uangnya kepada kami, kalian boleh
menyimpan ajaran-Nya.” Cornelius juga berjanji
akan membebaskan Laurensius jika saja ia mau
menyerahkan seluruh kekayaan Gereja kepada
kaisar. Laurensius menyanggupi permintaan
Cornelius. Ia minta diberi waktu tiga hari untuk
mengumpulkan seluruh harta Gereja.
Maka, pergilah Laurensius menjelajahi kota
selama tiga hari untuk mengumpulkan orang-orang
yang sakit, fakir miskin, jompo, janda serta para
yatim piatu. Pada hari yang ketiga ia membawa
mereka semua ke hadapan penguasa Roma,
katanya, “Tuan, inilah harta karun Gereja!”
Penguasa Roma itu menjadi sangat murka.
Dalam amarahnya ia memerintahkan agar
Laurensius dijatuhi hukuman mati secara perlahan
dan kejam. Laurensius diikatkan pada panggangan
besi raksasa yang dipanaskan di atas api yang kecil
sehingga api memanggang daging tubuhnya secara
perlahan-lahan. Laurensius memang terbakar, namun
bukan oleh api, melainkan oleh rasa cinta yang amat
mendalam kepada Tuhan. Oleh sebab itu,
Laurensius menjalani siksaannya dengan ketabahan
yang mengagumkan. Tuhan juga memberinya
kekuatan dan sukacita yang luar biasa, hingga
Laurensius masih sempat bercanda, “Balikkan
tubuhku,” katanya kepada algojo, “yang sebelah sini
sudah matang!”
Kemudian, ”Ya, sudah cukup matang
sekarang!” Sementara Laurensius terbaring sekarat,
wajahnya memancarkan sinar surgawi. Laurensius
berdoa agar penduduk kota Roma bertobat dan
541
berbalik kepada Yesus dan semoga iman Katolik
menyebar ke seluruh dunia. Usai mengucapkan
doanya, Laurensius pergi menjumpai Yesus, Paus
Sixtus dan semua para kudus di surga. Keberanian
serta ketabahan Laurensius menyentuh banyak
orang sehingga banyak penduduk Roma yang
akhirnya bertobat. St. Laurensius wafat pada
tanggal 10 Agustus tahun 258. Pestanya dirayakan
setiap tanggal 10 Agustus. Demi menghormatinya,
Kaisar Konstantinus membangun sebuah basilika
yang indah. Nama St Laurensius ada di antara para
kudus Dalam Doa Syukur Agung Pertama dalam
Misa.
SANTO LAURENTIUS OFM CAP dari
BRINDISI (1559-22 Juli 1619)
Giulio Caesare de Rossi dilahirkan di Brindisi,
Italia, pada tahun 1559. Brindisi yaitu bagian dari
Kerajaan Naples, Italia.
Caesar mengambil nama
Laurentius saat ia
menjadi seorang
Fransiskan Kapusin pada
usia enambelas tahun. Ia
diutus ke Universitas
Padua untuk belajar
teologi. Laurentius
mengejutkan banyak
orang dengan belajar juga
enam bahasa asing.
Bahasa ibunya yaitu
bahasa Italia. Ia fasih
berbahasa Perancis, Jerman, Yunani, Spanyol, Syriac
542
dan Ibrani. Pula, St Laurentius memiliki pengetahuan
mendalam tentang Kitab Suci. sesudah ditahbiskan
sebagai imam, ia menjadi seorang pengkhotbah
yang popular. sebab kemampuannya berbahasa
Ibrani, ia berkarya demi pertobatan orang-orang
Yahudi yang tinggal di Roma. Di kemudian hari, St
Laurentius diutus untuk mendirikan ordonya di
Austria. Kaisar Rudolf II tidak menghendaki
kedatangan mereka. namun , kelemah-lembutan
Laurentius dalam merawat para korban wabah
penyakit di sana melunakkan hati kaisar.
Kaisar meminta Laurentius untuk membujuk
para bangsawan Jerman agar melawan pasukan
Turki. Kala itu, pasukan Turki sedang berusaha
menghapuskan kekristenan. Laurentius berhasil
meyakinkan para bangsawan. namun , para pemimpin
mereka mendesak agar sang imam ikut serta
bersama pasukan ke medan perang guna menjamin
kemenangan. saat para prajurit melihat betapa
besar bala tentara Turki, mereka ketakutan dan
bermaksud mengundurkan diri. Jadi, St Laurentius
sendiri yang memimpin pasukan. Ia hanya
bersenjatakan salib. Para prajurit Kristiani menjadi
percaya dan bertempur dengan gagah berani.
Pasukan Turki berhasil ditaklukkan dengan mutlak.
St Laurentius disanjung, namun ia tidak berbangga
diri atas keberhasilannya. Ia menyerahkan
segalanya pada Tuhan dan memanjatkan pujian
kemuliaan bagi-Nya.
Pada tahun 1602, St Laurentius menjadi
Superior Jenderal ordonya. Ia berkarya, berkhotbah
dan menulis guna menyebarluaskan Kabar Gembira.
Ia pergi dalam misi-misi perdamaian yang penting
ke Munich, Jerman dan Madrid, Spanyol. Para
penguasa wilayah-wilayah ini mendengarkan
nasehatnya dan misinya berhasil gemilang. namun St
543
Laurentius terserang sakit parah. Ia kecapaian
sebab medan perjalanan yang berat dan beban
tugas yang menegangkan. Ia wafat tepat pada hari
ulangtahunnya, pada tanggal 22 Juli 1619. St
Laurentius dinyatakan kudus oleh Paus Leo XIII
pada tahun 1881. Ia dihormati sebagai “Doktor
Apostolik” oleh Paus Yohanes XXIII pada tahun
1959.
P: 21 Juli
SANTO LAURENSIUS GIUSTINIANI (1381-
1455)
Laurensius dilahirkan di Venice, Italia, pada
tahun 1381. Ibunya kadang-kadang berpikir bahwa
puteranya berkhayal
terlalu tinggi. Laurensius
selalu mengatakan kepada
ibunya bahwa ia ingin
menjadi seorang kudus,
seorang santo. saat
usianya sembilanbelas
tahun, Laurensius merasa
bahwa ia harus melayani
Tuhan dengan suatu cara
yang istimewa. Ia meminta
nasehat kepada
pamannya, seorang imam
yang kudus dari komunitas
St. George. “Apakah kamu memiliki keberanian
untuk meninggalkan kesenangan duniawi dan
melewatkan hidupmu dengan melakukan silih?”
tanya pamannya. Cukup lama Laurensius tidak
menjawab. Kemudian ia menatap salib dan berkata,
“Engkau, oh Tuhan, yaitu harapanku. Dalam Salib
ada ketenteraman serta kekuatan.”
544
Ibunya menginginkannya untuk menikah,
namun Laurensius bergabung dengan komunitas St.
George. Tugas pertamanya yaitu pergi ke
kampung-kampung di kotanya untuk meminta
derma bagi ordonya. Laurensius tidak malu pergi
meminta-minta. Ia tahu bahwa derma uang ataupun
barang akan berguna bagi karya Tuhan. Ia bahkan
pergi ke depan rumahnya sendiri dan meminta
derma. Ibunya berusaha mengisi kantongnya
dengan banyak makanan agar Laurensius dapat
segera pulang ke biaranya. namun Laurensius hanya
menerima dua potong roti dan pergi ke rumah
sebelah untuk meminta derma lagi. Dengan
demikian, ia belajar bagaimana mempraktekan
penyangkalan diri dan semakin bertumbuh dalam
kasih kepada Tuhan.
Suatu hari seorang teman datang membujuk
Laurensius untuk meninggalkan biaranya. Laurensius
menjelaskan kepada temannya itu betapa
singkatnya hidup dan betapa bijaksananya untuk
melewatkan hidup demi surga. Temannya amat
terkesan dan terdorong untuk menjadi seorang
religius juga.
Di kemudian hari Laurensius diangkat menjadi
Uskup, meskipun ia sendiri kurang senang akan hal
itu. Umatnya segera mengetahui betapa lembut hati
dan kudusnya Uskup mereka. Orang berbondong-
bondong datang kepadanya setiap hari untuk
memohon pertolongannya. Menjelang ajalnya, St.
Laurensius menolak berbaring di tempat tidur yang
nyaman. “Tidak boleh demikian!” serunya dengan
rendah hati. “Tuhanku terentang di kayu yang keras
serta menyakitkan.” Santo Laurensius Giustiniani
wafat pada tahun 1455.
P: 5 September
545
SANTO LAURENSIUS O'TOOLE (1128-14
November 1180)
Laurensius dilahirkan di Irlandia pada tahun
1128. Ayahnya seorang pejabat. saat usianya baru
sepuluh tahun, seorang raja tetangga menyerang
wilayah kekuasaan ayahnya dan membawanya
pergi. Anak itu menderita selama dua tahun
lamanya. Kemudian ayahnya memaksa raja untuk
menyerahkan Laurensius kepada seorang uskup.
saat raja memenuhi permintaannya, ayahnya
segera datang menemui putranya. Dengan penuh
syukur dan sukacita, ia membawa Laurensius pulang
ke rumah.
Ayahnya ingin agar salah seorang puteranya
melayani dan mengabdi Gereja. saat sedang
bertanya-tanya
siapakah gerangan yang
akan memenuhi
keinginannya itu,
dengan tertawa
Laurensius mengatakan
kepada ayahnya agar
jangan bingung lagi.
