Kisah santa santo 2

 


doa 

bersama mereka. Sebagian besar dari mereka 

disembuhkan. Broeder Andre selalu menolak pujian 

atau pun balas jasa atas bantuannya itu. Ia 

bersikeras bahwa itu semua yaitu  sebab  iman si 

sakit dan kuasa St. Yusuf.

Broeder Andre memiliki cinta yang amat 

mendalam kepada Ekaristi dan kepada St. Yusuf. Di 

masa mudanya, ia pernah bermimpi melihat sebuah 

gereja yang besar, namun  ia tidak dapat mengatakan 

di mana gereja itu. Perlahan-lahan ia mulai 

menyadari bahwa Tuhan menghendaki sebuah 

gereja dibangun untuk menghormati St. Yusuf. 

Gereja ini  hendak dibangun di puncak Gunung 

Royale di Montreal, Kanada. Doa-doa serta 

pengurbanan-pengurbanan yang dilakukan oleh 

Broeder Andre beserta banyak orang lainnya berhasil 

mewujudkan impian ini . Gereja yang amat 

indah untuk menghormati St Yusuf pada akhirnya 

dibangun. Gereja ini  menjadi saksi dari iman 

Broeder Andre yang luar biasa. Para peziarah 

berdatangan ke Gunung Royale sepanjang tahun dan 

dari tempat-tempat yang jauh pula. Mereka semua 

ingin menghormati St. Yusuf. Mereka ingin 

menunjukkan kepercayaan mereka akan kasih 

sayang serta pemeliharaan St. Yusuf, seperti yang 

telah dilakukan oleh Broeder Andre.

Broeder Andre wafat dengan tenang dan 

damai pada tanggal 6 Januari 1937. Hampir satu 

juta orang mendaki Gunung Royale dan memenuhi 

Gereja St. Yusuf untuk menghadiri pemakamannya. 

Walaupun waktu itu hujan dan turun salju, mereka 

tetap saja datang untuk mengucapkan selamat 

tinggal kepada sahabat mereka yang terkasih. 

Broeder Andre dinyatakan “beato” pada tanggal 23 

Mei 1982 oleh Paus Yohanes Paulus II. 

ANDREAS BOBOLA SJ (1592-1657)

Menjadi pengkotbah dan pemimpin 

Konggregasi Maria di Polandia. sebab  mentobatkan 

begitu banyak orang, ia dibenci oleh orang Rusia 

yang menyebutnya ‘Duszochivat’, artinya ‘pemburu 

jiwa-jiwa’. Akhirnya ia dibunuh secara kejam oleh 

tentara Kosak.

A: jantan, berani (Y); P: 16 Mei

ANDREAS CORSINI OFM CAP (1302-1373)

Semula hidup berfoya-foya. Tapi kemudian ia 

bertobat, masuk ordo Karmel dan hidup bermatiraga 

keras. Ia rajin menolong orang miskin dan 

senantiasa mengusahakan perdamaian di antara 

bangsawan-bangsawan Italia yang suka berperang.

P: 9 Januari

SANTO ANDREAS DUNG-LAC, Dkk

Para misionaris Kristen pertama kali 

membawa iman Katolik ke Vietnam pada abad 

keenambelas. Pada abad ketujuhbelas, 

kedelapanbelas dan kesembilanbelas, umat Kristiani 

menderita penganiayaan oleh sebab  iman mereka. 

Banyak di antara mereka yang wafat sebagai martir, 

terutama dalam masa pemerintahan Kaisar Minh-

Mang (1820-1840). Termasuk di antara mereka 

seratus tujuhbelas martir yang kita rayakan hari ini. 

Mereka dinyatakan kudus oleh Paus Yohanes Paulus 

II pada tanggal 19 Juni 1988.

Keseratus 

tujuhbelas martir 

ini  terdiri dari 

sembilanpuluh enam 

orang Vietnam, 11 

orang Spanyol serta 

sepuluh orang Perancis. 

Delapan orang di antara 

mereka yaitu  Uskup, 

limapuluh orang yaitu  Imam dan limapuluh 

sembilan orang lainnya yaitu  umat Katolik awam. 

Sebagian dari antara para imam ini  

yaitu  imam Dominikan, sedangkan yang lainnya 

yaitu  imam praja dari Serikat Misi Paris. Seorang 

imam praja seperti mereka yang juga menjadi martir 

yaitu  St. Theophane Venard (Kita merayakan 

pestanya pada tanggal 6 November). St. Andreas 

Dung-Lac, yang mewakili kelompok pahlawan iman 

ini, yaitu  seorang imam praja Vietnam.

SANTO ANDREAS FOURNET 

(6 Desember 1752-13 Mei 1834)

Santo Andreas Fournet dilahirkan pada 

tanggal 6 Desember 1752. Ia berasal dari Maille, 

sebuah kota kecil dekat Poitiers, Perancis. Kedua 

orangtuanya amat saleh. Ibu Fournet sangat 

mendambakan agar puteranya kelak menjadi 

seorang imam. Andreas kecil tidak terlalu peduli 

dengan keinginan ibunya itu. Suatu kali ia berkata, 

“Aku seorang anak yang baik, namun , tetap saja aku 

tidak mau menjadi seorang imam atau pun rahib.”

saat  dewasa, 

Andreas pergi ke Poitiers 

untuk belajar di perguruan 

tinggi. namun , hal itu tidak 

berlangsung lama. Ia terlalu 

banyak bersenang-senang. 

Ibunya menyusul dan 

mendapatkan pekerjaan-

pekerjaan baik untuknya. 

namun  semuanya gagal. 

Ibunya sangat bingung. 

Hanya tinggal satu 

kesempatan yang ada. Ibunya berbicara kepada 

Andreas agar untuk sementara waktu ia tinggal 

bersama pamannya, seorang imam. Paroki di mana 

pamannya bertugas yaitu  paroki yang miskin, 

namun  pamannya seorang yang kudus. Di luar 

dugaan, Andreas setuju. Itulah saat “Tuhan 

bertindak.”   

Pamannya mengenali sifat-sifat baik dalam 

diri Andreas. Teladan hidup pamannya telah 

menyulut sesuatu dalam dirinya sehingga ia merasa 

tenang. Andreas mulai belajar dengan tekun untuk 

mengejar ketinggalannya. Kemudian, ia ditahbiskan 

sebagai imam dan ditugaskan di paroki pamannya. 

Pada tahun 1781, ia dipindahkan ke paroki kota 

asalnya di Maille. Ibunya amat bahagia. Andreas 

menjadi seorang imam yang penuh belas kasih dan 

tekun berdoa.

saat  pecah Revolusi Perancis, St. Andreas 

menolak untuk bersumpah menentang Gereja. Oleh 

sebab  itu, ia menjadi buron. Pada tahun 1792, ia 

terpaksa melarikan diri ke Spanyol. Di sana ia 

tinggal selama lima tahun. namun , ia khawatir akan 

umatnya dan kembali lagi ke Perancis. Bahaya masih 

terus mengancamnya. Pastor Fournet dilindungi oleh 

umatnya. Beberapa kali ia nyaris tewas. Sementara 

itu, ia mendengarkan pengakuan dosa, merayakan 

Ekaristi, dan menerimakan Sakramen Terakhir.

saat  pada akhirnya Gereja bebas kembali, 

St. Andreas keluar dari persembunyiannya. Ia 

senantiasa mendorong umatnya untuk mencintai 

serta melayani Tuhan. Salah seorang dari para 

wanita yang baik di sana, St. Elisabet Bichier des 

Ages, banyak memberikan bantuan kepadanya. 

Bersama-sama, mereka membentuk suatu ordo bagi 

para wanita yang diberi nama Kongregasi Puteri-

puteri Salib. St. Andreas wafat pada tanggal 13 Mei 

1834, dalam usia delapan puluh dua tahun. Ia 

dinyatakan kudus oleh Paus Pius XI pada tanggal 4 

Juni 1933. Pestanya dirayakan setiap tanggal 13 

Mei.

SANTO ANDRES KIM TAEGON († 16 

September 1846) & SANTO PAULUS 

CHONG HASANG († 22 September 1846)

Santo Andreas Kim Taegon yaitu  seorang 

imam dan Santo Paulus Chong Hasang yaitu  

seorang awam. Kedua martir ini mewakili 113 umat 

Katolik yang wafat sebagai martir sebab  iman 

mereka di Korea. Mereka  dinyatakan  kudus oleh 

Paus Yohanes Paulus II pada saat paus mengunjungi 

Korea pada tahun 1984. Ajaran Kristen menyebar ke 

Korea pada abad  ketujuhbelas melalui pewartaan 

kaum awam. Umat yang percaya memelihara iman 

mereka dengan Sabda Tuhan.  Mereka bertumbuh 

serta berkembang secara diam-diam.

Kemudian imam-

imam misionaris datang 

dari Perancis. Umat 

Korea diperkenalkan 

kepada Sakramen 

Gereja. Mereka 

mengalami 

penganiayaan dari 

pemerintah yang pasang 

surut sepanjang abad 

kesembilanbelas. 

Seratus tiga umat Korea 

wafat sebagai martir 

antara tahun 1839 

hingga tahun 1867. Sepuluh orang anggota Serikat 

Misi Asing dari Paris juga wafat sebagai martir, yaitu 

tiga orang uskup beserta tujuh orang imam. 

Sehingga jumlah mereka seluruhnya yang wafat 

sebagai martir yaitu  113 orang.

St. Andreas Kim 

Taegon dan St. Paulus 

Chong Hasang mewakili 

kemuliaan serta 

keberanian umat Katolik 

Korea yang telah 

membayar mahal cinta 

mereka kepada Kristus. St. 

