kan kembali di dalam gereja di
Roskilde (Denmark).
P: 25 Oktober
MARGARETA (1242-1270)
Puteri raja Hungaria dan keponakan Santa
Elisabet ini dua kali menolak dinikahkan dengan
seorang raja. Ia memilih menjadi biarawati.
Sekalipun menderita banyak, namun ia selalu
bersikap ramah.
588
P: 18 Januari
MARGARETA (1247-1297)
Menjadi selir seorang bangsawang di Cortona
(Italia) selama sembilan tahun. Melihat mayat
suaminya memar penuh luka akibat pembunuhan,
Margareta bertobat. Kemudian ia membesarkan
puteranya dengan baik. Ia berbuat amal, mendirikan
rumah sakit, dan banyak berdoa, sehingga banyak
orang berdosa yang bertobat. Margareta dikaruniai
penglihatan dan rahmat mistik.
P: 22 Februari
SANTA MARGARETA BOURGEOYS
(17 April 1620-12 Januari 1700)
St. Margareta dilahirkan di Troyes, Perancis,
pada tanggal 17 April tahun 1620, namun
melewatkan sebagian
besar dari delapan puluh
tahun usianya di
Montreal, Kanada.
Margareta yaitu anak
keenam dari duabelas
bersaudara.
Orangtuanya yaitu
orang-orang yang saleh.
saat Margareta
berumur sembilan belas
tahun, ibunya meninggal
dunia. Margareta
mengambil alih tugas
merawat adik-adiknya.
Ayahnya meninggal
589
dunia saat ia berumur duapuluh tujuh tahun. Adik-
adiknya kini telah dewasa dan Margareta berdoa
mohon bimbingan Tuhan akan apa yang harus
dilakukan dalam hidupnya. Gubernur Montreal,
Kanada, mengunjungi Perancis. Ia berusaha
mendapatkan guru-guru untuk Dunia Baru. Ia
mengajak Margareta datang ke Montreal untuk
mengajar di sekolah dan di kelas-kelas agama.
Margareta setuju.
Margareta memberikan bagian warisan dari
orangtuanya kepada para anggota keluarga yang
lain. Mereka tidak dapat percaya bahwa Margareta
sungguh akan meninggalkan tanah airnya yang
beradab untuk pergi ke daerah seberang laut yang
masih primitif. Namun demikian, itulah yang ia
lakukan. Ia berlayar pada tanggal 20 Juni 1653 dan
tiba di Kanada pertengahan November. Margareta
memulai pembangunan kapel pada tahun 1657.
Kapel itu dipersembahkan bagi Bunda Maria
Penolong yang Baik. Pada tahun 1658, ia membuka
sekolahnya yang pertama. Margareta sadar akan
kebutuhan untuk merekrut lebih banyak pengajar. Ia
pulang ke Perancis pada tahun 1659 dan kembali
bersama empat orang rekan. Pada tahun 1670, ia
pulang lagi ke Perancis dan kembali dengan enam
orang rekan. Wanita pemberani ini menjadi biarawati
pertama dari Kongregasi Notre Dame.
saat terjadi bencana kelaparan, St.
Margareta dan para biarawatinya membantu
warga di koloni ini agar bertahan hidup.
Mereka membuka sebuah sekolah ketrampilan dan
mengajarkan kepada kaum muda bagaimana
mengurus rumah tangga dan pertanian. Kongregasi
St. Margareta tumbuh dan berkembang. Pada tahun
1681 ada delapan belas biarawati. Tujuh di
antaranya yaitu gadis-gadis Kanada. Mereka
590
membuka lebih banyak daerah misi dan dua
biarawati ditugaskan mengajar di daerah misi suku
Indian. St. Margareta sendiri yang menerima dua
wanita Indian pertama yang bergabung dalam
kongregasinya.
Pada tahun 1693, Moeder Margareta
menyerahkan kongregasinya kepada penerusnya.
Superior yang baru yaitu Moeder Marie Barbier,
gadis Kanada pertama yang bergabung dalam
kongregasinya. Regula kongregasi religius St.
Margareta diakui oleh gereja pada tahun 1698.
Margareta melewatkan tahun-tahun terakhir
hidupnya dengan berdoa dan menulis otobiografi.
Pada hari terakhir dalam tahun 1699, seorang
biarawati muda terbaring sekarat. Moeder Margareta
memohon pada Tuhan untuk mengambil nyawanya
sebagai ganti nyawa sang biarawati. Pagi hari
tanggal 1 Januari 1700, biarawati muda ini
sepenuhnya sembuh dari penyakitnya. Sebaliknya,
Moeder Margareta menderita demam hebat. Ia
menanggung sakit selama dua belas hari lamanya
dan wafat ada pada tanggal 12 Januari tahun 1700.
Ia dinyatakan kudus oleh Paus Yohanes Paulus II
pada tanggal 2 April 1982.
BEATA MARGARETA CASTELLO (1287-13
April 1320)
Tahun 1287, sebuah keluarga bangsawan di
Metola, Umbria, Italia sedang menantikan kelahiran
anak pertama mereka. Mereka mengharapkan
seorang putera yang kuat dan sehat atau seorang
puteri yang cantik. namun , bayi yang kemudian lahir
yaitu bayi wanita yang kecil dengan kaki
kanannya lebih pendek dari yang kiri, dan bayi itu
…..sama sekali tidak cantik. sebab malu
591
memiliki seorang anak yang cacat, orangtuanya
memerintahkan agar bayi itu disembunyikan saja.
Sementara anak itu tumbuh besar, mereka
mendapati bahwa anak itu juga buta. sebab
kakinya yang timpang dan sebab tidak diberi
perawatan yang baik, Margareta kemudian menjadi
bongkok.
Margareta kecil suka sekali berjalan-jalan di
sekitar istana, sampai suatu saat seorang tamu
terhormat memergokinya. Orangtuanya sangat
cemas dan khawatir, jangan-jangan orang-orang
akan tahu bahwa anak yang cacat dan buruk itu
yaitu anak mereka. sebab nya mereka
membangun sebuah kamar di samping sebuah kapel
kecil yang berada di hutan. Margareta ditempatkan
di kamar yang terkunci itu saat usianya 6 tahun.
Tidak seorang pun yang menemaninya kecuali
seorang pelayan yang bertugas mengantarkan
makanannya dan seorang imam yang mengajarinya
tentang Yesus.
Empat belas tahun lamanya Margareta
dikurung di kamarnya, sampai meletuslah perang
dan Margareta dibawa kembali ke istana. Sementara
itu tersiarlah kabar tentang mukjizat kesembuhan
yang terjadi di makam Frater Giaco, seorang
biarawan kudus yang meninggal di kota Castello.
Orangtua Margareta berpikir, tentulah Margareta
juga dapat disembuhkan dengan mukjizat. Jadi,
592
mereka pergi ke Castello. Dari pagi hingga petang
Margareta berdoa dengan khusuk, ia yakin bahwa
Tuhan akan berbelas kasihan kepadanya. Margareta
yakin akan terjadi mukjizat dan Tuhan akan
menjadikannya normal seperti gadis-gadis lain.
Namun, tidak terjadi suatu mukjizat apa pun
padanya. Orangtuanya sangat kecewa. Mereka
beranggapan, jika Tuhan sendiri telah menolak
Margareta, tentunya mereka juga berhak untuk
menolaknya. Jadi, malam itu mereka pulang ke
rumah dan meninggalkan Margareta di gereja Città-
di-Castello. Margareta sangat cemas, seorang gadis
buta di kota yang asing, bisakah ia bertahan hidup?
Dikatupkannya tangannya dan ia pun berdoa
menyerahkan hidupnya pada Tuhan.
Pengemis-pengemis jalanan menemukan
Margareta, membawanya pulang, dan mengajarinya
menjadi pengemis. Margareta segera menjadi
perhatian penduduk kota Castello. Seorang
pengemis buta, timpang dan bongkok, namun tingkah
laku serta tutur katanya terpelajar, terlebih lagi
kelembutan hatinya dan kepenuhan sukacitanya.
Kepada mereka yang iba kepadanya Margareta
dengan bahagia mengatakan, "Oh, seandainya
engkau tahu apa yang ada di dalam hatiku!"
Beberapa dari mereka membawanya pulang,
Margareta membantu mereka mengerjakan
pekerjaan-pekerjaan rumah tangga. Ia juga
mengumpulkan anak-anak, memberikan pelajaran
agama, bercerita, dan mengajar mereka berdoa dan
mengucapkan Mazmur. Margareta memberi
pengaruh besar pada keluarga di mana ia tinggal
dengan tingkah lakunya dan doa-doanya. Jadi,
demikianlah Margareta berpindah-pindah dari satu
keluarga ke keluarga lainnya.
593
Berita mengenai Margareta dan kesalehannya
terdengar juga sampai ke biara Castello. Para
biarawati di sana mengajak Margareta untuk tinggal
bersama mereka. Margareta senang sekali, pertama
ia tidak ingin menjadi beban orang lain lagi, kedua
sebab ia ingin membaktikan dirinya dalam
kehidupan doa. Demikian senang hatinya sehingga
di biara Margareta bekerja lebih keras dan berdoa
lebih sering dan lebih khusuk dari semua biarawati di
sana. Hal itu membuat Margareta lebih menonjol
dari para biarawati itu sendiri sehingga para
biarawati itu tidak senang. Sebentar saja Margareta
sudah menjadi pengemis jalanan lagi.
