Kisah santa santo 12

 


ke 

494

tempat pelaksanaan hukuman mati. sesudah  

beberapa hari dipenjara, mereka dilemparkan ke 

dalam kobaran api. Tujuh belas dari para martir 

ini  yaitu  para pelayan istana. Salah seorang 

dari remaja yang wafat dimartir yaitu  St. Mbaga. 

Ayahnya sendiri yang bertugas sebagai algojo pada 

hari itu. Seorang martir yang lain, St. Andreas 

Kagwa, wafat pada tanggal 27 Januari 1887. Ia 

termasuk salah seorang dari dua puluh dua martir  

yang dinyatakan kudus oleh Paus Paulus VI pada 

tahun 1964.

SANTO KASIMIRUS (1458-1484)

Santo Kasimirus dilahirkan pada tahun 1458, 

sebagai putera Kasimirus IV, raja Polandia. 

Kasimirus yaitu  

seorang dari tigabelas 

bersaudara. Dengan 

bantuan ibunya yang 

saleh dan pengabdian 

gurunya, Kasimir 

memperoleh pendidikan 

yang sangat baik. saat  

usianya tigabelas tahun, 

Kasimirus mendapat 

kesempatan untuk 

menjadi raja di negara 

tetangga, Hungaria, 

namun  ia menolak. Ia 

menghabiskan sisa 

hidupnya dengan 

berusaha mengamalkan 

nilai-nilai Kristiani. Ia 

495

berusaha selalu penuh sukacita dan bersahabat 

dengan semua orang. Di tengah-tengah 

kesibukannya, Kasimirus melakukan usaha untuk 

membantu dirinya sendiri bertumbuh secara rohani. 

Ia sering kali berpuasa dan tidur di lantai kamarnya 

sebagai silih. Ia berdoa setiap hari, kadang-kadang 

bahkan pada waktu tengah malam. Ia suka 

merenungkan dan berdoa tentang sengsara Yesus. 

Ia tahu bahwa hal itu yaitu  cara yang baik untuk 

memahami kasih Tuhan. Kasimirus juga mengasihi 

Santa Perawan Maria dengan cinta yang istimewa. 

Untuk menghormatinya, seringkali ia mendaraskan 

puji-pujian yang indah. Nama puji-pujian ini  

ialah “Setiap hari, Setiap hari, Bernyanyilah bagi 

Maria.” Tulisan tangannya mengenai puji-pujian 

ini  kelak dikuburkan bersamanya.

Kesehatan Kasimirus tidak pernah prima, 

namun demikian ia seorang yang pemberani serta 

kuat pendiriannya. Ia senantiasa melakukan apa 

yang ia anggap benar. Kadang-kadang ia bahkan 

memberikan nasehat kepada ayahnya, sang raja, 

agar memerintah rakyatnya dengan adil. Ia selalu 

melakukan hal ini dengan rasa hormat yang besar 

kepada ayahnya sehingga ayahnya mau 

mendengarkan nasehatnya. Santo Kasimirus amat 

mencintai serta menghormati kemurnian. 

Orangtuanya mendapatkan seorang gadis yang 

cantik serta saleh untuk dinikahkan dengannya. 

namun , Kasimirus lebih memilih untuk 

mempersembahkan hatinya kepada Tuhan saja. 

saat  sedang berada di Lithuania untuk suatu tugas 

kenegaraan, Kasimirus terserang penyakit 

tuberculosis. Ia wafat dalam usia duapuluh enam 

tahun. Kasimirus dinyatakan kudus oleh Paus Leo X 

pada tahun 1521. Kasimirus juga dihormati sebagai 

santo pelindung Negara Polandia dan Lituania.

496

P: 4 Maret

KASPAR, MELKIOR dan BALTASAR

Konon mereka yaitu  ketiga sarjana dari 

Timur yang menyembah Kanak-kanak Jesus di 

Betlehem (Matius 2, 1-12). Pada tanggal 6 Januari 

huruf pertama nama mereka bersama dengan tahun 

‘19+K-M-B+95’ dituliskan di atas pintu-pintu rumah 

untuk mengenyahkan malapetaka dari rumah dan 

penghuninya. Relikwi mereka dihormati di katedral 

Koln Jerman.

P: 6 Januari

KASPAR del BUFALO (1786-1837)

yaitu  pendiri Kongregasi Misionaris Darah 

Mulia. Ia dipenjarakan oleh Kaisar Napoleon I. 

Kaspar terkenal sebagai misionaris wilayah pedesaan 

dan pengkotbah yang gemilang

P: 29 Desember

KASSIAN OFM CAP (1607-1638)

yaitu  misionaris Portugis di Kairo dan 

Etiopia yang mati sebagai 

martir.

P: 7 Agustus

SANTA KATARINA dari 

ALEXANDRIA 

Katarina hidup pada 

masa Gereja Perdana. Ia 

yaitu   puteri dari pasangan 

kafir yang kaya di Alexandria, 

Mesir. Ia seorang gadis yang 

497

cantik jelita dengan minat belajar yang 

mengagumkan.  Katarina suka sekali mempelajari 

pertanyaan-pertanyaan mendalam tentang filsafat 

dan agama. Suatu hari, ia mulai membaca tentang 

agama Kristen. Tak lama kemudian ia sudah menjadi 

seorang Kristen. Santa Katarina baru berusia 

delapanbelas tahun saat  Kaisar  Maxentius mulai 

melakukan penganiayaan terhadap umat Kristen. 

Tanpa gentar sedikit pun, gadis Kristen yang cantik 

ini menghadap raja untuk mengatakan pendapatnya 

tentang  perbuatan raja yang kejam. saat  raja 

berbicara tentang berhala-berhala, Katarina dengan 

gamblang menunjukkan kepadanya bahwa berhala-

berhala itu yaitu  bohong. Maxentius tidak dapat 

membantah penjelasan Katarina. Oleh sebab nya, ia 

memerintahkan agar dipanggil lima puluh orang ahli 

fisafat kafir yang terbaik. Sekali lagi, Katarina-lah 

yang berhasil membuktikan kebenaran agamanya. 

Kelimapuluh ahli filsafat itu menjadi yakin bahwa 

Katarina benar. sebab  amat murka, Maxentius 

membunuh semua ahli filsafat itu. Kemudian, raja 

mencoba membujuk Katarina dengan menjanjikan 

mahkota ratu baginya. saat  Katarina dengan tegas 

menolaknya, ia memerintahkan agar Katarina 

disesah dan dijebloskan ke dalam penjara. 

saat  Maxentius pergi, isterinya dan seorang 

pejabat istana amat penasaran. Mereka ingin 

mendengar gadis Kristen yang menakjubkan ini 

berbicara. Maka mereka mendatangi Katarina di 

penjara. Akibatnya yaitu  mereka beserta dua ratus 

pasukan pengawal bertobat. sebab  itu, mereka 

semuanya dijatuhi hukuman mati. Katarina sendiri 

hendak digilas dengan sebuah roda penuh duri besar 

dan disiksa hingga tewas. saat  roda mulai 

berputar, secara misterius roda terbelah menjadi 

dua dan hancur berantakan. Pada akhirnya, Santa 

498

Katarina dihukum penggal. Santa Katarina yaitu  

pelindung para ahli filsafat Kristen.

Kisah hidup dari Katarina ini mengilhami dan 

menjadi teladan bagi wanita Kristen, sehingga 

banyak yang mencapai gelar kudus, a.l. 

Katarina dari Siena, Katarina dari Swedia, 

Katarina dari Bologna, Catherine de Ricci 

dan Catherine Laboure. Sebuah biara 

termasyur di kaki gunung Sinai mengambil 

nama Katarina dari Alexandria ini. Ia menjadi 

pelindung Universitas Sorbonne, para ahli 

filsafat dan pustakawan serta gadis-gadis yang 

ingin menikah. A: yang selalu bersih (Y); L: 

roda kayu berduri yang patah; P: 25 Nopember

SANTA KATARINA dari RICCI (1522-2 Februari 

1590)

Alexandrina dilahirkan pada tahun 1522 

dalam keluarga Ricci di Florence, Italia. Pada usia 

tigabelas tahun, Alexandria 

masuk biara Dominikan. 

Sebagai biarawati, ia memilih 

nama Katarina. Bahkan sejak 

masih kecil, Katarina memiliki 

cinta yang mendalam terhadap 

sengsara Yesus Kristus. Ia 

seringkali merenungkan 

sengsara Kristus. Yesus 

menganugerahinya hak amat 

istimewa untuk menerima 

Tanda-tanda Luka-Nya (= 

Stigmata) di tubuhnya. 

Dengan gembira Katarina 

menanggung segala rasa sakit 

yang timbul oleh sebab  luka-luka ini .

Katarina juga merasakan belas kasihan yang 

mendalam bagi jiwa-jiwa menderita di api 

penyucian. Ia memahami betapa mereka rindu untuk 

berada bersama Tuhan di surga. Ia memahami juga, 

bahwa masa tinggal di api penyucian ini seakan-

499

akan berlangsung terus-menerus tanpa akhir. Santa 

Katarina berdoa serta melakukan silih bagi mereka. 

Suatu kali Tuhan mengijinkannya mengetahui bahwa 

jiwa seseorang tertentu berada di api penyucian. 

Demikian besar kasihnya sehingga Katarina 

menawarkan diri untuk menggantikan penderitaan 

jiwa ini . Tuhan mendengar doanya dan 

Katarina mengalami penderitaan yang amat hebat 

empatpuluh hari lamanya. sesudah  menderita sakit 

yang demikian lama serta menyakitkan, Santa 

Katarina wafat pada usia enampuluh delapan tahun 

pada tanggal 2 Februari 1590. Ia dinyatakan kudus 

pada tahun 1747 oleh Paus Klemens XII. 

