Yehuda Am 2:4,5
D. Tuduhan terhadap Israel Am 2:6-16
II. TIGA PEMBERITAAN MELAWAN ISRAEL. #/TB AM 3:1-6:14*
A. Pernyataan tentang penghakiman. Am 3:1-15
B. Keburukan moral Israel. #/TB Am 4:1-13
C. Ratapan sebab dosa dan malapetaka Israel. Am 5:1-6:14
III. LIMA PENGLIHATAN TENTANG KONDISI ISRAEL. #/TB AM 7:1-9:10
A. Belalang yang menghabisi tumbuh-tumbuhan. Am 7:1-3
B. Api yang menyala. Am 7:4-6
C. Tali sipat. Am 7:7-9
D. Oposisi gerejawi #/TB Am 7:10-17
E. Bakul dengan buah-buahan masak. Am 8:1-14
F. Penghakiman Tuhan. Am 9:1-10.
IV. JANJI TENTANG PEMULIHAN ISRAEL. AM 9:11-15
OBAJA
Kitab Obaja tidak mengidentifikasi sang nabi (selain memberi namanya) dan juga tidak
memberi suatu pernyataan yang secara jelas menyebutkan tanggal penulisannya. Sekitar selusin
orang bernama Obaja disebut di bagian lain dalam Perjanjian Lama, namun tidak satu pun yang
berkaitan dengan sang nabi yang tulisannya dilestarikan. Asal-usul, status sosial, dan pekerjaannya
dalam hidup tetap tidak jelas bagi kita. Nama sang nabi berarti "Hamba Tuhan," atau "Penyembah
Tuhan." Nama itu yaitu gabungan dari ’ ôbed, "hamba," dan yâ, kependekan dari nama yang terdiri
dari 4 huruf yhwh, yang dilafalkan ’ ãdônãy oleh orang-orang Yahudi yang saleh, dan diterjemahkan
sebagai Tuhan atau Yehovah dalam versi Inggris.
KEPENULISAN.
Sembilan ayat pertama dari kitab tersingkat dalam Perjanjian Lama ini sangat mirip dengan bagian-
bagian dari Yer 49, sekalipun rangkaian materinya berbeda (bdg. Ob 1:1-4 dengan Yer 49:14-16; Ob
1:5,6 dengan Yer 49:9,10; Ob 1:8,9 dengan Yer 49:7,22). Pertanyaannya ialah: Nabi manakah yang
bergantung pada nabi yang lainnya? Yang paling mungkin yaitu bahwa kedua penulis menggunakan
suatu nubuatan, yang terdahulu dan terkenal. Tidak diragukan bahwa penyusunan dalam kitab ini
yaitu karya Obaja. Tentu seluruh kitab yaitu firman Tuhan (1a).
TANGGAL PENULISAN.
Nubuat Obaja menyinggung suatu situasi historis di mana orang-orang Edom bersekutu dengan
musuh-musuh Israel dan ikut dalam merampok Yerusalem (Ob 1:10-14). Yerusalem dijarah oleh
orang-orang Filistin dan Arab selama zaman Yoram (2Taw 21:16,17) kira-kira pertengahan abad ke-9
SM. Edom disebut di sini sebagai memiliki lebih dari satu sekutu (Ob 1:7,11). Diketahui bahwa
Edom bersekutu dengan bangsa Babel dan bangsa-bangsa lain saat kejatuhan Yerusalem pada tahun
587/586 SM, dan terlibat dalam penjarahan kota itu. Mungkin nubuat Obaja paling baik diberi tanggal
zaman itu.
RINGKASAN PEMBERITAAN.
Ada nada emosional yang kuat dari nubuat Obaja, namun tidak cukup sengit untuk membenarkan
tuduhan bahwa Kitab Obaja yaitu sebuah kidung kebencian. Alur cerita yang kuat dari puisinya
didukung oleh suatu rasa keadilan yang mendalam. Sanak saudara laki-laki telah melanggar ikatan
yang mempersatukan suku-suku yang berkaitan, dan telah melakukan kejahatan-kejahatan yang
mengerikan. Dosa-dosa mereka harus dihukum! Orang-orang Israel tidak berusaha menghukum
sendiri orang-orang Edom. Sebaliknya, mereka mengakui Allah mereka sebagai Hakim atas segala
bangsa, dan yakin bahwa Dia akan melaksanakan keadilan atas dasar kejahatan-kejahatan yang
dilakukan (Ob 1:15). Di sini Allah dianggap sebagai memiliki kuasa atas seluruh alam semesta,
sehingga tidak ada bangsa yang bisa meloloskan diri dari mata-Nya yang sanggup melihat segala
sesuatu. Allah peduli terhadap orang-orang yang tertindas dan akan membebaskan mereka,
mengembalikan apa yang telah diambil dari mereka. Ada nada harapan dan penghiburan yang kuat
dalam nubuat ini . Meskipun demikian, kedaulatan Allah tidak pernah jauh dari pandangan. Dia
yaitu Hakim pada awal kitab dan Raja pada akhir kitab.
OBAJA
.I KATA-KATA AWAL. AYAT OB 1:1A.
.II BANGSA-BANGSA DIATUR MELAWAN EDOM. AYAT OB 1:1B.
.III MUSUH PUBLIK NOMOR SATU DIDAKWA. AYAT OB 1:2-7.
.IV EDOM DITUDUH. AYAT OB 1:8-14.
A. Rencana Sang Hakim. Ayat Ob 1:8,9.
B. Perkara melawan Edom. Ayat Ob 1:10-14
.V EDOM DIHUKUM. AYAT OB 1:15-20.
A. Hukuman. Ayat Ob 1:15,16.
B. Pembenaran. Ayat Ob 1:17-20.
.VI TUHAN AKAN MENJADI RAJA. AYAT OB 1:21.
YUNUS
Kitab ini menerima namanya dari tokoh utama kisah ini . Yunus (merpati) diidentifikasi sebagai
anak Amitai. Seorang nabi dengan nama Yunus, yang tertera dalam sebuah cerita pendek dalam 2Raj
14:25, dikatakan datang dari Gat-Hefer, yang terletak di wilayah Zebulon, sekarang dikenal sebagai
Galilea. Nabi ini telah menubuatkan serangan-serangan yang berhasil dari Yerobeam II dalam paruh
pertama abad kedelapan SM. Hampir tidak diragukan bahwa nabi dari Gat-Hefer itu yaitu orang
yang sama dengan nabi dari kitab singkat ini.
TANGGAL DAN KEPENULISAN
Di dalam teksnya tidak ditemukan pernyataan bahwa sang nabi sendiri yang menulis kitab itu, meski
doa dalam pasal Yun 2 ditulis dalam bentuk kata ganti orang pertama tunggal. Meskipun demikian,
tradisi tetap berpendapat bahwa Yunus sendirilah penulisnya. Pada tahun-tahun terakhir ini banyak
orang beranggapan bahwa kitab itu yaitu tentang Yunus dan bukan oleh Yunus. Pandangan ini
didasarkan pada beberapa penelitian: pasal Yun 1; 3; 4 ditulis dengan memakai bentuk orang ketiga;
ada ungkapan-ungkapan baru dalam bahasa Ibrani dan Aram di dalam kitab itu; beberapa besar
mukjizat yang dicatat tidak memiliki dasar historis; dan penekanan pada belas kasihan Allah terhadap
bangsa asing memberi kesan tentang suatu tanggal pasca Pembuangan. Para ahli yang konservatif
tetap beranggapan bahwa faktor-faktor ini sendiri tidak cukup penting untuk menolak pandangan
bahwa sang nabi hidup pada abad kedelapan atau telah menulis kitab ini waktu itu.
