Perjanjian lama 3

 


t selamat setelah beberapa lama berada dalam "perut ikan

paus (Yun 1:17). Sebenarnya Alkitab menyebutnya "seekor ikan besar",  oleh sebab  kita

tidak tahu makhuk apa itu sebenarnya. Ada argumentasi yang mengatakan bahwa kejadian

ini tidak pernah terjadi, oleh sebab nya lebih baik jika kita menganggap kitab ini sebagai

semacam perumpamaan daripada sebagai  suatu fakta nyata.  Pesan yang terkandung di

dalamnyalah yang lebih penting, bukan itu. Walaupun hal ini tentunya benar, perumpamaan

ini tidak seperti perumpamaan lainnya, sebab  Yunus digambarkan sebagai tokoh sejarah

yang  nyata.  Terlebih  lagi,  Yesus  rupanya  menganggap  serius  ketika  Ia  membandingkan

kebangkitan-Nya dengan peristiwa itu (Mat 12:39-41). Jika Allah adalah Tuhan atas segala

ciptaan,  yang  merupakan  bagian  dari  pesan  dalam  kitab  ini,  maka  tidak  ada  alasan

mengapa Ia tidak dapat mengatur kejadian seperti itu.

NINIWE

Dari sekian banyak bangsa dari zaman dahulu, tidak ada yang begitu menikmati kejahatan

seperti  orang  Asyur.  Di  kemudian  hari  mereka  akan  melenyapkan  kerajaan  utara  dan

menghancurkan Yehuda. Dalam zaman Yunus, kekuasaan mereka sedang naik, dan mereka

merupakan  ancaman  yang  dahsyat  bagi  umat  Allah.  Jika  ada  orang  yang  tidak  layak

menerima kebaikan Allah, maka mereka adalah orang-orang yang tinggal di ibukota Asyur.

Oleh sebab nya, kita dapat mengerti mengapa Yunus merasa jijik ketika ia diperintahkan

untuk  pergi  dan  berkhotbah  di  sana,  terutama  ketika  ia  merasa  bahwa  Allah  akan

mengampuni mereka (Yun 4:2).

MIKHA

“Berita tentang penghakiman dan harapan”

WAKTU PENULISAN

Pasal  1  ayat Mik  1:1 memberi  batasan  masa  kerja  Mikha  sebagai  seorang  nabi.

Pemerintahan Raja Yotam dimulai pada tahun 742 SM dan pemerintahan Hizkia berakhir

dalam tahun 687 SM. Yeremia berbicara tentang nubuatan Mikha pada zaman pemerintahan

Hizkia (Yer 26:18) dan mungkin pekerjaan kenabiannya dilaksanakan dalam tahun-tahun

antara 725 SM dan 701 SM.

SITUASI

Mikha hidup di  zaman krisis.  Dua negeri  adi  kuasa,  Mesir dan Asyur, sedang bertempur

untuk memperebutkan supremasi dan negeri Mikha sendiri masih berada dalam keadaan

cukup makmur -- sebagai peninggalan dari pemerintahan Raja Uzia yang cukup lama dan

stabil (739 SM) namun , tidak selamanya demikian. Dilihat dari sudut pandang keagamaan,

Hizkia adalah seorang raja yang baik (2Raj 18:1-20:21), namun  secara politis ia lemah. Di

bawah pengaruh Mikha, ia memimpin gerakan pambaruan keagamaan, namun  gerakannya

tidak mengubah bangsanya.  Negeri  itu  sudah rusak --  si  kaya bertambah kaya dengan

mempedayakan si  miskin,  para  hakim akan memenangkan perkara  mereka yang dapat

membayar paling tinggi, dan bahkan para nabi dan imam menempatkan uang di atas Allah.

Rakyatnya mengabaikan  perintah-perintah  Allah  dan  ilah-ilah  ada  di  mana-mana,  namun 

mereka masih berpendapat bahwa Allah akan melindungi mereka.  Dalam tahun 722 SM

kerajaan  Israel  bagian  Utara  dihancurkan.  Hal  ini  seharusnya  menjadi  peringatan  bagi

Yehuda, namun  sebaliknya mereka tetap mengikuti jalan yang salah itu.

PENULIS

Mikha berasal dari negeri Moresyet, sebuah kota kecil yang berbatasan dengan Filistin. Kota

kecil  itu  merupakan  lembah  yang  subur,  dan  berada  pada  jalur  perdagangan.  Sebagai

seorang desa, Mikha mencurigai kota besar dan melihat bahwa kebobrokan Yehuda berakar

pada kehidupan orang kota (Mik 1:5;  6:9).  Didorong oleh kesadarannya yang amat kuat

akan panggilan kenabiannya dan kuasa Tuhan dalam kehidupannya (Mik 3:8; 7:7), ia berani

mempertahankan pendapatnya terhadap pendapat orang banyak.

