Kisah santa santo 11


 urkan sebab  berpegang teguh pada 

iman dan ajaran Katolik. Baru seusai pembunuhan 

atas uskup Oliver Plunket dari Irlandia (1681), 

penganiayaan yang ganas mengendor. Gereja 

Inggris bangga atas begitu banyak putera-puterinya 

yang berani melawan dictator raja-raja dan 

parlemen. Sejumlah 192 martir sudah dinyatakan 

kudus secara resmi oleh gereja sampai tahun 1965.

Pesta bersama: 4 Mei

INIGO atau ENEKO OSB († 1057)

Biarawan Benediktin ini hidup menurut cita-

cita pembaharuan. Hanya atas desakan raja yang 

terus menerus ia bersedia menjadi abbas di Ona 

Spanyol.

SANTO PAUS INOSENSIUS XI (1611-1689)

Paus yang sangat saleh, hemat dan beramal 

ini memperbaharui keuskupan Roma. Ia membela 

Gereja dari rongrongan Raja Louis XI dari Perancis 

dan mempersatukan raja-raja Kristen menghadapi 

serangan Turki.

Akhirnya serbuan tentara Turki itu dapat 

dipatahkan di pintu gerbang Vienna (1683). Paus 

mengecam moral Jesuit yang mengajarkan adanya 

cukup alasan yang probable (masuk akal) bahwa 

sesuatu bukan dosa.

A: yang tidak salah (L); P: 13 Agustus

447

IRENE († 304)

Dibunuh sebagai martir bersama dengan 

saudarinya Agape dan Ciona di Tessalonika Yunani.

A: pencinta damai; P: 3 April

IRENE († 653)

Suster di Portugal ini begitu cantik, sehingga 

dua laki-laki kaya ingin menikahionya. namun  Irene 

dengan halus menolak lamaran mereka. Lalu salah 

seorang pelamar menyebarluaskan suatu fitnah, 

bahwa Irene suatu malam berbuat mesum. Kabar 

busuk itu menjalar ke seantero kota dan memancing 

kemarahan pelamar kedua, sehingga ia menyewa 

pembunuh bayaran untuk menamatkan riwayat 

suster itu. Irene ditikam dan mayatnya di buang ke 

dalam danau. Suster-suster lain terus mencari Irene, 

namun  tak menemukannya. Suatu malam seorang 

nelayan disilaukan oleh sinar ajaib. Berkat sinar 

itulah mayat Irene diketemukan.

P: 20 Oktober

SANTO IRENEUS dari LYON (120/140 – 

202)

Ireneus yaitu  seorang 

Yunani yang dilahirkan antara 

tahun 120-140. Ia beroleh 

kesempatan istimewa menjadi 

murid Santo Polikarpus, yang 

yaitu  murid St Yohanes Rasul. 

Suatu saat  Ireneus 

mengatakan kepada seorang 

448

teman, “Aku mendengarkan pengajaran St 

Polikarpus dengan amat seksama. Aku menuliskan 

setiap tindakan maupun perkataannya, bukan di atas 

kertas, melainkan dalam hatiku.”

sesudah  ditahbiskan menjadi seorang imam, 

Ireneus diutus ke Lyons di Perancis. Di kota inilah 

Uskup St Pothinius wafat sebagai martir bersama 

dengan banyak kudus lainnya. Ireneus tidak wafat 

sebagai martir pada waktu itu sebab ia diminta oleh 

rekan-rekan para imam untuk menyampaikan suatu 

pesan penting dari mereka kepada paus di Roma. 

Dalam surat itu, mereka menyebut Ireneus sebagai 

seorang yang penuh semangat iman.

saat  Ireneus kembali untuk menjadi Uskup 

Lyons, masa penganiayaan telah berakhir. Namun 

demikian, muncul suatu bahaya lain, yaitu bidaah 

yang disebut Gnostisisme. Ajaran sesat ini memikat 

sebagian orang dengan janji-janji untuk 

mengajarkan misteri-misteri rahasia. Ireneus 

mempelajari dengan seksama segala hal mengenai 

ajaran sesat ini dan kemudian dalam lima jilid artikel  

membuktikan betapa keliru ajaran ini . Ireneus 

menulis dengan santun, sebab ia ingin 

memenangkan sebanyak mungkin orang bagi Yesus. 

Walau begitu, terkadang kata-katanya keras, seperti 

kala ia mengatakan, “Begitu orang terpikat oleh 

Gnostik, ia menjadi besar kepala oleh kesombongan 

dan merasa diri penting. Ia memiliki kebanggaan 

seekor ayam jantan yang berkoar-koar.” artikel -artikel  

St Ireneus dibaca banyak orang. Segera saja ajaran 

sesat itu pun mulai musnah. St Ireneus wafat sekitar 

tahun 202. Banyak orang percaya bahwa ia wafat 

sebagai martir.

Ireneus dari Lyon (130-202), uskup dan 

teolog; Lahir di Asia Kecil dan meninggal di Lyon 

Perancis; A: pencinta damai (Y); P: 28 Juni

449

“yaitu   lebih  baik  serta  jauh  lebih  berguna  menjadi  

seorang  yang  sederhana  dan  kurang  terpelajar  namun 

akrab dengan Tuhan melalui tindakan belas kasih dibandingkan  

tampak  bijaksana  dan  cakap  namun  menghujat  sang 

Tuan-nya.” 

~ Santo Ireneus

IRMINA († 710)

Adik Santa Adela (P: 24 Desember) ini 

menjadi abbas dalam suatu biara yang didirikan oleh 

Santo Willibrodus di Trier Jerman.

P: 3 Januari

IRMGARD (1000-1080)

Membagi-bagikan hartanya, mendirikan 

rumahsakit dan kemudian menjadi pertapa. Ia 

berjiarah tiga kali ke Roma untuk mendapatkan 

relikwi. Jenasahnya dimakamkan di katedral Koln 

Jerman.

P: 4 September

ISAK (abad ke-18 SM)

yaitu  anak Nabi Abraham dan ayah Nabi 

Yakub. Suatu saat  Abraham diutus Tuhan untuk 

mengurbankan putera satu-satunya ini demi menguji 

imannya. namun  pada saat-saat terakhir Abraham 

diberitahu malaikat susaha  menggantikannya 

dengan seekor domba, sehingga Isak tidak jadi 

disembelih (lih. Kitab Kejadian 22, 1-18). Ia menjadi 

lambing Jesus yang dikurbankan oleh BapaNya di 

surga demi penebusan kita. Banyak orang Kristen, 

Yahudi dan Islam memakai nama Isaak, Isak, Iskak 

atau Shakah itu.

450

A: alasan untuk tertawa (sebab  ibu yang tua 

akan menjadi hamil)

ISAK AGUNG (347-439)

Putera uskup Santo Narses ini menjadi 

pemimpin (katolikos) Gereja Armenia. Ia 

menterjemahkan Alkitab ke dalam bahasa Armenia 

dengan bantuan sekretarisnya, yaitu Santo Mesrop 

(P: 25 Nopember). Imannya yang tak tergoyahkan 

memicu  ia diusir oleh raja Persis. Dan ia 

terpaksa mengurus Gerejanya dari tempat 

persembunyiannya.

P: 9 September

SANTO ISAAC JOGUES dan SANTO 

YOHANES de BREBEUF

451

Lebih dari tiga ratus tahun yang lalu, enam 

orang imam Yesuit bersama dua orang awam, 

semuanya berasal 

dari Perancis, wafat 

sebagai martir di 

Amerika Utara. 

Kedelapan orang 

kudus ini wafat 

sebagai martir 

antara tahun 1642 

dan 1649. Mereka 

yaitu  sekelompok 

misionaris yang 

paling gagah berani. 

Mereka 

mengorbankan 

segala sesuatu yang 

mereka miliki demi 

mewartakan Kristus 

kepada orang-orang pribumi Amerika Utara. sesudah  

berjuang keras, mereka berhasil mempertobatkan 

banyak orang dari suku Indian Huron. namun  suku 

Iroquois, musuh bebuyutan suku Huron, membunuh 

mereka semua.

St. Yohanes de Brebeuf menderita tbc. Di 

Perancis, sakitnya begitu parah hingga ia bahkan 

tidak dapat mengajar banyak kelas. Namun 

demikian, ia menjadi seorang rasul yang gagah 

berani serta mengagumkan. Keberaniannya 

menakjubkan suku Iroquois yang biadab sementara 

mereka menyiksanya hingga tewas. St. Isaac Jogues 

dianiaya dengan hebat oleh suku Mohawk, namun  

dibebaskan oleh orang-orang Belanda. Ia pulang ke 

Perancis, namun segera kembali ke Amerika Utara. 

Pastor Jogues ditebas dengan tomahawk (kampak 

452

perang orang Indian) oleh Kelompok Beruang dari 

suku Mohawk.

St. Antonius Daniel baru saja selesai 

mempersembahkan Misa bagi umatnya dari suku 

Huron, saat  suku Iroquois menyerang desa 

mereka. Orang-orang Indian Kristen memohon 

kepadanya agar ia berusaha melarikan diri. namun  

Pastor Daniel tetap tinggal. Ia ingin membaptis 

semua orang yang menangis serta memohon dengan 

sangat kepadanya agar diberi Sakramen Baptis 

sebelum mereka semua dibunuh. Suku Iroquois 

membakarnya hingga tewas dalam kapelnya yang 

kecil. St. Gabriel Lallemont disiksa hingga tewas 

bersama dengan St. Yohanes de Brebeuf. St. Charles 

Garnier tertembus peluru suku Iroquois dalam suatu 

serangan mendadak, namun  ia masih mencoba 

merangkak untuk menyelamatkan seorang yang 

sedang sekarat. Ia sendiri kemudian terbunuh oleh 

tebasan kampak. St. Noel Chabenel harus 

mengalami berbagai kesulitan, namun  ia telah 

bertekad untuk tetap tinggal di Amerika Utara. Ia 

dibunuh oleh seorang pengkhianat Huron. Kedua 

orang pembantu awam, Rene Goupil dan John 

Lalande, keduanya tewas oleh tebasan tomahawk. 

