• coklatx.blogspot.com

    www.coklatx.blogspot.com

  • berasx.blogspot.com

    www.berasx.blogspot.com

  • kacangx.blogspot.com

    www.kacangx.blogspot.com

Tampilkan postingan dengan label doktrin masehi advent 5. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label doktrin masehi advent 5. Tampilkan semua postingan

doktrin masehi advent 5

  


Penulisan ini menngambil topik tentang Sejarah Perkembangan Gereja Masehi 

Advent Hari Ketujuh (GMAHK) Di Desa Ambia Kecamatan Essang Selatan 1967-2016. 

Dalam penulisan ini menggunakan metode sejarah yang terdiri dari empat tahapan yaitu 

heuristik, kritik analisis, interpretasi, dan historiografi. Selain menggunakan metode 

sejarah, penulisan ini juga menggunakan landasan konsep sebagai kekuatan penulis 

sehingga dapat menjawab dengan detel sesuai dengan masalah yang dianggkat.  

Karya ilmiah ini berisi tentang sejarah perkembangan Gereja Masehi Advent Hari 

Ketujuh dimulai dari tahun 1967-2016. Menceritakan awal masuknya Advent di desa 

Ambia dan perkembangan Jemat Ambia. 

 

Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh pertama kali masuk di Indonesia pada tahun 

1900 melalui seorang pendeta Metodis Amerika bernama Ralph Waldo Munson, yang 

telah bekerja di Birma dan Singapura masuk menjadi seorang Adventis setelah sembuh 

penyakitnya di sebuah rumah sakit Advent di Amerika. Atas permintaannya 

berkeinginan menjadi seorang Misionaris di Asia Tenggara, untuk itu pada tahun 1900 

menetap di Padang. Dari Padang ajaran Advent di bawa ke tanah Batak oleh Immanuel 

Siregar, putra Batak yang pertama masuk Kristen. Pada tahun 1861,karena di Padang 

Munson mengalami perlawanan sengit, maka ia pindah di Sumatera Utara pada tahun 

1904 membuka pekerjaan penginjilan di kota Medan1. 

Masuknya penginjilan GMAHK di Sangihe Talaud tak lepas dari berkembangnya 

Pekerjaan Tuhan di Manado. Pekerjaan Tuhan di Manado dimulai oleh seorang anak 

muda asal Minahasa yang bernama Samuel Rantung. Samuel Rantung menerima 

pekabaran Advent di Batavia melalui Immanuel Siregar 

Gereja MAHK masuk di Ambia sejak tahun 1942 dirintis oleh seorang Evangelis 

yang bernama Jeremiah Pasirumang. Evangelis mengajar Doktrin Alkitab kepada salah 

seorang Guru Jemaat yang ada di Gereja Masehi Injili Talaut (GERMITA) Ambia, yang 

utamanya mengajarkan Doktrin Sabat. Nama Guru Jemaat ialah  Fredrik Linga 

Rumegang. Dalam proses pengajaran doktrin Alkitab (doktrin Sabat) Fredrik Linga 

Rumegang mengajak saudara-saudara dan keluarganya yang lain untuk belajar bersama-

sama. Akhirnya terbentuklah satu perkumpulan kelompok kecil pemelihara Sabat. 

Berdasarkan latar belakang di atas, penulis mengklasifikasikan fakta dalam kurun 

waktu atau periode 1967-2016 dengan dua alasan yaitu, alasan tematis dan alasan 

                                                             

praktis. Alasan tematis karena, pada tahun 1967 GMAHK Jemaat Ambia berada di 

tangan Pendeta Jeremiah Pasirumang. Ditengah pelayanan terjadi perkembangan seperti 

perubahan gedung gereja yang dulunya dari semi parmanen menjadi parmanen. Kedua, 

tahun 2016 GMAHK Jemaat Ambia dipimpin oleh Pendeta yang baru diutus yaitu 

Pendeta Soleman Tatengkeng. Alasan praktis, penulis memilih Sejarah Perkembangan 

GMAHK Jemaat Ambia? Karena sebelumnya belum perna ada orang yang menulis 

tentang Sejarah GMAHK Jemaat Ambia. 

1.1.  

Dengan demikian maka penulis merumuskan masalah yang nantinya akan dibahas 

pada bagian isi antara lain : 

1. Bagaimana awal masuknya Advent di Desa Ambia ? 

2. Bagaimana Perkembangan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) 

di Desa Ambia tahun 1967-2016 ? 


Penelitian sejarah akan memperoleh hasil yang diharapkan apabila menggunakan 

metode penelitian yang ditentukan oleh pokok permasalahan, sehingga dapat 

memberikan gambaran yang lebih jelas dan terperinci atas permasalahan yang dibahas. 

Penelitian ini menggunakan metode sejarah yakni menggunakan sekumpulan aturan 

sistematis dalam usaha mengumpulkan sumber-sumber sejarah, menilai secarah kritis 

dan kemudian menyajikannya dalam suatu sintesa. Penelitian ini mengacu pada 

tahapan-tahapan yaitu: 

1. Heuristik  

Dilakukan dengan proses mencari, menemukan, dan menghimpun sumber-sumber 

sejarah, atau pengumpulan bahan-bahan historis atau usaha memilih suatu objek dan 

mengumpulkan informasi mengenai objek tersebut. Berdasarkan pertimbangan bahwa 

peristiwa yang diteliti terjadi dalam rentang waktu yang berbeda dengan masa sekarang, 

sumber informasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah data-data peninggalan 

masa lampau disebut sebagai arsip atau dokumen. 

