Kisah santa santo 4


 Banyak.  Dalam  hati  Bonifasius 

memutuskan  bahwa  kelak, 

jika  telah dewasa, ia pun 

akan seperti mereka. saat  

masih  muda,  ia  belajar  di 

sebuah  sekolah  biara. 

Beberapa  tahun  kemudian, 

ia  menjadi  seorang  guru 

yang  populer.  saat  

ditahbiskan sebagai seorang 

imam,  ia  menjadi  seorang 

pengkhotbah  yang  ulung 

sebab  ia  begitu  penuh 

semangat.   

Bonifasius ingin agar 

semua orang memiliki  

kesempatan untuk 

mengenal serta mengasihi Yesus dan Gereja-Nya. Ia 

menjadi seorang misionaris di bagian barat Jerman. 

Paus St. Gregorius II memberkatinya serta 

mengutusnya dalam misi ini . Bonifasius 

berkhotbah dan berhasil dengan gemilang. Ia 

seorang yang lemah lembut serta baik hati. Ia juga 

seorang yang amat pemberani. Suatu saat , guna 

membuktikan bahwa berhala-berhala kafir itu tidak 

benar, ia melakukan sesuatu yang sangat berani. 

yaitu  suatu pohon oak yang sangat besar yang 

disebut “Oak Thor”. Orang-orang kafir percaya 

bahwa pohon itu pohon keramat bagi para dewa 

mereka. Di hadapan orang banyak, Bonifasius 

menebas pohon itu beberapa kali dengan sebuah 

kampak. Pohon besar itu pun tumbang. Orang-orang 

kafir menjadi sadar bahwa dewa-dewa mereka itu 

tidak ada saat  tidak suatu pun terjadi atas 

Bonifasius. 

Di mana saja Bonifasius berkhotbah, orang-

orang bertobat diterima dalam pangkuan Gereja. 

Sepanjang hidupnya, ia mempertobatkan sejumlah 

besar orang. Sebagai ganti patung-patung berhala, 

Bonifasius mendirikan gereja-gereja dan biara-biara. 

Pada tahun 732, Bapa Suci yang baru, St. 

Gregorius III mentahbiskan Bonifasius sebagai 

Uskup Agung dan memberinya daerah misi baru. 

Daerah itu yaitu  Bavaria, yang sekarang 

merupakan wilayah negara Jerman. Bersama rekan-

rekannya, Bonifasius pergi untuk mengajarkan iman 

yang benar kepada penduduk di sana. Di Bavaria, 

uskup yang kudus ini berhasil dengan gemilang pula. 

Kemudian, suatu hari, Bonifasius sedang 

mempersiapkan penguatan bagi beberapa orang 

yang bertobat. Sekelompok prajurit yang ganas 

menyerang mereka. Bonifasius tidak mengijinkan 

para pengikutnya berkelahi melawan mereka. 

“Tuhan kita menghendaki agar kita membalas 

kejahatan dengan kebaikan,” katanya. “Telah tibalah 

hari yang telah lama kunanti-nantikan. Percayalah 

kepada Tuhan dan Ia akan menyelamatkan kita.” 

Orang-orang barbar itu pun menyerang dan 

Bonifasius yaitu  orang pertama yang terbunuh. Ia 

wafat sebagai martir pada tanggal 5 Juni 754. St. 

Bonifasius dimakamkan di sebuah biara terkenal 

yang didirikannya di Fulda, Jerman, seperti yang 

diinginkannya.

Bonifasius (Winfrid), uskup misionaris dan 

martir. Lahir di Inggris tahun 675 dan wafat di 

Jerman tahun 775. A: yang berbuat baik; L: 

seorang uskup dengan Alkitab yang ditusuk 

pedang; P: 5 Juni

“Marilah  kita  berdiri  tegak  mempertahankan  kebenaran 

dan  mempersiapkan  jiwa-jiwa  kita  menghadapi  

pengadilan…  hendaknya  kita  tidak  menjadi  anjing  yang 

tidak menggonggong atau penonton yang diam membisu 

atau pun gembala upahan yang melarikan diri menghadapi 

serigala.” ~ Santo Bonifasius

BORIS dari BULGARIA († 709)

yaitu  raja pertama Bulgaria yang menganut 

agama Kristen dan giat menyebarkan Injil. Sembilan 

Tahun sebelum kematiannya ia turun tahta dan 

menjadi biarawan. Boris dihornati sebagai santo 

nasional Bulgaria.

P: 2 Mei

SANTO BORIS dan SANTO GLEB († 1015)

Kedua bersaudara ini dilahirkan di 

penghujung abad kesepuluh. Mereka yaitu  putera-

putera Santo Vladimir dari 

Kiev, pangeran Kristen 

pertama di Rusia. Ayah 

mereka memiliki  banyak 

isteri sebelum menjadi 

Kristen. Sesudah memeluk 

agama Kristen, Vladimir 

hidup sebagaimana 

diajarkan Yesus dalam Injil. 

Boris dan Gleb yaitu  

putera-putera Vladimir dari 

isterinya yang seorang 

Kristen bernama Anna. 

Mereka semua yaitu  orang-orang Kristen yang 

saleh. 

Dalam usaha  mendapatkan kekuasaan yang 

terlebih besar sesudah  Raja Vladimir wafat, putera 

sulungnya menyusun rencana untuk membunuh 

Boris dan Gleb. Boris diperingatkan mengenai hal ini 

sewaktu ia kembali bersama pasukannya dari suatu 

pertempuran melawan suku-suku pengembara. Para 

prajurit serta-merta bersiap untuk membela Boris 

dari saudara sulungnya, namun  Boris melarang. 

“yaitu  lebih baik jika aku saja yang mati,” katanya, 

“dibandingkan  banyak orang harus mati.” Maka, ia 

menyuruh para prajuritnya pergi sementara ia duduk 

sendirian menanti. Sepanjang malam ia 

merenungkan para martir yang tewas dibunuh oleh 

kerabat dekatnya sendiri. Ia merenungkan betapa 

kosong jadinya hidup ini jika kita mengutamakan 

hal-hal duniawi. Yang utama, menurut pendapatnya, 

yaitu  perbuatan-perbuatan baik, kasih sejati dan 

iman yang benar. saat  pagi tiba, para pembunuh 

yang disewa kakaknya tiba dan mulai menyerangnya 

dengan tombak. Boris tidak melawan, hanya 

menyerukan damai kepada mereka.

St Gleb dibunuh tak lama sesudahnya. 

Saudara sulungnya yang keji mengundang Gleb 

datang ke istana untuk suatu kunjungan 

persaudaraan. Saat menyeberangi sungai, perahu 

Gleb diserang oleh orang-orang bersenjata yang 

garang. Pada mulanya, Gleb ketakutan dan 

memohon pada mereka agar jangan membunuhnya. 

Namun demikian, ia tak hendak mempertahankan 

diri dengan kekerasan, bahkan saat  ia melihat 

bahwa mereka bertekad membunuhnya. Malahan, St 

Gleb dengan tenang mempersiapkan diri untuk mati. 

“Aku dibunuh,” katanya, “untuk suatu alasan yang 

tidak aku ketahui. namun  Engkau mengetahuinya, ya 

Tuhan. Dan aku tahu Engkau bersabda, demi nama-

Mu saudara akan bangkit membunuh saudaranya.” 

Hanya beberapa tahun sesudah  wafat mereka, 

warga  Rusia mulai pergi berziarah ke makam 

kedua bersaudara ini. Mukjizat-mukjizat terjadi. St 

Boris dan St Gleb disebut martir sebab mereka 

menerima kematian seperti Kristus, yakni tanpa 

mempertahankan diri dengan kekerasan. Mereka 

wafat pada tahun 1015. Pada tahun 1724, Paus 

Benediktus XIV memaklumkan mereka sebagai 

santo. Perayaannya setiap tanggal 24 Juli.

SANTO BOTVID († 1100)

Botvid dilahirkan di Swedia. Ia hidup di 

penghujung abad kesebelas. Pemuda ini dibesarkan 

sebagai seorang kafir. namun  

saat  ia pergi ke Inggris, ia 

menjadi seorang Kristiani. Meski 

bukan seorang imam, Botvid 

merasakan suatu kerinduan yang 

berkobar untuk mewartakan pesan 

Injil. Ia rindu membagikan 

kekristenannya kepada orang-

orang setanah air. Ia akan menjadi 

seorang misionaris awam.

sebab  alasan ini, St Botvid 

kembali ke Swedia untuk bekerja 

bagi Tuhan di sana. namun  ia 

bahkan tidak merasa puas dengan 

itu. Ia rindu Injil diwartakan di Finlandia juga. 

sebab nya, ia membeli seorang budak Finlandia dan 

mengajarinya agama Katolik. Kemudian ia 

membebaskan sang budak untuk kembali ke negeri 

asalnya dan mewartakan Injil di sana. namun  budak 

itu membalas kebaikan St Botvid dengan tindakan 

tak tahu terima kasih yang amat keji. St Botvid 

berangkat dengan sebuah kapal untuk 

mengantarkannya menyeberangi Lautan Baltik ke 

Finlandia. saat  mereka berlabuh dan St Botvid 

sedang tidur, budak yang jahat itu membunuh 

Botvid dan melarikan diri dengan kapal. saat  orang 

kudus itu tak kunjung kembali, para sahabat 

mencari hingga menemukan jasadnya. Santo Botvid 

wafat pada tahun 1100. St Botvid dihormati sebagai 

seorang martir cinta kasih dan sebagai salah 

seorang rasul Swedia. Santo Botvid diperingati 

setiap tanggal 28 Juli.

SANTA BRIGITA dari IRLANDIA († 525)

Hanya beberapa tahun sesudah kedatangan 

St Patrick di Irlandia, seorang bayi mungil dilahirkan 

dan dinamai Brigita. 

