ng picik (Yer 22:13-
15,17-19). Dia memberontak terhadap Nebukadnezar pada tahun 602 SM dan diganggu oleh bangsa-
bangsa di sekitarnya (2Raj 24:1). Dia mati secara tidak terhormat sebelum serangan hukuman oleh
Nebukadnezar mencapai Yehuda (Yer 22:19).
Yoyakhin (Yekoniah atau Koniah) anak Yoyakim, memerintah tiga bulan dan kemudian menyerah
kepada Nebukadnezar (2Raj 24:8-17; Yer 22:24-30; Yeh 19:5-9). Setelah merampok Yerusalem,
penguasa Kasdim membuang beberapa ribu penduduk kelas atas ke Babel. Oleh Yeremia, orang-
orang ini diumpamakan sebagai "buah ara yang baik," harapan bagi masa depan Israel, lawan dari
"buah ara yang jelek," kaum termiskin dari bangsa Israel, yang ditinggalkan (Yer 24; 29). Termasuk
dalam kelompok yang dibuang yaitu Yehezkiel, yang memberi tanggal untuk pesan-pesannya dari
tahun pembuangan Yoyakhin (Yeh 1:1,2; 3:16; 8:1; 20:1; 24:1; 26:1; 29:1; 29:17; 30:20; 31:1;
32:17; 33:21; 40:1). "Batu tulis Yoyakhin," yang diterbitkan pada tahun 1939, menunjuk pada
"Yaukin raja Yahud" dan anak-anaknya (bdg. W.F. Albright, "King Joiakin in Exile," BA, V Des
1942, hlm. 49-55). Dia dibebaskan dari pemenjaraannya oleh Amel-Marduk, anak Nebukadnezar,
pada tahun 560 SM, tahun ke-37 dari pembuangannya.
Raja Yehuda ke-19 dan terakhir yaitu Zedekia (597-586), anak ketiga dari Yosia (2Raj 24:17-25:7;
Yeh 19:11-14), seorang raja yang lemah (Yer 37; 38), yang dengan segera melanggar sumpah
setianya kepada Nebukadnezar dengan bergabung dalam sebuah koalisi bangsa-bangsa yang
memberontak (Yeh 17:13-15; Yer 27:1-11). Kebodohan ini menyebabkan bangsa Kasdim yang
Page 87 of 130
hendak membalas dendam datang ke Yerusalem. Setelah pengepungan selama satu setengah tahun
(2Raj 25:1-3), terbebas selama waktu yang singkat sebab desas-desus tentang kedatangan tentara
Mesir di bawah FiraunHofra (Yer 34:3; 37:5-8), kota Yerusalem dihancurkan, Bait Suci dirampok
dan dibakar, Zedekia ditawan, dan beberapa orang dibuang ke Babel ( 2Raj 25:1-21). Yeremia
memilih untuk tetap tinggal di tanah Yehuda bersama orang-orang yang masih bertahan hidup dan
sengsara di bawah pemerintahan Gedalya di Mizpa. Setelah Gedalya terbunuh secara curang, orang-
orang ini , sebab takut akan pembalasan, pindah ke Mesir, dengan mengabaikan nasihat Yeremia
(Yer 40; 41; 42; 43; 44).
Alkitab menceritakan sedikit sekali tentang pembuangan, dan Yehezkiel khususnya tidak bersedia
mengungkapkan lebih banyak tentang itu. Beberapa orang pasti menjadi buruh atau budak, sementara
yang lainnya menjadi makmur, sebagaimana ditunjukkan dalam batu-batu tulis berisi perjanjian dari
Nippur (lih. pada Yeh 1:1). Pemimpin-pemimpin seperti Zerubabel, Ezra, dan Nehemia muncul dari
gold (orang-orang buangan). Banyak orang buangan yang rupanya tinggal di rumah-rumah mereka
sendiri (Yer 29:1-7), di berbagai pemukiman (Ezr 2:59; Neh 7:61), dan memiliki suatu organisasi
para tua-tua (Yeh 3:15,24; 8:1; 14:1; 20:1; 33:31). Beberapa orang kehilangan iman; namun bagi
mereka yang tetap setia, Yehezkiel menjadi menara kekuatan. Tidaklah mengherankan bahwa, meski
telah disingkirkan dari negeri mereka, dari Bait Allah, dan dari berbagai kurban persembahan, mereka
tetap mengutamakan puasa, hari Sabat, serta sunat, dan bahwa doa, pembacaan Kitab Suci, serta
pengidungan mazmur, yakni cikal bakal sinagoge, terus ditekankan.
PRIBADI. Yehezkiel (Allah meneguhkan), anak Busi, berasal dari keluarga imam, mungkin dari bani
Zadok (Yeh 1:3; 40:46; 44:15). Dia menunjukkan hubungannya yang sangat dekat dengan
Yerusalem, di mana dia menghabiskan tahun-tahun pertamanya, dan dengan Bait Sucinya. Pada tahun
597 SM dia dibuang ke Babel oleh Nebukadnezar, bersama dengan Raja Yoyakhin dan orang-orang
penting dari Yerusalem. Rumahnya di Tel-Abib, koloni terpenting dari orang-orang buangan, di
Sungai Kebar atau "Kanal Besar" (Yeh 1:1; 3:15), dekat kota Nipur, sebelah tenggara Babel. Dia
memiliki istri yang tercinta namun tidak memiliki anak (Yeh 24:16-18). Sebagai orang yang
tampaknya dihormati, kediamannya menjadi tempat pertemuan para tua-tua dari orang-orang buangan
(Yeh 3:24; 8:1; 14:1; 20:1).
Sebagai tanggapan terhadap suatu penampakan Allah yang indah (Yeh 1:4-28), dia ditugaskan
menjadi juru bicara Allah dan penjaga atas orang-orang buangan (ps. 2; 3). Pelayanannya berlangsung
sejak tahun kelima dari pembuangan Yoyakhin, 592 SM, sampai tahun ke-27, 570 SM (Yeh 1:2;
29:17). Sebelum kejatuhan Yerusalem pada tahun 586 SM, dia terutama merupakan seorang
pengkhotbah mengenai pertobatan dan penghakiman (ps. 1-24). Bagi suatu masyarakat yang
pemberontak, yang cenderung menyembah berhala, dan yang dengan mudah dipengaruhi oleh
lingkungan kafir, Yehezkiel terus-menerus memberi peringatan (Yeh 2:3 dst.; Yeh 3:4-11; 13;
14:1 dst.; Yeh 18:2,25; 20:1 dst.). Dia mengingatkan para buangan bahwa orang-orang yang masih
hidup di Yerusalem punya keyakinan yang salah yaitu tentang tidak akan diganggu gugatnya Bait
Suci dan tanah Israel (Yeh 11:1-15), serta menganggap masih sangat jauhnya hari pembalasan (Yeh
12:21-28*). Bagi para pendengarnya yang berputus asa, setelah kejatuhan Yerusalem (Yeh 24:21 dst.;
Yeh 33:10,17; 37:11*), dia menjadi seorang penghibur, pembawa berita keselamatan, seorang yang
memaparkan pentingnya agama dalam batin, seorang nabi bagi orang-orang Israel yang dikumpulkan
kembali, dan seorang yang mendapat penglihatan mengenai pemulihan yang dilakukan Allah terhadap
Bait Suci, ibadah, dan tanah bagi bangsa Israel yang sudah ditebus dan disucikan (Yeh 33:11; 34;
36:25-31; 37; 40-48). Dia menggambarkan hukuman yang jatuh atas bangsa-bangsa musuh yang
dipimpin oleh Gog dan Magog (ps. 38; 39), namun memberi petunjuk tentang pertobatan bangsa-
bangsa lain, misalnya, Sodom dan Samaria (Yeh 16:53 dst.), dan melihat sebelumnya tentang banyak
bangsa yang datang bernaung, seperti burung-burung, di bawah pohon aras yang besar, Sang Mesias
(Yeh 17:22-24).
Yehezkiel menyampaikan pesannya dengan metode-metode yang begitu mengesankan, seperti
perumpamaan (ps. 15; 16; Yeh 17:1-21; 19; 21:1-17; 23; 24:1-14), tindakan-tindakan simbolis
Page 88 of 130
(Yeh 4:1-5:4; 12:1-7,17-20; 21:18-23; 24:3-5,15-24; 37:15-17), dan penglihatan-penglihatan
(Yeh 1:4-28; 2:9-3:3; 3:22,23; 8-11; ). Sebagaimana bagi Zakharia, begitu juga bagi Yehezkiel,
seorang malaikat yang memberi penafsiran pun penting dalam penglihatan-penglihatannya (sering
kali dalam 40-48; mis., Yeh 40:3,4; 43:6,7; 47:1 dst.). Gambaran apokaliptik muncul berulang kali
(Yeh 7:5-12; 20:33-44; 28:25,26; 34:25-31; 36:8-15,33-36; 38; 39; 47:1-12). Penguasaan Yehezkiel
akan banyak bentuk prosa dan puisi menunjukkan persiapan dan pemikiran yang seksama.