LATAR BELAKANG HISTORIS
Dipandang sebagai sebuah kisah historis dari seorang nabi yang melayani pada zaman Yerobeam II,
raja Israel, peristiwa-peristiwa dalam kitab itu tentu terjadi kira-kira antara 780-75 SM. Yerobeam II
berhasil membangun kembali kekuasaan Israel atas sebagian besar wilayah di sebelah utara Yudea
yang dikuasai oleh Daud dan Salomo. Dalam abad sebelumnya, kerajaan Asyur telah menjadi
ancaman di sepanjang pantai timur Laut Tengah, dan menjadi terkenal sebagai penindas yang kasar
dan kejam. Pada waktu pemerintahan Yerobeam II, meski kekuasaannya Asyur sudah berkurang,
kerajaan itu tetap harus diperhitungkan. Niniwe belum menjadi ibu kota kerajaan itu, namun Kalah,
salah satu bagian dari wilayah negara kota tua yang meliputi Niniwe, yaitu ibu kota antara 880 dan
701 SM.
Tidak ada tulisan bangsa Asyur yang menyatakan bahwa suatu kebangunan rohani seperti yang
digambarkan dalam kitab ini pernah terjadi di sana; namun pada masa Ratu Semiramis memerintah
bersama anaknya Adad-Nirari III (810-782 SM), ada suatu kecenderungan singkat kepada
monoteisme. Apakah hasil pelayanan Yunus bersangkut paut dengan penyucian ibadah orang Asyur
ini sulit untuk diketahui. Ada dua wabah hebat menyerang di Asyur pada tahun 765 dan 759 SM, juga
gerhana total pada tahun 763 SM, yang seluruhnya biasanya dipandang oleh orang-orang kuno itu
sebagai bukti penghakiman ilahi dan tentu telah mempersiapkan hati bangsa itu untuk mendengarkan
pemberitaan Yunus.
PENAFSIRAN KITAB YUNUS
Banyak kontroversi muncul berkaitan dengan makna dari Kitab Yunus, dan ini menghasilkan banyak
sekali pandangan. Kitab itu selama ini ditafsirkan sebagai sebuah legenda, perumpamaan, mitos, dan
alegori bersifat nubuat; dan juga dianggap sebagai sejarah dengan makna Mesianis.
Ada pendapat (R. Ha. Pfeiffer, Introd. to the OT) bahwa kitab itu yaitu sebuah fiksi yang didasarkan
pada sebuah tokoh legenda yang nama aslinya telah hilang. Menurut pandangan ini, penulis yang
tidak dikenal itu mengambil mukjizat-mukjizatnya dari kisah-kisah Elia dan Elisa (bdg. Yun 4:3
dengan 1Raj 19:4b dan Yun 4:5,6 dengan 1Raj 19:4a, 5a) serta dari suasana ratapan dari Yoel. Jadi,
kitab itu dimaksudkan hanya sebagai sebuah protes terhadap nasionalisme sempit bangsa Yahudi,
yang dipengaruhi pengajaran Ezra. Pujian dalam Yun 2 yaitu doa ucapan syukur seseorang yang
diselamatkan dari mati tenggelam.
Penafsiran kitab itu sebagai sebuah perumpamaan (IB) sangat mirip dengan pandangan bahwa kitab
itu yaitu legenda. Menurut pandangan kedua ini, tokoh Yunus yaitu sebuah analisis dan penelitian
kritis terhadap Yudaisme pasca Pembuangan, dan kota Niniwe melambangkan dunia non-Yahudi
yang luas yang menantikan kebangunan rohani yang hanya bisa dihasilkan oleh pemberitaan yang
benar mengenai Allah. Perumpamaan itu berusaha menggambarkan keadilan dan belas kasihan Allah
terhadap setiap orang atau kelompok yang mau bertobat dari dosa-dosa mereka.
Orang-orang yang memahami kisah Yunus sebagai sebuah mitos bergaya Yahudi berpikir bahwa
mereka mengetahui persamaan antara cerita itu dengan sebuah cerita warga Yunani kuno. Seorang
raja dari Troy mengikat putrinya Hesione di sebuah batu karang di pantai. Raja itu bermaksud
menjadikan putrinya sebagai persembahan kurban bagi dewa Neptunus, yang dalam bentuk seekor
ikan hiu akan datang bersama air pasang lalu memangsa sang putri. Namun, Herkules berkelahi
melawan makhluk itu dan menghancurkannya, sehingga selamatlah gadis itu.
Menurut penafsiran alegoris yang sudah lama terkenal (lih. Abingdon Bible Commentary), Yunus
dianggap sama dengan Israel. Misi sebenarnya dari Israel yaitu menyatakan kebenaran Allah kepada
dunia, namun Israel telah gagal untuk melaksanakannya. "Ikan besar" yaitu Babel, yang menelan
orang-orang Israel (membawa mereka ke pembuangan). Dimuntahkannya Yunus di daratan
melambangkan kembalinya orang-orang Yahudi dari pembuangan. Ketidakpuasan Yunus atas
pertobatan bangsa kafir sama dengan sifat Yudaisme setelah kepulangan bangsa Israel dari
pembuangan.
Orang-orang yang menganggap kitab itu bersifat historis berpendapat bahwa seorang nabi yang
sesungguhnya (Yunus) memang telah mengalami apa yang telah ditulis dan dengan demikian
menggenapi sebagian dari tugas Israel untuk mengabarkan Injil pada zaman lampau. Bagi mereka (lih.
Unger, Introd. Guide to the 0T) kisah nyata itu juga memiliki makna penting-baik dalam hubungan
dengan Mesias maupun sebagai simbol. Bagian-bagian penting dalam Alkitab yang mendukung
pandangan ini yaitu beberapa pernyataan dalam Perjanjian Baru yang dibuat oleh Yesus mengenai
Yunus sebagai tanda kematian dan kebangkitan-Nya (Mat 12:40; Luk 11:30). Mereka yang
berpegang pada pandangan ini menggunakan ayat-ayat ini dengan makna ganda: untuk
mendukung kesesuaian historis dari kisah itu dan untuk menyatakan makna simbolisnya. Pendapat
dari tafsiran ini yaitu bahwa kisah Yunus merupakan sebuah kisah sejarah.
PESAN KITAB
Ceritanya sendiri sederhana, mengalir dengan cepat, dan mengharukan. Seorang nabi, Yunus, disuruh
Tuhan untuk pergi memberitakan Firman kepada orang-orang Niniwe. Sebaliknya, dia melarikan diri
dan menumpang sebuah kapal yang harus berlayar jauh ke ujung dunia. Dia mencari tempat untuk
menyendiri dan tidur. Segera setelah kapal itu berlayar, sebuah badai hebat mengguncang lautan dan
menimbulkan ombak setinggi gunung. Para pelaut dengan ketakutan melemparkan muatan ke laut dan
dengan cemas berdoa kepada dewa-dewa mereka. Dengan membuang undi, Yunus didapati sebagai
seorang pelaku kejahatan yang telah berdosa kepada Allah. Badai itu baru berhenti setelah Yunus,
atas sarannya sendiri, dilempar ke laut. Dia ditelan oleh seekor ikan besar. Dengan benar-benar
menyesal, dia berdoa sungguh-sungguh untuk keselamatannya, dan Allah membebaskan dia dengan
selamat di pantai.
Kali ini sang nabi mematuhi perintah untuk pergi ke Niniwe, dan menyerukan dengan keras ke
seluruh kota itu, pesan singkatnya mengenai celaka. Penduduk Niniwe, dari raja sampai budak
terendah, menanggapi dengan pertobatan yang sungguh-sungguh, bahkan menyelubungi ternaknya
dengan kain kabung. Tuhan mendengar jeritan mereka dan mengangkat ancaman penghancuran itu.
Namun, Yunus memandang pembebasan Niniwe hanya sebagai pembatalan atas nubuatnya, lalu ia
mengeluh kepada Tuhan dalam doa. Untuk menyampaikan suatu pelajaran kepada sang nabi, Allah
mempersiapkan sebuah tanaman yang bertumbuh dengan cepat untuk menaungi sang nabi dari
matahari, namun pada malam berikutnya membiarkan seekor ulat menghancurkan tanaman ini .
Kemudian, Allah membuat agar angin timur yang panas bertiup. Akibatnya, Yunus patah semangat
dan ingin mati. Kisah itu ditutup dengan sebuah pernyataan bahwa bila Yunus peduli akan pohon
jarak, maka lebih-lebih lagi Allah tentu peduli akan keselamatan orang-orang berdosa.