                                                            

 

 

2. Kritik Analisa  

Kritik ekstern, dan kritik intern. Kritik ekstern menyangkut sumbernya, yaitu 

meneliti apakah sumber itu asli atau turunan, apakah sumber tersebut bisa dipercaya 

atau tidak. Sedangkan kritik intern dilakukan setelah yakin bahwa sumber itulah yang 

dikehendaki dengan cara penilaian intrinsik yakni, penilaian yang mampu membuktikan 

bahwa pengarang mengetahui dengan pasti dan dapat memberikan keterangan yang 

benar serta tidak menambah atau mengurangi apa yang sebenarnya terjadi.  

3. Interpretasi  

Setelah melalui tahap kritik selanjutnya sumber masih perlu untuk diinterpretasi. 

kemudin mengambil kesimpulan berdasarkan imajinasi penulis mengenai sumber yang 

telah diseleksi menjadi fakta-fakta. 

4. Historiografi  

Merupakan tahap akhir dari penelitian dan penulisan sejarah. Hasil penafsiran 

pada sejumlah fakta yang telah disusun secara kronologis menjadi suatu kesatuan 

pristiwa yang jelas dan selaras. 

GAMBARAN UMUM DESA AMBIA DAN GEREJA-GEREJA 

2.1    Keadaan Umum Desa Ambia  

2.1.1 Sejarah Desa Ambia 

Desa Ambia adalah salah satu desa yang berada di Kecamatan Essang Selatan 

Kabupaten Kepulauan Talaud. Pada jaman dahulu kala hiduplah seorang laki-laki yang 

bernama Hariza dan perempuan yang bernama Natala. Mereka berdua berasal dari 

kampung Bantane, dan keduanya menjalin cinta hingga menjadi pasangan suami istri. 

Seiring dengan berjalananya waktu mereka dikarunia dua orang anak, yang sulung 

 

 

bernama Arimbuwuta yang berarti: menyampaikan berita atau kabar dia adalah laki-

laki, sedangkan yang bungsu seorang putri yang bernama Saranguengloartinya: fajar 

menyinsing. Setelah dewasa Arimbuwuta menjalin cinta dengan seorang putri bernama 

Mataganga (berarti: kuat). Dan akhirnya keduanya menikah sebagai suami istridan 

dikaruniai dua orang anak laki-laki pertama bernama Bawurele yang artinya: kalung dan 

yang kedua bernama Webe. 

2.1.2 Letak Geografis 

Secara administaratif desa Ambia terletak di Kecamatan Essang Selatan Kab, 

Kep, Talaud. Dengan letak wilayah Desa Ambia sebagai berikut : 

- Sebelah Utara berbatasan dengan Desa Kuma  

- Sebelah Timur berbatasan dengan hutan Negara  

- Sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Batumbalango  

- Sebelah Barat berbatasan dengan laut pasifik  

Luas wilayah desa Ambia sebesar 726,414 ha. Luas lahan yang ada terbagi dalam 

beberapa peruntukan pengelompokan seperti: untuk fasilitas umum, pemukiman dan 

ekonomi. 

2.1.3 Keadaan Penduduk dan Mata Pencaharian  

Kehidupan masyarakat di desa Ambia lebih didominasi dengan profesi sebagai 

nelayan penangkap ikan dan sebagai petani pekebun. Selain itu ada juga yang berprofesi 

sebagai buruh bangunan dan Pegawai Negeri yang di dominasi oleh guru. Selain itu 

wiraswasta, dalam hal ini pedagang usaha kecil dan menengah menjadi mata 

pencaharian yang mereka tekuni. 

2.1.4 Keadaan Pemerintah 

 

 

Dalam kehidupan bermasyarakat Kepala Pemerintah di desa Ambia disebut 

Kepala Desa dan pembantu-pembantu disebut Kepala Dusun. Pada jaman Belanda 

jegugu Tumbal Kepala Desa. Setelah kekuasaan belanda berakhir pemerintah desa 

Ambia digabung dengan pemerintah desa Kuma dengan Kepala desa yang pertama 

adalah Johan Laliboso, Isak Tuwondila, Hiskiel Mamuane. Mereka adalah orang-orang 

yang pernah memimpin sewaktu kepemimpinan desa Ambia digabung dengan desa 

Kuma, hingga tahun 1953 pemerintahan desa Ambia tidak lagi digabung dengan desa 

Kuma 

2.1.5 Sarana dan Prasarana Pendidikan 

3 Tabel 2.6. Sarana Pendidikan di Desa Ambia 

No Tingkat Pendidikan Negeri Swasta Total 

1 TK 1 1 

2 SDN Inpres Ambia 1 1 

3 SMP Adven Ambia 1 1 

4 SMA Adven Ambia 1 1 

 Sumber: Penelitian  

Catatan: Yayasan pendidikan SMP dan SMA Advent Ambia merupakan sekolah 

Advent pertama di Talaud, dan bahkan satu-satunya sekolah Yayasan Advent yang 

ada di Kabupaten Kepulauan Talaud sampai sekarang. 

2.2.1 Jumlah Gedung dan Golongan Gereja  

Adapun jumlah gereja yang terdapat di desa Ambia. Berikut ini jumlah golongan 

gereja yang berdiri di desa Ambia6. 

1. Gereja Masehi Injili Talaud (GERMITA)  : 1 Gedung Gereja 

                                                             

6Jan. S Aritonang. (1994)Berbagai Aliran di Dalam dan di Sekitar Gereja, (Jakarta, BPK:Gunung 

Mulia. 

