Kisah santa santo 7

 


nya.  Feremenatos  berhasil  mempersatukan 

orang-orang Kristen yang terpencar-pencar. Lalu ia 

ditahbiskan  uskup  oleh  Santo  Atanasios  dari 

Alexandria (Mesir) dan menjadi ‘Rasul Etiopia’.

B: Frumentius; P: 27 Oktober

SANTO FIDELIS OFM Cap dari 

SIGMARINGEN (1578-1622)

Namanya ialah Mark Rey. Ia dilahirkan di 

Jerman pada tahun 1578. Mark menuntut ilmu di 

Universitas Freigburg yang termashyur untuk 

menjadi seorang pengacara. Semasa masih 

mahasiswa, ia sering mengunjungi mereka yang 

sakit dan yang miskin. Setiap hari ia selalu 

meluangkan waktu untuk 

berdoa. Saudaranya 

memutuskan untuk menjadi 

seorang imam Fransiskan 

Kapusin. Sebaliknya, Mark 

menamatkan kuliahnya dan 

menjadi seorang pengacara 

terkenal.

Mark seringkali 

membela perkara kaum 

miskin yang tidak memiliki 

uang untuk membayar. Oleh 

sebab itulah ia dijuluki, 

“Pengacara Orang Miskin.” 

sebab  Mark seorang yang jujur, ia menjadi muak 

dengan ketidakjujuran yang terjadi dalam 

pengadilan. Ia memutuskan untuk mengikuti jejak 

saudaranya dan menjadi seorang imam. Mark 

menerima jubahnya dan memilih nama Fidelis, yang 

berarti “setia.” Pastor Fidelis bersukacita saat  ia 

diutus ke Swiss, di sana banyak orang yang 

memusuhi iman Katolik. Pastor Fidelis ingin 

memenangkan jiwa mereka dan membawa mereka 

kembali ke pangkuan Gereja. Khotbah-khotbahnya 

membawa hasil yang menakjubkan. Banyak orang 

bertobat. Musuh Gereja Katolik amat marah dengan 

keberhasilannya.

St. Fidelis tahu bahwa hidupnya ada dalam 

bahaya, namun demikian ia terus saja berkhotbah. 

Suatu hari, tengah ia berkhotbah, sebuah peluru 

ditembakkan, namun  meleset. Pastor Fidelis tahu 

bahwa ia harus meninggalkan kota saat itu juga. 

Dan ia melakukannya, namun , saat ia sedang dalam 

perjalanan ke kota terdekat, gerombolan orang yang 

marah menghentikannya. Mereka 

memerintahkannya untuk mengingkari iman Katolik. 

St. Fidelis menjawab dengan tegas, “Aku tidak akan 

mengingkari iman Katolik.” Orang-orang 

menyerangnya dengan tongkat, pentung dan senjata 

lainnya.

Dalam keadaan terluka sang imam 

memaksakan dirinya untuk berlutut. Ia berdoa: 

“Tuhan, ampunilah musuh-musuhku. Mereka tidak 

tahu apa yang mereka perbuat. Tuhan Yesus, 

kasihanilah aku! Bunda Maria yang kudus, Bundaku, 

tolonglah aku!” Orang banyak itu kembali 

menyerangnya hingga mereka yakin bahwa ia sudah 

tewas. St. Fidelis wafat sebagai martir pada tahun 

1622 dalam usia empat puluh empat tahun. Ia 

dinyatakan kudus oleh Paus Benediktus XIV pada 

tahun 1746.

A: yang setia; L: pentung dan pedang; P: 24 April

FILEAS († 305)

Uskup  yang  pandai  dari  Mesir  ini  menulis 

surat  kepada  umatnya  berisikan  kisah  hidup  para 

martir  Alexandria.  Bersama  Santo  Filoromus  – 

seorang  pejabat  tinggi  yang  memprotes  perlakuan 

pemerintah terhadap uskup ini  – ia dihukum mati, 

meskipun  hakim  telah  membujuknya  agar 

mengingat nasib anak dan isterinya.

P: 4 Februari


FILEMON (abad ke-1)

yaitu   ‘kawan  dan  teman  sekerja’  Santo 

Paulus  di  Kolosa  (Turki).  Rumahnya  sering 

digunakan  untuk  perayaan  ekaristi  kudus.  (Lihat 

Surat kepada Filemon dalam Perjanjian Baru). Konon 

orang yang senang berbuat amal ini menjadi uskup 

dan mati syahid.

A: yang tercinta (Y); P: 22 Nopember

FILEMON (abad ke-3)

Menurut  kisah  kuno  Filemon  disuap  oleh 

diakon  Apolonios  yang  takut  mati  itu  untuk 

memberikan  persembahan  kepada  dewa-dewa 

dengan  menggunakan  pakaian  Apolonios.  Sebab, 

Filemon sendiri masih kafir. namun  di muka mezbah 

dewa,  Filemon  sekonyong-konyong  tergerak  oleh 

rahmat  dan  berubah  mengaku  beriman  kepada 

Kristus. Lalu Apolonios bertobat dan mereka berdua 

mati sebagai saksi iman.

P: 8 Maret

FILIBERTUS (610-685)

Dalam  usia  muda  sudah  dipilih  menjadi 

abbas.  Namun  sebab   para  biarawan  tak  mau 

tunduk. Ia meninggalkan biara itu dan mengunjungi 

biara-biara  lain  untuk  memperdalam hidup  rohani. 

Kemudian Filibertus mendirikan biara baru. namun  ia 

segera  dipenjarakan  oleh  seorang  pejabat  tinggi 

yang dicelanya. Ia pindah tempat dan merintis biara 

baru lagi di muara sungai Loire Perancis

P: 20 Agustus


FILIP (1507-1569)

Masuk  biara  pada  usia  30  tahun.  Bekas 

pedagang  kaya  ini  dipilih  menjadi  abbas,  sebab  

kepandaiannya  dalam hal  rohani,  administrasi  dan 

irigasi.  Tahun  1565  ia  diangkat  menjadi  kepala 

Gereja  Ortodox  Rusia.  Dua  tahun  kemudian 

terjadilah  pembunuhan missal  yang dilakukan oleh 

Tzar Ivan IV. Filip menegurnya secara pribadi, namun  

Ivan  tambah  marah.  Suatu  hari  Ivan  mau 

menyambut komuni di katedral Moskow. Uskup Filip 

lantang  berkata:  “Di  atas  altar  ini  kami 

mempersembahkan kurban murni tak berdarah demi 

penyelamatan  manusia.  namun   di  luar  gereja  ini 

darah  orang  Kristen  tak  bersalah  ditumpahkan. 

Tuhan menolak orang yang tidak mencintai sesame 

manusia.  Dan  aku  wajib  mengatakan  demikian 

kepada Baginda dan aku bersedia mati sebab nya.” 

Pembunuhan  berjalan  terus  dan  uskup  Filip  pun 

tetap  memprotes.  Akhirnya  Filip  dipecat,  diborgol 

dan dipenjarakan.  Dua hari  sebelum Natal,  utusan 

Tsar mencekiknya hingga tewas.

P (di Gereja Ortodox): 9 Januari

SANTO  FILIPUS  dan  SANTO  YAKOBUS, 

RASUL († 62)

Kedua orang 

kudus ini termasuk dalam 

kedua belas rasul Yesus. 

Filipus merupakan salah 

seorang dari para rasul-

Nya yang pertama. Ia 

dilahirkan di Betsaida, di 

wilayah Galilea. Tuhan 

Yesus bertemu 

dengannya dan berkata, “Ikutlah Aku!” Filipus 

sangat bersukacita bersama Yesus. Ia ingin 

membagikan sukacitanya itu kepada sahabatnya, 

Natanael. “Kami telah menemukan Dia, yang disebut 

oleh Musa dalam kitab Taurat dan oleh para nabi,” 

kata Filipus, “yaitu Yesus dari Nazaret.” Natanael 

tidak ikut bergembira. Nazaret hanyalah sebuah kota 

kecil, dan bukannya suatu kota besar dan penting 

seperti Yerusalem. Jadi, kata Natanael, “Mungkinkah 

sesuatu yang baik datang dari Nazaret?” namun , 

Filipus tidak marah mendengar jawaban sahabatnya 

itu. Ia hanya mengatakan, “Mari dan lihatlah!” 

Natanael pergi menjumpai Yesus. sesudah  berbicara 

dengan-Nya, Natanael juga menjadi seorang 

pengikut Kristus yang setia.

St. Yakobus yaitu  putera Alfeus dan saudara 

sepupu Yesus. sesudah  kenaikan Yesus ke surga, 

Yakobus menjadi Uskup 

Yerusalem. Orang banyak 

sangat menghormatinya dan 

memberinya julukan “Yakobus 

si Adil,” yang berarti “Yakobus 

yang Kudus.” Ia juga dijuluki 

“Yakobus Muda,” sebab  ia 

lebih muda dari seorang rasul 

lainnya yang juga bernama 

Yakobus. Yakobus yang lain 

itu dijuluki “Yakobus Tua” 

sebab  ia lebih tua usianya.

St. Yakobus seorang 

yang lemah lembut dan 

pemaaf. Ia menghabiskan banyak waktunya untuk 

berdoa. Terus-menerus ia memohon kepada Tuhan 

untuk mengampuni mereka yang menganiaya para 

pengikut Kristus. Bahkan saat  para penganiaya 

umat Kristen menjatuhkan hukuman mati atasnya, 

Yakobus memohonkan ampun bagi mereka kepada 

Tuhan. St. Yakobus wafat sebagai martir pada tahun 

62.

