Kisah santa santo 1

 


KISAH PARA ORANG KUDUS DARI A - Z


(♂) : Laki-laki

(♀) : wanita 

(†) : Meninggal pada tahun …

A : Arti dari nama ini 

B : Bentuk-bentuk lain dari nama 

  ini 

L : Lambang

P : Pesta, perayaan

S (St.) : Santa atau Santo

L (at.) : Bahasa Latin

Y(un.) : Bahasa Yunani

H : Bahasa Hibrani

J : Bahasa Jerman

Seb. M: Sebelum Masehi

Lih. : Lihat

Kej. : Kitab Kejadian

1

A

AARON (Abad ke-13 seb. M)

Aaron yaitu  kakak nabi Musa dan imam 

agung pertama bani Israil (lih. Kitab Keluaran, 

khususnya bab 4, 10-17; 40,12-15).

B: Harun; L: tongkat yang berbunga; P: 1 Juli

ABBO (945-1004)

Abbas ini dibunuh oleh biarawan, saat  

hendak memperbaharui hidup biara La Reole 

(Perancis). 

P: 13 November.

ABDAZ († 420)

Gara-gara seorang imam menghacurkan 

patung dewa, sebab  pemujaannya mengganggu 

ibadat Kristen yang dilakukan dekat tempat itu, 

maka orang-orang Persia menjadi marah dan 

membunuh uskup Abdaz dari Hormuizd-Ardaschir ini 

bersama imam-imam lain.

P: 5 September.

ABDJESUS (abad ke-4)

Mati sebagai martir di Persia.

A: Hamba Jesus (H); P: 22 April

ABDON dan SENNEN (abad ke-3)

2

yaitu  bekas tawanan perang dan budak 

belian Persia yang dibunuh dalam pertunjukan 

gladiator di Roma. A: Abdon : hamba (Tuhan) ; P: 30 Juli.

ABDULAH IBN KAAB (ARETAS).

Pemimpin umat Kristen-Arab yang dibunuh 

bersama dengan banyak orang Kristen-Arab oleh 

raja Du Nawas (orang Arab beragama Yahudi), 

saat  terjadi perebutan kota Nadschiran (Yaman) 

pada tahun 523.

ABEL

Anak kedua Adam dan Hawa yang dibunuh 

oleh kakanya sendiri, yaitu Kain (lih. Kej. 4).

A: kesia-siaan (H); P: 9 Desember.

ABO († 786)

Pemuda Arab asal Baghdad (Irak) itu menjadi 

pelayan seorang bangsawan di Georgia (Soviet), 

tempat ia menjadi Kristen. saat  kota Tiflis di 

gempur oleh tentara Islam, ia dibunuh sebab  

dianggap’murtad’.

P: 8 Januari

ABRAHAM (abad ke-19 SM)

Dipanggil Tuhan dari kota Ur (Iran) ke 

Kanaan (Palestina). sebab  imannya yang kuat, 

Tuhan menjanjikan dia menjadi Bapak Bangsa-

bangsa yang besar. Ayah dari Iskak dan Ismail ini 

dihormati baik oleh umat Islam (Nabi Ibrahim) 

maupun Yahudi (Bapak Abraham). Ia dikuburkan di 

gua Makpela dekat Hebron (lih. Kej. Bab 12-25)

A: bapak bangsa-bangsa (H);  P: 9 Oktober

3

ABRAHAM de GEORGIIS SJ (1563-1595)

Lahir di Aleppo (Siria). Ia depenggal 

kepalanya oleh orang Turki di Massaua (Etiopa), 

sebab  ketahuan beragama Kristen.

ABRAMIOS (474-557)

Menyembunyikan diri dari pemuja-pemujanya 

ke Yerusalem. Akhirnya rahib ini akan terpaksa 

menjadi uskup Krateria (Siria), namun  melarikan diri 

lagi ke Yerusalem.

P: 6 Desember.

ADELBERTUS (956-997)

Dipilih menjadi uskup Praha (Cekoslovakia), 

meskipun usianya masih dibawah 30 tahun. Akan 

namun  sebab  terbentur oleh kesulitan pastoral dan 

politis, ia putus asa dan pergi ke Roma. Namun Paus 

menyuruhnya pulang kembali. Adelbertus-pun 

kembali dan kemudian mendirikan biara besar. Akan 

namun  para bangsawan terus-menerus 

menentangnya.

Sekali lagi ia pergi ke Roma dan meletakkan 

jabatannya. Kemudian ia menjadi misionaris di 

Jerman Timur, namun  hasilnya ia dibunuh bersama 

kawan-kawannya dekat Danzig (Polandia).

P: 23 April

SANTA ADELAIDE (931-16 Desember 999)

4

Santa Adelaide dilahirkan pada tahun 931. 

Dalam usia enambelas tahun, Puteri Burgundi ini 

dinikahkan dengan Raja Lothair. Tiga tahun 

kemudian, suaminya meninggal dunia. Penguasa 

yang diyakini telah meracuni suaminya berusaha 

menjadikan Adelaide sebagai isteri puteranya. 

Adelaide tentu saja menolak. Dalam murkanya, sang 

penguasa memperlakukannya 

dengan kejam. Ia bahkan 

mengurung Adelaide dalam 

sebuah benteng di tengah 

sebuah danau. 

Adelaide diselamatkan 

saat  Raja Otto Agung dari 

Jerman menaklukkan penguasa 

ini. Meski Adelaide duapuluh 

tahun lebih muda darinya, Otto 

menikahi Puteri Adelaide yang 

cantik pada Hari Natal. saat  

raja membawa pulang ratunya 

yang baru, rakyat Jerman segera 

mencintainya. Adelaide seorang 

yang lemah lembut dan anggun 

lagi cantik jelita. Tuhan 

menganugerahkan lima anak 

kepada pasangan kerajaan ini. 

Mereka hidup bahagia selama duapuluh dua tahun. 

saat  Otto mangkat, putera sulung Adelaide 

menjadi penguasa. Puteranya ini, Otto Kedua, 

seorang yang baik, namun  terlalu cepat bertindak 

tanpa pikir panjang. Ia melawan ibunya sendiri 

sehingga ibunya meninggalkan istana. Dalam 

kepedihan hatinya, Adelaide minta pertolongan 

seorang abbas, Santo Majolus. Abbas ini membuat 

Otto menyesali perbuatannya. Adelaide menemui 

puteranya di Italia dan raja memohon pengampunan 

5

dari bundanya. Adelaide berdoa bagi puteranya 

dengan membawa persembahan ke tempat ziarah 

Santo Martin dari Tours. Di masa tuanya, St Adelaide 

dipanggil untuk memimpin negara sementara 

cucunya masih kanak-kanak. Ia membangun banyak 

biara dan berkarya demi mempertobatkan orang-

orang Slavic. Sepanjang hidupnya, ratu yang kudus 

ini taat pada nasehat orang-orang kudus. Ia 

senantiasa siap sedia mengampuni mereka yang 

bersalah kepadanya. Santo Addle dari Cluny 

menyebutnya sebagai “perpaduan mengagumkan 

dari keelokan dan keanggunan.” Santa Adelaide 

wafat pada tanggal 16 Desember 999.   

Adelaide (Adelheid), Ratu. Lahir di Burgundia 

(Perancis). Isteri dari raja Lothar (947-950) dan 

Kaisar Otto dari Jerman (951-973). Ia wafat 

tahun 999. B: Adele, Elke, Heidi, Heide; L: 

wanita dengan pakaian kebesaran seorang ratu 

abad pertengahan; P: 15 Desember

ADOLF (1185-1224)

Uskup dari Osnabruck (Jerman) itu berhasil 

memperbaharui semangat iman umat dalam 

keuskupannya.

A: serigala mulia (J); P: 17 Juni

ADOLF dan YOANES († 850)

Berasal dari keluarga campuran; ayah 

beragama Islam dan ibu Kristen. Kedua pemuda ini 

disiksa dengan kejam sebab  ketahuan mengikuti 

agama ibu. Lalu mereka murtad, namun  akhirnya 

bertobat dan rela mencurahkan darah mereka demi 

iman kepada Kristus di Cordoba (Spanyol) pada 

masa pemerintahan Emir Abdulrahman II.

P: 27 September

6

SANTO PAUS ADRIAN III († 855)

Paus ini memimpin gereja dan kota Roma di 

tengah-tengah masa yang sangat sulit akibat 

merajalelanya perampokan dan kelaparan.

P: 8 Juli.

ADRIAN FORTESCUE (1476-1539)

Perwira Ordo Malta dan keponakan istri kedua 

Henry VIII itu di penggal di Tower (London), sebab  

tidak mau mengakui raja sebagai Kepala Gereja di 

Inggris.

P: 9 Juli.

ADRIAN van GOUDA dkk

Adrian van Gouda bersama dengan Daniel 

van Arendonck, Kornelius van Diest, Yoanes van 

Naarden, Ludwig van Arquennes, Yoanes dari Koin 

serta Willehad dari Denmark bersama dengan 20 

imam dan seorang awam dibunuh secara kejam oleh 

orang-orang Kalvinis Belanda di Alkemar dan 

Gorkum (1572), sebab  tetap percaya akan 

kehadiran Kristus dalam Sakramen Ekaristi. 

P: 9 Juli

ADRIANUS dan NATALIA

7

Adrianus yaitu  seorang perwira kekaisaran 

Romawi yang bertugas di Nikomedia. Pada jaman itu 

(akhir abad ke-3), seringkali tentara Romawi 

diperintahkan mengejar dan menangkapi orang 

Kristen. Tak sampai disitu saja, tidak jarang nyawa 

orang Kristen juga dirampas. Isteri Adrianus , 

Natalia, percaya kepada Kristus dengan setia. Suatu 

saat  Adrianus harus memimpin anak buahna 

melakukan penganiayaan terhadap umat Kristen. Ia 

menolak perintah itu. Sebenarnya ia belum 

dipermandikan, namun ia merelakan diri ditangkap 

dan digiring ke dalam penjara.