Selama generasi terakhir, para ahli mengajukan teori-teori yang sangat berbeda mengenai Yehezkiel:
bahwa orang seperti dia tidak ada namun kitab itu yaitu suatu pseudepigrafa (karya sastra Yahudi
yang tidak termasuk dalam kanon Alkitab maupun dalam apokrif) dari 230 SM (C.C. Torrey); bahwa
dia hidup pada masa Manasye, berasal dari Israel Utara, dan menulis kepada diaspora Asyur (James
Smith); bahwa semua pelayanannya bertempat di Palestina namun setelah tahun 586 SM di Babel
(Bertholet, Auvray, Van den Born, Oesterley dan Robinson); bahwa dia memiliki beberapa tempat
kediaman (I.G. Matthews, Fisher, Freedman); dan bahwa dia seorang dari Israel Utara pada tahun 400
SM (Messel). Ketidakmampuan para ahli untuk menghasilkan sebuah teori yang lebih baik daripada
pandangan tradisional, ditambah dengan bukti yang kuat untuk itu, menunJukkan bahwa tidak ada
perubahan yang diperlukan berkaitan dengan tempat kediaman Yehezkiel (bdg., Carl G. Howie, "The
Residence of Ezekiel," dalam The Date and Composition of Ezekiel, hlm. 5-26).
Berbagai usaha telah diupayakan untuk membuktikan bahwa Yehezkiel yaitu seorang psikopat. E.C.
Broome, yang menulis dalam "Ezekiel Abnormal Personality" (JBL, 65 1946, hlm. 272-292), .
mendiagnosanya sebagai terganggu oleh katatonik atau schizofrenia paranoid! Howie secara seksama
telah membandingkan apa yang disebutnya bukti untuk penyakit schizofrenia Yehezkiel dengan
kesamaan-kesamaan antara Yehezkiel dan penganut aliran mistik lainnya ("Psychological Aspects of
Ezekiel and His Prophecy," op. cit., hlm. 69-84). Dia menunjukkan betapa tidak masuk akalnya bagi
seorang siswa psikiatri non-profesional untuk. menyatakan diri berhasil melakukan psikoanalisis
terhadap seorang yang telah meninggal selama 2500 tahun!
Howie berkata: "Yehezkiel… pada dasarnya yaitu seorang penganut aliran mistik dengan suatu
imajinasi yang sensitif dan artistik yang menghasilkan beberapa penglihatannya yang terkenal dan
kata-kata kiasan simbolis dalam sastra Alkitab… Dia berperilaku sangat berbeda dengan ‘norma’
namun dia tidak benar-benar menderita psikopat. Tidak ada nabi yang normal, kalau tidak dia tentu
tidak akan menjadi seorang nabi. Keanehan atau ketidaknormalan Yehezkiel tampaknya merupakan
rahasia dari kebesarannya" (ibid., hlm. 84).
Nabi Yehezkiel disebut sebagai "orang pertama yang mengekspresikan dogma secara kuat dalam
Perjanjian Lama," "Calvin Perjanjian Lama," "orang yang paling berpengaruh dalam seluruh
perjalanan sejarah Ibrani," "bapak Yudaisme," "nabi dengan tanggung jawab pribadi," dan lain-lain.
Orang yang secara serius menyelidiki Kitab Yehezkiel bisa dengan mudah melihat bagaimana pujian-
pujian semacam itu bisa digunakan untuk imam, nabi, dan gembala ini.
KITAB-PENULIS DAN KESATUAN.
Kitab ini , kecuali untuk penjelasan redaksional, oleh sebagian besar ahli dianggap sebagai
berasal dari Yehezkiel di gôlâ Babel; namun para ahli modern sering kali menentang soal kesatuan dan
penulis tunggal Bari kitab ini.
Oeder, pada tahun 1771, tidak mengakui keaslian pasal Yeh 40:48, dan selain itu Carrodi (1791)
menolak pasal Yeh 38; 39. Zunz (1831) menempatkan kitab ini dalam periode Persia, sekitar
tahun 440-400 SM, dengan pasal Yeh 25; 26; 27; 28 ditulis pada tahun 332 SM. Seinecke (1876-
1884) menilai Kitab Yehezkiel sebagai pseudepigrafa dari tahun 163 SM. Kraetzschmar (1900) dan
Hermann (1908) berpendapat bahwa ada dua perbaikan teks dari kitab ini . Gustav Holscher,
pada tahun 1924, mengemukakan pandangan yang radikal bahwa hanya pesan-pesan mengenai
bencana yang ditulis dalam bentuk qina puitis yang bisa dihubungkan dengan Yehezkiel secara pasti.
sebab itu, katanya, 6/7 bagian kitab ini merupakan editorial, hanya 170 dari keseluruhan 1273 ayat
yang memang ditulis oleh nabi ini . C. C. Torrey (1930) menilai kitab ini sebagai
pseudepigrafa yang berasal dari tahun 230 SM, namun dinyatakan berasal dari zaman Manasye. Dalam
mendukung pandangan-pandangannya, dia mengutip Talmud dari abad ke-4 M yang diterima tanpa
diselidiki terlebih dulu, Baba Bathra 14b-15a, yang membicarakan tentang pembuangan Babel
sebagai sebuah isapan jempol (bertentangan dengan penemuan-penemuan arkeologi; banding’kan W.
F. Albright, "The American Excavations at Tell Beit Mirsim," ZAW, 6 1929, hlm. 16), dan
menemukan banyak pengaruh bahasa Aram yang belakangan di dalam kitab ini . Untuk melihat
jawaban atas hal itu, bacalah buku Howie, "The Aramaic of the Book of Ezekiel" (op. cit., hlm. 47-
68). W. A. Irwin (1943) menganggap hanya 251 ayat dalam bentuk puitis dari pasal Yeh 1; 2; 3; 4; 5;
6; 7; 8; 9; 10; 11; 12; 13; 14; 15; 16; 17; 18; 19; 20; 21; 22; 23; 24; 25; 26; 27; 28; 29; 30; 31; 32;
33; 34; 35; 36; 37; 38; 39 yang berasal dari Yehezkiel. Menurutnya, sisa berupa 80 persen dari kitab
ini , yaitu "tafsiran yang palsu," yang menunjukkan banyak tambahan dari banyak penulis
selama periode waktu yang lama.
Perlu diperhatikan secara serius catatan peringatan yang diserukan oleh H. G. May. dalam tafsirannya
tentang Yehezkiel: "Kritik sastra dan sejarah bukanlah suatu ilmu pasti… Elemen subjektif
menyertainya, sebab dalam sebuah kitab seperti Yehezkiel, para ahli dipengaruhi oleh seluruh
konsep mereka tentang perkembangan dan karakteristik agama dan sejarah Ibrani" (IB, VI, 45).
Berbagai referensi sejarah yang tidak langsung, sifat bahasa yang digunakan, bukti bahwa Yehezkiel
hidup sebelum Bait Salomo dihancurkan, semuanya merupakan bukti positif untuk mendukung
penanggalan tradisional dari kitab ini (bdg. Howie, "The Date of the Prophecy," op. cit. hlm. 27-
46).
Teks Masoret (TM, teks Ibrani yang diterima, dipelihara, dan diberi tanda-tanda baca huruf hidup oleh
para juru tulis antara tahun 600 dan 900 M) memiliki banyak perubahan tekstual, sebagaimana
diindikasikan dalam tafsiran. Para ahli terpaksa melihat pada beberapa versi, terutama Septuaginta
(LXX), dalam upaya memulihkan teks ini . Kodeks Papirus LXX 967, papirus Chester Beatty,
yang berisi Yeh 11; 12; 13; 14; 15; 16; 17 dengan bagian yang hilang, dan koleksi John H. Scheide,
yang berisi sebagian besar Yeh 19:12-39:29, dan bertanggal sebelum Hexapla karya Origenus dari
abad ke-3 M, merupakan dokumen-dokumen yang sangat bermanfaat. Diharapkan bahwa penjelasan
mengenai teks Yehezkiel akan segera datang dari naskah-naskah dan penggalan-penggalan Gulungan-
gulungan Kitab Laut Mati.
KITAB-ISI.
Keterangan singkat tentang isi Kitab Yehezkiel ada tersusun. Ada banyak kemiripan antara Yeremia
dan Yehezkiel dalam pemakaian bahasa, lambang, dan ide. Dalam suatu diagram sinoptik, G. Currey
menunjukkan suatu perbandingan antara Yehezkiel, Daniel, Zakharia, dan Wahyu. (Ezekiel in The
Speaker’s Commentary, hlm. 12-16).
Beberapa perikop yang menonjol dari Kitab Yehezkiel, ditulis per pasal, yaitu : 1; 2; Yeh 3:16-21
(bdg. Yeh 33:1-9); 8 Yeh 9; 11:19 dst. (bdg. Yeh 18:31; 24:7; ); Yeh 14:14,15; 16; 17:22-24; 18
(bdg. 33); Yeh 21:8-17; 21:18-27; 23; 27; 28; 31; 32:17-22; 34; 36:16-38; 37; 38; 39; 47.
