urkan sebab berpegang teguh pada
iman dan ajaran Katolik. Baru seusai pembunuhan
atas uskup Oliver Plunket dari Irlandia (1681),
penganiayaan yang ganas mengendor. Gereja
Inggris bangga atas begitu banyak putera-puterinya
yang berani melawan dictator raja-raja dan
parlemen. Sejumlah 192 martir sudah dinyatakan
kudus secara resmi oleh gereja sampai tahun 1965.
Pesta bersama: 4 Mei
INIGO atau ENEKO OSB († 1057)
Biarawan Benediktin ini hidup menurut cita-
cita pembaharuan. Hanya atas desakan raja yang
terus menerus ia bersedia menjadi abbas di Ona
Spanyol.
SANTO PAUS INOSENSIUS XI (1611-1689)
Paus yang sangat saleh, hemat dan beramal
ini memperbaharui keuskupan Roma. Ia membela
Gereja dari rongrongan Raja Louis XI dari Perancis
dan mempersatukan raja-raja Kristen menghadapi
serangan Turki.
Akhirnya serbuan tentara Turki itu dapat
dipatahkan di pintu gerbang Vienna (1683). Paus
mengecam moral Jesuit yang mengajarkan adanya
cukup alasan yang probable (masuk akal) bahwa
sesuatu bukan dosa.
A: yang tidak salah (L); P: 13 Agustus
447
IRENE († 304)
Dibunuh sebagai martir bersama dengan
saudarinya Agape dan Ciona di Tessalonika Yunani.
A: pencinta damai; P: 3 April
IRENE († 653)
Suster di Portugal ini begitu cantik, sehingga
dua laki-laki kaya ingin menikahionya. namun Irene
dengan halus menolak lamaran mereka. Lalu salah
seorang pelamar menyebarluaskan suatu fitnah,
bahwa Irene suatu malam berbuat mesum. Kabar
busuk itu menjalar ke seantero kota dan memancing
kemarahan pelamar kedua, sehingga ia menyewa
pembunuh bayaran untuk menamatkan riwayat
suster itu. Irene ditikam dan mayatnya di buang ke
dalam danau. Suster-suster lain terus mencari Irene,
namun tak menemukannya. Suatu malam seorang
nelayan disilaukan oleh sinar ajaib. Berkat sinar
itulah mayat Irene diketemukan.
P: 20 Oktober
SANTO IRENEUS dari LYON (120/140 –
202)
Ireneus yaitu seorang
Yunani yang dilahirkan antara
tahun 120-140. Ia beroleh
kesempatan istimewa menjadi
murid Santo Polikarpus, yang
yaitu murid St Yohanes Rasul.
Suatu saat Ireneus
mengatakan kepada seorang
448
teman, “Aku mendengarkan pengajaran St
Polikarpus dengan amat seksama. Aku menuliskan
setiap tindakan maupun perkataannya, bukan di atas
kertas, melainkan dalam hatiku.”
sesudah ditahbiskan menjadi seorang imam,
Ireneus diutus ke Lyons di Perancis. Di kota inilah
Uskup St Pothinius wafat sebagai martir bersama
dengan banyak kudus lainnya. Ireneus tidak wafat
sebagai martir pada waktu itu sebab ia diminta oleh
rekan-rekan para imam untuk menyampaikan suatu
pesan penting dari mereka kepada paus di Roma.
Dalam surat itu, mereka menyebut Ireneus sebagai
seorang yang penuh semangat iman.
saat Ireneus kembali untuk menjadi Uskup
Lyons, masa penganiayaan telah berakhir. Namun
demikian, muncul suatu bahaya lain, yaitu bidaah
yang disebut Gnostisisme. Ajaran sesat ini memikat
sebagian orang dengan janji-janji untuk
mengajarkan misteri-misteri rahasia. Ireneus
mempelajari dengan seksama segala hal mengenai
ajaran sesat ini dan kemudian dalam lima jilid artikel
membuktikan betapa keliru ajaran ini . Ireneus
menulis dengan santun, sebab ia ingin
memenangkan sebanyak mungkin orang bagi Yesus.
Walau begitu, terkadang kata-katanya keras, seperti
kala ia mengatakan, “Begitu orang terpikat oleh
Gnostik, ia menjadi besar kepala oleh kesombongan
dan merasa diri penting. Ia memiliki kebanggaan
seekor ayam jantan yang berkoar-koar.” artikel -artikel
St Ireneus dibaca banyak orang. Segera saja ajaran
sesat itu pun mulai musnah. St Ireneus wafat sekitar
tahun 202. Banyak orang percaya bahwa ia wafat
sebagai martir.
Ireneus dari Lyon (130-202), uskup dan
teolog; Lahir di Asia Kecil dan meninggal di Lyon
Perancis; A: pencinta damai (Y); P: 28 Juni
449
“yaitu lebih baik serta jauh lebih berguna menjadi
seorang yang sederhana dan kurang terpelajar namun
akrab dengan Tuhan melalui tindakan belas kasih dibandingkan
tampak bijaksana dan cakap namun menghujat sang
Tuan-nya.”
~ Santo Ireneus
IRMINA († 710)
Adik Santa Adela (P: 24 Desember) ini
menjadi abbas dalam suatu biara yang didirikan oleh
Santo Willibrodus di Trier Jerman.
P: 3 Januari
IRMGARD (1000-1080)
Membagi-bagikan hartanya, mendirikan
rumahsakit dan kemudian menjadi pertapa. Ia
berjiarah tiga kali ke Roma untuk mendapatkan
relikwi. Jenasahnya dimakamkan di katedral Koln
Jerman.
P: 4 September
ISAK (abad ke-18 SM)
yaitu anak Nabi Abraham dan ayah Nabi
Yakub. Suatu saat Abraham diutus Tuhan untuk
mengurbankan putera satu-satunya ini demi menguji
imannya. namun pada saat-saat terakhir Abraham
diberitahu malaikat susaha menggantikannya
dengan seekor domba, sehingga Isak tidak jadi
disembelih (lih. Kitab Kejadian 22, 1-18). Ia menjadi
lambing Jesus yang dikurbankan oleh BapaNya di
surga demi penebusan kita. Banyak orang Kristen,
Yahudi dan Islam memakai nama Isaak, Isak, Iskak
atau Shakah itu.
450
A: alasan untuk tertawa (sebab ibu yang tua
akan menjadi hamil)
ISAK AGUNG (347-439)
Putera uskup Santo Narses ini menjadi
pemimpin (katolikos) Gereja Armenia. Ia
menterjemahkan Alkitab ke dalam bahasa Armenia
dengan bantuan sekretarisnya, yaitu Santo Mesrop
(P: 25 Nopember). Imannya yang tak tergoyahkan
memicu ia diusir oleh raja Persis. Dan ia
terpaksa mengurus Gerejanya dari tempat
persembunyiannya.
P: 9 September
SANTO ISAAC JOGUES dan SANTO
YOHANES de BREBEUF
451
Lebih dari tiga ratus tahun yang lalu, enam
orang imam Yesuit bersama dua orang awam,
semuanya berasal
dari Perancis, wafat
sebagai martir di
Amerika Utara.
Kedelapan orang
kudus ini wafat
sebagai martir
antara tahun 1642
dan 1649. Mereka
yaitu sekelompok
misionaris yang
paling gagah berani.
Mereka
mengorbankan
segala sesuatu yang
mereka miliki demi
mewartakan Kristus
kepada orang-orang pribumi Amerika Utara. sesudah
berjuang keras, mereka berhasil mempertobatkan
banyak orang dari suku Indian Huron. namun suku
Iroquois, musuh bebuyutan suku Huron, membunuh
mereka semua.
St. Yohanes de Brebeuf menderita tbc. Di
Perancis, sakitnya begitu parah hingga ia bahkan
tidak dapat mengajar banyak kelas. Namun
demikian, ia menjadi seorang rasul yang gagah
berani serta mengagumkan. Keberaniannya
menakjubkan suku Iroquois yang biadab sementara
mereka menyiksanya hingga tewas. St. Isaac Jogues
dianiaya dengan hebat oleh suku Mohawk, namun
dibebaskan oleh orang-orang Belanda. Ia pulang ke
Perancis, namun segera kembali ke Amerika Utara.
Pastor Jogues ditebas dengan tomahawk (kampak
452
perang orang Indian) oleh Kelompok Beruang dari
suku Mohawk.
St. Antonius Daniel baru saja selesai
mempersembahkan Misa bagi umatnya dari suku
Huron, saat suku Iroquois menyerang desa
mereka. Orang-orang Indian Kristen memohon
kepadanya agar ia berusaha melarikan diri. namun
Pastor Daniel tetap tinggal. Ia ingin membaptis
semua orang yang menangis serta memohon dengan
sangat kepadanya agar diberi Sakramen Baptis
sebelum mereka semua dibunuh. Suku Iroquois
membakarnya hingga tewas dalam kapelnya yang
kecil. St. Gabriel Lallemont disiksa hingga tewas
bersama dengan St. Yohanes de Brebeuf. St. Charles
Garnier tertembus peluru suku Iroquois dalam suatu
serangan mendadak, namun ia masih mencoba
merangkak untuk menyelamatkan seorang yang
sedang sekarat. Ia sendiri kemudian terbunuh oleh
tebasan kampak. St. Noel Chabenel harus
mengalami berbagai kesulitan, namun ia telah
bertekad untuk tetap tinggal di Amerika Utara. Ia
dibunuh oleh seorang pengkhianat Huron. Kedua
orang pembantu awam, Rene Goupil dan John
Lalande, keduanya tewas oleh tebasan tomahawk.