Kelompok Mantellatae, kelompok awam dari
Ordo Dominikan, menaruh belas kasihan kepada
Margareta dan mengajaknya bergabung. Ia diangkat
anak oleh sebuah keluarga di Castello. Margareta
senang sebab sekarang ia memiliki sebuah
keluarga. Ia mengabdikan dirinya kepada mereka
yang kurang beruntung, sakit dan menderita. Ia juga
mengunjungi tahanan-tahanan dalam penjara, dan
menaruh simpati yang besar kepada mereka. Ia
senantiasa mengingatkan bahwa meskipun mereka
hidup dalam penjara, mereka yaitu anak-anak
Tuhan juga. Margareta melakukan karya amal kasih
sepanjang hidupnya, sampai ia meninggal pada
tanggal 13 April 1320 dalam usia 33 tahun. Banyak
mukjizat terjadi selama hidupnya maupun sesudah
kematiannya. Pada tahun 1558, lebih dari dua ratus
tahun sesudah wafatnya, kuburnya dibuka dan
jenazahnya diketemukan dalam keadaan utuh.
Margareta dibeatifikasi pada tahun 1609. Pestanya
dirayakan tanggal 13 April. Margareta yaitu
pelindung orang-orang cacat dan terbuang.
594
"Yesus juga ditolak oleh orang-orang-Nya sendiri, Ia
memperkenankan aku diperlakukan sama dengan-Nya,
sehingga aku dapat lebih meneladani Tuhan-ku yang
Terkasih." ~ Beata Margareta Castello.
SANTA MARGARETA MARIA ALACOQUE
(22 Juli 1647-17 Oktober 1690)
“Pandanglah HatiKu ini, yang begitu mengasihi manusia,
namun manusia tidak mau balas mengasihi-Ku. Melalui
engkau, Hati IlahiKu berharap untuk menyebarkan kasih-
Nya ke segenap penjuru dunia.” ~ Yesus kepada Santa
Margareta Maria Alacoque
SIAPA SANTA MARGARETA MARIA ALACOQUE?
Pernahkah kamu merasa tidak berarti? Ya,
seperti itulah perasaan St. Margareta Maria. Ia
menyamakan dirinya seperti sebuah "atom yang
595
sangat kecil" dibandingkan dengan Kristus. Santa
Margareta Maria dilahirkan pada tanggal 22 Juli
1647 di L'Hautecourt, Burgundy, Perancis. Ayahnya
bernama Claude Alacoque dan ibunya Philiberte
Lamyn. saat masih kanak-kanak, Margareta yaitu
seorang anak yang periang. sesudah menerima
Komuni Pertama pada usia sembilan tahun,
Margareta sering melakukan matiraga secara diam-
diam. saat usianya sebelas tahun ia jatuh sakit,
menjadi lumpuh dan harus tinggal di tempat tidur
selama empat tahun. Suatu hari, ia membuat janji
kepada Bunda Maria untuk menyerahkan seluruh
hidupnya kepada Tuhan. Bunda Maria menampakkan
diri kepadanya dan sesaat itu juga penyakitnya
lenyap. Margareta menjadi sehat kembali. sesudah
ayahnya meninggal, sebab ibu Margareta sering
jatuh sakit, seorang bibi pindah ke rumahnya untuk
mengurus rumah tangga. Bibi dan pamannya ini
membuat Margareta dan ibunya sangat menderita.
Hampir setiap hari Margareta bersembunyi di taman
sambil menangis dan berdoa. Margareta percaya
benar akan belas kasihan Allah. Ia mendapatkan
penghiburan besar dalam Sakramen Ekaristi. Yesus
sendiri juga berkenan memberinya kepekaan atas
kehadiran dan perlindungan-Nya dalam penampakan
kepadanya saat Ia menderita disalib.
saat usianya telah mencapai tujuhbelas
tahun, ibunya serta kaum keluarganya menghendaki
Margareta agar segera menikah. Mereka khawatir
sebab Margareta mulai membawa anak-anak
pengemis ke kebun rumah dan mengajar agama
kepada mereka. Margareta bingung apakah ia
hendak menikah dengan orang kaya yang
meminangnya agar ia dapat mengentas keluarganya
dari kemiskinan, ataukah masuk biara. Hingga suatu
malam, ia mendapat penampakan: Yesus yang
596
penuh luka sebab baru saja didera menegur
Margareta akan ketidaksetiaannya kepada-Nya
sesudah Ia sendiri begitu banyak membuktikan kasih-
Nya kepada Margareta.
Akhirnya, pada tanggal 25 Mei 1667
Margareta Maria masuk Biara Visitasi di Paray-le-
Monial dan pada bulan November 1672 ia
mengucapkan kaul kekalnya. Margareta dikenal
sebagai seorang biarawati yang baik dan rendah
hati. namun ia sering membuat kesal para suster
yang lainnya sebab ia seorang yang lambat dan
canggung dalam bekerja. Pada tahun 1675, ia
mendapat penampakan Yesus di mana Yesus
menunjukkan kepadanya Hati-Nya yang Penuh Belas
Kasihan itu berdarah. Yesus mengatakan kepadanya
betapa Ia mengasihi seluruh umat manusia dan Ia
ingin agar Margareta menyebarkan devosi kepada
Hati-Nya Yang Mahakudus. Suatu tugas yang amat
berat. Banyak orang tidak percaya bahwa Yesus
menampakkan diri padanya. Sebagian malahan
marah kepadanya atas usahanya menyebarkan
suatu devosi baru. Hal-hal demikian membuat
Margareta sangat menderita. Namun demikian ia
tetap setia melaksanakan kehendak Allah.
Diilhami oleh Yesus sendiri, Margareta Maria
menetapkan Jam Suci yaitu jam sebelas malam
sampai tengah malam menjelang fajar Jumat
Pertama setiap bulan. Saat Jam Suci, Margareta
berdoa dengan meniarap (Prostratio:
mengungkapkan kerendahan diri dan kekecilan
dirinya di hadapan Allah dan menyampaikan
penghormatan dan kerendahan hati secara paling
intensif) dengan mukanya mencium tanah. Ia berdoa
untuk bersama-sama dengan Yesus menanggung
sengsara sakrat maut yang dialami Yesus di Taman
Getsemani di mana murid-murid-Nya meninggalkan-
597
Nya seorang diri. Yesus menyatakan kerinduan hati-
Nya akan kasih umat-Nya dan menunjukkan Hati-
Nya Yang Mahakudus yang penuh cinta dan
belaskasihan serta penyelamatan. Tuhan
menetapkan hari Jumat sesudah Hari Raya Tubuh dan
Darah Kristus sebagai Hari Raya Hati Yesus Yang
Mahakudus dan meminta Margareta untuk
menghormati Hati-Nya Yang Mahakudus dengan
menerima Komuni Kudus setiap Jumat Pertama
dalam bulan selama sembilan bulan berturut-turut.
Devosi ini dilakukan sebagai silih atas dosa-dosa kita
terhadap Sakramen Mahakudus. Yesus menyebut
Margareta Maria sebagai "Murid Terkasih dari Hati
Yesus Yang Mahakudus", serta pewaris semua
kekayaan hati-Nya.
Cinta kepada Hati Yesus Yang Mahakudus
yaitu api yang membakar jiwa St. Margareta Maria,
dan devosi kepada Hati Yesus Yang Mahakudus
yaitu masalah yang selalu diulang-ulangnya di
semua tulisannya. Yesus memberkati usaha keras
dan pengorbanan Margareta. Sekarang, devosi
kepada Hati Yesus Yang Mahakudus yang indah ini
telah dipraktekkan di seluruh dunia.
Santa Margareta Maria Alacoque meninggal
pada tanggal 17 Oktober 1690, jenazahnya tetap
utuh hingga kini. Bulan Maret 1824 ia diangkat
sebagai Venerabilis (Yang Pantas Dihormati) oleh
Paus Leo XII, tanggal 18 September 1864 ia
dinyatakan sebagai Beata oleh Paus Pius IX dan
pada tahun 1920 ia dinyatakan Santa oleh Paus
Benediktus XV. Pestanya dirayakan setiap tanggal
16 Oktober.
SURAT DARI SANTA MARGARETA MARIA
ALACOQUE
598
Hati Yesus yang Mahakudus yaitu sumber
kasih yang tiada habis-habisnya dan satu-satunya
keinginan-Nya ialah mencurahkan diri-Nya ke dalam
hati orang-orang yang sederhana untuk
membebaskan mereka dan untuk mempersiapkan
mereka agar hidup sesuai dengan kehendak-Nya.
Dari Hati IlahiNya tiga berkas cahaya memancar tak
henti. Yang pertama yaitu pancaran belas kasihan
bagi para pendosa; yang mengaliri hati para
pendosa dengan rasa sesal dan tobat. Yang kedua
yaitu pancaran kemurahan hati yang membantu
siapa saja yang membutuhkan pertolongan,
terutama membantu mereka yang mencari
kesempurnaan agar dapat menemukan sarana-
sarana guna menanggulangi segala kesulitan
mereka. Dari pancaran ketiga memancar kasih dan
terang bagi para sahabat-Nya yang telah mencapai
kesempurnaan; Ia menghendaki agar para sahabat-
Nya mempersatukan diri dengan-Nya sehingga
mereka dapat memahami pengetahuan serta
perintah-perintah-Nya, serta dengan cara mereka
masing-masing, mengabdikan diri seutuhnya bagi
kemuliaan-Nya.
