedang diselidiki.

Tetapi untuk orang bebas hal itu tidak dapat dilakukan.

Selanjutnya ayat 25 disebut bahwa Paulus ditelentangkan untuk disesah, tetapi dia

menolak untuk di  sesah dengan alasan bahwa dia adalah warga negara Roma. Seorang

warga negara Roma tidak di perbolehkan di sesah sebelum diadili secara wajar. Kemudian

ayat 26-28 memberikan penjelasan bahwa seorang perwira yang mendengar tuntutan Paulus

itu melaporkannya kepada kepala pasukan dan kemudian kepala pasukan itu datang kepada

Paulus untuk menanyakan bahwa apakah benar dia adalah warga negara Roma. Dan kepala

pasukan  itu  ingin  membeli  kewarganegaraan  Paulus  itu.  Cara  membeli  yang  dimaksud

adalah  bahwa  kepala  pasukan  itu  dapat  mengayiaya  Paulus  dengan  sebebas-bebasnya

kemudian dia mengembalikan uang Paulus jika ia telah membeli kewarganegaraan Roma.

Jadi kepala pasukan itu mengatakan bahwa ia hendak membeli kewarganegaraan Paulus itu

dengan mahal,  hal  ini  barangkali  dia  katakan sebagai  suatu sindiran bagi Paulus.  Tetapi

Paulus menjawab bahwa dia tidak membeli kewarga negaraan, dia memilikinya sebab  dia

lahir dari orangtua yang sudah warga negara Romawi. Jadi dengan demikian kepala pasukan

itu tidak dapat menyesah Paulus sekalipun dia punya uang. Jadi di ayat 29 dijelaskan bahwa

orang-orang yang mau menyesah Paulus itu akhirnya mundur. Kepala pasukan itupun takut

sebab  telah memperlakukan seorang warga negara Romawi dengan cara yang tidak sah.

Kemudian di ayat 30 diberitahukan bahwa kepala pasukan itu ingin mengetahui apa yang

menjadi  tuntutan  orang-orang  Yahudi  itu  kepada  Paulus,  sehingga  kepala  pasukan  itu

menyuruh mengambil Paulus dari penjara dan menyerahkannya kepada Sanhedrin Yahudi

untuk disidangkan dan memberikan hukuman yang tepat kepadanya.

Pasal 23:1 Paulus mengawali pembelaanya di hadapan Sanhedrin dengan mengaku

bahwa dirinya telah bertindak dengan hati nurani yang murni dihadapan Allah, bukan hanya

di  dalam  melakukan  hal-hal  yang  dituduhkan  kepadanya  tetapi  juga  sepanjang  seluruh

hidupnya. Selanjutnya ayat 2 memberitahukan bahwa Imam besar pada saat itu bernama

Ananias (sekitar tahun 47-58 M) beberapa literature mengatakan bahwa Ananias ini adalah

seorang  yang  serakah  dan  besar  mulut  dan  suka  memaksakan  kehendaknya.  Atas

pembelaan Paulus itu membuat Ananias menjadi marah dan memerintahkan seseorang yang

dekat dengan Paulus untuk menampar mulut Paulus. Selanjutnya ayat 3 Paulus berbicara

dengan berani dan dia juga mempersoalkan tindakan yang tidak wajar yang dilakukan oleh

anggota  Sanhedrin  itu,  dengan  menuduh  mereka  yang  melaksanakan  hukum Taurat  itu

sebenarnya  justru  melanggar  hukum  Taurat.  Tembok  yang  di  kapur  putih-putih  adalah

tembok yang luarnya diwarnai putih tetapi dalamnya diisi dengan tanah, artinya bermuka dua.

Ananias disebut tembok yang dikapur putih-putih sebab  (1).Meskipun ia adalah orang yang

tidak benar dan jahat, tetapi memakai kemuliaan kedudukan imam besar yang kudus. (2).Ia

menduduki tempat dimana seharusnya ia menyatakan keadilan menurut hukum Taurat, tetapi

99


ia  memerintahkan  agar  menampar  Paulus  yang  tidak  bersalah  itu.