SANTA KATARINA dari SIENNA (1347-1380)

Santa Katarina dilahirkan pada tahun 1347. 

Santa yang termashyur ini yaitu  pelindung Italia,  

tanah airnya. 

Katarina yaitu  

anak bungsu dalam 

keluarga yang 

dikaruniai dua 

puluh lima anak. 

Ayah dan ibunya 

menghendaki agar 

ia menikah dan 

hidup bahagia. 

namun , Katarina 

hanya ingin 

menjadi seorang 

biarawati. Untuk 

menyatakan 

tekadnya, ia 

memotong 

rambutnya yang panjang dan indah. Ia ingin 

500

menjadikan dirinya tidak menarik. Orangtuanya 

amat jengkel dan seringkali memarahinya. Mereka 

juga menghukumnya dengan memberinya pekerjaan 

rumah tangga yang paling berat. namun  Katarina 

pantang menyerah. Pada akhirnya, orangtuanya 

berhenti menentangnya. 

Santa Katarina seorang yang amat jujur dan 

terus terang di hadapan Yesus. Suatu saat  ia 

bertanya kepada-Nya, “Di manakah Engkau, Tuhan, 

saat  aku mengalami cobaan yang begitu 

mengerikan?” Yesus menjawab, “Puteri-Ku, Aku ada 

dalam hatimu. Aku membuatmu menang dengan 

rahmat-Ku.” Suatu malam, sebagian besar penduduk 

Siena ke luar ke jalan-jalan untuk suatu perayaan. 

Yesus menampakkan diri kepada Katarina yang 

sedang berdoa seorang diri dalam kamarnya. 

Bersama Yesus, datang juga Bunda Maria. Bunda 

Maria memegang tangan Katarina lalu 

memberikannya kepada Putra-nya. Yesus 

menyematkan sebentuk cincin di jari tangan 

Katarina dan ia menjadi pengantin-Nya.

Pada masa itu, Gereja mengalami banyak 

sekali masalah. Banyak pertikaian terjadi di seluruh 

Italia. Katarina menulis surat-surat kepada para raja 

dan ratu. Ia bahkan datang menghadap para 

penguasa agar berdamai dengan paus dan 

mencegah peperangan. Katarina meminta paus 

untuk meninggalkan Avignon, Perancis dan kembali 

ke Roma untuk memimpin Gereja. Ia mengatakan 

bahwa itulah yang dikehendaki Allah. Bapa Suci 

mendengarkan nasehat Santa Katarina serta 

melakukan apa yang dikatakannya.

Katarina tidak pernah lupa bahwa Yesus ada 

dalam hatinya. Melalui dia, Yesus memelihara orang-

orang sakit yang dirawatnya. Melalui dia, Yesus 

menghibur para tahanan yang dikunjunginya di 

501

penjara. Santa besar ini wafat di Roma pada tahun 

1380. Usianya baru tiga puluh tiga tahun. Ia 

dinyatakan kudus oleh Paus Pius II pada tahun 

1461. Pada tahun 1970, Paus Paulus VI 

mengangkatnya sebagai Pujangga Gereja. Santa 

Katarina menerima kehormatan besar ini sebab  ia 

melayani Gereja Kristus dengan gagah berani 

sepanjang masa hidupnya yang singkat.

Katarina dari Sienna (1347-1380), rohaniwati 

dengan pengalaman mistis dan pujangga 

Gereja. Pelindung lembaga-lembaga amal. L: 

stigmata dan mahkota duri; P: 29 April

“Engkau  bagaikan  misteri  yang  dalam  sedalam  lautan; 

semakin  aku  mencari,  semakin  aku  menemukan,  dan 

semakin aku menemukan, semakin aku mencari Engkau.  

namun , aku tidak akan pernah merasa puas; apa yang aku 

terima  menjadikanku  semakin  merindukannya.  jika  

Engkau mengisi jiwaku, rasa laparku semakin bertambah,  

menjadikanku  semakin  kelaparan  akan  terang-Mu.”  ~ 

Santa Katarina dari Siena   

BEATA KATARINA dari SANTO AGUSTINUS 

(3 Mei 1632-8 Mei 1668)

Katarina dilahirkan pada tanggal 3 Mei 1632 

di sebuah desa kecil di Perancis. Ia dibaptis pada 

hari itu juga. 

Keluarga Katarina 

yaitu  keluarga 

Katolik yang saleh. 

Kakek dan 

neneknya 

memberikan 

teladan terutama 

dalam ketulusan 

mereka merawat 

orang-orang 

502

miskin. Katarina menyaksikan dengan mata 

terbelalak sementara neneknya mengajak seorang 

pengemis cacat masuk ke dalam rumah mereka. 

Neneknya itu mempersilakan sang pengemis mandi, 

memberinya pakaian bersih serta menyediakan 

hidangan lezat. saat  Katarina dan kakek neneknya 

duduk bersama sekeliling perapian malam itu, 

mereka mendaraskan doa Bapa Kami keras-keras. 

Mereka mengucap syukur kepada Tuhan atas segala 

berkat-Nya.

sebab  tidak tersedia rumah sakit di kota 

mereka yang kecil, orang-orang sakit dirawat hingga 

sembuh kembali di rumah kakek nenek Katarina. 

Katarina mulai menyadari bahwa penyakit dan 

penderitaan membutuhkan kesabaran. Ia masih 

seorang gadis kecil, namun  ia berdoa mohon pada 

Yesus agar mengurangi penderitaan orang-orang. 

saat  masih gadis belia, Katarina bergabung dalam 

ordo baru Biarawati Santo Agustinus. Mereka 

merawat orang-orang sakit di rumah sakit. Suster 

Katarina menerima jubahnya pada tanggal 24 

Oktober 1646. Pada hari yang sama, kakak 

wanita nya mengucapkan kaulnya. Pada tahun 

1648, Sr Katarina mendengar para imam misionaris 

meminta para biarawati untuk datang ke Perancis 

Baru atau Kanada, yang merupakan daerah misi. 

Saudari Katarina dipilih sebagai salah seorang dari 

para biarawati pertama dari ordo mereka yang akan 

pergi sebagai misionaris ke Kanada. Sr Katarina 

belum genap enambelas tahun usianya, namun  ia 

mohon dengan sangat agar diperkenankan ikut 

serta. Sr Katarina mengucapkan kaulnya pada 

tanggal 4 Mei 1648. Keesokan harinya ia berlayar ke 

Kanada, yaitu sehari sebelum ulang tahunnya yang 

keenambelas.

503

Perjuangan hidup terasa berat di Quebec, 

Kanada. Sr Katarina mengasihi warga  di sana. 

Orang-orang Indian sangat berterimakasih atas 

sikapnya yang riang gembira. Ia memasak dan 

merawat mereka yang sakit di rumah sakit ordo 

mereka yang miskin. namun , Sr Katarina merasa 

takut juga. Orang-orang Indian dari suku Iroquois 

membantai orang serta membakar desa-desa. 

Katarina berdoa kepada St. Yohanes Brebeuf, salah 

seorang dari para imam Yesuit yang belum lama 

dibunuh oleh suku Iroquois pada tahun 1649. Ia 

berdoa mohon bantuan St. Brebeuf agar ia setia 

pada panggilannya. Sr Katarina mendengarnya 

berbicara dalam hatinya, memintanya untuk tetap 

tinggal. Sementara itu, makanan mulai sulit didapat 

dan musim dingin luarbiasa menggigit. Sebagian dari 

para biarawati tidak tahan menghadapi kehidupan 

yang keras itu, ditambah lagi rasa takut yang terus-

menerus sebab  ancaman maut. Sayang sekali, 

mereka kembali ke Perancis. Sr Katarina juga takut. 

Kadang-kadang ia merasa sungguh sulit berdoa. Dan 

sementara ia tersenyum kepada semua orang yang 

ia rawat dengan penuh kasih sayang di bangsal-

bangsal rumah sakit, ia merasa sedih. Pada saat 

itulah, saat  segalanya tampak gelap baginya, ia 

mengucapkan janji untuk tidak pernah meninggalkan 

Kanada. Ia berjanji untuk tetap tinggal, melakukan 

karya belas kasihannya hingga akhir hayat. Saat 

mengucapkan janjinya, Katarina baru berusia 

duapuluh dua tahun.

Meskipun orang harus dengan usaha keras 

merintis kehidupan di koloni Perancis itu, banyak 

juga pendatang. Gereja berkembang. Tuhan 

memberkati daerah baru ini  dengan lebih 

banyak misionaris. Pada tahun 1665, Suster Katarina 

menjadi pembimbing novis dalam komunitasnya. Ia 

504

tetap membaktikan dirinya dalam doa dan pelayanan 

rumah sakit hingga akhir hidupnya. Suster Maria 

Katarina dari Santo Agustinus wafat pada tanggal 8 

Mei 1668. Usianya tiga puluh enam tahun. Ia 

dinyatakan sebagai “beata” oleh Paus Yohanes 

Paulus II pada tahun 1989.

SANTA KATARINA LABOURE 

(2 Mei 1806-31 Desember 1876)

Zoe Laboure dilahirkan pada tanggal 2 Mei 

1806 di Fain-les-Moutiers, Perancis. Ia yaitu  anak 

kesembilan dari sebelas orang 

putera-puteri keluarga Pierre 

dan Louise Laboure. Kesebelas 

anak itu terdiri dari delapan 

orang putera dan tiga orang 

puteri. Pierre Laboure seorang 

terpelajar yang menjadi petani 

yang sukses. saat  Zoe 

berusia sembilan tahun, 

ibunya meninggal dunia. Zoe 

sangat sedih kehilangan 

ibunya, ia masuk ke 

kamarnya, berlutut di bawah 

patung St. Perawan Maria dan 

berdoa, “Bunda Maria, 

sekarang engkaulah iartikel .”