Jadi, dengan cara demikianlah para pahlawan Kristus 

ini  menyerahkan nyawanya bagi pertobatan 

orang-orang pribumi Amerika Utara. sesudah  

kematian mereka, para misionaris yang datang 

kemudian, dapat mempertobatkan hampir semua 

suku di mana para martir berkarya. Pahlawan-

pahlawan yang gagah berani ini, yang sering disebut 

sebagai para martir Amerika Utara, dinyatakan 

kudus oleh Paus Pius XI pada tahun 1931.

ISABELA (1271-1336)

453

yaitu  kemenakan Santa Elisabet dari 

hungaria. Pada umur 12 tahun ia dikawinkan dengan 

Raja Denis dari Portugal. Tingkah lakunya 

menyenangkan, dan sangat saleh. Ia membantu 

suaminya membangun rumah sakit, rumah 

penampungan wanita terlantar dan panti asuhan. 

Setiap pagi Isabela menghadiri Misa Suci. Ia berdoa 

dan bermatiraga. Denis yaitu  raja yang kuat dan 

pandai, namun sebagai suami ia tidaklah setia dan 

sering melalaikan isterinya. Itulah sebabnya Isabela 

banyak menderita. namun  ia tetap sabar dan penuh 

pengabdian. Suatu saat  Alfonso, putera mahkota, 

memberontak terhadap ayahnya. Isabela berusaha 

keras mendamaikan keduanya. namun  Raja Denis 

salah terima, ia mencurigai permaisurinya dan 

mengurungnya selama beberapa waktu. Isabela 

selalu berusaha  merukunkan keluarganya bila terjadi 

percekcokan di antara kerabat raja.

Pada usia 54 tahun Isabela sudah menjanda. 

Kemudian ia menarik diri untuk hidup di Koimbra, 

dekat biara Klaris yang didirikannya. Ia 

mengabdikan sisa hidupnya bagi Tuhan dan sesame 

manusia yang miskin. namun  pada tahun 1336 ia 

mendengar, bahwa puteranya Alfonso IV, Raja 

Portugal, berselisih dengan Alfonso XI dari Kastilia. 

Masing-masing sudah menyiapkan pasukan untuk 

bertempur. Isabela yang telah berusia 65 tahun 

bergegas menyusul puteranya ke medan 

pertempuran. Ia berhasil menhindarkan 

pertumpahan darah dan mendamaikan kedua raja 

itu. namun  usaha ini terlampau melemahkan 

kesehatannya. Ia jatuh sakit dan meninggal sebelum 

sempat kembali ke tempat kediamannya.

Isabela atau Elisabet dari Portugal (1271-

1336), ratu; B: Bella; P: 4 Juli

454

SANTO ISIDORUS (556-636)

Santo Isidorus dilahirkan pada tahun 556. 

Dua orang kakaknya, Leander dan Fulgentius, 

yaitu  uskup dan santo juga. Saudari mereka, 

Florentina, seorang biarawati dan santa juga. 

Keluarga Isidorus kemungkinan berasal dari Romawi. 

Kelak Isidorus ditahbiskan sebagai uskup kota 

Seville, Spanyol. Dari sanalah ia memberikan 

pengaruh besar terhadap Gereja pada jamannya. 

Isidorus menjadi Uskup Seville selama tiga puluh 

tujuh tahun. Selama 

masa itu, ia 

melanjutkan karya 

uskup sebelumnya, 

yaitu Santo Leander, 

kakaknya. Kedua 

kakak-beradik ini 

mempertobatkan 

penganut bidaah 

Visigoth dan membawa 

mereka ke pangkuan 

Gereja Katolik.

Pada masa 

kecilnya, Isidorus 

memperoleh pendidikan yang amat baik. Kakak-

kakaknya bertanggung jawab atas pendidikannya. Ia 

dibimbing oleh Leander. Isidorus kecil menganggap 

Leander sebagai orang yang paling kejam di seluruh 

dunia. Leander terus-menerus menyuruhnya belajar! 

namun , di kemudian hari Isidorus menyadari bahwa 

Leander sungguh seorang sahabat yang 

mengagumkan. Ia mengajarkan kepada Isidorus 

bahwa kita akan dapat melakukan begitu banyak hal 

bagi Gereja Yesus jika  kita belajar dengan tekun. 

455

Isidorus hidup jauh sebelum Konsili Trente, di 

mana baru mulai dibuka seminari-seminari untuk 

pendidikan imam. namun , Isidorus yakin bahwa di 

setiap keuskupan haruslah ada sebuah seminari dan 

sebuah sekolah Katolik sebagai sarana pendidikan 

lanjutan. Kedua impiannya ini  kelak terwujud 

dengan dibukanya perguruan tinggi-perguruan tinggi 

Katolik dan juga seminari-seminari. Santo Isidorus 

yaitu  juga seorang organisator ulung. Ia diminta 

untuk memimpin dua pertemuan Gereja yang 

penting yang disebut Sinode. Yang pertama di 

Seville, Spanyol pada tahun 619 dan sesudahnya di 

Toledo, Spanyol pada tahun 633. Sinode-sinode 

ini  semakin mempererat persekutuan Gereja. 

St. Isidorus menulis banyak artikel . Ia menulis 

tentang sejarah Goths. Ia menulis tentang 

pahlawan-pahlawan Kitab Suci. Ia bahkan juga 

menyusun sebuah kamus.

Uskup Isidorus selalu terbuka bagi umatnya. 

Kaum miskin di Seville tahu ke mana mereka harus 

pergi mohon bantuan. Selalu ada antrian panjang 

sepanjang hari, setiap hari, di tempat kediaman 

uskup. Isidorus berdoa dan bermatiraga. Ia sungguh 

seorang yang kudus dan uskup yang amat dicintai. 

Ia wafat pada tahun 636. Santo Isidorus digelari 

Pujangga Gereja oleh Paus Inosensius XIII pada 

tahun 1722.

Isidorus (560-636), uskup dan pujangga 

Gereja, adik dari S. Leander, S. Fulgentius dan 

S. Florentina (P: 20 Juni). Lahir di Kartagena 

dan meninggal di Sevilla; B: Dores, Isidor (♂); 

Dori dan Dora (♀); P: 4 April

SANTO ISIDORUS si PETANI (1070- 15 Mei 

1130)

456

Orang kudus ini dilahirkan pada tahun 1070 

di Madrid, Spanyol. Kedua orangtuanya amat saleh. 

Mereka memberi nama putera mereka: Isidorus, 

sesuai nama Uskup Agung Seville, Spanyol. 

Orangtua Isidorus ingin memberikan pendidikan 

terbaik bagi putera mereka, namun  mereka tidak 

mampu. Mereka hanyalah petani penggarap. Putera 

mereka kelak juga akan melewatkan masa hidupnya 

dengan mata pencaharian yang sama. 

Isidorus bekerja untuk Yohanes de Vargas, 

seorang tuan tanah yang kaya di Madrid. Ia bekerja 

untuk Tuan de Vargas sepanjang hidupnya. Isidorus 

menikah dengan seorang gadis yang baik dari 

keluarga yang miskin seperti 

keluarganya. Keduanya saling 

mengasihi. Mereka 

memiliki  seorang putera 

yang meninggal pada waktu 

masih bayi. Isidorus dan 

isterinya mempersembahkan 

kepada Yesus segala 

kepedihan dan duka mereka 

oleh sebab  kepergian putera 

mereka. Mereka percaya 

bahwa putera mereka telah 

berbahagia bersama Tuhan 

untuk selamanya.

Setiap hari, St. Isidorus 

memulai harinya dengan 

merayakan Misa. Kemudian, barulah ia pergi 

bekerja. Ia selalu bekerja giat, meski terkadang ia 

merasa kurang bersemangat. Ia membajak, dan 

menanam, serta berdoa. Ia berseru kepada Bunda 

Maria, para kudus dan juga malaikat pelindungnya. 

Mereka membantunya menjadikan hari-harinya yang 

biasa menjadi hari-hari yang istimewa, penuh 

457

sukacita. Dunia iman menjadi amat nyata bagi St. 

Isidorus, sama nyatanya dengan pertanian Tuan de 

Vargas. jika  ia memperoleh hari libur, Isidorus 

berusaha melewatkan lebih banyak waktu untuk 

bersembah sujud kepada Yesus di gereja. Kadang-

kadang, pada hari-hari libur, Isidorus bersama 

isterinya pergi mengunjungi beberapa paroki sekitar 

dalam suatu ziarah doa satu hari. 

Suatu saat , gereja paroki mengadakan 

pesta. Isidorus datang lebih awal dan masuk dalam 

gereja untuk berdoa. Ia datang terlambat ke balai 

paroki. namun , ia tidak sendirian. Ia mengajak serta 

sekelompok pengemis juga. Umat menjadi kecewa. 

Bagaimana jika makanan yang tersedia tidak cukup 

untuk semua pengemis itu? namun , semakin banyak 

mereka mengisi piring-piring mereka, semakin 

banyak makanan tersedia bagi semua yang hadir. 

Dengan lembut St. Isidorus berkata, “Akan 

senantiasa tersedia cukup makanan bagi orang-

orang miskin milik Yesus.”

