doa
bersama mereka. Sebagian besar dari mereka
disembuhkan. Broeder Andre selalu menolak pujian
atau pun balas jasa atas bantuannya itu. Ia
bersikeras bahwa itu semua yaitu sebab iman si
sakit dan kuasa St. Yusuf.
Broeder Andre memiliki cinta yang amat
mendalam kepada Ekaristi dan kepada St. Yusuf. Di
masa mudanya, ia pernah bermimpi melihat sebuah
gereja yang besar, namun ia tidak dapat mengatakan
di mana gereja itu. Perlahan-lahan ia mulai
menyadari bahwa Tuhan menghendaki sebuah
gereja dibangun untuk menghormati St. Yusuf.
Gereja ini hendak dibangun di puncak Gunung
Royale di Montreal, Kanada. Doa-doa serta
pengurbanan-pengurbanan yang dilakukan oleh
Broeder Andre beserta banyak orang lainnya berhasil
mewujudkan impian ini . Gereja yang amat
indah untuk menghormati St Yusuf pada akhirnya
dibangun. Gereja ini menjadi saksi dari iman
Broeder Andre yang luar biasa. Para peziarah
berdatangan ke Gunung Royale sepanjang tahun dan
dari tempat-tempat yang jauh pula. Mereka semua
ingin menghormati St. Yusuf. Mereka ingin
menunjukkan kepercayaan mereka akan kasih
sayang serta pemeliharaan St. Yusuf, seperti yang
telah dilakukan oleh Broeder Andre.
Broeder Andre wafat dengan tenang dan
damai pada tanggal 6 Januari 1937. Hampir satu
juta orang mendaki Gunung Royale dan memenuhi
Gereja St. Yusuf untuk menghadiri pemakamannya.
Walaupun waktu itu hujan dan turun salju, mereka
tetap saja datang untuk mengucapkan selamat
tinggal kepada sahabat mereka yang terkasih.
Broeder Andre dinyatakan “beato” pada tanggal 23
Mei 1982 oleh Paus Yohanes Paulus II.
ANDREAS BOBOLA SJ (1592-1657)
Menjadi pengkotbah dan pemimpin
Konggregasi Maria di Polandia. sebab mentobatkan
begitu banyak orang, ia dibenci oleh orang Rusia
yang menyebutnya ‘Duszochivat’, artinya ‘pemburu
jiwa-jiwa’. Akhirnya ia dibunuh secara kejam oleh
tentara Kosak.
A: jantan, berani (Y); P: 16 Mei
ANDREAS CORSINI OFM CAP (1302-1373)
Semula hidup berfoya-foya. Tapi kemudian ia
bertobat, masuk ordo Karmel dan hidup bermatiraga
keras. Ia rajin menolong orang miskin dan
senantiasa mengusahakan perdamaian di antara
bangsawan-bangsawan Italia yang suka berperang.
P: 9 Januari
SANTO ANDREAS DUNG-LAC, Dkk
Para misionaris Kristen pertama kali
membawa iman Katolik ke Vietnam pada abad
keenambelas. Pada abad ketujuhbelas,
kedelapanbelas dan kesembilanbelas, umat Kristiani
menderita penganiayaan oleh sebab iman mereka.
Banyak di antara mereka yang wafat sebagai martir,
terutama dalam masa pemerintahan Kaisar Minh-
Mang (1820-1840). Termasuk di antara mereka
seratus tujuhbelas martir yang kita rayakan hari ini.
Mereka dinyatakan kudus oleh Paus Yohanes Paulus
II pada tanggal 19 Juni 1988.
Keseratus
tujuhbelas martir
ini terdiri dari
sembilanpuluh enam
orang Vietnam, 11
orang Spanyol serta
sepuluh orang Perancis.
Delapan orang di antara
mereka yaitu Uskup,
limapuluh orang yaitu Imam dan limapuluh
sembilan orang lainnya yaitu umat Katolik awam.
Sebagian dari antara para imam ini
yaitu imam Dominikan, sedangkan yang lainnya
yaitu imam praja dari Serikat Misi Paris. Seorang
imam praja seperti mereka yang juga menjadi martir
yaitu St. Theophane Venard (Kita merayakan
pestanya pada tanggal 6 November). St. Andreas
Dung-Lac, yang mewakili kelompok pahlawan iman
ini, yaitu seorang imam praja Vietnam.
SANTO ANDREAS FOURNET
(6 Desember 1752-13 Mei 1834)
Santo Andreas Fournet dilahirkan pada
tanggal 6 Desember 1752. Ia berasal dari Maille,
sebuah kota kecil dekat Poitiers, Perancis. Kedua
orangtuanya amat saleh. Ibu Fournet sangat
mendambakan agar puteranya kelak menjadi
seorang imam. Andreas kecil tidak terlalu peduli
dengan keinginan ibunya itu. Suatu kali ia berkata,
“Aku seorang anak yang baik, namun , tetap saja aku
tidak mau menjadi seorang imam atau pun rahib.”
saat dewasa,
Andreas pergi ke Poitiers
untuk belajar di perguruan
tinggi. namun , hal itu tidak
berlangsung lama. Ia terlalu
banyak bersenang-senang.
Ibunya menyusul dan
mendapatkan pekerjaan-
pekerjaan baik untuknya.
namun semuanya gagal.
Ibunya sangat bingung.
Hanya tinggal satu
kesempatan yang ada. Ibunya berbicara kepada
Andreas agar untuk sementara waktu ia tinggal
bersama pamannya, seorang imam. Paroki di mana
pamannya bertugas yaitu paroki yang miskin,
namun pamannya seorang yang kudus. Di luar
dugaan, Andreas setuju. Itulah saat “Tuhan
bertindak.”
Pamannya mengenali sifat-sifat baik dalam
diri Andreas. Teladan hidup pamannya telah
menyulut sesuatu dalam dirinya sehingga ia merasa
tenang. Andreas mulai belajar dengan tekun untuk
mengejar ketinggalannya. Kemudian, ia ditahbiskan
sebagai imam dan ditugaskan di paroki pamannya.
Pada tahun 1781, ia dipindahkan ke paroki kota
asalnya di Maille. Ibunya amat bahagia. Andreas
menjadi seorang imam yang penuh belas kasih dan
tekun berdoa.
saat pecah Revolusi Perancis, St. Andreas
menolak untuk bersumpah menentang Gereja. Oleh
sebab itu, ia menjadi buron. Pada tahun 1792, ia
terpaksa melarikan diri ke Spanyol. Di sana ia
tinggal selama lima tahun. namun , ia khawatir akan
umatnya dan kembali lagi ke Perancis. Bahaya masih
terus mengancamnya. Pastor Fournet dilindungi oleh
umatnya. Beberapa kali ia nyaris tewas. Sementara
itu, ia mendengarkan pengakuan dosa, merayakan
Ekaristi, dan menerimakan Sakramen Terakhir.
saat pada akhirnya Gereja bebas kembali,
St. Andreas keluar dari persembunyiannya. Ia
senantiasa mendorong umatnya untuk mencintai
serta melayani Tuhan. Salah seorang dari para
wanita yang baik di sana, St. Elisabet Bichier des
Ages, banyak memberikan bantuan kepadanya.
Bersama-sama, mereka membentuk suatu ordo bagi
para wanita yang diberi nama Kongregasi Puteri-
puteri Salib. St. Andreas wafat pada tanggal 13 Mei
1834, dalam usia delapan puluh dua tahun. Ia
dinyatakan kudus oleh Paus Pius XI pada tanggal 4
Juni 1933. Pestanya dirayakan setiap tanggal 13
Mei.
SANTO ANDRES KIM TAEGON († 16
September 1846) & SANTO PAULUS
CHONG HASANG († 22 September 1846)
Santo Andreas Kim Taegon yaitu seorang
imam dan Santo Paulus Chong Hasang yaitu
seorang awam. Kedua martir ini mewakili 113 umat
Katolik yang wafat sebagai martir sebab iman
mereka di Korea. Mereka dinyatakan kudus oleh
Paus Yohanes Paulus II pada saat paus mengunjungi
Korea pada tahun 1984. Ajaran Kristen menyebar ke
Korea pada abad ketujuhbelas melalui pewartaan
kaum awam. Umat yang percaya memelihara iman
mereka dengan Sabda Tuhan. Mereka bertumbuh
serta berkembang secara diam-diam.
Kemudian imam-
imam misionaris datang
dari Perancis. Umat
Korea diperkenalkan
kepada Sakramen
Gereja. Mereka
mengalami
penganiayaan dari
pemerintah yang pasang
surut sepanjang abad
kesembilanbelas.
Seratus tiga umat Korea
wafat sebagai martir
antara tahun 1839
hingga tahun 1867. Sepuluh orang anggota Serikat
Misi Asing dari Paris juga wafat sebagai martir, yaitu
tiga orang uskup beserta tujuh orang imam.
Sehingga jumlah mereka seluruhnya yang wafat
sebagai martir yaitu 113 orang.
St. Andreas Kim
Taegon dan St. Paulus
Chong Hasang mewakili
kemuliaan serta
keberanian umat Katolik
Korea yang telah
membayar mahal cinta
mereka kepada Kristus. St.
Andreas Kim Taegon
yaitu imam pertama
Korea. Ia wafat sebagai
martir pada tanggal 16
September 1846, hanya
satu tahun sesudah
ditahbiskan. Ayah St. Andreas Kim telah
mendahuluinya menjadi martir pada tahun 1821. St.