Jadi, dengan cara demikianlah para pahlawan Kristus
ini menyerahkan nyawanya bagi pertobatan
orang-orang pribumi Amerika Utara. sesudah
kematian mereka, para misionaris yang datang
kemudian, dapat mempertobatkan hampir semua
suku di mana para martir berkarya. Pahlawan-
pahlawan yang gagah berani ini, yang sering disebut
sebagai para martir Amerika Utara, dinyatakan
kudus oleh Paus Pius XI pada tahun 1931.
ISABELA (1271-1336)
453
yaitu kemenakan Santa Elisabet dari
hungaria. Pada umur 12 tahun ia dikawinkan dengan
Raja Denis dari Portugal. Tingkah lakunya
menyenangkan, dan sangat saleh. Ia membantu
suaminya membangun rumah sakit, rumah
penampungan wanita terlantar dan panti asuhan.
Setiap pagi Isabela menghadiri Misa Suci. Ia berdoa
dan bermatiraga. Denis yaitu raja yang kuat dan
pandai, namun sebagai suami ia tidaklah setia dan
sering melalaikan isterinya. Itulah sebabnya Isabela
banyak menderita. namun ia tetap sabar dan penuh
pengabdian. Suatu saat Alfonso, putera mahkota,
memberontak terhadap ayahnya. Isabela berusaha
keras mendamaikan keduanya. namun Raja Denis
salah terima, ia mencurigai permaisurinya dan
mengurungnya selama beberapa waktu. Isabela
selalu berusaha merukunkan keluarganya bila terjadi
percekcokan di antara kerabat raja.
Pada usia 54 tahun Isabela sudah menjanda.
Kemudian ia menarik diri untuk hidup di Koimbra,
dekat biara Klaris yang didirikannya. Ia
mengabdikan sisa hidupnya bagi Tuhan dan sesame
manusia yang miskin. namun pada tahun 1336 ia
mendengar, bahwa puteranya Alfonso IV, Raja
Portugal, berselisih dengan Alfonso XI dari Kastilia.
Masing-masing sudah menyiapkan pasukan untuk
bertempur. Isabela yang telah berusia 65 tahun
bergegas menyusul puteranya ke medan
pertempuran. Ia berhasil menhindarkan
pertumpahan darah dan mendamaikan kedua raja
itu. namun usaha ini terlampau melemahkan
kesehatannya. Ia jatuh sakit dan meninggal sebelum
sempat kembali ke tempat kediamannya.
Isabela atau Elisabet dari Portugal (1271-
1336), ratu; B: Bella; P: 4 Juli
454
SANTO ISIDORUS (556-636)
Santo Isidorus dilahirkan pada tahun 556.
Dua orang kakaknya, Leander dan Fulgentius,
yaitu uskup dan santo juga. Saudari mereka,
Florentina, seorang biarawati dan santa juga.
Keluarga Isidorus kemungkinan berasal dari Romawi.
Kelak Isidorus ditahbiskan sebagai uskup kota
Seville, Spanyol. Dari sanalah ia memberikan
pengaruh besar terhadap Gereja pada jamannya.
Isidorus menjadi Uskup Seville selama tiga puluh
tujuh tahun. Selama
masa itu, ia
melanjutkan karya
uskup sebelumnya,
yaitu Santo Leander,
kakaknya. Kedua
kakak-beradik ini
mempertobatkan
penganut bidaah
Visigoth dan membawa
mereka ke pangkuan
Gereja Katolik.
Pada masa
kecilnya, Isidorus
memperoleh pendidikan yang amat baik. Kakak-
kakaknya bertanggung jawab atas pendidikannya. Ia
dibimbing oleh Leander. Isidorus kecil menganggap
Leander sebagai orang yang paling kejam di seluruh
dunia. Leander terus-menerus menyuruhnya belajar!
namun , di kemudian hari Isidorus menyadari bahwa
Leander sungguh seorang sahabat yang
mengagumkan. Ia mengajarkan kepada Isidorus
bahwa kita akan dapat melakukan begitu banyak hal
bagi Gereja Yesus jika kita belajar dengan tekun.
455
Isidorus hidup jauh sebelum Konsili Trente, di
mana baru mulai dibuka seminari-seminari untuk
pendidikan imam. namun , Isidorus yakin bahwa di
setiap keuskupan haruslah ada sebuah seminari dan
sebuah sekolah Katolik sebagai sarana pendidikan
lanjutan. Kedua impiannya ini kelak terwujud
dengan dibukanya perguruan tinggi-perguruan tinggi
Katolik dan juga seminari-seminari. Santo Isidorus
yaitu juga seorang organisator ulung. Ia diminta
untuk memimpin dua pertemuan Gereja yang
penting yang disebut Sinode. Yang pertama di
Seville, Spanyol pada tahun 619 dan sesudahnya di
Toledo, Spanyol pada tahun 633. Sinode-sinode
ini semakin mempererat persekutuan Gereja.
St. Isidorus menulis banyak artikel . Ia menulis
tentang sejarah Goths. Ia menulis tentang
pahlawan-pahlawan Kitab Suci. Ia bahkan juga
menyusun sebuah kamus.
Uskup Isidorus selalu terbuka bagi umatnya.
Kaum miskin di Seville tahu ke mana mereka harus
pergi mohon bantuan. Selalu ada antrian panjang
sepanjang hari, setiap hari, di tempat kediaman
uskup. Isidorus berdoa dan bermatiraga. Ia sungguh
seorang yang kudus dan uskup yang amat dicintai.
Ia wafat pada tahun 636. Santo Isidorus digelari
Pujangga Gereja oleh Paus Inosensius XIII pada
tahun 1722.
Isidorus (560-636), uskup dan pujangga
Gereja, adik dari S. Leander, S. Fulgentius dan
S. Florentina (P: 20 Juni). Lahir di Kartagena
dan meninggal di Sevilla; B: Dores, Isidor (♂);
Dori dan Dora (♀); P: 4 April
SANTO ISIDORUS si PETANI (1070- 15 Mei
1130)
456
Orang kudus ini dilahirkan pada tahun 1070
di Madrid, Spanyol. Kedua orangtuanya amat saleh.
Mereka memberi nama putera mereka: Isidorus,
sesuai nama Uskup Agung Seville, Spanyol.
Orangtua Isidorus ingin memberikan pendidikan
terbaik bagi putera mereka, namun mereka tidak
mampu. Mereka hanyalah petani penggarap. Putera
mereka kelak juga akan melewatkan masa hidupnya
dengan mata pencaharian yang sama.
Isidorus bekerja untuk Yohanes de Vargas,
seorang tuan tanah yang kaya di Madrid. Ia bekerja
untuk Tuan de Vargas sepanjang hidupnya. Isidorus
menikah dengan seorang gadis yang baik dari
keluarga yang miskin seperti
keluarganya. Keduanya saling
mengasihi. Mereka
memiliki seorang putera
yang meninggal pada waktu
masih bayi. Isidorus dan
isterinya mempersembahkan
kepada Yesus segala
kepedihan dan duka mereka
oleh sebab kepergian putera
mereka. Mereka percaya
bahwa putera mereka telah
berbahagia bersama Tuhan
untuk selamanya.
Setiap hari, St. Isidorus
memulai harinya dengan
merayakan Misa. Kemudian, barulah ia pergi
bekerja. Ia selalu bekerja giat, meski terkadang ia
merasa kurang bersemangat. Ia membajak, dan
menanam, serta berdoa. Ia berseru kepada Bunda
Maria, para kudus dan juga malaikat pelindungnya.
Mereka membantunya menjadikan hari-harinya yang
biasa menjadi hari-hari yang istimewa, penuh
457
sukacita. Dunia iman menjadi amat nyata bagi St.
Isidorus, sama nyatanya dengan pertanian Tuan de
Vargas. jika ia memperoleh hari libur, Isidorus
berusaha melewatkan lebih banyak waktu untuk
bersembah sujud kepada Yesus di gereja. Kadang-
kadang, pada hari-hari libur, Isidorus bersama
isterinya pergi mengunjungi beberapa paroki sekitar
dalam suatu ziarah doa satu hari.
Suatu saat , gereja paroki mengadakan
pesta. Isidorus datang lebih awal dan masuk dalam
gereja untuk berdoa. Ia datang terlambat ke balai
paroki. namun , ia tidak sendirian. Ia mengajak serta
sekelompok pengemis juga. Umat menjadi kecewa.
Bagaimana jika makanan yang tersedia tidak cukup
untuk semua pengemis itu? namun , semakin banyak
mereka mengisi piring-piring mereka, semakin
banyak makanan tersedia bagi semua yang hadir.
Dengan lembut St. Isidorus berkata, “Akan
senantiasa tersedia cukup makanan bagi orang-
orang miskin milik Yesus.”