Andreas Kim Taegon 

yaitu  imam pertama 

Korea. Ia wafat sebagai 

martir pada tanggal 16 

September 1846, hanya 

satu tahun sesudah  

ditahbiskan. Ayah St. Andreas Kim telah 

mendahuluinya menjadi martir pada tahun 1821. St. 

Paulus Chong Hasang yaitu  seorang katekis awam 

yang pemberani. Ia wafat sebagai martir pada 

tanggal 22 September 1846. Sekarang Gereja 

berkembang pesat di Korea. Karunia iman diterima 

sebab  kurban persembahan para martir telah 

menjadi pembuka jalan. 

“Kita  telah  menerima  Sakramen  Baptis,  masuk  dalam 

pelukan  Gereja,  serta  menerima  kehormatan  disebut 

sebagai umat Kristiani. namun , apa gunanya semua itu jika 

kita  hanya  Kristen  dalam  nama  dan  tidak  dalam 

kenyataan?” Santo Andreas Kim

SANTO ANDREAS, RASUL

Andreas, sama seperti saudaranya: Simon 

Petrus, yaitu  seorang nelayan. Ia menjadi murid 

St. Yohanes Pembaptis. namun , 

saat  Yohanes menunjuk 

kepada Yesus dan berkata, 

“Lihatlah Anak Domba Allah,” 

Andreas mengerti bahwa Yesus 

lebih besar dibandingkan  Yohanes. 

Pada saat itu juga ia 

meninggalkan Yohanes untuk 

mengikuti Tuan Ilahi. Yesus tahu 

bahwa Andreas mengikuti-Nya 

dari belakang. Yesus berbalik 

dan bertanya,  “Apakah yang 

kamu cari?” Andreas menjawab 

bahwa ia ingin tahu di manakah 

Yesus tinggal. Yesus menjawab, “Marilah dan kamu 

akan melihatnya.” Belum lama Andreas tinggal 

bersama Yesus, saat  ia menyadari bahwa Yesus 

yaitu  sungguh-sungguh Mesias. Sejak saat itu, ia 

memutuskan untuk mengikuti Yesus. Ia menjadi 

murid Yesus yang pertama.

Selanjutnya, Andreas membawa saudaranya 

Simon (St. Petrus) kepada Yesus. Yesus menerima 

Simon juga sebagai murid-Nya. Pada awalnya, 

kedua bersaudara itu tetap menjalankan pekerjaan 

mereka sehari-hari sebagai nelayan dan mengurus 

keluarga mereka. Kemudian Yesus meminta mereka 

untuk tinggal bersama-Nya sepanjang waktu. Ia 

berjanji akan menjadikan mereka penjala manusia, 

pada waktu itulah mereka meninggalkan jala 

mereka. Menurut tradisi, dikatakan bahwa sesudah 

Yesus naik ke surga, St. Andreas mewartakan Injil 

ke Yunani. Ia dijatuhi hukuman mati dengan 

disalibkan, tubuhnya diikatkan pada salib, bukan 

dipakukan. Andreas bertahan dua hari lamanya 

dalam penderitaan itu. Masih juga Andreas 

memiliki  cukup kekuatan untuk berkhotbah 

kepada orang banyak yang berkerumun di sekeliling 

rasul yang mereka kasihi. Dua negara memilih St. 

Andreas sebagai pelindung mereka, yaitu Rusia dan 

Skotlandia.

Andreas dan Yohanes yaitu  pemuda 

pertama yang mengikuti Yesus. Ia saudara 

Petrus dan dilahirkan di Betsaida dekat danau 

Genesaret. B: Andre (♂): Andrea (♀); L: salib 

yang menyerupai huruf ‘X’. ; P: 30 November

“sesudah   Andreas  tinggal  bersama  Yesus  dan  belajar 

banyak  dari-Nya,  ia  tidak  menyimpan  harta  itu  bagi  

dirinya sendiri saja, melainkan bergegas membagikannya 

kepada saudaranya.” ~ Santo Yohanes Krisostomus.

SANTA ANGELA MERICI (1474-27 Januari 

1540)


Angela dilahirkan di sebuah kota kecil di Italia 

bernama Desenzano, sekitar tahun 1474. Kedua 

orangtuanya 

meninggal dunia 

saat  ia berusia 

sepuluh tahun. Ia dan 

satu-satunya saudari 

wanita , yang tiga 

tahun lebih tua 

usianya, amat sangat 

saling mengasihi. 

Seorang paman yang 

kaya membawa 

kedua gadis ini  

masuk dalam 

keluarganya. Masih 

belum pulih kesedihannya sebab  kehilangan 

orangtuanya, Angela kembali terpukul saat  

saudarinya juga meninggal dunia. 

Kakak wanita nya itu bahkan meninggal 

sebelum seorang imam sempat memberinya 

sakramen terakhir. Angela amat khawatir akan 

keselamatan jiwa saudarinya itu. Yesus menyatakan 

kepadanya bahwa saudarinya telah selamat. Angela 

merasakan suatu perasaan damai memenuhi 

jiwanya. Ia mengucap syukur kepada Tuhan dalam 

doa. Angela ingin melakukan sesuatu untuk 

menyatakan rasa terima kasihnya. Keinginannya itu 

membuatnya berjanji untuk melewatkan seluruh sisa 

hidupnya dengan melayani Tuhan sehabis-habisnya.

saat  berusia sekitar duapuluh tahun, Angela 

mulai memperhatikan bahwa anak-anak di kotanya 

sedikit sekali pengetahuannya tentang agama. 

Angela mengajak beberapa teman wanita  untuk 

bergabung dengannya memberikan pelajaran 

agama. Teman-teman Angela dengan penuh 

semangat membantunya mengajar anak-anak. Pada 

waktu itu belum ada biarawati dari suatu ordo 

religius yang memberikan pelajaran. Belum pernah 

ada yang berpikir tentang hal itu. St. Angela Merici 

yaitu  orang pertama yang mengumpulkan 

sekelompok wanita  untuk membuka sekolah 

bagi anak-anak. 

Pada tanggal 25 November 1536, duapuluh 

delapan wanita  muda mempersembahkan hidup 

mereka kepada Tuhan. Itulah yang menjadi asal 

mula berdirinya Ordo Santa Ursula (OSU). Angela 

mempercayakan kongregasinya dalam perlindungan 

St. Ursula. Oleh sebab  itulah ordo mereka diberi 

nama sesuai nama santa pelindung mereka. Pada 

mulanya, para wanita  itu tetap tinggal di rumah 

mereka masing-masing. Oleh sebab  berbagai 

macam halangan dan kesulitan, diperlukan waktu 

yang cukup lama sebelum pada akhirnya mereka 

dapat hidup bersama dalam sebuah biara. 

Angela wafat pada tanggal 27 Januari 1540 

pada saat kongregasinya masih dalam tahap awal 

berdiri. Kepercayaannya kepada Tuhan telah banyak 

kali menolong Angela mengatasi berbagai macam 

pencobaan berat yang harus ditanggungnya semasa 

hidupnya. Tidak ada keraguan sedikit pun dalam hati 

Angela bahwa Tuhan akan memelihara karya yang 

baru saja dimulainya. Dan memang demikianlah 

yang terjadi. Sekarang, suster-suster Ursulin telah 

tersebar di berbagai negara di seluruh dunia. Ordo 

mereka terus melanjutkan karyanya bagi Yesus dan 

Gereja-Nya, teristimewa dalam bidang pendidikan 

anak-anak dan remaja. Angela dinyatakan kudus 

oleh Paus Pius VI pada tahun 1807.

Angela, pendiri suatu Ordo; Lahir di Desenzano 

dan wafat diBrescia (1474-1540); A: malaekat; 

L: seorang suster yang sedang mengajar; P: 27 

Januari

ANGELINA CORBARA (1377-1435)

Seorang janda muda yang giat menghimpun 

para wanita muda yang bersedia membantu orang-

orang yang mengalami kesulitan apa saja. sebab  

begitu banyak wanita yang tertarik pada karya amal 

itu, Angelina dituduh menggunakan kekuatan sihir. 

Akan namun  ia membela diri dengan gemilang 

dimuka pengadilan gerejani, sehingga mendapat 

dukungan dari raja dan uskup untuk mendirikan 

biara Fransiskanes (ordo ketiga) yang pertama, yaitu 

di Foligno Italia. Ratusan Konggregasi dengan 

puluhan ribu anggotanya mengikuti jalan yang 

ditempuhnya sampai kini.

A: malaikat kecil; P: 15 Juli.

ANGELINA (abad ke-16)

Ratu Serbia (Yugoslavia) itu bersama 

suaminya Stefanus Buta dan kedua anaknya 

Georgius (uskup agung) dan Yohanes di hormati 

sebagai orang kudus.

A: Angelina = malaikat kecil; P: 10 Desember.

ANGELUS ORSUCCI OP

saat  penganiayaan terhadap orang Kristen 

merajalela di Jepang, ia merelakan diri pergi ke 

tanah misi ini. namun  akibatnya ia ditangkap dan 

dibakar hidup-hidup bersama 41 martir lain di 

Nagasaki (1622). Sebelumnya ia menjadi misionaris 

di Philipina dan Meksiko.

A: malaikat; B: Angelo, Anyo; P: 10 September 

ANGILBERT (750-814)

yaitu  penyair dan pendidik anak-anak 

Kaisar Karel Agung. Ia sendiri memiliki  dua anak 

tidak sah dari adik wanita  Karel, namun 

kemudian Angilbert menjadi biarawan dan 

bermatiraga keras.

P: 18 Februari

SANTO PAUS ANISETUS († 156)

Menjadi paus yang bijaksana pada saat umat 

di Roma mengalami penganiayaan dan pengejaran 

dari pemerintah dan gangguan dari dalam yaitu 

munculnya banyaak bidaah.

P: 17 April

ANMARIA REDI (1747-1770)

Suster Karmelites ini sekalipun masih muda 

tapi hidupnya sangat saleh. Di dalam biara ia 

dipanggil juga dengan nama Teresa Margaret.