Filipus Rasul, makamnya dihormati di Gereja 

Duabelas Rasul di Roma; A: penyayang kuda; 

B: Filip; L: tongkat dengan salib; P: 3 Mei

FILIPOS († 304)

saat  polisi  mengunci gereja, uskup tua itu 

dengan  tenang  mengatakan,  bahwa  Tuhan 

bersemayam dalam hati setiap manusia dan bukan 

dalam gedung. Ia terus mengumpulkan umat susaha  

beribadat  di  luar  gereja,  sehingga  gubernur 

menuntut agar piala-piala dan Kitab-kitab Suci untuk 

ibadat  diserahkan.  Namun  Filipos  menolak. 

Akibatnya, ia bersama diakon Hermes di cambuk dan 

selama tujuh  bulan  dikurung  dalam penjara  untuk 

disiksa.  saat   tiba  saatnya  menjalani  hukuman 

mati,  mereka  begitu  lemah  sehingga  terpaksa 

diusung  ke  tempat  pembakaran.  Hari  berikutnya 

seorang Kristen lain,  Severus namanya, menjalani 

nasib yang sama.

P: 22 Oktober

FILIPUS BENIZI (1225-1285)

Semula  pembesar  ordo  Servit  ini  yaitu  

mahasiswa  kedokteran  yang  mau  menjadi  bruder. 

namun   akhirnya  malah  ditahbiskan  menjadi  imam. 

saat   konklav  mengusulkan  Filipus  menjadi  paus 

baru, ia menyembunyikan diri ke pegunungan.

Sebagai  pengkotbah  dan  pendamai  jasanya 

sangat  besar.  Suatu  hari,  saat   sedang 

mengadakan misi  perdamaian,  ia ditempeleng oleh 

Peregrine  Laziosi  (1345).  Melihat  Filipus  begitu 

tenang,  Peregrine  insaf,  lalu  bertobat  dan  masuk 

ordo Servit  juga.  Filipus  sangat  tekun berdoa dan 

sabar  dalam  menanggung  penderitaan,  sehingga 

dinyatakan sebagai Santo Pelindung penderita sakit 

kronis

P: 23 Agustus; Peregrine P: 1 Mei

SANTO FILIPUS NERI (22 Juli 1515-26 Mei 

1595)

Filipus Neri dilahirkan pada tanggal 22 Juli 

1515 di Florence, Italia. Ayahnya, Fransiskus Neri, 

bekerja sebagai seorang notaris. Ia termasuk 

golongan bangsawan, namun  keluarganya sendiri 

hidup miskin. 

Filipus kecil suka sekali berkelakar! Bagi 

teman-temannya, sentuhan tangan Filipus atau 

bahkan kehadirannya saja 

sudah cukup untuk 

menyembuhkan hati siapa 

saja yang sedang berduka. 

Filipus kecil juga suka 

bertindak seturut kata 

hatinya. sebab  

kelakuannya itu hampir saja 

sebuah kecelakaan 

merenggut nyawanya. 

Filipus melihat seekor 

keledai beban dengan 

gerobaknya yang sarat 

dengan buah-buahan; tiba-

tiba saja ia meloncat naik ke atas punggung keledai. 

Keledai yang terkejut itu kehilangan 

keseimbangannya dan terpeleset. Sedetik kemudian, 

keledai, gerobak dan buah-buah muatannya serta 

Filipus jatuh terguling-guling ke gudang bawah 

tanah dengan Filipus tertindih keledai dan gerobak!  

Pada tahun 1533, saat  usianya delapan 

belas tahun Filipus dikirim ke San Germano, kepada 

seorang sanak, untuk belajar berdagang. namun  

tidak ada sama sekali minatnya dalam berdagang. Ia 

malahan lebih sering menggunakan waktunya untuk 

berdoa di sebuah kapel di atas bukit. Filipus 

memperoleh nubuat dalam suatu penglihatan bahwa 

ia mendapat panggilan merasul di Roma, jadi ia 

meninggalkan keluarganya dan pindah ke Roma. 

Di Roma, Filipus belajar Filsafat dan Teologi 

selama tiga tahun, sebelum akhirnya memutuskan 

untuk hidup layaknya seorang pertapa. Suatu saat , 

sedang Filipus berdoa di Katakomba St. Sebastianus 

di jalan Appian Way, sebuah bola api masuk ke 

dalam hatinya. Pengalaman mistik ini memberinya 

kekuatan yang luar biasa hingga ia mulai 

mewartakan Tuhan dengan penuh semangat kepada 

semua orang.    

Pada tahun 1548, Filipus membentuk 

kelompok Persaudaraan Tritunggal Maha Kudus. 

Kelompok ini  beranggotakan kaum awam yang 

menawarkan bantuan bagi para peziarah yang 

datang ke Roma. Organisasi ini berjalan baik dan 

kelak menjadi rumah sakit Santa Trinita dei 

Pellegrini yang terkenal di Roma. sebab  merasakan 

panggilan yang kuat untuk menjadi imam, Filipus 

masuk biara dan pada tahun 1551 ditahbiskan 

menjadi seorang imam. Kemudian Romo Neri 

ditugaskan di gereja San Girolamo. 

Bagi umatnya, Romo Neri yaitu  seorang 

imam yang spontan, tak dapat ditebak, 

menyenangkan serta penuh humor. Semua orang 

kudus selalu penuh pengharapan dan sukacita, 

namun  pada Neri pengharapan dan sukacita itu 

tampak lebih nyata. Ia selalu melihat sisi baik dari 

semua peristiwa, baik peristiwa gembira maupun 

sedih yang dialaminya. Lelucon-leluconnya, biasanya 

idenya sendiri, selalu dikenang. 

Demi pertumbuhan rohani umatnya, Romo 

Neri senantiasa menyediakan waktu bagi siapa saja 

dan kapan saja.  Ia memperhatikan mereka dan 

memberikan dukungan serta nasehat menurut 

kepentingan mereka masing-masing. Nasehat-

nasehatnya itu membawa dampak yang besar 

sehingga berguna bagi perkembangan gereja secara 

menyeluruh. Rm Neri amat popular sebagai seorang 

bapa pengakuan sebab ia pandai membaca hati 

orang dan memberikan penitensi yang membantu 

mereka berbalik dari dosa-dosa mereka. Ia 

membantu umatnya mengatasi kelemahan-

kelemahan mereka dengan membuat mereka 

tertawa! 

Sukacita Rm. Neri segera memikat hati 

umatnya, terutama kaum muda. Ia mengadakan 

kegiatan-kegiatan untuk membimbing hidup 

kerohanian mereka: doa, Misa, diskusi, pendalaman 

iman, paduan suara, dsbnya. Ia mengadakan prosesi 

kunjungan ke Tujuh Gereja di Roma dengan 

perhentian-perhentian di masing-masing gereja 

untuk berdoa, devosi, menyanyi, menari dan 

berpiknik (piknik yang dihadiri oleh ± 6000 orang)! 

Jumlah kaum muda yang bergabung semakin lama 

semakin banyak, di antara mereka banyak pula yang 

kemudian tertarik untuk menjadi imam, hingga pada 

akhirnya terbentuklah Konggregasi Oratorian.  Nama 

Oratorian dipilih sebab  mereka biasa berkumpul 

 secara teratur di sebuah ruang kecil yang disebut 

oratory (“ora” yaitu  bahasa Latin yang berarti 

“berdoa”; oratory artinya tempat doa). Rm Neri dan 

Oratorian segera menjadi pusat kehidupan beriman 

di Roma. 

Beberapa penguasa gereja yang iri kepada 

Rm Neri merasa terancam dengan berkembangnya 

gerakan Oratorian. Oleh sebab  itu Rm Neri 

diperintahkan untuk menghentikan segala kegiatan 

Oratorian. Rm Neri tentu saja kecewa, namun  ia 

menghadapi semua rintangan itu dengan humor, 

kerendahan hati dan ketaatan. Akhirnya, pada tahun 

1575, Paus Gregorius XIII merestui Konggregasi 

Oratorian dan mengijinkannya untuk melakukan 

segala kegiatannya kembali. Mereka bahkan 

dihadiahi gereja Santa Maria dari Vallicella, namun  

lebih dikenal hingga sekarang sebagai “Chiesa 

Nuova” (artinya gereja baru). Pada hari mereka 

memasuki gereja baru mereka pada tahun 1577, 

para Oratorian melakukan arak-arakan di kota 

dengan membawa serta segala tetak-bengek 

peralatan rumah tangga mereka (sendok, mangkuk, 

kursi yang seluruhnya terbuat dari kayu). Di barisan 

depan parade yang aneh ini tampaklah Rm Neri, 

berarak sambil menendang-nendang bola sepak.

Rm Neri memahami betapa pentingnya 

berbicara dengan bijaksana. Suatu hari seseorang 

datang kepadanya. Orang itu memiliki  masalah 

tidak dapat menghentikan kebiasaan buruknya yaitu 

bergosip dan menceritakan keburukan-keburukan 

orang lain. Rm Neri menyuruhnya naik ke atap 

rumah dengan satu tas besar penuh dengan bulu 

burung. Kemudian Romo memintanya untuk 

membuka tas serta menggoncang-goncangkan tas 

ini  agar bulu-bulu itu dapat keluar semuanya. 

Baru saja ia melakukannya, maka angin segera 

meniup bulu-bulu itu dan membawanya terbang 

hingga jauh menyebar ke seluruh penjuru kota. 

Sesudahnya, Rm Neri memintanya untuk pergi 

mengumpulkan setiap bulu yang telah terbang 

terbawa angin. Orang itu memandang Rm Neri 

dengan terkejut dan gugup. Rm Neri berkata, “Kata-

kata yang jahat sama seperti bulu-bulu itu. Begitu 

keluar dari tas, mereka menyebar ke segala penjuru 

kota dan tidak pernah bisa ditarik kembali!”

Suatu hari seorang anak muda yang 

dibimbingnya datang kepada Rm Neri dan bertanya 

apakah ia diperkenankan mengenakan baju kasar 

(dalam upacara kuno wajib dikenakan oleh pendosa 

berat yang belum diampuni dosanya oleh gereja). 