Beberapa ajaran agama yang mendasar dari kitab ini ialah :
a) Allah peduli dengan orang-orang yang belum mengenal Dia dan meminta para hamba-Nya
untuk memperingatkan mereka akan penghakiman.
b) Dalam menghadapi tugas yang berat, manusia cenderung menghindari tanggung jawab.
c) Allah berkuasa dan mampu, atas kehendak-Nya, memakai kekuatan alam untuk tujuan-tujuan-
Nya.
d) Sekalipun Allah akan menghukum ketidaktaatan, Dia masih ingin menunjukkan belas kasihan.
e) Ladang misi yang paling tidak menjanjikan sering kali justru yang paling tanggap.
f) Di atas segalanya, Allah rindu untuk berhubungan dengan manusia di dalam kemurahan dan
kebaikan.
YUNUS
I. MELARIKAN DIRI. Yun 1:1-17.
A. Perintah tuhan. Yun 1:1,2.
B. Sebuah kapal ke tarsis. Yun 1:3.
C. Badai di laut. Yun 1:4-14
1. Tertidur selama badai. Yun 1:4-6
2. Sang pelaku kejahatan ditemukan. Yun 1:7-10
3. Para pelaut dalam kesukaran. Yun 1:11-14.
D. Dicampakkan ke laut. Yun 1:15-17.
II. BERDOA. YUN 2:1-10.
A. Dicampakkan. Yun 2:1-4.
B. Diangkat.Yun 2:5,6.
C. Membayar nazar. Yun 2:7-9.
D. Dilepaskan. Yun 2:10.
III. MEMBERITAKAN FIRMAN. YUN 3:1-10.
A. Perintah kedua dari Tuhan. Yun 3:1,2.
B. Memberitakan pesan. Yun 3:3,4
C. Pertobatan Niniwe. Yun 3:5-9.
1. Dalam kain kabung dan abu. Yun 3:5,6.
2. Keputusan sang raja. Yun 3:7-9.
A. Penghakiman ditarik kembali. Yun 3:10.
IV. BELAJAR. YUN 4:1-11.
A. Keluhan. Yun 4:1-3.
B. Pohon jarak dan ulat. Yun 4:4-7.
C. Angin dan matahari. Yun 4:8.
D. Pelajaran. Yun 4:9-11.
MIKHA
Nubuatan Mikha mendapat judulnya dari nama sang nabi sendiri. Nama Mîcâ (LXX, Michaias;
Vulg., Michaeas) yaitu singkatan dari Mîkãyâ. Nabi ini disebut dengan nama lengkap yang terakhir
ini dalam Yer 26:18. Bentuk asal yang paling lengkapnya yaitu Mîkãyãhû, yang berarti, "Siapa yang
seperti Yahweh?" Bentuk paling lengkap ini merupakan nama seorang raja dalam 2Taw 17:7*. Nama
itu dipakai untuk pria dan wanita dan biasanya disingkat. Yahu yaitu bentuk kuno dari nama Allah
Israel, sering kali diterjemahkan dengan "Yehovah" (Kel 6:4; Mzm 83:17; Yes 12:2; 26:4).
Nama nabi ini, sama dengan nama nabi-nabi lainnya, seperti Elia, Elisa, Hosea, Yoel, Obaja, yaitu
penting. Nama-nama ini dirangkai dengan nama Allah atau Yahweh menunjukkan sikap dan
kesetiaan sang nabi kepada Allah sejati dan, dalam kasus Mikha, merupakan tantangan bagi nabi-nabi
palsu dan orang-orang berdosa.
Tanggal pelayanannya tertera pada masa pemerintahan Yotam (739-735 SM), Ahas (735-715 SM),
dan Hizkia (715-687 SM), raja-raja Yehuda (Mik 1:1). Mikha mengawali pekerjaannya pada masa
Yotam dan melayani sepanjang seluruh pemerintahan Ahas dan barangkali sepanjang seluruh masa
pemerintahan Hizkia. Tulisan-tulisannya, yang menunjukkan hubungan erat dengan tulisan Yesaya,
ditulis pada waktu pemerintahan Ahas dan Hizkia. Baik Mikha maupun Yesaya, walaupun
mengalamatkan nubuat-nubuat mereka terutama pada Yehuda, menjelaskan bahwa penghakiman
Allah akan jatuh juga atas Kerajaan Utara. Bahwa Mikha bernubuat selama pemerintahan Hizkia
dibuktikan lebih jauh dalam Yer 26:18,19.
Ada beberapa kritikus liberal yang menilai karya itu secara obyektif, dengan memakai metode kritik
sejarah. Bagi mereka Kitab Mikha hanyalah sebuah tulisan lainnya dari manusia. Dengan melupakan
bahwa kita hanya memiliki beberapa bagian saja dari pesan-pesannya yang disampaikan pada waktu-
waktu yang berbeda, bahwa dia sangat menaruh perhatian terhadap kondisi-kondisi politik dan sosial
bangsanya, dan bahwa dia digerakkan oleh Roh Tuhan, para kritikus ini menemukan apa yang mereka
anggap sebagai keterangan dan penambahan yang mereka beri tanggal sampai periode pasca-
Pembuangan. Mereka menolak unsur adikodrati dalam nubuatan, khususnya penyebutan nama Babel
dalam Mik 4:10, kendati ada fakta bahwa Asyur merupakan negara besar yang bermusuhan pada
masa itu. Susunan dan cakupan dari pasal Mik 1; 2; 3; 4; 5 sama dengan nubuat-nubuat Yesaya.
Dalam pasal #/TB Mi 1; 2; 3* Mikha memberitahukan penghakiman yang akan datang atas dosa, dan
pada Mik 4; 5 dia menyatakan bahwa Israel akan dihiburkan dengan pengampunan dan pemulihan.
Oleh sebab itu, kaum ‘liberal’ menetapkan Mik 4; 5 sebagai Deutero-Mikha dari periode pasca-
Pembuangan.
Kami berpendapat bahwa keseluruhan karya itu yaitu karya Mikha, yang bernubuat pada masa
Yesaya. Mikha tidak berasal dari sebuah kota besar, sebagaimana nabi sezamannya yang lebih tua itu,
namun dari desa kecil Moresyet, bagian dari Gat. Dia berbicara sebagai orang biasa, yang bersimpati
pada penduduk desa, dan dia berusaha melindungi, mereka dari para bangsawan kaya dan tamak yang
tinggal di kota-kota besar. Walaupun nabi ini hidup dan bernubuat di Kerajaan Selatan, dia mengutuk
dosa-dosa Kerajaan Utara; dan dia menubuatkan serta menyaksikan kejatuhannya. Nubuatan Mikha
tidak disajikan dalam bentuk risalat yang sistematis. Ini mungkin disebabkan oleh kenyataan bahwa
nubuatan ini berisi sekumpulan ramalan, yang kemudian ditulis oleh sang nabi atau salah seorang
muridnya.
Gaya oratoris dan permainan kata-kata pada Mik 1 mengingatkan kepada Cicero. Pada Mik 2; 6; 7
bentuk tulisannya yaitu dialog dramatis.
LATAR BELAKANG HISTORIS.
Raja-raja Asyur pada periode ini yaitu Tiglat Pileser III (745-727 SM), Salmaneser V (727-722 SM),
Sargon II (722-705 SM), dan Sanherib (705-681 SM). Sanherib memimpin pasukannya ke Yehuda
bagian utara dan barat, menundukkan kota-kota dan desa-desa sementara ia bergerak majus sampai
dia mencapai Yerusalem, yang, walaupun menjadi sasaran penyerbuan yang berlarut-larut, tidak
pernah dikuasainya. Nubuat mengenai perebutan dan penghancuran Yerusalem menunjuk pada masa
belakangan dari pemerintahan Nebukadnezar. Asyur menaklukkan seluruh bagian Timur Dekat
kecuali Mesir dan Yerusalem. Meskipun demikian, pasukannya tidak menduduki keseluruhan negeri
ini; sebaliknya ia mengharuskan mereka, sebagai bangsa-bangsa yang ditundukkan, untuk membayar
upeti tahunan. saat seorang raja pengganti naik takhta Asyur, kerajaan-kerajaan taklukan
mengadakan pemberontakan. Sebagai akibatnya, sang penguasa baru ini yang kebagian tugas untuk
menundukkan kembali semua negeri yang sebelumnya telah dikuasai itu melalui serangkaian
serangan militer. Serangan-serangan yang paling sukar yaitu melawan bangsa-bangsa yang paling
dekat dengan Mesir. Negara-negara perbatasan ini, yang bertindak sebagai negara penyangga dalam
menahan pukulan terberat dari perang, diberi dorongan semangat oleh Mesir sebagai upaya untuk
melindungi dirinya sendiri.