Cerita-cerita tentang keajaiban yang terjadi
lewat petani kudus ini mulai tersiar. Isidorus sama
sekali bukan seorang yang mementingkan diri
sendiri. Ia seorang yang lemah lembut dan penuh
belas kasih. Isidorus yaitu salah seorang santo dari
Spanyol yang paling populer. Ia wafat pada tanggal
15 Mei 1130. Pada bulan Maret 1622, Paus
Gregorius XV mengumumkan kanonisasi atas lima
orang kudus yang besar. Mereka yaitu Santo
Ignatius dari Loyola, Santo Fransiskus Xaverius,
Santa Theresia dari Avila, Santo Filipus Neri dan
Santo Isidorus si Petani.
P: 15 Mei
IVO (1040-1116)
458
Menjadi ahli hukum Gereja dan uskup
Chartres Perancis. Ia tidak mengakui sah isteri
kedua Raja Philip I yang tingkah lakunya dinilai
sebagai perzinahan. Akibatnya ia dipenjarakan, dan
hanya berkat usaha paus, Ivo dibebaskan.
P: 20 Mei
IVO / YVES (1253-1303)
Imam paroki dan ahli hukum ini hidup
menyendiri berdasar aturan hidup yang keras. Ia
membela orang miskin dan yang tertindas dengan
tabah dan berani di depan pengadilan. Ivo dihormati
sebagai santo pelindung ahli hukum yang membela
keadilan.
P: 19 Mei
459
J
BEATO JAMES DUCKETT († 1602)
James Duckett yaitu seorang Inggris yang
hidup dalam masa pemerintahan Ratu Elizabeth I.
Pemuda James
magang pada
sebuah percetakan
di London. sebab
pekerjaannya inilah
ia mengenal sebuah
artikel berjudul
Pondasi Kokoh
Agama Katolik. Ia
mempelajarinya
dengan seksama
dan yakin bahwa
Gereja Katolik
yaitu Gereja yang
benar. Pada masa itu, di Inggris umat Katolik
460
mengalami penganiayaan. James memutuskan
bahwa bagaimanapun ia tetap ingin menjadi seorang
Katolik dan siap menanggung segala
konsekuensinya. Pemimpin ibadah di gerejanya yang
terdahulu datang mencarinya sebab James yaitu
seorang yang tekun ke gereja. namun James tidak
mau kembali. Dua kali untuk masa yang singkat ia
dijebloskan ke dalam penjara sebab ketegaran
hatinya itu. Dua kali majikannya menengahi dan
membebaskannya. namun kemudian sang majikan
meminta James untuk mencari pekerjan di tempat
lain.
James Duckett tahu bahwa ia tidak akan
kembali. Ia mencari dan akhirnya menemukan
seorang imam Katolik yang menyamar di penjara
Gatehouse. Sang imam tua, “Mr. Weekes,”
membimbingnya dalam iman. Duckett diterima
dalam pangkuan Gereja Katolik. Ia menikah dengan
seorang janda Katolik dan putera mereka kelak
menjadi seorang biarawan Carthusian. Putranya
inilah yang banyak mencatat apa yang kemudian
kita ketahui mengenai ayahnya. Beato Duckett tidak
pernah lupa bahwa sebuah artikel lah yang
menghantarnya ke jalan Gereja. Sebab itu ia
menganggap sebagai tanggung jawabnya untuk
menyediakan artikel -artikel Katolik bagi orang banyak.
Ia tahu bahwa artikel -artikel ini akan menyemangati
dan mengajar mereka. “Pekerjaannya” ini sungguh
berbahaya hingga ia melewatkan sembilan tahun
dari duabelas tahun hidup perkawinannya dalam
penjara. Akhirnya ia dihadapkan ke pengadilan dan
dijatuhi hukuman mati atas kesaksian satu orang,
Peter Bullock, seorang penjilid artikel . Peter memberi
kesaksian bahwa ia mengerjakan penjilidan artikel -
artikel Katolik untuk Beato Duckett, “seorang
penghujat besar”. Peter Bullock berbalik menjadi
461
seorang pengkhianat sebab ia dijebloskan ke dalam
penjara sebab masalah-masalah lain; dengan
kesaksiannya ia berharap dapat dibebaskan dari
penjara. Keduanya dijatuhi hukuman mati pada hari
yang sama. Di tiang gantungan di Tyburn, Beato
Duckett meyakinkan Bullock bahwa ia telah
mengampuninya. Sementara mereka berdua
menyongsong maut, Duckett terus menyemangati
rekannya untuk menerima iman Katolik. Lalu tali-tali
dikalungkan pada leher mereka. Beato Duckett
wafat sebagai martir pada tahun 1602.
P: 19 April
SANTA JANE VALOUIS (1464-1505)
St. Jane yaitu puteri Raja Louis XI dari
Perancis. Ia dilahirkan pada tahun 1464. sebab raja
menginginkan seorang
putera, ia amat kecewa saat
Jane yang lahir. Raja bahkan
tidak menghendaki puteri
kecilnya itu tinggal di istana
sebab Jane dilahirkan cacat.
saat puteri raja baru
berusia lima tahun, ia dikirim
untuk tinggal bersama orang
lain. Meskipun ia diperlakukan
demikian oleh ayah
kandungnya, Jane yaitu
seorang puteri yang baik hati
serta lemah lembut kepada
semua orang. Ia yakin betul
bahwa Yesus dan Bunda
Maria mengasihinya. Jane
juga yakin bahwa Tuhan akan
462
mempergunakannya sebagai alat-Nya untuk
melakukan kebajikan demi nama-Nya. Dan memang
betul demikian.
saat Jane tumbuh dewasa, ia memutuskan
untuk tidak menikah. Ia telah mempersembahkan
dirinya kepada Yesus dan Bunda Maria. namun
ayahnya tidak menghiraukan pilihan hidupnya.
Ayahnya memaksa Jane untuk menikah dengan
Pangeran Orleans. Jane menjadi seorang isteri yang
baik selama duapuluh dua tahun. Namun demikian,
sesudah suaminya menjadi raja, suaminya itu
mengirim Jane untuk tinggal seorang diri di sebuah
kota yang jauh. Hal ini tidak menjadikan ratu
bersedih dan marah. Malahan, ia bersorak:
“Terpujilah Tuhan! Ia telah mengijinkan hal ini
terjadi agar aku dapat melayani-Nya lebih baik
dibandingkan yang telah kulakukan selama ini.”
Jane menghabiskan waktunya dalam doa. Ia
melakukan matiraga dan melaksanakan tindakan
belas kasihan. Ia memberikan seluruh uangnya
kepada kaum miskin. Ia bahkan juga membentuk
suatu ordo para biarawati yang disebut Suster-
suster dari Kabar Sukacita Santa Perawan Maria.
Jane menghabiskan sisa hidupnya dengan penuh
sukacita dalam Yesus dan Bunda-Nya. Ia wafat
pada tahun 1505. St. Jane dinyatakan kudus oleh
Paus Pius XII pada tahun 1950.
JEAN GABRIEL DUFRESSE (1750-1815)
Walaupun sudah dibuang dari Tiongkok,
namun ia diam-diam kembali. Kemudian ia menjadi
uskup dan berhasil memimpin misi Szechuan sampai
ketahuan dan dipenggal
P: 14 September
463
JEAN GABRIEL PERBOYRE (1802-1840)
saat mendengar bahwa kakaknya yang
bekerja sebagai misionaris di Tiongkok meninggal,
Gabriel melamar untuk menggantikannya. Sesudah
berkarya selama 4 tahun di propinsi Honan, ia
disiksa dan mati dicekik di kayu salib.
P: 11 September
SANTA JEANNE D’ARC(16 Januari 1412-30
Mei 1431)
Santa Jeanne d'Arc yaitu pelindung kaum
remaja, terutama remaja yang sedang menghadapi
masalah dan saat-saat sulit. Teladan keberaniannya
464
memberi semangat bagi kita untuk berjuang terus
pantang mundur. Jeanne d'Arc dilahirkan pada
tanggal 16 Januari 1412 di Domrenmy, Perancis.
Ayahnya bernama Jacques d'Arc dan ibunya Isabelle
Romee. Jeanne seorang anak gembala yang lembut
dan baik hati. Seperti anak-anak wanita lainnya
pada masa itu, Jeanne tidak bersekolah dan tidak
dapat membaca dan menulis. Suatu hari saat
usianya 13 tahun, ia sedang menggembalakan
domba-dombanya saat Malaikat Agung Santo
Mikael -santo pelindung Perancis- berkata kepada
Jeanne, “Puteri Tuhan, selamatkanlah Perancis!”
Tiga tahun lamanya ia mendengar suara-suara yang
memanggilnya untuk segera bertindak.
Pada waktu itu terjadilah peperangan antara
Perancis dan Inggris yang kemudian dikenal sebagai
Perang Seratus Tahun. Inggris telah berhasil
menguasai sebagian besar wilayah Perancis dan
465
Perancis berada dalam posisi yang amat lemah.
Malaikat Agung St. Mikael ditemani oleh St. Katarina
dari Aleksandria, juga St. Margareta dari Antiokhia
memintanya untuk menemui raja Perancis yang saat
itu sedang bersembunyi dan membantu raja untuk
mendapatkan kembali tahtanya. "Seorang gadis kecil
berusia 16 tahun hendak menyelamatkan Perancis?"
Banyak orang menganggapnya tolol dan
menertawakannya, namun Jeanne pergi juga
menghadap Raja Charles VII. Ia berhasil mengenali
raja yang menyamar sebagai prajurit sehingga raja
percaya bahwa ia diutus oleh Tuhan.
