Kisah santa santo 3

 


Kecil sebab  tidak mau memuja 

berhala.

P: 1 November.

SANTO ARNOLDUS JANSSEN (1837-1909)

Arnoldus Janssen dilahirkan pada tahun 1837 

di Goch, Rheinland, Jerman Barat. Sebagai imam 

dalam dioses Mûnster, ia sangat aktif dalam aksi 

Kerasulan Doa. Oleh sebab  ia menaruh minat yang 

besar untuk usaha persatuan umat Kristen dan 

menanam Gereja di daerah-daerah dan bangsa-

bangsa yang belum percaya akan Kristus, maka 

didirikannya dalam tahun 1875 di Steyl, sebuah 

kampung dalam Provinsi Limburg, Belanda, Serikat 

Sabda Allah (SVD), untuk 

mendidik dan 

mempersiapkan 

misionaris-misionaris. 

Beberapa waktu 

kemudian, ia mendirikan 

dua serikat biarawati, 

yakni Suster-Suster Misi 

Abdi Roh Kudus (SSpS), 

dan Suster-Suster Abdi 

Roh Kudus (SSpSAP) 

untuk Penyembahan 

Abadi. Ia meninggal dalam 

tahun 1909. Tanggal 5 

Oktober 2003 Paus Yohanes Paulus II  atas nama 

gereja menggelar Arnoldus Janssen SVD dari Steyl 

dan Yosef Freinademetz dari Shandung sebagai 

orang kudus. Arnoldus yaitu  pendiri tiga tarekat 

misioner yakni SVD (Serikat Sabda Allah); SSpS 

(Serikat Misi Abdi Roh Kudus) dan SSpS AP (SSpS 

Adorasi Abadi / Kontemplatif). Sedangkan Yosef 

yaitu  misionaris SVD pertama yang diutus ke 

daerah misi Cina.

P: 15 Januari

ARNULF († 640)

Menerima jabatan uskup Metz Perancis, 

saat  isterinya telah masuk biara. Kemudian ia 

bertapa dan merawat penderita kusta. Ia 

menurunkan wangsa raja-raja dan kaisar Franken.

P: 19 Agustus

ARSENIUS AGUNG (354-445)

Seorang mantan guru dari putera kaisar yang 

kemudian menjadi rahib dan pertapa di gurun pasir.

P: 19 Juli.

ASUNTA

Diambil dari ‘ Asumptio Beatae Mariae 

Virginis’,  yaitu pesta ‘Santa Perawan Maria Diangkat 

ke Surga’ yang dirayakan pada tanggal 5 Agustus.

SANTO ANTANASIUS (297-2 Mei 373)

Atanasius dilahirkan sekitar tahun 297 di 

Alexandria, Mesir. Ia membaktikan seluruh hidupnya 

untuk membuktikan bahwa 

Yesus yaitu  sungguh 

Allah. Hal ini amat penting, 

sebab  sekelompok orang 

yang disebut Arian 

menyangkalnya. Sebelum 

ia menjadi seorang imam, 

Atanasius telah banyak 

membaca artikel  tentang 

iman. Oleh sebab itulah 

dengan mudah ia dapat 

menunjukkan kelemahan-

kelemahan ajaran bidaah 

Arian.

Atanasius ditahbiskan sebagai Uskup Agung 

Alexandria saat  usianya masih belum tiga puluh 

tahun. Selama empat puluh enam tahun, ia menjadi 

seorang gembala yang menggembalakan umatnya 

dengan gagah berani. Empat orang kaisar Romawi 

tidak dapat memaksanya berhenti menuliskan 

penjelasan-penjelasannya yang terang dan jelas 

mengenai iman kita yang kudus. Para musuhnya 

menganiayanya dengan berbagai cara.

Lima kali ia diusir dari keuskupannya sendiri. 

Pengasingannya yang pertama berlangsung dua 

tahun lamanya. Ia dibuang ke kota Trier pada tahun 

336. Seorang uskup yang baik, Santo Maximinius, 

menyambutnya dengan hangat. Pengasingan-

pengasingan lainnya berlangsung lebih lama. 

Atanasius dikejar-kejar oleh orang-orang yang 

hendak membunuh dia. Di salah satu 

pengasingannya, para rahib menyembunyikannya di 

padang gurun selama tujuh tahun. Para musuhnya 

tidak dapat menemukannya.

Suatu saat , para prajurit kaisar mengejar 

Atanasius hingga ke Sungai Nil. “Mereka berhasil 

mengejar kita!” teriak para sahabat uskup. namun , 

Atanasius sama sekali tidak khawatir. “Putar balik 

perahu kita,” katanya tenang, “mari menyongsong 

mereka.” Para prajurit di perahu yang lain berteriak, 

“Apakah kalian melihat Atanasius?” Jawab mereka: 

“Kalian tidak jauh darinya!” Perahu musuh melaju 

sekencang-kencangnya dan Atanasius pun 

selamatlah.

Umat di Alexandria mengasihi uskup agung 

mereka yang baik hati itu. Ia seperti seorang bapa 

bagi mereka. Sementara tahun-tahun berlalu, 

mereka menghargainya lebih dan lebih lagi, betapa 

banyak ia telah menderita bagi Yesus dan Gereja. 

Umatlah yang mengatur serta mengusahakan agar 

ia dapat hidup dengan tenang. Ia menghabiskan 

tujuh tahun terakhir hidupnya dengan tenang 

bersama mereka. Para musuh tetap mengejarnya, 

namun tak pernah dapat menemukanya. Selama 

masa itu, Santa Atanasius menulis tentang Riwayat 

Hidup Santo Antonius Pertapa. Antonius telah 

menjadi sahabat dekatnya sejak Atanasius masih 

muda. Santa Atanasius wafat dalam damai pada 

tanggal 2 Mei 373. Ia tetap menjadi salah seorang 

santo terbesar dan tergagah sepanjang masa.

Atanasius (Atanasius Agung) uskup dan 

pujangga Gereja (296-373); P: 2 Mei

Tantangan  apakah  yang  aku  hadapi  sebagai  seorang 

Kristen  pada  masa  sekarang?  Dengarkanlah  kata-kata 

Yesus: “Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal ... Aku 

pergi  ke  situ  untuk  menyediakan  tempat  bagimu.  Aku 

akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, 

susaha  di tempat di mana Aku berada, kamupun berada.  

(Yoh 14:2-3)

AUREA (856)

Dilahirkan dalam keluarga Muslim. Namun 

gadis ini berpindah keyakinan menjadi Kristen dan 

bahkan sesudah suaminya meninggal, ia masuk 

biara. Akan namun  salah seorang anggota familinya 

melaporkan hal ini kepada pejabat Islam di Cordoba 

(Spanyol), sehingga Aurea diangkap dan dipenggal. 

Mayatnya dicampakkan ke sungai Guadalquivir.

A: emas; P: 19 Juli

AURELIA

Salah seorang kawan Santa Ursula

♀ P: 15 Oktober

AURELIUS († 430)

Teman Santo Agustinus ini menjadi uskup di 

Kartago (Tunisia), selama hidupnya ia dengan gigih 

berjuang melawan kaum bidaah, dan mencurahkan 

seluruh hidupnya demi memperbaharui iman umat.

A: emas; P: 26 Juli

AURELIUS dan NATALIA († 852)

Orang tua suami-isteri ini beragama Islam. 

sebab  Natalia dan temannya Liliosa (isteri Felix, 

yaitu seorang yang pernah murtad ke Islam namun  

berbalik lagi) tidak memakai cadar, maka mereka 

dituduh murtad dari Islam. Mereka mengaku Kristen 

dan sebab nya dibunuh bersama biarawan Georgius, 

yang giat berkotbah membela kebenaran agama 

Kristen. Mereka meninggal di Cordoba Spanyol 

dalam masa pemerintahan Emir Abd A-Rahman II.

P: 27 Juli

B

BABILAS (abad ke-3)

Uskup agung Anthiokia ini menemui ajalnya 

sesudah  dicekik. Sebab, ia tidak mengijinkan Kaisar 

Philipus yang membunuh pendahulunya memasuki 

gereja untuk beribadat.

P: 4 September

BALDUINUS (1140)

yaitu  murid kesayangan S. Bernardus, 

sehingga diutus ke Rieti Italia untuk memimpin 

biara.

B: Balduin, Baudain; P: 15 Juli

BAPTISTA VARANI OSC CAP (1458-1524)

yaitu  pemimpin biara suster Klaris di Chiara 

Italia yan pandai dan dikaruniai banyak rahmat 

mistis. Buah penanya sangat berpengaruh dalam 

usaha memajukan penghormatan kepada Hati Kudus 

Yesus.

P: 30 Mei

BARBARA († 306)

“Sayangku, ayah harus pergi”, kata seorang 

pedagang yang sering bepergian jauh kepada 

puterinya. “Selama ayah pergi,” sambungnya, “ayah 

akan menguncimu di loteng atas dalam menara, 

susaha  kau selamat. Dalam menara akan kubuatkan 

dua jendela untukmu, susaha  kau dapat mengamati 

keindahan laut dan bila ayah kembali, kau dapat 

mengetahuinya.” Puteri itu yaitu  Barbara, ia cantik 

rupawan dan amat dicintai ayahnya. sebab  itulah 

ayahnya membesarkan Barbara dengan sangat baik 

dan tidak mau kehilangan puterinya. saat  

sang ayah pulang, ia melihat suatu keganjilan pada 

menara puterinya: kini ada tiga jendela dan terpaku 

sebuah tanda salib di atas pintu menara. Ia 

mengamati dengan teliti dan tertegun cemas. 

Kemudian ia dengan lantang menghardik Barbara: 

“apa yang telah kau buat?” Barbara menerangkan 

apa yang telah terjadi selama ayahnya bepergian: 

“saat  ayah pergi, aku memanggil seorang imam. 

