Kisah santa santo 16

 


r anak gadisnya yang kedua 

harus dijual. namun , Nikolaus mendengar tentang hal 

ini, ia datang malam hari dekat jendela rumah 

mereka dan melemparkan satu tas berisi emas 

seperti yang ia lakukan sebelumnya. Keesokan 

harinya sang ayah bersukacita dan bersyukur 

kepada Tuhan serta memohon pengampunan dari-

Nya sebab  telah berputus asa. Namun demikian, 

siapakah gerangan orang misterius yang memberi 

mereka hadiah yang luar biasa ini? Sejak itu, setiap 

malam sang ayah selalu mengawasi jendela 

rumahnya. Dengan berakhirnya tahun, berakhir 

jugalah uang simpanan mereka. Suatu hari, dalam 

keheningan malam, ia mendengar langkah orang 

mengendap-endap dekat rumahnya dan tiba-tiba 

satu tas berisi emas jatuh ke atas lantai. Sang ayah 

cepat-cepat bangkit dan lari untuk menangkap orang 

misterius itu. sesudah  beberapa saat berlari, ia 

berhasil menangkap dan mengenali Nikolaus, sebab  

pemuda itu berasal dari keluarga terpandang di 

kota. “Mengapa engkau memberikan emas kepada 

kami?” tanya sang ayah. “sebab  Bapak 

membutuhkannya,” jawab Nikolaus. “namun  

mengapa engkau menyembunyikan diri dari kami?” 

“sebab  memberi itu indah, jika hanya Tuhan saja 

yang mengetahuinya.”

678

saat  Uskup Myra wafat, para imam, tokoh-

tokoh kota, serta para uskup sekitarnya berkumpul 

bersama di katedral untuk memilih seorang uskup 

baru. Mereka berdoa serta memohon kepada Tuhan 

untuk menunjukkan kepada mereka siapakah yang 

pantas untuk jabatan itu. Dalam suatu mimpi, Tuhan 

berfirman kepada salah seorang dari mereka bahwa 

besok pagi haruslah mereka semua berdoa bersama. 

Sementara mereka berdoa, seseorang akan masuk 

lewat pintu katedral. Orang itulah yang harus 

mereka pilih. Ternyata Nikolaus-lah yang masuk ke 

dalam katedral. Penduduk kota segera memilihnya 

menjadi uskup mereka, sebab  mereka tahu bahwa 

orang yang sederhana ini, yang perbuatan baiknya 

telah mereka kenal, telah dipilih Tuhan untuk 

membimbing mereka.  Sebagai Uskup Myra, 

Nikolaus menjadi semakin lebih sadar akan 

kebutuhan banyak orang. Ia akan menjelajahi 

seluruh penjuru kota untuk menawarkan 

pertolongannya kepada siapa saja yang sedang 

berada dalam kesulitan, dan kemudian pergi diam-

diam tanpa menunggu ucapan terima kasih. Ia tidak 

ingin menjadi terkenal. Namun demikian, nama 

baiknya sebagai seorang kudus semakin tersebar 

dan tersebar, bahkan tersebar hingga ke kota-kota 

yang jauh yang belum pernah dikunjunginya. 

Nikolaus secara istimewa memberi perhatian 

agar keluarga-keluarga memiliki  makanan yang 

cukup serta tempat tinggal yang layak, anak-anak 

tumbuh dan berkembang, para lanjut usia 

menempuh hidup mereka dengan martabat dan 

hormat. Nikolaus amat suka pada para pelaut yang 

hidup penuh bahaya di lautan. Tanpa kapal-kapal 

mereka, orang banyak di belahan dunia ini tidak 

memiliki makanan serta barang-barang seperti yang 

mereka bawa dalam perdagangan mereka. Lebih 

679

dari semuanya itu, pada masa kini Nikolaus 

terutama dikenang sebab  cintanya kepada anak-

anak. Semasa hidupnya, ia biasa membagikan 

hadiah-hadiah kecil kepada anak-anak yang ia 

jumpai, seperti permen dan mainan. Kelembutan 

hatinya, yang biasanya juga mengejutkan mereka, 

menyentuh hati anak-anak, sehingga mereka dapat 

belajar dari orang kudus ini betapa indahnya 

memberi itu. Dalam sosok Santa Claus, yang nama 

dan aktivitasnya diilhami dari kisah hidup St. 

Nikolaus, orang kudus ini tinggal bersama kita 

sekarang.

Nikolaus (abad ke-4), uskup di Myra (Asia 

Kecil); kerangkanya dipindahkan ke Bari (Italia 

Selatan). Nikolaus yaitu  santo nasional Rusia. 

“Sinterklaas”’ yaitu hari pembagian hadiah 

kepada anak-anak yang dilakukan oleh seorang 

berpakaian uskup yang menguji pengetahuan 

agama anak, namun  ia membawa serta hamba 

hitam yang menghukum anak nakal. B: Nikolas; 

L: seorang uskup membawa tiga bola emas; P: 

6 Desember

SANTO PAUS NIKOLAUS († 867)

Paus ini dengan gigih, berani dan pandai 

memperjuangkan primat kepausan terhadap uskup-

uskup lain di Barat dan Timur. Ia juga membela 

kesucian martabat sakramen perkawinan atas 

tindakan kaisar yang berpoligami.

P: 13 Nopember

NIKOLAUS TAVELIC, DEODATUS, PETRUS dan 

STEPHANUS (1391)

Ialah biarawan Fransiskan yang dibunuh di 

Yerusalem sebab  berkotbah dan menguraikan 

680

ajaran Kristiani di depan mesjid pada pesta besar 

‘Korban Bayran’.

P: 14 Nopember

NIKOLO d’ALBERGATI (1375-1443)

Bekas rahib Kartus ini diangkat menjadi 

Kardinal dan duta kepausan untuk mengadakan 

perdamaian dengan raja Jerman dan Perancis. Ia 

membela hak paus di konsili dan memberikan 

sumbangan besar untuk memajukan ilmu. P: 3 

Maret

NIKOLO GIUSTINIANI OSB († 1179)

Diijinkan keluar dari biara sebab  semua 

anggota laki-laki familinya meninggal. Lalu ia 

menikah dan mendapat enam anak lelaki serta tiga 

putri. Sesudah anak-anaknya dewasa ia masuk biara 

lagi di Venesia (Italia). Isterinya menjadi suster dan 

dihormati sebagai santa juga.

P: 21 Nopember

SANTO NIKOLAUS dari TOLENTINO 

(1245-10 September 1305)

Nikolaus dilahirkan pada 

tahun 1245 di Ancona, 

Italia. Kedua orangtuanya 

telah lama mendambakan 

serta menantikan 

kehadiran seorang anak. 

Nikolaus yaitu  jawaban 

atas doa-doa mereka dan 

ziarah mereka ke kapel 

681

St. Nikolaus dari Bari. Pasangan ini  amat 

berterima kasih atas bantuan doa St. Nikolaus 

hingga mereka menamakan bayi mereka seturut 

namanya. saat  anak itu besar, ia mengatakan 

bahwa ia ingin menjadi seorang imam. Anak itu suka 

berdoa dan ingin hidup dekat Tuhan. Teman-teman 

keluarganya berharap agar ia menjadi imam di suatu 

paroki yang kaya di mana Nikolaus dapat cepat 

dipromosikan. Nikolaus tidak banyak bicara, namun  

diam-diam ia mencari dan berdoa. Suatu hari, ia 

masuk sebuah gereja. Seorang imam Agustinian 

yang kudus sedang menyampaikan khotbah. 

Katanya: “Janganlah mencintai dunia atau pun 

barang-barang duniawi, sebab dunia ini akan segera 

berlalu.” Nikolaus merenungkan kata-katanya. Ia 

pergi dengan kata-kata itu terngiang-ngiang di 

telinganya. Ia tahu bahwa Tuhan telah memakai 

imam ini  untuk menyentuh hidupnya. Nikolaus 

menjadi yakin akan pentingnya mewartakan Sabda 

Tuhan. Ia memutuskan untuk mohon bergabung 

dalam ordo yang sama dengan imam ini . 

 Ordo itu yaitu  Ordo Santo Agustinus (OSA) 

dan imam itu yaitu  Pastor Reginald yang kemudian 

menjadi pembimbing novisnya. Biarawan Nikolaus 

mengucapkan kaulnya saat  usianya delapan belas 

tahun. Kemudian ia mulai pendidikannya untuk 

menjadi imam. Nikolaus ditahbiskan sekitar tahun 

1270. Dengan semangat cinta kasih Pastor Nikolaus 

melaksanakan karya kerasulannya dengan 

berkotbah di berbagai paroki. Suatu hari, saat  

sedang berdoa di sebuah gereja, sekonyong-

konyong ia mendengar suara yang mengatakan: “Ke 

Tolentino, ke Tolentino. Tinggallah di sana.” Segera 

sesudah peristiwa itu, ia ditugaskan ke kota 

Tolentino. Ia melewatkan tiga puluh tahun terakhir 

hidupnya di sana. Pada masa itu terjadi suatu 

682

pergolakan politik yang besar di sana. Banyak orang 

tidak datang ke gereja untuk mendengarkan Sabda 

Tuhan serta beribadah kepada-Nya. Para biarawan 

St. Agustinus memutuskan bahwa sangat perlu 

diadakan khotbah di jalan-jalan. St. Nikolaus dipilih 

untuk ambil bagian dalam rencana ini. Dengan 

sukarela ia berkhotbah di tempat-tempat terbuka 

dan di tempat-tempat di mana banyak orang 

berkumpul.    