P: 1 September

SANTA ANNA dan SANTO YOAKIM

Santa Anna dan Santo Yoakim yaitu  

orangtua Santa Perawan Maria. Mereka hidup rukun, 

taat beribadah kepada Tuan dan melakukan banyak 

perbuatan baik. Namun demikian, ada satu hal yang 

membuat mereka sedih; Tuhan belum memberi 

mereka seorang anak pun. Selama bertahun-tahun, 

Anna memohon kepada Tuhan untuk memberinya 

anak. Ia berjanji untuk mempersembahkan anaknya 

itu kelak kepada Tuhan. saat  sudah lanjut 

umurnya, Tuhan menjawab doa Santa Anna dengan 

cara yang amat luar biasa, yang bahkan tidak 

pernah terbayangkan olehnya. Anak yang lahir bagi 

Santa anna dan Santo Yoakim yaitu  Santa Perawan 

Maria Immaculata (yang Dikandung Tanpa Dosa). 

wanita  yang 

paling kudus di 

antara semua 

wanita  ini 

akan menjadi 

Bunda Allah. 

Anna merawat 

Maria kecil 

dengan penuh 

kasih sayang 

selama beberapa 

tahun. Kemudian 

dipersembahkannya puterinya itu kepada Tuhan, 

seperti yang telah dijanjikannya. Maria tinggal di 

Bait Allah di Yerusalem. Yoakim dan Anna 

melanjutkan kehidupan mereka dengan berdoa 

hingga tiba saatnya Tuhan memanggil mereka 

pulang ke rumah Bapa di surga. 

Umat Kristiani senantiasa menghormati Santa 

Anna secara istimewa. Banyak gereja indah 

dibangun untuk menghormatinya. Salah satunya 

yang mungkin paling terkenal yaitu  Gereja Saint 

Anne de Beaupre di Kanada. Banyak orang pergi ke 

sana sepanjang tahun untuk memohon bantuan doa 

St. Anna dalam menanggung beban hidup mereka. 

Anna dan Yoakim, ibu dan bapak Bunda Maria, 

hidup di Tanah Suci. Namun bagaimana warna 

kehidupan mereka, kita tidak tahu pasti. Santa 

Anna dihormati sebagai pelindung kaum ibu, 

khususnya yang sedang hamil dan mengurus 

keluarga. A: Anna: Tuhan berbelaskasih; 

Yoakim: Tuhan meninggikan; B: Anni, Aneke; 

Akim, Yoakim, Yokem; L: seorang ibu (Anna) 

sedangkan menerangkan Taurat kepada 

anaknya (Maria); P: 26 Juli.

ANNA MARIA GALLO (1715-1791)

Walaupun ia menderita banyak sebab  

dipaksa akan dikawinkan oleh orangtuanya, namun 

Anna selalu baik hati pada orang miskin yang sakit. 

Ia mengalami stigmata, yaitu 5 luka suci seperti 

yang dialami Kristus di kayu salib.

P: 5 Oktober

ANNAMARIA TAIGI (1769-1837)

Setuju menikah sebab  merasa ‘tak akan 

pernah bebas dari godaan kecuali jika menikah’. 

Maka puteri cantik ini menjadi isteri seorang 

pengawal istana dan memiliki  tujuh anak. Ia 

menambah penghasilan suaminya dengan menerima 

jahitan. Annamaria banyak menderita, namun Tuhan 

memberikan karunia istemewa kepadanya.

A: →Anna dan→Maria; P: 9 Juni.

BEATA ANNA dari SANTO BARTOLOMEUS († 

1626)

Beata Anna yaitu  puteri keluarga petani. Ia 

menggembalakan domba hingga usianya dua puluh 

tahun. Empat mil dari tempat tinggalnya yaitu  kota 

Avila, kota dimana Santa Theresia dan para 

biarawati Karmelit tinggal. Anna diterima dalam ordo 

Karmelit sebagai biarawati biasa, bukan rubiah. 

Artinya, Sr. Anna dapat pergi ke luar biara untuk 

mengerjakan segala sesuatu sesuai kepentingan 

biara.

Tujuh tahun terakhir hidupnya, Santa 

Theresia memilih Beata Anna untuk menemaninya 

dalam perjalanannya. Santa Theresia pergi 

berkeliling untuk 

mengunjungi 

komunitas-komunitas 

biarawati. Kadang-

kadang, ia mendirikan 

biara-biara baru. 

Kadang-kadang, ia 

membantu para 

biarawati untuk lebih 

bersemangat dalam 

menjalani panggilan 

hidup yang 

mengagumkan yang 

telah mereka pilih. St. 

Theresia sangat menghargai B. Anna dan memujinya 

di hadapan para biarawati lainnya.  Meskipun B. 

Anna tidak memperoleh kesempatan untuk 

bersekolah, ia bisa membaca dan menulis. Ia 

mencatat petualangan perjalanannya dengan St. 

Theresia yang termashyur itu. B. Anna jugalah yang 

ada di sampingnya saat  St. Theresia wafat.

Kehidupan B. Anna berlangsung biasa-biasa 

saja selama enam tahun sesudah St. Theresia wafat. 

Kemudian, pemimpin biara memutuskan untuk 

membuka sebuah biara baru di Paris, Perancis. Lima 

orang biarawati dipilih untuk diutus ke sana, B. Anna 

termasuk salah seorang di antara mereka. 

Sementara umat di Paris menyambut kedatangan 

para biarawati dengan hangat, B. Anna menyelinap 

masuk ke dapur untuk mempersiapkan hidangan 

bagi teman-temannya yang lapar. Pada akhirnya, 

empat dari kelima biarawati ini  

dipindahtugaskan ke Belanda. Anna harus tetap 

tinggal, sebab ia dipilih menjadi priorin (= pemimpin 

biara). Anna datang kepada Tuhan dan mengatakan 

kepada-Nya bahwa sebagian besar dari para wanita 

Perancis yang bergabung dalam komunitasnya 

berasal dari keluarga kaya serta keluarga 

bangsawan, sementara ia sendiri hanyalah seorang 

gadis penggembala. Dalam hatinya, B. Anna 

mendengar Tuhan menjawab: “Dengan jerami Aku 

akan menyalakan api-Ku.” Anna diutus ke Belanda 

untuk mendirikan lebih banyak biara-biara baru. 

Pertama-tama ia pergi ke Mons dan kemudian ke 

Antwerp. Para wanita yang bergabung dalam Ordo 

Karmelit menganggap Anna sebagai seorang kudus. 

Anna wafat di Antwerp pada tahun 1626. Ia 

dinyatakan sebagai “Beata” oleh Paus Benediktus 

XV. 

Anna dari St. Bartolomeus (1549-1626); P: 7 Juni

BEATA ANNA KATHARINA EMMERICK 

(8 September 1774-9 Februari 1824)

Anna Katharina Emmerick dilahirkan pada 

tanggal 8 September 1774 di Flamsche, wilayah 

Keuskupan Münster, Westphalia, Jerman. Anna 

Katharina berasal dari keluarga petani  miskin. 

Kesehatannya kurang baik semenjak ia masih kecil. 

Sejak kanak-kanak, Anna Katharina telah mendapat 

anugerah penglihatan dan nubuat. Penglihatan dan 

nubuat ini begitu sering, sehingga Anna Katharina 

kecil beranggapan bahwa semua anak dapat melihat 

Yesus dan Bunda Maria, para kudus, dan jiwa-jiwa di 

api penyucian. Ia dapat mendiagnosa penyakit dan 

menyarankan pengobatannya, pula ia dapat melihat 

dosa-dosa orang.

Anna Katharina membantu bekerja di 

pertanian keluarganya. Ia juga bekerja sebagai 

penjahit dan pembantu rumah tangga seorang 

organis miskin di mana ia belajar alat musik 

ini . saat  usianya 

duapuluh delapan tahun 

(1802) ia masuk biara 

Agustinian di 

Agnetenberg, Dülmen. 

Dalam biara ini, ia puas 

diperlakukan sebagai 

yang terendah dalam 

biara.

Para biarawati 

lainnya amat heran dan 

merasa terganggu oleh 

kemampuannya yang 

aneh, kesehatannya yang 

buruk dan ekstasi-ekstasi yang dialaminya baik di 

gereja, di kamar tidur, maupun di tempat kerjanya. 

Sebab itu, ia diperlakukan dengan sikap antipati. 

saat  biara ditutup atas instruksi pemerintah pada 

tahun 1811, Anna Katharina pindah ke rumah 

seorang janda miskin. Kesehatan Anna Katharina 

semakin memburuk, dan akhirnya, bukannya 

menjadi pembantu, ia malahan menjadi pasien.

Pada tanggal 29 Desember 1811, pukul tiga 

sore, Yesus yang tersalib menampakkan diri 

kepadanya dengan luka-luka-Nya memancarkan 

sinar cahaya. Sinar itu menembusi kedua tangan, 

kaki dan lambungnya bagaikan panah. Stigmata di 

kepalanya, yang dianugerahkan kepadanya saat 

usianya 24 tahun, juga mulai meneteskan darah 

hingga ia harus membalut kepalanya dengan 

perban. Pada tahun 1812, tanda salib muncul di 

dadanya. Karunia stigmata yang diterimanya disertai 

juga dengan karunia inedia, yaitu hidup tanpa 

makanan, hanya dari Komuni Kudus saja, sepanjang 

hidupnya. Anna Katharina berusaha 

menyembunyikan luka-lukanya, namun  kabar 

mengenai hal itu akhirnya tersebar juga, dan Bapa 

Vikaris Jenderal menetapkan dilakukannya suatu 

penelitian yang panjang serta terperinci.