Perikop-perikop Mesianis yang utama yaitu : Yeh 11:16-20, Tuhan, tempat ibadah; Yeh 17:22-24,
pohon aras yang besar; Yeh 21:26,27, raja yang adil; Yeh 34:11-31, gembala yang setia; Yeh 36:25-
35, penyucian besar; Yeh 37:1-14, kebangkitan besar; Yeh 37:21-28, penyatuan kembali yang besar;
38 Yeh 39, penaklukan Gog; Yeh 47:1-12, aliran air yang memberi hidup yang keluar dari Bait Allah.
Ajaran-ajaran dasar dari Yehezkiel bisa dikelompokkan sebagai berikut:
1) Ide-ide mengenai Allah: kemuliaan-Nya, pasal Yeh 1; 10; 43; nama-Nya, Yeh 20:8,9,14,22;
36:22,23; kekudusan-Nya, Yeh 20:41; 28:22-25.
2) Penekanan pada tanggung jawab pribadi, Yeh 18:2,5-9,19,20, suatu pengembangan dari Yer
31:29,30.
3) Keadaan berdosa Israel pada permulaan sejarahnya, Yeh 20:8,9; 23:3 dst.
4) Janji-janji pemulihan; penghakiman atas bangsa-bangsa, 25-32; 38 Yer 39; pemberian tanah
dengan kesuburan yang luar biasa, Yeh 36:8,9,29,30,34,35; kelahiran baru secara rohani, Yeh
36:25-27; pemulihan orang-orang buangan, Yeh 37:1-14; pemerintahan Mesianis, Yeh 34:11-
22,23,24; 37:22 dst.; kembalinya Tuhan kepada umat yang sudah lahir baru, Yeh 37:26,27; 43:1-
12.
5) Kelompok masyarakat yang dipulihkan, 40-48. Yehezkiel, yang menulis sebagai seorang imam di
bawah perjanjian lama (old covenant),’ menggambarkan Bait Allah, imam-imam, dan sistem
persembahan kurban yang sudah dibaharui itu sebagai alat di mana Allah berhubungan dengan
umat tebusan-Nya.
YEHEZKIEL
Kitab Yehezkiel terdiri dari dua bagian: pasal Yeh 1:1-24:27, serangkaian pesan yang disampaikan
sebelum kejatuhan Yerusalem, yang isinya secara umum yaitu tentang "malapetaka"; pasal Yeh
25:1-48:35, disampaikan setelah kejatuhan Yerusalem, dengan tema dasar tentang "pengharapan."
Kitab Yehezkiel lebih cocok dipelajari dalam empat judul: pasal Yeh 1:1-24:27, Nubuat tentang
Penghukuman atas Yehuda dan Yerusalem; pasal Yeh 25:1-32:32, Nubuat Melawan Bangsa-bangsa
Sekitar; pasal Yeh 33:1-39:29, Nubuat tentang Pemulihan Israel; pasal Yeh 40:1-48:35, Penglihatan-
penglihatan tentang Bait Suci Yang Baru dan Hukum Yang Baru bagi Orang-orang Tebusan.
.I NUBUAT MELAWAN YEHUDA DAN YERUSALEM. YEH 1:1-24:27.
A. Pendahuluan: Panggilan Yeh 1:1-3:27.
1. Tulisan awal. Yeh 1:1-3.
2. Penglihatan pengukuhan sang nabi: Teofani. Yeh 1:4-28
3. Masa inisiasinya menuju jabatan nabi. Yeh 2:1-3:27.
B. Kejatuhan kota dan bangsa itu dinubuatkan Yeh 4:1-7:27.
1. Empat tindakan simbolis tentang Yerusalem. Yeh 4:1-5:17
2. Nubuat melawan gunung-gunung Israel, tempat pemujaan berhala. Yeh 6:1-14
3. Ratapan atas kejatuhan Yehuda. Yeh 7:1-27.
C. Dosa dan nasib Yerusalem. Yeh 8:1-11:25.
1. Penglihatan tentang empat kejijikan yang dilakukan di Bait Suci. Yeh 8:1-18
2. Penglihatan tentang penduduk yang dibantai oleh beberapa pembalas ilahi. Yeh 9:1-11
3. Penglihatan tentang Yerusalem yang dihancurkan oleh api. Yeh 10:1-22
4. Penglihatan tentang kondisi di dalam kota dan kepergian Tuhan dari kota itu. Yeh 11:1-25
D. Perlunya pembuangan itu secara moral. Yeh 12:1-19:14.
1. Tindakan-tindakan simbolis yang menunjukkan pembuangan dan penyerbuan. Yeh 12:1-20
2. Nubuat dan kekejaman-kekejaman di dalamnya. Yeh 12:21-14:23
3. Perumpamaan tentang pohon anggur. Yeh 15:1-8
4. Perumpamaan tentang anak yang diketemukan. Yeh 16:1-63
5. Perumpamaan tentang pohon anggur dan dua ekor rajawali. Yeh 17:1-24
6. Keadilan Allah ditunjukkan dalam perlakuan-Nya terhadap individu. Yeh 18:1-32
7. Perumpamaan tentang dua ekor singa dan pohon anggur. Yeh 19:1-14.
E. Kejatuhan Israel yang akan datang tidak terelakkan dan perlu. Yeh 20:1-24:27.
1. Tinjauan tentang ketidaksetiaan Israel, dan pemeliharaan atas Israel. Yeh 20:1-44
2. Israel akan dihukum oleh pedang amarah Allah. Yeh 20:45-21:32
3. Dosa-dosa Yerusalem akan dihakimi dalam peleburan logam. Yeh 22:1-31
4. Perumpamaan tentang Ohola dan Oholiba. Yeh 23:1-49
5. Simbol-simbol tentang pengepungan terakhir terhadap Yerusalem. Yeh 24:1-27.
.II NUBUATAN-NUBUATAN MELAWAN BANGSA-BANGSA ASING: KEDAULATAN
UNIVERSAL ALLAH. YEH 25:1-32:32.
A. Amon. Yeh 25:1-7.
B. Moab. Yeh 25:8-11.
C. Edom. Yeh 25:12-14.
D. Filistin. Yeh 25:15-17.
E. Tirus. Yeh 26:1-28:19.
1. Nubuat tentang kehancuran Tirus. Yeh 26:1-21.
2. Ratapan atas kejatuhan Tirus. Yeh 27:1-36.
3. Kejatuhan raja Tirus. Yeh 28:1-19.
4. Sidon. Yeh 28:20-26.
5. Mesir akan diserahkan kepada Nebukadnezar sebagai imbalan. Yeh 29:17-21.
6. Kehancuran Mesir dan sekutunya. Yeh 30:1-19.
7. Kekuatan Firaun akan dihancurkan. Yeh 30:20-26
8. Perumpamaan tentang pohon aras yang besar. Yeh 31:1-18
9. Ratapan untuk Firaun, sang naga. Yeh 32:1-16
10. Ratapan atas turunnya Firaun ke dunia orang mati. Yeh 32:17-32.
.III NUBUATAN TENTANG PEMULIHAN ISRAEL. YEH 33:1-39:29.
A. Sang nabi: Fungsinya dalam mempersiapkan zaman baru. Yeh 33:1-33
B. Keluarga rajani: Gembala-gembala Israel yang mementingkan diri sendiri dan Gembala yang
Baik. Yeh 34:1-31.
1. Edom yang jahat akan dihancurkan. Yeh 35:1-15
2. Israel akan dimuliakan dan diberkati. Yeh 36:1-15
3. Prinsip-prinsip penebusan digambarkan. Yeh 36:16-38.
C. Bangsa: Kebangkitan tulang-tulang kering Israel; penyatuan kembali Yehuda dan Israel. Yeh
37:1-2
D. Damai Sejahtera: Tuhan akan membela Israel terhadap serangan Gog. Yeh 38:1-39:29.
1. Serangan Gog dan kehancurannya. Yeh 38:1-23
2. Kelanjutan nubuat melawan Gog. Yeh 39:1-29.
.IV PENGLIHATAN TENTANG MASYARAKAT YANG DIPULIHKAN: BAIT SUCI YANG
BARU DAN HUKUM YANG BARU. YEH 40:1-48:35
A. Gambaran tentang Bait Suci yang baru. Yeh 40:1-43:27.
1. Bait Suci yang baru dengan pelataran-pelataran dan kamar-kamarnya. Yeh 40:1-42:20.
a. Pelataran, tembok, dan serambi. Yeh 40:1-49
b. Bait Suci dan Ruang Mahakudus. Yeh 41:1-26
c. Kamar untuk para imam. Yeh 42:1-20
2. Kembalinya Tuhan ke Bait Suci. Yeh 43:1-12
3. Mezbah dan persediaan untuk persembahan Bait Suci,Yeh 43:13-27.
B. Ibadah penyembahan yang baru dengan pelayanan dan sistem persembahan kurban yang ideal.
Yeh 44:1-46:24.
1. Orang-orang yang boleh melayani di dalam Bait Suci. Yeh 44:1-31.
2. Bagian tanah untuk para imam, kaum Lewi, dan raja; dan hal-hal yang harus dibayarkan
kepada raja. Yeh 45:1-17.