Ia sangat baik dan mengajariku tentang Bapa Yang 

Mahabaik. Yang mengutus Putera TunggalNya ke 

dunia ini untuk menyelamatkan kita. namun  Putera 

yang bernama Jesus itu di bunuh di kayu salib.” 

“Lalu??” kata ayahnya gusar. Kata Barbara lebih 

lanjut: “Kini Tuhan Jesus mengutus Roh Kudus yang 

membimbing kita kepada Bapa di surga, aku 

sungguh yakin dan mohon diselamatkan Tuhan 

Jesus. Maka imam itu membaptis aku, untuk 

menghormati Tritunggal Kudus, aku menambah 

jendela ketiga. sebab  Jesus Yang di Salib niscaya 

melindungiku maka kupasang salib di atas pintu 

masuk.”

Ayahnya melotot marah, ia geram dan tidak 

senang dengan perbuatan puterinya sebab ia masih 

percaya pada dewa-dewa. Ia menjadi gelap mata, ia 

menyeret Barbara yang amat dicintainya itu sambil 

berteriak: “Ikuti aku ke pengadilan dank au harus 

menyangkal kepercayaanmu yang tak masuk akal 

itu!” saat  itu usia Barbara 14 tahun, sehingga 

hakim tidak berani berbuat apa-apa. Hal itu 

memicu  sang ayah bertambah berang dan 

menyeret Barbara untuk diserahkan kepada para 

algojo, agar disiksa susaha  murtad. Namun semua 

usaha ayah Barbara sia-sia, sebab  Barbara tetap 

setia kepada imannya. Sehingga akhirnya ayah itu 

menghunus pedangnya dan menebas leher putrinya 

sendiri. Pada saat itu juga petir menyambar tubuh 

ayah sehingga ia tewas sesaat . (cerita ini ada  

dalam artikel -artikel  kuno, meski belum tentu demikian 

kejadian semua peristiwa itu).

Barbara, perawan dan martir, hidup di Yunani 

(† 306). Melalui Barbara orang-orang memohon 

rahmat Tuhan untuk dapat mati dengan baik 

dan dalam keadaan siap. Ia dihormati sebagai 

pelindung tentara artileri; L: menara; P: 4 

Desember

BARBA’SHMIN († 347)

Menjadi uskup di Seleukia (Persia). Ia 

dibunuh oleh Shah Schapur II bersama dengan 16 

imam lainnya († 347).

P: 14 Januari.

BARLAAM († 304)

Dipaksa menggenggam bara api dalam 

tangannya, kalau tidak mau murtad. Jika bara api itu 

dilepaskan diatas mezbah dewa pada sebuah kuil di 

Antiokia, maka itulah dianggap tanda bahwa ia 

menyembah dewa-dewa.

P: 19 November

SANTO BARACHISIUS dan SANTO JONAS 

(† 327)

Raja Sapor dari Persia berkuasa pada abad 

keempat. Ia membenci umat Kristiani dan 

menganiaya mereka dengan 

keji. Ia menghancurkan 

gereja-gereja dan biara-

biara. Dua orang bersaudara 

bernama Jonas dan 

Barachisius mendengar kabar 

mengenai penganiayaan ini 

dan bahwa banyak umat 

Kristiani dijatuhi hukuman 

mati.

Keduanya 

memutuskan untuk pergi 

menolong dan 

menyemangati mereka untuk tetap setia pada 

Kristus. Jonas dan Barachisius sadar benar bahwa 

mereka, juga, dapat tertangkap. Namun hal itu tak 

menghalangi mereka. Hati mereka terlalu dipenuhi 

kasih bagi sesama sehingga nyaris tak ada ruang 

untuk memikirkan diri sendiri. Akhirnya, kedua 

bersaudara itu pun tertangkap dan dijebloskan ke 

dalam penjara. Kepada mereka dikatakan bahwa jika 

mereka tidak menyembah matahari, bulan, api dan 

air, mereka akan dianiaya dan dijatuhi hukuman 

mati. Tetntu saja, mereka menolak menyembah 

suatupun atau siapapun terkecuali Allah yang benar 

dan esa. Mereka harus banyak menderita, namun  

mereka berdoa. Mereka terus memikirkan 

bagaimana Tuhan kita telah menderita sengsara bagi 

mereka. Kedua bersaudara itu menanggung siksa 

aniaya yang ngeri, namun tak hendak menyangkal 

iman. Pada akhirnya, mereka dijatuhi hukuman mati 

dan dengan sukacita menyerahkan nyawa bagi 

Yesus. Jonas dan Barachisius wafat sebagai martir 

pada tahun 327.

SANTO BARBATUS (612-29 Februari 682)

Barbatus dilahirkan di Benevento, Italia, pada 

tahun 612. Ia diasuh secara Kristiani dan merupakan 

seorang anak yang baik dan saleh. Ia memelihara 

iman secara serius dan teristimewa amat suka 

membaca Kitab Suci. sesudah  cukup dewasa, ia 

ditahbiskan sebagai seorang imam. Kemudian ia 

dipercaya sebagai seorang pastor. Akan namun , 

hidupnya sebagai seorang pastor tidaklah mudah. St 

Barbatus mendorong umat untuk mengamalkan 

hidup yang lebih baik. Ia mengingatkan mereka 

untuk bertobat dan menyesali dosa-dosa mereka. 

Sebagian orang tidak suka diberitahu. Sebagian 

orang lainnya menjadi geram. Mereka menganiaya 

Barbatus dan pada akhirnya memaksanya pergi.

Imam muda ini merasa sedih. Ia kembali ke 

Benevento, kota kelahirannya. Di sana, ia disambut 

dengan hangat penuh sukacita. namun , ada 

hambatan-hambatan juga di kota itu. Banyak orang 

yang telah menjadi Kristen masih menyimpan 

berhala-berhala kafir di rumah. Mereka merasa sulit 

memusnahkan jimat-jimat keberuntungan. Mereka 

percaya pada kuasa-kuasa gaib. St Barbatus 

berkhotbah melawan takhayul yang demikian. 

namun , orang tetap bertaut erat pada berhala-

berhala palsu. Orang kudus ini memperingatkan 

mereka bahwa sebab  dosa ini, kota mereka akan 

diserang oleh para musuh; dan terjadilah demikian. 

Sesudah peristiwa itu, umat menyadari kesalahan 

mereka dan damai kembali menguasai kota. St 

Barbatus ditahbiskan menjadi uskup. Ia terus 

melanjutkan karyanya mempertobatkan orang 

banyak hingga wafatnya pada tanggal 29 Februari 

682 dalam usia tujuhpuluh tahun.

SANTO BARNABAS († 61)

Meskipun bukan salah seorang dari kedua 

belas rasul Kristus, Barnabas disebut juga sebagai 

rasul oleh St. Lukas dalam 

kitab Kisah para Rasul. Hal 

ini disebab kan, sama seperti 

rasul Paulus, Barnabas 

menerima suatu tugas 

perutusan khusus dari Tuhan. 

Barnabas yaitu  seorang 

Yahudi kelahiran pulau 

Siprus. Namanya yaitu  

Yusuf, namun  para rasul 

memberinya nama Barnabas, yang artinya  “anak 

penghiburan”.

Segera sesudah menjadi seorang Kristen, St. 

Barnabas menjual segala harta miliknya dan 

memberikan uangnya kepada para rasul. Ia seorang 

yang lembut serta baik hati. Ia  penuh semangat 

dalam membagikan iman dan cintanya kepada 

Yesus. Barnabas diutus ke kota Antiokhia untuk 

mewartakan Injil. Antiokhia yaitu  kota terbesar 

ketiga dalam Kerajaan Romawi. Di Antiokhia-lah 

para pengikut Kristus untuk pertama kalinya disebut 

Kristen. Barnabas menyadari bahwa ia 

membutuhkan bantuan. Ia berpikir tentang Paulus 

dari Tarsus. Ia yakin bahwa pertobatan Paulus tulus 

adanya. Barnabas-lah yang meyakinkan St. Petrus 

dan komunitas Kristen. Ia meminta Paulus 

bergabung dan berkarya bersamanya. Barnabas 

seorang yang rendah hati, ia tidak khawatir berbagi 

tugas dan tanggung jawab dengan orang lain. Ia 

tahu bahwa Paulus juga memperoleh karunia luar 

biasa untuk dibagikan dan ia ingin agar Paulus 

memperoleh kesempatan untuk itu.

Beberapa waktu kemudian, Roh Kudus 

memilih Paulus dan Barnabas untuk suatu tugas 

khusus. Tak lama sesudahnya, kedua rasul itu pun 

pergi melaksanakan suatu tugas perutusan yang 

berani. Mereka menanggung banyak penderitaan 

dan bahkan harus mempertaruhkan nyawa mereka. 

Meskipun demikian, pewartaan mereka berhasil 

memenangkan banyak jiwa bagi Yesus dan Gereja-

Nya. Kelak, Santo Barnabas pergi dalam suatu tugas 

perutusan lain, kali ini bersama Yohanes Markus, 

sepupunya. Mereka pergi ke Siprus, daerah asal 

Barnabas. Begitu banyak orang menjadi percaya 

melalui pewartaannya, hingga Barnabas dijuluki 

Rasul dari Siprus. Menurut tradisi, orang kudus yang 

hebat ini dirajam sampai mati pada tahun 61. 

Perayaan memperingatinya setiap tanggal 11 Juni.

BAR SANUPHIOS († 540)

Seorang pertapa yang hidup sendirian dalam 

pertapaan di Gaza Palestina dan mengarang 850 

surat rohani. P: 6 Februari

SANTO BARTOLOMEUS, RASUL

Santo Bartolomeus yaitu  salah seorang dari 

kedua belas Rasul. Kita tidak tahu siapa namanya 

yang sesungguhnya. 