Inilah hari-hari yang penuh dengan kegelisahan, ketidakamanan, dan kesukaran, terutama bagi para
petani dan penduduk desa. Gangguan pasukan tentara yang lewat, yang tidak jarang menyerbu desa-
desa kecil dan memperbudak penduduknya, menyebabkan ketakutan. Kondisi politik di Israel maupun
Yehuda tentu tidak seburuk ini. Para pemimpin, orang-orang kaya, para imam yang berkomplot dan
nabi-nabi di kota-kota besar, merasa aman dalam kubu-kubu pertahanan, menggunakan sebesar-
besarnya kekuatan mereka untuk menindas orang miskin. Para petani tidak mendapat
perlindungan baik, dari bangsa Asyur maupun dari para "koruptor" bangsanya sendiri. Terhadap
kesalahan-kesalahan ini, Mikha menegur dirinya sendiri, dan memperjuangkan perkara orang-orang
yang tertindas. Dengan mengikuti pimpinan Roh Kudus tanpa rasa takut, ia memberitakan firman
Tuhan dengan mempertaruhkan nyawanya.. Pesan-pesan Mikha mencerminkan berbagai kecurangan
yang berlaku. Kiasan-kiasannya bagi orang-orang Asyur menunjukkan topik umum apa yang ada pada
saat itu.
MIKHA
KATA-KATA AWAL: MIK 1:1.
.I MENJELANG PENGHAKIMAN ATAS ISRAEL DAN YEHUDA sebab DOSA YANG
TERUS-MENERUS. MIK 1:2,16.
A. Panggilan untuk memperhatikan. Mik 1:2
B. Kedatangan yang dahsyat dari Yehovah diberitakan dan digambarkan. Mik 1:3,4
C. Dosa-dosa kota besar melambangkan dosa-dosa bangsa. Mik 1:5
D. Akibat-akibat mengerikan dari penghakiman ini. Mik 1:6,7
E. Reaksi sang nabi dan penglihatannya mengenai penghakiman ini. Mik 1:8-16*.
.II MALAPETAKA ATAS PARA PENINDAS YANG RUSAK MORALNYA SERTA PARA
NABI PALSU. MIK 2:1-3:12.
A. Celaka atas orang-orang yang memonopoli tanah. Mik 2:1-5
B. Pemberitaan palsu dari nabi-nabi penipu. Mik 2:6-13.
1. Upaya untuk menghentikan pemberitaan sang nabi sejati. Mik 2:6.
2. Pemberitaan palsu yang diluruskan oleh Roh TUHAN. Mik 2:7
3. Ketidakamanan para penduduk sebab peraturan para penindas. Mik 2:8-13.
.III PENGLIHATAN TENTANG PENGHARAPAN MELALUI DIA YANG AKAN DATANG.
MIK 4:1-5:15.
A. Kemenangan terakhir Yerusalem. Mik 4:1-5:2.
1. Kebangkitan agama yang benar dan kembali kepada Yehovah. Mik 4:1,2.
2. Tindakan kembali kepada TUHAN untuk mendatangkan damai sejahtera dan
kemakmuran. Mik 4:3-5.
3. Janji tentang kembalinya orang-orang buangan. Mik 4:6,7.
4. Yerusalem akan dipulihkan menjadi lebih megah dan lebih kuat. Mik 4:8.
5. Penebusan akan didahului oleh penderitaan sebagai hukuman atas dosa. Mik 4:9,10.
6. Para musuh akan melihat Allah membenarkan umat-Nya. Mik 4:11,12.
B. Pemimpin berkuasa yang akan datang akan lahir di Betlehem dan memulihkan sisa-sisa
Yakub. Mik 5:2-15.
1. Mesias akan lahir di Betlehem. Mik 5:2,3.
2. Pemerintahan yang baik oleh Mesias. Mik 5:4-7.
3. Israel rohani akan menjadi penakluk yang hebat. Mik 5:8,9.
4. Israel rohani akan kehilangan kekuatan materi serta pertolongan. Mik 5:10-15.
C. Penuduhan atas para pemimpin bangsa itu. Mik 3:1-7.
1. Jawaban Mikha bagi para nabi palsu dan para penindas. Mik 3:1.
2. Sifat para penindas jahat digambarkan. Mik 3:2,3.
3. Penolakan TUHAN untuk mendengar doa-doa mereka. Mik 3:4.
4. Sifat nabi-nabi palsu. Mik 3:5.
5. Nabi-nabi palsu akan tidak dipercayai. Mik 3:6,7.
D. Kesadaran Mikha tentang kuasa Roh TUHAN. Mi 3:8.
E. Dosa dan kejahatan besar akan mendatangkan kehancuran atas Yerusalem. Mik 3:9-12.
.IV TUNTUTAN HUKUM TUHAN. MIK 6:1-7:20.
A. Pengaduan pertama TUHAN. Mik 6:1-5.
B. Jawaban pertama Israel. Mik 6:6-8.
C. Pengaduan kedua TUHAN. Mik 6:9-16.
D. Jawaban kedua Israel-suatu pengakuan dosa. Mik 7:1-10.
E. Berkat yang dijanjikan bagi Israel akan datang sesudah penghakiman. Mik 7:11-13.
F. Permohonan terakhir bagi Israel-terkumpul dari berbagai bangsa. #/TB Mi 7:14-17*.
G. Pujian bagi Allah: Kemenangan kasih karunia. Mik 7:18-20.
1. TUHAN, Allah yang kasih-Nya mengampuni. #/TB Mi 7:18*.
2. TUHAN, Allah yang kuasa-Nya menebus. #/TB Mi 7:19*.
3. TUHAN, Allah yang kesetiaan-Nya kekal. #/TB Mi 7:20*.
NAHUM
Sama halnya dengan semua kitab nubuatan dalam Perjanjian Lama, kitab ini memakai nama
pengarangnya. Nahum (nâhûm) berarti "hiburan" atau "penghibur." Sifat dari isi nubuatan ini
ditunjukkan dalam judul "beban." Bila dipakai secara teknis di antara tulisan para nabi, nama ini
berarti hal yang membebani hati Allah dan juga membebani hati nabi ini; yaitu, suatu berita yang
berisi ancaman atau hukuman. Satu-satunya tema kitab yaitu Niniwe, ibu kota kuno Kerajaan Asyur.
Kitab Nahum mudah untuk diberi tanggal dalam batas sekitar setengah abad. Dari penelitian arkeologi
diketahui bahwa Niniwe jatuh pada 612 SM. Prediksi Nahum ditulis barangkali sesaat sebelum
kehancuran kota ini. Lagi pula, dalam Nah 3:8, sang nabi menyebutkan penawanan No (No-Amon
atau Tebe, ibu. kota Mesir Atas) sebagai peristiwa sejarah. Asyurbanipal dari Asyur (668-626 SM)
membuat jatuh kota Mesir itu pada tahun 663 SM. Oleh sebab itu, kitab ini mungkin bertanggal
antara 663 SM dan 612 SM, barangkali lebih dekat ke tanggal yang disebut terakhir. Walaupun tidak
ada yang diketahui mengenai kehidupan Nahum, selain pernyataan bahwa dia yaitu seorang Elkosy,
tidak ada bukti sah yang pernah diajukan untuk menetapkan seorang lain sebagai penulis nubuatan ini.