Pada mulanya, pasukannya tidak mau taat
pada perintah Jeanne. Mereka menyebutnya 'Jeanne
la pucelle' artinya Jeanne si bocah cilik. Namun
akhirnya mereka menyerah juga pada Jeanne. Ia
memimpin pasukannya ke kota Orleans yang hampir
dikuasai oleh Inggris. Dalam pakaian perang baja
yang berkilau, pahlawan muda ini mengendarai
kudanya. Panji-panjinya, yang berwana putih
berhiaskan salib dengan tulisan YESUS dan MARIA,
berkibar-kibar diterpa angin. Meskipun sebuah
panah menancap di pundaknya saat peperangan
berlangsung, ia tetap dengan bersemangat
memimpin pasukannya. Pada akhirnya pasukan
Perancis berhasil meraih kemenangan.
Perintah-perintah perangnya sangat
cemerlang sehingga pasukannya selalu menang
perang dan pada bulan Juli 1429 berhasil
menghantarkan Raja Charles VII menduduki tahta
kerajaan. Pada saat itulah suara Malaikat Mikael
mengatakan bahwa misinya telah usai. Namun raja
serta para jenderal memaksa Jeanne agar tetap
memegang kendali militer. Dalam suatu peperangan
Jeanne dikhianati dan ditangkap oleh kaum
Bourgondie lalu dijual ke pihak Inggris seharga
466
10,000 Franc. Ia ditawan di menara Earl of Warwick
selama 9 bulan. Raja Perancis hanya melakukan
sedikit saja usaha untuk membebaskan Jeanne.
Inggris mendakwanya berbohong mengenai suara-
suara yang didengarnya dan ia diadili secara tidak
adil dengan tuduhan melakukan praktek sihir dan
takhayul. Jeanne dinyatakan bersalah. Pada tanggal
30 Mei 1431 Jeanne dijatuhi hukuman mati: dibakar
hidup-hidup di tengah pasar kota Rouen. Jeanne
menyerukan nama "Yesus", lalu menghembuskan
napasnya yang terakhir.
Duapuluh lima tahun sesudah kematiannya,
diadakan pengadilan ulang atas kasusnya dan
Jeanne dinyatakan tidak bersalah. Empat ratus
delapan puluh sembilan tahun kemudian, tepatnya
pada tanggal 16 Mei 1920, Jeanne dinyatakan
sebagai santa oleh Paus Benediktus XV. Ia
dinyatakan santa bukan sebab patriotisme atau
keberaniannya berperang, melainkan sebab
kesalehan hidup dan kesetiaannya dalam melakukan
kehendak Tuhan, betapapun sulit, bahkan nyaris
mustahil. St. Jeanne d'Arc diberi gelar Santa
Pelindung Perancis. Pestanya dirayakan tanggal 30
Mei.
Jeanne d’Arc (1412-1431), gadis dan pimpinan
tentara; lahir di Domremi dan dibakar hidup-
hidup di Rouen. Ia dihormati sebagai pelindung
Perancis. B: Joan, Jean, Jeanette, Yoana; L:
seorang gadis dalam pakaian tentara abad
pertengahan duduk di atas kuda dengan
bendera dalam tangannya; P: 30 Mei
JEANNE FRANCOISE de CHANTAL (1572-
1641)
Ibu dari empat anak dan janda kaya ini
kemudian menjadi biarawati dan pendiri 81 biara
467
Serikat Visitasi (Suster-suster Salesian). saat
mengalami kebingungan dia dituntun oleh Santo
Fransiskus de Sales. Jeanne yang diuji oleh godaan
dan penderitaan rohani itu dianugerahkan rahmat
mistis yang luar biasa.
P: 12 Desember
JOANITO de SAO JOAO (1556-1570)
Keponakan dan pembantu Kapitan kapal
‘Santiago’ yang baru berumur 13 tahun itu dibunuh
oleh pembajak Kalvinis dalam suatu pelayaran dari
Lisbon ke Brasilia. Sebab, Joanito yang mengambil
jubah seorang novis SJ yang terbunuh lebih dulu itu
mengakui Jesuit pula. Namun sebenarnya Santo
Ignasius Azevedo berjanji baru akan menerimanya
dalam Serikat Jesuit bila sampai di Brasilia.
P: 19 Januari
BEATA JOAN dari TOULOUSE
Pada tahun 1240, beberapa biarawan
Karmelit dari Palestina mendirikan sebuah biara di
Toulouse, Perancis. Imam
Karmelit yang termasyhur,
St. Simon Stock, singgah di
Toulouse duapuluh lima
tahun kemudian. Seorang
wanita saleh mohon
bertemu dengannya. Wanita
ini memperkenalkan
diri hanya sebagai Joan.
Dengan sungguh-sungguh ia
bertanya kepada imam,
468
“Bolehkah saya bergabung dengan Ordo Karmelit
sebagai awam?” St. Simon Stock yaitu pemimpin
ordo. Ia memiliki wewenang untuk mengabulkan
permohonan Joan. Ia mengatakan “ya”. Joan
menjadi anggota ordo ketiga (awam) yang pertama.
Ia menerima jubah Ordo Karmelit. Di hadapan St.
Simon Stock, Joan mengucapkan prasetia kemurnian
kekal.
Joan melanjutkan kehidupannya yang tenang
serta bersahaja di rumahnya sendiri. Ia berusaha
sekuat tenaga untuk senantiasa mentaati regula
(=peraturan-peraturan biara) Karmelit sepanjang
hidupnya. Setiap hari Joan ikut ambil bagian dalam
Misa dan ibadat-ibadat di gereja Karmel.
Sesudah itu, ia mengisi harinya dengan
mengunjungi mereka yang miskin, yang sakit serta
yang kesepian. Ia melatih para putera altar. Ia
memberikan pertolongan kepada mereka yang
jompo serta yang tak berdaya dengan melakukan
pekerjaan-pekerjaan yang diperlukan. Joan berdoa
bersama mereka serta membangkitkan semangat
banyak orang dengan percakapannya yang riang
gembira. Beata Joan menyimpan gambar Yesus
tersalib dalam sakunya. Itulah “artikel ”-nya. Sewaktu-
waktu ia akan mengeluarkan gambar ini dari
sakunya serta memandanginya. Matanya bersinar-
sinar. Orang mengatakan bahwa Joan membaca
suatu pelajaran baru yang mengagumkan setiap kali
ia memandangi gambarnya.
SANTA JOAN DELANOE (1666-17 Agustus
1736)
Joan Delanoue dilahirkan pada tahun 1666
sebagai yang bungsu dari dua belas bersaudara.
Keluarganya memiliki suatu usaha kecil yang
469
berhasil. saat ibunya yang janda meninggal dunia,
ibunya mewariskan tokonya kepada Joan. Joan
bukan seorang gadis yang jahat, namun yang ia
pikirkan hanyalah bagaimana mengumpulkan uang
sebanyak mungkin. Ia melakukan banyak dosa kecil
untuk itu. Dulu, ia seorang gadis yang saleh, namun
sekarang hanya tersisa sedikit saja cinta kasih dalam
hatinya. Ibunya seorang yang murah hati kepada
para pengemis. Sebaliknya, Joan, membeli makanan
hanya pada saat menjelang makan malam. Dengan
demikian ia dapat mengatakan kepada para
pengemis yang mohon belas kasihannya: “Maaf,
saya tidak punya apa-apa untukmu.”
Joan tidak bahagia dengan cara hidupnya itu.
saat usianya dua puluh tujuh tahun, seorang imam
yang baik dengan penuh kasih membantunya untuk
hidup sesuai dengan imannya. Akhirnya, Joan
menyadari bahwa “usaha-nya” yaitu untuk
mengamalkan uangnya, bukan menumpuknya bagi
diri sendiri. Joan mulai memberikan perhatian
kepada keluarga-keluarga yang miskin dan juga
anak-anak yatim piatu. Di kemudian hari, ia
malahan menutup tokonya sama sekali agar dapat
mempergunakan seluruh waktunya bagi mereka.
Orang menyebut rumahnya yang penuh dengan
anak-anak yatim piatu sebagai “Rumah
Penyelenggaraan Ilahi”. Ia mempengaruhi para
wanita muda lainnya untuk membantu. Mereka
membentuk kelompok Suster-suster St. Anna dari
Penyelenggaraan Ilahi di Saumur, Perancis, kota
tempat tinggal Joan.
470
Joan hidup
dengan mati raga yang
keras. Ia juga
melakukan tapa silih
yang berat. St. Grignon
de Montfort bertemu
dengan Joan. Pada
mulanya ia menyangka
bahwa kesombongan
hati yang
memicu Joan bersikap keras terhadap dirinya
sendiri. namun kemudian, St. Montfort segera
menyadari bahwa hati Joan sungguh penuh dengan
cinta kasih kepada Tuhan. St. Montfort
menasehatinya: “Teruskanlah apa yang telah engkau
mulai. Roh Tuhan ada padamu. Ikuti suara-Nya dan
jangan lagi khawatir.” Joan wafat dalam damai pada
tanggal 17 Agustus 1736. Usianya tujuh puluh
tahun. Penduduk Saumur mengatakan, “Pemilik toko
kecil itu melakukan jauh lebih banyak bagi kaum
miskin papa di Saumur dibandingkan seluruh dewan
kota. Sungguh seorang wanita yang luar biasa! Dan
sungguh seorang yang kudus!” Joan dinyatakan
sebagai 'beata' oleh Paus Pius XII pada tahun 1947,
tahun yang sama St. Grignon de Montfort
dinyatakan kudus. Pada tahun 1982, B. Joan
Delanoue dinyatakan kudus oleh Paus Yohanes
Paulus II.