Bartolomeus yaitu  nama 

keluarga: bar-Tolomeus, 

yang artinya 'anak 

Tolomeus'. 

Banyak yang 

beranggapan bahwa 

Bartolomeus yaitu  

Natanael. Bartolomeus 

berasal dari Kana di 

daerah Galilea. saat  

diajak oleh temannya, 

Filipus, untuk menemui 

Yesus dari Nazaret, ia 

menggumam, "Mungkinkah sesuatu yang baik 

datang dari Nazaret?" Yesus melihat Natanael 

datang kepada-Nya, lalu berkata tentang dia: 

Yesus           : “Lihat, inilah seorang Israel sejati, 

tidak  ada kepalsuan didalamnya!”

Bartolomeus : “Bagaimana Engkau mengenal aku?”

Yesus           : “Sebelum Filipus memanggil engkau, 

Aku telah melihat engkau di bawah pohon ara.”

Bartolomeus: “Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja 

orang Israel!”

Yesus           : “sebab  Aku berkata kepadamu: Aku 

melihat engkau di bawah pohon ara, maka engkau 

percaya? Engkau akan melihat hal-hal yang lebih 

besar dari pada itu. Aku berkata kepadamu, 

sesungguhnya engkau  akan melihat langit terbuka 

dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak 

Manusia.”

Sejak saat itu Bartolomeus mengikuti Yesus hingga 

Ia wafat disalib dan menjadi saksi kebangkitan-Nya.

Bartolomeus mewartakan Injil ke banyak 

negara termasuk India, di mana ia meninggalkan 

satu salinan Injil Matius dalam bahasa Ibrani. 

Bartolomeus termasuk orang yang paling berani di 

seluruh dunia. Coba bayangkan betapa beraninya ia 

dan betapa kuat imannya hingga rela dikuliti hidup-

hidup. Beberapa orang bahkan mengatakan ia juga 

disalibkan sesudah  dikuliti. sebab  ia lebih suka mati 

demi membela imannya, ia masuk dalam himpunan 

para martir. 

Dia ini seorang yang sungguh-sungguh 

tabah! Oleh sebab  itu Bartolomeus yaitu  santo 

pelindung yang paling tepat bagi orang-orang yang 

memohon keberanian serta kekuatan iman dalam 

membela kebenaran. Memang sangat sulit bersikap 

teguh membela kebenaran jika tampaknya semua 

orang memusuhi kamu, tapi coba tirulah teladan St. 

Bartolomeus. Bartolomeus diangkat sebagai santo 

pelindung Armenia, di mana ia wafat sebagai martir. 

Armenia yaitu  tempat di mana Tabut Perjanjian 

diletakkan juga tempat di mana burung merpati 

perdamaian membawa sehelai daun zaitun segar ke 

bahtera Nuh. Pada abad ke-4 jenasah Bartolomeus 

dipindahkan ke sebuah gereja di Roma, di sebuah 

pulau di tengah-tengah sungai Tiber. 

Bartolomeus atau  Natanael, Rasul  yang 

berasal dari Kana Galilea. Ia dihormati sebagai 

pelindung para gembala dan petani. B: Bart; L: 

seorang  membawa  sebilah  pisau  jagal;  P: 24 

Agustus.

BARTOLOMEUS ALBAN ROE (1583-1642)

Mahasiswa Anglikan ini berbalik menjadi 

biarawan Benediktin dan pulang ke Inggris sebagai 

misionaris. sesudah  bekerja selama lima tahun, ia 

diusir. namun  ia menyelundup lagi dan bekerja di 

bawah tanah. Akhirnya ia ditangkap dan 17 tahun 

lamanya meringkuk dalam penjara. Ia menguatkan 

iman para tahanan, disamping giat menulis surat 

dan artikel . Bartolomeus digantung bersama imam 

Hugo Green (P: 19 Desember).

P: 21 Januari.

SANTA BASILISSA dan SANTO JULIANUS

Santo Julianus dan Santa Basilissa yaitu  

pasangan suami isteri. Mereka hidup pada awal abad 

keempat. Cinta akan iman 

mendorong mereka 

melakukan sesuatu yang 

gagah berani: mereka 

mengubah rumah mereka 

menjadi sebuah rumah 

sakit. Dengan demikian, 

mereka dapat merawat 

mereka yang sakit dan 

miskin yang membutuhkan 

pertolongan mereka.

Santo Julianus 

merawat pasien pria, 

sementara Santa Basilissa 

merawat pasien wanita . Pasangan ini  

menemukan Yesus dalam diri orang-orang yang 

mereka layani. Mereka melakukan apa yang mereka 

lakukan itu sebab  cinta, bukan sebab  uang 

ataupun maksud-maksud tertentu.

Kita tidak tahu banyak mengenai kehidupan 

pasangan ini . Namun demikian kita tahu, 

bahwa Santa Basilissa wafat sesudah  mengalami 

penganiayaan dahsyat sebab  imannya. Julianus 

hidup lebih lama. Ia melanjutkan karya pelayanan 

kasihnya terhadap mereka yang sakit sesudah  

kematian isterinya. Kelak, Julianus juga wafat 

sebagai martir.

Basilissa dan Julianus melewatkan seluruh 

hidup mereka dengan menolong sesama dan 

melayani Tuhan. Mereka menanam benih iman 

dengan hidup kudus. Mereka menyirami iman itu 

dan membuatnya tumbuh subur dengan darah 

mereka yang dicurahkan bagi Yesus yang tersalib.    

SANTO BASILIUS AGUNG (330-379) & 

SANTO GREGORIUS dari NAZIANZE (330-

390)

Basilius dan Gregorius dilahirkan di Asia Kecil 

pada tahun  330. Sekarang daerah ini  dikenal 

dengan nama Turki. Keluarga 

Basilius: nenek, ayah, ibu, 

dua saudara serta seorang 

saudarinya semuanya yaitu  

orang kudus. Sedangkan 

orangtua Gregorius yaitu  

Santa Nonna dan Santo 

Gregorius Tua. 

Basilius dan Gregorius saling 

bertemu dan menjadi 

sahabat karib di sekolah di 

Athena, Yunani.

Basilius kemudian menjadi seorang guru yang 

tersohor. Suatu hari, saudarinya yaitu St. Makrina,  

menyarankan agar ia menjadi seorang biarawan. 

Basilius mendengarkan nasehat baik saudarinya, 

pergi ke tempat yang sunyi dan di sana mendirikan 

biaranya yang pertama. Regula (=peraturan biara) 

yang ditetapkannya bagi para biarawannya amatlah 

bijaksana. Biara-biara Gereja Timur masih 

menerapkannya hingga saat ini. 

Keduanya, Basilius dan Gregorius, menjadi 

imam dan kemudian Uskup. Mereka dengan berani 

berkhotbah menentang bidaah Arianisme yang 

menyangkal bahwa Yesus yaitu  Tuhan. Ajaran 

sesat ini membingungkan banyak orang. saat  

menjadi Uskup Konstantinopel, Gregorius 

mempertobatkan banyak orang dengan khotbah-

khotbahnya yang mengagumkan. Hal itu 

membuatnya hampir saja kehilangan nyawanya. 

Seorang pemuda berencana untuk membunuhnya. 

Pada saat-saat terakhir, pemuda ini  bertobat 

serta memohon pengampunan dari Gregorius. Santo 

Gregorius sungguh 

mengampuninya serta 

membawanya ke jalan yang 

benar dengan 

kelemahlembutan serta 

kebaikan hatinya. 

Empatpuluh empat 

khotbah Santo Gregorius, 243 

suratnya, serta banyak 

puisinya kemudian diterbitkan. 

Buah penanya masih amat 

penting hingga saat ini. Banyak 

penulis mendasarkan karya-

karya mereka pada buah 

penanya itu. Basilius, sahabat Gregorius, seorang 

yang amat lembut serta murah hati. Ia selalu 

menyediakan waktu untuk menolong kaum miskin 

papa. Ia bahkan mendorong orang-orang miskin itu 

untuk menolong mereka yang lebih miskin dari 

mereka sendiri. Berikanlah makanan terakhirmu 

kepada pengemis yang mengetuk pintumu, 

desaknya, dan percayalah akan belas kasihan Tuhan. 

Basilius menyumbangkan segala miliknya dan 

membuka sebuah dapur umum. Di sana orang sering 

melihatnya mengenakan celemek dan melayani 

mereka yang lapar. Basilius wafat pada tahun 379 

dalam usia empatpuluh sembilan tahun. Sementara 

Gregorius wafat pada tahun 390 dalam usia 

enampuluh tahun. Ia dimakamkan di Basilika Santo 

Petrus di Roma.

Basilius, uskup  lahir  dan  wafat  di  Kaisarea 

(330-379), Asia Kecil. Ia merupakan salah satu 

dari  empat  pujangga  Timur  dan  ‘Bapak  hidup 

membiara  di  Gereja  Timur’.  L: seorang uskup 

dengan  merpati  (symbol  dari  Roh  Kudus);  P: 

bersama adiknya Gregorius : 2 Januari.

SANTA BATHILDIS († 30 Januari 680)

Kisahnya berawal sekitar tahun 630. Seorang 

gadis Inggris Kristen yang ketakutan, tidak dapat 

membayangkan apa 

yang bakal terjadi 

atas dirinya. Yang ia 

tahu hanyalah 

bahwa ia telah 

diculik dan sekarang 

berada dalam 

sebuah kapal bajak 

laut. Kemanakah ia 

akan dibawa? 

Kepada siapakah ia 

dapat bertanya? Pada akhirnya, kapal ini  

berlabuh dan ia mendengar orang-orang berbicara 

bahwa mereka telah berada di Perancis. Bathildis 

segera dijual sebagai seorang budak kepada 

pengurus rumah tangga istana Raja Clovis.