Natalia segera menjenguk suaminya dan 

mengatur, susaha  ia mendapat pelajaran agama dan 

dibaptis dalam penjara. Sejak saat itu ia tidak boleh 

dikunjungi isterinya. Natalia tak habis akal, ia 

menyamar sebagai seorang pemuda dan berhasil 

menemui suaminya. Natalia minta, agar bila nanti 

telah di surga Adrianus berdoa untuknya. Natalia 

menyaksikan pelaksanaan hukuman mati suaminya, 

melihat bagaimana anggota tubuh suaminya 

dicincang. Dan ia hampir tak dapat dibendung 

keinginannya untuk ikut terjun ke dalam bara api, 

8

saat  tubuh Adrianus dilempar ketengah gulungan 

api bersama martir-martir lain. Api kemudian 

padam, sebab  sekonyong-konyong turun hujan 

lebat. Orang Kristen mengumpulkan sisa jenasah 

dan menguburkannya dekat Argypolis, di pantai 

Bosporus (Turki) Natalia menyimpan relikwi berupa 

sepotong tangan suaminya. Dan sejak itu ia 

memutuskan untuk hidup tidak jauh dari makam 

suaminya. saat  Tuhan memanggilnya ke alam 

baka, Natalia dikuburkan di samping Adrianus, 

diantara para martir.

Adrianus dan Natalia, seorang martir dan 

isterinya; meninggal  di Nikomedia tahun 304; 

P: 1 Desember.

AEDIGUS D’ABREU SJ (1624)

Dalam perjalanan dari Goa ke Jepang, pater 

ini disergap oleh sebuah kapal Belanda di Selat 

Singapura dan kemudian dibawa ke Batavia. Dalam 

penjara di kota ini telah ditahan beberapa biarawan 

dan imam. Dari antara mereka beberapa sudah 

meninggal akibat pukulan kejam para penjaga.

Pada mulanya Pater d’Abreu diam-diam dapat 

mengunjungi emapt penjara lain di dalam kota, 

bahkan berhasil mendirikan tiga kapel darurat di luar 

kota. Pada waktu itu hamper 3000 orang Katolik di 

Batavia tidak mendapat pemeliharaan jiwa 

sedikitpun. Sebab, Gubernur JP Coen mengancam 

hukuman berat bagi setiap imam yang berani 

memberikan sakramen-sakramen atau pelajaran 

agama kepada orang Katolik mana pun juga. 

Sesudah tindakan yang berani Pater d’Abreu 

itu diketahui oleh pemerintah Belanda. Ia dijaga 

lebih ketat. Akan namun  bersama dengan seorang 

imam Dominikan yang juga ditahan, Pater d’Abreu di 

waktu malam mempersembahkan Misa Kudus dan 

9

tiga kali meninggalkan penjara secara sembunyi-

sembunyi untuk mememelihara umat. Akibatnya, 

tempat sembahayang dihancurkan, dua imam 

disiksa dengan kejam dan dipaksa bekerja kasar, 

sementara jatah makan dikurangi.

saat  diajak melarikan diri oleh para tahanan 

lain, Pater d’Abreu menolak. Ia ingin tetap 

membantu tahanan Katolik yang tek berdaya 

meloloskan diri. Sesudah dua tahun, pada bulan 

Maret 1624, Pater d’Abreu meninggal sebab  

dipukuli oleh para penjaga. Sayang tak seorang pun 

mengetahui dimana saksi iman Kristen dari Jakarta 

itu dimakamkan.

(Salah satu dari Orang-orang Kudus/ Martir 

di Indonesia)

AFRA († 304)

Seorang mantan pelacur yang sudah bertobat 

ini mati sebagai saksi iman dengan cara dibakar 

hidup-hidup di Augsburg (Jerman) sebab  ia menjadi 

wanita Kristen yang penuh semangat.

A: wanita dari Afrika (Tunisia); P: 7 Agustus

SANTA AGATHA († 250)

Seorang gadis Kristen nan cantik bernama 

Agatha hidup di Sisilia pada abad ketiga, dalam 

masa pemerintahan Kaisar Decius (249-251) dimana 

umat Kristen di seluruh kekaisaran dikejar-kejar dan 

dianiaya.  Gubernur Sisilia, yaitu Quintianus 

mendengar kabar tentang kecantikan Agatha dan 

menyuruh orang untuk membawa gadis itu ke 

istananya. Ia menghendaki Agatha melakukan dosa 

melanggar kesuciannya, namun  Agatha seorang gadis 

pemberani dan pantang menyerah. “Yesus Kristus, 

Tuhanku,” ia berdoa, “Engkau melihat hatiku dan 

Engkau mengetahui kerinduanku. Hanya Engkau 

saja yang boleh memilikiku, oleh sebab aku 

sepenuhnya yaitu  milik-Mu. Selamatkanlah aku 

dari orang jahat ini. Bantulah aku agar layak untuk 

menang atas kejahatan.”

Gubernur mencoba mengirim Agatha ke 

rumah seorang wanita pendosa. Mungkin saja gadis 

ini akan menjadi jahat 

pula. namun  Agatha 

menaruh kepercayaan 

yang besar kepada Tuhan 

dan berdoa sepanjang 

waktu. Ia menjaga 

kesucian dirinya. Ia tidak 

mau mendengarkan 

nasehat-nasehat jahat 

wanita dan anak-anak 

wanita nya itu. 

sesudah  sebulan berlalu, 

Agatha dibawa kembali 

kepada gubernur. Sekali 

lagi gubernur berusaha 

membujuknya. “Engkau 

seorang wanita 

terhormat,” katanya 

dengan lembut. “Mengapa 

engkau merendahkan dirimu sendiri dengan menjadi 

seorang Kristen?” “Meskipun aku seorang 

terhormat,” jawab Agatha, “aku ini seorang hamba 

di hadapan Yesus Kristus.” “Jika demikian, apa 

sesungguhnya arti dari menjadi terhormat?” tanya 

gubernur. Agatha menjawab, “Artinya, melayani 

Tuhan.”

saat  gubernur tahu bahwa Agatha tidak 

akan mau berbuat dosa, ia menjadi sangat marah. 

Ia menyuruh orang mencambuk serta menyiksa 

Agatha. Sementara ia dibawa kembali ke penjara, 

Agatha berbisik, “Tuhan Allah, Penciptaku, Engkau 

telah melindungi aku sejak masa kecilku. Engkau 

telah menjauhkan aku dari cinta duniawi dan 

memberiku ketabahan untuk menderita. Sekarang, 

terimalah jiwaku.” Agatha wafat sebagai martir di 

Catania, Sisilia, pada tahun 250.

Agatha (Agata), perawan dan martir. Hidup 

pada abad ketiga di Italia Selatan. Ia di hormati 

sebagai pelindung kemurnian. Pelindung 

terhadap bahaya api (khususnya bagi orang-

orang yang bekerja di pabrik peleburan besi) 

dan pelindung penyakit dada. A: yang mulia, 

arif, berani (Y); L: seorang putri membawa 

piring, diatasnya terletak dua buah dada yang 

terpotong; P: 5 Desember

“Dengan  teladannya  ia  mengajar  kita  untuk  bergegas 

menuju  kebenaran  sejati,  yaitu  Allah  saja.”  ~  Santo 

Metodius

AGATA LIN (1817-1858)

Seorang guru wanita Tionghoa yang 

dipenggal di Mao-Ken sebab  imannya kepada 

Kristus.

P: 19 Februari.

AGATANGELUS dan KASIAN OFM Cap 

(† 1638)

Mereka berdua diutus sebagai misionaris ke 

Mesir susaha  memulihkan hubungan Gereja Kopt 

dan Roma. sebab  gagal, mereka meneruskan 

perjalanan ke Etiopia sampai akhirnya mati dirajam.

A: Agatangelus : malaekat yang baik (Y); P: 7 Agustus

SANTA AGNES ‘MEMPELAI ANAK DOMBA’ 

(† 304-305) 

St. Agnes hidup pada masa Gereja Perdana, 

yaitu masa saat  orang-orang Kristen mengalami 

penindasan serta penganiayaan yang kejam dalam 

pemerintahan bangsa Romawi. Ia wafat sebagai 

martir sekitar tahun 304 - 305 dalam pemerintahan 

Kaisar Diocletian. Usia Agnes pada waktu itu baru 13 

tahun. Meskipun tidak banyak catatan sejarah yang 

ada mengenai St. Agnes, ia amat populer. Hal ini 

terutama sebab  Santo. Ambrosius serta para kudus 

Gereja lainnya banyak menulis tentangnya.   

         `Agnes' dalam 

bahasa Latin berarti `anak 

domba' atau `kurban', 

sementara dalam bahasa 

Yunani berarti `murni, 

suci'. Agnes seorang gadis 

remaja yang cantik jelita 

dan berasal dari keluarga 

kaya. Banyak pemuda 

bangsawan Romawi terpikat 

padanya; mereka saling 

bersaing agar dapat 

memperisteri Agnes. namun  

Agnes menolak mereka 

semua dengan halus dan 

mengatakan bahwa ia telah 

mengikatkan diri pada 

seorang Kekasih yang tidak 

dapat dilihat dengan mata 

telanjang. Procop, putera Gubernur Romawi, 

termasuk salah seorang di antara para pemuda yang 

amat marah dan merasa terhina oleh penolakan 

Agnes. Mereka melaporkan Agnes kepada Gubernur 

dengan tuduhan pengikut Kristus.