JOAO BAUTISTA de la FORTALEZZA OP
(1621)
Pastor di Paga kelahiran Malaka ini bersama
Pater Semao de Madre Dias OP asal Vietnam –
pastor di Sika (Flores) – berangkat mengunjungi
pembesar mereka di Larantuka. sebab terhanyut
471
oleh angin ribut, mereka terdampar di Lamalera di
pulau Lembata. Orang-orang Lamakera yang
beragama Islam menuntut susaha mereka
diserahkan, namun ditolak oleh orang-orang Lamalera
yang beragama Kristen.
Kemudian orang-orang Lamakera dengan tipu
muslihat menangkap 90 penduduk kampong
Lamalera sebagai sandera. Dengan rela dua imam
itu menyerahkan diri untuk membebaskan orang-
orang kampung. Dua pater ini akhirnya dibunuh
dengan kejam di hadapan orang-orang Belanda
Tomas Dayman dan Jan d’Omay yang kemudian
bertobat menjadi Katolik. Penghormatan kepada
kedua martir ini dijinkan oleh Roma.
(Orang-orang Kudus di Indonesia)
JOAO TRAVASSO OP († 1590)
Pastor paroki Waibalun (NTT) ini dibunuh oleh
orang-orang Islam dan gerejanya dibakar.
(Salah satu dari Orang-orang Kudus di
Indonesia)
JOHN FISHER (1469-1535)
yaitu rector universitas Cambridge dan
uskup Rochester. Ia dikenal pula sebagai
pengkotbah yang rajin, ahli teologi dan satra kuno
serta teman kaum miskin. Fisher yaitu satu-
satunya uskup yang tidak mengakui sah perceraian
Raja Henry VIII, sehingga ia dipecat dan
dipenjarakan. Kata John Fisher: “Saya tidak
mengadili uskup-uskup lain, dan semoga hati nurani
mereka menyelamatkan mereka. namun hati nurani
saya harus menyelamatkan saya.” saat mendekam
dalam penjara Tower di London, ia diangkat menjadi
472
Kardinal. Hal ini membuat raja semakin marah dan
kemudian menyuruh Fisher susaha dibunuh, sebab
tidak mengakui raja sebagai kepala gereja di
Inggris. Santo Thomas Moore menulis: “Dalam
seluruh kerajaan, tiada seorang pun yang sepandai,
seterpelajar dan sebijak uskup Fisher.”
P: 22Juni
JOHN OGILVIE SJ (1615)
Bangsawan Skotlandia yang masih muda ini
bertobat menjadi Katolik di Belgia. sesudah
ditahbiskan imam, ia berkarya di Austria, Perancis
dan Skotlandia, tempat ia mentobatkan banyak
orang. Akhirnya ia dikhianati dan dihukum gantung.
P: 19 Januari
JOHN STOREY (1510-1571)
Anggota parlemen Inggris ini tidak mengakui
Ratu Elisabet I sebagai kepala gereja. Akibatnya, ia
dipenjarakan, namun sempat lolos dan melarikan diri
ke Belgia. Dengan tipu muslihat ia dibawa kembali
ke Inggris dan digantung di London.
P: 1 Juni
JOHN OEGMUNDSON (1052-1121)
yaitu uskup misionaris di Islandia. Ia
mendirikan katedral, sekolah dan biara yang besar.
P: 23 Agustus
SANTO JONAS († 327)
Raja Sapor dari Persia berkuasa pada abad
keempat. Ia membenci umat Kristiani dan
473
menganiaya mereka dengan keji. Ia menghancurkan
gereja-gereja dan biara-biara. Dua orang bersaudara
bernama Jonas dan Barachisius mendengar kabar
mengenai penganiayaan ini dan bahwa banyak umat
Kristiani dijatuhi hukuman mati.
Keduanya memutuskan untuk pergi menolong
dan menyemangati mereka untuk tetap setia pada
Kristus. Jonas dan Barachisius sadar benar bahwa
mereka, juga, dapat tertangkap. Namun hal itu tak
menghalangi mereka. Hati mereka terlalu dipenuhi
kasih bagi sesama sehingga nyaris tak ada ruang
untuk memikirkan diri sendiri.
Akhirnya, kedua bersaudara itu pun
tertangkap dan dijebloskan ke dalam penjara.
Kepada mereka dikatakan bahwa jika mereka tidak
menyembah matahari, bulan, api dan air, mereka
akan dianiaya dan dijatuhi hukuman mati. Tetntu
saja, mereka menolak menyembah suatupun atau
siapapun terkecuali Allah yang benar dan esa.
Mereka harus banyak menderita, namun mereka
berdoa. Mereka terus memikirkan bagaimana Tuhan
kita telah menderita sengsara bagi mereka. Kedua
bersaudara itu menanggung siksa aniaya yang ngeri,
namun tak hendak menyangkal iman. Pada
akhirnya, mereka dijatuhi hukuman mati dan dengan
sukacita menyerahkan nyawa bagi Yesus. Jonas dan
Barachisius wafat sebagai martir pada tahun 327.
JOSEF-MARIA RICCA (1719)
Pater Teatin kebangsaan Italia ini berkarya di
India, Madagaskar, Eropa dan pedalaman Sumatera
(sekitar Bengkulu) selama pendudukan Inggris. Pada
hari Jumat Suci sewaktu diadakan upacara
penghormatan Salib Suci, orang-orang Melayu
pesisir menyerbu gereja yang terletak di luar
474
benteng dan dengan kejam membunuh seluruh
umat: laki-laki, wanita dan anak-anak.
(Salah satu dari Orang-orang Kudus di
Indonesia)
SANTO JOVITA dan SANTO FAUSTINUS
Santo Faustinus dan Santa Jovita yaitu dua
bersaudara yang tinggal di Brescia, Italia. Mereka
termasuk di kalangan para martir awal Kristen.
Kedua pemuda ini banyak menderita dalam masa
penganiayaan Kaisar Hadrian pada abad kedua.
Sejak masih belia, Faustinus dan Jovita telah
dikenal sebab cintanya yang besar kepada agama
yang mereka peluk. Mereka juga mengamalkan
karya-karya belas kasih Kristiani. Kedua bersaudara
ini saling tolong-menolong dalam berbuat baik
kepada mereka semua yang membutuhkan. Uskup
Brescia menahbiskan keduanya menjadi imam.
Demikianlah, mereka mulai berkhotbah ke mana-
mana, baik kepada mereka yang kaya maupun yang
miskin. Mereka tak menghindarkan diri dari kurban
yang diperlukan untuk membawa banyak orang
475
kepada Tuhan. sebab waktu itu yaitu masa
penganiayaan, orang mudah merasa takut. namun ,
Faustinus dan Jovita tak menyerah pada rasa takut
menghadapi para prajurit meski para prajurit ini
tanpa belas kasihan membantai banyak umat
Kristiani.
saat kaisar mendengar bahwa Faustinus
dan Jovita berani berkhotbah secara terbuka, ia
menjebloskan mereka ke dalam penjara dan
menyiksa mereka. Kaisar berpikiran bahwa siksa
aniaya akan dapat membungkam mereka. namun ,
tak peduli betapa berat penderitaan yang harus
ditanggung kedua imam itu, mereka tak hendak
berjanji untuk berhenti berkhotbah tentang Yesus.
Mereka senantiasa dalam sikap doa bahkan dalam
penjara yang gelap ngeri. Sesungguhnya, mereka
secara suka hati mempersembahkan penderitaan
mereka kepada Tuhan. Faustinus dan Jovita saling
menyemangati satu sama lain untuk tetap gagah
berani bahkan jika mereka, juga, harus mati sebagai
martir demi Yesus. Kedua bersaudara itu tetap setia
pada iman dan kasih kepada Yesus hingga keduanya
wafat dimartir. Tanggal tepatnya kematian mereka
tidak dicatat. Meski begitu, kesaksian mereka yang
gagah berani merupakan kenangan suci sekaligus
tantangan bagi kita semua untuk hidup seturut
teladan mereka.
SANTO JUAN DIEGO
Juan Diego menjadi
terkenal sebab Bunda Allah
menampakkan diri
kepadanya. Kepada Juan
Diego-lah pertama kali
Bunda Maria
476
memperkenalkan dirinya kepada dunia sebagai
Bunda dari Guadalupe.
Juan hidup pada abad keenambelas saat Mexico
dikenal sebagai Lembah Anahuac. Ia berasal dari
suku Chichimeca. Mereka memanggil Juan dengan
sebutan Elang Berbicara. Nama baptisnya yaitu
Juan Diego.
Sesudah misi utama Juan selesai, dikatakan
bahwa ia menjadi seorang pertapa. Ia melewatkan
seluruh sisa hidupnya dengan berdoa dan
bermatiraga. Gubugnya yang kecil terletak dekat
kapel pertama yang dibangun di Bukit Tepeyac. Juan
amat dikagumi. Para orangtua mendambakan agar
anak-anak mereka kelak menjadi seperti Juan Diego.