“Itulah kerinduanku,”
kata Laurensius, “bagian
warisanku yaitu
melayani Tuhan dalam
Gereja-Nya.” Maka,
ayahnya membimbing
tangannya dan menyerahkannya kepada uskup.
Laurensius menjadi seorang imam dan abbas (=
pemimpin biara) sebuah biara yang besar. Suatu
saat , terjadilah paceklik di mana bahan pangan
sulit didapatkan di seluruh daerah sekitar biara.
Abbas yang baik itu membagi-bagikan sejumlah
546
besar bahan makanan agar penduduk terhindar dari
bahaya kelaparan.
Laurensius juga harus menangani banyak
masalah sehubungan dengan jabatannya sebagai
pemimpin biara. Sebagian biarawan mengkritiknya
sebab terlalu disiplin. Meskipun demikian,
Laurensius tetap membimbing komunitasnya dengan
cara laku silih dan matiraga. Ada juga masalah
dengan para penyamun dan perompak yang tinggal
di bukit-bukit sekitarnya. Walaupun begitu, tidak ada
suatu pun yang membuat Laurensius O'Toole gentar.
Laurensius menjadi begitu terkenal hingga tak lama
kemudian ia dipilih sebagai Uskup Agung Dublin.
Dalam kedudukannya yang baru itu, ia hidup kudus
sepanjang hidupnya. Setiap hari, ia mengundang
kaum fakir miskin untuk menjadi tamu
kehormatannya. Di samping itu, ia memberikan
pertolongan kepada banyak orang lain juga.
Laurensius sangat mencintai umatnya dan
negaranya, Irlandia, dan ia melakukan segalanya
untuk menjadikannya damai sejahtera. Suatu saat ,
seorang gila menyerang Laurensius saat ia hendak
naik ke altar untuk mempersembahkan Misa.
Laurensius jatuh ke lantai tak sadarkan diri. Namun,
segera saja ia siuman kembali. Saat itu juga
dibasuhnya luka-lukanya, lalu langsung
mempersembahkan Misa.
sesudah tahun-tahun pengabdian bagi Gereja,
St. Laurensius O'Toole sakit parah. saat ditanya
apakah ia hendak menuliskan surat wasiat, uskup
agung yang kudus itu tersenyum. Jawabnya, “Tuhan
tahu bahwa aku tidak memiliki apa-apa di dunia ini.”
Sejak lama ia telah memberikan segala yang ia
miliki kepada orang-orang lain, sama seperti ia telah
memberikan dirinya seutuhnya kepada Tuhan. St.
547
Laurensius O'Toole wafat pada tanggal 14 November
1180. Ia dinyatakan kudus oleh Paus Honorius III
pada tahun 1225.
BEATO LAWRENCE HUMPHREY, BEATO
ROGER DICKENSON dan BEATO RALPH
MILNER
Ketiga martir ini hidup di Inggris dalam masa
penganiayaan Gereja oleh Ratu Elizabeth I. “Tuan”
Roger Dickenson yaitu seorang imam sekulir yang
menyamar. Ralph Milner yaitu seorang suami dan
ayah. Ia bekerja sebagai buruh tani dan dihantar ke
dalam Gereja melalui teladan baik para tetangganya.
Pada hari ia menyambut Komuni Pertama, ia
dijebloskan ke dalam penjara sebab ia seorang
Katolik. Sipir penjara suka padanya, sebab itu
penahanannya di penjara tidaklah terlalu ketat pada
mulanya. Selama beberapa tahun ia “dibebaskan
bersyarat” untuk mendapatkan suplai makanan dan
apapun yang dibutuhkan para tahanan lainnya.
Sementara dibebaskan bersyarat, ia merupakan
seorang penolong yang banyak membantu “Tuan”
Dickenson dan Pater Stanney, seorang Yesuit.
Akhirnya, tibalah hari saat Pater Dickenson pun
ditangkap juga. Ia dan Milner dihadapkan ke
pengadilan bersama-sama. Pater Dickenson diadili
sebab kejahatan menjadi seorang imam Katolik.
Tuan Milner diadili sebab membantu Pater
Dickenson melaksanakan karya pelayanannya.
Hakim mengarahkan pandangannya ke khalayak
ramai dalam ruang pengadilan. Ia memikirkan Ny
Milner dan delapan anak pasutri Milner. Ia ingin
membebaskan Milner bagaimanapun caranya. “Yang
perlu engkau lakukan hanyalah,” demikian katanya,
“mengunjungi sebuah gereja Protestan, beberapa
548
menit saja, untuk mengatakan bahwa engkau ada di
sana. Maka, aku akan melepaskanmu agar engkau
dapat bersama keluargamu.” Tuan Milner dengan
tenang dan tegas menolak. Ia dan Pater Dickenson
pergi dengan gagah berani menyongsong maut. Hari
itu yaitu tanggal 7 Juli 1591.
Martir ketiga, Lawrence Humphrey, dihantar
masuk ke dalam Gereja oleh Pater Stanney, SJ. Ia
tak hendak mengingkari iman yang baru saja
dipeluknya. Lawrence baru berusia duapuluh satu
tahun saat ia wafat dimartir.
LAZARUS (abad ke-1)
Ialah saudara Maria dan Marta serta teman
Jesus yang dibangkitkanNya dari kubur pada hari
ketiga (lih. Yoh. 11-12). Sering kejadian itu menjadi
tema lukisan para seniman Kristen.
A: Tuhan telah menolong (H); P: 17 Desember
LEA († 384)
Memimpin perkumpulan wanita yang karya
pokoknya berbuat amal (di Roma). Janda muda ini
yaitu murid Santo Hieronimus.
A: singa betina (L); P: 17 Desember
LEANDER (540-600)
yaitu kakak Santo Isidorus yang kemudian
menggantikannya sebagai uskup Sevilla Spanyol.
Adiknya yaitu, Santa Florentina dan Santo
Fulgentius, dinyatakan kudus juga. Ia menarik Raja
Hermenegild dan Rekkared serta seluruh bangsawan
Wisigoth kembali ke pangkuan Gereja Katolik.
P: 27 Februari
549
LEGER atau LUTGAR (616-680)
Uskup Autun Perancis ini giat menertibkan
kehidupan umat. Ia dibutakan, dipotong lidahnya
dan beberapa tahun kemudian dipenggal oleh wakil
raja. Leger dihormati sebagai santo pelindung orang
sakit mata.
L: mata dan bor; P: 2 Oktober
LEO
Beberapa paus, selain Leo Agung, yang
dinyatakan kudus memakai nama ini: LEO II (683),
paus yang ramah dan murah hati; LEO III (816)
memahkotai Karolus Agung sebagai Kaisar Romawi;
LEO IV (855) membangun benteng untuk
melindungi Roma dari serangan tentara Arab; LEO
IX (1054) memperbaharui hidup keagamaan dan
biara serta mengatur administrasi gereja.
P: 19 April
SANTO PAUS LEO IV († 17 Juli 855)
Santo Leo hidup pada abad kesembilan. Ia
dilahirkan sebagai seorang Romawi dan melewatkan
masa hidupnya di kota Roma. Leo dididik dalam
Biara Benediktin dekat
Basilika St Petrus. Ia
ditahbiskan menjadi
imam dan melaksanakan
karya pelayanannya di
Basilika St Yohanes
Lateran yang besar dan
terkenal. Leo dikenal
baik dan dikasihi oleh
dua paus pendahulunya,
yakni Paus Gregorius IV
yang wafat pada tahun
550
844 dan Paus Sergius II yang wafat pada tahun 847.
Wafat Paus Sergius II membawa dampak langsung
pada Leo. Desas-desus akan serbuan bangsa barbar
Saracen menggentarkan bangsa Romawi. Mereka tak
hendak ditinggalkan tanpa paus. Begitu pula para
kardinal. Sebab itu, mereka segera memilih penerus
paus. Penerusnya ini kemudian dikenal dalam
sejarah sebagai Paus Leo IV.
Sebagai paus, Leo memerintahkan agar
tembok-tembok kota diperbaiki. Tembok-tembok itu
telah rusak tahun sebelumnya akibat serangan
Saracen. Ia memperindah gereja-gereja dan
membawa banyak relikwi ke Roma. Ia memulai
suatu program pembaharuan bagi kaum klerus. Pada
tahun 853 ia mengadakan sinode yang dihadiri
segenap imam Roma. Ia menetapkan empatpuluh
dua peraturan demi membantu para imam hidup
dalam doa, lebih tekun dan penuh sukacita.
Beberapa uskup amat menyedihkan Paus Leo
dengan cara hidup mereka. Mereka menentang paus
secara terbuka dan tak hendak mengubah cara
hidup mereka. Tak peduli betapa banyak ia
dicemooh, Paus Leo tetap bersikap adil, sabar dan
rendah hati. Ia tak pernah membiarkan masalah dan
kesulitan mengusai dirinya. Leo tetap setia
mempersembahkan segenap waktu dan kekuatannya
untuk Yesus dan Gereja-Nya. Ia mencintai doa-doa
liturgi yang indah dan mendorong perkembangan
nyanyian dan musik liturgis.
Umat mencintai St Leo. Bahkan semasa
hidupnya, ia dianggap sebagai seorang pembuat
mukjizat. Konon dialah yang menghentikan kobaran
api dahsyat yang melalap pojok Inggris di Roma.