Bahkan tempat lahir nabi ini pun tidak diketahui dengan pasti.
Tiga petunjuk pokok mengenai identitas tempat itu diajukan;
1) Kota di sebelah utara Niniwe. Pandangan ini didasarkan pada sebuah tradisi yang berasal dari abad
ke enam belas.
2) Jerome, penerjemah Alkitab versi bahasa Latin (Vulgata), menyatakannya sebagai sebuah desa
kecil di Galilea. Tidak bisa dijamin secara pasti bahwa Kapernaum (harf. Desa Nahum) dinamakan
sesuai nama nabi ini.
3) Pandangan ketiga menyebut Elkhos di wilayah selatan Yehuda. Barangkali Nahum memang lahir
di Galilea, dan belakangan melayani di selatan.
LATAR BELAKANG SEJARAH.
Bersama dengan Nabi Yeremia, Habakuk, dan Zefanya, Nahum yaitu seorang saksi bagi Kerajaan
Selatan. Kerajaan Utara telah dibawa ke pembuangan oleh Asyur hampir seabad sebelumnya (722/721
SM.). Sekarang Allah bermaksud mengunjungi bangsa itu yang telah menjadi tongkat amarah Allah
atas Israel. Niniwe telah bertobat dengan tulus pada masa Nabi Yunus, namun ia sekarang siap
dihukum sebab kekejaman dari keinginan besarnya untuk memiliki. Ia kejam dalam peperangan dan
tamak akan kekayaan yang diperoleh secara tidak jujur. Kekuatan yang telah menguasai Asia bagian
barat selama sekitar tiga abad, sekarang akan dihancurkan oleh kekuatan gabungan bangsa Babel dan
Media.
NAHUM
.I JUDUL. NAH 1:1.
.II ALLAH AGUNG ISRAEL. NAH 1:2-8.
.III PENGHAKIMAN ALLAH ATAS ASYUR. NAH 1:9-14.
.IV PELEPASAN YEHUDA. NAH 1:15.
.V NYANYIAN EJEKAN TERHADAP NINIWE. NAH 2:1,2
.VI PENGEPUNGAN NINIWE. NAH 2:3-7.
.VII MALAPETAKA NINIWE. NAH 2:8-10.
.VIII PENYEBAB KEJATUHAN NINIWE. NAH 2:11-13.
.IX GAMBARAN KEJATUHAN ini . NAH 3:1-3.
.X KEGAGALAN MORAL NINIWE. NAH 3:4-7.
.XI PERINGATAN YANG TIDAK DIINDAHKAN DARI NO-AMON ATAU TEBE. NAH 3:8-10
.XII KEADAAN NINIWE YANG TANPA HARAPAN. NAH 3:11-19.
HABAKUK
Mengenai Habakuk sendiri, tidak ada yang diketahui kecuali apa yang bisa disimpulkan dari kitab ini
yang memuat namanya. Dia digambarkan sebagai "nabi," dan oleh sebab itu, bisa saja bahwa dia
bukan hanya memiliki karunia untuk bernubuat, melainkan yaitu juga salah satu dari sekelompok
nabi profesional. Beberapa catatan musik untuk nyanyian Mazmur pada pasal Hab 3 menunjukkan
bahwa dia mungkin bernubuat di Bait Suci, seperti orang-orang yang disebutkan dalam 1Taw 25:1.
yaitu sulit untuk mengatakan lebih banyak mengenai sifat sang nabi berdasar tulisannya.
Namanya rupanya berasal dari sebuah akar kata Ibrani yang berarti "memeluk." Jerome (abad ke 5 M)
menyatakan bahwa nabi disebut "Sang Pemeluk," sebab kasihnya kepada Tuhan atau sebab dia
bergumul dengan Tuhan. Sebuah tradisi dari golongan para rabi menghubungkan nama itu dengan
2Raj 4:16 dan mengatakan bahwa Habakuk yaitu anak laki-laki si wanita Sunem. Tentu ini
merupakan khayalan semata, dan kecuali jika diakui bahwa nama sang nabi, seperti nama Yesus,
diberikan sebagai antisipasi akan pelayanannya (Mat 1:21), dugaan apa pun perihal artinya, walaupun
menarik, yaitu sia-sia. Habakuk disebut dalam legenda Apokrif mengenai Bel dan Ular Naga sebagai
tokoh yang menyelamatkan Daniel dari gua singa untuk yang kedua kalinya. Orang tidak perlu
percaya pada hal ini atau pada tradisi-tradisi lain yang menyatakan bahwa Habakuk melarikan diri ke
Arab saat Yerusalem jatuh dan kembali ke Palestina setelah pembuangan ke Babel. Walaupun
demikian, cerita-cerita ini memang menunjuk pada ancar-ancar waktu di mana nabi melayani.
T A N G G A L
Waktu yang tepat dari penulisan nubuatan itu selama ini hanya merupakan dugaan semata, sama
halnya dengan pribadi sang nabi. Pengetahuan yang kompeten menunjukkan tanggal-tanggal yang
membentang dari 650 SM (C. F. Keil, Commentary on the Minor Prophets, hlm. 410) sampai 330 SM
(E. Sellin, Introduction to the Old Testament, hlm. 183). sebab berbagai alasan, tanggal pertama
tampaknya agak terlalu awal, sebab terjadinya pada masa bangsa Asyur menguasai Yehuda;
sementara tanggal yang belakangan berkaitan erat dengan pendapat yang menyatakan bahwa pasukan
penyerbu yang digambarkan pada pasal pertama dari nubuatan bukanlah bangsa Kasdim melainkan
pasukan Yunani di bawah pimpinan Aleksander Agung. Kesimpulan yang paling memuaskan
tampaknya yaitu bahwa nubuatan ini ditulis pada waktu bangsa Kasdim atau Babel mulai
menjadi gelisah terhadap kekuatan bangsa Asyur dan barangkali bahkan telah mulai menunjukkan
kekuatan mereka. Menetapkan tanggal penulisan kitab ini jauh lebih belakangan dari tanggal ini tentu
berarti menganggap bahwa nubuatan ini sebetulnya bukan merupakan ramalan tentang
penyerbuan atas Yehuda oleh bangsa Kasdim, melainkan sebuah referensi tentang apa yang telah
terjadi dan hanya merupakan penjelasan mengenai kehadiran bangsa Babel di negeri-negeri sebelah
barat sebagai alat Tuhan. Kesimpulan terbaik tampaknya yaitu bahwa nubuatan itu ditulis menjelang
akhir pemerintahan Yosia (640-609 SM.), lebih disukai setelah penghancuran Niniwe oleh gabungan
kekuatan dari Babel, Media, dan Skitia pada tahun 612 SM. Waktu ini rupanya masuk akal sebab dua
alasan. Pertama yaitu sebab sang nabi kelihatan terkejut saat mengetahui bahwa bangsa Kasdim
dipilih Allah untuk menghukum Yehuda yang tidak taat; bagaimanapun, tidakkah bagus Raja Yosia
memihak Babel dalam kebijakan politiknya sebab ia berusaha menghindari barisan Firaun Nekho
yang hendak berperang melawan bangsa Babel pada tahun 609 SM? Alasan lainnya yaitu bahwa
naiknya kekuatan bangsa Kasdim akan merupakan bukti yang cukup sehingga uraian sang nabi tentu
memiliki arti bagi para pendengarnya. Tentu saja kitab ini harus diberi tanggal sebelum 605 SM,
saat Nebukadnezar mengadakan penyerbuan pertamanya ke Palestina dan mengambil Daniel
beserta lainnya sebagai tawanan ke Babel.
Page 120 of 130
Masalah dalam pasal Hab 3. Kadang-kadang diperdebatkan bahwa pasal Hab 3, yang merupakan
sebuah mazmur, tidak ditulis oleh Habakuk. Beberapa catatan musik yang ada dalam pasal ini
menunjukkan bahwa ini dirancang untuk dipakai dalam ibadah di Bait Suci. Hal ini menyebabkan
beberapa pakar yang lebih suka menganggap bahwa ibadah di Bait Suci baru mencapai kesucian
komparatif dan teologi yang maju dalam periode setelah Pembuangan untuk memberi tanggal
penulisan mazmur itu sebagai dalam periode pasca-Pengasingan. Dukungan lebih lanjut pada
argumen ini tampaknya ada dalam kenyataan bahwa penafsiran Kitab Habakuk yang ada di
antara.Gulungan Kitab Qumran sama sekali tidak menyebut tentang pasal ketiga Kitab Habakuk.