Kisah selanjutnya bagaikan sebuah dongeng 

Cinderela, kecuali bahwa kisah ini sungguh terjadi. 

Gadis pendiam ini memperhatikan dengan seksama 

sementara tugas-tugasnya dijelaskan atau 

ditunjukkan kepadanya. Dari hari ke hari, ia 

mengerjakan satu tugas ke tugas lainnya dengan 

sebaik-baiknya. Ia seorang gadis yang pemalu dan 

lemah lembut, namun  bahkan Raja Clovis mulai 

memperhatikannya. Semakin diperhatikannya gadis 

itu, semakin raja terkesan. Gadis seperti inilah yang 

akan menjadi seorang istri yang mengagumkan, 

bahkan bagi seorang raja. Pada tahun 649, Clovis 

menikahi Bathildis. Gadis budak kecil itu kini menjadi 

seorang ratu. Raja dan ratu dikaruniai tiga orang 

putera. Clovis meninggal dunia saat  putera sulung 

mereka baru berusia lima tahun, jadi Bathildis akan 

memimpin Perancis hingga putera-puteranya 

dewasa.

Pastilah sangat mengherankan semua orang 

sebab  ternyata Bathildis dapat memerintah dengan 

amat bijaksana. Ia ingat betul bagaimana rasanya 

menjadi seorang miskin. Ia juga ingat tahun-tahun 

yang dilaluinya sebagai seorang budak. Ia dijual 

begitu saja seolah-olah ia itu “tidak ada artinya 

sama sekali.” Bathildis ingin agar semua orang 

mengetahui betapa berharganya mereka di hadapan 

Tuhan. Bathildis amat mencintai Yesus dan Gereja-

Nya. Ia menggunakan kekuasaannya untuk 

membantu Gereja dalam segala cara yang mampu ia 

lakukan. Ia tidak menjadi sombong atau pun 

congkak. Sebaliknya, ia menaruh perhatian kepada 

para fakir miskin. Ia juga melindungi rakyatnya agar 

jangan sampai diculik dan diperlakukan sebagai 

budak. Ia memenuhi Perancis dengan rumah sakit-

rumah sakit. Ia mendirikan sebuah seminari bagi 

pendidikan para imam dan juga sebuah biara untuk 

para biarawati. Kelak di kemudian hari, Ratu 

Bathildis sendiri juga masuk biara. Sebagai seorang 

biarawati, ia melepaskan segala status kerajaannya. 

Ia menjadi salah seorang dari para biarawati yang 

sederhana dan taat. Ia tidak pernah menuntut atau 

bahkan berharap agar orang lain melayaninya. St. 

Bathildis juga amat lemah lembut serta penuh 

perhatian kepada mereka yang sakit. saat  ia 

sendiri jatuh sakit, ia harus menderita suatu 

penyakit yang lama serta menyakitkan hingga ia 

wafat pada tanggal 30 Januari 680. Perayaannya 

setiap tanggal 30 Januari

BAVO († 659)

Meninggalkan kemewahan hidup yang penuh 

harta sesudah isterinya meninggal. Kemudian ia 

menjadi misionaris dan rahib di Belgia.

P: 1 Oktober.

BEATA († 277)

Seorang perawan Spanyol yang dibunuh 

bersama saudara lelakinya (†277).

A: yang bahagia; P: 29 Juni.

BEATRIX († 1268)

Menjadi pemimpin biara Sistersien di Nazaret 

(† 1268), ia dikaruniai pengalaman mistis.

A: berasal dari viatrix = penziarah; P: 29 Juli

BEATRIX da SILVA de MENESES (1424-

1490)

Puteri cantik, pandai serta kaya itu diinginkan 

dan dikejar-kejar oleh banyak pemuda ningrat, 

sehingga ia melarikan diri dari istana ratu tempat ia 

bekerja ke suatu biara. Susaha  aman Beatrix 

berkaul keperawanan kekal. Walaupun tetap awam, 

Beatrix lama hidup bersama suster sampai ia 

berhasil mendirikan ordo yang baru

P: 18 Agustus

SANTO BEDA, VENERABILIS (673-25 Mei 

735)

Imam Inggris ini terkenal sebagai seorang 

kudus, imam, biarawan, guru, sekaligus penulis 

sejarah. Ia dilahirkan di 

Inggris pada tahun 673. 

Orangtuanya 

mengirimkannya ke biara 

Benediktin setempat agar 

ia memperoleh pendidikan 

yang baik. Beda begitu 

mencintai kehidupan biara 

hingga ia sendiri kelak 

menjadi seorang biarawan. 

Ia tinggal di biara yang 

sama sepanjang hidupnya.

Santo Beda amat 

mencintai Kitab Suci. Ia 

mengatakan bahwa mempelajari Kitab Suci 

merupakan sukacita baginya. Ia senang mengajar 

serta menulis tentangnya. saat  ia semakin tua, 

penyakit yang menyerangnya memaksa Santo Beda 

tinggal di tempat tidur. Para murid datang 

berkumpul di sisi pembaringannya untuk belajar 

Kitab Suci. Ia tetap mengajar mereka dan juga 

mengerjakan terjemahan Injil Santo Yohanes dari 

bahasa Latin ke bahasa Inggris. Banyak orang tidak 

mengerti bahasa Latin. Santo Beda ingin agar orang 

banyak dapat membaca Sabda Yesus dalam bahasa 

mereka sendiri.

saat  penyakitnya bertambah parah, Santo 

Beda tahu bahwa ia akan segera pulang kepada 

Tuhan. Para biarawannya akan sangat kehilangan 

dia. Ia tetap terus bekerja walaupun sakitnya payah. 

Akhirnya, anak muda yang menuliskan segala yang 

didiktekannya berkata kepadanya, “Bapa terkasih, 

masih ada satu kalimat lagi yang belum 

diselesaikan.” “Tulislah segera.” jawab Beda. saat  

kemudian pemuda itu berkata, “Sudah selesai”, 

orang kudus itu menjawab, “Bagus! Kamu benar - 

sekarang sudah selesai. Sekarang tolong bantu aku 

bangun. Aku ingin duduk memandang tempat di 

mana aku biasa berdoa. Aku ingin memanggil Bapa 

Surgawi-ku.” Santo Beda wafat tak lama kemudian, 

yaitu pada tanggal 25 Mei 735. artikel nya yang paling 

terkenal, ‘Sejarah Gereja Inggris’, merupakan 

satu-satunya sumber terlengkap sejarah Inggris di 

masa lampau. Orang menyebut Beda dengan gelar 

kehormatan “Venerabilis” (Yang Pantas Dihormati), 

ia merupakan sastrawan Ingris pertma yang 

mendapat julukan ini . Ia juga diangkat sebagai 

Pujangga Gereja. Perayaannya setiap tanggal 25 

Mei

 “Senantiasa  merupakan  suatu  sukacita  bagiku  untuk 

belajar, mengajar, dan menulis.” ~ Venerabilis Beda

SANTO BENEDIKTUS (480-21 Maret 547)

Santo Benediktus dilahirkan pada tahun 480. 

Ia berasal dari keluarga Italia yang kaya. Hidupnya 

penuh dengan petualangan dan 

perbuatan-perbuatan hebat. 

Semasa kanak-kanak, ia 

dikirim ke Roma untuk belajar 

di sekolah rakyat. Tumbuh 

dewasa sebagai seorang 

pemuda, Benediktus merasa 

muak dengan gaya hidup 

korupsi para kafir di Roma. 

Benediktus meninggalkan kota 

Roma dan mencari suatu 

tempat terasing di mana ia 

dapat menyendiri bersama 

Tuhan. Ia menemukan tempat 

yang tepat, yaitu sebuah gua di gunung Subiako. 

Benediktus mengasingkan diri selama tiga 

tahun lamanya. Setan sering kali membujuknya 

untuk kembali ke rumahnya yang mewah dan 

kehidupannya yang nyaman di sana. namun , 

Benediktus berhasil mengatasi godaan-godaan 

ini  dengan doa dan mati raga. Suatu hari, iblis 

terus-menerus menggodanya dengan bayangan 

seorang wanita  cantik yang pernah dijumpainya 

di Roma. Iblis berusaha membujuknya untuk 

kembali ke kota mencari wanita  itu. Hampir saja 

Benediktus jatuh dalam pencobaan. Kemudian ia 

merasa sangat menyesal hingga menghempaskan 

dirinya dalam semak-semak dengan duri-duri yang 

panjang serta tajam. Ia berguling-guling di atas 

semak duri hingga seluruh tubuhnya penuh dengan 

goresan-goresan luka. Sejak saat itu, hidupnya 

mulai tenang. Ia tidak pernah merasakan godaan 

yang dahsyat seperti itu lagi.

sesudah  tiga tahun, orang-orang mulai datang 

kepada Benediktus. Mereka ingin belajar bagaimana 

menjadi kudus. Ia menjadi pemimpin dari sejumlah 

pria yang mohon bantuannya. namun , saat  

Benediktus meminta mereka untuk melakukan mati 

raga, mereka menjadi marah. Bahkan para pria itu 

berusaha meracuninya. Benediktus membuat Tanda 

Salib di atas anggur beracun itu dan gelas anggur 

tiba-tiba pecah berkeping-keping.

Di kemudian hari, Benediktus menjadi 

pemimpin dari banyak rahib yang baik. Ia 

mendirikan dua belas biara. Kemudian ia pergi ke 

Monte Kasino di mana ia mendirikan biaranya yang 

paling terkenal. Di sanalah St. Benediktus 

menuliskan peraturan-peraturan Ordo Benediktin 

yang mengagumkan. Ia mengajar para rahibnya 

untuk berdoa dan bekerja dengan tekun. Terutama 

sekali, ia mengajarkan mereka untuk senantiasa 

rendah hati. Benediktus dan para rahibnya banyak 

menolong warga  sekitar pada masa itu. Mereka 

mengajari orang banyak itu membaca dan menulis, 

bercocok tanam dan aneka macam ketrampilan 

dalam berbagai lapangan pekerjaan. St. Benediktus 

mampu melakukan hal-hal baik sebab  ia senantiasa 

berdoa. Ia wafat pada tanggal 21 Maret tahun 547. 