Paulus Chong Hasang yaitu seorang katekis awam
yang pemberani. Ia wafat sebagai martir pada
tanggal 22 September 1846. Sekarang Gereja
berkembang pesat di Korea. Karunia iman diterima
sebab kurban persembahan para martir telah
menjadi pembuka jalan.
“Kita telah menerima Sakramen Baptis, masuk dalam
pelukan Gereja, serta menerima kehormatan disebut
sebagai umat Kristiani. namun , apa gunanya semua itu jika
kita hanya Kristen dalam nama dan tidak dalam
kenyataan?” Santo Andreas Kim
SANTO ANDREAS, RASUL
Andreas, sama seperti saudaranya: Simon
Petrus, yaitu seorang nelayan. Ia menjadi murid
St. Yohanes Pembaptis. namun ,
saat Yohanes menunjuk
kepada Yesus dan berkata,
“Lihatlah Anak Domba Allah,”
Andreas mengerti bahwa Yesus
lebih besar dibandingkan Yohanes.
Pada saat itu juga ia
meninggalkan Yohanes untuk
mengikuti Tuan Ilahi. Yesus tahu
bahwa Andreas mengikuti-Nya
dari belakang. Yesus berbalik
dan bertanya, “Apakah yang
kamu cari?” Andreas menjawab
bahwa ia ingin tahu di manakah
Yesus tinggal. Yesus menjawab, “Marilah dan kamu
akan melihatnya.” Belum lama Andreas tinggal
bersama Yesus, saat ia menyadari bahwa Yesus
yaitu sungguh-sungguh Mesias. Sejak saat itu, ia
memutuskan untuk mengikuti Yesus. Ia menjadi
murid Yesus yang pertama.
Selanjutnya, Andreas membawa saudaranya
Simon (St. Petrus) kepada Yesus. Yesus menerima
Simon juga sebagai murid-Nya. Pada awalnya,
kedua bersaudara itu tetap menjalankan pekerjaan
mereka sehari-hari sebagai nelayan dan mengurus
keluarga mereka. Kemudian Yesus meminta mereka
untuk tinggal bersama-Nya sepanjang waktu. Ia
berjanji akan menjadikan mereka penjala manusia,
pada waktu itulah mereka meninggalkan jala
mereka. Menurut tradisi, dikatakan bahwa sesudah
Yesus naik ke surga, St. Andreas mewartakan Injil
ke Yunani. Ia dijatuhi hukuman mati dengan
disalibkan, tubuhnya diikatkan pada salib, bukan
dipakukan. Andreas bertahan dua hari lamanya
dalam penderitaan itu. Masih juga Andreas
memiliki cukup kekuatan untuk berkhotbah
kepada orang banyak yang berkerumun di sekeliling
rasul yang mereka kasihi. Dua negara memilih St.
Andreas sebagai pelindung mereka, yaitu Rusia dan
Skotlandia.
Andreas dan Yohanes yaitu pemuda
pertama yang mengikuti Yesus. Ia saudara
Petrus dan dilahirkan di Betsaida dekat danau
Genesaret. B: Andre (♂): Andrea (♀); L: salib
yang menyerupai huruf ‘X’. ; P: 30 November
“sesudah Andreas tinggal bersama Yesus dan belajar
banyak dari-Nya, ia tidak menyimpan harta itu bagi
dirinya sendiri saja, melainkan bergegas membagikannya
kepada saudaranya.” ~ Santo Yohanes Krisostomus.
SANTA ANGELA MERICI (1474-27 Januari
1540)
Angela dilahirkan di sebuah kota kecil di Italia
bernama Desenzano, sekitar tahun 1474. Kedua
orangtuanya
meninggal dunia
saat ia berusia
sepuluh tahun. Ia dan
satu-satunya saudari
wanita , yang tiga
tahun lebih tua
usianya, amat sangat
saling mengasihi.
Seorang paman yang
kaya membawa
kedua gadis ini
masuk dalam
keluarganya. Masih
belum pulih kesedihannya sebab kehilangan
orangtuanya, Angela kembali terpukul saat
saudarinya juga meninggal dunia.
Kakak wanita nya itu bahkan meninggal
sebelum seorang imam sempat memberinya
sakramen terakhir. Angela amat khawatir akan
keselamatan jiwa saudarinya itu. Yesus menyatakan
kepadanya bahwa saudarinya telah selamat. Angela
merasakan suatu perasaan damai memenuhi
jiwanya. Ia mengucap syukur kepada Tuhan dalam
doa. Angela ingin melakukan sesuatu untuk
menyatakan rasa terima kasihnya. Keinginannya itu
membuatnya berjanji untuk melewatkan seluruh sisa
hidupnya dengan melayani Tuhan sehabis-habisnya.
saat berusia sekitar duapuluh tahun, Angela
mulai memperhatikan bahwa anak-anak di kotanya
sedikit sekali pengetahuannya tentang agama.
Angela mengajak beberapa teman wanita untuk
bergabung dengannya memberikan pelajaran
agama. Teman-teman Angela dengan penuh
semangat membantunya mengajar anak-anak. Pada
waktu itu belum ada biarawati dari suatu ordo
religius yang memberikan pelajaran. Belum pernah
ada yang berpikir tentang hal itu. St. Angela Merici
yaitu orang pertama yang mengumpulkan
sekelompok wanita untuk membuka sekolah
bagi anak-anak.
Pada tanggal 25 November 1536, duapuluh
delapan wanita muda mempersembahkan hidup
mereka kepada Tuhan. Itulah yang menjadi asal
mula berdirinya Ordo Santa Ursula (OSU). Angela
mempercayakan kongregasinya dalam perlindungan
St. Ursula. Oleh sebab itulah ordo mereka diberi
nama sesuai nama santa pelindung mereka. Pada
mulanya, para wanita itu tetap tinggal di rumah
mereka masing-masing. Oleh sebab berbagai
macam halangan dan kesulitan, diperlukan waktu
yang cukup lama sebelum pada akhirnya mereka
dapat hidup bersama dalam sebuah biara.
Angela wafat pada tanggal 27 Januari 1540
pada saat kongregasinya masih dalam tahap awal
berdiri. Kepercayaannya kepada Tuhan telah banyak
kali menolong Angela mengatasi berbagai macam
pencobaan berat yang harus ditanggungnya semasa
hidupnya. Tidak ada keraguan sedikit pun dalam hati
Angela bahwa Tuhan akan memelihara karya yang
baru saja dimulainya. Dan memang demikianlah
yang terjadi. Sekarang, suster-suster Ursulin telah
tersebar di berbagai negara di seluruh dunia. Ordo
mereka terus melanjutkan karyanya bagi Yesus dan
Gereja-Nya, teristimewa dalam bidang pendidikan
anak-anak dan remaja. Angela dinyatakan kudus
oleh Paus Pius VI pada tahun 1807.
Angela, pendiri suatu Ordo; Lahir di Desenzano
dan wafat diBrescia (1474-1540); A: malaekat;
L: seorang suster yang sedang mengajar; P: 27
Januari
ANGELINA CORBARA (1377-1435)
Seorang janda muda yang giat menghimpun
para wanita muda yang bersedia membantu orang-
orang yang mengalami kesulitan apa saja. sebab
begitu banyak wanita yang tertarik pada karya amal
itu, Angelina dituduh menggunakan kekuatan sihir.
Akan namun ia membela diri dengan gemilang
dimuka pengadilan gerejani, sehingga mendapat
dukungan dari raja dan uskup untuk mendirikan
biara Fransiskanes (ordo ketiga) yang pertama, yaitu
di Foligno Italia. Ratusan Konggregasi dengan
puluhan ribu anggotanya mengikuti jalan yang
ditempuhnya sampai kini.
A: malaikat kecil; P: 15 Juli.
ANGELINA (abad ke-16)
Ratu Serbia (Yugoslavia) itu bersama
suaminya Stefanus Buta dan kedua anaknya
Georgius (uskup agung) dan Yohanes di hormati
sebagai orang kudus.
A: Angelina = malaikat kecil; P: 10 Desember.
ANGELUS ORSUCCI OP
saat penganiayaan terhadap orang Kristen
merajalela di Jepang, ia merelakan diri pergi ke
tanah misi ini. namun akibatnya ia ditangkap dan
dibakar hidup-hidup bersama 41 martir lain di
Nagasaki (1622). Sebelumnya ia menjadi misionaris
di Philipina dan Meksiko.
A: malaikat; B: Angelo, Anyo; P: 10 September
ANGILBERT (750-814)
yaitu penyair dan pendidik anak-anak
Kaisar Karel Agung. Ia sendiri memiliki dua anak
tidak sah dari adik wanita Karel, namun
kemudian Angilbert menjadi biarawan dan
bermatiraga keras.
P: 18 Februari
SANTO PAUS ANISETUS († 156)
Menjadi paus yang bijaksana pada saat umat
di Roma mengalami penganiayaan dan pengejaran
dari pemerintah dan gangguan dari dalam yaitu
munculnya banyaak bidaah.
P: 17 April
ANMARIA REDI (1747-1770)
Suster Karmelites ini sekalipun masih muda
tapi hidupnya sangat saleh. Di dalam biara ia
dipanggil juga dengan nama Teresa Margaret.