 

 

2. Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) : 2 Gedung Gereja 

2. Gereja Pantekosta di Indonesia (GPDI)  : 1 Gedung Gereja 

2.1.1. Hubungan Antar Gereja  

Kerukunan antar gereja di desa Ambia terjaga dengan baik. Kerja sama yang baik 

dengan lembaga-lembaga keagamaan Kristen lainya dalam membimbing umat Kristen 

agar menjadi umat beragaman dan masyarakat yang berkualitas, sehingga dapat tercipta 

kemitraan dengan gereja dan lembaga keagamaan Kristen dapat mewujudkan 

masyarakat desa Ambia yang beriman dan rukun dalam kehidupan bermasyarakat, 

berbangsa dan bernegara. 

SEJARAH PERKEMBANGAN GEREJA MASEHI ADVENT 

HARI KETUJUH (GMAHK) DI DESA AMBIA KECAMATAN ESSANG 

SELATAN TAHUN 1967-2016 

3.1.   Sejarah GMAHK di Dunia 

Adventis menunjuk pada penantian akan kedatangan Yesus kedua kali ke dunia 

ini. Orang-orang Adventis meyakini bahwa kedatangan Yesus kedua kali itu adalah 

sesuatu yang pasti dan segera. Oleh sebab itu, di abad 19 ditandai dengan satu era baru 

dalam kebangunan rohani di Amerika Serikat. Norton dan kawan-kawan menjelaskan, 

³SDGD WDKXQ -1844 sebagai era pembaharuan politik dan ekspansi, termasuk 

perlunya pembaharuan bidang Keagamaan. Pada masa kebangunan rohani ini, seorang 

yang bernDPD ³:LOOLDP 0LOOHU SHWDQL GDUL /RZ +DPSWRQ 1HZ <RUN PHQJDGDNDQ

penelitian Alkitab tentang kedatangan Yesus kedua kali selama 15 tahun dengan 

PHQJJXQDNDQ$ONLWDE GDQ&UXGHQW¶V &RQFRUGDQFH VHEDJDL DODW SHQHOLWLDQQ\D 6HWHODK

mengadakan penelitian dan perhitungan dengan cermat tentang kedatangan Yesus kedua 

NDOLGDULQXEXDWDQ'DQLHO³0DNDLDPHQMDZDE³6DPSDLOHZDWGXDULEXWLJDUDWXV

 

 

petang dan pagi, lalu tempat kudus itu akan dipulihkan dalam keadaan yang wajar. 

William Miller yang dibantu oleh sahabat-sahabatnya para Pendeta, mengambil 

kesimpulan bahwa Yesus akan datang diantara Maret 1843 - Maret 1844, dan mulai 

mengkhotbahkan kedatangan Yesus. 

3.1.2 Sejarah  GMAHK  di Indonesia 

Pada tahun 1899, kapal Prins Handriks dari pelabuhan New York tiba di 

Emahaven (Teluk Bayur Sekarang), diantara penumpangnya Ralph Waldo Munson 

bersama istri dan kelima anak mereka yang dikirim Konferens Michigan atas biaya 

sendiri untuk memulai misi GMAHK di Hindia Belanda. Tetepi Munson belum 

menetap di Batavia mereka segera bergegas ke Padang untuk membuka sekolah disana 

dengan harapan besar membawa kabar Injil ke tana Batak. 

Di Kota Padang Munson membaptis buah sulung di Hindia Belanda yaitu seorang 

pelajar Alkitab yang bernama Tay Hong Siang bersama pamanya. 6 tahun melayani di 

Padang tiba saatnya Keluarga Munson untuk pinda ke Australia tanpa disangka-sangka 

mereka dijumpai seorang putera Batak Immanuel Siregar anak Pdt. Bumiputera suku 

Batak, Pdt Gereja Haria Kristen Batak Protestan (HKBP) yang baru saja tiba di Padang.  

3.1.3. Sejarah GMAHK di Sulawesi Utara 

Perkembangan GMAHK di Manado taklepas dari pengaruh seorang muda 

Minahasa asal Ratahan yang bernama Samuel Rantung yang menerima pekabaran 

Advent hari Ketujuh di Batavia dari pemuda Batak yang bernama Immanuel Siregar. 

Pemuda Minahasa Samuel Rantung dibaptis oleh Pdt. R. W. Munson di batavia, tanggal 

29 Maret 1911. Samuel Rantung kemudian bekerja dipercetakan bersama Immanuel 

 

 

Siregar, membatu penerbitan buku-buku dan majalah Utusan Perjanjian Melayu di 

Sukabumi  dibawah pimpinan Pendeta  R. W. Munson. 

Penyerahan Samuel Rantung, istri dan M.E. Direja dalam doa dan kerja yang 

sungguh-sungguh menyampaikan Injil ditengah-tengah masyarakat yang belum menjadi 

Kristen (alifuru dalam bahasa daera Lowu, Ratahan). Menghasilkan jiwa-jiwa kepada 

Kristus. Sebanyak 22 jiwa, telah menerima baptisan tanggal 30 Desember 1921 oleh 

Pdt. F.A. Detamore.Nama-nama mereka tercantum dalam daftar keanggotaan GMAHK 

sebagai anggota baptis yang pertama di Minahasa bahkan diseluruh Indonesia Timur7.  

3.1.3 Sejarah GMAHK di Sangihe-Talaud 

Sebagaimana daerah-daerah lainya di Indonesia, Pekabaran GMAHK memasuki 

pulau-pulau paling Utara Sulawesi melalui buku-buku yang berisi firman Tuhan. 