Pada tahun 1966, Paus Paulus VI menyatakan St. 

Benediktus sebagai santo pelindung Eropa. Pada 

tahun 1980, Paus Yohanes Paulus II menambahkan 

Santo Sirilus dan Santo Metodius sebagai santo 

pelindung Eropa bersama dengan Santo Benediktus.

Benediktus (480-547), abbas dan pendiri ordo 

Benediktin (termasuk Trapis). Pelindung orang 

yang sedang sakrat maut. A: yang diberkati 

(oleh Tuhan); B: Benito, Benoit, Diktus, Dicky 

(♂); Benedikta (♀); L: seorang biarawan 

dengan tongkat abbas dan ‘regula’ (=artikel  

aturan); P: 11 Juli.

“Tempatkan Kristus di atas segala-galanya.” ~ Peraturan 

Santo Benediktus

BENEDIKTUS dari ANIANE OSB (751-821)

Semula yaitu  pejabat tinggi istana, namun 

kemudian ia masuk biara dan menjadi abbas yang 

begitu saleh dan berpengaruh di Kornelimuenster 

(Jerman), sehingga Kaisar menyerahkan 

pembaharuan semua biara kepadanya. Ia 

memberikan teladan yang baik.

P: 12 Februari

BENEDIKTUS HITAM (1526-1589)

Anak budak-belian Afrika itu dimerdekakan 

waktu masih muda. saat  berumur 21 tahun, ia 

dihina sebab  warna kulitnya. Ketenangan dan 

kesabarannya mengetuk hati seorang Fransiskan, 

sehingga mengajaknya memasuki ordonya. 

Kemudian Benediktus menjadi bruder, bahkan dipilih 

menajdi pemimpin biara, walaupu bukan imam. Ia 

begitu bijaksana, penuh semangat dan saleh, 

sehingga berhasil memperbaharui seluruh hidup 

biara, meskipun ia sendiri buta huruf.

P: 4 April

BENIGUUS VISDOMINI (1236)

yaitu  seorang imam yang bejat tingkah 

lakunya. namun  kemudian ia bertobat dan masuk 

biara Vallombrosa Italia, bahkan dipilih menjadi 

pimpinan. Namun kemudian ia mengundurkan diri 

untuk hidup bertapa.

A: yang lemah lembut P: 17 Juli

BENNO (1066-1106)

Seorang uskup Meissen Jerman dan 

misionaris suku Wenden. Ia terkenal sebab  

memajukan pertanian rakyat.

P: 16 Juni.

BENYAMIN (429)

Diakon Persia ini disiksa dengan tusukan 

bambu runcing sampai mati, sebab  berani 

menyampaikan Injil kepada pejabat-pejabat istana 

Shah.

P: 31 Maret

SANTO BENEDIKTUS YOSEPH LABRE 

(1748-1783)

Orang kudus dari Perancis yang dilahirkan 

pada tahun 1748 ini menempuh jalan hidup yang 

aneh. Ia yaitu  putera 

seorang pemilik toko dan 

memperoleh pendidikan 

dari pamannya, seorang 

imam. saat  imam yang 

baik itu  meninggal dunia, 

Benediktus berusaha masuk 

biara. namun , ia ditolak 

sebab  masih terlalu muda. 

Benediktus kemudian 

mencoba masuk biara lainnya. Ia menyukai 

kehidupan doa dan mati raga. 

Namun, saat  ia masuk biara, Benediktus 

menjadi kurus dan lemah. Maka, dinasehatkan 

kepadanya agar ia pulang ke rumah dan hidup 

sebagai seorang Kristen yang baik. Benediktus 

pulang dan perlahan-lahan kesehatannya pulih 

kembali. Ia berdoa mohon bantuan Tuhan. 

Kemudian Benediktus merasa bahwa Tuhan telah 

menjawab doanya. Ia akan menjadi seorang 

peziarah, seorang yang mengadakan perjalanan suci 

dengan berdoa dan bermati raga. Sebagai peziarah, 

Benediktus akan mengunjungi tempat-tempat suci 

yang termashyur di Eropa.

Benediktus memulai perjalanannya dengan 

berjalan kaki. Ia pergi dari satu gereja ke ke gereja 

lainnya. Ia mengenakan jubah sederhana, sebuah 

salib di dada dan rosario di lehernya. Ia tidur di 

emperan jalan. Makanan yang disantapnya hanyalah 

yang diberikan orang-orang kepadanya. Jika mereka 

memberinya uang, ia akan memberikannya kepada 

orang-orang miskin. “Ransel”nya hanyalah sebuah 

kantong. Di dalamnya ia menyimpan Kitab Suci, juga 

medali-medali dan artikel -artikel  rohani yang akan 

dibagikannya kepada orang lain. Perhatian St. 

Benediktus sama sekali tidak tertuju pada 

pemandangan indah di daerah-daerah yang ia 

kunjungi. Satu-satunya yang menarik baginya 

yaitu  gereja-gereja di mana Yesus tinggal dalam 

Sakramen Mahakudus.

Tahun-tahun berlalu, Santo Benediktus 

tampak semakin menyerupai seorang pengemis. Ia 

compang-camping dan kotor. Ia makan sisa-sisa roti 

dan kulit kentang. Ia tidak pernah minta sesuatu 

yang membuatnya merasa lebih nyaman. Di 

beberapa tempat, anak-anak melemparinya dengan 

batu serta mengolok-oloknya. Orang-orang yang 

tidak mengenalnya cenderung menghindarinya. 

namun , jika  St. Benediktus sudah bersujud di 

hadapan tabernakel, ia demikian khusuk bagaikan 

patung. Wajahnya yang pucat dan kuyu menjadi 

bersinar-sinar. Ia akan berbicara kepada Yesus dan 

Bunda Maria. Ia berbisik, “Bunda Maria, o Bundaku!” 

Ia sungguh sangat bahagia saat  bersatu dengan 

Yesus dan Bunda Maria. Benediktus wafat pada 

tahun 1783 dalam usia tiga puluh lima tahun. 

Kesucian pengemis kudus ini segera tersebar luas. 

Perjalanannya telah selesai. Ziarahnya telah berakhir 

dan kini ia tinggal bersama Yesus dan Bunda Maria 

untuk selamanya. Seabad sesudah  wafatnya, St. 

Benediktus Yoseph Labre dinyatakan kudus oleh 

Paus Leo XIII pada tahun 1883.

Benoit atau Benedictus Yoseph Labre; L: 

tongkat dan rosario; P: 16 Agustus.

SANTO BERARDUS, dkk (†16 Januari 1220)

Enam biarawan Fransiskan menerima tugas 

dari Santo Fransiskus Asisi untuk pergi ke Maroko. 

Mereka diutus untuk mewartakan iman Kristiani di 

tengah warga  Muslim. Biarawan Berardus, 

Petrus, Adjutus, Accursio dan Odo melakukan 

perjalanan dengan kapal laut pada tahun 1219. 

Maroko terletak di ujung barat laut Afrika. Perjalanan 

mereka merupakan perjalanan yang panjang serta 

berbahaya. Kelompok biarawan ini  tiba di 

Seville, Spanyol. Segera mereka mulai berkhotbah di 

jalan-jalan dan di taman-taman kota. Orang 

memperlakukan mereka seolah-olah mereka gila dan 

menangkap mereka. Agar tidak dipulangkan kembali 

ke negerinya, para biarawan mengatakan bahwa 

mereka ingin bertemu sultan. Jadi, gubernur Seville 

mengirim mereka ke Maroko. 

Sultan menerima para biarawan serta 

memberi mereka kebebasan untuk berkhotbah di 

kota. namun , sebagian orang tidak suka akan hal ini. 

Mereka melaporkannya kepada penguasa. Sultan 

berusaha melindungi para biarawan dengan 

mengirim mereka untuk tinggal di Marrakech, di 

pesisir barat Maroko. Seorang pangeran Kristen, 

yang juga sahabat sultan, Dom Pedro Fernandez, 

menerima mereka di rumahnya. Namun, para 

biarawan ini  sadar bahwa misi mereka yaitu  

mewartakan iman. Jadi, mereka kembali ke kota 

sesering mungkin. Hal ini membuat geram sebagian 

orang yang tidak suka mendengar pesan yang 

disampaikan para biarawan. Keluhan dan hasutan 

mereka membuat sultan murka begitu rupa hingga 

suatu hari, saat  melihat para biarawan itu sedang 

berkhotbah, ia memerintahkan para biarawan itu 

untuk segera berhenti atau pergi meninggalkan 

negeri. sebab  para biarawan tidak hendak 

melakukan keduanya, para biarawan Fransiskan itu 

dipenggal kepalanya di sana saat itu juga. Peristiwa 

itu terjadi pada tanggal 16 Januari 1220.

Dom Pedro datang menjemput jenasah para 

martir. Pada akhirnya, ia mengantarkan relikwi para 

biarawan ke Gereja Salib Suci di Coimbra, Portugal. 

Misi para biarawan Fransiskan ke Maroko sangat 

singkat dan tampaknya gagal. Namun demikian, 

hasilnya sungguh luar biasa. Kisah para martir yang 

gagah berani ini membakar semangat para 

Fransiskan pertama untuk menjadi misionaris dan 

wafat sebagai martir pula. Kesaksian keenam 

biarawan Fransiskan inilah yang mendorong seorang 

pemuda untuk mengabdikan hidupnya kepada Tuhan 

sebagai seorang imam Fransiskan. Kita mengenalnya 

sebagai St. Antonius dari Padua.