Paus Leo IV terus melayani Gereja dengan penuh
sukacita hingga akhir hayatnya pada tanggal 17 Juli
855.
551
SANTO PAUS LEO AGUNG († 10 November
461)
Santo Leo, seorang Romawi, hidup pada abad
kelima. sesudah wafatnya Paus Sixtus, ia diangkat
menjadi paus. Masa-masa itu yaitu masa-masa
sulit bagi Gereja. Di mana-mana pasukan barbar
menyerang umat Kristiani. Dalam Gereja sendiri,
beberapa orang menyebarluaskan ajaran iman yang
sesat pula. namun , Santo Leo yaitu seorang paus
yang amat mengagumkan. Ia sama sekali tidak
takut akan apa pun atau siapa pun. Ia
mengandalkan bantuan paus yang pertama, Santo
Petrus Rasul. Santo Leo sering mohon bantuan
doanya. Untuk menghentikan pengajaran iman yang
sesat, Santo Leo menjelaskan ajaran iman yang
benar melalui tulisan-tulisannya yang terkenal. Ia
mengadakan Konsili untuk mengutuk ajaran-ajaran
yang sesat. Mereka yang tidak mau berbalik dari
ajaran mereka yang sesat dikucilkan dari Gereja.
namun , Paus Leo menerima kembali mereka yang
menyesal dan ingin kembali ke pelukan Gereja. Ia
mengajak umatnya untuk berdoa bagi mereka.
552
saat suatu pasukan barbar yang amat
besar, yang disebut bangsa Hun, datang untuk
menyerang kota Roma, semua penduduk Roma
merasa takut dan ngeri. Mereka tahu bahwa bangsa
Hun telah membakar habis banyak kota. Untuk
menyelamatkan Roma, Santo Leo pergi menemui
pemimpin mereka yang garang, Attila. Satu-satunya
senjata yang ada padanya hanyalah mengandalkan
diri sepenuhnya kepada Tuhan. saat kedua
pemimpin itu saling bertemu, sesuatu yang
menakjubkan terjadi. Attila, pemimpin kafir yang
kejam itu, menunjukkan rasa hormat yang besar
kepada paus. Ia mengikat perjanjian damai
dengannya. Sesudah peristiwa itu, Attila
mengatakan bahwa ia melihat dua sosok yang amat
besar berdiri di samping paus pada saat ia berbicara.
Umat yakin bahwa kedua sosok ini yaitu
kedua rasul besar, Petrus dan Paulus. Mereka diutus
Tuhan untuk melindungi Paus Leo dan segenap umat
Kristiani. Oleh sebab kerendahan hati dan
belaskasihnya, Paus Leo dikasihi oleh semua orang.
Ia menjadi paus selama duapuluh satu tahun. Santo
Leo wafat pada tanggal 10 November 461.
Leo Agung (461), paus dan pujangga Gereja;
meninggal di Roma; A: singa (L); L: seorang
paus yang menghalau Raja Atilla; P: 10
Nopember
LEO MANGIN SJ († 1900)
Bersama tiga kawannya menjadi korban
perang Boxer di Tiongkok.
P: 4 februari
LEONARDUS MURIALDO (1828-1900)
553
yaitu seorang imam yang berkarya di kota
industri Turino Italia. Ia mengabdikan diri kepada
muda-mudi yang terlantar akibat urbanisasi,
kemudian mendirikan asrama, mengusahakan
sekolah dan mencarikan lapangan kerja bagi
mereka. Leonardus berikhtiar sungguh-sungguh
mengamalkan gagasan ensiklik sosial ‘Rerum
Novarum’ (1891). Ia juga mendirikan kongregasi
imam-imam.
LEONHARD OFM (1676-1751)
yaitu pengkotbah yang sangat popular.
‘Misionaris Italia’ ini juga menyebarluaskan ‘Jalan
Salib’ serta menetapkan XIV stasinya. Dia pulalah
yang menjadi promotor penghormatan khusus
kepada Hati Kudus sebagai silih atas segala dosa.
P: 26 Nopember
LEONTIOS (abad ke-2)
Perwira satuan khusus ini dibunuh sebab
mengkristenkan dua tentaranya, yaitu: Santo
Hipatios dan Santo Teodulus, yang mati sebagai
saksi iman bersama=sama di Tripolis.
P: 18 Juni
LEOPOLD YANG BAIK (1075-1136)
Bangsawan dan ayah dari 18 anak ini
menolak mahkota kekaisaran. Ia sangat disegani
rakyat Austria, sebab murah hati dan dermawan.
Leopold mendirikan biara-biara yang masih ada
hingga sekarang.
P: 15 Nopember
554
LIBERATUS († 483)
Pemimpin biara di Tunisia ini oleh tentara
suku Vandal dihantam dengan dayung hingga tewas.
Nasib yang sama menimpa enam biarawan lainnya,
yaitu: Bonifasius, Servus, rustikus, Rogatus,
Septimus dan Maximus yang masih muda belia.
P: 17 Agustus
LIBORIUS WAGNER († 1631)
Menjadi pastor paroki Altenmuenster Jerman.
Ia disiksa dengan keji selama 5 hari oleh serdadu-
serdadu Swedia. Sebab, Liborius yang dilahirkan
Protestan itu ‘murtad’ dan bahkan menjadi imam
Katolik. Mayatnya dicampakkan ke sungai, namun
kemudian dipinggirkan dan dikuburkan dalam gereja
Katolik dengan penghormatan besar.
P: 9 Desember
LIDIA (abad ke-1)
Wanita saudagar kain Ungu dari Filipi
(Yunani) ini ditobatkan bersama seluruh isi
rumahnya oleh Santo Paulus. (Kis. Para Rasul 16,
13-40).
P: 3 Agustus
SANTO PAUS LINUS (abad ke-1)
yaitu pengganti Santo Petrus sebagai paus
kedua (lih. 2 Tim 4, 21).
P: 23 September
555
LIOBA OSB († 782)
Suster dan pendidik yang pandai ini bersama
30 suster lain dari Inggris di panggil Santo
Bonifasius susaha membantu berkarya di misi
Jerman. Di kemudian hari ia mendirikan banyak
biara tempat semua suster berdoa, belajar dan
bekerja tangan.
P: 28 September
SANTA LIDWINA (1380-1433)
556
Lidwina artinya “penderitaan.” Lidwina
seorang gadis Belanda. Ia dilahirkan pada tahun
1380 dan wafat pada tahun 1433. saat umurnya
lima belas tahun, Lidwina mempersembahkan diri
seutuhnya kepada Tuhan. Mungkin saja ia akan
menjadi seorang biarawati kelak. namun , suatu
siang, terjadi peristiwa yang akan mengubah seluruh
hidupnya. Lidwina pergi bermain sepatu luncur
bersama teman-temannya. Salah seorang dari
mereka secara tak sengaja menabraknya. Lidwina
terpelanting keras ke atas es dan tulang rusuknya
patah. Ia amat kesakitan. Kecelakaan itu
menimbulkan masalah-masalah lain pula. Hari-hari
selanjutnya, Lidwina mengalami sakit kepala yang
amat hebat, mual, demam, rasa sakit di sekujur
tubuhnya dan rasa haus.
Dengan menangis Lidwina mengatakan
kepada ayahnya bahwa ia tidak sanggup lagi
menahan sakit. Namun demikian, rasa sakit itu
malahan menghebat. Bisul-bisul mulai bermunculan
di wajah dan tubuhnya. Satu matanya menjadi buta.
Dan pada akhirnya, ia tidak lagi dapat meninggalkan
pembaringan. Lidwina sangat sedih dan putus asa.
Mengapa Tuhan membiarkan semua ini terjadi
padanya? Apa yang Tuhan inginkan darinya?
557
Lagipula, apa yang masih dapat ia persembahkan
kepada-Nya? Pastor Yohanes, imam parokinya,
datang mengunjungi serta berdoa bersamanya.
Pastor membantunya merenungkan segala
penderitaan yang harus ditanggung Yesus. Lidwina
mulai sadar akan hadiah indah yang akan ia
persembahkan kepada Yesus: ia akan menderita
bagi-Nya. Ia akan mempersembahkan segala
penderitaannya untuk menghibur Dia, yang telah
menderita begitu hebat di salib. Penderitaannya
dipersembahkannya sebagai suatu doa yang indah
kepada Tuhan. Sedikit demi sedikit Lidwina mulai
mengerti.
Selama tiga puluh delapan tahun Lidwina
menderita. Rasanya mustahil ia dapat bertahan
hidup dalam keadaan yang sedemikian parah. namun
sungguh, ia bertahan. Tuhan memberinya
penghiburan dalam berbagai cara. Lidwina baik hati
terhadap semua orang yang datang mengunjunginya
di kamar kecilnya yang sederhana. Ia berdoa kepada
Tuhan dan rela menderita bagi ujub-ujub para
tamunya. Mereka tahu bahwa Tuhan mendengarkan
doa-doa Lidwina. Lidwina terutama amat cinta
kepada Yesus dalam Ekaristi Kudus. Selama
bertahun-tahun, ia hidup hanya dengan menyantap
Komuni Kudus.
B: Ludwina, Lidia; P: 14 April
LONGINUS (abad ke-1)
yaitu perwira pasukan yang menusukkan
tombaknya ke lambung Jesus (Yo 19, 34). saat
Jesus wafat, ia berseru: ‘Sungguh! Orang ini yaitu
orang benar!’ (Luk 23, 47). Kemudian Longinus
bertobat dan mati syahid.