P: 1 September
SANTA ANNA dan SANTO YOAKIM
Santa Anna dan Santo Yoakim yaitu
orangtua Santa Perawan Maria. Mereka hidup rukun,
taat beribadah kepada Tuan dan melakukan banyak
perbuatan baik. Namun demikian, ada satu hal yang
membuat mereka sedih; Tuhan belum memberi
mereka seorang anak pun. Selama bertahun-tahun,
Anna memohon kepada Tuhan untuk memberinya
anak. Ia berjanji untuk mempersembahkan anaknya
itu kelak kepada Tuhan. saat sudah lanjut
umurnya, Tuhan menjawab doa Santa Anna dengan
cara yang amat luar biasa, yang bahkan tidak
pernah terbayangkan olehnya. Anak yang lahir bagi
Santa anna dan Santo Yoakim yaitu Santa Perawan
Maria Immaculata (yang Dikandung Tanpa Dosa).
wanita yang
paling kudus di
antara semua
wanita ini
akan menjadi
Bunda Allah.
Anna merawat
Maria kecil
dengan penuh
kasih sayang
selama beberapa
tahun. Kemudian
dipersembahkannya puterinya itu kepada Tuhan,
seperti yang telah dijanjikannya. Maria tinggal di
Bait Allah di Yerusalem. Yoakim dan Anna
melanjutkan kehidupan mereka dengan berdoa
hingga tiba saatnya Tuhan memanggil mereka
pulang ke rumah Bapa di surga.
Umat Kristiani senantiasa menghormati Santa
Anna secara istimewa. Banyak gereja indah
dibangun untuk menghormatinya. Salah satunya
yang mungkin paling terkenal yaitu Gereja Saint
Anne de Beaupre di Kanada. Banyak orang pergi ke
sana sepanjang tahun untuk memohon bantuan doa
St. Anna dalam menanggung beban hidup mereka.
Anna dan Yoakim, ibu dan bapak Bunda Maria,
hidup di Tanah Suci. Namun bagaimana warna
kehidupan mereka, kita tidak tahu pasti. Santa
Anna dihormati sebagai pelindung kaum ibu,
khususnya yang sedang hamil dan mengurus
keluarga. A: Anna: Tuhan berbelaskasih;
Yoakim: Tuhan meninggikan; B: Anni, Aneke;
Akim, Yoakim, Yokem; L: seorang ibu (Anna)
sedangkan menerangkan Taurat kepada
anaknya (Maria); P: 26 Juli.
ANNA MARIA GALLO (1715-1791)
Walaupun ia menderita banyak sebab
dipaksa akan dikawinkan oleh orangtuanya, namun
Anna selalu baik hati pada orang miskin yang sakit.
Ia mengalami stigmata, yaitu 5 luka suci seperti
yang dialami Kristus di kayu salib.
P: 5 Oktober
ANNAMARIA TAIGI (1769-1837)
Setuju menikah sebab merasa ‘tak akan
pernah bebas dari godaan kecuali jika menikah’.
Maka puteri cantik ini menjadi isteri seorang
pengawal istana dan memiliki tujuh anak. Ia
menambah penghasilan suaminya dengan menerima
jahitan. Annamaria banyak menderita, namun Tuhan
memberikan karunia istemewa kepadanya.
A: →Anna dan→Maria; P: 9 Juni.
BEATA ANNA dari SANTO BARTOLOMEUS (†
1626)
Beata Anna yaitu puteri keluarga petani. Ia
menggembalakan domba hingga usianya dua puluh
tahun. Empat mil dari tempat tinggalnya yaitu kota
Avila, kota dimana Santa Theresia dan para
biarawati Karmelit tinggal. Anna diterima dalam ordo
Karmelit sebagai biarawati biasa, bukan rubiah.
Artinya, Sr. Anna dapat pergi ke luar biara untuk
mengerjakan segala sesuatu sesuai kepentingan
biara.
Tujuh tahun terakhir hidupnya, Santa
Theresia memilih Beata Anna untuk menemaninya
dalam perjalanannya. Santa Theresia pergi
berkeliling untuk
mengunjungi
komunitas-komunitas
biarawati. Kadang-
kadang, ia mendirikan
biara-biara baru.
Kadang-kadang, ia
membantu para
biarawati untuk lebih
bersemangat dalam
menjalani panggilan
hidup yang
mengagumkan yang
telah mereka pilih. St.
Theresia sangat menghargai B. Anna dan memujinya
di hadapan para biarawati lainnya. Meskipun B.
Anna tidak memperoleh kesempatan untuk
bersekolah, ia bisa membaca dan menulis. Ia
mencatat petualangan perjalanannya dengan St.
Theresia yang termashyur itu. B. Anna jugalah yang
ada di sampingnya saat St. Theresia wafat.
Kehidupan B. Anna berlangsung biasa-biasa
saja selama enam tahun sesudah St. Theresia wafat.
Kemudian, pemimpin biara memutuskan untuk
membuka sebuah biara baru di Paris, Perancis. Lima
orang biarawati dipilih untuk diutus ke sana, B. Anna
termasuk salah seorang di antara mereka.
Sementara umat di Paris menyambut kedatangan
para biarawati dengan hangat, B. Anna menyelinap
masuk ke dapur untuk mempersiapkan hidangan
bagi teman-temannya yang lapar. Pada akhirnya,
empat dari kelima biarawati ini
dipindahtugaskan ke Belanda. Anna harus tetap
tinggal, sebab ia dipilih menjadi priorin (= pemimpin
biara). Anna datang kepada Tuhan dan mengatakan
kepada-Nya bahwa sebagian besar dari para wanita
Perancis yang bergabung dalam komunitasnya
berasal dari keluarga kaya serta keluarga
bangsawan, sementara ia sendiri hanyalah seorang
gadis penggembala. Dalam hatinya, B. Anna
mendengar Tuhan menjawab: “Dengan jerami Aku
akan menyalakan api-Ku.” Anna diutus ke Belanda
untuk mendirikan lebih banyak biara-biara baru.
Pertama-tama ia pergi ke Mons dan kemudian ke
Antwerp. Para wanita yang bergabung dalam Ordo
Karmelit menganggap Anna sebagai seorang kudus.
Anna wafat di Antwerp pada tahun 1626. Ia
dinyatakan sebagai “Beata” oleh Paus Benediktus
XV.
Anna dari St. Bartolomeus (1549-1626); P: 7 Juni
BEATA ANNA KATHARINA EMMERICK
(8 September 1774-9 Februari 1824)
Anna Katharina Emmerick dilahirkan pada
tanggal 8 September 1774 di Flamsche, wilayah
Keuskupan Münster, Westphalia, Jerman. Anna
Katharina berasal dari keluarga petani miskin.
Kesehatannya kurang baik semenjak ia masih kecil.
Sejak kanak-kanak, Anna Katharina telah mendapat
anugerah penglihatan dan nubuat. Penglihatan dan
nubuat ini begitu sering, sehingga Anna Katharina
kecil beranggapan bahwa semua anak dapat melihat
Yesus dan Bunda Maria, para kudus, dan jiwa-jiwa di
api penyucian. Ia dapat mendiagnosa penyakit dan
menyarankan pengobatannya, pula ia dapat melihat
dosa-dosa orang.
Anna Katharina membantu bekerja di
pertanian keluarganya. Ia juga bekerja sebagai
penjahit dan pembantu rumah tangga seorang
organis miskin di mana ia belajar alat musik
ini . saat usianya
duapuluh delapan tahun
(1802) ia masuk biara
Agustinian di
Agnetenberg, Dülmen.
Dalam biara ini, ia puas
diperlakukan sebagai
yang terendah dalam
biara.
Para biarawati
lainnya amat heran dan
merasa terganggu oleh
kemampuannya yang
aneh, kesehatannya yang
buruk dan ekstasi-ekstasi yang dialaminya baik di
gereja, di kamar tidur, maupun di tempat kerjanya.
Sebab itu, ia diperlakukan dengan sikap antipati.
saat biara ditutup atas instruksi pemerintah pada
tahun 1811, Anna Katharina pindah ke rumah
seorang janda miskin. Kesehatan Anna Katharina
semakin memburuk, dan akhirnya, bukannya
menjadi pembantu, ia malahan menjadi pasien.
Pada tanggal 29 Desember 1811, pukul tiga
sore, Yesus yang tersalib menampakkan diri
kepadanya dengan luka-luka-Nya memancarkan
sinar cahaya. Sinar itu menembusi kedua tangan,
kaki dan lambungnya bagaikan panah. Stigmata di
kepalanya, yang dianugerahkan kepadanya saat
usianya 24 tahun, juga mulai meneteskan darah
hingga ia harus membalut kepalanya dengan
perban. Pada tahun 1812, tanda salib muncul di
dadanya. Karunia stigmata yang diterimanya disertai
juga dengan karunia inedia, yaitu hidup tanpa
makanan, hanya dari Komuni Kudus saja, sepanjang
hidupnya. Anna Katharina berusaha
menyembunyikan luka-lukanya, namun kabar
mengenai hal itu akhirnya tersebar juga, dan Bapa
Vikaris Jenderal menetapkan dilakukannya suatu
penelitian yang panjang serta terperinci.