3. Persembahan-persembahan yang harus dilakukan pada hari-hari raya dan masa-masa yang
ditetapkan lainnya. Yeh 45:18-46:24
4. Aliran air yang memberi hidup keluar dari Bait Suci. Yeh 47:1-12
5. Batas-batas dan pembagian tanah suci. Yeh 47:13-23
6. Bagian wilayah suku-suku, imam-imam, kota, dan raja. Yeh 48:1-35.
DANIEL
NAMA KITAB.
Dalam Alkitab bahasa Inggris judul bagian Alkitab ini yaitu "The Book of Daniel" ("Kitab Daniel").
Dalam Alkitab Ibrani judulnya hanyalah, ""Daniel," yang-sesuai dengan kebiasaan yang dianut dalam
Kitab Nabi-nabi Besar dan Kecil-yaitu nama penulis kitab ini . Sebagaimana dalam beberapa
kitab nubuatan lainnya (mis., Yeremia dan Hosea), penulisnya juga merupakan pelaku utama dalam
peristiwa-peristiwa yang ditulis. Tulisan-tulisan Perjanjian Lama ini memuat nama-nama ini dalam
daftar dan ayat-ayat paling awal. Yesus menyebut nubuat-nubuat dalam kitab ini sebagai
"disampaikan oleh Nabi Daniel" (Mat 24:15; Mrk 13:14). Kesaksian Tuhan kita bukan hanya bahwa
kitab itu diberi nama mengikuti nama Daniel, namun juga bahwa nubuat-nubuatnya diucapkan olehnya.
Nama Daniel telah dikenal dalam literatur dari beberapa bahasa kuno lainnya yaitu Akad, Sabaean,
Palmyrene, Nabataean (J. A. Montgomery, A Critical and Exegetical Commentary on the Book of
Daniel, ICC., hlm. 128), dan dalam literatur Kanaan dari Ras Syamra, di mana seorang pahlawan
bernama Daniel muncul (Tale of Aqhat, ANET, 149-155).
Para ahli injili lazimnya menyebut penulis kitab kita dengan Daniel yang disebut dalam Yeh
14:14,20; 28:3*, di mana dia disebutkan bersama dengan Nuh dan Ayub, sebagai contoh orang benar.
Orang-orang yang menyangkali keaslian Daniel menganggap bahwa Daniel dalam Kitab Yehezkiel
yaitu "tokoh dari tradisi kuno dan tersebar di seluruh dunia, seperti Nuh-Utnapishtim dari kisah air
bah," dan lain-lain (Montgomery, ICC, hlm. 2). Namun, Ayub dan Nuh dalam Kitab Yehezkiel,
yaitu tokoh-tokoh Alkitab, bukan tokoh dunia. sebab nya, kita boleh menganggap bahwa Daniel
dalam Kitab Yehezkiel juga penulis kitab kita. (Untuk makna nama itu, lih. cat. dalam Dan 1:6.)
PENANGGALAN DAN PENULIS.
Sejak abad ketiga dari Zaman Kristen, penanggalan dan penulis Kitab Daniel telah menjadi
perdebatan antara mereka yang menerima pernyataan-pernyataan Alkitab untuk dirinya sendiri dan
mereka yang tidak. Sebelumnya, sebagaimana sekarang diketahui, semua orang Yahudi dan Kristen
mula-mula menerima bahwa kitab itu ditulis dalam zaman Babel dan Persia dari abad keenam, di dan
dekat kota Babel, seperti yang disebutkan oleh kitab itu. Perjanjian Baru dan beberapa tulisan yang
bukan kanon Alkitab, menerima begitu saja keaslian kitab itu. Seorang filsuf Neo-Plato, Porphyry
(233-304 M), bertentangan dengan orang-orang Kristen, memandang bahwa kitab itu secara tepat
menghubungkan cerita dari peristiwa-peristiwa yang terjadi antara abad kelima dan awal abad kedua.
Secara khusus, kitab itu berbicara tentang kedatangan kekaisaran Media-Persia dan Yunani, terutama
rincian karier seorang raja Siria, Antiokhus Epifanes, 175-163 SM, dalam perselisihannya dengan raja
Mesir dan orang-orang Yahudi di Palestina. Jadi Porphyry, yang menyangkal bahwa kitab itu ditulis
sebagaimana diyakini, berpendapat bahwa kitab itu ditulis di Palestina oleh seorang Yahudi yang
hidup pada zaman Antiokhus, dan bahwa apa yang ditulis sebagai nubuatan sebenarnya yaitu
sejarah. Selanjutnya, dia menyatakan bahwa kitab itu akurat sebagai sejarah sebelum Antiokhus,
namun tidak akurat setelah itu. Eusebius dari Kaisarea, Apolinaris, Methodius, dan yang paling khusus,
Jerome, menulis jawaban jawaban untuk Porphyry (lih. Jerome’s Commentary on Daniel, Prolog).
Dalam zaman modern munculnya ketidakpercayaan di lingkungan gereja telah menyebabkan
timbulnya berbagai argumentasi baik dari Porphyry maupun lawannya. Seperti yang ditulis oleh E. B.
Pusey, hampir seabad lalu: "Kemampuan manusia menemukan hal-hal rohani atau bukan rohani
sangatlah terbatas. Mungkin akan sulit untuk menemukan suatu ajaran sesat yang baru. Orang-orang
yang menolak pada zaman dahulu kala sama telitinya atau lebih teliti daripada orang-orang yang
menolak sekarang; sehingga landasannya hampir habis" (Daniel the Prophet, hlm. iii).
Page 94 of 130
Alasan mendasar mengapa beberapa ahli menyangkal keaslian Kitab Daniel yaitu sebab mereka
sudah lebih dulu menolak kemungkinan nubuatan yang bersifat ramalan (lih. J. E. H. Thomson,
Daniel in Pulpit Commentary, hlm. xiii). Sekalipun biasanya tidak diungkapkan, kadang-kadang hal
ini diakui secara terbuka (mis., Robert H. Pfeiffer, Introduction to the Old Testament, hlm. 755).
Argumentasi yang banyak diberikan untuk mendukung pandangan negatif itu terutama yaitu sebagai
berikut:
1) Penulis membuat kesalahan-kesalahan historis.
2) Kitab Daniel dalam bahasa Ibrani dan Aram yaitu dari tipe yang jauh lebih belakangan
daripada abad keenam.
3) Beberapa istilah yang dipakai yaitu kata-kata Persia dan Yunani di mana seorang penulis
Yahudi dari abad keenam tidak mungkin mengetahuinya.
4) Posisi kitab itu dalam bagian ketiga (Tulisan-tulisan atau Karangan-karangan Suci) dari
Perjanjian Lama menunjukkan asal-usulnya yang belakangan, yakni setelah kitab nabi-nabi
diakhiri.
5) Tidak ada kesaksian eksternal tentang keberadaan Daniel sebelum abad kedua.
6) Gagasan teologis dari kitab ini terlalu maju untuk abad keenam.
7) Cerita-ceritanya bersifat khayalan, tidak ada dalam sejarah, dan tidak nyata.
8) Literatur apokaliptis, di mana Kitab Daniel merupakan sebuah contoh, tidak muncul sebelum
"turun dalam zaman Helenistis" (Montgomery, ICC, hlm. 80).
Argumentasi yang dipakai oleh para apologet untuk mendukung keaslian Kitab Daniel yaitu sebagai
berikut:
1) Bukti yang jelas dari kesaksian kitab itu;
2) Penerimaannya dalam kanon, yang membuktikan fakta bahwa orang-orang Yahudi sebelum
abad-abad Kristen yakin akan keasliannya;
3) Kesaksian yang seragam dari Perjanjian Baru, termasuk pendapat yang dikemukakan oleh
Tuhan kita sendiri;
4) Kesaksian eksternal dan langsung dari zaman dulu (termasuk Yeh 14:14,20; 28:3; I Makabe
2:59, 60; dan beberapa bagian dalam Josephus);
5) Bukti tentang pengaruh Daniel sebelum tahun 165 SM;
6) Penolakan argumentasi negatif mengenai gagasan dan sejarah kitab itu. Ini terutama
didasarkan pada dukungan yang kuat dari arkeologi. Sebagian besar dari keberatan historis
telah dibungkam oleh Boutflower dan Dougherty (Charles Boutflower, In and Around the
Book of Daniel; R. H. Dougherty, Nabonidus and Belshazzar). Perhatikan khususnya
pengakuan yang cukup negatif dari Montgomey (ICC, hlm. 72, paragraf penuh kedua).
STRUKTUR KITAB.
Pengamatan sepintas mungkin membagi kitab itu menjadi dua bagian utama, yang masing-masing
memiliki enam sub-bagian dari setiap pasal yaitu: pasal Dan 1; 2; 3; 4; 5; 6, Sejarah Daniel; pasal
Dan 7; 8; 9; 10; 11; 12, Nubuat Daniel. Namun, sebagaimana biasanya garis besar yang rapi
semacam itu, pembagian dua bagian ini lebih dibuat-buat daripada semestinya. Pasal Dan 10; 11; 12
sendiri sebenarnya merupakan suatu kesatuan penting.