Bapa Vikjen bersama tiga orang ahli medis 

melakukan penelitian dengan cermat dan seksama 

hingga mereka yakin akan kekudusan “Beguine yang 

saleh,” demikian ia disebut, dan akan keaslian 

stigmata. Pada tahun 1819, pemerintah melakukan 

penyelidikan mereka sendiri. Dalam keadaan sakit 

hampir mati, Anna Katharina dipenjarakan, diancam 

dan ada di bawah pengawasan ketat 24 jam sehari.

sesudah  tiga minggu berlalu, komisi ini  

pada akhirnya menyerah. Mereka pergi tanpa 

menemukan suatu pun yang mencurigakan, tak 

dapat membujuk Anna Katharina untuk mengubah 

kesaksiannya, dan gagal mempublikasikan 

penemuan mereka. saat  dipaksa melapor, mereka 

menyatakan bahwa fenomena ini  palsu, namun  

mereka tidak dapat menjelaskan mengapa mereka 

berkesimpulan demikian, atau mengapa mereka 

tidak mempublikasikan penemuan-penemuan 

mereka.

saat  seorang penulis bernama Clemens 

Brentano mengunjunginya, Anna Katharina 

mengatakan bahwa ia telah melihatnya dalam suatu 

penglihatan dan bahwa Clemens akan menuliskan 

catatan tentang penglihatan-penglihatan serta 

nubuat-nubuat yang diterimanya. Demikianlah, 

setiap hari selama lima tahun, Clemens mencatat 

pesan-pesan, serta menerjemahkan catatan ini  

dari dialek Westphalian, dialek Anna Katharina, ke 

bahasa Jerman. Setiap kali, ia meminta Anna 

Katharina untuk memeriksa serta memberikan 

persetujuan atas tulisannya.

Sepanjang musim panas tahun 1823, 

kesehatan Anna Katharina semakin memburuk. 

Seperti biasa, ia mempersatukan segala 

penderitaannya dengan penderitaan Yesus, serta 

mempersembahkannya bagi keselamatan segenap 

umat manusia. Anna Katharina wafat pada tanggal 9 

Februari 1824. Oleh sebab  tersiar kabar angin 

bahwa jenazahnya dicuri orang, maka kuburnya 

dibuka kembali enam minggu kemudian dan didapati 

tubuhnya masih dalam keadaan segar, tanpa tanda-

tanda kerusakan. Jenazah Anna Katharina Emmerick 

dipindahkan ke Gereja Salib Suci di Dülmen, Jerman 

pada tanggal 15 Februari 1975.

Pada tahun 1833, tulisan-tulisan yang dibuat 

oleh Clemens Brentano dipublikasikan sebagai “The 

Dolorous Passion of Our Lord Jesus Christ according 

to the Meditations of Anne Catherine Emmerich” 

(Dukacita Sengsara Tuhan Kita Yesus Kristus dari 

Meditasi B. Anna Katharina Emmerick). Menyusul 

pada tahun 1852, “The Life of The Blessed Virgin 

Mary” dan tiga jilid “Life of Our Lord” dari tahun 

1858 hingga 1880 (Kisah Hidup dan Sengsara Tuhan 

Kita Yesus Kristus dan BundaNya serta Misteri-

misteri Perjanjian Lama). Sementara banyak karya-

karya wahyu yang demikian berhubungan erat 

dengan sisi kerohanian dan gagasan penerima 

wahyu, ketiga tulisan ini  sungguh merupakan 

karangan yang terus terang dan jelas dengan rincian 

gambaran akan peristiwa-peristiwa, dan menjadi 

sumber inspirasi bagi banyak orang. Cukup banyak 

bagian dari tulisan Anna Katharina yang menjadi 

dasar pembuatan film “The Passion of the Christ” 

oleh Mel Gibson.

Vatican sendiri menganjurkan umat beriman 

membaca tulisan-tulisan Clemens Brentano 

berdasar  kisah penglihatan biarawati Agustinian 

ini, sebagaimana dinyatakan dalam biografi Anna 

Katharina Emmerick yang dimuat secara online di 

situs resmi Vatican, “Kata-katanya, yang telah 

menjangkau begitu banyak orang yang tak terhitung 

banyaknya dalam berbagai macam bahasa, yang 

dituturkannya dari kamarnya yang sederhana di 

Dülmen melalui tulisan-tulisan Clemens Brentano, 

sungguh merupakan suatu pemakluman luar biasa 

Injil demi keselamatan hingga saat ini.” Pada 

tanggal 24 April 2001 Anna Katharina Emmerick 

dimaklumkan sebagai Venerabilis (= Yang Pantas 

Dihormati) dan pada tanggal 3 Oktober 2004 

dinyatakan sebagai Beata (= Yang Berbahagia) oleh 

Paus Yohanes Paulus II. 

Pestanya dirayakan pada tanggal 9 Februari.

“B.  Anna  Katharina  Emmerick  mengisahkan  “dukacita 

sengsara Tuhan kita Yesus Kristus” dan mengamalkannya 

dalam  tubuhnya.  Kenyataan  mengenai  puteri  petani  

miskin, yang dengan gigih berusaha dekat dengan Tuhan 

dan  kemudian  terkenal  sebagai  “Mistikus  dari  Tanah 

 Münster” ini sungguh merupakan karya rahmat ilahi.” ~ 

Paus Yohanes Paulus II

SANTA ANNA WANG, PERAWAN dan 

MARTIR (1886-1900)

“Pada hari ini Gereja mengucap syukur kepada Allah, yang 

memberkatinya dan memandikannya dalam terang cahaya 

kekudusan para putera dan puteri dari Cina. Bukankah 

Tahun Suci ini merupakan saat yang paling tepat untuk 

menjadikan kesaksian iman mereka yang gagah berani 

bersinar kemilau? Anna Wang yang belia, 14 tahun, tegar 

menghadapi ancaman siksa aniaya yang mendesaknya 

untuk mengingkari iman. Siap dipenggal kepalanya, ia 

memaklumkan dengan wajah bersinar, “Pintu surga 

67

terbuka bagi semua,” kemudian tiga kali membisikkan 

nama `Yesus'”.

~ Paus Yohanes Paulus II, Kanonisasi 120 Martir Cina, 1 

Oktober 2000

Santa Anna Wang dilahirkan dalam sebuah 

keluarga  Katolik pada tahun 1886 di Majiazhuang, 

wilayah Weixian, bagian 

selatan Provinsi Hebei. Ibunya 

meninggal dunia saat Anna 

masih berusia lima tahun. 

Sejak masih belia, Anna kecil 

telah menunjukkan karakter 

yang kuat. saat  usianya 

sebelas tahun, keluarganya 

memaksa Anna untuk 

menikah, namun dengan gigih 

Anna menolak. Berikut yaitu  

catatan kemartirannya 

berdasar  keterangan para 

saksi mata. 

Pada tanggal 21 Juli 1900, gerombolan 

bersenjata Boxers tiba di Majiazhuang. Mereka 

menawan sekelompok umat Kristiani dan mengurung 

mereka di suatu ruangan yang disebut Ruang Timur 

di desa Da Ning, Provinsi Hebei. Pemimpin 

gerombolan menyampaikan ultimatum, “Pemerintah 

tidak mengijinkan seorang pun memeluk 

suatuagama asing. Kalian akan dibebaskan jika 

kalian mengingkari iman kalian di hadapan umum; 

jika tidak, kalian akan dibunuh. Mereka yang 

bersedia mengingkari iman nya dipersilakan keluar 

dari ruangan ini menuju Ruang Barat. Seseorang ada 

di sana untuk membebaskan kalian.” Di antara umat 

beriman Katolik itu ada  St Anna Wang, St Lucia 

Wang-Wang bersama kedua anaknya: St Andreas 

Wang Tianqing yang berusia sembilan tahun, dan 

seorang puteri berusia lima tahun. Beberapa saat 

kemudian, ibu tiri Anna berjalan menuju Ruang 

Barat. namun , sekonyong-konyong ia berbalik dan 

merenggut lengan Anna guna membawanya serta. 

Anna meronta; dengan berpegangan pada tiang 

pintu, ia berteriak, “Aku percaya pada Tuhan. Aku 

seorang Katolik. Aku tak mau meninggalkan Gereja! 

Yesus, tolonglah aku!”

Sementara itu langit semakin gelap. Kawanan 

Boxers menyalakan beberapa batang lilin yang 

mereka ambil dari gereja. Kata Anna kepada yang 

lain, “Lilin-lilin ini diambil dari gereja. Lihatlah, 

betapa indah terangnya! Namun demikian, 

kemuliaan surgawi bahkan berjuta-juta kali lebih 

cemerlang dari terang lilin yang indah ini.” Lalu, 

Anna memimpin mereka semua dalam ibadat sore, 

yang menjadi ibadat mereka yang terakhir.

Keesokan harinya, gerombolan Boxers 

menggiring tawanan ke tempat eksekusi. Setibanya 

di sana, lagi, Anna memimpin mereka dalam doa 

dan tobat. Orang banyak non-Kristiani berdiri 

sekeliling, menonton mereka. saat  melihat betapa 

eloknya si kecil St Andreas Wang Tianqing, banyak 

dari antara mereka yang jatuh hati dan ingin 

mengadopsinya. namun , ibunya, St Lucia Wang-

Wang, segera mendekap erat puteranya dan 

mengatakan kepada kawanan itu, “Aku seorang 

Katolik. Puteraku juga seorang Katolik. Bunuhlah 

kami jika kalian mau; puteraku terlebih dahulu, 

kemudian aku.” Kawanan itu mengangguk dengan 

dingin. Andreas kecil dengan senang hati berlutut, 

membungkukkan badannya, tersenyum memandang 

ibunya. Kapak yang menebas lehernya segera 

mengirim kanak-kanak kudus ini ke surga dengan 

segera. Sesudahnya, dengan brutal Lucia dan 

puterinya dipenggal kepalanya. Lima wanita  lagi 

dan seorang bayi berumur sepuluh bulan menjadi 

martir berikutnya. Dengan keji gerombolan itu 

merenggut si bayi pada kakinya, melambungkannya 

ke udara, lalu membelah tubuhnya menjadi dua dan 

melemparkan mayatnya ke samping mayat ibunya.