Ayahnya seorang 

bangsawan Irlandia 

bernama Dubthac dan 

ibunya bernama Brocca. 

Semakin kanak-kanak ini 

bertambah besar, semakin 

besar pula kasihnya kepada 

Yesus. Ia mencari Yesus 

dalam diri orang-orang 

miskin dan seringkali 

membawakan makanan dan 

pakaian bagi mereka. Konon 

suatu hari ia membagi-

bagikan segentong penuh susu. Lalu, ia mulai cemas 

akan apa yang akan dikatakan ibunya. Ia berdoa 

kepada Tuhan untuk mengganti apa yang telah 

dibagi-bagikannya. saat  tiba di rumah, gentong 

telah penuh kembali dengan susu!

Brigita seorang gadis yang cantik jelita. 

Ayahnya beranggapan bahwa sudah tiba waktunya 

bagi Brigita untuk menikah. Akan namun , Brigita 

telah berbulat hati untuk mempersembahkan diri 

sepenuhnya kepada Tuhan. Ia tak hendak menikah 

dengan siapapun. saat  mengetahui bahwa para 

pemuda tertarik kepadanya sebab kecantikannya, ia 

memanjatkan suatu permohonan yang aneh kepada 

Tuhan. Ia mohon agar kecantikan wajahnya diambil 

darinya. Tuhan mengabulkan permohonannya. 

Melihat bahwa puterinya tak lagi cantik, dengan rela 

hati ayahnya menyetujui saat  Brigita minta 

diijinkan menjadi seorang biarawati.

Sang gadis mengikuti panggilan hidup 

religiusnya. Ia bahkan memulai suatu biara agar 

para gadis yang lain dapat menjadi biarawati juga. 

sesudah  ia mengkonsekrasikan hidupnya kepada 

Tuhan dalam biara, suatu mukjizat terjadi. Brigita 

menjadi cantik kembali! Ia mengingatkan orang 

akan Santa Perawan sebab ia begitu lemah lembut 

dan baik hati. Sebagian orang menyebutnya “Maria 

dari Irlandia”. St Brigita wafat pada tahun 525.

SANTA BRIGITTA dari SWEDIA (1303-23 

Juli 1373)

Brigitta dilahirkan di Swedia pada tahun 

1303. Sejak  kanak-kanak, ia memiliki devosi yang 

kuat kepada Sengsara Yesus. saat  usianya sepuluh 

tahun, tampak olehnya Yesus di salib dan ia 

mendengar Yesus berkata, “Pandanglah aku, puteri-

Ku.” 

“Siapakah yang memperlakukan Engkau seperti ini?” 

tangis  Brigitta kecil.  “Mereka yang melecehkan Aku 

dan menolak kasih-Ku untuk mereka,” jawab Yesus.

Sejak itu Brigitta berusaha  untuk mencegah 

orang menghina dan menyakiti hati Yesus. saat  

usianya empatbelas tahun, Brigitta dinikahkan 

dengan Ulf yang berusia delapan belas tahun. 

Sama seperti Brigitta, Ulf juga memiliki semangat 

untuk melayani Tuhan. Pasangan ini  memiliki 

delapan orang anak, salah 

seorang di antaranya yaitu  

St. Katarina dari Swedia. 

Brigitta dan Ulf  bekerja 

dalam istana kerajaan 

Swedia. Brigitta yaitu  

pengiring ratu. Brigitta 

berusaha membantu Raja 

Magnus dan Ratu Blanche 

untuk hidup lebih baik, 

walaupun pada umumnya 

mereka tidak 

mendengarkan nasehatnya.

Sepanjang hidupnya, 

Brigitta mendapat anugerah 

penampakan-penampakan 

yang luar biasa dan pesan-

pesan khusus dari Tuhan. sebab  ketaatannya 

kepada Tuhan, Brigitta menemui banyak pemimpin 

serta orang-orang penting di Gereja. Dengan rendah 

hati dijelaskannya apa yang Tuhan kehendaki dari 

mereka. sesudah  suaminya meninggal dunia, Brigitta 

menanggalkan semua pakaian mewahnya. Ia hidup 

sebagai seorang biarawati yang miskin. Di kemudian 

hari, Brigitta membentuk Ordo Sang Penebus yang 

juga dikenal sebagai Ordo Brigittin. Ia masih tetap 

melakukan segala kesibukannya, bepergian ke 

berbagai tempat untuk melakukan perbuatan baik. 

Dan melalui segala aktivitasnya itu, Yesus terus 

mengungkapkan banyak rahasia kepadanya. 

Semuanya itu diterima Brigitta tanpa sedikit pun 

rasa bangga atau menyombongkan diri.

Menjelang akhir hidupnya, Brigitta berziarah 

ke Tanah Suci. Di tempat-tempat ziarah di sana, ia 

mendapat penampakan-penampakan tentang apa 

yang telah Yesus katakan dan lakukan di tempat-

tempat itu. Semua wahyu yang disampaikan kepada 

Brigitta tentang Sengsara Yesus diterbitkan sesudah  

kematiannya. St. Brigitta wafat di Roma pada 

tanggal 23 Juli 1373. Ia dinyatakan santa oleh Paus 

Bonifasius IX pada tahun 1391.

BRUNO (925-965)

Uskup Agung Koln dan anak Ratu Santa 

Matilda yang terkenal sebagai promoter ilmu dan 

tata tertib gerejani serta negarawan besar.

P: 11 Oktober

SANTO BRUNO (1030-1101)

Bruno dilahirkan di Koln sekitar tahun 1030. 

Pendiri Ordo Para Biarawan Kartusian ini pada 

mulanya sama sekali bukanlah seorang pertapa. 

Selama delapan belas tahun ia yaitu  seorang 

profesor teologi di tanah kelahirannya, Perancis. Ia 

berusaha  sekuat tenaga membawa para muridnya 

semakin dekat dengan Tuhan. Kemudian, kepadanya 

diberikan suatu kedudukan penting di Keuskupan 

Rheims.

Bruno tidak terkesan dengan kehormatan pun 

tidak takut memikul tanggung jawab. Ia menjadi 

sadar bahwa hatinya merindukan kesendirian 

bersama Yesus. St Hugo dari Grenoble memberikan 

kepada Bruno dan teman-temannya sebidang tanah 

di gurun yang tersembunyi yang disebut Chartreuse. 

Mereka mendirikan sebuah kapel dan gubug-gubug 

kecil sebagai tempat tinggal. Inilah awal mula Ordo 

Kartusian. Mereka sangat bahagia di sana, bekerja di 

ladang, berpuasa dan berdoa, tersembunyi dalam 

Tuhan.

Akan namun , enam tahun kemudian Paus 

Urbanus II, salah seorang mantan murid Bruno, 

meminta suatu pengorbanan besar darinya. Bapa 

Suci memintanya datang ke Roma untuk menjadi 

penasihat beliau. Hal ini amat menyedihkan hati 

santo kita, namun  ia taat. Ia mempercayakan 

tanggung jawab di Chartreuse kepada salah seorang 

biarawan. Bruno melayani Paus Urbanus II dengan 

sebaik-baiknya. Kemudian, akhirnya ia 

diperkenankan untuk menjalani hidup biarawan 

kembali dekat Roma. Jadi, dengan pengikut-

pengikut baru, Bruno memulai segala sesuatunya 

lagi di Calabria, Italia.

Seperti kita ketahui dari surat-suratnya, St 

Bruno senantiasa seorang yang gembira dan giat. Ia 

tak hendak melihat seorang muridnya pun bersedih 

hati. Ia menggambarkan kehidupan mereka yang 

keras dengan ungkapan-ungkapan yang 

menyenangkan. Bruno bahkan mendesak seorang 

sahabat untuk datang melihatnya sendiri. St Bruno 

wafat pada tahun 1101. Ordonya berlanjut hingga 

kini. Ordo Kartusian yaitu  satu-satunya ordo 

religius dalam Gereja yang tidak pernah perlu 

direformasi. Para pengikut St Bruno senantiasa 

memelihara semangat kasih dan pengorbanan diri  

pendirinya.

Bruno, pendiri ordo Kartusian, lahir di Koln 

1033 dan wafat di biara Kalabria Italia 1101; L: 

maket gereja; P: 6 Oktober


C

SANTO CAESARIUS dari NAZIANZEN († 

369)

Caesarius hidup pada abad keempat di 

wilayah yang sekarang disebut Turki. Ayahnya 

yaitu  Uskup Nazianzen. Pada waktu itu uskup dan 

imam boleh menikah. Saudara Caesarius yaitu  St 

Gregorius dari Nazianzen, sahabat karib St Basilius. 

Di samping seorang santo, Gregorius yaitu  seorang 

penulis penting dari Gereja awali. artikel -artikel nya 

masih dibaca hingga sekarang.

Keduanya, Caesarius dan Gregorius, 

mengenyam pendidikan yang baik. Gregorius 

bercita-cita menjadi seorang imam; Caesarius 

bercita-cita menjadi seorang dokter. Keduanya pergi 

ke sekolah yang akan membantu mereka mencapai 

cita-cita.

Caesarius menamatkan pendidikan di bidang 

kedokteran di Konstantinopel. Segera ia menjadi 

seorang dokter ternama dan terpercaya. 

Sesungguhnya, Kaisar Konstantius yang tinggal di 

Kontantinopel, menghendaki Caesarius menjadi 

dokter pribadinya. Caesarius berterima kasih kepada 

kaisar, namun  secara halus menolak. Ia ingin kmbali 

ke Nazianzen, kota kelahirannya.

Akan namun , beberapa waktu kemudian, 

Caesarius dipanggil kembali untuk melayani kaisar di 

Konstantinopel. Pada waktu itu yaitu  seorang yang 

dikenal dalam sejarah sebagai Julian si murtad. 