Juan merawat kapel dan menemui para peziarah
yang mulai berdatangan ke sana untuk menghormati
Bunda Maria dari Guadalupe. Ia akan menunjukkan
kepada mereka tilma atau jubah yang menakjubkan
dimana terlukis gambar Bunda Maria yang amat
indah.
Paus Yohanes Paulus II menyatakan Juan
Diego sebagai “beato” pada tanggal 14 Mei 1990.
Paus secara pribadi mengunjungi gereja Bunda Maria
dari Guadalupe yang agung dan indah. Ia berdoa di
sana bagi segenap rakyat Meksiko. Ia berdoa
teristimewa bagi mereka yang wafat selama masa
penganiayaan Gereja yang dahsyat yang terjadi
pada awal abad. Ia juga berdoa bagi segenap
peziarah yang datang mengunjungi gereja yang
indah ini dengan iman yang begitu besar
kepada Bunda Allah.
SANTO JULIANUS & SANTA BASILISSA
Santo Julianus dan Santa Basilissa yaitu
pasangan suami isteri. Mereka hidup pada awal abad
477
keempat. Cinta akan iman mendorong mereka
melakukan sesuatu yang gagah berani: mereka
mengubah rumah mereka menjadi sebuah rumah
sakit. Dengan demikian, mereka dapat merawat
mereka yang sakit dan miskin yang membutuhkan
pertolongan mereka.
Santo Julianus merawat pasien pria,
sementara Santa Basilissa merawat pasien wanita.
Pasangan ini menemukan Yesus dalam diri
orang-orang yang mereka layani. Mereka melakukan
apa yang mereka lakukan itu sebab cinta, bukan
sebab uang ataupun maksud-maksud tertentu.
Kita tidak tahu
banyak mengenai kehidupan
pasangan ini . Namun
demikian kita tahu, bahwa
St. Basilissa wafat sesudah
mengalami penganiayaan
dahsyat sebab imannya.
Julianus hidup lebih lama. Ia
melanjutkan karya pelayanan
kasihnya terhadap mereka
yang sakit sesudah kematian
isterinya. Kelak, Julianus
juga wafat sebagai martir.
Basilissa dan Julianus
melewatkan seluruh hidup mereka dengan menolong
sesama dan melayani Tuhan. Mereka menanam
benih iman dengan hidup kudus. Mereka menyirami
iman itu dan membuatnya tumbuh subur dengan
darah mereka yang dicurahkan bagi Yesus yang
tersalib.
Perayaan memperingati Santo Julianus dan Santa
Basilissa yaitu setiap tanggal 9 Januari.
478
BEATO JUNIPERO SERRA (24 November
1713-28 Agustus 1784)
Junipero Serra dilahirkan di Petra, Spanyol,
pada tanggal 24 November 1713. Semasa kanak-
kanak ia menjadi murid di sekolah Fransiskan di
Palma, sekitar duapuluh lima mil jauhnya. Ia
menggabungkan diri dalam Ordo Fransiskan pada
tanggal 14 September 1730, beberapa bulan
menjelang ulangtahunnya yang ketujuhbelas.
Sepanjang masa novisiat, Junipero membaca
biografi para kudus Fransiskan. Santo yang hidupnya
paling menarik perhatiannya yaitu St Fransiskus
Solano, yang hidup dari
tahun 1549 hingga 1610.
Imam yang diutus sebagai
misionaris ke Amerika
Selatan ini baru saja
dimaklumkan sebagai
seorang santo pada tahun
1726 oleh Paus
Benediktus XIII.
Junipero
memutuskan, jika
memang kehendak Tuhan,
ia juga akan menjadi
seorang misionaris.
Junipero ditahbiskan sebagai imam pada tahun
1736. Ia menjadi seorang professor filsafat. sesudah
duapuluh tahun lamanya mengabdi dalam ordo,
kepadanya diberikan suatu kesempatan yang indah.
Para biarawan Fransiskan diminta untuk memberikan
diri secara sukarela demi daerah misi yang disebut
“Spanyol Baru” (Mexico dan California). Junipero dan
sahabat karibnya, Biarawan Francisco Palou,
menggabungkan diri dengan kelompok misionaris di
Cadiz, Spanyol, sebuah kota pelabuhan. Dari sana
479
mereka mengarungi Samudera Atlantik ke Vera
Cruz, Mexico. Mereka berlabuh pada tanggal 6
Desember 1749. Junipero dan biarawan lain
menempuh perjalanan sisanya dari Vera Cruz ke
Mexico City, yang jaraknya 240 mil, dengan berjalan
kaki. Mereka memulai perjalanan pada tanggal 15
Desember 1749 dan tiba pada tanggal 1 Januari
1750. Dari Mexico City, Junipero dan Francisco Palou
diutus untuk berkarya di antara suku Pame Indian di
daerah Misi Fransiskan Sierra Gorda. Sebagian
biarawan kemudian diutus ke daerah-daerah misi di
California Bawah. Junipero, Francisco dan
serombongan Fransiskan lainnya diminta untuk
mewartakan Injil kepada orang-orang pribumi di
California Atas. Junipero memulai Misi San Diego
pada tanggal 16 Juli 1769, saat ia berusia
limapuluh enam tahun. Misi itu merupakan suatu
undangan terbuka kepada warga yang
dikasihinya untuk datang dan berjumpa dengan
Yesus.
Perlahan-lahan mereka mulai mempercayai
para biarawan. Sebagian dari mereka memberi
dirinya dibaptis dan mulai mengamalkan iman
Kristiani. Pater Serra dan para biarawan mengasihi
dan melindungi umat mereka. Rantai emas misi-misi
baru pun tumbuh: Misi San Carlos di Monterey pada
tanggal 1 Juni 1770; Misi San Antonio de Padua pada
tanggal 14 Juli 1771; Misi San Gabriel Archangel
pada tanggal 8 September 1771; Misi San Luis
Obispo pada tanggal 1 September 1772; Misi San
Francisco de Asis pada tanggal 9 Oktober 1776; Misi
San Juan Capistrano pada tanggal 1 November
1776; Misi Santa Clara de Asis pada tanggal 12
Januari 1777; Misi San Buenaventura pada tanggal
31 Maret 1782. Dan pada akhirnya, enam ribu
pribumi dibaptis. Beato Junipero melakukan
480
perjalanan misinya yang terakhir di California Atas
dari akhir tahun 1783 hingga Juli 1784. Ia wafat
dalam damai di Misi San Carlos pada tanggal 28
Agustus 1784 dan dimakamkan di sana. Pada tahun
1988, Paus Yohanes Paulus II memaklumkan Pater
Junipero Serra sebagai “beato”. Perayaan Beato
Junipero Serra setiap tanggal 1 Juli.
“Sepanjang hidup, aku senantiasa rindu menjadi seorang
misionaris. Aku rindu menyampaikan pesan Injil kepada
mereka yang belum pernah mendengar tentang Tuhan
dan kerajaan yang telah Ia persiapkan bagi mereka.” ~
Beato Junipero
481
K
SANTO PAUS KALISTUS I († 222)
Paus hebat yang wafat sebagai martir ini
hidup pada awal abad ketiga. Dulunya ia seorang
budak belian muda di Roma yang terjerumus dalam
suatu masalah yang amat
serius. Tuannya, seorang
Kristen, memberinya
tanggung jawab untuk
mengelola sebuah bank.
Suatu saat , Kalistus
kehilangan uang yang
dititipkan kepadanya oleh
orang-orang Kristen
lainnya. sebab ketakutan,
Kalistus melarikan diri dari
Roma. Ia tertangkap
sesudah mencoba
482
meloloskan diri dengan menceburkan diri ke dalam
laut. Hukuman yang dijatuhkan kepadanya sungguh
sangat mengerikan: ia dirantai dan dihukum kerja
paksa di sebuah penggilingan.
Kalistus dibebaskan dari hukuman ini hanya
sebab para nasabahnya berharap bahwa ia dapat
mengembalikan sebagian dari uang mereka. namun ,
sekali lagi ia ditangkap. Kali ini sebab ia terlibat
dalam suatu perkelahian. Kalistus dikirim ke
pertambangan-pertambangan di Sardinia. saat
kaisar membebaskan semua tawanan Kristen yang
dihukum di pertambangan-pertambangan ini ,
Kalistus juga ikut dibebaskan. Sejak saat itu,
hidupnya mulai membaik.
Paus Santo Zephrinus mengenal serta
memberikan kepercayaan kepada budak yang baru
dibebaskan itu. Ia menugaskan Kalistus untuk
mengurus pemakaman umum umat Kristiani di
Roma. Sekarang pemakaman ini dinamai
sesuai namanya: Katakombe Santo Kalistus. Banyak
paus dimakamkan dalam katakombe ini .
Kalistus membuktikan bahwa dirinya pantas
mendapat kepercayaan dari Bapa Suci. Santo
Zephrinus tidak saja mentahbiskannya sebagai
seorang imam, namun juga menganggapnya sebagai
seorang sahabat sekaligus penasehat.
Kelak, Santo Kalistus sendiri menjadi seorang
paus. Sebagian orang mengeluh sebab ia terlalu
murah hati kepada orang-orang berdosa. Namun
demikian, paus yang kudus itu memutuskan bahwa
bahkan para pembunuh pun diperkenankan
menerima Komuni Kudus sesudah mereka bertobat
serta mengakukan dosa-dosa mereka. Paus hebat ini
selalu mempertahankan ajaran-ajaran Yesus yang
benar. Ia wafat pada tahun 222 dalam kemuliaan
seorang martir.