Rm Neri menyadari bahwa kegiatan yang tampak 

seperti “laku silih” pun dapat menjadi sumber 

kesombongan, padahal Rm Neri senantiasa menjauhi 

sikap bangga dan tinggi hati. Oleh sebab nya Rm 

Neri memberinya ijin dengan syarat bahwa baju 

kasar ini  harus dikenakan di luar kemejanya! 

Dengan demikian baju kasar ini  bukan saja 

memicu  ketidaknyamanan di tubuhnya namun  

juga memicu nya diperolok dan ditertawakan 

orang-orang di sekitarnya. Kisah ini menjadi 

terkenal, sebab  kelak di kemudian hari, pemuda itu 

menyatakan dengan penuh syukur bahwa “laku silih” 

yang dianjurkan Rm Neri mengajarkan kepadanya 

arti sebenarnya dari penderitaan dan dengan 

demikian mengubah hidupnya. 

Seorang pemuda bangsawan jatuh sakit dan 

mendadak meninggal. Ibunya sangat sedih, sebab 

puteranya belum menerima Sakramen Pengurapan 

Orang Sakit serta Sakramen Pengakuan Dosa. Ia 

memohon agar Rm Neri berdoa bagi puteranya. Rm 

Neri mendekati jenasah pemuda itu dan memegang 

tangannya seraya berkata, "Paulo, Paulo!" Maka 

pemuda itu pun bangun dan hidup kembali selama 

setengah jam sehingga dapat menerima kedua 

sakramen yang amat diperlukan bagi perjalanannya 

menuju surga.

Tuhan melakukan banyak mukjizat-Nya 

melalui Rm Neri. Namun demikian yang ingin 

dilakukan Rm Neri hanyalah membawa sebanyak-

banyaknya orang kepada Yesus. Oleh sebab  itulah, 

guna menghindari rasa kagum umatnya, Rm Neri 

seringkali berlagak tolol. Ia mengenakan pakaian 

yang modelnya menggelikan atau pernah suatu 

saat  ia mencukur separuh janggutnya sebelum 

pergi ke suatu pesta perjamuan yang 

diselenggarakan khusus untuk menghormatinya. 

Atau, saat  para tamu dari Polandia datang untuk 

bertemu dengan orang kudus yang amat popular ini, 

mereka malahan mendapatkan Rm Neri sedang 

duduk mendengarkan seorang imam lain 

membacakan lelucon dari artikel -artikel  humor. Rm 

Neri ingin orang lain menertawakannya dan dengan 

segera lupa bahwa ia yaitu  seorang kudus. 

Kepada  para pengikutnya Rm Neri sering 

berkata, “Bersukacitalah senantiasa, sebab  sukacita 

yaitu  jalan untuk berkembang dalam kebajikan.” 

Meskipun Rm Neri seorang yang penuh humor, 

namun  ia sangat serius dalam kehidupan doanya. Rm 

Neri  mudah sekali mengalami `ekstase' (keadaan 

orang yang sedang terpengaruh Roh Kudus, 

sehingga berbuat sesuatu yang luar biasa); berjam-

jam dalam sehari dihabiskannya untuk berdoa. Jika 

seseorang bertanya bagaimana caranya berdoa, Rm 

Neri akan menjawab, “Rendah hati serta taat, maka 

Roh Kudus akan membimbingmu.”

Pada tanggal 26 Mei 1595, sesudah  menderita 

sakit cukup lama, Rm Neri meninggal dunia dalam 

usia delapan puluh tahun. Ia dimakamkan di Chiesa 

Nuova. Seluruh kota Roma berduka. Namun, 

sekarang kota Roma tampak amat berbeda 

dibandingkan 60 tahun sebelumnya. Ada iman yang 

tumbuh dari kota ini  yang segera menyebar 

dan mempengaruhi umat Katolik di seluruh dunia. 

Sebagai ungkapan syukur, Paus menyatakan Rm 

Filipus Neri sebagai Rasul kota Roma yang kedua 

sesudah Santo Petrus. 

Rm Filipus Neri dibeatifikasi pada tahun 1615 

oleh Paus Paulus V dan dikanonisasi pada tahun 

1622 oleh Paus Gregorius XV. Pesta St Filipus Neri 

dirayakan setiap tanggal 26 Mei.

FILIPUS DAN BOLA API

Filipus memiliki semangat doa yang luar 

biasa. Tidak peduli di mana pun ia berada, ia dapat 

dengan mudah berkomunikasi dengan Tuhan - 

bahkan dikatakan bahwa hatinya seolah-olah siap 

meledak sebab  cintanya yang meluap-luap kepada 

Tritunggal Maha Kudus! Pernyataan ini  

memang tidak berlebihan sebab  didasarkan pada 

suatu kejadian yang amat menakjubkan: 

Pada tahun 1544, menjelang Hari Raya 

Pentakosta, Filipus sedang berlutut dan 

berdoa memohon 

Karunia-karunia 

Roh Kudus di 

Katakomba St 

Sebastianus. 

Tiba-tiba sebuah 

bola api muncul 

dan secepat kilat 

masuk ke dalam 

mulutnya, lalu 

meluncur ke 

dalam hatinya. Filipus merasakan hatinya 

membesar, namun  ia sendiri tidak merasa 

sakit. Sejak itu, setiap kali Filipus mengalami 

suatu peristiwa mistik (persatuan dengan 

Tuhan secara mendalam), maka hatinya akan 

berdebar kencang memicu  seluruh 

tubuhnya bergetar. Di saat-saat seperti itu 

Filipus akan memohon kepada Tuhan untuk 

menenangkan hasratnya atau membawanya 

pulang ke surga. Kadang kala dada Filipus 

menjadi demikian panas terbakar sehingga ia 

harus melemparkan dirinya ke dalam salju. 

Sesudah Filipus wafat pada tahun 1595, para dokter 

membedah dadanya. Hati orang kudus itu 

sedemikian besarnya hingga dua tulang rusuk di 

atasnya patah dan menonjol keluar. Namun 

demikian para dokter tidak menemukan adanya 

tanda-tanda suatu penyakit.

Seluruh kota Roma menghormati Filipus, kita 

pun juga. Dengan teladan St. Filipus Neri kita semua 

disadarkan bahwa masing-masing dari kita dipanggil 

bukan saja untuk menjadi kudus, namun  juga untuk 

senantiasa penuh sukacita.

Filipus Neri (1515-1595), pendiri perkumpulan 

‘Oratorium’ dan tokoh pembaharuan; lahir di 

Firenze dan meninggal di Roma. L: imam 

Oratorium dengan hati yang berkobar-kobar di 

tengah-tengah anak yang riang gembira; P: 26 

Mei. Hari pestanya dinyatakan sebagai hari 

besar rakyat Roma sampai kini.

SANTA  FINA  (SERAPHINA)  (†  12  Maret 

1253)

Fina dilahirkan di sebuah kota kecil di Italia 

bernama San Geminiano. Pada mulanya, 

orangtuanya termasuk golongan berada, namun  

kemudian mereka jatuh miskin. Seraphina, atau 

Fina, begitu ia biasa dipanggil, yaitu  puteri mereka. 

Fina seorang gadis manis yang lincah. Ia seorang 

yang murah hati. Setiap hari Fina menyisihkan 

sebagian makanannya untuk diberikan kepada 

seseorang di kotanya yang lebih miskin darinya. 

Siang hari ia menjahit serta memintal untuk 

membantu keluarganya membayar hutang-hutang 

mereka. Malam hari, ia biasa mempergunakan 

waktunya untuk berdoa lama kepada Yesus dan 

Maria. 

saat  masih muda usianya, ayahnya 

meninggal dunia. Fina terserang suatu penyakit yang 

menjadikannya cacat serta lumpuh. Ia hampir tidak 

dapat bergerak sama sekali dan sebab nya Fina 

harus tergolek di atas papan kayu selama enam 

tahun lamanya. Rasa sakit menjalar di seluruh 

tubuhnya. Satu-satunya cara bagi Fina agar ia dapat 

tabah menghadapi penderitaannya yaitu  dengan 

merenungkan sengsara Yesus sementara Ia dipaku 

pada kayu salib. “Aku mempersatukan seluruh 

penderitaanku dengan penderitaan-Mu, ya Yesus,” 

demikian ia berbisik. Kadang kala, saat  rasa sakit 

menyerangnya dengan dahsyat, ia akan berkata, “Ini 

bukanlah luka-lukaku, namun  luka-luka-Mu, ya 

Kristus, yang menyakiti aku.” Fina ditinggalkan 

seorang diri berjam-jam lamanya setiap hari sebab  

ibunya harus pergi untuk bekerja atau untuk 

meminta-minta. Para tetangga mengetahui 

penderitaan Fina, namun  luka-lukanya mengeluarkan 

bau amat busuk sehingga mereka memiliki berbagai 

macam alasan untuk tidak menjenguknya.

Tak disangka, ibunya pun meninggal dunia. 

Sekarang Fina sebatang kara. Hanya seorang 

tetangga, yaitu sahabat baiknya yang bernama 

Beldia, datang untuk merawatnya. Beldia berusaha 

memberikan perhatian kepada Fina sebanyak yang 

ia mampu, namun  pada umumnya Fina ditinggalkan 

seorang diri. Sudah jelas nyata bahwa ia tidak akan 

dapat hidup lebih lama lagi. Namun demikian, Fina 

tidak mau patah semangat. Seseorang menceritakan 

kepadanya tentang penderitaan hebat yang harus 

ditanggung oleh Santo Gregorius Agung. Fina 

kemudian berdevosi kepadanya. Konon, suatu hari, 

sementara ia mengerang kesakitan, Santo Gregorius 

menampakkan diri kepadanya. Dengan lembut ia 

berkata kepada Fina, “Puteriku, pada hari pestaku 

Tuhan akan memberimu istirahat.” Menurut 

penanggalan liturgi lama, pesta St. Gregorius Agung 

dirayakan pada tanggal 12 Maret sebab  ia wafat 

pada tanggal ini  pada tahun 604. Jadi, pada 

tanggal 12 Maret 1253, St. Gregorius datang untuk 

membawa Fina pulang ke surga.