Paulus menegor Ananias, Imam Besar yang berkuasa dan jahat itu untuk menyenangkan

Allah, bukan sekedar pembelaan diri. Tegoran bagi penguasa yang jahat tidak bisa lahir dari

motivasi  pementingan  diri  sendiri.  Pada  umumnya  pemimpin  menegor  orang-orang  yang

lemah  dan  tidak  berkuasa  dan  berkedudukan  tinggi.  Orang  Kristen  tidak  boleh  bersikap

demikian. Yesus sendiri menyebut Raja Herode si Serigala (Lukas 13:32) dan kepada orang-

orang Farisi yang jahat dan berkuasa ‘celakalah kamu hai ahli-ahli taurat dan ahli-ahli Farisi,

hai  orang-orang  munafik’  (Matius  23:13,15,16,23,25,27,29).  Yohanes  pembaptis  berkata

kepada  orang-orang  Farisi  dan  Saduki,  ‘hai  kamu  keturunan  ular  beludak’  (Matius  3:7).

Selanjutnya pada ayat 4 peserta sidang itu berkata bahwa Paulus mengejek Imam besar.

Setelah peserta sidang itu menegor Paulus dan disebut bahwa ia sudah menghina Imam

Besar,  maka Paulus menjawab dalam ayat 5,  dengan mengatakan bahwa dia tidak tahu

bahwa Ananias adalah Imam Besar. Dalam hal ini bisa saja Paulus menyindir kembali bahwa

Ananias tidak layak sebagai Imam Besar, sebab seorang Imam Besar seharusnya memiliki

hikmat, tidak sembarangan saja untuk memberikan perintah menampar orang lain. Tetapi

sebagian  penafsir  berpendapat  bahwa  dalam hal  ini  Paulus  sedang  minta  maaf  dengan

alasan bahwa dia tidak tahu bahwa Ananias adalah Imam Besar.

Kemudian  di  ayat  6  dikatakan  bahwa sebab   Paulus  mengetahui  bahwa diantara

yang  hadir  itu  (anggota  Sanhedrin)  ada  dari  golongan  Saduki  dan  Farisi,  maka  ia

mempergunakan pertentangan doktrin kedua golongan itu khususnya masalah kebangkitan

orang mati. Hal ini dilakukan oleh Paulus bukan semata-mata sebab  ia ingin di bebaskan jadi

ia membuat alasan yang tidak benar. Sesungguhnya alasan Paulus atau pembelaan Paulus

ini adalah pembelaan yang benar, kerena memang ia mempercayai doktrin kebangkitan baik

waktu  sebelum  ia  bertobat  (waktu  masih  dalam  golongan  Farisi)  lebih-lebih  setelah

pertobatannya ia sangat mempercayai doktrin kebangkitan. Dia percaya bahwa Yesus telah

bangkit dari antara orang mati dan oleh sebab  itulah dia melayani Tuhan dan oleh sebab 

doktrin kebangkitan itu jugalah dia diadili.

Setelah Paulus menjelaskan hal itu, ayat 7-10, maka terjadilah perpecahan diantara

kedua  golongan  itu  (Saduki  dan  Farisi)  sebab  orang  Saduki  tidak  mempercayai  adanya

kebangkitan, mereka juga tidak mempercayai adanya malaikat atau roh, sedangkan golongan

Farisi mempercayai keduanya. Kemudian golongan Farisi akhirnya membela Paulus dengan

berkata, “Kami sama sekali tidak menemukan sesuatu yang salah pada orang ini! barangkali

ada  roh  atau  malaikat  yang  telah  berbicara  kepadannya.”  Setelah  Paulus  mendapat

pembelaan dari  golongan Farisi  maka sidang itu semakin kacau dan sebab  keributan itu

kepala pasukan Romawi takut para oposisi atau penentang Paulus akan menyerang Paulus,

sehingga  kepala  pasukan  itu  memerintahkan  prajuritnya  untuk  mengambil  Paulus  dan

membawanya  kembali  ke  menara  Antonia. Selanjutnya  ayat  11  memberitahukan  bahwa

menghiburnya dan menguatkan hatinya dan bahkan memberitahukan kepadanya bahwa apa

yang ia inginkan, yaitu ingin pergi ke Roma untuk bersaksi tentang Kristus akan terwujud.

Kemudian ayat  12-15 memberitahukan bahwa orang-orang yang menentang Paulus yang

sangat  keras itu  berusaha untuk menyingkirkan  Paulus dengan cara  yang agak berbeda

dengan yang sebelumnya. mereka mengadakan komplotan atau gerombolan yang menyiksa

diri dalam bentuk mogok makan dan minum sampai Paulus berhasil mereka bunuh. Mereka

merencanakan mengambil Paulus dari perlindungan markas dengan memakai kuasa imam-

imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi dan diperjalanan mereka akan mencegat Paulus

dan para prajurit yang membawanya, lalu setelah itu mereka akan membunuhnya sebelum

sampai kepada imam-imam dan tua-tua itu.