Hati IlahiNya yaitu samudera yang penuh
dengan segala berkat, di mana orang-orang malang
boleh menyelam guna mendapatkan segala
kebutuhan mereka. Hati IlahiNya yaitu samudera
sukacita di mana kita semua boleh membenamkan
segala penderitaan kita. Hati IlahiNya yaitu
samudera kerendahan hati di mana kebodohan-
kebodohan kita dihapuskan, samudera belas kasihan
bagi para pendosa, dan samudera kasih yang
memenuhi setiap kebutuhan kita.
Apakah kehidupan doamu tidak mengalami
kemajuan? Jika demikian, kamu hanya perlu
mempersembahkan kepada Tuhan doa-doa yang
599
dipanjatkan Sang Juruselamat bagi kita dalam
Sakramen di altar. Persembahkan kepada Tuhan
kasih PutraNya yang tak terhingga itu sebagai
tebusan atas kelemahan-kelemahanmu. Di setiap
kegiatan yang engkau lakukan, berdoalah seperti ini:
“Tuhan-ku, aku melakukan ini atau aku menanggung
itu demi Hati PutraMu dan seturut bimbingan-Nya
yang kudus. Aku mempersembahkan Hati-Nya yang
Mahakudus kepada-Mu sebagai tebusan atas semua
kesalahan dan kekuranganku.” Teruslah berdoa
seperti itu setiap saat sepanjang hidupmu.
namun di atas semuanya itu, peliharalah
kedamaian hati. Hati yang damai jauh lebih berharga
dibandingkan harta benda manapun. Guna memelihara
kedamaian hati, tidak ada yang lebih berguna selain
dari menyangkal kehendakmu sendiri dan
menggantinya dengan kehendak Hati Yesus yang
Mahakudus. Dengan demikian, kehendak-Nya bagi
kita dapat terlaksana sehingga Ia semakin
dimuliakan, dan kita bersukacita sebab menjadi
alat-Nya dan percaya sepenuhnya kepada-Nya.
Margareta Maria Alacoque (1647-1690),
biarawati dengan pengalaman mistik, lahir di
I’Hautecour dan meninggal dalam biara Paray le
Monial (Perancis); L: Hati Kudus Jesus; P: 16
Oktober
“Betapa lemahnya mengasihi Yesus Kristus hanya saat
Ia memperhatikan kita, dan menjadi dingin begitu
penderitaan menimpa. Itu bukan cinta sejati. Siapa yang
mengasihi seperti itu, terlalu mengasihi dirinya sendiri
untuk dapat mengasihi Tuhan dengan segenap hatinya.” ~
St Margareta Maria Alacoque
600
12 JANJI YESUS
12 Janji Yesus kepada Santa Margareta Maria
Alacoque bagi mereka yang berdevosi kepada Hati
Yesus yang Mahakudus:
1. "Aku akan memberikan semua rahmat yang
diperlukan sepanjang hidup mereka."
2. "Aku akan memberikan damai sejahtera
dalam keluarga-keluarga mereka."
3. "Aku akan menghibur mereka dalam
kesukaran-kesukaran mereka."
4. "Aku akan menjadi tempat perlindungan yang
aman sepanjang hidup mereka dan terutama
saat kematian mereka."
601
5. "Aku akan mencurahkan rahmat berlimpah
pada semua usaha mereka."
6. "Para pendosa akan menemukan dalam Hati
Kudus-Ku sumber lautan belas kasihan yang
tak terbatas."
7. "Jiwa-jiwa yang suam-suam kuku akan
dikuatkan."
8. "Jiwa-jiwa yang kuat akan segera mencapai
kesempurnaan yang tinggi."
9. "Aku akan memberkati rumah-rumah di mana
lukisan Hati Kudus-Ku ditempatkan dan
dihormati. "
10. "Aku akan memberikan kepada imam karunia
menggerakkan hati yang paling keras sekalipun."
11. "Siapa saja yang menganjurkan devosi ini,
namanya akan tertulis di Hati-Ku, dan tidak akan
pernah dihapuskan."
12. "Aku berjanji demi Hati-Ku yang penuh belas
kasihan, bahwa kuasa kasih-Ku akan
menganugerahkan kepada mereka yang menerima
Komuni pada hari Jumat Pertama selama sembilan
bulan berturut-turut, rahmat pertobatan terakhir;
mereka tidak akan meninggal dalam keadaan
melukai Hati-Ku, pun tanpa menerima Sakramen-
sakramen terakhir; Hati-Ku akan menjadi
tempat perlindungan yang aman pada saat kematian
mereka."
DOA KEPADA HATI YESUS YANG MAHAKUDUS
Hati Yesus Yang Mahakudus, aku mengarahkan
diriku pada Hati-Mu Yang Mahakudus. Kuasailah
seluruh kepribadianku; ubahlah aku menjadi seperti
Engkau. Jadikan tanganku tangan-Mu, kakiku kaki-
Mu, hatiku hati-Mu. Ijinkanlah aku melihat dengan
mata-Mu, mendengar dengan telinga-Mu, berkata-
kata dengan bibir-Mu, mengasihi dengan hati-Mu,
602
memahami dengan pikiran-Mu, melayani dengan
kehendak-Mu dan mengabdikan seluruh
kepribadianku. Jadikan aku serupa dengan Engkau.
Hati Yesus Yang Mahakudus, utuslah Roh Kudus-Mu
untuk mengajar aku agar mengasihi-Mu dan hidup
melalui Engkau, dalam Engkau dan untuk Engkau.
Datanglah Roh Kudus, jadikan tubuhku bait-Mu.
Datanglah, dan tinggallah dalam aku selamanya.
Beri aku kasih terdalam kepada Hati Yesus Yang
Mahakudus untuk dapat melayani Dia dengan
segenap hati, jiwa, pikiran dan kekuatanku.
Kuasai seluruh kemampuan, tubuh dan jiwaku.
Aturlah seluruh hasratku: perasaan dan emosi.
Kuasai kepandaian, pengertian dan kehendakku;
ingatan dan khayalku. O Roh Kasih Yang Kudus, beri
aku rahmat-Mu yang ampuh itu dengan berlimpah.
Berilah aku seluruh kebajikan; perkaya imanku,
kuatkan harapanku, tingkatkan keyakinanku, dan
kobarkan kasihku. Berilah aku ketujuh karunia, buah
dan kebahagiaanMu sepenuhnya. Trinitas Yang
Mahakudus, jadikanlah jiwaku bait-Mu yang kudus.
AMIN.
BEATA MARGARETA POLE (1471-28 Mei
1541)
Beata Margareta Pole dilahirkan pada tahun
1471. Ia yaitu kemenakan dua orang raja Inggris,
Edward IV dan Richard III. Henry VII mengatur
pernikahannya dengan Sir Reginald Pole. Sir Pole
yaitu seorang prajurit gagah, sahabat keluarga
kerajaan. Pada saat Raja Henry VIII naik tahta,
Margareta telah menjadi janda dengan lima orang
anak. Raja Henry VIII masih muda dan belum
berpengalaman dalam hal mengendalikan kerajaan
dan kekuasaan. Ia menyebut Margareta sebagai
603
wanita paling kudus di seluruh Inggris. Ia begitu
terkesan pada Margareta hingga ia mengembalikan
sebagian harta keluarganya yang hilang di masa
lampau. Raja juga memberinya gelar kerajaan.
Raja Henry amat mempercayainya hingga
Margareta diberi kepercayaan untuk mendidik Puteri
Maria, putri raja dan
Ratu Katarina. namun
kemudian, Henry
berusaha menikahi Anne
Boleyn, meskipun ia
sudah beristeri.
Margareta tidak
menyetujui perilaku
raja. sebab itu, raja
mengusirnya dari istana.
Raja menunjukkan
bagaimana ia sangat
tidak suka kepadanya.
Raja bertambah murka
saat seorang putera
Margareta, seorang
imam, menulis sebuah artikel panjang menentang
tuntutan Henry untuk menjadi kepala gereja Inggris
(Putera Margareta itu kelak menjadi Kardinal
Reginald Pole yang terkenal). Henry tidak dapat
mengendalikan diri lagi. Ia menjadi seorang yang
kejam serta penuh rasa dengki. Ia mengancam akan
membinasakan seluruh keluarga Margareta.
Henry mengutus orang-orangnya untuk
menginterogasi Margareta. Mereka harus dapat
membuktikan bahwa Margareta yaitu seorang
pengkhianat. Mereka menginterogasinya mulai pagi
hingga petang. namun , tidak pernah sekali pun
Margareta berbuat kesalahan. Tidak ada yang
disembunyikan olehnya. Kemudian Margareta
604
dikenai tahanan rumah di sebuah kastil seorang
bangsawan. Lalu, ia dipindahkan ke sebuah menara
besar di London. Ia bahkan tidak diadili sebelum
dipenjarakan. Selama musim dingin yang panjang,
Margareta menderita kedinginan yang hebat. Tidak
ada api dan tidak cukup pakaian hangat baginya.