FLABIANOS († 449)

Uskup Agung  Konstatinopel  ini  dipenjarakan 

oleh  kaisar,  sebab   membela  kebenaran  iman 

terhadap  bidaah  monofisit.  Dua  tahun  sesudah 

kematiannya,  Ratu  Santa  Pulkeria  memakamkan 

mayatnya dalam geraja para Rasul.

P: 18 Februari

SANTO FLANNAN

Flannan hidup sekitar abad ketujuh. Ia yaitu  

putera seorang kepala suku Irlandia bernama 

Turlough. Flannan dididik oleh para biarawan. Ia 

juga belajar pertanian dari mereka. Di Roma, Paus 

Yohanes IV menjadikannya seorang uskup. Paus 

melakukan ini sebab ia mengenali kebijaksanaan dan 

kekudusan Flannan. saat  Santo Flannan kembali 

ke Irlandia, semua orang di wilayahnya, Killaloe, 

datang menyongsong. Mereka antusias untuk 

mendengarkan pengajaran yang dibawa Santo 

Flannan dari paus di Roma.

Uskup Flannan mengajar umatnya begitu 

baik, bahkan ayahnya memutuskan untuk menjadi 

seorang biarawan. Kepala suku yang sudah lanjut 

usia ini pergi kepada Santo Colman untuk 

mendapatkan pengajaran dalam hidup membiara. 

Pada saat yang sama, ia mohon berkat bagi 

keluarganya, sebab tiga dari puteranya tewas 

terbunuh. Santo Colman menubuatkan, “dibandingkan mu 

akan bangkit tujuh raja.” Dan kelak terjadilah 

demikian.

Santo Flannan khawatir, sebab ia yaitu  

bagian dari keluarga, kalau-kalau ia menjadi raja 

juga. Jadi ia berdoa agar menjadi buruk rupa. Dan 

segeralah wajahnya menjadi bopeng. Ia 

memanjatkan permohonan yang aneh ini sebab ia 

ingin bebas untuk mengikuti panggilannya. Ia rindu 

membaktikan diri sepenuhnya demi melayani Tuhan 

dan umat-Nya.

FLAVIA DOMITILLA (abad ke-1)

yaitu  puteri dari wangsa/ dinasti kekaisaran 

Romawi. Ia dibuang oleh kaisar sebab  menjadi 

Kristen. Bersama dengan dua pelayannya bekas 

tentara Romawi, yaitu Nereus dan Achilles dikirim 

ke pembuangan dan bebrapa tahun kemudian 

disiksa dan dipenggal

P: 12 Mei

FLORA († 851)

Dia difitnah oleh saudara lelakinya yang 

beragama Muslim. Akibatnya ia ditahan dan didera 

bersama temannya, yaitu Maria. Santo Eulogius 

mengirim surat kepada kedua tawanan ini: “Jangan 

takut! Walaupun diancam dibuang ke tempat 

pelacuran, tiada noda akan mencemarkan jiwa anda, 

sekalipun badan dinodai dengan paksa.” Hakim Abd-

Rahman memerintahkan algojo memenggal kepala 

mereka di Cordoba (Spanyol).

A: kembang, bunga (L); P: 24 Nopember

FLORENTINA

Dididik oleh Santo Leander dan dipilih 

menjadi abbas.

A: yang berbunga; P: 27 September

SANTO FLORIANUS († 304)

yaitu  sekretaris gubernur Romawi di Lorch 

Jerman. saat  mau membantu orang-orang Kristen 

yang ditangkap, ia ditahan dan ditenggelamkan ke 

dalam sungai. Florianus dihirmati sebagai santo 

pelindung terhadap bahaya kebakaran dan 

kebanjiran.

A: flora = kembang/bunga (L); L: batu giling 

pada leher; P: 4 Mei

SANTA FLORA dari 

BEAULIEU

Orang kudus dari 

Perancis ini hidup pada abad 

keempatbelas. Ia berasal dari 

sebuah keluarga yang 

harmonis dan di kemudian 

hari menggabungkan diri dalam sebuah biara para 

biarawati di Beaulieu pada tahun 1324. Ia seorang 

gadis yang baik dan polos, yang menolak rencana 

orangtua untuk menikahkannya. namun , begitu ia 

mempersembahkan diri kepada Tuhan sebagai 

mempelai-Nya, Ia memperkenankannya untuk 

membuktikan kasihnya dengan menghadapi 

berbagai macam pencobaan dan pergulatan hidup.

Terkadang bagi Sr Flora tampaknya ia sedang 

melewatkan suatu kehidupan yang teramat nyaman. 

Di lain waktu, ia harus menghadapi kehidupan yang 

sulit. Maka ia pun tergoda untuk pulang ke rumah 

demi menyenangkan diri. Namun demikian, sebab ia 

tak kenal lelah berusaha mengasihi Tuhan, Sr Flora 

semakin dan semakin berkenan bagi-Nya. Pada 

akhirnya, Ia menganugerahinya dengan penglihatan-

penglihatan yang menakjubkan dan karunia 

mengetahui kejadian di masa mendatang. Segera 

saja, orang banyak menyadari bahwa Sr Flora 

yaitu  seorang yang sungguh kudus. Mereka datang 

untuk meminta doa dan nasehatnya. Santa kita ini 

juga menerima anugerah istimewa sengsara luka-

luka Kristus di salib. Tampaknya ia merasakan 

sesuatu menembusinya, meninggalkan suatu luka di 

lambungnya. Dengan sukacita ia menerima sengsara 

ini demi kasihnya yang teramat besar bagi Yesus.

SANTO FOILLAN

Foillan yaitu  seorang biarawan Irlandia yang 

hidup pada abad ketujuh. Kedua saudaranya juga 

telah dimaklumkan sebagai santo. Mereka yaitu  

sebagian dari banyak rasul Irlandia yang berkobar-

kobar dalam semangat. Mereka meninggalkan tanah 

air guna membantu negeri-negeri lain yang memiliki 

lebih sedikit imam dibandingkan Irlandia. Santo 

Foillan, Santo Fursey dan Santo Ultan terlebih 

dahulu pergi ke Inggris. Mereka mendirikan sebuah 

biara di Benteng Burgh. Dari tempat ini, mereka 

melakukan karya-karya misionaris di kalangan 

penduduk East Angles. saat  para penyerang 

wilayah itu merampok segala yang dimiliki biara, 

Santo Foillan dan Santo Ultan memutuskan untuk 

mewartakan Injil di Perancis. 

Saudara mereka yang lain, Santo 

Fursey, telah bekerja sebagai 

seorang misionaris dan wafat di 

sana.

Raja Clovis II menyambut 

kedua misionaris kudus itu 

sebagaimana ia menyambut 

saudara mereka yang datang 

sebelumnya. Beata Itta dan 

puterinya memberikan sebidang 

tanah kepada Foillan. Santa 

Gertrude memintanya untuk 

berkhotbah kepada para biarawati 

di biara di mana ia menjabat 

sebagai pemimpin biara. Foillan 

melakukanya dan mendatangkan 

pengaruh besar atas mereka. Ia 

juga melakukan karya misionaris di 

tengah warga . Sesungguhnya, Santo Foillan 

yaitu  seorang santo Irlandia yang sangat terkenal 

di Eropa.

Suatu hari, seusai mempersembahkan Misa 

untuk Santa Gertrude dan para biarawatinya, Pater 

Foillan berangkat bersama tiga orang rekan untuk 

suatu perjalanan. Mereka hendak menengok Santo 

Ultan yang mewartakan Injil di daerah lain. 

Sementara melintasi suatu hutan, mereka diserang 

oleh segerombolan penyamun dan mati terbunuh. 

Dua setengah bulan kemudian barulah tubuh mereka 

diketemukan. Santa Gertrude memakamkannya 

dengan penuh hormat di biara yang didirikan Foillan.

FOEBE (abad ke-1)

yaitu  diakon wanita yang membantu Santo 

Paulus dan umat (Roma 16,1 dst). Ia mengantarkan 

surat Santo Paulus ke Roma.

P: 3 September

FRANCOIS JOSEPH dan PIERRE LOUIS 

ROCHEFOUCAOULD

Mereka berdua dengan tegas-tegas membela 

Gereja dari kesewenang-wenangan para penindas, 

saat  Revolusi Perancis mengganas. Kedua uskup 

kakak beradik ini dibunuh pada tahun1792 di Paris.

P: 2 September

BEATO FRANCOIS de MONTMORENCY 

LAVAL 

(1623-1708)

Beato Francois yaitu  uskup pertama Quebec 

City, Canada. Ia dilahirkan pada tahun 1623 di 

sebuah kota kecil di 

Perancis. Ia mendapatkan 

pendidikan Katolik yang 

baik. Ia melanjutkan belajar 

di Yesuit dan lalu pergi ke 

Paris guna menyelesaikan 

persiapannya ke jenjang 

imamat. Pada bulan Mei 

1647 Francois ditahbiskan 

sebagai imam dan pada tanggal 8 Desember 1658 

ditahbiskan sebagai uskup. Pada tahun 1659 ia tiba 

di New France. 

Uskup Laval memiliki semangat misioner 

yang tinggi. Terlebih lagi, ia memiliki keberanian 

untuk memikul tugas tanggung jawab yang berat. Ia 

dipercaya untuk mengorganisir Gereja di Canada 

yang masih merupakan daerah misi. Uskup Laval 

meminta para misionaris Yesuit untuk melayani 

penduduk setempat. Ia membentuk paroki-paroki 

baru bagi umat Katolik yang berbahasa Perancis. 