Akhirnya, satu-satunya yang tinggal hanyalah 

Anna seorang. Berlutut menghadap gereja di desa 

Wei, ia menjalin jari-jemari kedua tangannya dan 

berdoa keras-keras sementara kedua matanya 

mengarah ke surga. Ia tampak bercahaya dan 

agung. Sekonyong-konyong, seolah ia telah diangkat 

ke surga; seolah ia tak lagi berada di dunia ini. 

Bukannya tampak bagaikan seorang yang hendak 

dihukum mati, malahan ia tampak bagaikan tengah 

menikmati suatu perayaan agung. Kepala 

gerombolan amat terkejut melihatnya. Kapak telah 

diayun, namun terhenti di udara. Ia maju 

menghampiri Anna dan mendesaknya, “Tinggalkan 

Gerejamu sekarang!” Tenggelam dalam doa yang 

khusuk, Anna tak mendengarnya. Laki-laki itu 

mengetuk keningnya, sekali lagi bertanya apakah ia 

bersedia menyangkal imannya. Anna terlonjak kaget 

dan meloncat ke belakang seraya berteriak, “Jangan 

sentuh!” Sesudah tenang kembali, Anna berkata, 

“Aku seorang Katolik. Tak akan pernah aku 

mengingkari Tuhan-ku. Lebih baiklah aku mati.” 

Sang pemimpin yang dalam hatinya kagum atas 

keberanian gadis belia ini berusaha membujuknya 

lagi, “Jika engkau menyangkal imanmu, aku berjanji 

akan menikahkanmu dengan suatu keluarga yang 

kaya raya sehingga engkau boleh berbahagia 

sepanjang hidupmu.” Dengan penuh wibawa Anna 

menjawab, “Aku tak akan pernah meninggalkan 

agamaku. Lagipula, aku telah dipertunangkan 

dengan Dia di desa Wei.”

Murka pemimpin pun bangkit, sehingga ia 

merobek bahu kiri Anna; sekali lagi ia bertanya, 

“Apakah engkau mau meninggalkan Gerejamu?” 

“Tidak!” Maka kapak diayunkan dan segera menebas 

lengan kirinya. Anna masih berlutut, mengedangkan 

tangannya; dengan tersenyum tenang ia berkata, 

“Pintu surga terbuka,” lalu mengatakan, “Yesus, 

Yesus, Yesus!” Dalam sekejap kepalanya 

menggelinding ke atas tanah, sementara jiwanya 

yang murni bagai merpati terbang membubung 

tinggi ke surga, ke rumah Mempelai Surgawi-nya. 

Seorang saksi mata mengatakan, “Sungguh aneh. 

sesudah  Anna Wang dipenggal kepalanya, tubuhnya 

masih tegak berlutut dan tidak roboh ke tanah 

hingga seorang dari kawanan itu menendangnya.” 

Seorang saksi lain, Ny Wang Lau, 80 tahun, seorang 

Katolik yang saleh, jujur dan dapat dipercaya, 

memberikan kesaksian, “saat  Anna Wang wafat 

sebagai martir, aku melihatnya naik ke surga, 

mengenakan gaun biru dan hijau dengan sebuah 

mahkota bunga di atas kepalanya. Ia kelihatan 

sangat, sangat cantik.”

sesudah  eksekusi, gerombolan Boxer 

mengumpulkan mayat kesepuluh martir (nama-

nama martir yang lain tak diketahui), lalu 

menimbunnya dengan tanah. Lima belas bulan 

kemudian, pada tanggal 6 November 1901, umat 

beriman menggali kembali kubur para martir agar 

dapat memakamkannya dengan pantas. Mereka 

sungguh terkejut serta takjub saat mendapati bahwa 

jenazah para martir tidak membusuk, melainkan 

tampak seolah hidup. Semua yang hadir memuji 

Tuhan sebab  mukjizat yang terjadi. 

Pemakaman kembali para martir ini 

berlangsung khidmad dan khusuk. Umat beriman 

menganggap Anna sebagai seorang santa dan 

berdoa mohon perantaraannya untuk berbagai 

mukjizat penyembuhan. Banyak doa dikabulkan 

Tuhan dengan perantaraan Anna. Suatu mukjizat 

juga bahwa segenap anggota keluarga Anna sendiri 

akhirnya bertobat. Neneknya, yang dulu 

memperlakukan Anna dengan buruk, menjadi 

seorang Katolik yang amat saleh dan meninggal 

dengan kudus. Ibu tirinya yang murtad, kembali ke 

dalam pelukan Gereja. Ayahnya juga kembali 

menjadi seorang Katolik yang saleh. Saat ayahnya di 

kemudian hari menjadi buta, ia berdoa mohon 

kesembuhan dengan perantaraan puterinya; namun 

doanya tidak dikabulkan, Ayahnya menerima 

sebagai kehendak Allah agar ia melakukan lebih 

banyak penitensi semasa di dunia demi kebaikan 

jiwanya. Pada tanggal 17 April 1955, Anna Wang 

dibeatifikasi oleh Paus Pius XII. Pada tanggal 1 

Oktober 2000, St Anna Wang, bersama ke-119 

martir Cina lainnya, dikanonisasi oleh Paus Yohanes 

Paulus II.

SANTO ANSELMUS (1033-21 April 1109)

Anselmus dilahirkan di Italia utara pada 

tahun 1033. Dari rumahnya ia dapat melihat 

pegunungan Alpen. saat  usianya lima belas tahun, 

Anselmus mencoba masuk biara di Italia. namun , 

ayahnya menentangnya. Kemudian Anselmus jatuh 

sakit. Tak lama sesudah ia sembuh, ibunya 

meninggal dunia. Anselmus masih muda, ia juga 

kaya dan pandai. Segera saja ia melupakan niatnya 

untuk melayani Tuhan. Ia mulai hanya berpikir untuk 

bersenang-senang.

namun , beberapa waktu kemudian, Anselmus 

menjadi bosan dengan cara hidupnya. Ia ingin 

sesuatu yang lebih baik, sesuatu yang lebih berguna. 

Ia pergi ke Perancis mengunjungi Abbas (pemimpin 

biara) Lanfranc yang kudus dari biara Bec yang 

terkenal. Anselmus menjadi 

sahabat karib Lanfranc dan 

sang abbas menghantarnya 

kepada Tuhan. Ia juga 

membantu Anselmus dalam 

mengambil keputusan 

menjadi seorang biarawan 

Benediktin. Pada waktu itu 

Anselmus berusia dua puluh 

tujuh tahun.Anselmus 

seorang peramah yang 

sangat mengasihi saudara-

saudara sebiaranya. Mereka 

yang dulunya membencinya, 

segera menjadi teman-

temannya. Anselmus 

menjadi abbas pada tahun 

1078. saat  ia harus 

meninggalkan Bec untuk 

ditahbiskan sebagai Uskup Agung Canterbury di 

Inggris, ia mengatakan kepada para biarawannya 

bahwa mereka akan selalu ada di hatinya.

Umat Inggris mengasihi dan menghormati 

Anselmus. namun , Raja William II menganiayanya. 

Anselmus harus melarikan diri dalam pengasingan 

pada tahun 1097 dan juga tahun 1103. Raja William 

bahkan melarang Anselmus pergi ke Roma untuk 

memohon nasehat paus. Walaupun demikian, 

Anselmus pergi juga. Ia tinggal bersama paus 

hingga raja mangkat. Kemudian, ia kembali ke 

keuskupannya di Inggris. Bahkan di tengah-tengah 

segala kesibukannya, St. Anselmus selalu 

menyempatkan diri untuk menulis. Buah penanya 

yaitu  artikel -artikel  filsafat dan teologi yang amat 

berharga. Ia juga menuliskan banyak nasehat 

berguna mengenai Tuhan bagi para biarawan. Para 

biarawan itu amat gembira menerimanya. St. 

Anselmus sering mengatakan, “Apakah kamu ingin 

tahu rahasia hidup bahagia dalam biara? Lupakan 

dunia dan bergembiralah melupakannya. Biara 

sungguh merupakan surga di bumi bagi mereka 

yang hidup hanya bagi Yesus.” St. Anselmus wafat 

pada tanggal 21 April 1109. Ia dinyatakan sebagai 

Pujangga atau Doktor Gereja oleh Paus Klemens XI 

pada tahun 1720.

Anselmus, uskup agung Canterbury Inggris, 

teolog dan pujangga Gereja; lahir di Aosta Italia 

1033 dan meninggal di Canterbury 21 April 

1109; L: perahu; P: 21 April

“Kalian mencari Tuhan, dan kalian mengetahui bahwa Ia 

yaitu  Yang Mahatinggi, dan sebab nya tidaklah mungkin 

kalian dapat membayangkan sesuatu yang lebih sempurna 

dari-Nya.  Kalian mengetahui  bahwa Yang Mahatinggi  itu 

yaitu  hidup itu sendiri, terang, kebijaksanaan, kebajikan, 

kebahagiaan kekal, dan rahmat abadi.” ~ Santo Anselmus

ANSGARIUS (801-865)

yaitu  uskup agung Bremen dan Hamburg 

Jerman yang pertama. Ia menjadi ‘Rasul Denmark’ 

dan misionaris di Swedia. 

P: 3 Februari

ANTIPAS (abad ke-1)

yaitu  martir pertama di Asia Kecil (lihat 

Wahyu, 2,13). Ia dimasukkan ke dalam patung besi 

yang membara merah menyala. ♂

A: gambaran ayah sendiri (Y); P: 11 April

74

ANTONIA (1472)

Masuk biara sesudah suaminya meninggal. 