483
P: 14 Oktober
KAMELIA († 455)
yaitu perawan di Auxerre Perancis yang
menonjol sebab kebajikannya.
P: 3 Maret
KAMILA GENTILI († 1486)
Gadis ini hidup suci di San Severino Italia.
P: 18 Mei
SANTO KAMILLO (1550-1614)
Berasal dari Lellis Italia. Ia anak nakal dan
sesudah dewasa menjadi tentara di Venesia. Ia
gemar berjudi, sehingga berkali-kali jatuh miskin
dan menjadi pengemis. Kamillo dirawat dengan
syarat sedia bekerja di rumah sakit sebab kakinya
bernanah bertahun-tahun dan menjadi lumpuh.
Kemudian ia menjadi perawat, direktur rumah sakit
di Roma, imam dan pendiri ordo pertama yang
menggunakan ‘palang merah’ sebagai lambing usaha
perawatan orang-orang sakit. Pada suatu hari paus
mengunjungi rumah sakit, dimana Kamillo sedang
merawat. sebab tidak ganti pakaian, ia
dicela,namun ia menjawab: ‘Bila saya melayani
Kristus, saya tidak usah ganti pakaian untuk
menerima wakilNya.’ Kamillo dihormati sebagai
pelindung rumah sakit dan orang yang dalam
keadaan skratul maut.
L: palang merah; P: 14 Juli
KANADA (1642-1649)
484
Di perbatasan Kanada dan Amerika Serikat
terbentang beberapa danau besar. Salah satu di
antaranya disebut ‘Danau huron’. Di tepi danau itu
para misionaris Jesuit Perancis pada pertengahan
abad ke-17 merintis karya misi di antara suku Indian
Huron. Suku ini sering kejangkitan wabah pes,
menderita kelaparan dan mendapat serangan yang
bertubi-tubi dari suku Irokes. saat Pater Jean
Brebeuf (1593-1649) mengunjungi mereka untuk
keduakalinya, para dukun menghasut orang Indian
susaha membunuh pater ini. Akan namun Pater
Brebeuf sudah mencium maksud jahat ini. Maka ia
justru mengundang mereka untuk makan bersama.
Ia berterimakasih sebab mereka ingin segera
‘mengirimnya dengan cepat ke surga’. sebab
keberaniannya inilah, Pater Brebeuf tidak jadi
dibunuh. Malah akhirnya ia dibantu oleh suku Huron
membangun ‘Benteng Santa Maria’, gereja dan
rumah sakit. Pada bulan Maret 1649, Pater Brebeuf
bersama Pater Gabriel Lalement SJ (1649) ditangkap
oleh orang-orang Irokes yang sedang patroli. Mereka
dipukul dengan besi sampai pingsan dan kuku-kuku
jari mereka dicabut. Kedua pater ini berdoa dan
menguatkan orang-orang Huron yang ditangkap
bersama mereka, terutama tatkala mereka sedang
disiksa dengan kejam. saat salah seorang Irokes
mendengar kata-kata kedua imam itu, ia mengambil
secerek air yang telah mendidih dan
menuangkannya ke atas kepala pater Brebeuf sambil
mengolok-oloknya: “cepatlah ke surga! Sekarang
kamu telah saya baptis baik-baik.” Lalu seorang
Irokes lain mengambil obor dan membakar ketiak
para misionaris itu. sebab Pater Brebeuf terus-
menerus menegur para penyiksa susaha ingat akan
pengadilan ilahi, maka mereka malah beramai-ramai
memotong lidahnya, mengiris daging dari tubuhnya
485
dan memanggangnya lalu memakannya. Mereka
berteriak: “kami temanmu, sebab itu kami
menyiksamu susaha masuk surgamu!” saat pater
pingsan lagi, mereka mengambil jantungnya,
memakannya serta meminum darahnya susaha
menjadi seberani ‘Sang Jubah-Hitam’ itu.
Bulan Desember masih ditahun yang sama,
kepala Pater Charles Garnier SJ dipecahkan dengan
tomahawk (kampak perang orang Indian) tatkala ia
sedang membantu orang Huron yang mengalami
sakratul maut. Sebelumnya dada pater sudah
ditembus dua peluru. Dalam penyebaran karya misi
di antara orang-orang Huron ini Peter Antonine
Daniel SJ (1648) juga mati sebagai martir. Waktu
beranjak keluar gereja – ia baru saja memberikan
abolusi umum dalam gereja itu, - ia dihujani
beberapa anak panah Irokes. Dalam pengungsian di
pulau S. Josef, Pater Noel Chabanel SJ (1649)
dibunuh oleh seorang Huron murtad. Tidak jauh dari
tempat pembantaian para misionaris Huron – yang
kini dihormati sebagai tempat ziarah nasional
Midland, Ontario (Kanada) - ada pula tempat
ziarah Santa Maria di Auriesville, New York (AS). Di
tempat terakhir ini dihormati Pater Isak Joques SJ
bersama dua orang awam pembantu karya misi,
yaitu Rene Goupil dan Jean de la Lande. Di tempat
ini pula dilahirkan Santa Kateri Tekakwita, ‘bunga
kana suku Mohawk’.
Rene Goupil pernah menjadi novis Jesuit,
namun keluar sebab menderita tuli. Lalu ia menjadi
dokter dan sukarelawan awam di tanah misi. Ia
dibunuh oleh seorang Indian, sebab memberkati
anak-anak dengan tanda salib (1642). Dialah kawan
seperjuangan Pater Isak Joques SJ. Sewaktu
ditangkap, kuku-kuku mereka dicabut dan darah
yang mengucur dari jari mereka dihisap oleh
486
penyiksa Indian. Anak-anak menusuk-nusukkan
potongan kayu membara ke dalam daging mereka.
Pater Isak tidak langsung dibunuh, namun dipaksa
menjadi budak-belian selama 13 bulan. Akhirnya ia
berhasil melarikan diri. Melalui New York ia pulang
ke Perancis dan – setengah tahun kemudian –
kembali Ke Kanada. Meskipun jarinya dirusakkan
sehingga tidak sanggup memegang piala, namun
paus memberinya ijin khusus tetap boleh merayakan
misa. Sebab, ‘seorang martir Kristus tidak boleh
dihalangi meminu Darah Mulia Jesus’. Bulan
September 1646 Pater Isak bersama Jean de la
Lande bertolak lagi ke tempat penyiksaan mereka
beberapa tahun lalu. Kini sudah diadakan perjanjian
perdamaian. Akan namun waktu mendekati gubuk
Indian, mereka dipukul dengan pentung. Sementara
itu daging mereka dipotong-potong lalu dimakan.
Walaupun para Mohawk sudah menjanjikan
perdamaian, tetap saja Pater Isak dibunuh (1646)
dengan tomahawk tatkala sedang diantar ke tenda
pertemuan. Hari berikutnya Jean menjalani nasib
yang sama. Mereka menjadi korban takhayul suku
Indian, yang menayangka bahwa penyakit tanaman
mereka disebabkan oleh misionaris itu. Pater Isak
Joques yaitu imam Katolik pertama yang masuk
Amsterdam Baru (kini New York). Dialah yang
menemukan ‘danau George’ dan orang pertama
yang melayari seluruh sungai Hudson. Pada tahun
1939 Negara Bagian New York mendirikan patung
besar di tepi danau George untuk menghormati Isak
Joques. Pesta kedelapan martir Kanada
KANAK-KANAK SUCI
saat Yesus dilahirkan di Betlehem, Para
Majus datang dari timur untuk menyembah-Nya.
487
Sebagian berpendapat bahwa mereka yaitu para
raja, sebagian lagi berpendapat bahwa mereka
yaitu para ahli bintang. Para Majus itu menghadap
Herodes, sang raja, untuk mencari raja orang Yahudi
yang baru dilahirkan, yaitu sang Juruselamat.
Herodes yaitu seorang penguasa yang licik serta
kejam. saat didengarnya Para Majus itu berbicara
tentang seorang raja yang baru dilahirkan, ia mulai
khawatir akan kehilangan tahtanya. namun , ia tidak
membiarkan para Majus itu mengetahui apa yang
sedang dipikirkannya.
Ia memanggil para imam besar serta
menanyakan kepada mereka di manakah menurut
Kitab Suci sang
Mesias akan
dilahirkan. Para
imam menjawab:
Betlehem. “Pergi
dan selidikilah
dengan seksama
hal-hal mengenai
Anak itu,”
demikian kata raja
yang licik itu
kepada para
Majus. “Segera
sesudah kamu
menemukan Dia, kabarkanlah kepadaku susaha
akupun datang menyembah Dia.” Para Majus
melanjutkan perjalanan mereka. Mereka
menemukan Yesus, Sang Mesias, bersama dengan
Maria dan Yusuf. Mereka menyembah Dia serta
menyampaikan persembahan mereka. Sementara
itu, mereka diperingatkan dalam mimpi untuk tidak
kembali kepada Herodes. Dan seorang malaikat
datang memberitahu St. Yusuf untuk membawa
488
Maria serta Bayi Yesus ke Mesir. Dengan demikian,
Tuhan menggagalkan rencana pembunuhan Herodes
terhadap Putera Allah.
saat Herodes sadar bahwa Para Majus tidak
kembali kepadanya, ia menjadi amat marah. Ia
seorang yang jahat dan bengis, dan kini rasa
khawatir akan kehilangan tahtanya menjadikan
kemarahannya semakin hebat. Ia menyuruh para
prajuritnya untuk membunuh semua bayi laki-laki di
Betlehem dengan harapan Mesias juga akan mati
terbunuh. Para prajurit melaksanakan perintah yang
memicu banjir darah itu. Suatu kepedihan
yang dahsyat meliputi kota kecil Betlehem,
sementara para ibu menangisi bayi-bayi mereka
yang mati terbunuh. Kanak-kanak kecil itu oleh
Gereja dihormati sebagai martir. Gereja menyebut
mereka sebagai Kanak-kanak Suci.