Pada mulanya Gubernur bersikap ramah serta 

lembut kepadanya. Ia menjanjikan harta serta 

kedudukan jika saja Agnes mau menyangkal 

imannya dan menikah dengan Procop. Agnes 

menolak, berkali-kali diulanginya pernyataannya 

bahwa ia tidak dapat memiliki mempelai lain selain 

dari Yesus Kristus. sebab  pernyataannya itu, Agnes 

diseret ke depan mezbah berhala dan diperintahkan 

untuk menyembahnya. Bukannya menyembah 

berhala, Agnes malahan mengulurkan tangannya 

dan membuat Tanda Salib, tanda kemenangan 

Kristus. Gubernur kemudian memperlihatkan 

kepadanya api penyiksaan, kait besi, serta  segala 

macam alat penyiksa lainnya, namun  gadis muda itu 

tetap tabah dan tidak gentar sedikit pun. 

sebab  Agnes tetap keras kepala, Gubernur 

mengancam akan mengirim Agnes ke rumah 

pelacuran. namun  Agnes menjawab, “Yesus Kristus 

amat pencemburu, Ia tidak akan membiarkan 

kemurnian para mempelainya dicemarkan seperti 

itu. Ia akan melindungi dan menyelamatkan 

mereka.” Katanya lagi, “Kalian dapat menodai 

pedang kalian dengan darahku, namun  kalian tidak 

akan pernah dapat menodai kesucian tubuhku yang 

telah kupersembahkan kepada Kristus.” Gubernur 

amat marah mendengar perkataannya itu. Ia 

memerintahkan agar Agnes, saat itu juga, dikirim ke 

rumah pelacuran dengan perintah bahwa semua 

orang berhak menganiayanya sesuka hati mereka.

Orang banyak datang untuk menyaksikan 

peristiwa itu. namun , saat  melihat pancaran sinar 

wajah Agnes yang kudus dan agung serta sikapnya 

yang tenang, penuh kepercayaan kepada Kristus 

yang melindunginya, orang banyak itu takut dan 

tidak berani mendekat. Seorang pemuda tampil dan 

berusaha mengganggu Agnes. Pada saat itu juga, 

dengan kilat yang dari surga, pemuda itu tiba-tiba 

menjadi buta dan jatuh ke tanah dengan tubuh 

gemetar. Teman-temannya dengan ketakutan 

membopongnya serta membawanya kepada Agnes 

yang kemudian menyanyikan lagu puji-pujian 

kepada Kritus, sehingga pemuda itu dapat melihat 

serta sehat kembali. 

Gubernur amat murka dan menjatuhkan 

hukuman mati pada Agnes. Algojo mendapat 

perintah rahasia untuk dengan segala cara 

membujuk Agnes, namun  Agnes menjawab bahwa ia 

tidak akan pernah menyakiti hati Mempelai Surgawi-

nya. Orang banyak menangis menyaksikan seorang 

dara yang lembut dan jelita dengan belenggu dan 

rantai yang terlalu besar bagi ukuran tubuhnya yang 

kecil, digiring ke tempat hukuman mati. Ia terlalu 

muda untuk memahami arti kematian, namun 

demikian ia siap menghadapinya tanpa gentar 

sedikit pun. Sesungguhnya, Agnes diliputi sukacita 

yang besar sebab  ia akan segera diperkenankan 

menyongsong mempelainya. Sama sekali tidak 

dihiraukannya ratap tangis mereka yang 

memohonnya untuk menyelamatkan nyawanya. 

“Aku tidak akan mengkhianati Mempelai-ku dengan 

menuruti keinginan kalian,” katanya, “Ia telah 

memilihku dan aku yaitu  milik-Nya.” Kemudian 

Agnes berdoa, membungkukkan badannya untuk 

menyembah Tuhan, dan segera menerima hujaman 

pedang yang menghantarkan jiwanya yang suci 

kepada kekasihnya. Agnes telah mempertahankan 

kemurniannya dan memperoleh mahkota martir di 

surga. 

Jenasah Agnes disemayamkan di 

pemakamam keluarga di Via Nomentana dekat kota 

Roma. Kurang lebih lima puluh tahun kemudian, 

yaitu pada tahun 354, Kaisar Konstantin Agung 

mendirikan sebuah gereja besar di tempat itu. 

Tubuh Agnes disemayamkan di bawah altar Gereja. 

Pada abad ketujuh, gereja itu kemudian dipugar, 

diperbesar serta diperindah dan sekarang dikenal 

sebagai Basilik St. Agnes. 

Selama berabad-abad, setiap tahun sekali, 

yaitu pada pesta St. Agnes, dua anak domba tak 

bercela dipersembahkan dan diberkati di Basilik St 

Agnes. Kemudian kedua anak domba itu dipelihara 

oleh para biarawati Benediktin dari Santa Cecilia di 

Trastevere hingga hari Kamis Putih, yaitu pada saat 

mereka digunting bulunya. Dari bulu mereka 

dibuatlah 12 pallium yaitu semacam stola istimewa 

yang dikirimkan kepada Bapa Suci. Bapa Suci 

memberikan pallium ini  kepada para Uskup 

Agung yang mengenakannya sebagai lambang anak 

domba yang digendong oleh Gembala Yang Baik. 

Agnes, perawan dan martir di Roma (†304); 

pelindung kemurnian kaum mudi. Sering ia 

dilukiskan sedang membopong seekor anak 

domba. Sebab, seperti Kristus, ia bagaikan anak 

domba yang patuh diseret ke tempat 

penyembelihan tanpa mengembik minta belas 

kasihan; A: domba tersayang (L);  P: 21 

Januari

"Kristus  mempercantik  jiwaku  dengan  perhiasan  rahmat 

dan kebajikan. Aku ini milik Dia, yang dilayani oleh para 

malaikat." ~ Santa Agnes

AGNES dari ASSISI (1198-1253)

Adik Santa Klara dan menjadi abbas di 

Firenze.

P: 19 November

AGNES dari TSAO-KOUY (1856)

Janda muda dan katekis ini dibunuh dalam 

sebuah keranjang di Kwang-u, Tiongkok.

SANTA AGNES dari MONTEPULCIANO 

(1268-1317)

Santa Agnes dilahirkan dekat kota 

Montepulciano, Italia, pada tahun 1268. saat  

usianya baru sembilan tahun, ia memohon kepada 

ayah ibunya untuk diijinkan tinggal di biara dekat 

tempat tinggal mereka. Agnes amat senang bersama 

para biarawati. Mereka melewatkan hidup mereka 

dalam doa dan ketenangan. Mereka bekerja keras 

juga. Meskipun Agnes masih 

muda, ia mengerti mengapa 

para biarawati itu bisa hidup 

dan berdoa dengan baik. 

Sebab, mereka ingin bersatu 

dengan Yesus.

Tahun-tahun berlalu, 

Santa Agnes melewati masa 

novisiat. Ia seorang biarawati 

yang baik sehingga para 

biarawati lainnya senang 

dengan kehadirannya. Agnes 

berdoa dengan sepenuh hati. 

Ia memberikan teladan yang 

baik kepada para biarawati. Beberapa gadis datang 

untuk bergabung bersama mereka.  Agnes dan para 

biarawati itu termasuk dalam Ordo Para 

Pengkhotbah, yang biasa disebut Dominikan. 

Beberapa tahun kemudian, Agnes dipilih menjadi 

pemimpin atau “priorin” biara. Ia berusaha adil dan 

jujur kepada semua biarawati. Ia selalu mencamkan 

dalam hati bahwa segala sesuatu ia lakukan bagi 

Yesus. Ia percaya bahwa Yesus Sendiri yang 

sesungguhnya mengurus biara. Ia yang memelihara 

mereka.

Moeder Agnes melakukan mati raga yang 

keras. Ia senantiasa lemah lembut dan baik hati, 

meskipun terkadang perasaan hatinya tidak 

demikian. Tuhan memenuhi Agnes dengan sukacita 

dan sekali waktu menganugerahinya dengan 

karunia-karunia rohani. Suatu saat , Ia bahkan 

mengijinkan Agnes membopong Kanak-kanak Yesus 

dalam pelukannya.

Agnes seringkali menderita sakit. namun , ia 

selalu sabar, bahkan jika penyakitnya amat parah 

sekalipun. Ia tidak pernah mengeluh ataupun 

mengasihani diri sendiri. Sebaliknya, ia 

mempersembahkan segala sesuatunya kepada 

Tuhan. Menjelang akhir hidupnya, para biarawati 

tahu bahwa keadaannya tidak akan membaik. 

Mereka merasa amat sedih. “Jika kalian mengasihi 

aku, tentulah kalian akan bergembira,” demikian 

kata Agnes, “sebab aku akan segera masuk dalam 

kemuliaan Yesus.” Santa Agnes wafat pada tahun 

1317 dalam usia empat puluh sembilan tahun. Ia 

dinyatakan kudus pada tahun 1726. Makamnya 

menjadi tempat ziarah. Banyak orang datang mohon 

bantuan doanya dan mohon pertolongannya. Salah 

seorang di antara para peziarah yaitu  Santa 

Katarina dari Siena.

SANTO AGUSTINUS (13 November 354-28 

Agustus 430)

Agustinus dilahirkan pada tanggal 13 

November 354 di  Tagaste, Algeria, Afrika Utara. 

Ayahnya bernama Patrisius, 

seorang kafir. Ibunya ialah 

Santa Monika, seorang 

Kristen yang saleh. Santa 

Monika mendidik ketiga 

putera-puterinya dalam iman 

Kristen. Namun demikian, 

menginjak dewasa Agustinus 

mulai berontak dan hidup 

liar. Pernah suatu saat  ia 

dan teman-temannya yang 

tergabung dalam kelompok 

“7 Penantang Tagaste” 

mencuri buah-buah pir yang 

siap dipanen milik Pak Tallus, seorang petani miskin, 

untuk dilemparkan kepada babi-babi.

Pada umur 29 tahun Agustinus dan Alypius, 

sahabatnya, pergi ke Italia. Agustinus menjadi 

mahaguru terkenal di Milan. Sementara itu, hatinya 

merasa gelisah.  Sama seperti kebanyakan dari kita 

di jaman sekarang, ia mencari-cari sesuatu dalam 

berbagai aliran kepercayaan untuk mengisi 

kekosongan jiwanya. Sembilan tahun lamanya 

Agustinus menganut aliran Manikisme, yaitu bidaah 

yang menolak Allah dan mengutamakan 

rasionalisme. namun  tanpa kehadiran Tuhan dalam 

hidupnya, jiwanya itu tetap kosong. Semua artikel -

artikel  ilmu pengetahuan telah dibacanya, tapi ia tidak 

menemukan kebenaran dan ketentraman jiwa. 