Seorang yang murtad yaitu  seorang yang 

mengingkari iman Kristennya. Orang ini mengemban 

perintah resmi melawan kekristenan. Meski begitu, 

ia bermaksud membebaskan Caesarius dari 

hukuman, sebab Caesarius yaitu  seorang dokter 

yang amat cakap. Kepada Caesarius ditawarkan 

kedudukan, harta dan hak-hak istimewa. Ayah 

maupun saudara Caesarius menasehatinya untuk 

menolak segala tawaran. Mereka menyarankannya 

untuk pulang ke rumah dan membuka praktek 

dokter.

Pada tahun 368, Caesarius nyaris tewas 

dalam suatu gempa bumi. Ia berhasil lolos tanpa 

cedera, namun  amat terguncang oleh kejadian itu. Ia 

merasa Tuhan mengatakan kepadanya untuk 

menempuh hidup dalam doa jauh dari keruwetan 

hidup di istana. Caesarius membagi-bagikan harta 

miliknya kepada kaum miskin. Ia mulai menempuh 

hidup dalam doa dan keheningan. Santo Caesarius 

wafat tak lama kemudian pada tahun 369. Homili  

dalam Misa Pemakamannya disampaikan oleh 

saudaranya, St Gregorius.

SANTO PAUS CAIUS († 296) dan SANTO 

PAUS SOTER († 174)

Santo Soter yaitu  seorang paus di masa 

silam pada masa pemerintahan kaisar-kaisar 

Romawi. Ia yaitu  seorang bapa sejati bagi segenap 

umat Kristiani. Ia memberikan banyak pertolongan 

kepada mereka yang miskin. Ia memberikan 

perhatian istimewa kepada mereka yang dijatuhi 

hukuman kerja paksa di pertambangan-

pertambangan berbahaya. Mereka dikirimkan ke 

sana sebab mereka tak hendak menyangkal iman 

kepada Yesus. Orang-orang Kristen yang gagah 

berani ini senantiasa kelaparan. Mereka juga hanya 

diijinkan untuk beristirahat sebentar saja. Orang-

orang Kristen lainnya dibelenggu dalam penjara-

penjara. Paus Soter melakukan segala yang mungkin 

dapat ia lakukan demi menghibur dan menolong 

mereka.

St Soter juga membantu umat Kristen yang 

jauh dari Roma. Paus yang kudus ini sungguh 

seorang pengkhotbah 

yang ulung. Segenap 

umat Kristiani senang 

mendengarkannya 

menjelaskan iman. Ia 

berbicara dengan kasih 

yang begitu rupa. Ia 

mengilhami mereka 

untuk dengan gagah 

berani mati demi Yesus 

dibandingkan  

mempersembahkan 

kurban kepada berhala-

berhala. St. Soter sendiri  

menyerahkan nyawa 

demi Yesus pada tahun 

174 sesudah  melewatkan 

masa pontifikat selama 

sepuluh tahun.

St. Caius yaitu  seorang paus sekitar seratus 

tahun sesudahnya. Ia juga hidup pada masa 

penganiayaan. Paus Caius melakukan segala daya 

usaha  yang dapat dilakukannya demi 

mempersiapkan umat untuk senantiasa berpegang 

pada iman meski harus berkorban. Agar dapat lebih 

menolong umatnya, Caius hidup delapan tahun 

lamanya dalam ruang-ruang bawah tanah yang 

disebut katakomba. Katakomba yaitu  makam-

makam di mana umat Kristiani biasa berkumpul 

secara sembunyi-sembunyi untuk berdoa dan 

menyambut sakramen-sakramen. Inilah tempat 

persembunyian mereka dari para prajurit kafir yang 

kejam. Umat Kristen tahu bahwa mereka akan 

dibunuh jika tertangkap. St Caius melewatkan masa 

pontifikat selama duabelas tahun. Kemudian, ia pun 

wafat sebagai martir pada tahun 296.

SANTO CANUTE († 10 Juli 1086)

Santo Canute yaitu  seorang raja Denmark 

yang kuat dan bijak. Ia hidup pada abad kesebelas. 

Canute seorang atlit yang hebat, seorang 

penunggang kuda yang cakap, dan seorang jenderal 

yang mengagumkan.

Di 

awal masa 

pemerintahannya, ia memimpin sebuah peperangan 

melawan bangsa barbar yang mengancam hendak 

mengambil alih kekuasaan. Raja Canute dan bala 

tentaranya berhasil mengalahkan mereka. Raja 

begitu mencintai iman Kristiani hingga ia 

memperkenalkannya kepada orang-orang yang 

belum pernah mendengar mengenai kekristenan. 

Santo Canute berlutut dalam gereja di kaki altar dan 

mempersembahkan mahkotanya kepada Raja segala 

raja, Yesus. Raja Canute seorang yang amat murah 

hati dan lemah lembut kepada rakyatnya. Ia 

berusaha  membantu mereka mengatasi masalah-

masalah mereka. Di atas segalanya, ia ingin 

membantu mereka menjadi pengikut Yesus yang 

sejati. Akan namun , pecah suatu pemberontakan 

dalam kerajaannya diakibatkan oleh hukum-hukum 

yang ia tetapkan mengenai dukungan terhadap 

Gereja. Suatu hari, sekelompok orang yang marah 

mendatangi gereja di mana Canute sedang berdoa. 

Raja tahu mereka telah datang untuk 

mencelakainya. saat  para musuh masih di luar, 

Raja Canute menyambut Sakramen Rekonsiliasi dan 

Komuni Kudus. Ia berbelas-kasihan kepada mereka 

yang begitu murka hingga hendak membunuhnya. 

Dengan segenap hati ia mengampuni para 

musuhnya. Sementara ia masih berdoa, sebilah 

tombak dilemparkan melalui jendela dan raja pun 

tewas. Hari itu yaitu  tanggal 10 Juli 1086.

CARMEN

yaitu  sebutan lain untuk Karmen, yaitu 

Maria dari Gunung Karmel.

B: Kamila, Karmelia; P: 16 Juli

CHARLES de FOUCAULD (1858- 1916)

Bekas perwira Perancis yang acuh tak acuh 

terhadap agama ini di tobatkan oleh ketekunan 

berdoa orang-orang Badui Muslim di Maroko. 

Kemudian Charles menjadi pertapa di Nazaret dan 

Siria, lalu pulang dan belajar teologi. Sesudah 

ditahbiskan imam, ia tinggal diantara suku-suku 

Berber di Aljazair. namun  Charles merasa masih 

terlalu dekat dengan tentara colonial, sehingga ia 

mengasingkan diri 500 km lebih jauh dari mereka 

dan hidup di antara suku Tuarwg serta berkawan 

dengan mereka. saat  sekte Senussi menyatakan 

jihad, ia dibunuh oleh suatu patroli ditengah-tengah 

Gurun Sahara.

A: →Karel; L: hati dengan mahkota 

duri; P: 2 Desember

BEATO CHARLES yang BAIK († 1127)

Pangeran Charles dari Flanders, dijuluki “yang 

Baik” oleh rakyat dalam kerajaannya. Mereka 

menyebutnya 

demikian sebab  

mereka melihat 

memang 

demikianlah ia 

adanya. Charles 

yaitu  putera St. 

Canute, raja 

Denmark. Ia 

baru berusia lima 

tahun saat  

ayahnya dibunuh 

pada tahun 

1086. saat  

dewasa, Charles menikah dengan seorang wanita 

muda yang baik hati bernama Margareta. Charles 

seorang penguasa yang lembut serta adil. Rakyat 

percaya kepadanya dan kepada kebijaksanaannya. 

Charles berusaha untuk menjadi teladan dari apa 

yang diharapkannya dari rakyatnya.

Sebagian kaum bangsawan menuduh Charles 

tidak adil dengan memihak kaum miskin dan 

mengalahkan kepentingan kaum kaya. Charles 

menjawab dengan bijaksana, “Itu yaitu  sebab  aku 

sungguh menyadari kebutuhan-kebutuhan kaum 

miskin dan ketidakpedulian kaum kaya.” Kaum 

miskin dalam kerajaannya mendapatkan makanan 

setiap hari dari istananya.

Charles memerintahkan untuk menanam 

bahan makanan dengan berlimpah agar rakyat dapat 

makan kenyang dengan harga yang pantas. 

Beberapa pedagang kaya mencoba menimbun 

panenan agar dapat menjualnya dengan harga yang 

amat mahal. Charles yang Baik mendengar tentang 

hal itu serta memaksa mereka untuk segera 

menjualnya dengan harga yang pantas. Seorang 

ayah yang berpengaruh beserta anak-anaknya juga 

telah ditegur oleh Charles sebab  siasat licik mereka. 

Maka mereka kemudian bergabung dengan 

sekelompok kecil musuh yang ingin membunuh 

Charles.

Pangeran berjalan telanjang kaki setiap pagi 

untuk menghadiri Misa dan tiba lebih awal di gereja 

St. Donatian. Ia melakukannya dalam semangat 

silih. Ia rindu untuk memperdalam kehidupan 

rohaninya bersama Tuhan. Para musuhnya tahu 

bahwa ia pergi ke gereja dan tahu juga bahwa ia 

biasa berdoa sendirian sebelum Misa. Banyak orang 

yang mengasihi Charles mengkhawatirkan 

keselamatan dirinya. Mereka memperingatkannya 

bahwa perjalanannya ke St. Donation dapat 

memicu nya celaka. Charles menjawab, “Kita 

senantiasa berada di tengah-tengah bahaya, namun  

kita ini milik Tuhan.” Suatu pagi, sementara ia 

berdoa sendirian di depan patung Bunda Maria, para 

penyerangnya membunuh dia. Charles wafat sebagai 

martir pada tahun 1127.