Ayat  16-22  memberitahukan  bahwa  tipu  muslihat  orang-orang  Yahudi  yang

merencanakan  membunuh  Paulus,  di  dengar  oleh  kepala  pasukan  melalui  kemenakan

Paulus yang mengetahui hal itu secara natural dan sederhana. Allah tidak selalu memakai

cara yang mengherankan untuk melepaskan umat-Nya dari  persoalan atau kemelut  yang

besar. Sebagai orang percaya atau bukan hanya sebagai saudara kemenakan Paulus telah

melakukan tugasnya dengan baik, sebab  dalam hal ini dia tidak mau melihat bahwa pelayan

Tuhan menjadi korban sebab  suatu tipu muslihat dan oleh sebab  kuasa Allah maka kepala

pasukan itu mempercayai kemenakan Paulus dan akhirnya dia melindungi Paulus dengan

baik.

Ayat  23-30  menjelaskan  tentang  usaha  dari  kepala  pasukan  (Klaudius  Lisius)

menyelamatkan Paulus dari rencana pembunuhan orang-orang yang menentangnya. Allah

bekerja di dalam hati kepala pasukan itu, sehingga ia menyuruh 470 orang prajurit  untuk

mengantarkan Paulus ke Kaisarea menghadap Gubernur Feliks. 

100


Kemudian ayat 31-35 memberitahukan bahwa prajurit-prajurit  itu membawa Paulus

ke Antipatris  yaitu  sebuah kota  dimana ada   peristirahatan yang di  beri  nama sesuai

dengan  nama  ayah  Raja  Herodes.  Kota  itu  terletak  di  tengah  perjalanan  Yerusalem  ke

Kaisarea. Jauhnya kota itu dari Yerusalem kira-kira 35 mil dan dari kota itu ke Kaisarea kira-

kira  27  mil.  Selanjutnya  setelah  mereka  beristirahat  maka keesokan  harinya  Paulus  dan

Pasukan berkuda itu melanjutkan perjalanan sedangkan yang lainya pulang ke Yerusalem,

sebab   Paulus  sudah  bebas  dari  bahaya  para  pembunuh  atau  orang-orang  yang

menginginkan nyawanya. Kemudian setelah tiba di Kaisarea, maka pasukan berkuda yang

membawa Paulus itu menyerahkan surat dari Klaudius Lisius itu kepada gubernur Feliks.

Setelah itu Feliks membaca surat  itu dan bertanya kepada Paulus dari  propinsi  manakah

asalaya dan Paulus menjawab bahwa dia berasal dari  propinsi  Kilikia.  Mendengar hal  itu

Feliks  berkata  bahwa ia  akan  memeriksa  perkara Paulus  jika  para  pendaknya  telah  tiba

disana. Setelah itu Paulus di tahan di istana Herodes.

Pasal 24, ayat 1 memberitahukan bahwa lima hari setelah Paulus tiba di hadapan

Feliks maka Imam Besar Ananias bersama-sama dengan beberapa orang tua-tua dan satu

orang pengacaranya yang bernama Tertulus (sebuah nama yang umum di kerajaan Roma

pada waktu itu). Maka Tertulus sebagai kuasa hukum dari klienya (Imam Besar) langsung

menyampaikan dakwaanya terhadap Paulus untuk dipertimbangkan. Kemudian ayat 2-4 Dr.

Lukas  mencatat  bahwa  pengacara  (Tertulus)  itu  sebelum  membacakan  dakwaanya  dia

memuji dan menjilat Feliks yang jahat itu sebagai negarawan yang baik. Tertulus mengatakan

bahwa  bangsa  Yahudi  menikmati  kesejahteraan  dimana  dalam  pemerintahannya  dia

menangkap  banyak  penjahat  dan  perampok  dan  kemudian  disalibkan.  Tetapi  itu  adalah

kebaikan yang segelintir dibandingkan dengan kejahatannya. Yosephus seorang sejarawan

Yahudi  berkata  bahwa selama pemerintahannya  dia  (Feliks)  selalu  berbuat  jahat  kepada

bangsa  Yahudi,  sehingga  pemberontakan-pemberontakan  bangsa  Yahudi  terus  menerus

terjadi selama ia memerintah.