Tak lama sesudah  

ibunya meninggal, Marie-

Louise, kakak wanita  Zoe, 

masuk Kongregasi Suster Puteri-Puteri Kasih. Oleh 

sebab  itu Zoe dan Tonine, adik wanita nya, 

harus tinggal di rumah untuk membantu ayahnya 

mengatur rumah tangga dan mengerjakan sawah. 

505

sebab  tugas-tugasnya itu, Zoe menjadi satu-

satunya anak di keluarga Laboure yang tidak 

memiliki  kesempatan untuk bersekolah. Ia tidak 

dapat membaca dan menulis. 

Sejak Zoe menerima komuninya yang 

pertama pada tahun 1818, setiap hari ia bangun 

pukul empat pagi, berjalan beberapa mil untuk 

mengikuti Misa dan berdoa di gereja. Sama seperti 

kakaknya, Zoe juga memiliki  keinginan yang kuat 

untuk masuk biara, namun  keinginannya itu 

ditahannya sebab  tenaganya masih dibutuhkan di 

rumah. 

saat  usianya sembilan belas tahun Zoe 

mendapat mimpi yang aneh. Dalam mimpinya, ia 

sedang berdoa di gereja di Fains. Seorang imam tua 

mempersembahkan Misa. saat  Misa telah selesai 

imam tua itu menunjuk kepada Zoe dengan jarinya. 

“Anakku,” katanya, “Merawat orang-orang sakit 

yaitu  perbuatan yang baik. Suatu hari kelak 

engkau akan datang kepadaku. Tuhan telah 

memanggilmu untuk itu. Janganlah engkau lupa.”

Pada tahun 1828 Zoe berusia dua puluh dua 

tahun dan Tonine dua puluh tahun. Sekarang Tonine 

sudah bisa menggantikan kedudukannya mengurus 

rumah tangga. Tibalah saatnya bagi Zoe untuk 

berbicara kepada ayahnya mengenai panggilan 

hidupnya. Pierre berusaha mencegah keinginan 

puterinya, maka ia mengirim Zoe ke Paris untuk 

tinggal bersama Charles, kakaknya yang telah 

menikah. 

Suatu hari Zoe mengunjungi Biara Suster 

Puteri-Puteri Kasih. Ia melihat lukisan terpampang di 

dinding. Lukisan seorang imam tua - imam yang 

mengunjunginya dalam mimpi di Fains. Zoe 

bertanya siapakah imam itu. “Pendiri kongregasi 

kami, Santo Vinsensius de Paul.” (St. Vinsensius de 

506

Paul telah wafat 200 tahun yang lalu!) Jadi, itulah 

rencana Tuhan. 

Pada bulan Januari 1830 Zoe menjadi 

seorang postulan (postulan: masa percobaan, 

persiapan masuk biara) di Biara Suster Puteri-Puteri 

Kasih di Catillion-sur-Seine. Tiga bulan kemudian ia 

dikirim sebagai novis (Novis: biarawan/biarawati 

yang sedang menjalani masa percobaan sebagai 

latihan rohani sebelum mengucapkan kaul biara) ke 

Biara Suster Puteri-Puteri Kasih di Rue de Bac, Paris. 

Zoe memilih nama Katarina. 

Di Biara Rue de Bac Sr Katarina memperoleh 

penampakan-penampakan luar biasa. Selama tiga 

hari berturut-turut ia mendapat penampakan hati St. 

Vinsensius di atas tempat reliqui St Vinsensius 

disimpan. Di lain waktu ia melihat Tuhan yang 

Maharahim di depan Sakramen Maha Kudus; 

penampakan seperti ini terjadi teristimewa pada 

waktu Misa di mana Tuhan akan menampakkan diri 

sesuai dengan bacaan liturgi pada hari itu. 

Pada tanggal 18 Juli, menjelang Pesta St 

Vinsensius de Paul yang akan dirayakan keesokan 

harinya, seorang Suster Superior menceritakan 

kepada para novis keutamaan-keutamaan Pendiri 

Kongregasi mereka serta membagikan kepada 

mereka masing-masing sepotong kain dari jubah St. 

Vinsensius. Dengan sungguh-sungguh Sr Katarina 

memohon bantuan doa St Vinsensius agar ia 

diperkenankan memandang Bunda Allah. Kemudian 

Sr Katarina pergi tidur. 

Tengah malam Sr Katarina dibangunkan oleh 

seorang “anak kecil yang bercahaya” yang 

membimbingnya ke kapel biara. Di sanalah Santa 

Perawan Maria datang dan bercakap-cakap 

kepadanya. Dalam suatu penampakan yang lain Sr 

Katarina melihat Bunda Maria berdiri di atas bulatan 

507

seperti bola dengan cahaya memancar dari kedua 

belah tangannya. Di bawahnya terlihat tulisan: “O 

Maria, yang dikandung tanpa dosa, doakanlah kami 

yang berlindung padamu.” Bunda Maria meminta 

agar medali dengan gambar ini  dibuat dan 

dogma Yang Dikandung Tanpa Dosa dihormati. Siapa 

saja yang mengenakan medali ini  akan 

menerima rahmat dari Yesus melalui doa-doa ibu-

Nya. Kisah lengkap penampakan.

Demikianlah Medali Wasiat dibuat dan devosi 

disebarluaskan. Dalam waktu yang singkat banyak 

orang di seluruh dunia telah mengenakannya. 

Namun demikian, kecuali Bapa Pengakuannya, tidak 

seorang pun termasuk para suster Puteri-Puteri 

Kasih, yang mengetahui bahwa kepada Sr Katarina-

lah Bunda Allah menampakkan diri. 

Kita cenderung mengharapkan banyak pujian 

dan ketenaran jika memperoleh keistimewaan dari 

surga seperti itu. Namun tidak demikian halnya 

dengan Sr Katarina, ia malahan menjauhkan diri dari 

semua itu. Ia ingin dilupakan dan tidak diperhatikan 

agar dapat melaksanakan tugas-tugas sederhananya 

sebagai seorang biarawati Puteri Kasih. Menurut 

para suster di biaranya, Sr Katarina yaitu  seorang 

suster yang sederhana. Seorang yang pendiam, 

yang kadang-kadang menjadi bahan gurauan serta 

olok-olok sebab  sikapnya yang terlalu patuh. 

sesudah  penampakan Santa Perawan Maria 

kepadanya, Sr Katarina melewatkan empat puluh 

lima tahun hidupnya sebagai biarawati dengan 

merawat mereka yang tua dan yang sakit di Rumah 

Lansia Enghien di Paris. Ia menyimpan semua 

rahasianya dengan bahagia, ia hanya tertarik untuk 

melayani Tuhan sebanyak yang ia mampu.

Pada tahun 1876 Sr Katarina merasakan 

adanya keyakinan batin bahwa ia akan meninggal 

508

sebelum akhir tahun berlalu. Menjelang 

kematiannya, Sr Katarina berusaha melaksanakan 

permintaan St Perawan Maria yang terakhir yaitu 

agar sebuah patung Maria dibuat. Baru pada saat 

itulah Sr Katarina membuka rahasianya dan 

menceritakan segala sesuatunya kepada Suster 

Superior (Superior: Pembesar Biara). 

Pada tanggal 31 Desember 1876 Sr Katarina 

meninggal dunia. Suster Superior menceritakan 

segala rahasia yang telah dipendam demikian lama 

oleh Sr Katarina kepada para suster Puteri-Puteri 

Kasih, yang dengan terkagum-kagum baru 

menyadari bahwa seorang kudus telah tinggal 

bersama mereka. Pemakaman Sr Katarina yaitu  

pemakaman yang penuh dengan pesta dan sukacita. 

Segala lagu sedih dan dukacita diganti dengan lagu-

lagu gembira dan ucapan syukur: bagi Sr Katarina, 

bagi Santa Perawan Maria dari Medali Wasiat, dan 

bagi Allah yang demikian Mengasihi kita. 

Pada tahun 1933, lima puluh tujuh tahun 

sesudah  St Katarina dimakamkan,  makamnya 

dibongkar. Mereka mendapati jenasah St Katarina 

dalam keadaan segar sama seperti pada saat ia 

dimakamkan. Matanya tetap biru dan indah, kedua 

belah tangan dan kakinya lemas dan tidak kaku, 

seolah-olah ia sedang tidur. Jenasah St Katarina 

dibaringkan dalam peti kaca dan ditempatkan dekat 

altar Kapel di 140 Rue du Bac, Paris, tempat di 

mana Bunda Maria menampakkan diri kepadanya. 

Jika kalian mengunjungi Kapel Penampakan, kalian 

dapat memandang wajah serta bibir St Katarina; 

bibir yang telah menyimpan rahasia besar selama 

empat puluh enam tahun, rahasia yang telah 

menggoncangkan dunia. Pada tanggal 27 Juli 1947 

Sr. Katarina dinyatakan sebagai santa oleh Paus Pius 

XII. Pestanya dirayakan pada tanggal 28 November, 

509

sehari sesudah  Pesta Santa Perawan Maria dari 

Medali Wasiat.

"O Maria, yang dikandung tanpa dosa, doakanlah 

kami yang berlindung padamu.” 

KATARINA dari SWEDIA (1332-1380)

Menggantikan ibunya, yaitu Santa Birgitta, 

sebagai pimpinan biara.

P: 24 maret

KATERINA FIESCHI (1447-1510)

Menikah dengan pria yang mudah naik pitam 

dan tidak setia. Mereka hidup berfoya-foya di Genoa 

Italia. Tiba-tiba Katerina  bertobat (lalu suaminya 

menyusul juga) dan kemudian mencurahkan segala 

tenaga dan pikirannya untuk merawat orang sakit. 