KANDIDA († 302)
Dikubur hidup-hidup bersama ibunya Santa
Paulina dan ayahnya, yaitu Santo Artemius, yang
menjabat penjaga penjara di Roma dan dibaptis oleh
Santo Marcelinus.
A: Kandida = yang putih bersih (L); P: 6 Juni
KANUT IV (1040-1086)
yaitu raja Denmark yang dibunuh oleh
putra pemberontak di dalam gereja sebab tegas-
tegas berusaha memperbaharui hidup gerejani.
P: 10 Juli
KARDAG († 359)
489
Jenderal Persia ini dirajam sampai mati
sebab menjadi Kristen.
P: Jumat ke-7 sesudah Pantekosta
KARITAS († 120)
yaitu gadis berumur sembilan tahun yang
mati sebagai saksi iman di Roma
A: cinta; P: 1 Agustus
KARLOMAN (707-755)
Raja Perancis ini mengembalikan harta
Gereja yang dirampas oleh ayahnya, yaitu Raja Karl
Martil yang memukul mundur tentara Arab (731).
Ia menyerahkan tahta kerajaan kepada adiknya dan
kemudian menjadi gembala dalam biara
Montecassino Italia.
P: 17 Agustus
KARMELITES dari COMPIEGNE (1794)
Enambelas suster yang berusia antara 23
sampai 80 tahun dipenggal di Paris, saat sedang
menyanyikan ‘Salve Regina’ dan ‘Veni Creator
Spiritus.’ Mereka mempersembahkan hidup dengan
tulus, susaha Tuhan membebaskan Perancis dari
terror para Jakobin. Tidak sampai sebulan sesudah
korban mereka diterima Tuhan, kekuasaan Jakobin
runtuh.
P: 17 Juli
KAROLUS AGUNG (724-814)
Negarawan dan kaisar Franken ini gigih
membela kepausan. Sebagai ahli perang ia berhasil
490
menyatukan hampir seluruh Eropa Barat dan Tengah
di bawah pemerintahannya. Karolus Agung
memajukan banyak biara Benediktin dan sekolah
katedral serta mendirikan keuskupan-keuskupan. Ia
menarik para ilmuwan ke istana dan memberikan
semangat kepada para seniman. Hidup pribadinya
tidak begitu mulus, namun ia dihormati sebagai
santo di keuskupan Aachen Jerman.
A: jantan; P: 28 Januari
SANTO KAROLUS BORROMEUS (1538-3
November 1584)
Karolus hidup pada abad keenambelas. Ia
yaitu putera seorang bangsawan Italia yang kaya.
Sama seperti
para pemuda
kaya lainnya, ia
bersekolah di
Universitas Pavia.
namun , tidak
seperti
kebanyakan dari
mereka, ia tidak
ikut serta dalam
kegiatan-kegiatan
yang
mengundang
dosa. Karolus
terkesan sebagai murid yang lamban sebab ia tidak
dapat berbicara dengan lancar, namun sungguh ia
memperoleh kemajuan yang menggembirakan.
Usianya baru dua puluh tiga tahun saat
pamannya, Paus Pius IV, menyerahkan banyak tugas
penting kepadanya. Karolus berhasil menyelesaikan
tugas-tugas yang dibebankan kepadanya dengan
491
baik. Namun demikian, ia senantiasa cemas kalau-
kalau ia semakin jauh dari Tuhan sebab banyaknya
godaan di sekelilingnya. Oleh sebab itulah, ia
berlatih menyangkal diri terhadap segala
kesenangan dan senantiasa berusaha untuk rendah
hati serta sabar. Sebagai seorang imam, dan
kemudian Uskup Agung Milan, St. Karolus menjadi
teladan bagi umatnya. Ia menyumbangkan sejumlah
besar uang kepada kaum miskin. Ia sendiri hanya
memiliki sehelai jubah lusuh berwarna hitam. namun ,
di hadapan umum, ia berpakaian seperti layaknya
seorang kardinal. Ia ambil bagian dalam upacara-
upacara Gereja dengan penuh hormat dan wibawa.
Penduduk kota Milan memiliki banyak
kebiasaan buruk, mereka juga percaya takhayul.
Dengan peraturan-peraturan yang bijakasana,
dengan kelemahlembutan dan kasih sayang, serta
dengan teladan hidupnya sendiri yang
mengagumkan, St. Karolus menjadikan
keuskupannya teladan bagi pembaharuan gereja
seluruhnya. Ia tidak pernah dapat berbicara dengan
lancar - umat hampir-hampir tidak dapat
mendengarkannya - namun demikian kata-kata yang
diucapkannya menghasilkan perubahan.
saat suatu wabah ganas menyerang dan
mengakibatkan banyak kematian di Milan, Kardinal
Borromeus tidak memikirkan hal lain kecuali
merawat umatnya. Ia berdoa dan bermatiraga. Ia
membentuk kelompok-kelompok umat yang
membantunya membagikan makanan bagi mereka
yang kelaparan. Ia bahkan mendirikan altar di jalan-
jalan agar orang-orang yang sakit itu dapat ikut
ambil bagian dalam Perayaan Ekaristi lewat jendela
rumah mereka. Orang besar ini tidak pernah terlalu
sibuk untuk menolong rakyat sederhana. Suatu
saat ia menghabiskan waktunya untuk menemani
492
seorang bocah penggembala hingga bocah ini
dapat berdoa Bapa Kami dan Salam Maria.
Menjelang ajalnya, pada usia empatpuluh enam
tahun, St. Karolus dengan tenang dan damai
berkata, “Lihat, aku datang!” Santo Karolus
Borromeus wafat pada tanggal 3 November 1584
dan dinyatakan kudus oleh Paus Paulus V pada
tahun 1610.
Karolus Borromeus (1538-1584), uskup dan
cardinal; lahir dekat danau Maggiore dan
meninggal di Milano Italia. L: seorang cardinal
dengan tali pada lehernya, yaitu tanda bertobat;
P: 4 Nopember
SANTO KAROLUS LWANGA, dkk († 3 Juni
1886)
Kekristenan masih merupakan hal baru di
Uganda, Afrika, saat suatu misi Katolik dimulai di
sana pada tahun
1879. Para imam
yang diutus yaitu
para imam
Misionaris Afrika.
sebab jubah
mereka yang putih,
mereka lebih
dikenal dengan
sebutan “Imam-
imam Putih”. Raja
Mwanga tidak
mengerti apa itu
Kristen. namun , ia
menjadi amat marah saat seorang Katolik, Yosef
Mkasa, menasehatinya untuk memperbaiki cara
hidupnya. Raja kemudian membunuh sekelompok
493
orang Kristen dan Uskup Anglikan mereka. Raja
Mwanga juga terlibat dalam kehidupan homoseksual.
Ia terutama tertarik pada para pemuda pelayan
istana. Murka raja Mwanga berubah menjadi rasa
benci dan dendam terhadap Yosef Mkasa dan
agamanya. Segelintir pejabat istana yang ambisius
mengobarkan murka raja dengan dusta mereka.
Yosef Mkasa dihukum penggal pada tanggal 18
November 1885. Penganiayaan pun dimulailah.
Seratus orang terbunuh, dua puluh dua di antaranya
kelak dinyatakan kudus.
Dengan wafatnya Yosef Mkasa, Karolus
Lwanga menjadi pemimpin guru agama dari para
pelayan istana yang beragama Katolik. Pada tanggal
26 Mei 1886, raja mendapati bahwa sebagian dari
para pelayannya telah menjadi Katolik. Ia
memanggil Denis Sebuggwawo. Ia bertanya apakah
Denis mengajarkan agama kepada pelayan-pelayan
istana yang lain. Denis menjawab ya. Raja segera
menyambar pedangnya lalu menusukkannya dengan
keji ke tenggorokan pemuda itu. Kemudian, raja
menyerukan bahwa tidak seorang pun diijinkan
meninggalkan istana. Genderang perang ditabuh
sepanjang malam. Dalam suatu ruangan
tersembunyi, Karolus Lwanga secara sembunyi-
sembunyi membaptis empat pelayan istana. Seorang
di antaranya yaitu St. Kizito, seorang remaja
periang serta murah hati yang baru berumur tiga
belas tahun. Dialah yang paling muda dalam
kelompok mereka. St. Karolus Lwanga telah
seringkali menyelamatkan Kizito dari nafsu jahat
raja.
Sebagian besar dari keduapuluh dua martir
Uganda yang telah dinyatakan kudus itu, wafat
dimartir pada tanggal 3 Juni 1886. Mereka dipaksa
berjalan tiga puluh tujuh mil jauhnya (± 60 km)