Sejak awal tak bosan-bosannya ibunya 

menyarankan kepada Agustinus untuk membaca 

Kitab Suci di mana dapat ditemukan lebih banyak 

kebijaksanaan dan kebenaran dibandingkan  dalam ilmu 

pengetahuan. namun , Agustinus meremehkan 

nasehat ibunya. Kitab Suci dianggapnya terlalu 

sederhana dan tidak akan menambah 

pengetahuannya sedikit pun. 

Pada usia 31 tahun Agustinus mulai tergerak 

hatinya untuk kembali kepada Tuhan berkat doa-doa 

ibunya serta berkat ajaran Santo Ambrosius, Uskup 

kota Milan. Namun demikian ia belum bersedia 

dibaptis sebab  belum siap untuk mengubah sikap 

hidupnya. Suatu hari, ia mendengar tentang dua 

orang yang serta-merta bertobat sesudah  membaca 

riwayat hidup Santo Antonius Pertapa. Agustinus 

merasa malu. “Apa ini yang kita lakukan?” teriaknya 

kepada Alypius. “Orang-orang yang tak terpelajar 

memilih surga dengan berani. namun  kita, dengan 

segala ilmu pengetahuan kita, demikian pengecut 

sehingga terus hidup bergelimang dosa!” Dengan 

hati yang sedih, Agustinus pergi ke taman dan 

berdoa, “Berapa lama lagi, ya Tuhan? Mengapa aku 

tidak mengakhiri perbuatan dosaku sekarang?” 

Sekonyong-konyong ia mendengar seorang anak 

menyanyi, “Ambillah dan bacalah!” Agustinus 

mengambil Kitab Suci dan membukanya tepat pada 

ayat, “Marilah kita hidup dengan sopan seperti pada 

siang hari… kenakanlah Tuhan Yesus Kristus sebagai 

perlengkapan senjata terang dan janganlah merawat 

tubuhmu untuk memuaskan keinginannya.” (Roma 

13:13-14). Ini dia! Sejak saat itu, Agustinus 

memulai hidup baru. 

Pada tanggal 24 April 387 Agustinus 

dipermandikan oleh Uskup Ambrosius. Ia 

memutuskan untuk mengabdikan diri pada Tuhan 

dan dengan beberapa teman dan saudara hidup 

bersama dalam doa dan meditasi. Pada tahun 388, 

sesudah  ibunya wafat, Agustinus tiba kembali di 

Afrika. Ia menjual segala harta miliknya dan 

membagi-bagikannya kepada mereka yang miskin 

papa. Ia sendiri mendirikan sebuah komunitas 

religius. Atas desakan Uskup Valerius dan umat, 

maka Agustinus bersedia menjadi imam. Empat 

tahun kemudian Agutinus diangkat menjadi Uskup 

kota Hippo. 

Semasa hidupnya Agustinus yaitu  seorang 

pengkhotbah yang ulung. Banyak orang tak percaya 

kembali ke gereja Katolik sementara orang-orang 

Katolik semakin diperteguh imannya. Agustinus 

menulis surat-surat, khotbah-khotbah serta artikel -

artikel  dan mendirikan biara di Hippo untuk mendidik 

biarawan-biarawan agar dapat mewartakan injil ke 

daerah-daerah lain, bahkan ke luar negeri. Gereja 

Katolik di Afrika mulai tumbuh dan berkembang 

pesat. 

Di dinding kamarnya, ada  kalimat 

berikut yang ditulis dengan huruf-huruf yang besar: 

“Di sini kami tidak membicarakan yang buruk 

tentang siapa pun.” “Terlambat aku mencintai-Mu, 

Tuhan,” serunya kepada Tuhan suatu saat . 

Agustinus menghabiskan sisa hidupnya untuk 

mencintai Tuhan dan membawa orang-orang lain 

untuk juga mencintai-Nya. 

Agustinus  wafat  pada  tanggal  28  Agustus  430  di 

Hippo dalam usia 76 tahun.  Makamnya terletak di  

Basilik Santo Petrus. Kumpulan surat, khotbah serta 

tulisan-tulisannya yaitu  warisan Gereja yang amat 

berharga.  Di  antara  ratusan  artikel   karangannya, 

yang paling terkenal ialah   “Pengakuan-Pengakuan” 

(di  Indonesia  diterbitkan  bersama  oleh  Penerbit 

Kanisius dan BPK Gunung Mulia) dan “Kota Tuhan”. 

Santo  Agustinus  dikenang  sebagai  Uskup  dan 

Pujangga  Gereja  serta  dijadikan  Santo  pelindung 

para seminaris. Jadi tidak peduli berapa jauh anda 

menyimpang  dari  Tuhan,  Ia  selalu  siap  untuk 

membawa  anda  kembali.  Sama  seperti  Agustinus, 

seorang  kafir  yang  dipanggil  menjadi  seorang 

Uskup, anda pun juga dapat bertumbuh dalam kasih 

dan  kuasa  Tuhan.  Iman  sejati  sungguh  sangat 

indah.

Agustinus, uskup dan pujangga Gereja, putera 

S/ Monika, Lahir tahun 354 di Tagaste (Afrika 

Utara). artikel nya yang terkenal: “Pengakuan” 

dan “Negara Tuhan”. Ia menulis aturan hidup 

membiara. Wafat tahun 430 di Hippo; pelindung 

para calon imam (seminaris). A: yang agung 

dan mulia; B: Agus, Agustin dan Tinus (♂); 

Agusta dan Agustina (♀); L: tongkat dan mitra 

uskup; P: 28 Agustus.

“Engkau telah menciptakan kami bagi Diri-Mu, ya Allahku, 

dan hati kami tiada tenang sebelum beristirahat di dalam 

Dikau.”  ~ Catatan St. Agustinus "Pengakuan-Pengakuan"

SANTO AGUSTINUS CANTERBURY († 26 

Mei 605)

Santo Agustinus yaitu  Kepala Biara Santo 

Andreas di Roma. Paus Santo Gregorius Agung 

memilihnya bersama 

empatpuluh biarawan 

lain untuk suatu misi 

yang dirindukannya. 

Mereka diutus untuk 

mewartakan Injil kepada 

rakyat Inggris. 

Agustinus dan para 

biarawan pun memulai 

perjalanan mereka. 

saat  tiba di Perancis 

selatan, mereka 

diperingatkan akan 

kebengisan orang-orang 

Inggris. Para biarawan 

menjadi patah semangat. Mereka mendesak 

Agustinus agar bersama-sama kembali dan 

mendapatkan ijin paus untuk membatalkan seluruh 

rencana itu. Mereka memang melakukannya, namun  

paus tetap bersikeras mengutus mereka ke Inggris. 

Beliau mengatakan bahwa orang-orang Inggris rindu 

menerima iman Kristiani. Para biarawan pun 

berangkat ke Inggris. Mereka tiba pada tahun 596.

Para misionaris disambut baik oleh Raja 

Ethelbert, yang isterinya yaitu  seorang puteri 

Kristiani dari Perancis. Para biarawan membuat 

suatu arak-arakan saat  mereka mendarat. Mereka 

berjalan beriringan sembari memadahkan mazmur. 

Mereka membawa sebuah salib dan sebuah gambar 

Tuhan kita. Banyak orang menerima kabar gembira 

dari para biarawan. Raja Ethelbert sendiri juga 

dibaptis pada Hari Raya Pentakosta tahun 597. St 

Agustinus ditahbiskan menjadi uskup pada tahun 

yang sama.

Santo Agustinus kerap menulis surat untuk 

memohon nasehat paus. Dan Paus Santo Gregorius 

pun banyak memberinya nasehat-nasehat kudus 

pula. Berbicara mengenai banyaknya mukjizat yang 

diadakan Santo Agustinus, paus mengatakan, 

“Engkau sepatutnya bersukacita dengan gemetar 

dan gemetar dengan sukacita atas karunia itu.” 

Maksud beliau yaitu  agar Agustinus hendaknya 

bersukacita bahwa melalui mukjizat-mukjizat itu 

orang-orang Inggris dipertobatkan. namun , 

hendaknya ia berhati-hati pula untuk tidak menjadi 

sombong. Di Canterbury, St Agustinus mendirikan 

sebuah gereja dan sebuah biara, yang di kemudian 

hari menjadi yang terpenting di Inggris. Di sanalah 

kelak Santo Agustinus dimakamkan. Santo 

Agustinus wafat pada tanggal 26 Mei 605, tujuh 

tahun sesudah  kedatangannya di Inggris. 

P: 27 Mei.

AGUSTINUS de MAGDALENA OP (1618)

Ia jatuh ke tangan orang-orang Lamakera di 

Solor. sesudah  lama disiksa dengan kejam, tubuh 

pastor ini dihancurkan di bawah sebuah perahu 

besar. Roma mengijinkan menghormati pastor ini 

sebagai martir.

(Salah satu dari Orang2 Kudus di ndonesia)

AHMED, ZAIDA, dan ZORAIDA (1180)

yaitu  saudara Almansur, kepala negeri 

Lerida di Spanyol. Mereka bertobat mengikuti Kristus 

dan berusaha mengkristenkan kakak mereka, namun  

justru mengakibatkan mereka diserahkan ke tangan 

algojo. Nama permandian mereka yaitu  Bernard, 

Maria dan Gracia. 

P: Bernard 1 Juni, Maria dan Gracia 21 Agustus.

SANTO AIDAN († 651)

Santo Aidan yaitu  seorang biarawan Irlandia 

yang hidup pada abad ketujuh. Ia tinggal di biara 

besar di Iona yang 

didirikan Santo 

Kolumbanus. Santo Oswald 

menjadi Raja Inggris Utara 

pada tahun 634. Raja 

mengundang para 

misionaris untuk 

mewartakan Injil kepada 

rakyatnya yang masih kafir. 