Ia menerima karunia misits. Ia berpuasa keras 

sebagai tanda asli pertobatannya

L: hati bernyala dengan salib; P: 15 Nopember

BEATA KATERI TEKAKWITHA (1656-17 

April 1680)

Kateri dilahirkan pada tahun 1656 di sebuah 

dusun dekat Auriesville, di wilayah New York, di 

mana sekitar sepuluh tahun yang silam St Isaac 

Jogues - seorang misionaris Yesuit yang bersama 

kawan-kawannya mewartakan Injil kepada orang-

orang Indian - wafat sebagai martir. Ayahnya 

seorang Kepala Suku Mohawk dan ibunya seorang 

510

Kristen dari suku Algonquin. saat  Kateri berusia 

empat tahun, wabah cacar menyerang dusun 

mereka sehingga kedua orangtua serta adik laki-

lakinya meninggal dunia. Kateri berhasil selamat, 

namun  penglihatannya menjadi terganggu dan 

wajahnya menjadi bopeng sebab  luka-luka bekas 

cacar. sebab  penglihatannya kurang baik, Kateri 

sering menabrak barang-barang di sekitarnya 

sehingga ia diberi julukan `Tekakwitha' (artinya: dia 

yang sering menabrak barang-barang). Kateri 

dipelihara oleh bibi dan pamannya, seorang Kepala 

Suku Kelompok Kura-kura.

Dalam suatu kesempatan, pamannya 

mendapat kunjungan tiga orang misionaris Yesuit. 

Kateri mulai menerima pengajaran iman dan pada 

hari Minggu Paskah tanggal 5 April 1676, Kateri 

dibaptis oleh Pater Jacques de Lamberville, seorang 

imam Perancis. Kateri berkaul untuk hidup murni. 

Dusun di mana ia tinggal bukanlah suatu warga  

Kristen. Sesungguhnya, di perkampungannya, tidak 

ada seorang Kristen pun. Keluarganya dan orang-

orang Indian lainnya tidak dapat menerima 

pilihannya untuk tidak menikah. Mereka mencemooh 

511

Kateri dan sebagian dengki kepadanya sebab ia tidak 

bekerja pada hari Minggu. Kateri tetap teguh pada 

pendiriannya. Ia berdoa rosario setiap hari, bahkan 

meski sementara mereka mengejeknya. Ia berlatih 

kesabaran dan menderita diam-diam. namun , 

keadaan makin memburuk. Orang-orang semakin 

keras memperlakukannya hingga tindakan mereka 

cenderung mengarah ke penganiayaan. Kateri 

menerima semua perlakuan ini  dengan 

semangat cinta kasih, bahkan terhadap semua orang 

yang bermaksud jahat kepadanya. Pater Jacques 

amat mengkhawatirkan keselamatan Kateri sehingga 

ia menasehati Kateri untuk segera meninggalkan 

Kelompok Kura-kura dan bergabung dengan 

Kelompok Indian Kristen di dusun Caughnawaga, 

Canada yang disebut Kelompok Misi St. Fransiskus 

Xaverius. Agar dapat sampai ke sana, Kateri harus 

berjalan dengan kaki telanjang menempuh 

perjalanan sejauh 200 mil (± 322 km) melewati 

daerah-daerah yang masih liar.

Di tempat pengungsian, pada Hari Raya Natal 

1677, Kateri menyambut Komuni Pertama. Betapa 

hari yang membahagiakan. Pater Pierre Cholonec, 

seorang Yesuit, membimbing kehidupan rohaninya. 

Kateri dan seorang wanita  Iroquois bernama 

Anastasia hidup sebagai seorang Kristiani yang 

penuh sukacita dan murah hati. Mereka 

membaktikan seluruh hidup mereka bagi Yesus 

dengan merawat orang-orang tua dan orang-orang 

miskin. Kateri dikenal sebab  kelembutan, kebaikan 

hati serta keramahannya. Pada tanggal 25 Maret 

1679, Kateri mengucapkan kaul keperawanan. 

Namun, penderitaan Kateri masih terus 

berlanjut. Kesehatannya makin memburuk; ia sering 

menderita sakit kepala juga sakit perut yang hebat. 

Segala penderitaan itu ditanggungnya dengan sabar 

512

hingga wafatnya pada tanggal 17 April 1680, satu 

bulan sebelum ulang tahunnya yang ke-25, dengan 

kata-kata terakhir “Yesus dan Maria" terucap di 

bibirnya. saat  Kateri wafat, imam dan semua yang 

hadir menyaksikan suatu mukjizat. Saat jiwa Kateri 

yang suci itu meninggalkan dunia, wajahnya yang 

dulu bopeng berubah menjadi bersih dan 

memancarkan kecantikan jiwanya. Kateri 

dimakamkan di Quebec, Canada. 

Tepat tiga ratus tahun kemudian, pada 

tanggal 22 Juni 1980, Kateri Tekakwitha 

dimaklumkan sebagai “beata” oleh Paus Yohanes 

Paulus II. sebab  kesucian hidupnya, Kateri 

mendapat gelar "Bunga Lili dari Mohawk". Pestanya 

dirayakan pada tanggal 14 Juli. Beata Kateri 

Tekakwitha yaitu  pelindung bagi mereka yang 

diolok-olok oleh sebab  cacat atau kekurangan 

mereka.

BEATA KATHARINA DREXEL 

(26 November 1858-3 Maret 1955)

Beata Katharina dilahirkan di Philadelphia, 

Pennsylvania, Amerika Serikat pada tanggal 26 

November 1858. Ibunya 

meninggal dunia saat  ia masih 

bayi. Ayahnya menikah dengan 

seorang wanita mengagumkan 

bernama Emma. Emma merawat 

anak kandungnya sendiri, 

Louise. Ia juga merawat dengan 

kasih sayang kedua gadis kecil 

anak-anak Bapak Drexel dari 

perkawinannya terdahulu. 

Gadis-gadis kecil itu yaitu  

Elizabet dan Katharina. Mereka 

513

menikmati masa kecil yang indah. Meskipun 

keluarga mereka kaya, mereka diajar untuk 

mengasihi sesama. Mereka diajar untuk terutama 

memberikan perhatian kepada mereka yang miskin. 

Dengan cara demikian mereka dapat menyatakan 

cinta mereka kepada Tuhan.

saat  Katharina tumbuh dewasa, ia menjadi 

gadis Katolik yang aktif. Ia murah hati dengan 

waktu, tenaga serta uangnya. Ia sadar bahwa 

Gereja memiliki  banyak kebutuhan. Ia 

memberikan tenaga serta hartanya kepada mereka 

yang miskin, mereka yang terlupakan. Karya 

kasihnya bagi Yesus dilakukannya di antara orang-

orang Afrika Amerika dan pribumi Amerika. Pada 

tahun 1891, Katharina membentuk suatu komunitas 

misionaris religius yang disebut Suster-suster dari 

Sakramen Mahakudus. Sejak itu Katharina dikenal 

sebagai Moeder Katharina. 

Para biarawati dalam ordonya memusatkan 

hidup mereka pada Yesus dalam Ekaristi. Mereka 

membaktikan diri, dengan segala cinta serta bakat-

bakat mereka, bagi orang-orang Afrika dan pribumi 

Amerika. Moeder Katharina memperoleh bagian 

warisan keluarganya. Ia mempergunakan harta yang 

diperolehnya itu bagi kepentingan karya cinta kasih 

yang mengagumkan. Ia beserta para biarawatinya 

membuka sekolah-sekolah, biara-biara serta gereja-

gereja misionaris. Pada tahun 1925, mereka 

mendirikan Universitas Xaverius di New Orleans. 

Sepanjang hidupnya yang panjang, yang 

menghasilkan buah-buah melimpah, Moeder 

Katharina menghabiskan jutaan dollar harta keluarga 

Drexel bagi karya-karya menakjubkan yang ia serta 

para biarawatinya lakukan bagi mereka yang miskin. 

Ia percaya bahwa ia menemukan Yesus sungguh 

hadir dalam Ekaristi. Demikian juga, ia menemukan 

514

Yesus sungguh hadir dalam orang-orang Afrika dan 

pribumi Amerika yang dilayaninya dengan penuh 

kasih.

Moeder Katharina wafat pada tanggal 3 Maret 

1955, pada usia sembilanpuluh tujuh tahun. Ia 

dinyatakan sebagai `beata' oleh Paus Yohanes 

Paulus II pada tanggal 20 November 1988.

SANTO KAYETANUS (1480-7 Agustus 

1547)

Kayetanus dilahirkan di Vicenza, Italia, pada 

tahun 1480, sebagai putera seorang bangsawan. Ia 

menyelesaikan studinya di 

Universitas Padua dalam 

bidang hukum. Kemudian, ia 

bekerja di kantor kepausan 

di Roma. Kayetanus 

ditahbiskan sebagai imam 

pada tahun 1516. Ia kembali 

ke Vicenza, kota asalnya. 

Walau sanak-saudaranya 

yang kaya menentang, 

Kayetanus menggabungkan 

diri dengan sekelompok 

lelaki yang sederhana dan 

bersahaja, yang 

membaktikan hidup mereka untuk menolong orang-

orang yang sakit dan yang miskin papa. St 

Kayetanus biasa menjelajahi seluruh penjuru kota 

guna mencari mereka yang malang dan melayani 

mereka dengan tangan-tangannya sendiri. Ia 

membantu pula di rumah sakit merawat pasien-

pasien dengan penyakit-penyakit yang paling 

menjijikkan. Di kota-kota lain juga ia melakukan 

karya belas kasih yang sama. 

515

Santo Kayetanus senantiasa mendorong 

semua orang untuk menyambut Komuni Kudus 

sesering mungkin. “Aku tak akan bahagia,” katanya, 

“hingga aku melihat umat Kristiani berduyun-duyun 

menyambut Roti Hidup dengan antusias dan penuh 

sukacita, bukan dengan takut-takut ataupun malu.” 

