Kecil sebab tidak mau memuja
berhala.
P: 1 November.
SANTO ARNOLDUS JANSSEN (1837-1909)
Arnoldus Janssen dilahirkan pada tahun 1837
di Goch, Rheinland, Jerman Barat. Sebagai imam
dalam dioses Mûnster, ia sangat aktif dalam aksi
Kerasulan Doa. Oleh sebab ia menaruh minat yang
besar untuk usaha persatuan umat Kristen dan
menanam Gereja di daerah-daerah dan bangsa-
bangsa yang belum percaya akan Kristus, maka
didirikannya dalam tahun 1875 di Steyl, sebuah
kampung dalam Provinsi Limburg, Belanda, Serikat
Sabda Allah (SVD), untuk
mendidik dan
mempersiapkan
misionaris-misionaris.
Beberapa waktu
kemudian, ia mendirikan
dua serikat biarawati,
yakni Suster-Suster Misi
Abdi Roh Kudus (SSpS),
dan Suster-Suster Abdi
Roh Kudus (SSpSAP)
untuk Penyembahan
Abadi. Ia meninggal dalam
tahun 1909. Tanggal 5
Oktober 2003 Paus Yohanes Paulus II atas nama
gereja menggelar Arnoldus Janssen SVD dari Steyl
dan Yosef Freinademetz dari Shandung sebagai
orang kudus. Arnoldus yaitu pendiri tiga tarekat
misioner yakni SVD (Serikat Sabda Allah); SSpS
(Serikat Misi Abdi Roh Kudus) dan SSpS AP (SSpS
Adorasi Abadi / Kontemplatif). Sedangkan Yosef
yaitu misionaris SVD pertama yang diutus ke
daerah misi Cina.
P: 15 Januari
ARNULF († 640)
Menerima jabatan uskup Metz Perancis,
saat isterinya telah masuk biara. Kemudian ia
bertapa dan merawat penderita kusta. Ia
menurunkan wangsa raja-raja dan kaisar Franken.
P: 19 Agustus
ARSENIUS AGUNG (354-445)
Seorang mantan guru dari putera kaisar yang
kemudian menjadi rahib dan pertapa di gurun pasir.
P: 19 Juli.
ASUNTA
Diambil dari ‘ Asumptio Beatae Mariae
Virginis’, yaitu pesta ‘Santa Perawan Maria Diangkat
ke Surga’ yang dirayakan pada tanggal 5 Agustus.
SANTO ANTANASIUS (297-2 Mei 373)
Atanasius dilahirkan sekitar tahun 297 di
Alexandria, Mesir. Ia membaktikan seluruh hidupnya
untuk membuktikan bahwa
Yesus yaitu sungguh
Allah. Hal ini amat penting,
sebab sekelompok orang
yang disebut Arian
menyangkalnya. Sebelum
ia menjadi seorang imam,
Atanasius telah banyak
membaca artikel tentang
iman. Oleh sebab itulah
dengan mudah ia dapat
menunjukkan kelemahan-
kelemahan ajaran bidaah
Arian.
Atanasius ditahbiskan sebagai Uskup Agung
Alexandria saat usianya masih belum tiga puluh
tahun. Selama empat puluh enam tahun, ia menjadi
seorang gembala yang menggembalakan umatnya
dengan gagah berani. Empat orang kaisar Romawi
tidak dapat memaksanya berhenti menuliskan
penjelasan-penjelasannya yang terang dan jelas
mengenai iman kita yang kudus. Para musuhnya
menganiayanya dengan berbagai cara.
Lima kali ia diusir dari keuskupannya sendiri.
Pengasingannya yang pertama berlangsung dua
tahun lamanya. Ia dibuang ke kota Trier pada tahun
336. Seorang uskup yang baik, Santo Maximinius,
menyambutnya dengan hangat. Pengasingan-
pengasingan lainnya berlangsung lebih lama.
Atanasius dikejar-kejar oleh orang-orang yang
hendak membunuh dia. Di salah satu
pengasingannya, para rahib menyembunyikannya di
padang gurun selama tujuh tahun. Para musuhnya
tidak dapat menemukannya.
Suatu saat , para prajurit kaisar mengejar
Atanasius hingga ke Sungai Nil. “Mereka berhasil
mengejar kita!” teriak para sahabat uskup. namun ,
Atanasius sama sekali tidak khawatir. “Putar balik
perahu kita,” katanya tenang, “mari menyongsong
mereka.” Para prajurit di perahu yang lain berteriak,
“Apakah kalian melihat Atanasius?” Jawab mereka:
“Kalian tidak jauh darinya!” Perahu musuh melaju
sekencang-kencangnya dan Atanasius pun
selamatlah.
Umat di Alexandria mengasihi uskup agung
mereka yang baik hati itu. Ia seperti seorang bapa
bagi mereka. Sementara tahun-tahun berlalu,
mereka menghargainya lebih dan lebih lagi, betapa
banyak ia telah menderita bagi Yesus dan Gereja.
Umatlah yang mengatur serta mengusahakan agar
ia dapat hidup dengan tenang. Ia menghabiskan
tujuh tahun terakhir hidupnya dengan tenang
bersama mereka. Para musuh tetap mengejarnya,
namun tak pernah dapat menemukanya. Selama
masa itu, Santa Atanasius menulis tentang Riwayat
Hidup Santo Antonius Pertapa. Antonius telah
menjadi sahabat dekatnya sejak Atanasius masih
muda. Santa Atanasius wafat dalam damai pada
tanggal 2 Mei 373. Ia tetap menjadi salah seorang
santo terbesar dan tergagah sepanjang masa.
Atanasius (Atanasius Agung) uskup dan
pujangga Gereja (296-373); P: 2 Mei
Tantangan apakah yang aku hadapi sebagai seorang
Kristen pada masa sekarang? Dengarkanlah kata-kata
Yesus: “Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal ... Aku
pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Aku
akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku,
susaha di tempat di mana Aku berada, kamupun berada.
(Yoh 14:2-3)
AUREA (856)
Dilahirkan dalam keluarga Muslim. Namun
gadis ini berpindah keyakinan menjadi Kristen dan
bahkan sesudah suaminya meninggal, ia masuk
biara. Akan namun salah seorang anggota familinya
melaporkan hal ini kepada pejabat Islam di Cordoba
(Spanyol), sehingga Aurea diangkap dan dipenggal.
Mayatnya dicampakkan ke sungai Guadalquivir.
A: emas; P: 19 Juli
AURELIA
Salah seorang kawan Santa Ursula
♀ P: 15 Oktober
AURELIUS († 430)
Teman Santo Agustinus ini menjadi uskup di
Kartago (Tunisia), selama hidupnya ia dengan gigih
berjuang melawan kaum bidaah, dan mencurahkan
seluruh hidupnya demi memperbaharui iman umat.
A: emas; P: 26 Juli
AURELIUS dan NATALIA († 852)
Orang tua suami-isteri ini beragama Islam.
sebab Natalia dan temannya Liliosa (isteri Felix,
yaitu seorang yang pernah murtad ke Islam namun
berbalik lagi) tidak memakai cadar, maka mereka
dituduh murtad dari Islam. Mereka mengaku Kristen
dan sebab nya dibunuh bersama biarawan Georgius,
yang giat berkotbah membela kebenaran agama
Kristen. Mereka meninggal di Cordoba Spanyol
dalam masa pemerintahan Emir Abd A-Rahman II.
P: 27 Juli
B
BABILAS (abad ke-3)
Uskup agung Anthiokia ini menemui ajalnya
sesudah dicekik. Sebab, ia tidak mengijinkan Kaisar
Philipus yang membunuh pendahulunya memasuki
gereja untuk beribadat.
P: 4 September
BALDUINUS (1140)
yaitu murid kesayangan S. Bernardus,
sehingga diutus ke Rieti Italia untuk memimpin
biara.
B: Balduin, Baudain; P: 15 Juli
BAPTISTA VARANI OSC CAP (1458-1524)
yaitu pemimpin biara suster Klaris di Chiara
Italia yan pandai dan dikaruniai banyak rahmat
mistis. Buah penanya sangat berpengaruh dalam
usaha memajukan penghormatan kepada Hati Kudus
Yesus.
P: 30 Mei
BARBARA († 306)
“Sayangku, ayah harus pergi”, kata seorang
pedagang yang sering bepergian jauh kepada
puterinya. “Selama ayah pergi,” sambungnya, “ayah
akan menguncimu di loteng atas dalam menara,
susaha kau selamat. Dalam menara akan kubuatkan
dua jendela untukmu, susaha kau dapat mengamati
keindahan laut dan bila ayah kembali, kau dapat
mengetahuinya.” Puteri itu yaitu Barbara, ia cantik
rupawan dan amat dicintai ayahnya. sebab itulah
ayahnya membesarkan Barbara dengan sangat baik
dan tidak mau kehilangan puterinya. saat
sang ayah pulang, ia melihat suatu keganjilan pada
menara puterinya: kini ada tiga jendela dan terpaku
sebuah tanda salib di atas pintu menara. Ia
mengamati dengan teliti dan tertegun cemas.
Kemudian ia dengan lantang menghardik Barbara:
“apa yang telah kau buat?” Barbara menerangkan
apa yang telah terjadi selama ayahnya bepergian:
“saat ayah pergi, aku memanggil seorang imam.
