Kisah santa santo 15

 


Januari

MARKIANUS dan MARTIRIOS († 358)

Kedua notaries ini dibunuh oleh penganut 

bidaah Arius dalam perjalanan pulang ke 

Kontantinopel dari tempat pembuangan bersama 

uskup mereka.

P: 25 Oktober

SANTO MARKUS PENGINJIL (abad ke-1)

Markus hidup pada jaman Yesus. Ia bukan 

salah seorang dari kedua belas rasul Kristus, 

melainkan saudara sepupu Santo Barnabas, rasul. 

Markus menjadi terkenal sebab  ia menulis satu dari 

keempat Injil. Sebab itu ia disebut pengarang Injil. 

Injil Markus cukup singkat, namun  memberi banyak 

keterangan terperinci yang tidak ada  dalam Injil 

lainnya. saat  masih muda, Markus pergi bersama 

dua rasul besar, Paulus dan Barnabas, dalam suatu 

perjalanan kerasulan untuk mewartakan ajaran 

Yesus pada bangsa-bangsa lain. namun , sebelum 

perjalanan berakhir, tampaknya Markus berselisih 

632

dengan St. Paulus. Markus mendadak kembali ke 

Yerusalem. Paulus dan Markus akhirnya dapat 

mengatasi perselisihan mereka. Malahan, dari 

penjara di Roma, 

Paulus menulis agar 

Markus datang untuk 

menghibur serta 

membantunya.

Markus juga 

menjadi murid 

kesayangan Santo 

Petrus, paus pertama. 

Santo Petrus 

menyebut Santo 

Markus sebagai 

“anakku.” sebab  itu, 

sebagian orang 

beranggapan bahwa 

Petrus hendak 

mengatakan bahwa dialah yang membaptis Markus. 

Markus ditahbiskan sebagai uskup dan diutus ke 

Alexandria, Mesir. Di sana ia mempertobatkan 

banyak orang. Ia bekerja keras untuk mewartakan 

kasih bagi Yesus dan Gereja-Nya. Menurut tradisi ia 

harus mengalami penderitaan yang panjang serta 

menyakitkan sebelum ia wafat. Reliqui Santo Markus 

dibawa ke Venesia, Italia pada tahun 829, dan 

dimakam kembali di Katedral San Marco (Santo 

Markus). Ia diangkat sebagai santo pelindung kota 

Venesia. Peziarah pergi ke Basilika Santo Markus 

yang indah untuk menghormatinya serta mohon 

bantuan doanya.

(Yohanes) Markus (abad ke-1), pembantu 

Santo Rasul Petrus, Santo Paulus dan Santo 

Barnabas, pengarang Injil. Ia dihormati sebagai 

santo pelindung sekretaris dan notaries, serta 

633

pelindung kota Venesia; B: Marco, Mark; L: 

seekor singa; P: 25 April.

MARKUS ST JEPINAC, MELCHIOR GRODECZ 

SJ, STEPHAN PONGRACZ SJ († 1619)

Didera oleh tentara Kalivinis Siebenbuergen 

di Kascahau (Hungaria) sampai mati, sebab  tetap 

beriman Katolik.

P: 19 Januari

MARO († 433)

Menjadi pertapa dan pembina rahib di Siria. 

Salah seorang muridnya ialah Santo Yohanes 

Krisostomos. Di atas makam Maro didirikan biara 

yang termasyur, yang kemudian menjadi benteng 

pembela iman yang benar. Umat Maronit di Libanon 

menghormati Santo Maro sebagai patrik yang 

utama.

P: 14 Februari

MARO, EUTIKES dan VIKTORINUS (abad 

ke-1)

yaitu  tiga budak belian yang mati syahid di 

Roma.

P: 15 April

SANTO MARSELINUS dan SANTO PETRUS

Kedua orang kudus ini namanya dicantumkan 

dalam Doa Syukur Agung Pertama Misa Kudus. 

Mereka secara luas dihormati dan dimohon bantuan 

doanya oleh umat Kristiani perdana. Pesta kedua 

martir ini tertera dalam kalender para kudus Roma 

oleh Paus Vigilius pada tahun 555. Marselinus yaitu  

seorang imam dan Petrus melayani Marselinus 

634

dalam pelayanan sang imam. Keduanya amat gagah 

berani dalam mempraktekkan iman Kristiani mereka. 

Mereka melayani komunitas Kristiani dengan 

pengurbanan diri yang besar. 

Pada masa 

penganiayaan oleh 

Diocletian, banyak umat 

Kristiani dibunuh. Termasuk 

di antaranya yaitu  kedua 

orang ini; mereka dipenggal 

kepalanya. namun , agaknya 

sebelum dibunuh mereka 

dipaksa untuk menggali 

liang kubur mereka sendiri. 

Mereka dibawa ke suatu 

lokasi rahasia untuk 

melaksanakan tugas berat 

ini . Lokasi itu yaitu  

sebuah hutan yang disebut 

Silva Nigra. Beberapa 

waktu kemudian, kubur 

mereka ditemukan di 

tempat terpencil ini . 

Algojo yang membunuh mereka pada akhirnya 

bertobat dan menjadi seorang Kristiani. Ia 

menghantar umat Kristiani ke sisa-sisa jenazah 

kedua orang kudus itu, yang kemudian dimakamkan 

kembali dalam katakomba Santo Tiberius. Paus 

Gregorius IV mengirimkan sebagian dari relikui 

mereka ke Frankfurt, Jerman pada tahun 827. Sri 

Paus yakin bahwa relikui kedua orang martir ini akan 

mendatangkan berkat bagi Gereja di negeri itu.

635

SANTA MARTA

Marta yaitu  saudari Maria dan Lazarus. 

Mereka tinggal di sebuah kota kecil bernama 

Betania, dekat 

Yerusalem. Ketiga 

bersaudara itu 

yaitu  sahabat-

sahabat Yesus. 

Yesus seringkali 

datang 

mengunjungi 

mereka. 

Sesungguhnya, 

dalam Injil 

dikatakan: “Yesus 

mengasihi Marta, 

dan saudaranya 

Maria dan Lazarus.” Marta dengan senang hati 

melayani Yesus jika  Ia datang mengunjungi 

mereka. Suatu hari, Marta sedang menyiapkan 

makanan bagi Yesus dan para  murid-Nya. Marta 

yakin bahwa tugasnya akan lebih ringan jika  

saudarinya datang  membantu. Ia melihat Maria 

duduk tenang dekat kaki Yesus, asyik mendengarkan 

Dia. “Tuhan, suruhlah dia membantu aku,” pinta 

Marta kepada Yesus. Yesus amat senang dengan 

semua layanan kasih sayang Marta. namun , Ia ingin 

Marta tahu bahwa mendengarkan Sabda Tuhan dan 

berdoa jauh lebih penting. Jadi dengan lembut Yesus 

berkata kepadanya, “Marta, Marta engkau khawatir 

akan banyak hal, namun hanya satu saja yang perlu. 

Maria telah memilih bagian yang terbaik.” 

Iman Marta yang mendalam kepada Yesus 

tampak nyata saat  saudaranya, Lazarus, 

meninggal. Begitu ia mendengar bahwa Yesus 

636

sedang dalam perjalanan menuju Betania, Marta 

pergi menyongsong-Nya. Ia percaya kepada Yesus 

dan dengan terus terang berkata: “Tuhan, sekiranya 

Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati.” 

Kemudian Yesus mengatakan kepadanya bahwa 

Lazarus akan bangkit. Kata-Nya, “Barangsiapa 

percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia 

sudah mati. Percayakah engkau akan hal ini?" Dan 

Marta menjawab, “Ya, Tuhan, aku percaya, bahwa 

Engkau-lah Mesias, Anak Allah, Dia yang akan 

datang ke dalam dunia.” Yesus mengadakan suatu 

mukjizat besar dengan membangkitkan Lazarus dari 

antara orang mati! Sesudah kejadian itu, Yesus 

datang lagi dan makan bersama dengan Lazarus, 

Marta dan Maria. Seperti biasanya, Marta melayani 

mereka. Namun demikian, kali ini Marta melayani 

dengan sikap yang lebih tulus serta penuh kasih. Ia 

melayani dengan hati yang penuh sukacita. Santa 

Marta diperingati setiap tanggal 29 Juli.

MARTA WANG († 1861)

yaitu  seorang janda Tionghoa yang 

menolong orang-orang beriman dalam penjara, 

khususnya dua seminaris Yosef Tsang dan Paul 

Tsang di Tsin-gai.

P: 29 Juli

SANTO PAUS MARTIN I († 655)

Paus terakhir yang dihormati sebagai martir 

ini mengutuk bidaah Menoteletisme (hanya satu 

kemauan dalam Kristus) dan dua dekrit kaisar yang 

mendukung bidaah itu. Akibatnya, kaisar 

memerintahkan bawahannya menangkap paus yang 

sudah tua dan sakit itu. Martin diusung di atas 

637

pembaringan dari Roma ke Kontantinopel dan 

dibuang ke Rusia Selatan. Ia wafat di pengasingan 

sesudah  ditinggalkan oleh teman-temannya.

P: 13 April

MARTINA († 226)

yaitu  perawan dan martir yang berasal dari 

keluarga bangsawan di Roma.

P: 23 Januari

SANTO MARTINUS de PORRES OP (1579-3 

November 1639)

 Martinus dilahirkan di Lima, Peru pada tahun 

1579. Ayahnya seorang bangsawan Spanyol. Ibunya 

seorang budak yang telah 

dibebaskan dari Panama. 

Ayah Martinus pada 

mulanya menelantarkan 

Martinus bersama ibu dan 

saudarinya di Peru. Mereka 

amat sangat miskin. 