Pada tahun 1663, ia mendirikan seminari di Quebec. 

Ini merupakan langkah yang amat penting 

mengingat seminari yang baik diperlukan untuk 

mendidik calon-calon imam bagi umat Allah.

Uskup Laval mengasihi umatnya di 

wilayahnya yang amat luas. Ia seorang uskup yang 

penuh perhatian dan hidup dalam doa. Salibnya 

yang teristimewa yaitu  campur-tangan terus-

menerus dari otoritas sipil. Ia khususnya berbicara 

lantang mengenai pengaruh buruk perdagangan 

minuman keras.

Pada tahun 1688, ia pensiun dan digantikan 

oleh Uskup de Saint-Vallier. Uskup Laval 

membaktikan duapuluh tahun terakhir hidupnya 

dalam karya-karya belas kasih dan pelayanan 

rohani. Ia wafat pada tahun 1708. Para peziarah 

datang berdoa di makamnya dan banyak mukjizat 

dilaporkan terjadi. Paus Yohanes Paulus II 

memaklumkan Uskup Laval sebagai “beato” pada 

tanggal 22 Juni 1980. 

FRANKA (abad ke-11)

Rubiah Italia ini melarikan diri ke tempat 

yang sangat sepi sebab  diganggu oleh dua imam 

jahat.

P: 1 Oktober

SANTA FRANSISKA dari ROMA (1384-9 

Maret 1440)

St Fransiska dilahirkan pada tahun 1384. 

Orangtuanya, Paul Bussa dan Jacobella de' 

Roffredeschi, yaitu  

bangsawan yang kaya 

raya, namun  mereka 

mengajarkan pada 

Fransiska untuk 

menaruh perhatian pada 

sesama dan 

mengamalkan hidup 

Kristiani yang saleh. Ia 

yaitu  seorang gadis 

kecil yang cerdas. 

saat  usianya sebelas 

tahun, Fransiska 

memberitahukan 

kepada orangtuanya bahwa ia telah memutuskan 

untuk menjadi seorang biarawati. Namun, kedua 

orangtuanya malahan mendorong Fransiska untuk 

memikirkan hidup perkawinan. Seperti kebiasaan 

pada masa itu, mereka memilih seorang pemuda 

yang baik untuk menjadi suami Fransiska. Pemuda 

itu baru tigabelas tahun usianya.

Fransiska dan suaminya, Lorenzo Ponziano, 

saling jatuh cinta. Meski pernikahan mereka yaitu  

sebab  perjodohan, mereka hidup bahagia dalam 

perkawinan selama empatpuluh tahun lamanya. 

Lorenzo mengagumi isterinya, dan juga saudari 

iparnya - Vannozza. Fransiska dan Vannozza berdoa 

setiap hari dan melakukan matiraga bagi Gereja 

Yesus, yang menghadapi banyak pencobaan pada 

masa itu. Kedua saudari ini juga mengunjungi 

mereka yang miskin dan merawat mereka yang 

sakit. Mereka membawakan makanan dan juga kayu 

bakar bagi orang-orang yang membutuhkannya. 

Para wanita  kaya lainnya terinspirasi oleh 

teladan kedua bersaudari ini untuk lebih memaknai 

hidup mereka pula. Sementara itu, Fransiska 

bertekun dalam doa. Ia semakin akrab bergaul 

dengan Yesus dan Maria dalam hidup sehari-hari.

Fransiska dan Lorenzo yaitu  orang-orang 

yang penuh belas kasih. Mereka tahu bagaimana 

rasanya menderita. Mereka kehilangan dua dari 

ketiga anak mereka sebab  wabah. Hal ini 

menjadikan mereka terlebih lagi peka terhadap 

kebutuhan mereka yang menderita. Semasa 

pertikaian antara paus yang sah dengan anti-paus, 

Lorenzo memimpin pasukan yang membela paus 

yang benar. Sementara ia pergi berperang, para 

musuh memusnahkan harta milik dan kekayaannya. 

Bahkan meski demikian, Fransiska membereskan 

satu bagian dari villa keluarga yang telah dirusak 

dan mempergunakannya sebagai rumah sakit. Hidup 

terasa berat bagi keluarganya, namun demikian 

orang-orang di jalanan jauh terlebih lagi 

membutuhkan pertolongan. Lorenzo terluka dan 

pulang ke rumah untuk dirawat oleh isterinya 

tercinta agar sehat kembali. Lorenzo wafat pada 

tahun 1438. Fransiska menghabiskan empat tahun 

sisa hidupnya dalam kongregasi religius yang ia 

bantu pembentukannya.

St Fransiska dari Roma wafat pada tanggal 9 

Maret 1440. Ia dimaklumkan sebagai santa oleh 

Paus Paulus V pada tahun 1608. Pada pesta 

peringatannya, para imam biasa memberikan berkat 

mobil oleh sebab St Fransiska dianggap sebagai 

pelindung mobil dan para pengemudi. Tentu saja St 

Fransiska tidak pernah mengemudi, namun  menurut 

kisah legenda, jika  ia pergi keluar pada malam 

hari, maka malaikat pelindung mendahuluinya 

menerangi jalan dengan sebuah lampu besar serupa 

lentera. Semasa hidupnya St Fransiska mendiktekan 

97 penglihatan, di mana ia melihat banyak siksa 

neraka.

SANTA FRANSISKA XAVERIA CABRINI 

(15 Juli 1850-23 Desember 1917)

Fransiska dilahirkan pada tanggal 15 Juli 

1850. Sebagai seorang anak yang dibesarkan di 

Italia, ia berangan-angan untuk 

suatu hari kelak menjadi seorang 

misionaris yang diutus ke Cina. 

Ia menghanyutkan perahu-

perahu kertasnya ke sungai 

untuk menghidupkan 

”khayalannya” Perahu-perahu 

kertas itu berlayar untuk 

membawa para misionaris ke 

Cina. Dan Fransiska pun mulai 

berpantang permen sebab  di 

Cina mungkin ia tidak akan lagi 

dapat menikmatinya. Namun 

demikian, saat  Fransiska telah 

dewasa, ia tidak diterima di kedua biara di mana ia 

ingin bergabung. Kesehatannya tidaklah terlalu 

bagus. Ia mengajar di sekolah untuk beberapa 

waktu lamanya. Kemudian seorang imam 

memintanya untuk membantu di sebuah panti 

asuhan kecil. Amatlah berat bagi Fransiska 

membantu di sana oleh sebab  wanita pengurus 

panti ini . namun , Fransiska tetap bertahan. 

Beberapa wanita yang baik hati bergabung 

dengannya. Bersama-sama, mereka mengucapkan 

kaul. 

Pada akhirnya, Bapa Uskup meminta 

Fransiska untuk membentuk kongregasi para 

biarawati misionaris. Tanpa ragu sedikit pun 

Fransiska segera mulai. Kongregasi yang 

dibentuknya itu diberi nama Suster-suster Misionaris 

Hati Kudus. Tidak lama berselang, kongregasinya 

mulai berkembang, pertama-tama di Italia dan 

kemudian di banyak negara lain. Fransiska, yang 

sekarang dipanggil Moeder (=Ibu) Cabrini, 

senantiasa rindu untuk pergi ke Cina. namun  

tampaknya Tuhan berkehendak agar ia pergi ke 

Amerika. saat  Paus Leo XIII mengatakan 

kepadanya, “Pergilah ke barat, dan bukan ke timur,” 

masalahnya telah selesai. St. Fransiska Xaveria 

Cabrini berlayar ke Amerika Serikat dan menjadi 

warga negara Amerika. Ia terutama membantu 

banyak sekali para imigran Italia. Bagi mereka, 

Moeder Cabrini yaitu  ibu mereka, sekaligus 

sahabat mereka. 

Pada mulanya, Moeder Cabrini beserta para 

susternya harus menghadapi banyak kesulitan. 

Uskup Agung New York bahkan mengusulkan agar 

mereka pulang kembali ke Italia. namun , Moeder 

Cabrini menjawab, “Yang mulia, Bapa Suci mengutus 

saya ke sini dan di sinilah saya harus tinggal.” Bapa 

Uskup Agung mengagumi semangat juangnya, dan 

dengan demikian ia beserta para susternya diberi ijin 

untuk memulai karya mulia mereka bagi Tuhan. 

Banyak sekolah, rumah sakit serta panti asuhan 

didirikannya di berbagai negara bagian Amerika. 

Bersama dengan berlalunya waktu, Moeder Cabrini 

melakukan banyak perjalanan untuk 

mengembangkan kongregasi serta karya-karya 

mereka. Selalu saja ada kesulitan-kesulitan, namun  ia 

mempercayakan diri sepenuhnya kepada Hati Kudus 

Yesus. ”Dia-lah yang melakukan segala sesuatu, 

bukan kita,” demikian ia akan berkata. Moeder 

Cabrini wafat di Chicago pada tanggal 23 Desember 

1917. Ia dinyatakan kudus oleh Paus Pius XII pada 

tahun 1946.

P: 13 Nopember

SANTO FRANSISKUS dari ASSISI (1181-3 

Oktober 1226)

Santo Fransiskus yaitu  seorang santo yang 

hebat yang cocok untuk kamu jadikan teladan 

hidupmu. Bahkan 

hingga kini Ordo 

Fransiskan (O.F.M. = 

Ordo Fratrum 

Minorum = Ordo Friars 

Minor = Ordo 

Saudara-saudara 

Dina) yang 

didirikannya masih 

terus tumbuh dan 

berkembang. 