P: 16 Januari

SANTA BERNADETTE SOUBIROUS 

(7 Januari 1844-16 April 1879)

Pada tanggal 7 Januari 1844, dari pasangan 

Francois Soubirous -seorang pengusaha penggilingan 

gandum yang jatuh miskin- 

dan isterinya, Louise 

Casterot, lahirlah seorang 

bayi, anak mereka yang 

sulung. Bayi itu mereka beri 

nama Marie Bernarde. 

sebab  perawakannya yang 

kecil mungil, anak itu 

kemudian biasa dipanggil 

Bernadette (Bernarde 

kecil).

Sejak bayi 

kesehatan Bernadette 

kurang baik. Ia selalu saja 

menderita sakit, terutama asma. Bukannya 

mengeluh, namun  Bernadette mempersembahkan 

semua penderitaannya kepada Tuhan sebagai silih 

demi pertobatan orang-orang berdosa. . Bagi 

Bernadette, sakit juga bukan berarti bebas dari 

segala tugas dan kewajiban. Ia tetap harus 

membantu ibunya mengasuh kelima adiknya. Dan 

saat  Bernadette telah dianggap cukup umur, ia 

pun harus bekerja sebagai pembantu dan 

penggembala ternak.

Suatu hari, pada tanggal 11 Februari 1858, 

suatu peristiwa yang luar biasa terjadi. saat  ia 

bersama seorang adik dan seorang temannya 

sedang mencari kayu bakar di padang, Bunda Maria 

menampakkan diri kepadanya di sebuah gua yang 

disebut Massabielle (=Batu Besar), di tepi sungai 

Gave dekat kota Lourdes. Bernadette tidak tahu 

siapa wanita cantik itu dan apa yang ia inginkan. 

Bunda Maria menampakkan diri kepadanya sebanyak 

18 kali. Pada tanggal 25 Maret 1858, pada 

penampakannya yang ke-16, Bunda Maria 

mengungkapkan siapa dirinya, "Akulah yang 

Dikandung Tanpa Dosa." ('Que Soy Era Immaculada 

Conceptiou' atau 'I Am The Immaculate 

Conception'). 

sesudah  peristiwa penampakan itu Bernadette 

semakin banyak menderita, baik sebab  kecurigaan 

orang-orang yang tidak mau percaya, oleh perhatian 

berlebihan dari mereka yang percaya serta ancaman 

dari penguasa setempat. Semuanya itu 

ditanggungnya dengan tabah dan sabar.

Pada usia 22 tahun, Bernadette 

menggabungkan diri dengan Suster-suster Karitas di 

Nevers, Perancis. Tiga belas tahun lamanya ia 

tinggal di biara dan sebagian besar dari waktu 

ini  dihabiskannya di tempat tidur sebab  sakit 

yang dideritanya.

"Pekerjaanku semakin maju," kata 

Bernadette.

"Pekerjaan apa?" tanya seorang suster 

keheranan.

"Pekerjaan bersakit-sakit!" jawabnya sambil 

tersenyum.

Bernadette seorang yang sangat rendah hati. 

Lebih dari apa pun, ia tidak ingin dipuji. Suatu saat  

seorang suster bertanya kepadanya apakah ia 

merasa bangga sebab  dipilih oleh Bunda Maria. 

"Bagaimana mungkin," Bernadette cepat-cepat 

menjawab, "Bunda Maria memilih saya justru sebab  

saya inilah yang paling hina." Suatu jawaban dari 

kerendahan hati yang paling dalam! 

Bernadette wafat pada tanggal 16 April 1879 

dalam usia 35 tahun sebab  penyakit tuberculosis. 

Tubuhnya masih utuh hingga kini meskipun ia telah 

meninggal lebih dari seabad yang lalu. Pada tahun 

1933 Bernadette diangkat sebagai santa oleh Paus 

Pius XI. Pestanya dirayakan pada tanggal 16 April.

SANTO BERNARDINUS dari SIENA OFM 

(1380-1444)

Santo Bernardinus dilahirkan pada tahun 

1380 di sebuah kota dekat Siena, Italia. Ia putera 

seorang gubernur Italia. Kedua 

orangtuanya meninggal dunia 

saat  usianya baru tujuh 

tahun. Kerabatnya mengasihi 

dia seperti puteranya sendiri. 

Mereka juga memberikan 

pendidikan yang baik baginya. 

Bernardinus tumbuh menjadi 

seorang pemuda yang tinggi 

dan tampan. Ia seorang yang 

menyenangkan, teman-

temannya suka padanya. 

jika  sedang bersamanya, 

teman-temannya itu tidak akan 

berani mengucapkan kata-kata yang tidak pantas, 

sebab Bernardinus tidak akan tahan mendengarnya. 

Dua kali seorang teman berusaha membujuknya 

berbuat dosa, Bernardinus langsung meninju serta 

mengusirnya pergi.

Orang kudus kita ini memiliki  cinta yang 

istimewa pada Bunda Maria. Bunda Maria-lah yang 

senantiasa menjaganya agar tetap murni. Semenjak 

ia remaja, Bernardinus berdoa kepadanya seperti 

seorang anak berbicara kepada ibunya. Bernardinus 

seorang yang lembut hati. Ia penuh belas kasihan 

pada mereka yang miskin. Suatu saat , bibinya 

tidak memiliki  makanan lebih untuk diberikan 

kepada pengemis. Bernardinus kecil menangis, “Aku 

lebih suka tidak makan dibandingkan  membiarkan orang 

miskin itu pergi dengan tangan kosong.” saat  

suatu wabah menyerang daerahnya pada tahun 

1400, Bernardinus dan teman-temannya bekerja 

sebagai sukarelawan di rumah sakit. Mereka 

merawat orang-orang yang sakit dan yang 

menjelang ajal mulai pagi hingga petang, selama 

enam minggu lamanya hingga wabah berakhir.

Bernardinus bergabung dengan Ordo 

Fransiskan saat  ia berusia dua puluh dua tahun. 

Kemudian ia ditahbiskan sebagai imam. Beberapa 

tahun kemudian, ia ditugaskan pergi ke kota-kota 

dan desa-desa untuk mewartakan Injil. Umat pelu 

diingatkan kembali akan cinta Yesus. Pada masa itu, 

kebiasaan-kebiasaan buruk merusak baik kaum 

muda maupun tua. “Bagaimana aku dapat 

menyelamatkan orang-orang ini sendirian?” 

Bernardinus bertanya pada Tuhan dalam doa. 

“Dengan senjata apakah aku dapat melawan 

kejahatan?” Dan Tuhan menjawab, “Nama-Ku yang 

Tersuci sudah cukup bagimu.” Maka, Bernardinus 

menyebarluaskan devosi kepada Nama Yesus yang 

Tersuci. Berulang kali ia menggunakan Nama-Nya di 

setiap khotbah. Ia meminta umat untuk menuliskan 

Nama Yesus di gerbang-gerbang kota, di pintu 

keluar-masuk, di mana saja. Melalui devosi kepada 

Nama Yesus yang Tersuci dan melalui devosi kepada 

Bunda Maria, Bernardinus berhasil membawa ribuan 

orang dari seluruh penjuru Italia kembali ke 

pangkuan Gereja. Santo Bernardinus melewatkan 

empat puluh dua tahun dari masa hidupnya sebagai 

seorang imam Fransiskan. Ia wafat dalam usia enam 

puluh empat tahun di Aquila, Italia, pada tanggal 20 

Mei 1444. Ia dinyatakan kudus hanya enam tahun 

kemudian, yaitu pada tahun 1450, oleh Paus Nikolas 

V

Bernardinus dari Siena OFM (1380-1444), 

pengkotbah ulung melawan hidup mewah dan 

pelindung para wartawan; L: medali berbentuk 

matahari dengan huruf JHS, artinya Jesus 

Hominum Salvatore (Jesus Penyelamat 

Manusia); P: 20 Mei.

“jika   engkau  berbicara  tentang  Tuhan,  berbicaralah 

dengan  cinta.  jika   engkau  berbicara  tentang  dirimu 

sendiri,  berbicaralah  dengan  cinta.  Berhati-hatilah  agar 

tidak ada yang lain dalam dirimu selain cinta, cinta, dan 

cinta.” ~ Santo Bernardinus dari Siena.

BERNARDINO REALINO (1530-1616)

Mengalami tiga kali penampakan teman 

wanitanya Kloside yang sudah meninggal dengan 

pesan, susaha  ia meninggalkan karier duniawi. 

Pesan ini dikuatkan oleh penampakan Bunda Maria 

padanya. Akhirnya ia menjadi Jesuit, pengkotbah 

ulung, pembimbing rohani dan bapak pengakuan 

yang dicari-cari orang di kota Lecce Italia. Ia 

mengerjakan banyak mukjijat dan hidup 

bermatiraga. 

P: 2 Juli

SANTO BERNARDUS (1090-1153)

Bernardus dilahirkan pada tahun 1090 di 

Dijon, Perancis. Ia dan keenam saudara-saudarinya 

memperoleh 

pendidikan 

yang baik. Hati 

Bernardus 

amat sedih 

saat  ibunya 

meninggal 

dunia. Usianya 

baru 

tujuhbelas 

tahun. Hampir-

hampir ia 

membiarkan dirinya larut dalam kesedihan jika saja 

tidak ada Humbeline, saudarinya yang periang. 

Humbeline membuatnya gembira dan segera saja 

Bernardus telah menjadi seorang yang amat 

populer. Ia tampan dan cerdas, riang gembira dan 

penuh rasa humor. Siapa saja suka berada di 

dekatnya. 