KITAB INI

Kitab  Mikha  bukan  merupakan  sebuah  pidato  yang  diucapkan  sekaligus.  Kitab  itu

merupakan kumpulan berbagai pesan. Ini berarti isinya dengan cepat melompat dari satu

topik ke topik lainnya. Isi kitab silih berganti antara nubuatan dan hukuman yang dijatuhkan

atas Yehuda sebab  dosa-dosa mereka, lengkap dengan gambaran yang jelas tentang dosa

dan hukuman, serta nubuatan mengenai hari depan yang cerah setelah penghakiman.

NAHUM

(lihat OBAJA)

HABAKUK

“Bagaimana Allah dapat memakai orang jahat?”

NABI YANG TIDAK DIKENAL

Selain dari satu petunjuk yang singkat, kita samma sekali tidak tahu tentang Habakuk atau

kapan ia berkhotbah. Beberapa orang berpendapat bahwa sebab  pasal Hab 3 ditulis seperti

Mazmur  lainnya,  yaitu  untuk penyembahan umum --  lengkap dengan petunjuk-petunjuk

untuk musiknya (Hab 3:1,3,9,13,19) -- ia boleh jadi seorang Lewi yang bekerja di dalam

Rumah Tuhan di Yerusalemm dan juga seorang nabi. Petunjuk yang kita punyai mengacu

kepada orang Kasdim atau orang babel. (Hab 1:6), dan ada yang memperdebatkan apakah

Habakuk  meramalkan  kebangkitan  kekuasaan  mereka  atau  hanya  menggambarkan  apa

yang terjadi pada masa hidupnya. Kedua asumsi menempatkan Habakuk pada akhir abad

ketujuh S.M. Pada waktu itulah kerajaan Asyur menyerah kepada bangsa Babel (612 S.M).

Pada  waktu  itulah  kerajaan  Asyur  menyerah  kepada  bangsa  Babel  (612  S.M).  Setelah

mereka mengalahkan Mesir dalam perang Karkemis (605 S.M), mereka terus menggempur

Palestina. Pada tahun 597 S.M mereka merebut Yerusalem, dan sepuluh tahun kemudian

mereka menghancurkannya. Bangsa Babel menutup satu era dalam sejarah orang Yahudi.

APA YANG HARUS DIBERITAKANNYA?

Beberapa orang berpendapat bahwa kitab yang sekarang kita punyai ini terdiri bermacam-

macam tulisan, namun  rupanya hanya ada satu tema. Kembali tema itu mengenai masalah

penderitaan,  dilihat  baik  dalam masyarakat  maupun  pada  skala  yang  lebih  luas  dalam

politik internasional. Sementara nabi Habakuk yakin bahwa Allah itu berdaulat, dan bhwa

segala sesuatu tidak akan terjadi tanpa kehendaknya, ia juga tahu bahwa Allah itu kudus

dan benar. Bagaimana mungkin Allah memakai tangan-tangan orang jahat tanpa mengerti

mengotori tanganNya sendiri? Bagian pertama dari kitab ini merupakan suatu percakapan

yang  didalamnya  nabi  itu  mengeluh  kepada  Allah  dan  memaksa  diberikannya  suatu

jawaban,  walaupun jalan keluar  yang sebenarnya terhadap masalah itu  tidak  diberikan.

Menghadapi tidak adanya rasa perikemanusiaan manusia terhadap manusia lain, kita hanya

boleh percaya bahwa Allah akan meluruskan yang salah menurut kehendak dan waktuNya.

ZEFANYA

“Tuhan: kuat untuk menghancurkan, kuat untuk menyelamatkan”

PENULIS

Nama  Zefanya  berarti  "Tuhan  bersembunyi".  Ia  adalah  satu-satunya  nabi  yang  silsilah

keturunannya dapat ditelusuri  empat generasi  ke belakang,  mungkin untuk menentukan

hubungan  kebangsawanannya.  Hizkia  (Zef  1:1)  mungkin  harus  diidentifikasikan  dengan

seorang raja dengan nama yang sama yang memerintah Yehuda dari tahun 715-686 SM.

Dengan demikian Zefanya merupakan seppupu jauh dari  raja yang sedang memerintah,

raja Yosia. Gambarannya tentang daerah-daerah khusus di Yerusalem -- Pintu Gerbang Ikan,

Perkampungan Baru, daerah pasar (Zef 1:10-11) menunjukkan bahwa ia tinggal di kota itu.