P: 15 Maret
558
SANTO LORENZO RUIZ, dkk († 28
September 1637)
Pesta menghormati seorang awam dari
Filipina, St Lorenzo Ruiz, dan kelimabelas kawannya
jatuh pada tanggal 28
September. Keenambelas
martir ini dibunuh sebab
iman pada tahun 1637 di
Nagasaki, Jepang. Santo
Lorenzo dilahirkan di
Manila; seorang ayah dari
sebuah keluarga. Ia
menggabungkan diri
sebagai sukarelawan
bersama para imam,
broeder dan kaum awam
yang pergi ke Jepang
untuk mewartakan Injil.
Kelompok ini terdiri dari sembilan imam Dominikan,
dua broeder, dua wanita awam selibat dan tiga
awam lainnya. Semuanya berhubungan dengan Ordo
Dominikan dan semuanya lebih memilih mati
dibandingkan mengingkari iman kepada Yesus. Mereka
semua yaitu para misionaris yang berasal dari lima
negara: Perancis, Italia, Jepang, Filipina dan
Spanyol. Betapa mereka secara mengagumkan
mengingatkan kita bahwa Gereja menjangkau
seluruh dunia!
Para martir ini banyak menderita sebelum
akhirnya wafat dimartir, namun mereka tak hendak
menyangkal iman Katolik. St Lorenzo mengatakan
kepada para hakim yang mengadilinya bahwa andai
ia memiliki seribu nyawa, ia akan menyerahkan
semuanya untuk Kristus. Kelompok pahlawan yang
559
gagah berani ini dimaklumkan kudus oleh Paus
Yohanes Paulus II pada tanggal 18 Oktober 1987.
LOTARIUS (abad ke-8)
yaitu seorang tentara Franken. sesudah
isterinya meninggal, ia pergi ke tempat yang jauh
sekali untuk bertapa. Banyak murid berkumpul di
seputarnya, sehingga pertapaannya menjadi biara
besar dan terkenal. namun Lotar dipindahkan untuk
menjadi uskup Seez Perancis. Sesudah tiga tahun
menggembalakan umat keuskupannya, ia
mengundurkan diri dan menjadi biarawan biasa.
P: 15 Juni
SANTO LOUIS (LUDOWIKUS) IX
(25 April 1214-25 Agustus 1270)
Louis dilahirkan pada tanggal 25 April 1214.
Ayahnya yaitu Raja Louis VIII dari Perancis dan
ibunya yaitu Ratu
Blanka. Menurut cerita,
saat Pangeran Louis
masih kecil, ibunya
memeluknya erat-erat.
Katanya, “Aku
mengasihimu, puteraku
terkasih, dengan cinta
kasih sebanyak yang
dapat diberikan seorang
ibu. namun , aku lebih
suka melihatmu mati di
bawah kakiku dibandingkan
melihatmu melakukan
suatu dosa besar.” Louis tidak pernah melupakan
kata-kata ibunya itu. Ia menghargai iman Katoliknya
560
juga didikan yang diberikan kepadanya. saat
usianya dua belas tahun, ayahnya meninggal dunia
dan ia menjadi raja. Ratu Blanka memerintah hingga
puteranya genap dua puluh satu tahun.
Louis menjadi seorang raja yang
mengagumkan. Ia menikah dengan Margaret, puteri
seorang pangeran. Mereka saling mengasihi satu
sama lain. Mereka dikarunia sebelas putera puteri.
Louis seorang suami dan ayah yang baik. Dan
selama ibunya, Ratu Blanka, hidup, ia menunjukkan
sikap hormat kepadanya. Bagaimana pun sibuknya
dia, Louis selalu menyempatkan diri untuk ikut ambil
bagian dalam Misa Harian dan mendaraskan Doa
Ofisi. Ia anggota Ordo Ketiga Fransiskan dan hidup
sederhana. Ia murah hati serta adil. Ia memerintah
rakyatnya dengan bijaksana, belas kasihan dan
dengan menerapkan prinsip-prinsip Kristiani sejati.
Ia hidup sesuai dengan keyakinannya sebagai
seorang Katolik. Ia tahu bagaimana melerai
perdebatan dan perselisihan. Ia mendengarkan
mereka yang miskin dan terabaikan. Ia menyediakan
waktu bagi siapa saja, tidak hanya bagi mereka yang
kaya serta berpengaruh. Ia memajukan pendidikan
Katolik dan mendirikan biara-biara.
Seorang sejarawan, Joinville, menulis
mengenai riwayat hidup Santo Louis. Ia mengenang
bahwa ia mengabdi raja selama dua puluh dua tahun
lamanya. Setiap hari ia ada dekat raja. Dan
sepanjang masa itu, ia dapat mengatakan bahwa
tidak pernah sekali pun ia mendengar Raja Louis
menyumpah atau mengucapkan kata-kata yang
tidak sopan. Demikian juga raja tidak mengijinkan
kata-kata demikian diucapkan dalam istananya.
Santo Louis merasa bahwa merupakan suatu
kewajiban penting baginya menolong umat Kristiani
yang menderita di Tanah Suci. Ia ingin ikut ambil
561
bagian dalam Perang Salib. Dua kali ia memimpin
pasukan berperang melawan bala tentara Turki.
Dalam peperangannya yang pertama, ia tertawan.
namun , bahkan dalam penjara sekali pun, ia bersikap
sebagai seorang ksatria Kristiani sejati. Ia gagah
berani dan berbudi luhur dalam segala sikapnya.
Louis kemudian dibebaskan dan kembali ke Perancis
untuk mengurus kerajaannya. namun , begitu ada
kesempatan, ia mulai berangkat lagi ke medan
perang untuk melawan musuh iman. Namun
demikian dalam perjalanan, raja yang sangat dicintai
rakyatnya itu terjangkit demam tipus. Beberapa jam
menjelang kematiannya, ia berdoa, “Tuhan, sebentar
lagi aku memasuki rumah-Mu, bersembah sujud di
Bait-Mu yang kudus, serta memuliakan Nama-Mu.”
Santo Louis wafat pada tanggal 25 Agustus tahun
1270. Usianya lima puluh enam tahun. Santo Louis
dinyatakan kudus oleh Paus Bonifasius VIII pada
tahun 1297.
Louis (Lodewik) IX (1214-1270), raja dan
kakak Santa Elisabet dari Perancis; lahir di
Poissy dan wafat di Tunisia; L: seorang raja
abad pertengahan memegang sebuah bantal
dengan mahkota duri di atasnya; P: 25 Agustus
“Bermurah-hatilah terhadap mereka yang miskin, kurang
beruntung dan menderita. Berikan kepada mereka
bantuan serta penghiburan sebanyak yang kamu mampu.”
~ Santo Louis
LOUIS OFM (1274-1297)
Menolak mahkota kerajaan dan memilih
hidup membiara. Cucu Raja Santo Louis IX ini
diangkat menjadi uskup Toulouse Perancis dan
dengan rajin berkarya amal bagi umatnya.
P: 19 Agustus
562
LOUISA, LUISE atau LUDOWIKA (1462-
1503)
Ialah puteri raja Savoy yang pada umur 27
tahun sudah menjanda. Kemudian ia masuk biara
Klaris di Orbe Swiss dan meminta-minta derma
untuk suster-suster lain dalam semangat rendah hati
dan gembira.
P: 24 Juli
SANTO LUCIUS, SANTO MONTANA, dkk (†
259)
Kaisar Valerianus menganiaya umat Kristiani
dengan bengis sepanjang masa Gereja awali. Ia
meluluskan eksekusi Santo Siprianus pada bulan
September 258. Pejabat Romawi yang menjatuhkan
hukuman mati kepada St Siprianus tewas tak lama
sesudahnya. Pejabat yang baru, Solon, nyaris
menjadi kurban dari suatu pemberontakan yang
menyangkut suatu persekongkolan untuk
menghabisi nyawanya. Tampaknya Solon mencurigai
persekongkolan ini sebagai bentuk balas dendam
atas kematian Santo Siprianus. Ia menangkap
delapan orang tak bersalah. Semuanya yaitu
orang-orang Kristen, sebagian besar yaitu kaum
klerikus, dan semuanya yaitu pengikut setia St
Siprianus.
Tahanan Kristen itu dijebloskan ke dalam
penjara bawah tanah yang gelap. Mereka mendapati
orang-orang lain yang mereka kenal ada dalam
penjara. Kotor dan pengap melingkupi kelompok
tahanan ini. Mereka sadar bahwa mereka akan
segera menghadapi kematian dan kebakaan. Orang-
orang Kristen itu ditahan berbulan-bulan lamanya
563
dalam penjara. Mereka dipaksa bekerja di siang hari,
dan tanpa sebab seringkali tak diberi makan dan
minum. Dalam situasi yang tak berperikemanusiaan
macam itu, komunitas kecil umat Kristen ini bersatu
padu dan saling tolong-menolong satu sama lain.
Yang awam melindungi para uskup, imam dan
diakon yang secara istimewa merupakan sasaran
kekejian kaisar.
saat tahanan Kristiani pada akhirnya
dibawa ke tempat pelaksanaan hukuman mati,
masing-masing diijinkan untuk berbicara. Montanus,
yang tinggi kekar, berbicara dengan gagah berani
kepada segenap umat Kristiani yang ada di antara
khalayak ramai. Ia menasehati mereka untuk setia
kepada Yesus dan untuk lebih memilih mati dibandingkan
mengingkari iman. Lucius, yang kecil dan rapuh,
berjalan tertatih-tatih ke tempat eksekusi. Ia lemah
akibat masa-masa berat dan sulit di penjara.