Orang mendengarkan khotbahnya dan 

banyak di antaranya yang bertobat atas dosa-dosa 

mereka dan atas ketidakpedulian mereka. Mereka 

mulai hidup lebih baik. Pastor Nikolaus melewatkan 

berjam-jam setiap harinya di daerah-daerah kumuh 

Tolentino. Ia mengunjungi mereka yang kesepian. Ia 

memberikan sakramen kepada mereka yang sakit 

dan menjelang ajal. Ia memberikan perhatian 

terhadap kebutuhan anak-anak dan ia mengunjungi 

orang-orang di penjara. Banyak mukjizat dilaporkan 

terjadi saat  St. Nikolaus masih hidup. Ia 

menjamah seorang anak yang sakit sambil berkata, 

“Semoga Allah yang baik menyembuhkanmu,” dan 

anak itu pun sembuh. St. Nikolaus dari Tolentino 

menderita sakit selama kurang lebih satu tahun 

sebelum akhirnya wafat pada tanggal 10 September 

1305. Ia dinyatakan kudus oleh Paus Eugenius IV 

pada tahun 1446.

NILOS dari ANKYRA († 430)

Berguru pada Santo Yohanes Krisostomos di 

Konstantinopel. Ia menjadi pemimpin biara di 

Gunung Sinai, bapa serta penasehat rohani yang 

termasyur.

P: 12 Nopember

683

SANTA NINO († 340)

 Nino yaitu  seorang gadis Kristen yang hidup 

pada abad keempat. 

Ia diculik dan dibawa 

ke Iberia sebagai 

budak. Di negara 

yang belum 

mengenal Tuhan itu, 

kebaikan hati serta 

kesucian hidup Nino 

menimbulkan kesan 

mendalam bagi para 

penduduknya. 

Memperhatikan 

betapa seringnya 

Nino berdoa, mereka 

bertanya kepadanya mengenai agamanya. Jawaban 

sederhana yang diberikan Nino kepada mereka 

yaitu  bahwa ia menyembah Yesus Kristus sebagai 

Tuhan. Tuhan memilih gadis budak yang taat serta 

saleh ini untuk mewartakan Kristus kepada Iberia. 

 Suatu hari, seorang ibu membawa bayinya 

yang sakit kepada Nino serta meminta nasehat bagi 

kesembuhannya. Nino membungkus bayi itu dengan 

mantolnya. Ia mengatakan kepada si ibu bahwa 

Yesus Kristus dapat menyembuhkan bahkan 

penyakit yang paling parah sekalipun. Kemudian 

Nino menyerahkan anak kecil itu kembali dan ibunya 

melihat bahwa anaknya telah sembuh sama sekali 

dari penyakitnya. Ratu Iberia mendengar tentang 

mukjizat ini. sebab  ia sendiri sedang sakit, ia pergi 

menemui Nino. saat  ratu juga disembuhan, ratu 

hendak menyampaikan terima kasih kepadanya. 

namun  Nino mengatakan: “Ini karya Kristus, bukan 

saya. Dan Kristus yaitu  Putera Allah yang 

684

menjadikan dunia ini.” Ratu menceritakan seluruh 

kisah kesembuhannya kepada raja. Ratu juga 

mengulang kepada suaminya apa yang dikatakan 

oleh gadis budak itu perihal Yesus Kristus. Tak lama 

sesudahnya, raja tersesat dalam kabut tebal saat  

sedang pergi berburu. Kemudian ia ingat akan apa 

yang diceritakan isterinya. Raja mengatakan bahwa 

jika Yesus Kristus mau membimbingnya pulang ke 

rumah dengan selamat, ia akan percaya kepada-

Nya. Sesaat  itu juga kabut terangkat, dan raja 

memegang janjinya. 

 Santa Nino sendiri yang mengajarkan 

kebenaran-kebenaran Kristiani kepada raja dan ratu. 

Mereka memberi ijin kepada St. Nino untuk 

mengajar penduduk mereka juga. Sementara itu, 

raja mulai mendirikan sebuah gereja Kristen. 

Kemudian ia mengirimkan utusan kepada kaisar 

Kristen, Kaisar Konstantin, untuk menyampaikan 

kabar bahwa ia telah berbalik kepada Kristus. Ia 

meminta kaisar untuk mengirimkan para uskup serta 

para imam ke Iberia. 

Jadi, demikianlah seorang gadis budak yang miskin 

telah membawa penduduk seluruh negeri masuk ke 

dalam pelukan Gereja.

Perayaan 15 Desember.

NOEL PINOT (1747-1794)

sebab  dengan penuh semangat ia berkotbah 

mencela uskup-uskup yang mengangkat sumpah 

atas konstitusi Perancis yang anti Gereja itu, maka 

pastor kepala paroki ini dipecat dan dibuang. Namun 

diam-diam ia pulang dan tatkala mempersembahkan 

misa di tengah malam, Nole dikhianati, ditangkap 

dan dipenggal.

B: Natal(is); P: 21 Maret

685

SANTA NONNA († 374)

Ibu Santo Gregorius Muda ini mengkristenkan 

ayahnya, Santo Gregorius Tua dari Nazianze. Ia 

terkenal sebagai ibu yang iman dan pengabdiannya 

sangat kuat. P: 5 Agustus

SANTO NOBERTUS (1080-1134)

Norbertus dilahirkan di Jerman sekitar tahun 

1080. Ia seorang anak yang baik semasa kanak-

kanak dan remajanya. 

Kemudian, di istana Kaisar 

Henry V, Norbertus 

menghabiskan waktunya 

dengan bersenang-senang. 

Yang dipikirkannya hanyalah 

memperoleh kedudukan 

terhormat. Ia yaitu  orang 

pertama yang datang di 

pesta-pesta serta perayaan-

perayaan. Ia sepenuhnya 

bahagia dengan “hidupnya 

yang mapan”. Akan namun , 

suatu hari, ia amat ketakutan 

saat  suatu kilat 

menyambar dahsyat. 

Kudanya lari kencang. Norbertus terpelanting ke 

tanah dan tak sadarkan diri. saat  sadar, ia mulai 

memikirkan dengan sungguh-sungguh cara hidupnya 

selama ini. Tuhan terasa sangat dekat. Norbertus 

sadar bahwa Tuhan sedang menawarkan kepadanya 

rahmat untuk mengubah cara hidupnya. Perlahan-

lahan ia mulai memikirkan kembali keinginan yang 

pernah ada dalam benaknya beberapa tahun yang 

silam. Ia berpikir untuk menjadi seorang imam. 

Sekarang ia akan memenuhi panggilannya. 

686

Norbertus ditahbiskan sebagai imam pada tahun 

1115.

Pastor Norbertus bekerja keras untuk 

mengubah cara hidup orang banyak yang terpusat 

pada hal-hal duniawi. Ia memberikan teladan kepada 

mereka dengan menjual segala harta miliknya serta 

membagikan uangnya kepada mereka yang miskin. 

St. Norbertus mendirikan suatu kongregasi untuk 

menyebarluaskan iman. Kelompoknya terbentuk 

dengan tiga belas orang hidup bersama dalam suatu 

komunitas religius. Mereka tinggal di lembah 

Premontre. Oleh sebab itulah kongregasinya disebut 

Premon-stratensians. Mereka disebut juga 

Norbertines, sesuai nama pendirinya. 

St. Norbertus ditahbiskan sebagai Uskup 

Magdeburg. Ia memasuki kota Magdeburg dengan 

mengenakan pakaian yang sangat sederhana serta 

tanpa sepatu. Penjaga pintu keuskupan tidak 

mengenalinya dan tidak mengijinkannya masuk. Ia 

malahan menyuruh St. Norbertus untuk bergabung 

dengan kawanan pengemis lainnya. “namun , ia 

yaitu  Bapa Uskup kita yang baru!” teriak mereka 

yang mengenalinya. Penjaga pintu amat terperanjat 

dan sangat menyesal. “Tidak mengapa, saudaraku 

terkasih,” kata St. Norbertus dengan lembut. “Kamu 

menilaiku lebih tepat dibandingkan  mereka yang 

membawaku ke sini.” 

St. Norbertus harus berperang melawan 

suatu bidaah yang menyangkal bahwa Yesus 

sungguh hadir dalam Ekaristi Kudus. Ajarannya yang 

indah mengenai kehadiran nyata Kristus dalam 

Sakramen Mahakudus membawa umat kembali pada 

iman mereka yang kudus. Pada bulan Maret 1133, ia 

dan sahabatnya, St. Bernardus berjalan beriringan 

dalam suatu perarakan yang tidak lazim. Mereka 

bergabung dengan kaisar beserta bala tentaranya 

687

untuk mengawal paus yang sesungguhnya, 

Inosensius II, ke Vatikan dengan selamat. St. 

Norbertus wafat pada tahun 1134. Ia dinyatakan 

kudus oleh Paus Gregorius XIII pada tahun 1582.

Nobertus (1082-1134), uskup dan pendiri 

ordo Premonstratens; lahir di Xanten (Jerman) 

dan wafat di Magdeburg. B: Norbert; L: seorang 

uskup dengan piala dan daun palem (lambing 

perdamaian); P: 6 Juni

SANTA NOTBURGA (1265-1313)

Anak petani miskin ini sepanjang hidupnya 

bekerja sebagai pembantu rumahtangga. sebab  

sisa makanan yang didapatnya ia berikan kepada 

orang miskin dan bukan kepada baBi-babi, maka ia 

dipecat. Pada suatu hari minggu ia menolak 

memotong rumput dan membuang sabitnya. Sabit 

itu tetap melayang di udara dan tak tergerakkan. 

Notburga dihormati sebagai santa pelindung pelayan 

rumahtangga.