Dasar pembagian yang benar harus dicari dalam fakta bahwa Bagian Dan 1:1-2:4a memakai bahasa
Ibrani, Bagian Dan 2:4b-Dan 7:28 memakai bahasa Aram (Siria, Kasdim), dan Bagian Dan 8:1-
12:13 memakai bahasa Ibrani. Penggunaan dua bahasa secara aneh ini, meskipun bersifat misterius,
merupakan maksud Allah dan mengandung makna tertentu. Dengan mengikuti C. A. Auberlen (The
Prophecies of Daniel and the Revelation of St. John, 1857) dan S. P. Tregelles (Remarks on the
Prophetic Visions in the Book of Daniel, 1864) dalam memandang perubahan bahasa sebagai kunci
untuk mengetahui struktur pemikiran-sepanjang ada suatu struktur-kami melihat bahwa Kitab Daniel
membawa pesan penghakiman dan penaklukan bagi bangsa-bangsa bukan Yahudi, yang wakil
utamanya pada zaman sang nabi yaitu Nebukadnezar, Belsyazar, Darius, dan Koresy. Bahasa yang
Page 95 of 130
tepat dalam bagian yang condong kepada bangsa-bangsa bukan Yahudi ini (Dan 2:4b-Dan 7:28)
yaitu Aram, bahasa diplomatik dan perdagangan pada zaman itu. Kitab itu berisi juga suatu pesan
lain, yaitu pesan tentang pengharapan dan pembebasan bagi umat Allah yang tertindas namun berharga
dan kudus, yakni bangsa Ibrani. Untuk bagian yang condong kepada orang Ibrani bahasa yang tepat
yaitu bahasa Ibrani. Ini bukan untuk mengatakan bahwa orang-orang Ibrani tidak muncul dalam
pasal Dan 2; 3; 4; 5; 6; 7 atau bangsa-bangsa bukan Yahudi tidak ada dalam pasal Dan 8; 9; 10; 11;
12. Itu hanya berarti bahwa sudut pandang dasarnya berubah.
Seluruh Kitab Daniel yaitu kitab nubuat. Dari sudut pandang Alkitab, ini hanya berarti bahwa
penulisnya yaitu seorang nabi (Mat 24:15; bdg Ibr 1:1,2). sebab itu, pada waktu nubuat Alkitab
mencakup ramalan, Kitab Daniel lebih dari sekadar ramalan. Kitab itu mungkin berhubungan dengan
peristiwa-peristiwa pada masa lampau, sekarang atau masa depan. Kitab itu selalu disajikan dari sudut
pandang moral dan spiritual yang diberikan secara ilahi. Jadi, bagian-bagian historis dan nasihat
bersifat nubuat sekaligus ramalan.
Atas dasar ini analisis berikut muncul.
LATAR BELAKANG HISTORIS.
Kitab Yehezkiel dan Kitab Daniel ditulis dalam masa Pembuangan, nama yang biasanya diberikan
untuk zaman selama orang-orang Yahudi dari kerajaan Yehuda dipindahkan dari negara mereka
setelah penghancuran Bait Suci, ibu kota, dan kerajaan mereka oleh Nebukadnezar. Penghancuran ini
datang dalam tiga tahap: Pertama, pada tahun 605 SM, Nebukadnezar menaklukkan Yoyakim dan
membawa para tawanan, di antaranya Daniel dan tiga rekannya (Dan 1:1-6; lih. di bawah pada
Dan 1:1). Belakangan, pada tahun 597 SM, dalam perjalanan lain ke Palestina, setelah tindakan
pemberontakan dari raja Yehuda, Yoyakim dan Yoyakhin perlu dihukum, Nebukadnezar sekali lagi
membuat Yerusalem takluk. Kali ini dia membawa 10.000 tawanan, di antaranya Raja Yoyakhin dan
nabi muda Yehezkiel (Yeh 1:1-3; bdg. 2Taw 36:10; 2Raj 24:8-20). Akhirnya, pada tahun 587 SM,
setelah pengepungan Yang lama, Nebukadnezar menghancurkan kota itu beserta Bait Allah dan
mencerai-beraikan seluruh masyarakat Yahudi (2Raj 25:1-7; Yer 34:1-7; 39:1-7; 52:2-11).
Pemulihan negeri itu dimulai pada tahun 538 SM, saat sang pemenang Koresy, raja dari kerajaan
Media-Persia yang baru dan penakluk Babel, sesuai dengan kebijakan umum tentang pemulihan
memulangkan orang-orang tawanan ke negeri mereka, mengeluarkan keputusan bahwa orang-orang
Yahudi boleh pulang (2Taw 36:22,23; Ezr 1:1-4). Sekalipun beberapa orang Yahudi tetap tinggal
dalam pembuangan bertahun-tahun setelah izin pulang mereka diberikan (tentu, sebagian besar tidak
pernah kembali sebagai penduduk), pembuangan itu sendiri, selama mana orang-orang buangan
dilarang bermukim di Yerusalem, berlangsung hanya kira-kira 48 tahun. Namun, Bait Allah tetap
tidak dibangun kembali sampai kira-kira tahun 515 SM (lih. Ezr 6:15), kira-kira 70 tahun setelah
kehancurannya pada tahun 587 SM. Akan namun nubuat Yeremia tentang "tujuh puluh tahun,"
berhubungan dengan masa perbudakan di Babel (Yer 25:11) dan bukan hanya mencakup Yehuda,
namun juga negara-negara di sekitarnya. Inilah masa dari tahun 605 sampai 538 SM, dibulatkan, "tujuh
puluh tahun" (bdg Dan 9:1,2, yang tanggalnya yaitu 539/538 SM).
Banyak perubahan budaya dan agama menimpa orang-orang Yahudi melalui pembuangan mereka. Di
antaranya yaitu munculnya ibadah sinagoge sebagai pengganti ibadah di Bait Suci, dan setidaknya
suatu permulaan menuju penggunaan bahasa kedua, yaitu Aram (juga disebut Siria atau Kasdim).
beberapa bukti membawa pada kesimpulan bahwa bahasa Abram sebenarnya yaitu Aram.
Pernyataan-pernyataan Alkitab (Ul 26:5; Kej 31:4) menunjukkan bahwa keluarga yang darinya
Abram, Ishak, dan Yakub berasal, menggunakan bahasa Aram. Bukti-bukti arkeologi (mis., Batu-batu
Moab, Dokumen-dokumen Ras Syamra) menunjukkan bahwa bangsa Kanaan menggunakan suatu
bahasa yang hampir sama dengan bahasa Ibrani. Jadi orang-orang Yahudi, pada zaman sebelumnya,
bahkan sebelum tinggal di Kanaan, telah mengambil "bahasa Kanaan," yang, dengan sedikit
Page 96 of 130
perubahan, menjadi bahasa Ibrani. Di Babel, mereka menemukan bahasa Aram sebagai bahasa
perdagangan. Itu juga menjadi bahasa diplomasi selama beberapa masa (bdg. Yes 36:11,12). Jadi,
agaknya orang-orang Yahudi mengambil bahasa Aram, yang benar-benar sangat serupa dengan
bahasa Ibrani (meski tidak seluruhnya sama; lih. 2Raj 18:26) dan selama beberapa waktu mereka
memakai dwibahasa. Situasi ini tampaknya yang melatarbelakangi fakta bahwa enam pasal Kitab
Daniel yaitu dalam bahasa Ibrani.
Bentuk Literatur. Kitab Daniel yaitu kitab Apokalips pertama yang luar biasa. Sekalipun apocalypse
hanyalah sebuah kata Yunani yang berarti "penyingkapan" atau "wahyu" dan sebab nya cukup tepat
menjadi nama untuk seluruh Alkitab, khususnya bagian-bagian yang berkaitan dengan masa depan,
biasanya para ahli teologi dan penafsir sekarang memakainya secara khusus untuk jenis literatur
tertentu di mana Daniel yaitu satu-satunya contoh Perjanjian Lama dan Wahyu satu-satunya contoh
Perjanjian Baru. Ada bagian-bagian apokalips dalam kitab-kitab lainnya (mis. Za 1:7-6:8), namun
tidak ada kitab Apokalips lainnya di dalam Alkitab. Tidak ada ahli konservatif yang bisa membatasi
suatu definisi Apokalips yang bisa diterima oleh sifat naturalistis dari banyak pengetahuan Alkitab
saat ini. sebab kaum rasionalis yakin bahwa penulis dan penanggalan yang keliru yaitu sifat dasar
dari Apokaliptis sebagaimana literatur apokaliptis Yahudi yang bukan termasuk kanon Alkitab dari
dua abad sebelum Kristus.
1) Orang-orang yang memandang Daniel dan Wahyu sebagai asli dan benar, menganggap
literatur Apokaliptis Alkitab sebagai suatu bentuk nubuatan tentang masa depan. Itu
dibedakan terutama oleh: Penggunaan penglihatan yang dilaporkan apa adanya (bukannya
dicerna dan diringkas seperti kebanyakan nubuatan).
2) Pemakaian simbol-simbol terutama sebagai sarana Pewahyuan, entah ditafsirkan (seperti
tentang domba jantan dan kambing jantan dalam Dan 8), atau tanpa ditafsirkan (seperti
wanita yang berselubung matahari dalam Why 12).