Cerita-cerita tentang keajaiban yang terjadi 

lewat petani kudus ini mulai tersiar. Isidorus sama 

sekali bukan seorang yang mementingkan diri 

sendiri. Ia seorang yang lemah lembut dan penuh 

belas kasih. Isidorus yaitu  salah seorang santo dari 

Spanyol yang paling populer. Ia wafat pada tanggal 

15 Mei 1130. Pada bulan Maret 1622, Paus 

Gregorius XV mengumumkan kanonisasi atas lima 

orang kudus yang besar. Mereka yaitu  Santo 

Ignatius dari Loyola, Santo Fransiskus Xaverius, 

Santa Theresia dari Avila, Santo Filipus Neri dan 

Santo Isidorus si Petani.  

P: 15 Mei

IVO (1040-1116)

458

Menjadi ahli hukum Gereja dan uskup 

Chartres Perancis. Ia tidak mengakui sah isteri 

kedua Raja Philip I yang tingkah lakunya dinilai 

sebagai perzinahan. Akibatnya ia dipenjarakan, dan 

hanya berkat usaha paus, Ivo dibebaskan.

P: 20 Mei

IVO / YVES (1253-1303)

Imam paroki dan ahli hukum ini hidup 

menyendiri berdasar  aturan hidup yang keras. Ia 

membela orang miskin dan yang tertindas dengan 

tabah dan berani di depan pengadilan. Ivo dihormati 

sebagai santo pelindung ahli hukum yang membela 

keadilan.

P: 19 Mei

459

J

BEATO JAMES DUCKETT († 1602)

James Duckett yaitu  seorang Inggris yang 

hidup dalam masa pemerintahan Ratu Elizabeth I. 

Pemuda James 

magang pada 

sebuah percetakan 

di London. sebab  

pekerjaannya inilah 

ia mengenal sebuah 

artikel  berjudul 

Pondasi Kokoh 

Agama Katolik. Ia 

mempelajarinya 

dengan seksama 

dan yakin bahwa 

Gereja Katolik 

yaitu  Gereja yang 

benar. Pada masa itu, di Inggris umat Katolik 

460

mengalami penganiayaan. James memutuskan 

bahwa bagaimanapun ia tetap ingin menjadi seorang 

Katolik dan siap menanggung segala 

konsekuensinya. Pemimpin ibadah di gerejanya yang 

terdahulu datang mencarinya sebab James yaitu  

seorang yang tekun ke gereja. namun  James tidak 

mau kembali. Dua kali untuk masa yang singkat ia 

dijebloskan ke dalam penjara sebab  ketegaran 

hatinya itu. Dua kali majikannya menengahi dan 

membebaskannya. namun  kemudian sang majikan 

meminta James untuk mencari pekerjan di tempat 

lain.

James Duckett tahu bahwa ia tidak akan 

kembali. Ia mencari dan akhirnya menemukan 

seorang imam Katolik yang menyamar di penjara 

Gatehouse. Sang imam tua, “Mr. Weekes,” 

membimbingnya dalam iman. Duckett diterima 

dalam pangkuan Gereja Katolik. Ia menikah dengan 

seorang janda Katolik dan putera mereka kelak 

menjadi seorang biarawan Carthusian. Putranya 

inilah yang banyak mencatat apa yang kemudian 

kita ketahui mengenai ayahnya. Beato Duckett tidak 

pernah lupa bahwa sebuah artikel lah yang 

menghantarnya ke jalan Gereja. Sebab itu ia 

menganggap sebagai tanggung jawabnya untuk 

menyediakan artikel -artikel  Katolik bagi orang banyak. 

Ia tahu bahwa artikel -artikel  ini akan menyemangati 

dan mengajar mereka. “Pekerjaannya” ini sungguh 

berbahaya hingga ia melewatkan sembilan tahun 

dari duabelas tahun hidup perkawinannya dalam 

penjara. Akhirnya ia dihadapkan ke pengadilan dan 

dijatuhi hukuman mati atas kesaksian satu orang, 

Peter Bullock, seorang penjilid artikel . Peter memberi 

kesaksian bahwa ia mengerjakan penjilidan artikel -

artikel  Katolik untuk Beato Duckett, “seorang 

penghujat besar”. Peter Bullock berbalik menjadi 

461

seorang pengkhianat sebab ia dijebloskan ke dalam 

penjara sebab  masalah-masalah lain; dengan 

kesaksiannya ia berharap dapat dibebaskan dari 

penjara. Keduanya dijatuhi hukuman mati pada hari 

yang sama. Di tiang gantungan di Tyburn, Beato 

Duckett meyakinkan Bullock bahwa ia telah 

mengampuninya. Sementara mereka berdua 

menyongsong maut, Duckett terus menyemangati 

rekannya untuk menerima iman Katolik. Lalu tali-tali 

dikalungkan pada leher mereka. Beato Duckett 

wafat sebagai martir pada tahun 1602.

P: 19 April

SANTA JANE VALOUIS (1464-1505)

St. Jane yaitu  puteri Raja Louis XI dari 

Perancis. Ia dilahirkan pada tahun 1464. sebab  raja 

menginginkan seorang 

putera, ia amat kecewa saat  

Jane yang lahir. Raja bahkan 

tidak menghendaki puteri 

kecilnya itu tinggal di istana 

sebab  Jane dilahirkan cacat. 

saat  puteri raja baru 

berusia lima tahun, ia dikirim 

untuk tinggal bersama orang 

lain. Meskipun ia diperlakukan 

demikian oleh ayah 

kandungnya, Jane yaitu  

seorang puteri yang baik hati 

serta lemah lembut kepada 

semua orang. Ia yakin betul 

bahwa Yesus dan Bunda 

Maria mengasihinya. Jane 

juga yakin bahwa Tuhan akan 

462

mempergunakannya sebagai alat-Nya untuk 

melakukan kebajikan demi nama-Nya. Dan memang 

betul demikian.

saat  Jane tumbuh dewasa, ia memutuskan 

untuk tidak menikah. Ia telah mempersembahkan 

dirinya kepada Yesus dan Bunda Maria. namun  

ayahnya tidak menghiraukan pilihan hidupnya. 

Ayahnya memaksa Jane untuk menikah dengan 

Pangeran Orleans. Jane menjadi seorang isteri yang 

baik selama duapuluh dua tahun. Namun demikian, 

sesudah suaminya menjadi raja, suaminya itu 

mengirim Jane untuk tinggal seorang diri di sebuah 

kota yang jauh. Hal ini  tidak menjadikan ratu 

bersedih dan marah. Malahan, ia bersorak: 

“Terpujilah Tuhan! Ia telah mengijinkan hal ini 

terjadi agar aku dapat melayani-Nya lebih baik 

dibandingkan  yang telah kulakukan selama ini.”

Jane menghabiskan waktunya dalam doa. Ia 

melakukan matiraga dan melaksanakan tindakan 

belas kasihan. Ia memberikan seluruh uangnya 

kepada kaum miskin. Ia bahkan juga membentuk 

suatu ordo para biarawati yang disebut Suster-

suster dari Kabar Sukacita Santa Perawan Maria. 

Jane menghabiskan sisa hidupnya dengan penuh 

sukacita dalam Yesus dan Bunda-Nya. Ia  wafat 

pada tahun 1505. St. Jane dinyatakan kudus oleh 

Paus Pius XII pada tahun 1950.

JEAN GABRIEL DUFRESSE (1750-1815)

Walaupun sudah dibuang dari Tiongkok, 

namun ia diam-diam kembali. Kemudian ia menjadi 

uskup dan berhasil memimpin misi Szechuan sampai 

ketahuan dan dipenggal

P: 14 September

463

JEAN GABRIEL PERBOYRE (1802-1840)

saat  mendengar bahwa kakaknya yang 

bekerja sebagai misionaris di Tiongkok meninggal, 

Gabriel melamar untuk menggantikannya. Sesudah 

berkarya selama 4 tahun di propinsi Honan, ia 

disiksa dan mati dicekik di kayu salib.

P: 11 September

SANTA JEANNE D’ARC(16 Januari 1412-30 

Mei 1431)

Santa Jeanne d'Arc yaitu  pelindung kaum 

remaja, terutama remaja yang sedang menghadapi 

masalah dan saat-saat sulit. Teladan keberaniannya 

464

memberi semangat bagi kita untuk berjuang terus 

pantang mundur. Jeanne d'Arc dilahirkan pada 

tanggal 16 Januari 1412 di Domrenmy, Perancis. 

Ayahnya bernama Jacques d'Arc dan ibunya Isabelle 

Romee. Jeanne seorang anak gembala yang lembut 

dan baik hati. Seperti anak-anak wanita  lainnya 

pada masa itu, Jeanne tidak bersekolah dan tidak 

dapat membaca dan menulis. Suatu hari saat 

usianya 13 tahun, ia sedang menggembalakan 

domba-dombanya saat  Malaikat Agung Santo 

Mikael -santo pelindung Perancis- berkata kepada 

Jeanne, “Puteri Tuhan, selamatkanlah Perancis!” 

Tiga tahun lamanya ia mendengar suara-suara yang 

memanggilnya untuk segera bertindak. 

Pada waktu itu terjadilah peperangan antara 

Perancis dan Inggris yang kemudian dikenal sebagai 

Perang Seratus Tahun. Inggris telah berhasil 

menguasai sebagian besar wilayah Perancis dan 

465

Perancis berada dalam posisi yang amat lemah. 

Malaikat Agung St. Mikael ditemani oleh St. Katarina 

dari Aleksandria, juga St. Margareta dari Antiokhia 

memintanya untuk menemui raja Perancis yang saat 

itu sedang bersembunyi dan membantu raja untuk 

mendapatkan kembali tahtanya. "Seorang gadis kecil 

berusia 16 tahun hendak menyelamatkan Perancis?" 

Banyak orang menganggapnya tolol dan 

menertawakannya, namun  Jeanne pergi juga 

menghadap Raja Charles VII. Ia berhasil mengenali 

raja yang menyamar sebagai prajurit sehingga raja 

percaya bahwa ia diutus oleh Tuhan. 