Bersama tiga orang kudus lainnya, Santo Kayetanus 

mendirikan suatu ordo religius bagi para imam yang 

disebut “Theatines”. Ordo mereka membaktikan diri 

dengan menyampaikan khotbah kepada sebanyak 

mungkin orang. Mereka mendorong umat untuk 

sesering mungkin menerima Sakramen Tobat dan 

menyambut Komuni Kudus; mereka merawat orang-

orang sakit dan melakukan karya-karya belas kasih 

lainnya.

Kayetanus wafat dalam usia enampuluh tujuh 

tahun. Dalam sakitnya yang terakhir, ia 

membaringkan diri di atas papan-papan yang keras, 

meskipun dokter berulangkali menasehatinya untuk 

tidur di atas kasur yang lebih empuk. “Jururselamat-

ku wafat di kayu salib,” katanya. “Biarkan aku, 

setidak-tidaknya mati di atas papan kayu.” 

Kayetanus wafat pada tanggal 7 Agustus 1547 di 

Naples. Ia dinyatakan kudus oleh Paus Klemens X 

pada tahun 1671.

Kayetanus (1480-1547), uskup di Tiene Italia, 

pendiri Ordo Imam Teatin; P: 7 Agustus.

“Walau  segenap  para  kudus  dan  segala  makhluk 

meninggalkan  engkau,  Ia  akan  senantiasa 

mendampingimu,  apapun yang engkau butuhkan.”  ~ St 

Kayetanus

SANTO KENNETH

Santo Kenneth, yang terkadang disebut 

Santo Canice atau Santo Kenny, hidup pada abad 

516

keenam. Ia dilahirkan di Irlandia dan terkenal baik di 

Irlandia maupun di Skotlandia. Ayahnya yaitu  

seorang penyanyi profesional balada dan kisah-kisah 

dalam lagu. Sebagai pemuda, Kenneth pergi ke 

Wales untuk mengikuti pendidikan imam. Gurunya 

yaitu  Santo Cadoc. sesudah  ditahbiskan sebagai 

imam, ia pergi mengunjungi Roma. Kemudian ia 

kembali ke Irlandia untuk belajar di sekolah Santo 

Finnian. Kenneth bersahabat baik dengan tiga santo 

Irlandia lainnya: Santo Kieran, Santo Comgall dan 

Santo Kolumbanus. 

sesudah  berkhotbah di segenap penjuru 

Irlandia, Santo Kenneth pergi bersama Santo 

Kolumbanus ke Skotlandia dalam suatu misi 

menghadap Raja kafir Brude. saat  raja dengan 

berang menghunus pedangnya untuk menikam 

kedua misionaris, dikisahkan bahwa Santo Kenneth 

membuat tanda salib, dan suatu mukjizat pun 

terjadi. Tangan raja sekonyong-konyong lumpuh, 

dan kedua kudus kita terselamatkan. Santo Kenneth 

dan Santo Kolumbanus senantiasa bersahabat karib. 

Suatu saat  Santo Kolumbanus sedang berlayar 

bersama beberapa teman. Santo Kenneth berada 

jauh di biaranya di Irlandia. Sekonyong-konyong 

Kenneth tersadar bahwa Kolumbanus sedang berada 

dalam bahaya maut di samudera raya. Ia melompat 

dari meja makan dan berlari ke gereja untuk berdoa 

bagi sahabat terkasihnya itu. Di lautan, Kolumbanus 

berseru kepada teman-temannya yang ketakutan, 

“Jangan takut! Tuhan akan mendengarkan doa 

Kenneth. Sekarang ia sedang berlari ke gereja 

dengan hanya satu sepatu untuk berdoa bagi kita!” 

Dan sebagaimana dikatakannya, mereka pun 

selamat.

Santo Kenneth mendirikan beberapa biara 

dan mempertobatkan banyak orang menjadi 

517

percaya. Ia menjadi terkenal sebab  khotbahnya 

yang berkobar-kobar tentang Injil. Terlebih lagi, ia 

menjadi terkenal sebab  jalan sempurna di mana ia 

sendiri mengamalkan ajaran-ajaran Yesus.

KEVIN († 618)

Pendiri dan pemimpin biara di Irlandia ini 

menyelenggarakan sekolah yang terkenal. P: 3 Juni

KHARITON († 350)

saat  berziarah ke Yerusalem ia disergap 

penyamun. Namun ia mentobatkan mereka dan 

mengubah gua mereka menjadi biara, yaitu Laura 

Pharan (Palestina).

P: 28 September

KILIAN († 689)

yaitu  uskup kebangsaan Irlandia yang 

bersama imam Kolonat dan diakon Totnan pergi 

sebagai misionaris ke Wrzburg Jerman untuk 

mengkristenkan suku Franken. Mereka dibunuh atas 

perintah ratu, sebab  mencela perkawinan ratu 

dengan kakak suaminya yang sudah meninggal.

P: 8 Juli

KIM (1821-1846)

Imam Katolik Korea pertama yang dibaptis 

dengan nama Andreas ini sangat pandai dan berani. 

Ia ditangkap dan dipenggal di Seoul sebab  giat 

menyebarkan Injil.

P: 5 Juli

518

SANTA KLARA dari ASSISI (1193-11 

Agustus 1253)

Klara dilahirkan sekitar tahun 1193 di Assisi, 

Italia. Ia hidup pada jaman Santo Fransiskus dari 

Assisi. Klara menjadi pendiri suatu ordo religius para 

biarawati yang disebut “Ordo Santa Klara (Klaris), 

OSCl” saat  Klara berusia delapan belas tahun, ia 

mendengarkan khotbah Santo Fransiskus. Hatinya 

berkobar dengan suatu hasrat yang kuat untuk 

meneladaninya. Ia juga ingin hidup miskin serta 

rendah hati demi Yesus. Jadi suatu malam, ia 

melarikan diri dari rumahnya. Di sebuah kapel kecil 

di luar kota Assisi, Klara 

mempersembahkan 

dirinya kepada Tuhan. 

Santo Fransiskus 

menggunting rambutnya 

dan memberinya sehelai 

jubah coklat kasar untuk 

dikenakannya. Untuk 

sementara waktu, Klara 

tinggal bersama para 

biarawati Benediktin 

hingga biarawati lainnya 

bergabung dengannya. 

Orangtua Klara 

mengusaha kan segala 

usaha untuk 

membawanya pulang ke rumah, namun  Klara tidak 

mau kembali. Tak lama kemudian Agnes, adiknya 

yang berusia lima belas tahun, bergabung 

dengannya. Para gadis yang lain pun ingin pula 

menjadi pengantin Kristus. Jadi, sebentar saja sudah 

terbentuklah suatu komunitas religius kecil.

Santa Klara dan para biarawatinya tidak 

mengenakan sepatu. Mereka tidak pernah makan 

519

daging. Mereka tinggal di sebuah rumah sederhana 

dan tidak berbicara hampir sepanjang waktu. Namun 

demikian, para biarawati itu amat bahagia sebab  

mereka merasa Yesus dekat dengan mereka. Suatu 

saat  sepasukan tentara yang beringas datang 

untuk menyerang Assisi. Mereka telah 

merencanakan untuk menyerang biara terlebih 

dahulu. Meskipun sedang sakit parah, Santa Klara 

minta untuk dibopong ke altar. Ia menempatkan 

Sakramen Mahakudus di tempat di mana para 

prajurit dapat melihat-Nya. Kemudian Klara berlutut 

serta memohon kepada Tuhan untuk 

menyelamatkan para biarawati. “Ya Tuhan, sudilah 

melindungi para biarawati yang saat ini tidak dapat 

aku lindungi,” doanya. Suatu suara dari hatinya 

terdengar berbicara: “Aku akan selalu menempatkan 

mereka dalam perlindungan-Ku.” Bersamaan dengan 

itu, suatu kegentaran hebat meliputi para prajurit 

dan mereka segera lari pontang-panting.

Santa Klara menjadi priorin (=pemimpin) di 

biaranya selama empat puluh tahun. Dua puluh 

sembilan tahun dari masa itu dilewatkannya dengan 

menderita sakit. Meskipun demikian, Santa Klara 

mengatakan bahwa ia penuh sukacita sebab ia 

melayani Tuhan. Sebagian orang khawatir para 

biarawati ini  menderita sebab mereka teramat 

miskin. “Kata mereka kita ini terlalu miskin, namun  

dapatkah suatu hati yang memiliki Allah yang 

Mahakuasa sungguh-sungguh miskin?” Santa Klara 

wafat pada tanggal 11 Agustus 1253. Hanya dua 

tahun kemudian ia dinyatakan kudus oleh Paus 

Alexander IV.

Klara dari Assisi (1193-1253), pendiri Ordo 

Klaris, lahir dan meninggal di Assisi; A: terang, 

cerah (L); B: Claire; L: seorang suster 

membawa mostrans; P: 11 Agustus

520

“Pergilah dalam damai; engkau telah mengikuti jalan yang 

benar; pergilah dengan penuh keyakinan, sebab Pencipta-

mu  telah  menguduskanmu,  telah  memeliharamu  terus-

menerus,  dan  telah  mengasihimu  dengan  segala 

kelembutan bagaikan seorang ibu terhadap anaknya. Oh 

Tuhan,  terberkatilah  Engkau  sebab   telah  menciptakan 

aku.” ~ Santa. Klara    

KLARA GAMBACORTA OP (1362-1419)

Pada umur tujuh tahun telah dinikahkan. 

Setahun kemudian ia sudah menjanda. Lalu Klara 

masuk biara Dominikanes. Akhirnya ia berhasil 

mendirikan biara cabang dengan aturan yang amat 

keras dan berusaha giat memperbaharui ordo.

P: 17 April

KLAUDIA (abad ke-1)

yaitu  wanita Kristen di Roma yang menitip 

salam kepada Timotius lewat surat S. Paulus. (2 Tim 

4, 21)

KLAUDIUS (abad ke-7)

yaitu  seorang abbas di Perancis.