Misionaris pertama yang 

berangkat segera pulang 

kembali dengan mengeluh 

bahwa orang-orang Inggris amat kasar, keras kepala 

dan liar. Para biarawan berkumpul bersama untuk 

merundingkan situasi ini. “Menurutku,” kata Santo 

Aidan kepada biarawan yang kembali itu, “engkau 

terlalu keras dengan orang-orang ini.” Ia kemudian 

menjelaskan bahwa,  sebagaimana dikatakan Santo 

Paulus, terlebih dahulu ajaran-ajaran yang mudahlah 

yang diberikan. saat  orang-orang telah bertambah 

kuat dalam Sabda Allah, barulah dapat dimulai 

ajaran-ajaran yang lebih sempurna mengenai 

hukum-hukum Tuhan yang kudus.

saat  para biarawan mendengar nasehat 

yang bijaksana itu, mereka berpaling kepada Aidan. 

“Sebaiknya engkaulah yang pergi ke Inggris Utara 

untuk mewartakan Injil,” kata mereka. Aidan pergi 

dengan suka hati. Ia menerima tugas baru ini 

dengan kerendahan hati dan semangat doa. Ia mulai 

dengan berkhotbah. Raja Santo Oswald sendiri yang 

menerjemahkan khotbah-khotbah Aidan ke dalam 

bahasa Inggris hingga Aidan menguasai bahasa 

Inggris dengan lebih baik. Santo Aidan berkelana ke 

seluruh penjuru negeri, selalu dengan berjalan kaki. 

Ia bekhotbah dan menolong rakyat. Ia melakukan 

banyak perbuatan baik dan amat dikasihi oleh 

umatnya. sesudah  tigapuluh tahun masa pelayanan 

Santo Aidan, setiap biarawan atau imam yang 

datang ke daerah itu akan disambut dengan penuh 

sukacita oleh segenap penduduk desa. Di Pulau 

Lindisfarne, Santo Aidan mendirikan sebuah biara 

besar. Betapa banyak orang kudus dihasilkan dari 

sana hingga Lindisfarne dikenal sebagai Pulau 

Kudus. Sedikit demi sedikit, pengaruh pewartaan 

yang giat ini mengubah Inggis Utara menjadi sebuah 

pulau Kristen yang beradab. Santo Aidan wafat pada 

tahun 651.

P: 31 Agustus

AKWILA dan PRISKA (abad ke-1)

Suami-isteri kaya ini membantu dan 

menyelamatkan Santo Paulus dari ancaman maut. 

Mereka juga rajin menyebarkan injil dan rumah 

mereka digunakan untuk perayaan ekaristi (lihat a.l. 

Kisah Rasul 18, 18 dan 26; Roma 16, 3 dst)

A: Akwila ♂ = rajawali; Priska ♀ = wanita 

terhormat (sebab  lanjut usia) (L); P: 8 Juli

SANTO AKHILLEUS († 304), SANTO 

NEREUS († 304) dan SANTO PANKRASIUS

Akhilleus dan Nereus yaitu  prajurit Romawi 

yang  meninggal sekitar tahun 304. Mereka 

kemungkinan yaitu  para 

pengawal Praetorian di bawah 

Kaisar Trajan. Kita mengetahui 

hanya sedikit saja mengenai 

mereka. namun , apa yang kita 

ketahui berasal dari dua orang 

paus yang hidup pada abad 

keempat, Paus Siricius dan 

Paus Damasus. Pada tahun 

398, Paus Siricius mendirikan 

sebuah gereja di Roma demi 

menghormati mereka. Paus 

Damasus menuliskan sebuah 

catatan pujian bagi kedua 

martir ini. Beliau menjelaskan bahwa Nereus dan 

Akhilleus dipertobatkan kepada iman Kristiani. 

Mereka meninggalkan senjata mereka untuk 

selamanya. 

Mereka yaitu  para pengikut Kristus yang sejati 

bahkan hingga menyerahkan nyawa. Nereus dan 

Akhilleus dibuang dalam pengasingan ke pulau 

Terracina. Di sana mereka dipenggal kepalanya. 

Pada abad keenam, sebuah gereja kedua dibangun 

di bagian lain Roma demi menghormati kedua martir 

ini.

Santo Pankrasius, seorang yatim piatu 

berusia empatbelas tahun, hidup pada masa yang 

sama. Kemungkinan besar ia 

jadi martir pada hari yang 

sama. Pankrasius bukanlah 

seorang penduduk asli Roma. 

Ia dibawa ke sana oleh 

pamannya yang mengasuhnya. 

Pankrasius menjadi seorang 

pengikut Kristus dan dibaptis. 

Meski masih seorang remaja, ia 

ditangkap sebab  menjadi 

seorang Kristiani. Pankrasius 

menolak untuk menyangkal 

imannya. sebab  itu, ia dijatuhi 

hukuman mati. Pankrasius 

dihukum pancung. Ia menjadi seorang martir yang 

sangat popular pada masa Gereja perdana. Orang 

mengaguminya oleh sebab ia begitu muda namun 

begitu berani. Pada tahun 514, sebuah gereja besar 

dibangun di Roma demi menghormatinya. Pada 

tahun 596, seorang misionaris terkenal, Santo 

Agustinus dari Canterbury, membawa iman Kristiani 

ke Inggris. Ia menamai gereja pertamanya dengan 

nama Santo Pankrasius.

ALBAN (abad ke-3)

Martir pertama di Inggris itu dipenggal 

kepalanya, sebab  menyembunyikan seorang imam

A: yang putih, cerah; P: 22 Juni

ALBERT(US) (1149-1214)

Uskup Agung Yerusalem itu berhasil 

menyusun peraturan hidup Ordo Karmelit. Ia 

meninggal sebab  dibunuh oleh penjahat yang 

ditegurnya

P: 17 September

ALBERT(US) († 1279)

Seorang petani di Bergamo Italia ini berusaha 

giat membantu kaum miskin, namun  terus dianiaya 

oleh famili isterinya yang iri hati.

P: 11 Mei

SANTO ALBERTUS AGUNG (1206-1280)

Santo Albertus hidup pada abad ketigabelas. 

Ia dilahirkan di sebuah kastil di Sungai Danube di 

Swabia (Jerman barat daya).  Albertus belajar di 

Universitas Padua di Italia. Di sana ia memutuskan 

untuk menjadi seorang Dominikan. Pamannya 

berusaha membujuknya untuk tidak memenuhi 

panggilan religiusnya. Namun demikian, Albertus 

tetap pada pendiriannya. Ia merasa bahwa itulah 

yang Tuhan kehendaki. Ayahnya, pangeran 

Bollstadt, amat marah. Para Dominikan khawatir 

kalau-kalau ayahnya akan membawa Albertus 

pulang kembali ke rumah. Oleh sebab  itu, mereka 

mengirim Albertus, yang masih menjadi novis, ke 

suatu tempat yang jauh. namun  ternyata ayahnya 

tidak datang untuk 

menjemputnya. 

Santo Albertus sangat senang 

belajar. Ia suka ilmu 

pengetahuan alam, terutama 

fisika, geografi dan biologi. 

Semuanya itu amat menarik 

baginya. Ia juga senang 

memperdalam pengetahuan 

tentang agama Katolik dan Kitab 

Suci. Ia biasa mengamati perilaku 

binatang-binatang serta 

menuliskan apa yang ia amati, 

sama seperti yang dilakukan para 

ilmuwan sekarang. Santo Albertus menulis banyak 

sekali artikel -artikel  tentangnya. Ia juga menulis 

tentang filosofi dan merupakan seorang guru yang 

popular di berbagai sekolah. 

Salah satu murid Santo Albertus yaitu  Santo 

Thomas Aquinas yang hebat itu. Dikatakan bahwa 

Santo Albertus mengetahui kematian Santo Thomas 

langsung dari Tuhan. Ia telah membimbing St. 

Thomas pada awal karya-karya besarnya di bidang 

filosofi dan theologi. Ia jugalah yang 

mempertahankan ajaran-ajaran St. Thomas sesudah  

ia wafat. Semakin bertambah umur, St. Albertus 

semakin kudus. Sebelumnya, ia telah 

mengungkapkan pemikiran-pemikirannya yang 

mendalam dalam tulisan-tulisannya. Sekarang, ia 

mengungkapkan pemikiran-pemikirannya yang 

mendalam ini  dalam seluruh cara hidupnya 

yang hanya bagi Tuhan.

Albertus Magnus (Agung), uskup dan 

pujangga Gereja. Lahir di Lauinge tahun 1206 

dan wafat di Kőln tahun 1280. Pelindung kaum 

ilmiawan dan mahasiswa. B: Albertin (♀); L: 

seorang uskup yang sedang menulis artikel ; P: 

15 November.

SANTO ALBERTUS de TRAPANI (1307)

St.  Albertus  dilahirkan  pada  tahun  1250  di 

Kerajaan  Sicilia,  tepatnya  di  kota  Trapani  dari 

pasangan suami istri bernama Benedictus de’Abbati 

dan Joana de Salzi sesudah  mereka berdua menikah 

selama  26  tahun  tanpa  anak.  Selama  itu  mereka 

memohon  kemurahan  Tuhan,  khususnya  dengan 

bantuan Bunda Maria, agar mereka dikaruniai anak. 

Mereka bahkan berjanji akan mempersembahkannya 

kembali  kepada  Tuhan  jika  permohonan  itu 

dikabulkan. Janji itu tak dapat mereka ingkari saat  

Tuhan  menganugerahkan  kemurahan-Nya  dengan 

kelahiran  Albertus  yang  ‘hanya’  sempat  tinggal 

bersama mereka selama lebih-kurang 14 tahun.

Pada usia  delapan 

tahun,  Albertus  sudah 

ditentukan  oleh  seorang 

pangeran  sebagai  calon 

mempelai  putrinya  jika 

mereka  sudah  dewasa. 