Kemudian dengan bantuan Santo Yohanes Kapistran 

ia mendirikan biara Klaris yang lebih tegas 

aturannya di Firenze Italia.

P: 28 Februari

ANTONIUS BALDINUCCI SJ (1665-1717)

Berkarya sebagai pengkotbah ulung di Italia 

dan mentobatkan banyak orang.

P: 2 Juli.

SANTO ANTONINUS († 1459)

Santo Antoninus hidup pada abad kelima 

belas. Sejak kecil ia telah menunjukkan bahwa ia 

memiliki kehendak 

baik serta kemauan 

keras. Menurut cerita, 

saat  usianya lima 

belas tahun, ia 

mohon diijinkan 

masuk biara 

Dominikan. Ia tampak 

muda dan kecil. Bapa 

Prior (pemimpin biara) 

berpikir sejenak dan 

kemudian berkata, 

“Aku akan 

menerimamu jika  

kamu telah hapal `Dekret Gratia' di luar kepala. 

`Dekret Gratia' yaitu  sebuah artikel  yang tebalnya 

beberapa ratus halaman. Jadi, dengan kata lain, 

prior mengatakan “tidak” kepada Antoninus.

namun , Antoninus menerima tantangan 

itu.Satu tahun kemudian dia kembali. Sulit 

dibayangkan betapa terperanjatnya Bapa Prior 

saat  mengetahui bahwa Antoninus telah 

menghafalkan seluruh dekret! Tak diragukan lagi, 

sesaat  itu juga ia diterima. (Namun demikian, 

bukanlah kemampuannya menghafal yang 

mengubah pikiran Prior, melainkan sebab  ia telah 

membuktikan kesungguhannya dalam menjawab 

panggilan hidupnya).

Meskipun usianya baru enam belas tahun, 

Antoninus terus mengejutkan banyak orang dengan 

cara hidupnya di biara. Sementara ia semakin 

dewasa, jabatan-jabatan penting silih berganti 

dipercayakan kepadanya. Antoninus menanamkan 

pengaruh yang baik kepada para rekan biarawan 

Dominikan. Mereka mengasihi serta 

menghormatinya. Hal ini terlihat nyata dalam hidup 

Beato Antonius Neyrot yang pestanya kita rayakan 

pada tanggal 10 April.

Pada bulan Maret 1446, Antoninus 

ditahbiskan sebagai Uskup Agung Florence, Italia. 

“Bapa kaum miskin” yaitu  julukan yang diberikan 

orang kepadanya. Tidak pernah ia menolak untuk 

memberikan pertolongan kepada siapa pun. jika  

ia tidak lagi memiliki  uang, ia akan memberikan 

pakaiannya, sepatunya, perabotannya atau satu-

satunya keledainya. Berulang kali keledainya itu 

dijualnya untuk menolong orang lain. Dan berulang 

kali pula keledai itu ditebus oleh orang-orang kaya 

dan dikembalikan padanya. Tentu saja, ia akan 

menjualnya lagi untuk menolong orang-orang yang 

lain lagi! Seringkali St. Antoninus mengatakan, 

“Seorang penerus para rasul hendaknya tidak 

memiliki apa pun kecuali kekayaan kebajikan.” 

76

Santo Antoninus wafat pada tahun 1459. Ia 

dinyatakan kudus pada tahun 1523.

“Seorang  penerus  para  rasul  hendaknya  tidak  memiliki  

apa pun kecuali kekayaan kebajikan.” ~ Santo Antoninus

SANTO ANTONIUS dari MESIR (251-356)

Santo Antonius dilahirkan pada tahun 251 di 

sebuah  dusun kecil di Mesir. saat  usianya 

duapuluh tahun, kedua 

orangtuanya meninggal 

dunia. Mereka 

mewariskan kepadanya 

harta warisan yang besar 

dan menghendaki agar ia 

bertanggung jawab atas 

hidup adik 

wanita nya. Antonius 

merasakan belas kasihan 

Tuhan yang berlimpah 

atasnya dan datang 

kepada Tuhan dalam doa. 

Semakin lama semakin 

peka ia akan 

penyelenggaraan Tuhan 

dalam hidupnya. Sekitar enam bulan kemudian, ia 

mendengar kutipan Sabda Yesus dari Kitab Suci: 

“Pergilah, juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah 

itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan 

beroleh harta di sorga.” (Mrk 10:21). Antonius 

menerima sabda ini  sebagai sapaan pribadi 

Tuhan dan jawab-Nya atas doanya mohon 

bimbingan Tuhan. Ia menjual sebagian besar harta 

miliknya, menyisakan sedikit saja cukup untuk 

menunjang hidup adiknya dan dirinya sendiri. 

Kemudian ia membagi-bagikan uangnya kepada 

mereka yang membutuhkannya. 

Saudari Antonius bergabung dengan 

kelompok wanita yang hidup dalam doa dan 

kontemplasi. Antonius memutuskan untuk hidup 

sebagai seorang pertapa. Ia mohon pada seorang 

pertapa senior untuk memberinya pelajaran hidup 

rohani. Antonius juga mengunjungi para pertapa 

lainnya agar ia dapat belajar kebajikan-kebajikan 

paling utama dalam diri setiap pertapa. Kemudian ia 

mulai hidupnya sendiri dalam doa dan tobat 

sendirian hanya dengan Tuhan saja. saat  Antonius 

berusia lima puluh lima tahun, ia mendirikan sebuah 

biara guna menolong sesama. Banyak orang 

mendengar tentangnya dan mohon saran serta 

nasehatnya. Antonius akan memberi mereka 

nasehat-nasehat praktis, seperti “Setan takut pada 

kita saat  kita berdoa dan bermatiraga. Setan juga 

takut saat  kita rendah hati dan lemah lembut. 

Terutama, setan takut pada kita saat  kita sangat 

mencintai Yesus. Setan lari terbirit-birit saat  kita 

membuat Tanda Salib.” St. Antonius mengunjungi 

St. Paulus Pertapa. Ia merasa diperkaya dengan 

teladan hidup St. Paulus yang kudus. Antonius wafat 

sesudah  melewatkan hidup yang panjang dalam doa. 

Usianya mencapai seratus lima tahun. St. Atanasius 

menulis riwayat hidup St. Antonius dari Mesir yang 

sangat terkenal.

Antonius dari Mesir (251-356) disebut juga 

‘Antonius Pertapa’, lahir dekat Memphis Mesir. 

L: babi dan lonceng, sebab  pada banyka gereja 

dipelihara seekor babi yang diberi lonceng. Babi 

ini bebas berkeliaran mencari makan, kemudian 

pada malam pesta Santo Antonius, babi itu 

disembelih dan dagingnya dibagi-bagikan 

kepada oran-orang miskin; P:17 Januari.

SANTO ANTONIUS dari PADUA (1195-13 

Juni 1231)

Antonius dilahirkan pada tahun 1195 di 

Lisbon, Portugis dengan nama Fernando. Ia yaitu  

putera tunggal pasangan 

Martin dan Maria Bulhom, 

keluarga terpandang di 

kotanya. Fernando seorang 

anak yang cerdas, hatinya 

lurus namun  keras. 

Orangtuanya sangat ingin 

agar kelak anaknya 

menjadi orang terkenal. 

Pada usia 11 tahun kedua 

orangtuanya meninggal 

dunia sehingga Fernando 

menjadi yatim piatu. Ia 

diasuh oleh pamannya 

yang sangat memanjakannya. Pada usia 15 tahun, 

Fernando merasa terpanggil untuk menjadi seorang 

imam. Meskipun pamannya menentang dengan 

keras keinginannya, toh pada akhirnya Fernando 

diijinkan juga masuk biara St. Agustinus di Lisbon. 

Dua tahun kemudian Fernando ditugaskan belajar di 

Coimbra. Sembilan tahun di Universitas Coimbra, 

Fernando belajar dengan tekun. Ia menjalin 

persahabatan dengan para pengikut St. Fransiskus 

dari Asisi. 

Jenazah lima martir dari Ordo Fransiskus 

dikirim dari Maroko untuk disemayamkan di 

biaranya. Kelima imam Ordo Fransiskus itu: St. 

Berard, Otto, Petrus, Akursio dan Ainto, yang 

dengan gigih mewartakan Injil sehingga mereka 

didera dan dipenggal di Maroko. Jiwa muda 

Fernando bergolak. Tiba-tiba ia bangkit. artikel  yang 

tengah dipelajarinya itu ditutupnya seraya berkata, 

"Teman-temanku telah mati demi Tuhan. Apakah 

aku akan duduk-duduk terus mempelajari artikel ?" 

Kemudian Fernando memutuskan untuk bergabung 

dengan Ordo Fransiskus Asisi (OFM = Ordo Saudara-

saudara Dina) dengan tujuan agar dapat segera 

ditugaskan ke Maroko, susaha  ia pun juga dapat 

menjadi saksi sekaligus martir Kristus. Fernando 

diterima di Ordo Fransiskus dengan nama Antonius. 

Sayang sekali, begitu tiba di Maroko, Antonius jatuh 

sakit sehingga terpaksa pulang kembali.  

Sembilan tahun lamanya Antonius 

berkhotbah, mempertobatkan banyak orang dan 

melakukan banyak mukjizat di Perancis, Sisilia serta 

Italia. Ia seorang pengkhotbah yang ulung. Kemana 

pun ia pergi orang banyak datang berduyun-duyun 

untuk mendengarkan khotbahnya. Menurut legenda, 

bahkan ikan-ikan di danau pun bersembulan keluar 

untuk mendengarkan khotbahnya. Antonius begitu 

bersemangat dalam mewartakan Injil, sehingga ia 

sering lupa makan dan kurang istirahat. sebab  itu 

ia jatuh sakit dan meninggal dunia di Arcella, dekat 

Padua, pada tanggal 13 Juni 1231, dalam usia 36 

tahun. Jenazahnya disemayamkan di gereja Santa 

Perawan Maria di Padua. Setahun kemudian, ia 

dimaklumkan sebagai santo oleh Paus Gregorius IX. 