Meskipun demikian, ketidaktahuan yang nyata tentang Hab 3 dapat dijelaskan oleh fakta bahwa para
penulis tafsiran ini waktu itu sedang berusaha menjelaskan dua pasal pertamanya bukan dalam
kaitan dengan penyerbuan bangsa Kasdim, melainkan dalam kaitan dengan peristiwa-peristiwa pada
masa mereka sendiri. Waktu itu mereka tidak menganggap mazmur dalam Habakuk itu ada
hubungannya dengan tujuan mereka. Pemakaian anotasi liturgi dalam kesusastraan puitis Ibrani
hampir tidak dapat menjadi bukti yang menentukan bahwa suatu tulisan berasal dari masa pasca-
Pembuangan. sebab beberapa dari Kitab Mazmur yang paling tua berisi catatan-catatan seperti itu,
tampaknya tulisan-tulisan itu merupakan bagian dari kesusastraan semacam itu yang banyak sekali
ada sebelum Pembuangan.
KEUNIKAN KITAB.
Oleh sebab isi dari pasal ketiga memberi sebuah klimaks yang penuh kemenangan dari masalah-
masalah yang diajukan dalam dua pasal pertama, maka kami menemukan suatu teodise (pembenaran
Allah oleh manusia) dalam keseluruhan kitab. Struktur nubuatan ini bersifat unik dalam Perjanjian
Lama, sama seperti isi teologinya. Dalam dua pasal pertama, ada sebuah dialog antara Tuhan
dengan sang nabi, di mana sang nabi tidak hanya mengeluh mengenai kejahatan, seperti yang
dilakukan oleh beberapa penulis Mazmur, namun bahkan menantang Tuhan untuk menunjukkan
bagaimana Dia, Yang Maha Kudus, dapat sabar terhadap kejahatan. Dialog ini harus dianggap sebagai
berlangsung dalam alam penglihatan (bdg. Hab 1:1; 2:2). Pasal ketiga yaitu sebuah doa, di mana
sang nabi mulai dengan meminta Tuhan untuk melaksanakan dalam sejarah maksud yang telah
dinyatakan-Nya, yaitu membuat karya-Nya hidup di tengah-tengah tahun-tahun itu. Setelah doa ini,
Habakuk dianugerahi penglihatan mengenai Allah yang sedang menggunakan kuasa-Nya dan
menunjukkan kemuliaan-Nya di bumi melalui cara yang hampir sama dengan yang diperbuat-Nya
dalam pengalaman Keluaran di Gunung Sinai. Hasil dari penglihatan itu yaitu campuran antara
ketakutan dan keyakinan pada pihak sang nabi.
HABAKUK
.I PENGANTAR. HAB 1:1.
.II KELUHAN NABI TENTANG KEKEJAMAN YANG TAK TERKENDALI DI YEHUDA. HAB
1:2-4.
.III JAWABAN TUHAN: ORANG KASDIM yaitu ALAT-NYA UNTUK MENGHUKUM..
HAB 1:5-11.
.IV JAWABAN KEDUA TUHAN: TUJUANNYA PASTI DAN IMAN AKAN MENDAPAT UPAH.
HAB 2:2-4.
.V LIMA UCAPAN CELAKA ATAS KEJAHATAN, ENTAH ITU DILAKUKAN OLEH ORANG
YAHUDI ATAU ORANG KASDIM. HAB 2:5-20.
.VI SEBUAH PENGLIHATAN TENTANG PENGADILAN ILAHI. HAB 3:1-16.
.VII KEMENANGAN IMAN. HAB 3:17-19.
ZEFANYA
Kitab Zefanya mendapat namanya dari nabi yang pelayanannya dicatat di dalamnya. Sepanyâ
berarti "Tuhan bersembunyi" atau "Tuhan telah bersembunyi." Nabi ini dilahirkan pada masa
pemerintahan Manasye yang kejam (692-638 SM), yang "mencurahkan darah orang yang tidak
bersalah sedemikian banyak, hingga dipenuhinya Yerusalem dari ujung ke ujung" (2Raj 21:16).
Nama sang nabi menunjukkan suatu keyakinan pada kuasa Allah untuk menyembunyikan (yakni,
melindungi) para penyembah-Nya pada masa bahaya.
NABI DAN PESANNYA.
Sangat sedikit yang diketahui mengenai Zefanya. Dia barangkali masih keturunan raja (Zef 1:1;
barangkali Hizkia yaitu Raja Hizkia), dan bernubuat selama masa pemerintahan Yosia (637-607
SM) di antara kejatuhan Niniwe dan serangan Babel atas Yehuda. Di bawah pemerintahan Yosia,
pelaksanaan Hukum dan penyembahan kepada Tuhan telah dihidupkan kembali secara singkat,
namun bangsa ini masih mempraktikkan kebiasaan menyembah berhala secara sembunyi-sembunyi.
Mengetahui kemunafikan ini membuat sang nabi muda ini tergerak untuk bertindak. Walaupun
raja bergabung dengan sang nabi dalam sebuah gerakan reformasi, naik turunnya kejahatan tetap
berlangsung. Meningkatnya kejahatan secara tidak terelakkan membawa kepada waktu di mana Allah
memakai Nebukadnezar sebagai saluran kemarahan-Nya.
Zefanya menunjuk secara tepat penyebab penghukuman Allah dengan memberitakan kemerosotan
moral bangsa itu. Sekalipun demikian, dia menjelaskan bahwa pintu belas kasih terbuka bagi orang-
orang yang mau dengan sungguh-sungguh bertobat. Sang nabi melihat arti dari semuanya ini dari
sudut maksud Allah untuk mengutus Anak-Nya, Tuhan Yesus, sebagai Mesias bagi Israel dan
Juruselamat seluruh umat manusia.
KEPENULISAN DAN TANGGAL.
Ayat pertama dalam Zefanya (dengan menggunakan bentuk biasa dari para nabi yang menulis)
menunjukkan bahwa kitab ini merupakan pesan yang disampaikan Allah kepada nabi dan yang dicatat
oleh nabi sendiri. Dan tidak ada alasan untuk menganggap petunjuk ini sebagai sebuah sisipan oleh
seorang penulis yang tak dikenal pada suatu masa yang belakangan. Walaupun Zefanya dilahirkan
dalam masa pemerintahan Manasye (692-638 SM), dia tidak memangku jabatan nabinya sebelum
awal pemerintahan Yosia, barangkali 627-626 SM. Kemungkinan nubuatan ini ditulis beberapa tahun
saja setelah itu.
LATAR BELAKANG SEJARAH.
Pemerintahan lalim Manasye (692-638 SM.) dan Amon (638-637 SM.) sudah berakhir. Raja Yosia
(637-607 SM.) telah naik takhta Yehuda. Pembaharuan yang ia lakukan masih beberapa tahun
sesudah itu, dan kondisi murtad yang berlangsung selama lebih dari setengah abad pada waktu
pemerintahan Manasye dan Amon belum mendapat tantangan. Pada tahap awal pemerintahan Yosia
(barangkali sekitar 627-626 SM), Zefanya mulai memperingatkan bangsanya mengenai akan
datangnya penghukuman Allah, yang kemarahan-Nya telah mereka picu dengan tingkah laku mereka.
Takdir Samaria pada tahun 722 SM, merupakan sebuah peringatan serius mengenai kuasa dan
keadilan Allah. Dengan semangat pemuda Zefanya meletakkan kerangka dasar bagi pembaharuan
yang berlangsung dalam masa belakangan dari pemerintahan Yosia.
ZEFANYA
I. PENGANTAR. ZEF 1:1
II. SEBUAH PERINGATAN TENTANG PENGHUKUMAN YANG AKAN DATANG.
ZEF 1:2-18.