Namun Albertus  menolak 

sebab   pada  saat  itu  ia 

sudah  berniat  masuk 

Ordo  Karmel.  Ia 

memprotes kepada orang 

tuanya  dengan  cara 

anak-anak:  “Sebelum 

Ayah  Bunda memberikan 

izin  kepada  saya  untuk 

hidup  membiara,  saya 

tidak  akan  menyentuh 

makanan  maupun 

minuman!”   saat   ditolak  masuk  biara  sebab  

kemudaan  usianya,  kepada  pembesar  biara 

“St.Maria  Menerima  Kabar  Gembira”  di  Trapani, 

sambil bercucuran air mata ia mengatakan: “Pater, 

untuk  memberikan  bukti  pertama  dari  ketaatan 

saya, pada saat ini juga saya akan pulang kembali 

ke rumah.” 

sebab  perlindungan St. Maria terhadap niat 

kedua orang tuanya dan keistimewaan Albertus yang 

telah  dipilih  Tuhan,  perjuangannya  untuk  menjadi 

biarawan  Karmelit  tak  pernah  dapat  dipadamkan 

oleh  berbagai  kenikmatan  hidupnya  sebagai  putra 

keluarga  bangsawan.  Tak  ada  lagi  yang  dapat 

menahan  keinginannya.  Pada  tahun  1264  ia 

menerima  pakaian  biara.  Segera  sesudahnya  ia 

membagi-bagikan pakaiannya sendiri kepada orang-

orang miskin. 

Sejak  awal  hidup  membiaranya  Albertus 

memang  tidak  puas  akan  kebajikan  yang  biasa. 

Semakin sering ia menyangkal diri,  semakin sering 

ia tertarik untuk meningkatkannya. Daya tahan dan 

kepandaiannya berbicara sangat luar biasa, sehingga 

seorang  sarjana  menamainya:  “Sebuah  Arus 

Nasihat”.  Ia  bekerja  dengan  tangannya  saat  

menulis  artikel -artikel  ilmu pengetahuan atau tentang 

ketakwaan kepada Tuhan, atau bila ia melaksanakan 

pekerjaan-pekerjaan  di  biara.  Ia  bekerja  dengan 

lidahnya  bila  ia  menerangkan  isi  Injil  Suci  kepada 

umat.  Ia  bekerja  dengan  pikiran,  bila  ia 

mempertimbangkan karya tulisnya. Pendek kata, ia 

bekerja  agar  Tuhan  berkenan  kepadanya  untuk 

mengenyahkan  setan  yang  tak  mampu  lagi 

menembus jiwanya. Maka, dengan gagah berani ia 

dapat merebut para pendosa dari cakar-cakar kuasa 

kegelapan.  Melalui  mati-raga  yang  ketat,  ia 

mencapai kesempurnaan yang dikehendaki Tuhan. 

Meskipun  demikian,  Albertus  tetap  rendah  hati. 

saat   ia  diminta  mempersiapkan  diri  untuk 

ditahbiskan  menjadi  imam,  ia  berkata:  “Seorang 

imam harus suci, sedangkan saya hanyalah seorang 

yang berdosa besar; ia harus menyerupai matahari 

yang  menerangi  orang-orang  lain,  sedangkan  jiwa 

saya  sedemikian  lemah,  sehingga  membutuhkan 

bantuan yang kuat”. namun , Tuhan telah memilihnya 

menjadi imam. Maka ia pun ditahbiskan oleh Uskup 

Agung  Messina.  Beberapa  tahun  kemudian,  ia 

diangkat  sebagai  provinsial  walaupun  sudah 

berusaha  menolaknya  sebab   merasa  tak  layak 

dibandingkan  saudara-saudara  seserikat  yang 

memilihnya. 

Dalam segala  hal,  hidup  Albertus  diarahkan 

bagi  bertambah  besarnya  keluhuran  Tuhan, 

keselamatan  jiwa-jiwa  sesamanya,  kecemerlangan 

dan  perkembangan  serikatnya.  Meskipun  ia 

menganggap pujian sebagai jebakan yang dipasang 

untuk  menjerat  kebajikannya,  ia  tidak  dapat 

menghindari  sorak-sorai  umat  yang  tercengang 

sebab   Tuhan  mengadakan  berbagai  mukjizat 

dengan  perantaraannya.  Meskipun  pada  usia  57 

tahun  kesehatannya  masih  sangat  baik,  namun  

sebab   mengetahui  dari  bisikan  ilahi  bahwa  akhir 

hidupnya  sudah  dekat,  ia  meletakkan  jabatannya 

sebagai provinsial dan mengasingkan diri di sebuah 

biara  yang  sudah  hampir  menyerupai  timbunan 

reruntuhan akibat perang. 

Dalam waktu singkat, keadaan biara yang tak 

layak  dihuni  itu  memicu   kesehatannya 

merosot  tajam.  Suatu  malam  ia  memanggil  para 

saudara  seserikatnya  di  biara  Messina  dan 

menyampaikan  pesan-pesan  terakhirnya  agar 

mereka semua setia pada kaul-kaul kekal kebiaraan 

dan  kepada  Tahta  Santo  Petrus.  Kemudian  ia 

meninggalkan dunia fana ini dengan tenang sesudah 

mengulangi  perkataan  Sang  Penebus  menjelang 

wafat-Nya: “Bapa, ke dalam tangan-Mu, kuserahkan 

jiwaku!” 

Uskup Agung Messina dan Raja Frederik menjemput 

jenazah  suci  itu  dan  dibawa  dalam  perarakan  ke 

Gereja Katedral untuk disemayamkan di altar utama. 

Rakyat  menuntut  agar  bagi  Albertus 

dipersembahkan “Misa Pengaku Iman”, bukan “Misa 

Arwah”  (Requiem).  Sesudah  beberapa  hari 

jenazahnya dimasukkan ke sebuah makam batu di 

gereja  para  Karmelit.  Raja  dan  para  rohaniwan 

maupun umat segera memohon ke Tahta Suci agar 

mengumumkan pengesahan Albertus sebagai orang 

kudus.  Namun  pelaksanaan  keputusan  itu  selalu 

tertunda  akibat  suasana  keruh  yang  ditimbulkan 

oleh  perang  yang  berulang-ulang  hingga 

memporakporandakan Sicilia. 

Baru pada tanggal 31 Mei 1476, Paus Sixtus 

IV  mengumumkan  bulla  “Caelestis  aulae  militum” 

yang  menyatakan  Albertus  sah  mendapat  sebuah 

tempat di antara para kudus untuk selama-lamanya. 

P: 7 Agustus

ALEX (abad ke-5)

Diceritakan Alex menghilang pada hari 

perkawinannya, sebab  dipaksa menikahi gadis 

pilihan orang tuanya. Tujuhbelas tahun ia hidup 

sebagai pengemis di Edessa (Siria). Akhirnya, Alex 

pulang ke rumah orang tuanya dan bekerja sebagai 

pelayan, namun sudah tidak dikenali lagi oleh 

familinya.

P: 17 Juli

ALEXANDER

Kisah 

kuno tentang 

para saksi iman 

di Roma 

menceritakan, 

bahwa Alexander 

termasuk salah 

satu dari ketujuh 

martir yang 

dibunuh pada 

tanggal 10 Juli. 

Mereka yaitu  

anak-anak Santa 

Felisitas, 

bersama dengan 

ibunya yang sudah janda itu Alexander dan keenam 

saudaranya ditangkap pada masa pemerintahan 

Kaisar Antonius Pius, sebab  menolak memberikan 

persembahan kepada dewa-dewa kekaisaran. 

Mereka dikebumikan dalam empat katakombe di 

Roma.

Alexander, Felix, Filipus, Martialis, Vitalis, 

Silvianus, Yanuarius dan ibu mereka Santa 

Felisitas, martir abad ke-2); L: seorang ibu 

bersama tujuh anaknya; P: 10 Juli. B: 

Alexandra yaitu  bentuk wanita  dari 

Alexander, sedangkan Alexandreia dari 

Alexandros

ALEXANDROS (abad ke-4)

Patrik kota Alexandria (Mesir) itu gigih 

membela gereja terhadap bidaah Arius yang 

mengkal ketuhanan Jesus

P: 26 Februari

ALFONS de NAVARETE OP (1571-1617)

Seorang misionaris di Philipina dan martir di 

Takushima (Jepang).

P: 10 September

ALFONSO de CASTRO SJ (1558)

saat  sedang berlayar dari Halmahera ke 

Ternate ia ditangkap oleh pelaut Islam. Lalu diikat 

selama lima hari pada haluan kapal tanpa diberi 

makan dan minum. Akhirnya Alfonso dibunuh 

dengan kejam di pulau Hiri (Maluku).

(Salah satu dari Orang-orang Kudus di 

Indonesia)

SANTO ALFONSUS MARIA de LIGUORI 

(1696-1787)

Alfonsus dilahirkan dekat Naples, Italia pada 

tahun 1696. Ia seorang pelajar yang giat belajar. Ia 

mendapatkan 

gelar dalam 

bidang hukum 

dan menjadi 

seorang 

pengacara 

terkenal. Suatu 

kesalahan yang 

dibuatnya di 

pengadilan 

membuat 

Alfonsus yakin 

akan apa yang 

telah ada dalam 

pikirannya: ia harus meninggalkan pekerjaannya dan 

menjadi seorang imam. Ayahnya berusaha 

membujuk Alfonsus agar ia mengurungkan niatnya 

itu. namun , tekad Alfonsus sudah bulat. Ia menjadi 

seorang imam. 