Pesta St. Antonius dirayakan tanggal 13 Juni.

Mengapa St. Antonius digambarkan memeluk 

Kanak-kanak Yesus?

Pada suatu hari St. Antonius bermalam di 

rumah seorang temannya, Lord of Chatenauneuf. St. 

Antonius berdoa dengan khusuk hingga larut malam. 

Tiba-tiba ruangan kamarnya dipenuhi oleh sinar 

yang sangat terang, lebih terang dari sinar matahari. 

Kemudian Yesus menampakkan diri kepada St. 

Antonius dalam rupa seorang anak kecil. 

Chatenauneuf melihat sinar cemerlang keluar dari 

celah bawah pintu kamar Antonius. Merasa heran, 

temannya itu mengintip melalui 

lubang kunci. Ia melihat seorang 

anak kecil yang elok parasnya 

sedang berdiri di atas artikel  

sambil memeluk leher St. 

Antonius dengan kedua belah 

tangannya. saat  St. Antonius 

membuka pintu kamar dan 

mendapati Chatenauneuf, ia 

berpesan agar temannya itu tidak 

menceritakan apa yang dilihatnya 

kepada siapa pun juga selama ia 

masih hidup. 

Mengapa St. Antonius digambarkan memeluk 

Kitab Suci?

St Antonius mengenal, mencintai dan 

mewartakan Sabda Allah dengan begitu baik. 

Sesungguhnya, St Antonius begitu terdidik dan ahli 

dalam Kitab Suci hingga Paus Pius XII 

memaklumkannya sebagai “Doktor Evangelis,” atau 

“Doktor Kitab Suci”. 

Mengapa St. Antonius dimohon pertolongannya 

menemukan barang-barang yang hilang?

Pernahkah kamu kehilangan barang-barang 

yang memiliki  nilai sentimentil, seperti misalnya 

cincin, mainan kesayangan, gelang, atau bahkan 

binatang peliharaanmu? Sudahkah kamu mencarinya 

kemana-mana dan tidak dapat menemukannya 

kembali? Ya, kalau begitu kamu mohon pertolongan 

St Antonius dari Padua, santo pelindung barang-

barang yang hilang atau dicuri.

Santo Antonius diangkat menjadi santo 

pelindung barang-barang yang hilang atau pun dicuri 

sebab  pengalaman hidupnya. St. Antonius 

memiliki  sebuah artikel  Mazmur yang sangat 

berarti baginya. Dalam artikel  Mazmurnya itulah ia 

mencoretkan catatan-catatan atau komentar-

komentar yang dipergunakannya untuk mengajar 

murid-muridnya di Ordo Fransiskus. Seorang novis 

(yaitu seorang biarawan yang sedang menjalani 

masa percobaan) mulai bosan dengan kehidupan 

religius biara, sebab nya ia memutuskan untuk 

melarikan diri. Ia pergi dengan membawa serta artikel  

Mazmur St. Antonius! saat  St. Antonius menyadari 

bahwa artikel nya telah hilang, ia menjadi sangat 

sedih. St. Antonius berdoa dengan sangat agar artikel  

Mazmurnya segera diketemukan atau dikembalikan 

kepadanya. Tuhan menjawab doa St. Antonius. 

Novis yang telah mencuri artikel nya itu merasa tidak 

tenang jiwanya, sehingga akhirnya ia 

mengembalikan artikel  Mazmur itu kepada St. 

Antonius. St. Antonius memaafkan segala 

perbuatannya. Novis itu bahkan diterima kembali di 

biara. Jadi, mulai sekarang kalau kamu kehilangan 

sesuatu, mintalah bantuan St. Antonius dari Padua, 

dan tunggu apa yang akan terjadi. 

Antonius lahir di Lissbon (1195), sebab  paling 

lama tinggal di Padua dan wafat didekat kota itu 

(1231) ia disebut ‘Antonius dari Padua’. B: 

Anton, Anthony, Toni (♂): Antonia, Antoinette 

(♀); L: Kanak-kanak Jesus yang dipangku; P: 

13 Juni.

SANTO ANTONIUS MARIA CLARET (1807-

1870)

Antonius dilahirkan di Spanyol pada tahun 

1807. Pada tahun yang sama Napoleon menyerbu 

Spanyol. Mungkin itu yaitu  “pertanda” akan 

peristiwa-peristiwa mendebarkan yang akan terjadi 

sepanjang hidupnya. Antonius 

ditahbiskan menjadi 

seorang imam pada tahun 

1835 dan ditugaskan di 

paroki kota asalnya. 

Kemudian ia pergi ke Roma 

dan membantu karya misi. Ia 

menggabungkan diri dengan 

Serikat Yesus sebagai novis 

namun  kesehatannya tidak 

mendukungnya. Ia kembali 

ke Spanyol dan bertugas 

sebagai imam. Pastor 

Antonius melihat seluruh 

dunia sebagai suatu daerah 

misi yang luas. Ia memiliki 

hati seorang misionaris. Ia seorang imam yang 

berdedikasi tinggi di parokinya. Ia mengadakan 

seminar-seminar bagi para imam. Pastor Antonius 

yakin akan kekuatan karya tulis. Ia menulis 

sedikitnya 150 buah artikel . artikel nya yang paling 

terkenal, Jalan yang Benar, telah dibaca jutaan 

orang. Sebagian orang tidak dapat mengerti 

pemikiran Pastor Antonius. Kesuksesan serta 

semangatnya membuat mereka khawatir. Mungkin 

pertentangan ini  memang diijinkan oleh Tuhan 

agar imam yang penuh semangat ini dapat 

mengunjungi Kepulauan Canary pada tahun 1848. 

Pastor Antonius tinggal di sana selama satu tahun 

dengan mewartakan Kabar Gembira. Kemudian 

Pastor Antonius kembali ke Catalonia, Spanyol dan 

kepada karya penginjilannya di sana. Pada tahun 

1849, Pastor Antonius membentuk suatu ordo 

religius baru yang disebut Putera-putera Misionaris 

dari Hati Maria Yang Tak Bernoda atau lebih dikenal 

dengan nama Kongregasi Misionaris Claretian, CMF.

Ratu Isabela II dari Spanyol amat 

menghormati St. Antonius. Ratu berpendapat bahwa 

St. Antonius yaitu  orang yang paling tepat untuk 

menjadi Uskup Agung Santiago, Kuba. Karya 

kerasulannya di Kuba menjadi suatu pengalaman 

selama tujuh tahun yang mendebarkan. Uskup 

Agung Antonius mengunjungi paroki-paroki, 

berkhotbah menentang kejahatan sosial, terutama 

perbudakan. Ia memberkati pernikahan serta 

membaptis anak-anak. Ia seorang pembaharu dan 

sebab nya memiliki  banyak musuh. Beberapa kali 

ia menerima ancaman pembunuhan. Namun 

demikian, ancaman ini  tidak mampu 

menghalangi karyanya yang mengagumkan itu 

hingga ia dipanggil kembali ke Spanyol pada tahun 

1857. Selama menjadi imam, St Antonius juga 

memimpin sebuah seminari di Madrid. Ia mendirikan 

sekolah St. Mikhael untuk memajukan karya seni 

dan kesusasteraan dan bahkan berusaha mendirikan 

sebuah sekolah pertanian. Ia pergi ke Roma untuk 

membantu mempersiapkan Konsili Vatikan Pertama 

pada tahun 1869 dan wafat pada tahun 1870. St. 

Antonius Maria Claret dinyatakan kudus oleh Paus 

Pius XII pada tahun 1950.

P: 24 Oktober

SANTO ANTONIUS MARIA ZACCARIA 

(1502-5 Juli 1539)

Antonius dilahirkan di Italia pada tahun 1502. 

saat  ia masih muda, ayahnya meninggal dunia. 

Ibunya mendukung Antonius dalam perhatian 

istimewa yang dimilikinya terhadap penderitaan 

orang-orang miskin. Ibu Zaccaria mengirim 

puteranya belajar di Universitas Padua agar kelak ia 

dapat menjadi seorang dokter. Antonius baru 

berusia dua puluh dua tahun saat  ia menamatkan 

pelajarannya.

Dokter yang masih belia itu amat berhasil 

dalam pekerjaannya. Namun demikian, ia tidak 

merasa puas. Ia tahu 

bahwa ia ingin menjadi 

seorang  imam. Antonius 

mulai belajar teologi. Ia 

juga tetap  merawat 

mereka yang sakit, 

menghibur serta 

memberikan semangat 

kepada mereka yang 

menjelang  ajal. Antonius 

mempergunakan seluruh 

waktu luangnya untuk 

membaca serta 

merenungkan surat-surat 

St. Paulus dalam Kitab Suci. Ia membaca kisah rasul 

besar Paulus berulang kali dan banyak merenungkan 

keutamaan-keutamaannya. Sekarang, Antonius 

terbakar oleh semangat yang menyala-nyala untuk 

menjadi seorang kudus dan membawa semua orang 

kepada Yesus. 

sesudah  ditahbiskan sebagai imam, Santo 

Antonius Maria pindah ke kota besar Milan. Di sana, 

ia akan dapat membantu lebih banyak orang. Ia juga 

membentuk suatu ordo para imam yang disebut 

Pekerja-pekerja Tetap Santo Paulus. Orang 

menyebutnya “Barnabit”, oleh sebab  ordo mereka 

berpusat di Gereja Santo Barnabas di Milan. Sesuai 

teladan rasul Paulus, Santo Antonius dan para 

imamnya berkhotbah ke mana-mana. Mereka 

menyerukan kembali kata-kata dan nasehat-nasehat 

Paulus. Mereka menerangkan pesan-pesan Paulus 

dengan kata-kata sederhana yang mudah 

dimengerti. Umat menghargainya; mereka merasa 

senang. Santo Antonius juga memiliki cinta 

mendalam kepada Yesus dalam Sakramen 

Mahakudus. Ia memulai Devosi Empat Puluh Jam. 