BEATA CHRISTINA († 18 Januari 1543)

Beata Christina hidup pada abad 

keenambelas. Ia dilahirkan di Abruzzi, Italia. Nama 

baptisnya yaitu  Matthia. 

Sementara tumbuh 

dewasa, Matthia 

merasakan panggilan 

untuk hidup dalam doa 

dan silih. Ia memilih 

untuk menjadi seorang 

rubiah. Matthia masuk 

Biara St Agustinus di 

Aquila. Ia dipanggil Suster 

Christina.

Kehidupan Suster 

Christina sebagai seorang 

biarawati yaitu  

kehidupan yang tersembunyi dan sunyi. namun  

warga  Aquila segera mengetahui keindahan 

panggilan biarawati ini. Suster Christina dan para 

biarawati lainnya mendatangkan banyak berkat bagi 

mereka melalui hidup bakti dalam doa. Suster 

Christina memang tinggal dalam biara tertutup, 

namun  ia amat sadar akan kebutuhan orang-orang 

miskin di daerahnya. Ia dan para biarawati lainnya 

memberikan apa saja yang dapat mereka lakukan 

bagi penduduk di sana. Suster Christina juga 

senantiasa peduli akan salib dan penderitaan yang 

ditanggung penduduk. Ia berdoa dan 

mempersembahkan matiraga kepada Tuhan bagi 

intensi-intensi mereka.

Yesus memberkati Suster Christina dengan 

karunia ekstasi dan kemampuan untuk sekali waktu 

mengetahui hal-hal yang akan datang. Tuhan 

bahkan menggunakannya untuk mengadakan 

mukjizat demi kebaikan yang lain. saat  Suster 

Christina wafat, anak-anak kecil di Aquila melintasi  

jalanan sembari menyerukan bahwa biarawati kudus 

itu telah wafat. Itu terjadi pada tanggal 18 Januari 

1543. Orang banyak berduyun-duyun datang 

sebagai ungkapan hormat dan terima kasih sebab ia 

telah menjadi anugerah bagi kota mereka.

BEATO CONTARDO FERRINI (1859-17 

Oktober 1902)

Contardo dilahirkan pada tahun 1859. 

Ayahnya seorang guru matematika dan fisika. 

Ayahnya ini sejak dini telah 

menanamkan pada putera 

kecilnya kecintaan untuk 

belajar. Sebagai seorang 

pemuda, Contardo fasih 

berbicara dalam banyak 

bahasa asing di samping 

bahasa ibunya, bahasa Italia. 

Ia amat cemerlang di setiap 

sekolah dan universitas 

tempat ia belajar. 

Kecintaannya untuk belajar 

dan kecintaannya pada iman 

Katoliknya membuat teman-teman menjulukinya “St 

Aloysius” mereka. (St Aloysius Gonzaga yaitu  

seorang santo muda Yesuit yang dikenal sebab  

kebajikan dan kemurahan hatinya.) Contardo-lah 

yang pertama-tama memulai kelompok-kelompok 

bagi teman-teman mahasiswa guna membantu 

mereka menjadi seorang Kristiani yang saleh.

saat  usianya duapuluh satu tahun, 

kepadanya ditawarkan kesempatan untuk 

melanjutkan studi di Universitas Berlin di Jerman. 

Sungguh berat baginya meninggalkan rumahnya di 

Italia, namun  ia senang juga bertemu dengan orang-

orang Katolik yang saleh di universitas. Ia 

menuliskan dalam sebuah artikel  kecil apa yang 

dirasakannya saat  untuk pertama kalinya ia 

menyambut Sakramen Rekonsiliasi di negeri asing. 

Sungguh menggetarkan hatinya menyadari bahwa 

Gereja Katolik sungguh sama di mana pun dan 

kemana pun orang pergi. Tahun berikutnya, 

Contardo berusaha memutuskan entahkah sebaiknya 

ia menjadi seorang imam atau seorang biarawan, 

atau hidup berkeluarga. Ia terus-menerus bertanya 

pada dirinya sendiri apa yang sebaiknya 

dilakukannya. Nyatalah kemudian bahwa ia 

mengucapkan ikrar untuk mempersembahkan 

dirinya hanya bagi Tuhan saja. Ia mengamalkan 

ikrarnya ini sebagai seorang awam; ia tidak pernah 

menjadi seorang imam ataupun broeder. Ia tetap 

mengajar dan menulis. Ia senantiasa berusaha  

untuk menjadi seorang Kristiani yang terlebih 

sempurna. Sementara menikmati olahraga 

favoritnya, mendaki gunung, ia akan berpikir 

tentang Tuhan, Pencipta segala keindahan yang ia 

lihat. Orang banyak melihat bahwa ada sesuatu yang 

berbeda pada diri Profesor Ferrini. Suatu saat , 

sementara ia lewat dengan senyum hangatnya yang 

khas, seseorang berseru, “Orang itu yaitu  santo!”

Contardo Ferrini wafat sebab  demam tipus 

pada tanggal 17 Oktober 1902. Ia baru berusia 

empatpuluh tiga tahun. Ia dimaklumkan “beato” 

oleh Paus Pius XII pada tahun 1947.

P: 22 Oktober

SANTO CUTHBERT († 687)

Santo Cuthbert hidup di Inggris pada abad 

ketujuh. Ia seorang bocah penggembala miskin 

 yang sangat suka 

bermain bersama 

teman-temannya. Ia 

seorang yang ulung 

dalam bermain. 

Salah seorang 

temannya 

mencacinya oleh 

sebab ia terlalu 

amat suka bermain. 

Sesungguhnya, 

teman bermainnya 

itu mengucapkan 

kata-kata yang 

tampaknya bukan 

berasal dari dirinya sendiri. Katanya, “Cuthbert, 

bagaimana mungkin engkau menghabiskan waktumu 

dengan bermain-main saja, padahal engkau telah 

dipilih untuk menjadi seorang imam dan seorang 

uskup?” Cuthbert amat terperanjat, dan juga amat 

terkesan. Ia bertanya-tanya apakah sungguh kelak 

ia akan menjadi seorang imam dan seorang uskup.

Pada bulan Agustus tahun 651, Cuthbert yang 

saat itu berusia limabelas tahun memperoleh suatu 

pengalaman rohani. Ia melihat langit yang hitam 

pekat. Tiba-tiba, suatu sorotan cahaya yang amat 

terang melintasi langit. Dalam sorotan cahaya itu 

tampaklah malaikat-malaikat membawa sebuah bola 

api ke atas langit. Beberapa waktu kemudian, 

Cuthbert mengetahui bahwa pada saat yang sama 

dengan penampakan ini , Uskup St. Aiden 

meninggal dunia. Cuthbert tidak tahu bagaimana 

semua peristiwa itu mempengaruhi dirinya, namun  ia 

telah membulatkan tekadnya untuk memenuhi 

panggilannya dan masuk biara. Cuthbert kemudian 

menjadi seorang imam.

St. Cuthbert berkeliling dari desa ke desa, 

dari rumah ke rumah, dengan menunggang kuda 

atau pun dengan berjalan kaki. Ia mengunjungi 

umat untuk membantu mereka secara rohani. 

Sungguh menguntungkan, Pastor Cuthbert dapat 

berbicara dalam dialek para petani sebab ia sendiri 

dulunya yaitu  seorang penggembala domba yang 

miskin. St. Cuthbert berbuat kebajikan di mana saja 

dan membawa banyak orang kepada Tuhan. Ia 

seorang yang periang serta baik hati. Orang tertarik 

kepadanya dan tak seorang pun segan kepadanya. 

Ia seorang yang banyak berdoa, seorang imam yang 

kudus.

saat  Cuthbert telah ditahbiskan sebagai 

uskup, ia tetap bekerja keras seperti sebelumnya 

untuk membantu umatnya. Ia mengunjungi mereka, 

tak peduli betapa sukar perjalanannya melewati 

jalan-jalan yang sulit atau pun betapa buruk 

cuacanya. Sementara ia terbaring menghadapi ajal, 

Cuthbert mendesak para imamnya untuk hidup 

dalam damai serta penuh belas kasihan kepada 


semua orang. Ia wafat dalam damai pada tahun 

687.

D

SANTO PAUS DAMASUS I (304-11 

Desember 384)

Damasus dilahirkan di Roma dan hidup pada 

abad keempat, pada masa Gereja Perdana. Ia 

yaitu  seorang imam 

yang murah hati dan 

suka berkurban. saat  

Paus Liberius wafat 

pada tahun 366, 

Damasus diangkat 

menjadi paus. Ia harus 

menghadapi banyak 

persoalan yang berat. 

Ada seorang paus 

tandingan (anti paus) 

bernama Felix. Felix 

beserta para 

pengikutnya berusaha 

menganiaya Damasus. 

161

Mereka menyebarkan berita bohong tentang dirinya, 

terutama tentang kehidupan moral pribadinya. 

sebab nya, Paus Damasus harus dihadapkan ke 

pengadilan di bawah penguasa Romawi. Damasus 

terbukti tidak bersalah, namun  ia mengalami begitu 

banyak penderitaan sebab  peristiwa ini . 

Sahabatnya, St. Hieronimus, berbicara dengan tegas 

mengenai kebaikan-kebaikan paus. Dan Hieronimus 

memiliki  martabat yang tinggi. 

Paus Damasus menyadari bahwa para imam 

di kota memiliki  gaya hidup yang terlalu mewah. 