Akhirnya, pada tanggal 28 Mei 1541, Beata
Margereta dihantar keluar dari menara menuju
tempat pelaksanaan hukuman mati. Ia lelah dan
sakit, namun ia berdiri tegak dan gagah untuk mati
demi imannya. “Aku bukan seorang pengkhianat,”
demikian katanya dengan berani. Margareta
dipenggal kepalanya. Usianya tujuhpuluh tahun.
P: 28 Mei
SANTA MARGUERITE D'YOUVILLE
(15 Oktober 1701-23 Desember 1771)
Marguerite dilahirkan di Quebec, Kanada,
pada tanggal 15 Oktober 1701. Ayahnya meninggal
dunia pada tahun 1708
dan keluarganya hidup
dalam kemiskinan.
Sanak keluarga
membayar uang sekolah
untuk Marguerite di
sekolah biara Ursuline di
Quebec. Dua tahun yang
dilewatkannya di
sekolah asrama
mempersiapkan
Marguerite untuk dapat
mengajar adik-adik
lelaki dan
wanita nya.
605
Marguerite seorang yang ramah dan
bersahabat. Ia membantu menopang keluarga
dengan menjahit dan menjual renda halus. Pada
tahun 1722, Marguerite menikah dengan Francois
D'Youville. Tampaknya perkawinan itu akan
menghantarnya ke suatu kehidupan rumah tangga
yang sungguh membahagiakan. namun , dalam
hitungan bulan, jati diri Francois yang sesungguhnya
mulai muncul. Ia lebih menaruh minat dalam
mencari uang dibandingkan memberikan perhatian pada
kelaurga. Pekerjaannya yaitu berdagang minuman
keras secara ilegal. Ia menelantarkan Marguerite
sendirian bersama kedua anaknya dan tidak
mempedulikan mereka.
Francois meninggal secara mendadak pada
tahun 1730 sesudah delapan tahun masa perkawinan.
Ia mewariskan banyak hutang yang harus dibayar
Marguerite. Seorang imam yang baik hati, Pater du
Lescoat, memberinya semangat. Pater mengatakan
kepada Marguerite betapa Tuhan sungguh amat
mengasihinya. Segera Marguerite memulai suatu
karya besar bagi Tuhan. Nubuat yang pernah
disampaikan kepadanya akan segera menjadi
kenyataan.
Pada tanggal 21 November 1737, Marguerite
D'Youville menerima seorang wanita tunawisma
yang buta. Ini menandai dimulainya suatu karya
mengagumkan dalam pelayanan orang-orang miskin
yang sakit di rumah-rumah sakit. Rumah-rumah
sakit ini dikelola oleh para biarawati dari ordonya
yang baru. Marguerite dan rekan-rekan pertamanya
dikenal sebagai “Biarawati Abu-abu”, sebab jubah
religius mereka berwarna abu-abu. Para biarawati ini
mengambil alih rumah sakit umum di Montreal yang
menghadapi kebangkrutan dan dililit banyak hutang.
Orang banyak memperolok para biarawati ini. Apalah
606
yang memangnya dapat mereka perbuat? namun
Moeder D'Youville dan para biarawatinya pantang
putus asa. Mereka bekerja, dan membangun, dan
memperbaiki. Lebih dari semua itu, mereka
menyambut siapa saja yang membutuhkan
pertolongan. Tak ada seorang pun yang terlalu
miskin atau terlalu sakit untuk dapat datang ke
rumah sakit mereka. Pada tahun 1765, suatu
kebakaran melalap habis rumah sakit, namun Moeder
D'Youville dan para biarawatinya membangun rumah
sakit kembali dalam waktu empat tahun.
Kedua putera Moeder D'Youville ditahbiskan
sebagai imam: Charles, pastor Boucherville, dan
Francois, pastor St Ours. Pada tahun 1769, Pater
Francois mengalami patah tangan. Ibundanya
bergegas datang untuk merawatnya. Lima hari
dilewatkannya di pastoran. Moeder D'Youville juga
sama murah hatinya saat wabah cacar menyerang.
Dan selama Perang Tujuh Tahun antara Perancis dan
Inggris, Moeder D'Youville menolong para prajurit
dari kedua belah pihak. Ia menyembunyikan para
prajurit Inggris dalam ruang-ruang gelap di gudang
bawah tanah biara. Di sana para suster dengan
sembunyi-sembunyi merawat mereka hingga pulih
kembali. Moeder D'Youville wafat pada tanggal 23
Desember 1771. ia dimaklumkan sebagai santa oleh
Paus Yohanes Paulus II pada tanggal 9 Desember
1990. Ia yaitu orang kudus pribumi pertama
Kanada.
MARIA DOMINIKA MAZZARELLO (1837-
1881)
Sangat menghormati Bunda Maria. Ia
mendidik para puteri bukan semata-mata
berdasar teori, melainkan lebih bersifat
607
bimbingan praktis. Terdorong oleh karya dan ajakan
Yohanes Don Bosco, anak petani ini ikut mendirikan
dan memimpin kongregasi suster yang baru. P: 14
Mei
MARIA DROSTE zu VISHERING (1863-
1899)
Suster Gembala Baik ini mendorong Paus Leo
XIII untuk mempersembahkan dunia kepada Hati
Kudus Jesus.
P: 8 Juni
MARIA FRANCES (1715-1791)
Diperlakukan dengan kasar oleh ayahnya,
sebab tidak mau menikah dengan pria pilihan
orangtua. Selama 34 tahun ia menjadi pembantu
pastoran yang baik dan dianugerahi rahmat
berlimpah.
P: 6 Oktober
SANTA MARIA GORETTI (16 Oktober 1890-
6 Juli 1902)
Lebih Baik Mati dibandingkan Berbuat Dosa
“Para remaja terkasih, yang dicintai secara istimewa
oleh Yesus dan oleh kami semua, katakanlah,
maukah kalian bertekad -dengan bantuan rahmat
Ilahi- untuk dengan tegas menolak segala macam
godaan yang dapat menodai kekudusan kalian?”
(Homili Paus Pius XII pada upacara Kanonisasi St.
Maria Goretti, 24 Juni 1950)
608
MARIA GORETTI
ALESSANDRO & MIMPINYA
SURAT WASIAT ALESSANDRO
MARIA GORETTI
Berbagai macam pikiran dan perasaan
berkecambuk menjadi satu dalam diri Assunta
Goretti, ibunda St. Maria
Goretti, saat ia
mendengarkan homili yang
disampaikan oleh Paus Pius
XII pada upacara kanonisasi
puterinya. Lamunannya
membawa Assunta kembali
ke masa-masa yang silam.
Maria Goreti dilahirkan pada
tanggal 16 Oktober 1890 di
Corinaldo, Italia. Luigi
Goretti, ayahnya, seorang
petani miskin. Pada tahun
1899, pasangan Luigi dan
Assunta Goretti beserta
keempat anak mereka yang
masih kecil: Angelo, Maria, Marino dan bayi
Allesandro, meninggalkan Corinaldo dalam usahanya
mencari penghidupan yang lebih baik.
Di tengah perjalanan mereka mendengar
kabar tentang tanah pertanian milik Count Mazzoleni
di Ferriere yang hendak disewakan. Mereka menuju
ke sana dan Luigi Goretti diterima bekerja sebagai
petani bagi hasil di pertanian. Tanah pertanian itu
telah lama dibiarkan terbengkalai, maka Luigi harus
bekerja keras untuk membangunnya kembali. Kerja
keras tanpa henti memicu Luigi akhirnya jatuh
sakit dan tidak dapat bekerja sama sekali. Saat
609
panen tiba dan Count Mazzoleni datang meninjau,
tanahnya baru sebagian saja yang telah dikerjakan.
Mazzoleni amat marah dan tanpa mau
mendengarkan penjelasan apa pun, ia mengirim
Giovanni Serenelli dan Alessandro, putera
bungsunya yang berumur sembilan belas tahun,
untuk menyelesaikan pekerjaannya. Keluarga
Serenelli tinggal bersama dalam rumah keluarga
Goretti.
Giovanni ternyata seorang pemabuk. Ia cepat
naik darah dan suka memaksakan kehendaknya.
Alessandro berperangai buruk, suka bertengkar dan
selalu cemberut. Ia biasa menghabiskan waktu di
kamarnya yang terkunci dengan melihat-lihat
majalah porno. Dinding kamarnya dipenuhi dengan
gambar-gambar gadis berpakaian tidak sopan.
Sementara itu penyakit malaria yang diderita Luigi
bertambah parah. Setiap malam isteri beserta anak-
anaknya berlutut di sekeliling tempat tidurnya dan
berdoa. Luigi menyesali kepindahannya ke Ferriere.
Ia membisikkan pesannya yang terakhir kepada
Assunta: “Kembalilah ke Corinaldo…” Akhir bulan
April 1902 Luigi Goretti meninggal dunia. Sejak itu
setiap malam Maria akan mendaraskan Rosario bagi
keselamatan jiwa ayahnya.
Dengan meninggalnya Luigi Goretti, hak atas
rumah berpindah kepada Giovanni Serenelli.