P: 13 September

BEATO NOTKER “PENGGAGAP († 912)

Biarawan Benediktin ini semasa kecilnya 

sering sakit-sakitan. Ia juga gagap bicara sepanjang 

hidupnya. Notker bertekad agar cacatnya itu 

janganlah menjadi penghalang baginya. sebab  

tekadnya yang kuat, Notker menjadi seorang yang 

lebih menyenangkan dari sebelumnya. Ia dan dua 

orang sahabatnya, Tutilo dan Radpert, yaitu  

biarawan yang selalu riang gembira. Mereka bertiga 

saling menguatkan dalam panggilan mereka di biara 

Santo Gallen di Swiss. Cinta mereka pada Tuhan dan 

juga cinta mereka pada musik menjadikan mereka 

bersahabat karib. 

688

Sekali waktu Raja Charles datang berkunjung 

ke biara. Ia sangat menghormati Notker dan minta 

nasehat darinya. Sayangnya, ia tidak selalu 

mengikuti nasehat yang diterimanya. Suatu saat , 

Raja Charles mengirimkan utusannya agar bertemu 

dengan sang biarawan. Notker sedang merawat 

kebunnya. Ia mengirimkan pesan ini kepada raja: 

“Rawatlah kebunmu seperti aku merawat kebunku.” 

Raja Charles mengerti bahwa ia harus lebih baik 

merawat jiwanya sendiri dan juga kerajaannya.

Penasehat pribadi raja yaitu  seorang yang 

terpelajar, namun  amat sombong. Ia iri hati sebab 

raja demikian menghargai nasehat Notker. Suatu 

hari di istana, di hadapan semua orang, ia bertanya 

kepada Notker, “sebab  engkau seorang yang 

sangat pandai, katakanlah kepadaku apa yang 

sedang dikerjakan Tuhan saat ini.” Penasehat raja 

tersenyum sinis kepada Notker, sebab pikirnya 

pastilah Notker tidak akan dapat menjawab 

pertanyaannya. namun , sebaliknya Notker segera 

menjawab, “Saat ini Tuhan sedang mengerjakan apa 

yang biasa Ia kerjakan. Ia merendahkan mereka 

yang tinggi hati dan meninggikan mereka yang 

rendah hati.” Orang banyak mulai tertawa 

sementara penasehat raja cepat-cepat pergi 

meninggalkan ruangan.

Beato Notker mempersembahkan seluruh 

hidupnya bagi panggilan yang telah dipilihnya. Ia 

melakukan banyak hal-hal kecil yang istimewa, agar 

kehidupan di biara terasa menyenangkan bagi para 

biarawan. Bersama sahabat-sahabatnya, Tutilo dan 

Radpert, ia menggubah musik gerejani yang indah 

untuk memuji Tuhan.

“Saat ini  Tuhan sedang mengerjakan apa yang biasa Ia  

kerjakan.  Ia  merendahkan mereka yang tinggi  hati  dan 

meninggikan mereka yang rendah hati.”  ~ B. Notker

689

NUNILA dan ALODIA († 851)

Ayah tiri mereka beragama Islam, sedangkan 

ibu mereka beriman Kristen. Kedua puteri ini 

dipenggal di Huesca (Spanyol) sebab  tidak mau 

menjadi Islam waktu tanah air mereka diduduki 

tentara Arab.

P: 22 Oktober

NUNO PEREIRA (1360-1431)

saat  menjadi panglima angkatan perang 

Portugis, ia membela hak atas pewaris tahta 

kerajaan yang sah. Kemudian ia mengundurkan diri 

dan menjadi Bruder Karmelit yang sangat saleh.

P: 6 Nopember

NUNO RIBERO SJ (1549)

Diracun oleh pengikut Sultan Ternate, sebab  

sangat berhasil dalam mentobatkan orang Ambon 

menjadi Katolik. Walaupun racun sudah merasuki 

perutnya, imam yang rajin ini masih dapat bertahan 

dan selama tujuh hari berkeliling dari desa ke desa 

untuk menguatkan iman umatnya.

(Salah satu dari Orang-orang Kudus di 

Indonesia)

NUNTIUS SULPRIZIO (LAHIR 1817)

Anak yatim piatu ini menjadi pandai besi di 

Napoli (Italia). Ia menderita banyak oleh sebab  

kemiskinan dan penyakitnya, sehingga mati muda. 

Nuntius berperangai sabar dan selalu 

menggembirakan orang lain.

690

A: yang diutus

O

ODA (1131-1158)

Nekad menjadi biarawati, meskipun ditentang 

oleh ayah-ibunya. Sebagai pemimpin biara di 

Revreulle (Perancis) ia sangat sabar, suka beramal 

dan rendah hati, namun sangat keras terhadap diri 

sendiri.

P: 20 April

SANTA ODILIA (660-720)

Santa Odilia, yang dikenal juga sebagai Santa 

Ottilia, dilahirkan di 

Obernheim, suatu desa di 

pegunungan Vosge, Perancis 

pada tahun 660, dari 

pasangan bangsawan Aldaric 

dan Bereswinda. Aldaric 

seorang tuan tanah yang 

kaya raya. sebab  puterinya 

lahir buta, Aldaric berniat 

membunuhnya, sebab ia 

berpendapat bahwa kebutaan 

itu amat memalukan serta 

merendahkan martabat 

keluarga. Tak ada jalan lain 

691

bagi Bereswinda selain dari melarikan bayinya yang 

malang ke suatu tempat yang aman. Seorang ibu 

petani yang dahulu bekerja sebagai pembantu di 

rumahnya bersedia menerima anak itu. saat  

peristiwa pelarian ini diketahui, Bereswinda 

menyuruh ibu pengasuh melarikan bayinya ke 

Baumeles-Dames, dekat Besancon. Di sana ada 

sebuah biara para suster. Untunglah suster-suster di 

biara bersedia menerima dan merawat Odilia.

Hingga usianya duabelas tahun, gadis kecil ini 

belum juga dibaptis. Pada suatu hari Tuhan 

menggerakkan Santo Erhart, Uskup Regensburg, 

untuk pergi ke Biara Baumeles-Dames, tempat gadis 

kecil itu berada. Bapa Uskup membaptisnya dengan 

nama Odilia. saat  disentuh oleh minyak krisma 

pada saat pembaptisan, sesaat  itu juga matanya 

terbuka dan ia dapat melihat! Uskup Erhart 

memberitahukan mukjizat ini kepada keluarga 

Aldaric. namun  sang ayah tetap bersikukuh menolak 

untuk mengakui Odilia sebagai puterinya. Hugh, 

kakak Odilia yang terkesan akan mukjizat 

penyembuhan adiknya, berusaha mempertemukan 

Odilia dengan ayahnya. Melihat kenekatan Hugh, 

bangkitlah murka sang ayah; ia menjadi berang, lalu 

menebas kepala puteranya dengan pedang. 

Akhirnya, Aldaric menyesali perbuatannya yang keji 

dan bersedia menerima Odilia sebagai puterinya.

Odilia meneruskan karyanya di Obernheim 

bersama kawan-kawannya. Dia membaktikan diri 

dalam karya-karya amal membantu mereka yang 

miskin papa dengan semangat pengabdian dan cinta 

kasih. Ayahnya bermaksud menikahkan Odilia 

dengan seorang pangeran. Odilia menolak; namun  

sebab  ayahnya terus memaksa, Odilia melarikan 

diri dari rumah. Aldaric akhirnya mengalah dan 

membujuk puterinya pulang; ia bahkan mengijinkan 

692

Odilia mengubah istananya di Hohenburg menjadi 

sebuah biara. Odilia menjadi kepala biara dan di 

kemudian hari membangun sebuah biara lain, Biara 

Odilienberg, di Niedermunster. Di sanalah ia 

membaktikan diri dalam karya bagi Tuhan dan 

sesama hingga wafatnya pada tanggal 13 Desember 

720. Pesta perayaannya 13 Desember.

ODILO (962-1048)

Abbas biara termasyur di Cluny (Perancis) ini 

memperbaharui semangat murni hidup membiara di 

berbagai tempat. Segala pertengkaran dan 

peperangan di Eropa Tengah berhasil dihentikan 

pada hari-hari tertentu dan pada masa suci. saat  

musim kelaparan mengganas, ia membagi-bagikan 

makanan kepada rakyat. Dan atas usahanyalah 

pesta semua arwah mulai dirayakan pada tanggal 2 

Nopember.

L: tongkat abbas di samping api pencucian; P: 3 

Januari

ODORIKUS de PORDENONE OFM (1286-

1331)

Diutus ke daerah misi di Armenia dan Persia. 

Sesudah delapan tahun berkarya, ia berlayar terus 

ke Srilangka, Madras, Kalimantan, Jawa dan Peking. 

Di Peking ia menyebarkan Injil selama tiga tahun. 

Odorikus pulang lewat Shanzi, Tibet dan Persia. 

Laporan perjalanannya sangat berharga baik bagi 

sejarah umum maupun Gereja. Di Kalimantan 

Odorikus masih bertemu dengan orang-orang 

Kristen Nestorian.  P: 3 Pebruari

(Salah satu dari Orang-orang Kudus di 

Indonesia)

693

SANTO OLAV II (995-1030)

Dipermandikan saat  sedang mencari 

pengalaman di medan perang bersama orang Viking 

di Perancis. Lalu ia pulang dan menyatukan 

Norwegia dibawah pemerintahannya. Olav 

memanggil para misionaris dan memberantas 

kekafiran dengan drastic. sebab  itu terjadilah 

pemberontakan yang dibantu oleh raja Denmark. 

Olav terusir dan akhirnya gugur dalam pertempuran 

saat  mau merebut kembali tahtanya. Ia dihormati 

sebagai pahlawan kemerdekaan dan santo pelindung 

Norwegia.

P: 10 Juli

OLGA (890-969)

“Pasukan berkuda – maju!” seru Olga 

memberi aba-aba. Serentak mereka menderu 

bergerak maju. Bendera pasukannya berkibar-kibar 

dan tombak mereka gemerlapan oleh sinar matahari. 