WAKTU PENULISAN

Zefanya mungkin merupakan nabi yang pertama dari nabi-nabi abad ketujuh yang memulai

pelayanannya sedikit lebih awal daripada Yeremia dan Nahum. Beberapa dari cara ibadah

yang tidak benar yang dicela olehnya dihapuskan waktu terjadi reformasi raja Yosia, yang

dimulai kira-kira tahun 629 SM. Ia mungkin adalah salah satu dari para nabi yang dikenal

bersama-sama dengan Yosia mengadakan gerakan pembaruan (lihat 2Ra 23:2).

KEADAAN

Yosia adalah raja yang paling saleh dari semua raja Yehuda. Ketika ia menjadi raja, Yehuda

sedang menderita akibat dari pemerintahan raja Manasye (686-642 SM), raja paling buruk

yang memerintah  kerajaan  selatan.  Agama negeri  itu  ialah  sinkretistik  (yaitu  gabungan

antara penyembahan kepada Tuhan dan dewa-dewa lain), dan pada umumnya rakyat tidak

lagi menunjukkan rasa hormat kepada Allah. Yosia berusaha dengan sekuat tenaga untuk

memperbaiki  situasi  ini,  namun   rakyat  sudah  melangkah  terlalu  jauh  menuju  jalan

keruntuhan rohani, dan gerakan pembaruannya berhasil memperbaiki tata ibadah agama,

namun   bukan perubahan hati.  Zefanya melihat bahwa Yehuda pada akhirnya tidak dapat

melepaskan diri  dari  penghukuman Allah,  yang terutama dilihatnya sehubungan dengan

"Hari Tuhan", dan yang juga akan mempengaruhi seluruh dunia.

HAGAI

“Pelajaran untuk para penganut atheis”

NABI ITU

Hagai hanya sedikit sekali muncul dalam Alkitab. Selain dari kitab yang mencatat pesan-

pesannya, hanya Ezra yang menyebut namanya, yaitu dalam Ezr 5:1; 6:14, yang dengan

sekilas menghargai pengaruh baik dari nubuat nabi itu. Namanya mengandung arti bahwa

ia  dilahirkan  pada hari  perayaan keagamaan.  Wajar  jika ada dugaan bahwa ia  seorang

imam, namun  kita tidak dapat memastikannya. Yang jelas ialah bahwa hubungannya dengan

Allah  dekat  sekali.  Sukar  untuk  menentukan  pada  umur  berapa  ia  mulai  berkhotbah.

Pesannya mengenai Rumah Tuhan yang sudah tua (Hag 2:3), yang dihancurkan pada tahun

587 SM,  membuat sebagian  orang percaya bahwa ia  pada waktu itu  sudah tua dan ia

teringat tentang Rumah Tuhan itu. Berdasarkan ayat yang sama ada pula yang berpendapat

bahwa mungkin pada waktu itu Hagai adalah seorang pemuda yang pergi  ke Yerusalem

untuk  pertama kalinya  bersama-sama dengan  orang-orang  lain  yang baru  kembali  dari

pembuangan dalam tahun 538 SM.  Ia  berkhotbah pada waktu yang hampir  bersamaan

dengan Zakharia.

SITUASI

Hagai mencatat tanggal khotbah-khotbah yang dibawakannya antara bulan Agustus dan

November tahun 520 SM.  Pada waktu itu Yerusalem merupakan suatu masyarakat  kecil

yang miskin dengan penduduk kurang lebih 20.000 jiwa. Mereka telah mengalami masa

panen  yang  buruk  dan  sebagian  hasil  panen  mengalami  kegagalan.  Oleh  sebab   itu,

sesungguhnya waktu dan tenaga mereka terpakai untuk mempertahankan hidup mereka.

Keadaan  di  Yerusalem  tidak  banyak  dibantu  dengan  adanya  kekacauan  di  dunia

internasional.  Oleh  sebab nya,  ketika  Hagai  mulai  menyampaikan  khotbahnya,  rakyat

sedang berada dalam keadaan tidak bersemangat.

GAYA

Hagai bukanlah tipe seorang nabi yang menggebu-gebu. Walaupun ia berbicara tentang hal-

hal  yang  besar,  ia  melakukannya  dengan  argumentasi  yang  biasa  dan  bukan  dengan

tuduhan yang berapi-api. Ia lebih sering dianggap sebagai seorang guru daripada seorang

nabi. Ia memimpin para pendengarnya selangkah demi selangkah ke arah yang diingininya,

kemudian ia berhasil memotivasi mereka untuk memberikan tanggapan yang benar.