Giovanni mengijinkan Assunta beserta anak-anaknya
tetap tinggal dan bekerja untuknya. Assunta ingin
segera kembali pulang ke Corinaldo. namun tidak
terbayangkan olehnya seorang wanita dengan tujuh
anak yang masih kecil-kecil dan tanpa bekal uang
menempuh perjalanan balik sepanjang 200 mil. Oleh
sebab itu mereka tetap tinggal. Giovanni
memerintahkan Maria, yang sekarang berumur
sebelas tahun untuk mengerjakan semua pekerjaan
610
rumah tangga sementara Assunta harus bekerja di
ladang. Beban berat yang ditanggung Maria
menjadikannya lebih cepat dewasa dan matang
dibandingkan dengan anak lain seusianya. Ia telah
tumbuh menjadi seorang gadis cantik yang beriman
dan saleh, serta tekun berdoa. Devosinya kepada
Yesus serta ketaatannya kepada ibunya sungguh
luar biasa. Nasehat ibunya terpateri kuat di dalam
hatinya. “Kamu tidak boleh berbuat dosa, apa pun
alasannya.”
Meskipun tidak dapat membaca dan menulis,
Maria ikut pelajaran Katekumen dan beberapa bulan
sebelumnya, yaitu pada tanggal 16 Juni 1901, ia
telah menerima Komuni Kudusnya yang Pertama.
Saat-saat menerima Komuni Kudus di gereja
terdekat yang jaraknya dua jam perjalanan kaki itu
sungguh amat membahagiakan hatinya. Bulan Juli
1902. Assunta memperhatikan adanya perubahan
pada perilaku puterinya. Sifat kanak-kanaknya
sudah tidak tersisa lagi. Sinar matanya
memancarkan kesedihan. Waktu doanya semakin
panjang. Tubuhnya yang kecil bergetar dan air
matanya mengalir. Telah beberapa waktu Alessandro
Serenelli mengamatinya, mengganggunya serta
mengejarnya dengan niat buruk. Ancaman
Alessandro masih terngiang-ngiang di telinganya,
“Jika kamu memberitahu ibumu, aku akan
membunuh kalian berdua!” Hanya dari doalah Maria
memperoleh kekuatan dan kelegaan.
Hari Sabtu, tanggal 5 Juli 1902 kira-kira
pukul setengah empat sore. Alessandro
memanggilnya, “Marietta (demikian para tetangga
memanggil Maria), kemejaku robek dan perlu dijahit.
Aku mau memakainya untuk pergi ke gereja besok.
Aku letakkan di tempat tidurku.” Kemudian pemuda
itu keluar untuk mengurus sapi-sapinya. Tidak
611
berapa lama, Alessandro meminta Assunta untuk
menggantikannya. “Saputanganku ketinggalan,”
katanya, “Aku akan segera kembali.” Sementara itu
Maria duduk di lantai atas menjaga adik bayinya,
Teresa, sambil menjahit baju Alessandro. Dari dapur
Alessandro berteriak, “Marietta, datanglah kemari!”
Maria tidak mau. Maka Allesandro datang,
mencengkeram lengan Maria, menyeretnya ke
dapur, menekankan sebilah pisau belati ke lehernya
dan mengunci pintu. Maria berteriak minta tolong,
namun suaranya lenyap di telan mesin pengirik
gandum.
Alessandro mengancam Maria untuk menuruti
kehendaknya. Maria meronta sekuat tenaga dan
berteriak, “Tidak! Tidak Alessandro! Itu dosa. Tuhan
melarangnya. Kamu akan masuk neraka,
Alessandro. Kamu akan masuk neraka jika kamu
melakukannya!” sebab Maria berontak, Alessandro
menjadi kalap. Ia menikamkan belatinya ke tubuh
Maria, sekali, dua kali, tiga kali dan terus berulang
kali tanpa ampun. Melihat tubuh kecil itu kemudian
rebah dengan wajah pucat pasi, Alessandro sangat
ketakutan. Ia melemparkan pisaunya, masuk ke
kamarnya serta mengunci pintunya.
Assunta kemudian mendapati Maria terkapar
di lantai dapur bermandikan darah. Jeritan pilu yang
nyaring segera terdengar. Dengan berurai air mata
Assunta bertanya kepada putrinya,
“Siapa yang melakukan ini padamu?”
“Alessandro, Mama….”
“namun , mengapa nak?”, Assunta terisak.
“Sebab ia ingin aku melakukan dosa yang
mengerikan dan aku tidak mau.”
Dengan kereta ambulans, Maria dilarikan ke rumah
sakit di Nettuno. Para dokter mendapatkan empat
belas luka tikaman serta banyak luka memar di
612
tubuh yang kecil itu. sebab mereka
mengoperasinya tanpa obat bius, Maria menderita
kesakitan yang luar biasa hingga akhirnya tidak
sadarkan diri. Dalam keadaan tidak sadar ia
berulang kali berteriak, “Alessandro, lepaskan!
Tidak, tidak, kamu akan masuk ke neraka! Mama,
tolong!”
Keesokan harinya seorang imam datang
untuk memberikan Sakramen Terakhir. Pastor
mengingatkan Maria bagaimana Yesus telah
mengampuni mereka yang menyalibkan Dia dan ia
bertanya apakah Maria juga mau mengampuni
Alessandro. Maria mengarahkan pandangannya pada
Salib yang tergantung di dinding dan dengan tenang
mengatakan,
“Saya juga memaafkan dia. Saya juga
berharap agar kelak ia datang dan menyusul
saya di surga.”
sesudah mengakukan semua dosanya, Pastor
memberinya Komuni Kudus, dan air mata
kebahagiaan memenuhi pelupuk matanya. Maria
memandang patung Bunda Maria yang diletakkan di
kaki tempat tidurnya dan saat itulah Yesus datang
menjemput gadis kecilnya untuk masuk dalam
perlindungan-Nya yang abadi. Maria Goretti
meninggal dalam usia 11 tahun pada tanggal 6 Juli
1902, pada pesta Tubuh dan Darah Kristus.
Empat puluh lima tahun kemudian, pada
tanggal 27 April 1947, Maria Goretti dibeatifikasi
oleh Gereja Katolik. Selanjutnya, pada tanggal 24
Juni 1950 bertempat di Basilika St Petrus, Bapa Suci
Paus Pius XII memimpin upacara kanonisasi St.
Maria Goretti dengan dihadiri lebih dari 250.000
umat.
Maria Goreti (1890-1902), martir; lahir dekat
Ancon Italia. Digelarkan martir pembela
kemurnian Kristiani; P: 6 Juli
613
Dalam homilinya Paus Pius XII menekankan
bahwa keutamaan St. Maria Goretti bukan hanya
pada kemurnian jiwa dan raga, namun juga
keutamaan-keutamaannya dalam “mengutamakan
kepentingan rohani di atas kepentingan duniawi,
kasih dan ketaatannya kepada orangtuanya,
kerelaannya untuk berkorkan dalam kesulitan,
pekerjaan sehari-hari, menerima kemiskinan,
kecintaannya dan doanya yang mendalam kepada
Yesus dalam Ekaristi, kemurahan hatinya dalam
mengampuni (pembunuhnya).
Segera sesudah upacara kanonisasi berakhir,
dengan segala kerendahan hati Assunta
menyatakan: “Ya Tuhan, aku tidak layak Engkau
memberiku seorang kudus!” Assunta, yang saat itu
telah berumur 82 tahun, hadir dalam upacara
kanonisasi dengan ditemani kedua anaknya serta
pembunuh puterinya. Pesta St. Maria Goretti
dirayakan setiap tanggal 6 Juli.
St. Maria Goreti, pelindung para remaja
khususnya remaja putri, masih berdoa bagi kita
sekarang, bukan hanya bagi kaum muda, namun bagi
semua orang dari segala usia dan segala bangsa di
segenap penjuru dunia. Pilihan cinta yang sangat
berani ternyata sederhana saja: Pilihlah Tuhan dan
bukannya dosa; pilihlah kebahagiaan abadi dan
bukannya kebinasaan abadi. Pilihlah hidup! Jadilah
seorang kudus.
ALESSANDRO & MIMPINYA
Banyak mukjizat terjadi berkat bantuan doa
St. Maria Goretti. Namun demikian, yang paling
besar di antaranya yaitu pertobatan Alessandro
Serenelli, pembunuh Maria.
614
Segera sesudah perbuatannya yang keji
terhadap Maria Goretti, Alessandro ditangkap dan
dimasukkan ke dalam tahanan di Nettuno, kemudian
ia dipindahkan ke penjara di Roma untuk diadili.
Alessandro sama sekali tidak menyesali
pebuatannya. Ia berusaha mati-matian mengingkari
perbuatannya, namun sebab tidak berhasil, akhirnya
ia menyerah. Alessandro dijatuhi hukuman penjara
selama tiga puluh tahun. Seorang imam datang
untuk memberikan bimbingan kepadanya.
Alessandro marah sejadi-jadinya lalu menangis
seperti orang gila, dan kemudian menyerang imam.
“Sebentar lagi, Alessandro, kamu akan
memerlukan aku,” kata imam, “Marietta akan
memastikannya.”
“Tidak pernah,” teriak Alessandro ,”Aku tidak
akan pernah membutuhkan seorang imam!”
Hari-hari selanjutnya terasa mengerikan bagi
Alessandro. Selera makannya hilang dan ia merasa
gelisah. Delapan tahun dalam penjara membuatnya
putus harapan.
Pada suatu hari di tahun 1910, Alessandro
berjumpa dengan Maria dalam sebuah mimpi.