Bapa Vikjen bersama tiga orang ahli medis
melakukan penelitian dengan cermat dan seksama
hingga mereka yakin akan kekudusan “Beguine yang
saleh,” demikian ia disebut, dan akan keaslian
stigmata. Pada tahun 1819, pemerintah melakukan
penyelidikan mereka sendiri. Dalam keadaan sakit
hampir mati, Anna Katharina dipenjarakan, diancam
dan ada di bawah pengawasan ketat 24 jam sehari.
sesudah tiga minggu berlalu, komisi ini
pada akhirnya menyerah. Mereka pergi tanpa
menemukan suatu pun yang mencurigakan, tak
dapat membujuk Anna Katharina untuk mengubah
kesaksiannya, dan gagal mempublikasikan
penemuan mereka. saat dipaksa melapor, mereka
menyatakan bahwa fenomena ini palsu, namun
mereka tidak dapat menjelaskan mengapa mereka
berkesimpulan demikian, atau mengapa mereka
tidak mempublikasikan penemuan-penemuan
mereka.
saat seorang penulis bernama Clemens
Brentano mengunjunginya, Anna Katharina
mengatakan bahwa ia telah melihatnya dalam suatu
penglihatan dan bahwa Clemens akan menuliskan
catatan tentang penglihatan-penglihatan serta
nubuat-nubuat yang diterimanya. Demikianlah,
setiap hari selama lima tahun, Clemens mencatat
pesan-pesan, serta menerjemahkan catatan ini
dari dialek Westphalian, dialek Anna Katharina, ke
bahasa Jerman. Setiap kali, ia meminta Anna
Katharina untuk memeriksa serta memberikan
persetujuan atas tulisannya.
Sepanjang musim panas tahun 1823,
kesehatan Anna Katharina semakin memburuk.
Seperti biasa, ia mempersatukan segala
penderitaannya dengan penderitaan Yesus, serta
mempersembahkannya bagi keselamatan segenap
umat manusia. Anna Katharina wafat pada tanggal 9
Februari 1824. Oleh sebab tersiar kabar angin
bahwa jenazahnya dicuri orang, maka kuburnya
dibuka kembali enam minggu kemudian dan didapati
tubuhnya masih dalam keadaan segar, tanpa tanda-
tanda kerusakan. Jenazah Anna Katharina Emmerick
dipindahkan ke Gereja Salib Suci di Dülmen, Jerman
pada tanggal 15 Februari 1975.
Pada tahun 1833, tulisan-tulisan yang dibuat
oleh Clemens Brentano dipublikasikan sebagai “The
Dolorous Passion of Our Lord Jesus Christ according
to the Meditations of Anne Catherine Emmerich”
(Dukacita Sengsara Tuhan Kita Yesus Kristus dari
Meditasi B. Anna Katharina Emmerick). Menyusul
pada tahun 1852, “The Life of The Blessed Virgin
Mary” dan tiga jilid “Life of Our Lord” dari tahun
1858 hingga 1880 (Kisah Hidup dan Sengsara Tuhan
Kita Yesus Kristus dan BundaNya serta Misteri-
misteri Perjanjian Lama). Sementara banyak karya-
karya wahyu yang demikian berhubungan erat
dengan sisi kerohanian dan gagasan penerima
wahyu, ketiga tulisan ini sungguh merupakan
karangan yang terus terang dan jelas dengan rincian
gambaran akan peristiwa-peristiwa, dan menjadi
sumber inspirasi bagi banyak orang. Cukup banyak
bagian dari tulisan Anna Katharina yang menjadi
dasar pembuatan film “The Passion of the Christ”
oleh Mel Gibson.
Vatican sendiri menganjurkan umat beriman
membaca tulisan-tulisan Clemens Brentano
berdasar kisah penglihatan biarawati Agustinian
ini, sebagaimana dinyatakan dalam biografi Anna
Katharina Emmerick yang dimuat secara online di
situs resmi Vatican, “Kata-katanya, yang telah
menjangkau begitu banyak orang yang tak terhitung
banyaknya dalam berbagai macam bahasa, yang
dituturkannya dari kamarnya yang sederhana di
Dülmen melalui tulisan-tulisan Clemens Brentano,
sungguh merupakan suatu pemakluman luar biasa
Injil demi keselamatan hingga saat ini.” Pada
tanggal 24 April 2001 Anna Katharina Emmerick
dimaklumkan sebagai Venerabilis (= Yang Pantas
Dihormati) dan pada tanggal 3 Oktober 2004
dinyatakan sebagai Beata (= Yang Berbahagia) oleh
Paus Yohanes Paulus II.
Pestanya dirayakan pada tanggal 9 Februari.
“B. Anna Katharina Emmerick mengisahkan “dukacita
sengsara Tuhan kita Yesus Kristus” dan mengamalkannya
dalam tubuhnya. Kenyataan mengenai puteri petani
miskin, yang dengan gigih berusaha dekat dengan Tuhan
dan kemudian terkenal sebagai “Mistikus dari Tanah
Münster” ini sungguh merupakan karya rahmat ilahi.” ~
Paus Yohanes Paulus II
SANTA ANNA WANG, PERAWAN dan
MARTIR (1886-1900)
“Pada hari ini Gereja mengucap syukur kepada Allah, yang
memberkatinya dan memandikannya dalam terang cahaya
kekudusan para putera dan puteri dari Cina. Bukankah
Tahun Suci ini merupakan saat yang paling tepat untuk
menjadikan kesaksian iman mereka yang gagah berani
bersinar kemilau? Anna Wang yang belia, 14 tahun, tegar
menghadapi ancaman siksa aniaya yang mendesaknya
untuk mengingkari iman. Siap dipenggal kepalanya, ia
memaklumkan dengan wajah bersinar, “Pintu surga
67
terbuka bagi semua,” kemudian tiga kali membisikkan
nama `Yesus'”.
~ Paus Yohanes Paulus II, Kanonisasi 120 Martir Cina, 1
Oktober 2000
Santa Anna Wang dilahirkan dalam sebuah
keluarga Katolik pada tahun 1886 di Majiazhuang,
wilayah Weixian, bagian
selatan Provinsi Hebei. Ibunya
meninggal dunia saat Anna
masih berusia lima tahun.
Sejak masih belia, Anna kecil
telah menunjukkan karakter
yang kuat. saat usianya
sebelas tahun, keluarganya
memaksa Anna untuk
menikah, namun dengan gigih
Anna menolak. Berikut yaitu
catatan kemartirannya
berdasar keterangan para
saksi mata.
Pada tanggal 21 Juli 1900, gerombolan
bersenjata Boxers tiba di Majiazhuang. Mereka
menawan sekelompok umat Kristiani dan mengurung
mereka di suatu ruangan yang disebut Ruang Timur
di desa Da Ning, Provinsi Hebei. Pemimpin
gerombolan menyampaikan ultimatum, “Pemerintah
tidak mengijinkan seorang pun memeluk
suatuagama asing. Kalian akan dibebaskan jika
kalian mengingkari iman kalian di hadapan umum;
jika tidak, kalian akan dibunuh. Mereka yang
bersedia mengingkari iman nya dipersilakan keluar
dari ruangan ini menuju Ruang Barat. Seseorang ada
di sana untuk membebaskan kalian.” Di antara umat
beriman Katolik itu ada St Anna Wang, St Lucia
Wang-Wang bersama kedua anaknya: St Andreas
Wang Tianqing yang berusia sembilan tahun, dan
seorang puteri berusia lima tahun. Beberapa saat
kemudian, ibu tiri Anna berjalan menuju Ruang
Barat. namun , sekonyong-konyong ia berbalik dan
merenggut lengan Anna guna membawanya serta.
Anna meronta; dengan berpegangan pada tiang
pintu, ia berteriak, “Aku percaya pada Tuhan. Aku
seorang Katolik. Aku tak mau meninggalkan Gereja!
Yesus, tolonglah aku!”
Sementara itu langit semakin gelap. Kawanan
Boxers menyalakan beberapa batang lilin yang
mereka ambil dari gereja. Kata Anna kepada yang
lain, “Lilin-lilin ini diambil dari gereja. Lihatlah,
betapa indah terangnya! Namun demikian,
kemuliaan surgawi bahkan berjuta-juta kali lebih
cemerlang dari terang lilin yang indah ini.” Lalu,
Anna memimpin mereka semua dalam ibadat sore,
yang menjadi ibadat mereka yang terakhir.
Keesokan harinya, gerombolan Boxers
menggiring tawanan ke tempat eksekusi. Setibanya
di sana, lagi, Anna memimpin mereka dalam doa
dan tobat. Orang banyak non-Kristiani berdiri
sekeliling, menonton mereka. saat melihat betapa
eloknya si kecil St Andreas Wang Tianqing, banyak
dari antara mereka yang jatuh hati dan ingin
mengadopsinya. namun , ibunya, St Lucia Wang-
Wang, segera mendekap erat puteranya dan
mengatakan kepada kawanan itu, “Aku seorang
Katolik. Puteraku juga seorang Katolik. Bunuhlah
kami jika kalian mau; puteraku terlebih dahulu,
kemudian aku.” Kawanan itu mengangguk dengan
dingin. Andreas kecil dengan senang hati berlutut,
membungkukkan badannya, tersenyum memandang
ibunya. Kapak yang menebas lehernya segera
mengirim kanak-kanak kudus ini ke surga dengan
segera. Sesudahnya, dengan brutal Lucia dan
puterinya dipenggal kepalanya. Lima wanita lagi
dan seorang bayi berumur sepuluh bulan menjadi
martir berikutnya. Dengan keji gerombolan itu
merenggut si bayi pada kakinya, melambungkannya
ke udara, lalu membelah tubuhnya menjadi dua dan
melemparkan mayatnya ke samping mayat ibunya.