Kehidupan Alfonsus dipenuhi dengan berbagai 

macam kegiatan. Ia berkhotbah dan menulis banyak 

artikel . Ia membentuk suatu kongregasi rohani yang 

disebut “Kongregasi Pater-Pater Redemptoris” 

(CSsR; Redemptoris artinya Sang Penebus). Alfonsus 

memberikan pengarahan rohani yang bijaksana dan 

membawa damai bagi umatnya melalui Sakramen 

Rekonsiliasi. Ia juga menulis lagu puji-pujian, 

bermain organ dan melukis. St. Alfonsus menulis 

enampuluh buah artikel . Ini sungguh luar biasa 

mengingat tugas dan tanggung jawabnya yang lain 

amatlah banyak. Ia juga sering menderita sakit. Ia 

sering sakit kepala, namun  segera ia akan 

menempelkan sesuatu yang dingin ke dahinya dan 

terus tetap bekerja.

Meskipun pada dasarnya ia memiliki  

kecenderungan untuk bersikap terburu-buru, 

Alfonsus berusaha untuk menguasai diri. Ia amat 

rendah hati, hingga saat  pada tahun 1798 Paus 

Pius VI ingin mengangkatnya menjadi seorang 

Uskup, dengan lembut ia mengatakan “tidak”. saat  

para utusan paus telah datang secara pribadi untuk 

menyampaikan keputusan paus kepadanya, mereka 

menyapa Alfonsus dengan “Tuan yang Termasyhur”. 

Alfonsus menjawab, “Tolong, jangan memanggilku 

seperti itu lagi. Sebutan itu akan membuatku mati.” 

Paus memberikan pengertian kepada Alfonsus 

bahwa ia sungguh menghendaki Alfonsus menjadi 

seorang Uskup. 

Alfonsus mengutus banyak pengkhotbah ke 

seluruh wilayah keuskupannya. Umat perlu 

diingatkan kembali akan cinta kasih Tuhan dan akan 

pentingnya iman mereka. Alfonsus berpesan kepada 

para imam untuk menyampaikan khotbah yang 

sederhana. “Saya tidak pernah menyampaikan 

khotbah yang tidak dapat dimengerti bahkan oleh 

nenek tua yang paling lugu yang ada di gereja,” 

katanya. Dengan semakin bertambahnya usia, 

Alfonsus menderita berbagai penyakit. Ia menderita 

radang sendi yang menyiksanya dan menjadikannya 

lumpuh. Ia kehilangan pendengarannya serta nyaris 

buta. Ia juga harus mengalami berbagai kekecewaan 

dan pencobaan. Namun, Alfonsus memiliki devosi 

yang amat mendalam kepada Santa Perawan Maria, 

seperti yang dapat kita ketahui melalui artikel nya 

yang terkenal yang berjudul 'Kemuliaan Maria'. 

Segala penderitaan dan pencobaan itu berakhir 

dengan damai dan sukacita serta kematian yang 

kudus.

Alfonsus wafat pada tahun 1787 pada usia sembilan 

puluh satu tahun. Paus Gregorius XVI 

menyatakannya kudus pada tahun 1839. Paus Pius 

IX memberinya gelar Doktor Gereja pada tahun 

1871. 

Alfonsus Maria de Liguari, uskup, ahli teologi 

moral, pujangga Gereja dan pendiri Kongregasi 

Redemptoris (artinya: Sang Penebus). Kini 

anggota-anggotanya berkarya juga di Sumba 

dan Sumbawa. Lahir dan meninggal dekat 

Napoli, Italia (1696-1787). B: Alfons, Fons (♂); 

Alfonsa (♀); L: seorang uskup dengan rosario 

dan salib dalam tangannya; P: 1 Agustus.

“Bersama Tuhan, penebusan berlimpah.” ~ St. 

Alfonsus  

SANTO ALFONSUS RODRIQUES (1553-

1617)

Orang kudus dari Spanyol ini dilahirkan pada 

tahun 1553. Ia mengambil alih usaha jual beli kain 

wol milik keluarganya 

saat  usianya duapuluh 

tiga tahun. Tiga tahun 

kemudian ia menikah. 

Tuhan mengaruniakan 

kepada Alfonsus dan 

Maria - isterinya, dua 

orang anak. namun  

banyak penderitaan 

yang kemudian datang 

menimpa Alfonsus. 

Usahanya mengalami 

kesulitan, puterinya 

yang masih kecil meninggal dunia, disusul oleh 

isterinya. Sekarang, pengusaha ini mulai berpikir 

tentang apa yang kira-kira dirancangkan Tuhan 

baginya. Dari dulu Alfonsus yaitu  seorang Kristen 

yang saleh. namun  sekarang, ia berdoa, bermatiraga, 

dan menerima sakramen-sakramen lebih banyak 

dari sebelumnya.

saat  usianya menjelang empatpuluh tahun, 

putera Alfonsus meninggal dunia juga. Bukannya 

membenamkan diri dalam kesedihan, namun  Alfonsus 

semakin khusuk berdoa serta memohon karunia 

percaya sepenuhnya kepada Tuhan. Segera 

kemudian Alfonsus mohon diijinkan bergabung 

dengan Serikat Yesus. namun , ia diberitahu bahwa ia 

harus belajar terlebih dahulu. 

Jadi, ia kembali bersekolah. Anak-anak kecil 

menertawakan Alfonsus. Ia harus meminta-minta 

untuk makan, sebab ia telah memberikan seluruh 

uangnya kepada kaum miskin papa. Demikianlah, 

pada akhirnya Alfonsus diterima sebagai frater dan 

diberi tugas sebagai penjaga pintu di sebuah 

seminari Yesuit. “Frater yang itu bukanlah seorang 

manusia - ia seorang malaikat!” demikian kata 

superiornya mengenai Alfonsus bertahun-tahun 

kemudian. Para imam yang mengenalnya selama 

empat puluh tahun tidak pernah mendapatinya 

mengatakan atau melakukan sesuatu yang tidak 

baik. Kebaikan hatinya serta ketaatannya telah 

diketahui semua orang. Suatu kali, semua kursi 

dalam biara, bahkan juga kursi-kursi dari kamar 

tidur, dipergunakan untuk suatu Devosi Empat Puluh 

Jam. sebab  suatu kesalahan, kursi Frater Alfonsus 

tidak dikembalikan kepadanya hingga tahun 

berikutnya. Namun demikian, ia tidak pernah 

mengeluh atau pun membicarakan masalah ini  

kepada siapa pun.

Selama masa hidupnya yang panjang, St. 

Alfonsus harus menaklukan pencobaan-pencobaan 

yang berat. Selain itu, ia juga mengalami 

penderitaan jasmani yang menyakitkan. Bahkan 

pada saat ia terbaring mendekati ajalnya, ia harus 

melewatkan setengah jam lamanya bergumul 

dengan penderitaan yang luar biasa. Kemudian, 

sesaat sebelum wafat, ia dipenuhi dengan damai dan 

sukacita. Ia mencium Salibnya dan memandang 

teman-teman sebiaranya dengan penuh kasih. St. 

Alfonsus wafat pada tahun 1617 dengan nama Yesus 

di bibirnya.

Alfonsus Rodriguez, ayah dan kemudian 

bruder Jesuit, Lahir di Segovia 1531 dan 

meninggal di Palma de Majorca 1617. P: 31 

Oktober.

ALICE le CLERE (1576-1622)

Dalam usia muda belia bersama tiga teman 

mendirikan kongregasi suster untuk pendidikan 

puteri di Nacy (Perancis).

A: → Elisabet; B: Alix; P: 22 Oktober.

ALKUIN OSB († 1804)

Biarawan Inggris ini oleh Kaisar Karel Agung 

diangkat menjadi ‘menteri pendidikan’ dalam seluruh 

kekaisaran, bahkan kaisar sendiri menjadi muridnya. 

Ia menulis banyak artikel  dan memperbarui hidup 

biara.

P: 19 Mei

ALMAKIOS atau TELEMAKUS († 400)

Biarawan ini tatkala mengunjungi Roma 

berusaha menghentikan pertunjukan gladiator yang 

seringkali membawa korban jiwa. Dalam usaha ini 

Almakios sendiri dibunuh. namun  kaisar sejak itu 

melarang permainan ini . P: 1 Januari.

SANTO ALOYSIUS GONZAGA 

(9 Maret 1568-20 Juni 1591)

Aloysius, santo pelindung pemuda pemudi 

Katolik, dilahirkan pada tanggal 9 Maret 1568. 

sebab  ia begitu penuh 

semangat hidup, ayahnya 

berangan-angan agar kelak 

ia menjadi seorang perwira 

yang hebat. saat  Aloysius 

baru berumur lima tahun, 

ayahnya mengajaknya ke 

kemah tentara. Di sana, 

Aloysius kecil ikut berarak 

dalam barisan. Suatu hari, ia 

bahkan berhasil mengisi dan 

menembakkan senapan 

saat  pasukan tentara 

sedang beristirahat. Ia juga 

belajar umpatan dan kata-kata kasar dari para 

prajurit. saat  mengetahui apa arti kata-kata 

ini , Aloysius merasa menyesal bahwa ia telah 

mengucapkannya. Pemuda Aloysius dikirim ke 

istana-istana para raja dan pangeran. Kelicikan, 

kedengkian dan kecemaran merupakan hal biasa di 

sana. namun , semuanya itu mempengaruhi Santo 

Aloysius hanya dalam satu hal, yaitu lebih berhati-

hati agar tetap hidup sesuai tanggung jawab 

Kristianinya. Aloysius jatuh sakit. Hal itu 

memberinya kesempatan untuk mempergunakan 

lebih banyak waktu untuk berdoa dan membaca 

artikel -artikel  yang baik. saat  Aloysius berumur enam 

belas tahun, ia memutuskan untuk menjadi seorang 

imam Yesuit. Ayahnya menentang keinginannya itu.

namun , sesudah  tiga tahun, akhirnya ia 

mengijinkannya juga. Begitu bergabung dengan 

Yesuit, Aloysius wajib melakukan pekerjaan-

pekerjaan berat dan kasar. Ia melayani di dapur dan 

mencuci piring-piring kotor. Ia biasa mengatakan, 

“Aku ini sepotong besi yang bengkok. Aku datang 

kepada agama agar dijadikan lurus oleh palu 

penyangkalan diri dan laku tobat.”

saat  suatu wabah menyerang kota Roma, 

Aloysius mohon agar diijinkan merawat mereka yang 

sakit. Dia, yang biasa dilayani oleh pelayan-pelayan, 

dengan senang hati menyeka mereka yang sakit 

serta merapikan tempat tidur mereka. Ia melayani 

orang-orang sakit hingga akhirnya penyakit itu 

menyerangnya juga. St. Aloysius baru berusia dua 

puluh tiga tahun saat  ia wafat pada malam tanggal 

20 Juni 1591. Ia hanya mengatakan, “Aku akan 

pergi ke surga.” Jenazah St. Aloysius Gonzaga 

disemayamkan di Gereja St. Ignatius di Roma. Ia 

dinyatakan kudus oleh Paus Benediktus XIII pada 

tahun 1726.