Martinus tumbuh menjadi 

seorang pemuda yang baik 

serta saleh. Ia belajar usaha 

pangkas rambut. Ia juga 

belajar cara mengobati 

berbagai macam penyakit 

sesuai dengan pengobatan 

pada masa itu. Pada akhirnya, ayah Martinus 

memutuskan untuk memperhatikan pendidikan 

puteranya. namun , Martinus telah bertekad untuk 

mempersembahkan hidupnya kepada Tuhan sebagai 

seorang Frater Dominikan. Segera saja Frater 

Martinus membuktikan bahwa ia seorang religius 

638

yang luar biasa. Tidak seorang pun yang lebih 

lembut hati atau lebih taat atau lebih kudus 

dibandingkan nya. Tidak lama kemudian, ia mulai 

mengadakan mukjizat juga! Ia menyembuhkan 

begitu banyak orang sakit hingga semua orang di 

kota Lima akan datang kepada Frater Martin jika  

ada sanak atau keluarga mereka yang sakit. Frater 

Martinus menyambut mereka semua, tidak peduli 

mereka berkulit hitam atau pun putih, semua sama 

baginya. Ia mengasihi semua orang sebagai saudara 

serta saudarinya dalam Kristus. Sejumlah besar 

uang dipercayakan kepada Frater yang baik hati 

serta penuh cinta kasih ini untuk karya amal 

kasihnya. 

 Bahkan hewan-hewan pun tidak luput dari 

perhatian serta cinta kasih santo yang lembut hati 

ini. Ia mengijinkan tikus-tikus berkeliaran dengan 

berkata,  “Makhluk-makhluk kecil yang malang ini 

tidak punya cukup makanan.” Di rumah saudarinya, 

Martinus menyediakan sebuah “rumah bagi para 

kucing serta anjing pengembara.” Meskipun ia 

menjadi seorang yang amat terkenal di Lima, Santo 

Martinus selalu rendah hati dan menganggap dirinya 

tidak berarti. Malahan, nama yang diberikan kepada 

dirinya sendiri yaitu  “Frater Sapu.” Martinus wafat 

pada tanggal 3 November 1639. Jenazah orang 

kudus yang dikasihi ini dihantar ke tempat 

pemakaman oleh para uskup serta para bangsawan. 

Mereka semua ingin menyampaikan rasa hormat 

mereka kepada frater yang rendah hati serta kudus 

ini. Santo Martinus dinyatakan kudus oleh Paus 

Yohanes XXIII pada tahun 1962.

L: seorang bruder mulato; P: 3 Nopember

639

SANTO MARTINUS dari TOURS (315-397)

Santo Martinus dilahirkan di Sabaria, 

Hungaria pada tahun 315. Ayahnya seorang perwira 

Romawi. Tidak seorang 

pun dari kedua 

orangtuanya yang 

beragama Kristen, namun  

Martinus merasakan 

adanya panggilan yang 

kuat dari lubuk hatinya 

untuk menjadi pengikut 

Kristus. Pernah suatu hari 

saat  usianya sepuluh 

tahun, Martinus diam-

diam pergi  dari 

rumahnya dan mengetuk 

pintu sebuah gereja 

Katolik. Dia belajar iman 

Katolik secara sembunyi-

sembunyi susaha  ia bisa 

dibaptis. saat  berusia 15 tahun, Martinus dipaksa 

masuk angkatan bersenjata Romawi, padahal 

Martinus tidak suka orang saling membunuh dalam 

peperangan. 

Suatu malam di musim dingin, Martinus 

berjumpa dengan seorang pengemis berpakaian 

compang-camping yang menggigil kedinginan. 

Martinus menghentikan kudanya dan melepaskan 

mantol wol-nya yang indah. Dengan pedangnya Ia 

menyobek mantolnya itu menjadi dua bagian dan 

kemudian memberikan yang sebagian kepada si 

pengemis yang segera menerimanya dengan 

gembira. Malam itu Martinus bermimpi. Dalam 

mimpinya Yesus mengenakan belahan mantolnya 

yang ia berikan kepada si pengemis! Yesus berkata 

640

kepada para malaikat dan para kudus yang 

mengelilinginya kataNya, "Lihat mantol yang 

diberikan Martinus kepadaKu, padahal ia masih 

seorang katekumen (= pengikut pelajaran agama 

Katolik) dan belum dibaptis!" saat  Martinus 

bangun, ia segera mohon dibaptis. Martinus 

mengundurkan diri dari dinas ketentaraan, sebab 

katanya, "Aku ini laskar Kristus, sebab  itu tidak 

patut aku berperang." Santo Martinus kemudian 

menjadi seorang imam dan seorang uskup yang 

hebat. Ia senantiasa membagikan cinta kasihnya 

yang besar kepada siapa saja. saat  Santo Martinus 

wafat di Tours, Perancis, pada tahun 397, ia 

dimakamkan di Pemakaman Kaum Miskin. Pestanya 

dirayakan tanggal 11 November.

Martinus de Tours (315-397), biarawan dan 

uskup; lahir di Sabaria (Hungaria) dan 

meninggal di Tours (Perancis). L: seorang 

perwira Romawi menunggang kuda, membagi 

dua mantelnya dan memberikannya sebagian 

kepada seorang pengemis.

SANTO MATIAS  RASUL

Santo Matias yaitu  salah seorang dari 

ketujuh puluh dua murid Kristus. Ia menjadi 

pengikut Kristus sejak Kristus tampil di hadapan 

orang banyak. Santo Petrus meminta keseratus dua 

puluh murid untuk bersekutu dalam doa guna 

memilih seorang rasul untuk menggantikan Yudas. 

Hal ini amatlah penting sebab  calon yang terpilih 

nantinya akan menduduki jabatan uskup, sama 

seperti para rasul lainnya. Petrus mengatakan bahwa 

calon haruslah orang yang senantiasa bersama 

Yesus sejak dari pembaptisan-Nya di Sungai Yordan 

hingga kebangkitan-Nya.

641

Bab pertama dalam Kisah Para Rasul 

mengisahkan bahwa para murid mengusulkan dua 

nama. Yang satu Matias, dan yang 

lain Yusuf, yang disebut juga 

Barsabas atau Yustus. Keduanya, 

baik Matias maupun Yusuf, amat 

dihormati oleh para pengikut 

Kristus. Jadi, sekarang mereka 

memiliki dua calon untuk 

menggantikan Yudas; padahal 

mereka hanya membutuhkan 

seorang saja. Jika demikian, apa 

yang harus dilakukan? Sederhana 

saja. Mereka berdoa dan 

membuang undi. Matias-lah yang 

terpilih. 

Santo Matias yaitu  

seorang rasul yang amat baik. Ia 

mewartakan Kabar Gembira di 

wilayah Yudea. Kemudian, ia 

melanjutkan perjalanannya ke 

Cappadocia (sekarang Turki). 

Banyak orang mendengarkan Matias. Mereka 

percaya akan pesannya yang mengagumkan. Para 

musuh Kristus amat geram melihat orang banyak 

mendengarkan Matias. Mereka berusaha 

menghentikannya. Akhirnya, Matias wafat sebagai 

martir.  

SANTA MATILDA (895-968)

Santa Matilda dilahirkan sekitar tahun 895, 

sebagai putri dari seorang bangsawan Jerman. 

saat  masih muda usianya, orangtuanya telah 

mengatur pernikahan baginya dengan seorang 

bangsawan bernama Henry. Segera sesudah  mereka 

642

menikah, Henry menjadi raja Jerman. Sebagai ratu, 

Matilda hidup sederhana dengan meluangkan banyak 

waktu untuk berdoa. Setiap 

orang yang melihatnya akan 

melihat bagaimana lemah 

lembut serta baik hatinya ia. 

Ia berperan lebih sebagai 

ibu dibandingkan  sebagai ratu. 

Ratu suka mengunjungi 

serta menghibur mereka 

yang sakit. Ia menolong 

orang-orang di penjara. 

Matilda tidak mau 

memanjakan dirinya oleh 

sebab  kedudukannya, 

melainkan ia berusaha 

untuk memberikan 

pertolongan kepada mereka 

yang membutuhkan. Raja 

Henry menyadari bahwa 

isterinya yaitu  seorang 

yang luar biasa. Berulangkali dikatakan raja kepada 

isterinya bahwa ia menjadi orang yang lebih baik 

serta menjadi raja yang lebih baik oleh sebab  

Matilda yaitu  isterinya. Walaupun perkawinan 

mereka direncanakan oleh orangtua mereka, namun 

Henry dan Matilda saling mengasihi satu sama lain.

Matilda diberi kebebasan mempergunakan 

kekayaan kerajaan untuk karya belas kasihnya dan 

Henry tidak pernah mempertanyakannya. 

Sebaliknya, raja menjadi lebih sadar akan kebutuhan 

rakyatnya. Raja sadar bahwa dengan kedudukannya, 

ia memiliki  kuasa untuk meringankan beban 

penderitaan rakyat. Pasangan ini  hidup 

berbahagia selama duapuluh tiga tahun. Kemudian 

Raja Henry meninggal dunia secara tiba-tiba pada 

643

tahun 936. Ratu merasa teramat sedih atas 

kepergian suaminya. Ia kemudian memutuskan 

untuk hidup bagi Tuhan saja. Demikianlah ratu 

meminta imam untuk mempersembahkan Misa bagi 

keselamatan jiwa Raja Henry. Lalu ratu memberikan 

seluruh perhiasan yang dikenakannya kepada imam. 

Dengan berbuat demikian, ia hendak menunjukkan 

tekadnya untuk sejak saat itu meninggalkan segala 

urusan duniawi.