Selanjutnya  ayat  5-6  memberitahukan  bahwa  Tertulus  menuduh  Paulus  dengan

empat dakwaan, antara lain:

a. Dia di analogikan sebagai penyakit sampar () yang berarti orang yang 

menyebar luaskan penyakit.

b. Dia  adalah  orang  yang  menimbulkan  kekacauan.  Hal  ini  bukan  hanya  terjadi  bagi

Paulus. Para Nabi dalam Perjanjian Lama juga sering dituntut oleh orang yang tidak mau

berbalik dari dosa-dosanya sebagai orang yang menimbulkan kekacauan. (1 Raja-Raja

18:17)

c. Seorang tokoh dari sekte nasrani. Tertulus mengatakan bahwa Paulus adalah tokoh dari

bidat  atau  ajaran sesat,  padahal  Paulus  memberitakan yang benar.  Justru  dianggap

sebagai bidat.

d. Seorang yang mencoba melanggar kekudusan Bait Allah. Tetapi dakwaan ini juga tidak

sesuai dengan kebenarannya, sebab  ia adalah seoran yang beribadah dengan segenap

hatinya.

Ayat  7-9  memberitahukan  bahwa  Tertulus  juga  mempersoalkan  tindakan  Klaudius  Lisius

kepala  pasukan  Romawi  di  Yerusalem.  Dia  memutarbalikkan  fakta  dengan  mengatakan

bahwa Paulus diambil  dari mereka dengan kekerasan dan selanjutnya sepertinya mereka

menyuruh seorang saksi untuk mengatakan bahwa situasinya benar terjadi demikian. Ayat

10-21  adalah  merupakan  kata-kata  pembelaan  dari  Paulus.  Sebelum  dia  memulai

pembelaanya dia tidak melakukan seperti yang dilakukan oleh Tertulus san pengacara yang

menentangnya. Paulus tidak mencoba untuk menjilat atau membujuk Feliks, tetapi dia hanya

memberitahukan tentang hal yang terjadi sebenarnya.

Paulus  menjelaskan  dengan  tulus  bahwa ia  tidak  bersalah  dalam dakwaan yang

pertama  dan  yang  kedua,  yaitu  tentang  kekacauan.  (1).Wali  negeri  Feliks  mengetahui

kebudayaan Yahudi,  sebab  ia telah memerintah bangsa Yahudi selama 6 tahun (ay 10),

sebab  itu ia tahu bahwa perbuatan Paulus tidak mengandung unsure Politik. (2).Kemudian

Paulus mengatakan bahwa dirinya baru 12 hari yang lalu datang ke Yerusalem dari daerah

jadi  tidak  mungkin  bisa  dalam  waktu  yang  singkat  itu  dia  menimbulkan  kekacauan  di

Yerusalem (ay 11-12). (3).Oleh sebab  itu pendakwa-pendakwa itu tidak mempunyai bukti

yang kuat untuk mendakwanya. Paulus membela dirinya bahwa ia sama sekali tidak berbuat

apa-apa  untuk  didakwa  sehubungan  dengan  undang-undang  negara  yang  tidak  terkait

dengan urusan Injil. Pembelaan ini harus disampaikan sebagai pemberita Injil. Pembelaan ini

adalah untuk memuliakan Allah.

101


Kemudian Paulus menjelaskan tentang dakwaan Tertulus yang ketiga, dimana dia

didakwa  sebagai  seorang  tokoh  sekte  atau  bidat.  Paulus  menjelaskan  bahwa  apa  yang

dituduhkan kepadanya adalah salah, sebab  sebenarnya dia memberitakan apa yang juga

diyakini oleh nenek moyang mereka. Paulus memberitakan kebangkitan orang mati yang juga

di yakini oleh nenek moyang mereka dan juga kedatangan Mesias yang akan datang. Paulus

sangat menekankan pembelaannya ini, sehingga dia mengatakannya kepada Feliks dengan

berkata,  “Aku  mengakui  kepadamu.”  Dalam ayat  14-15,  Paulus  menyimpulkan  Iman dan

pelayananya yang isinya adalah (1) Ia bukan tokoh sekte, tetapi berbakti kepada Allah nenek

moyang mereka (Allah yang benar yang dikenal oleh janji-janji yang diberikan kepada nenk

moyang mereka), (2) Ia percaya kepada segala sesuatu yang tertulis dalam Hukum Taurat

dan kitab Nabi-Nabi, (3) Ia percaya bahwa akan ada kebangkitan semua orang yang benar

ataupun orang-orang yang tidak benar.