P: 6 Juni

KLAUDIUS LA COLOMBIER SJ (1642-1682)

yaitu  pengkotbah ulung di Inggris dan 

Perancis. Ia memberikan dukungan besar kepada 

Santa Margareta Maria Alacoque dalam usaha 

memajukan penghormatan terhadap Hati Kudus 

Jesus.

521

P: 15 Februari

SANTO KLAUS / NIKOLAUS (1417-1487)

Petani dan ayah dari 10 anak di Flueli ini 

sangat dihormati, sebab  keahliannya sebagai 

penasehat politik dan kemiliteran. Namun akhirnya 

ia mengundurkan diri dan menjadi pertapa. Ia 

dikaruniai rahmat mistik. Selama 19 tahun Klaus 

hanya hidup dari komuni kudus saja. Dari 

pertapaannya Klaus tetap memberi nasehat kepada 

para pemintanya. Berkat kepintarannya berdiplomasi 

Swis tidak terpecah menjadi dua Negara. Maka ia 

dihormati sebagai santo pelindung nasional dan 

‘bapa negara’ Swiss.

P: 25 September

KLEMENS

Sebuah perahu yang sarat penuh muatan, 

membuang sauh di pantai pulau Krimea, Laut Hitam. 

Muatannya bukanlah komoditi export, melainkan 

orang-orang Kristen Roma yang ditangkap dan di 

hukum kerja paksa menggempur dan mengusung 

batu-batu besar. Pekerjaan mereka berat, namun 

makanan dan waktu istirahat sangat sedikit. Di 

antara para pekerja rodi itu ada  seorang yang 

sudah lanjut usia. namun  ia bekerja dengan rajin 

tanpa mengeluh. Bahkan ia masih menghibur dan 

membesarkan hati teman-temannya dengan 

mengisahkan penderitaan Jesus. Hal ini pastilah 

tidak luput dari pengawasan para tentara. sebab  

dianggap membahayakan, maka dengan paksa 

mereka mengikat orang tua itu pada sebuah 

jangkar, lalu menenggelamkannya ke Laut Hitam.

522

Orang tua itu yaitu  Klemens yang 

dipandang sebagai pengganti Petrus yang ketiga, 

sesudah  Santo Linus dan Santo Kletus (Anakletus). 

Keduanya dihormati sebagai martir, Santo Linus juga 

disebut-sebut dalam surat S. Paulus kepada S. 

Timotius (2 Tim 4, 21). Tidak banyak yang diketahui 

dari riwayat hidup Santo Klemens ini. namun  Santo 

Ireneus mengatakan, bahwa: ‘Klemens masih 

melihat dan bergaul dengan para Rasul.’ Ada pula 

yang menyamakannya dengan Klemens seperti 

disebut dalam Surat Santo kepada jemaat Filipi 

(4,3).

Bagaimanapun juga, Klemens terkenal 

dengan suratnya yang dikirim sebagai uskup Roma 

kepada umat di Korintus. Kala itu orang Kristen di 

Korintus berontak terhadap uskup mereka. Surat 

Klemens itu merupakan surat pertama yang 

memperlihatkan campur tangan seorang uskup 

Roma terhadap keuskupan lain. Selain itu juga 

merupakan contoh perhatian patoral dan teguran 

kebapaan yang tegas. Surat Klemens diterima baik 

oleh umat Korintus dan bertahun-tahun lamanya 

dijadikan bacaan pada perayaan ibadat di banyak 

gereja. sebab  itulah Klemens dianggap sbagai 

Bapak Apostolik yang pertama.

Klemens (akhir abad ke-1), paus dan martir; 

A: lemah lembut (L); L: jangkar; P: 23 

Nopember

KLEMENS († 916)

Melanjutkan misi Santo Sirilus dan Santo 

Metodius dia antara bangsa Slav, khususnya di 

Bulgaria. Uskup ini terkenal sebagai penulis artikel -

artikel  dalam bahasa Slavia kuno.

P: 17 Juli

523

KLEMENS MARIA HOFBAUER CSSR (1751-

1820)

yaitu  pengkotbah yang terkenal dan 

pembela Gereja terhadap tuntutan Negara di 

Austria. Semula imam ini menjadi tukang roti.

P: 15 Maret

KLEOFAS (abad ke-1)

Ialah salah seorang dari 72 murid Jesus yang 

mengalami penampakan dalam perjalanan ke Emaus 

pada malam Paskah pertama (lih. Lukas 24, 13-35).

P: 25 September

PAUS KLETUS († 89)

Atau disebut juga Anakletus yaitu  uskup 

Roma ketiga yang mati sebagai martir.

P: 25 April

KLOD (520-560)

Menolak segala hak waris atas tahta dan 

memilih menjadi biarawan di St. Cloud (Versailles, 

Perancis). Sebelumnya, putera raja ini hendak 

dibunuh oleh pamannya. Neneknya, Klotilda, 

dihormati sebagai santa juga.

P: 7 September

KLOTILDA († 545)

yaitu  puteri raja Burgundia. Ia menuntut 

dari calon suaminya, raja Klodwig dari Franken yang 

masih kafir, susaha  tetap diperbolehkan 

524

melaksanakan kewajiban agamanya. saat  anak 

sulung mereka meninggal sesudah pembaptisannya, 

raja hamper membatalkan janjinya. Namun berkat 

kesabaran dan budi bahasa Klotilda yang baik, raja 

menjadi Kristen juga sesudah  memenangkan 

pertempuran atas musuhnya.

P: 3 Juni

SANTA KOLETA (1380-1447)

Dilahirkan pada tahun 1380, bayi wanita  

itu diberi nama Nikoleta untuk menghormati Santo 

Nikolaus dari 

Myra. 

Orangtuanya yang 

penuh kasih 

sayang 

memanggilnya 

Koleta sejak ia 

masih bayi. Ayah 

Koleta yaitu  

seorang tukang 

kayu di sebuah 

biara di Picardy. 

Koleta seorang 

gadis yang 

pendiam dan rajin 

bekerja. Ia 

memberikan 

banyak bantuan kepada ibunya dalam melakukan 

pekerjaan rumah tangga. orangtuanya 

memperhatikan bahwa puteri mereka senang 

berdoa, ia juga seorang yang peka serta penuh belas 

kasihan.

525

saat  Koleta berusia tujuhbelas tahun, kedua 

orangtuanya meninggal dunia. Gadis itu kemudian 

diserahkan di bawah asuhan pemimpin biara di 

mana ayahnya dulu bekerja. Koleta meminta dan 

mendapatkan sebuah gubug kecil yang dibangun di 

samping gereja biara. Koleta tinggal di sana. Ia 

menghabiskan waktunya dengan berdoa dan 

melakukan silih bagi Gereja Kristus. Semakin lama 

semakin banyak orang mengetahui perihal gadis 

kudus ini. Mereka datang kepadanya untuk meminta 

nasehatnya dalam masalah-masalah penting. 

Mereka tahu bahwa Koleta seorang yang bijaksana 

oleh sebab hidupnya dekat dengan Tuhan. Koleta 

menerima semua orang dengan kelemahlembutan. 

Di akhir kunjungan, ia akan berdoa agar para 

tamunya menemukan kedamaian hati.

Koleta yaitu  anggota Ordo Ketiga St. 

Fransiskus. Ia tahu bahwa ordo religius bagi para 

wanita yang mengikuti cara hidup St. Fransiskus 

yaitu  Ordo Santa Klara. Ordo ini  diberi nama 

sesuai dengan pendiri ordo mereka, St. Klara, yang 

yaitu  pengikut St. Fransiskus. Pada masa Koleta 

hidup, Ordo Santa Klara perlu kembali ke tujuan 

awal ordo mereka. St. Fransiskus dari Asisi 

menampakkan diri kepada Koleta serta memintanya 

untuk mengadakan pembaharuan dalam Ordo St. 

Klara. Tentu saja Koleta amat terkejut dan takut 

oleh sebab tugas yang demikian berat itu. namun , ia 

percaya akan belas kasih Tuhan. Koleta pergi 

mengunjungi biara-biara St. Klara. Ia membantu 

para biarawati Klaris untuk hidup lebih sederhana 

dan meluangkan lebih banyak waktu untuk berdoa. 

Ordo St. Klara memperoleh semangat dari cara 

hidup St. Koleta. St. Koleta memiliki devosi yang 

mendalam kepada Yesus dalam Ekaristi. Ia juga 

seringkali mengadakan waktu untuk merenungkan 

526

sengsara serta wafat Kristus. Ia amat mencintai 

Yesus dan panggilan religiusnya. Koleta tahu dengan 

pasti kapan dan di mana ia akan meninggal. Ia 

wafat di salah satu biaranya di Ghent, Flanders, 

pada tahun 1447 dalam usia enampuluh tujuh 

tahun. Koleta dinyatakan kudus pada tahun 1807 

oleh Paus Pius VI. 

P: 7 Februari

KOLUMBA dan PAMPOSA († 853)

Biara dua suster Benediktin ini dihancurkan 

oleh Sultan Muhammed I dari Cordoba Spanyol. 

Semua suster melarikan diri, kecuali Kolumba yang 

mengakui sebagai suster dan akhirnya dipenggal. 

Lalu Pamposa menghadap Sultan untuk 

mentobatkannya, namun  mengalami nasib yang 

sama.

A: Kolumba = merpati; Pamposa = mewah; P: 

20 September

SANTO KOLUMBANUS (543-23 November 

615)

Kolumbanus, biarawan misionaris Irlandia 

yang paling terkenal ini, hidup pada abad ketujuh. 