Seorang yang telah menerima baptisan di Manado bernama Alex Lengkoan, bertekat 

meninggalkan pekerjaan sebagai perawat dan bergabung dengan Evangelis Literatur. 

Alex Lengkoan dibaptis di Manado oleh Pdt. Albert Munsong  tanggal 27 Maret 1926. 

Tahun 1928, Lengkoan meninggalkan Manado, menuju Sangihe besar. Disanalah 

Lengkoan menjual buku-buku yang berisi firman Allah. Pada tahun yang sama juga 

lengkoan telah memulai satu perkumpulan di desa Salurang yang anggotanya berasal 

dari keluarga besar Lumabaeng. Kumpulan ini kemudian diorganisasi menjadi Jemaat 

tahun 1928 dan merupakan Jemaat yang pertama di Sangihe Talaud dengan jumlah 

baptisan 28 orang. 

Daerah Sangihe Talaud adalah salah satu Kabupaten yang terdiri dari pulau-pulau 

kecil. Pulau-pulau itu dipisahkan laut yang berombak keras. Keadaan alam inilah salah 

                                                             

7http://id.wikipedia.org/wiki/Edisi khusus 90 tahun Advent di Indonesia Timur, (10 Mei 2017) 

 

 

 

satu penghambat kemajuan pekerjaan Jemaat dari satu pulau kepulau lainnya. 

Tantangan ekonomi, fanatisme penduduk dan tradisi adalah faktor lain yang amat 

berpengaruh terhadap pengembangan gereja. Kemudian tahun 1947, diorganisasi Jemaat 

Ambia oleh Pdt. H. Zacharia. 

3.1.4 Masuknya GMAHK di Desa Ambia 

Sebelum penjajahan Jepang sudah diorganisasi Jemaat pertama di Talaud Jemaat 

Musi yang berada di pulau Salibabu yaitu Jemaat Musi tahun 1941. Kemudian pada 

tahun 1942 Pendeta Jeremia Pasirumang bersama istri bernama Prisma Molodai diutus 

oleh Pendeta M. Hamel sebagai ketua daerah Misi Nusa Utara ke desa Ambia untuk 

mengabarkan Injil di desa Ambia. 

Pendeta Jeremia Pasirumang mengajarkan doktrin Alkitab ( doktrin Sabat) kepada 

Guru Jemaat Fedrik Linga Rumegang. Tahun 1943 dalam proses pengajaran Doktrin 

Sabat FredrikLinga Rumegang mengajak saudara-saudara dan keluarganya yang lain 

untuk belajar bersama-sama, dan akhirnya mereka mengambil keputusan untuk 

memberi diri dibaptis. 

3.2 Perkembangan GMAHK di Desa Ambia tahun 1967-2016. 

3.2.1 Sejarah GMAHK Ambia 

Kondisi Jemaat Ambia mengalami perkembangan dari tahun 1943 baptisan 

pertama anggota Jemaat beranggotakan 7 orang. Tahun 1967 jumlah anggota baptisan 

sebanyak 5 orang, tahun 1972 jumlah anggota baptisan 7 orang, tahun 1977 jumlah 

anggota baptisan sebanyak 11 orang, tahun 1980 jumlah anggota baptisan 9 orang, 

tahun 1985 jumlah anggota baptisan sebanyak 23 orang, tahun 1991 jumlah anggota 

baptisan sebanyak 19 orang, tahun 1997 jumah anggota baptisan yang bertambah 

sebanyak 28 orang, tahun 2002 jumlah anggota baptisan sebanyak 28 orang, tahun 2008 

 

 

jumlah baptisan sebanyak 29 orang, tahun 2012  jumlah baptisan sebanyak 17 orang, 

dan pada tahun2016 jumlah anggota baptisan sebanyak 25orang.  

3.2.2 Keadaan Gedung Gereja Advent Ambia 

Pada tahun 1943-1947 Jemaat Ambia beribada di rumah Keluarga Rumegang-

Tuwondila. Tahun 1948 oleh Pendeta J. Manembu Jemaat Ambia sudah memulai 

pembangunan gereja, dinding terbuat dari anyaman bambu, atap terbuat dari rumbia, 

dan lantai dari anyaman bambu. Ditengah pelayanan Pendeta F.A. Hamel pada tahun 

1950, keadaan gedung Gereja masih konstruksi semi parmanen. Ditengah pelayanan 

Pendeta Jeremia Pasirumang tahun 1967 keadaan gereja dibangun dengan konstruksi 

semi parmanen, atap dari seng, dinding dan lantai gereja terbuat dari batu beton8. 

3.2.3 Kepemimpinan GMAKH Jemaat Ambia 

Pendeta GMAHK merupakan pemimpin yang sukarela melayani, kehidupan 

mereka tidak dibiayai oleh pemerintah, melainkan dari jemaat lewat persembahan dan 

persepuluhan. Pemimpin Advent pertama di Ambia oleh Pdt. Jeremia Pasirumang, 

sekaligus yang membawa pekabaran Advent tahun 1942 dan memimpin sampai tahun 

1947 bersama dengan Pdt. H. Zacharia. Tahun 1948 GMAHK Jemaat Ambia dipimpin 

oleh Pdt. J. Manembu. Tahun 1949 GMAHK jemaat Ambia dipimpin oleh Pdt. F.A. 

Hamel sampai tahun 1952. Tahun 1952 Pelayanan jemaat Ambia oleh Pdt. Jeremia 

Pasirumang sampai tahun 1953. Tahun 1953 oleh Pdt. R.B. Matahari sampai tahun1956. 