Selanjutnya ayat  6  Paulus mengatakan bahwa sebab  Imannya itu,  dia  senantisa

berusaha hidup dengan hati nurani yang murni (  ) berarti dia

selalu berubah untuk lebih baik sesuai dengan kehendak Allah dan tidak menyembunyikan

kesalahan  setiap  kali  ia  melakukannya.  Hati  nurani  yang  murni  adalah  kesadaran  moral

manusia bukan suara Allah, naum itu adalah suatu organ yang menyampaikan suara Allah.

Biasanya saat manusia berbuat dosa, organ ini juga menjadi suram dan sulit mendengarkan

atau menyampaikan suara Allah; akan tetapi hati nurani yang percaya kepada Firman Allah

tidak memiliki keraguan, sebab  taat (atau berubah) sebab  Firman itu.

Kemudian ayat 17-20, Paulus membela dirinya bahwa ia tidak berbuat salah dalam

dakwaan yang keempat (Melanggar kekudusan Bait Allah, ay 6). Paulus memberi penjelasan

dengan mengatakan bahwa (1) Orang-orang Yahudi yang menggugat (21:27) tidak datang

kehadapan  Feliks  sebab   mereka  tidak  mempunyai  bukti  bahwa  Paulus  bersalah.  (2)

Andaikata  mereka  dapat  menemukan  kesalahan  Paulus  yang  baru  saja  dihadapkan  ke

Mahkamah  Agama  (23:11),  biarlah  mereka  menunjukkan  buktinya  kepada  Feliks.  Ia

menantang dengan berani sebab  ia yakin bahwa dirinya tidak bersalah.

Kemudian ayat 21 Paulus mengatakan bahwa ia diadili, seperti bola yang dilempar

kesana  kemari  hanya  sebab   ia  bersaksi  tentang  kebangkitan  orang-orang  mati,  bukan

sebab  perbuatan dosa atau kesalahan. Ia mengabdikan dirinya untuk memberitakan tentang

kebangkitan  orang  mati  dan  hanya  topik  itu  yang  disampaikan  dalam  pengadilan.

Kebangkitan orang-orang mati yang dia maksudkan mempunyai arti bahwa setiap orang yang

sudah percaya  kepada Yesus Kristus  yang  telah  bangkit,  akan  memperoleh  kebangkitan

yang kekal. Kebangkitan yang berbahagia ini tidak tersedia bagi orang yang tidak percaya

kepada Yesus Kristus. Selanjutnya ayat 22-24 menyampaikan tentang bagaimana sifat Feliks

yang sebenarnya  seperti:  (1).Walaupun dia  tahu  bahwa Paulus  seharusnya  sudah dapat

dibebaskan namun ia menunda waktu sampai Lisias datang. (2).Ia atau Feliks memang agak

simpati kepada Paulus. (3).Ia mencari waktu untuk mendengarkan kebenaran Iman kepada

Yesus Kristus. (4).Ia mengharapkan uang suap dari  Paulus. (5).Ia tetap menahan Paulus

untuk merebut hati orang-orang Yahudi. Sikapnya ini menunjukkan bahwa ia adalah pegawai

yang lemah yang tidak berpegang pada kebenaran yang teguh.

Lalu pada ayat 25 dikatakan bahwa Paulus memberitakan Injil kepada Feliks (ay 24)

dan berbicara tentang moralitas yang harus dimiliki  oleh orang-orang percaya (kebenaran

dan  penguasaan  diri).  Kata  ‘Penguasaan  diri’  adalah  kehidupan  yang  menahan  nafsu.

Menurut  Tacitus seorang sejarawan di  Roma, Feliks  adalah seorang berjiwa budak yang

melaksanakan kekuasaannya seperti raja, sesuai dengan sikapnya yang kejam dan cabul.