Ia sangat baik dan mengajariku tentang Bapa Yang
Mahabaik. Yang mengutus Putera TunggalNya ke
dunia ini untuk menyelamatkan kita. namun Putera
yang bernama Jesus itu di bunuh di kayu salib.”
“Lalu??” kata ayahnya gusar. Kata Barbara lebih
lanjut: “Kini Tuhan Jesus mengutus Roh Kudus yang
membimbing kita kepada Bapa di surga, aku
sungguh yakin dan mohon diselamatkan Tuhan
Jesus. Maka imam itu membaptis aku, untuk
menghormati Tritunggal Kudus, aku menambah
jendela ketiga. sebab Jesus Yang di Salib niscaya
melindungiku maka kupasang salib di atas pintu
masuk.”
Ayahnya melotot marah, ia geram dan tidak
senang dengan perbuatan puterinya sebab ia masih
percaya pada dewa-dewa. Ia menjadi gelap mata, ia
menyeret Barbara yang amat dicintainya itu sambil
berteriak: “Ikuti aku ke pengadilan dank au harus
menyangkal kepercayaanmu yang tak masuk akal
itu!” saat itu usia Barbara 14 tahun, sehingga
hakim tidak berani berbuat apa-apa. Hal itu
memicu sang ayah bertambah berang dan
menyeret Barbara untuk diserahkan kepada para
algojo, agar disiksa susaha murtad. Namun semua
usaha ayah Barbara sia-sia, sebab Barbara tetap
setia kepada imannya. Sehingga akhirnya ayah itu
menghunus pedangnya dan menebas leher putrinya
sendiri. Pada saat itu juga petir menyambar tubuh
ayah sehingga ia tewas sesaat . (cerita ini ada
dalam artikel -artikel kuno, meski belum tentu demikian
kejadian semua peristiwa itu).
Barbara, perawan dan martir, hidup di Yunani
(† 306). Melalui Barbara orang-orang memohon
rahmat Tuhan untuk dapat mati dengan baik
dan dalam keadaan siap. Ia dihormati sebagai
pelindung tentara artileri; L: menara; P: 4
Desember
BARBA’SHMIN († 347)
Menjadi uskup di Seleukia (Persia). Ia
dibunuh oleh Shah Schapur II bersama dengan 16
imam lainnya († 347).
P: 14 Januari.
BARLAAM († 304)
Dipaksa menggenggam bara api dalam
tangannya, kalau tidak mau murtad. Jika bara api itu
dilepaskan diatas mezbah dewa pada sebuah kuil di
Antiokia, maka itulah dianggap tanda bahwa ia
menyembah dewa-dewa.
P: 19 November
SANTO BARACHISIUS dan SANTO JONAS
(† 327)
Raja Sapor dari Persia berkuasa pada abad
keempat. Ia membenci umat Kristiani dan
menganiaya mereka dengan
keji. Ia menghancurkan
gereja-gereja dan biara-
biara. Dua orang bersaudara
bernama Jonas dan
Barachisius mendengar kabar
mengenai penganiayaan ini
dan bahwa banyak umat
Kristiani dijatuhi hukuman
mati.
Keduanya
memutuskan untuk pergi
menolong dan
menyemangati mereka untuk tetap setia pada
Kristus. Jonas dan Barachisius sadar benar bahwa
mereka, juga, dapat tertangkap. Namun hal itu tak
menghalangi mereka. Hati mereka terlalu dipenuhi
kasih bagi sesama sehingga nyaris tak ada ruang
untuk memikirkan diri sendiri. Akhirnya, kedua
bersaudara itu pun tertangkap dan dijebloskan ke
dalam penjara. Kepada mereka dikatakan bahwa jika
mereka tidak menyembah matahari, bulan, api dan
air, mereka akan dianiaya dan dijatuhi hukuman
mati. Tetntu saja, mereka menolak menyembah
suatupun atau siapapun terkecuali Allah yang benar
dan esa. Mereka harus banyak menderita, namun
mereka berdoa. Mereka terus memikirkan
bagaimana Tuhan kita telah menderita sengsara bagi
mereka. Kedua bersaudara itu menanggung siksa
aniaya yang ngeri, namun tak hendak menyangkal
iman. Pada akhirnya, mereka dijatuhi hukuman mati
dan dengan sukacita menyerahkan nyawa bagi
Yesus. Jonas dan Barachisius wafat sebagai martir
pada tahun 327.
SANTO BARBATUS (612-29 Februari 682)
Barbatus dilahirkan di Benevento, Italia, pada
tahun 612. Ia diasuh secara Kristiani dan merupakan
seorang anak yang baik dan saleh. Ia memelihara
iman secara serius dan teristimewa amat suka
membaca Kitab Suci. sesudah cukup dewasa, ia
ditahbiskan sebagai seorang imam. Kemudian ia
dipercaya sebagai seorang pastor. Akan namun ,
hidupnya sebagai seorang pastor tidaklah mudah. St
Barbatus mendorong umat untuk mengamalkan
hidup yang lebih baik. Ia mengingatkan mereka
untuk bertobat dan menyesali dosa-dosa mereka.
Sebagian orang tidak suka diberitahu. Sebagian
orang lainnya menjadi geram. Mereka menganiaya
Barbatus dan pada akhirnya memaksanya pergi.
Imam muda ini merasa sedih. Ia kembali ke
Benevento, kota kelahirannya. Di sana, ia disambut
dengan hangat penuh sukacita. namun , ada
hambatan-hambatan juga di kota itu. Banyak orang
yang telah menjadi Kristen masih menyimpan
berhala-berhala kafir di rumah. Mereka merasa sulit
memusnahkan jimat-jimat keberuntungan. Mereka
percaya pada kuasa-kuasa gaib. St Barbatus
berkhotbah melawan takhayul yang demikian.
namun , orang tetap bertaut erat pada berhala-
berhala palsu. Orang kudus ini memperingatkan
mereka bahwa sebab dosa ini, kota mereka akan
diserang oleh para musuh; dan terjadilah demikian.
Sesudah peristiwa itu, umat menyadari kesalahan
mereka dan damai kembali menguasai kota. St
Barbatus ditahbiskan menjadi uskup. Ia terus
melanjutkan karyanya mempertobatkan orang
banyak hingga wafatnya pada tanggal 29 Februari
682 dalam usia tujuhpuluh tahun.
SANTO BARNABAS († 61)
Meskipun bukan salah seorang dari kedua
belas rasul Kristus, Barnabas disebut juga sebagai
rasul oleh St. Lukas dalam
kitab Kisah para Rasul. Hal
ini disebab kan, sama seperti
rasul Paulus, Barnabas
menerima suatu tugas
perutusan khusus dari Tuhan.
Barnabas yaitu seorang
Yahudi kelahiran pulau
Siprus. Namanya yaitu
Yusuf, namun para rasul
memberinya nama Barnabas, yang artinya “anak
penghiburan”.
Segera sesudah menjadi seorang Kristen, St.
Barnabas menjual segala harta miliknya dan
memberikan uangnya kepada para rasul. Ia seorang
yang lembut serta baik hati. Ia penuh semangat
dalam membagikan iman dan cintanya kepada
Yesus. Barnabas diutus ke kota Antiokhia untuk
mewartakan Injil. Antiokhia yaitu kota terbesar
ketiga dalam Kerajaan Romawi. Di Antiokhia-lah
para pengikut Kristus untuk pertama kalinya disebut
Kristen. Barnabas menyadari bahwa ia
membutuhkan bantuan. Ia berpikir tentang Paulus
dari Tarsus. Ia yakin bahwa pertobatan Paulus tulus
adanya. Barnabas-lah yang meyakinkan St. Petrus
dan komunitas Kristen. Ia meminta Paulus
bergabung dan berkarya bersamanya. Barnabas
seorang yang rendah hati, ia tidak khawatir berbagi
tugas dan tanggung jawab dengan orang lain. Ia
tahu bahwa Paulus juga memperoleh karunia luar
biasa untuk dibagikan dan ia ingin agar Paulus
memperoleh kesempatan untuk itu.
Beberapa waktu kemudian, Roh Kudus
memilih Paulus dan Barnabas untuk suatu tugas
khusus. Tak lama sesudahnya, kedua rasul itu pun
pergi melaksanakan suatu tugas perutusan yang
berani. Mereka menanggung banyak penderitaan
dan bahkan harus mempertaruhkan nyawa mereka.
Meskipun demikian, pewartaan mereka berhasil
memenangkan banyak jiwa bagi Yesus dan Gereja-
Nya. Kelak, Santo Barnabas pergi dalam suatu tugas
perutusan lain, kali ini bersama Yohanes Markus,
sepupunya. Mereka pergi ke Siprus, daerah asal
Barnabas. Begitu banyak orang menjadi percaya
melalui pewartaannya, hingga Barnabas dijuluki
Rasul dari Siprus. Menurut tradisi, orang kudus yang
hebat ini dirajam sampai mati pada tahun 61.
Perayaan memperingatinya setiap tanggal 11 Juni.
BAR SANUPHIOS († 540)
Seorang pertapa yang hidup sendirian dalam
pertapaan di Gaza Palestina dan mengarang 850
surat rohani. P: 6 Februari
SANTO BARTOLOMEUS, RASUL
Santo Bartolomeus yaitu salah seorang dari
kedua belas Rasul. Kita tidak tahu siapa namanya
yang sesungguhnya.