A. Penghukuman diumumkan. Zef 1:2-6.
B. Penghukuman ditetapkan. Zef 1:7-13.
C. Penghukuman digambarkan. Zef 1:14-18.
III. NASIHAT UNTUK SEGERA BERTOBAT. ZEF 2:1-3:8.
A. Ajakan untuk bertobat. Zef 2:1-3
B. Peringatan yang rinci mengenai penghukuman. Zef 2:4-3:8.
1. Negeri orang Filistin. Zef 2:4-7.
2. Tanah Moab dan Amon. Zef 2:8-11.
3. Negeri orang Etiopia. Zef 2:12.
4. Negeri orang Asyur. Zef 2:13-15.
5. Tanah Yehuda dan kota Yerusalem. Zef 3:1-8.
IV. JANJI BERKAT PADA MASA MENDATANG. ZEF 3:9-20.
A. Janji akan perubahan. Zef 3:9-13.
B. Janji akan pemulihan. Zef 3:14-20.
HAGAI
Penulis kitab ini yaitu satu-satunya orang dalam Perjanjian Lama yang bernama Hagai (berarti
"pesta" atau "perayaan yang riang gembira"). Nama itu dapat menunjukkan iman orang tua sang nabi
bahwa anaknya akan mendapat kegembiraan waktu menyaksikan berbagai nubuatnya mengenai
pemulihan digenapi. yaitu mungkin bahwa dia diberi nama demikian sebab dia dilahirkan saat
sedang berlangsung suatu pesta sesuai penanggalan Ibrani yang dianggap suci. Walaupun dia yaitu
salah seorang nabi yang rincian kehidupan pribadinya tidak diketahui, dia disebutkan oleh Ezra (Ezr
5:1; 6:14). Dia yaitu nabi pertama pasca-Pembuangan yang melayani orang-orang tersisa yang telah
kembali dari pembuangan ke Babel. Nubuatannya dengan jelas diberi tanggal pada tahun 520 SM.,
tahun kedua pemerintahan Raja Darius. Barangkali Hagai dilahirkan dalam pembuangan pada awal
abad keenam. Nabi yang sezaman dengan dia yaitu Zakharia (bdg. Hag 1:1 dengan Za 1:1; lih. juga
Ezr 5:1; 6:14).
LATAR BELAKANG SEJARAH.
Para nabi sebelum Pembuangan (586 SM.) telah menubuatkan jatuhnya kerajaan Yehuda oleh
kerajaan Babel yang baru. Juga dinyatakan bahwa setelah tujuh puluh tahun, TUHAN akan
mengembalikan umat-Nya ke tanah kelahiran mereka (Yer 25:11,12; Dan 9:2). saat Koresy orang
Persia menghancurkan kekuasaan Babel, dia bermurah hati dan mempercepat kembalinya bangsa
Yahudi ke tanah perjanjian untuk membangun kembali tempat suci di Yerusalem. Fondasi Bait Allah
yang baru itu diletakkan dan pengerjaannya dimulai dengan harapan yang sangat tinggi. Segera
bangsa-bangsa tetangga yang bermusuhan menggunakan berbagai sarana untuk menghentikan
pekerjaan itu. Pekerjaan itu dihentikan, namun perlawanan dari luar terhadap pekerjaan itu hanyalah
sebagian dari masalah yang ada. Keadaan acuh tak acuh telah menguasai lima puluh ribu orang
buangan yang telah kembali dengan tekad untuk membangun kembali rumah Allah. saat Darius
Histaspis duduk di takhta Persia, Bait Allah tidak disentuh selama enam belas tahun. Hagai (dan
belakangan Zakharia) diutus Allah untuk membangunkan bangsa itu dan menggerakkan mereka dari
kelesuan mereka untuk menjalankan pekerjaan perbaikan. yaitu tidak adil bagi Hagai kalau orang
menganggap bahwa pesan-pesannya melulu menyangkut masalah-masalah pembangunan. Dia
memang memulai dari pokok yang menguntungkan itu, namun melanjutkan dengan berbicara
mengenai kemuliaan hadirat Tuhan Yesus Kristus, pendirian kerajaan Allah di bumi pada masa
mendatang, hukuman Allah atas kekuatan-kekuatan dunia yang tidak mengenal Allah, serta berkat
yang sedang menantikan bangsa-bangsa yang akan kembali kepada Allah.
HAGAI
.I TEGURAN TERHADAP SIKAP ACUH TAK ACUH. HAG 1:1-4.
.II PANGGILAN UNTUK BERPIKIR SECARA SERIUS. HAG 1:5,6.
.III HAJARAN ATAS ISRAEL DARI ALLAH. HAG 1:7-11.
.IV DORONGAN UNTUK MEMBANGUN. HAG 1:15B-6.
.V JANJI AKAN KEMEGAHAN PADA MASA DEPAN. HAG 2:6-9.
.VI SUCI DAN NAJIS DALAM MASALAH-MASALAH ORANG LEWI. HAG 2:10-14.
.VII PENERAPAN KEBENARAN-KEBENARAN INI. HAG 2:15-19.
.VIII BERKAT ALLAH PADA MASA DEPAN BAGI ZERUBABEL. HAG 2:20-23.
ZAKHARIA
Zakharia, yang hidup sezaman dengan Hagai, mengawali pelayanan nubuatnya pada tahun 520 SM.
Tanggal terakhir yang ditunjukkan dalam kitab ini (Za 7:1) yaitu 518 SM, tahun keempat
pemerintahan Raja Darius Histaspis. Nama "Zakharia" yaitu nama yang umum dalam Perjanjian
Lama, ada dua puluh sembilan orang memakainya. Artinya yaitu Tuhan mengingat. Para pakar
"liberal" yang meneliti beberapa perbedaan tertentu dalam gaya dan pokok bahasan, berpendapat
bahwa pasal Za 9 sampai 14 bukan ditulis oleh penulis Za 1 sampai 8. Meskipun demikian, Za 9
sampai 14 rupanya ditulis pada waktu belakangan, dan kemungkinan inilah sebabnya ada
perubahan dalam gaya penulisan. Perbedaan dalam pokok bahasan terjadi sebab fakta bahwa pada
bagian akhir dari kitab ini, sang nabi ditugaskan untuk menyingkapkan peristiwa-peristiwa apokaliptis
yang berhubungan dengan kedatangan Mesias dan kerajaan-Nya di dunia. Semua bukti internal
menunjukkan bahwa kitab ini ditulis oleh satu orang, bukan oleh banyak orang.
LATAR BELAKANG SEJARAH.
Koresy, raja Persia, mengeluarkan keputusan (sekitar 538 SM.) bahwa barangsiapa yang ingin
kembali ke Yerusalem untuk membangun kembali Bait Allah diizinkan untuk melakukannya
(2Taw 36:22,23; Ezr 1:1-4). Sekitar 50.000 orang buangan mengambil manfaat dari kebijaksanaan
lunak ini. Dengan tujuan mulia, mereka bertekad untuk kembali bermukim di negeri itu dan
memperbaiki Bait Allah. Dalam bulan kedua tahun 536, SM, mereka meletakkan fondasinya
(Ezr 3:11-13). Pada awal pekerjaan itu, orang-orang Samaria yang sama sekali menolak untuk ikut
dalam pembangunan kembali ini , menentang proyek itu (Ezr 4:5). Hampir selama empat belas
tahun, pekerjaan ini terhenti. saat Darius Histaspis menaiki takhta Persia pada tahun 521 SM, Hagai
dan Zakharia, dengan beranggapan bahwa keputusan-keputusan dari para penguasa sebelumnya tidak
berlaku, mendorong orang-orang sebangsanya untuk memulai tugas itu kembali. Zerubabel dan
Yosua, yang yaitu bupati dan imam besar, memimpin pembangunan kembali ini . Suatu
penyelidikan yang dilakukan oleh Tatnai, bupati Persia untuk wilayah barat Efrata, menghentikan
pekerjaan itu lagi, namun Darius mempertegas keputusan asli Koresy. Sayangnya, pada masa ini telah
terjadi perubahan dalam sikap orang-orang Yahudi. Mereka menilai bahwa halangan-halangan dalam
pembangunan kembali itu menunjukkan bahwa Allah tidak ada dalam pekerjaan ini . Hagai dan
Zakharia berusaha membangkitkan bangsa ini dari sikap acuh tak acuh mereka. Bangsa ini merespons
dan pembangunan selesai pada tahun 516 SM., tahun keenam dari pemerintahan Darius. Data
kronologis dalam nubuatan ini berada dalam periode pekerjaan pembangunan kembali Bait Allah.