Semasa kanak-kanak ia mengenyam pendidikan 

yang baik. saat  remaja, ia memutuskan untuk 

menjadi seorang biarawan. Ibunya tak dapat tahan 

akan pikiran bahwa puteranya ini akan 

meninggalkannya. Namun demikian, Kolumbanus 

merasakan panggilan yang amat kuat untuk 

melayani Tuhan dalam keheningan sebuah biara. 

sesudah  bertahun-tahun menjadi seorang 

biarawan di Irlandia, Kolumbanus dan duabelas 

527

biarawan lainnya bersiap berlayar ke Perancis. Ada 

kekurangan tenaga imam di sana. Umat Perancis 

terinspirasi oleh cara hidup orang-orang kudus ini. 

Para biarawan hidup dalam matiraga, devosi dan 

belas kasih. Banyak pemuda tertarik pada cara hidup 

yang saleh ini. Mereka datang dan mohon bergabung 

dengan para biarawan. Segera saja para biarawan 

membangun biara-biara lain sebagai tempat tinggal 

segenap pengikut Santo Kolumbanus. namun , ada 

sebagian orang yang beranggapan bahwa peraturan-

peraturan biarawan ini terlalu keras. Santo 

Kolumbanus juga harus menghadapi bahaya saat  

ia memperingatkan raja atas dosa-dosanya. Sebagai 

akibat, ia dan para biarawan Irlandia harus angkat 

kaki dari Perancis. Santo Kolumbanus, meski telah 

cukup tua, masih berusaha mewartakan kabar 

gembira kepada orang-orang yang belum mengenal 

Tuhan di Switzerland. 

saat  usianya telah tujuhpuluh tahun, ia 

pergi ke Italia dan membela iman melawan serangan 

bidaah Arian. Dalam surat-suratnya kepada Paus St 

Bonifasius IV, St Kolumbanus memaklumkan bakti 

setia kepada Bapa Suci. “Kami semua orang-orang 

Irlandia, yang tinggal di bagian dunia yang paling 

jauh,” tulisnya, “terikat kepada Tahta Suci Santo 

Petrus.” Ia menyebut paus sebagai “pemimpin dari 

para pemimpin.” Di tahun-tahun akhir hidupnya, 

Santo Kolumbanus membangun sebuah biara besar 

di Bobbio, Italia. Ia wafat di sana pada tanggal 23 

November 615. sesudah  wafatnya, baik orang-orang 

Irlandia maupun orang-orang Italia membaktikan 

diri pada karya misioner yang mengagumkan ini.

A: merpati (L); L: seekor beruang (sebab  ia 

senang berjuang tanpa mengenal lelah); P: 23 

Nopember

528

KONON (abad ke-3)

yaitu  tukang kebun yang bersama anaknya 

bernama Konon juga mati sebagai saksi iman di 

Ikonion Yunani.

P: 29 Mei

KONRAD (906-976)

Uskup ini sedang merayakan Ekaristi. Pada 

waktu komuni, ia menyantap hosti kudus dengan 

khidmat. Kemudian ia mengangkat piala. Tiba-tiba ia 

terhenti dan tertegun mengamati piala. Dalam piala 

berisi anggur itu ada  seekor laba-laba besar 

yang amat berbisa. namun  beberapa saat kemudian, 

uskup itu meminum Darah Kristus sampai tuntas. 

Dalam telinganya nyaring terngiang-ngiang sabda 

Jesus saat  mengutus para rasul susaha  mewartaka 

Kabar Gembira ke penjuru bumi: “Sekalipun kamu 

meminum racun, namun kamu tak akan mendapat 

celaka.”

Konrad, demikianlah nama uskup itu. Ia 

memimpin keuskupan Konstanz di tepi danau besar 

antara Jerman dan Swiss. Masa mudanya biasa saja, 

tiada hal-hal yang istimewa. Ia mendapatkan 

pendidikan yang baik dan sesudah  ditahbiskan 

menjadi imam, Konrad dipercaya mengurus 

keuskupan. saat  uskup wafat, dialah yang terpilih 

menggantikannya. Sebagai uskup, Konrad 

membimbing para imam dan umatnya melalui 

teladan dan ajaran. Ia sungguh-sungguh seorang 

gembala yang rajin. Banyak rumah khusus untuk 

kaum miskin, orang sakit dan para peziarah didirikan 

oleh Konrad. Selain itu, ia juga membangun banyak 

gereja baru dan melayani sesame manusia tanpa 

pamrih, tanpa mengenal lelah, demi keselamatan 

jiwa umatnya. Tiga kali ia berziarah ke Tanah Suci.

529

Konrad (906-976), uskup. L: piala yang di 

dalamnya ada  serangga berbisa; P: 26 

Nopember.

KONRAD OFM CAP (1818-1894)

yaitu  bruder penjaga pintu biara di 

Altoetting Jerman yang selalu siap membantu 

peziarah dan orang miskin.

P: 21 April

KONSTANTIUS OP (1410-1481)

yaitu  mahaguru dan pembesar biara yang 

membaharui hidup biara.

P: 25 Februari

KORBINIANUS († 730)

Uskup keliling untuk mengkristenkan suku 

Bayern Jerman yang masih biadab.

P: 9 September

KORDULA

yaitu  teman dari Santa Ursula yang dibunuh 

bersama-sama.

P: 21 Oktober

KORNELIA (abad ke-3)

saat  hakim menanyakan apakah ia dan lima 

temannya beragama Kristen, perawan dan martir di 

Tunisia ini menjawab dengan tegas: “Kamilah orang 

Kristen dan akan tetap demikian!” Akibatnya, 

mereka berenam dipenggal. 

530

B: Nelly dan Cony; P: 21 Maret

KORNELIUS (abad ke-1)

yaitu  perwira Romawi yang dibaptis oleh 

Santo Petrus (Kis. Ras. 10 dan 15). Dialah orang 

bukan Yahudi  pertama tanpa disunat dahulu yang 

diterima dalam Gereja.

P: 2 Februari

SANTO PAUS KORNELIUS († 253) & SANTO 

SIPRIANUS († 14 September 258)

Santo Paus Kornelius 

Pada pertengahan abad ketiga, Gereja masih 

mengalami penganiayaan. Penganiayaan yang kejam 

dalam masa 

pemerintahan 

Kaisar Decius 

telah 

merenggut 

nyawa Paus St. 

Fabianus. 

Gereja tidak 

memiliki paus 

selama hampir 

satu tahun 

lamanya. 

Seorang imam 

kudus dari 

Roma, Kornelius, dipilih menjadi Bapa Suci pada 

tahun 251. Kornelius menerima tugas ini , oleh 

sebab ia sangat mencintai Kristus. Ia rela melayani 

Gereja sebagai seorang paus, meskipun 

pelayanannya itu membahayakan jiwanya. sebab  

531

itulah Paus Kornelius amat dikagumi di seluruh 

dunia. Teristimewa para Uskup Afrika secara terang-

terangan menyatakan cinta dan kesetiaan mereka 

kepada paus. Uskup Siprianus dari Kartago 

mengirimkan kepada bapa suci surat-surat yang 

membangkitkan semangat serta menyatakan 

dukungan. 

Santo Siprianus

Siprianus dibaptis sebagai pengikut Kristus 

pada usia empat puluh lima tahun. Ia mengherankan 

umat Kristiani di Kartago 

dengan mengucapkan kaul 

kemurnian sesaat sebelum 

dibaptis. Beberapa waktu 

kemudian, Siprianus 

ditahbiskan sebagai imam 

dan pada tahun 249 

sebagai uskup. Penuh 

semangat Uskup Siprianus 

membesarkan hati Paus 

Kornelius dengan 

mengingatkannya bahwa 

selama masa 

penganiayaan yang sedang 

berlangsung di Roma itu, tidak ada seorang umat 

Kristiani pun yang mengingkari imannya. Tulisan-

tulisan St. Siprianus menjelaskan tentang kasih yang 

harus dimiliki umat Kristiani bagi persatuan Gereja. 

Kasih ini haruslah juga diperuntukkan bagi paus, 

para uskup serta para imam, baik di keuskupan-

keuskupan maupun di paroki-paroki. Siprianus juga 

menulis sebuah thesis tentang persatuan Gereja. 

Topik yang diangkatnya itu tetap menjadi topik 

penting di sepanjang masa, termasuk masa 

sekarang. 

532

Paus Santo Kornelius wafat dalam 

pengasingan di pelabuhan Roma pada bulan 

September tahun 253. Oleh sebab ia harus 

menanggung penderitaan yang luar biasa sebagai 

seorang paus, maka ia dinyatakan sebagai martir. 

Santo Siprianus wafat lima tahun kemudian dalam 

masa penganiayaan Valerianus. Ia dipenggal 

kepalanya di Kartago pada tanggal 14 September 

258. Pesta kedua orang kudus ini dirayakan 

bersama-sama untuk mengingatkan kita akan 

pentingnya persatuan Gereja. Persatuan Gereja 

yaitu  tanda kehadiran Yesus yang yaitu  Kepala 

Gereja.

P: 16 September

SANTO KOSMAS & SANTO DAMIANUS († 

303)

Kedua martir ini yaitu  sepasang saudara 

kembar dari Siria yang hidup pada abad keempat. 

Mereka berdua merupakan 

siswa-siswa yang sangat 

terkenal dalam bidang ilmu 

pengetahuan dan keduanya 

menjadi dokter yang hebat. 

Kosmas dan Damianus 

memandang setiap pasien 

sebagai saudara dan 

saudari dalam Kristus. 

sebab  itu, mereka 

memberikan perhatian 

besar kepada mereka 

semua dan melakukan yang 

terbaik dengan segenap 

kemampuan mereka. 

Betapa pun banyaknya 

533

perhatian yang harus mereka curahkan terhadap 

seorang pasien, baik Kosmas maupun Damianus, 

tidak pernah menerima uang sebagai imbalan atas 

pelayanan mereka. Sebab itu, mereka diberi nama 

julukan dalam bahasa Yunani artinya “tanpa uang 

sepeser pun”.