Bartolomeus yaitu nama
keluarga: bar-Tolomeus,
yang artinya 'anak
Tolomeus'.
Banyak yang
beranggapan bahwa
Bartolomeus yaitu
Natanael. Bartolomeus
berasal dari Kana di
daerah Galilea. saat
diajak oleh temannya,
Filipus, untuk menemui
Yesus dari Nazaret, ia
menggumam, "Mungkinkah sesuatu yang baik
datang dari Nazaret?" Yesus melihat Natanael
datang kepada-Nya, lalu berkata tentang dia:
Yesus : “Lihat, inilah seorang Israel sejati,
tidak ada kepalsuan didalamnya!”
Bartolomeus : “Bagaimana Engkau mengenal aku?”
Yesus : “Sebelum Filipus memanggil engkau,
Aku telah melihat engkau di bawah pohon ara.”
Bartolomeus: “Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja
orang Israel!”
Yesus : “sebab Aku berkata kepadamu: Aku
melihat engkau di bawah pohon ara, maka engkau
percaya? Engkau akan melihat hal-hal yang lebih
besar dari pada itu. Aku berkata kepadamu,
sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka
dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak
Manusia.”
Sejak saat itu Bartolomeus mengikuti Yesus hingga
Ia wafat disalib dan menjadi saksi kebangkitan-Nya.
Bartolomeus mewartakan Injil ke banyak
negara termasuk India, di mana ia meninggalkan
satu salinan Injil Matius dalam bahasa Ibrani.
Bartolomeus termasuk orang yang paling berani di
seluruh dunia. Coba bayangkan betapa beraninya ia
dan betapa kuat imannya hingga rela dikuliti hidup-
hidup. Beberapa orang bahkan mengatakan ia juga
disalibkan sesudah dikuliti. sebab ia lebih suka mati
demi membela imannya, ia masuk dalam himpunan
para martir.
Dia ini seorang yang sungguh-sungguh
tabah! Oleh sebab itu Bartolomeus yaitu santo
pelindung yang paling tepat bagi orang-orang yang
memohon keberanian serta kekuatan iman dalam
membela kebenaran. Memang sangat sulit bersikap
teguh membela kebenaran jika tampaknya semua
orang memusuhi kamu, tapi coba tirulah teladan St.
Bartolomeus. Bartolomeus diangkat sebagai santo
pelindung Armenia, di mana ia wafat sebagai martir.
Armenia yaitu tempat di mana Tabut Perjanjian
diletakkan juga tempat di mana burung merpati
perdamaian membawa sehelai daun zaitun segar ke
bahtera Nuh. Pada abad ke-4 jenasah Bartolomeus
dipindahkan ke sebuah gereja di Roma, di sebuah
pulau di tengah-tengah sungai Tiber.
Bartolomeus atau Natanael, Rasul yang
berasal dari Kana Galilea. Ia dihormati sebagai
pelindung para gembala dan petani. B: Bart; L:
seorang membawa sebilah pisau jagal; P: 24
Agustus.
BARTOLOMEUS ALBAN ROE (1583-1642)
Mahasiswa Anglikan ini berbalik menjadi
biarawan Benediktin dan pulang ke Inggris sebagai
misionaris. sesudah bekerja selama lima tahun, ia
diusir. namun ia menyelundup lagi dan bekerja di
bawah tanah. Akhirnya ia ditangkap dan 17 tahun
lamanya meringkuk dalam penjara. Ia menguatkan
iman para tahanan, disamping giat menulis surat
dan artikel . Bartolomeus digantung bersama imam
Hugo Green (P: 19 Desember).
P: 21 Januari.
SANTA BASILISSA dan SANTO JULIANUS
Santo Julianus dan Santa Basilissa yaitu
pasangan suami isteri. Mereka hidup pada awal abad
keempat. Cinta akan iman
mendorong mereka
melakukan sesuatu yang
gagah berani: mereka
mengubah rumah mereka
menjadi sebuah rumah
sakit. Dengan demikian,
mereka dapat merawat
mereka yang sakit dan
miskin yang membutuhkan
pertolongan mereka.
Santo Julianus
merawat pasien pria,
sementara Santa Basilissa
merawat pasien wanita . Pasangan ini
menemukan Yesus dalam diri orang-orang yang
mereka layani. Mereka melakukan apa yang mereka
lakukan itu sebab cinta, bukan sebab uang
ataupun maksud-maksud tertentu.
Kita tidak tahu banyak mengenai kehidupan
pasangan ini . Namun demikian kita tahu,
bahwa Santa Basilissa wafat sesudah mengalami
penganiayaan dahsyat sebab imannya. Julianus
hidup lebih lama. Ia melanjutkan karya pelayanan
kasihnya terhadap mereka yang sakit sesudah
kematian isterinya. Kelak, Julianus juga wafat
sebagai martir.
Basilissa dan Julianus melewatkan seluruh
hidup mereka dengan menolong sesama dan
melayani Tuhan. Mereka menanam benih iman
dengan hidup kudus. Mereka menyirami iman itu
dan membuatnya tumbuh subur dengan darah
mereka yang dicurahkan bagi Yesus yang tersalib.
SANTO BASILIUS AGUNG (330-379) &
SANTO GREGORIUS dari NAZIANZE (330-
390)
Basilius dan Gregorius dilahirkan di Asia Kecil
pada tahun 330. Sekarang daerah ini dikenal
dengan nama Turki. Keluarga
Basilius: nenek, ayah, ibu,
dua saudara serta seorang
saudarinya semuanya yaitu
orang kudus. Sedangkan
orangtua Gregorius yaitu
Santa Nonna dan Santo
Gregorius Tua.
Basilius dan Gregorius saling
bertemu dan menjadi
sahabat karib di sekolah di
Athena, Yunani.
Basilius kemudian menjadi seorang guru yang
tersohor. Suatu hari, saudarinya yaitu St. Makrina,
menyarankan agar ia menjadi seorang biarawan.
Basilius mendengarkan nasehat baik saudarinya,
pergi ke tempat yang sunyi dan di sana mendirikan
biaranya yang pertama. Regula (=peraturan biara)
yang ditetapkannya bagi para biarawannya amatlah
bijaksana. Biara-biara Gereja Timur masih
menerapkannya hingga saat ini.
Keduanya, Basilius dan Gregorius, menjadi
imam dan kemudian Uskup. Mereka dengan berani
berkhotbah menentang bidaah Arianisme yang
menyangkal bahwa Yesus yaitu Tuhan. Ajaran
sesat ini membingungkan banyak orang. saat
menjadi Uskup Konstantinopel, Gregorius
mempertobatkan banyak orang dengan khotbah-
khotbahnya yang mengagumkan. Hal itu
membuatnya hampir saja kehilangan nyawanya.
Seorang pemuda berencana untuk membunuhnya.
Pada saat-saat terakhir, pemuda ini bertobat
serta memohon pengampunan dari Gregorius. Santo
Gregorius sungguh
mengampuninya serta
membawanya ke jalan yang
benar dengan
kelemahlembutan serta
kebaikan hatinya.
Empatpuluh empat
khotbah Santo Gregorius, 243
suratnya, serta banyak
puisinya kemudian diterbitkan.
Buah penanya masih amat
penting hingga saat ini. Banyak
penulis mendasarkan karya-
karya mereka pada buah
penanya itu. Basilius, sahabat Gregorius, seorang
yang amat lembut serta murah hati. Ia selalu
menyediakan waktu untuk menolong kaum miskin
papa. Ia bahkan mendorong orang-orang miskin itu
untuk menolong mereka yang lebih miskin dari
mereka sendiri. Berikanlah makanan terakhirmu
kepada pengemis yang mengetuk pintumu,
desaknya, dan percayalah akan belas kasihan Tuhan.
Basilius menyumbangkan segala miliknya dan
membuka sebuah dapur umum. Di sana orang sering
melihatnya mengenakan celemek dan melayani
mereka yang lapar. Basilius wafat pada tahun 379
dalam usia empatpuluh sembilan tahun. Sementara
Gregorius wafat pada tahun 390 dalam usia
enampuluh tahun. Ia dimakamkan di Basilika Santo
Petrus di Roma.
Basilius, uskup lahir dan wafat di Kaisarea
(330-379), Asia Kecil. Ia merupakan salah satu
dari empat pujangga Timur dan ‘Bapak hidup
membiara di Gereja Timur’. L: seorang uskup
dengan merpati (symbol dari Roh Kudus); P:
bersama adiknya Gregorius : 2 Januari.
SANTA BATHILDIS († 30 Januari 680)
Kisahnya berawal sekitar tahun 630. Seorang
gadis Inggris Kristen yang ketakutan, tidak dapat
membayangkan apa
yang bakal terjadi
atas dirinya. Yang ia
tahu hanyalah
bahwa ia telah
diculik dan sekarang
berada dalam
sebuah kapal bajak
laut. Kemanakah ia
akan dibawa?
Kepada siapakah ia
dapat bertanya? Pada akhirnya, kapal ini
berlabuh dan ia mendengar orang-orang berbicara
bahwa mereka telah berada di Perancis. Bathildis
segera dijual sebagai seorang budak kepada
pengurus rumah tangga istana Raja Clovis.