Santo Antonius Maria baru berusia tiga puluh tujuh 

tahun saat  ia wafat pada tanggal 5 Juli tahun 

1539. Ia dinyatakan kudus oleh Paus Leo XIII pada 

tahun 1897. 

Perayaannya setiap tanggal 5 Juli.

“Oleh sebab  kita telah memilih rasul besar Paulus sebagai 

pembimbing dan bapa kita, serta menyatakan diri sebagai 

pengikutnya,  kita  harus  berusaha  mengamalkan  ajaran 

serta  teladannya  dalam hidup  kita.”   ~ Santo  Antonius 

(kepada imam-imam Barnabit)

BEATO ANTONIUS NEYROT († 1460)

Antonius dilahirkan di Italia utara pada abad 

kelimabelas. Ia menggabungkan diri dalam Ordo 

Dominikan di Florence, 

Italia. Pemimpin biara 

pada masa  itu yaitu  

seorang santo, yakni 

Santo Antoninus. Santo 

Antoninus membawa 

pengaruh besar pada B 

Antonius. Broeder 

Antonius tengah berlayar 

dari Naples ke Sicily saat  

perompak menaklukkan 

kapal. Antonius dibawa ke 

Tunis dan dijual sebagai 

budak. Ia berhasil 

mendapatkan pembebasan, namun meninggalkan 

Gereja. Ia menyangkal iman akan Yesus dan 

meninggalkan panggilan religius. Ia menerima Al 

Quran sebagai Kitab Sucinya. Selama beberapa 

bulan ia hidup sebagai seorang muslim. Ia juga 

menikah. 

Sementara itu, pemimpin biara Dominikan, St 

Antoninus, wafat. Peristiwa ini mengguncang 

Antonius. 

Tampaknya suatu malam Antonius 

mendapatkan semacam mimpi. St Antoninus 

menampakkan diri kepadanya. Percakapan di antara 

kedua orang ini menghantar pada perubahan radikal 

dalam diri Antonius. Ia sungguh menyesal telah 

menghianati Tuhan. Ia tahu bahwa dalam hati ia 

tidak pernah meninggalkan imannya kepada Yesus. 

Ia tahu bahwa ia hanya dapat menjadi seorang 

Katolik. Dan ia sadar bahwa ia masih sangat ingin 

menjadi seorang broeder Dominikan. Antonius 

memulangkan isterinya kembali ke rumah 

orangtuanya. Kemudian ia mengenakan jubah putih 

Dominikan. Meski takut, ia pergi juga menghadap 

penguasa Tunis. Khalayak ramai berkumpul dan 

sang penguasa keluar. Di hadapan publik, Broeder 

Antonius mengakui bahwa ia telah melakukan suatu 

kesalahan besar. Ia seorang Katolik. Ia percaya dan 

mengasihi Yesus. Ia seorang Dominikan dan ingin 

tetap demikian sepanjang hidupnya. Sang penguasa 

amat murka. Ia mengancam dan lalu menjanjikan 

ganjaran yang menggiurkan asalkan Antonius 

menarik kembali apa yang telah ia ucapkan. namun  

Antonius menolak meski tahu bahwa ini berarti mati. 

Antonius berlutut dan mulai berdoa memohon 

keberanian untuk menyerahkan nyawa demi Yesus. 

Sekonyong-konyong ia merasakan batu-batu besar 

menimpuknya. Ia terus berdoa memohon kekuatan 

agar tetap setia kepada Tuhan. Lalu ia jatuh 

tergeletak. Antonius wafat sebagai martir pada 

tahun 1460. Beberapa pedagang dari Genoa, Italia 

membawa jenazahnya kembali ke negeri asalnya.

ANTONIO PESTANA († 1581)

Misionaris Dominikan kebangsaan Portugis ini 

berkarya di pulau Solor. Ia jatuh ke tangan orang-

orang Islam dari Jawa. Mereka menusuk-nusukkan 

potongan-potongan bambu runcing ke bawah kuku-

kuku jari tangan dan kaki pater ini dan 

menganiayanya sampai mati. 

(Salah satu dari Orang-orang Kudus di 

Indonesia)

SANTA ANYSIA († 304)

Anysia hidup di Tesalonika menjelang akhir 

abad kedua. Tesalonika yaitu  kota purbakala di 

mana St. Paulus sendirilah 

yang pertama-tama 

mewartakan iman kepada 

Yesus. Anysia yaitu  

seorang Kristen dan sesudah  

kedua orangtuanya 

meninggal, ia 

mempergunakan 

kekayaannya untuk 

menolong kaum miskin 

papa. Pada masa itu, terjadi 

penganiayaan yang kejam 

terhadap umat Kristiani di 

Tesalonika. Gubernur 

terutama sekali telah 

bertekad untuk mencegah semua umat Kristiani 

berkumpul bersama untuk merayakan Misa. namun , 

pada suatu hari Anysia berusaha untuk menghadiri 

pertemuan ini . Sementara ia melewati suatu 

pintu gerbang yang disebut Kasandra, seorang 

serdadu memperhatikannya. Ia segera menghalangi 

langkah Anysia serta menyelidiki kemanakah Anysia 

hendak pergi. sebab  amat ketakutan, Anysia 

melangkah mundur sambil membuat tanda salib di 

keningnya. Melihat itu, serdadu ini  

mencengkeramnya serta mengguncang-guncangkan 

tubuhnya dengan kasar. “Siapa kamu?”, teriaknya. 

“Dan kemanakah kamu hendak pergi?” Anysia 

menarik napas panjang dan menjawab, “Aku yaitu  

hamba Yesus Kristus,” katanya. “Aku hendak pergi 

ke perjamuan Tuhan.” ”Oh ya?” serdadu itu 

mengejek. “Aku akan mencegahnya. Aku akan 

membawamu untuk memuja para dewa. Hari ini 

kami memuja dewa matahari.” 

Pada saat yang sama serdadu itu merenggut 

kerudungnya. Anysia berusaha melawan sekuat 

tenaga sehingga orang kafir itu menjadi semakin 

marah dibuatnya. Akhirnya, dalam puncak 

kemarahannya, ia mencabut pedangnya dan 

menebaskannya ke tubuh Anysia. Anysia pun jatuh 

tergeletak di kaki sang serdadu. saat  

penganiayaan telah berakhir, umat Kristiani 

Tesalonika mendirikan sebuah gereja di tempat di 

mana St. Anysia telah menyerahkan nyawanya bagi 

Kristus. Santa Anysia wafat sekitar tahun 304.

APOLINARIS FRANCO OFM († 1622)

Menjadi misionaris di Jepang. Ia lama bekerja 

di bawah tanah dan bersama delapan temannya 

dibakar hidup-hidup.

P: 12 September

APOLINARIS MOREL OFM CAP (1739-1792)

Dosen teologi di Swiss itu disiksa sebagai 

pastor penjara di Paris.

P: 2 September

SANTA APOLONIA († 249) dan PARA 

MARTIR ALEXANDRIA

Seorang perawan kudus, Apolonia, hidup di 

Alexandria, Mesir, pada abad ketiga. Umat Kristiani 

mengalami penganiayaan yang 

hebat di sana, dalam masa 

pemerintahan Kaisar Philip. 

Apolonia telah 

mempergunakan seluruh 

hidupnya untuk melayani 

Tuhan. Sekarang, walaupun 

sudah tidak muda lagi, ia tidak 

juga hendak beristirahat. 

Dengan berani ia 

mempertaruhkan nyawanya 

untuk menghibur umat 

Kristiani yang menderita di 

penjara. “Ingatlah, bahwa 

pencobaanmu tidak akan berlangsung lama,” 

demikian ia akan berkata. “namun  sukacita surgawi 

akan berlangsung selama-lamanya.” Hanya tinggal 

menunggu waktu saja sebelum akhirnya Apolonia 

sendiri juga ditangkap. saat  hakim menanyakan 

namanya, dengan tegas Apolonia menjawab, “Saya 

seorang Kristen dan saya mengasihi serta melayani 

Tuhan yang benar.” Rakyat yang marah menyiksa 

Apolonia, mereka berusaha memaksanya untuk 

mengingkari imannya. Pertama-tama, semua giginya 

dihantam dan kemudian dirontokkan. Sungguh 

sangat aneh, itulah sebabnya mengapa orang 

seringkali mohon bantuan doa St Apolonia saat  

mereka menderita sakit gigi. Namun demikian, 

siksaan yang amat menyakitkan itu tidak mampu 

menggoncangkan imannya. Apolonia kemudian 

diancam, jika ia tidak mengingkari Yesus, ia akan 

dicampakkan ke dalam api yang berkobar-kobar. 

Apolonia tidak membiarkan rasa takut menguasai 

dirinya. Ia lebih memilih mati dalam kobaran api 

dibandingkan  mengingkari imannya kepada Yesus. saat  

orang-orang kafir melihat betapa gagah beraninya 

Apolonia, banyak diantara mereka yang bertobat. 

Apolonia wafat sekitar tahun 249.

♀ A: milik dewa Apolo (Y); L: tang pencabut gigi dan gigi.

ARCHANGELA GIRLANI (1461-1494)

yaitu  suster pemimpin biara Karmelit yang 

sangat saleh.

A: malaikat agung; P: 29 Januari.

ARIADNE (abad ke-2)

yaitu  budak-belian wanita dan mati sebagai 

martir di Asia