Fransiskus 

dilahirkan di kota 

Assisi, Italia pada 

tahun 1181. Ayahnya bernama Pietro Bernardone, 

seorang pedagang kain yang kaya raya, dan ibunya 

bernama Donna Pica. Di masa mudanya, Fransiskus 

lebih suka bersenang-senang dan menghambur-

hamburkan harta ayahnya dibandingkan  belajar. saat  

usianya 20 tahun, Fransiskus ikut maju berperang 

melawan Perugia. Ia tertangkap dan disekap selama 

satu tahun hingga jatuh sakit. Pada masa itulah ia 

mendekatkan diri kepada Tuhan. sesudah  Fransiskus 

dibebaskan, ia mendapat suatu mimpi yang aneh. 

Dalam mimpinya, ia mendengar suara yang berkata, 

"layanilah majikan dan bukannya pelayan." 

sesudah  itu Fransiskus memutuskan untuk 

hidup miskin. Ia pergi ke Roma dan menukarkan 

bajunya yang mahal dengan seorang pengemis, 

sesudah  itu seharian ia mengemis. Semua hasilnya 

dimasukkan Fransiskus ke dalam kotak 

persembahan untuk orang-orang miskin di Kubur 

Para Rasul. Ia pulang tanpa uang sama sekali di 

sakunya. Suatu hari, saat  sedang berdoa di Gereja 

St. Damiano, Fransiskus mendengar suara Tuhan, 

"Fransiskus, perbaikilah Gereja-Ku yang hampir 

roboh". Jadi, Fransiskus pergi untuk melaksanakan 

perintah Tuhan. Ia menjual setumpuk kain ayahnya 

yang mahal untuk membeli bahan-bahan guna 

membangun gereja yang telah tua itu. 

Pak Bernardone marah sekali! Fransiskus 

dikurungnya di dalam kamar. Fransiskus, dengan 

bantuan ibunya, berhasil melarikan diri dan pergi 

kepada Uskup Guido, yaitu Uskup kota Assisi. Pak 

Bernardone segera menyusulnya. Ia mengancam 

jika Fransiskus tidak mau pulang bersamanya, ia 

tidak akan mengakui Fransiskus sebagai anaknya 

dan dengan demikian tidak akan memberikan 

warisan barang sepeser pun kepada Fransiskus. 

Mendengar itu, Fransiskus malahan melepaskan baju 

yang menempel di tubuhnya dan mengembalikannya 

kepada ayahnya. 

Kelak, sesudah  menjadi seorang biarawan, 

Fransiskus baru menyadari bahwa yang 

dimaksudkan Tuhan dengan membangun Gereja-Nya 

ialah membangun semangat ke-Kristenan. Pada 

tanggal 3 Oktober 1226, dalam usianya yang ke 

empatpuluh lima tahun Fransiskus meninggal 

dengan stigmata (Luka-luka Kristus) di tubuhnya. 

Tidak ada seorang pun dari pengikutnya yang 

menyerah dan mengundurkan diri sesudah  kematian 

Fransiskus, namun  mereka semua melanjutkan karya 

cinta kasihnya dengan semangat kerendahan hati 

dan meneruskan kerinduannya untuk memanggil 

semua orang menjadi pengikut Kristus yang sejati. 

Santo Fransiskus yaitu  santo pelindung binatang 

dan anak-anak. Pestanya dirayakan setiap tanggal 4 

Oktober.


DOA ST. FRANSISKUS DARI ASSISI 

TUHAN, jadikanlah aku pembawa DAMAI.

Bila terjadi kebencian, jadikanlah aku pembawa cinta 

kasih.

Bila terjadi penghinaan, jadikanlah aku pembawa 

pengampunan.

Bila terjadi perselisihan, jadikanlah aku pembawa 

kerukunan.

Bila terjadi kesesatan, jadikanlah aku pembawa 

kebenaran.

Bila terjadi kebimbangan, jadikanlah aku pembawa 

kepastian.

Bila terjadi keputus-asaan, jadikanlah aku pembawa 

harapan.

Bila terjadi kegelapan, jadikanlah aku pembawa 

terang.

Bila terjadi kesedihan, jadikanlah aku pembawa 

sukacita.

Banyak cerita yang mengisahkan bagaimana 

Santo Fransiskus dari Assisi (1182-1226) dapat 

berkomunikasi dengan binatang-binatang dan 

menyatu dengan semua ciptaan. Berikut yaitu  

beberapa cerita yang pertama kali ditulis oleh 

Thomas Celano pada abad ke-13 dan diceritakan 

kembali oleh John Bookser Feister.  

 ST. FRANSISKUS BERKHOTBAH KEPADA 

BURUNG-BURUNG

Fransiskus dan pengikut-pengikutnya sedang 

dalam perjalanan ke Lembah Spoleto dekat kota 

Bevagna. Tiba-tiba Fransiskus melihat serombongan 

besar burung-burung dari berbagai jenis. Di 

antaranya ada merpati, gagak dan jenis-jenis yang 

lain. Terpesona dengan pemandangan itu, 

Fransiskus meninggalkan teman-temannya di pinggir 

jalan dan berlari mengejar rombongan burung yang 

dengan sabar menunggu kedatangannya. Seperti 

biasa Fransiskus menyapa 

mereka, ia pikir burung-burung 

itu akan segera beterbangan di 

udara saat  ia menyapanya. 

namun  mereka semua tetap 

diam di tempatnya masing-

masing. 

Dipenuhi rasa kagum, 

Fransiskus bertanya apakah 

mereka mau tinggal sebentar 

bersamanya untuk 

mendengarkan Sabda Tuhan. 

Katanya kepada mereka, 

"Saudara dan saudari burung, 

hendaklah kalian memuji Pencipta-mu dan 

mengasihi-Nya selalu. Ia memberimu bulu-bulu 

sebagai mantel, sayap untuk terbang dan memenuhi 

segala kebutuhanmu. Tuhan-lah yang menjadikan 

engkau mulia di antara segala makhluk, menjadikan 

udara yang halus bersih sebagai rumahmu. Tanpa 

menabur atau pun menuai, kalian memperoleh 

bimbingan dan perlindungan dari Tuhan." 

Mendengar kata-katanya, burung-burung itu 

mengepak-ngepakan sayap mereka, menjulurkan 

leher mereka sambil memandang Fransiskus. Mereka 

bersukacita memuji Tuhan dengan cara yang 

demikian indah sesuai kodrat mereka. Kemudian 

Fransiskus berjalan di tengah-tengah burung-burung 

itu, berkeliling dan kembali, menyentuh kepala dan 

badan burung-burung itu dengan jubahnya. 

Kemudian ia memberkati mereka dan membuat 

tanda salib bagi mereka. Kemudian burung-burung 

itu beterbangan di udara dan Fransiskus dengan 

penuh sukacita berterima kasih kepada Tuhan, lalu 

melanjutkan perjalanannya.

sesudah  kembali kepada teman-temannya, 

Fransiskus menggumam dengan keras mengapa 

selama ini ia tidak pernah berkhotbah kepada 

burung-burung. Maka, sejak saat itu, Fransiskus 

membiasakan diri untuk meminta kepada burung-

burung, segala jenis binatang serta reptil untuk 

memuji dan mengasihi Pencipta-nya. Dalam hidup 

Fransiskus seringkali terjadi peristiwa-peristiwa luar 

biasa di mana ia berbicara kepada binatang-

binatang. Di antaranya, saat  St. Fransiskus 

menghardik serombongan burung yang berisik 

sehingga mengganggu upacara gereja! Yang 

mengherankan, burung-burung itu kemudian tinggal 

tenang sampai Fransiskus menyelesaikan 

khotbahnya. 

 ST. FRANSISKUS, KELINCI DAN IKAN 

Suatu hari seorang rahib membawa seekor 

kelinci yang terjebak perangkap kepada St. 

Fransiskus. Ia menasehati kelinci agar lebih berhati-

hati di waktu yang akan datang, 

kemudian dikeluarkannya kelinci dari 

dalam perangkap dan diletakkannya di 

atas tanah susaha  ia pergi. namun  

kelinci itu kembali dan melompat ke 

atas pangkuan Fransiskus, berharap 

agar ia boleh tinggal di dekatnya. Fransiskus 

membawa kelinci itu ke sebuah hutan dan 

melepaskannya kembali. namun  kelinci itu kembali 

lagi ke tempat di mana Fransiskus duduk dan 

melompat ke atas pangkuannya lagi! Akhirnya 

Fransiskus meminta salah seorang rahibnya untuk 

membawa kelinci masuk ke dalam hutan dan 

melepaskannya. Kali ini usahanya berhasil. Hal-hal 

seperti ini terjadi berkali-kali dalam hidup Fransiskus 

- di mana ia melihatnya sebagai suatu kesempatan 

untuk memuji kemuliaan Tuhan. Jika seekor 

makhluk yang begitu sederhana dapat begitu 

dilimpahi oleh keajaiban Tuhan, alangkah terlebih 

lagi manusia!

Ikan-ikan juga patuh pada Fransiskus. Setiap 

kali seekor ikan tertangkap dan Fransiskus berada di 

sekitar tempat itu, ia akan melepaskan ikan itu 

kembali ke air sambil memperingatkannya agar 

berhati-hati susaha  tidak tertangkap lagi. Sering 

terjadi, ikan akan tinggal di sekitar perahu 

Fransiskus untuk mendengarkannya berkhotbah 

sampai Fransiskus mengijinkannya untuk pergi. 

Barulah mereka berenang pergi. Di setiap karya 

ciptaan, demikianlah St. Fransiskus menyebut 

semua makhluk hidup, ia akan memuji sang 

seniman, yaitu Sang Pencipta yang terkasih.      

 ST. FRANSISKUS DAN SERIGALA 

Barangkali  kisah Santo Fransiskus yang 

paling terkenal yaitu  kisahnya menjinakkan 

serigala yang meneror rakyat 

kota Gubbio. saat  Fransiskus 

tinggal di kota itu ia mendapati 

ada seekor serigala yang 

sangat ganas. Ia tidak saja 

memburu dan memangsa 

binatang, namun  juga manusia. 