Aloysius (Aloisius), lahir di Lombardia 

tahun1568, novis Jesuit; pelindung kemurnian 

kaum muda, wafat 1591 di Roma. B: Aluis, 

Lewis, Luigi; L: seorang frater dengan bunga lili 

(bakung); P: 21 Juni

ALOISIUS RABATA (1430-1490)

Sesaat sebelum meninggal biarawan Karmelit 

di Italia ini masih mengampuni penyerang yang 

memukulinya sampai mati.

P: 8 Mei

ALOISIUS VERSIGLIA dan KALISTUS 

CARAVORIA (1873/1903-1930)

Uskup dan misionaris ini dibunuh dengan 

kejam oleh penyamun di Li Than Tseni dekat 

Schiuchow Tiongkok, sebab  membela kemurnian 

tiga gadis Kristen yang sedang dalam perjalanan.

AMANDUS († 679)

Uskup dan Rasul di Belgia.

A: pantas disayangi; P: 6 Februari

SANTO 

AMBROSIUS 

(340-397)

Ambrosius 

dilahirkan sekitar 

tahun 340. Ia putera 

seorang Gubernur 

Romawi di Gaul. 

saat  ayahnya 


meninggal dunia, ibunya membawa keluarganya 

kembali ke Roma. Ibunya dan kakaknya - Santa 

Marcellina – membesarkan Ambrosius dengan baik. 

Ambrosius menjadi seorang pengacara yang hebat. 

Kemudian ia diangkat menjadi gubernur kota Milan 

serta daerah sekitarnya. namun  melalui suatu 

peristiwa yang aneh (baca kisahnya dalam 

Bagaimana Seorang Uskup Dipilih?), Ambrosius sang 

Gubernur menjadi Ambrosius sang Uskup. Pada 

masa itu, umat biasa mengusulkan kepada paus 

nama orang yang mereka pilih sebagai uskup. 

Sungguh amat mengejutkan Ambrosius saat  

penduduk kota Milan memilihnya. Ia berusaha 

menghindar, namun  tampaknya hal itu memang 

kehendak Tuhan. Oleh sebab nya, Ambrosius 

menjadi imam dan kemudian uskup kota Milan.

Ambrosius menjadi bapa serta teladan yang 

mengagumkan bagi umatnya. Ia juga melawan 

segala kejahatan dengan keberanian yang 

mengagumkan. Berhadapan dengan suatu pasukan 

yang siap menyerang, St. Ambrosius berhasil 

meyakinkan pemimpin mereka untuk menarik 

mundur pasukannya. Di lain waktu, Kaisar 

Theodosius datang dari timur. Kaisar ingin 

menyelamatkan Italia dari para musuh penyerang. 

Ia mendorong semua pejabatnya untuk menaruh 

hormat pada Uskup Milan. Namun demikian, saat  

kaisar melakukan suatu dosa berat, Ambrosius tidak 

segan-segan menentangnya. Ia bahkan 

memerintahkan agar Kaisar Theodosius melakukan 

penitensi umum. Kaisar tidak menjadi gusar dan 

marah. Ia sadar bhawa Ambrosius benar. Dengan 

rendah hati kaisar melakukan penitensi secara 

umum atas dosa-dosanya. Ambrosius telah 

menunjukkan kepada dunia bahwa tidak ada 

seorang pun, meskipun ia seorang penguasa, yang 

lebih tinggi kedudukannya dibandingkan  gereja.

Rakyat khawatir akan apa yang terjadi 

dengan Italia jika  Ambrosius wafat. sebab nya 

saat  Ambrosius jatuh sakit, mereka memohon 

kepadanya untuk berdoa agar dikarunia umur 

panjang. Ambrosius menjawab, “Aku tidak berlaku 

sedemikian rupa di antara kalian sehingga aku 

merasa malu untuk hidup lebih lama; namun 

demikian aku juga tidak takut mati, sebab  kita 

memiliki  Tuan yang baik”. Uskup Ambrosius 

wafat pada hari Jumat Agung pada tahun 397. 

Ambrosius, uskup dan salah satu dari keempat 

Bapak gereja di Barat (Agustinus, Hieronimus, 

Gregorius). Dilahirkan di Trier Jerman dan wafat 

di Milano; ± 334/340 – 397. A: tak dapat mati, 

abadi, ilahi (L); P: 7 Desember

ANASTASIA († 304)

Martir dan saksi iman di Sirmium, 

dimakamkan oleh Kaisar Leon di Konstantinopel.

P: 25 Desember (misa kedua).

ANASTASIOS dari PERSIA († 628)

Yerusalem pernah jatuh ke tangan orang 

Persia. Ini terjadi saat  raja Chosroes Abhanwez 

menggempur kota suci pada tahun 614. Diantara 

tentara Persia waktu itu, ada  seorang prajurit 

muda bernama Magundat. Ia amat terkesan oleh 

kehidupan orang Kristen di Yerusalem. Hatinya 

terpana menyaksikan kerukunan dan semangat 

saling mencintai di antara mereka. Kalbunya terusik 

dan ingin ia menggabungkan diri dengan umat ini. 

Kemudian ia bertobat dan minta dibaptis.

Magundat keluar dari dinas ketentaraan, 

dipermandikan dan dinamai Anastasios. Cintanya 

akan Kristus tak pernah padam. Selang beberapa 

tahunkemudian, Anastasios diutus ke Caesarea 

untuk mengabarkan Injil kepada angkatan perang 

Persia. namun  ia ditangkap, didera dan dipaksa kerja 

berat. Beberapa kali ia dibujuk dan diancam agar 

menyangkal imannya. Namun Anastasios tetap 

teguh pada imannya. Tentara Persia semakin gusar, 

maka ia dikirim kembali ke Persia dengan tangan 

terbelenggu. Seorang perwira kembali mencoba 

membujuknya, bahkan dengan siksaan kejam. 

Namun imannya kokoh bagaikan padas.

Akhirnya bersama 70 orang Kristen lain, 

Anastasios dicekik sampai mati di Bethsaloe, sebuah 

desa tepian sungai Eufrat Irak. Jenasahnya 

dikuburkan disana. namun  tak lama kemudian 

tulang-belulangnya dipindahkan ke Roma dan 

dimakamkan kembali dalam Gereja Santo Vinsensius 

dan Anastasios (Tre Fontane)

Anastasios dari Persia, martir, meninggal 

tahun 628. A: yang bangkit; P: 22 Januari

ANCILLA

Berasal dari “Ancilla Domini”, artinya “hamba 

Tuhan, yaitu Maria: nama wanita .

ANDREAS AVELLINO (1521-1612)

sesudah  ditahbiskan imam, ia bekerja dalam 

pengadilan gerejani di Napoli Italia. Walaupun 

ditugaskan dan telah bekerja mati-matian, namun ia 

tidak berhasil menertibkan suatu biara suster-suster 

yang brengsek. Maka Andres (Lancelot) kemudian 

memutuskan masuk ordo Teatian. Ia menjadi 

pengkotbah dan bapa pengakuan yang termasyur. 

Kemudian ia diminta oleh Santo Karolus Boromeus 

ikut memperbaharui hidup Kristiani dalam 

keuskupan Milano.

Andreas Avellino atau disebut juga 

Lancelot Avellino, P: 10 November.

BEATO ANDRE BESSETTE 

(9 Agustus 1845-6 Januari 1937)

Alfred Bessette dilahirkan pada tanggal 9 

Agustus 1845, tidak jauh dari Montreal, Kanada. Ia 

yaitu  anak kedelapan 

dari duabelas bersaudara. 

saat  Alfred berusia 

sembilan tahun, ayahnya 

- seorang penebang kayu 

- tewas dalam suatu 

kecelakaan kerja. Tiga 

tahun kemudian, ibunya 

meninggal dunia sebab  

TBC, meninggalkan 

keduabelas anaknya 

menjadi yatim piatu. 

Anak-anak itu kemudian 

harus berpisah dan 

ditempatkan di keluarga-keluarga yang berbeda. 

Alfred tinggal bersama paman serta bibinya.

Oleh sebab  keluarganya amat miskin dan ia 

sendiri sering sakit, Alfred hanya mengenyam sedikit 

pendidikan. Jadi selama tigabelas tahun berikutnya 

ia belajar berbagai macam ketrampilan seperti 

bercocok tanam, membuat sepatu dan menjadi 

tukang roti. Ia bahkan pernah bekerja di sebuah 

pabrik di Connecticut. namun  kesehatannya yang 

buruk selalu membuat usahanya gagal.

saat  usianya duapuluh lima tahun, Alfred 

bergabung dengan Ordo Salib Suci dan memilih 

nama Broeder Andre. Ia melewatkan empatpuluh 

tahun berikutnya sebagai pemelihara kebersihan dan 

pesuruh biara. Tahun-tahun terakhir hidupnya 

dilewatkannya sebagai penjaga pintu biara. Di 

sanalah kuasa penyembuhan Broeder Andre mulai 

dikenal. saat  orang-orang datang untuk memohon 

bantuan penyembuhannya, ia akan meminta mereka 

untuk terlebih dahulu mengucap syukur kepada 

Tuhan atas penderitaan mereka sebab  penderitaan 

itu amatlah berharga. Kemudian ia akan ber