Pada mulanya, pasukannya tidak mau taat 

pada perintah Jeanne. Mereka menyebutnya 'Jeanne 

la pucelle' artinya Jeanne si bocah cilik. Namun 

akhirnya mereka menyerah juga pada Jeanne. Ia 

memimpin pasukannya ke kota Orleans yang hampir 

dikuasai oleh Inggris. Dalam pakaian perang baja 

yang berkilau, pahlawan muda ini mengendarai 

kudanya. Panji-panjinya, yang berwana putih 

berhiaskan salib dengan tulisan YESUS dan MARIA, 

berkibar-kibar diterpa angin. Meskipun sebuah 

panah menancap di pundaknya saat  peperangan 

berlangsung, ia tetap dengan bersemangat 

memimpin pasukannya. Pada akhirnya pasukan 

Perancis berhasil meraih kemenangan.  

Perintah-perintah perangnya sangat 

cemerlang sehingga pasukannya selalu menang 

perang dan pada bulan Juli 1429 berhasil 

menghantarkan Raja Charles VII menduduki tahta 

kerajaan. Pada saat itulah suara Malaikat Mikael 

mengatakan bahwa misinya telah usai. Namun raja 

serta para jenderal memaksa Jeanne agar tetap 

memegang kendali militer. Dalam suatu peperangan 

Jeanne dikhianati dan ditangkap oleh kaum 

Bourgondie lalu dijual ke pihak Inggris seharga 

466

10,000 Franc. Ia ditawan di menara Earl of Warwick 

selama 9 bulan. Raja Perancis hanya melakukan 

sedikit saja usaha untuk membebaskan Jeanne. 

Inggris mendakwanya berbohong mengenai suara-

suara yang didengarnya dan ia diadili secara tidak 

adil dengan tuduhan melakukan praktek sihir dan 

takhayul. Jeanne dinyatakan bersalah. Pada tanggal 

30 Mei 1431 Jeanne dijatuhi hukuman mati: dibakar 

hidup-hidup di tengah pasar kota Rouen. Jeanne 

menyerukan nama "Yesus", lalu menghembuskan 

napasnya yang terakhir. 

Duapuluh lima tahun sesudah  kematiannya, 

diadakan pengadilan ulang atas kasusnya dan 

Jeanne dinyatakan tidak bersalah. Empat ratus 

delapan puluh sembilan tahun kemudian, tepatnya 

pada tanggal 16 Mei 1920, Jeanne dinyatakan 

sebagai santa oleh Paus Benediktus XV. Ia 

dinyatakan santa bukan sebab  patriotisme atau 

keberaniannya berperang, melainkan sebab  

kesalehan hidup dan kesetiaannya dalam melakukan 

kehendak Tuhan, betapapun sulit, bahkan nyaris 

mustahil. St. Jeanne d'Arc diberi gelar Santa 

Pelindung Perancis. Pestanya dirayakan tanggal 30 

Mei.

Jeanne d’Arc (1412-1431), gadis dan pimpinan 

tentara; lahir di Domremi dan dibakar hidup-

hidup di Rouen. Ia dihormati sebagai pelindung 

Perancis. B: Joan, Jean, Jeanette, Yoana; L: 

seorang gadis dalam pakaian tentara abad 

pertengahan duduk di atas kuda dengan 

bendera dalam tangannya; P: 30 Mei

JEANNE FRANCOISE de CHANTAL (1572-

1641)

Ibu dari empat anak dan janda kaya ini 

kemudian menjadi biarawati dan pendiri 81 biara 

467

Serikat Visitasi (Suster-suster Salesian). saat  

mengalami kebingungan dia dituntun oleh Santo 

Fransiskus de Sales. Jeanne yang diuji oleh godaan 

dan penderitaan rohani itu dianugerahkan rahmat 

mistis yang luar biasa.

P: 12 Desember

JOANITO de SAO JOAO (1556-1570)

Keponakan dan pembantu Kapitan kapal 

‘Santiago’ yang baru berumur 13 tahun itu dibunuh 

oleh pembajak Kalvinis dalam suatu pelayaran dari 

Lisbon ke Brasilia. Sebab, Joanito yang mengambil 

jubah seorang novis SJ yang terbunuh lebih dulu itu 

mengakui Jesuit pula. Namun sebenarnya Santo 

Ignasius Azevedo berjanji baru akan menerimanya 

dalam Serikat Jesuit bila sampai di Brasilia.

P: 19 Januari

BEATA JOAN dari TOULOUSE

Pada tahun 1240, beberapa biarawan 

Karmelit dari Palestina mendirikan sebuah biara di 

Toulouse, Perancis. Imam 

Karmelit yang termasyhur, 

St. Simon Stock, singgah di 

Toulouse duapuluh lima 

tahun kemudian. Seorang 

wanita saleh mohon 

bertemu dengannya. Wanita 

ini  memperkenalkan 

diri hanya sebagai Joan. 

Dengan sungguh-sungguh ia 

bertanya kepada imam, 

468

“Bolehkah saya bergabung dengan Ordo Karmelit 

sebagai awam?” St. Simon Stock yaitu  pemimpin 

ordo. Ia memiliki  wewenang untuk mengabulkan 

permohonan Joan. Ia mengatakan “ya”. Joan 

menjadi anggota ordo ketiga (awam) yang pertama. 

Ia menerima jubah Ordo Karmelit. Di hadapan St. 

Simon Stock, Joan mengucapkan prasetia kemurnian 

kekal.

Joan melanjutkan kehidupannya yang tenang 

serta bersahaja di rumahnya sendiri. Ia berusaha 

sekuat tenaga untuk senantiasa mentaati regula 

(=peraturan-peraturan biara) Karmelit sepanjang 

hidupnya. Setiap hari Joan ikut ambil bagian dalam 

Misa dan ibadat-ibadat di gereja Karmel.

 Sesudah itu, ia mengisi harinya dengan 

mengunjungi mereka yang miskin, yang sakit serta 

yang kesepian. Ia melatih para putera altar. Ia 

memberikan pertolongan kepada mereka yang 

jompo serta yang tak berdaya dengan melakukan 

pekerjaan-pekerjaan yang diperlukan. Joan berdoa 

bersama mereka serta membangkitkan semangat 

banyak orang dengan percakapannya yang riang 

gembira. Beata Joan menyimpan gambar Yesus 

tersalib dalam sakunya. Itulah “artikel ”-nya. Sewaktu-

waktu ia akan mengeluarkan gambar ini  dari 

sakunya serta memandanginya. Matanya bersinar-

sinar. Orang mengatakan bahwa Joan membaca 

suatu pelajaran baru yang mengagumkan setiap kali 

ia memandangi gambarnya.

SANTA JOAN DELANOE (1666-17 Agustus 

1736)

Joan Delanoue dilahirkan pada tahun 1666 

sebagai yang bungsu dari dua belas bersaudara. 

Keluarganya memiliki suatu usaha kecil yang 

469

berhasil. saat  ibunya yang janda meninggal dunia, 

ibunya mewariskan tokonya kepada Joan. Joan 

bukan seorang gadis yang jahat, namun  yang ia 

pikirkan hanyalah bagaimana mengumpulkan uang 

sebanyak mungkin. Ia melakukan banyak dosa kecil 

untuk itu. Dulu, ia seorang gadis yang saleh, namun  

sekarang hanya tersisa sedikit saja cinta kasih dalam 

hatinya. Ibunya seorang yang murah hati kepada 

para pengemis. Sebaliknya, Joan, membeli makanan 

hanya pada saat menjelang makan malam. Dengan 

demikian ia dapat mengatakan kepada para 

pengemis yang mohon belas kasihannya: “Maaf, 

saya tidak punya apa-apa untukmu.”

Joan tidak bahagia dengan cara hidupnya itu. 

saat  usianya dua puluh tujuh tahun, seorang imam 

yang baik dengan penuh kasih membantunya untuk 

hidup sesuai dengan imannya. Akhirnya, Joan 

menyadari bahwa “usaha-nya” yaitu  untuk 

mengamalkan uangnya, bukan menumpuknya bagi 

diri sendiri. Joan mulai memberikan perhatian 

kepada keluarga-keluarga yang miskin dan juga 

anak-anak yatim piatu. Di kemudian hari, ia 

malahan menutup tokonya sama sekali agar dapat 

mempergunakan seluruh waktunya bagi mereka. 

Orang menyebut rumahnya yang penuh dengan 

anak-anak yatim piatu sebagai “Rumah 

Penyelenggaraan Ilahi”. Ia mempengaruhi para 

wanita muda lainnya untuk membantu. Mereka 

membentuk kelompok Suster-suster St. Anna dari 

Penyelenggaraan Ilahi di Saumur, Perancis, kota 

tempat tinggal Joan.

470

Joan hidup 

dengan mati raga yang 

keras. Ia juga 

melakukan tapa silih 

yang berat. St. Grignon 

de Montfort bertemu 

dengan Joan. Pada 

mulanya ia menyangka 

bahwa kesombongan 

hati yang 

memicu  Joan bersikap keras terhadap dirinya 

sendiri. namun  kemudian, St. Montfort segera 

menyadari bahwa hati Joan sungguh penuh dengan 

cinta kasih kepada Tuhan. St. Montfort 

menasehatinya: “Teruskanlah apa yang telah engkau 

mulai. Roh Tuhan ada padamu. Ikuti suara-Nya dan 

jangan lagi khawatir.” Joan wafat dalam damai pada 

tanggal 17 Agustus 1736. Usianya tujuh puluh 

tahun. Penduduk Saumur mengatakan, “Pemilik toko 

kecil itu melakukan jauh lebih banyak bagi kaum 

miskin papa di Saumur dibandingkan  seluruh dewan 

kota. Sungguh seorang wanita yang luar biasa! Dan 

sungguh seorang yang kudus!” Joan dinyatakan 

sebagai 'beata' oleh Paus Pius XII pada tahun 1947, 

tahun yang sama St. Grignon de Montfort 

dinyatakan kudus. Pada tahun 1982, B. Joan 

Delanoue dinyatakan kudus oleh Paus Yohanes 

Paulus II.