Meskipun ia seorang kudus, Matilda juga 

melakukan suatu kesalahan besar. Ia lebih berpihak 

kepada puteranya, Henry, dibandingkan  puteranya yang 

lain, Otto, dalam perjuangan mereka 

memperebutkan tahta kerajaan. Ia menyesal telah 

melakukan kesalahan seperti itu. Ia berusaha 

memperbaiki kesalahannya dengan menerima tanpa 

berkeluh-kesah segala penderitaan yang harus 

ditanggungnya. sesudah  tahun-tahun dilewatinya 

dengan melakukan karya belas kasih dan silih, Santa 

Matilda wafat dengan tenang pada tahun 968. Ia 

dimakamkan disamping suaminya.

SANTO MATIUS RASUL

 Matius yaitu  seorang pemungut cukai di 

kota Kapernaum, kota di mana Yesus tinggal. Matius 

seorang Yahudi, namun  ia bekerja untuk kepentingan 

bangsa Romawi yang menjajah bangsa Yahudi. Oleh 

sebab itu, orang-orang sebangsanya tidak menyukai 

Matius. Mereka tidak mau berhubungan dengan 

“orang-orang berdosa” seperti Matius si pemungut 

cukai. 

 Namun, Yesus tidak berpikir demikian 

terhadap Matius. Suatu hari, Yesus melihat Matius 

duduk di rumah cukai dan Ia berkata, “Ikutlah Aku.” 

Sesaat  itu juga Matius meninggalkan uang serta 

644

jabatannya untuk mengikuti Yesus. Yesus kelihatan 

demikian kudus dan bagaikan seorang raja. Matius 

mengadakan suatu 

perjamuan besar bagi-

Nya. Ia mengundang 

teman-teman lain yang 

seperti dirinya untuk 

bertemu dengan Yesus 

serta mendengarkan 

pengajaran-Nya. 

Sebagian orang Yahudi 

menyalahkan Yesus 

sebab  makan bersama 

dengan oang-orang yang 

mereka anggap orang 

berdosa. namun , Yesus 

sudah siap dengan suatu 

jawaban. “Bukan orang 

sehat yang memerlukan 

tabib, namun  orang sakit. 

Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, 

melainkan orang berdosa." 

 saat  Yesus kembali ke surga, Santo Matius 

tinggal di Palestina. Ia tetap tinggal di sana 

beberapa waktu lamanya untuk mewartakan Kristus. 

Kita mengenal Injil Matius, yang yaitu  kisah Yesus 

serta ajaran-ajaran-Nya. St. Matius mewartakan 

Yesus kepada kaum sebangsanya. Kristus yaitu  

Mesias yang dinubuatkan para nabi akan datang 

untuk menyelamatkan kita. sesudah  mewartakan Injil 

kepada banyak orang, hidup St. Matius berakhir 

sebagai seorang martir iman yang jaya.

Mateus (abad ke-1), Rasul dan pengarang Injil; 

pelindung pegawai pajak dan bea cukai. A: 

karunia Tuhan (H); L: manusia bersayap; P: 21 

September

645

SANTA MAURA († 850)

Puteri bangsawan di Troyes (Perancis) ini 

hidup sederhana, banyak berdoa dan bermatiraga 

sambil menjahit pakaian untuk ibadat. Ia dihormati 

sebagai santa pelindung para pencuci.

P: 21 September

SANTO MAURITIUS († 302)

Perwira tinggi angkatan perang Romawi yang 

merasal dari Thebais (Mesir) ini bersama banyak 

tentara Kristen lain dihukum mati si ‘ St Moritz’ 

(Swiss). Ia dihormati sebagai santo pelindung 

perwira tentara.

P: 22 September

MAURUS OSB (abad ke-6)

Di kala remaja menjadi murid dan pembantu 

Santo Benediktus. Kelak ia menggantikannya 

sebagai abbas di Subiaco.

P: 15 Januari

SANTO MAXIMINIUS († 347)

Maximinius yaitu  seorang uskup yang hidup 

pada abad keempat. Konon ia dilahirkan di Poitiers, 

Perancis. Sebagai seorang pemuda, ia mendengar 

mengenai seorang uskup yang kudus di Trier, di 

Gaul. Ia pergi ke kota Trier dan menjadi murid St 

Agritius. Uskup yang kudus ini memastikan bahwa 

Maximinius mendapatkan pendidikan yang seksama. 

sesudah  beberapa tahun masa belajar dan persiapan, 

Maximinius ditahbiskan menjadi iman dan kemudian 

ditahbiskan menjadi uskup. Ia diserahi Keuskupan 

Trier. Uskup Agritius amat bersukacita. Ia tahu 

646

bahwa umatnya akan memiliki seorang uskup yang 

mengagumkan.

Maximinius hidup pada masa-masa heboh. 

saat  St  Atanasius  dari Alexandria  , Mesir, dibuang 

ke pengasingan di Trier, St Maximinius yang 

menyambutnya. Ia melakukan segala yang dapat 

dilakukan demi menolong Atanasius dan menjadikan 

masa pengasingannya sedikit lebih ringan. Seorang 

uskup lain yang gagah berani pada masa itu, St 

Paulus, Uskup Konstantinopel, juga dilindungi oleh 

St Maximinius dari murka Kaisar Konstantius. St 

Atanasius menulis bahwa Uskup Maximinius seorang 

yang gagah berani dan kudus. Ia mengatakan bahwa 

Maximinius bahkan terkenal sebagai seorang pekerja 

ajaib. Meski diyakini bahwa Uskup Maximinius 

banyak menulis, namun karya-karyanya telah 

hilang. Yang tinggal yaitu  kenangan akan 

dedikasinya kepada Yesus dan kepada Gereja. Sebab 

ia seorang yang agung, ia siap sedia berdiri teguh 

melawan mereka yang menganiaya Gereja. Ia siap 

sedia pula melindungi para uskup yang gagah berani 

yang mengalami penganiayaan akibat intrik-intrik 

politik. Maximinius tak gentar membahayakan diri, 

meski itu berarti kehilangan kedudukan atau bahkan 

nyawa, jika perlu. Ia wafat sekitar tahun 347.

P: 29 Mei

SANTO MAXIMILIANUS MARIA KOLBE OFM

(1894-14 Agustus 1941)

Raymond Kolbe dilahirkan di Polandia pada 

tahun 1894. Ia bergabung dengan Ordo Fransiskan 

pada tahun 1907 dan memilih nama seperti kita 

mengenalnya sekarang: Maximilianus. Maximilianus 

amat mencintai panggilannya  dan secara istimewa 

ia mencintai Santa Perawan Maria. Ia 

647

menambahkan nama “Maria” pada namanya saat  

ia mengucapkan kaul agungnya pada tahun 1914. 

Pastor Maximilianus Maria yakin bahwa dunia abad 

keduapuluh  membutuhkan Bunda Surgawi mereka 

untuk membimbing serta melindunginya. Ia 

mempergunakan media cetak agar  Maria lebih 

dikenal luas. Ia bersama 

dengan teman-teman 

Fransiskannya menerbitkan 

bulletin yang terbit dua bulan 

sekali yang segera saja 

tersebar dan dibaca orang di 

seluruh dunia.

Bunda Allah 

memberkati karya Pastor 

Maximilianus Kolbe. Ia 

membangun sebuah biara 

besar di Polandia. Biara 

ini  dinamainya “Kota 

Immaculata”. Pada tahun 

1938, delapan ratus biarawan 

Fransiskan tinggal serta 

berkarya  di sana untuk 

mewartakan kasih sayang Maria. Pastor Kolbe juga 

membangun sebuah Kota Immaculata di Nagasaki, 

Jepang. Dan sebuah lagi dibangunnya di India. Pada 

tahun 1938, Nazi menyerbu Kota Immaculata 

Polandia. Mereka menghentikan karya 

mengagumkan yang berlangsung di sana. Pada 

tahun 1941, kaum Nazi menangkap Pastor Kolbe. 

Mereka menjatuhkan hukuman kerja paksa di 

Auschwitz. Pastor Kolbe telah berada di Auschwitz 

selama tiga bulan lamanya saat  seorang tahanan 

berhasil melarikan diri. Para Nazi menghukum 

tahanan yang tersisa oleh sebab  tahanan yang 

melarikan diri ini . Mereka memilih secara acak 

648

sepuluh orang tahanan untuk dihukum mati dalam 

bunker kelaparan. Seluruh tahanan berdiri tegang 

sementara sepuluh orang ditarik keluar dari barisan. 

Seorang tahanan yang terpilih, seorang pria yang 

telah menikah dan memiliki  keluarga, merengek 

serta memohon dengan sangat agar diampuni demi 

anak-anaknya. Pastor Kolbe, yang tidak terpilih, 

mendengarnya dan hatinya tergerak oleh belas 

kasihan yang mendalam untuk menolong tahanan 

yang menderita itu. Ia maju ke depan dan bertanya 

kepada komandan apakah ia dapat menggantikan 

tahanan ini . Sang komandan setuju dengan 

permintaannya.

Pastor Kolbe dan para tahanan yang lain 

digiring masuk ke dalam bunker kelaparan. Mereka 

tetap hidup tanpa makanan atau pun air selama 

beberapa hari. Satu per satu, sementara mereka 

mati kelaparan, Pastor Kolbe menolong serta 

menghibur mereka. Ia yang terakhir meninggal. 

Suatu suntikan carbolic acid mempercepat 

kematiannya pada tanggal 14 Agustus 1941. 

Dibeatifikasi pada tanggal 17 Oktober 1971. Ia 

dinyatakan kudus dan martir oleh Paus Yohanes 

Paulus II pada tahun 1982, dan dipestakan pada 

tanggal yang sama.

“Kebencian bukanlah kekuatan yang membangun. Hanya 

kasih merupakan kekuatan yang membangun.” ~ St. 