Akhirnya, satu-satunya yang tinggal hanyalah
Anna seorang. Berlutut menghadap gereja di desa
Wei, ia menjalin jari-jemari kedua tangannya dan
berdoa keras-keras sementara kedua matanya
mengarah ke surga. Ia tampak bercahaya dan
agung. Sekonyong-konyong, seolah ia telah diangkat
ke surga; seolah ia tak lagi berada di dunia ini.
Bukannya tampak bagaikan seorang yang hendak
dihukum mati, malahan ia tampak bagaikan tengah
menikmati suatu perayaan agung. Kepala
gerombolan amat terkejut melihatnya. Kapak telah
diayun, namun terhenti di udara. Ia maju
menghampiri Anna dan mendesaknya, “Tinggalkan
Gerejamu sekarang!” Tenggelam dalam doa yang
khusuk, Anna tak mendengarnya. Laki-laki itu
mengetuk keningnya, sekali lagi bertanya apakah ia
bersedia menyangkal imannya. Anna terlonjak kaget
dan meloncat ke belakang seraya berteriak, “Jangan
sentuh!” Sesudah tenang kembali, Anna berkata,
“Aku seorang Katolik. Tak akan pernah aku
mengingkari Tuhan-ku. Lebih baiklah aku mati.”
Sang pemimpin yang dalam hatinya kagum atas
keberanian gadis belia ini berusaha membujuknya
lagi, “Jika engkau menyangkal imanmu, aku berjanji
akan menikahkanmu dengan suatu keluarga yang
kaya raya sehingga engkau boleh berbahagia
sepanjang hidupmu.” Dengan penuh wibawa Anna
menjawab, “Aku tak akan pernah meninggalkan
agamaku. Lagipula, aku telah dipertunangkan
dengan Dia di desa Wei.”
Murka pemimpin pun bangkit, sehingga ia
merobek bahu kiri Anna; sekali lagi ia bertanya,
“Apakah engkau mau meninggalkan Gerejamu?”
“Tidak!” Maka kapak diayunkan dan segera menebas
lengan kirinya. Anna masih berlutut, mengedangkan
tangannya; dengan tersenyum tenang ia berkata,
“Pintu surga terbuka,” lalu mengatakan, “Yesus,
Yesus, Yesus!” Dalam sekejap kepalanya
menggelinding ke atas tanah, sementara jiwanya
yang murni bagai merpati terbang membubung
tinggi ke surga, ke rumah Mempelai Surgawi-nya.
Seorang saksi mata mengatakan, “Sungguh aneh.
sesudah Anna Wang dipenggal kepalanya, tubuhnya
masih tegak berlutut dan tidak roboh ke tanah
hingga seorang dari kawanan itu menendangnya.”
Seorang saksi lain, Ny Wang Lau, 80 tahun, seorang
Katolik yang saleh, jujur dan dapat dipercaya,
memberikan kesaksian, “saat Anna Wang wafat
sebagai martir, aku melihatnya naik ke surga,
mengenakan gaun biru dan hijau dengan sebuah
mahkota bunga di atas kepalanya. Ia kelihatan
sangat, sangat cantik.”
sesudah eksekusi, gerombolan Boxer
mengumpulkan mayat kesepuluh martir (nama-
nama martir yang lain tak diketahui), lalu
menimbunnya dengan tanah. Lima belas bulan
kemudian, pada tanggal 6 November 1901, umat
beriman menggali kembali kubur para martir agar
dapat memakamkannya dengan pantas. Mereka
sungguh terkejut serta takjub saat mendapati bahwa
jenazah para martir tidak membusuk, melainkan
tampak seolah hidup. Semua yang hadir memuji
Tuhan sebab mukjizat yang terjadi.
Pemakaman kembali para martir ini
berlangsung khidmad dan khusuk. Umat beriman
menganggap Anna sebagai seorang santa dan
berdoa mohon perantaraannya untuk berbagai
mukjizat penyembuhan. Banyak doa dikabulkan
Tuhan dengan perantaraan Anna. Suatu mukjizat
juga bahwa segenap anggota keluarga Anna sendiri
akhirnya bertobat. Neneknya, yang dulu
memperlakukan Anna dengan buruk, menjadi
seorang Katolik yang amat saleh dan meninggal
dengan kudus. Ibu tirinya yang murtad, kembali ke
dalam pelukan Gereja. Ayahnya juga kembali
menjadi seorang Katolik yang saleh. Saat ayahnya di
kemudian hari menjadi buta, ia berdoa mohon
kesembuhan dengan perantaraan puterinya; namun
doanya tidak dikabulkan, Ayahnya menerima
sebagai kehendak Allah agar ia melakukan lebih
banyak penitensi semasa di dunia demi kebaikan
jiwanya. Pada tanggal 17 April 1955, Anna Wang
dibeatifikasi oleh Paus Pius XII. Pada tanggal 1
Oktober 2000, St Anna Wang, bersama ke-119
martir Cina lainnya, dikanonisasi oleh Paus Yohanes
Paulus II.
SANTO ANSELMUS (1033-21 April 1109)
Anselmus dilahirkan di Italia utara pada
tahun 1033. Dari rumahnya ia dapat melihat
pegunungan Alpen. saat usianya lima belas tahun,
Anselmus mencoba masuk biara di Italia. namun ,
ayahnya menentangnya. Kemudian Anselmus jatuh
sakit. Tak lama sesudah ia sembuh, ibunya
meninggal dunia. Anselmus masih muda, ia juga
kaya dan pandai. Segera saja ia melupakan niatnya
untuk melayani Tuhan. Ia mulai hanya berpikir untuk
bersenang-senang.
namun , beberapa waktu kemudian, Anselmus
menjadi bosan dengan cara hidupnya. Ia ingin
sesuatu yang lebih baik, sesuatu yang lebih berguna.
Ia pergi ke Perancis mengunjungi Abbas (pemimpin
biara) Lanfranc yang kudus dari biara Bec yang
terkenal. Anselmus menjadi
sahabat karib Lanfranc dan
sang abbas menghantarnya
kepada Tuhan. Ia juga
membantu Anselmus dalam
mengambil keputusan
menjadi seorang biarawan
Benediktin. Pada waktu itu
Anselmus berusia dua puluh
tujuh tahun.Anselmus
seorang peramah yang
sangat mengasihi saudara-
saudara sebiaranya. Mereka
yang dulunya membencinya,
segera menjadi teman-
temannya. Anselmus
menjadi abbas pada tahun
1078. saat ia harus
meninggalkan Bec untuk
ditahbiskan sebagai Uskup Agung Canterbury di
Inggris, ia mengatakan kepada para biarawannya
bahwa mereka akan selalu ada di hatinya.
Umat Inggris mengasihi dan menghormati
Anselmus. namun , Raja William II menganiayanya.
Anselmus harus melarikan diri dalam pengasingan
pada tahun 1097 dan juga tahun 1103. Raja William
bahkan melarang Anselmus pergi ke Roma untuk
memohon nasehat paus. Walaupun demikian,
Anselmus pergi juga. Ia tinggal bersama paus
hingga raja mangkat. Kemudian, ia kembali ke
keuskupannya di Inggris. Bahkan di tengah-tengah
segala kesibukannya, St. Anselmus selalu
menyempatkan diri untuk menulis. Buah penanya
yaitu artikel -artikel filsafat dan teologi yang amat
berharga. Ia juga menuliskan banyak nasehat
berguna mengenai Tuhan bagi para biarawan. Para
biarawan itu amat gembira menerimanya. St.
Anselmus sering mengatakan, “Apakah kamu ingin
tahu rahasia hidup bahagia dalam biara? Lupakan
dunia dan bergembiralah melupakannya. Biara
sungguh merupakan surga di bumi bagi mereka
yang hidup hanya bagi Yesus.” St. Anselmus wafat
pada tanggal 21 April 1109. Ia dinyatakan sebagai
Pujangga atau Doktor Gereja oleh Paus Klemens XI
pada tahun 1720.
Anselmus, uskup agung Canterbury Inggris,
teolog dan pujangga Gereja; lahir di Aosta Italia
1033 dan meninggal di Canterbury 21 April
1109; L: perahu; P: 21 April
“Kalian mencari Tuhan, dan kalian mengetahui bahwa Ia
yaitu Yang Mahatinggi, dan sebab nya tidaklah mungkin
kalian dapat membayangkan sesuatu yang lebih sempurna
dari-Nya. Kalian mengetahui bahwa Yang Mahatinggi itu
yaitu hidup itu sendiri, terang, kebijaksanaan, kebajikan,
kebahagiaan kekal, dan rahmat abadi.” ~ Santo Anselmus
ANSGARIUS (801-865)
yaitu uskup agung Bremen dan Hamburg
Jerman yang pertama. Ia menjadi ‘Rasul Denmark’
dan misionaris di Swedia.
P: 3 Februari
ANTIPAS (abad ke-1)
yaitu martir pertama di Asia Kecil (lihat
Wahyu, 2,13). Ia dimasukkan ke dalam patung besi
yang membara merah menyala. ♂
A: gambaran ayah sendiri (Y); P: 11 April
74
ANTONIA (1472)
Masuk biara sesudah suaminya meninggal.