ZAKHARIA

“Nabi dan imam”

PENULISNYA

Zakharia  adalah  cucu  Ido  (Zak  1:1)  yang  mungkin  saja  adalah  imam  yang  disebut

dalam Nehemia 12:4 sebagai orang telah menemani Zerubabel dan Yesua dari Babilonia ke

Yerusalem. Jika Ido seorang imam, maka Zakharia adalah seorang imam dan nabi. Hal ini

menjelaskan keprihatinan Zakharia untuk segera membangun kembali Rumah Tuhan (Ezra

6:14).

SITUASI SAAT ITU

Bangsa  Yahudi  dibawa kepembuangan di  Babel  dalam tahun 587/6  SM,  namun   kerajaan

Babel tiba-tiba dikalahkan oleh Koresy, "Mesias Allah" (Yes 45:1). Ia segera mengumumkan

bahwa orang-orang buangan boleh kembali  ke Yerusalem, dan mulai  dari  tahun 538 SM

daan  seterusnya  terjadi  arus  kembalinya  bangsa  Yahudi  ke  tanah  air  mereka.  namun 

pekerjaan membangun kembali Rumah Tuhan berjalan lambat sekali. Dalam tahun kedua

pemerintahan Darius, Zakharia yang pada waktu itu masih muda mulai memberi semangat

kepada mereka untuk mendorong menyelesaikan pekerjaan itu.

CIRI-CIRI NUBUATAN ZAKHARIA

Nubuatan Zakharia dapat dibagi dalam dua bagian (pasal Zak 1-8 dan Zak 9-14). Bagian

pertama  terdiri  dari  tujuh  penglihatan  yang  luar  biasa,  ditambah  dengan  suatu

pemandangan di sidang pengadilan tempat Imam Besar Yosua dituduh oleh Setan. Bagian

kedua terutama membahas dua tema, yaitu penghakiman dan penyelamatan: penghakiman

untuk orang yang tidak percaya, namun  penyelamatan bagi umat Allah. Nubuatan ini ditutup

dengan pemandangan mengenai hari Tuhan dan seruan nyata untuk hidup dalam kesucian.

Perbedaan gaya penulisan kedua bagian nubuatan ini menurut pengamatan beberapa ahli

disebabkan oleh sebab  bagian pertama ditulis pada waktu Zakharia berusia dua puluhan

sedangkan bagian keduaa ditulis bertahun- tahun kemudia. Dan ciri yang luar biasa dari

bagian  kedua  Zakharia  adalah  bahwa akibat  dari  suatu  kejadian  digambarkan  sebelum

kejadian  itu  terjadi.  Sebagai  contoh,  dalam  pasal  9,  ayat Zak  9:1-8 menggambarkan

penghakiman terhadap musuh- musuh bangsa Israel,  namun   kedatangan raja yang akan

menghakimi  mereka  muncul  dalam ayat Zak  9:9-13.  Dalam pasal Zak  14 pembangunan

kembali  Yerusalem digambarkan  sebelum tulah  yang ditimpakan kepada bangsa-bangsa

yang memerangi Yerusalem, tulah yang memaksa mereka untuk menghentikan serangan

mereka. Perlu disebutkan juga mengenai "perumpamaan tentang para gembala" (pasal Zak

10,Zak 11)  yang mengandung hal-hal  yang sesuai  atau yang berlawanan dengan tema

Perjanjian  Baru  tentang  Gembala  Yang  Baik.  Di  sini,  para  domba  yang  jemu  terhadap

Gembala Yang Baik membayarnya dengan tiga puluh keping perak (Zak 11:12,13; lihat Yoh

10; Mat 26:14-16; 27:3-10).

MALEAKHI

“Akankah Anda merampok Tuhan?”

SIAPAKAH MALEAKHI?

Maleakhi  berarti  "utusanku".  Mungkin ini  addalah nama sebenarnya dari  nabi  itu,  namun 

yang  lebih  mungkin  ialah  bahwa  nama  itu  semata-mata  hanyalah  suatu  cara  untuk

menggambarkan siapa dia. Nabi itu sama sekali tidak dikenal di mana-mana.

KAPAN IA MENULIS?

Nubuatan Maleakhi dibuat pada masa sesudah pembuangan, ketika banyak orang Yahudi

telah kembali ke tanah air mereka. Dia menunjuk kepada seorang "gubernur" dan hal ini

jelas  menunjuk  kepada  masa  setelah  pembuangan  (Mal  1:8).  Zerubabellah  yang

dimaksudkan  (Hagai  1:1).  Tidak  ada  petunjuk  mengenai  pembangunan  kembali  Rumah

Tuhan,  jadi  bisa  ditarik  kesimpulan  bahwa  pembangunan  dilaksanakan  beberapa  tahun

sebelumnya. Situasi yang digambarkan dalam kitab itu terutama menunjuk kepada masa-

masa Ezra dan Nehemia. Waktu itu terjadi kemerosotan rohani, yaitu ketika agama orang

Yahudi telah menjadi  formalitas semata. Maleakhi merupakan nabi terakhir.  Empat ratus

tahun  akan  berlalu  sebelum  kelahiran  Kristus,  oleh  sebab nya  maka  Maleakhi  dapat

dianggap menjembatani Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.