Rakyat kota itu mengangkat 

senjata untuk 

membinasakannya, namun  

mereka yang pergi menghadapi 

serigala itu lenyap oleh taring-taringnya yang tajam. 

Maka penduduk menjadi sangat takut dan tidak 

berani keluar dari tembok kota. 

Fransiskus merasa iba kepada penduduk kota 

dan memutuskan untuk pergi menemui serigala. 

Penduduk mencegahnya dengan sangat, namun  

Fransiskus bersikeras bahwa Tuhan akan 

menjaganya. Seorang rahib yang pemberani dan 

beberapa petani menemani Fransiskus sampai ke 

gerbang luar kota. namun  segera saja petani-petani 

itu merasa gentar dan tidak berani melanjutkan 

perjalanan.

Fransiskus dan rahibnya mulai berjalan. Tiba-

tiba serigala, dengan rahangnya ternganga, muncul 

dari hutan dan datang menyerang kedua biarawan 

itu. Fransiskus membuat Tanda Salib ke arah 

serigala. Dengan kuasa Tuhan, serigala itu segera 

memperlambat larinya dan mengatupkan rahangnya. 

Kemudian Fransiskus berteriak: "Datanglah 

kepadaku, Saudara Serigala. Dalam nama Yesus, 

aku memerintahkan kamu untuk tidak lagi menyakiti 

siapa pun." Maka pada saat itu juga serigala 

menundukkan kepalanya dan datang berbaring di 

bawah kaki St. Fransiskus. Serigala itu menjadi jinak 

seperti seekor anak domba.

St. Fransiskus menjelaskan kepada serigala 

bahwa serigala telah menakutkan penduduk kota, 

sebab  ia tidak saja memangsa binatang, namun  juga 

manusia yang diciptakan seturut gambaran Allah. 

"Saudara Serigala," kata Fransiskus, "aku ingin 

mengadakan perdamaian antara kamu dan 

penduduk Gubbio. Mereka tidak akan menyakiti 

kamu dan kamu juga tidak boleh lagi menyakiti 

mereka. Semua kejahatan di masa lampau harap 

dimaafkan." 

Serigala menyatakan persetujuannya dengan 

menggoyang-goyangkan badannya dan 

menggangguk-anggukkan kepalanya. Dan puncak 

dari peristiwa yang menakjubkan itu, Fransiskus 

meminta serigala untuk membuat janji. Sementara 

Fransiskus mengulurkan tangannya untuk menerima 

janji, serigala mengulurkan kaki depannya dan 

meletakkannya di atas tangan orang kudus itu. 

Kemudian, Fransiskus memerintahkan serigala untuk 

mengikutinya masuk ke dalam kota untuk 

mengadakan perjanjian damai dengan penduduk 

kota. Maka tanpa melawan sedikit pun serigala 

mengikuti St. Fransiskus.  

saat  mereka tiba di alun-alun kota, semua 

orang datang untuk menyaksikan peristiwa yang 

ajaib itu. Dengan serigala di sisinya, Fransiskus 

berkhotbah kepada penduduk kota mengenai cinta 

kasih Tuhan yang luar biasa serta ajaib, yang 

memanggil mereka semua untuk bertobat dari 

semua dosa-dosa mereka. Kemudian atas nama 

serigala, Fransiskus menawarkan perdamaian 

kepada penduduk kota. Penduduk berjanji dengan 

suara lantang bahwa mereka akan menyediakan 

makanan bagi serigala. Kemudian Fransiskus 

bertanya kepada serigala apakah ia mau hidup 

berdamai dengan syarat-syarat ini . Serigala 

menundukkan kepalanya dalam-dalam dan 

merenggangkan badannya untuk meyakinkan semua 

orang bahwa ia menerima janji itu. Kemudian sekali 

lagi serigala meletakkan tangannya di atas tangan 

Fransiskus sebagai tanda ikatan perjanjian.

Sejak saat itu penduduk kota menepati janji yang 

mereka buat. Serigala tinggal selama dua tahun 

lamanya di antara penduduk kota, pergi dari satu 

rumah ke rumah lain untuk meminta makanan. 

Serigala tidak menyakiti siapa pun dan tak seorang 

307

pun menyakitinya. Bahkan anjing-anjing pun tidak 

menyalak kepadanya. saat  akhirnya serigala mati 

sebab  telah tua umurnya, sangat sedihlah 

penduduk kota Gubbio. Cara hidup serigala yang 

penuh damai menjadi peringatan bagi mereka akan 

pengaruh, kesabaran, keteladanan dan kekudusan 

St. Fransiskus yang menjadi simbol nyata kekuasaan 

dan pemeliharaan Tuhan Allah yang hidup. 

Fransiskus Assisi (1181-1226), pendiri Ordo 

Saudara-saudara Hina-Dina atau Fransiskan; L: 

biarawan dengan stigmata (= lima luka Jesus); 

P: 4 Oktober

FRANSISKO CAPILLUS (1607-1648)

yaitu  martir pertama di Tiongkok. Sesudah 

bekarya di propinsi Fukien dengan hasil gemilang, ia 

ditangkap, disiksa dan akhirnya dipenggal.

P: 15 Januari

SANTO FRANSISKUS dari PAOLA (1416-

1507)

St. Fransiskus dilahirkan di sebuah dusun 

kecil di Paola, Italia sekitar tahun 1416. 

Orangtuanya miskin, namun  

bersahaja dan kudus. Mereka 

mohon bantuan doa St. 

Fransiskus dari Asisi agar 

dikaruniai seorang putera. 

saat  ia akhirnya dilahirkan, ia 

diberi nama Fransiskus. Anak itu 

tumbuh besar dan pergi ke 

sekolah di mana para 

pengajarnya yaitu  imam-imam 

Fransiskan. Di sanalah 

Fransiskus belajar membaca. saat  berusia 

limabelas tahun, seijin orangtuanya, Fransiskus 

tinggal di sebuah gua. Ia ingin menjadi seorang 

pertapa dan melewatkan hidupnya hanya bersama 

Tuhan saja.

saat  usianya duapuluh tahun, pemuda-

pemuda lain ikut bergabung dengannya. St. 

Fransiskus meninggalkan gua kediamannya. 

Penduduk kota Paola membangun sebuah gereja dan 

juga biara untuk Fransiskus dan para pengikutnya. 

Ia menyebut ordo religiusnya yang baru dengan 

nama “Minims”. “Minims” artinya “yang terkecil dari 

semuanya.” 

Semua orang mengasihi St. Fransiskus. Ia 

berdoa bagi mereka dan melakukan banyak 

mukjizat. Ia menasehati para pengikutnya agar 

senantiasa lemah lembut dan rendah hati, serta 

melakukan banyak matiraga. Ia sendiri merupakan 

teladan terbaik dari segala keutamaan yang 

diajarkannya. Suatu saat , seorang yang 

mengunjungi Fransiskus menghinanya. saat  orang 

itu selesai berbicara, Fransiskus melakukan sesuatu 

yang aneh. Dengan tenang diambilnya batu bara 

panas dari tempat perapian dan digenggamnya 

dengan erat dalam tangannya. Namun demikian, ia 

tidak terbakar sedikit pun. “Mari, hangatkanlah 

dirimu,” katanya dengan lembut kepada 

pendakwanya. “Engkau gemetar oleh sebab engkau 

membutuhkan sedikit belas kasihan.” Sesaat  

terjadilah sesuatu yang ajaib, tamu ini  

berubah pandangan mengenai Fransiskus. Sejak 

saat itu, ia amat mengagumi St. Fransiskus.

Raja Louis XI dari Perancis tidak hidup 

dengan baik. saat  raja sedang sekarat, ia meminta 

St. Fransiskus datang kepadanya. Pikiran akan 

segera menemui ajalnya telah membuat raja 

gemetar ketakutan. Ia menghendaki agar Fransiskus 

melakukan mukjizat dan menyembuhkannya. 

Sebaliknya, yang dilakukan orang kudus ini  

yaitu  dengan lemah lembut membantu raja yang 

ketakutan itu mempersiapkan diri sebaik-baiknya 

agar dapat meninggal dengan kudus. Hati raja 

berubah. Ia menerima kehendak Tuhan dan wafat 

dengan tenang dalam pelukan Fransiskus. 

St. Fransiskus menikmati umur panjang 

untuk memuliakan serta mengasihi Tuhan. Ia wafat 

pada hari Jumat Agung pada tahun 1507, dalam usia 

sembilan puluh satu tahun.

P: 2 April

“Yesus  terkasih,  lindungilah  orang-orang  benar, 

luruskanlah  orang-orang  berdosa;  berbelas  kasihanlah 

kepada semua orang beriman - baik yang hidup maupun 

yang  sudah  mati  -;  berbelas  kasihanlah  kepadaku, 

meskipun aku tidak lebih dari seorang pendosa yang tak 

berguna.” St. Fransiskus dari Paola 

FRANSISKO SAVERIO BIANCHI (1743-

1815)

yaitu  mahaguru, mistikus dan pembaharu 

kehidupan keagamaan di Napoli Italia

P: 31 Januari

SANTO FRANSISKUS ANTONIUS FASANI 

(1681-1742)

Orang kudus ini, yang lahir pada tahun 1681, 

dipanggil Johnny semasa kecilnya. Ia yaitu  putera 

seorang petani Italia. Ayahnya meninggal dunia 

sebelum usianya mencapai sepuluh tahun. Suami-

kedua ibunya bersikap baik kepadanya. Ia mengirim 

anak itu agar mendapatkan pendidikan dari para 

Fransiskan.

saat  usianya limabelas tahun, Johnny minta 

agar diperkenankan bergabung dengan ordo 

Fransiskan. Ia menjadi Frater Fransiskus Antonius. 