3) Ramalan tentang masa depan umat Allah (entah Israel atau Gereja) dalam kaitannya dengan
bangsa-bangsa di bumi yang digenapi dengan kedatangan Mesias.
4) Karakteristik gaya prosa dan bukan gaya puitis dari bagian-bagian profetik lainnya dalam
Perjanjian Lama.
PENAFSIRAN APOKALIPS.
Karakter khusus dari Apokalips menuntut upaya terbaik dari penafsir dan kebergantungannya kepada
Allah disertai kerendahan hati. Belum ada aturan hermeneutik khusus yang telah berhasil dibuat untuk
menangani literatur Apokalips. Ketelitian yang sungguh-sungguh harus digunakan agar aturan-aturan
untuk menafsirkan apokalips yang di luar Alkitab tidak dipindahkan begitu saja ke dalam penafsiran
Apokalips Alkitab. Akhirnya, hanya tulisan-tulisan yang diilhamkan dari Daniel dan Yohaneslah yang
merupakan apokalips yang sejati. Yang lainnya palsu; dan sekalipun bermanfaat dalam memberi
latar belakang Perjanjian Baru atau menarik bagi orang-orang yang senang dengan literatur khayalan,
tulisan-tulisan itu tetap merupakan pseudepigrafa, yaitu tulisan-tulisan palsu. Semua tulisan itu tiruan
yang disengaja dari Apokalips yang benar, di mana Kitab Daniel merupakan contoh Alkitab yang
menonjol.
DANIEL
JUDUL: Nubuatan Tentang Bangsa-Bangsa di Dunia dan tentang Masa Depan Israel yang Berkaitan
dengan Mereka dalam Rencana Allah.
.I PENGANTAR SEJARAH. DAN 1:1-2:4a.
.II BANGSA-BANGSA DI DUNIA-KARAKTER, HUBUNGAN, KEBERHASILAN, DAN
MASA DEPAN MEREKA. DAN 2:4B-DAN 7:28.
1. Mimpi Nebukadnezar tentang patung besar: Sebuah nubuat tentang "zaman bangsa-bangsa
yang tidak mengenal Allah." Dan 2:1-49
2. Pencobaan Nebukadnezar terhadap iman orang-orang yang mengaku percaya: Sebuah
pelajaran tentang iman yang teguh. Dan 3:1-30
3. Penglihatan Nebukadnezar tentang pohon yang tinggi: Sebuah pelajaran tentang kerendahan
hati. Dan 4:1-37
4. Perjamuan Belsyazar: Sebuah pelajaran tentang dosa dan hukumannya. Dan 5:1-31
5. Darius orang Media dalam peran sebagai penganiaya agama: Sebuah pelajaran tentang iman
dan doa. Dan 5:31-6:27
6. Sebuah penglihatan tentang empat binatang, Yang Lanjut Usianya, dan Anak Manusia:
Konflik antara Kristus dan Antikristus. Dan 7:1-28.
.III BANGSA IBRANI, HUBUNGANNYA DENGAN KEKUASAAN BANGSA KAFIR, DAN
MASA DEPANNYA DALAM RENCANA ALLAH. DAN 8:1-12:13.
1. Seekor domba jantan, seekor kambing jantan, dan sebuah tanduk kecil: Israel berselisih
dengan Antikristus Perjanjian Lama. Dan 8:1-27
2. Nubuat tentang tujuh puluh masa: Masa depan Israel dalam rencana Allah. Dan 9:1-27
3. Penglihatan terakhir: Israel sepanjang abad dan pada penggenapan di tangan musuh-musuh
dan di tangan Allah. Dan 10:1-12:13.
HOSEA
P E N U L I S
Pengetahuan kita tentang kehidupan Hosea, anak Beeri, hanya bersumber dari kitab yang menyandang
namanya. Ia bernubuat kepada Kerajaan Utara (Israel, atau Efraim) tepat pada waktu Yesaya sedang
bernubuat di Yehuda (Hos 1:1; bdg. Yes 1:1). Amos (Am 1:1) yang hidup sezaman dengan dia,
yaitu penduduk asli Yehuda yang bernubuat di Israel. Namun Hosea yaitu nabi yang juga seorang
penulis dari Kerajaan Utara yang menyapa bangsanya sendiri. Ia berbicara kepada mereka dengan hati
hancur. Ia bernubuat tentang pembuangan yang akan mereka alami (Hos 3:4). Visi profetiknya
melihat melewati pembuangan, kepada pemulihan, saat umat yang telah dihajar kembali mengakui
hak-hak prerogatif Tuhan (Hos 3:5). sebab kejatuhan Samaria tidak disebutkan sebagai fakta yang
telah terjadi oleh Hosea, orang berpendapat bahwa ia melayani sebagian besar sebelum 722 SM.
Kebanyakan dari pelayanannya sebagai nabi jelas dilakukan di antara 750 sampai 725 SM. Hos 1 ayat
Hos 1:1 membuktikan bahwa ia masih hidup dan bernubuat pada zaman Raja Hizkia (mulai sekitar
715 SM).
PERNIKAHAN HOSEA.
Ketidaksetiaan Israel kepada Tuhan digambarkan oleh Hosea dengan kiasan seorang istri yang
meninggalkan suaminya yang setia demi mengikuti kekasih-kekasihnya yang jahat. Kiasan ini diambil
dari pengalaman Hosea sendiri, sebab Hos 1:2 memberi tahu kita bahwa Tuhan berbicara kepada
Hosea, "Pergilah, kawinilah seorang wanita sundal." Tafsiran yang banyak sehubungan dengan
perkataan yang aneh ini umumnya termasuk dalam tiga kategori:
1) Sebagian orang berpendapat bahwa perkataan itu dimaksudkan untuk menyajikan sebuah alegori
yang dirancang untuk menanamkan pelajaran spiritual tentang ketidaksetiaan Israel, dan bahwa
Hosea tidak benar-benar menikah seperti itu. Pakar-pakar yang berpendapat begini antara lain
yaitu Calvin, Keil, von Hoonacher, Reuss, Gressman, Robert Pfeiffer, dan E. J. Young.
2) Sebagian lain bersikeras bahwa Hosea benar-benar menikah dengan seorang pelacur, mungkin
pelacur kuil. T. H. Robinson dan T. Laetsch menyokong pandangan ini.
3) Banyak pakar berpendapat bahwa Hosea menikah dengan seorang wanita yang tadinya ia kira suci,
namun belakangan mengetahui bahwa sang istri tidak setia. Menurut pandangan ini, ungkapan
"wanita sundal" (Hos 1:2) dipakai secara profetik. Pada waktu menulis buku ini, Hosea
melihat bahwa tangan Allah yang telah membuat suatu pernikahan yang dari sudut pandang
manusia merupakan tragedi yang berat. Dengan harapan-harapan besar Hosea menikahi Gomer,
hanya. untuk mengetahui kecenderungan sang istri untuk berzina. Mereka kemudian bercerai, Hos
2:2 sebetulnya berisi formula perceraian-"Dia bukan istri-Ku, dan Aku ini bukan suaminya."
Hosea tetap mencintainya, dan menikah lagi dengannya (Hos 3:1). Ini paralel dengan cara Allah
menghadapi Israel. Setelah bersumpah setia pada Hukum Tuhan, Israel masih teras mengejar-
ngejar Baal dan dewa-dewa Kanaan lain sampai Allah menolaknya untuk sementara
(Pembuangan). Setelah Israel dihajar seperti itu, ia dikembalikan kepada kasih Allah di tanah
Yudea. Pandangan ini menyamakan wanita dalam Hos 3:1 dengan "wanita sundal" dalam
Hos 1:2. Dengan sedikit perbedaan, pendapat ini didukung oleh Ehrlich, Marti, W. R. Harper, dan
G. W. Anderson. Tafsiran dalam buku ini ditulis dari sudut pandang ini.
ZAMAN HOSEA.
Nubuat-nubuat Hosea mula-mula diucapkan pada waktu pemerintahan Yerobeam II yang kacau,
saat Israel menikmati kesejahteraan lahiriah, namun menderita kerusakan batiniah. Kuil-kuil penuh
dengan orang-orang yang berbakti (Am 4:4,5), namun orang-orang miskin ditindas (Am 4:1) oleh
orang-orang yang agamanya hanya bersifat lahiriah saja. Selama hari-hari sejahtera Yerobeam,
penghakiman tampak jauh dari Israel, namun kekuasaan Asyur akan segera dirasakan di Asia barat.
Tahun berikutnya setelah kematian Yerobeam, Tiglat-pileser III menaiki takhta Asyur (745 SM). Pada
tahun 732 SM Damsyik jatuh ke tangan Asyur, lalu satu dasawarsa kemudian Samaria, ibu kota Israel,
jatuh dan penduduknya dikirim ke pembuangan. Amos dan Hosea bernubuat selama tahun-tahun
terakhir Kerajaan Utara, sama seperti Yeremia dari Yerusalem bernubuat pada saat-saat terakhir
sejarah Yehuda.