Maximilianus Kolbe

MAXIMILIANUS († 295)

Anak tentara veteran Romawi ini tidak mau 

menjadi tentara, sebab  taat kepada agama dan 

menganggap tentara lazimnya banyak membuat 

dosa. Kepada hakim ia mengatakan: “Angkatan 

649

perang saya ialah angkatan perang Tuhan. Saya 

tidak dapat berperang untuk kepentingan duniawi.” 

Ayahnya menolak desakan hakim susaha  mengubah 

pandangan puteranya itu. Waktu Max diancam 

hukuman mati, ia berkata lantang: “Saya tidak akan 

mati. Pada saat saya meninggalkan dunia ini, saya 

akan bersatu dengan Kristus Tuhanku.” Ia dipenggal 

di pinggiran kota Kartago (Tunisia).

P: 12 Maret

MAXIMOS (580-662)

yaitu  bekas sekretaris Negara yang 

kemudian menjadi biarawan dan pembela iman 

melawan bidaah yang didukung oleh kalangan 

istana. Ia begitu gigih mendukung Paus Martin I, 

walaupun sudah dibuang, sehingga lidah dan tangan 

kanan imam yang sudah berusia 82 tahun itu 

dicederai atas perintah kaisar. Maximos menulis 

banyak artikel  teologi, mistik dan askese untuk 

membela iman yang benar, sehingga ia dijuluki 

‘confessor’ (saksi).

A: yang terbesar, termulia; P: 13 Agustus

MAYOLUS (MAYEUL) (906-994)

Susaha  tidak dipilih menjadi uskup, ia masuk 

biara. Di biara ini ia diangkat menjadi abbas dan 

memperbaharui banyak biara. Mayolus begitu saleh, 

rendah hati dan pandai, sehingga hampIr saja ia 

dipilih menjadi paus. namun  ia memprotes keras.

P: 11 Mei

650

MECTHILDA (1241-1298)

Berasal dari Hackeborn. Guru Santa Getrud 

Agung ini dikenal sebagai biarawati di Helfta 

(Jerman) yang dikaruniai pengalaman mistis.

B: Matilda; P: 19 Nopember

MEINRAD († 816)

Biarawan Benediktin ini meninggalkan 

biaranya untuk bertapa di pegunungan Swiss. Ia 

menemui ajalnya sebab  dibunuh oleh perampok. 

Pertapaannya menjadi salah satu biara yang 

termasyur di dunia ini; Einsiedeln – tempat jiarah 

kepada Bunda Maria yang sangat dihormati oleh 

Meinrad.

P: 21 januari

MELANIA (383-439)

Dimata dunia, Melania sangat beruntung 

memiliki  orangtua nigrat, kaya-raya dan beriman 

teguh. Maka sejak kecil ia dididik secara Kristen. Ibu 

ayahnya, yang bernama Melania pula (342-409), 

yaitu  orang kudus juga. Sesuai dengan adat-

istiadat bangsawan, Melania dinikahkan dengan 

sepupunya, yaitu Pinianus, sekalipun gadis yang 

baru berusia 13 tahun ini tidak setuju. Melania 

mendapat banyak tentangan dari famili sebab  

hidupnya yang penuh pengabdian. namun  sesudah  

kedua anaknya dipanggil Tuhan, orangtua Melania 

dapat menerima baik, bahkan mengikuti cara 

hidupnya. Mereka beramal untuk Gereja dan kaum 

miskin. Kekayaan mereka dijual untuk 

membebaskan ratusan budak belian.

651

saat  Roma di serang tentara Visigoth, 

Melania bersama suaminya mengungsi di Thagaste 

(Afrika). Sebab, disana mereka memiliki tanah yang 

luas. Namun mereka tidak menetap di Afrika, 

melainkan pindah ke Yerusalem untuk meneruskan 

karya amal. Lima tahunkemudian (432) Pinianus 

dipanggil Tuhan. Lalu Melania mengumpulkan 

wanita-wanita yang memiliki  semangat 

pengabdian di gunung Zaitun. Ia membangun dua 

biara serupa di Afrika, satu untuk pria dan yang lain 

untuk wanita. Sebagian besar waktunya 

dipergunakan untuk menyalin artikel -artikel . Ia 

menjalin hubungan baik dengan Santo Paulinus dari 

Nola (masih familinya juga), Santo Agustinus dan 

Santo Hieronimus. Pada tahun 439 ia merayakan 

pesta Natal di Bethlehem dan seminggu kemudian 

meninggal.

Melania Muda (383-439), isteri, janda dan 

biarawati; lair di Roma dan meninggal di 

Bethlehem. Ia dihormati sebagai pelindung 

karya amal yang diselenggarakan oleh wanita 

awam. B: Lanny, Melly, Nia. P: 31 Desember

Melania Tua (342-409), janda dan nenek St. 

Melania Muda; lahir di Roma dan meninggal di 

Yerusalem. Ia menjadi rubiah di Mesir dan 

pendiri biara untuk pria dan wanita di 

Yerusalem; P: 8 Juni.

SANTO MELETIUS (12 Feruari 381)

Pada abad keempat, Meletius dipanggil untuk 

menggembalakan Gereja. Penganiayaan Romawi 

telah usai dan Konstantinus telah mengakui 

kekristenan sebagai agama yng sah pada tahun 315. 

Jadi, apakah yang membuat pelayanan Meletius 

begitu sulit? Awan badai berkumpul dalam Gereja. 

Sebagian menganggap diri Katolik, sebagian Arian. 

Bidaah Arian menyangkal bahwa Yesus yaitu  

652

Tuhan. Sebagian orang mempercayai kesesatan ini 

sebab hal-hal tidak begitu jelas bagi mereka pada 

waktu itu.

Uskup Meletius mencintai Gereja dan setia 

kepada Yesus. Ia percaya bahwa Yesus yaitu  

Tuhan dan sadar bahwa Gereja harus berbicara jelas 

mengenai siapa Yesus. Meletius ditahbiskan menjadi 

Uskup Antiokhia pada tahun 361. Kaum Arian 

menjadi berang. Selama duapuluh tahun berikutnya, 

Meletius yaitu  seorang uskup yang sabar dan 

penuh kasih. namun  hidupnya dipersulit oleh orang-

orang yang tidak menerimanya. Ia kerap harus 

menyingkir ke tempat persembunyian sebab orang-

orang lain mengklaim diri sebagai uskup di 

keuskupannya. namun  St Meletius yaitu  uskup yang 

sebenarnya; dan ia akan dengan penuh kesabaran 

kembali sesegera mungkin. saat  Kaisar Valens 

wafat pada tahun 378, kaum Arian mengakhiri 

penganiayaan mereka.

Pada tahun 381 diselenggarakanlah suatu 

pertemuan Gereja yang besar, yang dikenal sebagai 

Konsili Konstantinopel. Para uskup hendak 

membicarakan kebenaran-kebenaran penting iman 

kita. Uskup Meletius membuka pertemuan-

pertemuan dalam Konsili Gereja dan memimpin 

sidang. Kemudian, menjadi kesedihan semua uskup, 

ia wafat di sana, di salah satu pertemuan.

Santo-santo besar seperti Yohanes 

Krisostomus dan Gregorius dari Nyssa ikut ambil 

bagian dalam Misa Pemakaman bersama segenap 

uskup yang hadir dalam Konsili. Jemaat 

Konstantinopel berbondong-bondong datang ke 

gereja pula. St Gregorius dari Nyssa yang 

menyampaikan homili pemakaman. Ia berbicara 

mengenai seorang uskup yang lemah lembut, yang 

seperti Kristus, dan yang dikasihi semua orang. Ia 

653

benar; semua orang yang mencintai Gereja 

mengasihi St Meletius. St Gregorius berbicara 

mengenai ketenangan dan senyumnya yang hangat, 

suara kebapakan dan sentuhan kasih Uskup 

Meletius. Uskup kudus ini wafat pada tanggal 12 

Februari 381.

MENAS († 303)

Semula yaitu  penjaga unta di Mesir. 

Kemudian ia menjadi perwira Romawi dan mati 

sebagai saksi iman di Turki. Jenasahnya dikuburkan 

di Karm Aba Mina yang sampai kini menjadi tempat 

jiarah yang ramai.

P: 11 Nopember

MERKURIUS († 300)

Ia dan kawan-kawannya yaitu  anggota 

kesatuan tentara yang bertugas menjaga tahanan 

Kristen yang dihukum mati. Merekalah tentara yang 

lebih menjunjung tinggi suara hati dibandingkan  perintah 

atasan. Mereka bertobat berkat dorongan 

keberanian iman tahanan mereka, sehingga 

dipenggal bersama-sama dengan mereka di Lentini 

(Italia).

P: 14 Juni

SANTO METODIUS († 14 Juni 847)

Santo Metodius hidup pada abad kesembilan. 

Ia lahir dan dibesarkan di Sisilia. Metodius 

mengenyam pendidikan tinggi dan ia menghendaki 

jabatan yang sesuai untuknya. Sebab itu, ia 

memutuskan untuk berlayar ke Konstantinopel agar 

dapat memperoleh kedudukan penting di istana 

654

kaisar. Dalam perjalanannya ke sana, ia bertemu 

dengan seorang biarawan kudus yang berbincang 

dengannya dalam suatu percakapan yang panjang 

serta mendalam. 

Segala pertanyaan 

tentang Tuhan dan 

kehidupan abadi 

bermunculan dalam 

benak Metodius. 

Biarawan itu 

membantunya sadar 

bahwa guna 

memperoleh sukacita 

sejati dalam hidup, ia 

perlu 

mempersembahkan 

dirinya kepada Tuhan 

dalam hidup religius. 

Jadi, saat  Metodius tiba di Konstantinopel, ia 

melewati istana dan menuju sebuah biara.