Jika kita melihat ayat 25 ini, dimana dia pada saat itu masih dalam status hukuman naumun

ia  tetap  memberitakan  Injil.  Itu  terjadi  sebab   memang  dia  tidak  tahan  untuk  tidak

membicarakan atau memberitan Injil. Ia juga berbicara tentang penghakiman dan Firman itu

membuat hati Feliks yang sangat jahat dan kejam itu menjadi takut. Ayat 26 memberitahukan

bahwa  sebenarnya  Feliks  sangat  mengharapkan  Paulus  untuk  memberikan  dia  uang

sogokan,  tetapi  Paulus  tidak  melakukannya.  Ayat  27  memberitahukan  dimana  sampai

akhirnya  Feliks  digantikan  oleh  Perkius  Festus,  namun  demikian  Feliks  tidak  juga

membebaskan  Paulus  yang  tidak  bersalah  itu  hanyanuntuk  mengambil  hati  orang-orang

Yahudi.

Pasal 25. Festus datang ke Yerusalem sebagai pengganti Feliks (25:1), Rancangan

orang-orang Yahudi untuk membunuh Paulus (25:2-3), kemudian tentang bagaimana Festus

menolak permintaan orang-orang Yahudi yang meminta agar Paulus dikirim ke Yerusalem

(25:4-5),  selanjutnya tentang berita pengadilan yang dipimpin oleh Festus (25:6-12),  lebih

lanjut  lagi  Festus memaparkan perkara Paulus kepada Raja Agripa (25:13-22).  Kemudian

Raja  Agripa  mengikuti  persidangan  Paulus  (25:23-27).  Ayat  1-3  menjelaskan  tentang

kedatangan  Festus  ke  Yerusalem sebagai  pengganti  Feliks  dan  orang-orang  terkemuka

beserta para Imam-Imam kepala datang menghadap dia untuk meminta supaya Paulus di

kembalikan ke Yerusalem. Mereka meminta kepada Festus supaya Paulus di kembalikan ke

Yerusalem adalah sebab  mereka ingin membunuhnya di tengah jalan.  Rancangan orang

Yahudi ini  kepada Paulus menunjukkan bahwa mereka telah lama meninggalkan Allah.

Mereka ingin membunuh orang yang tidak bersalah dengan cara gelap atau tanpa melalui

prosedur hokum yang jelas. Imam besar pada waktu itu adalah Ismael yang diangkat oleh

Agripa.  Orang-orang  yahudi  yang  terkemuka,  adalah  penatua-penatua.  Anugerah  yang

dimaksud dalam ayat ini adalah Kebajikan atau pemberian Festus. Orang-orang Yahudi tidak

dapat  menangkap  Paulus  secara  hukum  sehingga  mereka  ingin  menangkapnya  dengan

kebajikan yang tidak adil dan jahat. ‘Orang-orang Yahudi yang terkemuka’ di mobilisasi, hal

itu  menunjukkan  bahwa  cara  mereka  yang  ingin  membujuk  Festus  sungguh-sungguh

mengandalkan  kekuasaan  manusia  daripada  hukum  yang  adil.  Kemudian  ayat  4-5

memberitahukan bahwa Festus tidak memenuhi  permintaan orang-orang Yahudi,  tetapi  ia

menganjurkan  agar  mereka  datang  ke  Kaisarea  dan  mengajukan  Dakwaanya.  Meskipun

Festus tidak mengenal Allah tetapi ia melindungi Paulus, hal itu terjadi oleh sebab  campur

tangan Allah yang baik. Allah mengatur semuanya ini agar Paulus pergi sampai ke Roma.

Kata  tetapi  ()  menunjukkan  bahwa  keputusan  Festus  bertentangan  dengan

permintaan orang-orang Yahudi.  Ia menjadi  contoh seorang pegawai  yang melaksanakan

segala sesuatu sesuai hukum dan keadilan dengan kokoh, seakan-akan ia mencela orang-

orang Yahudi tanpa perkataan. Jika orang-orang yang disebut percaya kepada Allah menjadi

busuk, mereka menjadi pengecut yang dipermalukan oleh orang-orang dunia.

Ayat 6-7 menjelaskan bahwa orang-orang Yahudi yang mendakwa Paulus itu tidak

dapat memberikan bukti-bukti bahwa Paulus punya kesalahan yang oleh sebab  itu dia layak

dihukum. Orang yang jahat selalu berusaha untuk menjatuhkan orang yang benar dengan

berbagai  macam cara.  Pada  ayat  ini  juga  diberitahukan  bagaimana Festus  mengadakan

sidang pengadilan yang membuktikan kesetiaannya kepada tugasnya. Tindakan Festus ini

berbeda  dengan  Feliks  yang  malas  d