Ia berhasil amat baik dalam seluruh pelajaran dan 

ditahbiskan menjadi seorang imam. P Fransiskus 

Antonius menjadi terkenal sebagai seorang guru dan 

pengkhotbah. Di kemudian hari, ia juga diangkat 

sebagai superior. Ia 

berusaha semaksimal 

mungkin menjadi pelayan 

kasih bagi segenap 

biarawan.

P Fransiskus 

Antonius secara istimewa 

menaruh perhatian pada 

para tahanan. Penjara-

penjara di masa itu 

sungguh merupakan tempat 

yang mengerikan. Dengan 

segala daya usaha  ia 

berusaha membantu para 

tahanan yang malang. Kasihnya mengalir bagi siapa 

saja yang membutuhkan. Dialah yang memulai 

kebiasaan mengumpulkan hadiah-hadiah di masa 

Natal untuk dibagikan kepada keluarga-keluarga 

miskin. Di Lucera, di kota di mana ia melewatkan 

hidupnya, orang biasa mengatakan, “Jika engkau 

ingin melihat St Fransiskus dari Assisi, lihat saja P 

Fransiskus Antonius!”

St Fransiskus Antonius memiliki devosi yang 

mendalam kepada Bunda Maria. Ia biasa 

menyampaikan penghormatan istimewa kepada 

Santa Perawan Maria dengan gelarnya Yang 

Dikandung Tanpa Dosa. Pada permulaan novena 

menyambut hari raya inilah ia wafat. Beberapa 

waktu sebelumnya, kala kesehatannya masih prima, 

ia mengatakan bahwa ia akan segera meninggal 

dunia. Ia bahkan mengatakan kepada seorang rekan 

imam bahwa ia akan ikut bersamanya. Rekan imam 

yang baik ini dengan agak terperanjat menjawab, 

“Dengar, Pater, jika engkau hendak meninggalkan 

dunia ini, itu urusanmu, namun  aku tidak akan 

tergesa-gesa!” Apakah jawab orang kudus kita? 

“Kita berdua harus melakukan perjalanan ini,” 

katanya, “aku dulu dan engkau menyusul.” Dan 

tepat inilah yang terjadi. Rekan imam itu hidup 

hanya dua bulan sesudah  St Fransiskus Antonius 

pergi mendapatkan ganjaran abadinya. P Fransiskus 

Antonius wafat pada tahun 1742 dan dimaklumkan 

sebagai “beato” oleh Paus Pius XII pada tahun 1951 

dan sebagai “santo” pada tahun 1986 oleh Paus 

Yohanes Paulus II.

FRANSISKUS BORGIA (1510-1572)

saat  Ratu Isabela meninggal, jenasahnya 

harus di boyong ke Granada, tempat 

peristirahatannya yang terakhir. Tugas mengawal 

dipercayakan kepada Raja Muda dari Catalonia, 

Fransiskus de Borgia.

Sebelum dimasukkan ke liang lahat peti jenazah 

harus dibuka untuk membuktikan, bahwa sungguh 

jenazah ratulah yang akan dimakamkan. Begitu peti 

mayat dibuka, Fransiskus hamper pingsan oleh bau 

busuk yang menusuk hidung. Ia juga menyaksikan 

kehancuran mayat ratu yang dulu begitu cantik, 

bahkan dipujanya. Serta-merta Fransiskus berikrar 

tak lagi akan mengabdi kepada seorang raja 

duniawi, yang dapat mati dan hancur tubuhnya.

Fransiskus dilahirkan dari keluarga 

bangsawan tinggi Italia dan masih memiliki  

hubungan darah dengan keluarga kerajaan Spanyol. 

Ayah neneknya yaitu  Paus Alexander VI (1492-

1503), yang sebelum dipilh menjadi paus telah 

memiliki  beberapa anak. Tingkahlaku dan cara 

hidup paus ini menurunkan derajat nama keluarga 

Borgia. Neneknya terbunuh di Roma (1497). 

Fransiskus dididik di istana kaisar dan kemudian 

diangkat menjadi gubernur. Walaupun Fransiskus 

gubernur yang baik, namun banyak orang tidak 

menyukainya. Sebab, ia tegas-tegas menindak para 

bangsawan dan pejabat korup. Sesudah isterinya 

meninggal, ia diam-diam masuk Serikat Jesus. 

Sebelumnya gelar dan kekayaannya diwariskan 

kepada anaknya yang sulung, dan dapat menjamin 

kehidupan ketujuh anakanya yang lain. Pada usia 41 

tahun ia ditahbiskan imam. Ia berusaha keras agar 

orang melupakan asal-usulnya yang tinggi. Namun 

sia-sia saja. Ia sangat berhasil dalam kotbah-

kotbahnya di Spanyol dan Potugal. Tiga tahun 

kemudian ia ditunjuk oleh Santo Ignatius de Loyola 

memimpin para Jesuit di kedua Negara ini . 

Kemudian ia dipanggil ke Roma dan empat tahun 

berikutnya diminta menjadi Jenderal Serikat Jesus. 

Meski masa kepemimpinannya pendek, namun 

sangat memajukan serikat.

Ia mencurahkan perhatian banyak pada 

Koleso Romawi (sekarang Universitas Gregoriana). 

saat  berusia 61 tahun ia mendapat tugas dari Paus 

Pius V susaha  menghubungi para raja Kristen, agar 

bersatu menghadapi ancaman tentara Turki atas 

wilayah-wilayah Kristen. Ia patuh dan berangkat. 

namun  tenaganya semakin lemah dan sesudah 

memberikan berkat bagi anak-anak dan cucunya, ia 

menghembuskan napas terakhir di Roma.

Fransiskus de Borgia (1510-1572), raja muda 

dan Jendral Serikat Jesus. Makamnya di Madrid 

dirusak dan dibakar oleh kaum ateis pada tahun 

1931; L: tengkorak dengan mahkota; P: 3 

Oktober

SANTO FRANSISKUS CARACCIOLO 

(13 Oktober 1563-1607)

Fransiskus dilahirkan di daerah Abruzzi, Italia 

pada tanggal 13 Oktober 1563. Ayahnya seorang 

pangeran Neapolitan. Ibunya 

menyatakan memiliki 

hubungan dengan keluarga 

Aquino darimana Santo 

Thomas Aquinas, seorang 

kudus dari abad ketiga belas, 

berasal. Fransiskus menikmati 

masa kanak-kanak yang 

menyenangkan. Ia aktif dalam 

kegiatan olahraga. Kemudian, 

saat  usianya dua puluh dua 

tahun, suatu penyakit, sejenis 

penyakit kusta, menyerangnya 

hingga hampir membawa 

kematian. Pada waktu sakit itu, Fransiskus 

memikirkan hampanya kesenangan-kesenangan 

duniawi. Ia menjadi sadar bahwa kebahagiaan sejati 

hanya dapat ditemukan dalam sesuatu yang lebih 

mendalam. Fransiskus berjanji bahwa jika  

kesehatannya membaik, ia akan mempersembahkan 

hidupnya bagi Tuhan. Penyakitnya tiba-tiba lenyap 

begitu saja bagaikan suatu mukjizat. Fransiskus 

menepati janjinya. Ia mulai belajar untuk menjadi 

seorang imam. 

Sebagai seorang imam yang baru 

ditahbiskan, Pastor Fransiskus bergabung dalam 

suatu kelompok yang membaktikan diri demi 

pewartaan bagi orang-orang di penjara. Mereka 

memberikan perhatian pada para narapidana serta 

mempersiapkan para hukuman agar dapat 

meninggal dengan baik. Ia, bersama Pastor Yohanes 

Agustinus Adorno, membentuk suatu kongregasi 

religius. saat  Pastor Adorno wafat, Fransiskus 

dipilih menjadi pemimpin biara. Ia sama sekali tidak 

merasa nyaman dengan jabatan barunya itu. St. 

Fransiskus demikian rendah hati hingga ia 

menandatangani surat-suratnya dengan, 

“Fransiskus, orang berdosa”. Ia juga mendapatkan 

giliran, bersama dengan para imam yang lain, 

menyapu lantai membersihkan tempat tidur dan 

mencuci piring.

Pastor Fransiskus acapkali melewatkan nyaris 

sepanjang malam dengan berdoa di gereja. Ia 

menghendaki agar semua imam melewatkan 

sekurang-kurangnya satu jam setiap hari di hadapan 

Sakramen Mahakudus. St. Fransiskus begitu sering 

dan begitu fasih berbicara tentang kasih Allah bagi 

kita, hingga ia dikenal sebagai “pewarta kasih Allah.” 

St. Fransiskus tidak berumur panjang. Ia 

wafat pada tahun 1607 dalam usia empat puluh 

empat tahun. Menjelang wafatnya, tiba-tia ia 

berseru, “Mari kita pergi!” “Ke manakah engkau 

hendak pergi?” tanya imam yang berada di sisi 

pembaringannya. “Ke surga! Ke surga!” demikian 

jawabnya dengan suara tegas serta penuh sukacita. 

Beberapa saat kemudian ia pun wafat. St.  

Fransiskus Caracciolo dinyatakan kudus oleh Paus 

Pius VII pada tahun 1807.

SANTO FRANSISKUS de SALES 

(21 Agustus 1567-28 Desember 1622)

Fransiskus dilahirkan di kastil keluarga de 

Sales di Savoy, Perancis, pada tanggal 21 Agustus 

1567. Keluarganya yang kaya membekalinya dengan 

pendidikan yang tinggi. Pada usia duapuluh empat 

tahun, Fransiskus telah meraih gelar Doktor Hukum. 

Ia kembali ke Savoy dan hidup dengan bekerja 

keras. namun , kelihatannya Fransiskus tidak tertarik 

pada kedudukan yang tinggi dalam warga . Di 

hatinya, Fransiskus 

mendengar adanya suatu