JOAO BAUTISTA de la FORTALEZZA OP 

(1621)

Pastor di Paga kelahiran Malaka ini bersama 

Pater Semao de Madre Dias OP asal Vietnam – 

pastor di Sika (Flores) – berangkat mengunjungi 

pembesar mereka di Larantuka. sebab  terhanyut 

471

oleh angin ribut, mereka terdampar di Lamalera di 

pulau Lembata. Orang-orang Lamakera yang 

beragama Islam menuntut susaha  mereka 

diserahkan, namun  ditolak oleh orang-orang Lamalera 

yang beragama Kristen. 

Kemudian orang-orang Lamakera dengan tipu 

muslihat menangkap 90 penduduk kampong 

Lamalera sebagai sandera. Dengan rela dua imam 

itu menyerahkan diri untuk membebaskan orang-

orang kampung. Dua pater ini akhirnya dibunuh 

dengan kejam di hadapan orang-orang Belanda 

Tomas Dayman dan Jan d’Omay yang kemudian 

bertobat menjadi Katolik. Penghormatan kepada 

kedua martir ini dijinkan oleh Roma.

(Orang-orang Kudus di Indonesia)

JOAO TRAVASSO OP († 1590)

Pastor paroki Waibalun (NTT) ini dibunuh oleh 

orang-orang Islam dan gerejanya dibakar.

(Salah satu dari Orang-orang Kudus di 

Indonesia)

JOHN FISHER (1469-1535)

yaitu  rector universitas Cambridge dan 

uskup Rochester. Ia dikenal pula sebagai 

pengkotbah yang rajin, ahli teologi dan satra kuno 

serta teman kaum miskin. Fisher yaitu  satu-

satunya uskup yang tidak mengakui sah perceraian 

Raja Henry VIII, sehingga ia dipecat dan 

dipenjarakan. Kata John Fisher: “Saya tidak 

mengadili uskup-uskup lain, dan semoga hati nurani 

mereka menyelamatkan mereka. namun  hati nurani 

saya harus menyelamatkan saya.” saat  mendekam 

dalam penjara Tower di London, ia diangkat menjadi 

472

Kardinal. Hal ini membuat raja semakin marah dan 

kemudian menyuruh Fisher susaha  dibunuh, sebab  

tidak mengakui raja sebagai kepala gereja di 

Inggris. Santo Thomas Moore menulis: “Dalam 

seluruh kerajaan, tiada seorang pun yang sepandai, 

seterpelajar dan sebijak uskup Fisher.”

P: 22Juni

JOHN OGILVIE SJ (1615)

Bangsawan Skotlandia yang masih muda ini 

bertobat menjadi Katolik di Belgia. sesudah  

ditahbiskan imam, ia berkarya di Austria, Perancis 

dan Skotlandia, tempat ia mentobatkan banyak 

orang. Akhirnya ia dikhianati dan dihukum gantung.

P: 19 Januari

JOHN STOREY (1510-1571)

Anggota parlemen Inggris ini tidak mengakui 

Ratu Elisabet I sebagai kepala gereja. Akibatnya, ia 

dipenjarakan, namun sempat lolos dan melarikan diri 

ke Belgia. Dengan tipu muslihat ia dibawa kembali 

ke Inggris dan digantung di London. 

P: 1 Juni

JOHN OEGMUNDSON (1052-1121)

yaitu  uskup misionaris di Islandia. Ia 

mendirikan katedral, sekolah dan biara yang besar.

P: 23 Agustus

SANTO JONAS († 327)

Raja Sapor dari Persia berkuasa pada abad 

keempat. Ia membenci umat Kristiani dan 

473

menganiaya mereka dengan keji. Ia menghancurkan 

gereja-gereja dan biara-biara. Dua orang bersaudara 

bernama Jonas dan Barachisius mendengar kabar 

mengenai penganiayaan ini dan bahwa banyak umat 

Kristiani dijatuhi hukuman mati.

Keduanya memutuskan untuk pergi menolong 

dan menyemangati mereka untuk tetap setia pada 

Kristus. Jonas dan Barachisius sadar benar bahwa 

mereka, juga, dapat tertangkap. Namun hal itu tak 

menghalangi mereka. Hati mereka terlalu dipenuhi 

kasih bagi sesama sehingga nyaris tak ada ruang 

untuk memikirkan diri sendiri.

Akhirnya, kedua bersaudara itu pun 

tertangkap dan dijebloskan ke dalam penjara. 

Kepada mereka dikatakan bahwa jika mereka tidak 

menyembah matahari, bulan, api dan air, mereka 

akan dianiaya dan dijatuhi hukuman mati. Tetntu 

saja, mereka menolak menyembah suatupun atau 

siapapun terkecuali Allah yang benar dan esa. 

Mereka harus banyak menderita, namun  mereka 

berdoa. Mereka terus memikirkan bagaimana Tuhan 

kita telah menderita sengsara bagi mereka. Kedua 

bersaudara itu menanggung siksa aniaya yang ngeri, 

namun tak hendak menyangkal iman. Pada 

akhirnya, mereka dijatuhi hukuman mati dan dengan 

sukacita menyerahkan nyawa bagi Yesus. Jonas dan 

Barachisius wafat sebagai martir pada tahun 327.

JOSEF-MARIA RICCA (1719)

Pater Teatin kebangsaan Italia ini berkarya di 

India, Madagaskar, Eropa dan pedalaman Sumatera 

(sekitar Bengkulu) selama pendudukan Inggris. Pada 

hari Jumat Suci sewaktu diadakan upacara 

penghormatan Salib Suci, orang-orang Melayu 

pesisir menyerbu gereja yang terletak di luar 

474

benteng dan dengan kejam membunuh seluruh 

umat: laki-laki, wanita  dan anak-anak.

(Salah satu dari Orang-orang Kudus di 

Indonesia)

SANTO JOVITA dan SANTO FAUSTINUS

Santo Faustinus dan Santa Jovita yaitu  dua 

bersaudara yang tinggal di Brescia, Italia. Mereka 

termasuk di kalangan para martir awal Kristen. 

Kedua pemuda ini banyak menderita dalam masa 

penganiayaan Kaisar Hadrian pada abad kedua. 

Sejak masih belia, Faustinus dan Jovita telah 

dikenal sebab  cintanya yang besar kepada agama 

yang mereka peluk. Mereka juga mengamalkan 

karya-karya belas kasih Kristiani. Kedua bersaudara 

ini saling tolong-menolong dalam berbuat baik 

kepada mereka semua yang membutuhkan. Uskup 

Brescia menahbiskan keduanya menjadi imam. 

Demikianlah, mereka mulai berkhotbah ke mana-

mana, baik kepada mereka yang kaya maupun yang 

miskin. Mereka tak menghindarkan diri dari kurban 

yang diperlukan untuk membawa banyak orang 

475

kepada Tuhan. sebab  waktu itu yaitu  masa 

penganiayaan, orang mudah merasa takut. namun , 

Faustinus dan Jovita tak menyerah pada rasa takut 

menghadapi para prajurit meski para prajurit ini 

tanpa belas kasihan membantai banyak umat 

Kristiani.

saat  kaisar mendengar bahwa Faustinus 

dan Jovita berani berkhotbah secara terbuka, ia 

menjebloskan mereka ke dalam penjara dan 

menyiksa mereka. Kaisar berpikiran bahwa siksa 

aniaya akan dapat membungkam mereka. namun , 

tak peduli betapa berat penderitaan yang harus 

ditanggung kedua imam itu, mereka tak hendak 

berjanji untuk berhenti berkhotbah tentang Yesus. 

Mereka senantiasa dalam sikap doa bahkan dalam 

penjara yang gelap ngeri. Sesungguhnya, mereka 

secara suka hati mempersembahkan penderitaan 

mereka kepada Tuhan. Faustinus dan Jovita saling 

menyemangati satu sama lain untuk tetap gagah 

berani bahkan jika mereka, juga, harus mati sebagai 

martir demi Yesus. Kedua bersaudara itu tetap setia 

pada iman dan kasih kepada Yesus hingga keduanya 

wafat dimartir. Tanggal tepatnya kematian mereka 

tidak dicatat. Meski begitu, kesaksian mereka yang 

gagah berani merupakan kenangan suci sekaligus 

tantangan bagi kita semua untuk hidup seturut 

teladan mereka.

SANTO JUAN DIEGO

Juan Diego menjadi 

terkenal sebab  Bunda Allah 

menampakkan diri 

kepadanya. Kepada Juan 

Diego-lah pertama kali 

Bunda Maria 

476

memperkenalkan dirinya kepada dunia sebagai 

Bunda dari Guadalupe. 

Juan hidup pada abad keenambelas saat  Mexico 

dikenal sebagai Lembah Anahuac. Ia berasal dari 

suku Chichimeca. Mereka memanggil Juan dengan 

sebutan Elang Berbicara. Nama baptisnya yaitu  

Juan Diego.

Sesudah misi utama Juan selesai, dikatakan 

bahwa ia menjadi seorang pertapa. Ia melewatkan 

seluruh sisa hidupnya dengan berdoa dan 

bermatiraga. Gubugnya yang kecil terletak dekat 

kapel pertama yang dibangun di Bukit Tepeyac. Juan 

amat dikagumi. Para orangtua mendambakan agar 

anak-anak mereka kelak menjadi seperti Juan Diego. 