MENGAPA IA MENULIS?

Maleakhi merasa jijik melihat kehidupan agama yang dingin dan kesantaian bangsa itu. Ia

datang  sebagai  seorang  pembaharu,  berseru  kepada  rakyat  supaya  bertobat.  Misinya

sangat mirip dengan misi Yohanes Pembaptis. Kitab ini sebagian besar terdiri dari dialog

antara Allah dan umat, yang isinya Allah menyanggah berbagai pernyataan kurang percaya

yang dibuat oleh bangsa Israel. Maleakhi menegaskan hubungan perjanjian yang ada antara

Allah  dan  bangsa  itu  dan  menyerukan  kepada  umat  Israel  untuk  memenuhi  kewajiban

mereka sesuai  dengan perjanjian yang ada.  Ia menuduh mereka telah merampok Allah.

Nubuatan Maleakhi menggambarkan akhir dari suatu zaman. 400 tahun sesudah itu disebut

"masa  diam".  Selama  masa  itu  tidak  ada  seorang  nabi  alkitabiah  yang  berbicara  atau

menulis.  Bagi  banyak  orang ciri-ciri  yang paling menonjol  dari  nubuatan Maleakhi  ialah

tantangan  untuk  "menguji  Allah".  Jika  kita  melakukannya  dan  menerima  berkat  yaang

dijanjikan-Nya, maka harus ada penyerahan total di pihak umat Allah (Mal 3:10).


, William A. Dyrness yaitu  seorang teolog Amerika dan profesor
teologi  dan  budaya  di  Fuller  Theological  Seminary.  Dia  mengajar  mata
kuliah dalam teologi, budaya, dan seni, dan merupakan anggota pendiri
dari Brehm Center. Beliau sungguh memahami betapa pentingnya dalam
memahami  Perjanjian  Lama  harus  secara  komprehensif,  memahami
bahasa asli PL, sangat esensial. artikel  ini membawa kita untuk memahami
secara  benar  Alkitab  khususnya  pada  Perjanjian  Lama  yang akan  juga
menentukan pemahaman kita di PB.

Penyingkapan diri: Dasar penyingkapan dalam PL.
1. Titik pusat penyingkapan Tuhan  dalam PL yaitu  penyingkapan diri
Tuhan  sendiri pada umat-Nya.
2. Penyingkapan  pribadi  dan  sifat  Tuhan   mendahului  pengungkapan
maksud-maksud-Nya.
3. Penyingkapan Tuhan  dalam pekerjaan-Nya memberi kita pandangan
tentang sifat sebenarnya dari penyingkapan PL.
4. Dasar  penyingkapan  diri  Tuhan   kepada  para  leluhur  itulah  yang
memungkinkan  Israel  mengerti  perbuatan-perbuatan  besar  Tuhan 
sebagai penyingkapan.
5. Keluarnya Israel dari Mesir dimengerti berdasar  penampakan diri
Tuhan  pada waktu silam.
6. Penciptaan yaitu  perwujudan dari sifat Tuhan  (Kej 1:31).
7. Ketika  keselarasan  terganggu,   baru  penyingkapan  diri  Tuhan 
dinyatkan sama sekali baru.
8. Sejak itu penyingkapan bersifat memulihkan dan menebus.
9. Dalam  Kej  3:9  jelas  bahwa  pertanyaan  Tuhan   bukanlah  suatu
permintaan  akan  informasi,  melainkan  suatu  usaha  membawa
Adam & Hawa kembali kepada-Nya.
10.Contoh-contoh utama penyingkapan:
1) Kej  12:   Ketika  Abraham  dipanggil  Tuhan   untuk  meninggalkan
negerinya dan pergi ke tanah Kanaan untuk meninggal segala
keterikatan alamiah  (ay 1) dan ay 2 disusul dg janji. Bagaimana
Abraham tahu bahwa Dia yaitu  Tuhan ?
2) Kej 15 & 17: Dalam 15:1 Tuhan  yaitu  perisai Abraham. Dalam
17:1 Tuhan  mengidentifikasikan diri-Nya dengan nama El Shaddai
(Tuhan   Maha  Kuasa).  Nama  mengungkapkan  sifat  orang  yang
menyandang  nama  tersebut.  Nama  merupakan  bukti
hubungannya dengan yang dinamai. Oleh karena itu nama harus
disesuaikan dg keadaan orang.