Ratu Olga berada paling depan, menunggang kuda 

kerajaan. Suaminya, Raja Igor telah gugur dalam 

pertempuran melawan kaisar di Konstantinopel. 

namun  permaisurinya segera menghimpun kembali 

pasukan Rusia yang kocar-kacir. Kini mereka maju 

lagi ke medan perang. Kedua musuh bertemu. Olga 

terjun ke kancah pertempuran, memimpin dan 

memberi semangat. Akhirnya, hancurlah bala 

tentara kaisar, dan mereka menyerah. Olga 

menerima pengakuan kekalahan mereka. Namun ia 

tidak memperlakukan tawanan sebagai budak-

belian, ia tidak membumi hanguskan kota atau desa 

mereka, dan tidak menjarah harta kekayaan. Ia 

membawa kedamaian dan memerintah mereka 

694

dengan ramah, bagaikan seseorang ibu terhadap 

anak-anaknya.

Olga berasal dari keluarga kafir. namun  sering 

mendengar tentang Jesus Kristus dan perintahNya: 

Cintailah sesamamu!. sebab  sibuk mengurus 

pemerintahan, ia belum sempat mempelajari 

sungguh-sungguh agama yang menarik hatinya itu. 

Baru saat  berusia 60 tahun ia dapat menyerahkan 

pimpinan kerajaan kepada puteranya. sesudah  itu ia 

menuju Konstantinopel untuk memperdalam 

pengetahuan tentang Tuhan yang benar. Ia dibaptis 

dan kembali ke istananya di Rusia menyampaikan 

Kabar Gembira kepada puteranya. Beberapa 

misionaris kemudian didatangkan dari 

Konstantinopel. Sejak itu agama Kristen 

berkembang cepat di Rusia.

Olga (890-969), ratu Rusia dan nenek Santo 

Vladimir;B: Helga, Ilga; P: 11 Juli

OLIVER PLUNKET (1625-1681)

sesudah  berkarya selama 12 tahun sebagai 

imam di Roma, ia pulang ke negaranya sebagai 

uskup di Armagh (Irlandia). Di Negara yang ditindas 

oleh Inggris itu Oliver bekerja terus secara 

tersembunyi. Akhirnya ia ditangkap polisi, diseret ke 

pangadilan London dan digantung.

P: 1 juli

SANTA OLYMPIAS (361-408)

Santa Olympias dilahirkan sekitar tahun 361. 

Ia termasuk dalam keluarga besar Konstantinopel. 

saat  ditinggalkan kedua orangtuanya sebagai 

yatim piatu, ia diserahkan dalam pemeliharaan 

seorang wanita  Kristen yang mengagumkan. 

695

Olympias menerima banyak warisan dari 

orangtuanya dan ia juga cantik serta menarik. Sebab 

itu tak sulit bagi pamannya untuk menjodohkannya 

pada Nebridius, seorang gubernur Konstantinopel. 

Santo Gregorius Nazianzen memohon maaf tak 

dapat datang menghadiri perkawinannya. Sebagai 

hadiah, St Gregorius mengirimkan sebuah puisi 

penuh nasehat bijak bagi Olympias.

Nebridius 

meninggal dunia tak lama 

sesudahnya. Kaisar 

mendorong Olympias 

untuk menikah lagi. 

namun , ia menjawab, 

“Andai Tuhan 

menghendakiku tetap 

sebagai seorang isteri, Ia 

tak akan mengambil 

Nebridius.” Ia menolak 

untuk menikah lagi. Santo 

Gregorius menyebutnya 

“kemuliaan para janda 

dalam Gereja Timur.” Bersama sejumlah wanita  

saleh lainnya, Olympias melewatkan hidupnya 

dengan melakukan karya-karya amal kasih. Ia 

berpakaian sederhana dan banyak berdoa. Dengan 

suka hati ia membagi-bagikan uangnya kepada 

mereka yang membutuhkan. Akhirnya, Santo 

Yohanes Krisostomus harus mengatakan kepadanya 

untuk berhati-hati dalam mendermakan hartanya, 

“Janganlah engkau mendorong kemalasan mereka 

yang tanpa perlu hidup bergantung padamu,” 

katanya, “hal itu seperti membuang uang ke dalam 

laut.”

Santo Yohanes Krisostomus menjadi Uskup 

Agung Konstantinopel. Sebagai uskup agung, ia 

696

membimbing Olympias dan para pengikutnya dalam 

karya mereka. Para wanita  itu mendirikan 

wisma bagi anak-anak yatim piatu dan mereka juga 

membangun sebuah kapel. Mereka memberikan 

sumbangan besar kepada banyak orang. St Yohanes 

Krisostomus menjadi pembimbing terkasih Olympias. 

saat  uskup agung itu diasingkan, Olympias amat 

berduka. Ia sendiri kemudian juga harus 

menanggung aniaya. Komunitas para janda dan 

wanita  selibat yang dipimpinnya dipaksa 

menghentikan karya belas kasih mereka. Di samping 

itu, kesehatan Olympias memburuk dan ia 

menanggung banyak kritik. St Yohanes menulis 

kepadanya, “Aku tak dapat berhenti menyebutmu 

kudus. Kesabaran dan ketegaran dengan mana 

engkau menanggung penderitaanmu, pula 

kebijaksanaan, kearifan dan belas kasihmu telah 

memperolehkan bagimu kemuliaan dan ganjaran 

besar.” Santo Olympias wafat pada tahun 408 dalam 

usia menjelang empatpuluh tahun. Orang 

menggambarkannya sebagai “seorang wanita  

mengagumkan, bagai sebuah bejana berharga yang 

penuh Roh Kudus.” Pestanya setiap tanggal 17 

Desember.

SANTO ONESIMUS

Onesimus hidup pada abad pertama. Ia 

yaitu  seorang hamba yang merampok majikannya 

lalu melarikan diri ke Roma. Di Roma ia bertemu 

dengan Santo Paulus yang dipenjarakan sebab  

imannya. Paulus menerima Onesimus dengan 

kelembutan serta kasih sayang seorang ayah. Paulus 

membantu menyadarkan pemuda ini  bahwa ia 

telah berbuat salah dengan mencuri. Lebih dari itu, 

697

ia membimbing Onesimus untuk percaya dan 

menerima iman Kristiani.

sesudah  Onesimus menjadi seorang Kristen, 

Paulus mengirimkannya kembali kepada tuannya, 

Filemon, yang yaitu  

sahabat Paulus. namun , 

Paulus tidak mengirim 

hamba itu kembali seorang 

diri dan tak berdaya. Ia 

“mempersenjatai” 

Onesimus dengan sepucuk 

surat yang singkat tapi 

tegas. Paulus berharap 

agar suratnya dapat 

menyelesaikan semua 

masalah Onesimus, 

sahabat barunya. Kepada 

Filemon, Paulus menulis: 

“Aku mengajukan permintaan kepadamu mengenai 

anakku yang kudapat selagi aku dalam penjara, 

yakni Onesimus. Dia kusuruh kembali kepadamu. 

Dia, yaitu buah hatiku.”

Surat yang menyentuh ini  dapat 

ditemukan dalam Kitab Suci Perjanjian Baru. Filemon 

menerima surat dan nasehat Paulus. saat  

Onesimus kembali kepada tuannya, ia dibebaskan. 

Kemudian, Onesimus kembali kepada Santo Paulus 

dan menjadi penolongnya yang setia. Santo Paulus 

mengangkat Onesimus menjadi imam dan kemudian 

uskup. Orang kudus yang dulunya hamba ini 

membaktikan seluruh sisa hidupnya untuk 

mewartakan Kabar Gembira yang telah mengubah 

hidupnya selamanya. Menurut tradisi, pada masa 

penganiayaan, Onesimus dibelenggu dan dibawa ke 

Roma lalu dirajam hingga tewas. 

698

ONUPHRIOS (abad ke-4)

Selama 60 tahun hidup sendirian bertapa di 

gurun Thebais (Mesir); jenasahnya dikuburkan oleh 

Santo Paphuntius.

B: Humphrey; P: 12 Juni

PARA MARTIR dari ORANGE († Juli 1794)

Para martir dari Orange hidup pada abad 

kedelapan belas. Mereka terdiri dari tiga puluh dua 

orang biarawati. Selama Revolusi Perancis, para 

biarawati yang berasal dari beberapa ordo religius 

yang berbeda ini dipenjarakan di Orange, Perancis. 

Mereka yaitu  enam belas biarawati Ursulin, tiga 

belas biarawati Adorasi Sakramen Mahakudus, dua 

biarawati Bernardin dan seorang biarawati 

Benediktin.

saat  pecah Revolusi Perancis, para 

biarawati ini diperintahkan untuk menyatakan 

sumpah setia pada para pemimpin Revolusi. Para 

biarawati percaya bahwa sumpah itu menentang 

Tuhan dan Gereja. Mereka semua menolak 

menandatangani sumpah dan sebab nya digiring ke 

penjara Orange. Beberapa dari para biarawati 

tinggal dalam biara yang sama sebelum mereka 

dijebloskan ke dalam penjara. Sedangkan sebagian 

lainnya tidak saling mengenal hingga mereka 

bertemu di penjara. Para biarawati itu membentuk 

suatu komunitas dalam ruang penjara yang gelap 

serta pengap. Mereka berdoa bersama pada waktu-

waktu tertentu setiap hari. Mereka saling menghibur 

serta saling menguatkan satu sama lain. Mereka 

semua terikat dalam kasih persaudaraan seperti 

yang dialami oleh Gereja Perdana yang mengalami 

penganiayaan. 

699

Pada tanggal 6 Juli, biarawati pertama 

diajukan ke pengadilan dan dijatuhi hukuman mati 

dengan dipenggal kepalanya. Ia tidak pernah 

kembali. Setiap hari satu orang biarawati, terkadang 

dua orang biarawati diambil. Tak seorang pun tahu 

giliran siapa berikutnya. Komunitas biarawati 

semakin berkurang dalam jumlah, namun  biarawati 

yang tinggal terus-menerus berdoa, terutama bagi 

mereka yang akan dihukum mati pada hari itu. 