Juan merawat kapel dan menemui para peziarah 

yang mulai berdatangan ke sana untuk menghormati 

Bunda Maria dari Guadalupe. Ia akan menunjukkan 

kepada mereka tilma atau jubah yang menakjubkan 

dimana terlukis gambar Bunda Maria yang amat 

indah.

Paus Yohanes Paulus II menyatakan Juan 

Diego sebagai “beato” pada tanggal 14 Mei 1990. 

Paus secara pribadi mengunjungi gereja Bunda Maria 

dari Guadalupe yang agung dan indah. Ia berdoa di 

sana bagi segenap rakyat Meksiko. Ia berdoa 

teristimewa bagi mereka yang wafat selama masa 

penganiayaan Gereja yang dahsyat yang terjadi 

pada awal abad. Ia juga berdoa bagi segenap 

peziarah yang datang mengunjungi gereja yang 

indah ini  dengan iman yang begitu besar 

kepada Bunda Allah.

SANTO JULIANUS & SANTA BASILISSA

Santo Julianus dan Santa Basilissa yaitu  

pasangan suami isteri. Mereka hidup pada awal abad 

477

keempat. Cinta akan iman mendorong mereka 

melakukan sesuatu yang gagah berani: mereka 

mengubah rumah mereka menjadi sebuah rumah 

sakit. Dengan demikian, mereka dapat merawat 

mereka yang sakit dan miskin yang  membutuhkan 

pertolongan mereka. 

Santo Julianus merawat pasien pria, 

sementara Santa Basilissa merawat pasien wanita. 

Pasangan  ini  menemukan Yesus dalam diri 

orang-orang yang mereka layani. Mereka melakukan 

apa yang mereka lakukan itu sebab  cinta, bukan 

sebab  uang ataupun maksud-maksud tertentu. 

Kita tidak tahu 

banyak mengenai kehidupan 

pasangan ini . Namun 

demikian kita tahu, bahwa 

St. Basilissa wafat sesudah  

mengalami penganiayaan 

dahsyat sebab  imannya. 

Julianus hidup lebih lama. Ia 

melanjutkan karya pelayanan 

kasihnya terhadap mereka 

yang sakit sesudah  kematian 

isterinya. Kelak, Julianus 

juga wafat sebagai martir.

Basilissa dan Julianus 

melewatkan seluruh hidup mereka dengan menolong 

sesama dan melayani Tuhan. Mereka menanam 

benih iman dengan hidup kudus. Mereka menyirami 

iman itu dan membuatnya tumbuh subur dengan 

darah mereka yang dicurahkan bagi Yesus yang 

tersalib.

Perayaan memperingati Santo Julianus dan Santa 

Basilissa yaitu  setiap tanggal 9 Januari.

478

BEATO JUNIPERO SERRA (24 November 

1713-28 Agustus 1784)

Junipero Serra dilahirkan di Petra, Spanyol,  

pada  tanggal 24 November 1713. Semasa kanak-

kanak ia  menjadi murid di sekolah Fransiskan di 

Palma, sekitar duapuluh lima mil jauhnya. Ia 

menggabungkan diri dalam Ordo Fransiskan pada 

tanggal 14 September  1730, beberapa bulan 

menjelang ulangtahunnya yang  ketujuhbelas. 

Sepanjang masa novisiat, Junipero membaca 

biografi para kudus Fransiskan. Santo yang hidupnya 

paling menarik perhatiannya yaitu  St Fransiskus 

Solano, yang hidup dari 

tahun 1549 hingga 1610. 

Imam yang diutus sebagai 

misionaris ke Amerika 

Selatan ini baru saja 

dimaklumkan sebagai 

seorang santo pada tahun 

1726 oleh Paus 

Benediktus XIII. 

Junipero 

memutuskan, jika 

memang kehendak Tuhan, 

ia juga akan menjadi 

seorang misionaris. 

Junipero ditahbiskan sebagai imam pada tahun 

1736. Ia menjadi seorang professor filsafat. sesudah  

duapuluh tahun lamanya mengabdi dalam ordo, 

kepadanya diberikan suatu kesempatan yang indah. 

Para biarawan Fransiskan diminta untuk memberikan 

diri secara sukarela demi daerah misi yang disebut 

“Spanyol Baru” (Mexico dan California). Junipero dan 

sahabat karibnya, Biarawan Francisco Palou, 

menggabungkan diri dengan kelompok misionaris di 

Cadiz, Spanyol, sebuah kota pelabuhan. Dari sana 

479

mereka mengarungi Samudera Atlantik ke Vera 

Cruz, Mexico. Mereka berlabuh pada tanggal 6 

Desember 1749. Junipero dan biarawan lain 

menempuh perjalanan sisanya dari Vera Cruz ke 

Mexico City, yang jaraknya 240 mil, dengan berjalan 

kaki. Mereka memulai perjalanan pada tanggal 15 

Desember 1749 dan tiba pada tanggal 1 Januari 

1750. Dari Mexico City, Junipero dan Francisco Palou 

diutus untuk berkarya di antara suku Pame Indian di 

daerah Misi Fransiskan Sierra Gorda. Sebagian 

biarawan kemudian diutus ke daerah-daerah misi di 

California Bawah. Junipero, Francisco dan 

serombongan Fransiskan lainnya diminta untuk 

mewartakan Injil kepada orang-orang pribumi di 

California Atas. Junipero memulai Misi San Diego 

pada tanggal 16 Juli 1769, saat  ia berusia 

limapuluh enam tahun. Misi itu merupakan suatu 

undangan terbuka kepada warga  yang 

dikasihinya untuk datang dan berjumpa dengan 

Yesus. 

Perlahan-lahan mereka mulai mempercayai 

para biarawan. Sebagian dari mereka memberi 

dirinya dibaptis dan mulai mengamalkan iman 

Kristiani. Pater Serra dan para biarawan mengasihi 

dan melindungi umat mereka. Rantai emas misi-misi 

baru pun tumbuh: Misi San Carlos di Monterey pada 

tanggal 1 Juni 1770; Misi San Antonio de Padua pada 

tanggal 14 Juli 1771; Misi San Gabriel Archangel 

pada tanggal 8 September 1771; Misi San Luis 

Obispo pada tanggal 1 September 1772; Misi San 

Francisco de Asis pada tanggal 9 Oktober 1776; Misi 

San Juan Capistrano pada tanggal 1 November 

1776; Misi Santa Clara de Asis pada tanggal 12 

Januari 1777; Misi San Buenaventura pada tanggal 

31 Maret 1782. Dan pada akhirnya, enam ribu 

pribumi dibaptis. Beato Junipero melakukan 

480

perjalanan misinya yang terakhir di California Atas 

dari akhir tahun 1783 hingga Juli 1784. Ia wafat 

dalam damai di Misi San Carlos pada tanggal 28 

Agustus 1784 dan dimakamkan di sana. Pada tahun 

1988, Paus Yohanes Paulus II memaklumkan Pater 

Junipero Serra sebagai “beato”. Perayaan Beato 

Junipero Serra setiap tanggal 1 Juli.

“Sepanjang hidup, aku senantiasa rindu menjadi seorang 

misionaris.  Aku rindu menyampaikan pesan Injil  kepada 

mereka  yang  belum  pernah  mendengar  tentang  Tuhan 

dan kerajaan yang telah Ia persiapkan bagi mereka.” ~ 

Beato Junipero

481

K

SANTO PAUS KALISTUS I († 222)

Paus hebat yang wafat sebagai martir ini 

hidup pada awal abad ketiga. Dulunya ia seorang 

budak belian muda di Roma yang terjerumus dalam 

suatu masalah yang amat 

serius. Tuannya, seorang 

Kristen, memberinya 

tanggung jawab untuk 

mengelola sebuah bank. 

Suatu saat , Kalistus 

kehilangan uang yang 

dititipkan kepadanya oleh 

orang-orang Kristen 

lainnya. sebab  ketakutan, 

Kalistus melarikan diri dari 

Roma. Ia tertangkap 

sesudah  mencoba 

482

meloloskan diri dengan menceburkan diri ke dalam 

laut. Hukuman yang dijatuhkan kepadanya sungguh 

sangat mengerikan: ia dirantai dan dihukum kerja 

paksa di sebuah penggilingan.

Kalistus dibebaskan dari hukuman ini hanya 

sebab  para nasabahnya berharap bahwa ia dapat 

mengembalikan sebagian dari uang mereka. namun , 

sekali lagi ia ditangkap. Kali ini sebab  ia terlibat 

dalam suatu perkelahian. Kalistus dikirim ke 

pertambangan-pertambangan di Sardinia. saat  

kaisar membebaskan semua tawanan Kristen yang 

dihukum di pertambangan-pertambangan ini , 

Kalistus juga ikut dibebaskan. Sejak saat itu, 

hidupnya mulai membaik.

Paus Santo Zephrinus mengenal serta 

memberikan kepercayaan kepada budak yang baru 

dibebaskan itu. Ia menugaskan Kalistus untuk 

mengurus pemakaman umum umat Kristiani di 

Roma. Sekarang pemakaman ini  dinamai 

sesuai namanya: Katakombe Santo Kalistus. Banyak 

paus dimakamkan dalam katakombe ini . 

Kalistus membuktikan bahwa dirinya pantas 

mendapat kepercayaan dari Bapa Suci. Santo 

Zephrinus tidak saja mentahbiskannya sebagai 

seorang imam, namun  juga menganggapnya sebagai 

seorang sahabat sekaligus penasehat.

Kelak, Santo Kalistus sendiri menjadi seorang 

paus. Sebagian orang mengeluh sebab  ia terlalu 

murah hati kepada orang-orang berdosa. Namun 

demikian, paus yang kudus itu memutuskan bahwa 

bahkan para pembunuh pun diperkenankan 

menerima Komuni Kudus sesudah  mereka bertobat 

serta mengakukan dosa-dosa mereka. Paus hebat ini 

selalu mempertahankan ajaran-ajaran Yesus yang 

benar. Ia wafat pada tahun 222 dalam kemuliaan 

seorang martir.   