Sementara para imam di desa hidup jauh lebih 

sederhana. Damasus meminta para imam untuk 

menyederhanakan gaya hidup mereka dan tidak 

terikat pada harta serta milik. Ia sendiri menjadi 

teladan yang mengagumkan. Ada juga begitu 

banyak bidaah (=ajaran sesat) selama masa 

kepemimpinannya sebagai paus. Damasus 

menjelaskan iman yang benar. Ia juga mengadakan 

Konsili Ekumenis Kedua yang diselenggarakan di 

Konstantinopel. Paus Damasus dengan sungguh-

sungguh berusaha membangkitkan semangat untuk 

mencintai Kitab Suci. Ia menugaskankan Santo 

Hieronimus untuk menerjemahkan Kitab Suci ke 

dalam bahasa Latin. Ia juga mengubah bahasa resmi 

liturgi dari bahasa Yunani - kecuali Kyrie - ke bahasa 

Latin. Paus Santo Damasus wafat pada usia sekitar 

delapanpuluh tahun pada tanggal 11 Desember 384. 

Ia dimakamkan di samping ibu dan saudarinya di 

sebuah kapel kecil yang dibangunnya.

P: 11 Desember

SANTO DAMIANUS dan SANTO KOSMAS († 

303)

Kedua martir yang kita rayakan pestanya 

pada hari ini yaitu  sepasang saudara kembar dari 

Siria yang hidup pada abad 

keempat. Mereka berdua 

merupakan siswa-siswa yang 

sangat terkenal dalam bidang 

ilmu pengetahuan dan 

keduanya menjadi dokter yang 

hebat. Kosmas dan Damianus 

memandang setiap pasien 

sebagai saudara dan saudari 

dalam Kristus. sebab  itu, 

mereka memberikan perhatian 

besar kepada mereka semua 

dan melakukan yang terbaik 

dengan segenap kemampuan 

mereka. Betapa pun banyaknya perhatian yang 

harus mereka curahkan terhadap seorang pasien, 

baik Kosmas maupun Damianus, tidak pernah 

menerima uang sebagai imbalan atas pelayanan 

mereka. Sebab itu, mereka diberi nama julukan 

dalam bahasa Yunani artinya “tanpa uang sepeser 

pun”.

Setiap ada kesempatan, kedua orang kudus 

ini akan bercerita kepada para pasiennya tentang 

Yesus Kristus, Putra Allah. Orang banyak menyukai 

kedua dokter kembar ini, sebab nya dengan senang 

hati mereka mendengarkan. Kosmas dan Damianus 

seringkali memulihkan kesehatan, baik jiwa maupun 

raga, para pasien yang datang mohon bantuan 

mereka.

saat  penganiayaan oleh Kaisar Diocletian 

terhadap umat Kristiani dimulai di kota mereka, 

kedua dokter ini segera ditangkap. Tak pernah sekali 

pun mereka berusaha menyembunyikan cinta 

mereka yang begitu besar terhadap iman Kristiani. 

Mereka disiksa dan dianiaya, namun  tak ada yang 

dapat memaksa mereka untuk mengingkari iman 

kepada Kristus. Mereka hidup bagi Dia dan menarik 

begitu banyak orang kepada cinta-Nya. Pada 

akhirnya, mereka berdua dijatuhi hukuman mati 

pada tahun 303. 

BEATO DAMIANUS de VEUSTER 

(DAMIANUS dari MOLOKAI) (1840-15 April 

1889)

Yoseph "Jeff" de Veuster dilahirkan pada 

tahun 1840, putera seorang petani Belgia. Jeff dan 

saudara laki-lakinya, Pamphile, masuk Kongregasi 

Hati Kudus Yesus. Para misionaris Hati Kudus Yesus 

berkarya demi iman Katolik di kepulauan Hawaii. Jeff 

memilih nama “Damian.” Broeder Damian seorang 

yang tinggi dan gagah. Tahun-tahun yang 

dilewatkannya dengan bekerja di pertanian keluarga 

telah menjadikan 

tubuhnya sehat dan kuat. 

Semua orang sayang 

padanya, sebab ia baik 

serta murah hati.

Hawaii 

membutuhkan lebih 

banyak misionaris 

berkarya di sana. Jadi, 

pada tahun 1863, 

serombongan imam serta 

broeder Hati Kudus Yesus 

dipilih untuk diutus ke 

sana. Pamphile, saudara 

Damian, termasuk salah seorang di antara mereka. 

Beberapa saat menjelang keberangkatan, Pamphile 

terserang demam typhoid. Ia tidak lagi dapat 

164

dipertimbangkan untuk diberangkatkan ke daerah 

misi. Broeder Damian, yang saat itu masih dalam 

pendidikan untuk menjadi imam, mohon agar 

diijinkan menggantikan tempatnya. Imam kepala 

mengabulkan permohonannya. Broeder Damian 

pulang ke rumah untuk mengucapkan selamat 

tinggal kepada keluarganya. Kemudian ia 

menumpang kapal dari Belgia ke Hawaii, suatu 

perjalanan yang memakan waktu delapan belas 

minggu lamanya. Damian menyelesaikan 

pendidikannya dan ditahbiskan sebagai imam di 

Hawaii. Ia berkarya selama delapan tahun di tengah 

umatnya di tiga daerah. Ia melakukan perjalanan 

dengan enunggang kuda atau dengan kano (= 

semacam sampan).      

Umat menyayangi imam yang berperawakan 

tinggi dan murah hati ini. Damian melihat bahwa 

umatnya senang ikut ambil bagian dalam Misa dan 

ibadat. Ia menggunakan sedikit uang yang berhasil 

dikumpulkannya untuk membangun kapel. Ia sendiri 

bersama umat paroki setempat membangun kapel 

mereka. Bagian paling mengagumkan dalam hidup 

Damian akan segera dimulai. Uskup meminta 

seorang imam sukarelawan untuk pergi ke pulau 

Molokai. Nama itu membuat orang bergidik 

ketakutan. Mereka tahu bahwa bagian dari pulau itu 

yang disebut Kalawao merupakan “kuburan hidup” 

bagi orang-orang kusta. Tidak banyak yang 

diketahui tentang penyakit kusta dan rasa ngeri 

terjangkiti kusta memicu  para penderitanya 

dikucilkan. Banyak di antara mereka yang hidup 

putus asa. Tidak ada imam, tidak ada penegak 

hukum di Molokai, tidak ada fasilitas kesehatan. 

Pemerintah Hawaii mengirimkan makanan serta 

obat-obatan, namun  jumlahnya tidak mencukupi. Lagi 

pula tidak ada sarana yang dikoordinir untuk 

membagikan barang-barang ini .

Pastor Damian pergi ke Molokai. Ia 

terguncang melihat kemelaratan, korupsi serta 

keputusasaan di sana. Walau demikian, ia bertekad 

bahwa baginya tidak ada kata menyerah. Penduduk 

Molokai sungguh amat membutuhkan pertolongan. 

Pastor Damian pergi ke Honolulu guna berhadapan 

dengan anggota majelis kesehatan. Mereka 

mengatakan bahwa Pastor Damian tidak diijinkan 

pulang pergi ke Molokai demi alasan bahaya 

penularan kusta. Alasan sesungguhnya yaitu  

bahwa mereka tidak menghendaki kehadirannya di 

Molokai. Ia akan menimbulkan banyak masalah bagi 

mereka. Jadi, Pastor Damian harus menetapkan 

pilihan: jika ia kembali ke Molokai, ia tidak akan 

pernah dapat meninggalkan tempat itu lagi. Para 

majelis kesehatan itu rupanya belum mengenal 

Pastor Damian. Ia memilih untuk tinggal di Molokai!

Pastor Damian berkarya delapan belas tahun 

lamanya hingga wafatnya di Molokai. Dengan 

bantuan para penderita kusta dan para sukarelawan, 

Molokai mulai berubah. Kata Molokai memiliki  arti 

yang sama sekali baru. Pulau Molokai menjadi pulau 

cinta kasih Kristiani. Lama kelamaan, Pastor Damian 

juga terjangkit penyakit kusta. Ia wafat pada tangal 

15 April 1889 dalam usia empat puluh sembilan 

tahun dan dimakamkan di sana. Ia dinyatakan 

“beato” oleh Paus Yohanes Paulus II pada tahun 

1994.

DANIEL (abad ke-5 seb. Masehi)

Meski tinggal di istana raja Persia, pemuda 

Yahudi ini lebih mentaati hukum Tuhan dibandingkan  

perintah raja, sehingga ia dibuang ke dalam gua 

singa. Daniel amat bijaksana dan adil, terutama 

dalam perkara Susana (lih. Kitab Daniel)

A: Tuhan mengadili (H); P: 21 Juli

DANIEL STYLITES (409-493)

yaitu  rahib yang bertapa di atas dua tiang 

(=stylos;Y) dekat Konstantinopel. Ia menghuni 

tempat sempit itu selama 33 tahun dan hanya turun 

sekali untuk memperingatkan kaisar. Banyak orang 

saleh dan berpangkat serta rakyat jelata meminta 

nasehatnya. Kotbahnya sederhana dan lurus.

P: 11 Desember

DAVID (abad ke-10 seb. Masehi)

David atau Daud yaitu  raja Israel yang 

termashur, perebut benteng Yerusalem dan leluhur 

Jesus dari Nazaret. Riwayat hidupnya dapat dibaca 

dalam Kitab Samuel I dan II.

A: yang dicintai (H); L: anak pejuang melawan 

raksasa Goliath sebagi pralambang pejuang 

Jesus melawan setan; P: 29 Desember

DAVID atau DEWI († 601)

Biarawan dan uskup Menevia ini menjadi 

pelindung Wales (Negara bagian Britania Raya).

P: 1 Maret

SANTO DAVID I dari SKOTLANDIA (1080-

24 Mei 1153)

David dilahirkan pada tahun 1080. Ia yaitu  

putera bungsu St. Margareta, ratu Skotlandia, dan 

suaminya yang baik, 

Raja Malcolm. David 

sendiri diangkat menjadi 

raja saat  usianya 

empat puluh tahun. 