Kemudian dengan bantuan Santo Yohanes Kapistran
ia mendirikan biara Klaris yang lebih tegas
aturannya di Firenze Italia.
P: 28 Februari
ANTONIUS BALDINUCCI SJ (1665-1717)
Berkarya sebagai pengkotbah ulung di Italia
dan mentobatkan banyak orang.
P: 2 Juli.
SANTO ANTONINUS († 1459)
Santo Antoninus hidup pada abad kelima
belas. Sejak kecil ia telah menunjukkan bahwa ia
memiliki kehendak
baik serta kemauan
keras. Menurut cerita,
saat usianya lima
belas tahun, ia
mohon diijinkan
masuk biara
Dominikan. Ia tampak
muda dan kecil. Bapa
Prior (pemimpin biara)
berpikir sejenak dan
kemudian berkata,
“Aku akan
menerimamu jika
kamu telah hapal `Dekret Gratia' di luar kepala.
`Dekret Gratia' yaitu sebuah artikel yang tebalnya
beberapa ratus halaman. Jadi, dengan kata lain,
prior mengatakan “tidak” kepada Antoninus.
namun , Antoninus menerima tantangan
itu.Satu tahun kemudian dia kembali. Sulit
dibayangkan betapa terperanjatnya Bapa Prior
saat mengetahui bahwa Antoninus telah
menghafalkan seluruh dekret! Tak diragukan lagi,
sesaat itu juga ia diterima. (Namun demikian,
bukanlah kemampuannya menghafal yang
mengubah pikiran Prior, melainkan sebab ia telah
membuktikan kesungguhannya dalam menjawab
panggilan hidupnya).
Meskipun usianya baru enam belas tahun,
Antoninus terus mengejutkan banyak orang dengan
cara hidupnya di biara. Sementara ia semakin
dewasa, jabatan-jabatan penting silih berganti
dipercayakan kepadanya. Antoninus menanamkan
pengaruh yang baik kepada para rekan biarawan
Dominikan. Mereka mengasihi serta
menghormatinya. Hal ini terlihat nyata dalam hidup
Beato Antonius Neyrot yang pestanya kita rayakan
pada tanggal 10 April.
Pada bulan Maret 1446, Antoninus
ditahbiskan sebagai Uskup Agung Florence, Italia.
“Bapa kaum miskin” yaitu julukan yang diberikan
orang kepadanya. Tidak pernah ia menolak untuk
memberikan pertolongan kepada siapa pun. jika
ia tidak lagi memiliki uang, ia akan memberikan
pakaiannya, sepatunya, perabotannya atau satu-
satunya keledainya. Berulang kali keledainya itu
dijualnya untuk menolong orang lain. Dan berulang
kali pula keledai itu ditebus oleh orang-orang kaya
dan dikembalikan padanya. Tentu saja, ia akan
menjualnya lagi untuk menolong orang-orang yang
lain lagi! Seringkali St. Antoninus mengatakan,
“Seorang penerus para rasul hendaknya tidak
memiliki apa pun kecuali kekayaan kebajikan.”
76
Santo Antoninus wafat pada tahun 1459. Ia
dinyatakan kudus pada tahun 1523.
“Seorang penerus para rasul hendaknya tidak memiliki
apa pun kecuali kekayaan kebajikan.” ~ Santo Antoninus
SANTO ANTONIUS dari MESIR (251-356)
Santo Antonius dilahirkan pada tahun 251 di
sebuah dusun kecil di Mesir. saat usianya
duapuluh tahun, kedua
orangtuanya meninggal
dunia. Mereka
mewariskan kepadanya
harta warisan yang besar
dan menghendaki agar ia
bertanggung jawab atas
hidup adik
wanita nya. Antonius
merasakan belas kasihan
Tuhan yang berlimpah
atasnya dan datang
kepada Tuhan dalam doa.
Semakin lama semakin
peka ia akan
penyelenggaraan Tuhan
dalam hidupnya. Sekitar enam bulan kemudian, ia
mendengar kutipan Sabda Yesus dari Kitab Suci:
“Pergilah, juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah
itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan
beroleh harta di sorga.” (Mrk 10:21). Antonius
menerima sabda ini sebagai sapaan pribadi
Tuhan dan jawab-Nya atas doanya mohon
bimbingan Tuhan. Ia menjual sebagian besar harta
miliknya, menyisakan sedikit saja cukup untuk
menunjang hidup adiknya dan dirinya sendiri.
Kemudian ia membagi-bagikan uangnya kepada
mereka yang membutuhkannya.
Saudari Antonius bergabung dengan
kelompok wanita yang hidup dalam doa dan
kontemplasi. Antonius memutuskan untuk hidup
sebagai seorang pertapa. Ia mohon pada seorang
pertapa senior untuk memberinya pelajaran hidup
rohani. Antonius juga mengunjungi para pertapa
lainnya agar ia dapat belajar kebajikan-kebajikan
paling utama dalam diri setiap pertapa. Kemudian ia
mulai hidupnya sendiri dalam doa dan tobat
sendirian hanya dengan Tuhan saja. saat Antonius
berusia lima puluh lima tahun, ia mendirikan sebuah
biara guna menolong sesama. Banyak orang
mendengar tentangnya dan mohon saran serta
nasehatnya. Antonius akan memberi mereka
nasehat-nasehat praktis, seperti “Setan takut pada
kita saat kita berdoa dan bermatiraga. Setan juga
takut saat kita rendah hati dan lemah lembut.
Terutama, setan takut pada kita saat kita sangat
mencintai Yesus. Setan lari terbirit-birit saat kita
membuat Tanda Salib.” St. Antonius mengunjungi
St. Paulus Pertapa. Ia merasa diperkaya dengan
teladan hidup St. Paulus yang kudus. Antonius wafat
sesudah melewatkan hidup yang panjang dalam doa.
Usianya mencapai seratus lima tahun. St. Atanasius
menulis riwayat hidup St. Antonius dari Mesir yang
sangat terkenal.
Antonius dari Mesir (251-356) disebut juga
‘Antonius Pertapa’, lahir dekat Memphis Mesir.
L: babi dan lonceng, sebab pada banyka gereja
dipelihara seekor babi yang diberi lonceng. Babi
ini bebas berkeliaran mencari makan, kemudian
pada malam pesta Santo Antonius, babi itu
disembelih dan dagingnya dibagi-bagikan
kepada oran-orang miskin; P:17 Januari.
SANTO ANTONIUS dari PADUA (1195-13
Juni 1231)
Antonius dilahirkan pada tahun 1195 di
Lisbon, Portugis dengan nama Fernando. Ia yaitu
putera tunggal pasangan
Martin dan Maria Bulhom,
keluarga terpandang di
kotanya. Fernando seorang
anak yang cerdas, hatinya
lurus namun keras.
Orangtuanya sangat ingin
agar kelak anaknya
menjadi orang terkenal.
Pada usia 11 tahun kedua
orangtuanya meninggal
dunia sehingga Fernando
menjadi yatim piatu. Ia
diasuh oleh pamannya
yang sangat memanjakannya. Pada usia 15 tahun,
Fernando merasa terpanggil untuk menjadi seorang
imam. Meskipun pamannya menentang dengan
keras keinginannya, toh pada akhirnya Fernando
diijinkan juga masuk biara St. Agustinus di Lisbon.
Dua tahun kemudian Fernando ditugaskan belajar di
Coimbra. Sembilan tahun di Universitas Coimbra,
Fernando belajar dengan tekun. Ia menjalin
persahabatan dengan para pengikut St. Fransiskus
dari Asisi.
Jenazah lima martir dari Ordo Fransiskus
dikirim dari Maroko untuk disemayamkan di
biaranya. Kelima imam Ordo Fransiskus itu: St.
Berard, Otto, Petrus, Akursio dan Ainto, yang
dengan gigih mewartakan Injil sehingga mereka
didera dan dipenggal di Maroko. Jiwa muda
Fernando bergolak. Tiba-tiba ia bangkit. artikel yang
tengah dipelajarinya itu ditutupnya seraya berkata,
"Teman-temanku telah mati demi Tuhan. Apakah
aku akan duduk-duduk terus mempelajari artikel ?"
Kemudian Fernando memutuskan untuk bergabung
dengan Ordo Fransiskus Asisi (OFM = Ordo Saudara-
saudara Dina) dengan tujuan agar dapat segera
ditugaskan ke Maroko, susaha ia pun juga dapat
menjadi saksi sekaligus martir Kristus. Fernando
diterima di Ordo Fransiskus dengan nama Antonius.
Sayang sekali, begitu tiba di Maroko, Antonius jatuh
sakit sehingga terpaksa pulang kembali.
Sembilan tahun lamanya Antonius
berkhotbah, mempertobatkan banyak orang dan
melakukan banyak mukjizat di Perancis, Sisilia serta
Italia. Ia seorang pengkhotbah yang ulung. Kemana
pun ia pergi orang banyak datang berduyun-duyun
untuk mendengarkan khotbahnya. Menurut legenda,
bahkan ikan-ikan di danau pun bersembulan keluar
untuk mendengarkan khotbahnya. Antonius begitu
bersemangat dalam mewartakan Injil, sehingga ia
sering lupa makan dan kurang istirahat. sebab itu
ia jatuh sakit dan meninggal dunia di Arcella, dekat
Padua, pada tanggal 13 Juni 1231, dalam usia 36
tahun. Jenazahnya disemayamkan di gereja Santa
Perawan Maria di Padua. Setahun kemudian, ia
dimaklumkan sebagai santo oleh Paus Gregorius IX.