Pada tahun 1955 Pendeta mulai memimpin didua Jemaat Ambia dan Jemaat 

Batumbalango. Tahun 1956 dipimpin oleh Pdt. F.A. Hamel dan Pdt. Jeremia 

Pasirumang sampai tahun 1957. Tahun 1957 oleh Pdt. Lohonauman Tariwoba sampai 

                                                             

tahun 1959. Tahun 1959 oleh Pdt. Nimod sampai tahun 1963. Tahun 1963 oleh Pdt. 

Jeremia Pasirumang sampai tahun 1972. 

3.2.4 Hubungan Jemaat dengan Masyarakat  

Sebelum diorganisir Jemaat cabang Yerusalem Ambia para siswa dan guru-guru  

beribadah bersama-sama dengan Jemaat Ambia. Jemaat Gereja MAHK Ambia sangat 

menyambut dengan baik jika ada Jemaat yang bukan Jemaat Ambia atau tamu yang 

datang beribadah bersama-sama Jemaat Ambia dari departemen sekolah sabat 

memberikan penyematan kembang dan seperti biasa Jemaat Ambia membawa makan 

bersama di Gereja. 

3.2.5 Organisasi Gereja MAHK Jemaat Ambia 

Organisasi-organisasi yang ada dijemaat Ambia adalah Pelayanan Evangelisasi 

dilaksanakan seminggu sekali tepat pada hari Rabu. Pelayanan  Pemuda Advent (PA) 

yang dilaksanakan seminggu sekali tepat pada hari Minggu Malam, Pelayanan Bakti 

Wanita Advent (BWA) dilaksanakan seminggu sekali tepat pada hari selasa, malam 

permintaan Doa dilaksakana di Gereja pada rabu malam.  


Rumegang yang ada di Gereja Protestan Ambia, yang utamanya mengajarkan Doktrin 

Sabat. Dalam proses pengajaran doktrin Alkitab (doktrin Sabat) Fredrik Linga 

Rumegang mengajak saudara-saudara dan keluarganya yang lain untuk belajar bersama-

sama.  

 


Konferens Jawa Kawasan Timur 

memiliki sebuah organisasi yang bertujuan untuk  

membantu bagian dari tugas, visi dan misi dalam 

pelayanan di gereja. Saat ini Konferens Jawa 

Kawasan Timur telah menaungi 68 (enam puluh 

delapan) anggota Gereja Advent di Jawa 

Kawasan Timur. Dengan jumlah anggota gereja 

sebanyak 68 (enam puluh delapan), Konferens 

Jawa Kawasan Timur tentunya juga memiliki 

akumulasi jemaat yang sangat besar. 

Terkait tentang pendataan jemaat, 

salah satu tugas dan pekerjaan Konferens Jawa 

Kawasan Timur yaitu  melakukan pendataan 

jemaat terhadap seluruh Gereja Advent yang 

berada di Jawa Kawasan Timur. Di sini peran 

penting organisasi Gereja Advent diperlukan 

untuk dapat membantu perkembangan Gereja 

Advent dalam mendukung, menjalankan 

pekerjaan dan pengembangannya.  

Terkait dengan kemajuan teknologi 

dewasa ini, Gereja-gereja Advent yang ada di 

wilayah Konferens Jawa Kawasan Timur sudah 

melakukan pendataan jemaat namun  masih 

belum dapat dituangkan dengan memakai  

teknologi informasi yang menghasilkan sebuah 

informasi jemaat, sehingga bagian sekretariat 

 

pusat  yang menangani tentang pendataan jemaat 

mengalami kesulitan untuk mengumpulkan dan 

mengolah data-data jemaat yang berada pada 

Gereja Advent di Jawa Kawasan Timur. Melihat 

kondisi yang ada saat ini, hal tersebut sangat 

kurang membantu pihak Konferens Jawa 

Kawasan Timur melakukan sebagian pekerjaan 

dalam hal pendataan jemaat di 68 (enam puluh 

delapan) Gereja Advent di Jawa Kawasan 

Timur. 

Untuk mengatasi masalah yang 

ditemui di Konferens Jawa Kawasan Timur 

dengan solusi yang telah diuraikan di atas, maka 

diperlukan adanya Pengembangan Sistem 

Informasi jemaat berbasis web untuk Gereja 

Masehi Advent Hari Ketujuh Konferens Jawa 

Kawasan Timur. Dengan Pengembangan Sistem 

Informasi Jemaat Gereja Masehi Advent Hari 

Ketujuh Konferens Jawa Kawasan Timur ini 

diharapkan dapat membantu pendataan jemaat 

yang sudah berjalan agar dapat diolah dengan 

baik. Data yang terorganisir dengan baik akan 

membantu proses pengolahannya. Sehingga, 

pada akhirnya laporan dapat dihasilkan dan 

digunakan oleh pihak konferens sebagai dasar 

pengambilan keputusan untuk kegiatan tahunan 

yang sudah ditetapkan sebagai program kerja 

tahunan konferens jawa kawasan timur. 

 

Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh 

Menurut Truth For The World Indo 

(2004) Definisi Gereja yaitu  institusi atau 

badan yang berasal dari Allah yang diatur 

berdasarkan konsep Illahi.. Gereja-gereja di 

Indonesia pada hakikatnya hidup dalam 

keberagaman. Keberagaman tersebut dapat 

dilihat dari berbagai sudut, antara lain: latar 

belakang etnis, corak Kekristenan, pengakuan 

iman, pengkabaran Injil, dan pengorganisasian 

diri. 

Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh 

(GMAHK) yaitu  suatu kelompok atau 

organisasi orang-orang Kristen yang menganut 

aliran penginjilan atau evangelical (penginjilan). 

Ciri utama Gereja Advent yaitu  pengudusan 

hari sabtu, hari ketujuh dalam pekan, sebagai 

hari sabat.  Gereja Advent memiliki sebuah 

organisasi yang bertujuan yaitu supaya dapat 

membantu bagian dari tugas, visi dan misi dalam 

pelayanannya untuk memberitakan injil 

berdasarkan aliran yang telah dianut yaitu aliran 

evangelical (penginjilan). Organisasi Gereja 

Advent terbagi atas beberapa departemen yang 

memiliki tugas dan tanggung jawab yang sudah 

diembannya untuk membantu pekerjaan di 

dalam Gereja Advent itu sendiri. Berikut yaitu  

wilayah GMAHK yang terletak di berbagai 

belahan dunia. 

 

General Conference 

General Coference yaitu  sebuah 

lembaga pusat organisasi gereja advent yang 

menaungi 13(tigabelas)divisi-divisi yang ada di 

seluruh belahan dunia yang terletak di Silver 

Spring, Amerika Serikat. Dijelaskan secara 

administratif, bahwa Gereja Advent di seluruh 

dunia memiliki 13 Divisi, yang terdiri dari 

gereja-gereja yang dikelompokkan berdasarkan 

kumpulan misi, bidang, atau negara serikat ke 

gereja, divisi, dan kantor pusat. 

 

Divisi Conference 

Divisi Conference merupakan sebuah 

organisasi gereja advent dibawah general 

conference. Dalam menjalankan tugasnya, Divisi 

Conference hanya menerima tugas dari General 

Conference. Gereja Advent di seluruh dunia 

memiliki 13 (tigabelas) Divisi Conference, yang 

terdiri dari gereja-gereja yang dikelompokkan 

berdasarkan kumpulan misi, bidang, atau negara 

serikat ke gereja, divisi, dan kantor pusat. Divisi-

divisi ini terbagi menjadi 13(tigabelas) divisi 

diseluruh belahan dunia. Dari divisi-divisi 

tersebut nantinya akan menaungi beberapa uni 

yang terbagi didalamnya. Contohnya yaitu  

divisi asia pasifik selatan yang terletak di Cavite, 

Filipina. Divisi ini menaungi salah satu uni yaitu 

uni indonesia kawasan barat. 

 

Uni Indonesia Kawasan Barat 

Uni Indonesia Kawasan Barat, 

merupakan satu dari 11 uni yang berada 

dinaungi oleh Divisi Asia Pasifik Selatan yang 

meliputi pulau-pulau Sumatera, Kalimantan, 

Jawa, Madura, Bali dan Nusa Tenggara Timur. 

Dari uni tersebut akan dibagi lagi menjadi 10 

(sepuluh) daerah yang berada pada Uni 

Indonesia Kawasan Barat. Kemudian dari uni 

tersebut, penelitian ini memfokuskan pada 

daerah Konferens Jawa Kawasan Timur.  

 

 

 

 

Konferens Jawa Kawasan Timur 

Gereja Simo

 

Gereja DHI

 

Gereja Pasuruan

 

Gereja Dukuh 

Kupang

 

Gereja Tanjung 

Anom

 

Gereja Tidar 1

 

Konferens Jawa Kawasan Timur

(KJKT)

Gereja Gresik

 

60 Gereja yang lain

 

Gereja Anjasmoro

 

Pada Gambar 1 merupakan Struktur 

Organisasi Konferens Jawa Kawasan Timur. 

Saat ini Konferens Jawa Kawasan Timur telah 

menaungi 68 (enam puluh delapan) anggota 

Gereja Advent di Jawa Kawasan Timur. 

 

Sistem 

Menurut Jogiyanto (2003:34), Sistem 

dapat didefinisikan dengan pendekatan prosedur 

dan pendekatan komponen. Dengan pendekatan 

prosedur, sistem dapat didefinisikan sebagai 

kumpulan dari prosedur-prosedur yang 

mempunyai tujuan tertentu. Contoh sistem yang 

didefinisikan dengan pendekatan prosedur ini 

yaitu  sistem akuntansi. Sistem ini didefinisikan 

sebagai kumpulan dari prosedur-prosedur 

penerimaan kas, pengeluaran kas, penjualan, 

pembelian dan buku besar. Sedangkan dengan 

pendekatan komponen, sistem dapat 

didefinisikan sebagai kumpulan dari komponen 

yang saling berhubungan satu dengan yang 

lainnya membentuk satu kesatuan untuk 

mencapai tujuan tertentu. Contoh sistem yang 

didefinisikan dengan pendekatan ini misalnya 

yaitu  sistem komputer yang didefinisikan 

sebagai kumpulan dari perangkat keras dan 

perangkat lunak.  

 

Sistem Informasi 

Menurut Ladjamudin (2005:13) 

Sistem Informasi dapat didefinisikan sebagai 

berikut : 

a. Suatu sistem yang dibuat oleh manusia yang 

terdiri dari komponen-komponen dalam 

organisasi untuk mencapai suatu tujuan yaitu 

menyajikan informasi. 

b. Sekumpulan prosedur organisasi yang pada 

saat dilakasanakan akan memberikan 

informasi bagi pengambilan keputusan 

dan/atau untuk mengendalikan organisasi. 

c. Suatu sistem di dalam suatu organisasi yang 

mempertemukan kebutuhan pengolahan 

transaksi, mendukung operasi, bersifat 

manajerial, dan kegiatan strategi dari suatu 

organisasi dan menyediakan pihak luar 

tertentu dengan laporan-laporan yang 

diperlukan. 