Mereka yang 

mengenalnya dengan 

baik tahu betapa sedikit 

minatnya dalam 

menerima mahkota 

kerajaan. namun , begitu 

ia menjadi raja, ia 

menjadi seorang raja 

yang sangat baik bagi 

rakyatnya.

St. David memerintah kerajaannya dengan 

adil dan bijaksana. Ia amat murah hati pada kaum 

miskin. Semua rakyatnya diijinkan menemuinya 

kapan saja mereka kehendaki. Ia memberikan 

teladan baik pada semua orang dengan teladan 

cintanya akan doa. Di bawah pemerintahan raja 

kudus ini, rakyat Skotlandia semakin bersatu padu 

sebagai suatu bangsa. Mereka menjadi orang-orang 

Kristen yang lebih baik. Raja David membentuk 

keuskupan-keuskupan baru. Ia mendirikan banyak 

biara-biara baru. Ia menyumbangkan banyak dana 

bagi Gereja selama dua puluh tahun masa 

pemerintahannya.

Dua hari sebelum raja mangkat, ia menerima 

Sakramen Terakhir. Ia menghabiskan saat-saat 

terakhirnya dengan berdoa bersama mereka yang 

menemaninya. Keesokan harinya, mereka mendesak 

raja untuk beristirahat. Raja David menjawab, “Lebih 

baik aku memikirkan perkara-perkara Tuhan, agar 

jiwaku diperkuat dalam perjalanan pulangnya dari 

pembuangan ke rumah.” Rumah yang dimaksud raja 

yaitu  rumah surgawi kita. “jika  aku berada di 

hadapan pengadilan Tuhan, kalian tidak akan dapat 

membelaku,” katanya. “Tak seorang pun akan dapat 

membebaskanku dari tangan-Nya.” Jadi, ia tetap 

terus berdoa hingga ajal menjemputnya. Santo 

David wafat pada tanggal 24 Mei 1153.

P: 24 Mei

“Lebih baik aku memikirkan perkara-perkara Tuhan, agar 

jiwaku  diperkuat  dalam  perjalanan  pulangnya  dari  

pembuangan ke rumah.” ~ Santo David dari Skotlandia

DEODATUS (443-473)

Menjadi uskup Nola, menggantikan Santo 

Paulinus.

A: dikaruniakan oleh Tuhan; P: 27 Juni.

SANTO DEOGRATIAS († 457)

Kota Kartago di Afrika ditaklukkan oleh 

pasukan barbar pada tahun 439. Penakluk mereka 

yaitu  kaum Vandal. Kaum Vandal menangkap 

uskup dan para imam serta menempatkan mereka 

dalam sebuah rakit tua yang besar, lalu 

menghanyutkannya ke lautan. Sungguh ajaib, 

mereka berhasil tiba di pelabuhan Naples dan 

diselamatkan. namun , kota yang mereka tinggalkan 

tidak lagi memiliki seorang uskup selama 

empatbelas tahun lamanya. Kaisar Valentinian di 

Roma meminta kepada Genseric, pemimpin kaum 

Vandal, untuk mengijinkan seorang uskup lain 

ditahbiskan bagi Kartago. Genseric setuju dan 

seorang imam muda dari kota itu dipilih. Imam 

ini  disegani oleh para penakluk serta dicintai 

oleh umat Kristiani. Namanya dalam bahasa Latin 

yaitu  “Deogratias,” yang berarti “syukur kepada 

Allah.” Uskup Deogratias berkarya demi iman serta 

kesejahteraan seluruh penduduk Kartago. 

Kemudian, Genseric menjarah kota Roma. Ia 

kembali ke Afrika dengan membawa ratusan budak 

belian, baik laki-laki, wanita  maupun anak-

anak. Keluarga-keluarga ini  ditawan dan 

dibagi-bagikan di antara kaum Vandal dan Moor. 

Genseric sama sekali tidak mempedulikan ikatan 

keluarga. Anggota-anggota keluarga diperjualbelikan 

secara perorangan serta dipisahkan dari orang-orang 

yang mereka kasihi.

Uskup Deogratias mendengar tentang tragedi 

ini . saat  kapal-kapal yang mengangkut para 

budak tiba di Kartago, ia membeli budak-budak 

ini  sebanyak yang ia mampu. Ia memperoleh 

uangnya dengan menjual peralatan, jubah-jubah 

serta hiasan-hiasan Gereja. Ia dapat membebaskan 

banyak keluarga. Ia mendapatkan tempat-tempat 

penampungan bagi mereka. saat  rumah-rumah itu 

telah penuh terisi, ia mempergunakan dua gereja 

besar untuk menampung orang-orang yang 

diselamatkannya itu. Uskup membeli selimut serta 

segala kebutuhan lainnya agar mereka dapat merasa 

nyaman di lingkungan mereka yang baru.

Uskup Deogratias wafat hanya tiga tahun 

sesudah  ia menjabat sebagai uskup Kartago. 

Tenaganya sepenuhnya terkuras habis demi 

pengabdian serta pelayanan belas kasihnya. Orang-

orang yang ia selamatkan tidak akan pernah 

melupakannya. Ia wafat pada tahun 457. 

DESIDERIUS († 607)

yaitu  uskup Vienne (Perancis). Ia difitnah 

melakukan skandal dengan seorang wanita, susaha  

dapat dipecat oleh raja dan diasingkan selama 

beberapa tahun. Sekembalinya dari pembuangan ia 

memperingatkan raja yang bejat hidupnya. 

Akibatnya, ia dibunuh oleh tentara kerajaan.

A: yang dapat diharapkan; B: Desire, Daisy (♀); 

P: 23 Mei. Deetje: panggilan akrab untuk 

Desire; panggilan akrab untuk wanita dari 

Desiderius

DIANA, SESILIA dan AMIATA (abad ke-13)

yaitu  suster-suster Dominikan pertama dari 

Bologna Italia. Sesudah hidup berfoya-foya, Diana 

bertobat dan sekalipun ditentang oleh famili ia 

masuk biara.

P: 9 Juni

BEATO DIDAKUS YOSEPH (29 Maret 1743-

1801)

Beato Didakus Yoseph dilahirkan pada 

tanggal 29 Maret tahun 1743 di Cadiz, Spanyol. Ia 

dibaptis dengan nama 

Yoseph Fransiskus. Kedua 

orangtuanya taat beragama 

serta saleh. Mereka amat 

senang jika  putera kecil 

mereka membangun sebuah 

altar serta menghiasinya. 

Yoseph kecil akan berlutut 

dan berdoa kepada Yesus, 

Bunda Maria dan St. Yosef. 

saat  Yoseph sudah cukup besar, ia belajar 

menjadi pelayan altar di gereja Fransiskan Kapusin 

dekat rumahnya. Yoseph belajar mencintai Misa. Ia 

biasa bangun pagi-pagi benar agar dapat tiba di 

gereja setiap pagi menunggu pintu-pintu gereja 

dibuka. Tak pernah sekali pun ia absen. Salah 

seorang dari para imam atau broeder Kapusin 

memberinya sebuah artikel  tentang kisah hidup para 

santo Kapusin. Yoseph membacanya dan 

membacanya lagi. Yoseph membaca setiap cerita 

dengan seksama. Ia mulai mencintai para kudus 

yang miskin serta bersahaja seperti Yesus. Tibalah 

harinya saat  ia mohon agar dapat bergabung 

dalam Ordo Saudara-Saudara Dina Kapusin 

(OFMCap). Ia diterima dan pergi ke Seville, Spanyol 

untuk novisiat (masa percobaan sebagai latihan 

rohani sebelum mengucapkan kaul biara). Ia 

memulai hidup baru dengan nama yang baru pula, 

Frater Didakus.

Setalah melewati tahun-tahun persiapan, 

Frater Didakus ditahbiskan sebagai imam. Ia diutus 

untuk mewartakan Injil Yesus. Ia sangat senang 

akan tugas ini. Homili-homilinya sangatlah jelas 

serta penuh kasih sehingga orang senang 

mendengarnya. Mereka bahkan membawa teman-

teman mereka untuk mendengarkan khotbahnya 

juga. Segera saja, gereja biasa menjadi terlalu kecil 

bagi orang banyak itu. Jika Pastor Didakus 

berkhotbah, pewartaan ini  perlu diadakan di 

lapangan terbuka, biasanya di alun-alun kota atau di 

pinggir jalan. Pastor Didakus amat senang 

berkhotbah tentang Tritunggal Mahakudus. Ia juga 

selalu siap sedia mendengarkan pengakuan dosa. Ia 

senang jika  umat datang untuk menerima 

Sakramen Rekonsiliasi. jika  waktunya luang, 

Pastor Didakus mengunjungi penjara-penjara atau 

rumah-rumah sakit. Ia juga mengunjungi panti-panti 

jompo. Pastor Didakus wafat pada tahun 1801 dan 

dinyatakan sebagai “beato” oleh Paus Leo XIII pada 

tahun 1894.

DIEGO atau DIDAKUS OFM dari ALCALA 

SPANYOL (1400-1463)

yaitu  bruder saleh yang menaruh banyak 

perhatian pada orang miskin. Seseharinya ia hamper 

selalu melakukan pekerjaan remeh dan kasar.

B: Diaz; P: 13 Nopember

DIEGO de ROZARIO OP dan ANDREAS de 

PORTUGAL OP († 1590)

Mereka berdua dibunuh saat  sedang 

mengadakan perjalanan ke daerah misi di Solor pada 

waktu mendarat di salah satu pelabuhan di Jawa.

(Salah satu dari Orang-orang Kudus di 

Indonesia)

DIMITRIJ (1651-1709)

Anak seorang tentara Kosak ini menjadi 

uskup di Rostov (Rusia). Ia amat disegani orang 

sebagai ilmiawan, pengarang dan pengkotbah ulung.

Dimitrij membela Gereja dari pengawasan Negara, 

memajukan sekolah dan teologi skolastik.