Setiap ada kesempatan, kedua orang kudus 

ini akan bercerita kepada para pasiennya tentang 

Yesus Kristus, Putra Allah. Orang banyak menyukai 

kedua dokter kembar ini, sebab nya dengan senang 

hati mereka mendengarkan. Kosmas dan Damianus 

seringkali memulihkan kesehatan, baik jiwa maupun 

raga, para pasien yang 534ating mohon bantuan 

mereka. saat  penganiayaan oleh Kaisar Diocletian 

terhadap umat Kristiani dimulai di kota mereka, 

kedua dokter ini segera ditangkap. Tak pernah sekali 

pun mereka berusaha menyembunyikan cinta 

mereka yang begitu besar terhadap iman Kristiani 

mereka. Mereka disiksa dan dianiaya, namun  tak ada 

yang dapat memaksa mereka untuk mengingkari 

iman mereka kepada Kristus. Mereka hidup bagi Dia 

dan menarik begitu banyak orang kepada cinta-Nya. 

Jadi, pada akhirnya, mereka berdua dijatuhi 

hukuman mati pada tahun 303.

Kosmas dan Damianus (303), dokter dan 

martir di Kyros (Siria); pelindung para dokter 

dan apoteker; L: alat-alat kedokteran; P: 26 

September

KRESENTIA HOESS (1682-1744)

Gadis miskin ini hanya diterima dalam biara, 

sebab  desakan walikota Kaufbeuren Jerman yang 

Protestan. Pembesarnya sangat jengkel, kejam dan 

tidak adil terhadap suster muda ini, walaupun 

Kresentia sangat sabar dan taat. Ia menerima 

banyak rahmat khusus sesudah menjalani aneka 

534

godaan. saat  menjadi pembesar ia memperbaharui 

seluruh biara.

P: 6 April

KRESZENZ (abad ke-1)

yaitu  murid Santo Paulus (2 Tim 4, 10). A: 

yang berkembang; P: 27 Juni

KRISANTUS dan DARIA († 283)

sebab   Krisantus beriman Kristen, ayahnya 

ingin memurtadkannya dengan bantuan seorang 

imam wanita  kafir bernama Daria. Akan namun  

diceritakan, bahwa keduanya justru jatuh cinta, lalu 

bersama-sama mentobatkan banyak orang. Akhirnya 

mereka ditangkap dan dikubur hidup-hidup di Roma.

P: 25 Oktober

KRISOGONUS (abad ke-4)

yaitu  guru Santa Anastasia, imam dan 

martir di Roma.

P: 24 Nopember

KRISPINA († 304)

Ibu yang kaya di Tebaste Afrika Utara ini 

dianiaya dan dihina sebab  tidak mau murtad.

P: 9 Juni

KRISTIAN († 1145)

535

Rahib Sistersien di Perancis ini dikaruniai 

banyak penglihatan dan hidup suci.

A: yang mengikuti Kristus; P: 27 Juli

KRISTIAN († 1245)

yaitu  misionaris suku bangsa Preussen 

Jerman dan uskup pertama Kulm. Ia mendirikan 

banya gereja dan menginjilkan daerah yang luas. 

Selama enam tahun Kristian ditahan oleh seorang 

kafir.

B: Kris; P: 4 Desember

KRISTIANA (abad ke-4)

Diangkut menjadi tawanan perang ke Georgia 

(Soviet Selatan). Ia mentobatkan rakyat dan raja 

melalui ajaran, mukjijat dan keutamaannya.

B: Nina, Nania; P: 15 Desember

KRITINA (1435-1456)

yaitu  janda muda di Spoleto Italia yang 

bertobat dan bermatiraga keras sebab  kemewahan 

duniawi yang telah dinikmatinya.

P: 13 Februari

KRISTOFERUS BUXTON (1588)

Menemui ajalnya sesudah  digantung di 

Canterbury (Inggris) sebab  mengakui iman Katolik.

P: 1 Oktober

KRISTOFORUS (ABAD KE-4)

536

yaitu  penginjil dan martir di Asia Kecil. 

Menurut kisah kuno, sebelum dibaptis Kristoforus 

hanya mau mengabdi kepada yang paling kuat. 

namun  ia melihat, bahwa tentara dan raja yang 

gagah pun takut akan setan. Maka ia mengabdi 

setan. Suatu saat  ia bepergian bersama setan. Di 

tengah jalan setan gemetar sewaktu melihat salib. 

Kristoforus jengkel dan meninggalka dinas pada 

setan. Kemudian ia mendirikan pondok kecil di 

pinggir sungai dan membantu orang yang mau 

menyeberang. Sebab, sungai itu tidak jinak, lagi 

pula deras; sedangkan Kristoforus tinggi besar dan 

kuat badannya. 

Suatu hari ia kedatangan seorang anak kecil 

yang minta diseberangkan. Ia mengangkat bocah itu 

dan memanggulnya. namun  sesampai di tengah 

sungai, anak itu begitu berat seakan-akan seluruh 

bumi menekan bahu Kristoforus. Ia tak dapat 

meneruskan penyeberangannya dan anak itu pun 

berkata: “Akulah Jesus, Tuhan semesta alam dan 

Raja yang paling kuat.” Dengan gembira Kristoforus 

percaya akan Jesus dan menjadi pengikutNya yang 

setia. sebab  Kristoforus menjadi ‘pembawa 

Kristus’ (itulah arti namanya), maka ia dihormati 

sebagai santo pelindung lalu lintas, susaha  aman.

B: Kristobal, Tobal; P: 24 Juli.

KUNIGUNDE (980-1033)

yaitu  permaisuri Kaisar Heinrich II dari 

Jerman. Ia menjadi suster biasa sesudah suaminya 

meninggal. Pada suatu hari ia menampar abbas 

biara (yang yaitu  keponakannya) sebab  enak-

enak makan sewaktu suster lain sedang berdoa. 

Tamparan jarinya selamanya membekas pada pipi 

537

abbas itu. Ia dihormati sebagai santa pelindung 

anak-anak yang sakit keras.

P: 3 Maret dan atau 13 Juli

L

LADISLAUS I (1040-1095)

Berhasil mempertahankan dan 

mempersatukan kerajaannya. Raja Hungaria yang 

adil dan jujur ini sangat memajukan agama Katolik.

B: Ladislas, Laszlo; P: 27 Juni

LAMBERTUS (635-705)

Uskup Maastricht (Belanda) yang sangat aktif 

dalam penginjilan di Brabant ini dibunuh sebab  

nafsu balas dendam seorang bangsawan.

L: seorang uskup yang berlutut dan ditusuk 

tombak; P: 18 September

538

LANCELOT atau ANDREAS AVELLINO 

(1521-1612)

sesudah  ditahbiskan imam, ia bekerja dalam 

pengadilan gerejani di Napoli Italia. Walaupun 

ditugaskan dan telah bekerja mati-matian, namun ia 

tidak berhasil menertibkan suatu biara suster-suster 

yang brengsek. Maka Lancelot kemudian 

memutuskan masuk Ordo Teatian. Ia menjadi 

pengkotbah dan bapa pengakuan yang termasyur. Ia 

diminta Santo Karolus Boromeus ikut 

memperbaharui hidup Kristiani dalam keuskupan 

Milano.

P: 10 Nopember

LANDRIKUS atau LANDRI († 730)

Ialah putera Santo Madelgarius yang menjadi 

abbas dan uskup misionaris di Belgia.

P: 17 April

LAUDUS († 568)

Uskup ini dengan penuh semangat merasul 

dan beramal di Perancis.

A: pujian (L); B: Laudo, Laud, Lo; P: 22 

September

SANTO LAURENTIUS († 10 Agustus 258)

Jika kita sedang merasa uring-uringan terhadap sesuatu 

yang mengganggu kita, baiklah kita mohon bantuan St. 

Laurensius agar ia mendoakan kita dan membantu kita 

539

agar tetap sabar dalam menanggung pencobaan. Siapakah 

St. Laurensius?

Laurensius hidup pada abad ketiga. Ia yaitu  

salah seorang dari ketujuh Diakon Roma di bawah 

Paus Santo   Sixtus II  . Mereka bertugas untuk 

memberikan bantuan kepada fakir miskin. Pada 

masa itu, umat Kristiani mengalami penganiayaan 

hebat dalam pemerintahan Kaisar Valerian. Kaisar 

memerintahkan agar Paus St. Sixtus II beserta 

keenam diakon lainnya dijatuhi hukuman penggal, 

sehingga tinggallah Laurensius seorang diri. 

Sementara Paus digiring ke tempat hukuman mati, 

Laurensius mengikutinya sambil menangis, “Bapa, 

mengapa engkau pergi meninggalkan aku?” Paus 

menjawabnya, “Aku tidak meninggalkan engkau, 

anakku. Tiga hari lagi engkau akan bersamaku.” 

Laurensius amat gembira sebab  ia juga akan 

diperbolehkan menerima piala kemartiran. 

Laurensius membagi-bagikan semua uang yang 

masih ada padanya kepada mereka yang 

membutuhkan. Ia bahkan juga menjual bejana-

bejana berharga milik 

Gereja dan membagikan 

uangnya kepada mereka 

yang miskin papa.

Cornelius 

Saecularis, yang pada 

waktu itu menjabat 

sebagai penguasa Roma, 

mengira bahwa Gereja 

menyimpan suatu harta 

karun yang tersembunyi. 

Maka Cornelius memanggil 

Laurensius dan berkata 

kepadanya, “Aku tahu 

540

bahwa menurut ajaran kalian, kalian harus 

menyerahkan kepada kaisar segala milik kaisar. 

Allah-mu tidak membawa uang ke dunia saat  Ia 

datang, Ia hanya membawa ajaran-Nya. Jadi, 

berikanlah