Kisah selanjutnya bagaikan sebuah dongeng
Cinderela, kecuali bahwa kisah ini sungguh terjadi.
Gadis pendiam ini memperhatikan dengan seksama
sementara tugas-tugasnya dijelaskan atau
ditunjukkan kepadanya. Dari hari ke hari, ia
mengerjakan satu tugas ke tugas lainnya dengan
sebaik-baiknya. Ia seorang gadis yang pemalu dan
lemah lembut, namun bahkan Raja Clovis mulai
memperhatikannya. Semakin diperhatikannya gadis
itu, semakin raja terkesan. Gadis seperti inilah yang
akan menjadi seorang istri yang mengagumkan,
bahkan bagi seorang raja. Pada tahun 649, Clovis
menikahi Bathildis. Gadis budak kecil itu kini menjadi
seorang ratu. Raja dan ratu dikaruniai tiga orang
putera. Clovis meninggal dunia saat putera sulung
mereka baru berusia lima tahun, jadi Bathildis akan
memimpin Perancis hingga putera-puteranya
dewasa.
Pastilah sangat mengherankan semua orang
sebab ternyata Bathildis dapat memerintah dengan
amat bijaksana. Ia ingat betul bagaimana rasanya
menjadi seorang miskin. Ia juga ingat tahun-tahun
yang dilaluinya sebagai seorang budak. Ia dijual
begitu saja seolah-olah ia itu “tidak ada artinya
sama sekali.” Bathildis ingin agar semua orang
mengetahui betapa berharganya mereka di hadapan
Tuhan. Bathildis amat mencintai Yesus dan Gereja-
Nya. Ia menggunakan kekuasaannya untuk
membantu Gereja dalam segala cara yang mampu ia
lakukan. Ia tidak menjadi sombong atau pun
congkak. Sebaliknya, ia menaruh perhatian kepada
para fakir miskin. Ia juga melindungi rakyatnya agar
jangan sampai diculik dan diperlakukan sebagai
budak. Ia memenuhi Perancis dengan rumah sakit-
rumah sakit. Ia mendirikan sebuah seminari bagi
pendidikan para imam dan juga sebuah biara untuk
para biarawati. Kelak di kemudian hari, Ratu
Bathildis sendiri juga masuk biara. Sebagai seorang
biarawati, ia melepaskan segala status kerajaannya.
Ia menjadi salah seorang dari para biarawati yang
sederhana dan taat. Ia tidak pernah menuntut atau
bahkan berharap agar orang lain melayaninya. St.
Bathildis juga amat lemah lembut serta penuh
perhatian kepada mereka yang sakit. saat ia
sendiri jatuh sakit, ia harus menderita suatu
penyakit yang lama serta menyakitkan hingga ia
wafat pada tanggal 30 Januari 680. Perayaannya
setiap tanggal 30 Januari
BAVO († 659)
Meninggalkan kemewahan hidup yang penuh
harta sesudah isterinya meninggal. Kemudian ia
menjadi misionaris dan rahib di Belgia.
P: 1 Oktober.
BEATA († 277)
Seorang perawan Spanyol yang dibunuh
bersama saudara lelakinya (†277).
A: yang bahagia; P: 29 Juni.
BEATRIX († 1268)
Menjadi pemimpin biara Sistersien di Nazaret
(† 1268), ia dikaruniai pengalaman mistis.
A: berasal dari viatrix = penziarah; P: 29 Juli
BEATRIX da SILVA de MENESES (1424-
1490)
Puteri cantik, pandai serta kaya itu diinginkan
dan dikejar-kejar oleh banyak pemuda ningrat,
sehingga ia melarikan diri dari istana ratu tempat ia
bekerja ke suatu biara. Susaha aman Beatrix
berkaul keperawanan kekal. Walaupun tetap awam,
Beatrix lama hidup bersama suster sampai ia
berhasil mendirikan ordo yang baru
P: 18 Agustus
SANTO BEDA, VENERABILIS (673-25 Mei
735)
Imam Inggris ini terkenal sebagai seorang
kudus, imam, biarawan, guru, sekaligus penulis
sejarah. Ia dilahirkan di
Inggris pada tahun 673.
Orangtuanya
mengirimkannya ke biara
Benediktin setempat agar
ia memperoleh pendidikan
yang baik. Beda begitu
mencintai kehidupan biara
hingga ia sendiri kelak
menjadi seorang biarawan.
Ia tinggal di biara yang
sama sepanjang hidupnya.
Santo Beda amat
mencintai Kitab Suci. Ia
mengatakan bahwa mempelajari Kitab Suci
merupakan sukacita baginya. Ia senang mengajar
serta menulis tentangnya. saat ia semakin tua,
penyakit yang menyerangnya memaksa Santo Beda
tinggal di tempat tidur. Para murid datang
berkumpul di sisi pembaringannya untuk belajar
Kitab Suci. Ia tetap mengajar mereka dan juga
mengerjakan terjemahan Injil Santo Yohanes dari
bahasa Latin ke bahasa Inggris. Banyak orang tidak
mengerti bahasa Latin. Santo Beda ingin agar orang
banyak dapat membaca Sabda Yesus dalam bahasa
mereka sendiri.
saat penyakitnya bertambah parah, Santo
Beda tahu bahwa ia akan segera pulang kepada
Tuhan. Para biarawannya akan sangat kehilangan
dia. Ia tetap terus bekerja walaupun sakitnya payah.
Akhirnya, anak muda yang menuliskan segala yang
didiktekannya berkata kepadanya, “Bapa terkasih,
masih ada satu kalimat lagi yang belum
diselesaikan.” “Tulislah segera.” jawab Beda. saat
kemudian pemuda itu berkata, “Sudah selesai”,
orang kudus itu menjawab, “Bagus! Kamu benar -
sekarang sudah selesai. Sekarang tolong bantu aku
bangun. Aku ingin duduk memandang tempat di
mana aku biasa berdoa. Aku ingin memanggil Bapa
Surgawi-ku.” Santo Beda wafat tak lama kemudian,
yaitu pada tanggal 25 Mei 735. artikel nya yang paling
terkenal, ‘Sejarah Gereja Inggris’, merupakan
satu-satunya sumber terlengkap sejarah Inggris di
masa lampau. Orang menyebut Beda dengan gelar
kehormatan “Venerabilis” (Yang Pantas Dihormati),
ia merupakan sastrawan Ingris pertma yang
mendapat julukan ini . Ia juga diangkat sebagai
Pujangga Gereja. Perayaannya setiap tanggal 25
Mei
“Senantiasa merupakan suatu sukacita bagiku untuk
belajar, mengajar, dan menulis.” ~ Venerabilis Beda
SANTO BENEDIKTUS (480-21 Maret 547)
Santo Benediktus dilahirkan pada tahun 480.
Ia berasal dari keluarga Italia yang kaya. Hidupnya
penuh dengan petualangan dan
perbuatan-perbuatan hebat.
Semasa kanak-kanak, ia
dikirim ke Roma untuk belajar
di sekolah rakyat. Tumbuh
dewasa sebagai seorang
pemuda, Benediktus merasa
muak dengan gaya hidup
korupsi para kafir di Roma.
Benediktus meninggalkan kota
Roma dan mencari suatu
tempat terasing di mana ia
dapat menyendiri bersama
Tuhan. Ia menemukan tempat
yang tepat, yaitu sebuah gua di gunung Subiako.
Benediktus mengasingkan diri selama tiga
tahun lamanya. Setan sering kali membujuknya
untuk kembali ke rumahnya yang mewah dan
kehidupannya yang nyaman di sana. namun ,
Benediktus berhasil mengatasi godaan-godaan
ini dengan doa dan mati raga. Suatu hari, iblis
terus-menerus menggodanya dengan bayangan
seorang wanita cantik yang pernah dijumpainya
di Roma. Iblis berusaha membujuknya untuk
kembali ke kota mencari wanita itu. Hampir saja
Benediktus jatuh dalam pencobaan. Kemudian ia
merasa sangat menyesal hingga menghempaskan
dirinya dalam semak-semak dengan duri-duri yang
panjang serta tajam. Ia berguling-guling di atas
semak duri hingga seluruh tubuhnya penuh dengan
goresan-goresan luka. Sejak saat itu, hidupnya
mulai tenang. Ia tidak pernah merasakan godaan
yang dahsyat seperti itu lagi.
sesudah tiga tahun, orang-orang mulai datang
kepada Benediktus. Mereka ingin belajar bagaimana
menjadi kudus. Ia menjadi pemimpin dari sejumlah
pria yang mohon bantuannya. namun , saat
Benediktus meminta mereka untuk melakukan mati
raga, mereka menjadi marah. Bahkan para pria itu
berusaha meracuninya. Benediktus membuat Tanda
Salib di atas anggur beracun itu dan gelas anggur
tiba-tiba pecah berkeping-keping.
Di kemudian hari, Benediktus menjadi
pemimpin dari banyak rahib yang baik. Ia
mendirikan dua belas biara. Kemudian ia pergi ke
Monte Kasino di mana ia mendirikan biaranya yang
paling terkenal. Di sanalah St. Benediktus
menuliskan peraturan-peraturan Ordo Benediktin
yang mengagumkan. Ia mengajar para rahibnya
untuk berdoa dan bekerja dengan tekun. Terutama
sekali, ia mengajarkan mereka untuk senantiasa
rendah hati. Benediktus dan para rahibnya banyak
menolong warga sekitar pada masa itu. Mereka
mengajari orang banyak itu membaca dan menulis,
bercocok tanam dan aneka macam ketrampilan
dalam berbagai lapangan pekerjaan. St. Benediktus
mampu melakukan hal-hal baik sebab ia senantiasa
berdoa. Ia wafat pada tanggal 21 Maret tahun 547.