Pesta St. Antonius dirayakan tanggal 13 Juni.
Mengapa St. Antonius digambarkan memeluk
Kanak-kanak Yesus?
Pada suatu hari St. Antonius bermalam di
rumah seorang temannya, Lord of Chatenauneuf. St.
Antonius berdoa dengan khusuk hingga larut malam.
Tiba-tiba ruangan kamarnya dipenuhi oleh sinar
yang sangat terang, lebih terang dari sinar matahari.
Kemudian Yesus menampakkan diri kepada St.
Antonius dalam rupa seorang anak kecil.
Chatenauneuf melihat sinar cemerlang keluar dari
celah bawah pintu kamar Antonius. Merasa heran,
temannya itu mengintip melalui
lubang kunci. Ia melihat seorang
anak kecil yang elok parasnya
sedang berdiri di atas artikel
sambil memeluk leher St.
Antonius dengan kedua belah
tangannya. saat St. Antonius
membuka pintu kamar dan
mendapati Chatenauneuf, ia
berpesan agar temannya itu tidak
menceritakan apa yang dilihatnya
kepada siapa pun juga selama ia
masih hidup.
Mengapa St. Antonius digambarkan memeluk
Kitab Suci?
St Antonius mengenal, mencintai dan
mewartakan Sabda Allah dengan begitu baik.
Sesungguhnya, St Antonius begitu terdidik dan ahli
dalam Kitab Suci hingga Paus Pius XII
memaklumkannya sebagai “Doktor Evangelis,” atau
“Doktor Kitab Suci”.
Mengapa St. Antonius dimohon pertolongannya
menemukan barang-barang yang hilang?
Pernahkah kamu kehilangan barang-barang
yang memiliki nilai sentimentil, seperti misalnya
cincin, mainan kesayangan, gelang, atau bahkan
binatang peliharaanmu? Sudahkah kamu mencarinya
kemana-mana dan tidak dapat menemukannya
kembali? Ya, kalau begitu kamu mohon pertolongan
St Antonius dari Padua, santo pelindung barang-
barang yang hilang atau dicuri.
Santo Antonius diangkat menjadi santo
pelindung barang-barang yang hilang atau pun dicuri
sebab pengalaman hidupnya. St. Antonius
memiliki sebuah artikel Mazmur yang sangat
berarti baginya. Dalam artikel Mazmurnya itulah ia
mencoretkan catatan-catatan atau komentar-
komentar yang dipergunakannya untuk mengajar
murid-muridnya di Ordo Fransiskus. Seorang novis
(yaitu seorang biarawan yang sedang menjalani
masa percobaan) mulai bosan dengan kehidupan
religius biara, sebab nya ia memutuskan untuk
melarikan diri. Ia pergi dengan membawa serta artikel
Mazmur St. Antonius! saat St. Antonius menyadari
bahwa artikel nya telah hilang, ia menjadi sangat
sedih. St. Antonius berdoa dengan sangat agar artikel
Mazmurnya segera diketemukan atau dikembalikan
kepadanya. Tuhan menjawab doa St. Antonius.
Novis yang telah mencuri artikel nya itu merasa tidak
tenang jiwanya, sehingga akhirnya ia
mengembalikan artikel Mazmur itu kepada St.
Antonius. St. Antonius memaafkan segala
perbuatannya. Novis itu bahkan diterima kembali di
biara. Jadi, mulai sekarang kalau kamu kehilangan
sesuatu, mintalah bantuan St. Antonius dari Padua,
dan tunggu apa yang akan terjadi.
Antonius lahir di Lissbon (1195), sebab paling
lama tinggal di Padua dan wafat didekat kota itu
(1231) ia disebut ‘Antonius dari Padua’. B:
Anton, Anthony, Toni (♂): Antonia, Antoinette
(♀); L: Kanak-kanak Jesus yang dipangku; P:
13 Juni.
SANTO ANTONIUS MARIA CLARET (1807-
1870)
Antonius dilahirkan di Spanyol pada tahun
1807. Pada tahun yang sama Napoleon menyerbu
Spanyol. Mungkin itu yaitu “pertanda” akan
peristiwa-peristiwa mendebarkan yang akan terjadi
sepanjang hidupnya. Antonius
ditahbiskan menjadi
seorang imam pada tahun
1835 dan ditugaskan di
paroki kota asalnya.
Kemudian ia pergi ke Roma
dan membantu karya misi. Ia
menggabungkan diri dengan
Serikat Yesus sebagai novis
namun kesehatannya tidak
mendukungnya. Ia kembali
ke Spanyol dan bertugas
sebagai imam. Pastor
Antonius melihat seluruh
dunia sebagai suatu daerah
misi yang luas. Ia memiliki
hati seorang misionaris. Ia seorang imam yang
berdedikasi tinggi di parokinya. Ia mengadakan
seminar-seminar bagi para imam. Pastor Antonius
yakin akan kekuatan karya tulis. Ia menulis
sedikitnya 150 buah artikel . artikel nya yang paling
terkenal, Jalan yang Benar, telah dibaca jutaan
orang. Sebagian orang tidak dapat mengerti
pemikiran Pastor Antonius. Kesuksesan serta
semangatnya membuat mereka khawatir. Mungkin
pertentangan ini memang diijinkan oleh Tuhan
agar imam yang penuh semangat ini dapat
mengunjungi Kepulauan Canary pada tahun 1848.
Pastor Antonius tinggal di sana selama satu tahun
dengan mewartakan Kabar Gembira. Kemudian
Pastor Antonius kembali ke Catalonia, Spanyol dan
kepada karya penginjilannya di sana. Pada tahun
1849, Pastor Antonius membentuk suatu ordo
religius baru yang disebut Putera-putera Misionaris
dari Hati Maria Yang Tak Bernoda atau lebih dikenal
dengan nama Kongregasi Misionaris Claretian, CMF.
Ratu Isabela II dari Spanyol amat
menghormati St. Antonius. Ratu berpendapat bahwa
St. Antonius yaitu orang yang paling tepat untuk
menjadi Uskup Agung Santiago, Kuba. Karya
kerasulannya di Kuba menjadi suatu pengalaman
selama tujuh tahun yang mendebarkan. Uskup
Agung Antonius mengunjungi paroki-paroki,
berkhotbah menentang kejahatan sosial, terutama
perbudakan. Ia memberkati pernikahan serta
membaptis anak-anak. Ia seorang pembaharu dan
sebab nya memiliki banyak musuh. Beberapa kali
ia menerima ancaman pembunuhan. Namun
demikian, ancaman ini tidak mampu
menghalangi karyanya yang mengagumkan itu
hingga ia dipanggil kembali ke Spanyol pada tahun
1857. Selama menjadi imam, St Antonius juga
memimpin sebuah seminari di Madrid. Ia mendirikan
sekolah St. Mikhael untuk memajukan karya seni
dan kesusasteraan dan bahkan berusaha mendirikan
sebuah sekolah pertanian. Ia pergi ke Roma untuk
membantu mempersiapkan Konsili Vatikan Pertama
pada tahun 1869 dan wafat pada tahun 1870. St.
Antonius Maria Claret dinyatakan kudus oleh Paus
Pius XII pada tahun 1950.
P: 24 Oktober
SANTO ANTONIUS MARIA ZACCARIA
(1502-5 Juli 1539)
Antonius dilahirkan di Italia pada tahun 1502.
saat ia masih muda, ayahnya meninggal dunia.
Ibunya mendukung Antonius dalam perhatian
istimewa yang dimilikinya terhadap penderitaan
orang-orang miskin. Ibu Zaccaria mengirim
puteranya belajar di Universitas Padua agar kelak ia
dapat menjadi seorang dokter. Antonius baru
berusia dua puluh dua tahun saat ia menamatkan
pelajarannya.
Dokter yang masih belia itu amat berhasil
dalam pekerjaannya. Namun demikian, ia tidak
merasa puas. Ia tahu
bahwa ia ingin menjadi
seorang imam. Antonius
mulai belajar teologi. Ia
juga tetap merawat
mereka yang sakit,
menghibur serta
memberikan semangat
kepada mereka yang
menjelang ajal. Antonius
mempergunakan seluruh
waktu luangnya untuk
membaca serta
merenungkan surat-surat
St. Paulus dalam Kitab Suci. Ia membaca kisah rasul
besar Paulus berulang kali dan banyak merenungkan
keutamaan-keutamaannya. Sekarang, Antonius
terbakar oleh semangat yang menyala-nyala untuk
menjadi seorang kudus dan membawa semua orang
kepada Yesus.
sesudah ditahbiskan sebagai imam, Santo
Antonius Maria pindah ke kota besar Milan. Di sana,
ia akan dapat membantu lebih banyak orang. Ia juga
membentuk suatu ordo para imam yang disebut
Pekerja-pekerja Tetap Santo Paulus. Orang
menyebutnya “Barnabit”, oleh sebab ordo mereka
berpusat di Gereja Santo Barnabas di Milan. Sesuai
teladan rasul Paulus, Santo Antonius dan para
imamnya berkhotbah ke mana-mana. Mereka
menyerukan kembali kata-kata dan nasehat-nasehat
Paulus. Mereka menerangkan pesan-pesan Paulus
dengan kata-kata sederhana yang mudah
dimengerti. Umat menghargainya; mereka merasa
senang. Santo Antonius juga memiliki cinta
mendalam kepada Yesus dalam Sakramen
Mahakudus. Ia memulai Devosi Empat Puluh Jam.