Suatu hari, Bernardus mencengangkan 

teman-temannya saat  ia mengatakan bahwa ia 

akan bergabung dengan Ordo Cistercian yang amat 

keras. Mereka mengusahakan segala cara agar ia 

membatalkan rencananya itu. namun  pada akhirnya, 

Bernarduslah yang berhasil meyakinkan saudara-

saudaranya, seorang pamannya dan keduapuluh-

enam orang temannya untuk bergabung 

bersamanya. saat  Bernardus dan saudara-

saudaranya hendak meninggalkan rumah mereka, 

mereka berkata kepada adik mereka, Nivard, yang 

sedang bermain bersama anak-anak lain: “Selamat 

tinggal, Nivard kecil. Sekarang semua tanah dan 

harta benda ini menjadi milikmu.” namun  anak itu 

menjawab: “Apa! Kalian mengambil surga dan 

menyisakan dunia untukku? Apakah kalian pikir itu 

adil?” Dan tak lama kemudian, Nivard pun 

bergabung dengan saudara-saudaranya di biara. St. 

Bernardus menjadi seorang biarawan yang baik. 

Tiga tahun kemudian, ia diutus untuk 

mendirikan biara Cistercian yang baru serta menjadi 

abbas (=pemimpin biara) di sana. Biara ini  

terletak di Lembah Cahaya. Dalam bahasa Perancis, 

Lembah Cahaya yaitu  “Clairvaux” Biara baru itu 

kemudian lebih dikenal dengan nama Clairvaux. 

Bernardus menjadi abbas di Clairvaux hingga akhir 

hayatnya. Meskipun ia lebih suka tinggal bekerja dan 

berdoa dalam biaranya, kadang-kadang ia harus 

pergi untuk tugas-tugas khusus. Ia berkhotbah, 

mendamaikan para penguasa, serta memberikan 

nasehat kepada paus. Ia juga menulis artikel -artikel  

rohani yang indah. Ia menjadi seorang yang amat 

berpengaruh dalam jamannya. namun , terutama 

yang paling dirindukan Bernardus yaitu  dekat 

dengan Tuhan, menjadi seorang biarawan. Ia tidak 

berusaha untuk menjadi orang terkenal. Bernardus 

memiliki  devosi yang mendalam kepada Santa 

Perawan Maria. Dikatakan bahwa ia sering menyapa 

Bunda Maria dengan sebuah “Salam Maria” saat  ia 

melewati patungnya. Suatu hari, Bunda Maria 

membalas salamnya: “Salam, Bernardus!”. Dengan 

cara demikian Bunda Maria hendak menunjukkan 

bagaimana cinta Bernardus dan devosinya telah 

menyenangkan hati Bunda Maria. 

St. Bernardus wafat pada tahun 1153. Orang 

banyak merasa sangat sedih sebab  mereka 

kehilangan pengaruhnya yang menakjubkan. St. 

Bernardus dinyatakan kudus pada tahun 1174 oleh 

Paus Alexander III. St. Bernardus juga diberi gelar 

Doktor Gereja pada tahun 1830 oleh Paus Pius VIII.

“Ia  yang  tidak  memiliki  rasa  kasih  sayang  terhadap 

temannya  sendiri  telah  kehilangan  rasa  takut  akan 

Tuhan.” ~ Santo Bernardus

SANTA BERTILLA († 705)

Bertilla hidup pada abad ketujuh. Kisah 

hidupnya yang pertama muncul dalam bahasa Latin 

pada tahun 800. Ia dilahirkan di Soissons, Perancis. 

Semasa remaja, ia merasakan panggilan untuk 

hidup lebih dekat pada Tuhan. Ia mulai menyadari 

bahwa hidup doa dan kurban yang ia inginkan dapat 

ditemukan dalam biara. Ia pergi kepada Uskup, St 

Ouen, untuk mohon nasehat. Uskup mendorong 

Bertilla untuk mengikuti panggilannya. Orangtua 

Bertilla mengirimnya ke sebuah biara yang 

mengikuti peraturan seorang biarawan Irlandia, St 

Kolumbanus. saat  tiba, Bertilla tahu bahwa ia telah 

menemukan damai. Tahun-tahun berlalu. Bertilla 

melewatkan waktunya dengan berdoa dan 

melakukan berbagai tugas. Ia teristimewa cakap 

dalam menawarkan keramah-tamahan kepada para 

pengelana dan mereka yang sakit yang datang ke 

biara. Ia juga bertanggung jawab atas anak-anak 

yang dididik di biara. 

St 

Bathildis, isteri Raja Clovis II, mendirikan sebuah 

biara baru. Ia meminta kepada kepala biara di 

Soissons untuk mengirimkan beberapa biarawati 

guna memulai komunitas. Bertilla termasuk di antara 

mereka yang dipilih dan ia bahkan ditunjuk sebagai 

kepala biara. Bertilla amat terkejut; namun demikian 

ia memutuskan untuk melakukan yang terbaik. Ia 

tahu bahwa Tuhan akan menolongnya di segala 

jalannya. Komunitas biarawati pun berkembang. 

Ratu Bathildis sendiri menjadi seorang biarawati 

sesudah  suaminya wafat. Kemudian, seorang ratu 

lain, Hereswitha, janda raja dari East Angles, 

menjadi seorang biarawati juga. Bertilla pastilah 

terperanjat mendapati dua ratu dalam 

komunitasnya. namun  semua orang hidup dalam 

damai sebab kedua ratu sama rendah hatinya 

dengan sang kepala biara. Bertilla menikmati umur 

panjang dan memimpin biara di Chelles selama 

empatpuluh enam tahun. Ia wafat sekitar tahun 705.

BEATO BERTRAND († 1230)

Bertrand hidup di pertengahan akhir abad 

keduabelas dan pertengahan awal abad ketigabelas. 

Negerinya, Perancis, 

dikacaukan oleh perang 

agama; ada suatu 

kebingungan hebat 

mengenai ajaran Gereja. 

Orangtua Bertrand 

berhasil melewatkan 

hidup dalam damai dan 

mereka mengajarkan 

iman yang benar kepada 

putera mereka. Pada 

tahun 1200, biara-biara 

Cistercian diserang oleh 

suatu pasukan yang 

dipimpin oleh Raymond dari Toulouse. Raymond 

percaya akan suatu bidaah yang disebut 

Albigensianisme. Ia menganiaya orang-orang yang 

tidak memiliki kepercayaan yang sama dengannya. 

Teristimewa ia menganiaya biarawan-biarawan 

Cistercian. Para biarawan ini berusaha  keras 

membantu umat untuk mengenal iman Katolik yang 

benar.

Bertrand menggabungkan diri dalam Ordo 

Cistercian dan menjadi seorang imam. Sekitar tahun 

1208, ia bertemu dengan St Dominikus. Ini 

merupakan undangan Tuhan kepadanya untuk 

memulai suatu pelayanan yang amat penting. 

Bertrand yaitu  salah seorang dari keenam orang 

yang menggabungkan diri dengan Dominikus pada 

tahun 1215 untuk membentuk suatu kongregasi 

religius yang baru, Ordo Pengkhotbah. Mereka sering 

disebut “Dominikan” seturut nama pendirinya. Beato 

Bertrand diutus ke Paris untuk memulai ordo di 

sana. Selang tak lama kemudian, St Dominikus 

mengutus Biarawan Bertrand untuk pergi ke Bologna 

untuk mendirikan ordo di sana. Bertrand taat 

dengan senang hati. Sementara itu, Ordo 

Pengkhotbah semakin berkembang. Mereka 

mewartakan pesan Injil ke kota-kota dan desa-desa. 

Mereka ingin orang mengenal dan mencintai iman 

Katolik mereka. Pada tahun 1219, Beato Bertrand 

menemani St Dominikus dalam suatu perjalanan ke 

Paris. Ia sangat mengasihi serta mengagumi St 

Dominikus.  

Pada tahun 1221 para Dominikan 

mengadakan suatu pertemuan besar yang disebut 

Kapitel Umum. Bertrand ada di sana. Ordo dibagi 

menjadi delapan provinsi agar para religius dan 

pelayanan mereka dapat lebih efektif. Bertrand 

ditetapkan sebagai Superior atau Provinsial Perancis 

selatan. Ia menghabiskan sisa hidupnya dengan 

berkhotbah dan membantu umat untuk semakin 

dekat pada Tuhan. Bertrand wafat pada tahun 1230 

dan dimaklumkan sebagai “beato” oleh Paus Leo XIII 

pada tahun 1881.

SANTA BIBIANA


Ayah Bibiana, Flavian, yaitu  seorang 

pejabat kota Roma pada masa Gereja Perdana. 

Flavian dan isterinya dikenal sebagai pengikut 

Kristus yang taat. saat  Kaisar Yulianus 

mengingkari iman Katoliknya dan mulai menganiaya 

umat Kristen, Flavian ditangkap. Wajahnya dicap 

dengan besi panas dan kemudian ia dikirim ke 

tempat pembuangan.

sesudah  Flavian wafat, isterinya - Dafrosa - 

juga dijadikan tahanan di rumahnya sendiri. 

Hukuman itu dijatuhkan 

kepadanya sebab  

kehidupan Kristianinya yang 

saleh. Kemudian, Dafrosa 

juga dijatuhi hukuman 

mati. Bibiana, yang 

ditinggal sendirian bersama 

saudarinya - Demetria - 

dengan segenap hati 

mempercayakan dirinya 

kepada Tuhan dan berdoa. 