Umat Kristiani sedang menghadapi masa-

masa sulit di Konstantinopel. Sebagian berpendapat 

bahwa yaitu  salah memiliki gambar-gambar atau 

pun ikon-ikon religius. Mereka menyangka bahwa 

orang berdoa kepada gambar atau patung, dan 

bukan kepada pribadi yang diwakilinya. Terjadi 

pertikaian sengit dan kaisar ikut campur di 

dalamnya. Ia sependapat dengan orang-orang yang 

beranggapan bahwa gambar dan patung yaitu  

berhala. Sebaliknya, Santo Metodius tidak 

sependapat dengan kaisar. Ia paham betul mengapa 

umat Kristiani membutuhkan gambar dan patung. Ia 

dipilih untuk pergi ke Roma dan mohon Bapa Suci 

untuk menyelesaikan persoalan. saat  ia kembali, 

kaisar menjatuhkan hukuman penjara selama tujuh 

tahun kepadanya. Metodius menderita dalam sel 

655

penjara yang gelap serta pengap, namun demikian 

ia tidak patah semangat. Ia tahu bahwa Yesus akan 

mempergunakan penderitaannya untuk 

menyelamatkan Gereja. 

Akhirnya, pada tahun 842, kaisar wafat. 

Isterinya, Theodora, menggantikannya sebab  

putera mereka masih bayi. Theodora memiliki  

pendapat yang berbeda dari suaminya, sang kaisar. 

Ia berpendapat bahwa orang seharusnya bebas 

mempergunakan patung, ikon dan gambar-gambar 

kudus jika  mereka menghendakinya. Metodius 

dan mereka yang telah lama menderita menjadi 

amat gembira. Sekarang mereka telah bebas. Salah 

seorang yang membuat Santo Metodius paling 

menderita, dikirim ke pembuangan oleh sang ratu. 

Kemudian Metodius diangkat menjadi patriarcha 

(Uskup Gereja Timur) Konstantinopel. Ia amat 

dikasihi umatnya. Santo Metodius menulis karya-

karya indah tentang teologi dan kehidupan rohani. Ia 

juga menuliskan riwayat hidup para kudus dan juga 

sajak. Metodius menjadi patriarcha selama empat 

tahun, lalu wafat pada tanggal 14 Juni 847.

P: 14 Juni

SANTO METODIUS (815-6 April 885) dan 

SANTO SIRILIUS 827-14 Februari 869) 

dari TESALONIKA

Kedua bersaudara ini berasal dari Tesalonika, 

Yunani. Metodius dilahirkan pada tahun 815 dan 

Sirilus pada tahun 827. Keduanya menjadi imam dan 

memiliki keinginan kudus yang sama untuk 

mewartakan iman Kristiani. Mereka menjadi 

misionaris untuk bangsa-bangsa Slav: Moravia, 

Bohemia dan Bulgaria. Beginilah kisahnya: Pada 

tahun 862, hanya tujuh tahun sebelum St. Sirilus 

656

wafat, pangeran Moravia memohon agar para 

misionaris diutus ke negaranya untuk mewartakan 

Kabar Gembira Yesus dan Gereja-Nya. Pangeran 

menambahkan satu 

permohonan lagi, yaitu 

para misionaris ini  

hendaknya berbicara 

dalam bahasa setempat.

Kedua 

bersaudara, Sirilus dan 

Metodius, menawarkan 

diri untuk menjadi 

sukarelawan dan 

diterima. Mereka tahu 

bahwa mereka akan 

diminta untuk 

meninggalkan negeri 

mereka sendiri, bahasa 

serta kebudayaan 

mereka, demi cinta kepada Yesus. Mereka 

melakukannya dengan suka hati. Sirilus dan 

Metodius menciptakan abjad Slav. Mereka 

menerjemahkan Kitab Suci dan liturgi Gereja ke 

dalam bahasa Slav. Oleh sebab  jasa mereka, rakyat 

dapat menerima ajaran Kristiani dalam bahasa yang 

mereka mengerti.

Pada waktu itu, sebagian orang dalam Gereja 

tidak setuju dengan penggunaan bahasa setempat 

dalam liturgi Gereja. Kedua bersaudara itu harus 

menghadapi kritik serta kecaman. Kemudian, 

mereka berdua dipanggil ke Roma untuk menghadap 

Bapa Suci. Orang-orang yang mengecamnya pasti 

akan terkejut dengan jalannya pertemuan ini . 

Paus Adrianus II menunjukkan rasa kagum serta 

terima-kasihnya kepada kedua misionaris ini . 

Ia menyetujui cara-cara yang mereka gunakan 

657

dalam mewartakan iman dan bahkan mengangkat 

mereka berdua menjadi uskup. Sirilus, sang pertapa, 

wafat sebelum ia sempat ditahbiskan menjadi 

Uskup, sementara Metodius kemudian menjadi 

uskup. Sirilus wafat pada tanggal 14 Februari 869. 

Ia dimakamkan di Gereja Santo Klemens di Roma. 

Metodius kembali ke bangsa-bangsa Slav dan 

melanjutkan karyanya selama lima belas tahun lagi 

sebelum akhirnya wafat pada tanggal 6 April 885. 

Pada tanggal 31 Desember 1980, Paus Yohanes 

Paulus II mengangkat Santo Sirilus dan Santo 

Metodius sebagai pelindung Eropa bersama dengan 

Santo Benediktus.

BEATA MICHELINA (1300-1356)

Michelina dilahirkan pada tahun 1300 di 

Pesaro, Italia. Keluarganya kaya dan ia menikah 

dengan seorang kaya pula. Michelina punya 

pembawaan riang gembira. Ia senantiasa tampak 

seperti tidak punya masalah apa pun. namun , saat  

usianya baru dua puluh tahun, suaminya meninggal. 

Tiba-tiba saja, Michelina merasa sendirian di dunia 

ini dengan seorang putera kecil untuk dibesarkan.

Ibu muda ini tampak bersemangat 

menemukan kebahagiaan dari segala yang ada di 

sekelilingnya. Hidupnya menjadi serangkaian pesta 

pora, hura-hura dan santapan mewah. Rasanya ia 

tidak akan pernah puas menikmati segala 

kesenangan yang ditawarkan dunia. sesudah  

beberapa waktu berselang, ia sadar bahwa ia harus 

menyisihkan lebih banyak waktu untuk puteranya. Ia 

juga harus bertanggung jawab atas cara ia 

mempergunakan harta dan waktunya. Ia merasa 

jiwanya kosong. Akhirnya, Michelina mulai tenang 

658

dan menjadi seorang dewasa yang bertanggung 

jawab.

Di Pesaro, tinggallah seorang Fransiskan 

awam yang kudus bernama Syriaca. Ia tahu bahwa 

Michelina yaitu  seorang yang baik yang 

membutuhkan pertolongan serta bimbingan agar 

lebih beriman. Syriaca dan Michelina menjadi 

sahabat. Syriaca memberikan pengaruh yang besar 

kepada sahabatnya itu. Michelina mulai rajin berdoa. 

Ia merawat anaknya dan mengurus rumahnya 

dengan penuh perhatian. Ia melewatkan waktu 

luangnya untuk melayani mereka yang miskin dan 

yang membutuhkan pertolongan. Ia mengunjungi 

mereka yang kesepian dan merawat mereka yang 

terlalu tua atau terlalu sakit untuk dapat mengurus 

dirinya sendiri. Pada akhirnya, ia menjadi seorang 

Fransiskan awam. Awalnya, para sanak saudara 

khawatir saat  ia meninggalkan baju-baju 

mewahnya dan mulai makan makanan sederhana. 

namun  kemudian, mereka yakin bahwa Michelina 

sungguh telah menjadi seorang beriman.

Michelina tinggal di rumah yang sama di 

Pesaro sepanjang hidupnya. Ia wafat pada tahun 

1356 dalam usia lima puluh enam tahun. Untuk 

mengenangnya, penduduk kota Pesaro memasang 

sebuah lampu yang senantiasa menyala di 

rumahnya. Pada tahun 1590, rumah Beata Michelina 

dibangun menjadi gereja.

BEATO MIKAEL AGUSTINUS PRO 

(1891-23 November 1927)

Mikael Pro dilahirkan di Guadalupe, Meksiko 

pada tahun 1891. Ia merupakan seorang martir dari 

abad keduapuluh. Penganiayaan yang dilakukan oleh 

pemerintah Meksiko terhadap Gereja dimulai pada 

659

tahun 1910. Mikael menjalani masa novisiat (masa 

percobaan 1-2 tahun, sebagai latihan rohani 

sebelum mengucapkan 

kaul biara) di Serikat 

Yesus pada tahun 

1911. Waktu itu ia 

seorang pemuda 

berusia duapuluh 

tahun, murah hati, 

pemberani serta penuh 

semangat. Tahun 1914 

revolusi semakin 

hebat. Para novis 

Yesuit diungsikan ke 

luar negeri. Mereka 

dikirim ke seminari-

seminari di luar negeri untuk menempuh pendidikan 

mereka. Mikael menyelesaikan pendidikan imamnya 

di Belgia dan ditahbiskan pada tahun 1926. 

Kesehatan imam muda ini amat buruk. Terutama ia 

mengalami sakit perut berkepanjangan. 

Kepulangannya ke Meksiko merupakan sukacita di 

satu pihak dan derita di lain pihak. Ia melihat 

bagaimana rakyat ditindas oleh pemerintah yang 

seharusnya melayani mereka. Pastor Pro menyadari 

bahwa ia dapat memberikan penghiburan rohani 

kepada mereka. Ia dapat memberikan pengampunan 

bagi dosa-dosa mereka melalui Sakramen 

Rekonsiliasi. Ia dapat memberikan Yesus dalam 

Ekaristi susaha  menjadi sumber kekuatan bagi 

mereka. Dan itu semua ia lakukan. Mikael sangat 

pintar menyamar. Ia menyelinap keluar masuk 

bangunan dan ruangan dan kehidupan. Ia selalu saja 

nyaris tertangkap, saat  kemudian tiba-tiba ia 

menghilang. 