Walaupun Zakharia mengawali dengan tema tentang pemulihan Bait Allah di Yerusalem, dia
menyinggung berbagai tahap kehidupan rohani bangsa ini, dan dia membicarakan dengan
kesempurnaan yang luar biasa peristiwa-peristiwa nubuatan yang mengarah kepada kedatangan
kembali dan pemerintahan Mesias.
ZAKHARIA
I. PENGANTAR: PANGGILAN UNTUK BERTOBAT. ZA 1:1-6
II. PENGLIHATAN-PENGLIHATAN ZAKHARIA PADA MALAM HARI. ZA 1:7-6:15.
A. Penglihatan tentang kuda dan para penunggangnya. Za 1:7-17.
B. Penglihatan tentang empat tanduk dan empat orang tukang besi. Za 1:18-21.
C. Penglihatan tentang seorang yang memegang tali ukuran. Za 2:1-13.
D. Penglihatan tentang imam besar Yos 3:1-10.
E. Penglihatan tentang kandil emas. Za 4:1-14.
F. Penglihatan tentang gulungan kitab yang terbang. Za 5:1-4.
G. Penglihatan tentang wanita dalam gantang. Za 5:5-11.
H. Penglihatan tentang empat kereta. Za 6:1-8.
I. Pemahkotaan Yos 6:9-15.
III. BERBAGAI PERTANYAAN MENGENAI PUASA. ZA 7:1-8:23.
A. Pertanyaan. Za 7:1-3.
B. Pelajaran dari sejarah. Za 7:4-14.
C. Maksud berkat Allah bagi Israel. Za 8:1-23.
IV. MASA DEPAN BANGSA-BANGSA, ISRAEL, DAN KERAJAAN MESIAS. ZA 9:1-14:21.
A. Ucapan ilahi yang pertama. Za 9:1-11:17.
1. Kemenangan-kemenangan Aleksander Agung. Za 9:1-8.
2. Pemerintahan penuh damai sejahtera oleh Mesias. Za 9:9,10.
3. Kemenangan-kemenangan Kaum Makabe. Za 9:11-17.
4. Berkat-berkat sepanjang pemerintahan Mesias. Za 10:1-12.
5. Penolakan terhadap Gembala yang Baik. Za 11:1-17.
B. Ucapan ilahi yang kedua. Za 12:1-14:21.
1. Kekuasaan-kekuasaan dunia melawan Yerusalem. Za 12:1-14.
2. Negeri dan bangsa itu dikuduskan. Za 13:1-6.
3. Gembala yang dibunuh dan orang-orang yang tersisa. Za 13:7-9.
4. Kedatangan nyata Mesias ke bumi. Za 14:1-5.
5. Kerajaan kudus Mesias. Za 14:6-21.
MALEAKHI
PENGARANG DAN JUDUL.
"Maleakhi" (Mal 1:1) barangkali singkatan dari Malachiah, sebuah nama orang Ibrani yang berarti,
"utusan Yehovah." Allah menghargai iman orang tua yang menamai anak mereka demikian dengan
menjadikan anak itu nabi terakhir dari Sistem Agama Lama. Tradisi menyatakan bahwa Maleakhi
merupakan anggota dari "Sinagoge Besar" dan bahwa dia yaitu seorang Lewi yang lahir di Supha,
Zebulon, namun tidak ada pengetahuan yang pasti mengenai nabi ini.
TANGGAL DAN LATAR BELAKANG SEJARAH.
Berbagai keadaan yang dinyatakan dalam Maleakhi menunjukkan masa pembangunan kembali Bait
Suci setelah pembuangan ke Babel, pengetahuan tentang Hukum Taurat yang disampaikan oleh Ezra
(Ezr 7:10,14,25,26), dan penyimpangan dari ketetapan-ketetapan Taurat Musa yang terjadi
belakangan. Juga, ada pertalian erat antara keadaan-keadaan religius yang lemah pada masa Maleakhi
dengan keadaan-keadaan yang harus ditentang oleh Nehemia saat dia pada tahun 433 SM kembali
dari Persia untuk menjalankan tugasnya sebagai Bupati di Yerusalem. ‘Kejahatan-kejahatan ini
mencakup:
1. Ketidakpedulian para imam terhadap kesucian Bait Allah dan upacara-upacaranya (Neh 13:1-9);
2. Kelalaian bangsa itu untuk membawa persepuluhan dan persembahan (Neh 13:10-13); dan
3. Perkawinan campuran antara umat perjanjian dengan penyembah berhala (Neh 13:23-28).
Maleakhi memperhatikan kejahatan-kejahatan yang sama ini (Mal 1:6-2:9; 3:8-12; 2:10-16).
sebab itu kitabnya barangkali ditulis pada kuartal ketiga dari abad kelima SM.
P E S A N
Apa yang hendak dikatakan oleh Maleakhi berkali-kali didasarkan pada kedaulatan Allah. Allah
yaitu Bapa (Mal 1:6), Tuan (Mal 1:6), Raja yang besar (Mal 1:14). Dia yaitu Bupati surgawi (Mal
1:7,8). Dia memberi perjanjian-perjanjian dan perintah (Mal 2:4,5,10; 4:4)..Oleh sebab Dia
yaitu Allah yang membenci dosa, dan umat-Nya bersifat ceroboh, acuh tak acuh serta penuh dosa
dengan. mencemarkan Bait Suci, lalai menjalankan tanggung jawab ibadah mereka, serta mengikat
perkawinan dengan bangsa-bangsa sekitar mereka yang tidak bersunat Dia pasti memberi
penghukuman (Mal 2:2,3,12; 3:1-5; 4:1). namun sebab Dia yaitu Allah dengan kasih karunia yang
tak terbatas, Dia akan menggunakan kasih setia seandainya saja umat-Nya mau mendengar suara-Nya
dan meninggalkan jalan mereka yang jahat (Mal 3:7,10-12). Hari TUHAN yang mengerikan akan
datang (Mal 3:2; 4:1,5), namun orang benar tidak perlu cemas, sebab Allah memelihara orang-orang
milik-Nya (Mal 3:16,17; 4:2,3). Sang nabi sesungguhnya meminta dengan sangat, secara langsung
atau tidak langsung, kepada suatu bangsa yang memberontak melawan Kepala perjanjian mereka.
Dengan ajakan bernada penuh kasih ia meminta mereka untuk kembali kepada Allah yang sudah
mereka tinggalkan kalau tidak mereka akan dihancurkan pada hari penghukuman.
MALEAKHI
I. JUDUL. MAL 1:1.
II. PERTANYAAN-PERTANYAAN YANG UNTUKNYA ALLAH MEMPUNYAI JAWABAN
YANG BAGUS. MAL 1:2-4:3.
A. "Dengan cara bagaimanakah Engkau mengasihi kami?" Mal 1:2-5.
B. "Dengan cara bagaimanakah kami menghina nama-Mu?" Mal 1:6-2:9.
C. "Oleh sebab apa?" Mal 2:10-16.
D. "Dengan cara bagaimanakah kami menyusahi Dia?" Mal 2:17-3:6.
E. "Dengan cara bagaimanakah kami harus kembali?" Mal 3:7-12.
F. "Apakah kami bicarakan di antara kami tentang Engkau?" Mal 3:13-4:3.
III. KESIMPULAN. MAL 4:4-6.
A. Nasihat untuk melaksanakan Hukum Musa. Mal 4:4
B. Janji akan kedatangan "Elia". Mal 4:5,6.