Sesungguhnya, ia harus bertopang pada dua teman
yang membantunya tiba di tempat di mana para
algojo telah menanti. Mereka yang menyaksikan
berseru-seru memintanya untuk mengingat mereka
di surga.
Sementara tahanan Kristen ini seorang demi
seorang dipenggal kepalanya, khalayak ramai
semakin berani. Mereka menangisi para martir yang
menderita ketidakadilan. namun mereka bersukacita
juga. Mereka sadar bahwa para martir ini akan
memberkati mereka dari surga. Montanus, Lucius
dan kawan-kawan wafat sebagai martir pada tahun
259.
SANTO LUDGER(US) (742-809)
Santo Ludger dilahirkan di Eropa utara pada
abad kedelapan. sesudah belajar dengan tekun
564
selama beberapa tahun, ia ditahbiskan sebagai
imam. Ludger melakukan perjalanan hingga jauh
untuk mewartakan Kabar Gembira. Ia amat gembira
dapat membagikan apa yang telah ia ketahui
tentang Tuhan kepada siapa saja yang
mendengarkannya. Orang-orang kafir bertobat dan
umat Kristiani memulai cara hidup yang jauh lebih
baik. Santo Ludger mendirikan banyak gereja serta
biara.
Kemudian sekonyong-konyong bangsa barbar
yang disebut Saxon menyerang negerinya serta
menghalau semua imam. Tampaknya segala kerja
keras Santo Ludger akan menjadi sia-sia. namun , ia
pantang menyerah. Pertama-tama Santo Ludger
mencari tempat yang aman bagi para muridnya.
Kemudian ia pergi ke Roma untuk memohon
petunjuk dari Bapa Suci mengenai apa yang harus ia
lakukan. Selama lebih dari tiga tahun Ludger tinggal
di sebuah biara Benediktin sebagai seorang rahib
yang baik serta kudus. Namun demikian, ia tidak
melupakan para murid di negerinya. Begitu ia dapat
kembali ke tanah airnya, Ludger segera pulang serta
melanjutkan karyanya. Ia bekerja tanpa kenal lelah
dan mempertobatkan banyak orang Saxon.
565
sesudah ditahbiskan
menjadi uskup, terlebih
lagi Ludger memberikan
teladan bagi umatnya
dengan kelemah-lembutan
serta belas kasihannya.
Suatu kali, orang-orang
yang iri hati kepadanya
menyampaikan hal-hal
yang buruk mengenai
Ludger kepada Raja
Charlemagne. Raja
memerintahkan kepada
Ludger untuk datang ke
istana guna membela diri.
Dengan taat Ludger datang ke istana. Keesokan
harinya, saat raja memanggilnya, Ludger
mengatakan bahwa ia akan datang segera sesudah ia
menyelesaikan doa-doanya. Pada mulanya Raja
Charlemagne amat marah. namun , Santo Ludger
menjelaskan kepadanya bahwa meskipun ia
memiliki rasa hormat yang besar kepada raja, ia
tahu bahwa Tuhan harus dinomor-satukan. “Baginda
tidak akan marah kepada saya,” katanya, “sebab
Baginda sendiri yang mengatakan kepada saya
untuk selalu menomor-satukan Tuhan.” Mendengar
jawaban yang bijaksana itu, raja menjadi sadar
bahwa Ludger yaitu seorang yang amat kudus.
Sejak saat itu, Charlemagne mengagumi serta amat
mengasihinya. Santo Ludger wafat pada Hari Minggu
Sengsara pada tahun 809. Ia melaksanakan segala
tugas dan kewajibannya untuk melayani Tuhan,
bahkan pada hari wafatnya.
P: 26 Maret
566
LUDMILLA († 921)
Ialah ratu Bohemia pertama yang beragama
Kristen. sesudah suaminya meninggal, ia mati dicekik
oleh isteri anaknya yang membela kekafiran.
L: tali yang melilit leher; P: 16 September
BEATO LOUIS (LUDWIG) dari THURINGIA
(1200-1227)
Pangeran Jerman ini hidup pada akhir abad
keduabelas dan awal abad ketigabelas. saat
usianya duapuluh satu tahun, ia dinikahkan dengan
Santo Elizabeth dari Hungaria yang baru berusia
empatbelas tahun. Pernikahan ini diatur oleh kedua
orangtua mereka seturut kebiasaan pada masa itu.
Louis dan Elizabeth, keduanya mengasihi Tuhan; dan
Ia menumbuhkan cinta kasih mesra di antara
mereka. Demikianlah, mereka hidup berbahagia
bersama. Kebahagiaan mereka semakin bertambah
saat Tuhan menganugerahi mereka tiga anak.
Yang bungsu yaitu B Gertrude.
Louis membantu isterinya dalam banyak
karya amal kasih kepada fakir miskin. Ia juga
bersamanya dalam doa yang saleh. Dari waktu ke
waktu, rakyat melihat pangeran mereka yang
tampan dan isterinya yang cantik bahu-membahu
menolong mereka yang malang. Dikisahkan bahwa
suatu saat Elizabeth membawa masuk seorang
kusta ke dalam istana dan merawatnya di atas
tempat tidur mereka. Sejenak, saat Louis
melihatnya, ia naik pitam. namun , sekonyong-
konyong, bukannya melihat si kusta malahan ia
melihat Yesus yang tersalib terbaring di sana.
sesudah kejadian itu, yang menunjukkan betapa
Yesus berkenan atas karya kasih Elizabeth, Louis
567
memerintahkan agar dibangun sebuah rumah sakit
untuk para penderita kusta.
Di suatu musim dingin yang menggigit, Louis
harus pergi jauh dari negerinya. saat ia kembali,
Elizabeth amat bersukacita. Tahun berikutnya, Louis
pergi dalam suatu Perang Salib demi membebaskan
Tanah Suci dari kaum Muslim. namun , di tengah
perjalanan ia terjangkit malaria dan tak lama
kemudian wafat. Sebab senantiasa hidup dalam
persatuan yang erat dengan Yesus, penguasa yang
gagah berani ini tidak takut mati. Ia menyambut
Sakramen Perminyakan dan wafat dalam damai
pada tahun 1227 di Otranto.
P: 11 September
LUIS BELTRAN OP (1526-1581)
Menjadi misionaris yang sangat sukses di
Amerika Tengah, walaupun ia terpaksa berkotbah
melalui penterjemah. Ia mencela kekejaman
kolonialis terhadap orang-orang Indian. Ia dihormati
sebagai Rasul Negara Kolombia. P: 9 Oktober
LUIS SOTELO OFM (1574-1624)
Menjadi misionaris di Jepang. Ia menjalin
hubungan baik dengan Daimyo Date Masamune
yang telah mengijinkan karya penginjilan. Sepulang
dari perutusan ke Eropa, ia ditangkap di Nagasaki
dan dibakar hidup-hidup bersama Santo Pedro
Vasques OP, Santo Mikael Carvalho SJ dan Luis
Sasanda, putera Santo Mikael Sasanda penduduk
Yeddo (Jepang).
P: 25 Agustus
LUISA de MARILLAC (1591-1660)
568
Anton le Gras dan Luisa de Marillac yaitu
pasangan ningrat. Namun cara hidup mereka
berlainan dengan kawan-kawan mereka yang selalu
memburu hidup enak saja. Luisa bersama suaminya
sangat menaruh perhatian pada orang-orang miskin
dan membantu orang yang ditimpa kesulitan.
Sesudah Anton meninggal dan dua anaknya dewasa,
Luisa dengan rajin membantu Santo Vinsensius de
Paul mengumpulkan dan melatih wanita-wanita yang
bersedia meringankan beban orang sakit, yatim
piatu, penderita kelaparan dan gelandangan. Luisa
meninggalkan cara hidup kaum elite dan
mencurahkan seluruh tenaganya pada perbuatan
amal. Bersam wanita-wanita lain ia menghayati
nasehat Visensius: “Biaramu ialah bangsal orang
sakit. Kamar tidurmu disewakan saja. Kapelmu ialah
jalan dan rumahsakit, klausuramu yaitu ketaatan
dan tudungmu ialah sikap sopan.” Luisa bekerja
begitu keras untuk para suster dan orang-orang lain,
sehingga meninggal sebab kecapaian.
P: 15 Maret
SANTO LUKAS PENGINJIL
569
Menurut tradisi, Lukas yaitu seorang dokter
kafir. Ia seorang yang lembut serta baik hati, yang
mengenal Kristus melalui pewartaan Rasul Santo
Paulus. sesudah menjadi seorang Kristen, ia pergi
menyertai Paulus ke berbagai tempat. Lukas
merupakan seorang penolong yang banyak
membantu Rasul Paulus dalam mewartakan iman.
Kitab Suci menyebut Lukas sebagai “tabib Lukas
yang kekasih.”
Santo Lukas yaitu penulis dua buah kitab
dalam Kitab Suci, yaitu Injil Lukas dan Kisah Para
Rasul. Meskipun Lukas tidak pernah bertemu dengan
Yesus semasa Ia hidup di dunia, Lukas ingin menulis
tentang Dia bagi umat Kristiani yang baru bertobat.