660

Pastro Pro melaksanakan pelayanan 

imamatnya dengan berani hingga 23 November 

1927. Ia tertangkap dan dijatuhi hukuman mati oleh 

sebab  ia seorang imam Katolik. Pastor Pro 

menghadapi regu tembak dengan berani dan 

merentangkan kedua belah tangannya hingga 

seluruh tubuhnya menyerupai sebuah salib yang 

hidup. Kemudian ia berseru dengan suara lantang 

dan nyaring: "Viva Cristo Rey!" (Hidup Kristus sang 

Raja!). Presiden Calles melarang pemakaman secara 

umum bagi Pastor Pro. Ia bahkan mengancam akan 

menghukum siapa saja yang menghadiri 

pemakaman imam yang dihukum mati ini . 

Meskipun begitu, umat bergerombol di sepanjang 

jalan yang akan dilewati jenasah Pastor Pro. Mereka 

berdiri sambil berdoa dalam hati, mengucap syukur 

kepada Tuhan oleh sebab  hidup dan kesaksian 

Mikael Pro. Pastor Pro dinyatakan “beato” oleh Paus 

Yohanes Paulus II pada tanggal 25 September 1988.

MIKAEL GARICOITS (1797-1863)

Ialah mahaguru teologi dan rector seminari 

yang mendirikan Kongregasi Imam Hati Kudus. Ia 

dikenal sebagai pembimbing rohani yang saleh.

P: 14 Mei

MIKAEL MELEINOS (894-961)

yaitu  putera kaisar yang menjadi biarawan 

dan pertapa di gurun pasir. Tahun 922 ia mendirikan 

laura (pertapaan) bagi murid-muridnya. 

P: 12 Juli

MIKAELA DERMAISIERES (1809-1865)

661

Wanita ningrat ini menirikan kongregasi 

suster. Ia meninggal sebab  kejangkitan wabah pes 

sewaktu merawat orang sakit di Valensia (Spanyol).

P: 25 Agustus

MILDRED († 734)

Sesudah menyelesaikan pendidikannya di 

Perancis, puteri raja ini pulang ke Inggeris dan 

menjadi biarawati dalam biara yang didirikan oleh 

ibunya. Sebagai abbas, Mildred terkenal sangat 

ramah dan senantiasa menghibur orang yang 

dirundung kesusahan. Kakaknya, Santa Milburga († 

700), mendirikan biara lain yang kemudian 

dipimpinnya.

P: 13 Juli dan 23 Februari

SANTO PAUS MILTIADES († 314)

Paus ini mengalami baik berakhirnya 

penganiayaan terhadap umat Kristen yang 

dilancarkan oleh Kaisar Romawi Konstantin Agung 

maupun munculnya bidaah-bidaah di dalam Gereja. 

Kaisar menghadiahkan Istana Lateran kepada paus 

yang sampai kini menjadi kediaman dan gereja 

resmi uskup Roma.

P: 10 Desember

MODESTOS († 630)

Bekas abbas dan uskup Yerusalem ini 

membantu dan merawat orang yang terluka dalam 

perang. Ia juga membangun kembali tempat-tempat 

suci. Jenasahnya dimakamkan diatas Bukit Zaitun.

A: yang sopan; P: 17 Desember

662

SANTA MONIKA (331-387)

Monika dilahirkan pada tahun 331 di Tagaste, 

Algeria, Afrika Utara dari keluarga Kristen yang taat. 

Leluhurnya bukan penduduk 

asli Afrika, namun  perantauan 

dari Fenisia. Monika 

dinikahkan dengan Patrisius, 

seorang pegawai tinggi 

pemerintahan kota. Mereka 

dikaruniai 3 orang anak: 

Agustinus, Navigius dan 

Perpetua (yang kelak 

memimpin biara). Patrisius 

seorang kafir. Ia bertabiat 

buruk, suka naik pitam dan 

sering mentertawakan usaha 

keras Monika untuk mendidik 

Agustinus menjadi pemuda 

Kristiani. Meskipun demikian, 

Monika tidak pernah 

membantah ataupun bertengkar dengan 

suaminya.Tak henti-hentinya ia berdoa agar suami 

dan puteranya segera bertobat dan menerima 

Kristus. 

Pada tahun 371 Patrisius meninggal. 

Mendekati ajalnya ia bertobat dan minta di baptis. 

Bahkan ibu Patrisius pun juga dibaptis. Sementara 

itu, Agustinus belum juga mau menjadi seorang 

Kristen. Meski tidak ada tanda-tanda bahwa doanya 

dikabulkan Tuhan, Monika dengan setia tetap berdoa 

untuk Agustinus dengan setiap kali air mata 

mengalir dari kedua matanya. Tuhan mendengarkan 

keluh kesah Monika dan menguatkannya dengan 

suatu mimpi. Dalam mimpinya, Monika melihat 

dirinya sendiri berada di atas sebuah mistar dari 

kayu, kemudian datanglah seorang pemuda yang 

663

berseri-seri dan bercahaya wajahnya. Pemuda itu 

bertanya, “Mengapa ibu bersedih? Apa yang 

memicu  ibu menangis setiap hari?” Monika 

menjawab bahwa ia sedih sebab  tidak tahan 

melihat kebinasaan Agustinus, puteranya. Maka 

pemuda itu mengajak Monika untuk melihat dengan 

seksama. Segeralah terlihat oleh Monika bahwa 

Agustinus ada bersamanya di atas mistar. Kata 

pemuda itu, “Di mana engkau berada, ia pun 

berada.”

Telah lama waktu berlalu sejak mimpinya itu, 

namun Agustinus masih juga hidup dalam dosa. Oleh 

sebab  itu Monika terus datang kepada Bapa Uskup 

memohon-mohon dan mendesak-desak dengan air 

mata bercucuran supapa Uskup mau menengok dan 

menasehati Agustinus. Lama-kelamaan Uskup 

menjadi bosan dan kehilangan kesabarannya, 

sehingga ia berkata, “Pergilah, jangan 

menggangguku; demi hidupmu tak mungkinlah 

binasa anak sekian banyak air mata itu!” Monika 

amat gembira sebab ia percaya pada apa yang 

dikatakan Bapa Uskup bahwa Agustinus tidak 

mungkin binasa.

Pada tahun 383 Agustinus bersama Alypius, 

sahabatnya, hendak berangkat ke Roma dan Milan 

untuk mengajar. Monika tidak setuju sebab  waktu 

itu Roma buruk peradabannya. Di pantai menjelang 

keberangkatannya, Monika menawarkan hanya dua 

pilihan kepada Agustinus: pulang dengannya atau 

Monika ikut dengan Agustinus ke Italia. Dengan tipu 

dayanya Agustinus meninggalkan ibunya seorang diri 

di kapel Beato Cyprianus yang terletak di tepi pantai, 

sementara ia dan Alypius berlayar ke Italia. Monika 

amat sedih, seorang diri ia menyusul Agustinus ke 

Italia. Penderitaan berat ditanggungnya terutama 

sebab  kapal yang ditumpanginya hampir karam 

664

sebab  badai. Tuhan menguatkan Monika dengan 

janji-Nya bahwa ia akan bertemu dengan puteranya 

sesampainya di Italia. 

Monika bersahabat baik dengan St. Ambroius, 

Uskup kota Milan. Agustinus mulai tertarik dengan 

khotbah dan ajaran-ajaran Uskup Ambrosius hingga 

akhirnya dibaptis. Dua bulan kemudian, yaitu bulan 

Juni tahun 387 Agustinus, Alypius & Monika 

berencana pulang kembali ke Tagaste, Afrika. Dalam 

perjalanan pulang mereka singgah di Ostia, di dekat 

muara sungai Tiber. Monika dan Agustinus berdua 

saja berdiri bersandar pada jendela rumah 

persinggahan mereka. Mereka terlibat dalam 

pembicaraan yang sangat menarik mengenai seperti 

apa kiranya kehidupan para kudus di surga. Diliputi 

rasa bahagia yang amat sangat Monika berkata 

kepada Agustinus, “Anakku, bagiku tidak ada lagi 

yang dapat memukauku dalam kehidupan ini. Apa 

lagi yang dapat kuperbuat di dunia ini? Untuk apa 

aku di sini? Entahlah, tak ada lagi yang kuharapkan 

dari dunia ini. Ada satu hal saja yang tadinya masih 

membuat aku ingin tinggal cukup lama dalam 

kehidupan ini, yaitu melihat engkau menjadi Kristen 

Katolik sebelum aku mati. Keinginanku sudah 

dikabulkan sevara berlimpah dalam apa yang telah 

diberikan Allah kepadaku: kulihat kau sudah sampai 

meremehkan kebahagiaan dunia ini dan menjadi 

hamba-Nya. Apa yang kuperbuat lagi di sini?” 

Lima hari kemudian Monika jatuh sakit. 

Kepada kedua puteranya, Agustinus dan Navigius, 

Monika berpesan, “Yang kuminta kepada kalian 

hanyalah susaha  kalian memperingati aku di altar 

Tuhan di mana saja kalian berada.” Hanya susaha  ia 

diingat di altar-Mu, itulah keinginannya. Sebab ia 

telah melayani altar itu tanpa melewati satu hari 

pun. Pada hari yang kesembilan Monika wafat dalam 

665

usia 56 tahun. Santa Monika dihormati sebagai 

pelindung ibu rumah tangga. Pestanya dirayakan 

setiap tanggal 27 Agustus.