Menurut Sutabri (2004:36) “Sistem 

informasi yaitu  suatu sistem didalam suatu 

organisasi yang mempertemukan kebutuhan 

pengolahan transaksi harian yang mendukung 

fungsi operasi organisasi yang bersifat 

manajerial.”  

Definisi di atas dapat disimpulkan 

bahwa sistem informasi yaitu  sekumpulan 

komponen yang saling berhubungan, 

mengumpulkan, memproses, menyimpan, dan 

mendistribusikan informasi untuk menunjang 

pengambilan keputusan dan pengawasan dalam 

suatu organisasi.  

Analisis Dan Perancangan Sistem 

Permasalahan yang dihadapi oleh 

Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Konferens 

Jawa Kawasan Timur yaitu  kurang 

memanfaatkan teknologi informasi secara 

maksimal untuk melakukan pengolahan data 

jemaat. Untuk mendapatkan data, Konferens 

memberikan berkas pendataan kepada masing-

masing gereja yang akan diserahkan ke masing-

masing jemaatnya. Namun hasilnya hingga saat 

ini, data jemaat yang diterima seringkali tidak 

terdokumentasi dengan baik. Akibatnya, 

perubahan, pencarian, dan pengolahan data sulit 

dilakukan. 

Berdasarkan permasalahan tersebut 

maka dibutuhkan suatu pengembangan sistem 

informasi jemaat berbasis web yang memiliki 

fungsi sebagai sarana untuk menyimpan data 

jemaat dan melakukan pencatatan yang biasanya 

dilakukan oleh ketua gereja seperti pencatatan 

anggota baru, pencatatan baptisan, pencatatan 

perpindahan, pencatatan kematian dan 

pencatatan pegawai gereja. Dimana setiap 

pencatatan dapat menghasilkan laporan 

mengenai jemaat yang dibutuhkan oleh 

konferens jawa kawasan timur. 

 


System flow tambah data Gereja 

menceritakan alur data, proses, dan dokumen 

yang terjadi pada saat proses tambah data gereja 

berlangsung. Dimulainya proses ini ditandai 

dengan adanya formulir data gereja yang 

berfungsi untuk memberikan id pada masing-

masing gereja dan memberikan username dan 

password pada masing-masing gereja agar ketua 

gereja dapat melakukan login sebagai admin 

gereja. Dapat dilihat juga bahwa hasil dari proses 

ini nantinya akan sangat berguna sekali untuk 

proses penginputan jemaat, divisi gereja, 

perpindahan, dan melakukan pengiriman pesan 

antar admin gereja dan konferens. 

 


 

Konferens bertugas untuk mendaftarkan 

id gereja, username dan password untuk 

gerejanya masing-masing, sesudah  id gereja, 

username dan password lalu seorang admin 

gereja baru bisa mengakses form jemaat. 

sesudah  admin gereja melakukan login, 

maka tugas yang harus dilakukan oleh seorang 

admin gereja yaitu  melakukan pendataan 

jemaat pada masing-masing anggotanya supaya 

anggota tersebut dapat melakukan input dan 

update data jemaat. Hasil dari inputan data 

jemaat inilah akan menghasilkan informasi 

jemaat berupa pertambahan anggota, baptisan, 

kelas sekolah sabat dalam tiap tahun. 

 


 

Entity Relationship Diagram (ERD) 

Menurut Marlinda (2004:28) Entity 

Relationship Diagram (ERD) yaitu  diagram 

dari sistem yang menggambarkan hubungan 

antar entitas beserta relasinya yang saling 

terhubung. ERD menyediakan bentuk untuk 

menunjukkan struktur keseluruhan dari data 

user. Dalam ERD data-data tersebut 

digambarkan dengan memakai  simbol 

entity. Dalam perancangan sistem ini terdapat 

beberapa entity yang saling terkait untuk 

menyediakan data-data yang dibutuhkan oleh 

sistem. 

 


 

Hasil Dan Pembahasan 

Hasil yang dibahas yaitu  hasil 

laporan pendataan jemaat yang ditampilkan 

dalam bentuk grafik dan diagram batang 

mengenai informasi tentang jemaat yang ada di 

Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Konferens 

Jawa Kawasan Timur. Berikut yaitu  contoh 

laporan yang ada di Konferens Jawa Kawasan 

Timur. 

 

 

 

Laporan Grafik Jumlah Jemaat 

Laporan yang akan dibahas yaitu  

laporan tentang jumlah jemaat dan jumlah 

baptisan dalam tahun terakhir seperti  yang 

ditampilkan dalam bentuk grafik seperti pada 

gambar dibawah ini.  