Kemudian, bersama-sama mereka akan 

menyanyikan Te Deum, suatu nyanyian puji-pujian 

kepada Tuhan. 

Akhir bulan Juli 1794, ketiga puluh dua orang 

biarawati semuanya telah dijatuhi hukuman mati 

oleh pengadilan rakyat Orange, Perancis. Tiga puluh 

dua biarawati wafat sebagai martir. saat  Revolusi 

Perancis telah berakhir, para hakim Orange 

dinyatakan bersalah atas apa yang telah mereka 

lakukan dan dijatuhi hukuman. Ketiga puluh dua 

biarawati yang dianggap sebagai para martir dari 

Orange dinyatakan “beata” oleh Paus Pius XI pada 

tahun 1925.

P: 9 Juli

ORTOLANA († 1238)

Ibu Santa Klara dan Santa Agnes dari Assisi 

ini berziarah ke Yerusalem dan Roma. sesudah  

menjanda, ia masuk biara Klaris yang didirikan oleh 

anaknya. Ia menonjol sebab  hidupnya dijiwai oleh 

semangat amal dan doa.

A: tukang kebun wanita; P: 2 Januari

OSMUND († 1099)

700

Ialah mantan kanselir Raja William dari 

Normandia. Kemudian ia diangkat menjadi uskup 

Salisbury (Inggeris) dan giat membangun 

keuskupannya dan mendirikan gereja-gereja. Ia 

menulis banyak artikel  dan menjaga tata tertib dalam 

umat serta kaum imam.

B: Osmer; P: 4 Desember

OSWALD (605-642)

Putera raja Northumbria ini mengungsi ke 

biara Hay sesudah  ayahnya gugur dalam suatu 

pemberontakan. Ia dibaptis dan beberapa waktu 

kemudian berhasil merebut kembali kerajaan, 

bahkan memperluasnya. Dengan bantuan Santo 

Aidan (P: 31 Januari) ia mengkristenkan rakyatnya. 

Namun Oswald sudah gugur pada umur 38 tahun, 

saat  oleh raja kafir. Keponakannya, Santo Oswin 

(P: 20 Agustus), menggantikannya sebagai raja dan 

misionaris. Akan namun  ia pun kemudian dibunuh 

oleh Raja Osway.

L: tongkat kerajaan dan burung gagak; P: 9 

Agustus

SANTO OTTO (1062-30 

Juni 1139)

Otto hidup pada abad 

keduabelas. Ia dilahirkan di 

Swabia, sekarang Bavaria. Ia 

menjadi seorang imam dan 

ditugaskan melayani Kaisar 

Henry IV. Lambat laun, Pater 

Otto mendapatkan jabatan 

tinggi dalam pemerintahan. Ia 

701

menjadi  penasehat Kaisar Henry. Otto berusaha 

mempengaruhi kaisar untuk bertindak adil dan 

bijaksana dalam keputusan-keputusannya. namun , 

Henry melakukan kejahatan-kejahatan dan berusaha 

menimbulkan perpecahan dalam Gereja. Ia bahkan 

menunjuk pausnya sendiri. Otto merasa sangat 

sedih dan berusaha  agar Henry berubah. Henry IV 

sendiri menetapkan Otto sebagai seorang uskup. 

Otto menolak ditahbiskan hingga ia dapat pergi ke 

Roma dan menerima persetujuan dari paus yang 

sebenarnya, Paus Paskalis II. Paus 

mentahbiskannya. Uskup Otto memberikan banyak 

sumbangan bagi warga  Swabia, teristimewa di 

bawah Kaisar Henry V. Kaisar ini mengikuti cara 

ayahnya, Henry IV. namun , meski ia keras dan 

bengis, ia menghormati Otto dan kerap 

mendengarkan nasehatnya.  

saat  Raja Boleslaus III dari Polandia 

menaklukkan bagian wilayah Pomerania, ia meminta 

Otto ke sana. Pomerania yaitu  sebuah propinsi dari 

Prussia di wilayah Baltik. Penduduknya kafir. Uskup 

Otto menyambut kesempatan untuk menyampaikan 

Kabar Gembira kepada mereka. Pada tahun 1124, 

uskup memimpin sekelompok imam dan katekis ke 

Pomerania. Banyak orang menerima pengajaran dan 

dibaptis. Konon jumlah mereka yang menjadi 

percaya mencapai lebih dari duapuluh ribu orang. 

Uskup Otto mengutus imam-imam untuk melayani 

umat Kristiani yang baru itu. Ia sendiri kembali ke 

negerinya. Tak lama berselang, sebagian penduduk 

Pomerania mulai kembali ke cara hidup kafir 

mereka. Uskup Otto kembali ke Pomerania pada 

tahun 1128. Ia membantu penduduk untuk kembali 

menjadi umat Kristiani yang saleh. Uskup Otto wafat 

pada tanggal 30 Juni 1139 dan dimaklumkan 

702

sebagai santo oleh Paus Klemens III pada tahun 

1189. Perayaan setiap tanggal 30 Juni.

P

SANTO PADRE PIO dari PIETRELCINA 

(25 Mei 1887-23 September 1968)

“Aku hanya ingin menjadi seorang biarawan miskin yang 

berdoa.” ~ Santo Padre Pio

  SEKILAS RIWAYAT HIDUP 

  SANTO PADRE PIO DAN PERGULATANNYA 

DENGAN SETAN

  SANTO PADRE PIO DAN MALAIKAT PELINDUNG

703

  PENAMPAKAN DAN JIWA-JIWA DI API 

PENYUCIAN 

  MUKJIZAT

  PENYEMBUHAN

  INDERA ADIKODRATI

  HARUM SURGAWI

  BILOKASI

  LEVITASI

  SANTO PADRE PIO: DOA SESUDAH KOMUNI

    SEKILAS RIWAYAT HIDUP 

Francesco Forgione dilahirkan pada tanggal 

25 Mei 1887 di sebuah kota kecil bernama 

Pietrelcina, Italia 

selatan, dalam wilayah 

Keuskupan Agung 

Benevento. Ia yaitu  

anak kelima dari 

delapan putera-puteri 

keluarga petani Grazio 

Forgione dan Maria 

Giuseppa De Nunzio 

(Mamma Peppa). 

Mamma Peppa 

mengenangnya sebagai 

anak yang berbeda dari 

anak-anak lain 

sebayanya, “ia tidak pernah tidak sopan ataupun 

bersikap tidak pantas.” Sejak usia lima tahun, 

Francesco dianugerahi penglihatan-penglihatan 

surgawi dan juga mengalami penindasan-penindasan 

setan; ia melihat dan berbicara dengan Yesus dan 

Santa Perawan Maria, juga dengan malaikat 

pelindungnya; sayangnya, kehidupan surgawi ini 

disertai pula oleh pengalaman tentang neraka dan 

setan. saat  usianya duabelas tahun, Francesco 

704

kecil menerima Sakramen Penguatan dan 

menyambut Komuni Kudus-nya yang Pertama.

Pada tanggal 6 Januari 1903, terdorong oleh 

semangat yang bernyala-nyala, Francesco yang kala 

itu berusia enambelas tahun masuk novisiat 

Biarawan Kapusin di Morcone. Pada tanggal 22 

Januari, Francesco menerima jubah Fransiskan dan 

menerima nama Broeder Pio. Di akhir tahun novisiat, 

Broeder Pio mengucapkan kaul sederhana, yang 

dilanjutkan dengan kaul meriah pada tanggal 27 

Januari 1907. sebab  kesehatannya yang buruk, 

sesudah  ditahbiskan sebagai imam pada tanggal 10 

Agustus 1910 di Katedral Benevento, Padre Pio 

harus tinggal kembali bersama keluarganya. Para 

dokter yang mendiagnosanya memaklumkan bahwa 

ia mengidap infeksi paru-paru dan bahwa masa 

hidupnya hanya tinggal sebulan saja.

Meski demikian, sesudah  enam tahun bergulat 

dengan penyakitnya, kesehatan Padre Pio mulai 

membaik. Pada bulan September 1916, Padre Pio 

diutus ke rumah Biara San Giovanni Rotondo, di 

mana ia tinggal hingga akhir hayatnya. Bagi Padre 

Pio, iman yaitu  hidup: ia menghendaki segala 

sesuatu dan mengerjakan segala sesuatu dalam 

terang iman. Seringkali ia tampak tenggelam dalam 

doa-doa yang khusuk. Ia melewatkan siang hari dan 

sebagian besar malam hari dalam percakapan mesra 

dengan Tuhan. Padre Pio akan mengatakan, “Dalam 

kitab-kitab kita mencari Tuhan, dalam doa kita 

menemukan-Nya. Doa yaitu  kunci yang membuka 

hati Tuhan.” Iman membimbingnya senantiasa untuk 

menerima kehendak Allah yang misterius.    

Pada tanggal 20 September 1918, sementara 

berdoa di depan sebuah Salib di kapel tua, 

sekonyong-konyong suatu sosok seperti malaikat 

memberinya stigmata. Stigmata itu terus terbuka 

705

dan mencucurkan darah selama limapuluh tahun. 

Dalam surat tertanggal 22 Oktober 1918 kepada 

Padre Benedetto, pembimbing rohaninya, Padre Pio 

mengisahkan pengalaman penyalibannya:

“… Apakah yang dapat kukatakan 

kepadamu mengenai penyalibanku? Ya 

Tuhan! Betapa aku merasa bingung dan malu 

jika  aku berusaha menunjukkan kepada 

orang lain apa yang telah Engkau lakukan 

kepadaku, makhluk-Mu yang hina dina! 