HOSEA
I. KEHIDUPAN PERKAWINAN SANG NABI. HOS 1:1-3:5
A. Perkawinannya dengan Gomer. Hos 1:1-9
B. Berita pengharapan. Hos 1:10-11
C. Penghakiman atas Israel yang tidak setia. Hos 2:2-13
D. Pemulihan Israel yang tidak setia. Hos 2:14-23
E. Hosea menebus istrinya yang tidak setia. Hos 3:1-5
II. KETIDAKSETIAAN ISRAEL DAN HUKUMAN YANG DIAKIBATKANNYA HOS 4:1-
13:16
A. Kesalahan bangsa itu. Hos 4:1-3
B. Kesalahan imam-imam. Hos 4:4-8
C. Penghukuman untuk semua. Hos 4:9,10
D. Praktik-praktik pemujaan yang amoral. Hos 4:11-19
E. Penghakiman atas raja-raja dan imam-imam sebab menyesatkan bangsa itu. Hos 5:1-7
F. Kebijakan-kebijakan luar negeri Efraim (Israel) dan Yehuda yang mendatangkan malapetaka.
Hos 5:8-15
G. Permohonan Israel dan jawaban Allah. Hos 6:1-6
H. Kejahatan-kejahatan Israel. Hos 6:7-7:7
I. Kebijakan luar negeri Israel yang mendatangkan malapetaka. Hos 7:8-8:3
J. Penyembahan Berhala dan sekutu-sekutu jahat Israel. Hos 8:4-14
K. Pembuangan Israel dinubuatkan. Hos 9:1-9
L. Kemurtadan Israel dahulu di Baal-Peor. Hos 9:10-14
M. Kemurtadan Israel di Gilgal. Hos 9:15-17
N. Kehancuran pemujaan Baal dinubuatkan. Hos 10:1-8
O. Dosa di Gibea. Hos 10:9-10
P. Kehancuran Israel. Hos 10:11-15
Q. Kasih Allah; Israel tak tahu berterima kasih. Hos 11:1-7
R. Belas kasihan Allah kepada umat-Nya. Hos 11:8-11
S. Dosa-dosa Yakub. Hos 11:12-12:14
T. Pemujaan anak lembu yang berarti kejahatan. Hos 13:1-3
U. Allah yang penuh anugerah akan mendatangkan kehancuran. Hos 13:4-11
V. Kehancuran yang tak terelakkan. Hos 13:12-15.
III. PERTOBATAN DAN PEMBAHARUAN ISRAEL. HOS 14:1-9.
A. Panggilan untuk bertobat. Hos 14:1-3
B. Janji pengampunan. Hos 14:4-8.
C. Nasihat terakhir. Hos 14:9.
YOEL
NAMA DAN SEJARAH PRIBADI PENULIS.
Penulis disebut ‘Yoel anak Petuel’ (Yl 1:1). Dalam bahasa Ibrani nama Yô’e-l (LXX; lõél, Vulg.)
berarti: "Yahweh (atau Yehovah) yaitu Allah". Jadi seperti nama Mikha, nama ini mungkin
menunjukkan pengakuan iman pihak orang tua si anak.
Sejarah pribadi Yoel terbatas pada apa yang ditunjukkan dalam nubuatannya sendiri. Meskipun ada
tiga belas orang lain dalam Perjanjian Lama yang bernama Yoel, nabi ini tidak dapat diidentifikasikan
dengan salah seorang di antara mereka. Pesan yang ia sampaikan terutama berhubungan dengan
Yerusalem dan Yehuda. Berbagai acuannya pada negeri dan kota itu menunjukkan bahwa ia yaitu
warga Palestina selatan dan mungkin penduduk Yerusalem (lih. "Sion,Yl 2:1,15,32; 3:16,17,18,20*;
"bani Sion," Yl 2:23; "Yehuda" dan "Yerusalem," Yl 2:32; 3:1,16,17,18,20; "orang-orang Yehuda"
dan Yerusalem. Yl 3:6,8,19). Ia menunjukkan pengetahuannya yang cermat tentang Bait Suci, ibadah-
ibadahnya dan petugas-petugasnya (mis. Yl 1:9,13,14,16; 2:14,17). Namun kritikannya yang tajam
terhadap imam-imam menunjukkan bahwa ia bukan anggota golongan ini.
WAKTU PENULISAN.
Sampai saat ini belum ada kesatuan pendapat di antara para pakar tentang waktu penulisan Kitab
Yoel. Namun, dari pelbagai waktu yang diajukan, ada dua pendapat utama: 1. Waktu yang sudah lama
lalu, selama pemerintahan Yoas di Yehuda, kira-kira 830 SM. 2. Pasca Pembuangan, kira-kira 400
SM, yaitu selama masa Persia. Ada beberapa argumentasi logis untuk mendukung waktu yang lebih
belakangan. Salah satunya ialah sebab tidak ada keterangan dalam ayat judul (Yl 1:1) mengenai raja
yang sedang memerintah seperti pada kitab nabi-nabi lain dari masa pra-Pembuangan. Juga, Kerajaan
Utara (Samaria) tidak disebutkan, jadi jelas waktu itu kerajaan itu telah lama tidak ada. Yoel memakai
kata Israel untuk mengacu kepada Yehuda, yang tidak pernah dilakukan oleh seorang pun dari para
nabi pra-Pembuangan. Istilah ini hanya dipakai untuk kesepuluh suku di utara sebelum 722 SM
(jatuhnya Samaria). Imam-imam, bukan para pemuka atau raja, merupakan pemimpin-pemimpin
dalam masyarakat pasca-Pembuangan. Acuan dalam Yl 3:6 pada orang Yunani menunjukkan suatu
masa saat orang-orang Yahudi berhubungan dengan mereka. Juga ayat-ayat Yl 1:1,2,17 dari Yl 3
menunjukkan bahwa peristiwa Pembuangan telah terjadi.
Sebaliknya, argumentasi-argumentasi yang mendukung waktu pra-Pembuangan cukup kuat.
Menonjolnya imam-imam dan absennya para pemuka dan raja disebabkan oleh fakta bahwa Yoyada,
sang imam besar, sedang memerintah untuk Raja Yoas yang masih anak-anak. Argumentasi bahwa
tidak ditemukan keterangan apa-apa (lih. tentang Samaria di atas) yaitu tidak berbobot, sebab sang
penulis bukan hanya menaruh perhatian terhadap kejadian-kejadian di Kerajaan Utara. Istilah Israel
bisa dipakai secara tepat untuk Yehuda sebagai ahli waris sah atas berkat-berkat spiritual Yakub.
Hubungan. antara Yunani dan Tirus bisa saja terjadi pada waktu awal, sebab di sini Yunani tidak
diacu sebagai bangsa. Kata Ibrani, Yãwãn, dapat mengacu kepada suatu kelompok dan berbagai
gerombolan pedagang budak dari negeri yang jauh. Memulihkan keadaan (#/TB Yl 3:1*) dapat
dibandingkan dengan Ayb 42:10. Dalam Yl 3 tidak ada penggambaran yang tidak cocok dengan masa
pra-Pembuangan. Yl 3:4-6 mengacu kepada kejadian-kejadian yang sama seperti yang digambarkan
dalam Kitab Obaja. Musuh-musuh yang disebutkan bukanlah negeri-negeri Pembuangan (Asyur,
Babel, dan Samaria), melainkan negeri-negeri pra-Pembuangan (Fenisia dan Filistin; bdg. 2Taw
21:16,17).
KEPENULISAN.
Kitab Yoel diterima oleh tradisi sebagai buah karya satu orang penulis saja. Namun, kira-kira pada
tahun 1870, seorang pakar yang bernama M. Vernes menunjukkan bahwa Yl 2:28-3:21 (dalam
Alkitab Ibrani, yaitu pasal-pasal Yl 3), tidak ditulis oleh penulis Yl 1:2-2:27 (dalam Alkitab Ibrani,
Yl 1:1-2:18). Belakangan, ia memperbaiki pandangan ini dan mengakui bahwa penulis yang sama
menulis kedua bagian itu. Namun ia tetap berpendapat bawa ada perbedaan yang mencolok di antara
kedua bagian itu. Usaha-usaha kurang berarti lainnya telah dilakukan untuk membuktikan bahwa
kitab ini bukan sebuah unit sastra yang utuh. Nowack, Marti dan pakar-pakar lain yang telah berhasil
mempertanyakan keabsahan aliran pemikiran ini berpendapat bahwa Kitab Yoel merupakan satu unit
utuh. Pandangan berdasar penelitian Alkitab dan segi sejarah dan sastra yang umumnya diterima
pada zaman ini yaitu bahwa Yoel kemungkinan besar merupakan sang penulis kitab ini, namun
bahwa belakangan mungkin terjadi beberapa modifikasi, perluasan dan interpolasi sepanjang abad-
abad di mana Alkitab disebarkan.
GAYA PENULISAN.
Gaya penulisan Kitab Yoel yaitu klasik, mirip gaya penulisan Kitab Amos dan Mikha. Apakah Yoel
yang banyak meminjam dari nabi-nabi terdahulu itu, atau apakah justru Yoel yang merupakan sumber
tempat mereka mengambil data dan gaya penulisan, tidak dapat ditentukan dengan pasti; namun
persamaan gaya tulisannya memang kuat. Bandingkan Yl 3:18 dengan Am 9:13; Yl 1:4 dengan Am
4:9; Yl 2:11 dengan Zef 1:14,15, Yl 2:3 dengan Yeh 36:35 dan Yes 51:3; Yl 2:11 dengan Mal 3:2;
Yl 3:10 dengan Yes 2:4.