 

 

Gambar 6. Grafik Jumlah Jemaat 

 

Dari grafik jumlah jemaat diatas dapat 

dilihat pertambahan jemaat dalam tiap bulan 

dalam satu tahun.  Grafik diatas menyajikan 

tentang jumlah pertambahan jemaat dan jumlah 

baptisan agar bertujuan untuk membuat 

perbandingan antara pertambahan jumlah jemaat 

dan jumlah baptisan. Seperti yang ditampilkan 

pada Gambar 6 

 

Laporan Kelas Sekolah Sabat 

Laporan yang dihasilkan merupakan 

informasi laporan sekolah sabat yang d inputkan 

oleh jemaat. sesudah  jemaat melakukan inputan, 

maka hasil yang didapat yaitu  terbaginya kelas-

kelas sekolah sabat dalam 1(satu)gereja.  Kriteria 

yang dipilih  dari laporan ini yaitu  tanggal lahir 

dari masing-masing jemaat. Seperti yang 

ditampilkan pada Gambar 7 

 

 

 

Laporan Detail Daftar Jemaat 

Data detail Daftar jemaat ini juga 

nantinya dapat dilihat langsung oleh pengguna 

jemaat ketika mereka sudah melakukan login. 

Data detail Daftar Jemaat menampilkan data-

data dari jemaat yang meliputi nama, alamat, 

tanggal lahir, tanggal baptis, tanggal terdaftar 

anggota dan jenis kelamin. Seperti yang 

ditampilkan pada Gambar 8. 

 

 

Gambar 8. Detail Daftar Jemaat 

 

Laporan Detail Staff Gereja 

 

 

Gambar 9. Detail Staff Gereja 

 

Detil Staff Gereja hanya dapat dirubah 

oleh admin gereja. Detil Staff Gereja ini 

bertujuan untuk mengetahui siapa saja yang 

sudah menjadi staff di gereja masing-masing. 

Detil Staff Gereja menampilkan data-data dari 

Staff Gereja yang meliputi nama, nama dan 

jabatan yang sedang dijalani sekarang. Dan yang 

menjadi staff gereja yaitu  dari anggota jemaat 

di gereja yang bersangkutan. Seperti yang 

ditampilkan pada Gambar 9 

 

Laporan Detil Staff KJKT 

 

 

Gambar 10. Detail Staff KJKT 

 

Detil Staff KJKT hanya dapat dirubah 

oleh admin KJKT. Detil Staff KJKT ini 

bertujuan untuk mengetahui siapa saja yang 

sudah menjadi staff di kjkt masing-masing. Detil 

Staff KJKT menampilkan data-data dari Staff 

KJKT yang meliputi nama, nama, username, 

password dan jabatan yang sedang dijalani 

sekarang. Dan yang menjadi staff kjkt yaitu  

dari anggota jemaat di seluruh gereja yang 

berada di seluruh Konferens Jawa Kawasan 

Timur. Seperti yang ditampilkan pada Gambar 

10. 

 

Laporan Detil Daftar Pendeta 

 

 

Gambar 9. Detail Daftar Pendeta 

 

Halaman 89 

 

 

Y.Yuliawan,M.J.D.Sunarto, T. Soebijono/JSIKA Vol 2, No 2 (2013)/ISSN 2338-137X 

 

Detail Daftar Pendeta merupakan 

daftar detil dari data pendeta yang telah 

diinputkan oleh kjkt. Dalam hal ini yang boleh 

menginputkan data pendeta yaitu  dari kjkt. Dan 

yang boleh melihat detail daftar pendeta ini 

yaitu  jemaat, gereja dan kjkt. Detail daftar 

pendeta ini nantinya berfungsi untuk 

menempatkan posisi pendeta ketika sedang 

bertugas di 68(enam puluh delapan) gereja yang 

berada di Konferens Jawa Kaawasan Timur. 

Seperti yang ditampilkan pada Gambar 9. 

 

SIMPULAN  

Berdasarkan implementasi dan hasil 

evaluasi yang telah dilakukan dapat disimpulkan 

bahwa: 

1. Website ini dapat digunakan untuk 

melakukan pendataan jemaat di Gereja 

Masehi Advent Hari Ketujuh Konferens 

Jawa Kawasan Timur yang diterima oleh 

gereja dan dilaporkan kepada konferens, 

pencatatan data gereja, pencatatan 

perpindahan jemaat, dan pencatatan 

kematian dan melakukan pengiriman pesan 

antar admin gereja dan konferens. 

2. Website ini dapat menghasilkan laporan 

yang dibutuhkan oleh admin gereja dan 

konferens dalam mengetahui 

perkembangan jemaat di Gereja Masehi 

Advent Hari Ketujuh Konferens Jawa 

Kawasn Timur seperti, jumlah jemaat pada 

tiap gereja, jumlah pertambahan jemaat, 

jumlah baptisan, jumlah kelas sekolah 

sabat, jumlah jemat yang menikah dan 

belum menikah, jumlah penghasilan jemaat 

pada masing-masing gereja, jumlah 

perpindahan, dan jumlah kematian. 

Laporan dan informasi yang dihasilkan 

tersebut nantinya dapat digunakan sebagai 

landasan untuk mengambil keputusan oleh 

pihak konferens sebagai kantor pusat.   

Saran yang dapat disampaikan dalam 

pengembangan sistem informasi jemaat gereja 

masehi advent hari ketujuh konferens jawa 

kawasan timur berbasis web ini, yaitu: 

1. Website ini dapat diterapkan kedalam 

Sistem Pendukung Keputusan (SPK). SPK 

ini digunakan untuk pengambilan 

keputusan dalam  memilih dan menetapkan  

pegawai konferens dalam 5(lima) tahun. 

2. Website ini dapat digunakan oleh semua 

departemen untuk melakukan transaksi 

pada masing-masing departemennya, 

sehingga dapat meringankan sebagian dari 

tugas masing-masing departemen-

departemen dari konferens jawa kawasan 

timur. Dengan adanya pengembangan 

tersebut ketua konferens dapat memperoleh 

informasi yang lebih banyak dari data 

jemaat yang diinputkan.