Kala itu pagi hari tanggal 20 [September] dan 

aku sedang berada di tempat paduan suara 

sesudah  perayaan Misa Kudus, saat  suatu 

istirahat, bagaikan suatu tidur yang manis 

menghampiriku. Segenap indera, lahir 

maupun batin, pula indera jiwa ada dalam 

ketenangan yang tak terlukiskan. Ada suatu 

keheningan mendalam di sekelilingku dan di 

dalamku; suatu perasaan damai menguasaiku 

dan lalu, semuanya terjadi dalam sekejab 

bahwa aku merasa bebas sepenuhnya dari 

segala keterikatan. saat  semuanya ini 

terjadi, aku melihat di hadapanku, suatu 

penampakan yang misterius, serupa dengan 

yang aku lihat pada tanggal 5 Agustus, yang 

berbeda hanyalah kedua tangan, kaki dan 

lambung-Nya mencucurkan darah. 

Penglihatan akan Dia mengejutkanku: apa 

yang kurasakan pada saat itu sungguh tak 

terkatakan. Aku pikir, aku akan mati; dan 

pastilah aku mati jika Tuhan tidak campur 

tangan dan memperkuat hatiku, yang nyaris 

meloncat dari dadaku! Penglihatan berakhir 

dan aku tersadar bahwa kedua tangan, kaki 

dan lambungku ditembusi dan mencucurkan 

706

darah. Dapat kau bayangkan siksaan yang 

aku alami sejak saat itu dan yang nyaris aku 

alami setiap hari. Luka di lambung tak henti-

hentinya mencucurkan darah, teristimewa 

dari Kamis sore hingga Sabtu. Ya Tuhan, aku 

mati sebab  sakit, sengsara dan kebingungan 

yang aku rasakan dalam kedalaman lubuk 

jiwaku. Aku takut aku akan mencucurkan 

darah hingga mati! Aku berharap Tuhan 

mendengarkan keluh-kesahku dan menarik 

karunia ini dibandingkan ku….”

Padre Pio yaitu  imam pertama yang 

menerima stigmata Kristus. Para superiornya 

berusaha merahasiakan kejadian itu, kendati 

demikian, berita segera menyebar dan ribuan orang 

berduyun-duyun datang ke biara yang terpencil itu, 

baik mereka yang saleh maupun mereka yang 

sekedar ingin tahu. Sesungguhnya, setiap pagi, 

sejak pukul empat dini hari, selalu ada ratusan 

orang dan terkadang bahkan ribuan orang 

menantinya. 

Padre Pio tidur tak lebih dari dua jam setiap 

harinya dan tak pernah mengambil cuti barang 

sehari pun selama limapuluh tahun imamatnya! Ia 

biasa bangun pagi-pagi buta guna mempersiapkan 

diri mempersembahkan Misa Kudus. sesudah  Misa, 

Padre Pio biasa melewatkan sebagian besar harinya 

dalam doa dan melayani Sakramen Pengakuan Dosa. 

Hidupnya penuh dengan berbagai karunia mistik, 

termasuk kemampuan membaca batin para peniten, 

bilokasi, levitasi dan jamahan yang menyembuhkan. 

Darah yang mengucur dari stigmatanya 

mengeluarkan bau harum mewangi atau harum 

bunga-bungaan.

707

Padre Pio memiliki dua prakarsa dalam dua 

arah: arah vertikal kepada Tuhan, dengan 

membentuk “Kelompok Doa” pada tahun 1920 yang 

masih aktif hingga kini dengan 400.000 pendoa yang 

tersebar di seluruh dunia. Arah horizontal kepada 

komunitas yang menderita, dengan mendirikan 

sebuah rumah sakit modern “Casa Sollievo della 

Sofferenza” (Rumah untuk Meringankan 

Penderitaan) yang dibuka pada tanggal 5 Mei 1956, 

dan hingga kini melayani sekitar 60.000 pasien 

setiap tahunnya. 

Selama lima puluh tahun imamatnya, Padre 

Pio menjalin persatuan yang akrab mesra dengan 

Tuhan melalui Ekaristi Kudus. Yang paling luar biasa 

dalam hidupnya bukanlah mukjizat, penyembuhan 

ataupun pertobatan orang dengan perantaraannya, 

melainkan pelayanannya di altar, 

mempersembahkan Kurban Kudus Misa, dimana ia 

menjadi satu dengan Kristus yang tersalib.

“… kalian akan datang kepada Tuhan 

dan menempatkan diri di hadirat-Nya sebab  

dua alasan utama. Pertama, kita 

menyampaikan kepada Tuhan penghormatan 

dan ketaatan yang memang sudah 

sepatutnya. Hal itu dapat dilakukan tanpa Ia 

berbicara kepada kita, dan tanpa kita 

berbicara kepada-Nya, sebab kewajiban ini 

dapat ditunaikan dengan mengakui Dia 

sebagai Tuhan kita, dan mengenali diri 

sebagai makhluk ciptaannya yang hina dina, 

yang secara rohani rebah di hadapan-Nya, 

menanti perintah-perintah-Nya. Betapa 

banyak para kudus yang kerapkali 

menempatkan diri di hadapan Raja kita, 

tanpa berbicara kepada-Nya ataupun 

708

mendengarkan-Nya, melainkan hanya 

sekedar dilihat oleh-Nya, agar dengan 

ketekunan mereka ini mereka boleh dianggap 

sebagai hamba-hamba-Nya yang setia? 

Perilaku ini, menghaturkan diri di hadapan 

Tuhan semata-mata guna memberikan diri 

secara sukarela sebagai hamba-hamba-Nya 

yaitu  yang paling kudus, paling unggul, 

paling murni dan juga paling sempurna.

Alasan kedua menghaturkan diri di 

hadirat Allah sementara berdoa yaitu  untuk 

berbicara kepada-Nya dan mendengarkan 

suara-Nya lewat inspirasi dan pencerahan 

batin…. jika  kalian berdoa di hadirat 

Tuhan, hadapilah kebenaran, berbicaralah 

kepada-Nya jika kalian dapat, dan jika kalian 

tak dapat mengatakannya, berdiam diri 

sajalah, biarlah dirimu dilihat oleh-Nya, dan 

janganlah khawatir lagi mengenainya….”

Padre Pio dengan tulus menganggap diri 

sebagai tidak berguna, tidak layak menerima 

anugerah-anugerah Tuhan, penuh kelemahan dan 

cacat cela, walau demikian diberkati dengan karunia-

karunia ilahi. Di tengah kekaguman orang terhadap 

dirinya, Padre Pio akan mengatakan, “Aku hanya 

ingin menjadi seorang biarawan miskin yang 

berdoa.” 

Sejak masa muda, kesehatan Padre Pio amat 

rapuh, dan semakin memburuk keadaannya pada 

tahun-tahun terakhir masa hidupnya. Pada tanggal 

23 September 1968, pukul 2.30 dini hari, dalam usia 

delapanpuluh satu tahun, Saudari Maut 

menjemputnya dalam keadaan siap lahir batin dan 

damai tenang. Segera sesudah  ia wafat, kamarnya 

dipenuhi bau harum semerbak selama beberapa saat 

709

lamanya, seperti bau harum yang memancar dari 

luka-lukanya selama limapuluh tahun 

penderitaannya; stigmata tak lagi tampak, tak 

terlihat sama sekali adanya darah ataupun tanda-

tanda bekas luka.

Pada tanggal 20 Februari 1971, belum genap 

tiga tahun sesudah  wafat Padre Pio, Paus Paulus VI 

berbicara mengenainya kepada para Superior Ordo 

Kapusin, “Lihat, betapa masyhurnya dia, betapa 

seluruh dunia berkumpul sekelilingnya! namun  

mengapa? Apakah mungkin sebab  ia seorang filsuf? 

sebab  ia bijak? sebab  ia cakap dalam pelayanan? 

sebab  ia mempersembahkan Misa dengan rendah 

hati, mendengarkan pengakuan dosa dari fajar 

hingga gelap dan - tak mudah mengatakannya - ia 

yaitu  dia yang menyandang luka-luka Tuhan kita. 

Ia yaitu  manusia yang berdoa dan yang 

menderita.” Padre Pio dinyatakan sebagai 

Venerabilis pada tanggal 18 September 1997 oleh 

Paus Yohanes Paulus II; pada tanggal 2 Mei 1999 

dibeatifikasi; dan akhirnya dikanonisasi pada tanggal 

16 Juni 2002 di Roma, oleh Paus yang sama. Gereja 

memaklumkan pesta liturgis St Padre Pio dari 

Pietrelcina dirayakan pada tanggal 23 September.

PAKOMIOS (287-347)

sesudah  meninggalkan dinas ketentaraan, ia 

bersama beberapa temannya bertapa di tepi sungai 

Nil (Mesir). Kelompok mereka bertambah besar, 

sehingga Pakomios menyusun aturan pertama 

mengenai hidup bersama para rahib. Aturan hidup 

biara yang tertua itu sangat besar pengaruhnya. 

Lebih 9000 rahib hidup dalam biara-biara yang 

diorganisir Pakomios.

710

L: seorang rahib dengan pakaian kulit binatang; 

P: 15 Mei

SANTO PAMMAKIUS (340-410)

Pammakius yaitu  seorang awam Kristiani 

terpandang yang hidup pada abad keempat. 