483

P: 14 Oktober

KAMELIA († 455)

yaitu  perawan di Auxerre Perancis yang 

menonjol sebab  kebajikannya.

P: 3 Maret

KAMILA GENTILI († 1486)

Gadis ini hidup suci di San Severino Italia.

P: 18 Mei

SANTO KAMILLO (1550-1614)

Berasal dari Lellis Italia. Ia anak nakal dan 

sesudah  dewasa menjadi tentara di Venesia. Ia 

gemar berjudi, sehingga berkali-kali jatuh miskin 

dan menjadi pengemis. Kamillo dirawat dengan 

syarat sedia bekerja di rumah sakit sebab  kakinya 

bernanah bertahun-tahun dan menjadi lumpuh. 

Kemudian ia menjadi perawat, direktur rumah sakit 

di Roma, imam dan pendiri ordo pertama yang 

menggunakan ‘palang merah’ sebagai lambing usaha 

perawatan orang-orang sakit. Pada suatu hari paus 

mengunjungi rumah sakit, dimana Kamillo sedang 

merawat. sebab  tidak ganti pakaian, ia 

dicela,namun ia menjawab: ‘Bila saya melayani 

Kristus, saya tidak usah ganti pakaian untuk 

menerima wakilNya.’ Kamillo dihormati sebagai 

pelindung rumah sakit dan orang yang dalam 

keadaan skratul maut.

L: palang merah; P: 14 Juli

KANADA (1642-1649)

484

Di perbatasan Kanada dan Amerika Serikat 

terbentang beberapa danau besar. Salah satu di 

antaranya disebut ‘Danau huron’. Di tepi danau itu 

para misionaris Jesuit Perancis pada pertengahan 

abad ke-17 merintis karya misi di antara suku Indian 

Huron. Suku ini sering kejangkitan wabah pes, 

menderita kelaparan dan mendapat serangan yang 

bertubi-tubi dari suku Irokes. saat  Pater Jean 

Brebeuf (1593-1649) mengunjungi mereka untuk 

keduakalinya, para dukun menghasut orang Indian 

susaha  membunuh pater ini. Akan namun  Pater 

Brebeuf sudah mencium maksud jahat ini. Maka ia 

justru mengundang mereka untuk makan bersama. 

Ia berterimakasih sebab  mereka ingin segera 

‘mengirimnya dengan cepat ke surga’. sebab  

keberaniannya inilah, Pater Brebeuf tidak jadi 

dibunuh. Malah akhirnya ia dibantu oleh suku Huron 

membangun ‘Benteng Santa Maria’, gereja dan 

rumah sakit. Pada bulan Maret 1649, Pater Brebeuf 

bersama Pater Gabriel Lalement SJ (1649) ditangkap 

oleh orang-orang Irokes yang sedang patroli. Mereka 

dipukul dengan besi sampai pingsan dan kuku-kuku 

jari mereka dicabut. Kedua pater ini berdoa dan 

menguatkan orang-orang Huron yang ditangkap 

bersama mereka, terutama tatkala mereka sedang 

disiksa dengan kejam. saat  salah seorang Irokes 

mendengar kata-kata kedua imam itu, ia mengambil 

secerek air yang telah mendidih dan 

menuangkannya ke atas kepala pater Brebeuf sambil 

mengolok-oloknya: “cepatlah ke surga! Sekarang 

kamu telah saya baptis baik-baik.” Lalu seorang 

Irokes lain mengambil obor dan membakar ketiak 

para misionaris itu. sebab  Pater Brebeuf terus-

menerus menegur para penyiksa susaha  ingat akan 

pengadilan ilahi, maka mereka malah beramai-ramai 

memotong lidahnya, mengiris daging dari tubuhnya 

485

dan memanggangnya lalu memakannya. Mereka 

berteriak: “kami temanmu, sebab  itu kami 

menyiksamu susaha  masuk surgamu!” saat  pater 

pingsan lagi, mereka mengambil jantungnya, 

memakannya serta meminum darahnya susaha  

menjadi seberani ‘Sang Jubah-Hitam’ itu.

Bulan Desember masih ditahun yang sama, 

kepala Pater Charles Garnier SJ dipecahkan dengan 

tomahawk (kampak perang orang Indian) tatkala ia 

sedang membantu orang Huron yang mengalami 

sakratul maut. Sebelumnya dada pater sudah 

ditembus dua peluru. Dalam penyebaran karya misi 

di antara orang-orang Huron ini Peter Antonine 

Daniel SJ (1648) juga mati sebagai martir. Waktu 

beranjak keluar gereja – ia baru saja memberikan 

abolusi umum dalam gereja itu, - ia dihujani 

beberapa anak panah Irokes. Dalam pengungsian di 

pulau S. Josef, Pater Noel Chabanel SJ (1649) 

dibunuh oleh seorang Huron murtad. Tidak jauh dari 

tempat pembantaian para misionaris Huron – yang 

kini dihormati sebagai tempat ziarah nasional 

Midland, Ontario (Kanada) - ada  pula tempat 

ziarah Santa Maria di Auriesville, New York (AS). Di 

tempat terakhir ini dihormati Pater Isak Joques SJ 

bersama dua orang awam pembantu karya misi, 

yaitu Rene Goupil dan Jean de la Lande. Di tempat 

ini pula dilahirkan Santa Kateri Tekakwita, ‘bunga 

kana suku Mohawk’.

Rene Goupil pernah menjadi novis Jesuit, 

namun  keluar sebab  menderita tuli. Lalu ia menjadi 

dokter dan sukarelawan awam di tanah misi. Ia 

dibunuh oleh seorang Indian, sebab  memberkati 

anak-anak dengan tanda salib (1642). Dialah kawan 

seperjuangan Pater Isak Joques SJ. Sewaktu 

ditangkap, kuku-kuku mereka dicabut dan darah 

yang mengucur dari jari mereka dihisap oleh 

486

penyiksa Indian. Anak-anak menusuk-nusukkan 

potongan kayu membara ke dalam daging mereka. 

Pater Isak tidak langsung dibunuh, namun  dipaksa 

menjadi budak-belian selama 13 bulan. Akhirnya ia 

berhasil melarikan diri. Melalui New York ia pulang 

ke Perancis dan – setengah tahun kemudian – 

kembali Ke Kanada. Meskipun jarinya dirusakkan 

sehingga tidak sanggup memegang piala, namun 

paus memberinya ijin khusus tetap boleh merayakan 

misa. Sebab, ‘seorang martir Kristus tidak boleh 

dihalangi meminu Darah Mulia Jesus’. Bulan 

September 1646 Pater Isak bersama Jean de la 

Lande bertolak lagi ke tempat penyiksaan mereka 

beberapa tahun lalu. Kini sudah diadakan perjanjian 

perdamaian. Akan namun  waktu mendekati gubuk 

Indian, mereka dipukul dengan pentung. Sementara 

itu daging mereka dipotong-potong lalu dimakan. 

Walaupun para Mohawk sudah menjanjikan 

perdamaian, tetap saja Pater Isak dibunuh (1646) 

dengan tomahawk tatkala sedang diantar ke tenda 

pertemuan. Hari berikutnya Jean menjalani nasib 

yang sama. Mereka menjadi korban takhayul suku 

Indian, yang menayangka bahwa penyakit tanaman 

mereka disebabkan oleh misionaris itu. Pater Isak 

Joques yaitu  imam Katolik pertama yang masuk 

Amsterdam Baru (kini New York). Dialah yang 

menemukan ‘danau George’ dan orang pertama 

yang melayari seluruh sungai Hudson. Pada tahun 

1939 Negara Bagian New York mendirikan patung 

besar di tepi danau George untuk menghormati Isak 

Joques. Pesta kedelapan martir Kanada

KANAK-KANAK SUCI

saat  Yesus dilahirkan di Betlehem, Para 

Majus datang dari timur untuk menyembah-Nya. 

487

Sebagian berpendapat bahwa mereka yaitu  para 

raja, sebagian lagi berpendapat bahwa mereka 

yaitu  para ahli bintang. Para Majus itu menghadap 

Herodes, sang raja, untuk mencari raja orang Yahudi 

yang baru dilahirkan, yaitu sang Juruselamat. 

Herodes yaitu  seorang penguasa yang licik serta 

kejam. saat  didengarnya Para Majus itu berbicara 

tentang seorang raja yang baru dilahirkan, ia mulai 

khawatir akan kehilangan tahtanya. namun , ia tidak 

membiarkan para Majus itu mengetahui apa yang 

sedang dipikirkannya. 

Ia memanggil para imam besar serta 

menanyakan kepada mereka di manakah menurut 

Kitab Suci sang 

Mesias akan 

dilahirkan. Para 

imam menjawab: 

Betlehem. “Pergi 

dan selidikilah 

dengan seksama 

hal-hal mengenai 

Anak itu,” 

demikian kata raja 

yang licik itu 

kepada para 

Majus. “Segera 

sesudah kamu 

menemukan Dia, kabarkanlah kepadaku susaha  

akupun datang menyembah Dia.” Para Majus 

melanjutkan perjalanan mereka. Mereka 

menemukan Yesus, Sang Mesias, bersama dengan 

Maria dan Yusuf. Mereka menyembah Dia serta 

menyampaikan persembahan mereka. Sementara 

itu, mereka diperingatkan dalam mimpi untuk tidak 

kembali kepada Herodes. Dan seorang malaikat 

datang memberitahu St. Yusuf untuk membawa 

488

Maria serta Bayi Yesus ke Mesir. Dengan demikian, 

Tuhan menggagalkan rencana pembunuhan Herodes 

terhadap Putera Allah.

saat  Herodes sadar bahwa Para Majus tidak 

kembali kepadanya, ia menjadi amat marah. Ia 

seorang yang jahat dan bengis, dan kini rasa 

khawatir akan kehilangan tahtanya menjadikan 

kemarahannya semakin hebat. Ia menyuruh para 

prajuritnya untuk membunuh semua bayi laki-laki di 

Betlehem dengan harapan Mesias juga akan mati 

terbunuh. Para prajurit melaksanakan perintah yang 

memicu  banjir darah itu. Suatu kepedihan 

yang dahsyat meliputi kota kecil Betlehem, 

sementara para ibu menangisi bayi-bayi mereka 

yang mati terbunuh. Kanak-kanak kecil itu oleh 

Gereja dihormati sebagai martir. Gereja menyebut 

mereka sebagai Kanak-kanak Suci.