Jadi, ia berbicara dengan mereka-mereka yang
mengenal Yesus. Ia mencatat semua perbuatan
Yesus yang mereka lihat dan Sabda Yesus yang
mereka dengar. Menurut tradisi, Lukas meemperoleh
sebagian informasi penting dari Santa Perawan Maria
sendiri. Bunda Maria merupakan orang yang tepat
570
yang dapat menggambarkan secara jelas
kedatangan Malaikat Gabriel kepadanya untuk
menyampaikan Kabar Gembira. Bunda Maria-lah
yang paling dapat menceritakan secara rinci kisah
kelahiran Yesus di Betlehem serta pengungsian
Keluarga Kudus ke Mesir.
Lukas juga menuliskan kisah tentang
bagaimana para rasul mulai mewartakan Sabda
Yesus sesudah Ia kembali ke surga. Dalam kitab
tulisan Lukas, Kisah Para Rasul, kita mengetahui
bagaimana Gereja mulai tumbuh dan berkembang.
Santo Lukas yaitu santo pelindung para dokter.
Kita tidak tahu pasti bilamana atau di mana Lukas
wafat. Ia merupakan salah seorang dari keempat
penulis Injil.
Lukas (akhir abad ke-1), penulis Injil; berasal
dari Siria dan meninggal di Yunani. Pelindung
para dokter dan tukang sembelih sapi. L: Injil
Lukas dilambangkan sapi jantan bersayap.
Sebab, ia mengawali Injilnya dengan kisah
Zakharias yang sedang mempersembahkan
korban di Baitulah dan menekankan imamat
Kristus di dunia. P: 18 Oktober
LUKAS STYLITES (879-979)
Bekas tentara yang menjadi pastor tentara ini
kemudian mendirikan sebuah tiang di Turki. Diatas
ruang sempit tiang itu ia hidup selama 44 tahun.
Seluruh waktunya diisi dengan berdoa dan berpuasa
yang berat.
P: 11 Desember
LUKIANOS (250-312)
571
Imam, teolog dan exeget di Antiokia (Siria),
yang dipenjarakan selama sembilan tahun ini
dibiarkan mati kelaparan, sebab tidak mau
meninggalkan Kristus.
P: 7 Januari
LULLUS († 786)
Ialah murid dan pengganti Santo Bonifasius
sebagai uskup Mainz (Jerman). Pastor dan misionaris
ini sangat rajin dan tidak kenal lelah. Lul menyuruh
pembantunya menyalin artikel -artikel yang
disayanginya bagi orang-orang lain. Ia tidak
sependapat dengan Santo Sturminus, abbas Fulda,
mengenai hak seorang uskup atas biara.
P: 16 Oktober
LUPUS (383-478)
Masuk biara Lerin Perancis sesudah mendapat
ijin dari isterinya. Kemudian ipar Santo Hilarius ini
menjadi uskup Troyes. saat Atilla, raja bangsa
Hun, mengancam kotanya, ia menawarkan diri
menjadi sandera, hingga kota tidak jadi diserbu.
A: serigala (L); P 29 Juli
SANTO LUPICINUS (480) dan SANTO
ROMANUS (460)
Kedua santo Perancis ini yaitu kakak-
beradik yang hidup pada abad kelima. Sebagai
seorang pemuda, Romanus dikagumi semua orang
oleh sebab kebaikan hatinya. Ia memiliki hasrat
yang kuat untuk menjadi seorang kudus. sebab ia
melihat bahwa di dunia amatlah mudah orang
melupakan Tuhan, maka Romanus memutuskan
572
untuk hidup sebagai seorang pertapa. Terlebih
dahulu, ia meminta nasehat dari seorang rahib yang
kudus dan kemudian
berangkat. Ia membawa
sebuah artikel bersamanya,
yaitu Hidup Para Bapa dari
Padang Gurun tulisan
Cassian. Ia juga membawa
serta benih-benih tanaman
dan beberapa peralatan.
Dengan perlengkapan
ini , Romanus masuk ke
dalam hutan di pegunungan
Jura antara Swiss dan
Perancis. Ia menemukan
sebuah pohon yang amat
besar dan tinggal di
bawahnya. Romanus
melewatkan waktunya dengan berdoa dan membaca
artikel nya. Ia juga menanami serta merawat
kebunnya, dengan tenang menikmati alam
sekitarnya. Tak lama kemudian, adiknya - Lupicinus
- bergabung dengannya. Romanus dan Lupicinus
amat berbeda kepribadiannya. Romanus keras
terhadap dirinya sendiri. namun , ia lemah lembut dan
penuh pengertian terhadap orang lain. Lupicinus
keras serta kasar terhadap dirinya sendiri dan
biasanya demikian juga ia menghadapi orang lain.
Namun demikian, maksudnya baik. Kedua
bersaudara itu saling mengerti satu sama lain dan
hidup rukun bersama.
Banyak orang kemudian datang untuk
bergabung dengan mereka. Orang-orang itu pun
juga ingin menjadi rahib, maka mereka mendirikan
dua buah biara. Romanus menjadi pemimpin di biara
yang satu dan Lupicinus menjadi pemimpin di biara
573
yang lainnya. Para rahib itu hidup sederhana dan
keras. Mereka banyak berdoa dan
mempersembahkan kurban-kurban mereka dengan
sukacita. Mereka melakukan silih untuk mempererat
panggilan hidup mereka. Mereka bekerja keras
menanami serta memelihara kebun mereka dan
senantiasa hening sepanjang waktu. Mereka memilih
untuk hidup demikian oleh sebab perhatian utama
mereka yaitu mendekatkan diri kepada Tuhan.
Cara hidup mereka membantu mereka untuk
mencapai tujuan rohani mereka. Santo Romanus
wafat pada tahun 460. Adiknya, Santo Lupicinus,
wafat pada tahun 480. Santo Romanus dan Santo
Lupicinus keduanya yaitu kudus, meskipun mereka
memiliki kepribadian yang berbeda.
SANTA LUSIA († 304)
Santa yang dikagumi ini hidup di Syracuse,
Sisilia. Ia dilahirkan pada akhir abad ketiga.
Orangtuanya yaitu bangsawan
yang kaya raya serta terhormat.
Ayahnya meninggal saat Lusia
masih kecil. Lusia secara diam-
diam berjanji kepada Yesus
bahwa ia tidak akan pernah
menikah agar ia dapat menjadi
milik-Nya saja. Lusia seorang
gadis yang jelita dengan
sepasang mata yang indah. Para
pemuda bangsawan jatuh hati
kepadanya. Ibunya mendesaknya
untuk menikah dengan salah
seorang dari mereka yang telah
dipilihnya bagi Lusia. namun Lusia tidak tertarik. Ia
kemudian memikirkan suatu rencana untuk
574
melunakkan hati ibunya. Ia tahu bahwa ibunya
menderita sakit pendarahan. Lusia membujuknya
untuk pergi ke gereja Santa Agatha dan berdoa
mohon kesembuhan. Lusia pergi menemaninya dan
mereka berdoa bersama. saat Tuhan mendengar
doa mereka serta menyembuhkan ibunya, Lusia
mengatakan kepada ibunya tentang ikrarnya untuk
menjadi pengantin Kristus.
Sebagai ungkapan rasa terima kasih atas
kesembuhannya, ibunya mengijinkan Lusia
memenuhi panggilan hidupnya. namun pemuda
kepada siapa ibunya telah menjanjikan Lusia, amat
marah sebab kehilangan Lusia. Dalam puncak
kemarahannya, ia melaporkan Lusia sebagai seorang
pengikut Kristus. Ia mengancam hendak
membutakan kedua mata Lusia. namun , Lusia
bahkan rela kehilangan kedua matanya dibandingkan
tidak menjadi pengantin Kristus. Dan itulah yang
terjadi. Banyak patung yang kelak dibuat
menggambarkan Santa Lusia dengan matanya yang
indah di telapak tangannya. Yesus membalas cinta
Lusia yang gagah berani. Ia melakukan mukjizat
dengan memulihkan mata Lusia kembali, bahkan
jauh lebih indah dari sebelumnya. Hakim yang kafir
berusaha mengirim Lusia ke rumah wanita pendosa.
Ia berharap agar Lusia dapat dibujuk untuk
mengingkari Kristus. namun saat mereka berusaha
membawanya ke sana, Tuhan menjadikan tubuh
Lusia demikian berat sehingga mereka tidak dapat
mengangkatnya. Pada akhirnya, Lusia ditikam dan
menjadi martir bagi Yesus pada tahun 304.
A: cahaya (L); P: 13 Desember
PAUS LUSIUS I († 254)
575
Begitu dipilih menjadi paus, ia langsung
diseret ke pembuangan. Namun beberapa waktu
kemudian ia diperbolehkan kembali ke Roma.
Terhadap orang Kristen yang murtad namun kembali
bertobat, sikap Lusius tidak keras.
P: 4 Maret
LUSIUS (abad ke-5/6)
Ialah uskup misionaris yang giat di
pegunungan Swiss.
P: 2 Desember
LUTGARDIS (1182-1246)
Suster Sistersien ini banyak menyangkal diri
dan bermatiraga untuk mentobatkan dan
menyembuhkan jiwa raga orang lain. Ia berusaha
keras memajukan penghormatan terhadap Hati
Kudus Jesus.