Sewaktu ia masih seorang pelajar, ia bersahabat 

dengan Santo Hieronimus. Mereka tetap menjalin 

persahabatan sepanjang hidup mereka dan terus 

saling membina hubungan baik. Isteri Pammakius 

yaitu  Paulina, puteri kedua Santa Paula, seorang 

sahabat Santo Hieronimus yang lain. saat  Paulina 

wafat pada tahun 397, Santo Hieronimus dan Santo 

Paulinus dari Nola menulis surat yang amat 

menyentuh hati penuh simpati, dukungan dan janji 

doa. Pammakius patah semangat sebab  kematian 

isterinya. Ia melewatkan sepanjang sisa hidupnya 

dengan melayani di rumah singgah yang 

didirikannya bersama Santa Fabiola. Di sana, para 

peziarah yang datang ke Roma disambut baik dan 

dibantu. Pammakius dan Fabiola dengan senang hati 

menerima dan bahkan mengutamakan mereka yang 

miskin, sakit dan cacat. Pammakius yakin bahwa 

isterinya yang telah meninggal dunia menyertainya 

sementara ia melakukan karya-karya belas kasih. 

Paulina dikenal sebab  kasihnya kepada mereka 

yang miskin papa dan menderita. Suaminya percaya 

bahwa melayani mereka merupakan cara terbaik 

untuk menyampaikan penghormatan dan kasih 

kepada isterinya. 

Santo Pammakius jauh terlebih lemah lembut 

dalam perkataan dan perbuatan dibandingkan Santo 

Hieronimus yang pemarah. Kerap kali ia menasehati 

Santo Hieronimus agar memperhalus atau memilih 

kata-kata yang lebih lembut, namun  Santo 

711

Hieronimus biasa mengabaikannya. Sebagai contoh, 

seorang bernama Jovinian mengajarkan suatu 

kesalahan yang serius. Hieronimus menulis sebuah 

tulisan yang dengan keras membeberkan kesalahan-

kesalahan Jovinian. Pammakius membaca tulisan itu 

dan menyampaikan saran-saran baik untuk 

mengganti kata-kata yang terlalu keras. Santo 

Hieronimus berterima kasih kepada sahabatnya atas 

perhatiannya, namun  ia tidak melakukan koreksi. 

Pammakius juga berusaha menengahi suatu 

perselisihan antara sahabatnya Santo Hieronimus 

dengan seorang bernama Rufinus. namun  tampaknya 

Pammakius tak dapat menggerakkan Hieronimus 

untuk bersikap lebih lembut dalam menangani orang 

atau masalah ini.

Santo Pammakius memiliki  sebuah gereja 

di rumahnya. Sekarang gereja itu menjadi Gereja 

Passionis Santo Yohanes dan Paulus. Santo 

Pammakius wafat pada tahun 410 pada waktu kaum 

Goths mengambil alih kekuasaan di Roma. Santo 

Pammakius tahu bagaimana menjadi seorang 

sahabat sejati. Ia seorang yang sportif dan jujur. 

Kita dapat mohon padanya untuk membantu kita 

menjadi sahabat sejati bagi teman-teman kita 

sebagaimana diteladankannya. 

Perayaan memperingatinya setiap tanggal 30 

Agustus.

PAMBO († 390)

Abbas dig urn pasir (Mesir) ini menonjol, 

sebab  hidupnya yang serba kekurangan dank eras. 

Walaupun tidak suka berbicara, namun ia sangat 

terkenal sebagai penasehat rohani.

P: 1 Juli

712

PAMPHILOS (240-309)

Menjadi imam, dosen, exeget dan pengumpul 

artikel -artikel  untuk perpustakaan yang sangat 

berharga. Hasil jerih payahnya itu kemudian 

dihancurkan oleh orang Arab. Putera Libanon ini 

mati sebagai saksi iman bersama saudara-saudara 

seiman di Sesarea (Palestina).

P: 1 Juli

SANTO PANKRASIUS († 340)

Menurut kisah kuno, remaja 14 tahun asal 

Asia Kecil ini ditangkap saat  sedang mengikuti 

misa. Di hadapan Kaisar 

Diokletianus ia membela iman 

Kristen dan mentertawakan dewa-

dewa. Akibatnya, ia langsung 

dipenggal dan jenasahnya di 

makamkan di Via Aurelia (Roma) 

Dalam Gereja Santo Pankrasius di 

Roma, orang-orang yang dibaptis 

pada hari “Minggu Putih” 

meletakkan pakaian-pakaian putih 

dan mengulangi janji permandian 

mereka. Perayaan memperingatinya 

setiap 12 Mei

SANTO PANTALEON († 305)

Pantaleon datang dari 

Nicomedia, dekat Lautan Hitam di 

Asia. Ia hidup pada abad keempat. 

Pantaleon seorang dokter yang amat 

terkenal hingga Kaisar Galerius 

Maximian memilihnya untuk menjadi 

dokter pribadi kaisar. Di sana, di 

713

istana yang jahat dan kafir, Pantaleon terjerumus ke 

dalam masalah. Ia seorang Kristiani, namun sedikit 

demi sedikit, ia membiarkan teladan buruk 

sekelilingnya merusakkan dia juga. Ia mulai 

sependapat dengan kebijaksanaan palsu yang dipuja 

orang-orang kafir. Ahirnya, ia melakukan dosa berat 

dengan sepenuhnya meninggalkan iman Kristiani.

Seorang imam yang kudus bernama 

Hermolaos teramat sedih melihat dokter yang 

temashyur ini meninggalkan Yesus. Ia datang 

menemuinya. Dengan kata-kata yang bijaksana dan 

lemah lembut, sang imam berhasil menyadarkan 

Pantaleon akan dosa yang telah dilakukannya. 

Pantaleon mendengarkan nasehatnya dan mengakui 

bahwa ia telah sungguh keliru. Ia mengaku dosa dan 

bergabung kembali dengan Gereja. Guna menyilih 

apa yang telah dilakukannya, Pantaleon memiliki 

kerinduan yang berkobar untuk menderita dan mati 

bagi Yesus. Sementara itu, ia meneladani belas kasih 

Yesus dengan merawat orang-orang miskin yang 

sakit tanpa memungut bayaran. 

saat  Kaisar Diocletian memulai 

penganiayaan, Pantaleon segera membagikan segala 

yang ia miliki kepada orang-orang miskin. Tak lama 

kemudian, beberapa dokter yang iri hati 

mengadukannya sebagai seorang Kristiani. Kepada 

Pantaleon diberikan pilihan untuk menyangkal iman 

atau dihukum mati. Pantaleon sama sekali menolak 

memaklumkan bahwa ia bukan seorang pengikut 

Kristus; dan tak ada suatu aniaya pun yang dapat 

memaksanya untuk melakukan hal itu. Santo 

Pantaleon wafat sebagai martir pada tahun 305. Di 

masa lampau ada  suatu devosi yang kuat 

kepada orang kudus ini. Di Timur, ia disebut sebagai 

“martir besar dan pekerja ajaib”. Santo Pantaleon 

diperingati setiap tanggal 27 Juli.

714

PAOLA GAMBARA-COSTA (1473-1515)

Dikawinkan pada umur 12 tahun. sebab  

kesabaran serta teladannya, ia berhasil memperbaiki 

tingkah suaminya yang suka berpetualang dan jajan. 

Hidupnya dipenuhi dengan semangat amal, doa dan 

matiraga.

P: 15 Juni

PAPHNUTIUS († 360)

Dipilih menjadi uskup Thebais (Mesir). 

Pertapa di gurun pasir ini pada saat berkobar 

penganiayaan salah satu matanya dicukil dan 

kakinya yang sebelah dirusakkan. Pada Konsili Nicea 

(325) ia menolak usul yang mengharuskan semua 

uskup, imam dan diakon memisahkan diri dari isteri 

mereka. Ia juga mendukung usul susaha  mereka 

tidak boleh menikah sesudah ditahbiskan, akan 

namun  sebaiknya sebelumnya. Paphnutius 

mendukung Santo Atanasios dalam perjuangan 

melawan bidaah Arianisme.

P: 11 September

PARA MARTIR PERTAMA di ROMA

Orang-orang yang kita hormati pada hari ini 

memiliki satu kesamaan: mereka menyerahkan 

715

nyawa mereka bagi Kristus. Mereka semua wafat 

dimartir sebab  mereka yaitu  pengikut Tuhan 

Yesus. Pada tahun 64, pelanggaran hak-hak azasi 

manusia oleh Kaisar Nero telah melampaui batas. 

saat  timbul kebakaran hebat di Roma pada tanggal 

16 Juli, banyak yang meyakini bahwa kaisar 

sendirilah yang sesungguhnya bertanggung jawab 

atas kejadian itu. Dua pertiga kota Roma tinggal 

puing-puing belaka; maka bangkitlah murka rakyat. 

Nero ketakutan. Ia mencari kambing hitam dan 

mempersalahkan umat Kristiani sebagai yang 

bertanggung jawab atas kebakaran ini .

Tacitus, seorang ahli sejarah yang terkenal, 

mencatat bahwa umat Kristiani menderita kematian 

yang keji. Sebagian dijadikan mangsa binatang-

binatang buas. Yang lainnya diikatkan pada tiang-

tiang dan dijadikan suluh-suluh manusia yang 

menerangi jalanan-jalanan Roma. Tidak diketahui 

berapa tepatnya jumlah para martir yang gagah 

berani ini, namun  kesaksian dan hidup mereka 

mendatangkan dampak yang terus hidup dalam diri 

banyak orang. Penganiayaan oleh Nero yaitu  

penganiayaan pertama oleh seorang kaisar Roma, 

namun  bukan yang terakhir. Dan semakin Gereja 

dianiaya, semakin Gereja bertumbuh kembang. Para 

martir telah membayar dengan nyawa mereka agar 

semua yang datang sesudah mereka beroleh 

kesempatan untuk memeluk iman.

PARA PENDIRI ORDO SERVITE (TAREKAT 

HAMBA-HAMBA SANTA PERAWAN MARIA)

Ketujuh santo ini hidup pada abad 

ketigabelas. Mereka semua berasal dari Florence, 

Italia. Masing-masing dari mereka memiliki cinta 

mendalam kepada Bunda Maria, Bunda Allah. 