P: 21 September (dalam Gereja Orthodox)

173

DIONISIA († 484)

Bersama dengan anaknya, yaitu Mayorikus, 

dibakar hidup-hidup oleh tentara Vandal di Afrika 

Utara. Saudarinya, yakin Dativa, bersama orang-

orang Kristen lain mengalami nasib yang sama. 

Sementara itu pasukan Vandal menguliti hidup-hidup 

seorang rahib, yaitu Tertius dan seorang dokter 

bernama Emilianus.

A: Dativa: yang diberi; Mayorikus: yang lebih 

besar (L); P: 6 Desember

DIONISIUS AGUNG († 265)

yaitu  uskup Alexandria (Mesir) dan katekis 

yang termasyur. Ia terpaksa mengungsi beberapa 

kali ke gurun pasir Libia. Dionisius bersikap lunak 

terhadap pendosa yang murtad dalam penganiayaan 

namun  bertobat. Dalam jaman yang sulit itu ia amat 

rajin menguatkan iman umatnya.

A: milik dewa Zeus (Y); B: Denis; Dionisia (♀); 

Sydney yaitu  bentuk dari Saint Denys; P: 17 

Nopember

BEATO  DIONISIUS  a  NATIVITATE  (12 

Desember  1600-29  Nopember  1638)  & 

BEATO  REDEMPTUS  a  CRUCE  Martir 

Indonesia (1598-29 Nopember 1638)

Pierre Berthelot (Jr) dilahirkan di kota 

pelabuhan Honfleur, Calvados, Perancis, pada 

tanggal 12 Desember 1600. 

Ia yaitu  yang sulung dari 

sepuluh anak pasangan 

Pierre Berthelot (Sr) dan 

Fleurie Morin. Ayahnya 

seorang dokter dan kapten 

kapal. 

Sejak usia duabelas 

tahun, Pierre telah 

mengikuti ayahnya 

mengarungi samudera luas. 

Pada tahun 1619, saat  

usianya sembilanbelas 

tahun, Pierre yang telah 

menjadi seorang pelaut ulung ikut berlayar dalam 

suatu ekspedisi dagang Perancis ke India sebagai 

ahli navigasi. Malang, kapalnya diserang VOC 

Belanda dan ia dibawa sebagai tawanan ke Jawa. 

sesudah  bebas, Pierre menetap di Malaka, di mana ia 

bekerja pada angkatan laut Portugis. Pierre seorang 

yang gagah berani dan jenius; karirnya begitu 

gemilang. Raja Portugis menyebutnya sebagai “ahli 

navigasi dan pembuat peta Asia” yang luar biasa. 

Peta-peta laut yang dibuatnya amat terkenal, antara 

lain peta pulau Sumatera yang hingga kini disimpan 

di Museum Inggris. Ekspedisi pelayaran kerap 

membawanya ke Goa, India, di mana ia berkenalan 

dengan Biara Karmel Tak Berkasut dengan kepala 

biaranya, P Philip dari Trinitas. Pada tahun 1634, 

saat  usianya tigapuluh empat tahun, Pierre 

meninggalkan karirnya untuk menggabungkan diri 

dalam Biara Karmel. Pada tanggal 25 Desember 

1636, ia mengucapkan kaulnya dan menerima nama 

biara Dionisius a Nativitate. Dionisius mendapat 

karunia kontemplasi; pada lebih dari satu 

kesempatan, pada saat berdoa, ia tampak dilingkupi 

oleh semarak surgawi. Di Biara Karmel itulah, 

Dionisius bertemu dengan Redemptus a Cruce. 

Thomas Rodriguez da Cunha, dilahirkan di 

Paredes, Portugal pada tahun 1598, putera dari 

pasangan petani yang miskin namun saleh. Ia masuk 

dinas ketentaraan Portugis dan ditugaskan ke India. 

Pada tahun 1615, Thomas meninggalkan karirnya 

untuk menggabungkan diri dalam Biara Karmel di 

Goa. Ia menjadi seorang broeder Karmel dengan 

nama Redemptus a Cruce, yang melayani sebagai 

portir [= penjaga pintu] dan sakristan. Redemptus 

yaitu  seorang yang amat menyenangkan, 

bersahabat dan periang. saat  ditugaskan pergi 

dalam ekspedisi ke Sumatera, ia berkelakar dengan 

teman-teman sebiara agar mereka melukis dirinya, 

kalau-kalau ia nanti wafat sebagai martir.

Pada tahun 1638 Raja Muda Portugis di Goa, 

Peter da Silva, bermaksud mengirim utusan ke Aceh, 

yang baru saja berganti penguasa dari Sultan 

Iskandar Muda ke Sultan Iskandar Thani. Ia 

bermaksud menjalin hubungan persahabatan sebab  

hubungannya dengan sultan terdahulu tidak begitu 

baik. Raja Muda meminta Karmelit untuk 

mengijinkan Dionisius ikut dalam rombongan 

delegasi sebagai pembimbing rohani, sekaligus 

sebagai ahli maritim, pula seorang yang fasih 

berbicara bahasa Melayu. Komunitas Karmel harus 

taat pada keputusan pemerintah. sebab nya, studi 

Dionisius dipercepat agar ia dapat ditahbiskan 

sebagai imam. Dan akhirnya, pada tanggal 24 

Agustus 1638, Dionisius ditahbiskan menjadi imam 

oleh Mgr. Alfonso Mendez. Untuk perjalanan ke Aceh 

ini, P Dionisius minta ijin agar Broeder Redemptus 

diperkenankan ikut bersamanya sebagai rekan 

seperjalanan. 

Pada tanggal 25 September 1638, Pater 

Dionisius dan Broeder Redemptus pun meninggalkan 

Goa bersama rombongan misi perdamaian dan 

perdagangan Portugis. Perjalanan yang lancar 

membawa mereka tiba dengan selamat di Aceh pada 

tanggal 25 Oktober 1638. Mereka berlabuh di Ole-

Ole (sekarang bernama Kotaraja) dan disambut 

dengan ramah oleh penduduk setempat. namun  

keramahan warga  Aceh ternyata hanya 

merupakan tipu-muslihat saja. Orang-orang Belanda 

telah menghasut Sultan Iskandar Thani dengan 

menyebarkan isu bahwa bangsa Portugis datang 

untuk mengkatolikkan bangsa Aceh yang sudah 

memeluk agama Islam. Sekonyong-konyong kedua 

biarawan ditangkap dan dijebloskan ke dalam 

penjara hingga sebulan lamanya. sebab  tetap 

menolak untuk mengingkari iman, kedua biarawan 

dijatuhi hukuman mati. Di pesisir pantai, P Dionisius, 

dengan salib di tangannya, dipaksa menyaksikan 

mereka menggorok leher Redemptus yang lebih dulu 

menjadi martir. Selanjutnya, algojo yang beringas 

dengan sekuat tenaga menghunuskan kelewang dan 

tombak ke arah Dionisius. namun  sungguh ajaib, 

seolah ada suatu kekuatan dahsyat yang menahan, 

sehingga para algojo tidak berani maju. Sadar akan 

hal itu, P Dionisus segera mengatupkan kedua 

tangannya berdoa memohon kepada Tuhan agar 

kerinduannya menjadi seorang martir dikabulkan. 

Dan permohonan orang kudus ini didengarkan 

Tuhan. Seorang algojo - seorang Kristen Malaka 

yang murtad - mengangkat gada dan disambarkan 

keras-keras ke kepala P Dionisius, disusul dengan 

kelewang yang memisahkan kepala Dionisius dari 

tubuhnya.

Kemartiran Dionisius dan Redemptus 

sungguh berkenan di mata Tuhan. Selama tujuh 

bulan, jenazah tidak hancur, melainkan tetap segar 

seolah sedang tidur. Menurut saksi mata, jenazah P 

Dionisius amat merepotkan warga  sekitar, 

sebab  setiap kali dibuang, entah ke dalam laut 

maupun ke tengah hutan, senantiasa kembali lagi ke 

tempat di mana ia dimartir. Akhirnya, jenazah 

dengan hormat dimakamkan di Pulau Dien (`pulau 

buangan') dan di kemudian hari dipindahkan ke Goa, 

India. Para saksi iman itu wafat sebagai martir pada 

tanggal 29 Nopember 1638. Dionisius dan 

Redemptus dimaklumkan sebagai `beato' oleh Paus 

Leo XIII pada tanggal 10 Juni 1900. Pesta kedua 

biarawan Karmel ini dirayakan oleh segenap 

Karmelit pada tanggal 29 November. Di Indonesia, 

pesta B Dionisius dan B Redemptus dirayakan 

sebagai peringatan wajib setiap tanggal 1 

Desember.

Dionisius (Pierre Berthelot) lahir di Honfleur 

(Perancis, 1600) dan Redemptus a Cruce 

(Thomas Rodrigues da Cunha) lahir di 

Paredes (Spanyol, 1598); biarawan Karmel dan 

martir di Aceh (Nopember 1638); termasuk 

orang-orang Kudus di Indonesia. Digelarkan 

beato (yang bahagia) tahun 1900; P: 1 

Desember

SANTO DIONISIUS (SANTO 

DENIS) dkk

St Dionisius amat populer 

di Perancis. Ia diangkat sebagai 

santo pelindung Perancis. sebab  

ia hidup di awal sejarah 

kekristenan - dalam abad ketiga - 

kita tidak tahu sebanyak yang ingin kita ketahui 

tentangnya. 

Yang kita tahu, Dionisius dilahirkan di Italia. 

Ia datang ke Perancis dan menjadi Uskup Paris. Ia 

tengah mewartakan Kabar Gembira Yesus saat  ia 

dan dua rekannya wafat sebagai martir. Konon, 

rekannya itu yaitu  seorang imam dan yang lainnya 

seorang diakon. Komunitas Kristiani senantiasa 

mengenangkan para martir yang gagah berani ini. 