P: 16 Juni
SANTO LUIGI ORIONE (1872-1940)
• Pastor & Relawan Korban Bencana
Beberapa hari sesudah gempa bumi di daerah
Marsica (Italia) pada tahun 1915, masih banyak
korban yang terperangkap dalam reruntuhan
bangunan. Pencarian korban semakin sulit sebab
saat itu sedang musim dingin. Regu penyelamat dan
relawan terus berusaha melawan dingin untuk
mencari para korban. Di antara relawan itu tampak
seorang pastor bertubuh kecil dan kotor. Ia berdiri di
dekat reruntuhan, mengumpulakn sejumlah anak
yang terpisah dari keluarganya. Nama pastor itu
Luigi Orione.
576
Luigi berusaha mendapatkan kendaraan
untuk membawa anak-anak ke kota Roma.
Kebetulan sebuah iring-iringan mobil Raja Vittorio
Emanuele III berhenti. Luigi tidak melewatkan
kesempatan itu. namun usahanya terhalang oleh
pengawal raja. Sekali lagi Luigi memohon kepada
raja susaha anak-anak dapat diantar keluar dari
lokasi reruntuhan gempa bumi. Dan, ia berhasil. Di
tengah kebingungan dan kesedihan ia justru
membawa harapan dan keyakinan bagi mereka.
Luigi masuk Seminari di Biara Fransiskan
Voghera Pavia, Italia, pada saat usianya baru 13
tahun. namun setahun kemudian ia keluar sebab
sakit. Ia melanjutkan studinya di Sekolah Santo
Yohanes Don Bosco di Turin selama tiga tahun.
Kemudian ia mendaftar ke seminari. Pilihannya jatuh
pada seminari Diosesan di Tortona. Ia bergabung
menjadi relawan di kelompok San Marziano dan
kelompok Santo Vincent de Paul. Bersama relawan
lainnya ia banyak menolong dan memperhatikan
orang lain. Pada tahun 1982 Luigi membuka
pendampingan remaja pertama di Tortona. Tahun
berikutnya ia membuka sekolah berasrama dengan
biaya murah. Keluarga menyumbang bahan
makanan sebanyak yang mereka mampu berikan.
Luigi dan beberapa orang frater mengajar di sekolah
itu.
Tiga tahun kemudian Luigi ditahbiskan
menjadi imam pada usia 23 tahun. Pada kesempatan
itu Uskup Tortona memperbolehkan sejumlah frater
meninggalkan seminari dan bergabung dengan
Pastor Luigi. Sejak itu cikal bakal Karya
Penyelenggaraan Ilahi dimulai. Kongregasi ini terus
berkembang dari tahun ke tahun dan diresmikan
pada 21 Maret 1903 oleh Uskup Tortona Mgr. Igino
Bandi. Kongregasi ini berkarya untuk menghantar
577
dan menyatukan semua orang, termasuk orang
miskin, kepada Tuhan dan Gereja.
• Mendirikan Susteran
Pastor Luigi mendirikan rumah perawatan di
Turin dan Cottolengo untuk orang sakit. Pasien yang
dating digolongkan menurut jenis penyakitnya dan
dirawat dengan kekeluargaan. Sementara di
Cottolengo lebih khusus lagi. Luigi menerima pasien
yang tidak tertampung di rumah sakit dan rumah
perawatan lainnya.
Pada tahun 1915 Luigi mendirikan Susteran
Misionaris. Suster-susternya lebih mengutamakan
pekerjaannya pada pendidikan kanak-kanak, panti
asuhan, pastoral, pendidikan untuk wanita ,
pertolongan pada orang miskin dan sakit. Dengan
demikian semakin banyak muda-mudi yang ingin
bergabung mengikuti semangat karya Luigi.
Misi Luigi meluas ke Brazil, Argentina,
Uruguay, palestina, Polandia, Amerika, inggris,
Albania, dan sejumlah Negara lainnya. Ia sendiri
masih sempat melakukan perjalanan ke Amerika
Latin, yaitu pada tahun 1921-1922 dan 1934-1937.
Luigi wafat pada 12 Maret 1940. Paus Yohanes
Paulus II berkenan menobatkan Luigi sebagai orang
kudus (santo) pada tanggal 16 Mei 2004.
LYDIA LONGLEY (1674-1758)
Dilahirkan di Groton (AS) dalam keluarga
Kristen Protestan Puritan yang berasal dari Inggris.
Ibunya menghadap Tuhan di kala Lydia masih kecil.
Sejak itu ia harus mengurus ketiga adiknya yang
kecil itu, sampai ayahnya kawin dengan wanita lain.
Dari perkawinan kedua, ayahnya memiliki empat
anak lagi. Pada tahun 1694 rumah mereka diserang
578
orang-orang Indian dan ayah beserta adik-adiknya
dibunuh. Lydia disandera dan kemudian ditebus oleh
seorang duda Katolik saleh berkebangsaan Perancis
yang bernama Le Ber. Berkat suasana dan semangat
Kristen dalam keluarga ini, Lydia menjadi Katolik
(1696) dan tiga tahun kemudian mengikrarkan kaul
kekal sebagai suster kelahiran Amerika yang
pertama. Kemudian ia menjadi pembesar di pulau
Orleans.
P: 27 April
LYON (Perancis) († 177)
Dalam surat umat Lyon dan Vienne kepada
umat-umat di Asia Kecil disebutkan nama 48 martir,
yang sebagian dari mereka berasal dari wilayah itu.
Diantara mereka pantas dicatat uskup Potinus;
Blandina, seorang budak belian; Maturus yang
baru saja dibaptis dan pemuda berumur 15 tahun
bernama Pontikus. Penganiayaan itu sangat
mengganas: “Kita tidak dapat menggambarkan
betapa besar siksaan dan kebencian orang kafir
serta betapa berat penderitaan orang-orang kudus
itu.”
P: 2 Juni
579
M
MAGDALENA – SOPHIA BARAT (1779-
1865)
yaitu seorang guru muda yang pada umur
26 tahun menjadi pemimpin kelompok guru yang
bercita-cita membangun kembal pendidikan puteri
Katolik sesudah Revolusi Perancis menghancurkan
semua sekolah Katolik. Pendidikan yang diasuh
Kongregasi Suster dari ‘Hati Kudus’ (Sacre Coeur) ini
berkembang pesat, sehingga ibu Barat harus
menjelajahi Eropa untuk mendampingi suster-suster
dengan bijaksana dan penuh keberanian.
P: 25 Mei
MAGNUS († 772)
Rahib Irlandia ini menjadi misionaris di
daerah pegunungan Jerman Selatan.
A: besar, agung; P: 6 September
MAKARIOS AGUNG (300-390)
Rahib di gurun pasir (Mesir) ini sangat
dihormati sebab kesalehan dan kekuasaannya
membuat mukjijat. Ia sangat arif dan hidup
sederhana. Temannya , Makarios dari Alexandria (†
384) yang terus berdoa itu memiliki kuasa atas
roh-roh jahat dan penyakit-penyakit.
P: Makarios Agung 15 Januari; Makarios dari
Alexandria 2 Januari
580
SANTA MAKRINA MUDA (330-379)
Santo Basilius Tua dan Santa Emilia
dianugerahi sepuluh anak. Keluarga mereka tinggal
di Kaisarea. Anak sulung
mereka, Makrina, dilahirkan
sekitar tahun 330. saat
usianya duabelas tahun,
Makrina dipertunangkan
dengan seorang pemuda
sesuai adat kebiasaan pada
masa itu. namun ,
tunangannya mati
mendadak dan Makrina
mengatakan kepada
orangtuanya bahwa ia ingin
hidup selibat.
Makrina yaitu
kakak bagi sembilan saudara dan saudari. Selain
dari orangtua dan dirinya sendiri, tiga saudara laki-
lakinya kelak dinyatakan kudus juga. Santo Basilius
Agung, Santo Petrus dari Sebaste dan Santo
Gregorius dari Nyssa semuanya yaitu uskup.
Makrina membantu membesarkan saudara-
saudaranya dan mereka mengasihinya. Santo Petrus
dari Sebaste mengenangkan kakaknya dengan
penuh rasa terimakasih teristimewa sebab Makrina
mengasuhnya penuh kasih semasa ia bayi. Petrus
dilahirkan pada tahun yang sama ayahnya wafat.
Anak-anak tumbuh dewasa dan Santa Basilius Agung
mendapatkan tempat bagi ibunya dan Makrina,
semacam biara dan banyak wanita di wilayah
itu datang untuk menjalani kehidupan rohani di
sana.
sesudah Santa Emilia wafat, Makrina terus
hidup sebagai selayaknya seorang biarawati. Ia
581
bekerja keras dan membagi-bagikan segala milik
keluarga terkecuali yang sungguh dibutuhkannya.
Saudaranya, Basilius, wafat pada tahun 379. Pada
tahun yang sama, Makrina jatuh sakit. Saudaranya,
Santo Gregorius dari Nyssa, pulang untuk
mengunjunginya. Telah delapan tahun Santo
Gregorius meninggalkan rumah. Ia mendapati
Makrina di ambang maut. Tubuhnya yang rapuh
terbaring di atas dua lembar papan. Beberapa jam
kemudian, Makrina pun dihantar pulang ke rumah
Bapa. Santo Gregorius bersama uskup setempat dan
dua orang imam mengusung peti jenazah Makrina ke
pemakaman. Iring-iringannya panjang dan banyak
orang menangis. Santo Gregorius menulis mengenai
Makrina dan dari sanalah keindahan hidupnya kita
kenal.