3) Kej  28:13:   Tuhan   memperkenalkan  diri  dengan  cantumkan
hubungan  Nama-Nya  dg  Abraham  pada  Yakub.  Tuhan   kaum
penyembah  berhala  seringkali  diidentifikasikan  dengan  suatu
tempat tertentu, tetapi Tuhan  Israel mengidentifikasikan diri-Nya
dengan  orang-orang  dan  kejadian-kejadian  (Kel  20:1-2).  Iman
tidak  dimulai  dari  tingkatan  yang  primitif  dan  sederhana  lalu
meningkat terus kepada tingkat yang lebih tinggi, lebih canggih
(Ibr 11:8-12).
4) Keluaran 3: Tuhan  memperkenalkan nama-Nya pada Musa ay 14
"AKU yaitu  AKU....". Karl Bart: Ekspresi kebebasan Tuhan  untuk
menghindar?  LXX:  Tuhan   yaitu   keberadaan  itu  sendiri.  W.F.
Albright:  "Ia  yang  menyebabkan  ada".  Tetapi  Vriezen  paling
sesuai:  "ini  bukan  suatu  penghindaran  diri,  melainkan  suatu
jaminan  akan  keberadaan-Nya  (yang  terus  menerus)."  Dari
konteks ayat Kel 3 menegaskan kehadiran Tuhan  senantiasa yang
menjadi jaminan bagi janji-janjiNya.
a. Keluaran 6:1-2
b. Keluaran 19:3 dan 20:1-2.
c. Kel 33:18-23.
d. Kelurahan 34:5-10
e. Penyingkapan-diri selanjutnya.
II. SIFAT DASAR Tuhan 
Tuhan  yaitu  Tuhan  yang transenden, bebas memakai  suatu objek 
yang terlihat sebagai sarana kehadiran-Nya.
Sarana Penyingkapan:
1. Malaikat Tuhan (2 Samuel 24:16). Bila Malaikat Tuhan hadir, maka
terasa pula kehadiran Tuhan  yang bersifat melindungi atau menakutkan,
sementara sifat-Nya yang transenden tidak diragukan lagi.
2. Wajah Tuhan  (Kel 33:20). Manusia tidak dapat melihat wajah Tuhan 
dan tetap hidup (meskipun Yakub mengaku telah melihat wajah Tuhan ,
dalam Kej 32:20). Yang jauh lebih umum yaitu  pemakaian istilah "wajah
Tuhan " dalam arti kiasan bagi kehadiran-Nya. Bila wajah Tuhan menyinari
seseorang berarti dia diberkati (Bil 6:25). Bila Tuhan menyembunyikan
wajah-Nya berarti mengalamii penderitaan/ kesusahan (Maz 13:2).
3. Kemuliaan Tuhan  (Kej 31:1). Kemuliaan dalam PL berkenaan dg bobot
dan hakikat yg terlihat. Kej 31:1,  "kekayaan" yaitu  kata Ibrani untuk
"Kemuliaan".  Pemahaman  kemuliaan  punya  arti  ganda  yaitu
menunjukkan  hormat  (memuliakan)  dan  yang  membangkitkan  rasa
hormat.
4. Antropomorfisme.  Sering  Tuhan   disebutkan  dengan  istilah-istilah
manusiawi. (Kej 1:3, Im 4:1, Kel 16:12, Kej 1:4, 1 Sam 26:19, Bil 6:25,
Kel 33:23, Yes 14:27) dsb. Dengan menyebut diri-Nya dg istilah-istilah
manusiawi,  Ia  mengambil  bagian  dalam dunia  kita.  Antropomorfisme
berbicara  mengenai  penciptaan  manusia  menurut  gambar  Tuhan   dan
keinginan Tuhan  untuk bersekutu dengan kita.
Watak Tuhan 
Ateisme teoritis (penolakan aktual adanya Tuhan ) tidak dikenal dalam PL.
Orang bebal berkata: "Tidak ada Tuhan " (Maz 14:1) yaitu  seorang ateis