Pada awalnya, mereka dapat membangun sebuah 

kapel kecil demi menghormati kemartiran para 

kudus kita ini. Di kemudian hari, kapel ini  

menjadi sebuah gereja besar, Gereja St Dionisius.

St Dionisius dan kawan-kawannya 

mengingatkan kita akan baik laki-laki, wanita  

maupun anak-anak yang gagah berani yang telah 

mendahului kita. Mereka mewariskan kepada kita 

teladan hidup mereka. Mereka juga mengingatkan 

kita bahwa mereka akan membantu kita sekarang ini 

jika kita memintanya.

Dionisius atau Denis (abad ke-3), diutus oleh 

Paus ke Paris untuk menjadi uskup, namun  diatas 

bukit yang sekarang disebut ‘Montmatre’ 

(bukit martir) ia dibunuh bersama dengan imam 

Rustikus dan diakon Eleutrius. P: 9 Oktober 

DISMAS (ABAD KE-1)

Konon dialah penyamun yang disalib di 

sebelah kanan Jesus dan bertobat (Luk. 23, 39-43). 

Ia dipandang sebagai teladan bagi orang yang perlu 

bertobat secara sempurna dan santo pelindung 

orang yang dihukum mati.

P: 23 Desember.

DOLORES

yaitu  nama yang dibentuk dari ‘Mater 

Dolorosa’ yaitu Maria yang menanggung derita.

P: 15 September.

SANTO DOMINIKUS (1170-7 Agustus 

1221)

Dominikus dilahirkan di Castile, Spanyol pada 

tahun 1170. Ia yaitu  putera keluarga Guzman. 

Ibundanya yaitu  Beata 

Yoana dari Aza. saat  

Dominikus berusia tujuh 

tahun, ia mulai 

bersekolah. Pamannya, 

seorang imam, 

membimbingnya dalam 

pelajaran. sesudah  

beberapa tahun lamanya 

belajar, Dominikus 

menjadi seorang imam 

juga. Ia hidup dengan 

tenang dalam doa dan 

ketaatan bersama para 

imam lainnya. namun  Tuhan memiliki  rencana 

yang indah bagi Dominikus. Ia dipanggil untuk 

mendirikan suatu ordo religius yang baru. Ordo 

ini  diberi nama Ordo Praedicatorum (OP = 

Ordo Para Pengkhotbah) atau “Ordo Santo 

Dominikus”, sesuai namanya. 

Para imam Dominikan berkhotbah tentang 

iman. Mereka berusaha meluruskan kembali ajaran-

ajaran sesat yang disebut bidaah. Semuanya itu 

bermula saat  Dominikus sedang dalam perjalanan 

melewati Perancis Selatan. Ia melihat bahwa bidaah 

Albigensia telah amat membahayakan orang banyak. 

Dominikus merasa berbelas kasihan kepada mereka 

yang bergabung dengan bidaah sesat ini . Ia 

berusaha menyelamatkan mereka. Para imam 

Dominikan pada akhirnya berhasil mengalahkan 

bidaah yang amat berbahaya ini  dengan doa, 

teristimewa dengan Doa Rosario. Dominikus juga 

mendorong umatnya untuk bersikap rendah hati dan 

melakukan silih. Suatu saat  seseorang bertanya 

kepada St Dominikus artikel  apakah yang ia 

pergunakan untuk mempersiapkan khotbah-

khotbahnya yang mengagumkan itu. “Satu-satunya 

artikel  yang aku pergunakan yaitu  artikel  cinta,” 

katanya. Ia selalu berdoa agar dirinya dipenuhi cinta 

kasih kepada sesama. Dominikus mendesak para 

imam Dominikan untuk membaktikan diri pada 

pendalaman Kitab Suci dan doa. Tidak seorang pun 

pernah melakukannya lebih dari St. Dominikus dan 

para pengkhotbahnya dalam menyebarluaskan 

devosi Rosario yang indah.

St. Dominikus seorang pengkhotbah ulung, 

sementara St. Fransiskus dari Assisi seorang imam 

miskin yang rendah hati. Mereka berdua bersahabat 

erat. Kedua ordo mereka yaitu Dominikan dan 

Fransiskan membantu umat Kristiani hidup lebih 

kudus. Para imam Dominikan mendirikan biara-biara 

di Paris - Perancis, Madrid - Spanyol, Roma dan 

Bologna - Italia. Semasa hidupnya Dominikus juga 

melihat ordo yang didirikannya berkembang hingga 

ke Polandia, Skandinavia dan Palestina. Para imam 

Dominikan juga pergi ke Canterbury - London, dan 

Oxford  di Inggris. Santo Dominikus wafat di 

Bologna pada tanggal 7 Agustus 1221. Sahabat 

dekatnya, Kardinal Ugolino dari Venisia kelak 

menjadi Paus Gregorius IX. Ia menyatakan 

Dominikus sebagai orang kudus pada tahun 1234. 

Dominikus, pendiri Ordo Para Pengkotbah; 

lahir di Kalaruega Spanyol (1170); dan wafat di 

Bologna Italia (1221); A: milik Tuhan; B: 

Domenico, Domingo, Domi (♂); Dominique (♀); 

L: bintang dan anjing dengan obor dimoncong; 

atau Bunda Maria sedang menyerahkan rosario 

kepada seorang biarawan berjubah putih, 

dengan mantol hitam; P: 8 Agustus.

SANTO DOMINIKUS SILOS (20 Desember 

1073)

 Dominikus, seorang anak Spanyol 

penggembala domba, dilahirkan pada awal abad 

kesebelas. Ia melewatkan sebagian besar waktunya 

seorang diri dengan ditemani kawanan dombanya di 

lembah pegunungan Pyrenees. Di sanalah ia mulai 

mencintai doa. Segera Dominikus menjadi seorang 

biarawan, seorang biarawan yang amat baik. Ia 

diangkat menjadi abbas (artinya pemimpin biara) 

dan membawa banyak kemajuan bagi biaranya. 

namun , suatu hari Raja Garcia III dari 

Navarre, Spanyol menyatakan bahwa sebagian dari 

harta milik biara yaitu  

miliknya. St. Dominikus 

menolak memberikannya 

kepada raja. Ia berpendapat 

bahwa tidaklah benar 

menyerahkan harta milik 

Gereja kepada raja. 

Keputusannya ini membuat 

raja amat murka. Ia 

memerintahkan Dominikus 

untuk segera meninggalkan 

kerajaannya. Abbas Dominikus 

serta para biarawannya 

disambut dengan hangat oleh 

seorang raja lain, Ferdinand I dari Castile. Ferdinand 

mengatakan bahwa mereka boleh menempati suatu 

biara tua yang dikenal sebagai biara St. Sebastianus 

di Silos. Biara ini terletak di suatu daerah yang 

terpencil dan dalam keadaan rusak parah. namun  

dengan Dominikus sebagai kepala biaranya, segera 

saja biara ini  berubah penampilannya. 

Malahan, Dominikus menjadikannya sebagai salah 

satu biara yang paling terkenal di seluruh Spanyol. 

St. Dominikus mengadakan banyak mukjizat dengan 

menyembuhkan berbagai macam penyakit. 

Bertahun-tahun sesudah  kematiannya, St. 

Dominikus menampakkan diri kepada seorang isteri 

dan ibu. Nama wanita itu ialah Yoana, sekarang 

dikenal sebagai Beata Yoana dari Aza. St. Dominikus 

mengatakan kepadanya bahwa Tuhan akan 

mengirimkan seorang anak laki-laki lagi kepadanya. 

saat  puteranya itu lahir, Yoana memberinya nama 

Dominikus sebagai ungkapan rasa syukurnya. 

Dominikus inilah yang kelak menjadi St. Dominikus 

yang agung, pendiri Ordo Dominikan. St. Dominikus 

dari Silos wafat pada tanggal 20 Desember 1073.

DOMINIKUS († 1060)

Menjadi imam sebab  jabatan itu dibeli oleh 

orang tuanya. Namun ia merasa tidak pada 

tempatnya, sehingga mencari tempat sepi dan 

bertapa keras. Kemudian ia menjadi pemimpin biara 

di Frontale Italia.

P: 14 Oktober

SANTO DOMINIKUS SAVIO (2 April 1842-9 

Maret 1857)

Santo Dominikus Savio yaitu  santo 

pelindung remaja, khususnya remaja putra. Ia juga 

diangkat menjadi 

pelindung paduan 

suara remaja putra, 

pelindung remaja 

yang diperlakukan 

tidak adil serta 

pelindung bagi 

mereka yang tak 

bersalah namun  

dikenai tuduhan 

palsu. Jadi, jika 

kalian punya 

masalah dengan 

teman-teman 

sebayamu, atau gurumu, atau orangtuamu, atau 

masalah remaja lainnya, janganlah ragu-ragu untuk 

memohon bantuan doa darinya. 

   MASA KECIL

Dominikus Savio (Dominic artinya milik 

Tuhan) dilahirkan pada tanggal 2 April 1842 di Riva, 

Chieri, Italia. Ia yaitu  seorang dari kesepuluh 

putra-putri pasangan Carlo dan Birgitta Savio. 

Ayahnya seorang pandai besi sementara ibunya 

seorang penjahit. 

Sejak masa kecilnya, Dominikus amat 

mengasihi Tuhan. Suatu hari, saat usianya baru 

empat tahun, Dominikus menghilang. Ibunya, yang 

dengan cemas mencarinya, akhirnya mendapatkan 

puteranya itu di sudut ruangan dengan tangannya 

terkatup dan kepalanya tertunduk. Ia khusuk 

berdoa! Pada usia lima tahun, sesudah  memohon 

dengan sangat, Dominikus diijinkan untuk menjadi 

Putera Alt