Mimpinya itu demikian hidup sehingga sukar baginya
untuk membedakannya dari kenyataan. Jeruji dan
dinding penjara lenyap, Alessandro berada di sebuah
taman yang hangat oleh sinar matahari dan penuh
dengan bunga-bunga yang bermekaran. Bau harum
semerbak memenuhi sekitarnya. Kemudian datang
kepadanya seorang gadis yang amat cantik bergaun
putih bersih. Alessandro berkata kepada dirinya
sendiri: `Bagaimana ini? Bukankah gadis-gadis
petani biasa berpakaian warna gelap?' namun
dilihatnya bahwa yang datang itu Marietta. Ia
berjalan di antara bunga-bunga dan tersenyum.
Alessandro ingin melarikan diri darinya sebab ia
615
sangat ketakutan, namun tidak bisa. Maria memetik
bunga-bunga bakung putih (bunga bakung putih
lambang kemurnian), menyerahkannya kepada
Alessandro seraya berkata, `Alessandro, terimalah
ini!' Alessandro menerima bunga-bunga bakung itu
satu per satu, semuanya berjumlah empat belas.
namun sesuatu yang ajaib terjadi. Begitu ia
menerima bunga itu dari Maria, bunga-bunga
bakung itu berubah menjadi api-api yang menyala.
Satu bunga bakung berubah menjadi nyala api untuk
menghapuskan satu tikaman yang dihujamkan
Alessandro kepadanya di hari yang naas itu di
Ferriere. Maria berkata sambil tersenyum,
`Alessandro, seperti janjiku, jiwamu kelak akan
menemuiku di surga.'
Rasa damai dan tenang segera memenuhi
hati Alessandro. Penglihatan yang indah itu lenyap.
saat Alessandro bangun dari tidurnya, ia merasa
bahwa perasaan benci dan marah yang kuat dan
dahsyat yang menguasainya selama ini telah hilang
dari padanya.
“Aku melihatnya,” teriak Alessandro,
“panggilkan pastor!”
Penjaga penjara tertawa mengejeknya dan berkata
dengan kasar, “Jika kamu memang ingin bicara, tulis
saja surat kepada pastor.”
Alessandro menuliskan pengakuannya dalam
sebuah surat dan memohon ampun serta belas kasih
Allah.
Sejak saat itu ia terdorong untuk memperbaiki
hidupnya.
Kelak di kemudian hari Alessandro menyadari bahwa
harum semerbak bunga yaitu suatu tanda baginya
bahwa berkat doa-doa Maria ia beroleh rahmat
untuk membuka pintu hatinya dan menerima terang
serta Belas Kasih Ilahi dan dengan demikian
616
menolak dosa yang membawanya pada kebinasaan
abadi.
sesudah dipenjarakan selama 27 tahun,
Alessandro dibebaskan. Ia mendapat keringanan 3
tahun sebab sikapnya yang patut dijadikan teladan
bagi para tahanan lain. Alessandro bekerja sebagai
buruh tani selama
beberapa waktu dan
akhirnya memutuskan
untuk tinggal di Biara
Capuchin di Macareta
seumur hidupnya sebagai
tukang kebun. Para
biarawan Capuchin
menyapanya sebagai
“saudara” dan Alessandro
diterima sebagai anggota
ordo ketiga. Di kapel
biara ia mengikuti
perayaan Misa setiap hari
guna menemukan
kedamaian dan
ketenangan batin.
Alessandro mengunjungi Assunta Goretti,
yang terakhir kali dijumpainya 31 tahun silam dalam
sidang pengadilan. Ia memohon pengampunan dari
Assunta. Assunta menumpangkan tangannya di atas
kepala Alessandro, mengusap wajahnya dan dengan
lembut berkata,
“Alessandro, Marietta sudah memaafkanmu,
Kristus sudah memaafkanmu, dan mengapa
aku tidak memaafkanmu. Tentu saja aku
memaafkanmu, anakku! Mengapa aku tidak
bertemu denganmu lebih awal? Kejahatanmu
yaitu masa lalu, dan bagiku, engkau
seorang anak yang telah lama menderita.”
617
Keesokan harinya warga desa Corinaldo
menyaksikan Assunta Goretti dengan kepala tegak
dan air mata mengalir di pipinya, menggandeng
tangan Alessandro Serenelli seperti seorang ibu
menggandeng anaknya, serta membimbingnya ke
perayaan Misa. Di depan altar Assunta dan
pembunuh puterinya berdampingan menerima
Tubuh dan Darah Kristus. Sejak saat itu Alessandro
diterima dalam keluarga Goretti yang saleh sebagai
“Paman Alessandro”.
Dalam proses beatifikasi Maria Goretti,
Alessandro menjadi satu-satunya saksi yang dapat
menceritakan secara jelas apa yang sebenarnya
telah terjadi dalam pembunuhan keji ini .
Alessandro Serenelli meninggal pada tanggal 6 Mei
1969 di Biara Capuchin di Macerata dalam usia 87
tahun.
SURAT WASIAT ALESSANDRO
Sebelum meninggal, Alessandro Serenelli
meninggalkan sepucuk surat: ia menasehatkan agar
kita tidak membaca majalah-majalah yang tidak
baik, melihat gambar-gambar atau pun menonton
film-film yang tidak sopan.
Tertanggal 5 Mei 1961
“Usia saya hampir 80 tahun. Sebentar lagi
saya akan pergi.
Menengok kembali ke masa lalu, saya dapat
melihat bahwa di masa muda saya telah memilih
jalan yang salah yang menghantar saya kepada
kehancuran hidup saya.
Perilaku saya banyak dipengaruhi oleh
bacaan, media cetak serta tingkah laku buruk yang
dianut sebagian besar kaum muda tanpa pikir. Saya
juga melakukannya dan saya tidak merasa khawatir.
618
Ada banyak orang yang saleh dan murah hati
di sekeliling saya, namun saya tidak peduli kepada
mereka sebab kekuatan jahat telah membutakan
saya dan mendorong saya masuk ke dalam cara
hidup yang salah.
saat umur saya 20 tahun, saya melakukan
kejahatan sebab nafsu. Sekarang kenangan akan
hal itu mengingatkan saya akan sesuatu yang amat
mengerikan bagi saya. Maria Goretti, sekarang
seorang santa, yaitu malaikatku yang baik. sebab
kuasa Penyelenggaraan Ilahi, ia dikirim untuk
membimbing dan menyelamatkan saya. Masih tetap
tertanam kuat dalam lubuk hati saya kata-kata
nasehat dan pengampunannya. Ia berdoa bagi saya,
ia berdoa bagi pembunuhnya. Tiga puluh tahun
masa penjara menyusul.
Jika saja saya dapat kembali ke masa lalu,
saya akan memilih untuk tetap tinggal di penjara
seumur hidup saya. Saya pantas dikutuk sebab
semua yang terjadi memang salah saya.”
“Marietta yaitu sungguh terang hidupku,
pelindungku, dengan bantuannya saya bisa
berperilaku baik selama masa 27 tahun di penjara
dan berusaha hidup tulus saat saya diterima
kembali dalam anggota warga . Imam-imam St
Fransiskus, Capuchin dari Marche menerima saya
dengan kemurahan hati para kudus dalam biara
mereka sebagai seorang saudara, bukan sebagai
pelayan. Saya telah tinggal selama 24 tahun dalam
komunitas mereka, dan sekarang saya dengan sabar
menunggu saatnya untuk memandang Tuhan, untuk
sekali lagi memeluk dia yang aku kasihi, dan berada
di samping Malaikat Pelindungku dan ibunya yang
terkasih, Assunta.
Saya berharap agar surat yang saya tulis ini
dapat menjadi pelajaran yang berguna bagi orang
619
lain untuk menjauhi yang jahat dan senantiasa
berjalan di jalan yang benar, seperti seorang anak
kecil. Saya merasakan bahwa agama dengan ajaran-
ajarannya bukanlah sesuatu yang memungkinkan
kita untuk hidup tanpanya, namun agama yaitu
sumber penghiburan yang sesungguhnya, sumber
kekuatan hidup yang sesungguhnya dan satu-
satunya jalan keselamatan dalam segala situasi,
bahkan dalam situasi yang paling menyengsarakan
sekalipun dalam kehidupan seseorang.”
Tertanda, Alessandro Serenelli
"Tidak semua dari kita diharapkan untuk wafat sebagai
martir, namun kita semua dipanggil untuk mencari serta
mendapatkan kebenaran Kristiani." (dari homili
Venerabilis Paus Pius XII)
BEATA MARIA dari INKARNASI (1566-
1618)
Barbara dilahirkan di Perancis pada tahun
1566. Ia menikah dengan Petrus Acarie saat
usianya tujuh belas
tahun. Barbara dan
suaminya mencintai
iman Katolik mereka
dan mengamalkannya
dalam hidup sehari-
hari. Pasangan
ini dikaruniai
enam orang anak dan
keluarga mereka
hidup bahagia.
Barbara berusaha
menjadi sorang isteri
620
dan ibu yang baik. Keluarganya belajar dari Barbara
bagaimana mencintai doa dan melakukan karya
belas kasih. Suatu saat , suaminya secara tidak adil
dituduh melakukan suatu kejahatan. Barbara sendiri
datang menyelamatkannya. Ia pergi ke pengadilan,
dan seorang diri saja, berhasil membuktikan bahwa
suaminya tidak bersalah.