716

Mereka yaitu  anggota-anggota aktif suatu 

konfraternitas (= persaudaraan sejati) Santa 

Perawan Maria. Kisah 

bagaimana mereka 

menjadi pendiri Ordo 

Servite sungguh 

menakjubkan. Pada 

Hari Raya Santa 

Perawan Maria 

Diangkat ke Surga, 

sementara mereka 

bertujuh khusuk dalam 

doa, Bunda Maria 

menampakkan diri 

kepada mereka. Bunda 

Allah mengilhami 

mereka untuk meninggalkan dunia dan hidup hanya 

bagi Tuhan. sesudah  beberapa tahun hidup sebagai 

pertapa, mereka menghadap uskup. Mereka mohon 

suatu peraturan hidup yang perlu mereka taati. 

Uskup mendorong mereka untuk berdoa dan 

memohon bimbingan Bunda Maria. Santa Perawan 

Maria menampakkan diri kembali kepada mereka 

dengan membawa sehelai jubah hitam. Di 

sampingnya tampak seorang malaikat membawa 

sebuah gulungan bertuliskan “Hamba-hamba Santa 

Perawan Maria”. Dalam penglihatan itu, Bunda Maria 

mengatakan bahwa ia telah memilih mereka menjadi 

hamba-hambanya. Ia meminta mereka untuk 

mengenakan jubah hitam. Inilah jubah yang mulai 

mereka kenakan pada tahun 1240. Mereka juga 

memulai suatu hidup religius seturut peraturan St 

Agustinus. 

Orang-orang yang mengagumkan ini saling 

membantu dan menguatkan dalam mengasihi dan 

melayani Tuhan dengan terlebih baik. Enam dari 

717

antara mereka ditahbiskan menjadi imam. Mereka 

yaitu  Bonfilius, Amadeus, Hugo, Sostenes, 

Manettus dan Buonagiunta. Yang ketujuh, Alexis, 

tetap dalam statusnya sebagai seorang rohaniwan 

yang mengagumkan hingga akhir hayatnya. Dalam 

kerendahan hatinya, Alexis memilih untuk tidak 

ditahbiskan ke jenjang imamat. Banyak pemuda 

datang menggabungkan diri dengan para pendiri 

yang kudus ini. Mereka dikenal sebagai Hamba-

hamba Santa Perawan Maria atau Servite. Ordo 

Servite mendapat persetujuan dari Vatican pada 

tahun 1259. Ketujuh pendirinya dimaklumkan 

sebagai santo oleh Paus Leo XIII pada tahun 1888.

PARIS (1792)

Tatkala Revolusi Perancis memuncak, semua 

rohaniwan dituntut mengangkat sumpah yang 

bertentangan dengan keyakinan agama dan suara 

hati mereka. Maka banyak di antara mereka yang 

tidak mau bersumpah. Lebih dari 200 rohaniwan dan 

awam di tahan di paris dan sebagian besar dibunuh 

pada bulan September 1792 oleh gerombolan 

dengan persetujuan pengadilan revolusi. 

191 korban pembunuhan missal itu 

dinyatakan kudus; a.l. uskup agung Jean-Marie du 

Lau, dua uskup bersaudara Francois-Joseph dan 

Piere-Louis La Rochefoucauld, 129 imam praja, 23 

bekas imam Jesuit (di antaranya Yakobus Bonnaud), 

31 biarawan dan lima orang awam. P: 2 September.

Seratus tahun kemudian, pada bulan Juni 

1871 uskup G. Darboy bersama 28 imam dan 38 

orang awam ditembak mati oleh pemberontak kiri. 

P: 2 dan 3 September.

718

SANTO PASIFIKUS OFM (1653-1721)

Seorang bayi Italia yang mungil dilahirkan 

pada tahun 1653 dan dinamai Charles Antonius. Ia 

belum berumur lima tahun 

saat  orangtuanya yang 

penuh kasih meninggal dunia. 

Ia kemudian dipelihara oleh 

pamannya. Pamannya ini 

merupakan salib baginya, 

seorang yang kejam. Ia 

memperlakukan Charles lebih 

buruk dari pelayan. Namun 

demikian, Charles kecil 

menerima perlakuan keras ini 

dengan diam dan sabar. 

saat  usianya tujuhbelas 

tahun, Charles masuk biara. 

Ia memilih nama Pasifikus yang berarti “damai”. 

sesudah  ditahbiskan sebagai imam, ia menjadi guru; 

namun demikian besar kerinduannya untuk menjadi 

seorang pengkhotbah. Betapa bahagia ia saat  

superior mengutusnya dalam suatu misi khotbah ke 

banyak kota kecil dan dusun-dusun.

Santo Pasifikus amat populer di kalangan 

warga  desa sebab khotbah-khotbahnya 

sederhana dan lembut. Di samping itu, ia beroleh 

karunia mengagumkan dapat membaca hati orang. 

Suatu saat , ia mengingatkan seorang laki-laki 

dalam Sakramen Tobat sebab  tidak bersikap baik 

kepada ibunya. Orang ini juga menyimpan pikiran-

pikiran yang tidak murni dalam benaknya. Apa yang 

dikatakan Imam Pasifikus benar adanya. Orang itu 

akhirnya sungguh menyesali dosa-dosanya. Ke 

manapun Pasifikus pergi untuk berkhotbah dan 

719

melayani pengakuan dosa, ia mendatangkan banyak 

kebajikan. namun , saat  baru berkhotbah selama 

enam tahun, Pasifikus harus berhenti sebab 

kesehatannya yang buruk. Ia menjadi buta, tuli dan 

lumpuh. Ia melewatkan waktunya dengan berdoa 

dan bermatiraga dalam biara. Ia menolong sesama 

dengan segala cara yang dapat ia lakukan. Tuhan 

senantiasa amat dekat dengannya. Tuhan 

memberinya anugerah nubuat. St Pasifikus 

menubuatkan kemenangan besar balatentara Kristen 

atas balatentara Turki di Belgrade. Ia juga 

mengatakan kepada seorang uskup, “Yang Mulia - 

surga! Surga! Dan aku akan menyusulmu segera!” 

Sekitar dua minggu kemudian, uskup wafat. Tak 

lama sesudahnya, seperti yang telah dikatakannya, 

St Pasifikus wafat pula. Peristiwa itu terjadi pada 

tahun 1721. Banyak mukjizat terjadi di makamnya. 

Imam Pasifikus dimaklumkan sebagai seorang kudus 

oleh Paus Gregorius XVI pada tahun 1839. 

St Pasifikus mengalami masa kecil yang tidak 

mengenakkan. Ia bisa saja membiarkan diri tumbuh 

menjadi seorang dewasa yang dikuasai kemarahan 

dan frustrasi. namun , ia berdoa kepada Yesus mohon 

hati yang mengampuni dan sabar. Masa-masa 

sulitnya berubah menjadi saat-saat bertumbuh 

dalam kasih kepada Tuhan dan sesama. Sebab ia 

telah banyak menderita, ia dapat bersimpati pada 

penderitaan orang-orang lain dan membantu mereka 

untuk menemukan Tuhan dalam hidup mereka.

A: yang bersifat tenang; P: 24 September

SANTO PASKALIS BAYLON (1540-1592)

Paskalis, seorang kudus dari Spanyol,  

dilahirkan pada tahun 1540. Sejak usia tujuh tahun, 

ia bekerja sebagai gembala. Ia tidak pernah punya 

720

kesempatan untuk bersekolah. Namun demikian, ia 

belajar sendiri membaca dan menulis. Ia bertanya 

kepada siapa saja yang ia jumpai untuk 

membantunya belajar. Ia belajar dengan giat, agar 

susaha  ia dapat membaca 

artikel -artikel  rohani. Ia 

membisikkan doa-doa 

sepanjang hari sementara ia 

menggembalakan dombanya.

saat  berusia dua 

puluh empat tahun, bocah 

gembala itu menjadi seorang 

broeder Fransiskan. Teman-

temannya suka padanya. 

Paskalis seorang yang mudah 

bergaul dan juga seorang 

yang lembut hati. Rekan 

biarawan memperhatikan 

bahwa seringkali ia mengerjakan pekerjaan-

pekerjaan yang paling berat dan tidak 

menyenangkan. Paskalis melakukan mati raga, 

bahkan lebih keras dari yang ditetapkan dalam 

peraturan biara. Namun demikian, ia seorang yang 

senantiasa penuh sukacita. Dulu, saat  masih 

seorang gembala, ia merindukan berada di gereja 

untuk berdoa kepada Yesus; namun , tidak bisa. 

Sekarang, ia bisa. Jadi, ia sangat senang menemani 

Kristus dalam Sakramen Mahakudus. Ia juga 

diijinkan menjadi pelayan Misa.

Dua hal yang amat dicintai Paskalis yaitu : 

Ekaristi Kudus dan Bunda Maria. Setiap hari Paskalis 

berdoa rosario dengan cinta yang amat besar. Ia 

juga menuliskan doa-doa yang indah kepada Bunda 

Surgawi kita.

St. Paskalis membuat sebuah artikel  kecil dari 

kertas-kertas buram. Dalam artikel  catatannya, ia 

721

menuliskan pemikiran-pemikirannya dan doa-doanya 

yang indah. sesudah  ia wafat, pemimpin biaranya 

menunjukkan artikel  catatan Paskalis pada uskup 

agung setempat. Bapa Uskup membacanya dan 

berkata, “Jiwa-jiwa bersahaja ini telah mencuri surga 

dari kita!”. Paskalis wafat pada tahun 1592 dalam 

usia lima puluh dua tahun. Ia dinyatakan kudus oleh 

Paus Alexander VIII pada tahun 1690.

P: 17 Mei

PASKASIUS OSB (790-851)

sebab  tertarik pada studi, ia mengundurkan 

diri dari jabatan abbas di