Pada tahun 1966, Paus Paulus VI menyatakan St.
Benediktus sebagai santo pelindung Eropa. Pada
tahun 1980, Paus Yohanes Paulus II menambahkan
Santo Sirilus dan Santo Metodius sebagai santo
pelindung Eropa bersama dengan Santo Benediktus.
Benediktus (480-547), abbas dan pendiri ordo
Benediktin (termasuk Trapis). Pelindung orang
yang sedang sakrat maut. A: yang diberkati
(oleh Tuhan); B: Benito, Benoit, Diktus, Dicky
(♂); Benedikta (♀); L: seorang biarawan
dengan tongkat abbas dan ‘regula’ (=artikel
aturan); P: 11 Juli.
“Tempatkan Kristus di atas segala-galanya.” ~ Peraturan
Santo Benediktus
BENEDIKTUS dari ANIANE OSB (751-821)
Semula yaitu pejabat tinggi istana, namun
kemudian ia masuk biara dan menjadi abbas yang
begitu saleh dan berpengaruh di Kornelimuenster
(Jerman), sehingga Kaisar menyerahkan
pembaharuan semua biara kepadanya. Ia
memberikan teladan yang baik.
P: 12 Februari
BENEDIKTUS HITAM (1526-1589)
Anak budak-belian Afrika itu dimerdekakan
waktu masih muda. saat berumur 21 tahun, ia
dihina sebab warna kulitnya. Ketenangan dan
kesabarannya mengetuk hati seorang Fransiskan,
sehingga mengajaknya memasuki ordonya.
Kemudian Benediktus menjadi bruder, bahkan dipilih
menajdi pemimpin biara, walaupu bukan imam. Ia
begitu bijaksana, penuh semangat dan saleh,
sehingga berhasil memperbaharui seluruh hidup
biara, meskipun ia sendiri buta huruf.
P: 4 April
BENIGUUS VISDOMINI (1236)
yaitu seorang imam yang bejat tingkah
lakunya. namun kemudian ia bertobat dan masuk
biara Vallombrosa Italia, bahkan dipilih menjadi
pimpinan. Namun kemudian ia mengundurkan diri
untuk hidup bertapa.
A: yang lemah lembut P: 17 Juli
BENNO (1066-1106)
Seorang uskup Meissen Jerman dan
misionaris suku Wenden. Ia terkenal sebab
memajukan pertanian rakyat.
P: 16 Juni.
BENYAMIN (429)
Diakon Persia ini disiksa dengan tusukan
bambu runcing sampai mati, sebab berani
menyampaikan Injil kepada pejabat-pejabat istana
Shah.
P: 31 Maret
SANTO BENEDIKTUS YOSEPH LABRE
(1748-1783)
Orang kudus dari Perancis yang dilahirkan
pada tahun 1748 ini menempuh jalan hidup yang
aneh. Ia yaitu putera
seorang pemilik toko dan
memperoleh pendidikan
dari pamannya, seorang
imam. saat imam yang
baik itu meninggal dunia,
Benediktus berusaha masuk
biara. namun , ia ditolak
sebab masih terlalu muda.
Benediktus kemudian
mencoba masuk biara lainnya. Ia menyukai
kehidupan doa dan mati raga.
Namun, saat ia masuk biara, Benediktus
menjadi kurus dan lemah. Maka, dinasehatkan
kepadanya agar ia pulang ke rumah dan hidup
sebagai seorang Kristen yang baik. Benediktus
pulang dan perlahan-lahan kesehatannya pulih
kembali. Ia berdoa mohon bantuan Tuhan.
Kemudian Benediktus merasa bahwa Tuhan telah
menjawab doanya. Ia akan menjadi seorang
peziarah, seorang yang mengadakan perjalanan suci
dengan berdoa dan bermati raga. Sebagai peziarah,
Benediktus akan mengunjungi tempat-tempat suci
yang termashyur di Eropa.
Benediktus memulai perjalanannya dengan
berjalan kaki. Ia pergi dari satu gereja ke ke gereja
lainnya. Ia mengenakan jubah sederhana, sebuah
salib di dada dan rosario di lehernya. Ia tidur di
emperan jalan. Makanan yang disantapnya hanyalah
yang diberikan orang-orang kepadanya. Jika mereka
memberinya uang, ia akan memberikannya kepada
orang-orang miskin. “Ransel”nya hanyalah sebuah
kantong. Di dalamnya ia menyimpan Kitab Suci, juga
medali-medali dan artikel -artikel rohani yang akan
dibagikannya kepada orang lain. Perhatian St.
Benediktus sama sekali tidak tertuju pada
pemandangan indah di daerah-daerah yang ia
kunjungi. Satu-satunya yang menarik baginya
yaitu gereja-gereja di mana Yesus tinggal dalam
Sakramen Mahakudus.
Tahun-tahun berlalu, Santo Benediktus
tampak semakin menyerupai seorang pengemis. Ia
compang-camping dan kotor. Ia makan sisa-sisa roti
dan kulit kentang. Ia tidak pernah minta sesuatu
yang membuatnya merasa lebih nyaman. Di
beberapa tempat, anak-anak melemparinya dengan
batu serta mengolok-oloknya. Orang-orang yang
tidak mengenalnya cenderung menghindarinya.
namun , jika St. Benediktus sudah bersujud di
hadapan tabernakel, ia demikian khusuk bagaikan
patung. Wajahnya yang pucat dan kuyu menjadi
bersinar-sinar. Ia akan berbicara kepada Yesus dan
Bunda Maria. Ia berbisik, “Bunda Maria, o Bundaku!”
Ia sungguh sangat bahagia saat bersatu dengan
Yesus dan Bunda Maria. Benediktus wafat pada
tahun 1783 dalam usia tiga puluh lima tahun.
Kesucian pengemis kudus ini segera tersebar luas.
Perjalanannya telah selesai. Ziarahnya telah berakhir
dan kini ia tinggal bersama Yesus dan Bunda Maria
untuk selamanya. Seabad sesudah wafatnya, St.
Benediktus Yoseph Labre dinyatakan kudus oleh
Paus Leo XIII pada tahun 1883.
Benoit atau Benedictus Yoseph Labre; L:
tongkat dan rosario; P: 16 Agustus.
SANTO BERARDUS, dkk (†16 Januari 1220)
Enam biarawan Fransiskan menerima tugas
dari Santo Fransiskus Asisi untuk pergi ke Maroko.
Mereka diutus untuk mewartakan iman Kristiani di
tengah warga Muslim. Biarawan Berardus,
Petrus, Adjutus, Accursio dan Odo melakukan
perjalanan dengan kapal laut pada tahun 1219.
Maroko terletak di ujung barat laut Afrika. Perjalanan
mereka merupakan perjalanan yang panjang serta
berbahaya. Kelompok biarawan ini tiba di
Seville, Spanyol. Segera mereka mulai berkhotbah di
jalan-jalan dan di taman-taman kota. Orang
memperlakukan mereka seolah-olah mereka gila dan
menangkap mereka. Agar tidak dipulangkan kembali
ke negerinya, para biarawan mengatakan bahwa
mereka ingin bertemu sultan. Jadi, gubernur Seville
mengirim mereka ke Maroko.
Sultan menerima para biarawan serta
memberi mereka kebebasan untuk berkhotbah di
kota. namun , sebagian orang tidak suka akan hal ini.
Mereka melaporkannya kepada penguasa. Sultan
berusaha melindungi para biarawan dengan
mengirim mereka untuk tinggal di Marrakech, di
pesisir barat Maroko. Seorang pangeran Kristen,
yang juga sahabat sultan, Dom Pedro Fernandez,
menerima mereka di rumahnya. Namun, para
biarawan ini sadar bahwa misi mereka yaitu
mewartakan iman. Jadi, mereka kembali ke kota
sesering mungkin. Hal ini membuat geram sebagian
orang yang tidak suka mendengar pesan yang
disampaikan para biarawan. Keluhan dan hasutan
mereka membuat sultan murka begitu rupa hingga
suatu hari, saat melihat para biarawan itu sedang
berkhotbah, ia memerintahkan para biarawan itu
untuk segera berhenti atau pergi meninggalkan
negeri. sebab para biarawan tidak hendak
melakukan keduanya, para biarawan Fransiskan itu
dipenggal kepalanya di sana saat itu juga. Peristiwa
itu terjadi pada tanggal 16 Januari 1220.
Dom Pedro datang menjemput jenasah para
martir. Pada akhirnya, ia mengantarkan relikwi para
biarawan ke Gereja Salib Suci di Coimbra, Portugal.
Misi para biarawan Fransiskan ke Maroko sangat
singkat dan tampaknya gagal. Namun demikian,
hasilnya sungguh luar biasa. Kisah para martir yang
gagah berani ini membakar semangat para
Fransiskan pertama untuk menjadi misionaris dan
wafat sebagai martir pula. Kesaksian keenam
biarawan Fransiskan inilah yang mendorong seorang
pemuda untuk mengabdikan hidupnya kepada Tuhan
sebagai seorang imam Fransiskan. Kita mengenalnya
sebagai St. Antonius dari Padua.