Meskipun Barbara sibuk dengan urusan
keluarganya sendiri, namun ia selalu menyempatkan
diri untuk memberi makan mereka yang kelaparan.
Ia mengajarkan iman kepada yang lain. Ia menolong
mereka yang sakit dan sekarat. Dengan lemah
lembut ia mendorong mereka yang hidup dalam
dosa agar berbalik dari cara hidupnya. Perbuatan-
perbuatan baik yang dilakukannya itu yaitu karya
belas kasih.
saat suaminya meninggal dunia, Barbara
masuk Ordo Karmelit. Di sanalah ia melewatkan
empat tahun sisa hidupnya sebagai seorang
biarawati. Ketiga puterinya menjadi biarawati
Karmelit juga. Nama yang dipilih Barbara sebagai
biarawati yaitu Suster Maria dari Inkarnasi. Dengan
penuh sukacita ia bekerja di dapur biara di antara
periuk dan panci. saat puterinya diangkat menjadi
pemimpin biara, Beata Maria dengan rela hati taat
kepadanya. Demikian besar kerendahan hatinya,
hingga menjelang ajalnya ia berkata: “Tuhan
mengampuni aku sebab teladan buruk yang
kutinggalkan bagimu.” Para biarawati tentu saja
terperanjat mendengarnya, sebab mereka tahu
betapa ia telah berusaha keras untuk hidup kudus.
Beata Maria wafat pada tahun 1618 dalam usia lima
puluh dua tahun.
621
MARIA dari MESIR (abad ke-5)
Ialah seorang pelacur yang bertobat tatkala
berziarah ke Yerusalem untuk memandang salib
Kristus, yang baru saja ditemukan kembali oleh
Santa Helena. Ia kemudian bertapa selama 47 tahun
di gurun pasir di tepi timur sungai Yordan.
P: 2 April
SANTA MARIA MAGDALENA (abad ke-1)
Maria Magdalena berasal dari Magdala, dekat
Danau Galilea. Sebagian orang mengenalinya
sebagai seorang
pendosa besar saat
ia pertama kali
berjumpa dengan
Yesus. Maria
Magdalena seorang
yang amat cantik
dan ia bangga akan
kecantikannya itu.
namun , sesudah
berjumpa dengan
Yesus, Maria
merasakan
penyesalan yang
mendalam atas
hidupnya yang jahat.
saat Yesus pergi
ke rumah seorang kaya bernama Simon untuk suatu
perjamuan makan, Maria datang dan menangis di
kaki-Nya.
Kemudian, dengan rambutnya yang panjang
serta indah, ia mengeringkan kaki Yesus dan
622
meminyakinya dengan minyak wangi yang mahal
harganya. Orang-orang merasa heran melihat Yesus
membiarkan seorang pendosa seperti Maria
menyentuh-Nya. Yesus tahu apa sebabnya. Ia dapat
melihat ke dalam hati Maria. Yesus berkata,
“Dosanya yang banyak itu telah diampuni, sebab ia
telah banyak berbuat kasih.” Kemudian Yesus
berkata dengan lembut kepada Maria. “Imanmu
telah menyelamatkan kau:"
Sejak saat itu, bersama para wanita
kudus lainnya, Maria dengan rendah hati melayani
Yesus dan para rasul-Nya. saat Yesus disalibkan,
Maria ada di sana; di bawah kaki salib. Ia tinggal di
sana bersama Santa Perawan Maria dan St. Yohanes
tanpa takut akan keselamatannya sendiri. Satu-
satunya hal yang dipikirkannya ialah bahwa Tuhan-
nya sedang amat menderita. Tidaklah heran jika
Yesus berkata tentang Maria: “Ia telah banyak
berbuat kasih.” sesudah tubuh Yesus dibaringkan
dalam makam, pagi-pagi benar pada hari Minggu
Paskah Maria pergi untuk membubuhi tubuh Yesus
dengan rempah-rempah. Ia sangat terkejut
mendapati bahwa makam telah kosong. sebab tidak
menemukan tubuh-Nya yang kudus, Maria mulai
menangis. Tiba-tiba ia melihat seseorang yang
disangkanya seorang tukang kebun. Maria bertanya
kepadanya apakah ia tahu di mana gerangan tubuh
Tuhan-nya yang terkasih diletakkan. Kemudian pria
itu berbicara dengan suara yang dikenalnya betul:
“Maria!” Dia-lah Yesus, berdiri tepat di hadapannya!
Yesus telah bangkit dari antara orang mati. Dan Ia
memilih untuk menyatakan diri-Nya pertama kali
kepada Maria. Injil menceritakan bagaimana Maria
diutus oleh Tuhan sendiri untuk mewartakan Kabar
Gembira kebangkitan kepada Petrus dan para rasul.
Di abad-abad pertama Gereja, pesta St. Maria
623
Magdalena dirayakan dengan Misa untuk seorang
rasul.
Maria Magdalena (abad ke-1), petobat dan
pengikut Jesus; pelindung lembaga-lembaga
untuk gadis-gadis yang jatuh dalam dosa; B:
Magda, Lena, Leni; L: seorang wanita muda
dengan tempat wangi-wangian atua pertapa
dengan tengkorak dan salib; P: 22 Juli
SANTA MARIA MAGDALENA de’PAZZI
(1566-25 Mei 1607)
Katarina de'Pazzi dilahirkan di Florence,
Italia, pada tahun 1566. Ia yaitu puteri satu-
satunya dari sebuah keluarga
kaya raya. saat usianya
empat belas tahun, Katarina
tinggal di asrama sekolah
suatu biara. Di sanalah ia
mulai mencintai kehidupan
religius. namun , setahun
kemudian ayahnya
menjemputnya pulang.
Ayahnya mulai berpikir untuk
memilihkan seorang suami
kaya baginya. namun ,
Katarina sudah bertekad
untuk menjadi seorang
biarawati. Kedua orangtuanya
amat terkejut saat ia
mengatakan kepada mereka
bahwa ia telah mengucapkan
kaul kemurnian. Mereka tidak percaya. Akhirnya,
mereka mengijinkan Katarina masuk biara Karmelit.
Namun, hanya lima belas hari kemudian, mereka
datang menjemputnya pulang. Mereka berharap
dapat mengubah pikirannya. sesudah tiga bulan
624
berusaha membujuknya tanpa hasil, mereka
akhirnya menyerah. Mereka membiarkannya pergi
untuk selamanya dengan restu mereka. Hal itu
terjadi pada tahun 1582, tahun wafatnya Santa
Theresia Avila di Spanyol.
saat masih novis, Santa Maria Magdalena
sakit parah. Para biarawati khawatir kalau-kalau ia
meninggal. Sebab itu, ia diijinkan segera
mengucapkan kaul religiusnya. Melihat bagimana ia
menderita begitu hebat, salah seorang biarawati
bertanya kepadanya bagaimana ia dapat menahan
rasa sakit tanpa mengeluh sama sekali. Maria
Magdalena menunjuk ke arah salib, katanya,
“Lihatlah, betapa kasih Tuhan yang demikian besar
itu telah menderita bagi keselamatanku. Kasih yang
sama melihat segala kelemahanku dan memberiku
kekuatan.”
Santa Maria Magdalena harus mengalami
banyak penderitaan hebat sepanjang hidupnya. Ia
juga harus mengalami pencobaan-pencobaan berat
akan ketidakmurnian dan keserakahan akan
makanan. Ia dapat mengatasi segala pencobaan itu
dengan cintanya yang besar kepada Yesus dalam
Ekaristi Kudus dan kepada Bunda Maria. Seringkali ia
hanya makan roti dan minum air putih saja. Ia juga
melakukan latihan-latihan penyangkalan diri yang
lain. Cintanya kepada Yesus begitu mendalam
hingga ia akan berkata, “Kasih tidak dikasihi, Kasih
tidak dikenali oleh makhluk ciptaan-Nya Sendiri.”
Dengan bercucuran air mata, ia akan berdoa serta
mempersembahkan segala penderitaannya demi silih
bagi para pendosa dan orang-orang yang tidak
percaya, hingga akhir hayatnya. Suatu saat ia
mengatakan, “O Yesus-ku, andai saja aku
memiliki suara yang cukup kuat dan lantang
hingga terdengar ke seluruh penjuru dunia, aku
625
akan berseru-seru agar Engkau dikenal dan dikasihi
oleh semua orang!” Santa Maria Magdalena de Pazzi
wafat pada tanggal 25 Mei 1607 dalam usia empat
puluh satu tahun. Ia dinyatakan kudus oleh Paus
Klemens IX pada tahun 1669.
L: hati bernyala dan mahkota duri; P: 25 Mei
MARIA MAGDALENA FONTAINE (1723-
1794)
Pemimpin biara Suster Karitas ini dipenggal
bersama tiga suster lain di Cambrai (Perancis),
sebab tidak mau mengangkat sumpah yang
bertentangan dengan suara hatinya.
P: 26 Juni
BEATA MARIE LEONIE PARADIS
(12 Mei 1840-3 Mei 1912)
Elodie Paradis dilahirkan di desa L'Acadie di
Quebec, Canada pada tanggal 12 Mei 1840.