Alasan langsung untuk penulisan kitab ini yaitu penghancuran negeri itu oleh malapetaka ganda,
yaitu wabah belalang dan kekeringan. Dengan nada puitis yang amat indah dan kuat, sang nabi
menggambarkan serbuan belalang dalam kiasan tentang sebuah bala tentara, dengan menunjukkan
bahwa mereka merupakan pertanda datangnya hari Tuhan. Ia menghimbau agar seluruh lapisan
masyarakat bertobat, dan berjanji kepada mereka bahwa jika mereka memenuhi syarat kepatuhan
kepada Allah, tanah itu akan dipulihkan kepada kesuburannya yang dulu. Juga Roh Allah akan
dicurahkan ke atas semua orang, umat perjanjian itu akhirnya akan menang atas segala musuhnya, dan
suatu era kekudusan dan damai yang universal akan muncul.
PENGAJARAN.
Bahwa "Hari TUHAN" akan datang yaitu ajaran pokok kitab ini, yaitu hari di mana Tuhan
menyatakan diri dalam penghancuran musuh-musuh-Nya dan peninggian sahabat-sahabat-Nya. Hari
ini akan disertai oleh guncangan bumi secara hebat serta suatu pertunjukan fenomena alam yang luar
biasa (Yl 2:30,31). Sikap hati dan kehidupan manusia di depan Tuhan akan merupakan faktor yang
menentukan reaksinya terhadap hari itu. Hari itu yaitu hari kengerian bagi orang berdosa (Yl 1:15;
2:11) dan hari berkat bagi orang-orang kudus (Yl 2:12-14,19-29). Orang-orang yang berseru kepada
nama Tuhan akan dibebaskan, namun musuh-musuh umat itu akan dimusnahkan (ps. 3).
YOEL
AYAT JUDUL: PENULIS NUBUAT. YL 1:1
I. WABAH BELALANG SEBAGAI PERTANDA HARI TUHAN. YL 1:2-2:17.
A. Malapetaka tiga rangkap: belalang, kekeringan, dan kebakaran. Yl 1:2-2:17
1. Serbuan belalang. Yl 1:2-12
2. Himbauan untuk bertobat. Yl 1:13,14
3. Kengerian Hari Tuhan.Yl 1:15-20
B. Bencana yang mengawali hari penghakiman. Yl 2:1-17
1. Gambaran jelas tentang penghakiman mendatang. Yl 2:1-11
2. Nasihat untuk bertobat. Yl 2:12-17.
II. PENGHINDARAN PENGHAKIMAN DAN PEMBERIAN BERKAT-BERKAT YL 2:18-
3:21
A. Berkat-berkat pada masa depan yang dekat. Yl 2:18-27
B. Pencurahan Roh ilahi. Yl 2:28-32
C. Penghakiman atas bangsa-bangsa. Yl 3:1-17
1. Pembalasan atas kejahatan-kejahatan yang dilakukan terhadap orang-orang Yahudi. Yl
3:1-3
2. Penghakiman atas Fenisia. Yl 3:4-8
3. Penghakiman dunia. Yl 3:9-17
D. Berkat yang mengikuti penghakiman. Yl 3:18-21
AMOS
TANGGAL PENULISAN DAN LATAR BELAKANG.
Ayat pertama dari nubuat Amos, bersama dengan Am 7:10-13, menempatkan sang nabi pada
pertengahan abad kedelapan SM, sezaman dengan Uzia dari Yehuda, dan Yerobeam II dari Israel.
Uzia, raja Yehuda, memerintah kira-kira lima puluh tahun (791-740 SM) dan berhasil dalam beberapa
hal. Ia mengalahkan musuh-musuh Yehuda dan menguatkan tembok-tembok Yerusalem. Negeri itu
sejahtera di bawah kepemimpinannya, dan untuk satu kurun waktu pengaruh Amos bersifat
konstruktif secara rohani.
namun Uzia mungkin dipengaruhi oleh Yerobeam, raja Israel. Yerobeam memerintah kira-kira empat
puluh tahun (793-753 SM) dan amat sangat, sukses. Pengaruhnya jauh melebihi pengaruh Uzia
hampir dalam segala bidang. Dalam kepemimpinannya di bidang agama, Yerobeam, seperti
Yerobeam I, anak Nebat, dengan sengaja mendorong praktik-praktik pemujaan dewa kesuburan (2Raj
14:24-25). Ia tidak meninggalkan pemujaan terhadap Yehovah, namun menjadikannya berhala dengan
menambahkan dengan tiang-tiang pemujaan, patung-patung dan terafim (Hos 2:14,17,18; 3:4; 4:12;
10:2; 11:2). Kehidupan sosial bangsa itu ditandai dengan perzinaan, perampokan, dan pembunuhan.
Kemewahan orang-orang kaya dibangun di atas ketidakadilan dan penindasan terhadap orang-orang
miskin (Am 2:6-8; 3:15; 4:1; 5:7-12; 6:3-6; 8:4,6; Hos 4:1,2,11-13; 6:8,9; 12:6,7).
Pada umumnya orang berpendapat bahwa Amos bernubuat sekitar 760 SM. Zaman Amos merupakan
suatu masa keamanan politik bagi Israel, yang dicerminkan dalam kesombongan dan kesembronoan
golongan yang berkuasa. Peperangan dengan Siria telah berakhir dengan kemenangan Israel.
Yerobeam "mengembalikan daerah Israel, dari jalan masuk ke Hamat sampai ke Laut Araba" (2Raj
14:25). Sikap sembrono ini merupakan ciri dari tahun-tahun akhir pemerintahan Yerobeam, bukan
tahun-tahun awalnya. Ancaman kekuasaan Asyur di bawah Tiglat-pileser III (745-727 SM; lih.
Tafsiran atas Am 1:14) belum muncul. Gempa bumi yang disebut dalam Am 1:1 tidak menolong
untuk menentukan tanggal yang lebih pasti dari pelayanan nabi ini.
Kehidupan Amos. Amos yaitu penduduk asli Tekoa, yang terletak di padang gurun Yehuda, dua
belas mil sebelah selatan Yerusalem. Ia yaitu seorang gembala, yang menambah penghasilannya
dengan memungut buah ara (ara hutan) (Am 1:1; 7:14,15). Tidak ada catatan tentang keluarganya.
Panggilan Allah datang kepadanya saat ia sedang menggembalakan kawanan ternaknya.
Pengakuannya bahwa Tuhan memanggilnya secara langsung (Am 7:15) membuat dia dapat
disejajarkan dengan semua nabi yang mengalami penyataan langsung dari Allah. Meskipun Amos
berasal dari Yehuda, ia bernubuat di Kerajaan Utara. Meskipun demikian, pemberitaannya
membangkitkan antagonisme atau pertentangan sedemikian rupa sehingga ia kembali ke Yehuda,
tempat ia melakukan pemberitaannya secara tertulis.
Tulisan Amos menunjukkan bahwa ia bukan seorang desa yang tidak berpendidikan. Ia menunjukkan
pengetahuan yang dalam tentang sejarah dan tentang problem-problem zamannya. Bahasanya, yang
kaya dengan bahasa kiasan serta lambang-lambang, setaraf dengan gaya sastra terindah pada zaman
Perjanjian Lama.
PEMBERITAAN AMOS.
Proklamasi besar pada awal nubuat ini (Am 1:2) menetapkan nada dari pemberitaan Amos. Suara
Tuhan, seperti auman singa, akan terdengar dalam penghakiman dari Sion. Sang nabi menunjukkan
rusaknya rohani di bawah formalisme agama dan kekayaan materi masa itu (Am 5:12,21). Ia
mengritik keras para pemimpin sebab memburuknya keadilan sosial dan moralitas (Am 2:7,8) serta
menunjukkan pengabaian total mereka terhadap hak-hak azasi dan kepribadian manusia (Am 2:6). Ia
menandaskan bahwa umat Allah harus mencari Tuhan dan bertobat serta menegakkan keadilan,
jikalau mereka ingin tetap hidup (Am 5:14,15). namun sebab orang-orang Israel tidak mau bertobat,
maka bagi mereka hanya ada penghancuran (Am 9:1-8). Hari Tuhan akan merupakan, penegasan
tentang berbagai tuntutan sifat moral Allah terhadap orang-orang yang telah menolak Dia. Kalau ini
disadari, kemuliaan kerajaan Daud yang telah dijanjikan akan didirikan; dan hari itu tak dapat
dielakkan (Am 9:11-15). Pemberitaan Amos sebagian besar yaitu "teriakan meminta keadilan."
AMOS
I. NUBUAT-NUBUAT MELAWAN BANGSA-BANGSA. AM 1:1-2:16.
A. Tulisan awal dan proklamasi. Am 1:1,2
B. Tuduhan terhadap bangsa bangsa tetangga. Am 1:3-2:3.
C. Tuduhan terhadap