P: 16 Januari
SANTA BERNADETTE SOUBIROUS
(7 Januari 1844-16 April 1879)
Pada tanggal 7 Januari 1844, dari pasangan
Francois Soubirous -seorang pengusaha penggilingan
gandum yang jatuh miskin-
dan isterinya, Louise
Casterot, lahirlah seorang
bayi, anak mereka yang
sulung. Bayi itu mereka beri
nama Marie Bernarde.
sebab perawakannya yang
kecil mungil, anak itu
kemudian biasa dipanggil
Bernadette (Bernarde
kecil).
Sejak bayi
kesehatan Bernadette
kurang baik. Ia selalu saja
menderita sakit, terutama asma. Bukannya
mengeluh, namun Bernadette mempersembahkan
semua penderitaannya kepada Tuhan sebagai silih
demi pertobatan orang-orang berdosa. . Bagi
Bernadette, sakit juga bukan berarti bebas dari
segala tugas dan kewajiban. Ia tetap harus
membantu ibunya mengasuh kelima adiknya. Dan
saat Bernadette telah dianggap cukup umur, ia
pun harus bekerja sebagai pembantu dan
penggembala ternak.
Suatu hari, pada tanggal 11 Februari 1858,
suatu peristiwa yang luar biasa terjadi. saat ia
bersama seorang adik dan seorang temannya
sedang mencari kayu bakar di padang, Bunda Maria
menampakkan diri kepadanya di sebuah gua yang
disebut Massabielle (=Batu Besar), di tepi sungai
Gave dekat kota Lourdes. Bernadette tidak tahu
siapa wanita cantik itu dan apa yang ia inginkan.
Bunda Maria menampakkan diri kepadanya sebanyak
18 kali. Pada tanggal 25 Maret 1858, pada
penampakannya yang ke-16, Bunda Maria
mengungkapkan siapa dirinya, "Akulah yang
Dikandung Tanpa Dosa." ('Que Soy Era Immaculada
Conceptiou' atau 'I Am The Immaculate
Conception').
sesudah peristiwa penampakan itu Bernadette
semakin banyak menderita, baik sebab kecurigaan
orang-orang yang tidak mau percaya, oleh perhatian
berlebihan dari mereka yang percaya serta ancaman
dari penguasa setempat. Semuanya itu
ditanggungnya dengan tabah dan sabar.
Pada usia 22 tahun, Bernadette
menggabungkan diri dengan Suster-suster Karitas di
Nevers, Perancis. Tiga belas tahun lamanya ia
tinggal di biara dan sebagian besar dari waktu
ini dihabiskannya di tempat tidur sebab sakit
yang dideritanya.
"Pekerjaanku semakin maju," kata
Bernadette.
"Pekerjaan apa?" tanya seorang suster
keheranan.
"Pekerjaan bersakit-sakit!" jawabnya sambil
tersenyum.
Bernadette seorang yang sangat rendah hati.
Lebih dari apa pun, ia tidak ingin dipuji. Suatu saat
seorang suster bertanya kepadanya apakah ia
merasa bangga sebab dipilih oleh Bunda Maria.
"Bagaimana mungkin," Bernadette cepat-cepat
menjawab, "Bunda Maria memilih saya justru sebab
saya inilah yang paling hina." Suatu jawaban dari
kerendahan hati yang paling dalam!
Bernadette wafat pada tanggal 16 April 1879
dalam usia 35 tahun sebab penyakit tuberculosis.
Tubuhnya masih utuh hingga kini meskipun ia telah
meninggal lebih dari seabad yang lalu. Pada tahun
1933 Bernadette diangkat sebagai santa oleh Paus
Pius XI. Pestanya dirayakan pada tanggal 16 April.
SANTO BERNARDINUS dari SIENA OFM
(1380-1444)
Santo Bernardinus dilahirkan pada tahun
1380 di sebuah kota dekat Siena, Italia. Ia putera
seorang gubernur Italia. Kedua
orangtuanya meninggal dunia
saat usianya baru tujuh
tahun. Kerabatnya mengasihi
dia seperti puteranya sendiri.
Mereka juga memberikan
pendidikan yang baik baginya.
Bernardinus tumbuh menjadi
seorang pemuda yang tinggi
dan tampan. Ia seorang yang
menyenangkan, teman-
temannya suka padanya.
jika sedang bersamanya,
teman-temannya itu tidak akan
berani mengucapkan kata-kata yang tidak pantas,
sebab Bernardinus tidak akan tahan mendengarnya.
Dua kali seorang teman berusaha membujuknya
berbuat dosa, Bernardinus langsung meninju serta
mengusirnya pergi.
Orang kudus kita ini memiliki cinta yang
istimewa pada Bunda Maria. Bunda Maria-lah yang
senantiasa menjaganya agar tetap murni. Semenjak
ia remaja, Bernardinus berdoa kepadanya seperti
seorang anak berbicara kepada ibunya. Bernardinus
seorang yang lembut hati. Ia penuh belas kasihan
pada mereka yang miskin. Suatu saat , bibinya
tidak memiliki makanan lebih untuk diberikan
kepada pengemis. Bernardinus kecil menangis, “Aku
lebih suka tidak makan dibandingkan membiarkan orang
miskin itu pergi dengan tangan kosong.” saat
suatu wabah menyerang daerahnya pada tahun
1400, Bernardinus dan teman-temannya bekerja
sebagai sukarelawan di rumah sakit. Mereka
merawat orang-orang yang sakit dan yang
menjelang ajal mulai pagi hingga petang, selama
enam minggu lamanya hingga wabah berakhir.
Bernardinus bergabung dengan Ordo
Fransiskan saat ia berusia dua puluh dua tahun.
Kemudian ia ditahbiskan sebagai imam. Beberapa
tahun kemudian, ia ditugaskan pergi ke kota-kota
dan desa-desa untuk mewartakan Injil. Umat pelu
diingatkan kembali akan cinta Yesus. Pada masa itu,
kebiasaan-kebiasaan buruk merusak baik kaum
muda maupun tua. “Bagaimana aku dapat
menyelamatkan orang-orang ini sendirian?”
Bernardinus bertanya pada Tuhan dalam doa.
“Dengan senjata apakah aku dapat melawan
kejahatan?” Dan Tuhan menjawab, “Nama-Ku yang
Tersuci sudah cukup bagimu.” Maka, Bernardinus
menyebarluaskan devosi kepada Nama Yesus yang
Tersuci. Berulang kali ia menggunakan Nama-Nya di
setiap khotbah. Ia meminta umat untuk menuliskan
Nama Yesus di gerbang-gerbang kota, di pintu
keluar-masuk, di mana saja. Melalui devosi kepada
Nama Yesus yang Tersuci dan melalui devosi kepada
Bunda Maria, Bernardinus berhasil membawa ribuan
orang dari seluruh penjuru Italia kembali ke
pangkuan Gereja. Santo Bernardinus melewatkan
empat puluh dua tahun dari masa hidupnya sebagai
seorang imam Fransiskan. Ia wafat dalam usia enam
puluh empat tahun di Aquila, Italia, pada tanggal 20
Mei 1444. Ia dinyatakan kudus hanya enam tahun
kemudian, yaitu pada tahun 1450, oleh Paus Nikolas
V
Bernardinus dari Siena OFM (1380-1444),
pengkotbah ulung melawan hidup mewah dan
pelindung para wartawan; L: medali berbentuk
matahari dengan huruf JHS, artinya Jesus
Hominum Salvatore (Jesus Penyelamat
Manusia); P: 20 Mei.
“jika engkau berbicara tentang Tuhan, berbicaralah
dengan cinta. jika engkau berbicara tentang dirimu
sendiri, berbicaralah dengan cinta. Berhati-hatilah agar
tidak ada yang lain dalam dirimu selain cinta, cinta, dan
cinta.” ~ Santo Bernardinus dari Siena.
BERNARDINO REALINO (1530-1616)
Mengalami tiga kali penampakan teman
wanitanya Kloside yang sudah meninggal dengan
pesan, susaha ia meninggalkan karier duniawi.
Pesan ini dikuatkan oleh penampakan Bunda Maria
padanya. Akhirnya ia menjadi Jesuit, pengkotbah
ulung, pembimbing rohani dan bapak pengakuan
yang dicari-cari orang di kota Lecce Italia. Ia
mengerjakan banyak mukjijat dan hidup
bermatiraga.
P: 2 Juli
SANTO BERNARDUS (1090-1153)
Bernardus dilahirkan pada tahun 1090 di
Dijon, Perancis. Ia dan keenam saudara-saudarinya
memperoleh
pendidikan
yang baik. Hati
Bernardus
amat sedih
saat ibunya
meninggal
dunia. Usianya
baru
tujuhbelas
tahun. Hampir-
hampir ia
membiarkan dirinya larut dalam kesedihan jika saja
tidak ada Humbeline, saudarinya yang periang.
Humbeline membuatnya gembira dan segera saja
Bernardus telah menjadi seorang yang amat
populer. Ia tampan dan cerdas, riang gembira dan
penuh rasa humor. Siapa saja suka berada di
dekatnya.