Monika (331-387), ibu Santo Agustinus; Lahir 

di Thagaste (Afrika) dan meninggal di Ostia 

(Italia). Ia di hormati sebagai pelindung para 

ibu rumah tangga. B: Moni, Monique; P: 27 

Agustus

SANTO MONTANUS, SANTO LUCIUS, dkk († 

259)

Kaisar Valerianus menganiaya umat Kristiani 

dengan bengis sepanjang masa Gereja awali. Ia 

meluluskan eksekusi St Siprianus pada bulan 

September 258. Pejabat Romawi yang menjatuhkan 

hukuman mati kepada St Siprianus tewas tak lama 

sesudahnya. Pejabat yang baru, Solon, nyaris 

menjadi kurban dari suatu pemberontakan yang 

menyangkut suatu persekongkolan untuk 

menghabisi nyawanya. Tampaknya Solon mencurigai 

persekongkolan ini sebagai bentuk balas dendam 

atas kematian St Siprianus. Ia menangkap delapan 

orang tak bersalah. Semuanya yaitu  orang-orang 

Kristen, sebagian besar yaitu  kaum klerikus, dan 

semuanya yaitu  pengikut setia St Siprianus.

Tahanan Kristen itu dijebloskan ke dalam 

penjara bawah tanah yang gelap di Kartago 

(Tunisia). Mereka mendapati orang-orang lain yang 

mereka kenal ada dalam penjara. Kotor dan pengap 

melingkupi kelompok tahanan ini. Mereka sadar 

bahwa mereka akan segera menghadapi kematian 

dan kebakaan. Orang-orang Kristen itu ditahan 

berbulan-bulan lamanya dalam penjara. Mereka 

dipaksa bekerja di siang hari, dan tanpa sebab 

seringkali tak diberi makan dan minum. Dalam 

situasi yang tak berperikemanusiaan macam itu, 

komunitas kecil umat Kristen ini bersatu padu dan 

saling tolong-menolong satu sama lain. Yang awam 

666

melindungi para uskup, imam dan diakon yang 

secara istimewa merupakan sasaran kekejian kaisar.

saat  tahanan Kristiani pada akhirnya 

dibawa ke tempat pelaksanaan hukuman mati, 

masing-masing diijinkan untuk berbicara. Montanus, 

yang tinggi kekar, berbicara dengan gagah berani 

kepada segenap umat Kristiani yang ada di antara 

khalayak ramai. Ia menasehati mereka untuk setia 

kepada Yesus dan untuk lebih memilih mati dibandingkan  

mengingkari iman. Lucius, yang kecil dan rapuh, 

berjalan tertatih-tatih ke tempat eksekusi. Ia lemah 

akibat masa-masa berat dan sulit di penjara. 

Sesungguhnya, ia harus bertopang pada dua teman 

yang membantunya tiba di tempat di mana para 

algojo telah menanti. Mereka yang menyaksikan 

berseru-seru memintanya untuk mengingat mereka 

di surga.

Sementara tahanan Kristen ini seorang demi 

seorang dipenggal kepalanya, khalayak ramai 

semakin berani. Mereka menangisi para martir yang 

menderita ketidakadilan. namun  mereka bersukacita 

juga. Mereka sadar bahwa para martir ini akan 

memberkati mereka dari surga. Montanus, Lucius 

dan kawan-kawannya yaitu Flavianus, Yulianus, 

Viktorikus, Quartillosia, Viktor, Donatian, 

Primolus dan Renus wafat sebagai martir pada 

tahun 259. Pesta/ perayaan memperingati para 

martir ini setiap tanggal 24 Februari.

MOSES / MUSA (± 1250 SM)

Nabi yang membebaskan bani Israel dari 

perbudakan Mesir. Ia menerima pokok Hukum 

Taurat di gunung Sinai dan membimbing bangsanya 

40 tahun lamanya lewat gurun yang penuh ancaman 

bahaya alam maupun musuh.

667

A: yang ditarik dari air (Nil); B: Musa; L: dua 

tanduk dan Kitab Taurat; P: 4 September

MUSA ARAB (372)

yaitu  uskup misionaris yang berani di 

antara suku-suku Badui Arab yang sangat buas di 

sekitar gunung Sinai. 

P: 7 Februari

MUSA HITAM (320-395)

yaitu  seorang pelayan berkebangsaan 

Etiopia. Ia dipecat oleh majikannya sebab  membuat 

banyak ketololan. Lalu Musa menjadi pendekar 

kawanan perampok di Mesir. Sekonyong-konyong ia 

bertobat dan menjadi biarawan yang begitu saleh, 

sehingga dipilih untuk ditahbiskan imam. saat  ia 

mengenakan jubah putih untuk merayakan misa 

pertama, uskup berseru: “Lihatlah, orang hitam ini 

menjadi putih bersih!” Musa menjawab: “Itu bagian 

luar saja! Tuhan lebih tahu, bahwa hatiku masih 

hitam.” Pada waktu suku Berber mengobrak-abrik 

biaranya, ia tidak melawan sedikitpun dan 

membiarkan diri dibunuh. Dibiaranya, Dair al-

Baramus di Wadi Natrun, hingga kini niarawan-

biarawan masih mendendangkan madah pujian 

kepada Tuhan.

P: 28 Agustus

668

N

NABOR dan FELIX († 304)

Dua tentara yang berasal dari Afrika ini saat  

berdinas di Milano (Italia) menolak mengabdi kaisar 

yang kejam terhadap umat Kristen, kemudian 

mereka dihukum mati.

P: 12 Juli

NANETTE JAVOUHEY (1779-1851)

Ialah pendiri konggregasi suster yang bekerja 

di Afrika Barat dan Guyana (Amerika Selatan). Ia 

membebaskan banyak budak Negro dan merawat 

penderita kusta.

NAPOLEON atau NEOPOLUS († 300)

Mengalami siksaan sedemikian kejam di 

Alexandria, sehingga meninggal saat  akan 

dikembalikan ke penjara.

P: 15 Agustus

669

SANTO NARCISSUS († 215)

Narcissus hidup pada abad kedua dan awal 

abad ketiga. Ia yaitu  seorang lanjut usia saat  

ditahbiskan menjadi Uskup Yerusalem. Narcissus 

yaitu  seorang uskup yang sungguh luar biasa. 

Semua orang mengagumi kebajikan-kebajikannya, 

terkecuali mereka yang memilih untuk hidup jahat. 

Tiga musuh Narcissus mendakwanya melakukan 

suatu kejahatan yang mengerikan. Seorang dari 

mereka mengatakan, “Biar aku mati terbakar jika 

apa yang kukatakan tidak benar!” Yang kedua 

mengatakan, “Biar aku terjangkit kusta jika apa 

yang kukatakan tidak benar!” Dan yang ketiga 

mengatakan, “Biar aku menjadi buta jika apa yang 

kukatakan tidak benar!” Namun demikian, tiada 

seorang pun yang mempercayai dusta mereka. 

Orang banyak telah melihat sendiri kebajikan hidup 

Narcissus. Mereka tahu orang macam apa Narcissus 

itu.

Meski tak seorang pun percaya pada fitnah 

keji yang dilontarkan 

terhadapnya, Narcissus 

mempergunakannya 

sebagai alasan untuk 

pergi mengasingkan diri 

di padang gurun. 

Segenap 

kepercayaannya ada 

pada Tuhan, yang ia 

layani dengan begitu 

penuh cinta. Dan Tuhan 

menunjukkan bahwa 

fitnah yang diceritakan 

orang-orang itu sama 

670

sekali tidak benar. Narcissus kembali menjadi Uskup 

Yerusalem, sehingga umatnya bersukacita. Meski ia 

semakin bertambah tua, tampaknya ia semakin 

berkobar-kobar dari sebelumnya. Sesungguhnya, ia 

tampak lebih kuat dari sebelumnya pula, selama 

beberapa tahun sesudahnya. Lalu, ia menjadi terlalu 

lemah untuk melanjutkan karyanya. Ia memohon 

kepada Tuhan agar mengutus seorang uskup untuk 

membantunya. Tuhan kita mengirimkan kepadanya 

seorang kudus lain, Alexander dari Cappadocia. 

Dengan semangat kasih yang bernyala-nyala, 

mereka berdua memimpin keuskupan bersama. 

Narcissus berusia hingga 116 tahun lebih. Ia wafat 

pada tahun 215.

SANTO NEREUS (304), SANTO AKHILLEUS 

(304) dan SANTO PANKRASIUS

Nereus dan Akhilleus yaitu  prajurit Romawi 

yang meninggal sekitar tahun 304. Mereka 

kemungkinan yaitu  para 

pengawal Praetorian di 

bawah Kaisar Trajan. Kita 

mengetahui hanya sedikit 

saja mengenai mereka. 

namun , apa yang kita 

ketahui berasal dari dua 

orang paus yang hidup 

pada abad keempat, Paus 

Siricius dan Paus 

Damasus. Pada tahun 398, 

Paus Siricius mendirikan 

sebuah gereja di Roma 

demi menghormati 

mereka. Paus Damasus 

menuliskan sebuah 

671

catatan pujian bagi kedua martir ini. Beliau 

menjelaskan bahwa Nereus dan Akhilleus 

dipertobatkan kepada iman Kristiani. Mereka 

meninggalkan senjata mereka untuk selamanya. 

Mereka yaitu  para pengikut Kristus yang sejati 

bahkan hingga menyerahkan nyawa. Nereus dan 

Akhilleus dibuang dalam pengasingan ke pulau 

Terracina. Di sana mereka dipenggal kepalanya. 

Pada abad keenam, sebuah gereja kedua dibangun 

di bagian lain Roma demi menghormati kedua martir 

ini.

S. Pankrasius, seorang yatim piatu berusia 

empatbelas tahun, hidup pada masa yang sama. 

Kemungkinan besar ia 

dimartir pada hari yang sama. 