Segala milik mereka diambil 

dari mereka. Lalu, kedua 

gadis ini  diajukan ke 

pengadilan. Demetria yang malang begitu ketakutan 

sehingga ia tewas sesaat  di kaki hakim. Bibiana 

diserahkan kepada seorang wanita pendosa yang 

ditugaskan untuk menjadikan Bibiana sejahat 

dirinya. Wanita itu membujuk dengan kata-kata 

manis dan dengan banyak akal licik susaha  Bibiana 

jatuh dalam dosa. namun  Bibiana tidak dapat 

dibujuk. Ia dibawa kembali ke pengadilan dan 

didera. Namun, ia tetap teguh pada iman dan 

kesuciannya. Akhirnya, Santa Bibiana didera dengan 

cambuk timah hingga wafat. Seorang imam 

menguburkan jenasahnya pada malam hari di 

samping ibu dan saudarinya.

BLANDINA († 177)

Bersama dengan majikannya, teman laki-

lakinya Santo Pontikus, uskup Santo Potinus dan 

banyak orang Kristen lain disiksa dengan kasar di 

Lyon Perancis atas tuduhan dan hasutan palsu, yaitu 

bersama-sama makan bayi. Para penyiksa heran 

dengan ketabahannya, sehingga akhirnya 

menyerahkan nasib gadis budak belian muda (15 

tahun) ini untuk dimangsa seekor sapi jantan.

P: 2 Juni

BLANKA (1188-1252)

yaitu  ibu Raja Santo Louis IX (Perancis). Ia 

memerintah Negara mewakili puteranya selama raja 

memimpin Perang Salib. Ia mendidik anak-anaknya 

dengan baik sekali walaupun suaminya meninggal 

dalam usia muda.

A: yang putih bersih; P: 3 Desember

SANTO BLASIUS († 316)

Santo Blasius hidup 

pada abad keempat. Sebagian 

mengatakan bahwa ia berasal 

dari sebuah keluarga kaya dan 

menerima pendidikan Kristiani. 

Semasa remaja, Blasius 

memikirkan tentang segala 

permasalahan serta 

penderitaan yang terjadi pada 

masa itu. Ia mulai menyadari 

bahwa hanya sukacita rohani saja yang dapat 

membuat seseorang merasakan kebahagiaan sejati. 

Blasius menjadi imam dan kemudian diangkat 

menjadi Uskup Sebaste di Armenia yang sekarang 

yaitu  Turki. Dengan segenap hati, Blasius bekerja 

keras untuk menghantar umatnya menjadi kudus 

dan bahagia. Ia berdoa dan berkhotbah; ia berusaha 

menolong semua orang. 

saat  Gubernur Licinius mulai menganiaya 

umat Kristiani, Santo Blasius ditangkap. Ia dibawa 

untuk dijebloskan ke dalam penjara dan dihukum 

penggal. Dalam perjalanan, umat berkumpul di 

sepanjang jalan untuk melihat uskup mereka yang 

terkasih untuk terakhir kalinya. Blasius memberkati 

mereka semuanya, bahkan juga orang-orang kafir. 

Seorang ibu yang malang bergegas datang 

kepadanya. Ia memohon Blasius agar 

menyelamatkan anaknya yang hampir tewas 

tercekik duri ikan yang tertelan di tenggorokannya. 

Orang kudus itu membisikkan doa dan memberkati 

sang anak. Mukjizat terjadi, sehingga nyawa anak 

itu dapat diselamatkan. Oleh sebab  itulah St. 

Blasius dimohon bantuan doanya oleh semua orang 

yang menderita penyakit tenggorokan.

Pada hari pestanya, tenggorokan kita 

diberkati. Kita mohon bantuannya untuk melindungi 

kita dari segala macam penyakit tenggorokan.

Dalam penjara, uskup yang kudus ini 

mempertobatkan banyak orang kafir. Tidak ada 

siksaan yang dapat membuatnya mengingkari 

imannya kepada Yesus. Santo Blasius dihukum 

penggal kepalanya pada tahun 316. Sekarang ia ada 

bersama Yesus untuk selama-lamanya.

Blasius, uskup Armenia, pada peringatan 

pestanya orang menerima “Pemberkatan Santo 

Blasius” dengan dua lilin agar terlindung dari 

penyakit tenggorokan; L: dua lilin bersilang; P: 

3 Februari.

SANTO BONAVENTURA (1221-14 Juli 1274)

Bonaventura artinya “untung”. St. 

Bonaventura dilahirkan pada tahun 1221 di Tuscany, 

Italia dan dibaptis dengan 

nama Yohanes. Bonaventura 

bergabung dengan Ordo 

Fransiskan (O.F.M. = Ordo 

Saudara-saudara Dina) yang 

pada waktu itu masih baru. 

St. Fransiskus dari Asisi yang 

mendirikan Ordo Fransiskan 

hidup antara tahun 1181 

hingga 1226. Jadi, St. 

Fransiskus masih hidup saat  

Bonaventura lahir. 

Sebagai seorang 

biarawan muda, Bonaventura 

harus meninggalkan 

negerinya untuk belajar di 

Universitas Paris di Perancis. 

Ia menjadi seorang penulis 

tentang hal-hal ketuhanan 

yang hebat. Kasihnya kepada Tuhan demikian besar 

sehingga orang memanggilnya dengan sebutan 

“Doctor Seraphicus”. Seraphicus artinya seperti 

malaikat. Salah seorang sahabat Bonaventura yang 

terkenal ialah St.  Thomas Aquinas. Thomas 

bertanya kepada Bonaventura dari manakah ia 

mendapatkan semua hal-hal mengagumkan yang ia 

tulis. Bonaventura membimbing temannya itu ke 

meja tulisnya. Ia menunjuk sebuah salib besar yang 

selalu ada di atas mejanya. “Dialah yang 

mengatakan segalanya kepadaku. Dia-lah satu-

satunya Guru-ku.” Di lain waktu, saat  sedang 

menuliskan kisah hidup St. Fransiskus dari Asisi, 

Bonaventura menjadi begitu bersemangat sehingga 

St. Thomas berseru: “Mari kita biarkan seorang 

kudus menulis tentang seorang kudus.” Bonaventura 

selalu bersikap rendah hati, meskipun artikel -artikel nya 

telah menjadikannya terkenal.

Pada tahun 1265, Paus Klemens IV ingin 

menjadikan Bonaventura seorang Uskup Agung. 

namun , Bonaventura menyatakan keberatannya 

kepada Paus. Bapa Suci menghormati keputusannya. 

Meskipun menolak diangkat menjadi Uskup Agung, 

Bonaventura setuju diangkat menjadi pembesar 

umum Ordo Fransiskan. Tugas berat ini 

dilaksanakannya selama tujuhbelas tahun. 

Pada tahun 1273, Beato Paus Gregorius X 

mengangkat Bonaventura menjadi Kardinal. Dua 

orang utusan Paus mendapatkan Bonaventura 

sedang berada di sebuah bak cuci yang besar. Ia 

sedang mendapat giliran tugas menggosok 

setumpuk panci dan wajan. Para utusan Paus 

menunggunya dengan sabar hingga Bonaventura 

selesai menggosok pancinya yang terakhir, 

membasuh serta mengeringkan tangannya. 

Kemudian para utusan itu dengan khidmat 

menyerahkan topi merah besar yang melambangkan 

jabatannya yang baru.

Kardinal Bonaventura memberikan bantuan 

yang amat besar kepada Paus yang pada tahun 1274 

mengadakan Konsili Lyon. Thomas Aquinas wafat 

dalam perjalanannya menuju Konsili, namun  

Bonaventura berhasil tiba di sana. Ia memberikan 

pengaruh yang besar pada konsili ini . namun ,  

sekonyong-konyong Bonaventura wafat secara 

mendadak pada tanggal 14 Juli 1274 dalam usia 

lima puluh tiga tahun. Paus berada di sisinya saat  

ia wafat. Bonaventura dinyatakan santo pada tahun 

1482 oleh Paus Sixtus IV. Pada tahun 1588, Paus 

Sixtus V memberinya gelar Pujangga Gereja.

Bonaventura (1221-1274), uskup dan 

pujangga Gereja (Doktor Seraphicus); L: 

seorang biarawan Fransiskan dengan topi 

cardinal. P: 15 Juli

“Jika  kamu  bertanya  bagaimana  hal-hal  semacam  itu 

dapat  terjadi,  carilah  jawabnya  dengan  rahmat  Tuhan,  

bukan  dengan  ajaran;  dengan  kerinduan  hati,  bukan 

dengan  pengetahuan,  dengan  keluh-kesah  doa,  bukan 

dengan penyelidikan.” ~ Santo Bonaventura

BONFILIO

Bonfilio dan kawan-kawannya yaitu  anggota 

dari persaudaraan pedagang di kota niaga  Firenze. 

Pada tahun 1233 mereka mendirikan ordo Hamba-

hamba Maria (Servit), sebab  didorong oleh 

penampakan Bunda Maria yang meminta mereka 

mengundurkan diri dari kesibukan dagang ke dalam 

kesunyian di pegunungan. Ordo Servit 

mengutamakan doa bersama dan penghormatan 

kepada Bunda Maria. Para anggotanya berkarya 

sebagai pengkotbah, pekerja sosial dan seniman. 

Namun mereka mangutamakan suasana tenag dan 

berdoa dalam biara. Tujuh pendiri yang dinyatakan 

kudus itu ialah: Bonfilio (A: anak yang baik), 

Yohanes Bonagiunta, Gerard, Amadeus (A: cinta 

Tuhan), Hugo, Sostenes dan Alex(ius).

P: 17 Februari

SANTO BONIFASIUS († 5Juni 754)

Rasul besar Jerman ini dilahirkan di Wessex, 

Inggris, antara tahun 672 dan 680. saat  ia masih 

kecil,  beberapa orang misionaris tinggal  sementara 

waktu lamanya di rumahnya. Mereka menceritakan 

kepada  Bonifasius  segala  sesuatu  yang  mereka 

lakukan.  Para  misionaris  itu  begitu  gembira  serta 

penuh semangat dalam mewartakan Kabar Gembira 

kepada  orang  b