Santo Antonius Maria baru berusia tiga puluh tujuh
tahun saat ia wafat pada tanggal 5 Juli tahun
1539. Ia dinyatakan kudus oleh Paus Leo XIII pada
tahun 1897.
Perayaannya setiap tanggal 5 Juli.
“Oleh sebab kita telah memilih rasul besar Paulus sebagai
pembimbing dan bapa kita, serta menyatakan diri sebagai
pengikutnya, kita harus berusaha mengamalkan ajaran
serta teladannya dalam hidup kita.” ~ Santo Antonius
(kepada imam-imam Barnabit)
BEATO ANTONIUS NEYROT († 1460)
Antonius dilahirkan di Italia utara pada abad
kelimabelas. Ia menggabungkan diri dalam Ordo
Dominikan di Florence,
Italia. Pemimpin biara
pada masa itu yaitu
seorang santo, yakni
Santo Antoninus. Santo
Antoninus membawa
pengaruh besar pada B
Antonius. Broeder
Antonius tengah berlayar
dari Naples ke Sicily saat
perompak menaklukkan
kapal. Antonius dibawa ke
Tunis dan dijual sebagai
budak. Ia berhasil
mendapatkan pembebasan, namun meninggalkan
Gereja. Ia menyangkal iman akan Yesus dan
meninggalkan panggilan religius. Ia menerima Al
Quran sebagai Kitab Sucinya. Selama beberapa
bulan ia hidup sebagai seorang muslim. Ia juga
menikah.
Sementara itu, pemimpin biara Dominikan, St
Antoninus, wafat. Peristiwa ini mengguncang
Antonius.
Tampaknya suatu malam Antonius
mendapatkan semacam mimpi. St Antoninus
menampakkan diri kepadanya. Percakapan di antara
kedua orang ini menghantar pada perubahan radikal
dalam diri Antonius. Ia sungguh menyesal telah
menghianati Tuhan. Ia tahu bahwa dalam hati ia
tidak pernah meninggalkan imannya kepada Yesus.
Ia tahu bahwa ia hanya dapat menjadi seorang
Katolik. Dan ia sadar bahwa ia masih sangat ingin
menjadi seorang broeder Dominikan. Antonius
memulangkan isterinya kembali ke rumah
orangtuanya. Kemudian ia mengenakan jubah putih
Dominikan. Meski takut, ia pergi juga menghadap
penguasa Tunis. Khalayak ramai berkumpul dan
sang penguasa keluar. Di hadapan publik, Broeder
Antonius mengakui bahwa ia telah melakukan suatu
kesalahan besar. Ia seorang Katolik. Ia percaya dan
mengasihi Yesus. Ia seorang Dominikan dan ingin
tetap demikian sepanjang hidupnya. Sang penguasa
amat murka. Ia mengancam dan lalu menjanjikan
ganjaran yang menggiurkan asalkan Antonius
menarik kembali apa yang telah ia ucapkan. namun
Antonius menolak meski tahu bahwa ini berarti mati.
Antonius berlutut dan mulai berdoa memohon
keberanian untuk menyerahkan nyawa demi Yesus.
Sekonyong-konyong ia merasakan batu-batu besar
menimpuknya. Ia terus berdoa memohon kekuatan
agar tetap setia kepada Tuhan. Lalu ia jatuh
tergeletak. Antonius wafat sebagai martir pada
tahun 1460. Beberapa pedagang dari Genoa, Italia
membawa jenazahnya kembali ke negeri asalnya.
ANTONIO PESTANA († 1581)
Misionaris Dominikan kebangsaan Portugis ini
berkarya di pulau Solor. Ia jatuh ke tangan orang-
orang Islam dari Jawa. Mereka menusuk-nusukkan
potongan-potongan bambu runcing ke bawah kuku-
kuku jari tangan dan kaki pater ini dan
menganiayanya sampai mati.
(Salah satu dari Orang-orang Kudus di
Indonesia)
SANTA ANYSIA († 304)
Anysia hidup di Tesalonika menjelang akhir
abad kedua. Tesalonika yaitu kota purbakala di
mana St. Paulus sendirilah
yang pertama-tama
mewartakan iman kepada
Yesus. Anysia yaitu
seorang Kristen dan sesudah
kedua orangtuanya
meninggal, ia
mempergunakan
kekayaannya untuk
menolong kaum miskin
papa. Pada masa itu, terjadi
penganiayaan yang kejam
terhadap umat Kristiani di
Tesalonika. Gubernur
terutama sekali telah
bertekad untuk mencegah semua umat Kristiani
berkumpul bersama untuk merayakan Misa. namun ,
pada suatu hari Anysia berusaha untuk menghadiri
pertemuan ini . Sementara ia melewati suatu
pintu gerbang yang disebut Kasandra, seorang
serdadu memperhatikannya. Ia segera menghalangi
langkah Anysia serta menyelidiki kemanakah Anysia
hendak pergi. sebab amat ketakutan, Anysia
melangkah mundur sambil membuat tanda salib di
keningnya. Melihat itu, serdadu ini
mencengkeramnya serta mengguncang-guncangkan
tubuhnya dengan kasar. “Siapa kamu?”, teriaknya.
“Dan kemanakah kamu hendak pergi?” Anysia
menarik napas panjang dan menjawab, “Aku yaitu
hamba Yesus Kristus,” katanya. “Aku hendak pergi
ke perjamuan Tuhan.” ”Oh ya?” serdadu itu
mengejek. “Aku akan mencegahnya. Aku akan
membawamu untuk memuja para dewa. Hari ini
kami memuja dewa matahari.”
Pada saat yang sama serdadu itu merenggut
kerudungnya. Anysia berusaha melawan sekuat
tenaga sehingga orang kafir itu menjadi semakin
marah dibuatnya. Akhirnya, dalam puncak
kemarahannya, ia mencabut pedangnya dan
menebaskannya ke tubuh Anysia. Anysia pun jatuh
tergeletak di kaki sang serdadu. saat
penganiayaan telah berakhir, umat Kristiani
Tesalonika mendirikan sebuah gereja di tempat di
mana St. Anysia telah menyerahkan nyawanya bagi
Kristus. Santa Anysia wafat sekitar tahun 304.
APOLINARIS FRANCO OFM († 1622)
Menjadi misionaris di Jepang. Ia lama bekerja
di bawah tanah dan bersama delapan temannya
dibakar hidup-hidup.
P: 12 September
APOLINARIS MOREL OFM CAP (1739-1792)
Dosen teologi di Swiss itu disiksa sebagai
pastor penjara di Paris.
P: 2 September
SANTA APOLONIA († 249) dan PARA
MARTIR ALEXANDRIA
Seorang perawan kudus, Apolonia, hidup di
Alexandria, Mesir, pada abad ketiga. Umat Kristiani
mengalami penganiayaan yang
hebat di sana, dalam masa
pemerintahan Kaisar Philip.
Apolonia telah
mempergunakan seluruh
hidupnya untuk melayani
Tuhan. Sekarang, walaupun
sudah tidak muda lagi, ia tidak
juga hendak beristirahat.
Dengan berani ia
mempertaruhkan nyawanya
untuk menghibur umat
Kristiani yang menderita di
penjara. “Ingatlah, bahwa
pencobaanmu tidak akan berlangsung lama,”
demikian ia akan berkata. “namun sukacita surgawi
akan berlangsung selama-lamanya.” Hanya tinggal
menunggu waktu saja sebelum akhirnya Apolonia
sendiri juga ditangkap. saat hakim menanyakan
namanya, dengan tegas Apolonia menjawab, “Saya
seorang Kristen dan saya mengasihi serta melayani
Tuhan yang benar.” Rakyat yang marah menyiksa
Apolonia, mereka berusaha memaksanya untuk
mengingkari imannya. Pertama-tama, semua giginya
dihantam dan kemudian dirontokkan. Sungguh
sangat aneh, itulah sebabnya mengapa orang
seringkali mohon bantuan doa St Apolonia saat
mereka menderita sakit gigi. Namun demikian,
siksaan yang amat menyakitkan itu tidak mampu
menggoncangkan imannya. Apolonia kemudian
diancam, jika ia tidak mengingkari Yesus, ia akan
dicampakkan ke dalam api yang berkobar-kobar.
Apolonia tidak membiarkan rasa takut menguasai
dirinya. Ia lebih memilih mati dalam kobaran api
dibandingkan mengingkari imannya kepada Yesus. saat
orang-orang kafir melihat betapa gagah beraninya
Apolonia, banyak diantara mereka yang bertobat.
Apolonia wafat sekitar tahun 249.
♀ A: milik dewa Apolo (Y); L: tang pencabut gigi dan gigi.
ARCHANGELA GIRLANI (1461-1494)
yaitu suster pemimpin biara Karmelit yang
sangat saleh.
A: malaikat agung; P: 29 Januari.
ARIADNE (abad ke-2)
yaitu budak-belian wanita dan mati sebagai
martir di Asia