Suatu hari, Bernardus mencengangkan
teman-temannya saat ia mengatakan bahwa ia
akan bergabung dengan Ordo Cistercian yang amat
keras. Mereka mengusahakan segala cara agar ia
membatalkan rencananya itu. namun pada akhirnya,
Bernarduslah yang berhasil meyakinkan saudara-
saudaranya, seorang pamannya dan keduapuluh-
enam orang temannya untuk bergabung
bersamanya. saat Bernardus dan saudara-
saudaranya hendak meninggalkan rumah mereka,
mereka berkata kepada adik mereka, Nivard, yang
sedang bermain bersama anak-anak lain: “Selamat
tinggal, Nivard kecil. Sekarang semua tanah dan
harta benda ini menjadi milikmu.” namun anak itu
menjawab: “Apa! Kalian mengambil surga dan
menyisakan dunia untukku? Apakah kalian pikir itu
adil?” Dan tak lama kemudian, Nivard pun
bergabung dengan saudara-saudaranya di biara. St.
Bernardus menjadi seorang biarawan yang baik.
Tiga tahun kemudian, ia diutus untuk
mendirikan biara Cistercian yang baru serta menjadi
abbas (=pemimpin biara) di sana. Biara ini
terletak di Lembah Cahaya. Dalam bahasa Perancis,
Lembah Cahaya yaitu “Clairvaux” Biara baru itu
kemudian lebih dikenal dengan nama Clairvaux.
Bernardus menjadi abbas di Clairvaux hingga akhir
hayatnya. Meskipun ia lebih suka tinggal bekerja dan
berdoa dalam biaranya, kadang-kadang ia harus
pergi untuk tugas-tugas khusus. Ia berkhotbah,
mendamaikan para penguasa, serta memberikan
nasehat kepada paus. Ia juga menulis artikel -artikel
rohani yang indah. Ia menjadi seorang yang amat
berpengaruh dalam jamannya. namun , terutama
yang paling dirindukan Bernardus yaitu dekat
dengan Tuhan, menjadi seorang biarawan. Ia tidak
berusaha untuk menjadi orang terkenal. Bernardus
memiliki devosi yang mendalam kepada Santa
Perawan Maria. Dikatakan bahwa ia sering menyapa
Bunda Maria dengan sebuah “Salam Maria” saat ia
melewati patungnya. Suatu hari, Bunda Maria
membalas salamnya: “Salam, Bernardus!”. Dengan
cara demikian Bunda Maria hendak menunjukkan
bagaimana cinta Bernardus dan devosinya telah
menyenangkan hati Bunda Maria.
St. Bernardus wafat pada tahun 1153. Orang
banyak merasa sangat sedih sebab mereka
kehilangan pengaruhnya yang menakjubkan. St.
Bernardus dinyatakan kudus pada tahun 1174 oleh
Paus Alexander III. St. Bernardus juga diberi gelar
Doktor Gereja pada tahun 1830 oleh Paus Pius VIII.
“Ia yang tidak memiliki rasa kasih sayang terhadap
temannya sendiri telah kehilangan rasa takut akan
Tuhan.” ~ Santo Bernardus
SANTA BERTILLA († 705)
Bertilla hidup pada abad ketujuh. Kisah
hidupnya yang pertama muncul dalam bahasa Latin
pada tahun 800. Ia dilahirkan di Soissons, Perancis.
Semasa remaja, ia merasakan panggilan untuk
hidup lebih dekat pada Tuhan. Ia mulai menyadari
bahwa hidup doa dan kurban yang ia inginkan dapat
ditemukan dalam biara. Ia pergi kepada Uskup, St
Ouen, untuk mohon nasehat. Uskup mendorong
Bertilla untuk mengikuti panggilannya. Orangtua
Bertilla mengirimnya ke sebuah biara yang
mengikuti peraturan seorang biarawan Irlandia, St
Kolumbanus. saat tiba, Bertilla tahu bahwa ia telah
menemukan damai. Tahun-tahun berlalu. Bertilla
melewatkan waktunya dengan berdoa dan
melakukan berbagai tugas. Ia teristimewa cakap
dalam menawarkan keramah-tamahan kepada para
pengelana dan mereka yang sakit yang datang ke
biara. Ia juga bertanggung jawab atas anak-anak
yang dididik di biara.
St
Bathildis, isteri Raja Clovis II, mendirikan sebuah
biara baru. Ia meminta kepada kepala biara di
Soissons untuk mengirimkan beberapa biarawati
guna memulai komunitas. Bertilla termasuk di antara
mereka yang dipilih dan ia bahkan ditunjuk sebagai
kepala biara. Bertilla amat terkejut; namun demikian
ia memutuskan untuk melakukan yang terbaik. Ia
tahu bahwa Tuhan akan menolongnya di segala
jalannya. Komunitas biarawati pun berkembang.
Ratu Bathildis sendiri menjadi seorang biarawati
sesudah suaminya wafat. Kemudian, seorang ratu
lain, Hereswitha, janda raja dari East Angles,
menjadi seorang biarawati juga. Bertilla pastilah
terperanjat mendapati dua ratu dalam
komunitasnya. namun semua orang hidup dalam
damai sebab kedua ratu sama rendah hatinya
dengan sang kepala biara. Bertilla menikmati umur
panjang dan memimpin biara di Chelles selama
empatpuluh enam tahun. Ia wafat sekitar tahun 705.
BEATO BERTRAND († 1230)
Bertrand hidup di pertengahan akhir abad
keduabelas dan pertengahan awal abad ketigabelas.
Negerinya, Perancis,
dikacaukan oleh perang
agama; ada suatu
kebingungan hebat
mengenai ajaran Gereja.
Orangtua Bertrand
berhasil melewatkan
hidup dalam damai dan
mereka mengajarkan
iman yang benar kepada
putera mereka. Pada
tahun 1200, biara-biara
Cistercian diserang oleh
suatu pasukan yang
dipimpin oleh Raymond dari Toulouse. Raymond
percaya akan suatu bidaah yang disebut
Albigensianisme. Ia menganiaya orang-orang yang
tidak memiliki kepercayaan yang sama dengannya.
Teristimewa ia menganiaya biarawan-biarawan
Cistercian. Para biarawan ini berusaha keras
membantu umat untuk mengenal iman Katolik yang
benar.
Bertrand menggabungkan diri dalam Ordo
Cistercian dan menjadi seorang imam. Sekitar tahun
1208, ia bertemu dengan St Dominikus. Ini
merupakan undangan Tuhan kepadanya untuk
memulai suatu pelayanan yang amat penting.
Bertrand yaitu salah seorang dari keenam orang
yang menggabungkan diri dengan Dominikus pada
tahun 1215 untuk membentuk suatu kongregasi
religius yang baru, Ordo Pengkhotbah. Mereka sering
disebut “Dominikan” seturut nama pendirinya. Beato
Bertrand diutus ke Paris untuk memulai ordo di
sana. Selang tak lama kemudian, St Dominikus
mengutus Biarawan Bertrand untuk pergi ke Bologna
untuk mendirikan ordo di sana. Bertrand taat
dengan senang hati. Sementara itu, Ordo
Pengkhotbah semakin berkembang. Mereka
mewartakan pesan Injil ke kota-kota dan desa-desa.
Mereka ingin orang mengenal dan mencintai iman
Katolik mereka. Pada tahun 1219, Beato Bertrand
menemani St Dominikus dalam suatu perjalanan ke
Paris. Ia sangat mengasihi serta mengagumi St
Dominikus.
Pada tahun 1221 para Dominikan
mengadakan suatu pertemuan besar yang disebut
Kapitel Umum. Bertrand ada di sana. Ordo dibagi
menjadi delapan provinsi agar para religius dan
pelayanan mereka dapat lebih efektif. Bertrand
ditetapkan sebagai Superior atau Provinsial Perancis
selatan. Ia menghabiskan sisa hidupnya dengan
berkhotbah dan membantu umat untuk semakin
dekat pada Tuhan. Bertrand wafat pada tahun 1230
dan dimaklumkan sebagai “beato” oleh Paus Leo XIII
pada tahun 1881.
SANTA BIBIANA
Ayah Bibiana, Flavian, yaitu seorang
pejabat kota Roma pada masa Gereja Perdana.
Flavian dan isterinya dikenal sebagai pengikut
Kristus yang taat. saat Kaisar Yulianus
mengingkari iman Katoliknya dan mulai menganiaya
umat Kristen, Flavian ditangkap. Wajahnya dicap
dengan besi panas dan kemudian ia dikirim ke
tempat pembuangan.
sesudah Flavian wafat, isterinya - Dafrosa -
juga dijadikan tahanan di rumahnya sendiri.
Hukuman itu dijatuhkan
kepadanya sebab
kehidupan Kristianinya yang
saleh. Kemudian, Dafrosa
juga dijatuhi hukuman
mati. Bibiana, yang
ditinggal sendirian bersama
saudarinya - Demetria -
dengan segenap hati
mempercayakan dirinya
kepada Tuhan dan berdoa.