praktis, seorang yang menolak relevansi Tuhan  dalam kehidupannya (Yer
5:12).  PL  tidak  berusaha  membuktikan  adanya  Tuhan .  PL  lebih
memperhatikan kenyataan kongkret Alllah dalam aktifitas-Nya, ketimbang
menyajikan doktrin mengenai Tuhan .
1. Tuhan   yaitu   Pribadi.  Tuhan   memberi  nama pada  diri-Nya  sendiri.
Tuhan  membuka diri-Nya. Tetapi jangan disebut sembarangan (Kel 20:7).
Dengan memberi Nama, Tuhan  menekankan tiga hal: 1) Menitik beratkan
kehadiran-Nya.  2)  Pemakaian  berbagai  nama mencerminkan campur-
tangan Tuhan .
a. El  :  Arti  dasarnya  yaitu   seorang  pemimpin  besar  dan
menekankan  jarak  antara  Tuhan   dan  manusia.  El  Shaddai:
Mahakuasa  (Kej  17:1  dan  40),  El  Alion  (Kej  14:18-19):  Tuhan 
Mahatinggi,  El  Olam: tiada berkesudahan (Kej  21:33),  El  Roeh:
Tuhan   yang  melihat   (Kej  16:13),  Elohim:  Kedaulatan  tertinggi,
jamak (Kej 1:1).
b. Yahweh: 
c. Tuhan Sabaoth
d. Melek (Raja).
2. Tuhan  yaitu  Roh
3. Tuhan  Itu Esa
Karakter Kegiatan Tuhan 
1. Kekuasaan Tuhan 
2. Kekudusan Tuhan 
3. Kebenaran Tuhan 
4. Kemurahan dan Kasih Tuhan 

Penciptaan
1. Dengan Firman dan perbuatan
2. Ex Nihilio (Latin)
berdasar   perkataan  Latin  ini,  para  bapa-bapa  gereja  dan  teolog
percaya  atau  mengimani  bahwa  Tuhan   tidak  menciptakan  sesuatu
dengan  memakai   materi  yang  sudah  ada.  Tuhan   Sang  Pencipta
mencipta  ciptaan-Nya  dari  sama  sekali  tidak  ada.  Itu  keluar  dari
perkataan-Nya (Firman-Nya) sendiri.
3. Catatan Mengenai Dua Kisah Penciptaan
Pandangan mengenai Penciptaan:
a. Tradisi Imam (I), Firman yang kreatif sebagai alat penciptaan,
Transedensi  Tuhan   atas  penciptaan  yang  bersifat  progresif  yang
menuju  kepada  penciptaan  manusia  sebagai  puncaknya.
Pandangan  ini  tentu  bertentangan  dengan  pandangan  ilmiah
(sebenarnya  pandangan  Alkitabiah  dangat  erat  dengan
pengetahuan  yang  ada  bilamana  kita  mau  telusuri  dengan
sungguh dan terbuka).
b. Tradisi Yahwist (Y), melihat semua dari sisi ke-Tuhan an, bahwa
Tuhan lah  yang  memulai  segalanya,  Ia  yang  memperakarsa
kehidupan, sebgitu juga Ia yang mencipta benda-benda mati atau
partikel tanah air dan udara, Ia yang "membentuk manusia dan
karakternya,  Ia  sebagai  yang  “membentuk”,  sebagai  seorang
Penjunan  (Ibrani  2:7).  Calvin  mengatakan  bahwa  seluruh  yang
hidup yaitu  panggung kemuliaan Tuhan.
4. Ringkasan: Sifat Penciptaan

Mitos dan Sejarah Dalam Perjanjian Lama
Pemeliharaan: Hubungan Tuhan  yang berkesinambungan dengan 
Ciptaan
1. Penyelesaian Ciptaan
2. Pemeliharaan yang berkesinambungan
3. Tingkat-Tingkat Pemeliharaan Tuhan .

Penciptaan Laki-Laki dan wanita 
1. Hubungan Khusus Dengan Ciptaan
2. Hubungan Khusus antara Orang-orang
3. Hubungan khusus dengan Tuhan 
Watak Manusia
1. Jiwa
2. Roh
3. Daging
4. Jantung atau hati
5. Darah
6. Anggota-anggota Tubuh.

Asal  Mula Dosa: Kejahatan
1. Batas Persekutuan
2. Terputusnya Persekutuan
3. Perlindungan Persekutuan
Kosakata dan Definisi Dosa
1. Penyimpangan
2. Kesalahan
3. Pembrontakan
4. Sifat dosa Dalam Perjanjian Lama
Sifat Dosa dalam Perjanjian Lama.
1. Sifat Teologianya
2. Sifat Objektifnya
3. Sifat yang Pribadi dan Sadar.
4. Sifat Universitasnya
5. Sifat dosa yang sudah tetap
Akibat-Akibat Dosa
1. Bersalah.
2. Hukuman.