KANDIDA († 302)

Dikubur hidup-hidup bersama ibunya Santa 

Paulina dan ayahnya, yaitu Santo Artemius, yang 

menjabat penjaga penjara di Roma dan dibaptis oleh 

Santo Marcelinus.

A: Kandida = yang putih bersih (L); P: 6 Juni

KANUT IV (1040-1086)

yaitu  raja Denmark yang dibunuh oleh 

putra pemberontak di dalam gereja sebab  tegas-

tegas berusaha memperbaharui hidup gerejani.

P: 10 Juli

KARDAG († 359)

489

Jenderal Persia ini dirajam sampai mati 

sebab  menjadi Kristen.

P: Jumat ke-7 sesudah Pantekosta

KARITAS († 120)

yaitu  gadis berumur sembilan tahun yang 

mati sebagai saksi iman di Roma

A: cinta; P: 1 Agustus

KARLOMAN (707-755)

Raja Perancis ini mengembalikan harta 

Gereja yang dirampas oleh ayahnya, yaitu Raja Karl 

Martil yang memukul mundur tentara Arab (731).

Ia menyerahkan tahta kerajaan kepada adiknya dan 

kemudian menjadi gembala dalam biara 

Montecassino Italia.

P: 17 Agustus

KARMELITES dari COMPIEGNE (1794)

Enambelas suster yang berusia antara 23 

sampai 80 tahun dipenggal di Paris, saat  sedang 

menyanyikan ‘Salve Regina’ dan ‘Veni Creator 

Spiritus.’ Mereka mempersembahkan hidup dengan 

tulus, susaha  Tuhan membebaskan Perancis dari 

terror para Jakobin. Tidak sampai sebulan sesudah 

korban mereka diterima Tuhan, kekuasaan Jakobin 

runtuh.

P: 17 Juli

KAROLUS AGUNG (724-814)

Negarawan dan kaisar Franken ini gigih 

membela kepausan. Sebagai ahli perang ia berhasil 

490

menyatukan hampir seluruh Eropa Barat dan Tengah 

di bawah pemerintahannya. Karolus Agung 

memajukan banyak biara Benediktin dan sekolah 

katedral serta mendirikan keuskupan-keuskupan. Ia 

menarik para ilmuwan ke istana dan memberikan 

semangat kepada para seniman. Hidup pribadinya 

tidak begitu mulus, namun ia dihormati sebagai 

santo di keuskupan Aachen Jerman.

A: jantan; P: 28 Januari

SANTO KAROLUS BORROMEUS (1538-3 

November 1584)

Karolus hidup pada abad keenambelas. Ia 

yaitu  putera seorang bangsawan Italia yang kaya. 

Sama seperti 

para pemuda 

kaya lainnya, ia 

bersekolah di 

Universitas Pavia. 

namun , tidak 

seperti 

kebanyakan dari 

mereka, ia tidak 

ikut serta dalam 

kegiatan-kegiatan 

yang 

mengundang 

dosa. Karolus 

terkesan sebagai murid yang lamban sebab  ia tidak 

dapat berbicara dengan lancar, namun  sungguh ia 

memperoleh kemajuan yang menggembirakan.

Usianya baru dua puluh tiga tahun saat  

pamannya, Paus Pius IV, menyerahkan banyak tugas 

penting kepadanya. Karolus berhasil menyelesaikan 

tugas-tugas yang dibebankan kepadanya dengan 

491

baik. Namun demikian, ia senantiasa cemas kalau-

kalau ia semakin jauh dari Tuhan sebab  banyaknya 

godaan di sekelilingnya. Oleh sebab itulah, ia 

berlatih menyangkal diri terhadap segala 

kesenangan dan senantiasa berusaha untuk rendah 

hati serta sabar. Sebagai seorang imam, dan 

kemudian Uskup Agung Milan, St. Karolus menjadi 

teladan bagi umatnya. Ia menyumbangkan sejumlah 

besar uang kepada kaum miskin. Ia sendiri hanya 

memiliki sehelai jubah lusuh berwarna hitam. namun , 

di hadapan umum, ia berpakaian seperti layaknya 

seorang kardinal. Ia ambil bagian dalam upacara-

upacara Gereja dengan penuh hormat dan wibawa. 

Penduduk kota Milan memiliki  banyak 

kebiasaan buruk, mereka juga percaya takhayul. 

Dengan peraturan-peraturan yang bijakasana, 

dengan kelemahlembutan dan kasih sayang, serta 

dengan teladan hidupnya sendiri yang 

mengagumkan, St. Karolus menjadikan 

keuskupannya teladan bagi pembaharuan gereja 

seluruhnya. Ia tidak pernah dapat berbicara dengan 

lancar - umat hampir-hampir tidak dapat 

mendengarkannya - namun demikian kata-kata yang 

diucapkannya menghasilkan perubahan.

saat  suatu wabah ganas menyerang dan 

mengakibatkan banyak kematian di Milan, Kardinal 

Borromeus tidak memikirkan hal lain kecuali 

merawat umatnya. Ia berdoa dan bermatiraga. Ia 

membentuk kelompok-kelompok umat yang 

membantunya membagikan makanan bagi mereka 

yang kelaparan. Ia bahkan mendirikan altar di jalan-

jalan agar orang-orang yang sakit itu dapat ikut 

ambil bagian dalam Perayaan Ekaristi lewat jendela 

rumah mereka. Orang besar ini tidak pernah terlalu 

sibuk untuk menolong rakyat sederhana. Suatu 

saat  ia menghabiskan waktunya untuk menemani 

492

seorang bocah penggembala hingga bocah ini  

dapat berdoa Bapa Kami dan Salam Maria. 

Menjelang ajalnya, pada usia empatpuluh enam 

tahun, St. Karolus dengan tenang dan damai 

berkata, “Lihat, aku datang!” Santo Karolus 

Borromeus wafat pada tanggal 3 November 1584 

dan dinyatakan kudus oleh Paus Paulus V pada 

tahun 1610.

Karolus Borromeus (1538-1584), uskup dan 

cardinal; lahir dekat danau Maggiore dan 

meninggal di Milano Italia. L: seorang cardinal 

dengan tali pada lehernya, yaitu tanda bertobat; 

P: 4 Nopember

SANTO KAROLUS LWANGA, dkk († 3 Juni 

1886)

Kekristenan masih merupakan hal baru di 

Uganda, Afrika, saat  suatu misi Katolik dimulai di 

sana pada tahun 

1879. Para imam 

yang diutus yaitu  

para imam 

Misionaris Afrika. 

sebab  jubah 

mereka yang putih, 

mereka lebih 

dikenal dengan 

sebutan  “Imam-

imam Putih”. Raja 

Mwanga tidak 

mengerti apa itu 

Kristen. namun , ia 

menjadi amat marah saat  seorang Katolik, Yosef 

Mkasa, menasehatinya untuk memperbaiki cara 

hidupnya. Raja kemudian membunuh sekelompok 

493

orang Kristen dan Uskup Anglikan mereka. Raja 

Mwanga juga terlibat dalam kehidupan homoseksual. 

Ia terutama tertarik pada para pemuda pelayan 

istana. Murka raja Mwanga berubah menjadi rasa 

benci dan dendam terhadap Yosef Mkasa dan 

agamanya. Segelintir pejabat istana yang ambisius 

mengobarkan murka raja dengan dusta mereka. 

Yosef Mkasa dihukum penggal pada tanggal 18 

November 1885. Penganiayaan pun dimulailah. 

Seratus orang terbunuh, dua puluh dua di antaranya 

kelak dinyatakan kudus.  

Dengan wafatnya Yosef Mkasa, Karolus 

Lwanga menjadi pemimpin guru agama dari para 

pelayan istana yang beragama Katolik. Pada tanggal 

26 Mei 1886, raja mendapati bahwa sebagian dari 

para pelayannya telah menjadi Katolik. Ia 

memanggil Denis Sebuggwawo. Ia bertanya apakah 

Denis mengajarkan agama kepada pelayan-pelayan 

istana yang lain. Denis menjawab ya. Raja segera 

menyambar pedangnya lalu menusukkannya dengan 

keji ke tenggorokan pemuda itu. Kemudian, raja 

menyerukan bahwa tidak seorang pun diijinkan 

meninggalkan istana. Genderang perang ditabuh 

sepanjang malam. Dalam suatu ruangan 

tersembunyi, Karolus Lwanga secara sembunyi-

sembunyi membaptis empat pelayan istana. Seorang 

di antaranya yaitu  St. Kizito, seorang remaja 

periang serta murah hati yang baru berumur tiga 

belas tahun. Dialah yang paling muda dalam 

kelompok mereka. St. Karolus Lwanga telah 

seringkali menyelamatkan Kizito dari nafsu jahat 

raja. 

Sebagian besar dari keduapuluh dua martir 

Uganda yang telah dinyatakan kudus itu, wafat 

dimartir pada tanggal 3 Juni 1886. Mereka dipaksa 

berjalan tiga puluh tujuh mil jauhnya (± 60 km)