Segala milik mereka diambil
dari mereka. Lalu, kedua
gadis ini diajukan ke
pengadilan. Demetria yang malang begitu ketakutan
sehingga ia tewas sesaat di kaki hakim. Bibiana
diserahkan kepada seorang wanita pendosa yang
ditugaskan untuk menjadikan Bibiana sejahat
dirinya. Wanita itu membujuk dengan kata-kata
manis dan dengan banyak akal licik susaha Bibiana
jatuh dalam dosa. namun Bibiana tidak dapat
dibujuk. Ia dibawa kembali ke pengadilan dan
didera. Namun, ia tetap teguh pada iman dan
kesuciannya. Akhirnya, Santa Bibiana didera dengan
cambuk timah hingga wafat. Seorang imam
menguburkan jenasahnya pada malam hari di
samping ibu dan saudarinya.
BLANDINA († 177)
Bersama dengan majikannya, teman laki-
lakinya Santo Pontikus, uskup Santo Potinus dan
banyak orang Kristen lain disiksa dengan kasar di
Lyon Perancis atas tuduhan dan hasutan palsu, yaitu
bersama-sama makan bayi. Para penyiksa heran
dengan ketabahannya, sehingga akhirnya
menyerahkan nasib gadis budak belian muda (15
tahun) ini untuk dimangsa seekor sapi jantan.
P: 2 Juni
BLANKA (1188-1252)
yaitu ibu Raja Santo Louis IX (Perancis). Ia
memerintah Negara mewakili puteranya selama raja
memimpin Perang Salib. Ia mendidik anak-anaknya
dengan baik sekali walaupun suaminya meninggal
dalam usia muda.
A: yang putih bersih; P: 3 Desember
SANTO BLASIUS († 316)
Santo Blasius hidup
pada abad keempat. Sebagian
mengatakan bahwa ia berasal
dari sebuah keluarga kaya dan
menerima pendidikan Kristiani.
Semasa remaja, Blasius
memikirkan tentang segala
permasalahan serta
penderitaan yang terjadi pada
masa itu. Ia mulai menyadari
bahwa hanya sukacita rohani saja yang dapat
membuat seseorang merasakan kebahagiaan sejati.
Blasius menjadi imam dan kemudian diangkat
menjadi Uskup Sebaste di Armenia yang sekarang
yaitu Turki. Dengan segenap hati, Blasius bekerja
keras untuk menghantar umatnya menjadi kudus
dan bahagia. Ia berdoa dan berkhotbah; ia berusaha
menolong semua orang.
saat Gubernur Licinius mulai menganiaya
umat Kristiani, Santo Blasius ditangkap. Ia dibawa
untuk dijebloskan ke dalam penjara dan dihukum
penggal. Dalam perjalanan, umat berkumpul di
sepanjang jalan untuk melihat uskup mereka yang
terkasih untuk terakhir kalinya. Blasius memberkati
mereka semuanya, bahkan juga orang-orang kafir.
Seorang ibu yang malang bergegas datang
kepadanya. Ia memohon Blasius agar
menyelamatkan anaknya yang hampir tewas
tercekik duri ikan yang tertelan di tenggorokannya.
Orang kudus itu membisikkan doa dan memberkati
sang anak. Mukjizat terjadi, sehingga nyawa anak
itu dapat diselamatkan. Oleh sebab itulah St.
Blasius dimohon bantuan doanya oleh semua orang
yang menderita penyakit tenggorokan.
Pada hari pestanya, tenggorokan kita
diberkati. Kita mohon bantuannya untuk melindungi
kita dari segala macam penyakit tenggorokan.
Dalam penjara, uskup yang kudus ini
mempertobatkan banyak orang kafir. Tidak ada
siksaan yang dapat membuatnya mengingkari
imannya kepada Yesus. Santo Blasius dihukum
penggal kepalanya pada tahun 316. Sekarang ia ada
bersama Yesus untuk selama-lamanya.
Blasius, uskup Armenia, pada peringatan
pestanya orang menerima “Pemberkatan Santo
Blasius” dengan dua lilin agar terlindung dari
penyakit tenggorokan; L: dua lilin bersilang; P:
3 Februari.
SANTO BONAVENTURA (1221-14 Juli 1274)
Bonaventura artinya “untung”. St.
Bonaventura dilahirkan pada tahun 1221 di Tuscany,
Italia dan dibaptis dengan
nama Yohanes. Bonaventura
bergabung dengan Ordo
Fransiskan (O.F.M. = Ordo
Saudara-saudara Dina) yang
pada waktu itu masih baru.
St. Fransiskus dari Asisi yang
mendirikan Ordo Fransiskan
hidup antara tahun 1181
hingga 1226. Jadi, St.
Fransiskus masih hidup saat
Bonaventura lahir.
Sebagai seorang
biarawan muda, Bonaventura
harus meninggalkan
negerinya untuk belajar di
Universitas Paris di Perancis.
Ia menjadi seorang penulis
tentang hal-hal ketuhanan
yang hebat. Kasihnya kepada Tuhan demikian besar
sehingga orang memanggilnya dengan sebutan
“Doctor Seraphicus”. Seraphicus artinya seperti
malaikat. Salah seorang sahabat Bonaventura yang
terkenal ialah St. Thomas Aquinas. Thomas
bertanya kepada Bonaventura dari manakah ia
mendapatkan semua hal-hal mengagumkan yang ia
tulis. Bonaventura membimbing temannya itu ke
meja tulisnya. Ia menunjuk sebuah salib besar yang
selalu ada di atas mejanya. “Dialah yang
mengatakan segalanya kepadaku. Dia-lah satu-
satunya Guru-ku.” Di lain waktu, saat sedang
menuliskan kisah hidup St. Fransiskus dari Asisi,
Bonaventura menjadi begitu bersemangat sehingga
St. Thomas berseru: “Mari kita biarkan seorang
kudus menulis tentang seorang kudus.” Bonaventura
selalu bersikap rendah hati, meskipun artikel -artikel nya
telah menjadikannya terkenal.
Pada tahun 1265, Paus Klemens IV ingin
menjadikan Bonaventura seorang Uskup Agung.
namun , Bonaventura menyatakan keberatannya
kepada Paus. Bapa Suci menghormati keputusannya.
Meskipun menolak diangkat menjadi Uskup Agung,
Bonaventura setuju diangkat menjadi pembesar
umum Ordo Fransiskan. Tugas berat ini
dilaksanakannya selama tujuhbelas tahun.
Pada tahun 1273, Beato Paus Gregorius X
mengangkat Bonaventura menjadi Kardinal. Dua
orang utusan Paus mendapatkan Bonaventura
sedang berada di sebuah bak cuci yang besar. Ia
sedang mendapat giliran tugas menggosok
setumpuk panci dan wajan. Para utusan Paus
menunggunya dengan sabar hingga Bonaventura
selesai menggosok pancinya yang terakhir,
membasuh serta mengeringkan tangannya.
Kemudian para utusan itu dengan khidmat
menyerahkan topi merah besar yang melambangkan
jabatannya yang baru.
Kardinal Bonaventura memberikan bantuan
yang amat besar kepada Paus yang pada tahun 1274
mengadakan Konsili Lyon. Thomas Aquinas wafat
dalam perjalanannya menuju Konsili, namun
Bonaventura berhasil tiba di sana. Ia memberikan
pengaruh yang besar pada konsili ini . namun ,
sekonyong-konyong Bonaventura wafat secara
mendadak pada tanggal 14 Juli 1274 dalam usia
lima puluh tiga tahun. Paus berada di sisinya saat
ia wafat. Bonaventura dinyatakan santo pada tahun
1482 oleh Paus Sixtus IV. Pada tahun 1588, Paus
Sixtus V memberinya gelar Pujangga Gereja.
Bonaventura (1221-1274), uskup dan
pujangga Gereja (Doktor Seraphicus); L:
seorang biarawan Fransiskan dengan topi
cardinal. P: 15 Juli
“Jika kamu bertanya bagaimana hal-hal semacam itu
dapat terjadi, carilah jawabnya dengan rahmat Tuhan,
bukan dengan ajaran; dengan kerinduan hati, bukan
dengan pengetahuan, dengan keluh-kesah doa, bukan
dengan penyelidikan.” ~ Santo Bonaventura
BONFILIO
Bonfilio dan kawan-kawannya yaitu anggota
dari persaudaraan pedagang di kota niaga Firenze.
Pada tahun 1233 mereka mendirikan ordo Hamba-
hamba Maria (Servit), sebab didorong oleh
penampakan Bunda Maria yang meminta mereka
mengundurkan diri dari kesibukan dagang ke dalam
kesunyian di pegunungan. Ordo Servit
mengutamakan doa bersama dan penghormatan
kepada Bunda Maria. Para anggotanya berkarya
sebagai pengkotbah, pekerja sosial dan seniman.
Namun mereka mangutamakan suasana tenag dan
berdoa dalam biara. Tujuh pendiri yang dinyatakan
kudus itu ialah: Bonfilio (A: anak yang baik),
Yohanes Bonagiunta, Gerard, Amadeus (A: cinta
Tuhan), Hugo, Sostenes dan Alex(ius).
P: 17 Februari
SANTO BONIFASIUS († 5Juni 754)
Rasul besar Jerman ini dilahirkan di Wessex,
Inggris, antara tahun 672 dan 680. saat ia masih
kecil, beberapa orang misionaris tinggal sementara
waktu lamanya di rumahnya. Mereka menceritakan
kepada Bonifasius segala sesuatu yang mereka
lakukan. Para misionaris itu begitu gembira serta
penuh semangat dalam mewartakan Kabar Gembira
kepada orang b