Latar Belakang Gagasan Perjanjian
Perkembangan Perjanjian Dalam Perjanjian Lama
1. Perjanjian dengan Nuh
2. Perjanjian Dengan Abraham
3. Perjanjian Dengan Musa
4. Perjanjian Dengan Daud
Implikasi-Implikasi Teologis dari Perjanjian

Latar Belakang dan Perkembangan Konsepsi
1. Perkembangan Hukum Taurat
2. Beberapa Bagian Utama Mengenai Hukum
3. Hukum Perjanjian Lama dan Hukum Bangsa-Bangsa Tetangga.

Hukum Dalam warga 
1. Keutamaan Perjanjian
2. Hukum Dalam Kitab Nabi-Nabi
3. Perkembangan Setelah Masa Pembuangan
Sifat Hukum Taurat
1. Jangkauan Yang Luas
2. Imbauan yang Bersifat Pribadi
3. Kekuatan Mutlak
4. Penerapan Universal

Perlunya Bentuk
1. Bentuk dan Ibadah
2. Tempat Bagi Upacara Dalam Agama Perjanjian Lama.
Tempat-Tempat Kudus
Hari-Hari Kudus
1. Hari Raya Roti Tidak Beragi.
2. Hari Raya Tujuh Minggu.
3. Hari Raya Pondok Daun
4. Hari Raya Pendamaian
5. Hari Sabat
6. Upacara Pembaharuan Perjanjian
Perbuatan-Perbuatan Kudus
1. Upacara-Upacara Pengudusan
2. Ibadah Upacara Pengorbanan
a. Korban Bakaran
b. Korban Sajian
c. Korban Keselamatan
d. Korban Penebus Salah atau Penghapus Dosa
Teologi Upacara Ibadah

Sifat Teologis Dari Kesalehan
1. Takut Akan Tuhan
2. Iman Kepada Tuhan 
3. Mengasihi Tuhan 
Ungkapan-Ungkapan Khas Dari Kesalehan.
1. Memuji Tuhan 
2. Doa
3. Memuliakan Tuhan 

Dasar Etika Perjanjian Lama
1. Watak Tuhan 
2. Ciptaan Menurut Gambar Tuhan 
Perkembangan Prinsip-Prinsip Etika Perjanjian Lama
1. Perintah-Perintah dan Peraturan-peraturan yang Berkaitan Dengan 
Ciptaan
2. Berbagai Ketetapan, Lembaga, dan Adat Bagi Umat Perjanjian Tuhan .
a. Sepuluh hukum
b. Bidang-bidang problematik
Ajaran Para Nabi

Perkembangan Gagasan Tentang Hikmat
1. Gagasan Hikmat
2. Bagaimana Supaya Menjadi Bijak
Sifat Teologis Hikmat
1. Hikmat Berasal Dari Tuhan 
2. Agama Bagi Orang Biasa
3. Dua Jalan: Hikmat dan Kebodohan
Masa Depan Hikmat
1. Keterbatasan Hikmat
2. Janji Hilkmat

Kosa Kata Dan Arti Dasar
Perkembangan Teologis
1. Periode Awal
2. Hakim-hakim Dan Kerajaan
3. Periode Nabi-Nabi
a. Makna etis dari Roh
b. Kehadiran Roh secara pribadi
c. Pekerjaan Roh yang universal
XIII. NUBUAT
Asal Mula Nubuat Perjanjian Lama
1. Musa Sebagai Nabi Pertama
2. Tradisi Kenabian
3. Kerajaan
Nabi-Nabi Klasik
1. Watak Mereka
2. Peaan Mereka dan Filsafat Sejarah

Harapan Mengenai Kerajaan
1. Gambaran Nubuat Mengenai Kerajaan Tuhan .
a. Mutlak berdasar  keputusan Tuhan 
b. Ciptaan Baru
c. Seorang Perantara
d. Tujuan Penyelamatan dari Tuhan .
2. Gagasan Mengenai Pengadilan.
Kematian dan Akhirat
1. Maut dan Sheol (dunia orang mati)
2. Kebangkitan Tubuh dan Pengharapan Akan Hidup Kekal
a. Dasar teologis
b. Dasar etis
c. Dasar Historis / Eskatologis

Secara  umum  artikel   ini  memaparkan  secara  sistematis  dan  teologis
tentang pemahaman-pemahaman penting yang mendasar yang harus kita
pahami secara benar.  Hal  ini sangat penting melihat apa yang menjadi
pergumulan dalam dunia pelayanan Pekabaran injil,  bahwa tidak jarang
dalam pemnyampaian berita baik yang Tuhan sampaikan melalui Alkitab,

tidak dikuasai dengan benar, sehingga tidak jarang pula jemaat mendapat
paham-paham miring  yang  tidak  Alkitabiah.  artikel   ini  sangat  menolong
bagi kita yang sungguh rindu melayani Tuhan khususnya dalam pelayanan
firman.