SANTA MAKRINA TUA († 340)
Pada tanggal 2 Januari kita merayakan pesta
cucu dari santa yang pestanya kita rayakan pada
hari ini. Santo Basilius
Agung, yang dilahirkan
sekitar tahun 329,
berasal dari keluarga
para kudus. Makrina
(biasa disebut Santa
Makrina Tua untuk
membedakannya dari
Santa Makrina Muda
saudari Santo Basilius),
ibunda dari ayahnya,
yaitu salah seorang
yang sangat
dikasihinya.
Tampaknya Santa Makrina yang membesarkan
582
Santo Basilius. saat dewasa, Santo Basilius
memuji neneknya atas segala hal baik yang telah
dilakukan untuknya. Teristimewa, Santo. Basilius
berterimakasih secara terbuka kepadanya oleh
sebab neneknya itu telah mengajarinya cinta akan
iman Kristiani semenjak ia masih kecil betul.
Makrina dan suaminya harus membayar
mahal kesetiaan mereka pada iman Kristiani
mereka. Dalam salah satu masa penganiayaan oleh
penguasa Romawi, yaitu Galerius dan Maximinus,
kakek nenek Basilius terpaksa harus bersembunyi.
Mereka menemukan tempat persembunyian di
sebuah hutan dekat rumah mereka. Mereka berhasil
lolos dari tangan para penganiaya. Mereka
senantiasa diliputi rasa takut dan juga lapar, namun
demikian mereka tetap tidak mau mengingkari iman
mereka. Sebaliknya, dengan sabar mereka berharap
dan berdoa agar penganiayaan segera berakhir. Di
hutan, mereka mencari-cari apa yang dapat dimakan
dan makan tumbuh-tumbuhan liar hingga berhasil
selamat. Masa penganiayaan ini berlangsung hingga
tujuh tahun lamanya, Santo Gregorius dari Nazianze,
yang pestanya dirayakan bersama-sama dengan
Santo Basilius pada tanggal 2 Januari, mencatat
mengenai peristiwa ini .
Dalam masa penganiayaan yang lain, segala
kekayaan dan harta milik Makrina dan suaminya
disita penguasa. Tak ada yang tersisa bagi mereka
kecuali iman mereka dan harapan akan kasih
penyelenggaraan Tuhan bagi mereka. Santo Makrina
hidup lebih lama dibandingkan suaminya, namun tidak
diketemukan catatan tahun kematian mereka yang
pasti. Menurut tradisi, Santo Makrina wafat sekitar
tahun 340. Cucunya, Santo Basilius, wafat pada
tahun 379.
583
MALAKIOS/ MAOL (1094-1148)
Dikenal sebagai pembaharu hidup biara,
ibadat dan pola pimpinan gerejani di Irlandia. Dua
kali ia berkunjung ke Roma mengurus kepentingan
gereja di pulau suci itu.
P: 3 Nopember
MALKOS (abad ke-4)
Melarikan diri, sebab akan dipaksa kawin
oleh orang tuanya. namun ia ditangkap oleh orang
jahat dan dijual sebagai budak belian. Majikannya
memaksa Malkos menikahi wanita budak. Mereka
pura-pura setuju sampai mendapat kesempatan
untuk melarikan diri. Kemudian wanita itu menjadi
suster, sedangkan Malkos menjadi pertapa di gurun
pasir Chalkis.
A: raja; P: 21 Oktober
MAMAS († 274)
Ialah seorang pemuda yang menjadi gembala
domba dan dihukum mati di Sesarea (Turki) sebab
imannya.
P: 17 Agustus
MANFREDUS († 1430)
Gemar membaca riwayat hidup para pertapa
dan rahib, sehingga sesudah ditahbiskan imam,
dengan berkat uskupnya, ia menjadi pertapa dalam
sebuah gua di pegunungan Alpen. Ia berpuasa keras
dan berdoa terus-menerus, sehingga banyak orang
minta didoakan olehnya.
B: Fred, Fredy; P: 28 Januari
584
MAR AUGIN/ EUGENIOS († 363)
Ialah seorang penyelam mutiara di Suez yang
menjadi rahib dan kemudian memimpin biara besar
di gunung Izla (Mesir). Ia mengutus 72 rahibKristen
pertama untuk membawa Injil ke Persia.
MARCELLA (325-410)
Sesudah menjanda, wanita yang pandai dan
berani ini mengumpulkan wanita baik-baik dalam
rumahnya di bawah bimbingan Santo Hieronimus.
saat Roma dirusakkan oleh Raja Alarih ia disiksa
susaha membayar uang banyak yang sudah ia
bagikan pada orang-orang miskin itu sampai
mengakibatkan kematiannya.
P: 31 Januari
MARCELLINA (332-398)
Kakak wanita Santo Ambrosius ini ingin
hidup sebagai perawan, walaupun tidak tinggal
dalam biara. Ia hidup di Roma dan Milano dengan
sederhana dan dalam semangat bertobat
P: 17 Juli
MARCELLINUS dan PETRUS († 304)
yaitu imam dan exorsis (pengusir roh jahat)
yang mati sebagai saksi iman di Roma.
P: 2 Juni
MARCELLOS († 469)
585
Memimpin ‘biara yang tidak pernah tidur’
dekat Konstantinopel. Sebab, dalam biara itu baik
siang ataupun malam hari terus menerus para
biarawan secara bergantian merayakan ibadat pujian
kepada Tuhan.
P: 29 Desember
MARCELLUS († 298)
Perwira Romawi di Tanger (Afrika) ini
menolak mengikuti ibadat pemujaan terhadap
kaisar. Ia berkata: “AKU hanya mengabdi kepada
Raja Abadi, Jesus Kristus.” Akibatnya, ia langsung
ditangkap dan dihukum mati. P: 30 Oktober
Kemudian, sekretaris pengadilan, yaitu KASIANUS,
yang mendengar kesaksian Marcellus langsung
menolak mencatat hukuman dan mengaku Kristen.
Dan ia pun akhirnya dibunuh.
P: 3 Desember
MARGARETA († 307)
Ialah perawan dan martir di Antiokia (Turki).
Ia yaitu salah satu di antara empatbelas Pembantu
dalam Kesukaran yang dimintai pertolongannya.
L: naga (lambang nafsu) yang ditaklukkannya;
P: 20 Juli
SANTA MARGARETA dari SKOTLANDIA
(1046-16 November 1093)
Margareta yaitu seorang Putri Kerajaan
Inggris yang dilahirkan pada tahun 1046. Ia dan
ibunya berlayar ke Skotlandia untuk melarikan diri
dari raja yang berhasil menguasai tanah mereka.
Raja Malcolm dari Skotlandia menyambut mereka.
586
Raja jatuh cinta kepada putri yang cantik jelita itu.
Tak lama kemudian, Margareta dan Malcolm pun
menikah.
Sebagai seorang ratu, Margareta membawa
banyak perubahan baik bagi suami dan negaranya.
Malcolm seorang yang baik, namun ia dan para
anggota istananya amat
kasar. saat dilihat raja
betapa bijaksana
isterinya itu, raja
bersedia mendengarkan
nasehat-nasehat baik
isterinya. Margaret
membantu raja untuk
menguasai diri dan
melatih keutamaan-
keutamaan Kristiani. Ia
menjadikan istananya
indah serta tahu sopan
santun. Raja dan ratu
menjadi teladan yang
mengagumkan, oleh
sebab cara mereka
berdoa bersama serta cara mereka memperlakukan
satu sama lain. Mereka membagikan makanan
kepada kaum miskin papa. Mereka berdua berusaha
keras untuk meneladani Yesus dalam hidup mereka.
Margareta merupakan berkat bagi seluruh
rakyat Skotlandia. Sebelum ia datang, rakyat amat
bodoh. Banyak di antara mereka yang memiliki
kebiasaan buruk yang menghalangi mereka untuk
dekat kepada Tuhan. Margareta berjuang keras
mendapatkan guru-guru yang baik untuk membantu
rakyatnya memperbaiki kebiasaan-kebiasaan
mereka yang buruk itu. Ia dan Malcolm mendirikan
gereja-gereja baru. Ratu senang menghiasi gereja-
587
gerejanya dengan indah sebagai ungkapan rasa
hormatnya kepada Tuhan. Malahan, Ratu Margareta
sendiri yang menyulam sebagian jubah-jubah liturgi
para imam. Margareta dan Malcolm dianugerahi
enam putera serta dua puteri. Mereka amat
mengasihi putera dan puteri mereka. Putera
bungsunya kelak menjadi St. David. namun ,
Margareta mengalami saat-saat sedih juga. Pada
saat sakitnya yang terakhir, ia mendengar kabar
bahwa suami beserta puteranya, Edward, terbunuh
dalam perang. Mereka meninggal hanya empat hari
sebelum Margareta sendiri meninggal dunia. Santa
Margareta wafat pada tanggal 16 November 1093.
Ia dinyatakan kudus oleh Paus Inosensius IV pada
tahun 1250.
P: 16 Nopember
MARGARETA (1176)
Dibunuh suaminya, namun suaminya
membantah dan mengatakan bahwa Margareta
menggantung diri. Jenasah Margareta dikuburkan di
luar tempat pemakaman ornag beriman. namun
sebab pada kuburnya terjadi begitu banyak
mukjijat, penipuan suaminya terbongkar. Lalu
jenasahnya dimakam
.jpg)