Pankrasius bukanlah seorang 

penduduk asli Roma. Ia 

dibawa ke sana oleh 

pamannya yang 

mengasuhnya. Pankrasius 

menjadi seorang pengikut 

Kristus dan dibaptis. Meski 

masih seorang remaja, ia 

ditangkap sebab  menjadi 

seorang Kristiani. Pankrasius 

menolak untuk menyangkal 

imannya. sebab  itu, ia 

dijatuhi hukuman mati. 

Pankrasius dihukum pancung. 

Ia menjadi seorang martir 

yang sangat populer pada masa Gereja perdana. 

Orang mengaguminya oleh sebab ia begitu muda 

namun begitu berani. Pada tahun 514, sebuah 

gereja besar dibangun di Roma demi 

menghormatinya. Pada tahun 596, seorang 

misionaris terkenal, St Agustinus dari Canterbury, 

672

membawa iman Kristiani ke Inggris. Ia menamai 

gereja pertamanya dengan nama St Pankrasius.

SANTO NERSES (326-373)

Cucu Santo Gregosius Penerang dan ayah 

Santo Isak Agung ini menjadi imam san uskup dari 

Armenia sesudah  istrinya meninggal. Ia membaharui 

cara dan semangat hidup keagamaan, melarang 

perkawinan antar saudara, memajukan pendidikan 

dan mendirikan rumah sakit serta penginapan yang 

baik. sebab  dengan lantang mencela kebobrokan 

cara hidup raja-raja, ia dibuang dan akhirnya 

meninggal diracun. Pesta/ perayaan 

memperingatinya tanggal 19 Nopember.

NESTOR (362)

Pemuda Gaza (Palestina) ini telah disiksa 

sedemikian bengis, sehingga perlu diseret ke tempat 

pelaksanaan hukuman mati. Para penonton begitu 

kasihan, sehingga mereka menuntut ia dibiarkan 

mati saja. Lalu ditinggalkan dan pada malam hari 

dibawa ke rumah seorang Kristen, tempat ia 

meninggal.

P: 8 September

BEATO NICHOLAS ALBERGATI (1375-1443)

Beato Nicholas dilahirkan di Bologna, Italia. 

Keluarganya mampu menyekolahkannya ke 

universitas di mana ia mulai belajar hukum. namun , 

sesudah  beberapa tahun, Nicholas memutuskan untuk 

tidak menjadi seorang pengacara. Di usianya yang 

keduapuluh, ia menggabungkan diri dengan Ordo 

Carthusian. Pada tahun 1417, biarawan Carthusian 

673

ini dipilih menjadi uskup di keuskupan asalnya. 

Nicholas sama sekali tidak mengharapkan hal ini. Ia 

bahkan tak dapat percaya bahwa itu yaitu  

kehendak Allah. namun , para superior berhasil 

meyakinkannya.

Umat menyayangi Uskup Nicholas. Ia tinggal 

di sebuah rumah kecil yang sederhana. Ia sendiri 

pun hidup bersahaja. Ia mulai mengunjungi umat di 

keuskupannya. Pertama-tama, ia pergi kepada 

keluarga-keluarga yang paling miskin. Ia berbincang 

dengan mereka dan 

membantu mereka dalam 

kebutuhan-kebutuhan 

mereka. Ia memberkati 

rumah-rumah mereka. 

Umat amat bersyukur dan 

berterimakasih.

Pada tahun 1426, 

Uskup Nicholas diangkat 

menjadi kardinal. Ia 

dikenal bijaksana dan 

memiliki kehidupan rohani 

yang mendalam. Dua 

orang paus, Paus Martin V 

dan Paus Eugene IV, meminta nasehatnya mengenai 

masalah-masalah penting Gereja. Beato Nicholas 

juga mendorong umat untuk selalu belajar. Ia 

sendiri menulis beberapa buah artikel . Kardinal 

Nicholas wafat, sementara ia dalam suatu kunjungan 

ke Siena, Italia. Paus Eugene IV menginstruksikan 

agar jenazahnya dibawa kembali ke Bologna. Bapa 

Suci sendiri ikut ambil bagian dalam Misa 

Pemakaman dan menghantarnya ke liang lahat. 

Beato Nicholas wafat pada tahun 1443.

674

NIKEPHOROS (758-828)

Pernah menduduki jabatan sekretaris Negara 

dan direktur rumahsakit pusat di Konstantinopel. 

Walaupun masih berstatus awam, ia diangkat oleh 

kaisar menjadi uskup. Akan namun  perintah kaisar 

susaha  membuang semua gambar dari gereja-gereja 

ditentangnya. Akibatnya, ia dipecat dan dibuang.

A: yang membawa kemenangan (Y); P: 2 Juni

NIKETAS († 414)

Uskup misionaris yang giat di Serbia ini 

menulis banyak artikel . Pada artikel  kidungnya yang 

indah ia berpesan: “Nyanyikanlah dengan bijak! 

Artinya, pahamilah apa yang dinyanyikan dan 

selamilah maknanya. Bunyi dan nada harus selaras 

dengan hakekat dan sifat kudus agama, dan bukan 

hanya menyenangkan seperti yang terjadi di teater. 

Kumandangkanlah bersama-sama dan jangan ingin 

menonjolkan diri!” Niketas menciptakan kidung “Te 

Deum” yang termasyur.

A: pemenang (Y); P: 22 Juni

NIKETIUS († 561)

sesudah  menjabat uskup Trier (Jerman) ia 

memperbaharui hidup para imam dan biarawan dan 

membangun kembalai gereja-gereja. namun  sebab  

dengan tegas mengkritik kekejaman para 

bangsawan dan raja Franken, ia dibuang.

P: 3 Oktober

NIKODEMUS (abad ke-1)

Ialah seorang Parisi dan anggota Dewan 

Sanhedrin. Ia mengunjungi Jesus di waktu malam 

menanyakan bagaimana dapat memperoleh 

Kerajaan Allah. Jesus menjawab, bahwa manusia 

675

harus dilahirkan kembali dari air dan Roh. (Yo 3, 1-

21). Ia mengurapi jenasah Jesus dengan minyak 

wangi (Yo 19, 39).

A: yang menang bersama dengan rakyat (Y); P: 

27 Maret

NIKOLAUS

Bentuk-bentuk lain untuk pria: Klaus, Nick, 

Niko, Nikolas, Nikolo, Nils; sedangkan untuk wanita: 

Nicole, Nikola

SANTO NIKOLAUS (abad ke-4)

Santo Nikolaus, seorang santo dari abad 

keempat yang menjadi ilham lahirnya tokoh modern 

bernama Santa Claus atau 

Sinterklas, dilahirkan dekat Myra 

(sekarang Turki). Myra yaitu  

sebuah kota pelabuhan di Laut 

Mediterania dengan jalur 

pelayaran yang ramai yang 

menghubungkan kota-kota 

pelabuhan laut di Mesir, Yunani 

dan Roma. Kapal-kapal yang 

lalu lalang penuh dengan 

muatan beras serta berbagai 

macam barang, tiba dengan 

selamat di pelabuhan, sesudah  

terlepas dari bahaya badai dan 

bajak laut. 

Nikolaus berasal dari salah satu keluarga 

pedagang kaya di Myra. Namun demikian, ia 

bukanlah anak yang dimanjakan oleh keluarganya. 

676

Ayah dan ibunya mengajarkan kepadanya untuk 

bersikap murah hati kepada orang lain, terutama 

kepada mereka yang membutuhkan pertolongan. 

Dari situ Nikolaus belajar bahwa menolong orang 

lain menjadikan jiwa bertambah kaya. Suatu hari, 

secara kebetulan, Nikolaus mendengar tentang 

seorang kaya di Myra yang jatuh miskin sebab  

usahanya bangkrut. Bapak itu memiliki tiga orang 

anak gadis yang cantik, yang sudah cukup usianya 

untuk menikah. namun  ia tidak memiliki  cukup 

uang untuk menikahkan anak-anak gadisnya. Lagi 

pula, pikirnya, siapa yang mau menikahi mereka 

sebab  ayahnya sudah jatuh miskin? sebab  sudah 

tidak punya uang lagi untuk membeli makanan, ayah 

yang putus asa itu memutuskan untuk menjual salah 

seorang anak gadisnya sebagai budak. Setidak-

tidaknya anggota keluarga yang lain dapat bertahan 

hidup, demikian pikirnya.

Malam sebelum anak gadis yang sulung 

dijual, Nikolaus dengan satu tas kecil berisi emas di 

tangannya,  mengendap-endap masuk halaman 

rumah mereka, melemparkan tas yang dibawanya 

melalui jendela yang terbuka, dan sekejap kemudian 

menghilang dalam kegelapan malam.  Keesokan 

harinya, sang ayah menemukan tas berisi emas 

tergeletak di lantai dekat tempat tidurnya. Ia tidak 

tahu dari mana datangnya. “Mungkin ini emas 

palsu,” pikirnya.namun  sesudah  diujinya, ia tahu 

bahwa itu sungguh-sungguh emas. Ia meneliti daftar 

teman serta rekan dagangnya. Tak seorang pun dari 

mereka yang mungkin memberikan emas itu 

kepadanya. Sang ayah jatuh bersimpuh dengan air 

mata mengalir deras membanjiri pipinya. Ia 

mengucap syukur kepada Tuhan atas anugerah-Nya 

yang indah ini. Semangatnya bangkit kembali 

sesudah  padam sekian lama, sebab  seseorang 

677

secara tak disangka-sangka berbelas kasih 

kepadanya. Ia mempersiapkan pernikahan putri 

sulungnya. Masih tersisa cukup uang bagi mereka 

semua untuk hidup selama hampir setahun. 

Seringkali ia bertanya-tanya: siapa gerangan yang 

memberinya emas?

Dengan berakhirnya tahun, keluarga mereka 

tidak lagi memiliki apa-apa. Sang ayah, yang sekali 

lagi putus asa dan tidak menemukan adanya jalan 

keluar, memutuskan aga