Orangtuanya miskin,
namun mereka yaitu
orang-orang Katolik yang
saleh. Mereka mencintai
gadis kecil mereka. saat
Elodie berusia sembilan
tahun, orangtuanya
memutuskan untuk
mengirimkannya ke
sebuah sekolah asrama.
Mereka menginginkan
puteri mereka
mendapatkan pendidikan
yang baik. Suster-suster
Notre Dame dengan hangat menyambut murid baru
626
mereka. Elodi senang tinggal di asrama, meski ia
dan keluarganya sungguh saling merindukan satu
sama lain.
Bapak Paradis bekerja keras mengusahakan
penggilingan. namun masa-masa itu sungguh sulit
dan penggilingan tidak memberikan hasil yang cukup
untuk menopang hidup isteri dan anak-anaknya. Ia
mendengar kabar-kabar yang menjanjikan mengenai
penambangan emas di California. Pak Paradis begitu
putus asa dengan usahanya hingga ia memutuskan
untuk pergi juga. Di California, ia tidak mendapatkan
kekayaan seperti yang ia harapkan. Sebab itu ia
kembali ke L'Acadie, dan sungguh tergoncang
hatinya mendapati puterinya telah masuk biara.
Elodie menggabungkan diri dalam Kongregasi Salib
Suci pada tanggal 21 Februari 1854. Ayahnya segera
menyusul ke biara. Ia memohon dengan sangat
kepada puterinya untuk pulang ke rumah, namun
puterinya memilih untuk tinggal. Pada akhirnya,
ayahnya dapat menerima. Elodie mengucapkan
kaulnya pada tahun 1857.
Elodie yang mengambil nama biara Marie-
Leonie mengajar di sekolah-sekolah di berbagai
kota. Ia berdoa dan melewakan hari-harinya dengan
penuh sukacita. Sementara hari-hari berlalu, Sr
Marie-Leonie dibimbing oleh Yesus untuk memulai
sebuah ordo religius baru dalam Gereja. Suster-
suster Kecil dari Keluarga Kudus dimulai pada tahun
1880. Para suster yang penuh kasih ini membaktikan
diri pada pelayanan bagi para klerus. Suster-suster
Kecil dari Keluarga Kudus sekarang telah memiliki
enampuluh tujuh biara yang tersebar di Canada,
Amerika Serikat, Roma dan Honduras.
Moeder Marie-Leonie terus berkarya hingga
jam-jam terakhir hidupnya. Ia senantiasa rapuh dan
kerap jatuh sakit. Namun demikian ia tidak pernah
627
berhenti melayani umat Allah. Ia menuliskan
koreksi-koreksi terakhir pada halaman-halaman
artikel peraturan hidup yang ditulisnya. Ia telah
mengirimkannya ke percetakan. artikel ini akan
memberikan bimbingan yang diperlukan para
susternya. Hari itu hari Jumat, 3 Mei 1912, saat
Moeder Marie-Leonie mengatakan bahwa ia amat
lelah. Ia berbaring untuk beristirahat dan wafat
beberapa jam kemudian. Usianya tujuhpuluh satu
tahun.
BEATA MARIE ROSE DUROCHER (1811-
1849)
Eulalie Durocher dilahirkan pada tahun 1811
di Quebec, Kanada. Ia yaitu anak kesepuluh dari
sebelas bersaudara.
Ibunya meninggal
dunia saat ia berusia
delapanbelas tahun.
Saudaranya, seorang
imam di sebuah paroki
di Beloeil, membawa
adiknya ini ke
parokinya. Di sana,
Eulalie melaksanakan
karya kerasulan awam.
Ia dipercaya mengurus
keperluan rumah
tangga bagi
saudaranya, sang
imam. Ia juga memulai
persekutuan doa paroki yang pertama di Kanada.
Tigabelas tahun lamanya terlibat dalam kehidupan
Gereja dan paroki mempersiapkan jalan baginya
untuk suatu karya istimewa bagi Tuhan.
628
Pada tahun 1843, saat Eulalie berusia
tigapuluh dua tahun, uskup Montreal memintanya
untuk memulai suatu misi khusus. Eulalie memulai
suatu ordo religius yang baru bagi para wanita ,
yang dinamai Suster-suster dari Nama Kudus Yesus
dan Maria. Karya khusus mereka bagi Yesus yaitu
memberikan pendidikan kepada anak-anak yang
paling miskin dan terabaikan. Eulalie menjadi
Moeder Marie Rose. Yang lainnya mengikuti jejak
wanita yang murah hati ini. Mereka juga
percaya akan pentingnya pendidikan anak-anak
demi kasih kepada Yesus.
Moeder Marie Rose hidup hanya enam tahun
lamanya sesudah ia memulai kongregasinya. Namun
demikian, pastilah ia terus membantu para
biarawatinya dari surga sebab komunitasnya terus
bertumbuh dan bahkan membuka biara-biara baru.
Mereka memulai karya misi di Amerika juga. Mereka
pergi ke Oregon pada tahun 1859. Sekarang,
Suster-suster dari Nama Kudus Yesus dan Maria
tersebar di seluruh penjuru dunia. Moeder Marie
Rose Durocher dimaklumkan sebagai “beata” oleh
Paus Yohanes Paulus II pada tanggal 23 Mei 1982.
MARIA TERESIA SOUBIRAN (1834-1889)
Dalam usia muda (21 tahun) ia mendirikan
serikat suster yang berkarya untuk puteri-puteri
yang terlantar di kota-kota besar. sebab difitnah, ia
dipecat dari jabatannya sebagai pembesar dan
dikeluarkan dari kongregasinya. Namun Maria
menerima semuanya dengan sabar dan hidup
dengan semangat doa dalam biara suster lain di
Paris sampai hari kematiannya.
P: 20 Oktober
629
MARIA WARD (1585-1645)
Puteri bangsawan Inggeris ini berkali-kali
terpaksa mengungsi sebab ingin mengikuti Misa
Kudus. Sebab perayaan Ekaristi dilarang oleh Ratu
Eisabet. Pada umur 20 tahun ia melarikan diri ke
Belgia untuk masuk biara Klaris. Ia mencoba dua
kali, namun selalu gagal walaupun berusaha hidup
setaat mungkin pada aturan biara. Akhirnya ia
mendirikan kumpulan wanita yang hidup bersama
tanpa klausura atau pakaian biara. Sebab, mereka
mau kembali ke Inggeris untuk memperkuat iman
umat yang dianiaya. Beberapa kali ia pulang,
dikejar-kejar, dipenjarakan dan dihukum mati,
namun dibebaskan lagi. Ia kemudian kembali ke
Belgia, memimpin ‘Puteri-puteri Inggeris’ dan
berusaha mendapatkan pengakuan dari Paus di
Roma. Di Munchen ia dipenjarakan sebagai orang
bidaah, dan pada tahun 1631 ‘Suster-suster Jesuit’-
nya dilarang oleh paus. Namun akhirnya ia
direhabilitir dan perjuangannya susaha wanita boleh
merasul sama seperti pria diterima oleh pejabat
Gereja yang masih lama berpikir gaya kuno itu.
P: 30 Januari
MARIANA de PAREDES y FLORES (1618-
1645)
Anak yatim piatu ini pada umur 7 tahun
berkaul hidup murni. sebab tidak diterima dalam
biara ia tinggal di halaman kakaknya untuk hidup
menyendiri dengan miskin, bermatiraga dan
beramal. Mariana menawarkan diri kepada Tuhan
untuk dijadikan silih bagi dosa-dosa kotanya Quito
(Ekuador).
P: 26 Mei
630
MARIANUS dan YAKOBUS († 259)
Lektor dan diakon ini disiksa dan dipenggal
bersama dengan banyak orang Kristen lain di
Konstantine (Aljazair).
P: 30 April
MARIE TERES FONTOU (1747-1794)
Bersama dengan suster lain dari Kongregasi
Vinsentin di penggal di Bomerai, sebab tidak mau
mengangkat sumpah Revolusi Perancis.
MARINA (abad ke-5)
Dengan mengenakan pakaian laki-laki, gadis
ini bersama ayahnya masuk biara di Siria. Ia dituduh
menghamili putrid pemilik penginapan. Tanpa
membela diri, ia berpenitensi selama lima tahun
sampai kemudian ia diterima kembali. Baru sesudah
mati diketahui, ia seorang wanita dan tak mungkin
berbuat dosa seperti yang dituduhkan kepadanya.
P: 12 Februari
MARINUS († 262)
Tidak mau bersumpah secara kafir, yaitu
kepada dewa-dewa. sebab nya perwira Romawi ini
dipenggal kepalanya di Palestina.
A: pelaut; P: 3 Maret
MARINUS SKOTUS († 1088)
Berziarah dari Skotlandia ke Roma. Dalam
perjalanan pulang ia menetap di Regensburg dan
mendirikan beberapa biara bagi orang Skot di
631
Jerman. Waktu senggangnya ia gunakan untuk
menyalin Kitab Suci seluruhya sampai beberapa kali.
P: 9 Februari
MARIUS dan MARTA (awal abad ke-4)
Bersama anak mereka, AUDIFAX dan
ABAKUH, berziarah dari Persia ke Roma untuk
berdoa di tempat pemakaman para martir. namun
mereka sendiri ditangkap waktu menguburkan
mayat pahlawan-pahlawan iman Kristiani itu dan
mati sebagai saksi iman.
P: 19

